Tugas Kewirausahaan

Medan, 30 Nopember 2009

BUDIDAYA LELE DAN BELUT

Dosen pembimbing Budi Utomo S.Hut, M.Si Disusun oleh Valentino Afrio Rg Ruth Elisa Manik 061201004 061201021

MANAJEMEN HUTAN

DEPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah. di rawarawa/lumpur dan di kali-kali kecil. hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. waduk. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. telaga. dan praktis.PENDAHULUAN Latar Belakang Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. ikan keli (Malaysia).Biaya yang dibutuhkan lebih murah dibandingkan membuat kolam konvensional. ikan keling (Makasar). hanya . ca tre trang (Jepang). belut mulai dikenal dan digemari. Ikan lele bersifat noctural. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi. 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat. jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat. Sekarang. Untuk asumsi 20 tong saja. dan di mana saja asal mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Sedang di negara lain dikenal dengan nama dumbo (Afrika). plamond (Thailand). Anda bisa membuatnya di pekarangan rumah. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan. Pada siang hari. ikan cepi (Bugis). Murah. budi daya belut bisa dilakukan di dalam tong atau kolam terpal. Biasanya hidup di sawah-sawah. rawa. sawah yang tergenang air. ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Di Indonesia sejak tahun 1979. gura magura (Srilangka). efisien. Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. ikan pintet (Kalimantan Selatan). halaman belakang. Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. antara lain: ikan kalang (Padang). Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah. ikan maut (Gayo. Aceh).

Manfaat dari budidaya belut yaitu: 1. pemasaran belut bukan lagi masalah. Anda tidak akan kerepotan memberikan perawatan media tanam. Dengan teknik pemeliharaan yang baik. 3. prospek bisnis belut sangat menjanjikan. Permintaan belut dari negara-negara Uni Eropa hingga kini belum terpenuhi. Sementara saat ini. Efisiensinya lebih tinggi. dan pemanenan. 3. Baik di pasaran lokal maupun luar negeri. Jika disalurkan atau bekerja sama dengan mitra yang bisa dipercaya. hidung berdarah. . Sebagai bahan makanan 2. Manfaat dari budidaya lele yaitu: 1. maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen. 2. Sebagai obat penambah darah Tujuan memilih usaha budidaya lele dan belut yaitu: Karena konsumsi lele dan belut sangat tinggi. Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air. Keuntungannya sekitar 60% dari total penjualan hasil panen. Oleh sebab itu. Budidaya ikan lele. media tong atau terpal mudah dijangkau laksana menanam pohon di dalam pot. belut masih kekurangan pasokan untuk memenuhi kebutuhan akan konsumsi belut. Pasalnya. Medianya pun bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan. Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. pemberian pakan. kencing darah dan lainlain. Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma. Peternak tidak perlu merasa takut hasil panennya tidak ada yang beli. Sebagai penyediaan sumber protein hewani. Pangsa pasar ekspor belut di dunia sangat tinggi. menstruasi (datang bulan) tidak teratur. karena merupakan salah satu makanan alami ikan lele.mengeluarkan tidak lebih dari 4 juta rupiah. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik.

Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk. bak permanent maupun bak plastik. Berikan kapur ke dalam kolam bertujuan untuk memberantas hama. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2. pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam. Lakukan pencangkulan tanah dasar kolam dan ratakan. Usahakan air dapat mengalir mengalir. air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 2232°C. bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. Kedalaman kolam berkisar antara 1. penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. tergantung pada keasaman kolam.Pemupukan dengan kotoran ternak ayam. Bentuk dan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi. Suhu air mempengaruhi laju pertumbuhan. urea .5%. Persiapan kolam tanah (tradisional) Siapkan kolam tanah. berkisar antara 500-700 gram/m2. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran sesuai dengan lokasi. juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik. Pembuatan kolam terbagi atas 2 cara yaitu: a. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan.0-1. Sumber air dapat berasal dari air sungai mapun air sumur. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen. laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. Pada minggu 10. Pelaksanaan Budidaya Lele : 1. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak. tergantung selera pemilik dan lokasinya.ISI BUDIDAYA LELE Budidaya lele dapat dilakukan di kolam tanah. Penyiapan Sarana dan Peralatan Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak terlalu luas.5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0. Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam.

Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari. benih perlakuan penyesuaian suhu dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Penebaran Benih Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami. bekatul. Persiapan kolam tembok Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. b. Bedanya. NH4N03 15 gram/m2. untuk mempercepat pertumbuhan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. 3. karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen. perbaikan parit dan bak untuk panen. Sebelum ditebarkan ke kolam. Pemberian pakan frekuensinya 2 – 3 kali setiap hari. 2. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus. jagung. . Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air.15 gram/m2. Pemberian Pakan Selain makanan alami. cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet. SP3 10 gram/m2.

Lele dipanen pada umur 6-8 bulan. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2 malam.15 menit.Pemberian Vaksinasi Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan: 1. Penangkapan Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan: 1. Pemanenan A. kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.4. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk. b. pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4 bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. sebelum ditebarkan. Pada lele Dumbo. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m 2 selama satu minggu. 2. sewaktu-waktu dapat dipanen.5–3 ppm selama 30 menit. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2. Pemeliharaan Pembesaran a. Untuk mencegah penyakit karena bakteri. kecuali bila dikehendaki. 3. lele yang berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor. 2. 5. 2. Pemeliharaan Kolam/Tambak 1. . 3. Apabila waktu pemeliharaan ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm. Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam.

7. Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang ada di kolam. Lahan   Tanah 12 x 15 m Rp.000.000. pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan. Bibit/benih  benih 3000 ekor @ Rp. biarkan lele lapar lebih dahulu.- b.3. piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1. Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama. 5. Analisis Usaha Budidaya Analisis Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo adalah sebagai berikut: 1. Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus. Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram/m 2 pada dinding kolam sampai rata. kolam harus dibersihkan dengan cara: 1. 4. sehingga lele mudah ditangkap. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA LELE 1. 3. Setelah dipanen.000.000. 6. Bila penangkapan menggunakan pancing. 150. 18. Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.000. 8. tangan. B. 450.- . Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan. Bila penangkapan menggunakan jaring.2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang. lambit.. tangguh atau jaring. Biaya produksi a.Rp.Kolam 4 buah Rp. 5. Pembersihan Setelah ikan lele dipanen. 2.

.000.. 90. Pajak Bumi Bangunan 1 tahun Rp.Diesel 1 bh @ Rp.Rp.Jaring 1 bh @. 110.000.Timba 7 bh @. 3.Rp.000. 25.000. 150.500..Selang Rp. 7.Rp.000.000.. 300.Pakan induk 100 kg @ Rp 4500.Alat seleksi 6 bh @. 15.000.000.Rp.. 1. 15.000.. 24. Pakan   Pakan benih 30 kg @ Rp 5000.Rp. 330...000 . Transportasi 12 bulan x Rp. 600.000.450. 2.Sikat 1.Paralon Rp.000.000.000.- d. 600.Gayung 5 bh @.Rp.Rp.000.000.000.. 450. 21. Tenaga kerja 2 orang @ Rp.000.g. Rp.- e.bh @.000 Pendapatan 500 kg x Rp.Ciruk 5 bh @.. 2.000. Rp.c.000.Rp. 5.1.000. Biaya tak terduga 10% Rp. 80.000.. 4.000.000. 3. 29.000..200.000. 25. Rp. 150. Rp.Rp.000.400.000 = Rp. 150.000.000.f. 10.Rp. 600.Total biaya produksi Rp.Rp.Rp.000. Rp. 50.h.Bak 5 bh @ Rp. Peralatan            Pompa air3 bh @ Rp.Rp.000.Penjualan lele per kg @ Rp 15.. Rp.

Pelaksanaan Budidaya Belut : 1. kolam pemijahan dan pendederan. Adapun jenis-jenis kolam yang harusadadi suatu areal budidaya belut adalah kolam penampungan induk. Umumnya orang memiliki tanah terlebih dahulu baru tertarik untuk membangun kolam. kenyataan yang terjadi kini sering tidak denikian. ukurannya 500 cm X 500 cm dengan kedalaman 120 cm . kemudian menentukan batas kolam yang akan dibuat. serta pemasangan danpembuatan bagian. Survei lokasi sehatusnya dilakukan sebagai langkah awal bagipara investor atau peminat sebelum memutuskan untuk membangun kolam. Meskipun demikian.BUDIDAYA BELUT Sebelum pembuatan kolam dimulai. tidaklah berlebihan jika dalam diktat ini disinggung langkah –langkah yang idelauntuk membuat kolam. Kolam penampungan induk. pembuatan kolam meliputi pengamatan letak lahan. saringan dan lain-lain. Luas lahan yang akan dibuat kolam harus diukur terlebih dahulu. Ukuran kolam untuk semua jenis kegiatan tidak sama besarnya. yaitu : 1. dan kolam pembesaran. Kemiringan lahan juga harus diukur. Namun. pengerjaan pengganlian. lokasi bakal pembuatan kolam perlu diperhatikan. Kolam pemijahan dan pendederan. pembuatan skema (gambar) konstruksi.bagian perlengkapan kolam seperti pintu air. Kolam untuk belut. ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman100 cm 3. Kolam pembesaran. Penyiapan Sarana dan Peralatan Jika dalam memilih lokasi sudah ditentukan dimana lokasi kolam yang akan dibuat dan telah memenuhi persyaratan maka pembangunan kolam sudah dapat dimulai. Namun sebelumnya harus ditentukan dulu jenis kolam yang akan dibuat sebab kegiatan budidaya belut yang lengkap memerlukan jenis kolam sesuai dengan kegiatan yang hendak dilakukan.ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm 2.

cincangan pisang. yaitu media untuk tempat hidup belut berupa tanah sawah atau Lumpur kolam yang sudah dikeringkan.Lapisan pertama paling bawahjerami padi setinggi 40 cm . Dan setelah 2 (Dua) minggu slesai poroses permentasinya maka benih / bibit belut dapat dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut. Media Pemeliharaan Setelah kolam selesai dibuat yang paling utama adalah pemberian media pemeliharaan sebelum kolam tersebut dipergunakan.2.Lapisan kedua tanah / Lumpur setinggi 5 cm . Setelah semua media pemeliharaan terisi dalam kolam.Lapisan keempat tanah / Lumpur setinggi 5 cm . pupuk kandang.Diatas air ditanami secara merat ecenfg gondok sampai menutupi ¾ permukaan kolam. perbandingan pupuk diatasdapat dijadikan patokannya) . diamkan media pemeliharaan tersebut selama 2 (Dua) minggu agar seluruh media mengalami proses permentasi. dengan perbandingan sebagai berikut : .Lapisan ketujuh air setinggi 10 cm . . jerami padi. Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus. apabila kolamnya lebih besar atau lebih kecil ukuran ini. pupuk kompos (sekam/gabah padi yang sudah dibusukkan). Agar diperoleh belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal. 3.Diatas jerami ditaburi secara merata pupuk Urea 5 Kg dan NPK 5 Kg (Untuk ukuran kolam 500 cm X 500 cm.Lapisan ketiga pupuk kandang setinggi 5 cm lapisan keempat pupuk kompos setinggi5 cm . Untuk tahapan ini yaitu memilih benih.Lapisan Keenam tanah / Lumpur setinggi 15 cm .Lumpur kelima cincangan batang pisang setinggi 10 cm . yaitu tidak ada luka bekas gigitan. dan pupuk NPK. Penebaran Benih Pelaksanaan pengembangbiakkan sudah bisa dimulai dengan telah terlengkapinya semua sarana yang dibutuhkan. pupuk Urea. benih yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1.

Bemtuk kepala tumpul .Usianya diatas sepuluh tahun b. 3.Berukuran panjang lebih dari 40 cm . Belut ini menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya.Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya .Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda .2. a. tapi dengan masa perkawinan yang amat panjang yaitu mulai dari musim penghujan sampai dengan permulaan musim kemarau (Kurang lebih empat sampai lima bulan).BEntuk kepala runcing . tetapi juga tidak sulit dikembangbiakkan di kolam. Ciri Induk Belut Jantan . Ciri Induk Belut Betina . Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras.Usianya dibawah sembilan bulan 4. . Secara alami berkembang biak setahun sekali. Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme.Berukuran panjang antara 20 cm -30 cm . Sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan.Warna permukaan kulit lebih gelap atau abu – abu . Usianya berkisar 2 bulan – 4 bulan Belut mempunyai kelamin ganda (Hermaprodit) pada kehidupannya. amka pada belut bisa terjadi masa kosong kelamin atau banci. Belut muda selalu berkelamin betina. Perkembangbiakkan Belut Belut ini mudah berkembang biak dialam. Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan 5. asal media dikolam menyerupai habitat aslinya. saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri. tidak lemas jika pegang 4. Gerakan tubuhnya lincah dan agresif. Dan karena sifat – sifat belut serupa itu.

Anak –anak belut yang sudah menetas sementara masih diasuh oleh belut jantan selama dua minggu. Setelah berumur 15 hari anak-anak belut sudah bisa berenag sendiri dan meninggalkan sarana penetasan. Selama menjaga telur ini belut jantan galaknya bukan main. Setelah belut betina yang dinanti tiba. Mikrokrusasea (Udang-udangan renik). Selanjutnya dalam lubang tersebut belut jantan lalu membuat gelembunggelembung udara yang membusa di permukaan air diatas salah satu lubnagnya. invertebrate mikroskopik (hewan –hewan tak bertulang belakang yang kecil-kecil). Belut jantan menanti kehadiran belut betina di lubang yang tidak diliputi busa. Kemudian belut jantanlah yang akan menjalani tugas menjaga telur – telur tersebut sampai menetas. Sedangkan belut . Pemberian Pakan Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain Protozoa (Hewan bersel satu). Diperairan yang dangkal itulah nantinya belut jantan menggali lubang perkawinan. Lubang perkawinan diabangun mirip “U”.Perkawinan belut umumnya tiba akan terlihat belut jantan berbomdong ramai – ramai berenang ke berbagai penjuru kearah tepian. 6. Tetspi untuk dikolam pendederan dan pemijahan telur-telur belut akan menetas dalam waktu 12-14 hari. Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dicakup belut jantan untuk disemburkan dan diamankan dalam lubang persembunyian. Penetasan Telur –telur dialam akan menetas setelah 9-10 hari kemudian. Dalam perkawinan telur-telur dari betina akan dikeluarkan disekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung pada permukaan aor. 5. sebelum perkawinan dilangsungkan akan terjadi cumbu-cumbuan mesra terlebih dahulu. Sewaktu baru menetas warna anak belut kuning setelah itu pelan – pelan berubah menjadi kuning kecoklatan dan selanjutnya menjadi coklat muda. Mereka sudah mampu menggali lubnag dan mencari makanan sendiri tempat lain. Setiap mahluk yang mendekat ke sarang pasti akan diserang. Busa – busa tersebut berguna untuk menarik perhatian lawan jenisnya.

5000.000.000 + 45. berudu kodok.Bibit belut 40 kg x Rp. dan benih-benih ikan yang masih lemah. diperlukan ketepatan waktu panen dan cara panen. 50.000. sedangkan untuk kebutuhan pasar ekspor dari mulai penaburan benih minimal 6 bulan (sisitem dengan pembesaran)..500.000 Pajak Bumi & Bangunan = = = 7.000 Belut : 3 x panen (1 tahun) = 3 x 10. Lahan  Pembuatan kolam dan media Rp.000 = 15.Pakan 50 kg @ Rp.000 50. 250. 4. 20.400.Penjualan belut per kg @ Rp 50.000 + .000. Total Pendapatan: Lele : 2 x panen (1 tahun) = 2 x 750. cacing siput.yang mulai dewasa memakan larva-larva serangga.000 = 30. Bibit/benih  c.000/orang = 12 bulan x 2 x 300.000.000 2.000.000. Wadah penampungan juga perlu disiaokan untuk membawa belut hasil panen di lokasi penjualan.000 = Rp. 5. Rp. 10. 800.000 Transportasi: 12 bln x 200.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA BELUT a.000/kg Rp. Pemanenan Untuk memanen belut.200. Belut siap dipanen untuk kebutuhan pasar local dari mulai penaburan benih minimal 3 bulan (Sisitem dengan pembesaran).000 Jadi.000. 7.000 Gaji pegawai: 300.550.000 Pendapatan: 200 kg x Rp.000 b. Pakan  Total biaya produksi belut Rp.

000 Biaya (Rp) 450.000 600.000 24.000.000 35.000 800.000 = 0.000 3. Analisis Usaha Budidaya Lele dan Belut per Tahun Uraian A Sarana Produksi Benih Lele Benih Belut Peralatan Pompa Air Diesel Sikat Jaring Bak Timba Alat Seleksi Ciruk Gayung Selang Paralon Upah Tenaga Kerja Pembersihan kolam dan Pemeliharaan volume 3000 40 3 1 1 1 5 7 6 5 5 1 1 2 Ekor Kg Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Orang Harga satuan (Rp) 150 20.99 = 1 tahun Tabel 1.000 15.000 150.000 80.650.000 = Rp. 45.000 21.000 4.650.000 80.000 5.000 1.350.000. keuntungan bersih dalam 1 tahun = Rp.000 10.000 150.000 110.000 2.000 Maka.- KRITERIA INVESTASI Payback Period (PP) PP = Nilai Investasi x 1 tahun Kas Masuk Bersih (dalam 1 tahun) x 1 tahun PP = 35.000 B C .000 3.9.350.000 300.000 25.000 90.000.000 25.000 330.000 90.000 600.000 600. 9. 35.000 – Rp.

000 18.400.000.000 10.000 450.000 2.500.000 250.000 4.000.000 Rp. 50.000 7.000 F Total Biaya: Penjualan dan Keuntungan Produksi per panen Lele Belut Banyaknya panen dalam setahun Lele Belut Harga Jual Lele Belut Pendapatan tiap kali panen Lele Belut Pendapatan per tahun Lele Belut B/C Ratio tahun ke-1 500 200 Kg Kg 2 3 Rp.000 7.000.000 4.000 150.000 50.000 1.500.28 (Pendapatan per Tahun / Total Biaya) Tabel 2.500 5.000 1.D Lain-lain Beli Tanah Kolam Lele Kolam Belut Transportasi Pajak Bumi dan Bangunan Pemeliharaan Pakan Benih Lele Pakan induk Lele Pakan Belut Biaya Tak Terduga 12 x 15 m 4 3 12 1 Meter Buah Buah Bulan Tahun 100.000.500.000 E 30 100 50 1 Kg Kg Kg Tahun 5.000 35.000. Hasil Cash Flow Tahun Biaya Total (Ct) (jutaan rupiah) Penerimaan Total (Bt) (jutaan rupiah) .000 15.000 10.000 50.000 5000.000 500 200 2 3 Kali Kali /Kg /Kg Kg Kg Kali Kali 15.000 50.000 200.000. 15.000 30.000.000 1000.

70 NPV (i=0.15 38.00 169. Tahun (1) Biaya Total (Ct) (jutaan rupiah) (2) Penerimaan Total (Bt) (jutaan rupiah) (3) PF (4) PF (Ct) (5)=(2) (4) PF (Bt) (6)=(3)(4) NPV (7)=(6)-(5) .8 juta.20 31.10 10.60.7 6 0.5 0 PF (Ct) (5)=(2) (4) 35 13. Artinya setiap Rp 1 yang diinvestasikan akan memberi hasil sebesar 1.00 46.00 60.05 15. karena BCR > 1 maka investasi dalam pembuatan kolam ini banyak secara ekonomis.8 Maka.8 7 0. karena NPV > 0 maka investasi tersebut layak dipertimbangkan.80 19.35 15.5 7 0. keuntungan ekonomis investasi penambahan kolam sebesar Rp.80 17.55 kali lebih besar dari pada nilai biaya total pada tingkat suku bunga.55 Manfaat ekonomi investasi ini adalah 1.20 26.10 22.90 = 1.15) NPV (7)=(6)-(5) -35 26.00 108.40 14.25 5.55.0 1 2 3 4 5 35 15 20 45 25 10 0 45 50 70 55 30 Tahun (1) 0 1 2 3 4 5 Biaya Total (Ct) (jutaan rupiah) (2) 35 15 20 45 25 10 Penerimaan Total (Bt) (jutaan rupiah) (3) 0 45 50 70 55 30 PF (4) 1 0.90 PF (Bt) (6)=(3)(4) 0 39.6 6 0. BCR(t) = ∑ PF (Bt) ∑ PF (Ct) = 169.70 108.

15 38.00 0 39.7 6 0.1 PF (Ct) (5)=(2) (4) 35 8.20 13.50 6.5 87.05 1.57 6.67 0.20 26.80 19.25 5.00 2.8 7 0.08 9.5 0 35 13.40 14.1 3 PF (Ct) (5)=(2) (4) 35 9.20 31.6 6 0.15) 60.50 13.80 17.61 NPV (7)=(6)-(5) -35 17.0 1 2 3 4 5 35 15 20 45 25 10 0 45 50 70 55 30 1 0.10 22.97 4.60 NPV (i=0.38 1.90 8.00 3.3 3 0.35 15.2 0 0.70 NPV (i=0.1 9 0.70 22.50 5.80 13.30 6.55 2.60 73.6 6 0.5 7 0.50) PF (Bt) (6)=(3)(4) 0 25.30 PF (Bt) (6)=(3)(4) 0 29.80 13.80 20.65 16.00 11.5 7 0.8 Tahun (1) 0 1 2 3 4 5 Biaya Total (Ct) (jutaan rupiah) (2) 35 15 20 45 25 10 Penerimaan Total (Bt) (jutaan rupiah) (3) 0 45 50 70 55 30 PF (4) 1 0.00 46.53 8.00 108.4 4 0.10 Tahun (1) 0 1 2 3 4 5 Biaya Total (Ct) (jutaan rupiah) (2) 35 15 20 45 25 10 Penerimaan Total (Bt) (jutaan rupiah) (3) 0 45 50 70 55 30 PF (4) 1 0.3 0 0.90 NPV (7)=(6)-(5) -35 19.90 169.00 1.77 3.00 -35 26.00 21.05 15.19 .10 10.

(-1.3 0 0.75) PF (Bt) (6)=(3)(4) 0 24.55) x (i2-i1) x (0.90 4.65 58.30 NPV (i=0.25 0.05 2.39 Tahun (1) 0 1 2 3 4 5 Biaya Total (Ct) (jutaan rupiah) (2) 35 15 20 45 25 10 Penerimaan Total (Bt) (jutaan rupiah) (3) 0 45 50 70 55 30 PF (4) 1 0.50 9.50) = NPV (i = 0.10 1.80) (1.15) = NPV (i = 0.25 2.39 x 0.75 + 1.95 1.36 % .0 5 PF (Ct) (5)=(2) (4) 35 8.50 NPV (7)=(6)-(5) -35 16.50 1.00 11.0 6 61.80) = 60.93 63.39.1 0.80-0.25 6.55) >0 >0 >0 <0 NPV = 0 terletak antara interest 75 dan 80 % IRR = i1 + NPV NPV1-NPV2 1.80 20.55) NPV (i = 0.39 (1.00 4.94 = 0.0 9 0.75 15.70 1.1 7 0.75) Maka: IRR = 0.75) = NPV (i = 0.00 59.00 7.75 + = 0.7736 IRR = 77.10 NPV (i=0.65 2.5 5 0.39 1.

berarti IRR > suku bunga yang berlaku 15 %. .36 % nilai NPV = 0.Karena pada interest rate = 77. berarti proyek ini layak secara ekonomis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful