(

)

luas daerah yg dibatasi oleh kurva y=x^2 , dan x+y=2 adalah.? Sains & Matematika

18/12/12 Belum Ada Nama Jawaban (1) Sortir Menurut: Suara | Waktu Masuk atau Daftar sekarang untuk menjawab pertanyaan ini 1 y=x^2 , dan x+y=2 → y = 2-x tentukan titik potongnya dengan substitusi 2-x = x² 0 = x² + x – 2 0 = (x+2)(x-1) x = -2 dan x = 1 sebagai batas integralnya L = ∫((f(x) – g(x)) dx L = ∫ ((2 - x) – x²) dx = ∫ (2 – x – x²) dx ……………………………..1 L = (2x – (1/2)x² - (1/3)x³) ] …………………………….-2 L = (2(1) – (1/2)(1²) – (1/3)(1³)) - (2(-2) – (1/2)(-2²) – (1/3)(-2³)) L = (2 – (1/2) – (1/3)) – (-4 – 2 + (8/3)) L = (12/6 – 3/6 – 2/6) – ((-18/3) + (8/3)) L = 27/6 satuan luas

. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y= 4x – x² dan garis x= 6 ; sumbu x dan sumbu y?

Penyelesaian:

Luas daerahnya adalah 21 1/3 satuan luas. 2. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y= x² – 2x – 3 dan garis x= 1 ; x= 4 ; sumbu x dan sumbu y ? Penyelesaian:

Luas daerahnya adalah 7 2/3 satuan luas. 3. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x² dan kurva y = -x²+4x ; sumbu x dan sumbu y ? Penyelesaian:

Luas daerahnya adalah 2 2/3 satuan luas. 4. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh garis y = x ; y= 2x + 5 dan sumbu x ? Penyelesaian:

Setelah digambar, grafiknya membentuk segitiga, sehingga konsep menghitung dengan integral bisa diabaikan. Jadi, luas daerahnya adalah 1 7/8 satuan luas. 5. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y= x²-2x+1 dan garis y= x+5 ? Penyelesaian:

Luas daerah kurvanya adalah 20 5/6 satuan luas. *Semoga Bermanfaat*
A.

Pengertian Integral

Setiap hari, tentulah kita melakukan aktivitas, seperti menghirup udara dan melepaskan udara. Melepas udara merupakan operasi kebalikan (invers) dari menghirup udara. Dalam matematika, kita juga mengenal operasi kebalikan (invers), contohnya pengurangan dengan penjumlahan, perkalian dengan pembagian, pemangkatan dengan penarikan akar, dan sebagainya. Pada subbab ini kita akan mempelajari invers dari diferensial, yaitu integral.

Kita telah mempelajari arti diferensial atau turunan di kelas XI. Jika kita mempunyai f(x) = x + 4, turunannya adalah f'(x) = 2x. Dari contoh fungsi tersebut, kita dapat menentukan suatu fungsi yang turunannya f'(x) = 2x, yang disebut sebagai antiturunan atau antidiferensial atau pengintegralan. Jadi, pengintegralan merupakan operasi kebalikan dari pendiferensialan.

2

Misalnya diketahui f'(x) = 2x, fungsi ini merupakan turunan dari f(x) = x + 10, f(x) = x – log 3, atau f(x) = x + 2 .

2

2

2

Terlihat fungsi-fungsi ini hanya berbeda konstantanya saja.

Secara umum, dapat dituliskan bahwa f(x) = x + c merupakan antiturunan dari f'(x) = 2x, dengan c adalah bilangan real sembarang.

2

Dari uraian di atas dapat didefinisikan sebagai berikut. Fungsi F(x) disebut antiturunan dari f(x) pada suatu domain jika [F(x)] = f(x).

B.

Integral Tak Tentu

fungsi yang memiliki turunan = 2x + 2 bukan saja dua fungsi di atas. tinjau balik. y = x + 2x + 5 y = x + 2x – 2 Kedua fungsi itu memiliki turunan yang sama. 1. 10. 2 2 bahkan. Notasi Integral Tak Tentu Perhatikan kembali definisi integral tak tentu di atas. jika F(x) menyatakan fungsi dalam variabel x. yaitu = 2x + 2. 2 2 dan sebagainya. Bilangan-bilangan ini dapat disimbolkan dengan c. tetapi banyak sekali. Keterangan: ʃ f (x) dx = notasi integral tak tentu . Sekarang. y = x + 2x – 2. Karena nilai c itulah hasil integral ini disebut integral tak tentu. fungsi-fungsi itu hanya berbeda dalam hal bilangan tetap saja (seperti 5. Jika dicari integralnya. y = x + 2x – log 3. dan seterusnya). Dengan demikian. akan diperoleh fungsi-fungsi 2x 2 2 y = x + 2x + 5. log 3. dengan f(x) turunan dari F(x) dan c konstanta bilangan real maka integral tak tentu dari f(x) dapat dituliskan dalam bentuk : ʃ f(x) dx=F(x)+c dibaca ”integral fungsi f(x) ke x sama dengan F(x) + c”. Misalkan diberikan + 2. Walaupun demikian.Misalkan diberikan fungsi-fungsi berikut. –2. y = x + 2x + 10. Secara umum.

persamaan di atas menjadi Pada materi diferensial.. akan dibahas integral fungsi aljabar saja..... diperoleh : Jadi.... ʃ dx = x + c. [ + c] = (n+1) xn = x ... n ≠ –1 Bagaimana jika n = 0? Apa yang kalian peroleh? Tentu saja untuk n = 0. kalian telah mengetahui jika y = F(x) + G(x) maka turunannya adalah dengan f(x) turunan dari F(x) dan g(x) turunan dari G(x). . dapat dinyatakan bahwa ʃ [f(x)+g(x)] dx = ʃ f(x) dx + ʃ g(x) dx. Hal ini juga berlaku untuk operasi pengurangan...... = f(x) + g(x). Dengan demikian. Oleh karena itu... kalian harus ingat kembali turunan fungsi aljabar yang telah kalian pelajari di kelas XI... kita dapat menuliskan rumus-rumus dasar integral tak tentu sebagai berikut. n Dengan mengalikan .... kalian akan memperoleh : ʃ xn dx = + c ......... untuk n ≠ –1 pada kedua ruas.. (1) n Jika persamaan (1) dituliskan dalam bentuk integral. Pada pembahasan kalkulus diferensial atau turunan.. diketahui bahwa turunan dari + c ke x adalah : [ + c] = (n + 1) = (n + 1) x .. Rumus Dasar Integral Tak Tentu Pada subbab ini....F(x) + c = fungsi antiturunan f(x) = fungsi yang diintegralkan (integran) c = konstanta dx = diferensial (turunan) dari x 2... Dari uraian di atas.........

ʃ 2 dx = 2 ʃx dx = +c Contoh Soal Integral 2: Selesaikan setiap pengintegralan berikut. ʃ 4x dx = 4 ʃ x dx = 5 5 x5 + 1 + c = +c= x6 + c = +c= x6 +c c. ʃ2 dx 5 Pembahasan : a. ʃ 4x dx c. a. x4 dx 2 b.ʃ g(x) dx Contoh Soal Integral 1: Tentukan hasil integral fungsi-fungsi berikut. ʃ 5 dx = 5 ʃ dx = 5x + c b. ʃ 5 dx b. ʃ Penyelesaian : . n ≠ –1 + c . n ≠ –1 5) ʃ[ f (x) + g(x)] dx = ʃf (x) dx + ʃ g(x) dx 6) ʃ[ f (x) ʃ g(x)] dx = ʃ f (x) dx .1) ʃ a dx = ax + c 2) ʃa f (x) dx = a ʃf (x) dx 3) ʃ xn dx = 4) ʃ axn dx = + c . ʃ (x + 3) dx a.

6). Menentukan Persamaan Kurva Di kelas XI. jika gradien garis singgungnya sudah diketahui maka persamaan kurvanya dapat ditentukan dengan cara berikut. –2). gradien garis singgung kurva di sembarang titik pada kurva adalah y' = = f'(x). nilai c dapat diketahui sehingga persamaan kurvanya dapat ditentukan. Jika y = f(x). y = f(x) = ʃ (2x + 3) dx = x + 3x + c. yaitu 1 + 3 + c = 6 ↔ c = 2. kalian telah mempelajari gradien dan persamaan garis singgung kurva di suatu titik. Kurva melalui titik (1. x1/2 dx = ʃ dx = dx + c = +c b. Jawaban : Diketahui f '(x) = 2x + 3. tentukan persamaan kurva tersebut. y) adalah 2x – 7. Jika kurva y = f(x) melalui titik (1. ʃ (x + 3)2 dx = ʃ (x2 + 6x + 9) dx = x + 3x + 9x + c 3 2 3.a. tentukanlah persamaan kurvanya. persamaan kurva yang dimaksud adalah y = f(x) = x + 3x + 2. berarti f(1) = 6 sehingga dapat kita tentukan nilai c. Jadi. 2 Dengan demikian. ʃ x4 dx = ʃ x 4 . y = ʃ f ' (x) dx = f(x) + c Jika salah satu titik yang melalui kurva diketahui. Contoh Soal 3 : Diketahui turunan dari y = f(x) adalah = f '(x) = 2x + 3. . 2 Contoh Soal 4 : Gradien garis singgung kurva di titik (x. Oleh karena itu. Jika kurva tersebut melalui titik (4. 6).

C = 4/3 Q3 .Penyelesaian : Gradien garis singgung adalah f '(x) = = 2x – 7 sehingga : y = f(x) = ʃ (2x . MC = dC / dQ = dengan kata lain dC = MC dQ C = ʃ MC dQ = ʃ (4Q2 – 3Q + 5) dQ = 4/3 Q3 . k adalah konstanta integral. 2 Contoh Soal 5 : Biaya marginal suatu perusahaan ditunjukkan oleh MC = 4Q2 – 3Q + 5. –2) maka : f(4) = –2 ↔ 4 – 7(4) + c = –2 2 ↔ –12 + c = –2 ↔ c = 10 Jadi. Integral Tertentu 1.7) dx = x – 7x + c. persamaan kurva tersebut adalah y = x – 7x + 10. misalnya segitiga. Pembahasan : Fungsi biaya marginal MC = 4Q2 – 3Q + 5.3/2 Q2 + 5Q + k C. Bangun datar apa saja yang sudah kalian kenal? Bangun datar yang kalian kenal pasti merupakan bangun datar beraturan. Pengertian Integral sebagai Luas Suatu Bidang Datar Kalian pasti sudah pernah mempelajari perhitungan luas bangun datar. . dengan Q = banyak unit dan biaya tetap k = 3.3/2 Q2 + 5Q + k Oleh karena itu. segi empat. 2 Karena kurva melalui titik (4. Tentukan persamaan biaya total (C).

Dimisalkan fungsi y = f(x) terdefinisi pada interval tertutup [a. Apakah gambar daerah yang diarsir tersebut merupakan bangun datar yang sudah kalian kenal? Termasuk bangun apakah gambar daerah tersebut? Dapatkah kalian menentukan luas bangun datar tersebut dengan rumus yang sudah kalian kenal? Tentu saja tidak.. dan sebagainya.. x2. yaitu x1.. merupakan bangun datar yang dibatasi kurva y = f(x). Bangun datar yang dibatasi kurva y = f(x). Bagilah interval tertutup tersebut menjadi n buah subinterval yang sama lebar sehingga terdapat n buah titik tengah.lingkaran. serta garis x = a dan y = b. < b. x2 = ½ (t1 + t2). b]. Interval tertutup tersebut menjadi n buah subinterval yang sama lebar sehingga terdapat n buah titik tengah. Daerah yang diarsir adalah suatu daerah yang dibatasi kurva y = f(x) dan sumbu X dari a sampai b. Dimisalkan ujung paling kiri interval adalah t0 = a dan ujung paling kanan adalah tn = b dengan a tn–1 < < t1 < t2 . sumbu X. Perhatikan Gambar 2. Untuk memahami pengertian integral sebagai luas suatu bidang datar. . xn = ½ (tn–1 + tn) (perhatikan Gambar 3)... serta garis x = a dan y = b. . Gambar 3... x3. sumbu X. xn. Gambar 2. dengan x1 = ½ (t0 + t1). perhatikan Gambar 2. .. Daerah atau bangun datar pada Gambar 2.

. Jika semua luas persegi panjang dijumlahkan maka diperoleh : ∆x dan tinggi f(xi) sehingga membentuk pias- J = f(x1) ∆x + f(x2) ∆x + f(x3) ∆x + ...... + f(xn)) ∆x J= f (xi) ∆x dengan Σ merupakan notasi jumlah yang berurutan. Luas masing-masing persegi panjang adalah f(xi) ∆x.. Notasi ini pertama kali digunakan oleh Bernhard Riemann.. Jika banyak pias n mendekati tak berhingga (n → ∞)..Misalkan panjang tiap subinterval adalah ti – ti–1 = ∆x... jumlahan Riemann itu mendekati luas daerah dari Gambar 4........... boleh sama dengan titik ujungnya)..... +f(xn) ∆x . Pada tiap subinterval [ti–1... Jumlahan Riemann itu mendekati luas daerah yang diarsir.... Gambar 4. ti]. Integral tertentu f dari a sampai b dinyatakan dengan f (x) dx dan oleh Riemann nilainya didefinisikan sebagai : ... Domain fungsi y = f(x) dibagi menjadi n buah subinterval dengan alas pias persegi panjang...... (1) Jika n → ∞ maka ∆x → 0.. tempatkan sebuah titik x (tidak harus di tengah.. J = (f(x1) + f(x2) + f(x3) + .... Oleh sebab itu....... J disebut dengan jumlahan Riemann. luas L dapat ditulis dalam bentuk : L= f (xi) ∆x .

.. (2) Dari definisi integral tertentu di atas dapat dikatakan a...... b] berbentuk : L(x) = f (x) dx = F(x) + c Jika nilai t ada pada interval [a......... garis x = b....... garis x = b.......................... Perhatikan bahwa substitusi (1) dan (2) menghasilkan : L= f (x) dx ... Gambar 5........ kurva y = f(x).... luas daerah yang dibatasi oleh garis x = a..... (3) Sekarang kita misalkan ʃ f (x) dx = F(x) + c..... Luas L di atas merupakan fungsi dari x dengan x ϵ [a........ yaitu {x | a ≤ x ≤ b} kita dapat mendefinisikan luas L sebagai fungsi dari t berbentuk : ............ kurva f(x) dx menyatakan luas daerah yang dibatasi oleh garis x = y = f(x)....... dan sumbu X..f (x) dx = f (xi) ∆x ......... b]. dan sumbu X....

dapat disimpulkan bahwa jika L adalah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x).. (5) Hasil substitusi dari persamaan (4) ke (5).. Sebab luas daerah dari x = a hingga x = a berbentuk ruas garis sehingga luasnya sama dengan nol. sumbu X.. diperoleh : L(b) = f (x) dx = F(b) – F(a) Dengan demikian.. garis x = a dan garis x = b maka : L= f (x) dx = F(b) – F(a) 2.......... Karena L(a) = 0 maka diperoleh : F(a) + c = 0 atau c = –F(a) ..L(t) = f (x) dx = F(t) + c Akibat dari pemisalan di atas. akan diperoleh : L(a) = f (x) dx = F(a) + c = 0............. Pengertian Integral Tertentu Kalian tahu bahwa : . akan diperoleh L(b) = f (x) dx = F(b) + c ....... (4) Akibat lain dari pemisalan itu.......

maupun fungsi trigonometri. sumbu X. . berkaitan dengan pencarian luas daerah yang batasi oleh kurva. b] atau a ≤ x ≤ b. Hasilnya tampak seperti gambar di bawah ini. Misalkan f kontinu pada interval tertutup [a. dan garis x = b. tarik garis batasnya. dan garis x = 2. berlaku : f (x) dx = = F(b) – F(a) F(x) adalah antiturunan dari f(x) pada a ≤ x ≤ b. Jika F suatu fungsi sedemikian rupa sehingga F'(x) = f(x) untuk semua x pada [a. sumbu X. yaitu dari x = 0 sampai x = 2 hingga memotong kurva. fungsi kuadrat. Kemudian. Menggambar Daerah yang Dibatasi oleh Kurva Tentu kalian masih ingat bagaimana menggambar grafik fungsi linear. b]. Bagaimana cara menggambarkan daerah itu? Misalkan kita akan menggambar daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) = x dari x = 0 sampai x = 2. Langkah pertama adalah menggambar grafik f(x) = x. garis x = a. Grafik fungsi-fungsi tersebut banyak dibahas di sini.f (x) dx = F(b) – F(a) menyatakan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x). Arsir daerah yang berada di bawah kurva f(x) = x dari x = 0 sampai x = 2 dan di atas sumbu X.

Gambar 7 (a) merupakan grafik garis lurus yang melalui titik (0. kita gambar f(x) = x dan g(x) = 2x pada bidang koordinat. Karena kurva memotong 2 sumbu X di titik (0. 1. Gambar 7. 0) dan (6. Jadi.x ) dx. Jadi. Kemudian. Menghitung luas daerah yang diarsir menggunakan integral tertentu. Cobalah kalian gambar daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva berikut. 3) dan (3. f(x) = x dan g(x) = x 3. arsir daerah yang dibatasi oleh grafik itu dari x = 0 sampai x = 2. Bagaimana jika daerah yang akan digambar dibatasi oleh dua kurva? Pada dasarnya sama dengan cara di atas. luas daerahnya dapat dinyatakan dengan (3 . Terlebih dahulu. Kunci Jawaban : a.Gambar 6. Untuk batas kiri adalah sumbu Y. f(x) = x dan g(x) = x3 2 2 2 Contoh Soal 7 : Tentukan integral tertentu untuk menghitung luas daerah yang diarsir pada gambar-gambar berikut. berarti x = 0 dan batas kanan adalah x = 3. 2 Contoh Soal 8 : . Hasilnya tampak seperti gambar di samping. yaitu x = 0 dan x = 2 hingga memotong kedua grafik. 0) maka persamaan garisnya adalah x + y = 3 atau y = 3 – x.x) dx b. Untuk batas kiri adalah garis x = 2 dan batas kanan adalah x = 4. f(x) = x dan sumbu X 2. 0) maka y = 6x – x . Gambar 7 (b) merupakan suatu daerah yang dibatasi oleh sumbu X dan kurva y = f(x). Misalkan kita akan menggambar daerah yang dibatasi oleh grafik f(x) = x dan g(x) = 2x dari x = 0 sampai x = 2 dan garis x = 2. Menggambar Daerah yang Dibatasi oleh Kurva. Tarik garis batasnya. luas daerahnya dapat dinyatakan dengan (6x .

0) sehingga seperti pada Gambar (x + 2) dx dapat digambarkan 8. Grafik y = f(x) = x + 2. Kurva f(x) = 4 – x2 merupakan parabola dengan titik potong (–2. 2) dan ( –2. (4 .x ) dx 2 Pembahasan : a. (x + 2) dx b. (4 . a. Grafik y = f(x) = x + 2 mempunyai titik potong (0. 0) yang membuka ke bawah. b. Gambar 8. 0) dan (2. daerah tersebut dapat digambarkan seperti pada Gambar 9.Gambarkan daerah-daerah yang luasnya dinyatakan dengan integral berikut. Dengan demikian. .x2) dx Diketahui f(x) = 4 – x2 dengan batas bawah x = 0 dan batas atas x = 2.

a. Kurva f(x) = 4 – x2 Contoh Soal 9 : Tentukan nilai-nilai integral berikut.x) dx Penyelesaian : .Gambar 9. (x + 3) dx b. (x3 .

3. Agar kalian menemukan sifat-sifat integral. (3x + 4) dx 2 c. Untuk mempermudah perhitungan integral. a. perhatikan contoh-contoh berikut. (2x + 4) dx b. kalian dapat memanfaatkan sifat-sifat integral. Contoh Soal 10 : Hitunglah nilai integral dari fungsi berikut. Sifat-Sifat Integral Tertentu Integral sebenarnya dapat ditentukan dengan mudah. (3x + 4) dx 2 Jawaban : .

Contoh Soal 12 : Tentukan nilai-nilai integral berikut. (5x + 2x) dx 4 d. 6 x2 dx c. apa yang dapat kalian simpulkan dari hubungan tersebut? . Dari nilai integral pada bagian a sampai dengan d tersebut. a. 6x dx 2 b. 5x dx + 4 2x dx e.

4x dx + 3 4x dx 3 c. Dari hasil a dan b.Penyelesaian : Contoh Soal 13 : a. apa kesimpulan kalian? Jawaban : . 4x dx 3 b.

[ f (x) ± g(x)] dx = f (x) dx + g(x) dx e.Dari contoh-contoh di atas maka dapat dituliskan sifat-sifat integral sebagai berikut. a. dengan a ≤ c ≤ b . b]. dengan c = konstanta c. Misalkan f(x) dan g(x) adalah fungsi-fungsi kontinu pada [a. f (x) dx = - f (x) dx d. (x) dx + f (x) dx = f (x) dx. c f (x) dx = c f (x) dx . berlaku sebagai berikut. f (x) dx = 0 b.

ʃ (2x + 6)(x + 6x + 3) dx 2 7 b. Beberapa bentuk integral yang dapat diselesaikan dengan melakukan substitusi tertentu ke dalam fungsi yang diintegralkan. undu = + c. xn = + c. ʃ (2x + 6)(x2 + 6x + 3)7 dx = ʃ (x2 + 6x + 3)7 (2x + 6) dx Cara 1: Misalkan u = x + 6x + 3 ↔ du/dx = 2x + 6 2 . a. Pada pembahasan sebelumnya. misalnya bentuk Bagaimana cara menyelesaikannya? Untuk itu. Oleh (f(x)) d(f(x)) = n undu = +c dengan u = f(x) dan n ≠ –1. untuk menyelesaikan integral bentuk n (f(x)) dx maka kita dapat menggunakan substitusi u = f(x) n sehingga integral tersebut berbentuk u du.8x + 1)(x . diperoleh karena itu. ʃ (x . dapat dituliskan sebagai berikut. Dengan demikian. Contoh Soal 14 : Tentukan hasil integral berikut.D. Pengintegralan dengan Substitusi Salah satu cara untuk menyelesaikan hitung integral adalah dengan substitusi. Oleh karena itu.4)dx Pembahasan : 2 a. perhatikan uraian berikut. diperoleh undu.

8x + 1) ½ d (x .8x + 1) 2 2 = ½ (1/2 (x – 8x + 1) ) + c 2 2 = ½ (x2 – 8x + 1)2 + c . ʃ (x2 . ʃ (x + 6x + 3) (2x + 6) dx= ʃ u du 2 7 7 = 1/8 u + c 8 = 1/8 (x + 6x + 3) + c 2 8 Cara 2: 2 7 2 7 2 ʃ (2x + 6)(x + 6x + 3) dx = ʃ (x + 6x +3) d (x + 6x + 3) = 1/8 (x + 6x + 3) + c 2 8 b.4)dx = u.8x + 1)(x .8x + 1) d(x .8x + 1)(x . ½ du = ½ ʃ u du = ½ (1/2 u2) + c = ¼ u2 + c = ¼ (x2 – 8x + 1)2 + c Cara 2: ʃ (x .4)dx 2 = ʃ (x .8x + 1) 2 2 = ½ ʃ (x .8x + 1)(x .4) dx Cara 1: Misalkan u = x – 8x + 1. 2 du/dx = 2x – 8 ↔ 1/2 du = (x – 4) dx Oleh karena itu.↔ du = (2x + 6) dx. ʃ (x2 . Oleh karena itu.

ʃ x dx Misalkan u = x – 1 ↔ du = 2x dx sehingga x dx = ½ du 2 ʃx dx = ʃ ½ du = 1/2 ʃ du b. a.Tentukan integral berikut. ʃ dx Misalkan u = 2x + 1 ↔ du = 6x dx sehingga 3x dx = ½ du 3 2 2 . ʃ dx Jawab: a. ʃ x dx b.

Bagaimana jika integral yang akan ditentukan adalah integral tertentu? Caranya sama saja dengan integral tak tentu. yang perlu diperhatikan adalah batas integrasinya. 2 Batas atas: Untuk x = 1 maka u = 1 – 1 = 0. Batas integrasi dapat digunakan variabel sebelum substitusi maupun variabel substitusi. . Hanya. Jawaban : Misalkan u = x – 1 ↔ du = 2x sehingga ½ du = xdx 2 Penentuan batas integrasi 2 Batas bawah: Untuk x = 0 maka u = 0 – 1 = –1. perhatikan contoh berikut. Contoh Soal 15 : Tentukan nilai dari x dx. Untuk lebih jelasnya.

E. substitusikan nilai x itu. u = u(x). sangat sulit dikerjakan. Jadi. Coba kalian uji. yaitu x maka terlebih dahulu dicari integralnya. dengan u dan v merupakan fungsi-fungsi dalam variabel x. sedangkan ʃ v du lebih mudah dikerjakan.Jika kalian menggunakan variabel sebelum substitusi. Integral Parsial Kadang-kadang. Jika fungsi y diturunkan maka diperoleh : ↔ dy = u dv + v du ↔ d(uv) = u dv + v du . substitusikan batas-batas Kalian akan memperoleh hasil yang sama. setelah diperoleh hasil ʃ x x. Misalnya y = uv dengan y = y(x). Setelah itu. dx = . bentuk integral ʃ u dv. Jika kita menjumpai bentuk seperti itu maka kita perlu mengetahui hubungan antara kedua integral tersebut untuk memperoleh penyelesaian ʃ u dv. dan v = v(x) merupakan fungsi diferensiabel.

Kemungkinan yang dapat terjadi untuk memilih u dan dv adalah sebagai berikut. du = dx dan v = x sehingga : ʃx dx = x (x) . Misalkan u = x dan dv = dx. Oleh karena itu. perhatikan contoh berikut. a. Oleh karena itu. yaitu u dan dv.ʃ x ( ) dx Dari integral di atas terlihat bahwa bentuk tersebut sulit untuk ditentukan penyelesaiannya. Untuk menentukan bagian u dan dv ada beberapa kemungkinan sehingga harus dipilih yang paling tepat sesuai dengan kaidah di atas. . Agar lebih memahami integral parsial. Contoh Soal 16 : Tentukan ʃ x dx. untuk pemisalan u dan dv di atas ditolak. perlu diperhatikan bahwa bagian yang dipilih sebagai dv harus dapat diintegralkan dan ʃ v du harus lebih sederhana (lebih mudah dikerjakan) daripada ʃ u dv . ʃ u dv = uv – ʃ v du Dari rumus di atas terlihat bahwa integral dipisah menjadi 2 bagian. Dengan demikian. Penyelesaian : Berdasarkan rumus integral parsial maka integral tersebut dibagi menjadi dua bagian. diperoleh suatu rumus sebagai berikut. diperoleh du = dx dan v = ʃ x dx = ½ x 2 .Jika kedua ruas persamaan di atas diintegralkan maka diperoleh : ʃ d(uv) = ʃ u dv + ʃ v du ʃ uv = ʃ u dv + ʃ v du Dengan demikian. b. Misalkan u = dan dv = x dx. Untuk menggunakan rumus integral parsial. yaitu u dan dv (yang mengandung dx) sehingga disebut sebagai integral parsial.

Misalkan u = x dan dv = dx Untuk u = x ↔ du = dx Untuk dv = dx ↔ ʃ dv = ʃ dx ↔ v = 2/3 Oleh karena itu. c. untuk pemisalan u dan dv di atas ditolak.sehingga : v = ʃ x dx = Dari bentuk integral di atas maka terlihat bahwa bentuk tersebut juga sulit ditentukan penyelesaiannya. Jadi. . Contoh Soal 17 : Tentukan ʃ x dx Jawaban : Misalkan u = x ↔ du = dx.

u = x2 dan dv = (x + 2) dx. Kita gunakan aturan Tanzalin untuk mengerjakan integral tersebut. Perhatikan contoh-contoh berikut. -4 . Contoh Soal 18 : Tentukan hasil integral dx. Aturan Tanzalin digunakan untuk menyelesaikan ʃ u dv apabila turunan ke-k dari fungsi u(x) bernilai nol dan integral ke-k dari fungsi v = v(x) ada. Ada suatu metode yang mempermudah pengerjaan integral parsial yang disebut dengan aturan Tanzalin. Jawaban : dx ↔ 8 ʃ x2(x + 2)-4 dx Untuk integral di atas. bagian yang lebih mudah didiferensialkan adalah x2 .dv = dx ↔ ʃ dv = dx ↔ Oleh karena itu. Jadi.

1. Luas Daerah yang Dibatasi oleh Kurva y = f(x). garis x = a dan garis x = b seperti gambar di bawah ini. . dan Garis x = b a. Sekarang kita akan mempelajari beberapa penggunaan integral tertentu. Garis x = a. Penggunaan Integral Tertentu Pada pembahasan sebelumnya. sumbu X. kita telah mempelajari teori-teori yang berhubungan dengan integral tertentu. Untuk f(x) ≥ 0 pada Interval a ≤ x ≤ b Misalkan L adalah luas daerah pada bidang Cartesius yang dibatasi oleh kurva y = f(x). yaitu untuk menentukan luas suatu daerah dan volume benda putar jika suatu daerah diputar mengelilingi sumbu tertentu.F. Sumbu X.

L= f (x) dx Contoh Soal 19 : Suatu daerah dibatasi oleh kurva y = x – 1. kemudian tentukan luasnya. dan sumbu X. Lukislah kurva tersebut dan arsir daerah yang dimaksud. x = 3. Jawaban : Kurva daerah yang dimaksud seperti Gambar 11. Luas daerah L ditentukan oleh rumus berikut. . x = 1. Luas Daerah Untuk f(x) ≥ 0 pada Interval a ≤ x ≤ b.Gambar 10.

x = 1. . dan garis x = b seperti Gambar 12. Kurva f(x) ≤ 0 pada Interval a ≤ x ≤ b Misalkan L adalah luas daerah pada bidang Cartesius yang dibatasi oleh kurva y = f(x). dan sumbu X. b. x = 3. garis x = a.Gambar 11. Suatu daerah dibatasi oleh kurva y = x – 1. sumbu X.

Padahal luas suatu daerah harus bernilai positif sehingga rumus untuk menghitung luas daerah di bawah sumbu X sebagai berikut. dan x = 2. y = f(x) = –3. y = f(x) = 1 – x . garis x = 1. garis x = 1 dan x = 5. 2 b. Luas daerah Kurva f(x) ≤ 0 pada Interval a ≤ x ≤ b. nilai integral tertentu f (x) dx akan bernilai negatif. L=- f(x) dx = f(x) dx Contoh Soal 20 : Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh a.Gambar 12. . sumbu X. Jawaban : a. Dari gambar di samping. sumbu X. y = f(x) = –3 dapat digambarkan seperti Gambar 13.

Gambar 13. kurva y = f(x) = –3. Kurva y = 1 – x2 Karena daerah yang akan dicari luasnya berada di bawah sumbu X maka luasnya adalah : . Kurva y = 1 – x tampak 2 seperti Gambar 14. Karena daerah yang dimaksud berada di bawah sumbu X maka : b. Gambar 14.

Untuk f(x) ≥ 0 pada Interval a ≤ x ≤ c dan f(x) ≤ 0 pada Interval c ≤ x ≤ b Misalkan L luas daerah yang dibatasi oleh y = f(x). dan garis x = b seperti gambar di bawah ini. luas seluruh bagian yang diarsir adalah L= f (x) dx - f (x) dx = f (x) dx + f (x) dx . Gambar 15. garis x = a. sumbu X. Cara menghitung luas daerah L adalah dengan membagi luas daerah L menjadi dua bagian. Luas daerah L tidak dapat dihitung menggunakan rumus f (x) dx karena luas daerah L terbagi menjadi dua bagian. yaitu L1 sebagai luas daerah yang berada di atas sumbu X dan L2 sebagai luas daerah yang berada di bawah sumbu X. Oleh karena itu.c. yaitu di atas dan di bawah sumbu X sehingga akan memberikan hasil yang salah. Luas daerah untuk f(x) ≥ 0 pada Interval a ≤ x ≤ c dan f(x) ≤ 0 pada Interval c ≤ x ≤ b.

dan x = 3. Jawaban : Gambar kurva y = x2 – 4x + 3 tampak di bawah ini.Contoh Soal 21 : Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x + 4x + 3. kurva y = x2 – 4x + 3 Grafik memotong sumbu X sehingga diperoleh titik potong (1. Kita bagi daerah tersebut menjadi dua bagian yaitu L1 dan L2. sumbu X. 0). luas daerah yang dicari adalah sebagai berikut. 0) dan (3. Daerah yang dimaksud adalah daerah yang diarsir. 2 Gambar 16. Karena L2 terletak di bawah sumbu X (bernilai negatif). . Oleh karena itu. sumbu Y. L2 diberi tanda negatif (agar menjadi positif).

2. L = Luas TURS – Luas TUQP . dengan f(x) > g(x). dan x = b seperti pada Gambar 17. Luas daerah tersebut dapat dihitung dengan cara berikut. Gambar 17. Luas daerah antara dua kurva. x = a. Luas Daerah antara Dua Kurva Misalkan L adalah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y1 = f(x) dan y2 = g(x).

dan x = b adalah sebagai berikut. dengan menentukan titik-titik potong kedua kurva. luas daerah antara dua kurva y1 = f(x). Gambar 18.y2) dx Jadi. yaitu : Penyelesaian : Batas-batas x diperoleh x2 = x + 2 ↔ x2 – x – 2 = 0 ↔ (x + 1)(x – 2) = 0 ↔ x = –1 atau x = 2 . y2 = g(x). x = a. luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan y = x + 2.L= f (x) dx - g(x) dx L= { f (x) g(x)} dx L= (y1 . Contoh Soal 22 : Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x dan 2 y = x + 2.

) . 1 . Jadi. Contoh Soal 23 : Tentukan luas daerah yang dibatasi parabola y = x dan garis 2x – y + 3 = 0. Jawaban : 2 y1 = x2 dan 2x – y + 3 = 0 ↔ y2 = 2x + 3. Untuk x = 2 maka nilai y = 4. b = –1. (–3) = 4 + 12 = 16 2 Luas = (Coba kalian tunjukkan daerah yang dimaksud dengan menggambarkannya pada bidang koordinat.Untuk x = –1 maka nilai y = 1. y1 – y2 = 0 x2 – (2x + 3) = 0 x2 – 2x – 3 = 0 ↔ a = 1. dan c = –3. yaitu x = –1 dan x = 2 merupakan batas pengintegralan. titik potong kedua kurva. D = (–2) – 4 .

akan terbentuk n buah keping. Garis x = a. Volume keping ke-i adalah Vi = π yi n buah. dan Garis x = b 1) Perputaran Mengelilingi Sumbu X Misalkan suatu daerah dibatasi kurva y = f(x). Perhatikan Gambar 20 (b). Keping tersebut berupa silinder dengan jari-jari y = f(xi) dan tinggi (tebalnya) ∆x . sumbu X.3. sedangkan volume semua benda adalah jumlah volume keping sebanyak . yaitu : 2 ∆x . Daerah Dibatasi Kurva y = f(x). dan garis x = b diputar mengelilingi sumbu X seperti pada Gambar 20 (a). Jika benda putar tersebut dipotong dengan tebal potongan setebal ∆x dari interval a ≤ x ≤ b. Gambar 20. Perputaran Mengelilingi Sumbu X. Sumbu X atau Sumbu Y. Misalnya: Gambar 19. garis x = a. a. Volume Benda Putar (Pengayaan) Benda putar adalah suatu benda yang terbentuk dari suatu daerah tertutup pada bidang Cartesius dan diputar o mengelilingi sumbu X atau sumbu Y dengan satu putaran penuh (360 ). Benda putar.

. sumbu X. Volume benda putar yang terjadi dari daerah yang dibatasi oleh y = f(x). sumbu X. volumenya adalah : V=π y2 dx Contoh Soal 24 : Tentukan volume benda putar yang terjadi jika bidang datar yang dibatasi oleh kurva y = x. dapat kita simpulkan sebagai berikut.V= π yi2 ∆x Jika n → ∞ maka ∆x → 0 sehingga diperoleh : V= π yi2 ∆x = π y2 ∆x Dengan demikian. garis x = a. dan garis x = b diputar o mengelilingi sumbu X sejauh 360 . dan garis x = 3 diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360o .

sumbu X. akan membentuk benda putar seperti gambar di bawah ini. garis y= c.Gambar 21. dan garis x = 3. . sumbu Y. Jawaban : Volume = 9 π satuan volume 2) Perputaran Mengelilingi Sumbu Y Misalkan suatu daerah dibatasi kurva y = f(x). Volume benda putar yang terjadi jika bidang datar yang dibatasi oleh kurva y = x. dan y = d diputar mengelilingi sumbu Y o sejauh 360 .

sumbu Y. 2 . dan garis y = 5 diputar mengelilingi sumbu Y. garis y = 2. dan garis y = d diputar mengelilingi sumbu Y o sejauh 360 . Cara menentukan volume benda putar dari daerah yang diputar mengelilingi sumbu Y sama seperti menentukan volume benda putar yang mengelilingi sumbu X. Perputaran Mengelilingi Sumbu Y. kurva y = x .Gambar 22. volume benda putarnya adalah : V=π x2 dy Contoh Soal 25 : Tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh sumbu Y. Jika daerah yang dibatasi oleh x = f(y). garis y = c.

kurva y = x2 . Volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh sumbu Y. garis y = 2. dan garis y = 5. Volume Benda Putar Daerah di antara Dua Kurva 1) Perputaran Mengelilingi Sumbu X . Jawaban : b.Gambar 23.

Perputaran Mengelilingi Sumbu X. Gambar 24. garis x = a dan x = b adalah : Dengan demikian. Daerah yang terbentuk diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360 sehingga terbentuk suatu benda putar yang tengahnya kosong. dan garis x = b. dapat disimpulkan sebagai berikut. Perhatikan gambar di bawah ini. kurva y2 = g(x). dengan | f(x) | o diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360 maka volume benda putar yang terjadi adalah : ≥ | g(x) | V=π (y1 . Volume benda yang terbentuk dari daerah yang dibatasi oleh kurva y1 = f(x). Volume Benda Putar Daerah di antara Dua Kurva. y2 = g(x). Jika daerah yang dibatasi oleh kurva y1 = f(x).(g(x)) ] dx 2 2 .y2 ) dx atau V = π 2 2 [( f (x)) .Dimisalkan A adalah daerah tertutup yang dibatasi oleh kurva-kurva y1 = f(x) dan y2 = g(x) dengan | f(x) | ≥ | g(x) | o pada interval a ≤ x ≤ b. garis x = a.

Contoh Soal 26 : Tentukan volume benda putar yang terjadi. 2 y1 = y2 ↔ 6x – x2 = x ↔ 5x – x2 = 0 ↔ x(5 – x) = 0 ↔ x = 0 atau x = 5 Nilai x = 0 dan x = 5 digunakan sebagai batas-batas integrasi volume benda putarnya. Volume benda putar yang terjadi. Jawaban : Perpotongan antara kurva y = 6x – x dan y = x adalah sebagai berikut. jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = 6x – x2 dan y = x. Dengan demikian. jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = 6x – x dan y = x diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360o 2 Gambar 25. diperoleh : .

Volume Benda Putar Daerah di antara Dua Kurva Perputaran Mengelilingi Sumbu Y. Gambar 26. Jika suatu daerah yang dibatasi oleh kurva x1 = f(y). garis y = c dan y = d seperti saat kita menentukan volume benda putar jika diputar mengelilingi sumbu X. dan garis y = d dengan |f(y)| ≥ |g(y)| diputar mengelilingi sumbu Y sejauh 360 . x2 = g(y). kurva x2 = g(y). Dengan demikian.2) Perputaran Mengelilingi Sumbu Y Misalkan A adalah daerah tertutup yang dibatasi oleh kurva-kurva x1 = f(y) dan x = g(y) dengan |f(y)| ≥ |g(y)| pada interval : 2 c ≤ y ≤ d. garis y = c. dapat ditunjukkan bahwa volume benda putar itu adalah sebagai berikut. volume benda putar yang terjadi adalah : o . Cara yang sama dapat diterapkan untuk mencari volume benda putar yang dibatasi dua kurva x1 = f(y).

Contoh Soal 27 : Hitunglah volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = kuadran pertama diputar mengelilingi sumbu Y sejauh 360 . volume benda putarnya adalah : . Volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 . y = 3x . dan y = 3 di 2 Gambar 27. y = 3x2 . dan y = 3. Pembahasan : Kurva y = x 2 → x1 = → x12 = y Kurva y = 3x 2 ↔ x2 = ↔ x22 = 1/3 y Dengan demikian. o x2 .

Sumber : http://perpustakaancyber. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.com/2013/05/contoh-soal-rumus-integral-kalkulus-integral-tak-tentutertentu-pengertian-substitusi-parsial-penggunaan-pembahasan-fungsi-aljabar-volume-benda-putarmatematika.blogspot.V = 3π satuan volume Anda sekarang sudah mengetahui Integral.html#ixzz2XJ2Xxp5I .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful