1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat. bangsa dan negara UU SPN No 20/2003. Sekolah Dasar sebagai pelaksana akal dalam dunia pendidikan. Pendidikan awal merupakan perhatian serius dalam pelaksanaan Bagaimanapun proses pendidikan

dalaksanakan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan hares diawali dengan proses-proses pembelajaran yang dilakukan guru khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Guru harus memperhatikan komponen pembelajaran yang baik yakni; penguasaan materi, strategi, metode dan keterampilan dalam mengajar yang bervariasi sehingga hasil belajar siswa akan baik. Dalam proses belajar mengajar guru dituntut untuk melaksanakan sistem pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran FIQIH dapat di jadikan sebagai wahana sentral untuk

mengembangkan keaktifan siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan pembelajaran FIQIH yang bersifat inovatif dan produktif sehingga siswa mampu memahami pembelajaran lebih baik, memiliki kemampuan berpikir kritis, meningkatkan sikap ilmiah dan keaktifan siswa. Pembelajaran yang inovatif dan uktif adalah

1

2

pembelajaran yang dapat membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampil an, cara berpikir, nilai, cara mengekspresikan diri, serta cara belajar. Dengan demikian FIQIH sebagai suatu pengetahuan yang dikumpulkan melalui proses ilmiah dan sikap ilmiah untuk membangun pengetahuan. Menurut Depdiknas (2006: 13) Pembelajaran FIQIH di MIM mempunyai tujuan agar memiliki kemampuan: (I) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya; (2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep FIQIH yang berrnanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; (3) Mengembangkan rasa ingin tabu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara FIQIH , 1 lingkungan, teknologi dan masyarakat; (4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan; (5) Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan aim; (6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan; (7) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan FIQIH sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. Adapun keberhasilan suaru kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh banyak komponen. Komponen- komponen tersebut antara lain adalah kurikulum yang berlaku, tujuan, bahan pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode. alat, sumber, evaluasi, siswa. guru, pendekatan, materi, sarana dan prasarana pembelajara (Djamarah dan Zain, 2002:48}, Semua komponen ini merupakan faktor penting untuk mencapai keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tidak terkecuali pembelajaran FIQIH . Berdasarkan hasil observasi dan pengalaman peneliti ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru FIQIH di Kelas IV MIM

Kertapati Desa Kertapati kec. Pajar Jati Bengkulu Tengah , diperoleh informasi

3

yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1) nilai Ulangan Akhir Semester (UAS) pada mata pelajaran FIQIH siswa pada semester 1 tahun ajaran 2008/2009 di kelas V rendah dengan rata-rata 6,0 sedangkan persentase ketuntasan belajar secara klasikal di bawah 85%, 2) keaktifan anak hanya terjadi pada anak tertentu saja, 3) siswa kurang mampu dalam membuat kesimpulan materi pembelajaran. Sementara basil belajar siswa pada Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2008/2009 kurang memuaskan karena siswa yang mendapat nilai 6,5 ke atas kurang Dari 85%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disebutkan bahwa tingkat penguasaan siswa terhadap konsep-konsep FIQIH masih rendah dan

ketuntasan belajar siswa belum tercapai dengan baik. Sedangkan menurut Depdikbud (1996), kegiatan belajar mengajar dikatakan tuntas apabila siswa di kelas mendapat nilai 6,5 ke atas mencapai 85%, Melihat dari permasalahan di atas. solusi yang dapat ditempuh yakni mencari pendekatan pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu pendekatan yang relevan dan dianggap efektif yaitu dengan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok dalam pembelajaran. Dalam hal ini penulis akan menerapkan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran FIQIH . Dimana pendekatan inkuiri ini merupakan salah satu pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan alam . dapat di lakukan dengan Cara menyelidikinya sendiri. Dalam pendekatan ini apa yang kita peroleh sebagian besar didasarkan atas hasil atas dasar-d.asar yang kita miliki. Dalam pembelajaran FIQIH diharapkan, Melalui pendekatan seperti ini akan membawa dampak besar perkembangan mental antra positif pada siswa.

5) mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri. guru memberikan kebebasan belajar kepada siswa dan peran guru lebih banyak bersifat membimbing. 4) membantu siswa dalam menggunakan ingatan dalam transfer konsep yang dimilikinya kepada situasi-situasi proses belajar yang baru. 6) memberikan keputusan yang bersifat intrinsik. Bentuk penjelasan ini tentunya akan menarik bagi siswa untuk menyelidiki sejumlah informasi dalam rangka mencari pemecahan masalahnya. 2) pengajaran berubah dari pengajaran yang terfokus pada guru menjadi bentuk pengapian yang terfokus pada siswa. menjadi pengajaran yang menekankan kepada proses pengolahan informasi sebagai suatu proses mental berkadar tinggi. Pembelajaran ini membawa siswa pada bermacam-macam prosedur yang digunakan dalam hal mengorganisasikan pengetahuan dan mencari prinsip-prinsip kausal. 7) kegiatan belajar inkuiri dapat membentuk dan . 3) siswa akan mengerti konsep-konsep dasar dan ide-ide secara lebih balk. Maksud utama dari pendekatan ini adalah untuk mendorong siswa mengembangkan keterampilan-keterampilan penemuam ilmiah (Scientific Inquiry). Menurut Winataputra (1993:222) Pendekatan inkuiri adalah suatu teknik instruksional dimana dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan dengan suatu masalah untuk pembelajaran terutama memberi motivasi kepada siswa untuk menyelidiki masalah-masalah yang ada dengan menggunakan cara-cara dan keterampilan ilmiah dalam rangka mencari penjelasan-penjelasannya. mengembangkan konsep-konsep dan menarik kesimpulan umum atau teori-teori yang menerangkan fenomenafenomena yang dihadapkan kepadanya. Pendekatan inkuisi memiliki kelebihan-kelebihan yaitu: I) model pengajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi oleh guru kepada siswa dimana proses mentalnya berkadar rendah.4 Sebab melalui pembelajaran ini siswa mempunyai kesempatan yang luas untuk mencari dan menemukan sendiri apa yang di butuhkannya. Dalam pembelajaran ini siswa dilatih mengembangkan faktafakta.

Dipilihnya metode diskusi dalam pendekatan ini karena metode ini dianggap paling sederhana dan cocok untuk diherapkan di sekolah dasar. pendapat dan unsurunsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas. Jika siswa telah berhasil dalam penemuannya. Jadi pembelajaran dengan menerapkan pendekatan inkuri melalui diskusi kelompok baik diberikan kepada siswa karena dapat meningkatkan prestasi dan potensi intelektual siswa. Metode diskusi pada dasarnya adalah bertukar informasi.8) memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar tidak hanya menjadikan guru sebagai sate-satunya sumber belajar.1995:45). kelompok diharapkan akan maju Bari satu pemikiran kepemikiran yang lengkap mengenai permasalahan atau topik yang dibahas (Ibrahim dan Syaodih. 9) dapat memperdalam dan memperkaya materi yang dipelajari sehingga retensinya menjadi lebih baik (Winataputra. Belajar dengan melakukan penemuan hanya dapat dicapai secara efektif melalui proses melakukan penemuan. siswa akan memperoleh kepuasan intelektual yang datang dari diri siswa sendiri yang merupakan suatu hadiah intrinsik.5 mengembangkan konsep sendiri (self-concef) pada diri siswa. Dengan sumbangan pikiran dari setiap orang. Dalam diskusi setiap orang diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran sehingga dapat diperoleh pandangan dari berbagai sudut berkenaan dengan masalah tersebut. sehingga pembelajaran dengan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok akan memperpanjang proses ingatan siswa dan hal-hal yang telah dipelajari akan lebih dapat diingat dan menyenangkan bagi siswa. . 1993:224).

Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Apakah penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa pada pembelajaran FIQIH di Kelas IV MIM Kertapati Desa Kertapati kec. maka tujuan penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok pada penelitian ini yaitu: 1. Pajar Jati Bengkulu Tengah .6 Berdasarkan uraian diatas. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk meningkatkan keaktifan dan partisFiqih si siswa dengan penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok pada pembelajaran FIQIH di Kelas IV MIM Kertapati Desa Kertapati kec. Pajar Jati Bengkulu Tengah ” B. Pajar Jati Bengkulu Tengah ? 2. . Apakah penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok datiat meningkatkan keaktifan dan partisFiqih si siswa pada pembelajaran FIQIH di Kelas IV MIM Kertapati Desa Kertapati kec. maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul "Penerapan Pendekatan Inkuiri melalui Diskusi Kelolnpok sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran FIQIH di Kelas IV MIM Kertapati Desa Kertapati kec. Pajar Jati Bengkulu Tengah ? C.

b. Akan merasakan perbaikan kualitas proses. Untuk meningkatkan prestasi Belajar siswa pada pembelajaran FIQIH dengan penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok di Kelas IV MIM Kertapati Desa Kertapati kec. Mengurangi kejenuhan siswa dalam belajar FIQIH . Manfaat Bagi Guru a. e. Manfaat Penelitian 1. Mengembangkan kemampuan guru terutama dalam penguasaan strategi dalam mengajar. Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran FIQIH . Pajar Jati Bengkulu Tengah . D. Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan undakan pembelajaran di sekolah. Manfaat Bagi Siswa a. Meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran FIQIH . b. 2. Siswa dapat menemukan sendiri pengetahuannya sehingga lebih termotivasi dalam belajar FIQIH . d.7 2. . Memberikan sumbangan wawasan pengetahuan mengenai perbaikan pembelajaran FIQIH di Sekolah Dasar dengan menerapkan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok. siswa akan lebih merasakan suatu pembelajaran rant idealis (PAIKEM). c. c.

metode pembelajaran. d. b. Sebagai bahan masukan dalam rangka perbaikan sistem pembelajaran khususnya di MIM Negeri 04 Pondok Kelapa. Guru dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki siswa dalam menerima materi pelajaran sebelum dan sesudah menerapkan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok 3. dan keterampilan mengajar FIQIH di Sekolah Dasar menjadi masalah (solution) dalam proses . c.8 d. Manfaat Bagi Sekolah a. Menemukan motivasi bare dalam pendekatan metode dan keterampilan mengajar FIQIH di sekolah dasar. Dapat menciptakan inovasi dalam teknologi pembelajaran sehingga dapat menimbulkan dan menumbuhkan sikap profeslonalisme bagi calon guru sekolah dasar. Dapat pendekatan pembelajaran. Dapat mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam mata peljaran FIQIH Jan pernecaha.n masaiahnya. Dapat memberikan pengalaman dalam merencanakan pembelajaran (plan) dan melaksanakannya pembelajaran FIQIH . 4. b. d. Meningkatkan kualitas kemitraan antar pihak luar sekolah dan dalam sekolah. c. Manfaat Bagi Peneliti a. Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa secara keseluruhan.

menghayati dan mengamalkan pelaksanaan syari’at tersebut. Dalam pengajaran Mata pelajaran Fiqih. yang kemudian menjadi dasar pandangan dalam kehidupannya. Materi yang sifatnya memberikan bimbingan terhadap siswa agar dapat memahami. keluarga dan masyarakatnya. antara lain: 1. Dengan keteladanan guru ini. informasi. tetapi lebih jauh seorang guru dapat menjadi contoh teladan bagi siswa dan masyarakat lingkungannya. Pendekatan rasional adalah suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar yang lebih menekankan kepada aspek berfikir (penalaran). digunakan beberapa pendekatan. Pendekatan ini dapat berbentuk proses berfikir induktif yang dapat dimulai dengan memperkenalkan konsep. atau contoh-contoh dan kemudian ditarik suatu generalisasi (kesimpulan) yang bersifat menyeluruh (umum) atau proses . Hakekat Pembelajaran FIQIH di MIM Pengertian Mata Pelajaran figih dalam kurikulum madrasah adalah: bimbingan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan syariat islam. Bentuk bimbingan tersebut tidak terbatas pada pemberian pengetahuan. diharapkan para orang tua dan masyarakat membantu secara aktif pelaksanaan mata pelajaran fiqih di rumah tangga dan masyarakat lingkungannya.9 BAB II LANDASAN TEORI A.

2. Pada pendekatan ini apa yang kita peroleh sebagian besar didasarkan oleh hasil usaha kita sendiri atas dasar-dasar yang kita miliki. Pendekatan Emosional adalah pendekatan yang dilakukan untuk menggugah perasaan dan hati nurani dengan contoh pengalaman dalam kehidupan seharihari. Peranan guru lebih banyak menempatkan diri sebagai pembimbing atau pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Latar belakang lahimya model pembelajaran inkuiri adalah bertolak dari pandangan bahwa siswa sebagai sumber dan objek dalam belajar mempunyai dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dalam pengajaan FIQIH . Sebab melalui pengajaran ini siswa mempunyai kesempatan yang luas untuk mencari dan menemukan sendiri apa yang dibutuhkannya. Salah satu pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dapat dilakukan dengan cara menyelidikinya sendiri. Proses pembelajaran harus dFiqih ndang sebagai stimulus yang dapat menantang siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Pendekatan inkuiri merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan .10 berfikir deduktif yang dimulai dari kesimpulan umum dan keludian dijelaskan secara rinci melalui contoh-contoh dan bagian-bagiannya. pengajman melalui pendekatan seperti ini tentunya akan membawa dampak besar bagi perkembangan mental yang positif pada siswa. Pendekatan dengan cara menyelidiki dalam bahasa inggris dikenal dengan nama "Inquiry". Dengan demikian siswa lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan permasalahan dengan bimbingan guru.

Dalam pembelajaran ini siswa dilatih mengembangkan fakta-fakta. Carin dan Sund dalam Mulyasa (2003:108) mengemukakan bahwa inkuiri adalah the procaess of investigation a problem. pendekatan ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri. mengembangkan kekreatifan dalam memecahkan masalah (Sagala. Maksud utama dari pendekatan ini adalah untuk mendorong siswa mengembangkan keterampilanketerampilan penemuam ilmiah (scientific Inquiry). Adapun menurut Winataputra (1993:222) Pendekatan inkuiri adalah suatu teknik instruksional dimana dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan dengan suatu masalah untuk pengajaran terutama memberi motivasi kepada siswa untuk menyelidiki masalah-masalah yang ada dengan menggunakan cara-cara dan keterampilan ilmiah dalam rangka mencari penjelasan-penjelasannya. . mengembangkan konsep-konsep dan menarik kesimpulan umum atau teori-teori yang menerangkan fenomenafenomena yang dihadapkan kepadanya. Bentuk penjelasan ini tentunya akan menarik bagi siswa untuk menyelidiki sejumlah informasi dalam rangka mencari pemecahan masalahnya. ingin melihat sesuatu. serta menghubungkan penemuan yang satu denaan penemuan yang lain. yang secara harfiah berarti penyelidikan. mengajukan pertanyaanpertanyaan. Mulyasa (2003:108) menyatakan bahwa Inkuiri berasal Bari Bahasa inggris "inquiry". Adapun piaget mengemukakan bahwa pendekatan inkuiri merupakan pendekatan yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yantg terjadi. membandingkan apa yang ditemukan peserta didik. dan mencari jawabannya sendiri. 2006:36).11 dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. pembelajaran ini membawa siswa pada bermacam-macam prosedur yang digunakan dalam hal mengorganisasikan pengetahuan dan mencari prinsip-prinsip kausal.

Selanjutnya tentu siswa dan guru akan mencoba memberikan jawabannya. Setelah penyajian masalah siswa tentunya akan mulai bertanya-tanya pada diri sendiri atau kepada guru. Fase Pengumpulan Data Pengujian Pada fase ini siswa berusaha untuk mengumpulkan data informasi sebanyakbanyaknya. Namun dalam hal ini dialog antara guru dan siswa harus diatur sedemikian rupa sehingga jawaban guru hanya terbatas pada jawaban ―ya‖ atau ―tidak‖. . 2. Data tersebut dapat diperoleh berdasarkan kondisi objek atau menguji bagaimana proses terjadinya masalah tersebut. Fase Berhadapan dengan Masalah Fase ini merupakan saat penyajian masalah atau menghadapakan siswa kepada situasi teka-teki. menyusun dan melacak sendiri fakta-fakta untuk menuju pemecahan masalah yang dihadapinya.12 Menurut Winataputra (1993:223) langkah-langkah yang digunakan dalam menyajikan materi dengan pendekatan inkuiri adalah sebagai berikut: 1. Dalam hal ini siswa harus memusatkan. Pertanyaan terbuka hares dihindarkan dan sisv. tentang masalah yang mereka hadapi. a tidak boleh meminta guru menjelaskan tentang fenomena yang dihadapinya.

-data yang menjadi esensi masalah yang dihadapi. kondisi. Fase Formulasi Penjelasan Pada fase ini guru dapat merumuskan penjelasan untuk membimbing siswa pada pemecahan masalah yang terarah.2) memerlukan fasilitas rang memadai. Dengan demikian siswa akan banyak memperoleh tipe-tipe informasi. 4 ) sangat sulit mengubah cara belajar siswa dari kebiasaan menerimah informasi Bari guru menjadi aktif menemukan sendiri. Hal ini penting bagi siswa. Fase Pengumpulan Data dalam Inkuiri Pada fase ini dilakukan isolasi terhadap data. mereka dapat memberikan penjelasan yang sederhana saja dan tidak mendetil. Ada empat tipe data penting dalam hal ini yaitu objek. dan sifat-sifat khas. peristiwa. Siswa dapat mengintrogasikan elemen-elemen dari hasil isolasi ke dalam situasi masalah. sebab hal tersebut dapat melengkapi dan memperbanyak data yang relevan sena menunjang untuk menentukan pemecahan masalah. Namun disisi lain pendekatan ini juga mempunyai kelemahan berupa: 1) tidak sesuai untuk kelas yang besar jumlah peserta didik. yang sebelumnya tidak dimiliki siswa. 4. 5. 3) menuntut guru untuk mengubah Cara mengajarnya yang selama ini bersifat tradisional menjadi belajar yang berpusat pada siswa. untuk melihat apakah peristiwanya akan menjadi lain. Fase Analisis Proses Inkuiri Pada fase ini siswa diminta untuk menganalisis pola-pola penemuan mereka. Bagi siswa yang menemui kesulitan dalam mengemukakan informasi yang mereka peroleh untuk memberikan uraian yang jelas.13 3. 5) kebebasan yang diberikan .

1999:97). B. kadang siswa malah tidak tahu memanfaatkannya (Sumantri dan Permana. Diskusi Kelompok Metode diskusi pada dasarnya adalah bertukar informasi. Pendekatan inkuiri dalam pembelajaran FIQIH dapat lebih membiasakan kepada anak untuk membuktikan sesuatu mengenai materi pelajaran yang sudah dipelajari.14 kepada siswa tidak selamanya dapat dimanfaatkan secara optimal. 3) pendekatan ini dapat dilaksanakan dalam ruang kelas yang dipimpin seorang guru dilingkungan pusat sumber belajar. hendaknya guru memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan pendekatan inkuiri yaitu: l) materi yang digunakan hendaknya merupakan suatu topik yang aneh atau kontroversial. Melihat kekurangan penggunaan model pembelajaran inkuiri tersebut. penyelidikan itu dilakukan oleh para siswa baik di lapangan maupun melalui diskusi kelompok. 2006:38). pendapat dan unsurunsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas. Membuktikan dengan melakukan penyelidikan sendiri oleh siswa dibimbing oleh guru. Dengan menggunakan pendekatan inkuiri ini pengamatan kognitif siswa lebih terarah dan dalam kehidupan sehari-hari dapat di aplikasikan secara motorik (Sagala. Dalam diskusi setiap orang diharapkan dapat memberikan sumbangan . 2) penggunaan model pembelajaran inkuiri hendaknya perlu memperhatikan tingkat intelegensi siswa.

Maksud digunakannya metode diskusi menurut Sriyono (1992:106) antara lain untuk: 1) merangsang siswa agar lebih bersedia menggali. menentukan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. saling tukar menukar pengalaman. Dengan sumbanga pikiran dari setiap orang. Masing-masing kelompok diberi persoalan untuk dipecahkan secara bersamasama dalam kelompok tersebut. tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja. 2} melatih siswa agar berani mengemukakan pendapat di muka umum secara sistematis. para siswa dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan atau jenis diskusi. Pada pelaksanaan diskusi dalam proses belajar mengajar. Di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi. 3) memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih mempelajari . memahami dan mencari altematif-altematif pemecahan masalah yang sedang didiskusikan. informasi. dapat terjadi juga semuanya aktif. Menurut Djamarah dan Zain (2002:99) metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran. di mana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat. di mana siswa-siswi dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pemyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Setiap kelompok berkisar antara 5 sampai dengan 8 orang. 19q`:45). bertindak konsisten dan konsekuen dengan hal-hal yang diputuskan. memecahkan masalah. serta dapat mengembangkan hal-hal yang telah diperoleh sekarang ke arah yang lebih sempurna.15 pikiran sehingga dapat diperoleh pandangan dari berbagai sudut berkenaan dengan masalah tersebut. kelompok diharapkan akan maju dari satu pemikiran kepemikiran yang lengkap mengenai permasalahan atau topik yang dibahas (Ibrahim dan Syaodih. Selanjutnya Djamarah dan Zain menyatakan bahwa teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah.

C. 2) diskusi memerlukan ketajaman menangkap inti masalah dan pembicaraan sering keluar Bari masalah. 3) membantu siswa menerapakan pengalaman teoritis dan pengalaman praktis dalam berbagai pengetahuan di sekolah. 3) dalam prakteknya diskusi kelompok sering didominasi oleh beberapa siswa saja. Kelebihan metode diskusi kelompok menurut Soetomo (1993:157) aitu: 1) memberi kesempatan kepada siswa menyalurkan kemampuan masingmasing dan dapat mendorong mengemanakan ide-ide baru. temannya dan dapat menghargai pendapat temannya. . atau yang telah dilakukan. Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal Bari gabungan dua kata yaitu prestasi dan belajar. 5) lebih memahami orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Hamalik (2001:35) mendefinisikan belajar sebagai modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (Learning of defined as the modification or streghthening of behavior throught experiencing). Slameto (1998:65) mendefenisikan prestasi sebagai suatu proses yang dilakukan individu untuk memperolah perubahan tingkah laku yang Baru secara keseluruhan. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:105) adalah hasil yang telah dicapai. Sedangkan kelemahan diskusi kelompok menurut Soetomo (1993:158) yaitu: 1) terlalu banyak menyita waktu. dikerjakan dan sebagainya.16 hubungan antara manusia dan mengembangkan diri ke arah wawasan pribadi secara mantap. 2) memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki siswa. sedangkan yang lain sebagai pendengar. 4) mengembangkan diri siswa sehingga menjadi lebih ahli dan cakap untuk mengelola bidang-bidang kegiatan yang sesuai dengan kemampuannya. 5) mengembangkan motivasi belajar anak. 4) membantu siswa menilai kemampuan dirinya.

afektif dan psikomotorik. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. afektif. Keberhasilan belajar sangat d. ketiga wawasan tersebut adalah kognitif. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua yaitu: 1) Faktor dari dalam diri siswa .17 Sedangkan Slameto (1998:63) berpendapat bahwa belajar adalah proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu pertubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. pemahaman konsep. Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dalam diri maupun luar individu. Fengalaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu siswa mencapai prestasi belajar sebaik-baiknya.ipengaruhi oleh beberapa faktor. perubahan itu reiatif menetap dan berupa tingkah laku dibidang kognitif. Sehubungan dengan perubahan prilaku tersebut menurut Bloom dalam Sagala (2006:33) menyatakan adanya tiga wawasan tingkah laku. Berdasakan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah semua hasil dari kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah yang meneharapkan perubahan tingkah laku bagi siswa yang mengikutinya dan dapat mempengaruhi pikiran mereka sebagai akibat fang dilakukannya. Jadi dapat diartikan bahwa pada prinsipnya prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku dan hasil belajar yang berupa kemampuan berpikir atau pengetahuan. dan psikomotor. keterampilan dan sikap pada diri siswa.

usaha. Proses pembelajaran akan menjadi aktif jika siswa terlibat langsung . mengamati suatu objek. faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi basil belajar diantaranya adalah lingkungan fisik dan nonfisik (termasuk suasana kelas dalam belajar. keadaan atau proses sesuatu. dan kesehatan. 2007:50). perhatian. lingkungan keluarga. dan teman sekolah (Sri Anitah dkk. seperti riang gembira. mengikuti suatu proses. kelemahan. Melalui pendekatan inkuiri siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri. Kerangka Berpikir Suatu pembelajaran dikatakan baiak jika seorang guru berhasil menciptakan proses belajar mengajar yang aktif dan kreatif Salah satu cara mengaktifkan siswa yaitu dengan penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok yaitu suatu cara penyajian materi pelajaran dimana siswa seeara aktif mengalami dan membuktikan sendiri tentang apa yang sedang di pelajari nya. dan menarik kesimpulan dari proses dialaminya itu. minat. lingkungan sosial budaya. Untuk mencapai tujuan pembelajaran FIQIH Berta sating meningkatkan mutu pendidikan FIQIH . menyenangkan). motivasi. guru. 2) Faktor dari luar diri siswa (elatern). program sekolah (termasuk dukungan komite sekolah). pelaksanaan pembelajaran. D. bakat. serta kebiasaan siswa. faktor terpenting adalah proses belajar mengajar yang saling berinteraksi. Sehingga siswa dituntut untuk mencari kebenaran atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil. faktor Bari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar diantaranya adalah kecakapan.18 sendiri (intern).

semua siswa perlu mendengarnya. mengajukan pertanyaan tentang kompetensi yang sedang dibahas serta membahasnya dengan orang lain. 3) memberikan pengarahan tentang kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang ada pada LDS. 4) pengumpulan data informasi penemuan. b) memotivasi dan memfasilitasi siswa dalam melakukan penemuan dengan diskusi kelompok. 9) membimbing siswa dalam menarik kesimpulan. 8) pemantapan hasil penemuan.19 dalam penyelesaian semua masalah yang diberikan oleh gurunya. Untuk itu. Berdasarkan konsep dan teori seperti yang telah diuraikan dl atas. Menguasai konsep-konsep FIQIH mengisyaratkan bahwa pendidikan FIQIH harus dijadkan siswa tidak sekedar tahu dan hafal tentang konsep-konsep FIQIH melaknkan harus dijadikan siswa untuk mengerti dan memahami konsep-konsep tersebut dan menghubungkan keterkaitan suatu konsep dengan konsep lain. Sedangkan prestasi belajar siswa adalah hasil Bari proses belajar mengajar rang dilakukan di sekolah . 10) evaluasi. 5) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompokkelompok belajar. maka pengetahuan awal dalam penelitian ini adalah penzetahuan y ang dimiliki oleh siswa yang dapat diketahui melalui pertanyaan-pertanyan yang diajukan oleh guru untuk mengetahui motivasi siswa dalam proses pembelajaran. melihatnya. 7) mempresentasikan hasil penemuan di depan kelas. Adapun langkah–langkah yang akan diterapkan dalam pembelajaran FIQIH dengan menggunakan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok yaitu: 1) penyampaian tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa. 2) siswa dihadapkan dengan masalah.

. Jadi kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah dengan diterapkanny a pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok akan dihasilkan peningkatan hasil belajar siswa berupa peningkatan prestasi belajar siswa. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka berpikir yang telah dikemukan sebelumnya diharapkan pembelajaran FIQIH dengan menggunakan penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok dapat meningkatkan keaktifan dan partisFiqih si siswa dan guru dalam diskusi kelompok.20 yang mengharapkan perubahan tingkah laku siswa termasuk dalam bidang kognitif. afektif dan psikomotor. E.

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah dan memperbaiki proses pembelajaran FIQIH di kelas secara reflektif guna meningkatkan mute pembelajaran dan basil belajar siswa (Wardani. Keempat tahapan dalam penelitian ini merupakan unsur untuk membentuk sebuah siklus. Jenis dan Metode Penelitian Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. 23 . Lebih lanjut Wardani menyatakan ada 4 tahapan penting dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas yaitu: 1) perencanaan. 2) pelaksanaan. 3) pengamatan dan 4) refleksi. yaitu satu putaran kegiatan beruntun yang kembali kelangkah semula atau siklus berulang.21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 2004:25). 1999:19). Penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat refleksi dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas (PGSM.

Variabel Dependen Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Variabel independen Variabel independen dalam penelitian ini adalah pembelajaran FIQIH dengan menggunakan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok. hal ini dapat dilihat dari daftar nilai siswa yang ada pada guru kelas. Mata pelajaran Bari subyeknya penelitian ini adalah Mata pelajaran FIQIH . Nilai-nilai siswa masih mencerminkan tingkat kecerdasan siswa yang masih relatif rendah atau masih pada tara Selain itu guru juga belum menggunakan pendekatan ataupun metode dalam proses pembelajaran. Pajar Jati Bengkulu Tengah yang berjumlah 25 orang siswa yang terdiri dari 15 Orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Pembelajaran dengan penerapkan pendekatan inkuri melalui diskusi kelompok dapat meningkatkan prestasi dan potensi intelektual siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas V karena tingkat kecerdasan siswa di kelas V ini bisa dikatakan masih rendah. 2.22 B. D. Variabel Penelitian 1. siswa akan memperoleh kepuasan intelektual . Defenisi Operasianal 1. Jika siswa telah berhasil dalam penemuannya. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas IV MIM Kertapati Desa Kertapati kec. C.

Lembar Observasi Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasiguru dan Lembar observasi siswa. dan psikomotor. Prestasi belajar dalam penelitian ini adalah basil dari kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah yang mengharapkan perubahan tingkah laku bagi siswa yang mengikutinya dan dapat mempengaruhi pikiran mereka sebagai akibat yang dilakukan Perubahan itu relatif menetap dan berupa tingkah laku dibidang kognitif. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah: 1. sehingga pembelajaran dengan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok akan memperpanjang proses ingatan siswa dan hal-hal yang telah dipelajari akan lebih dapat diingat dan menyenangkan bagi siswa. E. sedangkan lembar observasi siswa meliputi 10 aspek pengamatan yang digunakan untuk melihat aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar FIQIH dengan menggunakan pendekatan inkuiri melalui .23 yang datang dari diri siswa sendiri yang merupakan suatu hadiah intrinsik. Lembar observasi guru meliputi 10 aspek pengamatan yang digunakan untuk mengamati guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan prendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok. Belajar dengan melakukan penemuan hanya dapat dicapai secara efektif melalui proses melakukan penemuan. 2. afektif.

2) tindakan (action) merupakan realisasi dari rencana yang telah dibuat. Penelitian ini dilaksanakan terdiri dari siklus per siklus. Tes ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana prestasi belajar siswa terhadap materi pelajaran setelah mengikuti proses belajar mengajar. Langkah pertama dalam penelitian tindakan kelas ini ialah melakukan survey terhadap MIM yang akan diteliti bersama-sama dengan guru kelas yang akan dilibatkan dalam penelitian ini. Tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang sudah dipelajari sesuai dengan indikator yang akan dicapai. Soal tes disusun berdasarkan indikator dan kisi-kisi soal. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan Tahap-tahap penelitian menurut Wardani (2004) aitu: 1) perencanaan (planning) merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan.24 diskusi kelompok. Lalu dilakukan serangkaian tindakan yang diikuti dengan refleksi kemudian mencoba mempraktekkannya di kelas secara sistematis mengenai berbagai masalah dalam kelas. Lembar Tes Tes dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Prosedur Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan per siklus. dan Leman sejawat pada saat kegiatan belajar mengajar F. 3) observasi . 2. Observasi ini dilakukan oleh dua orang pengamat yaitu guru FIQIH berlangsung.

25 (observation) bertujuan untuk mengetahui kualitas tindakan yang dilakukan. Refleksi Siklus I Pengamatan Perencanaan Pelaksanaan Refleksi Siklus II Pengamatan Pelaksanaan Berhasil G. Pengumpulan data ini adalah unsur terpenting dalam penelitian ini dan keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh teknik yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan. Observasi . Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan tindakan lebih lanjut untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk pengolahan data peneliti. Adapun instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini adalah : a. 4) refleksi (reflection) bertujuan untuk melihatat merenungkan kembali apa yang telah dilakukan dan apa dampaknya bagi proses belajar siswa.

demikian juga sebaliknya semakin rendah . Teknik Analisis Data a. H. Tes Hasil Belajar Disusun langsung oleh peneliti untuk mengetahui sejauh many penguasaan siswa tentang mated yang dipelajari dan mengetahui data basil belajar siswa dimana pada proses belajar mengajar telah di terapkan teknik penggunaan penerapan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok. c. Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan menerapkan pendekatan inkuiri melalui diskusi kelompok. Analisis data observasi menggunakan skala penilaianya 2006:35). Dokumentasi Digunakan untuk mengumpulkan data tentang nilai siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan penelitian kelas. Pengukuran skala penilaian pada proses pembelajaran yaitu antara 1 sampai 3. semakin baik hasil pembelajaran.26 Observasi dilakukan peneliti dengan langsung mengamati setiap hasil belajar dan mengevaluasi semua tindakan belajar siswa dan mengevaluasi semua tindakan yang dilakukan guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. makna dari nilai tersebut yaitu semakin tinggi nilai yang dihasiikar. Data Observasi Data hasil observasi yang diperoleh digunakan untuk materi eksi siklus yang telah dilakukan dan diolah secara deskriptif. b.

3. Kriteria Kurang Cukup Baik Skor 10 -16 17 . isketuntasan belajar siswa berdasarkan penilaian patokan T. 2.30 Selisih skor Jumlah kriteria penilaian (Sudjana.30 b. Kriteria penilaian berdasarkan rentang nilai untuk guru: No 1. Penentuan nilai untuk tiap kriteria menggunakan persamaan sebagai berikut: a) Rata-rata skor = Jumlah skor b) Skor tertinggi = Jumlah butir skor x Skor tertinggi tiap soal c) Skor terendah = Jumlah butir skor k Skor terendah tiap soal d) Selisih skor = Skor tertinggi — Skor terendah e) Kisaran nilai tiap kriteria = 2006) f) Kriteria penilaian berdasarkan rentang nilai untuk sisw No 1. Kriteria Kurang Cukup Balk Skor 10 -16 17 . Data Tes Data tes dianalisis dengan menggunakan rata-rata nilai clan krite.27 nilai yang diperoleh semakin kurang baik proses pembelajaran. 2.23 24 . Secara klasikal proses belajar mengajar dikatakan berhasil atau .23 24 . Depdikbud (196:55). Nilai ditentukan pada kisaran nilai untuk tiap kriteria pengamatan. 3.

5 ke ate sebanyak 85%. Keaktifan siswa: jika siswa mendapat skor 24-30 ii. Keaktifan guru: jika guru mendapat skor 24-30 . Untuk melihat peningkatan prestasi belajar tersebut dapat digunakan rumus sebagai berikut: 1. Nilai Rata-rata NR  X N Keterangan : NR : Nilai Rata-rata EX : Jumlah Nilai N : Jumlah Siswa (Depdikbud. Indikator Keberhasilan Tindakan a. 1996) I. Indikator keberhasilan proses pembelajaran i.28 tuntas apabila di kelas memperoleh nilai lebih dari 6.5 ire alas N : Jumlah Siswa (Debdikbud. Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal KB  NI x100 0 0 N Keterangan : KB : Ketuntasan Belajar Klasikal N 1: Jumlah Siswa yang mendapat Nilai 6. 1996) 2.

..... Teknik pengumpulan Data ........................................................................................... Prestasi Pembelajaran.................................... Defenisi Operasional ..................................... 23 C......................................................................................... 9 B............ Manfaat Penelitian . 24 E.... 16 D........................................................................ Hipotesis Tindakan................................................................................ 7 BAB II LANDASAN TEORI A............................. Jenis dan metode Penelitian ............................................................ i PENGESAHAN JUDUL .. ........................... iii DAFTAR ISI ....... Subjek Penelitian....................... Kerangka Berpikir .............................................................................................................................. Instrumen Penelitian........................ 20 F.......................... Pendekatan Inkuiri dan Pembelajaran FIQIH ........................ 24 D...................... 18 E......................................................................................................................................... Tujuan dan Manfaat Penelitian ..........29 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL......................................... 1 B............................................. Prosedure Penelitian .................................................................................... Variabel Penelitian …………………………………………………............................ Rumusan Masalah ......................................... 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.................. 34 Daftar Pustaka ii .......... iv BAB I PEN DAHULUAN A. Diskusi Kelompok................................. 6 D................................ 12 C............ 6 C.......... 23 B............. Hakikat Pembelajaran FIQIH di MIM ................................................. 26 G............ 25 F................................................... ii KATA PENGANTAR ...................... Latar Belakang ..............................................................................................................................

sebagai penutup para nabi. semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang lebih baik serta kita semua mendapat ridho-Nya. Juni 2013 Penulis ii . saran. yang telah memberikan tuntunan kepada segenap makhluk utamanya manusia agar dapat menjalani hidup dengan selamat di dunia dan di akhirat. akhirnya proposal skripsi ”\.30 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. penulis hanya mampu mengucapkan terima kasih. taufik. Dalam penulisan proposal skripsi ini penulis banyak mengucapkan terimaksih atas bantuan serta dukungan dari berbagai pihak diungkapkan satu persatu Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. innayah. ini dapat diselesaikan Shalawat dan salam senantiasa penulis ucapkan untuk baginda Nabi Muhammad SAW. atas segala rahmat. yang tidak dapat Bengkulu. dan ridho-Nya.

M.Pd.I NIP. 197507022000032002 .31 PENGESAHAN JUDUL Yang bertanda tangan dibawah ini Ka. November 2010 Ka. Prodi PGMI dengan ini menerangkan Bahwa : Nama NIM : Tri Mulya : 2073244235 Menyatakan bahwa judul skripsi ―Penerapan Pendekatan Inkuiri Melalui Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran FIQIH di Kelas V MIM N 4 Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah” telah diterima. Demikian keterangan ini untuk dipergunakan sebagaimana mestinya Bengkulu. Prodi PGMI Nurliali.

PAJAR JATI BENGKULU TENGAH Disusun Oleh: Dewi sartika 210 351 6954 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN (BENGKULU) 2013 .32 PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI MELALUI DISKUSI KELOMPOK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI KELAS IV MIM KERTAPATI DESA KERTAPATI KEC.

PAJAR JATI BENGKULU TENGAH Disusun Oleh: Nipen Ade Candra MELFIQIH I JURUSAN TARBIYAH PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) BENGKULU 2012 .33 PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI MELALUI DISKUSI KELOMPOK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI KELAS IV MIM KERTAPATI DESA KERTAPATI KEC.

34 ii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful