BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke anggota tubuh yang lain. Ciri-ciri arteri yang sehat yaitu fleksibel, kuat dan elastis. Lapisan permukaan dalamnya licin sehingga darah dapat mengalir tanpa batasan. Tetapi, suatu waktu, terlalu banyak tekanan pada arteri dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi tebal dan kaku, akhirnya akan membatasi darah yang mengalir ke organ dan jaringan. Proses ini disebut arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh arteri. Aterosklerosis adalah bentuk umum dari ateriosklerosis. Meskipun kedua istilah tersebut dalam aplikasinya dapat saling menggantikan. Aterosklerosis merupakan pengerasan pembuluh darah arteri yang disebabkan karena penumpukkan simpanan lemak (plak) dan substansi lainnya. Beberapa penelitian menggambarkan mengacu pada perbedaan arteri antara ini, yang “ateriosklerosis“, “atherosclerosis“,and atherosklerosis lebih besar, digunakan ketika dan arteriolosklerosis arteriolosklerosis“.Dalam konteks utama

digunakan ketika mengacu pada arteriol, sedangkan arteriosklerosis merupakan induk dari kedua terminologi di atas. Arteriosclerosis (pengerasan arteri utama) diakibatkan dari suatu simpanan yang tidak mudah rusak dan kolagen yang kaku di dalam dinding pembuluh darah di sekitar ateroma. Hal ini meningkatkan kekakuan dan menurunkan elastisitas dinding arteri. hasil dari dan penyimpanan protein Arteriolosklerosis (pengerasan arteri kecil, arteriol) adalah penyimpanan kolagen, penebalan dinding otot ( “hyaline“). Aterosklerosis adalah penyakit yang sangat progresif yang

menyebabkan mengerasnya pembuluh arteri karena sumbatan oleh kolesterol teroksidasi. Atherosklerosis ini tidak jarang sudah mulai terjadi sejak usia masih

1

2

sangat muda. Proses mengerasnya pembuluh darah merupakan suatu proses yang berjalan perlahan-lahan namun pasti. Diperkirakan bahwa atherosclerosis berawal sebagai atheroma, yaitu tumor jinak (nonkanker) sel-sel otot polos di dalam dinding pembuluh darah. Selsel ini bermigrasi dari lapisan otot pada pembuluh darah ke posisi tepat di bawah lapisan endothel, sel-sel tersebut terus membelah diri dan membesar. Kemudian, kolesterol dan lemak yang menumpuk di sel-sel otot polos abnormal ini membentuk plak. Plak terbentuk dari simpanan substansi lemak, kolesterol sisa metabolisme sel, kalsium dan fibrin. Substansi-substansi ini dapat berkembang pada arteri sedang atau aorta. Kerusakan dinding pembuluh yang parah akibat terkena plak ini menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya. Keadaan seperti ini disebut “pengerasan arteri“. Atherosklerosis bukanlah penyakit yang baru dikenal. Pembuluh darah mummi Mesir, lebih dari 3500 tahun yang lalu, ternyata telah mengidap penyakit ini. Otopsi pertama yang dilakukan pada tahun 1931 menunjukkan adanya tanda-tanda pengapuran pada pembuluh koroner seorang wanita mummi wanita berusia 50 tahun. Otopsi pada 200 serdadu yang mati muda dalam perang Korea menunjukkan 50 persen serdadu itu menunjukkan tanda-tanda pengapuran pada pembuluh koronernya walaupun mereka tidak mempunyai keluhan sama sekali. Di Amerika Serikat, 46 persen dari anak muda yang mati karena kecelakaan lalu lintas ternyata sudah mengidap pengapuran koroner yang nyata, tetapi tetap tanpa gejala yang nyata. Jumlah penderita atherosklerosis Pada di era globalisasi ini dan industrialisasi jantung dan cenderung meningkat. dekade terakhir Dari penyakit

pembuluh darah yang didasari oleh atherosklerosis berkembang menjadi pembunuh utama di Indonesia. penelitian menunjukkan, penyebab kematian dari penduduk dunia yang diteliti adalah jantung (42,9 persen), stroke (25,9 persen), penyakit paru dan asma (12,5 persen), kanker (5,4 persen), dan penyakit lain (kurang dari empat persen). Salah satu penyebab fenomena ini adalah pola hidup masyarakat yang tidak sehat . Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1976 menyimpulkan bahwa progresi pengapuran koroner bertambah sebesar

3. 7. Mengetahui faktor resiko terhadap aterosklerosis.3 3 persen per tahun sejak usia seseorang melewai 20 tahun. 2. Apa yang dimaksud dengan aterosklerosis? Bagaimana mekanisme terbentuknya aterosklerosis? Apa penyebab aterosklerosis? Apa gejala dan tanda dari aterosklerosis? Siapa yang memiliki factor resiko terhadap aterosklerosis? Bagaimana cara mendiagnosis aterosklerosis? Bagaimana perlakuan ( treatment ) terhadap aterosklerosis? Bagaimana cara mencegah aterosklerosis? 1. Menjelaskan pengertian aterosklerosis. Di negara-negara Barat aterosklerosis merupakan sebagian besar bentuk dari penyakit jantung.2 Masalah 1. 4. Dengan demikian. 3. Memahami mekanisme terbentuknya aterosklerosis. . Lebih dari 1 1/2 dari semua penderita yang meninggal merupakan hasil langsung maupun tidak langsung dari aterosklerosis. Mengetahui penyebab aterosklerosis. terutama bagi seseorang yang sudah melewati usia 40 tahun. 5. 6. Kenyataan ini membuktikan bahwa progresivitas pengapuran pembuluh koroner sesungguhnya memang menggulir diam-diam dan senantiasa membawa bahaya laten.3 Tujuan 1. 8. 2. Menjelaskan gejala dan tanda dari aterosklerosis. 1. 5. 4. progresivitas penyakit ini dapat di cegah sedini mungkin. Check up menjadi penting.

4 Manfaat 1. Mengetahui cara mencegah dan menghindari aterosklerosis. Menjelaskan cara perlakuan terhadap aterosklerosis. Memberikan atherosclerosis informasi kepada mahasiswa kedokteran mengenai . 7. 8.4 6. Menambah khazanah ilmu pengetahuan kedokteran khususnya tentang aterosklerosis 2. Menjelaskan cara mendiagnosis aterosklerosis. 1.

kalsium. membentuk plak di bagian dalam arteri.Plak terbentuk dari lemak.5 BAB II PEMBAHASAN 2. seperti pengerasan sebagian peradangan. dan pada saatnya dapat membatasi aliran darah. Plak yang keras menyebabkan pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah. bekas pembuluh luka darah besar maupun kecil dan ditandai oleh di dalam dinding pembuluh intima. Ada dua jenis plak: Stabil dan keras Tidak stabil dan lembut. vaskuler Pembentukan ini meyebabkan plak. Atherosklerosis adalah suatu penyakit yang zat menyerang kapur. kolesterol. Plak yang lembut lebih memungkinkan untuk pecah dan terlepas dari dinding pembuluh darah dan masuk aliran da Hal ini dapat menyebabkan penggumpalan darah yang dapat secara parsial atau total memblok aliran darah di dalam arteri. pengurangan suplai oksigen pada organ atau bagian tubuh tertentu. Sedangkan sklerosis dalam bahasa Yunani berarti indurasi dan pengerasan. . luminal akut dan kronis. kelainan aliran darah. pengubahan bentuk vaskuler. Aklibatnya sel organ tersebut akan mati atau menderita kerusakan yang parah. obstruksi kelainan fungsi endotelial. Ketika itu tumbuh. kolesterol. dan pembentukan lipid. radang vaskuler.1 Definisi Atherosklerosis berasal dari kata athero yang dalam bahasa Yunani ( athera ) suatu bentuk gabung yang menunjukan degenerasi lemak atau hubungan dengan atheroma. pembentukan jaringan ikat meningkat atau penyakit zat intersisial. Ketika hal ini terjadi. dan subtansi lain yang ditemukan dalam darah. organ yang disuplai oleh arteri yang terblok akan kekurangan nutrisi dan oksigen.

lengan dan kaki. Stroke . Seperti : Penyakit arteri coronaria 1. hati. Mati mendadak Penyakit Cerebro Vaskuler 1. hal ini dapat menyebabkan penyakit yang serius dan komplikasi. Karena terjadi pembentukan plak.6 Aterosklerosis adalah penyakit yang sangat progresif yang dapat dimulai pada masa kanak-kanak. Angina 2. Aterosklerosis dapat mempengaruhi arteri di otak. ginjal. Serangan Jantung 3.

telah diajukan peran monosit sebagai awal lesi aterosklerosis. Terdapat berbagai hipotesis tentang kejadian aterosklerosis. sel otot polos. kolagen dan elastin. Deteksi paling awal mengenai lesi pada atherosklerosis adalah lapisan lemak ( Terdiri dalam lemak dimuati monocytes sel busa. Pembuluh atherosklerosis mengalami pengurangan tekanan sistolik dan kecepatan penyebaran gelombang secara tidak normal. yang mana makrophage bermigrasi sebagai dari sirkulasi kedalam lapisan subendothelial dari intima ). Penggabungan teori infiltrasi lemak dan kerusakan endotel paling banyak dianut. Atherosklerosis pembuluh arteri pada penderita hipertensi juga mengalami pengurangan elastisitas. yang kemudian lambat laun menjadi fibrous plaque ( terdiri dari sel otot polos intima yang di kelilingi jaringan ikat lemak intraselullar dan ekstraselullar ). antara lain The response-toinjury. Akhirakhir ini. Bagian utama dari lesi ini terdiri atas kelebihan lemak.2 Mekanisme Aterosklerosis Atherogenesis adalah proses pembentukan dari plak-plak atheroma. dan glikosaminoglikan. . Selanjutnya radang memacu ke arah pembentukan plak artheroma di dalam arteri intima. yang mana pengurangan akan berlanjut ketika atherosklerosis hipotesis yang telah di ajukan untuk menjelaskan berlangsung. sel. Transient ischemic attack (TIA) atau “mini stroke” 2. lipids and Connective Tissue . media dan adventitia. Hal tersebut ditandai dengan remodeling dari arteri yang bersamaan dengan akumulasi sel (terutama leukosit seperti monosit yang merupakan turunan makrophage) dan dimodifikasi oleh lipoprotein. jaringan ikat. Plak atherosklerosis terdiri dari gabungan lemak intraselullar dan ekstrasel.7 2. Dua mekanisme patogenesis dari atherosklerosis : hipotesis lemak dan hipotesis kerusakan endothelial kronik keduanya kemungkinan memiliki keterkaitan. Monoclonal. Clonal Senescense. suatu daerah pada dinding sel yang terletak antara endothelium.

Proliferasi dari sel otot polos juga menyebabkan penambahan jumlah lemak. sebagai pemacu migrasi monosit kedalam intima. Pelepasan growth factor dari yang dikumpulkan platelet dapat meningkatkan proliferasi otot polos di dalam lapisan intima. LDL di modifikasi dan di oksidasi di dalam lingkungan dan mengakibatkan lebih atherogenik. pemunculan awal pada lapisan lemak dan selanjutnya mengalami transformasi dan mempertahankannya di bagian subintima sebagai makrophage. monosit menjadi terkait dengan permukaan dari endhotelium arteri melalui induksi dari reseptor yang spesifik. dan terjadi penambahan lemak (karenanya disebut sel busa). suatu pecahan atheroma juga dapat menumpahkan kandungan lemaknya dan mencetuskan pembentukan suatu gumpalan darah (thrombus). Reseptor scavenger di atas permukaan makrophage memfasilitasi masuknya LDL teroksidasi kedalam semua sel dan mentransfer ke dalam lemak yang di muati makrophage dan sel busa. subendothelium menjadi terekspos ke darah pada lokasi endothel yang terluka. Dalam waktu 1 sampai 2 minggu akan mempengaruhi hiperkolesterolemia. sehingga terdapat kumpulan platelets dan bentukan dinding trombus. lalu berpindah tempat ke dalam subendothelium. LDL teroksidasi melalui proses sitotoksik menuju ke sel endothelial dan bertanggung jawab terhadap disfungsi pada endothel Bentuk atherosklerosis telah di pelajari kera yang diberi makan diet kaya kolesterol. Ketika lapisan lemak dan fibrous plaque membesar dan membengkak/menonjol ke dalam lumen. atau mungkin lepas dan mengapung ke arah muara yang akan menyebabkan sumbatan (embolism) Hipotesis endhotelium kronis . Thrombus dapat menambah penyempitan atau bahkan menghambat arteri. Alternatif lain. LDL juga memperbesar sel otot sebagai respon terhadap Growth Factor. LDL dimodifikasi atau dioksidasi mengalami kemotaksis menuju monosit. Partikel kolesterol LDL lebih rentan untuk di modifikasi dan di oksidasi.8 Hipotesis Lemak Dalil yang menyatakan peningkatan nilai dalam LDL plasma merupakan hasil menembusnya LDL dalam dinding arteri sehingga memicu penambahan lemak di dalam sel otot polos dan makrophage ( sel busa ).

degranulasi. Bila lipoprotein memasuki intima akibat peninggian permeabilitas kapiler. LDL tersebut diubah oleh sel-sel sekitarnya (teroksidasi) dan ditangkap oleh reseptor yang ada pada makrofag (scavenger cells). Selanjutnya. Adenosin difosfat dan tromboksan A2 selanjutnya menyebabkan penumpukan platelet. terjadi peninggian permeabilitas endotel terhadap lipid. sel endotelium. toksin. kompleks imun.9 Dalil yang menyatakan bahwa pada keadaan normal. sedangkan lipoprotein dengan densitas yang lebih tinggi dengan molekul yang lebih kecil dapat bergerak bebas ke dalam dan keluar intima. Monosit tertarik dan melekat ke endotelium. Sel-sel endotelium juga menghasilkan prostasiklin (PGI2) dan oksida nitrit yang dapat mencegah penumpukan platelet Peninggian permeabilitas endotelium merupakan kelainan pertama akibat terjadinya jejas arteri yang merupakan suatu respons non-spesifik yang disebabkan oleh virus. terjadi perubahan-perubahan kimia dari LDL dan menghasilkan monocyte chemotactic factor yang merupakan sitotoksik terhadap sel-sel endotelium. dan limfosit T menghasilkan cytokines like colony stimulating factors. Kemudian. produk-produk yang dilepaskan oleh sel-sel darah putih atau platelet-platelet yang teraktivasi. TGF-ß. Limfosit T juga terlibat (kemotaksis monosit dan penetrasi intima juga merupakan awal dari abnormalitas). and tumor nekrosis factor-_. insulin like growth factor1. interleukin-1. VLDL) ke dalam intima. Platelet-platelet. dan menghasilkan adenosin difosfat serta tromboksan A2. masuk ke dalam intima . Selanjutnya. makrofag. Kerusakan endotel juga merangsang plateletplatelet untuk bertumpuk. Semua ini bekerja menghasilkan suatu faktor yang diketahui sebagai platelet derived growth factor (PDGF) yang menyebabkan sel-sel otot polos terpisah. dan stress fisik yang tidak lazim. terutama dermatan sulfat sehingga lipoprotein menumpuk di dalam intima. Hal ini juga dapat disebabkan oleh adanya peninggian konsentrasi lipoprotein dalam darah. endotelium menghalangi penetrasi molekul-molekul besar seperti lipoprotein dengan densitas rendah dan sangat rendah (LDL. maka senyawa protein utama dari LDL dan VLDL (apolipoprotein B) berikatan dengan glikosoaminoglikan. kemudian melakukan penetrasi ke sub endotelium menjadi makrofag yang berisi droplet-droplet lipid dan menyebabkan permukaan endotelium menjadi tidak rata.

dinding arteri menjadi keras dan tebal. Penyakit ini berkembang bertahap dan komplek Banyak ilmuwan berpikir hal ini dimulai dengan kerusakan pada lapisan yang paling dalam dari arteri yang disebut endhotelium. gejala muncul setelah adanya upaya yang kuat . ketika arteri tidak dapat menyuplai cukup okssigen dan nutrisi kepada otot . kadangkadang mengacau sirkulasi aliran darah. Penyebab dari kerusakan endhotlium meliputi • • • • • Peningkatan kadar kolesterol Tekanan darh tinggi Virus Reaksi alergi Bahan-bahan iritan.10 dan mengambil lipoprotein untuk membentuk sel busa. Pertama. Penyebab Aterosklerosis Pada atherosklerosis. seperti nikotin atau drugs atau terlalu banyak homocystein • • (suatu asam amino yang terdapat pada darah) Penyakit tertentu. Kondisi ini merupakan akibat dari proses penuaan alami dari atherosclerosis Para ilmuan belum mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme aterosklerosis terjadi ataupun penyebabnya. kemudian membentuk plak fibrosa. seperti diabetes Tanda dan Gejala Tanda dan gejala atherosklerosis biasanya berkembang secara bertingkat. menghasilkan elastin dan kolagen.

Jadi tidak ada perbedaan gejala-gejala klinis antara aterosklerosis yang ringan ataupun yang telah parah. Aterosklerosis dapat menjadi kronik dengan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang meningkat sebanding dengan umur (penyakit degeneratif) dan lamanya menderita aterosklerosis. dan terapi trombolitik pada pasien aterosklerosis. Trombus ini dapat menyumbat arteri-arteri penting tubuh yang penting. Contoh penyakit yang berhubungan dengan masalah ini adalah angina pectoris. Angina pectoris timbul setelah . Penderita aterosklerosis ringan dapat mengalami gejala infark myocard dan pasien yang menderita aterosklerosis tingkat lanjut dapat tidak mengalami gejala-gejala yang berarti. Meskipun merupakan sebuah penyakit sistemik yang mengglobal tetapi aterosklerosis dapat pula hanya menyerang salah satu organ tubuh dimana hal ini bervariasi untuk masing-masing penderita. mesenterik angina. angiograf.11 ASPEK KLINIS Gejala-gejala dari aterosklerosis umumnya bervariasi. dan lain sebagainya  Plaque yang telah terbentuk dapat pecah dan mengalir mengikuti pembuluh darah menjadi trombus dan emboli. Jika menyumbat arteri koroner maka dapat mengakibatkan otot jantung mengalami iskemia (kekurangan nutrisi) dan selanjutnya dapat memicu terjadinya infark myocard dan stroke.  Angina pectoris ditunjukkan dengan perasaan tidak nyaman pada daerah retrosternal dan menyebar ke daerah lengan kanan yang kadang-kadang disalah artikan sebagai gejala dyspnea. Berikut ini disajikan beberapa efek klinis kelainan yang terjadi akibat aterosklerosis Adanya penyempitan diameter pembuluh darah akibat penumpukan jaringan fibrous (plaque) yang makin lama makin besar. Penyempitan dapat mencapai hingga nilai 50-70% dari diameter pembuluh awal. Emboli ini dapat juga terjadi secara tanpa sengaja pada peristiwa pembedahan aorta. Hal ini berakibat terganggunya sirkulasi darah kepada organ yang membutuhkan sehingga kebutuhan oksigen dan nutrisi sel terganggu.

infark serebral.  Emboli arteri sering timbul bersamaan dengan nekrosis pada jari-jari. pelebaran dan kakunya arteri muskular yang besar. iskemia pada retina. infark myocard. Berikut ini disajikan tanda fisik dari aterosklerosis :  Hiperlipidemia . Perasaan ini dapat diikuti dengan kulit kepucatan atau kesemutan  Iskemia pada organ-organ visceral berakibat pada kerusakan susunan dan fungsi dari organ yang terkena  Mesenterik angina ditandai dengan sakit pada epigastrium atau periumbilikal setelah makan dan dianalogkan dengan henatemesis. defisiensi nutrisi. Jika angina pectoris berlanjut dan terjadi berulang-ulang dapat berlanjut kepada infark myocard (serangan jantung). Akibatnya sel-sel otak mengalami iskemia dan mangalami gangguan dalam hal fungsinya. dan gagal ginjal. ASPEK FISIK Tanda-tanda fisik dari aterosklerosis meliputi adanya penimbunan lemak. atau berkurangnya berat badan.  Stroke merupakan kelanjutan dari adanya sumbatan pada pembuluh darah otak. Perasaan pegal ini meningkat setelah berolahraga dan sembuh ketika beristirahat.  Penyakit vaskuler perifer meliputi perasaan pegal. pendarahan saluran pencernaan.  Aneurisme pada aorta abdominalis dimana aorta abdominalis mengalami kerusakan sehingga membesar menimbulkan sebuah benjolan pada dinding luar aorta abdominalis.12 melakukan kerja berat dan diobati dengan beristirahat atau terapi nitrat. dan iskemia atau infark dari beberapa organ tertantu. diare. luka yang tak kunjung sembuh dan infeksi pada daerah ekstremitas. impotensi.

2. atau luka yang sukar sembuh  Aneurisme pada aorta abdominalis Ditandai dengan timbulnya benjolan pada arteri abdominalis atau kolapsnya sistem sirkulasi  Emboli pada arteri Ditandai dengan gangrene.5 Faktor Resiko Meskipun ilmuwan tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya atherosklerosis. hipotensi. takikardi. gangrene. namun mereka mengetahui bahwa pada kondisi-kondisi tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya atherosklerosis. munculnya “pedal pulses” yang dikaitkan adanya penyakit mokrovaskular dan emboli kolesterol. sumbatan pada erteri perifer. sianosis. sianosis perifer.13 Hiperlipidemia adalah adalah meningkatnya kadar lemak di dalam darah. yaitu sebagai berikut : .  Penyakit pada arteri koroner Ditandai dengan adanya bunyi jantung keempat yang semakin jelas. Lemak ini dapat memicu terjadinya penimbunan plaque pada dinding pembuluh darah.  Penyakit serebrovaskuler Ditandai dengan tidak terabanya denyut nadi pada arteri karotis dan kemunduran dari fungsi otak  Penyakit vaskuler perifer Ditandai dengan penurunan denyut nadi perifer. atau hipertensi. Beberapa faktor resiko dari penyakit aterosklerosis.

dan riwayat keluarga. Penurunan produksi NO akibat ganguan transduksi sinyal protein G1-2 b. Faktor risiko biologis yang tak dapat diubah. seperti misalnya gaya hidup yang menimbulkan stres atau obesitas. 2. atau yang cepat perkembangannya. yaitu: usia. Pentingnya pengaruh genetik dan lingkungan masih belum diketahui. seperti pada gangguan lipid familial. Peningkatan produksi anion superoksida melalui protein kinase C yang merusak NO. Risiko aterosklerosis koroner meningkat dengan bertambahnya usia. Hiperkolesterolemia Pada keadaan hiperkolesterolemi terdapat gangguan homeostasis pembuluh darah yang disebabkan a.14 1. riwayat keluarga dapat pula mencerminkan komponen lingkungan yang kuat. Riwayat keluarga yang positif terhadap penyakit jantung koroner (saudara atau orang tua yang menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan kemungkinan timbulnya aterosklerosis prematur. dan kemudian menjadi sama rentannya seperti pria. Tetapi. Tetapi hubungan antara usia dan timbulnya penyakit mungkin hanya mencerminkan lebih panjangnya lama paparan terhadap faktor. jenis kelamin. penyakit yang serius jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. diduga oleh adanya efek perlindungan estrogen. Wanita agaknya relatif kebal terhadap penyakit ini sampai menopause. Orang Amerika-Afrika lebih rentan terhadap aterosklerosis daripada orang kulit putih.faktor aterogenik. Komponen genetik dapat diduga pada beberapa bentuk aterosklerosis yang nyata. ras. Peningkatan reaktivitas Endothelin . c.

Peningkatan adhesi sel akibat peningkatan ekspresi NFKB melalui peningkatan produksi anion superoksida e.15 d. Kadar glukosa yang tinggi juga menyebabkan terjadinya reaksi glikosilasi dengan protein dan molekul lain yang mengandung gugus amin sehingga menghasilkan advance glycocylation end product (AGE). Penurunan anti oksidan akan menyebabkan radikal bebas yang harusnya didetoksifikasi oleh antioksidan berinteraksi dengan NO menjadi peroksinitrit (NOO) yang dapat merusak pembuluh darah. AGE akan berikatan dengan reseptor pada endotel makrofag. Peningkatan aktivitas aldosa reduktase menyebabkan peningkatan konversi NADPH yang tereduksi menjadi bentuk teroksidasi NADP. sehingga membentuk foam cell yang akan berkembang menjadi fatty streak. Penurunan endothelium dependent vasodilatation. . Ketidakseimbangan inilah yang disebut stres oksidatif. Monosit yang menempel tersebut akan bermigrasi ke subendotel dan berikatan dengan LDL teroksidasi. Peningkatan adhesi dari monosit bila disertai dengan diabetes mellitus 3. dan Eselektin yang memudahkan terjadi adhesi monosit. Pemakaian NADPH akan berakibat penurunan produksi NO dan anti oksidan. apakah konsentrasi trigliserida plasma yang meningkat adalah faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler 3. Hipertrigliseridemia Masih merupakan perdebatan antara para ahli. vascular adhesion molecule 1. f. Ikatan dengan endotel akan meningkatkan ekspresi ICAM. Diabetes melitus Pada diabetes mellitus terjadi peningkatan aktivitas enzim aldosa reduktase yang diperlukan untuk mengubah glukosa yang tinggi menjadi sorbitol.

Peningkatan endothelin-1 akibat peningkatan AII . d. Penurunan bioavailabilitas prekursor sintetis NO (L arginin). c. dan sel lain ke lapisan intima. Juga akan mengaktivasi makrofag untuk mengeluarkan enzim proteolitik seperti matriks metalloproteinase. sehingga menyebabkan peningkatan degradasi matriks. b. sehingga sintesa matriks menurun. Pengaruh hipertensi pada perkembangan aterosklerosis masih belum jelas.16 Low Density Lipoprotein (LDL) teroksidasi akan mengaktivasi sel limfosit T yang berakibat menurunnya densitas dan fungsi otot polos. Berpengaruh buruk pada pria dan wanita dengan komponen diastol sebagai faktor terpenting. Peningkatan angiotensi II menyebabkan peningkatan kadar O2melalui peningkatan NADH/NADPH membran serta menyebabkan pertumbuhan sel otot polos vaskuler dengan menginduksi growth factor seperti PDGF. Hipertensi Bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. mungkin saat terjadi kerusakan pada endotel memungkinkan masuknya protein. Peningkatan degradasi matriks dan penurunan sintesis matriks tersebut akan memudahkan ruptur plak 4. lipoprotein. dan TGT B1. bFGF. Hipertensi menambah tekanan hidrodinamik intra arteri sehingga suatu saat dapat terjadi robekan pada plaque aterosklerosis. lalu berakibat trombosis akut dan obstruksi arteri Pada keadaan hipertensi terdapat disfungsi endotel akibat a. Peningkatan kadar anion superoksida (O2-) yang akan menyebabkan stress oksidatif dan dapat merusak NO.

Kelainan ini Juga membantu kelainan koagulasi platelet 7. seperti TNF-α. perkapuran. Obesitas Penelitian ziccardia P20 membuktikan bahwa wanita dengan obesitas ditemukan adanya disfungsi endotel yang dihubungkan dengan peningkatan lemak tubuh. yang dapat meningkatkan ekspresi kemotaksis dan molekul adhesi pada endotel. IL-6. dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung. Di samping itu juga ditemukan peningkatan vaskular adhesion molecule-1 (VCAM-1). Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius. Petanda inflamasi dalam darah seperti CRP dapat dipakai untuk menduga keadaan kesehatan. Peningkatan mediator tersebut memegang peran penting dalam terjadinya aterosklerosis. dll. pembekuan darah. yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak 6. dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat.. khususnya lemak viseral.17 5.yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Penurunan berat badan menunjukkan adanya perbaikan endotel yang bermakna dan berkolerasi dengan penurunan sitokin. Penyakit Jantung Koroner Pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner). Pada keadaan obesitas terjadi peningkatan mediator proinflamasi. terutama kejadian yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler . Mekanisme : merusak sel endotel dan otot polos sehingga menunjang aterosklerosis. Hiperhomosisteinemia Pasien penyakit ini beresiko mendapat penyakit oklusi vaskuler. ICAM-1 dan P-selektin.

18 Belum merupakan faktor resiko yang spesifik. Meningkatnya berat badan berhubungan dengan meningkatnya LDL dan menurunnya HDL kolesterol. Merokok Merupakan faktor resiko untuk terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. meningkatkan kadar fibrogen. Kelakuan dan kepribadian Bahwa stress berlebihan berakibat aterosklerosis yang diawali dengan terjadinya disfungsi endotel. namun belum dibuktikan. sehingga kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan munculnya faktor resiko 8. Mekanisme terjadinya disfungsi endotel pada perokok melalui mekanisme peningkatan interaksi trombosit dengan dinding pembuluh darah. Mekanisme terjadi kelainan kardiovaskular pada perokok akibat vasokonstriksi. tetapi biasanya obesitas disertai oleh hipertensi. Faktor resiko perokok pasif adalah dua kali lipat pada istri dengan suami perokok daripada istri dengan suami nonperokok. penurunan konsentrasi HDL. bahwa dengan . penurunan ekspresi PGI2. DM. spasme arteri. Kematian karena penyakit kardiovaskular pada perokok berat 70 % lebih tinggi daripada non-perokok. maka resiko akan menurun drastis. Merokok berhubungan dengan penyakit serebrovaskular dan insidens lebih tinggi pada penyakit vaskular perifer. hiperkolesterolemi. agregasi platelet meningkat. dan hipoksemi vaskular yang tidak permanen. peningkatan kadar kolesterol LDL teroksidasi. 9. Yang sedang dikaji bagaimana reaksi pasien terhadap stress. dan menurunkan kapasitas oksigen darah. dan terjadinya stres oksidatif. Selain itu merokok juga menyebabkan peningkatan adhesi dan agregasi trombosit. Banyak merokok maka kerusakan bertambah besar. dan hipertrigliseridemi. Bila merokok dihentikan pada umur < 65 tahun.

antioksidan. fibrinolitik. namun olahraga berlebihan tidak untuk mengatasi penyakit ini. Shear Stress Penelitian membuktikan bahwa shear stress (tekanan gesek) memegang peranan penting dalam mengatur fenotif endotel pada cabang arteri. seperti meningkatnya konsentrasi HDL kolesterol dan menurunnya tekanan darah. Sedangkan shear stress yang rendah (0-4 dyne/cm2 ) dapat meningkatkan ekspresi molekul adhesi. prokoagulan. Aktifitas Jasmani Aktifitas jasmani yang teratur memberi potensi untuk mengurangi aterogenesis. Hal ini disebabkan karena pembentukan radikal bebas selama proses autooksidasi homosistein. 12. protrombotik. inhibitor pertumbuhan. molekul adhesi dan oksidan serta peningkatan produksi faktor vasodilator. peningkatan kadar homosistein penderita ini mempunyai resiko aterosklerosis. Tidak melakukan aktifitas jasmani adalah faktor resiko aterosklerosis. faktor antitrombosit. substansi proliferatif yang akan menyebabkan aterosklerosis 13. 11. serta menyebabkan penurunan aktivitas enzim cystathionine B sintetase . Shear stress yang melebihi 15 dyne/cm2 menyebabkan penurunan ekspresi vasokonstriktor.19 marah berlebihan akan meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. mediator inflamasi. Homosisteinuria Adalah penyakit yang jarang dan diturunkan secara autosom resesif. growth factor.Penuaan Bertambahnya usia selalu berhubungan dengan peningkatan stress oksidatif . 10. prooksidan. vasokonstriktor.

Penelitian lain menunjukkan bahwa terapi estrogen dapat meningkatkan ekspresi NO dan PGI2 pada wanita pasca menopause.6 Screening dan Diagnosis Dokter anda mungkin menemukan tanda-tanda dari penyempitan. . peningkatan kolesterol LDL. Beberapa penelitian membuktikan bahwa hormon estrogen bersifat kardioprotektif terhadap wanita. Pada wanita pascamenopause terjadi penurunan kolesterol HDL. 2. Termasuk di dalamnya • Kelemahan atau ketidakadaanya denyut di bawah daerah penyempitan arteri.Perubahan hormonal Insiden PJK meningkat pada wanita setelah melewati dekade ke-6. Infeksi yang terjadi pada patogenesis PJK yaitu infeksi kronik herpes simplex virus (HSV-I). Sudah terbukti bahwa estrogen mempunyai sifat antioksidan. chlamydia pneumoniae (Cpn). peningkatan fibrinogen & penurunan antitrombin. sedangkan sebelum dekade tersebut insidensnya separuh pada pria. • Tanda-tanda dari aneurysma dalam abdomen atau di belakang lutut anda. • Suara bising di seluruh arteri yang dapat terdengar dengan menggunakan stetoskop • Bukti bahwa luka kecil menjadi sembuh kembali dalam bagian dimana aliran darah anda dibatasi. • Penurunan tekanan darah pada salah satu extrimitas yang terkena pengaruh. Hal itu dapat dilihat dengan adanya peningkatan C-reactive protein (CRP). Infeksi berperan pada patogenesis aterosklerosis dan infark miokard.20 14. perluasan atau pengerasan arteri selama pemeriksaaan fisik.

homocysteine atau gula darah (glukosa). • Test darah. ECG juga dapat mendeteksi serangan jantung lebih dini pada beberapa pasien. Dokter dapat mengukur tekanan darah pasien pada lengan dan kaki pasien menunjukkan penyakit arteri perifer. ultrasound. yang juga merupakan faktor resiko untuk penyakit ini. Biasanya dokterakan melakukan pemeriksaan ECG sepanjang dan setelah treadmill • Gambar Chest X-rays. computerized tomography (CT) scana dan magnetic resonance imaging (MRI) merupakan cara yang tidak invasif untuk dokter memeriksa arteri pasien. Semua test ini kadangkadang dapat menunjukkan pengerasan dan penyempitan serta arteri utama yang lebih besar. Suatu test darah dapat mengetahui peningkatan level kolesterol. • Ankle-Brachial Index (ABI).21 Dokter anda mungkin menyarankan satu atau lebih dari test-test berikut untuk mengidentifikasi penyakit tersebut atau gejala-gejalanya. apakah di arteri terdapat sumbatan dan berapa banyak sumbatan yang menutup arteri. sama baiknya seperti pada aneurisma dan simpanan kalsium pada dinding arteri • Doppler Ultrasound Alat ini digunakan untuk mengamati seluruh arteri di dalam tubuh dan menentukan tekanan darah pada angka yang bervariasi pada lengan . • Electrocardiogram (ECG) Elektrokardiogram merupakan alat uji diagnosa yang terdiri atas element-element elektroda yang di tempelkan di kulit pasien untuk mengukur hantaran elektrik (listrik) atau impuls dari jantung. yang mana biasanya disebabkan aterosklerosis. Dengan menggunakan manset untuk mengukur tekan darah dan alat ultrasound khusus yang digunakan untu menetukan nilai dan aliran darah (Doppler Ultrasound).

Pemeriksaan ini dapat menolong untuk menentukan jumlah sumbatan dan kecepatan aliran darah pada arteri. ketika pasien dalam keadaan istirahat. • Thallium / myocardial perfusionscan Pengamatan nuclear yang diberikan ketika pasien dalam keadaan istirahat atau setelah latihan yang dapat mengungkap daerah dari otot jantung yang tidak cukup mendapatkan suplai darah. .22 dan kaki.7 Treatment Pengobatan yang spesifik ditentukan berdasarkan fisik anda :  Usia.  Perluasan dari penyakit tersebut  Daerah yang mengalami sumbatan  Tanda-tanda dan gejala-gejala yang dialami pasien  Riwayat kesehatahan dan pengobatanan seseorang terkait dengan sensivitasnya terhadap terapi&prosedur pengobatan yang pernah dialami  Arah yang di harapkan untuk penyakit ini ke depannya  Pendapat anda atau pilihan. 2. • MUGA / radionuclide angiograpy Nuclear scan untuk melihat bagaimana dinding jantung bergerak dan berapa banyak darah yang di paksa keluar setiap ketukan jantung (heartbeat). kesehatan secara menyeluruh dan riwayat kesehatan.

seperti claudicasi yang intermittent. dapat mencegah penebalan otot pada dinding arteri dan menghentikan penyempitan arteri. Dokter memiliki beberapa tipe pengobatan untuk memperlambat atau mengatasi pengaruh arteriosklerosis dan atherosclerosis 2.1 Penatalaksanaan farmakologi o Obat Penurun-kolesterol. Aspirin merupakan salah satu contoh dari tipe obat ini – digunakan untuk mengurangi kemungkinan penggumpalan kepingan darah pada atherosklerosis. tekanan darah tinggi dan level homocysteine yang tinggi. Tapi efek dari obat ini kuat dan biasanya hanya digunakan ketika obat lain tidak bekerja. hyperlipidemia. dan terjadinya sumbatan pada pembuluh darah. o Pengobatan lainnya. terbentuknya bekuan darah. Dapat disarankan beberapa pengobatan untuk mengontrol faktor resiko. Secara agresive dapat menurunkan sejumlah low-density lipoprotein (LDL) – kolestrol “jahat” – yang dapat memperlambat aliran darah.Didalamnya termasuk pengobatan untuk hipertensi. o Antikoagulan. berhenti atau bahkan sebaliknya membentuk plak. Vasodilator seperti Prostaglandin. Digunakan untuk mengencerkan darah dan mencegah pembekuan untuk pembentukan arteri dan aliran darah yang mengalami sumbatan. Obat ini mengandung statin dan fibrate dan diberikan dengan dosis tertentu.2 Pengobatan herbal .23 Pencegahan dan pengobatan dari pengendalian atherosklerosis dari faktor resiko yang telah diketahui untuk penyakit tersebut.7. Dapat juga disarankan obat spesifik untuk gejala tertentu. o Pengobatan anti-platelet. dan kebiasaan merokok Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kerja pembuluh arteri.7. Seperti Heparin atau Warfarin ( Komadin ). 2. o Vasodilatasi Otot pembuluh darah. DM. seperti diabetes.

sehingga dapat menyerap lemak dan kolesterol yang umumnya bermuatan negatif. bahan aktifnya s-allyl cysteine. sehingga mengurangi gugus amino. protein. capitate) yang juga disebut kol. Kubis juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB). kalsium. serat. mengandung air. Hal ini akan menyebabkan tertekannya nafsu makan. antiinflamasi.  Jati belanda (Guezuma ulmifolia.lamk) bermanfaat menurunkan kadar lemak dan kolesterol darah melalui kandungan lendir. zat besi. kalium. trigliserida.  Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) berkhasiat melancarkan darah dan energi vital.24  Alpukat mengandung asam folat. sulforafan. Serat ini memiliki gugus amino yang bermuatan positif. suatu komponen thioallyl yang mempunyai khasiat hipolipidemik dan antitrombotik.  Kubis (brassica oleracea var. fosfor. lemak. vitamin C. magnesium. bila digunakan secara oral. vitamin B1. mempermudah persalinan. dan iberin yang merangsang pembentukan glutation. sebagai peluruh kentut dan haid. Serat diet yang mengikat gugus amino lebih efektif daripada kitin atau serat diet biasa. vitamin E. asam pantotenat. fosfor. tinamide. niasin. dan betakaroten. mengandung senyawa flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan dan menurunkan kadar kolesterol. dan gula darah. dan glutation. Kandungan ini yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah. tanin. . antibakteri. karbohidrat. Ketiga zat itu meski memiliki mekanisme kerja yang berbeda. menghilangkan sumbatan. pemerhati obat alami. dan alkaloidnya. saling menunjang dalam menurunkan kadar lemak dan kolesterol darah.  Bawang merah (Cepae bulbus). serta memperlancar pengeluaran empedu ke usus. Bawang putih (Allii bulbus). vitamin B6. Dijelaskan oleh Djoko Hargono. kandungan lendir daun jati belanda akan mengembang di dalam lambung. juga kaya akan serat dan asam lemak tak jenuh tunggal.

Procedur pada pengobatan ini yaitu dengan cara memasukkan pipa ( catheter ) yang panjang dan tipis ke dalam arteri yang tersumbat atau terhambat. manit. tirosin. Balon itu akan mengembang. Berdasarkan penelitian. Proses ini sangat sering di .  Seledri (Apii graveolentis radix). glutamin.  Embolectomy. zat pati. Pada beberapa kasus mungkin di butuhkan operasi pemindahan plak dari dinding arteri yang terhambat.25  Temulawak (Curcumae rhizoma) mempunyai aktivitas kolagoga (memperlancar pengeluaran empedu ke usus). kemudian memindahkan plak dan menutup arteri.  Angkak. Catheter dapat juga di gunakan untuk menangkap gumpalan darah. Khasiatnya memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing. menekan plaque untuk melawan dinding arteri. Angkak bisa digunakan untuk membuat arak merah yang terbuat dari beras. angkak mampu menurunkan kadar kolesterol darah. lendir. Kemudian kawat dengan balon yang kempis dimasukkan melalui catheter ke area yang terhambat tadi. mungkin dapat dilakukan pengobatan selanjutnya  Angioplasty. Procedur pada pengobatan ini ahli bedah membuat incisi . Jika terdapat gejala yang akut. Dengan cara bypass dengan mencangkokkan cabang salah satu pembuluh darah dari bagian tubuh yang lain atau pipa yang terbuat dari serat sintetik. dan minyak atsiri. sebagai bahan pengawet makanan.  Pembedahan pembuluh darah. sumbatan akut yang mengancam kemampuan otot dan jaringan kulit untuk berkontraksi atau salah satu organ sudah tidak dapat berfungsi sempurna. Cara ini disebut Embolectomy.  Endarterectomy. pentosan.Cara ini akan mengalirkan darah ke arteri yang tersumbat atau terhambat. adalah sejenis cendawan berwarna merah. Lubang pipa ( stent ) menyanggah arteri untuk membantu arteri tetap terbuka. bernama Latin Monascus purpureus. sering disebut beras merah Cina. akarnya mengandung asparagin. dan untuk obat.

Olah raga yang tepat dapat mengkondisikan otot anda untuk menggunakan oksigen secara efisien. yang mana kesemuanya memberikan kontribusi terjadinya atherosklerosis. Diet sehat untuk jantung dapat menolong mengontrol berat badan.  Thrombolytic. Dengan cara memasukkan catheter kecil ke dalam arteri dan di celup. 2. dan kemudian sumbatan tersebut di tolong dengan sinar X.8 Pencegahan Mengontrol faktor resiko melalui pengubahan pola hidup dapat mencegah atau memperlambat kemajuan dari penyakit ini diantaranya:  Banyaklah bergerak.  Mengurangi stres dalam kehidupan atau belajar bagaimana mengendalikannya. untuk suplai darah agar dapat mencapai daerah-daerah perifer seperti lengan dan kaki. Mengurangi penyebab sters di rumah dan di tempat . tapi cara tersebut juga dapat digunakan untuk menghambat perluasan atau kebocoran pada aortic aneurysm.26 gunakan untuk meningkatkan aliran darah ke kaki. biasanya diberi obat untuk melarutkan gumpalan ke dalam arteri sampai gumpalan itu kembali normal. tekanan darah dan tingkat kolesterol. Jika arteri tersumbat oleh adanya gumpalan darah.  Penggunaan Angiography.  Berhenti Merokok. Berhenti merokok adalah hal yang paling terpenting yang dapat mengurangi kemajuan dari sumbatan dan mengurangi resiko terhadap komplikasi. Merokok memberikan kontribusi dan kerusakan dari arteri. Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan sirkulasi dan perkembangan dari pembuluh darah kolateral – pembuluh darah yang baru terbentuk secara alami (natural bypass) diantara obstruksi.  Asupan makanan sehat untuk mempertahankan berat ideal.

tekanan darah dan diabetes dibawah kontrol. seperti relaksasi otot dan bernapas dalam. Gunakan sepatu dengan ukuran yang tepat.  Menjaga kadar kolesterol. Konsultasi dengan dokter jika memerlukan bantuan untuk menjaga kadar kolesterol. bahkan pada luka kecil di kulit bagian bawah dari kaki dapat memicu infeksi BAB III . tekanan darah atau diabetes pada saat check up. jika mungkin. Jika tidak mendapatkan perlakuan pengobatan. Atau belajar tehnik untuk mengatur stres.27 kerja. Luka atau goresan membutuhkan perhatian segera karena penurunan sirkulasi yang berarti bahwa jaringan disembuhkan secara lebih perlahan. Dokter akan menuliskan resep obat baru atau memberikan saran treatment untuk mengatasi gejala dari penyakit tersebut. Perawatan kaki juga sangat esensial untuk mereka yang mengalami atherosklerosis pada bagian perifer seperti pada kaki atau tangan.

Atherosclerosis merupakan penyakit yang progresif dan dapat mulai sejak usia anak-anak. dan substansi lain yang ditemukan di darah. 8. jantung. 6.1 Kesimpulan 1.28 PENUTUP 3. kolesterol. dan menjalani operasi. Tujuan dari pengobatan adalah untuk memperlambat atau bahkan membalikkan keadaan aterosklerosis. 7. radang vaskuler. Atherosklerosis dapat menyerang otak. . 3. bekas luka vaskuler di dalam dinding pembuluh intima. Aterosklerosis sering didiagnosis setelah anda mendiskripsikan gejala atau komplikasi. . dan pembentukan lipid. ginjal. Aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala sampai keadaan parah atau arteri benar-benar tersumbat. Pengobatan dapat meliputi membuat perubahan gaya hidup jangka panjang. zat kapur. 5. lengan dan kaki. kolesterol. 4. Atherosklerosis adalah suatu penyakit yang menyerang pembuluh darah besar maupun kecil dan ditandai oleh kelainan fungsi endotelial. Pembentukkan plaque secara perlahan di dalam dinding pembuluh arteri menyebabkan penyempitan dan penmgerasan. kalsium. Plaque terbentuk dari lemak. Para ilmuan tidak mengetahui secara pasti penyebab secara pasti dari atherosclerosis. 2. minum obat. Mencegah aterosklerosis dimulai dengan mengetahui faktor risiko yang dimiliki dan dengan melakukan tindakan untuk menurunkan factor risiko.