LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL HORTIKULTURA PIKEL

Disusun Oleh: Siti Hardianti Rere Garet Rustawan Andari Sulfaj Gina Rosgina Sari Yulian Arthia Putri NIM 1000701 NIM 1000732 NIM 1000748 NIM 1000774 NIM 1000822

Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia 2012

mahasiswa mampu mengetahui proses .BAB I PENDAHULUAN A. bengkuang. Serta pembuatan sauerkraut pada produk sawi dan kol. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan agar pembuatan pikel dan sauerkraut. Untuk menyiasati hal tersebut perlu dilakukan proses pengolahan lebih lanjut guna memperpanjang masa simpan dari produk sayur dan buah tersebut. dan cabai. banyaknya hasil pertanian yang berupa sayur dan buah apabila tidak mengalami pengolahan lebih lanjut akan terbuang sia-sia karena kerusakan. B. paprika. Pada parktikum kali ini akan dilakukan proses pembuatan pikel pada produk mentimun. Salah satu bentuk fermentasi pada produk hortikultura yaitu acar sayuran/buah atau dikenal juga dengan pikel serta sauerkraut. wortel. Namun.bawang merah. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam nabati. Seperti yang sudah diketahui bahwa produk sayur dan buah mempunyai sifat yang mudah rusak karena memiliki kandungan air yang yang cukup tinggi yang merupakan pendukung untuk tempat tumbuhnya mikroorganisme pembusuk. Fermentasi merupakan suatu reaksi oksidasi atau reaksi dalam sistem biologi yang menghasilkan energy dimana donor dan aseptor adalah senyawa organik. salahsatu cara pengolahan yang sudah banyak dikenal dan diterapkan oleh masyarakat Indonesia yaitu melalui fermentasi. salah satunya adalah sayuran dan buah-buahan.

tergolong dalam makanan yang berasa asam. manis dan asin. Salah satu bentuk fermentasi pada produk hortikultura yaitu acar sayuran/buah atau dikenal juga dengan pikel. cabai.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Fermentasi merupakan suatu reaksi oksidasi atau reaksi dalam sistem biologi yang menghasilkan energy dimana donor dan aseptor adalah senyawa organik. b. dan cairan di dalam jaringan akan mengalir ke dalam larutan garam membawa berbagai nutrisi sehingga larutan garam menjadi media tumbuh bagi mikroba tahan garam. “Sweet pickle” atau pikel manis. yaitu pikel asam. seperti Cina. Menurut Luh dan Woodrof (1975) pikel dapat dibagi menjadi 2 jenis. “Dill pickle” yaitu pikel yang diberi bumbu sebagai penambah cita rasa. Ada tiga macam pikel yang dikenal di masyarakat. Pikel asin adalah pikel sawi. Garam di larutan akan berdifusi ke dalam jaringan bahan sehingga jaringan menjadi asin. Senyawa organik yang biasa digunakan adalah zat gula. Korea. yaitu pikel yang rasanya asam manis. jambu biji dan salak (Anonim. tetapi anggapannya bahwa pengolahan dan pengawetan sayuran diawali di daerah Asia timur. yaitu : a. Rasa manis diperoleh dengan penambahan gula. rasa dan aroma yang khas pikel. Sementara pikel manis antara lain pikel bengkuang. 2007 ) Pikel adalah produk hasil fermentasi bahan nabati (buah. Senyawa tersebut akan diubah oleh reaksi reduksi dengan katalis enzim menjadi senyawa lain (Fardiaz. sayur dan umbi) di dalam larutan garam 15-20%. Pikel didefinisikan sebagai sebuah produk makanan yang telah dibumbui dan diawetkan dalam air asin. Pikel asam yang sudah ada di pasaran antara lain pikel mentimun. serta merupakan makanan tambahan yang berfungsi sebagai pembangkit selera dan nafsu makan. 1984). 1998). Sejarah mengenai pengawetan sayuran belum bisa dipastikan kapan dan dimana asal usulnya. dan wortel. terung. Selama fermentasi mikroba tahan asam tumbuh menghasilkan asam. . bawang. Jepang. (Zubaidah.

9%. Pembuatan acar jenis ini banyak dilakukan di Jepang. yaitu : a. c. pikel asam (“sour pickle”) atau “mixed pickle”. menyatakan bahwa pikel yang mengalami proses fermentasi masih dapat dibedakan menjadi 3 macam.Prederson (1971). Pikel yang difermentasi dalam larutan berkadar garam tinggi (“salt stock pickle”). Sebelum dikonsumsi. Pikel ini dapat langsung dikonsumsi tanpa diolah lagi. b. misalnya menjadi pikel manis (“sweet pickle”). Pada tahap ini serbuk garam dikurangi 6% dari berat bahan yang telah mengalami rough salting. Cara ketiga Mula-mula digunakan larutan garam 10.6% lalu ditambah serbuk garam sebanyak 9% dari berat bahan. yaitu proses pelumuran garam (rough salting) dan penggaraman akhir (final salting). Proses ini berlangsung selama 4-5 hari yang dilanjutkan dengan penggaraman akhir. Tahap pertama dilakukan dengan kadar garam rendah sekitar 8% lalu ditambah serbuk garam sebanyak 9% dari berat bahan. Penambahan garam dilakukan secara berangsur . Pada proses pelumuran garam digunakan serbuk garam kira-kira 10% dari berat bahan dan larutan garam berkonsentrasi 10%. Cara pertama Terdiri atas 2 proses. Pembuatan pikel jahe yang terbaik adalah menggunakan badak yang berukuran besar dengan umur sekitar 4 – 4 bulan.5 bulan jahe tidak terlalu keras. Pikel yang difermentasi menggunakan kristal garam (Drysalting) dengan konsentrasi rendah seperti pada pembuatan sourkrout. Bahan dan serbuk garam disusun dalam wadah khusus seperti stoples secara berlapis-lapis. pikel yang difermentasi dalam larutan berkadar garam rendah (“dill pickle”). pikel ini harus di “desalting” dulu. Cara kedua Adalah dengan pembubukan garam secara bertahap. supaya terlalu asin dan biasanya diolah kembali. kadar serat masih rendah dan tidak terlalu rendah. Pembuatan acar dibedakan atas 3 cara: a. Pada umur 4 – 4. b. Bagian atas memiliki lapisan garam lebih banyak daripada bagian bawahnya. Setiap minggu dilakukan penambahan garam secara berangsur hingga akhirnya menjadi 15. c. Lama proses penggaraman tergantung dari aroma acar yang dihasilkan.

5 ± 2.0 % pada akhir fermentasi dan di identifikasi berupa asam laktat. Sama dengan produk sayur asin lainnya. dan aroma khas yang diperoleh dari proses fermentasi dengan cara mengiris . Pelunakan pada sauerkraut berawal dari kerusakan flavour karena penyebab kerusakan yaitu khamir dan kapang masuk ke dalam seluruh bagian sauerkraut sehingga menjadi lunak.iris sawi dan dicampur dengan larutan garam. Sauerkraut Sauerkraut merupakan produk hasil fermentasi sayur sawi yang memiliki karakteristik warna. Asam yang dihasilkan berkisar pada rentang 1. maka penambahan garam setiap minggunya harus lebih sedikit dari cara kedua. tekstur. .9%.setiap minggu hingga mencapai 15. akan tetapi asamnya diperoleh dari proses fermentasi sakarida (gula) yang terdapat dalam bahan baku oleh bakteri asam laktat. Agar lama proses cara ketiga ini sama dengan cara kedua. sauerkraut merupakan sayuran yang telah diberi asam.

Mangkok . B.Baskom . Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri.Timbangan .BAB III METODE PENELITIAN A.Talenan .Pisau . 25 Oktober 2012 pukul 08.Gula . Prosedur Kerja .Kentang . FPTK. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum dilakukan pada hari Kamis.Jar b) Bahan .Jagung C. Alat dan Bahan a) Alat .00 WIB dan proses pengamatan pada hari Kamis. UPI.Buncis .40-11.Tissue . 8 November 2012 WIB.Kompor Gas .Panci . Bandung.NaCl . Praktikum dan pengamatan dilakukan di Laboratorium Agroindustri.Wortel .

daging: putih asam banget agak liat aroma acar Kelompok 4 Pikel Bengkuang penilaian hari ke 1 warna putih gading rasa manis tekstur keras aroma khas bengkuang kelompok 5 Pikel Paprika penilaian hari ke 1 warna cerah rasa asam kesat tekstur renyah aroma khas paprika Kelompok 6 Pikel Cabai hari ke 14 putih pucat keras bau asam hari ke 14 lebih cerah asam sedikit lunak aroma paprika . Hasil Kelompok 1 Pikel Bawang penilaian hari ke 1 warna rasa tekstur aroma kelompok 2 Saurkraut Kol penilaian hari ke 1 warna putih kehijauan rasa khas kol tekstur renyah aroma khas kol hari ke 14 hari ke 14 makin tua lembek bau menyengat kol dan bau busuk (tidak bergas) Kelompok 3 Pikel Mentimun penilaian hari ke 1 warna rasa tekstur aroma kulit : hijau segar.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. daging : putih khas mentimun renyah khas mentimun hari ke 14 kulit: kuning .

Pembahasan .penilaian warna rasa tekstur aroma hari ke 1 merah coklat (++) agak lunak (++) menyengat cabai hari ke 14 +++ mengeras (+++) khas cabai agak asam kelompok 7 Pikel Wortel penilaian hari ke 1 orange cerah warna (+++) manis khas wortel rasa (+++) tekstur keras tekstur (+++) aroma khas wortel (+++) Kelompok 8 Saurkraut Sawi penilaian hari ke 1 warna hijau segar rasa tekstur keras aroma khas sawi hari ke 14 orang gelap (+) keras berlendir (++) agak bau busuk hari ke 14 hijau kecoklatan berlendir bau busuk B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful