DASAR-DASAR PERPAJAKAN A.

Sejarah Pemungutan Pajak  Pada mulanya pajak merupakan suatu pemberian sukarela, untuk : menjaga keamanan negara, menyediakan jalan umum, membayar gaji pegawai, dll.  Setelah terbentuknya negara-negara nasional dan tercapainya pemisahan antara rumah tangga negara dan rumah tangga pribadi raja, pembayaran menjadi wajib yang ditetapkan secara sepihak oleh negara dalam bentuk undang-undang dan dapat dipaksakan. B. Sumber-sumber Penerimaan Negara Sumber-sumber penerimaan negara dapat dikelompokkan menjadi penerimaan dari sektor: 1. Pajak : peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk simpanan publik (public saving) yang merupakan sumber utama untuk membiayai investasi publik (public investment) (Rochmat Sumitro) 2. Kekayaan alam: berdasarkan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 segala kekayaan alam yang dimiliki dan dikuasai negara untuk diatur sedemikian rupa untuk kemakmuran rakyat sepenuhnya. 3. Bea dan Cukai: pungutan negara yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan undangundang yang berlaku. C. Sumber-sumber Penerimaan Negara Con't 1. Retribusi: pungutan yang dilakukan oleh negara sehubungan dengan penggunaan jasa-jasa yang disediakan oleh di negara. 2. Iuran: pungutan yang dilakukan oleh negara sehubungan dengan penggunaan jasa-jasa dan fasilitas yang disediakan untuk sekelompok orang. 3. Sumbangan: pemberian uang dari rakyat yang bersifat sukarela dan tidak dipaksakan, 4. Laba dari Badan Usaha Milik Negara : badan usaha yang sebagian besar modalnya merupakan kekayaan negara. Laba yang diperoleh BUMN adalah pendapatan negara yang dimasukkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 5. Sumber-sumber lain: pencetakan uang dan pinjaman. D. Definisi Administrasi Pajak  Administrasi Pajak dalam arti luas dapat dilihat sebagai fungsi, sistem, lembaga dan manajemen publik.

E.

F.

G.

H.

 Administrasi Pajak dalam arti sempit adalah penatausahaan dan pelayanan terhadap kewajibankewajiban dan hak-hak wajib pajak, baik penatausahaan dan pelayanan tersebut dilakukan di kantor fiskus maupun di kantor wajib pajak.  Yang termasuk dalam kegiatan penatausahaan (clerical works) adalah pencatatan (recording), penggolongan (classifying) dan penyimpanan (filing). Definisi Pajak  Menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani, pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.  Pajak menurut Pasal 1 UU No.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UU, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karakteristik Pajak 1. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang serta aturan pelaksanaannya yang sifatnya dapat dipaksakan. 2. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi individu oleh pemerintah. 3. Pajak dipungut oleh negara baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 4. Pajak diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran pemerintah, yang bila sari pemasukannya masih terdapat surplus, dipergunakan utk membiayai public investment. 5. Pajak dapat pula mempunyai tujuan selain budgeter, yaitu mengatur. Falsafah Pajak  Indonesia: Pasal 23 ayat 2 UUD 1945, yaitu “segala pajak untuk kegunaan kas Negara berdasarkan UU”.  Inggris: No Taxation without Representative  USA: Taxation without reprensentative is Robbery Peranan dan Fungsi Pajak  Peranan Pajak : pelaksanaan pembangunan,  Fungsi Pajak 1. Fungsi anggaran (budgetair)

2. Fungsi mengatur (regulerend) 3. Fungsi stabilitas 4. Fungsi redistribusi pendapatan I. Sistem Administrasi Perpajakan Modern  Dengan sistem administrasi perpajakan modern, didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berkualitas serta mempunyai kode etik kerja diharapkan akan tercipta prinsip Good Corporate Governance yang dilandasi transparansi, akuntabel, responsif, independen dan adil.  Penerapan sistem administrasi perpajakan modern akan membawa konsekuensi terjadinya perubahan yang mendasar baik menyangkut struktur organisasi maupun paradigma pelayanan kepada Wajib Pajak. J. Sistem Administrasi Perpajakan Modern Con’t Karakteristik sistem administrasi perpajakan modern ini adl: 1. Seluruh kegiatan administrasi dilaksanakan melalui sistem administrasi yang berbasis teknologi terkini 2. Seluruh Wajib Pajak diwajibkan membayar melalui kantor penerima pembayaran secara on-line 3. Seluruh Wajib Pajak diwajibkan melaporkan kewajiban perpajakannya dgn mgunakan media komputer (eSPT). 4. Monitoring kepatuhan Wajib Pajak dilaksanakan secara intensif dengan pemanfaatan profit Wajib Pajak 5. Wajib Pajak yang diadministrasikan di KPP Madya hanya wajib pajak tertentu saja, yaitu sekitar 500 WP. PENDEKATAN TERHADAP PAJAK DAN ASAS PEMUNGUTAN PAJAK A. Pendekatan terhadap Pajak  Pajak ditinjau dari segi hukum  Pajak ditinjau dari segi ekonomi  Pajak ditinjau dari segi sosiologi  Pajak ditinjau dari segi finansial  Pajak ditinjau dari segi pembangunan  Pajak ditinjau dari segi politik B. Asas Pemungutan Pajak  Asas Pelaksanaan Pemungutan Pajak  Asas Pembenaran / Teori Pemungutan Pajak  Asas Yuridiksi Pemungutan Pajak  Asas/Syarat Pmbentukan Peraturan Pemungutan Pajak C. Asas Pelaksanaan Pemungutan Pajak 1. Syarat Keadilan: yaitu dikenakan kepada orang-orang pribadi sebanding dengan kemampuannya untuk membayar (ability to pay) pajak tsb, dan sesuai dengan

B. dan BUT)) yang memiliki potensi untuk atau akan dikenakan pajak. Teori Kewajiban Pajak Mutlak (Teori Bakti): tanda bukti bakti kepada negara maka orang mempunyai kewajiban untuk membayar pajak 5. Syarat Ekonomis: yaitu pungutan pajak harus menjaga keseimbangan kehidupan ekonomis dan tidak menggangu kehidupan ekonomis Wajib Pajak 4. H. D. Pajak Bumi dan Bangunan PBB dan besarnya pajak terutang oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Asas Effeciency (Asas efesien atau asas ekonomis) G. 2.manfaat yang diterimanya. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. warisan yang belum terbagi. Wajib pajak: Subjek pajak yang telah memenuhi syarat objektif dan syarat subyektif. Keadilan horizontal: Wajib Pajak yang mempunyai kemampuan membayar (daya pikul) sama harus dikenakan pajak yang sama b. Asas Yuridiksi Pemungutan Pajak Asas yang digunakan suatu negara dalam menentukan wewenangnya untuk mengenakan pajak terhadap suatu sasaran pajak tertentu berkaitan dengan pemungutan pajak: 1. Teori Asas Daya Beli: mengalihkan daya beli warga negara dalam bentuk pajak ke kas negara untuk disalurkan kembali kepada warga negara untuk kepentingan umum E. Teori Kepentingan: pajak untuk melindungi kepentingan warga negara dibebankan sesuai dengan tingkat kepentingannya 3.  Pajak daerah Pajak daerah adalah pajak yang wewenang pemungutannya ada pada pemerintah daerah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah. Pajak berdasarkan sifatnya :  Pajak Subjektif: adalah pajak yang memperhatikan kondisi/keadaan Wajib Pajak. Syarat keadilan dibagi dua: a. Pajak daerah diatur dalam UU dan hasilnya akan masuk ke APBD. 5. PEMBAGIAN PAJAK A. Pajak berdasarkan wewenang pemungutannya :  Pajak Pusat/Pajak Negara Pajak pusat/pajak negara adalah pajak yang wewenang pemungutannya ada pada pemerintah pusat yang pelaksanaannya dilakukan oleh Departemen Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak. Pajak pusat diatur dalam UU dan hasilnya akan masuk ke APBN.  Stelsel campuran  Pemungutan pajak dilakukan di awal tahun dan disesuaikan kembali di akhir tahun. Objek pajak: Keadaan. Subjek pajak: Pihak-pihak (orang maupun badan. Pengertian Dasar Pajak Pusat 1. Syarat Yuridis: yaitu pemungutan pajak harus berdasarkan UU. Pajak berdasarkan Golongan :  Pajak Langsung Adalah pajak yang bebannya ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak yang bersangkutan dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain  Pajak Tidak langsung Adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan atau digeserkan kepada pihak lain. Asas Convinience of Payment (Asas pemungutan pajak yang tepat waktu) 4. 7. Keadilan Vertikal : Wajib Pajak yang mempunyai kemampuan membayar (daya pikul) tidak sama harus dikenakan pajak yang tidak sama.  Pajak Objektif: adalah pajak yang pada awalnya memperhatikan objek yang menyebabkan timbulnya kewajiban membayar. Teori Daya Pikul: biaya untuk melindungi kepentingan warga negara dipikulkannya dalam bentuk pajak 4. Objek Dan Wajib Pajak Sec. Umum 1. Teori Asuransi: mengumpamakan Negara sebagai Perusahaan Asuransi 2. 2. kemudian baru dicari subjeknya baik Orang Pribadi maupun badan. 2. Perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan Perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan/atau bangunan Orang Pribadi atau Badan. Asas Kebangsaan (Nasionalitas) F. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah 3. Asas Certainty (Asas kepastian hukum) 3. Sistem Pengenaan Pajak  Official Assessment System: sistem pengenaan pajak yang dilakukan oleh pemerintah  Self Assessment System: sistem pengenaan pajak yang dilakukan oleh oleh wajib pajak sendiri  With Holding System: sistem pengenaan pajak yang dilakukan oleh pihak ketiga. Asas Sumber (Asas Negara Asal) 3. dan dpt dikenakan berkalikali setiap ada pertambahan nilai dan dapat dikreditkan. C. 6. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atau impor barang-barang berwujud yang tergolong mewah. 8. yaitu :  Stelsel Nyata ( Riel)  pemungutan pajak dilakukan di akhir tahun  Stelsel Anggapan (fictieve)  Pemungutan pajak dilakukan di awal tahun dgn berdasar nilai pajak tahun sebelumnya. Syarat Finansial: sesuai dengan fungsi pajak sebagai sumber penerimaan Negara. Bea Materai: pengertian dasar mencakup 5 hal yaitu: . 3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atau impor Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yg dilakukan oleh pengusaha Kena Pajak. Asas pembenaran / Teori Pemungutan Pajak 1. Fiskus: Aparatur pemerintah yang menangani pemasukan uang dari rakyat berupa pajak untuk dimasukkan ke dalam kas negara E. Pajak Penghasilan Pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam tahun pajak. sehingga kepadanya diwajibkan pajak. maka biaya pemungutan pajak tidak boleh terlalu besar. 4. D. 3. Asas Tempat Tinggal (Domisili) 2. Sistem Pemungutan Pajak Cara atau sistem pemungutan pajak. Pengertian Subjek. peristiwa atau perbuatan yang menurut ketentuan UU memenuh syarat bagi untuk dikenakan pajak (sgl sesuatu yg akan dikenakan pajak. Asas Equality (Asas Persamaan dan Keadilan) 2. Penanggung pajak: Orang atau badan yg bertanggung jawab atas pmbayaran pajak (termasuk wakil yg menjalankan hak dan kewajiban wajib pajak sesuai KUTAP. 5. Asas/Syarat Pembentukan Peraturan Pemungutan Pajak Menurut Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nations asas pembentukan peraturan pemungutan pajak berdasarkan pengertiannya adalah sebagai berikut: 1.

Retribusi Jasa Umum 1. Objek Pajak Daerah dan Tarif Pajak Daerah Jenis pajak yang dikelola/ dipungut oleh pemerintah provinsi (Pajak Daerah Tingkat I ) terdiri dari: 1) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air ( 5% ) 2) Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (10%) 3) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (5%) 4) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (20%) Objek Pajak Daerah dan Tarif Pajak Daerah Jenis pajak yang dikelola/ dipungut oleh pemerintah kabupaten/kota (Pajak Daerah Tingkat II ) tdr dari: 1) Pajak Hotel (10%) 2) Pajak Restoran (10%) 3) Pajak Hiburan (35%) (Tarif Pajak Hiburan juga ditetapkan paling tinggi sebesar 35 persen. 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 3) Obyek dan dasar pengenaan pajak tidak bertentangan dengan kepentingan umum. 8 Tahun 1984 → UU No. Tanda tangan adalah tanda tangan sebagaimana lazimnya dipergunakan. panti pijat. 4) Potensinya memadai. dan kontes kecantikan. F. disamping untuk melayani kepentingan dan kemanfaatan umum d. c. 21 Tahun 1994 → UU No. Kriteria Retribusi Daerah a. Pemungutan Retribusi memungkinkan penyediaan jasa tersebut dengan tingkat dan/atau kualitas pelayanan yang lebih baik.a. Tujuan dari UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah a. 2) Obyek pajak terletak atau terdapat di wilayah daerah kabupaten/kota ybs dan mempunyai mobilitas cukup rendah serta hanya melayani masy. teraan atau cap tanda tangan atau cap paraf. c. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. dan bukan retribusi. diskotik. Jasa tersebut layak untuk dikenakan Retribusi e. dan  PP No. adalah: 1) Bersifat pajak. keadaan. Jasa tersebut memberi manfaat khusus bagi orang pribadi atau badan yang diharuskan membayar Retribusi. Jasa yang bersangkutan merupakan kewenangan Daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi c. Pejabat pos adalah Pejabta perusahaan umum pos dan giro yang diserahi tugas melayani permintaan pemateraian kemudian. Menyederhanakan system dan administrasi perpajakan dan retribusi daerah untuk memperkuat fondasi peneri-maan daerah khususnya Daerah Tingkat II. Kriteria Pajak Daerah. 13 Tahun 1985 G. Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. i. Pengertian Pajak Daerah b. I. h. Benda materai adalah materai tempel dan kertas materai yang dikeluarkan oleh pemerintah RI. f. 2. Pengertian Retribusi Jasa Umum: yaitu retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah (pemda) untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. dgn meng-efektifkan jenis pajak dan retribusi tertentu yg potensial. 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah. d. Retribusi Jasa usaha: yaitu pelayanan yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial. d. 6) Memperhatikan aspek keadilan dan kemampuan masyarakat. Pajak dan Retribusi Daerah 1. Jenis dan Dasar Hukum Pajak Negara  Pajak Penghasilan UU No. tarif Pajak Hiburan dapat ditetapkan paling tinggi sebesar 75 persen) 4) Pajak Reklame (25%) 5) Pajak Penerangan Jalan (10%) 6) Pajak Pengambilan dan Pengelolaan Bahan Galian Golongan C (20%) 7) Pajak Parkir (20%) c. 28 Th 2009  PP No. 2. Retribusi Pelayanan Kesehatan. j. Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan. karena pada dasarnya jasa tersebut dapat . klab malam. 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah. 5) Tidak memberikan dampak ekonomi yg negatif. b. UU No. teraan cap nama. di wilayah daerah kabupaten/kota ybs. termasuk pula paraf. b. 3. Jenis-jenis Retribusi Jasa Umum adalah: a. Pengertian Retribusi Daerah: pungutan daerah sbg pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan” e. Penjelasan Pajak Daerah a. e. pagelaran busana. 12 Tahun 1994  Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan UU No. atau lainnya sebagai pengganti tanda tangan. d. 17 Tahun 2000  Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah UU No. 18 Tahun 2000  Pajak Bumi dan Bangunan UU No. Retribusi Pelayanan Jasa Umum. Menyederhanakan berbagai pungutan daerah dalam rangka mengurangi ekonomi biaya tinggi b. 20 Tahun 2000  Bea Materai: UU No. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Retribusi dapat dipungut secara efektif dan efisien. Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. e. mandi uap. 12 Tahun 1985 → UU No. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Retribusi tidak bertentangan dengan kebijakan nasional mengenai penyelenggaraannya f. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akte Catatan Sipil. Retribusi Jasa Umum bersifat bukan pajak dan bersifat bukan Retribusi Jasa Usaha atau Retribusi Perizinan Tertentu b. g. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. 3. dan 7) Menjaga kelestarian lingkungan. 7 Tahun 1984 → UU No. serta merupakan salah satu sumber pendapatan Daerah yang potensial g. 34 Tahun 2000 yg merupakan penyempurnaan dari UUNo. Retribusi Pelayanan Pasar. atau kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak-pihak yang berkepentingan. Objek Retribusi Daerah 1) Jasa umum 2) Jasa usaha 3) Perizinan tertentu H. Dasar Hukum Pajak dan Retribusi Daerah  UU No. Pemateraian adalah suatu adalah suatu cara pelunasan Bea Materai yang dilakukan oleh Pejabat Pos atas permintaan pemegang dokumen yang Bea materainya belum dilunasi sebagaimana mestinya. Namun khusus untuk hiburan berupa permainan ketangkasan. karaoke.

2. Retribusi Penyeberangan di Atas Air. c. Retribusi Izin Ganggunan. Retribusi Penyedotan Kakus. Meningkatkan akuntabilitas daerah dalam penyediaan layanan dan penyelenggaraan pemerintahan dan sekaligus memperkuat otonomi daerah. e. d. Perizinan tersebut benar-benar diperlukan guna melindungi kepentingan umum c. 2. Memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah dalam perpajakan dan retribusi sejalan dgn semakin besarnya tanggung jawab Daerah dlm penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. b. b. retribusi jasa usaha. Retribusi Pelayanan Pendidikan. i. Penambahan jenis pajak daerah  Terdapat penambahan 4 jenis pajak daerah. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga. 3) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) (pajak kabupaten/kota) Selama ini BPHTB merupakan pajak pusat. Jenis-jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah: a. Biaya yg mjd beban Daerah dlm penyelenggaraan izin tersebut dan biaya untuk menanggulangi dampak negatif dari pemberian izin tersebut cukup besar sehingga layak dibiayai dari Retribusi perizinan K. Penetapan BPHTB sebagai pajak daerah akan meningkatkan PAD. Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal. 1. Retribusi Perizinan Tertentu: yaitu retribusi atas kegiatan tertentu pemerintah daerah dalam rangka pemberian izin kpd org pribadi atau badan yg dimaksudkan utk pembinaan.disediakan oleh swasta yang meliputi pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan daerah yang belum dimanfaatkan secara normal. Prinsip Pengaturan PDRD a. Retribusi tempat Pelelangan. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. dan iklan layanan masyarakat mengenai bahaya merokok) serta penegakan hukum (pemberantasan peredaran rokok ilegal dan penegakan aturan mengenai larangan merokok). yang dapat dipungut oleh daerah untuk memperoleh manfaat ekonomis dari keberadaan dan perkembangan sarang burung walet di wilayahnya. g. kegiatan memasyarakatkan tentang bahaya merokok. k. 4) Pajak Sarang Burung Walet (pajak kabupaten/kota) Pajak Sarang Burung Walet merupakan jenis pajak daerah baru. f. Penambahan Jenis Retribusi Daerah  Terdapat penambahan 4 jenis retribusi daerah. yaitu 1 jenis pajak provinsi dan 3 jenis pajak kabupaten/kota. Kriteria Retribusi Daerah a. Jenis pajak daerah 1) Pajak Rokok (pajak provinsi) Penerimaan Pajak Rokok dialokasikan minimal 50% untuk mendanai pelayanan kesehatan (pembangunan/pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana unit pelayanan kesehatan. Tujuan RUU PDRD: a. 1. c. Materi UU PDRD a. RUU PDRD 1. timbang. Retribusi Rumah Potong Hewan. Perizinan tersebut termasuk kewenangan pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah dalam rangka asas desentralisasi b. dan perlengkapannya oleh masyarakat.  secara keseluruhan terdapat 16 jenis pajak daerah. yaitu 5 jenis pajak provinsi dan 11 jenis pajak kabupaten/kota. Pemberian kewenangan kepada daerah untuk menetapkan tarif pajak daerah dalam batas tarif minimum dan maksimum yg ditetapkan dalam UU. Retribusi Tempat Usaha Parkir. c. dan pertambangan masih merupakan pajak pusat. Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. b. yaitu Retribusi Tera/ Tera Ulang. sedangkan PBB sektor perkebunan. perhutanan. 2) PBB Perdesaan dan Perkotaan (pajak kabupaten/kota) PBB sektor perdesaan dan perkotaan dialihkan menjadi pajak daerah. Retribusi izin Tempat Penjualan Minuman B’alkohol. namun seluruh hasilnya diserahkan kepada daerah. takar. Retribusi terminal. J. m. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. Memberikan kepastian bagi dunia usaha mengenai jenis-jenis pungutan daerah dan sekaligus mperkuat dasar hukum pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah 2. Jasa yang bersangkutan adalah jasa yang bersifat komersial yang seyogianya disediakan oleh sektor swasta tetapi belum memadai atau terdapatnya harta yang dimiliki/dikuasai Daerah yang belum dimanfaatkan secara penuh oleh Pemda. e. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Pengenaan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditujukan untuk meningkatkan . Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Jenis pajak dan retribusi yang dapat dipungut oleh daerah hanya yang ditetapkan dalam Undangundang (Closed-List). dan retribusi perizinan tertentu. j. h. Untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. l. b. Retribusi Izin Trayek. 2.  Secara keseluruhan terdapat 30 jenis retribusi yang dapat dipungut oleh daerah yang dikelompokkan ke dalam 3 golongan retribusi. Pemerintah daerah dapat tidak memungut jenis pajak dan retribusi yang tercantum dalam undangundang sesuai kebijakan pemerintahan daerah. c. Retribusi Pengelolaan Limbah Cair. d. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. yaitu retribusi jasa umum. b. dan Retribusi Izin Usaha Perikanan. Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan. penyediaan sarana umum yang memadai bagi perokok (smoking area). d. 3. c. Pemberian kewenangan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah tidak terlalu membebani rakyat dan relatif netral terhadap fiskal nasional. Retribusi Tera/Tera Ulang Pengenaan Retribusi Tera/Tera Ulang dimaksudkan untuk membiayai fungsi pengendalian terhadap penggunaan alat ukur. Kriteria Retribusi PerizinanTertentu a. Retribusi Jasa Usaha bersifat bukan pajak dan bersifat bukan Retribusi Jasa Umum atau Retribusi Perizinan Tertentu b. Pengawasan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah dilakukan secara preventif dan korektif. BPHTB dialihkan menjadi pajak daerah. 1. Jenis-jenis retribusi jasa usaha adalah: a.

Contoh : Tarif progresi -proporsional Absolut Contoh: Tarif progresif-proporsional Berlapisan b. Pajak Air Permukaan: Provinsi 50%. Bagi Hasil Pajak Provinsi h. Kab/Kot 70%. k. . 3. Efek Negatif dan Solusi UU PDRD Efek Negatif: dapat mempengaruhi volume bisnis. Besarnya pajak dapat dinyatakan dalam persentase. dinaikkan dari 20% menjadi 25%. serta ada tidaknya kebocoran Solusi:  Pemerintah perlu mperjelas adm. Tarif progresif . Pengertian tarif pajak: adalah tarif yang menghitung besarnya pajak terutang (pajak yang harus dibayar). e. tarif dapat ditetapkan lebih rendah. Pajak Kendaraan Bermotor: Provinsi 70%. sedangkan retribusi lebih spesifik kepada orang-orang tertentu yang mendapatkan pelayanan tertentu. Earmarking Pengaturan earmarking tersebut adalah:  10% dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor wajib dialokasikan untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan. 2. 1. 5. Retribusi AMDAL. 3. Perluasan Basis Pajak Daerah  PKB dan BBNKB. dinaikkan dari 20% menjadi 30%. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor: Provinsi 70%. dinaikkan dari 5% menjadi 10%. 4. Pelaksanaan UU PDRD  Secara umum UU PDRD berlaku pada tanggal 1 Januari 2010  BPHTB akan dilaksanakan sepenuhnya oleh daerah pada 1 Januari 2011  Pajak Rokok dan PBB Perdesaan dan Perkotaan akan dilaksanakan sepenuhnya oleh daerah pada tanggal 1 Januari 2014. Kab/Kot 30%.  Sebagian penerimaan pajak penerangan jalan digunakan untuk penyediaan penerangan jalan. j. f. NOMOR POKOK WAJIB PAJAK DAN PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK A. Khusus untuk kendaraan angkutan umum. a.  Tarif maksimum Pajak Mineral Bukan Logam dan. seperti Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. terus menerus dgn kualitas yg lebih baik.  Tarif maksimum Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. dinaikkan dari 10% menjadi 20%. efisiensi pungutan. pelayanan dan pengendalian daerah terhadap pembangunan dan pemeliharaan menara telekomunikasi. sehingga mencakup berbagai retribusi yang berkaitan dengan lingkungan yang selama ini telah dipungut. 2. 4. 3. Pajak Rokok: Provinsi 30%. sedangkan untuk retribusi ada timbal balik langsung dari penerima retribusi kepada pembayar retribusi. Jenis-jenis tarif pajak 1.  Pajak Restoran.  Tarif maksimum Pajak Parkir. Tarif Pajak Progresif (persentase meningkat) yaitu tarif pajak yang persentasenya menjadi lebih besar seiring peningkatan jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajaknya. TARIF PAJAK. Tarif Pajak Tetap yaitu tarif berupa jumlah tertentu yang sifatnya tetap (sama besarnya) dan tidak dipengaruhi oleh besarnya jumlah dasar pengenaan pajak. objek pajak. tmasuk kendaraan pemerintah  Pajak Hotel. Tarif progresif – progresif: tarif progresif yang besar peningkatan tarifnya semakin besar. termasuk katering/jasa boga.  50% dari penerimaan pajak rokok dialokasikan untuk mendanai pelayanan kesehatan dan penegakan hukum. i. Khusus untuk kendaraan pribadi dpt diterapkan tarif progresif  Tarif maksimum Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. (Waluyo dan Wirawan Ilyas) B. mcakup seluruh persewaan di hotel. dinaikkan dari 5% menjadi 10%. g. maupun subjek pajak/wajib pajak. Bermotor: Provinsi 30%. Retribusi Pelayanan Pendidikan Pengenaan retribusi pelayanan pendidikan dimaksudkan agar pelayanan pendidikan. Kab/Kot 70%.  Pajak dapat dinikmati semua orang. Pajak Bahan Bakar Kend.proporsional tarif progresif yang besar peningkatan tarifnya sama besar. Perluasan Basis Retribusi Daerah Perluasan basis retribusi daerah dilakukan dengan mengoptimalkan pengenaan Retribusi Izin Gangguan. pungutan  Pemerintah sebaiknya memperketat fungsi pengawasan  Pemda harus memperkuat basis data WP Perbedaan Pajak dan Retribusi  Untuk pajak tidak ada timbal balik langsung kepada para pembayar pajak. Kab/Kot 50%. Retribusi Izin Usaha Perikanan pemungutan Retribusi Izin Usaha Perikanan dimaksudkan agar pelayanan dan pengendalian kegiatan di bidang perikanan dapat terlaksana sec. Kab/Kot 30%. Tarif pajak proporsional/sebanding (Persantase Tunggal) yaitu tarif berupa persentase tetap yang dikenakan terhadap jumlah berapa pun yang menjadi dasar pengenaan pajak. Kenaikan Tarif Maksimum Pajak Daerah  Tarif maksimum Pajak Kendaraan Bermotor. serta peningkatan sarana transportasi umum. di luar pendidikan dasar dan menengah. Cth : pendidikan dan pelatihan utk keahlian khusus yg diselenggarakan oleh pemerintah daerah dpt dikenakan pungutan dan hasilnya digunakan utk membiayai kesinambungan dan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dimaksud.d. serta Retribusi Pemeriksaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

degresif Absolut b. Pajak Penghasilan 1) PPh UU No 17 tahun 2000 Wajib Pajak PribadiTarif Progresif berlapisan 4. c.Contoh : Tarif progresif . Tarif progresif – degresif: Tarif progresif yang besar peningkatan tarifnya semakin kecil. Penerapan Tarif Pajak Di Indonesia a. Tarif degresif – proporsional: tarif degresif yang besar penurunan tarifnya sama besar.progresif tarif degresif yang besar penurunan tarifnya semakin besar.degresif Absolut Contoh : Tarif progresif . Tarif bentham yaitu tarif pajak yang memodifikasi tarif proporsional dengan memberikan jumlah tertentu sebagai batas tidak kena pajak yg tdk dikenakan pajak.progresif Berlapisan Contoh: Tarif degresif .progresif Berlapisan C. Contoh : Tarif progresif .progresif Absolut Contoh : Tarif degresif . a.progresif Absolut 5. Contoh : Tarif degresif . Tarif degresif . Tarif degresif – degresif: tarif degresif yang besar . Tarif Pajak Degresif yaitu tarif pajak yang persentasenya semakin kecil walaupun jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajaknya semakin besar/meningkat. Contoh : Tarif degresif . Contoh : Tarif progresif .degresif Berlapisan Contoh: Tarif degresif .proporsional Berlapisan Contoh: Tarif degresif .degresif Berlapisan c.proporsional Absolut penurunan tarifnya semakin kecil.

b. Untuk memperoleh pembayaran dari KPKN dsb. Melaporkan pajak dengan mengisi SPT 6. karena hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta. 28 Tahun 2007. Kewajiban mendaftarkan diri tersebut berlaku pula terhadap wanita kawin yang dikenai pajak sec. Pajak Penjualan atas Barang Mewah/PPnBMTarif Proporsional  Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling rendah= 10 %  Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling tinggi= 75 % f. Dipergunakan untuk mengetahui identitas Pengusaha Kena Pajak yang sebenarnya. terpisah. Tarif Pajak Bumi dan Bangunan untuk Perdesaan dan Perkotaan (0. Dan lain sebagainya sesuai peraturan perpajakan B. Setiap Pengusaha yang dikenakan PPN berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan.  Bagi penguasaha kena pajak yaitu yang penyerahannya (penyerahan BKP/JKP) terutang PPN maka diwajibkan untuk melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak (PKP) dan kepadanya diberikan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP).3000) D. Untuk dapat menjadi rekanan pemerintah dalam mendaftarkan/memperoleh tender proyek pemerintah. Untuk memperoleh pinjaman modal dari bank b. Menetapkan dirinya sebagai WP 2. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP dan kepadanya diberikan Pengukuhan PKP b. Dengan memiliki NPWP dapat memperoleh pelayanan dari instansi lain dan untuk kepentingan Direktorat Jenderal Pajak/pemerintah 2. Bentuk NPWP: terdiri dari 15 digit (15 Kolom). Pendahuluan  Setiap WP yang telah memenuhi persyaratan subyektif dan obyektif wajib mendaftarkan diri dan kepadanya diberikan NPWP. Pengusaha Orang Pribadi berkewajiban melaporkan usahanya pada Kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Pengusaha (apabila pada tempat tinggal tersebut ada kegiatan usaha) dan tempat kegiatan usaha dilakukan. Kantor PLN. dsb. yaitu: 3) PPh UU No 36 tahun 2008 Wajib Pajak Badan dan BUTTarif Proporsional (Tunggal) b. Dasar Hukum UU No. PBB: Tarif Proporsional (0. Kantor Bea dan cukai. Pendaftaran NPWP a. Semua WP berdasarkan system self assessment wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk dicatat sebagai WP sekaligus untuk mendapatkan NPWP. PKP a. b. Sarana dalam administrasi perpajakan b. yaitu fungsi budgeter dan fungsi regulered (mengatur)  Tarif pajak juga dapat digunakan untuk tujuan politis D. NPWP: nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang diperguna-kan sebagai tanda pengenal diri atau identitas WP. 16 Tahun 2000 dan UU No.5 %). Manfaat NPWP a. Untuk melaksanakan hak dan kewajiban di bidang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.2) PPh UU No 36 tahun 2008 Wajib Pajak PribadiTarif Progresif berlapisan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak A. 9 Tahun 1994. Identitas WP c. 7. seperti Kantor imigrasi. UU No. Kebijakan Tarif Pajak  Kebijakan tarif pajak mempunyai hubungan erat dengan fungsi pajak dalam masyarakat. 3. Kantor KPKN. 4. 5. PPKP: pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak yang telah tercatat dalam tata usaha Kantor Pelayanan Pajak dan telah diberikan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. 1.3%).6000) & Cek dan bilyet giro (Rp. Sebagai alat pengawasan dan tata tertib pembayaran pajak d. Manfaat PPKP a. Bea MateraiTarif Tetap Kuitansi dan tanda terima uang ( Rp. Untuk memudahkan berhubungan dengan instansi yang mewajibkan mencatumkan NPWP. serta untuk pengawasan administrasi perpajakan. Menghitung dan memperhitungkan pajaknya 4. C. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yan telah diubah dengan UU No. kewajiban melaporkan usahanya tersebut adalah . Pajak Pertambahan Nilai/PPN: Tarif Prporsional (10%)  Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling rendah = 5 %  Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling tinggi= 15 % e. BPHTB: Tarif Proporsional (5 %) d.  Sistem perpajakan memberikan kepercayaan kepada WP untuk memenuhi kewajiban perpajakan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fungsi NPWP: a. Sedangkan bagi Pengusaha Badan. Fungsi PPKP a. kantor TELKOM. 6. Menyetorkan pajak dengan menggunakan SSP 5. b. Mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP 3. c.

28 TH. SPT berfungsi sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertangungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkannya. SPT Masa paling lama 20 hari setelah akhir masa pajak. maka WP akan dikenakan sanksi administrasi sbb: 1) Denda – Rp. f) Perpanjangan Waktu Penyampaian SPT a. juga wajib mendaftarkan diri ke kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat-tempat kegiatan usaha WP c. Mengisi dan Menyampaika Surat Pemberitahuan (SPT) a) Pengertian SPT: surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak. b. 3) WP BUT menghentikan usahanya di Indonesia. sebaliknya kalau kedua syarat tersebut hilang maka NPWP/SPPKP dapat dihapuskan. dipungut dan dipotong maka SPT menggambarkan kurang bayar. dipotong dan dipungut berarti tidak ada kekurangan maupun kelebihan bayar. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar. SPT LB: Kalau pajak terutang lebih besar daripada pajak yang disetor. 2) Penghasilan yang merupakan objek pajak maupun bukan objek pajak.000 utk SPT Tahunan WP Bdn 4) Denda – Rp. SPT Tahunan Bagi WP PPh melaporkan tentang: 1) Pembayaran atau pelunasan pajak yang dibayar sendiri. 4) Dianggap perlu oleh Ditjen Pajak. SPT Masa: SPT untuk suatu masa pajak. b) Jenis SPT: a. 2) Badan usaha dilikuidasi.000 utk masa SPT Masa PPN 2) Denda – Rp. b. SPT Tahunan WP Badan paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak. 4) Dilampiri bukti pelunasan pajak yang terutang DIRJEN Pajak dapat memberikan perpanjangan waktu paling lama 2 bulan (UU No. d) Batas Waktu Penyampaian SPT Menurut UU No. SPT KB: Kemungkinan pajak disetor dimuka dan atau di pungut dan dipotong lebih besar dari pajak terutang.000 untuk SPT Masa lainnya 3) Denda – Rp. 2) Penyampaian SPT dgn mengirimkan melalui pos tercatat merupakan bukti penerimaan SPT dengan syarat SPT telah lengkap. 4) Pembayaran dan pemotongan atau pemungutan pajak. 28 Tahun 2007 : a.pada Kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan Tempat Pendaftaran NPWP dan PPKP a. dipungut dan atau dipotong dalam satu tahun pajak. Penyampaian SPT 1) Penyampaian SPT secara langsung ke kantor pajak.500. 2007 apabila SPT tidak disampaikan pada waktunya .000 utk SPT Tahunan WP OP Sanksi administrasi berupa denda tersebut tidak dilakukan terhadap: 1) WP OP yang telah meninggal dunia 2) WP OP non aktif 3) WP OP orang asing meninggalkan Indonesia 4) WP BUT tidak usaha lagi di Indonesia 5) WP Badan yang telah dibubarkan 6) Bendaharawan yang tidak melakukan pembayaran lagi 7) WP kena Bencana 8) WP lain ditentukan oleh Menkeu g) Pembetulan SPT Pembentulan SPT menurut UU NO. dengan itu WP akan menerima bukti penyerahan SPT. WP dapat membentulkan sendiri SPT. PROSES PELAKSANAAN ADMINISTRASI PERPAJAKAN A.28 Th 2007 : 1) a. SPT Tahunan WP OP paling lama 3 Bulan setelah akhir tahun pajak. Bagi pemotong dan pemungut pajak. 28 TH 2007). Penghapusan NPWP dan SPPKP Kewajiban berNPWP/SPPKP karena dipenuhinya syarat obyektif dan subyektif. c. Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha di beberapa tempat. Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal WP pribadi atau tempat kedudukan WP Badan. c. b. dan atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. SPT LB dan SPT Nihil : a. c. 3) Meskipun telah diperiksa tetapi belum SKP atas kemauan sendiri WP dapat membentulkan SPTdengan syarat pajak menjadi lebih besar atas . b. 2) Meskipun telah diperiksa tetapi belum disidik atas kemauan sendiri WP boleh membentulkan SPT atas kekurangan pajak dikenakan denda sebesar 150%.100.100.100. Belum dilakukan pemeriksaan oleh Ditjen Pjk c. yaitu apabila: 1) Diajukan permohonan oleh WP atau ahli warisnya bhw syarat subyektif dan obyektifnya sudah tdk ada. Dalam hal tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak berada dalam dua atau lebih wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak. Syarat Perpanjangan waktu penyampaian SPT: 1) Harus diajukan secara tertulis 2) Diajukan seblm batas waktu penyampaian SPT 3) Menyampaikan alasan-alasannya disertai dibuatkan perhitungan sementara pajak terutang slm selama satu tahun. Sanksi Administrasi Menurut UU NO. 3) Harta dan kewajiban. SPT Tahunan: SPT untuk Suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak. SPT Masa Bagi pengusaha Kena pajak Melaporkan Tentang: 1) Pengkreditan pajak masukan dan pajak keluaran 2) Pembayaran atau pelunasan pajak yang dilaksanakan sendiri oleh PKP e. e) SPT KB. Wajib Pajak yang juga dikenakan pajak berdasarkan UU PPN dan PPnBM melaporkan usahanya ke kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha Wajib Pajak d. c) Fungsi SPT: d. b. dalam hal pembentulan menyatakan SPT rugi atau lebih bayar maka pembentulan harus dilakukan paling lama 2 tahun seblm daluarsa penetapan b. SPT Nihil: apabila pajak terutang sama besar dengan pajak yang sudah disetor. objek pajak dan atau bukan objek pajak. Apabila akibat pembentulan uang pajak menjadi lebih besar maka terutang bunga 2%/bulan.

Menambah jumlah pajak yang terutang . berupa bunga atau denda. Menolak d. KEBERATAN DAN BANDING A. Pencegahan dan Penyanderaan 1) Dilakukan terhadap WP/Penanggung Pajak yang utang pajaknya besar (di atas 100 juta rupiah) dan tidak punya itikad baik. dalam tempo 5 tahun Ditjen Pajak dapat menerbitkan SKPKBT apabila ditemukan data baru yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak terutang setelah dilakukan pemeriksaan. maka dilakukan penagihan dengan menyampaikan surat perintah melakukan penyitaan. 28 Th 2007). a. putusan banding. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia b. Menyampaikan alasan e. 3) WP dikenakan sanksi administrasi.28 Th 2007 : a. Pengumuman Lelang Dilaksanakan setelah lewat 14 hari dari pelaksanaan penyampaian Surat Perintah Melakukan Penyitaan. dalam tempo 5 tahun Ditjen Pajak dpt menerbitkan SKPKB 2) Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) Menurut UU No. b.kekurangannya sanksi kenaikan sebesar 50% dari pajak yang kurang dibayar. Yang menjadi dasar penagihan adalah: 1) Surat Tagihan Pajak 2) SKPKB 3) SKBKBT 4) Surat Putusan Keberatan dan Surat Putusan Banding yang menambah jumkah pajak yang masih harus dibayar k) Penyitaan  Apabila dengan penyampaian Surat Paksa. Dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal dikirim SKP. c. m) Pencegahan dan Penyanderaan a. 4) PKP yang tidak membuat faktur pajak atau melaporkan faktur pajak tidak sesuai dengan masa penerbitannya. Satu surat keberatan untuk satu ketetapan d. Memberitahukan surat paksa d. SKBKBT ditambah sanksi kenaikan 100% dr jumlah kurang bayar. Pelaksanaan Lelang Dilaksanakan setelah lewat 14 hari dari pengumuman lelang. Penyetoran pajak dengan menggunakan surat setoran pajak (SSPP dan menyetorkannya ke Bank yang ditunjuk atau ke kantor Pos. Negara mempunyai hak mendahu lebih mendahulu dari piutang lainnya. Melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus c. 4) Pembentulan SPT dapat dilakukan dalam 3 bln setelah diterimanya surat keputusan keberatan. harus disetor sebelum SPT tahunan PPh disampaikan ke Kantor Pajak. b. Menerima seluruh permohonan WP b. Menjual barang-barang yang telah disita Dalam pelaksanaan penagihan pajak. Menerima sebagian c.28 Th 2007 . sanksi ini tidak dikenakan apabila WP mempunyai kesadaran sendiri menyampaikan keterangan tertulis dan Ditjen Pajak belum melakukan pemeriksaan.  Apabila pengembalian kelebihan pajak dilakukan setelah jangka waktu 1 bulan maka kepada WP diberikan bunga 2%/bulan. 5) PKP yang gagal berproduksi dan telah mendapat pengembalian pajak masukan j) Penagihan Pajak: serangkaian tindakan agar penanggung pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan dengan melakukan tindakan sbb: a. 2) Paling lama 6 bulan dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 bulan lagi. Kuasa Negara untuk menagih pajak selama 10 tahun atau daluarsa penagihan pajak setelah 5 tahun (UU No. Mengusulkan pencegahan e. Mengemukakan jumlah pajak yang terutang atau pajak yang dipotong atau dipungut atau jumlah rugi c. Pencegahan: Larangan WP/Penanggung Pajak untuk pergi ke luar negeri.  Apabila hasil dari pelaksanaan sita tidak cukup untuk melunasi utang pajak dan biaya penagihan maka dapat dilaksanakan penyitaan tambahan l) Pelelangan a.  Penyitaan pada prakteknya baru mencatat barangbarang milik WP/Penaggung Pajak kecuali untuk barang-barang yang dianggap perlu. b. Menegur atau memperingatkannya b. Keberatan 8. Untuk pajak yang terutang meliputi satu tahun pajak. Penyanderaan : dengan memasukkan WP/Penanggung Pajak ke rumah tahanan Penyanderaan dilakukan berdasarkan surat perintah penyanderaan yang diterbitkan oleh pejabat setelah mendapat izin tertulis dari Menteri atau Gubernur setempat. kecuali force mayuer 9. h) Pembayaran Pajak Menurut UU No. Untuk pajak yang terutang dalam masa pajak harus disetor paling lama 15 hari setelah berakhirnya masa pajak. i) Pengembalian Pajak  Pengembalian kelebihan pajak dilakukan paling lama 1 bulan sejak diterbitkannya surat ketetapan pajak lebih bayar yang sebelumnya telah dikompensasikan dengan utang pajaknya. Putusan keberatan dapat berupa: a. WP/ penaggung pajak tetap melunasi utang pajak. Syarat Keberatan Oleh WP: a. Surat Ketetapan Pajak (SKP): surat yang menetapkan besarnya pajak terutang Ada beberapa SKP : 1) Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Menurut UU No. Surat Tagihan Pajak (STP) : Surat untuk menagih pajak atau untuk menagih sanksi administrasi brp bunga dan atau denda Ditjen Pajak menerbitkan STP dalam hal: 1) PPh Tahun berjalan tidak/kurang dibayar 2) Hasil penelitian terdapat kurang bayar akibat dari salah tulis atau salah hitung. Pencegahan dilakukan oleh Direktorat Imigrasi atas permintaan pejabat atau atasan pejabat b. Melaksanakan penyanderaan g. Melaksanakan penyitaan f.28 Th 2007 . putusan pembetulan atau putusan peninjauan kembali dengan syarat Ditjen Pajak belum melakukan pemeriksaan.

Menurut UU No. Setiap orang yang karena alfa: 1. dokumen yang palsu atau dipalsukan 7. 4. modal penghasilan dan biaya serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang dan jasa yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan daftar rugi laba pada setiap tahun pajak berakhir. Setiap orang (pihak Ketiga) yang menghalang-halangi untuk memenuhi kewajiban memberikan keterangan dokumen dan sebagainya kepadanya dikenakan sanksi pidana . Pengertian: serangkaian kegiatan untuk mencari. 25. i. Jangka waktu pelunasan utang pajak yg dibanding adalah satu bulan sejak tanggal putusan banding c. Menyampaikan alasannya c. 2007 tentang KUP. dan dokumen yang menjadi dasar pembukuan 2. Setiap orang yang sengaja: ii.  atau dipidana kurungan paling singkat 3 bulan dan paling lama 1 tahun. Tidak mendaftarkan diri Menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP Tidak menyampaikan SPT Menyampaikan SPT yang isinya tidak benar Menolak dilakukan pemeriksaan Memperlihatkan pembukuan & pencatatan. Menerbitkan faktur pajak. Menurut UU No.000 E. mengolah data dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan WP dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perpajakan. 5. termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan atau yang dikenakan pajak yang bersifat final. 28 Th 2007 dipidana:  Pidana penjara paling sedikit 2 th dan paling lama 6 th  Denda paling sedikit 2 kali dan paling banyak 6 kali jumlah pajak dalam faktur. Untuk kepentingan penerimaan Negara. Putusan pengadilan pajak merupakan keputusan pengadilan khusus di lingkungan peradilan tata usaha negara b. . Memberikan keterangan yang diperlukan PENYIDIKAN i. Diselenggarakan di Indonesia c. Tidak menyelenggarakan pembukuan 8. WP yang diperiksa wajib: 1. angka arab & satuan mata uang rupian d. Setiap orang (pihak Ketiga) yang wajib memberikan keterangan tentang bukti atau dokumen sengaja tidak memberikan keterangan tersebut . Penghentian Penyidikan hanya dilakukan setelah WP melunasi utang pajak dengan sanksi berupa denda 4 kali dari jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar atau tidak seharusnya dikembalikan. kewajiban . Penghentian penyidikan : 1. ketetuan banding diatur sebagai berikut: a. bukti potongan.000. 28 Th 2007 :  dipidana penjara paling lama 1 tahun  didenda paling banyak Rp. Setiap orang yang sengaja : 1. Dalam waktu 3 bulan sejak keputusan keberatan e. Tidak menyampaikan SPT atau 2. Dalam hal banding ditolak atau dikabulkan sebagian. Dengan stelsel akrual atau stelsel kas B. Tidak menyetorkan pajak yang dipungut /dipotong Menurut UU No. dan atau bukti setoran pajak D. ketentuan sanksi pidananya :  dipidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun  denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 kalinya C. Mengemukakan jumlah pajak yang terutang d. bukti pungutan pajak dan bukti potongan pajak serta bukti setoran yang tidak berdasar transaksi yang sebenarnya 2. Syarat Banding Oleh WP: a. Syarat Pembukuan: a. Penyidikan tindak pidana Serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti-bukti yang membuat terang tindak pidana dan menemukan tersangkanya. Menerbitkan faktur sebelum dikukuhkan sebagai PKP Menurut UU No. Pembukuan : Suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur utk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta. Prinsip taat asas f. Huruf latin.000. KETENTUAN PIDANA A. Beritikad baik b. Memberi kesempatan memasuki ruangan yang dipandang perlu 3. Banding 1. 6. Jumlah pajak yang belum dibayar pada saat mengajukan banding belum merupakan pajak yang terutang sampai dengan putusan banding diterbitkan d. 75. 3. menyimpulkan. Memperlihatkan dan meminjam kan buku. 28 Th 2007 :  pidana penjara paling lama 3 tahun  didenda paling banyak Rp. bukti pungutan. Jumlah pajak yang belum dibayar yang diajukan banding . 28 Th. PEMERIKSAAN 1. 2. atas permintaan Menteri Keuangan.000 1. tidak harus dilunasi dengan cara kompensasi dengan kelebihan pajak e. B. Tidak menyimpan pembukuan dokumen 9. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia b.B. catatan. Pencatatan Pencatatan data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang. Menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau lampirannya tidak benar dari hal tersebut menimbulkan kerugian negara berupa pajak Menurut UU No. ketentuan sanksi pidananya:  didenda paling sedikit 1 dan paling banyak 2 kali pajak terutang atau tidak atau kurang dibayar. WP dikenai sanksi denda 100% atas pajak berdasarkan putusan banding dikurangi dengan pajak yang sudah dibayar sebelum mengajukan keberatan PEMBUKUAN DAN PENCATATAN A. Melampirkan copy keputusan keberatan 2. 28 Th 2007. Menurut UU No. 2. Dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing diijinkan oleh Menkeu e. Jaksa agung dapat menghentikan penyidikan 2. 28 Th 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful