ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET

MAKALAH

Oleh : 1. Nurul Ristiana 2. Roudhotul Ulumiyah 3. Umi Syafa’atun Khasanah

iv

YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Guru Bidang Studi : H.Pd Oleh : 1. Jama’ah. S. Nurul Ristiana iv .

Sumberrejo. Umi Syafa’atun Khasanah YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 LEMBAR PENGESAHAN Makalah ini telah disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. JAMA’AH. S.2. …. Roudhotul Ulumiyah 3.Mei 2013 Mengetahui. Mudirut Madrasah Pembimbing Drs. MUSTAM.Pd iv . S. pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : Yayasan Pondok Pesantren At Tanwir Madrasah Aliyah Islamiyah Talun.Bojonegoro. Talun.Pd H.

S. yaitu yang berjudul . Suatu hal yang yang tidak dapat dipungkiri sekarang bahwa setiap orang ketika di hadapkan dalam suatu permasalahan dan terkadang sulit mencari pemecahan masasalahnya. mengartikan. Jama’ah. yang telah membimbing pemakalah agar dapatmengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. Mungkin dalam penyusunan makalah ini ada suatu kesalahan kami mohon kritik dan saran dari pembaca.Pd. sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah. serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. semoga pemakalah dapat memahami. Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 20 Mei 2013 Penyusun iv . kami sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas berkat dan rahmat-nya. yang pada akhirnya kita akan bias mengoreksi diri dan bias membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. H. Pemakalah mengucapkan banyak terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ust. Untuk dapat memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen dan mengartikan makna dalam cerpen tersebut. disini pemakalah mencoba untuk menganalisis makna kehidupan melalui makalah yang kami buat ini. Analisis Unsur Intrinsik Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret. menelaah. Bojonegoro..

............................. Saran .................................... iii DAFTAR ISI . Kajian Pustaka ................. 1 C. Batasan Masalah .................................. 1 B....................................... 1 A....... 13 iv ................. ............................................................................... 1 D............. 2 F. Tujuan Pembahasan ..................................................................................................................................................................... 11 B.................................................. 7 C..... ii KATA PENGANTAR ....................................... iv BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... Identifikasi Masalah ............................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............... Latar/ setting Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret................................................................................ 2 BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................................................................... Kesimpulan .............. i HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. Amanat Cerpen “Perempuan Dalam Baju Zirah” Karya Trudonahu Abdurrahman Raffles...................................... 2 E............................................................................. 9 BAB III PENUTUP ............................................................................ Penokohan Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret.................................................................................................... 5 A. 11 A.......... 5 B................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 11 DAFTAR PUSTAKA ............................... Rumusan Masalah ............................. Latar Belakang ............................................................................................

Tapi lupakan dulu gambaran dari panitia yang aku ceritakan tadi. Kebiasaanku mengganti nama orang memang sudah melekat kuat pada diriku. Mahasiswa lain biasa memanggilnya „Aqil‟. Dan semenjak itu ada kebencian yang tertanam dihatiku. dia termasuk laki-laki yang berkulit putih bersih. namaku „Azzna‟. Waktu itu tepat seorang panitia prospek berteriak nyaring disampingku. aku tidak suka ada orang yang berteriak didekatku. tapi tidak denganku. berhidung mancung dan kalau aku bandingkan dengan laki-laki kebanyakan. karna aku juga tidak sempat mengukur berapa derajat kepalaku berbelok. Aku hanya kurang suka dengan sikapnya itu. „Owh My God. Jadi mau tidak mau aku harus mengikuti “Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus” (PROSPEK). wajahnya terlihat sangat kalem dan religius. nama yang diambil dari nama depan dan akhiran. kira-kira segitulah. Waktu terus berjalan. Semua berawal dari PROSPEK. Oh iya. karna aku hanya ingin melihatnya lebih dekat.KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU Cerpen Karya: Septhi Permendtkaret Muhammad Aqil Al Fatih… Itu nama salah satu mahasiswa sekaligus seniorku. hari kedua. dari prospek hari pertama. Setelah aku membelokkan kepalaku kurang lebih berbelok 90 derajat. bahkan dengan berbagai alasan aku mendekatinya. Kebetulan aku mahasiswa baru disalah satu Universitas Islam di kota Sangatta Kaltim. aku lebih senang memanggilnya „Alfath‟. very noisy…!!!‟ hanya kata itu yang aku ucapkan dalam hati. paling tidak iv . Lengkapnya „Azzatul Khusna‟. tidak bisa disebut mendekatinya juga. hari ketiga. begitulah orang-orang mendeskripsikannya. Seorang laki-laki bertubuh tidak terlalu tinggi. Diam-diam aku suka memperhatikan seniorku itu. dan aku merasa ada yang aneh denganku. karna aku juga bukan type-kal cewe yang selalu menomor satukan fisikly.

Tiba waktunya para mahasiswa baru (peserta prospek. memandangnya dengan kekaguman yang luar biasa.. aku masih tetap berdiri tegap disana. air. …) aku menarik pelan nafasku dan mulai mencari inspirasi untuk iv .... termasuk aku) harus meminta tanda tangan panitia-panitia prospek. Dia berdiri tidak jauh dari tong sampah berukuran sedang. Dan otomatis. detik yang memporak-porandakan otak dan hatiku.. aku dan mahasiswa lainnya. dua kali aku mondar-mandir memungut kertas/ plastic yang tidak terpakai. „sampah‟. aku melihat dia bertanda tangan atas nama „Muhammad Aqil Al Fatih‟. aku terlalu senang dengan detik ini. Aku bisa melihat jelas wajahnya. melainkan seperti tomat yang diblender. „Thanks God‟. Dan bukan lagi seperti gadogado yang bercampur aduk. sekaligus prospek terakhir yang kami ikuti. yahh hanya itu yang bisa aku jadikan alasan. Dan kini bukan satu meter lagi jarak aku dengan panitia itu. dia berada tepat dihadapanku. sekarang aku tau siapa namanya. senang. Banyak panitia yang baik hati memberikan tanda tangannya tanpa si mahasiswa harus bersusah payah menuruti satu persatu perintah dari panitia. aku hanya ingin melihat kakak senior. Pukul dua siang. tapi aacchhh. jelas memang aku seperti orang yang kurang kerjaan. sedih bercampur seperti gado-gado yang tidak enak dibenakku. „Astaga. aku melihatnya. aku sibuk mencari dimana keberadaan salah satu panitia disana.. tetapi otakku terhenti saat aku menyadari „Muhammad Aqil Al Fatih‟ berdiri disamping kursi yang sedang kududuki. aku langsung mendekati rerumunan mahasiswa yang sedang asik meminta tanda tangan dari seorang panitia. Tapi sepertinya hanya aku yang aneh. Itu dia namanya. aku tidak peduli.dari jarak yang tidak lebih dari satu meter. Alhamdulillah. aku terpekik pelan. aku tidak mau melewatkan kesempatan itu. seorang dosen memberikan materi terakhirnya. Aku mendengarkan dengan seksama. (huuuhhhh. mengagumi ciptaan Allah dengan jantung yang terus berdetak kencang. Kak Alfath‟. just it. Prospek hari ke‟empat. Nama yang indah seperti keindahan yang terpancar dari wajahnya. es batu yang teraduk dalam satu tempat. setelah mendapat tanda tangannya. berkolaborasi dengan gula.

tetap dengan berbagai alasan konyol. kalaupun tidak sengaja aku bertemu dengannya. nakal atau sebagainya. Kak Alfath seperti robot.memunculkan ide-ide konyol sesion 2. masih melalui sms. obrolanku juga agak menjurus kearah rayuan. bersinar. . yang aku tau sekarang. Ntah apanya yang salah. aku akan beri salah satu rayuan terbaikku itu. aku bukan orang yang gengsi untuk merayu lawan jenisku. aku boleh panggil kakak bintang?”. jadi malamnya diadakan acara „malam penutupan prospek‟. kaku seperti robot. tidak asik. „makasih‟. tanganku yang terlalu berdosa atau memang pulpenku yang sedang tidak mood bekerjasama denganku. Panjang ceritanya aku bisa dapat nomor HP Kak Alfath.. Berbaur dengan warga sekitar.. gimana iv . seusai prospek aku sudah ber‟sms‟an dengannya. Lambat laun. Selama kemah mahasiswa itu. tidak setiap saat aku bisa bertemu dengannya. tapi bukan berarti kami jadi dekat.. selain ide sampah kemarin.. dia orang yang cukup pendiam. bertujuan agar Kak Alfath bersedia mengambilkan untukku. yang seperti aku bilang tadi. Kampus mengadakan kemah mahasiswa disebuah pedesaan selama empat hari. aku mulai tidak canggung lagi... aku suka mata kakak. “Ehm.) Aku menjatuhkan pulpenku. itu yang aku ucapkan pada laki-laki itu dengan imbuhan senyum kecut yang sok‟ manis. jelas yang aku maksud disini bukan rayuan seperti perempuan genit. Kalau tidak percaya. pulpen itu tidak bisa diajak kolaborasi dengan baik. Alhasil. tidak ada tegur sapa sama sekali. dan sial. kalau boleh jujur. datanglah.. Pulpen itu meluncur dengan tidak terkontrol. aku tidak peduli. sangat menyenangkan. (Ohh inspirasi. ada satu hal yang aku suka dari kakak. Terlebih lagi dengan adanya Kak Alfath. sikap Kak Alfath yang seperti itu tidak lantas mematahkan semangatku. datanglah. aku semakin menambah pengalaman dan wawasanku.. yang intinya. Tapi tenang saudara-saudara. indah. meski ada dia. Berhubung hari terakhir prospek. Kami memang ber‟sms‟an. atau memang karna aku yang belum mengenalnya lebih dekat. seorang laki-laki bertubuh besar yang duduk didepanku berbaik hati mengambil pulpen itu untukku.

“Ya Allah. And all my love I‟m holding on forever Reaching for the love that seem So far. kebencian itu lantas menjadi jembatan untuk hamba iv .menurut kalian? Bukan seperti perempuan genit yang berusaha menggoda lawan jenisnya kan? Dari situ Kak Alfath mulai merespon. Aku masih bingung dengan perasaanku kepada Kak Alfath... Aku terus memikirkannya. nama Kak Alfath sungguh semakin melekat dihati ini. Empat hari berlalu. dengan berbagai pertanyaan yang bertujuan memancing sang idolapun kukerahkan satu persatu. aku tidak tau itu harapan atau hanya sekedar formalitas saja.. Kak Alfath juga mulai tidak canggung membalas kata-kataku. Ya Rob. minuman favoritnya sampai hal terkecil aku berusaha untuk mengetahuinya. Akhirnya aku kembali dirumah. aku menengadahkan tanganku pada-Nya. Seusai shalat maghrib. dan itu membuat hatiku tidak tenang. dari makanan favorit. kebencian yang pernah tertanam pada diri hamba kepada Kak Alfath sudah tidak ada dihati hamba. Dia terlihat lebih menyenangkan bila seperti ini. „kemah mahasiswapun hanya bisa dikenang. hingga aku tau banyak tentang Kak Alfath. kami bisa lebih saling mengenal satu sama lain. So i say a little prayer Andhope my dream will take me There Where the skies are blue To see you once again my love Oversees from coast to coast To find the place i love the most Where the fields are green To see you once again my love Lirik lagu favoritku „westlife-my love‟ persis menggambarkan perasaanku saat ini.

walaupun itu tidak nyaman untukku. perempuan seperti apa yang bisa menarik hatinya. Bukan hanya perasaanku. aku lebih sering memakai rok sekarang. “Maha Suci Allah. tapi semua yang aku punya untuk mencintai Kak Alfath. Kini aku tau.. Apa yang harus kulakukan agar Kak Alfath bisa sedikit membuka hatinya untukku? Kurang lebih beberapa hari ini aku mencari tau informasi tentang Kak Alfath melalui teman-teman seangkatannya. cinta pertama yang kualami terasa menyesakkan. Ini sms yang aku kirimkan. itu sangat menyedihkan. sepertinya begitu. hamba tidak bisa berhenti memikirkan Kak Alfath.” Tidak bisa memiliki orang yang kusayang. amiinn. iv . sungguh sampai detik ini.” tanpa kusadari air mata jatuh tepat dimukena putih yang aku kenakan.. aku menangis dalam keheningan malam-malamku. Engkau yang tau perasaan hamba. “Apa hamba salah jika hamba mengharapkan Kak Alfath mempunyai perasaan yang sama? Apa hamba terlalu egois jika hamba berpikir seperti itu? Tunjukan jalanmu Ya Allah. Apa aku jatuh cinta? Ntahlah. tapi kalau dipikir dengan akal sehat. terlebih lagi ini cinta pertamaku. bahkan sangat jauh dari itu. semua orang tau aku bukan perempuan yang bisa dikatakan feminim.” Didalam bait doaku. Kembali aku berdoa pada shalat tahajud yang aku lakukan. Ini pertama kali aku merasakan hal aneh seumur hidupku... memang bagus merubah diri menjadi yang lebih baik.masuk kedalam hati Kak Alfath. Malam ini aku memberanikan diri untuk menanyakan suatu pada Kak Alfath melalui sms yang aku kirimkan padanya. karna kodrat seorang perempuan harus seperti itu. semuanya terasa sakit. tentu hamba hanya ingin selalu melihat Kak Alfath dalam keadaan yang baik. aku juga bukan perempuan yang suka berlama-lama berbasa-basi. aku selalu melampirkan nama Kak Alfath. Aku memulai dengan merubah penampilanku menjadi lebih feminim. berikanlah yang terbaik untuknya. Dadaku terasa sesak bila terus-terusan sepeti ini. perasaanku akhir-akhir ini gelisah tidak melihat Kak Alfath. Semakin hari aku semakin tersiksa dengan perasaan ini.

Air mataku sekejap bercucuran menolak kenyataan ini. dengan tidur aku bisa melupakan smuanya. Ya Allah kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan. sembari membuka sms itu.“Engkaulah tempat terbaik untuk mengadu. karna mataku sedikit terjanggal. semuanya… Paginya aku kembali terbangun.. Azzna bodoh. jadi aku tidak takut lagi memulainya dari nol. air mata. dikampung. dan kuliahku juga harus terhenti. Dengan perasaaan kacau aku menunggu balasan dari Kak Alfath. tapi inilah tujuan utamaku. efek dari tangisan semalam. Sepenuhnya hamba titipkan cintaku pada-Mu. Getar Hpku menghentikan segala pertanyaan aneh yang meraung-raung meminta jawaban diotakku. tapi rasa nyeri yang tidak terkendali. mataku terlihat sangat sembab. hanya Engkau penenang hati dan jiwaku saat ini. aku tidak mau mendengar pernyataan selanjutnya yang akan Kak Alfath ucapkan. atas dasar keridhoanmu. “Iya. aku mendapati kabar bahwa ayahku harus berpindah kerja di Jambi. Bismillah…. aku dan keluargaku terpaksa ikut pindah. apa kakak udah punya pacar?”. iv . Seketika aku merasa bodoh menan yakan hal itu. kali ini bukan lagi sakit yang aku rasa. Apa aku menyesal bertanya seperti ini? Kenapa aku harus menanyakan hal ini? Kenapa Kak Alfath tidak mengerti perasaanku? Kenapa semuanya tidak berpihak padaku? Berbagai kata „kenapa‟ memenuhi otakku kini.” Degggg…. apa kamu siap dengan jawaban Kak Alfath nantinya? Bagaimana kalau jawabannya hanya membuat kamu semakin sakit? Apa yang akan kamu lakukan? Menangis dan terus-terusan mengadu pada Sang pemberi hidup? Bisikku pada diriku sendiri. kakak sudah punya pacar dik. Tiba saatnya aku memanjatkan doa seusai shalat. tepat setengah empat pagi aku mengambil air wudhu.“Kak. hamba mencintai Kak Alfath sebesar yang Engkau ketahui. Shalat tahajudku kali ini terasa berbeda. karena ayah akan menetap kerja di Jambi. hamba bisa mencintainya seperti ini. sakit hati. aku merasa berdosa telah menyukai dan berharap pada orang yang notabene sudah menjadi pacar perempuan lain. yahh. Sms ini tidak aku lanjutkan. Aku hanya ingin tidur.. lindungilah Kak Alfath…” Satu minggu setelah itu. mungkin aku memang harus memulainya dikota lain.

Mobil avanza berwarna silver milik Om‟ku sudah datang. mungkin ini kali pertama aku menyebut nama kakak. . jaga dirimu baik-baik. “Hati-hati Na. Pelukan hangat dari Airin membuatku tenang. “Sakit ya Na. melainkan sakit hatiku. „Muhamamad Aqil Al Fatih‟. Airin teman dekatku dikampus kerumah.” Balasku dengan tetap terlihat cool. Airin pasti sudah bertemu dengan Kak Alfath dan memberikan suratku. meski aku tau yang Airin maksud memang bukan fisikku..Masih ada waktu untuk aku menulis surat untuk Kak Alfath. perasaan yang mungkin orang biasa menyebutnya dengan cinta. Sekarang aku sudah berada dipersimpangan Bontang.” “Aku baik.? pada saat itulah aku merasakan perasaan itu. dan aku tidak pernah berharap menjadi yang terakhir kalinya. makanya selalu doakan aku supaya selalu baik agar kita bisa bertemu lagi esok. Tepat setengah delapan Aku dan keluargaku berangkat. karna bahkan aku tidak tau bisa bertemu kakak lagi atau tidak. walaupun hal itu dirasa sulit. Sampai akhirnya aku tau sudah iv . .... makin jelek tau. aku bisa menyebutkan nama kakak dengan lengkap.” ucap Airin padaku dengan mata berkaca-kaca. jangan nangis ach. Kakak tentu ingat pertama kali aku meminta izin ingin memanggil kakak „bintang‟. aku cukup senang bisa mengenal kakak. ia menemuiku mengucapkan salam perpisahan sebelum ia pergi kuliah. seperti halnya seorang sahabat.“Iya Rin. karna aku berkeinginan suatu saat nanti tepat dihadapan kakak.. Tidak lupa aku menitipkan suratku itu pada Airin.” Kataku dengan sedikit menahan tangis. karna hanya dia yang pertama kali kuingat sebelum perpindahanku. tidak ada sedikitpun penyesalan yang aku rasa. “Assalamualaikum Kak Alfath… Memory otakku seolah tidak berhenti memutar setiap kenangan tentang Kak Alfath sewaktu aku menulis surat ini. Paginya pukul tujuh... Airin yang mengerti benar bagaimana awal cerita aku membenci hingga menyukai Kak Alfath sekaligus sahabat terbaik yang aku miliki. Om‟ku yang akan mengantarkan aku dan keluargaku menuju bandara Balikpapan.

” “Tapi…. aku melangkahkan kakiku perlahan. assalamualaikum Dengan suara yang . demi tiap tetes air mataku..” “Aku mohon.” pinta Airin. “Azzna. „Airin‟. “Hanya kali ini. aku sampai diKampus. Aku hanya ingin melupakan hal yang bisa aku lupakan dan tidak ingin memaksakan diri untuk melupakan hal yang sulit untuk lupakan. mengikhlaskan sesuatu yang belum berpihak padaku. Satu detik dimana aku rasa. dan itu kakak.. Sumpah. Setelah setengah jam perjalanan.. hidup itu pilihan. Kak Aqil ingin terdengar terdesa-desa. berubah menjadi yang lebih baik. Jangan timbulkan pertanyaan knapa aku menyukai kakak. Terimakasih dan maaf. terlihat Airin menghampiriku. yaitu kalau aku iri dengan perempuan yang sudah memiliki hati kakak. aku berat menerima kenyataan itu. Banyak orang disana. malaikat yang sedikit banyak sudah mengajarkan arti kedewasaan. Tapi ada hal yang paling rendah dan berdosa. aku yakin keluargamu akan mengerti.” Dering HP menghentikan lamunanku. ada apa dia meneleponku. .. aku bisa memilih melupakan kakak atau tidak sama sekali.. dan duaduanya tetap ada resiko. Aku sadar. Wassalam… .” kemudian Airin terdiam.. Jantungku berdegup kencang sekali. aku hanya tau sebuah rasa yang tulus ialah seonggok rasa yang tidak beralasan. . kenyataan yang menghancurkan hati dan jiwaku. menemuimu.. Didepan salah satu ruangan. karna tadi Airin sempat sms menyuruhku langsung ke Kampus. “Hallo.” ucapku.. aku tidak akan pernah mengetahui alasan knapa aku menyukai kakak.” Lima menit lamanya aku berhasil membujuk orang tua dan Om‟ku.ada perempuan beruntung yang memiliki kakak. . Kakak sepeti malaikat untukku. iv . dan semuanya. aku mohon sekarang kamu putar balik.Azzna. sama seperti cinta. “Walaikumsalam. aku telah benar-benar mencintai kakak. karna sampai nafasku berhenti berhembus.

tapi serasa berhenti melihat laki-laki yang sekarang sudah berada didepanku. wajahnya terlihat aneh. apa kakak kedinginan? Udara sangat panas diluar. “Setelah membaca suratmu. mencoba merasakan hembusan nafasnya.. motor yang dipakai Kak Aqil oleng dan smuanya terjadi. kakak juga cerita kalau kakak suka sekali dengan jus jeruk. . *THE END *… iv .. . dia hanya ingin mendengar smuanya langsung dari kamu. Kak Aqil bilang. lalu kenapa air yang menempel dibibir kakak bewarna merah? Itu seperti bukan warna jus jeruk. dan memejamkan mataku. dan bukannya kakak pernah cerita kalau kakak sangat menyukai warna coklat? Kakak bilang hampir semua barang-barang yang kakak punya bewarna coklat. Kak Aqil sudah berusaha mengejarmu Jan. . Semuanya terlambat sebelum dibawa ke Rumah Sakit.‟ aku seperti mendengar sayup-sayup suara Airin. “Kak Alfath. Kali ini tangisku benar-benar pecah.” Ucap Airin dengan sedikit terisak.. Kak Alfath pergi untuk selamanya...” Aku berusaha sedikit mendekatkan telingaku pada hidung mancung Kak Alfath. jantungku tidak lagi berdegup kencang.. “Kakak juga berbohong hari ini. knapa kakak menahan nafas seperti ini? Tolong jawab kak. “Kak. Aku memang sudah sepenuhnya menitipkan cintaku Pada-Nya.” Kataku sambil menahan tangis.Langkah kakiku membuat orang-orang disana beralih melihat kearahku. tapi knapa sekarang kakak memakai selimut putih ini?” ucapku. dan beberapa isakan tangis orangorang disekitarku. tapi takdir berkata lain. Aku melihat seorang laki-laki terbaring lemah ditengah-tengah rerumunan orang yang sekarang melihat kearahku. „Sabar Na.. „Kak Alfath‟. Aku mendekati laki-laki itu. bahkan kakak bilang selalu menolak jika diberi minuman selain jus jeruk. .

iv .