ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET

MAKALAH

Oleh : 1. Nurul Ristiana 2. Roudhotul Ulumiyah 3. Umi Syafa’atun Khasanah

iv

YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Guru Bidang Studi : H.Pd Oleh : 1. S. Nurul Ristiana iv . Jama’ah.

S.Sumberrejo. Roudhotul Ulumiyah 3. MUSTAM.Bojonegoro. S.Pd H.2. pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : Yayasan Pondok Pesantren At Tanwir Madrasah Aliyah Islamiyah Talun. Umi Syafa’atun Khasanah YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 LEMBAR PENGESAHAN Makalah ini telah disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Mei 2013 Mengetahui. Talun. JAMA’AH.Pd iv . Mudirut Madrasah Pembimbing Drs. ….

serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. H. mengartikan.. disini pemakalah mencoba untuk menganalisis makna kehidupan melalui makalah yang kami buat ini. yang telah membimbing pemakalah agar dapatmengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. yang pada akhirnya kita akan bias mengoreksi diri dan bias membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk.Pd. S. 20 Mei 2013 Penyusun iv . semoga pemakalah dapat memahami. sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah. Analisis Unsur Intrinsik Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret. Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Pemakalah mengucapkan banyak terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ust. yaitu yang berjudul . menelaah. Untuk dapat memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen dan mengartikan makna dalam cerpen tersebut. Mungkin dalam penyusunan makalah ini ada suatu kesalahan kami mohon kritik dan saran dari pembaca. kami sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan. Suatu hal yang yang tidak dapat dipungkiri sekarang bahwa setiap orang ketika di hadapkan dalam suatu permasalahan dan terkadang sulit mencari pemecahan masasalahnya.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas berkat dan rahmat-nya. Jama’ah. Bojonegoro.

......... 11 A.................... 5 B......... 13 iv ................................................................................... 9 BAB III PENUTUP .........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................... Latar/ setting Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret................................................................................................. Rumusan Masalah ............... 2 BAB II PEMBAHASAN .. Identifikasi Masalah .................................................................................................................................................... .................................................... Amanat Cerpen “Perempuan Dalam Baju Zirah” Karya Trudonahu Abdurrahman Raffles.............. iv BAB I PENDAHULUAN .................................................................. i HALAMAN PENGESAHAN ....................................................... 7 C....................................................................................... 1 B........................................................................................................................................................ Penokohan Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret........................... 1 D..................................................................................................................... 5 A...... Kajian Pustaka ................ ii KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. 1 C.................. Tujuan Pembahasan ..... 11 B........................... Kesimpulan .. Batasan Masalah .................... 2 F.......................................................................................... 2 E.................................................................................................... Saran ......................................................... iii DAFTAR ISI ................................................................................................................................... Latar Belakang ............... 11 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................................................................................................... 1 A..........................................

Mahasiswa lain biasa memanggilnya „Aqil‟. namaku „Azzna‟. Oh iya. berhidung mancung dan kalau aku bandingkan dengan laki-laki kebanyakan. Tapi lupakan dulu gambaran dari panitia yang aku ceritakan tadi. Waktu terus berjalan. hari kedua. Kebetulan aku mahasiswa baru disalah satu Universitas Islam di kota Sangatta Kaltim. Dan semenjak itu ada kebencian yang tertanam dihatiku. Seorang laki-laki bertubuh tidak terlalu tinggi. dan aku merasa ada yang aneh denganku. tidak bisa disebut mendekatinya juga. wajahnya terlihat sangat kalem dan religius. karna aku juga bukan type-kal cewe yang selalu menomor satukan fisikly. Kebiasaanku mengganti nama orang memang sudah melekat kuat pada diriku. Jadi mau tidak mau aku harus mengikuti “Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus” (PROSPEK). dari prospek hari pertama. Lengkapnya „Azzatul Khusna‟. kira-kira segitulah. karna aku hanya ingin melihatnya lebih dekat. nama yang diambil dari nama depan dan akhiran. Diam-diam aku suka memperhatikan seniorku itu. Waktu itu tepat seorang panitia prospek berteriak nyaring disampingku. begitulah orang-orang mendeskripsikannya. dia termasuk laki-laki yang berkulit putih bersih. Setelah aku membelokkan kepalaku kurang lebih berbelok 90 derajat. Aku hanya kurang suka dengan sikapnya itu. karna aku juga tidak sempat mengukur berapa derajat kepalaku berbelok. Semua berawal dari PROSPEK. very noisy…!!!‟ hanya kata itu yang aku ucapkan dalam hati. „Owh My God. aku lebih senang memanggilnya „Alfath‟. bahkan dengan berbagai alasan aku mendekatinya. tapi tidak denganku. aku tidak suka ada orang yang berteriak didekatku. paling tidak iv .KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU Cerpen Karya: Septhi Permendtkaret Muhammad Aqil Al Fatih… Itu nama salah satu mahasiswa sekaligus seniorku. hari ketiga.

Aku bisa melihat jelas wajahnya. termasuk aku) harus meminta tanda tangan panitia-panitia prospek. Tiba waktunya para mahasiswa baru (peserta prospek. senang. Itu dia namanya. Kak Alfath‟. aku dan mahasiswa lainnya. sekaligus prospek terakhir yang kami ikuti. (huuuhhhh. berkolaborasi dengan gula. yahh hanya itu yang bisa aku jadikan alasan. aku melihat dia bertanda tangan atas nama „Muhammad Aqil Al Fatih‟.. air. Prospek hari ke‟empat. tapi aacchhh. „Astaga. Dia berdiri tidak jauh dari tong sampah berukuran sedang. Alhamdulillah. „sampah‟. aku tidak mau melewatkan kesempatan itu. Tapi sepertinya hanya aku yang aneh. jelas memang aku seperti orang yang kurang kerjaan. tetapi otakku terhenti saat aku menyadari „Muhammad Aqil Al Fatih‟ berdiri disamping kursi yang sedang kududuki. aku terpekik pelan. dua kali aku mondar-mandir memungut kertas/ plastic yang tidak terpakai. sedih bercampur seperti gado-gado yang tidak enak dibenakku. dia berada tepat dihadapanku. aku hanya ingin melihat kakak senior. detik yang memporak-porandakan otak dan hatiku. memandangnya dengan kekaguman yang luar biasa. sekarang aku tau siapa namanya. Nama yang indah seperti keindahan yang terpancar dari wajahnya. mengagumi ciptaan Allah dengan jantung yang terus berdetak kencang. …) aku menarik pelan nafasku dan mulai mencari inspirasi untuk iv .. setelah mendapat tanda tangannya.dari jarak yang tidak lebih dari satu meter. Aku mendengarkan dengan seksama... aku langsung mendekati rerumunan mahasiswa yang sedang asik meminta tanda tangan dari seorang panitia. melainkan seperti tomat yang diblender. aku sibuk mencari dimana keberadaan salah satu panitia disana. „Thanks God‟. aku melihatnya. aku tidak peduli. Banyak panitia yang baik hati memberikan tanda tangannya tanpa si mahasiswa harus bersusah payah menuruti satu persatu perintah dari panitia. Dan kini bukan satu meter lagi jarak aku dengan panitia itu. Pukul dua siang. Dan bukan lagi seperti gadogado yang bercampur aduk. Dan otomatis.. aku masih tetap berdiri tegap disana. just it. aku terlalu senang dengan detik ini. seorang dosen memberikan materi terakhirnya. es batu yang teraduk dalam satu tempat..

aku bukan orang yang gengsi untuk merayu lawan jenisku. Tapi tenang saudara-saudara..) Aku menjatuhkan pulpenku. Alhasil.. tanganku yang terlalu berdosa atau memang pulpenku yang sedang tidak mood bekerjasama denganku. yang seperti aku bilang tadi. obrolanku juga agak menjurus kearah rayuan. tapi bukan berarti kami jadi dekat. Kampus mengadakan kemah mahasiswa disebuah pedesaan selama empat hari.. “Ehm. Lambat laun.. itu yang aku ucapkan pada laki-laki itu dengan imbuhan senyum kecut yang sok‟ manis. Berhubung hari terakhir prospek. nakal atau sebagainya. sikap Kak Alfath yang seperti itu tidak lantas mematahkan semangatku. atau memang karna aku yang belum mengenalnya lebih dekat. tidak setiap saat aku bisa bertemu dengannya. tetap dengan berbagai alasan konyol. yang intinya. bertujuan agar Kak Alfath bersedia mengambilkan untukku. selain ide sampah kemarin. meski ada dia.. dia orang yang cukup pendiam. dan sial. pulpen itu tidak bisa diajak kolaborasi dengan baik. „makasih‟. Selama kemah mahasiswa itu. ada satu hal yang aku suka dari kakak. aku suka mata kakak. datanglah. datanglah. kalaupun tidak sengaja aku bertemu dengannya. aku akan beri salah satu rayuan terbaikku itu. tidak ada tegur sapa sama sekali.. kalau boleh jujur.memunculkan ide-ide konyol sesion 2. masih melalui sms. aku semakin menambah pengalaman dan wawasanku. tidak asik.. Berbaur dengan warga sekitar. yang aku tau sekarang. . sangat menyenangkan. Kak Alfath seperti robot. bersinar. Pulpen itu meluncur dengan tidak terkontrol. Kalau tidak percaya. indah. jadi malamnya diadakan acara „malam penutupan prospek‟. Ntah apanya yang salah. aku tidak peduli.. seusai prospek aku sudah ber‟sms‟an dengannya. aku boleh panggil kakak bintang?”. Terlebih lagi dengan adanya Kak Alfath. Panjang ceritanya aku bisa dapat nomor HP Kak Alfath. gimana iv . kaku seperti robot. (Ohh inspirasi. seorang laki-laki bertubuh besar yang duduk didepanku berbaik hati mengambil pulpen itu untukku. aku mulai tidak canggung lagi. Kami memang ber‟sms‟an. jelas yang aku maksud disini bukan rayuan seperti perempuan genit.

Aku masih bingung dengan perasaanku kepada Kak Alfath. Seusai shalat maghrib.menurut kalian? Bukan seperti perempuan genit yang berusaha menggoda lawan jenisnya kan? Dari situ Kak Alfath mulai merespon. dari makanan favorit.. minuman favoritnya sampai hal terkecil aku berusaha untuk mengetahuinya. aku tidak tau itu harapan atau hanya sekedar formalitas saja. Aku terus memikirkannya. So i say a little prayer Andhope my dream will take me There Where the skies are blue To see you once again my love Oversees from coast to coast To find the place i love the most Where the fields are green To see you once again my love Lirik lagu favoritku „westlife-my love‟ persis menggambarkan perasaanku saat ini. kebencian yang pernah tertanam pada diri hamba kepada Kak Alfath sudah tidak ada dihati hamba. Empat hari berlalu. dengan berbagai pertanyaan yang bertujuan memancing sang idolapun kukerahkan satu persatu. nama Kak Alfath sungguh semakin melekat dihati ini. And all my love I‟m holding on forever Reaching for the love that seem So far.. kebencian itu lantas menjadi jembatan untuk hamba iv . Akhirnya aku kembali dirumah. kami bisa lebih saling mengenal satu sama lain. dan itu membuat hatiku tidak tenang. „kemah mahasiswapun hanya bisa dikenang. “Ya Allah. Ya Rob.. aku menengadahkan tanganku pada-Nya. hingga aku tau banyak tentang Kak Alfath. Kak Alfath juga mulai tidak canggung membalas kata-kataku. Dia terlihat lebih menyenangkan bila seperti ini.

tentu hamba hanya ingin selalu melihat Kak Alfath dalam keadaan yang baik. sungguh sampai detik ini. semuanya terasa sakit. Kini aku tau. Ini pertama kali aku merasakan hal aneh seumur hidupku. sepertinya begitu. aku juga bukan perempuan yang suka berlama-lama berbasa-basi. amiinn. aku lebih sering memakai rok sekarang.. Apa yang harus kulakukan agar Kak Alfath bisa sedikit membuka hatinya untukku? Kurang lebih beberapa hari ini aku mencari tau informasi tentang Kak Alfath melalui teman-teman seangkatannya. berikanlah yang terbaik untuknya.” Tidak bisa memiliki orang yang kusayang.” Didalam bait doaku. Semakin hari aku semakin tersiksa dengan perasaan ini. tapi kalau dipikir dengan akal sehat. iv . memang bagus merubah diri menjadi yang lebih baik.masuk kedalam hati Kak Alfath. terlebih lagi ini cinta pertamaku. Bukan hanya perasaanku. “Apa hamba salah jika hamba mengharapkan Kak Alfath mempunyai perasaan yang sama? Apa hamba terlalu egois jika hamba berpikir seperti itu? Tunjukan jalanmu Ya Allah. aku menangis dalam keheningan malam-malamku. itu sangat menyedihkan.. Engkau yang tau perasaan hamba.. Dadaku terasa sesak bila terus-terusan sepeti ini. “Maha Suci Allah. bahkan sangat jauh dari itu. Apa aku jatuh cinta? Ntahlah. semua orang tau aku bukan perempuan yang bisa dikatakan feminim. Kembali aku berdoa pada shalat tahajud yang aku lakukan. Aku memulai dengan merubah penampilanku menjadi lebih feminim. Malam ini aku memberanikan diri untuk menanyakan suatu pada Kak Alfath melalui sms yang aku kirimkan padanya. tapi semua yang aku punya untuk mencintai Kak Alfath..” tanpa kusadari air mata jatuh tepat dimukena putih yang aku kenakan. cinta pertama yang kualami terasa menyesakkan. karna kodrat seorang perempuan harus seperti itu. Ini sms yang aku kirimkan. perasaanku akhir-akhir ini gelisah tidak melihat Kak Alfath. walaupun itu tidak nyaman untukku. perempuan seperti apa yang bisa menarik hatinya. aku selalu melampirkan nama Kak Alfath. hamba tidak bisa berhenti memikirkan Kak Alfath.

mungkin aku memang harus memulainya dikota lain.. dan kuliahku juga harus terhenti. sakit hati. aku mendapati kabar bahwa ayahku harus berpindah kerja di Jambi. jadi aku tidak takut lagi memulainya dari nol. Tiba saatnya aku memanjatkan doa seusai shalat. Aku hanya ingin tidur. apa kakak udah punya pacar?”. hanya Engkau penenang hati dan jiwaku saat ini. hamba bisa mencintainya seperti ini. Seketika aku merasa bodoh menan yakan hal itu. dengan tidur aku bisa melupakan smuanya. tapi rasa nyeri yang tidak terkendali. kakak sudah punya pacar dik. Getar Hpku menghentikan segala pertanyaan aneh yang meraung-raung meminta jawaban diotakku. apa kamu siap dengan jawaban Kak Alfath nantinya? Bagaimana kalau jawabannya hanya membuat kamu semakin sakit? Apa yang akan kamu lakukan? Menangis dan terus-terusan mengadu pada Sang pemberi hidup? Bisikku pada diriku sendiri. lindungilah Kak Alfath…” Satu minggu setelah itu. aku merasa berdosa telah menyukai dan berharap pada orang yang notabene sudah menjadi pacar perempuan lain. kali ini bukan lagi sakit yang aku rasa. tapi inilah tujuan utamaku. mataku terlihat sangat sembab. efek dari tangisan semalam. Apa aku menyesal bertanya seperti ini? Kenapa aku harus menanyakan hal ini? Kenapa Kak Alfath tidak mengerti perasaanku? Kenapa semuanya tidak berpihak padaku? Berbagai kata „kenapa‟ memenuhi otakku kini. tepat setengah empat pagi aku mengambil air wudhu. dikampung. hamba mencintai Kak Alfath sebesar yang Engkau ketahui. Azzna bodoh.“Kak. “Iya. Sms ini tidak aku lanjutkan.” Degggg…. atas dasar keridhoanmu. semuanya… Paginya aku kembali terbangun. air mata. iv . sembari membuka sms itu. karna mataku sedikit terjanggal. Bismillah…. Air mataku sekejap bercucuran menolak kenyataan ini.“Engkaulah tempat terbaik untuk mengadu.. Ya Allah kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan. karena ayah akan menetap kerja di Jambi. aku tidak mau mendengar pernyataan selanjutnya yang akan Kak Alfath ucapkan. Shalat tahajudku kali ini terasa berbeda. Dengan perasaaan kacau aku menunggu balasan dari Kak Alfath. Sepenuhnya hamba titipkan cintaku pada-Mu. aku dan keluargaku terpaksa ikut pindah. yahh.

„Muhamamad Aqil Al Fatih‟. melainkan sakit hatiku. dan aku tidak pernah berharap menjadi yang terakhir kalinya.. karna bahkan aku tidak tau bisa bertemu kakak lagi atau tidak. “Assalamualaikum Kak Alfath… Memory otakku seolah tidak berhenti memutar setiap kenangan tentang Kak Alfath sewaktu aku menulis surat ini.. Tepat setengah delapan Aku dan keluargaku berangkat. .. seperti halnya seorang sahabat.” Balasku dengan tetap terlihat cool.? pada saat itulah aku merasakan perasaan itu. aku bisa menyebutkan nama kakak dengan lengkap. Sekarang aku sudah berada dipersimpangan Bontang. walaupun hal itu dirasa sulit. Om‟ku yang akan mengantarkan aku dan keluargaku menuju bandara Balikpapan.Masih ada waktu untuk aku menulis surat untuk Kak Alfath. mungkin ini kali pertama aku menyebut nama kakak. Airin teman dekatku dikampus kerumah.” “Aku baik. makanya selalu doakan aku supaya selalu baik agar kita bisa bertemu lagi esok. meski aku tau yang Airin maksud memang bukan fisikku. Tidak lupa aku menitipkan suratku itu pada Airin. tidak ada sedikitpun penyesalan yang aku rasa. jaga dirimu baik-baik.“Iya Rin. karna hanya dia yang pertama kali kuingat sebelum perpindahanku.” Kataku dengan sedikit menahan tangis. makin jelek tau. Mobil avanza berwarna silver milik Om‟ku sudah datang.. . Airin yang mengerti benar bagaimana awal cerita aku membenci hingga menyukai Kak Alfath sekaligus sahabat terbaik yang aku miliki. Airin pasti sudah bertemu dengan Kak Alfath dan memberikan suratku.. Kakak tentu ingat pertama kali aku meminta izin ingin memanggil kakak „bintang‟. perasaan yang mungkin orang biasa menyebutnya dengan cinta. jangan nangis ach. Pelukan hangat dari Airin membuatku tenang. Paginya pukul tujuh. ia menemuiku mengucapkan salam perpisahan sebelum ia pergi kuliah. “Hati-hati Na.” ucap Airin padaku dengan mata berkaca-kaca. “Sakit ya Na... aku cukup senang bisa mengenal kakak. Sampai akhirnya aku tau sudah iv . karna aku berkeinginan suatu saat nanti tepat dihadapan kakak.

. aku yakin keluargamu akan mengerti. iv . „Airin‟.” kemudian Airin terdiam. Aku hanya ingin melupakan hal yang bisa aku lupakan dan tidak ingin memaksakan diri untuk melupakan hal yang sulit untuk lupakan. dan duaduanya tetap ada resiko. aku sampai diKampus. yaitu kalau aku iri dengan perempuan yang sudah memiliki hati kakak. menemuimu. Jantungku berdegup kencang sekali. Aku sadar. aku bisa memilih melupakan kakak atau tidak sama sekali. Kak Aqil ingin terdengar terdesa-desa.Azzna. aku melangkahkan kakiku perlahan. terlihat Airin menghampiriku. Kakak sepeti malaikat untukku. Setelah setengah jam perjalanan. Wassalam… .. “Walaikumsalam. ada apa dia meneleponku. . aku mohon sekarang kamu putar balik. “Hanya kali ini.. aku berat menerima kenyataan itu. kenyataan yang menghancurkan hati dan jiwaku.. karna tadi Airin sempat sms menyuruhku langsung ke Kampus. malaikat yang sedikit banyak sudah mengajarkan arti kedewasaan.. Jangan timbulkan pertanyaan knapa aku menyukai kakak. Banyak orang disana..” Dering HP menghentikan lamunanku. . “Hallo. assalamualaikum Dengan suara yang .” “Aku mohon. aku hanya tau sebuah rasa yang tulus ialah seonggok rasa yang tidak beralasan. dan itu kakak. Sumpah. demi tiap tetes air mataku.ada perempuan beruntung yang memiliki kakak. Tapi ada hal yang paling rendah dan berdosa. mengikhlaskan sesuatu yang belum berpihak padaku. sama seperti cinta. “Azzna. Satu detik dimana aku rasa. karna sampai nafasku berhenti berhembus...” ucapku.” Lima menit lamanya aku berhasil membujuk orang tua dan Om‟ku.” pinta Airin. Didepan salah satu ruangan. aku telah benar-benar mencintai kakak. dan semuanya. aku tidak akan pernah mengetahui alasan knapa aku menyukai kakak. . hidup itu pilihan. Terimakasih dan maaf. berubah menjadi yang lebih baik.” “Tapi….

bahkan kakak bilang selalu menolak jika diberi minuman selain jus jeruk..Langkah kakiku membuat orang-orang disana beralih melihat kearahku. apa kakak kedinginan? Udara sangat panas diluar. Aku memang sudah sepenuhnya menitipkan cintaku Pada-Nya. Aku mendekati laki-laki itu..‟ aku seperti mendengar sayup-sayup suara Airin. mencoba merasakan hembusan nafasnya. Aku melihat seorang laki-laki terbaring lemah ditengah-tengah rerumunan orang yang sekarang melihat kearahku. Kali ini tangisku benar-benar pecah.. tapi takdir berkata lain. tapi knapa sekarang kakak memakai selimut putih ini?” ucapku. „Kak Alfath‟. dan bukannya kakak pernah cerita kalau kakak sangat menyukai warna coklat? Kakak bilang hampir semua barang-barang yang kakak punya bewarna coklat. “Setelah membaca suratmu. kakak juga cerita kalau kakak suka sekali dengan jus jeruk. lalu kenapa air yang menempel dibibir kakak bewarna merah? Itu seperti bukan warna jus jeruk. dia hanya ingin mendengar smuanya langsung dari kamu. . wajahnya terlihat aneh. “Kak. knapa kakak menahan nafas seperti ini? Tolong jawab kak. tapi serasa berhenti melihat laki-laki yang sekarang sudah berada didepanku. motor yang dipakai Kak Aqil oleng dan smuanya terjadi... . Kak Aqil bilang. „Sabar Na. dan memejamkan mataku.” Kataku sambil menahan tangis. *THE END *… iv . Kak Alfath pergi untuk selamanya. .. Semuanya terlambat sebelum dibawa ke Rumah Sakit. “Kakak juga berbohong hari ini.” Ucap Airin dengan sedikit terisak. .” Aku berusaha sedikit mendekatkan telingaku pada hidung mancung Kak Alfath. “Kak Alfath. jantungku tidak lagi berdegup kencang.. dan beberapa isakan tangis orangorang disekitarku. Kak Aqil sudah berusaha mengejarmu Jan.

iv .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful