Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Remaja

Maria Sunvratys 102011313 B5 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510 email : sunvratysmaria@yahoo.co.id

Pendahuluan
Pertumbuhan adalah perubahan secara psikologis sebagai hasil dari kematangan fungsi-fungsi fisik yanng berlangsung secara normal pada anak sehat dalam waktu tertentu. Contohnya bertanbah tinggi, banyak tulang behubunngan denngan jasmani). Sedangkan perkembangan : proses kematangan fungsi-fungsi non fisik. Masa Remaja adalah yang sangat menentukan,karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan psikis dan fisiknya dimana pada masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Adapula ahli psikologi yang menganggap masa remaja sebagai peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yaitu saat-saat ketika anak tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa.

Definisi Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.1

Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja

1

Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh pada konsep diri remaja. berat badan. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain.1 Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. pertumbuhan rambut diketiak maupun pubis. Fokus utama perubahan fisik khususnya pada remaja putri adalah pertumbuhan tulang dan otot. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. perlu diperhatikan masalah gizi pada remaja . Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. perkembangan sistem reproduksi dan karakteristik seks sekunder yang ditandai dengan menarche. yaitu : peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. protein.Kematangan seksual terjadi seiring perkembangan karakteristik seksual primer dan sekunder.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 2 . Untuk mendukung pertumbuhan jasmani yang optimal. Selain itu remaja putri juga memerlukan tambahan makanan yang banyak mengandung zat besi karena remaja putri akan mengalami perdarahan setiap bulan melalui proses menstruasi. dan Teori Pertumbuhan dan Perkembangan Kaum Remaja Perkembangan fisik merupakan pertumbuhan system dan jaringan tubuh serta penyempurnaan terjadi dengan cepat pada masa remaja. lemak dan vitamin. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. lebih matang. pinggang dan pinggul melebar. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. tetapi juga dengan lawan jenis. Dari segi kondisi sosial. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. payudara membesar. pencernaan. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. maupun psikologis. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual.Ciri-Ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. yang dengan memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. dengan orang dewasa. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu.

maka akan tampak panggul remaja perempuan lebih besar daripada panggul remaja laki-laki. rata-rata kecepatan pertambahan tinggi badan laki-laki adalah 5 cm/tahun. kekuatan otot akan bertambah terus sampai usia 25 tahun.Semua otot mengalami pertumbuhan selama masa pubertas. sedangkan setelah tercapainya PHV kecepatan pertambahan tinggi remaja laki-laki mencapai 9 cm/tahun. remaja laki-laki akan lebih tinggi daripada remaja perempuan. remaja laki-laki lebih tinggi 10 cm daripada remaja perempuan. otot dan jaringan lemak pada masa remaja. kemudian 2 tahun berikutnya mengalami penurunan kecepatan. rata-rata pacu tumbuh adalah pada usia 9 tahun dan PHV sekitar 11.2 Perkembangan Tulang. yang walaupun secara kuantitatif sama dengan pertumbuhan panggul laki-laki. karena berat badan menggambarkan jumlah massa berbagai jaringan tubuh. Apalagi dengan adanya pandangan saat ini bahwa badan yang langsing merupakan badan yang ideal. sedangkan pada remaja perempuan tidak pernah Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 3 .Pertumbuhan jaringan lemak pada remaja laki-laki berbeda dari remaja perempuan. remaja laki-laki mengalami mengalami penurunan jaringan lemak selama pubertas.Pada remaja perempuan. serta tungkai lebih panjang. Selama pubertas.5 cm/tahun. maka akan tampak ciri khas remaja laki-laki. Selain itu PHV laki-laki juga lebih besar daripada PHV perempuan.5 tahun. tetapi karena pertumbuhan badan badan remaja perempuan lebih kecil daripada laki-laki.Pada remaja laki-laki. terjadi pertumbuhan panggul remaja perempuan. PHV) selama 2 tahun yang diikuti dengan penurunan kecepatan badan selama 3 tahun. yakni bahu lebih lebar. terutama pada daerah anggota gerak. sedangkan setelah tercapainya PHV kecepatan pertambahan tinggi remaja perempuan mencapai 8 cm/tahun sampai 6 – 12 bulan sebelum menarche.Pertambahan berat badan tidak mencerminkan perubahan pertumbuhan yang substantif. Sebelum pacu tumbuh.5 tahun. rata-rata kecepatan pertambahan tinggi badan perempuan adalah 5. Pada laki-laki. sehingga berat badan normal seringkali tidak tercapai. Pada akhirnya. rata-rata pacu tumbuh adalah pada usia 11 tahun dan PHV sekitar 13. apalagi bila disertai latihan dan olahraga. Pada umumnya.Perkembangan tinggi badan dan berat badan pada masa remaja terjadi percepatan pertumbuhan tinggi badan yang disebut pacu tumbuh (height spurt) sehingga mencapai kecepatan puncak tinggi badan (peak height velocity. terutama pada laki-laki. karena pada laki-laki penutupan epifisis terlambat 2 tahun dibandingkan perempuan. Sebelum pacu tumbuh. pinggul lebih sempit. Akibat pengaruh hormon androgen. sehingga masa prapubertas laki-laki lebih lama 2 tahun dan pada awal pacu tumbuh. Hormon androgen sangat berperan pada pertumbuhan massa otot dan kekuatan otot.

Umur mulai disekresikannya androgen adrenal disebut adreanarche.2 Perkembangan Organ Reproduksi. sehingga remaja laki-laki akan mengalami perubahan suara menjadi berat dan dalam. Fungsi FSH adalah merangsang pertumbuhan ovarium. pada remaja laki-laki juga akan tumbuh raut wajah yang mula-mula akan timbul di sudut bibir atas yang akan menyebar ke medial. serta merangsang pembesaran klitoris dan uterus. dan erotisasi labia majora. Sedangkan fungsi estrogen adalah merangsang perkembangan payudara. Selain rambut pubis. Pertumbuhan organ reproduksi (rambut pubis. Efek lain dari estrogen adalah meningkatkan deposit glikogen di dalam sel mukosa vagina sehingga pertumbuhan bakteri Doederlein akan meningkat dan suasana vagina menjadi asam. kemudian juga ke dagu. Rambut atau bulu tubuh yang terakhir tumbuh pada remaja laki-laki adalah bulu dada. testis. yang terjadi beberapa tahun sebelum pubertas. bahkan terjadi penambahan jaringan lemak yang kontinyu. tubuh bagian bawah dan paha bagian belakang.FSH dan LH juga dihasilkan oleh laki-laki. adrenal juga menghasilkan androgen lemah. Endometrium juga akan menebal dan berdiferensiasi sebagai persiapan menstruasi dan proses kehamilan dan persalinan. dan TMS 5 merupakan masa remaja lanjut dan maturasi seksual penuh (Tabel 1 dan 2). 2 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 4 . vaskularisasi. Pubertas pada laki-laki sering diikuti oleh pengalaman ejakulasi yang merupakan respons terhadap masturbasi. payudara. yaitu dehidroepiandosteron (DHEA) dan dehidroepiandosteron sulfat (DHEAS) dan andostenedion. dan akan mengalami pacu tumbuh yang pada masa pubertas. meningkatkan pigmentasi. Selain FSH. dan penis) pada anak-anak masih lambat. sehingga dicapai bentuk tubuh perempuan dewasa. Akumulasi lemak pada remaja perempuan terutama terdapat pada anggota gerak. hipofisis juga akan menghasilkan luteinizing hormone (LH) yang berfungsi merangsang produksi progesteron oleh ovarium. TMS 3 dan 4 merupakan masa remaja menengah. TMS 1 dan 2 merupakan masa remaja awal. Tanner membuat klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual (TMS) remaja dalam 5 stadium yaitu TMS 1 sampai 5. merangsang penebalan mukosa vagina.kehilangan masa lemak selama pubertas.Selain testoteron. FSH berfungsi pada pematangan sel Leydig di dalam testis yang kemungkinan atas pengaruh LH akan menghasilkan testosterone.Perkembangan organ reproduksi perempuan terjadi atas pengaruh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium sebagai respons terhadap FSH (follicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh hipofisis. Testoteron juga akan merangsang pertumbuhan tulang krikoid dan tiroid serta otot laring.

jumlah bertambah Kasar. Menurut piaget. banyak Bentuk segitiga. mulai ikal Tipe dewasa. papila menonjol Tabel 2. Klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual Remaja Perempuan2 TMS 1 2 3 4 5 Rambut Pubis Praremaja Jarang.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 5 .1. skrotum lebih gelap Ukuran dewasa Ukuran dewasa Perkembangan Kognitif menurut Piaget merupakan Perkembangan proses pikir dan kemampuan intelektual / inteligentif lainnya. ikal. lebih sedikit. Klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual Remaja Laki-laki2 TMS 1 2 3 4 5 Rambut Pubis Belum ada Sedikit. keriting. areola melebar Membesar. maka beliau merumuskan bahawa wujud sistem logikal yang mudah dan teratur yang mendasari pemikiran kanakkanak. pigmen sedikit Sedikit. sistem-sistem ini seharusnya didefinisikan dan dibahagi mengikut ciri-ciri yang tersendiri. panjang. tersebar sampai medial paha Payudara Praremaja Menonjol seperti bukit kecil. pigmen sedikit. atas medial labia Lebih hitam. Pemerhatian beliau terhadap kanak-kanak secara berterusan termasuk pemeriksaan terhadap kesilapan anak-anak sendiri. sistem-sistem ini adalah berbeda-beda daripada sistem logikal yang digunakan oleh orang dewasa.Tabel 1. Piaget percaya fungi kecerdasan adalah untuk membanu menyesuaikan diri (adaptasi) kanak-kanak terhadap persekitaran. kasar Tersebar ke medial paha Penis Praremaja Sedikit membesar Lebih panjang Testis Praremaja Skrotum membesar. merah muda Lebih besar Ukuran glans bertambah Lebih besar. Untuk memahami perkembangan. tak ada kontur pemisah Areola & papila membentuk bukit kedua Matang. gelap. Piaget mengemukakan idea tentang pembentukan konsep kanak-kanak dan kecerdasan dengan mencadangkan bahawa penyelidik-penyelidik dapat belajar mengikut kemampuan perkembangan intelek yang didalami oleh kanak-kanak dengan berterusan.

2)Tahap praoperasional .Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi. animisme. dll. Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol.Tahap-tahap Perkembangan Menurut Piaget adalah 1) Tahap Sensori Motor . dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. dan intuitif. asal perpindahanya terlihat. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. Animisme adalah keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualiatas semacam kehidupan dan dapat bertindak. pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambargambar. ide-ide. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. Mereka mengatakan mengetahui sesuatu tetapi mengetahuinya tanpa menggunakan pemikiran rasional.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 6 . yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. suara binatang. Yang berlangsung dari usia 7 hingga 11 tahun.‖ Sedangkan Intuitif adalah anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin mengetahui jawaban atas semua bentuk pertanyaan. Bagi anak yang berada pada tahap ini. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. Pada tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit. tanpa objek fisik di hadapan mereka.Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif oranglain dengan kata lain anak melihat sesuatu hanya dari sisi dirinya. Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol.1. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra). Seperti sorang anak yang mengatakan. 3) Tahap operasional konkrit (concrete operational stage). memahami konsep promosi. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. Mulai muncul pemikiran egosentrisme. ―Pohon itu bergoyang-goyang mendorong daunnya dan daunnya jatuh. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan. Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif.4) Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage). Namun. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. astraksi dan generalisasi.

Masa kanak-kanak Jean Piaget banyak dipengaruhi oleh apa yang ia lihat pada ayahnya. Piaget dipaksa untuk merahasiakan usianya yang masih muda. terutama dalam hal ilmu pengetahuan alam. 2) Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu.) Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan). sejak kanak-kanak dia sangat suka belajar. kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Jean Piaget lahir pada 9 Agustus 1896 di Neuchatel.Profil umun tentang Jean Piaget adalah seorang psikolog dan pendidik berkebangsaan Swiss. terkenal karena teori perkembangan kognitifnya. maksudnya adalah prinsip ini menjelaskan bahwa kehidupan organisme yang baru itu berkembang dari sumber yang memiliki identitas yang tidak berbeda dengan organisme yang baru dan bagaimana pun perkembangannya itu bertahap. Perkembangan Psikososial merupakan Proses perkembangan mental emosional seseorang dalam usahanya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pengalamanpengalamanya. 4) Kerajinan vs Inferioritas . dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. seorang pria yang berdedikasi pada penelitian dan pekerjaannya. Ia menyelesaikan pendidikan ilmu pengetahuan alam di Universitas Neuchatel pada 1916 dan mendapat gelar doktoral untuk penelitian atas kerang-kerangan pada 1918. Ada 8 tahap perkembangan menurut erikson. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Ia adalah anak seorang sejarawan. Menurut Erik erikson mengatakan bahwa perkembangan itu memiliki prinsip epigenetik . Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Swiss. masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun.Apa yang dilakukannya untuk membantu mengategorikan koleksi museum zoologi Neuchatel. Perkembangan individu meliputi perkembangan psikososial dan psikoseksual . yang ia tulis saat berumur lima belas tahun. Salah satu tugas yang diperlukan Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 7 . Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. ia menolak tawaran itu untuk melanjutkan pendidikannya. saat memberikan karyanya untuk diterbitkan dalam berbagai redaksi majalah. membuatnya ditawari sebuah pekerjaan di museum zoologi di Jenewa. Saat dia berumur sebelas tahun. Banyak editor menganggap penulis muda tidak memiliki kredibilitas. 3) Inisiatif vs Kesalahan Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Pada tahap kedua adalah tahap anusotot (anal-mascular stages). Karenanya. menginspirasi penelitiannya terhadap kerang-kerangan. yaitu : 1. Swiss. Beberapa kali. Tahap ini berlangsung pada masa oral. Salah satu artikelnya. tulisannya tentang burung gereja ―albino` diterbit kan — yang pertama dari ratusan artikel dan lebih dari lima puluh buku.

Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 8 . mengompol. 2) Tahapan Anal ( 1-3 tahun ). Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh. 7) Generativitas vs Stagnasi. bersikap rakus. seperti makan atau minum susu. 8) Integritas vs Keputusasaan. melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego. dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. mulut sebagai sumber kenikmatan erotis maka anak akan menikmati peristiwa menyusui dari sang ibu . Tahapan perkembangan menurut Freud : 1) Tahapan Oral ( 0-1 tahun ).dan menerima gagasan tentang ego yang didukung oleh para pendukung setia Freudian .3 Perkembangan Psikoseksual . Bagi anak yang mengalami kepuasan yang lebih padahal ini . Perkembangan kepribadian berlangsung melalui tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual yaitu tahapan periode perkembangan seksual yang sangat mempengaruhi kepribadian masa dewasa. Artinya erikson pada dasarnya menerima gagasan Freud termasuk gagasan yang belum pasti seperti oedipal complex . dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. terutama saat buang air besar. haus perhatian dari orang lain . Freud berpendapat bahwa perkembangan kepribadian manusia sebagian besar ditentukan oleh perkembangan seksualitasnya. Selain itu juga berdampak kepada perkembangan kepribadian anak seperti : merasa kurang aman. Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. egosentris .1. Adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. selalu bergantung kepada orang lain. Erik Erikson lahir di kota Frankfurt. Erikson memandang identitas ego sebagai polarisasi dari seseorang itu menurut perasaan dirinya sendiri dan apa seseorang itu menurut anggapan orang lain. Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja).6) Keintiman vs Isolasi. iya juga memiliki dampak yang negatif. Ketidakpuasan pada masa oral akan menimbulkan gejala regresi ( kemunduran ). Profil umum tentang Erik Erikson .dalam tahap ini ialah mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. selalu meminta perhatian dari orang lain. Objek sosial terdekat adalah ibu. Jerman tanggal 15 Juni 1902. Yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. dll .Erikson adalah seorang Freudian dan penulis utama psikologi ego. Tahapan oral berorientasi di mulut. membandel. Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus. Hubungan sosial lebih bersifat fisik. salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). 5) Identitas vs Kekacauan Identitas. seperti : anak akan menampilkan pribadi yang kurang mandiri. terutama saat menyusu. Reaksi dari kedua gejala itu dapat dinyatakan dalam beberapa tingkah laku seperti : mengisap jempol. gejala perasaan iri hati.

Pada tahap ini anak akan mengalami ketegangan ketika duburnya penuh dengan ampas makanan dan peristiwa buang air besar yang di alami anak merupakan proses pelepasan ketegangan dan pencapaian ketegangan. rasa senang dan nikmat. Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex.3 Profil Tentang Sigmund Freud .. Pada tahap ini orang tua mengembangkan latihan kebersihan yang disebut dengan Toilet Training . Pada tahap ini anak masih bersifat ―selfish‖. Perkembangan Moral Menurut Kohlberg adalah proses belajar menyesuaikan dengan norma perilaku yang diterima lingkungan masyarakat/ budaya dimana seseorang itu hidup. Ia mengikuti Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 9 . karena segala sesuatu yang terkait dengan seks dihambat atau di repres. bermain. Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya. tidak ngompol. 3) Tahapan Falik ( 3-5 Tahun ). Sigmund freud disebut juga sebagai Bapak Psikoanalisa yang lahir di Moravia . Pada anak lakilaki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. Selama masa ini anak mengembangkan kemampuan bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah . Freud menganggap bahwa kesadaran hanya merupakan sebahagian kecil saja dari seluruh kehidupan psikis. yang merupakan dasar dari perilaku etis. penakut . walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif. Ia beranggapan untuk memahami kepribadian manusia . terutama terkait dengan iklim kehidupan sosiopsikologi keluarga atau perlakuan orang tua kepada anak.1. olahraga . mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. sifat lebih mementingkan diri sendiri. Tahapan ini merupakan masa tentang seksual. bersikap kikir. mulai menaruh perhatian untuk berteman namun mereka belum naruh perhatian yang khusus kepada lawan jenis. 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Lawrence Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. Anak memindahkan pust kenikmatannya pada daerah kelamin. yaitu : cara pelatihan yang keras akan berdampak : bersikap berlebihan dalam ketertiban atau kebersihan . tidak buang air kecil sembarangan . orang harus menjelajah secara mendalam ke daerah ketidaksadaran.4) Tahapan Latensi ( 5-12 tahun ) Ini adalah masa tenang. Pada tahap ini anak juga di tuntut hidup bersih. psikologi kesadaran tidaklah mencukupi. belum berorientasi ke luar atau memperhatikan orang lain. Kohlberg sampai pada pandangannya setelah 20 tahun melakukan wawancara yang unik dengan anak-anak.Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training. cara itu juga memiliki dampak tersendiri bagi perkembangan anak. Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan.Pada masa ini terjadi perkembangan berbagai aspek psikologis. Dengan kata lain masa ini adalah periode tertahannya dorongan sex dan agresif. Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral. stereotif atau kurang kreatif . dsb. Ada beberapa cara orang tua untuk memberikan latihan ini .

Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung. moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. pada tahap ini seseorang mengalami bahwa nilai-nilai dan aturan-aturan adalah bersifat relatif dan bahwa standar dapat berbeda dari satu orang ke orang lain. keadilan. Amerika Serikat. hukum-hukum. Seorang mentaati standar-standar (internal) tertentu. Seorang mengenal tindakan moral alternatif. Bila menghadapi konflik secara hukum dan suara hati. 25 Oktober 1927 – meninggal 19 Januari 1987 pada umur 59 tahun) . konvensional. seperti orangtua atau masyarakat.Tingkat 2 )Penalaran Konvensional. pada tahap ini seseorang telah mengembangkan suatu standar moral yang didasarkan pada hak-hak manusia yang universal.Tahap 3: Norma-norma interpersonal. pada tahap ini seseorang menghargai kebenaran. Anak anak sering mengadopsi standar-standar moral orangtuanya pada tahap ini. Anak-anak taat bila mereka ingin taat dan bila yang paling baik untuk kepentingan terbaik adalah taat. Ia menjabat sebagai profesor di Universitas Chicago serta Universitas Harvard. dan kewajiban. Internalisasi individu pada tahap ini adalah menengah. walaupun keputusan itu mungkin melibatkan resiko pribadi.Tahap 5: Hak-hak masyarakat versus hakhak individual. tetapi nilai-nilai seperti kebebasan lebih penting dari pada hukum. walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini. Tahapantahapan perkembangan moral. Tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal dalam perkembangan moral adalah Tahap 1 : Orientasi hukuman dan ketaatan ialah tahap pertama dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Anak-anak taat karena orang-orang dewasa menuntut mereka untuk taat. dan Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 10 . New York. Profil tentang Kohlberg. Penalaran konvensional adalah tingkat kedua atau tingkat menengah dari teori perkembangan moral Kohlberg. Penalaran pascakonvensional adalah tingkat tertinggi dari teori perkembangan moral Kohlberg. seseorang akan mengikuti suara hati.perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget.Tahap 2: Individualisme dan tujuan adalah tahap kedua dari teori ini. Keenam tahapan perkembangan moral dari Kolhlberg dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional. pertimbangan moral didasarkan atas pemahaman aturan sosial.Tahap 4: Moralitas sistem sosial.Tingkat 3) Penalaran Pasca Konvensional.Tahap 6: Prinsip-prinsip etis universal. kepedulian. sambil mengharapkan dihargai oelh orangtuanya sebagai seorang perempuan yang baik atau laki-laki yang baik. dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi. Seseorang menyadari hukum penting bagi masyarakat. dan kesetiaan pada orang lain sebagai landasan pertimbangan-pertimbangan moral. Pada tahap ini penalaran moral didasarkan pada imbalan dan kepentingan diri sendiri. tetapi mereka tidak mentaati standar-standar (internal) orang lain. Pada tahap ini perkembangan moral didasarkan atas hukuman. Apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa yang dianggap menghasilkan hadiah. Pada tingkat ini. penalaran. dan pasca-konvensional. Tingkat 1) pra konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak. Pada tahap ini. (lahir di Bronxville. Ia terkenal karena karyanya dalam pendidikan. menjajaki pilihan-pilihan.

dan tiba-tiba regresi.perkembangan moral. Dengan demikian berarti kepekaan untuk bertingkah laku lain dari yang lain telah ditentukan secara genetis.1. Anthony (1968) mendasarkan penelitiannya pada anak-anak yang mempunyai salah satu atau kedua orang tuanya skizofrenia (kurang waras) dan ternyata 18% dari sampel menjadi seperti orang tua mereka. Lawrence Kohlberg dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya dan belajar di Akademi Phillips. Pada Perang Dunia II. sedangkan faktor lingkungan hanya tinggal mencetuskannya saja.1. Dalam hal tempramen (gaya tingkah laku seseorang). raut muka cantik/cakap. Konstitusi ini menyangkut tanda-tanda fisis dan tempramen. ia mendaftar sebagai ahli mesin di sebuah kapal perang. Hal ini dimiliki sejak lahir dan dapat mempengaruhi perkembangan anak. Thomas. Sebagai pengikut teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Tanda fisis misalnya hidung mancung.3 Risiko Tinggi Faktor Bawaan (konstitusional) Setiap orang dilahirkan dengan kondisi (faktor bawaan) yang unik. respons menarik diri. Karyanya ini telah diperluas dan dimodifikasi oleh sejumlah pakar. karya Kohlberg mencerminkan dan bahkan memperluas karya pendahulunya. misalnya dalam bentuk kualitas hubungan anak dengan orang tua. Ada 5 macam risiko yang dapat merupakan penyebab kelainan tingkah laku. tetapi merupakan predictor dari timbulnya kelainan tingkah laku (misalnya ketidakteraturan. Di kapal itu.3 Faktor-Faktor Kelainan tingkah Laku Yang paling berperan dalam mempengaruhi terjadinya kelainan tingkah laku. sebuah SMA swasta yang terkenal. Birch (1986) mengemukakan adanya pola gaya tingkah laku yang sifatnya individual. Chese.lingkungan cenderung memberikan respons positif terhadap anak-anak yang menarik daripada terhadap anak yang mempunyai kelainan. Ada beberapa tempramen yang tidak langsung menyebbkan kelainan. dan sebagainya. ketidaksesuaian. ia dan teman-temannya sekapal memutuskan untuk membantu orang-orang Yahudi yang berusaha melarikan diri dari Eropa ke Palestina. Mereka berhasil dengan menyelundupkan orang-orang itu di kargo pisang dan dengan demikian mengelabui inspektur pemerintah yang melaksanakan blokade Britania di daerah itu. mood yang negatif dalam intensitas yang Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 11 . yaitu unsure individu dan unsur lingkungan. seperti misalnya Carol Gilligan. Anak-anak ini pada masa anakanaknya menunjukkan tingkah laku menarik diri. Risiko Tinggi dalam Hereditas (turunan) Dalam hal ini dimaksudkan semua unsure yang berhubungan dengan faktor genetic yang memungkinkan terjadinya kelainan tingkah laku. setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya. atau keadaan yang sebaliknya. curiga. temanteman. mata jeli.

Orang tua yang secara psikologis tidak berhasil untuk berkembang. seseorang hendaknya mendapatkan kehangatan. Bowlby (1951) menyatakan bahw auntuk mendapatkan kesejahteraan jiwa. Untuk mengetahui apakah tempramen mempunyai andil dalam kelainan tingkah laku seseorang. Sikap umum dari orang tua terhadap anak ialah menerima atau menolak. ingin menguasai.1. dan beringkah laku antisosial. Orang tua yang menerima anak tetapi dengan cara menguasainya (otokratik). Dengan sikap menolak. Demikian pula karena di dalam keluarga terjadi penerusan nilai-nilai norma-budaya. dan hubungan yang erat dari tokoh ibu (pengganti ibu) pada masa awal dari kehidupannya. maka akan terjadi anak dengan indulged type.tinggi). keiskinan dan malnutrisi. juga menderita kekurangan rangsangan sensoris. sehingga anak seperti ini tidak pernah mendapatkan pengawasan dan mudah menjadi nakal. yaitu: 1) Lingkungan nonfamiliak (tidak mengandung suasana kekeluargaan). pasif. akan memupuk ketergantungan yang berlebihan. 2) Kelainan hubungan antara orang tua dengan anak. Bila terdapat sikap yang berlebihan. hubungan yang buruk dengan teman sebaya. Anak sangat peka terhadap suasana yang diakibatkan oleh orang tua yang terganggu atau yang mengganggunya. dan sebagainya. isolasi sosial dan budaya. yakni di samping mengalami keadaan terpisahkan dari orang tua. maka suatu kelainan tingkah laku dapat saja dijangkitkan melalui hubungan orang tua dengan anak. maka kontak dan perhatian pada anak sangat kurang atau bahkan tidak ada. maka akan timbul sindrom overproteksi. Penelitian Spitz membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di suatu lembaga akan mengalami depriasi. 4) Orang tua yang sakit.4 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 12 . dapat menyebabkan gangguan/kekacauan dalam vectoral relationship. agresif.3 Risiko Tinggi Faktor Lingkungan Dalam hal ini dimaksudkan hal-hal dalam lingkunagn yang dianggap mengandung risiko tinggi untuk terjadinya kelainan tingkah laku. diperlukan suatu penelitian tentang hubungan tempramen tertentu yang dimiliki anak tersebut dengan lingkungannya. banyak menuntut. Pada anak akan didapatkan penyesuaian yang salah akibat orang tua yang terlalu mengabdikan diri padda anak sehingga melupakan pengembangan dirinya sebagai orang tua atau sebaliknya terlalu banyak menuntut dari anak. kemesraan. yaitu anak yang tidak patuh. 3) Kelainan dalam keluarga (family pathology). Depriasi pada masa dini merupakan kuncu terjadinya kelainan tingkah laku. Sebaliknya bila sikap menerima ditunjukkan dengan cara memberi kebebasan penuh pada anak.

Psikoterapi b. tetapi terkadang terjadi interupsi yang menimbulkan ketidak-seimbangan dan maladapsi. Tidak Langsung Terapi dilakukan terhadap orang tua. Setiap kelainan tingkah laku dapat dicari sebabnya dari dalam diri anak. dokter anak. agar mereka dapat mengubah cara bersikap dan bertindak terhadap anaknya.4 Penatalaksanaan Masalah 1.Risiko Tinggi dalam Situasi dan Pengalaman Contoh umum situasi yang dapat mempunyai nilai risiko untuk terjadinya kelainan tingkah laku ialah keadaan perpisahan (separation). seringkali terpaksa dibutuhkan pertolongan sepenuhnya dari ahli lain atau diberikan secara bekerja sama (interdisiplinair). pedagog. Situasi dan pengalaman yang mempunyai risiko tinggi lainnya adalah perawatan di rumah sakit. Langsung Terhadap anak diberikan secara langsung seperti misalnya: a. Pada individu tertentu yang peka terhadap interupsi ni dapat terjadi keadaan yang berakibat lanjur menjadi kelainan psikiatris. memudahkan timbulnya kelainan tingkah laku. penyakit.4 Risiko Tinggi dalam Perkembangan Di dalam psikologi perkembangan dikenal adanya periode kritis (critical periode) yaitu saat di mana masa depan dari pola tingkah laku anak tersebut ditentukan. atau orang lain yang berhubungan dengan anak. maupun dari dalam lingkungannya. Adanya masa perkembangan yang panjang dan memungkinkan manusia memperkaya diri. neurology.5 3.5 a. sedangkan Rutter menemukan bahwa gangguan tingkah laku biasanya belum muncul dalam 5 tahun setelah kematian orang tua. dapat pula diberikan petunjuk agar memperlihatkan sikap dan perlakuan setepat-tepatnya terhadap anak. pengasuh. dan berbagai trauma psikis. Play therapy c. Penyaluran Oleh karena keadaan tertentu. Kesimpulan tegas mengenai sebab dari suatu kelainan tingkah laku tidaklah mudah. Terhadap saudarasaudara. Perubahan cara mendidik juga dapat diharapkan dari guru. Ahli lain misalnya psikiater. Gregory dalam penelitiannya menemukan banya delikuensi pada anak yang kehilangan ayahnya. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 13 . Behaviour therapy 2. Adanya risiko tinggi dari kedua unsure tersebut. dan lain-lain.

sekolah lain sesuai dengan bakat anak (missal Sekolah Teknik). dan sebagainya. Bila sang remaja mengerti badannya telah memenuhi persyaratan. sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya.Seorang remaja bukan saja memerlukan orang lain demi memenuhi kebutuhan pribadinya. psiko dan social dapat mempengaruhi kelainan tingkah laku. Kesimpulan Pada jenjang perkembangan remaja. Perkumpulan kesenian. perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya. dengan berbagai golongannya.. untuk sementara waktu. Berdasarkan scenario dapat menyatakan bahwa factor biologis. olahraga. maka hal ini akan berakibat positif terhadap penilaian diri. Hal ini akan menimbulkan kegusaran batin yang mendalam karena pada masa remaja ini. Oleh karena itu. tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. seorang remaja mempunyai proporsi tubuh yang tidak seimbang.b. Perkembangan atau pertumbuhan anggota-anggota badan remaja kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan badan. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 14 . Lembaga/instasi yang berhubungan dengan anak. misalnya Sekolah Pendidikan Luar Biasa (SPLB). Dinas sosial. Jadi remaja sendiri merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai stimulus sosial karena perkembangan remaja sangat dipengarunhi oleh fisik dan lingkungan sekitarnya.

2009. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jakarta: InternaPublishing.Hal. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Sulaeman.hal 213-25. Remaja Rosdakarya. 56-70. Hal. Psikologi Remaja.Psikologi Remaja : Dimensi-Dimensi Perkembangan.93-6. 3. Setiyohadi B. 2009. S. Bandung : PT. Sarwono. Simadibrahata M. Hal. 5. 2.Hal 46-50. 156-7. 2007.Daftar Pustaka 1.Bandung: CV Mandar Maju. Syamsu Yusuf. Jilid 1. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Setiyohadi B. Kesehatan remaja.2010. 2004. Buku kuliah ilmu kesehatan anak. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI.W. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 4.65-70. Jilid I. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 15 . Dalam: Sudoyo AW. editor. Edisi 5. Alwi I. D. Setiati S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful