Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB

)
  

Tuesday Aug 12,2008 10:21 AM By san In Kinematika

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) diartikan sebagai gerak benda dalam lintasan lurus dengan percepatan tetap. Yang dimaksudkan dengan percepatan tetap adalah perubahan kecepatan gerak benda yang berlangsung secara tetap dari waktu ke waktu. Mula-mula dari keadaan diam, benda mulai bergerak, semakin lama semakin cepat dan kecepatan gerak benda tersebut berubah secara teratur. Perubahan kecepatan bisa berarti tejadi pertambahan kecepatan atau pengurangan kecepatan. Pengurangan kecepatan terjadi apabila benda akan berhenti. dalam hal ini benda mengalami perlambatan tetap. Pada pembahasan ini kita tidak menggunakan istilah perlambatan untuk benda yang mengalami pengurangan kecepatan secara teratur. Kita tetap menamakannya percepatan, hanya nilainya negatif. Jadi perlambatan sama dengan percepatan yang bernilai negatif. Dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit ditemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan, di mana perubahan kecepatannya terjadi secara teratur, baik ketika hendak bergerak dari keadaan diam maupun ketika hendak berhenti. walaupun demikian, banyak situasi praktis terjadi ketika percepatan konstan/tetap atau mendekati konstan, yaitu jika percepatan tidak berubah terhadap waktu (ingat bahwa yang dimaksudkan di sini adalah percepatan tetap, bukan kecepatan tetap. Beda lho….). Penurunan Rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Rumus dalam fisika sangat membantu kita dalam menjelaskan konsep fisika secara singkat dan praktis. Jadi cobalah untuk mencintai rumus, he2…. Dalam fisika, anda tidak boleh menghafal rumus. Pahami saja konsepnya, maka anda akan mengetahui dan memahami cara penurunan rumus tersebut. Hafal rumus akan membuat kita cepat lupa dan sulit menyelesaikan soal yang bervariasi…. Sekarang kita coba menurunkan rumus-rumus dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Pahami perlahan-lahan ya…. Pada penjelasan di atas, telah disebutkan bahwa dalam GLBB, percepatan benda tetap atau konstan alias tidak berubah. (kalau di GLB, yang tetap adalah kecepatan). Nah, kalau percepatan benda tersebut tetap sejak awal benda tersebut bergerak, maka kita bisa mengatakan bahwa percepatan sesaat dan percepatan rata-ratanya sama. Bisa ya ? ingat bahwa percepatan benda

Jika sudah paham. kita telah menurunkan persamaan/rumus percepatan rata-rata. t adalah waktu akhir. Karena pada saat t0 benda belum bergerak maka kita bisa mengatakan t0 (waktu awal) = 0. kecepatan awal (v0) dan percepatan (a). persamaan percepatan yang kita turunkan di atas dapat digunakan untuk menyatakan persamaan yang menghubungkan kecepatan pada waktu tertentu (vt). Pada pembahasan mengenai percepatan. sekarang kita obok2 persamaan di atas…. di mana < ![endif]--> t0 adalah waktu awal ketika benda hendak bergerak. Untuk itu. Nah sekarang persamaan berubah menjadi : < ![endif]--> Satu masalah umum dalam GLBB adalah menentukan kecepatan sebuah benda pada waktu tertentu. Percepatan rata-rata sama dengan percepatan sesaat karena baik percepatan awal maupun percepatan akhirnya sama. dengan demikian percepatan sesaatnya tetap.tersebut tetap setiap saat. jika diketahui percepatannya (sekali lagi ingat bahwa percepatan tetap). di mana selisih antara percepatan awal dan akhir sama dengan nol. Jika dibalik akan menjadi . sekarang kita mulai menurunkan rumus-rumus alias persamaan-persamaan.

untuk menentukan kecepatan benda pada waktu tertentu apabila percepatannya diketahui.< ![endif]--> ini adalah salah satu persamaan penting dalam GLBB. pahami saja cara penurunannya dan rajin latihan soal biar semakin diingat…. Pada pembahasan mengenai kecepatan. < ![endif]--> Persamaan ini berlaku untuk percepatan konstan dan tidak berlaku untuk gerak yang percepatannya tidak konstan. mari kita kembangkan persamaan di atas (persamaan I GLBB) untuk mencari persamaan yang digunakan untuk menghitung posisi benda setelah waktu t ketika benda tersebut mengalami percepatan tetap. Jangan dihafal. maka kecepatan rata-rata akan berada di tengah-tengah antara kecepatan awal dan kecepatan akhir. Selanjutnya. kita telah menurunkan persamaan kecepataan rata-rata < ![endif]--> Karena pada GLBB kecepatan rata-rata bertambah secara beraturan. Kita tulis kembali persamaan a : .

Jika benda mulai bergerak pada titik acuan = 0 (atau x0 = 0).< ![endif]--> Persamaan ini digunakan untuk menentukan posisi suatu benda yang bergerak dengan percepatan tetap. maka persamaan II dapat ditulis menjadi < ![endif]--> Sekarang kita turunkan persamaan/rumus yang dapat digunakan apabila t (waktu) tidak diketahui. < ![endif]--> Sekarang kita subtitusikan persamaan ini dengan nilai t pada persamaan c < ![endif]--> .

5 sekon. antara lain : < ![endif]--> Persamaan di atas tidak berlaku jika percepatan tidak konstan/tetap. bukan jarak dan ( x – x0 ) adalah perpindahan (s) Latihan Soal 1. Berapa panjang lintasan yang dilalui pesawat selama itu ? Panduan Jawaban . kecepatan.0 s sebelum tinggal landas. jika percepatan (a) konstan. maka kita menggunakan persamaan/rumus < ![endif]--> 1. Sebuah pesawat terbang mulai bergerak dan dipercepat oleh mesinnya 2 m/s2 selama 30.5 sekon. percepatan (a) = 4 m/s dan waktu tempuh (t) = 2. Sebuah mobil sedang bergerak dengan kecepatan 20 m/s ke utara mengalami percepatan tetap 4 m/s2 selama 2. Ingat bahwa x menyatakan posisi/kedudukan. yang diketahui adalah kecepatan awal (v0) = 20 m/s. Tentukan kecepatan akhirnya Panduan jawaban : Pada soal. Karena yang diketahui adalah kecepatan awal. percepatan dan waktu tempuh dan yang ditanyakan adalah kecepatan akhir. percepatan dan waktu.Terdapat empat persamaan yang menghubungkan posisi.

yaitu kecepatan awal (v0).Yang diketahui adalah percepatan (a) = 2 m/s2 dan waktu tempuh 30. karena ada rintangan. Kalau ada soal seperti itu. mobil tersebut berhenti. sebuah mobil bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan 60 km/jam. wah gawat. PAKE RUMUS GAWAT DARURAT. sopir menginjak pedal rem sehingga mobil mendapat perlambatan (percepatan yang nilainya negatif) 8 m/s2. maka kecepatan awal (v0) mobil = 60 km/jam (dikonversi terlebih dahulu menjadi m/s. karena kita menghitung jarak setelah pengereman. karena pesawat bergerak dari titik acuan nol. maka kita menggunakan persamaan . Ada satu hal yang tersembunyi. 60 km/jam = 16. sedangkan yang ditanyakan adalah s (t tidak diketahui). dengan demikian kecepatan akhir mobil (vt) = 0. He2…… Santai saja. Tulis dulu persamaannya (hal ini membantu kita untuk mengecek apa saja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal tersebut) < ![endif]--> Pada soal di atas. Bingung. vo dan a. Ini berarti setelah pengereman. kamu harus pake logika juga. pesawat itu pasti diam. Yang ditanyakan pada soal itu adalah panjang lintasan yang dilalui pesawat. Berarti v0 = 0.67 m/s ). 1. karena yang diketahui adalah vt. Karena semua telah diketahui maka kita langsung menghitung panjang lintasan yang ditempuh pesawat < ![endif]--> Ternyata. panjang lintasan yang ditempuh pesawat adalah 900 m. tolooooooooooooooooong dong ding dong… pake rumus yang mana. Sebelum bergerak.0 s. S0 = 0. berapa jarak yang masih ditempuh mobil setelah pengereman dilakukan ? Panduan jawaban Untuk menyelesaikan soal ini dibutuhkan ketelitian dan logika. Perhatikan bahwa yang ditanyakan adalah jarak yang masih ditempuh setelah pengereman dilakukan. perlambatan (percepatan yang bernilai negatif) yang dialami mobil = -8 m/s2. yang diketahui Cuma dua….

jarak yang masih ditempuh mobil setelah pengereman hingga berhenti = 17.36 meter (yang ditanyakan adalah jarak(besaran skalar)) GRAFIK GLBB Grafik percepatan terhadap waktu Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dengan percepatan tetap. seperti pada gambar di bawah ini. lihat grafik a – t di bawah < ![endif]--> Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Percepatan Positif Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t). .0). atau dengan kata lain benda bergerak dari keadaan diam. Oleh karena itu. Grafik ini berlaku apabila kecepatan awal (v0) = 0. yang sejajar dengan sumbuh t. Pertama. dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. grafik percepatan terhadap waktu (a-t) berbentuk garis lurus horisontal. grafiknya berbentuk garis lurus miring ke atas melalui titik acuan O(0.< ![endif]--> Dengan demikian.

< ![endif]--> Kedua. lihat gambar di bawah < ![endif]--> Nilai apa yang diwakili oleh garis miring pada grafik tersebut ? Pada pelajaran matematika SMP. grafik v-t tetap berbentuk garis lurus miring ke atas. kita sudah belajar mengenai grafik seperti ini. grafik dimulai dari v0. Persamaan matematis y = mx + n menghasilkan grafik y terhadap x ( y sumbu tegak dan x sumbu datar) seperti pada gambar di bawah. tetapi untuk t = 0. jika kecepatan awal (v0) tidak nol. .

< ![endif]--> Jadi kemiringan pada grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) menyatakan nilai percepatan (a). Persamaan y = n + mx mirip dengan persamaan kecepatan GLBB v = v0 + at. < ![endif]--> . maka kita dapat mengatakan bahwa kemiringan grafik v-t sama dengan a. Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Perlambatan (Percepatan Negatif) perlambatan atau percepatan negatif menyebabkan berkurangnya kecepatan. Berdasarkan kemiripan ini. jika kemiringan grafik y – x sama dengan m.< ![endif]--> Kemiringan grafik (gradien) yaitu tangen sudut terhadap sumbu x positif sama dengan nilai m dalam persamaan y = n + m x. Contoh grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk percepatan negatif dapat anda lihat pada gambar di bawah ini.

yakni < ![endif]--> Kedudukan (x) merupakan fungsi kuadrat dalam t. Untuk nilai percepatan positif (a > 0). grafik x – t berbentuk parabola. < ![endif]--> Apabila percepatan bernilai negatif (a < 0). di mana benda mengalami perlambatan. grafik x – t akan berbentuk parabola terbuka ke bawah. dengan demikian. . grafik x – t berbentuk parabola terbuka ke atas.Grafik Kedudukan Terhadap Waktu (x-t) Persamaan kedudukan suatu benda pada GLBB telah kita turunkan pada awal pokok bahasan ini. sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini.

5)3 + 8(0.5) – 5 = 0.5 b.. 1.. Berapa kecepatan rata-rata pada t0.25) + 6(0.? Terimakasih.125) + 8(0.5 dan t = 2.he.5 dan t 2.salam gbu @ Jawaban : a) Kecepatan rata-rata pada t = 0.5)² + 6(0.5 < ![endif]--> t1 = 0.5) – 5 = 4(0.5 . x(t ) = 4t3 + 8t² + 6t – 5 a..5 dan t2 = 2.he.5 x1 = 4t3 + 8t² + 6t – 5 = 4(0.5 + 2 + 3 – 5 = 0.he.. Berapa percepatannya ratanya. Berapa kecepatan sesaat pada t 2 b..pertanyaan piter : Tolong kasih penjelan untuk soal ini yach.he.

5)3 + 8(2. Jakarta : Penebit Erlangga . 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan).x2 = 4t3 + 8t² + 6t – 5 = 4(2.. Terjemahan.A. 1991..25) + 6(2. t1 dan t2 berapa ? Masukan saja nilai t1 dan t2 ke dalam persamaan v1 dan v2.5)² + 6(2. Jakarta : Penerbit Erlangga Halliday dan Resnick. Fisika Jilid I.5) – 5 = 4(15.5 < ![endif]--> b) Kecepatan sesaat pada t = 2 v = 3(4t2) + 2(8t) + 6 v = 12t2 + 16t + 6 v = 12 (2)2 + 16(2) + 6 v = 48 + 32 + 6 v = 86 Kecepatan sesaat pada t = 2 adalah 86 c) Berapa percepatan rata-ratanya ? < ![endif]--> v1 = 12t12 + 16t1 + 6 v2 = 12t22 + 16t2 + 6 De piter. P. Douglas C.1998.5) – 5 = 62. Referensi : Giancoli. Setelah itu cari arata-rata. Fisika Jilid I (terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga Tipler.5 + 50 + 15 – 5 = 122.625) + 8(6.

Jakarta : Penerbit Erlangga Rumus praktis matematika Silahkan meminta bantuan om google di bawah (Pencarian khusus untuk blog gurumuda) 00333123322879 UTF-8 Cari   RSS feed for comments on this post TrackBack URI 31 Comments  rahmah says: 21 September 2008 at 1:41 pm maaf. DAN GERAK VERTIKAL? PLEASE!!! @ klik di sini Balas komentar ini . 2002.trims @ hmm … Balas komentar ini  LINA says: 27 September 2008 at 9:32 pm pak mau tanya boleh kan ? pasti boleh deh! APA SAJA SIH APLIKASI DARI GLB. buat tugas. Roger A.Young. & Freedman. Fisika Universitas (terjemahan). saya ijin ngopi artikelnya ya pak.. GLBB. Hugh D.

he....he.. 1. Sy dapet tgs nich…... x(t ) = 4t3 + 8t² + 6t – 5 a. . Berapa kecepatan sesaat pada t 2 b. Berapa kecepatan rata-rata pada t0.o Daniel says: 8 September 2009 at 4:16 pm nanti ya lina Balas komentar ini  asyafe says: 29 September 2008 at 8:33 am walah. @ salam dari Tipler Balas komentar ini  piter says: 11 November 2008 at 5:37 pm Tolong kasih penjelan untuk soal ini yach.he. Tuh lihatlah ke atas Balas komentar ini  syafa says: 12 November 2008 at 4:28 pm Sore Pak.he.5 b.? Terimakasih. jawabannya di atas... juga Dosen2 tercinta kita di perguruan tinggi se_Indonesia Cheers.entah kenapa serasa kuliah lagi.salam gbu @ De piter.he.pie kabare?.baca postingan yg ini mengingatkan saya akan nostalgia indah semasa di kampus dulu. PS: salam hangat khusus buat Mas Holidey_resnik & Mas Tipler.. Berapa percepatannya ratanya..5 dan t 2.he.

5 m/s selama 20 s .5 m/s2 selama 10 s. jawbannya d kirim ke Email sya aja.Cz ni tgs d kumpulin bzok. kemudian dengan percepatan 0.5 m/s selama 20 s.5 m/s2 selama 10 s vt = vo + at vt = 0 + (1.5 m/s²) (10 s) vt = 15 m/s vt² = vo² + 2as (15 m/s)² = 0 + 2 (1. berpikir dikit lah. grafik kecepatan fungsi waktu b. berikutnya dengan kecepatan tetap selama 90 s.Bantuin ya….5 m/s²)(s) (15 m/s)² = 3 m/s²(s) 225 m²/s² = 3 m/s²(s) s = 75 meter Jarak tempuh 2 : kemudian dengan percepatan 0. @ sebenarnya di atas sudah ada grafiknya de… kalau dirimu baca modul di atas sampai selesai. Plisss bantuin ya…. & sy minta Bapak jwbnya cepet y…. Bentuk grafik yg mesti di cari: a. Okey… and thanks bgt sebelumnya. Di GLB sudah dijelaskan. Lihat contoh di GLB.jarak total yang ditempuh kereta tersebut @ Jawaban : Jarak tempuh 1 : bergerak dari keadaan diam dengan percepatan 1. dengan mudah bisa menjelaskan grafik itu… ayo. Oiy. dan akhirnya diperlambat sampai berhenti selama 30 s. grafik jarak fungsi waktu c.bwt ng’jain ni tgs. ni tgz ttg GLB & GLBB ma guru sy d suruh nyari bentuk grafik dan penjelasannya. grafik percepatan fungsi waktu pada GLB dan GLBB. Balas komentar ini  rina says: 14 November 2008 at 8:55 pm sebuah kereta listrik bergerak dari keadaan diam dengan percepatan 1.

5 m/s²)(s) (625 m²/s²) = 225 m²/s² + 1 m/s²(s) 625 m²/s² – 225 m²/s² = 1 m/s²(s) 400 m²/s² = 1 m/s²(s) s = 400 m²/s² : 1 m/s² s = 400 m Jarak tempuh 3 : kecepatan tetap selama 90 sekon s=vt s = (25 m/s)(90 s) s = 2250 m Jarak tempuh 4 : diperlambat sampai berhenti selama 30 s vt = vo – at 0 = 25 m/s – a (30 s) 25 m/s = -a (30 s) a = 25 m/s : -30 s a = 0.83 m/s²) (s) s=? S total = S1 + S2 + S3 + S4 lanjutin ya Balas komentar ini .83 m/s² vt² = vo² + 2as 0 = 25 m/s + 2 (0.vt = vo + at vt = 15 m/s + (0.5 m/s²) (20 s) vt = 15 m/s + 10 m/s vt = 25 m/s vt² = vo² + 2as (25 m/s)² = (15 m/s)² + 2 (0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful