Sumber ; http://novhasuke.wordpress.

com/2011/10/06/konsep-tanggung-jawab-sosial-korporat-dalam-bencanayang-disebabkan-oleh-kesalahan-perusahaan/

KONSEP TANGGUNG JAWAB SOSIAL KORPORAT DALAM BENCANA YANG DISEBABKAN OLEH KESALAHAN PERUSAHAAN
Oktober 6, 2011 Sejarah Singkat Tanggung Jawab Sosial Korporat Setelah terjadinya revolusi Industri, banyak industri mulai berkembang dan menyebabkan organisasi bisnis memandang dirinya sebagai organisasi yang hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya. Bila melihat teori organisasi klasik, bahwa pada awalnya organisasi bisnis hanya memfokuskan diri untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sebanyak–banyaknya dan menganggap hal tersebut sebagai wujud kepeduliannya terhadap masyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan cara pandang yang berbeda dari organisasi bisnis terhadap dirinya sendiri, maka terjadilah perubahan. Masyarakat yang semula hanya menuntut organisasi bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, sekarang ini juga menuntut organisasi bisnis untuk melakukan kegiatan tanggung jawab sosial. Tuntutan masyarakat tersebut karena kegiatan ekonomi organisasi bisnis mempunyai dampak yang negatif terhadap lingkungan, misalnya pencemaran air sungai, pencemaran udara, dan sebagainya. Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, biaya yang dikeluarkan tentu saja tidak sedikit dan menjadi beban pemerintah dan masyarakat. Sedangkan pada tahun 1970-an, banyak organisasi bisnis yang menganut teori organisasi modern, yaitu mulai memperhitungkan stakeholder internal dan eksternal di dalam organisasinya. Pada saat itu juga pendekatan manajemen strategis mulai digunakan dan hal ini berdampak pada cara pandang organisasi bisnis terhadap lingkungan eksternalnya. Masyarakat (lingkungan eksternal) tidak lagi dipandang hanya sebagai sekumpulan konsumen yang membeli produk yang dihasilkan organisasi bisnis, melainkan dapat menjadi mitra bisnis bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Terlebih lagi, cara pandang masyarakat terhadap organisasi bisnis juga mulai mengalami perubahan. Lahirnya istilah tanggung jawab sosial korporat untuk menyebut program dari organisasi bisnis sebagai bentuk kepedulian sosial, sebenarnya ada banyak istilah juga untuk menyebutnya. Ada yang menyebutnya tanggung jawab korporat, kewarganegaraan korporat, corporate community relationship dan ada juga yang menyebutnya organisasi berkelanjutan (iriantara, 2007 : 48-49). Faktor Pendorong Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Korporat Dari sejarah singkat yang dijelaskan di atas, maka dapat ditentukan faktor – faktor yang mendorong / mempengruhi perkembangan tanggung jawab sosial korporat. Pertama, kepedulian dan harapan baru dari masyarakat, konsumen, otoritas publik dan investor dalam konteks globalisasi dan perubahan industri berskala besar. Kedua, Kriteria sosial memberi pengaruh besar dalam pengambilan keputusan investasi individu dan institusi baik sebagai konsumen maupun sebagai investor. Ketiga, Meningkatnya kepedulian pada kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan ekonomi. Dan keempat, transparasi kegiatan bisnis akibat perkembangan media dan teknologi komunikasi dan informasi modern (iriantara, 2007; 46). Definisi dan Tujuan Tanggung Jawab Sosial Korporat Menurut Chambers (2003) mendefinisikan tanggung jawab sosial korporat adalah sebagai “melakukan tindakan sosial (termasuk lingkungan hidup) lebih dari batas-batas yang dituntut peraturan perundang-undangan”. Menurut “Natufe” (2001; 9) dengan mengutip definisi dari WBCSD (World Bussines Council for Sustainable Development) menyebut tanggung jawab sosial korporat sebagai “komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan” (iriantara,2007; 49). Tanggung jawab sosial

Kepercayaan publik hanyalah satu dari sekian banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya krisis. kebijakan publik tentang peran bisnis. tanggung jawab sosial korporat juga bertujuan untuk menanamkan kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh organisasi bisnis. Bahkan usaha kecil dan menengah sekalipun memikul tanggung jawab ini. Ketujuh. memfasilitasi. tetapi ia akan mati jika publik tidak lagi mempercayainya. 56-57). dan kebrutalan. Sedangkan untuk poros kedua. Ketiga. konvensi. Kedua. tat-pamong korporat. Keenam. dukungan. transparasi dan pelaporan yang mendukung tanggung jawab sosial korporat. Fox menyebutkan ada dua poros yang bisa dimainkan pemerintah yaitu poros peran dan poros kegiatan yang dijalankan sektor pemerintah itu. kemitraan. Oleh sebab itu. pedoman dan proses multipihak (iriantara. Rumusan ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kesembilan. Reputasi dan citra sangatlah penting untuk kelangsungan hidup dari organisasi bisnis. yang berupa penyusuna standar minimum kinerja bisnis yang masuk ke dalam kerangka peraturan perundang-undangan. Untuk itulah sebuah organisasi atau perusahaan membutuhkan sebuah tanggung jawab sosial korporat dalam menjalankan tugasnya sebagai langkah-langkah antisipasi agar publik tidak hilang kepercayaannya terhadap organisasi atau perusahaan itu. tanggung jawab sosial korporat selama ini sering identik dengan usaha-usaha besar khususnya perusahaan multinasional atau perusahaan nasional yang masuk kategori papan atas. Dengan demikian. Kedua. Fox (2002. 2007. Dan yang terakhir. Keempat. melainkan sudah merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Bagi instansi Public Relations. Faktor-faktor lainnya bersifat multidimensional. Ketiga. yang memampukan atau yang memberi insentif bagi perusahaan untuk terlibat dalam agenda-agenda tanggung jawab sosial yang mendoronng perbaikan sosial dan lingkungan. mulai dari yang ringan berbentuk apatisme dan tidak adanya respon. Dan poros pertama menurut Fox (2002. Padahal. perusahaan dan masyarakat madani untuk menangani permasalahan-permasalahan sosial dan lingkungan yang kompleks. Peran Pemerintah dalam Tangggung Jawab Sosial Korporat Sampai sejauh ini. hanya terfokus pada masyarakat dan korporat sendiri. dapat dipastikan perusahaan akan terus digerogoti krisis sebelum akhirnya gulung tikar. termasuk yang salah dan jahat sekalipun. hingga yang akut berupa kebencian. Organisasi atau perusahaan bisa tetap hidup dengan melakukan apa saja. seprofesional apapun sumber daya manusia (SDM). sertifikasi yang mendukung tanggung jawab sosial korporat. tanggung jawab ini melekat pada semua kegiatan usaha tanpa memandang ukuranya. tetapi bila kepercayaan publik sudah negatif. dalam konteks tanggung jawab sosial korporat. perubahan paradigma pengelolaan organisasi mengenai implementasi konsep tanggung jawab sosial mengubah peran praktisi Public Relations yang menangani program atau kegiatan community relations. seperti standar emisi gas buangan. kemarahan. mengingat organisasi bisnis pun mesti menjalankan peran sosialnya dan mesti menunjukan bahwa organisasi bisnis itu . ia tak boleh sekali-kali kehilangan kepercayaan agar tetap survive (chatra. 2008:iii). 3-6) yang bisa dimainkan sektor pemerintah yaitu: pertama. filantropi dan pengembangan masyarakat. dengan mengembangkan kemitraan strategis antara pemerintah. Kepercayaan adalah aset atau modal dasar yang amat mahal bagi setiap organisasi. produksi dan konsumsi yang mendukung tanggung jawab sosial korporat. berlaku hukum yang mengatakan bahwa hidup dan matinya sebuah organisasi atau perusahaan adalah bergantung kepada kepercayaan publik. Selain itu. dan sekuat apapun modal yang dimiliki. Kelima. Bagimana peran sektor publik atau pemerintah dalam menciptakan iklim bagi terwujudnya tanggung jawab sosial korporat ini. Keempat. saat membahas tanggung jawab sosial korporat.korporat dalam praktiknya bertujuan untuk reputasi dan citra organisasi bisnis yang lebih baik. 7-15) menyebutkan beberapa kegiatan. Community relations tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang bisa dilakukan dan bisa pula tidak dilakukan suatu organisasi bisnis. Suatu hal yang kiranya mesti diingat. Banyak negara di dunia yang mendorong usaha kecil dan menengahnya untuk bisa menjalankan tanggung jawab sosialnya tersebut. pemberian mandat. Sebagus apapun kinerja perusahaan. investasi yang bertanggung jawab. Hal ini merupakan konsekuensi dari kenyataan bahwa organisasi bisnis itu selain berdimensi ekonomi juga berdimensi sosial. Kedelapan. Pertama. nasrullah. berupa dukungan politik dan sektor publik. keterlibatan dan representasi stakeholder. menciptakan dan menjamin pencapaian standar minimal.

dan bencana lainnya yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakar. Dan yang keempat. bencana pencemaran lingkungan hidup. Kedua. tanggung Jawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. yaitu sebuah krisis kepercayaan dari masyarakat sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap perusahaan Perusahaan yang berpotensi untuk melakukan kesalahan yang berakibat pada bencana ini lebih difokuskan pada perusahaan yang berhubungan dengan penggunaan sumber daya alam karena kemungkinan terjadinya sebuah bencana cukup besar. Mengapa suatu perusahaan atau organisasi perlu melakukan tanggung jawab sosial korporat? Mereka perlu melakukannya karena kriteria sosial dari perusahaan atau organisasi mereka memberi pengaruh besar dalam pengambilan keputusan investasi individu maupun institusi baik sebagai konsumen maupun sebagai investor. Konteks Bencana Yang Dimaksud Bencana yang dimaksud dalam konteks ini adalah bencana yang disebabkan oleh kesalahan suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan ekonominya. Dengan . sudah seharusnya perusahaan yang melakukan kegiatan tersebut. Pentingnya Tanggung Jawab Sosial Korporat Sudah menjadi keharusan bagi suatu organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan kepedulian pada kerusakan lingkungan apalagi kerusakan lingkungan tersebut disebabkan oleh kegiatan ekonomi. melakukan sebuah tanggung jawab sosial korporat sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU Perseroan Terbatas No. Meskipun UU ini telah mengandung sanksi-sanksi secara terperinci terhadap badan usaha atau usaha perseorangan yang mengabaikan tanggung jawab sosial korporat (Pasal 34). pertama.merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak dan kewajiban. terlebih apabila kerusakan lingkungan tersebut juga merugikan warga sekitar. dimana dalam pasal 74 mengatur bahwa. Selama ini tanggung jawab sosial korporat selalu indentik dengan usaha-usaha besar atau perusahaan multinasional atau perusahaan nasional yang masuk kategori papan atas. maka akan menyebabkan sebuah masalah baru. apabila tidak segera ditangani maka akan mengancam kelangsungan hidup dari perusahaan itu sendiri. ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Peraturan lain yang menyinggung tanggung jawab sosial korporat adalah UU No. sudah seharusnya perusahaan atau organisasi tersebut bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan lingkungan tersebut. Bencana tersebut. Yang masih menjadi pertanyaan apakah organisasi atau perusahaan di Indonesia ini sudah melaksanakan tanggug jawab sosial korporat tersebut ? Terkadang suatu organisasi dalam mempublikasikan ke media tentang tanggung jawab sosial korporat yang mereka lakukan. UU ini baru mampu menjangkau investor asing dan belum mengatur secara tegas perihal tanggung jawab sosial korporat bagi perusahaan nasional. Bisa kita lihat apabila sebuah organisasi atau perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial korporat bukanlah hal yang negatif atau hal yang merugikan melainkan merereka mendapatkan suatu hal yang posistif atau menguntungkan. 40 tahun 2007. Perusahaaan harus memastikan keamanan dari masyarakat di sekitar perusahaan atau di sekitar aktivitas penggunaan sumber daya alam tersebut dengan menetapkan standar – standar pencegahan dan penaggulangan bencana. perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. memang sangatlah menjanjikan. ketiga. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa “Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Padahal tanggung jawab sosial korporat ini baik besar maupun kecil suatu perusahaan juga harus memikul tanggung jawab sosial korporat ini. tanggung jawab sosial korporat semakin menguat setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU Perseroan Terbatas No. Bencana yang dibiarkan berlarut – larut dan tidak ditangani dengan serius. 40 tahun 2007 Pasal 74. walaupun dalam praktiknya kegiatan tersebut tidak dijalankan secara sungguh-sungguh. seperi pada bencana semburan lumpur lapindo di Sidoarjo. Apabila suatu organisasi atau perusahaan merusak lingkungan karena kegiatan organisasi atau perusahaannya. Maka dari itu. perseroan tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat pertama dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kebijakan Pemerintah tentang Tanggung Jawab Sosial Korporat Di Indonesia. Seperti bencana kebakaran.

tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana mestinya. tentu saja saja menimbulkan banyak kerugian dan kerusakan alam di sekitarnya. Dan jika hal ini terjadi. Sehingga perusahaan mempunyai reputasi yang baik dan citra positif di mata publik. maka mereka harus siap untuk menghadapi krisis kepercayaan dari public dan terancam mengalami kejatuhan. Tanggung Jawab .tanggung jawab seperti itu sudah seharusnya semua perusahaan harus menjalankan tanggung jawab sosial korporat tersebut dengan sungguh-sungguh dalam semua aspek. Semburan Lumpur Lapindo yang tiada ujungnya. juga menjadi salah satu hal yang bisa menentukan keberhasilan sebuah perusahaan atau tidaknya. Namun tidak sedikit perusahaan yang mendapatkan jalan buntu dan akhirnya berakhir dengan keterpurukan karena menerapkan program atau strategi yang salah dalam menghadapi permasalahan seperti ini. maka kedepannya perusahaan akan semakin mendapatkan jalan terang menapaki kesuksesan. Khalayak umum bisa menilai baik dan buruknya sebuah perusahaan dari tanggung jawab sosial korporat yang ia jalankan. Sehinnga muncul pandangan atau citra buruk masyarakat terhadap PT Lapindo karena telah gagal melaksanakan programmnya. Lebih-lebih jika dirasa perusahaan justru memberikan dampak negatif dan menimbulkan kerugian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dan tentu saja perusahaan harus bertanggung jawab akan hal itu semua. peduli. Karena masyarakat menerima dan mendukung serta memberikan kepercayaan mereka kepada perusahaan ini. Sehingga masyarakat merasa senang dengan program yang dijalankan itu dan mendukung program yang dijalankan oleh perusahaa itu. Maka masyarakat akan menolak program yang dilakukan perusahaan itu dan tentu saja citra dan reputasi perusahaan akan menjadi buruk dan negatif di mata khalayak umum atau publik. PT Lapindo yang seharusnya bertanggung jawab dan menanggung kerugian yang diakibatkan oleh semburan lumput itu. dan memperhatikan lingkungan sosial perusahaan. Ketika tanggung jawab sosial yang dilakukan perusahaan dinilai telah gagal dan tidak memberikan dampak positif untuk lingkungan dan masyarakat sekitar perusahaan. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kesan positif perusahaan di mata publik. namun pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat yang baik. Sehingga tentu saja hal ini menjadi semacam bumerang dan bom waktu yang pada akhirnya akan menghancurkan kredibilitas dan keberadaan PT Lapindo itu sendiri. jangan hanya bersungguhsungguh dalam hal publisitasnya saja tetapi juga harus serius dalam menjalankan program tanggung jawab sosial korporat tesebut secara menyeluruh dan menyelesaikan program tanggung jawab sosial korporat tersebut. salah satunya tanggung jawab sosial korporat perusahaan terhadap lingkungan yang terjadi akibat kelalaian perusahaan. Jika mereka hanya menganggap remeh dan menjalankan secara asal-asalan. Namun berdeda jika yang terjadi adalah sebaliknya. Hal ini menjadi hal yang mutlak dan wajib dijalankan oleh perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya. Dari hal itu bisa kita lihat bahwa PT Lapindo telah gagal melaksanakan tanggung jawab sosial korporat yang seharusnya dilaksanakannya. Jika program sosial yang dilakukan perusahaan bertanggung jawab dan dirasa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Banyak perusahaan yang mengalami masalah-masalah seperti ini. maka masyarakat atau khalayak akan merespon program itu. Apalagi hal ini akan berpengaruh terhadap masa depan perusahaan mereka. tanggung jawab sosial korporat merupakan sebuah tanggung jawab dan kewajiban sebuah perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan. Hal inilah yang seharusnya membuat perusahaan berpikir dan tidak menganggap remeh tanggung jawab sosial korporat perusahaan yang mereka jalankan. Walaupun secara garis besar masih banyak indikator lain yang bisa menunjukkan hal itu. perusahaan akan mengalami hambatan. Namun pada pelaksanaannya. Dan jika hal ini terjadi. Di sini kita bisa mengambil contoh kasus Lapindo misalnya. Banyak sekali tanggung jawab sosial korporat yang bisa dilakukan oleh suatu perusahaan. sehingga banyak pihak yang telah dirugikan dalam kasus ini. maka khalayak tidak akan memberikan respon yang positif terhadap perusahaan itu. Tanggung jawab sosial korporat juga akan menjadi tolak ukur pandangan masyarakat atau khalayak secara umum terhadap perusahaan tersebut. bahkan bisa menjadi jalan buntu untuk meraih kesuksesannya. Ada yang bisa dengan mudah keluar dengan merebut hati khalayak umum dan kemudian mendapatkan kesuksesan. PT Lapindo juga tidak memenuhi janji-janji untuk membayarkan ganti rugi secara penuh kepada masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari ketidakseriusan penanganan atas masalah semburan lumpur ini. Namun. Sampai saat ini. tentunya akan timbul sebuah pertanyaan apakah kegiatan yang dilakukan setelah bencana terjadi bisa disebuat tanggung jawab sosial korporat atau hanya sebuah ganti rugi ? Dalam sebuah tanggung jawab sosial korporat pada bencana. 40 tahun 2007 yang mengatur tentang tanggung jawab sosial korporat tidak lagi dipatuhi. tapi juga untuk jangka waktu yang panjang. hanya akan mengganti kerugian para korban dalam jangka waktu yang pendek.Sosial Korporat atau Ganti Rugi ? Apabila berbicara tentang tanggung jawab sosial korporat dalam sebuah bencana. Hal tersebut juga berlaku bagi PT Lapindo terkait untuk memperoleh citra yang baik dengan memberikan tanggung jawab yang penuh atas peristiwa tersebut dan tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Cara pembayaran ganti rugi yang telah ditetapkan dalam Perpres Nomor 14 tahun 2007 tidak dipatuhi sepenuhnya oleh PT Lapindo. UU Perseroan Terbatas No. Tetapi. Pada bencana semburan lumpur lapindo. untuk jangka waktu yang panjang. dapat juga dilakukan sebelum bencana terjadi. maka yang paling tepat dilakukan oleh PT Lapindo adalah tanggung jawab sosial korporat. dan untuk menciptakan citra yang baik bagi perusahaan dengan memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab sosial korporat hanyalah mementingkan kepentingan bisnis saja tanpa memperhatikan hal yang lebih penting daripada itu. semburan lumpur masih saja belum dapat dihentikan. namun hal itu tidak terealisasikan dengan baik. maka PT Lapindo tidak hanya memikirkan ganti rugi untuk jangka waktu yang pendek saja. Dalam kenyataannya. kegiatan yang sebenarnya dilakukan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi atau ada yang menyebutnya sebagai ganti rugi. karena hanya fokus pada kegiatan setelah bencana terjadi. Perusahaan seolah – olah menganggap tanggung jawab sosial korporat tidaklah penting dan tidak perlu. Sikap dari PT Lapindo tersebut tentunya jauh dari sebuah tanggung jawab sosial korporat yang sesuai dengan kebijakan pemerintah. bahkan banyak janji – janji yang tidak ditepati. Jika menggunakan istilah ganti rugi. Mengingat tujuan dari tanggung jawab sosial korporat adalah pelaksanaan program sosial secara berkelanjutan. Jelas sekali bahwa pada PT Lapindo telah mengabaikan tanggung jawab sosialnya kepada para korban lumpur lapindo. yaitu masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. misalnya hanya menganti kerugian materi saja. jika istilah tanggung jawab sosial korporat yang digunakan. itu sangatlah penting untuk kelangsungan hidup sebuah perusahaan. PT lapindo belum mampu melakukan sebuah tanggung jawab sosial korporat. PT Lapindo seolah – olah lepas tanggung jawab begitu saja. tentunya menjadi sebuah masalah yang serius bagi PT Lapindo selaku perusahaan yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Padahal. karena fungsi dari Public Relations yang seharusnya menangani kegiatan tanggung jawab sosial korporat menjadi “mati”. upaya untuk membendung luapan lumpur juga tidak dilakukan dengan serius oleh PT Lapindo. PT Lapindo harusnya melakukan sebuah tanggung jawab sosial korporat. Kenyataan seperti itu tentunya sangat memprihatinkan. Padahal. dalam kegiatan bisnis tidak hanya berdimensi ekonomi saja.. hanya sebatas ganti rugi saja dan penggantian rugi itu pun tidak maksimal. dalam hal ini PT Lapindo. Terkait dengan hal tersebut. Berkitan dengan kebingungan antar tanggungjawab sosial korporat atau ganti rugi. PT Lapindo menjanjikan sejumlah ganti rugi pada korban. Dan hal ini yang kurang diperhatikan oleh perusahaan. tapi juga berdimeni sosial. Namun. PT Lapindo harus bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi bagi para korban. kita kembali lagi pada pertanyaan di atas. baik apabila terjadi bencana seperti ini atau pun tidak. Ini karena kegiatan yang dilakukan oleh PT Lapindo berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang tentunya sangat berpotensi terhadap kerusakan . PT Lapindo tentunya harus memikirkan kehidupan selanjutnya dari para korban. Pembayaran cicilan ganti rugi dari PT Lapindo tersendat di dalam pelaksanaannya. Masalah tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat yang terkena dampak langsung dari lumpur lapindo. ada contoh yang bisa dijadikan gambaran tentang perbedaan dari kedua istilah tersebut. karena kehidupan normal mereka sudah hilang akibat bencana lumpur tersebut. apakah yang dilakukan PT Lapindo tersebut bisa dikatakan tangggung jawab sosial korporat atau hanya sebuah ganti rugi ? Apabila dipahami lagi dari istilah yang digunakan. Selain hal tersebut. misalnya pemberian lapangan pekerjaaan. Biaya ganti rugi yang seharusnya dibayarkan kepada para korban hanyalah sebuah janji yang tak kunjung ditepati.

Komunikasi yang baik dengan semua aspek (karyawan. misalnya macetnya pembayaran yang seharusnya diterima korban tiap bulan. yaitu masyarakat di sekitar PT Lapindo sama sekali kurang diperhatikan dan dikelola dengan baik.media massa. Dan definsi dari WBCSD ( World Bussines Council For Sustainable Development ) menyebut bahwa tanggung jawab sosial korporat sebagai ”komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komuniktas lokal dan masyarakat secara keseluruhan”. PT Lapindo hanya bisa melaksanakan janji – jani tanggung jawab sosial korporat. Perusahaan hanya melakukannya ketika sudah terjadi bencana dan itu pun belum benar. pemerintah) yang mendukung perusahaan akan menghasilkan hubungan yang baik dan citra yang baik bagi perushaan. Dalam hal ini. Pada kasus lumpur lapindo. di dalam perkembangan tanggung jawab sosial korporat. Hal tersebut tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan. perusahaan lupa jika tidak selamanya keadaan tersebut akan bertahan. Padahal. komunikasi dengan para karyawan.Dari contoh kasus lapindi di atas. jelas telah terjadi kerusakan lingkungan akibat dari kegiatan ekonomi atau lebih tepatnya kesalahan sebuah korporat di dalam menjalankan kegiatan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan bisnis. apakah tanggung jawab sosial korporat sekarang ini sudah mulai dilupakan oleh sebagian korporat dan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang penting. kenyataannya tidak demikian. Sebelum terjadi bencana. dengan media massa dan dengan pemerintah. Lingkungan di luar perusahaan. Tapi. Bencana dapat muncul sewaktu – waktu dan mengancam kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Komunikasi adalah kunci utamanya. bukannya melaksanakan tanggung jawab sosial korporat yang sebenarnya. Masyarakatlah yang akan menilai baik atau buruk perusahaan. Perusahaan yang seharusnya bisa memperoleh kepercayaan yang tinggi dari masyrakat. seringkali terjadi kesalahan dalam prakteknya. Perusahaan juga harus memikirkan kondisi ke depan yang mungkin akan terjadi. Hubungannya dengan bencana adalah semua aspek pendukung perusahaan akan selalu mendukung perusahn jika bencana terjadi sehingga potensi munculnya krisis kepercayaan dapat dikurangi. Setelah terjadi bencana pun komunikasi tetap menjadi hal yang paling penting terutama dalam . ada salah satu faktor pendorongnya adalah meningkatnya kepedulian pada kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan ekonomi. Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam pelaksanaan sebuah tanggung jawab sosial korporat pada suatu bencana. Di lain hal PT Lapindo juga tidaklah etis dalam memberikan sumbangan pada pembanguna ekonomi karena banyak janji-janji tentang perbaikan ekonomi bagi para korban semburan lumpur yang dimana janji-janji tersebut hanyalah obralan omong kosong dari PT Lapindo belaka. Namun.lingkungan. PT Lapindo tidak bisa memenuhi kewajibannya. maka apakah tanggung jawab sosial korporat tidak lagi dianggap penting oleh perusahaan dan bagaimanakah konteks tanggung jawab sosial korporat dalam sebuah bencana yang benar ? Konteks Tanggung Jawab Sosial Korporat Dalam Bencana Dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat pada suatu bencana. malah berakhir dengan ketidakpercayaan karena tanggung jawab sosial yang akan dilaksanakan tidak sesuai dengan aturannya dan malah merugikan merugikan masyarakat. karena pembayaran ganti rugi tersebut tidak dilaksanakan dengan baik. lingkungan di luar perusahaan merupakan target utama dari pencitraan sebuah perusahaan. di dalam konsep tanggung jawab sosial korporat. Akan tetapi. PT Lapindo menyanggupi untuk membayar ganti rugi sesuai dengan aturan pemerintah. dengan lingkungan sekitar perusahaan. Maka dari itu perusahaan perlu melakukan langkah – langkah awal sebagai upaya pertahanan diri jika bencana terjadi. perusahaan tidak mau melakukannya karena perusahaan hanya memikirkan kondisi pada saat sekarang ini yang dinilai semuanya masih baik – baik saja dan masyrakat tidak ada masalah dengan keberadaan perusahaan. sebagai konsekuensi dari dampak kegiatan ekonomi yang menimbulkan bencana yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.masyarakat. sebenarnya sangat penting untuk melakukan tanggung jawab sosial korporat ini. Dari pengertian itu juga semakin memperjelas bahwa PT Lapindo tidak melaksanakannya bagaimana PT lapindo akan memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya jika banyak anak-anak yang putus sekolah akibat bencana semburan lumpur tersebut yang menenggelamkan sekolah dan juga peralatan sekolah mereka. Padahal.

Perusahaan dapat membuat suatu pertemuan rutin dengan masyarakat di sekitarnya. perlu adanya menjaga hubungan yang baik dengan masyarakatnya agar perusahaan mendapatkan kepercayaan dan dukungan di dalam menjalankan kegiatan ekonominya maupun dukungan masyarakat ketika terjadi sebuah bencana akibat kegiatan ekonomi perusahaan. akan cepat mendapatkan penanganan/bantuan dari perusahaan saat bencana terjadi. apalagi bencana tersebut disebabkan akibat kelalaian perusahaan sendiri. baik secara langsung atau lewat media. .mengimplementasikan kegiatan tanggung jawab sosial korporat. dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisasi. Konsep tersebut meliputi upaya yang harus dilakukan perusahaan sebagai konsekuensi dari penggunaan sumber daya alam dan upaya penanganan krisis setelah terjadinya bencana. maka sudah seharusnya ada sebuah konsep tentang tanggung jawab sosial korporat dalam sebuah bencana. Ini tentunya akan menguntungkan jika bencana terjadi. Terlebih lagi pada perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi yang erat kaitannya dengan pemanfaatan sumber daya alam. Menanggapi bencana lumpur lapindo tersebut. Pemanfaatan sumber daya alam ini. Dalam peristiwa tersebut sangat jelas bahwa PT Lapindo tidak dapat mengelola kedua lingkungan tersebut dengan baik dan adanya kesalahan di dalam melakukan pemanfaatan sumber daya alam. maka perusahaan perlu memperhatikan dua aspek. 2008 : 26) Penanganan pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat dalam konteks bencana seharusnya bisa dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Manfaat dari pertemuan rutin ini adalah untuk menjaga komuikasi yang baik antara perusahaan dengan masyarakat. untuk menanggapi keluhan dari masyarakat dan perusahaan juga dapat menyampaikan kebijakannya pada masyarakat. Pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat harus cepat dilaksanakan dengan program-program nyata. bukan malah menjadi sebuah krisis kepercayaan Bencana adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari dalam aktivitas sebuah perusahaan. yaitu manusia (masyarakat di sekitar perusahaan). yaitu bencana lumpur lapindo. yang merupakan kekuatan internal dan eksternal penentu hidup matinya organisasi tersebut (Chatra dan Nasrullah. PT Lapindo tidak melaksanakan tanggung jawab sosial korporatnya dengan sebagaimana mestinya. pemrosesan. Upaya menjaga lingkungan alam ini. Di dalam pertemuan ini akan terjadi kesepakatan yang tentunya harus menguntungkan kedua belah pihak. Lingkungan. Di dalam sebuah bencana. dalam hal ini bisa lingkungan yang berarti alam. saat ini terbilang masih kurang. Bagi masyarakatnya. terbukti hingga saat ini masalah lumpur lapindo belum juga selesai. organisasi bisa eksis dan berkembang tidak lain karena adanya kepercayaan dari publiknya. termasuk yang menikmati monopoli dan diproteksi oleh pemerintah. Apabila tidak cepat ditangani dan hanya sebuah janji-janji saja. Tanggung jawab sosial korporat dalam sebuah bencana seharusnya bisa dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan. Padahal. perlu adanya standar dan prosedur yang jelas dalam pengambilan. Pada lingkungan masyarakat di sekitar perusahaan. Kesadaran sebuah perusahaan akan kedua lingkungan tersebut. bukan hanya dengan sebuah pernyataan / janji. yaitu lingkungan alam itu sendiri dan lingkungan yang berada di dalam lingkungan alam tersebut. maupun lingkungan yang berarti masyarakat di sekitar perusahaan. membuat tata ruang di sekitar perusahaan agar sewaktu terjadi bencana. Dengan kata lain. Selain itu. maka tidak akan pernah selesai. melakukan konservasi tanah. Pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat dalam bencana tentunya berbeda dengan pelaksanaan Pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat dalam kondisi yang normal. Sebagai konsekuensi dari penggunaan sumber daya alam/kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. maka akan menyebabkan krisis kepercayaan. dan penanganan limbah dari pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Berkaitan dengan lingkungan alam perusahaan perlu menjaga lingkungan tempat perusahaan melakukan kegiatan ekonomi. masyarakat akan memberikan pengertian dan membantu perusahaan jika terjadi bencana. Respon terhadap peristiwa tersebut juga dirasa sangat kurang. sangat berpotensi untuk mendatangkan sebuah bencana apabila tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedurnya dan tidak diimbangi dengan upaya pelestarian dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar perusahaan. Kita lihat saja peristiwa yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya. perusahaan bisa mengadakan penghijauan. Apabila masalah tersebut tidak ditangani dengan baik. kepercayaan publik menjadi sumber kekuatan utama bagi organisasi dengan beragam kegiatannya.

Terbukti kesiapan dari masyarakat maupun PT Lapindo sangatlah kurang. Dalam kasus tersebut. masyarakat akan berpikir jika perusahaan sangat peduli terhadap nasib mereka dan akan percaya lagi terhadap perusahaan dan hubungan yang terjalin akan semakin baik dari sebelumnya. Pada tahap membangun kembali kepercayaan dari masyarakat. Apabila hal ini dilakukan perusahaan dengan baik. Perusahaan dapat memberikan rumah baru bagi para korban di lokasi jauh dari tempat terjadinya bencana. PT Lapindo tidak menginformasikan kepada masyarakat tentang perkembangan dari semburan lumpur tersebut sehingga bnyak harta benda masyarakat yang tidak dapat diselamatkan. Simulasi ini tentunya harus melibatkan masyarakat sehingga apabila bencana terjadi kerugian materi maupun non materi dapat dikurangi. Para korban tentunya sangat membutuhkan tempat tinggal sementara/pengungsian dan juga berbagai kebutuhan lainnya. Pada tahap ini perusahaan harus merumuskan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.Perusahaan juga dapat mengadakan sebuah simulasi dalam menghadapi sebuah bencana. Selain itu kegiatan simulasi ini dapat memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang apa saja yang harus dilakukan jika bencana terjadi sehingga masyarakat tidak terlalu panik dan tidak banyak menuntut pada perusahaan jika bencana yang terjadi disebabkan oleh perusahaan. baik bencana alam maupun bencana yang ditimbulkan oleh perusahaan. Dalam sebuah bencana. para korban akan dapat mengetahui perkembangan sampai sejauh mana bencana tersebut terjadi dan dampaknya sebesar apa. Hal ketiga adalah langkah untuk membangun kepercayaan dari masyarakat itu sendiri. Komunikasi antara keduanya pun juga tidak baik karena sebelumnya kurang atau tidak ada kegiatan yang melibatkan masyarakatnya. perusahaan perlu melakukan kegiatan – kegiatan yang hasilnya bisa dicapai untuk waktu yang lebih lama. PT lapindo tidak melakukan hal ini sebelumnya. Informasi dapat digunakan untuk memberitauhukan kepada masyarakat yang belum terkena bencana untuk segera mengungsi setelah diperkirakan sejauh mana bencana tersebut akan meyebar sehingga kerugian materi maupun non materi dapat dikurangi. maka kekecewaan akibat bencana tersebut dpat dikurangi dan masih terbuka kesempatan untuk membangun kembali kepercyaan dari masyarakat dengan tanggung jawab sosial korporat yang dilaksanakan dengan baik dan nyata. Jangan sampai bencana yang terjadi akan menyebabkan sebuah krisis kepercayaan seperti yang terjadi pada PT Lapindo. Sumber : . ketersediaan akan informasi. informasi sangatlah penting. perusahaan sebelumya harus menjalin hubungan yang baik dengn pemerintah dengan mematuhi semua ketetapan dari pemerintah tentang pelaksanaan tanggung jawab sosial korporat. Dengan begitu. misalnya pelatihan tentang kewirausahaan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan pemberian modal. Lalu. masyarakat tetap dapat melakukan kehidupan normalnya kembali seperti sebelum bencana terjadi. Pihak perusahaan harus memberikan kebutuhan ini dengan cepat dan merata sehingga para korban tidak bertambah kecewa terhadap perusahaan yang menyebabkan bencana tersebut. seperti pada kasus lumpur lapindo. Pembangunan rumah baru ini tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. bagaiamana tanggung jawab sosial korporat yang harus dilakukan setelah terjadinya bencana ? Tanggung jawab sosial korporat yang harus dilakukan pada kondisi ini tentuya yang paling penting harus memperhatikan beberapa hal. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah kebutuhan dari para korban bencana. Pada bencana semburan lumpur lapindo. Perusahaan dapat meminta dukungan dana dari pemerintah karena kpentingan ini terkait dengan kesejahteraan warga negara. Penjelasan di atas merupakan kegaiatan tanggung jawab sosial korporat yang dilakukan sebelum terjadi bencana. Dengan informasi. Dari kegiatan – kegiatan tersebut. Perusahaan juga harus menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi para korban. Pertama. Untuk itu.

aspek sosial.com/ Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah menjadi konsep yang kerap kita dengar. dan aspek lingkungan biasa disebut triple bottom line. setiap insan manusia berperan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. sekaligus meningkatkan kinerjanya agar tetap dapat bertahan dan bahkan berkembang menjadi perusa haan yang mampu bersaing. Dunia usaha berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangan pula faktor lingkungan hidup. hingga masalah kepentingan stakeholder yang makin meningkat. CSR tidak akan disalahgunakan hanya sebagai marketing gimmick untuk melakukan corporate greenwash atau pengelabuan citra perusahaan belaka. Sumber : http://businessenvironment. perusahaan maupun pemerintah. Oleh karena itu. Kini dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahaan semata (single bottom line). tantangan utamanya memang adalah memberikan pemaknaan yang sesuai dengan konteks Indonesia. dan dunia pendidikan berupaya merumuskan dan mempromosikan tanggung jawab sosial sektor usaha dalam hubungannya dengan masyarakat dan lingkungan. situs ini didedikasikan untuk membuka diskusi dan menyebarkan wacana CSR agar dipahami oleh lebih banyak lagi pihak: masyarakat sipil. Situs ini juga mengundang Anda untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang CSR melalui ajang diskusi. Sebagai sebuah konsep yang berasal dari luar. mulai dari konsep dasar hingga bagaimana CSR diaplikasikan oleh perusahaan di berbagai sektor. berbagai kalangan swasta. melainkan sudah meliputi aspek keuangan. Sinergi dari tiga elemen ini merupakan kunci dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).wordpress. Dalam situs ini dapat dibaca berbagai hal yang berkaitan dengan CSR.com/2007/03/01/program-corporate-social-responsibility-yangberkelanjutan/ Pembangunan suatu negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun saat ini – saat perubahan sedang melanda dunia – kalangan usaha juga tengah dihimpit oleh berbagai tekanan. yaitu sebagai suatu wahana yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Seiring dengan pesatnya perkembangan sektor dunia usaha sebagai akibat liberalisasi ekonomi. Tujuannya adalah agar semua pihak dapat beranjak dari pemahaman yang memadai ketika berbicara tentang CSR. Berangkat dari pendirian tersebut. Upaya tersebut secara umum dapat disebut sebagai corporate social responsibility atau corporate citizenship dan dimaksudkan untuk mendorong dunia usaha lebih etis dalam menjalankan aktivitasnya agar tidak berpengaruh atau berdampak buruk pada masyarakat dan lingkungan . tuntutan untuk menerapkan corporate governance. organisasi masyarakat. dunia usaha perlu mencari pola-pola kemitraan ( partnership) dengan seluruh stakeholder agar dapat berperan dalam pembangunan. Bagi perusahaan-perusahaan yang berkehendak untuk melaksanakan CSR dengan sungguh-sungguh. walau definisinya sendiri masih menjadi perdebatan di antara para praktisi maupun akademisi. situs ini menyediakan deskripsi layanan jasa yang dapat kami berikan untuk bersama-sama mencapai tujuan keberlanjutan. Dengan pemahaman yang demikian.http://csrindonesia. mulai dari kepentingan untuk meningkatkan daya saing.

maka nilai dari programprogram tersebut akan memberikan arti tersendiri yang sangat besar bagi perusahaan. penghargaan masyarakat dan lingkungan. program yang dibuat oleh suatu perusahaan benar-benar merupakan komitmen bersama dari segenap unsur yang ada di dalam perusahaan itu sendiri.hidupnya. sehingga pada akhirnya keberlanjutan yang diharapkan akan dapat terimplementasi berdasarkan harapan semua stakeholder. Sebagai contoh nyata dari program CSR yang dapat dilakukan oleh perusahaan dengan semangat keberlanjutan antara lain. yaitu: pengembangan bioenergi. yang secara umum diartikan sebagai kumpulan kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan stakeholder. Pada saat ini telah banyak perusahaan di Indonesia. Oleh karena itu. pemenuhan ketentuan hukum. Setiap kegiatan tersebut akan melibatkan semangat sinergi dari semua pihak secara terus menerus membangun dan menciptakan kesejahteraan dan pada akhirnya akan tercipta kemandirian dari masyarakat yang terlibat dalam . nilai-nilai. dan CSR dan mana yang dapat menunjang berkelanjutan (sustainable)? Tidak mudah memang untuk memberikan jawaban yang tegas terhadap pertanyaan diatas. Melakukan program CSR yang berkelanjutan akan memberikan dampak positif dan manfaat yang lebih besar baik kepada perusahaan itu sendiri maupun para stakeholder yang terkait. maka akan dengan mudah bagi unit-unit usaha yang berada dalam suatu perusahaan untuk mengimplementasi kan rencana kegiatan dari program CSR yang dirancangnya. Dengan masuknya program CSR sebagai bagian dari strategi bisnis. sehingga pada akhirnya dunia usaha akan dapat bertahan secara berkelanjutan untuk memperoleh manfaat ekonomi yang menjadi tujuan dibentuknya dunia usaha. Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya merupakan kegiatan karikatif perusahaan dan tidak terbatas hanya pada pemenuhan aturan hukum semata. program-program CSR lebih tepat apabila digolongkan sebagai investasi dan harus menjadi strategi bisnis dari suatu perusahaan. Dengan demikian apabila perusahaan melakukan program-program CSR diharapkan keberlanjutan perusahaan akan terjamin dengan baik. philanthropy. apakah itu dalam bentuk community development. Umumnya kegiatan-kegiatan community development. Program CSR yang berkelanjutan diharapkan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. CSR memang tidak memberikan hasil secara keuangan dalam jangka pendek. serta komitmen dunia usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan secara berkelanjutan. Implementasi konsep sustainable development dalam Program CSR Masih banyak perusahaan tidak mau menjalankan program-program CSR karena melihat hal tersebut hanya sebagai pengeluaran biaya (cost center). Konsep tanggung jawab sosial perusahaan telah mulai dikenal sejak awal 1970an. Dilihat dari sisi pertanggung jawaban keuangan atas setiap investasi yang dikeluarkan dari program CSR menjadi lebih jelas dan tegas. Dan sering kali kegiatannya belum dikaitkan dengan tiga elemen yang menjadi kunci dari pembangunan berkelanjutan tersebut. atau kegiatan-kegiatan philanthropy. Dengan melibatkan karyawan secara intensif. Timbul pertanyaan apakah yang menjadi perbandingan/perbedaan antara program community development. charity maupun philanthropy yang saat ini mulai berkembang di bumi. Mengapa Program CSR harus Sustainable. khususnya perusahaan besar yang telah melakukan berbagai bentuk kegiatan CSR. namun penulis beranggapan bahwa “CSR is the ultimate level towards sustainability of development”. Tentunya tanpa adanya komitmen dan dukungan dengan penuh antusias dari karyawan akan menjadikan program-program tersebut bagaikan program penebusan dosa dari pemegang saham belaka. charity. melalui kegiatan penciptaan Desa Mandiri Energi yang merupakan cikal bakal dari pembentukan eco-village di masa mendatang bagi Indonesia. Namun hal ini adalah langkah awal positif yang perlu dikembangkan dan diperluas hingga benar-benar dapat dijadikan kegiatan Corporate Social Responsibility yang benar-benar sustainable. Namun CSR akan memberikan hasil baik langsung maupun tidak langsung pada keuangan perusahaan di masa mendatang. Selain itu program CSR baru dapat menjadi berkelanjutan apabila. Indonesia masih merupakan kegiatan yang bersifat pengabdian kepada masyarakat ataupun lingkungan yang berada tidak jauh dari lokasi tempat dunia usaha melakukan kegiatannya.

agar pembangunan berkelanjutan dapat terealisasi dengan baik. Sumber : http://yesalover. Dimana pada akhirnya dunia usaha pun akan menikmati keberlanjutan dan kelangsungan usahanya dengan baik. diperlukannya komitmen yang kuat. sehingga tuntutan dunia usaha menjadi semakin jelas akan pentingnya program CSR dijalankan oleh perusahaan apabila menginginkan keberlanjutan dari perusahaan tersebut. Program CSR menjadi begitu penting karena kewajiban manusia untuk bertanggung jawab atas keutuhan kondisi-kondisi kehidupan umat manusia di masa datang. Tidak menutup kemungkinan bahwa CSR menjadi kewajiban baru standar bisnis yang harus dipenuhi seperti layaknya standar ISO. masyarakt semaikn berani untuk beraspirasi dan mengekspresikan tuntutanny terhadap perkembangan dunia bisnis Indonesia. CSR akan menjadi strategi bisnis yang inheren dalam perusahaan untuk menjaga atau meningkatkan daya saing melalui reputasi dan kesetiaan merek produk (loyalitas) atau citra perusahaan. Kedua hal tersebut akan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan yang sulit untuk ditiru oleh para pesaing. Implementasi kebijakan CSR adalah suatu proses yang terus menerus dan berkelanjutan. Program CSR tidak selalu merupakan promosi perusahaan yang terselubung. Sekali lagi untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan program CSR. maka tuntutan terhadap perusahaan untuk menjalankan CSR akan semakin besar. untuk menjamin keberlangsungan kehidupan kini dan di hari esok. Sehingga dapat memberikan pancingan kepada pengusaha lain untuk dapat berbuat hal yang sama bagi kepentingan masyarakat luas. Dengan demikian akan tercipta satu ekosistem yang menguntungkan semua pihak (true win win situation) – konsumen mendapatkan produk unggul yang ramah lingkungan. serta ketulusan dari semua pihak yang peduli terhadap programprogram CSR. Dan diperkirakan pada akhir tahun 2008 mendatang akan diluncurkan ISO 26000 on Social Responsibility.wordpress.yang telah menjadi trigger untuk kembali menyerukan tanggung jawab kalangan pebisnis terhadap lingkungan sekitranya. Latar Belakang Akhir-akhir ini kerapkali terjadi kecelakaan dan musibah yg disebabkan oleh kalangan industri. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan perlunya kesadaran terhadap CSR ( Corporate Social Responsibility ) demi tercapainya sebuah keseimbangan dunia usaha antara pelaku dan masyarakt sekitar. sehingga menimbulkan stigma industrial di kalangan masyarakat. bila ada iklan atau kegiatan PR mengenai program CSR yang dilakukan satu perusahaan. namun dalam abad informasi dan teknologi serta adanya desakan globalisasi. Masyarakt telah semakin kritis dan mampu melakukan filterisasi terhadap dunia usaha yg tengah . sehingga dunia tetap harus menjadi manusiawi. adanya pertumbuhan keinginan dari konsumen untuk membeli produk berdasarkan kriteria-kriteria berbasis nilai-nilai dan etika akan merubah perilaku konsumen di masa mendatang. partisipasi aktif. Manfaat dari program CSR bagi perusahaan di Indonesia Memang pada saat ini di Indonesia. Di lain pihak. Karena untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri semua dunia usaha harus secara bersama mendukung kegiatan yang terkait hal tersebut.-memang hal ini lebih dikarenakan faktor teknis dan human error. produsen pun mendapatkan profit yang sesuai yang pada akhirnya akan dikembalikan ke tangan masyarakat secara tidak langsung. Sebagai contoh adalah mengenai kasus lumpur panas Porong. Perusahaaan perlu bertanggung jawab bahwa di masa mendatang tetap ada manusia di muka bumi ini.com/2007/03/10/csr-antara-tuntutan-dan-kebutuhan/ I. praktek CSR belum menjadi suatu keharusan yang umum.program tersebut. itu merupakan himbauan kepada dunia usaha secara umum bahwa kegiatan tersebut merupakan keharusan/tanggung jawab bagi setiap pengusaha. Semenjak keruntuhan rezim diktatoriat Orde Baru.

dan mengesampingkan social responsibilty.kepada masyarakat dan pemerintah. justru faktor kesinambungan tadi yg sangat menetukan masa depan sebuah usaha. Padahl. Toh. Ada beberapa kalangan yg menilai jika masalah sosial hanya merupakan tanggungjawab negara saja. Pemikiran ini sudah tidak relevan. CSR memiliki dimensi yg jauh lebih rumit dan kompleks dari sekedar analisis rug-laba. yg jika . ingin menjalankan bisnis dengan lebih bermartabat. CSR pada dasarnya memuiliki kerinduan yg sama. Nah. Padahal. II. karena banyaknya masalah yg timbul dari praktik usaha semacam itu. Selain itu. Sebalikny. bisnis Anda notabene akan dapat berjalan dengan baik. Masalah CSR yg seharusnya telah terintegrasi dalam hierarki perusahaan sbg strategi dan policy manejemenny. dunia usaha cukup membayar pajak utk memberikan kontribusi terhadap masyarakt. maka Anda punya pilihan untuk mendapatkan keuntungan 30% dan 10%.Masalahnya semakin rumit ketika tetap saja para pelaku dan investor berpijak pada stereotipe bahwa CSR tidak profitable. Poin inilah yg terkadang menyebabkan crash kepentingan. tetap masih dipandang sebelah mata oleh kebanykan pelaku bisnis di Indoneisa. 10% tetapi dengan memperhatikan etika bisnis serta mempunyai social responsibility yg besar. Ambil contoh. Pelaku bisnis tidak hanya dituntut utk memperoleh capital gain atau profit dari lapangan usahanya. masayarakt kita bukanlah masyarakt yg masih dapat dibodohi oleh sisi eksternal perusahaan. maupun bentuk2 kegiatan represif dari masyarakat. Peluang untuk hidup dan berkompetisi dalam jangka panjang pun akan lebih terjamin. langsung mendapat profit besar. tidak berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perusahaan. `kesadaran utk menjalankan bisnis bukan sekedar utk mencari profit semata. salah satunya dapat dicapai dgn mencangkn program CSR yg terintegrasi sebgai standar kebijakan dan strategi bisnis mereka. Pengusaha seharusnya menjalankan bisnis tidak semata untuk profitability melainkan lebih dari itu. Mereka cenderung ingin yang instan. Hal ini otomatis akan mengurangi implementasi dari CSR itu sendiri. risikonya bisnis Anda paling banter hanya mampu bertahan selama 5 tahun. Selain itu. investor juga terlalu menginginkan realisasi investasi mereka utk sektor riil-dalam artian benar2 berdampak langsung terhadp peningkatan pendapatan-. Anda harus rajin tuk melobi para pejabat. sehingga CSR sendiri baru sekedar wacana dan implementasi atas tuntutan masyarakat. sudah sepatutnya jika dunia usaha berkewajiban utk membantu menyelesaikan masalah sosial yg ada dalam kehidupan bermasyarakat. masih minim dimiliki oleh sebagian pelalku bisnis di Indonesia. melainkan mereka juga diminta utk memberikan kontribusi-baik materiil maupun spirituil.berkembang di tengah masyarakt ini. Esensi dan signifikansi dari CSR masih belum dapat terbaca sepenuuhnya oleh pelaku bisnis. Namun. Paradigma mengenai kontribusi pajak perusahaan terhadap negara semakin menambah runyam masalah ini. sustainability. menjilat para atasan. dengan adanya anggapan bahwa dunia usaha merupakan bagian yg terintegrasi dalam masyarakt. Hal ini menuntut para pelaku bisnis utk menjalankan usahany dengan semakin bertanggungjawab. Agar mendapatkan keuntugn 30%. Lagipula. dunia usaha harus menjadikan program CSR sebagai kebutuhan. dgn konsekuensi akan mengurangi profit. semestinya dunia usaha tidak mengganggap CSR sebagai kewajiban yg memaksa. jika Anda memilih keuntungan yg lebih sedikit. vandalisme. justru perusahaan yg akan memenagkan kompetisi global adalah perusahaan yg memiliki kemampuan public relation yg baik. masyarakt ini lebih kritis dan peka terhadap kinerja dan kontribusi perusahaan terhadap dunia luar. jika Anda seorang pengelola usaha. sebagai refleksi dari tuntutan masyarakat terhadap dunia usaha yg jika tidak dilakukan akan berdampak adanya anarkisme. tanpa peduli terhadap masalah2 eksternal perusahaan. Pengenalan terhadaap budaya setempat atau analisis terhadap need assesment semestinya menjadi hal krusial yg mesti dilakukan. mengelabui mitra usaha. sehingga dunia usaha terkadang merasa program CSR bukanlah kompetisi mereka. Tetapi.

tetapi dapat mencakup aspek2 lain. melainkan harus merambat naik naik ke itngkat kebijakan ( policy) yg lebih makro dan riil. Seperti yg telah kita ketahui. Poin yg pertama. pendidikan finansial. Astra International Tbk. melalui pendampingan para pelaku usah mikro. Analisis Isu CSR dapat disimpulkan sebagai parameter kedekatan era kebangkitan masyarakt (civil society). jelas sudah jika CSR sangat bermanfaat untuk masyarakat dan dapat meningkatkan image perusahaan. akhir2 ini seakan2 sedang menjadi tren di dunia usaha. serta konservasi. Unilever yg memiliki program CSR berupa pendampingan terhadap petani kedelai. Sampoerna sendiri telah mengucurkan dana tak kurang dari 47 milliar. III. Nah. telah membentuk Politeknik Manufaktur Astra. kecil. Program seperti ini kebanyakn memfokuskan pada edukasi bagi generasi mendatang. maupun pelatihan2. Banyak perusahaan yg memilih program CSR di bidang edukasi. sekaligus menjamin kelancaran distribusi. Maka dari itu. Jadi. misalnya memiliki program CSR yg terintegrasi dengan strategi perusahaan. ada juga program dari HM Sampoerna utk mengembangkan pendidikan melalui Smapoerna Foundation. Bagi kepentingan petani. sudah seharusnya CSR tidak hanya bergerak dalam aspek philantropy maupun level strategi. adanya program CSR ini berperan dalam meningkatkan kualitas produksi. dan menengah (UMKM) berbasis terigu. Selain itu. melainkan sebagai kebutuhan dunia usaha.tidak dilakukan akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Bogasari. semisal pendidikan dan pelatihan. Demikian juga dengan PT. PT. Ada kalanya program CSR perusahaan tidak mesti harus berada pada tingkat produsen dan pengembangan produk. PT. yg menelan dana puluhan milyar. semestinya dunia usaha tidak memandang CSR sebgai suatu tuntutan represif dari masyarakat. misalny. . Sedangkan bagi Unilever sendiri. Dunia usaha harus dapat mencontoh perusahaan2 yg telah terlebih dahulu melaksanakn program CSR sbgi salah satu policy dari manjemen perusahaan. sperti kecap Bango. pengembangan kewirausahaan. jika mereka adalah konsumen utama dari produk perusahaan ini. utk program ini. yg telah menjadi salah satu andalan produknya. hal ini akan menjamin pasokan bahan baku utk setiap produksi mereka yg berbasis kedelai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful