PAMSIMAS

KATA SAMBUTAN
Sektor air minum dan sanitasi merupakan pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Tidak memadainya prasarana dan sarana air minum dan sanitasi, khususnya di perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan dan lingkungan yang memiliki dampak lanjutan terhadap tingkat perekonomian keluarga. Penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi yang baik akan memberi dampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta waktu yang dapat dihemat dari usaha untuk mendapatkan air minum dan sanitasi yang baik. Ketiga dampak tersebut akan memberikan dampak lanjutan berupa peningkatan produktivitas masyarakat.
Pamsimas adalah kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dananya berasal dari kontribusi masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Bank Dunia. Kegiatan ini didukung oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Departemen Dalam Negeri dan Departemen Kesehatan.

Tujuan Pamsimas secara umum adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat. Program ini akan menjadi model untuk direplikasi, diperluas (scalling up) dan diarusutamakan (mainstreaming) di daerah lain, dalam upaya mencapai target MDGs.
Pamsimas merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Water Supply and Sanitation for Low Income Communities Project (WSLIC). Lokasi kegiatan ditetapkan berdasarkan empat kriteria, yaitu termasuk desa miskin, rendahnya ketersediaan air minum dan sanitasi, tingginya kejadian penyakit terkait air, dan belum menerima bantuan sejenis dalam dua tahun terakhir. Pemerintah menargetkan 15 provinsi, 110 kabupaten/kota, dan 5.000 desa/kelurahan.

Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas dan Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat dimaksudkan sebagai pedoman para pelaksana yang terkait dengan pelaksanaan program ini dan apabila ada kendala dalam pelaksanaan di lapangan, pedoman ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan masukan-masukan yang ada berdasarkan kondisi di lapangan sepanjang disetujui oleh pihak executing agency maupun Bank Dunia. Melalui pelaksanaan program Pamsimas yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pedoman Pamsimas, diharapkan kebutuhan masyarakat akan air minum dan sanitasi yang layak dapat terpenuhi sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan tingkat ekonomi sosial masyarakat.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya

Budi Yuwono P.
NIP. 110020173

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

2

PAMSIMAS

KATA PENGANTAR
Edisi 2010
Salah satu poin pembelajaran dari pelaksanaan program PAMSIMAS tahun 2009 adalah perlunya dilakukan review dan penyempurnaan terhadap buku pedoman dan petunjuk teknis Program PAMSIMAS untuk pelaksanaan di tahun 2010. Penyempurnaan yang dilakukan bertujuan untuk lebih menegaskan dan menjelaskan kebijakan program agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dalam pelaksanaan di derah/lapangan, dengan memegang prinsip tidak merubah substansi dasar kebijakan program PAMSIMAS yang telah ditetapkan. Berdasarkan masukan dari para pelaku program PAMSIMAS, buku pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tahun 2010 mengalami perubahan baik yang bersifat redaksi maupun substansi. Perubahan redaksional meliputi pembetulan penulisan dan pengaturan paragraf, kalimat, kata, dan ejaan agar lebih mudah dipahami oleh seluruh pelaku program PAMSIMAS. Perubahan subtansi sebenarnya tidak ada, kecuali hanya untuk lebih menegaskan dan lebih memperjelas kebijakan dasar program PAMSIMAS yang dimaksud dalam buku pedoman dan petunjuk teknis melalui penambahan dan pengurangan beberapa paragraf dan kalimat. Perubahan-perubahan yang dimaksud antara lain: 1) Merubah pembahasan tentang Audit yang semula ada pada Bab Pengelolaan program, menjadi pada Bab Pendanaan program 2) Menghilangkan gambar alur pelaporan untuk dimasukan pada penjelasan petunjuk teknis tentang pemantauan, evaluasi dan pelaporan 3) Menghilangkan lampiran tentang Pelaksanaan, Safeguard, Operasi dan Pemeliharaan, Monitoring dan Evaluasi, Penanganan Pengaduan dan Relasi Publik serta Laporan dan Audit untuk kemudian akan masuk pada petunjuk teknis masing-masing. 4) Buku-buku petunjuk teknis: a. Petunjuk Teknis Perencanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat b. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat c. Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Tingkat Masyarakat d. Petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Tingkat Masyarakat e. Petunjuk Teknis Pengamanan Lingkungan dan Sosial f. Petunjuk Teknis Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan g. Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan h. Petunjuk Teknis Pengarusutamaan Pamsimas 5) Buku-buku suplemen / modul: a. Buku Kumpulan Format b. Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum, c. Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi, d. Gambar Tipikal Standard Sarana Air Minum dan Sanitasi e. Buku Saku Program Pamsimas, f. Leaflet dan Poster. Semoga buku pedoman dan petunjuk teknis dan supplemennya ini dapat lebih mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas. Kritik dan masukan sangat diharapkan demi optimalnya fungsi buku-buku dimaksud terhadap kelancaran dan keberhasilan program Pamsimas,

Jakarta, Desember 2009 Tim Pamsimas

3

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. KATA SAMBUTAN ……………………………………………………… KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI ......................................................................................... DAFAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... DAFTAR SINGKATAN / ISTILAH ....................................................... 1 2 3 4 7 8 9 10

1

PENDAHULUAN .................................................................................. 1.1 1.2 1.3 LATAR BELAKANG ................................................................... TUJUAN ...................................................................................... SASARAN ................................................................................... 1.3.1 1.3.2 1.4 1.5 Sasaran Program ........................................................... Sasaran Lokasi ..............................................................

14 15 15 15 15 16 17 18 18 18 20 21 22 22 22

PRINSIP DAN PENDEKATAN ……………................................. UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN ................ 1.5.1 1.5.2 Replikasi ......................................................................... Perencanaan Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan ...........................................................

1.6 1.7 2

BUKU-BUKU PANDUAN ............................................................ CLIENT CONNECTION WEBSITE .............................................

KOMPONEN PROGRAM .................................................................... 2.1 KOMPONEN 1 : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL .......................... 2.1.1 Pelaksanaan Proses CDD di Tingkat Masyarakat .......

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

4

3 PENGELOLAAN PROGRAM ........2 Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi.....3 25 2..................................8 3......... Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah . LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM .........................2 2......9 Kelembagaan di Tingkat Pusat .5 KOMPONEN 5 : DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK .......................1 3...................2.. Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana ..1... PENGADAAN BARANG/JASA ............. Kabupaten/Kota.... dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program ...............................................5.... 2................................ RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI .........3... 2..................4 KOMPONEN 3 : PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI UMUM ....2. SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN .3 3..PAMSIMAS 2................. 2.................... Kabupaten/Kota..2...................................... dan Kecamatan untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Penyediaan SAM dan Sanitasi dengan pendekatan CDD ... Penguatan Unit Higiene dan Sanitasi Lokal ....................5 3.... PMAC untuk PPMU dan DPMU ..............2.......................................3.1 2..........................2 2..................................1 2................ 27 27 28 28 29 32 34 34 34 35 35 35 35 36 36 38 38 38 42 43 48 49 49 49 50 51 52 2...............3 CMAC untuk CPMU ........4 Program Marketing Sanitasi dan Hygiene ......................... 2............5................ DUKUNGAN KELEMBAGAAN .....3 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS BANTUAN/LAYANAN .....3 2.... PEMANTAUAN .......4.............2 Insentif untuk Desa/Kelurahan ..................3.... Penilai Proyek Independen .......3..........1....4 3..... 2........ PENGAMANAN/SAFEGUARD ........ Kelembagaan di Tingkat Provinsi ....................2 3............6 3................... Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi.5............... KOMPONEN 4 : INSENTIF UNTUK DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA ................................................................... OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN .....2 KOMPONEN 2 : PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HYGIENE DAN SANITASI ........ Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota ... 5 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ....4 3.................................................7 3.......1 3...................4..............2 3......... 3......................... 3.............. Insentif untuk Kabupaten/Kota .......3 2.....................1 Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ...................................................................................................... 24 2.........................................

..10 EVALUASI .......................................2............................................................................................................. 4...............................................2 APBN ..........3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA ..................1. External Audit ...... 4........................................................................5.......................2. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 6 ............................................................................................... 4.....................................................................2 Internal Audit .......................... 3...............1......................... APBD Provinsi ........11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT ...........1 4..3 4..........12 PELAPORAN ............................................................................... Pembukuan dan Akuntansi ...2 4.......................... LAMPIRAN ..... 4................... 4.................................... Kontribusi Masyarakat ................... A B C D 4.......................................................................................1 4................2 Dana Kredit IDA .............. 57 57 57 59 59 59 59 59 60 60 60 61 62 62 63 63 64 65 65 65 66 67 Kategori Pembiayaan ..3 Penganggaran ........................................... PENANGANAN FINANCIAL MANAJEMEN ......2..............1.1 4....... Pelaporan Anggaran ........PAMSIMAS 3.............................................................5.4 MEKANISME PENYALURAN DANA DI TINGKAT MASYARAKAT .............................................................. Dana Rupiah Murni .................................................................... 4................... 4........... 4 PENDANAAN PROGRAM ..................................1 SUMBER DANA ............5 AUDIT ...... 3........................................... APBD Kabupaten/Kota ......................................

....1 3......... Komponen Pembiayaan Pamsimas .... Peran dan Tanggungjawab keMenterian dan Departemen Terkait dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ..... Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas ................... Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Kabupaten/ Kota dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ................2 3...4 3.........5 4.3 3.................1 Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program ...............PAMSIMAS DAFTAR TABEL No...... Halaman 37 40 42 44 56 61 7 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ............. JUDUL TABEL 3.. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Provinsi dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas .

...PAMSIMAS DAFTAR GAMBAR No. Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat ..1 4..... JUDUL GAMBAR 1... Halaman 17 65 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 8 ....1 Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas .

.............……....... 3... 2.... Rencana Tindak Anti Korupsi ..... JUDUL LAMPIRAN 1.............................PAMSIMAS DAFTAR LAMPIRAN No......... Daftar Lokasi Program Pamsimas ............ 4... Halaman 67 70 83 108 9 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ....……………………........... Organisasi Pelaksana Pamsimas …………………………………........ Pemilihan Lokasi Program …………..........

PU DJCK DIPA DitPAM DJPb Depkeu DPPHLN Depkeu DPR : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Anggaran Berbasis Kinerja Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Analisis Dampak Lingkungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Buang Air Besar Berita Acara Permintaan Pencairan Dana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bank Indonesia Badan Keswadayaan Masyarakat Bantuan Langsung Masyarakat Biaya Operasional Proyek Badan Permusyawaratan Desa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Capacity Development Community Driven Development Community Led Total Sanitation Central Management Advisory Consultant Central Project Implementaion Unit Central Project Mangement Unit Selection based on Consultant’s Qualifications District Coordination Committee / Tim Koordinasi Kabupaten/Kota District Coordinator Facilitator Detailed Engineering Design / Rancangan Rinci Kegiatan Departemen Dalam Negri Departemen Kesehatan Departemen Keuangan Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Perbendaharaan.PAMSIMAS DAFTAR ISTILAH & SINGKATAN ABK AD/ART ANDAL APBD APBN BAB BAPPD Bappeda Bappekab/kot Bappeprov Bappenas BI BKM BLM BOP BPD BPKP CD CDD CLTS CMAC CPIU CPMU CQS DCC/TKK DCF DED/RRK Depdagri Depkes Depkeu Dep. Departemen Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 10 . Departemen Keuangan Direktorat Pengelolaan Pinjaman & Hibah Luar Negeri.

PAMSIMAS DPRD DRA Fasilitator FA FGD/DKT FMR GA GoI GPN HHS HU ICB IDA IDR IFR IMAS Initial Deposit KDP/PPK KKN KPPN LCB LCS LKM LSM MAK MDGs MPA NCB NGO NPPHLN NOL OD ODF OMS P2KP/UPP PAD PAH PA/KPA Pamsimas : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Demand Responsive Approach Tenaga Pendamping Program Pamsimas di masyarakat Financing Agreement Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah Financial Management Report Grant Agreement Government of Indonesia General Procurement Notice Health and Hygiene Specialist Hidran Umum International Competitive Bidding International Development Association Indonesia Domistic Rate Interim Financial Report Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi Dana Awal Kecamatan Development Programme / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Korupsi Kolusi Nepotisme Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Local Competitive Bidding Least-Cost Selection Lembaga Keswadayaan Masyarakat. merupakan nama generik yang dahulu dinamakan BKM Lembaga Swadaya Masyarakat Mata Anggaran Keluaran Millennium Development Goals Methodology for Participatory Assessment National Competitivie Bidding Non Goverment Organization Nota/Naskah Perjanjian Pinjaman / Hibah Luar Negeri No Objection Letter Open Defecation Open Defecation Free Organisasi Masyarakat Setempat Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan / Urban Poverty Project Project Appraisal Document Penampung Air Hujan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat 11 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .

PAMSIMAS PCC/TKP PCSC PDAM PHAST PHLN PMAC PMD PMC PMM PODES POM PPh PPK PPM PPN PRA PT/KU QBS QCBS RAB Renstra RFP RKA-KL RKA-SKPD RKL RKM/CAP RPJM RPIJM RPL RT/RW SA Satker SCC SE-DJP Depkeu SIM SKPD SKS SNVT SOP SPK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Provincial Coordination Committee / Tim Koordinasi Provinsi Project Coordination and Steering Committee Perusahaan Daerah Air Minum Participatory Higiene and Sanitation Transformation Pinjaman / Hibah Luar Negeri Provincial Management Advisory Consultant Pemberdayaan Masyarakat Desa Process Monitoring Consultant Project Management Manual Potensi Desa Project Operational Manual Pajak Penghasilan Pejabat Pembuat Komitmen Penanganan Pengaduan Masyarakat Pajak Pertambahan Nilai Participatory Rural Appraisal Public Tap / Kran Umum Quality Based Selection Quality and Cost Based Selection Rencana Anggaran Biaya Rencana Strategis Request for Proposal Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Kerja dan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah Rencana Pengelolaan Lingkungan Rencana Kerja Masyarakat / Community Action Plan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rencana Program Investasi Jangka Menengah Rencana Pemantauan Lingkungan Rukun Tetangga/Rukun Warga Special Account (Rekening Khusus) Satuan kerja Special Condition of Contract Surat Edaran Direktor Jenderal Perbendaharaan. Departemen Keuangan Sistem Informasi Manajemen Satuan Kerja Perangkat Daerah Satuan Kerja Sementara Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Standard Operational Procedures Surat Perintah Kerja Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 12 .

Weakness.PAMSIMAS SPKMK SPM SPP SPPB SP2D SP3K SSP SR SWOT TA TIM INTERDEPT TKK/DCC TKKc TKM TNA TOR/KAK TOT TPK TSSM/SToPS TTK TTKc Tupoksi TW UKL UKT UPK UPL VIM WB WSLIC-2 WSLIC-3 : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Kegiatan Surat Perintah Membayar Surat Permintaan Pembayaran Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Surat Perintah Pencairan Dana Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan Surat Setoran Pajak Sambungan Rumah Strength. Opportunity and Threat Technical Assistance Tim Pengarah dan Kelompok Kerja Antar Departemen Terkait di Tingkat Nasional Tim koordinasi Kabupaten/Kota / District Coordination Committee Tim Koordinasi Kecamatan Tim Kerja Masyarakat Training Need Assessment Term of Reference / Kerangka Acuan Kerja Training of Trainer Tim Pelaksana Kegiatan Total Sanitation & Sanitation Marketing / Sanitasi Total & Pemasaran Sanitasi Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Kecamatan Tugas Pokok dan Fungsi Transect Walk Upaya Pengelolaan Lingkungan Unit Kerja Teknis Satuan Pelaksana Pamsimas Unit Pengelola Keuangan / Bendahara Upaya Pemantauan Lingkungan Village Implementation Manual World Bank Second Water supply and Sanitation for Low Income Community Third Water supply and Sanitation for Low Income Community/Pamsimas 13 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .

kaya dan miskin. Karakteristik utama pendekatan ini adalah tersedianya pilihan yang terinformasikan. 4) Insentif Desa/kelurahan dan Kabupaten/kota. Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui pelibatan seluruh masyarakat (perempuan dan laki-laki.PAMSIMAS BAB 1 PENDAHULUAN 1. berpenduduk miskin relatif tinggi dan mempunyai kapasitas fiskal rendah. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. Ruang lingkup kegiatan program Pamsimas mencakup 5 (lima) komponen kegiatan: 1) Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Lokal. pada umumnya kemampuan mereka terbatas.1 LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai target Millennium Develepment Goals sektor Air Minum dan Sanitasi (WSS-MDG). 1 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 14 . 2) Peningkatan Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pelayanan Sanitasi. termasuk pelayanan air minum dan sanitasi. dll. Sejak diberlakukannya UU No. dukungan teknis dan pengembangan kapasitas. bagi daerah-daerah dengan wilayah perdesaan relatif luas. Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat menggariskan bahwa tujuan pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pelayanan air minum dan penyehatan yang berkelanjutan. dan 5) Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek. yaitu menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang belum mempunyai akses air minum dan sanitasi dasar pada tahun 2015. 3) Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum. (iii) terbukanya akses seluas-luasnya bagi partisipasi dari seluruh pihak yang berkepentingan. pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya. baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana. maupun investasi non fisik dalam bentuk manajemen. Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan Pendekatan Tanggap Kebutuhan (Demand Responsive Approach) adalah pendekatan yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan termasuk di dalamnya pendanaan. Namun demikian.) dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach)1. (ii) pemerintah berperan sebagai fasilitator. sanitasi. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (iv) aliran informasi yang memadai bagi masyarakat. sehingga memerlukan dukungan finansial untuk menyediakan pelayanan dasar kepada masyarakat. Program WSLIC-3/Pamsimas merupakan salah satu program pemerintah (pusat dan daerah) untuk meningkatkan penyediaan air minum. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Sejalan dengan itu.

Sekitar 80% masyarakat “free of open defecation” 15 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . menyiapkan.1 Sasaran Program Untuk mencapai tujuan tersebut. d. serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat dan lingkungan sekolah. Setiap DPMU dan CPMU memiliki kemampuan mengelola dan mendukung program secara baik (dan diharapkan dapat menerapkan perluasannya di kota/kabupaten lainnya di Indonesia). sebagai berikut: a. perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat di wilayah perdesaan dan semi perkotaan.3. mengelola dan memelihara keberlanjutan secara efektif. Sekitar 6 – 10 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses sanitasi c. sebagai bagian dari usaha pencapaian target MDG sektor air minum dan sanitasi melalui upaya pengarusutamaan (mainstreaming) dan perluasan (scaling up) program berbasis masyarakat secara nasional. e. Pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mengupayakan keberlanjutan serta perluasan pelaksanaan program pendukung sektor air minum dan sanitasi dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan program Pamsimas. merencanakan. melaksanakan.2 TUJUAN Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang dapat mengakses fasilitas air minum dan sanitasi yang layak serta mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat (hygiene). Masyarakat sasaran menerapkan perilaku dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). inisiatif. Untuk mencapai tujuan tersebut. dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan. b.3 SASARAN 1.PAMSIMAS masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa. Pemerintah provinsi dan kota/kabupaten memiliki kelembagaan untuk mendukung upaya-upaya peningkatan perbaikan pemakaian air minum. 1. yakni sebagaimana ditetapkan dalam indikator performance Pamsimas. Masyarakat sasaran di wilayah perdesaan dan peri-urban memperoleh akses perbaikan pelayanan sanitasi dan air minum serta menggunakan. program Pamsimas terlebih dahulu harus mencapai sasaran program. Sekitar 6 – 7 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses akses air minum b. 1. ditetapkan tujuan antara sebagai berikut: a. mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun. c.

dan kabupaten/kota yang bukan lokasi WSLIC-2 dan CWSHP (Community Water & Sanitation Project) juga diundang berpartisipasi. Sekitar 80% masyarakat yang mengadopsi program cuci tangan e. Pemda mengalokasikan anggaran kabupaten yang diperlukan untuk pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi serta perluasan untuk mencapai MDGs Penjelasan lebih detail mengenai tujuan. Pemerintah Kota/Kabupaten mengajukan daftar kelurahan/desa calon lokasi sasaran yang memenuhi kriteria pra kualifikasi (i) tingkat kemiskinan tinggi. dan (iv) tingginya penderita diare. Daftar Kota/kabupaten partisipan Program Pamsimas dapat dilihat pada lampiran 1 Secara detail. Konfirmasi akhir desa/kelurahan sasaran akan ditentukan oleh kriteria respon dan kesediaan masyarakat untuk berkontribusi sebesar minimal 20 % (minimal 16% in-kind dan minimal 4% in-cash) dari pagu sementara total biaya RKM sebesar Rp. (ii) tingkat kemiskinan tinggi yang diindikasikan melalui IPM 2004 dan Index kemiskinan SUSENAS. sasaran antara dan indikator kinerja dapat dilihat pada Tabel 3.5 tentang Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas 1.PAMSIMAS d. 275 juta. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 16 .2 Sasaran Lokasi Pemilihan lokasi diawali dengan daftar panjang kabupaten/kota yang memenuhi kriteria: (i) tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah. Faktor lain yang setara untuk dipertimbangkan adalah kabupaten/ kota yang menjadi partisipan program WASPOLA (Water Supply and Sanitation Policy Formulation) akan diprioritasikan untuk pelaksanaan Pamsimas.3. (iii) Tingkat jangkauan pelayanan air minum dan sanitasi yang masih rendah. dan (iv) tidak menerima bantuan program sejenis setidaknya 2 tahun terakhir. Kota/Kabupaten yang ada di provinsi terpilih dipilih dengan kriteria yang sama. Adanya rencana capacity building untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas dan kemajuan mencapai tujuan f. Proses pemilihan lokasi desa/kelurahan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Gambar 1. (iii) Tingginya jumlah penderita diare. (ii) Fasilitas sanitasi dan air minum rendah.

Tahun Pertama Setiap Tahun 1. artinya program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas Melalui kriteria dan mekanisme di atas. • 17 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . terdapat sasaran program replikasi pemerintah daerah dan masyarakat sebanyak 506 desa/kelurahan.PAMSIMAS Gambar 1.laki-laki. sasaran lokasi Program ditetapkan sejumlah 3960 desa/kelurahan di 15 provinsi dan 110 kabupaten/kota untuk periode pelaksanaan program 5 (lima) tahun dari tahun 2008 sampai dengan 2013. menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas. artinya seluruh masyarkat. sehingga Pemda dapat mengintegrasikan dan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pamsimas pada pembahasan APBD tahun anggaran berikutnya.4 PRINSIP DAN PENDEKATAN Prinsip pendekatan pelaksanaan program Pamsimas adalah sebagai berikut: • Berbasis Masyarakat. perempuan . miskin – kaya. Selain itu. Mengingat mekanisme seleksi lokasi sasaran berlangsung secara berkesinambungan setiap tahun. maka diharapkan Surat Keputusan Bupati dapat ditetapkan pada bulan September atau Oktober tahun berjalan. Partisipatif.

Meningkatkan peran Pemerintah Daerah untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di daerahnya. pembiayaan. Kesetaran Gender. Berbasis Nilai.1 • 2 Kebutuhan adalah kesediaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang dikehendaki berdasarkan pilihan yang tersedia sesuai dengan kondisi setempat yang disertai sikap rela berkorban dan kesediaan untuk membayar (willingness to pay) Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 18 . saling bantu/gotong royong. artinya program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki.5 1. kelembagaan. • • • • • 1. artinya program Pamsimas menempatkan kebutuhan2 masyarakat sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. dsb UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN Replikasi Replikasi adalah upaya pemerintah daerah untuk memperluas cakupan program yang dilaksanakan sepenuhnya atas biaya pemerintah daerah (kabupaten/kota). a. berpartispasi aktif dalam semua kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. Seluruh lapisan dan pelaku terkait berhak untuk mendapatkan informasi secara akurat dan terpercaya. Keberpihakan pada Masyarakat Miskin. artinya pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan sarana harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan Replikasi • Sebagai salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pencapaian target penyediaan air minum dan sanitasi Millenium Development Goals (MDGs). kesetaraan sosial dan pelestarian lingkungan. dapat dipercaya. dengan prinsip. tanpa pamrih.PAMSIMAS • Tanggap Kebutuhan. artinya program Pamsimas menempatkankan masyarakat miskin sebagai sasaran utama penerima manfaat. artinya sarana terbangun dan perubahan perilaku dapat memberikan pelayanan dan manfaat secara menerus dengan mempertimbangkan kelayakan teknis.5. dengan memberikan pilihan yang terinformasikan dan hak bersuara dalam setiap tahapan kegiatan. Transparansi dan Akuntabilitas. untuk mengambil keputusan. Program replikasi dilaksanakan dilokasi lain di luar target lokasi program reguler. Keberlanjutan. Petunjuk Teknis dan Ketentuan PAMSIMAS. pendekatan dan mekanisme yang mengacu pada Buku Panduan Umum. artinya penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur seperti kejujuran. termasuk di dalamnya pendanaan.

yang akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi PEMDA dalam pengembangan program AMPL. termasuk AMPL berbasis masyarakat. Jumlah Desa Replikasi Jumlah desa replikasi pada saat pelaksanaan Pamsimas disesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing kabupaten/kota.2 Rencana Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) adalah dokumen perencanaan daerah dalam rangka upaya adopsi dan perluasan program pelayanan AMPL. 19 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Maksud Replikasi 1) Selama pelaksanaan Pamsimas.PAMSIMAS • Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merencanakan. akan diberikan hibah insentif dengan dana yang bersumber dari APBN. Pemda dapat memperluas cakupan wilayah melalui pelaksanaan program sejenis (kloning) di desa-desa yang lain yang secara teknik dan kualitas yang sama dengan program Pamsimas serta mengacu pada Buku Panduan dan ketentuan Pamsimas. b. 2) Pasca pelaksanaan Pamsimas. terutama untuk yang berbasiskan masyarakat Penjelasan lebih detail mengenai tata cara/mekanisme replikasi dan penyusunan rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program AMPL dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi. melaksanakan dan mengelola sarana air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat. PAMSIMAS akan membantu PEMDA untuk mengembangkan rencana daerah bidang AMPL. meneruskan dan mengembangkan Pamsimas di wilayahnya secara mandiri dengan sumber daya sepenuhnya dari Pemda dan masyarakat. c. sebagai berikut : 1) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal rendah Minimal mereplikasi 1 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 2) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal sedang Minimal mereplikasi 2 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 3) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal tinggi Minimal mereplikasi 3 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas Bagi Kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program serta mampu melaksanakan program Pamsimas di wilayahnya dengan baik. Pemda mampu melaksanakan. 1.5.

Evaluasi. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Buku Gambar Tipikal Standar Sarana Air Minum dan Sanitasi Program Pamsimas Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum Program Pamsimas Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 20 .PAMSIMAS 1. dan Gambar Tipikal yang menjelaskan lebih detail mengenai aspek-aspek khusus bagi para pelaku atau pihak tertentu maupun stakeholder yang terkait. untuk memudahkan masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Pamsimas di tingkat masyarakat disusun Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat (Village Implementation Manual /VIM) yang menjelaskan mengenai tujuan. pengelolaan serta pendanaan program. Dengan demikian.6 BUKU-BUKU PANDUAN PAMSIMAS Program Pamsimas adalah program bersama antara pemerintah dan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat pemerintah pusat. provinsi. ketentuan dan siklus kegiatan Pamsimas di tingkat masyarakat. antara lain sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Kumpulan Formulir Isian Program Pamsimas di Tingkat Masyarakt Buku Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. Katalog Informasi Pilihan. Buku Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas (Project Management Manual/PMM) adalah buku panduan umum yang memuat konsep. Selanjutnya. kota/kabupaten sampai dengan pemerintah desa/kelurahan. baik uraian secara umum maupun uraian detail teknis operasional yang menjadi acuan/rujukan. untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas diperlukan kesamaan persepsi dan kapasitas yang memadai dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyusun berbagai buku panduan Pamsimas. strategi dan pendekatan. antara lain berisikan uraian dan penjelasan mengenai tujuan dan sasaran program. Selain itu terdapat beberapa buku Petunjuk Teknis. komponen program.

5.PAMSIMAS 12) 13) 1. credit. proyek/satuan kerja untuk memantau informasi terkini mengenai dana pinjaman yang telah ditarik (disbursement of funds) dan pengadaan untuk proyek Bank Dunia. Rangkuman penarikan dana bulanan (monthly disbursement summary) 5. Status kategori pengeluaran 3. CLIENT CONNECTION WEBSITE Client Connection website adalah website yang dibuat oleh Bank Dunia yang dapat digunakan oleh pemerintah. Status pinjaman/hibah berupa loan. Status kontrak yang harus direview sebelumnya (contracts subject to prior review) 4. 4. Status aplikasi penarikan dana 2. Informasi yang dapat diakses di website ini antara lain: 1. dan trust funds Detail atas penarikan dana (disbursement) dan biaya pinjaman (loan charges dan debt services) Dokumen-dokumen Perjanjian dan Proyek Detail atas transaksi pengadaan (procurement) Dokumen aplikasi penarikan dana Petunjuk bagi penerima dana (borrower) dan proyek Hal yang dapat dimonitor: 1. 3.7 Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. 6. Peringatan (alerts) dalam hal: ƒ Tanggal penutupan RK (closing dates) ƒ Tanggal limit penerimaan aplikasi penarikan dana (disbursement deadline dates) ƒ Penarikan dana yang ditahan (suspension disbursement) ƒ Jumlah penarikan yang melebihi dana yang ada dalam RK ƒ Informasi tentang pinjaman (debt service information) 21 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . grant. 2.

Komponen 1 merupakan komponen yang berorientasi pada dukungan upaya-upaya intervensi pada tingkat komunitas lokal.1: Pelaksanaan Proses CDD (Community Driven Development) di Tingkat Masyarakat Sejalan dengan prinsip pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (Community Driven Development). baik di lokasi sasaran maupun di luar lokasi sasaran program Pamsimas di wilayahnya. Program Pamsimas terdiri atas 5 (lima) komponen sebagai berikut: 2. Dengan demikian. Komponen ini akan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan air minum. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 22 . merencanakan. Dalam hal ini masyarakat akan difasilitasi oleh fasilitator. khususnya pelaksanaan program Pamsimas dengan didukung peran pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan regulator. yaitu pemberdayaan masyarakat. menumbuhkan komitmen stakeholder dan meningkatkan kapasitas pemerintah kota/kabupaten.1 Sub komponen 1. kota/kabupaten dan tingkat provinsi. maka masyarakat memiliki peran penuh dalam memutuskan. provinsi dan pusat dalam hal pengarusutamaan dan replikasi atau perluasan program Pamsimas. serta bantuan teknis dan manajemen. melaksanakan. program perbaikan hygiene dan sanitasi. serta memelihara sarana dan prasarana air minum dan sanitasi yang ada secara swakelola. mengelola dan menjaga kesinambungan program perbaikan air minum.1.1 KOMPONEN 1: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL Tujuan dari Komponen 1 adalah: (i) memampukan masyarakat untuk mengor-ganisasi dirinya. merencanakan. sanitasi dan hygiene. khususnya dalam hal menyusun rencana Program Jangka Menengah (PJM) air minum.PAMSIMAS BAB 2 KOMPONEN PROGRAM Program Pamsimas merupakan program yang dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif. diharapkan masyarakat mampu menjadi pelaku utama pembangunan. Melalui pelaksanaan Komponen 1. penyediaan sarana dan prasarana AMPL. komponen 1 adalah proses-proses yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keberdayaan masyarakat dan meningkatkan kapasitas pemerintah. pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. (ii) memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam rangka menjamin kualitas pengelolaan program. dan (iii) membangun komitmen dan peningkatan kapasitas perangkat pemerintah kota/kabupaten. insentif desa/kelurahan dan kabupaten/kota. perubahan perilaku. pengembangan kapasitas. mengoperasikan. Komponen 1 terdiri dari beberapa sub komponen sebagai berikut: 2.

sanitasi dan kesehatan Muatan RKM I diantaranya berisikan hal-hal sebagai berikut: • • Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) infrastruktur sanitasi dan air minum. training khusus dan monitoring mengenai hal tersebut. pedoman dan petunjuk proses kegiatan di masyarakat. termasuk di dalamnya: proses seleksi desa. Bagi masyarakat yang telah memiliki perencanaan program jangka menengah (PJM) yang disusun secara partisipatif. Persetujuan pelaksanaan (Implementation Agreement). Sanitasi sekolah. • • • Sedangkan RKM II antara lain memuat: • • • Perubahan perilaku inti yang akan disosialisasikan atau dipromosikan kepada masyarakat serta rencana aksi untuk maksud tersebut. pedoman proses evaluasi dan indikator untuk persetujuan 23 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Selain itu. maka Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah bagian dari Perencanaan Program Masyarakat tersebut yang terkait air minum. maka perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan proyek. Biaya perencanaan dan konstruksi semua pekerjaan fisik. termasuk rincian kontribusi pemerintah daerah dan swadaya masyarakat.PAMSIMAS kesehatan dan sanitasi (ProAKSi) termasuk Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan tahapan-tahapan program Pamsimas lainnya. Sub Komponen 1A. pekerjaan yang dipihak-ketigakan. Program Pamsimas akan mendanai kebutuhan biaya kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan konsultan nasional untuk mengkaji ulang dokumendokumen proyek air minum dan sanitasi dan mengembangkan kebijakan pendukung. Pemetaan sosial yang memuat akses masyarakat miskin dan rumah tangga non miskin kepada prasarana air minum dan sanitasi serta rencana perbaikan fasilitas air minum dan sanitasi yang diusulkan untuk dibiayai melalui program Pamsimas. mengingat program Pamsimas sangat menekankan keterlibatan wanita dan warga miskin. usulan skema pembayaran dan jadwal pengadaan. petunjuk Fasilitator Masyarakat. Rencana aksi (Action plan) yang menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh tenaga kerja setempat.Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (MPA-PHAST) dan Community Led Total Sanitation (CLTS) oleh fasilitator masyarakat yang terlatih. dan Rencana kegiatan pengembangan kapasitas dalam hal manajemen dan monitoring oleh masyarakat Proses yang sangat penting di tingkat masyarakat adalah fasilitasi Methodology for Participatory Assessments .

PAMSIMAS Rencana Kerja Masyarakat (RKM). sanitasi. (iii) Kontrak layanan konsultan provinsi dan kota/kabupaten untuk mendukung pelaksanaan proses Community Driven Development (CDD) dengan memberikan coaching dan mentoring secara berkelanjutan ke Fasilitator Masyarakat. pelatihan dan orientasi untuk menjamin administrasi program sesuai dengan aturan dan prosedur program. Sub-komponen 1. (iv) Pelatihan masyarakat dan kegiatan pasca konstruksi untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan layanan air minum. dan penggunaan bahanbahan standar program Pamsimas untuk pemberdayaan masyarakat / partisipasi masyarakat. hygiene dan sanitasi. 3. petunjuk teknis pengelolaan kelompok masyarakat. Koordinasi dan pengelolaan kegiatan pengembangan kapasitas akan dijamin melalui distribusi akuntabilitas dan tanggungjawab pada setiap level. 2. menjamin kualitas pelatihan di tingkat masyarakat dan transfer ketrampilan kepada perangkat pemerintah dalam hal pelaksanaan dan monitoring proses di masyarakat sebagai upaya menjamin keberlanjutan Pamsimas.1. TOR (term of reference). review training secara teratur dan penerapan SIM (Sistem Informasi Manajemen) pengembangan kapasitas. Persetujuan rencana capacity building tahunan yang secara sistematis diarahkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan dan kelembagaan dalam pengelolaan program berdasarkan pemetaan kelembagaan sesuai peran dan tanggungjawabnya. Pedoman Penjaminan Mutu. Hasil-hasil pokok yang diharapkan dari sub komponen ini adalah: 1. dan hygiene. tim evaluasi RKM dan personil lainnya yang terkait program. Mengkaji ulang bahan-bahan yang ada dan pengembangan lebih lanjut pedoman-pedoman dan petunjukpetunjuk. Kabupaten/kota dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program. (ii) Kontrak layanan antara pemerintah pusat dengan perusahaan lokal untuk mengontrak dan melatih Fasilitator Masyarakat mengenai teknik penyediaan air minum.2 fokus pada penguatan kerjasama antar lembaga dalam manajemen program dan pengembangan kapasitas kelembagaan bagi unitunit pelaksana program dan tim-tim koordinasi. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 24 .2 Sub-komponen 1. petunjuk monitoring keberlanjutan. Menyusun dan mengembangkan panduan.2: Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan Provinsi. lokakarya. kurikulum induk dan modul pelatihan. yang dapat diadopsi sesuai kebutuhan lokal dan TOT (Training of Trainers) untuk menjamin kualitas dan pelayanan yang memadai. 2.

(ii) Kontrak layanan training Provider lokal untuk menyelenggarakan TOT bagi penguatan kapasitas LSM dan perusahaan lokal dalam menyiapkan akreditasi pelatihan fasilitator masyarakat untuk perluasan program pada tingkat kota/kabupaten dan/atau tambahan pelatihan pasca kontruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. kunjungan pertukaran.3 Sub Komponen 1. Lokakarya program tahunan. Pengembangan rencana pengelolaan pengetahuan pada 6 bulan pertama oleh CPMU (Central Project Management Unit) untuk menjamin diseminasi pembelajaran dari pengalaman dan praktik yang baik. Termasuk di dalamnya mengembangkan pendekatan terpadu monitoring dan evaluasi capacity building melalui serangkaian pelatihan dan pembelajaran secara mandiri bagi pelaksana program dalam pengoperasian SIM sejak dini. Sub Komponen ini akan mendanai kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan Konsultan Capacity Building tingkat nasional maupun internasional untuk bekerja erat dengan dinas/lembaga di pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan. training. Penilaian kelembagaan dengan MPA (Methodology for Participatory Assessment). Sub Komponen 1.PAMSIMAS 4. 2. melaksanakan. yakni penilaian kinerja lembaga pemerintah kota/kabupaten (dilakukan setiap tahun di tingkat kota/kabupaten) dan penilaian kebijakan terhadap kelestarian lingkungan (mid term di tingkat provinsi). dilakukan melalui workshop tentang 25 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Peningkatan kemampuan dalam menjaga mutu pelayanan air minum kepada masyarakat (Quality Management). termasuk training dan coaching rutin bagi fasilitator masyarakat oleh Konsultan kota/kabupaten dan Konsultan provinsi untuk keberlanjutan perbaikan fasilitasi masyarakat 5.3: Pengembangan mekanisme dan kapasitas kelembagaan provinsi.1. 6. dan website berbasis pembelajaran. kabupaten/kota dan kecamatan untuk perluasan dan pengarus-utamaan penyediaan sarana air minum dan sanitasi dengan pendekatan CDD.3 akan mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas dan advokasi bagi pemerintah dan kelompok peduli (civil society) untuk memperbaiki secara menyeluruh penyediaan pelayanan air minum dan sanitasi dan memperkuat upaya peningkatan atau realokasi penganggaran pemerintah daerah secara keseluruhan yang sejalan dan mendukung upayaupaya penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. serta mempromosikan inovasi-inovasi pasca konstruksi dalam rangka lebih mendorong keberlanjutan Pamsimas mendukung pelayanan air minum dan sanitasi dalam waktu jangka panjang. transfer keahlian. dan memantau kegiatan pengembangan kapasitas dan menyediakan tranfer keahlian kepada staf pendamping di Unit Pelaksana Program dan lembaga-lembaga terkait.

penanganan pendanaan dan legislasi terkait Pamsimas menuju kerangka kerja yang lebih efektif bagi perluasan dan replikasi di kota/kabupaten lainnya. Menyusun rencana aksi di tingkat provinsi dan dukungan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam perencanaan pemerintah lokal dan pelayanan penyediaan sarana air minum dan sanitasi. 4. paket advokasi. Advokasi bagi pemimpin kota/kabupaten (a. analisis peran dan tugas jabatan dalam pemberian pelayanan. Melaksanakan review untuk identifikasi dan penguatan keterkaitan dengan strategi pembangunan lokal lainnya dalam penanggulangan kemiskinan. Review terstruktur terhadap kebijakan lokal kota/kabupaten dan proponsi. termasuk ekonomi lokal dan manfaat sosial Pamsimas. 3. aspek akuntabilitas. proses yang diperlukan untuk memberikan pelayanan. 2. 7. pembangunan desa dan perbaikan kesehatan sebagai upaya memperluas sumber daya dan program.l. 6. dan monitoring media. Bupati and DPRD) mengenai kinerja kota kabupaten dan sumber daya untuk Pamsimas berbasis masyarakat melalui kunjungan studi banding. forum multi stakeholder. Menyusun rencana pengembangan kapasitas kelembagaan yang disepakati untuk implementasi di tingkat provinsi dan kabupaten serta menyusun mekanisme pelayanan bagi kegiatan sejenis pengembangan kapasitas lainnya. training keahlian advokasi bagi kelompok masyarakat. Beberapa hasil penting dari sub komponen ini adalah: 1. termasuk kelompok sasaran. menyusun dan menetapkan rencana pengembangan SDM. merumuskan tindakan pengembangan SDM yang memadai bagi staf. jenis pelatihan dan prioritas pelatihan. Identifikasi dan pelatihan bagi pelatih lokal untuk mampu memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat yang sejalan dengan antispasi peningkatan kebutuhan dan memasarkan pelayanan mereka kepada pemerintah lokal. Memantapkan atau memperkuat forum antar departemen di level provinsi dan kabupaten melalui Bappeda dalam rangka mengembangkan rencana kota/kabupaten dan provinsi untuk ekspansi program nasional dan konsensus multi stakeholder dan perubahan kepemilikan. 8. Memperkuat sistem monitoring perkembangan MDGs sektor air minum dan sanitasi yang dapat mendorong dinas/lembaga lokal mampu secara cepat menyediakan pelayanan. dukungan kerjasama bagi Pamsimas.PAMSIMAS perumusan jenis pelayanan. 5. Sub Komponen ini akan mendanai beberapa kegiatan sebagai berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 26 . dan kegiatan promosi mengenai pencapaian Pamsimas.

terkait dengan perilaku hidup sehat dan aman.1 Sub Komponen 2. institusi lokal/ desa. dan masyarakat. keluarga.1 akan mendukung upaya-upaya pada fase pemicuan perubahan perilaku sanitasi masyarakat dengan metode Community Led Total Sanitation (CLTS). Hal ini akan mendukung dan melengkapi komponen pembangunan sarana dan prasarana air minum dan penyehatan lingkungan. 2.2. melalui: (1) perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat (PHBS). pengelolaan limbah dan sampah. (iii) Studi-studi khusus untuk mendukung penyiapan sektor program yang lebih luas . makanan hygiene. 27 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . misalnya mempromosikan cuci tangan. PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam kehidupan perorangan. melaksanakan dan monitoring pengarus-utamaan serta perluasan CDD WSS.2 KOMPONEN 2: PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT Komponen ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan institusi lokal dalam pencegahan sanitasi buruk dan air yang tidak bersih yang mengakibatkan penyakit diare. Promosi PHBS dilaksanakan melalui keluarga. upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat akan dilakukan oleh program Pamsimas.1 : Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Sub-komponen 2. baik melalui program promosi PHBS berbasis keluarga. penyimpanan air yang baik dan aman. Promosi PHBS ditujukan pada semua lapisan masyarakat. memberikan transfer keahlian kepada personil pemerintah agar mampu melaksanakan fungsi-fungsi kunci pasca program (ii) Kontrak layanan Provider lokal untuk memberikan TOT Program dalam rangka memperkuat kapasitas LSM dan perusahaan lokal untuk memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat untuk diiperluas di tingkat kabupaten dan/atau kelengkapan training pasca konstruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. dll.PAMSIMAS (i) Kontrak konsultan nasional dan provinsi untuk bekerja erat dengan pemerintah lokal dan pusat dalam merencanakan. tempat ibadah. masyarakat maupun melalui sekolah. khususnya kaum wanita dan anak-anak. dan (2) peningkatan akses sanitasi dasar. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah perilaku dasar yang dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. dan melalui media massa baik cetak maupun elektronik Secara rinci komponen B dalam program Pamsimas terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2. fasilitas umum seperti sekolah. Untuk memperoleh dampak kesehatan yang maksimal. terutama untuk mengurangi insiden diare serta berbagai penyakit yang berhubungan dengan air.

3 Sub Komponen 2.2 Sub Komponen 2. 4) Dukungan terhadap rencana dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyebar-luasan informasi tentang PHBS. Kampanye Penggunaan Jerrican/Galon yang aman atau wadah lain yang aman untuk penyimpanan 2. tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya. rantai supply sanitasi. tokoh agama. Penyuluhan pemakaian dan pemeliharaan jamban sekolah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 28 .2 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Riset/studi mengenai perilaku hygiene masyarakat.3.2. Sub komponen 2. Sub Komponen 2. berikut teknik penyebarluasan informasinya bagi aparatur desa. membersihkan kotoran bayi. 2) Pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat bersama dengan masyarakat untuk merubah perilaku hidup tidak sehat menuju perilaku hidup sehat.1 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Pelatihan untuk dukungan implementasi paska program untuk perubahan perilaku masyarakat.2. 3) Pelatihan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.3 Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah Melalui sub komponen 2. LKM. (ii) fasilitasi kapasitas pasar local merespon kebutuhan tersebut dan (iii) mendorong perbaikan perilaku menuju hidup bersih dan sehat. antara lain yaitu : ƒ Buang air besar pada tempatnya ƒ Membuang kotoran bayi/ balita pada tempatnya ƒ Mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar. Cara mengajar anak memakai jamban.PAMSIMAS Sub Komponen 2. antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1. dan sebagainya. dan sebelum makan. b. 5) Kampanye kesehatan lingkungan seperti “Kampanye sungai bersih” a. dan saluran komunikasi untuk kelompok target yang berbeda 2) Kampanye Social Markerting/ media kampanye PHBS 3) Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan “PEMBINA” bagi ibu rumah tangga yang memiliki bayi atau anak yang sedang dalam bimbingan.3 ini masyarakat penerima manfaat akan memperoleh bantuan perbaikan hygiene dan sanitasi sekolah yang layak melalui proses RKM II yang didanai dari komponen 3. Pengolahan air minum : tergantung pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya.2 Program Pemasaran Hygiene dan Sanitasi Sub-komponen 2. 2.informasi pencegahan diare dan ISPA.2 dimaksudkan untuk: (i) meningkatkan kebutuhan perbaikan sanitasi. informasi teknologi yang tersedia.

dan sanitasi serta higien sekolah. memfasilitasi event-event sharing dan studi banding serta diseminasi perbaikan dan inovasi program. Provinsi bertanggungjawab secara reguler melakukan monitoring kinerja program.PAMSIMAS 2. praktek. Provinsi mengontrak tim independen untuk audit masyarakat. mencakup: • Pengorganisasian murid untuk pembagian tugas harian. Hasil-hasilnya digunakan untuk advokasi lokal dan kampanye penyadaran untuk mengingatkan pemerintah lokal di bidang kesehatan akan pentingnya perubahan perilaku dan dampak perbaikan kesehatan serta higin pada kesehatan keluarga. dan kesehatan masyarakat 3.4 Penguatan Unit Hygiene dan Sanitasi Lokal Kegiatan ini berupa pelatihan dan pelayanan untuk meningkatkan kemampuan dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan oleh pihak provinsi dan pihak kabupaten/kota dalam memonitor perkembangan program untuk mencapai target penyediaan kebutuhan air minum dan sanitasi dalam MDGs. Dukungan kelembagaan untuk program masyarakat akan memperkuat kapasitas penanggungjawab kelembagaan di tingkat provinsi dalam kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan melalui penyediaan bantuan teknis kepada pemerintah kota/kabupaten melaksanakan kegiatan komponen 2.pembagian tugas guru pembina dan pengawasan • Meningkatkan peranan murid dalam mempengaruhi keluarganya 2. pengukuran perubahan perilaku Indikator-indikator akan memonitor kinerja program sanitasi secara menyeluruh. profil kinerja fasilitator dan tim kabupaten/kota. guru dan pihak-pihak lain yang terlibat di sekolah.2. pemasaran sosial sanitasi dan higien. Pengukuran dilkaukan sebelum program berjalan.4 Sub Komponen 2. kesehatan individu. serta pencapaian keberhasilan pragram sanitasi dan kesehatan serta evaluasi terhadap dampak prilaku hidup sehat Monitoring kinerja sanitasi fokus pada monitoring prubahan pelayanan. Prosedur dan tata cara survei ini mengacu pada standar Departemen Kesehatan / SUSENAS dengan ditunjang oleh pengumpulan data secara rutin setiap bulan untuk memperoleh hasil signifikan dalam perbandingan hasil yang lebih akurat. 29 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . evaluasi program dan review periodik. pada saat mid-term dan pada tahun akhir proyek. Monitoring dampak program fokus ke perbaikan kesehatan yang diukur melalui perbaikan perilaku higien. Pengembangan tanggung jawab murid. Pengenalan dan analisis hubungan air. jamban. Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4.

Termasuk didalamnya Menyusun TOR dan pedoman pengembangan kapasitas bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dan provinsi. dan kampanye sanitasi dan hygiene tingkat provinsi Bantuan teknis pelaksanaan pemasaran sanitasi dan hygene di tingkat provinsi dan kabupaten 3. Pemasaran Hygiene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. mengembangkan dan replikasi provinsi. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Departemen Kesehatan Menyusun pedoman dan design prototype/contoh bagi pasar provinsi/consumer/supplier. dan Menyusun desain monitoring dampak dari intervensi hygiene dan sanitasi. 4. Tingkat Provinsi 1. advokasi untuk stakholder kabupaten/provinsi dan pemimpin informal lainnya dan pilihan sanitasi Menyusun manual training untuk team kecamatan/kabupaten. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan bagi pendekatan pemasaran. lokakarya. supervisi dan bantuan teknis bagi tim kabupaten 2.PAMSIMAS Kegiatan-kegiatan utama di komponen 2 di setiap tingkatan adalah sebagai berikut: a.Supervisi dan bantuan teknis 2. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. menyusun pedoman moitoring kinerja program dan kemajuan target MDG sektor air minum dan sanitasi. Training for Trainers (TOT) untuk team provinsi Lokakarya-lokakarya Nasional - . pedoman membangun jaringan penawaran berdasarkan pengalaman internasional (Vietnam. studi pasar sanitasi lokal of. pemasok untuk identifikasi - Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 30 . pelatihan bagi tim kabupaten. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Departemen Kesehatan bersama Departemen Dalam Negeri. Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Departemen Kesehatan Menyusun manual kampanye sanitasi untuk team kecamatan dan kabupatem. Termasuk dalam hal ini adalah Menyusun kurikulum kesehatan/Hygiene sekolah. b. Menyusun Manual bagi Pelatihan Guru dan Pelajar serta Menyusun Manual Guru dan Lokakaryalokakarya nasional. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional:. Bangladesh). Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. Tingkat Pusat 1. konsumen. India.

. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Dinkes dan Dinas Diknas. Advokasi/orientasi dengan pengambil keputusan dan pemimpin opini tingkat kebupaten/kota. Antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini di tingkat kabupaten/kota untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. Identification strategi-strategi perbaikan pelayanan tingkat kabupaten sebagai upaya memperbaik akses dan kapasitas mesyarakat menerima pelayanan air minum dan sanitasi. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh kantor kesehatan dan kantor depdiknas. Melakukan studi baseline dan evaluasi dampak bagi kabupaten. Termasuk di antaranya adalah pelatihan bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dalam kinerja pelaksanaan dan monitoring dampak. Lokakarya kabupaten/kota untuk memasukkan kurikulum. pelatihan bagi tim kecamatan/tim desa/perantara sosial. dan kampanye penyadaran kepada komunitas ekolah (anak-anak. serta supervisi dan bantuan teknis bagi kabupaten. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan BPMD. serta menyusun kampanye untuk traget khusus. Termasuk diantaranya training bagi guru dan pelajar. Tingkat Kabupaten/Kota 1. serta perubahan perilaku hygiene dan monitoring akses sanitasi. and menyusun desain yang mendukung Total Sanitation Program oleh kabupaten/kota. Menyusun desain promosi tingkat kabupaten dan provinsi bagi segmen penerima manfaat berdasarkan model prototype dan panduan dari tingkat nasional. Melaksanakan proses fasilitasi desa dan monitoring serta evaluasi pelaksanaan di tingkat desa 2. dan kegiatan-kegiatan membangun jejaring pelayanan 3. Termasuk antara lain TOT bagi pelatihan guru dan pelajar serta lokakarya-lokakarya provinsi. Kampanye Sanitasi Menyeluruh oleh Dinas Kesehatan.PAMSIMAS pesan dan media/metode komunikasi yang tepat bagi segmen penerima manfaat dan fasilitasi memperoleh penawaran. 31 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Termasuk antara lain adalah pelatihan bagi sanitarian Puskesmas / staff Pustu / Bidan Desa tentang monitoring kinerja program sanitasi dan hygiene serta akses monitoring pada tingkat masyarakat melalui participatory monitoring (bagian dari Sustainability Monitoring pada SIM). Studi banding dan dukungan bagi intervensi hygiene dan sanitasi masyarakat. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinkes bekerjasama dengan Bappeda. 4. Antara produksi dan bahan-bahan pemasaran. guru dan orang tua). c. Menumbuhkan kesadaran masyarakat kabupaten/kota. 3. 4.

sanitasi sekolah dan hiygiene yang dipilih masyarakat. serta dapat mengelola operasional dan pemeliharaan prasarana yang akan dibangun. (iii) kompleksitas teknologi dan kesiapan masyarakat untuk mengelola teknologi yang ada. sosial dan budaya serta kelembagaan pengelolaan. (ii) jumlah biaya yang dibutuhkan serta kemampuan serta kemauan masyarakat untuk memberikan kontribusi pembangunan. 275 juta. baik karena kurangnya pemeliharaan maupun terbatasnya ketersediaan sumber air. beberapa faktor yang harus dipertimbangkan adalah: (i) ketersediaan jenis sumber air baku yang akan dimanfaatkan. serta mudah dijangkau akan dilakukan baik melalui pembangunan sarana dan prasarana air minum yang baru maupun melakukan rehabilitasi terhadap sarana dan prasarana air minum yang telah rusak ataupun yang tidak lagi berfungsi. pembiayaan. lingkungan. Dalam kaitannya dengan pilihan teknologi. Peningkatan sarana dan prasarana air minum yang memungkinkan masyarakat miskin. Alokasi dana per desa/kelurahan diperkirakan rata-rata sebesar Rp. melaksanakan perencanaan dan pembangunan fisik. Masyarakat yang sudah diberdayakan.PAMSIMAS 2. namun setiap usulan akan dinilai dengan seleksi pilihan teknologi dan jumlah bantuan yang diberikan akan didasarkan pula pada estimasi biaya usulan perencanaan masyarakat. seperti aspek teknologi. kemudahan penggunaan dan kesinambungan terhadap opsi teknis yang dipilih. 2. Setiap pilihan prasarana sudah dijelaskan aspek keuntungan dan kerugiannya. yakni bagian untuk inftrastruktur air minum dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 32 . dapat menentukan jenis prasarana. Bantuan terdiri dari dua bagian. Pilihan yang diinformasikan tersebut menyangkut seluruh aspek. (iv) nilai manfaat.1 Penggunaan Dana Bantuan Alokasi dana desa/kelurahan untuk kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam usulan di Rencana Kerja Masyarakat (RKM) bervariasi nilanya berdasarkan kelayakan pilihan teknologi infrastrukur air minum. Pelaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi dalam program Pamsimas didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat setempat dan pilihan prasarana dan sarana yang diinformasikan (Informed Choice).3 KOMPONEN 3: UMUM PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI Komponen ini menyediakan pilihan teknis terhadap penyediaan prasarana air minum untuk masyarakat perdesaan dan sanitasi umum untuk wilayah peri-urban. Pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi didasarkan pada usulan yang diajukan dan disepakati oleh masyarakat yang dilakukan secara partisipatif melalui usulan desa yang disetujui oleh forum institusi warga tingkat desa. kaum perempuan dan kelompok marginal lainnya untuk memperoleh ketersediaan jumlah air yang memadai dengan kualitas sesuai dengan standar kesehatan.3.

Masyarakat dapat memilih penggunaan dana bantuan untuk pembiayaan barang atau pelayanan/servis. Pembangunan Infrastruktur Air minum dan Sanitasi Bantuan dana bisa digunakan untuk pembiayaan pembangunan prasarana sanitasi dan air minum berdasarkan cost-sharing. semakin tinggi komitmen untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan di Pamsimas. Untuk itu. Penyediaan tenaga kerja dan bahan akan dihitung sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam bentuk in-kind. Alokasi bantuan dana hanya membiayai 70% kebutuhan biaya dengan ditambah kontribusi dari pemkot/kab sebesar 10%. sanitasi dan hygiene. Dana Pamsimas dapat dicairkan setelah masyarakat merealisasikan kontribusi dalam bentuk in-cash minimal 4%. Masyarakat akan kontribusi sebesar minimal 20% dalam bentuk in-cash 4% dan in-kind 16% untuk pembiayaan perbaikan prasarana. dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya hanya berfungsi sebagai stimulan atau insentif atas tumbuhnya kepedulian. a. Pembangunan fasilitas sanitasi komunal dapat juga menggunakan dana bantuan bagi masyarakat dengan prasyarat pendanaan yang sama. inisatif dan kesepakatan tanggungjawab bersama untuk memperbaiki kualitas air bersih. Fasilitas Sanitasi akan dibangun di sekolahsekolah will di masyarakat partisipan yang membutuhkan. dan pendidikan hygiene teaching. perubahan perilaku hygiene. Total biaya tiap desa/kelurahan ditetapkan berdasarkan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) yang termasuk bagian dari perencanaan masyarakat (RKM). b. yakni kontribusi masyarakat sebesar minimal 20% (in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%). Dana Pamsimas pada prinsipnya hanya sebagai stimulan bagi masyarakat yang memiliki prakarsa. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat. kegiatan hygiene dan kesehatan berbasis sekolah. Kontribusi swadaya masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa bertanggungjawab. prakarsa. and penguatan kapasitas serta manajemen masyarakat. Perbaikan Perilaku dan Layanan Hygiene dan Sanitasi Termasuk kategori ini adalah kegiatan-kegiatan yang diidentifikasi melalui pendekatan MPA/PHAST approach untuk perubahan perilaku hygiene masyarakat. Semakin besar kontribusi masyarakat. termasuk tenaga kerja trampil dan tidak trampil sesuai standard pemerintah. Dengan demikian. Masyarakat dapat juga membiayai kegiatan lain terkait hygiene dan sanitasi yang mereka pilih dengan pola pembiayaan bersama (cost-sharing basis) 33 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri.PAMSIMAS bagian untuk perbaikan sanitasi sekolah.

2.2 Bantuan Perencanaan dan Dukungan Teknik Program Pamsimas akan membantu masyarakat dengan pendekatan respon permintaan dalam perencanaan.4. lemah/miskin dan kaya. dan Pemangku Kepentingan lainnya.4 2. dan kinerja pencapaian program Pamsimas telah terpenuhi bahkan melampui. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 34 . 2.2 Insentif untuk Kabupaten/Kota Hibah diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program dengan optimal.4. teknik dan ketrampilan pembiayaan yang dibutuhkan bagi keberlanjutan sistem. supervisi dan quality control. melalui : (i) Rapid Technical Assessment (RTA) dan Community WSS situation analysis (MPA-PHAST) untuk menentukan kebutuhan air dan pilihan-pilihan sistem. (iii) Survei teknik dan penyusunan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK). menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. kepastian keikutsertaan perempuan. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. (iv) Konstruksi.2 Sub Komponen 4. seleksi teknologi dan tingkat pelayanan serta desain dan konstruksi. laki-laki. masyarakat. 2. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid.3. dan (vi) Monitoring kualitas air minum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak penyediaan air minum yang aman dan baik untuk penyimpanan dan minum. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS.1 Insentif untuk Desa/Kelurahan Insentif untuk masyarakat diberikan kepada desa/kelurahan yang memenuhi kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status OpenDefecation-Free (ODF). memiliki lembaga pembinaan dan pegembangan pengelolaan sistem penyediaan air minum dan sanitasi di tingkat kabupaten sampai dengan tingkat kecamatan. (ii) Pilihan teknologi sistem air minum.PAMSIMAS Penjelasan lebih detail mengenai Penggunaan Dana Bantuan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat.1 KOMPONEN 4: INSENTIF DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA Sub Komponen 4. penggunaan “improved sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. (v) Pelatihan O&M mencakup managemen.

dengan sampel tertentu dan indikator tertentu 35 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . monitoringevaluasi finansial dan teknis serta laporan setiap komponen program. dan penguatan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan program dan keberlanjutan pasca Program. 3 dan 4 serta memberikan dukungan teknis kepada unit pelaksana (implementation agency). provinsi dan tingkat pusat. dan pasca program.2 Sub Komponen 5. peningkatan kelembagaan.5 KOMPONEN 5: DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK Komponen 5 yaitu dengan menyediakan dukungan teknis pelaksanaan program komponen 1.1 Sub Komponen 5. penyusunan pedoman. mid-term.5.3 Penilai Proyek Independen Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama.3 Sub Komponen 5. dan (iv) Kemajuan alih kelola fungsi-fungsi serta tanggungjawab program kepada pemerintah lokal. kabupaten/kota. sanitasi. 2. (iii) Evaluasi dari outcomes program. Dukungan teknis terdiri dari: (i) Dukungan teknis untuk kegiatan pelatihan sektoral. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. konsultan berada di salah satu ibu kota provinsi yang menjadi daerah kerjanya. dan air minum pada tingkat desa. Pendampingan teknis ini akan mendukung pencapaian sasaran dan outcomes Pamsimas melalui dukungan teknis Komponen 5 ini terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2.2 PMAC untuk PPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Provinsi yaitu PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) Peran PMAC memberikan dukungan teknis kepada provinsi dalam hal ini mendukung PPMU dalam implementasi program. 2.1 CMAC untuk CPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Pusat yaitu CMAC (Central Management Advisory Consultant) mendukung CPMU dan CPIU dalam implementasi strategi.5. kesehatan. (ii) Monitoring pengelolaan program dan kualitas pelaksanaan.PAMSIMAS 2. kebijakan. 2.5.

dll. detail dan operasional dalam bentuk berbagai buku petunjuk pelaksanaaan. 3. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 36 . pengaduan masyarakat. pengadaan barang/jasa.1 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS-JENIS BANTUAN/LAYANAN Program Pamsimas akan memberikan bantuan/layanan dalam kategori Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Bantuan Teknis yang diterapkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan program sesuai kategori komponen-komponen program.PAMSIMAS BAB 3 PENGELOLAAN PROGRAM Bab Pengelolaan Program menguraikan gambaran umum beberapa aspek utama dalam pelaksanaan Pamsimas yang dirancang dan dikembangkan untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran program Pamsimas sebagaimana telah ditetapkan pada indikator kinerja Pamsimas di Financing Agreement dan Project Appraisal Document. operasional dan pemeliharaan. sebagaimana dijelaskan pada bab 1 sub-bab 1. Beberapa aspek pengelolaan program Pamsimas secara lebih jelas dapat dilihat pada lampiran-lampiran buku panduan ini. ACAP. dukungan kelembagaan. monitoring evaluasi dan sistem pelaporan.6 buku panduan ini. Gambaran umum penerapan jenis-jenis bantuan (BLM dan Bantuan Teknis) pada komponen-komponen program adalah sebagaimana pada tabel 3. Beberapa aspek utama pengelolaan program dimaksud antara lain adalah dukungan jenis/kategori bantuan.1. Sedangkan aspek pengelolaan program tertentu yang dinilai cukup signifikan dan spesifik sifatnya akan diuraikan lebih rinci. rancangan pelaksanaan/implementasi program.

Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program Jenis-jenis bantuan/ No. demand.PAMSIMAS Tabel 3.1. dan konsumen sanitasi Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Evaluasi dampak CAMC - - 37 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan O&M Monitoring pelaksanaan Bantuan teknis untuk team pelaksana Training Ketrampilan tentang produktivitas desa Monitoring pelaksanaan Fasilitasi akses ke jaringan supplier - 2 Dukungan pelaksanaan oleh pemerintah daerah Kegiatan dan penilaian kapasitas kelembagaan Monitoring keberlanjutan outcome Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Bantuan teknis untuk Bantuan teknis untuk team 3 Dukungan pelaksana pelaksanaan team pelaksana oleh pemerintah pusat 4 Kontrak Pelayanan PMAC terdiri dari tim Advokasi dan promosi kesehatan di fasilitator. konsultan tingkat provinsi kabupaten dan Kajian-kajian supply. financial management. kategori layanan Komponen program Pamsimas Pemberdayaan Peningkatan kesehatan dan Penyediaan sarana air masyarakat dan perilaku higienis dan pelayanan minum dan sanitasi umum pengembangan sanitasi kelembagaan lokal Promosi PHBS Masyarakat Kegiatankesehatan sekolah (training & promosi PHBS dan kesehatan) Kegiatan-kegiatan kesehatan lain yang diusulkan masyarakat Pendekatan MPA-PHAST di sekolah dan masyarakat Training ketrampilan untuk promosi dan perencanaan PHBS secara partisipatif Penyadaran kritis masyarakat Evaluasi dampak dan monitoring kinerja PHBS-sanitasi Insentif desa/kelurahan & kabupaten/kota Dukungan pelaksanaan dan manajemen proyek - Pengembangan 1 Bantuan kapasitas Langsung Masyarakat masyarakat (BLM) Fasilitas pelayanan air minum Perluasan pelayanan kota dan desa untuk sekolah dan masyarakat Sanitasi sekolah dan pelembagaan fasilitas sanitasi di wilayah perbatasan kota (peri-urban areas) Rapid technical assessment dan MPA PHAST berdasarkan penyiapan RKM Rancangan rinci kegiatan Training ketrampilan konstruksi. konsultan provinsi pasar.

melalui pelaksanaan kegiatan replikasi dengan pendekatan Pamsimas. dengan didukung lembaga pelaksana program lainnya. yang mencakup : a. dibutuhkan langkah-langkah pelaksanaan program. penyusunan Rencana Kerja Masyarakat dan penyiapan dana masyarakat dalam DIPA f. Pelaksanaan program di tingkt desa. Selain itu. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 38 . c. Persiapan awal program dari tingkat pusat sampai tingkat masyarakat (desa).3. pendampingan masyarakat. Sosialisasi program tingkat pusat sampai tingkat desa Seleksi dan penentuan desa/kelurahan sasaran. 3. d. Monitoring partisipatif dan “outcome”. Penentuan provinsi dan kabupaten/kota/kota sasaran.1 Kelembagaan di Tingkat Pusat Secara umum Tim Pengelola Tingkat Pusat bertanggungjawab pada tercapainya tujuan utama dan indikatornya dari program Pamsimas. serta study penilaian dampak program untuk mengetahui efektifitas.3 DUKUNGAN KELEMBAGAAN Pamsimas dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui penyediaan bantuan secara langsung ke tingkat desa. namun dengan mekanisme yang membutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota. Penjelasan lebih detail mengenai kelembagaan dan organisasi dapat dilihat pada lampiran 3 serta Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. g. Pendampingan peningkatan kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam rangka pencapaian target MDG’s. efisiensi serta perubahan prilaku di masyarakat. Tim Pusat juga bertanggungjawab penuh dalam menjamin tercapainya tujuan antara dan indikator kinerja program sebagaimana disepakati dan ditetapkan dalam Financing Agreement serta dokumen proyek. Departemen Dalam Negeri dan Departemen Pendidikan Nasional. e. yakni Departemen Kesehatan. kegiatan penyiapan dan pengkondisian masyarakat. Strategi pencapaian ”outcome” dan tujuan program pada daerah sasaran h. b.2 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM Untuk mencapai tujuan dan sasaran program di atas serta menjamin kelancaran komponen-komponen program Pamsimas. Penjelasan lebih detail mengenai Pemilihan Lokasi Program dan Pelaksanaan Program dapat dilihat pada lampiran 2 dan Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat.PAMSIMAS 3. Executing Agency Pamsimas adalah Departemen Pekerjaan Umum. 3.

PAMSIMAS
Tim Pengelola program tingkat Pusat terdiri dari Tim Pengarah Koordinasi Program, Tim teknis Program dan Project Management Unit (PMU) Pusat. Koordinasi Program dilakukan melalui Tim Pengarah Koordinasi Program, yang diketuai BAPPENAS dan beranggotakan beberapa departemen dan kementerian terkait. Tim Pengarah akan dibantu oleh Tim Teknis, yang diketuai BAPPENAS dengan struktur dan tanggungjawab yang sama. Tim Teknis fokus pada review seluruh aspek operasional program yang dibutuhkan dan bertanggungjawab serta menyampaikan laporan seluruh isu dan penanganan masalah kepada Tim Pengarah. Tim Teknis juga menjadi perantara organisasi manajemen program dengan tim pengarah. Direktorat jenderal Cipta Karya sebagai executing agency membentuk Central Project Management Unit (CPMU) untuk mengendalikan pelaksanaan program secara operasional. CPMU akan dibantu oleh asisten bidang perencanaan, asisten bidang monitoring evaluasi, asisten bidang pengadaan barang/jasa, asisten bidang keuangan, dan implementing agency dari Departemen Kesehatan, Depdagri, dan Departemen PU dengan menempatkan perwakilan atau liaison officer penuh waktu di CPMU. CPMU bertanggungjawab pada seluruh koordinasi program, pengelolaan harian, penganggaran, administrasi keuangan, monitoring, pelaporan, dan manajemen kontrak konsultan yang ditunjuk dalam program ini. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing departemen dan kementerian terkait adalah sebagaimana pada tabel 3.2.

39

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Tabel 3.2 Peran dan Tanggungjawab Kementerian dan Departemen Terkait Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas
INSTITUSI Deputi Sarana dan Prasarana BAPPENAS PERAN TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Pencapaian Indikator Tujuan Antara -

Koordinasi Program 6-7 juta penduduk yang memiliki akses secara menyeluruh sarana air minum yang improved, sesuai status sosial-ekonomi 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi

Komponen 3: Direktorat Jenderal Cipta Executing Agency & 6-7 juta penduduk yang memiliki akses Pelaksana Komponensarana air minum yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem peyediaan air minum yang Karya, Departemen Pekerjaan Umum Infrastruktur Sanitasi status sosial-ekonomi sudah improved, yang berfungsi3 dan memuaskan Publik dan Pelayanan 6-10 juta penduduk yang memiliki akses masyarakat penerima layanan Air Minum sarana sanitasi yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem penyediaan air minum yang status sosial-ekonomi sudah improved, yang dikelola4 dan didanai secara efektif 40 Komponen 4: • 400-800 desa/kelurahan, yang melebihi kriteria indikator kinerja proyek5 (key performance indicator), menerima tambahan hibah Komponen 5: • 100% kab./kota dengan Struktur dan perangkat monitoring proyek (IMIS, M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek

3 4 5

Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA), Bank Dunia WSP, 2003.

ibid
Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free, menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun, penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain, setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat, kepastian keikutsertaan perempuan, laki-laki, lemah/miskin dan kaya, kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS, dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna, memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid, masyarakat, dan Pemangku Kepentingan lainnya.

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

40

PAMSIMAS
TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Turut mendukung tercapainya 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi Pencapaian Indikator Tujuan Antara Komponen 2: • 80% masyarakat sasaran yang telah ODF (Tidak ada lagi BAB di sembarang tempat) • 80% masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun

INSTITUSI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Departemen Dalam Negeri

PERAN Pelaksana Komponen Pelayanan dan Perbaikan perilaku sanitasi dan hygien.

Komponen 1: Pengembangan Turut mendukung tercapainya tujuan Kelembagaan Lokal. utama melalui penguatan kapasitas pemda • Rencana Peningkatan Kapasitas untuk pengadopsian dan replikasi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan progres pencapaian tujuannya • Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS • Jumlah kab./kota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dep. Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan

Pengembangan Sosial Desa dan Pemberdayaan Masyarakat

Turut mendukung tercapainya tujuan utama melalui pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat

Komponen 1: • 3960 desa/kelurahan yang membuat RKM

Turut mendukung tercapainya tujuan Dukungan utama melalui peningkatan pelayanan air pelaksanaan komponen promosi minum dan sanitasi di sekolah hygiene dan kesehatan sekolah Dukungan rilis budget, arus dana, disbursement dana credit dan anggaran kontribusi Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan utama program

Komponen 2: • 95 % sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved, dan program kebersihan dan kesehatan Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan antara program

41

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

3 Tabel 3.3. penguatan kapasitas identifikasi lesson learn. Menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas serta mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. PPMU memiliki kewenangan untuk menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas.PAMSIMAS 3. monitoring utama melalui perkembangan dan hasil. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Di provinsi dibentuk Provincial Project Management Unit (PPMU) yang akan diketuai oleh Staf Dinas Pekerjaan Umum atau yang sejenis dan beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. terdapat Tim Koordinasi Provinsi (TKP) yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur. khususnya penyiapan. khususnya pada komponen 1. Dinas Kesehatan Provinsi. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. pemda dan replikasi melakukan advolasi pada pengambil keputusan tingkat kabupaten terkait keberlanjutan. Peran PPMU antara lan untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat provinsi adalah sebagaimana pada tabel 3. serta perluasan dan pengarusutamaan. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) di wilayahnya.3.2 Kelembagaan di Tingkat Provinsi Di setiap provinsi. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan tingkat Provinsi dalam pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas TANGGUNGJAWAB Pencapaian Pencapaian Indikator Tujuan Indikator Tujuan Umum Antara Turut mendukung tercapainya tujuan antara. 4. terutama melalui pengendalian konsultan dan fasilitator Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 42 . dan 5 INSTITUSI PERAN Tim koordinasi Provinsi (TKP) Mengkoordinasi dan Turut mendukung memfasilitasi kerjasama antar tercapainya tujuan berbagai lembaga. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi. Turut mendukung tercapainya tujuan utama secara nasional melalui pencapaian indikator kinerja di wilayahnya Provincial Project Management Unit (PPMU) Turut mendukung tercapainya seluruh tujuan antara. dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya Provinsi. khususnya penyiapan. Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Provinsi.

43 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . maka tim ini dapat difungsikan dan memasukkan pekerjaan program Pamsimas ke mereka. Dinas Pekerjaan Umum. Untuk mendukung transparansi. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya provinsi. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. di tingkat kabupaten/kota serta beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. DPMU akan diketuai oleh Staf DPU. Di setiap Kabupaten/Kota Lokasi sasaran dibentuk Tim Evaluasi RKM oleh TKK dan menyampaikan laporan kepada TKK sebagai perwakilan dari 3 (tiga) perwakilan implementing agencies. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda setempatrovinsi. Peran DPMU antara lain untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. Kecamatan sangat tepat untuk mengkoordinasi sekelompok desa/kelurahan sasaran Program Pamsimas. Tim Pengelola Tingkat Kabupaten/Kota Di setiap Kabupaten/Kota terdapat Tim koordinasi Kabupaten/Kota (TKK) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota.4. memiliki fungsi pelaksana di tingkat kabupaten/kota.PAMSIMAS 3. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat kabupaten/kota hingga masyarakat adalah sebagaimana pada tabel 3. khususnya penyiapan.3. Bila terdapat Tim sejenis. Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi. LSM atau perwakilan kelompok peduli dapat diundang sebagai partisipan atau pengamat. dan instansi terkait pemberdayaan masyarakat serta perwakilan kelompok peduli/masyarakat sipil/LSM lokal.3. atau sejenisnya. Dinas Kesehatan provinsi. Tim Koordinasi yang ada dengan fungsi yang sejenis dapat diberlakukan sebagai Tim Koordinasi Program Pamsimas. Di setiap kabupaten/kota dibentuk District Project Management Unit (DPMU). atau sejenis. Aspek koordinasi pada tingkat kecamatan menempati posisi strategis dan penting terutama terkait dengan distribusi dan geografi desa/kelurahan sasaran di wilayahnya.

PAMSIMAS Tabel 3. dan pemisahan limbah tubuh manusia dari manusia. di mana "sanitation improve" berarti: Akses ke saluran air kotor. di dalam 1 Kilometer hunian pemakai. sesuai status sosial-ekonomi • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved7. dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat).2. Mata air "improve” adalah: Sambungan rumah tangga/ Pipa hidran umum/ Sumur-Bor/ Sumur gali yang terlindung/ Mata air yang terlindung/ Penampung air hujan.4 Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota Sampai Masyarakat Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas Tujuan Umum Meningkatkan masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan dan pinggiran kota di lokasi Pamsimas dalam (penggunaan sarana air minum dan sanitasi yang improved1. dan di sekolah Pelaksanaan PBHS di masy. Akses ke tangki septic. dan di sekolah Penyiapan & pelatihan pengelola sarana air minum dan sanitasi Tahapan Program ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Pemilihan lokasi sasaran ƒ Sosialisasi ƒ IMAS partisipatif ƒ (MPA) ƒ Pembuatan RKM ƒ Pelaksanaan ƒ RKM ƒ Pengelolaan ƒ sarana Air minum dan Sanitasi ƒ Replikasi ƒ (kegiatan inisiatif) Keberlanjutan dan kesinambungan pengelolaan sarana Pelaku di Pelaku di Kecamatan Kabupaten/Kota & Desa/Kelurahan Kab. sesuai status sosial-ekonomi Intervensi Kegiatan ƒ ƒ ƒ ƒ RKM I: Pelatihan manajemen administrasi dan keuangan Pelatihan teknis sarana air minum dan sanitasi Pembangunan sarana air minum umum di daerah perdesaan Pembangunan sarana sanitasi komunal di daerah pinggiran kota RKM II: Pembangunan sarana sanitasi di sekolah Pelatihan PHBS di masy. Kakus sederhana. JMP mendefinisikan Akses terhadap air minum yang aman adalah persen dari populasi yang menggunakan layanan penyediaan air yang "improve". dengan ketersediaan sedikitnya 20 liter per orang per hari dari suatu sumber air yang “improve”. Hal ini dapat dicapai melalui pengarusutamaan (mainstreaming) program dan perluasan (scaling-up) pendekatan berbasis masyarakat secara nasional. Pamsimas mengadopsi definisi global yang saat ini digunakan untuk monitoring kemajuan target MDG. JMP mendefinisikan akses sanitasi yang cukup sebagai persen dari populasi yang menggunakan sanitasi “improve”. sebagai upaya pencapaian target WSSMDGs. /Kota: Kecamatan: TKK ƒ TKKc Bappeda ƒ TTKc DPU ƒ Sanitarian Dinkes Puskesmas PMD ƒ Kasi PMD Bapedalda ƒ Kaurbang Pokja AMPL ƒ TFM Desa/Kel: Tim Penggerak PKK ƒ Aparat Desa DPMU ƒ LKM/Satlak Koord Fasilitator Pamsimas ƒ Natural Leader ƒ Masyarakat ƒ ƒ ƒ ƒ 6 7 Belum adanya definisi " akses WSS" di Indonesia. WC (Pour-Flush kakus). Kecukupan sistem pembuangan limbah tubuh. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 44 . Indikator Tujuan Umum • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana air minum yang improved6. yaitu : Joint Monitoring Program dari WHOUNICEF. atau Kakus dilengkapi ventilasi.

2 dan PHBS yang improved di masyarakat perdesaan dan pinggiran kota • Indikator Tujuan Antara Komponen 1: Jumlah desa/kelurahan yang membuat RKM Rencana peningkatan kapasitas untuk pengadopsian dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. 45 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . advokasi. dan program kebersihan dan kesehatan • Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 1: Identifikasi kebutuhan peningkatan ƒ Pelatihan peningkatan ƒ ƒ kapasitas kapasitas kelembagaan atau kelembagaan dukungan tambahan seperti : ƒ peraturan daerah.PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 1: Pemerintah kabupaten/kota • dan provinsi memiliki LEMBAGA TERPADU yang • menangani perluasan PENGGUNAAN AIR. Kab. SANITASI 1. • • • • Komponen 2: Memantau peningkatan akses dan • efektifitas penggunaan sarana sanitasi yang improved oleh masyarakat dan seklah sasaran Penilaian perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) • • Pemicuan peru-bahan ƒ ƒ perilaku dengan pendekat-an CLTS di ƒ ma-syarakat dan di ƒ sekolah ƒ Pelatihan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah • Promosi PHBS di ƒ masyarakat dan ƒ sekolah • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. kedua cuci tangan setelah (BAB. 8 Pertama-tama meghapus BAB di tempat terbuka. dan progres pencapaian tujuannya Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS Jumlah kabkota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas Komponen 2: % dari masyarakat sasaran yang telah ODF (tidak ada BAB di sembarang tempat) % dari masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun % dari sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved. ke tiga perilaku higienis lain yang diprioritaskan oleh masyarakat sasaran./Kota PPMU & DPMU Pokja AMPL Bapedalda TFM & Konsultan • • Komponen 2: Masyarakat sasaran secara bertahap telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)8. menangani tinja bayi dan sebelum menyentuh makanan). insentif ƒ Advokasi ƒ kelembagaan di kinerja dan teguran ƒ tingkat Memantau tingkat partisipasi dan ƒ kabupaten/kota peluang perluasannya ƒ Pendampingan dalam asesmen dan penyusunan RKM ƒ Advokasi penganggaran di bidang penyediaan air minum dan saniasi (WSS)/AMPL Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi.

ikut mengelola secara efektif dan berkesinambungan • Indikator Tujuan Antara Komponen 3: % desa dengan sistem • peyediaan air minum yang sudah improved. yang 9 berfungsi dan memuaskan • masyarakat penerima layanan % desa dengan sistem • penyediaan air minum yang 10 sudah improved. yang dikelola dan didanai secara efektif Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 3: ƒ Pembangunan sarana ƒ Memantau peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses air air minum dan sanitasi yang minum yang sehat/aman improved Penilaian dampak progra pada KK ƒ Pelatihan pengelolaan yang miskin administrasi dan Penilaian kesinambungan keuangan penyediaan air minum yang baru/ ƒ Pelatihan teknis improved sarana air minum dan sanitasi ƒ Pelatihan operasi & pengelolaan sarana air minum dan sanitasi Komponen 4: • Pemicuan peru-bahan ƒ Memantau komitmen pemerintah ƒ perilaku dengan daerah dalam memperluas pendekat-an CLTS di ƒ Penyediaan Air minum dan Sanitasi ma-syarakat dan di (WSS) di luar lokasi sasaran ƒ sekolah Pamsimas ƒ • Pelatihan PHBS di Membuat pilot proyek dan ƒ masyarakat dan di penyempurnaan pendekatan ƒ sekolah program Penyediaan Air minum dan Sanitasi (WSS) untuk bisa • Promosi PHBS di ƒ disinergikan secara efektif dengan masyarakat dan ƒ upaya penanggulangan kemiskinan sekolah dan pening-katan kapasitas • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dalam rangka masyara-kat dan di ƒ mewujudkan kesinambungan sekolah Pelaku • Satlak Pamsimas dan masyarakat didampingi dan dilatih oleh Fasilitator dan Konsultan serta Tim Teknis Komponen 4: Pemerintah daerah • menunjukkan peningkatan komitmen yang serius secara bertahap terhadap kesinambungan dan perluasan program penyediaan air dan sanitasi secara swadana dengan metodologi Pamsimas Komponen 4: Jumlah desa/kelurahan dan • kabupaten/kota yang melebih 11 kriteria indikator kinerja proyek (key performance indicator). Bank Dunia WSP. laki-laki. setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. 2003. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid. ibid Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free. menerima tambahan hibah • Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kel Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. dan Pemangku Kepentingan lainnya. menggunakannya. penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. lemah/miskin dan kaya. 9 10 11 Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA). kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. kepastian keikutsertaan perempuan. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 46 .PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 3: Masyarakat sasaran memperoleh akses terhadap layanan air minum perdesaan dan sanitasi komunal yang sudah improved. masyarakat. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna.

DPMU) ahli IMIS ƒ Masyarakat dengan Pelatihan di bidang pendampingan TFM IMIS bagi pemangku kegiatan terkait 47 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS Tujuan Antara Indikator Tujuan Antara Fungsi Indikator Tujuan Antara layanan dalam jangka panjang Intervensi Kegiatan ƒ • Advokasi pengangƒ garan di bidang penyediaan air minum dan saniasi ƒ (WSS)/AMPL ƒ Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek • Komponen 5: ƒ Mengkonfirmasi kemajuan dan efektifitas penye-diaan pendamƒ pingan teknis & masukan pengelolaan proyek Survei baseline. mid-term. dan akhir ƒ tahun diker-jakan untuk informasi manaje-men proyek ƒ Spesialis IMIS Menyediakan peKonsultan Advisory rangkat lunak IMIS Menyediakan tenaga ƒ Bagian Monev (PPMU. Kabupaten/Kota PPMU & DPMU Bapedalda Komponen 5: DPMU dan CPMU mampu mengelola dan mendukung program (untuk selanjutnya memperluas ke kabupaten/ kota lainnya) • Komponen 5: Struktur dan perangkat moni• toring proyek (IMIS.

dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. maka TFM bersamasama dengan mitra setempat melakukan revitalisasi kelembagaan tersebut. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. Oleh karena itu. Unit utama di tingkat desa adalah Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan satuan pelaksana kegiatan (Satlak) Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat warga (civil society) di tingkat komunitas akar rumput. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal masyarakat lainnya. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan rekam jejak atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. Proses pembentukan LKM sesuai dengan asas keterwakilan. Dalam hal BKM memiliki kinerja yang kurang memadai. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom.3. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. Satuan Pelaksana PAMSIMAS paska pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya ditransformasi menjadi Badan Pengelola yang bernaung dalam Lembaga Keswadayaan Masyarakat atau BKM dan sejenisnya. seperti P2KP yang telah membentuk BKM atau PPK yang telah membentuk TPK. merevitalisasi atau membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat beserta Satuan Pelaksana kegiatan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. maka pelaksanaan tidak membentuk LKM namun memanfaatkan BKM sesuai dengan karakteistiknya sebagai LKM. provinsi dan pusat.4 Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana Struktur organisasi program di tingkat desa/kelurahan berbeda dengan struktur formal di tingkat pemerintah kabupaten/kota. maka legitimasi LKM adalah pengakuan. representatif dan pengakaran masyarakat sedangkan legalisasi melalui pencatatan di Notaris. LKM berkedudukan otonom. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 48 . akuntabel dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat.PAMSIMAS 3. Di lokasi yang belum terdapat BKM atau sejenisnya. Meskipun sebagai institusi masyarakat. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. Ketentuan dan tata cara memfungsikan. partisipatif. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. Anggotaanggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat.

2. revised October. 4204 IND. Penguatan Keterbukaan dan Transparansi. Penjelasan lebih detail dan terinci dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 3. 5.4 PENGADAAN BARANG/JASA Prosedur pengadaan barang/jasa untuk program Pamsimas sebagian ataupun seluruh sumber pembiayaannya yang berasal dari Financing Agreement IDA Credit No: 4204IND dilaksanakan dengan menggunakan Guideline World Bank : Procurement under IBRD Loans and IDA Credits (May 2004. 49 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . progres kegiatan dan Annual Work Plan. 2006). Pencegahan Risiko Kolusi.5 SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN Program Pamsimas sebagai program yang dibiayai dari pinjaman luar negeri (PLN). dan Ketentuan Sanksi dan Tindakan Perbaikan yang jelas Tindakan anti korupsi ini berdasarkan pengalaman dari program sebelumnya yakni WSSLIC-1 maupun WSLIC-2 . dan Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers (May 2004. 3. Pengawasan oleh Masyarakat Madani. Aide Memoire. 6.6 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI Rencana tindakan pencegahan korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah diidentifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. juga terutama harus mengacu pada : Minute of Negotiation. Berdasarkan dari pengalaman tersebut tindakan anti korupsi sebagian besar difokuskan pada aspek proyek yang berhubungan dengan kontrak yang besar seperti dalam pengadaan bantuan teknis mempunyai resiko yang tinggi.PAMSIMAS 3. Sistim Penanganan Keluhan. revised October. Hal ini agar anggaran memang diperuntukkan bagi pengeluaran – pengeluaran yang telah disetujui oleh Bank Dunia sebagaimana tertera dalam Financing Agreement. lokakarya dan kampanye bersama konstitusi hanya 30% dari total nilai proyek. 2006). Financing Agreement No. 3. Pencegahan Risiko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. Pengalaman sebelumnya pada program WSLIC 2 bahwa untuk kegiatan CDD mempunyai peluang yang tinggi untuk tindakan korupsi dimana nilai investasi mencapai 70% dari total nilai proyek sehingga sangat membutuhkan pengawasan yang lebih tinggi. Untuk di tingkat desa/kelurahan kunci utama adalah sistim pelayanan yang baik serta transparansi. maka sistem pengelolaan keuangan disamping berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. Costing Table. selanjutnya resiko lebih rendah pada aspek pelatihan. Project Appraisal Document. 4.

Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kolusi dan Nepotisme yang terjadi pada proyek sejenis dan disesuaikan dengan mekanisme pelaksanaan proyek.id. kerangka safeguard Pamsimas terdiri dari 3 komponen yakni: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 50 . Hal ini sesuai dengan pendekatan berbasis masyarakat terhadap pengadaan air minum dan sanitasi.go. audit independent . pembebasan lahan dan pemukiman kembali (Land Aquistition and Resettlement). Departemen Dalam Negeri.7 PENGAMANAN/SAFEGUARD Kerangka safeguard dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam melakukan analisis.7. dengan mengacu pada persyaratan dari Bank Dunia dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia mengenai dampak lingkungan.pu. Beberapa area utama/kunci terkait dengan upaya anti korupsi termasuk manajemen proyek. Penjelasan lebih detail mengenai Rencana Tindak Anti Korupsi Lampiran 4 dapat dilihat pada 3.1 Lingkup Kerangka Kerja Safeguard Sesuai dengan karakteristik kegiatan yang didanai dalam Pamsimas. monitoring dan evaluasi. yang mana kemungkinan besar tidak akan mengakibatkan dampak berarti yang tidak diinginkan terhadap lingkungan hidup dan sosial. Departemen Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi telah dipersiapkan sesuai dengan risiko Korupsi. Penyediaan dokumen proyek yang dapat diakses oleh publik merupakan rencana Pencegahan Korupsi ini dipublikasikan di dalam situs www. Keistimewaan dari semua rencana tindakan anti korupsi terintegrasi dalam penganggaran proyek. operasi dan pemantauan subproyek. Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. penyampaian informasi dan peningkatan kesadaran. dan warga terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People) Kegiatan dalam Program Pamsimas telah diklasifikasikan sebagai Kategori B. Penjelasan lebih detail mengenai safeguarding dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas 3. perencanaan.PAMSIMAS kualitas yang lebih baik serta pengelolaan program/proyek diberikan tanggung jawab kepada masyarakat. pelaksanaan. Departemen Kesehatan.

pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. Untuk kesinambungan program Pamsimas perlu dibentuk organisasi operasional dan pemeliharaan (O&P). antara lain prasarana dan sarana air minum. Menjamin pemeliharaan secara rutin. 2.PAMSIMAS 1. promosi manfaat sosial. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam pananganan. 3. Safeguard bagi masyarakat terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People). Agar Prasarana dan sarana yang telah terbangun tetap berfungsi sesuai dengan kualitas dan umur pelayanan yang direncanakan. 2. Kerangka safeguard lingkungan ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. promosi manfaat sosial. 3. keterlibatan kaum perempuan lebih signifikan karena mereka merupakan pengguna. efisien (air sebagai komoditi ekonomi). dan mewujudkan keterbukaan. pengurangan dan pengelolaan resiko lingkungan yang tidak diinginkan. 51 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . tepat sasaran dan. Menyerahkan tanggung kepada Pengelola Sarana untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan pelayanan sarana yang ada. Tujuan operasi dan pemeliharaan (O&P) dalam Pamsimas adalah sebagai berikut: 1. Safeguard Sosial Safeguard pengadaan tanah dan pemukiman kembali (land acquisition and resettlement). dan mewujudkan pelaksanaan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga terisolasi dan rentan yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. Dalam pelaksanaannya. Safeguard Lingkungan. yang bertujuan untuk keberlanjutan bagi pelayanan dan pelestarian aset yang telah dibangun oleh masyarakat. tepat waktu. promosi manfaat lingkungan.8 OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN Dalam Pamsimas pemeliharaan prasarana dan sarana harus memposisikan air sebagai komoditi ekonomi tidak sekedar komoditi sosial dan menjadi tanggung jawab pengelola yang dibentuk melalui Musyawarah Desa/Kelurahan. dan mewujudkan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak pemindahan dan stakeholder lainnya. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. oleh sebab itu partisipasi aktif perempuan dalam operasional dan pemeliharaan aset masyarakat sangat diperlukan.

Pada tahap ini berfungsinya Badan Pengelola (BP)untuk operasional dan pemeliharaan menjadi penting peranannya demi berlanjutnya pelayanan sarana air minum dan sanitasi. kepuasan pengguna sarana. • Memastikan proses fasilitasi kegiatan pelaksanaan siklus Pamsimas sesuai acuan yang ada (PMM.1 Jenis Kegiatan Pemantauan dalam Pamsimas 1) Pemantauan oleh Masyarakat. akan diturunkan misi supervisi dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 52 . Petunjuk Teknis. • Memastikan setiap kerangka acuan yang disusun untuk dilaksanakan berdasarkan pada koridor yang telah ditentukan (PMM. dll).SOP). PMD. Pemantauan adalah proses yang terus menerus dilakukan di sepanjang siklus program. akses terhadap fasilitas berdasarkan gender dan strata sosial ekonomi. kabupaten/kota. Pemantauan dilakukan oleh masyarakat secara periodik dengan menggunakan metode MPA untuk mengukur : keberlanjutan. efektifitas penggunaan. dimulai dari persiapan. 2) Pemantauan oleh pemerintah. Depkes. dan peubahan perilaku. maupun dari interdepartemen ( Dep. Pemantauan ini juga dilakukan oleh pemerintah di tingkat nasional.PAMSIMAS Agar pelaksanaan operasional dan pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar maka diperlukan organisasi untuk mengelola sarana air minum setelah masa pelaksanaan konstruksi. dan pelestarian. 3. VIM. SOP). Bangda. baik dari lembaga penyelenggara /executing agency. Secara berkala. Pemantauan dilakukan oleh pihak pemerintah. perencanaan. kecamatan. dan desa/kelurahan.9 PEMANTAUAN Pemantauan adalah kegiatan pengumplan informasi yang dilakukan secara periodik untuk memastikan suatu kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Penjelasan lebih detail mengenai Operasional dan Pemeliharaan dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat 3. VIM. sehingga capaian substansi sesuai indikator yang telah ditentukan. Keuangan. Metode pemantauan oleh pemerintah ini dilakukan melalui kunjungan lapangan untuk mengetahui apakah kegiatan proyek berjalan sesuai rencana dan prosedur yang disepakati. pelaksanaan. Tujuan Pemantauan: • Memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan Pamsimas secara progress tidak terlalu menyimpang dari time frame yang telah ditentukan pada setiap ’milestone’ dalam master schedule. Hasil kegiatan pemantauan digunakan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan dan penyesuaian terhadap perencanaan.9. PU. dan Petunjuk Teknis.

evaluasi. Acuan yang digunakan dalam pemeriksaan keuangan adalah dokumen resmi proyek (PMM. perlu disepakati indikator kinerja dan perkembangna pelaksanaan program dengan lembaga pemeriksa keuangan ini. dll) ke lokasi proyek . LSM. Pihak donor melakukan pemantauan ini. infrastruktur (sarana air bersih dan sanitasi) dan keuangan/pembukuan. dan Tim Fasilitator Masyarakat). B. untuk melihat pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di lapangan. Dalam pemeriksaaan keuangan ini. IMIS. dan pelaporan kegiatan Pamsimas. IMIS terdiri dari : A. 4) Pemeriksanaan Keuangan/Audit oleh BPK. memberhentikan proses pelaksanaan prorgam apabila dibutuhkan.9. Metode pemantauan yang digunakan oleh konsultan adalah uji petik untuk memantau kualitas pendampingan dan output . Hasil pemantauan digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap konsep dan desain proyek. 3) Pemantauan oleh konsultan (CMAC. Uji petik dilakukan terhadap setiap siklus pamsimas. Kegiatan pemantauan misi supervisi dilakukan oleh pihak donor untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah dilaksanakan memenuhi standar persyaratan Loan Agreement yang telah disepakati. dan memberikan model pembelajaran bagi pelaku proyek. Monitoring Keberlanjutan. Monitoring ini akan melihat perubahan yang terjadi dimasyarakat baik secara fisik dan perubahan perilaku secara kuantitatif dan kualitatif. VIM. Unsur pemerintah yang berperan dalam pemeriksaan keuangan seprti BPK. BPKP. kabupaten/kota. yaitu PAD. dan Bawasda. Sumber data dari monitoring ini berasal 53 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . SOP).PAMSIMAS kunjungan lapangan oleh pejabat pemerintah serta unsur terkait lainnya (lembaga donor. dan Petunjuk Teknis. DMAC. MIS (Management Information System). dan nasional. PMAC. Kegiatan pemantauan ini dilakukan oleh jajaran konsultan mulai dari tingkat lapangan. Keluaran data dan informasi yang dihasilkan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan. 5) Pemantauan oleh Pihak Donor.2 Metode Pemantauan Program Pamsimas 1. BPKP. Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pamsimas adalah sebuah sistem yang direncanakan untuk memantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas di lapangan melalui mekanisme pengelolaan data dan informasi yang terpadu dan terbuka. Merupakan data pemantauan yang diperoleh dari hasil monitoring keberlanjutan yang dilakukan oleh masyarakat dan sistem pemantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas. dan Bawasda bertanggungjawab memeriksa Pamsimas setiap tahunnya. 3. propinsi.

Dalam pelaksanaannya. kapasitas anggota tim. monitoring keberlanjutan dalam Pamsimas perlu dilakukan dalam 3 tahap yaitu : a. maupun dukungan manajemen perusahaannya. Sehingga. Penyusunan rencana kerja ini harus dengan mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia.PAMSIMAS dari hasil pencatatan informasi tentang kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program serta sistim pelaporan secara berkala dan sistimatis. Quick Status dibuat dengan tujuan untuk mengendalikan realisasi pelaksanaan siklus di lapangan (progress) terhadap Master Schedule yang sudah disepakati bersama. dimana kondisi tersebut merupakan data awal (baseline data) b. konsultan pusat sampai daerah maupun masyarakat penerima program. Setiap pelaku Pamsimas perlu memiliki rencana kerja yang jelas sehingga pelaksanaan Pamsimas dapat terarah dan terpantau dengan baik. Setiap TFM akan melaporkan progress Quick Status pada setiap dua mingguan. Tahap identifikasi masalah dan analisis situasi. c. Tahap begitu program pamsimas (kegiatan fisik dan non-fisik) selesai dilakukan. Dengan adanya pemahaman yang sama antar pelaku tentang Pamsimas. siklus kegiatan pada wilayah sasaran Pamsimas mengacu pada rencana induk. Master Schedule/Rencana Induk. dan dapat diketahui pula progres terakhir pencapaian tahapan kegiatannya. Dinas/Instansi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Rencana Induk merupakan acuan pokok para pelaku Pamsimas dalam menjalankan setiap proses kegiatan agar selalu berkesinambungan dan tepat waktu. serta sasaran yang ingin dicapai. Tahap (minimal) satu tahun setelah program selesai untuk melihat dampak yang terjadi 2. setiap pelaku dapat segera menindaklanjuti dengan membuat strategi dalam upaya mencapai sasaran tersebut. Quick Status/Status Cepat. diantaranya dengan menyusun rencana kerjanya yang didasarkan atas target substansi (berdasarkan indikator) dan target capaian (berdasarkan Master Schedule). Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 54 . baik jumlah timnya. Secara garis besar. 3. sehingga dapat melihat bagaimana kesesuaian antara rencana masyarakat dengan realisasi kegiatan yang dilaksanakan. Master schedule atau rencana induk merupakan rencana kegiatan selama program berjalan yang dilaksanakan oleh semua pihak pelaku program baik Inter Departemen (Tingkat Pusat). dengan demikian setiap dua minggu akan dapat diketahui secara cepat tahapan kegiatan mana saja yang sudah selesai ataupun yang belum selesai.

Salah satu alat monitoring yang efektif dan populer untuk memantau kemajuan dan infomasi terkini suatu proyek adalah website.org). Uji petik merupakan bagian dari kerangka pemantauan proyek secara keseluruhan. Informasi mengenai data progres dan pencapaian indikator. yaitu : forum diskusi. koordinator fasilitator diharapkan melakukan uji petik di minimum 50% desa sampel di wilayah kendalinya. resume kontrak konsultan. 55 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Semua informasi mengenai Pamsimas akan diupload melalui website (www.pamsimas. 5. Uji Petik. Dengan mempertimbangkan unsur keterwakilan. untuk melakukan pengendalian tentang status pelaksanaan kegiatan dan penyiapan media-media bantu yang dibutuhkan.PAMSIMAS 4. Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung di masing-masing PMAC di kabupaten/kota secara sampling. maka ditetapkan bahwa tim CMAC akan melakukan uji petik di minimum 3% desa sampel di wilayah kendali CMAC sedangkan tim PMAC melaksanakan uji petik di minimum 10% desa sampel di wilayah kendali PMAC. .Kegiatan uji petik ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setelah siklus selesai difasilitasi di masyarakat. serta monitoring terhadap pemanfaatan dana BLM yang sudah dicairkan untuk memastikan kualitasnya tercapai. 6. Quick Status. dan PPM (pengelolaan pengaduan masyarakat). serta memastikan transparansi dan akuntabilitasnya. Di tingkat kabupaten/kota. data kontak pelaku pamsimas dapat diakses pada website tersebut. Informasi Berbasis Website. pengaduan. pustaka publikasi. Kunjungan Lapangan. Dilaksanakan untuk mengukur pencapaian substansi maupun pemenuhan prasyarat kegiatan yang telah ditetapkan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan terhadap kelurahan/desa sampel yang dipilih dengan metode pemilihan sampel acak terstratifikasi. pengaduan. Website tersebut juga menyediakan media interaktif untuk pelaku pamsimas di seluruh wilayah untuk menjalin komunikasi. dan ruang tanya jawab dengan tenaga ahli. Hasil uji petik akan menjadi bagian yang saling melengkapi dengan kegiatan pemantauan lainnya seperti SIM (sistim informasi manajemen).

550 3. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen CPMU. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU 0 0 1-2 juta 2-3 juta 3-5 juta 5-8 juta 6-10 juta Laporan kumulatif tahunan.5 – 1 juta Tahun 3 1-2 juta Tahun 4 2-3 juta Tahun 5 3-5 juta Tahun 6 6-7 juta Frekuensi dan Pelaporan Pengumpulan Data dan Pelaporan Instrumen Penanggung Jawab Pengumpulan Data Pengumpulan Data Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU.PAMSIMAS Tabel 3. di luar target desa Pamsimas • % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF) 0 Periode Tahun 1*) 0 Tahun 2 0. Monitoring MIS yang berkelanjutan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 56 56 ./kota yang melampaui kriteria kinerja proyek dan memperoleh tambahan dana hibah • Adanya struktur dan alat pemantauan proyek (IMIS. M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek N/A 0% 90% 90% 90% 90% 90% N/A 0 0% N/A 90% N/A 90% 100-200 Desa/5 Kab 100% Kab 90% 250-500 Desa/ 10 Kab 100% Kab 90% 400-800 Desan/ 15 Kab 100% Kab 90% 500-1000 Desa/ 20 Kab 100% Kab Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan proyek 0 100% Kab 100% Kab IMIS. berdasarkan laporan kemajuan detail dari daerah Survey evaluasi perubahan perilaku higinis (PHS) pada saat baseline. kajian per 6 bulan oleh CPMU Nol 0% 0% 0% 10% 10% 12% 20% 20% 27% 40% 40% 51% 60% 60% 77% 80% 80% 95% • % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) • % sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS)./Kota yang mereplikasi program Pamsimas.850 5000 100% 100% none 20 of 70 30 of 70 50 of 70 70 of 70 Laporan kumulatif tahunan. dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program • Realisasi anggaran Kab. serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran • % desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif • Jumah desa/kelurahan dan kab. di beberapa lokasi pemantauan di masing-masing Propinsi DPMU melaporkan ke CPMU. berdasarkan data dan laporan dari DPMU DPMU.5 Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas Baseline Indikator Pencapaian Program • Jumlah tanbahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU Laporan proyek dan dokumen anggaran Kab. bersumber dari pemantauan MIS yang berkelanjutan Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga Evaluasi perubahan perilaku – survey acak/random Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU./Kota CPMU. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Lembaga yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah desa/kelurahan yang telah menyusun RKM • Rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. berdasarkan data dan laporan dari DPMU 0 NA TBD 0 600 1350 50% 50% 2. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak. • % desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi./Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDG • Jumlah Kab. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Laporan kumulatif tahunan. midterm dan EOP Laporan kumulatif tahunan.

3. di tingkat kabupaten/kota dan propinsi serta pusat oleh Asisten DPMU bidang pemantauan dan evaluasi.12 PELAPORAN Pelaporan tentang hasil pelaksanaan pekerjaan adalah bagian penting dari pemantauan dan pertanggungjawaban program. Untuk mempertajam hasil pematauan dan evaluasi dampak. yaitu konsultan melalui laporan biasa maupun berkala. Jenis-jenis evaluasi yang akan dilakukan dalam program Pamsimas adalah: 1) Evaluasi Keluaran (Output). Evaluasi ini akan dilakukan pada pertengahan pelaksanaan proyek dan setelah keseluruhan program selesai. Indikator kinerja Pamsimas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. peningkatan derajat kesehatan masyarakat. dan peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator.11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) Salah satu aspek penting dari sistem pemantauan dalam program Pamsimas adalah pemantauan terhadap proses penanganan pengaduan. website online dan kotak pengaduan khusus untuk hal ini dan setiap orang bisa menulis untuk ditujukan ke alamat tersebut. 3) Studi Khusus/Tematik.10 EVALUASI Evaluasi dalam Pamsimas dilakukan untuk menilai secara berkala apa yang telah dihasilkan. 3. untuk mengetahui apakah pamsimas berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya melalui pengukuran indikator kinerja utama. Dilakukan dengan melihat sejauh mana perubahan yang dialamai masyarakat penerima manfaat dengna membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program.PAMSIMAS 3. Program Pamsiams melalui kerja sama dengan konsultan atau pihak lain melakukan survei / studi dampak/manfaat ekonomi. Evaluasi difokuskan pada keluaran dan dampak proyek apakah sesuai dengan tujuan dan rencana yang ditetapkan. sejumlah studi tematik dapat dilakukan dalam kurun waktu perjalanan program. Proses penanganan pengaduan membuat setiap orang bisa menyampaikan suatu pengaduan. atau wartawan melalui tulisan mereka di media masa tentang Pamsimas. Penyiapan laporan mengenai 57 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . 2) Survei/Studi Dampak. anggota masyarakat melalui surat tanpa nama. Mekanisme penanganan pengaduan dalam program Pamsimas di tingkat masyarakat dilakukan di Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) LKM. serta peran masyarakat di bidang air minum dan penyehetan lingkungan. Program Pamsimas menyiapkan Hotline Pengaduan melalui SMS (short message service).

penerapan dan pencapaian dari sasaran atau tujuan Pamsimas. Untuk aparat pemerintah yang terlibat dalam program pamsimas. dan SIM. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas 58 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Sedangkan pelaporan untuk konsultan mengikuti format yang diatur dalam petunjuk teknis Monitoring. Mekanisme pelaporan dan pelaksanaan Pamsimas dilakukan melalui jalur struktural. Evaluasi.PAMSIMAS kemajuan pelaksanaan program mungkin. Hal ini untuk membantu dalam evaluasi kinerja pelaku program Pamsimas. penanganan pengaduan masyarakat dan pelaporan serta indikator kinerja dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. Evaluasi. Semua pelaku program Pamsimas bertanggung-jawab untuk membuat pelaporan atas pelaksanaan program pada tingkat desa/kelurahan. evaluasi. propinsi dan tingkat pusat. harus dibuat secara sederhana dan seringkas Pelaporan dalam program PAMSIMAS merupakan proses penyampaian data dan atau informasi mengenai perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan program. kabupaten/kota. Penjelasan lebih detail mengenai pemantauan. kendala atau permasalahan yang terjadi. format laporan mengikuti kebijaksanaan dari masing-masing instansi.

B dan E. provinsi. serta dana kontribusi swadaya masyarakat. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di pusat maupun di daerah. dan rupiah murni dari APBN. lokakarya dan pelatihan komponen A. Penjelasan lebih detail mengenai pendanaan maupun pengelolaan keuangan program Pamsimas dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Pamsimas. Dana ini meliputi pengadaan barang.1 SUMBER DANA Pendanaan proyek Pamsimas melalui sumber dana kredit IDA (International Development Association) No.1. APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota. 4. 59 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . monitoring. bantuan dana yang diberikan langsung kepada masyarakat untuk membiayai kegiatan Pamsimas pada sarana air minum dan kesehatan masyarakat yang dituangkan dalam RKM (b) Alokasi Non BLM. honorarium. 4204-IND. kabupaten.PAMSIMAS BAB 4 PENDANAAN PROGRAM 4. APBN Dana yang berasal dari Pemerintah antara lain digunakan untuk sebagian kegiatan yang berkaitan dengan : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ manajemen proyek. Kegiatan yang sebagian akan dibiayai dari APBN adalah: ƒ ƒ ƒ pengadaan barang barang pengadaan jasa konsultan biaya operasional tingkat pusat.1 Dana Kredit IDA Alokasi dana Kredit IDA pada dasarnya terbagi atas 2 bagian yaitu : (a) Alokasi BLM Desa/kelurahan. pelatihan.1.2 Dana Rupiah Murni A. Cr. bantuan dana diluar BLM untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat. Jasa Konsultan dan lain sebagainya. 4. perjalanan. kecamatan dan desa.

ƒ pelatihan. Semakin besar kontribusi masyarakat semakin tinggi komitmennya untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan Pamsimas. perjalanan. APBD Kabupaten/Kota Dana yang berasal dari Pemerintah Kabupaten/kota dianggarkan tiap tahunnya untuk kegiatan proyek termasuk kegiatan yang tidak dibiayai atau sebagian dibiayai melalui dana Bank Dunia tetapi sudah disepakati pada saat negosiasi. antara lain: ƒ manajemen proyek.PAMSIMAS B. yang merupakan dana pendukung bagi pembiayaan kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. untuk pembiayaan kegiatan yang tertuang dalam RKM ƒ Dana insentif untuk program replikasi. Kegiatan tersebut. antara lain : ƒ ƒ ƒ ƒ pelatihan. Dengan demikian dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya merupakan stimulan 60 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . perjalanan di tingkat provinsi sampai ke daerah dan pusat Manajemen dan operasional kantor PPMU C. D. honorarium. direncanakan oleh masyarakat dan dituangkan di dalam RKM. maka Program PAMSIMAS belum dapat dilaksanakan pada Kab/kota tersebut pada Tahun Anggaran tersebut. ƒ monitoring. Kontribusi masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. ƒ Dana Monitoring & Evaluasi Kegiatan Apabila Kabupaten/Kota belum mengalokasikan dana di atas pada Tahun Anggaran berjalan. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di kabupaten/kota sampai tingkat desa ƒ Dana Daerah untuk Program Bersama (DDUPB) sebesar minimal 10% dari total RKM di masing-masing desa. ƒ honorarium. Kontribusi Masyarakat Kontribusi masyarakat minimal sebesar 20% dari total RKM. APBD Provinsi Dana yang berasal dari Pemerintah Provinsi yang dianggarkan tiap tahunnya adalah kegiatan proyek untuk pos-pos yang telah ditetapkan oleh Biro Keuangan dan Bappeda dari Pemerintah Provinsi Peserta Pamsimas. dalam bentuk tunai (in-cash) minimal 4% dan in-kind minimal 16%.

Konsultan Lokal. Pelaksanaan Pelatihan. yaitu: 1. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 3.9 15.01 dan Pelayanan Sanitasi 3 Pembangunan Sarana Air 162. Komponen Pembiayaan Pamsimas No Komponen Total Pinjaman 3. Kategori Lain-lain/Dana Cadangan. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat. 4.5 49.1. oleh sebab itu didalam proses penganggaran dan pencairan dana harus diperhatikan agar kategori dana sharing pembiayaan sesuai kesepakatan. (100% untuk foreign expenditures.8 0.PAMSIMAS dan penghargaan atas tumbuhnya kepedulian. Barang dan Lokakarya dari Komponen 1 dan 5 meliputi antara lain: Materi Pendidikan. baik in-cash maupun in-kind 4.47 51. Apabila tidak sesuai maka sekalipun kegiatan tersebut sudah dilaksanakan.3 Kategori Pembiayaan Kategori yang telah disepakati dalam pelaksanaan program Pamsimas yang dibiayai IDA berdasarkan sumber dana dapat dirinci beberapa kategori. Kategori Jasa Konsultan untuk pembiayaan. pembayaran pada tahun 2008-2009 sebesar 100%.3 Total 275.6 Manajemen Proyek Unallocated 1.1 0.9 10.2 1. (100% untuk foreign expenditures.4 83. Peralatan Kantor. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 2.4 16.7 Masyarakat 30. Monitoring.8 Pemerintah Pusat Daerah 5. Barang dan Lokakarya dari Komponen 2 meliputi antara lain: Materi Pendidikan.5 - 1 Pemberdayaan Masyarakat dan 10.3 137.5 38.1. Seluruh komponen dan kategori pembiayaan tercantum dalam Financing Agreement (FA) tidak dapat dirubah.8 Kabupaten dan Desa (dibiayai oleh Pemerintah) 5 Dukungan Pelaksanaan dan 81. Untuk itu. prakarsa. pada tahun 2010 sebesar 40% dan pada tahun 2011-2012 sebesar 15%.6 5. Studi. Hibah digunakan untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi (100% dari dana hibah pusat).1 Pengembangan Kelembagaan 2 Peningkatan Perilaku Higienis 32.5 Berdasarkan 5000 desa dengan BLM Rp 275 juta/desa dan 20% kontribusi masyarakat 61 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Peralatan Kantor. tidak dapat dibayar oleh Bank Dunia. Tabel 4. 5.01 39.2 Minum dan Sanitasi Umum 4 Hibah Insentif / Inovasi bagi 8. Dana BLM Pamsimas hanya dapat dicairkan apabila masyarakat telah merealisasikan swadaya.1 33.2 36.

Usulan anggaran program diserahkan kepada Direktorat Penganggaran pada Bulan Juni di tahun ketika anggaran tahunan disiapkan. b . Departemen PU. dengan dilengkapi penguatan prosedur yang tepat. Prosedur Pemerintah ini termasuk mengacu pada Prosedur Penganggaran dan Standard Akuntansi Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24. Kegiatan Yang Dikontrakkan Pembayaran kepada pihak ke-3 (pengadaan dilakukan sesuai dengan prosedur sesuai Financing Agreement) dapat dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah disepakati dengan pihak ke-3. Anggaran yang diajukan telah dibahas di Kabinet (sebagai bagian dari anggaran nasional) pada Bulan September dan setelah disetujuai oleh Kabinet selanjutnya disampaikan kepada DPR. PPMUs dan DPMU dapat mengajukan pembayaran awal uang muka untuk pelaksanaan kegiatan selama 1 bulan kepada KPPN.1 Penganggaran Penganggaran program-program Bank Dunia akan diintegrasikan dengan penganggran dari mitra lembaga pemerintah yang menjadi pelaksana program. Pembayaran akan dilakukan langsung kepada pihak ke-3. PPMU dan DPMU. Direktorat Penganggaran mengalokasikan ceiling budget pada Bulan September. CPMU. Melalui penganggaran ini. Depdagri dan Depkes kemudian memproses penyiapan anggaran rinci untuk CPMU. Anggaran final program yang telah siap kemudian diajukan ke World Bank sebagai Rencana Kerja Tahunan Program. verifikasi diperlukan untuk menghindari terjadinya resiko kesalahan/penolakan pembayaran oleh Bank Dunia. Kegiatan Swakelola Sesuai Anggaran yang telah ditetapkan. Hasilnya diajukan ke Direktorat Penganggaran Depkeu dan Bappenas serta diklarifikasi oleh keduanya. audit trails and procedure untuk memeriksa kesesuaian kontrak dengan hasil. Meskipun proses pembayaran mengikuti prosedur pemerintah. pengukuran kinerja penganggaran akan dikombinasikan dengan kinerja alokasi budget dari lembaga/instansi pelaksana. 4.2 PENANGANAN FINANCIAL MANAGEMEN Ketentuan dan prosedur akuntansi program ini secara subsbtansi mengacu pada prosedur pengelolaan keuangan Pemerintah. 62 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . 2005) serta Sistem Akuntansi Pemerintah Nomor 59/PMK. termasuk adanya bukti-bukti pengeluaran.PAMSIMAS 4.2.06/2005). a .

2. Panduan sederhana akuntansi bagi Satuan Pelaksana Pamsimas akan dijelaskan lebih lanjut dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Seluruh laporan yang diterima dari PPMU dan DPMU akan dikumpulkan oleh CPMU dalam suatu format laporan IFR yang sudah disetujui oleh Bank dan diserahkan setiap 3 bulan sekali dalam waktu 45 hari setelah berakhirnya 63 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . PPMU. serta unit keuangan di tingkat Kabupaten dan Provinsi berlandaskan pada Standar Keuangan Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24.3 Pelaporan Saat ini pemerintah menerapkan klasifikasi Standar Keuangan Pemerintah sesuai dengan Peraturan Menkeu No 13/PMK 06/2005. Software akuntansi Pemerintah diterapkan untuk mencatat seluruh transaksi. IFR akan digunakan untuk menyakinkan bahwa dana pinjaman masih tersedia pada saat dilakukan pembayaran. 2005) dan Sistem Akuntansi Pemerintah (PerMenkeu Nomor 59/PMK. Sistem diberlakukan berbasis bulanan dan diserahkan ke Menkeu setiap tri-wulan. KPPN serta Unit-Unit Keuangan di Departemen PU. Kartu ini didukung lebih lanjut dengan kartu monitoring kontrak (satu kartu untuk satu kontrak). Back up Manual (general cashbook dan buku pendukung lainnya) tetap disimpan baik oleh Biro/Unit Keuangan dan KPPN.2 Pembukuan dan Akuntansi Biro Keuangan Departemen PU. Peraturan tersebut belum mencakup pengkodean untuk sumber dana dari luar.PAMSIMAS 4.2. diperlukan penjelasan mengenai: (1) Harmonisasi antara komponen proyek dengan kategori pengeluaran sesuai dengan Mata Anggaran dan tolak ukur (2) Bagian keuangan dari CPMU. karenanya software keuangan pemerintah tidak dapat membedakan antara pengeluaran proyek dengan pengeluaran pemerintah. Depdagri dan Depkes. khususnya terkait Pamsimas.06/2005). Untuk dapat membedakan pengeluaran proyek untuk penganggaran dan persiapan laporan sesuai dengan kategori pengeluaran. dan DPMU harus membedakan project payment voucher and project remitance order (3) Menyiapkan rekonsiliasi catatan proyek dari Bank yang ditunjuk CPMU harus bekerja sama dengan PPMU dan DPMU dalam menyiapkan Interim Financial Report (IFR). Sistem-sistem ini dimaksudkan untuk menjamin seluruh pengeluaran program Pamsimas termasuk dalam sistem dan pelaporan akuntabilitas pemerintah. 4. Depkes dan Depdagri kartu catatan realisasi anggaran.

Dengan dana yang tersedia pada rekening tersebut. Inisial deposit untuk rekening akan diminta oleh Dirjen Perbendaharaan berdasarkan laporan antara Unaudit Financial Report yang disiapkan oleh CPMU (sesuai input dari PPMU dan DPMU). Laporan 3 bulanan ini akan diakumulasikan setiap tahunnya untuk kebutuhan audit tahunan. dan (ii) statement of expenditures (SOE) untuk yang lainnya. Mekanisme penyaluran dana pinjaman kepada kabupaten/kota direncanakan akan mengikuti mekanisme proyek pusat. PPMU. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran. Dengan pengaturan ini. dan DPMU. Pada saat pelaksanaan kegiatan membutuhkan pembayaran. CPMU. dana akan dianggarkan di pemerintah pusat dan dana disalurkan langsung ke unit tehnik terkait (bukan pemerintah daerah). PPMU. Laporan pertama berisi rencana kegiatan 6 bulan pertama dan dana yang dibutuhkan serta rencana pengadaan. 64 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . sesuai dengan anggaran yang telah disetujui. CPMU. Monitoring penganggaran akan dilakukan melalui IFR dan jadwal audit interim yang telah disepakati serta jadwal kegiatan supervisi. mengingat sesuai PP Nomor 16/ FY 2005. Laporan IFR akan digunakan sebagai dasar pencairan dana. PPMU. Mekanisme ini dapat membantu menyakinkan bahwa laporan IFR dapat digunakan untuk kepentingan monitoring. CPMU. dana akan dianggarkan pada level pemerintah pusat dan disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah daerah.PAMSIMAS periode laporan kepada Bank melalui Departemen Keuangan. Dengan pengaturan ini. Mekanisme ini juga memungkinkan identifikasi awal dari setiap masalah yang ada. akan dibuka rekening dalam mata uang dolar di BI atas nama Departemen Keuangan. dan DPMU akan bertanggung jawab terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh CPMU. PPMU. 4. Mekanisme pencairan dari dana kredit Pamsimas akan diawali dengan membuat Rancangan Pencairan dengan menyerahkan (i) Daftar pembayaran kontrak yang telah disetujui World Bank (subject to prior-review by the Bank) bersamaan dengan daftar pengeluaran. urusan air minum khususnya di wilayah pinggiran perkotaan merupakan tanggungjawab pemerintah pusat. Mekanisme transfer dana untuk arus dana ke kabupaten merujuk pada pengaturan anggaran pemerintah pusat. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran (sesuai dengan kegiatan proyek dan proses pengadaan yang berlaku).3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA Dalam menfasilitasi pencairan dana pinjaman. Pengelolaan rekening tersebut berada di bawah tanggung jawab Dirjen Perbendaharaan Depkeu. khususnya untuk antisipasi akan terjadinya penyerapan dana lebih rendah dari alokasi anggaran.

PU.5.1. misalnya akuntan expert untuk memperkuat kapasitas Irjen Dept.PAMSIMAS Penjelasan kebih detail mengenai mekansime penyaluran dana kepada masyarakat dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan/atau Buku Petunjuk Khusus Adminstrasi Keuangan oleh Masyarakat. Laporan temuan audit disampaikan ke auditor external proyek dan Bank Dunia.5 4. Mekanisme penyaluran dana hibah ini dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4. Dalam hal ini dapat didukung dengan bantuan teknis.1 AUDIT Internal Audit Program akan memperkuat penanganan internal audit yang akan dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) dan BPKP secara reguler setiap 4 bulan sekali. Rencana kerja Irjen Departemen PU dapat termasuk internal audit kegiatan dan pembiayaan Pamsimas di tingkat pusat dan provinsi. yang terdiri dari SPPB I dengan sumber dana dari APBD. 12 Mekanisme penyaluran dana tersebut akan disesuaikan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendahraan Depar temen Keuangan yang berlaku 65 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . 4.4 MEKANISME PENYALURAN DANA PAMSIMAS DI TINGKAT MASYARAKAT Penyaluran BLM program Pamsimas dilakukan berdasarknan SPPB. dan SPPB II dari APBN. Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat12 Penjelasan lebih detail akan diuraikan pada Buku Petunjuk Teknis Sistem Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 4. Inspektorat Jenderal Departemen PU telah ditugaskan untuk bertanggungjawab melakukan monitoring realisasi anggaran Departemen PU.

PAMSIMAS Kontrol Internal dan akuntabilitas pelaksanaan di tingkat desa dan kabupaten akan direview melalui internal audit yang dilakukan oleh BPKP. Laporan audit keuangan dan statemen keuangan akan disampaikan ke World Bank tidak lebih dari 6 bulan setalah tahun anggaran APBN berjalan (30 Juni pada tahun berikutnya).2 External Audit Laporan keuangan program dan laporan kegiatan akan diaudit secara rutin setiap tahun. Audit dilakukan berdasarkan Terms of Reference (TOR) yang disepakati dengan World Bank pada saat negosiasi. Audit BPKP setidaknya mencakup minimal 10% desa/kelurahan sasaran di seluruh kabupaten partisipan sebagai sampel audit.5. Penjelasan lebih detail tentang Audit dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 66 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . 4.

3 Kabupaten Indragiri Hulu 2.4 Kabupaten Dharmasraya 1.11 Kabupaten Solok Selatan 1.3 Kota Payakumbuh 1.8 Kabupaten Lima Puluh Kota 1.6 Kabupaten Lahat 3.8 Kabupaten Ogan Ilir 4.1 Kabupaten Tasik Malaya 5.13 Kabupaten Pasaman 1.2 Kabupaten Lebak 5.1 Kota Pariaman 1.12 Kabupaten Solok 1.6 Kabupaten Bengkalis 3.4 Kabupaten Subang 5.4 Kabupaten OKU Selatan 3.5 Kabupaten Pasaman Barat 1.14 Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung 1.7 Kabupaten Tanah Datar 1.10 Kota Padang 1.2 Kabupaten Sumedang 5.5 Kabupaten Kuningan 6.2 Kota Sawahlunto 1.1 Kabupaten Kampar 2.4 Kabupaten Indragiri Hilir 2.7 Kabupaten Muara Enim 3.5 Kabupaten Musi Banyuasin 3.1 Kabupaten Serang 4.6 Kabupaten Agam 1.15 Kabupaten Pesisir Selatan 2.9 Kabupaten Padang Pariaman 1. 1 Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota 1.2 Kabupaten Musi Rawas 3.3 Kabupaten OKI 3.3 Kabupaten Garut 5.2 Kabupaten Rokan Hulu 2.PAMSIMAS LAMPIRAN 1 DAFTAR LOKASI PROGRAM PAMSIMAS No.1 Kota Pekalongan 6.1 Kabupaten OKU Timur 3.5 Kabupaten Kuantan Singingi 2.2 Kabupaten Kudus 2 Riau 3 Sumatera Selatan 4 5 Banten Jawa Barat 6 Jawa Tengah 67 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .

8.4 Kabupaten Lembata 8.18 Kabupaten Wonogiri 6.8 Kabupaten Banjar 8.23 Kabupaten Rembang 6.3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7.7 Kabupaten Rote Ndao 7 Kalimantan Selatan 8 Nusa Tenggara Timur 68 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .6 Kabupaten Batang 6.22 Kabupaten Temanggung 6.6 Kabupaten Kota Baru 7.15 Kabupaten Banjarnegara 6.2 Kabupaten Hulu Sungai Utara 7.27 Kabupaten Grobogan 6.29 Kabupaten Karanganyar 6.7 Kabupaten Tanah Bumbu 7.24 Kabupaten Blora 6.5 Kabupaten Kebumen 6.21 Kabupaten Tegal 6.6 Kabupaten Sikka 8.11 Kabupaten Wonosobo 6.5 Kabupaten Tanah Laut 7.4 Kabupaten Pekalongan 6.3 Kabupaten Timor Tengah Sel.1 Kabupaten Alor 8. Provinsi Kabupaten/Kota 6.19 Kabupaten Purworejo 6.2 Kabupaten Sumba Barat 8.12 Kabupaten Klaten 6.17 Kabupaten Kendal 6.20 Kabupaten Magelang 6.4 Kabupaten Balangan 7.3 Kota Semarang 6.28 Kabupaten Demak 6.25 Kabupaten Pati 6.16 Kabupaten Boyolali 6.30 Kabupaten Semarang 7.14 Kabupaten Sragen 6.10 Kabupaten Cilacap 6.8 Kabupaten Brebes 6.5 Kabupaten Manggarai Barat 8.26 Kabupaten Sukoharjo 6.7 Kabupaten Purbalingga 6.PAMSIMAS No.9 Kabupaten Pemalang 6.13 Kabupaten Banyumas 6.1 Kabupaten Barito Kuala 7.

4 Kabupaten Buol 10.6 Kabupaten Tana Toraja 11.9 Kabupaten Kupang 8.1 Kabupaten Manokwari 110 kabupaten/kota 9 Sulawesi Barat 10 Sulawesi Tengah 11 Sulawesi Selatan 12 Gorontalo 13 14 15 Maluku Maluku Utara Irjabar Total 69 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .1 Kota Palopo 11.1 Kabupaten Mamuju 9.1 Kabupaten Halmahera Barat 14.7 Kabupaten Parigi Moutong 11.3 Kabupaten Mamuju Utara 10.10 Kota Kupang 8.Una 10.5 Kabupaten Morowali 10.4 Kabupaten Wajo 11.2 Kota Tidore Kepulauan 15.2 Kabupaten Pinrang 11.2 Kabupaten Gorontalo 12.1 Kabupaten Pohuwato 12.2 Kabupaten Tojo Una .8 Kota Makassar 12.3 Kabupaten Poso 10.1 Kabupaten Donggala 10.PAMSIMAS No.8 Kabupaten Timor Tengah Utara 8.5 Kabupaten Gowa 11. Provinsi Kabupaten/Kota 8.3 Kabupaten Boalemo 13.3 Kabupaten Bulukumba 11.2 Kabupaten Majene 9.11 Kabupaten Manggarai 9.1 Kabupaten Maluku Tengah 14.7 Kabupaten Sidrap 11.6 Kabupaten Banggai Kepulauan 10.

Mengikuti Lokakarya Sosialisasi Program Pamsimas untuk penjaringan minat 1. Kriteria Pemilihan Provinsi: 1. Kriteria Pemilihan Kabupaten/Kota: 1. Terbatasnya akses terhadap air minum dan sanitasi 3. khususnya untuk Human Development Index dan Human Poverty Index. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. selain itu pemilihan kabupaten/kota akan menggunakan kriteria seperti disebutkan di bawah ini. Penyelenggaraan replikasi desa/kelurahan dilakukan mulai pada tahun di mana jumlah desa/kelurahan lokasi Pamsimas telah mencapai minimal 10 buah. d. Bersedia membentuk LKM. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. b.2 PENENTUAN KABUPATEN/KOTA Penentuan kabupaten/kota dari Provinsi terpilih juga menggunakan kriteria tersebut di atas. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal sedang. c. minimal mereplikasi 1 desa/kelurahan.PAMSIMAS LAMPIRAN 2 PEMILIHAN LOKASI PROGRAM 1. Bersedia melaksanakan replikasi desa/kelurahan (Surat Pernyataan dari Bupati/Walikota dan DPRD). dengan jumlah desa/kelurahan replikasi berdasarkan kemampuan fiskal kabupaten/kota sebagai berikut: a. Tingginya prevalensi penyakit terkait air dan sanitasi 4. 1. Seluruh provinsi di Indonesia kemudian dirangking berdasarkan kedua Indeks di atas. Menyediakan dana pendukung untuk operasional penyelenggaraan program di tingkat Kabupaten/Kota 5. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal tinggi. dan seterusnya serta didanai sepenuhnya oleh pemerintah 70 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Tingginya angka Kemiskinan 2. Bukan termasuk lokasi CWSHP (Community Water Supply and Health Project) 5. Hasilnya juga dibandingkan dengan penetapan rangking provinsi berdasarkan data Susenas 2004. minimal mereplikasi 3 desa/kelurahan. minimal mereplikasi 2 desa/kelurahan. Bupati/Walikota membuat pernyataan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas 2. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal rendah. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas.1 PENENTUAN PROVINSI DAN KABUPATEN LOKASI PROGRAM PENENTUAN PROVINSI Provinsi yang ditentukan sebagai lokasi Program Pamsimas dipilih dengan menggunakan data dari Human Development Report 2004. satuan pelaksana program. Bersedia menyediakan dana kontribusi minimal sebesar 10% dari total biaya RKM desa/kelurahan 3. serta unit pengelola untuk pasca program 4.

PAMSIMAS
kabupaten/kota dan masyarakat, termasuk di dalamnya penyediaan tenaga pendamping/fasilitator. 2. 2.1. PENENTUAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA Proses pemilihan lokasi untuk program Pamsimas dimulai dengan koordinasi sektoral yang diselenggarakan oleh TKK dibantu oleh DPMU dan melibatkan seluruh pemangku kegiatan program Pamsimas seperti DPMU, TKK (Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pokja AMPL, Bapedalda, Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota), DPRD, Bawasda, dan sektor lain yang terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya kesamaan pemahaman mengenai program Pamsimas, strategi pencapaian project performance indicator, komponen kegiatan, kategori pembiayaan, kriteria seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak, dan pembagian tugas masing-masing sektor, serta jadwal pelaksanaan seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas. PENYUSUNAN PROGRAM DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN LOKASI

2.2.

Seleksi dan pemilihan lokasi sasaran program Pamsimas untuk mendapatkan desa/kelurahan lokasi sasaran dilakukan tiap tahun, dan dilaksanakan pada 1 tahun pelaksanaan program. Jumlah desa/kelurahan yang masuk dalam daftar panjang desa layak (eligible longlist) sama dengan jumlah kuota lokasi sasaran per kabupaten/kota dikurangi jumlah desa/kelurahan yang telah menjadi lokasi program Pamsimas pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk menentukan desa/kelurahan yang dinilai layak dan akan diundang dalam sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota, TKK membuat suatu daftar panjang (longlist) desa/kelurahan dengan menggunakan kriteria pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Kriteria Longlist Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas
No. 1. 2. 3. 4. 5. KRITERIA LOKASI Indeks kemiskinan desa/kelurahan yang tinggi Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sanitasi Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit diare/ terkait air yang tinggi Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir SUMBER DATA BPS 2005 Potdes, PU, Dinkes Potdes, PU, Dinkes Dinkes/ Puskesmas Bappeda, PU, Dinkes

Keterangan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk) ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang) ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang) ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun) ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir.

71

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Apabila data untuk membuat daftar tersebut tidak tersedia, maka TKK harus membentuk suatu tim survei yang bertugas mengunjungi desa/kelurahan untuk memberi penilaian terhadap kondisi yang ada berdasarkan kriteria di atas. Daftar desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas berdasarkan lima kriteria tersebut di atas disusun menggunakan pembobotan yang secara rinci dijelaskan di bagian akhir lampiran ini (formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan longlist). Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk), bobot 30 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun), bobot 20 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir, bobot 10 Berdasarkan daftar tersebut, TKK kemudian menentukan prioritas desa/kelurahan yang dipilih untuk ikut serta dalam kegiatan pertemuan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota sesuai dengan target jumlah desa/kelurahan di masing-masing kabupaten/kota. 2.3. SOSIALISASI PROGRAM PAMSIMAS

2.3.1 Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/Kota Kegiatan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota diikuti oleh perwakilan desa/kelurahan yang sudah masuk ke dalam daftar panjang (long list). Jumlah desa/kelurahan yang akan mengikuti pertemuan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah desa calon penerima bantuan yang ditargetkan dan hasil seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal sebagai berikut: 1. Rangking desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program, dimana menunjukkan prioritas desa/kelurahan untuk memperoleh bantuan dari program Pamsimas. 2. Lokasi desa/kelurahan, dimana lokasi-lokasi yang dipilih sebaiknya masih dalam satu wilayah kecamatan atau yang berdekatan agar menunjang efektifitas dan efisiensi proses pendampingan kepada masyarakat. Uraian tentang pelaksanaan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 2.2.

72

Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat

PAMSIMAS
Tabel 2.2. Pelaksanaan Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/kota
Tujuan a. Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan progam b. Menjelaskan kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat terpilih sebagai lokasi program Pamsimas c. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat (berbentuk uang tunai dan natura) dalam kegiatan program Pamsimas d. Menjelaskan peran dan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan, implementasi, dan pengelolaan program Pamsimas e. Menjelaskan bahwa pemerintah desa/kelurahan akan bertanggungjawab untuk melakukan sosialisasi program Pamsimas di tingkat desa/kelurahan Pertemuan ini harus dihadiri oleh: o Kepala Desa/ Lurah (beserta aparat desa/kelurahan bila diperlukan) o Perwakilan BPD/ Dewan Kelurahan o TKKc dan TTKc (Camat, Sekcam, Kaurbang, Kasi PMD, Sanitarian, Kantor Cabang Dinas Pendidikan, dst.) Selain itu sebaiknya dihadiri pula oleh : o Tokoh masyarakat/ agama/ adat dari desa/kelurahan yang bersangkutan o LSM di kabupaten/kota yang bersangkutan dan lembaga-lembaga masyarakat lokal lainnya Penyelenggara TKK dibantu DPMU Narasumber Provincial Management Advisory Consultant (PMAC)

Peserta

Tim Koordinasi Provinsi (TKP/PCC) o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar Struktur Organisasi program Pamsimas o Gambar Diagram Proses Pemilihan Desa/kelurahan o Kriteria lokasi desa/kelurahan program Pamsimas o Target pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir pertemuan sosialisasi Pelaporan TKK membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi , dilengkapi dengan notulensi acara pertemuan dan daftar hadir peserta.

Pertemuan sosialiasi ini dapat dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota atau kecamatan tergantung pada kesepakatan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, sebagai contoh apabila jumlah desa/kelurahan yang akan diundang di suatu kecamatan relatif banyak maka pertemuan sebaiknya dilakukan di tingkat kecamatan untuk lebih menjamin kehadiran peserta pertemuan. 2.3.2. Sosialisasi Program di Tingkat Desa/Kelurahan

Penjelasan dan sosialisasi rincian program Pamsimas juga harus dilakukan kepada seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan melalui sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. Sosialisasi program ini dilakukan dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan dengan nara sumber dari DPMU dan Tim Kecamatan. Selain berbentuk pertemuan, penyebaran

73

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT Tahap terpenting dari proses pemilihan desa Pamsimas adalah pernyataan minat masyarakat untuk ikut serta dalam Pamsimas. dan foto-foto. sosialisasi program di tingkat Tabel 2.3. dimana hal ini dapat menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan sistem penyediaan air minum dan sanitasi. dilengkapi dengan notulensi pertemuan.3. dan perilaku tidak sehat lainnya d. seperti poster dan leaflet yang disebarkan di seluruh wilayah desa/kelurahan. Untuk itu aparat desa/kelurahan dan perwakilan masyarakat lainnya harus memfasilitasi musyawarah di antara anggota masyarakat untuk menyatakan minatnya. dsb) Peserta Penyelenggara Pemerintah desa/kelurahan Narasumber DPMU dan Tim Kecamatan o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar struktur organisasi program Pamsimas o Gambar diagram proses pemilihan desa/kelurahan o Kriteria desa Pamsimas o Pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir sosialisasi program Laporan Pemerintah desa/kelurahan membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi program.PAMSIMAS informasi tentang program juga dapat dilakukan melalui berbagai media. sehingga mungkin tidak cukup 74 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . implementasi. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk natura minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total biaya RKM) dalam kegiatan program Pamsimas c. UPP : BKM. UP. Pertemuan musyawarah ini harus mampu menjangkau seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan termasuk kelompok rentan dan tertinggal (indigeneous and vulnerable people / IVP). 2. Uraian tentang pelaksanaan pertemuan desa/kelurahan dapat dilihat pada Tabel 2. P3DT : TimLaks. FD. Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan program b. o Anggota masyarakat o Tokoh masyarakat/ agama/ adat o Kepala sekolah dan guru SD/ sederajat o Pelaku program CDD yang telah masuk di desa/kelurahan (misal KDP: TPK. Menjelaskan secara persuasi bahwa masyarakat harus menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka. OMS. Pelaksanaan Sosialisasi di Tingkat Desa/kelurahan Tujuan a. Menjelaskan peran & tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan. daftar hadir peserta. pengelolaan dan pemeliharaan sistem sarana yang dibangun.4.

terutama berkaitan dengan kontribusi uang tunai dan natura o Mendiskusikan kesanggupan kontribusi minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4% dari total biaya RKM desa/kelurahan. Tabel 2. Hal ini memang membutuhkan waktu. BPD. tetapi akan memberikan hasil yang baik karena keputusan yang diambil betul-betul dipahami oleh masyarakat. dan wakil masyarakat lainnya Peserta Fasilitator Bahan Hasil Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas Form Berita Acara Hasil Musyawarah Desa/kelurahan Form Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas Keputusan bersama dari masyarakat mengenai keinginan untuk ikut serta dalam program Pamsimas. ATAU memutuskan untuk tidak ikut serta dalam program. dengan beberapa ketentuan antara lain harus berpartisipasi penuh dalam keseluruhan kegiatan. seperti kebiasaan melakukan musyawarah antara keluarga atau kelompok dalam situasi yang bersifat non-formal.4. sehingga masyarakat perlu diberikan waktu yang cukup untuk bermusyawarah. maka sebaiknya diberikan waktu lagi sampai masyarakat benar-benar dapat mengambil keputusan. Uraian tentang musyawarah untuk menyatakan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Tabel 2. masyarakat sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. daftar hadir peserta. notulensi pertemuan. dan kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB (buang air besar) di tempat terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya o Mendiskusikan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). Musyawarah untuk Pernyataan Minat Masyarakat Tujuan o Menjelaskan kembali peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pelaksanaan program Pamsimas. dan diketahui oleh Camat. terutama apabila masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan dijelaskan lagi. Minat untuk ikut serta dalam program harus merupakan keputusan dari masyarakat sendiri. dan foto-foto. Dalam menyatakan minatnya terhadap kegiatan program. 75 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .PAMSIMAS dilakukan hanya satu kali di tingkat desa/kelurahan.4. Perwakilan Masyarakat. Pada kasus dimana kesepakatan tidak dapat diambil dalam satu kali pertemuan. o Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) yang ditandatangani oleh Kepala Desa/ Lurah. Kegiatan tersebut perlu juga dilakukan di seluruh dusun/RW atau mungkin dalam lingkup yang lebih kecil lagi. menyediakan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4%. faktor sosial-budaya dalam kehidupan masyarakat perdesaan/ kelurahan perlu diperhatikan. o Keputusan bersama untuk ikut serta dalam Pamsimas dinyatakan dalam Berita Acara Pertemuan dengan melampirkan Daftar Nama dan Tanda Tangan seluruh Kepala Keluarga calon penerima manfaat program. Anggota masyarakat di desa/kelurahan o o o o o Aparat desa/kelurahan. Pemerintah desa/kelurahan mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU Laporan Laporan pelaksanaan musyawarah ini harus dilengkapi dengan Berita Acara Pertemuan.

Tabel 2. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN PROGRAM PAMSIMAS Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas.PAMSIMAS Namun batasan waktu untuk mendiskusikan tentang minat untuk ikut serta dalam program tetap perlu diberikan. sampai dengan pemeliharaan dan keberlanjutan program. 5. Adanya kesanggupan kontribusi masyarakat berupa: . 9. 2. pelaksanaan. hasilnya dilaporkan kepada TKK. tenaga kerja. Masyarakat akan berpartisipasi penuh dalam seluruh tahapan program. Kesanggupan masyarakat untuk untuk menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya 76 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . 4.berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas . Bersedia menerima pembatalan apabila dalam jangka waktu yang telah ditetapkan saat dinyatakan sebagai desa terpilih. Tabel 2. Untuk desa kelurahan yang lolos verifikasi akan diusulkan sebagai desa/kelurahan lokasi program Pamsimas. dlsb) dan dana tunai minimal 4% dari total RKM . Membayar iuran untuk operasional dan pemeliharaan sarana yang telah dibangun serta menunjang kegiatan lainnya. PERSYARATAN KEIKUTSERTAAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS (PERAN DAN TANGGUNGJAWAB MASYARAKAT) Bantuan diterima berdasarkan pada keinginan.membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran 2. dan menghasilkan RKM sebagaimana tercantum pada butir 3.6. 1. KRITERIA LOKASI 1. sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perlaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. peralatan. Mengelola dana secara terbuka dan diketahui oleh seluruh masyarakat. 6.5. 8. 7.Minimal 16% natura (material lokal. 3. sanitasi dan pengembangan perilaku hidup sehat di sekolah dan masyarakat. Penghitungan skor dan perangkingan desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program adalah seperti pada Tabel 2. Kriteria Shortlist Desa/Kelurahan Sasaran Program Pamsimas No. Masyarakat dibantu oleh Tim Fasilitator Masyarakat yang akan berpartisipasi dalam pembuatan PJM ProAKSI dan Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM). Bantuan hanya akan digunakan untuk pengadaan sarana air minum. 2. dan tenaga) minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total RKM. tidak dapat merealisasikan kontribusi sebagaimana tercantum pada butir 6. Masyarakat akan membentuk kelembagaan masyarakat warga LKM (lembaga keswadyaan masyarakat) dan gugus tugas Pamsimas (Satlak) secara partisipatif dan memperhatikan kelompok atau tim yang telah berhasil dibentuk oleh program CDD lain yang telah masuk sebelumnya serta perwakilan yang duduk di dalamnya harus mencerminkan pangarusutamaan gender dan kesetaraan sosial.5. DPMU kemudian menyusun daftar pendek desa/kelurahan yang akan menerima bantuan program Pamsimas. dimana masyarakat sudah harus membuat keputusan paling lambat dalam waktu 1 bulan setelah sosialisasi program tingkat desa dilakukan.6. mulai dari perencanaan. DPMU melakukan verifikasi lapangan terhadap dokumen minat dan kesiapan masyarakat. Menyediakan kontribusi berupa natura (material. kemauan dan kebutuhan nyata seluruh lapisan masyarakat desa/kelurahan.

Indeks Kemiskinan yang tinggi di Desa/kelurahan 4. Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum 5. bobot 16 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun. 77 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .6. Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sarana sanitasi 6.% akses sekarang. Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit terkait air (diare) yang tinggi 7. membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran. PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). berpartisipasi aktif.% akses sekarang. bobot 10 ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk).PAMSIMAS 3. hasil verifikasi. Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Kesanggupan masyarakat untuk KONTRIBUSI in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%. bobot 16 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% . 2. hasil skor dan pemeringkatan desa/kelurahan. serta pengelompokan desa/kelurahan berdasarkan kedekatan wilayah (cluster). bobot 16 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir. bobot 24 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% . Selain itu hasil penetapan lokasi Pamsimas tersebut ditempel baik di kantor DPMU maupun di papan pengumuman kantor desa/kelurahan agar mudah dilihat oleh masyarakat luas. dan diusulkan kepada Bupati untuk diterbitkan SK Penetapan Desa/Kelurahan Lokasi Program Pamsimas. Pengumuman desa/kelurahan yang menjadi lokasi Pamsimas dapat dilakukan melalui suatu pertemuan yang dilakukan oleh TKK dengan mengundang pemerintah desa/kelurahan untuk mempresentasikan hasil pemilihan lokasi dan mendiskusikan tindak lanjut di lokasi yang bersangkutan. bobot 8 Formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan dapat dilihat pada bagian akhir lampiran ini. Penetapan ini dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Desa/Kelurahan yang ditandatangani oleh Ketua TKK. TKK menetapkan desa/kelurahan lokasi Pamsimas. bobot 10 ƒ Kesanggupan masyarakat untuk TOTAL SANITASI (menghilangkan kebiasaan BAB terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya.

SOSIALISASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES Tingkat Kabupaten/Kota TKK bersama Menjelaskan dan membahas : PMM ƒ hasil seleksi desa/kel eligible DPMU VIM ƒ tujuan & sasaran Daftar pnjang PPMU & ƒ prinsip & pendekatan desa/kel layak PMAC ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana pelaksanaan sosiali-sasi 13 PESERTA ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Kades/Lurah BPD LPD Tokoh Masy Camat Kasi PMD Kaurbang Pokja AMPL TP PKK kec DikNas Puskesmas Untuk tahun ke 2 dan seterusnya dikurangi dengan jumlah desa/kelurahan yang telah mendapat bantuan pada tahun-tahun sebelumnya 78 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA INPUT PELAKU PROSES PMM TKK Membahas : VIM DPMU ƒ tujuan & sasaran DPRD ƒ prinsip & pendekatan Pokja AMPL ƒ komponen kegiatan Sektor lain terkait ƒ cakupan program ƒ replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ pemilihan lokasi sasaran ƒ dana daerah untuk program bersama (DDUPB) OUTPUT Strategi pencapaian KPI RTL pemilihan lokasi sasaran Rencana replikasi program ƒ ƒ ƒ 2. Dinkes) Kuota lokasi sasaran 3.7 RANGKUMAN TAHAPAN PROSES PEMILIHAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS 1. DPU. Puskesmas) sasaran13 Data program CDD di desa/kel (Bappeda. Dinkes) CDD di desa/kel 10 Data akses sanitasi (DPU.PAMSIMAS 2. PENYUSUNAN DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES OUTPUT Merangking desa/kel Jumlah Desa/Kelurahan TKK Daftar panjang melalui penilaian dengan desa/kel layak PMM & VIM pembobotan: Kriteria desa layak lokasi sasaran Indeks kemiskinan 30 SafeGuard program Akses air minum 20 Data indeks kemiskinan Akses sanitasi 20 (BPS) Prevalensi diare 20 Data akses air minum Keberadaan pro-gram (DPU. Kriteria desa/kel layak Dinkes) Data prevalensi diare adalah ≤ kuota lokasi (Dinkes.

/kota PMD. serta kesanggupan melanjut-kan pengelolaan sarana dan kegiatan program OUTPUT Berita Acara Musyawarah Keikutsertaan Pamsimas (BAMKP) Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) 5. TKK.PAMSIMAS di tingkat desa/masy Tingkat Desa/Kelurahan Kades/Lurah PMM bersama VIM aparat Daftar pnjang desa/kel layak desa/kel DPMU. Kasi kab. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT INPUT PELAKU Anggota masyarakat VIM Daftar panjang dengan pendampingan dan fasilitasi: desa/kel ƒ Aparat Desa eligible ƒ BPD/LPD Hasil sosialiƒ Perwakilan sasi Pamsimasyarakat mas ƒ Tim Fasilitasi Masyarakat PROSES Menjelaskan dan menegaskan kembali peran & tanggungjawab masyarakat dalam Pamsimas Membahas dan memutuskan kesanggupan kontribusi 20 % (in-cash mini-mal 4% dan in-kind minimal 16%. Fasilitator Menjelaskan dan membahas : ƒ hasil seleksi desa/kel eligible ƒ tujuan & sasaran ƒ prinsip & pendekatan ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana penyebarluasan informasi Pamsimas sampai di tingkat RT dan kelompokkelompok terisolasi ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Anggota BPD & LPD Tokoh adat Tokoh masy RW & RT Dasa Wisma Posyandu Perwakilan perempuan Perwakilan kelompok terisolasi Pelaku program CDD di desa/kel. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES DPMU Memverifikasi ke 7 indikator minat PMM dan kesiapan masya-rakat di VIM lapangan Daftar panjang Merangking des/kel melalui pedesa/kel layak nilaian dengan pembobotan: Berita Acara ƒ Indeks kemiskinan 24 Musyawarah ƒ Akses air minum 16 Keikutsertaan ƒ Akses sanitasi 16 Pamsimas ƒ Prevalensi diare 16 (BAMKP) ƒ Keberadaan program CDD di Surat Pernyadesa/kel 8 taan Minat ƒ Kesanggupan kontribusi Keikutsertaan masyarakat 10 Pamsimas ƒ Kesanggupan menghi-langkan (SPMKP) OUTPUT Daftar pendek desa/kel lokasi sasaran Pamsimas 79 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Hasil sosialisasi di ting-kat Konsultan. Camat. Pokja AMPL. Kaurbang. Dikbud. 4. Puskesmas. serta kesanggupan menghi-langkan kebiasaan BAB di sembarang tempat dan perilaku hidup tidak bersih dan tidak sehat lainnya.

80 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .PAMSIMAS kebiasaan BAB disembarang tempat 10 Kriteria desa/kelurahan lokasi sasaran adalah ≤ 914 Memastikan desa/kel. harus dilakukan pengkajian dampak lingkungan (AMDAL) lebih dahulu sesuai dengan Kep-39/MENLH/8/96. yang dimaksud tidak termasuk di dalam wilayah sensitif15 6. PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES TKK Menetapkan (desa/kelurahan)2 PMM Bupati/ VIM lokasi Pamsimas dalam bentuk Walikota Berita Acara Penetap-an Lokasi BAMKP SPMKP Pamsimas Daftar pendek Mengusulkan kepada Bupati/ desa/kelurahan lokasi Walikota untuk dibuatkan Surat sasaran Pamsimas Keputusan Desa/kelurahan Lokasi Pamsimas OUTPUT SK Bupati/ Walikota tentang Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas 14 15 Jumlah kuota lokasi sasaran program tiap tahunnya Apabila suatu desa/kelurahan yang termasuk dalam wilayah sensitif (a) taman nasional. (g) daerah kelestarian budaya nasional. (k) hutan bakau dan rawa-rawa. (h) bangunan keagamaan/ tradisional. (i) daerah kelautan. (b) taman hutan. (d) daerah perlindungan flora. (j) garis pantai. dan untuk hal ini TKK dapat melibatkan Bapedalda kabupaten/kota. (c) kelestarian hewan liar. dan (l) daerah dengan kemiringan terjal (>40%). (e) cagar alam. (f) hutan lindung.

([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm longlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maks dlm longlist)*(bobot angka diare) [16] = [15]/(angk prog sjnis maks dlm longlist)*(bobot angk prog sjenis) [17] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16] 81 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .3 [12] 20.000 1.5 10.0 20.500 2.2 47.8 19.0 [16] 10.8 [18] 2 1 4 3 5 Data: [2] : jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : angka indeks kemiskinan [15]: jumlah program CDD (pemb.0 16.0 2.0 2.5 13. 1 program angka 2.0 5.0 17.0 4.500 10.4 64.500 [5] 100 300 250 100 500 Non-akses air minum 20 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% Angka diare 20 Skor Program sejenis 10 Angka program sejenis [15] 5.0 20.000 10.000 5.4 20.7 12.000 7.0 16.000 900 800 [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 28.5 6.000 2.000 Data Jumlah KK Jumlah KK memiliki memiliki akses air akses minum jamban [4] 200 500 1.sarana air minum & sanitasi) di desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 program angka 1.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maks dlm longlist)*(bobot non-akses air minum) [11] = 1 .6 19.0 10.9 [10] 20.000 1.0 6.000 2.0 5 Skor Total skor Ranking [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maksimum dalam longlist desa [2] 5.0 4.7 [14] 15. 0 program angka 5) Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm longlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .0 7.7 16.000 [6] 1.1 94.000 600 1.1 30.0 [17] 93.0 2.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA ELIGIBLE (LONGLIST) Kabupaten/kota : CONTOH Angka kemiskinan 30 Kasus diare % miskin Skor Provinsi : CONTOH Non-akses jamban 20 Skor % Nonjamban [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Skor Kasus/ 1000 [13] 200 267 100 180 80 267 Desa Bobot: Jumlah penduduk Jumlah kepala keluarga [3] 1.1 67.000 1.0 1.

000 1.0 13.0 2.000 7.0 5.0 10. 1 prog = 2.0 16.0 6.0 1.000 1.2 3.000 600 1.000 5.000 [3] 1.500 [5] 100 300 250 100 500 Provinsi : CONTOH Angka diare 16 Program sejenis 8 Kesanggupan Kesanggupan kontribusi total sanitasi 10 10 Total skor Ranking Angka Non-akses air Non-akses kemiskinan minum jamban 24 Kasus diare % Skor miskin [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 22.1 [19] 4 8 6 7 3 8 [20] 5.5 8.0 75.0 5.000 1.500 2.0 13.0 2.000 [4] 200 500 1.3 [13] 200 267 100 180 80 267 [14] 12.7 8.sarana air minum & sanitasi) pd desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 prog = 1.6 [17] 7 4 6 3 5 7 [18] 10.8 3.0 7.0 14.3 [22] 1 2 3 4 5 [2] : Jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : Jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : Jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : Angka indeks kemiskinan [15]: Jumlah program CDD (pemb.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm shortlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka diare) [12] 16.5 24.3 10.1 56.8 [15] 5.0 5 [16] 8.9 71.000 10.000 2.2 15.8 4.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA LOKASI PAMSIMAS (SHORTLIST) Kabupaten/kota : Desa Bobot: CONTOH Data Jumlah Jumlah Jumlah KK KK Jumlah kepala memiliki memiliki penduduk keluarga akses air akses minum jamban [2] 5.0 3.0 8.000 900 800 [21] 99.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maksimum dlm shortlist)*(Bobot Non-akses air minum) [11] = 1 .5 97.0 16.5 16 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% 16 Angka % Angka Angka Kasus/ progra Skor Non.0 10.8 [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maks dlm shortlist desa Data: [6] 1.Skor Skor Skor kontribu Skor total Skor 1000 m jamban si sanitasi sejenis [10] 16.6 4.8 13.6 16.3 7.5 15.000 2.2 1.0 [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm shortlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .0 8. 0 prog = 5) [17]: Kesanggupan kontribusi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skala 10) [19]: Kesanggupan total sanitasi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skal 10) [16] = [15]/(angka program sejenis maksimum dlm shortlist)*(bobot Angka program sejenis) [18] = [17]/(angka kontribusi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka kontribusi) [20] = [19]/(angka total sanitasi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka total sanitasi) [21] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16]+[18]+[20] Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 82 .500 10.0 5.

Depdagri untuk komponen 1a. IA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan komponen program yang menjadi tanggung jawabnya. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). EA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program secara menyeluruh. struktur organisasi pelaksana dari tingkat pusat sampai masyarakat yang melibatkan komponen-komponen pelaksana dan institusi terkait lainnya dapat dilihat pada Gambar 3. 83 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .1 di halaman berikut. dan Direktorat Jenderal PP dan PL. Implementing Agency Implementing Agency (IA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda). Depdagri untuk komponen 1b. ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS Executing Agency Executing Agency (EA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum.PAMSIMAS Lampiran 3 ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS UMUM Secara umum. Depkes untuk komponen 2 dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum untuk komponen 3.4 dan 5.

Bid. 3. POKJA AMPL Pusat. DJ PMD. Koordinator Fasilitator Kab/Kota DMAC: Bappeda.5 / Satker DPIU 2 / Satker DPIU 1B / Satker DPIU 1A / Satker KECAMATAN TIM KOORD KECAMATAN TIM TEKNIS KECAMATAN Kasi PMD. CAMAT SekCam. Dpti BPPL. HH Spec 9. Subdit KLN&PI. 5. CF HH KADES/LURAH DESA/KEL. 6. 4. IMPLEMENTING AGENCY DJCK. BUPATI/WALIKOTA POKJA AMPL PROVINSI PPIU 3. GUBERNUR PROVINSI TIM KOORD. Kasi WB. Monev & Evls Ast. Bid. Dit SDA&TTG. Bid. CF WSS 4. KAB/KOTA Bappeda. Dll. RME 14.PAMSIMAS Dpti BSP. MIS Spec 12. BPMD. Perencanaan Ast. DJIKM. DJPb. DikNas. Dit PPLP. Comp Hdl. Sanitarian. 4. Dit Bina Program. Bid. Bapekki TIM PENGARAH PUSAT EXECUTING AGENCY DJCK Dit Perkim. Monev & Evlsi Ast. Dit KGM. Bid./KOTA TIM KOORD. Bid. M A S Y A R A K A T W A R G A Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 84 . Monev&Evls Ast. Dit PLNM.4. Subdit PelKes. BPMD. DJP2&PL. DPU. Dll. Dit FPR&LH. DinKes. 2. DPU. Bapedalda./KOTA DPIU 3. DJBangda CPMU 1. DPU. DinKes. Keuangan LO 3. Kasi PHLN I. 2. Bapedalda Ast. BPMD. CF CD 3.5 / Satker PPIU 2 / Satker PPIU 1B / Satker PPIU 1A / Satker 1. WSS Spec 1. DikNas. TL / PMA PD/CB Spec CD/Gdr Spec WSS Spec HH Spec Monev Spec Comm Spec. DPU. Bid.5 CPIU/Satker LO 2 CPIU/Satker LO 1B CPIU/Satker LO 1A CPIU/Satker 8. DJBAKD. Acc/Audit 13. DikNas POKJA AMPL KAB. PS. TIM FASILITASI MASYARAKAT: 2. Pngad Brg/Js Ast. Subdit MDPLNM. Bid. Dit PAM.4. DinKes. Puskesmas. Perencanaan Ast. 7. Pengad Brg/Js Ast. TL PMAC Co Trainer KT HH KT WSS KT CD FM Spec Asmandat PMAC : KAB. 3. Bapedalda Ast. Procur Spec 9. 7. DJPMD. Keuangan DPMU 8. Bid. TIM TEKNIS PUSAT CMAC : Kepala Staf CPMU Ast. Web Mng 11. 6. 5. BPMD. Bag PABPKLN. Bapedalda. DJP2&PL. Bid. Dit PL. Subdit PHLN I.4. Bid. DJBPD. DJCK : Dpti BSK. DinKes. PROVINSI Bappeda. Financ Spec 10. DikNas. DikNas. DJA. Subdit AM&AL. Keuangan PPMU Bappeda. Perencanaan Ast.

1 Tingkat Pusat 3. Departemen Dalam Negeri 6. Departemen Keuangan 3. Bappenas 2. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan. pengendalian dan pemantapan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi 3. Departemen Keuangan Sekretaris anggota) Anggota Tugas Tim Pengarah. Departemen Kesehatan 8. Merumuskan kebijakan. Departemen Pekerjaan Umum 1. Susunan Tim pengarah Pusat adalah sebagaimana tabel di bawah ini: Tabel 3. Direktur Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan. Melakukan koordinasi. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.2. Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah. Departemen Keuangan 4.2. Direktur Jenderal Perbendaharaan. Departemen Dalam Negeri 5. Direktur Jendral Anggaran.1 Tim Pengarah Pusat Tim Pengarah. Bappenas (merangkap Direktur Jenderal Cipta Karya. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Membentuk Tim Teknis untuk membantu pelaksanaan tugas Tim Pengarah 85 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS 3.1 Susunan Komite Pengarah Pusat No 1 Ketua 2 3 Posisi Jabatan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana. yaitu: 1. Memberikan arahan dalam upaya percepatan pencapaian terget dan sasaran Millenium Development Goal bidang air minum dan sanitasi 4. Departemen Dalam Negeri 7.1. Kementerian Negara Lingkungan Hidup 10. strategi dan program pembangunan air minum dan sanitasi 2. mempergunakan Tim Pengarah yang sama dengan Tim Pengarah AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Bappenas. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Departemen Perindustrian 9. Mengembangkan dan mengarahkan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi dengan sumber pembiayaan dalam dan luar negeri 5. Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapekki).

4. Menetapkan pedoman-pedoman pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program. Menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas 3. 5. dan Pokja AMPL Pusat. Memberikan masukan-masukan yang diperlukan kepada Tim Pengarah dalam menetapkan kebijakan program. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas. CPMU dibantu oleh kepala staf CPMU.1. Liason Officer terdiri dari beberapa bidang sebagai berikut: 1 Liaison Officer komponen 1a Pengembangan Kelembagaan Lokal.PAMSIMAS Selain menjalankan tugas-tugas tersebut.2 Tim Teknis Pusat Tim Teknis Pusat beranggotakan eselon II dari masing-masing Ditjen Pelaksana Kegiatan. Kesehatan pelatihan.2. beberapa Liaison Officer. diangkat melalui SK Bappenas yang diketuai oleh Direktur Permukiman dan Perumahan. pengembangan kapasitas. Tim Pengarah AMPL bertugas untuk: 1. terutama koordinasi. dan penyebarluasan informasi tentang perilaku hidup sehat Perwakilan dari Ditjen Bina Bangda Departeman Dalam Negeri 2 Liaison Officer komponen 1 b 3 Liaison Officer komponen 2 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 86 . Melakukan koordinasi antardepartemen terkait untuk menunjang efektivitas dan kelancaran program. terutama Perwakilan Ditjen pelatihan bagi pemerintah daerah. Merumuskan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program Pamsimas 2. dan fasilitator Negeri Perwakilan dari Ditjen Peningkatan Kesehatan dan Perilaku PP & PL Higienis dan Pelayanan Sanitasi. Memberi arahan kepada CPMU mengenai kebijakan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana luar negeri. Tim Teknis bertugas membantu Tim Pengarah dalam: 1. dan supervisi pemerintah daerah dalam pelaksanaan Pamsimas Pemberdayaan masyarakat. PMD Departemen Dalam trainer. dan beberapa asisten. Menetapkan kabupaten/kota peserta Pamsimas 3.3 Central Project Management Unit (CPMU) CPMU ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum.1. Menetapkan kebijakan umum terkait Pamsimas 2.2. baik di tingkat masyarakat maupun di tingkat lain 3. 3. fasilitasi. Departemen terutama fasilitasi perubahan perilaku. Berkedudukan di Ditjen Cipta yang terdiri dari perwakilan dari berbagai instansi yang terlibat dengan program Pamsimas.

Hibah Pengembangan Sosial-Ekonomi Lokal. keuangan dan penyelenggaraan program serta quality control pelaksanaan di tingkat provinsi. ƒ monitoring dan evaluasi. kabupapten/kota. Melakukan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat pusat dan mengkoordinasikan pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat provinsi. termasuk proses pengadaan dipusat dan di provinsi/kabupaten/kota. CPMU mengkoordinir laporan dari PPMU dan DPMU untuk kelancaran pelaksanaan program. penyaluran.PAMSIMAS 4 Liaison Officer Perwakilan dari komponen 3. 87 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Dep. maka CPMU berkantor di Ditjen. dan masyarakat.5 Ditjen Cipta Karya. terutama dukungan teknis pelaksanaan program dan monitoring pengelolaan program Ketua dan anggota CPMU ditetapkan oleh Executing Agency dan bertanggungjawab kepada Executing Agency mengenai pengelolaan dan administrasi program Pamsimas secara keseluruhan. Tugas CPMU termasuk tugas liaison officer dari masing-masing CPIU sebagai berikut: 1. PU dan didampingi oleh tenaga penuh (fulltimer) untuk bekerja di CPMU sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang tertuang dalam struktur organisasi CPMU yang sudah disepakati. Cipta Karya. 3. yang mencakup antara lain: ƒ koordinasi kegiatan administrasi program oleh masing-masing instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. 6. ƒ koordinasi pengelolaan administrasi penganggaran. Mengendalikan jadwal pelaksanaan program secara keseluruhan maupun tahunan. Departemen Pekerjaan Umum Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum.4. 5. 2. Memberikan masukan kepada Tim Pengarah/Tim Teknis mengenai tindak lanjut yang diperlukan. penyerapan dana dan pengisian kembali rekening khusus. mengkoordinasikan CPIU-CPIU di tingkat pusat dalam penyelenggaraaan Pamsimas. Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek . juga sebagai pengelola quality program (menjamin kegiatan dapat berjalan dengan baik) Dalam melaksanakan kegiatan program. Memfasilitasi Pertemuan dan Rapat Tim Pengarah Pusat dan Tim Teknis Pusat. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. CPMU sebagai pengelola administrasi program. Melaksanakan administrasi. ƒ audit serta pelaporan pelaksanaan kegiatan . 4.

9.PAMSIMAS 7. dengan memperhatikan laporan konsolidasi dari PIU-PIU. Mencatat. Menyusun perencanaan biaya tahunan agar koordinasi kegiatan Program dapat terlaksana dengan baik. maupun program untuk mengatasi kendala yang timbul dalam pelaksanaan Program. Mengkonsolidasikan laporan penyelenggaraan program secara menyeluruh (fisik dan keuangan). Mengkaji mutu dan kelengkapan dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. 19. Membantu mempersiapkan proses pengadaan barang dan jasa. Mengajukan permohonan pengisian kembali dana rekening khusus (replenishment). 15. 14. Meminta laporan kepada PIU-PIU mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan dan fotocopy SP2D. Kewenangan CPMU dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. pemantauan. Mengendalikan tugas Konsultan Manajemen Pusat ((Central Management Advisory Consultant (CMAC). memantau dan mendokumentasikan keluhan yang sudah ditangani UPM-PPMU 21. pengendalian dan evaluasi program dengan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (PMM) dan VIM.NOL) dari Bank Dunia. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 88 . Identifikasi dan fasilitasi pemecahan masalah baik yang bersifat administratif. Menyampaikan laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan secara rutin kepada Tim Koordinasi Pusat dan Bank Dunia. Memfasilitasi pelaksanaan audit penyelenggaraan program. Mengumpulkan fotocopy SP2D dari seluruh pelaksana anggaran Pamsimas untuk kebutuhan pengajuan withdrawal application (WA). 12. 13. 20. 2. pelaksanaan. Meminta kepada Project Implementing Unit/Implementing Agency untuk memperbaiki atau melengkapi dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. termasuk menyiapkan Kerangka Acuan (Terms of Reference). 11. 17. Menyiapkan Interim un-audited Financial Report (IFR) 3 bulanan dan tahunan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk Executing Agency dan Bank Dunia sesuai dengan ketentuan yang ada. 8. Melaksanakan tugas operasional dalam perencanaan. serta memberikan bantuan teknis kepada PIUs dalam proses pengadaan yang post review. 10. dan perolehan Surat Persetujuan (No Objection Letter . 16. Memastikan pelaksanaan Pamsimas sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Program dan Petunjuk Pelaksanaan Tingkat Desa 18. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi (keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-PPMU) dengan menurunkan tim Kerja Khusus.

dan PIU Ditjen Cipta Karya. kesalahan prosedur dalam pelaksanaan Program. Menurunkan Tim Kerja Khusus dalam upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-PPMU 6. maupun mis-procurement. 5. yaitu: (i) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Pekerjaan Umum : Satker Pembinaan Pamsimas (ii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Kesehatan : Satker Dir. Depdagri sebagai PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. 3. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar CPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. 4. pengendalian dan evaluasi program.PAMSIMAS 3. Ditjen PMD. Peningkatan Sosial-Ekonomi Lokal. Ditjen Bangda : Satker Setditjen Bangda.4 Satuan Kerja Pamsimas Pusat Satuan kerja amsimas di tingkat pusat terdiri dari 3 satuan kerja. Meminta kepada CPIU untuk mengirimkan usulan anggaran dan kegiatan. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan. Melaporkan kepada ketua CPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik. pemantauan. 4. Penyehatan Lingkungan (iii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Dalam Negeri : Ditjen PMD : Satker Setditjen PMD. Tugas CPIU adalah sebagai berikut: 1. Depdagri sebagai PIU subkomponen penguatan kelembagaan.1. 3.3 Central Project Implemention Unit (CPIU) Central Project Implemention Unit (CPIU) dalam Pamsimas untuk tingkat pusat terdiri dari Ditjen Bangda. seperti keterlambatan pelaporan. 3. Bendahara 89 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Pamsimas. Menyelenggarakan komponen/sub-komponen program Pamsimas 2. dan Manajemen Program. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM). Kepala Satker akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).2. pelaksanaan. Pembentukan CPIU berdasarkan SK Dirjen dari Instansi Teknis masing-masing. Dep PU untuk komponen Pembangunan Prasarana dan Sarana Air minum dan Sanitasi. Meminta KPKN untuk memangguhkan pembayaran apabila balance dari special account tidak cukup serta tidak terpenuhinya point 1 dan 2 diatas. Mengeluarkan surat teguran apabila terdapat hal-hal yang perlu ditindak-lanjuti. Depkes sebagai untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. Ditjen PP & PL.1.2.

Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten f. Membuat laporan dengan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) 3.1 Tim Koordinasi Provinsi (TKP) Tim koordinasi dibentuk berdasarkan SK Gubernur. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di pusat d. Mensosialisasikan program kepada kabupaten/kota. dan beranggotakan: ƒ Dinas Bidang Cipta Karya provinsi.2. Mengumpulkan laporan pelaksanaan dan satuan kerja tingkat provinsi dan kabupaten i. Melaporkan kemajuan penyelenggaraan kepada Tim Pelaksana di tingkat pusat j. dalam hal ini Gubernur. Mendukung CPMU di tingkat pusat dan dalam menyelenggarakan program tingkat pusat b. antara lain sbb: Tugas Satker Pusat : a. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi. Mengkompilasi data dan pelaporan dari tingkat kabupaten dan provinsi. 3. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan program di provinsi. kegiatan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 90 .2. Melakukan Monitoring dan Evaluasi Proyek h. Merekrut Konsultan Manajemen Pusat (CMAC) e.PAMSIMAS Tugas dan fungsi Satker tingkat pusat mengacu pada SK Menteri PU dan Pedoman Operasional. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program wilayah provinsi yang bersangkutan. ƒ Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi ƒ Dinas Kesehatan provinsi ƒ Instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Tim Koordinasi Provinsi bertugas: 1. termasuk pengumpulan SP2D k. Membina Satker Tingkat Provinsi dan Satker Tingkat Kabupaten g.2. Secara operasional Gubernur akan dibantu Tim Koordinasi Provinsi (TKP) dan Tim Teknis Provinsi (TTP). 2. serta mengusulkan pejabat Satuan Kerja pelaksanaan anggaran Pamsimas di tingkat provinsi kepada Departemen teknis terkait. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c.2 Tingkat Provinsi Pemerintah Provinsi. PPMU (Provincial Project Management Unit) dan PPIU (Provincial Project Implementing Unit) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur.

pedoman pendanaan. pedoman pemantauan. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota dalam mengimplementasikan pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis. 3. 91 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/sepadannya. 5. Memberi masukan kepada PPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin effektivitas dan effisiensi dana bantuan luar negeri. Dinas Pendidikan dan Instansi terkait lainnya sesuai dengan kebutuhan Pojka AMPL sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas membantu TKP dalam: 1. Melakukan analisa masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program 4. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program.2. Menanggulangi berbagai masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan 5. 3.2. Memberikan bimbingan kepada TKK dalam membuat laporan kemajuan Program yang dilaksanakan. dan lain sebagainya. pedoman pelaksanaan. Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya/sepadannya. 4. 6. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada Tim Koordinasi Provinsi.PAMSIMAS 3.3 Provincial Project Management Unit (PPMU) PPMU berkedudukan di Dinas Pekerjaan Umum/sepadannya di ibukota provinsi. 7. 3. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan program. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program.2 Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi (TTP) Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas beranggotakan inter-intansi dari: • ƒ ƒ ƒ ƒ • Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi. Dinas Kesehatan. Memberikan masukan kepada PPMU. PPMU diangkat melalui SK Gubernur. 2. Memonitor kemajuan program dan melaporkan kepada Gubernur dan pemerintah Provinsi.2.2.

Mengawasi kegiatan serta melakukan penilaian kinerja dari para konsultan tingkat Kabupaten/Kota dan Fasilitator Masyarakat. Melaporkan kemajuan kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan kegiatan kepada Gubernur dan CPMU. diserahkan kepada CPMU sesuai dengan pedoman FMR PAMSIMAS. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program melalui kunjungan ke kabupaten/kota. dan PIU komponen Pembangunan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 92 . 2. Mencatat dan memantau temuan pengaduan yang sudah ditangani UPM-DPMU dan meneruskan kepada UPM-CPMU 11. PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat.4 PPIU (Provincial Project Implemention Unit) Pembentukan PPIU Pamsimas berdasarkan SK Gubernur.PAMSIMAS Tugas PPMU sebagai berikut : 1. Memberikan data serta informasi kepada TKP untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan koordinasi pelaksanaan antar kegiatan Program. Membuat laporan IFR setiap triwulan dan tahunan. Menindaklanjuti keluhan DPMU dengan menegur FM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan atau menghentikan sementara kegiatan FM di wilayah kerjanya. 7. Mempersiapkan dan membantu kelancaran kegiatan misi Bank Dunia yang berkaitan dengan Program. 8. Mempersiapkan rencana pembiayaan dan kegiatan pendukung/operasional Program (budgeting & programming) untuk kegiatan Program di Tingkat Provinsi.2. 4. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-DPMU dan berfungsi sebagai UPM-PPMU. IFR harus sudah diterima CPMU 1 minggu setelah akhir setiap triwulan. PIU untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. berdasarkan arahan dari CPMU. 6. 5. Memonitor kemajuan kerja dan melakukan evaluasi kinerja konsultan manajemen provinsi (PMAC) dan FM 10. terdiri dari PIU sub-komponen penguatan kelembagaan. 3. Merekomendasikan kepada Satker Provinsi untuk melakukan pembayaran atau penangguhan pembayaran FM 3. Membantu dan memberikan dukungan sepenuhnya dalam proses pembuatan audit setiap tahun. 2. Kewenangan PPMU: 1. 3. 9.2. tembusan kepada TKP dan TKK. Melakukan upaya tindak-lanjut temuan pengaduan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-DPMU) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada UPM-CPMU.

pengendalian dan evaluasi program di tingkat provinsi. Melaporkan kepada ketua PPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik.2. Menyelenggarakan komponen/sub-komponen dari Pamsimas di tingkat provinsi. sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditunjuk dan diangkat oleh Menteri atas usulan Gubernur. pelaksanaan. 3. Peningkatan SosialEkonomi Lokal. Dinas Kesehatan Provinsi. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar PPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. dan Manajemen Program. 3. dan diberikan kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Melaporkan hasil pelaksanaan fisik dan keuangan kepada atasan langsung Satker yang juga disampaikan kepada Ditjen.PAMSIMAS Prasarana dan Sarana Air Minum dan Sanitasi. Tugas Satker Provinsi: a. melaksanakan. memantau dan mengevaluasi program f. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten e. 4. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di provinsi d. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan. 2.5 Satker Provinsi Satuan kerja Pamsimas di tingkat provinsi berada di Dinas Bidang Cipta Karya. pemantauan. Mendukung PPMU di tingkat provinsi dan dalam menyelenggarakan program tingkat provinsi b. Satker Tingkat Provinsi Pamsimasadalah pejabat pengelola anggaran Pamsimas di tingkat provinsi. Melaporkan hasil pengendalian kepada Tim Koordinasi Provinsi secara berkala j. Merencanakan. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. i. Melaporkan hasil pengendalian kepada pelaksanaan kepada Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Pengarah Pusat 93 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Tugas setiap PPIU adalah: 1. Mengkoordinasikan dan menghimpun laporan pelaksanaan program di tingkat provinsi h. Mengkoordinasi kegiatan. monitoring dan pelaporan di tingkat kabupaten g.2.

Mensosialisasikan program Pamsimas kepada masyarakat di tingkat kabupaten.3. Bapedalda. 2. Melakukan analisa dalam masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program. dengan anggota terdiri dari staf Bappeda. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program Pamsimas di kabupaten/kota. DPMU untuk membahas RKM I sehingga bisa dikirimkan ke Bupati/Walikota.PAMSIMAS k. 3. 6. TFM. 5. Tim Koordinasi Kecamatan (TKK). membuat rangking desa/kelurahan yang bersangkutan untuk dapat menentukan prioritas desa. Menindak lanjuti musyawarah yang dihadiri oleh LKM. Menyetujui Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dengan membuat surat persetujuan. Membuat laporan dengan Sistem Akuntasnsi Instansi (SAI) Kepala Satker Provinsi akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kantor Pemberdayaan Masyarakat /sepadannya. 4. Membentuk Tim Evaluasi RKM. dan beranggotakan: Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya. Pokja AMPL sebagai Tim Teknis Kota/Kabupaten (TKK). yang diketuai oleh Kepala Bappeda Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan. Pemberdayaan Masyrakat dan Diknas. Kesehatan. Tim Koordinasi Kabupaten/Kota bertugas: 1. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM).1 Tim Koordinasi Kabupaten Tim koordinasi Kabupaten dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. sudin PU. Mengumpulkan dan menyampaikan SP2D dari tingkat provinsi dan kabupaten kepada Tim Koordinasi Pusat l. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 94 . Secara operasional Bupati akan dibantu Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK). DPMU (District Project Management Unit) dan Satker Kota/Kabupaten yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati/Walikota. 7.2. 3.3 Tingkat Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/kota dalam hal ini Bupati. Menetapkan desa sasaran program. Bendahara 3. dan membuat SK penetapan lokasi desa proyek Pamsimas. sehingga dapat dibuat SPPB antara Satker Kabupaten dan LKM. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program di Kabupaten/Kota.2.

Memonitor kemajuan Program dan melaporkan kepada Bupati/Walikota dan pemerintah Provinsi.2. ƒ Dinas/badan/instansi pemberdayaan masyarakat dan desa /sepadannya. pedoman pendanaan. Tim Teknis Kabupaten/kota beranggotakan inter-instansi dari: ƒ Badan perencanaan pembangunan kabupaten/kota. Bagi Kabupaten/kota yang belum terbentuk Pokja AMPL.2 Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Pamsimas Kabupaten/kota adalah Pokja AMPL (bagi yang sudah terbentuk). pedoman pemantauan. 9. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan Program. 11. pedoman pelaksanaan. 4. 6. Memberikan pembinaan teknis terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan di desa/kelurahan 2. dan lain sebagainya. Memberi masukan kepada DPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana bantuan luar negeri. Menanggulangi berbagai ragam masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan. 3. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada TKK. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertugas membantu TKK dalam: 1. Memberikan pembinaan teknis dalam implementasi pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis. 10. 3. ƒ Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. ƒ Dinas kesehatan ƒ Dinas pendidikan ƒ Bapedalda/ Dinas Lingkungan Hidup. Tim Teknis Kabupaten/kota Pamsimas menjadi embrio terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten/kota. 7. Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program di wilayahnya. Memberikan masukan kepada DPMU. Membantu menyelaraskan kegiatan Pamsimas agar sesuai dengan rencana pembangunan (master plan) kabupaten bersangkutan agar tidak tumpang tindih dengan kegiatan pembangunan lain yang sejenis.3. 95 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 5.PAMSIMAS 8. Mengevaluasi kelayakan calon desa sasaran sesuai kriteria yang sudah ditetapkan.

PAMSIMAS 8.4 Satker Kabupaten/Kota Satuan kerja di tingkat kabupaten/kota adalah Satker PIP / PPK Pamsimas berada di Dinas Bidang Cipta Karya. 3.3 Tim Evaluasi RKM Tim Evaluasi RKM beranggotakan inter-instansi dari Tim Teknis Kabupaten/Kota yang personilnya terdiri dari : • Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota. dan diberi kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan. Tugas Satker Kabupaten/Kota: 1. • Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan.2.3. Mengevaluasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan memberikan rekomendasi kepada DPMU mengenai RKM yang dapat dibiayai program Pamsimas. Membuat SPP (Surat Perintah Pembayaran) 3. Ditetapkan berdasarkan SK TKK Tim Evaluasi RKM bertugas membantu TKK dalam: 1. Secara rutin setiap bulan melaporkan daftar penerbitan SPM-LS kepada DPMU sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Pamsimas Kabupaten/Kota Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 96 . 2. • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan. Melakukan kontrak kerja dengan LKM yang difasilitasi oleh DPMU 2.2.3. Organisasi Satuan Kerja PIP / PPK Pamsimas Kabupaten/Kota terdiri dari: • • • • Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PIP Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pamsimas Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM) Pamsimas Bendahara 1) Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota adalah pejabat pengelola anggaran. • Dinas/Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Desa. 3. sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) yang ditunjuk oleh Menteri PU atas usulan Bupati.

Organisasi DPMU yang dipimpin oleh Ketua DPMU terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu: • Bagian Perencanaan. • Bagian Keuangan.PAMSIMAS 4. 3. Mengumumkan daftar desa/kelurahan yang ditetapkan untuk ikut serta proyek Pamsimas. Tugas PPK : 1. Melakukan supervisi terhadap Tim Evaluasi RKM. Menindaklanjuti BA pembentukan LKM ke Notaris untuk dituangkan dalam Akta sehingga LKM mempunyai legitimasi dan kekuatan hukum sebagai representai masyarakat warga. Ketua DPMU dibantu oleh 3 (tiga) anggota dan dibentuk melalui SK Bupati/Walikota. Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan evaluasi dalam rangka monitoring dan evaluasi. Memberikan data keuangan yang diperlukan DPMU dalam menyusun kemajuan bulanan.3.5 District Project Management Unit (DPMU) DPMU berkedudukan di Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya. Kewenangan: Meminta rekomendasi dari DPMU mengenai penerbitan SPM-LS dan pencairan dana LKM tahap berikutnya. 2. 2) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Perangkat Daerah ditingkat Kabupaten/Kota yang ditunjuk oleh Menteri Pekerjaan Umum. Tugas DPMU sebagai berikut : 1. • Bagian Monitoring dan Evaluasi. 3.2. 4. dan mengikuti sosialisasi yang dilakukan di desa. Melakukan sosialisasi Pamsimas di kabupaten dalam rangka mencari desa yang akan terlibat proyek. 2. Kewenangan Untuk menandatangani kontrak/SPK yang bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari kontrak/SPK tersebut dan bertanggungjawab kepada Kepala Satuan Kerja Sementara/Kuasa Pengguna Anggaran. 97 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Menjadi narasumber pertemuan pleno desa/kelurahan untuk membahas hasil identifikasi masalah dan analisis situasi.

memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. dan Kepala Cabang Dinas Diknas Kecamatan. Mencatat dan memantau keluhan/pengaduan yang sudah ditangani UPM-LKM dan meneruskan kepada Bagian Monev-PPMU 15. Mencatat. berfungsi sebagai Bagian Monev-DPMU Kewenangan DPMU: 1. 7. untuk kemudian dibuatan SPPB I maupun SPPB II antara Satker / PPK dengan LKM. 10.4. Memfasilitasi kelembagaan lintas desa/kelurahan yang dapat berupa aliansi kerja dari beberapa Badang Pengelola di tingkat Kabupaten. 13.4 Kecamatan 3. Memfasilitasi Badan pengelola agar memperoleh akses terhadap berbagai pihak untuk mendukung programnya meskipun Pamsimas sudah selesai 8. 3. Memonitor dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan operasional teknis dan administrasi Program. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pekerjaan Pamsimas yang bersifat lintas desa. 14. 9.1 Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) dan Tim Teknis Kecamatan TTKc Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) bertugas melaksanakan sosialisasi.PAMSIMAS 5. Memfasilitasi SPPB antara Satker Kabupaten dengan LKM 3. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-LKM. Memonitor dan mengevaluasi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di kabupaten. Kepala Puskesmas. Menegur LKM dan TFM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur. Meminta kepada LKM untuk memperbaiki RKM bila tidak memenuhi persyaratan setelah dievaluasi oleh tim Evaluasi RKM 2. 11. 16. Pelaksanaan tugas dibidang teknis dilaksanakan oleh Tim Teknis Kecamatan (TTKc) yang terdiri dari Kaurbang Kecamatan. Mendorong pembentukan jaring kerja Badan Pengelola dengan pihak-pihak lain di proyek. Melakukan evaluasi kinerja konsultan dan FM 12.2. Menindak lanjuti pengajuan RKM (I dan II) yang telah dievaluasi Tim Evaluasi RKM untuk dipresentasikan di depan TKK dalam rangka mendapat persetujuan dari TKK.2. 6. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-LKM/lurah) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada Bagian Monev-PPMU. Kasi PMD Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 98 . TKKc terdiri dari Camat. Melakukan koordinasi dan penyebarluasan informasi mengenai kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan lainnya. fasilitasi.

3. dan menandatangani hasilnya dalam kapasitas mengetahui. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pelaksanaan program di desa/kelurahan. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. 8. Turut memfasilitasi Badan Pengelola untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil infrastruktur terbangun. Memfasilitasi sosialisasi di desa/kelurahan dan memfasilitasi musyawarah desa/kelurahan dan turut menandatangani daftar hadir sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. 9. 10. Camat menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) berdasarkan BA Acara Pertemuan di desa/kelurahan. dalam hal ini Kepala Desa/Lurah. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. Memfasilitasi sosialisasi Pamsimas di tingkat desa/kelurahan bersama DPMU. kemudian mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU. 4. dalam kapasitas mengetahui. Mencatat.PAMSIMAS Kecamatan.5 Tingkat Desa/Kelurahan Dalam pelaksanaan program Pamsimas di tingkat Desa/Kelurahan. fasilitasi. Membantu kelancaran proses persiapan usulan kegiatan sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah desa. 2. melaksanakan dan mengelola Pamsimas. bertugas untuk: 1. Memantau pengelolaan sarana air minum dan sanitasi sebagai bagian tugas pembinaan dari TKK. Sanitarian Puskesmas. Turut memfasilitasi forum musyawarah masyarakat tingkat desa untuk membentuk LKM dengan menetapkan anggota-anggota yang dipilih masyarakat. 3. 5. Mencatat. Merupakan mitra kerja TFM sebagai pendamping masyarakat untuk merencanakan. Turut mengetahui hasil perencanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan Pamsimas yang ditetapkan masyarakat di desa. 4. Turut memfasilitasi musyawarah desa dan menandatangani BA Hasil Musyawarah Desa/kelurahan. dan Penilik Sekolah Cabang Dinas Diknas Kecamatan. Mengikuti sosialisasi di tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh DPMU dan Tim Koordinasi Kabupaten/kota (TKK) 3. 6. dalam kapasitas mengetahui.2. 7. Turut memfasilitasi serah terima pengelolaan aset Pamsimas kepada Badan Pengelola. 6. 5. Tugas Tim Koordinasi Kecamatan: 1. Turut menandatangani Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Ketua LKM. 99 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Turut menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKM) yang ditetapkan Masyarakat. Pemerintah desa/kelurahan berperan melakukan sosialisasi. dalam kapasitas mengetahui. 2. dalam kapasitas mengetahui. Pemerintah Desa/kelurahan.

dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. Proses pemilihan serta pembentukan LKM tersebut akan dilakukan selama proses pemberdayaan masyarakat yang akan difasilitasi oleh TFM. keberpihakan kepada kelompok rentan dan terisolasi serta kelompok miskin (indigenous and vulnerable people). sebagai pelaksana program dibentuk Satuan Pelaksana Program Pamsimas (Satlak Pamsimas). seperti P2KP yang telah membentuk BKM dan masih eksis dan sehat.2. akuntabel. Oleh karena itu. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan track record atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. akuntabel.6. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat (civil society organization) di tingkat komunitas akar rumput. memperhatikan kesetaraan jender (gender balance). berbasis nilai.2. partisipatif. transparan.1 Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) adalah kelembagaan masyarakat warga (sipil) yang terdiri dari anggota masyarakat yang dipilih dari desa/kelurahan yang bersangkutan secara demokratis. Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. Peran LKM dalam implementasi program Pamsimas adalah sebagai pengelola. partisipatif. representatif dan pengakaran terhadap masyarakat sedangkan legalisasi LKM melalui pencatatan akta Notaris. maka legitimasi LKM adalah pengakuan.PAMSIMAS 3. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom. berbasis nilai. Proses Pembentukan LKM sesuai dengan asas representative. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. maka tidak perlu membentuk LKM namun hanya membentuk Unit/Satuan Pelaksana Program Pamsimas yang dalam program WSLIC-2 biasa disebut TKM (Tim Kerja Masyarakat). LKM pasca pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya melalui mekanisme program Pamsimas memperluas orientasinya Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 100 .6 Tingkat Masyarakat 3. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. Di lokasi yang belum terdapat BKM. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. Anggota-anggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat.

yakni Masyarakat. sarana air minum (di masyrakat dan sekolah) serta pelatihan. Dengan bimbingan TFM membuat laporan pembangunan fisik. Pemerintah dan Kelompok Peduli ! Tugas LKM sebagai berikut : a. 101 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . pengetahuan spesifikasi teknik. Mengikuti pelatihan bersama-sama masyarakat seperti: • RRK • RRK Pelatihan • Teknis sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya pembangunan sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya O&P • Rencana biaya iuran serta tata cara pengelolaan • Rencana biaya keuangan • Rencana pengadaan barang dan jasa (bila ada) • Termasuk membuat dan membaca gambar teknis. d. administrasi dan keuangan pelaksanaan pembangunan.PAMSIMAS dengan membentuk Badan Pengelola sebagai unit kerja LKM / BKM untuk pengoperasian dan pemeliharaan. Bersama-sama masyarakat dan dibantu FM menyusun RKM I dan II. LKM berkedudukan otonom. Bersama TFM menyempurnakan jadwal pelaksanaan konstruksi. e. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal lainnya. kegiatan pelatihan masyarakat dan program kesehatan kepada masyarakat. pengawasan pekerjaan. Meskipun sebagai institusi masyarakat. Bersama FM dan bekerjasama dengan ”nature leader” yang ada di desa untuk melaksanakan CLTS. c. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. dan pengelola proyek (DPMU) secara periodik. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar pembangunan partisipatif (participatory development) dan Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bahwa pembangunan akan berlangsung efektif. membahas. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. menyelesaikan RKM Iang kemudian dikirim ke DPMU. Dengan bimbingan TFM membuat laporan pengelolaan keuangan dengan membuat pembukuan dana kepada masyarakat dan pengelolaan proyek kepada (DPMU) secara periodik b. f. perhitungan kemajuan pembangunan fisik. serta memberi penjelasan kepada masyarakat untuk memilih opsi sarana air minum. efesien dan tepat sasaran bila didukung dan mensinergikan potensi 3 pilar pelaku pembangunan. memeriksa kontribusi swadaya masyarakat minimal 20% (In Kind 16% dan In Cash 4%).

6. Monitoring secara terus menerus dengan TFM terhadap pekerjaan kontruksi. l. dan TKK. 3.2 Badan Pengelola Badan Pengelola dibentuk dari tranformasi dari Satuan Pelaksana program Pamsimas. 3. TKP.PAMSIMAS g. Membuat SP yang ditandatangani koordinator LKM dan ketua DPMU untuk dilaporkan kepada Bupati. Menyelengarakan sistem operasi dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi dalam pendanaan untuk kegiatan pemanfaatan. i.3 3. DPMU. m. PPMU. Melaporkan kegiatan operasi dan pemeliharaan serta pendanaan kepada pemerintah desa/kelurahan. Melaksanakan kegiatan PHS di masyarakat. Konsultan CMAC akan menjadi Konsultan Advisory untuk CPMU. CMAC bekerja sama dengan CPMU. h. k.2. Steering Committee. Mengumpulkan rencana pendanaan terkait dengan operasi dan pemeliharaan. pemeliharaan dan pengembangan. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 102 . PMAC akan direkrut secara terpisah untuk memberikan dukungan kepada PPMU dan DPMU. c. Badan Pengelola berfungsi sebagai Unit Kerja dari LKM. b. material/blm. baik secara swadaya maupun dari sumber pendanaan lainnya. kualitas pekerjaan. Mempersiapkan LKM membentuk unit pengelola dengan mengikuti pelatihan dengan keberadaan dan kinerja Unit Pengelola menjadi indikator keberhasilan sarana dan program kesehatan pada tahap pasca proyek. Melakukan survey awal terhadap supplier yang memiliki pengalaman dalam pengadaan barang di desa. Tim Teknis Pusat. Memberikan pertanggungjawaban kegiatan dan penggunaan dana kegiatan Pamsimas ke masyarakat untuk disampaikan ke DPMU dan TKK. CMAC akan bertugas membantu CPMU dan CPIU (Central Project Implementing Unit). j. Tugas Badan Pengelola: a. Membuat surat perjanjian resmi dengan supplier setelah masyarakat desa/kelurahan telah memilih pemenang lelang. dan kabupaten/kota direkrut tim konsultan CMAC (Central Management Advisory Consultant) di tingkat pusat dan PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) di tingkat provinsi.1 KONSULTAN PENDAMPING Central Management Advisory Consultant/ CMAC Untuk membantu unit-unit pelaksana di tingkat pusat. provinsi. dan Implementing Agency.3. administrasi keuangan. serta PMAC.

Membangun sistem informasi manajemen untuk proses monitoring. termasuk pengadaan materi. 11. Menyiapkan strategi untuk pelaksanaan pendekatan gender/poverty sensitive community dan mengembangkan kemitraan antara desa dan institusi di tahap perencanaan. 10. dan mendukung implementasinya berdasarkan hasil monitoring proyek. dan monitoring. PPMU. dan laporan reguler yang berhubungan dengan prosedur Bank Dunia dan pemerintah terutama mengenai Implementation and Financial Report (IFR). yang ditentukan oleh CPMU 13. Memberikan dukungan dan bantuan teknis kepada CPMU. Menjamin keberlangsungan proyek di tingkat masyarakat melalui paritispasi kelompok-kelompok masyarakat. sistem informasi manajemen. manajemen. supervisi. Menyiapkan manajemen dan perencanaan untuk capacity building di tingkat kegiatan proyek. 3. dan monitoring. Mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas (Quality Control/Quality Assurance) di tingkat implementasi proyek yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. dan advokasi kepada masyarakat di bidang sensitivitas gender dan kemiskinan melalui pendekatan MPA/PHAST 2. 9. Hal ini akan tercapai melalui pemberian masukan / advis. audit internal. 6. Mengorganisasikan pendekatan partisipatori untuk keberlanjutan program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. implemtasi. pengadaan. serta health and hygiene and water and sanitation engineering. 12. pengarusutamaan gender. manajemen keuangan. dan lain sebagainya. akuntasi keuangan. materi. 8. audir.PAMSIMAS Tugas CMAC adalah: 1. dukungan. Membantu pelaksanaan roadshow dan workshop. 5. Memberikan bantuan kepada CPMU dan CPIU dalam hal: 4. dan DPMU dalam bidang : monitoring dan evaluasi. Melakukan review manajemen dan teknis. studi. Memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat pusat dan provinsi melalui bantuan manajemen dan teknis dalam hal perencanaan. 3. Membuat dan mengumpulkan laporan dan data-data pendukung yang dibutuhkan serta membantu CPMU dalam pembuatan Project Monitoring Report. peningkatan perilaku sehat. dan keberlanjutan program. Membantu CPMU membangun dan melaksanakan pertemuan stakeholder di tingkat pusat sebagai bagian dari monitoring keberlanjutan program. akuntasi dan penganggaran.2 Provincial Management Advisory Consultant (PMAC) PMAC berperan dalam memberikan dukungan teknis dan penguatan capacity kepada provinsi dan kabupaten/kota (DC/District Consulant) dalam implemtasi 103 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .3. penelitian. pelatihan. 7.

iii) penyediaan dukungan teknis untuk fasilitator dalam pembuatan dan pelaksanaan RKM.1 Koordinator Fasilitator Koordinator Fasilitator akan direkrut oleh Satker/SNVT PKP Air Minum Provinsi untuk mengkoordinir Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) di setiap Kabupaten/ kota untuk kepentingan DPMU/PPMU. 4.3. operasi. termasuk penggunaan metode MPA/PHAST dan CLTS. Bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan proyek. iv) laporan teknis.3. keuangan. penganggaran. 3. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan institusi di tingkat desa. bantuan teknis. dan administrasi keuangan. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan capacity building / pelatihan terhadap Tim Fasilitasi Masyarakat dan Stakeholder lainnya Memonitor dan mengevaluasi kegiatan capacity building di tingkat kab.PAMSIMAS program. dan review pelaksanaan proyek. dalam bentuk day-to-day manajemen proyek. Bersama dengan fasilitator memfasilitasi pembuatan RKM 1 dan RKM 2. PMAC akan memberikan bantuan dan dukungan dalam hal : i) bantuan teknis./ kota dan di tingkat masyarakat 2. dan v) perencananaan dan pelaksanaan capacity building melalui Tim Trainer Provinsi. iii) peningkatan kapasitas institusional bagi pemerintah daerah. observasi.3. melaksanakan manajemen dan monitoring proyek di tingkat provinsi. 5. dan pemeliharaan berdasarkan RKM. pembuatan RRK (Rancangan Rinci Kegiatan). fasilitasi. pembentukan LKM. serta monitoring dan evaluasi proyek di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. perkiraan biaya yang sesuai dengan PMM dan VIM. dan feedback untuk Fasilitator dan Koordinator Fasilitator. survey lokasi. kabupaten/kota dan desa. iv) monitoring dan evaluasi proyek. monitoring. Bertanggung jawab terhadap pemberian bantuan teknis dan dukungan kepada PPMU dan DPMU serta tim teknis provinsi dan kabupaten/kota untuk implementasi komponen proyek. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 104 . Bersama dengan fasilitator memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis kepada masyarakat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. 7. capacity building. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. PMAC akan berkoordinasi dengan dan menerima bantuan teknis dari CMAC Melakukan kunjungan secara periodik ke desa-desa sasaran dalam rangka diseminasi pedoman. implementasi proses community-driven.3 Fasilitator Masyarakat 3. ii) dukungan teknis untuk manajemen. 3. dan v) dukungan manajemen kepada PPMU dan DPMU. supervisi. ii) peningkatan capacity building masyarakat dan institusi. Tugas dan Tanggung jawab PMAC: 1. termasuk evaluasi kinerja kegiatan proyek di tingkat kabupaten/kota dan desa. 6.

6. operasional dan perawatan). Mengkaji efektifitas pelaksanaan kegiatan proyek dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan kepada DPMU. 105 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Menyusun Strategi Pelaksanaan Village Implementation Plan (Rencana Pelaksanaan Kegiatan di tingkat Desa) beserta jadwalnya melalui kesepakatan dengan TFM dan DPMU termasuk rencana kerja fasilitator di tingkat kabupaten/kota dan masyarakat. Memberikan masukan teknis dan administratif serta bekerjasama dengan TFM dalam pembentukan LKM dan memperkuat kelembagaan desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Membantu DPMU dalam menyusun laporan yang diperlukan. Bekerja sama dengan TFM dengan memberikan dukungan strategis kepada TFM untuk: pengerahan sumber daya selama proses pelaksanaan kegiatan (termasuk perencaaan. Mendukung manajemen pelaksanaan program di tingkat kabupaten/kota. Membantu DPMU dalam mengendalikan kemajuan dibidang teknis dan keuangan. 3. Menjamin adanya perhatian dari seluruh stakeholder terkait. analisis. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator: Koordinator Fasilitator akan bekerja sama dengan TFM dan PMAC dalam melaksanakan tugasnya. dan rencana kegiatan kelompok masyarakat melalui langkah-langkah MPA/PHAST.PAMSIMAS Tugas utama Koordinator Fasilitator: 1. dan sanitasi di tingkat masyarakat. terutama LKM dalam melaksanakan dan monitoring program. 4. konstruksi. dalam pelatihan aspek non teknis seperti operasional dan perawatan dan manajemen keuangan serta menjaga keseimbangan gender dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum dan pelayanan kesehatan. hingga penyiapan RKM dan membantu masyarakat setempat. Memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan TFM dan LKM dalam penyiapan RKM. 2. 3. termasuk aspirasi golongan yang terpinggirkan agar terwakili dalam pembangunan. 4. PPMU dan CPMU. Bertindak sebagai koordinator dalam membantu proses kajian. public review dan finalisasi RKM. 5. baik perbaikan promosi kesehatan. 5. 2. Menjamin kegiatan dan pelaksanaan yang diusulkan dalam RKM sesuai dengan kriteria kegiatan Pamsimas. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator adalah sebagai berikut : 1. Membantu DPMU dalam pelaksanaan audit yang diperlukan. termasuk Community Lead Total Sanitation (CLTS). 6. pencegahan penyakit. Mengkoordinasikan TFM dengan memberikan dukungan dan bimbingan untuk memfasilitasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

• Fasilitator bidang Penyediaan Sarana Air Minum & Sanitasi / Water & Sanitation Facilitator (CF/WSS). Review dan mengevaluasi laporan fasilitator dan mengkonsolidasikannya di level kabupaten/kota. analisa dan penyusunan rencana kegiatan kelompok masyarakat sebagai Rencana Strategis Program Air Minum.2 Tim Fasilitator Masyarakat Fasilitator Masyarakat (FM) merupakan tenaga pendamping yang telah dilatih dalam keterampilan untuk meningkatkan kapasitas/kemampuan masyarakat untuk memutuskan. Setiap TFM akan memfasilitasi 3-5 desa/tahun di tiap-tiap kabupaten/kota. 8. pencegahan penyakit dan sanitasi masyarakat. terutama Tim Kerja Masyarakat (LKM) atau organisasi pengelola lainnya dalam perencanaan. ƒ Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 106 . Bidang Tugas Tim Fasilitator Masyarakat (TFM): ƒ Penyiapan rencana keseluruhan dalam penyediaan layanan fasilitasi kepada desa sasaran baik rencana tim maupun rencana individu. Fokus terpenting dari pekerjaan TFM adalah membantu masyarakat untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatannya. jadwal tentative fasilitator secara tim maupun individu harus disepakati bersama antara TFM. Tugas pokok TFM adalah memfasilitasi kegiatan penilaian. melaksanakan dan mengelola kegiatannya dengan berperan secara aktif dalam setiap keputusan yang diambil.PAMSIMAS 7.3. Koordinator Fasilitator dan Provincial Management Advisory Consultant (PMAC). • Fasilitator bidang Pemberdayaan Masyarakat / Community Development Facilitator (CF/CD). yaitu : • Fasilitator bidang Kesehatan / Health and Hygiene Facilitator (CF/HH). Dari Renstra ProAKSi akan dijabarkan ke dalam rencana tahunan berupa Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) untuk Program Pamsimas. Oleh karena itu. dan Sanitasi (ProAKSi) dengan metode MPA/PHAST (Methodology For Participatory Assessment/ Partipatory Hygiene And Sanitation Trasformation ) dan Visioning. merencanakan. Prinsip kerja fasilitator merupakan satu kesatuan tim sebagai Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang terdiri dari 3 bidang keahlian. 3. Kesehatan. Memberikan bantuan teknis kepada masyarakat desa.3. pelaksanaan dan monitoring program dalam peningkatan promosi kesehatan. Pengumpulan/updating data primer dan sekunder secara intensif untuk keperluan monitoring yang berhubungan dengan input data indikator kunci pelaksanaan program. Mendukung fasilitator dan masyarakat untuk membuat system operasional dan pemeliharaan sarana air dan sanitasi dan melaksanakan review quality assurance melalui kunjungan periodik.

PAMSIMAS ƒ ƒ ƒ Membantu penyiapan Laporan Pelaksanaan di Desa (proses. 107 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . mid-term.4 Independent Monitoring dan Evaluation Consultant Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh Lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama.3. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu. 3. konstruksi. dan pasca konstruksi). dan paska program. Melakukan kajian kebutuhan pelatihan masyarakat dan menyelenggarakan pelatihan masyarakat secara periodik bersama dengan DPMU dan PMAC. Bersama Kasie pembangunan (Staff Kecamatan). dan Sanitarian melakukan promosi kesehatan dan penyadaran perubahan prilaku hidup sehat (STBM/Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) kepada masyarakat sasaran.

59 tahun 2004 tentang Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat. 68 tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara. 3. Keputusan Presiden No. 5. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. Dalam Negeri. Komite 4. 2.1 MATRIKS RESIKO DAN TINDAKAN PENCEGAHAN Rencana Tindakan Pencegahan Korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah di-identifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. Instruksi Presiden No. Dep. 4. Keputusan Presiden No. Kolusi dan Nepotisme. 2. 80 tahun 2003 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Undang. Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Dep. Kesehatan. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pencegahan Resiko Kolusi. 225/KPTS/M/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Tata Cara Penanganan Masukan dari Masyarakat di lingkungan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi dapat dilihat dalam tabel berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 108 . Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam.undang No.go.PAMSIMAS Lampiran 4 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI 4. dan 8. Kepmen Kimpraswil No. 7. Dep. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.id. 5. 3. Undang-Undang No. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. Undang-Undang No. 6. 30 tahun 2002 tentang Pembentukan Pemberantasan Korupsi (KPK). Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. Keterbukaan Informasi. Peraturan Pemerintah No.pu. Rencana Pencegahan Korupsi ini telah dipublikasikan di dalam situs www. 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang No. Penanganan Pengaduan Indonesia yang merupakan landasan dalam Beberapa produk hukum di pemberantasan korupsi. yaitu: 1.

Pengiklanan Sedang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Iklan yang tidak layak: misalnya pemberian Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah persyaratan yang membatasi kompetisi. OE) Resiko Tinggi Kesempatan adanya Korupsi Me-mark-up perkiraan harga pemilik (OE) dan informasi perkiraan harga pemilik dibocorkan kepada kontraktor/konsultan agar harga “mark-up” dimasukkan ke dalam penawaran/proposal. meskipun untuk paket pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. berbagi keuntungan antar pemain. Kolusi antar pemain untuk memperkaya diri.6. Rapat Pra-Lelang Sedang 109 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .4. diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan informasi yang tidak lengkap. Petunjuk Pengadaan tidak diikuti dengan benar mengakibatkan pengadaan di bawah standar Pertimbangan terhadap proses evaluasi calon anggota panitia pengadaan yang tidak independen. Kriteria dibuat agar cocok dengan konsultan tertentu Tindakan Pencegahan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan lelang. Kapasitas Panitia Pengadaan Tinggi Barang I. penggunaan Barang/Jasa Pamsimas surat kabar dengan sirkulasi terbatas dlsb Iklan palsu Jika panitia pengadaan mewajibkan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah peserta lelang untuk menghadiri rapat pra. Persiapan Perkiraan Harga Pemilik (Owner Estimate.1. Persiapan kriteria pemilihan Sedang dalam dokumen penawaran Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang /Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.1 Matriks Risiko Korupsi dan Tindakan Pencegahan I.3. Persiapan RFP (Permintaan Proposal) I.2. Keputusan cenderung condong mengikuti kemauan peserta lelang/konsultan atas “perintah” atasan atau pihak lain. Pencegahan Resiko Kolusi Peta Risiko Korupsi I.PAMSIMAS Tabel 4. Kurangnya standar informasi ‘cost/base’ mempersulit apakah perkiraan harga asli dan perkiraan harga pemilik masuk akal.5.

11. Evaluasi Proposal Tinggi I.PAMSIMAS barang yang sederhana dan jenis pekerjaan yang ringan untuk dilaksanakan. Perpanjangan masa berlaku pelelangan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan proses.13. I.8 Penyerahan proposal biaya Sedang I. Penyimpanan proposal teknis dan keuangan ditempat aman untuk menjaga kerahasiaan Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Kolusi antara konsultan dan panitia Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah pengadaan untuk merubah proposal teknis diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang & dan/atau keuangan yang sebelumnya Jasa PAMSIMAS sudah masuk dan dibuka Manipulasi Berita Acara Pembukaan Penawaran Lelang Keterlambatan dalam mengevaluasi Proposal teknis dan/atau proposal keuangan memungkinkan terjadinya praktik “tawar-menawar”. Reputasi konsultan/peserta Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Peserta Lelang/Konsultan mungkin terlibat Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 110 110 . Perpanjangan masa berlaku Tinggi pelelangan I. Daftar Pendek (shortlist) Tinggi Manipulasi informasi mengenai perusahaan atau individu yang masuk dalam daftar pendek agar perusahaan atau individu tertentu dimasukkan dalam daftar pendek Desakan/tekanan dari atasan untuk agar perusahaan tertentu dimasukkan dalam daftar pendek seringkali mengakibatkan perusahaan yang tidak masuk kualifikasi masuk dalam daftar pendek Melakukan mark-up untuk mendapatkan kickback Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.12.14. maka beberapa peserta lelang mungkin tidak diuntungkan.10 Pembukaan proposal teknis Tinggi dan keuangan I.9. Penentuan Pemenang Kontrak Tinggi I.7. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.

pengkajian dilakukan setiap 3 II. Pemerintah desa Sedang 111 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . penurunan kualitas produk/jasa diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Meningkatkan penanganan pengaduan. dan pegawai pemerintah dapat mengambil uang pembayaran di belakang (kickback) dari perbedaan tersebut Melakukan supervisi kontrak dengan kualitas rendah secara sengaja.PAMSIMAS lelang dalam konflik kepentingan.1.2 Pelatihan masyarakat Sedang II.15 Kualitas produk/jasa Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Penyalahgunaan wewenang oleh aparat TKM membuat laporan kemajuan dan penggunaan desa dalam setiap tahap proses dapat uang secara berkala kepada masyarakat menyebabkan resiko tidak/kurangnya Papan pengumuman dipasang di desa untuk terakomodasi aspirasi/kebutuhan menginformasikan kegiatan proyek. Penyaluran Dana Resiko Sedang Kesempatan adanya Korupsi Tindakan Pencegahan Penyuapan terhadap pejabat pemerintah Menetapkan kriteria yang transparan untuk dan desa baik oleh kontraktor maupun oleh pembayaran dan penyaluran hibah (dari DPMU masyarakat penerima manfaat. masyarakat dalam penyediaan air minum Memastikan transparansi informasi dan dan sanitasi serta minimnya keterlibatan penyebarluasan secara memadai untuk mencegah masyarakat dalam pelaksanaan fisiknya. dan/atau terlibat dalam praktek korupsi/penipuan pada masa lalu (proyek-proyek sebelumnya) Produk/jasa yang diberikan di bawah kualitas yang disebutkan di dalam TOR. dan menerima kickback dari konsultan/supplier/kontraktor Risiko kickback. Pada tingkat desa. kelompok masyarakat yang berlainan dan menerapkan perimbangan jender untuk mencegah nepotisme.3. praktik kolusi berupa pemberian kontrak untuk penawar yang disukai.16 Keseluruhan Pengadaan Barang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas II. Peserta pelatihan hanya terdiri dari Memastikan pelatihan masyarakat melibatkan kelompok tertentu tanpa melibatkan orang sebanyak mungkin peserta yang berasal dari miskin. upaya kolusi dan nepotisme. kepada masyarakat) dalam panduan proyek. Hal ini akan dikaji secara berkala oleh fasilitator dan secara acak oleh tim monitoring dan evaluasi. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat Peta Risiko Korupsi II.

PAMSIMAS bulan oleh masyarakat sendiri. Penunjukan langsung bukannya pemilihan akan memberikan pelatihan TKM . memantau dan menyetujui proses seleksi Resiko kecurangan Surat pernyataan minat harus diketahui dan Resiko pejabat daerah meminjamkan lebih ditandatangani oleh masyarakat termasuk kelompok dahulu kontribusi masyarakat sehingga masyarakat yang terpinggirkan berakibat ybs mempengaruhi jalannya proses selanjutnya. Tekanan/desakan dari pegawai pemerintah Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah untuk membeli barang/peralatan/material diatur dalam Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di kepada supplier tertentu Tingkat Masyarakat. Audit terhadap pembukuan desa akan dilakukan berdasarkan sampel dan kebutuhan untuk menyelesaikan masalah. wakil PMC harus mengkaji. dan pemeliharaan. Pembelian barang/peralatan/material oleh masyarakat Sedang Tinggi Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 112 112 . Kickback kepada pegawai pemerintah Lemahnya pendokumentasian di tingkat masyarakat TKM (Tim Kerja Masyarakat) melakukan pengadaan semua material/peralatan tanpa melibatkan masyarakat desa (anggota masyarakat terpilih) sebagai panitia pengadaan Kurangnya kapasitas TKM tentang kualitas material/peralatan TKM membeli material/peralatan dari satu supplier.5.7. Pemilihan Tim Kerja Masyarakat (TKM) Sedang II. dibantu fasilitator bila diperlukan. penduduk terpencil pelaksanaan proyek. Forum desa tidak mengikutsertakan Anggota TKM harus bertanggungjawab dalam masyarakat miskin. dan kelompok perempuan Executing agency melalui fasilitator masyarakat. II. Surat Pernyataan minat mengenai kontribusi tunai sebesar 4% dari total biaya konstruksi II. Pengembangan organisasi Sedang institusional desa dalam operasi dan pemeliharaan II. Kemampuan tim operasional dan Konsultan/executing agency memberikan pemeliharaan dalam mengelola. peningkatan kapasitas dalam operasional dan mengoperasikan dan menjaga sarana dan pemeliharaan juga dalam menetapkan tarif operasional Memastikan adanya mekanisme transparansi. Resiko adanya praktik kolusi Resiko nepotisme TKM harus dipilih melalui pertemuan masyarakat Kemampuan TKM yang dihadiri oleh semua anggota masyarakat.4.6.

Reputasi dari Supplier Tinggi II.9. Pelaksanaan sub proyek sebagai hibah masyarakat Sedang II. Perencanaan teknis Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Sebagai bagian dari proposal yang diserahkan.10. dan/atau terlibat kegiatan korupsi/penipuan pada masa lalu. kelompok masyarakat diharuskan menandatangani pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam situasi konflik kepentingan. dan/atau terlibat tindakan korupsi/penipuan di masa lalu Kelompok Masyarakat mungkin dalam situasi konflik kepentingan. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak. Semua kelompok masyarakat diminta untuk menginformasikan sejak awal bila anggota dewan komisaris/direksi dan anggota keluarga dekat mereka adalah: (i) anggota panitia lelang dari pelelangan yang akan diikuti dan juga (ii) eselon I – IV dari departemen yang terlibat dalam proyek. II. dan/atau terlibat dalam praktik korupsi/penipuan di masa yang lalu yang jika tidak mereka akan dikeluarkan dari pelelangan dan akan diambil tindakan hukum oleh pemerintah.PAMSIMAS Lemahnya pendokumentasian nota pembelian. Material/peralatan yang dibeli oleh warga akan dikenakan PPN. Reputasi dari kelompok masyarakat penerima hibah Tinggi II. Keterlambatan dalam membuat disain Rencana pengadaan barang secara rinci harus 113 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Fasilitator/DPMU mengarahkan TKM untuk membeli material dari supplier tertentu dengan potongan harga (tanpa mempertimbangkan kualitas material) Panitia Pengadaan memanggil calon pemenang kuat dan melakukan tawarmenawar besarnya kontrak. untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan TFM akan mengkaji kemampuan kelompok yang dibutuhkan untuk hibah masyarakat.11.8. Pernyataan ini akan dipublikasikan di forum desa. Supplier mungkin dalam situasi konflik kepentingan. Kelompok masyarakat tidak mempunyai Konsultan manajemen regional dikontrak untuk kapasitas dan sumber daya yang memadai membantu masyarakat. Hal ini dapat berakibat kepada buruknya kinerja memerlukan persetujuan konsultan kabupaten dan dan kualitas produk pengawasan oleh PMC. masyarakat dan pelatihan yang diperlukan.

hal ini akan berakibat pada biaya total konstruksi khususnya kontribusi masyarakat Pengawasan teknis yang kurang layak oleh Konsultan Teknis DPMU atau Kajian yang tidak independen oleh Konsultan Pengawas Proses (PMC) dapat menambah biaya total atau disain yang buruk dengan kemungkinan tingkat kegagalan yang tinggi disatukan dalam perjanjian hukum dan akan menjadi dasar bagi setiap kegiatan pengadaan barang. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan Peta Risiko Korupsi Resiko III. Risiko minimnya kapasitas staf PMU. sesuai dengan perencanaan Pamsimas). Penunjukan Unit Pelaksana Sedang Proyek (Satker) and stafnya (pembuat komitmen. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertanggung jawab untuk mengevaluasi RKM (memeriksa proposal biaya. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 114 114 . Kesempatan adanya Korupsi Minimnya kapasitas dan transparansi dapat mengakibatkan tindakan kolusi. bendahara. dan staf keuangan. Tindakan Pencegahan Panduan proyek mencakup: (i) kriteria pemilihan dan indikator kinerja manajer proyek. Ada dua alasan yang mungkin melandasi penunjukan tersebut: (i) Proyek dianggap kurang prioritas oleh pihak lain. pembuat SPM) pada tingkat Kabupaten tidak didasarkan pada wewenang dan kualifikasi fungsional mereka. staf perencanaan. Risiko tindakan kolusi untuk merekrut konsultan yang disukai. Tinggi PMU dsb.PAMSIMAS sebagai menu dari opsi teknis teknis akan menguntungkan konsultan.1. Proses Rekruitmen TFM. Terdapat kemungkinan perkiraan anggaran (RAB) untuk konstruksi menjadi tinggi karena lemahnya kinerja konsultan atau survei yang tak lengkap. III. Meningkatkan keterbukaan. (iii) Persyaratan CPMU untuk melaksanakan pelatihan yang memadai tentang panduan proyek untuk semua staf. (ii) mensyaratkan adanya penilaian kinerja tahunan sesuai kriteria tersebut. bendahara. penanganan keluhan seperti yang dicantumkan dalam Keppres 80/2003 Proyek akan mengadakan pelatihan tentang pengelolaan dan keuangan proyek Evaluasi rutin terhadap kinerja konsultan (perlu dipertimbangkan penghargaan terhadap konsultan dengan kinerja terbaik).2. pemegang uang muka. (ii) Pilih kasih (favoritism) II. Konsultan kabupaten juga harus memeriksa perencanaan biaya sebelum evaluasi.

Publikasi Laporan Audit Rendah Risiko bahwa informasi mengenai kemajuan dan hasil pelaksanaan proyek (termasuk tindakan penyalah-gunaan. perbandingan harga antara harga kontrak dan harga pasar.5. tetapi pada kedekatan kekeluargaan antara calon dan elit desa. Konflik kepentingan. dll) Membuat laporan audit dan semua tanggapan oleh pemerintah tersedia untuk umum segera setelah penerimaan laporan akhir yang disiapkan sesuai dengan persetujuan pinjaman/kredit. Penunjukan Tim yang Rendah mengelola hibah desa di tingkat masyarakat 115 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Penunjukan calon yang tidak berkualitas. Executing Agency dan Implementing Agency harus mengadakan audit tahunan oleh pihak ketiga. TFM akan diseleksi berdasarkan kinerja mereka setelah melalui pelatihan pra-tugas. kelompok dan/atau kepentingan lainnya dengan menandatangani ‘Pakta Integritas’ sesuai dengan peraturan pemerintah yang relevan (Keppres 80/2003). Mekanisme Akuntabilitas Sub-projek III. Pemilihan tidak dilakukan berdasarkan kemampuan dan konsensus masyarakat. keluarga. III.4. Menghindari konflik kepentingan dengan menyediakan pedoman kriteria pemilihan masyarakat penerima manfaat Pamsimas Menetapkan kriteria mekanisme seleksi tim pengelola hibah desa yang disepakati. Pemilihan Desa Sasaran Sedang Rendah Kurangnya pengalaman DPMU dapat mengakibatkan penyalahgunaan dana. Panitia seleksi diharuskan menunjukkan komitmen mereka untuk mewujudkan proses seleksi yang jujur.6. verifikasi pembayaran. kolusi dan nepotisme jika ada) tidak tersedia. Lemahnya transparansi dan proses yang berpihak. obyektif dan transparan dan menghindari penyalahgunaan wewenang dan diskresi dalam pemilihanb untuk memenuhi kepentingan pribadi. Menggunakan pengawasan proyek dan supervisi untuk mengurangi risiko.PAMSIMAS Pemilihan semua personil harus dilaksanakan melalui mekanisme yang sepenuhnya jujur. Nama-nama calon harus diumumkan sekurangkurangnya seminggu sebelum pemilihan III. III.3. Kriteria seleksi dibuat berdasarkan prinsip meritokrasi bahwa hanya yang paling berkualitas yang akan direkrut. obyektif dan transparan sesuai petunjuk Bank. yang mencakup audit terhadap pengadaan dan hasil pelaksanaan (‘end-use check’. pekerjaan atau jasa. Mengumumkan kriteria kepada masyarakat dan mengadakan penilaian kinerja tahunan. kualitas dan kuantitas barang.

Pelatihan Fasilitator & Konsultan Sedang III. Dokumen proyek (seperti pengadaan Menetapkan pedoman yang jelas barang. sebuah pengkajian atas pengendalian internal terhadap implementing agency proyek dan pernyataan bahwa semua pencairan dana proyek dilakukan merupakan pengeluaran yang layak dibiayai.8. Hal ini berdasarkan kerangka acuan yang disetujui oleh Bank sebelum negosiasi. Pemilihan lokasi proyek (desa) Sedang Negosiasi mungkin dilaksanakan dalam pemilihan desa antara executing agency dan perwakilan dari kabupaten Dilaksanakan dengan tidak layak. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 116 116 . antara lain. Pembayaran Gaji Konsultan (TFM) Sedang III. relevan. data fisik dan keuangan. Membandingkan laporan harga di lokasi yang berbeda dan memberikan perhatian atas perbedaan yang diakibatkan masalah dalam akses dan ruang lingkup aktifitas. dll.11. Laporan/dokumen pendukung fiktif seperti Menyiapkan pedoman untuk mengawasi klaim biaya perjalanan dan pengeluaran untuk pengeluaran yang ditunjang oleh bukti-bukti yang workshop/ pelatihan. audit internal oleh Inspektorat Jenderal mensyaratkan adanya bantuan teknis. tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal Keterlambatan pembayaran gaji konsultan dapat memberikan dampak terhadap kinerja proyek seperti penyalahgunaan dana dan peningkatan harga (mark up). termasuk. keuangan. tanda terima pembayaran. audit. termasuk laporan kegiatan. laporan tentangpengarsipan pengadaan barang dan pelaksanaan. tiket.9. Pengarsipan Sedang Meningkatkan penanganan keluhan dan sanksi atas keterlambatan pembayaran. Pemilihan desa harus benar-benar berdasarkan data kemiskinan dan tingkat kebutuhan masyarakat atas air dan sanitasi Meningkatkan mekanisme oleh Bank Mekanisme monitoring dan evaluasi mencakup penilaian kualitas pelatihan III.7. kontrak. Hasil dari pengkajian ini akan di laporkan kepada Bank dan external auditor. Karena keterbatasan kemampuan. diperlukan.PAMSIMAS III.10. Pembayaran Tinggi III. termasuk penundaan pengujian kualitas ) sengaja tidak pembayaran dan penggantian personil bila disediakan untuk menutupi praktik korupsi. absensi. pembukuan keuangan dan penanganan lanjut bila surat masuk dan keluar dan dokumen arsip tidak dipelihara. Mekanisme penilaian kinerja konsultan oleh perusahaan dan harus dikaji dan disetujui oleh Bank Executing agency (dengan bantuan Bank) akan menyiapkan prosedur operasional untuk konsultan.

dan sanksi untuk mereka yang mencairkan dana tidak sesuai peraturan. Keterbukaan Informasi IV.PAMSIMAS Pedoman penyebarluasan informasi mengenai kontrak-kontrak yang sudah diputuskan Membuat data proyek yang layak dan sistem pembukuan Resiko keterlambatan pelaksanaan proyek Menyederhanakan proses penyaluran dana. untuk penyaluran dan penggunaan dana Resiko ketidaklengkapan/ ketidaksesuaian Pedoman penyerahan dokumen lengkap yang dokumentasi keuangan menjadi persyaratan surat perintah membayar kepada KPN Depkeu akan tercantum dalam pedoman proyek.1 Terbatasnya diseminasi informasi yang terkait proyek.12. Forum pertanggungjawaban desa akan dilaksanakan dan dihadiri oleh seluruh anggota masyarakat. Penyaluran dan penggunaan dana Tinggi IV. III. Proyek akan mempekerjakan tim independen sebagai auditor untuk memastikan bahwa pengeluaran bersifat wajar Staf keuangan dan manajemen dalam CPMU dan PPMU akan mengawasi dan mengaudit aspek keuangan. Pencairan dana di tingkat desa dilakukan Executing agency harus menyiapkan prosedur tetap secara sekaligus. Penggunaan dana harus tranparan – ditempelkan di papan pengumuman Pencairan dana di desa dilakukan berdasarkan kebutuhan di setiap tahap pelaksanaan. Rendah Informasi terbatas untuk Unit Pelaksana. Pemantauan oleh masyarakat. Diseminasi tujuan dan aturan proyek dan peraturanperaturan melalui pertemuan-pertemuan dan rapat kerja di tingkat Kabupaten 117 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Membentuk tim yang berfungsi untuk memberikan pelatihan pembukuan dan manajemen proyek Peningkatan dalam penanganan keluhan. Hal ini merupakan langkah penting karena standar tindakan yang ditetapkan pemerintah perlu diperkuat untuk mengurangi resiko korupsi. setelah FM dan TKM menyerahkan estimasi anggaran.

mesjid.PAMSIMAS Pastikan bahwa kantor-kantor Pamsimas mengetahui peran dan tanggungjawabnya dan bagaimana masing-masing bertanggung-jawab terhadap agendanya Informasi dipegang oleh kelompok tertentu Setiap informasi terkait proyek harus disebarluaskan secara terbuka kepada masyarakat dan pihak-pihak lain untuk mengendalikan dan memantau kinerja dan dampak program Fasilitator harus memastikan bahwa desa-desa miskin.2 Diseminasi informasi Sedang V. terpencil dan kelompok wanita (dlsb. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 118 118 . dll.I. Termasuk di dalamnya menempelkan pengumuman dan deskripsi singkat mengenai hibah desa di ruang publik seperti balai desa. termasuk penelusuran keluhan dan pengukuran efektifitas penerapan sistem ini.) memperoleh informasi yang diterima sebagaimana masyarakat lainnya Penguatan mekanisme penanganan pengaduan dan sanksi untuk mereka yang membatasi informasi IV. Penanganan Pengaduan Sedang Keluhan tidak ditangani secara memadai Membangun mekanisme penanganan keluhan secara rinci. Penanganan Pengaduan V.

Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia untuk publik: • • menyediakan segera b c • • Semua rencana dan jadwal pengadaan tahunan. Fotokopi kliping media akan dikirimkan ke CPMU untuk dibahas dan diarsip. Berikut adalah contoh bagaimana Pamsimas akan mengurangi risiko korupsi melalui penguatan keterbukaan informasi. dan dalam kasus prakualifikasi. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia dapat menyediakan kepada publik segera setelah menerima semua laporan akhir audit (keuangan atau selain itu. pekerjaan atau jasa. laporan kajian mid-term dan aide memoire yang dipersiapkan untuk tujuan tersebut. daftar-daftar supplier pra-kualifikasi. Penguatan Keterbukaan Informasi di Pamsimas. termasuk laporan audit yang disetujui) yang disiapkan sesuai dengan perjanjian pinjaman dan semua tanggapan resmi dari pemerintah terkait dengan laporan tersebut. Dalam hal dokumen yang diminta adalah dokumen lelang dan permintaan proposal dari peserta lelang yang menunjukkan ketertarikan. segera setelah pemberitahuan penghargaan kontrak kepada pemenang lelang. semua dokumen lelang dan permintaan proposal yang dikeluarkan sesuai dengan persyaratan pengadaan dalam perjanjian pinjaman. termasuk informasi terbaru. Membuka kepada semua peserta lelang dan semua pihak yang memasukkan proposal untuk kontrak tertentu. Apabila diminta semua daftar pendek konsultan. semua 119 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dokumen terkait hanya akan disediakan setelah pemberitahuan pemberian kontrak kepada perusahaan pemenang. Masing-masing dokumen tersebut akan disediakan sampai satu tahun setelah penyelesaian kontrak dimasukkan dalam pertanyaan untuk barang. Penyebaran dokumen Pamsimas kepada publik antara lain: a Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia menyediakan kepada publik segera setelah selesainya kajian mid-term proyek dilaksanakan sesuai dengan perjanjian pinjaman.2. Implementing Agency akan menetapkan mekanisme dalam hal apa media dan kelompok masyarakat madani dapat terlibat untuk mengawasi kemajuan proyek (lihat juga tentang Pengawasan oleh Masyarakat Madani. di bawah). Tindakan lain terkait penyebarluasan dokumen Pamsimas kepada publik dijabarkan di dalam matriks berikut. Mekanisme ini akan dirinci dalam Panduan Proyek dan mencakup kegiatan berbagi informasi dengan media. Dengan berkonsultasi kepada pihak Bank. dengan bea yang wajar untuk membayar biaya cetak dan pengiriman. Apabila diminta. ringkasan evaluasi semua lelang dan proposal untuk kontrak yang diajukan.PAMSIMAS 4. Informasi dalam ringkasan tersebut akan dibatasi pada daftar peserta lelang.

kemajuan pelaksanaan. dalam bentuk standar akan disiapkan untuk memastikan adanya pelaporan kemajuan tahunan untuk lembaga non-pemerintah dan media tingkat nasional dan lokal. termasuk nama penyedia/supplier/konsultan. ringkas. nilai kontrak. Rincian lengkap tentang bagaimana masing-masing dokumen tersebut di atas akan disediakan oleh Executing and Implementing agencies akan dituangkan dalam panduan proyek. IFR akan dibuat tahunan dan akan ditempatkan dalam situs proyek. jumlah peserta lelang/proposal. termasuk masalah dan solusinya. Data dari laporan tersebut akan dipublikasikan setiap bulan dalam website oleh CPMU. • • • • • Hampir semua dokumentasi di atas harus ditempatkan secara lengkap dalam situs proyek dan dalam bentuk cetakan (hardcopies). segera setelah diminta. Situs tersebut juga memuat data dasar mengenai jumlah.PAMSIMAS nilai lelang dan proposal keuangan yang dibacakan pada saat pembukaan penawaran lelang dan proposal keuangan. metoda pengadaan yang diikuti dan tujuan dari kontrak. Panduan pengelolaan proyek Akses yang mudah kepada publik untuk mendapatkan versi Indonesia dari Rencana Anti Korupsi proyek. daftar semua kontrak yang diberikan dalam tiga bulan sebelum tanggal permintaan mengenai suatu proyek. jenis dan status keluhan untuk setiap propinsi dan kabupaten. Informasi terpenting mengenai kontrak. Mempublikasikan secara luas informasi penghargaan kontrak untuk semua kontrak. penawaran dan proposal yang dinyatakan tidak-tanggap (bersama dengan alasan untuk penilaian itu). Setelah diminta oleh perorangan atau perusahaan. Satu ringkasan informasi dan kemajuan proyek. segera setelah pemberian kontrak. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 120 . akan dimuat dalam IFR (Interin Un-Audited Financial Report) dan dipaparkan kepada forum masyarakat madani (misalnya LSM) dalam bentuk cetakan di tingkat pusat dan propinsi. Format sederhana. Beberapa dokumen akan diringkas agar memberikan akses yang lebih baik terhadap informasi utama. Konsolidasi Program Kerja Tahunan dan harus disetujui oleh Bank. dan rapat kerja dan lain-lain kegiatan terkait proyek akan dimuat dalam laporan tersebut. Ringkasan tersebut akan disediakan kepada publik. nama pemenang lelang dan nilai kontrak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful