P. 1
Makalah IPAT Kelinci (Pembibitan)

Makalah IPAT Kelinci (Pembibitan)

|Views: 105|Likes:
Published by arilwenedy
makalah kelinci
makalah kelinci

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: arilwenedy on Jun 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/24/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH PEMILIHAN BIBIT KELINCI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Ilmu Produksi Aneka Ternak Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Sri Minarti, MP

Oleh: 1. Yalesva Baharudin 2. Wahyu Tri Arifianto 3. Dede Restu Gumelar 4. R. Nanda Yulan A. 5. Reinhard Tambunan 6. Fuadz Achie (115050100111029) (115050100111031) (115050100111046) (115050100111047) (115050100111048) (115050100111063)

Kelas: A FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

Malang. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Dr. Maret 2013 Penulis . MP selaku dosen pembimbing Ilmu Produksi Aneka Ternak yang telah membantu dalam dalam pembuatan makalah ini sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu. Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sehingga dapat menyempurnakan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna bagi penulias khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Makalah tersebut kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Produksi Aneka Ternak tahun ajaran 2013. Sri Minarti. Ir. atas karuniaNYA kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pemilihan Bibit Kelinci” ini dengan tepat waktu .

melainkan sebagai kesenangan “ berselera tinggi “ dengan ciri khas yang eksklusif.1 Latar Belakang Kelinci merupakan hewan yang tergolong sebagai hewan herbivore atau pemakan tumbuhan. sehingga peternakan kelinci tidak begitu berkembang. Berdasarkan masalah tersebutlah kami menulis makalah ini dengan harapan agar dapat menjelaskan tentang budidaya kelinci dapat berkembang dengan baik seiring dengan pemilihan bibit dengan tingkat pengetahuan yang ada. Kebanyakan peternak hanya memelihara dengan cara tradisional. Namun seiring perkembangan zaman peternak kita mulai maju dan perlahan-lahan mulai tahu akan bagaimana beternak kelinci itu sebenarnya. Ia bukan sekedar hewan piaraan yang menghasilkan daging atau hasil pejualannya. Kelinci selalu memiliki pesona tersendiri bagi masyarakat. 1.BAB I PENDAHULUAN 1. tanpa melihat bagaimana sesungguhnya kelinci tersebut. Hanya saja pemeliharaanya di masyarakat Indonesia masih bersifat tradisional dan tidak mengikuti kaidah pemeliharaan kelinci secara tepat dan baik.2 Tujuan Penulisan .

Simpson seorang ahli taksonomi asal Inggris menunjukkan bahwa perbedaan tersebut terletak pada gigi kelinci. Klasifikasi taksonomi kelinci (Orcytolagus cuniculu) menurut sistem binomial adalah sebagai berikut: Kelas Ordo Family Sub family Genus Spesies : mamalia : Lagomorpha : Leporidae : leporine : Lepus. Oricptolagus : Lepus spp.1 Ternak Kelinci Kelinci merupakan hewan jenis purba pada mulanya kelinci digolongkan sebagai hewan jenis “ Rodentia” karena sering mengerat. Istilah yang tepat ”Logomorpha’ dan spesifikasinya masuk katagori Lagormopha – Leporidae sebagaimana hewan jenis Hare. kelinci hanya satu pasang. Oricptolagus . Katagori ini membuktikan bahwa kelinci memiliki keunikan sendiri dan lebih mudah beradaptasi dengan manusia dibanding hewan lain. Pada tahun 1945. Kalau hewan roden memiliki dua pasang gigi seri untuk mengerat.Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang Ilmu Produksi Aneka Ternak dan mengetahui lebih spesifik cara pemilihan bibit kelinci. Pada tahun 1912 katagori Rodentia digugurkan karena kelinci memiliki perbedaan tertentu dalam giginya. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.

sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara (M. American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi. Havana. tidak cacat. . umur bibit betina siap kawin 5-6 bulan. bulu tidak kusam.9 – 2 kg) dewasa kelamin umur 3 -4 bulan tipe sedang ( berbobot 2 – 4 kg) dewasa kelamin 5 – 6 bulan. Aspek ini meliputi: A. Bibit yang baik untuk Reproduksi Perkawinan harus memenuhi persyaratan teknis sebagai berikut: a. dimana aspek ini merupakan penentu keberhasilan dalam beternak kelinci. 1990 ) Bila peternakan bertujuan untuk daging. Sedang untuk tujuan diambil dagingnya maka jenis Belgian.Sarwono 1985 ).Menurut tipenya kelinci dibagi atas tiga tipe yaitu : • • • kelinci tipe kecil ( berbobot 0. tipe berat ( berbobot 5 – 8 kg ) dewasa kelamin umur 7 – 8 bulan ( Dewi lestari s. Flemish Giant. lincah/aktif bergerak( B. Californian.Yunus dan S. Minarti. mata bersih dan terawat. Jika untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora. 2008) Untuk melakukan budidaya kelinci perlu diperhatikan beberapa aspek. tidak mudah nervous. dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik. B.Pemilihan Bibit Syarat utama dalam pemilihan bibit kelinci haruslah dilihat dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut.

dalam pelaksanaan kawin alam maupun IB harus dilakukan pengaturan penggunaan pejantan atau semen beku/semen cair untuk menghindari terjadinya kawin sedarah (inbreeding). umur bibit pejantan 6-7 bulan. betina birahi ditandai dengan vulva yang berwarna merah dan bengkak. Anak-anak .pada saat bunting kebutuhan akan air sangat perlu diperhatikan ( Dewi lestari s. 1982 : kartadisastra. kawin alam dilakukan dengan membawa kelinci betina ke kandang kelinci pejantan dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 5. 1994). ( Deptan. e. Pada hari ke 11 mereka mulai membuka matanya dan mulai keluar dari sarang untuk makan dan minum pada hari ke 20 ( AAk. Adapun rata-rata kebuntingan pada ternak kelinci adalah 31 hari. IB menggunakan semen beku atau semen cair dari pejantan yang sudah teruji kualitasnya dan dinyatakan bebas dari penyakit hewan menular yang dapat ditularkan melalui semen. dan dapat dirangsang dengansentuhan jari pada genital betina. Apabila anak-anak kelinci keluar dari sarangnya sebelum hari ke 20. Perkembangbiakan kelinci dapat diatur dengan kelairan terencana. f. induk kelinci istirahat sampai pagi hari. d. sistim perkawinan dapat dilakukan dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin alam. Kelahiran untuk kelinci biasanya terjadi 31 – 32 hari sesudah perkawinan berlangsung. c. yang dipengaruhi oleh waktu kawin. Sumber pakannnya adalah susu induknya. Hal ini dapat menyebabkan kematian pada anak yang baru lahir apabila ditangani dengan baik. 2008). Anak-anak kelinci yang dilahirkan dalam keadaan lemah dengan mata tertutup dan tidak berbulu itu akan tinggal di dalam sarang sampai lebih kurang 10 hari. 2011) Lama kebuntingan pada ternak kelinci berkisar antara 28 – 35 hari. hal itu menendakan bahwa induk kelinci tidak mempunyai cukup air susu. Setelah melahirkan anak-anaknya.b. g.

ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat bibit kelinci pedaging yang baik adalah : • • Mempunyai bobot dewasa minimal 4.2. mulai saja dengan kelinci-kelinci silangan yang banyak beredar di pasaran. Ada lagi jenis kelinci lain yang juga terkenal sebagai kelinci pedaging yaitu jenis Californian (bobot dewasa 4. kelincikelinci silangan ini umum disebut dengan kelinci Australi.5kg (induk) Mempunyai tipe tubuh komersil (pinggul membulat dan penuh) Mempunyai minimal 6 puting susu yang tumbuh secara normal Menghasilkan banyak anak sekali kelahiran Mampu merawat anaknya minimal 5 ekor hingga lepas sapih (idealnya 7 ekor) Untuk pejantan bobot minimal 5kg • • • • Sampai saat ini jenis kelinci yang paling banyak digunakan sebagai kelinci pedaging adalah jenis New Zealand White (bobot dewasa 5. walaupun agak susah untuk mendapatkan yang masih murni.yang masih sangat kecil selalu didalam sarang dan mereka di susui pada malam hari atau pagi hari saja ( AAk.2 Pemilihan Bibit Kelinci Pedaging dan Bibit Kelinci Hias 2. Jika kesulitan dalam mencari bibit kelinci pedaging. Sedangkan untuk daerah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat.7kg) dan breed baru dari Cina yang mempunyai kualitas luar biasa sebagai kelinci pedaging yaitu Hyla (bobot dewasa 7kg). Untuk daerah Jawa Timur. 1982 : kartadisastra.1 Bibit Kelinci Pedaging Dalam menentukan bibit untuk kelinci pedaging memang tidak boleh sembarangan. 2. 1994). .4kg). Jenis kelinci ini sudah masuk di Indonesia. kelinci-kelinci silangan ini disebut dengan kelinci Bligon.

padat dan singset. halus. Dubur bersih. Adapun ciri-ciri bibit kelinci hias yang baik sebagai berikut : 1. selaput mata bersih. Apabila diraba. .2. 3. ekor tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung.2. Memiliki kaki yang normal dengan ciri-ciri kuat. Demikian pula untuk jenis kelinci tubuh kecil. Matanya bulat bercahaya. Badannya bulat serta dada lebih lebar. jenis kelinci hias yang sehat memiliki sifat lincah. Kaki yang cacat berbentuk seperti huruf O atau X. 2. Memiliki bulu yang bersih. Hidung.2 Bibit Kelinci Hias Memilih bibit jenis kelinci yang baik sebenarnya tidaklah sulit. licin. 5. serta bentuk ekor tidak miring atau rebah ke samping atau terpuntir. 9. Akan tetapi lebih baik apabila kelinci memiliki kaki yang lurus dan sempurna. kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret. mengkilap dan rata. Ukuran ekor kecil. 7. Apabila panjang maka tipe kepalanya panjang. maka ukuran kepalanya kecil juga. serta mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. 8. Biasanya. kokoh dan berkuku pendek. moncong dan mulut dalam keadaan bersih. tidak bengkok atau cacat. aktif. 6. kulitnya licin dan tidak berasa benjol-benjol. 4. Memiliki kepala yang ukurannya sesuai dengan ukuran badan. serta gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi.

dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik. Minarti(1990) bahwa untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Flemish Giant.Yunus dan S. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian. yaitu selama hidupnya sang induk memperoleh makanan standar. mata bersih dan terawat. menurut B. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi.Sarwono (1985) bila peternakan bertujuan untuk daging. Californian. Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara. American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. kebersihan dan air minum yang terjamin. bulu tidak kusam. . Bibit yang baik dihasilkan oleh peternakan yang baik. tidak mudah nervous.1 Pemilihan Bibit Bibit yang baik merupakan salah satu kunci utama keberhasilan budidaya kelinci. tidak cacat. lincah/aktif bergerak. Hal tersebut diperjelas dengan pendapat M. Havana. sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik.BAB III PEMBAHASAN 3.Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora.

sifat kanibal. Beberapa langkah yang dilakuakan oleh peternak dalam memilih bibit antara lain: 1. Melihat umur Umur induk yang baik yang baik dalam melahirkan anak adalah 6-8 bulan. Dalam masa ini produktivitas keturunannya sedang dalam kondisi prima.abnormal ambing. 3. Nafsu makan baik. dan mempunyai puting susu berjumlah minimal 8(delapan) buah. 2011). Untuk memilih bibit yang harus di perhatikan adalah : 1. Kelinci betina harus bebas dari cacat alat reproduksi. Beberapa tindakan yang dilakukan oleh Mujiono Rabbit untuk mengetahui umur dari ternak adalah dengan melihat keadaan kuku jika kuku panjang dan keras menandakan bahwa kelinci tua namun patokan ini belum begitu tentu. Gerakanya gesit dan menari perhatian. 5. gejala kemandulan. 7.pastikan kelinci sudah mendapatkan susu lebih dari 35.pada Mujiono Rabbit anakan yang akan dijadikan bibit masa menyusuinya . 2. Bagian kaki tidak bengkok. 8. Ekor naik mengikuti arus tulang punggung. 9. Untuk anakan kelinci . Penampilan secara umum Nampak tegap.sedangkan untuk menduga umur dari kelinci Rex peternak memegang lipatan kulit pada bagian atas kaki belakang. tampil lurus tegap dan kokoh menyangga badan. tidak cekung atau melelehkan cairan. Bulu halus mengkilap dan tidak rontok atau adanya parasit karena penyakit tertentu. 6. jika kelinci berekor lurus tergeletak ke lantai atau menceng biasanya terkena penyakit.Bibit yang baik adalah salah satu syarat utama menuju tangga keberhasilan dalam budidaya kelinci . jika saat diraba kulit mengendur maka dapat dipastikan kelinci tersebut tua. Bagian anus dan saluran kencing tidak basah atau kotor. Kelinci jantan harus siap sebagai pejantan serta tidak menderita cacat pada alat kelaminnya dan mempunyai libido yang tinggi (faiz manshur. 4. Pandangan mata tampak tajam.

Pemilihan bibit oleh peternak hanya didasarkan pada penampilan kelinci saja. Untuk bobot peternaka hanya melihat untuk menentuakan apakah kelinci tersebut kelinci potong atau hias . Bobot Bobot yang dimaksut adalah mencari standar keaslian berat badan kelinci. Kita ketahui bahwa setiap kelinci memiliki bobot yang berbeda seperti kelinci jenis giant dan dwarf ke dua kelinci tersebut memeiliki bobot badan yang berlainan.5 – 2 bulan dan ini sudah baik karena menurut faiz (2011) jika anakan yang dijadikan bibit masa menyusuinya lebih dari 35 hari maka kesehatan kelinci akan baik.kelinci yang di jadikan bibit kebanyakan bukan asli . 2. Hal ini sangat penting karena dengan .melainkan sudah cross breeding. Recording Recording induk sangat menentukan pemahaman peternak untuk mendapatkan anakanakannya sebagai calon induk yang akan di ternakkan. Hal ini juga di alami Mujiono Rabbit . 3. Tanpa harus mementingkan silsilah dan geneti ternak. Biasanya induk impor langsung dikategoriakn Fo. namun hanya beberapa peternak yang mampu melakukan perkawinan Fo dengan Fo. Jika pada dwarf bobot badannya lebih berat dari standat bobot badannya maka dapat dipastiakn bahwa dwarf tersebut merupakan hasil persilangan. 4.1.untuk kelinci potong BB nya > 3 kg .sedangkan kelinci hias BB nya BB nya < 3 kg. Jenis dan silsilah Silsilah keturunan harus jelas dan memenuhi standar jenis.

mengetahui catatan tersebut . Yang peternak inginkan hanya bibit yang di dapat menghasilakan banyak anak. BAB IV PENUTUP 5. kita dapat mengatur segala hal yang berhubungan dengan produktifitas ternak seperti proses perkawinan.2 Saran . Namun dalam kenyataanya pada peternak beranggapan bahwa recoring hanya dipakai untuk para kolektor kelinci ataupun dalam penelitin saja.1 Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa langkah yang dilakuakan oleh peternak dalam memilih bibit antara lain: • • • • • Tujuan dari pemeliharaan kelinci Mempehatikan umur bibit kelinci Mempehatikan jenis dan silsilah kelinci Melihat bobot kelinci Melihat recording kelinci 5.

Bandung: Nuansa Muslih dkk. 2011. 1985. penulis mengharapkan semoga pembaca mampu mengembangkan makalah ini lebih baik lagi dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. DAFTAR PUSTAKA Deptan. 1995. 8/9 . Kartadisastra.2010..Faiz. S.Beternak Kelinci Unggul. Jakarta : Penebar Swadaya. Kelinci.Hal. B.Malang. Untuk ke depannya. Aneka Ternak. Bogor :Balai penelitian ternak. Universitas Brawijaya. M dan Minarti.penulis mengharapkan banyak saran dari pembaca demi terciptanya makalah yang lebih baik lagi. 2010. Fakultas peternakan . CM dkk. 1990. HR. Sri lestari. Yogyakarta: Kanisius.Beternak Kelinci Unggul. Pedoman Pembibitan Kelinci Yang Baik. Manshur . Sarwono.2011.Dengan membaca makalah ini. Tatalaksana Pemberian Pakan Untuk Menunjang Agrobisnis Kelinci.Jakarta selatan : Kantor Pusat Kementerian Pertanian.Budidaya Kelinci Menggunakan Limbah Industry Pertanian Dan Inkonvensonal. universitas Diponegoro Yunus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->