P. 1
SOAL DAN PEMBAHASAN_GELOMBANG CAHAYA

SOAL DAN PEMBAHASAN_GELOMBANG CAHAYA

|Views: 208|Likes:
Published by Fastabiqul Khairat
SOAL DAN PEMBAHASAN_GELOMBANG CAHAYA
SOAL DAN PEMBAHASAN_GELOMBANG CAHAYA

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Fastabiqul Khairat on Jun 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
1
S SO OA AL L D DA AN N P PE EM MB BA AH HA AS SA AN N
Kelas / Smt : XII IPA / 1
Materi : 3 3. .3 3. . G Ge el l o om mb ba an ng g C Ca ah ha ay ya a
Sumber : http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com
Soal 1 (Hubungan E dan B dari gelombang elektromagnetik)
Suatu gelombang bidang elektromagnetik sinusoidal dengan frekuensi 50 MHz berjalan di angkasa dalam
arah sumbu x positif. Pada berbagai titik dan berbagai waktu, medan listrik E memiliki nilai maksimum 720
N/C dan merambat sepanjang sumbu y. Tentukan:
a. panjang gelombang,
b . besar dan arah medan magnetik maksimum B
m
ketika E
m
= 720 N/C
J awab :
Diperoleh : frekuensi f = 50 MHz dengan arah rambat ke arah sumbu-x positif, c = 3 x 10
8
m/s dan
E
m
= 720 N/C dengan arah sumbu-y (lihat gambar di bawah)
Y+
E
c X+
B
Z+
a. panjang gelombang dapat dihitung dengan persamaan:
c =  . f
 =
f
c
=
Hz x
s m x
7
8
10 5
/ 10 3
= 6 meter
b. medan magnetik maksimum dapat dihitung dengan persamaan:
c =
m
m
B
E
B
m
=
c
E
m
=
s m x
C N
/ 10 3
/ 720
8
= 2,4 x 10
-6
Tesla dengan arah sumbu Z+ (lihat gambar di atas)
Soal 2 (Menghitung besar pointing rata-rata, s )
Kuat medan listrik maksimum dalam suatu gelombang elektromagnetik di suatu tempat adalah 100 N/C.
Tentukan laju energi rata-rata tiap satuan luas gelombang elektromagnetik tersebut.
(c = 3 × 10
8
m/s dan c
0
= 8,85 × 10
-12
C
2
N
-1
m
-2
)
J awab :
Diperoleh : E
m
= 100 N/C, c = 3 × 10
8
m/s dan c
0
= 8,85 × 10
-12
C
2
N
-1
m
-2
E = 720 N/C E = E
m
sin (kx – ωt)
B = B
m
sin (kx – ωt)
E
c c
B
E  B  c B Gelombang elektromagnetik

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
2
Intensitas rata-rata gelombang elektromagnetik atau laju energi rata-rata tiap satuan luas |
¹
|

\
|
=
A
P
I
gelombang elektromagnetik disebut juga pointing rata-rata (lambangs ), dirumuskan dengan:
2
B .
0
m

m
E
s
A
P
I = = = ... . (*)
Sedangkan persamaan cepat rambat gelombang elektromagnetik, c adalah:
c =  . f =
m
m
B
E
=
0 0
.
1
 
= 3 x 10
8
m/s
Perhatikanlah bahwa persamaan pointing rata-rata (lambangs ) sebaiknya terlebih dahulu
dinyatakan dalam besaran-besaran E
m
, c dan c
0
(sesuai data soal). Berikutnya baru deh lakukan
langkah-langkah di bawah:
dari persamaan c =
m
m
B
E
, dipeloleh B
m
=
c
E
m
... . (**)
dari persamaan c =
0 0
.
1
 
atau c
2
=
0 0
.
1
 
, dipeloleh 
0
=
2
0
.
1
c 
... . (***)
Kemudian substitusi E
m
dari (**) 
0
dari (***) ke dalam persamaan s dari (***), maka diperoleh:
.
1
. 2
c
E
.
2
0
m
|
|
¹
|

\
|
|
¹
|

\
|
=
c
E
s
m

=
2
c . .
0
2

m
E
atau c
2
1
0
2

m
E s =
Maka besar s =
2
1
(100)
2
(8,85 × 10
-12
) (3 × 10
8
) = 13,3 W/m
2
Soal 3 (Menghitung rapat energi rata-rata)
Suatu sumber titik dari radiasi elektromagnetik memiliki daya rata-rata 6000 W. Tentukan:
a. amplitudo maksimum medan listrik dan medan magnetik pada titik yang berjarak 2 m dari sumber radiasi
b. rapat energi rata-rata pada titik yang berjarak 2 m dari sumber radiasi
J awab :
Diperoleh daya rata-rata, P = 6000 watt
a. menghitung amplitudo maksimum medan listrik
dari persamaan B
m
=
c
E
m
yang disubstitusikan ke dalam persamaan s , akan diperoleh persamaan
. . 2 2
B .
. . 4
0
2
0
m
2
 

c
E E
r
P
A
P
s
m m
= = = = atau
. . 2
. . 4
0
2
2


c
E
r
P
m
= atau
. . 4
. . 2 .
2
0
2
r
c P
E
m


= , so....
. 2
. .
2
0
r
c P
E
m


= =
) 2 .( 2
) 10 4 )( 10 3 ( ) 6000 (
2
7 8


÷
x x
=
4
) 10 3 ( ) 0 1 x 12 (
8 4
x
÷
=
4
) 0 1 x 36 (
4
E
m
= 300 V/m

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
3
Amplitudo maksimum medan magnetik dapat dihitung dengan:
B
m
=
c
E
m
=
m/s 10 x 3
V/m 300
8
= 10
-6
Tesla atau B
m
= 1 T
b. menghitung rapat energi rata-rata, u
rapat energi rata-rata, u =
c
s
=
c
0
2
m
2
c . B

=
0
2
m
2
B

besar u =
0
2
m
2
B

=
7 -
2 6
10 x 4 . 2
) 10 (

÷
=

25 , 1
x 10
-6
J/m
3
atau u =

25 , 1
µJ/m
3
Soal 4 (Difraksi pada celah tunggal)
Celah tunggal selebar 0,10 mm disinari berkas cahaya sejajar dengan i = 6000
o
A
. Pola difraksi yang terjadi
ditangkap oleh layar pada jarak 20 cm dari celah. Tentukan :
a. jarak antara pita gelap ketiga dengan titik tengah terang pusat dalam mm.
b. jarak antara pita terang kelima dengan pita terang kesatu dalam mm.
J awab :
Diperoleh : d = 0,1 mm, i = 6000 x 10
-7
mm dan L = 2 x 10
3
mm
a. pita gelap ke-3(y) dari pusat, berarti n = 3, persamaan yang digunakan:
.
 n
L
d y
= atau
d
L n
y
. .
= , so....
) 1 , 0 (
) 10 x 2 )( 10 x 6000 )( 3 (
3 -7
= y = 24 mm
b. pita terang ke-5 (y) dari terang ke-1, berarti n = 4, persamaan yang digunakan:
2
1
1) - 2 (
.
 n
L
d y
= atau
d
L n
y
2
. 1) - 2 ( 
= , so....
) 1 , 0 )( 2 (
) 10 x 2 )( 10 x 6000 )( 7 (
) 1 , 0 )( 2 (
) 10 x 2 )( 10 x 6000 )( 1 - 4 . 2 (
3 -7 3 -7
= = y = 42 mm
Soal 5 (Difraksi pada difragma sistem alat optik / bukaan lubang lensa)
A. Sudut resolusi minimum
Cahaya natrium dengan panjang gelombang 589 nm digunakan untuk memandang suatu benda di bawah
sebuah mikroskop. Jika bukaan lensa objektif memiliki diameter 0,9 cm,
A.1.tentukan sudut resolusi minimum
A.2.jika digunakan cahaya tampak violet (panjang gelombang 400 nm), berapa sudut resolusi minimum
mikroskop ini.

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
4
J awab :
Diperoleh : i = 589 x 10
-9
m dan D = 9 x 10
-3
m
A.1.sudut resolusi minimum (u
m
), dihitung dengan persamaan :
D
1,22

 =
m
10 x 9
10 x 589
1,22
3 -
-9
=
m
 = 7,984 x 10
-5
rad
A.2.besar sudut resolusi minimum (u
m
), jika digunakan cahaya tampak violet (i = 400 x 10
-9
m) :
D
1,22

 =
m
10 x 9
10 x 00 4
1,22
3 -
-9
=
m
 = 5,422 x 10
-5
rad
B. Daya urai
Jika panjang gelombang cahaya di udara 500 nm, indeks bias cairan dalam bola mata adalah 1,33 dan
mata diperbesar sampai diameter bukaan pupil matanya 4 mm. Berapakah jarak minimum dari dua sum-
ber titik cahaya yang masih dapat dibedakan oleh mata pada jarak 75 cm di depan mata?...
J awab :
Kemampuan mata agar masih dapat melihat dan membedakan jarak minimum antara dua sumber titik
cahaya di depan mata disebut daya urai (d
m
) lensa mata, yang besarnya ditentukan oleh persamaan:
D
1,22
L
d
m

 = =
m
atau
D
L
1,22 d
m

=
Dari soal B di atas, diperoleh:
Diameter bukaan lensa mata, D = 4 x 10
-3
m
Jarak dua sumber titik cahaya dari mata, L = 75 cm = 75 x 10
-2
m
Panjang gelombang cahaya di udara, 
u
= 500 x 10
-9
m
Indeks bias mata, n
m
= 1,33 =
3
4
(indeks bias udara, n
u
= 1)
Karena lensa mata berisi cairan, maka cahaya yang diteruskan ke mata akan mengalami pembiasan
dan pengurangan panjang gelombang, yang besarnya sesuai persamaan berikut :
u
m
m
u
n
n


= atau
u
m
u
m
n
n
  = .... (Hk. Snellius tentang pembiasan) ... masih ingat gak? ... he.. he.. he..
10 x 00 5
3 4
1
9 -
=
m
 =
4
3
. 5 x 10
-7
= 3,75 x 10
-7
m
Maka besar daya urai, dm adalah:
D
L
1,22 d
m

= = 1,22
) 10 x 4 (
) 10 x (75 ) 10 x 75 , 3 (
3 -
-2 -7
= 8,578 x 10
-5
m
d
m
= 8,58 x 10
-2
mm atau d
m
= 0,0858 mm

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
5
Soal 6 (Difraksi pada kisi)
Sebuah kisi difraksi dengan 2500 goresan/cm disinari dengan panjang gelombang cahaya 500 nm. Hitung:
A. Besar sudut deviasi orde ketiga.
B. Berapa orde tertinggi yang mungkin terjadi?
J awab :
Diperoleh : N = 2500 goresan/cm = 250000 goresan/m = 2,5 x 10
5
goresan/m
i = 5 x 10
-7
m
Persamaan untuk difraksi pada kisi :
n sin   =
n
d ; n = 0, 1, 2, 3, ... dan
N
1
= d , dengan 
n
= sudut difraksi/deviasi, n = orde dan d = tetapan kisi.
n = 0 menyatakan maksimum orde ke-0 atau terang pusat; n = 1 menyatakan maksimum orde ke-1 atau
garis terang kesatu dst. Pada kisi difraksi kita tidak berbicara tentang garis gelap, sehingga kita tidak mem-
berikan persamaan untuk garis gelap (atau kisi maksimum). Jika sinar putih (polikromatik) kita lewatkan pa-
da kisi maka akan terjadi penguraian warna (me, ji, ku, hi, bi, u) oleh kisi akibat panjang gelombang dari
tiap-tiap komponen warna tidak sama. Spektrum orde akan terdiri dari 6 garis warna, begitu juga dengan
spektrum orde-orde lainnya.
A. besar sudut deviasi orde ketiga (n = 3)
n sin   =
n
d atau n sin
1
  =
n
N
atau N n sin   =
n
sin u
n
= (3)(5 x 10
-7
)(2,5 x 10
5
)
sin u
n
= (3)(5 x 10
-7
)(2,5 x 10
5
)
sin u
n
= 0,375
u
n
= 22,02
0
B. orde tertinggi yang mungkin terjadi, n
sin u
n
= (n)(5 x 10
-7
)(2,5 x 10
5
)
sin u
n
= (n)(0,125)
Nilai tertinggi dari fungsi sinus adalah satu, maka:
1 = (n)(0,125)
n =
125 , 0
1
= 8, pada layar akan terdisplai 8 garis terang, sedangkan garis terang ke-9 tidak muncul di
layar.
Soal 7 (Interferensi celah ganda)
A. Dalam suatu eksperimen untuk mengukur panjang gelombang cahaya digunakan percobaan Young.
Jika jarak layar ke celah ganda adalah 100 cm dan jarak dua celah 0,6 mm, maka akan diperoleh jarak
antara 2 garis gelap yang berdekatan adalah 1,2 mm, hitunglah panjang gelombang cahaya tersebut.

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
6
J awab :
Diperoleh : L = 1 m, d = 9 x 10
-5
m dan y = 1,2 x 10
-3
m (n = 1, karena 2 garis gelap yang berdekatan)
*
)
panjang gelombang cahaya dihitung dengan persamaan :
.
 n
L
d y
= atau
.
.
L n
d y
=  ............. warning ! ... bedakan dan perhatikan soal 4.a di atas !!!
.
.
L n
d y
=  =
) 1 ( ) 1 (
) 10 x 6 ( ) 10 2 , 1 (
-4 -3
x
= 7,2 x 10
-7
m
**
)
atau panjang gelombang cahaya dapat dihitung dengan persamaan
Perhatikanlah gambar pola interferensi di samping !!
jarak antar gelap ke terang = Ay
jarak 2 garis gelap yang berdekatan (misalkan, antara gelap ke-1
dan gelap ke-2), y = 2Ay dengan n = 1.
Sehingga persamaan
.
 n
L
d y
= menjadi . ) 1 (
. . 2
 =
A
L
d y
atau
2
.
d
L
y

= A
Maka :
). . 2 (
L
d y A
=  =
) 1 ( ) 1 (
) 10 x 6 ( ) 10 2 , 1 (
-4 -3
x
= 7,2 x 10
-7
m
Gambar 7A. Pola Interferensi
B. Dua celah yang berjarak 0,2 mm, disinari cahaya merah dengan panjang gelombang 6,5 x 10
-7
m. Garis
gelap terang dapat diamati pada layar yang berjarak 1 m dari celah. Hitunglah jarak antara gelap
ketiga dan terang pusat, serta jarak antara terang kedua dengan garis terang keempat!
J awab :
Diperoleh : d = 2 x 10
-4
m, i = 6,5 x 10
-7
m dan L = 1 m
Berdasarkan cara **
)
pada soal 7A, terlebih dahulu hitung Ay dengan menggunakan persamaan:
2
.
d
L
y

= A , diperoleh Ay =
) 10 x (2 2
)(1) 10 x 5 , 6 (
4 -
-7
= 1,625 x 10
-3
m = 1,625 mm
Maka:
- jarak antara gelap ke-3 dan terang pusat, y = 5.Ay = 5 x 1,625 = 8,125 mm
cara *
)
: gunakan persamaan
2
1
1) - 2 (
.
 n
L
d y
= (silahkan coba sendiri... jangan manja yaa...)
- jarak antara terang ke-2 dengan garis terang ke-4, y = 4.Ay = 4 x 1,625 = 6,5 mm
cara *
)
: gunakan persamaan
.
 n
L
d y
= (once again... coba sendiri aja yaa... pasti kamu bisa...)

http://rachmat-abd-syukur.blogspot.com Halaman
7
Soal 8 (Polarisasi cahaya)
A. Polarisasi karena pembiasan dan pemantulan
Cahaya datang dari udara ke air dengan membentuk sudut polarisasi 30
o
. Hitunglah besarnya
indeks bias air..
J awab :
Diperoleh : i
p
= 30
0
dari udara (n
1
) ke air (n
2
)
Sudut datang yang menghasilkan sinar pantul terpolarisasi sempur-
na disebut sudut polarisasi atau sudut Brewster, i
p
. Hal ini bisa ter-
jadi bila sinar pantul tegak lurus terhadap sinar bias, maka:
90 r'
0
= +
p
i atau r’ = 90
0
- i
p
Dari persamaan snellius diperoleh:
r' sin
i sin
1
2
p
n
n
= atau
) i - (90 sin
i sin
p
0
1
2
p
n
n
= ; sin (90
0
- i
p
) = cos i
p
i os
i sin
p 1
2
c n
n
p
= atau i tan
1
2
p
n
n
= ; n
2
> n
1
Untuk menghitung indeks bias air, gunakan persamaan:
i tan
p
u
a
n
n
= atau
1
30 tan
0 a
n
= , maka diperoleh indeks bias air, n
a
=
3
1
3
B. Polarisasi karena absorpsi selektif
Jika sudut antara kedua sumbu polarisasi pada kedua polaroid adalah 60
o
, tentukan intensitas cahaya
yang diteruskan oleh polaroid pertama dengan intensitas I
0
dan polaroid kedua.
J awab :
Diperoleh :  = 30
0
Filter polarisasi cahaya dikenal dengan nama polaroid. Polaroid digunakan pada kaca mata pelindung
sinar matahari (sunglasess) ataupun pada filter polarisasi lensa kamera. Cara kerja polaroid berdasar-
kan prinsip penyerapan, yaitu meneruskan gelombang-gelombang cahaya yang arah getarnya sejajar
sumbu polarisasi dan menyerap pada arah getar lainnya.
Polaroid pertama disebut dengan polarisator dan polaroid kedua disebut dengan analisator. Polarisator
berfungsi untuk menghasilkan cahaya terpolarisasi dari cahaya tak terpolarisasi (cahaya alami) menjadi
setengahnya. Sedangkan analisator berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya terpolarisasi sesuai
persamaan Hukum Mallus, yaitu: cos I I
2
1 2
 =
Besar Intensitas cahaya polaroid pertama, I
1
=
2
1
I
0
Dan besar intensitas cahaya polaroid kedua,
I
2
=
2
1
I
0
cos
2
u =
2
1
I
0
cos
2
600 =
2
1
I
0
4
1
= 0,125 I
0
SEMOGA BELAJAR FISIKA MENJADI LEBIH MUDAH DAN BERMAKNA – GOOD LUCK
n
1
n
2
cahaya datang
cahaya pantul
cahaya bias

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->