P. 1
MAKALAH KASUS HPP

MAKALAH KASUS HPP

|Views: 461|Likes:
Published by Agil Redz
hpp
hpp

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Agil Redz on Jul 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2015

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Latar Belakang Pada pelepasan plasenta selalu terjadi perdarahan karena sinus-sinus maternalis di tempat insersinya pada dinding uterus terbuka. Biasanya perdarahan ini tidak banyak, sebab retraksi dan kontraksi otot-otot uterus menekan pembuluhpembuluh darah yang terbuka, sehingga lumennya tertututup., kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah (1) Di amerika insidensi kematian ibu sebanyak 7 - 10 wanita dari 100.000 persalinan, sekitar 8% disebabkan oleh HPP Menurut WHO kematian ibu bersalin sebanyak 100.000 kematian ibu tiap tahunnya dan 25% dari jumlah tersebut ialah dikarenakan HPP.(2) Di amerika dari 1 - 10% persalinan mengalami komplikasi HPP dan dari penelitian terhadap 2000 wanita menunjukkan bahwa HPP merupakan penyebab kematian ibu ketiga yaitu sebesar 13%.(3) Diperkirakan bahwa setiap tahunnya, sekitar 600.000 sampai 800.000 wanita-wanita meninggal disaat melahirkan diseluruh dunia. Di negara berkembang, perdarahan postpartum (PPP) diperkirakan sampai pada setengah dari semua kematian ibu. Bahkan di negara maju, angka kejadian PPP sekitar 1 dari 1000 persalinan. Confidential Enquiries into Maternal Death yang terakhir di UK menempatkan PPP sebagai penyebab ketiga dari kematian ibu.(4) Definisi Seorang wanita sehat dapat kehilangan 500 ml darah tanpa akibat buruk (1)

2

Pengukuran darah yang keluar sukar untuk dilakukan secara tepat.(6) HPP ialah kehilangan darah sebanyak 500 mL pada kelahiran pervaginam dan 1000 mL pada kelahiran dengan SC.(5) a. Perdarahan postpartum lambat bila perdarahan terjadi setelah 24 jam pertama. Primer bila terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir b.(2) Perdarahan postpartum adalah perdarahan dalam kala IV yang lebih dari 500 . biasanya antara hari ke 5 sampai 15 postpartum. Sekunder bila terjadi setelah 24 jam anak lahir. Perdarahan postpartum dapat dibagi dalam 2 kategori : 1.(6) Etiologi Atonia uteri merupakan yang paling umum sebagai penyebab HPP primer.600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir.(4) Etiologi : atonia uteri 50-60% Sisa plasenta 23-24% Retensio plasenta 16-17% Laserasi jalan lahir 4-5% 3 . Perdarahan postpartum dini bila perdarahan terjadi dalam 24 jam pertama 2. diperkirakan 80% dari semua kasus. Bila perdarahan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah kelahiran disebut HPP primer/dini dan bila lebih dari 24 jam setelah kelahiran maka disebut HPP sekunder/lambat.Perdarahan postpartum digunakan apabila perdarahan 500 cc atau lebih setelah kala III selesai (Setelah plasenta lahir).

dan nifedipine. Bisa berupa sisa plasenta yang menghalangi kontraksi uterus. Hematoma. Atonia uteri. 2. Laserasi jalan lahir. Beta adrenergik.Kelainan darah 0. Subinvolusi di daerah insersi plasenta 3.5-0. Lain-lain. sehingga masih ada pembuluh darah yang tetap terbuka. Dari luka bekas sectio cesarea (5) Hambatan terhadap kontraksi miometrium dapat diakibatkan oleh obat seperti anestesi golongan halogen. Uterus yang sangat teregang (hidramnion. kehamilan ganda atau kehamilan dengan janin besar). partus lama dan pemberian narkosis merupakan predisposisi untuk terjadinya atonia uteri.(2) Atonia dapat timbul karena salah penanganan kala III persalinan dengan memijat uterus dan mendorongnya ke bawah dalam usaha melahirkan plasenta sedang sebenarnya belum terlepas. Etiologi perdarahan postpartum lambat : 1. atau ruptura uteri juga inversio uteri. dan ini merupakan sebab utama dari perdarahan postpartum. 3.(1) 4 . vagina dan perineum dapat menimbulkan perdarahan yang banyak bila tidak direparasi dengan segera. Hematoma yang biasanya terdapat pada daerah-daerah yang mengalami laserasi atau pada daerah jahitan perineum. Perlukaan serviks. NSAID. 4. magnesium sulfat.8% (7) Etiologi perdarahan postpartum dini : 1. Pada atoni uteri uterus tidak mengadakan kontraksi dengan baik. nitrat. Tertinggalnya sebagian plasenta 2.

(Wiknjo merah) 5 .(4) Sheehan sindrom memiliki gejala amenorea. mental dullness. solusio plasenta. yaitu malnutrisi 2. astenia. yang dapat mengakibatkan sindrom Sheehan. pre-eklampsi dan eklampsi.1. hepatitis dan septik syok. penurunan berat badan. lekas letih. Atonia uteri faktor predisposisi terjadinya atonia uteri : umur: terlalu muda atau terlalu tua paritas: sering pada multipara dan grandemultipara partus lama dan terlantar obstetri operatif dan narkose uterus terlalu regang dan besar. vagina. uterus couvelair pada solusio plasenta Faktor sosioekonomi. hipo atau agalaktorea. hipotensi. seperti mioma uteri. hipomenorea. forniks dan rahim 4. anemia. penurunan fungsi seksual dengan atrofi alat-alat genital. hidramnion atau janin besar. pada gemelli. Penyakit darah hipofibrinogenemia sering dijumpai pada perdarahan yang banyak. Jalan lahir : robekan perineum. kemandulan relatif. Sisa plasenta dan selaput ketuban 3. serviks. Kelainan pada uterus.(6) Patofisiologi Diketahui juga bahwa HPP dapat menyebabkan nekrosis dari kelenjar pituitary anterior karena iskemia. infeksi. kematian janin yang lama dalam kandungan. dan hipotiroidisme.

cegah/atasi syok 3.(5) Tindakan pada perdarahan postpartum mempunyai 2 tujuan yaitu. (1). plasma expander. Apabila sebagian saja plasenta yang lepas maka terjadi perdarahan karena uterus tidak bisa berkontraksi dan beretraksi dengan baik pada batas antara dua bagian itu. Pencegahan dan Penanganan Pencegahan terjadinya perdarahan postpartum ialah dengan memimpin kala II dan kala III persalinan secara lege artis. tetapi bila keadaan tidak memungkinkan maka tindakan penggantian darah yang hilang lebih diutamakan. beberapa pendapat mengatakan untuk memberikan suntikan ergometrin secara intravena setelah anak lahir untuk mengurangi jumlah perdarahan yang terjadi. ganti darah yang hilang/transfusi atau diberi NaCl/RL. dextran-L 6 . Pada umumnya kedua tindakan tersebut dilakukan secara bersamaan.(5) Tatalaksana 1. 2) menghentikan perdarahan. Kontraksi dan retraksi otot-otot uterus menekan pembuluh darah yang terbuka sehingga lumennya tertutup kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah. 1) mengganti darah yang hilang.Pada pelepasan plasenta terjadi perdarahan karena sinus-sinus maternalis di tempat insersinya pada dinding uterus terbuka. hentikan perdarahan 2.

1 ampul ergometrin iv) diulangi 4 jam kemudian. • Retensio Plasenta Kandung kemih dikosongkan. Kompresi bimanual Tampon uterovaginal secara lege artis diangkat 24 jam kemudian Tindakan operatif : 1. Jika tidak berhasil lakukan manual plasenta. im atau infus) dan boleh dicoba perasat Crede secara Lege artis. masasse uterus dan suntikan oksitosin (iv. suntikan prostaglandin.100 iu dlm 500 ml D5%. hipogastrika 3. ligasi arteri uterina 2. Histerektomi 1 dan 2 dilakukan untuk yang masih punya anak. Manual plasenta segera dilakukan bila: perdarahan kala III > 200 cc penderita dalam narkose riwayat HPP habitualis tali pusat putus 7 .• Atonia Uteri Massase uterus + uterotonik (infus oksitosin 10 iu . Tindakan menurut Henkel (menjepit cabang arteri uterina melalui vagina kanan dan kiri) atau kompresi aorta abdominalis dapat mengurangi perdarahan sementara. Ligasi A. Setelah manual plasenta diberi injeksi ergometrin jika masih ada jaringan plasenta yang tertinggal dilakukan kuretase dengan kuret tumpul ukuran besar bersamaan dengan injeksi oksitosin.

terapi fibrinogen atau transfusi darah segar atau fresh frozen plasma. kontrol DIC dengan heparin. tindakan untuk melepaskan plasenta yang melekat kuat tersebut dapat mengakibatkan prdarahan hebat atau perforasi uterus. dan dijahit dengan cermat. mungkin merupakan plasenta akreta. Hal ini mungkin sama sinergisnya dengan pemberian obat yang uterotonika.• Sisa Plasenta Tertinggalnya satu atau lebih lobus plasenta. Pada hipofibrinogenemia. tranexamic acid dan sebagainya. Oxytocin Infusion/Prostaglandins 8 . robekan dilihat secara aveu dengan spekulum. kalsium.(7) Massage the Uterus Adalah penting untuk memijat uterus untuk menstimulasi kontraksi dan retraksi uterus dan harus dilakukan sejak awal. dan memerlukan tindakan histerektomi • Robekan/ laserasi jalan lahir Segera melakukan reparasi. maka uterus tidak dapat berkontraksi secara efektif raba bagian dalam uterus untuk mencari sisa plasenta dengan explorasi manual keluarkan sisa plasenta dengan tangan. • Gangguan pembekuan darah Diberi pengobatan seperti vitamin K. cunam ovum atau kuret besar adanya jaringan yang melekat kuat.

5% dan angka gangguan pada traktus urinarius 7. Apply Compression Sutures Jahit tekan diuraikan pertama kali oleh Christopher B-Lynch dan karenanya sering disebut jahitan "B-Lynch". Tekanan bimanual dapat diberlakukan pada uterus untuk 9 . Bagaimanapun juga. Dalam kaitan dengan perubahan anatomis selama kehamilan. Histerektomi subtotal memiliki lebih rendah angka morbiditas dan mortalitasnya dan memerlukan sedikit waktu. Menunjukkan perlunya mendapatkan pertolongan dan intervensi ketika dirasa perlu. Subtotal or total Abdominal Hysterectomy Histerektomi total atau subtotal tergantung pada situasi klinis. Jika perdarahan terlihat banyak pada segmen bawah (seperti di PPP dengan plasenta previa). Histerektomi merupakan bagian terakhir dalam penanganan PPP karena atonia. Adalah penting juga untuk pengapit ligamentum ovarika pada pertengahannya untuk menghindari oophorektomi tanpa disengaja. yang pertama untuk dikerjakan pada histerektomi harus cepat jika kondisi hemodinamik tidak stabil dan jika tidak terkontrolnya perdarahan disamping dengan tindakan medis dan pembedahan lainnya. Histerektomi subtotal dilakukan jika perdarahan yang terjadi berasal dari segmen atas dan penyebabnya karena atonia uteri. terutama kandung kemih dan saluran kencing.Syntocinon 40 unit dapat dimasukkan ke dalam 500 ml larutan saline dan diinfuskan dengan kecepatan 125 ml/jam.5% setelah menggunakan prosedur ini. adalah penting untuk berlatih untuk mencegah trauma viscera. histerektomi total yang dilakukan. Dari 15 tahun pengalaman histerektomi obstetric dari pusat ketiga di Nigeria mengungkapkan bahwa kematian maternal 12.

22 Rt 8 Barito kuala : 26 tahun 10 .(4) Obat yang digunakan dalam penanganan dan pencegahan HPP ialah : Oksitosin.(3).Y : Tamban km. Dinding anterior dan posterior dilewati oleh jahitan vertikal dengan menggunakan suatu material jahitan yang lambat diserap. menghasilkan tekanan yang berkelanjutan terhadap uterus. vasopresif dan antidiuretic efek Ergotrate Maleate.memantapkan apakah tekanan jahitan sudah baik. Identitas Nama Alamat Umur : Ny. LAPORAN KASUS I. Aksi terutama pada otot polos uterus dengan memperpanjang lamanya kontraksi otot tersebut. Meningkatkan ritme kontraksi uterus. Memperkuat kontraksi uterus dalam hitungan menit Methergin.

Os lalu disarankan ke RS ULIN tanpa rujukan.00 wita hingga perut terasa lebih mulas.s 3. karena tidak berhasil dipimpin bidan.Suku/Bangsa MRS Suami Nama Umur Agama Pekerjaan : Banjar : 6 Februari 2006 pukul 19. Os juga mengaku ada riwayat dipimpin bidan kesehatan untuk mengedan kemudian disuntik di pantat oleh bidan pukul 18. Os merasa sering memeriksakan diri saat hamil ke petugas kesehatan tiap kurang lebih 1 bulan sekali dan sering disarankan oleh bidan untuk melahirkan di RS karena ada riwayat operasi Caesar. Os mengaku persalinannya dipimpin oleh dukun kampong mulai jam 8 pagi sampai jam 16. Riwayat Perjalanan Penyakit Os Perutnya mulas sejak kurang lebih 18 jam yang lalu. Os tidak tahu pembukaan berapa saat bidan memeriksa. Anamnesa 1. Riwayat obstetric 11 . kurang lebih 3 jam berikutnya ada keluar lender dan darah sedikit-sedikit.00 sore (8 jam) kemudian didorong-dorong. Keluhan Utama : ingin melahirkan 2. tidak ada riwayat airair.40 WITA : : Hermanto : 26 Tahun : Islam : Swasta (ABK) II.

G2P1A0 . Pemeriksaan Fisik A. 7. 6. Tanda Vital : 12 . taksiran persalinan 10 Februari 2006. 4. Perkawinan kedua dengan suami sekarang selama 1 tahun 7 bulan. anak pertama lahir cukup bulan pada tahun 2001 dengan jenis persalinan SC atas indikasi CPD di RS ISLAM Banjarmasin jenis kelamin perempuan. Keadaan Umum Kesadaran : Compos mentis Status Gizi : cukup TB/BB : 146 cm/46 kg 2. Riwayat Penyakit Keluarga Asma (-) DM (-) HT (-) III. Pemeriksaan Umum 1. HPHT tanggal 03 mei 2005. Riwayat Penyakit Dahulu SC dengan indikasi CPD lima tahun yang lalu. Kehamilan sekarang adalah anak yang kedua. berat 3800 gram dalam keadaan sehat. dikaruniai 1 orang anak. Perkawinan pertama selama 6 tahun. Riwayat perkawinan Pasien pernah menikah dua kali. Riwayat Haid Siklus teratur setiap 27 hari dengan lama haid 5 hari. 5.

Auskultasi Denyut jantung janin : 144X/menit regular 4.. Inspeksi : Perut membuncit asimetris 2.t : 360 C Kepala dan leher : anemis (-) ikterik (-) Thorax : dalam batas normal Abdomen : membuncit Ekstremitas : edem (-) reflek patella (+) B. Xhypoideus L2 : Punggung sejajar kanan L3 : Presentasi kepala L4 : 1/5 Hodge 1 TFU : 28 cm Taksiran Berat Janin : 2635 gram His : 3X/10 menit.TD : 120/90 .RR : 24X/menit .N : 88X/menit . lama 25-30 detik 3. Pemeriksaan Khusus Obstetrik 1. Pemeriksaan Dalam Portio Pembukaan Kulit ketuban Penurunan : konsistensi lunak : 7 cm : (+) : Hodge 1 13 . Palpasi : L1 : 3 jari bawah proc.

Penunjuk : UUK 5. kepala di Hodge II. E.15 : Pembukaan 5 cm.DJJ (+). Pemeriksaan Tambahan Laboratorium : Darah : Hb 11. kulit ketuban (+) bagian bawah kepala H1 Diagnosa : G2P1A0 hamil 39 minggu.OG : setuju sikap 7 februari 2006 Pukul 00. Diagnosis Kerja P2A0 post partum dengan vakum ekstraksi atas indikasi kala 2 lama.05 : Pembukaan 9 cm. Sp. dengan riwayat SC 5 tahun yang lalu. Follow Up 6 februari 2006 Pukul 22. WBC 21330/mm3 D. ibu kelelahan. Pemeriksaan Panggul Promontorium : tidak dapat diraba Spina Ischiadica : tidak menonjol Linea Inominata : teraba 1/3 bagian Dinding samping : Sejajar Sakrum : Kesan luas C.3 gr %. His 3X dalam 10 menit selama 25-30 detik 14 . janin tunggal hidup intrauterine presentasi kepala impartu kala I fasa aktif. Sikap : Observasi kemajuan persalinan Konsul dr. His (+).

00 : Pembukaan 10 cm lengkap. Pukul 05. tapi ibu sudah kelelahan. dieksplorasi sehingga tidak ada bagian vagina yang terjepit. His 3X dalam 10 menit selama 25-30 detik.OG : Amniotomi Pukul 04. kepala ditarik biparietal Dilakukan penarikan ke bawah untuk melahirkan bahu depan dan penarikan ke atas untuk melahirkan bahu belakang. Setelah 2 menit dinaikkan lagi menjadi -0. APGAR 7-8-9. Anus (+). Sp. Pukul 07. terjadi paksi luar sambil vakum dimatikan.4 ppm. Ibu dipimpin mengedan sesuai His. Ibu dipimpin mengedan tapi ibu kurang kooperatif dan kurang mengerti. Kepala di hidge 2. tekanan dinaikkan menjadi -0.6 ppm.2 ppm ditunggu hingga 2 menit. Pukul 06. kelainan congenital (-). Vakum ditarik hingga kepala dapat dilahirkan . DJJ 132X per menit. Tekanan dimulai dari -0.00 : Bayi laki-laki lahir dengan berat 2900 gram dan panjang badan 50 cm. vakum ditarik turun dilakukan episiotomi.40 : Ibu dipimpin mengedan lagi. DISKUSI 15 .00 : Pada pasien dipasang cup vakum di bagian sekitar vagina.Konsul dr.

Petugas kesehatan memberikan suntikan di pantat ibu dan setelah disuntik ibu merasa perutnya semakin mulas. In partu kala I Janin tunggal hidup intrauterin. Ibu memanggil petugas kesehatan di Puskesmas setelah 8 jam tidak berhasil ditolong oleh dukun kampung. Mereka berpikir melahirkan di rumah jauh lebih baik. Ibu sering memeriksakan kehamilan di puskesmas dan dianjurkan oleh bidan untuk melahirkan di rumah sakit karena adanya riwayat SC pada persalinan sebelumnya. Kelelahan pada ibu terjadi karena sebelum dibawa ke rumah sakit ibu telah dipimpin mengedan oleh dukun kampung sambil didorong-dorong. Istilah Hemoragic Post Partum (HPP) digunakan apabila perdarahan setelah anak lahir melebihi 500 ml. Lingkungan sosial yang tidak mendukung membuat persalinan seperti ini terjadi. Ibu sudah dipimpin mengedan tanpa dukun kampung memeriksa apakah ibu sudah berada dalam kala II persalinan. Kondisi ibu yang kesakitan. Orang-orang di dekat ibu seperti mertuanya tidak suka jika ibu harus melahirkan di RS. Perdarahan primer terjadi dalam 24 jam pertama dan 16 .Pada kasus ini pasien datang dengan diagnosa awal G 2P1A0 Hamil Aterm. Ibu meminta bantuan dukun kampung selama persalinan padahal ibu sudah mengerti dengan anjuran bidan tersebut. Pasien dicoba melakukan persalinan normal tapi karena ibu kelelahan sehingga harus dilakukan ekstraksi vakum. Kelelahan pada ibu menjadi penyulit persalinan yang seharusnya dapat dihindari jika dukun kampung mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang persalinan. membuat petugas kesehatan memutuskan membawa ibu ke RS ULIN tanpa surat rujukan.

Dalam hal ini gejala dan tanda yang selalu ada pada atonia uteri adalah 1). jadi perdarahan terjadi dalam 24 jakampungm pertama yang digolongkan dalam perdarahan primer. sering pada multipara dan grandemultipara Partus lama dan partus terlantar Obstetric operatif dan narkose 17 . 3).5-0. diperkirakan 80% dari semua kasus. Kemungkinan HPP karena sebab lain berupa retensio plasenta dapat disingkirkan sebab plasenta telah lahir lengkap. Pada pasien ini terjadi perdarahan mencapai 1000 cc yang terjadi 10 menit setelah lahirnya bayi. spontan dan tidak ditemukan infark maupun hematom serta perdarahan terjadi pervaginam sehingga menutup kemungkinan HPP laserasi jalan lahir.8% (SMF Obgyn) Pada pasien ini penyebab HPP dapat diperkirakan kerena atonia uteri karena setelah plasenta lahir uterus tidak berkontraksi baik (lembek). Faktor predisposisi terjadinya atonia uteri adalah (6): Umur. Kadang dapat disertai syok.sekunder setelah itu. Atonia uteri merupakan yang paling umum sebagai penyebab HPP primer.Uterus tidak berkontraksi dan lembek 2).(4) Sedangkan penyebab HPP selain atonia uteri adalah Sisa plasenta 23-24% Retensio plasenta 16-17% Laserasi jalan lahir 4-5% Kelainan darah 0. Perdarahan segera setelah anak lahir (HPP primer). terlalu muda atau tua Paritas .

55 WITA dengan suspec CPD.- Uterus terlalu regang dan besar misal gamelli. dan 2) menghentikan perdarahan. 1) mengganti darah yang hilang. uterus couvelair pada solusio plasenta. bagian bawah kepala di HIII dan caput (+). Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1.5 jam (8). hidramnion. Cegah/atasi syok 18 . dan diberikan oksitosin dan metilergometrin. 2. seperti mioma uteri. atau janin besar.5 jam dan pada multipara rata-rata 0. sehingga kepala tidak maju-maju hal ini dapat dilihat sebagai penyebab terjadinya edem vulva. Pada umumnya kedua tindakan tersebut dilakukan secara bersamaan.10 WITA dari VT bukaan lengkap . Tatalaksana yang dilakukan pada pasien ini telah sesuai dengan prosedur penanganan HPP yaitu : 1. Pasien tersebut sudah dipimpin persalinan oleh bidan sejak pukul 21.00 WITA (3 jam sebelum MRS). Ada kemungkinan ketika bidan memimpin perslinan bukaan belum lengkap. - Faktor sosioekonomi seperti mal nutrisi. Tindakan pada perdarahan postpartum mempunyai 2 tujuan utama yaitu. Hentikan perdarahan Pada pasien pemijatan uterus terus dilakukan. Kelainan pada uterus. Karena kepala tidak maju dan os kelelahan mengejan sehingga os dikirim ke RS pukul 23. Namun ketika sudah di RS pukul 00. Pada pasien tersebut factor predisposisi yang paling besar adalah partus lama dan partus terlantar.

plasma expander. Kecurigaan atau antisipasi syok muncul pada kondisi-kondisi perdarahan baik pada awal kehamilan.Syok merupakan kegagalan system sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke organ-organ vital. Urin yang sedikit (< 30 ml / jam) Pada pasien ini setelah terjadi perdarahan pada pukul 01. atau kehilangan kesadaran. maupun setelah melahirkan. Serta pada kondisi infeksi dan trauma. 3. bingung. Ganti darah yang hilang/transfusi atau diberi NaCl/RL. akhir kehamilan.10 WITA dilakukan pemantauan kemungkinan syok karena perdarahan hebat dengan pemasangan dauer kateter dan pencegahan syok sehingga di ambil langkah-langkah secara berurutan untuk menghentikan perdarahan (seperti oksitosin dan masase uterus) grojok RL dan transfusi sesegera mungkin untuk mengganti kehilangan darah. Diagnosis syok apabila terdapat tanda atau gejala berikut (8) : Nadi cepat dan lemah (110x / menit atau lebih) Tekanan darah yang rendah (sistolik < 90 mmHg) Tanda dan gejala lain dari syok meliputi (8): Pucat Keringat atau kulit yang terasa dingin dan lembab Pernafasan yang cepat (30x / menit atau lebih) Gelisah.dextran-L 19 .

Dan terapi medikamentosa berupa Kedacilin. Pasien dirawat selama 4 hari. Oksitosin.. Amoxisilin dan asam mefenamat. grojok RL dan transfusi. 20 . Oradexon. pada pasien ini telah terjadi perdarahan + 1000 cc. Metilergometrin.KESIMPULAN Telah dilaporkan sebuah kasus Perdarahan Post Partum et causa Atonia Uteri pada persalinan kala II lama yang terjadi pada seorang wanita primigravida. Xilodella. Penanganan pasien ini dilakukan dengan tindakan massase uterus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->