P. 1
Kurikulum Pembelajaran

Kurikulum Pembelajaran

|Views: 26|Likes:

More info:

Published by: Abahvsan Toedjoehpoeloehdoea on Jul 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP

)

OLEH : KELOMPOK 11 MAYA ASIH R. MIRA HUMAIRA N. NURMALASARI RIRIN KHOERUNNISA YANA SUPRIYATNA

PENGERTIAN
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

(PP No. 19 th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan)

2

KTSP
merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional dan tuntutan global.

3

LANDASAN
1.

UU No. 20/2003 pasal 38 (2): Sistem Pendidikan Nasional. “ Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah ”.
4

19/2005 Pasal 16 (1) Nasional PP No. Standar PP No.2. 19/2005 Pasal 16 (1) “ Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP “. 19/2005 Pasal 17 (2) Pendidikan a) PP No. 5 .

dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. 6 . MA. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. SMA. 19/2005 Pasal 17 (2) “ Sekolah dan komite sekolah. SMP. dan MAK “. MTs. dan SMK. atau madrasah dan komite madrasah.b) PP No. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.

.

.

Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP KTSP dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL .

kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan Lingkungannya 2 Beragam dan Terpadu 3 Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan .Ada 7 Prinsip Pengembangan KTSP 1 Berpusat pada potensi. perkembangan.

4 Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan 5 Menyeluruh dan Berkesimbungan 6 Belajar Sepanjang Hayat 7 Seimbang antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah .

Peningkatan potensi.Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik . kecerdasan. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia 2.

3. 4. 5. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja .

Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi.6. dan seni 7. Agama 8. Dinamika perkembangan global .

12. . 11.9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan jender Karakteristik satuan pendidikan 10.

.

 Secara umum: Memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonom) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif .

Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. dengan mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai .

• VISI DAN MISI • TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN STRUKTUR DAN MUATAN KTSP KALENDER PENDIDIKAN .

.Berisi “STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT SEKOLAH” yang disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.

meliputi:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan belajar  Kenaikan kelas dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan hidup  Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global .Muatan KTSP.

disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. .

Kelebihan dan kekurangan Kurikulum-kurikulum yang berlaku di Indonesia .

SMP-17 bidang studi dan SMA jurusan B-19 bidang studi . Sekolah mengharuskan menyempurnakan kurikulum 1947 agar lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa Indonesia. 3. Berikut ini ciri-ciri Kurikulum 1947 : 1. 2. menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah. sifat kurikulum Separated Subject Curriculum (1946-1947).Kurikulum 1947 Kurikulum yang pertama kali diberlakukan di sekolah Indonesia pada awal kemerdekaan ialah kurikulum 1947 yang dimaksudkan untuk melayani kepentingan bangsa Indonesia. 4 tahun 1950 merumuskan pula tujuan kurikulum menurut jenjang pendidikan. Penerbitan UU No. jumlah mata pelajaran : Sekolah Rakyat (SR) – 16 bidang studi.

KEKURANGAN  KELEBIHAN  Kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini .

SMA jurusan A-18 bidang studi. Pengorganisasian mata pelajaran secara korelasional itu berangsur-angsur mengarah kepada pendekatan pelajaran yang sudah terpisahpisah berdasarkan disiplin ilmu pada sekolah-sekolah yang lebih tinggi.Kurikulum 1968 ditandai dengan pendekatan peng-organisasian materi pelajaran dengan pengelompokan suatu pelajaran yang berbeda. Berikut ciri-ciri kurikulum 1968 : 1. yaitu mata pelajaran yang satu dikorelasikan dengan mata pelajaran yang lain. yang dilakukan secara korelasional (correlated subject curriculum). . Muatan materi masing-masing mata pelajaran masih bersifat teoritis dan belum terikat erat dengan keadaan nyata dalam lingkungan sekitar. 2. walaupun batas demokrasi antar mata pelajaran masih terlihat jelas. SMP-18 bidang studi (Bahasa Indonesia dibedakan atas Bahasa Indonesia I dan II). sifat kurikulum correlated subject. jumlah mata pelajaran SD-10 bidang studi.

KEKURANGAN  KELEBIHAN  Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kurikulum 1968 ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. dan keyakinan beragama. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. kuat. moral. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. dan sehat jasmani. budi pekerti. .

Metode penyampaian satun bahasa ini disebut prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).Kurikulum 1975 Di dalam kurikulum 1975. sedangkan pada setiap pokok bahasan diberikan tujuan instruksional umum yang dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai satuan bahasan yang memiliki tujuan instruksional khusus. . Melalui PPSI ini dibuat satuan pelajaran yang berupa rencana pelajaran setiap satuan bahasan. pada setiap bidang studi dicantumkan tujuan kurikulum. guru harus berusaha agar tujuan instruksional khusus dapat dicapai oleh peserta didik. setelah mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu disajikan oleh guru. Dalam proses pembelajaran.

Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. 4. . dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Berorientasi pada tujuan 2. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsangjawab) dan latihan (drill). 3.Ciri-ciri kurikulum 1975: 1. 5.

. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuantujuan yang lebih integratif.KEKURANGAN  KELEBIHAN  Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.

Kurikulum 1984 Kurikulum 1984 pada hakikatnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Asumsi yang mendasari penyempurnaan kurikulum 1975 ini adalah bahwa kurikulum merupakan wadah atau tempat proses belajar mengajar berlangsung yang secara dinamis. . perlu senantiasa dinilai dan dikembangkan secara terus menerus sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat.

dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. . baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti.Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. baik dalam ranah kognitif. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran. afektif. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. 3. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. 6. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. 5. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. semikonkret. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. semiabstrak. intelektual. 2. Keterampilan proses adalah pendekatan belajar mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. maupun psikomotor. Berorientasi kepada tujuan instruksional. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. 4. mental.

maupun psikomotor.KEKURANGAN  KELEBIHAN 1. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). baik dalam ranah kognitif. intelektual. . dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. afektif. Berorientasi kepada tujuan instruksional. 2. Dalam kurikulum 1984 ini menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. mental.

harapan itu sepertinya tidak terwujud sebagaimana diperlihatkan oleh sedemikian banyak dan gencarnya keluhan pengelola pendidikan mengenai berbagai kelemahan dan kekurangan kurikulum 1994. maka diharapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembatani semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia pendidikan di sekolah.Kurikulum 1994 Dengan mendasarkan kepada seluruh proses penyusunan kurikulum pada ketentuan-ketentuan yuridis dan akademis di atas. . Namun.

Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) 4. .kurikulum 1994 adalah sebagai berikut : 1. Sifat kurikulum objective based curriculum.dan SMA diganti SMU (Sekolah Menengah Umum) 7. guru menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. bahwa adanya target kurikulum telah menjadi salah satu factor pemicu untuk penggantian kurikulum baru. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan 3. dari guru murid. maka mereka akan menjadi bosan dan kegiatan belajar mengajar menjadi menyebalkan. penetapan target kurikulum 1994 dinilai dan dikecam berbagai pihak antara lain sebagai dosa teramat besar dari departemen pendidikan dan kebudayaan yang mengakibatkan kemerosotan kualitas pendidikan secara berkesinambungan tanpa henti . Kurikulum yang padat juga melanggengkan konsep pengajaran satu arah. Penjurusan di SMU dilakukan di kelas II. karena apabila murid diberikan kebebasan mengajukan pendapat. Kurikulum 1994 bersifat populis. 2. sehingga sangat membebani siswa yang berpengaruh pada merosotnya semangat belajar siswa. f) penjurusan dibagi atas tiga jurusan. sehingga mutu pendidikan pun semakin terpuruk. dan Bahasa. sehingga target kurikulum sulit untuk tercapai. maka diperlukan banyak waktu. baik secara mental. Kurikulum 1994 yang padat dengan beban yang telah menghambat diberlakukannya paradigma baru pendidikan dari siswa kepada guru. fisik. Dalam pelaksanaan kegiatan. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. IPS. dan sosial 6. Akibatnya adalah siswa enggan belajar lama di sekolah. Nama SMP dan SLTP kejuruan diganti menjadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama). yaitu jurusan IPA. 8. yang menuntut banyak waktu untuk menyampaikan pandangan dalam rangka pengelolaan pendidikan. Jika sejak awal siswa dicemaskan dengan mata pelajaran yang menjadi momok di sekolah. 5. Selain itu. SMK memperkenalkan program pendidikan sistem ganda (PSG) Aspek yang dikedepankan dalam kurikulum 1994 ialah terlalu padat.

sehingga target kurikulum sulit untuk tercapai. dari guru murid. Kurikulum yang padat juga melanggengkan konsep pengajaran satu arah. karena apabila murid diberikan kebebasan mengajukan pendapat. maka diperlukan banyak waktu.KEKURANGAN  KELEBIHAN   Kurikulum 1994 bersifat populis. IPS. yaitu jurusan IPA. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia.  Sifat kurikulum objective based curriculum Penjurusan di SMU dilakukan di kelas II penjurusan dibagi atas tiga jurusan. dan Bahasa. .

Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan yang nantinya mampu berkompetisi di tingkat global.Implikasi pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian .

Belajar menyenangkan itulah sebenarnya konsep pendidikan yang dapat membawa peserta didik (siswa) untuk menguasai kompetensi akademik. pada hakikatnya adalah adanya komunikasi dua arah yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi interaktif dan menyenangkan. kegiatan belajar mengajar. baik bagi siswa maupun bagi guru. Harapan-harapan inilah yang seharusnya diakomodasi di dalam penyusunan kurikulum. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. dan kompetensi kepribadian. kompetensi sosial. Kurikulum Berbasis Kompetensi Harapan masyarakat terhadap kurikulum pendidikan di Indonesia. penilaian. KBK merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang hanya berlaku sampai tahun 2006 di sekolah-sekolah pada dasarnya adalah merupakan gagasan dari Kurikulum Berbasis Kemampuan Dasar (KBKD) yang memfokuskan pada wujud pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik. .

Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar . Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Inti dari KBK adalah terletak pada empat aspek utama. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. 2. yaitu : 1) kurikulum dan hasil belajar. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. 5. dan 4) evaluasi dengan penilaian berbasis kelas. 2) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. Sumber belajar bukan hanya guru. 4. 3) kegiatan belajar mengajar. 3. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

2002a). . Struktur kompetensi dasar KBK ini dirinci dalam komponen aspek. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran. kelas dan semester. Sumber belajar bukan hanya guru. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.(Puskur.    Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.KEKURANGAN  KELEBIHAN    Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Struktur kompetensi dalam KBK dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa. disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

sedangkan KTSP merupakan kurikulum operasional yang . Pengembangan kurikulum sebelum KTSP dilakukan secara terpusat (sentralistik). Salah satu perbedaan KTSP dibandingkan dengan kurikulum yang pernah berlaku sebelumnya di Indonesia adalah terletak pada sistem pengembangannya.Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang berlaku dewasa ini di Indonesia. Kurikulum ini lahir seiring dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP diberlakukan mulai tahun ajaran 2006/2007 yang menggantikan kurikulum 2004 (KBK).

Secara substantive. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. pemberlakuan kurikulum 2006 merupakan implementasi regulasi yang telah dikeluarkan yaitu PP no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. . Akan tetapi. struktur dan muatan kurikulum. dan silabus. kalender pendidikan. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paketpaket kompetensi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter.

. kepala sekolah. Mendorong para guru.KEKURANGAN  KELEBIHAN     1. 3. 4.     1. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru. 4. 2. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan 2. 5. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP. 3. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%. penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->