PAMSIMAS

KATA SAMBUTAN
Sektor air minum dan sanitasi merupakan pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Tidak memadainya prasarana dan sarana air minum dan sanitasi, khususnya di perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan dan lingkungan yang memiliki dampak lanjutan terhadap tingkat perekonomian keluarga. Penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi yang baik akan memberi dampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta waktu yang dapat dihemat dari usaha untuk mendapatkan air minum dan sanitasi yang baik. Ketiga dampak tersebut akan memberikan dampak lanjutan berupa peningkatan produktivitas masyarakat.
Pamsimas adalah kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dananya berasal dari kontribusi masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Bank Dunia. Kegiatan ini didukung oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Departemen Dalam Negeri dan Departemen Kesehatan.

Tujuan Pamsimas secara umum adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat. Program ini akan menjadi model untuk direplikasi, diperluas (scalling up) dan diarusutamakan (mainstreaming) di daerah lain, dalam upaya mencapai target MDGs.
Pamsimas merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Water Supply and Sanitation for Low Income Communities Project (WSLIC). Lokasi kegiatan ditetapkan berdasarkan empat kriteria, yaitu termasuk desa miskin, rendahnya ketersediaan air minum dan sanitasi, tingginya kejadian penyakit terkait air, dan belum menerima bantuan sejenis dalam dua tahun terakhir. Pemerintah menargetkan 15 provinsi, 110 kabupaten/kota, dan 5.000 desa/kelurahan.

Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas dan Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat dimaksudkan sebagai pedoman para pelaksana yang terkait dengan pelaksanaan program ini dan apabila ada kendala dalam pelaksanaan di lapangan, pedoman ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan masukan-masukan yang ada berdasarkan kondisi di lapangan sepanjang disetujui oleh pihak executing agency maupun Bank Dunia. Melalui pelaksanaan program Pamsimas yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pedoman Pamsimas, diharapkan kebutuhan masyarakat akan air minum dan sanitasi yang layak dapat terpenuhi sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan tingkat ekonomi sosial masyarakat.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya

Budi Yuwono P.
NIP. 110020173

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

2

PAMSIMAS

KATA PENGANTAR
Edisi 2010
Salah satu poin pembelajaran dari pelaksanaan program PAMSIMAS tahun 2009 adalah perlunya dilakukan review dan penyempurnaan terhadap buku pedoman dan petunjuk teknis Program PAMSIMAS untuk pelaksanaan di tahun 2010. Penyempurnaan yang dilakukan bertujuan untuk lebih menegaskan dan menjelaskan kebijakan program agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dalam pelaksanaan di derah/lapangan, dengan memegang prinsip tidak merubah substansi dasar kebijakan program PAMSIMAS yang telah ditetapkan. Berdasarkan masukan dari para pelaku program PAMSIMAS, buku pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tahun 2010 mengalami perubahan baik yang bersifat redaksi maupun substansi. Perubahan redaksional meliputi pembetulan penulisan dan pengaturan paragraf, kalimat, kata, dan ejaan agar lebih mudah dipahami oleh seluruh pelaku program PAMSIMAS. Perubahan subtansi sebenarnya tidak ada, kecuali hanya untuk lebih menegaskan dan lebih memperjelas kebijakan dasar program PAMSIMAS yang dimaksud dalam buku pedoman dan petunjuk teknis melalui penambahan dan pengurangan beberapa paragraf dan kalimat. Perubahan-perubahan yang dimaksud antara lain: 1) Merubah pembahasan tentang Audit yang semula ada pada Bab Pengelolaan program, menjadi pada Bab Pendanaan program 2) Menghilangkan gambar alur pelaporan untuk dimasukan pada penjelasan petunjuk teknis tentang pemantauan, evaluasi dan pelaporan 3) Menghilangkan lampiran tentang Pelaksanaan, Safeguard, Operasi dan Pemeliharaan, Monitoring dan Evaluasi, Penanganan Pengaduan dan Relasi Publik serta Laporan dan Audit untuk kemudian akan masuk pada petunjuk teknis masing-masing. 4) Buku-buku petunjuk teknis: a. Petunjuk Teknis Perencanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat b. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat c. Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Tingkat Masyarakat d. Petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Tingkat Masyarakat e. Petunjuk Teknis Pengamanan Lingkungan dan Sosial f. Petunjuk Teknis Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan g. Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan h. Petunjuk Teknis Pengarusutamaan Pamsimas 5) Buku-buku suplemen / modul: a. Buku Kumpulan Format b. Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum, c. Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi, d. Gambar Tipikal Standard Sarana Air Minum dan Sanitasi e. Buku Saku Program Pamsimas, f. Leaflet dan Poster. Semoga buku pedoman dan petunjuk teknis dan supplemennya ini dapat lebih mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas. Kritik dan masukan sangat diharapkan demi optimalnya fungsi buku-buku dimaksud terhadap kelancaran dan keberhasilan program Pamsimas,

Jakarta, Desember 2009 Tim Pamsimas

3

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. KATA SAMBUTAN ……………………………………………………… KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI ......................................................................................... DAFAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... DAFTAR SINGKATAN / ISTILAH ....................................................... 1 2 3 4 7 8 9 10

1

PENDAHULUAN .................................................................................. 1.1 1.2 1.3 LATAR BELAKANG ................................................................... TUJUAN ...................................................................................... SASARAN ................................................................................... 1.3.1 1.3.2 1.4 1.5 Sasaran Program ........................................................... Sasaran Lokasi ..............................................................

14 15 15 15 15 16 17 18 18 18 20 21 22 22 22

PRINSIP DAN PENDEKATAN ……………................................. UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN ................ 1.5.1 1.5.2 Replikasi ......................................................................... Perencanaan Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan ...........................................................

1.6 1.7 2

BUKU-BUKU PANDUAN ............................................................ CLIENT CONNECTION WEBSITE .............................................

KOMPONEN PROGRAM .................................................................... 2.1 KOMPONEN 1 : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL .......................... 2.1.1 Pelaksanaan Proses CDD di Tingkat Masyarakat .......

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

4

..........2.....................................2 Insentif untuk Desa/Kelurahan .... 2.......... 2.... PMAC untuk PPMU dan DPMU ....... Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah . Kabupaten/Kota..........2..............2 KOMPONEN 2 : PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HYGIENE DAN SANITASI .7 3.................5....... 5 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .........3 25 2....4...........................PAMSIMAS 2........................... PEMANTAUAN ......4 3........5.... dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program ...................4.............................. Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota ...........4 Program Marketing Sanitasi dan Hygiene ...... 27 27 28 28 29 32 34 34 34 35 35 35 35 36 36 38 38 38 42 43 48 49 49 49 50 51 52 2........................................2 3............................... OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN ......................................2 3........3 2.........3 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS BANTUAN/LAYANAN .....3 3.........................2 2. 2...........2 Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi..... 24 2............................... 2........9 Kelembagaan di Tingkat Pusat ....... 3...................1 2....1.............5...................................................1 3.....3 2......8 3. PENGADAAN BARANG/JASA ............................. KOMPONEN 4 : INSENTIF UNTUK DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA .......... LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM ...........4 KOMPONEN 3 : PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI UMUM ...2..3 CMAC untuk CPMU .........1 2.... Penguatan Unit Higiene dan Sanitasi Lokal ............4 3............. PENGAMANAN/SAFEGUARD ........................6 3...3..........5 3........1 3....3............1 Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ................ 2........................................... 3........................ Kabupaten/Kota.3......................2......................... Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana ....... 3 PENGELOLAAN PROGRAM ..3........... SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN ........ RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI ...................................5 KOMPONEN 5 : DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK ............................................................... Insentif untuk Kabupaten/Kota ............................. dan Kecamatan untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Penyediaan SAM dan Sanitasi dengan pendekatan CDD ......... Kelembagaan di Tingkat Provinsi ... Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi.......................2 2..............................1..... DUKUNGAN KELEMBAGAAN ..................... Penilai Proyek Independen ........................

..1 4....................3 Penganggaran ............. LAMPIRAN .......... 4...................................................11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT ................. Pelaporan Anggaran ...................................................................3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA ..................................................1 SUMBER DANA .......................................................................... A B C D 4.................. 4........................PAMSIMAS 3..........................1.. Kontribusi Masyarakat ....... 4 PENDANAAN PROGRAM ..................4 MEKANISME PENYALURAN DANA DI TINGKAT MASYARAKAT ...2 APBN ...........................................1...........................5................................................. Pembukuan dan Akuntansi ................... 3............................1................................2.............2........ Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 6 ................. External Audit ...... 4............ 4......................................................................10 EVALUASI . 4............................................. APBD Provinsi .............5 AUDIT ................ 3...........2 4...........3 4....................................... 4............................2 Dana Kredit IDA .....................................................5.....1 4.............................................................................. 57 57 57 59 59 59 59 59 60 60 60 61 62 62 63 63 64 65 65 65 66 67 Kategori Pembiayaan .................... APBD Kabupaten/Kota ........................... Dana Rupiah Murni .................2.....................12 PELAPORAN ............................................................................................................1 4................................................2 Internal Audit ....................................... PENANGANAN FINANCIAL MANAJEMEN ............ 4...........

.......................................... Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Provinsi dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas .......3 3.. Komponen Pembiayaan Pamsimas ... JUDUL TABEL 3........ Halaman 37 40 42 44 56 61 7 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ......1 3..... Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas ......2 3...1 Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program ......PAMSIMAS DAFTAR TABEL No............. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Kabupaten/ Kota dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ...4 3... Peran dan Tanggungjawab keMenterian dan Departemen Terkait dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ........5 4.........

. Halaman 17 65 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 8 ..1 Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas . JUDUL GAMBAR 1...PAMSIMAS DAFTAR GAMBAR No.1 4......... Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat ..

...... 2. JUDUL LAMPIRAN 1.... 4........................ Rencana Tindak Anti Korupsi ....... Organisasi Pelaksana Pamsimas …………………………………...……...........……………………... Daftar Lokasi Program Pamsimas .. Pemilihan Lokasi Program …………................ 3................ Halaman 67 70 83 108 9 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ........................PAMSIMAS DAFTAR LAMPIRAN No.

Departemen Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 10 .PAMSIMAS DAFTAR ISTILAH & SINGKATAN ABK AD/ART ANDAL APBD APBN BAB BAPPD Bappeda Bappekab/kot Bappeprov Bappenas BI BKM BLM BOP BPD BPKP CD CDD CLTS CMAC CPIU CPMU CQS DCC/TKK DCF DED/RRK Depdagri Depkes Depkeu Dep. Departemen Keuangan Direktorat Pengelolaan Pinjaman & Hibah Luar Negeri. PU DJCK DIPA DitPAM DJPb Depkeu DPPHLN Depkeu DPR : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Anggaran Berbasis Kinerja Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Analisis Dampak Lingkungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Buang Air Besar Berita Acara Permintaan Pencairan Dana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bank Indonesia Badan Keswadayaan Masyarakat Bantuan Langsung Masyarakat Biaya Operasional Proyek Badan Permusyawaratan Desa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Capacity Development Community Driven Development Community Led Total Sanitation Central Management Advisory Consultant Central Project Implementaion Unit Central Project Mangement Unit Selection based on Consultant’s Qualifications District Coordination Committee / Tim Koordinasi Kabupaten/Kota District Coordinator Facilitator Detailed Engineering Design / Rancangan Rinci Kegiatan Departemen Dalam Negri Departemen Kesehatan Departemen Keuangan Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

merupakan nama generik yang dahulu dinamakan BKM Lembaga Swadaya Masyarakat Mata Anggaran Keluaran Millennium Development Goals Methodology for Participatory Assessment National Competitivie Bidding Non Goverment Organization Nota/Naskah Perjanjian Pinjaman / Hibah Luar Negeri No Objection Letter Open Defecation Open Defecation Free Organisasi Masyarakat Setempat Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan / Urban Poverty Project Project Appraisal Document Penampung Air Hujan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat 11 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS DPRD DRA Fasilitator FA FGD/DKT FMR GA GoI GPN HHS HU ICB IDA IDR IFR IMAS Initial Deposit KDP/PPK KKN KPPN LCB LCS LKM LSM MAK MDGs MPA NCB NGO NPPHLN NOL OD ODF OMS P2KP/UPP PAD PAH PA/KPA Pamsimas : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Demand Responsive Approach Tenaga Pendamping Program Pamsimas di masyarakat Financing Agreement Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah Financial Management Report Grant Agreement Government of Indonesia General Procurement Notice Health and Hygiene Specialist Hidran Umum International Competitive Bidding International Development Association Indonesia Domistic Rate Interim Financial Report Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi Dana Awal Kecamatan Development Programme / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Korupsi Kolusi Nepotisme Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Local Competitive Bidding Least-Cost Selection Lembaga Keswadayaan Masyarakat.

PAMSIMAS PCC/TKP PCSC PDAM PHAST PHLN PMAC PMD PMC PMM PODES POM PPh PPK PPM PPN PRA PT/KU QBS QCBS RAB Renstra RFP RKA-KL RKA-SKPD RKL RKM/CAP RPJM RPIJM RPL RT/RW SA Satker SCC SE-DJP Depkeu SIM SKPD SKS SNVT SOP SPK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Provincial Coordination Committee / Tim Koordinasi Provinsi Project Coordination and Steering Committee Perusahaan Daerah Air Minum Participatory Higiene and Sanitation Transformation Pinjaman / Hibah Luar Negeri Provincial Management Advisory Consultant Pemberdayaan Masyarakat Desa Process Monitoring Consultant Project Management Manual Potensi Desa Project Operational Manual Pajak Penghasilan Pejabat Pembuat Komitmen Penanganan Pengaduan Masyarakat Pajak Pertambahan Nilai Participatory Rural Appraisal Public Tap / Kran Umum Quality Based Selection Quality and Cost Based Selection Rencana Anggaran Biaya Rencana Strategis Request for Proposal Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Kerja dan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah Rencana Pengelolaan Lingkungan Rencana Kerja Masyarakat / Community Action Plan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rencana Program Investasi Jangka Menengah Rencana Pemantauan Lingkungan Rukun Tetangga/Rukun Warga Special Account (Rekening Khusus) Satuan kerja Special Condition of Contract Surat Edaran Direktor Jenderal Perbendaharaan. Departemen Keuangan Sistem Informasi Manajemen Satuan Kerja Perangkat Daerah Satuan Kerja Sementara Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Standard Operational Procedures Surat Perintah Kerja Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 12 .

Weakness.PAMSIMAS SPKMK SPM SPP SPPB SP2D SP3K SSP SR SWOT TA TIM INTERDEPT TKK/DCC TKKc TKM TNA TOR/KAK TOT TPK TSSM/SToPS TTK TTKc Tupoksi TW UKL UKT UPK UPL VIM WB WSLIC-2 WSLIC-3 : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Kegiatan Surat Perintah Membayar Surat Permintaan Pembayaran Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Surat Perintah Pencairan Dana Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan Surat Setoran Pajak Sambungan Rumah Strength. Opportunity and Threat Technical Assistance Tim Pengarah dan Kelompok Kerja Antar Departemen Terkait di Tingkat Nasional Tim koordinasi Kabupaten/Kota / District Coordination Committee Tim Koordinasi Kecamatan Tim Kerja Masyarakat Training Need Assessment Term of Reference / Kerangka Acuan Kerja Training of Trainer Tim Pelaksana Kegiatan Total Sanitation & Sanitation Marketing / Sanitasi Total & Pemasaran Sanitasi Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Kecamatan Tugas Pokok dan Fungsi Transect Walk Upaya Pengelolaan Lingkungan Unit Kerja Teknis Satuan Pelaksana Pamsimas Unit Pengelola Keuangan / Bendahara Upaya Pemantauan Lingkungan Village Implementation Manual World Bank Second Water supply and Sanitation for Low Income Community Third Water supply and Sanitation for Low Income Community/Pamsimas 13 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .

Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat menggariskan bahwa tujuan pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pelayanan air minum dan penyehatan yang berkelanjutan. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Sejalan dengan itu. 3) Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum. (iii) terbukanya akses seluas-luasnya bagi partisipasi dari seluruh pihak yang berkepentingan. sehingga memerlukan dukungan finansial untuk menyediakan pelayanan dasar kepada masyarakat. dan 5) Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek. (ii) pemerintah berperan sebagai fasilitator. (iv) aliran informasi yang memadai bagi masyarakat.PAMSIMAS BAB 1 PENDAHULUAN 1. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. yaitu menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang belum mempunyai akses air minum dan sanitasi dasar pada tahun 2015. dll. berpenduduk miskin relatif tinggi dan mempunyai kapasitas fiskal rendah. 2) Peningkatan Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pelayanan Sanitasi. Ruang lingkup kegiatan program Pamsimas mencakup 5 (lima) komponen kegiatan: 1) Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Lokal. Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan Pendekatan Tanggap Kebutuhan (Demand Responsive Approach) adalah pendekatan yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan termasuk di dalamnya pendanaan. Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui pelibatan seluruh masyarakat (perempuan dan laki-laki.1 LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai target Millennium Develepment Goals sektor Air Minum dan Sanitasi (WSS-MDG). sanitasi. kaya dan miskin. Namun demikian. pada umumnya kemampuan mereka terbatas. 4) Insentif Desa/kelurahan dan Kabupaten/kota.) dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach)1. Program WSLIC-3/Pamsimas merupakan salah satu program pemerintah (pusat dan daerah) untuk meningkatkan penyediaan air minum. Karakteristik utama pendekatan ini adalah tersedianya pilihan yang terinformasikan. bagi daerah-daerah dengan wilayah perdesaan relatif luas. maupun investasi non fisik dalam bentuk manajemen. termasuk pelayanan air minum dan sanitasi. pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya. dukungan teknis dan pengembangan kapasitas. 1 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 14 . 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sejak diberlakukannya UU No. baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana.

program Pamsimas terlebih dahulu harus mencapai sasaran program. d. yakni sebagaimana ditetapkan dalam indikator performance Pamsimas. mengelola dan memelihara keberlanjutan secara efektif. Sekitar 80% masyarakat “free of open defecation” 15 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Sekitar 6 – 10 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses sanitasi c. e. 1. melaksanakan. b.3.PAMSIMAS masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa. dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan. menyiapkan. inisiatif. Masyarakat sasaran menerapkan perilaku dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).3 SASARAN 1. merencanakan. Untuk mencapai tujuan tersebut. serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat dan lingkungan sekolah. Pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mengupayakan keberlanjutan serta perluasan pelaksanaan program pendukung sektor air minum dan sanitasi dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan program Pamsimas.1 Sasaran Program Untuk mencapai tujuan tersebut. Pemerintah provinsi dan kota/kabupaten memiliki kelembagaan untuk mendukung upaya-upaya peningkatan perbaikan pemakaian air minum. Sekitar 6 – 7 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses akses air minum b.2 TUJUAN Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang dapat mengakses fasilitas air minum dan sanitasi yang layak serta mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat (hygiene). sebagai berikut: a. Setiap DPMU dan CPMU memiliki kemampuan mengelola dan mendukung program secara baik (dan diharapkan dapat menerapkan perluasannya di kota/kabupaten lainnya di Indonesia). ditetapkan tujuan antara sebagai berikut: a. Masyarakat sasaran di wilayah perdesaan dan peri-urban memperoleh akses perbaikan pelayanan sanitasi dan air minum serta menggunakan. perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat di wilayah perdesaan dan semi perkotaan. 1. mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun. c. sebagai bagian dari usaha pencapaian target MDG sektor air minum dan sanitasi melalui upaya pengarusutamaan (mainstreaming) dan perluasan (scaling up) program berbasis masyarakat secara nasional.

(iii) Tingginya jumlah penderita diare.2 Sasaran Lokasi Pemilihan lokasi diawali dengan daftar panjang kabupaten/kota yang memenuhi kriteria: (i) tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah. dan (iv) tidak menerima bantuan program sejenis setidaknya 2 tahun terakhir.5 tentang Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas 1. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 16 . Proses pemilihan lokasi desa/kelurahan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Gambar 1. Daftar Kota/kabupaten partisipan Program Pamsimas dapat dilihat pada lampiran 1 Secara detail.3. (ii) tingkat kemiskinan tinggi yang diindikasikan melalui IPM 2004 dan Index kemiskinan SUSENAS. dan kabupaten/kota yang bukan lokasi WSLIC-2 dan CWSHP (Community Water & Sanitation Project) juga diundang berpartisipasi. sasaran antara dan indikator kinerja dapat dilihat pada Tabel 3. Kota/Kabupaten yang ada di provinsi terpilih dipilih dengan kriteria yang sama. Pemda mengalokasikan anggaran kabupaten yang diperlukan untuk pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi serta perluasan untuk mencapai MDGs Penjelasan lebih detail mengenai tujuan. 275 juta. (ii) Fasilitas sanitasi dan air minum rendah. (iii) Tingkat jangkauan pelayanan air minum dan sanitasi yang masih rendah.PAMSIMAS d. dan (iv) tingginya penderita diare. Konfirmasi akhir desa/kelurahan sasaran akan ditentukan oleh kriteria respon dan kesediaan masyarakat untuk berkontribusi sebesar minimal 20 % (minimal 16% in-kind dan minimal 4% in-cash) dari pagu sementara total biaya RKM sebesar Rp. Pemerintah Kota/Kabupaten mengajukan daftar kelurahan/desa calon lokasi sasaran yang memenuhi kriteria pra kualifikasi (i) tingkat kemiskinan tinggi. Sekitar 80% masyarakat yang mengadopsi program cuci tangan e. Adanya rencana capacity building untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas dan kemajuan mencapai tujuan f. Faktor lain yang setara untuk dipertimbangkan adalah kabupaten/ kota yang menjadi partisipan program WASPOLA (Water Supply and Sanitation Policy Formulation) akan diprioritasikan untuk pelaksanaan Pamsimas.

perempuan . miskin – kaya. Mengingat mekanisme seleksi lokasi sasaran berlangsung secara berkesinambungan setiap tahun.PAMSIMAS Gambar 1. artinya seluruh masyarkat. • 17 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .laki-laki. menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas. sehingga Pemda dapat mengintegrasikan dan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pamsimas pada pembahasan APBD tahun anggaran berikutnya. Partisipatif.4 PRINSIP DAN PENDEKATAN Prinsip pendekatan pelaksanaan program Pamsimas adalah sebagai berikut: • Berbasis Masyarakat. maka diharapkan Surat Keputusan Bupati dapat ditetapkan pada bulan September atau Oktober tahun berjalan. Tahun Pertama Setiap Tahun 1. Selain itu. sasaran lokasi Program ditetapkan sejumlah 3960 desa/kelurahan di 15 provinsi dan 110 kabupaten/kota untuk periode pelaksanaan program 5 (lima) tahun dari tahun 2008 sampai dengan 2013. artinya program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. terdapat sasaran program replikasi pemerintah daerah dan masyarakat sebanyak 506 desa/kelurahan. Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas Melalui kriteria dan mekanisme di atas.

artinya penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur seperti kejujuran. Meningkatkan peran Pemerintah Daerah untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di daerahnya. Seluruh lapisan dan pelaku terkait berhak untuk mendapatkan informasi secara akurat dan terpercaya. artinya program Pamsimas menempatkan kebutuhan2 masyarakat sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Keberpihakan pada Masyarakat Miskin. kesetaraan sosial dan pelestarian lingkungan. kelembagaan. Petunjuk Teknis dan Ketentuan PAMSIMAS. Kesetaran Gender. saling bantu/gotong royong. Berbasis Nilai. artinya program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki. Transparansi dan Akuntabilitas. Keberlanjutan. berpartispasi aktif dalam semua kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. tanpa pamrih. artinya sarana terbangun dan perubahan perilaku dapat memberikan pelayanan dan manfaat secara menerus dengan mempertimbangkan kelayakan teknis.5. dsb UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN Replikasi Replikasi adalah upaya pemerintah daerah untuk memperluas cakupan program yang dilaksanakan sepenuhnya atas biaya pemerintah daerah (kabupaten/kota). termasuk di dalamnya pendanaan. a.5 1. • • • • • 1. Tujuan Replikasi • Sebagai salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pencapaian target penyediaan air minum dan sanitasi Millenium Development Goals (MDGs). dengan prinsip. artinya pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan sarana harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. artinya program Pamsimas menempatkankan masyarakat miskin sebagai sasaran utama penerima manfaat.PAMSIMAS • Tanggap Kebutuhan. Program replikasi dilaksanakan dilokasi lain di luar target lokasi program reguler. dapat dipercaya.1 • 2 Kebutuhan adalah kesediaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang dikehendaki berdasarkan pilihan yang tersedia sesuai dengan kondisi setempat yang disertai sikap rela berkorban dan kesediaan untuk membayar (willingness to pay) Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 18 . untuk mengambil keputusan. pembiayaan. dengan memberikan pilihan yang terinformasikan dan hak bersuara dalam setiap tahapan kegiatan. pendekatan dan mekanisme yang mengacu pada Buku Panduan Umum.

meneruskan dan mengembangkan Pamsimas di wilayahnya secara mandiri dengan sumber daya sepenuhnya dari Pemda dan masyarakat. 19 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Maksud Replikasi 1) Selama pelaksanaan Pamsimas. yang akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi PEMDA dalam pengembangan program AMPL. 1. terutama untuk yang berbasiskan masyarakat Penjelasan lebih detail mengenai tata cara/mekanisme replikasi dan penyusunan rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program AMPL dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi.PAMSIMAS • Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merencanakan.2 Rencana Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) adalah dokumen perencanaan daerah dalam rangka upaya adopsi dan perluasan program pelayanan AMPL. Jumlah Desa Replikasi Jumlah desa replikasi pada saat pelaksanaan Pamsimas disesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing kabupaten/kota. Pemda dapat memperluas cakupan wilayah melalui pelaksanaan program sejenis (kloning) di desa-desa yang lain yang secara teknik dan kualitas yang sama dengan program Pamsimas serta mengacu pada Buku Panduan dan ketentuan Pamsimas. b. PAMSIMAS akan membantu PEMDA untuk mengembangkan rencana daerah bidang AMPL. sebagai berikut : 1) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal rendah Minimal mereplikasi 1 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 2) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal sedang Minimal mereplikasi 2 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 3) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal tinggi Minimal mereplikasi 3 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas Bagi Kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program serta mampu melaksanakan program Pamsimas di wilayahnya dengan baik. 2) Pasca pelaksanaan Pamsimas. Pemda mampu melaksanakan. termasuk AMPL berbasis masyarakat. akan diberikan hibah insentif dengan dana yang bersumber dari APBN. melaksanakan dan mengelola sarana air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat. c.5.

Buku Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas (Project Management Manual/PMM) adalah buku panduan umum yang memuat konsep. Evaluasi.6 BUKU-BUKU PANDUAN PAMSIMAS Program Pamsimas adalah program bersama antara pemerintah dan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat pemerintah pusat. untuk memudahkan masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Pamsimas di tingkat masyarakat disusun Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat (Village Implementation Manual /VIM) yang menjelaskan mengenai tujuan.PAMSIMAS 1. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyusun berbagai buku panduan Pamsimas. strategi dan pendekatan. komponen program. Katalog Informasi Pilihan. Selain itu terdapat beberapa buku Petunjuk Teknis. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Buku Gambar Tipikal Standar Sarana Air Minum dan Sanitasi Program Pamsimas Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum Program Pamsimas Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 20 . antara lain sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Kumpulan Formulir Isian Program Pamsimas di Tingkat Masyarakt Buku Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. provinsi. ketentuan dan siklus kegiatan Pamsimas di tingkat masyarakat. kota/kabupaten sampai dengan pemerintah desa/kelurahan. Selanjutnya. baik uraian secara umum maupun uraian detail teknis operasional yang menjadi acuan/rujukan. pengelolaan serta pendanaan program. antara lain berisikan uraian dan penjelasan mengenai tujuan dan sasaran program. untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas diperlukan kesamaan persepsi dan kapasitas yang memadai dari berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian. dan Gambar Tipikal yang menjelaskan lebih detail mengenai aspek-aspek khusus bagi para pelaku atau pihak tertentu maupun stakeholder yang terkait.

proyek/satuan kerja untuk memantau informasi terkini mengenai dana pinjaman yang telah ditarik (disbursement of funds) dan pengadaan untuk proyek Bank Dunia. Informasi yang dapat diakses di website ini antara lain: 1. 2. grant. CLIENT CONNECTION WEBSITE Client Connection website adalah website yang dibuat oleh Bank Dunia yang dapat digunakan oleh pemerintah. 6. Status aplikasi penarikan dana 2.PAMSIMAS 12) 13) 1.7 Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Rangkuman penarikan dana bulanan (monthly disbursement summary) 5. dan trust funds Detail atas penarikan dana (disbursement) dan biaya pinjaman (loan charges dan debt services) Dokumen-dokumen Perjanjian dan Proyek Detail atas transaksi pengadaan (procurement) Dokumen aplikasi penarikan dana Petunjuk bagi penerima dana (borrower) dan proyek Hal yang dapat dimonitor: 1. credit. Status kontrak yang harus direview sebelumnya (contracts subject to prior review) 4. 4. Peringatan (alerts) dalam hal: ƒ Tanggal penutupan RK (closing dates) ƒ Tanggal limit penerimaan aplikasi penarikan dana (disbursement deadline dates) ƒ Penarikan dana yang ditahan (suspension disbursement) ƒ Jumlah penarikan yang melebihi dana yang ada dalam RK ƒ Informasi tentang pinjaman (debt service information) 21 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Status pinjaman/hibah berupa loan. Status kategori pengeluaran 3. 5. 3.

serta memelihara sarana dan prasarana air minum dan sanitasi yang ada secara swakelola. Komponen 1 merupakan komponen yang berorientasi pada dukungan upaya-upaya intervensi pada tingkat komunitas lokal. mengoperasikan. komponen 1 adalah proses-proses yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keberdayaan masyarakat dan meningkatkan kapasitas pemerintah. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 22 . insentif desa/kelurahan dan kabupaten/kota. Melalui pelaksanaan Komponen 1. perubahan perilaku. provinsi dan pusat dalam hal pengarusutamaan dan replikasi atau perluasan program Pamsimas. Dalam hal ini masyarakat akan difasilitasi oleh fasilitator.1 KOMPONEN 1: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL Tujuan dari Komponen 1 adalah: (i) memampukan masyarakat untuk mengor-ganisasi dirinya. merencanakan. pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Program Pamsimas terdiri atas 5 (lima) komponen sebagai berikut: 2.1: Pelaksanaan Proses CDD (Community Driven Development) di Tingkat Masyarakat Sejalan dengan prinsip pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (Community Driven Development). penyediaan sarana dan prasarana AMPL. maka masyarakat memiliki peran penuh dalam memutuskan. khususnya dalam hal menyusun rencana Program Jangka Menengah (PJM) air minum. melaksanakan. Komponen 1 terdiri dari beberapa sub komponen sebagai berikut: 2. merencanakan.1 Sub komponen 1. sanitasi dan hygiene. program perbaikan hygiene dan sanitasi. serta bantuan teknis dan manajemen. mengelola dan menjaga kesinambungan program perbaikan air minum. Komponen ini akan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan air minum. yaitu pemberdayaan masyarakat.PAMSIMAS BAB 2 KOMPONEN PROGRAM Program Pamsimas merupakan program yang dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif. Dengan demikian. kota/kabupaten dan tingkat provinsi.1. (ii) memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam rangka menjamin kualitas pengelolaan program. dan (iii) membangun komitmen dan peningkatan kapasitas perangkat pemerintah kota/kabupaten. menumbuhkan komitmen stakeholder dan meningkatkan kapasitas pemerintah kota/kabupaten. baik di lokasi sasaran maupun di luar lokasi sasaran program Pamsimas di wilayahnya. pengembangan kapasitas. khususnya pelaksanaan program Pamsimas dengan didukung peran pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan regulator. diharapkan masyarakat mampu menjadi pelaku utama pembangunan.

dan Rencana kegiatan pengembangan kapasitas dalam hal manajemen dan monitoring oleh masyarakat Proses yang sangat penting di tingkat masyarakat adalah fasilitasi Methodology for Participatory Assessments . mengingat program Pamsimas sangat menekankan keterlibatan wanita dan warga miskin.PAMSIMAS kesehatan dan sanitasi (ProAKSi) termasuk Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan tahapan-tahapan program Pamsimas lainnya. Sanitasi sekolah. usulan skema pembayaran dan jadwal pengadaan. sanitasi dan kesehatan Muatan RKM I diantaranya berisikan hal-hal sebagai berikut: • • Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) infrastruktur sanitasi dan air minum. maka Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah bagian dari Perencanaan Program Masyarakat tersebut yang terkait air minum. Biaya perencanaan dan konstruksi semua pekerjaan fisik. termasuk di dalamnya: proses seleksi desa. Program Pamsimas akan mendanai kebutuhan biaya kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan konsultan nasional untuk mengkaji ulang dokumendokumen proyek air minum dan sanitasi dan mengembangkan kebijakan pendukung. Persetujuan pelaksanaan (Implementation Agreement). pedoman dan petunjuk proses kegiatan di masyarakat. pedoman proses evaluasi dan indikator untuk persetujuan 23 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Pemetaan sosial yang memuat akses masyarakat miskin dan rumah tangga non miskin kepada prasarana air minum dan sanitasi serta rencana perbaikan fasilitas air minum dan sanitasi yang diusulkan untuk dibiayai melalui program Pamsimas. Rencana aksi (Action plan) yang menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh tenaga kerja setempat. petunjuk Fasilitator Masyarakat. Selain itu. Sub Komponen 1A. termasuk rincian kontribusi pemerintah daerah dan swadaya masyarakat. • • • Sedangkan RKM II antara lain memuat: • • • Perubahan perilaku inti yang akan disosialisasikan atau dipromosikan kepada masyarakat serta rencana aksi untuk maksud tersebut. pekerjaan yang dipihak-ketigakan.Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (MPA-PHAST) dan Community Led Total Sanitation (CLTS) oleh fasilitator masyarakat yang terlatih. Bagi masyarakat yang telah memiliki perencanaan program jangka menengah (PJM) yang disusun secara partisipatif. maka perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan proyek. training khusus dan monitoring mengenai hal tersebut.

lokakarya. Persetujuan rencana capacity building tahunan yang secara sistematis diarahkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan dan kelembagaan dalam pengelolaan program berdasarkan pemetaan kelembagaan sesuai peran dan tanggungjawabnya. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 24 . (ii) Kontrak layanan antara pemerintah pusat dengan perusahaan lokal untuk mengontrak dan melatih Fasilitator Masyarakat mengenai teknik penyediaan air minum. Kabupaten/kota dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program. review training secara teratur dan penerapan SIM (Sistem Informasi Manajemen) pengembangan kapasitas. kurikulum induk dan modul pelatihan. hygiene dan sanitasi. (iii) Kontrak layanan konsultan provinsi dan kota/kabupaten untuk mendukung pelaksanaan proses Community Driven Development (CDD) dengan memberikan coaching dan mentoring secara berkelanjutan ke Fasilitator Masyarakat.2: Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan Provinsi.2 fokus pada penguatan kerjasama antar lembaga dalam manajemen program dan pengembangan kapasitas kelembagaan bagi unitunit pelaksana program dan tim-tim koordinasi. pelatihan dan orientasi untuk menjamin administrasi program sesuai dengan aturan dan prosedur program. sanitasi. Sub-komponen 1. Pedoman Penjaminan Mutu.1. 2. (iv) Pelatihan masyarakat dan kegiatan pasca konstruksi untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan layanan air minum. Menyusun dan mengembangkan panduan. Koordinasi dan pengelolaan kegiatan pengembangan kapasitas akan dijamin melalui distribusi akuntabilitas dan tanggungjawab pada setiap level.2 Sub-komponen 1. petunjuk monitoring keberlanjutan. Mengkaji ulang bahan-bahan yang ada dan pengembangan lebih lanjut pedoman-pedoman dan petunjukpetunjuk. TOR (term of reference). dan hygiene. tim evaluasi RKM dan personil lainnya yang terkait program. 3.PAMSIMAS Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Hasil-hasil pokok yang diharapkan dari sub komponen ini adalah: 1. 2. yang dapat diadopsi sesuai kebutuhan lokal dan TOT (Training of Trainers) untuk menjamin kualitas dan pelayanan yang memadai. dan penggunaan bahanbahan standar program Pamsimas untuk pemberdayaan masyarakat / partisipasi masyarakat. menjamin kualitas pelatihan di tingkat masyarakat dan transfer ketrampilan kepada perangkat pemerintah dalam hal pelaksanaan dan monitoring proses di masyarakat sebagai upaya menjamin keberlanjutan Pamsimas. petunjuk teknis pengelolaan kelompok masyarakat.

Sub Komponen 1.PAMSIMAS 4. dilakukan melalui workshop tentang 25 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .3: Pengembangan mekanisme dan kapasitas kelembagaan provinsi.3 Sub Komponen 1. Pengembangan rencana pengelolaan pengetahuan pada 6 bulan pertama oleh CPMU (Central Project Management Unit) untuk menjamin diseminasi pembelajaran dari pengalaman dan praktik yang baik. transfer keahlian.3 akan mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas dan advokasi bagi pemerintah dan kelompok peduli (civil society) untuk memperbaiki secara menyeluruh penyediaan pelayanan air minum dan sanitasi dan memperkuat upaya peningkatan atau realokasi penganggaran pemerintah daerah secara keseluruhan yang sejalan dan mendukung upayaupaya penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Sub Komponen ini akan mendanai kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan Konsultan Capacity Building tingkat nasional maupun internasional untuk bekerja erat dengan dinas/lembaga di pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan. Peningkatan kemampuan dalam menjaga mutu pelayanan air minum kepada masyarakat (Quality Management). Penilaian kelembagaan dengan MPA (Methodology for Participatory Assessment). dan memantau kegiatan pengembangan kapasitas dan menyediakan tranfer keahlian kepada staf pendamping di Unit Pelaksana Program dan lembaga-lembaga terkait.1. melaksanakan. termasuk training dan coaching rutin bagi fasilitator masyarakat oleh Konsultan kota/kabupaten dan Konsultan provinsi untuk keberlanjutan perbaikan fasilitasi masyarakat 5. serta mempromosikan inovasi-inovasi pasca konstruksi dalam rangka lebih mendorong keberlanjutan Pamsimas mendukung pelayanan air minum dan sanitasi dalam waktu jangka panjang. kunjungan pertukaran. dan website berbasis pembelajaran. training. (ii) Kontrak layanan training Provider lokal untuk menyelenggarakan TOT bagi penguatan kapasitas LSM dan perusahaan lokal dalam menyiapkan akreditasi pelatihan fasilitator masyarakat untuk perluasan program pada tingkat kota/kabupaten dan/atau tambahan pelatihan pasca kontruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. 2. kabupaten/kota dan kecamatan untuk perluasan dan pengarus-utamaan penyediaan sarana air minum dan sanitasi dengan pendekatan CDD. Termasuk di dalamnya mengembangkan pendekatan terpadu monitoring dan evaluasi capacity building melalui serangkaian pelatihan dan pembelajaran secara mandiri bagi pelaksana program dalam pengoperasian SIM sejak dini. yakni penilaian kinerja lembaga pemerintah kota/kabupaten (dilakukan setiap tahun di tingkat kota/kabupaten) dan penilaian kebijakan terhadap kelestarian lingkungan (mid term di tingkat provinsi). Lokakarya program tahunan. 6.

dukungan kerjasama bagi Pamsimas. 8. termasuk kelompok sasaran. training keahlian advokasi bagi kelompok masyarakat. Bupati and DPRD) mengenai kinerja kota kabupaten dan sumber daya untuk Pamsimas berbasis masyarakat melalui kunjungan studi banding. 5. 6. Identifikasi dan pelatihan bagi pelatih lokal untuk mampu memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat yang sejalan dengan antispasi peningkatan kebutuhan dan memasarkan pelayanan mereka kepada pemerintah lokal. paket advokasi.l. Melaksanakan review untuk identifikasi dan penguatan keterkaitan dengan strategi pembangunan lokal lainnya dalam penanggulangan kemiskinan. pembangunan desa dan perbaikan kesehatan sebagai upaya memperluas sumber daya dan program. 4. termasuk ekonomi lokal dan manfaat sosial Pamsimas. jenis pelatihan dan prioritas pelatihan. merumuskan tindakan pengembangan SDM yang memadai bagi staf. dan monitoring media. aspek akuntabilitas. Sub Komponen ini akan mendanai beberapa kegiatan sebagai berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 26 . 3. 7. analisis peran dan tugas jabatan dalam pemberian pelayanan. forum multi stakeholder. Memantapkan atau memperkuat forum antar departemen di level provinsi dan kabupaten melalui Bappeda dalam rangka mengembangkan rencana kota/kabupaten dan provinsi untuk ekspansi program nasional dan konsensus multi stakeholder dan perubahan kepemilikan.PAMSIMAS perumusan jenis pelayanan. menyusun dan menetapkan rencana pengembangan SDM. Memperkuat sistem monitoring perkembangan MDGs sektor air minum dan sanitasi yang dapat mendorong dinas/lembaga lokal mampu secara cepat menyediakan pelayanan. dan kegiatan promosi mengenai pencapaian Pamsimas. Beberapa hasil penting dari sub komponen ini adalah: 1. Review terstruktur terhadap kebijakan lokal kota/kabupaten dan proponsi. proses yang diperlukan untuk memberikan pelayanan. 2. Menyusun rencana aksi di tingkat provinsi dan dukungan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam perencanaan pemerintah lokal dan pelayanan penyediaan sarana air minum dan sanitasi. Menyusun rencana pengembangan kapasitas kelembagaan yang disepakati untuk implementasi di tingkat provinsi dan kabupaten serta menyusun mekanisme pelayanan bagi kegiatan sejenis pengembangan kapasitas lainnya. Advokasi bagi pemimpin kota/kabupaten (a. penanganan pendanaan dan legislasi terkait Pamsimas menuju kerangka kerja yang lebih efektif bagi perluasan dan replikasi di kota/kabupaten lainnya.

Hal ini akan mendukung dan melengkapi komponen pembangunan sarana dan prasarana air minum dan penyehatan lingkungan. Untuk memperoleh dampak kesehatan yang maksimal.1 Sub Komponen 2. fasilitas umum seperti sekolah. melalui: (1) perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat (PHBS). dan masyarakat.2 KOMPONEN 2: PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT Komponen ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan institusi lokal dalam pencegahan sanitasi buruk dan air yang tidak bersih yang mengakibatkan penyakit diare. dan melalui media massa baik cetak maupun elektronik Secara rinci komponen B dalam program Pamsimas terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2. keluarga. makanan hygiene. terkait dengan perilaku hidup sehat dan aman. institusi lokal/ desa. misalnya mempromosikan cuci tangan. terutama untuk mengurangi insiden diare serta berbagai penyakit yang berhubungan dengan air. memberikan transfer keahlian kepada personil pemerintah agar mampu melaksanakan fungsi-fungsi kunci pasca program (ii) Kontrak layanan Provider lokal untuk memberikan TOT Program dalam rangka memperkuat kapasitas LSM dan perusahaan lokal untuk memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat untuk diiperluas di tingkat kabupaten dan/atau kelengkapan training pasca konstruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat akan dilakukan oleh program Pamsimas. Promosi PHBS dilaksanakan melalui keluarga. (iii) Studi-studi khusus untuk mendukung penyiapan sektor program yang lebih luas . PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam kehidupan perorangan. melaksanakan dan monitoring pengarus-utamaan serta perluasan CDD WSS. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah perilaku dasar yang dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. dan (2) peningkatan akses sanitasi dasar. dll. Promosi PHBS ditujukan pada semua lapisan masyarakat. tempat ibadah. pengelolaan limbah dan sampah. baik melalui program promosi PHBS berbasis keluarga. masyarakat maupun melalui sekolah. khususnya kaum wanita dan anak-anak. 2. 27 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS (i) Kontrak konsultan nasional dan provinsi untuk bekerja erat dengan pemerintah lokal dan pusat dalam merencanakan.1 : Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Sub-komponen 2. penyimpanan air yang baik dan aman.1 akan mendukung upaya-upaya pada fase pemicuan perubahan perilaku sanitasi masyarakat dengan metode Community Led Total Sanitation (CLTS).2.

tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya.2 dimaksudkan untuk: (i) meningkatkan kebutuhan perbaikan sanitasi.2 Sub Komponen 2. Pengolahan air minum : tergantung pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya. antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1.2. Penyuluhan pemakaian dan pemeliharaan jamban sekolah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 28 . dan saluran komunikasi untuk kelompok target yang berbeda 2) Kampanye Social Markerting/ media kampanye PHBS 3) Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan “PEMBINA” bagi ibu rumah tangga yang memiliki bayi atau anak yang sedang dalam bimbingan.2 Program Pemasaran Hygiene dan Sanitasi Sub-komponen 2. 2) Pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat bersama dengan masyarakat untuk merubah perilaku hidup tidak sehat menuju perilaku hidup sehat. LKM. Sub Komponen 2. b. Cara mengajar anak memakai jamban. 4) Dukungan terhadap rencana dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyebar-luasan informasi tentang PHBS. dan sebelum makan. 3) Pelatihan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.3.2.3 Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah Melalui sub komponen 2.3 ini masyarakat penerima manfaat akan memperoleh bantuan perbaikan hygiene dan sanitasi sekolah yang layak melalui proses RKM II yang didanai dari komponen 3.1 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Pelatihan untuk dukungan implementasi paska program untuk perubahan perilaku masyarakat. rantai supply sanitasi. Sub komponen 2. membersihkan kotoran bayi. tokoh agama. (ii) fasilitasi kapasitas pasar local merespon kebutuhan tersebut dan (iii) mendorong perbaikan perilaku menuju hidup bersih dan sehat. Kampanye Penggunaan Jerrican/Galon yang aman atau wadah lain yang aman untuk penyimpanan 2. dan sebagainya. 5) Kampanye kesehatan lingkungan seperti “Kampanye sungai bersih” a.informasi pencegahan diare dan ISPA.PAMSIMAS Sub Komponen 2. berikut teknik penyebarluasan informasinya bagi aparatur desa. informasi teknologi yang tersedia.2 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Riset/studi mengenai perilaku hygiene masyarakat.3 Sub Komponen 2. 2. antara lain yaitu : ƒ Buang air besar pada tempatnya ƒ Membuang kotoran bayi/ balita pada tempatnya ƒ Mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar.

Hasil-hasilnya digunakan untuk advokasi lokal dan kampanye penyadaran untuk mengingatkan pemerintah lokal di bidang kesehatan akan pentingnya perubahan perilaku dan dampak perbaikan kesehatan serta higin pada kesehatan keluarga. Pengembangan tanggung jawab murid. kesehatan individu. evaluasi program dan review periodik. Dukungan kelembagaan untuk program masyarakat akan memperkuat kapasitas penanggungjawab kelembagaan di tingkat provinsi dalam kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan melalui penyediaan bantuan teknis kepada pemerintah kota/kabupaten melaksanakan kegiatan komponen 2. pengukuran perubahan perilaku Indikator-indikator akan memonitor kinerja program sanitasi secara menyeluruh. guru dan pihak-pihak lain yang terlibat di sekolah. Prosedur dan tata cara survei ini mengacu pada standar Departemen Kesehatan / SUSENAS dengan ditunjang oleh pengumpulan data secara rutin setiap bulan untuk memperoleh hasil signifikan dalam perbandingan hasil yang lebih akurat. Pengukuran dilkaukan sebelum program berjalan. Provinsi bertanggungjawab secara reguler melakukan monitoring kinerja program. mencakup: • Pengorganisasian murid untuk pembagian tugas harian. pemasaran sosial sanitasi dan higien.2. 29 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan kesehatan masyarakat 3. dan sanitasi serta higien sekolah. Provinsi mengontrak tim independen untuk audit masyarakat. Pengenalan dan analisis hubungan air.4 Penguatan Unit Hygiene dan Sanitasi Lokal Kegiatan ini berupa pelatihan dan pelayanan untuk meningkatkan kemampuan dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan oleh pihak provinsi dan pihak kabupaten/kota dalam memonitor perkembangan program untuk mencapai target penyediaan kebutuhan air minum dan sanitasi dalam MDGs. serta pencapaian keberhasilan pragram sanitasi dan kesehatan serta evaluasi terhadap dampak prilaku hidup sehat Monitoring kinerja sanitasi fokus pada monitoring prubahan pelayanan. Monitoring dampak program fokus ke perbaikan kesehatan yang diukur melalui perbaikan perilaku higien. pada saat mid-term dan pada tahun akhir proyek.PAMSIMAS 2. praktek.pembagian tugas guru pembina dan pengawasan • Meningkatkan peranan murid dalam mempengaruhi keluarganya 2. Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4. jamban.4 Sub Komponen 2. profil kinerja fasilitator dan tim kabupaten/kota. memfasilitasi event-event sharing dan studi banding serta diseminasi perbaikan dan inovasi program.

Pemasaran Hygiene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. pedoman membangun jaringan penawaran berdasarkan pengalaman internasional (Vietnam. pemasok untuk identifikasi - Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 30 . Tingkat Provinsi 1. Menyusun Manual bagi Pelatihan Guru dan Pelajar serta Menyusun Manual Guru dan Lokakaryalokakarya nasional. supervisi dan bantuan teknis bagi tim kabupaten 2. konsumen.Supervisi dan bantuan teknis 2. Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Departemen Kesehatan Menyusun manual kampanye sanitasi untuk team kecamatan dan kabupatem. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional:. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Departemen Kesehatan bersama Departemen Dalam Negeri. studi pasar sanitasi lokal of. b. Termasuk dalam hal ini adalah Menyusun kurikulum kesehatan/Hygiene sekolah. India. Termasuk didalamnya Menyusun TOR dan pedoman pengembangan kapasitas bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dan provinsi. 4. Bangladesh). mengembangkan dan replikasi provinsi. Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. lokakarya. Training for Trainers (TOT) untuk team provinsi Lokakarya-lokakarya Nasional - . antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan bagi pendekatan pemasaran. dan Menyusun desain monitoring dampak dari intervensi hygiene dan sanitasi.PAMSIMAS Kegiatan-kegiatan utama di komponen 2 di setiap tingkatan adalah sebagai berikut: a. Tingkat Pusat 1. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Departemen Kesehatan Menyusun pedoman dan design prototype/contoh bagi pasar provinsi/consumer/supplier. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. advokasi untuk stakholder kabupaten/provinsi dan pemimpin informal lainnya dan pilihan sanitasi Menyusun manual training untuk team kecamatan/kabupaten. dan kampanye sanitasi dan hygiene tingkat provinsi Bantuan teknis pelaksanaan pemasaran sanitasi dan hygene di tingkat provinsi dan kabupaten 3. menyusun pedoman moitoring kinerja program dan kemajuan target MDG sektor air minum dan sanitasi. pelatihan bagi tim kabupaten.

4. Menyusun desain promosi tingkat kabupaten dan provinsi bagi segmen penerima manfaat berdasarkan model prototype dan panduan dari tingkat nasional. Tingkat Kabupaten/Kota 1. Studi banding dan dukungan bagi intervensi hygiene dan sanitasi masyarakat. c. Antara produksi dan bahan-bahan pemasaran. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinkes bekerjasama dengan Bappeda. serta menyusun kampanye untuk traget khusus. 31 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS pesan dan media/metode komunikasi yang tepat bagi segmen penerima manfaat dan fasilitasi memperoleh penawaran. dan kampanye penyadaran kepada komunitas ekolah (anak-anak. Termasuk antara lain TOT bagi pelatihan guru dan pelajar serta lokakarya-lokakarya provinsi. 4. Identification strategi-strategi perbaikan pelayanan tingkat kabupaten sebagai upaya memperbaik akses dan kapasitas mesyarakat menerima pelayanan air minum dan sanitasi. serta perubahan perilaku hygiene dan monitoring akses sanitasi. Termasuk diantaranya training bagi guru dan pelajar. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Dinkes dan Dinas Diknas. and menyusun desain yang mendukung Total Sanitation Program oleh kabupaten/kota. Lokakarya kabupaten/kota untuk memasukkan kurikulum. Termasuk antara lain adalah pelatihan bagi sanitarian Puskesmas / staff Pustu / Bidan Desa tentang monitoring kinerja program sanitasi dan hygiene serta akses monitoring pada tingkat masyarakat melalui participatory monitoring (bagian dari Sustainability Monitoring pada SIM). Termasuk di antaranya adalah pelatihan bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dalam kinerja pelaksanaan dan monitoring dampak. Melaksanakan proses fasilitasi desa dan monitoring serta evaluasi pelaksanaan di tingkat desa 2. Melakukan studi baseline dan evaluasi dampak bagi kabupaten. 3. Advokasi/orientasi dengan pengambil keputusan dan pemimpin opini tingkat kebupaten/kota. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh kantor kesehatan dan kantor depdiknas. serta supervisi dan bantuan teknis bagi kabupaten. dan kegiatan-kegiatan membangun jejaring pelayanan 3. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan BPMD. Antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini di tingkat kabupaten/kota untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. Kampanye Sanitasi Menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. guru dan orang tua). pelatihan bagi tim kecamatan/tim desa/perantara sosial. Menumbuhkan kesadaran masyarakat kabupaten/kota..

seperti aspek teknologi. Alokasi dana per desa/kelurahan diperkirakan rata-rata sebesar Rp. Peningkatan sarana dan prasarana air minum yang memungkinkan masyarakat miskin. yakni bagian untuk inftrastruktur air minum dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 32 . sosial dan budaya serta kelembagaan pengelolaan.3 KOMPONEN 3: UMUM PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI Komponen ini menyediakan pilihan teknis terhadap penyediaan prasarana air minum untuk masyarakat perdesaan dan sanitasi umum untuk wilayah peri-urban. baik karena kurangnya pemeliharaan maupun terbatasnya ketersediaan sumber air. 275 juta.1 Penggunaan Dana Bantuan Alokasi dana desa/kelurahan untuk kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam usulan di Rencana Kerja Masyarakat (RKM) bervariasi nilanya berdasarkan kelayakan pilihan teknologi infrastrukur air minum. kemudahan penggunaan dan kesinambungan terhadap opsi teknis yang dipilih. 2. serta dapat mengelola operasional dan pemeliharaan prasarana yang akan dibangun. (iii) kompleksitas teknologi dan kesiapan masyarakat untuk mengelola teknologi yang ada. kaum perempuan dan kelompok marginal lainnya untuk memperoleh ketersediaan jumlah air yang memadai dengan kualitas sesuai dengan standar kesehatan. Masyarakat yang sudah diberdayakan. sanitasi sekolah dan hiygiene yang dipilih masyarakat. (iv) nilai manfaat. pembiayaan.3. Pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi didasarkan pada usulan yang diajukan dan disepakati oleh masyarakat yang dilakukan secara partisipatif melalui usulan desa yang disetujui oleh forum institusi warga tingkat desa. (ii) jumlah biaya yang dibutuhkan serta kemampuan serta kemauan masyarakat untuk memberikan kontribusi pembangunan. beberapa faktor yang harus dipertimbangkan adalah: (i) ketersediaan jenis sumber air baku yang akan dimanfaatkan. lingkungan. serta mudah dijangkau akan dilakukan baik melalui pembangunan sarana dan prasarana air minum yang baru maupun melakukan rehabilitasi terhadap sarana dan prasarana air minum yang telah rusak ataupun yang tidak lagi berfungsi. Setiap pilihan prasarana sudah dijelaskan aspek keuntungan dan kerugiannya. namun setiap usulan akan dinilai dengan seleksi pilihan teknologi dan jumlah bantuan yang diberikan akan didasarkan pula pada estimasi biaya usulan perencanaan masyarakat. Pilihan yang diinformasikan tersebut menyangkut seluruh aspek. Bantuan terdiri dari dua bagian. melaksanakan perencanaan dan pembangunan fisik.PAMSIMAS 2. Dalam kaitannya dengan pilihan teknologi. Pelaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi dalam program Pamsimas didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat setempat dan pilihan prasarana dan sarana yang diinformasikan (Informed Choice). dapat menentukan jenis prasarana.

Masyarakat dapat juga membiayai kegiatan lain terkait hygiene dan sanitasi yang mereka pilih dengan pola pembiayaan bersama (cost-sharing basis) 33 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya hanya berfungsi sebagai stimulan atau insentif atas tumbuhnya kepedulian. Semakin besar kontribusi masyarakat. Penyediaan tenaga kerja dan bahan akan dihitung sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam bentuk in-kind. Fasilitas Sanitasi akan dibangun di sekolahsekolah will di masyarakat partisipan yang membutuhkan. Dengan demikian. kegiatan hygiene dan kesehatan berbasis sekolah. and penguatan kapasitas serta manajemen masyarakat. Masyarakat akan kontribusi sebesar minimal 20% dalam bentuk in-cash 4% dan in-kind 16% untuk pembiayaan perbaikan prasarana. Total biaya tiap desa/kelurahan ditetapkan berdasarkan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) yang termasuk bagian dari perencanaan masyarakat (RKM). terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. semakin tinggi komitmen untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan di Pamsimas. inisatif dan kesepakatan tanggungjawab bersama untuk memperbaiki kualitas air bersih. Dana Pamsimas dapat dicairkan setelah masyarakat merealisasikan kontribusi dalam bentuk in-cash minimal 4%. b. Alokasi bantuan dana hanya membiayai 70% kebutuhan biaya dengan ditambah kontribusi dari pemkot/kab sebesar 10%. sanitasi dan hygiene. Kontribusi swadaya masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa bertanggungjawab.PAMSIMAS bagian untuk perbaikan sanitasi sekolah. Pembangunan Infrastruktur Air minum dan Sanitasi Bantuan dana bisa digunakan untuk pembiayaan pembangunan prasarana sanitasi dan air minum berdasarkan cost-sharing. Masyarakat dapat memilih penggunaan dana bantuan untuk pembiayaan barang atau pelayanan/servis. prakarsa. dan pendidikan hygiene teaching. Perbaikan Perilaku dan Layanan Hygiene dan Sanitasi Termasuk kategori ini adalah kegiatan-kegiatan yang diidentifikasi melalui pendekatan MPA/PHAST approach untuk perubahan perilaku hygiene masyarakat. termasuk tenaga kerja trampil dan tidak trampil sesuai standard pemerintah. Pembangunan fasilitas sanitasi komunal dapat juga menggunakan dana bantuan bagi masyarakat dengan prasyarat pendanaan yang sama. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat. Untuk itu. a. Dana Pamsimas pada prinsipnya hanya sebagai stimulan bagi masyarakat yang memiliki prakarsa. yakni kontribusi masyarakat sebesar minimal 20% (in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%). perubahan perilaku hygiene.

teknik dan ketrampilan pembiayaan yang dibutuhkan bagi keberlanjutan sistem. menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid.2 Insentif untuk Kabupaten/Kota Hibah diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program dengan optimal. (ii) Pilihan teknologi sistem air minum. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 34 . melalui : (i) Rapid Technical Assessment (RTA) dan Community WSS situation analysis (MPA-PHAST) untuk menentukan kebutuhan air dan pilihan-pilihan sistem. 2. masyarakat.4. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. kepastian keikutsertaan perempuan.4 2.2 Sub Komponen 4. (iii) Survei teknik dan penyusunan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK). (v) Pelatihan O&M mencakup managemen. lemah/miskin dan kaya. penggunaan “improved sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. dan Pemangku Kepentingan lainnya.1 Insentif untuk Desa/Kelurahan Insentif untuk masyarakat diberikan kepada desa/kelurahan yang memenuhi kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status OpenDefecation-Free (ODF).2 Bantuan Perencanaan dan Dukungan Teknik Program Pamsimas akan membantu masyarakat dengan pendekatan respon permintaan dalam perencanaan. (iv) Konstruksi. seleksi teknologi dan tingkat pelayanan serta desain dan konstruksi. dan kinerja pencapaian program Pamsimas telah terpenuhi bahkan melampui. supervisi dan quality control.1 KOMPONEN 4: INSENTIF DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA Sub Komponen 4. 2. laki-laki.4. 2.3. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. dan (vi) Monitoring kualitas air minum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak penyediaan air minum yang aman dan baik untuk penyimpanan dan minum.PAMSIMAS Penjelasan lebih detail mengenai Penggunaan Dana Bantuan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat. setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. memiliki lembaga pembinaan dan pegembangan pengelolaan sistem penyediaan air minum dan sanitasi di tingkat kabupaten sampai dengan tingkat kecamatan.

5. 2. kebijakan. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu 35 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . mid-term. monitoringevaluasi finansial dan teknis serta laporan setiap komponen program. Pendampingan teknis ini akan mendukung pencapaian sasaran dan outcomes Pamsimas melalui dukungan teknis Komponen 5 ini terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2.3 Sub Komponen 5.5. konsultan berada di salah satu ibu kota provinsi yang menjadi daerah kerjanya. sanitasi. kabupaten/kota. provinsi dan tingkat pusat.2 Sub Komponen 5.2 PMAC untuk PPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Provinsi yaitu PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) Peran PMAC memberikan dukungan teknis kepada provinsi dalam hal ini mendukung PPMU dalam implementasi program. peningkatan kelembagaan. (iii) Evaluasi dari outcomes program.PAMSIMAS 2. 2.1 Sub Komponen 5. Dukungan teknis terdiri dari: (i) Dukungan teknis untuk kegiatan pelatihan sektoral. dan penguatan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan program dan keberlanjutan pasca Program. 3 dan 4 serta memberikan dukungan teknis kepada unit pelaksana (implementation agency).1 CMAC untuk CPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Pusat yaitu CMAC (Central Management Advisory Consultant) mendukung CPMU dan CPIU dalam implementasi strategi.5. kesehatan.3 Penilai Proyek Independen Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama. 2. dan (iv) Kemajuan alih kelola fungsi-fungsi serta tanggungjawab program kepada pemerintah lokal.5 KOMPONEN 5: DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK Komponen 5 yaitu dengan menyediakan dukungan teknis pelaksanaan program komponen 1. dan pasca program. penyusunan pedoman. dan air minum pada tingkat desa. (ii) Monitoring pengelolaan program dan kualitas pelaksanaan.

1. Gambaran umum penerapan jenis-jenis bantuan (BLM dan Bantuan Teknis) pada komponen-komponen program adalah sebagaimana pada tabel 3. dll. dukungan kelembagaan. operasional dan pemeliharaan. Sedangkan aspek pengelolaan program tertentu yang dinilai cukup signifikan dan spesifik sifatnya akan diuraikan lebih rinci.6 buku panduan ini. sebagaimana dijelaskan pada bab 1 sub-bab 1. Beberapa aspek pengelolaan program Pamsimas secara lebih jelas dapat dilihat pada lampiran-lampiran buku panduan ini.1 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS-JENIS BANTUAN/LAYANAN Program Pamsimas akan memberikan bantuan/layanan dalam kategori Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Bantuan Teknis yang diterapkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan program sesuai kategori komponen-komponen program. 3. rancangan pelaksanaan/implementasi program. pengaduan masyarakat. monitoring evaluasi dan sistem pelaporan. ACAP. Beberapa aspek utama pengelolaan program dimaksud antara lain adalah dukungan jenis/kategori bantuan.PAMSIMAS BAB 3 PENGELOLAAN PROGRAM Bab Pengelolaan Program menguraikan gambaran umum beberapa aspek utama dalam pelaksanaan Pamsimas yang dirancang dan dikembangkan untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran program Pamsimas sebagaimana telah ditetapkan pada indikator kinerja Pamsimas di Financing Agreement dan Project Appraisal Document. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 36 . pengadaan barang/jasa. detail dan operasional dalam bentuk berbagai buku petunjuk pelaksanaaan.

kategori layanan Komponen program Pamsimas Pemberdayaan Peningkatan kesehatan dan Penyediaan sarana air masyarakat dan perilaku higienis dan pelayanan minum dan sanitasi umum pengembangan sanitasi kelembagaan lokal Promosi PHBS Masyarakat Kegiatankesehatan sekolah (training & promosi PHBS dan kesehatan) Kegiatan-kegiatan kesehatan lain yang diusulkan masyarakat Pendekatan MPA-PHAST di sekolah dan masyarakat Training ketrampilan untuk promosi dan perencanaan PHBS secara partisipatif Penyadaran kritis masyarakat Evaluasi dampak dan monitoring kinerja PHBS-sanitasi Insentif desa/kelurahan & kabupaten/kota Dukungan pelaksanaan dan manajemen proyek - Pengembangan 1 Bantuan kapasitas Langsung Masyarakat masyarakat (BLM) Fasilitas pelayanan air minum Perluasan pelayanan kota dan desa untuk sekolah dan masyarakat Sanitasi sekolah dan pelembagaan fasilitas sanitasi di wilayah perbatasan kota (peri-urban areas) Rapid technical assessment dan MPA PHAST berdasarkan penyiapan RKM Rancangan rinci kegiatan Training ketrampilan konstruksi. konsultan provinsi pasar. konsultan tingkat provinsi kabupaten dan Kajian-kajian supply. financial management. dan O&M Monitoring pelaksanaan Bantuan teknis untuk team pelaksana Training Ketrampilan tentang produktivitas desa Monitoring pelaksanaan Fasilitasi akses ke jaringan supplier - 2 Dukungan pelaksanaan oleh pemerintah daerah Kegiatan dan penilaian kapasitas kelembagaan Monitoring keberlanjutan outcome Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Bantuan teknis untuk Bantuan teknis untuk team 3 Dukungan pelaksana pelaksanaan team pelaksana oleh pemerintah pusat 4 Kontrak Pelayanan PMAC terdiri dari tim Advokasi dan promosi kesehatan di fasilitator. dan konsumen sanitasi Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Evaluasi dampak CAMC - - 37 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program Jenis-jenis bantuan/ No.1.PAMSIMAS Tabel 3. demand.

Selain itu.2 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM Untuk mencapai tujuan dan sasaran program di atas serta menjamin kelancaran komponen-komponen program Pamsimas. d. Penjelasan lebih detail mengenai Pemilihan Lokasi Program dan Pelaksanaan Program dapat dilihat pada lampiran 2 dan Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Strategi pencapaian ”outcome” dan tujuan program pada daerah sasaran h. yakni Departemen Kesehatan. namun dengan mekanisme yang membutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota.1 Kelembagaan di Tingkat Pusat Secara umum Tim Pengelola Tingkat Pusat bertanggungjawab pada tercapainya tujuan utama dan indikatornya dari program Pamsimas. Persiapan awal program dari tingkat pusat sampai tingkat masyarakat (desa). c. g. melalui pelaksanaan kegiatan replikasi dengan pendekatan Pamsimas. Departemen Dalam Negeri dan Departemen Pendidikan Nasional. kegiatan penyiapan dan pengkondisian masyarakat.3 DUKUNGAN KELEMBAGAAN Pamsimas dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui penyediaan bantuan secara langsung ke tingkat desa. Penentuan provinsi dan kabupaten/kota/kota sasaran. Executing Agency Pamsimas adalah Departemen Pekerjaan Umum. penyusunan Rencana Kerja Masyarakat dan penyiapan dana masyarakat dalam DIPA f. Pendampingan peningkatan kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam rangka pencapaian target MDG’s. efisiensi serta perubahan prilaku di masyarakat. 3. 3. Pelaksanaan program di tingkt desa.3. yang mencakup : a. Penjelasan lebih detail mengenai kelembagaan dan organisasi dapat dilihat pada lampiran 3 serta Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. dengan didukung lembaga pelaksana program lainnya. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 38 . Sosialisasi program tingkat pusat sampai tingkat desa Seleksi dan penentuan desa/kelurahan sasaran. b. Monitoring partisipatif dan “outcome”. Tim Pusat juga bertanggungjawab penuh dalam menjamin tercapainya tujuan antara dan indikator kinerja program sebagaimana disepakati dan ditetapkan dalam Financing Agreement serta dokumen proyek. serta study penilaian dampak program untuk mengetahui efektifitas. e.PAMSIMAS 3. pendampingan masyarakat. dibutuhkan langkah-langkah pelaksanaan program.

PAMSIMAS
Tim Pengelola program tingkat Pusat terdiri dari Tim Pengarah Koordinasi Program, Tim teknis Program dan Project Management Unit (PMU) Pusat. Koordinasi Program dilakukan melalui Tim Pengarah Koordinasi Program, yang diketuai BAPPENAS dan beranggotakan beberapa departemen dan kementerian terkait. Tim Pengarah akan dibantu oleh Tim Teknis, yang diketuai BAPPENAS dengan struktur dan tanggungjawab yang sama. Tim Teknis fokus pada review seluruh aspek operasional program yang dibutuhkan dan bertanggungjawab serta menyampaikan laporan seluruh isu dan penanganan masalah kepada Tim Pengarah. Tim Teknis juga menjadi perantara organisasi manajemen program dengan tim pengarah. Direktorat jenderal Cipta Karya sebagai executing agency membentuk Central Project Management Unit (CPMU) untuk mengendalikan pelaksanaan program secara operasional. CPMU akan dibantu oleh asisten bidang perencanaan, asisten bidang monitoring evaluasi, asisten bidang pengadaan barang/jasa, asisten bidang keuangan, dan implementing agency dari Departemen Kesehatan, Depdagri, dan Departemen PU dengan menempatkan perwakilan atau liaison officer penuh waktu di CPMU. CPMU bertanggungjawab pada seluruh koordinasi program, pengelolaan harian, penganggaran, administrasi keuangan, monitoring, pelaporan, dan manajemen kontrak konsultan yang ditunjuk dalam program ini. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing departemen dan kementerian terkait adalah sebagaimana pada tabel 3.2.

39

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Tabel 3.2 Peran dan Tanggungjawab Kementerian dan Departemen Terkait Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas
INSTITUSI Deputi Sarana dan Prasarana BAPPENAS PERAN TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Pencapaian Indikator Tujuan Antara -

Koordinasi Program 6-7 juta penduduk yang memiliki akses secara menyeluruh sarana air minum yang improved, sesuai status sosial-ekonomi 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi

Komponen 3: Direktorat Jenderal Cipta Executing Agency & 6-7 juta penduduk yang memiliki akses Pelaksana Komponensarana air minum yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem peyediaan air minum yang Karya, Departemen Pekerjaan Umum Infrastruktur Sanitasi status sosial-ekonomi sudah improved, yang berfungsi3 dan memuaskan Publik dan Pelayanan 6-10 juta penduduk yang memiliki akses masyarakat penerima layanan Air Minum sarana sanitasi yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem penyediaan air minum yang status sosial-ekonomi sudah improved, yang dikelola4 dan didanai secara efektif 40 Komponen 4: • 400-800 desa/kelurahan, yang melebihi kriteria indikator kinerja proyek5 (key performance indicator), menerima tambahan hibah Komponen 5: • 100% kab./kota dengan Struktur dan perangkat monitoring proyek (IMIS, M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek

3 4 5

Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA), Bank Dunia WSP, 2003.

ibid
Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free, menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun, penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain, setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat, kepastian keikutsertaan perempuan, laki-laki, lemah/miskin dan kaya, kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS, dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna, memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid, masyarakat, dan Pemangku Kepentingan lainnya.

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

40

PAMSIMAS
TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Turut mendukung tercapainya 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi Pencapaian Indikator Tujuan Antara Komponen 2: • 80% masyarakat sasaran yang telah ODF (Tidak ada lagi BAB di sembarang tempat) • 80% masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun

INSTITUSI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Departemen Dalam Negeri

PERAN Pelaksana Komponen Pelayanan dan Perbaikan perilaku sanitasi dan hygien.

Komponen 1: Pengembangan Turut mendukung tercapainya tujuan Kelembagaan Lokal. utama melalui penguatan kapasitas pemda • Rencana Peningkatan Kapasitas untuk pengadopsian dan replikasi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan progres pencapaian tujuannya • Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS • Jumlah kab./kota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dep. Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan

Pengembangan Sosial Desa dan Pemberdayaan Masyarakat

Turut mendukung tercapainya tujuan utama melalui pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat

Komponen 1: • 3960 desa/kelurahan yang membuat RKM

Turut mendukung tercapainya tujuan Dukungan utama melalui peningkatan pelayanan air pelaksanaan komponen promosi minum dan sanitasi di sekolah hygiene dan kesehatan sekolah Dukungan rilis budget, arus dana, disbursement dana credit dan anggaran kontribusi Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan utama program

Komponen 2: • 95 % sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved, dan program kebersihan dan kesehatan Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan antara program

41

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

monitoring utama melalui perkembangan dan hasil. Peran PPMU antara lan untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program.3.2 Kelembagaan di Tingkat Provinsi Di setiap provinsi. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). dengan diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi. khususnya penyiapan. pemda dan replikasi melakukan advolasi pada pengambil keputusan tingkat kabupaten terkait keberlanjutan. khususnya pada komponen 1. Turut mendukung tercapainya tujuan utama secara nasional melalui pencapaian indikator kinerja di wilayahnya Provincial Project Management Unit (PPMU) Turut mendukung tercapainya seluruh tujuan antara. penguatan kapasitas identifikasi lesson learn.3 Tabel 3. terutama melalui pengendalian konsultan dan fasilitator Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 42 . Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat provinsi adalah sebagaimana pada tabel 3. 4. dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya Provinsi. terdapat Tim Koordinasi Provinsi (TKP) yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) di wilayahnya. Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Provinsi. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Di provinsi dibentuk Provincial Project Management Unit (PPMU) yang akan diketuai oleh Staf Dinas Pekerjaan Umum atau yang sejenis dan beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. dan 5 INSTITUSI PERAN Tim koordinasi Provinsi (TKP) Mengkoordinasi dan Turut mendukung memfasilitasi kerjasama antar tercapainya tujuan berbagai lembaga. serta perluasan dan pengarusutamaan. Dinas Kesehatan Provinsi. PPMU memiliki kewenangan untuk menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas.3. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan tingkat Provinsi dalam pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas TANGGUNGJAWAB Pencapaian Pencapaian Indikator Tujuan Indikator Tujuan Umum Antara Turut mendukung tercapainya tujuan antara.PAMSIMAS 3. khususnya penyiapan. Menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas serta mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program.

Di setiap kabupaten/kota dibentuk District Project Management Unit (DPMU). dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya provinsi.4. Kecamatan sangat tepat untuk mengkoordinasi sekelompok desa/kelurahan sasaran Program Pamsimas. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). 43 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . di tingkat kabupaten/kota serta beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. Tim Pengelola Tingkat Kabupaten/Kota Di setiap Kabupaten/Kota terdapat Tim koordinasi Kabupaten/Kota (TKK) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. memiliki fungsi pelaksana di tingkat kabupaten/kota. Peran DPMU antara lain untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. dan instansi terkait pemberdayaan masyarakat serta perwakilan kelompok peduli/masyarakat sipil/LSM lokal. Tim Koordinasi yang ada dengan fungsi yang sejenis dapat diberlakukan sebagai Tim Koordinasi Program Pamsimas. Bila terdapat Tim sejenis. Dinas Pekerjaan Umum. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda setempatrovinsi. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. DPMU akan diketuai oleh Staf DPU. maka tim ini dapat difungsikan dan memasukkan pekerjaan program Pamsimas ke mereka. Di setiap Kabupaten/Kota Lokasi sasaran dibentuk Tim Evaluasi RKM oleh TKK dan menyampaikan laporan kepada TKK sebagai perwakilan dari 3 (tiga) perwakilan implementing agencies. Untuk mendukung transparansi. LSM atau perwakilan kelompok peduli dapat diundang sebagai partisipan atau pengamat. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat kabupaten/kota hingga masyarakat adalah sebagaimana pada tabel 3. Aspek koordinasi pada tingkat kecamatan menempati posisi strategis dan penting terutama terkait dengan distribusi dan geografi desa/kelurahan sasaran di wilayahnya. atau sejenisnya.3. atau sejenis.3. Dinas Kesehatan provinsi. khususnya penyiapan.PAMSIMAS 3. Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi.

Mata air "improve” adalah: Sambungan rumah tangga/ Pipa hidran umum/ Sumur-Bor/ Sumur gali yang terlindung/ Mata air yang terlindung/ Penampung air hujan. Pamsimas mengadopsi definisi global yang saat ini digunakan untuk monitoring kemajuan target MDG. dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat). JMP mendefinisikan akses sanitasi yang cukup sebagai persen dari populasi yang menggunakan sanitasi “improve”. di dalam 1 Kilometer hunian pemakai. Akses ke tangki septic. /Kota: Kecamatan: TKK ƒ TKKc Bappeda ƒ TTKc DPU ƒ Sanitarian Dinkes Puskesmas PMD ƒ Kasi PMD Bapedalda ƒ Kaurbang Pokja AMPL ƒ TFM Desa/Kel: Tim Penggerak PKK ƒ Aparat Desa DPMU ƒ LKM/Satlak Koord Fasilitator Pamsimas ƒ Natural Leader ƒ Masyarakat ƒ ƒ ƒ ƒ 6 7 Belum adanya definisi " akses WSS" di Indonesia. Indikator Tujuan Umum • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana air minum yang improved6. dengan ketersediaan sedikitnya 20 liter per orang per hari dari suatu sumber air yang “improve”. dan di sekolah Penyiapan & pelatihan pengelola sarana air minum dan sanitasi Tahapan Program ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Pemilihan lokasi sasaran ƒ Sosialisasi ƒ IMAS partisipatif ƒ (MPA) ƒ Pembuatan RKM ƒ Pelaksanaan ƒ RKM ƒ Pengelolaan ƒ sarana Air minum dan Sanitasi ƒ Replikasi ƒ (kegiatan inisiatif) Keberlanjutan dan kesinambungan pengelolaan sarana Pelaku di Pelaku di Kecamatan Kabupaten/Kota & Desa/Kelurahan Kab.PAMSIMAS Tabel 3. sesuai status sosial-ekonomi Intervensi Kegiatan ƒ ƒ ƒ ƒ RKM I: Pelatihan manajemen administrasi dan keuangan Pelatihan teknis sarana air minum dan sanitasi Pembangunan sarana air minum umum di daerah perdesaan Pembangunan sarana sanitasi komunal di daerah pinggiran kota RKM II: Pembangunan sarana sanitasi di sekolah Pelatihan PHBS di masy. sebagai upaya pencapaian target WSSMDGs. Kecukupan sistem pembuangan limbah tubuh. sesuai status sosial-ekonomi • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved7. JMP mendefinisikan Akses terhadap air minum yang aman adalah persen dari populasi yang menggunakan layanan penyediaan air yang "improve". Kakus sederhana. yaitu : Joint Monitoring Program dari WHOUNICEF. Hal ini dapat dicapai melalui pengarusutamaan (mainstreaming) program dan perluasan (scaling-up) pendekatan berbasis masyarakat secara nasional. di mana "sanitation improve" berarti: Akses ke saluran air kotor. WC (Pour-Flush kakus). atau Kakus dilengkapi ventilasi. dan pemisahan limbah tubuh manusia dari manusia. dan di sekolah Pelaksanaan PBHS di masy.4 Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota Sampai Masyarakat Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas Tujuan Umum Meningkatkan masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan dan pinggiran kota di lokasi Pamsimas dalam (penggunaan sarana air minum dan sanitasi yang improved1. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 44 .2.

• • • • Komponen 2: Memantau peningkatan akses dan • efektifitas penggunaan sarana sanitasi yang improved oleh masyarakat dan seklah sasaran Penilaian perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) • • Pemicuan peru-bahan ƒ ƒ perilaku dengan pendekat-an CLTS di ƒ ma-syarakat dan di ƒ sekolah ƒ Pelatihan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah • Promosi PHBS di ƒ masyarakat dan ƒ sekolah • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS Jumlah kabkota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas Komponen 2: % dari masyarakat sasaran yang telah ODF (tidak ada BAB di sembarang tempat) % dari masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun % dari sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved. kedua cuci tangan setelah (BAB. 45 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ./Kota PPMU & DPMU Pokja AMPL Bapedalda TFM & Konsultan • • Komponen 2: Masyarakat sasaran secara bertahap telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)8. advokasi.PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 1: Pemerintah kabupaten/kota • dan provinsi memiliki LEMBAGA TERPADU yang • menangani perluasan PENGGUNAAN AIR.2 dan PHBS yang improved di masyarakat perdesaan dan pinggiran kota • Indikator Tujuan Antara Komponen 1: Jumlah desa/kelurahan yang membuat RKM Rencana peningkatan kapasitas untuk pengadopsian dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. SANITASI 1. insentif ƒ Advokasi ƒ kelembagaan di kinerja dan teguran ƒ tingkat Memantau tingkat partisipasi dan ƒ kabupaten/kota peluang perluasannya ƒ Pendampingan dalam asesmen dan penyusunan RKM ƒ Advokasi penganggaran di bidang penyediaan air minum dan saniasi (WSS)/AMPL Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. ke tiga perilaku higienis lain yang diprioritaskan oleh masyarakat sasaran. 8 Pertama-tama meghapus BAB di tempat terbuka. Kab. dan program kebersihan dan kesehatan • Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 1: Identifikasi kebutuhan peningkatan ƒ Pelatihan peningkatan ƒ ƒ kapasitas kapasitas kelembagaan atau kelembagaan dukungan tambahan seperti : ƒ peraturan daerah. menangani tinja bayi dan sebelum menyentuh makanan). dan progres pencapaian tujuannya Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab.

penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. yang dikelola dan didanai secara efektif Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 3: ƒ Pembangunan sarana ƒ Memantau peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses air air minum dan sanitasi yang minum yang sehat/aman improved Penilaian dampak progra pada KK ƒ Pelatihan pengelolaan yang miskin administrasi dan Penilaian kesinambungan keuangan penyediaan air minum yang baru/ ƒ Pelatihan teknis improved sarana air minum dan sanitasi ƒ Pelatihan operasi & pengelolaan sarana air minum dan sanitasi Komponen 4: • Pemicuan peru-bahan ƒ Memantau komitmen pemerintah ƒ perilaku dengan daerah dalam memperluas pendekat-an CLTS di ƒ Penyediaan Air minum dan Sanitasi ma-syarakat dan di (WSS) di luar lokasi sasaran ƒ sekolah Pamsimas ƒ • Pelatihan PHBS di Membuat pilot proyek dan ƒ masyarakat dan di penyempurnaan pendekatan ƒ sekolah program Penyediaan Air minum dan Sanitasi (WSS) untuk bisa • Promosi PHBS di ƒ disinergikan secara efektif dengan masyarakat dan ƒ upaya penanggulangan kemiskinan sekolah dan pening-katan kapasitas • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dalam rangka masyara-kat dan di ƒ mewujudkan kesinambungan sekolah Pelaku • Satlak Pamsimas dan masyarakat didampingi dan dilatih oleh Fasilitator dan Konsultan serta Tim Teknis Komponen 4: Pemerintah daerah • menunjukkan peningkatan komitmen yang serius secara bertahap terhadap kesinambungan dan perluasan program penyediaan air dan sanitasi secara swadana dengan metodologi Pamsimas Komponen 4: Jumlah desa/kelurahan dan • kabupaten/kota yang melebih 11 kriteria indikator kinerja proyek (key performance indicator). dan Pemangku Kepentingan lainnya. yang 9 berfungsi dan memuaskan • masyarakat penerima layanan % desa dengan sistem • penyediaan air minum yang 10 sudah improved. ibid Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free. Bank Dunia WSP. ikut mengelola secara efektif dan berkesinambungan • Indikator Tujuan Antara Komponen 3: % desa dengan sistem • peyediaan air minum yang sudah improved. 9 10 11 Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA). setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. menerima tambahan hibah • Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kel Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. 2003. kepastian keikutsertaan perempuan. menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. masyarakat. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 46 .PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 3: Masyarakat sasaran memperoleh akses terhadap layanan air minum perdesaan dan sanitasi komunal yang sudah improved. lemah/miskin dan kaya. menggunakannya. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. laki-laki.

DPMU) ahli IMIS ƒ Masyarakat dengan Pelatihan di bidang pendampingan TFM IMIS bagi pemangku kegiatan terkait 47 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek • Komponen 5: ƒ Mengkonfirmasi kemajuan dan efektifitas penye-diaan pendamƒ pingan teknis & masukan pengelolaan proyek Survei baseline.PAMSIMAS Tujuan Antara Indikator Tujuan Antara Fungsi Indikator Tujuan Antara layanan dalam jangka panjang Intervensi Kegiatan ƒ • Advokasi pengangƒ garan di bidang penyediaan air minum dan saniasi ƒ (WSS)/AMPL ƒ Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. Kabupaten/Kota PPMU & DPMU Bapedalda Komponen 5: DPMU dan CPMU mampu mengelola dan mendukung program (untuk selanjutnya memperluas ke kabupaten/ kota lainnya) • Komponen 5: Struktur dan perangkat moni• toring proyek (IMIS. mid-term. dan akhir ƒ tahun diker-jakan untuk informasi manaje-men proyek ƒ Spesialis IMIS Menyediakan peKonsultan Advisory rangkat lunak IMIS Menyediakan tenaga ƒ Bagian Monev (PPMU.

3.4 Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana Struktur organisasi program di tingkat desa/kelurahan berbeda dengan struktur formal di tingkat pemerintah kabupaten/kota. maka legitimasi LKM adalah pengakuan. Satuan Pelaksana PAMSIMAS paska pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya ditransformasi menjadi Badan Pengelola yang bernaung dalam Lembaga Keswadayaan Masyarakat atau BKM dan sejenisnya. partisipatif. Anggotaanggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. LKM berkedudukan otonom. Proses pembentukan LKM sesuai dengan asas keterwakilan. Oleh karena itu. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. maka pelaksanaan tidak membentuk LKM namun memanfaatkan BKM sesuai dengan karakteistiknya sebagai LKM. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. merevitalisasi atau membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat beserta Satuan Pelaksana kegiatan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 48 . Unit utama di tingkat desa adalah Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan satuan pelaksana kegiatan (Satlak) Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. Meskipun sebagai institusi masyarakat. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal masyarakat lainnya. representatif dan pengakaran masyarakat sedangkan legalisasi melalui pencatatan di Notaris. Dalam hal BKM memiliki kinerja yang kurang memadai. maka TFM bersamasama dengan mitra setempat melakukan revitalisasi kelembagaan tersebut. Di lokasi yang belum terdapat BKM atau sejenisnya. Ketentuan dan tata cara memfungsikan. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat warga (civil society) di tingkat komunitas akar rumput. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan rekam jejak atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. akuntabel dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. provinsi dan pusat. seperti P2KP yang telah membentuk BKM atau PPK yang telah membentuk TPK.PAMSIMAS 3.

4 PENGADAAN BARANG/JASA Prosedur pengadaan barang/jasa untuk program Pamsimas sebagian ataupun seluruh sumber pembiayaannya yang berasal dari Financing Agreement IDA Credit No: 4204IND dilaksanakan dengan menggunakan Guideline World Bank : Procurement under IBRD Loans and IDA Credits (May 2004. 2006). 2006). Pencegahan Risiko Kolusi. lokakarya dan kampanye bersama konstitusi hanya 30% dari total nilai proyek. Sistim Penanganan Keluhan.5 SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN Program Pamsimas sebagai program yang dibiayai dari pinjaman luar negeri (PLN). dan Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers (May 2004. Financing Agreement No. Berdasarkan dari pengalaman tersebut tindakan anti korupsi sebagian besar difokuskan pada aspek proyek yang berhubungan dengan kontrak yang besar seperti dalam pengadaan bantuan teknis mempunyai resiko yang tinggi. Pengawasan oleh Masyarakat Madani. Aide Memoire. selanjutnya resiko lebih rendah pada aspek pelatihan. juga terutama harus mengacu pada : Minute of Negotiation. Penjelasan lebih detail dan terinci dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 3. 4. 3. revised October. Pengalaman sebelumnya pada program WSLIC 2 bahwa untuk kegiatan CDD mempunyai peluang yang tinggi untuk tindakan korupsi dimana nilai investasi mencapai 70% dari total nilai proyek sehingga sangat membutuhkan pengawasan yang lebih tinggi. progres kegiatan dan Annual Work Plan. maka sistem pengelolaan keuangan disamping berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. Project Appraisal Document. Costing Table. Hal ini agar anggaran memang diperuntukkan bagi pengeluaran – pengeluaran yang telah disetujui oleh Bank Dunia sebagaimana tertera dalam Financing Agreement. dan Ketentuan Sanksi dan Tindakan Perbaikan yang jelas Tindakan anti korupsi ini berdasarkan pengalaman dari program sebelumnya yakni WSSLIC-1 maupun WSLIC-2 . revised October. Untuk di tingkat desa/kelurahan kunci utama adalah sistim pelayanan yang baik serta transparansi. Penguatan Keterbukaan dan Transparansi.PAMSIMAS 3. 5. 3. 49 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 6. 2.6 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI Rencana tindakan pencegahan korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah diidentifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. Pencegahan Risiko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. 4204 IND.

Hal ini sesuai dengan pendekatan berbasis masyarakat terhadap pengadaan air minum dan sanitasi. pembebasan lahan dan pemukiman kembali (Land Aquistition and Resettlement).PAMSIMAS kualitas yang lebih baik serta pengelolaan program/proyek diberikan tanggung jawab kepada masyarakat. kerangka safeguard Pamsimas terdiri dari 3 komponen yakni: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 50 . Departemen Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi telah dipersiapkan sesuai dengan risiko Korupsi. penyampaian informasi dan peningkatan kesadaran.7. dengan mengacu pada persyaratan dari Bank Dunia dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia mengenai dampak lingkungan.1 Lingkup Kerangka Kerja Safeguard Sesuai dengan karakteristik kegiatan yang didanai dalam Pamsimas. Kolusi dan Nepotisme yang terjadi pada proyek sejenis dan disesuaikan dengan mekanisme pelaksanaan proyek. pelaksanaan.7 PENGAMANAN/SAFEGUARD Kerangka safeguard dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam melakukan analisis.go. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. yang mana kemungkinan besar tidak akan mengakibatkan dampak berarti yang tidak diinginkan terhadap lingkungan hidup dan sosial. Keistimewaan dari semua rencana tindakan anti korupsi terintegrasi dalam penganggaran proyek. Departemen Kesehatan. Departemen Dalam Negeri. operasi dan pemantauan subproyek. Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Beberapa area utama/kunci terkait dengan upaya anti korupsi termasuk manajemen proyek. Penyediaan dokumen proyek yang dapat diakses oleh publik merupakan rencana Pencegahan Korupsi ini dipublikasikan di dalam situs www. monitoring dan evaluasi. audit independent . Penjelasan lebih detail mengenai safeguarding dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas 3.pu. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani.id. perencanaan. dan warga terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People) Kegiatan dalam Program Pamsimas telah diklasifikasikan sebagai Kategori B. Penjelasan lebih detail mengenai Rencana Tindak Anti Korupsi Lampiran 4 dapat dilihat pada 3.

yang bertujuan untuk keberlanjutan bagi pelayanan dan pelestarian aset yang telah dibangun oleh masyarakat.PAMSIMAS 1. dan mewujudkan pelaksanaan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga terisolasi dan rentan yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. promosi manfaat lingkungan. dan mewujudkan keterbukaan. promosi manfaat sosial. antara lain prasarana dan sarana air minum. Kerangka safeguard lingkungan ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. tepat sasaran dan. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. Menyerahkan tanggung kepada Pengelola Sarana untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan pelayanan sarana yang ada. 51 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . tepat waktu. efisien (air sebagai komoditi ekonomi). 3. dan mewujudkan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak pemindahan dan stakeholder lainnya. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam pananganan. 2. 2. Agar Prasarana dan sarana yang telah terbangun tetap berfungsi sesuai dengan kualitas dan umur pelayanan yang direncanakan. 3. oleh sebab itu partisipasi aktif perempuan dalam operasional dan pemeliharaan aset masyarakat sangat diperlukan. Safeguard Lingkungan. Menjamin pemeliharaan secara rutin. Dalam pelaksanaannya. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan.8 OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN Dalam Pamsimas pemeliharaan prasarana dan sarana harus memposisikan air sebagai komoditi ekonomi tidak sekedar komoditi sosial dan menjadi tanggung jawab pengelola yang dibentuk melalui Musyawarah Desa/Kelurahan. Safeguard Sosial Safeguard pengadaan tanah dan pemukiman kembali (land acquisition and resettlement). pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. pengurangan dan pengelolaan resiko lingkungan yang tidak diinginkan. Tujuan operasi dan pemeliharaan (O&P) dalam Pamsimas adalah sebagai berikut: 1. keterlibatan kaum perempuan lebih signifikan karena mereka merupakan pengguna. Safeguard bagi masyarakat terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People). promosi manfaat sosial. dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. Untuk kesinambungan program Pamsimas perlu dibentuk organisasi operasional dan pemeliharaan (O&P).

SOP). • Memastikan proses fasilitasi kegiatan pelaksanaan siklus Pamsimas sesuai acuan yang ada (PMM. Tujuan Pemantauan: • Memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan Pamsimas secara progress tidak terlalu menyimpang dari time frame yang telah ditentukan pada setiap ’milestone’ dalam master schedule. 3. kepuasan pengguna sarana. Pemantauan adalah proses yang terus menerus dilakukan di sepanjang siklus program. 2) Pemantauan oleh pemerintah. dan peubahan perilaku.9. dan Petunjuk Teknis.1 Jenis Kegiatan Pemantauan dalam Pamsimas 1) Pemantauan oleh Masyarakat. Keuangan. dimulai dari persiapan. Pemantauan ini juga dilakukan oleh pemerintah di tingkat nasional. dan pelestarian. Depkes. Pada tahap ini berfungsinya Badan Pengelola (BP)untuk operasional dan pemeliharaan menjadi penting peranannya demi berlanjutnya pelayanan sarana air minum dan sanitasi. • Memastikan setiap kerangka acuan yang disusun untuk dilaksanakan berdasarkan pada koridor yang telah ditentukan (PMM. maupun dari interdepartemen ( Dep. VIM. Metode pemantauan oleh pemerintah ini dilakukan melalui kunjungan lapangan untuk mengetahui apakah kegiatan proyek berjalan sesuai rencana dan prosedur yang disepakati. SOP). Penjelasan lebih detail mengenai Operasional dan Pemeliharaan dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat 3. dan desa/kelurahan. efektifitas penggunaan. baik dari lembaga penyelenggara /executing agency. kecamatan. PU. Hasil kegiatan pemantauan digunakan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan dan penyesuaian terhadap perencanaan. PMD. VIM. akses terhadap fasilitas berdasarkan gender dan strata sosial ekonomi. Secara berkala. Pemantauan dilakukan oleh masyarakat secara periodik dengan menggunakan metode MPA untuk mengukur : keberlanjutan. Bangda.9 PEMANTAUAN Pemantauan adalah kegiatan pengumplan informasi yang dilakukan secara periodik untuk memastikan suatu kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pemantauan dilakukan oleh pihak pemerintah. dll). kabupaten/kota. sehingga capaian substansi sesuai indikator yang telah ditentukan. Petunjuk Teknis.PAMSIMAS Agar pelaksanaan operasional dan pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar maka diperlukan organisasi untuk mengelola sarana air minum setelah masa pelaksanaan konstruksi. pelaksanaan. akan diturunkan misi supervisi dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 52 . perencanaan.

2 Metode Pemantauan Program Pamsimas 1. Monitoring Keberlanjutan. 3) Pemantauan oleh konsultan (CMAC. propinsi. VIM. DMAC. dan pelaporan kegiatan Pamsimas. dan Bawasda bertanggungjawab memeriksa Pamsimas setiap tahunnya. dan nasional. MIS (Management Information System). kabupaten/kota. Hasil pemantauan digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap konsep dan desain proyek. Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pamsimas adalah sebuah sistem yang direncanakan untuk memantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas di lapangan melalui mekanisme pengelolaan data dan informasi yang terpadu dan terbuka. 4) Pemeriksanaan Keuangan/Audit oleh BPK.9. Dalam pemeriksaaan keuangan ini. LSM. Sumber data dari monitoring ini berasal 53 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dll) ke lokasi proyek . 3. Kegiatan pemantauan misi supervisi dilakukan oleh pihak donor untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah dilaksanakan memenuhi standar persyaratan Loan Agreement yang telah disepakati. B. untuk melihat pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di lapangan. Metode pemantauan yang digunakan oleh konsultan adalah uji petik untuk memantau kualitas pendampingan dan output . Kegiatan pemantauan ini dilakukan oleh jajaran konsultan mulai dari tingkat lapangan. Acuan yang digunakan dalam pemeriksaan keuangan adalah dokumen resmi proyek (PMM. dan Tim Fasilitator Masyarakat). PMAC. BPKP. IMIS. 5) Pemantauan oleh Pihak Donor. perlu disepakati indikator kinerja dan perkembangna pelaksanaan program dengan lembaga pemeriksa keuangan ini. Merupakan data pemantauan yang diperoleh dari hasil monitoring keberlanjutan yang dilakukan oleh masyarakat dan sistem pemantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas. Pihak donor melakukan pemantauan ini. Unsur pemerintah yang berperan dalam pemeriksaan keuangan seprti BPK. yaitu PAD. evaluasi. BPKP. dan Petunjuk Teknis.PAMSIMAS kunjungan lapangan oleh pejabat pemerintah serta unsur terkait lainnya (lembaga donor. dan memberikan model pembelajaran bagi pelaku proyek. Uji petik dilakukan terhadap setiap siklus pamsimas. Monitoring ini akan melihat perubahan yang terjadi dimasyarakat baik secara fisik dan perubahan perilaku secara kuantitatif dan kualitatif. infrastruktur (sarana air bersih dan sanitasi) dan keuangan/pembukuan. dan Bawasda. memberhentikan proses pelaksanaan prorgam apabila dibutuhkan. IMIS terdiri dari : A. SOP). Keluaran data dan informasi yang dihasilkan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan.

c. Setiap pelaku Pamsimas perlu memiliki rencana kerja yang jelas sehingga pelaksanaan Pamsimas dapat terarah dan terpantau dengan baik. setiap pelaku dapat segera menindaklanjuti dengan membuat strategi dalam upaya mencapai sasaran tersebut. dengan demikian setiap dua minggu akan dapat diketahui secara cepat tahapan kegiatan mana saja yang sudah selesai ataupun yang belum selesai. Penyusunan rencana kerja ini harus dengan mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia. konsultan pusat sampai daerah maupun masyarakat penerima program. monitoring keberlanjutan dalam Pamsimas perlu dilakukan dalam 3 tahap yaitu : a. dimana kondisi tersebut merupakan data awal (baseline data) b. kapasitas anggota tim. Dengan adanya pemahaman yang sama antar pelaku tentang Pamsimas. 3. Master Schedule/Rencana Induk. Rencana Induk merupakan acuan pokok para pelaku Pamsimas dalam menjalankan setiap proses kegiatan agar selalu berkesinambungan dan tepat waktu. sehingga dapat melihat bagaimana kesesuaian antara rencana masyarakat dengan realisasi kegiatan yang dilaksanakan. Setiap TFM akan melaporkan progress Quick Status pada setiap dua mingguan. baik jumlah timnya. serta sasaran yang ingin dicapai. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 54 . Tahap begitu program pamsimas (kegiatan fisik dan non-fisik) selesai dilakukan. dan dapat diketahui pula progres terakhir pencapaian tahapan kegiatannya. Sehingga. Secara garis besar.PAMSIMAS dari hasil pencatatan informasi tentang kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program serta sistim pelaporan secara berkala dan sistimatis. Master schedule atau rencana induk merupakan rencana kegiatan selama program berjalan yang dilaksanakan oleh semua pihak pelaku program baik Inter Departemen (Tingkat Pusat). Dinas/Instansi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. diantaranya dengan menyusun rencana kerjanya yang didasarkan atas target substansi (berdasarkan indikator) dan target capaian (berdasarkan Master Schedule). Tahap identifikasi masalah dan analisis situasi. Dalam pelaksanaannya. maupun dukungan manajemen perusahaannya. Tahap (minimal) satu tahun setelah program selesai untuk melihat dampak yang terjadi 2. Quick Status/Status Cepat. siklus kegiatan pada wilayah sasaran Pamsimas mengacu pada rencana induk. Quick Status dibuat dengan tujuan untuk mengendalikan realisasi pelaksanaan siklus di lapangan (progress) terhadap Master Schedule yang sudah disepakati bersama.

dan PPM (pengelolaan pengaduan masyarakat). 55 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . serta monitoring terhadap pemanfaatan dana BLM yang sudah dicairkan untuk memastikan kualitasnya tercapai. Website tersebut juga menyediakan media interaktif untuk pelaku pamsimas di seluruh wilayah untuk menjalin komunikasi. dan ruang tanya jawab dengan tenaga ahli.PAMSIMAS 4.org). Quick Status. pustaka publikasi. . resume kontrak konsultan. data kontak pelaku pamsimas dapat diakses pada website tersebut. Hasil uji petik akan menjadi bagian yang saling melengkapi dengan kegiatan pemantauan lainnya seperti SIM (sistim informasi manajemen). Informasi Berbasis Website. maka ditetapkan bahwa tim CMAC akan melakukan uji petik di minimum 3% desa sampel di wilayah kendali CMAC sedangkan tim PMAC melaksanakan uji petik di minimum 10% desa sampel di wilayah kendali PMAC. untuk melakukan pengendalian tentang status pelaksanaan kegiatan dan penyiapan media-media bantu yang dibutuhkan. 5. Informasi mengenai data progres dan pencapaian indikator. Dilaksanakan untuk mengukur pencapaian substansi maupun pemenuhan prasyarat kegiatan yang telah ditetapkan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan terhadap kelurahan/desa sampel yang dipilih dengan metode pemilihan sampel acak terstratifikasi.pamsimas. yaitu : forum diskusi. Uji petik merupakan bagian dari kerangka pemantauan proyek secara keseluruhan. Salah satu alat monitoring yang efektif dan populer untuk memantau kemajuan dan infomasi terkini suatu proyek adalah website. koordinator fasilitator diharapkan melakukan uji petik di minimum 50% desa sampel di wilayah kendalinya. Semua informasi mengenai Pamsimas akan diupload melalui website (www.Kegiatan uji petik ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setelah siklus selesai difasilitasi di masyarakat. 6. Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung di masing-masing PMAC di kabupaten/kota secara sampling. Kunjungan Lapangan. pengaduan. Uji Petik. serta memastikan transparansi dan akuntabilitasnya. Dengan mempertimbangkan unsur keterwakilan. pengaduan. Di tingkat kabupaten/kota.

berdasarkan laporan kemajuan detail dari daerah Survey evaluasi perubahan perilaku higinis (PHS) pada saat baseline. di beberapa lokasi pemantauan di masing-masing Propinsi DPMU melaporkan ke CPMU. kajian per 6 bulan oleh CPMU Nol 0% 0% 0% 10% 10% 12% 20% 20% 27% 40% 40% 51% 60% 60% 77% 80% 80% 95% • % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) • % sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS)./Kota CPMU. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah desa/kelurahan yang telah menyusun RKM • Rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. Monitoring MIS yang berkelanjutan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 56 56 . berdasarkan data dan laporan dari DPMU 0 NA TBD 0 600 1350 50% 50% 2.5 – 1 juta Tahun 3 1-2 juta Tahun 4 2-3 juta Tahun 5 3-5 juta Tahun 6 6-7 juta Frekuensi dan Pelaporan Pengumpulan Data dan Pelaporan Instrumen Penanggung Jawab Pengumpulan Data Pengumpulan Data Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Lembaga yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Laporan kumulatif tahunan./Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDG • Jumlah Kab. serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran • % desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif • Jumah desa/kelurahan dan kab./Kota yang mereplikasi program Pamsimas.550 3.PAMSIMAS Tabel 3. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak. midterm dan EOP Laporan kumulatif tahunan. M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek N/A 0% 90% 90% 90% 90% 90% N/A 0 0% N/A 90% N/A 90% 100-200 Desa/5 Kab 100% Kab 90% 250-500 Desa/ 10 Kab 100% Kab 90% 400-800 Desan/ 15 Kab 100% Kab 90% 500-1000 Desa/ 20 Kab 100% Kab Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan proyek 0 100% Kab 100% Kab IMIS. bersumber dari pemantauan MIS yang berkelanjutan Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga Evaluasi perubahan perilaku – survey acak/random Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU 0 0 1-2 juta 2-3 juta 3-5 juta 5-8 juta 6-10 juta Laporan kumulatif tahunan. berdasarkan data dan laporan dari DPMU DPMU. dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program • Realisasi anggaran Kab. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen CPMU./kota yang melampaui kriteria kinerja proyek dan memperoleh tambahan dana hibah • Adanya struktur dan alat pemantauan proyek (IMIS. di luar target desa Pamsimas • % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF) 0 Periode Tahun 1*) 0 Tahun 2 0. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU Laporan proyek dan dokumen anggaran Kab.850 5000 100% 100% none 20 of 70 30 of 70 50 of 70 70 of 70 Laporan kumulatif tahunan. • % desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi.5 Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas Baseline Indikator Pencapaian Program • Jumlah tanbahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak.

peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Program Pamsimas menyiapkan Hotline Pengaduan melalui SMS (short message service). website online dan kotak pengaduan khusus untuk hal ini dan setiap orang bisa menulis untuk ditujukan ke alamat tersebut. Untuk mempertajam hasil pematauan dan evaluasi dampak.10 EVALUASI Evaluasi dalam Pamsimas dilakukan untuk menilai secara berkala apa yang telah dihasilkan. 3) Studi Khusus/Tematik. Proses penanganan pengaduan membuat setiap orang bisa menyampaikan suatu pengaduan. Evaluasi difokuskan pada keluaran dan dampak proyek apakah sesuai dengan tujuan dan rencana yang ditetapkan. Jenis-jenis evaluasi yang akan dilakukan dalam program Pamsimas adalah: 1) Evaluasi Keluaran (Output). 3. Evaluasi ini akan dilakukan pada pertengahan pelaksanaan proyek dan setelah keseluruhan program selesai. dan peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator. Program Pamsiams melalui kerja sama dengan konsultan atau pihak lain melakukan survei / studi dampak/manfaat ekonomi. Dilakukan dengan melihat sejauh mana perubahan yang dialamai masyarakat penerima manfaat dengna membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program.12 PELAPORAN Pelaporan tentang hasil pelaksanaan pekerjaan adalah bagian penting dari pemantauan dan pertanggungjawaban program.11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) Salah satu aspek penting dari sistem pemantauan dalam program Pamsimas adalah pemantauan terhadap proses penanganan pengaduan. Indikator kinerja Pamsimas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. yaitu konsultan melalui laporan biasa maupun berkala.PAMSIMAS 3. di tingkat kabupaten/kota dan propinsi serta pusat oleh Asisten DPMU bidang pemantauan dan evaluasi. untuk mengetahui apakah pamsimas berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya melalui pengukuran indikator kinerja utama. atau wartawan melalui tulisan mereka di media masa tentang Pamsimas. 2) Survei/Studi Dampak. Mekanisme penanganan pengaduan dalam program Pamsimas di tingkat masyarakat dilakukan di Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) LKM. anggota masyarakat melalui surat tanpa nama. serta peran masyarakat di bidang air minum dan penyehetan lingkungan. Penyiapan laporan mengenai 57 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . 3. sejumlah studi tematik dapat dilakukan dalam kurun waktu perjalanan program.

evaluasi. penanganan pengaduan masyarakat dan pelaporan serta indikator kinerja dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. Evaluasi. format laporan mengikuti kebijaksanaan dari masing-masing instansi. kendala atau permasalahan yang terjadi. dan SIM. Semua pelaku program Pamsimas bertanggung-jawab untuk membuat pelaporan atas pelaksanaan program pada tingkat desa/kelurahan. Sedangkan pelaporan untuk konsultan mengikuti format yang diatur dalam petunjuk teknis Monitoring. Penjelasan lebih detail mengenai pemantauan.PAMSIMAS kemajuan pelaksanaan program mungkin. kabupaten/kota. propinsi dan tingkat pusat. Mekanisme pelaporan dan pelaksanaan Pamsimas dilakukan melalui jalur struktural. Evaluasi. Untuk aparat pemerintah yang terlibat dalam program pamsimas. harus dibuat secara sederhana dan seringkas Pelaporan dalam program PAMSIMAS merupakan proses penyampaian data dan atau informasi mengenai perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan program. penerapan dan pencapaian dari sasaran atau tujuan Pamsimas. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas 58 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Hal ini untuk membantu dalam evaluasi kinerja pelaku program Pamsimas.

4. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di pusat maupun di daerah. Kegiatan yang sebagian akan dibiayai dari APBN adalah: ƒ ƒ ƒ pengadaan barang barang pengadaan jasa konsultan biaya operasional tingkat pusat. APBN Dana yang berasal dari Pemerintah antara lain digunakan untuk sebagian kegiatan yang berkaitan dengan : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ manajemen proyek. Dana ini meliputi pengadaan barang. provinsi. APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota.1. Jasa Konsultan dan lain sebagainya. kecamatan dan desa. Cr.1 SUMBER DANA Pendanaan proyek Pamsimas melalui sumber dana kredit IDA (International Development Association) No. bantuan dana yang diberikan langsung kepada masyarakat untuk membiayai kegiatan Pamsimas pada sarana air minum dan kesehatan masyarakat yang dituangkan dalam RKM (b) Alokasi Non BLM. honorarium.1 Dana Kredit IDA Alokasi dana Kredit IDA pada dasarnya terbagi atas 2 bagian yaitu : (a) Alokasi BLM Desa/kelurahan.1. bantuan dana diluar BLM untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat. 4204-IND. Penjelasan lebih detail mengenai pendanaan maupun pengelolaan keuangan program Pamsimas dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Pamsimas. 59 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .PAMSIMAS BAB 4 PENDANAAN PROGRAM 4. perjalanan. lokakarya dan pelatihan komponen A. 4. B dan E.2 Dana Rupiah Murni A. monitoring. kabupaten. pelatihan. serta dana kontribusi swadaya masyarakat. dan rupiah murni dari APBN.

yang merupakan dana pendukung bagi pembiayaan kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. maka Program PAMSIMAS belum dapat dilaksanakan pada Kab/kota tersebut pada Tahun Anggaran tersebut. antara lain: ƒ manajemen proyek. D. Semakin besar kontribusi masyarakat semakin tinggi komitmennya untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan Pamsimas. untuk pembiayaan kegiatan yang tertuang dalam RKM ƒ Dana insentif untuk program replikasi. ƒ pelatihan. ƒ Dana Monitoring & Evaluasi Kegiatan Apabila Kabupaten/Kota belum mengalokasikan dana di atas pada Tahun Anggaran berjalan. direncanakan oleh masyarakat dan dituangkan di dalam RKM. perjalanan. Kegiatan tersebut. honorarium. APBD Provinsi Dana yang berasal dari Pemerintah Provinsi yang dianggarkan tiap tahunnya adalah kegiatan proyek untuk pos-pos yang telah ditetapkan oleh Biro Keuangan dan Bappeda dari Pemerintah Provinsi Peserta Pamsimas. APBD Kabupaten/Kota Dana yang berasal dari Pemerintah Kabupaten/kota dianggarkan tiap tahunnya untuk kegiatan proyek termasuk kegiatan yang tidak dibiayai atau sebagian dibiayai melalui dana Bank Dunia tetapi sudah disepakati pada saat negosiasi.PAMSIMAS B. dalam bentuk tunai (in-cash) minimal 4% dan in-kind minimal 16%. Kontribusi Masyarakat Kontribusi masyarakat minimal sebesar 20% dari total RKM. ƒ monitoring. ƒ honorarium. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di kabupaten/kota sampai tingkat desa ƒ Dana Daerah untuk Program Bersama (DDUPB) sebesar minimal 10% dari total RKM di masing-masing desa. antara lain : ƒ ƒ ƒ ƒ pelatihan. perjalanan di tingkat provinsi sampai ke daerah dan pusat Manajemen dan operasional kantor PPMU C. Kontribusi masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. Dengan demikian dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya merupakan stimulan 60 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .

4. yaitu: 1.3 Kategori Pembiayaan Kategori yang telah disepakati dalam pelaksanaan program Pamsimas yang dibiayai IDA berdasarkan sumber dana dapat dirinci beberapa kategori.5 38. Komponen Pembiayaan Pamsimas No Komponen Total Pinjaman 3.6 5. Seluruh komponen dan kategori pembiayaan tercantum dalam Financing Agreement (FA) tidak dapat dirubah.5 49. (100% untuk foreign expenditures. baik in-cash maupun in-kind 4. Konsultan Lokal. Peralatan Kantor.8 Pemerintah Pusat Daerah 5.01 dan Pelayanan Sanitasi 3 Pembangunan Sarana Air 162. prakarsa. Hibah digunakan untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi (100% dari dana hibah pusat). Barang dan Lokakarya dari Komponen 1 dan 5 meliputi antara lain: Materi Pendidikan.1. Kategori Jasa Konsultan untuk pembiayaan. oleh sebab itu didalam proses penganggaran dan pencairan dana harus diperhatikan agar kategori dana sharing pembiayaan sesuai kesepakatan.4 16. pembayaran pada tahun 2008-2009 sebesar 100%. 5. Monitoring. tidak dapat dibayar oleh Bank Dunia.1.5 - 1 Pemberdayaan Masyarakat dan 10.5 Berdasarkan 5000 desa dengan BLM Rp 275 juta/desa dan 20% kontribusi masyarakat 61 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .PAMSIMAS dan penghargaan atas tumbuhnya kepedulian. Apabila tidak sesuai maka sekalipun kegiatan tersebut sudah dilaksanakan.4 83. Untuk itu. pada tahun 2010 sebesar 40% dan pada tahun 2011-2012 sebesar 15%.3 137.6 Manajemen Proyek Unallocated 1. Peralatan Kantor. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 2. (100% untuk foreign expenditures.2 36. Pelaksanaan Pelatihan. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 3.9 15.1 Pengembangan Kelembagaan 2 Peningkatan Perilaku Higienis 32.01 39. Kategori Lain-lain/Dana Cadangan.1 0.9 10. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat.47 51.8 Kabupaten dan Desa (dibiayai oleh Pemerintah) 5 Dukungan Pelaksanaan dan 81.7 Masyarakat 30.2 Minum dan Sanitasi Umum 4 Hibah Insentif / Inovasi bagi 8. Tabel 4.2 1. Studi. Barang dan Lokakarya dari Komponen 2 meliputi antara lain: Materi Pendidikan.3 Total 275.1 33.8 0. Dana BLM Pamsimas hanya dapat dicairkan apabila masyarakat telah merealisasikan swadaya.

CPMU. 2005) serta Sistem Akuntansi Pemerintah Nomor 59/PMK. 4.2. Pembayaran akan dilakukan langsung kepada pihak ke-3. Meskipun proses pembayaran mengikuti prosedur pemerintah. verifikasi diperlukan untuk menghindari terjadinya resiko kesalahan/penolakan pembayaran oleh Bank Dunia. pengukuran kinerja penganggaran akan dikombinasikan dengan kinerja alokasi budget dari lembaga/instansi pelaksana. Departemen PU.06/2005). Kegiatan Swakelola Sesuai Anggaran yang telah ditetapkan. Anggaran final program yang telah siap kemudian diajukan ke World Bank sebagai Rencana Kerja Tahunan Program. Direktorat Penganggaran mengalokasikan ceiling budget pada Bulan September. dengan dilengkapi penguatan prosedur yang tepat. Melalui penganggaran ini. 62 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Anggaran yang diajukan telah dibahas di Kabinet (sebagai bagian dari anggaran nasional) pada Bulan September dan setelah disetujuai oleh Kabinet selanjutnya disampaikan kepada DPR.PAMSIMAS 4. Kegiatan Yang Dikontrakkan Pembayaran kepada pihak ke-3 (pengadaan dilakukan sesuai dengan prosedur sesuai Financing Agreement) dapat dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah disepakati dengan pihak ke-3. Usulan anggaran program diserahkan kepada Direktorat Penganggaran pada Bulan Juni di tahun ketika anggaran tahunan disiapkan. PPMUs dan DPMU dapat mengajukan pembayaran awal uang muka untuk pelaksanaan kegiatan selama 1 bulan kepada KPPN. PPMU dan DPMU. Hasilnya diajukan ke Direktorat Penganggaran Depkeu dan Bappenas serta diklarifikasi oleh keduanya. Prosedur Pemerintah ini termasuk mengacu pada Prosedur Penganggaran dan Standard Akuntansi Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24. Depdagri dan Depkes kemudian memproses penyiapan anggaran rinci untuk CPMU.1 Penganggaran Penganggaran program-program Bank Dunia akan diintegrasikan dengan penganggran dari mitra lembaga pemerintah yang menjadi pelaksana program.2 PENANGANAN FINANCIAL MANAGEMEN Ketentuan dan prosedur akuntansi program ini secara subsbtansi mengacu pada prosedur pengelolaan keuangan Pemerintah. termasuk adanya bukti-bukti pengeluaran. a . audit trails and procedure untuk memeriksa kesesuaian kontrak dengan hasil. b .

khususnya terkait Pamsimas. Peraturan tersebut belum mencakup pengkodean untuk sumber dana dari luar.2 Pembukuan dan Akuntansi Biro Keuangan Departemen PU. Seluruh laporan yang diterima dari PPMU dan DPMU akan dikumpulkan oleh CPMU dalam suatu format laporan IFR yang sudah disetujui oleh Bank dan diserahkan setiap 3 bulan sekali dalam waktu 45 hari setelah berakhirnya 63 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . diperlukan penjelasan mengenai: (1) Harmonisasi antara komponen proyek dengan kategori pengeluaran sesuai dengan Mata Anggaran dan tolak ukur (2) Bagian keuangan dari CPMU. Untuk dapat membedakan pengeluaran proyek untuk penganggaran dan persiapan laporan sesuai dengan kategori pengeluaran. Sistem-sistem ini dimaksudkan untuk menjamin seluruh pengeluaran program Pamsimas termasuk dalam sistem dan pelaporan akuntabilitas pemerintah. dan DPMU harus membedakan project payment voucher and project remitance order (3) Menyiapkan rekonsiliasi catatan proyek dari Bank yang ditunjuk CPMU harus bekerja sama dengan PPMU dan DPMU dalam menyiapkan Interim Financial Report (IFR). 2005) dan Sistem Akuntansi Pemerintah (PerMenkeu Nomor 59/PMK. Depkes dan Depdagri kartu catatan realisasi anggaran.3 Pelaporan Saat ini pemerintah menerapkan klasifikasi Standar Keuangan Pemerintah sesuai dengan Peraturan Menkeu No 13/PMK 06/2005. karenanya software keuangan pemerintah tidak dapat membedakan antara pengeluaran proyek dengan pengeluaran pemerintah. 4.06/2005).PAMSIMAS 4. serta unit keuangan di tingkat Kabupaten dan Provinsi berlandaskan pada Standar Keuangan Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24.2. KPPN serta Unit-Unit Keuangan di Departemen PU. PPMU. Sistem diberlakukan berbasis bulanan dan diserahkan ke Menkeu setiap tri-wulan. Depdagri dan Depkes. Back up Manual (general cashbook dan buku pendukung lainnya) tetap disimpan baik oleh Biro/Unit Keuangan dan KPPN.2. Panduan sederhana akuntansi bagi Satuan Pelaksana Pamsimas akan dijelaskan lebih lanjut dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Software akuntansi Pemerintah diterapkan untuk mencatat seluruh transaksi. Kartu ini didukung lebih lanjut dengan kartu monitoring kontrak (satu kartu untuk satu kontrak). IFR akan digunakan untuk menyakinkan bahwa dana pinjaman masih tersedia pada saat dilakukan pembayaran.

urusan air minum khususnya di wilayah pinggiran perkotaan merupakan tanggungjawab pemerintah pusat.3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA Dalam menfasilitasi pencairan dana pinjaman. Monitoring penganggaran akan dilakukan melalui IFR dan jadwal audit interim yang telah disepakati serta jadwal kegiatan supervisi. dan (ii) statement of expenditures (SOE) untuk yang lainnya. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran. Mekanisme transfer dana untuk arus dana ke kabupaten merujuk pada pengaturan anggaran pemerintah pusat. CPMU. Laporan pertama berisi rencana kegiatan 6 bulan pertama dan dana yang dibutuhkan serta rencana pengadaan. PPMU. akan dibuka rekening dalam mata uang dolar di BI atas nama Departemen Keuangan. Pengelolaan rekening tersebut berada di bawah tanggung jawab Dirjen Perbendaharaan Depkeu. sesuai dengan anggaran yang telah disetujui. CPMU. 4. Mekanisme pencairan dari dana kredit Pamsimas akan diawali dengan membuat Rancangan Pencairan dengan menyerahkan (i) Daftar pembayaran kontrak yang telah disetujui World Bank (subject to prior-review by the Bank) bersamaan dengan daftar pengeluaran. dan DPMU. PPMU. Mekanisme ini dapat membantu menyakinkan bahwa laporan IFR dapat digunakan untuk kepentingan monitoring. Pada saat pelaksanaan kegiatan membutuhkan pembayaran. mengingat sesuai PP Nomor 16/ FY 2005. Laporan 3 bulanan ini akan diakumulasikan setiap tahunnya untuk kebutuhan audit tahunan. Dengan pengaturan ini. Dengan dana yang tersedia pada rekening tersebut. Mekanisme penyaluran dana pinjaman kepada kabupaten/kota direncanakan akan mengikuti mekanisme proyek pusat. PPMU. Laporan IFR akan digunakan sebagai dasar pencairan dana. khususnya untuk antisipasi akan terjadinya penyerapan dana lebih rendah dari alokasi anggaran. 64 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . dana akan dianggarkan di pemerintah pusat dan dana disalurkan langsung ke unit tehnik terkait (bukan pemerintah daerah). Mekanisme ini juga memungkinkan identifikasi awal dari setiap masalah yang ada. dan DPMU akan bertanggung jawab terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh CPMU. dana akan dianggarkan pada level pemerintah pusat dan disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah daerah. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran (sesuai dengan kegiatan proyek dan proses pengadaan yang berlaku). CPMU. Inisial deposit untuk rekening akan diminta oleh Dirjen Perbendaharaan berdasarkan laporan antara Unaudit Financial Report yang disiapkan oleh CPMU (sesuai input dari PPMU dan DPMU).PAMSIMAS periode laporan kepada Bank melalui Departemen Keuangan. Dengan pengaturan ini. PPMU.

4. Inspektorat Jenderal Departemen PU telah ditugaskan untuk bertanggungjawab melakukan monitoring realisasi anggaran Departemen PU.5 4.1 AUDIT Internal Audit Program akan memperkuat penanganan internal audit yang akan dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) dan BPKP secara reguler setiap 4 bulan sekali. 12 Mekanisme penyaluran dana tersebut akan disesuaikan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendahraan Depar temen Keuangan yang berlaku 65 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Laporan temuan audit disampaikan ke auditor external proyek dan Bank Dunia. Mekanisme penyaluran dana hibah ini dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4. misalnya akuntan expert untuk memperkuat kapasitas Irjen Dept. Dalam hal ini dapat didukung dengan bantuan teknis. Rencana kerja Irjen Departemen PU dapat termasuk internal audit kegiatan dan pembiayaan Pamsimas di tingkat pusat dan provinsi.5.4 MEKANISME PENYALURAN DANA PAMSIMAS DI TINGKAT MASYARAKAT Penyaluran BLM program Pamsimas dilakukan berdasarknan SPPB. Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat12 Penjelasan lebih detail akan diuraikan pada Buku Petunjuk Teknis Sistem Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 4.1. dan SPPB II dari APBN. PU. yang terdiri dari SPPB I dengan sumber dana dari APBD.PAMSIMAS Penjelasan kebih detail mengenai mekansime penyaluran dana kepada masyarakat dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan/atau Buku Petunjuk Khusus Adminstrasi Keuangan oleh Masyarakat.

Laporan audit keuangan dan statemen keuangan akan disampaikan ke World Bank tidak lebih dari 6 bulan setalah tahun anggaran APBN berjalan (30 Juni pada tahun berikutnya). Penjelasan lebih detail tentang Audit dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 66 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . 4.5. Audit BPKP setidaknya mencakup minimal 10% desa/kelurahan sasaran di seluruh kabupaten partisipan sebagai sampel audit.2 External Audit Laporan keuangan program dan laporan kegiatan akan diaudit secara rutin setiap tahun. Audit dilakukan berdasarkan Terms of Reference (TOR) yang disepakati dengan World Bank pada saat negosiasi.PAMSIMAS Kontrol Internal dan akuntabilitas pelaksanaan di tingkat desa dan kabupaten akan direview melalui internal audit yang dilakukan oleh BPKP.

6 Kabupaten Agam 1.1 Kabupaten OKU Timur 3. 1 Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota 1.2 Kabupaten Rokan Hulu 2.11 Kabupaten Solok Selatan 1.1 Kabupaten Tasik Malaya 5.2 Kabupaten Sumedang 5.2 Kota Sawahlunto 1.2 Kabupaten Lebak 5.1 Kota Pekalongan 6.10 Kota Padang 1.1 Kabupaten Kampar 2.5 Kabupaten Kuningan 6.5 Kabupaten Musi Banyuasin 3.3 Kabupaten Indragiri Hulu 2.1 Kabupaten Serang 4.7 Kabupaten Muara Enim 3.14 Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung 1.8 Kabupaten Lima Puluh Kota 1.9 Kabupaten Padang Pariaman 1.4 Kabupaten Dharmasraya 1.8 Kabupaten Ogan Ilir 4.12 Kabupaten Solok 1.4 Kabupaten Indragiri Hilir 2.7 Kabupaten Tanah Datar 1.4 Kabupaten OKU Selatan 3.6 Kabupaten Lahat 3.15 Kabupaten Pesisir Selatan 2.3 Kota Payakumbuh 1.5 Kabupaten Pasaman Barat 1.PAMSIMAS LAMPIRAN 1 DAFTAR LOKASI PROGRAM PAMSIMAS No.4 Kabupaten Subang 5.3 Kabupaten OKI 3.1 Kota Pariaman 1.2 Kabupaten Musi Rawas 3.2 Kabupaten Kudus 2 Riau 3 Sumatera Selatan 4 5 Banten Jawa Barat 6 Jawa Tengah 67 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .3 Kabupaten Garut 5.6 Kabupaten Bengkalis 3.13 Kabupaten Pasaman 1.5 Kabupaten Kuantan Singingi 2.

11 Kabupaten Wonosobo 6. 8.4 Kabupaten Balangan 7. Provinsi Kabupaten/Kota 6.27 Kabupaten Grobogan 6.22 Kabupaten Temanggung 6.8 Kabupaten Brebes 6.5 Kabupaten Manggarai Barat 8.4 Kabupaten Pekalongan 6.13 Kabupaten Banyumas 6.7 Kabupaten Tanah Bumbu 7.21 Kabupaten Tegal 6.5 Kabupaten Kebumen 6.23 Kabupaten Rembang 6.30 Kabupaten Semarang 7.2 Kabupaten Sumba Barat 8.8 Kabupaten Banjar 8.2 Kabupaten Hulu Sungai Utara 7.17 Kabupaten Kendal 6.25 Kabupaten Pati 6.10 Kabupaten Cilacap 6.7 Kabupaten Purbalingga 6.28 Kabupaten Demak 6.20 Kabupaten Magelang 6.14 Kabupaten Sragen 6.19 Kabupaten Purworejo 6.1 Kabupaten Alor 8.15 Kabupaten Banjarnegara 6.6 Kabupaten Sikka 8.1 Kabupaten Barito Kuala 7.9 Kabupaten Pemalang 6.18 Kabupaten Wonogiri 6.16 Kabupaten Boyolali 6.3 Kota Semarang 6.24 Kabupaten Blora 6.6 Kabupaten Batang 6.7 Kabupaten Rote Ndao 7 Kalimantan Selatan 8 Nusa Tenggara Timur 68 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .26 Kabupaten Sukoharjo 6.3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7.5 Kabupaten Tanah Laut 7.4 Kabupaten Lembata 8.PAMSIMAS No.12 Kabupaten Klaten 6.29 Kabupaten Karanganyar 6.3 Kabupaten Timor Tengah Sel.6 Kabupaten Kota Baru 7.

2 Kota Tidore Kepulauan 15.11 Kabupaten Manggarai 9.9 Kabupaten Kupang 8.6 Kabupaten Tana Toraja 11.1 Kabupaten Mamuju 9.1 Kabupaten Manokwari 110 kabupaten/kota 9 Sulawesi Barat 10 Sulawesi Tengah 11 Sulawesi Selatan 12 Gorontalo 13 14 15 Maluku Maluku Utara Irjabar Total 69 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .3 Kabupaten Poso 10.7 Kabupaten Parigi Moutong 11.3 Kabupaten Boalemo 13.8 Kota Makassar 12.1 Kabupaten Donggala 10.6 Kabupaten Banggai Kepulauan 10.1 Kabupaten Pohuwato 12.5 Kabupaten Gowa 11.1 Kabupaten Halmahera Barat 14.1 Kabupaten Maluku Tengah 14.2 Kabupaten Tojo Una .10 Kota Kupang 8.5 Kabupaten Morowali 10.4 Kabupaten Wajo 11.7 Kabupaten Sidrap 11.8 Kabupaten Timor Tengah Utara 8.4 Kabupaten Buol 10.3 Kabupaten Mamuju Utara 10.3 Kabupaten Bulukumba 11. Provinsi Kabupaten/Kota 8.2 Kabupaten Pinrang 11.1 Kota Palopo 11.2 Kabupaten Majene 9.2 Kabupaten Gorontalo 12.PAMSIMAS No.Una 10.

c. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. Bersedia membentuk LKM. Mengikuti Lokakarya Sosialisasi Program Pamsimas untuk penjaringan minat 1. Kriteria Pemilihan Kabupaten/Kota: 1. serta unit pengelola untuk pasca program 4. Menyediakan dana pendukung untuk operasional penyelenggaraan program di tingkat Kabupaten/Kota 5. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal rendah. dan seterusnya serta didanai sepenuhnya oleh pemerintah 70 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . minimal mereplikasi 1 desa/kelurahan. Bupati/Walikota membuat pernyataan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas 2. minimal mereplikasi 3 desa/kelurahan.2 PENENTUAN KABUPATEN/KOTA Penentuan kabupaten/kota dari Provinsi terpilih juga menggunakan kriteria tersebut di atas. Tingginya prevalensi penyakit terkait air dan sanitasi 4. Bersedia melaksanakan replikasi desa/kelurahan (Surat Pernyataan dari Bupati/Walikota dan DPRD). d. Penyelenggaraan replikasi desa/kelurahan dilakukan mulai pada tahun di mana jumlah desa/kelurahan lokasi Pamsimas telah mencapai minimal 10 buah. khususnya untuk Human Development Index dan Human Poverty Index. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal tinggi. Bersedia menyediakan dana kontribusi minimal sebesar 10% dari total biaya RKM desa/kelurahan 3. Seluruh provinsi di Indonesia kemudian dirangking berdasarkan kedua Indeks di atas. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal sedang. selain itu pemilihan kabupaten/kota akan menggunakan kriteria seperti disebutkan di bawah ini. Hasilnya juga dibandingkan dengan penetapan rangking provinsi berdasarkan data Susenas 2004. dengan jumlah desa/kelurahan replikasi berdasarkan kemampuan fiskal kabupaten/kota sebagai berikut: a. satuan pelaksana program. Tingginya angka Kemiskinan 2.PAMSIMAS LAMPIRAN 2 PEMILIHAN LOKASI PROGRAM 1. Bukan termasuk lokasi CWSHP (Community Water Supply and Health Project) 5.1 PENENTUAN PROVINSI DAN KABUPATEN LOKASI PROGRAM PENENTUAN PROVINSI Provinsi yang ditentukan sebagai lokasi Program Pamsimas dipilih dengan menggunakan data dari Human Development Report 2004. Kriteria Pemilihan Provinsi: 1. b. Terbatasnya akses terhadap air minum dan sanitasi 3. 1. minimal mereplikasi 2 desa/kelurahan. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas.

PAMSIMAS
kabupaten/kota dan masyarakat, termasuk di dalamnya penyediaan tenaga pendamping/fasilitator. 2. 2.1. PENENTUAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA Proses pemilihan lokasi untuk program Pamsimas dimulai dengan koordinasi sektoral yang diselenggarakan oleh TKK dibantu oleh DPMU dan melibatkan seluruh pemangku kegiatan program Pamsimas seperti DPMU, TKK (Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pokja AMPL, Bapedalda, Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota), DPRD, Bawasda, dan sektor lain yang terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya kesamaan pemahaman mengenai program Pamsimas, strategi pencapaian project performance indicator, komponen kegiatan, kategori pembiayaan, kriteria seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak, dan pembagian tugas masing-masing sektor, serta jadwal pelaksanaan seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas. PENYUSUNAN PROGRAM DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN LOKASI

2.2.

Seleksi dan pemilihan lokasi sasaran program Pamsimas untuk mendapatkan desa/kelurahan lokasi sasaran dilakukan tiap tahun, dan dilaksanakan pada 1 tahun pelaksanaan program. Jumlah desa/kelurahan yang masuk dalam daftar panjang desa layak (eligible longlist) sama dengan jumlah kuota lokasi sasaran per kabupaten/kota dikurangi jumlah desa/kelurahan yang telah menjadi lokasi program Pamsimas pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk menentukan desa/kelurahan yang dinilai layak dan akan diundang dalam sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota, TKK membuat suatu daftar panjang (longlist) desa/kelurahan dengan menggunakan kriteria pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Kriteria Longlist Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas
No. 1. 2. 3. 4. 5. KRITERIA LOKASI Indeks kemiskinan desa/kelurahan yang tinggi Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sanitasi Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit diare/ terkait air yang tinggi Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir SUMBER DATA BPS 2005 Potdes, PU, Dinkes Potdes, PU, Dinkes Dinkes/ Puskesmas Bappeda, PU, Dinkes

Keterangan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk) ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang) ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang) ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun) ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir.

71

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Apabila data untuk membuat daftar tersebut tidak tersedia, maka TKK harus membentuk suatu tim survei yang bertugas mengunjungi desa/kelurahan untuk memberi penilaian terhadap kondisi yang ada berdasarkan kriteria di atas. Daftar desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas berdasarkan lima kriteria tersebut di atas disusun menggunakan pembobotan yang secara rinci dijelaskan di bagian akhir lampiran ini (formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan longlist). Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk), bobot 30 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun), bobot 20 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir, bobot 10 Berdasarkan daftar tersebut, TKK kemudian menentukan prioritas desa/kelurahan yang dipilih untuk ikut serta dalam kegiatan pertemuan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota sesuai dengan target jumlah desa/kelurahan di masing-masing kabupaten/kota. 2.3. SOSIALISASI PROGRAM PAMSIMAS

2.3.1 Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/Kota Kegiatan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota diikuti oleh perwakilan desa/kelurahan yang sudah masuk ke dalam daftar panjang (long list). Jumlah desa/kelurahan yang akan mengikuti pertemuan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah desa calon penerima bantuan yang ditargetkan dan hasil seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal sebagai berikut: 1. Rangking desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program, dimana menunjukkan prioritas desa/kelurahan untuk memperoleh bantuan dari program Pamsimas. 2. Lokasi desa/kelurahan, dimana lokasi-lokasi yang dipilih sebaiknya masih dalam satu wilayah kecamatan atau yang berdekatan agar menunjang efektifitas dan efisiensi proses pendampingan kepada masyarakat. Uraian tentang pelaksanaan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 2.2.

72

Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat

PAMSIMAS
Tabel 2.2. Pelaksanaan Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/kota
Tujuan a. Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan progam b. Menjelaskan kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat terpilih sebagai lokasi program Pamsimas c. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat (berbentuk uang tunai dan natura) dalam kegiatan program Pamsimas d. Menjelaskan peran dan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan, implementasi, dan pengelolaan program Pamsimas e. Menjelaskan bahwa pemerintah desa/kelurahan akan bertanggungjawab untuk melakukan sosialisasi program Pamsimas di tingkat desa/kelurahan Pertemuan ini harus dihadiri oleh: o Kepala Desa/ Lurah (beserta aparat desa/kelurahan bila diperlukan) o Perwakilan BPD/ Dewan Kelurahan o TKKc dan TTKc (Camat, Sekcam, Kaurbang, Kasi PMD, Sanitarian, Kantor Cabang Dinas Pendidikan, dst.) Selain itu sebaiknya dihadiri pula oleh : o Tokoh masyarakat/ agama/ adat dari desa/kelurahan yang bersangkutan o LSM di kabupaten/kota yang bersangkutan dan lembaga-lembaga masyarakat lokal lainnya Penyelenggara TKK dibantu DPMU Narasumber Provincial Management Advisory Consultant (PMAC)

Peserta

Tim Koordinasi Provinsi (TKP/PCC) o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar Struktur Organisasi program Pamsimas o Gambar Diagram Proses Pemilihan Desa/kelurahan o Kriteria lokasi desa/kelurahan program Pamsimas o Target pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir pertemuan sosialisasi Pelaporan TKK membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi , dilengkapi dengan notulensi acara pertemuan dan daftar hadir peserta.

Pertemuan sosialiasi ini dapat dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota atau kecamatan tergantung pada kesepakatan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, sebagai contoh apabila jumlah desa/kelurahan yang akan diundang di suatu kecamatan relatif banyak maka pertemuan sebaiknya dilakukan di tingkat kecamatan untuk lebih menjamin kehadiran peserta pertemuan. 2.3.2. Sosialisasi Program di Tingkat Desa/Kelurahan

Penjelasan dan sosialisasi rincian program Pamsimas juga harus dilakukan kepada seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan melalui sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. Sosialisasi program ini dilakukan dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan dengan nara sumber dari DPMU dan Tim Kecamatan. Selain berbentuk pertemuan, penyebaran

73

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

Menjelaskan secara persuasi bahwa masyarakat harus menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka. P3DT : TimLaks. UP. implementasi. dsb) Peserta Penyelenggara Pemerintah desa/kelurahan Narasumber DPMU dan Tim Kecamatan o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar struktur organisasi program Pamsimas o Gambar diagram proses pemilihan desa/kelurahan o Kriteria desa Pamsimas o Pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir sosialisasi program Laporan Pemerintah desa/kelurahan membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi program. Pelaksanaan Sosialisasi di Tingkat Desa/kelurahan Tujuan a. pengelolaan dan pemeliharaan sistem sarana yang dibangun.3.PAMSIMAS informasi tentang program juga dapat dilakukan melalui berbagai media. sosialisasi program di tingkat Tabel 2. dimana hal ini dapat menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan sistem penyediaan air minum dan sanitasi. daftar hadir peserta. dan perilaku tidak sehat lainnya d. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT Tahap terpenting dari proses pemilihan desa Pamsimas adalah pernyataan minat masyarakat untuk ikut serta dalam Pamsimas. dan foto-foto. o Anggota masyarakat o Tokoh masyarakat/ agama/ adat o Kepala sekolah dan guru SD/ sederajat o Pelaku program CDD yang telah masuk di desa/kelurahan (misal KDP: TPK. sehingga mungkin tidak cukup 74 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Untuk itu aparat desa/kelurahan dan perwakilan masyarakat lainnya harus memfasilitasi musyawarah di antara anggota masyarakat untuk menyatakan minatnya.4. Pertemuan musyawarah ini harus mampu menjangkau seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan termasuk kelompok rentan dan tertinggal (indigeneous and vulnerable people / IVP). Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan program b. UPP : BKM. Uraian tentang pelaksanaan pertemuan desa/kelurahan dapat dilihat pada Tabel 2. OMS.3. Menjelaskan peran & tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk natura minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total biaya RKM) dalam kegiatan program Pamsimas c. dilengkapi dengan notulensi pertemuan. 2. seperti poster dan leaflet yang disebarkan di seluruh wilayah desa/kelurahan. FD.

dan wakil masyarakat lainnya Peserta Fasilitator Bahan Hasil Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas Form Berita Acara Hasil Musyawarah Desa/kelurahan Form Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas Keputusan bersama dari masyarakat mengenai keinginan untuk ikut serta dalam program Pamsimas. dan kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB (buang air besar) di tempat terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya o Mendiskusikan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP).4.4. Tabel 2. Uraian tentang musyawarah untuk menyatakan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Tabel 2. Hal ini memang membutuhkan waktu. Pemerintah desa/kelurahan mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU Laporan Laporan pelaksanaan musyawarah ini harus dilengkapi dengan Berita Acara Pertemuan. Kegiatan tersebut perlu juga dilakukan di seluruh dusun/RW atau mungkin dalam lingkup yang lebih kecil lagi. daftar hadir peserta. faktor sosial-budaya dalam kehidupan masyarakat perdesaan/ kelurahan perlu diperhatikan. Musyawarah untuk Pernyataan Minat Masyarakat Tujuan o Menjelaskan kembali peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pelaksanaan program Pamsimas.PAMSIMAS dilakukan hanya satu kali di tingkat desa/kelurahan. dengan beberapa ketentuan antara lain harus berpartisipasi penuh dalam keseluruhan kegiatan. terutama berkaitan dengan kontribusi uang tunai dan natura o Mendiskusikan kesanggupan kontribusi minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4% dari total biaya RKM desa/kelurahan. menyediakan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4%. seperti kebiasaan melakukan musyawarah antara keluarga atau kelompok dalam situasi yang bersifat non-formal. 75 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . ATAU memutuskan untuk tidak ikut serta dalam program. Pada kasus dimana kesepakatan tidak dapat diambil dalam satu kali pertemuan. o Keputusan bersama untuk ikut serta dalam Pamsimas dinyatakan dalam Berita Acara Pertemuan dengan melampirkan Daftar Nama dan Tanda Tangan seluruh Kepala Keluarga calon penerima manfaat program. Perwakilan Masyarakat. maka sebaiknya diberikan waktu lagi sampai masyarakat benar-benar dapat mengambil keputusan. terutama apabila masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan dijelaskan lagi. BPD. Minat untuk ikut serta dalam program harus merupakan keputusan dari masyarakat sendiri. Dalam menyatakan minatnya terhadap kegiatan program. Anggota masyarakat di desa/kelurahan o o o o o Aparat desa/kelurahan. masyarakat sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. tetapi akan memberikan hasil yang baik karena keputusan yang diambil betul-betul dipahami oleh masyarakat. sehingga masyarakat perlu diberikan waktu yang cukup untuk bermusyawarah. dan diketahui oleh Camat. notulensi pertemuan. o Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) yang ditandatangani oleh Kepala Desa/ Lurah. dan foto-foto.

7. Tabel 2. dan menghasilkan RKM sebagaimana tercantum pada butir 3. tidak dapat merealisasikan kontribusi sebagaimana tercantum pada butir 6. dlsb) dan dana tunai minimal 4% dari total RKM . Kesanggupan masyarakat untuk untuk menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya 76 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . dan tenaga) minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total RKM. Penghitungan skor dan perangkingan desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program adalah seperti pada Tabel 2. 3. sampai dengan pemeliharaan dan keberlanjutan program. Tabel 2. 4. Mengelola dana secara terbuka dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Adanya kesanggupan kontribusi masyarakat berupa: .Minimal 16% natura (material lokal. 6. DPMU kemudian menyusun daftar pendek desa/kelurahan yang akan menerima bantuan program Pamsimas. dimana masyarakat sudah harus membuat keputusan paling lambat dalam waktu 1 bulan setelah sosialisasi program tingkat desa dilakukan. 5. PERSYARATAN KEIKUTSERTAAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS (PERAN DAN TANGGUNGJAWAB MASYARAKAT) Bantuan diterima berdasarkan pada keinginan. sanitasi dan pengembangan perilaku hidup sehat di sekolah dan masyarakat.6. 9. Kriteria Shortlist Desa/Kelurahan Sasaran Program Pamsimas No. Bersedia menerima pembatalan apabila dalam jangka waktu yang telah ditetapkan saat dinyatakan sebagai desa terpilih. mulai dari perencanaan. hasilnya dilaporkan kepada TKK. sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perlaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. Untuk desa kelurahan yang lolos verifikasi akan diusulkan sebagai desa/kelurahan lokasi program Pamsimas. 8. Bantuan hanya akan digunakan untuk pengadaan sarana air minum. DPMU melakukan verifikasi lapangan terhadap dokumen minat dan kesiapan masyarakat. Membayar iuran untuk operasional dan pemeliharaan sarana yang telah dibangun serta menunjang kegiatan lainnya. Masyarakat dibantu oleh Tim Fasilitator Masyarakat yang akan berpartisipasi dalam pembuatan PJM ProAKSI dan Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM).5. pelaksanaan.berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas .membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran 2.PAMSIMAS Namun batasan waktu untuk mendiskusikan tentang minat untuk ikut serta dalam program tetap perlu diberikan. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN PROGRAM PAMSIMAS Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas. 1. kemauan dan kebutuhan nyata seluruh lapisan masyarakat desa/kelurahan. peralatan. Masyarakat akan membentuk kelembagaan masyarakat warga LKM (lembaga keswadyaan masyarakat) dan gugus tugas Pamsimas (Satlak) secara partisipatif dan memperhatikan kelompok atau tim yang telah berhasil dibentuk oleh program CDD lain yang telah masuk sebelumnya serta perwakilan yang duduk di dalamnya harus mencerminkan pangarusutamaan gender dan kesetaraan sosial. KRITERIA LOKASI 1. 2.5. Menyediakan kontribusi berupa natura (material. 2. tenaga kerja.6. Masyarakat akan berpartisipasi penuh dalam seluruh tahapan program.

Penetapan ini dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Desa/Kelurahan yang ditandatangani oleh Ketua TKK. hasil verifikasi. Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit terkait air (diare) yang tinggi 7. membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran. Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sarana sanitasi 6. bobot 16 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir. bobot 10 ƒ Kesanggupan masyarakat untuk TOTAL SANITASI (menghilangkan kebiasaan BAB terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya. bobot 24 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% . 2. 77 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . bobot 16 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun. berpartisipasi aktif. bobot 16 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% . dan diusulkan kepada Bupati untuk diterbitkan SK Penetapan Desa/Kelurahan Lokasi Program Pamsimas. TKK menetapkan desa/kelurahan lokasi Pamsimas. bobot 10 ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk).% akses sekarang.% akses sekarang. Pengumuman desa/kelurahan yang menjadi lokasi Pamsimas dapat dilakukan melalui suatu pertemuan yang dilakukan oleh TKK dengan mengundang pemerintah desa/kelurahan untuk mempresentasikan hasil pemilihan lokasi dan mendiskusikan tindak lanjut di lokasi yang bersangkutan.PAMSIMAS 3.6. Indeks Kemiskinan yang tinggi di Desa/kelurahan 4. hasil skor dan pemeringkatan desa/kelurahan. bobot 8 Formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan dapat dilihat pada bagian akhir lampiran ini. serta pengelompokan desa/kelurahan berdasarkan kedekatan wilayah (cluster). Selain itu hasil penetapan lokasi Pamsimas tersebut ditempel baik di kantor DPMU maupun di papan pengumuman kantor desa/kelurahan agar mudah dilihat oleh masyarakat luas. PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum 5. Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Kesanggupan masyarakat untuk KONTRIBUSI in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%.

Puskesmas) sasaran13 Data program CDD di desa/kel (Bappeda. SOSIALISASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES Tingkat Kabupaten/Kota TKK bersama Menjelaskan dan membahas : PMM ƒ hasil seleksi desa/kel eligible DPMU VIM ƒ tujuan & sasaran Daftar pnjang PPMU & ƒ prinsip & pendekatan desa/kel layak PMAC ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana pelaksanaan sosiali-sasi 13 PESERTA ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Kades/Lurah BPD LPD Tokoh Masy Camat Kasi PMD Kaurbang Pokja AMPL TP PKK kec DikNas Puskesmas Untuk tahun ke 2 dan seterusnya dikurangi dengan jumlah desa/kelurahan yang telah mendapat bantuan pada tahun-tahun sebelumnya 78 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .7 RANGKUMAN TAHAPAN PROSES PEMILIHAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS 1. Dinkes) CDD di desa/kel 10 Data akses sanitasi (DPU. PENYUSUNAN DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES OUTPUT Merangking desa/kel Jumlah Desa/Kelurahan TKK Daftar panjang melalui penilaian dengan desa/kel layak PMM & VIM pembobotan: Kriteria desa layak lokasi sasaran Indeks kemiskinan 30 SafeGuard program Akses air minum 20 Data indeks kemiskinan Akses sanitasi 20 (BPS) Prevalensi diare 20 Data akses air minum Keberadaan pro-gram (DPU. Dinkes) Kuota lokasi sasaran 3. Kriteria desa/kel layak Dinkes) Data prevalensi diare adalah ≤ kuota lokasi (Dinkes. DPU.PAMSIMAS 2. KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA INPUT PELAKU PROSES PMM TKK Membahas : VIM DPMU ƒ tujuan & sasaran DPRD ƒ prinsip & pendekatan Pokja AMPL ƒ komponen kegiatan Sektor lain terkait ƒ cakupan program ƒ replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ pemilihan lokasi sasaran ƒ dana daerah untuk program bersama (DDUPB) OUTPUT Strategi pencapaian KPI RTL pemilihan lokasi sasaran Rencana replikasi program ƒ ƒ ƒ 2.

Puskesmas. serta kesanggupan melanjut-kan pengelolaan sarana dan kegiatan program OUTPUT Berita Acara Musyawarah Keikutsertaan Pamsimas (BAMKP) Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) 5. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT INPUT PELAKU Anggota masyarakat VIM Daftar panjang dengan pendampingan dan fasilitasi: desa/kel ƒ Aparat Desa eligible ƒ BPD/LPD Hasil sosialiƒ Perwakilan sasi Pamsimasyarakat mas ƒ Tim Fasilitasi Masyarakat PROSES Menjelaskan dan menegaskan kembali peran & tanggungjawab masyarakat dalam Pamsimas Membahas dan memutuskan kesanggupan kontribusi 20 % (in-cash mini-mal 4% dan in-kind minimal 16%. Pokja AMPL. Dikbud. serta kesanggupan menghi-langkan kebiasaan BAB di sembarang tempat dan perilaku hidup tidak bersih dan tidak sehat lainnya.PAMSIMAS di tingkat desa/masy Tingkat Desa/Kelurahan Kades/Lurah PMM bersama VIM aparat Daftar pnjang desa/kel layak desa/kel DPMU. Camat. 4. Kaurbang. Kasi kab. Hasil sosialisasi di ting-kat Konsultan. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES DPMU Memverifikasi ke 7 indikator minat PMM dan kesiapan masya-rakat di VIM lapangan Daftar panjang Merangking des/kel melalui pedesa/kel layak nilaian dengan pembobotan: Berita Acara ƒ Indeks kemiskinan 24 Musyawarah ƒ Akses air minum 16 Keikutsertaan ƒ Akses sanitasi 16 Pamsimas ƒ Prevalensi diare 16 (BAMKP) ƒ Keberadaan program CDD di Surat Pernyadesa/kel 8 taan Minat ƒ Kesanggupan kontribusi Keikutsertaan masyarakat 10 Pamsimas ƒ Kesanggupan menghi-langkan (SPMKP) OUTPUT Daftar pendek desa/kel lokasi sasaran Pamsimas 79 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . TKK. Fasilitator Menjelaskan dan membahas : ƒ hasil seleksi desa/kel eligible ƒ tujuan & sasaran ƒ prinsip & pendekatan ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana penyebarluasan informasi Pamsimas sampai di tingkat RT dan kelompokkelompok terisolasi ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Anggota BPD & LPD Tokoh adat Tokoh masy RW & RT Dasa Wisma Posyandu Perwakilan perempuan Perwakilan kelompok terisolasi Pelaku program CDD di desa/kel./kota PMD.

PAMSIMAS kebiasaan BAB disembarang tempat 10 Kriteria desa/kelurahan lokasi sasaran adalah ≤ 914 Memastikan desa/kel. (i) daerah kelautan. harus dilakukan pengkajian dampak lingkungan (AMDAL) lebih dahulu sesuai dengan Kep-39/MENLH/8/96. 80 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . (e) cagar alam. dan untuk hal ini TKK dapat melibatkan Bapedalda kabupaten/kota. (g) daerah kelestarian budaya nasional. (k) hutan bakau dan rawa-rawa. (j) garis pantai. yang dimaksud tidak termasuk di dalam wilayah sensitif15 6. (d) daerah perlindungan flora. PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES TKK Menetapkan (desa/kelurahan)2 PMM Bupati/ VIM lokasi Pamsimas dalam bentuk Walikota Berita Acara Penetap-an Lokasi BAMKP SPMKP Pamsimas Daftar pendek Mengusulkan kepada Bupati/ desa/kelurahan lokasi Walikota untuk dibuatkan Surat sasaran Pamsimas Keputusan Desa/kelurahan Lokasi Pamsimas OUTPUT SK Bupati/ Walikota tentang Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas 14 15 Jumlah kuota lokasi sasaran program tiap tahunnya Apabila suatu desa/kelurahan yang termasuk dalam wilayah sensitif (a) taman nasional. (c) kelestarian hewan liar. dan (l) daerah dengan kemiringan terjal (>40%). (f) hutan lindung. (b) taman hutan. (h) bangunan keagamaan/ tradisional.

000 2.7 12.sarana air minum & sanitasi) di desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 program angka 1.7 [14] 15.0 5.0 17.0 20.3 [12] 20.2 47.8 [18] 2 1 4 3 5 Data: [2] : jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : angka indeks kemiskinan [15]: jumlah program CDD (pemb.9 [10] 20.5 13. 1 program angka 2.0 [16] 10.0 20.0 1.4 20.000 1. 0 program angka 5) Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm longlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .5 6.0 5 Skor Total skor Ranking [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maksimum dalam longlist desa [2] 5.7 16.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm longlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maks dlm longlist)*(bobot angka diare) [16] = [15]/(angk prog sjnis maks dlm longlist)*(bobot angk prog sjenis) [17] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16] 81 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .000 7.000 1.000 2.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA ELIGIBLE (LONGLIST) Kabupaten/kota : CONTOH Angka kemiskinan 30 Kasus diare % miskin Skor Provinsi : CONTOH Non-akses jamban 20 Skor % Nonjamban [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Skor Kasus/ 1000 [13] 200 267 100 180 80 267 Desa Bobot: Jumlah penduduk Jumlah kepala keluarga [3] 1.1 67.500 2.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maks dlm longlist)*(bobot non-akses air minum) [11] = 1 .5 10.000 [6] 1.0 [17] 93.000 900 800 [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 28.0 2.000 10.6 19.4 64.0 16.0 4.0 6.500 [5] 100 300 250 100 500 Non-akses air minum 20 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% Angka diare 20 Skor Program sejenis 10 Angka program sejenis [15] 5.000 600 1.0 10.0 2.0 2.1 30.1 94.000 1.0 4.0 7.000 5.0 16.000 Data Jumlah KK Jumlah KK memiliki memiliki akses air akses minum jamban [4] 200 500 1.500 10.8 19.

0 1.000 10.0 8.000 2.sarana air minum & sanitasi) pd desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 prog = 1.0 10.000 1.0 [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm shortlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .2 3.500 [5] 100 300 250 100 500 Provinsi : CONTOH Angka diare 16 Program sejenis 8 Kesanggupan Kesanggupan kontribusi total sanitasi 10 10 Total skor Ranking Angka Non-akses air Non-akses kemiskinan minum jamban 24 Kasus diare % Skor miskin [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 22.8 4.0 5 [16] 8.000 900 800 [21] 99.0 75.5 8.2 1.6 4.6 [17] 7 4 6 3 5 7 [18] 10.0 5.9 71.7 8.8 [15] 5.0 5.0 2.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm shortlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka diare) [12] 16.0 13.000 [4] 200 500 1.8 [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maks dlm shortlist desa Data: [6] 1.500 10.000 1.Skor Skor Skor kontribu Skor total Skor 1000 m jamban si sanitasi sejenis [10] 16.0 14.000 7.0 7.0 2.5 24.8 3.000 2.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maksimum dlm shortlist)*(Bobot Non-akses air minum) [11] = 1 . 1 prog = 2.000 [3] 1.0 3.2 15.0 10.3 [22] 1 2 3 4 5 [2] : Jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : Jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : Jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : Angka indeks kemiskinan [15]: Jumlah program CDD (pemb.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA LOKASI PAMSIMAS (SHORTLIST) Kabupaten/kota : Desa Bobot: CONTOH Data Jumlah Jumlah Jumlah KK KK Jumlah kepala memiliki memiliki penduduk keluarga akses air akses minum jamban [2] 5.500 2.3 [13] 200 267 100 180 80 267 [14] 12.6 16.0 16.0 13.000 1.0 16.000 600 1. 0 prog = 5) [17]: Kesanggupan kontribusi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skala 10) [19]: Kesanggupan total sanitasi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skal 10) [16] = [15]/(angka program sejenis maksimum dlm shortlist)*(bobot Angka program sejenis) [18] = [17]/(angka kontribusi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka kontribusi) [20] = [19]/(angka total sanitasi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka total sanitasi) [21] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16]+[18]+[20] Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 82 .3 7.3 10.5 97.0 6.5 15.1 [19] 4 8 6 7 3 8 [20] 5.0 8.000 5.1 56.5 16 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% 16 Angka % Angka Angka Kasus/ progra Skor Non.0 5.8 13.

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). EA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program secara menyeluruh.1 di halaman berikut. IA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan komponen program yang menjadi tanggung jawabnya. Depdagri untuk komponen 1b. ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS Executing Agency Executing Agency (EA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. Depkes untuk komponen 2 dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum untuk komponen 3. 83 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . struktur organisasi pelaksana dari tingkat pusat sampai masyarakat yang melibatkan komponen-komponen pelaksana dan institusi terkait lainnya dapat dilihat pada Gambar 3.4 dan 5. Implementing Agency Implementing Agency (IA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda). Depdagri untuk komponen 1a. dan Direktorat Jenderal PP dan PL.PAMSIMAS Lampiran 3 ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS UMUM Secara umum.

Dit PPLP. Bid. PS. DJIKM. DinKes. Koordinator Fasilitator Kab/Kota DMAC: Bappeda. 7. DikNas POKJA AMPL KAB. Subdit MDPLNM. CF WSS 4. Comp Hdl. Financ Spec 10. HH Spec 9. TIM TEKNIS PUSAT CMAC : Kepala Staf CPMU Ast. 5. Dll. Perencanaan Ast. DikNas. BPMD. Subdit AM&AL./KOTA DPIU 3. Bapedalda. DJBangda CPMU 1. Dit PL. TL / PMA PD/CB Spec CD/Gdr Spec WSS Spec HH Spec Monev Spec Comm Spec. DinKes. DinKes.5 CPIU/Satker LO 2 CPIU/Satker LO 1B CPIU/Satker LO 1A CPIU/Satker 8. RME 14. MIS Spec 12. Perencanaan Ast. Web Mng 11. Bag PABPKLN. DJA.PAMSIMAS Dpti BSP. DPU. 6.4. DikNas. DinKes. DJBAKD. Bid. Bapekki TIM PENGARAH PUSAT EXECUTING AGENCY DJCK Dit Perkim. Dit PLNM. M A S Y A R A K A T W A R G A Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 84 . DJ PMD. 2. DPU. Sanitarian. BUPATI/WALIKOTA POKJA AMPL PROVINSI PPIU 3. DPU. Dpti BPPL. Bapedalda Ast. Keuangan LO 3. Dit PAM. TL PMAC Co Trainer KT HH KT WSS KT CD FM Spec Asmandat PMAC : KAB. Subdit KLN&PI. DikNas. PROVINSI Bappeda. Acc/Audit 13. Bid. Keuangan PPMU Bappeda./KOTA TIM KOORD. GUBERNUR PROVINSI TIM KOORD. Dit SDA&TTG. Bapedalda Ast. Dit Bina Program. DJBPD. Kasi WB. Pngad Brg/Js Ast. DJP2&PL. Bid. CF HH KADES/LURAH DESA/KEL. BPMD.5 / Satker DPIU 2 / Satker DPIU 1B / Satker DPIU 1A / Satker KECAMATAN TIM KOORD KECAMATAN TIM TEKNIS KECAMATAN Kasi PMD. Perencanaan Ast. Keuangan DPMU 8. Procur Spec 9. 6. 7. 4. Subdit PHLN I. IMPLEMENTING AGENCY DJCK. 4. TIM FASILITASI MASYARAKAT: 2. DikNas. Bid. BPMD. Monev & Evlsi Ast. Puskesmas. KAB/KOTA Bappeda. DPU. DJPMD. CF CD 3.5 / Satker PPIU 2 / Satker PPIU 1B / Satker PPIU 1A / Satker 1.4. Monev&Evls Ast. Kasi PHLN I. Dit FPR&LH. BPMD. Subdit PelKes. DJCK : Dpti BSK. Dll. 3. 3. Pengad Brg/Js Ast. 5. CAMAT SekCam.4. Bid. Bid. DJPb. Monev & Evls Ast. Bid. DJP2&PL. POKJA AMPL Pusat. 2. Bid. Bid. Bapedalda. WSS Spec 1. Bid. Dit KGM.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Direktur Jendral Anggaran.2.PAMSIMAS 3.1 Tim Pengarah Pusat Tim Pengarah. Departemen Dalam Negeri 7. Membentuk Tim Teknis untuk membantu pelaksanaan tugas Tim Pengarah 85 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . mempergunakan Tim Pengarah yang sama dengan Tim Pengarah AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Bappenas. Departemen Kesehatan 8. Departemen Dalam Negeri 6. pengendalian dan pemantapan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi 3.2. Direktur Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan.1 Tingkat Pusat 3. Departemen Dalam Negeri 5. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Departemen Keuangan 4. Direktur Jenderal Perbendaharaan. Melakukan koordinasi.1 Susunan Komite Pengarah Pusat No 1 Ketua 2 3 Posisi Jabatan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana. Departemen Keuangan Sekretaris anggota) Anggota Tugas Tim Pengarah. Departemen Keuangan 3. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapekki). Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Bappenas (merangkap Direktur Jenderal Cipta Karya. Departemen Perindustrian 9. Memberikan arahan dalam upaya percepatan pencapaian terget dan sasaran Millenium Development Goal bidang air minum dan sanitasi 4. Bappenas 2. Departemen Pekerjaan Umum 1. Kementerian Negara Lingkungan Hidup 10. Susunan Tim pengarah Pusat adalah sebagaimana tabel di bawah ini: Tabel 3. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.1. Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah. strategi dan program pembangunan air minum dan sanitasi 2. Merumuskan kebijakan. yaitu: 1. Mengembangkan dan mengarahkan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi dengan sumber pembiayaan dalam dan luar negeri 5.

Berkedudukan di Ditjen Cipta yang terdiri dari perwakilan dari berbagai instansi yang terlibat dengan program Pamsimas. Tim Pengarah AMPL bertugas untuk: 1. Menetapkan kebijakan umum terkait Pamsimas 2. dan Pokja AMPL Pusat. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas. Departemen terutama fasilitasi perubahan perilaku. 4. Melakukan koordinasi antardepartemen terkait untuk menunjang efektivitas dan kelancaran program. pengembangan kapasitas.3 Central Project Management Unit (CPMU) CPMU ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum. fasilitasi. dan beberapa asisten. terutama Perwakilan Ditjen pelatihan bagi pemerintah daerah. beberapa Liaison Officer. baik di tingkat masyarakat maupun di tingkat lain 3. Merumuskan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program Pamsimas 2. 5. CPMU dibantu oleh kepala staf CPMU. 3. Menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas 3. dan fasilitator Negeri Perwakilan dari Ditjen Peningkatan Kesehatan dan Perilaku PP & PL Higienis dan Pelayanan Sanitasi. Memberikan masukan-masukan yang diperlukan kepada Tim Pengarah dalam menetapkan kebijakan program. diangkat melalui SK Bappenas yang diketuai oleh Direktur Permukiman dan Perumahan. PMD Departemen Dalam trainer. Menetapkan pedoman-pedoman pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program.2.1. dan penyebarluasan informasi tentang perilaku hidup sehat Perwakilan dari Ditjen Bina Bangda Departeman Dalam Negeri 2 Liaison Officer komponen 1 b 3 Liaison Officer komponen 2 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 86 . Memberi arahan kepada CPMU mengenai kebijakan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana luar negeri.1. Liason Officer terdiri dari beberapa bidang sebagai berikut: 1 Liaison Officer komponen 1a Pengembangan Kelembagaan Lokal. Menetapkan kabupaten/kota peserta Pamsimas 3.PAMSIMAS Selain menjalankan tugas-tugas tersebut. dan supervisi pemerintah daerah dalam pelaksanaan Pamsimas Pemberdayaan masyarakat.2. terutama koordinasi. Kesehatan pelatihan.2 Tim Teknis Pusat Tim Teknis Pusat beranggotakan eselon II dari masing-masing Ditjen Pelaksana Kegiatan. Tim Teknis bertugas membantu Tim Pengarah dalam: 1.

4. penyaluran.PAMSIMAS 4 Liaison Officer Perwakilan dari komponen 3. Memfasilitasi Pertemuan dan Rapat Tim Pengarah Pusat dan Tim Teknis Pusat. kabupapten/kota. 4.5 Ditjen Cipta Karya. Hibah Pengembangan Sosial-Ekonomi Lokal. Dep. mengkoordinasikan CPIU-CPIU di tingkat pusat dalam penyelenggaraaan Pamsimas. Mengendalikan jadwal pelaksanaan program secara keseluruhan maupun tahunan. juga sebagai pengelola quality program (menjamin kegiatan dapat berjalan dengan baik) Dalam melaksanakan kegiatan program. ƒ koordinasi pengelolaan administrasi penganggaran. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. maka CPMU berkantor di Ditjen. 87 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek . 5. Memberikan masukan kepada Tim Pengarah/Tim Teknis mengenai tindak lanjut yang diperlukan. Tugas CPMU termasuk tugas liaison officer dari masing-masing CPIU sebagai berikut: 1. PU dan didampingi oleh tenaga penuh (fulltimer) untuk bekerja di CPMU sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang tertuang dalam struktur organisasi CPMU yang sudah disepakati. 3. 6. penyerapan dana dan pengisian kembali rekening khusus. Departemen Pekerjaan Umum Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum. terutama dukungan teknis pelaksanaan program dan monitoring pengelolaan program Ketua dan anggota CPMU ditetapkan oleh Executing Agency dan bertanggungjawab kepada Executing Agency mengenai pengelolaan dan administrasi program Pamsimas secara keseluruhan. Cipta Karya. dan masyarakat. Melaksanakan administrasi. yang mencakup antara lain: ƒ koordinasi kegiatan administrasi program oleh masing-masing instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. CPMU mengkoordinir laporan dari PPMU dan DPMU untuk kelancaran pelaksanaan program. termasuk proses pengadaan dipusat dan di provinsi/kabupaten/kota. 2. CPMU sebagai pengelola administrasi program. ƒ monitoring dan evaluasi. ƒ audit serta pelaporan pelaksanaan kegiatan . keuangan dan penyelenggaraan program serta quality control pelaksanaan di tingkat provinsi. Melakukan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat pusat dan mengkoordinasikan pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat provinsi.

Meminta kepada Project Implementing Unit/Implementing Agency untuk memperbaiki atau melengkapi dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. pengendalian dan evaluasi program dengan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (PMM) dan VIM. pemantauan. dan perolehan Surat Persetujuan (No Objection Letter . 10. 15. Mengendalikan tugas Konsultan Manajemen Pusat ((Central Management Advisory Consultant (CMAC). Melaksanakan tugas operasional dalam perencanaan. Mengkaji mutu dan kelengkapan dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. Meminta laporan kepada PIU-PIU mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan dan fotocopy SP2D. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 88 . Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi (keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-PPMU) dengan menurunkan tim Kerja Khusus. Memfasilitasi pelaksanaan audit penyelenggaraan program. Mencatat. 11. 2. 13. 9. Menyampaikan laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan secara rutin kepada Tim Koordinasi Pusat dan Bank Dunia.NOL) dari Bank Dunia. Menyiapkan Interim un-audited Financial Report (IFR) 3 bulanan dan tahunan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk Executing Agency dan Bank Dunia sesuai dengan ketentuan yang ada. 17. memantau dan mendokumentasikan keluhan yang sudah ditangani UPM-PPMU 21. Mengajukan permohonan pengisian kembali dana rekening khusus (replenishment). 16. Mengumpulkan fotocopy SP2D dari seluruh pelaksana anggaran Pamsimas untuk kebutuhan pengajuan withdrawal application (WA). Kewenangan CPMU dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Membantu mempersiapkan proses pengadaan barang dan jasa. dengan memperhatikan laporan konsolidasi dari PIU-PIU. 19. serta memberikan bantuan teknis kepada PIUs dalam proses pengadaan yang post review. 20. Menyusun perencanaan biaya tahunan agar koordinasi kegiatan Program dapat terlaksana dengan baik. Mengkonsolidasikan laporan penyelenggaraan program secara menyeluruh (fisik dan keuangan). Identifikasi dan fasilitasi pemecahan masalah baik yang bersifat administratif. Memastikan pelaksanaan Pamsimas sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Program dan Petunjuk Pelaksanaan Tingkat Desa 18. maupun program untuk mengatasi kendala yang timbul dalam pelaksanaan Program.PAMSIMAS 7. 12. termasuk menyiapkan Kerangka Acuan (Terms of Reference). pelaksanaan. 14. 8.

Menyelenggarakan komponen/sub-komponen program Pamsimas 2. yaitu: (i) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Pekerjaan Umum : Satker Pembinaan Pamsimas (ii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Kesehatan : Satker Dir. 4. 3. 3. 5. pelaksanaan. pengendalian dan evaluasi program. Penyehatan Lingkungan (iii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Dalam Negeri : Ditjen PMD : Satker Setditjen PMD. 4. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan.3 Central Project Implemention Unit (CPIU) Central Project Implemention Unit (CPIU) dalam Pamsimas untuk tingkat pusat terdiri dari Ditjen Bangda. Melaporkan kepada ketua CPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik.2. Tugas CPIU adalah sebagai berikut: 1. 3. maupun mis-procurement. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar CPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. dan PIU Ditjen Cipta Karya. Ditjen PMD. dan Manajemen Program.PAMSIMAS 3.2. Depdagri sebagai PIU subkomponen penguatan kelembagaan.1. Kepala Satker akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Mengeluarkan surat teguran apabila terdapat hal-hal yang perlu ditindak-lanjuti. Depkes sebagai untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. Menurunkan Tim Kerja Khusus dalam upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-PPMU 6. Depdagri sebagai PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM).1. Bendahara 89 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . seperti keterlambatan pelaporan. Dep PU untuk komponen Pembangunan Prasarana dan Sarana Air minum dan Sanitasi. dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Pamsimas.4 Satuan Kerja Pamsimas Pusat Satuan kerja amsimas di tingkat pusat terdiri dari 3 satuan kerja. pemantauan. Pembentukan CPIU berdasarkan SK Dirjen dari Instansi Teknis masing-masing. Peningkatan Sosial-Ekonomi Lokal. Ditjen Bangda : Satker Setditjen Bangda. kesalahan prosedur dalam pelaksanaan Program. Ditjen PP & PL. Meminta kepada CPIU untuk mengirimkan usulan anggaran dan kegiatan. Meminta KPKN untuk memangguhkan pembayaran apabila balance dari special account tidak cukup serta tidak terpenuhinya point 1 dan 2 diatas.

2 Tingkat Provinsi Pemerintah Provinsi. ƒ Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi ƒ Dinas Kesehatan provinsi ƒ Instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Tim Koordinasi Provinsi bertugas: 1. 3. Mengumpulkan laporan pelaksanaan dan satuan kerja tingkat provinsi dan kabupaten i.2. termasuk pengumpulan SP2D k. Melakukan Monitoring dan Evaluasi Proyek h. Melaporkan kemajuan penyelenggaraan kepada Tim Pelaksana di tingkat pusat j. PPMU (Provincial Project Management Unit) dan PPIU (Provincial Project Implementing Unit) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur. Mensosialisasikan program kepada kabupaten/kota. Membina Satker Tingkat Provinsi dan Satker Tingkat Kabupaten g. Membuat laporan dengan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) 3.PAMSIMAS Tugas dan fungsi Satker tingkat pusat mengacu pada SK Menteri PU dan Pedoman Operasional.1 Tim Koordinasi Provinsi (TKP) Tim koordinasi dibentuk berdasarkan SK Gubernur. Mendukung CPMU di tingkat pusat dan dalam menyelenggarakan program tingkat pusat b. kegiatan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 90 . Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan program di provinsi. serta mengusulkan pejabat Satuan Kerja pelaksanaan anggaran Pamsimas di tingkat provinsi kepada Departemen teknis terkait. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. Mengkompilasi data dan pelaporan dari tingkat kabupaten dan provinsi. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi.2. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di pusat d. dan beranggotakan: ƒ Dinas Bidang Cipta Karya provinsi. dalam hal ini Gubernur. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program wilayah provinsi yang bersangkutan. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten f. Secara operasional Gubernur akan dibantu Tim Koordinasi Provinsi (TKP) dan Tim Teknis Provinsi (TTP). 2. antara lain sbb: Tugas Satker Pusat : a. Merekrut Konsultan Manajemen Pusat (CMAC) e.2.

pedoman pendanaan. 4. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program. 3. 6. 91 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada Tim Koordinasi Provinsi. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota dalam mengimplementasikan pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis.2. Dinas Kesehatan. Memonitor kemajuan program dan melaporkan kepada Gubernur dan pemerintah Provinsi. 5.2. 7.2 Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi (TTP) Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas beranggotakan inter-intansi dari: • ƒ ƒ ƒ ƒ • Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi.2. PPMU diangkat melalui SK Gubernur.2. Menanggulangi berbagai masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan 5. 2. Melakukan analisa masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program 4. Dinas Pendidikan dan Instansi terkait lainnya sesuai dengan kebutuhan Pojka AMPL sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas membantu TKP dalam: 1. Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya/sepadannya. pedoman pemantauan. 3. Memberikan masukan kepada PPMU. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/sepadannya.PAMSIMAS 3. pedoman pelaksanaan. dan lain sebagainya. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan program.3 Provincial Project Management Unit (PPMU) PPMU berkedudukan di Dinas Pekerjaan Umum/sepadannya di ibukota provinsi. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program. 3. Memberikan bimbingan kepada TKK dalam membuat laporan kemajuan Program yang dilaksanakan. Memberi masukan kepada PPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin effektivitas dan effisiensi dana bantuan luar negeri.

Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program melalui kunjungan ke kabupaten/kota. Memonitor kemajuan kerja dan melakukan evaluasi kinerja konsultan manajemen provinsi (PMAC) dan FM 10. Merekomendasikan kepada Satker Provinsi untuk melakukan pembayaran atau penangguhan pembayaran FM 3. 5. 7. 9. 3. 6. 3. 2. Memberikan data serta informasi kepada TKP untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan koordinasi pelaksanaan antar kegiatan Program. Kewenangan PPMU: 1. 2. Mengawasi kegiatan serta melakukan penilaian kinerja dari para konsultan tingkat Kabupaten/Kota dan Fasilitator Masyarakat. terdiri dari PIU sub-komponen penguatan kelembagaan. diserahkan kepada CPMU sesuai dengan pedoman FMR PAMSIMAS.2. tembusan kepada TKP dan TKK. Membantu dan memberikan dukungan sepenuhnya dalam proses pembuatan audit setiap tahun. Mempersiapkan dan membantu kelancaran kegiatan misi Bank Dunia yang berkaitan dengan Program. Melaporkan kemajuan kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan kegiatan kepada Gubernur dan CPMU. Melakukan upaya tindak-lanjut temuan pengaduan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-DPMU) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada UPM-CPMU. 8. PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. 4. IFR harus sudah diterima CPMU 1 minggu setelah akhir setiap triwulan. Mencatat dan memantau temuan pengaduan yang sudah ditangani UPM-DPMU dan meneruskan kepada UPM-CPMU 11. Membuat laporan IFR setiap triwulan dan tahunan. dan PIU komponen Pembangunan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 92 .4 PPIU (Provincial Project Implemention Unit) Pembentukan PPIU Pamsimas berdasarkan SK Gubernur. Mempersiapkan rencana pembiayaan dan kegiatan pendukung/operasional Program (budgeting & programming) untuk kegiatan Program di Tingkat Provinsi.2. PIU untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. Menindaklanjuti keluhan DPMU dengan menegur FM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan atau menghentikan sementara kegiatan FM di wilayah kerjanya.PAMSIMAS Tugas PPMU sebagai berikut : 1. berdasarkan arahan dari CPMU. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-DPMU dan berfungsi sebagai UPM-PPMU.

memantau dan mengevaluasi program f. pelaksanaan. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di provinsi d. Tugas setiap PPIU adalah: 1. 3. sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditunjuk dan diangkat oleh Menteri atas usulan Gubernur. Mengkoordinasi kegiatan. dan diberikan kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. pemantauan. Menyelenggarakan komponen/sub-komponen dari Pamsimas di tingkat provinsi. Tugas Satker Provinsi: a. Dinas Kesehatan Provinsi. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan.5 Satker Provinsi Satuan kerja Pamsimas di tingkat provinsi berada di Dinas Bidang Cipta Karya. Melaporkan hasil pelaksanaan fisik dan keuangan kepada atasan langsung Satker yang juga disampaikan kepada Ditjen. dan Manajemen Program. Merencanakan.PAMSIMAS Prasarana dan Sarana Air Minum dan Sanitasi.2. pengendalian dan evaluasi program di tingkat provinsi. Mendukung PPMU di tingkat provinsi dan dalam menyelenggarakan program tingkat provinsi b. Melaporkan hasil pengendalian kepada pelaksanaan kepada Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Pengarah Pusat 93 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . monitoring dan pelaporan di tingkat kabupaten g.2. melaksanakan. Mengkoordinasikan dan menghimpun laporan pelaksanaan program di tingkat provinsi h. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar PPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. i. Peningkatan SosialEkonomi Lokal. Melaporkan kepada ketua PPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik. 4. Satker Tingkat Provinsi Pamsimasadalah pejabat pengelola anggaran Pamsimas di tingkat provinsi. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten e. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. Melaporkan hasil pengendalian kepada Tim Koordinasi Provinsi secara berkala j. 2. 3.

PAMSIMAS k. Mengumpulkan dan menyampaikan SP2D dari tingkat provinsi dan kabupaten kepada Tim Koordinasi Pusat l. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Kabupaten/Kota. dengan anggota terdiri dari staf Bappeda. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan. Kesehatan. sehingga dapat dibuat SPPB antara Satker Kabupaten dan LKM. sudin PU. TFM. Pemberdayaan Masyrakat dan Diknas. DPMU (District Project Management Unit) dan Satker Kota/Kabupaten yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati/Walikota. Menetapkan desa sasaran program.3. Membentuk Tim Evaluasi RKM. 4. DPMU untuk membahas RKM I sehingga bisa dikirimkan ke Bupati/Walikota. Tim Koordinasi Kabupaten/Kota bertugas: 1. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM). Tim Koordinasi Kecamatan (TKK). 3. 7. Menyetujui Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dengan membuat surat persetujuan. Secara operasional Bupati akan dibantu Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK). Bapedalda.2. 2.2. dan membuat SK penetapan lokasi desa proyek Pamsimas. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program Pamsimas di kabupaten/kota. 5. Bendahara 3. Pokja AMPL sebagai Tim Teknis Kota/Kabupaten (TKK). Kantor Pemberdayaan Masyarakat /sepadannya. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 94 . Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program di Kabupaten/Kota. Melakukan analisa dalam masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Membuat laporan dengan Sistem Akuntasnsi Instansi (SAI) Kepala Satker Provinsi akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dinas Kesehatan. Menindak lanjuti musyawarah yang dihadiri oleh LKM. membuat rangking desa/kelurahan yang bersangkutan untuk dapat menentukan prioritas desa.1 Tim Koordinasi Kabupaten Tim koordinasi Kabupaten dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. Mensosialisasikan program Pamsimas kepada masyarakat di tingkat kabupaten. 3. 6.3 Tingkat Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/kota dalam hal ini Bupati. dan beranggotakan: Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya.

9. 4. Tim Teknis Kabupaten/kota Pamsimas menjadi embrio terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten/kota. Membantu menyelaraskan kegiatan Pamsimas agar sesuai dengan rencana pembangunan (master plan) kabupaten bersangkutan agar tidak tumpang tindih dengan kegiatan pembangunan lain yang sejenis.2. 6. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertugas membantu TKK dalam: 1. 10. 3. pedoman pelaksanaan. Tim Teknis Kabupaten/kota beranggotakan inter-instansi dari: ƒ Badan perencanaan pembangunan kabupaten/kota. Memonitor kemajuan Program dan melaporkan kepada Bupati/Walikota dan pemerintah Provinsi. 5. Memberikan masukan kepada DPMU. Memberi masukan kepada DPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana bantuan luar negeri. 3. ƒ Dinas kesehatan ƒ Dinas pendidikan ƒ Bapedalda/ Dinas Lingkungan Hidup. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program. ƒ Dinas/badan/instansi pemberdayaan masyarakat dan desa /sepadannya. pedoman pendanaan. pedoman pemantauan. Mengevaluasi kelayakan calon desa sasaran sesuai kriteria yang sudah ditetapkan. Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program di wilayahnya. Memberikan pembinaan teknis dalam implementasi pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis.PAMSIMAS 8. Bagi Kabupaten/kota yang belum terbentuk Pokja AMPL. 95 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan lain sebagainya. 11. Menanggulangi berbagai ragam masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan. 7.3.2 Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Pamsimas Kabupaten/kota adalah Pokja AMPL (bagi yang sudah terbentuk). ƒ Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan Program. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada TKK. Memberikan pembinaan teknis terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan di desa/kelurahan 2.

PAMSIMAS 8.3. sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) yang ditunjuk oleh Menteri PU atas usulan Bupati. 3. Organisasi Satuan Kerja PIP / PPK Pamsimas Kabupaten/Kota terdiri dari: • • • • Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PIP Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pamsimas Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM) Pamsimas Bendahara 1) Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota adalah pejabat pengelola anggaran. dan diberi kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. 2. • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan. Ditetapkan berdasarkan SK TKK Tim Evaluasi RKM bertugas membantu TKK dalam: 1. • Dinas/Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Desa.3 Tim Evaluasi RKM Tim Evaluasi RKM beranggotakan inter-instansi dari Tim Teknis Kabupaten/Kota yang personilnya terdiri dari : • Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota. Membuat SPP (Surat Perintah Pembayaran) 3. Secara rutin setiap bulan melaporkan daftar penerbitan SPM-LS kepada DPMU sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Pamsimas Kabupaten/Kota Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 96 . 3.4 Satker Kabupaten/Kota Satuan kerja di tingkat kabupaten/kota adalah Satker PIP / PPK Pamsimas berada di Dinas Bidang Cipta Karya. Melakukan kontrak kerja dengan LKM yang difasilitasi oleh DPMU 2.3.2. Tugas Satker Kabupaten/Kota: 1. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan.2. • Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan. Mengevaluasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan memberikan rekomendasi kepada DPMU mengenai RKM yang dapat dibiayai program Pamsimas.

dan mengikuti sosialisasi yang dilakukan di desa. Tugas PPK : 1. 2. 97 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Mengumumkan daftar desa/kelurahan yang ditetapkan untuk ikut serta proyek Pamsimas. Melakukan supervisi terhadap Tim Evaluasi RKM. Tugas DPMU sebagai berikut : 1.3. Melakukan sosialisasi Pamsimas di kabupaten dalam rangka mencari desa yang akan terlibat proyek. Menjadi narasumber pertemuan pleno desa/kelurahan untuk membahas hasil identifikasi masalah dan analisis situasi. • Bagian Keuangan. Organisasi DPMU yang dipimpin oleh Ketua DPMU terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu: • Bagian Perencanaan. 2. Kewenangan Untuk menandatangani kontrak/SPK yang bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari kontrak/SPK tersebut dan bertanggungjawab kepada Kepala Satuan Kerja Sementara/Kuasa Pengguna Anggaran. Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan evaluasi dalam rangka monitoring dan evaluasi. 3. 3. Kewenangan: Meminta rekomendasi dari DPMU mengenai penerbitan SPM-LS dan pencairan dana LKM tahap berikutnya. 4. • Bagian Monitoring dan Evaluasi. Menindaklanjuti BA pembentukan LKM ke Notaris untuk dituangkan dalam Akta sehingga LKM mempunyai legitimasi dan kekuatan hukum sebagai representai masyarakat warga.5 District Project Management Unit (DPMU) DPMU berkedudukan di Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya.PAMSIMAS 4. Ketua DPMU dibantu oleh 3 (tiga) anggota dan dibentuk melalui SK Bupati/Walikota. Memberikan data keuangan yang diperlukan DPMU dalam menyusun kemajuan bulanan. 2) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Perangkat Daerah ditingkat Kabupaten/Kota yang ditunjuk oleh Menteri Pekerjaan Umum.2.

Pelaksanaan tugas dibidang teknis dilaksanakan oleh Tim Teknis Kecamatan (TTKc) yang terdiri dari Kaurbang Kecamatan. 11. Mencatat dan memantau keluhan/pengaduan yang sudah ditangani UPM-LKM dan meneruskan kepada Bagian Monev-PPMU 15. 10. Mencatat. 16. berfungsi sebagai Bagian Monev-DPMU Kewenangan DPMU: 1. Kasi PMD Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 98 . Kepala Puskesmas. untuk kemudian dibuatan SPPB I maupun SPPB II antara Satker / PPK dengan LKM. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. Melakukan koordinasi dan penyebarluasan informasi mengenai kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan lainnya. Memfasilitasi SPPB antara Satker Kabupaten dengan LKM 3. 7. Mendorong pembentukan jaring kerja Badan Pengelola dengan pihak-pihak lain di proyek. 9. Memonitor dan mengevaluasi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di kabupaten. Memfasilitasi kelembagaan lintas desa/kelurahan yang dapat berupa aliansi kerja dari beberapa Badang Pengelola di tingkat Kabupaten. 14. Menegur LKM dan TFM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur. 6. Melakukan evaluasi kinerja konsultan dan FM 12. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-LKM/lurah) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada Bagian Monev-PPMU. dan Kepala Cabang Dinas Diknas Kecamatan. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-LKM. 3. 13.1 Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) dan Tim Teknis Kecamatan TTKc Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) bertugas melaksanakan sosialisasi.4. fasilitasi.PAMSIMAS 5. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pekerjaan Pamsimas yang bersifat lintas desa. Memfasilitasi Badan pengelola agar memperoleh akses terhadap berbagai pihak untuk mendukung programnya meskipun Pamsimas sudah selesai 8. Meminta kepada LKM untuk memperbaiki RKM bila tidak memenuhi persyaratan setelah dievaluasi oleh tim Evaluasi RKM 2.2.4 Kecamatan 3. Memonitor dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan operasional teknis dan administrasi Program.2. TKKc terdiri dari Camat. Menindak lanjuti pengajuan RKM (I dan II) yang telah dievaluasi Tim Evaluasi RKM untuk dipresentasikan di depan TKK dalam rangka mendapat persetujuan dari TKK.

9. 99 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Turut mengetahui hasil perencanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan Pamsimas yang ditetapkan masyarakat di desa. dan menandatangani hasilnya dalam kapasitas mengetahui. dalam kapasitas mengetahui. 6. Memantau pengelolaan sarana air minum dan sanitasi sebagai bagian tugas pembinaan dari TKK. dalam hal ini Kepala Desa/Lurah. Turut memfasilitasi forum musyawarah masyarakat tingkat desa untuk membentuk LKM dengan menetapkan anggota-anggota yang dipilih masyarakat.5 Tingkat Desa/Kelurahan Dalam pelaksanaan program Pamsimas di tingkat Desa/Kelurahan. Turut memfasilitasi Badan Pengelola untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil infrastruktur terbangun. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. bertugas untuk: 1. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. 3. 5. Membantu kelancaran proses persiapan usulan kegiatan sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah desa.2. Sanitarian Puskesmas. kemudian mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU. 4. dalam kapasitas mengetahui. dalam kapasitas mengetahui. Turut memfasilitasi musyawarah desa dan menandatangani BA Hasil Musyawarah Desa/kelurahan. 4. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pelaksanaan program di desa/kelurahan. Turut memfasilitasi serah terima pengelolaan aset Pamsimas kepada Badan Pengelola. Pemerintah Desa/kelurahan. Memfasilitasi sosialisasi Pamsimas di tingkat desa/kelurahan bersama DPMU. Memfasilitasi sosialisasi di desa/kelurahan dan memfasilitasi musyawarah desa/kelurahan dan turut menandatangani daftar hadir sosialisasi di tingkat desa/kelurahan.PAMSIMAS Kecamatan. Mengikuti sosialisasi di tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh DPMU dan Tim Koordinasi Kabupaten/kota (TKK) 3. Mencatat. Camat menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) berdasarkan BA Acara Pertemuan di desa/kelurahan. Merupakan mitra kerja TFM sebagai pendamping masyarakat untuk merencanakan. Turut menandatangani Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Ketua LKM. Turut menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKM) yang ditetapkan Masyarakat. Tugas Tim Koordinasi Kecamatan: 1. 2. 8. melaksanakan dan mengelola Pamsimas. 7. 6. 2. Pemerintah desa/kelurahan berperan melakukan sosialisasi. dan Penilik Sekolah Cabang Dinas Diknas Kecamatan. dalam kapasitas mengetahui. 10. Mencatat. 5. 3. fasilitasi.

6 Tingkat Masyarakat 3. akuntabel.6. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. Proses Pembentukan LKM sesuai dengan asas representative. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan track record atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin.2. Peran LKM dalam implementasi program Pamsimas adalah sebagai pengelola. sebagai pelaksana program dibentuk Satuan Pelaksana Program Pamsimas (Satlak Pamsimas). maka tidak perlu membentuk LKM namun hanya membentuk Unit/Satuan Pelaksana Program Pamsimas yang dalam program WSLIC-2 biasa disebut TKM (Tim Kerja Masyarakat). Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom. keberpihakan kepada kelompok rentan dan terisolasi serta kelompok miskin (indigenous and vulnerable people). berbasis nilai. akuntabel.PAMSIMAS 3. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat (civil society organization) di tingkat komunitas akar rumput. seperti P2KP yang telah membentuk BKM dan masih eksis dan sehat. Oleh karena itu. berbasis nilai. LKM pasca pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya melalui mekanisme program Pamsimas memperluas orientasinya Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 100 . dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. Anggota-anggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat. memperhatikan kesetaraan jender (gender balance). dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. Proses pemilihan serta pembentukan LKM tersebut akan dilakukan selama proses pemberdayaan masyarakat yang akan difasilitasi oleh TFM.2. representatif dan pengakaran terhadap masyarakat sedangkan legalisasi LKM melalui pencatatan akta Notaris. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. Di lokasi yang belum terdapat BKM. partisipatif. partisipatif. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. transparan.1 Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) adalah kelembagaan masyarakat warga (sipil) yang terdiri dari anggota masyarakat yang dipilih dari desa/kelurahan yang bersangkutan secara demokratis. maka legitimasi LKM adalah pengakuan. Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah.

101 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Hal ini sejalan dengan prinsip dasar pembangunan partisipatif (participatory development) dan Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bahwa pembangunan akan berlangsung efektif. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. kegiatan pelatihan masyarakat dan program kesehatan kepada masyarakat. Bersama FM dan bekerjasama dengan ”nature leader” yang ada di desa untuk melaksanakan CLTS. efesien dan tepat sasaran bila didukung dan mensinergikan potensi 3 pilar pelaku pembangunan. Bersama TFM menyempurnakan jadwal pelaksanaan konstruksi. yakni Masyarakat. memeriksa kontribusi swadaya masyarakat minimal 20% (In Kind 16% dan In Cash 4%). pengetahuan spesifikasi teknik. LKM berkedudukan otonom. pengawasan pekerjaan. e. serta memberi penjelasan kepada masyarakat untuk memilih opsi sarana air minum. Dengan bimbingan TFM membuat laporan pembangunan fisik. dan pengelola proyek (DPMU) secara periodik. membahas. menyelesaikan RKM Iang kemudian dikirim ke DPMU. sarana air minum (di masyrakat dan sekolah) serta pelatihan. c.PAMSIMAS dengan membentuk Badan Pengelola sebagai unit kerja LKM / BKM untuk pengoperasian dan pemeliharaan. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. Bersama-sama masyarakat dan dibantu FM menyusun RKM I dan II. f. Mengikuti pelatihan bersama-sama masyarakat seperti: • RRK • RRK Pelatihan • Teknis sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya pembangunan sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya O&P • Rencana biaya iuran serta tata cara pengelolaan • Rencana biaya keuangan • Rencana pengadaan barang dan jasa (bila ada) • Termasuk membuat dan membaca gambar teknis. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal lainnya. Pemerintah dan Kelompok Peduli ! Tugas LKM sebagai berikut : a. d. administrasi dan keuangan pelaksanaan pembangunan. Meskipun sebagai institusi masyarakat. perhitungan kemajuan pembangunan fisik. Dengan bimbingan TFM membuat laporan pengelolaan keuangan dengan membuat pembukuan dana kepada masyarakat dan pengelolaan proyek kepada (DPMU) secara periodik b.

k. Steering Committee. DPMU. m. kualitas pekerjaan. Tim Teknis Pusat.1 KONSULTAN PENDAMPING Central Management Advisory Consultant/ CMAC Untuk membantu unit-unit pelaksana di tingkat pusat. Menyelengarakan sistem operasi dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi dalam pendanaan untuk kegiatan pemanfaatan. baik secara swadaya maupun dari sumber pendanaan lainnya. Melakukan survey awal terhadap supplier yang memiliki pengalaman dalam pengadaan barang di desa. material/blm. Konsultan CMAC akan menjadi Konsultan Advisory untuk CPMU. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 102 . Mempersiapkan LKM membentuk unit pengelola dengan mengikuti pelatihan dengan keberadaan dan kinerja Unit Pengelola menjadi indikator keberhasilan sarana dan program kesehatan pada tahap pasca proyek. Tugas Badan Pengelola: a. Melaporkan kegiatan operasi dan pemeliharaan serta pendanaan kepada pemerintah desa/kelurahan. Badan Pengelola berfungsi sebagai Unit Kerja dari LKM.3.6. b.2. administrasi keuangan. l. TKP.2 Badan Pengelola Badan Pengelola dibentuk dari tranformasi dari Satuan Pelaksana program Pamsimas. Mengumpulkan rencana pendanaan terkait dengan operasi dan pemeliharaan. pemeliharaan dan pengembangan. i. j. c. PMAC akan direkrut secara terpisah untuk memberikan dukungan kepada PPMU dan DPMU. serta PMAC. Membuat SP yang ditandatangani koordinator LKM dan ketua DPMU untuk dilaporkan kepada Bupati. h. dan Implementing Agency. provinsi. dan TKK. 3. dan kabupaten/kota direkrut tim konsultan CMAC (Central Management Advisory Consultant) di tingkat pusat dan PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) di tingkat provinsi. Monitoring secara terus menerus dengan TFM terhadap pekerjaan kontruksi.PAMSIMAS g.3 3. PPMU. CMAC bekerja sama dengan CPMU. Melaksanakan kegiatan PHS di masyarakat. CMAC akan bertugas membantu CPMU dan CPIU (Central Project Implementing Unit). Membuat surat perjanjian resmi dengan supplier setelah masyarakat desa/kelurahan telah memilih pemenang lelang. 3. Memberikan pertanggungjawaban kegiatan dan penggunaan dana kegiatan Pamsimas ke masyarakat untuk disampaikan ke DPMU dan TKK.

Melakukan review manajemen dan teknis. 10. Membangun sistem informasi manajemen untuk proses monitoring. dan lain sebagainya. manajemen keuangan. supervisi. termasuk pengadaan materi. dan monitoring. akuntasi keuangan. 11. yang ditentukan oleh CPMU 13. PPMU. 5. Menyiapkan strategi untuk pelaksanaan pendekatan gender/poverty sensitive community dan mengembangkan kemitraan antara desa dan institusi di tahap perencanaan. 8. dan DPMU dalam bidang : monitoring dan evaluasi. Membantu pelaksanaan roadshow dan workshop. Memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat pusat dan provinsi melalui bantuan manajemen dan teknis dalam hal perencanaan. sistem informasi manajemen. 12. 9.3. dan keberlanjutan program. pengadaan. Membantu CPMU membangun dan melaksanakan pertemuan stakeholder di tingkat pusat sebagai bagian dari monitoring keberlanjutan program. dukungan. audit internal. peningkatan perilaku sehat. Menyiapkan manajemen dan perencanaan untuk capacity building di tingkat kegiatan proyek. audir. Menjamin keberlangsungan proyek di tingkat masyarakat melalui paritispasi kelompok-kelompok masyarakat. dan advokasi kepada masyarakat di bidang sensitivitas gender dan kemiskinan melalui pendekatan MPA/PHAST 2. dan laporan reguler yang berhubungan dengan prosedur Bank Dunia dan pemerintah terutama mengenai Implementation and Financial Report (IFR). pelatihan. Membuat dan mengumpulkan laporan dan data-data pendukung yang dibutuhkan serta membantu CPMU dalam pembuatan Project Monitoring Report. akuntasi dan penganggaran. pengarusutamaan gender. serta health and hygiene and water and sanitation engineering. Memberikan bantuan kepada CPMU dan CPIU dalam hal: 4. implemtasi. dan monitoring. 3. 3. Hal ini akan tercapai melalui pemberian masukan / advis. Mengorganisasikan pendekatan partisipatori untuk keberlanjutan program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. dan mendukung implementasinya berdasarkan hasil monitoring proyek. 6. manajemen.PAMSIMAS Tugas CMAC adalah: 1. studi. materi. Mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas (Quality Control/Quality Assurance) di tingkat implementasi proyek yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. 7. Memberikan dukungan dan bantuan teknis kepada CPMU.2 Provincial Management Advisory Consultant (PMAC) PMAC berperan dalam memberikan dukungan teknis dan penguatan capacity kepada provinsi dan kabupaten/kota (DC/District Consulant) dalam implemtasi 103 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . penelitian.

monitoring. fasilitasi. PMAC akan memberikan bantuan dan dukungan dalam hal : i) bantuan teknis.3. supervisi. perkiraan biaya yang sesuai dengan PMM dan VIM. implementasi proses community-driven. termasuk evaluasi kinerja kegiatan proyek di tingkat kabupaten/kota dan desa. bantuan teknis.PAMSIMAS program. melaksanakan manajemen dan monitoring proyek di tingkat provinsi. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan institusi di tingkat desa. 5. Tugas dan Tanggung jawab PMAC: 1. iii) penyediaan dukungan teknis untuk fasilitator dalam pembuatan dan pelaksanaan RKM. PMAC akan berkoordinasi dengan dan menerima bantuan teknis dari CMAC Melakukan kunjungan secara periodik ke desa-desa sasaran dalam rangka diseminasi pedoman. iv) monitoring dan evaluasi proyek. dan feedback untuk Fasilitator dan Koordinator Fasilitator. survey lokasi. pembuatan RRK (Rancangan Rinci Kegiatan). penganggaran. pembentukan LKM. 7. dan v) perencananaan dan pelaksanaan capacity building melalui Tim Trainer Provinsi.3. iii) peningkatan kapasitas institusional bagi pemerintah daerah. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan capacity building / pelatihan terhadap Tim Fasilitasi Masyarakat dan Stakeholder lainnya Memonitor dan mengevaluasi kegiatan capacity building di tingkat kab. Bersama dengan fasilitator memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis kepada masyarakat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Bertanggung jawab terhadap pemberian bantuan teknis dan dukungan kepada PPMU dan DPMU serta tim teknis provinsi dan kabupaten/kota untuk implementasi komponen proyek. capacity building. dan administrasi keuangan. dan pemeliharaan berdasarkan RKM. termasuk penggunaan metode MPA/PHAST dan CLTS. observasi. ii) dukungan teknis untuk manajemen.3. Bersama dengan fasilitator memfasilitasi pembuatan RKM 1 dan RKM 2./ kota dan di tingkat masyarakat 2. 4. serta monitoring dan evaluasi proyek di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. dalam bentuk day-to-day manajemen proyek. iv) laporan teknis. 3. 6. kabupaten/kota dan desa. dan v) dukungan manajemen kepada PPMU dan DPMU.1 Koordinator Fasilitator Koordinator Fasilitator akan direkrut oleh Satker/SNVT PKP Air Minum Provinsi untuk mengkoordinir Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) di setiap Kabupaten/ kota untuk kepentingan DPMU/PPMU. dan review pelaksanaan proyek. 3. Bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan proyek. keuangan. ii) peningkatan capacity building masyarakat dan institusi. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 104 . operasi.3 Fasilitator Masyarakat 3.

Bidang Tugas Koordinator Fasilitator: Koordinator Fasilitator akan bekerja sama dengan TFM dan PMAC dalam melaksanakan tugasnya. PPMU dan CPMU. Menjamin adanya perhatian dari seluruh stakeholder terkait. Mengkoordinasikan TFM dengan memberikan dukungan dan bimbingan untuk memfasilitasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). dalam pelatihan aspek non teknis seperti operasional dan perawatan dan manajemen keuangan serta menjaga keseimbangan gender dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum dan pelayanan kesehatan. operasional dan perawatan). Bertindak sebagai koordinator dalam membantu proses kajian. 2. 4. 6. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator adalah sebagai berikut : 1. dan sanitasi di tingkat masyarakat. 3. Membantu DPMU dalam mengendalikan kemajuan dibidang teknis dan keuangan. dan rencana kegiatan kelompok masyarakat melalui langkah-langkah MPA/PHAST. Menjamin kegiatan dan pelaksanaan yang diusulkan dalam RKM sesuai dengan kriteria kegiatan Pamsimas. termasuk aspirasi golongan yang terpinggirkan agar terwakili dalam pembangunan. 5. public review dan finalisasi RKM. 2. konstruksi. Mengkaji efektifitas pelaksanaan kegiatan proyek dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan kepada DPMU. Memberikan masukan teknis dan administratif serta bekerjasama dengan TFM dalam pembentukan LKM dan memperkuat kelembagaan desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Mendukung manajemen pelaksanaan program di tingkat kabupaten/kota. Membantu DPMU dalam pelaksanaan audit yang diperlukan. Memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan TFM dan LKM dalam penyiapan RKM. 5. Membantu DPMU dalam menyusun laporan yang diperlukan. 4.PAMSIMAS Tugas utama Koordinator Fasilitator: 1. termasuk Community Lead Total Sanitation (CLTS). pencegahan penyakit. baik perbaikan promosi kesehatan. Bekerja sama dengan TFM dengan memberikan dukungan strategis kepada TFM untuk: pengerahan sumber daya selama proses pelaksanaan kegiatan (termasuk perencaaan. hingga penyiapan RKM dan membantu masyarakat setempat. analisis. 3. 105 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . terutama LKM dalam melaksanakan dan monitoring program. 6. Menyusun Strategi Pelaksanaan Village Implementation Plan (Rencana Pelaksanaan Kegiatan di tingkat Desa) beserta jadwalnya melalui kesepakatan dengan TFM dan DPMU termasuk rencana kerja fasilitator di tingkat kabupaten/kota dan masyarakat.

Kesehatan. 8.3.3. dan Sanitasi (ProAKSi) dengan metode MPA/PHAST (Methodology For Participatory Assessment/ Partipatory Hygiene And Sanitation Trasformation ) dan Visioning. Fokus terpenting dari pekerjaan TFM adalah membantu masyarakat untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatannya.PAMSIMAS 7. Prinsip kerja fasilitator merupakan satu kesatuan tim sebagai Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang terdiri dari 3 bidang keahlian. Mendukung fasilitator dan masyarakat untuk membuat system operasional dan pemeliharaan sarana air dan sanitasi dan melaksanakan review quality assurance melalui kunjungan periodik. • Fasilitator bidang Penyediaan Sarana Air Minum & Sanitasi / Water & Sanitation Facilitator (CF/WSS). Bidang Tugas Tim Fasilitator Masyarakat (TFM): ƒ Penyiapan rencana keseluruhan dalam penyediaan layanan fasilitasi kepada desa sasaran baik rencana tim maupun rencana individu. terutama Tim Kerja Masyarakat (LKM) atau organisasi pengelola lainnya dalam perencanaan. pelaksanaan dan monitoring program dalam peningkatan promosi kesehatan. ƒ Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 106 . Oleh karena itu. 3. Pengumpulan/updating data primer dan sekunder secara intensif untuk keperluan monitoring yang berhubungan dengan input data indikator kunci pelaksanaan program.2 Tim Fasilitator Masyarakat Fasilitator Masyarakat (FM) merupakan tenaga pendamping yang telah dilatih dalam keterampilan untuk meningkatkan kapasitas/kemampuan masyarakat untuk memutuskan. • Fasilitator bidang Pemberdayaan Masyarakat / Community Development Facilitator (CF/CD). pencegahan penyakit dan sanitasi masyarakat. merencanakan. melaksanakan dan mengelola kegiatannya dengan berperan secara aktif dalam setiap keputusan yang diambil. jadwal tentative fasilitator secara tim maupun individu harus disepakati bersama antara TFM. yaitu : • Fasilitator bidang Kesehatan / Health and Hygiene Facilitator (CF/HH). analisa dan penyusunan rencana kegiatan kelompok masyarakat sebagai Rencana Strategis Program Air Minum. Setiap TFM akan memfasilitasi 3-5 desa/tahun di tiap-tiap kabupaten/kota. Memberikan bantuan teknis kepada masyarakat desa. Koordinator Fasilitator dan Provincial Management Advisory Consultant (PMAC). Review dan mengevaluasi laporan fasilitator dan mengkonsolidasikannya di level kabupaten/kota. Dari Renstra ProAKSi akan dijabarkan ke dalam rencana tahunan berupa Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) untuk Program Pamsimas. Tugas pokok TFM adalah memfasilitasi kegiatan penilaian.

4 Independent Monitoring dan Evaluation Consultant Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh Lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama.PAMSIMAS ƒ ƒ ƒ Membantu penyiapan Laporan Pelaksanaan di Desa (proses. dan pasca konstruksi). 3. 107 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Melakukan kajian kebutuhan pelatihan masyarakat dan menyelenggarakan pelatihan masyarakat secara periodik bersama dengan DPMU dan PMAC. dan Sanitarian melakukan promosi kesehatan dan penyadaran perubahan prilaku hidup sehat (STBM/Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) kepada masyarakat sasaran. Bersama Kasie pembangunan (Staff Kecamatan). mid-term. dan paska program.3. konstruksi. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu.

3. Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam. Pencegahan Resiko Kolusi. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. Peraturan Pemerintah No.id. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. 2. 3. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat. Kesehatan. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. 7. Dep. 68 tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara. Keputusan Presiden No. 6. Undang-Undang No. 4. Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi dapat dilihat dalam tabel berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 108 . Undang. 5. Dep. Komite 4. 225/KPTS/M/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Tata Cara Penanganan Masukan dari Masyarakat di lingkungan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang No. 2. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Dep. Keputusan Presiden No. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. Keterbukaan Informasi.undang No. 59 tahun 2004 tentang Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Undang-Undang No. Dalam Negeri. Rencana Pencegahan Korupsi ini telah dipublikasikan di dalam situs www. Kolusi dan Nepotisme. Penanganan Pengaduan Indonesia yang merupakan landasan dalam Beberapa produk hukum di pemberantasan korupsi. yaitu: 1.pu.PAMSIMAS Lampiran 4 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI 4. 30 tahun 2002 tentang Pembentukan Pemberantasan Korupsi (KPK).go. 5. 80 tahun 2003 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.1 MATRIKS RESIKO DAN TINDAKAN PENCEGAHAN Rencana Tindakan Pencegahan Korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah di-identifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. Kepmen Kimpraswil No. Instruksi Presiden No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. dan 8.

Pengiklanan Sedang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Iklan yang tidak layak: misalnya pemberian Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah persyaratan yang membatasi kompetisi.1. Kolusi antar pemain untuk memperkaya diri. penggunaan Barang/Jasa Pamsimas surat kabar dengan sirkulasi terbatas dlsb Iklan palsu Jika panitia pengadaan mewajibkan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah peserta lelang untuk menghadiri rapat pra. Pencegahan Resiko Kolusi Peta Risiko Korupsi I. Petunjuk Pengadaan tidak diikuti dengan benar mengakibatkan pengadaan di bawah standar Pertimbangan terhadap proses evaluasi calon anggota panitia pengadaan yang tidak independen.2. Persiapan kriteria pemilihan Sedang dalam dokumen penawaran Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang /Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Rapat Pra-Lelang Sedang 109 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .1 Matriks Risiko Korupsi dan Tindakan Pencegahan I.5. Kurangnya standar informasi ‘cost/base’ mempersulit apakah perkiraan harga asli dan perkiraan harga pemilik masuk akal. Persiapan RFP (Permintaan Proposal) I. berbagi keuntungan antar pemain.diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan lelang.6. Kapasitas Panitia Pengadaan Tinggi Barang I. meskipun untuk paket pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Persiapan Perkiraan Harga Pemilik (Owner Estimate. OE) Resiko Tinggi Kesempatan adanya Korupsi Me-mark-up perkiraan harga pemilik (OE) dan informasi perkiraan harga pemilik dibocorkan kepada kontraktor/konsultan agar harga “mark-up” dimasukkan ke dalam penawaran/proposal. Kriteria dibuat agar cocok dengan konsultan tertentu Tindakan Pencegahan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.4. diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan informasi yang tidak lengkap.3. Keputusan cenderung condong mengikuti kemauan peserta lelang/konsultan atas “perintah” atasan atau pihak lain.PAMSIMAS Tabel 4.

10 Pembukaan proposal teknis Tinggi dan keuangan I. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Perpanjangan masa berlaku Tinggi pelelangan I. Daftar Pendek (shortlist) Tinggi Manipulasi informasi mengenai perusahaan atau individu yang masuk dalam daftar pendek agar perusahaan atau individu tertentu dimasukkan dalam daftar pendek Desakan/tekanan dari atasan untuk agar perusahaan tertentu dimasukkan dalam daftar pendek seringkali mengakibatkan perusahaan yang tidak masuk kualifikasi masuk dalam daftar pendek Melakukan mark-up untuk mendapatkan kickback Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.12. Penyimpanan proposal teknis dan keuangan ditempat aman untuk menjaga kerahasiaan Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Kolusi antara konsultan dan panitia Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah pengadaan untuk merubah proposal teknis diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang & dan/atau keuangan yang sebelumnya Jasa PAMSIMAS sudah masuk dan dibuka Manipulasi Berita Acara Pembukaan Penawaran Lelang Keterlambatan dalam mengevaluasi Proposal teknis dan/atau proposal keuangan memungkinkan terjadinya praktik “tawar-menawar”. maka beberapa peserta lelang mungkin tidak diuntungkan.9. I. Penentuan Pemenang Kontrak Tinggi I.14. Perpanjangan masa berlaku pelelangan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan proses. Reputasi konsultan/peserta Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Peserta Lelang/Konsultan mungkin terlibat Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 110 110 .PAMSIMAS barang yang sederhana dan jenis pekerjaan yang ringan untuk dilaksanakan.8 Penyerahan proposal biaya Sedang I.13.7. Evaluasi Proposal Tinggi I.11.

dan menerima kickback dari konsultan/supplier/kontraktor Risiko kickback. Penyaluran Dana Resiko Sedang Kesempatan adanya Korupsi Tindakan Pencegahan Penyuapan terhadap pejabat pemerintah Menetapkan kriteria yang transparan untuk dan desa baik oleh kontraktor maupun oleh pembayaran dan penyaluran hibah (dari DPMU masyarakat penerima manfaat. Pemerintah desa Sedang 111 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .1. dan pegawai pemerintah dapat mengambil uang pembayaran di belakang (kickback) dari perbedaan tersebut Melakukan supervisi kontrak dengan kualitas rendah secara sengaja. masyarakat dalam penyediaan air minum Memastikan transparansi informasi dan dan sanitasi serta minimnya keterlibatan penyebarluasan secara memadai untuk mencegah masyarakat dalam pelaksanaan fisiknya. Hal ini akan dikaji secara berkala oleh fasilitator dan secara acak oleh tim monitoring dan evaluasi. dan/atau terlibat dalam praktek korupsi/penipuan pada masa lalu (proyek-proyek sebelumnya) Produk/jasa yang diberikan di bawah kualitas yang disebutkan di dalam TOR. Pada tingkat desa.3. praktik kolusi berupa pemberian kontrak untuk penawar yang disukai.2 Pelatihan masyarakat Sedang II. kepada masyarakat) dalam panduan proyek. Peserta pelatihan hanya terdiri dari Memastikan pelatihan masyarakat melibatkan kelompok tertentu tanpa melibatkan orang sebanyak mungkin peserta yang berasal dari miskin. upaya kolusi dan nepotisme. Penyalahgunaan wewenang oleh aparat TKM membuat laporan kemajuan dan penggunaan desa dalam setiap tahap proses dapat uang secara berkala kepada masyarakat menyebabkan resiko tidak/kurangnya Papan pengumuman dipasang di desa untuk terakomodasi aspirasi/kebutuhan menginformasikan kegiatan proyek. pengkajian dilakukan setiap 3 II. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat Peta Risiko Korupsi II. penurunan kualitas produk/jasa diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.15 Kualitas produk/jasa Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.PAMSIMAS lelang dalam konflik kepentingan. Meningkatkan penanganan pengaduan.16 Keseluruhan Pengadaan Barang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas II. kelompok masyarakat yang berlainan dan menerapkan perimbangan jender untuk mencegah nepotisme.

Pengembangan organisasi Sedang institusional desa dalam operasi dan pemeliharaan II. Forum desa tidak mengikutsertakan Anggota TKM harus bertanggungjawab dalam masyarakat miskin.4. II. memantau dan menyetujui proses seleksi Resiko kecurangan Surat pernyataan minat harus diketahui dan Resiko pejabat daerah meminjamkan lebih ditandatangani oleh masyarakat termasuk kelompok dahulu kontribusi masyarakat sehingga masyarakat yang terpinggirkan berakibat ybs mempengaruhi jalannya proses selanjutnya. penduduk terpencil pelaksanaan proyek. Kickback kepada pegawai pemerintah Lemahnya pendokumentasian di tingkat masyarakat TKM (Tim Kerja Masyarakat) melakukan pengadaan semua material/peralatan tanpa melibatkan masyarakat desa (anggota masyarakat terpilih) sebagai panitia pengadaan Kurangnya kapasitas TKM tentang kualitas material/peralatan TKM membeli material/peralatan dari satu supplier. Kemampuan tim operasional dan Konsultan/executing agency memberikan pemeliharaan dalam mengelola. dan kelompok perempuan Executing agency melalui fasilitator masyarakat.PAMSIMAS bulan oleh masyarakat sendiri. Surat Pernyataan minat mengenai kontribusi tunai sebesar 4% dari total biaya konstruksi II. wakil PMC harus mengkaji.7. Pembelian barang/peralatan/material oleh masyarakat Sedang Tinggi Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 112 112 . Audit terhadap pembukuan desa akan dilakukan berdasarkan sampel dan kebutuhan untuk menyelesaikan masalah. dibantu fasilitator bila diperlukan. peningkatan kapasitas dalam operasional dan mengoperasikan dan menjaga sarana dan pemeliharaan juga dalam menetapkan tarif operasional Memastikan adanya mekanisme transparansi.6. Resiko adanya praktik kolusi Resiko nepotisme TKM harus dipilih melalui pertemuan masyarakat Kemampuan TKM yang dihadiri oleh semua anggota masyarakat. Pemilihan Tim Kerja Masyarakat (TKM) Sedang II.5. Tekanan/desakan dari pegawai pemerintah Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah untuk membeli barang/peralatan/material diatur dalam Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di kepada supplier tertentu Tingkat Masyarakat. Penunjukan langsung bukannya pemilihan akan memberikan pelatihan TKM . dan pemeliharaan.

PAMSIMAS Lemahnya pendokumentasian nota pembelian. Perencanaan teknis Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Sebagai bagian dari proposal yang diserahkan. Reputasi dari kelompok masyarakat penerima hibah Tinggi II. Keterlambatan dalam membuat disain Rencana pengadaan barang secara rinci harus 113 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Kelompok masyarakat tidak mempunyai Konsultan manajemen regional dikontrak untuk kapasitas dan sumber daya yang memadai membantu masyarakat. Semua kelompok masyarakat diminta untuk menginformasikan sejak awal bila anggota dewan komisaris/direksi dan anggota keluarga dekat mereka adalah: (i) anggota panitia lelang dari pelelangan yang akan diikuti dan juga (ii) eselon I – IV dari departemen yang terlibat dalam proyek. Material/peralatan yang dibeli oleh warga akan dikenakan PPN.11. dan/atau terlibat dalam praktik korupsi/penipuan di masa yang lalu yang jika tidak mereka akan dikeluarkan dari pelelangan dan akan diambil tindakan hukum oleh pemerintah. Pelaksanaan sub proyek sebagai hibah masyarakat Sedang II. Reputasi dari Supplier Tinggi II.9. dan/atau terlibat tindakan korupsi/penipuan di masa lalu Kelompok Masyarakat mungkin dalam situasi konflik kepentingan. II.8. dan/atau terlibat kegiatan korupsi/penipuan pada masa lalu.10. Pernyataan ini akan dipublikasikan di forum desa. untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan TFM akan mengkaji kemampuan kelompok yang dibutuhkan untuk hibah masyarakat. Supplier mungkin dalam situasi konflik kepentingan. Fasilitator/DPMU mengarahkan TKM untuk membeli material dari supplier tertentu dengan potongan harga (tanpa mempertimbangkan kualitas material) Panitia Pengadaan memanggil calon pemenang kuat dan melakukan tawarmenawar besarnya kontrak. kelompok masyarakat diharuskan menandatangani pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam situasi konflik kepentingan. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak. Hal ini dapat berakibat kepada buruknya kinerja memerlukan persetujuan konsultan kabupaten dan dan kualitas produk pengawasan oleh PMC. masyarakat dan pelatihan yang diperlukan.

pemegang uang muka. (iii) Persyaratan CPMU untuk melaksanakan pelatihan yang memadai tentang panduan proyek untuk semua staf. staf perencanaan. dan staf keuangan. Tinggi PMU dsb. Tindakan Pencegahan Panduan proyek mencakup: (i) kriteria pemilihan dan indikator kinerja manajer proyek. (ii) Pilih kasih (favoritism) II. Ada dua alasan yang mungkin melandasi penunjukan tersebut: (i) Proyek dianggap kurang prioritas oleh pihak lain. bendahara. pembuat SPM) pada tingkat Kabupaten tidak didasarkan pada wewenang dan kualifikasi fungsional mereka. sesuai dengan perencanaan Pamsimas). Risiko tindakan kolusi untuk merekrut konsultan yang disukai.1. Terdapat kemungkinan perkiraan anggaran (RAB) untuk konstruksi menjadi tinggi karena lemahnya kinerja konsultan atau survei yang tak lengkap. Proses Rekruitmen TFM. Konsultan kabupaten juga harus memeriksa perencanaan biaya sebelum evaluasi. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertanggung jawab untuk mengevaluasi RKM (memeriksa proposal biaya.PAMSIMAS sebagai menu dari opsi teknis teknis akan menguntungkan konsultan. bendahara.2. Penunjukan Unit Pelaksana Sedang Proyek (Satker) and stafnya (pembuat komitmen. III. hal ini akan berakibat pada biaya total konstruksi khususnya kontribusi masyarakat Pengawasan teknis yang kurang layak oleh Konsultan Teknis DPMU atau Kajian yang tidak independen oleh Konsultan Pengawas Proses (PMC) dapat menambah biaya total atau disain yang buruk dengan kemungkinan tingkat kegagalan yang tinggi disatukan dalam perjanjian hukum dan akan menjadi dasar bagi setiap kegiatan pengadaan barang. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 114 114 . Meningkatkan keterbukaan. (ii) mensyaratkan adanya penilaian kinerja tahunan sesuai kriteria tersebut. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan Peta Risiko Korupsi Resiko III. Kesempatan adanya Korupsi Minimnya kapasitas dan transparansi dapat mengakibatkan tindakan kolusi. Risiko minimnya kapasitas staf PMU. penanganan keluhan seperti yang dicantumkan dalam Keppres 80/2003 Proyek akan mengadakan pelatihan tentang pengelolaan dan keuangan proyek Evaluasi rutin terhadap kinerja konsultan (perlu dipertimbangkan penghargaan terhadap konsultan dengan kinerja terbaik).

Panitia seleksi diharuskan menunjukkan komitmen mereka untuk mewujudkan proses seleksi yang jujur.6. dll) Membuat laporan audit dan semua tanggapan oleh pemerintah tersedia untuk umum segera setelah penerimaan laporan akhir yang disiapkan sesuai dengan persetujuan pinjaman/kredit. III.4. verifikasi pembayaran. Mekanisme Akuntabilitas Sub-projek III. kelompok dan/atau kepentingan lainnya dengan menandatangani ‘Pakta Integritas’ sesuai dengan peraturan pemerintah yang relevan (Keppres 80/2003). Konflik kepentingan. Penunjukan Tim yang Rendah mengelola hibah desa di tingkat masyarakat 115 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . III. perbandingan harga antara harga kontrak dan harga pasar. TFM akan diseleksi berdasarkan kinerja mereka setelah melalui pelatihan pra-tugas. Executing Agency dan Implementing Agency harus mengadakan audit tahunan oleh pihak ketiga. Pemilihan tidak dilakukan berdasarkan kemampuan dan konsensus masyarakat. yang mencakup audit terhadap pengadaan dan hasil pelaksanaan (‘end-use check’.3. tetapi pada kedekatan kekeluargaan antara calon dan elit desa. obyektif dan transparan dan menghindari penyalahgunaan wewenang dan diskresi dalam pemilihanb untuk memenuhi kepentingan pribadi. pekerjaan atau jasa. Publikasi Laporan Audit Rendah Risiko bahwa informasi mengenai kemajuan dan hasil pelaksanaan proyek (termasuk tindakan penyalah-gunaan. Nama-nama calon harus diumumkan sekurangkurangnya seminggu sebelum pemilihan III. Menghindari konflik kepentingan dengan menyediakan pedoman kriteria pemilihan masyarakat penerima manfaat Pamsimas Menetapkan kriteria mekanisme seleksi tim pengelola hibah desa yang disepakati. Lemahnya transparansi dan proses yang berpihak. Mengumumkan kriteria kepada masyarakat dan mengadakan penilaian kinerja tahunan. obyektif dan transparan sesuai petunjuk Bank. keluarga.PAMSIMAS Pemilihan semua personil harus dilaksanakan melalui mekanisme yang sepenuhnya jujur. Kriteria seleksi dibuat berdasarkan prinsip meritokrasi bahwa hanya yang paling berkualitas yang akan direkrut. kolusi dan nepotisme jika ada) tidak tersedia. Penunjukan calon yang tidak berkualitas.5. Pemilihan Desa Sasaran Sedang Rendah Kurangnya pengalaman DPMU dapat mengakibatkan penyalahgunaan dana. Menggunakan pengawasan proyek dan supervisi untuk mengurangi risiko. kualitas dan kuantitas barang.

Mekanisme penilaian kinerja konsultan oleh perusahaan dan harus dikaji dan disetujui oleh Bank Executing agency (dengan bantuan Bank) akan menyiapkan prosedur operasional untuk konsultan. audit. termasuk laporan kegiatan. Pemilihan lokasi proyek (desa) Sedang Negosiasi mungkin dilaksanakan dalam pemilihan desa antara executing agency dan perwakilan dari kabupaten Dilaksanakan dengan tidak layak. sebuah pengkajian atas pengendalian internal terhadap implementing agency proyek dan pernyataan bahwa semua pencairan dana proyek dilakukan merupakan pengeluaran yang layak dibiayai. keuangan. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 116 116 . relevan. Pengarsipan Sedang Meningkatkan penanganan keluhan dan sanksi atas keterlambatan pembayaran. tiket. Hasil dari pengkajian ini akan di laporkan kepada Bank dan external auditor. kontrak. Dokumen proyek (seperti pengadaan Menetapkan pedoman yang jelas barang. dll. data fisik dan keuangan. diperlukan.10. antara lain.9. pembukuan keuangan dan penanganan lanjut bila surat masuk dan keluar dan dokumen arsip tidak dipelihara. audit internal oleh Inspektorat Jenderal mensyaratkan adanya bantuan teknis. tanda terima pembayaran. termasuk penundaan pengujian kualitas ) sengaja tidak pembayaran dan penggantian personil bila disediakan untuk menutupi praktik korupsi. absensi. laporan tentangpengarsipan pengadaan barang dan pelaksanaan.7. tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal Keterlambatan pembayaran gaji konsultan dapat memberikan dampak terhadap kinerja proyek seperti penyalahgunaan dana dan peningkatan harga (mark up). Karena keterbatasan kemampuan. Hal ini berdasarkan kerangka acuan yang disetujui oleh Bank sebelum negosiasi. Pembayaran Gaji Konsultan (TFM) Sedang III. termasuk. Pelatihan Fasilitator & Konsultan Sedang III. Pembayaran Tinggi III.11. Pemilihan desa harus benar-benar berdasarkan data kemiskinan dan tingkat kebutuhan masyarakat atas air dan sanitasi Meningkatkan mekanisme oleh Bank Mekanisme monitoring dan evaluasi mencakup penilaian kualitas pelatihan III.8. Laporan/dokumen pendukung fiktif seperti Menyiapkan pedoman untuk mengawasi klaim biaya perjalanan dan pengeluaran untuk pengeluaran yang ditunjang oleh bukti-bukti yang workshop/ pelatihan. Membandingkan laporan harga di lokasi yang berbeda dan memberikan perhatian atas perbedaan yang diakibatkan masalah dalam akses dan ruang lingkup aktifitas.PAMSIMAS III.

Rendah Informasi terbatas untuk Unit Pelaksana. untuk penyaluran dan penggunaan dana Resiko ketidaklengkapan/ ketidaksesuaian Pedoman penyerahan dokumen lengkap yang dokumentasi keuangan menjadi persyaratan surat perintah membayar kepada KPN Depkeu akan tercantum dalam pedoman proyek. Pemantauan oleh masyarakat. setelah FM dan TKM menyerahkan estimasi anggaran. Hal ini merupakan langkah penting karena standar tindakan yang ditetapkan pemerintah perlu diperkuat untuk mengurangi resiko korupsi. Keterbukaan Informasi IV. III. Diseminasi tujuan dan aturan proyek dan peraturanperaturan melalui pertemuan-pertemuan dan rapat kerja di tingkat Kabupaten 117 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Forum pertanggungjawaban desa akan dilaksanakan dan dihadiri oleh seluruh anggota masyarakat. Proyek akan mempekerjakan tim independen sebagai auditor untuk memastikan bahwa pengeluaran bersifat wajar Staf keuangan dan manajemen dalam CPMU dan PPMU akan mengawasi dan mengaudit aspek keuangan. Membentuk tim yang berfungsi untuk memberikan pelatihan pembukuan dan manajemen proyek Peningkatan dalam penanganan keluhan.12.1 Terbatasnya diseminasi informasi yang terkait proyek.PAMSIMAS Pedoman penyebarluasan informasi mengenai kontrak-kontrak yang sudah diputuskan Membuat data proyek yang layak dan sistem pembukuan Resiko keterlambatan pelaksanaan proyek Menyederhanakan proses penyaluran dana. dan sanksi untuk mereka yang mencairkan dana tidak sesuai peraturan. Penyaluran dan penggunaan dana Tinggi IV. Pencairan dana di tingkat desa dilakukan Executing agency harus menyiapkan prosedur tetap secara sekaligus. Penggunaan dana harus tranparan – ditempelkan di papan pengumuman Pencairan dana di desa dilakukan berdasarkan kebutuhan di setiap tahap pelaksanaan.

) memperoleh informasi yang diterima sebagaimana masyarakat lainnya Penguatan mekanisme penanganan pengaduan dan sanksi untuk mereka yang membatasi informasi IV. dll. mesjid.2 Diseminasi informasi Sedang V. Penanganan Pengaduan V.PAMSIMAS Pastikan bahwa kantor-kantor Pamsimas mengetahui peran dan tanggungjawabnya dan bagaimana masing-masing bertanggung-jawab terhadap agendanya Informasi dipegang oleh kelompok tertentu Setiap informasi terkait proyek harus disebarluaskan secara terbuka kepada masyarakat dan pihak-pihak lain untuk mengendalikan dan memantau kinerja dan dampak program Fasilitator harus memastikan bahwa desa-desa miskin. Termasuk di dalamnya menempelkan pengumuman dan deskripsi singkat mengenai hibah desa di ruang publik seperti balai desa. termasuk penelusuran keluhan dan pengukuran efektifitas penerapan sistem ini.I. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 118 118 . terpencil dan kelompok wanita (dlsb. Penanganan Pengaduan Sedang Keluhan tidak ditangani secara memadai Membangun mekanisme penanganan keluhan secara rinci.

dan dalam kasus prakualifikasi.PAMSIMAS 4. dengan bea yang wajar untuk membayar biaya cetak dan pengiriman. termasuk informasi terbaru. termasuk laporan audit yang disetujui) yang disiapkan sesuai dengan perjanjian pinjaman dan semua tanggapan resmi dari pemerintah terkait dengan laporan tersebut. daftar-daftar supplier pra-kualifikasi. Dengan berkonsultasi kepada pihak Bank. semua 119 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . semua dokumen lelang dan permintaan proposal yang dikeluarkan sesuai dengan persyaratan pengadaan dalam perjanjian pinjaman. Berikut adalah contoh bagaimana Pamsimas akan mengurangi risiko korupsi melalui penguatan keterbukaan informasi. segera setelah pemberitahuan penghargaan kontrak kepada pemenang lelang. Apabila diminta semua daftar pendek konsultan.2. Masing-masing dokumen tersebut akan disediakan sampai satu tahun setelah penyelesaian kontrak dimasukkan dalam pertanyaan untuk barang. laporan kajian mid-term dan aide memoire yang dipersiapkan untuk tujuan tersebut. di bawah). Apabila diminta. Penguatan Keterbukaan Informasi di Pamsimas. dokumen terkait hanya akan disediakan setelah pemberitahuan pemberian kontrak kepada perusahaan pemenang. Tindakan lain terkait penyebarluasan dokumen Pamsimas kepada publik dijabarkan di dalam matriks berikut. Implementing Agency akan menetapkan mekanisme dalam hal apa media dan kelompok masyarakat madani dapat terlibat untuk mengawasi kemajuan proyek (lihat juga tentang Pengawasan oleh Masyarakat Madani. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia untuk publik: • • menyediakan segera b c • • Semua rencana dan jadwal pengadaan tahunan. Informasi dalam ringkasan tersebut akan dibatasi pada daftar peserta lelang. pekerjaan atau jasa. Dalam hal dokumen yang diminta adalah dokumen lelang dan permintaan proposal dari peserta lelang yang menunjukkan ketertarikan. Penyebaran dokumen Pamsimas kepada publik antara lain: a Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia menyediakan kepada publik segera setelah selesainya kajian mid-term proyek dilaksanakan sesuai dengan perjanjian pinjaman. ringkasan evaluasi semua lelang dan proposal untuk kontrak yang diajukan. Membuka kepada semua peserta lelang dan semua pihak yang memasukkan proposal untuk kontrak tertentu. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia dapat menyediakan kepada publik segera setelah menerima semua laporan akhir audit (keuangan atau selain itu. Fotokopi kliping media akan dikirimkan ke CPMU untuk dibahas dan diarsip. Mekanisme ini akan dirinci dalam Panduan Proyek dan mencakup kegiatan berbagi informasi dengan media.

Setelah diminta oleh perorangan atau perusahaan. jenis dan status keluhan untuk setiap propinsi dan kabupaten. nama pemenang lelang dan nilai kontrak. Format sederhana. Panduan pengelolaan proyek Akses yang mudah kepada publik untuk mendapatkan versi Indonesia dari Rencana Anti Korupsi proyek. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 120 . akan dimuat dalam IFR (Interin Un-Audited Financial Report) dan dipaparkan kepada forum masyarakat madani (misalnya LSM) dalam bentuk cetakan di tingkat pusat dan propinsi. nilai kontrak. Mempublikasikan secara luas informasi penghargaan kontrak untuk semua kontrak. penawaran dan proposal yang dinyatakan tidak-tanggap (bersama dengan alasan untuk penilaian itu). jumlah peserta lelang/proposal. dalam bentuk standar akan disiapkan untuk memastikan adanya pelaporan kemajuan tahunan untuk lembaga non-pemerintah dan media tingkat nasional dan lokal.PAMSIMAS nilai lelang dan proposal keuangan yang dibacakan pada saat pembukaan penawaran lelang dan proposal keuangan. segera setelah pemberian kontrak. ringkas. metoda pengadaan yang diikuti dan tujuan dari kontrak. • • • • • Hampir semua dokumentasi di atas harus ditempatkan secara lengkap dalam situs proyek dan dalam bentuk cetakan (hardcopies). Beberapa dokumen akan diringkas agar memberikan akses yang lebih baik terhadap informasi utama. Informasi terpenting mengenai kontrak. Konsolidasi Program Kerja Tahunan dan harus disetujui oleh Bank. segera setelah diminta. daftar semua kontrak yang diberikan dalam tiga bulan sebelum tanggal permintaan mengenai suatu proyek. Rincian lengkap tentang bagaimana masing-masing dokumen tersebut di atas akan disediakan oleh Executing and Implementing agencies akan dituangkan dalam panduan proyek. IFR akan dibuat tahunan dan akan ditempatkan dalam situs proyek. Satu ringkasan informasi dan kemajuan proyek. Data dari laporan tersebut akan dipublikasikan setiap bulan dalam website oleh CPMU. Ringkasan tersebut akan disediakan kepada publik. termasuk nama penyedia/supplier/konsultan. Situs tersebut juga memuat data dasar mengenai jumlah. dan rapat kerja dan lain-lain kegiatan terkait proyek akan dimuat dalam laporan tersebut. termasuk masalah dan solusinya. kemajuan pelaksanaan.