Acep Hidayat, ST,MT.

KELAS PKK

MODUL KULIAH : MEKANIKA FLUIDA DAN HIROLIKA SKS : 3

Oleh : Acep Hidayat,ST,MT.

Jurusan Teknik Perencanaan Fakultas Teknik Perencanaan dan Desain Universitas Mercu Buana Jakarta 2011
Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.

‘11

1

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Acep Hidayat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . ST.MT. KELAS PKK MODUL 11 • PRINSIP MOMENTUM DALAM FLUIDA • TEORI DEBIT ALIRAN ‘11 2 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.

3.MT. Pengertian Debit Air 1. Metode Pengukuran Debit III.1. Gaya akibat perubahan arah I. Alur terjadinya proses debit II. KELAS PKK DAFTAR ISI Pengantar Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus I. ST.1.Tumbukan 2. Gaya akibat perubahan kecepatan 2. Faktor penentu Debit Air 4 4 4 5 5 6 7 7 7 8 9 10 16 ‘11 3 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Koefisien koreksi Momentum 2. Hukum Newton II Aksi = Reaksi 2. Kekekalan Momentum. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Definisi Momentum II.Acep Hidayat.4.2.

3. maka hubungan kuantitatif ini yakni persamaan continuitas.momentum b. Tujuan Instruksional Umum Setelah menyelesaikan modul ini mahasiswa mampu untuk memahami : a. Prinsip debit aliran fluida yang mengalir pada suatu jaringan . Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mahasiswa menyelesaikan modul ini diharapkan Mahasiswa mampu menjelaskan a. Debit fluida merupakan volume fluida yang mengalir persatuan waktu melalui suatu saluran terbuka atau saluran tertutup dengan luas penampang A dan dengan kecepatan v. Merumuskan persamaan kontinuitas ‘11 4 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. b. 2. Prinsip dari teori continuitas pada fluida. Ketika massa fluida yang bergerak dan tidak berubah ketika mengalir . Pers. c.kontinuitas dan energi pada fluida secara umum dan gaya dan energi yang dihasilkan oleh tumbukan fluida dengan pers.MT. Pengantar. KELAS PKK PRINSIP MOMENTUM DALAM FLUIDA DAN TEORI DEBIT ALIRAN 1.Acep Hidayat. diperlambat atau dipercepat ). Prinsip momentum yang terjadi pada fluida. Momentum adalah besaran yang merupakan ukuran mudah atau sukarnya suatu benda mengubah keadaan geraknya ( mengubah kecepatanya. Pengertian percepatan dan debit aliran c. ST.

maka momentum partikel-partikel fluida juga akan berubahMomentum adalah merupakan hasil kali massa dan kecepatan. Momentum Partikel-partikel suatu partikel atau benda : perkalian massa (m) dengan kecepatan (v). KELAS PKK PRINSIP MOMENTUM DALAM FLUIDA I.Acep Hidayat. v besar dan arah berubah menjadikan momentum berubah. dA2 V2 dA1 V1 ‘11 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. 5 Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . P=mv Momentum merupakan besaran vektor dengan satuan kg. Oleh karena kecepatan aliran berubah baik dalam besarannya maupun arahnya. ST. Partikel zat cair mempunyai momentum. Dalam hukum Newton II : perubahan momentum menjadikan suatu gaya yang dinamis. Tumbukan HUKUM NEWTON II Momentum total dari suatu sistem benda-benda yang terisolasi adalah konstan Sistem adalah merupakan sekumpulan benda yang berinteraksi satu sama lain Sistem terisolasi adalah suatu sistem di mana gaya yang ada hanyalah gaya-gaya di antara benda-benda pada sistem itu sendiri . Definisi Momentum.MT. aliran fluida mempunyai momentum. Kekekalan Momentum. r r ∆p ΣF = ∆t r r r r r mv − mv 0 m ( v − v 0 ) ΣF = = ∆t ∆t r r ∆v =m = ma ∆t II.m/s Laju perubahan momentum suatu benda sama dengan gaya total yang diberikan padanya.

Persamaan diatas dapat dituliskan dalam 3D sebagai berikut : F = ρ.Q.Q.V².V2 .V1 Maka gaya adalah laju perubahan momentum. ST.dA = ρ. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .V = ρ.( Vz2 .dA = ρ.V V kecepatan rata-rata penampang dan Q debit aliran dalam waktu dt.Vz1) Sehingga F = √Fx²+ Fy²+ Fz² Suatu tumbukan dikatakan lenting sempurna bila jumlahan tenaga kinetik benda-benda yang bertumbukan baik sebelum dan sesudah sumbukan sama.v = ρ. ∫A V².( Vx2 .Vx1) F = ρ. Gaya yang bekerja pada penampang 1 dan 2 adalah : F = ρ.Q. KELAS PKK dM= dm.( V2 .dA pada seluruh penampang .(Hukum kelestarian energi kinetic) momentun awal total : ‘11 6 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.A M = ρ.Q.MT.Q.V.Vy1) F = ρ.dA. M = ∫dM = ∫A ρ.V².Acep Hidayat.ρ.Q.( Vy2 .V².V1) F= ρ.Q.

Pada tumbukan ini dicirikan harga elastisitasnya adalah 0<e<1 ‘11 7 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .MT. KELAS PKK tenaga kinetik awal total : momentum total kedua benda itu setelah tumbukan adalah tenaga kinetik total setelah tumbukan adalah paw = pak Ekaw = Ekak m1v1 + m2v2 = m1v’1 + m2v’2 m1(v1 − v’1) = m2(v’2 − v2). bunyi atau energi yang lain.Acep Hidayat. Sehingga setelah tumbukan ada energi yang dibebaskan. ST. Hukum kelestarian energi mekanik tidak berlaku. m1v12 + m2v22 = m1v’12 + m2v2’ 2 atau m1v12 − m1v’12 = m2v2’ 2 − m2v22 atau Dari dua persamaan dalam kotak merah diperoleh : atau v '2 −v '1 =− 1 v2 −v1 Secara umum perbandingan − v '2 −v '1 =e v2 −v1 Setelah tumbukan ada sebagian energi mekanik yang berubah menjadi energi panas.

A2 P1. Contoh kasus : ‘11 8 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.3. akan memancarkan aliran ke udara luar akan menimbulkan gaya curat : 2.Q.A2 Gaya reaksi – Rx ( dari curat ) Perubahan momentum = ρ.A2 – Rx = ρ.ρ. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . aliran turbulen β = 1.A1 .Q.A1 Gaya Hidrotatik penampang 1 = P1. Koefisien koreksi momentum ( β ) Distribusi kecepatan tidak seragam pada penampang.( V2 – V1 ) Rx = P1.Acep Hidayat. Hukum Newton II adalah Aksi = Reaksi Penentuan gaya yaitu persamaan momentum antara dua tampang yang ditinjau.4. KELAS PKK Setelah tumbukan kedua benda melekat menjadi satu dan bergerak dengan kecepatan yang sama setelah tumbukan kedua benda menyatu . Misal pada curat pada sambungan pipa .dA.V aliran laminar β = 1.2. Maka persamaan momentum menjadi : F = ρ. M = ∫ρv.MT. Rx 1 2 P2.v = momentum sebenarnya dalam aliran anggapan : kecepatan aliran merata M = β.Q.V.1. ST.ρ.01 – 1.A1 – P2.( V2 – V1 ) 2.(β2v2 – β1v1 ) 2.A1 Gaya HidrostatikPenampang 2 = P2.A.04. Gaya akibat perubahan kecepatan.Q. Gaya akibat perubahan arah.33 . Misal pada belokan pipa yaitu menimbulkan gaya yang disebabkan oleh gaya tekanan dinamis dan statis. Harga e=0 2.( V2 – V1 ) Persamaan Momentum : P1.

‘11 9 Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Pengukurannya dilakukan tiap hari. debit air adalah jumlah air yang mengalir darisuatu penampang tertentu (sungai/saluran/mata air) peratuan waktu (ltr/dtk.(V2 cosθ – V1 ) Persamaan Momentum arah-Y.A2.MT. KELAS PKK Belokan pipa pada pipa pesat PLTA tinjau belokan pipa dengan perubahan penampang dan membentuk sudut θ terhadap sumbu-X. Besaarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/detik). Liku kalibrasi (ratting curve) menurut Sri Harto (2000) adalah hubungan grafis antara tinggi muka air dengan debit. Persamaan Momentum arah-X. akuifer dan sebagainya. pipa.cosθ – ρ. Ry = w + P2. Dengan mengetahui debit air suatu perairan kita dapatmengetahui jenis organisme apa saja yang hidup di suatu perairan tersebut. atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan waktu. yaitu dengan menggunakan liku kalibrasi. Menurut Sosrodarsono dan Takeda (2006). Resultan gaya R= √Rx² + √Ry² Arah = tg α = Ry/Rx atau α = arc tg(Ry/Rx) TEORI DEBIT ALIRAN I.Q.Acep Hidayat. Data debit diperlukan untuk menentukanvolume aliran atau perunahan – perubahannya dalam suatu sistem das.V2 sinθ. Menurut Harnalin (2010).sinθ + ρ. Rx = P1. dm3 /dtk). pelimpah. ST. tinggi permukaan air sungai yang terukur oleh alat ukur pemukaan air sungai. Liku kalibrasi diperoleh dengan sejumlah pengukuran yang terencana danmengkorelasikan dua variabel yaitu tinggi muka air Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Pengertian Debit Air. Data debitdiperoleh dengan cara pengukuran debit langsung dan pengukuran tidak langsung. Dalam hidrologi dikemukakan.m3/dtk. debit air sungai adalah.A1 – P2. Dalam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/dt).A2.Q. debit air sungai adalah laju aliran air yang melewati suatu penampang melintang dengan persatuan waktu. Jikadebit air disuatu perairan tinggi maka dapat dipastikan bahwa organisme yanghidup di perairan tersebut adalah organisme perenang kuat dan apabila debit suatu Menurut Soemarto (1987) debit diartikan sebagai volume air yangmengalir per satuan waktu melewati suatu penampang melintang palung sungai.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu. Pengertian Debit adalah besaran yang menyatakan volum fluida yang mengalir melalui suatu penampang tertentu dalam satuan waktu tertentu.1. Selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah. lama kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh. Atau Q= V t Sungai itu terbentuk dgn adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian. kemudian terkumpul dibagian yang cekung.Acep Hidayat. Debit = Volum Fluida Selang Waktu keterangan: V= Volum ( m³ ) t = Selang waktu ( s ) Q = Debit ( m³/s ) V=AL Sedangkan L = vt Maka.maka mudahlah terkikis. debit Q = Av 1. mungkin mula mula merata. akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air. sehingga menjadi alur alur yang tercipta makin hari makin ‘11 10 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.MT.umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yg tinggi.bagian dipermukaan tanah yg tidak begitu keras. ST. Alur terjadinya proses debit. KELAS PKK dan debit dapat dilakukan dengan menghubungkan titik – titik pengukuran dengan garis lengkung diataskertas logaritmik. namun karena ada bagian.

dasar saluran halus F : dasar saluran kasar/berbatu Menurut mayong. terjadi dari air yang mengalir dari atas. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . kemudian menemukan bagian-bagan yang dapat di tembus ke bawah permukaan tanah dan mengalir ke arah dataran rendah yg rendah. METODE PENGUKURAN DEBIT AIR. II. atau bercabang. seiring dengan makin deras dan makin seringnya air mengalir di alur itu. Distribusi Kecepatan Aliran A : teoritis B : dasar saluran kasar dan banyak tumbuhan C : gangguan permukaan (sampah) D : aliran cepat.(situs mayong) Ada beberapa metode pengukuran debit aliran sungai yaitu :   ‘11 Area-velocity method Fload area method 11 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. atau batu yang banyak.MT. Dengan kata lain kecepatan aliran pada tepi alur tidak sama dengan tengah alur. ST.lama kelamaan sungai itu akan semakin lebar. apabila air yang mengalir disitu terhalang oleh batu sebesar alur itu. dan kecepatan aliran dekat permukaan air tidak sama dengan kecepatan pada Dasar alur.Acep Hidayat. METODE PENGUKURAN DEBIT AIR Perlu diingat bahwa distribusi kecepatan aliran di dalam alur tidak sama arah horisontal maupun arah vertikal. demikian juga dgn sungai di bawah permukaan tanah. Alur itu akan berbelok. maka semakin panjang dan semakin dalam. aliran turbulen pada dasar E : aliran lambat. KELAS PKK panjang.

tingkat turbulensi aliran) dan tingkat ketelitian yang akan dicapai. Ada dua tipe current meter yaitu tipe baling-baling (proppeler type) dan tipe canting (cup type). Prinsip : kecepatan aliran (V) ditetapkan berdasarkan kecepatan pelampung (U) luas penampang (A) ditetapkan berdasarkan pengukuran lebar saluran (L) dan kedalaman saluran (D) debit sungai (Q) = A x V atau A = A x k dimana k adalah konstanta . Kecepatan aliran dapat diukur dengan metode : metode current-meter dan metode apung. Current meter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran (kecepatan arus). Penampang basah (A) diperoleh dengan pengukuran lebar permukaan air dan pengukuran kedalaman dengan tongkat pengukur atau kabel pengukur.Acep Hidayat. Debit aliran sungai dapat diukur dengan beberapa metode. ST. maka pengukuran kecepatan aliran dengan alat ini tidak cukup pada satu titik. 2) Pengukuran Debit dengan Cara Apung (Float Area Methode) Jenis-jenis pelampung dapat dilihat pada Gambar dibawah ini. Pemilihan metode tergantung pada kondisi (jenis sungai.MT. Q = A x k x U Q = debit (m3/det) Dimana : U = kecepatan pelampung (m/det) A = luas penampang basah sungai (m2) k = koefisien pelampung ‘11 12 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST.. Tidak semua metode pengukuran debit cocok digunakan. Oleh karena distribusi kecepatan aliran di sungai tidak sama baik arah vertikal maupun horisontal.  Metode kontinyu 1) Velocity Method KELAS PKK Pada prinsipnya adalah pengukuran luas penampang basah dan kecepatan aliran. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

MT.3 m di atas dasar sungai Kecepatan aliran dihitung berdasarkan jumlah putaran baling-baling per waktu putarannya (N = putaran/dt). Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . ST. KELAS PKK Pengukuran Debit dengan Current-meter Prinsip : kecepatan diukur dengan current-meter luas penampang basah ditetapkan berdasarkan pengukuran kedalaman air dan lebar permukaan air.Acep Hidayat. Kedalaman dapat diukur dengan mistar pengukur. ‘11 13 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Kecepatan aliran V = aN + b dimana a dan b adalah nilai kalibrasi alat current meter. kabel atau tali. Pengukuran Debit dengan Metode Kontinyu Current meter diturunkan kedalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama. Pengukuran : Ada 4 cara pengukuran kecepatan aliran yang disajikan dalam Tabel berikut : Cara Pengukuran Kecepatan Aliran Keterangan : Vs di ukur 0. 3) Pengukuran Debit dengan Metode Kontinyu Current meter diturunkan kedalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama.3 m dari permukaan air Vb di ukur 0. Hitung jumlah putaran dan waktu putaran baling-baling (dengan stopwatch).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Biasanya dilakukan untuk aliran air (sungai) lambat. Di tempat tersebut pengukuran volume air dilakukan. KELAS PKK Namun menurut Chay asdak metode pengukuran debit air di bagi dalam 4 katagori : 1.Acep Hidayat. Gunanya adalah agar aliran air dapat terkonsentrasi pada satu outlet. Pengukuran debit dengan cara ini dianggap paling akurat. Pembuatan dam kecil harus sedemikian rupa sehingga permukaan air di belakang dam tersebut cukup stabil. Cara pengukurannya dilakukan dengan menentukan waktu yang di perlukan untuk mengisi kontainer yang telah diketahui volumenya. Pengukuran air sungai. Besarnya debit aliran dihitung dengan cara: Q =ν/t ‘11 14 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. ST.MT. Prosedur yang biasa dilakukan untuk pengukuran debit dengan cara pengukuran volume adalah dengan membuat dam kecil (atau alat semacam weir) disalah satu bagian dari badan aliran air yang akan diukur. terutama untuk debit aliran lambat seperti pada aliran mata air.

Pengukuran debit dengan membuat bangunan pengukur debit seperti weir (aliran lambat) atau aliran air cepat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Untuk maksud-maksud pengukuran hidrologi. sering disertai banyak sampah atau bentuk kotoran lainnya. Perbedaan pemakaian kedua alat tersebut adalah bahwa flume digunakan untuk mengukur debit pada sungai dengan debit aliran besar. terutama di daera-daerah terpencil alat pencatat aliran air sangat terbatas dan kalau tersedia sering kali dalam kondisi kurang memadai. Q = Pengukuran debit (m3/dt) ν = volume air (m3) t = waktu pengukuran (detik) KELAS PKK 2. weir dan flume. (4) Tidak bersifat meracuni biota perairan dan tidak menimbulkan dampak (negatif) yang permanen pada badan perairan. Debit dengan cara mengukur kecepatan aliran dan menentukan luas penampang melintang sungai. Kegunaan utama alat tersebut adalah untuk mengurani kesalahan dalam menentukan hubungan debit (Q) dan tinggi muka air. bahan-bahan penelusur (tracers).bangnan tersebut antara lain. terlepas dari segala kekurangan yang ada. prakiraan besarnya aliran air. Sedangkan aliran air kecil atau dengan ketinggian aliran (h) tidak melebihi 50 cm. betapapun kasarnya. sangat diperlukan untuk mengevaluasi keadaan DAS atau untuk merancang ‘11 15 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Cara kerja banganunan pengukur debit tersebut diatas adalah dengan menggunakan kurva aliran untuk mengubah kedalaman aliran air menjadi debit. Persoalan yangsering muncul ketika melakukan pengukuran debit sungai mendorong para ahli hidrologi mengembangkan alat/bangnan pengontrol aliran sungai untuk tujuan pengukuran debit. 4. Aliran yang melewati lempengan weir akan menunjukan besar kecilnya debit di tempat tersebut. Namun demikian. Pengukuran debit dengan menggunakan bahan kimia (pewarna) yang dialirkan dalam aliran sungai.MT. Perkiraan debit empiris Dibanyak negara berkembang. (5) Relatif tidak terlalu mahal harganya.Acep Hidayat. Yaitu pengukuran debit dengan bantuan alat ukur current meter atau sering dikenal sebagai pengukur debit melalui pendekatan velocity-area method paling banyak dipraktikan dan berlaku untuk kebanyakan aliran sungai. 3. ST. Sering digunakan untuk jenis sungai yang aliran airnya tidak beraturan ( turbulence). Biasanya dipakai weir. (1) Mudah larut dalam aliran sungai (2) Bersifat stabil (3) Mudah dikenali pada kosentrasi rendah.

dan siklus tahunan Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. terutama dalam kaitannya pengendali banjir. III. Pengundulan Hutan 3. ST. besarnya debit biasanya ditentukan secara tidak langsung(indirect measurement). Intersepsi 5. Pada tempat-tempat seperti tersebut diatas. ‘11 16 Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . berikut ini akan dikemukan teknik atau metoda untuk memprakirakan besarnya debit dengan menggunakan persamaan empiris. Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian 4. FAKTOR PENENTU DEBIT AIR : 1. Evaporasi dan Transpirasi 1. KELAS PKK bangunan pengairan. Bentuk persamaan Manning untuk memperoleh angaka kecepatan aliran pada saluran terbuka adalah. Untuk mengatasi permasalahan seperti tersebut diatas. seperti yang disajikan pada gambar tabel di bawah ini. karena keterbatasan alat ukur debit. Intensitas hujan Karena curah hujan merupakan salah satu faktor utama yang memiliki komponen musiman yang dapat secara cepat mempengaruhi debit air.Acep Hidayat. Cara yang sering digunakan untuk memprakirakan besarnya debit dalam kasus ini adalah melelui pendekatan slope-area method.MT. Intensitas hujan 2. Salah satu metoda yang sering digunakan untuk mengukur kecepatan aliran air melalui pendekatan slope-area method adalah persamaan Manning.

Pengundulan Hutan Fungsi utama hutan dalam kaitan dengan hidrologi adalah sebagai penahan tanah yang mempunyai kelerengan tinggi. sehingga bila tidak memperhatikan faktor konservasi tanah. Akibatnya adalah terjadi tanah longsor dan atau banjir bandang yang membawa kandungan lumpur. Yang menyebabkan bertambahnya debit air. meskipun intersepsi dianggap bukan faktor penting dalam penentu faktor debit air. atau kemarau panjang (musim hujan pendek). ST. Air tanah di daerah hulu merupakan cadangan air bagi sumber air sungai. pengelola daerah aliran sungai harus tetap memperhitungkan besarnya intersepsi karena jumlah air yang hilang sebagai air intersepsi dapat mempengaruhi neraca air regional.Acep Hidayat. Pada musim hujan. 3. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . untuk diuapkan kembali(”hilang”) ke atmosfer atau diserap oleh vegetasi yang bersangkutan. tertahan bebereapa saat. Evaporasi dan Transpirasi lahan pertanian mempunyai kemiringan diatas 25%.Kebanyakan kawasan hutan yang diubah menjadi lain-lain. ada sebagian air yang tak pernah mencapai permukaan tanah dan dengan demikian. 4. seperti pengaturan pola tanam. Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian Risiko penebangan hutan untuk dijadikan lahan pertanian sama besarnya dengan penggundulan hutan. dapat mempengaruhi hasil air di daerah tersebut. Intersepsi Adalah proses ketika air hujan jatuh pada permukaan vegetasi diatas permukaan tanah. Setiap kali hujan jatuh di daerah bervegetasi. Proses intersepsi terjadi selama berlangsungnya curah hujan dan setelah hujan berhenti. Penurunan debit air sungai dapat terjadi akibat erosi. juga akan diikuti oleh meningkatnya kesuburan air dengan meningkatnya kandungan hara dalam air sungai.MT. Sebagian besar air hujan akan menjadi aliran permukaan dan sedikit sekali infiltrasinya. sebagai contoh. pembuatan teras dan ‘11 17 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Oleh karena itu hutan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat berupa ketersediaan sumber-sumber air pada musim kemarau. Selain akan meningkatnya kandungan zat padat tersuspensi (suspended solid) dalam air sungai sebagai akibat dari sedimentasi. 2. 5. sehingga air hujan yang jatuh di daerah tersebut tertahan dan meresap ke dalam tanah untuk selanjutnya akan menjadi air tanah. air hujan yang jatuh di atas lahan yang gundul akan menggerus tanah yang kemiringannya tinggi. Sebaiknya hutan yang gundul akan menjadi malapetaka bagi penduduk di hulu maupun di hilir. KELAS PKK dengan karakteristik musim hujan panjang (kemarau pendek). Penggantian dari satu jenis vegetasi menjadi jenis vegetasi lain yang berbeda.

J a k a r t a : P t . v Debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang dapat lewat dalam suatu tempat atau yang dapat di tampung dalam sutau tempat tiap satu satuan waktu. mengapa dikatakan salah satu komponen penentu debit air.com/doc/39861337/LP-DEBIT ‘11 18 Mekanika Fluida Dan Hidrolika Ir Acep Hidayat ST. Aliran air dikatakan memiliki sifat ideal apabila air tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan berpindah tanpa mengalami gesekan. 2. Referensi : 1.MT. Fluida mengalir dengan kecepatan tertentu.docstoc. S. Vol ∆ t Q= atau Q = A . tanah dan permukaan daun. misalnya v meter per detik.scribd. dan Takeda. dengan adanya hujan tadi maka debit air di DAS akan bertambah juga. hal ini berarti padagerakan air tersebut memiliki kecepatan yang tetap pada masing-masing titik dalam pipa dan gerakannya beraturan akibat pengaruh gravitasi bumi. http://www. Sedikit demi sedikit. serta cabang tanaman sehingga membentuk uap air di udara dengan adanya uap air diudara maka akan terjadi hujan. KELAS PKK Evaporasi transpirasi juga merupakan salah satu komponen atau kelompok yang dapat menentukan besar kecilnya debit air di suatu kawasan DAS. karena melalu kedua proses ini dapat membuat air baru. http://www.Acep Hidayat. ST. Penampang tabung alir seperti terlihat pada gambar di atas berpenampang A.com/docs/21480040/BAB-II-TINJAUANPUSTAKA-DAN-LANDASAN-TEORI-21-Siklus 3. sebab kedua proses ini menguapkan air dari per mukan air. 2006. Sosrodarsono. Hidrologi Untuk Pengairan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . maka yang dimaksud dengan DEBIT FLUIDA adalah volume fluida yang mengalir persatuan waktu melalui suatu pipa dengan luas penampang A dan dengan kecepatan v. Pradnya Pramita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful