I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Tujuan dari praktikum penentuan kualitatif dan kuantitatif asam nukleat menggunakan spektrofotometri adalah untuk melakukan pengukuran kualitas dan kuantitas DNA hasil isolasi dan mengetahui pengaruh perbedaan perlakuan isolasi DNA terhadap kualitas dan kuantitas DNA yang diperoleh

595 0.002 λ320 A[S]-A[B] 0. dan tabung reaksi.054 0. kuvet.012 0.01 0.II. Bahan-bahan yang digunakan adalah DNA hasil isolasi (buah dan bakteri) dan akuades steril. Materi Alat-alat yang digunakan adalah spektrofotometer UV (UV-Vis spektrofotometer shimadzu model UV mini 1240).003 -0.009 0 A[S] = Absorbansisampel DNA A[B] = AbsorbansiBlanko .063 0.065 0.052 0.008 0.024 0.007 0. MATERI DAN METODE A. Tabel 1.009 0.012 0. Sampel Strawberry Alpukat Pepaya Mangga Naga E. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Metode III. tissue.coli Keterangan: λ230 A[S]-A[B] 0.004 0 λ280 A[S]-A[B] 0.091 0.011 Hasil λ260 A[S]-A[B] 0.006 0.01 0.027 0. B. Perhitungan Konsentrasi DNA No 1 2 3 4 5 6.034 0.

143 1. diabsorbsi ataupun spektroskopi emisi.33 0 B.67 0 260/230 nm 0. radiasi elektromagnetik kemungkinan dihamburkan.Tabel 2. Sinar atau cahaya yang berasal dari sumber tertentu disebut juga sebagai radiasi elektromagnetik.19 0 1. Pembahasan Spektrofotometer merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron valensi. Dalam interaksi materi dengan cahaya atau radiasi elektromagnetik.2 0. Spektrofotometri dapat dibayangkan sebagai suatu perpanjangan dari penilikan visual dimana studi yang lebih terperinci mengenai pengabsorbsian energi cahaya oleh . cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel. UV dan inframerah.706 1. Radiasi elektromagnetik yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah cahaya matahari.89 0. Pembahasa A. peralatan yang digunakan dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer.83 0. Perhitungan Konsentrasi DNA terhadap Konsentrasi Protein dan Karbohidrat/Kemikalia No 1 2 3 4 5 6 Panjang Gelombang (λ) (nm) 230 nm 400 1200 600 250 200 0 260/280 nm 1.089 0.

2 (Anonim 2008). perawatannya agak sedikit susah. Sampel DNA/RNA dikatakan murni apabila berada dalam skala 1.0-2. Kuantifikasi dan analisa kualitas DNA/RNA diperlukan untuk mengetahui kemurnian dan jumlah konsentrasi DNA/RNA yang diisolasi. dimungkinkan studi absorbsi diluar daerah spektrum tampak. garam. fenol. Rasio pada 260 nm dan 230 nm dikatakan murni apabila berada dalam skala 2. 280 nm dan 320 nm. Kualitas DNA/RNA terbaik menunjukkan keadaan DNA/RNA bebas dari kontaminasi seperti kontaminasi protein dan garam yang terdapat pada DNA/RNA yang diisolasi.spesies kimia memungkinkan kecermatan yang lebih besar dalam pencirian dan pengukuran kuantitatif. Hal ini menunjukkan DNA plasmid yang diuji berada dalam kondisi tidak murni yang disebabkan oleh kontaminasi protein.8-2. Penentuan konsentrasi DNA dilakukan dengan cara spektofotometri. DNA diambil sebanyak 3 ul dan diencerkan dengan akuades steril hingga 3000 ul. Absorbansi hasil pengenceran dibaca pada tiga panjang gelombang yaitu 230 nm. Kelebihan spektrofotometri adalah dengan mengganti mata manusia dengan detektor. Kelemahan spektrofotometri adalah alat-alat yang digunakan untuk analisisnya harganya mahal. dan sering kali eksperimen spektrofotometri dilakukan secara automatik memudahkan jika yang dicari dengan analisis spektrofotometri adalah konsentrasi komponen dari suatu larutan campuran. Rasio pada 260 nm dan 280 nm digunakan untuk menilai kemurnian DNA dan RNA. Hal ini menunjukkan adanya kontaminasi protein. fenol.detektor radiasi lain. Hukum Bouguer-Beer menuntut radiasi monokromatik karena nilai absorbtivitas bergantung pada panjang gelombang. tak pernah benar. Hasil yang diperoleh pada praktikum ini pada rasio 260 nm dan 280 nm berada di bawah skala murni asam nukleat. Kemurnian yang diperoleh pada rasio 260 nm dan 230 nm juga menunjukkan kondisi di bawah skala murni asam nukleat.0. Sebelum dilakukan pengukuran dengan spektofotometer. garam. atau kontaminasi lainnya yang absorbsi pada atau disekitar 280 nm.benar monokromatis. atau kontaminasi lainnya yang absorbsi pada 230 nm Hasil kuantitas DNA menunjukkan bahwa nilai kemurnian pada masing-masing sampel berbeda dan tingkat konsentrasi DNA yang diperoleh berbeda-bada pula. Nilai absorbans yang terukur mencerminkan distribusi panjang gelombang dalam radiasi yang dalam sebuah spektrofotometer praktis. 260 nm. Kuantitas DNA/RNA menunjukkan konsentrasi DNA/RNA. Perbedaan .

Disamping itu buffer ekstrasi yang digunakan dapat menentukan konsentrasi DNA yang dihasilkan. .konsentrasi DNA yang diperoleh pada masing-masing sampel dapat ditentukan oleh perlakuan fisik yang diberikan serta kemampuan buffer ekstrasi dalam memecah sel. Proses perusakan sel secara fisik dengan penggerusan sampel yang sempurna dapat mempermudah buffer ekstrasi dalam memecah sel.

Kesimpulan B. Saran .IV. KESIMPULAN DAN SARAN A.