1 BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran yang sangat penting bagi manusia dalam kegiatan sehari-hari, karena pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan manusia dalam seluruh aspek kehidupan. Manusia tumbuh dan berkembang melalui belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar banyak faktor yang menentukan keberhasilan belajar. Keberhasilan belajar tidak terlepas dari peran guru dalam proses pembelajaran, karena dalam proses pembelajaran guru menjadi peran utama dalam menciptakan situasi yang edukatif, yaitu interaksi antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Untuk terwujudnya proses pembelajaran seperti itu sudah barang tentu menuntut adanya upaya guru untuk mengaktualisasikan kompetensinya secara profesional, utamanya dalam aspek metodologis. Berdasarkan hal semacam itu peneliti menyadari sepenuhnya masalahmasalah yang selalu muncul dalam kegiatan pembelajaran. Kadang-kadang guru merasa bingung dalam menentukan model pembelajaran atau metode mengajar apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Harapan untuk memiliki siswa yang taqwa, cerdas dan terampil, serta aktif dan kreatif, sehingga hasil yang memuaskan pada setiap tes kadang tidak tercapai. Kenyataan yang dijumpai malah sebaliknya. Siswa kurang aktif dalam pembelajaran, kurang bersemangat dalam menerima pelajaran, serta kurang percaya diri dalam menjawab pertanyaan dari guru, sehingga mengakibatkan hasil prestasi yang rendah dan mengecewakan. Itu menandakan bahwa pembelajaran dapat dikatakan belum berhasil. Setiap guru menghendaki agar agar siswanya berhasil dalam pembelajaran. Penulis telah berusaha agar siswanya berhasil dalam pembelajaran. Apabila penyampaian materi pembelajaran dari guru dapat 1

2 dipahami dan dikuasai oleh siswa. Tingkat penguasaan materi oleh siswa dapat dilihat dari hasil studi awal yang dilakukan. Apabila nilai hasil studi awal rendah, berarti pembelajaran yang berlangsung dapat dikatakan kurang berhasil. Oleh karena itu guru dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran saja, tetapi guru dituntut untuk mampu menilai kinerjanya sendiri. Demikian halnya kegiatan pembelajaran di tempat kami bertugas yaitu di SD Negeri 4 Lumbir, Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumasuntuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar “Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara” pada kelas VI, peneliti menemukan nilai hasil ulangan harian yang sangat rendah. Dari 18 siswa, hanya ada 7 ( 39% ) siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi 75% ke atas. Dengan dasar data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat penguasaan materi masih sangat rendah sehingga peneliti merasa terpanggil untuk segera mengadakan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran tersebut melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tidak semua guru menyadari bahwa apabila siswa gagal dalam belajar, maka gagal pula guru dalam mengajar. Agar mampu menyadari kekurangannya, maka seorang guru dituntut untuk jujur pada dirinya sendiri dan menganggap pelajaran yang dikelolanya merupakan bagian yang sangat penting dunianya. Sehingga seorang guru akan tahu tugas di dalam kelasnya yaitu membantu membimbing siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran di kelas VI tentang Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara, peneliti telah melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin. Namun hasil yang diperoleh dari studi awal masih kurang memuaskan. Terlebih dari jumlah siswa yang mengikuti tes 18 siswa namun hanya 7 siswa yang dapat mencapai tingkat pemahaman 75% ke atas. Selama proses pembelajaran berlangsung, banyak siswa yang masih terlihat bingung dan tidak dapat menerima pelajaran dengan baik. Berulang

3 kali guru menjelaskan namun hanya ada beberapa siswa yang mau mengajukan pertanyaan. 1. Identifikasi Masalah Sehubungan dengan hal kasus pembelajaran di atas maka penulis minta bantuan kepada supervisor dan teman sejawat untuk berdiskusi mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi terungkap beberapa masalah yang terjadi selama pembelajaran, yaitu : 1. Rendahnya minat belajar siswa. 2. Rendahnya tingkat penguasaan materi . 3. Siswa kurang aktif bertanya. 4. Rendahnya hasil belajar siswa. 2. Analisis Masalah Melalui refleksi diri dan diskusi dengan supervisor dan teman sejawat dapat diketahui bahwa kemungkinan penyebab rendahnya minat belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan rendahnya tingkat penguasaan materi terhadap materi yang diajarkan sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa adalah : 1. Penjelasan guru dirasa terlalu cepat. 2. Media pembelajaran kurang menarik bagi siswa. 3. Metode yang digunakan kurang tepat. 4. Siswa tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran. B. Rumusan Masalah PAKEM atau Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, pertama kali diperkenalkan menyertai program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dikembangkan UNICEF-UNESCO-Pemerintah RI (Kompas, 8 Desember 2003). PAKEM adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif dan kreatif sehingga menjadi efektif tetapi tetap menyenangkan. Model ini dikembangkan untuk menciptakan situasi pembelajaran yang dialami para siswa lebih menggairahkan dan memotivasi siswa untuk

Dalam pembelajaran kreatif. tetapi lebih pada sebagai stimulator ide yang mendorong pikiran dan imajinasi siswa muncul dan terealisasi melalui kegiatan belajar. peran guru bukan sebagai penyampai informasi/materi yang sudah siap “dicerna” oleh siswa. dan dari sisi siswa yang belajar. Dimaksudkan bahwa proses pembelajaran tersebut. bahkan berupaya memfasilitasi kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajarnya. yaitu dari sisi guru yang melaksanakan pembelajaran.4 melakukan kegiatan belajar secara aktif yang pada akhirnya mencapai hasil belajar yang optimal. yaitu lancar. Bentuk aktifitas yang dilakukan siswa bukan hanya aktifitas fisik tetapi dan terutama aktifitas mental. luwes. Dilihat dari sisi guru. sehingga mampu mengakomodir gaya belajar dan tingkat kemampuan belajar siswa yang bervariasi. Sementara siswa aktif melakukan tugasnya sebagai pelajar untuk belajar. Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari dua sisi. karena inti dari kegiatan belajar adalah adanya aktifitas mental. Pembelajaran aktif menuntut siswa dan guru secara aktif melakukan tugas dan fungsinya masing-masing. Tanpa keterlibatan mental dalam suatu aktifitas yang dilakukan siswa maka tidak akan pernah terjadi proses belajar di dalam dirinya. dan orisinil. Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu “membawa” para siswanya menguasai kemampuan yang diharapkan di akhir proses pembelajaran. Disisi lain pembelajaran kreatif juga dapat diartikan sebagai pembelajaran yang mampu menstimulasi daya imajinasi siswa untuk menghasilkan sesuatu. Pembelajaran aktif ini merupakan respon terhadap pembelajaran yang selama ini bersifat pasif. Pembelajaran yang kreatif dimaksudkan pembelajaran yang beragam. dimana para siswa hanya menerima informasi dari gurunya melalui metode ceramah. pembelajaran dikatakan efektif apabila pembelajaran mampu menstimulasi aktifitas siswa secara optimal untuk melakukan kegiatan belajar dan seluruh atau sebagian besar aktifitas yang direncanakan dapat . Pembelajaran kreatif juga diartikan sebagai pembelajaran yang mendorong para siswanya menjadi kreatif. Guru secara aktif merancang dan mengkondisikan siswanya untuk belajar.

Pada saat guru menyampaikan materi pelajaran. dan di akhir pembelajaran para siswa mampu menguasai seluruh atau sebagai besar tujuan pembelajaran yang ditetapkan. yang biasanya dilakukan melalui ceramah. harus didasari pada suatu rasional mengapa kita memilih dan menggunakan pendekatan tersebut. sehingga siswa lebih banyak pasif. dan penguasaan pengetahuan tersebut dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama. yang tergambar dalam rumusan tujuan yang harus dibuat guru. Dalam konsep pengajaran peran yang paling dominan ada pada guru. yaitu dari konsep pengajaran menjadi pembelajaran yang berimplikasi kepada peran yang harus dilakukan guru yang tadinya mengajar menjadi membelajarkan. Dalam kegiatan pengajaran komunikasi sering terjadi hanya satu arah. Sementara bila dilihat dari sisi siswa. yaitu sejak tahun 1975. pembelajaran dikatakan efektif apabila pembelajaran tersebut dapat mendorong siswa untuk melakukan berbagai kegiatan belajar secara aktif. yaitu sebagai pengajar yang melaksanakan tugasnya mengajar. maka semua tindakan yang dilakukan guru harus didasarkan pada kerangka teori dan kerangka pikir yang jelas. para siswa hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru. yaitu rumusan tujuan instruksional khusus. Namun implementasi dari konsep pembelajaran di dalam kelas belum juga terjadi secara sesungguhnya. Konsep pembelajaran yang merupakan terjemahan dari kata instructional pada dasarnya telah lama dikenal di Indonesia. Sebagai sebuah profesi yang professional. Salah satu perkembangan teori pembelajaran yang mendasari munculnya pendekatan PAKEM adalah terjadinya pergeseran paradigma proses belajar mengajar. Demikian juga dengan pilihan untuk memilih dan memanfaatkan pendekatan PAKEM. yaitu dari guru kepada siswa.5 terlaksana. Permasalahannya yang paling mendasar adalah pada saat seorang guru mengajar apakah ada jaminan bahwa para siswanya belajar? (Belajar dalam . Berkenaan dengan hal ini perlu dikemukakan sejumlah alasan dan dasar teoritik sekaligus landasan filosofis dikembangkannya pendekatan PAKEM.

Penguasaan materi siswa terhadap materi ajar.6 pengertian sebagaimana dikemukakan oleh para penganut aliran kognitivistik. Sebagai bahan untuk Penelitian Tindakan Kelas berikutnya dan sebagai referensi. D. Bagi Guru a. Keaktifan siswa siswa terhadap pembelajaran. maka dapat dirumuskan untuk menjadi faktor perbaikan pembelajaran adalah : Apakah penerapan metode Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara? C. 2. Hasil belajar siswa pada materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. 1996) Berdasarkan masalah-masalah tersebut di atas. Tujuan Penelitian Tujuan peneliti melakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas adalah : Dengan menggunakan metode Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dapat meningkatkan : 1. yaitu adanya aktifitas mental dalam berinteraksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan perilaku yang relatif konstan. . Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak. (Mel Silberman. antara lain : 1.) Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah apa yang disampaikan oleh Mel Silberman: Belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi ke dalam kepala seorang peserta didik. 3. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan tindakan pelajar itu sendiri.

Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. d. Memperbaiki cara belajar siswa. Menumbuhkan iklim kerja sama yang kondusif. 2. Meningkatkan hasil kelulusan yang berkualitas. c. b. Mempercepat mengatasi masalah. c. Bagi Siswa a. c.7 b. Membantu rekan guru memperbaiki kinerjanya dan mengembangkan diri secara professional. b. . Meningkatkan rasa percaya diri dalam pembelajaran. Menumbuhkan sikap kritis terhadap belajarnya. Meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi Sekolah a. 3.

Lingkungan pembelajaran yang baik adalah lingkungan yang merangsang dan menantang siswa belajar. Kerangka Teori Sebagai landasan teori akan diuraikan mengenai Hakekat Belajar dan Proses Pembelajaran. dkk (2005 : 25) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Winata Putra. Belajar melalui pengalaman langsung contohnya siswa melakukan sendiri. Hakekat Belajar a. Gagne dalam Udin S.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. dalam arti belajar terjadi di dalam interaksi fisik antara individu dengan lingkungan. baik lingkungan maupun lingkungan sosial. biasanya kurang merangsang siswa belajar lebih giat bagi siswa SD terlebih lagi di kelas rendah. 1. yaitu :  Pengalaman Belajar Belajar adalah mengalami. Banyak pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli terutama Gagne (1985) menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan dalam kehidupan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses perubahan. Dalam menjalani hidup dan kehidupan. Belajar 8 . Belajar bisa melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung. mengalaminya sendiri. Pengertian Belajar Belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. manusia tidal lepas dari belajar. Guru yang mengajar tanpa menggunakan alat peraga. Dari pengertian belajar di tersebut terdapat 3 ciri utama belajar. Sedangkan belajar melalui pengalaman tidak langsung contohnya siswa mengetahui karena membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru.

Yang dapat diamati oleh guru adalah manifestasinya. baik yang berupa pengetahuan. Seseorang dikatakan belajar bila pikiran dan perasaan aktif.9 melaui pengalaman langsung akan lebih baik. keterampilan.  Proses Belajar Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. keterampilan motorik atau penguasaan nilai-nilai (sikap). Winata Putra (2007 : 1. Keterampilam motorik (Psikomotorik). dan sikap yang diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangakaian proses belajar sepanjang hayat. Hasil Belajar Istilah hasil belajar berbeda dengan prestasi belajar. sebab siswa lebih mengalami dan menguasai materi pembelajar.5) yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan. tidak semua perubahan perilaku dapat digolongkan ke dalam hasil belajar. Aktifitas pikiran dan perasaan tidak dapat diamati oleh orang lain tapi dapat dilihat oleh guru. Menurut para ahli psikologi.  Perubahan Perilaku dalam Belajar Hasil belajar berupa perubahan pikiran atau tingkah lakunya. Sedangkan perstasi belajar digunakan 8 . Perubahan perilaku sebagai hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam ranah Pengetahuan (Kognitif). Perubahan perilaku karena kematangan tidak dapat dikatakan sebagai hasil belajar. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar adalah perubahan yang dihasilkan dari pengalaman dimana proses mental dan emosional itu terjadi. yaitu kegiatan siswa sebagai akibat adannya aktifitas dan perasaan pada diri siswa. Istilah hasil belajar digunakan apabila skor atau nilai yang diperoleh peserta didik hanya pada satu mata pelajaran. dan Penguasaan nilai-nilai sikap (Afektif) Pengertian belajar yang cukup komprehensif diberikan oleh Gredler (1986 : 1) yang dikutip oleh Udin S. b.

mengelompokkan jenis tumbuhan. Menurut Gagne (dalam Udin S. Siswa yang telah menguasi mengatur strategi berpikir kognitif dan akan dapat kemudahan seseorang. Contohnya : kemampuan baca tulis dan berhitung. Briggs. Keterampilan motorik mengacu pada kemampuan melakukan gerakan atau tindakan yang berorganisasi yang direfleksikan melalui kecepatan. Siswa mampu memecahkan masalah dengan menerapkan informasi yang belum pernah dipelajari.  Keterampilan Intelektual Menurut Dick & Carly (1990) adalah kemampuan yang menurut siswa untuk melakukan kegiatan kognitif yang unik. kekuatan. Contoh : untuk mengingat nama lautan di gunakan simbol. . keinginan untuk terus belajar. yaitu :  Informasi Verbal Informasi Verbal yaitu kemampuan membuat siswa untuk memberikan tanggapan khusus terhadap stimulasi yang relatif khusus (Dick & Carly.10 apabila skor atau nilai yang diperoleh itu lebih dari satu mata pelajaran. Kemampuan ini cara belajar termasuk kemampuan kemampuan memecahkan masalah.  Keterampilan Motorik Menurut Gagne. dll. dalam konsentrasi belajar. menghormati orang tua dan guru. 1990) contohnya : menuliskan nama-nama lautan  Strategi Kognitif Menurut Gagne. Contohnya : siswa dapat bekerja sama dalam kelompok. dan Wager (1992). dan berpikir.31) ada lima katagori hasil belajar. Winata Putra 2007 : 3. dan kehalusan artinya dalam melakukan keterampilan motorik. dll. dan Wager (1992). mengingat. Briggs.  Sikap dan Nilai Kemampuan siswa dalam menentukan pikiran atau bertindak sesuai dengan sistem nilai yang diyakini.

IX / Oktober 2009). 2. Metode Pembelajaran Metode mengajar atau metode pembelajaran menurut Tartib (2001 : 10) adalah cara sistematis yang dapat digunakan guru dalam mengorganisasi penyajian materi pelajaran dan kegiatan belajar siswa. yaitu : penerimaan.  Ranah Afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari 5 aspek. bergerak. yaitu : pengetahuan. Kreatif. memainkan alat musik daerah. jawab atau reaksi.11 kegiatan mental atau kognitif juga terlibat. PAKEM adalah konsep pembelajaran yang telah banyak didengar oleh para guru. Peneliti menggunakan metode PAKEM atau metode Pembelajaran Aktif Kreatif Edukatif dan Menyenangkan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. tetapi (nampaknya) belum semua guru mempraktekannya. dan Menyenangkan. pemahaman. organisasi.  Ranah Psikomotorik Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. tidak sedikit pula yang masih gagap saat diminta penjelasan mengenai konsep PAKEM (Akhmad Sudrajat dalam Majalah Derap Guru Edisi 117 / th. Bloom yang dikutip oleh Nana Sudjana. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. aplikasi. menulis. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses . Efektif. ingatan. 1991 : 22) yaitu :  Ranah Kognitif Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek. Contoh : berjalan. dan internalisasi. dan evaluasi. analisis. penilaian. sintesis. dll. Ada guru yang sudah mendengar tetapi belum paham aplikasinya. agar siswa dapat mencapai tujuan belajarnya. Secara garis besar klasifikasi hasil belajar terbagi menjadi 3 ranah (Benyamin S.

siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan belajar melalui berbuat. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar.12 pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikain rupa sehingga siswa aktif bertanya. Menurut hasil penelitian. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Ketiga. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. dan mengemukakan gagasan. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. dan cocok bagi siswa. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan “Pojok baca”. Sehingga. termasuk cara belajar kelompok. gambaran PAKEM adalah : Pertama. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Keempat. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. guru mendorong siswa untuk . Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Kedua. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Secara garis besar. mempertanyakan. Menyenangkan adalah suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tingi. guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. menyenangkan. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.

1. kreatif. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam melaksankan PAKEM. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar 4. Memahami sifat yang dimiliki anak 2. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar 8. untuk mengungkapkan gagasannya. Kerangka Berpikir Ide awal Guru belum menggunakan metode PAKEM dalam pembelajaran PKn Hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn masih rendah Siklus I Penggunaan metode PAKEM dilakukan oleh guru Menggunakan metode PAKEM dalam pembelajaran PKn.1 : Skema Kerangka Berpikir . Mengenal anak secara perorangan 3. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar 7.13 menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. dan kemampuan memecahkan masalah 5. Membedakan antara akif fisik dan aktif mental B. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik 6. Siklus II Penggunaan metode PAKEM dilakukan oleh guru Siklus III Penggunaaan metode PAKEM dilakukan oleh guru Revisi Simpulan Hasil belajar meningkat Gambar 2.

14 Skema dia atas menggambarkan bahwa pada kondisi awal. Dengan alur siklus tersebut di atas. Inilah kondisi akhir yang diharapkan. diduga melalui metode PAKEM dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Dengan demikian hasil belajar siswa masih rendah. Pada siklus pertama. Tindakan guru tersebut dilakukan dalam bentuk siklus-siklus. Untuk silkus ketiga semua siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran dengan metode PAKEM pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan guru ikut memberikan bimbingan kepada seluruh siswa dalam masing-masing kelompok. metode PAKEM dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dilakukan oleh siswa dalam kelompok dan masih tanpa bimbingan guru. Hipotesis Tindakan 1. guru kemudian melakukan tindakan. Guru hanya sekedar menjelaskan saja. maka disusun hipotesis tindakan sebagai berikut : . Berdasarkan kajian teori skema dan uraian kerangka berpikir tersebut. diharapkan hasil belajar siswa dalam materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkat. Dengan kondisi awal seperti itu. Hipotesis Berdasarkan penjelasan kerangka teori dan kerangka berpikir di atas. guru menggunakan metode PAKEM dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas tetapi tidak melalui bimbingan guru. C. guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas belum menggunakan metode PAKEM dalm proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas. Kemudian pada siklus kedua. yaitu menggunakn metode PAKEM dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas.

Keberhasilan perbaikan pembelajaran dengan kriteria sebagai berikut : . c. b. Siswa akan merespon positif terhadap implementasi metode PAKEM pada materi pokok Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Iklim belajar dan iklim bekerja di sekolah. d. D. Kemapuan dan komitmen peneliti sebagai faktor pelaksana. Analisis Kelayakan hipotesis Untuk dapat mengetahui apakah mungkin rencana tindakan tersebut dilaksanakan. 2. Alokasi dan estimasi waktu yang tersedia.15 a. b. Penerapan metode PAKEM dapat menarik minat siswa dan menimbulkan rasa ingin tahu. e. Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan penguasaan siswa pada materi pembelajaran adalah ketuntasan siswa dalam mempelajari materi. Kriteria Keberhasilan Indikator yang digunakan peneliti untuk mengukur peningkatan keaktifan belajar siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi. peneliti mencoba melakukan analisis kelayakan hipotesis. Kemampuan dan kondisi fisik siswa dalam mengikuti tindakan tersebut. Penerapan metode PAKEM dalam materi pokok Menghargai nilainilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara akan meningkatkan hasil belajar siswa. hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan adalah : a. Kriteria siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah mencapai tingkat penguasaan materi 70% ke atas atau pencapaian nilai di atas 70. c. Setelah melalui pertimbangan dan konsultasi dengan kepala sekolah. penelitian pengambilan keputusan hipotesius yang diajukan layak diteliti. Ketersediaan sarana/fasilitas yang diperlukan.

Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan penguasaan materi pelajaran pada siswa) dinayatakan berhasil jika sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa tuntas dalam belajar. Proses perbaikan pembelajara (peningkatan respon siswa) dinyatakan berhasil jika 85% lebih dari jumlah siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran berlangsung. b.16 a. .

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewargenegaraan perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 3. melakukan tindakan. mengamati dan melakukan refleksi seperti tampak pada gambar di bawah ini Merencanakan Refleksi Observasi Gambar 3. Siklus kedua c. Pelaksanaa 2010 b. Siklus ketiga B. yaitu merencanakan. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas Menurut Wardani dkk (2004 : 2. Keterangan lain tentang identitas subyek penelitian ini adalah : 1. Standar Kompetensi : Menghargai nilai-nilai juang dalam proses . Subyek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri 4 Lumbir Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa terdiri dari 10 siswa putra dan 8 siswa putri. Siklus pertama : 05 dan 07 Oktober 2.4) menyebutkan bahwa langkahlangkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 4 tahap.3-2.17 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN A. Waktu Pelakasanaan : Semester I Tahun Pelajaran 2010/2011 4.1 Tahap-tahap dalam PTK 17 Melakukan Tindakan : 12 dan 14 Oktober 2010 : 19 dan 21 Oktober 2010 : a.

tanpa rencana. Menurut Rusna Ristata dan Prayitno (2006 : 45-46) menyatakan bahwa perbaikan pembelajaran dilakukan melalui proses pengkajian berdaur. Setelah pengamatan dilakukan selama sejawat untuk mendapatkan refleksi. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali untuk merevisi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah. dan refleksi (Reflecting).18 Merencanakan merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan. mengamati (Observing). seperti tampak pada gambar di bawah ini : proses pembelajaran berlangsung. Melakukan tindakan merupakan realisasi dari rencana yang dibuat yang berupa kegiatan belajar mengajar. kegiatan yang dilakukan tidak mungkin berjalan dengan baik atau terarah. Berdasarkan pengamatan tersebut maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. yang terdiri dari 4 tahap. melakukan tindakan (Acting). maka hasil pengamatan tersebut didiskusikan dengan teman 18 . Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan dari tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Tindakan pembelajaran ini perlu adanya pengamatan agar dapat diketahui kualitasnya. yaitu : merencanakan (Planning). Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses tindakan pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilannya.

2 Daur Penelitian Tindakan Kelas Setelah perbaikan pembelajaran berlangsung tiga siklus. Re acti ng Re acti ng Acti ng .19 Re planning Con cluti on Refl ecti ng Re refl ecti ng Re refl ecti ng Re planning Planning Observing Re observing Re observing Gambar 3. akan kembali dipecahkan melalui daur PTK berikutnya. hasil perbaikan yang diinginkan sudah terlaksana. namun apabila muncul yang baru. Maka daur PTK dengan tujuan perbaikan pembelajaran sudah berakhir.

Perencana perbaikan 2. metode. Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP). Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang ditugaskan sebagai pengamat. Menyusun lembar observasi 3. Refleksi siklus III Gambar 3. Refleksi siklus II Belum berhasil Revisi Tindakan Siklus III 1. Diskusi dengan pengamat 5. Observasi 4. Diskusi dengan pengamat 5. Wawancara dengan siswa 2. Menyusun format wawancara 4. Observasi 4. Observasi 4. Menemukan cara pemecahan masalah atau tindakan perbaikan. Pelaksanaan perbaikan 3. 2006: 46) Prosedur umum perbaikan pembelajaran Prosedur umum perbaikan pembelajaran yang peneliti gunakan untuk mengadopsi dari prosedur yang ditulis oleh Rusna Ristata dan Prayitno (2006 : 48) meliputi langkah-langkah berikut ini : 1. Pelaksanaan perbaikan 3. . menganalisis dan merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis. Diskusi dengan pengamat 5. 5. Pemahaman konsep. Penyusunan tes/evaluasi IDE AWAL Belum berhasil Revisi Tindakan Siklus I 1. Tes diagnosik (peroleh data awal) 3. Analisis dokumen 4. Pelaksanaan perbaikan 3. Melakasanakan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat (pengamat). Perencana perbaikan 2. Diskusi dengan supervisor Persiapan Penelitian (Studi Literatur dan Diskusi) 1. Mengidentifikasi masalah. contoh dan latihan antara peneliti dan pengamat 2. 3.20 Berikut ini tahapan perbaikan pembelajaran secara rinci : Studi Pendahuluan 1. Perencana perbaikan 2.3 Alur PTK tiga siklus perbaikan pembelajaran (Dimodifikasi dari Rusna Ristata. 2. 4. Refleksi siklus I Berhasil Simpulan Tindakan Siklus II 1.

sedangkan chek list untuk mengamati aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat. 8. Data. Melakukan dilaksanakan. Informasi tentang observator (Penagamat) Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam tiga siklus pembelajaran dan pada pelaksanaan ini peneliti dibantu oleh : Nama NIP Tugas : TEGUH YUWONO.SD : 19611217 198012 1 002 : Mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus kesatu. ulangan harian untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap konsep pembelajaran. sedangkan data kuantitatif berupa hasil-hasil pembelajaran yang berupa nilai ulangan harian dan observasi kemunculan indikator keaktifan belajar siswa. Data kualitatif berupa proses pembelajaran dan rekaman aktifitas siswa. S. Aktifitas siswa ditunjukkan dengan kemunculan indikator keaktifan belajar. dan deskriptif kualitatif. refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah Pekerjaan : Guru Kelas V SD Negeri 4 Lumbir . Pengumpulan data-data tersebut dilakukan melalui alat pengumpul data yang berupa ulangan harian dan check list. Merancang tindak lanjut. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data Jenis data yang ada dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif dan kuantitatif. Konsultasi dengan pembimbing.21 6. kuantitatif. 9. 7. Untuk pengumpulan data-data tersebut peneliti dibantu oleh teman sejawat dan sebagai observer. siklus kedua dan siklus ketiga.Pd. Analisa data dilakukan berdasarkan data ulangan harian dari studi awal sampai tiga siklus perbaikan pembelajaran dan kemudian diolah secara deskriptif. C.

Meningkatkan kemandirian dan kerja sama siswa dalam belajar. 3. Skenario tindakan merupakan tahapan kegiatan tindakan perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara yang dilakukan guru dan siswa. 1. 22 Oktober 2010 Tujuan Perbaikan 1. 05 Oktober 2010 a. Selanjutnya bersama teman sejawat yang menjadi observer menyepakati hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran observasi dan . Tahap Perencanaan (Planning) Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah ditetapkan peneliti menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) beserta skenario tindakan perbaikan. Siswa dapat menjawab pertanyaan soal materi pembelajaran. 19 Oktober 2010 Pertemuan 2 : Kamis. Disamping itu peneliti juga telah menyiapkan lembar kerja. alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila. 05 Oktober 2010 Pertemuan 2 : Kamis. materi pembelajaran. 2. Deskripsi per Siklus Mata Pelajaran Pokok Bahasan Kelas Hari/Tanggal : Pendidikan Kewarganegaraan : Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara : VI SD Negeri 4 Lumbir : Siklus I : Pertemuan 1 : Selasa.22 D. 14 Oktober 2010 Siklus III : Pertemuan 1 : Selasa. 07 Oktober 2010 Siklus II : Pertemuan 1 : Selasa. Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran PKn pokok bahasa Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. 12 Oktober 2010 Pertemuan 2 : Kamis. Siklus I Pertemuan 1 : Selasa .

Tahap Pelaksanaan (Acting) 1. Kegiatan Akhir Siswa mengerjakan soal tes formatif. 2. peneliti telah menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis. Selanjutnya peneliti menyiapkan dan memperlihatkan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara sebagai media untuk mengadakan mengerjakan tes formatif. 3. Hasil dari tes formatif inilah yang digunakan peneliti untuk melaksanakan tindak lanjut pembelajaran berikutnya. Kegiatan Inti Pada proses pembelajaran siswa secara individu mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah dibagikan oleh peneliti. tugas dikumpulkan dan diperiksa. Kegiatan awal Sebelum tindakan perbaikan berlangsung. Setelah selesai. Kegiatan ini diakhiri dengan memberikan pekerjaan rumah (PR). kriteria observasi dan fokus observasi. Dalam mengerjakan tes formatif. Pertemuan 2 : Kamis. Peneliti juga memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan. b. siswa dibantu dengan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila. setelah selesai dikumpulkan dan dinilai oleh peneliti. peneliti telah menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat . 07 Oktober 2010 1. Setelah ada kesepakatan dilakukan simulasi perbaikan pembelajaran. hasilnya dibahas bersama oleh peneliti dan siswa. sistematis dan kritis. Dalam hal ini siswa diajak menunjukkan mana tokoh yang merumuskan Pancasila sebagai Dasar Negara. Kegiatan awal Sebelum tindakan perbaikan berlangsung.23 pengumpulan data.

Dalam hal ini siswa diajak menunjukkan mana tokoh yang merumuskan Pancasila. 3. tugas dikumpulkan dan diperiksa. Kegiatan Akhir Siswa mengerjakan soal tes formatif. Hasil dari tes formatif inilah yang digunakan peneliti untuk melaksanakan tindak lanjut pembelajaran berikutnya. Tahap Refleksi (Reflecting) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara pada siklus pertama ini belum . sistematis dan kritis. Tahap Pengamatan (Observing) Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang melakukan kegiatan belajar menegajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Selanjutnya peneliti menyiapkan dan memperlihatkan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara sebagai media untuk mengadakan mengerjakan tes formatif. setelah selesai dikumpulkan dan dinilai oleh peneliti. Setelah selesai. d. 2. hasilnya dibahas bersama oleh peneliti dan siswa. Kegiatan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.24 mengaktifkan siswa untuk berpikir logis. c. siswa dibantu dengan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara. namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas PR. Kegiatan ini diakhiri dengan memberikan pekerjaan rumah (PR). Dalam mengerjakan tes formatif. Kegiatan Inti Pada proses pembelajaran siswa secara individu mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah dibagikan oleh peneliti. Peneliti juga memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan.

25 berhasil. Berdasarkan analisa data diketahui tingkat ketuntasan siswa terhadap materi ajar baru 10 siswa dari 18 siswa secara keseluruhan atau 55. Kegiatan awal Pada kegiatan awal siklus kedua ini peneliti menciptakan suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Tidak lupa juga peneliti . Selanjutnya peneliti melakukan diskusi dengan observer tentang hasil observasi dan hasil tes formatif. Siklus II Pertemuan 1 : Selasa. maka pada siklus kedua perlu ditanggulangi kekurangan dan kelemahan pada siswa tersebut dengan cara dibentuknya kelompok belajar. Sebelum tindakan perbaikan berlangsung.55% siswa telah tuntas belajar. Setelah peralatan yang diperlukan lengkap. 12 Oktober 2010 a. masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa. Tahap Pelaksanaan (Acting) 1. Tahap Perencanaan (Planning) Berdasarkan hasil refleksi siklus pertama peneliti merevisi Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) bersama skenario tindakan. alat bantu gambar (berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara) dan lembar tes formatif. 2. Terkait dengan revisi dari Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) peneliti menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan. lembar observasi. seperti : tes diagnostik sebagai evaluasi awal. Peneliti juga telah menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis. sitematis dan kritis. b. peneliti bersama siswa membahas PR. peneliti dengan teman sejawat mensimulasikan langkah-langkah perbaikan pembelajaran. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok.

peneliti meminta semua siswa untuk kembali ke tempat duduknya masingmasing. Kegiatan Inti Pada proses pembelajaran secara berkelompok siswa mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah dibagikan oleh peneliti pada tiap kelompok. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir ini. dievaluasi oleh peneliti. Pertemuan 2 : Kamis. 3. Hasil dari tes formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa. yaitu untuk memaparkan hasil dari tugas yang baru saja dikerjakan. Berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara tertempel pada papan tulis. Kegiatan Awal Pada kegiatan awal siklus kedua ini peneliti menciptakan suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar tidak terganggu. hal tersebut untuk memudahkan siswa dan kelompoknya maju satu persatu untuk menjawab pertanyaan. . Tiap kelompok boleh memberikan penilaian pada kelompok lain. peneliti mengingatkan bahwa masih ada tugas kelompok. peneliti membagikan lembar kerja tes formatif untuk dikerjakan secara individual. 14 Oktober 2010 1. sistematis dan kritis. Setelah semua kelompok selesai memaparkan. Sebelum tindakan perbaikan berlangsung. peneliti telah menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis.26 memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan. 2. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut pembelajaran selanjutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan rumah (PR). Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja.

2. Hasil dari tes formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir ini. hal tersebut untuk memudahkan siswa dan kelompknya maju satu persatu untuk menjawab pertanyaan. 3. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja. Tiap kelompok boleh memberikan penilaian pada kelompok lain. Berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara tertempel pada papan tulis. masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa. Tidak lupa juga peneliti memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan. peneliti meminta semua siswa untuk kembali ke tempat duduknya masingmasing. c. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut pembelajaran berikutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan rumah (PR). Setelah semua kelompok selesai memaparkan. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok. peneliti membagikan lembar kerja tes formatif untuk dikerjakan secara individual. dievaluasi oleh peneliti. yaitu untuk memaparkan hasil dari tugas yang baru saja dikerjakan.27 namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas PR. peneliti mengingatkan bahwa masih ada tugas kelompok. Tahap Pengamatan (Observing) Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar . Kegiatan Inti Pada proses pembelajaran secara berkelompok siswa mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah dibagikan oleh peneliti pada tiap kelompok.

Upaya lain yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan cara mengefektifkan bimbingan pada proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk membantu anggota kelompok yang lemah dan tidak membosankan. maka kegiatan perbaikan pembelajaran akan dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya yaitu siklus ketiga.28 observasi yang telah dipersiapkan. Tahap Refleksi (Reflecting) Berdasarkan dari nalisa data pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua ini belum tuntas. 19 Oktober 2010 a. karena masih ada siswa yang belum tuntas belajarnya. siswa yang yang tuntas belajar atau 77. kekurangan pada siklus kedua ini akan ditanggulangi dengan cara menukar anggota kelompok pada masing-masing kelompok. Kegiatan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Karena tingkat keberhasilan yang diinginkan belum tercapai. Dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 18 siswa. 3. alat bantu gambar (berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara) dan lembar tes formatif. d. lembar observasi. Dari hasil diskusi dengan observer. . Terkait dengan revisi dari Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) peneliti menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan.77%. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman pada materi yang diberikan yaitu tentang Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. seperti : tes diagnostik sebagai evaluasi awal. baru 14 orang siswa. Siklus III Pertemuan 1 : Selasa. Tahap Perencanaan (Planning) Berdasarkan hasil refleksi siklus kedua peneliti merevisi Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) bersama skenario tindakan.

29 Setelah peralatan yang diperlukan lengkap. b. sekaligus menukar siswa yang tuntas dan yang belum tuntas. 3. 2. Setelah selesai mengerjakan. Selanjutnya peneliti menjelaskan tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan secara singkat dan jelas. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting) 1. dievaluasi oleh peneliti. Kegiatan Inti Sebagaiamana pada siklus kedua. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir ini. hanya lebih intensif dan memaksimalkan tutor sebaya dan bimbingan guru. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok. peneliti dengan teman sejawat mensimulasikan langkah-langkah perbaikan pembelajaran. sehingga siswa tidak merasa tegang selama proses pembelajaran. Tiap kelompok mengerjakan lembar kerja yang sudah dibagikan. Hasil dari tes formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut . masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa. Kegaiatan Awal Peneliti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan nyaman. pada siklus ketiga ini model berkelompok tetap sama. Peneliti memerintahkan kepada siswa yang sudah tuntas untuk bisa membantu temannya. setiap kelompok menunjuk salah satu temannya untuk menjelaskan hasilnya di depan kelas. Setiap kelompok mendapat lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis. Kelompok lainnya boleh bertanya dan menilai. peneliti membagikan lembar kerja tes formatif untuk dikerjakan secara individual. sitematis dan kritis.

namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas PR. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok. Tiap kelompok mengerjakan lembar kerja yang sudah dibagikan. 3. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir ini. pada siklus ketiga ini model berkelompok tetap sama.30 pembelajaran selanjutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan rumah (PR). masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa. setiap kelompok menunjuk salah satu temannya untuk menjelaskan hasilnya di depan kelas. Pertemuan 2 : Kamis. Setelah selesai mengerjakan. Kelompok lainnya boleh bertanya dan menilai. sitematis dan kritis. Peneliti memerintahkan kepada siswa yang sudah tuntas untuk bisa membantu temannya. hanya lebih intensif dan memaksimalkan tutor sebaya dan bimbingan guru. Hasil dari tes formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa. Kegiatan Awal Peneliti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan nyaman. dievaluasi oleh peneliti. sekaligus menukar siswa yang tuntas dan yang belum tuntas. 21 Oktober 2010 1. 2. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut . sehingga siswa tidak merasa tegang selama proses pembelajaran. Setiap kelompok mendapat lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis. peneliti membagikan lembar kerja tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Kegiatan Inti Sebagaimana pada siklus kedua. Selanjutnya peneliti menjelaskna tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan secara singkat dan jelas.

. Kegiatan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. d.31 pembelajaran berikutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan rumah (PR). Hal ini membuktikan bahwa metode PAKEM dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan telah cukup mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Tahap Refleksi (Reflecting) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara pada siklus ketiga ini berhasil menuntaskan 16 siswa dari 18 siswa. c. Berarti masih ada 2 siswa yang belum tuntas belajarnya. Tahap Pengamatan (Observing) Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Namun demikian refleksi tetap dilakukan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang masih ada untuk masukan pada perbaikan pembelajaran selanjutnya.

Data disusun dalam bentuk tabel untuk mempermudah dalam mengamati perkembangan proses perbaikan. Menyusun data hasil belajar siswa dari studi awal. siklus kedua.32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. siklus pertama. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Siswa Adi Sefriyanto Frendi Arnando Tanti Dimas Saputra Rian Novendi Agus Setiawan Badrun Hidayat Doni Irawan Fitriyani Hartiti Krisnaeni NILAI Studi awal Siklus I Siklus II Siklus III 40 50 60 60 40 50 70 70 70 80 80 90 50 70 70 70 50 60 60 70 70 80 80 80 40 60 60 70 40 60 70 70 40 50 70 70 80 90 80 100 80 80 80 100 32 .1 Hasil tes formatif mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. siklus pertama. Hasil Penelitian Peneliti menganalisa data yang diperoleh dalam proses perbaikan pembelajaran. Hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan peneliti dari studi awal. Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisa data adalah sebagai berikut : 1. Nilai perolehan dari hasil belajar 70 lebih dinyatakan tuntas belajar sedang nilai 70 ke bawah dinyatakan belum tuntas belajar. dan siklus ketiga. dan siklus ketiga disusun dalam tabel berikut ini : Tabel : 4. 2. 3. siklus kedua. 4. Membuat tabel ketuntasan belajar dan penguasaan materi. Membuat tabel keaktifan siswa.

44 100 60 70 80 90 90 100 1. siklus pertama.77%. Pada siklus kedua siswa tuntas naik menjadi 13 siswa.55%. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Studi Awal Siklus I Tuntas Siklus II Belum Tuntas Siklus III . siklus kedua dan siklus ketiga terlihat adanya peningkatan hasil perolehan nilai ratarata kelas dan peningkatan ketuntasan belajar. Dari data studi awal siswa yang tuntas ada 7 siswa atau 38. Dan pada siklus ketiga siswa tuntas naik menjadi 16 siswa atau 88.75 sedangkan pada siklus pertama nilai rata-rata 68.430 79.88.44.44 90 60 70 80 80 80 90 1. Sedangkan pada siklus pertama siswa tuntas naik menjadi 10 siswa.040 57. dan pada siklus ketiga nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 80.77 90 60 50 70 70 80 80 1. atau 55.33 12 13 14 15 16 17 18 Mohamad Arifin Noni Triyani Febri Setiawan Rada Putri Aprilia Riski Jihan Saputri Siska Feri Ifranki Jumlah Rata-rata 80 60 40 60 60 70 70 1.88%. Selanjutnya peneliti sajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. atau 77. Nilai rata-rata pada studi awal adalah 57.440 80 Berdasarkan data di atas yaitu data studi awal.240 69. Pada siklus kedua nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 79.88%. Begitu juga tentang ketuntasan belajar siswa.

12 8 44.88%.23 2 11. Sebelum adanya perbaikan pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara menggunakan metode PAKEM sangat mendukung dalam meningkatkan ketuntasan siswa. pada perbaikan pembelajaran siklus kedua.77%. No 1 2 3 4 Tahap Studi Awal Silkus I Siklus II Siklus III Siswa Tuntas Jumlah % 7 38. Tabel : 4. dapat diketahui adanya peningkatan prestasi ketuntasan siswa pada siklus perbaikan.55 14 77. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PAKEM mampu meningkatkan ketuntasan siswa dalam penguasaan materi.2 Data Tingkat Ketuntasan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. siswa tuntas menjadi 14 siswa atau 77. Selanjutnya akan disajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep dasar Menghargai nilainilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Penurunan tertinggi pada siklus kedua. Dan pada perbaikan pembelajaran siklus ketiga siswa tuntas menjadi 16 siswa atau 88. Dari diagram tersebut di atas.45 4 22.77 16 88.34 Gambar : 4. dan .55%.3 Tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Peningkatan tertinggi pada siklus kedua. hasil belajar. Siswa yang belum tuntas belajar dilihat dalam diagram adanya penurunan jumlah siswa.12 Dari tabel tersebut di atas diketahui adanya peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya. setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus pertama ada kenaikan menjadi 10 siswa atau 55.88%.88 Siswa Belum Tuntas Jumlah % 11 61.88 10 55. siswa yang tuntas hanya 7 atau 38.

77 16 88. Penguasaan materi pelajaran mudah dan cepat dikuasai anak sehingga prestasi belajar meningkat. siklus pertama. Tabel : 4. pada siklus kedua naik menjadi 77.35 kreatifitas siswa.88 Siswa Tidak Aktif Jumlah % 11 61.45 4 22. Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal.88 10 55. . dan pada siklus ketiga naik menjadi 88. pada siklus pertama naik menjadi 55.88%. Studi Awal Siklus I Siklus II Siklus III Gambar : 4. No 1 2 3 4 Tahap Studi Awal Silkus I Siklus II Siklus III Siswa Aktif Jumlah % 7 38.55%.2 Data perkembangan ketuntasan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.55 14 77.77%.12 Pada tabel di atas dapat dilihat kenaikan keaktifan siswa dari studi awal mula-mula 38.88%. siklus kedua. dan siklus ketiga dalam bentuk tabel.12 8 44.23 2 11. Selanjutnya akan disajikan data perkembangan ketuntasaan siswa dalam bentuk diagram batang sebagai berikut! 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 .3 Tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

dan siklus ketiga selalu ada peningkatan yaitu : pada studi awal 38. Begitu pula . B. dan siklus ketiga dalam bentuk diagram batang berikut ini.77% dan siklus ketiga 88. Mencermati proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan di atas dengan menggunakan metode PAKEM mengalami peningkatan yang cukup menyenangkan. Dalam hal ini.36 Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal.55%. terlihat bahwa setiap siklus perbaikan pembelajaran terjadi kenaikan dalam hal keaktifan siswa dan hasil belajar siswa baik secara klasikal maupun individual. penerapan metode PAKEM pada perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilainilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dikatakan sangat tepat pada sasaran dan berpengaruh besar dalam diri siswa.88%.88%. Hasil observasi terhadap keaktifan siswa menunjukkan bahwa pada setiap tindakan perbaikan dari siklus pertama. siklus kedua. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Studi Awal Siklus I Aktif Siklus II Belum Aktif Siklus III Gambar :4. Pembahasan Melihat hasil tes formatif pada studi awal.3 Data Tingkat Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. siklus pertama 55. siklus kedua. siklus pertama. siklus kedua 77. kemudian dilanjutkan dengan perbaikan siklus pertama siklus kedua dan siklus ketiga.

siklus pertama 55.88%. Namun bagi siswa yang belum tuntas belajarnya merupakan bahan pemikiran bagi guru untuk perbaikan selanjutnya.37 hasil belajar atau prestasi belajar atau ketuntasan belajar selalu mengalami peningkatan yaitu : pada studi awal 38.77% dan siklus ketiga 88. siklus kedua 77. .88%.55%.

siklus kedua. Penerapan metode PAKEM dapat melatih kemandirian siswa dalam menyelesaikan suatu persoalan. dan siklus ketiga dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Kondisi pada studi awal sebelum menggunakan metode PAKEM siswa yang mencapai kriteria ketuntasan belajar hanya 8 siswa dari 34 siswa. Saran untuk tindak lanjut Karena waktu yang singkat atau kemampuan yang sangat terbatas. Penerapan metode PAKEM pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Perbaikan siklus III siswa yang mencapai KKM menjadi 16 siswa dari 18 siswa. Oleh karena itu kami sarankan kepada peneliti selanjutnya agar pelaksanaan perbaikan pembelajaran diawali dengan persiapan yang 38 . sehingga guru tidak dijadikan sebagai pusat pembelajaran tapi guru hanya sebagai fasilitator. Pada proses pembelajaran berlangsung suasana kelas menyenangkan dan sudah sesuai dengan pendapat Bruner tentang teori belajar penemuan dan sudah sesuai dengan karakteristik dan perkembangan kognitif anak sekolah di tingkat dasar. perbaikan siklus II siswa yang mencapai KKM menjadi 14 siswa dari 18 siswa. Setelah menggunakan metode PAKEM pada siklus I siswa yang mencapai KKM menjadi 10 siswa dari 18 siswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data serta temuan selama proses perbaikan pembelajaran dari studi awal dilanjutkan tindakan perbaikan siklus kesatu. B.38 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Saran dan Tindak Lanjut 1. maka perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas ini masih banyak kekurangan ataupun kesalahan sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Dengan penerapan metode PAKEM ternyata dapat mengatasi masalah yang peneliti hadapi.39 matang dan penggunaan waktu yang cukup sehingga hasilnya memuaskan sesuai dengan harapan. kiranya dapat menerapkan strategi pembelajaran yang serupa untuk dapat meningkatkan partisipasi siswa menjadi lebih aktif lagi. Untuk itu model pembelajaran ini perlu dicobakan pada mata pelajaran yang lain dan di kelas lain. Disamping dapat membangkitkan minat siswa menjadi lebih semangat dan bergairah. c. bergairah dalam pembelajaran Kewarganegaraan. Siswa kurang aktif dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan merupakan temuan atau permasalahan yang peneliti hadapi di kelas. Sebagai pekerja profesional yang memiliki organisasi profesi yang memiliki visi dan misi yang sama. . juga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. berinteraksi dengan belajar antar komponen. maka bagi sekolah yang karakteristiknya relatif sama. Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu guru meningkatkan materi ajar dengan pengalaman nyata siswa. berkomunikasi. 2. d. Mengingat lebih metode yang peneliti mengikuti terapkan dalam perbaikan Pendidikan pembelajaran ini dapat mendorong siswa lebih aktif. Saran untuk penerapan hasil penelitian a. Oleh karena itu peneliti sarankan pada peneliti selanjutnya. menambah kemampuan. b. lebih semangat. hendaknya hasil penelitian disampaikan kepada sesama guru lain dalam satu sekolahan atau melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk dapat dipergunakan pada penelitian selanjutnya dan digunakan pada mata pelajaran lainnya.

Model Pembelajaran Mandiri Banyumas Mitra Mas 1999/2000 Pedoman Pembuatan Alat Peraga. Jakarta. 2006. Universitas Jakarta. 1999. Jakarta. 2006. Denny. Pembaharuan Pembelajaran di SD. Suprayekti. Purwokerto. Suciati. Manajemen Berbasis Sekolah. Sudrajat. Durin. Udin S. Jakarta.Akhmad. 2009. 2006. Universitas Terbuka. Jakarta. DERAP GURU . Rusna dan Prayitno. 2006 Komputer dan Media Pembelajaran. dkk. Mengajar Dengan Konsep PAKEM. Teori Belajar dan Pembelajaran. Universitas Terbuka. Samsudin Abin. Winataputra. dkk. Paket Fasilitator Unesco-Unicef Depdikbud. Universitas Terbuka. Jakarta. Setiawan. N. 2004.40 DAFTAR PUSTAKA Bellen. Nandang Budiman. Profesi Keguruan 5. Universitas Terbuka. Jakarta. dkk. Pendidikan Anak di SD. S. Jakarta. Hera Lestari dkk. Ristata. 2007. 2005. 2002. Jakarta. Depdiknas. Semarang. Panduan Penulisan Laporan Perbaikan Pembelajaran (Penelitian Tindakan Kelas). Mikarsa. Belajar dan Pembelajaran 2. Universitas Terbuka. UPBJJ – UT.

MATERI. 2. B. METODE PEMBELAJARAN A. B. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. II. Hasil belajar siswa meningkat dalam pembelajaran PKn pokok bahasan Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Media / Alat Peraga 1. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. . 2. Semangat juang dan kebersamaan dibalik perumusan Pancasila.41 Lampiran 1 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SD Negeri 4 Lumbir : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : 2 x 70 menit (2x pertemuan) : Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara : Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Indikator Negara : 1 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara I. Materi Pokok 1. Pancasila sebagai Dasar Negara. TUJUAN A. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila. Siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan guru. SUMBER BAHAN. MEDIA / ALAT PERAGA. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. 3.

. Sumber Bahan  Silabus kelas VI  Buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VI Depdikbud halaman 3–5. Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.  Buku penunjang lain yang relevan. Kegiatan Inti (45 menit)  Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang Pancasila sebagai Dasar Negara .LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I : Tanggal 05 Oktober 2010 A.42 2..  Tanga jawab yang mengarah pada materi yang akan disampaikan..  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.  Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan menyampaikan judul materi yang akan diajarkan.  Rencana Perbaikan Pembelajaran kelas VI D. B. Gambar Lambang Negara Indonesia C.  Sebutkan isi dari Pancasila!  Apa lambang sila kesatu dari Pancasila?  Apa lambang sila kesatu dari Pancasila?  Padi dan kapas merupakan lambang sila ke . Metode Pembelajaran  Ceramah  Tanya jawab  Tugas  Diskusi  Pakem III.  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

 Siswa mengerjakan tugas pada lembar kerja siswa secara berkelompok.  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.  Guru mengomentari hasil kerja kelompok. Kegiatan Inti (45 menit)  Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang Semangat juang dan kebersamaan dibalik perumusan Pancasila .  Sipakah yang pertama kali mengenalkan kata Pancasila?  Apa landasan proses perumusan Pancasila sebagai nasar negara?  Siapakah yang pertama kali mengemukakan rumusan lima Dasar negara?  Apakah azas yang pertama diajukan oleh Mr.  Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.  Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali pelajaran di rumah.  Siswa berdiskusi kelompok mengerjakan soal-soal tentang Pancasila sebagai dasar negara.  Tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan lalu.43  Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.  Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran tentang Pancasila sebagai dasar negara. C. Kegiatan Akhir (15 menit)  Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Pertemuan II : Tanggal 07 Oktober 2010 A. Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas. Muh.  Dengan bimbingan guru siswa melaksanakan diskusi kelas membahas hasil kerja kelompok. Yamin? B.  Guru memberi tugas pekerjaan rumah.

.. Pancasila sebagai dasar negara menjadi penentu arah dan … bangsa Indonesia.  Guru memberikan penilaian dan menganalisa hasil tes formatif. ProsedurTes  Tes Awal : Ada. Bentuk Tes  Isian D. kemudian siswa menulis di buku masing-masing.44  Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. 3.. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara dilandasi . Kata Pancasila pertama kali dikenalkan oleh .. lisan  Tes Akhir B. Alat Tes a. Kegiatan Akhir (15menit)  Siswa mengerjakan tes formatif secara individu. : Ada. lisan  Tes Dalam Proses : Ada. IV.. Soal Tes Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! 1.  Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali pelajaran di rumah. tertulis .. Jenis Tes  Tes Lisan  Tes Tertulis C. C. EVALUASI A.  Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran tentang Semangat juang dan kebersamaan dibalik perumusan Pancasila  Guru dan siswa membuat rangkuman. 2.  Guru memberikan saran dan tindak lanjut berupa PR  Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

9.. 7. Peri kebangsaan 10. Kunci Jawaban 1. Yamin adalah …. 4.. 5. Istilah Pancasila terdapat dalam kitab Sutasoma karangan …. c. Azas pertama yang diajukan oleh Mr. Soekarno 2. 6. Empu Tantular 1 Juni 1945 Dr. 8. BPUPKI diketuai oleh .. 5.. Para pendiri bangsa merumuskan dasar negara dengan semangat ..... b.. 10. Ir. Muh.. Cita-cita luhur 6. Rumusan lima dasar negara pertama kali dikemukakan oleh ….45 4. Muh. Nilai-nilai juang 7. Kata Pancasila dikemukakan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada tanggal . Rajiman Widyadiningrat Kebersamaan Ir. Yamin 9... Mr. Pedoman Penilaian No Aspek yang Dinilai 1 Jawaban benar 2 Jawaban salah Skor 10 0 Nilai = Skor Perolehan ×100 Jumlah Skor . Soekarno 3. Salah satu azas internasionalisme diusulkan oleh . 8.

15 Oktober 2010 Mahasiswa Nilai (x1) Jumlah Siswa (x2) Jumlah (x1. S. Lembar Analisis No Uru t 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mengetahui Kepala Sekolah Jumlah Salah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Lumbir. 816964818 .46 d.x2) SUKASNO. 19621031 198201 1 002 TUGINO NIM.Pd NIP.

47 .

………………………. Bila ada kesulitan tanyakan kepada pada guru! B. 3. Apa nilai juang yang dapat diteladani dari para anggota perumus dasar negara? Kelompok Anggota : : 1. ………………………. ………………………. ………………………. 4. Bersama kelompokmu. Lampiran 3 . ………………………. kerjakan soal-soal di bawah ini! 2. 5. 2.48 Lampiran 2 LEMBAR KERJA SISWA Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi Dasar : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara A. Sebutkan 3 orang yang mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI! 2. Petunjuk! 1. Kerjakan dengan baik! 1.

Proses perumusan Pancasila. Hasil belajar siswa meningkat dalam pembelajaran PKn pokok bahasan Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Materi Pokok 1. TUJUAN A. 3. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan guru.49 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 2 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SD Negeri 4 Lumbir : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : 2 x 70 menit (2x pertemuan) : Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara : Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Indikator Negara : 1 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara I. SUMBER BAHAN. MEDIA / ALAT PERAGA. Proses perumusan Pancasila. MATERI. 2. Gambar Lambang Negara Indonesia . B. METODE PEMBELAJARAN A. Media / Alat Peraga 1. Nilai juang dan kebersamaan para tokoh. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. B. 2. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila. 2. Nilai juang dan kebersamaan para tokoh. 2. II.

 Buku penunjang lain yang relevan. Kegiatan Inti (45 menit) .  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.  Rencana Perbaikan Pembelajaran kelas VI D.50 C.  Apakah kepanjangan dari BPUPKI?  Apakah kepanjangan dari PPKI?  Siapakah ketua BPUPKI?  Apakah rati dari rela berkorban? B.  Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan menyampaikan judul materi yang akan diajarkan.  Tanga jawab yang mengarah pada materi yang akan disampaikan. Sumber Bahan  Silabus kelas VI  Buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VI Depdikbud halaman 7 – 10.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I : Tanggal 12 Oktober 2010 A.  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas. Metode Pembelajaran  Ceramah  Tanya jawab  Tugas  Diskusi  Pakem III.

 Guru memberi tugas pekerjaan rumah.51  Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang proses perumusan Pancasila. Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas. Rendah hati .  Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran tentang proses proses perumusan Pancasila.  Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.  Tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan lalu.  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.  Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali pelajaran di rumah.  Dengan bimbingan guru siswa melaksanakan diskusi kelas membahas hasil kerja kelompok.  Guru mengomentari hasil kerja kelompok. Pertemuan II : Tanggal 14 Oktober 2010 A. C. Kegiatan Akhir (15 menit)  Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas.  Siswa mengerjakan tugas pada lembar kerja siswa secara berkelompok. Kerja keras e. Musyawarah b. Mufakat c. Rela berkorban d.  Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.  Apakah arti dari : a.  Siswa berdiskusi kelompok mengerjakan soal-soal tentang proses perumusan Pancasila.

Alat Tes a. tertulis . Jenis Tes  Tes Lisan  Tes Tertulis C.  Guru memberikan saran dan tindak lanjut berupa PR  Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam. ProsedurTes  Tes Awal : Ada. lisan  Tes Dalam Proses : Ada. EVALUASI A.  Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali pelajaran di rumah. C. lisan  Tes Akhir B. kemudian siswa menulis di buku masing-masing. Kegiatan Akhir (15menit)  Siswa mengerjakan tes formatif secara individu.52 B. Soal Tes Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! : Ada. Kegiatan Inti (45 menit)  Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang nilai juang dan kebersamaan para tokoh  Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.  Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran tentang nilai juang dan kebersamaan para tokoh  Guru dan siswa membuat rangkuman.  Guru memberikan penilaian dan menganalisa hasil tes formatif. IV. Bentuk Tes  Isian D.

Salah satu agenda sidang BPUPKI adalah merumuskan . Menghargai Perbedaan Memikirkan bangsanya ke empat ke tiga Tenggang rasa Skor 10 0 5. 5. 2.. Piagam Jakarta 4. Pancasila dirumuskan kebersamaan diwujudkan dalam sikap ….. Rumusan Pancasila yang sah ditetapkan PPKI tanggal ….. 10. Nilai = .. 7.. Saling menghormati perasaan orang lain adalah wujud dari sikap . Selain orang Indonesia. b. 9 (sembilan) c..... Kunci Jawaban 1. 8.. 6. 9. 9. 7. Pedoman Penilaian No 1 2 Aspek yang Dinilai Jawaban benar Jawaban salah Skor Perolehan ×100 Jumlah Skor 6. 18 Agustus 1945 10.. Rumusan Panitia sembilan tentang dasar negara dikenal dengan nama ….... Jepang 3. Bersikap adil dan tenggang rasa adalah pengamalan nilai yang terkandung dalam sila .53 1. dari Pancasila. Para tokoh mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sesuai nilai Pancasila sila ke …. Para tokoh tetap bersemangat bermusyawarah karena . Dasar Negara 2.. Piagam Jakarta sebagai Preambule UUD ditanda tangani oleh . 4. orang. 3. 8. PPKI mempunyai anggota orang .

54

c. Lembar Analisis No Uru t 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mengetahui Kepala Sekolah Jumlah Salah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Lumbir, 14 Oktober 2010 Mahasiswa Nilai (x1) Jumlah Siswa (x2) Jumlah (x1.x2)

SUKASNO, S.Pd NIP. 19621031 198201 1 002

TUGINO NIM. 816964818

55

Lampiran 4 LEMBAR KERJA SISWA Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi Dasar : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara A. Petunjuk! 1. Bersama kelompokmu, kerjakan soal-soal di bawah ini! 2. Bila ada kesulitan tanyakan kepada pada guru! B. Kerjakan dengan baik! 1. Tulislah Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4! 2. Dimana letak rumusan Pancasila yang sah dan benar? 3. Apakah tujuan Jepang membentuk BPUPKI? Kelompok Anggota : : 1. ………………………. 2. ………………………. 3. ………………………. 4. ………………………. 5. ……………………….

56 Lampiran 5 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 3 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SD Negeri 4 Lumbir : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : 2 x 70 menit (2x pertemuan) : Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara : Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Indikator Negara : 1 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara I. TUJUAN A. Tujuan Pembelajaran 1. Meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumus Pancasila! 2. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. B. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. 2. Siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan guru. 3. Hasil belajar siswa meningkat dalam pembelajaran PKn pokok bahasan Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. II. MATERI, MEDIA / ALAT PERAGA, SUMBER BAHAN, METODE PEMBELAJARAN A. Materi Pokok 1. Meneladani nilai juang para tokoh perumusan Pancasila 2. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. B. Media / Alat Peraga 3. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila.

Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.  Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan menyampaikan judul materi yang akan diajarkan.  Tanga jawab yang mengarah pada materi yang akan disampaikan.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I : Tanggal 19 Oktober 2010 A.  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.  Buku penunjang lain yang relevan. Sumber Bahan  Silabus kelas VI  Buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VI Depdikbud halman 13 – 19. Metode Pembelajaran  Ceramah  Tanya jawab  Tugas  Diskusi  Pakem III.57 4.  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Gambar Lambang Negara Indonesia C.  Rencana Perbaikan Pembelajaran kelas VI D.  Apakah kepanjangan dari BPUPKI?  Apakah kepanjangan dari PPKI?  Siapakah ketua BPUPKI?  Apakah arti dari rela berkorban! .

 Guru memberi tugas pekerjaan rumah.  Siapa yang mengusulkan perubahan Piagam Jakarta?  Kapan Panitia sembilan menetapkan hasil sidang yang berupa rumusan Piagam Jakarta? B.  Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran tentang meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumusan Pancasila.  Dengan bimbingan guru siswa melaksanakan diskusi kelas membahas hasil kerja kelompok.  Siswa berdiskusi kelompok mengerjakan soal-soal tentang meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumusan Pancasila. Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.  Siswa mengerjakan tugas pada lembar kerja siswa secara berkelompok. Kegiatan Akhir (15 menit)  Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas.  Tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan lalu.  Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.  Guru mengomentari hasil kerja kelompok.  Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali pelajaran di rumah.  Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.  Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.58 B. C. Kegiatan Inti (45 menit) . Kegiatan Inti (45 menit)  Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang meneladani nilainilai juang para tokoh perumusan Pancasila. Pertemuan II : Tanggal 21 Oktober 2010 A.

 Guru dan siswa membuat rangkuman. : Ada.  Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali pelajaran di rumah. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam . ProsedurTes  Tes Awal : Ada.. kemudian siswa menulis di buku masing-masing.. Alat Tes a. lisan  Tes Akhir B. tertulis .. 2.  Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.59  Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.. lisan  Tes Dalam Proses : Ada. Bentuk Tes  Isian D. IV.  Guru memberikan saran dan tindak lanjut berupa PR  Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam. EVALUASI A... Soal Tes Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! 1. Dasar negara Pancasila dibahas dalam .  Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.  Guru memberikan penilaian dan menganalisa hasil tes formatif. C. Jenis Tes  Tes Lisan  Tes Tertulis C. Kegiatan Akhir (15menit)  Siswa mengerjakan tes formatif secara individu.

7. Perbedaan pendapat jangan sampai menimbulkan …. 4. Kunci Jawaban 1. 8.... 6. Negara kertagama Ke-5 Skor 10 0 7.. Semangat kebersamaan dalam Pancasila sudah ada sejak .... 10. Nilai-nilai luhur Pancasila harus diamalkan dalam . 5. Perpecahan c.60 3. 9. Menghormati hak orang lain adalah pengamalan sila . 4. 2.. Kepentingan bangsa dan negara lebih diutamakan dari pada .. 10. Kepentingan pribadi Nilai = .. dari Pancasila.. Perbedaan agama ditulis dalam kitab …. Dalam mustawarah tidak ada menang dan kalah karena memiliki sikap . Musyawarah 3. Pedoman Penilaian No 1 2 Aspek yang Dinilai Jawaban benar Jawaban salah Skor Perolehan ×100 Jumlah Skor Ke-4 Nenek moyang 9. Kehidupan sehari-hari 8. Sidang BPUPKI 6. Mengembangkan sikap kekeluargaan adalah pengamalan nilai Pancasila sila ke .... b.. Kebersamaan 5...

19621031 198201 1 002 TUGINO NIM.x2) Mengetahui Kepala Sekolah Lumbir. S. No Uru t 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Salah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Lembar Analisis Nilai (x1) Jumlah Siswa (x2) Jumlah (x1.Pd NIP. 8816964818 . 21 Oktober 2010 Mahasiswa SUKASNO.61 d.

62 .

Lampiran 7 .. 2.63 Lampiran 6 LEMBAR KERJA SISWA Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi Dasar : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara A. ……………………….. Bila ada kesulitan tanyakan kepada pada guru! B. Sebutkan nilai keadilan sosial yang terkandung dalam sila kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia! Kelompok Anggota : : 1. Supomo adalah salah satu tokoh yang ikut menggagas dasar negara Indonesia... 2. Petunjuk! 1. Bersama kelompokmu.. Beliau dilahirkan di kota . 3. ……………………….. 4. kerjakan soal-soal di bawah ini! 2... 5. Kerjakan dengan baik! 1. ………………………. bulan . tanggal . tahun . ………………………. ………………………..

SD : 19611217 198012 1 002 : Guru : SD Negeri 4 Lumbir UPK Lumbir : RT 01/RW 04 Desa Cidora Kecamatan Lumbir Menyatakan bersedia sebagai pengamat/observer dalam pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI atas nama : Nama NIM Program Studi Waktu Pelaksanaan Alamat Sekolah : TUGINO : 816964818 : S1 PGSD FKIP : September 2010 : RT 03/RW 08 Desa Lumbir Kecamatan Lumbir Tempat Pelaksanaan : SD Negeri 4 Lumbir UPK Lumbir Demikian surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya Lumbir. S. 19611217 198012 1 002 Lampiran 8 .SD NIP. 1 Nopember 2010 Yang Membuat Pernyataan TEGUH YUWONO.Pd.64 SURAT PERNYATAAN OBSERVER Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP Pekerjaan Tempat Mengajar Alamat Sekolah : TEGUH YUWONO. S.Pd.

Lumbir.Pd. 816964818 . 1 Nopember 2010 Yang Membuat Pernyataan Teman Sejawat TEGUH YUWONO.SD : 19611217 198012 1 002 : Pembina / IV a : Guru Kelas 5 : SD Negeri 4 Lumbir UPK Lumbir : TUGINO : 816964818 : S1 PGSD FKIP : Purwokerto Adalah teman sejawat yang akan membantu menjadi pengamat pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI Semester I SD Negeri 4 Lumbir Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2010/2011. S.Pd. 19611217 198012 1 002 Lampiran 9 TUGINO NIM. Demikian Surat Keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.65 SURAT KETERANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM Program Studi UPBJJ Menerangkan bahwa : Nama NIP Pangkat/Gol Ruang Pekerjaan Tempat Mengajar : TEGUH YUWONO. S.SD NIP.

Jumlah Siswa 2. Studi Awal 3. Siklus I 47.66 DATA OBSERVASI SISWA Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Pelaksanaan Fokus Perbaikan : Pendidikan Kewarganegaraan : VI / I : Bulan September 2010 : Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Kemunculan Tiap Siklus Studi awal Siklus I Siklus II Siklus III A TA A TA A TA A TA – – – –     – – –      – – – –     – – – –     – – – – –    – – – –     – – – –     – – –      – – –     – – – –     – – – –     – – – –     – – – –     – – – –     – – – –     – – – –     – – – –     – – – –     No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Siswa Adi Sefriyanto Frendi Arnando Tanti Dimas Saputra Rian Novendi Agus Setiawan Badrun Hidayat Doni Irawan Fitriyani Hartiti Krisnaeni Mohamad Arifin Noni Triyani Afebri Setiawan Rada Putri Aprilia Riski Jihan Saputri Siska Feri Ifranki Keterangan : A : Aktif TA : Tidak Aktif Data Keterangan Siswa 1.52% : 16 siswa atau .05% : 18 siswa : 8 siswa atau 23.

53% 5.SD NIP.17% : 31 siswa atau : 25 siswa atau Pengamat TEGUH YUWONO.Pd. S. 19611217 198012 1 002 .67 4. Siklus II 73. silkus III 91.

68 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful