Panti Werdha BK Di Lembaga Kemasyarakatan

panti werdha BK di Lembaga Kemasyarakatan

BAB PENDAHULUAN
Menua (aging=menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994) Banyak kasus saat ini yang menelantarkan jompo / orang yang sudah tua sehingga mereka mengalami banyak tekanan dalam menghadapi tahap akhir dalam kehidupannya. Dimana seharusnya mereka mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari anak cucu serta keluarga mereka. Namun, dengan adanya lembaga sosial kemasyarakatan, Panti Jompo, para lanjut usia di rawat dan diberi fasilitas serta pelayanan yang memadai supaya tidak terlantar, bagi yang tidak punya sanak saudara atau mereka ingin hidup tenang jauh dari keramaian. Dari makalah ini, kami akan melakukan penelitian di Panti Werdha yang berada di Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di Cubadak, Panti Jompo Kasih Sayang Ibu.

BAB PENUTUP
Kesimpulan

bukan episodik dan bertanggung jawab penuh terhadap status kesehatan lansia. kognitif dan sensori persepsi.13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia. Cemas dengan dunia yang akan ditinggalkannya.” Menurut yayasan Gerontologi ABIYOSO Jawa Timur (1999). Beberapa produk hukum telah dikembangkan. Kepala yayasan . bagi yang tidak punya sanak saudara atau mereka ingin hidup tenang jauh dari keramaian. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam rangka / upaya mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri dan mewujudkan derajat kesehatannya secara optimal. kesehatan biologis individu. Tenang dalam menghadapi keadaan ini. Setiap orang meliputi : kekuatan ego. Para lanjut usia di rawat dan diberi fasilitas serta pelayanan yang memadai supaya tidak terlantar. Demikian juga jika menderita penyakit maka kemampuan akan terbatas. karena ingat anak istri serta semua harta benda yang akan ditinggalkannya. tingkat keterampilan motorik. (Person-Environment Fit Theory) Masalah terbesar yang dihadapi oleh lansia yaitu dari karakter psikologi dan spiritualnya. Sebagaimana lansia merupakan tahap / fase terakhir dalam kehidupan manusia. Adanya panti jompo ini.“ O l d A g e : H a s b e e n commonly defined as beginning at the age of 60”. yang dimaksud dengan Panti Werdha adalah wadah bagi para lanjut usia atau suatu perkumpulan yang berada disuatu pedesaan atau kelurahan atau RT/RW yang anggotanya adalah para lanjut usia. Pelayanan bagi geronto ini bersifat berkelanjutan. 2. Adapun struktur Organisasi Panti Geronto : 1. maka disini terdapat dua kemungkinan : 1. Lanjut usia mungkin mengalami penurunan kemampuan. Dan juga takut terhadap apa yang akan dihadapinya di akhirat kelak. Menurut UU Nomor 4 th 1965 : “Seseorang dinyatakan orang jompo atau lansia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 th. karena sadar bahwa dirinya telah dekat dengan pintu sorga / kematian serta telah dekat dengan tuhannya. dan yang terbaru adalah UndangUndang Republik Indonesia no. sehingga mempengaruhi kemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungannya. (Lansia merupakan mereka yang berusia 60 ke atas ). tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri utnuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain.

Sekretaris 5. Pengasuh / pengurus sehari-hari. Pengertian Gerontologi. Geronto dan Panti Geronto 1. Geronto / jompo DAFTAR KEPUSTAKAAN http://id. Ilmu ini membahas mengenai masalah lanjut usia (yang sering disingkat menjadi lansia). Gerontologi Merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang cukup populer. Bendahara 4. 7. jam 19:05 WIB BAB PEMBAHASAN A. Ketua tim pengelola 3.com/social-sciences/sociology/2206284-pengertian-pantiwerdha/#ixzz26dWrwozd/diunduh tanggal 16 september 2012. Pembimbing / konselor 6.2. .shvoong.

gerontos (orang tua) jadi merupakan bentuk gabungan yang menunjukkan hubungan dengan umur tua atau orang tua. Menurut UU Nomor 4 th 1965 : “Seseorang dinyatakan orang jompo atau lansia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 th. (Lansia merupakan mereka yang berusia 60 ke atas ). historik dan sosiologik. Geronto atau gero dari bahasa Yunani : Geras (umur tua) . Gerontologi = Gerontology yang terdiri dari kata : geronto dan logy. alasan) merupakan akhiran kata yang berarti ilmu atau studi tentang atau uraian tentang suatu subyek y a n g didepannya.Menurut Kamus “Dorland”. pekerjaan sosial. termasuk penelitian ilmiah. (Ilmu y a n g m e m p e l a j a r i p r o s e s m e n u a d a n m a s a l a h n y a ) . Menurut PERGERI : G e r o n t o l o g i a d a l a h p e n g e t a h u a n y a n g m e n c a k u p s e g a l a b i d a n g p e r s o a l a n mengenai orang berusia lanjut yang didasarkan pada hasil-hasil penyelidikan ilmu antropologi. yang dimaksud dengan geronto / Lansia / Fase terakhir (usia lanjut) : merupakan waktu untuk menghentikan mencapai citacita tujuan hidup.” . dan sejarah. tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri utnuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain. Logy dari bahasa Yunani : Logos (perkataan. sosiologi. biologik. Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari proses menua dan semua aspek biologi. merupakan ilmu yang mempelajari secara khusus mengenai faktor-faktor menyangkut lansia (Nugroho. perspektif bidang humaniora. Geron. dan penerapan ilmu ini untuk pelayanan para usia lanjut tersebut. 2002) 2. Geronto / Werdha / Jompo “ O l d A g e : H a s b e e n commonly defined as beginning at the age of 60”. Menurut WHO : “Gerontology : Comprenhensive study of aging and problems of the aged”. Jadi Gerontologi adalah ilmu tentang problema umur tua dalam s e m u a s e g i klinik. Menua (aging=menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides. psikologi dan ekonomi. gerontologi medik. 1994) Dilihat dari fase perkembangannya. proses menua. Gerontologi (Geros : lanjut usia & logos : ilmu). antropometri. sosiologi. yang terkait dengan penuaan. pengetahuan klinis pada manusia dewasa.

Menurut WHO : 1. Lanjut usia mungkin mengalami penurunan kemampuan. Old / lansia (75-90 th) 4. sedangkan Werdha berarti tua. tingkat keterampilan motorik. Demikian juga jika menderita penyakit maka kemampuan akan terbatas. Hambatan Kontak Sosial (Restraction of Contacts and Relationships) 3.3. Menurut Dra. kognitif dan sensori persepsi. baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjadi kehilangan ganda (Triple Loss). sehingga mempengaruhi kemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungannya. Panti Werdha / Jompo / Geronto Istilah Panti Werdha berasal dari kata Panti dan Werdha . B. kesehatan biologis individu. seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya. yaitu : 1. Ny. Very Old / sangat tua (>90 th) b. Jadi Panti Werdha adalah tempat tinggal bagi orang yang sudah tua. Panti berarti tempat. (Person-Environment Fit Theory) Selain itu. Kehilangan peran 2. berdasar Disengagement Theory. sebagaimana penjelasan berikut ini (batasan usianya) : a. Berkurangnya Komitmen (Reduced Commitment to Social Mores and Values) Adapun mengenai jompo / lansia itu sendiri. Menurut yayasan Gerontologi ABIYOSO Jawa Timur (1999). Elderly (60-70 th) 3. Keadaan ini mengakibatkan interaksi social lanjut usia menurun. Jos Madani (Psikologi UI) . Karakteristik Geronto Setiap orang meliputi : kekuatan ego. teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia. yang dimaksud dengan Panti Werdha adalah wadah bagi para lanjut usia atau suatu perkumpulan yang berada disuatu pedesaan atau kelurahan atau RT/RW yang anggotanya adalah para lanjut usia. Middle age (45-59 th) 2.

menunjuk kepada kemampuan seseorang untuk mengadakan penyesuaianpenyesuaian kepeda situasi yang dihadapinya 3. menunjuk kepada peran-peran diharapkan atau diberikan masyarakat kepada seseorang berhubungan dengan usianya Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: 1. Penurunan kondisi fisik 2. Vaginitis . menunjuk kepada jangka waktu seseorang sejak lahirnya berada dalam keadaan hidup atau mati 2.Lansia merupakan kelanjutan dari usia dewasa. Perubahan yang berkaitan dengan pekerjaan 5. Penurunan fungsi dan potensi seksual 3. Usia Sosial. Kedewasaan dibagi menjadi 4 bagian. Perubahan aspek psikososial 4. yaitu : Pertama Kedua Ketiga Keempat c. Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Ini sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti : 1. misal diabetes mellitus 3. Faktorfaktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. 1. Usia Psikologis. : fase Inventus (25-40 th) : fase Verilitas (40-50 th) : fase Prasenium (55-65 th) : fase Senium (>65 th) Menurut Birren dan Jenner (1997) Usia Biologis. Gangguan metabolisme. Gangguan jantung 2. Perubahan dalam peran sosial di masyarakat 6.

Mitos-mitos lansia dan kenyataannya (Shelera Saul. Kedamaian dan ketenangan Lansia dapat santai menikmati hasil kerja dan jerih payahnya di masa muda dan dewasanya. seperti antihipertensi. Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas. Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya 4. pikun dsb. badai dan berbagai goncangan kehidupan seakan-akan sudah berhasil dilewatinya. Kekurangan gizi. Kenyataan : Masih sering ditemui stres karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit :  Depresi  Kekhawatiran  Paranoid  Masalah Psikotik 2. Baru selesai operasi : misalnya prostatektomi 5. Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya 3.4. karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang 6. Pasangan hidup telah meninggal 5. Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia 2. Konservatisme dan kemunduran Pandangan bahwa lansia pada umumnya :  Konservatif  Tidak kreatif  Menolak inovasi . depresi. serta Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain : 1. tranquilizer. 1994) 1. golongan steroid. Penggunaan obat-obat tertentu.

Tenang dalam menghadapi keadaan ini. Memang frekuensi menurun. Sebagaimana lansia merupakan tahap / fase terakhir dalam kehidupan manusia. bermacam penyakit yang menyertai proses menua. tetapi pada saat ini sudah bisa diobati 4. maka disini terdapat dua kemungkinan : 1. hubungan seks. Kenyataan : Tidak semua lansia dalam proses ketuaannya diikuti dengan kerusakan bagian otak 5. Pandangan bahwa lansia. minat maupun Aseksualitas dorongan menurun. Kenyataan : Memang proses menua disertai menurunnya daya tahan tubuh dan metabolisme sehingga rawan penyakit. sejalan dengan meningkatnya usia. Senilitas Lansia dipandang sebagai masa pikun. Lansia dipandang sebagai usia yang tidak produktif. Ketidakproduktifan Berpenyakitan Lansia dipandang sebagai masa degenerasi biologis yang disertai berbagai penderitaan akibat . 6. karena sadar bahwa dirinya telah dekat dengan pintu sorga / kematian serta telah dekat dengan tuhannya. Masalah terbesar yang dihadapi oleh lansia yaitu dari karakter psikologi dan spiritualnya. Kenyataan : Kehidupan seks pada lansia biasa saja (normal). Kenyataan : Masih banyak lansia yang mencapai kematangan dan produktivitas mental maupun material saat lansia. Berorientasi ke masa silam  Merindukan masa lalu  Kembali ke masa anak-anak  Susah berubah  Keras kepala dan cerewet Kenyataan : Tidak semua lansia bersikap demikian 3. disebabkan oleh kerusakan bagian otak tertentu.

Dasar hukum panti jompo Hukum dan etika. pelayanan serta jaringan kerjasama tingkat lokal. psikologis dan perilaku. Pandangan Mengenai Panti Jompo Para lanjut usia di rawat dan diberi fasilitas serta pelayanan yang memadai supaya tidak terlantar.2. diperoleh data bahwa pengguni Panti senang berada di Panti karena mereka tidak mau merepotkan familinya. Dan juga takut terhadap apa yang akan dihadapinya di akhirat kelak. Hal ini disebabkan karena anak menganggap orang tuanya membawa berkah dan ketenangan bagi keluarga selain itu juga karena malu dengan anggapan tidak dapat merawat orang tuanya sendiri. Dari alasan-alasan yang b u k a n k a h s u d a h saatnya kita lebih memperhatikan topik kesehatan lansia terutama di negara-negara berkembang. warga Panti harus mengikuti peraturan yang bersifat monoton sehingga sering menimbulkan kebosanan. C. karena ingat anak istri serta semua harta benda yang akan ditinggalkannya. Pendapat pertama dikemukakan oleh Sunarto. .com/socialsciences/sociology/2206284-pengertian-panti-werdha/#ixzz26dWrwozd/diunduh tanggal 16 september 2012. jam 19:05 WIB) D. Disamping itu masuk Panti Werdha berarti kehilangan kebebasan. nasional. mereka tidak suka dikelilingi oleh orang-orang yang secara terus–menerus yang mengingatkan mereka bahwa usia mereka semakin tua. Sebagian lagi. beliau menunjukkan bahwa walaupun keadaan ekonomi susah. Namun seperti yang dikemukakan Hurlock. ada beberapa lanjut usia yang tidak mau tinggal di Panti Werdha. sudah kesehatan. (http://id. karena ada anggapan bahwa seolah-olah mereka kehilangan kebebasan dan kemandirian. Pendapat kedua dari hasil observasi dan wawancara terhadap penghuni Panti Werdha di Jakarta. di atas. bagi yang tidak punya sanak saudara atau mereka ingin hidup tenang jauh dari keramaian. Cemas dengan dunia yang akan ditinggalkannya. Oleh karena itu mereka harus mengatasi dua masalah sekaligus yaitu masalah kesepian dan ketergantungan.shvoong. Bagi para lanjut usia tinggal di Panti berarti menemukan temanteman baru yang senasib dapat berkumpul dan berdiskusi serta melakukan kegiatan baru yang bebas dari resiko campur tangan anak cucu. perawatan. regional bahkan g l o b a l . banyak diantara orang lanjut usia menolak bila disarankan masuk Panti Werdha. Ada dua pendapat tentang Panti Werdha sebagai tempat tinggal orang lanjut usia. disebutkan pembinaan.

Panti Jompo Kasih Sayang Ibu. Dll Adapun penekanan dari pelayanan ini. Antaranya yaitu : 1. 3. Dari makalah ini. yaitu untuk merawat masyarakat yang telah lansia serta mengatasi semua permasalahan yang dihadapi oleh lansia. yaitu membuat lansia dan keluargany a sejahtera. kami akan melakukan penelitian di Panti Werdha yang berada di Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di Cubadak. yaitu : . bukan episodik dan bertanggung jawab penuh terhadap status kesehatan lansia. Kebutuhan sehari-hari Mencakup kebutuhan akan makan. Spiritual / bimbingan mental dan keagamaan. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam rangka / upaya mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri dan mewujudkan derajat kesehatannya secara optimal. Produk hukum tersebut dapat dijadikan pedoman guna memperbaiki kinerja para pelaksana sehingga diperoleh kegiatan yang lebih terarah. dan yang terbaru adalah UndangUndang Republik Indonesia no. efektif d a n efisien dengan tujuan akhirnya. Pelayanan Bagi Geronto Pelayanan bagi geronto ini bersifat berkelanjutan. Ini sejalan dengan sebagaimana fungsi dari panti jompo itu sendiri. Tujuan Panti Jompo Adanya panti jompo ini. Kesehatan Ini melingkupi pemberian gizi yang cukup. terpadu. Konseling 5. E. Olahraga Ada olahraga lansia 4. F.Beberapa produk hukum telah dikembangkan. pakaian atau semua perlengkapan yang diperlukan sehariannya 2.13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia.

Geronto / jompo .1. Pengasuh / pengurus sehari-hari. Asuh Yaitu saling merawat dan mengasuh. Sekretaris 5. kehangatan dan motivasi / dorongan. 2. Pembimbing / konselor 6. Ketua tim pengelola 3. Struktur Organisasi Panti Geronto 1. G. Asih Yaitu pemberian kasih sayang. 7. Bendahara 4. Kepala yayasan 2. 3. Asah Maksudnya disini yaitu pemberian penyuluhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful