6.

STANDAR PENGELOLAAN
Komponen 6.1. Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak Rencana kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan Indikator 6.1.1. Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan. 6.1.2. Pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. 6.2.1. Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan. 6.3.1. Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra) 6.3. Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar 6.3.2. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar 6.3.3. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar 6.4. Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid 6.4.1. Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan 6.4.2. Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses 6.5.1. Sekolah meningkatkan keefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan 6.5.2. Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional 6.6.1. Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis. 6.6.2. Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan nonakademis.

6.2.

6.5.

Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan

6.6.

Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah

dan karyawan. semester. wali kelas.1. Sekolah memerlukan pengembangan visi dan misi sesuai kondisi dan kemajuan sekolah dengan merevisi/mereview secara berkala . Kelemahan: Komite sekolah belum maksimal menunjang program sekolah karena sekolah berada dibawah naungan Yayasan Tahapan Pengembangan Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami memiliki visi dan misi yang dirumuskan buttom-up dari seluruh warga sekolah dan tersosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan Tahap ke-2 Sekolah kami memiliki visi dan misi namun belum dirumuskan secara bersama dan belum tersosialisasikan di seluruh warga sekolah Tahap ke-1 Sekolah kami belum memiliki visi dan misi yang jelas yang dirumuskan bersama oleh warga sekolah Sekolah kami memiliki visi dan misi yang dirumuskan buttom-up dan tersosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan serta di review secara berkala sesuai dengan situasi. waka. guru.  Kelemahan menajemen yayasan dan komite tidak terpengaruh terhadap kinerja sekolah baik staf.6. kondisi dan kebutuhan sekolah Rekomendasi: Kepala sekolah selalu Merekomendasikan tugas kepada bawahanya. PENGELOLAAN Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan. 6.1.  Agenda catatan Pertemuan hasil Komite Sekolah Kekuatan:  Sekolah memiliki tim yang kuat. kordinator kelas.  Kepala sekolah memiliki program rapat : bulanan. Bukti-Bukti Fisik  Pernyataan Visi Misi Sekolah  Dokumen sosialisasi rumusan visi – misi kepada pemangku kepentingan. guru. tediri dari staf waka dan kordinator yang memiliki pemahaman dan semangat sama untuk mewujudkan keberasilan. dan yang bersifat insidental untuk mensosialisasikan visi dan misi serta program sekolah. 6. serta karyawan. tahunan.1.

partisipatif. serta inovasi baik program. Afektif dan Phisikomotorik anak didik  Rencana kerja 1 tahun yang dijadikan acuan pengelolaan sekolah dikembangkan dan terevisi secara berkala  Pada awal tahun pelajaran diadakan sosialisasi. dan akuntabilitas. Kelemahan:  Prasarana dalam menunjang percepatan pencapaian tujuan perlu ditingkatkan dan dilengkapkan Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami mendorong kemandirian dan kemitraan dengan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan sekolah secara mandiri. Pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian. keterbukaan. kolaboratif dan akuntabel serta mampu memunculkan potensi warga sekolah untuk turut serta mengembangkan pengelolaan sekolah Rekomendasi: Kepala sekolah selalu aktif mengadakan superpisi. tahun pelajaran selalu diadakan rapat evaluasi tentang program dan hasilnya dilaksanakan pada tahun pelajaran baru. dan mencari kerja sama dan partisipasi terhadap masyarakat pendukung sekolah Perlu peningkatan kinerja pengelolaan pengembangan sekolah .1.1. Bukti-Bukti Fisik  Sekolah memiliki Program : Jangka pendek Jangka menengah Jangka panjang Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Setiap akhir semester. Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak 6. kolaboratif. kolaboratif dan akuntabel Tahap ke-1 Sekolah kami belum mengembangkan pola kemandirian dan kemitraan dengan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan sekolah Sekolah kami mendorong kemandirian dan kemitraan dengan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan sekolah secara mandiri.2. pelaksanaan program dengan tujuan mempercepat pencapaian tujuan.6. kemitraan. partisipatif. partisipatif. dan akuntabel Tahap ke-2 Sekolah kami mendorong kemandirian dan kemitraan dengan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan sekolah namun prosesnya belum sepenuhnya dilaksanakan secara mandiri. Inovasi kegiatan selalu barkaitan dengan perkembangan peserta didik baik yang berkaitan dengan Kognetif. partisipasi.

pelaksanaan program dengan tujuan mempercepat pencapaian tujuan. serta inovasi baik program.2.6. dan mencari kerja sama dan partisipasi terhadap masyarakat pendukung sekolah .  Rapat evaluasi akhir tahun Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Setiap akhir semester.1.2. Bukti-Bukti Fisik  Sekolah Memiliki Program  Rapat evaluasi semester. tahun pelajaran selalu diadakan rapat evaluasi tentang program dan hasilnya dilaksanakan pada tahun pelajaran baru. Kelemahan:  Prasarana dalam menunjang percepatan pencapaian tujuan perlu ditingkatkan dan dilengkapkan Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami memiliki rencana kerja yang dirumuskan dari tujuan berdasarkan visi dan misi sekolah dalam bentuk renstra maupun RKS yang berbasis hasil analisis EDS/M Tahap ke-2 Tahap ke-1 Sekolah kami memiliki rencana kerja yang dirumuskan dari tujuan berdasarkan visi dan misi sekolah dalam bentuk renstra maupun RKS yang berbasis hasil analisis EDS/M dan di update secara berkala Rekomendasi: Sekolah kami memiliki rencana Sekolah kami memiliki dokumen kerja yang dirumuskan dari rencana kerja tahunan namun tujuan berdasarkan visi dan misi belum memiliki renstra sekolah dalam bentuk renstra maupun RKS Kepala sekolah selalu aktif mengadakan supervisi. Inovasi kegiatan selalu barkaitan dengan perkembangan anak baik yang berkaitan dengan Kognetif. Rencana kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan 6. Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan. Afektif dan Phisikomotorik anak didik  Pada awal tahun pelajaran diadakan sosialisasi.

Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rencana kerja tahunan sekolah disusun berdasarkan rencana kerja menengah mengacu pada standar isi. standar kompetensi lulusan. Kelemahan:  Sering lupa dengan kelender pendidikan sehingga ada beberapa program harus ditunda waktunya karena benturan pelaksanaan.1.3. dan standar penilaian namun tidak dalam bentuk dokumen yang mudah diakses oleh pihak terkait dan sosialisasinya masih sebatas dalam lingkup internal sekolah Tahap ke-1 Sekolah belum memiliki rencana kerja tahunan sekolah dalam bentuk dokumen yang mudah diakses dan sesuai dengan standar isi. Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra) Bukti-Bukti Fisik Sekolah memiliki :  Rencana anggaran belanja sekolah.  Kepala sekolah serta staf waka sebagai tenggung jawab program selalu dapat memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Program. sehingga pelaksanaanya program sudah dipelajari guru bersangkutan. standar kompetensi lulusan. Sehingga pelaksanaanya disesuaikan dengan situasi dan kebijakan.  Dana cadangan yang bersifat insidental Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Program dan anggaran sekolah selalu disusun bulan Mei dan Juni dua / satu bulan sebelum tahun pelajaran baru. standar kompetensi lulusan. standar proses.6. Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar 6. .3. standar proses dan standar penilaian dalam bentuk dokumen yang mudah diakses dan telah mendapat persetujuan dari komite sekolah dan sudah tersosialisasikan secara luas kepada seluruh pemangku kepentingan Rekomendasi: Kepala sekolah selalu merekondasikan guru dan karyawan yang berperan sebagai ketua pelaksana (pelaksanaan program). standar kompetensi lulusan.  Pembagian tanggung jawab program dan surat tugas dibagikan awal tahun pelajaran baru. standar proses dan standar penilaian Rencana kerja tahunan sekolah disusun berdasarkan rencana kerja menengah mengacu pada standar isi. Penyusunan ini berdasarkan program tahunan dan evaluasi akhir tahun pelajaran sebelumnya. standar proses dan standar penilaian dalam bentuk dokumen yang mudah diakses dan telah mendapat persetujuan dari komite sekolah namun belum tersosialisasikan secara menyeluruh ke semua pemangku kepentingan Tahap ke-2 Rencana kerja tahunan sekolah disusun berdasarkan rencana kerja menengah mengacu pada standar isi.

Kelemahan:  Belum maksimalnya kesiapan guru dalam menerima perkembangan.  Sekolah selalu mengadakan inovasi proses pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan pendidikan. club korespondensi. pertahanan hasil belajar. Bukti-Bukti Fisik Sekolah memiliki program yang berkaitan dengan:  Peningkatan.3. Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah memiliki club belajar sesuai dengan bakat minat anak. Seperti club matematika. Seperti program club belajar sesuai dengan minat bakat anak. Banyak guru masih menganggap kemampuanya sudah memadaai.2. club bahasa Inggris. club sain.3. Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar 6. dan perubahan.6. Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami melakukan evaluasi diri untuk melihat dampak dari rencana pengembangan sekolah terhadap peningkatan hasil belajar Tahap ke-2 Tahap ke-1 Sekolah kami melakukan evaluasi diri dan mengkomunikasikan rencana pengembangan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan dinas pendidikan dan para pemangku kepentingan Sekolah kami melakukan evaluasi Sekolah kami belum melakukan diri namun baru dilakukan evaluasi diri secara berkala dan sebatas tim pengembang sekolah berkelanjutan dan belum melibatkan warga sekolah Rekomendasi: Kepala sekolah selalu merekomendasikan tugas ini dengan waka kurikulum untuk mencari tahu perkembangan dan perubahan yang tejadi.  Sekolah juga selalu mengikutkan gurunya kegiatan KKG untuk menumbuhkan tutor sebaya. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar. .

Bukti-Bukti Fisik Sekolah memiliki Program  Ketentuan ketuntasan minimum yang selalu ditinjau dan disesuaikan Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah selalu mengadakan rapat tentang KKM setiap bidang studi.3.6. Untuk meningkatkan kemampuan anak. baik melalui remedi dan memberikan tugas terhadap anak didik. Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar 6. dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar. Kelemahan:  Masih lemahnya program remidi yang diberikan kepada peserta didik yang masih terlambat dalam menerima pelajaran Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami menetapkan prioritas perbaikan/ pengembangan sekolah yang didasarkan pada hasil evaluasi diri dan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar Tahap ke-2 Sekolah kami menetapkan prioritas perbaikan/ pengembangan sekolah namun belum didasarkan pada hasil evaluasi diri sekolah Tahap ke-1 Sekolah kami belum mampu menerapkan prioritas perbaikan/ pengembangan sekolah kearah peningkatan hasil belajar Sekolah kami menetapkan prioritas perbaikan/ pengembangan sekolah yang didasarkan pada hasil evaluasi diri serta disesuaikan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Rekomendasi: Supervisi kepala sekolah yang berkaitan dengan guru mengajar selalu dijadikan pedoman bagi guru bersangkutan .3. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. sehingga usaha guru untuk mencapi tujuan tersebut.3. KKM ini menjadi acuan pencapaian tujuan pembelajaran. menilai kinerja.

4. dan akuntabel serta tersosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan dan terkoneksi secara online pada website sekolah Rekomendasi: Pengelolaan data disekolah kami Pengelolaan data disekolah kami berbasis ICT namun masih belum berbasis ICT sehingga menggunakan program office belum efektif dan efisien yang sederhana dan belum berbasis website Kepala sekolah selalu merekomendasikan kepada semua guru untuk mampu meningkatkan kemampuan menggunakan media pendidikan elektronik . Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid 6. Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif. Bukti-Bukti Fisik Sekolah memiliki :  Papan pengumuman yang ditempatkan strategis.4.  Sekolah memiliki telepon umum. efisien dan akuntabel dan sudah tersosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan Tahap ke-2 Tahap ke-1 Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Serana dan prasarana untuk pengolahan imformasi sekolah cukup baik dan memadai  Termasuk menggunakan internet.6. efisien.  Pengeras suara untuk pengumuman yang bersifat insidental Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami memiliki sistem pengelolaan data berbasis ICT dengan cara yang efektif. Kelemahan:  Belum semua warga sekolah mampu mengunakan fasilitas yang sudah tersedia. efisien dan dapat dipertanggung jawabkan.1. Sekolah kami memiliki sistem pengelolaan data berbasis ICT dengan cara yang efektif.

2. Kelemahan:  Belum ada petugas khusus untuk mengolah informasi. efektif. Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien.4. 6. dan kemampuan sekolah.4. dan dapat diakses. Perlu melengkapi sarana informasi dan fasilitas untuk pengembangan data terbaru . Sekolah memiliki :  Website  Komunitas online  Email  Telpon  Faximail Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami menyediakan akses informasi dengan data yang terbaru bagi warga sekolah dan pihak yang berkepentingan Tahap ke-2 Tahap ke-1 Sekolah kami menyediakan akses informasi dengan data yang terbaru bagi warga sekolah dan pihak yang berkepentingan serta mudah diakses secara online melalui website sekolah Rekomendasi: Sekolah kami menyediakan akses Sekolah kami belum informasi untuk warga sekolah menyediakan akses informasi namun belum ditunjang oleh yang mudah bagi warga sekolah sistem pembaruan data Perlunya pelatihan secara berkala menggunakan media elektronik. Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah sudah menyediakan sarana informasi yang memadai sesuai dengan kebutuhan.6.

Bukti-Bukti Fisik Sekolah memiliki/melakukan :  Stuktur organisasi yang efektif  Pembagian tugas  Workshop/lokakarya/se minar  Studi lanjut/pengembangan profesi guru Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah memiliki struktur organisasi yang efektif seperti staf waka. 1. 3.6.5. 2. 4.5.  Sekolah melaksanakan pembagian tugas pada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan Kelemahan:  Belum semuanya tenaga pendidik kami yang memiliki gelar minimal S1 Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Tahap ke-2 Tahap ke-1 Sekolah kami kurang memperhatikan hasil kerja setiap pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah kami memperhatikan hasil kerja setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta senantiasa melaksanakan pengembangan profesinya secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektifitas kinerja Rekomendasi: Sekolah kami memperhatikan Sekolah kami memperhatikan hasil kerja setiap pendidik dan hasil kerja setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta tenaga kependidikan senantiasa melaksanakan pengembangan profesinya Adanya beasiswa bagi guru/ tenaga pendidik yang ingin meningkatkan pendidikannya . waka humas. waka keuangan.1.  Disamping itu dibentuknya kordinator dimasing-masing tingkat kelas untuk memudahkan memantau kegiatan proses belajar dimasing-masing tingkatan kelas. dan 5. waka sarana. Sekolah meningkatkan keefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan 6. waka kurikulum. waka kesiswaan.

5. disamping menumbuhkan sikap sosial dan profesional guru. Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional Bukti-Bukti Fisik Sekolah selalu momotivasi :  Semua guru diharapkan meningkatkan kwalifikasi pendidikan Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah selalu memotivasi guru untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Kelemahan:  Belum mampunya Yayasan memberikan bea siswa kepada guru yang ingin melanjutkan sekolah. Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Sekolah kami senantiasa melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan baik kinerja pelaksanaan tugas maupun kesesuaian dengan standar nasional Tahap ke-2 Sekolah kami melakukan supervisi dan evaluasi atas pelaksanaan tugas pendidik dan tenaga kependidikan namun belum terprogram dengan baik Tahap ke-1 Sekolah kami belum melakukan evaluasi atas pelakanaan tugas pendidik dan tenaga kependidikan secara berkala Sekolah kami senantiasa melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan baik kinerja pelaksanaan tugas maupun kesesuaian dengan standar nasional serta menyusun program perbaikan dan peningkatan yang berkelanjutan Rekomendasi: Di harapkan yayasan memperhatikan peningkatan profesional guru.5. .2. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan 6.6.

tari. Bukti-Bukti Fisik  Sekolah memiliki Program Rutin akademi Proses belajar mengajar.6. dan program ektra kurikuler. Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah selalu mengolah kegiatan akademis dan non akademis yang melibatkan masyarakat untuk diajak kerja sama terutama yang memiliki kemampuan keterampilan untuk ikut serta mengajar ekstra kurikuler. Kelemahan:  Evaluasi ekstra kurikuler perlu ditingkatkan sehingga betul-betul dapat menumbuhkan bakat dan minat peserta didik Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Tahap ke-2 Tahap ke-1 Warga sekolah kami belum terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan akademis dan non akademis Warga sekolah kami terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan akademis dan non akademis serta kegiatan pengembangan sekolah pada umumnya Warga sekolah kami terlibat Warga sekolah terlibat langsung langsung dalam pengelolaan hanya pada kegiatan akademis kegiatan akademis dan non akademis Rekomendasi: Perlunya meningkatkan kegiatan akademik dan nonakademik sekolah untuk memupuk kemandirian dan daya saing peserta didik .1. dan menembak. Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah 6. silat.6. Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis.6. Seperti seni tabuh.

6. Kelemahan:  Evaluasi ektra kurikuler perlu ditingkatkan sehingga betul menumbuhkan bakat dan minat peserta didik Tahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Tahap ke-2 Tahap ke-1 Sekolah kami melibatkan Sekolah kami melibatkan Sekolah kurang melibatkan Sekolah kami sama sekali tidak masyarakat dalam pengelolaan masyarakat dalam pengelolaan masyarakat dalam pengelolaan melibatkan masyarakat dalam non akademis dan memberikan non akademis non akademis pengelolaan non akademis kesempatan untuk berkreasi Rekomendasi: Perlunya menambah jenis kegiatan ektra kurikuler. sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat yang berwawasan budaya .2. Bukti-Bukti Fisik       Bakti Sosial Jalan Santai Tirta Yatra Karya Wisata Dana Punia Lokakarya Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik Kekuatan:  Sekolah selalu melibatkan masyarakat baik dalam meningkatkan keterampilan guru serta peserta didik melalui pendidikan ektra kurikuler.6. Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan non akademis.6. dan melibatkan orang tua dalam hal membetuk fasilitas. Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah 6.