ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET

MAKALAH

Oleh : 1. Nurul Ristiana 2. Roudhotul Ulumiyah 3. Umi Syafa’atun Khasanah

iv

Pd Oleh : 1.YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Guru Bidang Studi : H. Nurul Ristiana iv . Jama’ah. S.

Pd iv .2.Mei 2013 Mengetahui. JAMA’AH. S. MUSTAM. …. Mudirut Madrasah Pembimbing Drs.Pd H. Roudhotul Ulumiyah 3. Talun. S.Sumberrejo. Umi Syafa’atun Khasanah YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 LEMBAR PENGESAHAN Makalah ini telah disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Bojonegoro. pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : Yayasan Pondok Pesantren At Tanwir Madrasah Aliyah Islamiyah Talun.

mengartikan. Untuk dapat memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen dan mengartikan makna dalam cerpen tersebut. Mungkin dalam penyusunan makalah ini ada suatu kesalahan kami mohon kritik dan saran dari pembaca. Analisis Unsur Intrinsik Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret. 20 Mei 2013 Penyusun iv . disini pemakalah mencoba untuk menganalisis makna kehidupan melalui makalah yang kami buat ini. Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi kita semua. yang pada akhirnya kita akan bias mengoreksi diri dan bias membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Suatu hal yang yang tidak dapat dipungkiri sekarang bahwa setiap orang ketika di hadapkan dalam suatu permasalahan dan terkadang sulit mencari pemecahan masasalahnya. sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah. Jama’ah. serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.Pd. kami sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan. yaitu yang berjudul .KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas berkat dan rahmat-nya. yang telah membimbing pemakalah agar dapatmengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah.. semoga pemakalah dapat memahami. H. S. Bojonegoro. menelaah. Pemakalah mengucapkan banyak terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ust.

.................................................. Batasan Masalah ..................................................................... 1 B..... 2 F.................................................................. Latar Belakang ........................................................................... .............................. 2 BAB II PEMBAHASAN ................................... Kesimpulan .................................................................... 9 BAB III PENUTUP ........................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN ................... 11 DAFTAR PUSTAKA .............. Identifikasi Masalah ....................................... 2 E................... 1 C........................................................................... 7 C..................................................... Amanat Cerpen “Perempuan Dalam Baju Zirah” Karya Trudonahu Abdurrahman Raffles.................................. Tujuan Pembahasan ...................................................... i HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................................................................................................................................................................................................ ii KATA PENGANTAR ................... 5 A............................................................. 1 D........................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................... Penokohan Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret... 11 A.......................................................................................... 1 A........................... iii DAFTAR ISI ................................................... Saran ........... Kajian Pustaka ............................................. 5 B............................. Rumusan Masalah .................................................. 13 iv ......................................................................................................................................................................................................................................................................... 11 B.............................. Latar/ setting Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret..........

Seorang laki-laki bertubuh tidak terlalu tinggi. aku lebih senang memanggilnya „Alfath‟.KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU Cerpen Karya: Septhi Permendtkaret Muhammad Aqil Al Fatih… Itu nama salah satu mahasiswa sekaligus seniorku. karna aku hanya ingin melihatnya lebih dekat. Tapi lupakan dulu gambaran dari panitia yang aku ceritakan tadi. dari prospek hari pertama. Lengkapnya „Azzatul Khusna‟. dia termasuk laki-laki yang berkulit putih bersih. paling tidak iv . Mahasiswa lain biasa memanggilnya „Aqil‟. Oh iya. karna aku juga bukan type-kal cewe yang selalu menomor satukan fisikly. very noisy…!!!‟ hanya kata itu yang aku ucapkan dalam hati. begitulah orang-orang mendeskripsikannya. Waktu terus berjalan. Kebetulan aku mahasiswa baru disalah satu Universitas Islam di kota Sangatta Kaltim. tidak bisa disebut mendekatinya juga. karna aku juga tidak sempat mengukur berapa derajat kepalaku berbelok. Dan semenjak itu ada kebencian yang tertanam dihatiku. hari ketiga. Kebiasaanku mengganti nama orang memang sudah melekat kuat pada diriku. Waktu itu tepat seorang panitia prospek berteriak nyaring disampingku. bahkan dengan berbagai alasan aku mendekatinya. Aku hanya kurang suka dengan sikapnya itu. wajahnya terlihat sangat kalem dan religius. Setelah aku membelokkan kepalaku kurang lebih berbelok 90 derajat. dan aku merasa ada yang aneh denganku. Jadi mau tidak mau aku harus mengikuti “Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus” (PROSPEK). „Owh My God. Diam-diam aku suka memperhatikan seniorku itu. namaku „Azzna‟. tapi tidak denganku. berhidung mancung dan kalau aku bandingkan dengan laki-laki kebanyakan. kira-kira segitulah. Semua berawal dari PROSPEK. nama yang diambil dari nama depan dan akhiran. hari kedua. aku tidak suka ada orang yang berteriak didekatku.

sedih bercampur seperti gado-gado yang tidak enak dibenakku. aku terpekik pelan. …) aku menarik pelan nafasku dan mulai mencari inspirasi untuk iv . es batu yang teraduk dalam satu tempat. „Astaga. Itu dia namanya. (huuuhhhh. Pukul dua siang. aku melihat dia bertanda tangan atas nama „Muhammad Aqil Al Fatih‟. mengagumi ciptaan Allah dengan jantung yang terus berdetak kencang. Aku bisa melihat jelas wajahnya. detik yang memporak-porandakan otak dan hatiku. melainkan seperti tomat yang diblender. memandangnya dengan kekaguman yang luar biasa. setelah mendapat tanda tangannya. tetapi otakku terhenti saat aku menyadari „Muhammad Aqil Al Fatih‟ berdiri disamping kursi yang sedang kududuki.. aku masih tetap berdiri tegap disana. aku hanya ingin melihat kakak senior. seorang dosen memberikan materi terakhirnya. Kak Alfath‟... tapi aacchhh. Tiba waktunya para mahasiswa baru (peserta prospek. sekarang aku tau siapa namanya. sekaligus prospek terakhir yang kami ikuti. berkolaborasi dengan gula. Aku mendengarkan dengan seksama. aku sibuk mencari dimana keberadaan salah satu panitia disana. Dan bukan lagi seperti gadogado yang bercampur aduk. Dan otomatis.. just it. dia berada tepat dihadapanku. senang. Banyak panitia yang baik hati memberikan tanda tangannya tanpa si mahasiswa harus bersusah payah menuruti satu persatu perintah dari panitia. Tapi sepertinya hanya aku yang aneh.. dua kali aku mondar-mandir memungut kertas/ plastic yang tidak terpakai. Alhamdulillah. aku tidak mau melewatkan kesempatan itu. aku dan mahasiswa lainnya. Dia berdiri tidak jauh dari tong sampah berukuran sedang. „sampah‟. „Thanks God‟. aku terlalu senang dengan detik ini. aku langsung mendekati rerumunan mahasiswa yang sedang asik meminta tanda tangan dari seorang panitia. aku melihatnya.dari jarak yang tidak lebih dari satu meter. termasuk aku) harus meminta tanda tangan panitia-panitia prospek. Nama yang indah seperti keindahan yang terpancar dari wajahnya. Prospek hari ke‟empat. aku tidak peduli. jelas memang aku seperti orang yang kurang kerjaan. air. yahh hanya itu yang bisa aku jadikan alasan.. Dan kini bukan satu meter lagi jarak aku dengan panitia itu.

Kak Alfath seperti robot. jadi malamnya diadakan acara „malam penutupan prospek‟.. aku boleh panggil kakak bintang?”. Kami memang ber‟sms‟an. tanganku yang terlalu berdosa atau memang pulpenku yang sedang tidak mood bekerjasama denganku. tidak asik. „makasih‟. kalau boleh jujur. yang seperti aku bilang tadi.. Tapi tenang saudara-saudara. sikap Kak Alfath yang seperti itu tidak lantas mematahkan semangatku.. aku mulai tidak canggung lagi.. (Ohh inspirasi. .) Aku menjatuhkan pulpenku. Kalau tidak percaya. Berhubung hari terakhir prospek. aku tidak peduli. pulpen itu tidak bisa diajak kolaborasi dengan baik. aku akan beri salah satu rayuan terbaikku itu. meski ada dia. seusai prospek aku sudah ber‟sms‟an dengannya. Selama kemah mahasiswa itu. aku semakin menambah pengalaman dan wawasanku. Berbaur dengan warga sekitar. kaku seperti robot. Kampus mengadakan kemah mahasiswa disebuah pedesaan selama empat hari. masih melalui sms. datanglah.. obrolanku juga agak menjurus kearah rayuan. bertujuan agar Kak Alfath bersedia mengambilkan untukku. sangat menyenangkan.. Alhasil. dan sial. nakal atau sebagainya. Panjang ceritanya aku bisa dapat nomor HP Kak Alfath.. atau memang karna aku yang belum mengenalnya lebih dekat. Terlebih lagi dengan adanya Kak Alfath. selain ide sampah kemarin. indah. ada satu hal yang aku suka dari kakak. gimana iv .. tidak ada tegur sapa sama sekali. “Ehm. jelas yang aku maksud disini bukan rayuan seperti perempuan genit. yang aku tau sekarang. seorang laki-laki bertubuh besar yang duduk didepanku berbaik hati mengambil pulpen itu untukku. aku bukan orang yang gengsi untuk merayu lawan jenisku.memunculkan ide-ide konyol sesion 2. datanglah. tidak setiap saat aku bisa bertemu dengannya. yang intinya. dia orang yang cukup pendiam. bersinar. kalaupun tidak sengaja aku bertemu dengannya. tetap dengan berbagai alasan konyol. Pulpen itu meluncur dengan tidak terkontrol. Ntah apanya yang salah. aku suka mata kakak. itu yang aku ucapkan pada laki-laki itu dengan imbuhan senyum kecut yang sok‟ manis. tapi bukan berarti kami jadi dekat. Lambat laun.

minuman favoritnya sampai hal terkecil aku berusaha untuk mengetahuinya. kebencian itu lantas menjadi jembatan untuk hamba iv . Seusai shalat maghrib. And all my love I‟m holding on forever Reaching for the love that seem So far. dan itu membuat hatiku tidak tenang. “Ya Allah. kami bisa lebih saling mengenal satu sama lain. Aku masih bingung dengan perasaanku kepada Kak Alfath. nama Kak Alfath sungguh semakin melekat dihati ini.. kebencian yang pernah tertanam pada diri hamba kepada Kak Alfath sudah tidak ada dihati hamba. Aku terus memikirkannya. aku menengadahkan tanganku pada-Nya. Dia terlihat lebih menyenangkan bila seperti ini.. Ya Rob. hingga aku tau banyak tentang Kak Alfath. Akhirnya aku kembali dirumah. dengan berbagai pertanyaan yang bertujuan memancing sang idolapun kukerahkan satu persatu. So i say a little prayer Andhope my dream will take me There Where the skies are blue To see you once again my love Oversees from coast to coast To find the place i love the most Where the fields are green To see you once again my love Lirik lagu favoritku „westlife-my love‟ persis menggambarkan perasaanku saat ini.menurut kalian? Bukan seperti perempuan genit yang berusaha menggoda lawan jenisnya kan? Dari situ Kak Alfath mulai merespon. Kak Alfath juga mulai tidak canggung membalas kata-kataku. dari makanan favorit. „kemah mahasiswapun hanya bisa dikenang. Empat hari berlalu.. aku tidak tau itu harapan atau hanya sekedar formalitas saja.

semua orang tau aku bukan perempuan yang bisa dikatakan feminim. Kembali aku berdoa pada shalat tahajud yang aku lakukan. tapi semua yang aku punya untuk mencintai Kak Alfath.. amiinn. walaupun itu tidak nyaman untukku. Ini pertama kali aku merasakan hal aneh seumur hidupku.” tanpa kusadari air mata jatuh tepat dimukena putih yang aku kenakan. Dadaku terasa sesak bila terus-terusan sepeti ini. aku lebih sering memakai rok sekarang. sungguh sampai detik ini. Apa aku jatuh cinta? Ntahlah.” Didalam bait doaku... aku juga bukan perempuan yang suka berlama-lama berbasa-basi. Aku memulai dengan merubah penampilanku menjadi lebih feminim. berikanlah yang terbaik untuknya. Engkau yang tau perasaan hamba. karna kodrat seorang perempuan harus seperti itu. perasaanku akhir-akhir ini gelisah tidak melihat Kak Alfath. terlebih lagi ini cinta pertamaku. aku selalu melampirkan nama Kak Alfath. Malam ini aku memberanikan diri untuk menanyakan suatu pada Kak Alfath melalui sms yang aku kirimkan padanya. semuanya terasa sakit. Ini sms yang aku kirimkan. tapi kalau dipikir dengan akal sehat. hamba tidak bisa berhenti memikirkan Kak Alfath. iv . tentu hamba hanya ingin selalu melihat Kak Alfath dalam keadaan yang baik. bahkan sangat jauh dari itu. aku menangis dalam keheningan malam-malamku.” Tidak bisa memiliki orang yang kusayang. “Maha Suci Allah. memang bagus merubah diri menjadi yang lebih baik.masuk kedalam hati Kak Alfath. Kini aku tau. perempuan seperti apa yang bisa menarik hatinya. itu sangat menyedihkan. Semakin hari aku semakin tersiksa dengan perasaan ini.. cinta pertama yang kualami terasa menyesakkan. “Apa hamba salah jika hamba mengharapkan Kak Alfath mempunyai perasaan yang sama? Apa hamba terlalu egois jika hamba berpikir seperti itu? Tunjukan jalanmu Ya Allah. Bukan hanya perasaanku. sepertinya begitu. Apa yang harus kulakukan agar Kak Alfath bisa sedikit membuka hatinya untukku? Kurang lebih beberapa hari ini aku mencari tau informasi tentang Kak Alfath melalui teman-teman seangkatannya.

” Degggg…. tapi rasa nyeri yang tidak terkendali. hamba mencintai Kak Alfath sebesar yang Engkau ketahui. mungkin aku memang harus memulainya dikota lain. karena ayah akan menetap kerja di Jambi. Seketika aku merasa bodoh menan yakan hal itu. air mata. yahh. Azzna bodoh. Tiba saatnya aku memanjatkan doa seusai shalat. kakak sudah punya pacar dik. dikampung. efek dari tangisan semalam. aku mendapati kabar bahwa ayahku harus berpindah kerja di Jambi. sembari membuka sms itu.“Engkaulah tempat terbaik untuk mengadu. apa kamu siap dengan jawaban Kak Alfath nantinya? Bagaimana kalau jawabannya hanya membuat kamu semakin sakit? Apa yang akan kamu lakukan? Menangis dan terus-terusan mengadu pada Sang pemberi hidup? Bisikku pada diriku sendiri. Sepenuhnya hamba titipkan cintaku pada-Mu. jadi aku tidak takut lagi memulainya dari nol. aku tidak mau mendengar pernyataan selanjutnya yang akan Kak Alfath ucapkan. Dengan perasaaan kacau aku menunggu balasan dari Kak Alfath. tapi inilah tujuan utamaku. Bismillah…. hamba bisa mencintainya seperti ini. dengan tidur aku bisa melupakan smuanya. lindungilah Kak Alfath…” Satu minggu setelah itu. semuanya… Paginya aku kembali terbangun. hanya Engkau penenang hati dan jiwaku saat ini. Sms ini tidak aku lanjutkan. Aku hanya ingin tidur.. karna mataku sedikit terjanggal. iv . mataku terlihat sangat sembab. Getar Hpku menghentikan segala pertanyaan aneh yang meraung-raung meminta jawaban diotakku. aku merasa berdosa telah menyukai dan berharap pada orang yang notabene sudah menjadi pacar perempuan lain. aku dan keluargaku terpaksa ikut pindah. Ya Allah kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan. apa kakak udah punya pacar?”. sakit hati.. kali ini bukan lagi sakit yang aku rasa. Shalat tahajudku kali ini terasa berbeda. Air mataku sekejap bercucuran menolak kenyataan ini. tepat setengah empat pagi aku mengambil air wudhu. “Iya. atas dasar keridhoanmu. Apa aku menyesal bertanya seperti ini? Kenapa aku harus menanyakan hal ini? Kenapa Kak Alfath tidak mengerti perasaanku? Kenapa semuanya tidak berpihak padaku? Berbagai kata „kenapa‟ memenuhi otakku kini. dan kuliahku juga harus terhenti.“Kak.

” Balasku dengan tetap terlihat cool. “Assalamualaikum Kak Alfath… Memory otakku seolah tidak berhenti memutar setiap kenangan tentang Kak Alfath sewaktu aku menulis surat ini. Airin teman dekatku dikampus kerumah. perasaan yang mungkin orang biasa menyebutnya dengan cinta. Pelukan hangat dari Airin membuatku tenang. Tepat setengah delapan Aku dan keluargaku berangkat.. makin jelek tau.Masih ada waktu untuk aku menulis surat untuk Kak Alfath.. aku bisa menyebutkan nama kakak dengan lengkap. meski aku tau yang Airin maksud memang bukan fisikku. Airin yang mengerti benar bagaimana awal cerita aku membenci hingga menyukai Kak Alfath sekaligus sahabat terbaik yang aku miliki. melainkan sakit hatiku.. karna aku berkeinginan suatu saat nanti tepat dihadapan kakak. . „Muhamamad Aqil Al Fatih‟.. Paginya pukul tujuh.” “Aku baik. Om‟ku yang akan mengantarkan aku dan keluargaku menuju bandara Balikpapan. aku cukup senang bisa mengenal kakak. “Sakit ya Na.. Sekarang aku sudah berada dipersimpangan Bontang.? pada saat itulah aku merasakan perasaan itu. karna bahkan aku tidak tau bisa bertemu kakak lagi atau tidak. Mobil avanza berwarna silver milik Om‟ku sudah datang.. tidak ada sedikitpun penyesalan yang aku rasa. jangan nangis ach. walaupun hal itu dirasa sulit. seperti halnya seorang sahabat. Sampai akhirnya aku tau sudah iv . makanya selalu doakan aku supaya selalu baik agar kita bisa bertemu lagi esok. . Tidak lupa aku menitipkan suratku itu pada Airin. karna hanya dia yang pertama kali kuingat sebelum perpindahanku. “Hati-hati Na. mungkin ini kali pertama aku menyebut nama kakak. jaga dirimu baik-baik. dan aku tidak pernah berharap menjadi yang terakhir kalinya. Kakak tentu ingat pertama kali aku meminta izin ingin memanggil kakak „bintang‟..” Kataku dengan sedikit menahan tangis.“Iya Rin. ia menemuiku mengucapkan salam perpisahan sebelum ia pergi kuliah.” ucap Airin padaku dengan mata berkaca-kaca. Airin pasti sudah bertemu dengan Kak Alfath dan memberikan suratku.

. Aku sadar. Wassalam… . Tapi ada hal yang paling rendah dan berdosa. Terimakasih dan maaf. Sumpah. mengikhlaskan sesuatu yang belum berpihak padaku. Kak Aqil ingin terdengar terdesa-desa. Didepan salah satu ruangan.. aku berat menerima kenyataan itu. dan duaduanya tetap ada resiko..” “Tapi….. demi tiap tetes air mataku. aku melangkahkan kakiku perlahan.. aku telah benar-benar mencintai kakak. Jantungku berdegup kencang sekali.” Dering HP menghentikan lamunanku. sama seperti cinta. Setelah setengah jam perjalanan. karna sampai nafasku berhenti berhembus. “Hanya kali ini. aku sampai diKampus. dan itu kakak. „Airin‟.. hidup itu pilihan. Kakak sepeti malaikat untukku..ada perempuan beruntung yang memiliki kakak.. aku hanya tau sebuah rasa yang tulus ialah seonggok rasa yang tidak beralasan. kenyataan yang menghancurkan hati dan jiwaku. . Satu detik dimana aku rasa. assalamualaikum Dengan suara yang . aku yakin keluargamu akan mengerti. aku mohon sekarang kamu putar balik. . “Hallo.” “Aku mohon. Banyak orang disana. malaikat yang sedikit banyak sudah mengajarkan arti kedewasaan. berubah menjadi yang lebih baik.” kemudian Airin terdiam.” pinta Airin. Jangan timbulkan pertanyaan knapa aku menyukai kakak. iv . “Azzna. menemuimu. aku tidak akan pernah mengetahui alasan knapa aku menyukai kakak.” Lima menit lamanya aku berhasil membujuk orang tua dan Om‟ku. karna tadi Airin sempat sms menyuruhku langsung ke Kampus. . yaitu kalau aku iri dengan perempuan yang sudah memiliki hati kakak.Azzna. terlihat Airin menghampiriku.” ucapku. ada apa dia meneleponku. Aku hanya ingin melupakan hal yang bisa aku lupakan dan tidak ingin memaksakan diri untuk melupakan hal yang sulit untuk lupakan. aku bisa memilih melupakan kakak atau tidak sama sekali. “Walaikumsalam. dan semuanya.

dan bukannya kakak pernah cerita kalau kakak sangat menyukai warna coklat? Kakak bilang hampir semua barang-barang yang kakak punya bewarna coklat. Aku melihat seorang laki-laki terbaring lemah ditengah-tengah rerumunan orang yang sekarang melihat kearahku. „Sabar Na. Kak Aqil sudah berusaha mengejarmu Jan. Aku mendekati laki-laki itu. dan memejamkan mataku. tapi serasa berhenti melihat laki-laki yang sekarang sudah berada didepanku.. dia hanya ingin mendengar smuanya langsung dari kamu. jantungku tidak lagi berdegup kencang... knapa kakak menahan nafas seperti ini? Tolong jawab kak. . *THE END *… iv . motor yang dipakai Kak Aqil oleng dan smuanya terjadi.” Kataku sambil menahan tangis. Kali ini tangisku benar-benar pecah. “Setelah membaca suratmu. apa kakak kedinginan? Udara sangat panas diluar.‟ aku seperti mendengar sayup-sayup suara Airin. .. . Semuanya terlambat sebelum dibawa ke Rumah Sakit.” Ucap Airin dengan sedikit terisak. tapi knapa sekarang kakak memakai selimut putih ini?” ucapku. bahkan kakak bilang selalu menolak jika diberi minuman selain jus jeruk.Langkah kakiku membuat orang-orang disana beralih melihat kearahku.” Aku berusaha sedikit mendekatkan telingaku pada hidung mancung Kak Alfath. Kak Aqil bilang. “Kak Alfath. wajahnya terlihat aneh. dan beberapa isakan tangis orangorang disekitarku. mencoba merasakan hembusan nafasnya. “Kak. kakak juga cerita kalau kakak suka sekali dengan jus jeruk. Kak Alfath pergi untuk selamanya. tapi takdir berkata lain.. ... „Kak Alfath‟. Aku memang sudah sepenuhnya menitipkan cintaku Pada-Nya. “Kakak juga berbohong hari ini. lalu kenapa air yang menempel dibibir kakak bewarna merah? Itu seperti bukan warna jus jeruk.

iv .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful