PAMSIMAS

KATA SAMBUTAN
Sektor air minum dan sanitasi merupakan pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Tidak memadainya prasarana dan sarana air minum dan sanitasi, khususnya di perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan dan lingkungan yang memiliki dampak lanjutan terhadap tingkat perekonomian keluarga. Penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi yang baik akan memberi dampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta waktu yang dapat dihemat dari usaha untuk mendapatkan air minum dan sanitasi yang baik. Ketiga dampak tersebut akan memberikan dampak lanjutan berupa peningkatan produktivitas masyarakat.
Pamsimas adalah kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dananya berasal dari kontribusi masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Bank Dunia. Kegiatan ini didukung oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Departemen Dalam Negeri dan Departemen Kesehatan.

Tujuan Pamsimas secara umum adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat. Program ini akan menjadi model untuk direplikasi, diperluas (scalling up) dan diarusutamakan (mainstreaming) di daerah lain, dalam upaya mencapai target MDGs.
Pamsimas merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Water Supply and Sanitation for Low Income Communities Project (WSLIC). Lokasi kegiatan ditetapkan berdasarkan empat kriteria, yaitu termasuk desa miskin, rendahnya ketersediaan air minum dan sanitasi, tingginya kejadian penyakit terkait air, dan belum menerima bantuan sejenis dalam dua tahun terakhir. Pemerintah menargetkan 15 provinsi, 110 kabupaten/kota, dan 5.000 desa/kelurahan.

Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas dan Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat dimaksudkan sebagai pedoman para pelaksana yang terkait dengan pelaksanaan program ini dan apabila ada kendala dalam pelaksanaan di lapangan, pedoman ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan masukan-masukan yang ada berdasarkan kondisi di lapangan sepanjang disetujui oleh pihak executing agency maupun Bank Dunia. Melalui pelaksanaan program Pamsimas yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pedoman Pamsimas, diharapkan kebutuhan masyarakat akan air minum dan sanitasi yang layak dapat terpenuhi sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan tingkat ekonomi sosial masyarakat.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya

Budi Yuwono P.
NIP. 110020173

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

2

PAMSIMAS

KATA PENGANTAR
Edisi 2010
Salah satu poin pembelajaran dari pelaksanaan program PAMSIMAS tahun 2009 adalah perlunya dilakukan review dan penyempurnaan terhadap buku pedoman dan petunjuk teknis Program PAMSIMAS untuk pelaksanaan di tahun 2010. Penyempurnaan yang dilakukan bertujuan untuk lebih menegaskan dan menjelaskan kebijakan program agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dalam pelaksanaan di derah/lapangan, dengan memegang prinsip tidak merubah substansi dasar kebijakan program PAMSIMAS yang telah ditetapkan. Berdasarkan masukan dari para pelaku program PAMSIMAS, buku pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tahun 2010 mengalami perubahan baik yang bersifat redaksi maupun substansi. Perubahan redaksional meliputi pembetulan penulisan dan pengaturan paragraf, kalimat, kata, dan ejaan agar lebih mudah dipahami oleh seluruh pelaku program PAMSIMAS. Perubahan subtansi sebenarnya tidak ada, kecuali hanya untuk lebih menegaskan dan lebih memperjelas kebijakan dasar program PAMSIMAS yang dimaksud dalam buku pedoman dan petunjuk teknis melalui penambahan dan pengurangan beberapa paragraf dan kalimat. Perubahan-perubahan yang dimaksud antara lain: 1) Merubah pembahasan tentang Audit yang semula ada pada Bab Pengelolaan program, menjadi pada Bab Pendanaan program 2) Menghilangkan gambar alur pelaporan untuk dimasukan pada penjelasan petunjuk teknis tentang pemantauan, evaluasi dan pelaporan 3) Menghilangkan lampiran tentang Pelaksanaan, Safeguard, Operasi dan Pemeliharaan, Monitoring dan Evaluasi, Penanganan Pengaduan dan Relasi Publik serta Laporan dan Audit untuk kemudian akan masuk pada petunjuk teknis masing-masing. 4) Buku-buku petunjuk teknis: a. Petunjuk Teknis Perencanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat b. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat c. Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Tingkat Masyarakat d. Petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Tingkat Masyarakat e. Petunjuk Teknis Pengamanan Lingkungan dan Sosial f. Petunjuk Teknis Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan g. Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan h. Petunjuk Teknis Pengarusutamaan Pamsimas 5) Buku-buku suplemen / modul: a. Buku Kumpulan Format b. Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum, c. Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi, d. Gambar Tipikal Standard Sarana Air Minum dan Sanitasi e. Buku Saku Program Pamsimas, f. Leaflet dan Poster. Semoga buku pedoman dan petunjuk teknis dan supplemennya ini dapat lebih mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas. Kritik dan masukan sangat diharapkan demi optimalnya fungsi buku-buku dimaksud terhadap kelancaran dan keberhasilan program Pamsimas,

Jakarta, Desember 2009 Tim Pamsimas

3

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. KATA SAMBUTAN ……………………………………………………… KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI ......................................................................................... DAFAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... DAFTAR SINGKATAN / ISTILAH ....................................................... 1 2 3 4 7 8 9 10

1

PENDAHULUAN .................................................................................. 1.1 1.2 1.3 LATAR BELAKANG ................................................................... TUJUAN ...................................................................................... SASARAN ................................................................................... 1.3.1 1.3.2 1.4 1.5 Sasaran Program ........................................................... Sasaran Lokasi ..............................................................

14 15 15 15 15 16 17 18 18 18 20 21 22 22 22

PRINSIP DAN PENDEKATAN ……………................................. UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN ................ 1.5.1 1.5.2 Replikasi ......................................................................... Perencanaan Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan ...........................................................

1.6 1.7 2

BUKU-BUKU PANDUAN ............................................................ CLIENT CONNECTION WEBSITE .............................................

KOMPONEN PROGRAM .................................................................... 2.1 KOMPONEN 1 : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL .......................... 2.1.1 Pelaksanaan Proses CDD di Tingkat Masyarakat .......

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

4

......3.............. 3....................................5......... Kelembagaan di Tingkat Provinsi .........3 2.......4............. Penguatan Unit Higiene dan Sanitasi Lokal ..................4 3.......4 Program Marketing Sanitasi dan Hygiene ......4.......5......................................6 3. dan Kecamatan untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Penyediaan SAM dan Sanitasi dengan pendekatan CDD ......9 Kelembagaan di Tingkat Pusat .........................2 2....................4 3.2 3..................................... OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN ..2....3 25 2.................................. 24 2....1 2..1 3.................................................. RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI ...........3....... Kabupaten/Kota................... PENGAMANAN/SAFEGUARD ................................5 KOMPONEN 5 : DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK ................ PEMANTAUAN ...... 2.....2 Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi......................7 3...................1.....................................5........................3 2................3 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS BANTUAN/LAYANAN .......................2.......................1........... 5 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ...3 3.. Kabupaten/Kota......... Insentif untuk Kabupaten/Kota ................ 3 PENGELOLAAN PROGRAM .....................2............. PMAC untuk PPMU dan DPMU .......................... Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota ..... 2....3...................... LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM ........2 2...... 2............3..3 CMAC untuk CPMU .........2 3................... Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah ................ 2...............4 KOMPONEN 3 : PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI UMUM .................. Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi..........................................PAMSIMAS 2...............8 3......... 2..... 27 27 28 28 29 32 34 34 34 35 35 35 35 36 36 38 38 38 42 43 48 49 49 49 50 51 52 2............5 3.... 3... KOMPONEN 4 : INSENTIF UNTUK DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA ......1 Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ...................... dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program .................................................................1 2........2................... SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN .1 3.....2 Insentif untuk Desa/Kelurahan ..2 KOMPONEN 2 : PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HYGIENE DAN SANITASI ..................... Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana ............... PENGADAAN BARANG/JASA ... DUKUNGAN KELEMBAGAAN ....................... Penilai Proyek Independen .............

................ Pembukuan dan Akuntansi ............................................................................................................................................. A B C D 4............... 3....1 4............2..................................... 4.......... LAMPIRAN .....2 APBN ..... External Audit ................ 4.................................................................5...................5 AUDIT .......... 4.3 4............................................................................................................................................................................................ 4..... Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 6 ........4 MEKANISME PENYALURAN DANA DI TINGKAT MASYARAKAT .......................................11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT .......2 Internal Audit .. Pelaporan Anggaran .............. 4.....PAMSIMAS 3.................. Kontribusi Masyarakat ..... APBD Provinsi ................................2....................10 EVALUASI ..2 Dana Kredit IDA ..........................................1 4.... PENANGANAN FINANCIAL MANAJEMEN .............................................. APBD Kabupaten/Kota ........................1 SUMBER DANA ......1 4...................................... 57 57 57 59 59 59 59 59 60 60 60 61 62 62 63 63 64 65 65 65 66 67 Kategori Pembiayaan .........................................5.....................................12 PELAPORAN ............3 Penganggaran .................2 4................... 4................... Dana Rupiah Murni ............................................. 4.................................................................................2....................................................... 3.......................3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA .....................................................1........ 4 PENDANAAN PROGRAM .....1..................1...................................

............. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Kabupaten/ Kota dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ..... JUDUL TABEL 3...PAMSIMAS DAFTAR TABEL No.... Peran dan Tanggungjawab keMenterian dan Departemen Terkait dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ....5 4. Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas ..................2 3....1 Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program ............ Halaman 37 40 42 44 56 61 7 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .....................3 3................ Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Provinsi dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ... Komponen Pembiayaan Pamsimas ...........4 3.1 3........

. Halaman 17 65 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 8 ...PAMSIMAS DAFTAR GAMBAR No.... Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat .....1 4. JUDUL GAMBAR 1..1 Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas ...

.....…….... 3... Daftar Lokasi Program Pamsimas ........................... JUDUL LAMPIRAN 1....................……………………........ Halaman 67 70 83 108 9 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ......PAMSIMAS DAFTAR LAMPIRAN No..... 2.................... Organisasi Pelaksana Pamsimas ………………………………….. Rencana Tindak Anti Korupsi .......... 4.. Pemilihan Lokasi Program …………......

PAMSIMAS DAFTAR ISTILAH & SINGKATAN ABK AD/ART ANDAL APBD APBN BAB BAPPD Bappeda Bappekab/kot Bappeprov Bappenas BI BKM BLM BOP BPD BPKP CD CDD CLTS CMAC CPIU CPMU CQS DCC/TKK DCF DED/RRK Depdagri Depkes Depkeu Dep. Departemen Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 10 . PU DJCK DIPA DitPAM DJPb Depkeu DPPHLN Depkeu DPR : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Anggaran Berbasis Kinerja Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Analisis Dampak Lingkungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Buang Air Besar Berita Acara Permintaan Pencairan Dana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bank Indonesia Badan Keswadayaan Masyarakat Bantuan Langsung Masyarakat Biaya Operasional Proyek Badan Permusyawaratan Desa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Capacity Development Community Driven Development Community Led Total Sanitation Central Management Advisory Consultant Central Project Implementaion Unit Central Project Mangement Unit Selection based on Consultant’s Qualifications District Coordination Committee / Tim Koordinasi Kabupaten/Kota District Coordinator Facilitator Detailed Engineering Design / Rancangan Rinci Kegiatan Departemen Dalam Negri Departemen Kesehatan Departemen Keuangan Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Departemen Keuangan Direktorat Pengelolaan Pinjaman & Hibah Luar Negeri.

PAMSIMAS DPRD DRA Fasilitator FA FGD/DKT FMR GA GoI GPN HHS HU ICB IDA IDR IFR IMAS Initial Deposit KDP/PPK KKN KPPN LCB LCS LKM LSM MAK MDGs MPA NCB NGO NPPHLN NOL OD ODF OMS P2KP/UPP PAD PAH PA/KPA Pamsimas : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Demand Responsive Approach Tenaga Pendamping Program Pamsimas di masyarakat Financing Agreement Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah Financial Management Report Grant Agreement Government of Indonesia General Procurement Notice Health and Hygiene Specialist Hidran Umum International Competitive Bidding International Development Association Indonesia Domistic Rate Interim Financial Report Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi Dana Awal Kecamatan Development Programme / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Korupsi Kolusi Nepotisme Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Local Competitive Bidding Least-Cost Selection Lembaga Keswadayaan Masyarakat. merupakan nama generik yang dahulu dinamakan BKM Lembaga Swadaya Masyarakat Mata Anggaran Keluaran Millennium Development Goals Methodology for Participatory Assessment National Competitivie Bidding Non Goverment Organization Nota/Naskah Perjanjian Pinjaman / Hibah Luar Negeri No Objection Letter Open Defecation Open Defecation Free Organisasi Masyarakat Setempat Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan / Urban Poverty Project Project Appraisal Document Penampung Air Hujan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat 11 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .

PAMSIMAS PCC/TKP PCSC PDAM PHAST PHLN PMAC PMD PMC PMM PODES POM PPh PPK PPM PPN PRA PT/KU QBS QCBS RAB Renstra RFP RKA-KL RKA-SKPD RKL RKM/CAP RPJM RPIJM RPL RT/RW SA Satker SCC SE-DJP Depkeu SIM SKPD SKS SNVT SOP SPK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Provincial Coordination Committee / Tim Koordinasi Provinsi Project Coordination and Steering Committee Perusahaan Daerah Air Minum Participatory Higiene and Sanitation Transformation Pinjaman / Hibah Luar Negeri Provincial Management Advisory Consultant Pemberdayaan Masyarakat Desa Process Monitoring Consultant Project Management Manual Potensi Desa Project Operational Manual Pajak Penghasilan Pejabat Pembuat Komitmen Penanganan Pengaduan Masyarakat Pajak Pertambahan Nilai Participatory Rural Appraisal Public Tap / Kran Umum Quality Based Selection Quality and Cost Based Selection Rencana Anggaran Biaya Rencana Strategis Request for Proposal Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Kerja dan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah Rencana Pengelolaan Lingkungan Rencana Kerja Masyarakat / Community Action Plan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rencana Program Investasi Jangka Menengah Rencana Pemantauan Lingkungan Rukun Tetangga/Rukun Warga Special Account (Rekening Khusus) Satuan kerja Special Condition of Contract Surat Edaran Direktor Jenderal Perbendaharaan. Departemen Keuangan Sistem Informasi Manajemen Satuan Kerja Perangkat Daerah Satuan Kerja Sementara Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Standard Operational Procedures Surat Perintah Kerja Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 12 .

Weakness.PAMSIMAS SPKMK SPM SPP SPPB SP2D SP3K SSP SR SWOT TA TIM INTERDEPT TKK/DCC TKKc TKM TNA TOR/KAK TOT TPK TSSM/SToPS TTK TTKc Tupoksi TW UKL UKT UPK UPL VIM WB WSLIC-2 WSLIC-3 : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Kegiatan Surat Perintah Membayar Surat Permintaan Pembayaran Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Surat Perintah Pencairan Dana Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan Surat Setoran Pajak Sambungan Rumah Strength. Opportunity and Threat Technical Assistance Tim Pengarah dan Kelompok Kerja Antar Departemen Terkait di Tingkat Nasional Tim koordinasi Kabupaten/Kota / District Coordination Committee Tim Koordinasi Kecamatan Tim Kerja Masyarakat Training Need Assessment Term of Reference / Kerangka Acuan Kerja Training of Trainer Tim Pelaksana Kegiatan Total Sanitation & Sanitation Marketing / Sanitasi Total & Pemasaran Sanitasi Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Kecamatan Tugas Pokok dan Fungsi Transect Walk Upaya Pengelolaan Lingkungan Unit Kerja Teknis Satuan Pelaksana Pamsimas Unit Pengelola Keuangan / Bendahara Upaya Pemantauan Lingkungan Village Implementation Manual World Bank Second Water supply and Sanitation for Low Income Community Third Water supply and Sanitation for Low Income Community/Pamsimas 13 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .

baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana. (iii) terbukanya akses seluas-luasnya bagi partisipasi dari seluruh pihak yang berkepentingan. yaitu menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang belum mempunyai akses air minum dan sanitasi dasar pada tahun 2015. Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui pelibatan seluruh masyarakat (perempuan dan laki-laki. dukungan teknis dan pengembangan kapasitas. Sejalan dengan itu. Sejak diberlakukannya UU No. pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat menggariskan bahwa tujuan pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pelayanan air minum dan penyehatan yang berkelanjutan. dll. termasuk pelayanan air minum dan sanitasi. kaya dan miskin. Namun demikian. 3) Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum. sanitasi. Program WSLIC-3/Pamsimas merupakan salah satu program pemerintah (pusat dan daerah) untuk meningkatkan penyediaan air minum. sehingga memerlukan dukungan finansial untuk menyediakan pelayanan dasar kepada masyarakat. (ii) pemerintah berperan sebagai fasilitator. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 4) Insentif Desa/kelurahan dan Kabupaten/kota.) dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach)1. Ruang lingkup kegiatan program Pamsimas mencakup 5 (lima) komponen kegiatan: 1) Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Lokal. maupun investasi non fisik dalam bentuk manajemen. Karakteristik utama pendekatan ini adalah tersedianya pilihan yang terinformasikan. pada umumnya kemampuan mereka terbatas. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. (iv) aliran informasi yang memadai bagi masyarakat.1 LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai target Millennium Develepment Goals sektor Air Minum dan Sanitasi (WSS-MDG). 2) Peningkatan Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pelayanan Sanitasi.PAMSIMAS BAB 1 PENDAHULUAN 1. Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan Pendekatan Tanggap Kebutuhan (Demand Responsive Approach) adalah pendekatan yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan termasuk di dalamnya pendanaan. dan 5) Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek. 1 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 14 . bagi daerah-daerah dengan wilayah perdesaan relatif luas. berpenduduk miskin relatif tinggi dan mempunyai kapasitas fiskal rendah.

mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun. e. perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat di wilayah perdesaan dan semi perkotaan. 1. ditetapkan tujuan antara sebagai berikut: a. menyiapkan. merencanakan. Pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mengupayakan keberlanjutan serta perluasan pelaksanaan program pendukung sektor air minum dan sanitasi dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan program Pamsimas. Masyarakat sasaran menerapkan perilaku dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).3 SASARAN 1. dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan. serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat dan lingkungan sekolah. yakni sebagaimana ditetapkan dalam indikator performance Pamsimas. d. melaksanakan.3. sebagai berikut: a.2 TUJUAN Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang dapat mengakses fasilitas air minum dan sanitasi yang layak serta mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat (hygiene). Sekitar 80% masyarakat “free of open defecation” 15 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .1 Sasaran Program Untuk mencapai tujuan tersebut. sebagai bagian dari usaha pencapaian target MDG sektor air minum dan sanitasi melalui upaya pengarusutamaan (mainstreaming) dan perluasan (scaling up) program berbasis masyarakat secara nasional. mengelola dan memelihara keberlanjutan secara efektif. 1. Untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap DPMU dan CPMU memiliki kemampuan mengelola dan mendukung program secara baik (dan diharapkan dapat menerapkan perluasannya di kota/kabupaten lainnya di Indonesia). Sekitar 6 – 10 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses sanitasi c. Pemerintah provinsi dan kota/kabupaten memiliki kelembagaan untuk mendukung upaya-upaya peningkatan perbaikan pemakaian air minum. b.PAMSIMAS masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa. inisiatif. Sekitar 6 – 7 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses akses air minum b. c. Masyarakat sasaran di wilayah perdesaan dan peri-urban memperoleh akses perbaikan pelayanan sanitasi dan air minum serta menggunakan. program Pamsimas terlebih dahulu harus mencapai sasaran program.

dan kabupaten/kota yang bukan lokasi WSLIC-2 dan CWSHP (Community Water & Sanitation Project) juga diundang berpartisipasi. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 16 . Daftar Kota/kabupaten partisipan Program Pamsimas dapat dilihat pada lampiran 1 Secara detail. Adanya rencana capacity building untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas dan kemajuan mencapai tujuan f. Kota/Kabupaten yang ada di provinsi terpilih dipilih dengan kriteria yang sama. Konfirmasi akhir desa/kelurahan sasaran akan ditentukan oleh kriteria respon dan kesediaan masyarakat untuk berkontribusi sebesar minimal 20 % (minimal 16% in-kind dan minimal 4% in-cash) dari pagu sementara total biaya RKM sebesar Rp. Pemda mengalokasikan anggaran kabupaten yang diperlukan untuk pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi serta perluasan untuk mencapai MDGs Penjelasan lebih detail mengenai tujuan. (iii) Tingkat jangkauan pelayanan air minum dan sanitasi yang masih rendah. Faktor lain yang setara untuk dipertimbangkan adalah kabupaten/ kota yang menjadi partisipan program WASPOLA (Water Supply and Sanitation Policy Formulation) akan diprioritasikan untuk pelaksanaan Pamsimas. dan (iv) tidak menerima bantuan program sejenis setidaknya 2 tahun terakhir. Proses pemilihan lokasi desa/kelurahan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Gambar 1. Pemerintah Kota/Kabupaten mengajukan daftar kelurahan/desa calon lokasi sasaran yang memenuhi kriteria pra kualifikasi (i) tingkat kemiskinan tinggi.2 Sasaran Lokasi Pemilihan lokasi diawali dengan daftar panjang kabupaten/kota yang memenuhi kriteria: (i) tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah. (ii) tingkat kemiskinan tinggi yang diindikasikan melalui IPM 2004 dan Index kemiskinan SUSENAS. Sekitar 80% masyarakat yang mengadopsi program cuci tangan e. 275 juta.5 tentang Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas 1. (iii) Tingginya jumlah penderita diare. dan (iv) tingginya penderita diare.PAMSIMAS d.3. (ii) Fasilitas sanitasi dan air minum rendah. sasaran antara dan indikator kinerja dapat dilihat pada Tabel 3.

Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas Melalui kriteria dan mekanisme di atas. Partisipatif. Tahun Pertama Setiap Tahun 1. sehingga Pemda dapat mengintegrasikan dan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pamsimas pada pembahasan APBD tahun anggaran berikutnya. maka diharapkan Surat Keputusan Bupati dapat ditetapkan pada bulan September atau Oktober tahun berjalan. Selain itu. terdapat sasaran program replikasi pemerintah daerah dan masyarakat sebanyak 506 desa/kelurahan. artinya program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. Mengingat mekanisme seleksi lokasi sasaran berlangsung secara berkesinambungan setiap tahun. • 17 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . artinya seluruh masyarkat. sasaran lokasi Program ditetapkan sejumlah 3960 desa/kelurahan di 15 provinsi dan 110 kabupaten/kota untuk periode pelaksanaan program 5 (lima) tahun dari tahun 2008 sampai dengan 2013. menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas.4 PRINSIP DAN PENDEKATAN Prinsip pendekatan pelaksanaan program Pamsimas adalah sebagai berikut: • Berbasis Masyarakat.laki-laki. perempuan .PAMSIMAS Gambar 1. miskin – kaya.

PAMSIMAS • Tanggap Kebutuhan. a. berpartispasi aktif dalam semua kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. Berbasis Nilai. dengan memberikan pilihan yang terinformasikan dan hak bersuara dalam setiap tahapan kegiatan. artinya penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur seperti kejujuran. Program replikasi dilaksanakan dilokasi lain di luar target lokasi program reguler. saling bantu/gotong royong. tanpa pamrih. dapat dipercaya. Petunjuk Teknis dan Ketentuan PAMSIMAS. Seluruh lapisan dan pelaku terkait berhak untuk mendapatkan informasi secara akurat dan terpercaya. dsb UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN Replikasi Replikasi adalah upaya pemerintah daerah untuk memperluas cakupan program yang dilaksanakan sepenuhnya atas biaya pemerintah daerah (kabupaten/kota). untuk mengambil keputusan.1 • 2 Kebutuhan adalah kesediaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang dikehendaki berdasarkan pilihan yang tersedia sesuai dengan kondisi setempat yang disertai sikap rela berkorban dan kesediaan untuk membayar (willingness to pay) Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 18 . artinya program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki. Meningkatkan peran Pemerintah Daerah untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di daerahnya. termasuk di dalamnya pendanaan. artinya program Pamsimas menempatkankan masyarakat miskin sebagai sasaran utama penerima manfaat. artinya program Pamsimas menempatkan kebutuhan2 masyarakat sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Transparansi dan Akuntabilitas. Keberlanjutan. pembiayaan. kelembagaan.5. Kesetaran Gender. artinya pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan sarana harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. kesetaraan sosial dan pelestarian lingkungan. pendekatan dan mekanisme yang mengacu pada Buku Panduan Umum. • • • • • 1. artinya sarana terbangun dan perubahan perilaku dapat memberikan pelayanan dan manfaat secara menerus dengan mempertimbangkan kelayakan teknis.5 1. dengan prinsip. Tujuan Replikasi • Sebagai salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pencapaian target penyediaan air minum dan sanitasi Millenium Development Goals (MDGs). Keberpihakan pada Masyarakat Miskin.

PAMSIMAS • Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merencanakan. sebagai berikut : 1) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal rendah Minimal mereplikasi 1 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 2) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal sedang Minimal mereplikasi 2 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 3) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal tinggi Minimal mereplikasi 3 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas Bagi Kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program serta mampu melaksanakan program Pamsimas di wilayahnya dengan baik. termasuk AMPL berbasis masyarakat. Maksud Replikasi 1) Selama pelaksanaan Pamsimas. Pemda dapat memperluas cakupan wilayah melalui pelaksanaan program sejenis (kloning) di desa-desa yang lain yang secara teknik dan kualitas yang sama dengan program Pamsimas serta mengacu pada Buku Panduan dan ketentuan Pamsimas. 1. PAMSIMAS akan membantu PEMDA untuk mengembangkan rencana daerah bidang AMPL. Pemda mampu melaksanakan. meneruskan dan mengembangkan Pamsimas di wilayahnya secara mandiri dengan sumber daya sepenuhnya dari Pemda dan masyarakat. akan diberikan hibah insentif dengan dana yang bersumber dari APBN. b.2 Rencana Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) adalah dokumen perencanaan daerah dalam rangka upaya adopsi dan perluasan program pelayanan AMPL. 2) Pasca pelaksanaan Pamsimas. Jumlah Desa Replikasi Jumlah desa replikasi pada saat pelaksanaan Pamsimas disesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing kabupaten/kota. 19 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . c. melaksanakan dan mengelola sarana air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat.5. terutama untuk yang berbasiskan masyarakat Penjelasan lebih detail mengenai tata cara/mekanisme replikasi dan penyusunan rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program AMPL dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi. yang akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi PEMDA dalam pengembangan program AMPL.

kota/kabupaten sampai dengan pemerintah desa/kelurahan. Evaluasi. Buku Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas (Project Management Manual/PMM) adalah buku panduan umum yang memuat konsep. pengelolaan serta pendanaan program. Dengan demikian. strategi dan pendekatan. untuk memudahkan masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Pamsimas di tingkat masyarakat disusun Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat (Village Implementation Manual /VIM) yang menjelaskan mengenai tujuan. untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas diperlukan kesamaan persepsi dan kapasitas yang memadai dari berbagai pemangku kepentingan. dan Gambar Tipikal yang menjelaskan lebih detail mengenai aspek-aspek khusus bagi para pelaku atau pihak tertentu maupun stakeholder yang terkait. provinsi. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Buku Gambar Tipikal Standar Sarana Air Minum dan Sanitasi Program Pamsimas Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum Program Pamsimas Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 20 . Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyusun berbagai buku panduan Pamsimas. Selain itu terdapat beberapa buku Petunjuk Teknis. komponen program.PAMSIMAS 1.6 BUKU-BUKU PANDUAN PAMSIMAS Program Pamsimas adalah program bersama antara pemerintah dan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat pemerintah pusat. antara lain berisikan uraian dan penjelasan mengenai tujuan dan sasaran program. Katalog Informasi Pilihan. ketentuan dan siklus kegiatan Pamsimas di tingkat masyarakat. antara lain sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Kumpulan Formulir Isian Program Pamsimas di Tingkat Masyarakt Buku Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. Selanjutnya. baik uraian secara umum maupun uraian detail teknis operasional yang menjadi acuan/rujukan.

Informasi yang dapat diakses di website ini antara lain: 1.PAMSIMAS 12) 13) 1. Status aplikasi penarikan dana 2. 4. grant. Rangkuman penarikan dana bulanan (monthly disbursement summary) 5. 2.7 Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. proyek/satuan kerja untuk memantau informasi terkini mengenai dana pinjaman yang telah ditarik (disbursement of funds) dan pengadaan untuk proyek Bank Dunia. credit. Status pinjaman/hibah berupa loan. dan trust funds Detail atas penarikan dana (disbursement) dan biaya pinjaman (loan charges dan debt services) Dokumen-dokumen Perjanjian dan Proyek Detail atas transaksi pengadaan (procurement) Dokumen aplikasi penarikan dana Petunjuk bagi penerima dana (borrower) dan proyek Hal yang dapat dimonitor: 1. Status kontrak yang harus direview sebelumnya (contracts subject to prior review) 4. Status kategori pengeluaran 3. CLIENT CONNECTION WEBSITE Client Connection website adalah website yang dibuat oleh Bank Dunia yang dapat digunakan oleh pemerintah. Peringatan (alerts) dalam hal: ƒ Tanggal penutupan RK (closing dates) ƒ Tanggal limit penerimaan aplikasi penarikan dana (disbursement deadline dates) ƒ Penarikan dana yang ditahan (suspension disbursement) ƒ Jumlah penarikan yang melebihi dana yang ada dalam RK ƒ Informasi tentang pinjaman (debt service information) 21 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 6. 3. 5.

khususnya pelaksanaan program Pamsimas dengan didukung peran pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan regulator. Komponen ini akan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan air minum.PAMSIMAS BAB 2 KOMPONEN PROGRAM Program Pamsimas merupakan program yang dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif. komponen 1 adalah proses-proses yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keberdayaan masyarakat dan meningkatkan kapasitas pemerintah. perubahan perilaku. dan (iii) membangun komitmen dan peningkatan kapasitas perangkat pemerintah kota/kabupaten. merencanakan. Komponen 1 terdiri dari beberapa sub komponen sebagai berikut: 2. (ii) memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam rangka menjamin kualitas pengelolaan program. mengoperasikan. Komponen 1 merupakan komponen yang berorientasi pada dukungan upaya-upaya intervensi pada tingkat komunitas lokal. mengelola dan menjaga kesinambungan program perbaikan air minum.1. yaitu pemberdayaan masyarakat. provinsi dan pusat dalam hal pengarusutamaan dan replikasi atau perluasan program Pamsimas. Program Pamsimas terdiri atas 5 (lima) komponen sebagai berikut: 2. program perbaikan hygiene dan sanitasi. merencanakan. khususnya dalam hal menyusun rencana Program Jangka Menengah (PJM) air minum. penyediaan sarana dan prasarana AMPL. pengembangan kapasitas. menumbuhkan komitmen stakeholder dan meningkatkan kapasitas pemerintah kota/kabupaten. maka masyarakat memiliki peran penuh dalam memutuskan. Dalam hal ini masyarakat akan difasilitasi oleh fasilitator.1: Pelaksanaan Proses CDD (Community Driven Development) di Tingkat Masyarakat Sejalan dengan prinsip pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (Community Driven Development). insentif desa/kelurahan dan kabupaten/kota. melaksanakan. baik di lokasi sasaran maupun di luar lokasi sasaran program Pamsimas di wilayahnya. Melalui pelaksanaan Komponen 1.1 Sub komponen 1. Dengan demikian. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 22 . kota/kabupaten dan tingkat provinsi. diharapkan masyarakat mampu menjadi pelaku utama pembangunan.1 KOMPONEN 1: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL Tujuan dari Komponen 1 adalah: (i) memampukan masyarakat untuk mengor-ganisasi dirinya. serta memelihara sarana dan prasarana air minum dan sanitasi yang ada secara swakelola. serta bantuan teknis dan manajemen. pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. sanitasi dan hygiene.

sanitasi dan kesehatan Muatan RKM I diantaranya berisikan hal-hal sebagai berikut: • • Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) infrastruktur sanitasi dan air minum. Rencana aksi (Action plan) yang menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh tenaga kerja setempat. usulan skema pembayaran dan jadwal pengadaan. Program Pamsimas akan mendanai kebutuhan biaya kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan konsultan nasional untuk mengkaji ulang dokumendokumen proyek air minum dan sanitasi dan mengembangkan kebijakan pendukung. Sub Komponen 1A.PAMSIMAS kesehatan dan sanitasi (ProAKSi) termasuk Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan tahapan-tahapan program Pamsimas lainnya. maka Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah bagian dari Perencanaan Program Masyarakat tersebut yang terkait air minum. petunjuk Fasilitator Masyarakat. Biaya perencanaan dan konstruksi semua pekerjaan fisik.Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (MPA-PHAST) dan Community Led Total Sanitation (CLTS) oleh fasilitator masyarakat yang terlatih. dan Rencana kegiatan pengembangan kapasitas dalam hal manajemen dan monitoring oleh masyarakat Proses yang sangat penting di tingkat masyarakat adalah fasilitasi Methodology for Participatory Assessments . • • • Sedangkan RKM II antara lain memuat: • • • Perubahan perilaku inti yang akan disosialisasikan atau dipromosikan kepada masyarakat serta rencana aksi untuk maksud tersebut. training khusus dan monitoring mengenai hal tersebut. mengingat program Pamsimas sangat menekankan keterlibatan wanita dan warga miskin. Selain itu. Persetujuan pelaksanaan (Implementation Agreement). maka perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan proyek. pekerjaan yang dipihak-ketigakan. Sanitasi sekolah. Pemetaan sosial yang memuat akses masyarakat miskin dan rumah tangga non miskin kepada prasarana air minum dan sanitasi serta rencana perbaikan fasilitas air minum dan sanitasi yang diusulkan untuk dibiayai melalui program Pamsimas. Bagi masyarakat yang telah memiliki perencanaan program jangka menengah (PJM) yang disusun secara partisipatif. pedoman proses evaluasi dan indikator untuk persetujuan 23 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . termasuk di dalamnya: proses seleksi desa. pedoman dan petunjuk proses kegiatan di masyarakat. termasuk rincian kontribusi pemerintah daerah dan swadaya masyarakat.

2. review training secara teratur dan penerapan SIM (Sistem Informasi Manajemen) pengembangan kapasitas. petunjuk teknis pengelolaan kelompok masyarakat. tim evaluasi RKM dan personil lainnya yang terkait program. 3. lokakarya. kurikulum induk dan modul pelatihan. Pedoman Penjaminan Mutu. (iv) Pelatihan masyarakat dan kegiatan pasca konstruksi untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan layanan air minum. dan penggunaan bahanbahan standar program Pamsimas untuk pemberdayaan masyarakat / partisipasi masyarakat.2 fokus pada penguatan kerjasama antar lembaga dalam manajemen program dan pengembangan kapasitas kelembagaan bagi unitunit pelaksana program dan tim-tim koordinasi. hygiene dan sanitasi. pelatihan dan orientasi untuk menjamin administrasi program sesuai dengan aturan dan prosedur program.2 Sub-komponen 1. (ii) Kontrak layanan antara pemerintah pusat dengan perusahaan lokal untuk mengontrak dan melatih Fasilitator Masyarakat mengenai teknik penyediaan air minum. sanitasi. Mengkaji ulang bahan-bahan yang ada dan pengembangan lebih lanjut pedoman-pedoman dan petunjukpetunjuk. Persetujuan rencana capacity building tahunan yang secara sistematis diarahkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan dan kelembagaan dalam pengelolaan program berdasarkan pemetaan kelembagaan sesuai peran dan tanggungjawabnya. menjamin kualitas pelatihan di tingkat masyarakat dan transfer ketrampilan kepada perangkat pemerintah dalam hal pelaksanaan dan monitoring proses di masyarakat sebagai upaya menjamin keberlanjutan Pamsimas. Menyusun dan mengembangkan panduan. 2.2: Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan Provinsi. TOR (term of reference). petunjuk monitoring keberlanjutan. Hasil-hasil pokok yang diharapkan dari sub komponen ini adalah: 1. Kabupaten/kota dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program. (iii) Kontrak layanan konsultan provinsi dan kota/kabupaten untuk mendukung pelaksanaan proses Community Driven Development (CDD) dengan memberikan coaching dan mentoring secara berkelanjutan ke Fasilitator Masyarakat. Sub-komponen 1. dan hygiene. Koordinasi dan pengelolaan kegiatan pengembangan kapasitas akan dijamin melalui distribusi akuntabilitas dan tanggungjawab pada setiap level. yang dapat diadopsi sesuai kebutuhan lokal dan TOT (Training of Trainers) untuk menjamin kualitas dan pelayanan yang memadai.1.PAMSIMAS Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 24 .

Sub Komponen 1. dan website berbasis pembelajaran. (ii) Kontrak layanan training Provider lokal untuk menyelenggarakan TOT bagi penguatan kapasitas LSM dan perusahaan lokal dalam menyiapkan akreditasi pelatihan fasilitator masyarakat untuk perluasan program pada tingkat kota/kabupaten dan/atau tambahan pelatihan pasca kontruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. serta mempromosikan inovasi-inovasi pasca konstruksi dalam rangka lebih mendorong keberlanjutan Pamsimas mendukung pelayanan air minum dan sanitasi dalam waktu jangka panjang. kunjungan pertukaran. melaksanakan. Peningkatan kemampuan dalam menjaga mutu pelayanan air minum kepada masyarakat (Quality Management).1. 2. dan memantau kegiatan pengembangan kapasitas dan menyediakan tranfer keahlian kepada staf pendamping di Unit Pelaksana Program dan lembaga-lembaga terkait. Penilaian kelembagaan dengan MPA (Methodology for Participatory Assessment).3: Pengembangan mekanisme dan kapasitas kelembagaan provinsi.3 Sub Komponen 1.PAMSIMAS 4. training. yakni penilaian kinerja lembaga pemerintah kota/kabupaten (dilakukan setiap tahun di tingkat kota/kabupaten) dan penilaian kebijakan terhadap kelestarian lingkungan (mid term di tingkat provinsi). kabupaten/kota dan kecamatan untuk perluasan dan pengarus-utamaan penyediaan sarana air minum dan sanitasi dengan pendekatan CDD. Sub Komponen ini akan mendanai kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan Konsultan Capacity Building tingkat nasional maupun internasional untuk bekerja erat dengan dinas/lembaga di pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan. Lokakarya program tahunan. 6. termasuk training dan coaching rutin bagi fasilitator masyarakat oleh Konsultan kota/kabupaten dan Konsultan provinsi untuk keberlanjutan perbaikan fasilitasi masyarakat 5.3 akan mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas dan advokasi bagi pemerintah dan kelompok peduli (civil society) untuk memperbaiki secara menyeluruh penyediaan pelayanan air minum dan sanitasi dan memperkuat upaya peningkatan atau realokasi penganggaran pemerintah daerah secara keseluruhan yang sejalan dan mendukung upayaupaya penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. transfer keahlian. dilakukan melalui workshop tentang 25 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Pengembangan rencana pengelolaan pengetahuan pada 6 bulan pertama oleh CPMU (Central Project Management Unit) untuk menjamin diseminasi pembelajaran dari pengalaman dan praktik yang baik. Termasuk di dalamnya mengembangkan pendekatan terpadu monitoring dan evaluasi capacity building melalui serangkaian pelatihan dan pembelajaran secara mandiri bagi pelaksana program dalam pengoperasian SIM sejak dini.

l. 2. termasuk ekonomi lokal dan manfaat sosial Pamsimas. dan kegiatan promosi mengenai pencapaian Pamsimas. merumuskan tindakan pengembangan SDM yang memadai bagi staf. paket advokasi. Sub Komponen ini akan mendanai beberapa kegiatan sebagai berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 26 . Memperkuat sistem monitoring perkembangan MDGs sektor air minum dan sanitasi yang dapat mendorong dinas/lembaga lokal mampu secara cepat menyediakan pelayanan. Review terstruktur terhadap kebijakan lokal kota/kabupaten dan proponsi. jenis pelatihan dan prioritas pelatihan. menyusun dan menetapkan rencana pengembangan SDM. 8. 6. 4. dan monitoring media. Memantapkan atau memperkuat forum antar departemen di level provinsi dan kabupaten melalui Bappeda dalam rangka mengembangkan rencana kota/kabupaten dan provinsi untuk ekspansi program nasional dan konsensus multi stakeholder dan perubahan kepemilikan. 7. Melaksanakan review untuk identifikasi dan penguatan keterkaitan dengan strategi pembangunan lokal lainnya dalam penanggulangan kemiskinan. 3.PAMSIMAS perumusan jenis pelayanan. 5. Menyusun rencana aksi di tingkat provinsi dan dukungan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam perencanaan pemerintah lokal dan pelayanan penyediaan sarana air minum dan sanitasi. proses yang diperlukan untuk memberikan pelayanan. Menyusun rencana pengembangan kapasitas kelembagaan yang disepakati untuk implementasi di tingkat provinsi dan kabupaten serta menyusun mekanisme pelayanan bagi kegiatan sejenis pengembangan kapasitas lainnya. training keahlian advokasi bagi kelompok masyarakat. Identifikasi dan pelatihan bagi pelatih lokal untuk mampu memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat yang sejalan dengan antispasi peningkatan kebutuhan dan memasarkan pelayanan mereka kepada pemerintah lokal. Advokasi bagi pemimpin kota/kabupaten (a. aspek akuntabilitas. forum multi stakeholder. analisis peran dan tugas jabatan dalam pemberian pelayanan. Bupati and DPRD) mengenai kinerja kota kabupaten dan sumber daya untuk Pamsimas berbasis masyarakat melalui kunjungan studi banding. penanganan pendanaan dan legislasi terkait Pamsimas menuju kerangka kerja yang lebih efektif bagi perluasan dan replikasi di kota/kabupaten lainnya. dukungan kerjasama bagi Pamsimas. pembangunan desa dan perbaikan kesehatan sebagai upaya memperluas sumber daya dan program. termasuk kelompok sasaran. Beberapa hasil penting dari sub komponen ini adalah: 1.

Promosi PHBS dilaksanakan melalui keluarga. penyimpanan air yang baik dan aman.1 akan mendukung upaya-upaya pada fase pemicuan perubahan perilaku sanitasi masyarakat dengan metode Community Led Total Sanitation (CLTS). khususnya kaum wanita dan anak-anak. 2. institusi lokal/ desa. dan (2) peningkatan akses sanitasi dasar. fasilitas umum seperti sekolah. terutama untuk mengurangi insiden diare serta berbagai penyakit yang berhubungan dengan air. keluarga. terkait dengan perilaku hidup sehat dan aman. melalui: (1) perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat (PHBS).1 : Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Sub-komponen 2. upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat akan dilakukan oleh program Pamsimas.2 KOMPONEN 2: PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT Komponen ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan institusi lokal dalam pencegahan sanitasi buruk dan air yang tidak bersih yang mengakibatkan penyakit diare. Hal ini akan mendukung dan melengkapi komponen pembangunan sarana dan prasarana air minum dan penyehatan lingkungan. PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam kehidupan perorangan. masyarakat maupun melalui sekolah. tempat ibadah. misalnya mempromosikan cuci tangan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah perilaku dasar yang dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. 27 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dll. memberikan transfer keahlian kepada personil pemerintah agar mampu melaksanakan fungsi-fungsi kunci pasca program (ii) Kontrak layanan Provider lokal untuk memberikan TOT Program dalam rangka memperkuat kapasitas LSM dan perusahaan lokal untuk memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat untuk diiperluas di tingkat kabupaten dan/atau kelengkapan training pasca konstruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. Promosi PHBS ditujukan pada semua lapisan masyarakat. pengelolaan limbah dan sampah. Untuk memperoleh dampak kesehatan yang maksimal.1 Sub Komponen 2.PAMSIMAS (i) Kontrak konsultan nasional dan provinsi untuk bekerja erat dengan pemerintah lokal dan pusat dalam merencanakan. dan melalui media massa baik cetak maupun elektronik Secara rinci komponen B dalam program Pamsimas terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2. baik melalui program promosi PHBS berbasis keluarga. melaksanakan dan monitoring pengarus-utamaan serta perluasan CDD WSS. (iii) Studi-studi khusus untuk mendukung penyiapan sektor program yang lebih luas . dan masyarakat. makanan hygiene.2.

3 Sub Komponen 2. Penyuluhan pemakaian dan pemeliharaan jamban sekolah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 28 . Pengolahan air minum : tergantung pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya.2 Program Pemasaran Hygiene dan Sanitasi Sub-komponen 2. tokoh agama.3. Sub komponen 2. Sub Komponen 2.3 ini masyarakat penerima manfaat akan memperoleh bantuan perbaikan hygiene dan sanitasi sekolah yang layak melalui proses RKM II yang didanai dari komponen 3. Cara mengajar anak memakai jamban. 2) Pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat bersama dengan masyarakat untuk merubah perilaku hidup tidak sehat menuju perilaku hidup sehat.2. tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya.2 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Riset/studi mengenai perilaku hygiene masyarakat. berikut teknik penyebarluasan informasinya bagi aparatur desa.2. informasi teknologi yang tersedia.1 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Pelatihan untuk dukungan implementasi paska program untuk perubahan perilaku masyarakat. dan sebagainya.2 Sub Komponen 2. membersihkan kotoran bayi. LKM. antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1. 3) Pelatihan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.informasi pencegahan diare dan ISPA. 5) Kampanye kesehatan lingkungan seperti “Kampanye sungai bersih” a.2 dimaksudkan untuk: (i) meningkatkan kebutuhan perbaikan sanitasi. b. dan sebelum makan. dan saluran komunikasi untuk kelompok target yang berbeda 2) Kampanye Social Markerting/ media kampanye PHBS 3) Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan “PEMBINA” bagi ibu rumah tangga yang memiliki bayi atau anak yang sedang dalam bimbingan. (ii) fasilitasi kapasitas pasar local merespon kebutuhan tersebut dan (iii) mendorong perbaikan perilaku menuju hidup bersih dan sehat.3 Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah Melalui sub komponen 2. 4) Dukungan terhadap rencana dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyebar-luasan informasi tentang PHBS. rantai supply sanitasi. antara lain yaitu : ƒ Buang air besar pada tempatnya ƒ Membuang kotoran bayi/ balita pada tempatnya ƒ Mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar. Kampanye Penggunaan Jerrican/Galon yang aman atau wadah lain yang aman untuk penyimpanan 2. 2.PAMSIMAS Sub Komponen 2.

evaluasi program dan review periodik. praktek.PAMSIMAS 2. Pengenalan dan analisis hubungan air. Hasil-hasilnya digunakan untuk advokasi lokal dan kampanye penyadaran untuk mengingatkan pemerintah lokal di bidang kesehatan akan pentingnya perubahan perilaku dan dampak perbaikan kesehatan serta higin pada kesehatan keluarga. pengukuran perubahan perilaku Indikator-indikator akan memonitor kinerja program sanitasi secara menyeluruh. Pengukuran dilkaukan sebelum program berjalan. Dukungan kelembagaan untuk program masyarakat akan memperkuat kapasitas penanggungjawab kelembagaan di tingkat provinsi dalam kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan melalui penyediaan bantuan teknis kepada pemerintah kota/kabupaten melaksanakan kegiatan komponen 2.pembagian tugas guru pembina dan pengawasan • Meningkatkan peranan murid dalam mempengaruhi keluarganya 2.4 Sub Komponen 2. guru dan pihak-pihak lain yang terlibat di sekolah. Prosedur dan tata cara survei ini mengacu pada standar Departemen Kesehatan / SUSENAS dengan ditunjang oleh pengumpulan data secara rutin setiap bulan untuk memperoleh hasil signifikan dalam perbandingan hasil yang lebih akurat. dan kesehatan masyarakat 3. Monitoring dampak program fokus ke perbaikan kesehatan yang diukur melalui perbaikan perilaku higien. memfasilitasi event-event sharing dan studi banding serta diseminasi perbaikan dan inovasi program.2. jamban. Pengembangan tanggung jawab murid. profil kinerja fasilitator dan tim kabupaten/kota. Provinsi mengontrak tim independen untuk audit masyarakat. Provinsi bertanggungjawab secara reguler melakukan monitoring kinerja program. serta pencapaian keberhasilan pragram sanitasi dan kesehatan serta evaluasi terhadap dampak prilaku hidup sehat Monitoring kinerja sanitasi fokus pada monitoring prubahan pelayanan. dan sanitasi serta higien sekolah. Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4. pemasaran sosial sanitasi dan higien. kesehatan individu.4 Penguatan Unit Hygiene dan Sanitasi Lokal Kegiatan ini berupa pelatihan dan pelayanan untuk meningkatkan kemampuan dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan oleh pihak provinsi dan pihak kabupaten/kota dalam memonitor perkembangan program untuk mencapai target penyediaan kebutuhan air minum dan sanitasi dalam MDGs. pada saat mid-term dan pada tahun akhir proyek. mencakup: • Pengorganisasian murid untuk pembagian tugas harian. 29 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .

menyusun pedoman moitoring kinerja program dan kemajuan target MDG sektor air minum dan sanitasi. mengembangkan dan replikasi provinsi. Bangladesh). Tingkat Pusat 1. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan bagi pendekatan pemasaran. Training for Trainers (TOT) untuk team provinsi Lokakarya-lokakarya Nasional - . Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Departemen Kesehatan Menyusun manual kampanye sanitasi untuk team kecamatan dan kabupatem. dan Menyusun desain monitoring dampak dari intervensi hygiene dan sanitasi. Termasuk didalamnya Menyusun TOR dan pedoman pengembangan kapasitas bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dan provinsi. pemasok untuk identifikasi - Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 30 . b. lokakarya. India. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. Termasuk dalam hal ini adalah Menyusun kurikulum kesehatan/Hygiene sekolah. supervisi dan bantuan teknis bagi tim kabupaten 2. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Departemen Kesehatan bersama Departemen Dalam Negeri. Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. Menyusun Manual bagi Pelatihan Guru dan Pelajar serta Menyusun Manual Guru dan Lokakaryalokakarya nasional. advokasi untuk stakholder kabupaten/provinsi dan pemimpin informal lainnya dan pilihan sanitasi Menyusun manual training untuk team kecamatan/kabupaten. 4. studi pasar sanitasi lokal of. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Departemen Kesehatan Menyusun pedoman dan design prototype/contoh bagi pasar provinsi/consumer/supplier. Tingkat Provinsi 1. konsumen. dan kampanye sanitasi dan hygiene tingkat provinsi Bantuan teknis pelaksanaan pemasaran sanitasi dan hygene di tingkat provinsi dan kabupaten 3. pelatihan bagi tim kabupaten. Pemasaran Hygiene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan.Supervisi dan bantuan teknis 2.PAMSIMAS Kegiatan-kegiatan utama di komponen 2 di setiap tingkatan adalah sebagai berikut: a. pedoman membangun jaringan penawaran berdasarkan pengalaman internasional (Vietnam. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional:.

Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. 4. and menyusun desain yang mendukung Total Sanitation Program oleh kabupaten/kota. 31 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . serta perubahan perilaku hygiene dan monitoring akses sanitasi. Melaksanakan proses fasilitasi desa dan monitoring serta evaluasi pelaksanaan di tingkat desa 2.. Termasuk antara lain TOT bagi pelatihan guru dan pelajar serta lokakarya-lokakarya provinsi. Lokakarya kabupaten/kota untuk memasukkan kurikulum.PAMSIMAS pesan dan media/metode komunikasi yang tepat bagi segmen penerima manfaat dan fasilitasi memperoleh penawaran. Antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini di tingkat kabupaten/kota untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. Tingkat Kabupaten/Kota 1. Kampanye Sanitasi Menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. Menumbuhkan kesadaran masyarakat kabupaten/kota. Antara produksi dan bahan-bahan pemasaran. Advokasi/orientasi dengan pengambil keputusan dan pemimpin opini tingkat kebupaten/kota. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Dinkes dan Dinas Diknas. serta supervisi dan bantuan teknis bagi kabupaten. pelatihan bagi tim kecamatan/tim desa/perantara sosial. Termasuk diantaranya training bagi guru dan pelajar. guru dan orang tua). Identification strategi-strategi perbaikan pelayanan tingkat kabupaten sebagai upaya memperbaik akses dan kapasitas mesyarakat menerima pelayanan air minum dan sanitasi. 4. Menyusun desain promosi tingkat kabupaten dan provinsi bagi segmen penerima manfaat berdasarkan model prototype dan panduan dari tingkat nasional. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan BPMD. dan kampanye penyadaran kepada komunitas ekolah (anak-anak. serta menyusun kampanye untuk traget khusus. Melakukan studi baseline dan evaluasi dampak bagi kabupaten. 3. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh kantor kesehatan dan kantor depdiknas. Termasuk antara lain adalah pelatihan bagi sanitarian Puskesmas / staff Pustu / Bidan Desa tentang monitoring kinerja program sanitasi dan hygiene serta akses monitoring pada tingkat masyarakat melalui participatory monitoring (bagian dari Sustainability Monitoring pada SIM). dan kegiatan-kegiatan membangun jejaring pelayanan 3. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinkes bekerjasama dengan Bappeda. c. Studi banding dan dukungan bagi intervensi hygiene dan sanitasi masyarakat. Termasuk di antaranya adalah pelatihan bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dalam kinerja pelaksanaan dan monitoring dampak.

Alokasi dana per desa/kelurahan diperkirakan rata-rata sebesar Rp. kaum perempuan dan kelompok marginal lainnya untuk memperoleh ketersediaan jumlah air yang memadai dengan kualitas sesuai dengan standar kesehatan. Pelaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi dalam program Pamsimas didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat setempat dan pilihan prasarana dan sarana yang diinformasikan (Informed Choice).3. baik karena kurangnya pemeliharaan maupun terbatasnya ketersediaan sumber air. Pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi didasarkan pada usulan yang diajukan dan disepakati oleh masyarakat yang dilakukan secara partisipatif melalui usulan desa yang disetujui oleh forum institusi warga tingkat desa. pembiayaan. serta dapat mengelola operasional dan pemeliharaan prasarana yang akan dibangun. 275 juta. yakni bagian untuk inftrastruktur air minum dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 32 . sanitasi sekolah dan hiygiene yang dipilih masyarakat. seperti aspek teknologi. Masyarakat yang sudah diberdayakan. namun setiap usulan akan dinilai dengan seleksi pilihan teknologi dan jumlah bantuan yang diberikan akan didasarkan pula pada estimasi biaya usulan perencanaan masyarakat. (iv) nilai manfaat. serta mudah dijangkau akan dilakukan baik melalui pembangunan sarana dan prasarana air minum yang baru maupun melakukan rehabilitasi terhadap sarana dan prasarana air minum yang telah rusak ataupun yang tidak lagi berfungsi. lingkungan. 2. (iii) kompleksitas teknologi dan kesiapan masyarakat untuk mengelola teknologi yang ada. beberapa faktor yang harus dipertimbangkan adalah: (i) ketersediaan jenis sumber air baku yang akan dimanfaatkan. dapat menentukan jenis prasarana. Pilihan yang diinformasikan tersebut menyangkut seluruh aspek. kemudahan penggunaan dan kesinambungan terhadap opsi teknis yang dipilih. Bantuan terdiri dari dua bagian.1 Penggunaan Dana Bantuan Alokasi dana desa/kelurahan untuk kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam usulan di Rencana Kerja Masyarakat (RKM) bervariasi nilanya berdasarkan kelayakan pilihan teknologi infrastrukur air minum. Peningkatan sarana dan prasarana air minum yang memungkinkan masyarakat miskin.PAMSIMAS 2. Setiap pilihan prasarana sudah dijelaskan aspek keuntungan dan kerugiannya. (ii) jumlah biaya yang dibutuhkan serta kemampuan serta kemauan masyarakat untuk memberikan kontribusi pembangunan. Dalam kaitannya dengan pilihan teknologi. melaksanakan perencanaan dan pembangunan fisik. sosial dan budaya serta kelembagaan pengelolaan.3 KOMPONEN 3: UMUM PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI Komponen ini menyediakan pilihan teknis terhadap penyediaan prasarana air minum untuk masyarakat perdesaan dan sanitasi umum untuk wilayah peri-urban.

Masyarakat akan kontribusi sebesar minimal 20% dalam bentuk in-cash 4% dan in-kind 16% untuk pembiayaan perbaikan prasarana. Penyediaan tenaga kerja dan bahan akan dihitung sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam bentuk in-kind. perubahan perilaku hygiene. dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya hanya berfungsi sebagai stimulan atau insentif atas tumbuhnya kepedulian. Dengan demikian. Pembangunan fasilitas sanitasi komunal dapat juga menggunakan dana bantuan bagi masyarakat dengan prasyarat pendanaan yang sama. Semakin besar kontribusi masyarakat. sanitasi dan hygiene. dan pendidikan hygiene teaching. Alokasi bantuan dana hanya membiayai 70% kebutuhan biaya dengan ditambah kontribusi dari pemkot/kab sebesar 10%. Masyarakat dapat juga membiayai kegiatan lain terkait hygiene dan sanitasi yang mereka pilih dengan pola pembiayaan bersama (cost-sharing basis) 33 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . and penguatan kapasitas serta manajemen masyarakat. Kontribusi swadaya masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa bertanggungjawab. inisatif dan kesepakatan tanggungjawab bersama untuk memperbaiki kualitas air bersih. Perbaikan Perilaku dan Layanan Hygiene dan Sanitasi Termasuk kategori ini adalah kegiatan-kegiatan yang diidentifikasi melalui pendekatan MPA/PHAST approach untuk perubahan perilaku hygiene masyarakat. b. Dana Pamsimas dapat dicairkan setelah masyarakat merealisasikan kontribusi dalam bentuk in-cash minimal 4%. Pembangunan Infrastruktur Air minum dan Sanitasi Bantuan dana bisa digunakan untuk pembiayaan pembangunan prasarana sanitasi dan air minum berdasarkan cost-sharing. terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. Total biaya tiap desa/kelurahan ditetapkan berdasarkan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) yang termasuk bagian dari perencanaan masyarakat (RKM). termasuk tenaga kerja trampil dan tidak trampil sesuai standard pemerintah. a.PAMSIMAS bagian untuk perbaikan sanitasi sekolah. semakin tinggi komitmen untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan di Pamsimas. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat. yakni kontribusi masyarakat sebesar minimal 20% (in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%). Masyarakat dapat memilih penggunaan dana bantuan untuk pembiayaan barang atau pelayanan/servis. kegiatan hygiene dan kesehatan berbasis sekolah. prakarsa. Dana Pamsimas pada prinsipnya hanya sebagai stimulan bagi masyarakat yang memiliki prakarsa. Untuk itu. Fasilitas Sanitasi akan dibangun di sekolahsekolah will di masyarakat partisipan yang membutuhkan.

PAMSIMAS Penjelasan lebih detail mengenai Penggunaan Dana Bantuan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat.3.4. melalui : (i) Rapid Technical Assessment (RTA) dan Community WSS situation analysis (MPA-PHAST) untuk menentukan kebutuhan air dan pilihan-pilihan sistem.1 Insentif untuk Desa/Kelurahan Insentif untuk masyarakat diberikan kepada desa/kelurahan yang memenuhi kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status OpenDefecation-Free (ODF). setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. supervisi dan quality control. lemah/miskin dan kaya. (iii) Survei teknik dan penyusunan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK).1 KOMPONEN 4: INSENTIF DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA Sub Komponen 4. 2. dan (vi) Monitoring kualitas air minum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak penyediaan air minum yang aman dan baik untuk penyimpanan dan minum.2 Sub Komponen 4. (v) Pelatihan O&M mencakup managemen. dan Pemangku Kepentingan lainnya. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. (ii) Pilihan teknologi sistem air minum. teknik dan ketrampilan pembiayaan yang dibutuhkan bagi keberlanjutan sistem. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 34 . laki-laki.2 Bantuan Perencanaan dan Dukungan Teknik Program Pamsimas akan membantu masyarakat dengan pendekatan respon permintaan dalam perencanaan. masyarakat. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid. 2. menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. memiliki lembaga pembinaan dan pegembangan pengelolaan sistem penyediaan air minum dan sanitasi di tingkat kabupaten sampai dengan tingkat kecamatan.2 Insentif untuk Kabupaten/Kota Hibah diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program dengan optimal. penggunaan “improved sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. kepastian keikutsertaan perempuan.4 2. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. (iv) Konstruksi.4. dan kinerja pencapaian program Pamsimas telah terpenuhi bahkan melampui. seleksi teknologi dan tingkat pelayanan serta desain dan konstruksi. 2.

1 CMAC untuk CPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Pusat yaitu CMAC (Central Management Advisory Consultant) mendukung CPMU dan CPIU dalam implementasi strategi. dan air minum pada tingkat desa.5 KOMPONEN 5: DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK Komponen 5 yaitu dengan menyediakan dukungan teknis pelaksanaan program komponen 1.PAMSIMAS 2. penyusunan pedoman. (iii) Evaluasi dari outcomes program. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu 35 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .5. dan pasca program.5. Dukungan teknis terdiri dari: (i) Dukungan teknis untuk kegiatan pelatihan sektoral.2 PMAC untuk PPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Provinsi yaitu PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) Peran PMAC memberikan dukungan teknis kepada provinsi dalam hal ini mendukung PPMU dalam implementasi program. 3 dan 4 serta memberikan dukungan teknis kepada unit pelaksana (implementation agency). 2.1 Sub Komponen 5. Pendampingan teknis ini akan mendukung pencapaian sasaran dan outcomes Pamsimas melalui dukungan teknis Komponen 5 ini terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2.2 Sub Komponen 5. monitoringevaluasi finansial dan teknis serta laporan setiap komponen program. 2. (ii) Monitoring pengelolaan program dan kualitas pelaksanaan. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. kabupaten/kota. peningkatan kelembagaan. kebijakan. dan penguatan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan program dan keberlanjutan pasca Program. kesehatan.5. konsultan berada di salah satu ibu kota provinsi yang menjadi daerah kerjanya. sanitasi. 2. mid-term. provinsi dan tingkat pusat.3 Penilai Proyek Independen Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama. dan (iv) Kemajuan alih kelola fungsi-fungsi serta tanggungjawab program kepada pemerintah lokal.3 Sub Komponen 5.

monitoring evaluasi dan sistem pelaporan. Beberapa aspek utama pengelolaan program dimaksud antara lain adalah dukungan jenis/kategori bantuan. pengaduan masyarakat.6 buku panduan ini. dukungan kelembagaan.1. operasional dan pemeliharaan. rancangan pelaksanaan/implementasi program. pengadaan barang/jasa. Gambaran umum penerapan jenis-jenis bantuan (BLM dan Bantuan Teknis) pada komponen-komponen program adalah sebagaimana pada tabel 3.1 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS-JENIS BANTUAN/LAYANAN Program Pamsimas akan memberikan bantuan/layanan dalam kategori Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Bantuan Teknis yang diterapkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan program sesuai kategori komponen-komponen program.PAMSIMAS BAB 3 PENGELOLAAN PROGRAM Bab Pengelolaan Program menguraikan gambaran umum beberapa aspek utama dalam pelaksanaan Pamsimas yang dirancang dan dikembangkan untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran program Pamsimas sebagaimana telah ditetapkan pada indikator kinerja Pamsimas di Financing Agreement dan Project Appraisal Document. dll. 3. sebagaimana dijelaskan pada bab 1 sub-bab 1. Sedangkan aspek pengelolaan program tertentu yang dinilai cukup signifikan dan spesifik sifatnya akan diuraikan lebih rinci. Beberapa aspek pengelolaan program Pamsimas secara lebih jelas dapat dilihat pada lampiran-lampiran buku panduan ini. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 36 . detail dan operasional dalam bentuk berbagai buku petunjuk pelaksanaaan. ACAP.

1. dan konsumen sanitasi Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Evaluasi dampak CAMC - - 37 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan O&M Monitoring pelaksanaan Bantuan teknis untuk team pelaksana Training Ketrampilan tentang produktivitas desa Monitoring pelaksanaan Fasilitasi akses ke jaringan supplier - 2 Dukungan pelaksanaan oleh pemerintah daerah Kegiatan dan penilaian kapasitas kelembagaan Monitoring keberlanjutan outcome Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Bantuan teknis untuk Bantuan teknis untuk team 3 Dukungan pelaksana pelaksanaan team pelaksana oleh pemerintah pusat 4 Kontrak Pelayanan PMAC terdiri dari tim Advokasi dan promosi kesehatan di fasilitator. konsultan provinsi pasar. Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program Jenis-jenis bantuan/ No. konsultan tingkat provinsi kabupaten dan Kajian-kajian supply. financial management.PAMSIMAS Tabel 3. kategori layanan Komponen program Pamsimas Pemberdayaan Peningkatan kesehatan dan Penyediaan sarana air masyarakat dan perilaku higienis dan pelayanan minum dan sanitasi umum pengembangan sanitasi kelembagaan lokal Promosi PHBS Masyarakat Kegiatankesehatan sekolah (training & promosi PHBS dan kesehatan) Kegiatan-kegiatan kesehatan lain yang diusulkan masyarakat Pendekatan MPA-PHAST di sekolah dan masyarakat Training ketrampilan untuk promosi dan perencanaan PHBS secara partisipatif Penyadaran kritis masyarakat Evaluasi dampak dan monitoring kinerja PHBS-sanitasi Insentif desa/kelurahan & kabupaten/kota Dukungan pelaksanaan dan manajemen proyek - Pengembangan 1 Bantuan kapasitas Langsung Masyarakat masyarakat (BLM) Fasilitas pelayanan air minum Perluasan pelayanan kota dan desa untuk sekolah dan masyarakat Sanitasi sekolah dan pelembagaan fasilitas sanitasi di wilayah perbatasan kota (peri-urban areas) Rapid technical assessment dan MPA PHAST berdasarkan penyiapan RKM Rancangan rinci kegiatan Training ketrampilan konstruksi. demand.

Sosialisasi program tingkat pusat sampai tingkat desa Seleksi dan penentuan desa/kelurahan sasaran. efisiensi serta perubahan prilaku di masyarakat. pendampingan masyarakat. Penjelasan lebih detail mengenai kelembagaan dan organisasi dapat dilihat pada lampiran 3 serta Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Pelaksanaan program di tingkt desa. dengan didukung lembaga pelaksana program lainnya. Monitoring partisipatif dan “outcome”.1 Kelembagaan di Tingkat Pusat Secara umum Tim Pengelola Tingkat Pusat bertanggungjawab pada tercapainya tujuan utama dan indikatornya dari program Pamsimas. melalui pelaksanaan kegiatan replikasi dengan pendekatan Pamsimas. Tim Pusat juga bertanggungjawab penuh dalam menjamin tercapainya tujuan antara dan indikator kinerja program sebagaimana disepakati dan ditetapkan dalam Financing Agreement serta dokumen proyek. yang mencakup : a. penyusunan Rencana Kerja Masyarakat dan penyiapan dana masyarakat dalam DIPA f. c. Penentuan provinsi dan kabupaten/kota/kota sasaran. namun dengan mekanisme yang membutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota.PAMSIMAS 3. Selain itu.3. 3.3 DUKUNGAN KELEMBAGAAN Pamsimas dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui penyediaan bantuan secara langsung ke tingkat desa. b. serta study penilaian dampak program untuk mengetahui efektifitas.2 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM Untuk mencapai tujuan dan sasaran program di atas serta menjamin kelancaran komponen-komponen program Pamsimas. Penjelasan lebih detail mengenai Pemilihan Lokasi Program dan Pelaksanaan Program dapat dilihat pada lampiran 2 dan Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Strategi pencapaian ”outcome” dan tujuan program pada daerah sasaran h. d. kegiatan penyiapan dan pengkondisian masyarakat. yakni Departemen Kesehatan. dibutuhkan langkah-langkah pelaksanaan program. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 38 . e. Executing Agency Pamsimas adalah Departemen Pekerjaan Umum. g. 3. Departemen Dalam Negeri dan Departemen Pendidikan Nasional. Persiapan awal program dari tingkat pusat sampai tingkat masyarakat (desa). Pendampingan peningkatan kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam rangka pencapaian target MDG’s.

PAMSIMAS
Tim Pengelola program tingkat Pusat terdiri dari Tim Pengarah Koordinasi Program, Tim teknis Program dan Project Management Unit (PMU) Pusat. Koordinasi Program dilakukan melalui Tim Pengarah Koordinasi Program, yang diketuai BAPPENAS dan beranggotakan beberapa departemen dan kementerian terkait. Tim Pengarah akan dibantu oleh Tim Teknis, yang diketuai BAPPENAS dengan struktur dan tanggungjawab yang sama. Tim Teknis fokus pada review seluruh aspek operasional program yang dibutuhkan dan bertanggungjawab serta menyampaikan laporan seluruh isu dan penanganan masalah kepada Tim Pengarah. Tim Teknis juga menjadi perantara organisasi manajemen program dengan tim pengarah. Direktorat jenderal Cipta Karya sebagai executing agency membentuk Central Project Management Unit (CPMU) untuk mengendalikan pelaksanaan program secara operasional. CPMU akan dibantu oleh asisten bidang perencanaan, asisten bidang monitoring evaluasi, asisten bidang pengadaan barang/jasa, asisten bidang keuangan, dan implementing agency dari Departemen Kesehatan, Depdagri, dan Departemen PU dengan menempatkan perwakilan atau liaison officer penuh waktu di CPMU. CPMU bertanggungjawab pada seluruh koordinasi program, pengelolaan harian, penganggaran, administrasi keuangan, monitoring, pelaporan, dan manajemen kontrak konsultan yang ditunjuk dalam program ini. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing departemen dan kementerian terkait adalah sebagaimana pada tabel 3.2.

39

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Tabel 3.2 Peran dan Tanggungjawab Kementerian dan Departemen Terkait Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas
INSTITUSI Deputi Sarana dan Prasarana BAPPENAS PERAN TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Pencapaian Indikator Tujuan Antara -

Koordinasi Program 6-7 juta penduduk yang memiliki akses secara menyeluruh sarana air minum yang improved, sesuai status sosial-ekonomi 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi

Komponen 3: Direktorat Jenderal Cipta Executing Agency & 6-7 juta penduduk yang memiliki akses Pelaksana Komponensarana air minum yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem peyediaan air minum yang Karya, Departemen Pekerjaan Umum Infrastruktur Sanitasi status sosial-ekonomi sudah improved, yang berfungsi3 dan memuaskan Publik dan Pelayanan 6-10 juta penduduk yang memiliki akses masyarakat penerima layanan Air Minum sarana sanitasi yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem penyediaan air minum yang status sosial-ekonomi sudah improved, yang dikelola4 dan didanai secara efektif 40 Komponen 4: • 400-800 desa/kelurahan, yang melebihi kriteria indikator kinerja proyek5 (key performance indicator), menerima tambahan hibah Komponen 5: • 100% kab./kota dengan Struktur dan perangkat monitoring proyek (IMIS, M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek

3 4 5

Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA), Bank Dunia WSP, 2003.

ibid
Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free, menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun, penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain, setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat, kepastian keikutsertaan perempuan, laki-laki, lemah/miskin dan kaya, kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS, dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna, memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid, masyarakat, dan Pemangku Kepentingan lainnya.

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

40

PAMSIMAS
TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Turut mendukung tercapainya 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi Pencapaian Indikator Tujuan Antara Komponen 2: • 80% masyarakat sasaran yang telah ODF (Tidak ada lagi BAB di sembarang tempat) • 80% masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun

INSTITUSI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Departemen Dalam Negeri

PERAN Pelaksana Komponen Pelayanan dan Perbaikan perilaku sanitasi dan hygien.

Komponen 1: Pengembangan Turut mendukung tercapainya tujuan Kelembagaan Lokal. utama melalui penguatan kapasitas pemda • Rencana Peningkatan Kapasitas untuk pengadopsian dan replikasi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan progres pencapaian tujuannya • Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS • Jumlah kab./kota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dep. Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan

Pengembangan Sosial Desa dan Pemberdayaan Masyarakat

Turut mendukung tercapainya tujuan utama melalui pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat

Komponen 1: • 3960 desa/kelurahan yang membuat RKM

Turut mendukung tercapainya tujuan Dukungan utama melalui peningkatan pelayanan air pelaksanaan komponen promosi minum dan sanitasi di sekolah hygiene dan kesehatan sekolah Dukungan rilis budget, arus dana, disbursement dana credit dan anggaran kontribusi Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan utama program

Komponen 2: • 95 % sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved, dan program kebersihan dan kesehatan Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan antara program

41

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

khususnya pada komponen 1. Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Provinsi.3 Tabel 3.3. pemda dan replikasi melakukan advolasi pada pengambil keputusan tingkat kabupaten terkait keberlanjutan.2 Kelembagaan di Tingkat Provinsi Di setiap provinsi. Menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas serta mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. serta perluasan dan pengarusutamaan.3. khususnya penyiapan. terdapat Tim Koordinasi Provinsi (TKP) yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur. khususnya penyiapan. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) di wilayahnya. 4. Turut mendukung tercapainya tujuan utama secara nasional melalui pencapaian indikator kinerja di wilayahnya Provincial Project Management Unit (PPMU) Turut mendukung tercapainya seluruh tujuan antara. PPMU memiliki kewenangan untuk menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya Provinsi. Peran PPMU antara lan untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. monitoring utama melalui perkembangan dan hasil. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Di provinsi dibentuk Provincial Project Management Unit (PPMU) yang akan diketuai oleh Staf Dinas Pekerjaan Umum atau yang sejenis dan beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat provinsi adalah sebagaimana pada tabel 3.PAMSIMAS 3. penguatan kapasitas identifikasi lesson learn. Dinas Kesehatan Provinsi. terutama melalui pengendalian konsultan dan fasilitator Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 42 . dan 5 INSTITUSI PERAN Tim koordinasi Provinsi (TKP) Mengkoordinasi dan Turut mendukung memfasilitasi kerjasama antar tercapainya tujuan berbagai lembaga. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan tingkat Provinsi dalam pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas TANGGUNGJAWAB Pencapaian Pencapaian Indikator Tujuan Indikator Tujuan Umum Antara Turut mendukung tercapainya tujuan antara.

Di setiap Kabupaten/Kota Lokasi sasaran dibentuk Tim Evaluasi RKM oleh TKK dan menyampaikan laporan kepada TKK sebagai perwakilan dari 3 (tiga) perwakilan implementing agencies. dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya provinsi. khususnya penyiapan. DPMU akan diketuai oleh Staf DPU. Di setiap kabupaten/kota dibentuk District Project Management Unit (DPMU). Untuk mendukung transparansi.4.3. 43 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS 3. di tingkat kabupaten/kota serta beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan.3. Tim Pengelola Tingkat Kabupaten/Kota Di setiap Kabupaten/Kota terdapat Tim koordinasi Kabupaten/Kota (TKK) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda setempatrovinsi. memiliki fungsi pelaksana di tingkat kabupaten/kota. Bila terdapat Tim sejenis. maka tim ini dapat difungsikan dan memasukkan pekerjaan program Pamsimas ke mereka. Dinas Pekerjaan Umum. Dinas Kesehatan provinsi. atau sejenis. Kecamatan sangat tepat untuk mengkoordinasi sekelompok desa/kelurahan sasaran Program Pamsimas. atau sejenisnya. Peran DPMU antara lain untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi. LSM atau perwakilan kelompok peduli dapat diundang sebagai partisipan atau pengamat. dan instansi terkait pemberdayaan masyarakat serta perwakilan kelompok peduli/masyarakat sipil/LSM lokal. Tim Koordinasi yang ada dengan fungsi yang sejenis dapat diberlakukan sebagai Tim Koordinasi Program Pamsimas. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat kabupaten/kota hingga masyarakat adalah sebagaimana pada tabel 3. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. Aspek koordinasi pada tingkat kecamatan menempati posisi strategis dan penting terutama terkait dengan distribusi dan geografi desa/kelurahan sasaran di wilayahnya.

Pamsimas mengadopsi definisi global yang saat ini digunakan untuk monitoring kemajuan target MDG. Kakus sederhana. di dalam 1 Kilometer hunian pemakai. /Kota: Kecamatan: TKK ƒ TKKc Bappeda ƒ TTKc DPU ƒ Sanitarian Dinkes Puskesmas PMD ƒ Kasi PMD Bapedalda ƒ Kaurbang Pokja AMPL ƒ TFM Desa/Kel: Tim Penggerak PKK ƒ Aparat Desa DPMU ƒ LKM/Satlak Koord Fasilitator Pamsimas ƒ Natural Leader ƒ Masyarakat ƒ ƒ ƒ ƒ 6 7 Belum adanya definisi " akses WSS" di Indonesia. Mata air "improve” adalah: Sambungan rumah tangga/ Pipa hidran umum/ Sumur-Bor/ Sumur gali yang terlindung/ Mata air yang terlindung/ Penampung air hujan.PAMSIMAS Tabel 3. Hal ini dapat dicapai melalui pengarusutamaan (mainstreaming) program dan perluasan (scaling-up) pendekatan berbasis masyarakat secara nasional. dan di sekolah Penyiapan & pelatihan pengelola sarana air minum dan sanitasi Tahapan Program ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Pemilihan lokasi sasaran ƒ Sosialisasi ƒ IMAS partisipatif ƒ (MPA) ƒ Pembuatan RKM ƒ Pelaksanaan ƒ RKM ƒ Pengelolaan ƒ sarana Air minum dan Sanitasi ƒ Replikasi ƒ (kegiatan inisiatif) Keberlanjutan dan kesinambungan pengelolaan sarana Pelaku di Pelaku di Kecamatan Kabupaten/Kota & Desa/Kelurahan Kab. sebagai upaya pencapaian target WSSMDGs. Akses ke tangki septic. sesuai status sosial-ekonomi Intervensi Kegiatan ƒ ƒ ƒ ƒ RKM I: Pelatihan manajemen administrasi dan keuangan Pelatihan teknis sarana air minum dan sanitasi Pembangunan sarana air minum umum di daerah perdesaan Pembangunan sarana sanitasi komunal di daerah pinggiran kota RKM II: Pembangunan sarana sanitasi di sekolah Pelatihan PHBS di masy. dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat). dan pemisahan limbah tubuh manusia dari manusia. JMP mendefinisikan akses sanitasi yang cukup sebagai persen dari populasi yang menggunakan sanitasi “improve”. Indikator Tujuan Umum • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana air minum yang improved6. di mana "sanitation improve" berarti: Akses ke saluran air kotor. atau Kakus dilengkapi ventilasi. dengan ketersediaan sedikitnya 20 liter per orang per hari dari suatu sumber air yang “improve”. sesuai status sosial-ekonomi • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved7.2. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 44 . JMP mendefinisikan Akses terhadap air minum yang aman adalah persen dari populasi yang menggunakan layanan penyediaan air yang "improve". WC (Pour-Flush kakus). dan di sekolah Pelaksanaan PBHS di masy. Kecukupan sistem pembuangan limbah tubuh. yaitu : Joint Monitoring Program dari WHOUNICEF.4 Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota Sampai Masyarakat Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas Tujuan Umum Meningkatkan masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan dan pinggiran kota di lokasi Pamsimas dalam (penggunaan sarana air minum dan sanitasi yang improved1.

SANITASI 1. ke tiga perilaku higienis lain yang diprioritaskan oleh masyarakat sasaran. insentif ƒ Advokasi ƒ kelembagaan di kinerja dan teguran ƒ tingkat Memantau tingkat partisipasi dan ƒ kabupaten/kota peluang perluasannya ƒ Pendampingan dalam asesmen dan penyusunan RKM ƒ Advokasi penganggaran di bidang penyediaan air minum dan saniasi (WSS)/AMPL Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. advokasi. menangani tinja bayi dan sebelum menyentuh makanan). • • • • Komponen 2: Memantau peningkatan akses dan • efektifitas penggunaan sarana sanitasi yang improved oleh masyarakat dan seklah sasaran Penilaian perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) • • Pemicuan peru-bahan ƒ ƒ perilaku dengan pendekat-an CLTS di ƒ ma-syarakat dan di ƒ sekolah ƒ Pelatihan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah • Promosi PHBS di ƒ masyarakat dan ƒ sekolah • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. 8 Pertama-tama meghapus BAB di tempat terbuka./Kota PPMU & DPMU Pokja AMPL Bapedalda TFM & Konsultan • • Komponen 2: Masyarakat sasaran secara bertahap telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)8.PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 1: Pemerintah kabupaten/kota • dan provinsi memiliki LEMBAGA TERPADU yang • menangani perluasan PENGGUNAAN AIR. Kab. 45 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .2 dan PHBS yang improved di masyarakat perdesaan dan pinggiran kota • Indikator Tujuan Antara Komponen 1: Jumlah desa/kelurahan yang membuat RKM Rencana peningkatan kapasitas untuk pengadopsian dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS Jumlah kabkota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas Komponen 2: % dari masyarakat sasaran yang telah ODF (tidak ada BAB di sembarang tempat) % dari masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun % dari sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved. dan progres pencapaian tujuannya Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab. kedua cuci tangan setelah (BAB. dan program kebersihan dan kesehatan • Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 1: Identifikasi kebutuhan peningkatan ƒ Pelatihan peningkatan ƒ ƒ kapasitas kapasitas kelembagaan atau kelembagaan dukungan tambahan seperti : ƒ peraturan daerah.

Bank Dunia WSP. menerima tambahan hibah • Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kel Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. yang 9 berfungsi dan memuaskan • masyarakat penerima layanan % desa dengan sistem • penyediaan air minum yang 10 sudah improved. laki-laki. yang dikelola dan didanai secara efektif Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 3: ƒ Pembangunan sarana ƒ Memantau peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses air air minum dan sanitasi yang minum yang sehat/aman improved Penilaian dampak progra pada KK ƒ Pelatihan pengelolaan yang miskin administrasi dan Penilaian kesinambungan keuangan penyediaan air minum yang baru/ ƒ Pelatihan teknis improved sarana air minum dan sanitasi ƒ Pelatihan operasi & pengelolaan sarana air minum dan sanitasi Komponen 4: • Pemicuan peru-bahan ƒ Memantau komitmen pemerintah ƒ perilaku dengan daerah dalam memperluas pendekat-an CLTS di ƒ Penyediaan Air minum dan Sanitasi ma-syarakat dan di (WSS) di luar lokasi sasaran ƒ sekolah Pamsimas ƒ • Pelatihan PHBS di Membuat pilot proyek dan ƒ masyarakat dan di penyempurnaan pendekatan ƒ sekolah program Penyediaan Air minum dan Sanitasi (WSS) untuk bisa • Promosi PHBS di ƒ disinergikan secara efektif dengan masyarakat dan ƒ upaya penanggulangan kemiskinan sekolah dan pening-katan kapasitas • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dalam rangka masyara-kat dan di ƒ mewujudkan kesinambungan sekolah Pelaku • Satlak Pamsimas dan masyarakat didampingi dan dilatih oleh Fasilitator dan Konsultan serta Tim Teknis Komponen 4: Pemerintah daerah • menunjukkan peningkatan komitmen yang serius secara bertahap terhadap kesinambungan dan perluasan program penyediaan air dan sanitasi secara swadana dengan metodologi Pamsimas Komponen 4: Jumlah desa/kelurahan dan • kabupaten/kota yang melebih 11 kriteria indikator kinerja proyek (key performance indicator). dan Pemangku Kepentingan lainnya. menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun.PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 3: Masyarakat sasaran memperoleh akses terhadap layanan air minum perdesaan dan sanitasi komunal yang sudah improved. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid. ibid Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free. masyarakat. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. 2003. 9 10 11 Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA). penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. lemah/miskin dan kaya. ikut mengelola secara efektif dan berkesinambungan • Indikator Tujuan Antara Komponen 3: % desa dengan sistem • peyediaan air minum yang sudah improved. kepastian keikutsertaan perempuan. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 46 . menggunakannya.

M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek • Komponen 5: ƒ Mengkonfirmasi kemajuan dan efektifitas penye-diaan pendamƒ pingan teknis & masukan pengelolaan proyek Survei baseline. DPMU) ahli IMIS ƒ Masyarakat dengan Pelatihan di bidang pendampingan TFM IMIS bagi pemangku kegiatan terkait 47 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS Tujuan Antara Indikator Tujuan Antara Fungsi Indikator Tujuan Antara layanan dalam jangka panjang Intervensi Kegiatan ƒ • Advokasi pengangƒ garan di bidang penyediaan air minum dan saniasi ƒ (WSS)/AMPL ƒ Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. dan akhir ƒ tahun diker-jakan untuk informasi manaje-men proyek ƒ Spesialis IMIS Menyediakan peKonsultan Advisory rangkat lunak IMIS Menyediakan tenaga ƒ Bagian Monev (PPMU. mid-term. Kabupaten/Kota PPMU & DPMU Bapedalda Komponen 5: DPMU dan CPMU mampu mengelola dan mendukung program (untuk selanjutnya memperluas ke kabupaten/ kota lainnya) • Komponen 5: Struktur dan perangkat moni• toring proyek (IMIS.

seperti P2KP yang telah membentuk BKM atau PPK yang telah membentuk TPK. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. maka TFM bersamasama dengan mitra setempat melakukan revitalisasi kelembagaan tersebut. Satuan Pelaksana PAMSIMAS paska pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya ditransformasi menjadi Badan Pengelola yang bernaung dalam Lembaga Keswadayaan Masyarakat atau BKM dan sejenisnya. maka legitimasi LKM adalah pengakuan. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan rekam jejak atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. Oleh karena itu. maka pelaksanaan tidak membentuk LKM namun memanfaatkan BKM sesuai dengan karakteistiknya sebagai LKM. Proses pembentukan LKM sesuai dengan asas keterwakilan. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal masyarakat lainnya.3. Unit utama di tingkat desa adalah Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan satuan pelaksana kegiatan (Satlak) Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 48 . representatif dan pengakaran masyarakat sedangkan legalisasi melalui pencatatan di Notaris. provinsi dan pusat. Di lokasi yang belum terdapat BKM atau sejenisnya. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi.PAMSIMAS 3. Ketentuan dan tata cara memfungsikan. Anggotaanggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat warga (civil society) di tingkat komunitas akar rumput. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. LKM berkedudukan otonom.4 Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana Struktur organisasi program di tingkat desa/kelurahan berbeda dengan struktur formal di tingkat pemerintah kabupaten/kota. merevitalisasi atau membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat beserta Satuan Pelaksana kegiatan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. akuntabel dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. Meskipun sebagai institusi masyarakat. Dalam hal BKM memiliki kinerja yang kurang memadai. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom. partisipatif. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk.

Pengalaman sebelumnya pada program WSLIC 2 bahwa untuk kegiatan CDD mempunyai peluang yang tinggi untuk tindakan korupsi dimana nilai investasi mencapai 70% dari total nilai proyek sehingga sangat membutuhkan pengawasan yang lebih tinggi. progres kegiatan dan Annual Work Plan. Penguatan Keterbukaan dan Transparansi. Pengawasan oleh Masyarakat Madani. selanjutnya resiko lebih rendah pada aspek pelatihan. 2. lokakarya dan kampanye bersama konstitusi hanya 30% dari total nilai proyek. 4. 2006). Berdasarkan dari pengalaman tersebut tindakan anti korupsi sebagian besar difokuskan pada aspek proyek yang berhubungan dengan kontrak yang besar seperti dalam pengadaan bantuan teknis mempunyai resiko yang tinggi. 2006).5 SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN Program Pamsimas sebagai program yang dibiayai dari pinjaman luar negeri (PLN). 3. Aide Memoire. Penjelasan lebih detail dan terinci dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 3. Costing Table. revised October. 6. 3. Sistim Penanganan Keluhan.PAMSIMAS 3. 49 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . revised October. 4204 IND.4 PENGADAAN BARANG/JASA Prosedur pengadaan barang/jasa untuk program Pamsimas sebagian ataupun seluruh sumber pembiayaannya yang berasal dari Financing Agreement IDA Credit No: 4204IND dilaksanakan dengan menggunakan Guideline World Bank : Procurement under IBRD Loans and IDA Credits (May 2004. Financing Agreement No.6 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI Rencana tindakan pencegahan korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah diidentifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. 5. Pencegahan Risiko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. Untuk di tingkat desa/kelurahan kunci utama adalah sistim pelayanan yang baik serta transparansi. dan Ketentuan Sanksi dan Tindakan Perbaikan yang jelas Tindakan anti korupsi ini berdasarkan pengalaman dari program sebelumnya yakni WSSLIC-1 maupun WSLIC-2 . juga terutama harus mengacu pada : Minute of Negotiation. Hal ini agar anggaran memang diperuntukkan bagi pengeluaran – pengeluaran yang telah disetujui oleh Bank Dunia sebagaimana tertera dalam Financing Agreement. Pencegahan Risiko Kolusi. Project Appraisal Document. maka sistem pengelolaan keuangan disamping berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. dan Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers (May 2004.

Beberapa area utama/kunci terkait dengan upaya anti korupsi termasuk manajemen proyek. Penjelasan lebih detail mengenai Rencana Tindak Anti Korupsi Lampiran 4 dapat dilihat pada 3.1 Lingkup Kerangka Kerja Safeguard Sesuai dengan karakteristik kegiatan yang didanai dalam Pamsimas. Departemen Dalam Negeri. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Hal ini sesuai dengan pendekatan berbasis masyarakat terhadap pengadaan air minum dan sanitasi. Departemen Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. penyampaian informasi dan peningkatan kesadaran.7 PENGAMANAN/SAFEGUARD Kerangka safeguard dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam melakukan analisis. dan warga terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People) Kegiatan dalam Program Pamsimas telah diklasifikasikan sebagai Kategori B.7. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. pelaksanaan. yang mana kemungkinan besar tidak akan mengakibatkan dampak berarti yang tidak diinginkan terhadap lingkungan hidup dan sosial. operasi dan pemantauan subproyek. Penyediaan dokumen proyek yang dapat diakses oleh publik merupakan rencana Pencegahan Korupsi ini dipublikasikan di dalam situs www. dengan mengacu pada persyaratan dari Bank Dunia dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia mengenai dampak lingkungan. Keistimewaan dari semua rencana tindakan anti korupsi terintegrasi dalam penganggaran proyek. kerangka safeguard Pamsimas terdiri dari 3 komponen yakni: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 50 . Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam.go.pu. monitoring dan evaluasi. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. Kolusi dan Nepotisme yang terjadi pada proyek sejenis dan disesuaikan dengan mekanisme pelaksanaan proyek.PAMSIMAS kualitas yang lebih baik serta pengelolaan program/proyek diberikan tanggung jawab kepada masyarakat. audit independent . Departemen Kesehatan. pembebasan lahan dan pemukiman kembali (Land Aquistition and Resettlement). Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi telah dipersiapkan sesuai dengan risiko Korupsi. perencanaan.id. Penjelasan lebih detail mengenai safeguarding dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas 3.

promosi manfaat lingkungan. 2. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. Tujuan operasi dan pemeliharaan (O&P) dalam Pamsimas adalah sebagai berikut: 1. pengurangan dan pengelolaan resiko lingkungan yang tidak diinginkan. Dalam pelaksanaannya. tepat waktu. tepat sasaran dan. 51 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan mewujudkan keterbukaan. oleh sebab itu partisipasi aktif perempuan dalam operasional dan pemeliharaan aset masyarakat sangat diperlukan. promosi manfaat sosial.8 OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN Dalam Pamsimas pemeliharaan prasarana dan sarana harus memposisikan air sebagai komoditi ekonomi tidak sekedar komoditi sosial dan menjadi tanggung jawab pengelola yang dibentuk melalui Musyawarah Desa/Kelurahan. Untuk kesinambungan program Pamsimas perlu dibentuk organisasi operasional dan pemeliharaan (O&P). kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. Kerangka safeguard lingkungan ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan.PAMSIMAS 1. Agar Prasarana dan sarana yang telah terbangun tetap berfungsi sesuai dengan kualitas dan umur pelayanan yang direncanakan. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam pananganan. yang bertujuan untuk keberlanjutan bagi pelayanan dan pelestarian aset yang telah dibangun oleh masyarakat. antara lain prasarana dan sarana air minum. keterlibatan kaum perempuan lebih signifikan karena mereka merupakan pengguna. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. Safeguard bagi masyarakat terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People). dan mewujudkan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak pemindahan dan stakeholder lainnya. 2. 3. Menjamin pemeliharaan secara rutin. promosi manfaat sosial. Safeguard Lingkungan. 3. Safeguard Sosial Safeguard pengadaan tanah dan pemukiman kembali (land acquisition and resettlement). dan mewujudkan pelaksanaan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga terisolasi dan rentan yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. Menyerahkan tanggung kepada Pengelola Sarana untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan pelayanan sarana yang ada. efisien (air sebagai komoditi ekonomi). dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak dan stakeholder lainnya.

sehingga capaian substansi sesuai indikator yang telah ditentukan. perencanaan. dan desa/kelurahan. SOP). pelaksanaan. maupun dari interdepartemen ( Dep. Pada tahap ini berfungsinya Badan Pengelola (BP)untuk operasional dan pemeliharaan menjadi penting peranannya demi berlanjutnya pelayanan sarana air minum dan sanitasi.9. Penjelasan lebih detail mengenai Operasional dan Pemeliharaan dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat 3. Pemantauan adalah proses yang terus menerus dilakukan di sepanjang siklus program. dll). Metode pemantauan oleh pemerintah ini dilakukan melalui kunjungan lapangan untuk mengetahui apakah kegiatan proyek berjalan sesuai rencana dan prosedur yang disepakati. kepuasan pengguna sarana. Hasil kegiatan pemantauan digunakan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan dan penyesuaian terhadap perencanaan. kabupaten/kota. akan diturunkan misi supervisi dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 52 . Depkes. Pemantauan ini juga dilakukan oleh pemerintah di tingkat nasional.PAMSIMAS Agar pelaksanaan operasional dan pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar maka diperlukan organisasi untuk mengelola sarana air minum setelah masa pelaksanaan konstruksi. dan Petunjuk Teknis. 3. Keuangan. PU. Petunjuk Teknis. Secara berkala.SOP).1 Jenis Kegiatan Pemantauan dalam Pamsimas 1) Pemantauan oleh Masyarakat. akses terhadap fasilitas berdasarkan gender dan strata sosial ekonomi. VIM. • Memastikan proses fasilitasi kegiatan pelaksanaan siklus Pamsimas sesuai acuan yang ada (PMM. 2) Pemantauan oleh pemerintah. PMD. baik dari lembaga penyelenggara /executing agency. Pemantauan dilakukan oleh masyarakat secara periodik dengan menggunakan metode MPA untuk mengukur : keberlanjutan. Bangda. dan pelestarian.9 PEMANTAUAN Pemantauan adalah kegiatan pengumplan informasi yang dilakukan secara periodik untuk memastikan suatu kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. dan peubahan perilaku. dimulai dari persiapan. • Memastikan setiap kerangka acuan yang disusun untuk dilaksanakan berdasarkan pada koridor yang telah ditentukan (PMM. VIM. efektifitas penggunaan. Pemantauan dilakukan oleh pihak pemerintah. Tujuan Pemantauan: • Memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan Pamsimas secara progress tidak terlalu menyimpang dari time frame yang telah ditentukan pada setiap ’milestone’ dalam master schedule. kecamatan.

PAMSIMAS kunjungan lapangan oleh pejabat pemerintah serta unsur terkait lainnya (lembaga donor. Monitoring ini akan melihat perubahan yang terjadi dimasyarakat baik secara fisik dan perubahan perilaku secara kuantitatif dan kualitatif. 5) Pemantauan oleh Pihak Donor. infrastruktur (sarana air bersih dan sanitasi) dan keuangan/pembukuan. Keluaran data dan informasi yang dihasilkan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan. PMAC. dan Petunjuk Teknis. BPKP. LSM.2 Metode Pemantauan Program Pamsimas 1. kabupaten/kota.9. IMIS. dan nasional. 3. dan memberikan model pembelajaran bagi pelaku proyek. Monitoring Keberlanjutan. Acuan yang digunakan dalam pemeriksaan keuangan adalah dokumen resmi proyek (PMM. untuk melihat pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di lapangan. Sumber data dari monitoring ini berasal 53 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . propinsi. VIM. yaitu PAD. Kegiatan pemantauan ini dilakukan oleh jajaran konsultan mulai dari tingkat lapangan. SOP). Merupakan data pemantauan yang diperoleh dari hasil monitoring keberlanjutan yang dilakukan oleh masyarakat dan sistem pemantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas. MIS (Management Information System). perlu disepakati indikator kinerja dan perkembangna pelaksanaan program dengan lembaga pemeriksa keuangan ini. 3) Pemantauan oleh konsultan (CMAC. IMIS terdiri dari : A. Kegiatan pemantauan misi supervisi dilakukan oleh pihak donor untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah dilaksanakan memenuhi standar persyaratan Loan Agreement yang telah disepakati. dll) ke lokasi proyek . BPKP. Unsur pemerintah yang berperan dalam pemeriksaan keuangan seprti BPK. DMAC. Pihak donor melakukan pemantauan ini. Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pamsimas adalah sebuah sistem yang direncanakan untuk memantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas di lapangan melalui mekanisme pengelolaan data dan informasi yang terpadu dan terbuka. Hasil pemantauan digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap konsep dan desain proyek. dan Bawasda bertanggungjawab memeriksa Pamsimas setiap tahunnya. dan Bawasda. dan Tim Fasilitator Masyarakat). memberhentikan proses pelaksanaan prorgam apabila dibutuhkan. evaluasi. Metode pemantauan yang digunakan oleh konsultan adalah uji petik untuk memantau kualitas pendampingan dan output . dan pelaporan kegiatan Pamsimas. B. 4) Pemeriksanaan Keuangan/Audit oleh BPK. Dalam pemeriksaaan keuangan ini. Uji petik dilakukan terhadap setiap siklus pamsimas.

Dengan adanya pemahaman yang sama antar pelaku tentang Pamsimas. maupun dukungan manajemen perusahaannya. Quick Status dibuat dengan tujuan untuk mengendalikan realisasi pelaksanaan siklus di lapangan (progress) terhadap Master Schedule yang sudah disepakati bersama. Secara garis besar.PAMSIMAS dari hasil pencatatan informasi tentang kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program serta sistim pelaporan secara berkala dan sistimatis. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 54 . dimana kondisi tersebut merupakan data awal (baseline data) b. Quick Status/Status Cepat. dengan demikian setiap dua minggu akan dapat diketahui secara cepat tahapan kegiatan mana saja yang sudah selesai ataupun yang belum selesai. Setiap pelaku Pamsimas perlu memiliki rencana kerja yang jelas sehingga pelaksanaan Pamsimas dapat terarah dan terpantau dengan baik. Tahap (minimal) satu tahun setelah program selesai untuk melihat dampak yang terjadi 2. 3. konsultan pusat sampai daerah maupun masyarakat penerima program. kapasitas anggota tim. Sehingga. Dinas/Instansi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. c. baik jumlah timnya. Setiap TFM akan melaporkan progress Quick Status pada setiap dua mingguan. Rencana Induk merupakan acuan pokok para pelaku Pamsimas dalam menjalankan setiap proses kegiatan agar selalu berkesinambungan dan tepat waktu. Penyusunan rencana kerja ini harus dengan mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia. sehingga dapat melihat bagaimana kesesuaian antara rencana masyarakat dengan realisasi kegiatan yang dilaksanakan. diantaranya dengan menyusun rencana kerjanya yang didasarkan atas target substansi (berdasarkan indikator) dan target capaian (berdasarkan Master Schedule). setiap pelaku dapat segera menindaklanjuti dengan membuat strategi dalam upaya mencapai sasaran tersebut. Master Schedule/Rencana Induk. serta sasaran yang ingin dicapai. Tahap begitu program pamsimas (kegiatan fisik dan non-fisik) selesai dilakukan. Master schedule atau rencana induk merupakan rencana kegiatan selama program berjalan yang dilaksanakan oleh semua pihak pelaku program baik Inter Departemen (Tingkat Pusat). monitoring keberlanjutan dalam Pamsimas perlu dilakukan dalam 3 tahap yaitu : a. siklus kegiatan pada wilayah sasaran Pamsimas mengacu pada rencana induk. Tahap identifikasi masalah dan analisis situasi. dan dapat diketahui pula progres terakhir pencapaian tahapan kegiatannya. Dalam pelaksanaannya.

serta monitoring terhadap pemanfaatan dana BLM yang sudah dicairkan untuk memastikan kualitasnya tercapai.org). Informasi mengenai data progres dan pencapaian indikator. yaitu : forum diskusi. Kunjungan Lapangan. maka ditetapkan bahwa tim CMAC akan melakukan uji petik di minimum 3% desa sampel di wilayah kendali CMAC sedangkan tim PMAC melaksanakan uji petik di minimum 10% desa sampel di wilayah kendali PMAC. dan PPM (pengelolaan pengaduan masyarakat). Hasil uji petik akan menjadi bagian yang saling melengkapi dengan kegiatan pemantauan lainnya seperti SIM (sistim informasi manajemen). 6. . pengaduan. serta memastikan transparansi dan akuntabilitasnya. Semua informasi mengenai Pamsimas akan diupload melalui website (www. 5. Dilaksanakan untuk mengukur pencapaian substansi maupun pemenuhan prasyarat kegiatan yang telah ditetapkan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan terhadap kelurahan/desa sampel yang dipilih dengan metode pemilihan sampel acak terstratifikasi. dan ruang tanya jawab dengan tenaga ahli. Website tersebut juga menyediakan media interaktif untuk pelaku pamsimas di seluruh wilayah untuk menjalin komunikasi. Dengan mempertimbangkan unsur keterwakilan. 55 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Salah satu alat monitoring yang efektif dan populer untuk memantau kemajuan dan infomasi terkini suatu proyek adalah website.pamsimas. Uji petik merupakan bagian dari kerangka pemantauan proyek secara keseluruhan. resume kontrak konsultan. pengaduan. Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung di masing-masing PMAC di kabupaten/kota secara sampling. pustaka publikasi. Informasi Berbasis Website.Kegiatan uji petik ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setelah siklus selesai difasilitasi di masyarakat.PAMSIMAS 4. Uji Petik. Di tingkat kabupaten/kota. data kontak pelaku pamsimas dapat diakses pada website tersebut. untuk melakukan pengendalian tentang status pelaksanaan kegiatan dan penyiapan media-media bantu yang dibutuhkan. koordinator fasilitator diharapkan melakukan uji petik di minimum 50% desa sampel di wilayah kendalinya. Quick Status.

kajian per 6 bulan oleh CPMU Nol 0% 0% 0% 10% 10% 12% 20% 20% 27% 40% 40% 51% 60% 60% 77% 80% 80% 95% • % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) • % sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS). di luar target desa Pamsimas • % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF) 0 Periode Tahun 1*) 0 Tahun 2 0.PAMSIMAS Tabel 3. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak. bersumber dari pemantauan MIS yang berkelanjutan Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga Evaluasi perubahan perilaku – survey acak/random Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU. M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek N/A 0% 90% 90% 90% 90% 90% N/A 0 0% N/A 90% N/A 90% 100-200 Desa/5 Kab 100% Kab 90% 250-500 Desa/ 10 Kab 100% Kab 90% 400-800 Desan/ 15 Kab 100% Kab 90% 500-1000 Desa/ 20 Kab 100% Kab Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan proyek 0 100% Kab 100% Kab IMIS. berdasarkan laporan kemajuan detail dari daerah Survey evaluasi perubahan perilaku higinis (PHS) pada saat baseline.5 Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas Baseline Indikator Pencapaian Program • Jumlah tanbahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Lembaga yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi.550 3./Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDG • Jumlah Kab. serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran • % desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif • Jumah desa/kelurahan dan kab. Monitoring MIS yang berkelanjutan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 56 56 . berdasarkan data dan laporan dari DPMU 0 NA TBD 0 600 1350 50% 50% 2. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Laporan kumulatif tahunan./Kota yang mereplikasi program Pamsimas. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU Laporan proyek dan dokumen anggaran Kab./kota yang melampaui kriteria kinerja proyek dan memperoleh tambahan dana hibah • Adanya struktur dan alat pemantauan proyek (IMIS. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah desa/kelurahan yang telah menyusun RKM • Rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. midterm dan EOP Laporan kumulatif tahunan. • % desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU 0 0 1-2 juta 2-3 juta 3-5 juta 5-8 juta 6-10 juta Laporan kumulatif tahunan.850 5000 100% 100% none 20 of 70 30 of 70 50 of 70 70 of 70 Laporan kumulatif tahunan. di beberapa lokasi pemantauan di masing-masing Propinsi DPMU melaporkan ke CPMU. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen CPMU. dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program • Realisasi anggaran Kab.5 – 1 juta Tahun 3 1-2 juta Tahun 4 2-3 juta Tahun 5 3-5 juta Tahun 6 6-7 juta Frekuensi dan Pelaporan Pengumpulan Data dan Pelaporan Instrumen Penanggung Jawab Pengumpulan Data Pengumpulan Data Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU. berdasarkan data dan laporan dari DPMU DPMU./Kota CPMU.

Indikator kinerja Pamsimas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 3. 3) Studi Khusus/Tematik. serta peran masyarakat di bidang air minum dan penyehetan lingkungan.10 EVALUASI Evaluasi dalam Pamsimas dilakukan untuk menilai secara berkala apa yang telah dihasilkan.12 PELAPORAN Pelaporan tentang hasil pelaksanaan pekerjaan adalah bagian penting dari pemantauan dan pertanggungjawaban program. 2) Survei/Studi Dampak.PAMSIMAS 3.11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) Salah satu aspek penting dari sistem pemantauan dalam program Pamsimas adalah pemantauan terhadap proses penanganan pengaduan. Evaluasi difokuskan pada keluaran dan dampak proyek apakah sesuai dengan tujuan dan rencana yang ditetapkan. Evaluasi ini akan dilakukan pada pertengahan pelaksanaan proyek dan setelah keseluruhan program selesai. Untuk mempertajam hasil pematauan dan evaluasi dampak. Program Pamsiams melalui kerja sama dengan konsultan atau pihak lain melakukan survei / studi dampak/manfaat ekonomi. untuk mengetahui apakah pamsimas berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya melalui pengukuran indikator kinerja utama. Mekanisme penanganan pengaduan dalam program Pamsimas di tingkat masyarakat dilakukan di Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) LKM. Proses penanganan pengaduan membuat setiap orang bisa menyampaikan suatu pengaduan. anggota masyarakat melalui surat tanpa nama. Dilakukan dengan melihat sejauh mana perubahan yang dialamai masyarakat penerima manfaat dengna membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program. website online dan kotak pengaduan khusus untuk hal ini dan setiap orang bisa menulis untuk ditujukan ke alamat tersebut. di tingkat kabupaten/kota dan propinsi serta pusat oleh Asisten DPMU bidang pemantauan dan evaluasi. 3. sejumlah studi tematik dapat dilakukan dalam kurun waktu perjalanan program. peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Program Pamsimas menyiapkan Hotline Pengaduan melalui SMS (short message service). yaitu konsultan melalui laporan biasa maupun berkala. Penyiapan laporan mengenai 57 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . atau wartawan melalui tulisan mereka di media masa tentang Pamsimas. Jenis-jenis evaluasi yang akan dilakukan dalam program Pamsimas adalah: 1) Evaluasi Keluaran (Output). dan peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator.

Untuk aparat pemerintah yang terlibat dalam program pamsimas. Mekanisme pelaporan dan pelaksanaan Pamsimas dilakukan melalui jalur struktural. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas 58 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . propinsi dan tingkat pusat. harus dibuat secara sederhana dan seringkas Pelaporan dalam program PAMSIMAS merupakan proses penyampaian data dan atau informasi mengenai perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan program. format laporan mengikuti kebijaksanaan dari masing-masing instansi. penanganan pengaduan masyarakat dan pelaporan serta indikator kinerja dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. Penjelasan lebih detail mengenai pemantauan. Sedangkan pelaporan untuk konsultan mengikuti format yang diatur dalam petunjuk teknis Monitoring. penerapan dan pencapaian dari sasaran atau tujuan Pamsimas.PAMSIMAS kemajuan pelaksanaan program mungkin. Evaluasi. dan SIM. Hal ini untuk membantu dalam evaluasi kinerja pelaku program Pamsimas. kabupaten/kota. Semua pelaku program Pamsimas bertanggung-jawab untuk membuat pelaporan atas pelaksanaan program pada tingkat desa/kelurahan. Evaluasi. kendala atau permasalahan yang terjadi. evaluasi.

dan rupiah murni dari APBN.1 Dana Kredit IDA Alokasi dana Kredit IDA pada dasarnya terbagi atas 2 bagian yaitu : (a) Alokasi BLM Desa/kelurahan. kecamatan dan desa. pelatihan. B dan E. 4.PAMSIMAS BAB 4 PENDANAAN PROGRAM 4.2 Dana Rupiah Murni A. Cr. Dana ini meliputi pengadaan barang. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di pusat maupun di daerah. 4204-IND. 59 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .1 SUMBER DANA Pendanaan proyek Pamsimas melalui sumber dana kredit IDA (International Development Association) No. Penjelasan lebih detail mengenai pendanaan maupun pengelolaan keuangan program Pamsimas dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Pamsimas. honorarium. APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota. Kegiatan yang sebagian akan dibiayai dari APBN adalah: ƒ ƒ ƒ pengadaan barang barang pengadaan jasa konsultan biaya operasional tingkat pusat. Jasa Konsultan dan lain sebagainya. APBN Dana yang berasal dari Pemerintah antara lain digunakan untuk sebagian kegiatan yang berkaitan dengan : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ manajemen proyek. kabupaten. provinsi. serta dana kontribusi swadaya masyarakat. bantuan dana yang diberikan langsung kepada masyarakat untuk membiayai kegiatan Pamsimas pada sarana air minum dan kesehatan masyarakat yang dituangkan dalam RKM (b) Alokasi Non BLM.1. 4. perjalanan. lokakarya dan pelatihan komponen A. bantuan dana diluar BLM untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat. monitoring.1.

ƒ monitoring. ƒ honorarium. yang merupakan dana pendukung bagi pembiayaan kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya merupakan stimulan 60 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . APBD Kabupaten/Kota Dana yang berasal dari Pemerintah Kabupaten/kota dianggarkan tiap tahunnya untuk kegiatan proyek termasuk kegiatan yang tidak dibiayai atau sebagian dibiayai melalui dana Bank Dunia tetapi sudah disepakati pada saat negosiasi. perjalanan. Kegiatan tersebut. untuk pembiayaan kegiatan yang tertuang dalam RKM ƒ Dana insentif untuk program replikasi. antara lain : ƒ ƒ ƒ ƒ pelatihan. dalam bentuk tunai (in-cash) minimal 4% dan in-kind minimal 16%. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di kabupaten/kota sampai tingkat desa ƒ Dana Daerah untuk Program Bersama (DDUPB) sebesar minimal 10% dari total RKM di masing-masing desa. ƒ pelatihan. perjalanan di tingkat provinsi sampai ke daerah dan pusat Manajemen dan operasional kantor PPMU C. ƒ Dana Monitoring & Evaluasi Kegiatan Apabila Kabupaten/Kota belum mengalokasikan dana di atas pada Tahun Anggaran berjalan. direncanakan oleh masyarakat dan dituangkan di dalam RKM. antara lain: ƒ manajemen proyek.PAMSIMAS B. maka Program PAMSIMAS belum dapat dilaksanakan pada Kab/kota tersebut pada Tahun Anggaran tersebut. honorarium. D. Kontribusi Masyarakat Kontribusi masyarakat minimal sebesar 20% dari total RKM. Kontribusi masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. Semakin besar kontribusi masyarakat semakin tinggi komitmennya untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan Pamsimas. APBD Provinsi Dana yang berasal dari Pemerintah Provinsi yang dianggarkan tiap tahunnya adalah kegiatan proyek untuk pos-pos yang telah ditetapkan oleh Biro Keuangan dan Bappeda dari Pemerintah Provinsi Peserta Pamsimas.

(100% untuk foreign expenditures.4 83. Konsultan Lokal. 4. Peralatan Kantor.01 dan Pelayanan Sanitasi 3 Pembangunan Sarana Air 162. Monitoring.5 Berdasarkan 5000 desa dengan BLM Rp 275 juta/desa dan 20% kontribusi masyarakat 61 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Pelaksanaan Pelatihan.47 51. Kategori Jasa Konsultan untuk pembiayaan.5 49.8 Kabupaten dan Desa (dibiayai oleh Pemerintah) 5 Dukungan Pelaksanaan dan 81. yaitu: 1. Studi. Apabila tidak sesuai maka sekalipun kegiatan tersebut sudah dilaksanakan. Seluruh komponen dan kategori pembiayaan tercantum dalam Financing Agreement (FA) tidak dapat dirubah.1.3 Kategori Pembiayaan Kategori yang telah disepakati dalam pelaksanaan program Pamsimas yang dibiayai IDA berdasarkan sumber dana dapat dirinci beberapa kategori.4 16. pada tahun 2010 sebesar 40% dan pada tahun 2011-2012 sebesar 15%. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat.7 Masyarakat 30.1 33. Barang dan Lokakarya dari Komponen 2 meliputi antara lain: Materi Pendidikan. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 2.6 Manajemen Proyek Unallocated 1. 5.8 0.3 137. Untuk itu.1.5 - 1 Pemberdayaan Masyarakat dan 10.01 39. tidak dapat dibayar oleh Bank Dunia.3 Total 275.5 38. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 3. pembayaran pada tahun 2008-2009 sebesar 100%. baik in-cash maupun in-kind 4. oleh sebab itu didalam proses penganggaran dan pencairan dana harus diperhatikan agar kategori dana sharing pembiayaan sesuai kesepakatan.PAMSIMAS dan penghargaan atas tumbuhnya kepedulian. Komponen Pembiayaan Pamsimas No Komponen Total Pinjaman 3.9 15.9 10.2 Minum dan Sanitasi Umum 4 Hibah Insentif / Inovasi bagi 8. Kategori Lain-lain/Dana Cadangan. Peralatan Kantor.8 Pemerintah Pusat Daerah 5.2 1.6 5.1 Pengembangan Kelembagaan 2 Peningkatan Perilaku Higienis 32. Tabel 4.1 0.2 36. Hibah digunakan untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi (100% dari dana hibah pusat). Barang dan Lokakarya dari Komponen 1 dan 5 meliputi antara lain: Materi Pendidikan. prakarsa. Dana BLM Pamsimas hanya dapat dicairkan apabila masyarakat telah merealisasikan swadaya. (100% untuk foreign expenditures.

PAMSIMAS 4. audit trails and procedure untuk memeriksa kesesuaian kontrak dengan hasil. Usulan anggaran program diserahkan kepada Direktorat Penganggaran pada Bulan Juni di tahun ketika anggaran tahunan disiapkan.06/2005). pengukuran kinerja penganggaran akan dikombinasikan dengan kinerja alokasi budget dari lembaga/instansi pelaksana. CPMU. Pembayaran akan dilakukan langsung kepada pihak ke-3. Kegiatan Swakelola Sesuai Anggaran yang telah ditetapkan. Anggaran yang diajukan telah dibahas di Kabinet (sebagai bagian dari anggaran nasional) pada Bulan September dan setelah disetujuai oleh Kabinet selanjutnya disampaikan kepada DPR. a . Anggaran final program yang telah siap kemudian diajukan ke World Bank sebagai Rencana Kerja Tahunan Program. 4. Hasilnya diajukan ke Direktorat Penganggaran Depkeu dan Bappenas serta diklarifikasi oleh keduanya. Melalui penganggaran ini. Direktorat Penganggaran mengalokasikan ceiling budget pada Bulan September. Prosedur Pemerintah ini termasuk mengacu pada Prosedur Penganggaran dan Standard Akuntansi Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24.1 Penganggaran Penganggaran program-program Bank Dunia akan diintegrasikan dengan penganggran dari mitra lembaga pemerintah yang menjadi pelaksana program. Meskipun proses pembayaran mengikuti prosedur pemerintah. Departemen PU. PPMUs dan DPMU dapat mengajukan pembayaran awal uang muka untuk pelaksanaan kegiatan selama 1 bulan kepada KPPN. dengan dilengkapi penguatan prosedur yang tepat. b . 2005) serta Sistem Akuntansi Pemerintah Nomor 59/PMK. Kegiatan Yang Dikontrakkan Pembayaran kepada pihak ke-3 (pengadaan dilakukan sesuai dengan prosedur sesuai Financing Agreement) dapat dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah disepakati dengan pihak ke-3. termasuk adanya bukti-bukti pengeluaran.2 PENANGANAN FINANCIAL MANAGEMEN Ketentuan dan prosedur akuntansi program ini secara subsbtansi mengacu pada prosedur pengelolaan keuangan Pemerintah. verifikasi diperlukan untuk menghindari terjadinya resiko kesalahan/penolakan pembayaran oleh Bank Dunia.2. Depdagri dan Depkes kemudian memproses penyiapan anggaran rinci untuk CPMU. PPMU dan DPMU. 62 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .

Sistem-sistem ini dimaksudkan untuk menjamin seluruh pengeluaran program Pamsimas termasuk dalam sistem dan pelaporan akuntabilitas pemerintah. PPMU. khususnya terkait Pamsimas.2 Pembukuan dan Akuntansi Biro Keuangan Departemen PU. dan DPMU harus membedakan project payment voucher and project remitance order (3) Menyiapkan rekonsiliasi catatan proyek dari Bank yang ditunjuk CPMU harus bekerja sama dengan PPMU dan DPMU dalam menyiapkan Interim Financial Report (IFR). Peraturan tersebut belum mencakup pengkodean untuk sumber dana dari luar. Seluruh laporan yang diterima dari PPMU dan DPMU akan dikumpulkan oleh CPMU dalam suatu format laporan IFR yang sudah disetujui oleh Bank dan diserahkan setiap 3 bulan sekali dalam waktu 45 hari setelah berakhirnya 63 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . KPPN serta Unit-Unit Keuangan di Departemen PU. Kartu ini didukung lebih lanjut dengan kartu monitoring kontrak (satu kartu untuk satu kontrak).06/2005). Depdagri dan Depkes. serta unit keuangan di tingkat Kabupaten dan Provinsi berlandaskan pada Standar Keuangan Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24. Depkes dan Depdagri kartu catatan realisasi anggaran.3 Pelaporan Saat ini pemerintah menerapkan klasifikasi Standar Keuangan Pemerintah sesuai dengan Peraturan Menkeu No 13/PMK 06/2005. 2005) dan Sistem Akuntansi Pemerintah (PerMenkeu Nomor 59/PMK. karenanya software keuangan pemerintah tidak dapat membedakan antara pengeluaran proyek dengan pengeluaran pemerintah.2. Panduan sederhana akuntansi bagi Satuan Pelaksana Pamsimas akan dijelaskan lebih lanjut dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Software akuntansi Pemerintah diterapkan untuk mencatat seluruh transaksi. Back up Manual (general cashbook dan buku pendukung lainnya) tetap disimpan baik oleh Biro/Unit Keuangan dan KPPN. IFR akan digunakan untuk menyakinkan bahwa dana pinjaman masih tersedia pada saat dilakukan pembayaran.PAMSIMAS 4. diperlukan penjelasan mengenai: (1) Harmonisasi antara komponen proyek dengan kategori pengeluaran sesuai dengan Mata Anggaran dan tolak ukur (2) Bagian keuangan dari CPMU.2. 4. Sistem diberlakukan berbasis bulanan dan diserahkan ke Menkeu setiap tri-wulan. Untuk dapat membedakan pengeluaran proyek untuk penganggaran dan persiapan laporan sesuai dengan kategori pengeluaran.

dan (ii) statement of expenditures (SOE) untuk yang lainnya. Monitoring penganggaran akan dilakukan melalui IFR dan jadwal audit interim yang telah disepakati serta jadwal kegiatan supervisi. 4. dan DPMU akan bertanggung jawab terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh CPMU. dan DPMU. mengingat sesuai PP Nomor 16/ FY 2005. PPMU. Laporan pertama berisi rencana kegiatan 6 bulan pertama dan dana yang dibutuhkan serta rencana pengadaan. Laporan IFR akan digunakan sebagai dasar pencairan dana. Dengan pengaturan ini. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran (sesuai dengan kegiatan proyek dan proses pengadaan yang berlaku). Mekanisme ini juga memungkinkan identifikasi awal dari setiap masalah yang ada. Pengelolaan rekening tersebut berada di bawah tanggung jawab Dirjen Perbendaharaan Depkeu. Mekanisme pencairan dari dana kredit Pamsimas akan diawali dengan membuat Rancangan Pencairan dengan menyerahkan (i) Daftar pembayaran kontrak yang telah disetujui World Bank (subject to prior-review by the Bank) bersamaan dengan daftar pengeluaran. sesuai dengan anggaran yang telah disetujui. Dengan dana yang tersedia pada rekening tersebut. CPMU. Pada saat pelaksanaan kegiatan membutuhkan pembayaran. Mekanisme transfer dana untuk arus dana ke kabupaten merujuk pada pengaturan anggaran pemerintah pusat. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran. Inisial deposit untuk rekening akan diminta oleh Dirjen Perbendaharaan berdasarkan laporan antara Unaudit Financial Report yang disiapkan oleh CPMU (sesuai input dari PPMU dan DPMU).PAMSIMAS periode laporan kepada Bank melalui Departemen Keuangan. Mekanisme penyaluran dana pinjaman kepada kabupaten/kota direncanakan akan mengikuti mekanisme proyek pusat.3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA Dalam menfasilitasi pencairan dana pinjaman. dana akan dianggarkan di pemerintah pusat dan dana disalurkan langsung ke unit tehnik terkait (bukan pemerintah daerah). akan dibuka rekening dalam mata uang dolar di BI atas nama Departemen Keuangan. khususnya untuk antisipasi akan terjadinya penyerapan dana lebih rendah dari alokasi anggaran. 64 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . PPMU. CPMU. Mekanisme ini dapat membantu menyakinkan bahwa laporan IFR dapat digunakan untuk kepentingan monitoring. Dengan pengaturan ini. PPMU. PPMU. dana akan dianggarkan pada level pemerintah pusat dan disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah daerah. Laporan 3 bulanan ini akan diakumulasikan setiap tahunnya untuk kebutuhan audit tahunan. CPMU. urusan air minum khususnya di wilayah pinggiran perkotaan merupakan tanggungjawab pemerintah pusat.

Inspektorat Jenderal Departemen PU telah ditugaskan untuk bertanggungjawab melakukan monitoring realisasi anggaran Departemen PU. yang terdiri dari SPPB I dengan sumber dana dari APBD. Rencana kerja Irjen Departemen PU dapat termasuk internal audit kegiatan dan pembiayaan Pamsimas di tingkat pusat dan provinsi.PAMSIMAS Penjelasan kebih detail mengenai mekansime penyaluran dana kepada masyarakat dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan/atau Buku Petunjuk Khusus Adminstrasi Keuangan oleh Masyarakat. 12 Mekanisme penyaluran dana tersebut akan disesuaikan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendahraan Depar temen Keuangan yang berlaku 65 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . 4.5. dan SPPB II dari APBN. Laporan temuan audit disampaikan ke auditor external proyek dan Bank Dunia.1 AUDIT Internal Audit Program akan memperkuat penanganan internal audit yang akan dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) dan BPKP secara reguler setiap 4 bulan sekali. Dalam hal ini dapat didukung dengan bantuan teknis.4 MEKANISME PENYALURAN DANA PAMSIMAS DI TINGKAT MASYARAKAT Penyaluran BLM program Pamsimas dilakukan berdasarknan SPPB.1. PU. misalnya akuntan expert untuk memperkuat kapasitas Irjen Dept. Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat12 Penjelasan lebih detail akan diuraikan pada Buku Petunjuk Teknis Sistem Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 4. Mekanisme penyaluran dana hibah ini dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.5 4.

Laporan audit keuangan dan statemen keuangan akan disampaikan ke World Bank tidak lebih dari 6 bulan setalah tahun anggaran APBN berjalan (30 Juni pada tahun berikutnya). Audit BPKP setidaknya mencakup minimal 10% desa/kelurahan sasaran di seluruh kabupaten partisipan sebagai sampel audit. Audit dilakukan berdasarkan Terms of Reference (TOR) yang disepakati dengan World Bank pada saat negosiasi. 4. Penjelasan lebih detail tentang Audit dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 66 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .2 External Audit Laporan keuangan program dan laporan kegiatan akan diaudit secara rutin setiap tahun.PAMSIMAS Kontrol Internal dan akuntabilitas pelaksanaan di tingkat desa dan kabupaten akan direview melalui internal audit yang dilakukan oleh BPKP.5.

1 Kabupaten OKU Timur 3.4 Kabupaten OKU Selatan 3.2 Kabupaten Sumedang 5.4 Kabupaten Indragiri Hilir 2.12 Kabupaten Solok 1.1 Kabupaten Kampar 2.5 Kabupaten Kuningan 6.6 Kabupaten Agam 1.10 Kota Padang 1.14 Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung 1.2 Kabupaten Rokan Hulu 2.PAMSIMAS LAMPIRAN 1 DAFTAR LOKASI PROGRAM PAMSIMAS No.2 Kabupaten Musi Rawas 3.5 Kabupaten Musi Banyuasin 3.7 Kabupaten Muara Enim 3.2 Kabupaten Lebak 5.5 Kabupaten Pasaman Barat 1.3 Kabupaten OKI 3.1 Kabupaten Tasik Malaya 5.1 Kota Pekalongan 6.6 Kabupaten Bengkalis 3.8 Kabupaten Ogan Ilir 4.8 Kabupaten Lima Puluh Kota 1.1 Kabupaten Serang 4.3 Kabupaten Garut 5.6 Kabupaten Lahat 3.4 Kabupaten Dharmasraya 1.11 Kabupaten Solok Selatan 1.3 Kabupaten Indragiri Hulu 2. 1 Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota 1.4 Kabupaten Subang 5.7 Kabupaten Tanah Datar 1.15 Kabupaten Pesisir Selatan 2.9 Kabupaten Padang Pariaman 1.2 Kota Sawahlunto 1.2 Kabupaten Kudus 2 Riau 3 Sumatera Selatan 4 5 Banten Jawa Barat 6 Jawa Tengah 67 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .1 Kota Pariaman 1.5 Kabupaten Kuantan Singingi 2.3 Kota Payakumbuh 1.13 Kabupaten Pasaman 1.

28 Kabupaten Demak 6.26 Kabupaten Sukoharjo 6.5 Kabupaten Manggarai Barat 8.4 Kabupaten Lembata 8.3 Kabupaten Timor Tengah Sel.7 Kabupaten Rote Ndao 7 Kalimantan Selatan 8 Nusa Tenggara Timur 68 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .27 Kabupaten Grobogan 6.23 Kabupaten Rembang 6.7 Kabupaten Purbalingga 6.19 Kabupaten Purworejo 6.16 Kabupaten Boyolali 6.9 Kabupaten Pemalang 6.4 Kabupaten Balangan 7.30 Kabupaten Semarang 7.5 Kabupaten Tanah Laut 7.21 Kabupaten Tegal 6.20 Kabupaten Magelang 6.18 Kabupaten Wonogiri 6.2 Kabupaten Sumba Barat 8.11 Kabupaten Wonosobo 6.12 Kabupaten Klaten 6.1 Kabupaten Alor 8.15 Kabupaten Banjarnegara 6. 8.14 Kabupaten Sragen 6.6 Kabupaten Sikka 8.29 Kabupaten Karanganyar 6.17 Kabupaten Kendal 6.3 Kota Semarang 6.10 Kabupaten Cilacap 6.5 Kabupaten Kebumen 6.24 Kabupaten Blora 6.4 Kabupaten Pekalongan 6.6 Kabupaten Kota Baru 7.PAMSIMAS No.3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7.8 Kabupaten Brebes 6.22 Kabupaten Temanggung 6.25 Kabupaten Pati 6.1 Kabupaten Barito Kuala 7.8 Kabupaten Banjar 8.6 Kabupaten Batang 6.13 Kabupaten Banyumas 6.7 Kabupaten Tanah Bumbu 7.2 Kabupaten Hulu Sungai Utara 7. Provinsi Kabupaten/Kota 6.

2 Kabupaten Pinrang 11.6 Kabupaten Tana Toraja 11.PAMSIMAS No.1 Kabupaten Manokwari 110 kabupaten/kota 9 Sulawesi Barat 10 Sulawesi Tengah 11 Sulawesi Selatan 12 Gorontalo 13 14 15 Maluku Maluku Utara Irjabar Total 69 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .2 Kabupaten Tojo Una .8 Kabupaten Timor Tengah Utara 8. Provinsi Kabupaten/Kota 8.1 Kabupaten Mamuju 9.6 Kabupaten Banggai Kepulauan 10.1 Kota Palopo 11.5 Kabupaten Morowali 10.7 Kabupaten Sidrap 11.2 Kabupaten Gorontalo 12.2 Kota Tidore Kepulauan 15.3 Kabupaten Poso 10.8 Kota Makassar 12.3 Kabupaten Boalemo 13.Una 10.1 Kabupaten Halmahera Barat 14.3 Kabupaten Mamuju Utara 10.1 Kabupaten Maluku Tengah 14.7 Kabupaten Parigi Moutong 11.9 Kabupaten Kupang 8.2 Kabupaten Majene 9.11 Kabupaten Manggarai 9.1 Kabupaten Pohuwato 12.4 Kabupaten Buol 10.5 Kabupaten Gowa 11.10 Kota Kupang 8.1 Kabupaten Donggala 10.3 Kabupaten Bulukumba 11.4 Kabupaten Wajo 11.

Bersedia menyediakan dana kontribusi minimal sebesar 10% dari total biaya RKM desa/kelurahan 3. minimal mereplikasi 2 desa/kelurahan. Kriteria Pemilihan Provinsi: 1. serta unit pengelola untuk pasca program 4. c.2 PENENTUAN KABUPATEN/KOTA Penentuan kabupaten/kota dari Provinsi terpilih juga menggunakan kriteria tersebut di atas. dan seterusnya serta didanai sepenuhnya oleh pemerintah 70 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . khususnya untuk Human Development Index dan Human Poverty Index. Penyelenggaraan replikasi desa/kelurahan dilakukan mulai pada tahun di mana jumlah desa/kelurahan lokasi Pamsimas telah mencapai minimal 10 buah. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal tinggi. Bukan termasuk lokasi CWSHP (Community Water Supply and Health Project) 5. b. selain itu pemilihan kabupaten/kota akan menggunakan kriteria seperti disebutkan di bawah ini. minimal mereplikasi 3 desa/kelurahan. Kriteria Pemilihan Kabupaten/Kota: 1. Tingginya angka Kemiskinan 2. 1. Bupati/Walikota membuat pernyataan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas 2. Menyediakan dana pendukung untuk operasional penyelenggaraan program di tingkat Kabupaten/Kota 5. Hasilnya juga dibandingkan dengan penetapan rangking provinsi berdasarkan data Susenas 2004. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal sedang. d. minimal mereplikasi 1 desa/kelurahan.1 PENENTUAN PROVINSI DAN KABUPATEN LOKASI PROGRAM PENENTUAN PROVINSI Provinsi yang ditentukan sebagai lokasi Program Pamsimas dipilih dengan menggunakan data dari Human Development Report 2004. Tingginya prevalensi penyakit terkait air dan sanitasi 4. Bersedia membentuk LKM. Seluruh provinsi di Indonesia kemudian dirangking berdasarkan kedua Indeks di atas. dengan jumlah desa/kelurahan replikasi berdasarkan kemampuan fiskal kabupaten/kota sebagai berikut: a. Mengikuti Lokakarya Sosialisasi Program Pamsimas untuk penjaringan minat 1. Terbatasnya akses terhadap air minum dan sanitasi 3. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal rendah. satuan pelaksana program. Bersedia melaksanakan replikasi desa/kelurahan (Surat Pernyataan dari Bupati/Walikota dan DPRD).PAMSIMAS LAMPIRAN 2 PEMILIHAN LOKASI PROGRAM 1. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas.

PAMSIMAS
kabupaten/kota dan masyarakat, termasuk di dalamnya penyediaan tenaga pendamping/fasilitator. 2. 2.1. PENENTUAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA Proses pemilihan lokasi untuk program Pamsimas dimulai dengan koordinasi sektoral yang diselenggarakan oleh TKK dibantu oleh DPMU dan melibatkan seluruh pemangku kegiatan program Pamsimas seperti DPMU, TKK (Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pokja AMPL, Bapedalda, Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota), DPRD, Bawasda, dan sektor lain yang terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya kesamaan pemahaman mengenai program Pamsimas, strategi pencapaian project performance indicator, komponen kegiatan, kategori pembiayaan, kriteria seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak, dan pembagian tugas masing-masing sektor, serta jadwal pelaksanaan seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas. PENYUSUNAN PROGRAM DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN LOKASI

2.2.

Seleksi dan pemilihan lokasi sasaran program Pamsimas untuk mendapatkan desa/kelurahan lokasi sasaran dilakukan tiap tahun, dan dilaksanakan pada 1 tahun pelaksanaan program. Jumlah desa/kelurahan yang masuk dalam daftar panjang desa layak (eligible longlist) sama dengan jumlah kuota lokasi sasaran per kabupaten/kota dikurangi jumlah desa/kelurahan yang telah menjadi lokasi program Pamsimas pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk menentukan desa/kelurahan yang dinilai layak dan akan diundang dalam sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota, TKK membuat suatu daftar panjang (longlist) desa/kelurahan dengan menggunakan kriteria pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Kriteria Longlist Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas
No. 1. 2. 3. 4. 5. KRITERIA LOKASI Indeks kemiskinan desa/kelurahan yang tinggi Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sanitasi Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit diare/ terkait air yang tinggi Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir SUMBER DATA BPS 2005 Potdes, PU, Dinkes Potdes, PU, Dinkes Dinkes/ Puskesmas Bappeda, PU, Dinkes

Keterangan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk) ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang) ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang) ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun) ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir.

71

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Apabila data untuk membuat daftar tersebut tidak tersedia, maka TKK harus membentuk suatu tim survei yang bertugas mengunjungi desa/kelurahan untuk memberi penilaian terhadap kondisi yang ada berdasarkan kriteria di atas. Daftar desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas berdasarkan lima kriteria tersebut di atas disusun menggunakan pembobotan yang secara rinci dijelaskan di bagian akhir lampiran ini (formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan longlist). Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk), bobot 30 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun), bobot 20 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir, bobot 10 Berdasarkan daftar tersebut, TKK kemudian menentukan prioritas desa/kelurahan yang dipilih untuk ikut serta dalam kegiatan pertemuan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota sesuai dengan target jumlah desa/kelurahan di masing-masing kabupaten/kota. 2.3. SOSIALISASI PROGRAM PAMSIMAS

2.3.1 Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/Kota Kegiatan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota diikuti oleh perwakilan desa/kelurahan yang sudah masuk ke dalam daftar panjang (long list). Jumlah desa/kelurahan yang akan mengikuti pertemuan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah desa calon penerima bantuan yang ditargetkan dan hasil seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal sebagai berikut: 1. Rangking desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program, dimana menunjukkan prioritas desa/kelurahan untuk memperoleh bantuan dari program Pamsimas. 2. Lokasi desa/kelurahan, dimana lokasi-lokasi yang dipilih sebaiknya masih dalam satu wilayah kecamatan atau yang berdekatan agar menunjang efektifitas dan efisiensi proses pendampingan kepada masyarakat. Uraian tentang pelaksanaan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 2.2.

72

Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat

PAMSIMAS
Tabel 2.2. Pelaksanaan Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/kota
Tujuan a. Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan progam b. Menjelaskan kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat terpilih sebagai lokasi program Pamsimas c. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat (berbentuk uang tunai dan natura) dalam kegiatan program Pamsimas d. Menjelaskan peran dan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan, implementasi, dan pengelolaan program Pamsimas e. Menjelaskan bahwa pemerintah desa/kelurahan akan bertanggungjawab untuk melakukan sosialisasi program Pamsimas di tingkat desa/kelurahan Pertemuan ini harus dihadiri oleh: o Kepala Desa/ Lurah (beserta aparat desa/kelurahan bila diperlukan) o Perwakilan BPD/ Dewan Kelurahan o TKKc dan TTKc (Camat, Sekcam, Kaurbang, Kasi PMD, Sanitarian, Kantor Cabang Dinas Pendidikan, dst.) Selain itu sebaiknya dihadiri pula oleh : o Tokoh masyarakat/ agama/ adat dari desa/kelurahan yang bersangkutan o LSM di kabupaten/kota yang bersangkutan dan lembaga-lembaga masyarakat lokal lainnya Penyelenggara TKK dibantu DPMU Narasumber Provincial Management Advisory Consultant (PMAC)

Peserta

Tim Koordinasi Provinsi (TKP/PCC) o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar Struktur Organisasi program Pamsimas o Gambar Diagram Proses Pemilihan Desa/kelurahan o Kriteria lokasi desa/kelurahan program Pamsimas o Target pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir pertemuan sosialisasi Pelaporan TKK membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi , dilengkapi dengan notulensi acara pertemuan dan daftar hadir peserta.

Pertemuan sosialiasi ini dapat dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota atau kecamatan tergantung pada kesepakatan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, sebagai contoh apabila jumlah desa/kelurahan yang akan diundang di suatu kecamatan relatif banyak maka pertemuan sebaiknya dilakukan di tingkat kecamatan untuk lebih menjamin kehadiran peserta pertemuan. 2.3.2. Sosialisasi Program di Tingkat Desa/Kelurahan

Penjelasan dan sosialisasi rincian program Pamsimas juga harus dilakukan kepada seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan melalui sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. Sosialisasi program ini dilakukan dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan dengan nara sumber dari DPMU dan Tim Kecamatan. Selain berbentuk pertemuan, penyebaran

73

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan program b. o Anggota masyarakat o Tokoh masyarakat/ agama/ adat o Kepala sekolah dan guru SD/ sederajat o Pelaku program CDD yang telah masuk di desa/kelurahan (misal KDP: TPK. OMS.3.3. pengelolaan dan pemeliharaan sistem sarana yang dibangun. implementasi. Menjelaskan peran & tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan. Menjelaskan secara persuasi bahwa masyarakat harus menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT Tahap terpenting dari proses pemilihan desa Pamsimas adalah pernyataan minat masyarakat untuk ikut serta dalam Pamsimas. seperti poster dan leaflet yang disebarkan di seluruh wilayah desa/kelurahan. dan perilaku tidak sehat lainnya d. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk natura minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total biaya RKM) dalam kegiatan program Pamsimas c. sosialisasi program di tingkat Tabel 2. daftar hadir peserta. sehingga mungkin tidak cukup 74 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Pelaksanaan Sosialisasi di Tingkat Desa/kelurahan Tujuan a. 2.PAMSIMAS informasi tentang program juga dapat dilakukan melalui berbagai media. Pertemuan musyawarah ini harus mampu menjangkau seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan termasuk kelompok rentan dan tertinggal (indigeneous and vulnerable people / IVP). FD. dsb) Peserta Penyelenggara Pemerintah desa/kelurahan Narasumber DPMU dan Tim Kecamatan o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar struktur organisasi program Pamsimas o Gambar diagram proses pemilihan desa/kelurahan o Kriteria desa Pamsimas o Pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir sosialisasi program Laporan Pemerintah desa/kelurahan membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi program. UP. dilengkapi dengan notulensi pertemuan. dimana hal ini dapat menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan sistem penyediaan air minum dan sanitasi. Untuk itu aparat desa/kelurahan dan perwakilan masyarakat lainnya harus memfasilitasi musyawarah di antara anggota masyarakat untuk menyatakan minatnya. P3DT : TimLaks.4. Uraian tentang pelaksanaan pertemuan desa/kelurahan dapat dilihat pada Tabel 2. dan foto-foto. UPP : BKM.

seperti kebiasaan melakukan musyawarah antara keluarga atau kelompok dalam situasi yang bersifat non-formal.PAMSIMAS dilakukan hanya satu kali di tingkat desa/kelurahan.4. Minat untuk ikut serta dalam program harus merupakan keputusan dari masyarakat sendiri. daftar hadir peserta. BPD. Uraian tentang musyawarah untuk menyatakan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Tabel 2. dan wakil masyarakat lainnya Peserta Fasilitator Bahan Hasil Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas Form Berita Acara Hasil Musyawarah Desa/kelurahan Form Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas Keputusan bersama dari masyarakat mengenai keinginan untuk ikut serta dalam program Pamsimas. Dalam menyatakan minatnya terhadap kegiatan program. ATAU memutuskan untuk tidak ikut serta dalam program. menyediakan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4%. sehingga masyarakat perlu diberikan waktu yang cukup untuk bermusyawarah. Hal ini memang membutuhkan waktu. Anggota masyarakat di desa/kelurahan o o o o o Aparat desa/kelurahan. faktor sosial-budaya dalam kehidupan masyarakat perdesaan/ kelurahan perlu diperhatikan. o Keputusan bersama untuk ikut serta dalam Pamsimas dinyatakan dalam Berita Acara Pertemuan dengan melampirkan Daftar Nama dan Tanda Tangan seluruh Kepala Keluarga calon penerima manfaat program. Musyawarah untuk Pernyataan Minat Masyarakat Tujuan o Menjelaskan kembali peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pelaksanaan program Pamsimas. terutama berkaitan dengan kontribusi uang tunai dan natura o Mendiskusikan kesanggupan kontribusi minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4% dari total biaya RKM desa/kelurahan. o Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) yang ditandatangani oleh Kepala Desa/ Lurah. 75 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Perwakilan Masyarakat.4. masyarakat sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. terutama apabila masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan dijelaskan lagi. Pada kasus dimana kesepakatan tidak dapat diambil dalam satu kali pertemuan. dan foto-foto. Pemerintah desa/kelurahan mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU Laporan Laporan pelaksanaan musyawarah ini harus dilengkapi dengan Berita Acara Pertemuan. dan diketahui oleh Camat. notulensi pertemuan. dan kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB (buang air besar) di tempat terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya o Mendiskusikan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). Tabel 2. Kegiatan tersebut perlu juga dilakukan di seluruh dusun/RW atau mungkin dalam lingkup yang lebih kecil lagi. tetapi akan memberikan hasil yang baik karena keputusan yang diambil betul-betul dipahami oleh masyarakat. dengan beberapa ketentuan antara lain harus berpartisipasi penuh dalam keseluruhan kegiatan. maka sebaiknya diberikan waktu lagi sampai masyarakat benar-benar dapat mengambil keputusan.

sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perlaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. Tabel 2. 7. 2.6.berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas . Masyarakat akan membentuk kelembagaan masyarakat warga LKM (lembaga keswadyaan masyarakat) dan gugus tugas Pamsimas (Satlak) secara partisipatif dan memperhatikan kelompok atau tim yang telah berhasil dibentuk oleh program CDD lain yang telah masuk sebelumnya serta perwakilan yang duduk di dalamnya harus mencerminkan pangarusutamaan gender dan kesetaraan sosial.6. Masyarakat dibantu oleh Tim Fasilitator Masyarakat yang akan berpartisipasi dalam pembuatan PJM ProAKSI dan Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM).PAMSIMAS Namun batasan waktu untuk mendiskusikan tentang minat untuk ikut serta dalam program tetap perlu diberikan. pelaksanaan. mulai dari perencanaan. 1. DPMU kemudian menyusun daftar pendek desa/kelurahan yang akan menerima bantuan program Pamsimas. Untuk desa kelurahan yang lolos verifikasi akan diusulkan sebagai desa/kelurahan lokasi program Pamsimas.5. tenaga kerja. Mengelola dana secara terbuka dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Menyediakan kontribusi berupa natura (material. 3. 4. Tabel 2. dimana masyarakat sudah harus membuat keputusan paling lambat dalam waktu 1 bulan setelah sosialisasi program tingkat desa dilakukan. Bersedia menerima pembatalan apabila dalam jangka waktu yang telah ditetapkan saat dinyatakan sebagai desa terpilih. 8. sampai dengan pemeliharaan dan keberlanjutan program. KRITERIA LOKASI 1. 5. hasilnya dilaporkan kepada TKK. dan tenaga) minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total RKM. tidak dapat merealisasikan kontribusi sebagaimana tercantum pada butir 6. Adanya kesanggupan kontribusi masyarakat berupa: . dlsb) dan dana tunai minimal 4% dari total RKM . Kriteria Shortlist Desa/Kelurahan Sasaran Program Pamsimas No. kemauan dan kebutuhan nyata seluruh lapisan masyarakat desa/kelurahan. 6. 9.5. DPMU melakukan verifikasi lapangan terhadap dokumen minat dan kesiapan masyarakat. Membayar iuran untuk operasional dan pemeliharaan sarana yang telah dibangun serta menunjang kegiatan lainnya. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN PROGRAM PAMSIMAS Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas. Bantuan hanya akan digunakan untuk pengadaan sarana air minum. Masyarakat akan berpartisipasi penuh dalam seluruh tahapan program. 2.membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran 2. sanitasi dan pengembangan perilaku hidup sehat di sekolah dan masyarakat. PERSYARATAN KEIKUTSERTAAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS (PERAN DAN TANGGUNGJAWAB MASYARAKAT) Bantuan diterima berdasarkan pada keinginan. peralatan. Kesanggupan masyarakat untuk untuk menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya 76 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .Minimal 16% natura (material lokal. dan menghasilkan RKM sebagaimana tercantum pada butir 3. Penghitungan skor dan perangkingan desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program adalah seperti pada Tabel 2.

% akses sekarang. dan diusulkan kepada Bupati untuk diterbitkan SK Penetapan Desa/Kelurahan Lokasi Program Pamsimas.6. TKK menetapkan desa/kelurahan lokasi Pamsimas. hasil skor dan pemeringkatan desa/kelurahan. bobot 16 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% . hasil verifikasi. Penetapan ini dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Desa/Kelurahan yang ditandatangani oleh Ketua TKK. 77 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Pengumuman desa/kelurahan yang menjadi lokasi Pamsimas dapat dilakukan melalui suatu pertemuan yang dilakukan oleh TKK dengan mengundang pemerintah desa/kelurahan untuk mempresentasikan hasil pemilihan lokasi dan mendiskusikan tindak lanjut di lokasi yang bersangkutan. bobot 10 ƒ Kesanggupan masyarakat untuk TOTAL SANITASI (menghilangkan kebiasaan BAB terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya. Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Kesanggupan masyarakat untuk KONTRIBUSI in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%.PAMSIMAS 3.% akses sekarang. PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). Selain itu hasil penetapan lokasi Pamsimas tersebut ditempel baik di kantor DPMU maupun di papan pengumuman kantor desa/kelurahan agar mudah dilihat oleh masyarakat luas. bobot 10 ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk). Indeks Kemiskinan yang tinggi di Desa/kelurahan 4. Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum 5. 2. bobot 8 Formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan dapat dilihat pada bagian akhir lampiran ini. serta pengelompokan desa/kelurahan berdasarkan kedekatan wilayah (cluster). Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sarana sanitasi 6. bobot 24 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% . Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit terkait air (diare) yang tinggi 7. bobot 16 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun. membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran. bobot 16 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir. berpartisipasi aktif.

Dinkes) CDD di desa/kel 10 Data akses sanitasi (DPU. Puskesmas) sasaran13 Data program CDD di desa/kel (Bappeda.PAMSIMAS 2. Dinkes) Kuota lokasi sasaran 3.7 RANGKUMAN TAHAPAN PROSES PEMILIHAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS 1. SOSIALISASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES Tingkat Kabupaten/Kota TKK bersama Menjelaskan dan membahas : PMM ƒ hasil seleksi desa/kel eligible DPMU VIM ƒ tujuan & sasaran Daftar pnjang PPMU & ƒ prinsip & pendekatan desa/kel layak PMAC ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana pelaksanaan sosiali-sasi 13 PESERTA ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Kades/Lurah BPD LPD Tokoh Masy Camat Kasi PMD Kaurbang Pokja AMPL TP PKK kec DikNas Puskesmas Untuk tahun ke 2 dan seterusnya dikurangi dengan jumlah desa/kelurahan yang telah mendapat bantuan pada tahun-tahun sebelumnya 78 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . PENYUSUNAN DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES OUTPUT Merangking desa/kel Jumlah Desa/Kelurahan TKK Daftar panjang melalui penilaian dengan desa/kel layak PMM & VIM pembobotan: Kriteria desa layak lokasi sasaran Indeks kemiskinan 30 SafeGuard program Akses air minum 20 Data indeks kemiskinan Akses sanitasi 20 (BPS) Prevalensi diare 20 Data akses air minum Keberadaan pro-gram (DPU. Kriteria desa/kel layak Dinkes) Data prevalensi diare adalah ≤ kuota lokasi (Dinkes. KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA INPUT PELAKU PROSES PMM TKK Membahas : VIM DPMU ƒ tujuan & sasaran DPRD ƒ prinsip & pendekatan Pokja AMPL ƒ komponen kegiatan Sektor lain terkait ƒ cakupan program ƒ replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ pemilihan lokasi sasaran ƒ dana daerah untuk program bersama (DDUPB) OUTPUT Strategi pencapaian KPI RTL pemilihan lokasi sasaran Rencana replikasi program ƒ ƒ ƒ 2. DPU.

serta kesanggupan menghi-langkan kebiasaan BAB di sembarang tempat dan perilaku hidup tidak bersih dan tidak sehat lainnya. TKK. Camat. Dikbud. 4. Puskesmas. Hasil sosialisasi di ting-kat Konsultan. Kaurbang. serta kesanggupan melanjut-kan pengelolaan sarana dan kegiatan program OUTPUT Berita Acara Musyawarah Keikutsertaan Pamsimas (BAMKP) Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) 5.PAMSIMAS di tingkat desa/masy Tingkat Desa/Kelurahan Kades/Lurah PMM bersama VIM aparat Daftar pnjang desa/kel layak desa/kel DPMU. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT INPUT PELAKU Anggota masyarakat VIM Daftar panjang dengan pendampingan dan fasilitasi: desa/kel ƒ Aparat Desa eligible ƒ BPD/LPD Hasil sosialiƒ Perwakilan sasi Pamsimasyarakat mas ƒ Tim Fasilitasi Masyarakat PROSES Menjelaskan dan menegaskan kembali peran & tanggungjawab masyarakat dalam Pamsimas Membahas dan memutuskan kesanggupan kontribusi 20 % (in-cash mini-mal 4% dan in-kind minimal 16%. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES DPMU Memverifikasi ke 7 indikator minat PMM dan kesiapan masya-rakat di VIM lapangan Daftar panjang Merangking des/kel melalui pedesa/kel layak nilaian dengan pembobotan: Berita Acara ƒ Indeks kemiskinan 24 Musyawarah ƒ Akses air minum 16 Keikutsertaan ƒ Akses sanitasi 16 Pamsimas ƒ Prevalensi diare 16 (BAMKP) ƒ Keberadaan program CDD di Surat Pernyadesa/kel 8 taan Minat ƒ Kesanggupan kontribusi Keikutsertaan masyarakat 10 Pamsimas ƒ Kesanggupan menghi-langkan (SPMKP) OUTPUT Daftar pendek desa/kel lokasi sasaran Pamsimas 79 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas ./kota PMD. Fasilitator Menjelaskan dan membahas : ƒ hasil seleksi desa/kel eligible ƒ tujuan & sasaran ƒ prinsip & pendekatan ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana penyebarluasan informasi Pamsimas sampai di tingkat RT dan kelompokkelompok terisolasi ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Anggota BPD & LPD Tokoh adat Tokoh masy RW & RT Dasa Wisma Posyandu Perwakilan perempuan Perwakilan kelompok terisolasi Pelaku program CDD di desa/kel. Pokja AMPL. Kasi kab.

dan (l) daerah dengan kemiringan terjal (>40%). (k) hutan bakau dan rawa-rawa. (g) daerah kelestarian budaya nasional. (f) hutan lindung. (b) taman hutan. (i) daerah kelautan. (d) daerah perlindungan flora. harus dilakukan pengkajian dampak lingkungan (AMDAL) lebih dahulu sesuai dengan Kep-39/MENLH/8/96. (e) cagar alam. PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES TKK Menetapkan (desa/kelurahan)2 PMM Bupati/ VIM lokasi Pamsimas dalam bentuk Walikota Berita Acara Penetap-an Lokasi BAMKP SPMKP Pamsimas Daftar pendek Mengusulkan kepada Bupati/ desa/kelurahan lokasi Walikota untuk dibuatkan Surat sasaran Pamsimas Keputusan Desa/kelurahan Lokasi Pamsimas OUTPUT SK Bupati/ Walikota tentang Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas 14 15 Jumlah kuota lokasi sasaran program tiap tahunnya Apabila suatu desa/kelurahan yang termasuk dalam wilayah sensitif (a) taman nasional. dan untuk hal ini TKK dapat melibatkan Bapedalda kabupaten/kota. (j) garis pantai. 80 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . yang dimaksud tidak termasuk di dalam wilayah sensitif15 6. (h) bangunan keagamaan/ tradisional. (c) kelestarian hewan liar.PAMSIMAS kebiasaan BAB disembarang tempat 10 Kriteria desa/kelurahan lokasi sasaran adalah ≤ 914 Memastikan desa/kel.

000 1.8 19.9 [10] 20.000 Data Jumlah KK Jumlah KK memiliki memiliki akses air akses minum jamban [4] 200 500 1.0 16.0 4.0 16.500 [5] 100 300 250 100 500 Non-akses air minum 20 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% Angka diare 20 Skor Program sejenis 10 Angka program sejenis [15] 5.5 13.1 67.0 [16] 10.000 [6] 1.000 7.1 94.sarana air minum & sanitasi) di desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 program angka 1.0 5.4 64.000 900 800 [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 28.0 [17] 93.500 2.7 12.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA ELIGIBLE (LONGLIST) Kabupaten/kota : CONTOH Angka kemiskinan 30 Kasus diare % miskin Skor Provinsi : CONTOH Non-akses jamban 20 Skor % Nonjamban [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Skor Kasus/ 1000 [13] 200 267 100 180 80 267 Desa Bobot: Jumlah penduduk Jumlah kepala keluarga [3] 1.7 [14] 15.0 17.6 19.5 10.000 5. 0 program angka 5) Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm longlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .3 [12] 20.000 1.0 2.0 7.1 30.0 1.7 16.0 10.0 2.5 6.000 1.0 20.0 4.000 10.8 [18] 2 1 4 3 5 Data: [2] : jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : angka indeks kemiskinan [15]: jumlah program CDD (pemb.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm longlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maks dlm longlist)*(bobot angka diare) [16] = [15]/(angk prog sjnis maks dlm longlist)*(bobot angk prog sjenis) [17] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16] 81 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . 1 program angka 2.0 2.000 600 1.0 5 Skor Total skor Ranking [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maksimum dalam longlist desa [2] 5.000 2.4 20.0 6.500 10.0 20.000 2.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maks dlm longlist)*(bobot non-akses air minum) [11] = 1 .2 47.

8 [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maks dlm shortlist desa Data: [6] 1.0 8.3 [13] 200 267 100 180 80 267 [14] 12.500 2.3 [22] 1 2 3 4 5 [2] : Jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : Jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : Jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : Angka indeks kemiskinan [15]: Jumlah program CDD (pemb.000 1.8 3.0 13.5 15.000 5.500 [5] 100 300 250 100 500 Provinsi : CONTOH Angka diare 16 Program sejenis 8 Kesanggupan Kesanggupan kontribusi total sanitasi 10 10 Total skor Ranking Angka Non-akses air Non-akses kemiskinan minum jamban 24 Kasus diare % Skor miskin [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 22.6 [17] 7 4 6 3 5 7 [18] 10.3 7.000 [4] 200 500 1.0 5.0 13.000 600 1.0 7.000 10.000 7.1 [19] 4 8 6 7 3 8 [20] 5.0 14.1 56. 0 prog = 5) [17]: Kesanggupan kontribusi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skala 10) [19]: Kesanggupan total sanitasi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skal 10) [16] = [15]/(angka program sejenis maksimum dlm shortlist)*(bobot Angka program sejenis) [18] = [17]/(angka kontribusi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka kontribusi) [20] = [19]/(angka total sanitasi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka total sanitasi) [21] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16]+[18]+[20] Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 82 .000 2.0 2.2 3.0 2.6 16.0 75.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA LOKASI PAMSIMAS (SHORTLIST) Kabupaten/kota : Desa Bobot: CONTOH Data Jumlah Jumlah Jumlah KK KK Jumlah kepala memiliki memiliki penduduk keluarga akses air akses minum jamban [2] 5.000 2.Skor Skor Skor kontribu Skor total Skor 1000 m jamban si sanitasi sejenis [10] 16.8 4.0 6.0 3.0 16.sarana air minum & sanitasi) pd desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 prog = 1.000 1.5 24.0 1.5 97.9 71.0 10.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm shortlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka diare) [12] 16.0 5.8 [15] 5.5 16 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% 16 Angka % Angka Angka Kasus/ progra Skor Non.0 16.0 5.500 10.3 10.8 13.000 900 800 [21] 99.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maksimum dlm shortlist)*(Bobot Non-akses air minum) [11] = 1 .5 8.000 [3] 1.000 1.0 [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm shortlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .0 10.0 8.2 15. 1 prog = 2.7 8.6 4.2 1.0 5 [16] 8.

Depkes untuk komponen 2 dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum untuk komponen 3. IA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan komponen program yang menjadi tanggung jawabnya. Implementing Agency Implementing Agency (IA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda).4 dan 5.PAMSIMAS Lampiran 3 ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS UMUM Secara umum.1 di halaman berikut. 83 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . struktur organisasi pelaksana dari tingkat pusat sampai masyarakat yang melibatkan komponen-komponen pelaksana dan institusi terkait lainnya dapat dilihat pada Gambar 3. Depdagri untuk komponen 1a. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Depdagri untuk komponen 1b. ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS Executing Agency Executing Agency (EA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. dan Direktorat Jenderal PP dan PL. EA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program secara menyeluruh.

BPMD. TIM TEKNIS PUSAT CMAC : Kepala Staf CPMU Ast. Kasi PHLN I. CF HH KADES/LURAH DESA/KEL. Subdit AM&AL. Comp Hdl. Perencanaan Ast. CF WSS 4. Monev & Evlsi Ast. DikNas. DikNas. Subdit KLN&PI. Acc/Audit 13. Perencanaan Ast. Bid. PS. DJP2&PL.5 / Satker PPIU 2 / Satker PPIU 1B / Satker PPIU 1A / Satker 1. CF CD 3. DJBPD. Bag PABPKLN. Bid. Bapedalda. 7. DinKes. DJPb.4. GUBERNUR PROVINSI TIM KOORD. Subdit PelKes./KOTA DPIU 3. BPMD. Dit PAM. Subdit MDPLNM. 6. Perencanaan Ast. Bid. DJP2&PL. BPMD. Dit FPR&LH. Dit PLNM. 3. DJ PMD. Bid. IMPLEMENTING AGENCY DJCK. Dll.5 / Satker DPIU 2 / Satker DPIU 1B / Satker DPIU 1A / Satker KECAMATAN TIM KOORD KECAMATAN TIM TEKNIS KECAMATAN Kasi PMD. Kasi WB. 4. RME 14. DJA. Procur Spec 9. Pngad Brg/Js Ast. DinKes./KOTA TIM KOORD. 5. Dit PPLP. Sanitarian. Dit PL. Dit KGM. Dpti BPPL. 2. Koordinator Fasilitator Kab/Kota DMAC: Bappeda.5 CPIU/Satker LO 2 CPIU/Satker LO 1B CPIU/Satker LO 1A CPIU/Satker 8. Dll.4. DikNas. DJPMD. TL / PMA PD/CB Spec CD/Gdr Spec WSS Spec HH Spec Monev Spec Comm Spec. Puskesmas. Pengad Brg/Js Ast. DJIKM. Bapekki TIM PENGARAH PUSAT EXECUTING AGENCY DJCK Dit Perkim. Bid. 5. Bid. Monev & Evls Ast. Web Mng 11. WSS Spec 1. Dit SDA&TTG. 6. TIM FASILITASI MASYARAKAT: 2. 7. DPU. Bapedalda Ast. Keuangan LO 3. 3. Bapedalda Ast. KAB/KOTA Bappeda. BUPATI/WALIKOTA POKJA AMPL PROVINSI PPIU 3. PROVINSI Bappeda. Bid. POKJA AMPL Pusat. Bid. Dit Bina Program. DinKes. HH Spec 9. BPMD. DJBangda CPMU 1. MIS Spec 12. Bid. Financ Spec 10. DPU. DPU. 4. DikNas. CAMAT SekCam. TL PMAC Co Trainer KT HH KT WSS KT CD FM Spec Asmandat PMAC : KAB. DJBAKD. Bapedalda. DikNas POKJA AMPL KAB. Bid. Keuangan DPMU 8. Subdit PHLN I.PAMSIMAS Dpti BSP. Keuangan PPMU Bappeda. Monev&Evls Ast.4. DJCK : Dpti BSK. 2. DPU. DinKes. Bid. M A S Y A R A K A T W A R G A Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 84 .

1 Susunan Komite Pengarah Pusat No 1 Ketua 2 3 Posisi Jabatan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana. Departemen Keuangan Sekretaris anggota) Anggota Tugas Tim Pengarah. Departemen Dalam Negeri 7.2. Departemen Dalam Negeri 5.1 Tim Pengarah Pusat Tim Pengarah. Direktur Jendral Anggaran. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Membentuk Tim Teknis untuk membantu pelaksanaan tugas Tim Pengarah 85 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Departemen Pekerjaan Umum 1. Bappenas (merangkap Direktur Jenderal Cipta Karya. Kementerian Negara Lingkungan Hidup 10.1 Tingkat Pusat 3. strategi dan program pembangunan air minum dan sanitasi 2. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapekki). Direktur Jenderal Perbendaharaan. Memberikan arahan dalam upaya percepatan pencapaian terget dan sasaran Millenium Development Goal bidang air minum dan sanitasi 4.1. yaitu: 1. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Bappenas 2. Direktur Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Departemen Keuangan 3.2.PAMSIMAS 3. Departemen Keuangan 4. mempergunakan Tim Pengarah yang sama dengan Tim Pengarah AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Bappenas. Merumuskan kebijakan. Departemen Perindustrian 9. Departemen Kesehatan 8. Mengembangkan dan mengarahkan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi dengan sumber pembiayaan dalam dan luar negeri 5. Melakukan koordinasi. Susunan Tim pengarah Pusat adalah sebagaimana tabel di bawah ini: Tabel 3. Departemen Dalam Negeri 6. Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah. pengendalian dan pemantapan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi 3.

5. terutama Perwakilan Ditjen pelatihan bagi pemerintah daerah. Liason Officer terdiri dari beberapa bidang sebagai berikut: 1 Liaison Officer komponen 1a Pengembangan Kelembagaan Lokal.2. Departemen terutama fasilitasi perubahan perilaku.2 Tim Teknis Pusat Tim Teknis Pusat beranggotakan eselon II dari masing-masing Ditjen Pelaksana Kegiatan.1. dan Pokja AMPL Pusat. diangkat melalui SK Bappenas yang diketuai oleh Direktur Permukiman dan Perumahan. Tim Pengarah AMPL bertugas untuk: 1. Berkedudukan di Ditjen Cipta yang terdiri dari perwakilan dari berbagai instansi yang terlibat dengan program Pamsimas.2. dan penyebarluasan informasi tentang perilaku hidup sehat Perwakilan dari Ditjen Bina Bangda Departeman Dalam Negeri 2 Liaison Officer komponen 1 b 3 Liaison Officer komponen 2 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 86 . Memberikan masukan-masukan yang diperlukan kepada Tim Pengarah dalam menetapkan kebijakan program. beberapa Liaison Officer. 3. dan beberapa asisten. Melakukan koordinasi antardepartemen terkait untuk menunjang efektivitas dan kelancaran program. fasilitasi. CPMU dibantu oleh kepala staf CPMU.3 Central Project Management Unit (CPMU) CPMU ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum. PMD Departemen Dalam trainer. Tim Teknis bertugas membantu Tim Pengarah dalam: 1. 4.1. terutama koordinasi. Kesehatan pelatihan. Memberi arahan kepada CPMU mengenai kebijakan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana luar negeri.PAMSIMAS Selain menjalankan tugas-tugas tersebut. pengembangan kapasitas. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas. Menetapkan pedoman-pedoman pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program. Menetapkan kabupaten/kota peserta Pamsimas 3. dan fasilitator Negeri Perwakilan dari Ditjen Peningkatan Kesehatan dan Perilaku PP & PL Higienis dan Pelayanan Sanitasi. Menetapkan kebijakan umum terkait Pamsimas 2. Merumuskan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program Pamsimas 2. dan supervisi pemerintah daerah dalam pelaksanaan Pamsimas Pemberdayaan masyarakat. baik di tingkat masyarakat maupun di tingkat lain 3. Menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas 3.

terutama dukungan teknis pelaksanaan program dan monitoring pengelolaan program Ketua dan anggota CPMU ditetapkan oleh Executing Agency dan bertanggungjawab kepada Executing Agency mengenai pengelolaan dan administrasi program Pamsimas secara keseluruhan. Departemen Pekerjaan Umum Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum. penyerapan dana dan pengisian kembali rekening khusus. Melakukan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat pusat dan mengkoordinasikan pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat provinsi. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. Dep. PU dan didampingi oleh tenaga penuh (fulltimer) untuk bekerja di CPMU sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang tertuang dalam struktur organisasi CPMU yang sudah disepakati. ƒ audit serta pelaporan pelaksanaan kegiatan . CPMU mengkoordinir laporan dari PPMU dan DPMU untuk kelancaran pelaksanaan program. dan masyarakat. Mengendalikan jadwal pelaksanaan program secara keseluruhan maupun tahunan. Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek . 3. Tugas CPMU termasuk tugas liaison officer dari masing-masing CPIU sebagai berikut: 1. termasuk proses pengadaan dipusat dan di provinsi/kabupaten/kota. Hibah Pengembangan Sosial-Ekonomi Lokal. keuangan dan penyelenggaraan program serta quality control pelaksanaan di tingkat provinsi.PAMSIMAS 4 Liaison Officer Perwakilan dari komponen 3. 5. CPMU sebagai pengelola administrasi program. Cipta Karya. 87 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Memberikan masukan kepada Tim Pengarah/Tim Teknis mengenai tindak lanjut yang diperlukan. 2. Memfasilitasi Pertemuan dan Rapat Tim Pengarah Pusat dan Tim Teknis Pusat. 6. maka CPMU berkantor di Ditjen. penyaluran. Melaksanakan administrasi. kabupapten/kota.4. ƒ monitoring dan evaluasi. 4. ƒ koordinasi pengelolaan administrasi penganggaran. mengkoordinasikan CPIU-CPIU di tingkat pusat dalam penyelenggaraaan Pamsimas.5 Ditjen Cipta Karya. juga sebagai pengelola quality program (menjamin kegiatan dapat berjalan dengan baik) Dalam melaksanakan kegiatan program. yang mencakup antara lain: ƒ koordinasi kegiatan administrasi program oleh masing-masing instansi terkait baik vertikal maupun horizontal.

termasuk menyiapkan Kerangka Acuan (Terms of Reference). 17. pemantauan. Mengajukan permohonan pengisian kembali dana rekening khusus (replenishment).NOL) dari Bank Dunia. 11. Meminta laporan kepada PIU-PIU mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan dan fotocopy SP2D. Menyampaikan laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan secara rutin kepada Tim Koordinasi Pusat dan Bank Dunia. 15. serta memberikan bantuan teknis kepada PIUs dalam proses pengadaan yang post review. pengendalian dan evaluasi program dengan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (PMM) dan VIM. Menyiapkan Interim un-audited Financial Report (IFR) 3 bulanan dan tahunan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk Executing Agency dan Bank Dunia sesuai dengan ketentuan yang ada. Kewenangan CPMU dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Memastikan pelaksanaan Pamsimas sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Program dan Petunjuk Pelaksanaan Tingkat Desa 18. 19. 10. Mengendalikan tugas Konsultan Manajemen Pusat ((Central Management Advisory Consultant (CMAC).PAMSIMAS 7. Melaksanakan tugas operasional dalam perencanaan. dan perolehan Surat Persetujuan (No Objection Letter . Meminta kepada Project Implementing Unit/Implementing Agency untuk memperbaiki atau melengkapi dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. 20. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi (keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-PPMU) dengan menurunkan tim Kerja Khusus. Identifikasi dan fasilitasi pemecahan masalah baik yang bersifat administratif. maupun program untuk mengatasi kendala yang timbul dalam pelaksanaan Program. 2. 14. Mencatat. Mengumpulkan fotocopy SP2D dari seluruh pelaksana anggaran Pamsimas untuk kebutuhan pengajuan withdrawal application (WA). Membantu mempersiapkan proses pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan. dengan memperhatikan laporan konsolidasi dari PIU-PIU. 8. 12. memantau dan mendokumentasikan keluhan yang sudah ditangani UPM-PPMU 21. 16. Menyusun perencanaan biaya tahunan agar koordinasi kegiatan Program dapat terlaksana dengan baik. Mengkonsolidasikan laporan penyelenggaraan program secara menyeluruh (fisik dan keuangan). Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 88 . 13. Mengkaji mutu dan kelengkapan dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. Memfasilitasi pelaksanaan audit penyelenggaraan program. 9.

dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Pamsimas. Peningkatan Sosial-Ekonomi Lokal. Melaporkan kepada ketua CPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik.1. seperti keterlambatan pelaporan.1. 3.4 Satuan Kerja Pamsimas Pusat Satuan kerja amsimas di tingkat pusat terdiri dari 3 satuan kerja. pengendalian dan evaluasi program. Tugas CPIU adalah sebagai berikut: 1. pelaksanaan. yaitu: (i) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Pekerjaan Umum : Satker Pembinaan Pamsimas (ii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Kesehatan : Satker Dir. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM).2. Menyelenggarakan komponen/sub-komponen program Pamsimas 2. Meminta KPKN untuk memangguhkan pembayaran apabila balance dari special account tidak cukup serta tidak terpenuhinya point 1 dan 2 diatas. Depdagri sebagai PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. Menurunkan Tim Kerja Khusus dalam upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-PPMU 6. 3. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan. Ditjen Bangda : Satker Setditjen Bangda. Kepala Satker akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 4. maupun mis-procurement. Depdagri sebagai PIU subkomponen penguatan kelembagaan. Meminta kepada CPIU untuk mengirimkan usulan anggaran dan kegiatan. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar CPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. Ditjen PP & PL. Pembentukan CPIU berdasarkan SK Dirjen dari Instansi Teknis masing-masing.3 Central Project Implemention Unit (CPIU) Central Project Implemention Unit (CPIU) dalam Pamsimas untuk tingkat pusat terdiri dari Ditjen Bangda. Mengeluarkan surat teguran apabila terdapat hal-hal yang perlu ditindak-lanjuti.PAMSIMAS 3.2. Penyehatan Lingkungan (iii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Dalam Negeri : Ditjen PMD : Satker Setditjen PMD. dan PIU Ditjen Cipta Karya. Bendahara 89 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . kesalahan prosedur dalam pelaksanaan Program. 5. Depkes sebagai untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. Ditjen PMD. pemantauan. 4. 3. dan Manajemen Program. Dep PU untuk komponen Pembangunan Prasarana dan Sarana Air minum dan Sanitasi.

Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di pusat d. Mengumpulkan laporan pelaksanaan dan satuan kerja tingkat provinsi dan kabupaten i. 2. Mensosialisasikan program kepada kabupaten/kota.2 Tingkat Provinsi Pemerintah Provinsi.2. Melakukan Monitoring dan Evaluasi Proyek h. serta mengusulkan pejabat Satuan Kerja pelaksanaan anggaran Pamsimas di tingkat provinsi kepada Departemen teknis terkait.2. Merekrut Konsultan Manajemen Pusat (CMAC) e. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. Membina Satker Tingkat Provinsi dan Satker Tingkat Kabupaten g. 3. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten f. antara lain sbb: Tugas Satker Pusat : a. PPMU (Provincial Project Management Unit) dan PPIU (Provincial Project Implementing Unit) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur. Membuat laporan dengan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) 3. dalam hal ini Gubernur. termasuk pengumpulan SP2D k.1 Tim Koordinasi Provinsi (TKP) Tim koordinasi dibentuk berdasarkan SK Gubernur. Secara operasional Gubernur akan dibantu Tim Koordinasi Provinsi (TKP) dan Tim Teknis Provinsi (TTP). kegiatan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 90 . sebagai penanggung jawab pelaksanaan program wilayah provinsi yang bersangkutan. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan program di provinsi. Mengkompilasi data dan pelaporan dari tingkat kabupaten dan provinsi.PAMSIMAS Tugas dan fungsi Satker tingkat pusat mengacu pada SK Menteri PU dan Pedoman Operasional. dan beranggotakan: ƒ Dinas Bidang Cipta Karya provinsi. Melaporkan kemajuan penyelenggaraan kepada Tim Pelaksana di tingkat pusat j. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi.2. Mendukung CPMU di tingkat pusat dan dalam menyelenggarakan program tingkat pusat b. ƒ Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi ƒ Dinas Kesehatan provinsi ƒ Instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Tim Koordinasi Provinsi bertugas: 1.

2.2.2. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan program. Memberi masukan kepada PPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin effektivitas dan effisiensi dana bantuan luar negeri. 5. 6. Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya/sepadannya. Memberikan bimbingan kepada TKK dalam membuat laporan kemajuan Program yang dilaksanakan. Dinas Kesehatan. pedoman pendanaan.3 Provincial Project Management Unit (PPMU) PPMU berkedudukan di Dinas Pekerjaan Umum/sepadannya di ibukota provinsi. dan lain sebagainya. Memberikan masukan kepada PPMU. 91 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program. Memonitor kemajuan program dan melaporkan kepada Gubernur dan pemerintah Provinsi. PPMU diangkat melalui SK Gubernur. Dinas Pendidikan dan Instansi terkait lainnya sesuai dengan kebutuhan Pojka AMPL sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas membantu TKP dalam: 1. Melakukan analisa masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program 4. 3. pedoman pemantauan. pedoman pelaksanaan.PAMSIMAS 3. 2. 7. Menanggulangi berbagai masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan 5.2. 3. 4. 3. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program.2 Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi (TTP) Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas beranggotakan inter-intansi dari: • ƒ ƒ ƒ ƒ • Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota dalam mengimplementasikan pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/sepadannya. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada Tim Koordinasi Provinsi.

Mempersiapkan rencana pembiayaan dan kegiatan pendukung/operasional Program (budgeting & programming) untuk kegiatan Program di Tingkat Provinsi. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-DPMU dan berfungsi sebagai UPM-PPMU. 2. diserahkan kepada CPMU sesuai dengan pedoman FMR PAMSIMAS. Melakukan upaya tindak-lanjut temuan pengaduan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-DPMU) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada UPM-CPMU. 3. Membantu dan memberikan dukungan sepenuhnya dalam proses pembuatan audit setiap tahun. dan PIU komponen Pembangunan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 92 . Menindaklanjuti keluhan DPMU dengan menegur FM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan atau menghentikan sementara kegiatan FM di wilayah kerjanya. berdasarkan arahan dari CPMU.2. Mencatat dan memantau temuan pengaduan yang sudah ditangani UPM-DPMU dan meneruskan kepada UPM-CPMU 11. Kewenangan PPMU: 1.4 PPIU (Provincial Project Implemention Unit) Pembentukan PPIU Pamsimas berdasarkan SK Gubernur. 7.2. 2. IFR harus sudah diterima CPMU 1 minggu setelah akhir setiap triwulan. PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. Membuat laporan IFR setiap triwulan dan tahunan. tembusan kepada TKP dan TKK.PAMSIMAS Tugas PPMU sebagai berikut : 1. 9. Merekomendasikan kepada Satker Provinsi untuk melakukan pembayaran atau penangguhan pembayaran FM 3. PIU untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. 3. 5. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program melalui kunjungan ke kabupaten/kota. terdiri dari PIU sub-komponen penguatan kelembagaan. Memonitor kemajuan kerja dan melakukan evaluasi kinerja konsultan manajemen provinsi (PMAC) dan FM 10. 8. Melaporkan kemajuan kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan kegiatan kepada Gubernur dan CPMU. 4. Memberikan data serta informasi kepada TKP untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan koordinasi pelaksanaan antar kegiatan Program. 6. Mengawasi kegiatan serta melakukan penilaian kinerja dari para konsultan tingkat Kabupaten/Kota dan Fasilitator Masyarakat. Mempersiapkan dan membantu kelancaran kegiatan misi Bank Dunia yang berkaitan dengan Program.

Satker Tingkat Provinsi Pamsimasadalah pejabat pengelola anggaran Pamsimas di tingkat provinsi. Peningkatan SosialEkonomi Lokal. melaksanakan.2. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di provinsi d. 2. Mengkoordinasi kegiatan. Menyelenggarakan komponen/sub-komponen dari Pamsimas di tingkat provinsi. Melaporkan hasil pengendalian kepada Tim Koordinasi Provinsi secara berkala j. pelaksanaan. Mengkoordinasikan dan menghimpun laporan pelaksanaan program di tingkat provinsi h. sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditunjuk dan diangkat oleh Menteri atas usulan Gubernur. memantau dan mengevaluasi program f. Dinas Kesehatan Provinsi. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar PPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. dan Manajemen Program. 3. Tugas setiap PPIU adalah: 1.2. Melaporkan kepada ketua PPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik. 4. Merencanakan. Mendukung PPMU di tingkat provinsi dan dalam menyelenggarakan program tingkat provinsi b.PAMSIMAS Prasarana dan Sarana Air Minum dan Sanitasi. Melaporkan hasil pengendalian kepada pelaksanaan kepada Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Pengarah Pusat 93 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 3. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan. dan diberikan kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten e. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. pengendalian dan evaluasi program di tingkat provinsi.5 Satker Provinsi Satuan kerja Pamsimas di tingkat provinsi berada di Dinas Bidang Cipta Karya. i. Tugas Satker Provinsi: a. monitoring dan pelaporan di tingkat kabupaten g. pemantauan. Melaporkan hasil pelaksanaan fisik dan keuangan kepada atasan langsung Satker yang juga disampaikan kepada Ditjen.

sehingga dapat dibuat SPPB antara Satker Kabupaten dan LKM.3 Tingkat Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/kota dalam hal ini Bupati. 3. dan beranggotakan: Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya. Tim Koordinasi Kecamatan (TKK). dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan. DPMU (District Project Management Unit) dan Satker Kota/Kabupaten yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati/Walikota. dengan anggota terdiri dari staf Bappeda. 7.2. 4. Bendahara 3. Membuat laporan dengan Sistem Akuntasnsi Instansi (SAI) Kepala Satker Provinsi akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).2. Pemberdayaan Masyrakat dan Diknas. 2. Pokja AMPL sebagai Tim Teknis Kota/Kabupaten (TKK). Kantor Pemberdayaan Masyarakat /sepadannya. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM).1 Tim Koordinasi Kabupaten Tim koordinasi Kabupaten dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. sudin PU. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program di Kabupaten/Kota. dan membuat SK penetapan lokasi desa proyek Pamsimas. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 94 . 5. Melakukan analisa dalam masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Menindak lanjuti musyawarah yang dihadiri oleh LKM. Kesehatan. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program Pamsimas di kabupaten/kota.3. Secara operasional Bupati akan dibantu Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK). Mensosialisasikan program Pamsimas kepada masyarakat di tingkat kabupaten. membuat rangking desa/kelurahan yang bersangkutan untuk dapat menentukan prioritas desa. 3. Membentuk Tim Evaluasi RKM. Bapedalda. TFM.PAMSIMAS k. Menyetujui Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dengan membuat surat persetujuan. Dinas Kesehatan. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Kabupaten/Kota. Mengumpulkan dan menyampaikan SP2D dari tingkat provinsi dan kabupaten kepada Tim Koordinasi Pusat l. 6. Tim Koordinasi Kabupaten/Kota bertugas: 1. DPMU untuk membahas RKM I sehingga bisa dikirimkan ke Bupati/Walikota. Menetapkan desa sasaran program.

Memberikan pembinaan teknis dalam implementasi pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis. Memberikan pembinaan teknis terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan di desa/kelurahan 2. ƒ Dinas/badan/instansi pemberdayaan masyarakat dan desa /sepadannya. 95 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada TKK. 6. 9. 3.PAMSIMAS 8. Membantu menyelaraskan kegiatan Pamsimas agar sesuai dengan rencana pembangunan (master plan) kabupaten bersangkutan agar tidak tumpang tindih dengan kegiatan pembangunan lain yang sejenis. ƒ Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. pedoman pelaksanaan. 4. ƒ Dinas kesehatan ƒ Dinas pendidikan ƒ Bapedalda/ Dinas Lingkungan Hidup. Menanggulangi berbagai ragam masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan. Memonitor kemajuan Program dan melaporkan kepada Bupati/Walikota dan pemerintah Provinsi. 3. Mengevaluasi kelayakan calon desa sasaran sesuai kriteria yang sudah ditetapkan. Tim Teknis Kabupaten/kota beranggotakan inter-instansi dari: ƒ Badan perencanaan pembangunan kabupaten/kota. 10. dan lain sebagainya. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan Program.3. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program. pedoman pemantauan.2. Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program di wilayahnya. 11. 5. Tim Teknis Kabupaten/kota Pamsimas menjadi embrio terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten/kota. Bagi Kabupaten/kota yang belum terbentuk Pokja AMPL. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertugas membantu TKK dalam: 1. pedoman pendanaan. Memberi masukan kepada DPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana bantuan luar negeri.2 Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Pamsimas Kabupaten/kota adalah Pokja AMPL (bagi yang sudah terbentuk). Memberikan masukan kepada DPMU. 7.

Mengevaluasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan memberikan rekomendasi kepada DPMU mengenai RKM yang dapat dibiayai program Pamsimas. 2. Ditetapkan berdasarkan SK TKK Tim Evaluasi RKM bertugas membantu TKK dalam: 1.3. dan diberi kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan.2. Organisasi Satuan Kerja PIP / PPK Pamsimas Kabupaten/Kota terdiri dari: • • • • Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PIP Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pamsimas Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM) Pamsimas Bendahara 1) Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota adalah pejabat pengelola anggaran.PAMSIMAS 8.3 Tim Evaluasi RKM Tim Evaluasi RKM beranggotakan inter-instansi dari Tim Teknis Kabupaten/Kota yang personilnya terdiri dari : • Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota. 3. Tugas Satker Kabupaten/Kota: 1. • Dinas/Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Desa. Membuat SPP (Surat Perintah Pembayaran) 3.3. sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) yang ditunjuk oleh Menteri PU atas usulan Bupati. • Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan. Secara rutin setiap bulan melaporkan daftar penerbitan SPM-LS kepada DPMU sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Pamsimas Kabupaten/Kota Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 96 . • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan.2. 3.4 Satker Kabupaten/Kota Satuan kerja di tingkat kabupaten/kota adalah Satker PIP / PPK Pamsimas berada di Dinas Bidang Cipta Karya. Melakukan kontrak kerja dengan LKM yang difasilitasi oleh DPMU 2.

2. Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan evaluasi dalam rangka monitoring dan evaluasi.2. Melakukan supervisi terhadap Tim Evaluasi RKM. • Bagian Monitoring dan Evaluasi. 2) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Perangkat Daerah ditingkat Kabupaten/Kota yang ditunjuk oleh Menteri Pekerjaan Umum. Organisasi DPMU yang dipimpin oleh Ketua DPMU terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu: • Bagian Perencanaan. Menjadi narasumber pertemuan pleno desa/kelurahan untuk membahas hasil identifikasi masalah dan analisis situasi. Tugas PPK : 1. 2. Ketua DPMU dibantu oleh 3 (tiga) anggota dan dibentuk melalui SK Bupati/Walikota. Melakukan sosialisasi Pamsimas di kabupaten dalam rangka mencari desa yang akan terlibat proyek. 4.5 District Project Management Unit (DPMU) DPMU berkedudukan di Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya. Tugas DPMU sebagai berikut : 1. • Bagian Keuangan. Kewenangan: Meminta rekomendasi dari DPMU mengenai penerbitan SPM-LS dan pencairan dana LKM tahap berikutnya. Menindaklanjuti BA pembentukan LKM ke Notaris untuk dituangkan dalam Akta sehingga LKM mempunyai legitimasi dan kekuatan hukum sebagai representai masyarakat warga. 3. Memberikan data keuangan yang diperlukan DPMU dalam menyusun kemajuan bulanan. Kewenangan Untuk menandatangani kontrak/SPK yang bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari kontrak/SPK tersebut dan bertanggungjawab kepada Kepala Satuan Kerja Sementara/Kuasa Pengguna Anggaran. 3.PAMSIMAS 4. Mengumumkan daftar desa/kelurahan yang ditetapkan untuk ikut serta proyek Pamsimas. dan mengikuti sosialisasi yang dilakukan di desa. 97 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .3.

memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. 13. Kasi PMD Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 98 .4 Kecamatan 3. fasilitasi. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-LKM.2. Menegur LKM dan TFM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur. 11. 10. Melakukan evaluasi kinerja konsultan dan FM 12. Meminta kepada LKM untuk memperbaiki RKM bila tidak memenuhi persyaratan setelah dievaluasi oleh tim Evaluasi RKM 2. Mencatat. 14. 3. berfungsi sebagai Bagian Monev-DPMU Kewenangan DPMU: 1.4. Memfasilitasi SPPB antara Satker Kabupaten dengan LKM 3. Melakukan koordinasi dan penyebarluasan informasi mengenai kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan lainnya. 16. dan Kepala Cabang Dinas Diknas Kecamatan. 7. Memonitor dan mengevaluasi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di kabupaten. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pekerjaan Pamsimas yang bersifat lintas desa. Memfasilitasi Badan pengelola agar memperoleh akses terhadap berbagai pihak untuk mendukung programnya meskipun Pamsimas sudah selesai 8. TKKc terdiri dari Camat.1 Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) dan Tim Teknis Kecamatan TTKc Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) bertugas melaksanakan sosialisasi.2. Pelaksanaan tugas dibidang teknis dilaksanakan oleh Tim Teknis Kecamatan (TTKc) yang terdiri dari Kaurbang Kecamatan. Kepala Puskesmas. 6. 9. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-LKM/lurah) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada Bagian Monev-PPMU. Memonitor dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan operasional teknis dan administrasi Program. Mencatat dan memantau keluhan/pengaduan yang sudah ditangani UPM-LKM dan meneruskan kepada Bagian Monev-PPMU 15. Memfasilitasi kelembagaan lintas desa/kelurahan yang dapat berupa aliansi kerja dari beberapa Badang Pengelola di tingkat Kabupaten.PAMSIMAS 5. Mendorong pembentukan jaring kerja Badan Pengelola dengan pihak-pihak lain di proyek. Menindak lanjuti pengajuan RKM (I dan II) yang telah dievaluasi Tim Evaluasi RKM untuk dipresentasikan di depan TKK dalam rangka mendapat persetujuan dari TKK. untuk kemudian dibuatan SPPB I maupun SPPB II antara Satker / PPK dengan LKM.

Sanitarian Puskesmas. Turut memfasilitasi serah terima pengelolaan aset Pamsimas kepada Badan Pengelola. Pemerintah Desa/kelurahan. 3. dalam hal ini Kepala Desa/Lurah. Memfasilitasi sosialisasi Pamsimas di tingkat desa/kelurahan bersama DPMU. 9. bertugas untuk: 1. 4.PAMSIMAS Kecamatan. Memantau pengelolaan sarana air minum dan sanitasi sebagai bagian tugas pembinaan dari TKK. Memfasilitasi sosialisasi di desa/kelurahan dan memfasilitasi musyawarah desa/kelurahan dan turut menandatangani daftar hadir sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. dan Penilik Sekolah Cabang Dinas Diknas Kecamatan. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. 3. 6. 7. 6. Turut memfasilitasi musyawarah desa dan menandatangani BA Hasil Musyawarah Desa/kelurahan. dan menandatangani hasilnya dalam kapasitas mengetahui.2. fasilitasi. Turut menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKM) yang ditetapkan Masyarakat. 2. 5. kemudian mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU. Pemerintah desa/kelurahan berperan melakukan sosialisasi. 2. 8. Membantu kelancaran proses persiapan usulan kegiatan sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah desa. 99 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Turut mengetahui hasil perencanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan Pamsimas yang ditetapkan masyarakat di desa. Merupakan mitra kerja TFM sebagai pendamping masyarakat untuk merencanakan. dalam kapasitas mengetahui. dalam kapasitas mengetahui. melaksanakan dan mengelola Pamsimas. 4. 5. dalam kapasitas mengetahui. Turut menandatangani Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Ketua LKM. Tugas Tim Koordinasi Kecamatan: 1. Turut memfasilitasi forum musyawarah masyarakat tingkat desa untuk membentuk LKM dengan menetapkan anggota-anggota yang dipilih masyarakat. 10. Turut memfasilitasi Badan Pengelola untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil infrastruktur terbangun. Mencatat. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pelaksanaan program di desa/kelurahan. dalam kapasitas mengetahui. Mencatat. Mengikuti sosialisasi di tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh DPMU dan Tim Koordinasi Kabupaten/kota (TKK) 3.5 Tingkat Desa/Kelurahan Dalam pelaksanaan program Pamsimas di tingkat Desa/Kelurahan. Camat menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) berdasarkan BA Acara Pertemuan di desa/kelurahan.

Proses Pembentukan LKM sesuai dengan asas representative. Anggota-anggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat. maka tidak perlu membentuk LKM namun hanya membentuk Unit/Satuan Pelaksana Program Pamsimas yang dalam program WSLIC-2 biasa disebut TKM (Tim Kerja Masyarakat). LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat (civil society organization) di tingkat komunitas akar rumput. representatif dan pengakaran terhadap masyarakat sedangkan legalisasi LKM melalui pencatatan akta Notaris. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom. berbasis nilai. memperhatikan kesetaraan jender (gender balance). dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. Peran LKM dalam implementasi program Pamsimas adalah sebagai pengelola. keberpihakan kepada kelompok rentan dan terisolasi serta kelompok miskin (indigenous and vulnerable people).2. transparan.1 Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) adalah kelembagaan masyarakat warga (sipil) yang terdiri dari anggota masyarakat yang dipilih dari desa/kelurahan yang bersangkutan secara demokratis. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat.PAMSIMAS 3. Di lokasi yang belum terdapat BKM. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan track record atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. partisipatif. LKM pasca pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya melalui mekanisme program Pamsimas memperluas orientasinya Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 100 . Proses pemilihan serta pembentukan LKM tersebut akan dilakukan selama proses pemberdayaan masyarakat yang akan difasilitasi oleh TFM. partisipatif. Oleh karena itu. sebagai pelaksana program dibentuk Satuan Pelaksana Program Pamsimas (Satlak Pamsimas).6 Tingkat Masyarakat 3. berbasis nilai.2.6. Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. maka legitimasi LKM adalah pengakuan. seperti P2KP yang telah membentuk BKM dan masih eksis dan sehat. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. akuntabel. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. akuntabel.

LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. Dengan bimbingan TFM membuat laporan pembangunan fisik. 101 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . e. menyelesaikan RKM Iang kemudian dikirim ke DPMU. c. d. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar pembangunan partisipatif (participatory development) dan Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bahwa pembangunan akan berlangsung efektif. pengetahuan spesifikasi teknik. perhitungan kemajuan pembangunan fisik. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. sarana air minum (di masyrakat dan sekolah) serta pelatihan. Bersama TFM menyempurnakan jadwal pelaksanaan konstruksi. memeriksa kontribusi swadaya masyarakat minimal 20% (In Kind 16% dan In Cash 4%).PAMSIMAS dengan membentuk Badan Pengelola sebagai unit kerja LKM / BKM untuk pengoperasian dan pemeliharaan. f. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal lainnya. kegiatan pelatihan masyarakat dan program kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah dan Kelompok Peduli ! Tugas LKM sebagai berikut : a. Bersama FM dan bekerjasama dengan ”nature leader” yang ada di desa untuk melaksanakan CLTS. membahas. serta memberi penjelasan kepada masyarakat untuk memilih opsi sarana air minum. Dengan bimbingan TFM membuat laporan pengelolaan keuangan dengan membuat pembukuan dana kepada masyarakat dan pengelolaan proyek kepada (DPMU) secara periodik b. efesien dan tepat sasaran bila didukung dan mensinergikan potensi 3 pilar pelaku pembangunan. Meskipun sebagai institusi masyarakat. LKM berkedudukan otonom. Mengikuti pelatihan bersama-sama masyarakat seperti: • RRK • RRK Pelatihan • Teknis sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya pembangunan sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya O&P • Rencana biaya iuran serta tata cara pengelolaan • Rencana biaya keuangan • Rencana pengadaan barang dan jasa (bila ada) • Termasuk membuat dan membaca gambar teknis. dan pengelola proyek (DPMU) secara periodik. pengawasan pekerjaan. administrasi dan keuangan pelaksanaan pembangunan. Bersama-sama masyarakat dan dibantu FM menyusun RKM I dan II. yakni Masyarakat.

Steering Committee.1 KONSULTAN PENDAMPING Central Management Advisory Consultant/ CMAC Untuk membantu unit-unit pelaksana di tingkat pusat. pemeliharaan dan pengembangan. administrasi keuangan. m. Melakukan survey awal terhadap supplier yang memiliki pengalaman dalam pengadaan barang di desa. Tim Teknis Pusat. CMAC bekerja sama dengan CPMU. provinsi. material/blm. Memberikan pertanggungjawaban kegiatan dan penggunaan dana kegiatan Pamsimas ke masyarakat untuk disampaikan ke DPMU dan TKK. CMAC akan bertugas membantu CPMU dan CPIU (Central Project Implementing Unit). dan TKK.2 Badan Pengelola Badan Pengelola dibentuk dari tranformasi dari Satuan Pelaksana program Pamsimas. Monitoring secara terus menerus dengan TFM terhadap pekerjaan kontruksi. Mempersiapkan LKM membentuk unit pengelola dengan mengikuti pelatihan dengan keberadaan dan kinerja Unit Pengelola menjadi indikator keberhasilan sarana dan program kesehatan pada tahap pasca proyek. TKP. c. dan Implementing Agency. 3. Mengumpulkan rencana pendanaan terkait dengan operasi dan pemeliharaan.2. 3. j. Melaporkan kegiatan operasi dan pemeliharaan serta pendanaan kepada pemerintah desa/kelurahan. kualitas pekerjaan. i. Konsultan CMAC akan menjadi Konsultan Advisory untuk CPMU. baik secara swadaya maupun dari sumber pendanaan lainnya. Menyelengarakan sistem operasi dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi dalam pendanaan untuk kegiatan pemanfaatan. b. PPMU. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 102 . serta PMAC. PMAC akan direkrut secara terpisah untuk memberikan dukungan kepada PPMU dan DPMU.3. dan kabupaten/kota direkrut tim konsultan CMAC (Central Management Advisory Consultant) di tingkat pusat dan PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) di tingkat provinsi.3 3. h. Membuat SP yang ditandatangani koordinator LKM dan ketua DPMU untuk dilaporkan kepada Bupati. l. Melaksanakan kegiatan PHS di masyarakat. Tugas Badan Pengelola: a.6. DPMU.PAMSIMAS g. k. Membuat surat perjanjian resmi dengan supplier setelah masyarakat desa/kelurahan telah memilih pemenang lelang. Badan Pengelola berfungsi sebagai Unit Kerja dari LKM.

penelitian. dan DPMU dalam bidang : monitoring dan evaluasi. implemtasi. materi. 12. dan lain sebagainya. dukungan.PAMSIMAS Tugas CMAC adalah: 1. audir. Melakukan review manajemen dan teknis. termasuk pengadaan materi. 7. PPMU. akuntasi dan penganggaran. dan monitoring. Hal ini akan tercapai melalui pemberian masukan / advis. 10. supervisi. manajemen keuangan. peningkatan perilaku sehat.3. dan laporan reguler yang berhubungan dengan prosedur Bank Dunia dan pemerintah terutama mengenai Implementation and Financial Report (IFR). pelatihan. studi. Membantu CPMU membangun dan melaksanakan pertemuan stakeholder di tingkat pusat sebagai bagian dari monitoring keberlanjutan program. Membuat dan mengumpulkan laporan dan data-data pendukung yang dibutuhkan serta membantu CPMU dalam pembuatan Project Monitoring Report. yang ditentukan oleh CPMU 13. pengarusutamaan gender. 5. dan monitoring. 9. 11. Menyiapkan manajemen dan perencanaan untuk capacity building di tingkat kegiatan proyek. 6. akuntasi keuangan. 3.2 Provincial Management Advisory Consultant (PMAC) PMAC berperan dalam memberikan dukungan teknis dan penguatan capacity kepada provinsi dan kabupaten/kota (DC/District Consulant) dalam implemtasi 103 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Menjamin keberlangsungan proyek di tingkat masyarakat melalui paritispasi kelompok-kelompok masyarakat. Memberikan dukungan dan bantuan teknis kepada CPMU. audit internal. Menyiapkan strategi untuk pelaksanaan pendekatan gender/poverty sensitive community dan mengembangkan kemitraan antara desa dan institusi di tahap perencanaan. 8. serta health and hygiene and water and sanitation engineering. Membangun sistem informasi manajemen untuk proses monitoring. Membantu pelaksanaan roadshow dan workshop. dan keberlanjutan program. manajemen. dan mendukung implementasinya berdasarkan hasil monitoring proyek. Mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas (Quality Control/Quality Assurance) di tingkat implementasi proyek yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Memberikan bantuan kepada CPMU dan CPIU dalam hal: 4. 3. dan advokasi kepada masyarakat di bidang sensitivitas gender dan kemiskinan melalui pendekatan MPA/PHAST 2. Mengorganisasikan pendekatan partisipatori untuk keberlanjutan program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat pusat dan provinsi melalui bantuan manajemen dan teknis dalam hal perencanaan. pengadaan. sistem informasi manajemen.

4. iii) peningkatan kapasitas institusional bagi pemerintah daerah. dan feedback untuk Fasilitator dan Koordinator Fasilitator. Bertanggung jawab terhadap pemberian bantuan teknis dan dukungan kepada PPMU dan DPMU serta tim teknis provinsi dan kabupaten/kota untuk implementasi komponen proyek. capacity building. pembuatan RRK (Rancangan Rinci Kegiatan). penganggaran. 6. dan v) dukungan manajemen kepada PPMU dan DPMU. termasuk evaluasi kinerja kegiatan proyek di tingkat kabupaten/kota dan desa. PMAC akan berkoordinasi dengan dan menerima bantuan teknis dari CMAC Melakukan kunjungan secara periodik ke desa-desa sasaran dalam rangka diseminasi pedoman. perkiraan biaya yang sesuai dengan PMM dan VIM.3. implementasi proses community-driven. dan v) perencananaan dan pelaksanaan capacity building melalui Tim Trainer Provinsi. supervisi. ii) dukungan teknis untuk manajemen. Tugas dan Tanggung jawab PMAC: 1.3 Fasilitator Masyarakat 3. serta monitoring dan evaluasi proyek di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. bantuan teknis. operasi. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 104 . termasuk penggunaan metode MPA/PHAST dan CLTS. 3. Bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan proyek. observasi. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan institusi di tingkat desa. kabupaten/kota dan desa.PAMSIMAS program. PMAC akan memberikan bantuan dan dukungan dalam hal : i) bantuan teknis. 7. dalam bentuk day-to-day manajemen proyek.1 Koordinator Fasilitator Koordinator Fasilitator akan direkrut oleh Satker/SNVT PKP Air Minum Provinsi untuk mengkoordinir Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) di setiap Kabupaten/ kota untuk kepentingan DPMU/PPMU. pembentukan LKM. 3. dan administrasi keuangan. fasilitasi. survey lokasi.3. melaksanakan manajemen dan monitoring proyek di tingkat provinsi.3. dan pemeliharaan berdasarkan RKM. dan review pelaksanaan proyek. keuangan. iv) monitoring dan evaluasi proyek./ kota dan di tingkat masyarakat 2. monitoring. Bersama dengan fasilitator memfasilitasi pembuatan RKM 1 dan RKM 2. 5. iii) penyediaan dukungan teknis untuk fasilitator dalam pembuatan dan pelaksanaan RKM. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan capacity building / pelatihan terhadap Tim Fasilitasi Masyarakat dan Stakeholder lainnya Memonitor dan mengevaluasi kegiatan capacity building di tingkat kab. iv) laporan teknis. ii) peningkatan capacity building masyarakat dan institusi. Bersama dengan fasilitator memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis kepada masyarakat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Bertindak sebagai koordinator dalam membantu proses kajian. 4. Menjamin adanya perhatian dari seluruh stakeholder terkait. dan rencana kegiatan kelompok masyarakat melalui langkah-langkah MPA/PHAST. Mendukung manajemen pelaksanaan program di tingkat kabupaten/kota. public review dan finalisasi RKM. baik perbaikan promosi kesehatan. Menjamin kegiatan dan pelaksanaan yang diusulkan dalam RKM sesuai dengan kriteria kegiatan Pamsimas. 4. Menyusun Strategi Pelaksanaan Village Implementation Plan (Rencana Pelaksanaan Kegiatan di tingkat Desa) beserta jadwalnya melalui kesepakatan dengan TFM dan DPMU termasuk rencana kerja fasilitator di tingkat kabupaten/kota dan masyarakat. 6. Memberikan masukan teknis dan administratif serta bekerjasama dengan TFM dalam pembentukan LKM dan memperkuat kelembagaan desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. 5. Membantu DPMU dalam mengendalikan kemajuan dibidang teknis dan keuangan. 5. termasuk Community Lead Total Sanitation (CLTS). hingga penyiapan RKM dan membantu masyarakat setempat. Membantu DPMU dalam menyusun laporan yang diperlukan. Mengkaji efektifitas pelaksanaan kegiatan proyek dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan kepada DPMU. 3. terutama LKM dalam melaksanakan dan monitoring program. dan sanitasi di tingkat masyarakat. dalam pelatihan aspek non teknis seperti operasional dan perawatan dan manajemen keuangan serta menjaga keseimbangan gender dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum dan pelayanan kesehatan. Memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan TFM dan LKM dalam penyiapan RKM. 105 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 2. Bekerja sama dengan TFM dengan memberikan dukungan strategis kepada TFM untuk: pengerahan sumber daya selama proses pelaksanaan kegiatan (termasuk perencaaan. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator adalah sebagai berikut : 1. analisis.PAMSIMAS Tugas utama Koordinator Fasilitator: 1. 3. operasional dan perawatan). 2. Mengkoordinasikan TFM dengan memberikan dukungan dan bimbingan untuk memfasilitasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). termasuk aspirasi golongan yang terpinggirkan agar terwakili dalam pembangunan. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator: Koordinator Fasilitator akan bekerja sama dengan TFM dan PMAC dalam melaksanakan tugasnya. PPMU dan CPMU. 6. pencegahan penyakit. konstruksi. Membantu DPMU dalam pelaksanaan audit yang diperlukan.

ƒ Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 106 . Fokus terpenting dari pekerjaan TFM adalah membantu masyarakat untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatannya.3. terutama Tim Kerja Masyarakat (LKM) atau organisasi pengelola lainnya dalam perencanaan. pencegahan penyakit dan sanitasi masyarakat. Mendukung fasilitator dan masyarakat untuk membuat system operasional dan pemeliharaan sarana air dan sanitasi dan melaksanakan review quality assurance melalui kunjungan periodik. analisa dan penyusunan rencana kegiatan kelompok masyarakat sebagai Rencana Strategis Program Air Minum. dan Sanitasi (ProAKSi) dengan metode MPA/PHAST (Methodology For Participatory Assessment/ Partipatory Hygiene And Sanitation Trasformation ) dan Visioning. Memberikan bantuan teknis kepada masyarakat desa.2 Tim Fasilitator Masyarakat Fasilitator Masyarakat (FM) merupakan tenaga pendamping yang telah dilatih dalam keterampilan untuk meningkatkan kapasitas/kemampuan masyarakat untuk memutuskan. Koordinator Fasilitator dan Provincial Management Advisory Consultant (PMAC). • Fasilitator bidang Penyediaan Sarana Air Minum & Sanitasi / Water & Sanitation Facilitator (CF/WSS).PAMSIMAS 7. Bidang Tugas Tim Fasilitator Masyarakat (TFM): ƒ Penyiapan rencana keseluruhan dalam penyediaan layanan fasilitasi kepada desa sasaran baik rencana tim maupun rencana individu. jadwal tentative fasilitator secara tim maupun individu harus disepakati bersama antara TFM. • Fasilitator bidang Pemberdayaan Masyarakat / Community Development Facilitator (CF/CD). Review dan mengevaluasi laporan fasilitator dan mengkonsolidasikannya di level kabupaten/kota.3. Pengumpulan/updating data primer dan sekunder secara intensif untuk keperluan monitoring yang berhubungan dengan input data indikator kunci pelaksanaan program. pelaksanaan dan monitoring program dalam peningkatan promosi kesehatan. Dari Renstra ProAKSi akan dijabarkan ke dalam rencana tahunan berupa Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) untuk Program Pamsimas. Kesehatan. melaksanakan dan mengelola kegiatannya dengan berperan secara aktif dalam setiap keputusan yang diambil. Setiap TFM akan memfasilitasi 3-5 desa/tahun di tiap-tiap kabupaten/kota. 3. Tugas pokok TFM adalah memfasilitasi kegiatan penilaian. 8. yaitu : • Fasilitator bidang Kesehatan / Health and Hygiene Facilitator (CF/HH). merencanakan. Oleh karena itu. Prinsip kerja fasilitator merupakan satu kesatuan tim sebagai Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang terdiri dari 3 bidang keahlian.

Bersama Kasie pembangunan (Staff Kecamatan). konstruksi. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu. Melakukan kajian kebutuhan pelatihan masyarakat dan menyelenggarakan pelatihan masyarakat secara periodik bersama dengan DPMU dan PMAC. 107 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .4 Independent Monitoring dan Evaluation Consultant Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh Lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama. mid-term.PAMSIMAS ƒ ƒ ƒ Membantu penyiapan Laporan Pelaksanaan di Desa (proses. dan Sanitarian melakukan promosi kesehatan dan penyadaran perubahan prilaku hidup sehat (STBM/Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) kepada masyarakat sasaran. 3. dan paska program. dan pasca konstruksi).3.

2. 225/KPTS/M/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Tata Cara Penanganan Masukan dari Masyarakat di lingkungan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Instruksi Presiden No. Undang-Undang No. 3. yaitu: 1. Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. Dep. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. 5. Dep. 6.1 MATRIKS RESIKO DAN TINDAKAN PENCEGAHAN Rencana Tindakan Pencegahan Korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah di-identifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. Peraturan Pemerintah No. Kolusi dan Nepotisme. Undang-Undang No. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. dan 8. 68 tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara. 4. Kepmen Kimpraswil No.id.undang No. Keterbukaan Informasi. 7. Keputusan Presiden No. Undang.go. Penanganan Pengaduan Indonesia yang merupakan landasan dalam Beberapa produk hukum di pemberantasan korupsi. 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang No. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. 2. Rencana Pencegahan Korupsi ini telah dipublikasikan di dalam situs www. Kesehatan. Komite 4. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat. 80 tahun 2003 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. 3. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.pu. Dalam Negeri. 59 tahun 2004 tentang Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pencegahan Resiko Kolusi. Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam. Dep. Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi dapat dilihat dalam tabel berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 108 . 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Keputusan Presiden No. 5. 30 tahun 2002 tentang Pembentukan Pemberantasan Korupsi (KPK).PAMSIMAS Lampiran 4 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI 4.

3. Petunjuk Pengadaan tidak diikuti dengan benar mengakibatkan pengadaan di bawah standar Pertimbangan terhadap proses evaluasi calon anggota panitia pengadaan yang tidak independen. diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan informasi yang tidak lengkap.PAMSIMAS Tabel 4. Keputusan cenderung condong mengikuti kemauan peserta lelang/konsultan atas “perintah” atasan atau pihak lain.diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan lelang. Persiapan RFP (Permintaan Proposal) I. Pengiklanan Sedang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Iklan yang tidak layak: misalnya pemberian Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah persyaratan yang membatasi kompetisi. penggunaan Barang/Jasa Pamsimas surat kabar dengan sirkulasi terbatas dlsb Iklan palsu Jika panitia pengadaan mewajibkan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah peserta lelang untuk menghadiri rapat pra. meskipun untuk paket pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Rapat Pra-Lelang Sedang 109 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .5. berbagi keuntungan antar pemain.1.6.1 Matriks Risiko Korupsi dan Tindakan Pencegahan I. Kapasitas Panitia Pengadaan Tinggi Barang I. Persiapan Perkiraan Harga Pemilik (Owner Estimate. Persiapan kriteria pemilihan Sedang dalam dokumen penawaran Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang /Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.4. OE) Resiko Tinggi Kesempatan adanya Korupsi Me-mark-up perkiraan harga pemilik (OE) dan informasi perkiraan harga pemilik dibocorkan kepada kontraktor/konsultan agar harga “mark-up” dimasukkan ke dalam penawaran/proposal.2. Kurangnya standar informasi ‘cost/base’ mempersulit apakah perkiraan harga asli dan perkiraan harga pemilik masuk akal. Kriteria dibuat agar cocok dengan konsultan tertentu Tindakan Pencegahan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Kolusi antar pemain untuk memperkaya diri. Pencegahan Resiko Kolusi Peta Risiko Korupsi I.

Evaluasi Proposal Tinggi I. Penentuan Pemenang Kontrak Tinggi I.12.11. Daftar Pendek (shortlist) Tinggi Manipulasi informasi mengenai perusahaan atau individu yang masuk dalam daftar pendek agar perusahaan atau individu tertentu dimasukkan dalam daftar pendek Desakan/tekanan dari atasan untuk agar perusahaan tertentu dimasukkan dalam daftar pendek seringkali mengakibatkan perusahaan yang tidak masuk kualifikasi masuk dalam daftar pendek Melakukan mark-up untuk mendapatkan kickback Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Perpanjangan masa berlaku pelelangan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan proses.9.PAMSIMAS barang yang sederhana dan jenis pekerjaan yang ringan untuk dilaksanakan. I. Reputasi konsultan/peserta Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Peserta Lelang/Konsultan mungkin terlibat Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 110 110 .13.10 Pembukaan proposal teknis Tinggi dan keuangan I.14. Penyimpanan proposal teknis dan keuangan ditempat aman untuk menjaga kerahasiaan Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Kolusi antara konsultan dan panitia Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah pengadaan untuk merubah proposal teknis diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang & dan/atau keuangan yang sebelumnya Jasa PAMSIMAS sudah masuk dan dibuka Manipulasi Berita Acara Pembukaan Penawaran Lelang Keterlambatan dalam mengevaluasi Proposal teknis dan/atau proposal keuangan memungkinkan terjadinya praktik “tawar-menawar”. Perpanjangan masa berlaku Tinggi pelelangan I.7.8 Penyerahan proposal biaya Sedang I. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. maka beberapa peserta lelang mungkin tidak diuntungkan.

1. kepada masyarakat) dalam panduan proyek. praktik kolusi berupa pemberian kontrak untuk penawar yang disukai. kelompok masyarakat yang berlainan dan menerapkan perimbangan jender untuk mencegah nepotisme.15 Kualitas produk/jasa Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.3. Penyalahgunaan wewenang oleh aparat TKM membuat laporan kemajuan dan penggunaan desa dalam setiap tahap proses dapat uang secara berkala kepada masyarakat menyebabkan resiko tidak/kurangnya Papan pengumuman dipasang di desa untuk terakomodasi aspirasi/kebutuhan menginformasikan kegiatan proyek. dan pegawai pemerintah dapat mengambil uang pembayaran di belakang (kickback) dari perbedaan tersebut Melakukan supervisi kontrak dengan kualitas rendah secara sengaja.2 Pelatihan masyarakat Sedang II. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat Peta Risiko Korupsi II. upaya kolusi dan nepotisme. Pada tingkat desa. Hal ini akan dikaji secara berkala oleh fasilitator dan secara acak oleh tim monitoring dan evaluasi. Pemerintah desa Sedang 111 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . pengkajian dilakukan setiap 3 II.16 Keseluruhan Pengadaan Barang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas II. Penyaluran Dana Resiko Sedang Kesempatan adanya Korupsi Tindakan Pencegahan Penyuapan terhadap pejabat pemerintah Menetapkan kriteria yang transparan untuk dan desa baik oleh kontraktor maupun oleh pembayaran dan penyaluran hibah (dari DPMU masyarakat penerima manfaat. penurunan kualitas produk/jasa diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. dan/atau terlibat dalam praktek korupsi/penipuan pada masa lalu (proyek-proyek sebelumnya) Produk/jasa yang diberikan di bawah kualitas yang disebutkan di dalam TOR. dan menerima kickback dari konsultan/supplier/kontraktor Risiko kickback. masyarakat dalam penyediaan air minum Memastikan transparansi informasi dan dan sanitasi serta minimnya keterlibatan penyebarluasan secara memadai untuk mencegah masyarakat dalam pelaksanaan fisiknya. Meningkatkan penanganan pengaduan.PAMSIMAS lelang dalam konflik kepentingan. Peserta pelatihan hanya terdiri dari Memastikan pelatihan masyarakat melibatkan kelompok tertentu tanpa melibatkan orang sebanyak mungkin peserta yang berasal dari miskin.

5.PAMSIMAS bulan oleh masyarakat sendiri. dan pemeliharaan. II. Audit terhadap pembukuan desa akan dilakukan berdasarkan sampel dan kebutuhan untuk menyelesaikan masalah. penduduk terpencil pelaksanaan proyek. Pengembangan organisasi Sedang institusional desa dalam operasi dan pemeliharaan II. Tekanan/desakan dari pegawai pemerintah Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah untuk membeli barang/peralatan/material diatur dalam Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di kepada supplier tertentu Tingkat Masyarakat. Kickback kepada pegawai pemerintah Lemahnya pendokumentasian di tingkat masyarakat TKM (Tim Kerja Masyarakat) melakukan pengadaan semua material/peralatan tanpa melibatkan masyarakat desa (anggota masyarakat terpilih) sebagai panitia pengadaan Kurangnya kapasitas TKM tentang kualitas material/peralatan TKM membeli material/peralatan dari satu supplier. memantau dan menyetujui proses seleksi Resiko kecurangan Surat pernyataan minat harus diketahui dan Resiko pejabat daerah meminjamkan lebih ditandatangani oleh masyarakat termasuk kelompok dahulu kontribusi masyarakat sehingga masyarakat yang terpinggirkan berakibat ybs mempengaruhi jalannya proses selanjutnya. Surat Pernyataan minat mengenai kontribusi tunai sebesar 4% dari total biaya konstruksi II. Pembelian barang/peralatan/material oleh masyarakat Sedang Tinggi Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 112 112 .4.7.6. Kemampuan tim operasional dan Konsultan/executing agency memberikan pemeliharaan dalam mengelola. dibantu fasilitator bila diperlukan. wakil PMC harus mengkaji. Resiko adanya praktik kolusi Resiko nepotisme TKM harus dipilih melalui pertemuan masyarakat Kemampuan TKM yang dihadiri oleh semua anggota masyarakat. peningkatan kapasitas dalam operasional dan mengoperasikan dan menjaga sarana dan pemeliharaan juga dalam menetapkan tarif operasional Memastikan adanya mekanisme transparansi. dan kelompok perempuan Executing agency melalui fasilitator masyarakat. Pemilihan Tim Kerja Masyarakat (TKM) Sedang II. Penunjukan langsung bukannya pemilihan akan memberikan pelatihan TKM . Forum desa tidak mengikutsertakan Anggota TKM harus bertanggungjawab dalam masyarakat miskin.

Reputasi dari kelompok masyarakat penerima hibah Tinggi II. dan/atau terlibat tindakan korupsi/penipuan di masa lalu Kelompok Masyarakat mungkin dalam situasi konflik kepentingan.10. Pelaksanaan sub proyek sebagai hibah masyarakat Sedang II. untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan TFM akan mengkaji kemampuan kelompok yang dibutuhkan untuk hibah masyarakat. masyarakat dan pelatihan yang diperlukan. Material/peralatan yang dibeli oleh warga akan dikenakan PPN. kelompok masyarakat diharuskan menandatangani pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam situasi konflik kepentingan. dan/atau terlibat dalam praktik korupsi/penipuan di masa yang lalu yang jika tidak mereka akan dikeluarkan dari pelelangan dan akan diambil tindakan hukum oleh pemerintah. Fasilitator/DPMU mengarahkan TKM untuk membeli material dari supplier tertentu dengan potongan harga (tanpa mempertimbangkan kualitas material) Panitia Pengadaan memanggil calon pemenang kuat dan melakukan tawarmenawar besarnya kontrak. Hal ini dapat berakibat kepada buruknya kinerja memerlukan persetujuan konsultan kabupaten dan dan kualitas produk pengawasan oleh PMC.11. Semua kelompok masyarakat diminta untuk menginformasikan sejak awal bila anggota dewan komisaris/direksi dan anggota keluarga dekat mereka adalah: (i) anggota panitia lelang dari pelelangan yang akan diikuti dan juga (ii) eselon I – IV dari departemen yang terlibat dalam proyek.9. II. Kelompok masyarakat tidak mempunyai Konsultan manajemen regional dikontrak untuk kapasitas dan sumber daya yang memadai membantu masyarakat. Pernyataan ini akan dipublikasikan di forum desa. Supplier mungkin dalam situasi konflik kepentingan.PAMSIMAS Lemahnya pendokumentasian nota pembelian. Keterlambatan dalam membuat disain Rencana pengadaan barang secara rinci harus 113 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak. dan/atau terlibat kegiatan korupsi/penipuan pada masa lalu. Perencanaan teknis Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Sebagai bagian dari proposal yang diserahkan.8. Reputasi dari Supplier Tinggi II.

staf perencanaan. hal ini akan berakibat pada biaya total konstruksi khususnya kontribusi masyarakat Pengawasan teknis yang kurang layak oleh Konsultan Teknis DPMU atau Kajian yang tidak independen oleh Konsultan Pengawas Proses (PMC) dapat menambah biaya total atau disain yang buruk dengan kemungkinan tingkat kegagalan yang tinggi disatukan dalam perjanjian hukum dan akan menjadi dasar bagi setiap kegiatan pengadaan barang.2. pemegang uang muka. (iii) Persyaratan CPMU untuk melaksanakan pelatihan yang memadai tentang panduan proyek untuk semua staf. bendahara. Proses Rekruitmen TFM.PAMSIMAS sebagai menu dari opsi teknis teknis akan menguntungkan konsultan. pembuat SPM) pada tingkat Kabupaten tidak didasarkan pada wewenang dan kualifikasi fungsional mereka. Meningkatkan keterbukaan. Penunjukan Unit Pelaksana Sedang Proyek (Satker) and stafnya (pembuat komitmen. sesuai dengan perencanaan Pamsimas). Konsultan kabupaten juga harus memeriksa perencanaan biaya sebelum evaluasi. Risiko minimnya kapasitas staf PMU. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan Peta Risiko Korupsi Resiko III.1. (ii) mensyaratkan adanya penilaian kinerja tahunan sesuai kriteria tersebut. Risiko tindakan kolusi untuk merekrut konsultan yang disukai. bendahara. Tinggi PMU dsb. Ada dua alasan yang mungkin melandasi penunjukan tersebut: (i) Proyek dianggap kurang prioritas oleh pihak lain. III. Tindakan Pencegahan Panduan proyek mencakup: (i) kriteria pemilihan dan indikator kinerja manajer proyek. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertanggung jawab untuk mengevaluasi RKM (memeriksa proposal biaya. (ii) Pilih kasih (favoritism) II. penanganan keluhan seperti yang dicantumkan dalam Keppres 80/2003 Proyek akan mengadakan pelatihan tentang pengelolaan dan keuangan proyek Evaluasi rutin terhadap kinerja konsultan (perlu dipertimbangkan penghargaan terhadap konsultan dengan kinerja terbaik). dan staf keuangan. Kesempatan adanya Korupsi Minimnya kapasitas dan transparansi dapat mengakibatkan tindakan kolusi. Terdapat kemungkinan perkiraan anggaran (RAB) untuk konstruksi menjadi tinggi karena lemahnya kinerja konsultan atau survei yang tak lengkap. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 114 114 .

kualitas dan kuantitas barang. Panitia seleksi diharuskan menunjukkan komitmen mereka untuk mewujudkan proses seleksi yang jujur. Pemilihan Desa Sasaran Sedang Rendah Kurangnya pengalaman DPMU dapat mengakibatkan penyalahgunaan dana. III. Menghindari konflik kepentingan dengan menyediakan pedoman kriteria pemilihan masyarakat penerima manfaat Pamsimas Menetapkan kriteria mekanisme seleksi tim pengelola hibah desa yang disepakati. Lemahnya transparansi dan proses yang berpihak.3. obyektif dan transparan dan menghindari penyalahgunaan wewenang dan diskresi dalam pemilihanb untuk memenuhi kepentingan pribadi. Konflik kepentingan. Penunjukan Tim yang Rendah mengelola hibah desa di tingkat masyarakat 115 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .5. verifikasi pembayaran. Mengumumkan kriteria kepada masyarakat dan mengadakan penilaian kinerja tahunan. perbandingan harga antara harga kontrak dan harga pasar. keluarga. obyektif dan transparan sesuai petunjuk Bank. Pemilihan tidak dilakukan berdasarkan kemampuan dan konsensus masyarakat. Executing Agency dan Implementing Agency harus mengadakan audit tahunan oleh pihak ketiga. yang mencakup audit terhadap pengadaan dan hasil pelaksanaan (‘end-use check’. Kriteria seleksi dibuat berdasarkan prinsip meritokrasi bahwa hanya yang paling berkualitas yang akan direkrut. Publikasi Laporan Audit Rendah Risiko bahwa informasi mengenai kemajuan dan hasil pelaksanaan proyek (termasuk tindakan penyalah-gunaan. Mekanisme Akuntabilitas Sub-projek III. kolusi dan nepotisme jika ada) tidak tersedia. Nama-nama calon harus diumumkan sekurangkurangnya seminggu sebelum pemilihan III. Menggunakan pengawasan proyek dan supervisi untuk mengurangi risiko. pekerjaan atau jasa. tetapi pada kedekatan kekeluargaan antara calon dan elit desa. III.6. TFM akan diseleksi berdasarkan kinerja mereka setelah melalui pelatihan pra-tugas.4. kelompok dan/atau kepentingan lainnya dengan menandatangani ‘Pakta Integritas’ sesuai dengan peraturan pemerintah yang relevan (Keppres 80/2003). dll) Membuat laporan audit dan semua tanggapan oleh pemerintah tersedia untuk umum segera setelah penerimaan laporan akhir yang disiapkan sesuai dengan persetujuan pinjaman/kredit.PAMSIMAS Pemilihan semua personil harus dilaksanakan melalui mekanisme yang sepenuhnya jujur. Penunjukan calon yang tidak berkualitas.

Laporan/dokumen pendukung fiktif seperti Menyiapkan pedoman untuk mengawasi klaim biaya perjalanan dan pengeluaran untuk pengeluaran yang ditunjang oleh bukti-bukti yang workshop/ pelatihan.7. antara lain. tanda terima pembayaran. Pelatihan Fasilitator & Konsultan Sedang III. Karena keterbatasan kemampuan. Pemilihan desa harus benar-benar berdasarkan data kemiskinan dan tingkat kebutuhan masyarakat atas air dan sanitasi Meningkatkan mekanisme oleh Bank Mekanisme monitoring dan evaluasi mencakup penilaian kualitas pelatihan III. keuangan. data fisik dan keuangan. relevan. termasuk laporan kegiatan. laporan tentangpengarsipan pengadaan barang dan pelaksanaan. termasuk penundaan pengujian kualitas ) sengaja tidak pembayaran dan penggantian personil bila disediakan untuk menutupi praktik korupsi. Hal ini berdasarkan kerangka acuan yang disetujui oleh Bank sebelum negosiasi.10. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 116 116 .PAMSIMAS III.8. absensi. audit internal oleh Inspektorat Jenderal mensyaratkan adanya bantuan teknis. Pengarsipan Sedang Meningkatkan penanganan keluhan dan sanksi atas keterlambatan pembayaran. tiket. dll. sebuah pengkajian atas pengendalian internal terhadap implementing agency proyek dan pernyataan bahwa semua pencairan dana proyek dilakukan merupakan pengeluaran yang layak dibiayai. Pemilihan lokasi proyek (desa) Sedang Negosiasi mungkin dilaksanakan dalam pemilihan desa antara executing agency dan perwakilan dari kabupaten Dilaksanakan dengan tidak layak. audit. pembukuan keuangan dan penanganan lanjut bila surat masuk dan keluar dan dokumen arsip tidak dipelihara. Dokumen proyek (seperti pengadaan Menetapkan pedoman yang jelas barang. Hasil dari pengkajian ini akan di laporkan kepada Bank dan external auditor. kontrak. Pembayaran Gaji Konsultan (TFM) Sedang III. Mekanisme penilaian kinerja konsultan oleh perusahaan dan harus dikaji dan disetujui oleh Bank Executing agency (dengan bantuan Bank) akan menyiapkan prosedur operasional untuk konsultan. tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal Keterlambatan pembayaran gaji konsultan dapat memberikan dampak terhadap kinerja proyek seperti penyalahgunaan dana dan peningkatan harga (mark up).11. termasuk.9. Pembayaran Tinggi III. diperlukan. Membandingkan laporan harga di lokasi yang berbeda dan memberikan perhatian atas perbedaan yang diakibatkan masalah dalam akses dan ruang lingkup aktifitas.

Pemantauan oleh masyarakat. III. dan sanksi untuk mereka yang mencairkan dana tidak sesuai peraturan. Membentuk tim yang berfungsi untuk memberikan pelatihan pembukuan dan manajemen proyek Peningkatan dalam penanganan keluhan. Pencairan dana di tingkat desa dilakukan Executing agency harus menyiapkan prosedur tetap secara sekaligus. setelah FM dan TKM menyerahkan estimasi anggaran.1 Terbatasnya diseminasi informasi yang terkait proyek. Hal ini merupakan langkah penting karena standar tindakan yang ditetapkan pemerintah perlu diperkuat untuk mengurangi resiko korupsi.PAMSIMAS Pedoman penyebarluasan informasi mengenai kontrak-kontrak yang sudah diputuskan Membuat data proyek yang layak dan sistem pembukuan Resiko keterlambatan pelaksanaan proyek Menyederhanakan proses penyaluran dana. untuk penyaluran dan penggunaan dana Resiko ketidaklengkapan/ ketidaksesuaian Pedoman penyerahan dokumen lengkap yang dokumentasi keuangan menjadi persyaratan surat perintah membayar kepada KPN Depkeu akan tercantum dalam pedoman proyek. Penyaluran dan penggunaan dana Tinggi IV. Diseminasi tujuan dan aturan proyek dan peraturanperaturan melalui pertemuan-pertemuan dan rapat kerja di tingkat Kabupaten 117 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Keterbukaan Informasi IV. Penggunaan dana harus tranparan – ditempelkan di papan pengumuman Pencairan dana di desa dilakukan berdasarkan kebutuhan di setiap tahap pelaksanaan.12. Rendah Informasi terbatas untuk Unit Pelaksana. Forum pertanggungjawaban desa akan dilaksanakan dan dihadiri oleh seluruh anggota masyarakat. Proyek akan mempekerjakan tim independen sebagai auditor untuk memastikan bahwa pengeluaran bersifat wajar Staf keuangan dan manajemen dalam CPMU dan PPMU akan mengawasi dan mengaudit aspek keuangan.

Penanganan Pengaduan V.2 Diseminasi informasi Sedang V. termasuk penelusuran keluhan dan pengukuran efektifitas penerapan sistem ini. dll. mesjid. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 118 118 .PAMSIMAS Pastikan bahwa kantor-kantor Pamsimas mengetahui peran dan tanggungjawabnya dan bagaimana masing-masing bertanggung-jawab terhadap agendanya Informasi dipegang oleh kelompok tertentu Setiap informasi terkait proyek harus disebarluaskan secara terbuka kepada masyarakat dan pihak-pihak lain untuk mengendalikan dan memantau kinerja dan dampak program Fasilitator harus memastikan bahwa desa-desa miskin. terpencil dan kelompok wanita (dlsb. Termasuk di dalamnya menempelkan pengumuman dan deskripsi singkat mengenai hibah desa di ruang publik seperti balai desa.) memperoleh informasi yang diterima sebagaimana masyarakat lainnya Penguatan mekanisme penanganan pengaduan dan sanksi untuk mereka yang membatasi informasi IV.I. Penanganan Pengaduan Sedang Keluhan tidak ditangani secara memadai Membangun mekanisme penanganan keluhan secara rinci.

Penguatan Keterbukaan Informasi di Pamsimas. Penyebaran dokumen Pamsimas kepada publik antara lain: a Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia menyediakan kepada publik segera setelah selesainya kajian mid-term proyek dilaksanakan sesuai dengan perjanjian pinjaman. pekerjaan atau jasa. dengan bea yang wajar untuk membayar biaya cetak dan pengiriman. ringkasan evaluasi semua lelang dan proposal untuk kontrak yang diajukan.2. Mekanisme ini akan dirinci dalam Panduan Proyek dan mencakup kegiatan berbagi informasi dengan media. Berikut adalah contoh bagaimana Pamsimas akan mengurangi risiko korupsi melalui penguatan keterbukaan informasi. dokumen terkait hanya akan disediakan setelah pemberitahuan pemberian kontrak kepada perusahaan pemenang. termasuk informasi terbaru. Membuka kepada semua peserta lelang dan semua pihak yang memasukkan proposal untuk kontrak tertentu. laporan kajian mid-term dan aide memoire yang dipersiapkan untuk tujuan tersebut. dan dalam kasus prakualifikasi.PAMSIMAS 4. Informasi dalam ringkasan tersebut akan dibatasi pada daftar peserta lelang. Masing-masing dokumen tersebut akan disediakan sampai satu tahun setelah penyelesaian kontrak dimasukkan dalam pertanyaan untuk barang. Apabila diminta. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia dapat menyediakan kepada publik segera setelah menerima semua laporan akhir audit (keuangan atau selain itu. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia untuk publik: • • menyediakan segera b c • • Semua rencana dan jadwal pengadaan tahunan. segera setelah pemberitahuan penghargaan kontrak kepada pemenang lelang. semua 119 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Apabila diminta semua daftar pendek konsultan. Fotokopi kliping media akan dikirimkan ke CPMU untuk dibahas dan diarsip. semua dokumen lelang dan permintaan proposal yang dikeluarkan sesuai dengan persyaratan pengadaan dalam perjanjian pinjaman. Dengan berkonsultasi kepada pihak Bank. Implementing Agency akan menetapkan mekanisme dalam hal apa media dan kelompok masyarakat madani dapat terlibat untuk mengawasi kemajuan proyek (lihat juga tentang Pengawasan oleh Masyarakat Madani. daftar-daftar supplier pra-kualifikasi. Tindakan lain terkait penyebarluasan dokumen Pamsimas kepada publik dijabarkan di dalam matriks berikut. termasuk laporan audit yang disetujui) yang disiapkan sesuai dengan perjanjian pinjaman dan semua tanggapan resmi dari pemerintah terkait dengan laporan tersebut. Dalam hal dokumen yang diminta adalah dokumen lelang dan permintaan proposal dari peserta lelang yang menunjukkan ketertarikan. di bawah).

ringkas. Satu ringkasan informasi dan kemajuan proyek. dan rapat kerja dan lain-lain kegiatan terkait proyek akan dimuat dalam laporan tersebut. metoda pengadaan yang diikuti dan tujuan dari kontrak. IFR akan dibuat tahunan dan akan ditempatkan dalam situs proyek. kemajuan pelaksanaan. segera setelah pemberian kontrak. Beberapa dokumen akan diringkas agar memberikan akses yang lebih baik terhadap informasi utama. Mempublikasikan secara luas informasi penghargaan kontrak untuk semua kontrak. termasuk masalah dan solusinya. daftar semua kontrak yang diberikan dalam tiga bulan sebelum tanggal permintaan mengenai suatu proyek. jumlah peserta lelang/proposal. Informasi terpenting mengenai kontrak. Situs tersebut juga memuat data dasar mengenai jumlah. Panduan pengelolaan proyek Akses yang mudah kepada publik untuk mendapatkan versi Indonesia dari Rencana Anti Korupsi proyek. segera setelah diminta. Rincian lengkap tentang bagaimana masing-masing dokumen tersebut di atas akan disediakan oleh Executing and Implementing agencies akan dituangkan dalam panduan proyek. Konsolidasi Program Kerja Tahunan dan harus disetujui oleh Bank. • • • • • Hampir semua dokumentasi di atas harus ditempatkan secara lengkap dalam situs proyek dan dalam bentuk cetakan (hardcopies). dalam bentuk standar akan disiapkan untuk memastikan adanya pelaporan kemajuan tahunan untuk lembaga non-pemerintah dan media tingkat nasional dan lokal.PAMSIMAS nilai lelang dan proposal keuangan yang dibacakan pada saat pembukaan penawaran lelang dan proposal keuangan. Format sederhana. Setelah diminta oleh perorangan atau perusahaan. penawaran dan proposal yang dinyatakan tidak-tanggap (bersama dengan alasan untuk penilaian itu). Data dari laporan tersebut akan dipublikasikan setiap bulan dalam website oleh CPMU. akan dimuat dalam IFR (Interin Un-Audited Financial Report) dan dipaparkan kepada forum masyarakat madani (misalnya LSM) dalam bentuk cetakan di tingkat pusat dan propinsi. termasuk nama penyedia/supplier/konsultan. nilai kontrak. nama pemenang lelang dan nilai kontrak. Ringkasan tersebut akan disediakan kepada publik. jenis dan status keluhan untuk setiap propinsi dan kabupaten. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 120 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful