HAKIKAT MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PI SD

Posted on Maret 27, 2010 by arifinmuslim
1. I. HAKEKAT MATEMATIKA. A. Pengertian Matematika

Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani, mathein dan mathenem yang berarti mempelajari. Kata matematika diduga erat hubungannya dengan kata sansekerta, medha atau widya yang artinya kepandaian, ketahuan atau intelegensi. (Nasution, 1980: 2). Kata matematika berasal daru perkataan latin matematika yang mulanya diambil dari perkataan yunani mathematike yang berarti mempelajari. Perkataan itu mempunyai asal katanya mathema yang berarti pengetahuan dan ilmu (knowledge, science). Kata matheimatike berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama, yaitu matheinatau mathenein yang artinya belajar (berpikir). Pendefinisian matematika sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat, namun demikian dapat dikenal melalui karakteristiknya. Sedangkan karakteristik matematika dapat dipahami melalui hakekat matematika. Hudoyo (1979:96) mengemukakan bahwa hakikat matematika berkenan dengan ide-ide, strukturstruktur dan hubungan-hubungannya yang diatur menurut urutan yang logis. Jadi matematika berkenaan dengan konsep-konsep yang abstrak. Selanjutnya dikemukakan bahwa apabila matematika dipandang sebagai struktur dari hubungan-hubungan maka simbol- simbol formal diperlukan untuk membantu memanipulasi aturan-aturan yang beroperasi di dalam struktur- struktur. Sedang Soedjadi (1985:13) berpendapat bahwa simbol-simbol di dalam matematika umumnya masih kosong dari arti sehingga dapat diberi arti sesuai dengan lingkup semestanya.
B. Definisi para ahli mengenai Matematika

Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani, mathein dan mathenem yang berarti mempelajari. Kata matematika diduga erat hubungannya dengan kata sansekerta, medha atau widya yang artinya

kepandaian, ketahuan atau intelegensi. (Nasution, 1980: 2). Berikut ini beberapa definisi tentang matematika. Matematika itu terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksiomaaksioma dan dalil-dalil yang dibuktikan kebenarannya, sehingga matematika disebut ilmu deduktif (Russefendi, 1989: 23). Matematika merupakan pola berfikir, pola mengorganisasikan pembuktian logic, pengetahuan struktur yang terorganisasi memuat sifat-sifat, teori-teori di buat secara deduktif berdasarkan unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya. (Johnson dan Rising, 1972 dalam Rusefendi, 1988: 2). Matematika merupakan telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat. (Reys, 1984. Dalam Rusefendi, 1988: 2) Matematika bukan pengetahuan tersendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi beradanya karena untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi dan alam. (Kline, 1973, dalam Rusefendi, 1988:2). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada didalamnya. Ini berarti bahwa belajar matematika pada hakekatnya adalah belajar konsep, struktur konsep dan mencari hubungan antar konsep dan strukturnya. Ciri khas matematika yang deduktif aksiomatis ini harus diketahui oleh guru sehingga mereka dapat membelajarkan matematika dengan tepat, mulai dari konsep-konsep sederhana sampai yang kompleks.

Hakekat matematika http://techonly13.wordpress.com/2010/04/28/hakekat-matematika/

Untuk dapat memahami bagaimana hakikatnya matematika itu, kita dapat memperhatikan pengertian istilah

matematika dan beberapa deskripsi yang diuraikan para ahli berikut: Di antaranya, Romberg mengarahkan hasil penelaahannya tentang matematika kepada tiga sasaran utama. Pertama, para sosiolog, psikolog, pelaksana administrasi sekolah dan penyusun kurikulum memandang bahwa matematika merupakan ilmu statis dengan disipilin yang ketat. Kedua, selama kurun waktu dua dekade terakhir ini, matematika dipandang sebagai suatu usaha atau kajian ulang terhadap matematika itu sendiri. Kajian tersebut berkaitan dengan apa matematika itu? bagaimana cara kerja para matematikawan? dan bagaimana mempopulerkan matematika? Selain itu, matematika juga dipandang sebagai suatu bahasa, struktur logika, batang tubuh dari bilangan dan ruang, rangkaian metode untuk menarik kesimpulan, esensi ilmu terhadap dunia fisik, dan sebagai aktivitas intelektual. (Jackson, 1992:750). Ernest melihat matematika sebagai suatu konstruktivisme sosial yang memenuhi tiga premis sebagai berikut: i) The basis of mathematical knowledge is linguistic language, conventions and rules, and language is a social constructions; ii) Interpersonal social processes are required to turn an individual’s subjective mathematical knowledge, after publication, into accepted objective mathematical knowledge; and iii) Objectivity itself will be understood to be social. (Ernest, 1991:42). Selain Ernest, terdapat sejumlah tokoh yang memandang matematika sebagai suatu konstruktivisme sosial. Misalnya, Dienes mengatakan bahwa matematika adalah ilmu seni kreatif. Oleh karena itu, matematika harus dipelajari dan diajarkan sebagai ilmu seni. (Ruseffendi, 1988:160). Bourne juga memahami matematika sebagai konstruktivisme sosial dengan penekanannya pada knowing how, yaitu pebelajar dipandang sebagai makhluk yang aktif dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini berbeda dengan pengertian knowing that yang dianut oleh kaum absoluitis, di mana pebelajar dipandang sebagai mahluk yang pasif dan seenaknya dapat diisi informasi dari tindakan hingga tujuan. (Romberg, T.A. 1992: 752). Kitcher lebih memfokuskan perhatiannya kepada komponen dalam kegiatan matematika. (Jackson, 1992:753). Dia mengklaim bahwa matematika terdiri atas komponen-komponen: 1) bahasa (language) yang dijalankan oleh para matematikawan, 2) pernyataan (statements) yang digunakan oleh para matematikawan, 3) pertanyaan (questions) penting yang hingga saat ini belum terpecahkan, 4) alasan (reasonings) yang digunakan untuk menjelaskan pernyataan, dan 5) ide matematika itu sendiri. Bahkan secara lebih luas matematika dipandang sebagai the science of pattern.

Selanjutnya. pendapat para ahli mengenai matematika yang lain. Bahkan dia mengartikan matematika sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan. sure and certain. . tetapi yang ada hanya mempunyai representasi yang bermakna. the science of what is certain. Aristoteles mempunyai pendapat yang lain. Mathematics was the quadrivium. tetapi terpisah dari akal. Dia mengatakan bahwa “mathematics look like a plural as it still is in French Les Mathematiques . Plato berpendapat. Newman melihat tiga ciri utama matematika. bahwa matematika adalah identik dengan filsafat untuk ahli pikir.. dengan tokoh-tokoh utamanya Plato (427-347 SM) dan seorang muridnya Aristoteles (348-322 SM). Dari sisi abstraksi matematika. Di antaranya. . the sum of arithmetic. geometry astronomy and music. dan teologi. yaitu. Plato dapat disebut sebagai seorang rasionalis. Selain itu. The Ducth term was virtually coined by Simon (1548-1620): Wiskunde. walaupun mereka mengatakan bahwa matematika harus dipelajari untuk keperluan lain. 2) matematika berkembang dan digunakan lebih luas dari pada ilmu-ilmu lain. Ducth is the only one in which the term for mathematics is neither derived from nor resembles the internationally sanctioned Mathematica.Indeed. matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. Belajar aritmetika berpengaruh positif karena memaksa yang belajar untuk belajar bilangan-bilangan abstrak.Sejalan dengan kedua pandangan di atas. matematika. 1) matematika disajikan dalam pola yang lebih ketat. held in higher esteem than the (more trivial) trivium: grammar. knowledge. and kunde means.. Wis en zeker. Ia mengadakan perbedaan antara aritmetika (teori bilangan) dan logistik (teknik berhitung) yang diperlukan orang. is that which does not yield to any doubt. Objek matematika ada di dunia nyata. long ago it meant a plural: four arts (liberal ones worth being pursued by free men). Pengertian yang lebih plural tentang matematika dikemukakan oleh Freudental (1991:1). dan 3) matematika lebih terkonsentrasi pada konsep. Dengan demikian matematika ditingkatkan menjadi mental aktivitas mental abstrak pada objek-objek yang ada secara lahiriah. rhetoric and dialectic. Mereka mempunyai pendapat yang berlainan. Sujono (1988:5) mengemukakan beberapa pengertian matematika. yaitu pengetahuan yang diperoleh dari . Matematika didasarkan atas kenyataan yang dialami. Ia memandang matematika sebagai salah satu dari tiga dasar yang membagi ilmu pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan fisik. di antaranya telah muncul sejak kurang lebih 400 tahun sebelum masehi.As far as I am familiar with languages. 1992:755). theory. (Jackson. matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan.

Aristoteles dikenal sebagai seorang eksperimentalis. bahwa Matematika memiliki kepanjangan dalam 2 versi. seorang mungkin mengatakan adalah penelitian bilangan dan angka. hubungan antara bilangan. Matematika adalah tidak lebih dari sekedar ilmu dasar sains dan teknologi yang tentunya bukan merupakan singkatan. matematika didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan.org) Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Apa kepanjangan dari Matematika? Dalam benak saya. dan abstraksi. matematika disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar (hal ini sesuai dengan arti kata mathein pada matematika). Matematika merupakan kepanjangan dari MAkin TEkun MAkin Tidak KAbur. matematika disebut dengan ilmu pasti dan ilmu hitung. -1. 2002:723) Pernah dalam suatu diskusi ada pertanyaan “unik”.J. Pertama. medha atau widya yang memiliki arti kepandaian. Susento. Dalam pandangan formalis. Dalam bahasa Belanda. perubahan. Sebagian orang Indonesia memberikan plesetan menyebut matematika dengan “matimatian”. Matematika secara umum ditegaskan sebagai penelitian pola dari struktur.wikipedia.2. S. kurang. ketahuan. bahwa istilah matematika berasal dari kata Yunani. (Hasan Alwi. mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. 1996:20). dan ruang. 1. atau intelegensia. . kali dan bagi. . 2.. dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. karena sulitnya mempelajari matematika. melalui beberapa operasi dasar: tambah. (Moeharti Hadiwidjojo dalam F. pandangan lain tergambar dalam filosofi matematika.eksperimen. tak lebih resmi. Sedangkan matematika dalam sudut pandang Andi Hakim Nasution (1982:12) yang diuraikan dalam bukunya. menyebut matematika dengan ‘ilmu al-hisab yang berarti ilmu berhitung. & St.. observasi.. matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika. Kata ini memiliki hubungan yang erat dengan kata Sanskerta. 2007:5). akhirnya narasumber menjelaskan. masak ada kepanjangan Matematika. dan kedua adalah . (Abdusysyakir. selama ini yang diketahui kebanyakan orang. Setelah berpikir agak lama hampir mengalami kebuntuan dalam berpikir. Pada umumnya orang awam hanya akrab dengan satu cabang matematika elementer yang disebut aritmetika atau ilmu hitung yang secara informal dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang berbagai bilangan yang bisa langsung diperoleh dari bilanganbilangan bulat 0. Susilo. dst. Sedangkan orang Arab. Di Indonesia. (www.

Sebagai sebuah struktur. Karena hal tersebut maka semuanya akan menjadijelas dan tidak kabur. Matematika sebagai alat (tool). Dua kepanjangan tersebut tentunya sangat berlawanan. Berpijak pada uraian tersebut. Matematika sebagai struktur yang terorganisir.MAkin TEkun MAkin Tidak KAruan. ia terdiri atas beberapa komponen. Untuk kepanjangan pertama mungkin banyak kalangan yang mau menerima dan menyatakan setuju. memahami konsep hingga aplikasinya maka dipastikan mereka akan mampu memahami materi secara tuntas. Matematika merupakan pengetahuan yang memiliki pola pikir deduktif. menurut Sumardyono (2004:28) secara umum definisi matematika dapat dideskripsikan sebagai berikut. yang meliputi aksioma/postulat. pengertian pangkal/primitif. matematika merupakan suatu bangunan struktur yang terorganisir. di antaranya: 1. Matematika juga sering dipandang sebagai alat dalammencari solusi pelbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sebagai pola pikir deduktif. dan dalil/teorema (termasuk di dalamnya lemma (teorema pengantar/kecil) dan corolly/sifat). Agak berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. Berbeda dengan kepanjangan versi kedua. artinya suatu teori atau pernyataan dalam matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dibuktikan secara deduktif . Mungkin kondisi ini lebih cocok jika diterapkan kepada siswa yang kurang berminat dalam belajar matematika (bagi siswa yang memiliki keunggulan kecerdasan di bidang lainnya) sehingga dipaksa dengan model apapun kiranya agak sulit untuk dapat memahami materi matematika secara tuntas dan lebih baik mempelajari bidang ilmu lain yang dianggap lebih cocok untuk dirinya dan lebih mudah dalam pemahamannya. Karena siapa saja yang dalam kesehariannya rajin dan tekun dalam belajar matematika baik itu mengerjakan soal-soal latihan. 3. tidak dapat dibayangkan jika kita semakin tekun dan ulet belajar matematika malah menjadi tidak karuan alias amburadul. 2.

6. teratur. seperti matematika matematika memuat cara pembuktian yang sahih (valid). Matematika adalah pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan problem-problem numerik. Bahasa matematika adalah bahasa simbol yang bersifat artifisial.terutama bagi pihak yang masih merasa memiliki anggapan “sempit” mengenai matematika. Matematika sebagai cara bernalar (the way of thinking). Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan kesimpulan-kesimpulan. khususnya merupakan seni berpikir yang kreatif. Melihat beragamnya pendapat banyak tokoh di atas tentang matematika. paling tidak karena beberapa hal. Matematika dapat pula dipandang sebagai cara bernalar. Tambunan. benar-benar menunjukkan begitu luasnya objek kajian dalam matematika. Matematika adalah angka-angka dan perhitungan yang merupakan bagian dari hidup manusia. dan eksak. Ada yang berpendapat lain tentang matematika yakni pengetahuan mengenai kuantiti dan ruang. 1987:2-4) Berdasarkan pelbagai pendapat tentang definisi dan deskripsi matematika di atas. Matematika selalu memiliki hubungan dengan disiplin ilmu yang lain untuk pengembangan keilmuan. Matematika sebagai seni yang kreatif. (Sutrisman dan G. . Simbol merupakan ciri yang paling menonjol dalam matematika. maka matematika sering pula disebut sebagai seni. 4. Matematika sebagai bahasa artifisial. atau sifat penalaran matematika yang sistematis. rumus-rumus atau aturan yang umum. 5. yang baru memiliki arti bila dikenakan pada suatu konteks. salah satu cabang dari sekian banyak cabang ilmu yang sistematis. Matematika adalah queen of science (ratunya ilmu). Penalaran yang logis dan efisien serta perbendaharaan ide-ide dan pola-pola yang kreatif dan menakjubkan. serta membahas problem ruang dan waktu.(umum). Matematika membahas fakafakta dan hubungan-hubungannya. kiranya dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi kita seorang Muslim .

New York: A Project of American Educational Research Association.tentunya memiliki kontribusi yang besar untuk menyelenggarakan proses pembelajaran matematika secara lebih bermakna. [ahf] Daftar Pustaka Abdusysyakir. Susento (Ed. Bogor: Ernest. http://www. dan St. masyarakat. Handbook of Reseasrch on Curriculum. 2002. Yogyakarta: PenerbitanUniversitas Sanata Dharma. Bagi guru. Landasan Matematika. Lebih-lebih membawa dampak positif bagi umat Muslim.). 1982. 1992. Hasan Alwi. atau pihak lain. 1991. 1992. tidak lagi dipandang secara parsial oleh siswa. “Hubungan Antara Geometri Non-Euclides Klasik dan Dunia Nyata”. London: Bhratara Falmer. H. P. F. Kamus Besar Pustaka.). Problematic Features of the School Mathematics Curriculum. S. Philip (Ed.org.J. Melainkan mereka dapat memandang matematika secara “jujur” (baca: utuh) yang pada akhirnya dapat memacu dan berpartisipasi untuk membangun peradaban dunia demi kemajuan sains dan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi umat manusia. guru. Moeharti Hadiwidjojo. Bahasa Indonesia. 1996. sehingga dapat merasakan kembali bagaimana peradaban Islam dapat menjadi rahmatan lil ‘alamin.terutama di bidang sains dan teknologi. Romberg. Netherlands: Kluwer Academic Publishers.wikipedia. 2007. Dalam Percikan Matematika. New York: A Project of American Educational Research . Freudental. in J. matematika.A. Susilo.W. P. Revisiting Mathematics Education. The Philosophy of Methematics Education. dengan memahami hakikat definisi dan deskripsi matematika -sebagaimana tersebut di atas. Handbook of Research on Curriculum. diakses 14 Desember 2007. Ketika Kyai Mengajar Matematika. 1991. T. Malang: UIN-Malang Press Andi Hakim Nasution. Jakarta: Balai Jackson. Diharapkan. dkk.

Universitas Terbuka. Sedangkan karakteristik matematika dapat dipahami melalui hakekat matematika. Apakah Hakekat Matematika http://www. Tambunan. Pengajaran Matematika. Sumardyono. id=57:artpend&Itemid=80 ■ Tuesday. Sutrisman dan G.smansatase. Jakarta: Penerbit Karunika. Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Ruseffendi. Matematika timbul karena pikiran-pikiran manusia berhubungan dengan ide dan penalaran. Ideide yang dihasilkan oleh pikiran-pikiran manusia itu merupakan sistem-sistem yang bersifat untuk menggambarkan konsep-konsep abstrak.T. 2004. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. E. dimana masing-masing sistem bersifat deduktif sehingga . Pengajaran Matematika untuk Sekolah Menengah. Yogyakarta: Depdiknas. 1988. 06 July 2010 03:03 | Written by Nesha | " APAKAH HAKEKAT MATEMATIKA ? | | Irm = Cl* id/ index. Eko Purwanto 1. Hakekat Matematika Pendefinisian matematika sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat. namun demikian dapat dikenal melalui karakteristiknya. Sujono.php?option=com_content&view=article&id=72:hakmat&cat By.Association. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito. 1987.sch. 1988.

Soedjadi (2000: 1) mengemukakan bahwa ada beberapa definisi atau pengertian matematika berdasarkan sudut pandang pembuatnya. Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi. c. dapat diartikan sebagai kordinat titik. grafik. hal terpenting adalah bahwa ide harus dipahami sebelum ide itu sendiri disimbolkan. Sedang Soedjadi (1985:13) berpendapat bahwa simbol-simbol di dalam matematika umumnya masih kosong dari arti sehingga dapat diberi arti sesuai dengan lingkup semestanya. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisisr secara sistematik. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan. titik A (1. tabel. Matematika adalah ilmu universal yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.2). B(6. contohnya A(1. struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang diatur secara logik sehingga matematika itu berkaitan dengan konsep-konsep abstrak. b. 9) artinya titik B terletak pada perpotongan garis x = 6 dan y = 9. Sehubungan dengan hal di atas Hudoyo (1988:3) menyatakan matematika berkenaan dengan ide-ide (gagasan-gagasan). diagram.berlaku umum dalam menyelesaikan masalah.2) titik A terletak pada perpotongan garis x = 1 dan y = 2 titik B( 6. dan lain lain. Apabila konsep tersebut dipakai dalam geometri analitik bidang. memajukan daya pikir serta analisa manusia. persamaan dan lain . Peran matematika dewasa ini semakin penting. Berdasarkan uraian di atas.untuk memahami dan menguasai informasi dan teknologi yang berkembang pesat. Hubungan-hubungan dengan simbol-simbol dan kemudian mengaplikasikan konsep-konsep yang dihasilkan kesituasi yang nyata. Suatu kebenaran matematika dikembangkan berdasarkan atas alasan logik yang menggunakan pembuktian deduktif. yaitu sebagai berikut: a. Banyak permasalahan dan kegiatan dalam hidup kita yang harus diselesaikan dengan menggunakan ilmu matematika seperti menghitung. agar supaya simbol itu berarti maka kita harus memahami ide yang terkandung di dalam simbol tersebut. maka diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Karena itu. karena banyaknya informasi yang disampaikan orang dalam bahasa matematika seperti. y) merupakan pasangan simbol “x” dan “y” yang masih kosong dari arti. Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. .lain.9). Misalnya simbol (x. mengukur.

Matematika adalah pengetahuan fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk. Matematika adalah pola pikir. grafik. Oleh karena itu setiap siswa perlu memili penguasaan matematika yang merupakan .coba. representasinya dengan simbol dan padat. atau teori-teori yang telah dibuktikan kebenarannya. 1993 : 28) mengatakan. proses. e. jelas dan akurat. Menyadari akan peran penting matematika dalam kehidupan. Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat. keteraturan pola atau ide. penemuan. mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan atau ide melalui tulisan. maka matematika selayaknya merupakan kebutuhan dan menjadi kegiatan yang menyenangkan. pola mengorganisasikan pembuktian yang logik. catatan.d. yang akhirnya bahwa matematika merupakan salah satu kekuatan utama pembentukan konsepsi tentang alam suatu hakikat dan tujuan manusia dalam kehidupannya. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik. pembicaraan lisan. Sedangkan John dan Rising (dalam Ruseffendi. f. lebih berupa bahasa simbol mengenai ide (gagasan) daripada mengenai bunyi. Sebagai mana dari tujuan yaitu melatih siswa berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. Pengetahuan mengenai matematika memberikan bahasa. matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat. dan matematika itu keterampilan. matematika adalah ilmu tentang pola.anak atau siswa. sifat-sifat. dan teori yang memberikan ilmu suatu bentuk dan kekuasaan. Oleh karena itu sebagai langkah awal untuk mengarah pada kemajuan suatu bangsa adalah dengan mendorong atau memberi motivasi belajar matematika pada masyarakat khususnya bagi para anak . 1993) mengatakan bahwa jatuh bangunnya suatu negara dewasa ini tergantung dari kemajuan pada bidang matematika. peta atau diagram. aksioma-aksioma. Menurut Morris Kline (dalam Simanjuntak. matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasikan sifat-sifat atau teori-teori itu dibuat secara deduktif berdasarkan unsur-unsur yang didefinisikan atau tidak didefinisikan. membuat prediksi dan dugaan serta mencoba . mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi.

3) menghargai penemuan yang diluar perkiraan sebagai hal bermanfaat daripada . 4) mendorong siswa menarik kesimpulan umum. Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu : 1) mendorong inisiatif siswa dan memberikan kesempatan berpikir berbeda. keinginan bertanya. 2) mendorong rasa ingin tahu. 5) membantu siswa memahami dan menemukan hubungan antara pengertian satu dengan yang lainnya b. 2) memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan dengan berbagai cara. pengelompokan. a.penguasaan kecakapan matematika untuk dapat memahami dunia dan berhasil dalam kariernya. 2006) mengemukakan hakekat dan karakteristik matematika sekolah yang selanjutnya disebut sebagai matematika. dsb. Matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: 1) memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan pola-pola untuk menentukan hubungan. perbandingan. 3) mendorong siswa untuk menemukan adanya urutan. perbedaan. sebagai berikut. kemampuan menyanggah dan kemampuan memperkirakan. Ebbutt dan Straker (dalam Depdiknas. Matematika sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi. intuisi dan penemuan.

c. Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving) Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: 1) menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika.menganggapnya sebagai kesalahan. konsisten. 4) mendorong siswa menemukan struktur dan desain matematika. 3) membantu siswa mengetahui informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika. 4) mendorong siswa untuk berpikir logis. 5) mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk memecahkan persoalan. 2) membantu siswa memecahkan persoalan matematika menggunakan caranya sendiri. sistematis dan mengembangkan sistem dokumentasi/ catatan. 5) mendorong siswa menghargai penemuan siswa yang lainnya. 6) mendorong siswa berfikir refleksif. dan 7) tidak menyarankan hanya menggunakan satu metode saja. .

Matematika sebagai alat berkomunikasi. Fakta (facts ). meliputi: u informasi. Selanjutnya Ebbutt dan Straker (dalam Depdiknas. penggaris. 3) mendorong siswa menjelaskan sifat matematika. 2006) juga memberikan Klasifikasi Materi Matematika meliputi: 1. u nama. 5) mendorong siswa membicarakan persoalan matematika. Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: 1) mendorong siswa mengenal sifat-sifat matematika. 4) mendorong siswa memberikan alasan perlunya kegiatan matematika. 7) menghargai bahasa ibu siswa dalam membicarakan matematika.6) membantu siswa mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti: jangka. dsb. 2) mendorong siswa membuat contoh sifat matematika. d. 6) mendorong siswa membaca dan menulis matematika. kalkulator. u istilah .

Keterampian algoritmik. u berfikir logis. u berpikir induksi. 1. u berpikir sistematis dan konsisten.dan u konvensi tentang lambang-lambang. u menarik kesimpulan. 1. u operasi dan algoritma. 1. u berpikir deduksi. urutan. Keterampilan penalaran. u menentukan metode dan membuat alasan. meliputi: . u memahami contoh negatif. u model matematika. meliputi: u struktur pengertian. pengertian. meliputi: u memahami pengertian. dan u menentukan strategi. u u perananstruktur berbagai macam pola. Pengertian (concepts).

meliputi: u mengajukan pertanyaan dan mencari bagaimana cara memperolehjawabannya. u memecah persoalan utama menjadi bagian-bagian kecil. 1. serta u memperbaiki langkah. 1. u membuat dan menguji hipotesis. u merancang dan membuat langkah. . u menggunakan pengalaman masa lampau dan menggunakan intuisi untuk menemukan alternatif pemecahannya. u mendiskusikan alternatif pemecahannya. u mencoba berbagai cara. u menyederhanakan persoalan. Keterampilan menyelesaikan masalah matematika (problem solving) meliputi: u memahami pokok persoalan.u keterampilan untuk memahami dan mengikuti langkah yang dibuat orang lain. bekerja secara sistematis. u membandingkan dan memilih langkah yang efektif dan efisien. mencatat apa yang terjadi. mengecek hasilnya dengan mengulang kembali langkah-langkahnya. dan u mencoba memahami dan menyelesaikan persoalan yang lain. u mendefinisikan dan menjelaskan langkah sehingga dapat dipahami orang lain. Keterampilan melakukan penyelidikan (investigation). u menggunakan langkah.

mengurutkan dan membandingkan serta mengolah informasi secara sistematis. (Depdiknas. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tentang bilangan dan ruang. u mengenali pola dan hubungan. Meskipun terdapat perbedaan matematika dari definisi yang dikemukakan. 1997 : 41) mengemukakan tiga macam pengertian elementer matematika. seperti yang dikemukakan (Soedjadi. Matematika sebagai studi ilmu pengetahuan tentang klasifikasi dan konstruksi berbagai struktur dan pola yang dapat diimajinasikan. menyusun. Kesepakatan dan pemikiran deduktif aksiomatik. 3. 1995). u mencoba metode alternatif. ada kesamaan pandangan tentang ciri-ciri khusus matematika. 3.u mencari dan menentukan informasi yang cocok dan memberi penjelasan mengapa suatu informasi diperlukan. Simbol-simbol yang kosong dari arti. . 2. Obyek-obyek matematika adalah abstrak. 2006: 3-4) Slamet Dajono (dalam Sukahar. 1. mengelompokkan. dan u menyimpulkan. u mengumpulkan. Dari pendapat di atas nampak perbedaan dari definisi matematika yang dikemukakan. 1. 2. Matematika sebagai kegiatan yang dilakukan oleh para matematisi.

“Obyek matematika terdiri dari fakta. Untuk mencari kebenaran di dalam matematika digunakan metode deduktif. Secara umum pendapat Begle dengan Bell sama.teorema yang diperoleh secara deduktif. perbedaannya menurut Bell bahwa skill/keterampilan meliputi operasi dan prosedur keterampilan matematika adalah semua operasi dan prosedur yang diharapkan untuk dimiliki siswa dan matematikawan secara cepat dan tepat. sifat dan teorema belum dapat diterima kebenarannya sebelum dibuktikan secara deduktif. aturan dengan operasi tertentu untuk pembentukan konsep baru. operasi dan prinsip”. Obyek tak langsung meliputi transfer belajar . Hanya ada dalam pikiran manusia. Bell (dalam Yarman 1997 : 11) membagi obyek matematika atas dua bagian. Walaupun di dalam matematika ada kalanya digunakan cara induktif. 5. .4. digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam matematika juga dalam dunia nyata. Siswa yang telah menguasai suatu keterampilan apabila dapat menunjukkan keterampilan tersebut secara tepat dengan menyelesaikan berbagai jenis masalah yang memerlukan keterampilan atau menerapkan keterampilan dalam berbagai situasi. konsep dan prinsip atau dalil. namun generalisasi yang diperoleh tersebut harus dibuktikan secara deduktif. Penyajian struktur matematika selalu dipergunakan simbol untuk menata hubungan antar ide/konsep. Salah satu ciri atau karakteristik matematika. “Simbol-simbol di dalam matematika masih kosong dari arti. intuitif atau coba-coba sebagai awal mencari kebenaran. kemampuan inquiri . intuitif atau coba-coba tersebut harus diorganisasikan dengan pembuktian secara deduktif. Hal ini disebabkan dalam matematika suatu generalisasi. Menurut Begle (dalam Soedjadi. 1985 : 10). yaitu obyek langsung dan obyek tidak langsung. obyeknya abstrak. Anti kontradiksi. Penemuan cara induktif. Teorema. kemampuan memecahkan masalah. konsep. Kesemestaan sebagai pembatas pembahasan. Menurut Soedjadi (1985 : 13). sehingga dapat diberi arti sesuai lingkup semestanya”. Obyek langsung terdiri dari skill / keterampilan .

c.html didownloud tanggal 10 Maret 2010 didownloud .blogspot. 2. intuisi dan penemuan.gagasan) . dapat dikatakan hakikat matematika merupakan kumpulan ide-ide bersifat abstrak. dapat disimpulkan bahwa matematika timbul karena pikiran-pikiran manusia berhubungan dengan ide-ide (gagasan. struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang diatur secara logik sehingga matematika itu berkaitan dengan konsep-konsep abstrak. memajukan daya pikir serta analisa manusia. penalaran .com/. Hakekat dan karakteristik matematika sekolah yang selanjutnya disebut sebagai matematika.. struktur-struktur dan hubungannya diatur menurut aturan logis. Matematika sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi./1-hakikat-matematika/didownloud tanggal 10 Maret 2010 matematika.htmlsusi9una.Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan. Matematika adalah ilmu universal yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. a.wordpress... KEPUSTAKAAN : techonlyl3./proses-belajar-matematika-dan-hakekat-matematika/ tanggal 10 Maret 2010 karmawati-yusuf.com/. Matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan. Kesimpulan Dari pembahasan tentang apakah hakekat matematika . sebagai berikut.blogspot. Suatu kebenaran matematika dikembangkan berdasarkan atas alasan logik yang menggunakan pembuktian deduktif. Matematika sebagai alat berkomunikasi..com/2009/12/hakekat-matematika. Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving). b. d.

mencatat. Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan sedang fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir. Ada baiknya kita lihat beberapa pendapat para ahli tentang Matematika Beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian matematika yang dikutip E.com/doc/16863511/Bab-II-Editan/ didownloud tanggal 11 Maret 2010 Hakikat Matematika Posted: Oktober 8. dan mengkonsumsikan ide mengenai elemen dan kuantitas. Kline (1981: 172) menyatakan bahwa. Ia lebih dari pada aljabar. Matematika dapat digunakan untuk memutuskan apakah suatu ide itu benar atau salah. b. yang merupakan bahasan lambang. dan industri. operasi dan relasi. c. yakni ilmu tentang kalkulasi / perhitungan.www. Johnson dan Myklebust (1967: 244) menyatakan bahwa. Matematika lebih dari pada aritmetika. yang memungkinkan manusia memikirkan. atau paling sedikit ada kemungkinan benar. Matematika adalah cara/metode berpikir dan bernalar. pemerintah. di situ setiap hari ide-ide baru diketemukan. Namun arti atau definisi yang tepat dari matematik tidak dapat diterapkan secara eksak (pasti) dan singkat. tetapi juga tidak melupakan cara bernalar .scribd. Matematika adalah cara berpikir yang digunakan untuk memecahkan semuajenis persoalan di dalam sains. Matematika merupakan bahasa simbolis dan ciri utamanya adalah penggunaan cara bernalar deduktif.wordpress. T Ruseffendi (Materi Pokok Pendidikan Matematika III. 1994) antara lain : a.com/2010/10/08/hakikat-matematika/ Matematika adalah terjemahan dari Mathematics. Matematika disamping sebagai bahasa simbolis juga merupakan bahasa universal. Lerner (1988: 430) menyatakan bahwa. Ia adalah bahasa lambang yang dipahami oleh semua bangsa berbudaya di dunia. Matematika adalah suatu medan eksplorasi dan penemuan. 2010 by techonly13 http://techonly13.

simbol. James (Depdiknas: 120) menyatakan bahwa Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk. Matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat. lebih berupa bahasa symbol mengenai ide (gagasan) dari pada mengenai bunyi. Matematika adalah ilmu tentang pola. Berbagai pendapat muncul tentang pengertian Matematika. atau teori-teori yang telah dibuktikan kebenarannya. e. suatu cara menggunakan informasi. Kline (1973) menyatakan. dan Matematika itu adalah suatu seni. Matematika adalah suatu cara menemukanjawaban terhadap suatu masalah yang dihadapi manusia. Jadi menurut Johnson dan Rising.induktif. jelas bahwa Matematika adalah ilmu deduktif. tetapi adanya Matematika itu terutama untuk membantu . dan suatu alat. Ada yang mengatakan bahwa Matematika adalah bahasa. suatujalan atau pola berpikir. menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran. suatu bahasa. suatu seni.al (1984) menyatakan bahwa Matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan. Johnson dan Rising (1972) menyatakan. Paling (1982: 1) menyatakan bahwa. pola mengorganisasikan. h. jelas dan akurat. dipandang dari pengetahuan dan pengalaman masingmasing. pembuktian yang logik. bahasa numerik serta bahasa yang dapat menghilangkan sifat kabur. Secara etimologis istilah Matematika berasal dari kata yang artinya bertalian dengan ilmu pengetahuan. aksiomaaksioma. Reys at. d. Matematika adalah sarana berfikir logika pada masa dewasa. sifat-sifat. analisis dan geometri. menggunakan pengetahuan tentang menghitung. Matematika adalah metode berfikir logis. keteraturan pola atau ide. Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasikan sifat-sifat atau teori-teori itu dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur-unsur yang didefinisikan atau tidak didefinisikan. f. representasinya dengan simbol dan padat. bahwa Matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri. keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya. besaran. Matematika adalah ratunya ilmu dan sekaligus menjadi pelayannya. majemuk dan emosional. dan konsep-konsep berhubungan lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar. g. Matematika adalah pola pikir. susunan.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa Matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide. geometri dan analisis. observasi.manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan social. dan alam. ekonomi. kemudian merupakan ilmu deduktif yang tidak menerima generalisasi yang didasarkan pada contoh-contoh. dengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistk. artinya antara lain bahwa Matematika adalah bahasa yang tidak tergantung pada bidang studi lain yang menggunakan simbol dan istilah yang cermat yang disepakati secara universal sehingga mudah dipahami. dan Matematika sebagai pelayan ilmu. eksperimen tetapi generalisasinya didasarkan pada pembuktian deduktif. proses dan penalaran yang terbagi menjadi empat wawasan yang luas. aljabar. kemudian struktur yang terorganisasikan. yaitu aritmatika. Matematika selain sebagai seni. Dengan demikian dikatakan Matematika adalah suatu medan eksplorasi dalam pola pikir yang digunakan untuk memecahkanjenis persoalan dalam ilmu pengetahuan dan menentukan kebenaran dalam ide-ide yang mungkin bersifat kabur . kadangkala Matematika itu disebut ratunya ilmu (Mathematics is the Queen of Science).

bukan berarti matematika tidak dapat dikenali. Geometri dan Analisa. yaitu bahwa obyek matematika tidaklah konkrit tetapi abstrak. konsep dan prinsip (aturan). Bahasa matematika yang digunakan agar dapat dipahami orang yaitu dengan menggunakan simbol dan istilah yang telah disepakati bersama. Pemahaman terhadap struktur-struktur dan proses simbolisasi memberikan fasilitas 23 . misalnya kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan mentransfer pengetahuan. maksudnya bahwa matematika itu tidak tergantung pada bidang studi lain. Sementara itu Hudoyo (1983) secara singkat mengatakan bahwa “Matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan panalaran deduktif”. Ruseffendi (1980) mengungkapkan: Matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas yaitu: Aritmatika. Sedangkan obyek langsung dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu: fakta.T.BAB II LANDASAN TEORI A. Mengenai obyek matematika. ketrampilan. proses dan penalaran. Aljabar. Pengertian Matematika Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat untuk mendefinisikan apa itu matematika? Walaupun belum ada definisi tunggal mengenai matematika.. Simbol-simbol ini sangat penting dalam membentuk memanipulasi aturan yang beroperasi di dalam struktur. Dengan mengetahui obyek penelaahan matematika.struktur. Ruseffendi (1980) membedakan bahwa obyek matematika terdiri dari dua tipe. E.Obyek tak langsung adalah hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar. kita dapat mengetahui hakekat matematika. Hudojo (1988) mengungkapkan bahwa apabila matematika dipandang sebagai suatu struktur dari hubungan-hubungan maka simbol-simbol formal diperlukan untuk menyertai himpunan benda-benda atau obyek-obyek. Selain itu matematika adalah ratunya ilmu. yaitu obyek langsung dan obyek tak langsung . sebagaimana yang diutarakan oleh Soedjadi (1985) sebagai pengetahuan matematika mempunyai beberapa karakteristik.

struktur-struktur dan hubungannya diatur menurut aturan yang logis. Pemahaman Konsep Matematika Konsep menurut NCTM (dalam Siti Zubaidah. mempunyai peran yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu belajar matematika sebenarnya untuk mendapatkan pengertian hubungan-hubungan dan simbol-simbol serta kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan yang nyata. bahwa matematika dapat dipandang sebagai suatu ide yang dihasilkan oleh ahli-ahli matematika dan objek penalarannya dapat berupa benda-benda atau makhluk. dan dari informasiinformasi ini dapat membentuk konsep baru. Menurut Nasution (dalam Sugiarto. Dengan demikian simbol. terstruktur dan eksak. 1990). B. Dengan demikian hakekat matematika adalah hal-hal yang berhubungan dengan ide. sebab simbol-simbol dapat digunakan dalam mengkomunikasikan ide secara efektif dan efisien. 2008) adalah substansi 24 . atau dapat dibayangkan dalam alam pikiran kita. salah satu dari sekian banyak cabang ilmu yang sistematis. Berdasarkan uraian-uraian di atas tentang pengertian matematika dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan kumpulan ide-ide yang bersifat abstrak. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Sutrisman dan Tambuan (1987) bahwa matematika adalah pengetahuan tentang kuantitas ruang.ide.komunikasi dan dari komunikasi ini kita mendapatkan informasi.simbol bermanfaat untuk kehematan intelektual. dengan struktur-struktur deduktif.

pengetahuan matematik. 3. 2. 4. tapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas (Mudrikah. Membandingkan dan membedakan konsep-konsep. Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenali kondisi-kondisi yang mengambarkan suatu konsep khusus.konsep matematik bukan hanya sekedar mengingat kembali definisi-definisi dan mengenali contoh-contoh biasa. Memberi label. Lebih lanjut NCTM (dalam Mudrikah. 5. 2006) mengatakan bahwa penilaian pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep matematik siswa harus menunjukkan bahwa siswa dapat: 1. Menggunakan model. Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep. diagram. 25 . 6. Mengidentifikasi dan mengembangkan contoh dan bukan contoh. 2006). 7. Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. Menterjemahkan dari suatu model representasi ke model lain. dan mendefinisikan dengan konsep. Pemahaman terhadap konsep. dan simbol untuk mempresentasikan konsep- konsep. mengungkapkan dengan verbal. 8. Mengintegrasikan pengetahuan mereka tentang berbagai konsep.

26 . 2. Karena sifatnya yang abstrak tersebut. Abstraksi yaitu suatu daya (kesanggupan) untuk memperoleh suatu pengertian dan membedakan sesuatu dengan yang lain. 2006) menyatakan bahwa dalam belajar konsep seorang anak didik akan melalui proses-proses: 1. prinsip dan ide matematika.objek kedalam contoh atau bukan contoh. Persepsi (tanggapan) yaitu tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada. hendaknya diyakinkan bahwa siswa telah memiliki pengetahuan prasyarat. memahami dan menerapkan konsep. Kemampuan ini sangat berguna dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika baik yang bersifat konsep maupun konteks. 3. maka sebelum konsep diajarkan. Kadir (dalam Mudrikah. Anak didik mendapat kesempatan menghubungkan pengertian lama (pengetahuan prasyarat) dengan pengetahuan baru. Secara umum indikator kemampuan pemahaman matematik meliputi : mengenal.Sedangkan konsep dalam matematika menurut Gagne (dalam Ruseffendi. 1991) adalah ide abstrak yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan objek. Kemampuan pemahaman konsep (conceptual understanding) merupakan salah satu tuntutan kurikulum saat ini yang perlu untuk ditingkatkan. prosedural. Generalisasi yaitu penggunaan pengertian yang dimiliki pada hal-hal lain.

Hampir semua teori belajar menjadikan pemahaman sebagai tujuan dari proses pembelajaran. 27 . Poerwadarminta (1984: 694) mengartikan kata “paham” sebagai “mengerti benar”. Pembelajaran dengan pemahaman sering menjadi bahan kajian yang sangat luas dan mendalam dalam riset pendidikan matematika. dan hirarkis. Konsep-konsep matematika terorganisasikan secara sistematis. 2007) bahwa kemampuan serta keterampilan dalam menyelesaikan suatu masalah akan bermanfaat dalam menghadapi permasalahan keseharian serta dalam situasi-situasi pengambilan keputusan yang akan selalu dialami diseluruh kehidupan individu. Tentu saja di dalam kemampuan menyelesaikan permasalahan terdapat hal yang sangat mendasar yang perlu dimiliki yakni kemampuan dalam memahami konsep maupun konteks permasalahan yang dihadapi. dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. Menurut Posamentier & Stepelman (dalam Patria. dalam arti orang tersebut mampu menjelaskan konsep tersebut kepada orang lain. Berkaitan dengan makna pemahaman Rosane (2002: 11) menyatakan bahwa pemahaman adalah kemampuan untuk menjelaskan suatu situasi atau suatu tindakan. Seseorang dikatakan paham terhadap sesuatu jika orang tersebut mengerti benar sesuatu itu.Pemahaman berasal dari kata “paham”. Salah satu ide dan gagasan yang diterima dalam komunitas pendidikan matematika adalah ide bahwa siswa harus memahami matematika. logis.

membuat perkiraan atau menerapkan konsep dalam perhitungan matematis untuk menyelesaikan soal. misalnya dalam bentuk grafik. Dalam matematika. Penilaian pada aspek pemahaman konsep ini bertujuan mengetahui sejauh mana siswa mampu menerima dan memahami konsep dasar matematika yang telah diterima siswa. dan sebagainya. Untuk proses pemberian arti (interpretasi) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam memahami bahan atau ide yang direkam. 1991: 157) mengemukakan mengenai pengertian konsep yang lebih luas dari kedua pendapat di atas. dan konsep terapan (applied concepts). peta konsep.Di sisi lain. misalnya dapat menyebutkan variabel-variabel yang diketahui dan yang ditanyakan. Pemahaman konsep (conceptual understanding) merupakan salah satu aspek dari tiga aspek penilaian matematika.Pemahaman terhadap konsep matematika merupakan dasar untuk mengerjakan matematika secara bermakna. diubah atau disusun dalam bentuk lain. 1991: 221) menyatakan: tiga macam pemahaman: pengubahan (translation). dan pembuatan ekstrapolasi (extrapolation)”. “ada pemberian arti (interpretation). Menurutnya. konsep adalah struktur matematika yang terdiri dari tiga macam: konsep murni matematika ( pure mathematical concepts). proses pengubahan (translation) dapat dilihat dari kemampuan siswa untuk mengubah soal dalam bentuk kalimat atau bahasa matematika. 28 . tabel. Dienes (Ruseffendi. Sedangkan ekstrapolasi (extrapolation) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam membuat ramalan. konsep notasi (notational concepts). diagram. Bloom (Ruseffendi.

Model Pembelajaran Kooperatif Metode dan strategi pembelajaran telah berkembang dengan pesat dan revolusioner untuk menjawab tantangan dan mengantisipasi tuntutan perkembangan sosial. Selain itu sebelum pembelajaran kooperatif 29 .C. merupakan salah satu faktor penyebab siswa tidak mampu mencapai kompetensi secara optimal. Paradigma guru sebagai knowledge tranformator telah bergeser menjadi knowledge facilitator. Menurut Pradnya Wijayanti (2002:1). pengarah guru kurang jelas dan memadai. maka guru perlu memperkaya pengetahuan dan meningkatkan keterampilannya. keterbatasan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran. Disamping faktor kesiapan siswa. Konsekuensi dari perubahan paradigma tersebut. terutama dalam metode dan strategi pembelajaran. Metode belajar secara kelompok. Namun dalam penerapannya. telah menjadi salah satu pilihan guru dalam mengelola pembelajaran. Pembelajaran ini menekankan kerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin atau latar belakang yang berbeda. keterbatasan sumber dan bahan belajar. ekonomi dan teknologi informasi yang telah mengglobal. kesiapan siswa serta pengaturan kelas (setting) juga menjadi penyebab PBM kurang efektif.

Siswadalam kelompok harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. b. seperti milik mereka sendiri. Siswamempunyai rasa tanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya. Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif Sebagaimana diungkapkan oleh Budi Isdiyanto (2003:1) bahwa unsur- unsur dasar pada pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut. c. berani bertanya. 1. sebaiknya siswa diperkenalkan keterampilan kooperatif yang akan digunakan dalam kelompok belajar nanti. a. Keterampilan kooperatif itu antara lain menghargai pendapat orang lain. mendorong partisipasi. mengambil giliran dan berbagi tugas dan sebagainya. Siswadalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama. 30 . mendorong teman untuk bertanya.dilaksanakan.

mengemukakan pembelajaran yang menggunakan model kooperatif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. jenis 31 . c.d. g. suku. f. Semua harus membagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja selama belajar. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. Bila mana mungkin anggota kelompok dibentuk dari ras. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. Ciri-ciri Model Kooperatif Budi Isdiyanto (2003:2). b. budaya. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani kelompok kooperatif. dan rendah. 2. sedang. e.

STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif dan selanjutnya berikut ini diuraikan bagaimana pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat cocok untuk menyajikan materi pembelajaran terstruktur. yang terdiri dari beberapa dan saling berhubungan antar bagiannya.kelamin yang berbeda-beda. masalnya seorang guru akan menyajikan pokok bahasan yang terstruktur terdiri atas sub pokok bahasan A. Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin. Menurut Slavin model STAD merupakan variasi 32 . mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya dalam kelompok. Penghargaan berorientasi kepada kelompok ketimbang individu. Selain itu. merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan. 3. STAD merupakan satu metode dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan merupakan yang baik untuk guru yang baru memulai pendekatan kooperatif dalam kelas. d.B.C dan D. memilih topik yang sesuai dengan model ini. misalnya menentukan pendekatan yang tepat. Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division (STAD) Seperti halnya pada model pembelajaran yang lain dalam pembelajaran kooperatif juga diperlukan tugas perencanaan. pembentukan kelompok siswa. menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa.

Model ini juga sangat mudah diadaptasi. yaitu sebagai berikut: 1. yaitu penyajian kelas. dan penghargaan kelompok. belajar kelompok. 33 . kuis. Bahasa Inggris dan banyak subjek lainnya. atau cara lain. Penyajian tersebut mencakup pembukaan. Selain itu STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang teratur. Timbulkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menimbulkan teka-teki. pengembangan. Pembukaan 1) Katakanlah pada siswa apa yang akan mereka pelajari dan mengapa hal itu penting. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari lima komponen utama. IPA. skor perkembangan. Pengajaran Tujuan utama dari pengajaran adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan.pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Setiap awal pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. IPS. dan latihan terbimbing antara lain: a. telah digunakan dalam matematika. masalah kehidupan nyata.

\ 34 . 5) Beralih pada konsep yang lain. 3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. 4) Memberi penjelasan mengapa jawaban pertanyaan tersebut benar atau / I salah. Latihan Terbimbing 1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan. jika siswa telah memahami pokok masalahnya c. Pengembangan 1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok.2) Guru menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menemukan konsep atau merangsang keinginan mereka pada pelajaran tersebut. 3) Ulangi secara singkat keterampilan atau informasi yang merupakan syarat mutlak. 2) Pembelajaran kooperatif menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan hafalan. b.

Belajar Kelompok Selama belajar kelompok.2) Memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan soal. 3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. 2. Guru juga perlu memberi bantuan dengan cara memperjelas perintah. Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik. Selain itu guru juga melakukan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan pada saat kegiatan belajar kelompok berlangsung. mereview konsep atau menjawab pertanyaan itu. 2003:9) Pada saat pertamakali menggunakan pembelajaran kooperatif. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok (Budi Isdiyanto. guru perlu mengamati kegiatan pembelajaran secara seksama. Selanjutnya langkah-langkah guru sebagai berikut: 35 . tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Hal ini bertujuan supaya semua siswa selalu siap dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Tekanan pada siswa bahwa mereka belum selesai belajar sampai mereka yakin teman- teman satu kelompok dapat mencapai nilai 100 pada kuis. Jika siswa mengerjakan pertanyaan dengan jawaban pendek. Jika salah satu tidak dapat mengerjakan suatu pertanyaan. dan kemudian antara teman saling bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha menjawab pertanyaan itu. bertiga. Pastikan siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. teman satu kelompoknya bertanggung jawab menjelaskannya. Kelompok manapun yang tidak dapat menyepakati nama kelompok pada saat itu boleh memilih kemudian c. d. masing-masing siswa harus mengerjakan soalnya sendirian dan kemudian dicocokkan dengan temannya. Serahkanlah pada siswa untuk bekerja sama dalam pasangan. Jika mengerjakan soal. Mintalah anggota kelompok memindahkan meja/bangku mereka bersama. penting bagi 36 . Bagikan lembar kegiatan siswa. Berikan waktu kurang lebih 10 menit untuk memilih nama kelompok. maka mereka lebih sering bertanya.a. e.sama dan pindah ke meja kelompok b. atau satu kelompok utuh. tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari. Jadi.

Ingatkan siswa bahwa jika mereka mempunyai pertanyaan.| siswa agar mempunyai lembar kegiatan untuk mengecek diri mereka dan teman-teman sekelompok mereka pada saat mereka belajar. Sementara siswa bekerja dalam kelompok. Nilai perkembangan kelompok diperoleh dari nilai perkembangan individu tiap anggota kelompok Robert Slavin (2009:159-160) penghitungan skor perkembangan didapat melalui kriteria berikut: Tabel 2. 3. Kuis Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. Guru sebaiknya memuji kelompok yang semua anggotanya bekerja dengan baik. mereka seharusnya menanakan teman-teman sekelompok sebelum bertanya guru. Hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai perkembangan kelompok. f. untuk mendengarkan bagaimana anggota yang lain bekerja. guru berkeliling dalam kelas.1 Perhitungan Perkembangan Skor Individu 37 . yang anggotanya duduk dalam kelompoknya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok.

Guru memberikan penghargaan berupa pujian. skor perkembangan. Kriteria ketiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2. Langkah tersebut di lakukan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. terkompak. dan termaju.Skor kuis Poin Tiga tingkatan diberikan kepada kelompok yang memperoleh nilai perkembangan yang dihitung dari rata-rata poin perkembangan yang diperoleh tiap anggota kelompok.19 20 0 . Penghargaan Kelompok Kegiatan ini di lakukan pada setiap akhir pertemuan kegiatan belajar mengajar. 38 .24 GOOD TEAM GREAT TEAM 4.2 Tingkatan Perhargaan Tim 15a . atau barang yang dapat berbentuk makanan kecil kepada kelompok yang teraktif .

Kelebihan dalam penggunaan pendekatan pembelajaran ini adalah sebagai berikut: Mengembangkan serta menggunakan keterampilan berpikir kritik dan kerja sama kelompok 39 .

a. akan tetapi usaha yang sungguh-sungguh dan terusmenerus akan dapat terampil menerapkan modal pembelajaran ini. b. Menciptakan lingkungan yang menghargai nilai . Hipotesis Tindakan Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematika dan keaktifan siswa kelas VIIIA MTs Al-Inayah Sarijadi.Menyuburkan hubungan atara pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang berbeda. Menerapkan bimbingan oleh tim. Kelemahan dalam menggunakan pendekatan pembelajan ini adalah sebagai berikut. Guru pada permulaan akan membuat kesalahan-kesalahan dalam pengelohan kelas. b. D.40 . Bandung pada pokok bahasan Bangun ruang sisi datar kubus dan balok . Sejumlah siswa mungkin bingung karena belum terbiasa dengan perlakuan seperti ini. a.nilai ilmiah.

. Obyek tak langsung adalah hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar. Ruseffendi (1980) mengungkapkan: Matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide. E. Bahasa matematika yang digunakan agar dapat dipahami orang yaitu dengan menggunakan simbol dan istilah yang telah disepakati bersama. Selain itu matematika adalah ratunya ilmu. Pengertian Matematika Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat untuk mendefinisikan apa itu matematika? Walaupun belum ada definisi tunggal mengenai matematika. Aljabar. Ruseffendi (1980) membedakan bahwa obyek matematika terdiri dari dua tipe. bukan berarti matematika tidak dapat dikenali. Mengenai obyek matematika. maksudnya bahwa matematika itu tidak tergantung pada bidang studi lain. Dengan mengetahui obyek penelaahan matematika.BAB II LANDASAN TEORI A. yaitu bahwa obyek matematika tidaklah konkrit tetapi abstrak. misalnya kemampuan 41 . proses dan penalaran. yaitu obyek langsung dan obyek tak langsung. sebagaimana yang diutarakan oleh Soedjadi (1985) sebagai pengetahuan matematika mempunyai beberapa karakteristik. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas yaitu: Aritmatika. Sementara itu Hudoyo (1983) secara singkat mengatakan bahwa “Matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan panalaran deduktif”.T. Geometri dan Analisa. kita dapat mengetahui hakekat matematika.

memecahkan masalah dan kemampuan mentransfer pengetahuan. Dengan demikian simbol. Sedangkan obyek langsung dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu: fakta. 1990). Karena itu belajar matematika sebenarnya untuk mendapatkan pengertian hubungan-hubungan dan simbol-simbol serta kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan yang nyata. ketrampilan.ide. atau dapat dibayangkan dalam alam pikiran 42 . dan dari informasiinformasi ini dapat membentuk konsep baru. Dengan demikian hakekat matematika adalah hal-hal yang berhubungan dengan ide. Pemahaman terhadap struktur-struktur dan proses simbolisasi memberikan fasilitas komunikasi dan dari komunikasi ini kita mendapatkan informasi. sebab simbol-simbol dapat digunakan dalam mengkomunikasikan ide secara efektif dan efisien. Hudojo (1988) mengungkapkan bahwa apabila matematika dipandang sebagai suatu struktur dari hubungan-hubungan maka simbol-simbol formal diperlukan untuk menyertai himpunan benda-benda atau obyek-obyek. bahwa matematika dapat dipandang sebagai suatu ide yang dihasilkan oleh ahli-ahli matematika dan objek penalarannya dapat berupa benda-benda atau makhluk. Menurut Nasution (dalam Sugiarto. Simbol-simbol ini sangat penting dalam membentuk memanipulasi aturan yang beroperasi di dalam struktur. konsep dan prinsip (aturan).struktur.simbol bermanfaat untuk kehematan intelektual. strukturstruktur dan hubungannya diatur menurut aturan yang logis.

2006) mengatakan bahwa penilaian pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep matematik siswa harus menunjukkan bahwa siswa dapat: 1.kita. dengan struktur-struktur deduktif. mempunyai peran yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. salah satu dari sekian banyak cabang ilmu yang sistematis. 2006). mengungkapkan dengan verbal. Berdasarkan uraian-uraian di atas tentang pengertian matematika dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan kumpulan ide-ide yang bersifat abstrak. terstruktur dan eksak. Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. B. Pemahaman Konsep Matematika Konsep menurut NCTM (dalam Siti Zubaidah. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Sutrisman dan Tambuan (1987) bahwa matematika adalah pengetahuan tentang kuantitas ruang. Memberi label. dan mendefinisikan dengan 43 . Pemahaman terhadap konsepkonsep matematik bukan hanya sekedar mengingat kembali definisi-definisi dan mengenali contoh-contoh biasa. 2008) adalah substansi pengetahuan matematik. tapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas (Mudrikah. Lebih lanjut NCTM (dalam Mudrikah.

Menggunakan model. 8. Mengidentifikasi dan mengembangkan contoh dan bukan contoh. Membandingkan dan membedakan konsep-konsep. Mengintegrasikan pengetahuan mereka tentang berbagai konsep. 7. Menterjemahkan dari suatu model representasi ke model lain. 6. Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep. 2. Kadir (dalam Mudrikah.objek kedalam contoh atau bukan contoh. hendaknya diyakinkan bahwa siswa telah memiliki pengetahuan prasyarat. maka sebelum konsep diajarkan. diagram. Sedangkan konsep dalam matematika menurut Gagne (dalam Ruseffendi. Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenali kondisi-kondisi yang mengambarkan suatu konsep khusus. Karena sifatnya yang abstrak tersebut. 2006) menyatakan bahwa dalam belajar konsep seorang anak didik akan melalui proses-proses: 44 . 3. 4. dan simbol untuk mempresentasikan konsep- konsep.konsep. 1991) adalah ide abstrak yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan objek. 5.

Berkaitan dengan makna pemahaman Rosane (2002: 11) menyatakan bahwa pemahaman adalah kemampuan untuk menjelaskan suatu situasi atau suatu tindakan. 45 . Abstraksi yaitu suatu daya (kesanggupan) untuk memperoleh suatu pengertian dan membedakan sesuatu dengan yang lain. memahami dan menerapkan konsep. Seseorang dikatakan paham terhadap sesuatu jika orang tersebut mengerti benar sesuatu itu. Kemampuan pemahaman konsep (conceptual understanding) merupakan salah satu tuntutan kurikulum saat ini yang perlu untuk ditingkatkan. Poerwadarminta (1984: 694) mengartikan kata “paham” sebagai “mengerti benar”. 3. Secara umum indikator kemampuan pemahaman matematik meliputi : mengenal. dalam arti orang tersebut mampu menjelaskan konsep tersebut kepada orang lain. Persepsi (tanggapan) yaitu tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada. Generalisasi yaitu penggunaan pengertian yang dimiliki pada hal-hal lain. prinsip dan ide matematika.1. Pemahaman berasal dari kata “paham”. Kemampuan ini sangat berguna dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika baik yang bersifat konsep maupun konteks. Anak didik mendapat kesempatan menghubungkan pengertian lama (pengetahuan prasyarat) dengan pengetahuan baru. prosedural. 2.

Hampir semua teori belajar menjadikan pemahaman sebagai tujuan dari proses pembelajaran. konsep notasi (notational concepts). logis. dan konsep terapan (applied concepts).Pemahaman terhadap konsep matematika merupakan dasar 46 . Di sisi lain. Tentu saja di dalam kemampuan menyelesaikan permasalahan terdapat hal yang sangat mendasar yang perlu dimiliki yakni kemampuan dalam memahami konsep maupun konteks permasalahan yang dihadapi. Menurut Posamentier & Stepelman (dalam Patria.Konsep-konsep matematika terorganisasikan secara sistematis. 1991: 157) mengemukakan mengenai pengertian konsep yang lebih luas dari kedua pendapat di atas. Menurutnya. Salah satu ide dan gagasan yang diterima dalam komunitas pendidikan matematika adalah ide bahwa siswa harus memahami matematika. Dienes (Ruseffendi. 2007) bahwa kemampuan serta keterampilan dalam menyelesaikan suatu masalah akan bermanfaat dalam menghadapi permasalahan keseharian serta dalam situasi-situasi pengambilan keputusan yang akan selalu dialami diseluruh kehidupan individu. dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. konsep adalah struktur matematika yang terdiri dari tiga macam: konsep murni matematika (pure mathematical concepts). dan hirarkis. Pembelajaran dengan pemahaman sering menjadi bahan kajian yang sangat luas dan mendalam dalam riset pendidikan matematika.

dan pembuatan ekstrapolasi (extrapolation)”. misalnya dalam bentuk grafik. diagram. proses pengubahan (translation) dapat dilihat dari kemampuan siswa untuk mengubah soal dalam bentuk kalimat atau bahasa matematika. peta konsep. misalnya dapat menyebutkan variabel-variabel yang diketahui dan yang ditanyakan. Penilaian pada aspek pemahaman konsep ini bertujuan mengetahui sejauh mana siswa mampu menerima dan memahami konsep dasar matematika yang telah diterima siswa. diubah atau disusun dalam bentuk lain.untuk mengerjakan matematika secara bermakna. dan sebagainya. C. 1991: 221) menyatakan: “ada tiga macam pemahaman: pengubahan (translation). tabel. Bloom (Ruseffendi. Sedangkan ekstrapolasi (extrapolation) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam membuat ramalan. Model Pembelajaran Kooperatif Metode dan strategi pembelajaran telah berkembang dengan pesat dan revolusioner untuk menjawab tantangan dan mengantisipasi tuntutan perkembangan 47 . Dalam matematika. Untuk proses pemberian arti (interpretasi) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam memahami bahan atau ide yang direkam. Pemahaman konsep (conceptual understanding) merupakan salah satu aspek dari tiga aspek penilaian matematika. pemberian arti (interpretation). membuat perkiraan atau menerapkan konsep dalam perhitungan matematis untuk menyelesaikan soal.

maka guru perlu memperkaya pengetahuan dan meningkatkan keterampilannya. kesiapan siswa serta pengaturan kelas (setting) juga menjadi penyebab PBM kurang efektif. Pembelajaran ini menekankan kerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. Keterampilan kooperatif itu antara lain 48 . Namun dalam penerapannya.sosial. Menurut Pradnya Wijayanti (2002:1). pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin atau latar belakang yang berbeda. pengarah guru kurang jelas dan memadai. keterbatasan sumber dan bahan belajar. ekonomi dan teknologi informasi yang telah mengglobal. terutama dalam metode dan strategi pembelajaran. keterbatasan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran. Paradigma guru sebagai knowledge tranformator telah bergeser menjadi knowledge facilitator. sebaiknya siswa diperkenalkan keterampilan kooperatif yang akan digunakan dalam kelompok belajar nanti. telah menjadi salah satu pilihan guru dalam mengelola pembelajaran. Metode belajar secara kelompok. Disamping faktor kesiapan siswa. merupakan salah satu faktor penyebab siswa tidak mampu mencapai kompetensi secara optimal. Konsekuensi dari perubahan paradigma tersebut. Selain itu sebelum pembelajaran kooperatif dilaksanakan.

Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota 49 . mendorong teman untuk bertanya.menghargai pendapat orang lain. b. d. Siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama. seperti milik mereka sendiri. Siswa dalam kelompok harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. Siswa mempunyai rasa tanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya. a. 1. mendorong partisipasi. berani bertanya. c. Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif Sebagaimana diungkapkan oleh Budi Isdiyanto (2003:1) bahwa unsur- unsur dasar pada pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut. mengambil giliran dan berbagi tugas dan sebagainya.

sedang. Semua harus membagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja selama belajar. b. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. Ciri-ciri Model Kooperatif Budi Isdiyanto (2003:2). e. 50 . 2. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani kelompok kooperatif. g. dan rendah. f. mengemukakan pembelajaran yang menggunakan model kooperatif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a.kelompoknya. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.

3. misalnya menentukan pendekatan yang tepat. pembentukan kelompok siswa. suku. menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa. jenis kelamin yang berbeda-beda. masalnya seorang guru akan menyajikan pokok bahasan yang 51 . d. STAD merupakan satu metode dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan merupakan yang baik untuk guru yang baru memulai pendekatan kooperatif dalam kelas. Penghargaan berorientasi kepada kelompok ketimbang individu. STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif dan selanjutnya berikut ini diuraikan bagaimana pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. budaya. merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan. yang terdiri dari beberapa dan saling berhubungan antar bagiannya. mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya dalam kelompok. Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division (STAD) Seperti halnya pada model pembelajaran yang lain dalam pembelajaran kooperatif juga diperlukan tugas perencanaan. Selain itu. memilih topik yang sesuai dengan model ini.c. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat cocok untuk menyajikan materi pembelajaran terstruktur. Bila mana mungkin anggota kelompok dibentuk dari ras.

skor perkembangan. Penyajian tersebut mencakup pembukaan. yaitu sebagai berikut: 1. belajar kelompok. IPA. telah digunakan dalam matematika. Pengajaran Tujuan utama dari pengajaran adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Menurut Slavin model STAD merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti.terstruktur terdiri atas sub pokok bahasan A.C dan D. Model ini juga sangat mudah diadaptasi. kuis. IPS. yaitu penyajian kelas. Setiap awal pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari lima komponen utama.B. Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin. Bahasa Inggris dan banyak subjek lainnya. pengembangan. dan penghargaan kelompok. Selain itu STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang teratur. dan latihan terbimbing antara lain: 52 .

masalah kehidupan nyata. Pembukaan 1) Katakanlah pada siswa apa yang akan mereka pelajari dan mengapa hal itu penting. b. Timbulkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menimbulkan teka-teki. 3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan 53 .a. 2) Guru menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menemukan konsep atau merangsang keinginan mereka pada pelajaran tersebut. atau cara lain. 3) Ulangi secara singkat keterampilan atau informasi yang merupakan syarat mutlak. Pengembangan 1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. 2) Pembelajaran kooperatif menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan hafalan.

Belajar Kelompok Selama belajar kelompok.pertanyaan-pertanyaan. \ 2) Memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan soal. 3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. Latihan Terbimbing 1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan. Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik. jika siswa telah memahami pokok masalahnya c. 5) Beralih pada konsep yang lain. Hal ini bertujuan supaya semua siswa selalu siap dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. 4) Memberi penjelasan mengapa jawaban pertanyaan tersebut benar atau / I salah. 2. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi 54 .

sama dan pindah ke meja kelompok b. Serahkanlah pada siswa untuk bekerja sama dalam pasangan. Mintalah anggota kelompok memindahkan meja/bangku mereka bersama. d. Berikan waktu kurang lebih 10 menit untuk memilih nama kelompok. Selanjutnya langkah-langkah guru sebagai berikut: a. mereview konsep atau menjawab pertanyaan itu. atau satu 55 . Guru juga perlu memberi bantuan dengan cara memperjelas perintah. Selain itu guru juga melakukan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan pada saat kegiatan belajar kelompok berlangsung. Bagikan lembar kegiatan siswa. Kelompok manapun yang tidak dapat menyepakati nama kelompok pada saat itu boleh memilih kemudian c. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok (Budi Isdiyanto. bertiga. 2003:9) Pada saat pertamakali menggunakan pembelajaran kooperatif.yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. guru perlu mengamati kegiatan pembelajaran secara seksama.

tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari. yang 56 .kelompok utuh. Jika siswa mengerjakan pertanyaan dengan jawaban pendek. dan kemudian antara teman saling bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha menjawab pertanyaan itu. penting bagi | siswa agar mempunyai lembar kegiatan untuk mengecek diri mereka dan temanteman sekelompok mereka pada saat mereka belajar. guru berkeliling dalam kelas. Jika mengerjakan soal. Tekanan pada siswa bahwa mereka belum selesai belajar sampai mereka yakin teman-teman satu kelompok dapat mencapai nilai 100 pada kuis. Pastikan siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. Jadi. Guru sebaiknya memuji kelompok yang semua anggotanya bekerja dengan baik. Sementara siswa bekerja dalam kelompok. e. masing-masing siswa harus mengerjakan soalnya sendirian dan kemudian dicocokkan dengan temannya. mereka seharusnya menanakan teman-teman sekelompok sebelum bertanya guru. Jika salah satu tidak dapat mengerjakan suatu pertanyaan. Ingatkan siswa bahwa jika mereka mempunyai pertanyaan. teman satu kelompoknya bertanggung jawab menjelaskannya. maka mereka lebih sering bertanya. f.

untuk mendengarkan bagaimana anggota yang lain bekerja. Hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai perkembangan kelompok. 3.1 Perhitungan Perkembangan Skor Individu Skor kuis Poin 57 . Nilai perkembangan kelompok diperoleh dari nilai perkembangan individu tiap anggota kelompok Robert Slavin (2009:159-160) penghitungan skor perkembangan didapat melalui kriteria berikut: Tabel 2. Kuis Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri.anggotanya duduk dalam kelompoknya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok.

2 Tingkatan Perhargaan Tim 15a . Kriteria ketiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2. terkompak.24 GOOD TEAM GREAT TEAM 4. 58 .Tiga tingkatan diberikan kepada kelompok yang memperoleh nilai perkembangan yang dihitung dari rata-rata poin perkembangan yang diperoleh tiap anggota kelompok.19 20 0 . Kelebihan dalam penggunaan pendekatan pembelajaran ini adalah sebagai berikut: Mengembangkan serta menggunakan keterampilan berpikir kritik dan kerja sama kelompok. Penghargaan Kelompok Kegiatan ini di lakukan pada setiap akhir pertemuan kegiatan belajar mengajar. atau barang yang dapat berbentuk makanan kecil kepada kelompok yang teraktif . Guru memberikan penghargaan berupa pujian. dan termaju. skor perkembangan. Langkah tersebut di lakukan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.Menyuburkan hubungan atara pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang berbeda.

D. b.a.nilai ilmiah. Bandung pada pokok bahasan Bangun ruang sisi datar kubus dan balok 59 . akan tetapi usaha yang sungguh-sungguh dan terusmenerus akan dapat terampil menerapkan modal pembelajaran ini. b. Menciptakan lingkungan yang menghargai nilai . Guru pada permulaan akan membuat kesalahan-kesalahan dalam pengelohan kelas. a. Kelemahan dalam menggunakan pendekatan pembelajan ini adalah sebagai berikut. Menerapkan bimbingan oleh tim. Sejumlah siswa mungkin bingung karena belum terbiasa dengan perlakuan seperti ini. Hipotesis Tindakan Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematika dan keaktifan siswa kelas VIIIA MTs Al-Inayah Sarijadi.

T. Geometri dan Analisa. Ruseffendi (1980) mengungkapkan: Matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide.. Bahasa matematika yang digunakan agar dapat dipahami orang yaitu dengan menggunakan simbol dan istilah yang telah disepakati bersama. yaitu bahwa obyek matematika tidaklah konkrit tetapi abstrak. bukan berarti matematika tidak dapat dikenali. E. Sementara itu Hudoyo (1983) secara singkat mengatakan bahwa “Matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan panalaran deduktif”. maksudnya bahwa matematika itu tidak tergantung pada bidang studi lain. kita dapat mengetahui hakekat matematika. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas yaitu: Aritmatika. Ruseffendi (1980) membedakan bahwa obyek matematika terdiri dari dua tipe. Obyek tak langsung adalah hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar. Pengertian Matematika Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat untuk mendefinisikan apa itu matematika? Walaupun belum ada definisi tunggal mengenai matematika. misalnya kemampuan 60 . yaitu obyek langsung dan obyek tak langsung.BAB II LANDASAN TEORI A. proses dan penalaran. sebagaimana yang diutarakan oleh Soedjadi (1985) sebagai pengetahuan matematika mempunyai beberapa karakteristik. Selain itu matematika adalah ratunya ilmu. Aljabar. Dengan mengetahui obyek penelaahan matematika. Mengenai obyek matematika.

simbol bermanfaat untuk kehematan intelektual. Karena itu belajar matematika sebenarnya untuk mendapatkan pengertian hubungan-hubungan dan simbol-simbol serta kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan yang nyata. atau dapat dibayangkan dalam alam pikiran 61 . dan dari informasiinformasi ini dapat membentuk konsep baru. strukturstruktur dan hubungannya diatur menurut aturan yang logis. Sedangkan obyek langsung dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu: fakta. Pemahaman terhadap struktur-struktur dan proses simbolisasi memberikan fasilitas komunikasi dan dari komunikasi ini kita mendapatkan informasi. ketrampilan.struktur. Simbol-simbol ini sangat penting dalam membentuk memanipulasi aturan yang beroperasi di dalam struktur.ide. Hudojo (1988) mengungkapkan bahwa apabila matematika dipandang sebagai suatu struktur dari hubungan-hubungan maka simbol-simbol formal diperlukan untuk menyertai himpunan benda-benda atau obyek-obyek. Dengan demikian hakekat matematika adalah hal-hal yang berhubungan dengan ide.memecahkan masalah dan kemampuan mentransfer pengetahuan. Dengan demikian simbol. bahwa matematika dapat dipandang sebagai suatu ide yang dihasilkan oleh ahli-ahli matematika dan objek penalarannya dapat berupa benda-benda atau makhluk. Menurut Nasution (dalam Sugiarto. sebab simbol-simbol dapat digunakan dalam mengkomunikasikan ide secara efektif dan efisien. konsep dan prinsip (aturan). 1990).

2006) mengatakan bahwa penilaian pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep matematik siswa harus menunjukkan bahwa siswa dapat: 1. 2008) adalah substansi pengetahuan matematik. mempunyai peran yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.kita. terstruktur dan eksak. Pemahaman terhadap konsepkonsep matematik bukan hanya sekedar mengingat kembali definisi-definisi dan mengenali contoh-contoh biasa. 2006). dengan struktur-struktur deduktif. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Sutrisman dan Tambuan (1987) bahwa matematika adalah pengetahuan tentang kuantitas ruang. dan mendefinisikan dengan 62 . Memberi label. Lebih lanjut NCTM (dalam Mudrikah. B. mengungkapkan dengan verbal. salah satu dari sekian banyak cabang ilmu yang sistematis. tapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas (Mudrikah. Berdasarkan uraian-uraian di atas tentang pengertian matematika dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan kumpulan ide-ide yang bersifat abstrak. Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. Pemahaman Konsep Matematika Konsep menurut NCTM (dalam Siti Zubaidah.

Mengidentifikasi dan mengembangkan contoh dan bukan contoh. Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep. 1991) adalah ide abstrak yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan objek. 5. 7. Karena sifatnya yang abstrak tersebut. diagram. Sedangkan konsep dalam matematika menurut Gagne (dalam Ruseffendi. maka sebelum konsep diajarkan.konsep. 2006) menyatakan bahwa dalam belajar konsep seorang anak didik akan melalui proses-proses: 63 . 3. Membandingkan dan membedakan konsep-konsep. 2.objek kedalam contoh atau bukan contoh. 4. Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenali kondisi-kondisi yang mengambarkan suatu konsep khusus. 8. Menterjemahkan dari suatu model representasi ke model lain. Kadir (dalam Mudrikah. 6. Menggunakan model. dan simbol untuk mempresentasikan konsep- konsep. hendaknya diyakinkan bahwa siswa telah memiliki pengetahuan prasyarat. Mengintegrasikan pengetahuan mereka tentang berbagai konsep.

Secara umum indikator kemampuan pemahaman matematik meliputi : mengenal. Berkaitan dengan makna pemahaman Rosane (2002: 11) menyatakan bahwa pemahaman adalah kemampuan untuk menjelaskan suatu situasi atau suatu tindakan. Pemahaman berasal dari kata “paham”. Abstraksi yaitu suatu daya (kesanggupan) untuk memperoleh suatu pengertian dan membedakan sesuatu dengan yang lain. Persepsi (tanggapan) yaitu tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada. 64 . Generalisasi yaitu penggunaan pengertian yang dimiliki pada hal-hal lain. prosedural. dalam arti orang tersebut mampu menjelaskan konsep tersebut kepada orang lain. Kemampuan ini sangat berguna dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika baik yang bersifat konsep maupun konteks. Seseorang dikatakan paham terhadap sesuatu jika orang tersebut mengerti benar sesuatu itu. prinsip dan ide matematika. Anak didik mendapat kesempatan menghubungkan pengertian lama (pengetahuan prasyarat) dengan pengetahuan baru. memahami dan menerapkan konsep. Kemampuan pemahaman konsep (conceptual understanding) merupakan salah satu tuntutan kurikulum saat ini yang perlu untuk ditingkatkan.1. 2. Poerwadarminta (1984: 694) mengartikan kata “paham” sebagai “mengerti benar”. 3.

Konsep-konsep matematika terorganisasikan secara sistematis, logis, dan hirarkis, dari yang sederhana sampai pada yang kompleks.

Menurut Posamentier & Stepelman (dalam Patria, 2007) bahwa kemampuan serta keterampilan dalam menyelesaikan suatu masalah akan bermanfaat dalam menghadapi permasalahan keseharian serta dalam situasi-situasi pengambilan keputusan yang akan selalu dialami diseluruh kehidupan individu. Tentu saja di dalam kemampuan menyelesaikan permasalahan terdapat hal yang sangat mendasar yang perlu dimiliki yakni kemampuan dalam memahami konsep maupun konteks permasalahan yang dihadapi.

Salah satu ide dan gagasan yang diterima dalam komunitas pendidikan matematika adalah ide bahwa siswa harus memahami matematika. Pembelajaran dengan pemahaman sering menjadi bahan kajian yang sangat luas dan mendalam dalam riset pendidikan matematika. Hampir semua teori belajar menjadikan pemahaman sebagai tujuan dari proses pembelajaran.

Di sisi lain, Dienes (Ruseffendi, 1991: 157) mengemukakan mengenai pengertian konsep yang lebih luas dari kedua pendapat di atas. Menurutnya, konsep adalah struktur matematika yang terdiri dari tiga macam: konsep murni matematika (pure mathematical concepts), konsep notasi (notational concepts), dan konsep terapan (applied concepts).Pemahaman terhadap konsep matematika merupakan dasar

65

untuk mengerjakan matematika secara bermakna. Bloom (Ruseffendi, 1991: 221) menyatakan: “ada tiga macam pemahaman: pengubahan (translation),

pemberian arti (interpretation), dan pembuatan ekstrapolasi (extrapolation)”. Dalam matematika, proses pengubahan (translation) dapat dilihat dari kemampuan siswa untuk mengubah soal dalam bentuk kalimat atau bahasa matematika, misalnya dapat menyebutkan variabel-variabel yang diketahui dan yang ditanyakan. Untuk proses pemberian arti (interpretasi) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam memahami bahan atau ide yang direkam, diubah atau disusun dalam bentuk lain, misalnya dalam bentuk grafik, tabel, peta konsep, diagram, dan sebagainya. Sedangkan ekstrapolasi (extrapolation) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam membuat ramalan, membuat perkiraan atau menerapkan konsep dalam perhitungan matematis untuk menyelesaikan soal.

Pemahaman konsep (conceptual understanding) merupakan salah satu aspek dari tiga aspek penilaian matematika. Penilaian pada aspek pemahaman konsep ini bertujuan mengetahui sejauh mana siswa mampu menerima dan memahami konsep dasar matematika yang telah diterima siswa.
C. Model Pembelajaran Kooperatif

Metode dan strategi pembelajaran telah berkembang dengan pesat dan revolusioner untuk menjawab tantangan dan mengantisipasi tuntutan perkembangan

66

sosial, ekonomi dan teknologi informasi yang telah mengglobal.

Paradigma guru sebagai knowledge tranformator telah bergeser menjadi knowledge facilitator. Konsekuensi dari perubahan paradigma tersebut, maka guru perlu memperkaya pengetahuan dan meningkatkan keterampilannya, terutama dalam metode dan strategi pembelajaran. Disamping faktor kesiapan siswa, keterbatasan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran, merupakan salah satu faktor penyebab siswa tidak mampu mencapai kompetensi secara optimal.

Metode belajar secara kelompok, telah menjadi salah satu pilihan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun dalam penerapannya, pengarah guru kurang jelas

dan memadai, keterbatasan sumber dan bahan belajar, kesiapan siswa serta pengaturan kelas (setting) juga menjadi penyebab PBM kurang efektif.

Menurut Pradnya Wijayanti (2002:1), pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin atau latar belakang yang berbeda. Pembelajaran ini menekankan kerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. Selain itu sebelum pembelajaran kooperatif dilaksanakan, sebaiknya siswa diperkenalkan keterampilan kooperatif yang akan digunakan dalam kelompok belajar nanti. Keterampilan kooperatif itu antara lain

67

d. seperti milik mereka sendiri. Siswa dalam kelompok harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. Siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama. 1. berani bertanya. mendorong teman untuk bertanya. Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif Sebagaimana diungkapkan oleh Budi Isdiyanto (2003:1) bahwa unsur- unsur dasar pada pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota 68 . b. c. Siswa mempunyai rasa tanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya. a. mengambil giliran dan berbagi tugas dan sebagainya.menghargai pendapat orang lain. mendorong partisipasi.

Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.kelompoknya. dan rendah. mengemukakan pembelajaran yang menggunakan model kooperatif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. b. 69 . f. Ciri-ciri Model Kooperatif Budi Isdiyanto (2003:2). sedang. 2. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani kelompok kooperatif. g. Semua harus membagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja selama belajar. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. e. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi.

Penghargaan berorientasi kepada kelompok ketimbang individu. STAD merupakan satu metode dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan merupakan yang baik untuk guru yang baru memulai pendekatan kooperatif dalam kelas. Bila mana mungkin anggota kelompok dibentuk dari ras. menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa. masalnya seorang guru akan menyajikan pokok bahasan yang 70 . suku. Selain itu. pembentukan kelompok siswa. 3. STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif dan selanjutnya berikut ini diuraikan bagaimana pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division (STAD) Seperti halnya pada model pembelajaran yang lain dalam pembelajaran kooperatif juga diperlukan tugas perencanaan. memilih topik yang sesuai dengan model ini.c. merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan. jenis kelamin yang berbeda-beda. budaya. misalnya menentukan pendekatan yang tepat. yang terdiri dari beberapa dan saling berhubungan antar bagiannya. d. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat cocok untuk menyajikan materi pembelajaran terstruktur. mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya dalam kelompok.

Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin. Setiap awal pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Pengajaran Tujuan utama dari pengajaran adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Model ini juga sangat mudah diadaptasi. yaitu penyajian kelas. dan latihan terbimbing antara lain: 71 . pengembangan. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari lima komponen utama.terstruktur terdiri atas sub pokok bahasan A. Menurut Slavin model STAD merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Penyajian tersebut mencakup pembukaan. IPA. Selain itu STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang teratur. yaitu sebagai berikut: 1.B. belajar kelompok. telah digunakan dalam matematika. dan penghargaan kelompok. IPS. Bahasa Inggris dan banyak subjek lainnya. kuis. skor perkembangan.C dan D.

atau cara lain. masalah kehidupan nyata. b. 3) Ulangi secara singkat keterampilan atau informasi yang merupakan syarat mutlak. Timbulkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menimbulkan teka-teki.a. Pembukaan 1) Katakanlah pada siswa apa yang akan mereka pelajari dan mengapa hal itu penting. 3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan 72 . Pengembangan 1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. 2) Guru menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menemukan konsep atau merangsang keinginan mereka pada pelajaran tersebut. 2) Pembelajaran kooperatif menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan hafalan.

Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik. jika siswa telah memahami pokok masalahnya c. Hal ini bertujuan supaya semua siswa selalu siap dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi 73 . 2. 4) Memberi penjelasan mengapa jawaban pertanyaan tersebut benar atau / I salah. 3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. 5) Beralih pada konsep yang lain.pertanyaan-pertanyaan. Latihan Terbimbing 1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan. \ 2) Memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan soal. Belajar Kelompok Selama belajar kelompok.

2003:9) Pada saat pertamakali menggunakan pembelajaran kooperatif. Bagikan lembar kegiatan siswa. d.yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Berikan waktu kurang lebih 10 menit untuk memilih nama kelompok. Selanjutnya langkah-langkah guru sebagai berikut: a. Mintalah anggota kelompok memindahkan meja/bangku mereka bersama. atau satu 74 . bertiga. mereview konsep atau menjawab pertanyaan itu. guru perlu mengamati kegiatan pembelajaran secara seksama. Selain itu guru juga melakukan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan pada saat kegiatan belajar kelompok berlangsung. Serahkanlah pada siswa untuk bekerja sama dalam pasangan. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok (Budi Isdiyanto. Guru juga perlu memberi bantuan dengan cara memperjelas perintah. Kelompok manapun yang tidak dapat menyepakati nama kelompok pada saat itu boleh memilih kemudian c.sama dan pindah ke meja kelompok b.

f. Jika siswa mengerjakan pertanyaan dengan jawaban pendek. guru berkeliling dalam kelas. Jadi. dan kemudian antara teman saling bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha menjawab pertanyaan itu. teman satu kelompoknya bertanggung jawab menjelaskannya. Jika salah satu tidak dapat mengerjakan suatu pertanyaan. mereka seharusnya menanakan teman-teman sekelompok sebelum bertanya guru. Sementara siswa bekerja dalam kelompok. e. Ingatkan siswa bahwa jika mereka mempunyai pertanyaan. Jika mengerjakan soal. masing-masing siswa harus mengerjakan soalnya sendirian dan kemudian dicocokkan dengan temannya. tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari. Tekanan pada siswa bahwa mereka belum selesai belajar sampai mereka yakin teman-teman satu kelompok dapat mencapai nilai 100 pada kuis. Guru sebaiknya memuji kelompok yang semua anggotanya bekerja dengan baik. maka mereka lebih sering bertanya. Pastikan siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. yang 75 .kelompok utuh. penting bagi | siswa agar mempunyai lembar kegiatan untuk mengecek diri mereka dan temanteman sekelompok mereka pada saat mereka belajar.

Kuis Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. Hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai perkembangan kelompok.anggotanya duduk dalam kelompoknya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok.1 Perhitungan Perkembangan Skor Individu Skor kuis Poin 76 . untuk mendengarkan bagaimana anggota yang lain bekerja. 3. Nilai perkembangan kelompok diperoleh dari nilai perkembangan individu tiap anggota kelompok Robert Slavin (2009:159-160) penghitungan skor perkembangan didapat melalui kriteria berikut: Tabel 2.

skor perkembangan. terkompak.2 Tingkatan Perhargaan Tim 15a .24 GOOD TEAM GREAT TEAM 4. Kelebihan dalam penggunaan pendekatan pembelajaran ini adalah sebagai berikut: 77 . dan termaju. Langkah tersebut di lakukan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penghargaan Kelompok Kegiatan ini di lakukan pada setiap akhir pertemuan kegiatan belajar mengajar.19 20 0 . Guru memberikan penghargaan berupa pujian. Kriteria ketiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2. atau barang yang dapat berbentuk makanan kecil kepada kelompok yang teraktif .Tiga tingkatan diberikan kepada kelompok yang memperoleh nilai perkembangan yang dihitung dari rata-rata poin perkembangan yang diperoleh tiap anggota kelompok.

. Guru pada permulaan akan membuat kesalahan-kesalahan dalam pengelohan kelas. a. b. akan tetapi usaha yang sungguh-sungguh dan terus.78 Mengembangkan serta menggunakan keterampilan berpikir kritik dan kerja sama kelompok.menerus akan dapat terampil menerapkan modal pembelajaran ini. Sejumlah siswa mungkin bingung karena belum terbiasa dengan perlakuan seperti ini. Kelemahan dalam menggunakan pendekatan pembelajan ini adalah sebagai berikut. a. Menciptakan lingkungan yang menghargai nilai .Menyuburkan hubungan atara pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang berbeda.nilai ilmiah. Menerapkan bimbingan oleh tim. b.

79 D. Bandung pada pokok bahasan Bangun ruang sisi datar kubus dan balok. Hipotesis Tindakan Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematika dan keaktifan siswa kelas VIIIA MTs Al-Inayah Sarijadi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful