SAP KEPERAWATAN ANAK

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN ( SAP ) KEPERAWATAN ANAK PEMASANGAN FOTOTERAPI PADA ANAK & BAYI

Mata Ajaran : Keperawatan Anak Pokok Bahasan : Fototerapi Sub Pokok Bahasan : Pemasangan Fototerapi Pada Bayi/Anak Sasaran : Mahasiswa Ilmu Keperawatan Semester V kelompok 4A-6A Stikes Surya Global Yogyakarta Hari/Tanggal : Kamis, 6 desember 2012 Pukul : 10.20-11.50 WIB Waktu : 90 menit Pemateri : I Gusti Agung Ayu Evi Trifitriyanti Tempat : Laboratorium Keperawatan Anak Instansi : STIKES Surya Global Yogyakarta A. TUJUAN 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah mendapatkan pembelajaran selama 90 menit tentang fisioterapi dada dan pemasangan fototerapi, diharapkan mahasiswa dapat: 1. Memahami materi tentang fisioterapi dada dan pemasangan fototerapi. 2. Mampu mengaplikasikannya ketika praktek klinik dengan benar. 2. Tujuan Intuksional Khusus Setelah mendapatkan pembelajaran materi ini mahasiswa diharapkan : a. Mahasiswa memahami maksud Pemasanagan Fototerapi Pada Anak/Bayi. b. Mahasiswa memahami tentang tujuan dari Pemasanagan Fototerapi Pada Anak/Bayi. c. Mahasiswa memahami cara Pemasangan Fototerapi Pada Anak/Bayi dengan benar. d. Mahasiswa mampu melakukan Pemasangan Fototerapi Pada Anak/Bayi secara mandiri. 3. Rangkuman Materi (Terlampir) 4. Pelaksanaan Kegiatan Acara NO TAHAP KEGIATAN KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN MAHASISWA Waktu 6. Media Bahan dan alat untuk pemasangan fototerapi, seperti : Phantom, alat fototerapi, kain kasa, penutup mata, plester, gunting dan close bad. 7. Pengorganisasian Penyaji : I Gusti Agung Ayu Evi Trifitriyanti Rencana evaluasi (evaluasi struktur, proses, dan hasil) a. Evaluasi Struktur Persiapan Media Media yang digunakan dalam pembelajaran semua lengkap dan dapat digunakan dalam pembelajaran, yaitu : Phantom, alat fototerapi, kain kasa, penutup mata, plester, gunting dan close bad.

• Kehadiran peserta diharapkan 100% dan tidak ada peserta yang meninggalkan laboratorium selama pembelajaran berlangsung. Dalam memberikan fisioterapi pada anak harus diingat keadaan anatomi dan fisiologi anak seperti pada bayi yang belum memiliki mekanisme batuk yang baik sehingga mereka tidak dapat membersihkan jalan nafas secara sempurna. b. Berikut beberapa pertanyaan yang akan diberikan : • Sebutkan tujuan dilakukannya fisioterapi dada dan pemasangan fototerapi! • Sebutkan apa indikasi dari fisioterapi dada dan pemasangan fototerapi! • Sebutkan dan jelaskan secara singkat macam-macam modalitas fisioterapi! • Barapakah jarak lampu dengan bayi pada pemasangan fototerapi ? • Apa prinsip pada pemasangan fototerapi ? 2) Jangka Panjang Meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam melakukan fisioterapi dada dan pemasangan fototerapi kepada pasien. Fisioterapi dada ini dapat digunakan untuk pengobatan dan pencegahan pada penyakit paru obstruktif menahun. Evaluasi Proses • Proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan mahasiswa memahami materi pembelajaran yang diberikan. Fisioterapi dada adalah salah satu dari pada fisioterapi yang sangat berguna bagi penderita penyakit respirasi baik yang bersifat akut maupun kronis. Lampiran MATERI A. latihan pernapasan dan batuk efektif. • Mahasiswa memperhatikan materi yang diberikan. Fisioterapi dada ini walaupun caranya kelihatan tidak istimewa tetapi ini sangat efektif dalam upaya mengeluarkan sekret dan memperbaiki ventilasi pada pasien dengan fungsi paru yang terganggu. . Evaluasi Hasil 1) Jangka Pendek Mahasiswa mengerti 80 % dari apa yang telah disampaikan dengan kriteria mampu mempraktekkan secara benar dan mandiri serta menjawab pertanyaan dalam bentuk lisan yang akan diberikan oleh pengajar. Jadi tujuan pokok fisioterapi pada penyakit paru adalah mengembalikan dan memelihara fungsi otot-otot pernafasan dan membantu membersihkan sekret dari bronkus dan untuk mencegah penumpukan sekret. Pengertian Fisioterapi dada merupakan beberapa tindakan. drainase postural. penyakit pernafasan restriktif termasuk kelainan neuromuskuler dan penyakit paru restriktif karena kelainan parenkim paru seperti fibrosis dan pasien yang mendapat ventilasi mekanik. Fisioterapi Dada a. Sebagai tambahan dalam memberikan fisioterapi harus . c. Tujuan o Meningkatkan efisiensi pernapasan dan ekspansi paru o Memperkuat otot pernapasan o Mengeluarkan secret dari saluran pernapasan o Klien dapat bernapas dengan bebas dan tubuh mendapatkan oksigen yang cukup. memperbaiki pergerakan dan aliran sekret. • Selama proses pembelajaran diharapkan terjadi interaksi antara pengajar dengan sasaran. perkusi dan vibrasi dada.b.

• Indikasi klien yang mendapat perkusi dada Perkusi secara rutin dilakukan pada pasien yang mendapat postural drainase. Gambar 1: Posisi fisioterapi dada 1) Clapping/Perkusi Dada • Pengertian Perkusi dada adalah penepukan pada daerah dimana sekret terakumulasi (dada dan punggung) dengan tangan yang dibentuk menyerupai mangkuk. dilaksanakan dengan menepuk tangan dalam posisi telungkup. Setiap lokasi dilakukan perkusi selama 1-2 menit. tepukan tangan secara berirama dan sistematis dari arah atas menuju kebawah. Pembersihan dengan cara ini dicapai dengan melakukan salah satu atau lebih dari 11 posisi tubuh yang berbeda. Clupping menepuk-nepuk tangan dalam posisi terbuka. Gambar 2: teknik fisioterapi dada 3) Postural Drainage (Drainase Posisi) • Pengertian. Drainase postural merupakan posisi spesifik yang memungkinkan gaya gravitasi untuk membantu dalam membuang sekresi bronkial. perkusi. Perkusi dilakukan dengan membentuk mangkuk pada telapak tangan dan dengan ringan ditepukkan pada dinding dalam gerakan berirama diatas segmen paru yang akan dialirkan. Selalu perhatikan ekspresi wajah klien untuk mengkaji kemungkinan nyeri. infeksi kulit o Emboli paru o Pneumotoraks tension yang tidak diobati 2) Vibrasi • Pengertian. Tujuan untuk menolong pasien mendorong / menggerakkan sekresi didalam paru-paru yang diharapkan dapat keluar secara gaya berat. Merupakan cara klasik untuk mengeluarkan secret dari paru dengan mempergunakan gaya berat (gravitasi) dari secret. Setiap posisi mengalirkan secret dari pohon trakheobronkhial ke dalam trachea. dan vibrasi. Sering dilakukan bergantian dengan perkusi. Fisioterapi dada ini meliputi rangkaian : postural drainage. jadi semua indikasi postural drainase secara umum adalah indikasi perkusi. • Tujuan: Perkusi dilakukan pada dinding dada dengan tujuan melepaskan atau melonggarkan secret yang tertahan. Dengan tindakan ini sekresi akan mengalir dari bronkiolus yang .didapat kepercayaan dari anak-anak karena anak-anak sering tidak kooperatif. Vibrasi adalah getaran kuat secara serial yang dihasilkan oleh tangan perawat yang diletakkan datar pada dinding dada klien • Tujuan: Vibrasi digunakan setelah perkusi untuk meningkatkan turbulensi udara ekspirasi dan melepaskan mukus yang kental. Perkusi harus dilakukan hati-hati pada keadaan : o Patah tulang rusuk o Emfisema subkutan daerah leher dan dada o Skin graf yang baru o Luka bakar. Batuk penghisapan kemudian dapat membuang secret dari trachea. Cupping adalah menepuk-nepuk tangan dalam posisi telungkup. Pada penderita dengan produksi sputum yang banyak drainase postural lebih efektif bila disertai dengan perkusi dan vibrasi dada. Kontra indikasinya adalah patah tulang dan hemoptisis yang tidak diobati.

infark miokard kutrd infark dan aritmia. • Tujuan: Tujuan dilakukannya teknik postural drainage adalah: o Untuk mengeluarkan secret yang tertampung o Untuk mencegah akumulasi secret agar tidak terjadi atelektasis o Mencegah dan mengeluarkan secret. • Indikasi untuk Postural Drainage : o Pasien yang memakai ventilasi o Pasien yang melakukan tirah baring yang lama o Pasien dengan abses paru o Pasien dengan pneumonia o Pasien pre dan post operatif o Pasien neurologi dengan kelemahan umum dan gangguan menelan atau batuk • Kontra indikasi untuk postural drainage : o Tension pneumotoraks o Hemoptisis o Gangguan sistem kardiovaskuler seperti hipotensi. hipertensi. Tahapan Fisioterapi o Inhalasi Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru). Kalau posisi lendir di paru-paru bagian atas maka kepala harus lebih tinggi agar lendir mengalir ke . atur posisi anak: Bila lendir berada di paru-paru bawah maka letak kepala harus lebih rendah dari dada agar lendir mengalir ke arah bronkhus utama. yakni pengaturan posisi tubuh untuk membantu mengalirkan lendir yang terkumpul di suatu area ke arah cabang bronchus utama (saluran napas utama) sehingga lendir bisa dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Caranya: Taruh tangan di bagian dada atau punggung anak. Drainase postural digunakan untuk menghilangkan atau mencegah obstruksi bronkial yang disebabkan oleh akumulasi sekret. Semua penggunaan obat harus selalu dalam pengawasan dokter. Untuk itu. Drainase postural biasanya dilakukan dua sampai empat kali sehari. rasakan getarannya. Atau. orang tua mesti mengetahui di mana letak lendir berkumpul. sebelum makan (mencegah mual dan muntah) dan saat menjelang tidur. Dosis obat pada terapi inhalasi jelas lebih sedikit tapi lebih efektif ketimbang obat oral/obat minum seperti tablet atau sirup. Minta anak menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut secara perlahan. mengurangi bronkospasme.terkena kedalam bronki dan trakea dan membuangnya dengan membatukkan atau penghisapan. Obat-obatan yang dimasukkan ke dalam nebulizer bertujuan melegakan pernapasan atau menghancurkan lendir. Jika diresepkan bronkodilator. Cara penggunaannya cukup praktis yaitu anak diminta menghirup uap yang dikeluarkan nebulizer dengan menggunakan masker. Setelah letak lendir berhasil ditemukan. Biasanya lendir yang mengumpul akan menimbulkan suara. air atau salin dapat dinebulisasikan dan dihirup sebelum drainage postural untuk mendilatasi bronkiolus. o Edema paru o Efusi pleura yang luas Gambar 3: teknik fisoterapi c. o Pengaturan Posisi Tubuh Tahapan ini disebut juga dengan postural drainage. dan mengatasi edema dinding bronkial. Alat terapi inhalasi bermacam-macam. Dekatkan telinga kita ke tubuhnya dan dengarkan asal bunyi lendir. Posisi anak dalam keadaan tengkurap. menurunkan kekentalan lendir dan sputum. Salah satunya yang efektif bagi anak adalah alat terapi dengan kompresor (jet nebulizer).

Fototerapi dapat menyebabkan terjadinya isomerisasi bilirubin indirect yang mudah larut di dalam plasma dan lebih mudah di ekskresi oleh hati ke dalam saluran empedu. Agar batuk jadi efektif maka perlu diberikan latihan batuk. Lakukan sekitar 4. Dalam posisi tengkurap.cabang utama. tangan lurus ke atas kepala dan kaki seperti memeluk guling. anak dengan miring ke samping. tepuk-tepuk daerah punggungnya sekitar 3-5 menit. Hal ini akan lebih mempermudah anak mengeluarkan lendirnya. Minta ia menarik napas dalam-dalam lalu tahan dan kontraksikan otot perut. Posisi anak dalam keadaan telentang. fototerapi dilakukan bila : a. Menepuk bayi cukup dilakukan dengan menggunakan 3 jari. Bayi kuning < 24 jam setelah lahir . teknik batuk pada fisoterapi di rumah biasanya ditiadakan. B. sekitar usia 3 tahun ke atas. o Latihan Batuk Batuk merupakan cara efektif dan efisien untuk mengeluarkan lendir di saluran pernapasan.5 kali. Bayi biasanya mengeluarkan lendir dengan cara memuntahkannya. Bila posisinya telentang. Pemasangan Fototerapi Pada Bayi/Anak a. maka fototerapi dilakukan bila : a) Berat badan bayi kurang <1000 gr b) Kadar bilirubin tak langsung 7-9 mg/dl pada berat badan 1000-1500 gr c) Kadar bilirubin tak langsung 10-12 mg/dl pada berat badan 1500-2000 gr d) Kadar bilirubin tak langsung 13-15 mg/dl pada berat badan 2000-2500 gr Pada bayi matur (sesuai usia kehamilan normal). Adapun latihan batuk yang bisa dilakukan adalah: Anak duduk dengan agak membungkuk. Tiup napas lebih kuat dan batukkan. Sebetulnya. Meningkatnya foto bilirubin dalam empedu menyebabkan bertambahnya pengeluaran cairan empedu ke dalam usus sehingga peristaltic usus meningkat dan bilirubin akan lebih cepat meninggalkan usus. Indikasi Pada bayi prematur. Fototerapi digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin serum pada neonatus dengan hiperbilirubinemia jinak hingga moderat. yang paling banyak digunakan dalam latihan ini adalah otot-otot dada bagian bawah atau dafragma. o Latihan Pernapasan Latihan ini dilakukan untuk memperbaiki dan menormalkan kembali pola pernapasan serta membantu mengeluarkan lendir. Biasanya teknik ini dilakukan pada anak yang mengalami sesak napas. Latihan ini bisa dilakukan pada anak yang kooperatif. Setelah itu lakukan vibrasi (memberikan getaran) pada rongga dada dengan menggunakan tangan (gerakannya seperti mengguncang lembut saat membangunkan anak dari tidur). Kalau lendir di bagian paru-paru samping/lateral. Tujuannya melepaskan lendir atau sekret-sekret yang menempel pada dinding pernapasan dan memudahkannya mengalir ke tenggorok. tepuk-tepuk (dengan posisi tangan menekuk) bagian dada sekitar 3-5 menit. tepuk-tepuk daerah tubuh bagian sampingnya. Namun latihan ini hanya bisa dilakukan pada anak yang sudah bisa diajak sedikit bekerja sama (kooperatif) atau mulai di usia batita. maka posisikan o Pemukulan/Perkusi Teknik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk pada dinding dada atau punggung. Dalam posisi miring. Untuk bayi. Gambar 1: Fototerapi pada Bayi b. Caranya: Lakukan postural drainage. Pengertian Fototerapi adalah terapi dengan penyinaran sinar dengan intensitas tinggi yaitu 425-475nm (biasa terlihat sebagai sinar biru) untuk menghilangkan bilirubin tak langsung dalam tubuh.

Prinsip Kerja Fototerapi Foto terapi dapat memecah bilirubin menjadi dipirol yang tidak toksis dan diekskresikan dari tubuh melalui urine dan feses. Pindahkan bayi dari unit terapi sinar hanya untuk melakukan prosedur yang tidak bisa dilakukan di dalam unit terapi sinar . Bila kadar bilirubin serum mendekati jumlah indikasi transfusi tukar. Perhatikan selama menjalani terapi sinar. 14. 4. air. jangan pindahkan bayi dari sinar terapi sinar. a) Bila berat bayi 2 kg atau lebih. 5. 3. kadar bilirubin tak langsung 15-18 mg/dl c. air gula. persiapkan kepindahan bayi dan secepat mungkin kirim bayi ke rumah sakit tersier atau senter untuk transfusi tukar. pastikan lubang hidung bayi tidak ikut tertutup. 11. 8.5°C – 37. . Bayi usia >72 jam. Tempatkan bayi di bawah sinar terapi sinar. Ukur kadar bilirubin serum setiap 24 jam. tingkatkan volume cairan atau ASI sebanyak 10% volume total per hari selama bayi masih diterapi sinar Bila bayi menerima cairan per IV atau makanan melalui NGT. Sertakan contoh darah ibu dan bayi. 2. 9. Bila suhu bayi lebih dari 37. hentikan terapi sinar setelah 3 hari. kadar bilirubin tak langsung >20 mg/dl Gambar: Foterapi pada Bayi di inkubator c. pindahkan bayi dari unit terapi sinar dan lepaskan penutup mata 7.5°C. Cahaya yang dihasilkan oleh terapi sinar menyebabkan reaksi fotokimia dalam kulit (fotoisomerisasi) yang mengubah bilirubin tak terkonjugasi ke dalam fotobilirubin dan kemudian dieksresi di dalam hati kemudian ke empedu. e. 15. matikan sinar terapi sinar sebentar untuk mengetahui apakah bayi mengalami sianosis sentral (lidah dan bibir biru) 13. Bayi usia 48-72 jam. Bila bayi menerima cairan per IV atau ASI yang telah dipompa (ASI perah). tempatkan bayi dalam keadaan telanjang pada basinet. Tempatkan bayi yang lebih kecil dalam inkubator.b. kecuali kasus-kasus khusus.5°C. kadar bilurubin tak langsung 18-20 mg/dl d. dll) tidak ada gunanya. 10. Teruskan terapi dan tes lain yang telah ditetapkan. Jangan tempelkan penutup mata dengan menggunakan selotip. konsistensi tinja bayi bisa menjadi lebih lembek dan berwarna kuning. Ukur suhu bayi dan suhu udara di bawah sinar terapi sinar setiap 3 jam. Selama menyusui. Kontraindikasi Porfiria yakni kelainan bawaan pada metabolisme porfirin yang biasanya herediter menyebabkan perubahan patalogis dalam jaringan saraf seta muskular pada sebagian varietas dan fotosensitivitas pada sebagian lainnya menurut tingkat hambatan metabolik yang terlibat. Tutupi mata bayi dengan penutup mata. 12. Pemberian suplemen atau mengganti ASI dengan makanan atau cairan lain (contoh: pengganti ASI. Bila bilirubin serum tidak bisa diperiksa. Pastikan bayi diberi makan. Motivasi ibu untuk menyusui bayinya dengan ASI pada libitum yaitu paling kurang setiap 3 jam. Bayi usia 24-28 jam. Bila bayi sedang menerima oksigen. sesuaikan suhu ruangan atau untuk sementara pindahkan bayi dari unit terapi sinar sampai suhu bayi antara 36. 6. Keadaan ini tidak membutuhkan terapi khusus. Hentikan terapi sinar bila kadar serum bilirubin < 13mg/dL 16. Pemberian Terapi sinar (Fototerapi) 1. produk akhir reaksi adalah reversible dan di ekresikan ke dalam empedu tanpa perlu konjugasi. Balikkan bayi setiap 3 jam. 17. d. b) Letakkan bayi sesuai petunjuk pemakaian alat dari pabrik. Energy sinar dari fototerapi mengubah senyawa 4Z-15Z bilirubin menjadi senyawa bentuk 4Z-15E bilirubin yang merupakan bentuk isomernya yang mudah larut dalam air.

EGC: Jakarta Perry. Anne Griffin dan Veronica “Ronnie” Peterson. 7. Bila terapi sinar sudah tidak diperlukan lagi. pulangkan bayi. f. Xerostomia. Ajarkan ibu untuk menilai ikterus dan beri nasihat untuk membawa kembali bayi bila bayi bertambah kuning. trismus. stomatitis. Bila ikterus kembali ditemukan atau bilirubin serum berada di atas nilai untuk memulai terapi sinar . Setelah terapi sinar dihentikan: a. hilangnya indra pengecapan. 6.blogspot. Pendengaran menurun 4. bayi bisa makan dengan baik dan tidak ada masalah lain selama perawatan. EGC : Jakarta Perry. EGC : Jakarta Tim Penyusun. d. rasa nyeri dan ngilu pada gigi. Pada terapi kombinasi dengan sitostatika dapat timbul depresi sumsum tulang dan gangguan gastrointestinal. Stikes Surya Global.2005. Yoyakarta .scribd. Ulangi langkah ini pada setiap penghentian terapi sinar sampai bilirubin serum dari hasil pemeriksaan atau perkiraan melalui metode klinis berada di bawah nilai untuk memulai terapi sinar.18. Lhermitte syndrome karena radiasi myelitis. Efek Samping 1. ulangi terapi sinar seperti yang telah dilakukan. Anne Griffin dan Veronica “Ronnie” Peterson.com/2012/01/13/penatalaksanaan-hiperbilirubinemia denganfototerapi/ www. e. Radiomukositis. Hypothyroidis DAFTAR PUSTAKA http://www. 2.wordpress.geocities. Keterampilan dan Prosedur Dasar Edisi 5.com Potter & Perry. b. otitis media 3.com/doc/66350396/BAB-II-Phanum-Anak http://riienddriiena.2012.com/2011/06/fototerapi.Buku Panduan Keperawatan Anak. 2005.html http://cirebonasli.2005. Observasi bayi selama 24 jam dan ulangi pemeriksaan bilirubin serum bila memungkinkan. Keterampilan dan Prosedur Dasar Edisi 3.Buku Ajar Keperawtan Fundamental vol 2. atau perkirakan keparahan ikterus menggunakan metode klinis. c. Pigmentasi kulit seperti fibrosis subkutan atau osteoradionekrosis. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful