Aliran Aliran Ilmu Kalam 1.

Aliran Syi’ah Syi‘ah dilihat dari segi bahasa berarti pengikut, pendukung, partai atau kelompok, sedangkan secara terminology adalah sebagian kaum muslimin yang dalam bidang spiritual dan keagamaannya selalu merujuk pada keturunan Nabi Muhammad SAW atau orang yang disebut sebagai ahl al-bait. Poin penting dalam doktrin Syi‘ah adalah pernyataan bahwa segala petunjuk agama itu bersumber dari ahl al-bait. Mereka menolak petunjuk-petunjuk keagamaan dari para sahabat yang bukan ahl al-bait atau para pengikutnya. Menurut Thabathbai, istilah Syi’ah untuk pertama kalinya ditujukan pada para pengikut Ali, pemimpin pertama ahl al-bait pada masa nabi Muhammad SAW. Para pengikut Ali yang disebut Syi‘ah itu di antaranya adalah Abu Dzar Al-Ghiffari, Miqad bin Al-Aswad, dan Ammar bin Yasir. Mengenai kemunculan Syi‘ah dalam sejarah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli. Menurut Abu Zahrah, Syi’ah mulai muncul pada masa akhir pemerintahan Utsman bin Affan kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Adapun menurut Watt, Syi‘ah baru benar-benar muncul ketika berlangsung peperangan antara Ali dan Muawiyah yang dikenal dengan Perang Siffin. Dalam peperangan ini, sebagai respon atas permintaan Ali terhadap arbitrase yang ditawarkan Muawiyah, pasukan Ali diceritakan terpecah menjadi dua, satu kelompok mendukung sikap Ali—kelak disebut Syi’ah—dan kelompok lain menolak sikap Ali, kelak disebut Khawarij. Kalangan Syi‘ah sendiri berbeda pendapat bahwa kemuncukan Syi‘ah berkaitan dengan masalah pengganti (khalifah) Nabi SAW. Mereka menola kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan karena dalam pandangan mereka hanya Ali bin Abi Thaliblah yang berhak menggantikan Nabi. Kepemimpinan Ali dalam pandangan Syi‘ah tersebut sejalan dengan isyarat-isyarat yang diberikan oleh Nabi SAW pada masa hidupnya. Pada awal kenabian, ketika Muhammad SAW diperinthakan menyampaikan dakwah kepada kerabatnya, yang pertama-tama menerima adalah Ali bin Abi Thalib. Diceritakan bahwa Nabi pada saat itu mengatakan orang yang pertama-tama memenuhi ajakannya akan menjadi penerus dan pewarisnya. Selain itu, sepanjang kenabian Muhammad, Ali menrupakan orang yang menunjukkan perjuangan dan pengabdian yang luar biasa besar. 2. Aliran Qadariyah Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian terminologi, qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia diintervensi dari Tuhan. Aliran berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta baagi segala mperbuatannyan; ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkan atas kehendaknya sendiri. Dalam hal ini, Harun Nasution menegaskqan bahwa kaum qadariyah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrahatau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasdal dari pengewrtian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar Tuhan. Seharusnya, sebutan qadariyah di berikan kepdada aliran yang berpendapat bahwa qadar menetukan segala tingkah laku manusia, baik yang bagus maupinyang

. Ma‘bad adalah seorang tabi‘I yang dapat di percaya dan pernah berguru pada Hasan Al-Basri. pengakuan hati dan amal dapat menimbulkan kesadaran bahwa manusia mampu Sepenuhnya memilih dan menentukan tindakannya sendiri. Qadariyah pertama sekali di munculkan oleh Ma‘bad Al-Jauhani dan ghailan AdDimasyqy. Tokoh pemikir pertama kali yang menyatakan paham qadariyah ini adalah Ma‘bad al-Juhani.[1] Sedangkan sebagai aliran dalam ilmu Kalam. disana sini yang tumbuh hanya rumput keras dan beberapa pohon yang cukup kuat untuk mengahdapi panasnya musim serta keringnya udara. Sementara itu Ibnu Nabatah sebagaimana dikemukakan oleh Ahmad Amin berpendapat bahwa paham Qadariyah itu pertama kali muncul dari seseorang asal Irak yang menganut Kristen dan kemudian masuk Islam. tetapi kemudian masuk Kristen lagi. tanpa ada campur tangan Tuhan. Qadariyah berakar pada qadara yang dapat berarti memutuskan dan memiliki kekuatan atau kemampuan. tetapi terikat pada kehendak mutlak Tuhan. dalam istilah Inggris paham jabariyah disebut fatalism atau predestination. secara pasti tidak dapat diketahui. manusia dalam paham ini betul melakukan perbuatan. Adapun ghailan adalah serorang orator berasal dari Damaskus dan ayahnya menjadi maula Husna bin affan. Manusia dinilai mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya sendiri atau untuk tidak melaksanakan kehendaknya itu. Pemahaman mereka tentang konsep iman. paham jabariyah ini duduga telah ada sejak sebelum agama islam datang kemsyarakat Arab.jahat. ditengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara panas ternyata tidak dapat memberi kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman. Dari tokoh inilah Ma‘bad al-Juhani dan Ghailan al-Dimasqi menerima paham qadariyah. Namun ada sementara para ahli yang menghubungkan paham qadariyah ini dengan kaum Khawarij. Seperti yang telah dikemukakan di atas. yang kemudian diikuti oleh Ghailan al-Dimasqi. tetapi perbuatannya itu dalam keadaan terpaksa. 3. oleh karena itu aliran Jabariyah ini menganut paham bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya. baik atau buruk. kehidupan bangsa arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberi pengaruh besar kedalam cara hidup mereka. dengan demikian posisi manusia dalam paham ini tidak memiliki kebebasan dan inisiatif sendiri. Dalam paham Qadariyah manusia dipandang mempunyai qudrat atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya. manusialah yang menentukan. Dalam ajarannya. aliran Qadariyah sangat menekankan posisi manusia yang amat menentukan dalam gerak laku dan perbuatannya. Dalam menentukan keputusan yang menyangkut perbuatannya sendiri. qadariyah adalah nama yang dipakai untuk suatu aliran yang memberikan penekanan terhadap kebebasan dan kekuatan manusia dalam menghasilkan perbuatan-perbuatannya. sedangkan menurut alSyahrastani bahwa jabariyah berarti menghilangkan perbuatan dri hamba secara hakikat dan menyandarkan perbuatan tersebut kepada Allah SWT. Aliran Jabariyah Nama Jabriyah Berasal dri kata jabara yang mengandung arti Memaksa. dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk kepâda qàdar atau qada Tuhan. yaitu paham yang menyatakan bahwa perbuatan manusia ditentukan sejak semula oleh qada dan qadar Tuhan.[2] Tèntang kapan munculnya paham qadariyah dalam Islam.

Selanjutnya.” Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah. tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimiliki oleh paham qodariyah. semua masalah antara Ali dan Mu‘awiyah harus diselesaikan dengan merujuk kepada hokum-hukum Allah yang tertuang dalam Surah al-Maidah Ayat 44 yang artinya. dengan mengatakan bahwa mereka tidak kekal di dalam neraka aliran Murji‘ah menganggap iman lebih utama dari amal perbuatan 5. Wasil bin Ata yang ketika itu menjadi murid Hasan al-Basri. atau dengan kata lain masih tetap mengucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi dasar iman. mendahuli gurunya dalam mengeluarkan pendapat. terikat dengan kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan. Aliran Mur’jiah Nama Murji'ah diambil dari kata irja atauarja'a yang bermakna penundaan. asy-Syufriyah dan al-Ibadiyah. skenario. Menghadapi dua pendapat ini. maka mereka itulah orang-orang kafir”. Selain itu. Aliran Muktazilah Aliran ini muncul sebagai reaksi atas pertentangan antar aliran Khawarij dan aliran Murji‘ah mengenai persoalan orang mukmin yang berdosa besar. penangguhan. Mu‘awiyah dan orang-orang yang menyetujui tahkim telah menjadi kafir karena mereka dalam memutuskan perkara tidak merujuk Al-Qur‘an. ke hari kiamat kelak. 6. tetapi dalam teapi dalam perkembangannya golongan ini banyak berbicara masalah teologis. Oleh karena itu Murji’ah. arja'a berarti pula meletakkan di belakang atau mengemudikan. yakni memberi harapan kepada pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan dan rahmat Allah. dan kehendak Allah.aliran jabariyah dibagi menjadi 2 yaitu aliran jabariyah yang ekstrim dan moderat aliran jabariyah yang ekstrim tokohnya dalah jahm bin safwan pendapatnya manusia sangat lemah.[1] Bagi kaum Murji'ah. Meskipun pada awalnya khawarij muncul karena persoalan politik. Alasan mendaar yang membuat golongan ini keluar dari barisan Ali adalh ketidak setujuan mereka terhadap arbitrasi atau tahkim yang dijalankan Ali dalam menyelesaikan masalah dengan Mu‘awiyah. yaitu orang yang mengemudikan amal dan iman. soal dosa besar yang dilakukannya merupakan hak Tuhan untuk menentukannya di hari kemudian. Alasan mereka adalah bahwa orang yang melakukan dosa besar itu masih tetap mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan (Rasul) Allah. 4. anNajdat. Dalam aliran Khawarij terdapat enam sekte penting. seorang ulama terkenal di Basra. Ali. orang yang melakukan dosa besar adalah tetap mukmin. seluruh tindakan dan perbuatan manusai tidak boleh lepas dari aturan. al-Azariqah. yaitu al-Muhakkimah. Kata arja'a mengandung Pula arti memberi harapan. Berdasarkan ayat ini. Menurut keyakinan Khawarij. dan Pengharapan. Wasil mengatakan bahwa orang mukmin yang berdosa . tak berdaya. Aliran Khawarij Khawarij berarti orang-orang yang keluar barisan Ali bin Abi Thalib. Golongan ini menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang keluar dari rumah dan semata-mata untuk berjuang di jalan Allah. artinya orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa yakni Ali dan Muawiyah serta pasukannya masing-masing. al-Ajaridah. kaum Muhajirin memberikan harapan bagi orang Islam yang melakukan dosa besar.

khamsah. Kedudukannya sebagai orang fasik. Mereka berpendapat bahwa tuhan wajib berbuat yang terbaik bagi manusia. ia dimasukkan ke neraka selama-lamanya. Menurut Muktazillah. Berikut ini kelima doktrin aliran Muktazillah. Pemahaman ini yang menyatakan posisi orang Islam yang berbuat dosa besar. d. Kelompok ini dikenal dengan Muktazillah. Mu’tazilah-sebagaimana jugaAsy’ariayah-masul dalam barisan sunni. Orang jika melakukan dosa besar. tidak memberi beban terlalu berat. At-Taauhid (Tauhid) Ajaran pertama aliran ini berarti meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah SWT. Konsep tauhid menurut mereka adalah paling murni sehingga mereka senang disebut pembela tauhid (ahl alTauhid). penguasa Bani Abbasiyah.besar menempati posisi antara mukmin dan kafir. c. yaitu umum dan khusus. Hal itu disebabkan ajarannya bersifat rasional dan filosofis. Pada awal perkembangannya aliran ini tidak mendapat simpati umat Islam karena ajaran Muktazillah sulit dipahami oleh beberapa kelompok masyarakat. e. Tuhan wajib menepati janji-Nya memasukkan orang mukmin ke dalam sorga. a. Sunni dalam pengertian umum adalah lawan kelompok syiah. mereka pernah memaksakan ajarannya kepada kelompok lain. Misalnya. Dalam pengertian ini. Aliran Muktazillah mempunyai lima dokterin yang dikenal dengan al-usul al. Al-Manzilah bain al-Manzilatain (posisi di Antara Dua Posisi). Alas an lain adalah aliran Muktaszillah dinilai tidak berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabat. Al-Wa’d wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman). term Ahlussunah banyak . Orang yang menentang akan dihukum. b. Dalam prinsip Muktazillah. Setelah menyatakan pendapat itu. 7. Begitu juga menempati ancaman-Nya mencampakkan orang kafir serta orang yang berdosa besar ke dalam neraka. Wasil bi Ata meninggalkan perguruan Hasan al-Basri. Selanjutnya. mengirimkan nabi dan rasul. lalu membentuk kelompok sendiri. Dalam pembahasannya mereka banyak memakai akal sehingga mendapat nama “kaum rasionalis Islam”[3]. Sunni dalam pengertian khusus adalah mahzhab yang berada dalam barisan Asy’ariyah dan merupakan lawan Mu‘tazilah. Ahlussunah Waljama’ah Adapun ungkapan Ahlussunah (sering juga disebut sunni) dapat dibedakan menjadi dua pengertian. serta memberi daya manusia agar dapat mewujudkan keinginannya. Aliran Mu‘tazilah merupakan golongan yang membawa persoalan-persoalan teologi yang lebih mandalam dan bersifat filosofis. Tegasnya. ia tidak lagi sebagai orang mukmin. Akan tetapi. Jika meninggal sebelum bertobat. Aliran baru ini memperoleh dukungan pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun. tetapi ia juga tidak kafir. Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Perintah Mengerjakan Kebajikan dan Melarang Kemungkaran). Pemahaman ini merupakan ajaran dasar pertama yang lahir di kalangan Muktazillah. orang itu bukan mukmin dan bukan kafir[2]. sikasanya lebih ringan daripada orang kafir. Ad-Adl Menurut aliaran Muktazillah pemahaman keadilan Tuhan mempunyai pengertian bahwa Tuhan wajib berlaku adil dan mustahil Dia berbuat zalim kepada hamba-Nya. setiap muslim wajib menegakkan yang ma‘ruf dan menjauhi yang mungkar. Bahkan dalam sejarah.

e. dan waktu selalu bertalian erat. Benda. Al-Maturidy mendasarkan pikiran-pikiran dalam soal-soal kepercayaan kepada pikiran-pikiran Imam Abu Hanifah yang tercantum dalam kitabnya Al-fiqh Al-Akbar dan Al-fiqh Al-Absath dan memberikan ulasan-ulasannya terhadap kedua kitab-kitab tersebut. yang berarti ada sebab perubahan itu[7]. Keadaan tersebut adalah baru dan sesuatu yang tidak terlepas dari yang baru maka baru pula. seperti diam dan derak. Maturidiyah lebih mendekati golongan Muktazillah. as-Sama‘ (mendengar). keturunan Abu Musa al-Asy‘ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r. gerak. Allah mempunyai mata. Berikut ini adalah tujuh pokok ajaran aliran As‘ariyah. Dalil kausalitas: alam ini tidak bisa mengadakan dirinya sendiri atau memperbaiki dirinya kalau rusak. Sesuatu yang ada batasnya adalah baru. al-Asy‘ari merumuskan pokok-pokok ajarannya yang berjumlah tujuh pokok. dilahirkan dikota Basrah (Irak) pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/ 935 M. Al-Maturidy meninggalkan karangan-karangan yang banyak dan sebagian besar dalam lapangan ilmu tauhid. sebuah kota kecil di daerah Samarqand (termasuk daerah Uzbekistan). tentulah keadaannya tetap msatu.[6] Setelah keluar dari kelompok Muktazillah. Dalil perlawanan arad: dalil ini menyatakan bahwa ala mini tidak akan mungkin qasim karena didalamnya terdapat keadaan yang berlawanan. Tentang melihat Allah Di Akhirat Allah dapat dilihat di akhirat dengan mata kepala karena Allah mempunyai wujud. d. dan Mu‘awiyah r. dua aliran yang menentang ajaran-ajaran Mu‘tazilah 8. Tentang Perbuatan Manusia Perbuatan-perbuatan manusia itu ciptaan Allah.dipakai setalah munculnya aliran Asy‘ariyah dan Maturidiyah. Al-Qur‘an bersifat qadim (tidak baru). Kalau alam ini ada dengan sendirinya. Maturidiyah mengemukakan tiga dalil. seperti al-Ilm (mengetahui). Akan tetapi. Aliran Maturidiyah Aliran Maturidiyah didirikan oleh Muhammad bin Abu Mansur. al-Qudrah (kuasa). dan al-Basar (melihat). ala mini selalu berubah. baik dan buruk. yaitu sebagai berikut: a. al-Hayah (hidup). sebagaimana disebutkan dalam surah al-Qamar ayat 14 dan ar-Rahman ayat 27. 9. Dalil terbatas dan tidak terbatas: alam ini terbatas. yaitu Abu Hasan al-Asy‘ari[5]. Dinamakan aliran Asy‘ariyah karena dinisbahkan kepada pendirinya. Tentang Sifat Allah Menurutnya. a. . b. Aliran Asy’ariyah Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap paham Muktazillah yang dianggap menyeleweng dan menyesatkan umat Islam. Dan nama aslinya adalah Abu al-hasan ‗Ali bin Ismail al-Asy‘ari.a. Dalam membahas kalam. Allah mempunyai sifat. c. Ia dilahirkan di Maturid. Dengan demikian. akan tetapi bagaimana bentuk Allah tidak dapat diketahui. Tentang Kedudukan Al-Qur’an Al-Qur‘an adalah firman Allah dan bukan makhluk dalam arti baru dan diciptakan. b. dan tangan. Tentang Antropomorfisme Menurut alAsy‘ari. c.a. Jadi alam ini adalah baru dan ada batasnya dari segi bendanya. pihak yang terbatas adalah baru. muka.

Aliran Khawarij 1. Golongan terbesar adalah golongan Isna Asy‘ariyah ata Syiah Duabelas. Sekte Zaidiah Sekte ini mempercayai kepemimpinan Zaid bin Ali bin Husein Zainal Abidin sebagai pemimpin setelah Husein Bin Ali wafat. hidupnya hanya untuk beribadah. 3. B. Beberapa sekte aliran Syiah. KHAWARIJ. telah menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadinpemimpin atau imam sebagai pengganti beliau dengan petunjuk yang jelas dan tegas. Dia milik kehendak mutlak atas ciptaan-Nya. Sekte Imamiyah Sekte ini adalah golongan yang meyakini bahwa Nabi Muhammad saw. 2. Umar. Perundingan ini diakhiri dengan tahkim atau arbitrasi. Sekte Imamiyah pecah menjadi beberapa golongan. ALIRAN SYIAH. wafat. Oleh karena itu.f. dan berani. dalam Syiah Zaidiyah. g. Akibat kegagalan itu. Sebagian menganggap Syiah lahir setelah Nabi Muhammad saw. Sekte Kaisaniyah Kaisiniyah adalah sekte Syiah yang mempercayai Muhammad bin Hanafiah sebagai pemimpin setelah Husein bin Ali wafat. nama Kaisaniyah diambil dari nama seorang budak Ali yang bernama Kaisan. di antaranya adalah sebagai berikut : 1. secara harfiah berarti "Mereka yang Keluar") ialah istilah umum yang mencakup sejumlah aliran dalam Islam yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin . Mereka itu disebut golongan Khawarij atau orang-orang yang keluar. dan Usman. berjihad di jalan Allah dengan mengangkat senjata. Selain itu sekte ini mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar bin Khattab. sejumlah pasukan Ali memberontak terhadap kepemimpinannya dan keluar dari pasukan Ali. seseorang dapat diangkat sebagai imam apabila memenuhi lima kriteria. Ketujuh pemikiran al-Asy‘ari tersebut dapat diterima oleh kebanyakan umat Islam karena sederhana dan tidak filosofis. wafat. Tentang dosa Besar Orang mukmin yang berdosa besar tetap dianggap mukmin selam ia masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Golongan kedua terbesar adalah golongan Ismailiyah. MURJIAH DAN MU’TAZILAH A. Kelima kriteria itu adalah keturunan Fatimah binti Muhammad saw. Aliran Syiah Syiah adalah salah satu aliran dalam Islam yang meyakini Ali bin Abi Talib dan keturunannya sebagai pemimpin Islam setelah Nabi saw. Para penulis sejarah Islam berbeda pendapat mengenai awal mula golongan syiah. berpengatuhan luas tentang agama. sekte ini tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar. Pendapat yang paling popular tentang lahirnya golongan Syiah adalh setelah gagalnya perundingan antara Ali bin Abi Talib a Mu‘awiyah bin Abi Sufyan di Siffin. Pengertian (Arab: ‫ خوارج‬baca Khowaarij. Tentang Keadilan Allah Allah adalah pencipta seluruh alam. yaitu pada suatu perebutan kekuasaan antara kaum Muhajirin dan Anshar. sedangkan sebagian besar pasukan yang tetap setia kepada Ali disebut Syiah atau pengikut Ali.

Mu‘awiyah dan orang-orang yang menyetujui tahkim telah menjadi kafir karena mereka dalam memutuskan perkara tidak merujuk Al-Qur‘an. beliau dianggap telah menyeleweng. tetapi setelah terjadi arbitrase (tahkim). Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syari‘at islam. Disebut atau dinamakan Khowarij disebabkan karena keluarnya mereka dari dinul Islam dan pemimpin kaum muslimin. Boleh membunuh perempuan dan anak-anak kaum muslimin yang berbeda pendapat dengan mereka. . Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Menjatuhkan hukum musyrik kepada anak-anak kaum musyrikin. Oleh sebab itulah mereka juga disebut Al Khoruriyyah. 2. maka mereka itulah orang-orang kafir”. al-Azariqah. Ali.a (Abu Bakar. juz 12 hal. Pertama kali muncul pada pertengahan abad ke-7. Berdasarkan ayat ini. Pasukan perang Jamal yang melawan Ali juga kafir.uruk harus masuk ke neraka 9. Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng. Umar dan Utsman) adalah sah. semua masalah antara Ali dan Mu‘awiyah harus diselesaikan dengan merujuk kepada hukum-hukum Allah yang tertuang dalam Surah al-Maidah Ayat 44 yang artinya. Bila tidak mau bergabung. 11. Khalifah sebelum Ali r. Dalam aliran Khawarij terdapat enam sekte penting. Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh. Mereka berkumpul disuatu tempat yang disebut Khouro (satu tempat di daerah Kufah). sedang golongan mereka sendiri dianggap berada dalam dar al-islam (negara Islam). 5. 245)1[3] Menurut keyakinan Khawarij. Utsman dianggap telah menyeleweng. yaitu al-Muhakkimah. (Fat. Khalifah Ali adalah sah. asy-Syufriyah dan al-Ibadiyah. Ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau harus melakukan kezaliman. Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab 3.Abi Tholib. ia wajib diperangi karena hidup dalam dar al-harb (negara musuh).” Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah. dan merupakan bentuk yang berbeda dari Sunni dan Syi'ah. al-Ajaridah. 7. dan bahwa mereka juga kekal di dalam neraka bersama orang tuanya. Doktrin-Doktrin Khawarij Di antara doktrin-doktrin pokok khawarij adalah sebagai berikut : 1. lalu menolaknya. Bahkan yang sangat anarkis (kacau) lagi. 283) Awal keluarnya mereka dari pemimpin kaum muslimin yaitu pada zaman Amirul Mu'minin Al Kholifatur Rosyid Ali bin Abi Thalib ‫رضي هللا عنه‬ketika terjadi (musyawarah) dua utusan. 8. 4. (Mu'jam Al-Buldan li Yaqut Al-Hamawi juz 2 hal. 10. tetapi setelah 7 tahun dari masa kekhalifahannya. 6. mereka menganggap bahwa seorang muslim dapat menjadi kafir apabila ia tidak mau membunuh muslim lain yang telah dianggap kafir dengan resiko ia menanggung beban harus dilenyapkan juga. terpusat di daerah yang kini ada di Irak selatan. anNajdat. Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat islam 2.

2[4] . 15. Memalingkan yat-ayat al-Qur‘an yang tampak mutasayabihat. Manusia bebas memutuskan perbuatannya. Quran adalah makhluk 16. 13. orang jahat harus masuk neraka). Adanya Amar ma‘ruf Nahi Munkar 14.12. Adanya Wa‘ad dan Wa‘id (orang baik harus masuk surga. bukan dari Tuhan.

Latar Belakang Aliran ini muncul sebagai reaksi atas pertentangan antar aliran Khawarij dan aliran Murji‘ah mengenai persoalan orang mukmin yang berdosa besar. Dalam perkembangannya. Oleh karena itu. Kelompok ini dikenal dengan Muktazillah. Setelah menyatakan pendapat itu. aliran initernyata tidak dapat melepaskan diri dari persoalan teologis yang muncul pada waktu itu. setiap maksiat tidak dapat mendatangkan mudharat ataupun gangguan atas seseorang untuk mendapatkan pengampunan. Sementara itu. Tokoh-tokoh kelompok moderat adalah Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib. Abu Hanifah dan Abu Yusuf. Abu A‘la al-Maududi menyebutkan 2 doktrin pokok ajaran Mur‘jiah. Dasar keselamatan adalah iman semata. Menghadapi dua pendapat ini. sebagai rasul. as-Saubariyah. mendahuli gurunya dalam mengeluarkan pendapat. a. 2. dan kaum Khawarij pada hari perhitungan kelak. Dalam pembahasannya mereka banyak memakai akal sehingga mendapat nama “kaum rasionalis Islam”. Wasil bi Ata meninggalkan perguruan Hasan al-Basri. 2. yaitu 1. yaitu kelompok moderat dan kelompok ekstrem. as-Salihiyah. b. Doktrin Mutazilah Aliran Muktazillah mempunyai lima dokterin yang dikenal dengan al-usul al. al-Ubaidiyah. Wasil mengatakan bahwa orang mukmin yang berdosa besar menempati posisi antara mukmin dan kafir. Alas an lain adalah aliran Muktaszillah dinilai tidak berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabat. Aliran Mu‘tazilah merupakan golongan yang membawa persoalan-persoalan teologi yang lebih mandalam dan bersifat filosofis. Selama masih ada iman.3[5] F. Kaum Murji‘ah berpendapat bahwa orang yang berdosa besar tidak dapat dikatakan kafir selama ia tetap mengakui Allah sebagai Tuhannya dan Nabi Muhammad saw. Ad-Adl Menurut aliaran Muktazillah pemahaman keadilan Tuhan mempunyai pengertian bahwa Tuhan wajib berlaku adil dan mustahil Dia berbuat zalim kepada hamba-Nya. Aliran Murji’ah Aliran ini disebut juga Murji‘ah karena dalam prinsipnya mereka menunda persoalan konflik antara Ali bin Abi Thalib. Adapun amal atau perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman. Pendapat ini merupakan lawan dari pendapat kaum Khawarij yang menyatakan bahwa orang Islam yang berdosa besar hukumnya kafir. Mu‘awiyah bin Abi Sufyan. lalu membentuk kelompok sendiri. Pada awal perkembangannya aliran ini tidak mendapat simpati umat Islam karena ajaran Muktazillah sulit dipahami oleh beberapa kelompok masyarakat.C. diantaranya adalah al-Jahamiyah. Berdasarkan hal ini. Tegasnya. al-Gailaniyah. At-Taauhid (Tauhid) Ajaran pertama aliran ini berarti meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah SWT.khamsah. al-Marisiyah dan al-Karamiyah. Mereka berpendapat bahwa tuhan wajib berbuat yang terbaik . Berikut ini kelima doktrin aliran Muktazillah. Aliran baru ini memperoleh dukungan pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun. Hal itu disebabkan ajarannya bersifat rasional dan filosofis. Iman adalah percaya kepadaAllah dan Rasul-Nya saja. manusia cukup hanya dengan menjauhkan diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid. penguasa Bani Abbasiyah. Aliran Muktazilah 1. Kelompok ekstrem terbagi dalam beberapa kelompok. mereka tidak ingin smengeluarkan pendapat entang siapa syang benar dan dan siapa yang kafir di antara ketiga kelompok yang bertikai itu. orang itu bukan mukmin dan bukan kafir. Dalam perjalanan sejarahnya.ketika itu terjadi perdebatan mengenai hukum orang yang berdosa besar. Konsep tauhid menurut mereka adalah paling murni sehingga mereka senang disebut pembela tauhid (ahl al-Tauhid). al-Yunusiyah. seseorang tetap dianggap mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang difardhukan dan melakukan dosa besar. Wasil bin Ata yang ketika itu menjadi murid Hasan al-Basri. aliran ini aliran ini terpecah menjadi dua kelompok. seorang ulama terkenal di Basra.

pengingkaran Mu‘tazilah terhadap kesucian al-Qur‘an. yang mengarah pada terjadinya perselisihan sampai terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan. dan yang kontra yang menamakan dirinya kelompok Khawarij. Jika meninggal sebelum bertobat. murji‘ah. seperti aliran syi‘ah. sementara mufasir yang lain penafsirannya belum menemukan hadist yang shahih. Begitu juga menempati ancaman-Nya mencampakkan orang kafir serta orang yang berdosa besar ke dalam neraka. satu syariah dan satu akhlaqul karimah. • Adanya penyerapan tentang hadis yang berbeda . SEJARAH TIMBULNYA ALIRAN KALAM DALAM ISLAM Pada masa Nabi SAW dan para Khulafaurrasyidin. c. Dan ketika masa khalifah al-Mutawakkil tiba (234H). ditambah lagi ketamakan mereka pada harta. umat islam adalah ummat yang satu. Kedudukannya sebagai orang fasik. kemudian terjadilah perang jamal yaitu perang antara Ali dengan Aisyah dan perang Siffin yaitu perang antara Ali dengan mu‘awiyah. Dalam prinsip Muktazillah. sehingga berbeda dalam menafsirkan pula. pangkat dan kedudukan. d. Kemunduran Aliran Mu‘tazilah Sesudah peristiwa mihnah. Akhirnya perpecahan memuncak. Dan awal mula adanya gejala timbulnya aliran-aliran adalah sejak kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah ke-3 setelah wafatnya Rasulullah). Misalnya. Al-Manzilah bain al-Manzilatain (posisi di Antara Dua Posisi). Al-Wa’d wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman). Pemahaman ini merupakan ajaran dasar pertama yang lahir di kalangan Muktazillah. tidak memberi beban terlalu berat. Umat islam pada masa itu ada yang pro terhadap kekhalifahan Ali bin Abi Thalib yang menamakan dirinya kelompok syi‘ah. mereka pernah memaksakan ajarannya kepada kelompok lain. serta berbagai macam polemik negara yang disebabkan oleh hal ini. setiap muslim wajib menegakkan yang ma‘ruf dan menjauhi yang mungkar. ia tidak lagi sebagai orang mukmin. Tuhan wajib menepati janji-Nya memasukkan orang mukmin ke dalam sorga. Pemahaman ini yang menyatakan posisi orang Islam yang berbuat dosa besar. Akan tetapi.bagi manusia. penyiksaan dan pemaksaan yang mereka lakukan. Jikalau terdapat perselisihan pendapat diantara mereka. maka hal tersebut dapat diatasi dengan wahyu dan tidak ada perselisihan diantara mereka. Bahkan dalam sejarah. Bermula dari itulah akhirnya timbul berbagai aliran di kalangan umat islam. mereka satu akidah. 2. sikasanya lebih ringan daripada orang kafir. Menurut Muktazillah. mengirimkan nabi dan rasul. beliau lantas mengumumkan ketidaksahan pendapat mengenai kemakhlukan al-Qur‘an. pada masa itu perpecahan di tubuh umat islam terus berlanjut. e. Kemudian digantikan oleh Ali bin Abi Thalib. masing-masing kelompok juga terpecah belah. Pada masa itu di latar belakangi oleh kepentingan kelompok. Awal mula adanya perselisihan dipicu oleh Abdullah bin Saba‘ (seorang yahudi) pada pemerintahan khalifah Utsman bin Affan dan berlanjut pada masa khalifah Ali. ia dimasukkan ke neraka selama-lamanya. ummat islam menjadi benci kepada kelompok ini. Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Perintah Mengerjakan Kebajikan dan Melarang Kemungkaran). tetapi ia juga tidak kafir. akhirnya jumlah aliran di kalangan umat islam menjadi banyak. FAKTOR – FAKTOR TIMBULNYA ALIRAN KALAM DALAM ISLAM Faktor – faktor yang menyebabkan timbulnya aliran kalam dalam islam dapat di kelompokkan menjadi 2 bagian yaitu: a) Faktor internal Yaitu faktor yang muncul dari dalam umat islam sendiri yang dikarenakan: • Adanya pemahaman dalam islam yang berbeda Perbedaan ini terdapat dalam hal pemahaman ayat Al-Qur‘an. Orang yang menentang akan dihukum. Mufasir satu menemukan penafsirannya berdasarkan hadist yang shahih.dll. Orang jika melakukan dosa besar. Beliau mengambil keputusan ini karena melihat besarnya sikap penolakan mayoritas masyarakatnya terhadap mazhab mu‘tazilah. serta memberi daya manusia agar dapat mewujudkan keinginannya.4[6] 3. khawarij. Bahkan ada yang mengeluarkan pendapatnya sendiri atau hanya mengandalkan rasional belaka tanpa merujuk kepada al Qur‘an dan hadist.

bahwa yang disebut Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari imam yang hak dan telah di sepakati para jema‘ah. yaitu: hadist yang disusun oleh orang-orang yahudi dalam rangka mengacaukan islam. • Mengedepankan akal Dalam hal ini. Dengan demikian. istilah ini berasal dari kata harura. yaitu Abdullah bin Saba. ada pula yang di pengaruhi oleh hadist (isra‘iliyah). orang yang melakukan tahkim dan merimanya adalah kafir. Menurut bahasa nama khawarij ini berasal dari kata ―kharaja‖ yang berarti keluar. Atas dasar ini. ALIRAN – ALIRAN KALAM DALAM ISLAM • Aliran Khawarij.Kelompok ini juga kadang kadang menyebut dirinya Syurah yang berarti ―golongan yang mengorbankan dirinya untuk Allah di samping itu nama lain dari khawarij ini adalah Haruriyah. Kelompok khawarij ini merupakan bagian dari kelompok pendukung Ali yang memisahkan diri. • Akibat terjemahan filsafat yunani Buku-buku karya filosofi yunani di samping banyak membawa manfaat juga ada sisi negatifnya bila di tangan kalangan yang tidak punya pondasi yang kuat tentang akidah dan syariat islam. Latar belakang ketidak setujuan mereka itu. b. pimpinan rombongan sewaktu mereka berkumpul di Harura (pimpinan Khawarij pertama) 2. dan menurut fakta sejarah. beralasan bahwa tahkim itu merupakan penyelesaian masalah yang tidak di dasarkan pada ajaran Al-Qur‘an. kemudian golongan yang semula mendukung Ali ini selanjutnya berbalik menentang dan memusuhi Ali beserta tiga orang tokoh pelaku tahkim lainnya yaitu Abu Musa Al-Asyari. ketika para sahabat menerima berita dari para perawinya dari aspek ―matan‖ ada yang disebut hadist riwayah (asli dari Rasul) dan diroyah (redaksinya disusun oleh para sahabat). • Adanya kepentingan kelompok atau golongan Kepentingan kelompok pada umumnya mendominasi sebab timbulnya suatu aliran. sangat jelas. Nama itu diberikan kepada mereka yang keluar dari barisan Ali. atau memberontak. Sehingga terdapat keinginan oleh umat islam untuk membantah alasan-alasan mereka yang memusuhi islam. b) Faktor eksternal Faktor ini muncul dari luar umat islam. Mu‘awiyah bin Abi Sofyan dan Amr Bin Ash. hanya Ali yang berhasil terbunuh ditangan mereka. sedangkan khawarij sebagai kelompok yang sebaliknya. muncul. tapi ditentukan oleh manusia sendiri.Penyerapan hadist berbeda. yaitu : • Akibat adanya pengaruh dari luar islam. Urwah bin Hudair . Menurut ibnu Abi Bakar Ahmad Al-Syahrastani. a. gubernur syam.Untuk itu mereka berusaha keras agar dapat membunuh ke empat tokoh ini. dengan beralasan ketidaksetujuan mereka terhadap sikap Ali bin abi Thalib yang menerima tahkim (arbitrase) dalam upaya untuk menyelesaikan persilisihan dan konfliknya dengan mu‘awiyah bin abi sofyan. • Adanya kepentingan politik Kepentingan ini bermula ketika ada kekacauan politik pada zaman Ustman bin Affan yang menyebabkan wafatnya beliau. atau pada masa tabi‘in secara baik-baik. timbul. Pengaruh ini terjadi ketika munculnya aliran syi‘ah yang muncul karena propaganda seseorang yahudi yang mengaku islam. dan orang yang tidak memutuskan hukum dengan al-quran adalah kafir. pada waktu perang siffin. nama suatu tempat dekat kufah. Tokoh-tokoh Khawarij Diantara tokoh-tokoh khawarij yang terpenting adalah : 1. dimana syiah sangat berlebihan dalam mencintai dan memuji Ali bin Abi Thalib. yang merupakan tempat mereka menumpahkan rasa penyesalannya kapada Ali bin abi Thalib yang mau berdamai dengan Mu‘awiyah. Abdullah bin Wahab al-Rasyidi. akal di gunakan setiap keterkaitan dengan kalam sehingga terkesan berlebihan dalam penggunaan akal. Pengertian dan latar belakang timbulnya Aliran Khawarij Aliran Khawarij merupakan Aliran teologi tertua yang merupakan aliran pertama yang muncul dalam teologi Islam. kepentingan ini bertujuan sebagai sumber kekuasaan untuk menata kehidupan. seperti aliran Mu‘tazilah. baik ia keluar pada masa sahabat khulafaur rasyidin. 3..

Sekte-sekte dan ajaran pokok Khawarij Terpecahnya Khawarij ini menjadi beberapa sekte. 5. Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syari‘at islam. Al-Ajaridah 6. mengawali dan mempercepat kehancurannya. Pandangan mereka itu terlihat pada kata murji‘ah yang barasal dari kata arja‘a yang berarti menangguhkan. b. dengan Ali bin abi tahAlib) dan para pelaku tahkim. Nafi‘ bin al-azraq 7. adanya pendapat yang menyalahkan aisyah dan kawan-kawan yang menyebabkan terjadinya perang jamal.3. Sekte-Sekte tersebut adalah: 1. Demikian pula orang mukmin yang melukan dosa besar masih di anggap mukmin di hadapan mereka. mengkafirkan pihak-pihak yang ingin merebut kekuasaan ali dan mengkafirkan orang yang terlihat dan menyetujui tahkim dalam perang siffin. Hukum terhadap perbuatan manusia ditangguhkan hingga hari kiamat . Al-baihasyiah 5. Al-Najdat 4. Hal-hal yang melatarbelakangi kehadiran murji‘ah antara lain adalah : 1. Abdullah bin Basyir 8. 7. Orang islam yang melakukan dosa besar tidak dihukumkan kafir. Muslim tersebut tetap mukmin selama ia mengakui dua kalimat syahadat. sehingga Aliran ini hanya tinggal dalam catatan sejarah. Mustarid bin sa‘ad 4. Khalifah sebelum Ali adalah sah. 4. 3. Oleh karena itu orang tersebut masih tetap mukmin. Khalifah tidak harus keturunan Arab. dan zubair. Al-Ibadiah 8. Ajaran-ajaran Murji‘ah Ajaran-ajaran pokok murji‘ah dapat disimpulan sebagai berikut: . Khalifah harus dipilih langsung oleh rakyat. Orang-orang yang terlibat dalam perang jamal (perang antara Aisyah. Qathari bin Fujaah c. 2. Mereka menangguhkan penilaian terhadap orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim itu di hadapan tuhan. Orang Islam yang melakukan Dosa besar adalah kafir. mengakhirkan dan memberi pengharapan. 6. Quraib bin Maruah 6. adanya pendapat yang menyalahkan orang yang ingin merebut kekuasaan Usman bin Affan. Al-Azariqah 3. dan mangucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi dasar utama dari iman. Dengan demikian setiap orang muslim berhak menjadi Khalifah apabila sudah memenuhi syarat-syarat. karena hanya tuhanlah yang mengetahui keadaan iman seseorang. 3. • Aliran Murji‘ah a. Dengan kata lain bahwa orang mukmin sekalipun melakukan dosa besar masih tetap mukmin. Hausarah al-Asadi 5. 2. Talhah.a dianggap telah menyeleweng. adanya perbedaan pendapat antara Syi‘ah dan Khawarij. bukan kafir. Pengertian dan latar belakang timbulnya aliran Murji‘ah Aliran Murji‘ah ini muncul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya kafir – mengkafirkan terhadap orang yang melakukan dosa besar. Al-Sa‘Alibah 7. Al-Muhakkimah 2. Al Sufriyah Secara umum ajaran-ajaran pokok Khawarij adalah: 1. 1. Khalifah Ali dianggap menyelewang setelah terjadi Tahkim (Arbitrase). sebagai mana hal itu dilakukan oleh aliran khawarij. tetapi setelah tahun ke tujuh dari masa kekhalifahannya Usman r. dan harus di bunuh. 3. Zubair bin Ali 9. termasuk yang menerima dan mambenarkannya di hukum kafir. Iman Hanya membenarkan (pengakuan) di dalam Hati 2. Orang mukmin yang melakukan dosa besar itu dianggap tetap mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad sebagai Rasulnya. dan dijatuhi hukuman mati bila zhalim.

Maha esa. ada pula yang ekstrem. Pandangan imam yang empat mengenai ilmu kalam Istilah Ilmu Kalam mengacu pada ulama yang membahas masalah-masalah ―kalam‖ Allah. tunggal. 2. al ‗Adl Kaum Syi‘ah mempunyai keyakinan bahwa Allah Maha Adil. Syi‘ah benar-benar muncul ketika berlangsung peperangan antara Ali dan Mu‘awiyah yang dikenal dengan Perang siffin. Kelima prinsip itu adalah : 1. tidak beranak. kelak disebut Syi‘ah dan kelompok lain menolak sikap Ali. 3. kelompok Syi‘ah akhirnya terpecah menjadi beberapa sekte. Secara istilah Syi‘ah sering di maksudkan pada kaum muslimin yang dalam bidang spritual dan keagamaannya selalu merujuk pada keturunan Nabi Muhammad SAW. kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. sekalipun seseorang menyatakan dirinya musyrik. 5. al Nubuwwah Kepercayaan Syi‘ah terhadap para Nabi-nabi juga tidak berbeda dengan keyakinan umat muslim yang lain. Murji‘ah mengalami berbagai perbedaan pendapat dikalangan pengikutnya yang mendasari lahirnya aliran-aliran selanjutnya. pengikut Jaham bin Shafwan. segala makhluk. ―Kalam Allah‖ memiliki dua acuan. Zaidiyah. ia tidak melakukan perbuatan buruk karena ia melarang keburukan. satu kelompok mendukung sikap Ali. Pokok-Pokok Pikiran Syi‘ah Kaum Syi‘ah memiliki lima prinsip utama yang wajib dipercayai oleh penganutnya. ada yang moderat. sebagai respon atas penerimaan ali terhadap arbitrase yang ditawarkan Mu‘awiyah. tidak diperanakkan. • Aliran Syiah a. dan tidak ada seorang pun yang menyamainya. Sab‘iyah. . Allah tidak melakukan perbuatan zhalim dan perbuatan buruk. ia pengganti rasul dalam memelihara Syari‘at. Adapun menurut Watt. bagaimanapun besarnya dosa seseorang. kaum Syi‘ah sangat percaya sepenuhnya akan adanya hari akhirat.selanjutnya. orang itu tidak dihukum kafir.c. b. istilah syiah ini untuk pertama kalinya di tujukan pada para pengikut ali (syi‘ah ali). Miqad bin Al aswad dan Ammar bin Yasir.al bait pada masa Nabi Muhammad SAW. Perpecahan ini terutama dipicu oleh masalah doktrin Imamah. pemimpin pertama ahl. yang berpendapat. Diantara sekte – sekte Syi‘ah tersebut adalah Itsna Asy‘ariyah. pertama menurut Abu Zahrah. melaksanakan Hudud. terdapat dua pendapat. Allah mengutus sejumlah nabi dan rasul ke muka bumi untuk membimbing umat manusia. Mengenai latar belakang munculnya aliran ini. al Tauhid Kaum Syi‘ah mengimani sepenuhnya bahwa Allah itu ada. Pengertian dan latar belakang timbulnya aliran Syi‘ah Secara bahasa Syi‘ah berarti pengikut. Sekte – sekte dalam Syi‘ah Dalam perjalanan sejarah. kemungkinan mendapat ampunan dari tuhan masih ada. pasukan Ali diceritakan terpecah menjadi dua. Menurut mereka. Dan juga mereka mempercayai adanya sifat-sifat Allah. kelak di sebut Khawarij. aliran murji‘ah ini terpecah menjadi beberapa macam sekte. dan Ghullat. al Imamah Menurut Syi‘ah. al Ma‘ad Ma‘ad berarti tempat kembali (hari akhirat). atau yang sebut sebagai ahl albait. Yang dimaksud dengan pengikut disini ialah para pendukung Ali bin Abi Thalib. 4. Sedangkan yang ekstrem antara lain ialah kelompok Jahmiyah. dan mewujudkan kebaikan dan ketentraman umat. bahwa hari akhirat itu pasti terjadi. mencela kezaliman dan orang yang berbuat zalim. Abu Yusuf dan beberapa ahli hadits. Syi‘ah mulai muncul pada akhir dari masa jabatan Usman bin Affan. Kelompok ini berpendapat. c. Tokoh murji‘ah Moderat antara lain adalah Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib. Dalam peperangan ini. Abu Hanifah. Para pengikut ali yang disebut syi‘ah ini diantaranya adalah Abu Dzar al Ghiffari. tempat bergantung. Imamah berarti kepemimpinan dalam urusan agama dan dunia sekaligus. Tokoh dan sekte dalam murji‘ah Dalam perkembangannya.

Kedua. ucapan sahabat yang mendengar langsung perkataan Nabi dan lain sebagainya.137) Beliau menuturkan: Saya pernah mendalami Ilmu Kalam. ―Pada suatu hari ayah datang ke rumahku. Tanya beliau lagi. ―saya tidak perlu lagi mempelajari Ilmu Kalam. terkecuali mereka-mereka yang mengetahui jeleknya ilmu ini yangdiberi petunjuk oleh Allah Ta‘ala untuk kembali kepada ilmu yang benar. Perhatikanlah pendapat IMAM yang EMPAT mengenai ilmu tersebut: Imam Abu Hanifah Tentang Ilmu Kalam Imam Abu Hanifah berkata: ―Di kota Bashrah orang-orang yang mengikuti hawa nafsu (selera) sangat banyak. Saya menjawab. Ternyata Hammad menjawab: ―Lelaki itu dapat menalaknya ketika istrinya dalam keadaan suci dari haid dan juga tidak dilakukan hubungan jima‘. Jauhilah setiap hal yang baru karena hal itu adalah bid‘ah‖. banyak da‘i-da‘i yang justru merasa dan mengaku intelek. bukti mengenai eksistensi dan segala hal yang menyangkut dengan Allah itu telah dijelaskan secara menyeluruh dan tercukupi dengan adanya al-Qur’an. Kamu harus mengikuti hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan metode para ulama salaf. Dzamm ‘Ilm Al-Kalam. Tujuan utama dari ilmu kalam adalah untuk menjelaskan landasan keimanan umat Islam dalam tatanan yang filosofis dan logis. (Al-Harawi. . padahal ilmu ini tidak ada gunanya bagi mereka‖. dan kita sedang berdiskusi tentang suatu masalah.Pertama. dan apa jawaban Hammad. mengacu pada para Mutakallimin (ahli kalam) yang berdebat atau bertukar pikiran (kalam) mengenai masalah-masalah ketuhanan. yang namanya Hammad. Berapakah dia harus menalaknya?‖ Pada saat itu saya tidak tahu apa yang harus saya jawab. Dzamm ‘Ilm Al-Kalam. Saya menjawab dengan menyebutkan nama mereka satu persatu. mengacu pada perkataan Allah yang diucapkan-Nya. Kemudian saya menemui beliau. yaitu masalah sifat-sifat dan jism?‖ Beliau menjawab. Saya ambil sandalku dan pergi untuk berguru kepada Hammad‖ (Tarikh Baghdad XIII/333) Beliau berkata lagi: ―Semoga Allah melaknati Amr bin Ubaid. Bagi orang yang beriman yang mengikuti sunnah dengan benar. karena telah merintis jalan untuk orang-orang yang mempelajari Ilmu Kalam. ia berkata: ―Ada seorang lelaki mempunyai seorang istri wanita sahaya. ‗itu adalah ucapan-ucapan para ahli filsafat. ‗Hai Hammad.karena untuk membantah para ahli kalam cukup dengan mempelajari ilmu hadits tersebut. maka ia halal untuk dinikahi. lembar 194-B) Putra Imam Abu Hanifah. (Al-Kurdi.‖ Begitulah. sampai saya tergolong manusia langka dalam Ilmu Kalam. Saya datang di Bashrah lebih dari dua puluh kali. ―Apakah pendapat anda tentang masalah baru yang dibicarakan orang-orang dalam Ilmu Kalam. Lalu ada seorang wanita datang kepadaku. Dan para ahli hadits sepakat bahwa tidak ada manfaatnya belajar ilmu kalamkecuali hanya mendatangkan syubhat dan keraguan terhadap ilmu agama. Manaqib Abi Hanifah. wanita itu kemudian datang lagi kepada saya dan memberitahukan jawaban Hammad tadi. Sayangnya. Suatu saat saya tinggal dekat pengajian Hammad bin Abu Sulaiman. Hadits. dengan satu kali talak saja. terkadang satu tahun. Apabila istri itu sudah suci lagi. ‗Ada suatu masalah ini dan itu‘. terlebih lagi berbahagia dengan ilmu filsafatnya. menuturkan. Waktu itu di rumah ada orang-orang yang sedang menekuni Ilmu Kalam. ‗Apa yang sedang kalian bicarakan?‘. dan terkadang kurang dari satu tahun. Tentu saja suara kami keras. Disebut ilmu kalam karena ilmu ini membahas masalah kalam Allah. Terkadang saya tinggal di Bashrah lebih dari satu tahun. Hal itu karena saya mengira bahwa Ilmu Kalam itu adalah ilmu yang paling mulia‖. Saya hanya menyarankan agar dia datang ke Hammad untuk menanyakan hal itu. Lelaki itu ingin menalaknya dengan talak yang sesuai sunnah. Tanya beliau. Kemudian istrinya dibiarkan sampai haid dua kali. sehingga tampaknya ayah terganggu. (Al-Harawi. 28-31) Beliau juga pernah ditanya seseorang. hal. Ilmu kalam adalah lawan dari ilmu agama khususnya Ilmu Hadits. kemudian kembali lagi ke saya. hal. Akhirnya saya berkesimpulan. siapa saja orang-orang itu?‘.

seperti membicarakan pendapat Jahm bin Shafwan. VI/325) Imam al-Harawi meriwayatkan dari Ishaq bin Isa. pada mulanya adalah bersatu pendapat dan agama mereka satu. Imam Malik bin Anas.183-184) Sumber: http://www. bukankah ayahanda pernah menyuruhku untuk mempelajari Ilmu Kalam?‘ ―Ya.id/content/1191/slash/0 Imam Malik tentang Ilmu Kalam Imam Ibn ‗Abdil Bar meriwayatkan dari Mush‘ab bin Abdullah bin az-Zubairi. (Al-Makki. masalah qadar dan sebagainya. dan siapa yang mencari bahasa-bahasa yang langka dalam Hadits (gharib al-Hadits) ia akan berdusta. tentulah para Sahabat dan Tabi‘in sudah membicarakannya. lembar 173-B) Imam al-Katib al-Baghdadi meriwayatkan dari Ishaq bin Isa. ia ingin berdebat. Mudah-mudahan Allah melaknat ‘Amr bin ‘Ubaid karena dialah yang membuat bid‘ah Ilmu Kalam. kalam Allah. katanya. dan di situ ada seorang yang sedang ditanya oleh Imam Malik: ―Barangkali kamu murid dari ‘Amir bin ‘Ubaid. hal. katanya. ‗ Hammad kemudian berkata kepada beliau. Kata Hammad selanjutnya: ―Padahal setahu saya. tidak pernah pula menyuruh sesuatu kemudian melarangnya. ‘wahai Ayahanda. ayah tidak pernah berubah pendapat. Pergilah saja kepada orang-orang yang masih ragu-ragu. VI/324) . warga negeri ini juga tidak menyukainya. ilmu Allah. dan debatlah dia. Jawab beliau. lembar 173) Imam Abu Nu‘aim meriwayatkan dari Imam Syafi‘i. tambah beliau ―Kenapa. ―Apakah bid‘ah itu. Apakah ia bermaksud agar kita ini menolak apa yang telah dibawa oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?‖ (Syaraf Ash-hab Al-Hadits. dia akan masuk surga. Imam Malik berkata.. dan qudrah Allah. wahai ayahanda?‖. mereka yang berdebat dalam Ilmu Kalam. Manaqib Abu Hanifah.almanhaj. Adapun Kalam di dalam agama.‖ Beliau juga berkata: ―Setiap ada orang datang kepada kita. Mereka tidak menyukai Kalam kecuali di dalam terkandung amal. hal.‖ (Dzamm Al-Kalam. Imam Malik pernah berkata: ―Saya tidak menyukai Ilmu Kalam dalam masalah agama. Sementara anda memilih ragu-ragu. Tanya Hammad lagi. katanya. lembar 173-B) Imam al-Harawi meriwayatkan dari ‗Aisyah bin Abdul Aziz.‖ (Al-Hilyah. wahai Abu Abdillah?‖. siapa yang mencari harta lewat Kimia. katanya. Nemun syaitan mengganggu mereka sehingga mereka bermusuhan dan berbeda pendapat‖. katanya. saya mendengar Imam Malaik berkata: ―Hindarilah bid‘ah‖. dan melarangnya.‖ (Al-Hilyah. ―Tetapi itu dahulu. kemudian dia melepaskan diri dari bid‘ah-bid‘ah Ilmu Kalam ini. apabila kedatangan orang yang dalam agama mengikuti seleranya saja. bagi saya lebih baik diam saja‖ (Jami‘ Bayan al-‘Ilm wa Al-Fadhilah.‖ (Dzan Al-Kalam. 415) Imam Abu Nu‘aim juga meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi. Imam Malik menjawab: ―Penganut bid‘ah itu adalah orang-orang yang membicarakan masalah nama-nama Allah. Sekarang saya melarangmu. saya masuk ke rumah Imam Malik. saya mendengar Imam Malik berkata: ―Seandainya ada orang melakukan dosa besar seluruhnya kecuali menjadi musyrik. Seandainya kalam itu merupakan Ilmu.Kemudian beliau berkata: ―Hai Hammad. memang pernah‖. ―Wahai anakku. ia akan bangkrut. beliau berkata: ―Tentang diri saya sendiri. jangan mempelajari Ilmu Kalam‖. 5) Imam al-Harawi meriwayatkan dari Abdur Rahman bin Mahdi.‖ (Dzan Al-Kalam. katanya. Beliau menjawab. Kemudian ada orang yang bertanya.or. hal. katanya. Mereka tidak mau bersikap diam (tidak memperdebatkan) hal-hal yang justru para Sahabat dan Tabi‘in tidak membicarakannya. sifat-sifat Allah. ―Barangsiapa yang mencari agama lewat Ilmu Kalam ia akan menjadi kafir zindiq. saya mende-ngar Imam Malik berkata: ―Berdebat dalam agama itu aib (cacat). sebagaimana mereka juga berbicara masalah hukum (fiqih) dan syari‘ah. tinggalkanlah Ilmu Kalam‖. saya sudah mendapatkan kejelasan tentang agama dari Rabbku.

com/2007/06/03/al-imam-asy-syafii-dan-ilmu-kalam/ [lihat: Tawali At-Ta‘sis li Ma‘ali Muhammad bin Idris oleh Al-Hafizh ibnu Hajar Al-‘Asqalani. AsySyafi‘i dengan tenang menjawab dan selalu unggul.php?cat=17&book=618) Edisi terjemahan kitab ini oleh penerbit Cendikia dengan judul Manaqib Imam Syafi‘i] Imam Ahmad Tentang Ilmu Kalam Berkata Imam Ahmad: ―Janganlah kalian bermajelis dengan ahlul kalam.‖ (Tawali At-Ta‘sis hal. 112) Sumber: http://ibnabid. walaupun ia membela sunnah. ia berkata: Ar-Rabi‘ pernah berkata kepadaku: Seorang laki-laki pernah bertukar pandangan dengan Asy-Syafi‘i dalam suatu masalah hingga mendalam. bid‘ah dan klenik.com/open. akan tetapi semangatnya hanya fiqih. 108) Abu Tsaur dan Husain bin ‗Ali Al-Karabisiy. ―Menurutku hukuman yang pantas untuk ahli ilmu kalam adalah dipukuli dengan pelepah kurma. seperti kelompok Mu‘tazilah dan sebagainya.net/print. saya bukan pemilik ilmu kalam. 111) Abu Nu‘aim Al-Jurjaniy.or. Lalu laki-laki itu beralih kepada ilmu kalam dalam pembicarannya.wordpress. 416-417) Sumber: http://www.‖ (Jami‘ Bayan al-‘Ilm wa Al-Fadhilah. ia menjadikannya sebagai pendapatnya. (dapat didownload di http://www.. Imam Malik berkata: ―Tidak boleh menyebarkan kitab-kitab yang ditulis oleh orang-orang yang dalam beragama hanya mengikuti hawa nafsu. (Idem) Sumber: http://www. di mana ia berkata dalam bab al-Ijarat dalam kitab al-Khilaf. Sebaik-baik sifatnya adalah bahwa beliau tidak menyukai ilmu kalam. maka berhatihatilah kalian dengannya‖. keduanya berkata: Kami pernah mendengar Asy-Syafi‘i berkata.waqfeya. lalu diserukan [kepada mereka]: Inilah balasan bagi orang-orang yang meninggalkan al-kitab dan as-sunnah dan memilih ilmu kalam. Ini menyangkut ilmu kalam.‖ (Tawali At-Ta‘sis hal.id/content/1885/slash/0 Imam Asy-Syafi’i Tentang Ilmu Kalam Al-Imam Ahmad berkata. dinaikkan di atas unta. maka Asy-Syafi‘i berkata kepadaku. hal. dan kitab-kitab itu adalah kitab-kitab penganut kalam. dan masalahnya sudah tidak berhubungan. Syaikh Jamal Ibnu Furaihan. ―Adalah Al-Imam Asy-Syafi‘i apabila telah mantap sebuah hadits di sisinya. hal. Karena urusannya tidak akan membawa kebaikan!‖ (Al-Ibanah. dan dibawa keliling ke tengah-tengah khalayak ramai. ―Ini bukan golongan kita.almanhaj. juz 2/540 melalui nukilan Lamu ad-Duur Minal Qaulil Ma‘tsur.Imam Ibn ‗Abdil Bar meriwayatkan dari Muhammad bin Ahmad al-Mishri al-Maliki.php?id_artikel=737 Semoga dapat diambil manfaatnya khususnya bagi ana pribadi.‖ (Tawali At-Ta‘sis hal.assalafi. 40) Berkata Abdul Harits: ―Aku mendengar Abu Abdillah berkata: ―Jika engkau melihat seseorang menyukai ilmu kalam. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful