P. 1
Atresia Esofagus

Atresia Esofagus

|Views: 54|Likes:
Published by lalalalala

More info:

Published by: lalalalala on Jul 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia, pada tahun 1997 tercatat sebanyak 41,4 per 1000 kelahiran hidup. Dalam upaya mewujudkan visi “Indonesia Sehat 2010”, maka salah satu tolak ukur adalah menurunnya angka mortalitas dan morbiditas neonatus, dengan proyeksi pada tahun 2025 AKB dapat turun menjadi 18 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab mortalitas pada bayi baru lahir adalah atresia esophagus dan ensefalopati bilirubin (lebih dikenal sebagai kernikterus). Atresia esofagus merupakan kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak menyambungnya esofagus bagian proksimal dengan esofagus bagian distal. Atresia esofagus dapat terjadi bersama fistula trakeoesofagus, yaitu kelainan kongenital dimana terjadi persambungan abnormal antara esofagus dengan trakea. Atresia esophagus merupakan kelainan kongenital yang cukup sering dengan insidensi rata-rata sekitar 1 setiap 2500 hingga 3000 kelahiran hidup. Insidensi atresia esophagus di Amerika Serikat 1 kasus setiap 3000 kelahiran hidup. Di dunia, insidensi bervariasi dari 0,4-3,6 per 10.000 kelahiran hidup. Insidensi tertinggi terdapat di Finlandia yaitu 1 kasus dalam 2500 kelahiran hidup. Masalah pada atresia esophagus adalah ketidakmampuan untuk menelan, makan secara normal, bahaya aspirasi termasuk karena saliva sendiri dan sekresi dari lambung. Ikterus neonatorum merupakan fenomena biologis yang timbul akibat tingginya produksi dan rendahnya ekskresi bilirubin selama masa transisi pada neonatus. Pada neonatus produksi bilirubin 2 sampai 3 kali lebih tinggi dibanding orang dewasa normal. Hal ini dapat terjadi karena jumlah eritosit pada neonatus lebih banyak dan usianya lebih pendek. Banyak bayi baru lahir, terutama bayi kecil (bayi dengan berat lahir < 2500 g atau usia gestasi <37 minggu) mengalami ikterus pada minggu pertama kehidupannya. Data epidemiologi yang ada menunjukkan bahwa lebih 50% bayi baru lahir menderita ikterus yang dapat dideteksi secara klinis dalam minggu pertama kehidupannya. Pada kebanyakan kasus ikterus neonatorum, kadar bilirubin tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Sebagian besar tidak memiliki penyebab dasar atau disebut ikterus fisiologis yang akan menghilang pada akhir minggu pertama kehidupan pada bayi cukup bulan. Sebagian kecil memiliki penyebab seperti hemolisis, septikemi, penyakit metabolik (ikterus non-fisiologis). Esofagus merupakan saluran yang menghubungkan dan menyalurkan dari ronggamulut ke lambung. Di dalam rongga dada, esofagus berada di mediastium posterior mulai dibelakang lengkung aorta dan bronkus cabang utama kiri. Fungsi utama esofagus adalahmenyalurkan makanan dan minuman dari mulut ke lambung. Di dalam esofagus makananturun oleh peristaltik primer dan gaya berat terutama untuk makanan padat dan setengahpadat, serta peristaltik ringan. Penting sekali pada pendidikan dokter untuk mengenali kelainan-kelainan esofagusdiantaranya adalah atresia esofagus. Pada kebanyakan kasus, kelainan ini disertai denganterbentuknya hubungan antara esofagus dengan

kardiofaskuler. 1. Pengertian . dan faktor resiko yang menyertai. Pada bagian esophagus mengalami dilatasi yang kemudian berakhir berakhir kantung dengan dinding maskuler yang mengalami hipertofi yang khas yang memanjang sampai pada tingkat vertebra torakal sagmen 2-4.trakea yang disebut fistula trakeoesophageal(Tracheoesophageal Fistula/TEF). Malformasi .5. malformasi rangka termaksud hemivertebra dan perkembanga abnormal radius serta malformasi ginjal dan urogenital sering terjadi. kelainan jantung. Bayi dengan atresia Esofagus tidak mampu untuk menelan saliva dan ditandai denganjumlah saliva yang sangat banyak dan membutuhkan suction berulangkali. 3. Pada penyakit ini.4. Tujuan Untuk mengetahui pengertian dari atresia esophagus.2. 3. 2. 4. semua kelainan ini disebut sidrom vecterl. B. Untuk mengetahui apa saja tanda gejalaatresia esophagus Untuk mengetahui apa saja penyebab atresia esophagus Untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan atresia esophagus BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.6 sekitar 50 % bayi dengan atresia esophagus juga mengalami beberapa anomali terkait. terdapat suatu keadaan dimna bagian proksimal dan distal esophagus tidak berhubungan.Atresia Esofagus. 4. Bagian ini meluas sampi bagian atas diagfragma 1.3. 1. Atresiaesofagus termaksud kelompok kelainan congenital terdiri dari gangguan kontinuitas esophagus dengan atau tanpahubungan persistendengan trakea. Angkakeselamatan pada bayi dengan atresia esofagus berhubungan langsung terutama dengan beratbadan lahir. 2. Rumusan Masalah Apa itu atresia esophagus? Apa saja tanda gejala atresia esophagus? Apa penyebab atresia esophagus? Bagaimana penatalaksanaan atresia esophagus? C. Bagian distal esophagus merupakan bagian yang mengalami atresia dengan diameter yang kecil dan dinding maskuler dan tipis.

Lalu di tahun 1941 seorang ahli bedah Cameron Haight dari Michigan telah berhasil melakukan operasi pada atresia esofagus dan sejak itu pulalah bahwa Atresia Esofagus sudah termasuk kelainan kongenital yang bisa diperbaiki. dan mungkin disertai oleh anomaly lain seperti penyakit jantung congenital.000kelahiran). Beberapa penelitian menjelaskan hubungan antara resiko atresia esofagus dan umur ibu. kelainan gastroin testinal (atresia duodeni atresiasani). Epidemiologi Atresia esofagus pertama kali dikemukakan oleh Hirschprung seorang ahli anak dari Copenhagen pada abad 17 tepatnya pada tahun 1862 dengan adanya lebih kurang 14 kasus atresia esophagus. Atresia esofagus dan fistula trakeoesofagus adalah kelainan kongenital pada neonatus yang dapat didiagnosis pada waktu-waktu awal kehidupan. B.000 kelahiran) dibanding dengan populasi non-kulit putih (0.2. Sebuah penelitian menemukan insiden atresia esofagus lebih tinggi pada ibu yang usianya .Atresia berarti buntu. Pada jenis kelamin laki-laki memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan pada perempuan untuk mendapatkan kelainan atresia esofagus. Fistula trakeo esophagus adalah hubungan abnormal antara trakeo dan esofagus . Atresia esofagus adalah malpormasi yang disebabkan oleh kegagalan esofagus untuk mengadakan pasase yang kontinu : esophagus mungkin saja atau mungkin juga tidak membentuk sambungan dengan trakea ( fistula trakeoesopagus) atau atresia esophagus adalah kegagalan esophagus untuk membentuk saluran kotinu dari faring ke lambung selama perkembangan embrionik adapun pengertian lain yaitubila sebua segmen esoofagus mengalami gangguan dalam pertumbuhan nya( congenital) dan tetap sebaga bagian tipis tanpa lubang saluran. Meskipun sejarah penyakit atresia esofagus dan fistula trakeoesofagus telah dimulai pada abad ke 17. Atresia esofagaus sering disertai kelainan bawaan lain. Dua kondisi ini biasanya terjadi bersamaan.55 kasus per 10. sedangkan pada ¼ -1/3 kasus lainnya esophagus bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina (disebut sebagai atresia esophagus dengan fistula). pada esofagus (+). Kelainan ini sudah diduga sebagai suatu malformasi dari traktus gastrointestinal. atresia esofagus adalah suatu keadaan tidak adanya lubang atau muara (buntu).6 Kecenderungan peningkatan jumlah kasus atresia esofagus tidak berhubungan dengan ras tertentu. kelainan tulang (hemivertebrata). Baru pada tahun 1939. Kelainan lumen esophagus ini biasanya disertai dengan fistula trakeoesofagus.26. Leven dan Ladd telah berhasil menyelesaikan penanganan terhadap atresia esophagus. Pada sebagian besar kasus atresia esofagus ujung esofagus buntu. Rasio kemungkinan untuk mendapatkan kelainan atresia esofagus antara laki-laki dan perempuan adalah sebesar 1. Untuk alas an yang tidak diketahui esophagus dan trakea gagal untuk berdeferensiasi dengan tepat selama gestasi pada minggu keempat dan kelima. namun penanganan bedah terhadap anomali tersebut tidak berubah sampai tahun 1869. Namun dari suatu penelitian didapatkan bahwa insiden atresia esofagus paling tinggi ditemukan pada populasi kulit putih (1 kasus per 10. seperti kelainan jantung.

namun.Sambungan yang tidak normal ini disebut fistula. dimana beberapa penelitian lainnya juga mengemukakan peningkatan resiko atresia esofagus terhadap peningkatan umur ibu.Ciri-ciri: kantung esofagus bagian bawah membuat sambungan yang abnormal dengan trakea.lebih muda dari 19 tahun dan usianya lebih tua dari 30 tahun.Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus proksimal. TIPE C .Atresia esofagus dengan dua fistula trakeoesofagus sekaligus.esophagealatresia. C. menurut www. Tipe Atresia Esophagus Terdapat beberapa atresia esofagus. TIPE E . TIPE D .org.ETIOLOGI . . baik proksimal maupun distal. . . tanpa atresia esofagus.Tipe yang sangat jarang ini tetap bisa berfungsi secara normal.Disebut juga atresia esofagus murni = atresia esofagus ‘long gap’ = atresia esofagus ‘isolated’ . .Ciri-ciri: kantung esofagus bagian atas menyambung secara abnormal ke trakea. antara lain: TIPE A .Sambungan yang tidak normal ini disebut fistula.Terkadang disebut juga sebagai atresia esofagus tipe H atau N .Ciri-ciri: baik bagian atas maupun bagian bawah dari kantung esofagus membentuk sambungan abnormal ke trakea pada dua tempat yang terpisah dan berbeda.Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus distal. TIPE B . terdapat sambungan abnormal antara esofagus dan trakea. .Hanya fistula trakeoesofagus saja. .Ciri-cirinya: adanya ‘gap’ antara dua kantung esofagus.

Penyebab akalasia adalah adanya kartilago trakea yang tumbuh ektopik pada esofagus bagian bawah. Klasifikasi 1. Manifestasi klini dapat juga berupa sebagai berikut: . E. Disebut pula sebagai spasme kardio. Pemberian minum dapat menyebabkan batuk atau seperti tercekik dan bayi sianosis.Atresia esofagus merupakan kelainan kongenital. pemberian minum sering menyebabkan bayi tersebut menjadi biru dan apnea tampa batuk –batuk. Diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan memasukkan pipa radio-opak atau larutan kontras liopodol ke dalam esophagus dan dibuat foto toraks biasa. pada akalasia bagian distal esophagus tidak dapat membuka dengan baik sehingga terjadi keadaan seperti stenosis atau atresia. Kalasia Kalasia adalah kelainan yang terjadi pada bagian bawah esophagus(pada persambungan dengan lambung) yang tidak dapat menutup rapat sehingga bayi sering regurgitasi bila dibaringkan. Kelainan bawaan ini biasanya terdapat pada bayi yang lahir dengan kehamilan hidramnion dan biasanya bayi dalam keadaan kurang bulan. anorektal. renal. serta limb. Bila dimasukkan kateter melalui mulut sepanjang 7. yang artinya terjadi sebelum kelahiran. Jika terdapat fistula trekoesofagus perut bayi tampak membuncit karena terisi udara. 2. MANIFESTASI KLINIK Gambaran Atresia Di Tandai Dengan gangguan Proses Menelan waktu lahir dan terjadi gangguan pernapasan bila terjadi gangguan pernapasan bila bahan makanan teraspiasi kesana. kardiovaskuler. D. Perlu penanggulangan bedah. Dan liur selalu meleleh dari mulut bayi dan berbui. Menurut Hockenberry (2002) kengenital anomali ini karena sindrom VATER atau VACTERL yang merupakan kombinasi abnormalitas vertebral. Selain anomali kromosom. cairan lambung juga dapat masuk kedalam paru : oleh karena itu bayi sering sianosis. kateter akan terbentur pada ujung esophagus yang buntu: dan jika kateter didorong terus akan melingkar – lingkar di dalam esophagus yang buntu tersebut. Pertolongannya adalah tindakan bedah sebelum dioperasi pemberian minum harus dengan sendok sedikit demi sedikit dengan bayi dalam posisi duduk. etiologi lainnya adalah adanya pengaruh teratogen dan faktor imunologis. Pada fistula trakea esophagus . Akalasia Akalasia merupakan kebalikan dari kalasia. Pada pemeriksaan mikroskopis ditemuka jaringa tulang rawan dalam lapisan otot esophagus. trakeoesofageal. Pada bayi kurang bulan ini.5 – 10 cm dari bibir.esofagus.

Yang paling sering adalah anomaly kardiovaskuler tetapi dapat pula dijumpai cacat lain pada saluran cerna. batuk) Atresia esophagus harus dicurigai jika : . suatu fistula di antara trakea dan esophagus bagian distal menyertai atresia tersebut. Anomali-anomali congenital tambahan diantaranya dapat mengencam jiwa pendererita dan terjadi pada minimal 30% bayi denga atresia esophagus.Terjadi aspirasi. Pada lebih dari 75% kasus-kasus yang ditemukan. namun aspirasi isi lambung melalui suatu fistula di bagian distal menyebabkan pneumonitis kimia yang jauh lebih hebat mengancam jiwa penderita tersebut. Atresia esophagus terjadi pada 1 : 3000-4500 kelahiran hidup. sianosis atau batuk dalam pemberian makan bayi Bayi dengan atresia tanpa fistula mempunyai abdomen skafoid serta tanpa gas.Terdapat riwayat polihidramnion ibu .Bayi tersebut mempunyai sekresi oral dan faring yang berlebihan .Hipersekresi cairan dari mulut Gangguan menelan makanan (tersedak. dan system saraf pusat F. saluran kemih. gejala-gejala yang sering terjadi adalah aspirasi pneumonia berulang dan diagnosisnya dapat tertunda hingga beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan. kira-kira sepertiga dari bayi-bayi tersebut lahir secara premature. Pada fistula tanpa atresia yang jarang ditemukan. Walaupun aspirasi sekresi faring merupakan temuan yang hampir selalu didapatkan pada penderita-penderita atresia esophagus. vertebrata. . Tanda dan Gejala Tanda dan gejala Atresia Esofagus yang mungkin timbul: · Batuk ketika makan atau minum · Bayi menunjukkan kurangnya minat terhadap makanan atau ketidakmampuan untuk menerima nutrisi yang cukup (pemberian makan yang buruk) · · Gelembung berbusa putih di mulut bayi Memiliki kesulitan bernapas · Memiliki warna biru atau ungu pada kulit dan membran mukosa karena kekurangan oksigen (sianosis) · Meneteskan air liur .Kateter yang dipergunakan pada saat kelahiran untuk resusitasi tidak dapat dimasukkan ke dalam lambung.

2002) -Salivasi dan drooling berlebihan -Tiga tanda utama trakeoesofageal fistula: batuk. Secara umum : Salah satu nya adalah kegagalan pada fase embrio terutama pada bayi yang lahir prematur. tersedak ketika diberi makan -Sulit untuk diberi makan G. maka di duga atresia esofagus. · Bila pada bbl Timbul sesak yang disertai dengan air liur yang meleleh keluar. sianosis -Apnea -Meningkatnya distress pernafasan setelah feeding -Distensi abdomen -Kebiruan pada kulit (sianosis) ketika diberi makan -Batuk. · Pada fistula trakeosofagus. Bila kateter terhenti pada jarak ≤ 10 cm.· Muntah-muntah · Biasanya disertai hidramnion (60%) dan hal ini pula yang menyebabkan kenaikan frekuensi bayi lahir prematur. Faktor radiasi . · Segera setelah di beri minum. di curigai terdapat atresia esofagus. b. dan ada Beberapa etiologi yang dapat menimbulkan kelainan konginital Atresia Etsopgus diantaranya: a. cairan lambung juga dapat masuk kedalam paru. oleh karena itu bayi sering sianosis Terdapat beberapa tanda dan gejala atau manifestasi klinik pada atresia esofagus (Hochenberry. gagging. bayi akan berbangkis. tersedak. Faktor obat Salah satu obat yang dapat menimbulkan kelainan kongenital yaitu thali domine . sebaiknya dari anamnesis didapatkan keterangan bahwa kehamilan ibu diertai hidramnion hendaknya dilakukan kateterisasi esofagus. batuk dan sianosis karena aspirasi cairan kedalam jalan nafas. Etiologi 1.

muskuloskeletal. sambungan dipasangkan antara esofagus dan trakea. Agenesis pada esofagus sangat jarang terjadi. Atresia terkadang dihubungkan dengan arteri umbilikus tunggal. neurologic disease. tetapi anomali yang umum adalah fistula antara esofagus distal dan trakea. karena dapat mengancam nyawa. dengan kantung proksimal yang tersambung ke faring dan kantung bagian bawah yang menuju ke lambung. Untuk itu. dan other gastrointestinal malformations. ventral. noncanalized cord. Anomali yang berhubungan meliputi congenital heart disease. Jarang hanya atresia sendiri. dan sistem gastrointestinal. Sebagian besar anomali kongenital pada bayi baru lahir meliputi vertebra. Faktor gizi 2. sebanyak 80% bayi baru lahir dengan kelainan esofagus. Walaupun kelainan perkembangan pada esofagus merupakan hal yang tidak umum terjadi. Perlengkapan dinding lateral usus depan yang tidak sempurna sehingga terjadi fistula trachea esophagus H. Atresia esofagus dan tracheoesophageal fistula diduga sebagai akibat pemisahan yang tidak sempurna antara lempengan paru dari foregut selama masa awal perkembangan janin. tetapi apabila terjadi ketidaknormalan harus segera dikoreksi. genitourinary disease. Atresia esofagus dengan fistula distal akibat dari invaginasi ventral yang berlebihan pada lipatan faringo-esofagus. Patofisiologi Patogenesis dan etiologi atresia esofagus tidaklah jelas. tetapi biasanya sering dijumpai bersamaan dengan fistula yang menyambungkan kantung bawah atau atas dengan bronkus atau trakea. Trakea dan esofagus normalnya berkembang dan terpisah akibat lipatan cranial. Atresia sering terdapat pada bifurksasi (dibagi menjadi dua cabang) trakea terdekat. dan dorsal yang muncul di dalam foregut. Secara khusus : Secara epidemologi anomali ini terjadi pada umur kehamilan 3-6 minggu akibat : a. Terdapat beberapa tipe atresia esofagus. janutng. ginjal. yang menyebabkan kantung esofagus bagian atas mencegah lipatan cranial dari menuju ke bawah ke lipatan ventral. Deferensasi usus depan yang tidak sempurna dan memisahkan dari masing –masing menjadi esopagus dan trachea . Perkembangan sel endoteal yang lengkap sehingga menyebabkan terjadinya atresia. segmen esofagus hanya berupa thin. Pada atresia.Radiasi pada permulaan kehamilan mungkin dapat menimbulkan kelainan kongenital pada janin yang dapat menimbulkan mutasi pada gen c. Karena hal ini dapat menyebabkan regurgitasi ketika bayi diberi makan. . kebanyakan atresia dan pembentukan fistula.

Pasang sonde lambung antara No 6-8 F yang cukup kalen dan radio opak sampai di esophagus yang buntu. Lalu isap air liur secara teratur setiap 10 – 15 menit.Fluoros copy dan Bronchos copy dapat memberi gambaran yang lebih jelas . Biasanya kateter tersebut akan terhenti secara tiba-tiba pada jarak 10-11 cm dari garis batas atas gusi dan rontgenogram yang dilakukan. Lalu isap air liur secara teratur setiap 10-15 menit. Pemberian minum baik oral/enteral merupakan kontra indikasi mutlak untuk bayi ini. Adanya udara di dalam abdomen menunjukan adanya suatu fistula di antara trakea dan esogfagus bagian distal. karena aspirasi paru merupakan penentu prognosis utama. 6 – 8 F yang cukup halus. Kadang kadang. sebaiknya dipasang sonde nasogastrik untuk mengosongkan the blind-end pouch.Diagnosa pasti dengan thorax foto : menunjukkan gambaran kateter terhenti pada tempat atresia. Bila diberikan kurang dari 1 ml dengan pengawasan fluoroskopis maka sudah cukup untuk memperlihatkan gambaran dari kantung atas yang buntu. Dilakukan pengisapan lendir secara berkala.(FKUI. Beberapa fistula tanpa atresia dinamakan tipe H. . maka kegagalan utnuk memasukkan suatu kateter ke dlaam lambung memastikan diagnosis. . tidur terlentang kepala lebih rendah. rontgenogram yang dilakukan memperlihatkan gambaran khas suatu esophagus yang mengembang karena udara yang di dalamnya. Bayi sebaiknya ditidurkan dengan posisi “prone”/ telungkup. Penegakan Diagnosa Diagnosa harus ditegakkan secara dini.1982). . Sekali diduga adanya atresia esophagus. JIka dipergunakan bahan kontras. memperlihatkan kateter yang menggulung terletak didalam esophagus bagian atas. tidur terlentang kepala lebih tinggi. Bila perlu bayi diberikan dot agar tidak gelisah atau menangis berkepanjangan Penatalaksanaan oleh bidan . Kemudian segera siapkan operasi. Penatalaksanaan Pasang sonde lambung no. Pada Gross type I. Bayi dipuasakan dan diinfus. dengan posisi kepala 30o lebih tinggi. Dan radioopak sampai di esophagus yang buntu.Dalam foto abdomen perlu dibedakan apakah lambung terisi udara atau kosong dapat digunakan untuk menunjang diagnosa fistula tracheo esophagus J. maka bahan kontras tersebut haruslah bahan yang dapat larut air. lebih baik lagi jika berhasil dibuat ketika berada di kamar bersalin. Kemudian bahan tersebut harus disingkirkan kembali untuk mencegahnya masuk ke dalam paru-paru dan mencegah pneumonia kimia.I. Pada Gross type II.

kondisi penderita mengharuskan operasi tersebut dilakukan secara bertahap: Tahap pertama biasanya adalah pengikatan fistula dan pemasukan pipa gastrotomi untuk memasukkan makanan. Perhatian yang cermat harus diberikan terhadap pengendalian suhu.Bayi di puasakan dan di infuse . Kantong esophagus harus secara teratur dikosongkan dengan pompa untuk mencegah aspirasi sekret. Trakeomalasia. Pengobatan pada atresia etsophagus setelah dirujuk. pneumonia aspirasi berulang. Tahap kedua adalah anastomosis primer. yaitu antara lain: a. stenosis esophagus dan refluks gastroesofagus berat lebih sering pada penderita ini. cairan lambung harus sering diisap untuk mencegah aspirasi.Konsultasi dengan yang lebih kompeten . Pada penderita atresia anus ini dapat diberikan pengobatan sebagai berikut : .Pada groos II bayi tidur terlentang dengan kepala lebih tinggi. dan penyakit saluran nafas reaktif sering ditemukan. makanan lewat mulut biasanya dapat diterima. b. .Pada groos I bayi tidur terlentang dengan kepala lebih rendah.. fungsi respirasi dan pengelolaan anomaly penyerta kadang-kadang.Rujuk ke rumah sakit K. Medik Pengobatan dilakukan dengan operasi. Pengobatan Penderita atresia esophagus seharusnya ditengkurapkan untuk mengurangi kemungkinan isi lambung masuk ke dalam paru-paru. bayi diletakkan setengah duduk untuk mencegah terjadinya regurgitasi cairan lambung ke dalam paru. Malformasi struktur trakhea sering ditemukan pada penderita atresia dan fistula esophagus. Keperawatan Sebelum dilakukan operasi. . Esofagografi pada hari ke 10 akan menolong menilai keberhasilan anastomosis. Perkembangan trakheanya normal jika ada fistula.

Fistula yaitu dengan melakukan kolostomia sementara dan setelah 3 bulan dilakukan koreksi sekaligus . Disfagia atau kesulitan menelan. hal ini disebabkan kelemahan dari trakea. Meningkatnya infeksi saluran pernafasan. 3. 5. dimana asam lambung naik / refluk ke esophagus. 4. Kira-kira 50 % bayi yg menjalani operasi ini kana mengalami gastroesofagus refluk pd s’t kanak2 / dewasa. Komplikasi Komplikasi – komplikasi yang bisa timbul setelah operasi perbaikan pada atresia esophagus dan fistula atresia esophagus adalah sebagai berikut : 1. Berbagai tingkat dismotilitas bisa terjadi setelah operasi ini. Dismotilitas esophagus. Trakeo esogfagus fistula berulang. Gastroesofagus refluk. Komplikasi ini berhubungan dengan proses menelan makanan. Disfagia adalah tertahannya makanan pada tempat esophagus yang diperbaiki.. Pembedahan ulang adalah terapi untuk keadaan seperti ini. Pencegahan keadaan ini adalah dengan mencegah kontak dengan orang yang menderita flu & meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin & suplemen. Komplikasi ini terlihat saat bayi sudah mulai makan dan minum. Keadaan ini dapat diatasi dengan menelan air untuk tertelannya makanan dan mencegah terjadinya ulkus. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan obat (medical) atau pembedahan. Dismotilitas terjadi karena kelemahan otot dingin esophagus. Batuk merupakan gejala yg umum setelah operasi perbaikan atresia esophagus. 7. 6. tertahannya makanan & aspirasi makanan ke dalam trakea. . Kesulitan bernafas dan tersedak.Eksisi membran anal L. Batuk kronis. 2.

Kesimpulan Atresia berarti buntu. Saran · Kepada klien agar lebih mengetahui tentang atresia esophagus baik pengertian maupun gejalanya. B. · Kepada pembaca agar memahami apa itu atresia esophagus dan pencegahan yang dapat di lakukan. sehingga tidak terjadi komplikasi yang berlanjut.BAB III PENUTUP A. atresia esofagus adalah suatu keadaan tidak adanya lubang atau muara (buntu). sehingga apabila dijumpai tanda gejala hipoglikemi tersebut maka klien segera ke tempat pelayanan kesehatan. · Kepada tenaga kesehatan terutama bidan agar dapat memberi penanganan segara bila menemui kasus atresia esophagus. Pengobatan pada atresia esophagus bias dilakukan dengan cara keperawatan dan secara medic. pada esofagus (+). . Pada sebagian besar kasus atresia esofagus ujung esofagus buntu. Klasifikasi atresia esophagus antara lain kalasia dan akalasia. sehingga pembaca dapat menerapkan prinsip preventif sebelum kuratif. sedangkan pada ¼ -1/3 kasus lainnya esophagus bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina (disebut sebagai atresia esophagus dengan fistula).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->