P. 1
ETIKA DAN FILSAFAT

ETIKA DAN FILSAFAT

|Views: 206|Likes:
Published by Bang Hanafi
Materi yang disampaikan oleh HJ. Hediati Dosen di Universitas Prof. Moestopo Jakarta
Materi yang disampaikan oleh HJ. Hediati Dosen di Universitas Prof. Moestopo Jakarta

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Bang Hanafi on Jun 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2015

pdf

text

original

OLEH : DRA. HJ. HADIATI, MM, MSi Disampaikan Pada Acara Perkuliahan UNIVERSITAS PROF DR MOESTOPO JURUSAN ILMU KOMUNIKASI TH.

2007/2008 DI JAKARTA

ETIKA KOMUNIKASI
1. Pengertian Etika

2.Perbedaan Etika dan Moral
3.Definisi Etika 4.Pengelompokan Pengertian Etika 5. Objek Etika 6.Norma 7.Mazhab

8.Prespektif Penilaian

Menurut Wiliam Benton, (Encyclopedia Britannica 1972)

Pengertian Etika :

Etika berasal dari Bahasa Yunani, • Ethos yang berarti karakter disebut juga filsafat moral • Kata latin 'mores' yang artinya adat istiadat.

Perbedaan Etika dan Moral
Etika :  Kajian umum dan sistematik tentang apa yang seharusnya menjadi prinsip benar dan salah dari perilaku manusia.  ditujukan pada suatu sistem pengkajian, suatu sudut pandangan (dalam Islam lebih dikenal Ilmu

 Karena itu etika disebut juga filsafat kesusilaan atau filsafat moral, yang berarti filsafat nilai atau aksiologi yang membicarakan nilai baik-buruk, sehingga etika merupakan filsafat yang sifatnya praktis. Moral :  standar benar dan salah yang praktis, spesifik, disepakati bersama dan diartikan secara kultural.  ditujukan kepada sesuatu yang dikaji atau tingkah laku perbuatan itu sendiri (dalam Islam sering disebut akhlak).

Akhlak).

Definisi Etika
I. Etika (menurut Wiliam Benton) Studi yang sistematis dari:  konsep2 nilai baik,buruk,harus,benar,salah dsb  tentang prinsip-prinsip umum yang membe narkan kita dalam penerapan di segala hal. 2. Etika (Menurut Louis O. Kattsoff dalam bukunya Elements of Philosophy,1953)  Cabang aksiologi yang pada pokoknya mempersoalkan tentang predikat baik dan buruk (dalam arti susila atau tidak susila).  Mempersoalkan sifat-sifat yang menyebabkan seseorang berhak untuk disebut susila atau berbudi.

Etika Normatif 3.Etika Kefilsafatan .Definisi Etika Ditinjau Dari Pengertian nya Dikelompokkan Menjadi 3 1. Etika Deskriptif 2.

Dalam pengertian ini etika bersangkutan dengan : Nilai dan ilmu pengetahuan yang membicarakan masalah baik dan buruknya tingkah laku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. . 3. mencari ukuran umum bagi baik dan buruknya tingkah laku Etika sering dipandang sebagai suatu ilmu yang mengadakan ukuran-ukuran atau norma-norma yang dapat dipakai untuk menanggapi atau menilai perbuatan dan tingkah laku seseorang dalam bermasyarakat. Etika Kefilsafatan Kefilsafatan mempersoalkan tentang arti-arti yang dikandung oleh istilah-istilah kesusilaan yang dipergunakan oleh orang dalam membuat tanggapan-tanggapan kesusilaan. .Pencatatan terhadap corak-corak predikat serta tanggapan-tanggapan kesusilaan yang dapat ditemukan dalam masyarakat. Etika Normatif - Bersifat pemaparan atau penggambaran saja.1. Etika Deskriptif - Definisi Etika Ditinjau Dari Pengertiannya Dikelompokkan 2.

Objek Etika Perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran penuh tentang tingkahlaku manusia (implisit hati dan ucapan). .

Norma Pengertian norma yang juga mengandung peraturan tentang perilaku manusia menurut Franz Magnis Suseno dalam buku Etika Dasar yang berarti : Peraturan atau pedoman hidup tentang bagaimana seyogyanya manusia harus bertingkahlaku dan berbuat dalam masyarakat. .

jangan membunuh . . 2.Tujuannya adalah penyempurnaan manusia sebagai manusia.Tujuannya adalah agar manusia beriman.Pelanggaran terhadap norma ini adalah penyesalan.Contoh: Saya harus berbuat jujur.berbuatlah baik b. Norma kepercayaan / keagamaan .Sanksinya tidak di dunia. Norma yang berlaku umum dalam masyarakat dapat dibedakan: a. .Pendukung dari norma ini adalah hati nurani manusia. . Contoh: . Norma teknis dan permainan Hanya berlaku untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu atau untuk kegiatan-kegiatan sementara dan terbatas.peraturan dalam perusahaan yang hanya berlaku terbatas bagi mereka yang bekerja di perusahaan tersebut. tapi di akhirat nanti. . .Hati nurani ini sangat berperan dalam perilaku lahiriah manusia.Dasar dari norma ini adalah kitab suci.Norma-norma dapat dibedakan : 1.Norma moral berhubungan dengan manusia sebagai pribadi. mengancam.peraturan dalam olah raga . Norma Moral . . karena tidak ada kekuasaan dari luar diri manusia yang. Contoh: . . .

.3. Seringkali sanksi tidak diucapkan.Pelanggarannya ditindak dengan pasti oleh penguasa sah dalam masyarakat.Norma hukum pelaksanaannya dapat dituntut dan dipaksakan. .Ancaman dari pelanggaran kaidah ini berupa cemoohan. . keamanan dalam hidup bersama.hormat bawahan pada atasan 4.hormat pada orang yang lebih tua .penyebaran ajaran komunisme dengan segala pendukungnya di Indonesia terlarang sejak Sidang Istimewa MPRS 1966. . yaitu untuk kedamaian. hinaan dari masyarakat.Tujuannya untuk penyempurnaan manusia sebagai masyarakat. kepantasan atau kepatutan yang berlaku dalam masyarakat.Contoh : .Contoh: . kesopanan. Norma hukum . .Norma sopan santun didasarkan atas kebiasaan.Dasarnya adalah peraturan perundang-undangan. tapi hanya dengan perbuatan. . . Norma sopan santun . ketertiban. yang dapat dipastikan mulai kapan berlakunya.

.

. cabang kesenian. • Pengertian mazhab dalam etika dapat diartikan pada pengertian yang kedua di atas. atau aliran tertentu di bidang ilmu. dsb dan yang berusaha untuk memajukan hal tsb.Pengertian mazhab Menurut kamus bahasa Indonesia dapat berarti: • Haluan atau aliran mengenai hukum fikih yang menjadi panutan (menurut Islam) • Golongan pemikir yang sepaham dalam teori. ajaran.

Theonom . Deontologisme 3. 4.1. Egoisme 2.Utilitarianisme/mazhab teologi.

Mazhab-Mazhab Dalam Etika 1. Egoisme • Kaidah-kaidah atau peraturan-peraturan yang berlaku dalam egoisme adalah bahwa tindakan atau perbuatan yang paling baik adalah yang memberi hasil atau manfaat bagi diri sendiri untuk jangka waktu selama diperlukan atau dalam waktu yang lama. .

Sintetis apriori 2. H. Etis 2.Eudaemonis me (Kebahagiaan) . H. Analitis 9. Egois 4.(Kesenangan) 1. Altruistis 5.Hedoni sme 1. Religius 8. Sintetis Empiris 10. Universalistis 6. Estetis 7. Psikologis 3.

• Kata ini berasal dari bahasa Yunani hedone yang berarti kesenangan. • Tokoh hedonisme adalah Eudoxus dan Epicures. . • Menurut Epicurus: hal yang baik adalah hal yang memuaskan keinginan rnanusia. teristimewa keinginan akan kesenangan.Hedonisme • Tema sentral dan tujuan dari Hedonisme adalah memperoleh kesenangan. Hal yang sering dianjurkan adalah agar manusia mempergunakan waktunya sebanyak mungkin untuk bersenangsenang.1.

1.1.1. bagaimana seharusnya orang bertingkahlaku dan berbuat.3. Hedonisme Psikologis Sudah merupakan fakta kejiwaan bahwa manusia dalam hidupnya selalu berusaha untuk mencari kesenangan.Hedonisme Dikelompokkan Dalam : 1.1. Hedonisme Egois Mementingkan kesenangan diri sendiri.Hedonisme Etis Kesenangan merupakan keharusan tindakan.1. . 1.2.1.1.Setiap orang memang seharusnya mencari kesenangan yang sebanyak mungkin.

4.1. dalam alam. Hedonisme Estetis Setiap manusia seharusnya mencari kesenangan yang sebanyak mungkin bagi kebahagiaan masyarakat banyak. Hedonisme Universalistis 1. .Faktor penentu baik dan buruknya suatu perbuatan adalah adanya suatu keindahan. . kesenian atau dunia manusia.Hedonisme Altruistis Kaidah kesusilaan yang berlaku adalah segala perbuatan yangmenghasilkan kesenangan yang sebesar-besarnya bagi jumlah manusia yang sebanyakbanyaknya. 1.5.6. dimana keindahan itu ada.Nilai tertinggi dari suatu kesusilaan adalah merasa senang dengan hal yang indah. .1.1.1.

Hedonisme Sintetis apriori Diumpamakan bahwa istilah baik tidak sama dengan mernghasilkait kesenangan tetapi pengalaman menunjukkan bahwa tindakan baik itu menghasilkan kesenangan.7.1. yang memberikan keinsyafan tentang kesenangan. Hedonisme Sintetis Empiris suatu yang baik adalah yang menghasilkan konsekuensi-konsekuensi yang menyenangkan.1. Sehingga manusia yang lain akan menilainya sebagai orang yang. melainkan harus menghasilkan kesenangan.1. . .1. .9. tetapi yang satu perlu mempunyai hubungan dengan yang lain atau dikualifikasi oleh yang lain.1. maka 1.10.Istilah baik dan menghasilkan kesenangan dianggap tidak sama artinya. 1. Hedonisme Religius 1. Hedonisme Analitis Istilah baik dan menyenangkan berarti sama. Religi diperlukan untuk membangkitkan perasaanperasaan tertentu.8.Tindakan baik itu tidak hanya menghasilkan kesenangan. baik. Manusia akan merasa senang apabila menjalankan kewajiban keagamaannya.

Eudaemonisme • Berasal dari bahasa Yunani eudaemonia yang berarti bahagia atau kebahagiaan yang lebih tertuju pada rasa bahagia. Pangkal dari kebahagiaan adalah pengalaman • Aristoteles berpendapat bahwa kebahagiaan tercapai dalam kegiatan yang merealisasikan bakat-bakat dan kesenangan manusia. • Perbedaan pokok dengan hedonisme adalah pada kebahagiaan rohaniah.2.1. baik kebahagiaan badaniah maupun kebahagiaan rohaniah. keselarasan dan keseimbangandalamdirinya sendiri. dengan dirinya sendiri bahkan dengan alam sekitamya. setiap manusia harus hidup dengan mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada pada dirinya sehingga dengan demikian kebahagiaan yang . • Sebab timbulnya rasa bahagia sebagai akibat adanya suatu keharmonisan. • Tujuan eudaemonisme adalah memperoleh kebahagiaan.

• Suatu tindakan tidak dinilai dari hasil yang dicapainya. melainkan berdasarkan sifat-sifat tertentu dari tindakan dan perbuatan yang dilakukan. Deontologisme . tetapi yang dinilai adalah sejauh mana ia berusaha untuk mendapatkan hasil tersebut. • Deontologisme berpendapat bahwa baik buruknya atau benar salahnya suatu tindakan tidak diukur berdasarkan akibat yang ditimbulkannya. tetapi dinilai dari kewajiban moral dan keharusan. • Baik buruknya suatu perbuatan tidak dinilai dari hasil suatu kerjanya. 2.• Deontologisme berasal dari bahasa Yunani deon yang berarti yang diharuskan atau yang diwajibkan.

tidak dilihat dari baik buruknya akibat 2. yaitu: 2. antara situasi yang satu dengan situasi yang lain berlainan. sehingga tidak mungkin ada suatu peraturan yang berlaku umum untuk semua orang.Bentuk Deontologisme ada 2.1.2. (sering disebut etika situasi).Deontologisme Peraturan . dan bersifat mutlak. Deontologisme Tindakan (bersifat individual subjektif) Tema sentralnya adalah baik dan buruknya suatu tindakan dapat dirumuskan atau diputuskan dalam dan untuk situasi tertentu dan sama sekali tidak ada peraturan umum. Kaidah moral yang berlaku adalah baik buruknya suatu tindakan diukur pada satu atau beberapa peraturan yang berlaku umum. Setiap situasi itu unik.

Utilitarianisme/mazhab teologi • Mazhab ini berpendapat bahwa baik buruknya tindakan seseorang diukur dari akibat yang ditimbulkannya. • Akibat baik berarti menguntungkan dan bermanfaat terutama bagi kepentingan banyak manusia dan menghindarkan akibatakibat buruk.3. • Yang menjadi tujuan adalah hasil atau konsekuensi yang timbul akibat perbuatan yang dikerjakan. .

Utilitarianisme Tindakan • Bentuk ini menganjurkan agar segala tindakan manusia akan mengakibatkan sedemikian rupa kelebihan akibat baik yang sebesar mungkin. • Semua cara harus ditempuh dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dari tindakan tersebut. menyenangkan pasangan hidup kita. . Utilitarianisme Peraturan • Semboyan dari Utilitarianisme peraturan adalah bertindaklah selalu sesuai dengan kaidah-kaidah yang penetapannya menghasil kan kelebihan akibatakibat baik yang sebesar mungkin dibandingkan dengan akibat-akibat buruk. singkatnya tujuan menghalalkan semua • Contoh: Berbohong terkadang diperbolehkan demi untuk cara.Ada 2 bentuk utilitarianisme. 3.2.1. yaitu: 3. • Utilitarianisme tindakan melihat norma-norma moral yang universal tidak berlaku lagi. Yang terpenting adalah pergunakanlah semua cara dan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. • Suatu tindakan dianggap baik apabila pada akhirnya menghasilkan kelebihan akibat baik bagi berlakunya suatu peraturan.

Theonom • Mazhab ini mengatakan bahwa kehendak Allah adalah merupakan ukuran baik buruknya suatu tindakan. sehingga teori ini sering disebut Theological Theory. • Perbuatan susila harus mendasarkan pada kehendak dan sifat-sifat Allah. .4.

Teori Theonom Umum Kodrat sering disebut sebagai etika perwujudan diri. • Contoh : Membunuh tidak diperbolehkan karena mengakibatkan hal-hal yang buruk. • Sesuai dengan.Teori Theonom Murni Ada 2 macam teori theonom yaitu: • Kaidah umum yang berlaku dalam teori ini adalah: •Suatu perbuatan dianggap benar atau susila apabila sesuai dengan kewajibankewajiban yang diperintahkan Allah kepada manusia. •Allah adalah sumber kebaikan.hukum kodrat bahwa Allah menciptakan manusia. sumber kebijaksanaan. 4. tetapi membunuh itu dilarang karena sesungguh nya Allah tidak menyukai perbuatan membunuh. maka apabila manusia ingin menjadi baik dan bijaksana ia harus mengikuti perintah Allah. dan memang keberadaan manusia sudah dikehendaki oleh Allah • Dengan demikian suatu perbuatan dinilai sejauh adanya manfaat yang diberikan akibat perbuatan .4.2.1.

Keterbukaan atau keyakinan pada pemerataan kesempatan. d. yaitu: Mengembangkan kebiasaan meneliti yang tumbuh dari pengenalan bahwa selama kita berkomunikasi.Perspektif Dalam Penilaian Etika Komunikasi (Richard L. Perspektif Politik Karl Wallace memandang ada 4 nilai yang mendasar bagi berlangsungnya sistem politik Amerika": a. Kebebasan yang disertai tanggung jawab. Penghormatan atau keyakinan akan wibawa dan harga diri individual. Johannesen) 1. c. diperlukan suatu pedoman etika. Menanamkan kebiasaan menghormati perbedaan pendapat. Keyakinan pada kemampuan setiap orang untuk memahami hakikat demokrasi. . b. Mengutamakan motivasi umum daripada motivasi pribadi. Untuk mewujudkan ke-4 nilai di atas. Menumbuhkan kebiasaan bersikap adil dengan memilih dan menampilkan fakta dan pendapat secara terbuka.

• Etika komunikasi dinilai dari kriteria : – maksud si pembicara. . • Menurut Aristoteles bahwa tindakan manusia yang benar-benar manusiawi adalah berasal dari seorang rasionalis yang sadar apa yang dilakukannya dan dengan bebas untuk memilih melakukannya. Perspektif Sifat Manusia • Sifat manusia yang paling unik adalah kemampuan berpikir dan kemampuan menggunakan simbol. – sifat dan cara-cara yang diambil – keadaan yang mengiringi • Ketiga kriteria ini saling berkaitan.2.

kerukun intensitas dan kasih sayang dalam arti bertanggungjawab dan seorang manusia kepada manusia lainnya. selama periode panjang. Perspektif Dialogis • Komunikasi lnsani bukanlah jalur satu arah. . • Dalam hubungan dialogis. niat yang tidak manipulatif. yang berlangsung meskipun sebentar-sebentar. seperti kebersamaan. kejujuran. spontanitas. melainkan transaksi dialog dua arah.3. kelangsungan. sikap dan perilaku setiap partisipan komunikasi ditandai oleh kualitas. tidak berpura-pura. keterus terangan. • Dialog tampaknya paling mungkin berkembang dalam situasi komunikasi pribadi. dua orang berhadap-hadapan. lisan. keterbukaan hati.

praktik. atau hubungan dengan pembicara. maksud. dan integritas Orang lain.• Dialog sebagai jenis perilaku komunikasi yang lebih menyenangkan. dialog depat dipakai sebagai pelengkap teori tradisional. • Terlebih dahulu mendengarkan dengan hal-hal bersimpati sebelum menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan. status. . perasaan. Sebaliknya. • Sikap suka memperbolehkan. dan etika persuasi. keobjektifan. • Penghormatan terhadap ide. dan keterbukaan pikiran yang mendorong kebebasan berekspresi • Penghormatan terhadap bukti dan pertimbangan yang rasional terhadap berbagai alernatif. Pendapat seperti itu biasanya ketika persuasi didefinisikan persis sama dengan monolog yang tidak etis. • Thomas Nilsen mengatakan bahwa untuk mencapai komunikasi antar personal yang etis perlu dipupuk sikapsikap berikut ini • Penghormatan terhadap seseorang sebagai person tanpa memandang umur. sebaiknya menggantikan persuasi.

9. 6. Suasana kererbukaan. Penerimaan terhadap ketidaksetujuan dan konflik dengan keinginan untuk menyelesaikannya. 5. pedoman etika untuk menentukan sejauh mana sikap-sikap dialogis terungkap dalam transaksi komunikasi insani : 1. dan pertanggung jawaban. 8. 3.• John Malay dan William Brown mendata sepuluh kondisi dialog yang dapat digunakan sebagai. Ketulusan hati dan kejujuran dalam sikap terhadap komuniikasi. kebebasan. Umpan balik yang efekfif. Sikap yang positif untuk pemahaman dan belajar. Keterlibatan manusia dari kebutuhan yang dirasakan untuk berkomunikasi 2. Apresiasi terhadap perbedaan dan keunikan individual. Berurusan dengan isu dan ide nyata yang relevan dengan komunikator 4. 10. . 7. Kemauan menerima kesalahan dan membiarkan persuasi. Saling menghargai dan diharapkan saling mempercayai.

Perspeketif Situasional Faktor situasional atau kontekstual konkret yang mungkin relevan bagi penilaian etika yang murni situasional antara lain adalah: Peran atau fungsi komunikator terhadap khalayak. Derajat kesadaran khalayak tentang caracara komunikator. Standar khalayak untuk kommikasi etis.4. Standar khalayak mengenai kelogisan dan kelayakan. • • • • • • . Tingkat urgensi untuk pelaksanaan usulan komunikator. Tujuan dan nilai khalayak.

• Biasanya sanksi dan pahala juga secara jelas tertulis. .5. dan sebaliknya orang tua dapat menyayangi anaknya. Injil dan Taurat dapat dipakai sebagai Standar mengevaluasi etika komunikasi. sehingga manusia dalam menaatinya sering karena merasa takut apabila melanggarnya • Contoh: • Seorang anak harus berkata dengan lemah lembut kepada kedua orang tuanya. Dalam kitab suci telah jelas tertulis apa yang seharusnya dilakukan manusia dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia. Sebenarnya menempatkan posisi orangtua sedemikian rupa adalah agar anak menghormati orang tuanya. • Dalam contoh di atas adalah etika komunikasi dalam AIQuran.juga kepada siapa saja yang lebih tua dari padanya. Apabila seseorang anak berkata dengan nada suara yang keras berarti dia durhaka pada orang tuanya. • Namun timbul permasalahan. Perspektif Religius • Kitab suci seperti AI-Quran. bagaimana dengan orangtua yang melakukan perbuatan yang sebenarnya dilarang oleh agama? bagaimana sikap anak dalam memberitahu bahwa orang tuanya itu telah berbuat salah? .

adanya kesenangan. Perspektif Utilitarian Kriteria yang digunakan dalam menilai etika komunikasi adalah: . . . seperti persahabatan.6. Standar utilitarian untuk mengevaluasi cara dan tujuan komunikasi dapat dinyatakan dalam pertanyaan: • Apakah cara atau tujuan dapat meningkatkan kebaikan terbesar untuk sejumlah terbesar dalam jangka waktu yang lama? • Perspekfif utilitarian biasanya diterapkan dalam bentuk kombinasi dengan perspektif-perspektif lain. adanya kegembiraan.adanya kegunaan. kesehatan dan pengetahuan. • Konsep kegembiraan dari kaum utilitarian menjadi lebih luas sehingga mencakup nilai-nilai yang secara intrinsik berharga.

bagaimana dengan suatu yang legal flu sendiri? Banyak orang mengkhawatir dengan pendekatan etika komunikasi murni legal ini. Perspekif Legal • Perilaku komunikasi yang legal. Muncul persoalan. . yang sesuai dengan peraturan yang berlaku dianggap perilaku komunikasi yang etis.7. tapi menurut etika sebenarnya diragukan. Ada banyak hal yang legal.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN 1. Sistem Budaya dan Sistem Sosial 4. Pengertian Kebudayaan 2. Diri Orientasi Nilai (budaya) . Konsep Nilai. Sistem Inist. Kerangka kebudayaan 3.

hukum. meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks. 1897). 1. mengandung pengertian yang luas. meliputi pengetahuan. Pengertian Kebudayaan . moral. kepercayaan.Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban. dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor. adat-istiadat (kebiasaan). seni.

Kerangka kcbudayaan 1. Unsur Kebudayaan .2.Konsep Kebudayaan 2.

Sistem sosial . Sistem Budaya 2.dan Sistem Sosial 1.

(3) sistem nilai. (4) orientasi nilai (budaya). (2) watak nilai.Nilai • • • • (1) konsep nilai. .

Proses sejarah bukan hal yang mengikat. anggapan bahwa adanya hukum pemikiran atau perbuatan manusia (baca kebudayaan) disebabkan oleh tindakan besar yang menuju kepada perbuatan yang sama dan penyebabnya yang sama. seni. adat-istiadat. tetapi merupakan kondisi ilmu pengetahuan. dan kehendak semua masyarakat .Kedua. 1. agama.Munculnya Suatu Kebudayaan (Peradaban). anggapan bahwa tingkat kebudayaan atau peradaban muncul sebagai akibat taraf perkembangan dan hasil evaluasi masing-masing proses sejarahnya. 2.Pertama.

(Kluckhohn 1951) . dan komponen sejarah eksistensi manusia. Kebudayaan bersifat dinainis. Kebudayaan berasal atau bersumber dan segi biologis.Teori Kebudayaan • • • • • • • • Kebudayaa dapat dipelajari. lingkungan. Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek. psikologis. Kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah anti bagi kesan kreatifnya. Kebudayaan mempunyai variabel. Kebudayaan mempuyai struktur. Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.

bahasa Kebudayaan Di dunia (B. Malmnowski) sistem teknologi sistem mata pencaharian kesenian Sistem budaya sistem pengetahuan organisasi sosial Sistem budaya Sistem sosial Kebudayaan fisik sistem pengetahuan .

• Sistem budaya banyak dikaji dalam disiplin pengetahuan budaya. Istilah sistem ini dapat dipakai untuk berbagai cara. undang-undang dan lain-lain.BEDA • Sistem sosial lebih banyak dibahas dalam kajian sosiologi. fenomena. .

9. proses (process). . pertukaran (exchange). keluaran (output). batasan (boundary) bentuk (strukture). hubungan (relation). 7. 10. 2. 8. 5. ungkungan (enviroment). masukan (input). satuan (unit). 6.ciri sistem • • • • • • • • • • 1. fungsi (function). 3. 4.

Cycle Diagram Add Your Text Text Text Text Cycle name Text Text .

Progress Diagram Phase 1 Phase 2 Phase 3 1. Hedoni sme .Hedo nisme1.

Block Diagram TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT .

Table TEXT TEXT Title A Title B Title C Title D Title E Title F .

3-D Pie Chart TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT .

Marketing Diagram Title TEXT TEXT TEXT TEXT .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->