ANALISIS NILAI TAMBAH PEMASARAN AYAM BROILER (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor

)

SKRIPSI AHMAD FAWZI WIRADISASTRA

PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN AHMAD FAWZI WIRADISASTRA. D34104064. 2008. Analisis Nilai Tambah Pemasaran Ayam Broiler (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor). Skripsi. Departemen Sosial Ekonomi Industri Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pembimbing Utama : Ir. Burhanuddin, MM Pembimbing Anggota : Dr. Ir. Sri Mulatsih, MSc. Agr. Pemasaran merupakan aktivitas yang berfungsi untuk menyalurkan komoditi yang dihasilkan produsen ke tangan konsumen. Pemasaran ayam broiler adalah aktivitas penyaluran ayam broiler dari peternak hingga ke konsumen, dalam hal ini pelaku pemasaran ialah pedagang pemotong yang berjualan di Pasar Baru Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui saluran pemasaran dan fungsi pemasaran ayam broiler pada pedagang pemotong di Pasar Baru, 2) Menganalisis nilai tambah dan keuntungan pemasaran ayam broiler yang didapat pedagang pemotong di Pasar Baru. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedagang sekaligus pemotong (pedagang pemotong) ayam broiler yang berjualan di Pasar Baru. Responden yang terdapat ketika penelitian ini berlangsung sebanyak 17 orang pedagang pemotong. Sebanyak 9 orang merupakan pedagang pemotong besar, sedangkan 8 orang merupakan pedagang pemotong kecil. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah studi kasus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif untuk penggambaran saluran pemasaran dan metode Hayami untuk analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga pola saluran pemasaran ayam broiler yang terjadi, yakni: 1) Produsen kepada pedagang pemotong besar kepada pedagang pemotong kecil kepada konsumen, 2) Produsen kepada pedagang pemotong besar kepada pengecer kepada konsumen, 3) Produsen kepada pedagang pemotong besar kepada konsumen. Saluran pemasaran yang terpendek dan memiliki volume pemotongan terbesar adalah saluran ketiga. Fungsi pemasaran yang terjadi ada tiga, yakni fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Fungsi pertukaran berupa transaksi jual beli ayam broiler, fungsi fisik berupa pemotongan ayam hidup menjadi karkas, dan fungsi fasilitas berupa penanggungan resiko fisik berupa kematian ayam. Pedagang pemotong besar memiliki tiga fungsi pemasaran, sedangkan pedagang pemotong kecil hanya memiliki dua fungsi, yakni fungsi pertukaran dan fungsi fisik saja. Nilai tambah pemasaran ayam broiler berupa tambahan manfaat yang terjadi akibat proses pemotongan ayam hidup menjadi karkas dan non karkas (kepala, kaki, dan jeroan), serta pemasarannya. Nilai tambah dan keuntungan yang didapat pedagang pemotong besar bila dihitung per satuan ekor ayam lebih kecil dibandingkan pedagang pemotong kecil karena saluran pemasaran ayam broiler yang dilalui oleh pedagang pemotong besar lebih banyak dan biaya-biayanya (sumbangan input lain) lebih besar dibandingkan pedagang pemotong kecil, tetapi total volume pemotongan ayam pada pedagang pemotong besar lebih banyak, sehingga secara keseluruhan nilai tambah dan keuntungan yang didapat pedagang pemotong besar lebih besar daripada pedagang pemotong kecil. Kata-kata kunci: pemasaran, nilai tambah

ABSTRACT Added Value Analysis of Broiler’s Marketing Activity (Case Study on Slaughterers at Pasar Baru, Bogor Town) Wiradisastra A. F., Burhanuddin, and S. Mulatsih Basicaly, every kinds of product needs marketing activity to sell off the product itself. Poultry product such as broiler is a kind of it. There were any people who in charge of broiler’s marketing activity, they were slaughterers and also acting as a seller’s in traditional market. Most of them are wholeslaughterers and the other are not. To understand this situation scientifically including pattern of broiler’s marketing distribution, the research of added value on broiler’s marketing has been carried out. The objective of this research are: (1) to know the pattern of broiler’s marketing distribution on slaughterers in Pasar Baru, (2) to analyze the added value and profit share of broiler’s marketing activity on slaughterers in Pasar Baru. This research was carried out from Desember, 2007 until January, 2008 in Pasar Baru, Bogor Town. All slaughterers were taken by sensus method, case study was used as research design with descriptive analysis and Hayami Method as tools of added value analysis. The result of this research reveal that there were three patterns of broiler’s marketing distribution i.e.: 1) producers to wholeslaughterers to small slaughterers to consumer(s), 2) producers to wholeslaughterers to retailers to consumer(s), 3) producers to wholeslaughterers to consumer(s). Based on total of broiler’s slaughtering activity in Bogor Town, the highest volume of broiler’s marketing activity was the third. All patterns is to result in three functions of broiler’s marketing. They were exchange function, physical function, and facilitating function. The wholeslaughterer has all of function and the small slaughterer has only two of them, they were exchange function and physical function only. The analyze reveal that the average of added value per broiler per day on broiler’s marketing activity of the small slaughterer was higher than the wholeslaughterer. The profit share was too, eventhough the profit of the small slaughterer was higher than the wholeslaughterer, it doesn’t work with the final result of total volume of broiler’s marketing activity. The higher volume they sold, the higher profit they got. Keywords : marketing, added value.

ANALISIS NILAI TAMBAH PEMASARAN AYAM BROILER (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor)

AHMAD FAWZI WIRADISASTRA D 34104064

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

ANALISIS NILAI TAMBAH PEMASARAN AYAM BROILER (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor)

Oleh AHMAD FAWZI WIRADISASTRA D34104064

Skripsi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapan Komisi Ujian Lisan pada tanggal 18 April 2008

Pembimbing Utama

Pembimbing Anggota

Ir. Burhanuddin, MM NIP. 132 232 454

Dr. Ir. Sri Mulatsih, MSc. Agr NIP. 131 849 397

Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Luki Abdullah M.Sc.Agr NIP. 131 955 531

Seip goes to Bali pada tahun 2007. Selanjutnya penulis melanjutkan studinya di Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Bogor pada tahun 2001 – 2004. Penulis diterima sebagai mahasiswa pada Departemen Sosial Ekonomi Industri Peternakan. Tahun 2005. ketua panitia SEIP Project tahun 2006.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Ahmad Fawzi Wiradisastra lahir di Bogor. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Dodi Sukmayadi Wiradisastra dan Dining Riyanti. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). dan Seminar Kredit UMKM Peternakan tahun 2007. . Fakultas Peternakan. Bulan Bakti Peternakan pada tahun 2005. Penulis kemudian melanjutkan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Bina Insani Bogor pada tahun 1998 – 2001. Pendidikan yang ditempuh penulis dari tahun 1993 – 1998 di Sekolah Dasar Bina Insani Bogor. penulis aktif dalam kegiatan organisasi Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Industri Peternakan (HIMASEIP) periode 2005 – 2006 dan periode 2006-2007. penulis masuk minat studi Ekonomi dan Perencanaan. 5 Desember 1986. ketua panitia Pelatihan Power Point tahun 2006. Lomba Cepat Tepat FAPET antar SMU pada tahun 2005. Lomba Cepat Tepat FAPET antar SMU pada tahun 2006. Selama mengikuti pendidikan di Institut Pertanian Bogor. Penulis juga aktif dalam beberapa kepanitiaan seperti kepanitiaan Pelatihan Desain Grafis pada tahun 2005. Penulis sempat menjabat sebagai Sekretaris Departemen Club IT periode 2005 – 2006 dan sebagai Ketua Departemen Komputer dan Teknologi periode 2006-2007.

penelitian dan penulisan skripsi. Penulis berharap mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya kelak. pelaksanaan survei. Aktivitas pemasaran dapat membantu peternak dalam menyalurkan produk hasil ternaknya agar sampai kepada konsumen. karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun untuk perbaikan skripsi ini di masa yang akan datang. Pemasaran merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari usaha peternakan ayam broiler. Amin. lalu dipotong di TPA. Untuk itu. April 2008 Penulis . Institut Pertanian Bogor. Fakultas Peternakan. Pedagang pemotong yang memasarkan ayam broiler di Pasar Baru Bogor telah melalui tahap saluran pemasaran. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan semua pihak. Ayam broiler yang mengalami perpindahan dari peternak.KATA PENGANTAR Skripsi yang berjudul Analisis Nilai Tambah Pemasaran Ayam Broiler (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor) ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan. Bogor. Penulis menyadari skripsi ini kurang sempurna. dan didalamnya terjadi fungsi-fungsi pemasaran. hingga dipasarkan di pasar akan mempunyai tambahan manfaat tertentu yang dinamakan nilai tambah. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal.

....................................... Populasi ................... Konsep Nilai Tambah ........................... Definisi Istilah .............................................................................................................................. Pengumpulan Data ............ TINJAUAN PUSTAKA .......................................... GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN .............................. PERNYATAAN ................................ Karakteristik Ayam Ras Pedaging ................................................................................................................................................................ Latar Belakang .................................................. i ii iii iv v vi vii ix xi xii 1 1 2 3 3 4 6 6 6 6 7 8 8 9 10 11 11 11 11 11 11 12 12 12 14 16 16 ............... Data dan Instrumentasi ............................ Fungsi-fungsi Pemasaran ............ Desain Penelitian ............................................................................................. METODE PENELITIAN ............................................................................................................................................ Tujuan Penelitian ......... Sistem Agribisnis Ayam Ras ........................................................... RIWAYAT HIDUP .................................................................................................................................................................................................................................................. Lembaga Pemasaran dan Saluran Pemasaran........................................................................................................................... KERANGKA PEMIKIRAN ............................................................................................................................................................................................................................................. PENGESAHAN ................................................................................................................................................................................................... Perumusan Masalah ............................................................................ ABSTRACT .............................................................................................................. DAFTAR ISI ... DAFTAR TABEL ..................... Analisis Data ........................................................................... Pemasaran ........DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN ......................................................................................................................................................................................................................... Lokasi dan Waktu . Agribisnis Peternakan di Perkotaan.......................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. DAFTAR GAMBAR ... Analisis Deskriptif.... KATA PENGANTAR .......................................................................................... PENDAHULUAN ............................................................................................ Analisis Nilai Tambah .................... Letak Geografis Kota Bogor ......................................................................................................................................... Pasar Tradisional .................................... Kegunaan Penelitian .................................................................................................................

................................................................................ Analisis Nilai Tambah ..........................................................................................................................................................................Wilayah Administrasi .............................. Marjin Pemasaran ................................. Kondisi Wilayah ............................................. HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................................................................... UCAPAN TERIMA KASIH ............ Rata-rata Variabel Nilai Tambah................................................................................................. Karakteristik Pedagang Pemotong ............... Rata-rata Variabel Faktor Koefisien Tenaga Kerja .............. Pedagang Pemotong ........................................ Tenaga Kerja ................................................................................................................................. Kondisi Demografis ............................................ Rata-rata Variabel Input Output Bahan Baku dan Faktor Konversi ............................................ Fungsi-fungsi pemasaran .......................................................................................................................... Akses ke Pasar Bogor ............................................................................... Pasar Tradisional Kota Bogor ......................................................................................................... 16 16 17 17 17 18 18 19 20 21 21 22 24 26 26 27 28 28 29 31 31 32 33 35 36 ...................... Pedagang Ayam di Pasar Baru Bogor ........................................... Rata-rata Variabel Nilai Output........................................................................................................................... Pasar Baru Bogor ........................................................................... Keuntungan Pedagang Pemotong................................................................................. Tempat Pemotongan Ayam di Kota Bogor ................................................. KESIMPULAN DAN SARAN .......... DAFTAR PUSTAKA .................................................. Saluran Pemasaran .................... LAMPIRAN ..........................

............ Karakteristik Pedagang Pemotong di Pasar Baru Bogor . Rata-rata Variabel Nilai Tambah Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong di Pasar Baru Bogor per hari ............................... Halaman 13 17 18 19 20 21 25 25 26 27 28 29 29 30 .... 14............................................. 13......... 12..... 10... Biaya-biaya Pembentuk Komponen Sumbangan Input Lain ..... Jumlah Karkas yang dihasilkan di Kota Bogor per Hari ............... Karkas dan Non Karkas ............... Rata-rata Nilai Tambah Karkas Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Besar di Pasar Baru Bogor per hari ................. 11...... 9.............. 4.. 3............................................................ 8.. 6.......... Harga Jual Karkas dan Non Karkas Ayam Broiler ke Konsumen ......... Jumlah Penduduk Kota Bogor per Kecamatan Tahun 2006.......... Harga Beli Ayam Broiler Hidup....DAFTAR TABEL Nomor 1..... Asal Ayam yang Dijual Pedagang di Pasar Baru Bogor Tahun 2003 ..................... Rata-rata Nilai Tambah Karkas Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Kecil di Pasar Baru Bogor per hari ................ Kisaran Nilai Tambah pada Ayam Broiler per hari................. Analisis Nilai Tambah Metode Hayami .. Trayek Angkot yang Melintasi Pasar Tradisional Di Kota Bogor .. 7...................................... Jumlah Tenaga Kerja pada Pedagang Pemotong... 5......... 2...................

2........................... Saluran Pemasaran Ayam Broiler ke Pedagang Pemotong Pasar Baru Bogor ..................................... Konseptualisasi Sistem Agribisnis Ayam Ras ...... Alur Kerangka Pemikiran Penelitian Analisis Nilai Tambah Pemasaran Ayam Broiler (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor).......... 22 Halaman 5 7 ...... 3......................................DAFTAR GAMBAR Nomor 1...............................

............................05 Kg/ekor pada Pedagang Pemotong Besar di Pasar Baru Bogor.................................................. Analisis Nilai Tambah Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Besar di Pasar Baru Bogor per Hari ........................................ 4. Biaya dan Penerimaan Ayam Broiler dengan Bobot 1...................................... Analisis Nilai Tambah Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Kecil di Pasar Baru Bogor per Hari ............ Halaman 37 38 39 40 ..................................05 Kg/ekor pada Pedagang Pemotong Kecil di Pasar Baru Bogor .................................... Biaya dan Penerimaan Ayam Broiler dengan Bobot 1.... 2.............DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1. 3...........

Salah satunya ialah yang berkecimpung di dunia pemasaran. kebutuhan konsumsi daging pun semakin meningkat tiap tahunnya. Keunggulan-keunggulan ini . Pasar-pasar tradisional merupakan salah satu tempat berlangsungnya kegiatan pemasaran ayam broiler di kota Bogor. Baik pedagang maupun konsumen mendapat kemudahan akses untuk menjangkau pasar ini. Usaha peternakan ayam broiler memiliki waktu pemeliharaan yang singkat dan waktu panen yang tergolong cepat diantara komoditi peternakan penghasil daging lainnya. posisinya yang terletak ditengah-tengah kota Bogor memiliki keunggulan relatif pada aspek sosial ekonomi. Kota Bogor saat ini merupakan kota yang termasuk wilayah subsistem agribisnis hilir (wilayah pemasaran) ayam broiler. Laju perputaran modal yang cepat pada usaha ini menarik minat banyak pelaku usaha. kegiatan ini dapat membantu peternak dalam menyalurkan produk hasil ternaknya agar sampai kepada konsumen. Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk. Selain itu. Pemasaran ayam broiler termasuk kedalam subsistem agribisnis hilir. Pasar Baru Bogor memiliki waktu aktivitas pemasaran terlama dibandingkan keenam pasar lainnya. Ada tujuh pasar tradisional di Kota Bogor yang resmi dan tercatat di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop). Protein hewani yang diperlukan tubuh terkandung pada produk hasil ternak berupa daging. begitu pula halnya dengan usaha peternakan ayam broiler.PENDAHULUAN Latar Belakang Peternakan merupakan subsektor pertanian yang memberikan kontribusi penting dalam menunjang kebutuhan protein hewani. Ayam yang masuk ke kota Bogor dipotong terlebih dahulu di TPA sebelum akhirnya dipasarkan kepada konsumen. Salah satu hewan ternak yang dapat menghasilkan daging ialah ayam ras pedaging atau disebut juga ayam broiler. Salah satunya adalah Pasar Baru Bogor. Hal ini mengindikasikan bahwa ketersediaan suplai daging ayam broiler cenderung kontinyu. Pemasaran merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh kegiatan usaha. Para pelaku usaha ini amat beragam mulai dari subsistem agribisnis hulu hingga subsistem agribisnis hilir. banyak konsumen yang cenderung mengutamakan konsumsi daging ayam broiler untuk pemenuhan kebutuhan protein hewaninya.

Keuntungan pemasaran yang didapat oleh pedagang pemotong ini dapat diketahui dari penelitian mengenai nilai tambah. maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut : 1. Ayam broiler yang dipasarkan pedagang pemotong ini dapat ditelusuri asal suplainya. Penjualan daging ayam broiler di Pasar Baru Bogor pada umumnya dikelola oleh pedagang yang merangkap sebagai pemotong (pedagang pemotong). Besarnya tambahan manfaat dan keuntungan yang diperoleh pedagang pemotong dari pemasaran ayam broiler dapat dinyatakan sebagai nilai tambah. sedangkan asal suplai ternak yang didapat pedagang pemotong dapat ditelusuri untuk mengetahui pola saluran pemasaran. Hal ini berlaku pula untuk aktivitas pemasaran ayam broiler yang terdapat di dalamnya. Hal ini membentuk saluran pemasaran yang terpola sehingga aktivitas perpindahan ayam broiler dan fungsi pemasarannya mulai dari peternak sampai ke tangan konsumen dapat tergambarkan.tentunya menyebabkan kegiatan pemasaran (penjualan) dan transaksi bisnis yang terjadi di Pasar Baru Bogor cenderung besar. Ayam yang dipasarkan di Pasar Baru Bogor sudah memiliki tambahan manfaat karena melalui tahap pemotongan sebelumnya. Nilai tambah yang didapat pedagang pemotong sebagai pelaku pemasaran berbeda-beda. Bagaimana saluran pemasaran dan fungsi pemasaran ayam broiler pada pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor ? 2. Perumusan Masalah Pasar Baru Bogor merupakan pasar tradisional dengan aktivitas pemasaran yang besar sehingga Pasar Baru Bogor memiliki keunggulan pada aspek sosial ekonomi. dan fungsi pemasaran yang terjadi. Aktivitas pemasaran ayam broiler dilakukan oleh pedagang pemotong. Bagaimana nilai tambah dan keuntungan pemasaran ayam broiler pada pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor ? . Berdasarkan permasalahan di atas.

Menganalisis nilai tambah dan keuntungan pemasaran ayam broiler pada pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor. antara lain : 1. Para pelaku bisnis komoditas hasil peternakan ayam broiler untuk melihat balas jasa yang diterimanya. 3.Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. . Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. khususnya subsektor peternakan yang berasal dari usaha ayam broiler. Mengetahui saluran pemasaran dan fungsi pemasaran ayam broiler pada pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor. 2. 2. Menjadi literatur untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang sejenis. Pemerintah Kota Bogor dalam mengembangkan aktivitas perekonomian dengan komoditas sektor pertanian.

pedagang ini juga menjual hasil sampingnya (kepala. Nilai tambah dari penjualan ayam broiler oleh pedagang pemotong dapat dianalisis untuk mengetahui keuntungannya. Pedagang pemotong ini menggunakan waktu hampir tiap jam dalam satu hari untuk beraktivitas dalam pemasaran ayam.KERANGKA PEMIKIRAN Pemasaran merupakan suatu tahap kegiatan usaha yang berfungsi untuk menyalurkan komoditi yang dihasilkan produsen ke tangan konsumen. dan pada akhirnya berjualan di Pasar Baru Bogor. Analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah. Selain menjual karkas ayam broiler. memotong. Saluran pemasaran ayam broiler di kota Bogor dapat diketahui dengan menelusuri asal ayam yang didapat pedagang pemotong dari peternak sebelum ayam tersebut akhirnya dipotong dan dipasarkan. dan jeroan) setiap hari. Mulai dari mengambil ayam broiler hidup dari peternak yang berlokasi di luar kota Bogor. Nilai tambah yang didapat pedagang pemotong dihitung dari komponen biaya dan penerimaan yang didapat ketika mulai membawa ayam dari peternak. Saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasarannya digambarkan dalam analisis deskriptif. Pasar Baru Bogor adalah salah satu pasar tradisional di kota Bogor yang merupakan tempat berkumpulnya pedagang pemotong ayam broiler. kaki. Pasar tradisional merupakan tempat pertemuan pedagang dengan konsumen untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli barang. lalu memotong ayam di dalam kota. . hingga menjual di pasar. Fungsi-fungsi pemasaran terjadi pada saluran pemasaran tersebut. Salah satu yang termasuk lembaga pemasaran adalah pasar tradisional.

Pedagang Karkas Ayam Broiler di Pasar Baru Bogor Komponen Biaya dan Penerimaan Asal ternak (ayam broiler hidup) Analisis Nilai Tambah Analisis Deskriptif Keuntungan Saluran dan Fungsi Pemasaran Ayam Broiler Gambar 1. Alur Kerangka Pemikiran Penelitian Analisis Nilai Tambah Pemasaran Ayam Broiler (Kasus Pedagang Pemotong di Pasar Baru Kota Bogor) .

ayam ras pedaging adalah ayam yang mempunyai pertumbuhan badan sangat cepat dengan perolehan timbangan tinggi dalam waktu yang relatif pendek.TINJAUAN PUSTAKA Karakteristik Ayam Ras Pedaging Ayam ras pedaging pada umumnya dikenal juga dengan nama ayam broiler. industri pakan. industri obat- . kepala. Kita harus memberi perhatian pada agribisnis luar usaha ternak. 2001).5 kg. Pada umur 8-9 minggu pertambahan berat badan broiler makin merosot. Daging ayam ras merupakan bagian dari karkas. Sampai umur 5 minggu beratnya + 1. upstream off farm agribusiness (subsistem agribisnis hulu) ayam ras yaitu kegiatan yang menghasilkan sapronak dan kegiatan perdagangannya. Perkembangan teknologi ini telah membangkitkan kegiatan industri pakan.3-1. tetapi diharapkan dagingnya. yaitu pada umur 5-6 minggu dengan berat 1. dan kegiatan pemasaran. pembibitan dan teknologi pasca panen (pengolahan). dewasa ini juga secara relatif telah dimiliki wilayah Bogor-Sukabumi-Cianjur (BOSUCI). Menurut Cahyono (1995). Ayam ini tidak dimaksudkan untuk produksi telur. dibandingkan bagian tubuh ayam ras lainnya (Murtidjo. Agribisnis Peternakan di Perkotaan Tersedianya fasilitas transportasi menyebabkan keunggulan akses terhadap pasar yang semula hanya dimiliki wilayah DKI Jakarta. organ dalam. dan shank. industri pembibitan. leher. Ayam ras pedaging atau ayam broiler dipelihara selama + 6-7 minggu. makin intensifnya kegiatan peternakan makin mendorong perkembangan teknologi pakan. Jadi lebih menguntungkan bila broiler dijual pada umur 6-7 minggu (Jahja. 1987). industri pengolahan produk peternakan. 2000). yang mencakup kegiatan pengolahan produk ternak sampai pada pemasaran hasil ternak dan hasil olahan ke konsumen (Saragih.8 kg. tidak seimbang dengan makin meningkatnya ransum yang dikonsumsi dan konversi ransum makin naik terus. Selanjutnya. Karkas inilah yang biasanya dijual dan bernilai ekonomis tinggi. Termasuk didalamnya agroindustri hulu ayam ras seperti breeding farm (industri pembibitan) dengan seluruh pendalaman srukturnya. Sistem Agribisnis Ayam Ras Sistem agribisnis ayam ras (Gambar 2) memiliki empat subsistem agribisnis sebagai berikut: Pertama. Karkas adalah tubuh tanpa bulu.

Termasuk didalamnya lembaga penyuluhan. Kedua. Ketiga. asuransi. Keempat. Termasuk kedalam subsistem ini adalah agroindustri hilir ayam ras seperti RPA/TPA. downstream off-farm (subsistem agribisnis hilir) ayam ras.obatan/vaksin dan industri alat serta peralatan peternakan. yaitu kegiatan yang menghasilkan ayam ras potongan Subsistem Agribisnis Hulu Ayam Ras Industri Pembibitan Industri Pakan Industri Obat/Vaksin Industri Peralatan Subsistem Agribisnis Budidaya Ayam Ras Usaha Ternak Ayam Ras Potong Usaha Ternak Ayam Ras Petelur Subsistem Agribisnis Hilir Ayam Ras Industri Pengolahan Kegiatan Perdagangan Subsistem Agribisnis Penunjang Ayam Ras Transportasi Kredit/Modal Asuransi Penelitian dan Pengembangan Kebijaksanaan Pemerintah Gambar 2. penyimpanan. transportasi. Subsistem inilah yang di masa lalu kita lihat sebagai peternakan ayam ras. subsistem budidaya agribisnis ayam ras. (supporting institutions) subsistem jasa penunjang agribisnis ayam ras. dan penetapan harga. dan industri-industri yang menggunakan telur ayam ras sebagai bahan bakunya. penelitian dan pengembangan. Konseptualisasi Sistem Agribisnis Ayam Ras dan /atau telur konsumsi. dan kebijaksanaan pemerintah. dan fungsi fasilitas. penjualan. masing-masing fungsi terdiri dari beberapa sub fungsi. industri pengalengan daging ayam ras. yaitu kegiatan yang mengolah ayam ras potong dan telur konsumsi beserta kegiatan perdagangannya. pengolahan dan pengepakan. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi tataniaga meliputi fungsi pertukaran. grading . perbankan. fungsi fisik terdiri dari sub fungsi transportasi dan penanganan. yaitu seluruh kegiatan yang menyediakan jasa yang dibutuhkan agribisnis ayam ras. Fungsi pertukaran terdiri dari sub fungsi pembelian. fungsi fisik.

2001). pedagang pengecer hingga akhirnya ke konsumen. maka dewasa ini lebih menyukai dalam bentuk karkas segar (Saragih. Saluran pemasaran pada peternakan ayam ras atau buras umumnya panjang. termasuk diantaranya pemasaran produk hasil ternak. pengembangan pasar dan penelitian pasar (Napitupulu.dan standardisasi. yaitu badan-badan yang termasuk golongan produsen. Selanjutnya. dan lembagalembaga pemberi jasa (Limbong dan Sitorus. menurut Saragih (2001) kegiatan pemasaran merupakan subsistem terakhir dari agribisnis hilir peternakan di perkotaan. . Lembaga dan Saluran Pemasaran Lembaga pemasaran merupakan badan-badan yang melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran pada saat produk bergerak dari produsen sampai ke konsumen akhir. 1987). Pemasaran untuk segala jenis produk haruslah mengacu pada keinginan dan kepuasan konsumen. berita dan informasi pasar. dan fungsi fasilitas terdiri dari sub fungsi pembiayaan dan penanggungan resiko. Bila dimasa lalu konsumen hasil ternak lebih menyukai ayam hidup. Sebagai kegiatan ekonomi yang langsung berorientasi pada konsumen. Setiap tahap pendistribusian tersebut terdapat biaya. Pemasaran Menurut Kotler dan Amstrong (1994) pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan dengan cara menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. Hal ini karena saluran pemasaran dimulai dari peternak kepada pedagang pengumpul. pengembangan agroindustri hilir dan pemasaran ini harus tetap mengacu pada perubahan perilaku konsumen yang terus berubah dan tidak pernah puas. sehingga semakin tipis kemungkinan peternak memperoleh keuntungan yang wajar (Suharno. 1986). pangkalan ayam ke pemotong. 2002). Subsistem pemasaran ini sangat penting peranannya dalam sistem agribisnis. Kegiatan pemasaran seharusnya tidak hanya sekedar menjual barang secara fisik tapi juga menjual jasa yang melekat pada produk-produk peternakan. Agroindustri hilir dan pemasaran perlu di kembangkan lebih lanjut. pedagang perantara. Sebagai barisan terdepan dari sistem agribisnis. subsistem tersebut akan menentukan jangkauan pasar bagi produk-produk agribisnis berbasis peternakan.

1997). dan akhirnya sampai ke konsumen. Lembaga pemasaran berfungsi sebagai pihak yang menjembatani transaksi perniagaan ayam antara produsen (peternak) dengan konsumen. dan akhirnya sampai ke konsumen.al (1995) menyatakan bahwa pasar (market) adalah suatu konsep yang memiliki beberapa definisi. . lalu kepada pengecer. Ukuran pasar dengan demikian bergantung pada jumlah orang yang menunjukkan kebutuhan atau keinginan dan memiliki sumberdaya yang menarik pihak lain serta bersedia dan mampu menawarkan sumberdaya ini untuk ditukar dengan apa yang mereka inginkan. kepada pengecer. dan bau atau dengan kata lain selalu identik dengan ketidaknyamanan dalam berbelanja. dan akhirnya sampai ke konsumen. maka tulah yang dinamakan pasar tradisional. Lipsey et. (2) Produsen menuju pengumpul (pemotong). (6) Produsen langsung kepada konsumen. Pasar Tradisional Menurut Kotler (1997) pasar terdiri dari semua pelanggan potensial (pembeli dan penjual) yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. (4) Produsen menuju pemotong. sehingga pembeli dapat melakukan tawar menawar sampai terjadi kesepakatan harga (Suharno. (5) Produsen menuju pemotong (pengecer). dan akhirnya sampai ke konsumen. becek. Menurut penelitian Wirawati (2006) pada saluran pemasaran ayam ras pedaging produk Sunan Kudus Farm di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor terdapat enam pola. lalu kepada pemotong. lalu kepada pengecer. pasar adalah sejumlah perusahaan/lembaga pemasaran dimana rumah tangga bisa membeli produk. (3) Produsen menuju pengumpul (pemotong dan pengecer). Pertemuan antara penjual dan pembeli yang terjadi secara tradisi atau terbentuk secara alami. yaitu: (1) Produsen menuju pengumpul. Secara fisik pasar tradisional identik dengan kotor. Barang yang ditawarkan di pasar tradisional biasanya sangat beragam dan harganya pun belum pasti.Pola saluran pemasaran ayam ke setiap tahap lembaga pemasaran cenderung beraneka ragam. dan akhirnya sampai ke konsumen. (2) dari sudut pandang rumah tangga. yaitu: (1) tempat berlangsungnya negoisasi pertukaran komoditi antara pembeli dan penjual.

Input fungsional adalah perlakuan dan jasa yang menyebabkan bertambahnya kegunaan dan nilai komoditas selama mengikuti arus komoditas pertanian. 1991). 2) Faktor koefisien tenaga kerja. Analisis nilai tambah yang umum digunakan salah satunya adalah analisis yang dikemukan oleh Hayami et al. 3) dapat diketahui balas jasa bagi pemilik-pemilik faktor produksi. (1987). menunjukkan banyaknya output yang dihasilkan dari satu satuan input. . menyimpan (time utility). Input fungsional dapat berupa bentuk (form utility). (1987) adalah : 1) lebih tepat digunakan untuk proses pengolahan produk-produk pertanian. menunjukkan nilai output per satuan input. Nilai tambah adalah selisih antara produk yang dihasilkan dengan biaya bahan baku dan biaya input lainnya yang diperlukan untuk menghasilkan produk tersebut (Soeharjo. 2) dapat diketahui produktivitas produknya. dan 3) Nilai produk.Konsep Nilai Tambah Hardjanto (1993) menjelaskan konsep nilai tambah adalah suatu pengembangan nilai yang terjadi karena adanya input fungsional yang diperlukan pada suatu komoditas. menunjukkan banyaknya tenaga kerja yang diperlukan untuk mengolah satu satuan input. yaitu: 1) Faktor konversi. Dalam analisis nilai tambah terdapat tiga komponen pendukung. Kelebihan dari analisis model analisis yang digunakan oleh Hayami et al. dan 4) dapat dimodifikasi untuk analisis nilai tambah selain sub sistem pengolahan. maupun melalui proses pemindahan tempat dan kepemilikan.

sedangkan 8 orang merupakan pedagang pemotong kecil. Pengumpulan Data Data primer dan sekunder dikumpulkan pada saat penelitian berlangsung. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) karena jumlah pedagang pemotong ayam terbanyak di kota Bogor terdapat di Pasar Baru Bogor. Sebanyak 9 orang merupakan pedagang pemotong besar. dan instansi lain yang terkait dengan kepentingan penelitian. mulai pada bulan Desember 2007 sampai bulan Januari 2008. Kota Bogor. Populasi Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedagang sekaligus pemotong (pedagang pemotong) ayam broiler yang berjualan di Pasar Baru Bogor. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. didasarkan pada pertimbangan responden bersedia di wawancara serta mampu memberikan informasi yang dibutuhkan. Data sekunder dikumpulkan dari Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kota Bogor. Surya Kencana 3 Kelurahan Babakan Pasar. dan dari instansi lain yang terkait dengan kepentingan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan. Seluruh responden di pasar digunakan dalam penelitian ini. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan (observasi) dan wawancara langsung dengan responden. yakni pada pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi langsung dan wawancara dengan responden. . Responden yang terdapat ketika penelitian ini berlangsung sebanyak 17 orang pedagang pemotong. Dinas Agribisnis Kota Bogor. Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kota Bogor. yaitu data primer dan data sekunder.METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Baru Bogor Jl. Dinas Agribisnis Kota Bogor. Kecamatan Bogor Tengah. Data sekunder merupakan data tertulis yang diperoleh dari penelusuran studi pustaka. Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis.

2. bahan baku. Metode analisis nilai tambah yang digunakan adalah metode Hayami (1987). Prosedur perhitungan dapat dilihat pada Tabel 1. Pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif dan analisis nilai tambah. Langkahlangkah yang dilakukan dalam menganalisis nilai tambah menurut metode Hayami (1987) adalah : 1. lama penyimpanan. dan disajikan dalam bentuk uraian dan tabulasi angka. . Memilih dasar perhitungan. tenaga kerja dan sumbangan input lain.Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah secara kualitatif dan kuantitatif. dan sebagai perlakuan yang pernah diberikan kepada komoditas bersangkutan. Analisis Deskriptif Penelitian ini secara keseluruhan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan objek penelitian secara lengkap. Perhitungan nilai tambah terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu produk yang dihasilkan. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui saluran pemasaran ayam broiler pada pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor. Analisis Nilai Tambah Analisis nilai tambah dipandang sebagai usaha untuk melaksanakan prinsipprinsip distribusi dan berfungsi sebagai salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan. Membuat arus komoditas yang menunjukkan bentuk-bentuk komoditas. 3. lokasi. Mengidentifikasikan setiap transaksi yang terjadi menurut perhitungan finansial.

Pendapatan tenaga kerja (5)x(7) b. Output. yaitu : a) Faktor konversi. 4. 2. Input. a. a. Harga input bahan baku (Rp/kg) Sumbangan input lain (Rp/kg bahan baku) Nilai output (4)x(6) a. Analisis Nilai Tambah Metode Hayami Variabel Nilai Tambah I. 5. Output (kg) Input bahan baku (kg) Input tenaga kerja (HOK) Faktor Konversi (1)/(2) Koefisien tenaga kerja (3)/(2) Harga output (Rp/kg) Upah rata-rata tenaga kerja (Rp/HOK) A B C D = A/B E = C/B F G Nilai II. Tingkat keuntungan (13a)/(10)x100% III. Nilai tambah (10)-(8)-(9) b. menunjukkan tenaga kerja langsung yang diperlukan untuk mengolah satu satuan input. Balas Jasa dari Pemilik Faktor Produksi : 14. 7. Bagian tenaga kerja (12a)/(11a)x100% 13. menunjukkan banyaknya output yang dihasilkan dari satu satuan input. Pendapatan dan keuntungan : 8.Tabel 1. dan c) Nilai output. 9. 6. Pendapatan tenaga kerja (12a)/(14)x100% b. Keuntungan (11a)-(12a) b. Rasio nilai tambah (11a)/(10)x100% 12. 3. Sumbangan input lain (9)/(14)x100% c. menunjukkan nilai output yang dihasilkan dari satu satuan input . 11. Harga : 1. Marjin (10)–(8) a. Keuntungan perusahaan (13a)/(14)x100% Sumber : Hayami et al. (1987) H I J=DXF K=J–H–I L% = K/J X 100% M=EXG N% = M/K X 100% O=K–M P% = O/J X 100% Q=J–H R% = M/Q X 100% S% = I/Q X 100% T% = O/Q X 100% Beberapa variabel yang terkait dalam analisis nilai tambah. b) Koefisien tenaga kerja langsung. 10.

Bahan baku adalah barang yang dijadikan sebagai input utama produksi. Nilai tambah adalah penambahan nilai yang terjadi pada suatu komoditas karena komoditas tersebut telah mengalami proses lebih lanjut. Harga input lain adalah nilai dari penggunaan input lain selain input utama. Nilai output adalah nilai yang dihasilkan dari penggunaan satu satuan input. Faktor konversi adalah banyaknya output yang dihasilkan per satu-satuan input yang digunakan. Bahan Baku adalah barang yang dijadikan sebagai input utama produksi. 15. Ayam broiler adalah ayam ras pedaging yang mempunyai pertumbuhan cepat dibawah umur 8 minggu dan mempunyai dada yang lebar dengan timbunan daging yang baik dan banyak. leher dan organ dalam. Marjin pemasaran adalah perbedaan harga produk ayam broiler yang dibayarkan konsumen akhir dengan harga yang diterima pedagang atau perbedaan harga disetiap ingkatan lembaga pemasaran yang dinyatakan dalam satuan Rp/ekor bobot hidup. Output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari proses produksi. Saluran pemasaran/tataniaga adalah jalur-jalur yang dilalui produk sehingga sampai tangan konsumen. 13. 7. kaki. 5. Karkas adalah bagian tubuh ayam yang diperoleh tanpa bulu. 4. 8. 12. 14. Lembaga Pemasaran adalah badan-badan baik perorangan maupun lembaga yang membantu penyaluran produk ayam broiler mulai dari peternak sampai ke konsumen akhir. 6. 11. 2. .Definisi Istilah 1. dan dapat dilakukan proses tawar menawar harga. Harga output adalah nilai dari produk yang dihasikan dalam satu-satuan output. 10. darah. Harga bahan baku adalah nilai bahan baku yang digunakan dalam satu-satuan input. Pasar tradisional adalah tempat bertemunya pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang-barang kebutuhan sehari-hari. 9. 3.

21. Pedagang pemotong adalah lembaga pemasaran yang melakukan kegiatan pembelian ayam hidup dari peternak (produsen) untuk dipotong. dan melakukan pemotongan di TPA milik pedagang pemotong besar. Tempat Pemotongan Ayam (TPA) adalah tempat dilakukannya aktivitas pemotongan ayam hidup. Anakanak (usia 17 tahun ke bawah) yang bekerja 8 jam tiap hari dihitung sebagai 0. HKP berlaku untuk bidang pertanian (peternakan) yang banyak terdapat aktivitas fisik di dalamnya. Bleder merupakan alat pencabut bulu mekanik. Harian Kerja Pria (HKP) adalah waktu yang digunakan oleh tiap tenaga kerja dalam satu hari.5 HKP. dan dijual kembali dalam bentuk karkas.8 HKP. pisau. Wanita yang bekerja 8 jam tiap hari dihitung sebagai 0. dan bleder).16. Pedagang pemotong besar adalah pedagang pemotong yang memiliki Tempat Pemotongan Ayam (TPA) pribadi. 19. Upah Tenaga Kerja Rata-Rata adalah imbalan bagi tenaga kerja dalam satuan HKP. Pria yang bekerja selama 8 jam tiap hari. . Tenaga Kerja adalah banyaknya tenaga kerja langsung yang digunakan pada proses produksi per-HKP. 20. Fasilitas yang terdapat di tempat pemotongan adalah peralatan stainless steel (panci. dan menjual ayam tersebut kepada pedagang pemotong kecil dan pengecer. 22. 17. 18. mulai dari penyembelihan hingga ayam terpisah dari organ dalamnya dan siap dijual. dan memiliki sarana transportasi untuk mengangkut ayam dari peternak (produsen). Pedagang pemotong kecil adalah pedagang pemotong yang memesan ayam hidup kepada pedagang pemotong besar. maka dihitung sebagai satu HKP. dan kompor gas.

komunikasi. • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Darmaga dan Kecamatan Ciomas.707 jiwa yang tersebar di 6 kecamatan dan 68 kelurahan. yaitu Ciliwung.8’ C dengan suhu tertinggi 30. • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Ciawi.850 Ha ini dihuni lebih dari 820. Kota dengan luas 11. Kemudian secara administratif kota Bogor terdiri dari 6 wilayah kecamatan. pusat kegiatan nasional untuk industri. Cisadane. dan Cibalok. Kondisi iklim di kota Bogor suhu rata-rata tiap bulan 26’ C dengan suhu terendah 21. Balungbangjaya. Kabupaten Bogor. Curah hujan rata-rata setiap tahun sekitar 3500 – 4000 mm dengan curah hujan terbesar pada bulan Desember dan Januari. merupakan potensi strategis bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan jasa. Kelembaban udara 70 %. Bojong Gede. Wilayah Administrasi Kota Bogor adalah salah satu kota yang berada dibawah wilayah administratif Propinsi Jawa Barat dan hanya berjarak lebih kurang 50 Km dari pusat pemerintahan Indonesia. 623 RW. Kabupaten Bogor. Genteng. Ciparigi. Lokasinya yang sangat dekat dengan Ibukota Negara. transportasi. kedudukan geografis kota Bogor berada di tengah-tengah wilayah kabupaten Bogor. 31 kelurahan dan 37 desa (lima diantaranya termasuk desa tertinggal yaitu desa Pamoyanan. . perdagangan. Cipakancilan. • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Caringin.4’ C.712 RT. Kabupaten Bogor. Kota ini dikelilingi oleh wilayah kabupaten Bogor yaitu sebagai berikut : • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Kemang. Kondisi Wilayah Kota Bogor mempunyai rata-rata ketinggian minimum 190 m dan maksimum 330 m dari permukaan laut.GAMBARAN UMUM LOKASI Letak Geografis Kota Bogor Secara geografis kota Bogor terletak di antara 106’ 48’ BT dan 6’ 26’ LS. 2. dan pariwisata. dan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor. 210 dusun. Jakarta. Cidepit. Mekarwangi dan Sindangrasa). Kota Bogor dialiri 6 sungai besar.

148 46. kosmetik.148 86. .804 Jumlah 151. Keterangan lebih rinci mengenai jumlah penduduk kota Bogor ditunjukkan oleh Tabel 2. Lantai dasar menjual sembako. plastik.710 84.446 Perempuan 73. los dan pelataran. Pasar Baru Bogor Lokasi pasar Baru Bogor berada di Jalan Surya Kencana 3. jam tangan. dan juga salon. Lantai 1 menjual jajanan (kue basah dan kue kering).487 370. Tabel 2. emas.006 379. Kelurahan Babakan Pasar. tas. Lantai 2 menjual pakaian. Pasar-pasar tradisional di kota Bogor dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Pasar yang berada di bawah wewenang Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop).496 46.307 64. sepatu.620 65. keperluan rumah tangga.855 132. Kios di pasar Baru Bogor berjumlah 2.881 38.493 750. sepatu. Gedung pasar Baru Bogor bersebelahan dan tersambung dengan gedung pusat perbelanjaan Ramayana-Robinson yang merupakan tempat penjualan pakaian.250 Pasar Tradisional Kota Bogor Pasar tradisional merupakan tempat dijualnya segala keperluan sehari-hari. Jumlah Penduduk Kota Bogor per Kecamatan Tahun 2006 (Jiwa) Kecamatan Bogor Selatan Bogor Timur Bogor Utara Bogor Barat Bogor Tengah Tanah Sareal Jumlah Sumber: Renstra Kota Bogor 2007 Laki-laki 77.254 38.Kondisi Demografis Tingkat kepadatan penduduk setiap kecamatan berbeda-beda. Kecamatan Bogor Tengah.135 77. terutama pangan yang amat dibutuhkan masyarakat.134 unit. barang-barang elektronik. ikan segar dan daging ayam.858 170. dan daging. supermarket.644 92.958 61.235 67.265 125. Pasar Baru Bogor terdiri dari tiga lantai. dan rental game. Menurut Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 1999 pasar adalah tempat yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai tempat bertemunya pihak penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi dimana proses jual beli barang dan jasa terbentuk berupa kios. sayuran.

Akan tetapi banyak pedagang yang lebih suka pindah ke pasar Baru Bogor dengan alasan langganan lebih mudah menjangkau pasar Baru Bogor yang jaraknya relatif dekat dengan bekas pasar Ramayana. 06. Sedangkan pedagang kaki lima berjualan di sepanjang jalur kendaraan yang mengelilingi gedung pasar Baru Bogor mulai pukul . 2. 07. 08. 10. Pedagang di pasar Ramayana telah disediakan pasar pengganti. Pedagang ayam broiler yang berjualan di dalam pasar memiliki kios sendiri. yakni dilalui 7 trayek angkot. 12. Posisi pasar Baru Bogor dilalui jalur dengan trayek angkutan kota terbanyak. 14 04 02. Jalur ini memudahkan pedagang dan konsumen dari seluruh penjuru kota Bogor untuk akses ke pasar ini.Akses ke Pasar Bogor Keberadaan pasar Baru Bogor amat strategis. Trayek Angkot yang Melintasi Pasar Tradisional Di Kota Bogor No 1. 03 Jumlah Trayek 7 6 4 5 3 1 2 Sumber: Data Primer 2007 Pasar Baru Bogor memiliki jumlah trayek terbanyak. yakni pasar Jambu Dua yang berlokasi di Warung Jambu. 08A. yakni di Kecamatan Bogor Tengah yang dilalui jalur protokol dan berada dalam posisi yang dikelilingi lima kecamatan lainnya. 07A.00 WIB. 07. Tabel 3. Pasar Tradisional Pasar Baru Bogor Pasar Kebon Kembang Pasar Jambu Dua Pasar Merdeka Pasar Sukasari Pasar Padasuka Pasar Gunung Batu Nomor Trayek Angkot 02. 05. 3. 15 02. 10. Masyarakat kota Bogor sebagian besar menggunakan sarana transportasi berupa angkutan kota (angkot) untuk menjangkau pasar. 08. 10. Masyarakat kota Bogor dari segala penjuru dapat memanfaatkan 7 trayek ini untuk menjangkau pasar Baru Bogor. 01 03.00 WIB hingga pukul 16. 6 7. Pasar Ramayana ditutup dan digantikan tempat perbelanjaan yang lebih modern. 11. Pedagang Ayam di Pasar Baru Bogor Pedagang di pasar Baru Bogor merupakan campuran antara pedagang tetap dan pedagang pindahan dari pasar Ramayana. 09 03. 4. Mereka rata-rata berjualan dari pukul 05. Kios yang terbatas di pasar Baru Bogor mengakibatkan banyak pedagang berjualan di sekitar area pasar (kaki lima). 5. 12. Uraian mengenai trayek angkot dengan akses ke pasar tradisional di kota Bogor disajikan pada Tabel 3. 16 07. 13.

Tempat Pemotongan Ayam di Kota Bogor Pondok Rumput merupakan salah satu Tempat Pemotongan Ayam (TPA) yang sudah ada di kota Bogor sejak tahun 1970an. pada umumnya di suplai dari Pondok Rumput. Begitu pula halnya dengan rumah pemotong disana. . Jumlah karkas yang diproduksi TPA di kota Bogor ditunjukkan dalam Tabel 5. akan tetapi makin lama makin banyak pendatang sehingga Pondok Rumput menjadi pemukiman. Bahkan ada yang mulai berjualan pada pukul 21.00 WIB. Ayam yang disuplai dari Pondok Rumput merupakan yang terbanyak di pasar Baru Bogor dibandingkan empat kawasan lainnya. Rumah penduduk berdampingan dengan TPA hingga saat ini. Ayam yang dijual pedagang di pasar Baru Bogor didapat dari berbagai lokasi. agar mudah mengawasi ayam.01.00 hingga pukul 07. Asal Ayam yang Dijual Pedagang di Pasar Baru Bogor Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 Daerah Asal Ayam Pondok Rumput Cijeruk Parung Tajur Cigombong Total Jumlah Pedagang (orang) 23 1 4 1 1 30 Ayam yang Dijual (Kg)/hari 2210 30 490 20 20 2770 Sumber: Data Dinas Agribisnis Kota Bogor 2007 (diolah) Ayam yang dijual pedagang ayam di pasar Baru Bogor. Jumlah Karkas yang dihasilkan di Kota Bogor per Hari No 1 2 3 Nama Kelompok Ikatan Warga Pemotong Ayam Ikatan Warga Pemotong Ayam Sierad Produce Lokasi Pondok Rumput Cibadak Pasar Anyar Produksi Karkas (Kg) 5000 800 215 Sumber: Data Dinas Agribisnis Kota Bogor 2007 Produksi Karkas ayam oleh Ikatan Warga Pemotong Ayam (IWPA) yang berlokasi di Pondok Rumput merupakan yang terbesar di kota Bogor diantara pemotong lainnya. Tabel 4. jarak lokasi pemotongan dengan rumah tinggalnya cukup berdekatan.00 WIB. yakni sebanyak 23 orang pedagang mendatangkan ayam dari Pondok Rumput. uraian selengkapnya ditunjukkan oleh Tabel 4.00 WIB hingga pukul 07. Tabel 5. Pada awalnya daerah ini dikhususkan untuk pemotongan ayam.

Nanggung. dan kepala) secara terpisah. Pedagang pemotong besar dan kecil menjual ayam di pasar dalam bentuk karkas dan non karkas (isi perut. yakni di kawasan Tempat Pemotongan Ayam (TPA) Pondok Rumput untuk dipotong. Pedagang pemotong besar tiap hari mengambil ayam ke peternakan yang lokasinya di kabupaten Bogor (Ciawi. terbagi menjadi pedagang pemotong besar dan kecil. serta isi perut terpisah. kaki. dsb) dan kabupaten Sukabumi. Leuwiliang. Ayam lalu diangkut ke pasar untuk dijual dalam keadaan kepala dan kaki belum di potong. Di pasar barulah ayam dipisahkan kaki dan kepalanya hingga berbentuk karkas. .Pedagang Pemotong Pedagang pemotong yang terdapat di pasar Baru Bogor. Setibanya di TPA Pondok Rumput terjadi transaksi pembelian ayam hidup antara pedagang pemotong besar dan pedagang pemotong kecil. Ayam kemudian dibawa ke kota Bogor. Darmaga. Pedagang pemotong besar dan pedagang pemotong kecil biasanya memotong ayam bersama di TPA milik Pedagang pemotong besar. Parung Kuda. Pedagang pemotong kecil tidak pernah mengambil ayam broiler hidup ke peternakan.

51 17.83 23. Pertama. dan lama usaha. yakni merupakan pelaku yang memasarkan komoditi ayam broiler kepada konsumen.66 17.63 tahun. Umur keseluruhan pedagang pemotong yang berjualan di pasar Baru Bogor menyebar antara 28 .51 17. Tabel 6.66 2 3 4 5 Pedagang pemotong yang berjualan di pasar Baru Bogor sebagian besar berjenis kelamin pria (88. Pedagang pemotong membutuhkan fisik yang kuat karena rutinitas yang padat dan melelahkan.06 persen. umur.76 52. Berdasarkan rentangnya umur dibagi tiga. tingkat pendidikan.76 persen.17 58.94 persen sedangkan pedagang pemotong kecil memiliki persentase 47. Karakteristik Pedagang Pemotong di Pasar Baru Bogor No 1 Faktor Individu Jenis Kelamin Pria Wanita Status Pemotong Besar Pemotong Kecil Umur (tahun) 28 – 40 41 – 50 51 – 63 Pendidikan Terakhir Tidak Lulus SD SD SMP SMA/sederajat Lama Usaha (tahun) 2 – 13 14 – 21 22 – 33 Jumlah (orang) 15 2 9 8 11 2 4 3 3 4 7 10 4 3 Persentase (%) 88.51 41.24%). Selain memotong ayam hidup. Tiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. .94 47.06 64. status.73 11. Pedagang pemotong yang berjualan di Pasar Baru Bogor terbagi menjadi pedagang pemotong besar dan pedagang pemotong kecil. Karakteristik yang digunakan dalam penelitian ini antara lain jenis kelamin. pedagang pemotong harus mengangkut daging ayam untuk dijual ke pasar.66 23. Secara lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 6. dan persentase wanitanya sebesar 11.HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Pedagang Pemotong Pedagang pemotong termasuk ke dalam lembaga pemasaran.24 11. Mayoritas berstatus pedagang pemotong besar dengan persentase 52.76 23.

Saluran Pemasaran Ayam Broiler ke Pedagang Pemotong Pasar Baru Bogor .51 persen.46 % Pengecer 3. Ketiga. Tingkat pendidikan pedagang pemotong kebanyakan SMA/sederajat.38 % Tidak diteliti : Diteliti : Gambar 3. kemudian ditelusuri dari mana asal ayam yang didapat. berumur antara 41 – 50 tahun dengan persentase 11.47 % TPA lain 13.73 persen yang merupakan umur mayoritas pedagang pemotong.46 % Konsumen 46. Kedua.87 % Pedagang Pemotong Kecil (Pasar lain) 65. dan kebanyakan 13 – 22 tahun dengan persentase 23.sebanyak 11 orang berumur 28 – 40 tahun dengan persentase sebesar 64.82 % 13. Saluran Pemasaran Saluran pemasaran dapat menggambarkan proses penyaluran ayam broiler dari produsen (peternak) hingga sampai ke tangan konsumen. Lama usaha pedagang pemotong mayoritas berkisar antara 2 – 12 tahun dengan persentase 58.66 persen. yakni sebesar 41.83 % Pedagang Pemotong Besar TPA Pondok Rumput (Destinasi Pasar Baru Bogor) 5. Sisanya adalah pedagang pemotong dengan lama usaha 23 – 33 tahun dengan persentase sebesar 17.76 persen sebanyak dua orang. yakni pedagang pemotong yang berjualan di pasar. Sebanyak 4 orang berpendidikan sampai jenjang SMP dengan persentase sebesar 23. Saluran pemasaran ayam broiler yang dilalui oleh pedagang pemotong di Pasar Baru Bogor ditunjukkan pada Gambar 3. sedangkan tiga orang tidak tamat SD dengan persentase 17.99 % Pedagang Pemotong Kecil (Pasar Baru Bogor) 14. Produsen (Peternak) 19.66 persen. Hasil penelitian terhadap saluran pemasaran ayam broiler ini diawali dari sub sistem agribisnis hilir.83 % 9.51 persen.66 persen.17 persen sebanyak 7 orang. Sebanyak tiga orang berpendidikan hingga tamat SD dengan persentase 17.51 persen sebanyak 4 orang.83 persen. berumur 51 – 63 tahun dengan persentase 23.7 % Pedagang Pemotong Besar TPA Pondok Rumput (Destinasi Pasar lain) 15.

38 persen. Saluran pertama sebesar 9. Berdasarkan penelitian. Pasar Baru Bogor merupakan tempat berjualan sebagian besar pedagang pemotong yang tinggal dan melakukan aktivitas pemotongan di TPA Pondok Rumput. Persentase yang dihitung dimulai dari pedagang pemotong besar TPA Pondok Rumput kepada pembelinya (pedagang pemotong kecil. Sebanyak 1087 ekor (15.46 persen. Masing-masing pola saluran memiliki persentase jumlah ayam yang berbeda. Sebanyak 300 ekor (5. dan sebanyak 3100 ekor (46. sebanyak 4400 ekor ayam (65. dan saluran yang terbesar adalah saluran ketiga sebesar 46.83% dan 5. Sebanyak 1317 ekor (19.7%) dari 6684 ekor dijual oleh pedagang pemotong besar TPA Pondok Rumput lainnya (destinasi pasar lain) dengan tujuan pemasaran ke Pasar Anyar dan Warung Jambu. yakni sebanyak 6684 ekor.46%) dijual ke pengecer. pengecer. Saluran kedua sebesar 13.Saluran Pemasaran Ayam Broiler yang dilalui pedagang pemotong Pasar Baru Bogor hingga sampai ke konsumen terdapat tiga pola saluran. Produsen Pemotong Besar Pemotong Besar Pemotong Besar Pemotong Kecil Pengecer Konsumen Konsumen Konsumen Persentase masing-masing pola saluran pemasaran dibuat berdasarkan data Dinas Agribisnis Kota Bogor mengenai volume pemotongan setiap hari di kota Bogor. .83%) dari 6684 ekor dijual oleh pedagang pemotong besar TPA Pondok Rumput. dan pemotong perorangan.83%) dijual kepada pedagang pemotong kecil TPA Pondok Rumput untuk dijual di Pasar Baru Bogor. sehingga jalur ini akan menghasilkan nilai tambah dan keuntungan terbesar karena harga jual tertinggi didapat bila menjual ke konsumen. Pasar Anyar.38%) dijual langsung ke konsumen.99%) dijual kepada pedagang pemotong kecil. Produsen 2. Sebanyak 900 ekor (13. Sebanyak 230 ekor (3.99%).82 persen. didapat dari penjumlahan semua pedagang pemotong kecil TPA Pondok Rumput yang berjualan di Pasar Baru Bogor (3.47%) dari 6684 ekor dipotong di TPA lain di Kota Bogor yang berlokasi di Cibadak. Sebanyak 967 ekor (14. dan konsumen).87%) dijual kepada pedagang pemotong kecil pasar lain. yaitu: 1. Saluran ketiga merupakan jalur pemasaran yang terpendek karena penjualan ayam oleh pedagang pemotong besar langsung kepada konsumen di pasar. Produsen 3.

Bukti pembayaran dikirim melalui fax.000 per Kg dan Rp 1583. Pedagang pemotong besar ada 9 orang. ayam dipilah oleh pedagang pemotong besar menjadi ayam yang akan dijual untuk konsumen. yakni berupa pembelian ayam yang dilakukan pedagang pemotong besar kepada peternak dengan sistem DO (Delivery Order). dan cukup menunjukkan surat DO untuk mengambil ayam. Harga yang disepakati antara pedagang pemotong besar dengan pedagang pemotong kecil berada dalam kisaran Rp 11. sehingga ada kalanya peternak membeli ayam pesanan ke peternak lain. selain itu ada pula pedagang pemotong ayam yang membeli ayam kepada broker (penyalur). Pedagang pemotong besar berangkat ke peternakan dengan menggunakan truk. fungsi fisik. lalu peternak mengirim surat DO yang isinya menyatakan bahwa pedagang pemotong besar dapat mengambil ayam di peternakan sesuai dengan harga dan jumlah ayam yang telah disepakati.3 per ekor. maka pedagang pemotong besar akan mentransfer sejumlah uang ke peternak. Penyalur adalah peternak yang sedang kehabisan stok ayam.000 per Kg dan non karkas seharga Rp 2183. dan sisanya 8 orang merupakan pedagang pemotong kecil. dan ikut (menumpang) memotong di TPA milik pedagang pemotong besar. Pada saat penelitian. Fungsi pertukaran. Harga beli yang bervariasi disebabkan pembelian kepada peternak yang berbeda. dan 4 orang lainnya membeli ayam hidup dari pedagang pemotong besar yang berjualan di pasar lain. dan jeroan) kepada pedagang pemotong besar di pasar dengan harga masing-masing Rp 14.700 per ekor hidup. Pengecer membeli ayam karkas dan non karkas (kepala.500 – Rp 12. Pedagang pemotong kecil biasanya membeli ayam hidup ketika tiba. kaki. Setibanya di TPA Pondok Rumput. yakni fungsi pertukaran. Fungsi pertukaran yang dilakukan pedagang pemotong kecil adalah pembelian ayam hidup kepada pedagang pemotong besar. Pedagang pemotong kecil ini terbagi menjadi dua. pengecer di pasar. dan yang dipesan oleh pedagang pemotong kecil. harga beli ayam yang disepakati berada dalam kisaran Rp 9800 – Rp 12. Pedagang pemotong besar menghubungi peternak terlebih dahulu untuk membuat kesepakatan.5 Kg.Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pemotong ada tiga. dan fungsi fasilitas.000 per ekor dengan bobot hidup 1.3 . Semua pedagang menjual karkas seharga Rp 18. yakni 4 orang membeli ayam hidup dari pedagang pemotong besar yang berjualan di Pasar Baru Bogor. Setelah tercapai persetujuan.

Tahap selanjutnya ayam dicabuti bulunya secara manual dengan menggunakan Bleder (alat pencabut bulu) hingga ayam bersih dari bulu. Diawali dengan tahap penyembelihan dengan melafalkan Basmallah lebih dahulu.05 Kg per ekor. Ada pula proses penyimpanan ayam yang tidak habis terjual dengan cara menyimpan ayam di wadah penuh es batu (ngees). Tubuh ayam dan jeroan dikemas secara terpisah. Keadaan kompor terus menyala hingga semua ayam dapat giliran.5 Kg. baik yang dilakukan oleh pedagang pemotong besar maupun pedagang pemotong kecil.per ekor kepada konsumen. yakni 70 persen dari bobot hidup 1. Harga Beli Ayam Broiler Hidup. ayam dicelup ke dalam kompor berisi air panas dengan suhu kira-kira 50 derajat Celcius selama 1-2 menit. Harga Jual Karkas dan Non Karkas Ayam Broiler ke Konsumen Pedagang Pemotong Besar Kecil Pengecer Karkas (per Kg) Kepala (per ekor) Harga Jual (Rp) Kaki Jantung (per ekor) (per ekor) Usus (per ekor) Hati Rampela (per ekor) 18. . Ayam yang telah disembelih dikumpulkan dalam sebuah wadah.500-12. Bulu-bulu yang masih tertinggal di tubuh ayam dibilas menggunakan air bersih. Setelah darah telah habis keluar dari tubuh.00 WIB.3 333.000 11.3 333.3 0 0 50 0 0 100 0 0 300 0 0 900 Tabel 8. Tabel 7.000 0 0 233. tubuh ayam dijual di pasar dalam keadaan kepala dan kaki masih menyatu. Bagian kloaka dibedah untuk mengeluarkan isi perut.700 0 0 0 14. Sesampainya di TPA.000 18. Karkas dan Non Karkas Pedagang Pemotong Besar Kecil Pengecer Hidup (per ekor) Karkas (per Kg) Harga Beli (Rp) Kepala Kaki (per ekor) (per ekor) Jantung (per ekor) Usus (per ekor) Hati Rampela (per ekor) 9800-12. Proses pemotongan pada umumnya dilakukan mulai pukul 00.3 250 250 250 200 200 200 400 400 400 1000 1000 1000 Fungsi fisik dalam penelitian ini merupakan proses pemotongan. Fungsi fasilitas yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah penanggungan resiko berupa resiko fisik. Karkas ayam memiliki bobot 1. lalu isi perut dibersihkan dari kotoran.00 – 05. Selengkapnya tertera pada Tabel 7 dan Tabel 8. Resiko fisik yang terjadi ialah kematian ayam hidup akibat kelelahan (mati lemas) yang dialami oleh pedagang pemotong besar ketika perjalanan kembali ke TPA setelah pengambilan ayam di peternakan. ayam yang mati langsung dipisahkan dari yang hidup.000 18.000 333.

81 hingga Rp 8779.Pedagang pemotong besar memiliki fungsi pemasaran yang paling banyak dibandingkan pedagang pemotong kecil karena memiliki resiko fisik yang termasuk di dalam fungsi fasilitas. menunjukkan banyaknya output yang dihasilkan dari satu satuan input. Kisaran Nilai Tambah pada Ayam Broiler per hari Pedagang Pemotong Besar Kecil Jumlah (orang) 9 8 Ayam (ekor) Input Output 150-1000 150-1000 50-150 50-150 Nilai Tambah (Rp) 3084. menunjukkan banyaknya tenaga kerja yang diperlukan untuk mengolah satu satuan input. yaitu: 1) Faktor konversi. yaitu resiko kematian ayam selama perjalanan ke TPA. dan menjualnya sebanyak itu juga. Dalam analisis nilai tambah ini terdapat tiga komponen pendukung. dan menjualnya sebanyak itu juga.81-8779. Sedangkan pedagang pemotong kecil membeli ayam dalam kisaran 50 ekor hingga 150 ekor tiap hari. Rata-rata Variabel Input Output Bahan Baku dan Faktor Konversi Analisis nilai tambah digunakan pada aktivitas pembelian dan penjualan ayam broiler oleh pedagang pemotong yang berjumlah 17 orang. sedangkan rata-rata pembelian dan penjualan ayam pada pedagang pemotong kecil . kaki. Pedagang pemotong kecil terhindar dari resiko fisik karena mereka tidak membeli ayam hidup kepada peternak melainkan membeli langsung kepada pedagang pemotong besar di TPA. menunjukkan nilai output per satuan input. Proses pemotongan mengubah bentuk ayam hidup utuh menjadi karkas dan non karkas (kepala. dan 3) Nilai output.73 hingga Rp 9881 per ekor ayam.73-9881 7583. 2) Faktor koefisien tenaga kerja. sedangkan pada pedagang pemotong kecil berada dalam kisaran Rp 7583. Analisis Nilai Tambah Nilai tambah dan keuntungan yang didapatkan oleh masing-masing pedagang pemotong berbeda-beda. Rata-rata pembelian dan penjualan ayam pada pedagang pemotong besar sebanyak 489 ekor tiap harinya. Nilai tambah yang didapat pedagang pemotong besar berada dalam kisaran Rp 3084. Tabel 9. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Tabel 9.53 Masing-masing pedagang pemotong besar membeli ayam dalam kisaran 150 ekor hingga 1000 ekor tiap hari.53. dan jeroan) yang siap dijual di pasar.

35% 5866. Nilai faktor konversi yang dihasilkan oleh kegiatan pemotongan dan pemasaran ayam bernilai satu.sebanyak 79 ekor tiap harinya.80 5.0272 HKP per ekor.87 2% 7876.46 6. Tabel 10.85% 351.31 6206. menghasilkan satu buah karkas seberat 1.66% 89.92% 7081.89 17748.16% 80.3 2% 8.89 488.3 12300 759. Pedagang pemotong besar dibantu oleh banyak pegawai (tenaga kerja).0272 21083. Pendapatan dan keuntungan : 7. Nilai tambah (Rp/ekor) b. Satu ekor ayam yang dipotong dengan bobot hidup 1.0156 HKP per ekor.56 38.89 6.06% 146. Nilai faktor konversi dihitung berdasarkan pembagian antara nilai output yang dihasilkan dengan nilai input yang digunakan.68 37. hal ini menyatakan bahwa tiap satu satuan ekor ayam yang digunakan akan menghasilkan output karkas sebanyak satu ekor. Rata-rata Variabel Nilai Tambah Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong di Pasar Baru Bogor per hari Variabel Nilai Tambah Pemotong Besar I. Koefisien tenaga kerja (HKP) 6.75 2 1 0.0156 HKP atau waktu 0.56 927. Harga : 1. a. Keterangan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 10. Input tenaga kerja (HKP) 4. Bagian tenaga kerja 12. Pendapatan tenaga kerja b.028 1 0.0156 17748. Nilai output (Rp/ekor) 10. sehingga waktu yang dibutuhkannya dalam mengolah ayam menjadi karkas lebih cepat dibandingkan pedagang pemotong kecil yang tidak memiliki pegawai. Output (ekor) 2. a.05 Kg. Rasio nilai tambah 11.5 Kg. Keuntungan (Rp/ekor) b. Pendapatan tenaga kerja (Rp/ekor) b. Input.61% .36% 8783. Hal ini menyatakan bahwa dibutuhkan waktu 0.1248 jam untuk mengolah satu ekor ayam menjadi karkas. Sumbangan input lain c.3 8023.31 10355. Sumbangan input lain (Rp/ekor) 9. Marjin a.75 78.17% 14. Faktor koefisien tenaga kerja pada seluruh pedagang pemotong besar rata-rata sebesar 0.59 34. Faktor Konversi 5. Rata-rata Variabel Faktor Koefisien Tenaga Kerja Faktor koefisien tenaga kerja dalam metode ini berdasarkan Harian Kerja Pria (HKP). Hal ini menandakan bahwa dibutuhkan 0. rata-rata faktor koefisien tenaga kerjanya sebesar 0.24 32.67% Nilai Pemotong Kecil 78. Balas Jasa dari Pemilik Faktor Produksi : 13. Input bahan baku (ekor) 3. Harga input bahan baku (Rp/ekor) 8. Keuntungan perusahaan 488.2176 jam untuk mengolah satu ekor ayam menjadi karkas. Tingkat keuntungan III.74 21083. Pada pedagang pemotong kecil. Output. Harga output (Rp/ekor) II. a.

Listrik . biaya kematian.Kematian untuk Ayam transportasi . dan penerimaan yang hilang akibat kematian).Penerimaan ke pasar hilang akibat kematian ayam Harga input bahan baku merupakan harga beli ayam hidup.Plastik . dan plastik). gas. Ayam hidup dijual kepada pedagang pemotong kecil.Telepon si ke pasar Tempat peternakan . retribusi. Selengkapnya ditunjukkan dalam Tabel 11. sedangkan pada pedagang pemotong kecil sebesar Rp 21083. dan jeroan) dijual kepada pengecer dan kepada konsumen.Rata-rata Variabel Nilai Output Nilai output rata-rata dari hasil penjualan ayam broiler yang didapat oleh pedagang pemotong besar sebesar Rp 17748.3.Gas . pengecer. biaya penjualan di pasar (listrik.Retribusi transportasi . dan konsumen). Tabel 11.Gas transporta .Listrik .Plastik dan bensin .59 per ekor. dengan harga yang bervariasi untuk masing-masing pembeli. Rata-rata nilai tambah ayam pada pedagang pemotong besar sebesar Rp 6206. Rata-rata Variabel Nilai Tambah Nilai output dikurangi variabel harga input bahan baku dan dikurangi variabel sumbangan input lain akan menghasilkan nilai tambah ayam per ekor. Adapun pedagang pemotong kecil hanya menjual karkas dan non karkas kepada konsumen saja.Retribusi Tempat .Listrik Solar untuk .Listrik . Harga output pada pedagang pemotong besar lebih kecil karena penjualan produknya bermacam-macam kepada pembeli yang berbeda (pedagang pemotong kecil. Hal ini tentunya mempengaruhi variabel nilai tambah pada pedagang pemotong besar dan kecil. Nilai output didapat dari perkalian variabel harga output (harga jual) dengan faktor konversi. sedangkan . dan biaya BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk transportasi. Biaya-biaya Pembentuk Komponen Sumbangan Input Lain Pedagang Pemotong Besar Pedagang Pemotong Kecil Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya Pemotongan Penjualan BBM Pemotongan Penjualan BBM Bensin .31 per ekor. sewa tempat.Sewa .Retribusi . karkas dan non karkas (kepala.Sewa . telepon. Komponen yang termasuk sumbangan input lain adalah biaya-biaya yang berupa biaya pemotongan di TPA (listrik. kaki. retribusi.Telepon truk ke .Retribusi untuk .

8 9881 5225.45 8023.3 772.41 7855.4 21083.3 21083.3 21083.92 809.3 21083. Tabel 12.98 15991.56 Sumbangan Input Lain (Rp) 1093.51 863. pemotongan. sehingga variabel sumbangan input lain per ekor ayamnya menjadi lebih besar.06 Nilai Tambah (Rp) 4067.3 7195.82 906.3 17649.21 6004.03 7548.65 16791. Hal ini disebabkan adanya biaya resiko kematian dan penerimaan yang hilang akibat kematian yang ditanggung oleh pedagang pemotong besar.81 7767. dan penjualan (penjaga kios) di pasar.89 55859.16 6870. yakni pengambilan ayam (sopir).81 872.3 21083. tenaga kerja keluarga sebanyak 20 orang.51 7906.58 17483.81 8779. Keterangan selengkapnya ditunjukkan dalam Tabel 14.pada pedagang pemotong kecil sebesar Rp 8023.44 822.3 21083.1 21083. Rata-Rata Nilai Tambah Karkas Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Besar di Pasar Baru Bogor per Hari Pedagang Pemotong Besar Pemotong Besar I Pemotong Besar II Pemotong Besar III Pemotong Besar IV Pemotong Besar V Pemotong Besar VI Pemotong Besar VII Pemotong Besar VIII Pemotong Besar IX Jumlah Rata-Rata Harga Input Bahan Baku (Rp) 10200 10500 10500 10200 9800 12000 10000 10000 10000 93200 10355.59 Tabel 13.53 7992.79 676.56 Pemotong Kecil I Pemotong Kecil II Pemotong Kecil III Pemotong Kecil IV Pemotong Kecil V Pemotong Kecil VI Pemotong Kecil VII Pemotong Kecil VIII Jumlah Rata-Rata Tenaga Kerja Tenaga kerja yang dipekerjakan oleh seluruh pedagang pemotong ada 74 orang. Tenaga kerja yang dipekerjakan mencakup semua aktivitas.65 18203. Rata-rata Nilai Tambah Karkas Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Kecil di Pasar Baru Bogor per Hari Pedagang Pemotong Kecil Harga Input Bahan Baku (Rp) 12700 12500 11500 12700 12500 12500 11500 12500 98400 12300 Sumbangan Input Lain (Rp) 799.14 8775.3 157347.79 7719.56 per ekor.77 590.3 21083.3 16791.65 16791.3 1066.49 803.65 18683.16 807.868 Nilai Output (Rp) 15361.81 6580. . selain itu biaya BBM pada pedagang pemotong besar lebih besar karena jarak lokasi peternakan yang jauh dari TPA.35 1007.93 719.555 Nilai Output (Rp) 21083.16 3084. Selengkapnya ditunjukkan dalam Tabel 12 dan Tabel 13. Tenaga kerja bukan keluarga pada umumnya dipekerjakan oleh pedagang pemotong besar.3 168666.14 979.49 816.49 64188.44 787.3 21083.28 6206.73 5982.3 Nilai Tambah (Rp) 7583.37 7663.62 935. sisanya tenaga kerja luar keluarga sebanyak 54 orang.

dan 10 orang tenaga kerja keluarga. Pedagang pemotong kecil pada umumnya mempekerjakan keluarga sendiri untuk melakukan semua aktivitas mulai dari memotong hingga membantu berjualan di pasar. Sedangkan rata-rata tenaga kerja yang bekerja pada pedagang pemotong kecil mendapatkan pendapatan sebesar Rp 146. Total sebanyak 7 orang pedagang pemotong kecil mempekerjakan 10 orang tenaga kerja keluarga.Tabel 14. Jumlah Tenaga Kerja pada Pedagang Pemotong Pedagang Pemotong Keluarga Pedagang Pemotong Besar Pemotong Besar I Pemotong Besar II Pemotong Besar III Pemotong Besar IV Pemotong Besar V Pemotong Besar VI Pemotong Besar VII Pemotong Besar VIII Pemotong Besar IX Pedagang Pemotong Kecil Pemotong Kecil I Pemotong Kecil II Pemotong Kecil III Pemotong Kecil IV Pemotong Kecil V Pemotong Kecil VI Pemotong Kecil VII Pemotong Kecil VIII Jumlah Tenaga Kerja (orang) Non keluarga 3 1 8 8 4 10 5 9 13 2 1 3 1 1 1 1 20 3 54 Total pedagang pemotong besar mempekerjakan 51 orang tenaga kerja luar keluarga.87 (Tabel 9). lain halnya dengan pedagang pemotong kecil yang hampir semuanya dibantu oleh keluarganya sendiri dalam menjalankan usaha ini. Tiap pedagang pemotong besar rata-rata mempekerjakan sebanyak 5 orang tenaga kerja bukan keluarga. .46 untuk tenaga kerja yang bekerja pada pedagang pemotong besar. Rata-rata pendapatan yang didapat tenaga kerja dari penjualan ayam per ekor sebesar Rp 351. dengan rata-rata satu orang tenaga kerja tiap pedagang pemotong. dan hanya dua orang pedagang pemotong besar yang mempekerjakan tenaga kerja dari keluarga sendiri. Hanya satu pedagang pemotong kecil yang mempekerjakan tenaga kerja diluar keluarga. Pendapatan tenaga kerja pada pedagang pemotong besar lebih besar karena banyaknya tenaga kerja yang berasal dari luar keluarga dengan gaji tetap per bulan.

Persentase rata-rata pendapatan tenaga kerja terhadap marjin pemasaran merupakan yang terkecil.66 persen. Persentase yang didapat didasarkan pada margin pemasaran. dan penjualan karkas dan non karkas kepada pengecer maupun konsumen. Keuntungan yang didapat pedagang pemotong besar lebih kecil bila dibandingkan keuntungan pedagang pemotong kecil.61 persen (Tabel 9).67 persen. Marjin pemasaran didapat dari pengurangan harga jual dengan harga beli.80 per ekor ayam.17 persen dan untuk pedagang pemotong kecil sebesar 2 persen. Marjin Pemasaran Rata-rata marjin pemasaran yang didapat oleh pedagang pemotong besar sebesar Rp 7081.24 sedangkan untuk pedagang pemotong kecil sebesar Rp 7876. hal ini menandakan kecilnya alokasi pada pendapatan tenaga kerja dari marjin pemasaran. yakni penjualan ayam hidup kepada pedagang pemotong kecil. Penerimaan dari penjualan ayam broiler yang diterima pedagang pemotong besar bervariasi untuk masing-masing pembeli. Persentase rata-rata pendapatan tenaga kerja untuk pedagang pemotong besar sebesar 5. Keuntungan perusahaan yang didapat pedagang pemotong besar rata-rata sebesar 80.3 per ekor ayam (Tabel 9). Hal ini disebabkan total volume penjualan ayam pada pedagang pemotong besar tiap harinya lebih banyak dibandingkan total volume penjualan pedagang pemotong kecil. Keuntungan dihitung dari nilai tambah dikurangi pendapatan tenaga kerja. sedangkan pada pedagang pemotong kecil sebesar Rp 8783.Keuntungan Pedagang Pemotong Keuntungan yang didapat pedagang pemotong besar untuk penjualan ayam broiler per ekor rata-rata sebesar Rp 5866. Rata-rata sumbangan input lain pada pedagang pemotong besar sebesar 14. dan pada pedagang pemotong kecil sebesar 89. Hal ini terjadi karena adanya kematian dan penerimaan yang hilang yang hanya ditanggung oleh pedagang pemotong besar. . Keuntungan pedagang pemotong besar secara keseluruhan lebih besar daripada pedagang pemotong kecil.16 persen dan pada pedagang pemotong kecil sebesar 8.68 (Tabel 9).

2. Saran Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan wilayah penelitian untuk keenam pasar lainnya. . Nilai tambah dan keuntungan per ekor ayam yang didapat pedagang pemotong besar lebih kecil dibandingkan pedagang pemotong kecil karena saluran pemasaran ayam broiler yang dilalui oleh pedagang pemotong besar lebih banyak dan biaya-biayanya (sumbangan input lain) lebih besar dibandingkan pedagang pemotong kecil. sedangkan pedagang pemotong kecil hanya memiliki dua fungsi pemasaran saja. yaitu : 1.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan tujuan dari penelitian serta penghitungan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan. Pedagang pemotong besar memiliki ketiga fungsi pemasaran. sehingga pola saluran pemasaran ayam broiler di kota Bogor secara keseluruhan dapat tergambarkan. Saluran pemasaran dengan volume pemasaran terbesar adalah saluran ketiga. Saluran pemasaran yang dilalui oleh pedagang pemotong ada tiga pola.

Bapak Tibiyan dan Umi yang selalu membantu kebutuhan penulis di kampus. membimbing. MSc.Agr. Agr. dukungan. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ir. keluarga Joenil Kahar (Angku).. Lucia Cyrilla. Bapak Nana. dan mengarahkan mulai saat penyusunan proposal hingga selesainya penulisan skripsi ini. MS. dan Koperasi atas pengertian dan bantuannya. Ujang Sehabudin yang telah memberikan masukan dalam penulisan skripsi ini. dan cinta-Nya penulis selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pembuatan skripsi ini. Bapak Tris. Sri Mulatsih. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada para pedagang pemotong di pasar Baru Bogor dan Pondok Rumput atas keramahan dan kerjasamanya. sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan banyak waktunya untuk membantu. keluarga Alm. Perdagangan.UCAPAN TERIMA KASIH Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala karunia. Burhanuddin. nasehat. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Kamto. Penulis sampaikan banyak terima kasih kepada Ir. Kepada dosen penguji sidang Ir. dan Dr. Ir. Shalawat serta salam selalu tercurah pada junjungan Nabi besar Muhammad SAW dan para sahabatnya. kasih sayang. belas kasih. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Teteh. . Dedi Kusnadi (Engkong). Juniar Atmakusuma. Ir. Kepada pihak Dinas Agribisnis Kota Bogor dan Dinas Perindustrian. Ibu. Kang Jupri. papan. Bapak Dodi. Sonny. Kepada dosen pembahas seminar hasil penelitian Bapak Ir. dan Kang Ukas yang selalu siap membantu kebutuhan pangan. MM dan Ibu Dr. Ibu Cicih. serta kesabarannya yang membuat penulis tersulut api semangat untuk selalu berusaha dalam merampungkan karya ini.. dan keluarga Imam Hidayat atas doa. atas segala masukan untuk keberhasilan skripsi ini. Mutia.. keluarga Soewadi (Kakek). Penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pop. M. dan transportasi yang amat penting bagi penulis di rumah. seluruh keluarga Wiradisastra. MSi atas dukungan dan masukannya dalam terwujudnya seminar dan sidang hasil penelitian dan penulisan skripsi ini.

dan Marlia) atas bantuan dan kemurahan hatinya. dan dedikasinya. April 2008 Penulis . Akhir kata penulis juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua teman-teman maupun pihak yang mungkin belum disebutkan dan telah banyak memberikan kontribusi terhadap kelancaran pembuatan skripsi ini. bantuan. Jemi. Bogor. Terima kasih kepada teman-teman alumni SMUN 2 Bogor di IPB atas dukungannya. Heri. juga tidak lupa Adit) atas doa. Anas. dan 39. Ayu. Didik. Yeni. kebersamaan. Terima kasih untuk seluruh SEIPERZ angkatan 41. harapan. Yoga. serta Mitha) atas semangat dan keceriaannya. Anis. Ardilla dan keluarga. serta BIS 7) tempat mengadu untuk menghilangkan kejenuhan dan berbagi cerita. dan Anasya atas waktu. Eko. Toni. sahabat-sahabatku di Wisma Lestari (Mira. Sahabat-sahabatku terkasih di Al-Bujang (Fahmi. Kepada sahabat terbaik (Ubit. Zico. sahabat-sahabatku (Hilma. dan Vian. Delvi. Marisa. Lenny. 40. serta civa Fapet IPB atas segala didikan dan dedikasinya. dan kenangan yang tak terlupakan.Kepada Sandy. Risza dan keluarga.

1993. Pustaka Wirausaha Muda. Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kawagoe. 2001. P. A. Kiat Sukses Berbisnis Ayam.A. Jakarta. Bogor.Sitorus. S. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Agricultural Marketing and processing in Upland Java. P. Lipsey. Pambudy. Penebar Swadaya. B. T. W. D. Intermedia. Unit for Social and Economic Studies and Evaluation (USESE) Foundation dan Pusat Studi Pembangunan IPB. Edisi V. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Jakarta. Edisi Sembilan. Agribisnis Berbasis Peternakan: Kumpulan Pemikiran. Kotler. Marooka dan M. Saragih. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). 1987.” Skripsi. G. . Murtidjo. Bandung. Soehardjo. Wirawati. R. Terbitan Kedua. Suharno. T. Bogor. Courant. O. Jakarta. B. ”Analisis Sistem Pemasaran Ayam Ras Pedaging Produk Sunan Kudus Farm di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. dan G. 1991. B.. Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan. Bogor. Koordinasi dan Pasar Berjangka. 2000. Y. Amstrong. Yogyakarta. 1994. 1995. Pengantar Ilmu Makroekonomi. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Hayami. Penerbit Kanisius. M. B. Nusatama Yogyakarta. Penebar Swadaya. Fakultas Peternakan. Binarupa Aksara. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.. N. Bogor. D.H. H. Siregar. Konsep Agribisnis. Konsep dan Ruang Lingkup Agroindustri dalam Kumpulan Makalah Seminar Agribisnis. Suharno. Jakarta. R. Jakarta. W. F. Pengantar Tataniaga Pertanian. Purvis. 1987. Kotler. Bogor. 1997. Institut Pertanian Bogor. Steiner. Ayam Sehat ayam Produktif Jilid 2. Hardjanto. PT Prenhalindo. Manajemen Pemasaran. Y. Edisi ke-10.. Dasar-Dasar Pemasaran. 1986. B. Jahja.. A Perspective From A Sunda Village. 1995. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Dabukke. Tataniaga Peternakan: Suatu Pengantar Sistem. Bogor. Sipayung. dan P. Napitupulu. PT Medion. Terjemahan. CEPRT. dan P. Burhanuddin. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.. J.DAFTAR PUSTAKA Cahyono. B. 1997. P.. Kiat Sukses Berbisnis Ayam. Bogor. 2006. 2002. Limbong. Jilid I. Bahan Kuliah Mata Ajaran Agribisnis. Yogyakarta. Jilid 1. 1987.

LAMPIRAN .

Bagian tenaga kerja (12a):(11a)x100% 13. Rasio nilai tambah (11a):(10)x100% 12.65 3084.12% 539.16 40.28% 84.0083 16791.65 13999. a.40% 1250 16.1 4067.3 4.48% 585 14. 2.07% 6902.65 6004. Nilai tambah (10)-(8)-(9) (Rp/ekor) b.74% 12000 906.59% 88.53% 0 0% 9881 46.95% 2839.65 0 1000 1000 13 1 0.34% 21.16 33.65 1.027 16791.3 14.57% 12.41 18203.93% 10000 787.Pendapatan tenaga kerja (5)x(7) (Rp/ekor) b.98 0.1 II.99 400 400 8 1 0.98 16666. Output.65 15333.3 15361.89 39.44 16791.38% 3482.1 11. Sumbangan input lain (9):(14)x100% c.15% 10200 1093.65 6.09% 3991. 6. 5. 11. Tingkat keuntungan (13a):(10)x100% III.48% 87.92% 133.013 18203.16 38.8 26.71% 6291.65 5225.30 21083.76% 10000 1007.94% 6736.90% 10200 935.72% 71.73% 11. 4.65 0% 11.92 15991.92% 86.04 27.016 15991.008 17649. Balas Jasa dari Pemilik Faktor Produksi : 14. Keuntungan (11a)-(12a) (Rp/ekor) b. Harga : 1.8 22. 9.3 600 600 5 1 0.96% 74.29% 245.65 19999.98 6870.Pendapatan dan keuntungan : 8.71% 9800 979.13% 6791.6 600 600 10 1 0.75% 10000 809.35 16791. 10.25 1 0.58% 16.33% 4685.18% 67.4 17.33 7.3 7195.99 10.02 34.03 31.Lampiran 1.41% 8203.3 35.15% 22.02 18683.94% 5866.19 1. Marjin (10)–(8) a. a. Pendapatan tenaga kerja (12a):(14)x100% b.59 37.028 15361.83 38.48% 10583.62% 116. Analisis Nilai Tambah Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Besar di Pasar Baru Bogor per Hari Nilai I II III IV V VI VII VIII IX Variabel Nilai Tambah I.92% 7 .76% 0 0% 6004.62 16791. Keuntungan perusahaan (13a):(14)x100% 5161.25% 7849.87% 10500 1066.3 3. Harga input bahan baku (Rp/ekor) Sumbangan input lain (Rp/ekor) Nilai output (4)x(6) (Rp/ekor) a.3 9881 46.0067 21083.02% 74.53% 293.3 7548. Output (ekor) Input bahan baku (ekor) Input tenaga kerja (HKP) Faktor Konversi (1):(2) Koefisien tenaga kerja (3):(2) Harga output (Rp/ekor) Upah rata-rata tenaga kerja (Rp/HKP) 150 150 4.14 18683.82 17649. Input.37% 6791.21 35.56% 6298.33 1.98 700 700 9 1 0.3 0% 7.1 15000 150 150 1 1 0.3 35.013 16791.3 62500 500 500 4 1 0.73 19.65 8. 7.3 0 300 300 8 1 0.67% 10500 772.3 22564.65 5982.43% 12.29% 92.46% 8483. 3.71% 11.

13% 7342. 10. Sumbangan input lain (9):(14)x100% c.49 21083. a.56% 8383. Output (ekor) Input bahan baku (ekor) Input tenaga kerja (HKP) Faktor Konversi (1):(2) Koefisien tenaga kerja (3):(2) Harga output (Rp/ekor) Upah rata-rata tenaga kerja (Rp/HKP) 50 50 2.88% 92. Keuntungan (11a)-(12a) (Rp/ekor) b.01 21083.83% 8 .84% 0 0% 7767.64% 12500 590.06% 89.3 7992.3 0% 7.62% 0 0% 7719.81 36.16 21083.3 7583.3 0 150 150 4.51 21083.48 % 12500 816.81 21083.51 36.37 41. Input.014 21083.81 35.3 0 100 100 1 1 0.26 % 9.94% 9583.20 % 8583.3 8775. Nilai tambah (10)-(8)-(9) (Rp/ekor) b.54 % 84.3 7906.49 34.93 21083.37 41.51 36. 9.875 1 0. 3.3 8779.3 0 100 100 1.39% 91. Bagian tenaga kerja (12a):(11a)x100% 13. Keuntungan perusahaan (13a):(14)x100% 8383. Harga : 1. 4.81 36.92% 7058.0325 21083.53 41.79 37. 2.3 0 50 50 2.Pendapatan dan keuntungan : 8.62% 12700 719.8 1 0.3 0% 9. Marjin (10)–(8) a. Harga input bahan baku (Rp/ekor) Sumbangan input lain (Rp/ekor) Nilai output (4)x(6) (Rp/ekor) a.88% 85.53 41.14 36.016 21083.01625 21083.59% 91.Lampiran 2.62% 0 0% 8775. 6.14 36.91% 650 8.625 1 0.3 7767.3 10000 50 50 1 1 0. 11.49 21083.44% 91.55% 12700 799.97 % 525 6.3 20000 II. Output. 5.34% 12500 676.34% 0 0% 7663.3 0 60 60 1 1 0.79 37.50% 0 0% 7906.3 0% 10.64% 0 0% 8779.62% 11500 803.61% 8583.Pendapatan tenaga kerja (5)x(7) (Rp/ekor) b.50% 12500 863.12% 8583.81 33.77 21083.3 7663.41% 8583.51% 90. Tingkat keuntungan (13a):(10)x100% III.3 7. Balas Jasa dari Pemilik Faktor Produksi : 14.3 0% 8.3 6.3 0 70 70 1 1 0.49% 9583.056 21083. Rasio nilai tambah (11a):(10)x100% 12.625 1 0.3 0% 8.79 21083. Analisis Nilai Tambah Ayam Broiler pada Pedagang Pemotong Kecil di Pasar Baru Bogor per Hari Nilai I II III IV V VI VII VIII Variabel Nilai Tambah I.3 7719.84% 11500 807.0525 21083. 7.57% 6. a.49 37.02 21083. Pendapatan tenaga kerja (12a):(14)x100% b.3 0% 8.

8 5000 7000 1388. Penjualan Ayam Hidup (ekor x 12500) Total Penerimaan Keuntungan D.3 61790.05 Kg/ekor pada Pedagang Pemotong Besar di Pasar Baru Bogor Uraian I II 1575000 6666.5 135000 141472.6 12500 49000 51916.3 270000 293333. Listrik 2.4 1333.5 135000 147472.5 112500 121305. Pasar 1.9 IV 4080000 16666. Karkas (Kg x Rp 14000) 4.6 33333.6 20000 15000 60000 61099.2 C.6 5000 1388.3 VI 7200000 16000 111428. Telepon 4. Sewa Tempat 4.7 6666.4 7560000 873320 8820000 949980 0 18203300 6902558.3 III 3150000 6666.6 6250 31500 29049.8 945000 109165 0 0 1250000 2304165 565169. Biaya dan Penerimaan Ayam Broiler dengan Bobot 1. Plastik Jumlah Biaya di Pasar BBM Tenaga Kerja Total Biaya Penerimaan 1. .6 111428.6 IX 10000000 26666.3 16666.8 2000 5000 1805.6 8000 1805.6 5000 1388. Non Karkas (ekor x Rp 1583.3 3500 1805.3 40000 25000 100000 101833 479213.4 10000 1690845. Retribusi 3.7 2666.1 6666.2 VII 6000000 16666.9 145847.8 90000 103388.6 185714.5 218606.4 6615000 764155 0 0 4375000 11754155 4189677.9 3629986.5 67500 74138.3 27857.7 60000 0 7564477.8 36000 44055.1 10000 3750 0 0 49940.9 6555667 5670000 654990 0 0 3750000 10074990 3519323 VIII 7000000 26666.3) 5.1 332949. Gas 3.6 74285.1 3333.3 7897483.4 5456578.1 120000 153333.6 55714. Non Karkas (ekor x Rp 2183.4 1666.7 2835000 327495 0 0 0 3162495 1471649.1 Jumlah (Rp/hari) V 4900000 5666.3 1666.6 4000 7361.3 4587390.8 105000 133333.3) 3.6 7500 30600 29949.3 3750 10500 9683.8 284195 2666.6 92857.2 11300741. Karkas (Kg x Rp 18000) 2.9 9999.8 36000 44055.4 70000 45000 1738995.7 5670000 654990 0 0 2500000 8824990 3368411.6 2000 1805.8 100000 159999. E.Lampiran 3.1 157500 171527.5 150000 66666.6 A.1 60000 69999.9 3780000 436660 2940000 316660 0 7473320 2885929. B.6 27857.5 276678.1 2835000 327495 0 0 1875000 5037495 1407508. Biaya-Biaya Pembelian (ayam hidup) TPA 1.4 225000 258194. Listrik 2.6 130000 20000 15000 70000 71283.9 20000 3194.8 3780000 436660 1470000 158330 3750000 9594990 1697506. Retribusi 5.4 2666. Resiko Kematian Ayam Penerimaan Hilang Jumlah Biaya di TPA 1530000 8333.9 165668.3 15000 60000 40916.

3 9285. Pasar 1.9 0 1750 0 0 14749.7 666. Karkas (Kg x Rp 18000) 2. Kematian Ayam 2.4 5000 0 805187.9 1333. Plastik Jumlah Biaya di Pasar D.2 15000 22605. Gas 3.7 0 1250 0 0 10535.8 1890000 218330 2108330 877953.3 18571.5 13500 19438.3 IV 762000 0 11142.1 1890000 218330 2108330 771980.2 1134000 130998 1264998 459810.3) Total Penerimaan Keuntungan 945000 109165 1054165 369190.8 10000 60000 2023620.3 2500 1805.4 0 2500 0 0 21071. Non Karkas (ekor x 2183. Sewa Tempat 4.6 4000 1805.1 Uraian ( per Hari) Biaya-Biaya Pembelian (ayam hidup) TPA 1.7 0 1250 0 0 13869 1333.4 1323000 152831 1475831 553475.6 2800 1805.5 22500 30972.1 1333.2 VIII 1875000 6000 27857.8 V 875000 VI 1250000 VII 1150000 3333. E. Telepon 4.1 10000 0 665807.3 2500 44444.1 15000 0 1230376.3 4600 11111. BBM Tenaga Kerja Total Biaya Penerimaan 1. B. Biaya dan Penerimaan Ayam Broiler dengan Bobot 1.7 10000 20000 635396.8 10000 10000 684974.3 1000 694.5 15000 20272.05 Kg/ekor pada Pedagang Pemotong Kecil di Pasar Baru Bogor Jumlah (Rp/hari) I II 625000 0 9285.5 36000 41638.2 III 575000 3333.5 12999.7 2666.5 10000 0 922355.Lampiran 4.7 1333. Listrik 2.9 .7 0 1250 0 0 10535. Listrik 2. 635000 0 9285.1 0 3125 0 0 36982.6 18571. Penerimaan Hilang Jumlah Biaya di TPA C.3 2800 3472. Retribusi 3.5 A.1 9000 25544.4 10000 2500 0 0 34404.4 7000 55277.8 833.4 13500 16527.9 2835000 327495 3162495 1138874. Retribusi Resiko 1.4 1333.7 945000 109165 1054165 418768.8 945000 109165 1054165 388357.8 0 1500 0 0 12642.3 2800 1805.7 10000 0 1336349.