Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Remaja

Maria Sunvratys 102011313 B5 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510 email : sunvratysmaria@yahoo.co.id

Pendahuluan
Pertumbuhan adalah perubahan secara psikologis sebagai hasil dari kematangan fungsi-fungsi fisik yanng berlangsung secara normal pada anak sehat dalam waktu tertentu. Contohnya bertanbah tinggi, banyak tulang behubunngan denngan jasmani). Sedangkan perkembangan : proses kematangan fungsi-fungsi non fisik. Masa Remaja adalah yang sangat menentukan,karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan psikis dan fisiknya dimana pada masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Adapula ahli psikologi yang menganggap masa remaja sebagai peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yaitu saat-saat ketika anak tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa.

Definisi Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.1

Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja

1

Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan.Kematangan seksual terjadi seiring perkembangan karakteristik seksual primer dan sekunder. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. lemak dan vitamin. yang dengan memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya. tetapi juga dengan lawan jenis. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. pinggang dan pinggul melebar. dengan orang dewasa. lebih matang. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 2 . Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. maupun psikologis. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. dan Teori Pertumbuhan dan Perkembangan Kaum Remaja Perkembangan fisik merupakan pertumbuhan system dan jaringan tubuh serta penyempurnaan terjadi dengan cepat pada masa remaja. perkembangan sistem reproduksi dan karakteristik seks sekunder yang ditandai dengan menarche. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. berat badan.Ciri-Ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. yaitu : peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Selain itu remaja putri juga memerlukan tambahan makanan yang banyak mengandung zat besi karena remaja putri akan mengalami perdarahan setiap bulan melalui proses menstruasi. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh pada konsep diri remaja. Fokus utama perubahan fisik khususnya pada remaja putri adalah pertumbuhan tulang dan otot.1 Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. perlu diperhatikan masalah gizi pada remaja . Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. Untuk mendukung pertumbuhan jasmani yang optimal. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Dari segi kondisi sosial. pertumbuhan rambut diketiak maupun pubis. protein. payudara membesar. pencernaan.

Akibat pengaruh hormon androgen. yakni bahu lebih lebar. kemudian 2 tahun berikutnya mengalami penurunan kecepatan. terjadi pertumbuhan panggul remaja perempuan.2 Perkembangan Tulang. sehingga masa prapubertas laki-laki lebih lama 2 tahun dan pada awal pacu tumbuh.5 tahun. rata-rata kecepatan pertambahan tinggi badan perempuan adalah 5. Pada umumnya. Hormon androgen sangat berperan pada pertumbuhan massa otot dan kekuatan otot. tetapi karena pertumbuhan badan badan remaja perempuan lebih kecil daripada laki-laki.Semua otot mengalami pertumbuhan selama masa pubertas. Pada akhirnya. sedangkan setelah tercapainya PHV kecepatan pertambahan tinggi remaja perempuan mencapai 8 cm/tahun sampai 6 – 12 bulan sebelum menarche. pinggul lebih sempit. Sebelum pacu tumbuh. maka akan tampak panggul remaja perempuan lebih besar daripada panggul remaja laki-laki. terutama pada laki-laki.5 tahun. remaja laki-laki lebih tinggi 10 cm daripada remaja perempuan. sedangkan pada remaja perempuan tidak pernah Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 3 . rata-rata pacu tumbuh adalah pada usia 9 tahun dan PHV sekitar 11.Pertumbuhan jaringan lemak pada remaja laki-laki berbeda dari remaja perempuan. apalagi bila disertai latihan dan olahraga.Perkembangan tinggi badan dan berat badan pada masa remaja terjadi percepatan pertumbuhan tinggi badan yang disebut pacu tumbuh (height spurt) sehingga mencapai kecepatan puncak tinggi badan (peak height velocity. otot dan jaringan lemak pada masa remaja. Sebelum pacu tumbuh. karena pada laki-laki penutupan epifisis terlambat 2 tahun dibandingkan perempuan. Pada laki-laki. PHV) selama 2 tahun yang diikuti dengan penurunan kecepatan badan selama 3 tahun. Selama pubertas. kekuatan otot akan bertambah terus sampai usia 25 tahun. rata-rata kecepatan pertambahan tinggi badan laki-laki adalah 5 cm/tahun. terutama pada daerah anggota gerak. maka akan tampak ciri khas remaja laki-laki. rata-rata pacu tumbuh adalah pada usia 11 tahun dan PHV sekitar 13. remaja laki-laki mengalami mengalami penurunan jaringan lemak selama pubertas.5 cm/tahun. Apalagi dengan adanya pandangan saat ini bahwa badan yang langsing merupakan badan yang ideal. remaja laki-laki akan lebih tinggi daripada remaja perempuan. karena berat badan menggambarkan jumlah massa berbagai jaringan tubuh.Pertambahan berat badan tidak mencerminkan perubahan pertumbuhan yang substantif. yang walaupun secara kuantitatif sama dengan pertumbuhan panggul laki-laki. Selain itu PHV laki-laki juga lebih besar daripada PHV perempuan. sedangkan setelah tercapainya PHV kecepatan pertambahan tinggi remaja laki-laki mencapai 9 cm/tahun.Pada remaja perempuan. serta tungkai lebih panjang.Pada remaja laki-laki. sehingga berat badan normal seringkali tidak tercapai.

bahkan terjadi penambahan jaringan lemak yang kontinyu. sehingga dicapai bentuk tubuh perempuan dewasa. yaitu dehidroepiandosteron (DHEA) dan dehidroepiandosteron sulfat (DHEAS) dan andostenedion. Tanner membuat klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual (TMS) remaja dalam 5 stadium yaitu TMS 1 sampai 5. Rambut atau bulu tubuh yang terakhir tumbuh pada remaja laki-laki adalah bulu dada.FSH dan LH juga dihasilkan oleh laki-laki. Testoteron juga akan merangsang pertumbuhan tulang krikoid dan tiroid serta otot laring. TMS 1 dan 2 merupakan masa remaja awal. dan penis) pada anak-anak masih lambat. Endometrium juga akan menebal dan berdiferensiasi sebagai persiapan menstruasi dan proses kehamilan dan persalinan. 2 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 4 . Selain FSH. dan TMS 5 merupakan masa remaja lanjut dan maturasi seksual penuh (Tabel 1 dan 2). Umur mulai disekresikannya androgen adrenal disebut adreanarche. serta merangsang pembesaran klitoris dan uterus. Akumulasi lemak pada remaja perempuan terutama terdapat pada anggota gerak. merangsang penebalan mukosa vagina. TMS 3 dan 4 merupakan masa remaja menengah. tubuh bagian bawah dan paha bagian belakang. kemudian juga ke dagu. Fungsi FSH adalah merangsang pertumbuhan ovarium. sehingga remaja laki-laki akan mengalami perubahan suara menjadi berat dan dalam.2 Perkembangan Organ Reproduksi. yang terjadi beberapa tahun sebelum pubertas. vaskularisasi. meningkatkan pigmentasi. Selain rambut pubis.Perkembangan organ reproduksi perempuan terjadi atas pengaruh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium sebagai respons terhadap FSH (follicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh hipofisis. Efek lain dari estrogen adalah meningkatkan deposit glikogen di dalam sel mukosa vagina sehingga pertumbuhan bakteri Doederlein akan meningkat dan suasana vagina menjadi asam.Selain testoteron. payudara. testis. dan erotisasi labia majora. Sedangkan fungsi estrogen adalah merangsang perkembangan payudara. Pertumbuhan organ reproduksi (rambut pubis. dan akan mengalami pacu tumbuh yang pada masa pubertas. Pubertas pada laki-laki sering diikuti oleh pengalaman ejakulasi yang merupakan respons terhadap masturbasi. hipofisis juga akan menghasilkan luteinizing hormone (LH) yang berfungsi merangsang produksi progesteron oleh ovarium. FSH berfungsi pada pematangan sel Leydig di dalam testis yang kemungkinan atas pengaruh LH akan menghasilkan testosterone.kehilangan masa lemak selama pubertas. pada remaja laki-laki juga akan tumbuh raut wajah yang mula-mula akan timbul di sudut bibir atas yang akan menyebar ke medial. adrenal juga menghasilkan androgen lemah.

Klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual Remaja Perempuan2 TMS 1 2 3 4 5 Rambut Pubis Praremaja Jarang.Tabel 1. lebih sedikit. pigmen sedikit Sedikit. tersebar sampai medial paha Payudara Praremaja Menonjol seperti bukit kecil. sistem-sistem ini adalah berbeda-beda daripada sistem logikal yang digunakan oleh orang dewasa. kasar Tersebar ke medial paha Penis Praremaja Sedikit membesar Lebih panjang Testis Praremaja Skrotum membesar. pigmen sedikit. panjang. Klasifikasi Tingkat Maturasi Seksual Remaja Laki-laki2 TMS 1 2 3 4 5 Rambut Pubis Belum ada Sedikit. mulai ikal Tipe dewasa. keriting. papila menonjol Tabel 2. areola melebar Membesar. maka beliau merumuskan bahawa wujud sistem logikal yang mudah dan teratur yang mendasari pemikiran kanakkanak. sistem-sistem ini seharusnya didefinisikan dan dibahagi mengikut ciri-ciri yang tersendiri.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 5 . jumlah bertambah Kasar. Pemerhatian beliau terhadap kanak-kanak secara berterusan termasuk pemeriksaan terhadap kesilapan anak-anak sendiri. ikal. atas medial labia Lebih hitam. merah muda Lebih besar Ukuran glans bertambah Lebih besar.1. Piaget mengemukakan idea tentang pembentukan konsep kanak-kanak dan kecerdasan dengan mencadangkan bahawa penyelidik-penyelidik dapat belajar mengikut kemampuan perkembangan intelek yang didalami oleh kanak-kanak dengan berterusan. skrotum lebih gelap Ukuran dewasa Ukuran dewasa Perkembangan Kognitif menurut Piaget merupakan Perkembangan proses pikir dan kemampuan intelektual / inteligentif lainnya. tak ada kontur pemisah Areola & papila membentuk bukit kedua Matang. banyak Bentuk segitiga. gelap. Menurut piaget. Untuk memahami perkembangan. Piaget percaya fungi kecerdasan adalah untuk membanu menyesuaikan diri (adaptasi) kanak-kanak terhadap persekitaran.

Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar.1. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambargambar.Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. tanpa objek fisik di hadapan mereka. Bagi anak yang berada pada tahap ini. dll. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 6 .Tahap-tahap Perkembangan Menurut Piaget adalah 1) Tahap Sensori Motor . ―Pohon itu bergoyang-goyang mendorong daunnya dan daunnya jatuh. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. suara binatang. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif oranglain dengan kata lain anak melihat sesuatu hanya dari sisi dirinya. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. Seperti sorang anak yang mengatakan. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun. Mereka mengatakan mengetahui sesuatu tetapi mengetahuinya tanpa menggunakan pemikiran rasional. asal perpindahanya terlihat. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Yang berlangsung dari usia 7 hingga 11 tahun.‖ Sedangkan Intuitif adalah anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin mengetahui jawaban atas semua bentuk pertanyaan. Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif. Mulai muncul pemikiran egosentrisme. 3) Tahap operasional konkrit (concrete operational stage). Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol. animisme. memahami konsep promosi. kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif. 2)Tahap praoperasional . ide-ide.4) Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage). Animisme adalah keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualiatas semacam kehidupan dan dapat bertindak. dan intuitif. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan. Namun. astraksi dan generalisasi. Pada tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra). Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung.

3) Inisiatif vs Kesalahan Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Swiss. Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Banyak editor menganggap penulis muda tidak memiliki kredibilitas. terkenal karena teori perkembangan kognitifnya. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Ia menyelesaikan pendidikan ilmu pengetahuan alam di Universitas Neuchatel pada 1916 dan mendapat gelar doktoral untuk penelitian atas kerang-kerangan pada 1918. terutama dalam hal ilmu pengetahuan alam. Swiss. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. maksudnya adalah prinsip ini menjelaskan bahwa kehidupan organisme yang baru itu berkembang dari sumber yang memiliki identitas yang tidak berbeda dengan organisme yang baru dan bagaimana pun perkembangannya itu bertahap. Piaget dipaksa untuk merahasiakan usianya yang masih muda. saat memberikan karyanya untuk diterbitkan dalam berbagai redaksi majalah.Profil umun tentang Jean Piaget adalah seorang psikolog dan pendidik berkebangsaan Swiss. membuatnya ditawari sebuah pekerjaan di museum zoologi di Jenewa. Saat dia berumur sebelas tahun. 2) Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu. Salah satu tugas yang diperlukan Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 7 . sejak kanak-kanak dia sangat suka belajar. Tahap ini berlangsung pada masa oral. ia menolak tawaran itu untuk melanjutkan pendidikannya. yaitu : 1. kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Salah satu artikelnya.) Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan). Karenanya. tulisannya tentang burung gereja ―albino` diterbit kan — yang pertama dari ratusan artikel dan lebih dari lima puluh buku. Pada tahap kedua adalah tahap anusotot (anal-mascular stages).Apa yang dilakukannya untuk membantu mengategorikan koleksi museum zoologi Neuchatel. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun. Ia adalah anak seorang sejarawan. menginspirasi penelitiannya terhadap kerang-kerangan. Ada 8 tahap perkembangan menurut erikson. seorang pria yang berdedikasi pada penelitian dan pekerjaannya. Perkembangan Psikososial merupakan Proses perkembangan mental emosional seseorang dalam usahanya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pengalamanpengalamanya. yang ia tulis saat berumur lima belas tahun. Masa kanak-kanak Jean Piaget banyak dipengaruhi oleh apa yang ia lihat pada ayahnya. Perkembangan individu meliputi perkembangan psikososial dan psikoseksual . Menurut Erik erikson mengatakan bahwa perkembangan itu memiliki prinsip epigenetik . dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. Beberapa kali. masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. 4) Kerajinan vs Inferioritas . Jean Piaget lahir pada 9 Agustus 1896 di Neuchatel.

7) Generativitas vs Stagnasi.6) Keintiman vs Isolasi. Perkembangan kepribadian berlangsung melalui tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual yaitu tahapan periode perkembangan seksual yang sangat mempengaruhi kepribadian masa dewasa.dalam tahap ini ialah mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. gejala perasaan iri hati. selalu bergantung kepada orang lain. bersikap rakus. Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus. Freud berpendapat bahwa perkembangan kepribadian manusia sebagian besar ditentukan oleh perkembangan seksualitasnya. haus perhatian dari orang lain .Erikson adalah seorang Freudian dan penulis utama psikologi ego. Adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. dll . Reaksi dari kedua gejala itu dapat dinyatakan dalam beberapa tingkah laku seperti : mengisap jempol. Ketidakpuasan pada masa oral akan menimbulkan gejala regresi ( kemunduran ). melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego.1. seperti : anak akan menampilkan pribadi yang kurang mandiri. Erikson memandang identitas ego sebagai polarisasi dari seseorang itu menurut perasaan dirinya sendiri dan apa seseorang itu menurut anggapan orang lain. Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja). Profil umum tentang Erik Erikson . terutama saat menyusu. Yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Artinya erikson pada dasarnya menerima gagasan Freud termasuk gagasan yang belum pasti seperti oedipal complex . Erik Erikson lahir di kota Frankfurt. Jerman tanggal 15 Juni 1902. 5) Identitas vs Kekacauan Identitas. dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. 2) Tahapan Anal ( 1-3 tahun ).3 Perkembangan Psikoseksual . yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. selalu meminta perhatian dari orang lain. terutama saat buang air besar. egosentris . mulut sebagai sumber kenikmatan erotis maka anak akan menikmati peristiwa menyusui dari sang ibu . Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 8 .dan menerima gagasan tentang ego yang didukung oleh para pendukung setia Freudian . Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. Tahapan oral berorientasi di mulut. Tahapan perkembangan menurut Freud : 1) Tahapan Oral ( 0-1 tahun ). membandel. Bagi anak yang mengalami kepuasan yang lebih padahal ini . Hubungan sosial lebih bersifat fisik. seperti makan atau minum susu. Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh. 8) Integritas vs Keputusasaan. mengompol. Selain itu juga berdampak kepada perkembangan kepribadian anak seperti : merasa kurang aman. salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). iya juga memiliki dampak yang negatif. Objek sosial terdekat adalah ibu.

Ada beberapa cara orang tua untuk memberikan latihan ini .Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training. 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939.Pada masa ini terjadi perkembangan berbagai aspek psikologis. penakut . mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. dsb. Ia beranggapan untuk memahami kepribadian manusia . Ia mengikuti Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 9 . 3) Tahapan Falik ( 3-5 Tahun ). Kohlberg sampai pada pandangannya setelah 20 tahun melakukan wawancara yang unik dengan anak-anak.3 Profil Tentang Sigmund Freud . Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Selama masa ini anak mengembangkan kemampuan bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah . psikologi kesadaran tidaklah mencukupi. cara itu juga memiliki dampak tersendiri bagi perkembangan anak. bermain. Anak memindahkan pust kenikmatannya pada daerah kelamin.4) Tahapan Latensi ( 5-12 tahun ) Ini adalah masa tenang. olahraga . Perkembangan Moral Menurut Kohlberg adalah proses belajar menyesuaikan dengan norma perilaku yang diterima lingkungan masyarakat/ budaya dimana seseorang itu hidup. rasa senang dan nikmat. Pada tahap ini anak akan mengalami ketegangan ketika duburnya penuh dengan ampas makanan dan peristiwa buang air besar yang di alami anak merupakan proses pelepasan ketegangan dan pencapaian ketegangan. Pada anak lakilaki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. Sigmund freud disebut juga sebagai Bapak Psikoanalisa yang lahir di Moravia . belum berorientasi ke luar atau memperhatikan orang lain. Pada tahap ini orang tua mengembangkan latihan kebersihan yang disebut dengan Toilet Training . mulai menaruh perhatian untuk berteman namun mereka belum naruh perhatian yang khusus kepada lawan jenis. yang merupakan dasar dari perilaku etis. bersikap kikir. walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif. sifat lebih mementingkan diri sendiri. Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya. Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex. Lawrence Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. Tahapan ini merupakan masa tentang seksual. Pada tahap ini anak juga di tuntut hidup bersih. terutama terkait dengan iklim kehidupan sosiopsikologi keluarga atau perlakuan orang tua kepada anak. tidak buang air kecil sembarangan . Freud menganggap bahwa kesadaran hanya merupakan sebahagian kecil saja dari seluruh kehidupan psikis.. karena segala sesuatu yang terkait dengan seks dihambat atau di repres. stereotif atau kurang kreatif . Pada tahap ini anak masih bersifat ―selfish‖. orang harus menjelajah secara mendalam ke daerah ketidaksadaran. Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral. Dengan kata lain masa ini adalah periode tertahannya dorongan sex dan agresif.1. yaitu : cara pelatihan yang keras akan berdampak : bersikap berlebihan dalam ketertiban atau kebersihan . tidak ngompol.

Internalisasi individu pada tahap ini adalah menengah. keadilan. Penalaran konvensional adalah tingkat kedua atau tingkat menengah dari teori perkembangan moral Kohlberg. walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini. Anak anak sering mengadopsi standar-standar moral orangtuanya pada tahap ini. Bila menghadapi konflik secara hukum dan suara hati. Anak-anak taat karena orang-orang dewasa menuntut mereka untuk taat. Penalaran pascakonvensional adalah tingkat tertinggi dari teori perkembangan moral Kohlberg. Ia terkenal karena karyanya dalam pendidikan. pada tahap ini seseorang telah mengembangkan suatu standar moral yang didasarkan pada hak-hak manusia yang universal.Tahap 2: Individualisme dan tujuan adalah tahap kedua dari teori ini. Tingkat 1) pra konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak. sambil mengharapkan dihargai oelh orangtuanya sebagai seorang perempuan yang baik atau laki-laki yang baik.Tahap 3: Norma-norma interpersonal. dan Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 10 . pada tahap ini seseorang mengalami bahwa nilai-nilai dan aturan-aturan adalah bersifat relatif dan bahwa standar dapat berbeda dari satu orang ke orang lain. penalaran.Tahap 6: Prinsip-prinsip etis universal. 25 Oktober 1927 – meninggal 19 Januari 1987 pada umur 59 tahun) . seperti orangtua atau masyarakat. Apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa yang dianggap menghasilkan hadiah. Pada tingkat ini. menjajaki pilihan-pilihan. kepedulian. dan kewajiban. Pada tahap ini penalaran moral didasarkan pada imbalan dan kepentingan diri sendiri. tetapi mereka tidak mentaati standar-standar (internal) orang lain. Ia menjabat sebagai profesor di Universitas Chicago serta Universitas Harvard. Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung. Seseorang menyadari hukum penting bagi masyarakat. Profil tentang Kohlberg. dan kesetiaan pada orang lain sebagai landasan pertimbangan-pertimbangan moral. Tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal dalam perkembangan moral adalah Tahap 1 : Orientasi hukuman dan ketaatan ialah tahap pertama dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini perkembangan moral didasarkan atas hukuman. hukum-hukum.Tahap 4: Moralitas sistem sosial. New York. moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Tahapantahapan perkembangan moral. Pada tahap ini. walaupun keputusan itu mungkin melibatkan resiko pribadi. dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi. Seorang mentaati standar-standar (internal) tertentu.Tingkat 2 )Penalaran Konvensional. Amerika Serikat. dan pasca-konvensional.Tingkat 3) Penalaran Pasca Konvensional. konvensional. Anak-anak taat bila mereka ingin taat dan bila yang paling baik untuk kepentingan terbaik adalah taat. pada tahap ini seseorang menghargai kebenaran. (lahir di Bronxville. seseorang akan mengikuti suara hati. Seorang mengenal tindakan moral alternatif. Keenam tahapan perkembangan moral dari Kolhlberg dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional.Tahap 5: Hak-hak masyarakat versus hakhak individual. pertimbangan moral didasarkan atas pemahaman aturan sosial. tetapi nilai-nilai seperti kebebasan lebih penting dari pada hukum.perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget.

Dalam hal tempramen (gaya tingkah laku seseorang). ia dan teman-temannya sekapal memutuskan untuk membantu orang-orang Yahudi yang berusaha melarikan diri dari Eropa ke Palestina. respons menarik diri. Tanda fisis misalnya hidung mancung. Ada 5 macam risiko yang dapat merupakan penyebab kelainan tingkah laku. Lawrence Kohlberg dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya dan belajar di Akademi Phillips. Risiko Tinggi dalam Hereditas (turunan) Dalam hal ini dimaksudkan semua unsure yang berhubungan dengan faktor genetic yang memungkinkan terjadinya kelainan tingkah laku. tetapi merupakan predictor dari timbulnya kelainan tingkah laku (misalnya ketidakteraturan. Karyanya ini telah diperluas dan dimodifikasi oleh sejumlah pakar. Ada beberapa tempramen yang tidak langsung menyebbkan kelainan. Mereka berhasil dengan menyelundupkan orang-orang itu di kargo pisang dan dengan demikian mengelabui inspektur pemerintah yang melaksanakan blokade Britania di daerah itu. raut muka cantik/cakap. Birch (1986) mengemukakan adanya pola gaya tingkah laku yang sifatnya individual. ketidaksesuaian. setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya.1. curiga.3 Faktor-Faktor Kelainan tingkah Laku Yang paling berperan dalam mempengaruhi terjadinya kelainan tingkah laku.1.3 Risiko Tinggi Faktor Bawaan (konstitusional) Setiap orang dilahirkan dengan kondisi (faktor bawaan) yang unik. Sebagai pengikut teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Dengan demikian berarti kepekaan untuk bertingkah laku lain dari yang lain telah ditentukan secara genetis. sedangkan faktor lingkungan hanya tinggal mencetuskannya saja. mood yang negatif dalam intensitas yang Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 11 . misalnya dalam bentuk kualitas hubungan anak dengan orang tua. seperti misalnya Carol Gilligan. Thomas. ia mendaftar sebagai ahli mesin di sebuah kapal perang. temanteman.perkembangan moral. atau keadaan yang sebaliknya.lingkungan cenderung memberikan respons positif terhadap anak-anak yang menarik daripada terhadap anak yang mempunyai kelainan. mata jeli. Di kapal itu. dan sebagainya. yaitu unsure individu dan unsur lingkungan. sebuah SMA swasta yang terkenal. Anak-anak ini pada masa anakanaknya menunjukkan tingkah laku menarik diri. Konstitusi ini menyangkut tanda-tanda fisis dan tempramen. Anthony (1968) mendasarkan penelitiannya pada anak-anak yang mempunyai salah satu atau kedua orang tuanya skizofrenia (kurang waras) dan ternyata 18% dari sampel menjadi seperti orang tua mereka. Hal ini dimiliki sejak lahir dan dapat mempengaruhi perkembangan anak. karya Kohlberg mencerminkan dan bahkan memperluas karya pendahulunya. Chese. dan tiba-tiba regresi. Pada Perang Dunia II.

seseorang hendaknya mendapatkan kehangatan. maka kontak dan perhatian pada anak sangat kurang atau bahkan tidak ada. Bila terdapat sikap yang berlebihan. maka akan timbul sindrom overproteksi. yakni di samping mengalami keadaan terpisahkan dari orang tua. dapat menyebabkan gangguan/kekacauan dalam vectoral relationship. Orang tua yang secara psikologis tidak berhasil untuk berkembang. hubungan yang buruk dengan teman sebaya. yaitu: 1) Lingkungan nonfamiliak (tidak mengandung suasana kekeluargaan). banyak menuntut. 2) Kelainan hubungan antara orang tua dengan anak. 4) Orang tua yang sakit. maka akan terjadi anak dengan indulged type. Untuk mengetahui apakah tempramen mempunyai andil dalam kelainan tingkah laku seseorang. Dengan sikap menolak. kemesraan. maka suatu kelainan tingkah laku dapat saja dijangkitkan melalui hubungan orang tua dengan anak. Sebaliknya bila sikap menerima ditunjukkan dengan cara memberi kebebasan penuh pada anak. Orang tua yang menerima anak tetapi dengan cara menguasainya (otokratik). Anak sangat peka terhadap suasana yang diakibatkan oleh orang tua yang terganggu atau yang mengganggunya. 3) Kelainan dalam keluarga (family pathology). agresif. Pada anak akan didapatkan penyesuaian yang salah akibat orang tua yang terlalu mengabdikan diri padda anak sehingga melupakan pengembangan dirinya sebagai orang tua atau sebaliknya terlalu banyak menuntut dari anak. keiskinan dan malnutrisi. isolasi sosial dan budaya. akan memupuk ketergantungan yang berlebihan. Depriasi pada masa dini merupakan kuncu terjadinya kelainan tingkah laku. juga menderita kekurangan rangsangan sensoris. yaitu anak yang tidak patuh.3 Risiko Tinggi Faktor Lingkungan Dalam hal ini dimaksudkan hal-hal dalam lingkunagn yang dianggap mengandung risiko tinggi untuk terjadinya kelainan tingkah laku.tinggi). Penelitian Spitz membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di suatu lembaga akan mengalami depriasi. sehingga anak seperti ini tidak pernah mendapatkan pengawasan dan mudah menjadi nakal.1. Demikian pula karena di dalam keluarga terjadi penerusan nilai-nilai norma-budaya. pasif. dan beringkah laku antisosial.4 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 12 . Bowlby (1951) menyatakan bahw auntuk mendapatkan kesejahteraan jiwa. Sikap umum dari orang tua terhadap anak ialah menerima atau menolak. dan hubungan yang erat dari tokoh ibu (pengganti ibu) pada masa awal dari kehidupannya. ingin menguasai. diperlukan suatu penelitian tentang hubungan tempramen tertentu yang dimiliki anak tersebut dengan lingkungannya. dan sebagainya.

dokter anak. Adanya masa perkembangan yang panjang dan memungkinkan manusia memperkaya diri. penyakit. Pada individu tertentu yang peka terhadap interupsi ni dapat terjadi keadaan yang berakibat lanjur menjadi kelainan psikiatris. Langsung Terhadap anak diberikan secara langsung seperti misalnya: a. Adanya risiko tinggi dari kedua unsure tersebut. Behaviour therapy 2. Psikoterapi b. Gregory dalam penelitiannya menemukan banya delikuensi pada anak yang kehilangan ayahnya. seringkali terpaksa dibutuhkan pertolongan sepenuhnya dari ahli lain atau diberikan secara bekerja sama (interdisiplinair). Ahli lain misalnya psikiater.4 Risiko Tinggi dalam Perkembangan Di dalam psikologi perkembangan dikenal adanya periode kritis (critical periode) yaitu saat di mana masa depan dari pola tingkah laku anak tersebut ditentukan.4 Penatalaksanaan Masalah 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 13 . sedangkan Rutter menemukan bahwa gangguan tingkah laku biasanya belum muncul dalam 5 tahun setelah kematian orang tua. pengasuh.Risiko Tinggi dalam Situasi dan Pengalaman Contoh umum situasi yang dapat mempunyai nilai risiko untuk terjadinya kelainan tingkah laku ialah keadaan perpisahan (separation). Kesimpulan tegas mengenai sebab dari suatu kelainan tingkah laku tidaklah mudah. Terhadap saudarasaudara.5 3. tetapi terkadang terjadi interupsi yang menimbulkan ketidak-seimbangan dan maladapsi.5 a. Situasi dan pengalaman yang mempunyai risiko tinggi lainnya adalah perawatan di rumah sakit. Penyaluran Oleh karena keadaan tertentu. Setiap kelainan tingkah laku dapat dicari sebabnya dari dalam diri anak. Perubahan cara mendidik juga dapat diharapkan dari guru. dan berbagai trauma psikis. dan lain-lain. dapat pula diberikan petunjuk agar memperlihatkan sikap dan perlakuan setepat-tepatnya terhadap anak. agar mereka dapat mengubah cara bersikap dan bertindak terhadap anaknya. Tidak Langsung Terapi dilakukan terhadap orang tua. pedagog. maupun dari dalam lingkungannya. Play therapy c. atau orang lain yang berhubungan dengan anak. memudahkan timbulnya kelainan tingkah laku. neurology.

dan sebagainya. Oleh karena itu. misalnya Sekolah Pendidikan Luar Biasa (SPLB). dengan berbagai golongannya. Hal ini akan menimbulkan kegusaran batin yang mendalam karena pada masa remaja ini. Dinas sosial. untuk sementara waktu.. Jadi remaja sendiri merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai stimulus sosial karena perkembangan remaja sangat dipengarunhi oleh fisik dan lingkungan sekitarnya.Seorang remaja bukan saja memerlukan orang lain demi memenuhi kebutuhan pribadinya. maka hal ini akan berakibat positif terhadap penilaian diri. Kesimpulan Pada jenjang perkembangan remaja. sekolah lain sesuai dengan bakat anak (missal Sekolah Teknik). Berdasarkan scenario dapat menyatakan bahwa factor biologis. Bila sang remaja mengerti badannya telah memenuhi persyaratan. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 14 . olahraga. psiko dan social dapat mempengaruhi kelainan tingkah laku. Perkumpulan kesenian. tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya.b. sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya. seorang remaja mempunyai proporsi tubuh yang tidak seimbang. Perkembangan atau pertumbuhan anggota-anggota badan remaja kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan badan. Lembaga/instasi yang berhubungan dengan anak.

Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI.Hal 46-50. Sulaeman. Dalam: Sudoyo AW. Jilid I. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: InternaPublishing. 156-7. 2004.Hal. Syamsu Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. 5. Buku kuliah ilmu kesehatan anak.hal 213-25.W. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Simadibrahata M. Remaja Rosdakarya. Kesehatan remaja. Edisi 5.Daftar Pustaka 1. Setiyohadi B. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 2009. 2. Sarwono. Hal. D.2010. S.Bandung: CV Mandar Maju.93-6. Setiyohadi B.Psikologi Remaja : Dimensi-Dimensi Perkembangan. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 15 . 56-70. Setiati S. 2007. Alwi I. editor. Bandung : PT. 4. Hal. 3.65-70. Jilid 1. Psikologi Remaja.2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful