Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Remaja

Maria Sunvratys 102011313 B5 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510 email : sunvratysmaria@yahoo.co.id

Pendahuluan
Pertumbuhan adalah perubahan secara psikologis sebagai hasil dari kematangan fungsi-fungsi fisik yanng berlangsung secara normal pada anak sehat dalam waktu tertentu. Contohnya bertanbah tinggi, banyak tulang behubunngan denngan jasmani). Sedangkan perkembangan : proses kematangan fungsi-fungsi non fisik. Masa Remaja adalah yang sangat menentukan,karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan psikis dan fisiknya dimana pada masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Adapula ahli psikologi yang menganggap masa remaja sebagai peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yaitu saat-saat ketika anak tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa.

Definisi Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.1

Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja

1

Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. tetapi juga dengan lawan jenis. pertumbuhan rambut diketiak maupun pubis. lebih matang. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. lemak dan vitamin. perkembangan sistem reproduksi dan karakteristik seks sekunder yang ditandai dengan menarche. Selain itu remaja putri juga memerlukan tambahan makanan yang banyak mengandung zat besi karena remaja putri akan mengalami perdarahan setiap bulan melalui proses menstruasi. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh pada konsep diri remaja.Ciri-Ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. protein. dengan orang dewasa. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Untuk mendukung pertumbuhan jasmani yang optimal. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. dan Teori Pertumbuhan dan Perkembangan Kaum Remaja Perkembangan fisik merupakan pertumbuhan system dan jaringan tubuh serta penyempurnaan terjadi dengan cepat pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya. perlu diperhatikan masalah gizi pada remaja . yang dengan memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 2 . Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. pencernaan. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. maupun psikologis. berat badan. Fokus utama perubahan fisik khususnya pada remaja putri adalah pertumbuhan tulang dan otot.1 Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. payudara membesar. pinggang dan pinggul melebar. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. yaitu : peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress.Kematangan seksual terjadi seiring perkembangan karakteristik seksual primer dan sekunder. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab.

rata-rata pacu tumbuh adalah pada usia 9 tahun dan PHV sekitar 11. sehingga berat badan normal seringkali tidak tercapai.2 Perkembangan Tulang. sedangkan setelah tercapainya PHV kecepatan pertambahan tinggi remaja laki-laki mencapai 9 cm/tahun. sehingga masa prapubertas laki-laki lebih lama 2 tahun dan pada awal pacu tumbuh. tetapi karena pertumbuhan badan badan remaja perempuan lebih kecil daripada laki-laki. sedangkan pada remaja perempuan tidak pernah Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 3 . Hormon androgen sangat berperan pada pertumbuhan massa otot dan kekuatan otot. Selama pubertas. yakni bahu lebih lebar. Sebelum pacu tumbuh. remaja laki-laki lebih tinggi 10 cm daripada remaja perempuan. rata-rata kecepatan pertambahan tinggi badan laki-laki adalah 5 cm/tahun. terjadi pertumbuhan panggul remaja perempuan. otot dan jaringan lemak pada masa remaja. sedangkan setelah tercapainya PHV kecepatan pertambahan tinggi remaja perempuan mencapai 8 cm/tahun sampai 6 – 12 bulan sebelum menarche.Perkembangan tinggi badan dan berat badan pada masa remaja terjadi percepatan pertumbuhan tinggi badan yang disebut pacu tumbuh (height spurt) sehingga mencapai kecepatan puncak tinggi badan (peak height velocity. remaja laki-laki akan lebih tinggi daripada remaja perempuan. Pada umumnya.5 tahun.Pada remaja perempuan.Semua otot mengalami pertumbuhan selama masa pubertas. karena pada laki-laki penutupan epifisis terlambat 2 tahun dibandingkan perempuan.5 tahun. Pada akhirnya. Pada laki-laki. serta tungkai lebih panjang. Sebelum pacu tumbuh. apalagi bila disertai latihan dan olahraga. terutama pada laki-laki.Pertambahan berat badan tidak mencerminkan perubahan pertumbuhan yang substantif. kemudian 2 tahun berikutnya mengalami penurunan kecepatan. Akibat pengaruh hormon androgen. yang walaupun secara kuantitatif sama dengan pertumbuhan panggul laki-laki. rata-rata kecepatan pertambahan tinggi badan perempuan adalah 5. rata-rata pacu tumbuh adalah pada usia 11 tahun dan PHV sekitar 13. maka akan tampak panggul remaja perempuan lebih besar daripada panggul remaja laki-laki. Apalagi dengan adanya pandangan saat ini bahwa badan yang langsing merupakan badan yang ideal. pinggul lebih sempit. maka akan tampak ciri khas remaja laki-laki.Pada remaja laki-laki. kekuatan otot akan bertambah terus sampai usia 25 tahun. PHV) selama 2 tahun yang diikuti dengan penurunan kecepatan badan selama 3 tahun.5 cm/tahun. remaja laki-laki mengalami mengalami penurunan jaringan lemak selama pubertas.Pertumbuhan jaringan lemak pada remaja laki-laki berbeda dari remaja perempuan. terutama pada daerah anggota gerak. karena berat badan menggambarkan jumlah massa berbagai jaringan tubuh. Selain itu PHV laki-laki juga lebih besar daripada PHV perempuan.

hipofisis juga akan menghasilkan luteinizing hormone (LH) yang berfungsi merangsang produksi progesteron oleh ovarium. Akumulasi lemak pada remaja perempuan terutama terdapat pada anggota gerak. sehingga remaja laki-laki akan mengalami perubahan suara menjadi berat dan dalam. Tanner membuat klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual (TMS) remaja dalam 5 stadium yaitu TMS 1 sampai 5.Selain testoteron. serta merangsang pembesaran klitoris dan uterus. TMS 1 dan 2 merupakan masa remaja awal.FSH dan LH juga dihasilkan oleh laki-laki. yaitu dehidroepiandosteron (DHEA) dan dehidroepiandosteron sulfat (DHEAS) dan andostenedion. adrenal juga menghasilkan androgen lemah.Perkembangan organ reproduksi perempuan terjadi atas pengaruh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium sebagai respons terhadap FSH (follicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh hipofisis.kehilangan masa lemak selama pubertas. Sedangkan fungsi estrogen adalah merangsang perkembangan payudara. tubuh bagian bawah dan paha bagian belakang. dan penis) pada anak-anak masih lambat. Selain FSH. Efek lain dari estrogen adalah meningkatkan deposit glikogen di dalam sel mukosa vagina sehingga pertumbuhan bakteri Doederlein akan meningkat dan suasana vagina menjadi asam.2 Perkembangan Organ Reproduksi. meningkatkan pigmentasi. Pubertas pada laki-laki sering diikuti oleh pengalaman ejakulasi yang merupakan respons terhadap masturbasi. kemudian juga ke dagu. Fungsi FSH adalah merangsang pertumbuhan ovarium. bahkan terjadi penambahan jaringan lemak yang kontinyu. dan TMS 5 merupakan masa remaja lanjut dan maturasi seksual penuh (Tabel 1 dan 2). merangsang penebalan mukosa vagina. Endometrium juga akan menebal dan berdiferensiasi sebagai persiapan menstruasi dan proses kehamilan dan persalinan. Testoteron juga akan merangsang pertumbuhan tulang krikoid dan tiroid serta otot laring. vaskularisasi. dan akan mengalami pacu tumbuh yang pada masa pubertas. TMS 3 dan 4 merupakan masa remaja menengah. 2 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 4 . Umur mulai disekresikannya androgen adrenal disebut adreanarche. yang terjadi beberapa tahun sebelum pubertas. testis. Selain rambut pubis. Pertumbuhan organ reproduksi (rambut pubis. FSH berfungsi pada pematangan sel Leydig di dalam testis yang kemungkinan atas pengaruh LH akan menghasilkan testosterone. payudara. dan erotisasi labia majora. pada remaja laki-laki juga akan tumbuh raut wajah yang mula-mula akan timbul di sudut bibir atas yang akan menyebar ke medial. Rambut atau bulu tubuh yang terakhir tumbuh pada remaja laki-laki adalah bulu dada. sehingga dicapai bentuk tubuh perempuan dewasa.

gelap. areola melebar Membesar. atas medial labia Lebih hitam. Klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual Remaja Laki-laki2 TMS 1 2 3 4 5 Rambut Pubis Belum ada Sedikit. panjang. mulai ikal Tipe dewasa. sistem-sistem ini seharusnya didefinisikan dan dibahagi mengikut ciri-ciri yang tersendiri. banyak Bentuk segitiga. Menurut piaget.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 5 . keriting. kasar Tersebar ke medial paha Penis Praremaja Sedikit membesar Lebih panjang Testis Praremaja Skrotum membesar. pigmen sedikit. sistem-sistem ini adalah berbeda-beda daripada sistem logikal yang digunakan oleh orang dewasa. tak ada kontur pemisah Areola & papila membentuk bukit kedua Matang. Piaget mengemukakan idea tentang pembentukan konsep kanak-kanak dan kecerdasan dengan mencadangkan bahawa penyelidik-penyelidik dapat belajar mengikut kemampuan perkembangan intelek yang didalami oleh kanak-kanak dengan berterusan. tersebar sampai medial paha Payudara Praremaja Menonjol seperti bukit kecil. lebih sedikit. ikal. pigmen sedikit Sedikit. maka beliau merumuskan bahawa wujud sistem logikal yang mudah dan teratur yang mendasari pemikiran kanakkanak. papila menonjol Tabel 2. skrotum lebih gelap Ukuran dewasa Ukuran dewasa Perkembangan Kognitif menurut Piaget merupakan Perkembangan proses pikir dan kemampuan intelektual / inteligentif lainnya. merah muda Lebih besar Ukuran glans bertambah Lebih besar. jumlah bertambah Kasar.1. Untuk memahami perkembangan.Tabel 1. Piaget percaya fungi kecerdasan adalah untuk membanu menyesuaikan diri (adaptasi) kanak-kanak terhadap persekitaran. Klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual Remaja Perempuan2 TMS 1 2 3 4 5 Rambut Pubis Praremaja Jarang. Pemerhatian beliau terhadap kanak-kanak secara berterusan termasuk pemeriksaan terhadap kesilapan anak-anak sendiri.

Yang berlangsung dari usia 7 hingga 11 tahun. Bagi anak yang berada pada tahap ini. 2)Tahap praoperasional . yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun. Mereka mengatakan mengetahui sesuatu tetapi mengetahuinya tanpa menggunakan pemikiran rasional.Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. ―Pohon itu bergoyang-goyang mendorong daunnya dan daunnya jatuh. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 6 . Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. memahami konsep promosi. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. tanpa objek fisik di hadapan mereka. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan.Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. Namun. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra). Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. ide-ide. Mulai muncul pemikiran egosentrisme. dll. suara binatang. asal perpindahanya terlihat. dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. animisme.Tahap-tahap Perkembangan Menurut Piaget adalah 1) Tahap Sensori Motor . Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. Animisme adalah keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualiatas semacam kehidupan dan dapat bertindak. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif oranglain dengan kata lain anak melihat sesuatu hanya dari sisi dirinya.1.4) Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage). Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar. pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambargambar. astraksi dan generalisasi.‖ Sedangkan Intuitif adalah anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin mengetahui jawaban atas semua bentuk pertanyaan. Seperti sorang anak yang mengatakan. Pada tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). 3) Tahap operasional konkrit (concrete operational stage). dan intuitif. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif. Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif.

Ia adalah anak seorang sejarawan. Ia menyelesaikan pendidikan ilmu pengetahuan alam di Universitas Neuchatel pada 1916 dan mendapat gelar doktoral untuk penelitian atas kerang-kerangan pada 1918. membuatnya ditawari sebuah pekerjaan di museum zoologi di Jenewa. Salah satu artikelnya. Piaget dipaksa untuk merahasiakan usianya yang masih muda. terkenal karena teori perkembangan kognitifnya. Beberapa kali. yang ia tulis saat berumur lima belas tahun. Menurut Erik erikson mengatakan bahwa perkembangan itu memiliki prinsip epigenetik . Banyak editor menganggap penulis muda tidak memiliki kredibilitas.) Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan). terutama dalam hal ilmu pengetahuan alam. 2) Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu. menginspirasi penelitiannya terhadap kerang-kerangan. Saat dia berumur sebelas tahun. Jean Piaget lahir pada 9 Agustus 1896 di Neuchatel. ia menolak tawaran itu untuk melanjutkan pendidikannya. seorang pria yang berdedikasi pada penelitian dan pekerjaannya. Perkembangan Psikososial merupakan Proses perkembangan mental emosional seseorang dalam usahanya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pengalamanpengalamanya. masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. tulisannya tentang burung gereja ―albino` diterbit kan — yang pertama dari ratusan artikel dan lebih dari lima puluh buku. 4) Kerajinan vs Inferioritas . Swiss. Pada tahap kedua adalah tahap anusotot (anal-mascular stages). saat memberikan karyanya untuk diterbitkan dalam berbagai redaksi majalah. Salah satu tugas yang diperlukan Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 7 . Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. sejak kanak-kanak dia sangat suka belajar. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Tahap ini berlangsung pada masa oral. Masa kanak-kanak Jean Piaget banyak dipengaruhi oleh apa yang ia lihat pada ayahnya. yaitu : 1. kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun.Apa yang dilakukannya untuk membantu mengategorikan koleksi museum zoologi Neuchatel.Profil umun tentang Jean Piaget adalah seorang psikolog dan pendidik berkebangsaan Swiss. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun. Ada 8 tahap perkembangan menurut erikson. 3) Inisiatif vs Kesalahan Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Karenanya. Perkembangan individu meliputi perkembangan psikososial dan psikoseksual . Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. maksudnya adalah prinsip ini menjelaskan bahwa kehidupan organisme yang baru itu berkembang dari sumber yang memiliki identitas yang tidak berbeda dengan organisme yang baru dan bagaimana pun perkembangannya itu bertahap. Swiss.

terutama saat buang air besar. membandel. Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. mengompol. terutama saat menyusu. 5) Identitas vs Kekacauan Identitas. 2) Tahapan Anal ( 1-3 tahun ). Objek sosial terdekat adalah ibu. Yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. iya juga memiliki dampak yang negatif.dalam tahap ini ialah mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. 7) Generativitas vs Stagnasi. mulut sebagai sumber kenikmatan erotis maka anak akan menikmati peristiwa menyusui dari sang ibu . dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh. bersikap rakus. gejala perasaan iri hati. Erik Erikson lahir di kota Frankfurt.1.Erikson adalah seorang Freudian dan penulis utama psikologi ego.6) Keintiman vs Isolasi. Profil umum tentang Erik Erikson . salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). Jerman tanggal 15 Juni 1902. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 8 . seperti makan atau minum susu. seperti : anak akan menampilkan pribadi yang kurang mandiri. yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Hubungan sosial lebih bersifat fisik. Freud berpendapat bahwa perkembangan kepribadian manusia sebagian besar ditentukan oleh perkembangan seksualitasnya. selalu bergantung kepada orang lain. Ketidakpuasan pada masa oral akan menimbulkan gejala regresi ( kemunduran ). Adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. selalu meminta perhatian dari orang lain. pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja).dan menerima gagasan tentang ego yang didukung oleh para pendukung setia Freudian . Selain itu juga berdampak kepada perkembangan kepribadian anak seperti : merasa kurang aman. Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus. 8) Integritas vs Keputusasaan. Artinya erikson pada dasarnya menerima gagasan Freud termasuk gagasan yang belum pasti seperti oedipal complex . haus perhatian dari orang lain . Perkembangan kepribadian berlangsung melalui tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual yaitu tahapan periode perkembangan seksual yang sangat mempengaruhi kepribadian masa dewasa.3 Perkembangan Psikoseksual . melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego. dll . Erikson memandang identitas ego sebagai polarisasi dari seseorang itu menurut perasaan dirinya sendiri dan apa seseorang itu menurut anggapan orang lain. egosentris . Reaksi dari kedua gejala itu dapat dinyatakan dalam beberapa tingkah laku seperti : mengisap jempol. dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Bagi anak yang mengalami kepuasan yang lebih padahal ini . Tahapan perkembangan menurut Freud : 1) Tahapan Oral ( 0-1 tahun ). Tahapan oral berorientasi di mulut.

karena segala sesuatu yang terkait dengan seks dihambat atau di repres. tidak buang air kecil sembarangan . Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex. belum berorientasi ke luar atau memperhatikan orang lain. Dengan kata lain masa ini adalah periode tertahannya dorongan sex dan agresif. Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Selama masa ini anak mengembangkan kemampuan bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah . yaitu : cara pelatihan yang keras akan berdampak : bersikap berlebihan dalam ketertiban atau kebersihan .Pada masa ini terjadi perkembangan berbagai aspek psikologis. Anak memindahkan pust kenikmatannya pada daerah kelamin.4) Tahapan Latensi ( 5-12 tahun ) Ini adalah masa tenang. Pada tahap ini orang tua mengembangkan latihan kebersihan yang disebut dengan Toilet Training . dsb. Ia beranggapan untuk memahami kepribadian manusia . Pada tahap ini anak akan mengalami ketegangan ketika duburnya penuh dengan ampas makanan dan peristiwa buang air besar yang di alami anak merupakan proses pelepasan ketegangan dan pencapaian ketegangan. Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral. mulai menaruh perhatian untuk berteman namun mereka belum naruh perhatian yang khusus kepada lawan jenis. stereotif atau kurang kreatif . psikologi kesadaran tidaklah mencukupi. bermain. penakut . Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.3 Profil Tentang Sigmund Freud . Pada anak lakilaki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. Ia mengikuti Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 9 . terutama terkait dengan iklim kehidupan sosiopsikologi keluarga atau perlakuan orang tua kepada anak.1. Lawrence Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. cara itu juga memiliki dampak tersendiri bagi perkembangan anak. Freud menganggap bahwa kesadaran hanya merupakan sebahagian kecil saja dari seluruh kehidupan psikis. orang harus menjelajah secara mendalam ke daerah ketidaksadaran. 3) Tahapan Falik ( 3-5 Tahun ). yang merupakan dasar dari perilaku etis. sifat lebih mementingkan diri sendiri. bersikap kikir. Ada beberapa cara orang tua untuk memberikan latihan ini . olahraga .Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training. tidak ngompol. 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Pada tahap ini anak juga di tuntut hidup bersih. walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif. Kohlberg sampai pada pandangannya setelah 20 tahun melakukan wawancara yang unik dengan anak-anak. mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Sigmund freud disebut juga sebagai Bapak Psikoanalisa yang lahir di Moravia . Tahapan ini merupakan masa tentang seksual. Perkembangan Moral Menurut Kohlberg adalah proses belajar menyesuaikan dengan norma perilaku yang diterima lingkungan masyarakat/ budaya dimana seseorang itu hidup. Pada tahap ini anak masih bersifat ―selfish‖. rasa senang dan nikmat..

Keenam tahapan perkembangan moral dari Kolhlberg dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional. Penalaran konvensional adalah tingkat kedua atau tingkat menengah dari teori perkembangan moral Kohlberg. Anak-anak taat bila mereka ingin taat dan bila yang paling baik untuk kepentingan terbaik adalah taat. menjajaki pilihan-pilihan. Internalisasi individu pada tahap ini adalah menengah.Tahap 3: Norma-norma interpersonal. moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. konvensional. Ia terkenal karena karyanya dalam pendidikan. tetapi nilai-nilai seperti kebebasan lebih penting dari pada hukum. penalaran. Pada tingkat ini. dan Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 10 .Tingkat 3) Penalaran Pasca Konvensional. tetapi mereka tidak mentaati standar-standar (internal) orang lain. dan kewajiban. Bila menghadapi konflik secara hukum dan suara hati. pertimbangan moral didasarkan atas pemahaman aturan sosial. walaupun keputusan itu mungkin melibatkan resiko pribadi. Penalaran pascakonvensional adalah tingkat tertinggi dari teori perkembangan moral Kohlberg. Seorang mengenal tindakan moral alternatif. Anak anak sering mengadopsi standar-standar moral orangtuanya pada tahap ini. keadilan. New York. Ia menjabat sebagai profesor di Universitas Chicago serta Universitas Harvard. (lahir di Bronxville.Tahap 6: Prinsip-prinsip etis universal. pada tahap ini seseorang telah mengembangkan suatu standar moral yang didasarkan pada hak-hak manusia yang universal. Profil tentang Kohlberg. dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi. Pada tahap ini. sambil mengharapkan dihargai oelh orangtuanya sebagai seorang perempuan yang baik atau laki-laki yang baik. Pada tahap ini perkembangan moral didasarkan atas hukuman. Apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa yang dianggap menghasilkan hadiah.Tahap 2: Individualisme dan tujuan adalah tahap kedua dari teori ini. hukum-hukum. Seorang mentaati standar-standar (internal) tertentu. seperti orangtua atau masyarakat. Tingkat 1) pra konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak. Tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal dalam perkembangan moral adalah Tahap 1 : Orientasi hukuman dan ketaatan ialah tahap pertama dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Seseorang menyadari hukum penting bagi masyarakat. pada tahap ini seseorang menghargai kebenaran.perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget.Tahap 4: Moralitas sistem sosial.Tingkat 2 )Penalaran Konvensional. Anak-anak taat karena orang-orang dewasa menuntut mereka untuk taat. 25 Oktober 1927 – meninggal 19 Januari 1987 pada umur 59 tahun) . Pada tahap ini penalaran moral didasarkan pada imbalan dan kepentingan diri sendiri.Tahap 5: Hak-hak masyarakat versus hakhak individual. pada tahap ini seseorang mengalami bahwa nilai-nilai dan aturan-aturan adalah bersifat relatif dan bahwa standar dapat berbeda dari satu orang ke orang lain. dan kesetiaan pada orang lain sebagai landasan pertimbangan-pertimbangan moral. Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung. seseorang akan mengikuti suara hati. Amerika Serikat. Tahapantahapan perkembangan moral. dan pasca-konvensional. kepedulian. walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini.

Birch (1986) mengemukakan adanya pola gaya tingkah laku yang sifatnya individual. Risiko Tinggi dalam Hereditas (turunan) Dalam hal ini dimaksudkan semua unsure yang berhubungan dengan faktor genetic yang memungkinkan terjadinya kelainan tingkah laku. atau keadaan yang sebaliknya. ketidaksesuaian. Pada Perang Dunia II. Di kapal itu.1. dan tiba-tiba regresi. Anthony (1968) mendasarkan penelitiannya pada anak-anak yang mempunyai salah satu atau kedua orang tuanya skizofrenia (kurang waras) dan ternyata 18% dari sampel menjadi seperti orang tua mereka. Ada beberapa tempramen yang tidak langsung menyebbkan kelainan. Ada 5 macam risiko yang dapat merupakan penyebab kelainan tingkah laku. yaitu unsure individu dan unsur lingkungan.1. ia dan teman-temannya sekapal memutuskan untuk membantu orang-orang Yahudi yang berusaha melarikan diri dari Eropa ke Palestina. respons menarik diri. Tanda fisis misalnya hidung mancung. temanteman. Mereka berhasil dengan menyelundupkan orang-orang itu di kargo pisang dan dengan demikian mengelabui inspektur pemerintah yang melaksanakan blokade Britania di daerah itu. mood yang negatif dalam intensitas yang Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 11 . Karyanya ini telah diperluas dan dimodifikasi oleh sejumlah pakar. raut muka cantik/cakap. Hal ini dimiliki sejak lahir dan dapat mempengaruhi perkembangan anak. curiga. Dalam hal tempramen (gaya tingkah laku seseorang).perkembangan moral. sebuah SMA swasta yang terkenal. Dengan demikian berarti kepekaan untuk bertingkah laku lain dari yang lain telah ditentukan secara genetis.3 Faktor-Faktor Kelainan tingkah Laku Yang paling berperan dalam mempengaruhi terjadinya kelainan tingkah laku. sedangkan faktor lingkungan hanya tinggal mencetuskannya saja. Anak-anak ini pada masa anakanaknya menunjukkan tingkah laku menarik diri. setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya. dan sebagainya. Konstitusi ini menyangkut tanda-tanda fisis dan tempramen. tetapi merupakan predictor dari timbulnya kelainan tingkah laku (misalnya ketidakteraturan. Chese. mata jeli. Lawrence Kohlberg dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya dan belajar di Akademi Phillips. seperti misalnya Carol Gilligan.3 Risiko Tinggi Faktor Bawaan (konstitusional) Setiap orang dilahirkan dengan kondisi (faktor bawaan) yang unik. Sebagai pengikut teori perkembangan kognitif Jean Piaget. karya Kohlberg mencerminkan dan bahkan memperluas karya pendahulunya.lingkungan cenderung memberikan respons positif terhadap anak-anak yang menarik daripada terhadap anak yang mempunyai kelainan. Thomas. ia mendaftar sebagai ahli mesin di sebuah kapal perang. misalnya dalam bentuk kualitas hubungan anak dengan orang tua.

1. Dengan sikap menolak. 2) Kelainan hubungan antara orang tua dengan anak. ingin menguasai. Untuk mengetahui apakah tempramen mempunyai andil dalam kelainan tingkah laku seseorang. Bowlby (1951) menyatakan bahw auntuk mendapatkan kesejahteraan jiwa. 3) Kelainan dalam keluarga (family pathology). sehingga anak seperti ini tidak pernah mendapatkan pengawasan dan mudah menjadi nakal. Anak sangat peka terhadap suasana yang diakibatkan oleh orang tua yang terganggu atau yang mengganggunya.3 Risiko Tinggi Faktor Lingkungan Dalam hal ini dimaksudkan hal-hal dalam lingkunagn yang dianggap mengandung risiko tinggi untuk terjadinya kelainan tingkah laku. yaitu anak yang tidak patuh. maka akan timbul sindrom overproteksi. agresif. kemesraan. yaitu: 1) Lingkungan nonfamiliak (tidak mengandung suasana kekeluargaan). Pada anak akan didapatkan penyesuaian yang salah akibat orang tua yang terlalu mengabdikan diri padda anak sehingga melupakan pengembangan dirinya sebagai orang tua atau sebaliknya terlalu banyak menuntut dari anak. maka akan terjadi anak dengan indulged type. yakni di samping mengalami keadaan terpisahkan dari orang tua. keiskinan dan malnutrisi. dapat menyebabkan gangguan/kekacauan dalam vectoral relationship. diperlukan suatu penelitian tentang hubungan tempramen tertentu yang dimiliki anak tersebut dengan lingkungannya. akan memupuk ketergantungan yang berlebihan. pasif. isolasi sosial dan budaya. Penelitian Spitz membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di suatu lembaga akan mengalami depriasi. maka kontak dan perhatian pada anak sangat kurang atau bahkan tidak ada. Sikap umum dari orang tua terhadap anak ialah menerima atau menolak. juga menderita kekurangan rangsangan sensoris. Sebaliknya bila sikap menerima ditunjukkan dengan cara memberi kebebasan penuh pada anak. hubungan yang buruk dengan teman sebaya. maka suatu kelainan tingkah laku dapat saja dijangkitkan melalui hubungan orang tua dengan anak. Orang tua yang secara psikologis tidak berhasil untuk berkembang. dan beringkah laku antisosial. dan sebagainya. Bila terdapat sikap yang berlebihan. banyak menuntut. dan hubungan yang erat dari tokoh ibu (pengganti ibu) pada masa awal dari kehidupannya. Depriasi pada masa dini merupakan kuncu terjadinya kelainan tingkah laku.tinggi). seseorang hendaknya mendapatkan kehangatan. Orang tua yang menerima anak tetapi dengan cara menguasainya (otokratik). 4) Orang tua yang sakit. Demikian pula karena di dalam keluarga terjadi penerusan nilai-nilai norma-budaya.4 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 12 .

penyakit. agar mereka dapat mengubah cara bersikap dan bertindak terhadap anaknya.5 a. maupun dari dalam lingkungannya. seringkali terpaksa dibutuhkan pertolongan sepenuhnya dari ahli lain atau diberikan secara bekerja sama (interdisiplinair). atau orang lain yang berhubungan dengan anak. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 13 .Risiko Tinggi dalam Situasi dan Pengalaman Contoh umum situasi yang dapat mempunyai nilai risiko untuk terjadinya kelainan tingkah laku ialah keadaan perpisahan (separation). Psikoterapi b. sedangkan Rutter menemukan bahwa gangguan tingkah laku biasanya belum muncul dalam 5 tahun setelah kematian orang tua. tetapi terkadang terjadi interupsi yang menimbulkan ketidak-seimbangan dan maladapsi.4 Penatalaksanaan Masalah 1. Kesimpulan tegas mengenai sebab dari suatu kelainan tingkah laku tidaklah mudah. Perubahan cara mendidik juga dapat diharapkan dari guru. Langsung Terhadap anak diberikan secara langsung seperti misalnya: a. Penyaluran Oleh karena keadaan tertentu.5 3. dan berbagai trauma psikis. Adanya masa perkembangan yang panjang dan memungkinkan manusia memperkaya diri. Terhadap saudarasaudara. Adanya risiko tinggi dari kedua unsure tersebut. Ahli lain misalnya psikiater. Tidak Langsung Terapi dilakukan terhadap orang tua.4 Risiko Tinggi dalam Perkembangan Di dalam psikologi perkembangan dikenal adanya periode kritis (critical periode) yaitu saat di mana masa depan dari pola tingkah laku anak tersebut ditentukan. dapat pula diberikan petunjuk agar memperlihatkan sikap dan perlakuan setepat-tepatnya terhadap anak. Situasi dan pengalaman yang mempunyai risiko tinggi lainnya adalah perawatan di rumah sakit. memudahkan timbulnya kelainan tingkah laku. Play therapy c. Behaviour therapy 2. dokter anak. Gregory dalam penelitiannya menemukan banya delikuensi pada anak yang kehilangan ayahnya. pedagog. dan lain-lain. Setiap kelainan tingkah laku dapat dicari sebabnya dari dalam diri anak. neurology. pengasuh. Pada individu tertentu yang peka terhadap interupsi ni dapat terjadi keadaan yang berakibat lanjur menjadi kelainan psikiatris.

Kesimpulan Pada jenjang perkembangan remaja. misalnya Sekolah Pendidikan Luar Biasa (SPLB). dengan berbagai golongannya. Perkumpulan kesenian. maka hal ini akan berakibat positif terhadap penilaian diri. Oleh karena itu. perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya. olahraga. Lembaga/instasi yang berhubungan dengan anak. sekolah lain sesuai dengan bakat anak (missal Sekolah Teknik). Hal ini akan menimbulkan kegusaran batin yang mendalam karena pada masa remaja ini. Bila sang remaja mengerti badannya telah memenuhi persyaratan. psiko dan social dapat mempengaruhi kelainan tingkah laku.b. Berdasarkan scenario dapat menyatakan bahwa factor biologis. dan sebagainya. Jadi remaja sendiri merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai stimulus sosial karena perkembangan remaja sangat dipengarunhi oleh fisik dan lingkungan sekitarnya. seorang remaja mempunyai proporsi tubuh yang tidak seimbang.. tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. untuk sementara waktu. Perkembangan atau pertumbuhan anggota-anggota badan remaja kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan badan. Dinas sosial. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 14 .Seorang remaja bukan saja memerlukan orang lain demi memenuhi kebutuhan pribadinya. sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya.

Kesehatan remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Psikologi Remaja : Dimensi-Dimensi Perkembangan. 56-70. S. Bandung : PT. Hal. Edisi 5. 3. Dalam: Sudoyo AW. 2. Simadibrahata M. Setiyohadi B.93-6. D. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Buku kuliah ilmu kesehatan anak. 5. 2004. Alwi I. 156-7. Jilid 1. Remaja Rosdakarya. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 15 . Hal.2009. Sulaeman.W. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI.Bandung: CV Mandar Maju. Jilid I. Psikologi Remaja. Setiati S. Sarwono. 4. Setiyohadi B.Hal.Daftar Pustaka 1. Syamsu Yusuf. Buku ajar ilmu penyakit dalam.hal 213-25.Hal 46-50. 2007. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI.2010.65-70. editor. Jakarta: InternaPublishing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful