KASUS DOKTER INTERNSHIP ACNE VULGARIS

Pembimbing : dr. Wahyu Hidayat, Sp.KK

Disusun oleh : dr. Komang Arya Wibawa

RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK 2013

LEMBAR PENGESAHAN

Nama Bagian Judul laporan kasus Pembimbing Penguji

: dr. Komang Arya Wibawa : Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin : Dermatitis Venenata : dr. Anna : dr. Wahyu H, sp.KK

MENGETAHUI, PENGUJI

(dr. Wahyu H, Sp.KK)

Laporan kasus : A. Identitas pasien Nama Jenis kelamin Umur Pekerjaan Tanggal periksa Alamat : Ariyanto : Laki-laki : 20 tahun : Kondektur truck : 22 April 2013 : Wono agung

B. Anamnesis Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis kepada kakak kandung pasien pada tanggal 22 april 2013 di poli kulit.

1. Keluhan Utama : Jerawat Riwayat Penyakit sekarang sejak ± 3 tahun pasien mengaku pertama kali timbul jerawat, kemudian karena dirasa jerawat semakin banyak, ± 2 minggu yang lalu pasien berinisiatif untuk membeli salep obat jerawat di apotek, dan mengobati sendiri dicampur dengan ramuan jamu (daun-daunan yg ditumbuk halus) dan diusapkan di muka pasien. Setelah beberapa hari diobati sendiri bukannya sembuh malah jerawat semakin parah, pasien mengeluh jerawat pada muka terasa nyeri, gatal , dan bernanah serta keluar darah. Karena dirasa jerawatnya semakin parah dan merusak penampilan, lalu pasien berobat ke dokter spesialis kulit di RSUD Sunan Kalijaga Demak. 2. Riwayat penyakit dahulu • • Riwayat penyakit seperti ini : tidak disangkal Riwayat alergi : disangkal

3. Riwayat Penyakit Keluarga

papula eritem. Diagnosis Akne Vulgaris Papulopustulosa F. Penatalaksanaan Pengobatan Sistemik : . Erupsi Akneiformis 3.• Kakak pasien pernah mengalami penyakit serupa waktu masih muda 4. Pemeriksaan Fisik Status dermatologis : Lokasi : Dahi . kesan ekonomi kurang. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien bekerja sebagai kondektur truck. Diagnosis Banding 1. pengobatan menggunakan jamkesmas. Dermatitis Kontak Alergi E. Acne vulgaris 2. komedo D. C. pustule. erosi. krusta. pipi kanan dan kiri UKK : Makula eritem .

pencegahan dan cara maupun lama pengobatannya serta prognosisnya . olahraga sesuai kondisi tubuh. rokok dan makanan pedas. Menghindari factor pemicu i. kosmetik secukupnya ii. Edukasi a. Hidup teratur dan sehat. Menjauhi terpacunya kelenjar minyak .Doksisiklin Methylprednisolon Pengobatan Topikal Asam fusidat cream 2 x 100mg 3 x 4mg selama 2 minggu. Quo ad sanam c. misalnya minuman beralkohol. obat habis kontrol sue 2 x 1 ( pagi – sore ) Clindamicin+benzoil peroksida gel sue 2 x 1 ( pagi – sore ) Tabir surya sue 1 x 1 ( pagi saja ) G. Prognosa a. hindari stress. Quo ad cosmeticam : Bonam : Dubia ad Bonam : Dubia ad Bonam H. obat habis kontrol selama 2 minggu. Quo ad Vitam b. Diet rendah lemak dan karbohidrat ii. cukup istirahat. Menghindari peningkatan jumlah sebum dengan cara i. Menghindari polusi debu dan memencet lesi karena dapat memperberat peradangan\ c. Memberikan informasi mengenai penyebab penyakit. iii. Membersihkan muka dari kotoran dan jasat renik b.

I. memijit dan menggosok akne. dan bernanah serta keluar darah. Perlu pula dianjurkan untuk tidak memegang-megang. pasien mengeluh jerawat pada muka terasa nyeri.d. lalu pasien berobat ke dokter spesialis kulit di RSUD Sunan Kalijaga Demak. krusta. ± 2 minggu yang lalu pasien berinisiatif untuk membeli salep obat jerawat di apotek. papula eritem. pustule. Karena dirasa jerawatnya semakin parah dan merusak penampilan. Pemeriksaan fisik : Status dermatologis : Lokasi : Dahi . erosi. Setelah beberapa hari diobati sendiri bukannya sembuh malah jerawat semakin parah. Resume Telah diperiksa pasien dengan diagnosis acne vulgaris papulopustulosa dari : Anamnesis : Keluhan Utama : Jerawat Riwayat Penyakit sekarang sejak ± 3 tahun pasien mengaku pertama kali timbul jerawat. e. kemudian karena dirasa jerawat semakin banyak. gatal . Pada orang-orang yang mempunyai predisposisi akne stress dan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi atau aknenya bertambah hebat. dan mengobati sendiri dicampur dengan ramuan jamu (daun-daunan yg ditumbuk halus) dan diusapkan di muka pasien. komedo . pipi kanan dan kiri UKK : Makula eritem . sebab dapat menyebabkan keadaan yang disebut “ akne mekanika”.

kondisi ini akan mengalami perbaikan dengan bertambahnya usia. Untungnya. Sayang sekali. Penyakit ini tidak fatal.1 LATAR BELAKANG Salah satu penyakit kulit yang selalu ngetren bagi para remaja dan dewasa muda adalah jerawat atau dalam bahasa medisnya acne. Keadaan ini cenderung diturunkan dalam kelurga dan sama sekali tidak berbahaya. Jerawat adalah istilah awam untuk acne vulgaris. tetapi cukup merisaukan karena berhubungan dengan menurunnya kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah penderita. yang biasa terjadi pada usia remaja ketika terjadi perubahan hormon sehingga menghasilkan lebih banyak minyak. Tetapi beberapa orang yang mengalami kasus yang berat mungkin merasa sangat tertekan dan kehilangan kepercayaan pada diri sendiri.BAB I PENDAHULUAN I. meskipun ada beberapa cara yang sangat menolong. sampai saat ini belum ada cara penyembuh yang tuntas. .

keaktifan dari kelenjar sebasea sendiri.20tahun I. dan lengan atas.Daerah yang terkena bukan hanya wajah. papula. Akne vulgaris adalah peradangan folikel sebasea yang ditandai oleh komedo. infeksi bakteri (Propionibacterium acnes). dada. dankista. dada. faktor makanan. Jerawat merupakan suatu kondisi kulit yang umum terjadi berupa penyumbatan pada pori-pori kulit. Akne vulgaris adalah peradangan kronik folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo. Ia terutama timbul pada kulit yang berminyak berlebihan aikbat produksi sebum berlebihan ditempat glandula sebaseanya banyak. kosmetika.Orang yang sudah menginjak masa pubertas umumnya pernah mengalami jerawat. dada. jerawat dikenal sebagai acne vulgaris. BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. dan kista. di mana kelenjar yang memproduksi minyak tersumbat dan terkontaminasi dengan bakteri.1. Jerawat adalah kondisi kulit yang mengalami pembengkakan (abses) di permukaan kulit. pustula. endokrin (androgen. papula. antara lain : genetik. dan abses terutama di daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea. DEFINISI Akne adalah reaksi peradangan dalam folikel sebasea yang pada umumnya dan biasanya disertai dengan pembentukan papula. pustula. disertai penyumbatan dan penimbunan keratin. . nodula. dan punggung.2. jerawat adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga timbul beruntusberuntus dan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi. dsb). pustula. faktor psikis. timbul bintik-bintik dan meradang. kista dan nodulus ditempat predileksinya. seperti muka. leher. pada daerah – daerah predileksi seperti muka. musim. dan punggung bagian atas. Merupakan peradangan kronis dari folikel pilocebaceous (salah satu kelenjar pada kulit). Penyebab akne sangat banyak (multifaktorial). dan lengan bagian atas. badan atas. pituitary sebotropic factor. wajah. Dan jerawat ini biasanya mulai muncul pada usia 12. ETIOLOGI Berbagai faktor. dan bahan kimia lainnya. namun juga bahu. bahu bagian atas dari ekstremitas superior. jika terinfeksi menjadi absess (mengandung nanah). Ialah terutama pada remaja yang biasanya berinvolusi sebelum usia 25 tahun namun bisa berlanjut sampai usia dewasa. Dalam dunia medis. punggung. pustula. ditandai dengan adanya komedo.

Hormon Hormon androgen. Herediter Faktor herediter yang sangat berpengaruh pada besar dan aktivitas kelenjar palit (glandula sebasea). estrogen tidak berpengaruh terhadap produksi sebum. Estrogen. Bakteria Mikroba yang terlibat pada terbentuknya akne adalah corynebacterium acnes. 2. Stafilococcus epidermidis. & Lim James didapatkan bahwa konsentrasi testosteron dalam plasma penderita akne pria tidak berbeda dengan yang tidak menderita akne.Berbeda dengan wanita. 1. Pada keadaan fisiologi. Pada penyelidikan Pochi. dan pityrosporum ovale. Progesteron. Hormon gonadotropin mempunyai efek menurunkan produksi sebum. tetapi banyak faktor yang berpengaruh: 1.Penyebab yang pasti belum diketahui. pada testosteron plasma sangat meningkat pada penderita akne. kemungkinan besar anaknya akan menderita akne. Acnes yang bekerja secara tidak langsung. Akne yang keras selalu disertai pengeluaran sebore yang banyak 2. Frorstrom dkk. Produksi sebum tetap selama siklus menstruasi. sebum sebum merupakan faktor utama penyebab timbulnya akne. dalam jumlah fisiologik tak mempunyai efek terhadap efektivitas terhadap kelenjar lemak. Progesteron. Apabila kedua orang tua mempunyai parut bekas akne. Hormon ini memegang peranan yang penting karena kelenjar palit sangat sensitif terhadap hormon ini. akan tetapi kadang-kadang progesteron dapat menyebabkan akne premenstrual. Hormon ini menyebabkan kelenjar palit bertamabah besar dan produksi sebum meningkat. Estrogen dapat menurunkan kadar gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisis. Hormon androgen berasal dari testes dan kelenjar anak ginjal (adrenal). Dari ketiga mikroba ini yang terpenting yakni C. .

3. Iklim Di daerah yang mempunyai empat musim. akan tetapi dari penyidikan terakhir ternyata diet sedikit atau tidak berpengaruh terhadap akne. Mekanisme yang pasti mengenai hal ini belum diketahui. Psikis Pada beberapa penderita. sinar ini juga dapat menembus epidermis bagian bawah dan bagian atas dermis sehingga berpengaruh pada bakteri yang berada dibagian dalam kelenjar palit. teori lain mengatakan bahwa eksaserbasi ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon androgen dari kelenjar anak ginjal dan sebum. Pada tikus. Pada penderita yang makan banyak karbohidrat dan zat lemak. Pada kegagalan dari kelenjar hiopofisis. gonadotropin. dan kortikotropin dari kelenjar hipofisis diperlukan untuk aktivitas kelenjar palit. Sinar ultraviolet (UV) mempunyai efek membunuh bakteri pada permukaan kulit. bahkan asam lemak dalam sebum pun meningkat. 5. Selain itu. 6. kosmetika . Menurut Cunliffe. dan 20% bertambah hebat. Diet Beberapa pengarang terlalu membesar-besarkan pengaruh makanan terhadap akne. stress dan gangguan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi akne. tidak dapat dipastikan akan terjkadi perubahan pada pengeluaran sebum atau komposisinya karena kelenjar lemak bukan alat pengeluaran lemak yang kita makan. Kecemasan menyebabkan penderita memanipulasi aknenya secara mekanis. sehingga terjadi kerusakan pada dinding folikel dan timbul lesi yang beradang yang baru.Hormon-hormon dari kelenjar hipofisis. sebaliknya kebanyakan membaik pada musim panas. 20% tidak ada perubahan. hormon tirotropin. Sinar UV juga dapat mengadakan pengelupasan kulit yang dapat membantu menghilangkan sumbatan saluran pilosebasea. Bertambah hebatnya akne pada musim panas tidak disebabkan oleh sinar UV melainkan oleh banyaknya keringat pada keadaan yang sangat lembab dan panas tersebut. Penurunan sebum diduga disebabkan oleh adanya suatu hormon sebotropik yang berasal dari baga tengah (lobus intermediate) kelenjar hipofisis. biasanya akne bertambah hebat pada musim dingin. 4. sekresi sebum lebih rendah dibandingkan dengan orang normal. pada musim panas didapatkan 60% perbaikan akne.

Pemakaian bahan-bahan kosmetika tertentu. Meskipun kebanyakan jerawat terjadi pada masa remaja atau dewasa muda. Penyelidikan terbaru diLeeds tidak berhasil menemukan hubungan antara lama pemakaian dan jumlah kosmetika yang diapai dengan hebatnya kane. baik pada saat stress karena banyak masalah. obat anti konvulsan (difenilhidantoin. dan bahn pewarna merah D &C dan asam oleic). merk. Meskipun demikian akne vulgaris dapat pula terjadi pada usia lebih muda atau lebih tua dari pada usia tersebut. Bahan yang sering menyebabkan akne ini terdapat pada berbagai krem muka seperti bedak dasar (faundation). lauril alcohol. KLASIFIKASI . Reaktivitas Disamping faktor-faktor diatas masih ada factor “X” pada kulit yang merupakan factor penting yang menentukan hebatnya akne. seperti lanolin. Jenis kosmetika yang dapat menimbulkan akne tak tergantung pada harga. vitamin B 12. dan 16-19 tahun pada pria. tetapi karena kosmetika tersebut memang mengandung campuran bahan yang bersifat komedogenik atau bahan dengan konsentrasi yang lebih besar.3. fenobarbital dan trimetandion). tetapi dalam kenyataannya jerawat juga timbul pada berbagai golongan usia lainnya. seperti yodida. pelembab (moisturiser). Pada waktu pubertas terdapat kenaikan dari hormon androgen yang beredar dalam darah yang dapat menyebabkan hiperplasia dan hipertrofi dari glandula sebasea. atau dapat pula sebaliknya pada saat sedang sangat berbahagia. 7. II. anak. EPIDEMIOLOGI Insiden akne vulgaris 80-100% pada usia dewassa muda. INH. tetrasiklin. Suatu kosmetika dapat bersifat lebih komedogenik tanpa mengandung suatu bahan istimewa.4. Yang mengandung bahan-bahan. pektrolatum. dan krem malam. secara terus menerus dalam waktu lama. kortikosteroid. Jerawat seringkali dihubungkan dengan kondisi tubuh. krem penahan sinar matahari (sunscreen). Antara lain pada bayi. bahkan pada manula. minyak tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan kimia murni (butil stearat. Bahan-bahan Kimia Beberapa macam bahan kimia dapat menyebabkan erosi yang mirip dengan akne (akneform eruption). dan kemurnian bahannya. yaitu umur 14-17 tahun pada wanita. I. dapat menyebabkan suatu bentuk akne ringan yang terutama terdiri dari komedo tertutup dan beberapa lesi papulopustular pada pipi dan dagu. 8.

Klasifiksi yang dibuat oleh Plewig dan Kligman dalam buku Acne : Morphogenesis and Treament (1975) : Akne : A. Menurut GRUPPER (1977) jenis akne ialah sebagai berikut: I.Akne Sejati : a. kobal) Jenis akne ada dua: akne sejati dan erupsi akneformis. Akne venenata c. Akne komedonal akibat agen fisik dan varietasnya : § Solar comedones § Akne radiasi (sinar x. Akne vulgaris b. Akne vulgaris dan varietasnya : § Akne tropikalis § Akne fulminan § Pioderma fasiale § Akne mekanika dan lainnya B. Akne fisika . Akne venenata akibat kontaktan eksternal dan varietasnya : § Akne kosmetika § Pomeda acne § Akne klor § Akne akibat kerja § Akne deterjen C.

Akne kosmetika 2. 1. Akne berat: nodus. Akne papulo-pustular 5. Erupsi Akneiformis Menurut Frank (1979) erupsi akneformis ada berbagai macam: 1.a. akne karena hormon (testosteron. progesterone). Akne komedonal meradang 3. akne fulminan 4. Akne vulgaris : 1. 1. Akne jabatan/kerja c. banyak komedo. Akne radiasi 3 Akne estivalis II. Akne konglobata. . Ane klor 3. Akne komedonal tak meradang 2. akne troipika 2. akne neonatorum 6. 7. b. kista. papul. pioderma fasiale 5. Akne senilis 2. Akne berat: lesi agak banyak 6. pustul. akne mekanika 3. Akne papula ringan 4.

akne fulminan. Adanya keratinisasi folikel 3. Meningkatnya produksi sebum pada penderita akne disebabkan oleh respon organ akhir yang berlebihan (end-organ hyperresponse) pada kelenjar palit terhadap kadar normal androgen dalam darah. lilin (wax). Sebum bersifat komedogenik tersusun dari campuaran skualen. dan trigliserida. Pada penderita akne terdapat peningkatan konversi hormon androgen yang normal berada dalam darah (testosteron) kebentuk metabolit yang lebih aktif (5-alfa dihidrotestosteron). akne stivalis. Kenaikan sekresi sebum Akne biasanya mulai timbul pada masa pubertas pada waktu kelenjar sebasea membesar dan mengeluarkan sebum lebih banyak. Peradangan (inflamasi). akne mekanika. Akne mungkin juga berhubungan dengan komposisi lemak. dan steatoma multipleks. pomade acne. Akne vulgaris dan 2. Bakteri 4. drug acne. akne deterjen. lipid polar. Terbukti bahwa. II. kholesterol. Pertumbuhan kelenjar palit dan produksi sebum dibawah pengaruh hormon androgen. lesi akne hanya ditemukan dibeberapa tempat yang kaya akan kelenjar palit. akne akibat kerja. nodus. Asam lemak bebas yang terbentuk dari trigliserida dalam sebum menyebabkan kekentalan sebum bertambah dan menimbulkan sumbatan saluran pilosebasea serta reaksi radang disekitarnya (komedogenik). Pembentukan pus. acne excoriae des jeunes filles. Ada empat hal penting yang berhubungan dengan terjadinya akne : 1. pada kebanyakan penderita. akne konglobata. Terdapat korelasi antara hebatnya akne dan produksi sebum. Hormon ini mengikat reseptor androgen di sitoplasma dan akhirnya menyebabkan proliferasi sel penghasil sebum.5 PATOGENESIS Patogenesis akne vulgaris sangat kompleks dipengaruhi banyak faktor dan kadang-kadang masih controversial. acne with facial edem.Strauss dalam buku Dermatology in General Medicine (1993) menulis akne terdiri atas : 1. Pada penderita akne terdapat kecenderungan mempunyai kadar skualen dan ester . ester dari sterol. akne kosmetika. akne tropikalis. Miscellaneous types of acne yang terdiri atas akne neonatal. dan kista terjadi sesudahnya. 1. kenaikan sekresi sebum 2.

. Tampaknya ketiga macam bakteri ini bukanlah penyebab primer pada proses patologis akne. Mungkin hal ini ada hubungan dengan terjadinya hiperkeratinisasi pada kelenjar sebasea. dan pityrosporum ovale (malazzea furfur). Bertambahnya produksi korniosit dari sel keratinosit merupakan salah satu sifat komedo. Keratinisasi folikel Keratinisasi pada saluran pilosebasea disebabkan oleh adanya penumpukan korniosit dalam saluran pilosebasea. rendah. yang akan menimbulkan hiperkeratosis folikuler dan penurunan fungsi barier dari epitel.Acnes. Menurut Downing. Kadar oksigen dalam folikel berkurang dan akhirnya menjadi kolonisasi C. Apakah bakteri yang berdiam dalam folikel (residen bacteria) mengadakan eksaserbasi tergantung pada lingkungan mikro dalam folikel tersebut. akibat dari meningkatnya sebum pada penderita akne. bakteri ini memproduksi porfirin. Menurut hipotesis Saint-Leger skualen yang dihasilkan oleh kelenjar palit dioksidasi dalam kelenjar folikel dan hasil oksidasi ini dapat menyeebabkan terjadinya komedo. sedangkan kadar asam lemak terutama asam leinoleik. Kadar sterol bebas juga menurun pada komedo sehingga terjadi ketidak seimbangan antara kholesterol bebas dengan kholesterol sulfat sehinggga adhesi korneosit pada akroinfundibulum bertambah dan terjadi hiperkeratosis folikel. Hal ini dapat menyebabkan defisiensi asam lenoleik pada epitel folikel. Stafylococcus epidermidis. Terdapat hubungan terbalik antara sekresi sebum dan konsentrasi asam linoleik dalam sebum. Bakteri Tiga macam mikroba yang terlibat dalam patogenesis akne adalah corynebakterium Acne.lilin (wax) yang tinggi. Adanya sebore pada pubertas biasanya disertai dengan kenaikan jumlah corynebacterium acne. Beberapa lesi mungkin timbul tanpa ada mikroorganisme yang hidup. terjadi penurunan konsentrasi asam lenolik. tetapi tidak ada hubungan dengan jumlah bakteri pada permukaan kulit atau dalam saluran pilosebasea dengan derajat hebatnya akne. 3. 2. Walaupun asam lenoleik merupakan unsur penting dalam seramaid-1. Hal ini dapat disebabkan :    bertambahnya erupsi korniosis pada saluran pilosebasea Pelepasan korniosit yang tidak adekuat Kombinasi kedua faktor diatas. Bakteri mungkin berperan pada lamanya masing-masing lesi. sedangkan pada lesi yang lain mikroorganisme mungkin memegang peranan penting. lemak lain mungkin juga berpengaruh pada patogenesis akne. Dinding komedo lebih mudah ditembus bahan-bahan yang menimbulkan peradangan. yang bila dilepaskan dalam folikel akan menjadi katalisator untuk .

yang terdapat di dalam sel tanduk serta lemak dari kelenjar palit dapat menyebabkan reaksi non spesifik. Peradangan Faktor yang menyebabkan peradangan pada akne belumlah diketahui dengan pasti. Terdapat empat mekanisma utama kejadian jerawat. memegang peranan penting dalam proses peradangan. Pencetus kemotaksis adalah dinding sel dan produk yang dihasilkan oleh C. propionibacterium acnes yang cepat (folikel pilosebaceous yang tersumbat akan memerangkap nutrien dan sebum serta menggalakkan pertumbuhan kuman. Bahan keratin yang sukar larut. protease. juga terjadi aktivasi jalur komplemen klasik dan alternatif (classical and alternative complement pathways).terjadinya oksidasi skualen. Proses terbentuknya dimulai dengan adanya radang saluran kelenjar minyak kulit.Acnes. Pada masa permulaan peradangan yang ditimbulkan oleh C. · Inflamasi (radang) akibat hasil sampingan kuman propionibacterium acnes. sedangkan folikel yang lain tetap normal 4. Hipotesis ini dapat menerangkan mengapa akne hanya dapat terjadi pada beberapa folikel. PMN dapat mencerna C. Acnes dan mengeluarkan enzim hidrolitik yang bisa menyebabkan kerusakan dari folikel sebasea. yang disertai makrofag dan sel-sel raksasa. dapat menarik leukosit nucleus polimorfi (PMN) dan limfosit.Acnes juga meningkat pada penderita akne hebat. hialuronidase. · Pertumbuhan kuman.Acnes seperti lipase. Respon penjamu terhadap mediator juga amat penting. Factor kemotaktik yang berberat molekul rendah (tidak memerlukan komplemen untuk bekerja aktif). kemudian dapat menyebabkan sumbatan aliran sebum yang dikeluarkan oleh kelenjar sebasea di . lesitinase dan nioranidase. Penurunan tekanan oksigen dan tingginya jumlah bakteri ini dapat menyebabkan peradangan folikel. · Kelenjar minyak menjadi besar (hipertropi) dengan peningkatan penghasilan sebum (akibat rangsangan hormon androgen) · Hiperkeratosis (kulit menjadi tebal) epitelium folikular (pertumbuhan sel-sel yang cepat dan mengisi ruang folikel polisebaceous dan membentuk plug). bila keluar dari folikel. Limfosit dapat merupakan pencetus terbentuknya sitokin. Selain itu antibody terhadap C. Bila masuk kedalam folikel. sehingga oksigen dalam folikel tambah berkurang lagi.

papul. Bila peradangan surut terjadi jaringan parut. pustula.6 GEJALA KLINIK Keluhan yang sering timbul biasanya lebih karena gangguan estetik atau keindahan yang dirasakan oleh penderita. Akne jenis ini disebut akne venenata. berat. Banyak terdapat di muka. punggung. sehingga timbul erupsi ke permukaan kulit yang dimulai dengan komedo. II. Berat ringannya penyakit Akne vulgaris ringan. baik dari kosmetik. dada. atau kista. Hanya terdapat pada daerah yang terpapar. lengan atas dan bawah. Akne vulgaris I. nodus. bahan kimia. punggung bagian atas.pustulosa. nodulo-kistik. dan lengan bagian atas. cuaca. bukan karena gangguan fisik kesehatan secara umum. dan sedang. Memang kadang-kadang jerawat menyebabkan rasa gatal yang mengganggu atau bahkan rasa sakit. makanan. bahu dan lengan atas. biasanya di muka. Perubahan jumlah dan konsistensi kelenjar minyak dalam kulit yang terjadi karena berbagai faktor. Sumbatan saluran kelenjar minyak dapat terjadi karena: 1. leher. hormonal. Morfologi klinis Akne vulgaris komedonal. 3. Isi kista biasanya pus dan darah. papulosa. 2. Nomenklatur diagnosis akne vulgaris dapat dilakukan menurut : 1. Erupsi kulit berupa komedo. II. antara lain: genetik. stress fisik. detergen. Isi komedo ialah sebum yang kental atau padat. nodus dan kista. Dapat disertai rasa gatal. .permukaan kulit. pustul. IIV. 2. Saluran keluar kelenjar sebasea menyempit akibat radiasi sinar ultra violet atau sinar radioaktif. tetapi umumnya tidak ada efek menyeluruh pada tubuh yang ditimbulkan. dikenal sebagai akne fisik. bahu. III. Tertutupnya saluran keluar kelenjar sebasea oleh masa eksternal. serta betis. dll. Proses peradangan selanjutnya akan membuat komedo berkembang menjadi papul. yakni di muka. Terjadi pada acne vulgaris. rasial. leher. Penderita biasanya mengeluh adanya erupsi kulit pada tempat-tempat predileksi.

Lesi terutama timbul di daerah yang banyak mempunyai kelenjar palit seperti muka. punggung. pustul. Komedo. II. Kista kecil. Bila terjadi peradangan akan terbentuk papula. 3. lesi dapat meninggalkan eritem dan hiperpigmentasi pasca inflamasi. dan peradangan lebih dalam di muka III. Selain itu bisa terlihat nodulus. punggung dan dada. dan kista. Penentuan berat ringan penyakit atau tingkat I – II – III – IV berbeda diantara para penyelidik satu dengan yang lainnya. Akne vulgaris nodulosa-kistik disebut sebagai yang ada inflamasi. Ia akibat fungsi lobang folikular sebasea yang salah maupun oleh proses hiperkeratinisasi yang salah pada lubah folikular. pustula. papul. Komedo lazim dikenal senagai kepala hitam (komedo terbuka) dan kepala putih (komedo tertutup). pustul. Komedo di muka II. Komedo. IV. Sumbat yang dihasilkan komedo mendilatasi mulut folikel dan papula dibentuk oleh peradangan sekeliling komedo. Kombinasi 1 & 2 Akne vulgaris papulosa ringan Akne vulgaris pustulosa berat. pustula. papul. Bila sembuh. jaringan parut dan keloid. atau papula yang telah terinfeksi bisa terbentuk disekeliling komedo. infiltrasi granulomatosa dalam peradangan karena asam lemak atau piokokus. Bentuk lesi akne vulgaris adalah polimorf.Akne vulgaris komedonal dan papulosa disebut juga tanpa inflamasi. nodul.7 DIAGNOSIS . dan lebih dalam peradangan di muka. Akne konglobata. Berikut ini dicantumkan empat gradasi menurut PILL SBURY (1963) I. dan dada. Komedo dapt menjadi lesi dasar pada akne. Lesi yang khas adalah komedo. bahkan dapat terbentuk sikatrik seperti cetakan es yang atrofik ( Ice pick lilac atropic scar) dan keloid.

Pada akne vulgaris kadar asam lemak bebas ( free fatty acid) meningkat dan karena itu pada pencegahan dan pengobatan digunakan cara untuk menurunkannya. dan lain-lainya. juga di punggung dan dada. Sebum yang menyumbat folikel tampak sebagai massa padat seperti lilin atau massa lebih lunak bagai nasi yang ujungnya kadang berwarna hitam. komedo tertutup (“white heads”). nodul pada muka. yodida. namun hasilnya sering tidak memuaskan. radang sudah menghilang di ganti dengan jaringan ikat pembatas massa cair sebum yang bercampur dengan darah. lebih banyak di tengahtengah (pusat) Menurut Andrianto dan Sukardi (1988) Diagnosis akne sebagai berikut :   Harus dicari faktor penyebab atau pencetusnya termasuk umur penderita Klinis ditemukan adanya komedo dan lokalisasi yang khas. Diagnosis akne vulgaris ditegakkan atas dasar klinis dan pemeriksaan ekskokleasi sebum. Pemeriksaan histopatologis memperlihatkan gambaran yang tidak spesifik berupa sebukan sel radang kronis di sekitar folikel sebasea dengan massa sebum di dalam folikel. Pemeriksaan susunan dan kadar lipid permukaan kulit ( skin surface lipids) dapat pula dilakukan untuk tujuan serupa. bromida. Pemeriksaan mikrobiologis terhadap jasad renik yang mempunyai peran pada etiologi dan patogenesis penyakit dapat dilakukan laboratorium mikrobiologi yang lengkap untuk tujuan penelitian. punggung. umumnya diagnosis akne vulgaris didasarkan pada campuran lesi terbentuk komedo.dan mungkin luka bekas (scar) Sebagian besar menyerang remaja Umumnya paling banyak di muka. INH. barbiturat. nodul. yaitu pengeluaran sumbatan sebum dengan komedo ekstraktor (sendok Unna).8. jaringan mati.Walaupun satu macam lesi lebih dominan daripada lesi yang lain. Klinis berupa . trimetadion. dan dada. dan keratin yang lepas. pustula. Diagnosis pasti menurut Orkins (1991)    Penyakit pleomorfik dengan campuran dari komedo terbuka (“blackheads”). Erupsi akneiformis yang disebabkan oleh obat misalnya kortikosteroid. ACTH. papula. difenilhidantoin. papula. DIAGNOSIS BANDING 1. II. Pada kista.

Pengobatan membutuhkan waktu lama dan kemungkinan diseratai efek samping. 3. Sifat akne adalah kumat-kumatan dan kita hanya bisa mengurangi dan mengontrol aknenya dan bukan menyembuhkannya. maupun faktor eksternal (makanan. dan dahi. hormonal). stres) yang kadang-kadang tidak dapat dihindari oleh penderita.erupsi papul-papul yang timbul diberbagai tempat pada kulit tanpa adanya komedo. Dermatitis Perioral yang terjadi terutama pada wanita. dan pustul disekitar mulut yang terasa gatal. pada penderita harus diterangkan bahwa akne disebabkan oleh tipe kulit dan perubahan hormon pada masa pubertas. pustul. familial. dan macam lesi. dagu. selain diperlukan obat-obatan juga diperlukan kerjasama yang baik antar si penderita dengan dokter yang merawatnya. Merupakan penyakit peradangan kronik di aerah muka dengan gejala eritem. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan akne vulgaris meliputi usaha untuk mencegah terjadinya erupsi (preventif) dan usaha untuk menghilangkan jerawat yang terjadi (kuratif). lokalisasi. untuk itu. b. Penerangan a. c. teleangiektasis dan kadang-kadang disertai hipertrofi kelenjar sebasea di hidung. misalnya akne venenata dan akne komedonal oleh rangsangan fisis. PENGOBATAN AKNE Tujuan pengobatan akne adalah mencegah timbulnya sikatrik serta mengurangi frekuensi dan kerasnya eksaserbasi akne. A. Klinis berupa polimorfi eritema. Dapat disertai papul. tidak gatal. Komedo tidak terdapat. Rosasea (dulu:akne rosasea). kerasnya. bisa berupa komedo atau papul.9. pustul. Dapat terjadi pada segala usia. . atau kista. musim.Nasehat Umum dan Dorongan Mental 1. True Akne lain. II. yang menyebabkan timbulnya sebore dan bertambahnya produksi bahan tanduk di dalam saluran kelenjar palit karena reaksi kelenjar palit yang berlebihan terhadap kadar hormon sex yang normal. faktor penyebab adalah makanan atau minuman panas. 4. dan nodulus. pipi. dan kadang-kadang disertai demam. Umumnya lesi monomorfi. dengan tempat predileksi di tempat kontak zat kimia atau rangsangan fisisnya. Kedua usaha tersebut harus dilakukan bersamaan mengingat bahwa kelainan ini terjadi akibat pengaruh berbagai faktor (multifaktorial). papul. baik faktor internal dari dalam tubuh sendiri (ras. Pengobatan akne didasrkan pada tipe. 2. timbul mendadak.

2. Sebaiknya pasien dianjurkan untuk menghentikan pemakaian kosmetik yang tebal dan hanya memakai kosmetik yang ringan. Mencuci muka hanya menghilangkan lemak yang ada dipermukaan kulit. perawatan kulit kepala juga tidak berpengaruh terhadap akne.d. bahkan pemakaian sabun berlebihan bersifat aknegenik dan dapat menyebabkan akne bertambah hebat (akne venenata). 5) Emosi dan faktor psikosomatik Pada orang-orang yang mempunyai predisposisi akne stress dan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi atau aknenya bertambah hebat. Perlu pula dianjurkan untuk . penyelidikan Plewig dan Kligman gagal membuktikan hal itu. yang tidak berminyak serta tidak mengandung obat (non medicated). Menurut Plewig Kligman tak terbukti bahwa muka kurang di cuci akan bertambah hebat atau terlalu seing mencuci muka ada gunanya. 3) Kosmetika dan bahan-bahan lain Bahan-bahan yang bersifat aknegenik lebih berpengaruh pada penderita akne. Perawatan 1) Perawatan di muka Pemakaian sabun bakteriostatik dan deterjen tidak dianjurkan. 92% penderita akne akan memberikan respon terhadap pengobatan. 2) Perawatan kulit kepala dan rambut Seperti halnya membersihkan muka. Walaupun menurut banyak pengarang ketombe dan dermatitis seboroik lebih banyak terdapat pada penderita akne. 4) Diet Menurut teori yang baru efek makanan terhadap akne diragukan oleh banyak penyelidik maka diet khusus tidak dianjurkan pada penderita akne. sebaiknya dilarang sebab dapat memperhebat akne dan ketombenya dapat kumat kembali dalam beberapa minggu. tetapi tidak mempengaruhi lemak yang ada di dalam folikel. Pemakaian sampo yang mengandung obat untuk penderita akne dengan ketombe. Bahan ini dapat membentuk komedo lebih cepat dan lebih banyak pada kulit penderita akne.

asam salisilat dan lain-lain. karena dapat mempercepat hilangnya mediator perradangan dan bahan-bahan toksik: Iritan fisik: · Sinar UV · Cryo Slush: CO2 padat. memijit dan menggosok akne. antibiotika mempunyai pengaruh. c. sulfur. I. Tiap-tiap bahan kimia atau iritan fisik dapat menambah aliran darah. nitrogen cair.dalam hal ini. Iritan Kimiawi : Resorsinol. Sulfur dan resorsinol telah dipakai selama bertahun-tahun sebagai bahan yang mengadakan pengelupasan kulit (peeling) atau mengeringkan jerawat. B. fenol. sebab dapat menyebabkan keadaan yang disebut “ akne mekanika”. ssedangkan terapi topical diperlukan selama perjalanan penyakit. Akne ringan hanya membutuhkan terapi topical. dapat mempercepat regresi lesi yang beradang. Untuk mengontrol penyakitnya dan mencegah terjadinya sikatrik. sedangkan penderita akne sedang dan berat membutuhkan terapi oral dan topical. Pengobatan topikal Pengobatan topical yang paling banyak adalah benzoil peroksida.tidak memegang-megang. dan freon. vitamin A asam. Penderita mungkin membutuhkan antibiotika oral secara berkala selama 6 bulan. Mempercepat resolusi beradang. Obat-obatan Ada tiga hal yang penting pada pengobatan akne: a. dan antibiotika topical. Pengobatan akne memerlukan waktu yang lama berbulan-bulan bahkan sampai bertahuntahun. Mencegah pecahnya mikrokomedo atau meringankan reaksi keradangan. . Mencegah timbulnya komedo : biasanya dipakai bahan-bahan pengelupasan kulit b. Sulfur sampai sekarang masih dipakai.

Pada umumnya hasil terapi baru tampak setelah 8 minggu pengobatan.Zat dapat bersifat komedogenik dan komedolitik. dan umur penderita. Tidak mencuci muka terlalu sering c. · Sebagai “ counter-iritan”. pada permulaan. karena menyebabkan vaskularisasi bertambah dan membantu resorpsi papula dan nodul yang sukar hilang. hidung. Hati-hati pemakaian disudut mulut. Pada permulaan pengobatan. antiinflamasi lebih baik dan kurang ritatif. Zat ini merupakan “ counter iritan” yang efektif. 2. Asam salisilat dalam propelen – glikol dan etil laktat mungkin juga berguna. 1. Benzoil peroksida zat ini tidak saja membunuh bakteri. dan mukosa. Bila terjadi eritema dan diskuamasi setelah lima hari obat dpat dipakai untuk dua kali sehari. sehingga bahanbahan toksik dapat lebih mudah keluar dan komedo akan pecah. Menghindar dari sinar matahari b. pasien merasa seperti . bahan dasar yang dipakai. biasanya disertai rasa seperti tersengat atau terbakar. jeniskulit yang diobati. Iso tretinoin. Pada pemakaian tretinoin dianjurkan : a. melainkan juga menyebabkan deskuamasi dan juga timbulnya gumpalan di ddalm folikel. Cara kerja tretinoin : · Komedolitik: mencegah sel-sel tanduk melekat satu sama lain dengan menghambat pembentukan tonofilamen dan mengurangi ikatan antara sel-sel keratin · Mempercepat pergantian sel epitel folikel · Epitel folikel yang membentuk mikrokomedo menjadi lebih permiabel. Efeknya tergantung pada konsentrasi. Disbanding denga tretinoin. Tidak memakai obat terlalu banyak d. penderita dianjurkan untuk memakai obat sekali sehari pada malam hari. sifat komedogeniknya 80% dari tretinoin. Tretinoin (vitamin A asam) Tretinoin adalah suatu obat kerass yang dapat menyebabkan eritema hebat dengan pengelupaan kulit.

Sebaiknya dimulai dari dosis rendah dahulu. diperoleh efek sinergistik. kurang efektif dibandingkan dengan tretinoin. Gejala ini akan berkurang dalam beberapa minggu. . Efek samping pada pemakaian lama adalah sensitisasi secara kontak (2. larutan. Bila vitamin A asam dan benzoil peroksida digunakan bersama-sama. kecuali pada beberapa kasus terjadi colitis pseudomembranosa. jel. d. dan sabun. kemudian lambat laun diganti dengan dosis tinggi. Pada bentuk komedo. Mengeringkan pustula lebih tepat daripada tretinoin. Vitamin A asam dapat menyebabkan kulit lebih permiabel sehingga meningkatkan konsentrasi benzoil peroksida dalam jaringan. Antibiotika topical Pemakaian bahan antimikroba dapat dibenarkan. b.terbakar. Antibiotika yang sering dipakai : Clindamisin 1 %: relatif stabil. kurang menyebabkan iritasi dan rasa tak menyenangkan bagi penderita. 3. Tetapi tak satupun bahan-bahanyang memiliki efek seperti ini terdapat dalam bentuk krem. bila mengurangi populasi C. Acnes atau hasil metabolismenya seperti lipase atau porfirin. Tidak menyebabkan bertambah hebatnya (flare-up) akne pada bulan pertama pengobatan.5 % dari kasus). tetapi sayang keduanya tak dapat dipakai bersama-sama dalam satu bahan dasar. Cara kerja: · Anti bakteri yang kuat · Komedolitik · “counter-iritan” Dibanding dengan vitamin A asam benzoil peroksida a. c. Eritromisin 2 % : tidak mengadakan iritasi dan dapat menyebabkan suatu dermatitis kontak. Kombinasi vitamin A asam dengan benzoil peroksida.

vitamin A asam. Efek asam alfa hodroksi tergantung pada macam. Aasam aseleik Suatu dikarbosilisik yang dapat mengurangi jumlah C. tetrasiklin merupakan antibiotika primer. Asam-asam alfa hidroksi (AAAH) Mekanisme kerja Konsentrasi rendah : mengurangi kohesi korniosit berguna untuk lesi yang tidak beradang. Konsentrasi tinggi : § Epidermolisis subkorneal atap pustula pecah.5 % -5 % : sekarang jarang dipakai karena menyebabkan kulit berwarna kuning.Tetrasiklin 0. eritromisi topical. . Pengobatan Oral 1. Dalam hal ini. tetrasiklin oral. Nampaknya eritromisin juga mempunyai efek terapi yang sama dan cukup aman. Acnes. § Mengurangi granula keratohialin pada saluran pilosebasea § Sifat iritasinya lebih kecil dan dapt ditolelir dengan baik § Mempunyai efek anti inflamasi 5. konsentrasi. Efeknya : § Sama dengan benzoil peroksida. vehikulum. 1. waktu pajanan dan kondisi-kondisi lain. toksisitasnya harus rendah. sebab sudah diketahui aktivitas dan toksisitasnya. § Dermis : mensintesa kolagen baru. Antibiotika Oral Karena obat-obat ini digunakan dalam jangka waktu yang lama. 4. Iritan fisik II.

Minosiklin : diabsorbsi lebih bagus dan tidak dipengaruhi oleh makanan. doksisiklin. Acnes. Antibiotika tak pernah dipakai sendiri. Dosis 50-100 mg perhari. minosiklin. akan tetapi mahal. Acnes. § Mempunyai efek bakterisida terhadap C. Dosis konvensional: tetrasiklin 1 gram per hari diberikan setengah jam sebelum makan.Indikasi primer antibiotika oral adalah bentuk papulopustular sedang sampai berat akne konglobata. § Terkonsentrasi pada tempat peradangan. Linkomisin dan Klindamisin Keduanya merupakan obat yang paling baru dan sama efektivitasnya. Dosis : 1 gr / hari c. Sering menyebabka colitis pseudomembranosa. Eritromisin dan eritromisin stearat adalah bentuk yang dapat diterima. tetapi bersama-sama dengan obat yang mengadakan pengelupasan kulit. Dimiklosiklin 600 mg perhari b. Tetrasiklin Yang paling dikenal adalah tetrasiklin HCL. § Efektif terhadap Corynebakterium Acnes invitro § Dapat menghambat lipase ekstra seluler yang dikeluarkan oleh bakteri. Klindamisin : . a. Eritromisin Eritromisin adalah obat pilihan untuk penderita yang sensitive terhadap tetrasiklin atau wanita hamil. § Tak menghambat lipase C.

Hormon ini lebih . Acnes. Cara kerja DDS : § Anti inflamasi seperti kortikosteroid § Mustabilir lisosom. seperti akne konglobata dan papulo pustula yang sukar diobati. DDS dapat menghambat pemakaian PABA (Para Amino Benzoid Asid) oleh bakteri. d.5 mg /ml dan menyuntikkan dapat diulangi tiap 1 sampai 2 minggu. Hormon 1. Berguna untuk folikulitis gram negatif.DS (Diamino Difenil Sulfon) Seperti sulfonamida. dapat diberikan pada penderita yang tidak respon / toleran terhadap tetrasiklin dan eritromisin. 2. DDS tidak pernah dipakai sendiri. biasanya bersama-sama dengan antibiotika dan obat yang dapat mengadakan pengelupasan kulit. leukopeni.§ Efektif untuk akne yang terbentuk kistik § Absorbsinya tak berpengaruh makanan § Dapat menghambat lipase C. Obat ini hanya digunaka untuk akne dengan peradangan yang hebat. D. muntah. a. nausea. Cepat mengurangi peradangan dan mencegah timbulnya sikatrik. 3. Estrogen dan pil antihamil Diperlukan dosis estrogen relatif besar sehingga dapat menimbulkan efek feminisasi pada laki-laki dan gangguan menstruasi pada wanita. agranulositosis. kepala pusing dan reaksi pada kulit. § Efek samping . Dipakai larutan dengan konsentrasi 2. Trimetoprim Obat ini sama efektif dengan tetrasiklin. Kortikosteroid Kortikosteroid intra lesi berguna untuk lesi nodulokistik dan sinus pada akne konglobata.

siproteron asetat bersama-sama esrogen hanya digunakan pada wanita dengan akne dan sebore yang hebat. 6.000 – 100. 4. vitamin A asam sangat efektif untuk akne bentuk nodul dan kistik yang hebat. Diduga vitamin ini mempengaruhi produksi atau metabolisme androgen. Vitamin A Bila diberikan peroral bersama-sama dengan antibiotika oral dan topical.baik diberikan dalam bentuk pil antihormon yang mengandung estrogen dan progesterone terutama untuk akne premenstrual. Pada kebanyakan kasus obat ini memberikan remisi sempurna selama berbulan – bulan dan sampai bertahun-tahun. Dosis : 1 mg/kg/hari. Efek sampingnya berupa penurunan libido. Akhir-akhir ini sudah diproduksi suatu pil antihamil dengan kadar estrogen rendah yang mengandung 2 mg siproteron asetat dan 35 mg etinilestradiol. Seng (Zink) . nausea. lesu. Efek samping : gangguan selapu lendir dan kulit seperti keilitis. Akne papulopustula yang resisten dan akne konglobata yang refrakter. Kadang-kadang terlihat efek paradoksal dan terlihat pustula bertambah pada bulan-bulan pertama sampai bulan kedua. Isoretinoit Suatu bentuk 13-cis/asam retinoat digunakan untuk pengobatan akne bentuk kistik dan konglobata. Isoretinoit bersifat keratogenik. Dosis : 50. b. Anti androgen Hormon ini dapat mencegah kelenjar palit mengadakan reaksi terhadap[ testosteron.000 Iu/hari 5. peningkatan berat badan dan perdarahan tak teratur. serosis dan perdarahan hidung.

Insisi dan drainase 3. Tindakan Khusus 1. Dermabrasi b. Eksisi 4. dan memperbaiki gangguan kemotaksis leukosit. tetapi Kligman sama sekali tidak menganjurkan pemberian diuretika itu. 7. Unsure ini berpengaruh terhadap epitelisasi. C.tretinoin . tetapi diduga mempunyai efek inflamasi. Laser CO2 8.Efeknya belum diketahui dengan pasti. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya retensi cairan sebelum menstruasi. Injeksi kolagen 6. Perbaikan jaringan parut a. Cuncliff dan William menganjurkan kuarng dari satu minggu sebelum haid. Ekstraksi komedo 2. Diuretika Sering terjadi eksaserbasi akne 7-10 hari sebelum menstruasi. Pembedahan kimia .Asam Alfa Hidroksi berguna untuk menghaluskan sukatrik yang dangkal. Kebanyakan penyelidik memberikan diuretika satu minggu sebelum haid. yang disertai dengan hidrasi dermis dan juga edema pada keratin. . Suntikan kortikosteroid dan intralesi 7. aktiitas enzim pada metabolisme vitamin A. Dosis : 3 ´ 200 mg/ hari. Krioterapi 5.

05 % B. Lain-lain : . Anti bakteri : .Sulfur 4-20% . Bahan – bahan iritasi misalnya : . Sistemik A.Asam vit A 0.Kortikosteroid .Klindamisin 1 % .Peroksida benzoil 2. Topikal : A.Etil laktat 10% dalam gliserin 5-10 % dan etanol 80-85 %. jika telah membaik diturunkan 1 gr sehari -Linkomisin : 3 ´ 500 mg sehari -Klindamisin : 4 ´ 150 mg sehari .Tetrasiklin 1 % .Asam salisilat 3-5 % .5 % C. Antibakteri : -tetrasiklin 3-4 ´ 250 mg sehari (merupakan obat pilihan ) -Minosiklin : 2 ´ 50 mg sehari -Kotrimoksasol : 2 gr sehari.resorsinol 3 % .Eritromoisin 1 % . II.Menurut Adhi Djuanda (1999) pengobata akne Sebagai berikut: 1.

Retinoid dan Vit A : . dan suntikan intralesi. Bila banyak sikatrik bisa dilakukan dermabrasi oleh yang ahli. IV.10. Jarang terjadi akne vulgaris yang menetap sampai tua atau mencapai gradasi sangat berat sehingga perlu rawat inap di rumah sakit.Kortikosteroid intra lesi C. Perawatan kebersihan kulit dan diet bagi yang memerlukan dapat dianjurkan.Estrogen .Retinoit 1-2 mg/kgBB sehari D. Kombinasi DDS dengan antibiotika dapat mempercepat perbaikan lesi. Namun ada yang sukar diobati. tetapi sebagian penderita sering residif.B.Anti inflamasi non steroid (ibuprofen) . PROGNOSIS Umumnya prognosis penyakit baik. . oral 2 ´ 100 mg/hari selam 4 minggu.Dapson 2 ´ 100 mg Dapson (DDS) = diamino difenil sulfon mempunyai sifat anti radang sehingga dapat bermanfaat untuk pengobatan akne nodulokistik/ konglobata. pengobatan lain Misalnya tindakan pengeluaran sebum oleh alat ekstraktor komedo atau bedah listrik. Lain-lain : . II. Dosisnya.Vitamin A 3 ´ 150. mungkin ada faktor genetika.Anti androgen . III. Hormonal : . Akne vulgaris umumnya sembuh sebelum mencapai usia 30-40 an.000 IU sehari . bedah beku.

Hal : 132-135. Akne Vulgaris. Alarge Medical Book. Hall International Inc. Jakarta. P. Hal : 332-339. . Dermathology. Minnesota. Ed. dkk. dan Sukardi. Strauss. S. EGC.. firs edition. E.. Kapita Selekta Dermato-Venerologi. 1991.. Milton Orkin. J. 1988..DAFTAR PUSTAKA Andrianto.. Acne & Rosacea.

Rosasea dan Akne Vulgaris. E. Akne Vulgaris. Jakarta. 2002. Akne. 2000. FKUI. Hipokrates..Wasitaatmadja. Erupsi Akneiformis. Carolin wijaya & Peter Anugrerah. Cetakan 1. Ed. Marwali Harahap. Siregar . Adhi Djuanda. Cetak ulang 2002 dengan perbaikan. R. . S. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta. Cetakan III. Hal :31 – 45. Hal : 235-241. EGC. Ilmu Penyakit kulit Dan Kelamin. Ed... Ed. S. Widjaja. Edisi ke-3. Hal : 209 – 214. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Rinofema. Rosasea.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful