P. 1
PROBABILITAS.

PROBABILITAS.

|Views: 56|Likes:
Published by Deian Harvejkhul
klmpk biostatistik keperawatan
klmpk biostatistik keperawatan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Deian Harvejkhul on Jun 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/05/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

Konsep probabilitas dan asas perhitungan probabilitas

Dadan Supriatna Dian Sulasmy Liana Kartika Sari

Pengertian probabilitas (peluang)

Pandangan klasik/intuitif didalam pandangan klasik ini probabilitas atau peluang adalah harga angka yang menunjukan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa yang terjadi. Contoh: .sebuah mata uang logam mempunyai sisi dua (H dan T). kalau mata uang tersebut dilambungkan 1kali. peluang untuk keluar sisi H adalah 1:2.rumus P (E) = X/N * P = Probabilitas * E = Event (kejadian) * X = jumlah kejadian yang di inginkan (peristiwa) * N = keseluruhan kejadian yang mungkin terjadi . . Konsep-konsep probabilitas 1.B.

. Untuk itu akan di acak siapa orang yang akan ditanyakan pendapatnya.. soal: • Contoh dalam suatu pabrik ada 30 wanita dan 70 lakilaki.3 (peluang).Cont. Probabilitas akan terambil seorang buruh wanita adalah: P(E)= 30/100= 0.. Sehabis makan siang yang disediakan pabrik akan ditanyakan apakah makanan tadi cukup baik. .

Pandangan empiris/probabilitas relatif • Dalam pandangan ini probabilitas berdasarkan observasi. rumus P(E) = lim X/N .2. maka dikatakan P(H)= 59% • Distribusi relatif upah (Rp 1000) jumlah % 200-499 90 30 500-749 165 55 750-999 45 15 *hubungan pandangan klasik dan pandangan empiris P(E) = X/N dan P(E) = Lim X/N akan sama besarnya bila N tak terhingga. Contoh : • Pelemparan 100x koin  59x keluar sisi H. pengalaman. atau kejadian yang telah terjadi.

. yang akan dikirim adalah dirinya (misalnya diyakininya 95% = 0. Pandangan subjektif • Di dalam pandangan subjektif probabilitas ditentukan oleh pembuat pernyataa.3.95).misalnya seorang buruh/karyawan meyakini bahwa kalau ada kesempatan untuk pendidikan lanjut.

dimana kondisi itu dapatdi ulang-ulang sebanyak kali pada kondisi yang sama dan dapat di amati. Artinya. Istilah eksperimen dalam laboratorium. Konsep probabilitas berhubungan dengan pengertian eksperimen (percobaan) yang menghasilkan hasil yang tidak pasti. .C. Unsur-unsur probabilitas Dalam mengambil kesimpulan atau informasi dari sekumpulan data perlu dilakukan percobaan atau sampel. eksperimen yang di ulang-ulang dalam kondisi yang sama akan menghasikan “hasil” yang dapat berbeda-beda. tetapi eksperimen sebagai prosedur yang di jalankan pada kondisi tertentu.

Pengukuran Rx kimia 2. Hasil suatu produksi 4. Pemberian obat terhadap penyakit Hasil Lama Rx Jumlah produksi padi /hari Adanya produksi yang cacat Lama penyembuhan . Interview petani 3.Beberapa contoh eksperimen Eksperimen 1.

. a₂.a₄. jika suatu esperimen a₁....a₅..a₄. Lambangnya “S” . Menunjukan semua hasil yang terjadi..a₅. a₂..a₃. an) .. maka ruang sampel dituliskan sebagai berikut. Ruang sampel adalah himpunan yang elemen-elemennya merupakan hasil yang mungkin terjadi dari suatu eksperimen.a₃...Beberapa definisi dan contoh yang di gunakan dalam proses eksperimen 1. an. S= (a₁.

yaitu a₁.. a₂.a4. dan seterusnya dan dituliskan peristiwa yang . peristiwa/kejadian/event peristiwa adalah himpunan bagian dari suatu ruang sampel.a₃. sebagai hasil peristiwa. 3.a₅.mungkin muncul dalam hasil misalnya a2.2. Peristiwa ditulis dengan lambang huruf besar A.a4} ..a₄. B.an. Titik sampel • Titik sampel adalah semua elemen yang ada didalam suatu ruang sampel.. maka yang dituliskan: A= hasil yang diterima {a2...

) suatu peristiwa : A titik ganjil yang tampak {1.6.5. • Penggunaan definisi diatas adalah sebagai berikut: 1.4..3. Eksperimen : pelemparan sebuah dadu Hasil : mata dadu yang tampak ruang sampel : S=(1.3.6} .Contoh.5} B titik genap yang tampak {2.4.2..

peristiwa baru dapat dibentuk dari peristiwa-peristiwa yang sudah ada dengan menggunakan tigaoprasi dasar. dan komplementasi yang timbul dari penggunaan kata-kata “atau”. yaitu union. Peristiwa. ... interaksi.Cont.”dan”. Berikut ini uraiannya lebih lanjut.serta”tidak”.

ditulis A ᴗ B. b. . a. Komponen peristiwa A ditulis Ac adalah himpunan semua elemen yang tidak didalam A.Cont. di tulis A ᴖ B adalah himpunan semua elemen yang ada di dalam A dan juga B... Interaksi dua peristiwa A dan B. Union peristiwa A dan B adalah himpunan semua elemenyang ada dalam himpunan A maupun B. c.

Oprasi ini dapat digambarkan dengan diagram Venn berikut A B AᴖB AᴗB A ᴖB • Ac A Ac .

Sebagai contoh. berapakah peluang untuk terjadinya hasil lambungan sisi H pada koin dan sisi 3 pada dadu?. Sementara itu hukum perkalian memiliki kata kunci “dan”. kita menggunakan kata kunci “atau” pada kalimatpernyataan tersebut.D. Biasanya dalam hukum pertambahan jika kita memerlukan probabilitas dalam dua peristiwa. yaitu hukum pertambahan dan hukum pekalian. probabilitas untukkeluar mata dua atau mata lima dalam pelemparan satu kali dadu. Sebagai contoh. sebuah dadu dan sebuah koin dilambungkan bersama-sama. . Asas Perhitungan Probabilitas • Asas dalam perhitungan probabilitas memiliki dua macam perhitungan.

• Rumus: 0≤P≥1 nilai probabilitas selalu menghasilkan nilai yang positif. P ( x/n )  bilangan positif (+) misalnya probabilitas keluar angka ganjil dalam pelemparan dadu P (ganjil / mata dadu) = 3/6 . tidak pernah negatif.

kelahiran anak laki/perempuan pada seorang ibu dengan kehamilan tunggal. Contoh kejadian mutually exclusive adalah sebagai berikut 1. permukaan dadu 3. Hukum Pertambahan Hukum pertambahan memiliki dua kondisi yang disebut sebagai peristiwa mutually exclusive ataupun nonmutually exclusive. permukaan sebuah koin 2. a.1. .

A B P(A ᴗ B)-P(A)+P(B) P(A ᴖ B)=0 • Contoh: probabilitas untuk keluar mata 2 atau mata 5 pada perlemparan 1 kali sebuah dadu adalah: P (2 ᴗ 5)= P(2)+P(5)=1/6+1/6=2/6 .

b.P (as ᴖberlian)= 4/52 + 13/52 – 1/52 = 16/52 . peluang akan terambil kartu AS atau berlian adalah : P (as) = 4/52 p (berlian) = 13/52 Ada sebuah kartu as dan berlian : P (as ᴖberlian)= 1/52 P ( as ᴗ berlian) = P (as) + P (berlian).Contoh Peristiwa nonmutually exclusive • • 1. seorang laki-laki dan dokter A AB B P(A ᴗ B)-P(A)+P(B) -P(A ᴖ B) CONTOH: Pada penarikan satu kartu dari satu set kartu bridge. penarikan kartus AS dan berlian 2.

Hukum Perkalian Dalam hukum perkalian terdapat dua kondisi yang harus diperhatikan apakah kedua peristiwa tersebut saling bebas atau bersyarat. maka perhitungan probabilitas untuk peristiwa itu adalah hukum perkalian.2. Dengan adnya peristiwa bebas dan peristiwa bersyarat. Hukum perkalian sebenarnya untuk mengetahui probabilitas peristiwa joint (intersect= irisan) antara peristiwa. .

Peristiwa Bebas (Independent) Sebagai contoh. peluang keluarnya mata lima untuk kedua kalinya: P (5 ᴖ5) = 1/6 x 1/6 = 1/36 . sebuah koin dilambungkan 2 kali. P(A ᴖ B) = P (A) x P(B) Contoh soal: Sebuah dadu dilambangkan dua kali.a. maka peluang keluarnya H pada lemparan pertama dan pada pelemparan kedua saling bebas.

. Peristiwa tidak bebas (conditional pobability = peristiwa bersyarat) Simbol untuk peristiwa bersyarat adalah P (B│A)...b. peluang untuk yang tertarik keduanya kartu as adalah sebagai berikut : Puluang AS I adalah 4/52  P(As I) = 4/52 Peluang As II dengan syarat As I sudah tertarik adalah 3/51  P(as II/as I) = 3/51 P(As I ᴖ As II) = P(As I) x P (As II/AsI) 4/52 x 3/51 = 1/221 . Probabilitas B pada kondisi A Probabilitas bersyarat tidak terdapat pada peristiwa P (A)= P (A│B) P (B)= P (B│B) P(A ᴖ B) = P (A) x P (B│A) Contoh soal : dua kartu di tarik dari satu set kartu bridge.

E. TT. • Diagram pohon H T H T H T HH HT TH TT . berapa kemungkinan kombinasi dari ke 2 mata uang tersebut? H = head T = tail. HT. kemungkinan kombinasi 2 mata uang tersebut adalah yang muncul 4 maca: HH. Permutasi/kombinasi • Contoh pada pelemparan 2 kali 2 mata uang. TH. Pada diagram pohon dibawah ini.

Dalil 1: (kaidah umum pergandaan) Contoh : • satu coin dilambungkan 2 kali.maka hasilnya adalah 2x2 (ruang sampel) • Sebuah dadu dilambungkan 3 kali. makahasil ruang sampelnya adalah 6x6 .

0!= 1. 1!=1 .• Dalil II Permutasi Urutan dipentingkan n P r = n! (n-r)! P= jumlah permutasi (urutannya dipentingkan) n=banyaknya objek R= jumlah anggota pasangan != faktorial (3!=3x2x1).

• Dalil III kombinasi Urutan tidak dipentingkan n C r = n! r!(n-r)! C= jumlah kombinasi (yang urutannya tidak penting) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->