ANALISIS UNSUR INTRINSIK

ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET

MAKALAH

Oleh : 1. Nurul Ristiana 2. Roudhotul Ulumiyah 3. Umi Syafa’atun Khasanah

iv

S.Pd Oleh : 1. Jama’ah.YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU” KARYA SEPTHI PERMENDKARET MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Guru Bidang Studi : H. Nurul Ristiana iv .

Mudirut Madrasah Pembimbing Drs. Roudhotul Ulumiyah 3.Sumberrejo. Umi Syafa’atun Khasanah YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO – BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 LEMBAR PENGESAHAN Makalah ini telah disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Pd iv . JAMA’AH. S. MUSTAM.Pd H.2. S. Talun.Mei 2013 Mengetahui. ….Bojonegoro. pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : Yayasan Pondok Pesantren At Tanwir Madrasah Aliyah Islamiyah Talun.

yang telah membimbing pemakalah agar dapatmengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. Pemakalah mengucapkan banyak terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ust. H. Bojonegoro. Suatu hal yang yang tidak dapat dipungkiri sekarang bahwa setiap orang ketika di hadapkan dalam suatu permasalahan dan terkadang sulit mencari pemecahan masasalahnya. kami sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan. yaitu yang berjudul . Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi kita semua. disini pemakalah mencoba untuk menganalisis makna kehidupan melalui makalah yang kami buat ini. 20 Mei 2013 Penyusun iv .KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas berkat dan rahmat-nya. yang pada akhirnya kita akan bias mengoreksi diri dan bias membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Untuk dapat memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen dan mengartikan makna dalam cerpen tersebut. Analisis Unsur Intrinsik Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret..Pd. mengartikan. serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin dalam penyusunan makalah ini ada suatu kesalahan kami mohon kritik dan saran dari pembaca. semoga pemakalah dapat memahami. S. menelaah. sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah. Jama’ah.

.......... Latar/ setting Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret............................................................................................. Batasan Masalah ............................ 5 B..................................................................... Tujuan Pembahasan .......................... iv BAB I PENDAHULUAN ............... Identifikasi Masalah ........................ i HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................................................................................................................................ Kajian Pustaka . Penokohan Cerpen “Kutitipkan Cintaku Padamu” Karya Septhi Permendkaret.................................................................................................................................................................................................................... 7 C........................................................... 2 F................... Rumusan Masalah ..................... 2 E........................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................ 11 A. 2 BAB II PEMBAHASAN .......... 1 A...................................... .................................................................................................................................. iii DAFTAR ISI ................................. 1 D................................................. 11 DAFTAR PUSTAKA ................................ 13 iv ....................................... ii KATA PENGANTAR ................................................... 1 C.................................................................................. 5 A........................... 9 BAB III PENUTUP .................................................................. Saran ............... Latar Belakang ..................................................................................................... Amanat Cerpen “Perempuan Dalam Baju Zirah” Karya Trudonahu Abdurrahman Raffles........................................................................................ 1 B.. 11 B...................................................... Kesimpulan ............................................................................

Lengkapnya „Azzatul Khusna‟. Dan semenjak itu ada kebencian yang tertanam dihatiku. tidak bisa disebut mendekatinya juga. Semua berawal dari PROSPEK. Mahasiswa lain biasa memanggilnya „Aqil‟. dan aku merasa ada yang aneh denganku. hari ketiga. Kebiasaanku mengganti nama orang memang sudah melekat kuat pada diriku. very noisy…!!!‟ hanya kata itu yang aku ucapkan dalam hati. wajahnya terlihat sangat kalem dan religius. Jadi mau tidak mau aku harus mengikuti “Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus” (PROSPEK). Diam-diam aku suka memperhatikan seniorku itu. Oh iya. paling tidak iv . bahkan dengan berbagai alasan aku mendekatinya. Tapi lupakan dulu gambaran dari panitia yang aku ceritakan tadi. nama yang diambil dari nama depan dan akhiran. karna aku juga tidak sempat mengukur berapa derajat kepalaku berbelok. begitulah orang-orang mendeskripsikannya. karna aku juga bukan type-kal cewe yang selalu menomor satukan fisikly. hari kedua. namaku „Azzna‟. Setelah aku membelokkan kepalaku kurang lebih berbelok 90 derajat. dari prospek hari pertama. karna aku hanya ingin melihatnya lebih dekat. Aku hanya kurang suka dengan sikapnya itu. Waktu itu tepat seorang panitia prospek berteriak nyaring disampingku. Seorang laki-laki bertubuh tidak terlalu tinggi. Kebetulan aku mahasiswa baru disalah satu Universitas Islam di kota Sangatta Kaltim. kira-kira segitulah. dia termasuk laki-laki yang berkulit putih bersih.KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU Cerpen Karya: Septhi Permendtkaret Muhammad Aqil Al Fatih… Itu nama salah satu mahasiswa sekaligus seniorku. aku lebih senang memanggilnya „Alfath‟. berhidung mancung dan kalau aku bandingkan dengan laki-laki kebanyakan. tapi tidak denganku. „Owh My God. Waktu terus berjalan. aku tidak suka ada orang yang berteriak didekatku.

Dia berdiri tidak jauh dari tong sampah berukuran sedang. Dan bukan lagi seperti gadogado yang bercampur aduk. es batu yang teraduk dalam satu tempat. seorang dosen memberikan materi terakhirnya. Tapi sepertinya hanya aku yang aneh. senang.. just it. aku hanya ingin melihat kakak senior. tapi aacchhh.dari jarak yang tidak lebih dari satu meter. aku tidak peduli. Banyak panitia yang baik hati memberikan tanda tangannya tanpa si mahasiswa harus bersusah payah menuruti satu persatu perintah dari panitia. Itu dia namanya. Nama yang indah seperti keindahan yang terpancar dari wajahnya. aku dan mahasiswa lainnya. aku langsung mendekati rerumunan mahasiswa yang sedang asik meminta tanda tangan dari seorang panitia. aku masih tetap berdiri tegap disana. dua kali aku mondar-mandir memungut kertas/ plastic yang tidak terpakai. Pukul dua siang. detik yang memporak-porandakan otak dan hatiku.. aku terpekik pelan. mengagumi ciptaan Allah dengan jantung yang terus berdetak kencang. „sampah‟. memandangnya dengan kekaguman yang luar biasa.. termasuk aku) harus meminta tanda tangan panitia-panitia prospek. sekaligus prospek terakhir yang kami ikuti. aku terlalu senang dengan detik ini. Dan otomatis. …) aku menarik pelan nafasku dan mulai mencari inspirasi untuk iv . Dan kini bukan satu meter lagi jarak aku dengan panitia itu. aku melihat dia bertanda tangan atas nama „Muhammad Aqil Al Fatih‟.. sedih bercampur seperti gado-gado yang tidak enak dibenakku. tetapi otakku terhenti saat aku menyadari „Muhammad Aqil Al Fatih‟ berdiri disamping kursi yang sedang kududuki. setelah mendapat tanda tangannya. yahh hanya itu yang bisa aku jadikan alasan. aku melihatnya. air. Kak Alfath‟. Tiba waktunya para mahasiswa baru (peserta prospek. melainkan seperti tomat yang diblender. Prospek hari ke‟empat. (huuuhhhh.. sekarang aku tau siapa namanya. Alhamdulillah. aku sibuk mencari dimana keberadaan salah satu panitia disana. Aku mendengarkan dengan seksama. aku tidak mau melewatkan kesempatan itu. Aku bisa melihat jelas wajahnya. „Astaga. berkolaborasi dengan gula. jelas memang aku seperti orang yang kurang kerjaan. dia berada tepat dihadapanku. „Thanks God‟..

Panjang ceritanya aku bisa dapat nomor HP Kak Alfath. obrolanku juga agak menjurus kearah rayuan. aku akan beri salah satu rayuan terbaikku itu. masih melalui sms. seusai prospek aku sudah ber‟sms‟an dengannya. kalau boleh jujur. seorang laki-laki bertubuh besar yang duduk didepanku berbaik hati mengambil pulpen itu untukku. aku boleh panggil kakak bintang?”. jadi malamnya diadakan acara „malam penutupan prospek‟. “Ehm. (Ohh inspirasi. aku bukan orang yang gengsi untuk merayu lawan jenisku...memunculkan ide-ide konyol sesion 2. aku suka mata kakak. tetap dengan berbagai alasan konyol. kalaupun tidak sengaja aku bertemu dengannya. tidak setiap saat aku bisa bertemu dengannya. datanglah. meski ada dia. Kampus mengadakan kemah mahasiswa disebuah pedesaan selama empat hari. bertujuan agar Kak Alfath bersedia mengambilkan untukku. Ntah apanya yang salah. tidak ada tegur sapa sama sekali. nakal atau sebagainya. sangat menyenangkan. Kak Alfath seperti robot. aku semakin menambah pengalaman dan wawasanku.) Aku menjatuhkan pulpenku. Terlebih lagi dengan adanya Kak Alfath. „makasih‟. indah.. yang seperti aku bilang tadi. dan sial. yang aku tau sekarang. yang intinya. Berbaur dengan warga sekitar. . aku tidak peduli. itu yang aku ucapkan pada laki-laki itu dengan imbuhan senyum kecut yang sok‟ manis. tidak asik. aku mulai tidak canggung lagi. tanganku yang terlalu berdosa atau memang pulpenku yang sedang tidak mood bekerjasama denganku. selain ide sampah kemarin. pulpen itu tidak bisa diajak kolaborasi dengan baik. Alhasil... datanglah. Berhubung hari terakhir prospek. dia orang yang cukup pendiam. sikap Kak Alfath yang seperti itu tidak lantas mematahkan semangatku.. tapi bukan berarti kami jadi dekat. Lambat laun. gimana iv . Kami memang ber‟sms‟an. bersinar. Pulpen itu meluncur dengan tidak terkontrol. Kalau tidak percaya. Tapi tenang saudara-saudara. ada satu hal yang aku suka dari kakak. jelas yang aku maksud disini bukan rayuan seperti perempuan genit.. atau memang karna aku yang belum mengenalnya lebih dekat. kaku seperti robot.. Selama kemah mahasiswa itu.

dan itu membuat hatiku tidak tenang. Dia terlihat lebih menyenangkan bila seperti ini. And all my love I‟m holding on forever Reaching for the love that seem So far. „kemah mahasiswapun hanya bisa dikenang. kebencian yang pernah tertanam pada diri hamba kepada Kak Alfath sudah tidak ada dihati hamba.. Ya Rob. Seusai shalat maghrib. Aku terus memikirkannya. nama Kak Alfath sungguh semakin melekat dihati ini. aku tidak tau itu harapan atau hanya sekedar formalitas saja. So i say a little prayer Andhope my dream will take me There Where the skies are blue To see you once again my love Oversees from coast to coast To find the place i love the most Where the fields are green To see you once again my love Lirik lagu favoritku „westlife-my love‟ persis menggambarkan perasaanku saat ini.. kebencian itu lantas menjadi jembatan untuk hamba iv . “Ya Allah. Kak Alfath juga mulai tidak canggung membalas kata-kataku. dengan berbagai pertanyaan yang bertujuan memancing sang idolapun kukerahkan satu persatu. hingga aku tau banyak tentang Kak Alfath. minuman favoritnya sampai hal terkecil aku berusaha untuk mengetahuinya. Empat hari berlalu.menurut kalian? Bukan seperti perempuan genit yang berusaha menggoda lawan jenisnya kan? Dari situ Kak Alfath mulai merespon. Akhirnya aku kembali dirumah. Aku masih bingung dengan perasaanku kepada Kak Alfath. aku menengadahkan tanganku pada-Nya. dari makanan favorit.. kami bisa lebih saling mengenal satu sama lain.

Engkau yang tau perasaan hamba. semua orang tau aku bukan perempuan yang bisa dikatakan feminim. bahkan sangat jauh dari itu. aku juga bukan perempuan yang suka berlama-lama berbasa-basi. aku menangis dalam keheningan malam-malamku. cinta pertama yang kualami terasa menyesakkan. aku lebih sering memakai rok sekarang. tapi kalau dipikir dengan akal sehat. terlebih lagi ini cinta pertamaku. Aku memulai dengan merubah penampilanku menjadi lebih feminim. itu sangat menyedihkan. karna kodrat seorang perempuan harus seperti itu. iv .. hamba tidak bisa berhenti memikirkan Kak Alfath. Semakin hari aku semakin tersiksa dengan perasaan ini. amiinn. “Apa hamba salah jika hamba mengharapkan Kak Alfath mempunyai perasaan yang sama? Apa hamba terlalu egois jika hamba berpikir seperti itu? Tunjukan jalanmu Ya Allah. Ini pertama kali aku merasakan hal aneh seumur hidupku. Bukan hanya perasaanku. Dadaku terasa sesak bila terus-terusan sepeti ini. Apa yang harus kulakukan agar Kak Alfath bisa sedikit membuka hatinya untukku? Kurang lebih beberapa hari ini aku mencari tau informasi tentang Kak Alfath melalui teman-teman seangkatannya.masuk kedalam hati Kak Alfath. walaupun itu tidak nyaman untukku. berikanlah yang terbaik untuknya. Malam ini aku memberanikan diri untuk menanyakan suatu pada Kak Alfath melalui sms yang aku kirimkan padanya.” tanpa kusadari air mata jatuh tepat dimukena putih yang aku kenakan. Ini sms yang aku kirimkan.” Didalam bait doaku... sungguh sampai detik ini. aku selalu melampirkan nama Kak Alfath. Apa aku jatuh cinta? Ntahlah. “Maha Suci Allah.. Kini aku tau. tentu hamba hanya ingin selalu melihat Kak Alfath dalam keadaan yang baik.” Tidak bisa memiliki orang yang kusayang. perasaanku akhir-akhir ini gelisah tidak melihat Kak Alfath. Kembali aku berdoa pada shalat tahajud yang aku lakukan. sepertinya begitu. semuanya terasa sakit. perempuan seperti apa yang bisa menarik hatinya. tapi semua yang aku punya untuk mencintai Kak Alfath. memang bagus merubah diri menjadi yang lebih baik.

apa kakak udah punya pacar?”. karna mataku sedikit terjanggal. karena ayah akan menetap kerja di Jambi. Tiba saatnya aku memanjatkan doa seusai shalat. aku tidak mau mendengar pernyataan selanjutnya yang akan Kak Alfath ucapkan. dikampung. Azzna bodoh. hamba mencintai Kak Alfath sebesar yang Engkau ketahui. mataku terlihat sangat sembab. efek dari tangisan semalam.“Kak. Dengan perasaaan kacau aku menunggu balasan dari Kak Alfath. aku mendapati kabar bahwa ayahku harus berpindah kerja di Jambi. Shalat tahajudku kali ini terasa berbeda. aku dan keluargaku terpaksa ikut pindah. yahh. tapi inilah tujuan utamaku.“Engkaulah tempat terbaik untuk mengadu. tapi rasa nyeri yang tidak terkendali. Bismillah…. dengan tidur aku bisa melupakan smuanya.” Degggg…. hanya Engkau penenang hati dan jiwaku saat ini. mungkin aku memang harus memulainya dikota lain. Seketika aku merasa bodoh menan yakan hal itu. air mata. tepat setengah empat pagi aku mengambil air wudhu. kali ini bukan lagi sakit yang aku rasa. iv . semuanya… Paginya aku kembali terbangun. sakit hati. Sms ini tidak aku lanjutkan. Air mataku sekejap bercucuran menolak kenyataan ini. dan kuliahku juga harus terhenti. kakak sudah punya pacar dik. “Iya. Getar Hpku menghentikan segala pertanyaan aneh yang meraung-raung meminta jawaban diotakku. atas dasar keridhoanmu. Apa aku menyesal bertanya seperti ini? Kenapa aku harus menanyakan hal ini? Kenapa Kak Alfath tidak mengerti perasaanku? Kenapa semuanya tidak berpihak padaku? Berbagai kata „kenapa‟ memenuhi otakku kini. Aku hanya ingin tidur. lindungilah Kak Alfath…” Satu minggu setelah itu. aku merasa berdosa telah menyukai dan berharap pada orang yang notabene sudah menjadi pacar perempuan lain. apa kamu siap dengan jawaban Kak Alfath nantinya? Bagaimana kalau jawabannya hanya membuat kamu semakin sakit? Apa yang akan kamu lakukan? Menangis dan terus-terusan mengadu pada Sang pemberi hidup? Bisikku pada diriku sendiri.. hamba bisa mencintainya seperti ini. Sepenuhnya hamba titipkan cintaku pada-Mu. Ya Allah kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan.. sembari membuka sms itu. jadi aku tidak takut lagi memulainya dari nol.

Mobil avanza berwarna silver milik Om‟ku sudah datang.” “Aku baik.. „Muhamamad Aqil Al Fatih‟.“Iya Rin. “Assalamualaikum Kak Alfath… Memory otakku seolah tidak berhenti memutar setiap kenangan tentang Kak Alfath sewaktu aku menulis surat ini. seperti halnya seorang sahabat.? pada saat itulah aku merasakan perasaan itu. melainkan sakit hatiku.” Balasku dengan tetap terlihat cool. aku bisa menyebutkan nama kakak dengan lengkap. Airin pasti sudah bertemu dengan Kak Alfath dan memberikan suratku. karna aku berkeinginan suatu saat nanti tepat dihadapan kakak. Tidak lupa aku menitipkan suratku itu pada Airin. mungkin ini kali pertama aku menyebut nama kakak. karna hanya dia yang pertama kali kuingat sebelum perpindahanku. . “Hati-hati Na. Om‟ku yang akan mengantarkan aku dan keluargaku menuju bandara Balikpapan. Paginya pukul tujuh. walaupun hal itu dirasa sulit. Tepat setengah delapan Aku dan keluargaku berangkat.. Airin teman dekatku dikampus kerumah. makanya selalu doakan aku supaya selalu baik agar kita bisa bertemu lagi esok. perasaan yang mungkin orang biasa menyebutnya dengan cinta. Sampai akhirnya aku tau sudah iv ..... aku cukup senang bisa mengenal kakak. ia menemuiku mengucapkan salam perpisahan sebelum ia pergi kuliah. meski aku tau yang Airin maksud memang bukan fisikku. karna bahkan aku tidak tau bisa bertemu kakak lagi atau tidak. makin jelek tau.” Kataku dengan sedikit menahan tangis. Airin yang mengerti benar bagaimana awal cerita aku membenci hingga menyukai Kak Alfath sekaligus sahabat terbaik yang aku miliki.Masih ada waktu untuk aku menulis surat untuk Kak Alfath.. “Sakit ya Na. tidak ada sedikitpun penyesalan yang aku rasa. dan aku tidak pernah berharap menjadi yang terakhir kalinya. Pelukan hangat dari Airin membuatku tenang. jangan nangis ach. . Kakak tentu ingat pertama kali aku meminta izin ingin memanggil kakak „bintang‟. Sekarang aku sudah berada dipersimpangan Bontang. jaga dirimu baik-baik.” ucap Airin padaku dengan mata berkaca-kaca.

aku melangkahkan kakiku perlahan. aku yakin keluargamu akan mengerti. Kakak sepeti malaikat untukku. . Aku hanya ingin melupakan hal yang bisa aku lupakan dan tidak ingin memaksakan diri untuk melupakan hal yang sulit untuk lupakan. assalamualaikum Dengan suara yang . Sumpah.Azzna. dan duaduanya tetap ada resiko. sama seperti cinta. “Hanya kali ini. berubah menjadi yang lebih baik. Wassalam… . “Walaikumsalam. karna sampai nafasku berhenti berhembus.” Lima menit lamanya aku berhasil membujuk orang tua dan Om‟ku. Setelah setengah jam perjalanan.. Aku sadar.” “Tapi…. kenyataan yang menghancurkan hati dan jiwaku.. mengikhlaskan sesuatu yang belum berpihak padaku. aku telah benar-benar mencintai kakak.. hidup itu pilihan. Jantungku berdegup kencang sekali.” Dering HP menghentikan lamunanku. Terimakasih dan maaf.” “Aku mohon. . menemuimu. karna tadi Airin sempat sms menyuruhku langsung ke Kampus. . malaikat yang sedikit banyak sudah mengajarkan arti kedewasaan. terlihat Airin menghampiriku. aku bisa memilih melupakan kakak atau tidak sama sekali. Kak Aqil ingin terdengar terdesa-desa.. „Airin‟.. Satu detik dimana aku rasa.” kemudian Airin terdiam. “Azzna.” ucapku. Jangan timbulkan pertanyaan knapa aku menyukai kakak.ada perempuan beruntung yang memiliki kakak. aku mohon sekarang kamu putar balik. Didepan salah satu ruangan. yaitu kalau aku iri dengan perempuan yang sudah memiliki hati kakak.. iv . dan itu kakak.. ada apa dia meneleponku. Tapi ada hal yang paling rendah dan berdosa. Banyak orang disana. dan semuanya.” pinta Airin. aku tidak akan pernah mengetahui alasan knapa aku menyukai kakak. aku hanya tau sebuah rasa yang tulus ialah seonggok rasa yang tidak beralasan.. demi tiap tetes air mataku. aku berat menerima kenyataan itu. aku sampai diKampus. “Hallo.

tapi knapa sekarang kakak memakai selimut putih ini?” ucapku. “Setelah membaca suratmu.. . knapa kakak menahan nafas seperti ini? Tolong jawab kak.. . dan bukannya kakak pernah cerita kalau kakak sangat menyukai warna coklat? Kakak bilang hampir semua barang-barang yang kakak punya bewarna coklat.‟ aku seperti mendengar sayup-sayup suara Airin. dan beberapa isakan tangis orangorang disekitarku...Langkah kakiku membuat orang-orang disana beralih melihat kearahku.” Aku berusaha sedikit mendekatkan telingaku pada hidung mancung Kak Alfath. tapi serasa berhenti melihat laki-laki yang sekarang sudah berada didepanku. bahkan kakak bilang selalu menolak jika diberi minuman selain jus jeruk. tapi takdir berkata lain. “Kakak juga berbohong hari ini. Kak Aqil sudah berusaha mengejarmu Jan.. Semuanya terlambat sebelum dibawa ke Rumah Sakit. „Kak Alfath‟. “Kak Alfath. lalu kenapa air yang menempel dibibir kakak bewarna merah? Itu seperti bukan warna jus jeruk. *THE END *… iv .. dan memejamkan mataku. jantungku tidak lagi berdegup kencang. . Aku melihat seorang laki-laki terbaring lemah ditengah-tengah rerumunan orang yang sekarang melihat kearahku. “Kak. mencoba merasakan hembusan nafasnya. „Sabar Na.” Kataku sambil menahan tangis. dia hanya ingin mendengar smuanya langsung dari kamu. apa kakak kedinginan? Udara sangat panas diluar.” Ucap Airin dengan sedikit terisak. Kali ini tangisku benar-benar pecah. Aku memang sudah sepenuhnya menitipkan cintaku Pada-Nya. wajahnya terlihat aneh. Kak Alfath pergi untuk selamanya. Aku mendekati laki-laki itu. Kak Aqil bilang. . kakak juga cerita kalau kakak suka sekali dengan jus jeruk. motor yang dipakai Kak Aqil oleng dan smuanya terjadi..

iv .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful