P. 1
Penelitian Survey

Penelitian Survey

|Views: 171|Likes:
Published by Iwel Nagan

More info:

Published by: Iwel Nagan on Jul 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan

: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.1 Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh: 1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan; 2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien. Berdasarkan Bidang yang diteliti: 1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb. 2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb. Berdasarkan Tempat Penelitian : 1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan; 2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya; 3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;
http://id.wikipedia.org/wiki/Survei lihat juga http://www.infoskripsi.com/Resource/Jenisjenis-Penelitian-Ilmiah.html.
1

Berdasarkan Teknik yang digunakan : 1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. 2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. Berdasarkan Keilmiahan : 1. Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggirendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: 1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti: 2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain; Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah: 1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas; 2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik; 3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas 4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis; 5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional; 6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna; 7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;

8. Parsimony, penelitiannya.

Kesederhanaan

dalam

pemaparan

masalah

dan

metode

2. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)

Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Hukum Komunikasi (Perdata, (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Pidana, Tatanegara,

Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.

Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen. Namun dalam makalah ini untuk lebih lanjut akan membahas tentang

penelitian survei. Secara ringkas fokus yang akan dibahas pada makalah ini dirumuskan sebagai berikut. 1. Apa pengertian penelitian survei? 2. Apa saja karakteristik penelitian survei? 3. Dalam hal apa saja penelitian survei dapat digunakan? 4. Apa saja keunggulan dan kelemahan penelitian survei? 5. Bagaimana analisis data dalam penelitian survei?

PEMBAHASAN 1. Pengertian Penelitian Survei Tujuan penelitian survey adalah untuk memahami (meneliti) tentang karakteristik dari seluruh kelompok yang hendak diteliti atau populasi dengan meneliti sebagian (subset) dari kelompok populasi tersebut yang selanjutnya disebut dengan sampel. Banyak pembaca yang sudah familiar dengan hasil penelitan survey di bidang politik, walaupun yang disurvey hanya sedikit jumlahnya. Karena akan tidak mungkin untuk mensurvey seluruh populasi, maka para pengumpul pendapat umum (pollsters) memilih sampel kecil yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mewakili atau merepresentasikan populasi secara keseluruhan. Hasil dari survey terhadap sampel tersebut kemudian digeneralisasikan atau diberlakukan kepada populasi. Penelitian survey biasanya didefinisikan sebagai sebuah penelitian atau penelitian tentang kelompok besar melalui penelitian langsung dari subset (sampel) dari kelompok tersebut. Sementara itu, Singarimbun mendefinisikan penelitian survey sebagai penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.2 Di samping itu Gall dkk. menyatakan: ”The term survey frequently is used to describe research that involves administering questionnaires or interviews to collect data from a sample that has been selected to represent a population to which the findings of the data analysis can be generalized. ” (Istilah survey sering digunakan untuk mendeskripsikan penelitian yang melibatkan pengadministrasian kuesioner atau interview untuk mengumpulkan data dari sample yang telah dipilih yang mewakili populasi yang mana temuan analisis data dapat digeneralisasi).3

Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi. 2006. Metode Penelitian Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. H. 3 3 http://puncrit.blogspot.com

2

2. Karakteristik Penelitian Survei Dalam pandangan Babbie,4 ada lima kekhasan ilmiah penelitian survey, yaitu: logis, determeinistik, umum, hemat, dan sepesifik. Ke lima kekhasan tersebut di utraikan secara singkat seperti berikut ini. 1. Logis Kekhasan yang pertama penelitian survey adalah kelogisan. Penelitian survei dilaksanakan dengan menggunakan prosedur berpikir logis, dalam arti rasional. Cara kerja yang tidak rasional tidak dapat dipakai dalam metode penelitian survei. Secara lebih spesifik, penelitian survei menggunakan cara berpikir deduktif dan induktif. 2. Deterministik Sebagai konsekwensi cara berpikir logis tersebut, penelitian survei harus menentukan sistem atau kerangka berpikir terlebih dahulu dan membangun hipotesis untuk dibuktikan. Hipotesis-hipotesis tersebut bersifat eksplanatif dapat terhadap berupa variabel-variabel eksplanasi yang terkait. hubungan Eksplanasinya mengenai

korelasional maupun hubungan kausal atas beberapa fenomena yang dijadikan variabel. 3. Umum/general Penelitian survei, yang notabene menggunakan sampel dalam penelitiannya, tidak dimaksudkan hanya untuk menjelaskan sampel dimaksud saja melainkan untuk digeneralisasikan secara lebih luas sampai kepada cakupan populasinya. Oleh karena itu, penelitian survei disebut bercirikan umum/genaral. Keumuman di atas terkait dua hal. Pertama, sang peneliti dapat melakukan replikasi terhadap temuantemuannya pada beberapa sub kelompok. Kedua, temuan-temuan peneliti terdahulu dapat direplikasi oleh peneliti berikutnya atau direplikasi pada sampel-sampel atau sub-sub kelompok lainnya.
Earl R. Babbie. 1973. Survei Research Methods. Belmont, Ca: Wadsworth Publishing Company, Inc. Hlm. 42.
4

4. Hemat Penelitian survei adalah penelitian yang hemat karena beberapa hal. Pertama, untuk meneliti populasi yang besar seorang peneliti dapat menghemat energinya dengan cara pengambilan sampel. Kedua, untuk meneliti fenomena yang rumit dalam kehidupan yang mengandung banyak unsur yang saling tekait satu sama lain, seorang peneliti dapat menggunakan kerangka berpikir yang dimodelkan dari hubunganhubungan antarvariabel. Ketiga, untuk menganalisis data, sang peneliti dapat menggunakan mesin atau komputer sehingga analisis dapat dilakukan secara lebih efisien. 5. Spesifik Penelitian survey disebut spesifik karena sebelum pengambilan data, sang peneliti harus menyusun definisi-definisi operasional terhadap variable-variabel yang diteliti. Di samping itu, terkait data lapangan, instrumen-instrumen pengambilan data harus dijamin validitasnya. Akibatnya, data yang diperoleh juga dijamin valid. 3. Penggunaan Penelitian Survei Ada dua macam survei, yaitu: survei untuk memperoleh data dasar, guna memperoleh gambaran umum, yang bermanfaat untuk membuat perencanaan dan kebijakan publik; dan survei yang digunakan untuk mengungkap pendapat, sikap dan harapan publik. Yang pertama sering kita kenal sebagai sensus, seperti sensus penduduk, sensus sosek, dan lainnya. Yang kedua sering dipakai untuk memprediksi suara pemilih dalam pemilihan presiden, gubernur, anggota kongres, dan senat di Amerika Serikat, juga di sejumlah negara demokrasi. Yang pertama mengungkap fakta, yang kedua mengungkap efek suka tak suka.5

Noeng Muhadjir. 2006. Filsafat Ilmu Kualitatif dan Kuantitatif untuk Pengembangan Ilmu dan Penelitian. Yogyakarta: Rake Sara. H. 63

5

Masri Singarimbun dan Sofian Effendi6 mengatakan bahwa penelitian survei dapat digunakan untuk maksud (1) penjajagan (eksploratif), (2) deskriptif, (3) penjelasan (explanatory atau confirmatory), yakni untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis, (4) evaluasi, (5) prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang, (6) penelitian operasional, dan (7) pengembangan indikator-indikator sosial. Penelitian penjajagan atau eksploratif bersifat terbuka, masih mencari-cari. Pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti masih terlalu tipis untuk dapat melakukan studi deskriptif. Warwick dan Lininger (1975) umpamanya memberikan contoh pertanyaan studi eksploratif sebagai berikut. “Apakah yang paling mencemaskan Anda akhir-akhir ini?”, “Hal-hal penting apa yang mencemaskan anda tentang negeri Anda?”, “Menurut Anda bagaimanakah cara pengasuhan anak yang baik?” Kelihatannya sederhana, tetapi sebelum terkumpul sejumlah jawaban, belumlah jelas diketahui kira-kira bagaimana jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyan tersebut. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu, misalnya perceraian, pengangguran, keadaan gizi, preferensi terhadap politik tertentu, dan lain-lain. Peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis. Apabila untuk data yang sama peneliti menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis, maka penelitian tersebut tidak lagi dinamakan penelitian deskriptif melainkan penelitian pengujian hipotesis atau penelitian penjelasan. Jadi perbedaan pokok antara penelitian deskriptif dengan penelitian penjelasan tidak terletak pada sifat datanya, melainkan pada sifat analisanya. Kegunaan lainnya dari penelitian survei adalah untuk mengadakan evaluasi. Di sini yang menjadi pertanyaan pokok adalah sampai seberapa jauh tujuan yang digariskan pada awal program tercapai atau mempunyai tanda-tanda akan tercapai.
6

Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. 2006. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.

Hlm. 4-6.

Hasil survei dapat pula digunakan untuk mengadakan prediksi mengenai fenomena sosial tertentu. Di Amerika Serikat, poll adalah survei sampel yang menyangkut pendapat umum mengenai keadaan sosial dan politik. 4. Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Survey Penelitian survei merupakan upaya pengumpulan informasi dari sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu. Metode ini bertitik tolak pada konsep, hipotesis, dan teori yang sudah mapan sehingga tidak akan memunculkan teori yang baru. Penelitian survei memiliki sifat verivikasi atau pengecekan terhadap teori yang sudah ada.7 Penelitian survei merupakan perangkat penelitian yang murah dan cepat sehingga informasi yang dibutuhkan dapat dihasilkan secara akurat dan tepat waktu. Bentuk kuesionernyapun sederhana dan relatif mudah sehingga tidak memerlukan pelatihan secara husus. Selain murah dan cepat, keunggulan lainnya adalah penelitian survei dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi secara sistematis mengenai berbagai hal, misalnya insidensi penyakit, identifikasi faktor-faktor etiologi penyakit, investigasi kualitas hidup manusia dan perilaku masyarakat. Penelitian survei digunakan karena membutuhkan pengambilan sampel dari suatu populasi. Pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan kuesioner atau dengan wawancara oleh peneliti dengan mendatangi tempat masing-masing responden atau menggunakan fasilitas komunikasi seperti email, telepon, atau layanan jas pos. Unit anlisis dalam penelitian survei dapat berupa individu, kelompok, atau organisasi. Survei tidak terlalu menyita upaya pihak peneliti, sehingga memungkinkan mendapat informasi (data) dari subjek dalam jumlah banyak. Survei dapat digunakan untuk mengetahui opini, sikap, atau persepsi subjek. Survei dapat juga dipakai untuk menilai informasi faktual. Survei seringkali dilakukan secara anonim, agar subjek yang jumlahnya besar itu merasa lebih bebas untuk curhat (curahan hati) dan
I. B. Mantra. 2001. Langkah Langkah Penelitian Survei usulan Penelitian dan Laporan Penelitian. Yogyakarta: BPFG UGM.
7

mengeluarkan uneg-uneg ihwal sesuatu yang sensitif dengan jujur, tanpa tekanan siapa pun. Itulah salah satu kelebihan survei. Sebaliknya, kelemahan survei adalah sulit mengkondisikan subjek untuk mengisi dan mengembalikan survei. Bila yang mengembalikan kurang dari 50%, maka hasilnya tidak dapat diterima dan peneliti harus melakukan sesuatu untuk menanggulanginya.8 Kelemahan lain penelitian survei terletak pada kedalaman analisis. Penelitian survei dapat menjangkau polulasi yang besar dan luas tetapi tidak dapat digunakan untuk mendalami kasus-kasus atau masalah-masalahnya secara lebih dalam.9 5. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Survey Langkah penting lainnya dalam mendesain sebuah penelitian survey adalah memutuskan teknik/cara apa yang akan dipakai untuk mengumpulkan informasi/data. Teknik pengumpulan data yang paling lazim dalam penelitian survey adalah kuisioner, wawancara dan observasi langsung. Kuisioner (Angket). Mungkin teknik pengambilan data yang paling umum dalam penelitian survey bahasa kedua adalah kuisioner. Kuisioner bisa bervariasi, mulai dari instrumen yang berisi 5 item pendek, sampai dengan dokumen panjang yang memerlukan satu atau dua jam untuk menjawabnya. Kuisioner bisa didesain untuk diberikan lewat surat, secara pribadi atau lewat telepon. Panduan Wawancara dan Melakukan Wawancara. Banyak prinsip pengembangan kuisioner juga berlaku dalam pengembangan instrumen lain untuk keperluan wawancara. Kita telah membahas berbagai masalah yang terlibat dalam kegiatan wawancara pada bab tentang studi kasus. Walaupun wawancara sangat membuang waktu untuk penelitian survey, sehingga lebih mahal untuk digunakan sebagai metode pengumpulan data, namun wawancara memiliki beberapa keuntungan nyata yang melebihi kuisioner lewat surat.

8

9

Chaedar Alwasilah. 2006. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya. Hlm. 51-52. http://puncrit.blogspot.com

6.Analisis Data dalam Penelitian Survei Inti penelitian survei terletak pada dua tujuan, yaitu: deskripsi dan explanasi. Dalam penelitian ini tiap variabel di ukur dan dikaji hubungannya satu sama lain sesuai keperluan. Untuk menempuh tujuan-tujuan tersebut, secara tradisional para ilmuwan menempuh lima langkah pokok, yang terdiri atas: 1) penyusunan teori, 2) penurunan teori menjadi hipotesis, 3) operasionalisasi konsep, 4) pengumpulan data empiris, dan 5) pengujian hipotesis secara empiris. Namun, jika langkah-langkah tersebut dijalankan begitu saja akan menimbulkan dua masalah.10 Pertama, konsep teoretis hampir selalu berefek pada operasionalisasi yang taksa (ambigiuous). Betapa tidak, konsep teoretis tentang sesuatu merupakan abstraksi dari suatu fakta atau kenyataan yang notabene kompleks. Selanjutnya abstraksi dari kenyataan kompleks menjadi teori itu dioperasionalkan menjadi konsep yang dapat diukur. Contoh: konsep murid yang lancar bericara tidak dapat dengan mudah diukur, misalnya dalam berbicara tidak ada jeda. Mana yang lebih tidak lancar antara yang berbicara tanpa jeda tetapi logikanya tidak jelas dengan yang berjeda tetapi logika kalimatnya linear dan mudah dipahami? Kedua, asosiasi empiris antarvariabel hampir tidak penah sempurna. Di satu sisi ada anak yang tidak lancar berbicara yang berasal dari keluarga berpendidikan rendah tetapi pada sisi lain ada yang berasal dari keluarga yang berpendidikan tinggi.

Earl R. Babbie. 1973. Survei Research Methods. Belmont, Ca: Wadsworth Publishing Company, Inc. Hlm. 227-236.

10

PENUTUP Kesimpulan Penelitian Survey yang dilaksanakan dengan baik akan membawa beberapa keuntungan. Keuntungan utama adalah kedalamannya. Yakni, ketika penelitian survey melibatkan sampel-sampel yang besar, maka penelitian tersebut bisa sangat berguna dalam menyediakan sebuah “pandangan” atau pemahaman yang luas terhadap berabagai permasalahan yang ingin diteliti. Dengan demikian, penelitian survey dapat bermanfaat dalam menangkap esensi dari berbagai kecenderungan yang bisa dipakai sebagai pertimbangan dalam bidang perencanaan. Walaupun penelitian survey mungkin hanya “menjawab” beberapa pertanyaan penelitian yang diangap penting dan menjadi terbukti benar secara metodologi, namun penelitian survey juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain; pertama, survey tidak dimaksudkan untuk menghasilkan kesimpulan tentang hubungan sebab dan akibat, sebagaimana eksperimen. Kedua, sebagaimana dengan penelitian yang menggunakan pendekatan yang berbeda, maka tidak ada survey yang bebas nilai dan bebas teori. Ini berarti sangat penting untuk menilai tentang apa yang mungkin menjadi motivasi untuk melakukan penelitian tersebut; bagaimana hasilnya akan digunakan; dan bagaimana redaksi kalimat dalam butir-butir instrumen (angket) disusun yang kemungkinan dapat “membimbing” kepada jawaban atas pertanyaan tersebut. Ketiga, survey yang bersifat kuantitatif, secara umum, tidak pas untuk menggambarkan proses illuminating dalam pengembangan bahasa kedua, sebagaimana yang bisa dilakukan oleh studi kasus. Terakhir, dengan mengorbankan kedalaman, keluasan dan keterwakilan atau representativeness, survey biasanya tidak dapat memberikan gambaran yang kaya tentang faktor-faktor sosial, kultural, linguistik dan kognitif yang kompleks dan saling berinteraksi, yang penting dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa. Nampaknya, pendekatan etnografis akan lebih tepat digunakan untuk tujuan ini, seperti yang akan kita lihat nanti.

DAFTAR PUSTAKA Earl R. Babbie. 1973. Survei Research Methods. Belmont, Ca: Wadsworth Publishing Company, Inc. Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi. 2006. Metode Penelitian Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. Noeng Muhadjir. 2006. Filsafat Ilmu Kualitatif dan Kuantitatif untuk Pengembangan Ilmu dan Penelitian. Yogyakarta: Rake Sara. I. B. Mantra. 2001. Langkah Langkah Penelitian Survei usulan Penelitian dan Laporan Penelitian. Yogyakarta: BPFG UGM. Chaedar Alwasilah. 2006. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya. http://id.wikipedia.org/wiki/Survei http://www.infoskripsi.com/Resource/Jenis-jenis-Penelitian-Ilmiah.html http://puncrit.blogspot.com

PENELITIAN SURVEY
Disusun untuk dipresentasikan dalam seminar kelas pada mata kuliah Metodologi Penelitian pada Program Pascasarjana UIN SUSKA RIAU

Oleh: ISNAINI SEPTEMIARTI NIM: 0804 S2 780 Dosen Pembimbing Prof. Dr. Zul Asyri, LA, MA

KOSENTRASI PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA (S2) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2009

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis ucapan kehadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Makalah ini membahas tentang Penelitian Survey, disusun untuk memenuhi tugas dan dipresentasikan dalam seminar kelas pada mata kuliah Pendidikan Metodologi Penelitian di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, sebagai penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis, pembaca, dan semua pihak yang tekait. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, terutama kepada Dosen Pembimbing Prof. Dr. Zul Asyri, LA, MA. Pekanbaru, April 2009

Penulis

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->