P. 1
askep TYPUS ABDOMENALIS

askep TYPUS ABDOMENALIS

|Views: 48|Likes:
Published by Kharisma Amsirahk
tipus abdomina
tipus abdomina

More info:

Published by: Kharisma Amsirahk on Jul 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

ASKEP TIPHUS ABDOMINALIS

Ditulis pada Maret 27, 2008 oleh Maria melisa valentino
Pengertian Typhus Abdominalis adalah : a.Penyakit infeksi akut usus halus (Juwono Rachmat, 1996).

b.Penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran. (Suriadi, Yuliani Rita, 2001).

c.Penyakit infeksi yang disebabkan oleh salmonella typhi atau salmonella paratyphi A, B, atau C. Penyakit ini mempunyai tanda-tanda khas berupa perjalanan yang cepat yang berlangsung lebih kurang 3 minggu disertai dengan demam, toksemia, gejala-gejala perut, pembesaran limpa dan erupsi kulit (Soedarto, 1996). 2.Etiologi Salmonella typhosa, basil gram negatif yang bergerak dengan rambut getar dan tidak berspora (Suriadi, Yuliani Rita, 2001).

Sacharin.Anatomi fisiologi saluran cerna a. menelan. Glandula salivarius mensekresikan saliva via duktus ke dalam mulut. lidah membentuk bagian terbesar dari dasar mulut. Set pertama adalah gigi primer atau susu yang bersifat sementara dan tumbuh melalui gusi selama satu tahun pertama dan kedua. lambung dan usus sampai anus. atapnya adalah palatum yang memisahkannya dari hidung dan bagian atas dari faring. Dalam rongga mulut terdapat : a)Lidah Lidah menempati kavum oris dan melekat secara langsung pada epiglotis dalam laring. Glandulla diinervasi baik oleh saraf parasimpatis dan simpatis (Rosa M. Terdapat tiga pasang glandula salivarius (parotid.3. mandibular dan sublingual). salivasi. b)Gigi Manusia dilengkapi dengan dua set gigi yang tampak pada masa kehidupan yang berbeda-beda. Dinding dari cavum oris mempunyai struktur yang melayani fungsi mastikasi. kecap dan bercakap. 1993). Mulut dibatasi pada kedua sisi pipi yang dibentuk oleh muskulis businatorius. Set kedua atau set permanen menggantikan gigi primer dan ini mulai tumbuh . 1)Mulut Mulut merupakan bagian pertama dari saluran pencernaan.Anatomi Saluran gastrointestinal adalah jalur (panjang totalnya 23 sampai 26 kaki) yang berjalan dari mulut melalui esofagus.

3)Lambung Lambung ditempatkan di bagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Terdapat 20 gigi susu dan 32 gigi permanen (Rosa M. tepat di bawah diafragma kiri. 1993). fundus. 2001). 4)Usus halus Adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. Lambung dapat dibagi dalam empat bagian anatomis : kardia (jalan masuk). 2001). Selang yang dapat mengempis ini. Kapasitas lambung adalah antara 30 dan 35 ml saat lahir dan meningkat sampai sekitar 75 ml pada kehidupan minggu kedua. 2)Esofagus Terletak di mediastinum rongga torakal. sementara kapasitas lambung rata-rata orang dewasa adalah 1000 ml (Rosa M. Sacharin. Otot halus sirkuler di dinding pilorus membentuk sfingter piloris dan mengontrol lubang diantara lambung dan usus halus (Smeltzer Suzanne C. panjangnya kira-kira 25 cm (10 inci). menjadi distensi bila makanan melewatinya (Smeltzer Suzanne C. Sacharin.pada sekitar umur 6 tahun. korpus dan pilorus (outler). anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. 1993). Bagian ini . yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. Pada akhir bulan pertama ini sekitar 10 ml.

yang berakhir sebagai aktivitas refleks. Menelan mulai sebagai aktifitas volunter yang di atur oleh pusat menelan di medulla oblongata dari sistem saraf pusat. bagian tengah disebut yeyunum dan bagian bawah disebut ileum. b. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak di bagian bawah kanan duodenum ini disebut sekum Pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. mengakibatkan bolus makanan berjalan ke dalam esofagus atas. Jalan keluar anal di atur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. yang berfungsi untuk mengontrol pasase isi usus ke dalam usus besar dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. Terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. Rektum berlanjut pada anus. otot halus di dinding esofagus berkontraksi dalam urutan irama dari esofagus ke arah . Saliva adalah sekresi pertama yang kontak dengan makanan. Bagian ujung dari usus besar terdiri dari dua bagian kolon sigmoid dan rektum. Menelan. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri.Fisiologi Proses pencernaan mulai dengan aktivitas mengunyah. Saat makanan ditelan. epiglotis bergerak menutup lubang trakea dan karenanya mencegah aspirasi makanan ke dalam paru-paru. dimana makanan dipecah ke dalam partikel kecil yang dapat ditelan dan dicampur dengan enzim pencernaan. dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. Usus halus dibagi 3 bagian anatomik : bagian atas disebut duodenum.membalik dan melipat diri yang memungkinkan kira-kira 7000 cm area permukaan untuk sekresi dan absorbsi.

hepar dan kelenjar di dinding usus itu sendiri. 2001). Proses pencernaan berlanjut ke duodenum. Lambung dapat menghasilkan sekresi kira-kira 2. Lambung mensekresi cairan yang sangat asam dalam berespon atau sebagai antisipasi terhadap pencernaan makanan. sfingter esofagus bawah rileks dan memungkinkan bolus makanan masuk lambung. Fungsi sekresi asam ini dua kali lipat : 1)Untuk memecah makanan menjadi komponen yang lebih dapat diabsorbsi. Faktor instrinsik juga disekresi oleh mukosa gaster. Kontraksi peristaltik di dalam lambung mendorong isi lambungnya ke arah pilorus. 2)Untuk membantu destruksi kebanyakan bakteri pencernaan. sfingter esofagus menutup dengan rapat untuk mencegah refluks isi lambung ke dalam esofagus. Karena partikel makanan besar tidak dapat melewati sfingter pilorus. Makanan tetap berada di lambung selama waktu yang bervariasi. Akhirnya. Cairan ini yang dapat mempunyai pH serendah 1. partikel ini diaduk kembali ke korpus lambung. komposisi makanan dan faktor lain. Karakteristik utama dari sekresi ini adalah kandungan enzim pencernaan yang tinggi. dari setengah jam sampai beberapa jam tergantung pada ukuran partikel makanan. sekresi di dalam duodenum datang dari pankreas. Sekresi pankreas mempunyai pH alkalin karena . memperoleh keasamannya dari asam hidroklorida yang disekresikan oleh kelenjar lambung.lambung untuk mendorong bolus makanan sepanjang saluran. 4 L/hari. Sekresi lambung juga mengandung enzim pepsin yang penting untuk memulai pencernaan protein. Peristaltik di dalam lambung dan kontraksi sfingter pilorus memungkinkan makanan dicerna sebagian untuk masuk ke usus halus (Smeltzer Suzanne C. Selama proses peristaltik esofagus ini.

termasuk tripsin. neuroregulator dan regulator lokal ditemukan di dalam sekresi usus. Pankreas juga mensekresi enzim pencernaan. yang membantu dalam pencernaan protein. materi sisa residu melewati ileum terminalis dan dengan perlahan melewati bagian proksimal kolon melalui katup ileusekal. Transport lambat ini memungkinkan reabsorbsi efisien . 2)Peristaltik usus mendorong isi usus halus tersebut ke arah kolon. hormon. Karbohidrat dipecahkan menjadi disakarida dan monosakarida. Ini menetralisir asam yang memasuki duodenum dari lambung. Dalam 4 jam setelah makan. Protein dipecahkan menjadi asam amino dan peptida. Populasi bakteri adalah komponen utama dari isi usus besar. Aktivitas peristaltik yang lemah menggerakkan isi kolonik dengan perlahan sepanjang saluran. yang menyelimuti sel-sel dan melindungi mukosa dari serangan oleh asam hidroklorida.konsentrasi bikarbonatnya yang tinggi. Bakteri membantu menyelesaikan pemecahan materi sisa dan garam empedu. elektrolit dan enzim. Ada 2 tipe kontraksi yang terjadi secara teratur di usus halus : 1)Kontraksi segmental yang menghasilkan campuran gelombang yang menggerakkan isi usus ke belakang dan ke depan dalam gerakan mengaduk. berfungsi mengontrol laju sekresi usus dan mempengaruhi motilitas gastrointestinal. Lemak dicerna diemulsifikasi menjadi monogliserida dan asam lemak. empedu 0. amilase yang membantu dalam pencernaan zat pati dan lipase yang membantu dalam pencernaan lemak. Hormon. Sekresi kelenjar usus terdiri daru mukus. Sekresi usus total kira-kira getah pankreas 1 L/hari. Empedu (disekresi oleh hepar dan disimpan di dalam kandung empedu) membantu mengemulsi lemak yang dicerna.5 L/hari dan kelenjar usus halus 3 L/hari.

ke jaringan limfoid dan berkembang biak menyerang vili usus halus kemudian kuman masuk ke peredarahan darah (bakterimia primer).Proses ini terjadi dalam masa tunas dan akan berakhir saat sel-sel retikula endotelial melepaskan kuman ke dalam peredaran darah dan menimbulkan bakterimia untuk kedua kalinya. biasanya dalam kira-kira 12 jam sebanyak seperempat dari materi sisa makanan mungkin tetap berada direktum 3 hari setelah makanan dicerna. b. .Kuman masuk melalui mulut. 4. usus dan kandung empedu. Selanjutnya kuman masuk ke beberapa jaringan organ tubuh. dan mencapai sel-sel retikula endotelial. hati.terhadap air dan elektrolit. faeces terdiri dari bahan makanan yang tidak tercerna. Distensi rektum secara relatif menimbulkan kontraksi otot-ototnya dan merilekskan sfinger anal internal yang biasanya tertutup. tetapi frekuensi bervariasi diantara individu.Patofisiologi a. Materi sisa dari makanan akhirnya mencapai dan mengembangkan anus. materi anorganik. terutama limpa. Rata-rata frekuensi defekasi pada manusia adalah sekali sehari. sebagian kuman akan dimusnahkan dalam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus (terutama di ileum bagian distal). sfringter eksternal di bawah kontrol sadar dari kortektes serebral. limpa dan organ-organ lainnnya. 2001). air dan bakteri. Bahan kekal kira-kira 75 % materi cair dan 25 materi padat (Smeltzer Suzanne C. Sfingter internal dikontrol oleh sistem saraf otonom.

nafsu makan kurang. bersifat febris remitten dan suhu tidak tinggi sekali. kelenjar-kelenjar mesentrial dan limpa membesar. Yuliani Rita. Minggu kedua terjadi nekrosis dan pada minggu ketiga terjadi ulserasi plaks peyer.Gambaran klinik Gambaran klinik demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan daripada orang dewasa. Masa tunas : 10 – 20 hari. Menyusul gambaran klinik yang biasa ditemukan ialah : a. d. sedangkan jika melalui minuman yang terlama 30 hari.c. pusing dan tidak bersemangat. Ini terjadi pada kelenjar limfoid usus halus. Ulkus dapat menyebabkan perdarahan. Selain itu hepar. 2001). Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal. lesu. suhu tubuh berangsurangsur naik setiap hari.Demam Pada kasus yang khas demam berlangsung 3 minggu. yaitu perasaan tidak enak badan. terjadi hyperplasia plaks player. yang tersingkat 4 hari jika infeksi terjadi melalui makanan.Gejala demam disebabkan oleh endotoksin sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus halus (Suriadi. nyeri kepala.Pada minggu pertama sakit. Selama minggu pertama. Bagan/skema patofisiologi 5. Dalam minggu kedua pasien terus berada dalam . bahkan sampai perforasi usus. biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Pada minggu keempat terjadi penyembuhan ulkus yang dapat menimbulkan sikatrik.

Biasanya sering terjadi konstipasi tetapi juga dapat diare atau normal.Gangguan pada saluran pencernaan Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap. yaitu bintik kemerahan karena emboli basil dalam kapiler kulit. akan tetapi berlangsung ringan dan lebih singkat.Gangguan kesadaran Umumnya kesadaran pasien menurun walaupun tidak berapa dalam. Menurut teori relaps terjadi karena terdapatnya basil dalam organ-organ yang tidak dapat dimusnahkan baik oleh obat maupun oleh . ujung dan tepinya kemerahan. yang daapt ditemukan pada minggu pertama demam. Kadang ditemukan bradikardia dan epistaksis pada anak besar (Ngastiyah . yaitu apatis sampai somnolen. Terjadi pada minggu kedua setelah suhu badan normal kembali. Di samping itu gejala tersebut mungkin terdapat gejala lain yaitu pada punggung dan anggota gerak dapat ditemukan roseola. Pada abdomen dapat ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). bibir kering dan pecah-pecah (ragaden). jarang disertai tremor. Lidah tertutup selaput putih kotor (coated tongue). b.keadaan demam.Relaps Relaps ialah berulangnya gejala penyakit tifus abdominalis.1997). Hati dan limpa membesar disertai nyeri pada perabaan. c. pada minggu ketiga suhu berangsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga. 6.

1997). 8. c. bila sedikit. aneosinofilia.1997). Perforasi usus.Pemeriksaan Diagnostik a. maka pasien dinyatakan betul-betul sembuh. b. ditemukan gejala abdomen akut yaitu nyeri perut yang hebat dinding abdomen tegang dan nyeri tekan (Ngastiyah . trombositopenia.Komplikasi Pada usus halus : a. timbul biasanya pada minggu ketiga atau setelahnya dan terjadi pada bagian distal ileum. b. hanya ditemukan jika dilakukan pemeriksaan tinja dengan benzidin. 7. terjadi invasi basil bersamaan dengan pembentukan jaringan fibrosis (Ngastiyah . jika perdarahan banyak terjadi metena. Mungkin terjadi pada waktu penyembuhan tukak. Perdarahan usus. Jika pada pemeriksaan selama dua kali berturut-turut tidak didapatkan basil salmonella typhosa pada urine dan tinja. d. c. Pemeriksaan daerah tepi : leukopenia. Peritonitis. Pemeriksaan sumsum tulang : menunjukkan gambaran hiperaktif sumsum tulang. Biakan empedu : terdapat basil salmonella typhopsa pada urine dan tinja. Pemeriksaan widal : didapatkan titer terhadap antigen 0 adalah 1/200 atau lebih sedangkan titer terhadap antigen H walaupun tinggi akan tetapi tidak bermakna untuk menengakkan diagnosis karena titer H dapat tetap tinggi . anemia.zat anti.

Yuliani Rita. anoreksia dan lain-lain.4 % rata-rata 5. Bila terjadi demam hidrasi dan asidosis diberikan cairan secara intravena dan sebagainya. mengingat sakit yang lama. kemudian boleh duduk. d.7 % (Juwono Rachmat.6 % dan pada orang dewasa 7. derajat kekebalan tubuh. 2001). Angka kematian pada anak-anak 2. 10. e. 1997).Prognosis Prognosis demam tifoid tergantung dari umur. Bahan makanan tidak boleh mengandung banyak serat. Jika tidak panas lagi boleh berdiri kemudian berjalan di ruangan.Bila terdapat komplikasi. keadaan umum. lemah.Perawatan yang baik untuk menghindari komplikasi.Isolasi pasien.Obat pilihan adalah kloramfenikal dosis tinggi yaitu 100 mg / kg BB/hari (maksimum 2 gram perhari) diberikan 4x sehari peroral atau intravena.Istirahat selama demam sampai 2 minggu setelah suhu normal kembali (istirahat total). b. tidak merangsang dan tidak menimbulkan gas.setelah dilakukan imunisasi atau bila penderita telah lama sembuh. 9. . kalori dan tinggi protein. c. f. (Ngastiyah.Diet makanan yang mengandung cukup cairan. 1996). terapi disesuaikan dengan penyakitnya. jumlah dan virulensi salmonella. (Suriadi. serta cepat dan tepatnya pengobatan.Penatalaksanaan a. desinfeksi pakaian dan ekskreta.

. 2001). abdomen. tidak nafsu makan. perencanaan. melaksanakan dan mengevaluasi keberhasilan efektif akan masalah yang akan diatasinya. Pada pengkajian penderita dengan kasus typhus abdominalis yang perlu dikaji : a. Proses keperawatan terdiri dari tahap pengkajian. nyeri kepala. dkk 2001). Diagnosa Keperawatan a. lidah kotor. 1. membuat perencanaan untuk mengatasi.Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Menurut Yura (1983) proses keperawatan adalah tindakan yang berurutan dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah pasien. pengkajian fisik dan tes diagnostik untuk mengidentifikasi dan mengatasi diagnosa keperawatan dan medis klien. (Monica Ester.Kaji adanya gejala dan tanda meningkatnya suhu tubuh terutama pada malam hari. pelaksanaan dan evaluasi.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak ada nafsu makan. epistaksis. mual dan kembung. penurunan kesadaran (Suriadi. rektum dan anus pasien. Tujuan tindakan ini untuk mengumpulkan riwayat.Riwayat keperawatan b.Pengkajian Pengkajian sistem gastrointestinal meliputi riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik komprehensif dimulai dari rongga mulut.

Intervensi : 5)Nilai status nutrisi anak. 6)Izinkan anak untuk makanan yang dapat ditoleransi anak. dkk. dan mencegah masalah keperawatan klien. Tujuan : .Perencanaan Keperawatan Setelah merumuskan diagnosis keperawatan. 7)Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi. maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi. d. e. 2.Hipertemi berhubungan dengan proses infeksi (Suriadi.Meningkatkan kebutuhan nutrisi dan cairan. c. rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat. 10)Pertahankan kebersihan mulut anak.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak ada nafsu makan. mual dan kembung. 8)Anjurkan kepada orang tua untuk memberikan makanan dengan teknik porsi kecil tetapi sering. menghilangkan.Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan kesadaran. 11)Jelaskan pentingnya intake nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan .b. a.Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan istirahat total.Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan kurangnya intake cairan dan peningkatan suhu tubuh. 2001). 9)Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama dan dengan skala yang sama.

Mencegah kurangnya volume cairan.penyakit. 2)Monitor tanda-tanda meningkatnya kekurangan cairan : turgor tidak elastis. produksi urine menurun. Tujuan : . Tujuan : . 3)Hindari aktivitas yang berlebihan. 4)Monitor dan catat berat badan pada waktu yang sama dan dengan skala yang sama. 12)Kolaborasi untuk pemberian makanan melalui parenteral.Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan kesadaran. membran mukosa kering. bibir pecah-pecah. 6)Kurangi kehilangan cairan yang tidak terlihat (insensible water loss/IWL) dengan memberikan kompres dingin atau dengan tepid sponge. . Intervensi : 1)Observasi tanda-tanda vital (suhu tubuh ) paling sedikit setiap empat jam. Intervensi : 1)Kaji status neurologis 2)Istirahkan anak hingga suhu dan tanda-tanda vital stabil. 7)Berikan antibiotik sesuai program. ubun-ubun cekung. Jika pemberian makann melalui oral tidak memenuhi kebutuhan gizi anak b. c.Mempertahankan fungsi persepsi sensori.Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan kurangnya intake cairan dan peningkatan suhu tubuh. 3)Observasi dan catat intake dan output dan mempertahankan intake dan output yang adekuat. 4)Pantau tanda-tanda vital. 5)Monitor pemberian cairan intravena melalui intravena setiap jam.

Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan istirahat total. 2)Observasi suhu. Beberapa petunjuk pada implementasi adalah sebagai berikut : a.d. tekanan darah.Keamanan fisik dan psikologis dilindungi. Tujuan : .Intervensi dilaksanakan sesuai dengan rencana setelah dilakukan validasi. . intelektual. 3. c. nadi. 2001). e. 2)Jelaskan kepada anak dan keluarga aktivitas yang dapat dan tidak dapat dilakukan hingga demam berangsur-angsur turun . teknikal dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat.Mempertahankan suhu dalam batas normal. b. Intervensi : 1)Kaji aktivitas yang dapat dilakukan anak sesuai dengan tugas perkembangan anak. (Suriadi dkk. pernafasan.Keterampilan interpersonal. 4)Libatkan peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anak. Tujuan : . Pelaksanaan / Implementasi Implementasi adalah pelaksanaan perencanaan keperawatan oleh perawat dan klien.Kebutuhan perawatan diri terpenuhi. 3)Bantu memenuhi kebutuhan dasar anak.Hipertemi berhubungan dengan proses infeksi. Intervensi : 1)Kaji pengetahuan klien dan keluarga tentang hipertermia.

Anak dapat melakukan aktifitas sesuai dengan kondisi fisik dan tingkat perkembangan anak.d.Evaluasi Keperawatan. (Suriadi. (Keliat. b. d.Anak tidak menunjukkan tanda – tanda penurunan kesadaran yang lebih lanjut. intervensi ) harus dievaluasi. .Anak menunjukkan tanda – tanda kebutuhan nutrisi terpenuhi. 1999).Anak akan menunjukkan tanda – tanda vital dalam batas normal. dkk 1999).Dokumentasi intervensi dan respons klien.Anak menunjukkan tanda – tanda terpenuhinya kebutuhan cairan. 4. c. Hasil yang diharapkan pada tahap evaluasi adalah : a. Semua tahap proses keperawatan (diagnosa. Evaluasi adalah bagian terakhir dari proses keperawatan. tujuan. e. Anna Budi.

Penyakit – Penyakit Infeksi Umum. Balai Penerbit FKUI. 10. CV. EGC. Jakarta. 11.Ester. 2002. Jilid I. Perawatan Anak Sakit.Sumber: 1. Edisi 2 EGC. Monica.Soedarto. Jakarta. Edisi 2.Tambayong. EGC. 4.Ngastiyah. Prinsip Keperawatan Pediatrik. Jakarta. 1996. 2. Jakarta. Jakarta. 1996.Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia. 1996. Patologi Gastroenterologi. Edisi I. . Pendekatan Sistem Gastrointestinal. Sacharin. 6. 1997. Jakarta. 7. 8. Keperawatan Medikal Bedah . 9.Suriadi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Widya Medika. Jakarta. Gani W.Engel. 5. Infomedika. Jakarta. 1994. EGC. 1985. Widya Medika. M. 1999. Pengkajian Pediatrik. Jakarta. B. Jakarta. EGC.Tambunan.Rosa. D. 2000. dkk. R. Jakarta.Prabu. Ilmu Kesehatan Anak. 1993. Jilid I. Penyakit – Penyakit Infeksi di Indonesia.Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 3. EGC. Jan. Sagung. 2001. Joyce. Patofisiologi Untuk Keperawatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->