Askep Ulkus Peptikum

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Nyeri di ulu hati adalah tanda khas dari penyakit ini dan gejala ini pasti sering didengar. Lambung sebagai reservoir/lumbung makanan berfungsi menerima makanan/minuman, menggiling, mencampur dan megosongkan makanan ke dalam duodenum. Karena sering berhubungan dengan semua jenis makanan, minuman dan obat-obatan maka lambung akan mengalami iritasi kronis dan menjadi tukak/ulkus. Secara definisi ulkus peptikum adalah rusaknya atau hilangnya jaringan mukosa sampai lamina propria (meluas ke bawah) pada berbagai saluran pencernaan makanan yang terpajan cairan asam lambung, yaitu oesophagus, lambung, duodenum, dan setelah gastroenterostomi juga jejunum. Namun, penyakit ini timbul terutama pada duodenum dan lambung. Lambung sebagai reservoir makanan berfungsi menerima makanan/minuman,

menggiling,mencampur, dan mengosongkan makanan ke dalam duodenum. Lambung yang selalu berhubungan dengan semua jenis makanan, minuman dan obat-obatan akan mengalami iritasikronik. Lambung sebenarnya terlindungi oleh lapisan mucus, tetapi oleh karena beberapafactor iritan seperti makanan, minuman, dan obat-obatan anti inflamasi non-steroid (NSAID),alcohol dan empedu, yang dapat menimbulkan defek lapisan mukosa dan terjadi difusi balik ion H+. sehingga timbul gastritis akut/kronik atau ulkus gaster. Dengan ditemukannya kuman H. pylori pada kelainan saluran cerna, saat ini dianggap H. Pylori merupakan penyebab utamaulkus gaster, di samping NSAID, alcohol dan sindrom Zollinger Ellison yang menyebabkanterjadinya peningkatan produksi dari hormon gastrin sehingga produksi sehingga produksi HCL pun turut meningkat.

1.2 Rumusan Masalah 1.1.1 Bagaimana anatomi dan fisiologi lambung ?

1.1.2 Apa pengertian dari Ulkus peptikum ? 1.1.3 Apa etiologi dari Ulkus peptikum ? 1.1.4 Bagaimana patofisiologi dari Ulkus peptikum ?

1.1.6 Apa saja manifestasi klinis pasien yang mengalami Ulkus peptikum ? 1.1.8 Bagaimana penatalaksanaan dan pencegahan pada Ulkus peptikum ? 1.1.9 Bagaiman pemeriksaan penunjang pada Ulkus peptikum ? 1.1.10 Bagaimana komplikasi pada Ulkus peptikum? 1.1.11 Bagaimana Asuhan Keperawatan padaa pasien yang mengalami Ulkus peptikum ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum Menjelaskan tentang apa itu hidrosefalus dan bagaimana asuhan keperawatan yang harus dilakukannya. 1.3.2 1.3.3 1.3.4 1.3.5 1.3.6 1.3.7 1.3.8 1.3.9 Tujuan kusus Menjelaskan anatomi dan fisiologi lambung Menjelaskan tentang ulkus peptikum Menjelaskan etiologi dari ulkus peptikum Menjelaskan patofisiologi dari ulkus peptikum Menjelaskan manifestasi klinis pada pasien yang mengalami ulkus peptikum Menjelaskan penatalaksanaan dan pencegahan pada pasien ulkus peptikum Menjelaskan pemeriksaan penunjang pada pasien ulkus peptikum

1.3.10 Menjelaskan komplikasi pada pasien ulkus peptikum 1.3.11 Menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien ulkus peptikum

1.4

Manfaat

Mengetahui dan menjelaskan apa itu ulkus peptikum, cara menanganinya dan bagaimana asuhan keperawatannya.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Anatomi dan Fisiologi Lambung terletak di bagian kiri atas abdomen . Jika kosong berbentuk tabung J dan jika penuh seperti buah alpukat raksasa Kapasitas normal lambung adalah sebesar 1-2 L  Bagian utama dari lambung terdiri dari : 1. Fundus 2. Badan lambung 3. Pylorus

1. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan itu sendiri . 2. Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. 3. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari atau sering disebut duodenum. Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni : 1. Mucosa. 2. Submucosa. 3. Muscularis. 4. Serosa. 1. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan.

Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Aroma. warna. dan menyerong. Sel chief (chief cell). 2. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya. pepsin. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan 4. 1. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin. Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. 3. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap. dan renin. 3. gerak peristaltik (gerak menggelombang). bentuk. Sel chief memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.2. 2. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung. yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot. Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan. 3. urea.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen. Sel goblet (goblet cell). musin. . Getah lambung mengandung asam lambung (HCI).  Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. memanjang. yaitu : 1. dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel parietal (parietal cell). yakni otot melingkar.

Hormon lain yang disekresi antara lain adalah GHIH. otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Jadi. maka pilorus akan membuka. sehingga makanan lewat. Demikian seterusnya. misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan. berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. dan bergerak ke saluran cerna Lemak dlm lambung sgt kecil . Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun.  Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan.  HCl(Asam Klorida) merupakan enzim yang berguna untuk membunuh kuman dan bakteri pada makanan. otot pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentuh kim. Jadi. fungsi lambung : sebagai tempat penyimpanan. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang. pencampuran. makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Akibatnya. Caranya. Pada lambung terdapat kelenjar oksintik (bahasa Inggris: oxyntic gland) yang memproduksi hormon GHS. Seteleah 2 sampai 5 jam. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Fungsi Motorik Fungsi reservoir Penyimpanan makanan s/d sedikit demi dicernakan sedikit dan Fungsi Pencernaan Pencernaan protein Pencernaan protein oleh pepsin dan HCL dimulai sdgkan saat KH ini. Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usus tanpa sempat dicerna. Kasein digumpalkan oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. lambung kosong kembali. Sebaliknya. pilorus menutup. dan pengosongan cairan lambung ( kimus/ makanan yg bercampur dg sekret lambung ) ke duodenum.

peregangan dan rangsangan vagus lambung/HCL melalui kontraksi otot yg mengelilingi lambung Fungsi pengosongan lambung Diatur oleh Sekresi F intrinsik Mremungkinkan absobsi usus distal vit B2 dari halus bagian permukaan sfingter pilorus dipengaruhi viskositas. keasaman. asam kuat dan komponen pencerna makan  Ada 3 fase kerja lambung yg dipengaruhi oleh sekresi kimus: 1. stimulasi mukus. Fase gaster : memulai pengeluaran sekresi dari kimus permulaan digesti protein oleh pepsin Durasi : 3-4 jam . volume Sekresi mukus yg oleh Membentuk selubung yg lambung melindungi dan sbg dan di atur oleh saraf dan hormonal pelumas shg mkanan mdh di angkut  Lambung memproduksi kimus yg merupakan material yg terdiri atas :cairan perekat. enzim2. Fase sefalik mempersiapkan lambung dr kedatangan makanan durasi sangat pendek (dalam menit) mekanisme : neural melalui serabut preganglion nervus vagus dan sinap sinap di dalam pleksus sub mukosal aksi : meningkatkan vol lambung. produksi asam dan pelepasan gastrin oleh sel2 G 2.Fungsi mencampur Memecahkan makanan Sintesis dan Sintesis dan pelepasan gastrin oleh dipengaruhi protein yg mjd pelepasan gastrin partikel2 kecil yg di campur dg getah dimakan.

Ulkus peptikum disbut juga sebagai ulkus lambung. terjadi pada duodenum (usus dua belas jari). (Sujono Hadi. Ulkus gastrikum lebih jarang ditemukan. Termasuk ini ialah ulkus (tukak) yang terdapat pada bagian bawah dari oesofagus. 2. Ulkus peptikum atau tukak peptic adalah ulkus yang terjadi pada mukosa. (Bruner and Suddart. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut sebagai erosi. lambung dan duodenum bagian atas (first portion of the duodeum). 1999: 204). pilorus. merupakan jenis ulkus peptikum yang paling banyak ditemukan. yaitu penderita yang mengalami gastroyeyenostomy.Terjadi pelepasan gastrin oleh sel sel G dan pelepasan histamin oleh sel mast sbg proteksi thd reaksi antigen antibody dari beberapa makanan tertentu Meningkatkan produksi asam dan pepsinogen meningkatkan motilitas dan proses penghancuran material 3. ulkus peptikum dapat terletak pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung. biasanya terjadi di sepanjang lengkung atas lambung. Price. juga jejenum. Ulkus duodenalis. Umpan balik dlm menghambat asam lambung. duodenal atau esofageal. Mungkin juga dijumpai tukak di yeyenum. lambung. GIP. Menurut definisi. duodenum. yaitu esofagus. Fase intestinal : mengontrol pengeluaran kimus ke duodenum Durasi : lama ( berjam-jam) Stimulasi dari CCK. dan setelah gastroenterostomi. . pepsinogen dan pengurangan motilitas lambung. submukosa dan kadang-kadang sampai lapisan muskularis dari traktus gastrointestinalis yang selalu berhubungan dengan asam lambung yang cukup mengandung HCL. tergantung pada lokasinya. yaitu beberapa sentimeter pertama dari usus halus. duodenum atau esofagus.(Sylvia A. 2006).2 Definisi Ulkus peptikum adalah ekskavasasi (area berlubang) yang terbentuk dalam dinding mukosal lambung. walaupun sering dianggap sebagai ´ulkus´ (misalnya ulkus karena stres). tepat dibawah lambung. 2001). Ulkus peptikum merupakan putusnya kontinuitas mukosa lambung yang meluas sampai di bawah epitel.

baik dengan kemampuan fisiknya sendiri untuk menembus sawar maupun dengan melepaskan enzim – enzim pencernaan yang mencairkan sawar. Akibatnya. maka infeksi dapat berlangsung seumur hidup kecuali bila kuman diberantas dengan pengobatan antibacterial. pada daerah dimana lambung yang tersisa telah disambungkan ke usus. B. Ulkus karena jumlah hormon gastrin yang berlebihan. Ulkus nampak terjadi pada orang yang cenderung emosional. Ulkus stress dapat terjadi pada pasien yang terpajan kondisi penuh stress. yang diproduksi oleh tumor(gastrinomas.sindrom zolingerellison)jarang terjadi. duodenum atau esofagus. dan bagian mukosa duodenum oleh bakteri H. ditemukan paling sedikit 75% pasien ulkus peptikim menderita infeksi kronis pada bagian akhir mukosa lambung. Hubungan herediter selanjutnya ditemukan pada individu dengan golongan darah lebih rentan daripada individu dengan golongan darah A. Sekali pasien terinfeksi. 2001) Penyebab umum dari ulserasi peptikum adalah ketidakseimbangan antara selresi cairan lambung dan derajat perlindungan yang diberikan sawar mukosa gastroduodenal dan netralisasi asam lambung oleh cairan deudenum. tetapi apakah ini factor pemberat kondisi. Adanya bakteri ini meningkat sesuai dengan usia. 2. Infeksi bakteri H. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulkus lambung dapat dihubungkan dengan infeksi bakteri dengan agens seperti H.2011) Penyebab khususnya diantaranya : 1. Faktor predisposisinya menurut beberapa pendapat mengatakan stress atau marah yang tidak diekspresikan adalah factor predisposisi.3 Etiologi Bakteri gram negatif H. Diketahui bahwa ulkus peptik terjadi hanya pada area saluran GI yang terpajan pada asam hidrochlorida dan pepsin. pylori Dalam lima tahun terakhir. masih tidak pasti. Factor predisposisi lain yang juga dihubungkan dengan ulkus peptikum mencakup penggunaan kronis obat antiinflamasi non steroid(NSAID). (Bruner and Suddart. Minum alkohol dan merokok berlebihan. Kecenderungan keluarga yang juga tampak sebagai factor predisposisi signifikan. (Arif Mutaqqin. bakteri mampu melakukan penetrasi sawar mukosa. Lebih lanjut lagi. Ulkus peptikum adalah suatu penyakit dengan adanya lubang yang terbentuk pada dinding mukosa lambung. Pylori. pilorus. atau AB. bisa terjadi ulkus marginalis. pylori. cairan asam kuat pencernaan yang disekresi oleh lambung dapat .Jika sebagian dari lambung telah diangkat. Pylori telah sangat diyakini sebagai factor penyebab.

sepsis. 2007). Pada sisi lain.berpenetrasi ke dalam jaringan epithelium dan mencernakan epitel. Walaupun setengah dari peningkatan asam ini mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri. Keadaai ini menuju kepada kondisi ulkus peptikum (Sibernagl. Obat ini juga berdampak terhadap agregasi trombosit sehingga akan meningkatkan bahaya perdarahan ulkus (Kee. Peningkatan sekresi asam Pada kebanyakan pasien yang menderita ulkus peptikum di bagian awal duodenum. Efek lain dari obat ini adalah merusak mukosa local melalui difusi non-ionik ke dalam sel mukosa. 4. percobaan pada hewan ditambah bukti adanya perangsangan berlebihan sekresi asam lambung oleh saraf pada manusia yang menderita ulkus peptikum mengarah kepada sekresi cairan lambung yang berlebihan (Guyton. pembedahan. 1996). luka bakar. bahkan juga jaringan – jaringan di sekitarnya. Konsumsi obat-obatan Obat – obat seperti OAINS/obat anti-inflamasi nonsteroid seperti indometasin. 2. . gagal ginjal. 2. Refluks usus lambung Refluks usus lambung dengan materi garam empedu dan enzim pancreas yang berlimpah dan memenuhi permukaan mukosa dapat menjadi predisposisi kerusakan epitel mukosa. Stres fisik Stres fisik yang disebabkan oleh syok. gagal napas. 2000). Predisposisi peningkatan sekresi asam diantaranya adalah factor psikogenik seperti pada saat mengalami depresi atau kecemasan dan merokok. trauma. hal ini juga menurunkan sekresi HCO3. atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin. ibuprofen. 3.sehingga memperlemah perlindungan mukosa (Sibernagl. 2007). bahkan sering dua kali lipat dari normal. asam salisilat mempunyai efek penghambatan siklo-oksigenase sehingga menghambat sintesis prostaglandin dari asam arakhidonat secara sistemik termasuk pada epitel lambung dan duodenum. maka kerusakan epitel akan meluas dan kondisi ulkus peptikum menjadi lebh parah. Bila kondisi stress fisik ini berlanjut. 5. dan kerusakan susunan saraf pusat (Lewis.4 Patofisilogi Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan (asam hidrochlorida dan pepsin). jumlah sekresi asam lambungnya lebih besar dari normal. 1995).

Barier ini adalah pertahanan untama lambung terhadap pencernaan yang dilakukan oleh sekresi lambung itu sendiri. Asam hidroklorida disekresikan secara kontinyu.1. Pada manusia. aktivitas vagal berlebihan selama malam hari saat lambung kosong adalah iritan yang signifikan. Saat ini banyak ahli gastroenterology menyetujui bahwa diet saring mempunyai efek signifikan pada keasaman lambung atau penyembuhan ulkus. Kelemahan Barier Mukosa Lambung Apapun yang menurunkan yang mukosa lambung atau yang merusak mukosa lambung adalah ulserogenik. tetapi sekresi meningkat karena mekanisme neurogenik dan hormonal yang dimulai dari rangsangan lambung dan usus. Factor lain yang mempengaruhi pertahanan adalah suplai darah. Inilah yang menyebabkan makanan sering secara konvensional diberikan pada pasien dengan ulkus peptikum. Fase lambung Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. b. Kemudian menyebar ke dalamnya dengan lambat. Asam hidroklorida kontak hanya dengan sebagian kecil permukaan lambung. keseimbangan asam basa. Peningkatan Konsentrasi atau Sekresi Lambung dan Kerja Asam Peptin Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang serupa : a. Intinya. Namun. 2. Bila asam hidroklorida tidak dibuffer dan tidak dinetralisasi dan bila lapisan luar mukosa tidak memberikan perlindungan asam hidroklorida bersama dengan pepsin akan merusak lambung. b. dan regenerasi epitel. alcohol. dan obat antiinflamasi masuk dalam kategori ini. seseorang mungkin mengalami ulkus peptikum karena satu dari dua factor ini : 1. salisilat dan obat antiinflamasi non steroid lain. Mucus ini mengabsorpsi pepsin dan melindungi mukosa terhadap asam. bau atau rasa makanan yang bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf vagal. sekresi lambung adalah campuran mukokolisakarida dan mukoprotein yang disekresikan secara kontinyu melalui kelenjar mukosa. Sefalik Fase pertama Dimulai dengan rangsangan seperti pandangan. Mukosa yang tidak dapat dimasuki disebut barier mukosa lambung. Oleh karena itu. integritas sel mukosa. hipersekresi asam pepsin . makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung. Fase usus Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon (dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan merangsang sekresi asam lambung. Refleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan. .

atau duodenum. Pendapat lain yang berbeda adalah penyebab lain dari ulserasi mukosa. dan leher korpus pancreas. ulkus duodenal dan gastrinoma(tumor sel istel) dalam pancreas. bagian kedua dan tiga dari duodenum. Keluhan pasien paling utama adalah nyeri epigastrik. Sindrom ini diidentifikasi melalui temuan berikut : hipersekresi getah lambung. sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. sepsis berat. (Bruner and Suddart. Ulkus curling sering terlihat kira-kira 72 jam setelah luka bakar luas. Ulkus cushing umum terjadi pada pasien dengan trauma otak. dan 20-30% mengalami perforasi atau hemoragi yang tanpa adanya manifestasi yang mendahului. Pola ini khas pada ulserasi stress. Nyeri : biasanya pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. 90% tumor ditemukan dalam gastric triangle yang mengenai kista dan duktus koledokus. erosi lambung multiple terlihat. lambung. Kondisi stress seperti luka bakar. 2001) 2. Endoskopi fiberoptik dalam 24 jam setelah cedera menunjukkan erosi dangkal pada lambung. Ulkus stress harus dibedakan dari ulkus cushing dan ulkus curling. syok. Nyeri . setelah 72 jam. dan karenanya dapat menunjukkan tanda hiperkalsemia. atau beberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali. dan trauma dengan organ multiple dapat menimbulkan ulkus stress. 1. lesi sebaliknya. Ulkus stress adalah istilah yang diberikan pada ulserasi mukosa akut dari duodenal atau area lambung yang terjadi setelah kejadian penuh stress secara fisiologis.Sindrom Zollinger-Ellison (gastrinoma) dicurigai bila pasien datang dengan ulkus peptikum berat atau ulkus yang tidak sembuh dengan terapi medis standar. Kira-kira dari gastrinoma adalah ganas(maligna). Kombinasi iskemia. dan biasanya lebih dalam dan lebih penetrasi daripada ulkus stress. Banyak individu mengalami gejala ulkus. asam dan pepsin menciptakan suasana ideal untuk menghasilkan ulserasi. Bila kondisi stress berlanjut ulkus meluas. yaitu dua tipe lain dari ulkus lambung. Selain itu jumlah besar pepsin dilepaskan. minggu.5 Manifestasi Klinis Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang mamulai kontraksi otot halus sekitarnya. Diare dan stiatore(lemak yang tidak diserap dalam feces)dapat ditemui. Pasien ini dapat mengalami adenoma paratiroid koeksisten atau hyperplasia. seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. Biasanya ulserasi mukosa dengan syok ini menimbulkan penurunan aliran darah mukosa lambung. Ulkus ini dapat terjadi pada esophagus. Bila pasien sembuh.

Beberapa metode digunakan untuk mengontrol keasaman lambung termasuk perubahan gaya hidup. dan intervensi pembedahan. Beberapa gejala menurun dengan memberikan tekanan local pada epigastrium. Pasien dapat juga datang dengan perdarahan gastrointestinal sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan. kadang-kadang disertai eruktasi asam. Nyeri tekan lokal yang tajam dapat dihilangkan dengan memberikan tekanan lembut pada epigastrium atau sedikit di sebelah kanan garis tengah. kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. Penghentian Merokok. 2. Pasien memerlukan bantuan dalam mengidentifikasi situasi yang penuh stres atau melelahkan. Konstipasi dan perdarahan : konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus. keasaman duodenum lebih tinggi bila seseorang merokok. tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya. 2001) 2. karena makan menetralisasi asam atau dengan menggunakan alkali. Akibatnya. Penelitian menunjukkan bahwa merokok terus menerus dapat . Eruktasi atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. pasien juga mendapat keuntungan dari periode istirahat teratur selama sehari. (Bruner and Suddart. Muntah : meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi. obat-obatan. 3. yang naik ke mulut. Pirosis (nyeri uluhati) : beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung. namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan nyeri kembali timbul. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual. Penurunan Stres dan Istirahat. Hal ini dihubungkan dengan pembentukan jaringan parut atau pembengkakan akut dari membran mukosa yang mengalami inflamasi di sekitarnya pada ulkus akut.6 Penatalaksanaan dan Pencegahan Sasaran penatalaksanaan ulkus peptikum adalah untuk mengatasi keasaman lambung. Gaya hidup terburu-buru dan jadwa tidak teratur dapat memperberat gejala dan mempengaruhi keteraturan pola makan dan pemberian obat dalam lingkungan yang rileks.biasanya hilang dengan makan. biasanya setelah nyeri berat yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung. sedikitnya selama fase akut penyakit. Penelitian telah menunjukkan bahwa merokok menurunkan sekresi bikarbonat dari pancreas ke dalam duodenum. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. Selain itu dalam upaya mengurangi stres. 4.

Pencegahan : 1. Intervensi Bedah. yang menghambat sekresi asam atau kombinasi antibiotik dengan garam bismut untuk menekan bakteri H. yang menghambat sekresi asam. agen sitoprotektif.Berhenti merokok . hemoragi yang mengancam hidup. Hal ini dapat diminimalkan dengan menghindari suhu ekstrem dan stimulasi berlebihan makan ekstrak. inhibitor pompa proton. Pembedahan biasanya dianjurkan untuk pasien dengan ulkus yang tidak sembuh (yang gagal sembuh setelah 12 sampai 16 minggu pengobatan medis).Penurunan stres dan istirahat . antasida. obat-obatan yang paling sering digunakan dalam pengobatan ulkus mencakup antagonis reseptor histamin (antagonis reseptor H₂).Obat-obatan antagonis reseptor histamin untuk menurunkan sekresi asam dalam lambung. Sekunder . antikolinergis. menghindari stres berlebihan 2. kombinasi antibiotikdengan garam bismut yang menekan bakteri H. Obat-obatan. dan kopi. Prosedur pembedahan mencakup vagotomi. Primer Pola hidup sehat dan istirahat yang cukup. 3. pylori. atau obstruksi. yang juga menurunkan sekresi asam.Modifikasi diet . Pylori. vagotomi dengan piloroplasti. Tujuan diet untuk pasien ulkus peptikum adalah untuk menghindari sekresi asam yang berlebihan dan hipermotilitas saluran GI. Oleh karena itu. pasien sangat dianjurkan untuk berhenti merokok. yang menurunkan sekresi asam lambung.menghabat secara bermakna perbaikan ulkus. Selain itu. yang melindungi sel mukosa dari asam atau NSAID. Modifikasi Diet. . Tersier Pasien dianjurkan untuk mematuhi program medikasi untuk menjamin penyembuhan ulkus dengan sempurna. yang melindungi sel mukosa dari asam. inhibitor pompa proton. agen sitoprotektif. perforasi. upaya dibuat untuk menetralisasi asam dengan makan tiga kali sehari makanan biasa. alkohol. antasida. Saat ini. antikolinergis. atau Biilroth I atau II.

Nyeri pada perforasi sangat hebat dan menyebar. 1. Endoskopi adalah suatu prosedur dimana sebuah selang lentur dimasukkan melalui mulut dan bisa melihat langsung ke dalam lambung. Keuntungan dari endoskopi: a. Pada pemeriksaan endoskopi. Kadang-kadang suatu ulkus menembus seluruh lapisan mukosa sehingga terjadi perforasi usus. 2.8 Komplikasi a. karena isi usus tidak steril. Obstruksi paling sering terjadi di saluran sempit antara lambung dan usus halus ada di pylorus (Sfingter di lokasi ini). Prosedur ini dilakukan hanya jika ulkusnya berat atau berulang atau sebelum dilakukannya pembedahan. Bisa digunakan untuk menghentikan perdarahan karena ulkus. b.7 Pemeriksaan Penunjang Nyeri lambung yang khas merupakan petunjuk adanya ulkus. 3. Nyeri ini tidak hilang dengan makan atau antasida. . 4. Analisa lambung merupakan suatu prosedur dimana cairan lambung dihisap secara langsung dari lambung dan duodenum sehingga jumlah asam bisa diukur. Pemeriksaan darah tidak dapat menentukan adanya ulkus. c. peradangan dan pembentukan jaringan perut yang berulang-ulang. Pemerisaan darah lainnya bisa menemukan adanya Helicobacter pylori. Rontgen dengan kontras barium dari lambung dan duodenum (juga disebut barium swallow atau seri saluran pencernaan atas) dilakukan jika ulkus tidak dapat ditemukan dengan endoskopi.2. Lebih dapat dipercaya untuk menemukan adanya ulkus dalam duodenum dan dinding belakang lambung dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen. bisa diambil contoh jaringan untuk keperluan biopsy. tetapi hitung jenis darah bisa menentukan adanya anemia akibat perdarahan ulkus. b. Lebih bisa diandalkan pada penderita yang telah menjalani pembedahan lambung. Obstruksi lumen saluran GI dapat terjadi akibat episode cidera. hal ini dapat menyebabkan infeksi rongga abdomen. 2. Diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memperkuat diagnosis karena kanker lambung juga bisa menyebabkan gejala yang sama.

Identitas Pasien Keluhan Utama : Nyeri pada abdomen (lambung) Riwayat Penyakit Sekarang : Adanya nyeri perut (lambung) setelah makan atau sebelum makan b. maka dapat timbul gejalagejala syok. Dapat terjadi perdarahan apabila ulkus menyebabkan erosi suatu arteri atau vena di usus. a. 3. Apabila perdarahannya lambat dan samar maka dapat terjadi anemia hipokronik mikrosisik. Terasa mual dan muntah setelah makan .c. 2. Hal ini dapat menyebabkan hematemesis (muntah darah) atau melena (keluarnya darah saluran GI atas melalui tinja). Apabila perdarahannya hebat dan mendadak. BAB 3 Asuhan Keperawatan 1 Pengkajian 1.

bentuk mulut. pupil. bentuk gigi. frekuensi pernapasan. Perkusi : batas jantung. Hidung Inspeksi : bentuk hidung. suhu tubuh. Palpasi : nyeri tekan pada leher. Palpasi : pengembangan paru pada inspirasi dan ekspirasi. d. 1) Pemeriksaan fisik Keadaan Umum GCS : Ciri tubuh : kulit. warna mukosasclera. gusi. warna. Tanda vital : nadi. g. f. Palpasi : nyeri tekan pada hidung. tekanan darah. Auskultasi : bunyi paru dan suara napas. secret.c. Kepala Inspeksi : bentuk kepala. batas paru. kulit wajah. pengembangan dada. Leher Inspksi : bentuk leher. Mulut Inspeksi : bentuk mulut. nyeritekan. kulit kepala. distribusi. fokal fremitus. Mata Inspeksi : bentuk mata. b. Palpasi : nyeri tekan pada lidah. Palpasi : nyeri tekan pada bola mata. Palpasi : nyeri tekan di wajah. Riwayat Kesehatan Lalu Adanya riwayat penyakit gastritis Riwayat Penyakit Keluarga Adakah keluarga yang pernah menderita ulkus peptikum (herediter) 6. e. postur tubuh. warna mukosa konjungtiva. 2) Head to toe a. sclera. gigi. warna kulit pada leher. a. Terasa panas pada abdomen 4. ada / tidak penumpukan secret. c. . 5. Dada Inspeksi : bentuk dada. Muntah darah d. rambut. Wajah Inspeksi : bentuk wajah. Palpasi : nyeri tekan dikepala. dan pernafasan. konjungtiva. pernapasan cuping hidung.

Menggunakan obat-obatan sesuai resep .h. l. bentuk kaki. benjolan Palpasi : nyeri tekan pada alat kelamin. Ekstrimitas Bawah Inspeksi : warna kulit. pergesekan hepar dan lien. Palpasi : nyeri tekan pada kulit. Perkusi : batas hepar. Genitalia Inspeksi : bentuk alat kelamin. Auskultasi : bising usus. Ekstremitas Atas Inspeksi : warna kulit. Nyeri yang berhubung dengan iritasi mukosa dan spasme otot 2. i.batas lien. k. Palpasi : nyeri tekan. Diagnosa Keperawatan 1. Palpasi : nyeri tekan. Integumen Inspeksi : warna kulit. Palpasi : ada/ tidak ada nyeri tekan . bising vena. m. Diagnosa Keperawatan 1 Nyeri yang berhubung dengan iritasi mukosa dan spasme otot Tujuan : Menghilangkan nyeri Hasil yang diharapkan 1. j.bentuk tangan.ada/tidaknya pnimbunan cairan diperut. benjolan. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan sekunder terhadap ulkus peptikum. distribusi rambut kelamin. warna rambut kelamin.batas ginjal.benjolan.kekuatan otot. Payudara dan ketiak Inspeksi : bentuk. benjolan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nyeri yang berkaitan dengan makan 3. Abdomen Inspeksi : bentuk abdomen. warna kulit abdomen.

Inhibitor pompa proton menurunkan asam lambung. Antagonis histamin a. Mentaati pembatasan yang dianjurkan 4. yang membantu menetralisasi keasaman sekresi lambung. Anjurkan menghindari obat-obatan yang 2 Obat. dalam lambung. Garam antibiotik c. Farmakoterapi Rasional membantu mengurangi nyeri sebagai berikut : Antagonis histamin mempengaruhi b.obatan yang mengandung salisilat dijual bebas. Agen sitoprotektif b.2. Agen sitoprotektif melindungi mukosa lambung d. Inhibitor pompa proton 2. Mengidentifikasi makanan dan minuman yang dihindari 5. Anjurkan pasien untuk menggunakan 4 Jadwal makan yang teratur membantu makan dan kudapan pada interval yang mempertahankan partikel makanan di teratur. 3. terapi obat-obatan sesuai 1. Berikan program : a. 4. mengiritasi mukosa lambung Anjurkan pasien untuk menghindari 3 Makanan/ minuman yang mengandung makanan/minuman yang mengiritasi kafein merangsang sekresi asam lapisan lambung : kafein dan alkohol. Diagnosa Keperawatan 2 Perubahan konsep kebutuhan nutrisi berhubungan dengan nyeri yang berkaitan dengan makan Tujuan : Mendapatkan tingkat nutrisi optimal . Mentaati jadwal makan dan kudapan secara teratur Intervensi Keperawatan 1. d. hidroklorida. sekresi asam lambung Antibiotik diberikan bersamaan dengan garam bismut untuk mematikan H. Menghindari obat yang dijual bebas yang mengandung asam asetilsalisilat 3.pylori. c.

waktu tidur meningkatkan sekresi asam lambung. berdiri bila mungkin. hindari sekresi lambung . Menghindari makanan dan minuman pengiritasi b. Dimakan 2 Makan teratur membantu menetralisasi pada jadwal waktu teratur . pengisian kapiler cepat. darah (missal tekanan darah kurang dari 90 mmHg dan nadi lebih dari 110 mmHg diduga 25% penurunan volume atau kurang lebih 1000 ml )Hipotensi procedural berbaring. 2. Makanan Rasional yang tidak mengiritasi mengurangi nyeri epigastrik. Makan makanan dan kudapan pada interval yang dijadwalkan secara teratur c. Intervensi Keperawatan 1. tanda vital stabil. rileks kurang Menurunkan ansietas membantu menurunkan sekresi asam hidroklorida. Diagnosa Keperawatan 3 Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan sekunder terhadap ulkus peptikum. Rasional monitor tanda vital : bandingkan dengan 1 perubahan tekanan darah dannadi dapat hasil normal klien / sebelumnya. menunjukkan penurunan volume sirsulasi. turgor kulit baik. Ukur digunakan untuk perkiraan kasar kehilangan tekanan darah dengan posisi duduk. 3. Dorong makan makanan pada lingkungan 2 yang rileks. Anjurkan makan makanan dan minuman 1 yang tidak mengiritasi. kudapan sebelum kudapan sebelum waktu tidur. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 jam volume cairan kembali normal Hasil yang diharapkan : Klien menunjukkan perbaikan keseimbangan cairan dibuktikan dengan haluaran urine adekuat dengan berat jenis normal. . Anjurkan makanan dimakan. Lingkungan menimbulkan yang ansietas.Hasil yang diharapkan : a. Memilih lingkungan rileks untuk makan Intervensi Keperawatan 1.

Penurunan Stres dan Istirahat b. kehilangan darah / cairan melalui muntah.1 Kesimpulan Ulkus peptikum adalah ekskavasasi (area berlubang) yang terbentuk dalam dinding mukosal lambung. duodenum atau esofagus. Ulkus peptikum disbut juga sebagai ulkus lambung. Monitor intake dan output dan hubungkan 2 memberikan pedoman untuk penggantian dengan perubahan berat badan. Penyebab lain adalah genetik. stres. Pertahankan tirah baring: mencegah muntah 3 aktifitas/ muntah meningkatkan tekanan dan tegangan saat defekasi. Penghentian Merokok c. Modifikasi Diet d. urine dan defekasi. duodenal atau esofageal. Penyebab ulkus peptikum kurang dipahami.2. (Bruner and Suddart. Ukur cairan. intra abdominal dan dapat mencetuskan perdarahan lebih lanjut. merokok. keringat. BAB 4 Kesimpulan 4. 2001). 3. alkohol. Farmako . obatobatan. Nom-Farmako a. meskipun bakteri gram negatif H. pilorus. Penatalaksanaaan : 1. Pylori telah sangat diyakini sebagai factor penyebab. Intervensi Bedah 2. tergantung pada lokasinya.

aspx . Asuhan keperawatan pada pasien ulkus peptikum http://juliramayadiani.Vol. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.net/health/Peptic-Ulcer-Symptoms-%28Indonesian%29. 2012.com/2012/08/ASKEP-ULKUS-PEPTIKUM.00 Moh Salman.wordpress.html diakses tanggal 25-02-2013 pukul 18.Ed.blogspot.html diakses tanggal 25-022013 pukul 18.blogspot. 3.com/2008/02/21/ulkus-peptikum/ http://www.blogspot.com/2012/03/asuhan-keperawatan-ulkus-peptikum. Jakarta : EGC Price. Suzanne. 6.html http://harnawatiaj.html http://ners-asfibuton. Obat-obatan DAFTAR PUSTAKA Smeltzer.blogspot.a. Jakarta: EGC Juli Ramayadiani. Ed. 8. Volume 1.com/2012/06/askep-ulkus-peptikum. Asuhan keperawatan pada ulkus peptikum http://katumbu. 2001.10 http://ziengger.news-medical. Silvia A. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2005.com/2012/01/asuhan-keperawatan-pada-pasien-ulkus. 2012.

Penyakit ini terjadi dengan frekuensi paling besar pada individu antara usia 40 dan 60 tahun.(misalnya tukak karena stress). Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut erosi. Pylori telah sangat diyakini sebagai factor penyebab. Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang serupa : 1. Minum alkohol dan merokok berlebihan.PATOFISIOLOGI Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan(asam hidrochlorida dan pepsin). yaitu esofagus. Mukosa yang rusak tidak dapat mensekresi mukus yang cukup bertindak sebagai barier terhadap asam klorida. Tetapi. tapi terdapat beberapa bukti bahwa insiden pada wanita hampir sama dengan pria. Setelah menopause. relatif jarang pada wanita menyusui. Menurut definisi. yang diproduksi oleh tumor(gastrinomas-sindrom zolinger-ellison)jarang terjadi. Ulkus nampak terjadi pada orang yang cenderung emosional. Pylori.Sefalik Fase pertama ini dimulai dengan rangsangan seperti pandangan. bau atau rasa makanan yang . walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak. meskipun bakteri gram negatif H. Ulkus karena jumlah hormon gastrin yang berlebihan. atau AB. Ulkus stress dapat terjadi pada pasien yang terpajan kondisi penuh stress. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulkus lambung dapat dihubungkan dengan infeksi bakteri dengan agens seperti H. duodenum. terdapat bukti bahwa ini hanya merupakan salah satu factor dari banyak factor yang berperan dalam patogenesis tukak peptic. 2008 by harnawatiaj A. tukak peptik dapat ditemukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung.ULKUS PEPTIKUM Posted on Februari 21. juga jejunum. dan setelah gastroduodenal. Ulkus peptikum pada korpus lambung dapat terjadi tanpa sekresi asam berlebihan Predisposisi : Upaya masih dilakukan untuk menghilangkan kepribadian ulkus. C. Diketahui bahwa ulkus peptik terjadi hanya pada area saluran GI yang terpajan pada asam hidrochlorida dan pepsin. Walaupun aktivitas pencernaan peptic oleh getah lambung merupakan factor etiologi yang penting. meskipun ini telah diobservasi pada anak-anak dan bahkan pada bayi. Kecenderungan keluarga yang juga tampak sebagai factor predisposisi signifikan. Hubungan herediter selanjutnya ditemukan pada individu dengan golongan darah lebih rentan daripada individu dengan golongan darah A. Pria terkenal lebih sering daripada wanita. masih tidak pasti. B. Beberapa pendapat mengatakan stress atau marah yang tidak diekspresikan adalah factor predisposisi. lambung. Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin. karena memiliki jaringan parut pada dasar tukak. Factor predisposisi lain yang juga dihubungkan dengan ulkus peptikum mencakup penggunaan kronis obat antiinflamasi non steroid(NSAID). Adanya bakteri ini meningkat sesuai dengan usia.PENGERTIAN Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel. atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. tetapi apakah ini factor pemberat kondisi. B. Tukak kronik berbeda denga tukak akut.ETIOLOGI DAN INSIDEN Etiologi ulkus peptikum kurang dipahami. insiden ulkus peptikum pada wanita hampir sama dengan pria.

bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf vagal. seseorang mungkin mengalami ulkus peptikum karena satu dari dua factor ini : 1. keseimbangan asam basa. tetapi sekresi meningkat karena mekanisme neurogenik dan hormonal yang dimulai dari rangsangan lambung dan usus. Pada manusia. Pendapat lain yang berbeda adalah penyebab lain dari ulserasi mukosa. Mukosa yang tidak dapat dimasuki disebut barier mukosa lambung. Diare dan stiatore(lemak yang tidak diserap dalam feces)dapat ditemui.Fase usus Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon(dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan merangsang sekresi asam lambung. salisilat dan obat antiinflamasi non steroid lain. Bila pasien sembuh. dan trauma dengan organ multiple dapat menimbulkan ulkus stress. Refleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan. dan regenerasi epitel. Barier ini adalah pertahanan untama lambung terhadap pencernaan yang dilakukan oleh sekresi lambung itu sendiri. Sindrom Zollinger-Ellison (gastrinoma) dicurigai bila pasien datang dengan ulkus peptikum berat atau ulkus yang tidak sembuh dengan terapi medis standar. sepsis berat. Endoskopi fiberoptik dalam 24 jam setelah cedera menunjukkan erosi dangkal pada lambung. hipersekresi asam pepsin 2. Oleh karena itu. Keluhan pasien paling utama adalah nyeri epigastrik. Kombinasi iskemia. makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung. 90% tumor ditemukan dalam gastric triangle yang mengenai kista dan duktus koledokus. asam dan pepsin menciptakan suasana . Bila asam hidroklorida tidak dibuffer dan tidak dinetralisasi dan bila lapisan luar mukosa tidak memberikan perlindungan asam hidroklorida bersama dengan pepsin akan merusak lambung. Namun. aktivitas vagal berlebihan selama malam hari saat lambung kosong adalah iritan yang signifikan. Kondisi stress seperti luka bakar. Kira-kira ⅓ dari gastrinoma adalah ganas(maligna). Asam hidroklorida kontak hanya dengan sebagian kecil permukaan lambung. kelemahan barier mukosa lambung Apapun yang menurunkan yang mukosa lambung atau yang merusak mukosa lambung adalah ulserogenik. Bila kondisi stress berlanjut ulkus meluas. 3. dan obat antiinflamasi masuk dalam kategori ini. Kemudian menyebar ke dalamnya dengan lambat. bagian kedua dan tiga dari duodenum. dan karenanya dapat menunjukkan tanda hiperkalsemia.Fase lambung Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. setelah 72 jam. Pola ini khas pada ulserasi stress. Ulkus stress adalah istilah yang diberikan pada ulserasi mukosa akut dari duodenal atau area lambung yang terjadi setelah kejadian penuh stress secara fisiologis. dan leher korpus pancreas. sekresi lambung adalah campuran mukokolisakarida dan mukoprotein yang disekresikan secara kontinyu melalui kelenjar mukosa. ulkus duodenal. Saat ini banyak ahli gastroenterology menyetujui bahwa diet saring mempunyai efek signifikan pada keasaman lambung atau penyembuhan ulkus. Inilah yang menyebabkan makanan sering secara konvensional diberikan pada pasien dengan ulkus peptikum. Mucus ini mengabsorpsi pepsin dan melindungi mukosa terhadap asam. erosi lambung multiple terlihat. Selain itu jumlah besar pepsin dilepaskan. lesi sebaliknya. Asam hidroklorida disekresikan secara kontinyu. dan gastrinoma(tumor sel istel) dalam pancreas. Factor lain yang mempengaruhi pertahanan adalah suplai darah. Sindrom ini diidentifikasi melalui temuan berikut : hipersekresi getah lambung. syok. Intinya. integritas sel mukosa. Pasien ini dapat mengalami adenoma paratiroid koeksisten atau hyperplasia. 2. Biasanya ulserasi mukosa dengan syok ini menimbulkan penurunan aliran darah mukosa lambung. alcohol.

D. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual.EVALUASI DIAGNOSTIK Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya nyeri. minggu. Ulkus cushing umum terjadi pada pasien dengan trauma otak. Pylori. Hal ini dihubungkan dengan pembentukan jaringan parut atau pembengkakan akut dari membran mukosa yang mengalami inflamasi di sekitarnya pada ulkus akut. dan biasanya lebih dalam dan lebih penetrasi daripada ulkus stress. Ulkus ini dapat terjadi pada esophagus. ulkus dan lesi. Nyeri yang hilang dengan makanan atau antasida.ideal untuk menghasilkan ulserasi. meskipun hal ini merupakan tes laboratorium khusus. Endoskopi GI atas digunakan untuk mengidentifikasi perubahan inflamasi. Pylory dapat ditentukan dengan biopsy dan histology melalui kultur. Ulkus stress harus dibedakan dari ulkus cushing dan ulkus curling. . serta tes serologis terhadap antibody pada antigen H. Ulkus curling sering terlihat kira-kira 72 jam setelah luka bakar luas. tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya. kadang-kadang disertai eruktasi asam. Pylori. Beberapa gejala menurun dengan memberikan tekanan local pada epigastrium. Ada juga tes pernafasan yang mendeteksi H. atau duodenum. yang naik ke mulut. dan 20-30% mengalami perforasi atau hemoragi yang tanpa adanya manifestasi yang mendahului. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. Banyak individu mengalami gejala ulkus. Konstipasi dan perdarahan : konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus. namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan nyeri kembali timbul. Muntah : meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi. yaitu dua tipe lain dari ulkus lambung. biasanya setelah nyeri berat yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung. Nyeri tekan lokal yang tajam dapat dihilangkan dengan memberikan tekanan lembut pada epigastrium atau sedikit di sebelah kanan garis tengah. E. Pemeriksaan dengan barium terhadap saluran GI atas dapat menunjukkan adanya ulkus. lambung. dan tidak adanya nyeri yang timbul juga mengidentifikasikan adanya ulkus. kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. Pirosis(nyeri uluhati) : beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung. Melalui endoskopi mukosa dapat secara langsung dilihat dan biopsy didapatkan. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang mamulai kontraksi otot halus sekitarnya. Nyeri biasanya hilang dengan makan. seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. atau beberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali. Adanya H. Feces dapat diambil setiap hari sampai laporan laboratorium adalah negatif terhadap darah samar. nyeri tekan epigastrik atau distensi abdominal. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum.MANIFESTASI KLINIS Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari. Nyeri : biasanya pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Bising usus mungkin tidak ada. Eruktasi atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. Endoskopi telah diketahui dapat mendeteksi beberapa lesi yang tidak terlihat melalui pemeriksaan sinar X karena ukuran atau lokasinya. namun endoskopi adalah prosedur diagnostic pilihan. karena makan menetralisasi asam atau dengan menggunakan alkali. Pasien dapat juga datang dengan perdarahan gastrointestinal sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan. Pemeriksaan sekretori lambung merupakan nilai yang menentukan dalam mendiagnosis aklorhidria(tidak terdapat asam hdroklorida dalam getah lambung) dan sindrom zollinger-ellison.

Price. lambung. Pengertian Ulkus peptikum adalah suatu gambaran bulat atau semi bulat/oval pada permukaan mukosa lambung sehingga kontinuitas mukosa lambung terputus pada daerah tukak. dan tindakan pembedahan. Ulkus peptikum merupakan putusnya kontinuitas mukosa lambung yang meluas sampai di bawah epitel. ulkus peptikum dapat terletak pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung. Ulkus peptikum disebut juga sebagai ulkus lambung. Menurut definisi. juga jejenum.F. (Bruner and Suddart. 2001). obat-obatan. duodenum. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut sebagai erosi. Penurunan stress dan istirahat. 18 Oktober 2012 BAB II PEMBAHASAN A. 2006). yaitu esofagus. .PENATALAKSANAAN Beberapa metode dapat digunakan untuk mengontrol keasaman lambung termasuk perubahan gaya hidup. dan setelah gastroenterostomi. duodenal atau esofageal.(Sylvia A. Penghentian merokok Modifikasi diet Obat-obatan Intervensi bedah ASKEP ULKUS PEPTIKUM Diposkan oleh exka saputra Kamis. tergantung pada lokasinya. walaupun sering dianggap sebagai ”ulkus” (misalnya ulkus karena stres).

1995). 2. 2007). bisa terjadi ulkus marginalis. asam salisilat mempunyai efek penghambatan siklo-oksigenase sehingga menghambat sintesis prostaglandin dari asam arakhidonat secara sistemik termasuk pada epitel lambung dan duodenum. Stres fisik . dan bagian mukosa duodenum oleh bakteri H. jumlah sekresi asam lambungnya lebih besar dari normal. Etiologi Penyebab umum dari ulserasi peptikum adalah ketidakseimbangan antara selresi cairan lambung dan derajat perlindungan yang diberikan sawar mukosa gastroduodenal dan netralisasi asam lambung oleh cairan deudenum. Jika sebagian dari lambung telah diangkat. cairan asam kuat pencernaan yang disekresi oleh lambung dapat berpenetrasi ke dalam jaringan epithelium dan mencernakan epitel. Akibatnya. Walaupun setengah dari peningkatan asam ini mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri. tepat dibawah lambung. pilorus. pada daerah dimana lambung yang tersisa telah disambungkan ke usus. ataupun kuman – kuman Streptococcus. bahkan sering dua kali lipat dari normal. Ulkus duodenalis. Efek lain dari obat ini adalah merusak mukosa local melalui difusi non-ionik ke dalam sel mukosa. 4. Keadaai ini menuju kepada kondisi ulkus peptikum (Sibernagl. ditemukan paling sedikit 75% pasien ulkus peptikim menderita infeksi kronis pada bagian akhir mukosa lambung. Predisposisi peningkatan sekresi asam diantaranya adalah factor psikogenik seperti pada saat mengalami depresi atau kecemasan dan merokok. Sekali pasien terinfeksi. Menurut kelompok : ulkus peptikum adalah suatu penyakit dengan adanya lubang yang terbentuk pada dinding mukosa lambung. duodenum atau esofagus.Ulkus peptikum adalah kerusakan selaput lendir karena factor – factor psikosomatis. kecemasan. HCL akan merusak selaput lendir lambung. percobaan pada hewan ditambah bukti adanya perangsangan berlebihan sekresi asam lambung oleh saraf pada manusia yang menderita ulkus peptikum mengarah kepada sekresi cairan lambung yang berlebihan (Guyton. Infeksi bakteri H. Obat ini juga berdampak terhadap agregasi trombosit sehingga akan meningkatkan bahaya perdarahan ulkus (Kee. Peningkatan sekresi asam Pada kebanyakan pasien yang menderita ulkus peptikum di bagian awal duodenum. ibuprofen. Faktor psikosomatis (missal ketakutan. Ulkus gastrikum lebih jarang ditemukan. 1996). B. Konsumsi obat-obatan Obat – obat sepertiOAINS/obat anti-inflamasi nonsteroid seperti indometasin. pylori Dalam lima tahun terakhir. (Arif Mutaqqin. bakteri mampu melakukan penetrasi sawar mukosa. maka infeksi dapat berlangsung seumur hidup kecuali bila kuman diberantas dengan pengobatan antibacterial. biasanya terjadi di sepanjang lengkung atas lambung. 3. 2007). hal ini juga menurunkan sekresi HCO3. toksin. Ulkus peptikum disebut juga penyakit mag. terjadi pada duodenum (usus dua belas jari). yaitu beberapa sentimeter pertama dari usus halus. baik dengan kemampuan fisiknya sendiri untuk menembus sawar maupun dengan melepaskan enzim – enzim pencernaan yang mencairkan sawar. Lebih lanjut lagi.2011) Penyebab khususnya diantaranya : 1. bahkan juga jaringan – jaringan di sekitarnya. pylori. keinginan berlebihan) dapat merangsang sekresi HCL berlebihan.sehingga memperlemah perlindungan mukosa (Sibernagl. Pada sisi lain. merupakan jenis ulkus peptikum yang paling banyak ditemukan. kelelahan.

2000). kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. bau atau rasa makanan yang bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf . Pirosis (nyeri uluhati) : beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung. Pasien dapat juga datang dengan perdarahan gastrointestinal sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan. gagal ginjal. karena makan menetralisasi asam atau dengan menggunakan alkali. luka bakar. 4. gagal napas. tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya. maka kerusakan epitel akan meluas dan kondisi ulkus peptikum menjadi lebh parah. Bila kondisi stress fisik ini berlanjut. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang mamulai kontraksi otot halus sekitarnya. Nyeri tekan lokal yang tajam dapat dihilangkan dengan memberikan tekanan lembut pada epigastrium atau sedikit di sebelah kanan garis tengah. Manifestasi Klinis Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari. atau beberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali.Stres fisik yang disebabkan oleh syok. pembedahan. sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Mukosa yang rusak tidak dapat mensekresi mukus yang cukup bertindak sebagai barier terhadap asam klorida. yang naik ke mulut. kadang-kadang disertai eruktasi asam. biasanya setelah nyeri berat yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung. Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang serupa : 1. trauma. Hal ini dihubungkan dengan pembentukan jaringan parut atau pembengkakan akut dari membran mukosa yang mengalami inflamasi di sekitarnya pada ulkus akut. dan 20-30% mengalami perforasi atau hemoragi yang tanpa adanya manifestasi yang mendahului. C. Muntah : meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi. Konstipasi dan perdarahan : konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus. Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin. Eruktasi atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. Beberapa gejala menurun dengan memberikan tekanan local pada epigastrium. 5. dan kerusakan susunan saraf pusat (Lewis. Nyeri biasanya hilang dengan makan. namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan nyeri kembali timbul. 1. sepsis. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual. Banyak individu mengalami gejala ulkus. seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. Patofisiologi Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan(asam hidrochlorida dan pepsin). atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. D. Refluks usus lambung Refluks usus lambung dengan materi garam empedu dan enzim pancreas yang berlimpah dan memenuhi permukaan mukosa dapat menjadi predisposisi kerusakan epitel mukosa. Nyeri : biasanya pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. Sefalik Fase pertama ini dimulai dengan rangsangan seperti pandangan. 3. 2. minggu. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan.

Mukosa yang tidak dapat dimasuki disebut barier mukosa lambung. Pendapat lain yang berbeda adalah penyebab lain dari ulserasi mukosa. Sindrom ini diidentifikasi melalui temuan berikut : hipersekresi getah lambung. makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung. syok. Pada manusia. Sindrom Zollinger-Ellison (gastrinoma) dicurigai bila pasien datang dengan ulkus peptikum berat atau ulkus yang tidak sembuh dengan terapi medis standar. Barier ini adalah pertahanan untama lambung terhadap pencernaan yang dilakukan oleh sekresi lambung itu sendiri. ulkus duodenal. 3. Kondisi stress seperti luka bakar. Kemudian menyebar ke dalamnya dengan lambat. sepsis berat. Fase usus Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon (dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan merangsang sekresi asam lambung. Pola ini khas pada ulserasi stress. sekresi lambung adalah campuran mukokolisakarida dan mukoprotein yang disekresikan secara kontinyu melalui kelenjar mukosa. erosi lambung multiple terlihat. dan leher korpus pancreas. dan karenanya dapat menunjukkan tanda hiperkalsemia. setelah 72 jam. integritas sel mukosa. Endoskopi fiberoptik dalam 24 jam setelah cedera menunjukkan erosi dangkal pada lambung. tetapi sekresi meningkat karena mekanisme neurogenik dan hormonal yang dimulai dari rangsangan lambung dan usus. Fase lambung Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. Saat ini banyak ahli gastroenterology menyetujui bahwa diet saring mempunyai efek signifikan pada keasaman lambung atau penyembuhan ulkus. Ulkus stress adalah istilah yang diberikan pada ulserasi mukosa akut dari duodenal atau area lambung yang terjadi setelah kejadian penuh stress secara fisiologis. Bila kondisi stress berlanjut ulkus meluas. a. Namun.2. 90% tumor ditemukan dalam gastric triangle yang mengenai kista dan duktus koledokus. Bila pasien sembuh. Intinya. Keluhan pasien paling utama adalah nyeri epigastrik. Kira-kira ⅓ dari gastrinoma adalah ganas(maligna). Biasanya ulserasi mukosa dengan syok ini menimbulkan penurunan aliran darah mukosa lambung. Factor lain yang mempengaruhi pertahanan adalah suplai darah. dan regenerasi epitel. dan obat antiinflamasi masuk dalam kategori ini. Kombinasi iskemia. alcohol. seseorang mungkin mengalami ulkus peptikum karena satu dari dua factor ini : Hipersekresi asam pepsin Kelemahan barier mukosa lambung Apapun yang menurunkan yang mukosa lambung atau yang merusak mukosa lambung adalah ulserogenik. asam dan pepsin menciptakan suasana ideal untuk menghasilkan ulserasi. dan trauma dengan organ multiple dapat menimbulkan ulkus stress. Pasien ini dapat mengalami adenoma paratiroid koeksisten atau hyperplasia. Asam hidroklorida kontak hanya dengan sebagian kecil permukaan lambung. Refleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan. vagal. aktivitas vagal berlebihan selama malam hari saat lambung kosong adalah iritan yang signifikan. dan gastrinoma(tumor sel istel) dalam pancreas. Asam hidroklorida disekresikan secara kontinyu. b. Selain itu jumlah besar pepsin dilepaskan. Mucus ini mengabsorpsi pepsin dan melindungi mukosa terhadap asam. Bila asam hidroklorida tidak dibuffer dan tidak dinetralisasi dan bila lapisan luar mukosa tidak memberikan perlindungan asam hidroklorida bersama dengan pepsin akan merusak lambung. salisilat dan obat antiinflamasi non steroid lain. Inilah yang menyebabkan makanan sering secara konvensional diberikan pada pasien dengan ulkus peptikum. Diare dan stiatore(lemak yang tidak diserap dalam feces)dapat ditemui. lesi sebaliknya. Ulkus stress harus dibedakan dari ulkus cushing . bagian kedua dan tiga dari duodenum. keseimbangan asam basa. Oleh karena itu.

diperlukan pembedahan. yaitu dua tipe lain dari ulkus lambung. Perubahan posisi akan memperburuk nyeri sehingga penderita seringkali mencoba untuk berbaring mematung. Gejala dari perdarahan karena ulkus adalah: a. ulkus peptikum bisa menyebabkan komplikasi yang bisa berakibat fatal. Jika pemberian obat tidak berhasil mengatasi keadaan ini. E. Dengan endoskopi dilakukan kauterisasi ulkus. tetapi penyumbatan yang berat memerlukan tindakan endoskopik atu pembedahan. Bila ditekan. Lama-lama muntah bisa menyebabkan penurunan berat badan. mungkin perlu dilakukan pembedahan. Ulkus cushing umum terjadi pada pasien dengan trauma otak. yang bisa dirasakan diluar daerah yang terkena (misalnya di punggung. muntah darah segar atau gumpalan coklat kemerahan yang berasal dari makanan yang sebagian telah dicerna. tinja berwarna kehitaman atau tinja berdarah. dengan endoskopi dapat disuntikkan bahan yang bisa menyebabkan pembekuan. dan biasanya lebih dalam dan lebih penetrasi daripada ulkus stress. Perforasi Ulkus di permukaan depan duodenum atau (lebih jarang) di lambung bisa menembus dindingnya dan membentuk lubang terbuka ke rongga perut. Penderita juga dipuasakan dan diinfus. bisa mempersempit lubang di ujung lambung atau mempersempit duodenum. agar saluran pencernaan dapat beristirahat. diberikan pengobatan dengan antagonis-H2 dan antasid. dan seringkali memuntahkan sejumlah besar makanan yang dimakan beberapa jam sebelumnya. dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral tubuh. perut kembung dan berkurangnya nafsu makan. seperti hati atau pankreas. Bila sumber perdarahan tidak dapat ditemukan dan perdarahan tidak hebat. Bila perdarahan hebat atau menetap. perforasi. yang akan bertambah berat jika penderita menghela nafas dalam. lambung. Pembengkakan atau jaringan yang meradang di sekitar ulkus atau jaringan parut karena ulkus sebelumnya. (Medicastore News) 1. Hal ini akan menyebabkan nyeri tajam yang hebat dan menetap. 4. Nyeri akan bertambah jika penderita merubah posisinya. sangat hebat dan terus menerus. Komplikasi Sebagian besar ulkus bisa disembuhkan tanpa disertai komplikasi lanjut. Nyeri dirasakan secara tiba-tiba. seperti penetrasi. Mengatasi ulkus bisa mengurangi penyumbatan. Jika hal ini gagal. Gejala lainnya adalah rasa penuh di perut. 2. Perdarahan Perdarahan adalah komplikasi yang paling sering terjadi. perdarahan dan penyumbatan. dan dengan segera menyebar ke seluruh perut. Penetrasi Sebuah ulkus dapat menembus dinding otot dari lambung atau duodenum dan sampai ke organ lain yang berdekatan. karena ulkus duodenalis telah menembus pankreas). Demam menunjukkan adanya infeksi di dalam perut. yang menyerupai endapan kopi b. Ulkus curling sering terlihat kira-kira 72 jam setelah luka bakar luas. Penderita juga bisa merasakan nyeri pada salah satu atau kedua bahu. atau duodenum. Tetapi pada beberapa kasus. Penderita akan mengalami muntah berulang. perut terasa nyeri. Penyumbatan. Keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan segera dan pemberian antibiotik intravena.dan ulkus curling. . Ulkus ini dapat terjadi pada esophagus. 3. Jika tidak segera diatasi bisa terjadi syok.

2. Keuntungan dari endoskopi: a. Proses ini dimulai dengan menghilangkan iritan lambung (misalnya obat anti peradangan non-steroid. Sebagian besar antasid bisa diperoleh tanpa resep dokter. harga dan efektivitasnya. b. 4. tetapi hitung jenis darah bisa menentukan adanya anemia akibat perdarahan ulkus.F. penderita dan waktu yang berlainan pada penderita yang sama. bisa digunakan untuk menghentikan perdarahan karena ulkus. Pada pemeriksaan endoskopi. tetapi tidak seefektif obat sirup. Pemilihan antasid biasanya berdasarkan kepada rasa. Endoskopi adalah suatu prosedur dimana sebuah selang lentur dimasukkan melalui mulut dan bisa melihat langsung ke dalam lambung. Analisa lambung merupakan suatu prosedur dimana cairan lambung dihisap secara langsung dari lambung dan duodenum sehingga jumlah asam bisa diukur. a. G. sehingga pemakaian terus menerus bisa menyebabkan perubahan dalam keseimbangan asam-basa darah dan menyebabkan terjadinya alkalosis (sindroma alkali-susu). Obat ini diserap oleh aliran darah. Antasid yang dapat diserap. yang efeknya dirasakan segera setelah obat diminum. Obat ini dengan segera akan menetralkan seluruh asam lambung. Pengobatan Salah satu segi pengobatan ulkus duodenalis atau ulkus gastrikum adalah menetralkan atau mengurangi keasaman lambung. ANTASID Antasid mengurangi gejala. Karena itu obat ini biasanya tidak digunakan dalam jumlah besar selama lebih dari beberapa hari. alkohol dan nikotin). 1. mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah angka kekambuhan dari ulkus. Kemampuan antasid dalam menetralisir asam lambung bervariasi berdasarkan jumlah antasid yang diminum. bisa diambil contoh jaringan untuk keperluan biopsi. Pemerisaan darah lainnya bisa menemukan adanya Helicobacter pylori. Tetapi penderita hendaknya menghindari makanan yang tampaknya menyebabkan semakin memburuknya nyeri dan perut kembung. Yang paling kuat adalah natrium bikarbonat dan kalsium karbonat. Pemeriksaan Penunjang Nyeri lambung yang khas merupakan petunjuk adanya ulkus. Pemeriksaan darah tidak dapat menentukan adanya ulkus. lebih dapat dipercaya untuk menemukan adanya ulkus dalam duodenum dan dinding belakang lambung dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen b. . 3. lebih bisa diandalkan pada penderita yang telah menjalani pembedahan lambung c. Tablet mungkin lebih disukai. Antasid yang tidak dapat diserap. Rontgen dengan kontras barium dari lambung dan duodenum (juga disebut barium swallow atau seri saluran pencernaan atas) dilakukan jika ulkus tidak dapat ditemukan dengan endoskopi. Makanan cair tidak mempercepat penyembuhan maupun mencegah kambuhnya ulkus. efek terhadap saluran pencernaan. Prosedur ini dilakukan hanya jika ulkusnya berat atau berulang atau sebelum dilakukannya pembedahan. Diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memperkuat diagnosis karena kanker lambung juga bisa menyebabkan gejala yang sama. 1.

ranitidine. d. Obat ini mempercepat penyembuhan ulkus dengan mengurangi jumlah asam dan enzim pencernaan di dalam lambung dan duodenum. b. Rabeprazole . Ulkus biasanya diobati minimal selama 6 minggu dengan obat-obatan yang mengurangi jumlah asam di dalam lambung dan duodenum. Pengobatan terdiri dari satu macam atau lebih antibiotik dan obat untuk mengurangi atau . Penghambat pompa proton ( Omeprazole . Sangat efektif untuk mengobati ulkus peptikum dan merupakan pilihan kedua dari antasid. tetapi bila lebih dari 4 kali bisa menyebabkan diare. digoxin dan zat besi) ke dalam darah. Terutama efektif diberikan kepada penderita esofagitis dengan atau tanpa ulkus esofageal dan penderita penyakit lainnya yang mempengaruhi pembentukan asam lambung (misalnya sindroma Zollinger-Ellison). Cimetidine bisa mempengaruhi pembuangan obat tertentu dari tubuh (misalnya teofilin untuk asma. OBAT-OBAT ULKUS. sehingga mengurangi kadar fosfat darah dan mengakibatkan hilangnya nafsu makan dan lemas. Obat ulkus bisa menetralkan atau mengurangi asam lambung dan meringankan gejala. famotidine dan nizatidine. Dosis 4 kali 1-2 sendok makan/hari biasanya tidak akan mempengaruhi kebiasaan buang air besar. sehingga efek sampingnya sedikit. c. Obat ini juga bisa menyebabkan sembelit. Sucralfate. Magnesium Hidroksida Merupakan antasid yang lebih efektif daripada alumunium hidroksida. demam dan nyeri otot telah dilaporkan terjadi pada 1% penderita yang mengkonsumsi cimetidine. Resiko timbulnya efek samping ini lebih besar pada penderita yang juga alkoholik dan penderita penyakit ginjal (termasuk yang menjalani hemodialisa).Obat ini lebih disukai karena efek sampingnya lebih sedikit. Sejumla kecil magnesium diserap ke dalam darah. biasanya dalam beberapa hari. warfarin untuk pembekuan darah dan phenytoin untuk kejang). c. Pada pria cimetidine bisa menyebabkan pembesaran payudara yang bersifat sementara dan jika diminum dalam waktu lama dengan dosis yang tinggi bisa menyebabkan impotensi. Antibiotik. Digunakan bila penyebab utama terjadinya ulkus adalah Helicobacter pylori. 2. diare. Obat ini dapat secara total menghambat pelepasan asam dan efeknya berlangsung lama. Tetapi alumunium dapat berikatan dengan fosfat di dalam saluran pencernaan. Alumunium Hdroksida Merupakan antasid yang relatif aman dan banyak digunakan. Diminum 1 kali/hari dan beberapa diantaranya bisa diperoleh tanpa resep dokter. tetapi bisa menyebabkan sembelit. ruam. a. Banyak antasid yang mengandung magnesium dan alumunium hidroksida. Obat ini berikatan dengan asam lambung membentuk bahan yang bertahan di dalam lambung. Antagonis H2 Contohnya adalah cimetidine. Cara kerjanya adalah dengan membentuk selaput pelindung di dasar ulkus untuk mempercepat penyembuhan. Jika penderita mengalami salah satu dari efek samping tersebut diatas. sehingga obat ini harus diberikan dalam dosis kecil kepada penderita yang mengalami kerusakan ginjal. maka sebaiknya cimetidine diganti dengan antagonis H2 lainnya. Lansoprazole . tidak menyebabkan alkalosis. Tetapi antasid ini mempengaruhi penyerapan obat lainnya (misalnya tetracycllin. Esomeprazole . Pantoprazole) Merupakan obat yang sangat kuat menghambat pembentukan enzim yang diperlukan lambung untuk membuat asam. Perubahan mental (terutama pada penderita usia lanjut). Sucralfate diminum 3-4 kali/hari dan tidak diserap ke dalam darah. d. mengurangi aktivitas cairan-cairan pencernaan dan mengurangi gejala ulkus tanpa menyebabkan alkalosis.

e. pucat. kelelahan. muntah (warna kopi gelap atau merah). nyeri hilang setelah makan. Tetapi obat ini tidak digunakan pada semua penderita artritis tersebut karena menyebabkan diare (pada 30% penderita). takikardia. bau busuk). perubahan karakteristik feses. mual. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah c. rentang perhatian menyempit. c. e. berat badan menurun.Gangguan kerja. bahkan jika ulkus tidak memberikan respon terhadap pengobatan sebelumnya atau jika ulkus sering mengalami kekambuhan. d. sendawa. disritmia. Eliminasi : gejala dan tanda meliputi riwayat perdarahan. Pengkajian Data Klien a. Clarithromycin. klien dapat menunjukkan nyeri efek pasien sendiri sebagai pilihan pertama untuk mengumpulkan informasi pengkajian. Konstipasi berhubungan dengan ketidakadekuatan defekasi d. f. Aktivitas/istirahat : gejala dan tanda yang mungkin ditemui kelemahan. bising otot meningkat. perasaan tidak berdaya. intoleransi terhadap makanan. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri/ketidaknyamanan f. kepuasan 2. konstipasi (perubahan diet dan penggunaan antasida). distensi. Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa lambung b. Misoprostol. Pengobatan ini bisa mengurangi gejala ulkus. b. takipnea. warna kulit pucat. nyeri epigastrik kiri ke mid epigastrikdapat menjalar ke punggung. (NOC) (NIC) Setelah dilakukan tindakan Pengkajian keperawatan selama 2x24 1. Integritas ego : gejala dan tanda meliputi stress akut dan kronis. Sirkulasi : gejala dan tanda yang mungkin ditemui adalah takikardi. Nyeri/keamanan : gejala dan tanda meliputi nyeri yang sangat. Yang paling banyak digunakan adalah kombinasi bismut subsalisilat (sejenis sucralfate) dengan tetracyclin dan metronidazole atau amoxycillin . Digunakan untuk mencegah ulkus gastrikum yang disebabkan oleh obat-obat anti peradangan non-steroid. sianosis dan berkeringat. P : nyeri terjadi saat klien terlambat makan. nyeri ulu hati. Gunakan laporan dari jam. pengisian kapiler lambat/perlahan. Makanan/cairan : gejala dan tanda meliputi anoreksia. nyeri tekan abdomen. Diagnosa Keperawatan Diagnosa yang mungkin muncul adalah a. gemetar. karakteristik feses (terdapat darah. Dalam mengkaji nyeri . Obat ini diberikan kepada penderita artritis yang mengkonsumsi obat anti peradangan non-steroid dosis tinggi. berkeringat.menetralilsir asam lambung. merusak yang ditandai dengan : . berbusa. perubahan pola defekasi. Kombinasi efektif lainnya adalah omeprazole dan antibiotik. Intervensi Diagnosa Tujuan dan criteria hasil Intervensi keperawatan Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa lambung. Asuhan Keperawatan pada Pasien Ulkus Peptikum 1. 2. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri 3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri kronis e. gelisah. seperti rasa terbakar. H.

Tentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. gunakan katakata yang konsisten dengan usia dan tingkat perkembangan pasien Pendidikan untuk pasien dan keluarga 3. jam. Tentukan motivasi pasien untuk mengubah kebiasaan makan. tape dan kunjungan. Informasikan pada pasien tentang prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan tawarkan saran koping Aktivitas lain 5. R : klien mengatakan . radio.Penurunan nafsu makan atau kesulitan menelan . S : klien mengatakan skala nyeri 8 (1-10). T : klien mengatakan nyerinya terjadi pada saat dua jam setelah makan.Penurunan konsentrasi pasien. klien dapat menunjukkan status gizi : asupan makanan dan cairan yang ditandai dengan : Mempertahankan massa tubuh dan berat badan Pendidikan untuk 2. Bantu pasien untuk lebih berfokus pada aktifitas daripada nyeri/ ketidaknyamanan dengan melakukan pengalihan melalui televisi. .Terganggunya tidur nyeri terjadi pada epigastrium tengah atau di punggung. hidup atau kemampuan untuk mengendalikan. .Mengenali factor penyebab dan menggunakan tindakan untuk mencegah nyeri Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah Setelah dilakukan tindakan Pengkajian keperawatan selama 2x241. Instruksikan pasien untuk menginformasikan kepada perawat jika pengurang nyeri tidak dapat dicapai 4.Q : klien mengatakan nyeri terasa seperti terbakar. .

klien dapat menunjukkan kemampuan eliminasi defekasi yang ditandai dengan : . Berikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhuinya. tingkat energy. pengobatan. Aktivitas kolaboratif 5. dan pola kebiasaan pasien Pendidikan untuk pasien/keluarga ketidakadekuatan defekasi feses lembut dan terbentuk 2. Tentukan dengan melakukan kolaborasi bersama ahli gizi.Mengkonsumsi cairan dan mengejan selama . pada program defekasi. Bantu makan. pasien/keluarga Ajarkan pasien tentang makanan yang bergizi dan tidak mahal 4. Tekankan penghindaran . secara tepat jumlah kalori dan jenis zat gizi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Aktivitas Lain 6. Dapatkan data dasar jam.Pola eliminasi dalam rentang yang diharapkan. sesuai dengan kebutuhan Konstipasi berhubungan Setelah dilakukan tindakan Pengkajian dengan keperawatan selama 2x241. aktivitas. 7. Tawarkan makanan porsi besar disiang hari ketika nafsu makan tinggi.dalam batas normal Melaporkan keadekuatan3.

pasien/keluarga dalam . Evaluasi motivasi dan jam. Intoleransi berhubungan nyeri kronis aktivitas Setelah dilakukan tindakan Pengkajian dengan keperawatan selama 2x241. Aktivitas Lain 4. pendarahan Aktivitas Kolaboratif 3. Anjurkan pasien untuk meminta obat nyeri sebelum defekasi untuk memudahkan keluarnya feses tanpa nyeri.serat dengan adekuat . Instruksikan kepada intoleransi aktivitas. Minta program dari dokter untuk memberikan bantuan eliminasi. Pendidikan untuk Pasien/keluarga yang berkontribusi pada 3. Pantau asupan nutrisi – hari yang ditandai dengan : Mengidentifikasi aktivitas dan/atau situasi yang menimbulkan kecemasan untuk memastikan keadekuatan sumber – sumber energy. 5. pelembut feses. sakit kepala atau nyeri dan mengejan. seperti diet tinggi serat. enema dan laksatif. Anjurkan aktivitas optimal untuk merangsang eliminasi defekasi pasien.Melaporkan keluarnya defekasi untuk mencegah perubahan pada tanda feses dengan berkurangnya vital. klien dapat keinginan pasien untuk melakukan perawatan diri : meningkatkan aktivitas aktivitas kehidupan sehari2.

klien dapat menunjukkan pola tidur yang normal yang ditandai 2. kualitas. Diskusikan dengan . Hindari menjadwalkan aktivitas perawatan selama periode istirahat 6. 3. dan ambulasi yang dapat ditoleransi. faktor-faktor fisik. Aktivitas kolaboratif 5. Aktivitas Kolaboratif 4. tidur atau istirahat Ajarkan pasien dan orang lain tentang faktorfaktor yang dapat pada berpengaruh gangguan pola tidur. Tentukan efeksamping pengobatan pada pola tidur pasien. Berikan pengobatan nyeri sebelum aktivitas Aktivitas Lain 5. Gangguan pola tidur Setelah dilakukan tindakan Pengkajian berhubungan dengan keperawatan selama 2x241.penggunaan tekhnik relaksasi. jam. dan rutinitas tidur atau istirahat. Bantu pasien untuk mengubah posisi secara berkala. yang dapat meningkatkan 4. Pantau pola tidur pasien dan catat hubungan nyeri/ketidaknyamana. dengan : Tidak ada masalah dengan pola. bersandar. berdiri. Pendidikan Pasien/Keluarga Jelaskan pentingnya Mengidentifikasi tindakan tidur yang adekuat. duduk.

dokter tentang perlunya meninjau kembali program pengobatan jika berpengaruh pada pola tidur. jam. klien dapat dengan nyeri melakukan perawatan diri : kesehatan di rumah dan aktivitas kehidupan sehari – hari yang ditandai dengan : Melakukan aktivitas kehidupan sehari – hari secara mandiri dengan alat bantu Meminta bantuan untuk aktivitas mobilisasi. kebutuhan akan peralatan pengobatan yang tahan lama Ajarkan pasien tentang dan pantau penggunaan alat bantu mobilitas gunakan ahli terapi fisik / okupasi sebagai suatu sumber untuk pengembangan perencanaan dan mempertahankan / meningkatkan mobilitas. Aktivitas lain 6. awasi seluruh kegiatan . Hambatan fisik mobilitas Setelah dilakukan tindakan Pengkajian Kaji kebutuhan akan bantuan pelayanan berhubungan keperawatan selama 2x24 1. 2. Ajarkan pasien untuk menghindari makanan waktu tidur untuk dan minuman pada jam tidur yang dapat mengganggu tidurnya. 4. 7. jika diperlukan 3. Fasilitasi mempertahankan rutinitas pasien.

Ulkus duodenalis. keinginan berlebihan) dapat merangsang sekresi HCL berlebihan. BAB III PENUTUP Kesimpulan Ulkus peptikum adalah kerusakan selaput lendir karena factor – factor psikosomatis. Faktor psikosomatis (missal ketakutan. merupakan jenis ulkus peptikum yang paling banyak ditemukan. pada daerah dimana lambung yang tersisa telah disambungkan ke usus. toksin. . tepat dibawah lambung. HCL akan merusak selaput lendir lambung. yaitu beberapa sentimeter pertama dari usus halus.jika di perlukan. kecemasan. biasanya terjadi di sepanjang lengkung atas lambung. Ulkus gastrikum lebih jarang ditemukan. Jika sebagian dari lambung telah diangkat. terjadi pada duodenum (usus dua belas jari). kelelahan. ataupun kuman – kuman Streptococcus. Ulkus peptikum disebut juga penyakit mag.mobilitas dan bantu pasien. bisa terjadi ulkus marginalis.

Gangguan Gastrointestinal. Biologi SMA Jilid 2 untuk Kelas XI.news-medical. Jakarta : Salemba Medika Pratiwi. B. 2011. ETIOLOGI Ulkus peptikum biasanya disebabkan oleh hipersekresi asam lambung. namun ini hanya merupakan salah satu faktor penyebab. Jakarta : Erlangga. http://medicastore. 2006. yang secara khas akan mereda setelah makan atau menelan antasida.DAFTAR PUSTAKA Muttaqin.wordpress. Nyeri ini seringkali .com/penyakit/531/Ulkus_Peptikum. Ulkus peptikum bisa pula disebabkan oleh: Dekstruksi mukosa lambung Obat-obatan (aspirin) Zat-zat perangsang (alkohol/kafein) Stress. emosi Helicobacter pylori C. Nyeri timbul 2 sampai 3 jam setelah makan atau pada malam hari sewaktu lambung keadaan kosong. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinis utama Ulkus peptikum adalah nyeri opigastrium yang intermittent.net/health/Peptic-Ulcer-Symptoms-%28Indonesian%29. DEFINISI Ulkus peptikum adalah suatu gambaran bulat atau semi bulat/oval pada permukaan mukosa lambung sehingga kontinuitas mukosa lambung terputus pada daerah tukak.aspx Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN GASTROINTESTINAL (ULKUS PEPTIKUM) A.html http://harnawatiaj. D.A dkk. Arif dan Kumala Sari.com/2008/02/21/ulkus-peptikum/ http://www.

Biasanya penderita tukak lambung akan mengalami penurunan BB secara umum penderita tukak gaster. Mual/muntah Merangsang dapat meningkatkan saraf nyeri permeabilitas kapiler . H. PATOFISIOLOGI ULKUS PEPTIKUM Ulkus peptikum Stress. D. rasa penuh ulu hati. kembung. muntah. cepat merasa kenyang. Dyspepsia adalah suatu sindrom keluhan beberapa penyakit saluran cerna seperti mual. hipersekresi HCl. zat-zat perangsang. obat-obatan. terbakar atau rasa tidak nyaman. Biasanya mengeluh dyspepsia.digambarkan nyeri teriris. Remisi dan ekasorbasi merupakan ciri yang begitu khas sehingga nyeri di abdomen atas yang persisten. pylori Merusak mukosa lambung Terjadi perubahan pada sawar epitel mukosa lambung Kerusakan jaringan Peningkatan HCl Erosi Histamin meningkat Merangsang sekresi asam dan pepsin.

40 A Makassar 2.terhadap protein Penurunan nafsu makan Gangguan rasa nyaman nyeri Edema pada mukosa lambung Perdarahan hilangnya protein plasma ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN GASTROINTESTINAL (ULKUS PEPTIKUM) PENGKAJIAN I. Bunaken No. A 65 tahun Laki-laki Islam Bugis : Kawin : SMU Purnawirawan ABRI Jl. Bunaken No.S 30 tahun Karyawan Swasta : S1 (Ekomomi) Pendidikan Terakhir Hubungan dengan klien: anak kandung Alamat : Jl. Wawancara a. Riwayat Kesehatan Saat Ini . Identitas Penanggung Jawab Nama Umur Pekerjaan : : : Tn . 1. Identitas Klien Nama Umur : : Tn. 40 A Makassar : 12 Maret 2004 : O Mawar IA Jenis kelamin : Agama Suku : : Status perkawinan Pendidikan Terakhir Pekerjaan Alamat : : Tanggal masuk RS Golongan darah Ruangan : b.

perasaan selalu kenyang dan kadang disertai dengan muntah. merasa mual dan nyeri yang dirasakan semakin lama semakin tidak dapat ditahan dan semakin sering timbul sehingga pasien dan keluarganya memutuskan untuk masuk rumah sakit.a. demam dan batuk-batuk ringan. Klien tidak pernah dioperasi dan tidak mengalami alergi terhadap makanan atau obat tertentu. Pasien juga mengatakan bahwa nyeri dapat berkurang pada saat pasien beristirahat yang cukup atau rileks dan kontrol ke rumah sakit kira-kira satu bulan terakhir pasien tidak lagi kontrol ke rumah sakit sebab tidak ada lagi gejala yang timbul. Selama menderita penyakit tersebut. Klien tersebut pernah dirawat dengan penyakit gastritis sebanyak 1 kali dan pernah juga dirawat dengan Ulkus peptikum sebanyak dua kali di rumah sakit Labuang Baji. Hal ini dapat timbul secara terputus-putus. Biasanya obat yang dikonsumsi adalah antasida dan beberapa obat lainnya. merasa tidak enak dan kurang berselera terhadap makanan. 4. Alasan masuk rumah sakit Sejak tadi sore pasien merasa tidak enak. Tn. Riwayat penyakit gastritis sudah dialami sejak berumur 45 tahun. c. A rajin kontrol setiap bulannya ke rumah sakit. Keluhan utama Pasien merasa sakit/nyeri pada ulu hati. Riwayat Kesehatan Keluarga Klien mengatakan bahwa di dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit tersebut (Ulkus peptikum). Keluhan yang paling sering dirasakan oleh pasien adalah nyeri pada ulu hati. Riwayat Psikososial Keluarga  Pola koping . 3. biasanya 2 sampai dengan 3 jam setelah makan atau pada waktu lambung kosong dan meredah setelah menelan obat atau makanan. Riwayat penyakit Pasien sudah mengalami nyeri pada ulu hati sejak 2 tahun yang lalu dan pernah dirawat di rumah sakit Labuang Baji pada tahun 2003. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Sejak kecil klien tidak pernah mengalami penyakit akut maupun kronis. 5. namun masih dapat ditahan sampai umur 50 tahun. Dan pada akhirnya klien tersebut mengalami Ulkus peptikum. b. namun kadangkadang pasien tersebut kadang-kadang flu.

 Pola eliminasi BAB . selera makan terganggu. 6. Kebutuhan Dasar  Pola makan Sebelum sakit klien makan 3 x sehari dengan porsi tiap kali makan 1 piring berupa nasi. Setelah masuk RS klien diberi makan 3 x/hari.Klien dapat menerima keadaan penyakitnya sebagai suatu yang wajar terjadi di usia tua. sayur. kadang-kadang ada buah.  Pola minum Sebelum masuk RS pasien dapat minum 8 – 9 gelas/hari dibarengi dengan minuman kesukaan klien (kopi) setiap pagi.    Faktor stressor Merasa bosan dan diam terus di rumah Konsep diri Klien tidak merasa rendah diri karena penyakitnya dianggap wajar terjadi pada usia tua. Hubungan dengan masyarakat Klien di lingkungannya bergabung dengan masyarakat lainnya. Aktivitas sosial Klien mau mengikuti kegiatan sosial di masyarakat sesuai dengan kemampuannya Kegiatan keagamaan Klien rajin shalat dan mengikuti pengajian Keyakinan tentang kesehatan Klien mengatakan bahwa menjaga kesehatan itu merupakan hal yang paling penting. anak-anak klien sering berkunjung ke rumah klien. Pengetahuan klien Tentang penyakitnya: klien mengatakan bahwa penyakitnya merupakan hal yang biasa terjadi pada usia tua.  Harapan klien tentang penyakitnya: Klien berharap penyakitnya sembuh dan tidak dapat kambuh lagi dan jangan sampai dirawat lagi di rumah sakit. tidak ada kelainan saat klien miksi dan tidak ada keluhan lain.  Pola eliminasi BAK Klien buang air kecil lancar dengan frekuensi 4 – 5 x/hari.      Hubungan dengan anggota keluarganya Baik. Makanan yang spesifik tidak ada dan selera makan biasa.

klien juga mengatakan tidur siang pada pukul 13. tanda anemis (-) Hidung Bentuk simetris. Setelah masuk RS istirahat sedikit terganggu karena adanya nyeri dan suasana RS tetapi tidak terlalu mengganggu terhadap penyakitnya.  Aktivitas sehari-hari Klien mengatakan bahwa ia tidak bekerja/sudah pension. HR 100 x/menit. rambut beruban. . Kepala Simetris tegak lurus dengan garis tengah tubuh. tetapi kadang-kadang melakukan aktivitas sehari-hari di rumah dengan membersihkan halaman rumah.     Kulit Kulit sudah mulai keriput. Pemeriksaan Fisik  Keadaan umum Kelemahan diakibatkan oleh adanya nyeri ulu hati sebelum masuk RS BB klien 56 kg dan setelah di rawat BB 54 kg. tidak ada lagi atau benjolan.Klien buang air besar 1 x/hari dengan konsistensi lunak. Dada Bentuk dan gerakan dada tetap baik/simetris. pernafasan teratur dengan frekuensi 26 x/menit. temperaturnya/suhu: 37 ºC. suara pernafasan normal pada auskultasi. kering. sianosis (-). leher dapat digerakkan dengan bebas. 7.00 – 14. tonsil tidak infeksi. Klien tidak merasa tidak betah di RS bila tidak ada aktivitas dan vital sign TD: 130/90 mmHg. Sistem pernafasan Tidak ada sesak.  Pola tidur Sebelum masuk RS klien tidur malam sekitar jam 6 – 8 jam. RR 24 x/menit. polip (-) tidak ditemukan darah/cairan keluar dari hidung.  Mulut dan tenggorokan Bibir agak kering. refleks cahaya (+).    Leher Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid. jumlah gigi sudah tidak lengkap. Mata Ikterus (-). kadang-kadang encer dan berwarna kuning. sianosis (-) dan edema (-). tidak ada luka. fungsi pengecapan baik. fungsi penciuman baik.00.

II. Sistem musculoskeletal Nyeri sendi kadang-kadang dialami klien bila cuaca terlalu dingin. tidak ada benjolan. edema (-).  Sistem neurologi Kesadaran komfos mentis.  Sistem endokrin Belum pernah dideteksi adanya penyakit akibat gangguan sistem endokrin. kekakuan otot dan sendi (-). frekuensi jantung normal tidak ad tanda-tanda kelainan. komunikasi lancar dan jelas. Sistem gastrointestinal Inspeksi: bentuk abdomen datar.   Sistem kardiovaskuler Tekanan darah selama ini teratur. bunyi peristaltic bising usus. 8. kehilangan memori (-). suara timpani. tonus otot sedang. kelemahan otot (+). Palpasi: tidak dijumpai adanya massa. hepar dan lien tidak teraba. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. orientasi terhadap orang baik. Perkusi. Pemeriksaan Penunjang Penonjolan besar berbentuk nodular pada kurvatura minor lambung melalui pemeriksaan radiogram dengan barium. Klasifikasi Data Data Subjektif: Nyeri pada ulu hati Lemah Selera makan menurun Data Objektif: Gelisah Meringis Nadi 100 x/menit RR 24 x/menit BB menurun 2 kg dari 56 kg menjadi 54 kg Mual/muntah . nyeri area epigastik. umbilicus tidak menonjol. atropi otot (-). Auskultasi: peristaltic usus meningkat.

Nyeri ulu hati .Lemah . dsb) Merangsang ujung saraf nyeri Ulkus peptikum Peningkatan sekresi lambung Mempengaruhi kerja N. kafein. nyeri - DS: . aspirin.Nafsu makan menurun DO: .Turgor kulit buruk . kafein. Analisa Data Data DS: . aspirin.Nyeri ulu hati DO: Gelisah Meringis Nadi 100 x/menit RR 24 x/menit Skala nyeri 7 Penyebab/Etiologi Ulkus peptikum Kerusakan sekat penghalang/sawar mukosa Kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di epitel erosi Stimulus zat-zat perangsang (alkohol. dsb) Restriksi mukosa lambung Ulkus peptikum Masalah Gangguan rasa nyaman.BB menurun 2 kg dari 56 kg menjadi 54 kg .Penonjolan pada kurvatura minor Potensial perdarahan .Porsi makanan tidak dihabiskan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh DS: .- Porsi makanan tidak dihabiskan Penonjolan pada kurvatura minor Turgor kulit buruk Skala nyeri 7 – 10 (berat) TD 120/90 mmHg 2. vagus Terjadi peningkatan HCl (asam lambung) Mual/muntah Penurunan nafsu makan Zat perangsang (alkohol.Mual/muntah .Lemah DO: .

.Gelisah Kerusakan jaringan Mukosa kapiler rusak 3. nyeri berhubungan dengan kerusakan kontinuitas mukosa lambung yang ditandai dengan: 2) Nyeri ulu hati Lemah Gelisah Meringis Nadi 100 x/menit RR 24 x/menit Skala nyeri 7 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya intake oral ditandai dengan: 3) Nafsu makan kurang Mual Muntah BB menurun 2 kg dari 56 kg menjadi 54 kg Turgor kulit buruk Porsi makanan tidak dihabiskan Potensial perdarahan berhubungan dengan kerusakan mukosa kapiler lambung ditandai dengan: Nyeri ulu hati Lemah Penonjolan pada kurvatura minor Gelisah Skala nyeri 9 . Diagnosa Berdasarkan Prioritas 1) Gangguan rasa nyaman.Skala nyeri 9 .

III. TUJUAN 1. Gangguan rasa nyaman, nyeri berhubungan dengan kerusakan kontinuitas mukosa lambung. Tujuan yang diharapkan: Nyeri berkurang/hilang dengan kriteria: Merasa rileks Mampu tidur/istirahat dengan tenang Nadi 80 x/menit RR 20 x/menit

2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang kurang. Tujuan yang diharapkan. Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria: 3. Intake nutrisi yang adekuat Selera makan meningkat BB meningkat Potensial perdarahan berhubungan dengan kerusakan mukosa kapiler.

Tujuan yang diharapkan Mencegah perdarahan dengan kriteria:      Klien merasa nyaman/tenang Tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perdarahan Hematonesis Pucat Kulit dingin Pusing Sianotik

IV. INTERVENSI KEPERAWATAN

1. Gangguan rasa nyaman, nyeri berhubungan dengan kerusakan kontinuitas mukosa lambung. Tindakan/Intervensi Mandiri: Kaji tingkat nyeri, lokasi lamanya dan karakteristik nyeri serta faktor yang dapat memperburuk atau meredakan. Nyeri merupakan pengalaman subjektif dan harus dijelaskan oleh pasien. Identifikasi karakteristik nyeri dan faktor yang berhubungan merupakan hal yang penting untuk memilih intervensi yang cocok dan untuk mengevaluasi keefektifan terapi yang diberikan. Beri dorongan untuk melakukan aktivitas yang meningkatkan istirahat dan relaksasi Anjurkan klien untuk makan dengan teratur Makanan yang mencukupi jumlah partikel dalam lambung membantu menetralisir keasaman sekresi lambung Dorong klien untuk menghindari merokok dan menurunkan masukan minuman yang mengandung alkohol ataupun kafein, dan makan yang mengandung gas. Masase daerah yang nyeri jika pasien dapat mentoleransi sentuhan Kompres hangat pada daerah nyeri Tindakan kolaboratif Berikan obat sesuai indikasi  Analgesik  Menghilangkan nyeri dan menurunkan Alkohol pada lambung yang kosong akan mengikis lapisan mukosa. Merokok menurunkan sekresi bikarbonat pankreas yang meningkatkan keasaman sedangkan mencerna kafein dapat merangsang sekresi asam lambung. Masase dapat meningkatkan relaksasi otot, memfokuskan perhatian dan meningkatkan kemampuan koping. Meningkatkan sirkulasi otot dan meningkatkan relaksasi otot Relaksasi otot menurunkan peristaltic dan menurunkan nyeri gastritis. Rasional

aktivitas peristaltic   Aseraminofen Antasida   Meningkatkan kenyamanan dan istirahat Menurunkan keasaman lambung Berguna untuk membuat program diet untuk memenuhi kebutuhan individu

Berikan dan lakukan perubahan diit

2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kurangnya intake oral. Tindakan/Intervensi Mandiri: Berikan makan sedikit tapi sering Makan terlalu banyak mengakibatkan rangsangan berlebihan dan berulangnya gejala. Diskusikan yang disukai klien Dapat meningkatkan masukan, Rasional

dan masukkan dalam diet murni meningkatkan rasa berpartisipasi. Bantu pasien dalam pemilihan makanan/cairan yang memenuhi kebutuhan nutrisi dan pembatasan bila diet dimulai Timbang berat badan setiap hari Mengkaji pemasukan yang adekuat sesuai dengan indikasi Anjurkan makan pada posisi duduk tegak menurunkan rangsangan penuh pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan Kebiasaan diet sebelumnya mungkin tidak memuaskan pada pemenuhan kebutuhan saat ini untuk regenerasi jaringan dan penyembuhan

Tindakan kolaboratif Berikan diet sesuai kebutuhan  Makanan lunak  Berguna untuk membuat program diet untuk memenuhi kebutuhan individu. Berikan obat sesuai indikasi antiemetik Untuk menekan timbulnya rangsangan yang dapat menghambat intake oral.

By http://nandarnurse. silahkan isi pada kolom berikut. Demikianlah penjelasan saya tentang asuhan keperawatan (Askep) ulkus peptikum. Tindakan/Intervensi Mandiri: Pantau terhadap darah samar pada aspirat lambung dan feses. Tanda dan gejala hemorogi dapat tersembunyi atau timbul secara bertahap dan cukup jelas dan massif. Potensial perdarahan berhubungan dengan kerusakan mukosa kapiler.3. Tindakan kolaboratif Berikan obat sesuai indikasi Pemberian obat yang sesuai dapat mengurangi adanya perdarahan Berikan diet sesuai kebutuhan Pemberian diit yang sesuai dapat mencegah adanya kerusakan mukosa lambung yang dapat merangsang terjadinya perdarahan. IMPLEMENTASI Rasional Dilaksanakan sesuai dengan rencana tindakan menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan pedoman atau prosedur teknis yang telah ditentukan. Tidak berhasil Tuliskan mana yang belum berhasil dan lanjutkan tindakan. VI. V. Pengkajian yang sering dan cermat terhadap status klien dapat membantu mendiagnosa perdarahan sebelum status klien terganggu lebih parah Pantau pH lambung setiap 4 jam Pantau tanda dan gejala hemorogi Dengan mempertahankan pH lambung di bawah 5 telah menurunkan perdarahan Hemorogi adalah komplikasi paling umum dari penyakit Ulkus peptikum.com Read more: asuhan keperawatan (Askep) ulkus peptikum . Terima kasih. Semoga bermanfaat bagi anda. Kalau ada saran atau komentar. EVALUASI Kriteria keberhasilan   Berhasil Tuliskan kriteria keberhasilannya dan tindakan dihentikan.blogspot.

com/2013/03/asuhan-keperawatan-askep-ulkuspeptikum. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.html#ixzz2XUy6wq3Z Under Creative Commons License: Attribution Follow us: nHandar on Facebook ASKEP CA LAMBUNG KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirahim. Segala puji dan syukur kami penyusun ucapkan kepada Allah SWT. Palembang. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kanker Lambung” sebagai kegiatan dan salah satu tugas serta bahan pembelajaran pada bidang Keperawatan Medikal Bedah I (KMB I). Pada kesempatan ini pula kami sebagai penulis dan penyusun menyampaikan terima kasih kepada dosen pengajar yang telah membimbing kami dalam penulisan makalah serta teman-teman sekalian yang telah membantu kelancaran penulisan.blogspot. Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami sebagai penulis dan penyusun.http://nandarnurse. baik kekurangan dalam isi maupun penyusunannya. kami sangat mengharapkan kritik dan saran-saran yang sangat membangun dari pembaca. yang mana telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. 22 Oktober 2008 . Oleh karena itu.

.......... Diagnosa Keperawatan.. Pengkajian...................... 3 B....................................................................................... 3 D........... 8 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................................................................................................... Etiologi ..................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN A.... Intervensi........................... 4 G................................................................................. 12 ......................... Patofisiologi............. Penatalaksanaan Medis Umum..................................Tim Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............... 4 E............................................... 4 F................................... Evaluasi Diagnostik............................................................... Intervensi Keperawatan...... 3 C........................................................... ........................................................................................................ 6 B............................... Faktor-Faktor Resiko................ Pengertian........ 1 DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 5 BAB II ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN EMPIEMA A......................................................................................................................... 7 C..........

akan tetapi. banyak pengidap kanker lambung semula melalui gastritis kronis dan atrofia sel diduga berangsur-angsur menyebabkan berkembangnya tumor ganas. akhir tahun 1997 telah dibuktikan bahwa Helicobacter pylori juga memegang peranan kausal pada semua tumor ini. PATOFISIOLOGI Beberapa faktor dipercaya menjadi precursor kanker yang mungkin. C. tetapi kanker lambung mungkin ada bersamaan dengan ulkus lambung dan tidak ditemukan pada pemeriksaan diagnostik awal. . yaitu polip. prostgastrektomi. PENGERTIAN Kanker lambung adalah sejenis kanker saluran cerna dengan insidensi paling tinggi. sejumlah faktor dihubungkan dengan penyakit tersebut juga dipercaya bahwa faktor eksogen dalam lingkungan seperti bahan kimia karsinogen. Ada yang timbul sebagai hubungan dengan konsumsi gram yang meningkat. ETIOLOGI Penyebab dari kanker lambung masih belum diketahui. pembedahan dan radiasi kini tidak diperlukan lagi karena kuman dapat dibasmi dengan antibiotika. anemia pernisiosa. Karena lambung mempunyai kontak lama dengan makanan. (Tjay. Tan Joan : 2002) Kanker lambung adalah adenokarsinoma yang muncul paling sering sebagai massa ireguler dengan penonjolan ulserasi sentral yang dalam ke lumen dan menyerang lumen dinding lambung. (Harnawatiah : 2008) B.BAB I KONSEP DASAR A. gastritis artofi kronis dan ulkus lambung tidak mempengaruhi individu menderita kanker lambung. virus onkogenik mungkin mengambil bagian penting dalam karsinoma lambung. Ingesti nitrat dan nitrit dalam diet tinggi protein telah memberikan perkembangan dalam teori bahwa senyawa karsinogen seperti nitrosamine dan nitrosamide dapat dibentuk oleh gerak pencernaan.

penambangan batu bara. pengolahan tambaga dan karet. Desi polipoid juga mungkin timbul dan menyebabkan sukar untuk membedakan dari polip benigna dengan X-ray. C. Perawat juga memberikan asuhan spesifik terhadap metode drainase cairan pleura seperti aspirasi jarum. tampaknya meningkatkan insiden tumor lambung. A dan E yang kurang dalam diet. pemindai tomografi komputer. Status ekonomi yang rendah merupakan faktor resiko yang nyata dan mungkin dapat menjelaskan pengaruh pekerjaan dan makanan. selain itu menginvasi struktur lokal seperti bagian bawah dari esofagus. pleura. EVALUASI DIAGNOSTIK Pemeriksaan fisik biasanya tidak membantu. Karena metastase sering terjadi sebelum tanda peringatan ada. Pemeriksaan sinar-x terhadap saluran GI atas dengan barium juga dilakukan. E. tidak adanya makanan segar dan jumlah vit. Pekerjaan ini meliputi pabrik nikel. Endoskopi untuk biopsi dan pencucian sitologis adalah pemeriksaan diagnostik umum. asites mungkin muncul bila terdapat metastasis pada hepar. kolon transversum dan peritonium. FAKTOR-FAKTOR RESIKO Masalah lingkungan dan nutrisi dapat mempengaruhi perkembangan dari kanker lambung. Pekerja dalam industri tertentu juga mengalami kejadian kanker lambung yang tinggi. pemindai tulang. INTERVENSI KEPERAWATAN Kesembuhan empiema adalah proses yang panjang. kebanyakan tumor lambung tidak dapat diraba. Perawat menolong pasien untuk mengatasi kondisi dan menginstruksikan latihan bernapas (pernapasan dengan bibir dirapatkan dan difragmatik). Makan makanan tinggi nitrat dan nitrit makanan yang telah diasinkan. hati. D. Metastase timbul pada paru. F.Tumor mungkin menginfiltrasi dan menyebabkan penyempitan lumen yang paling sering di antrum. Kanker lambung mungkin timbul dari penyebaran tumor superficial yang hanya melibatkan permukaan mukosa dan menimbulkan keadaan granuler walaupun hal ini jarang. Perokok dan pengguna alkohol berhubungan dengan perkembangan dari penyakit ini. Tidak dapat makan (dispepsia) lebih dari 4 . yang membantu untuk memulihkan fungsi pernapasan normal. atau seksi iga dan drainase. Kira-kira 75% dari karsinoma ditemukan 1/3 distal lambung. dan peminda hepar dilakukan dalam menentukan luasnya metastasis. asbestos. tetapi hal ini tidak lazim. menyebabkan kantong tidak dapat meregang dengan hilangnya lipatan normal dan lumen yang sempit. otak dan lambung. pankreas. Infiltrsi dapat melebar ke seluruh lambung. Ras dan usia juga merupakan faktor resiko. drainase dada tertutup.

1991) . Gastrektomi total-untuk lesi di bagian bawah tengah lambung. duodenum atas. Operasi meliputi pengangkatan antrum. Pasien sering dipasang selang dada menyertai prosedur ini karena rongga dada dimasuki.minggu pada individu berusia lebih dari 40 tahun memerlukan pemeriksaan sinar-x lengkap terhadap saluran GI. PENATALAKSANAAN MEDIS UMUM  Kemoterapi  Terapi radiasi  Pembedahan: a. Seluruh lambung diangkat. Gastrektomi subtotal. penurunan berat badan.operasi Billroth II. dan pneumonia. struktur vaskuler penyokong. pilorus. Sisa lambung dijahit dalam bentuk side-to-side ke jejenum. d. dan esofagus dianastomosiskan ke jejenum. defisiensi vitamin B12. dan semua limfatik di sekitarnya. pilorus. Gastrektomi subtotal-untuk lesi di antrum lambung bila pasien lansia atau cacat. Puntung duodenum dijahit tutup. Esofagogastrektomi subtotal-untuk tumor yang dapat dioperasi pada lambung proksimal bagian bawah dari esofagus dianastomosiskan ke duodenum atau jejenum. Ini adalah operasi Billroth I di mana duodenum. G. lambung distal. dan bagian lambung yang tersisa dijahit ke sisa duodenum. (Lorenz. c. kebocoran anastomotik. dan vaskuler dan struktur penyokong diangkat. Komplikasi mayor dihubungkan dengan prosedur pembedahan gastrik adalah esofagitis (disebabkan oleh refluks aspirasi). Komplikasi tambahan berkenaan dengan gastrektomi subtotal adalah sindrom dumping dan steatorea. b. di mana prosedur lebih radikal daripada operasi Billroth I.

Pasien sering menginterpretasikan gejala ini sebagai “kacau lambung” dan menggunakan obat dan antasida.Pemeriksaan fisik berdasarkan survei umum (Apendiks F) dapat menunjukkan: Keluhan awal dari perasaan tak enak karena rasa penuh dan ketidaknyamanan setelah makan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. 1. mual dan muntah. pasien mengalami:          Penurunan berat badan yang disebabkan oleh anoreksia. 4. DIAGNOSA KEPERAWATAN Berdasarkan pada semua data pengkajian. Bila tumor membesar. pemeriksaan diagnostik. B.BAB II ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KANKER LAMBUNG A.Kaji pemahaman pasien dan orang terdekat tentang penyakit. PENGKAJIAN Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (Boedihartono. 5. 3. Disfagia bila tumor terletak di lambung proksimal. dan tindakan.Pemeriksaan Diagnostik Seri GI atas menunjukkan massa padat Acan CT abdomen menunjukkan massa padat Pemeriksaan endoskopi memberi visualisasi langsung terhadap lesi dan memungkinkan pengambilan spesimen untuk biopsi dan pemeriksaan sitologi JDL menunjukkan anemia. yang memberi penghilangan sementara.Kaji perasaan dan masalah pasien dan orang terdekat tentang penyakit. Nyeri berhubungan dengan adanya sel epitel abnormal 2. Nyeri epigastrik yang disebabkan oleh distensi gastrik karena pembesaran tumor. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan syok atau hemoragi. Kelelahan dan kelemahan akibat anemia defisiensi nutrisi.Riwayat atau adanya faktor resiko    Aklorhidria atau anemia pernisiosa Riwayat ulkus gastrik 2. 3. . 1994 : 10). diagnosa keperawatan utama pasien dapat mencakup yang berikut ini : 1. Massa epigastrik yang dapat teraba.

Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang diantisipasi. Berduka diantisipasi dengan diagnosis kanker. 5.4. .

Berikan analgesik untuk meningkatkan peredaran nyeri optimal dalam batas resep dokter. 4. 2. 5. frekuensi nadi pusing. Tujuan Tidak mengalami atau mengurangi nyeri yang ada. memberi tahu Tujuan mengalami kekurangan volume tekanan nadi. 3. Tenangkan pasien bahwa anda mengetahui nyeri yang dirasakan adalah nyata dan bahwa anda akan membantu pasien mengurangi nyeri tersebut. peningkatan frekuensi jantung. ekspresi wajah relaks. Melakukan tindakan kolaboratif untuk mengubah penatalaksanaan nyeri jika diperlukan. tanda vital batas normal. D. kekacauan mental. Kriteria : Melaporkan nyeri berkurang. mukosa mengering. dan kulit lembab. dan memberi tahu perawat tentang adanya suhu tubuh meningkat. Tidak cairan. RENCANA KEPERAWATAN 1. penurunan turgor kulit. INTERVENSI 1. 2. kulit membran perawat tentang adanya tanda perdarahan. hematokrit meningkat. Anjurkan periode istirahat. Data Penunjang Subyektif : Haus Objektif : Penurunan tekanan darah.C.P 1 : Nyeri berhubungan dengan adanya sel epitel abnormal Data Penunjang Subyektif : Menyatakan nyeri Objektif : Merintih dan meringis. kelelahan yang berlebihan. Ajarkan pasien strategi baru untuk meredakan nyeri.P 2 : Kekurangan volume cairan berhubungan dengan syok atau hemoragi. dalam penurunan keluaran urine. D. meningkat. tak ada merintih. Kriteria : penurunan Tidak mengalami hemoragi. INTERVENSI .

3.  Timbang berat badans setiap dua hari atau setiap minggu. 2.  Hasil pemeriksaan kimia darah. Observasi aspirasi lambung terhadap bukti adanya darah. 3. vitamin dan mineral.P 3 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. Pantau terhadap tanda-tanda hemoragi. Berikan diet sering tinggi kalori. 5. Kriteria : Penurunan berat badan tidak berlanjut. protein. Evaluasi TD. 4. Jamin lingkungan yang nyaman dan bebas bau saat makan. Kaji klien terhadap tanda-tanda syok. 4. D. nadi. Pantau :  Jumlah makanan yang dikonsumsi dalam setiap makan. 5. 3. Penurunan berat badan progresif Kemungkinan disfagia Kelemahan dan anemia pemeriksaan kimia serum dalam rentang normal. Berikan produk darah sesuai program. Berikan antiemetik yang diberikan sedikitnya 30 menit sebelum makan bila mual. dan frekuensi pernapasan. keluhan kelelahan berkurang. Evaluasi drainase dari balutan dan penampung drainase 6. 2. Data Penunjang Subyektif : Keluhan kelelahan menetap Objektif :    Tujuan Mendapatkan dan mempertahankan status nutrisi yang optimal. INTERVENSI 1. Berikan sedikitnya 250 mL cairan setiap hari .1.

P 4 : Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang diantisipasi. Pertahankan kontak sering dengan pasien. Tampak rileks dan mende- Gelisah. marah. perubahan fungsi tubuh. 4. pupil. Berikan informasi akurat. monstrasikan penggunaan mekanis. Izinkan ekspresi marah tanpa konfrontasi dan diekpresikan secara tepat. 6. Berikan lingkungan terbuka dimana pasien merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menolak untuk bicara. takut. Bantu pasien/orang terdekat dalam mengenali dan mengklarifikasi rasa takut untuk memulai mengembangkan strategi koping unuk menghadapi rasa takut ini. berkemih tidak lampias. 2.P 5 : Antisipasi berduka berhubungan dengan penerimaan kemungkinan kematian pasien. 5. peningkatan berkeringat.me mudah lupa. keluhan kehidupan. muka merah. dilatasi aturan pengobatan. Sadari efek-efek isolasi pada pasien bila diperlukan untuk imunosupresi dan impian radiasi. Kriteria : khawatir. excitation kardiovaskular. 7. Tingkatkan rasa tenang dan lingkungan tenang. D. konsisten mengenai prognosis. Objektif : karena perubahan kejadian masalah. 3. Data Penunjang Subyektif : Tujuan Menurunkan ansietas. Dorong psien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Bicara dengan menyentuh pasien bila tepat. 8. koping efektif dan partisipasi aktif dalam ketegangan wajah. Data Penunjang Tujuan . dan mengekspresikan Pasien dapat mengekspresikan rasa takut. 5.4. D. kesulitan untuk berkonsentrasi. dan kemungkinan rasa marah akibat diagnosis dan prognosis dan memfasilitasi. Insomnia. INTERVENSI 1.

ancaman kematian. Rujuk pada konselor yang tepat sesuai kebutuhan. 2. Rujuk pada program komunitas. Dorong mengungkapkan ketakutan. bila perlu. pertanyaan mengenai penyakit. dan pola komunikasi.Subyektif :  Dapat melewati proses berduka dengan baik. Objektif :  mengungkapkan proses mejelang pemahaman ajal dan Perubahan pada kebiasaan makan. 4. 5. 7. didukung dalam melalui berduka. Sadari perasaan sendiri tentang kanker. . pola tidur. kekhawatiran. tepat. 6. tentang potensial Menyangkal kematian Kriteria : Mengidentifikasi perasaan aktivitas dengan dan mengekspresikan melanjutkan dan tentang perasaan  Menyangkal perasaan tersedak dan perasaan marah. pengobatan. kehidupan normal. Terima metode apapun yang dipilih pasien/orang terdekat untuk saling membantu selama proses. Berikan dorongan partisipasi aktif dari pasien dan keluarga dalam keputusan perawatan dan pengobatan. tingkat aktivitas. Identifikasi aspek positif dari situasi. 3. dan implikasinya dimasa mendatang. INTERVENSI 1. Sisihkanw aktu untuk periode menangis dan mengekspresikan kesedihan.

2001. Keperawatan Medikal-Bedah Brunner and Suddarth Ed. Edisi 3. Kamus Saku Keperawatan. 1999. Obat-obat Penting. Akses pada 03 September 2008 Mansjoer.DAFTAR PUSTAKA Brooker. 1998. 1.com. Doenges. EGC : Jakarta. Penggunaan. EGC : Jakarta. dkk. Kanker Lambung. Jakarta : Elex Media Komputindo Xipemia. Rencana Asuhan Keperawatan. Christine.8 Vol.Jakarta : EGC Harnawataj. Tjay. Barbara. Kapita Selekta Kedokteran Ed.1.wordpress. EGC : Jakarta. Rencana Asuhan Kerperawatan Medikal Bedah Vol.Available from : http://xipemia. Makalah Kesehatan Tentang Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Keganasan Lambung.wordpress. 1999. dan Efek Sampingnya. Available from : http://harnawatiaj.3.3. Engram. 2001. Suzanne C. Jakarta : Media Aesculapius Smeltzer. Akses pada September 2008 22 . Arief. Marilyn E. tan Joan dan Kirana Rahardja.com. 2003. Khasiat. Cet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful