P. 1
PMM Edisi 2010

PMM Edisi 2010

|Views: 79|Likes:
Published by ahadiano200
pamsimas
pamsimas

More info:

Published by: ahadiano200 on Jul 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

PAMSIMAS

KATA SAMBUTAN
Sektor air minum dan sanitasi merupakan pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Tidak memadainya prasarana dan sarana air minum dan sanitasi, khususnya di perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan dan lingkungan yang memiliki dampak lanjutan terhadap tingkat perekonomian keluarga. Penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi yang baik akan memberi dampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta waktu yang dapat dihemat dari usaha untuk mendapatkan air minum dan sanitasi yang baik. Ketiga dampak tersebut akan memberikan dampak lanjutan berupa peningkatan produktivitas masyarakat.
Pamsimas adalah kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dananya berasal dari kontribusi masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Bank Dunia. Kegiatan ini didukung oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Departemen Dalam Negeri dan Departemen Kesehatan.

Tujuan Pamsimas secara umum adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat. Program ini akan menjadi model untuk direplikasi, diperluas (scalling up) dan diarusutamakan (mainstreaming) di daerah lain, dalam upaya mencapai target MDGs.
Pamsimas merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Water Supply and Sanitation for Low Income Communities Project (WSLIC). Lokasi kegiatan ditetapkan berdasarkan empat kriteria, yaitu termasuk desa miskin, rendahnya ketersediaan air minum dan sanitasi, tingginya kejadian penyakit terkait air, dan belum menerima bantuan sejenis dalam dua tahun terakhir. Pemerintah menargetkan 15 provinsi, 110 kabupaten/kota, dan 5.000 desa/kelurahan.

Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas dan Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat dimaksudkan sebagai pedoman para pelaksana yang terkait dengan pelaksanaan program ini dan apabila ada kendala dalam pelaksanaan di lapangan, pedoman ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan masukan-masukan yang ada berdasarkan kondisi di lapangan sepanjang disetujui oleh pihak executing agency maupun Bank Dunia. Melalui pelaksanaan program Pamsimas yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pedoman Pamsimas, diharapkan kebutuhan masyarakat akan air minum dan sanitasi yang layak dapat terpenuhi sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan tingkat ekonomi sosial masyarakat.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya

Budi Yuwono P.
NIP. 110020173

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

2

PAMSIMAS

KATA PENGANTAR
Edisi 2010
Salah satu poin pembelajaran dari pelaksanaan program PAMSIMAS tahun 2009 adalah perlunya dilakukan review dan penyempurnaan terhadap buku pedoman dan petunjuk teknis Program PAMSIMAS untuk pelaksanaan di tahun 2010. Penyempurnaan yang dilakukan bertujuan untuk lebih menegaskan dan menjelaskan kebijakan program agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dalam pelaksanaan di derah/lapangan, dengan memegang prinsip tidak merubah substansi dasar kebijakan program PAMSIMAS yang telah ditetapkan. Berdasarkan masukan dari para pelaku program PAMSIMAS, buku pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tahun 2010 mengalami perubahan baik yang bersifat redaksi maupun substansi. Perubahan redaksional meliputi pembetulan penulisan dan pengaturan paragraf, kalimat, kata, dan ejaan agar lebih mudah dipahami oleh seluruh pelaku program PAMSIMAS. Perubahan subtansi sebenarnya tidak ada, kecuali hanya untuk lebih menegaskan dan lebih memperjelas kebijakan dasar program PAMSIMAS yang dimaksud dalam buku pedoman dan petunjuk teknis melalui penambahan dan pengurangan beberapa paragraf dan kalimat. Perubahan-perubahan yang dimaksud antara lain: 1) Merubah pembahasan tentang Audit yang semula ada pada Bab Pengelolaan program, menjadi pada Bab Pendanaan program 2) Menghilangkan gambar alur pelaporan untuk dimasukan pada penjelasan petunjuk teknis tentang pemantauan, evaluasi dan pelaporan 3) Menghilangkan lampiran tentang Pelaksanaan, Safeguard, Operasi dan Pemeliharaan, Monitoring dan Evaluasi, Penanganan Pengaduan dan Relasi Publik serta Laporan dan Audit untuk kemudian akan masuk pada petunjuk teknis masing-masing. 4) Buku-buku petunjuk teknis: a. Petunjuk Teknis Perencanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat b. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat c. Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Tingkat Masyarakat d. Petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Tingkat Masyarakat e. Petunjuk Teknis Pengamanan Lingkungan dan Sosial f. Petunjuk Teknis Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan g. Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan h. Petunjuk Teknis Pengarusutamaan Pamsimas 5) Buku-buku suplemen / modul: a. Buku Kumpulan Format b. Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum, c. Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi, d. Gambar Tipikal Standard Sarana Air Minum dan Sanitasi e. Buku Saku Program Pamsimas, f. Leaflet dan Poster. Semoga buku pedoman dan petunjuk teknis dan supplemennya ini dapat lebih mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas. Kritik dan masukan sangat diharapkan demi optimalnya fungsi buku-buku dimaksud terhadap kelancaran dan keberhasilan program Pamsimas,

Jakarta, Desember 2009 Tim Pamsimas

3

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. KATA SAMBUTAN ……………………………………………………… KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI ......................................................................................... DAFAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... DAFTAR SINGKATAN / ISTILAH ....................................................... 1 2 3 4 7 8 9 10

1

PENDAHULUAN .................................................................................. 1.1 1.2 1.3 LATAR BELAKANG ................................................................... TUJUAN ...................................................................................... SASARAN ................................................................................... 1.3.1 1.3.2 1.4 1.5 Sasaran Program ........................................................... Sasaran Lokasi ..............................................................

14 15 15 15 15 16 17 18 18 18 20 21 22 22 22

PRINSIP DAN PENDEKATAN ……………................................. UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN ................ 1.5.1 1.5.2 Replikasi ......................................................................... Perencanaan Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan ...........................................................

1.6 1.7 2

BUKU-BUKU PANDUAN ............................................................ CLIENT CONNECTION WEBSITE .............................................

KOMPONEN PROGRAM .................................................................... 2.1 KOMPONEN 1 : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL .......................... 2.1.1 Pelaksanaan Proses CDD di Tingkat Masyarakat .......

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

4

... 3.5 KOMPONEN 5 : DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK ....................... 2................1 3..................3 2.............................4 3...........2.... Kabupaten/Kota.....................4................................. PMAC untuk PPMU dan DPMU ...1................................2 3.............................. dan Kecamatan untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Penyediaan SAM dan Sanitasi dengan pendekatan CDD ...... PEMANTAUAN ..........2......................................................................PAMSIMAS 2......................4.2 Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi........... 3 PENGELOLAAN PROGRAM ..2 Insentif untuk Desa/Kelurahan ... DUKUNGAN KELEMBAGAAN ......................5............3 2.2.........................5 3.....................................2 KOMPONEN 2 : PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HYGIENE DAN SANITASI ....5..............9 Kelembagaan di Tingkat Pusat ..................... RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI ...................................... SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN ..........1 2..... LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM ....... Kelembagaan di Tingkat Provinsi ... Penilai Proyek Independen ...................2 2......3 CMAC untuk CPMU ......................3 25 2. KOMPONEN 4 : INSENTIF UNTUK DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA .........3..4 KOMPONEN 3 : PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI UMUM ...5............1........... 2....................... dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program . 3................................8 3..............3...................... PENGAMANAN/SAFEGUARD ......6 3.................................... 5 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ......................................... 24 2............3 3........ Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan di Provinsi...1 2.......... 27 27 28 28 29 32 34 34 34 35 35 35 35 36 36 38 38 38 42 43 48 49 49 49 50 51 52 2.... Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana ............................. Kabupaten/Kota.....................................................4 Program Marketing Sanitasi dan Hygiene ..3.................... Penguatan Unit Higiene dan Sanitasi Lokal ...... 2...................... 2...2 2.......... Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah ...4 3......3.............2...7 3........1 3.................1 Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ............. Insentif untuk Kabupaten/Kota .......3 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS BANTUAN/LAYANAN ............................2 3............... Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota ....... OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN ....... PENGADAAN BARANG/JASA .... 2.........................

...................... 4.. 4...........1 4................... LAMPIRAN ......1 4................................................................. 4..............10 EVALUASI ...................... External Audit ...............2 Internal Audit .............................................3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA ............... Dana Rupiah Murni ................. 57 57 57 59 59 59 59 59 60 60 60 61 62 62 63 63 64 65 65 65 66 67 Kategori Pembiayaan ................2 4.................... 4.................. 4.....................................................................................................................1................. A B C D 4...................................................................3 4....1.... Pelaporan Anggaran .......... PENANGANAN FINANCIAL MANAJEMEN ........ Pembukuan dan Akuntansi ......2.................................................................2 APBN ......................2 Dana Kredit IDA ............................................12 PELAPORAN ........................... 3...................1 4..................2....................................................2.............................. 4....................5......................................PAMSIMAS 3.......5............................................................11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT ................ APBD Kabupaten/Kota ..................... APBD Provinsi ........................................... 4 PENDANAAN PROGRAM ....................... 3.......................................................................................3 Penganggaran .......5 AUDIT ...............................1.................................................... 4..................... Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 6 ...................................1 SUMBER DANA .......4 MEKANISME PENYALURAN DANA DI TINGKAT MASYARAKAT ......................... Kontribusi Masyarakat ...................

................4 3.5 4...........2 3....... JUDUL TABEL 3.. Halaman 37 40 42 44 56 61 7 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .............PAMSIMAS DAFTAR TABEL No.......... Komponen Pembiayaan Pamsimas .... Peran dan Tanggungjawab keMenterian dan Departemen Terkait dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ........... Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas ....3 3........... Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Kabupaten/ Kota dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas .......1 3.....1 Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program .................. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan Tingkat Provinsi dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas ....

.PAMSIMAS DAFTAR GAMBAR No. JUDUL GAMBAR 1...1 Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas ......... Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat . Halaman 17 65 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 8 ..1 4..

................. 4.……. Organisasi Pelaksana Pamsimas ………………………………….....PAMSIMAS DAFTAR LAMPIRAN No...... 3....................... 2........................ Daftar Lokasi Program Pamsimas . Rencana Tindak Anti Korupsi . Halaman 67 70 83 108 9 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas ............................... Pemilihan Lokasi Program ………….. JUDUL LAMPIRAN 1....……………………..

PU DJCK DIPA DitPAM DJPb Depkeu DPPHLN Depkeu DPR : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Anggaran Berbasis Kinerja Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Analisis Dampak Lingkungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Buang Air Besar Berita Acara Permintaan Pencairan Dana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bank Indonesia Badan Keswadayaan Masyarakat Bantuan Langsung Masyarakat Biaya Operasional Proyek Badan Permusyawaratan Desa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Capacity Development Community Driven Development Community Led Total Sanitation Central Management Advisory Consultant Central Project Implementaion Unit Central Project Mangement Unit Selection based on Consultant’s Qualifications District Coordination Committee / Tim Koordinasi Kabupaten/Kota District Coordinator Facilitator Detailed Engineering Design / Rancangan Rinci Kegiatan Departemen Dalam Negri Departemen Kesehatan Departemen Keuangan Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Departemen Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 10 .PAMSIMAS DAFTAR ISTILAH & SINGKATAN ABK AD/ART ANDAL APBD APBN BAB BAPPD Bappeda Bappekab/kot Bappeprov Bappenas BI BKM BLM BOP BPD BPKP CD CDD CLTS CMAC CPIU CPMU CQS DCC/TKK DCF DED/RRK Depdagri Depkes Depkeu Dep. Departemen Keuangan Direktorat Pengelolaan Pinjaman & Hibah Luar Negeri.

merupakan nama generik yang dahulu dinamakan BKM Lembaga Swadaya Masyarakat Mata Anggaran Keluaran Millennium Development Goals Methodology for Participatory Assessment National Competitivie Bidding Non Goverment Organization Nota/Naskah Perjanjian Pinjaman / Hibah Luar Negeri No Objection Letter Open Defecation Open Defecation Free Organisasi Masyarakat Setempat Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan / Urban Poverty Project Project Appraisal Document Penampung Air Hujan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat 11 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS DPRD DRA Fasilitator FA FGD/DKT FMR GA GoI GPN HHS HU ICB IDA IDR IFR IMAS Initial Deposit KDP/PPK KKN KPPN LCB LCS LKM LSM MAK MDGs MPA NCB NGO NPPHLN NOL OD ODF OMS P2KP/UPP PAD PAH PA/KPA Pamsimas : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Demand Responsive Approach Tenaga Pendamping Program Pamsimas di masyarakat Financing Agreement Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah Financial Management Report Grant Agreement Government of Indonesia General Procurement Notice Health and Hygiene Specialist Hidran Umum International Competitive Bidding International Development Association Indonesia Domistic Rate Interim Financial Report Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi Dana Awal Kecamatan Development Programme / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Korupsi Kolusi Nepotisme Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Local Competitive Bidding Least-Cost Selection Lembaga Keswadayaan Masyarakat.

Departemen Keuangan Sistem Informasi Manajemen Satuan Kerja Perangkat Daerah Satuan Kerja Sementara Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Standard Operational Procedures Surat Perintah Kerja Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 12 .PAMSIMAS PCC/TKP PCSC PDAM PHAST PHLN PMAC PMD PMC PMM PODES POM PPh PPK PPM PPN PRA PT/KU QBS QCBS RAB Renstra RFP RKA-KL RKA-SKPD RKL RKM/CAP RPJM RPIJM RPL RT/RW SA Satker SCC SE-DJP Depkeu SIM SKPD SKS SNVT SOP SPK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Provincial Coordination Committee / Tim Koordinasi Provinsi Project Coordination and Steering Committee Perusahaan Daerah Air Minum Participatory Higiene and Sanitation Transformation Pinjaman / Hibah Luar Negeri Provincial Management Advisory Consultant Pemberdayaan Masyarakat Desa Process Monitoring Consultant Project Management Manual Potensi Desa Project Operational Manual Pajak Penghasilan Pejabat Pembuat Komitmen Penanganan Pengaduan Masyarakat Pajak Pertambahan Nilai Participatory Rural Appraisal Public Tap / Kran Umum Quality Based Selection Quality and Cost Based Selection Rencana Anggaran Biaya Rencana Strategis Request for Proposal Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian / Lembaga Rencana Kerja dan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah Rencana Pengelolaan Lingkungan Rencana Kerja Masyarakat / Community Action Plan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rencana Program Investasi Jangka Menengah Rencana Pemantauan Lingkungan Rukun Tetangga/Rukun Warga Special Account (Rekening Khusus) Satuan kerja Special Condition of Contract Surat Edaran Direktor Jenderal Perbendaharaan.

Opportunity and Threat Technical Assistance Tim Pengarah dan Kelompok Kerja Antar Departemen Terkait di Tingkat Nasional Tim koordinasi Kabupaten/Kota / District Coordination Committee Tim Koordinasi Kecamatan Tim Kerja Masyarakat Training Need Assessment Term of Reference / Kerangka Acuan Kerja Training of Trainer Tim Pelaksana Kegiatan Total Sanitation & Sanitation Marketing / Sanitasi Total & Pemasaran Sanitasi Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Kecamatan Tugas Pokok dan Fungsi Transect Walk Upaya Pengelolaan Lingkungan Unit Kerja Teknis Satuan Pelaksana Pamsimas Unit Pengelola Keuangan / Bendahara Upaya Pemantauan Lingkungan Village Implementation Manual World Bank Second Water supply and Sanitation for Low Income Community Third Water supply and Sanitation for Low Income Community/Pamsimas 13 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS SPKMK SPM SPP SPPB SP2D SP3K SSP SR SWOT TA TIM INTERDEPT TKK/DCC TKKc TKM TNA TOR/KAK TOT TPK TSSM/SToPS TTK TTKc Tupoksi TW UKL UKT UPK UPL VIM WB WSLIC-2 WSLIC-3 : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Kegiatan Surat Perintah Membayar Surat Permintaan Pembayaran Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Surat Perintah Pencairan Dana Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan Surat Setoran Pajak Sambungan Rumah Strength. Weakness.

Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui pelibatan seluruh masyarakat (perempuan dan laki-laki. Namun demikian. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. 3) Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum. dan 5) Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek. (iv) aliran informasi yang memadai bagi masyarakat. dukungan teknis dan pengembangan kapasitas. pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya. termasuk pelayanan air minum dan sanitasi. sehingga memerlukan dukungan finansial untuk menyediakan pelayanan dasar kepada masyarakat. pada umumnya kemampuan mereka terbatas. bagi daerah-daerah dengan wilayah perdesaan relatif luas. Ruang lingkup kegiatan program Pamsimas mencakup 5 (lima) komponen kegiatan: 1) Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Lokal. Sejak diberlakukannya UU No. Sejalan dengan itu. dll. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. 1 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 14 . 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat menggariskan bahwa tujuan pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pelayanan air minum dan penyehatan yang berkelanjutan. sanitasi. Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan Pendekatan Tanggap Kebutuhan (Demand Responsive Approach) adalah pendekatan yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan termasuk di dalamnya pendanaan. berpenduduk miskin relatif tinggi dan mempunyai kapasitas fiskal rendah.PAMSIMAS BAB 1 PENDAHULUAN 1. Program WSLIC-3/Pamsimas merupakan salah satu program pemerintah (pusat dan daerah) untuk meningkatkan penyediaan air minum. maupun investasi non fisik dalam bentuk manajemen. (iii) terbukanya akses seluas-luasnya bagi partisipasi dari seluruh pihak yang berkepentingan. 4) Insentif Desa/kelurahan dan Kabupaten/kota.1 LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai target Millennium Develepment Goals sektor Air Minum dan Sanitasi (WSS-MDG). yaitu menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang belum mempunyai akses air minum dan sanitasi dasar pada tahun 2015. Karakteristik utama pendekatan ini adalah tersedianya pilihan yang terinformasikan.) dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach)1. baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana. kaya dan miskin. (ii) pemerintah berperan sebagai fasilitator. 2) Peningkatan Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pelayanan Sanitasi.

c.1 Sasaran Program Untuk mencapai tujuan tersebut. dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan. 1.3 SASARAN 1. Setiap DPMU dan CPMU memiliki kemampuan mengelola dan mendukung program secara baik (dan diharapkan dapat menerapkan perluasannya di kota/kabupaten lainnya di Indonesia). Pemerintah provinsi dan kota/kabupaten memiliki kelembagaan untuk mendukung upaya-upaya peningkatan perbaikan pemakaian air minum. yakni sebagaimana ditetapkan dalam indikator performance Pamsimas. e. inisiatif. serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat dan lingkungan sekolah. Sekitar 80% masyarakat “free of open defecation” 15 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . ditetapkan tujuan antara sebagai berikut: a. mengelola dan memelihara keberlanjutan secara efektif. sebagai bagian dari usaha pencapaian target MDG sektor air minum dan sanitasi melalui upaya pengarusutamaan (mainstreaming) dan perluasan (scaling up) program berbasis masyarakat secara nasional.2 TUJUAN Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang dapat mengakses fasilitas air minum dan sanitasi yang layak serta mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat (hygiene). Untuk mencapai tujuan tersebut. Masyarakat sasaran di wilayah perdesaan dan peri-urban memperoleh akses perbaikan pelayanan sanitasi dan air minum serta menggunakan. b. menyiapkan. sebagai berikut: a. Sekitar 6 – 7 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses akses air minum b.3. 1.PAMSIMAS masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa. mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun. Sekitar 6 – 10 juta penduduk menurut status sosial ekonomi yang dapat mengakses sanitasi c. melaksanakan. program Pamsimas terlebih dahulu harus mencapai sasaran program. Pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mengupayakan keberlanjutan serta perluasan pelaksanaan program pendukung sektor air minum dan sanitasi dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan program Pamsimas. Masyarakat sasaran menerapkan perilaku dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). d. merencanakan. perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat di wilayah perdesaan dan semi perkotaan.

5 tentang Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas 1. (iii) Tingkat jangkauan pelayanan air minum dan sanitasi yang masih rendah. dan kabupaten/kota yang bukan lokasi WSLIC-2 dan CWSHP (Community Water & Sanitation Project) juga diundang berpartisipasi. (ii) Fasilitas sanitasi dan air minum rendah. Sekitar 80% masyarakat yang mengadopsi program cuci tangan e.2 Sasaran Lokasi Pemilihan lokasi diawali dengan daftar panjang kabupaten/kota yang memenuhi kriteria: (i) tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah.PAMSIMAS d. sasaran antara dan indikator kinerja dapat dilihat pada Tabel 3. (iii) Tingginya jumlah penderita diare.3. Faktor lain yang setara untuk dipertimbangkan adalah kabupaten/ kota yang menjadi partisipan program WASPOLA (Water Supply and Sanitation Policy Formulation) akan diprioritasikan untuk pelaksanaan Pamsimas. Proses pemilihan lokasi desa/kelurahan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Gambar 1. Adanya rencana capacity building untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas dan kemajuan mencapai tujuan f. dan (iv) tidak menerima bantuan program sejenis setidaknya 2 tahun terakhir. Daftar Kota/kabupaten partisipan Program Pamsimas dapat dilihat pada lampiran 1 Secara detail. Pemerintah Kota/Kabupaten mengajukan daftar kelurahan/desa calon lokasi sasaran yang memenuhi kriteria pra kualifikasi (i) tingkat kemiskinan tinggi. dan (iv) tingginya penderita diare. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 16 . Kota/Kabupaten yang ada di provinsi terpilih dipilih dengan kriteria yang sama. Konfirmasi akhir desa/kelurahan sasaran akan ditentukan oleh kriteria respon dan kesediaan masyarakat untuk berkontribusi sebesar minimal 20 % (minimal 16% in-kind dan minimal 4% in-cash) dari pagu sementara total biaya RKM sebesar Rp. Pemda mengalokasikan anggaran kabupaten yang diperlukan untuk pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi serta perluasan untuk mencapai MDGs Penjelasan lebih detail mengenai tujuan. (ii) tingkat kemiskinan tinggi yang diindikasikan melalui IPM 2004 dan Index kemiskinan SUSENAS. 275 juta.

sehingga Pemda dapat mengintegrasikan dan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pamsimas pada pembahasan APBD tahun anggaran berikutnya.4 PRINSIP DAN PENDEKATAN Prinsip pendekatan pelaksanaan program Pamsimas adalah sebagai berikut: • Berbasis Masyarakat. terdapat sasaran program replikasi pemerintah daerah dan masyarakat sebanyak 506 desa/kelurahan. Diagram Proses Pemilihan Lokasi Program Pamsimas Melalui kriteria dan mekanisme di atas.laki-laki. artinya seluruh masyarkat. Mengingat mekanisme seleksi lokasi sasaran berlangsung secara berkesinambungan setiap tahun. perempuan . Tahun Pertama Setiap Tahun 1. sasaran lokasi Program ditetapkan sejumlah 3960 desa/kelurahan di 15 provinsi dan 110 kabupaten/kota untuk periode pelaksanaan program 5 (lima) tahun dari tahun 2008 sampai dengan 2013. miskin – kaya. Selain itu. artinya program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas. • 17 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . maka diharapkan Surat Keputusan Bupati dapat ditetapkan pada bulan September atau Oktober tahun berjalan. Partisipatif.PAMSIMAS Gambar 1.

dengan prinsip. Tujuan Replikasi • Sebagai salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pencapaian target penyediaan air minum dan sanitasi Millenium Development Goals (MDGs). dapat dipercaya. Transparansi dan Akuntabilitas. Petunjuk Teknis dan Ketentuan PAMSIMAS. artinya program Pamsimas menempatkankan masyarakat miskin sebagai sasaran utama penerima manfaat. Kesetaran Gender. dsb UPAYA PERLUASAN DAN PENGARUSUTAMAAN Replikasi Replikasi adalah upaya pemerintah daerah untuk memperluas cakupan program yang dilaksanakan sepenuhnya atas biaya pemerintah daerah (kabupaten/kota). artinya program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki.5 1. Keberlanjutan. Meningkatkan peran Pemerintah Daerah untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di daerahnya. Seluruh lapisan dan pelaku terkait berhak untuk mendapatkan informasi secara akurat dan terpercaya. berpartispasi aktif dalam semua kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. artinya penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur seperti kejujuran. pendekatan dan mekanisme yang mengacu pada Buku Panduan Umum.1 • 2 Kebutuhan adalah kesediaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang dikehendaki berdasarkan pilihan yang tersedia sesuai dengan kondisi setempat yang disertai sikap rela berkorban dan kesediaan untuk membayar (willingness to pay) Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 18 . pembiayaan. artinya pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan sarana harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Keberpihakan pada Masyarakat Miskin. Program replikasi dilaksanakan dilokasi lain di luar target lokasi program reguler. tanpa pamrih.PAMSIMAS • Tanggap Kebutuhan. artinya program Pamsimas menempatkan kebutuhan2 masyarakat sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. kelembagaan. untuk mengambil keputusan. dengan memberikan pilihan yang terinformasikan dan hak bersuara dalam setiap tahapan kegiatan.5. Berbasis Nilai. termasuk di dalamnya pendanaan. • • • • • 1. a. artinya sarana terbangun dan perubahan perilaku dapat memberikan pelayanan dan manfaat secara menerus dengan mempertimbangkan kelayakan teknis. kesetaraan sosial dan pelestarian lingkungan. saling bantu/gotong royong.

2 Rencana Daerah untuk Perluasan dan Pengarusutamaan Rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) adalah dokumen perencanaan daerah dalam rangka upaya adopsi dan perluasan program pelayanan AMPL. terutama untuk yang berbasiskan masyarakat Penjelasan lebih detail mengenai tata cara/mekanisme replikasi dan penyusunan rencana daerah untuk perluasan dan pengarusutamaan program AMPL dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi. yang akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi PEMDA dalam pengembangan program AMPL. Jumlah Desa Replikasi Jumlah desa replikasi pada saat pelaksanaan Pamsimas disesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing kabupaten/kota. PAMSIMAS akan membantu PEMDA untuk mengembangkan rencana daerah bidang AMPL. 2) Pasca pelaksanaan Pamsimas. Pemda mampu melaksanakan. meneruskan dan mengembangkan Pamsimas di wilayahnya secara mandiri dengan sumber daya sepenuhnya dari Pemda dan masyarakat. termasuk AMPL berbasis masyarakat. Pemda dapat memperluas cakupan wilayah melalui pelaksanaan program sejenis (kloning) di desa-desa yang lain yang secara teknik dan kualitas yang sama dengan program Pamsimas serta mengacu pada Buku Panduan dan ketentuan Pamsimas. c. sebagai berikut : 1) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal rendah Minimal mereplikasi 1 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 2) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal sedang Minimal mereplikasi 2 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas 3) Kabupaten/kota berkapasitas fiskal tinggi Minimal mereplikasi 3 desa untuk tiap 10 desa program Pamsimas Bagi Kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program serta mampu melaksanakan program Pamsimas di wilayahnya dengan baik. b.5. melaksanakan dan mengelola sarana air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat. akan diberikan hibah insentif dengan dana yang bersumber dari APBN. 1. 19 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .PAMSIMAS • Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merencanakan. Maksud Replikasi 1) Selama pelaksanaan Pamsimas.

6 BUKU-BUKU PANDUAN PAMSIMAS Program Pamsimas adalah program bersama antara pemerintah dan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat pemerintah pusat. Buku Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas (Project Management Manual/PMM) adalah buku panduan umum yang memuat konsep. Dengan demikian. pengelolaan serta pendanaan program. komponen program. Selain itu terdapat beberapa buku Petunjuk Teknis. ketentuan dan siklus kegiatan Pamsimas di tingkat masyarakat. provinsi. Evaluasi. baik uraian secara umum maupun uraian detail teknis operasional yang menjadi acuan/rujukan. Selanjutnya. strategi dan pendekatan. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Buku Gambar Tipikal Standar Sarana Air Minum dan Sanitasi Program Pamsimas Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum Program Pamsimas Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 20 . Katalog Informasi Pilihan. untuk memudahkan masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Pamsimas di tingkat masyarakat disusun Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat (Village Implementation Manual /VIM) yang menjelaskan mengenai tujuan.PAMSIMAS 1. antara lain berisikan uraian dan penjelasan mengenai tujuan dan sasaran program. untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program Pamsimas diperlukan kesamaan persepsi dan kapasitas yang memadai dari berbagai pemangku kepentingan. dan Gambar Tipikal yang menjelaskan lebih detail mengenai aspek-aspek khusus bagi para pelaku atau pihak tertentu maupun stakeholder yang terkait. kota/kabupaten sampai dengan pemerintah desa/kelurahan. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyusun berbagai buku panduan Pamsimas. antara lain sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat Buku Kumpulan Formulir Isian Program Pamsimas di Tingkat Masyarakt Buku Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana AMPL Daerah dan Replikasi Buku Petunjuk Teknis Pemantauan.

Peringatan (alerts) dalam hal: ƒ Tanggal penutupan RK (closing dates) ƒ Tanggal limit penerimaan aplikasi penarikan dana (disbursement deadline dates) ƒ Penarikan dana yang ditahan (suspension disbursement) ƒ Jumlah penarikan yang melebihi dana yang ada dalam RK ƒ Informasi tentang pinjaman (debt service information) 21 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 5. Status aplikasi penarikan dana 2.PAMSIMAS 12) 13) 1. Status pinjaman/hibah berupa loan. credit. 4.7 Katalog Informasi Pilihan Sarana Sanitasi Program Pamsimas Buku Petunjuk Teknis lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. proyek/satuan kerja untuk memantau informasi terkini mengenai dana pinjaman yang telah ditarik (disbursement of funds) dan pengadaan untuk proyek Bank Dunia. CLIENT CONNECTION WEBSITE Client Connection website adalah website yang dibuat oleh Bank Dunia yang dapat digunakan oleh pemerintah. grant. 6. 3. Status kontrak yang harus direview sebelumnya (contracts subject to prior review) 4. Rangkuman penarikan dana bulanan (monthly disbursement summary) 5. Status kategori pengeluaran 3. Informasi yang dapat diakses di website ini antara lain: 1. 2. dan trust funds Detail atas penarikan dana (disbursement) dan biaya pinjaman (loan charges dan debt services) Dokumen-dokumen Perjanjian dan Proyek Detail atas transaksi pengadaan (procurement) Dokumen aplikasi penarikan dana Petunjuk bagi penerima dana (borrower) dan proyek Hal yang dapat dimonitor: 1.

mengelola dan menjaga kesinambungan program perbaikan air minum. Dalam hal ini masyarakat akan difasilitasi oleh fasilitator. merencanakan. Komponen 1 terdiri dari beberapa sub komponen sebagai berikut: 2. kota/kabupaten dan tingkat provinsi. serta memelihara sarana dan prasarana air minum dan sanitasi yang ada secara swakelola.PAMSIMAS BAB 2 KOMPONEN PROGRAM Program Pamsimas merupakan program yang dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif. menumbuhkan komitmen stakeholder dan meningkatkan kapasitas pemerintah kota/kabupaten. yaitu pemberdayaan masyarakat. diharapkan masyarakat mampu menjadi pelaku utama pembangunan. insentif desa/kelurahan dan kabupaten/kota. pengembangan kapasitas. khususnya dalam hal menyusun rencana Program Jangka Menengah (PJM) air minum.1 KOMPONEN 1: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN LOKAL Tujuan dari Komponen 1 adalah: (i) memampukan masyarakat untuk mengor-ganisasi dirinya. mengoperasikan. (ii) memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam rangka menjamin kualitas pengelolaan program. provinsi dan pusat dalam hal pengarusutamaan dan replikasi atau perluasan program Pamsimas. program perbaikan hygiene dan sanitasi.1: Pelaksanaan Proses CDD (Community Driven Development) di Tingkat Masyarakat Sejalan dengan prinsip pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (Community Driven Development). baik di lokasi sasaran maupun di luar lokasi sasaran program Pamsimas di wilayahnya. melaksanakan. Dengan demikian. pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Melalui pelaksanaan Komponen 1. Komponen 1 merupakan komponen yang berorientasi pada dukungan upaya-upaya intervensi pada tingkat komunitas lokal. serta bantuan teknis dan manajemen. dan (iii) membangun komitmen dan peningkatan kapasitas perangkat pemerintah kota/kabupaten. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 22 .1. perubahan perilaku. Program Pamsimas terdiri atas 5 (lima) komponen sebagai berikut: 2. sanitasi dan hygiene.1 Sub komponen 1. khususnya pelaksanaan program Pamsimas dengan didukung peran pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan regulator. merencanakan. Komponen ini akan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan air minum. maka masyarakat memiliki peran penuh dalam memutuskan. penyediaan sarana dan prasarana AMPL. komponen 1 adalah proses-proses yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keberdayaan masyarakat dan meningkatkan kapasitas pemerintah.

mengingat program Pamsimas sangat menekankan keterlibatan wanita dan warga miskin. Persetujuan pelaksanaan (Implementation Agreement). Program Pamsimas akan mendanai kebutuhan biaya kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan konsultan nasional untuk mengkaji ulang dokumendokumen proyek air minum dan sanitasi dan mengembangkan kebijakan pendukung. sanitasi dan kesehatan Muatan RKM I diantaranya berisikan hal-hal sebagai berikut: • • Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) infrastruktur sanitasi dan air minum. Selain itu. petunjuk Fasilitator Masyarakat. termasuk rincian kontribusi pemerintah daerah dan swadaya masyarakat. pekerjaan yang dipihak-ketigakan. usulan skema pembayaran dan jadwal pengadaan. Sanitasi sekolah. • • • Sedangkan RKM II antara lain memuat: • • • Perubahan perilaku inti yang akan disosialisasikan atau dipromosikan kepada masyarakat serta rencana aksi untuk maksud tersebut. termasuk di dalamnya: proses seleksi desa. Bagi masyarakat yang telah memiliki perencanaan program jangka menengah (PJM) yang disusun secara partisipatif. Rencana aksi (Action plan) yang menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh tenaga kerja setempat.Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (MPA-PHAST) dan Community Led Total Sanitation (CLTS) oleh fasilitator masyarakat yang terlatih. Pemetaan sosial yang memuat akses masyarakat miskin dan rumah tangga non miskin kepada prasarana air minum dan sanitasi serta rencana perbaikan fasilitas air minum dan sanitasi yang diusulkan untuk dibiayai melalui program Pamsimas. training khusus dan monitoring mengenai hal tersebut. maka Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah bagian dari Perencanaan Program Masyarakat tersebut yang terkait air minum. Biaya perencanaan dan konstruksi semua pekerjaan fisik. dan Rencana kegiatan pengembangan kapasitas dalam hal manajemen dan monitoring oleh masyarakat Proses yang sangat penting di tingkat masyarakat adalah fasilitasi Methodology for Participatory Assessments . pedoman proses evaluasi dan indikator untuk persetujuan 23 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . maka perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan proyek.PAMSIMAS kesehatan dan sanitasi (ProAKSi) termasuk Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan tahapan-tahapan program Pamsimas lainnya. Sub Komponen 1A. pedoman dan petunjuk proses kegiatan di masyarakat.

2: Pengembangan Mekanisme dan Kapasitas Kelembagaan Provinsi. 2. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 24 . (iii) Kontrak layanan konsultan provinsi dan kota/kabupaten untuk mendukung pelaksanaan proses Community Driven Development (CDD) dengan memberikan coaching dan mentoring secara berkelanjutan ke Fasilitator Masyarakat. Koordinasi dan pengelolaan kegiatan pengembangan kapasitas akan dijamin melalui distribusi akuntabilitas dan tanggungjawab pada setiap level. petunjuk monitoring keberlanjutan. menjamin kualitas pelatihan di tingkat masyarakat dan transfer ketrampilan kepada perangkat pemerintah dalam hal pelaksanaan dan monitoring proses di masyarakat sebagai upaya menjamin keberlanjutan Pamsimas.1. 3.2 Sub-komponen 1. petunjuk teknis pengelolaan kelompok masyarakat. (ii) Kontrak layanan antara pemerintah pusat dengan perusahaan lokal untuk mengontrak dan melatih Fasilitator Masyarakat mengenai teknik penyediaan air minum. Mengkaji ulang bahan-bahan yang ada dan pengembangan lebih lanjut pedoman-pedoman dan petunjukpetunjuk. dan penggunaan bahanbahan standar program Pamsimas untuk pemberdayaan masyarakat / partisipasi masyarakat. pelatihan dan orientasi untuk menjamin administrasi program sesuai dengan aturan dan prosedur program. kurikulum induk dan modul pelatihan. review training secara teratur dan penerapan SIM (Sistem Informasi Manajemen) pengembangan kapasitas.PAMSIMAS Rencana Kerja Masyarakat (RKM). dan hygiene. Sub-komponen 1. lokakarya. 2.2 fokus pada penguatan kerjasama antar lembaga dalam manajemen program dan pengembangan kapasitas kelembagaan bagi unitunit pelaksana program dan tim-tim koordinasi. Persetujuan rencana capacity building tahunan yang secara sistematis diarahkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan dan kelembagaan dalam pengelolaan program berdasarkan pemetaan kelembagaan sesuai peran dan tanggungjawabnya. Menyusun dan mengembangkan panduan. Kabupaten/kota dan Kecamatan untuk Kualitas Manajemen Program. TOR (term of reference). (iv) Pelatihan masyarakat dan kegiatan pasca konstruksi untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan layanan air minum. Hasil-hasil pokok yang diharapkan dari sub komponen ini adalah: 1. hygiene dan sanitasi. tim evaluasi RKM dan personil lainnya yang terkait program. sanitasi. yang dapat diadopsi sesuai kebutuhan lokal dan TOT (Training of Trainers) untuk menjamin kualitas dan pelayanan yang memadai. Pedoman Penjaminan Mutu.

kunjungan pertukaran. 2. yakni penilaian kinerja lembaga pemerintah kota/kabupaten (dilakukan setiap tahun di tingkat kota/kabupaten) dan penilaian kebijakan terhadap kelestarian lingkungan (mid term di tingkat provinsi). transfer keahlian. dan website berbasis pembelajaran. dan memantau kegiatan pengembangan kapasitas dan menyediakan tranfer keahlian kepada staf pendamping di Unit Pelaksana Program dan lembaga-lembaga terkait. Peningkatan kemampuan dalam menjaga mutu pelayanan air minum kepada masyarakat (Quality Management). serta mempromosikan inovasi-inovasi pasca konstruksi dalam rangka lebih mendorong keberlanjutan Pamsimas mendukung pelayanan air minum dan sanitasi dalam waktu jangka panjang.PAMSIMAS 4. Pengembangan rencana pengelolaan pengetahuan pada 6 bulan pertama oleh CPMU (Central Project Management Unit) untuk menjamin diseminasi pembelajaran dari pengalaman dan praktik yang baik. 6. dilakukan melalui workshop tentang 25 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Termasuk di dalamnya mengembangkan pendekatan terpadu monitoring dan evaluasi capacity building melalui serangkaian pelatihan dan pembelajaran secara mandiri bagi pelaksana program dalam pengoperasian SIM sejak dini. Sub Komponen 1.3 akan mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas dan advokasi bagi pemerintah dan kelompok peduli (civil society) untuk memperbaiki secara menyeluruh penyediaan pelayanan air minum dan sanitasi dan memperkuat upaya peningkatan atau realokasi penganggaran pemerintah daerah secara keseluruhan yang sejalan dan mendukung upayaupaya penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.3: Pengembangan mekanisme dan kapasitas kelembagaan provinsi. melaksanakan.3 Sub Komponen 1. Lokakarya program tahunan. Penilaian kelembagaan dengan MPA (Methodology for Participatory Assessment). kabupaten/kota dan kecamatan untuk perluasan dan pengarus-utamaan penyediaan sarana air minum dan sanitasi dengan pendekatan CDD. termasuk training dan coaching rutin bagi fasilitator masyarakat oleh Konsultan kota/kabupaten dan Konsultan provinsi untuk keberlanjutan perbaikan fasilitasi masyarakat 5. Sub Komponen ini akan mendanai kegiatan sebagai berikut: (i) Kontrak layanan Konsultan Capacity Building tingkat nasional maupun internasional untuk bekerja erat dengan dinas/lembaga di pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan. (ii) Kontrak layanan training Provider lokal untuk menyelenggarakan TOT bagi penguatan kapasitas LSM dan perusahaan lokal dalam menyiapkan akreditasi pelatihan fasilitator masyarakat untuk perluasan program pada tingkat kota/kabupaten dan/atau tambahan pelatihan pasca kontruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas.1. training.

Memantapkan atau memperkuat forum antar departemen di level provinsi dan kabupaten melalui Bappeda dalam rangka mengembangkan rencana kota/kabupaten dan provinsi untuk ekspansi program nasional dan konsensus multi stakeholder dan perubahan kepemilikan. merumuskan tindakan pengembangan SDM yang memadai bagi staf. proses yang diperlukan untuk memberikan pelayanan. Identifikasi dan pelatihan bagi pelatih lokal untuk mampu memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat yang sejalan dengan antispasi peningkatan kebutuhan dan memasarkan pelayanan mereka kepada pemerintah lokal. penanganan pendanaan dan legislasi terkait Pamsimas menuju kerangka kerja yang lebih efektif bagi perluasan dan replikasi di kota/kabupaten lainnya. jenis pelatihan dan prioritas pelatihan. paket advokasi. 6. 3. forum multi stakeholder. dukungan kerjasama bagi Pamsimas. training keahlian advokasi bagi kelompok masyarakat. Advokasi bagi pemimpin kota/kabupaten (a. Menyusun rencana pengembangan kapasitas kelembagaan yang disepakati untuk implementasi di tingkat provinsi dan kabupaten serta menyusun mekanisme pelayanan bagi kegiatan sejenis pengembangan kapasitas lainnya. Melaksanakan review untuk identifikasi dan penguatan keterkaitan dengan strategi pembangunan lokal lainnya dalam penanggulangan kemiskinan. Beberapa hasil penting dari sub komponen ini adalah: 1. 5. Sub Komponen ini akan mendanai beberapa kegiatan sebagai berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 26 . 4. dan monitoring media. 2.PAMSIMAS perumusan jenis pelayanan. termasuk ekonomi lokal dan manfaat sosial Pamsimas. analisis peran dan tugas jabatan dalam pemberian pelayanan. dan kegiatan promosi mengenai pencapaian Pamsimas. Menyusun rencana aksi di tingkat provinsi dan dukungan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam perencanaan pemerintah lokal dan pelayanan penyediaan sarana air minum dan sanitasi. menyusun dan menetapkan rencana pengembangan SDM. termasuk kelompok sasaran. aspek akuntabilitas. 7.l. Memperkuat sistem monitoring perkembangan MDGs sektor air minum dan sanitasi yang dapat mendorong dinas/lembaga lokal mampu secara cepat menyediakan pelayanan. 8. Review terstruktur terhadap kebijakan lokal kota/kabupaten dan proponsi. pembangunan desa dan perbaikan kesehatan sebagai upaya memperluas sumber daya dan program. Bupati and DPRD) mengenai kinerja kota kabupaten dan sumber daya untuk Pamsimas berbasis masyarakat melalui kunjungan studi banding.

terutama untuk mengurangi insiden diare serta berbagai penyakit yang berhubungan dengan air. penyimpanan air yang baik dan aman.1 Sub Komponen 2. Hal ini akan mendukung dan melengkapi komponen pembangunan sarana dan prasarana air minum dan penyehatan lingkungan. institusi lokal/ desa.1 : Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Sub-komponen 2. dan masyarakat. terkait dengan perilaku hidup sehat dan aman. fasilitas umum seperti sekolah. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah perilaku dasar yang dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. masyarakat maupun melalui sekolah. misalnya mempromosikan cuci tangan. PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam kehidupan perorangan. melaksanakan dan monitoring pengarus-utamaan serta perluasan CDD WSS. melalui: (1) perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat (PHBS). dan melalui media massa baik cetak maupun elektronik Secara rinci komponen B dalam program Pamsimas terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2.1 akan mendukung upaya-upaya pada fase pemicuan perubahan perilaku sanitasi masyarakat dengan metode Community Led Total Sanitation (CLTS). upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat akan dilakukan oleh program Pamsimas. baik melalui program promosi PHBS berbasis keluarga. Untuk memperoleh dampak kesehatan yang maksimal.2 KOMPONEN 2: PENINGKATAN PERILAKU DAN LAYANAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT Komponen ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan institusi lokal dalam pencegahan sanitasi buruk dan air yang tidak bersih yang mengakibatkan penyakit diare. makanan hygiene.2. (iii) Studi-studi khusus untuk mendukung penyiapan sektor program yang lebih luas . tempat ibadah. pengelolaan limbah dan sampah. Promosi PHBS ditujukan pada semua lapisan masyarakat.PAMSIMAS (i) Kontrak konsultan nasional dan provinsi untuk bekerja erat dengan pemerintah lokal dan pusat dalam merencanakan. Promosi PHBS dilaksanakan melalui keluarga. keluarga. dan (2) peningkatan akses sanitasi dasar. dll. memberikan transfer keahlian kepada personil pemerintah agar mampu melaksanakan fungsi-fungsi kunci pasca program (ii) Kontrak layanan Provider lokal untuk memberikan TOT Program dalam rangka memperkuat kapasitas LSM dan perusahaan lokal untuk memberikan akreditasi training fasilitator masyarakat untuk diiperluas di tingkat kabupaten dan/atau kelengkapan training pasca konstruksi bagi masyarakat dalam program Pamsimas. khususnya kaum wanita dan anak-anak. 27 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 2.

Pengolahan air minum : tergantung pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya. dan sebelum makan.2.PAMSIMAS Sub Komponen 2.3 ini masyarakat penerima manfaat akan memperoleh bantuan perbaikan hygiene dan sanitasi sekolah yang layak melalui proses RKM II yang didanai dari komponen 3.2 dimaksudkan untuk: (i) meningkatkan kebutuhan perbaikan sanitasi. Penyuluhan pemakaian dan pemeliharaan jamban sekolah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 28 . antara lain yaitu : ƒ Buang air besar pada tempatnya ƒ Membuang kotoran bayi/ balita pada tempatnya ƒ Mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar.3. 5) Kampanye kesehatan lingkungan seperti “Kampanye sungai bersih” a.informasi pencegahan diare dan ISPA. Cara mengajar anak memakai jamban. Sub komponen 2. membersihkan kotoran bayi. dan saluran komunikasi untuk kelompok target yang berbeda 2) Kampanye Social Markerting/ media kampanye PHBS 3) Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan “PEMBINA” bagi ibu rumah tangga yang memiliki bayi atau anak yang sedang dalam bimbingan.2 Sub Komponen 2. tokoh agama. dan sebagainya.2 Program Pemasaran Hygiene dan Sanitasi Sub-komponen 2. 2. rantai supply sanitasi. b.2 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Riset/studi mengenai perilaku hygiene masyarakat.3 Program Hygiene dan Sanitasi Sekolah Melalui sub komponen 2. tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya.2. LKM. (ii) fasilitasi kapasitas pasar local merespon kebutuhan tersebut dan (iii) mendorong perbaikan perilaku menuju hidup bersih dan sehat. informasi teknologi yang tersedia.3 Sub Komponen 2. antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1. berikut teknik penyebarluasan informasinya bagi aparatur desa.1 antara lain terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut: 1) Pelatihan untuk dukungan implementasi paska program untuk perubahan perilaku masyarakat. 3) Pelatihan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Kampanye Penggunaan Jerrican/Galon yang aman atau wadah lain yang aman untuk penyimpanan 2. 2) Pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat bersama dengan masyarakat untuk merubah perilaku hidup tidak sehat menuju perilaku hidup sehat. Sub Komponen 2. 4) Dukungan terhadap rencana dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyebar-luasan informasi tentang PHBS.

Pengembangan tanggung jawab murid. dan sanitasi serta higien sekolah. pengukuran perubahan perilaku Indikator-indikator akan memonitor kinerja program sanitasi secara menyeluruh.4 Sub Komponen 2.pembagian tugas guru pembina dan pengawasan • Meningkatkan peranan murid dalam mempengaruhi keluarganya 2. Dukungan kelembagaan untuk program masyarakat akan memperkuat kapasitas penanggungjawab kelembagaan di tingkat provinsi dalam kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan melalui penyediaan bantuan teknis kepada pemerintah kota/kabupaten melaksanakan kegiatan komponen 2. Pengukuran dilkaukan sebelum program berjalan. Hasil-hasilnya digunakan untuk advokasi lokal dan kampanye penyadaran untuk mengingatkan pemerintah lokal di bidang kesehatan akan pentingnya perubahan perilaku dan dampak perbaikan kesehatan serta higin pada kesehatan keluarga. guru dan pihak-pihak lain yang terlibat di sekolah. evaluasi program dan review periodik. kesehatan individu. Provinsi bertanggungjawab secara reguler melakukan monitoring kinerja program. dan kesehatan masyarakat 3. praktek. 29 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . jamban. Provinsi mengontrak tim independen untuk audit masyarakat. serta pencapaian keberhasilan pragram sanitasi dan kesehatan serta evaluasi terhadap dampak prilaku hidup sehat Monitoring kinerja sanitasi fokus pada monitoring prubahan pelayanan. Prosedur dan tata cara survei ini mengacu pada standar Departemen Kesehatan / SUSENAS dengan ditunjang oleh pengumpulan data secara rutin setiap bulan untuk memperoleh hasil signifikan dalam perbandingan hasil yang lebih akurat. pemasaran sosial sanitasi dan higien. pada saat mid-term dan pada tahun akhir proyek. profil kinerja fasilitator dan tim kabupaten/kota. Pengenalan dan analisis hubungan air.PAMSIMAS 2. Monitoring dampak program fokus ke perbaikan kesehatan yang diukur melalui perbaikan perilaku higien. mencakup: • Pengorganisasian murid untuk pembagian tugas harian. memfasilitasi event-event sharing dan studi banding serta diseminasi perbaikan dan inovasi program. Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) 4.4 Penguatan Unit Hygiene dan Sanitasi Lokal Kegiatan ini berupa pelatihan dan pelayanan untuk meningkatkan kemampuan dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan oleh pihak provinsi dan pihak kabupaten/kota dalam memonitor perkembangan program untuk mencapai target penyediaan kebutuhan air minum dan sanitasi dalam MDGs.2.

India. dan kampanye sanitasi dan hygiene tingkat provinsi Bantuan teknis pelaksanaan pemasaran sanitasi dan hygene di tingkat provinsi dan kabupaten 3. pelatihan bagi tim kabupaten. Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Departemen Kesehatan Menyusun manual kampanye sanitasi untuk team kecamatan dan kabupatem. Bangladesh). menyusun pedoman moitoring kinerja program dan kemajuan target MDG sektor air minum dan sanitasi. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan bagi pendekatan pemasaran. pedoman membangun jaringan penawaran berdasarkan pengalaman internasional (Vietnam.Supervisi dan bantuan teknis 2. Kampanye Sanitasi menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. b. Pemasaran Hygiene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. lokakarya. supervisi dan bantuan teknis bagi tim kabupaten 2. Tingkat Provinsi 1. mengembangkan dan replikasi provinsi. pemasok untuk identifikasi - Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 30 . konsumen. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Departemen Kesehatan bersama Departemen Dalam Negeri. Termasuk dalam hal ini adalah Menyusun kurikulum kesehatan/Hygiene sekolah. Menyusun Manual bagi Pelatihan Guru dan Pelajar serta Menyusun Manual Guru dan Lokakaryalokakarya nasional.PAMSIMAS Kegiatan-kegiatan utama di komponen 2 di setiap tingkatan adalah sebagai berikut: a. studi pasar sanitasi lokal of. Termasuk didalamnya Menyusun TOR dan pedoman pengembangan kapasitas bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dan provinsi. advokasi untuk stakholder kabupaten/provinsi dan pemimpin informal lainnya dan pilihan sanitasi Menyusun manual training untuk team kecamatan/kabupaten. 4. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Departemen Kesehatan Menyusun pedoman dan design prototype/contoh bagi pasar provinsi/consumer/supplier. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional:. antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. Training for Trainers (TOT) untuk team provinsi Lokakarya-lokakarya Nasional - . dan Menyusun desain monitoring dampak dari intervensi hygiene dan sanitasi. Tingkat Pusat 1.

4. Pemasaran Hygene dan Sanitasi oleh Dinas Kesehatan. Termasuk antara lain TOT bagi pelatihan guru dan pelajar serta lokakarya-lokakarya provinsi.. serta supervisi dan bantuan teknis bagi kabupaten. Melakukan studi baseline dan evaluasi dampak bagi kabupaten.PAMSIMAS pesan dan media/metode komunikasi yang tepat bagi segmen penerima manfaat dan fasilitasi memperoleh penawaran. dan kampanye penyadaran kepada komunitas ekolah (anak-anak. Termasuk di antaranya adalah pelatihan bagi unit-unit yang bertanggungjawab dalam hal promosi hygiene dan kesehatan lingkungan di tingkat kabupaten dalam kinerja pelaksanaan dan monitoring dampak. Studi banding dan dukungan bagi intervensi hygiene dan sanitasi masyarakat. guru dan orang tua). Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh Dinkes dan Dinas Diknas. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinkes bekerjasama dengan Bappeda. 31 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Identification strategi-strategi perbaikan pelayanan tingkat kabupaten sebagai upaya memperbaik akses dan kapasitas mesyarakat menerima pelayanan air minum dan sanitasi. 3. Advokasi/orientasi dengan pengambil keputusan dan pemimpin opini tingkat kebupaten/kota. Melaksanakan proses fasilitasi desa dan monitoring serta evaluasi pelaksanaan di tingkat desa 2. serta menyusun kampanye untuk traget khusus. Menyusun desain promosi tingkat kabupaten dan provinsi bagi segmen penerima manfaat berdasarkan model prototype dan panduan dari tingkat nasional. serta perubahan perilaku hygiene dan monitoring akses sanitasi. Kampanye Sanitasi Menyeluruh oleh Dinas Kesehatan. Sanitasi dan Hygiene Sekolah oleh kantor kesehatan dan kantor depdiknas. and menyusun desain yang mendukung Total Sanitation Program oleh kabupaten/kota. c. Termasuk antara lain adalah pelatihan bagi sanitarian Puskesmas / staff Pustu / Bidan Desa tentang monitoring kinerja program sanitasi dan hygiene serta akses monitoring pada tingkat masyarakat melalui participatory monitoring (bagian dari Sustainability Monitoring pada SIM). 4. Penguatan Kinerja Kelembagaan Lokal: Oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan BPMD. Tingkat Kabupaten/Kota 1. pelatihan bagi tim kecamatan/tim desa/perantara sosial. Menumbuhkan kesadaran masyarakat kabupaten/kota. Antara produksi dan bahan-bahan pemasaran. Antara lain advokasi/orientasi bersama pengambil keputusan dan pembuat opini di tingkat kabupaten/kota untuk menjelaskan pendekatan serta memperoleh dukungan prinsip-prinsip kampanye sanitasi menyeluruh. Termasuk diantaranya training bagi guru dan pelajar. Lokakarya kabupaten/kota untuk memasukkan kurikulum. dan kegiatan-kegiatan membangun jejaring pelayanan 3.

Masyarakat yang sudah diberdayakan. kemudahan penggunaan dan kesinambungan terhadap opsi teknis yang dipilih. yakni bagian untuk inftrastruktur air minum dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 32 . sanitasi sekolah dan hiygiene yang dipilih masyarakat. melaksanakan perencanaan dan pembangunan fisik. baik karena kurangnya pemeliharaan maupun terbatasnya ketersediaan sumber air.1 Penggunaan Dana Bantuan Alokasi dana desa/kelurahan untuk kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam usulan di Rencana Kerja Masyarakat (RKM) bervariasi nilanya berdasarkan kelayakan pilihan teknologi infrastrukur air minum.3. 2. Alokasi dana per desa/kelurahan diperkirakan rata-rata sebesar Rp. (iv) nilai manfaat. (ii) jumlah biaya yang dibutuhkan serta kemampuan serta kemauan masyarakat untuk memberikan kontribusi pembangunan. (iii) kompleksitas teknologi dan kesiapan masyarakat untuk mengelola teknologi yang ada. serta dapat mengelola operasional dan pemeliharaan prasarana yang akan dibangun. Pelaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi dalam program Pamsimas didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat setempat dan pilihan prasarana dan sarana yang diinformasikan (Informed Choice). lingkungan. Pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi didasarkan pada usulan yang diajukan dan disepakati oleh masyarakat yang dilakukan secara partisipatif melalui usulan desa yang disetujui oleh forum institusi warga tingkat desa. pembiayaan. serta mudah dijangkau akan dilakukan baik melalui pembangunan sarana dan prasarana air minum yang baru maupun melakukan rehabilitasi terhadap sarana dan prasarana air minum yang telah rusak ataupun yang tidak lagi berfungsi. Pilihan yang diinformasikan tersebut menyangkut seluruh aspek. Setiap pilihan prasarana sudah dijelaskan aspek keuntungan dan kerugiannya. beberapa faktor yang harus dipertimbangkan adalah: (i) ketersediaan jenis sumber air baku yang akan dimanfaatkan. Peningkatan sarana dan prasarana air minum yang memungkinkan masyarakat miskin.3 KOMPONEN 3: UMUM PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI Komponen ini menyediakan pilihan teknis terhadap penyediaan prasarana air minum untuk masyarakat perdesaan dan sanitasi umum untuk wilayah peri-urban. seperti aspek teknologi. sosial dan budaya serta kelembagaan pengelolaan. Bantuan terdiri dari dua bagian. dapat menentukan jenis prasarana. namun setiap usulan akan dinilai dengan seleksi pilihan teknologi dan jumlah bantuan yang diberikan akan didasarkan pula pada estimasi biaya usulan perencanaan masyarakat. 275 juta.PAMSIMAS 2. Dalam kaitannya dengan pilihan teknologi. kaum perempuan dan kelompok marginal lainnya untuk memperoleh ketersediaan jumlah air yang memadai dengan kualitas sesuai dengan standar kesehatan.

yakni kontribusi masyarakat sebesar minimal 20% (in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%). Alokasi bantuan dana hanya membiayai 70% kebutuhan biaya dengan ditambah kontribusi dari pemkot/kab sebesar 10%. Total biaya tiap desa/kelurahan ditetapkan berdasarkan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK) yang termasuk bagian dari perencanaan masyarakat (RKM). Pembangunan Infrastruktur Air minum dan Sanitasi Bantuan dana bisa digunakan untuk pembiayaan pembangunan prasarana sanitasi dan air minum berdasarkan cost-sharing. dan pendidikan hygiene teaching.PAMSIMAS bagian untuk perbaikan sanitasi sekolah. kegiatan hygiene dan kesehatan berbasis sekolah. Fasilitas Sanitasi akan dibangun di sekolahsekolah will di masyarakat partisipan yang membutuhkan. b. sanitasi dan hygiene. Perbaikan Perilaku dan Layanan Hygiene dan Sanitasi Termasuk kategori ini adalah kegiatan-kegiatan yang diidentifikasi melalui pendekatan MPA/PHAST approach untuk perubahan perilaku hygiene masyarakat. a. and penguatan kapasitas serta manajemen masyarakat. prakarsa. Masyarakat dapat juga membiayai kegiatan lain terkait hygiene dan sanitasi yang mereka pilih dengan pola pembiayaan bersama (cost-sharing basis) 33 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Penyediaan tenaga kerja dan bahan akan dihitung sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam bentuk in-kind. Semakin besar kontribusi masyarakat. Pembangunan fasilitas sanitasi komunal dapat juga menggunakan dana bantuan bagi masyarakat dengan prasyarat pendanaan yang sama. perubahan perilaku hygiene. terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. Masyarakat akan kontribusi sebesar minimal 20% dalam bentuk in-cash 4% dan in-kind 16% untuk pembiayaan perbaikan prasarana. termasuk tenaga kerja trampil dan tidak trampil sesuai standard pemerintah. Dana Pamsimas dapat dicairkan setelah masyarakat merealisasikan kontribusi dalam bentuk in-cash minimal 4%. Untuk itu. semakin tinggi komitmen untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan di Pamsimas. Dengan demikian. Dana Pamsimas pada prinsipnya hanya sebagai stimulan bagi masyarakat yang memiliki prakarsa. Kontribusi swadaya masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa bertanggungjawab. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat. dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya hanya berfungsi sebagai stimulan atau insentif atas tumbuhnya kepedulian. Masyarakat dapat memilih penggunaan dana bantuan untuk pembiayaan barang atau pelayanan/servis. inisatif dan kesepakatan tanggungjawab bersama untuk memperbaiki kualitas air bersih.

(iii) Survei teknik dan penyusunan Rancangan Rinci Kegiatan (RRK). memiliki lembaga pembinaan dan pegembangan pengelolaan sistem penyediaan air minum dan sanitasi di tingkat kabupaten sampai dengan tingkat kecamatan. 2.1 KOMPONEN 4: INSENTIF DESA/KELURAHAN DAN KABUPATEN/KOTA Sub Komponen 4. teknik dan ketrampilan pembiayaan yang dibutuhkan bagi keberlanjutan sistem. (ii) Pilihan teknologi sistem air minum. memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid. (v) Pelatihan O&M mencakup managemen. melalui : (i) Rapid Technical Assessment (RTA) dan Community WSS situation analysis (MPA-PHAST) untuk menentukan kebutuhan air dan pilihan-pilihan sistem. dan Pemangku Kepentingan lainnya. 2. laki-laki. supervisi dan quality control. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 34 . setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat.2 Sub Komponen 4. kepastian keikutsertaan perempuan. lemah/miskin dan kaya. menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. (iv) Konstruksi.2 Bantuan Perencanaan dan Dukungan Teknik Program Pamsimas akan membantu masyarakat dengan pendekatan respon permintaan dalam perencanaan.4.4 2. 2.1 Insentif untuk Desa/Kelurahan Insentif untuk masyarakat diberikan kepada desa/kelurahan yang memenuhi kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status OpenDefecation-Free (ODF).4. penggunaan “improved sanitation” dan praktek perilaku higienis lain.3. dan kinerja pencapaian program Pamsimas telah terpenuhi bahkan melampui.2 Insentif untuk Kabupaten/Kota Hibah diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang mampu melaksanakan replikasi program dengan optimal.PAMSIMAS Penjelasan lebih detail mengenai Penggunaan Dana Bantuan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat. masyarakat. dan (vi) Monitoring kualitas air minum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak penyediaan air minum yang aman dan baik untuk penyimpanan dan minum. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. seleksi teknologi dan tingkat pelayanan serta desain dan konstruksi.

3 Penilai Proyek Independen Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama.3 Sub Komponen 5. 2. dan pasca program. provinsi dan tingkat pusat. dan (iv) Kemajuan alih kelola fungsi-fungsi serta tanggungjawab program kepada pemerintah lokal. kabupaten/kota.5. mid-term.2 PMAC untuk PPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Provinsi yaitu PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) Peran PMAC memberikan dukungan teknis kepada provinsi dalam hal ini mendukung PPMU dalam implementasi program. 3 dan 4 serta memberikan dukungan teknis kepada unit pelaksana (implementation agency).5.PAMSIMAS 2. (ii) Monitoring pengelolaan program dan kualitas pelaksanaan.2 Sub Komponen 5. monitoringevaluasi finansial dan teknis serta laporan setiap komponen program. 2. dan penguatan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan program dan keberlanjutan pasca Program. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. sanitasi.5 KOMPONEN 5: DUKUNGAN PELAKSANAAN DAN MANAJEMEN PROYEK Komponen 5 yaitu dengan menyediakan dukungan teknis pelaksanaan program komponen 1. peningkatan kelembagaan. 2.1 CMAC untuk CPMU Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Pamsimas didukung oleh konsultan yang memberi bantuan teknis yang ditempatkan di Pusat yaitu CMAC (Central Management Advisory Consultant) mendukung CPMU dan CPIU dalam implementasi strategi.1 Sub Komponen 5. kesehatan. (iii) Evaluasi dari outcomes program. Pendampingan teknis ini akan mendukung pencapaian sasaran dan outcomes Pamsimas melalui dukungan teknis Komponen 5 ini terbagi dalam sub-sub komponen sebagai berikut: 2. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu 35 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas .5. Dukungan teknis terdiri dari: (i) Dukungan teknis untuk kegiatan pelatihan sektoral. penyusunan pedoman. konsultan berada di salah satu ibu kota provinsi yang menjadi daerah kerjanya. kebijakan. dan air minum pada tingkat desa.

Gambaran umum penerapan jenis-jenis bantuan (BLM dan Bantuan Teknis) pada komponen-komponen program adalah sebagaimana pada tabel 3.1 DUKUNGAN PENYEDIAAN JENIS-JENIS BANTUAN/LAYANAN Program Pamsimas akan memberikan bantuan/layanan dalam kategori Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Bantuan Teknis yang diterapkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan program sesuai kategori komponen-komponen program. pengadaan barang/jasa. rancangan pelaksanaan/implementasi program. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 36 .1. detail dan operasional dalam bentuk berbagai buku petunjuk pelaksanaaan. Beberapa aspek pengelolaan program Pamsimas secara lebih jelas dapat dilihat pada lampiran-lampiran buku panduan ini. ACAP. Sedangkan aspek pengelolaan program tertentu yang dinilai cukup signifikan dan spesifik sifatnya akan diuraikan lebih rinci. Beberapa aspek utama pengelolaan program dimaksud antara lain adalah dukungan jenis/kategori bantuan. 3. dukungan kelembagaan. sebagaimana dijelaskan pada bab 1 sub-bab 1. operasional dan pemeliharaan.6 buku panduan ini.PAMSIMAS BAB 3 PENGELOLAAN PROGRAM Bab Pengelolaan Program menguraikan gambaran umum beberapa aspek utama dalam pelaksanaan Pamsimas yang dirancang dan dikembangkan untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran program Pamsimas sebagaimana telah ditetapkan pada indikator kinerja Pamsimas di Financing Agreement dan Project Appraisal Document. dll. pengaduan masyarakat. monitoring evaluasi dan sistem pelaporan.

1. konsultan provinsi pasar. Penerapan Jenis Bantuan pada Komponen Program Jenis-jenis bantuan/ No. dan O&M Monitoring pelaksanaan Bantuan teknis untuk team pelaksana Training Ketrampilan tentang produktivitas desa Monitoring pelaksanaan Fasilitasi akses ke jaringan supplier - 2 Dukungan pelaksanaan oleh pemerintah daerah Kegiatan dan penilaian kapasitas kelembagaan Monitoring keberlanjutan outcome Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Bantuan teknis untuk Bantuan teknis untuk team 3 Dukungan pelaksana pelaksanaan team pelaksana oleh pemerintah pusat 4 Kontrak Pelayanan PMAC terdiri dari tim Advokasi dan promosi kesehatan di fasilitator. konsultan tingkat provinsi kabupaten dan Kajian-kajian supply.PAMSIMAS Tabel 3. financial management. dan konsumen sanitasi Bantuan teknis bagi project management units (PMU) Evaluasi dampak CAMC - - 37 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . demand. kategori layanan Komponen program Pamsimas Pemberdayaan Peningkatan kesehatan dan Penyediaan sarana air masyarakat dan perilaku higienis dan pelayanan minum dan sanitasi umum pengembangan sanitasi kelembagaan lokal Promosi PHBS Masyarakat Kegiatankesehatan sekolah (training & promosi PHBS dan kesehatan) Kegiatan-kegiatan kesehatan lain yang diusulkan masyarakat Pendekatan MPA-PHAST di sekolah dan masyarakat Training ketrampilan untuk promosi dan perencanaan PHBS secara partisipatif Penyadaran kritis masyarakat Evaluasi dampak dan monitoring kinerja PHBS-sanitasi Insentif desa/kelurahan & kabupaten/kota Dukungan pelaksanaan dan manajemen proyek - Pengembangan 1 Bantuan kapasitas Langsung Masyarakat masyarakat (BLM) Fasilitas pelayanan air minum Perluasan pelayanan kota dan desa untuk sekolah dan masyarakat Sanitasi sekolah dan pelembagaan fasilitas sanitasi di wilayah perbatasan kota (peri-urban areas) Rapid technical assessment dan MPA PHAST berdasarkan penyiapan RKM Rancangan rinci kegiatan Training ketrampilan konstruksi.

yakni Departemen Kesehatan. Executing Agency Pamsimas adalah Departemen Pekerjaan Umum. Persiapan awal program dari tingkat pusat sampai tingkat masyarakat (desa). melalui pelaksanaan kegiatan replikasi dengan pendekatan Pamsimas. Penentuan provinsi dan kabupaten/kota/kota sasaran.2 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM Untuk mencapai tujuan dan sasaran program di atas serta menjamin kelancaran komponen-komponen program Pamsimas. pendampingan masyarakat. dibutuhkan langkah-langkah pelaksanaan program. g. namun dengan mekanisme yang membutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 38 . Sosialisasi program tingkat pusat sampai tingkat desa Seleksi dan penentuan desa/kelurahan sasaran. Selain itu.3 DUKUNGAN KELEMBAGAAN Pamsimas dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui penyediaan bantuan secara langsung ke tingkat desa.1 Kelembagaan di Tingkat Pusat Secara umum Tim Pengelola Tingkat Pusat bertanggungjawab pada tercapainya tujuan utama dan indikatornya dari program Pamsimas. Tim Pusat juga bertanggungjawab penuh dalam menjamin tercapainya tujuan antara dan indikator kinerja program sebagaimana disepakati dan ditetapkan dalam Financing Agreement serta dokumen proyek. dengan didukung lembaga pelaksana program lainnya. 3. yang mencakup : a. b. serta study penilaian dampak program untuk mengetahui efektifitas.3. Pelaksanaan program di tingkt desa. 3. Penjelasan lebih detail mengenai kelembagaan dan organisasi dapat dilihat pada lampiran 3 serta Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Departemen Dalam Negeri dan Departemen Pendidikan Nasional. Penjelasan lebih detail mengenai Pemilihan Lokasi Program dan Pelaksanaan Program dapat dilihat pada lampiran 2 dan Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat. kegiatan penyiapan dan pengkondisian masyarakat. efisiensi serta perubahan prilaku di masyarakat. Monitoring partisipatif dan “outcome”. d. Strategi pencapaian ”outcome” dan tujuan program pada daerah sasaran h. e. Pendampingan peningkatan kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam rangka pencapaian target MDG’s. c.PAMSIMAS 3. penyusunan Rencana Kerja Masyarakat dan penyiapan dana masyarakat dalam DIPA f.

PAMSIMAS
Tim Pengelola program tingkat Pusat terdiri dari Tim Pengarah Koordinasi Program, Tim teknis Program dan Project Management Unit (PMU) Pusat. Koordinasi Program dilakukan melalui Tim Pengarah Koordinasi Program, yang diketuai BAPPENAS dan beranggotakan beberapa departemen dan kementerian terkait. Tim Pengarah akan dibantu oleh Tim Teknis, yang diketuai BAPPENAS dengan struktur dan tanggungjawab yang sama. Tim Teknis fokus pada review seluruh aspek operasional program yang dibutuhkan dan bertanggungjawab serta menyampaikan laporan seluruh isu dan penanganan masalah kepada Tim Pengarah. Tim Teknis juga menjadi perantara organisasi manajemen program dengan tim pengarah. Direktorat jenderal Cipta Karya sebagai executing agency membentuk Central Project Management Unit (CPMU) untuk mengendalikan pelaksanaan program secara operasional. CPMU akan dibantu oleh asisten bidang perencanaan, asisten bidang monitoring evaluasi, asisten bidang pengadaan barang/jasa, asisten bidang keuangan, dan implementing agency dari Departemen Kesehatan, Depdagri, dan Departemen PU dengan menempatkan perwakilan atau liaison officer penuh waktu di CPMU. CPMU bertanggungjawab pada seluruh koordinasi program, pengelolaan harian, penganggaran, administrasi keuangan, monitoring, pelaporan, dan manajemen kontrak konsultan yang ditunjuk dalam program ini. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing departemen dan kementerian terkait adalah sebagaimana pada tabel 3.2.

39

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Tabel 3.2 Peran dan Tanggungjawab Kementerian dan Departemen Terkait Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas
INSTITUSI Deputi Sarana dan Prasarana BAPPENAS PERAN TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Pencapaian Indikator Tujuan Antara -

Koordinasi Program 6-7 juta penduduk yang memiliki akses secara menyeluruh sarana air minum yang improved, sesuai status sosial-ekonomi 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi

Komponen 3: Direktorat Jenderal Cipta Executing Agency & 6-7 juta penduduk yang memiliki akses Pelaksana Komponensarana air minum yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem peyediaan air minum yang Karya, Departemen Pekerjaan Umum Infrastruktur Sanitasi status sosial-ekonomi sudah improved, yang berfungsi3 dan memuaskan Publik dan Pelayanan 6-10 juta penduduk yang memiliki akses masyarakat penerima layanan Air Minum sarana sanitasi yang improved, sesuai • 90% desa dengan sistem penyediaan air minum yang status sosial-ekonomi sudah improved, yang dikelola4 dan didanai secara efektif 40 Komponen 4: • 400-800 desa/kelurahan, yang melebihi kriteria indikator kinerja proyek5 (key performance indicator), menerima tambahan hibah Komponen 5: • 100% kab./kota dengan Struktur dan perangkat monitoring proyek (IMIS, M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek

3 4 5

Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA), Bank Dunia WSP, 2003.

ibid
Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free, menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun, penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain, setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat, kepastian keikutsertaan perempuan, laki-laki, lemah/miskin dan kaya, kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS, dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna, memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid, masyarakat, dan Pemangku Kepentingan lainnya.

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

40

PAMSIMAS
TANGGUNGJAWAB Pencapaian Indikator Tujuan Umum Turut mendukung tercapainya 6-10 juta penduduk yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved, sesuai status sosial-ekonomi Pencapaian Indikator Tujuan Antara Komponen 2: • 80% masyarakat sasaran yang telah ODF (Tidak ada lagi BAB di sembarang tempat) • 80% masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun

INSTITUSI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Departemen Dalam Negeri

PERAN Pelaksana Komponen Pelayanan dan Perbaikan perilaku sanitasi dan hygien.

Komponen 1: Pengembangan Turut mendukung tercapainya tujuan Kelembagaan Lokal. utama melalui penguatan kapasitas pemda • Rencana Peningkatan Kapasitas untuk pengadopsian dan replikasi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan progres pencapaian tujuannya • Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS • Jumlah kab./kota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dep. Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan

Pengembangan Sosial Desa dan Pemberdayaan Masyarakat

Turut mendukung tercapainya tujuan utama melalui pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat

Komponen 1: • 3960 desa/kelurahan yang membuat RKM

Turut mendukung tercapainya tujuan Dukungan utama melalui peningkatan pelayanan air pelaksanaan komponen promosi minum dan sanitasi di sekolah hygiene dan kesehatan sekolah Dukungan rilis budget, arus dana, disbursement dana credit dan anggaran kontribusi Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan utama program

Komponen 2: • 95 % sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved, dan program kebersihan dan kesehatan Turut mendukung Tim Pengarah, Tim Pusat dan executing agency dalam mendukung pencapaian tujuan antara program

41

Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas

2 Kelembagaan di Tingkat Provinsi Di setiap provinsi. terdapat Tim Koordinasi Provinsi (TKP) yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur. khususnya penyiapan. Menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas serta mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). 4. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya Provinsi.3.3. dan 5 INSTITUSI PERAN Tim koordinasi Provinsi (TKP) Mengkoordinasi dan Turut mendukung memfasilitasi kerjasama antar tercapainya tujuan berbagai lembaga. serta perluasan dan pengarusutamaan. PPMU memiliki kewenangan untuk menetapkan dan menjalankan kontrak konsultan yang ditunjuk dalam Pamsimas. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Di provinsi dibentuk Provincial Project Management Unit (PPMU) yang akan diketuai oleh Staf Dinas Pekerjaan Umum atau yang sejenis dan beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. Peran PPMU antara lan untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Provinsi. monitoring utama melalui perkembangan dan hasil. khususnya pada komponen 1. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi. Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan tingkat Provinsi dalam pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas TANGGUNGJAWAB Pencapaian Pencapaian Indikator Tujuan Indikator Tujuan Umum Antara Turut mendukung tercapainya tujuan antara. khususnya penyiapan.3 Tabel 3. penguatan kapasitas identifikasi lesson learn. Dinas Kesehatan Provinsi.PAMSIMAS 3. pemda dan replikasi melakukan advolasi pada pengambil keputusan tingkat kabupaten terkait keberlanjutan. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat provinsi adalah sebagaimana pada tabel 3. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) di wilayahnya. terutama melalui pengendalian konsultan dan fasilitator Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 42 . Turut mendukung tercapainya tujuan utama secara nasional melalui pencapaian indikator kinerja di wilayahnya Provincial Project Management Unit (PPMU) Turut mendukung tercapainya seluruh tujuan antara.

maka tim ini dapat difungsikan dan memasukkan pekerjaan program Pamsimas ke mereka.PAMSIMAS 3. khususnya penyiapan. Di setiap kabupaten/kota dibentuk District Project Management Unit (DPMU). Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi. dengan diketuai oleh Kepala Bappeda setempatrovinsi. Tim Pengelola Tingkat Kabupaten/Kota Di setiap Kabupaten/Kota terdapat Tim koordinasi Kabupaten/Kota (TKK) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. proses persetujuan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). LSM atau perwakilan kelompok peduli dapat diundang sebagai partisipan atau pengamat. Dinas Kesehatan provinsi.3. atau sejenis. 43 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Peran DPMU antara lain untuk mengelola dan memonitor program secara efektif serta menjamin kialitas seluruh kegiatan program. di tingkat kabupaten/kota serta beranggotakan perwakilan dari berbagai depertemen/dinas teknis terkait (kesehatan. dan beranggotakan Dinas Bidang Cipta Karya provinsi. dan instansi terkait pemberdayaan masyarakat serta perwakilan kelompok peduli/masyarakat sipil/LSM lokal. Aspek koordinasi pada tingkat kecamatan menempati posisi strategis dan penting terutama terkait dengan distribusi dan geografi desa/kelurahan sasaran di wilayahnya. Dinas Pekerjaan Umum. pendidikan dan pemberdayaan masyarakat) di levelnya masing-masing. Tim Koordinasi yang ada dengan fungsi yang sejenis dapat diberlakukan sebagai Tim Koordinasi Program Pamsimas. Bila terdapat Tim sejenis. Kecamatan sangat tepat untuk mengkoordinasi sekelompok desa/kelurahan sasaran Program Pamsimas. memiliki fungsi pelaksana di tingkat kabupaten/kota. Di setiap Kabupaten/Kota Lokasi sasaran dibentuk Tim Evaluasi RKM oleh TKK dan menyampaikan laporan kepada TKK sebagai perwakilan dari 3 (tiga) perwakilan implementing agencies. atau sejenisnya.3. Untuk mendukung transparansi. DPMU akan diketuai oleh Staf DPU.4. Gambaran umum peran dan tanggungjawab dari masing-masing kelembagaan terkait di tingkat kabupaten/kota hingga masyarakat adalah sebagaimana pada tabel 3.

atau Kakus dilengkapi ventilasi. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 44 . yaitu : Joint Monitoring Program dari WHOUNICEF. Mata air "improve” adalah: Sambungan rumah tangga/ Pipa hidran umum/ Sumur-Bor/ Sumur gali yang terlindung/ Mata air yang terlindung/ Penampung air hujan. WC (Pour-Flush kakus). Hal ini dapat dicapai melalui pengarusutamaan (mainstreaming) program dan perluasan (scaling-up) pendekatan berbasis masyarakat secara nasional. Kakus sederhana. JMP mendefinisikan Akses terhadap air minum yang aman adalah persen dari populasi yang menggunakan layanan penyediaan air yang "improve".4 Peran dan Tanggungjawab Kelembagaan di Tingkat Kabupaten/kota Sampai Masyarakat Dalam Pencapaian Tujuan dan Indikator Pamsimas Tujuan Umum Meningkatkan masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan dan pinggiran kota di lokasi Pamsimas dalam (penggunaan sarana air minum dan sanitasi yang improved1. sesuai status sosial-ekonomi Intervensi Kegiatan ƒ ƒ ƒ ƒ RKM I: Pelatihan manajemen administrasi dan keuangan Pelatihan teknis sarana air minum dan sanitasi Pembangunan sarana air minum umum di daerah perdesaan Pembangunan sarana sanitasi komunal di daerah pinggiran kota RKM II: Pembangunan sarana sanitasi di sekolah Pelatihan PHBS di masy. Akses ke tangki septic.PAMSIMAS Tabel 3. sesuai status sosial-ekonomi • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana sanitasi yang improved7. dengan ketersediaan sedikitnya 20 liter per orang per hari dari suatu sumber air yang “improve”. di mana "sanitation improve" berarti: Akses ke saluran air kotor. dan pemisahan limbah tubuh manusia dari manusia. Kecukupan sistem pembuangan limbah tubuh. JMP mendefinisikan akses sanitasi yang cukup sebagai persen dari populasi yang menggunakan sanitasi “improve”. dan di sekolah Pelaksanaan PBHS di masy. dan di sekolah Penyiapan & pelatihan pengelola sarana air minum dan sanitasi Tahapan Program ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Pemilihan lokasi sasaran ƒ Sosialisasi ƒ IMAS partisipatif ƒ (MPA) ƒ Pembuatan RKM ƒ Pelaksanaan ƒ RKM ƒ Pengelolaan ƒ sarana Air minum dan Sanitasi ƒ Replikasi ƒ (kegiatan inisiatif) Keberlanjutan dan kesinambungan pengelolaan sarana Pelaku di Pelaku di Kecamatan Kabupaten/Kota & Desa/Kelurahan Kab. di dalam 1 Kilometer hunian pemakai. sebagai upaya pencapaian target WSSMDGs. /Kota: Kecamatan: TKK ƒ TKKc Bappeda ƒ TTKc DPU ƒ Sanitarian Dinkes Puskesmas PMD ƒ Kasi PMD Bapedalda ƒ Kaurbang Pokja AMPL ƒ TFM Desa/Kel: Tim Penggerak PKK ƒ Aparat Desa DPMU ƒ LKM/Satlak Koord Fasilitator Pamsimas ƒ Natural Leader ƒ Masyarakat ƒ ƒ ƒ ƒ 6 7 Belum adanya definisi " akses WSS" di Indonesia. Indikator Tujuan Umum • Tambahan jumlah orang yang memiliki akses sarana air minum yang improved6. dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat).2. Pamsimas mengadopsi definisi global yang saat ini digunakan untuk monitoring kemajuan target MDG.

kedua cuci tangan setelah (BAB. /kota terhadap keseluruhan dana AMPL/WSS yang dibutuhkan untuk mencapai MDGS Jumlah kabkota yang melakukan replikasi dengan mengikuti pendekatan Pamsimas di luar target lokasi Pamsimas Komponen 2: % dari masyarakat sasaran yang telah ODF (tidak ada BAB di sembarang tempat) % dari masyarakat sasaran yang telah menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun % dari sekolah sasaran yang telah memiliki sarana air minum dan sanitasi yang improved. menangani tinja bayi dan sebelum menyentuh makanan). Kab.2 dan PHBS yang improved di masyarakat perdesaan dan pinggiran kota • Indikator Tujuan Antara Komponen 1: Jumlah desa/kelurahan yang membuat RKM Rencana peningkatan kapasitas untuk pengadopsian dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas. advokasi. dan program kebersihan dan kesehatan • Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 1: Identifikasi kebutuhan peningkatan ƒ Pelatihan peningkatan ƒ ƒ kapasitas kapasitas kelembagaan atau kelembagaan dukungan tambahan seperti : ƒ peraturan daerah. dan progres pencapaian tujuannya Persentase dana yang dibelanjakan untuk WSS/AMPL oleh kab.PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 1: Pemerintah kabupaten/kota • dan provinsi memiliki LEMBAGA TERPADU yang • menangani perluasan PENGGUNAAN AIR. insentif ƒ Advokasi ƒ kelembagaan di kinerja dan teguran ƒ tingkat Memantau tingkat partisipasi dan ƒ kabupaten/kota peluang perluasannya ƒ Pendampingan dalam asesmen dan penyusunan RKM ƒ Advokasi penganggaran di bidang penyediaan air minum dan saniasi (WSS)/AMPL Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. 45 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . ke tiga perilaku higienis lain yang diprioritaskan oleh masyarakat sasaran. • • • • Komponen 2: Memantau peningkatan akses dan • efektifitas penggunaan sarana sanitasi yang improved oleh masyarakat dan seklah sasaran Penilaian perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) • • Pemicuan peru-bahan ƒ ƒ perilaku dengan pendekat-an CLTS di ƒ ma-syarakat dan di ƒ sekolah ƒ Pelatihan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah • Promosi PHBS di ƒ masyarakat dan ƒ sekolah • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dan di ƒ sekolah Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. SANITASI 1. 8 Pertama-tama meghapus BAB di tempat terbuka./Kota PPMU & DPMU Pokja AMPL Bapedalda TFM & Konsultan • • Komponen 2: Masyarakat sasaran secara bertahap telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)8.

menggunakannya. penggunaan “improve sanitation” dan praktek perilaku higienis lain. lemah/miskin dan kaya.PAMSIMAS Tujuan Antara Komponen 3: Masyarakat sasaran memperoleh akses terhadap layanan air minum perdesaan dan sanitasi komunal yang sudah improved. yang dikelola dan didanai secara efektif Fungsi Indikator Intervensi Kegiatan Tujuan Antara Komponen 3: ƒ Pembangunan sarana ƒ Memantau peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses air air minum dan sanitasi yang minum yang sehat/aman improved Penilaian dampak progra pada KK ƒ Pelatihan pengelolaan yang miskin administrasi dan Penilaian kesinambungan keuangan penyediaan air minum yang baru/ ƒ Pelatihan teknis improved sarana air minum dan sanitasi ƒ Pelatihan operasi & pengelolaan sarana air minum dan sanitasi Komponen 4: • Pemicuan peru-bahan ƒ Memantau komitmen pemerintah ƒ perilaku dengan daerah dalam memperluas pendekat-an CLTS di ƒ Penyediaan Air minum dan Sanitasi ma-syarakat dan di (WSS) di luar lokasi sasaran ƒ sekolah Pamsimas ƒ • Pelatihan PHBS di Membuat pilot proyek dan ƒ masyarakat dan di penyempurnaan pendekatan ƒ sekolah program Penyediaan Air minum dan Sanitasi (WSS) untuk bisa • Promosi PHBS di ƒ disinergikan secara efektif dengan masyarakat dan ƒ upaya penanggulangan kemiskinan sekolah dan pening-katan kapasitas • Pelaksanaan PHBS di ƒ masyarakat dalam rangka masyara-kat dan di ƒ mewujudkan kesinambungan sekolah Pelaku • Satlak Pamsimas dan masyarakat didampingi dan dilatih oleh Fasilitator dan Konsultan serta Tim Teknis Komponen 4: Pemerintah daerah • menunjukkan peningkatan komitmen yang serius secara bertahap terhadap kesinambungan dan perluasan program penyediaan air dan sanitasi secara swadana dengan metodologi Pamsimas Komponen 4: Jumlah desa/kelurahan dan • kabupaten/kota yang melebih 11 kriteria indikator kinerja proyek (key performance indicator). memiliki Program Promosi Sanitasi dan Kesehatan Sekolah yang melibatkan orang tua wali murid. yang 9 berfungsi dan memuaskan • masyarakat penerima layanan % desa dengan sistem • penyediaan air minum yang 10 sudah improved. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 46 . dan kecukupan lebih dari 100% biaya O&M dari tarif pengguna. kepuasan seluruh pengguna terhadap pelayanan sarana WSS. masyarakat. dan Pemangku Kepentingan lainnya. laki-laki. kepastian keikutsertaan perempuan. menerima tambahan hibah • Natural Leader TFM Sanitarian / Staf Puskesmas Kasi PMD Komite CLTS Pokja AMPL Unit Kerja Teknis Kesehatan Dinas Diknas Tim Penggerak PKK Desa/Kel Dasawisma PKK Aparat Desa/Kel. ikut mengelola secara efektif dan berkesinambungan • Indikator Tujuan Antara Komponen 3: % desa dengan sistem • peyediaan air minum yang sudah improved. 2003. setelah sarana WSS yang dibangun bermanfaat 100% bagi rumah tangga lemah/miskin di masyarakat. 9 10 11 Indikator MPA untuk penyediaan air masyarakat seperti dirumuskan dalam Metodologi for Participatory Assessment ( MPA). menuju keberhasilan status "Total Sanitasi" dengan 100% rumah tangga mengadopsi cuci tangan dengan sabun. Bank Dunia WSP. ibid Kriteria untuk kompetisi antar masyarakat meliputi: prestasi status Open-Defecation-Free.

DPMU) ahli IMIS ƒ Masyarakat dengan Pelatihan di bidang pendampingan TFM IMIS bagi pemangku kegiatan terkait 47 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan akhir ƒ tahun diker-jakan untuk informasi manaje-men proyek ƒ Spesialis IMIS Menyediakan peKonsultan Advisory rangkat lunak IMIS Menyediakan tenaga ƒ Bagian Monev (PPMU.PAMSIMAS Tujuan Antara Indikator Tujuan Antara Fungsi Indikator Tujuan Antara layanan dalam jangka panjang Intervensi Kegiatan ƒ • Advokasi pengangƒ garan di bidang penyediaan air minum dan saniasi ƒ (WSS)/AMPL ƒ Pelaku Konsultan Advisory Tim Koordinasi Provinsi. M&E) menyediakan informasi secara reguler mengenai kualitas pelaksanaan proyek • Komponen 5: ƒ Mengkonfirmasi kemajuan dan efektifitas penye-diaan pendamƒ pingan teknis & masukan pengelolaan proyek Survei baseline. mid-term. Kabupaten/Kota PPMU & DPMU Bapedalda Komponen 5: DPMU dan CPMU mampu mengelola dan mendukung program (untuk selanjutnya memperluas ke kabupaten/ kota lainnya) • Komponen 5: Struktur dan perangkat moni• toring proyek (IMIS.

Ketentuan dan tata cara memfungsikan. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. Satuan Pelaksana PAMSIMAS paska pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya ditransformasi menjadi Badan Pengelola yang bernaung dalam Lembaga Keswadayaan Masyarakat atau BKM dan sejenisnya. maka TFM bersamasama dengan mitra setempat melakukan revitalisasi kelembagaan tersebut. Proses pembentukan LKM sesuai dengan asas keterwakilan. Dalam hal BKM memiliki kinerja yang kurang memadai. akuntabel dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. merevitalisasi atau membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat beserta Satuan Pelaksana kegiatan dapat dilihat pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan Buku Petunjuk Teknis Perencanaan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. representatif dan pengakaran masyarakat sedangkan legalisasi melalui pencatatan di Notaris.PAMSIMAS 3. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 48 . maka legitimasi LKM adalah pengakuan. LKM berkedudukan otonom. Anggotaanggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat. maka pelaksanaan tidak membentuk LKM namun memanfaatkan BKM sesuai dengan karakteistiknya sebagai LKM.4 Kelembagaan Masyarakat dan Unit Pelaksana Struktur organisasi program di tingkat desa/kelurahan berbeda dengan struktur formal di tingkat pemerintah kabupaten/kota. Meskipun sebagai institusi masyarakat. partisipatif. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat warga (civil society) di tingkat komunitas akar rumput. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal masyarakat lainnya. Di lokasi yang belum terdapat BKM atau sejenisnya. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan rekam jejak atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. provinsi dan pusat. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. Oleh karena itu. seperti P2KP yang telah membentuk BKM atau PPK yang telah membentuk TPK. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. Unit utama di tingkat desa adalah Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan satuan pelaksana kegiatan (Satlak) Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom.3. maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat.

Pengalaman sebelumnya pada program WSLIC 2 bahwa untuk kegiatan CDD mempunyai peluang yang tinggi untuk tindakan korupsi dimana nilai investasi mencapai 70% dari total nilai proyek sehingga sangat membutuhkan pengawasan yang lebih tinggi. dan Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers (May 2004. maka sistem pengelolaan keuangan disamping berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. 3. 2006). 3. 5. Sistim Penanganan Keluhan. 6. Costing Table. 4. Financing Agreement No. 2. Penguatan Keterbukaan dan Transparansi. Untuk di tingkat desa/kelurahan kunci utama adalah sistim pelayanan yang baik serta transparansi. Hal ini agar anggaran memang diperuntukkan bagi pengeluaran – pengeluaran yang telah disetujui oleh Bank Dunia sebagaimana tertera dalam Financing Agreement. 2006). revised October. Berdasarkan dari pengalaman tersebut tindakan anti korupsi sebagian besar difokuskan pada aspek proyek yang berhubungan dengan kontrak yang besar seperti dalam pengadaan bantuan teknis mempunyai resiko yang tinggi. Project Appraisal Document. 49 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Pengawasan oleh Masyarakat Madani. Pencegahan Risiko Kolusi.4 PENGADAAN BARANG/JASA Prosedur pengadaan barang/jasa untuk program Pamsimas sebagian ataupun seluruh sumber pembiayaannya yang berasal dari Financing Agreement IDA Credit No: 4204IND dilaksanakan dengan menggunakan Guideline World Bank : Procurement under IBRD Loans and IDA Credits (May 2004. 4204 IND. lokakarya dan kampanye bersama konstitusi hanya 30% dari total nilai proyek. juga terutama harus mengacu pada : Minute of Negotiation.PAMSIMAS 3. progres kegiatan dan Annual Work Plan. Penjelasan lebih detail dan terinci dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 3. Aide Memoire.5 SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN Program Pamsimas sebagai program yang dibiayai dari pinjaman luar negeri (PLN).6 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI Rencana tindakan pencegahan korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah diidentifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. Pencegahan Risiko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. dan Ketentuan Sanksi dan Tindakan Perbaikan yang jelas Tindakan anti korupsi ini berdasarkan pengalaman dari program sebelumnya yakni WSSLIC-1 maupun WSLIC-2 . revised October. selanjutnya resiko lebih rendah pada aspek pelatihan.

Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi telah dipersiapkan sesuai dengan risiko Korupsi. Keistimewaan dari semua rencana tindakan anti korupsi terintegrasi dalam penganggaran proyek. Beberapa area utama/kunci terkait dengan upaya anti korupsi termasuk manajemen proyek. Kolusi dan Nepotisme yang terjadi pada proyek sejenis dan disesuaikan dengan mekanisme pelaksanaan proyek. Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam. kerangka safeguard Pamsimas terdiri dari 3 komponen yakni: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 50 .1 Lingkup Kerangka Kerja Safeguard Sesuai dengan karakteristik kegiatan yang didanai dalam Pamsimas. Penjelasan lebih detail mengenai Rencana Tindak Anti Korupsi Lampiran 4 dapat dilihat pada 3. operasi dan pemantauan subproyek.go. dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. dan warga terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People) Kegiatan dalam Program Pamsimas telah diklasifikasikan sebagai Kategori B. pelaksanaan. audit independent .PAMSIMAS kualitas yang lebih baik serta pengelolaan program/proyek diberikan tanggung jawab kepada masyarakat. pembebasan lahan dan pemukiman kembali (Land Aquistition and Resettlement).pu. yang mana kemungkinan besar tidak akan mengakibatkan dampak berarti yang tidak diinginkan terhadap lingkungan hidup dan sosial. perencanaan.7 PENGAMANAN/SAFEGUARD Kerangka safeguard dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam melakukan analisis. Penyediaan dokumen proyek yang dapat diakses oleh publik merupakan rencana Pencegahan Korupsi ini dipublikasikan di dalam situs www. monitoring dan evaluasi. dengan mengacu pada persyaratan dari Bank Dunia dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia mengenai dampak lingkungan. Hal ini sesuai dengan pendekatan berbasis masyarakat terhadap pengadaan air minum dan sanitasi. Departemen Kesehatan.7. Penjelasan lebih detail mengenai safeguarding dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pengamanan (Safeguard) Program Pamsimas 3.id. penyampaian informasi dan peningkatan kesadaran. dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Departemen Dalam Negeri. Departemen Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

2. 51 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Safeguard Lingkungan.PAMSIMAS 1. oleh sebab itu partisipasi aktif perempuan dalam operasional dan pemeliharaan aset masyarakat sangat diperlukan. 2. yang bertujuan untuk keberlanjutan bagi pelayanan dan pelestarian aset yang telah dibangun oleh masyarakat. Agar Prasarana dan sarana yang telah terbangun tetap berfungsi sesuai dengan kualitas dan umur pelayanan yang direncanakan. dan mewujudkan keterbukaan. antara lain prasarana dan sarana air minum.8 OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN Dalam Pamsimas pemeliharaan prasarana dan sarana harus memposisikan air sebagai komoditi ekonomi tidak sekedar komoditi sosial dan menjadi tanggung jawab pengelola yang dibentuk melalui Musyawarah Desa/Kelurahan. Menjamin pemeliharaan secara rutin. promosi manfaat sosial. promosi manfaat lingkungan. efisien (air sebagai komoditi ekonomi). pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. tepat sasaran dan. Untuk kesinambungan program Pamsimas perlu dibentuk organisasi operasional dan pemeliharaan (O&P). Safeguard Sosial Safeguard pengadaan tanah dan pemukiman kembali (land acquisition and resettlement). Menyerahkan tanggung kepada Pengelola Sarana untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan pelayanan sarana yang ada. pengurangan dan pengelolaan resiko lingkungan yang tidak diinginkan. Kerangka safeguard lingkungan ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. 3. dan mewujudkan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak pemindahan dan stakeholder lainnya. dengan melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam pananganan. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. Tujuan operasi dan pemeliharaan (O&P) dalam Pamsimas adalah sebagai berikut: 1. dan mewujudkan pelaksanaan keterbukaan dengan melakukan konsultasi publik dengan warga terisolasi dan rentan yang terkena dampak dan stakeholder lainnya. kerangka ini dimaksudkan sebagai upaya membantu peserta kota/kabupaten agar dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. Safeguard bagi masyarakat terisolasi dan rentan (Isolated and Vulnerable People). keterlibatan kaum perempuan lebih signifikan karena mereka merupakan pengguna. promosi manfaat sosial. Dalam pelaksanaannya. tepat waktu. 3.

Metode pemantauan oleh pemerintah ini dilakukan melalui kunjungan lapangan untuk mengetahui apakah kegiatan proyek berjalan sesuai rencana dan prosedur yang disepakati.1 Jenis Kegiatan Pemantauan dalam Pamsimas 1) Pemantauan oleh Masyarakat. • Memastikan proses fasilitasi kegiatan pelaksanaan siklus Pamsimas sesuai acuan yang ada (PMM. 3. kabupaten/kota. Pemantauan ini juga dilakukan oleh pemerintah di tingkat nasional. • Memastikan setiap kerangka acuan yang disusun untuk dilaksanakan berdasarkan pada koridor yang telah ditentukan (PMM. perencanaan. Pemantauan adalah proses yang terus menerus dilakukan di sepanjang siklus program. Pemantauan dilakukan oleh masyarakat secara periodik dengan menggunakan metode MPA untuk mengukur : keberlanjutan. Pada tahap ini berfungsinya Badan Pengelola (BP)untuk operasional dan pemeliharaan menjadi penting peranannya demi berlanjutnya pelayanan sarana air minum dan sanitasi. Petunjuk Teknis. dimulai dari persiapan. kecamatan. dan peubahan perilaku.SOP). Depkes.9. Hasil kegiatan pemantauan digunakan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan dan penyesuaian terhadap perencanaan. VIM. Keuangan. VIM. akan diturunkan misi supervisi dan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 52 .9 PEMANTAUAN Pemantauan adalah kegiatan pengumplan informasi yang dilakukan secara periodik untuk memastikan suatu kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. sehingga capaian substansi sesuai indikator yang telah ditentukan. pelaksanaan. Penjelasan lebih detail mengenai Operasional dan Pemeliharaan dapat dilihat dalam Buku Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Keberlanjutan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat 3. dan desa/kelurahan. PU. baik dari lembaga penyelenggara /executing agency.PAMSIMAS Agar pelaksanaan operasional dan pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar maka diperlukan organisasi untuk mengelola sarana air minum setelah masa pelaksanaan konstruksi. dan Petunjuk Teknis. PMD. Tujuan Pemantauan: • Memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan Pamsimas secara progress tidak terlalu menyimpang dari time frame yang telah ditentukan pada setiap ’milestone’ dalam master schedule. 2) Pemantauan oleh pemerintah. dan pelestarian. maupun dari interdepartemen ( Dep. Pemantauan dilakukan oleh pihak pemerintah. dll). SOP). efektifitas penggunaan. akses terhadap fasilitas berdasarkan gender dan strata sosial ekonomi. Bangda. kepuasan pengguna sarana. Secara berkala.

PAMSIMAS kunjungan lapangan oleh pejabat pemerintah serta unsur terkait lainnya (lembaga donor. IMIS. dan pelaporan kegiatan Pamsimas. 3) Pemantauan oleh konsultan (CMAC. B. dan Bawasda. Monitoring ini akan melihat perubahan yang terjadi dimasyarakat baik secara fisik dan perubahan perilaku secara kuantitatif dan kualitatif. LSM. memberhentikan proses pelaksanaan prorgam apabila dibutuhkan. perlu disepakati indikator kinerja dan perkembangna pelaksanaan program dengan lembaga pemeriksa keuangan ini. Kegiatan pemantauan misi supervisi dilakukan oleh pihak donor untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah dilaksanakan memenuhi standar persyaratan Loan Agreement yang telah disepakati. dll) ke lokasi proyek . MIS (Management Information System). DMAC. dan Petunjuk Teknis. Acuan yang digunakan dalam pemeriksaan keuangan adalah dokumen resmi proyek (PMM. Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pamsimas adalah sebuah sistem yang direncanakan untuk memantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas di lapangan melalui mekanisme pengelolaan data dan informasi yang terpadu dan terbuka. Monitoring Keberlanjutan. Sumber data dari monitoring ini berasal 53 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Metode pemantauan yang digunakan oleh konsultan adalah uji petik untuk memantau kualitas pendampingan dan output . BPKP. PMAC. BPKP. Unsur pemerintah yang berperan dalam pemeriksaan keuangan seprti BPK. Keluaran data dan informasi yang dihasilkan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan. dan Bawasda bertanggungjawab memeriksa Pamsimas setiap tahunnya. Uji petik dilakukan terhadap setiap siklus pamsimas.9. Pihak donor melakukan pemantauan ini. yaitu PAD. untuk melihat pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di lapangan. infrastruktur (sarana air bersih dan sanitasi) dan keuangan/pembukuan. IMIS terdiri dari : A.2 Metode Pemantauan Program Pamsimas 1. evaluasi. 5) Pemantauan oleh Pihak Donor. kabupaten/kota. SOP). 3. dan Tim Fasilitator Masyarakat). dan memberikan model pembelajaran bagi pelaku proyek. VIM. Hasil pemantauan digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap konsep dan desain proyek. propinsi. dan nasional. Dalam pemeriksaaan keuangan ini. Merupakan data pemantauan yang diperoleh dari hasil monitoring keberlanjutan yang dilakukan oleh masyarakat dan sistem pemantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari program Pamsimas. 4) Pemeriksanaan Keuangan/Audit oleh BPK. Kegiatan pemantauan ini dilakukan oleh jajaran konsultan mulai dari tingkat lapangan.

Sehingga. monitoring keberlanjutan dalam Pamsimas perlu dilakukan dalam 3 tahap yaitu : a. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 54 . Master Schedule/Rencana Induk. Dengan adanya pemahaman yang sama antar pelaku tentang Pamsimas. Tahap begitu program pamsimas (kegiatan fisik dan non-fisik) selesai dilakukan. dimana kondisi tersebut merupakan data awal (baseline data) b. 3. Setiap pelaku Pamsimas perlu memiliki rencana kerja yang jelas sehingga pelaksanaan Pamsimas dapat terarah dan terpantau dengan baik. sehingga dapat melihat bagaimana kesesuaian antara rencana masyarakat dengan realisasi kegiatan yang dilaksanakan. Tahap identifikasi masalah dan analisis situasi. maupun dukungan manajemen perusahaannya. Rencana Induk merupakan acuan pokok para pelaku Pamsimas dalam menjalankan setiap proses kegiatan agar selalu berkesinambungan dan tepat waktu. Dinas/Instansi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Quick Status dibuat dengan tujuan untuk mengendalikan realisasi pelaksanaan siklus di lapangan (progress) terhadap Master Schedule yang sudah disepakati bersama. siklus kegiatan pada wilayah sasaran Pamsimas mengacu pada rencana induk. serta sasaran yang ingin dicapai. kapasitas anggota tim. diantaranya dengan menyusun rencana kerjanya yang didasarkan atas target substansi (berdasarkan indikator) dan target capaian (berdasarkan Master Schedule). Penyusunan rencana kerja ini harus dengan mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia. c. baik jumlah timnya. setiap pelaku dapat segera menindaklanjuti dengan membuat strategi dalam upaya mencapai sasaran tersebut. Tahap (minimal) satu tahun setelah program selesai untuk melihat dampak yang terjadi 2.PAMSIMAS dari hasil pencatatan informasi tentang kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program serta sistim pelaporan secara berkala dan sistimatis. dengan demikian setiap dua minggu akan dapat diketahui secara cepat tahapan kegiatan mana saja yang sudah selesai ataupun yang belum selesai. Secara garis besar. Quick Status/Status Cepat. Dalam pelaksanaannya. konsultan pusat sampai daerah maupun masyarakat penerima program. dan dapat diketahui pula progres terakhir pencapaian tahapan kegiatannya. Setiap TFM akan melaporkan progress Quick Status pada setiap dua mingguan. Master schedule atau rencana induk merupakan rencana kegiatan selama program berjalan yang dilaksanakan oleh semua pihak pelaku program baik Inter Departemen (Tingkat Pusat).

Kegiatan uji petik ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setelah siklus selesai difasilitasi di masyarakat. 6. Uji petik merupakan bagian dari kerangka pemantauan proyek secara keseluruhan. pustaka publikasi. Dengan mempertimbangkan unsur keterwakilan. Semua informasi mengenai Pamsimas akan diupload melalui website (www. Informasi Berbasis Website. resume kontrak konsultan. pengaduan. Quick Status. 5.org). Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung di masing-masing PMAC di kabupaten/kota secara sampling. untuk melakukan pengendalian tentang status pelaksanaan kegiatan dan penyiapan media-media bantu yang dibutuhkan. serta monitoring terhadap pemanfaatan dana BLM yang sudah dicairkan untuk memastikan kualitasnya tercapai. Dilaksanakan untuk mengukur pencapaian substansi maupun pemenuhan prasyarat kegiatan yang telah ditetapkan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan terhadap kelurahan/desa sampel yang dipilih dengan metode pemilihan sampel acak terstratifikasi. koordinator fasilitator diharapkan melakukan uji petik di minimum 50% desa sampel di wilayah kendalinya.pamsimas.PAMSIMAS 4. Di tingkat kabupaten/kota. 55 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . serta memastikan transparansi dan akuntabilitasnya. Uji Petik. Website tersebut juga menyediakan media interaktif untuk pelaku pamsimas di seluruh wilayah untuk menjalin komunikasi. . Kunjungan Lapangan. Hasil uji petik akan menjadi bagian yang saling melengkapi dengan kegiatan pemantauan lainnya seperti SIM (sistim informasi manajemen). yaitu : forum diskusi. dan PPM (pengelolaan pengaduan masyarakat). dan ruang tanya jawab dengan tenaga ahli. Informasi mengenai data progres dan pencapaian indikator. data kontak pelaku pamsimas dapat diakses pada website tersebut. pengaduan. maka ditetapkan bahwa tim CMAC akan melakukan uji petik di minimum 3% desa sampel di wilayah kendali CMAC sedangkan tim PMAC melaksanakan uji petik di minimum 10% desa sampel di wilayah kendali PMAC. Salah satu alat monitoring yang efektif dan populer untuk memantau kemajuan dan infomasi terkini suatu proyek adalah website.

• % desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Laporan kumulatif tahunan. dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program • Realisasi anggaran Kab. bersumber dari pemantauan MIS yang berkelanjutan Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga Evaluasi perubahan perilaku – survey acak/random Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU. serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran • % desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif • Jumah desa/kelurahan dan kab. midterm dan EOP Laporan kumulatif tahunan. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU Laporan proyek dan dokumen anggaran Kab.850 5000 100% 100% none 20 of 70 30 of 70 50 of 70 70 of 70 Laporan kumulatif tahunan. berdasarkan laporan kemajuan detail dari daerah Survey evaluasi perubahan perilaku higinis (PHS) pada saat baseline.550 3. di luar target desa Pamsimas • % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF) 0 Periode Tahun 1*) 0 Tahun 2 0./kota yang melampaui kriteria kinerja proyek dan memperoleh tambahan dana hibah • Adanya struktur dan alat pemantauan proyek (IMIS. berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU 0 0 1-2 juta 2-3 juta 3-5 juta 5-8 juta 6-10 juta Laporan kumulatif tahunan. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Lembaga yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi. Monitoring MIS yang berkelanjutan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 56 56 .PAMSIMAS Tabel 3. berdasarkan data dan laporan dari DPMU 0 NA TBD 0 600 1350 50% 50% 2. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak.5 – 1 juta Tahun 3 1-2 juta Tahun 4 2-3 juta Tahun 5 3-5 juta Tahun 6 6-7 juta Frekuensi dan Pelaporan Pengumpulan Data dan Pelaporan Instrumen Penanggung Jawab Pengumpulan Data Pengumpulan Data Data MIS yang berkelanjutan dan survey Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU. M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek N/A 0% 90% 90% 90% 90% 90% N/A 0 0% N/A 90% N/A 90% 100-200 Desa/5 Kab 100% Kab 90% 250-500 Desa/ 10 Kab 100% Kab 90% 400-800 Desan/ 15 Kab 100% Kab 90% 500-1000 Desa/ 20 Kab 100% Kab Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan proyek 0 100% Kab 100% Kab IMIS. berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen CPMU. berdasarkan data dan laporan dari DPMU DPMU. kajian per 6 bulan oleh CPMU Nol 0% 0% 0% 10% 10% 12% 20% 20% 27% 40% 40% 51% 60% 60% 77% 80% 80% 95% • % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) • % sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS)./Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDG • Jumlah Kab. di beberapa lokasi pemantauan di masing-masing Propinsi DPMU melaporkan ke CPMU./Kota CPMU. berdasarkan status sosial dan ekonomi • Jumlah desa/kelurahan yang telah menyusun RKM • Rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas./Kota yang mereplikasi program Pamsimas.5 Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas Baseline Indikator Pencapaian Program • Jumlah tanbahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak.

3. di tingkat kabupaten/kota dan propinsi serta pusat oleh Asisten DPMU bidang pemantauan dan evaluasi. peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Proses penanganan pengaduan membuat setiap orang bisa menyampaikan suatu pengaduan. Penyiapan laporan mengenai 57 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Program Pamsimas menyiapkan Hotline Pengaduan melalui SMS (short message service). atau wartawan melalui tulisan mereka di media masa tentang Pamsimas. 2) Survei/Studi Dampak. dan peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator. sejumlah studi tematik dapat dilakukan dalam kurun waktu perjalanan program. Indikator kinerja Pamsimas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Mekanisme penanganan pengaduan dalam program Pamsimas di tingkat masyarakat dilakukan di Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) LKM. Dilakukan dengan melihat sejauh mana perubahan yang dialamai masyarakat penerima manfaat dengna membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program.10 EVALUASI Evaluasi dalam Pamsimas dilakukan untuk menilai secara berkala apa yang telah dihasilkan. anggota masyarakat melalui surat tanpa nama.11 PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT (PPM) Salah satu aspek penting dari sistem pemantauan dalam program Pamsimas adalah pemantauan terhadap proses penanganan pengaduan. Untuk mempertajam hasil pematauan dan evaluasi dampak. yaitu konsultan melalui laporan biasa maupun berkala.PAMSIMAS 3. serta peran masyarakat di bidang air minum dan penyehetan lingkungan. website online dan kotak pengaduan khusus untuk hal ini dan setiap orang bisa menulis untuk ditujukan ke alamat tersebut. 3. Evaluasi difokuskan pada keluaran dan dampak proyek apakah sesuai dengan tujuan dan rencana yang ditetapkan. Program Pamsiams melalui kerja sama dengan konsultan atau pihak lain melakukan survei / studi dampak/manfaat ekonomi.12 PELAPORAN Pelaporan tentang hasil pelaksanaan pekerjaan adalah bagian penting dari pemantauan dan pertanggungjawaban program. 3) Studi Khusus/Tematik. untuk mengetahui apakah pamsimas berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya melalui pengukuran indikator kinerja utama. Jenis-jenis evaluasi yang akan dilakukan dalam program Pamsimas adalah: 1) Evaluasi Keluaran (Output). Evaluasi ini akan dilakukan pada pertengahan pelaksanaan proyek dan setelah keseluruhan program selesai.

Sedangkan pelaporan untuk konsultan mengikuti format yang diatur dalam petunjuk teknis Monitoring. kendala atau permasalahan yang terjadi. Mekanisme pelaporan dan pelaksanaan Pamsimas dilakukan melalui jalur struktural. Evaluasi. Penjelasan lebih detail mengenai pemantauan. Hal ini untuk membantu dalam evaluasi kinerja pelaku program Pamsimas. harus dibuat secara sederhana dan seringkas Pelaporan dalam program PAMSIMAS merupakan proses penyampaian data dan atau informasi mengenai perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan program. evaluasi. dan SIM. kabupaten/kota. Semua pelaku program Pamsimas bertanggung-jawab untuk membuat pelaporan atas pelaksanaan program pada tingkat desa/kelurahan. penanganan pengaduan masyarakat dan pelaporan serta indikator kinerja dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pemantauan. Pengelolaan Pengaduan dan Pelaporan Program Pamsimas 58 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . format laporan mengikuti kebijaksanaan dari masing-masing instansi.PAMSIMAS kemajuan pelaksanaan program mungkin. Evaluasi. propinsi dan tingkat pusat. penerapan dan pencapaian dari sasaran atau tujuan Pamsimas. Untuk aparat pemerintah yang terlibat dalam program pamsimas.

kabupaten. 4. perjalanan. kecamatan dan desa. APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota. monitoring. serta dana kontribusi swadaya masyarakat. honorarium. provinsi. Jasa Konsultan dan lain sebagainya. Cr.PAMSIMAS BAB 4 PENDANAAN PROGRAM 4.1 SUMBER DANA Pendanaan proyek Pamsimas melalui sumber dana kredit IDA (International Development Association) No. dan rupiah murni dari APBN. Dana ini meliputi pengadaan barang. Penjelasan lebih detail mengenai pendanaan maupun pengelolaan keuangan program Pamsimas dapat dilihat pada Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Pamsimas.2 Dana Rupiah Murni A.1 Dana Kredit IDA Alokasi dana Kredit IDA pada dasarnya terbagi atas 2 bagian yaitu : (a) Alokasi BLM Desa/kelurahan. 4. 59 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . pelatihan. lokakarya dan pelatihan komponen A. Kegiatan yang sebagian akan dibiayai dari APBN adalah: ƒ ƒ ƒ pengadaan barang barang pengadaan jasa konsultan biaya operasional tingkat pusat. bantuan dana yang diberikan langsung kepada masyarakat untuk membiayai kegiatan Pamsimas pada sarana air minum dan kesehatan masyarakat yang dituangkan dalam RKM (b) Alokasi Non BLM. 4204-IND. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di pusat maupun di daerah.1. B dan E.1. bantuan dana diluar BLM untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat. APBN Dana yang berasal dari Pemerintah antara lain digunakan untuk sebagian kegiatan yang berkaitan dengan : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ manajemen proyek.

ƒ Dana Monitoring & Evaluasi Kegiatan Apabila Kabupaten/Kota belum mengalokasikan dana di atas pada Tahun Anggaran berjalan. APBD Provinsi Dana yang berasal dari Pemerintah Provinsi yang dianggarkan tiap tahunnya adalah kegiatan proyek untuk pos-pos yang telah ditetapkan oleh Biro Keuangan dan Bappeda dari Pemerintah Provinsi Peserta Pamsimas. ƒ pelatihan. perjalanan di tingkat provinsi sampai ke daerah dan pusat Manajemen dan operasional kantor PPMU C. maka Program PAMSIMAS belum dapat dilaksanakan pada Kab/kota tersebut pada Tahun Anggaran tersebut. yang merupakan dana pendukung bagi pembiayaan kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kegiatan tersebut. ƒ monitoring. untuk pembiayaan kegiatan yang tertuang dalam RKM ƒ Dana insentif untuk program replikasi. dalam bentuk tunai (in-cash) minimal 4% dan in-kind minimal 16%. APBD Kabupaten/Kota Dana yang berasal dari Pemerintah Kabupaten/kota dianggarkan tiap tahunnya untuk kegiatan proyek termasuk kegiatan yang tidak dibiayai atau sebagian dibiayai melalui dana Bank Dunia tetapi sudah disepakati pada saat negosiasi. perjalanan. D. Dengan demikian dana bantuan Pamsimas pada hakekatnya merupakan stimulan 60 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Kontribusi masyarakat dimaksudkan sebagai wujud dari komitmen membangun rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan masyarakat sendiri. antara lain : ƒ ƒ ƒ ƒ pelatihan. ƒ honorarium. antara lain: ƒ manajemen proyek. operasional kantor dan sarana kerja lainnya baik di kabupaten/kota sampai tingkat desa ƒ Dana Daerah untuk Program Bersama (DDUPB) sebesar minimal 10% dari total RKM di masing-masing desa. Kontribusi Masyarakat Kontribusi masyarakat minimal sebesar 20% dari total RKM. Semakin besar kontribusi masyarakat semakin tinggi komitmennya untuk memiliki dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kegiatan Pamsimas. honorarium. direncanakan oleh masyarakat dan dituangkan di dalam RKM.PAMSIMAS B.

9 15.8 Pemerintah Pusat Daerah 5. Konsultan Lokal.5 Berdasarkan 5000 desa dengan BLM Rp 275 juta/desa dan 20% kontribusi masyarakat 61 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Pelaksanaan Pelatihan. Komponen Pembiayaan Pamsimas No Komponen Total Pinjaman 3.5 49.2 1.6 Manajemen Proyek Unallocated 1.2 Minum dan Sanitasi Umum 4 Hibah Insentif / Inovasi bagi 8. yaitu: 1.1 0.1. Monitoring. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 3. inisiatif dan rasa memiliki dan bertanggungjawab masyarakat.8 0.2 36. Studi. Dana BLM Pamsimas hanya dapat dicairkan apabila masyarakat telah merealisasikan swadaya. (100% untuk foreign expenditures. Apabila tidak sesuai maka sekalipun kegiatan tersebut sudah dilaksanakan. 4.8 Kabupaten dan Desa (dibiayai oleh Pemerintah) 5 Dukungan Pelaksanaan dan 81.5 - 1 Pemberdayaan Masyarakat dan 10.5 38. Hibah digunakan untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi (100% dari dana hibah pusat). 5. baik in-cash maupun in-kind 4.PAMSIMAS dan penghargaan atas tumbuhnya kepedulian. tidak dapat dibayar oleh Bank Dunia. Peralatan Kantor.3 Total 275. prakarsa.1.1 33.01 39. Kategori Lain-lain/Dana Cadangan.9 10.4 83. Seluruh komponen dan kategori pembiayaan tercantum dalam Financing Agreement (FA) tidak dapat dirubah. Peralatan Kantor.7 Masyarakat 30. Untuk itu.3 Kategori Pembiayaan Kategori yang telah disepakati dalam pelaksanaan program Pamsimas yang dibiayai IDA berdasarkan sumber dana dapat dirinci beberapa kategori.01 dan Pelayanan Sanitasi 3 Pembangunan Sarana Air 162.47 51.4 16. 100% local expenditures/ex-factory dan pembelian lokal) 2. pembayaran pada tahun 2008-2009 sebesar 100%.3 137. Barang dan Lokakarya dari Komponen 1 dan 5 meliputi antara lain: Materi Pendidikan. Tabel 4. oleh sebab itu didalam proses penganggaran dan pencairan dana harus diperhatikan agar kategori dana sharing pembiayaan sesuai kesepakatan.1 Pengembangan Kelembagaan 2 Peningkatan Perilaku Higienis 32. (100% untuk foreign expenditures.6 5. pada tahun 2010 sebesar 40% dan pada tahun 2011-2012 sebesar 15%. Barang dan Lokakarya dari Komponen 2 meliputi antara lain: Materi Pendidikan. Kategori Jasa Konsultan untuk pembiayaan.

dengan dilengkapi penguatan prosedur yang tepat. verifikasi diperlukan untuk menghindari terjadinya resiko kesalahan/penolakan pembayaran oleh Bank Dunia. Usulan anggaran program diserahkan kepada Direktorat Penganggaran pada Bulan Juni di tahun ketika anggaran tahunan disiapkan. Departemen PU.PAMSIMAS 4. Melalui penganggaran ini.2. Kegiatan Yang Dikontrakkan Pembayaran kepada pihak ke-3 (pengadaan dilakukan sesuai dengan prosedur sesuai Financing Agreement) dapat dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah disepakati dengan pihak ke-3. a . termasuk adanya bukti-bukti pengeluaran. Depdagri dan Depkes kemudian memproses penyiapan anggaran rinci untuk CPMU. PPMU dan DPMU. 4. CPMU. pengukuran kinerja penganggaran akan dikombinasikan dengan kinerja alokasi budget dari lembaga/instansi pelaksana.2 PENANGANAN FINANCIAL MANAGEMEN Ketentuan dan prosedur akuntansi program ini secara subsbtansi mengacu pada prosedur pengelolaan keuangan Pemerintah. Prosedur Pemerintah ini termasuk mengacu pada Prosedur Penganggaran dan Standard Akuntansi Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24. Kegiatan Swakelola Sesuai Anggaran yang telah ditetapkan. PPMUs dan DPMU dapat mengajukan pembayaran awal uang muka untuk pelaksanaan kegiatan selama 1 bulan kepada KPPN. Hasilnya diajukan ke Direktorat Penganggaran Depkeu dan Bappenas serta diklarifikasi oleh keduanya. b . 2005) serta Sistem Akuntansi Pemerintah Nomor 59/PMK. Direktorat Penganggaran mengalokasikan ceiling budget pada Bulan September. 62 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .06/2005).1 Penganggaran Penganggaran program-program Bank Dunia akan diintegrasikan dengan penganggran dari mitra lembaga pemerintah yang menjadi pelaksana program. Pembayaran akan dilakukan langsung kepada pihak ke-3. Anggaran final program yang telah siap kemudian diajukan ke World Bank sebagai Rencana Kerja Tahunan Program. audit trails and procedure untuk memeriksa kesesuaian kontrak dengan hasil. Anggaran yang diajukan telah dibahas di Kabinet (sebagai bagian dari anggaran nasional) pada Bulan September dan setelah disetujuai oleh Kabinet selanjutnya disampaikan kepada DPR. Meskipun proses pembayaran mengikuti prosedur pemerintah.

IFR akan digunakan untuk menyakinkan bahwa dana pinjaman masih tersedia pada saat dilakukan pembayaran. 4.2 Pembukuan dan Akuntansi Biro Keuangan Departemen PU. serta unit keuangan di tingkat Kabupaten dan Provinsi berlandaskan pada Standar Keuangan Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 24.PAMSIMAS 4.2. PPMU. Sistem diberlakukan berbasis bulanan dan diserahkan ke Menkeu setiap tri-wulan. diperlukan penjelasan mengenai: (1) Harmonisasi antara komponen proyek dengan kategori pengeluaran sesuai dengan Mata Anggaran dan tolak ukur (2) Bagian keuangan dari CPMU. Sistem-sistem ini dimaksudkan untuk menjamin seluruh pengeluaran program Pamsimas termasuk dalam sistem dan pelaporan akuntabilitas pemerintah. Depkes dan Depdagri kartu catatan realisasi anggaran. khususnya terkait Pamsimas. karenanya software keuangan pemerintah tidak dapat membedakan antara pengeluaran proyek dengan pengeluaran pemerintah. Untuk dapat membedakan pengeluaran proyek untuk penganggaran dan persiapan laporan sesuai dengan kategori pengeluaran. dan DPMU harus membedakan project payment voucher and project remitance order (3) Menyiapkan rekonsiliasi catatan proyek dari Bank yang ditunjuk CPMU harus bekerja sama dengan PPMU dan DPMU dalam menyiapkan Interim Financial Report (IFR). KPPN serta Unit-Unit Keuangan di Departemen PU. 2005) dan Sistem Akuntansi Pemerintah (PerMenkeu Nomor 59/PMK.2.3 Pelaporan Saat ini pemerintah menerapkan klasifikasi Standar Keuangan Pemerintah sesuai dengan Peraturan Menkeu No 13/PMK 06/2005. Peraturan tersebut belum mencakup pengkodean untuk sumber dana dari luar. Panduan sederhana akuntansi bagi Satuan Pelaksana Pamsimas akan dijelaskan lebih lanjut dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Program Pamsimas di Tingkat Masyarakat. Seluruh laporan yang diterima dari PPMU dan DPMU akan dikumpulkan oleh CPMU dalam suatu format laporan IFR yang sudah disetujui oleh Bank dan diserahkan setiap 3 bulan sekali dalam waktu 45 hari setelah berakhirnya 63 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Depdagri dan Depkes. Back up Manual (general cashbook dan buku pendukung lainnya) tetap disimpan baik oleh Biro/Unit Keuangan dan KPPN.06/2005). Software akuntansi Pemerintah diterapkan untuk mencatat seluruh transaksi. Kartu ini didukung lebih lanjut dengan kartu monitoring kontrak (satu kartu untuk satu kontrak).

sesuai dengan anggaran yang telah disetujui. dan DPMU. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran. Inisial deposit untuk rekening akan diminta oleh Dirjen Perbendaharaan berdasarkan laporan antara Unaudit Financial Report yang disiapkan oleh CPMU (sesuai input dari PPMU dan DPMU). Mekanisme ini juga memungkinkan identifikasi awal dari setiap masalah yang ada. CPMU. dan DPMU dapat mulai melaksanakan pembayaran (sesuai dengan kegiatan proyek dan proses pengadaan yang berlaku). Laporan pertama berisi rencana kegiatan 6 bulan pertama dan dana yang dibutuhkan serta rencana pengadaan. Pengelolaan rekening tersebut berada di bawah tanggung jawab Dirjen Perbendaharaan Depkeu. Dengan pengaturan ini. PPMU. khususnya untuk antisipasi akan terjadinya penyerapan dana lebih rendah dari alokasi anggaran. dana akan dianggarkan pada level pemerintah pusat dan disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah daerah. Mekanisme ini dapat membantu menyakinkan bahwa laporan IFR dapat digunakan untuk kepentingan monitoring. urusan air minum khususnya di wilayah pinggiran perkotaan merupakan tanggungjawab pemerintah pusat. PPMU. Laporan IFR akan digunakan sebagai dasar pencairan dana. Monitoring penganggaran akan dilakukan melalui IFR dan jadwal audit interim yang telah disepakati serta jadwal kegiatan supervisi. CPMU. Laporan 3 bulanan ini akan diakumulasikan setiap tahunnya untuk kebutuhan audit tahunan. 4.PAMSIMAS periode laporan kepada Bank melalui Departemen Keuangan. CPMU. Dengan dana yang tersedia pada rekening tersebut. Mekanisme pencairan dari dana kredit Pamsimas akan diawali dengan membuat Rancangan Pencairan dengan menyerahkan (i) Daftar pembayaran kontrak yang telah disetujui World Bank (subject to prior-review by the Bank) bersamaan dengan daftar pengeluaran. dana akan dianggarkan di pemerintah pusat dan dana disalurkan langsung ke unit tehnik terkait (bukan pemerintah daerah). Dengan pengaturan ini. mengingat sesuai PP Nomor 16/ FY 2005. Pada saat pelaksanaan kegiatan membutuhkan pembayaran. Mekanisme transfer dana untuk arus dana ke kabupaten merujuk pada pengaturan anggaran pemerintah pusat. PPMU. PPMU.3 ARUS DANA DAN PENGATURAN PENCAIRAN DANA Dalam menfasilitasi pencairan dana pinjaman. akan dibuka rekening dalam mata uang dolar di BI atas nama Departemen Keuangan. dan DPMU akan bertanggung jawab terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh CPMU. Mekanisme penyaluran dana pinjaman kepada kabupaten/kota direncanakan akan mengikuti mekanisme proyek pusat. dan (ii) statement of expenditures (SOE) untuk yang lainnya. 64 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .

4 MEKANISME PENYALURAN DANA PAMSIMAS DI TINGKAT MASYARAKAT Penyaluran BLM program Pamsimas dilakukan berdasarknan SPPB.1 AUDIT Internal Audit Program akan memperkuat penanganan internal audit yang akan dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) dan BPKP secara reguler setiap 4 bulan sekali. Mekanisme Penyaluran Dana Pamsimas Tingkat Masyarakat12 Penjelasan lebih detail akan diuraikan pada Buku Petunjuk Teknis Sistem Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 4. PU.1. Dalam hal ini dapat didukung dengan bantuan teknis. misalnya akuntan expert untuk memperkuat kapasitas Irjen Dept. yang terdiri dari SPPB I dengan sumber dana dari APBD. Rencana kerja Irjen Departemen PU dapat termasuk internal audit kegiatan dan pembiayaan Pamsimas di tingkat pusat dan provinsi. 4.5 4. dan SPPB II dari APBN.PAMSIMAS Penjelasan kebih detail mengenai mekansime penyaluran dana kepada masyarakat dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat dan/atau Buku Petunjuk Khusus Adminstrasi Keuangan oleh Masyarakat. Laporan temuan audit disampaikan ke auditor external proyek dan Bank Dunia. 12 Mekanisme penyaluran dana tersebut akan disesuaikan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendahraan Depar temen Keuangan yang berlaku 65 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .5. Mekanisme penyaluran dana hibah ini dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4. Inspektorat Jenderal Departemen PU telah ditugaskan untuk bertanggungjawab melakukan monitoring realisasi anggaran Departemen PU.

PAMSIMAS Kontrol Internal dan akuntabilitas pelaksanaan di tingkat desa dan kabupaten akan direview melalui internal audit yang dilakukan oleh BPKP. 4.5. Audit BPKP setidaknya mencakup minimal 10% desa/kelurahan sasaran di seluruh kabupaten partisipan sebagai sampel audit. Audit dilakukan berdasarkan Terms of Reference (TOR) yang disepakati dengan World Bank pada saat negosiasi. Laporan audit keuangan dan statemen keuangan akan disampaikan ke World Bank tidak lebih dari 6 bulan setalah tahun anggaran APBN berjalan (30 Juni pada tahun berikutnya).2 External Audit Laporan keuangan program dan laporan kegiatan akan diaudit secara rutin setiap tahun. Penjelasan lebih detail tentang Audit dapat dilihat dalam Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas 66 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .

2 Kota Sawahlunto 1.2 Kabupaten Rokan Hulu 2.4 Kabupaten Indragiri Hilir 2.1 Kota Pariaman 1.1 Kabupaten Kampar 2.9 Kabupaten Padang Pariaman 1.13 Kabupaten Pasaman 1. 1 Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota 1.15 Kabupaten Pesisir Selatan 2.3 Kabupaten OKI 3.7 Kabupaten Muara Enim 3.10 Kota Padang 1.1 Kabupaten OKU Timur 3.14 Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung 1.6 Kabupaten Bengkalis 3.11 Kabupaten Solok Selatan 1.2 Kabupaten Sumedang 5.8 Kabupaten Lima Puluh Kota 1.3 Kota Payakumbuh 1.4 Kabupaten OKU Selatan 3.2 Kabupaten Lebak 5.6 Kabupaten Agam 1.5 Kabupaten Kuantan Singingi 2.8 Kabupaten Ogan Ilir 4.5 Kabupaten Musi Banyuasin 3.2 Kabupaten Musi Rawas 3.4 Kabupaten Subang 5.7 Kabupaten Tanah Datar 1.6 Kabupaten Lahat 3.3 Kabupaten Garut 5.12 Kabupaten Solok 1.2 Kabupaten Kudus 2 Riau 3 Sumatera Selatan 4 5 Banten Jawa Barat 6 Jawa Tengah 67 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .5 Kabupaten Kuningan 6.PAMSIMAS LAMPIRAN 1 DAFTAR LOKASI PROGRAM PAMSIMAS No.1 Kabupaten Tasik Malaya 5.1 Kabupaten Serang 4.5 Kabupaten Pasaman Barat 1.4 Kabupaten Dharmasraya 1.3 Kabupaten Indragiri Hulu 2.1 Kota Pekalongan 6.

8 Kabupaten Banjar 8.2 Kabupaten Sumba Barat 8.6 Kabupaten Sikka 8.30 Kabupaten Semarang 7.7 Kabupaten Tanah Bumbu 7.19 Kabupaten Purworejo 6.6 Kabupaten Kota Baru 7.20 Kabupaten Magelang 6.15 Kabupaten Banjarnegara 6.27 Kabupaten Grobogan 6.18 Kabupaten Wonogiri 6.4 Kabupaten Pekalongan 6.3 Kota Semarang 6.12 Kabupaten Klaten 6.1 Kabupaten Alor 8.24 Kabupaten Blora 6.6 Kabupaten Batang 6.21 Kabupaten Tegal 6.7 Kabupaten Purbalingga 6.8 Kabupaten Brebes 6.29 Kabupaten Karanganyar 6.23 Kabupaten Rembang 6.17 Kabupaten Kendal 6.3 Kabupaten Timor Tengah Sel.22 Kabupaten Temanggung 6. 8.16 Kabupaten Boyolali 6.13 Kabupaten Banyumas 6.5 Kabupaten Tanah Laut 7.26 Kabupaten Sukoharjo 6. Provinsi Kabupaten/Kota 6.28 Kabupaten Demak 6.10 Kabupaten Cilacap 6.25 Kabupaten Pati 6.2 Kabupaten Hulu Sungai Utara 7.5 Kabupaten Kebumen 6.PAMSIMAS No.14 Kabupaten Sragen 6.1 Kabupaten Barito Kuala 7.9 Kabupaten Pemalang 6.5 Kabupaten Manggarai Barat 8.4 Kabupaten Lembata 8.4 Kabupaten Balangan 7.3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7.11 Kabupaten Wonosobo 6.7 Kabupaten Rote Ndao 7 Kalimantan Selatan 8 Nusa Tenggara Timur 68 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .

7 Kabupaten Parigi Moutong 11.1 Kota Palopo 11.8 Kota Makassar 12.3 Kabupaten Boalemo 13.2 Kabupaten Tojo Una . Provinsi Kabupaten/Kota 8.2 Kabupaten Majene 9.1 Kabupaten Manokwari 110 kabupaten/kota 9 Sulawesi Barat 10 Sulawesi Tengah 11 Sulawesi Selatan 12 Gorontalo 13 14 15 Maluku Maluku Utara Irjabar Total 69 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .1 Kabupaten Donggala 10.1 Kabupaten Halmahera Barat 14.6 Kabupaten Tana Toraja 11.5 Kabupaten Gowa 11.10 Kota Kupang 8.Una 10.1 Kabupaten Mamuju 9.2 Kabupaten Gorontalo 12.8 Kabupaten Timor Tengah Utara 8.1 Kabupaten Pohuwato 12.4 Kabupaten Wajo 11.3 Kabupaten Poso 10.1 Kabupaten Maluku Tengah 14.4 Kabupaten Buol 10.7 Kabupaten Sidrap 11.2 Kabupaten Pinrang 11.PAMSIMAS No.5 Kabupaten Morowali 10.3 Kabupaten Bulukumba 11.3 Kabupaten Mamuju Utara 10.11 Kabupaten Manggarai 9.6 Kabupaten Banggai Kepulauan 10.9 Kabupaten Kupang 8.2 Kota Tidore Kepulauan 15.

Bersedia menyediakan dana kontribusi minimal sebesar 10% dari total biaya RKM desa/kelurahan 3. Menyediakan dana pendukung untuk operasional penyelenggaraan program di tingkat Kabupaten/Kota 5. Seluruh provinsi di Indonesia kemudian dirangking berdasarkan kedua Indeks di atas. selain itu pemilihan kabupaten/kota akan menggunakan kriteria seperti disebutkan di bawah ini. Mengikuti Lokakarya Sosialisasi Program Pamsimas untuk penjaringan minat 1. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal tinggi. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas.1 PENENTUAN PROVINSI DAN KABUPATEN LOKASI PROGRAM PENENTUAN PROVINSI Provinsi yang ditentukan sebagai lokasi Program Pamsimas dipilih dengan menggunakan data dari Human Development Report 2004. minimal mereplikasi 2 desa/kelurahan. Bukan termasuk lokasi CWSHP (Community Water Supply and Health Project) 5. Bersedia membentuk LKM. c. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal sedang. untuk tiap 10 desa/kelurahan peserta Pamsimas. dan seterusnya serta didanai sepenuhnya oleh pemerintah 70 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . minimal mereplikasi 1 desa/kelurahan. Bupati/Walikota membuat pernyataan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas 2. Hasilnya juga dibandingkan dengan penetapan rangking provinsi berdasarkan data Susenas 2004. serta unit pengelola untuk pasca program 4.2 PENENTUAN KABUPATEN/KOTA Penentuan kabupaten/kota dari Provinsi terpilih juga menggunakan kriteria tersebut di atas. d. b. Penyelenggaraan replikasi desa/kelurahan dilakukan mulai pada tahun di mana jumlah desa/kelurahan lokasi Pamsimas telah mencapai minimal 10 buah. Tingginya angka Kemiskinan 2. Kriteria Pemilihan Provinsi: 1. Tingginya prevalensi penyakit terkait air dan sanitasi 4. Kriteria Pemilihan Kabupaten/Kota: 1. 1. satuan pelaksana program.PAMSIMAS LAMPIRAN 2 PEMILIHAN LOKASI PROGRAM 1. Bersedia melaksanakan replikasi desa/kelurahan (Surat Pernyataan dari Bupati/Walikota dan DPRD). khususnya untuk Human Development Index dan Human Poverty Index. dengan jumlah desa/kelurahan replikasi berdasarkan kemampuan fiskal kabupaten/kota sebagai berikut: a. minimal mereplikasi 3 desa/kelurahan. Kabupaten/Kota berkapasitas fiskal rendah. Terbatasnya akses terhadap air minum dan sanitasi 3.

PAMSIMAS
kabupaten/kota dan masyarakat, termasuk di dalamnya penyediaan tenaga pendamping/fasilitator. 2. 2.1. PENENTUAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA Proses pemilihan lokasi untuk program Pamsimas dimulai dengan koordinasi sektoral yang diselenggarakan oleh TKK dibantu oleh DPMU dan melibatkan seluruh pemangku kegiatan program Pamsimas seperti DPMU, TKK (Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pokja AMPL, Bapedalda, Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota), DPRD, Bawasda, dan sektor lain yang terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya kesamaan pemahaman mengenai program Pamsimas, strategi pencapaian project performance indicator, komponen kegiatan, kategori pembiayaan, kriteria seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak, dan pembagian tugas masing-masing sektor, serta jadwal pelaksanaan seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas. PENYUSUNAN PROGRAM DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN LOKASI

2.2.

Seleksi dan pemilihan lokasi sasaran program Pamsimas untuk mendapatkan desa/kelurahan lokasi sasaran dilakukan tiap tahun, dan dilaksanakan pada 1 tahun pelaksanaan program. Jumlah desa/kelurahan yang masuk dalam daftar panjang desa layak (eligible longlist) sama dengan jumlah kuota lokasi sasaran per kabupaten/kota dikurangi jumlah desa/kelurahan yang telah menjadi lokasi program Pamsimas pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk menentukan desa/kelurahan yang dinilai layak dan akan diundang dalam sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota, TKK membuat suatu daftar panjang (longlist) desa/kelurahan dengan menggunakan kriteria pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Kriteria Longlist Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas
No. 1. 2. 3. 4. 5. KRITERIA LOKASI Indeks kemiskinan desa/kelurahan yang tinggi Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sanitasi Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit diare/ terkait air yang tinggi Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir SUMBER DATA BPS 2005 Potdes, PU, Dinkes Potdes, PU, Dinkes Dinkes/ Puskesmas Bappeda, PU, Dinkes

Keterangan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk) ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang) ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang) ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun) ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir.

71

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

PAMSIMAS
Apabila data untuk membuat daftar tersebut tidak tersedia, maka TKK harus membentuk suatu tim survei yang bertugas mengunjungi desa/kelurahan untuk memberi penilaian terhadap kondisi yang ada berdasarkan kriteria di atas. Daftar desa/kelurahan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam program Pamsimas berdasarkan lima kriteria tersebut di atas disusun menggunakan pembobotan yang secara rinci dijelaskan di bagian akhir lampiran ini (formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan longlist). Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk), bobot 30 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% - % akses sekarang, bobot 20 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun), bobot 20 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir, bobot 10 Berdasarkan daftar tersebut, TKK kemudian menentukan prioritas desa/kelurahan yang dipilih untuk ikut serta dalam kegiatan pertemuan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota sesuai dengan target jumlah desa/kelurahan di masing-masing kabupaten/kota. 2.3. SOSIALISASI PROGRAM PAMSIMAS

2.3.1 Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/Kota Kegiatan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota diikuti oleh perwakilan desa/kelurahan yang sudah masuk ke dalam daftar panjang (long list). Jumlah desa/kelurahan yang akan mengikuti pertemuan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah desa calon penerima bantuan yang ditargetkan dan hasil seleksi administrasi desa/kelurahan yang dinilai layak. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal sebagai berikut: 1. Rangking desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program, dimana menunjukkan prioritas desa/kelurahan untuk memperoleh bantuan dari program Pamsimas. 2. Lokasi desa/kelurahan, dimana lokasi-lokasi yang dipilih sebaiknya masih dalam satu wilayah kecamatan atau yang berdekatan agar menunjang efektifitas dan efisiensi proses pendampingan kepada masyarakat. Uraian tentang pelaksanaan sosialisasi program di tingkat kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 2.2.

72

Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat

PAMSIMAS
Tabel 2.2. Pelaksanaan Sosialisasi Program di Tingkat Kabupaten/kota
Tujuan a. Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan progam b. Menjelaskan kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat terpilih sebagai lokasi program Pamsimas c. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat (berbentuk uang tunai dan natura) dalam kegiatan program Pamsimas d. Menjelaskan peran dan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan, implementasi, dan pengelolaan program Pamsimas e. Menjelaskan bahwa pemerintah desa/kelurahan akan bertanggungjawab untuk melakukan sosialisasi program Pamsimas di tingkat desa/kelurahan Pertemuan ini harus dihadiri oleh: o Kepala Desa/ Lurah (beserta aparat desa/kelurahan bila diperlukan) o Perwakilan BPD/ Dewan Kelurahan o TKKc dan TTKc (Camat, Sekcam, Kaurbang, Kasi PMD, Sanitarian, Kantor Cabang Dinas Pendidikan, dst.) Selain itu sebaiknya dihadiri pula oleh : o Tokoh masyarakat/ agama/ adat dari desa/kelurahan yang bersangkutan o LSM di kabupaten/kota yang bersangkutan dan lembaga-lembaga masyarakat lokal lainnya Penyelenggara TKK dibantu DPMU Narasumber Provincial Management Advisory Consultant (PMAC)

Peserta

Tim Koordinasi Provinsi (TKP/PCC) o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar Struktur Organisasi program Pamsimas o Gambar Diagram Proses Pemilihan Desa/kelurahan o Kriteria lokasi desa/kelurahan program Pamsimas o Target pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir pertemuan sosialisasi Pelaporan TKK membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi , dilengkapi dengan notulensi acara pertemuan dan daftar hadir peserta.

Pertemuan sosialiasi ini dapat dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota atau kecamatan tergantung pada kesepakatan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, sebagai contoh apabila jumlah desa/kelurahan yang akan diundang di suatu kecamatan relatif banyak maka pertemuan sebaiknya dilakukan di tingkat kecamatan untuk lebih menjamin kehadiran peserta pertemuan. 2.3.2. Sosialisasi Program di Tingkat Desa/Kelurahan

Penjelasan dan sosialisasi rincian program Pamsimas juga harus dilakukan kepada seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan melalui sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. Sosialisasi program ini dilakukan dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan dengan nara sumber dari DPMU dan Tim Kecamatan. Selain berbentuk pertemuan, penyebaran

73

Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas

Pelaksanaan Sosialisasi di Tingkat Desa/kelurahan Tujuan a. implementasi. dan foto-foto. Menjelaskan secara persuasi bahwa masyarakat harus menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka.3. dan perilaku tidak sehat lainnya d. FD. dilengkapi dengan notulensi pertemuan.PAMSIMAS informasi tentang program juga dapat dilakukan melalui berbagai media. pengelolaan dan pemeliharaan sistem sarana yang dibangun. sosialisasi program di tingkat Tabel 2. Pertemuan musyawarah ini harus mampu menjangkau seluruh anggota masyarakat di desa/kelurahan termasuk kelompok rentan dan tertinggal (indigeneous and vulnerable people / IVP). Uraian tentang pelaksanaan pertemuan desa/kelurahan dapat dilihat pada Tabel 2. sehingga mungkin tidak cukup 74 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . OMS.3. UP. o Anggota masyarakat o Tokoh masyarakat/ agama/ adat o Kepala sekolah dan guru SD/ sederajat o Pelaku program CDD yang telah masuk di desa/kelurahan (misal KDP: TPK. Menjelaskan secara rinci tentang latar belakang dan tujuan program b. dsb) Peserta Penyelenggara Pemerintah desa/kelurahan Narasumber DPMU dan Tim Kecamatan o Gambaran umum program Pamsimas Bahan-bahan o Komponen kegiatan program Pamsimas o Gambar struktur organisasi program Pamsimas o Gambar diagram proses pemilihan desa/kelurahan o Kriteria desa Pamsimas o Pencapaian indikator kinerja Pamsimas o Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas o Mekanisme penyaluran dana o Format daftar hadir sosialisasi program Laporan Pemerintah desa/kelurahan membuat laporan tentang pelaksanaan sosialisasi program. 2. P3DT : TimLaks. seperti poster dan leaflet yang disebarkan di seluruh wilayah desa/kelurahan. daftar hadir peserta. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT Tahap terpenting dari proses pemilihan desa Pamsimas adalah pernyataan minat masyarakat untuk ikut serta dalam Pamsimas. Untuk itu aparat desa/kelurahan dan perwakilan masyarakat lainnya harus memfasilitasi musyawarah di antara anggota masyarakat untuk menyatakan minatnya. Menjelaskan peran & tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan perencanaan.4. Menjelaskan tanggung jawab masyarakat berkaitan dengan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk natura minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total biaya RKM) dalam kegiatan program Pamsimas c. UPP : BKM. dimana hal ini dapat menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan sistem penyediaan air minum dan sanitasi.

sehingga masyarakat perlu diberikan waktu yang cukup untuk bermusyawarah. dan diketahui oleh Camat. Kegiatan tersebut perlu juga dilakukan di seluruh dusun/RW atau mungkin dalam lingkup yang lebih kecil lagi. BPD. dan kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB (buang air besar) di tempat terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya o Mendiskusikan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). Perwakilan Masyarakat. Musyawarah untuk Pernyataan Minat Masyarakat Tujuan o Menjelaskan kembali peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pelaksanaan program Pamsimas. dan foto-foto. terutama berkaitan dengan kontribusi uang tunai dan natura o Mendiskusikan kesanggupan kontribusi minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4% dari total biaya RKM desa/kelurahan. Pada kasus dimana kesepakatan tidak dapat diambil dalam satu kali pertemuan. dengan beberapa ketentuan antara lain harus berpartisipasi penuh dalam keseluruhan kegiatan. Minat untuk ikut serta dalam program harus merupakan keputusan dari masyarakat sendiri. daftar hadir peserta. Pemerintah desa/kelurahan mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU Laporan Laporan pelaksanaan musyawarah ini harus dilengkapi dengan Berita Acara Pertemuan. o Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) yang ditandatangani oleh Kepala Desa/ Lurah.PAMSIMAS dilakukan hanya satu kali di tingkat desa/kelurahan. Hal ini memang membutuhkan waktu. terutama apabila masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan dijelaskan lagi. ATAU memutuskan untuk tidak ikut serta dalam program. notulensi pertemuan. 75 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . menyediakan kontribusi masyarakat minimal 20% dalam bentuk in-kind minimal 16% dan in-cash minimal 4%. Dalam menyatakan minatnya terhadap kegiatan program. Tabel 2. seperti kebiasaan melakukan musyawarah antara keluarga atau kelompok dalam situasi yang bersifat non-formal. faktor sosial-budaya dalam kehidupan masyarakat perdesaan/ kelurahan perlu diperhatikan.4. Anggota masyarakat di desa/kelurahan o o o o o Aparat desa/kelurahan. masyarakat sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya. Uraian tentang musyawarah untuk menyatakan minat keikutsertaan dalam program Pamsimas dapat dilihat pada Tabel 2. maka sebaiknya diberikan waktu lagi sampai masyarakat benar-benar dapat mengambil keputusan.4. dan wakil masyarakat lainnya Peserta Fasilitator Bahan Hasil Persyaratan keikutsertaan dalam program Pamsimas Form Berita Acara Hasil Musyawarah Desa/kelurahan Form Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas Keputusan bersama dari masyarakat mengenai keinginan untuk ikut serta dalam program Pamsimas. tetapi akan memberikan hasil yang baik karena keputusan yang diambil betul-betul dipahami oleh masyarakat. o Keputusan bersama untuk ikut serta dalam Pamsimas dinyatakan dalam Berita Acara Pertemuan dengan melampirkan Daftar Nama dan Tanda Tangan seluruh Kepala Keluarga calon penerima manfaat program.

dimana masyarakat sudah harus membuat keputusan paling lambat dalam waktu 1 bulan setelah sosialisasi program tingkat desa dilakukan. dan tenaga) minimal 16% dan uang tunai minimal 4% dari total RKM.berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas . sanggup menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perlaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya.5. tenaga kerja. sanitasi dan pengembangan perilaku hidup sehat di sekolah dan masyarakat. 6. mulai dari perencanaan. Masyarakat dibantu oleh Tim Fasilitator Masyarakat yang akan berpartisipasi dalam pembuatan PJM ProAKSI dan Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM). PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN PROGRAM PAMSIMAS Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas. DPMU melakukan verifikasi lapangan terhadap dokumen minat dan kesiapan masyarakat. 9. 8. tidak dapat merealisasikan kontribusi sebagaimana tercantum pada butir 6. 2. peralatan. Tabel 2. sampai dengan pemeliharaan dan keberlanjutan program. Adanya kesanggupan kontribusi masyarakat berupa: . PERSYARATAN KEIKUTSERTAAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS (PERAN DAN TANGGUNGJAWAB MASYARAKAT) Bantuan diterima berdasarkan pada keinginan. hasilnya dilaporkan kepada TKK. dlsb) dan dana tunai minimal 4% dari total RKM . Mengelola dana secara terbuka dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Kesanggupan masyarakat untuk untuk menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka dan perilaku tidak bersih dan tidak sehat lainnya 76 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . Tabel 2. Untuk desa kelurahan yang lolos verifikasi akan diusulkan sebagai desa/kelurahan lokasi program Pamsimas. Kriteria Shortlist Desa/Kelurahan Sasaran Program Pamsimas No. Penghitungan skor dan perangkingan desa/kelurahan dalam daftar calon lokasi program adalah seperti pada Tabel 2.5.PAMSIMAS Namun batasan waktu untuk mendiskusikan tentang minat untuk ikut serta dalam program tetap perlu diberikan.Minimal 16% natura (material lokal. KRITERIA LOKASI 1. dan menghasilkan RKM sebagaimana tercantum pada butir 3. pelaksanaan.membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran 2. 3. Masyarakat akan berpartisipasi penuh dalam seluruh tahapan program. kemauan dan kebutuhan nyata seluruh lapisan masyarakat desa/kelurahan. Bersedia menerima pembatalan apabila dalam jangka waktu yang telah ditetapkan saat dinyatakan sebagai desa terpilih. 1. 4. 7. 5.6. Menyediakan kontribusi berupa natura (material.6. Bantuan hanya akan digunakan untuk pengadaan sarana air minum. Membayar iuran untuk operasional dan pemeliharaan sarana yang telah dibangun serta menunjang kegiatan lainnya. 2. Masyarakat akan membentuk kelembagaan masyarakat warga LKM (lembaga keswadyaan masyarakat) dan gugus tugas Pamsimas (Satlak) secara partisipatif dan memperhatikan kelompok atau tim yang telah berhasil dibentuk oleh program CDD lain yang telah masuk sebelumnya serta perwakilan yang duduk di dalamnya harus mencerminkan pangarusutamaan gender dan kesetaraan sosial. DPMU kemudian menyusun daftar pendek desa/kelurahan yang akan menerima bantuan program Pamsimas.

bobot 16 ƒ Non-akses sarana sanitasi (target akses sanitasi 100% .% akses sekarang. Selain itu hasil penetapan lokasi Pamsimas tersebut ditempel baik di kantor DPMU maupun di papan pengumuman kantor desa/kelurahan agar mudah dilihat oleh masyarakat luas. dan diusulkan kepada Bupati untuk diterbitkan SK Penetapan Desa/Kelurahan Lokasi Program Pamsimas. Pengumuman desa/kelurahan yang menjadi lokasi Pamsimas dapat dilakukan melalui suatu pertemuan yang dilakukan oleh TKK dengan mengundang pemerintah desa/kelurahan untuk mempresentasikan hasil pemilihan lokasi dan mendiskusikan tindak lanjut di lokasi yang bersangkutan. bobot 16 ƒ Privalensi penyakit diare (% kejadian diare dalam setahun. Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap sarana sanitasi 6. membiayai O&M dengan membayar/ mengumpulkan iuran. serta pengelompokan desa/kelurahan berdasarkan kedekatan wilayah (cluster). PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PROGRAM Berdasarkan Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP). bobot 10 ƒ Kesanggupan masyarakat untuk TOTAL SANITASI (menghilangkan kebiasaan BAB terbuka dan perilaku tidak sehat lainnya.PAMSIMAS 3.% akses sekarang. bobot 16 ƒ Bantuan program CDD dengan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang telah diterima di desa/kelurahan dalam 2 tahun terakhir. Desa/kelurahan yang terbatas akses terhadap air minum 5. berpartisipasi aktif. Desa/kelurahan yang belum mendapatkan program sejenis (air minum & sanitasi) dalam 2 tahun terakhir Skor dan Pemeringkatan Desa/Kelurahan : ƒ Kesanggupan masyarakat untuk KONTRIBUSI in-cash minimal 4% dan inkind minimal 16%. 2.6. hasil skor dan pemeringkatan desa/kelurahan. TKK menetapkan desa/kelurahan lokasi Pamsimas. 77 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Penetapan ini dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Desa/Kelurahan yang ditandatangani oleh Ketua TKK. bobot 10 ƒ Indeks kemiskinan (% penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk). hasil verifikasi. Desa/kelurahan dengan prevalensi penyakit terkait air (diare) yang tinggi 7. Indeks Kemiskinan yang tinggi di Desa/kelurahan 4. bobot 24 ƒ Non-akses sarana air minum (target akses air minum 100% . bobot 8 Formulir dan contoh perhitungan skor desa/kelurahan dapat dilihat pada bagian akhir lampiran ini.

PAMSIMAS 2. Dinkes) Kuota lokasi sasaran 3.7 RANGKUMAN TAHAPAN PROSES PEMILIHAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS 1. KOORDINASI DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA INPUT PELAKU PROSES PMM TKK Membahas : VIM DPMU ƒ tujuan & sasaran DPRD ƒ prinsip & pendekatan Pokja AMPL ƒ komponen kegiatan Sektor lain terkait ƒ cakupan program ƒ replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ pemilihan lokasi sasaran ƒ dana daerah untuk program bersama (DDUPB) OUTPUT Strategi pencapaian KPI RTL pemilihan lokasi sasaran Rencana replikasi program ƒ ƒ ƒ 2. Puskesmas) sasaran13 Data program CDD di desa/kel (Bappeda. Kriteria desa/kel layak Dinkes) Data prevalensi diare adalah ≤ kuota lokasi (Dinkes. PENYUSUNAN DAFTAR PANJANG DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES OUTPUT Merangking desa/kel Jumlah Desa/Kelurahan TKK Daftar panjang melalui penilaian dengan desa/kel layak PMM & VIM pembobotan: Kriteria desa layak lokasi sasaran Indeks kemiskinan 30 SafeGuard program Akses air minum 20 Data indeks kemiskinan Akses sanitasi 20 (BPS) Prevalensi diare 20 Data akses air minum Keberadaan pro-gram (DPU. DPU. Dinkes) CDD di desa/kel 10 Data akses sanitasi (DPU. SOSIALISASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES Tingkat Kabupaten/Kota TKK bersama Menjelaskan dan membahas : PMM ƒ hasil seleksi desa/kel eligible DPMU VIM ƒ tujuan & sasaran Daftar pnjang PPMU & ƒ prinsip & pendekatan desa/kel layak PMAC ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana pelaksanaan sosiali-sasi 13 PESERTA ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Kades/Lurah BPD LPD Tokoh Masy Camat Kasi PMD Kaurbang Pokja AMPL TP PKK kec DikNas Puskesmas Untuk tahun ke 2 dan seterusnya dikurangi dengan jumlah desa/kelurahan yang telah mendapat bantuan pada tahun-tahun sebelumnya 78 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat .

TKK. Kaurbang. Kasi kab.PAMSIMAS di tingkat desa/masy Tingkat Desa/Kelurahan Kades/Lurah PMM bersama VIM aparat Daftar pnjang desa/kel layak desa/kel DPMU. Fasilitator Menjelaskan dan membahas : ƒ hasil seleksi desa/kel eligible ƒ tujuan & sasaran ƒ prinsip & pendekatan ƒ komponen kegiatan ƒ cakupan program ƒ inovasi & replikasi program ƒ strategi pencapaian KPI ƒ kesanggupan kontribusi tunai minimal 4% dan natura 16% ƒ kesanggupan menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat ƒ peran & tanggungjawab masy ƒ rencana penyebarluasan informasi Pamsimas sampai di tingkat RT dan kelompokkelompok terisolasi ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Anggota BPD & LPD Tokoh adat Tokoh masy RW & RT Dasa Wisma Posyandu Perwakilan perempuan Perwakilan kelompok terisolasi Pelaku program CDD di desa/kel. Camat. 4. PENYUSUNAN DAFTAR PENDEK DESA/KELURAHAN INPUT PELAKU PROSES DPMU Memverifikasi ke 7 indikator minat PMM dan kesiapan masya-rakat di VIM lapangan Daftar panjang Merangking des/kel melalui pedesa/kel layak nilaian dengan pembobotan: Berita Acara ƒ Indeks kemiskinan 24 Musyawarah ƒ Akses air minum 16 Keikutsertaan ƒ Akses sanitasi 16 Pamsimas ƒ Prevalensi diare 16 (BAMKP) ƒ Keberadaan program CDD di Surat Pernyadesa/kel 8 taan Minat ƒ Kesanggupan kontribusi Keikutsertaan masyarakat 10 Pamsimas ƒ Kesanggupan menghi-langkan (SPMKP) OUTPUT Daftar pendek desa/kel lokasi sasaran Pamsimas 79 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Hasil sosialisasi di ting-kat Konsultan./kota PMD. serta kesanggupan melanjut-kan pengelolaan sarana dan kegiatan program OUTPUT Berita Acara Musyawarah Keikutsertaan Pamsimas (BAMKP) Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) 5. Dikbud. Puskesmas. serta kesanggupan menghi-langkan kebiasaan BAB di sembarang tempat dan perilaku hidup tidak bersih dan tidak sehat lainnya. Pokja AMPL. PERNYATAAN MINAT MASYARAKAT INPUT PELAKU Anggota masyarakat VIM Daftar panjang dengan pendampingan dan fasilitasi: desa/kel ƒ Aparat Desa eligible ƒ BPD/LPD Hasil sosialiƒ Perwakilan sasi Pamsimasyarakat mas ƒ Tim Fasilitasi Masyarakat PROSES Menjelaskan dan menegaskan kembali peran & tanggungjawab masyarakat dalam Pamsimas Membahas dan memutuskan kesanggupan kontribusi 20 % (in-cash mini-mal 4% dan in-kind minimal 16%.

PENETAPAN DESA/KELURAHAN LOKASI PAMSIMAS INPUT PELAKU PROSES TKK Menetapkan (desa/kelurahan)2 PMM Bupati/ VIM lokasi Pamsimas dalam bentuk Walikota Berita Acara Penetap-an Lokasi BAMKP SPMKP Pamsimas Daftar pendek Mengusulkan kepada Bupati/ desa/kelurahan lokasi Walikota untuk dibuatkan Surat sasaran Pamsimas Keputusan Desa/kelurahan Lokasi Pamsimas OUTPUT SK Bupati/ Walikota tentang Desa/Kelurahan Lokasi Pamsimas 14 15 Jumlah kuota lokasi sasaran program tiap tahunnya Apabila suatu desa/kelurahan yang termasuk dalam wilayah sensitif (a) taman nasional. 80 Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat . (b) taman hutan. dan (l) daerah dengan kemiringan terjal (>40%).PAMSIMAS kebiasaan BAB disembarang tempat 10 Kriteria desa/kelurahan lokasi sasaran adalah ≤ 914 Memastikan desa/kel. (c) kelestarian hewan liar. dan untuk hal ini TKK dapat melibatkan Bapedalda kabupaten/kota. (i) daerah kelautan. harus dilakukan pengkajian dampak lingkungan (AMDAL) lebih dahulu sesuai dengan Kep-39/MENLH/8/96. yang dimaksud tidak termasuk di dalam wilayah sensitif15 6. (e) cagar alam. (k) hutan bakau dan rawa-rawa. (g) daerah kelestarian budaya nasional. (h) bangunan keagamaan/ tradisional. (f) hutan lindung. (j) garis pantai. (d) daerah perlindungan flora.

0 10.500 [5] 100 300 250 100 500 Non-akses air minum 20 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% Angka diare 20 Skor Program sejenis 10 Angka program sejenis [15] 5.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA ELIGIBLE (LONGLIST) Kabupaten/kota : CONTOH Angka kemiskinan 30 Kasus diare % miskin Skor Provinsi : CONTOH Non-akses jamban 20 Skor % Nonjamban [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Skor Kasus/ 1000 [13] 200 267 100 180 80 267 Desa Bobot: Jumlah penduduk Jumlah kepala keluarga [3] 1.000 7.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm longlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maks dlm longlist)*(bobot angka diare) [16] = [15]/(angk prog sjnis maks dlm longlist)*(bobot angk prog sjenis) [17] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16] 81 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas .7 12.0 6.0 4.000 600 1.000 2.2 47.0 16.000 10.7 [14] 15.5 13.500 10. 1 program angka 2.000 [6] 1.0 1. 0 program angka 5) Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm longlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .1 30.0 2.0 16.3 [12] 20.0 2.sarana air minum & sanitasi) di desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 program angka 1.0 20.0 2.6 19.0 5 Skor Total skor Ranking [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maksimum dalam longlist desa [2] 5.7 16.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maks dlm longlist)*(bobot non-akses air minum) [11] = 1 .9 [10] 20.0 [17] 93.000 1.4 20.0 4.4 64.8 [18] 2 1 4 3 5 Data: [2] : jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : jumlah KK yg telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : angka indeks kemiskinan [15]: jumlah program CDD (pemb.1 94.0 5.000 1.000 2.0 [16] 10.1 67.5 6.8 19.0 20.000 1.000 900 800 [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 28.0 7.500 2.000 Data Jumlah KK Jumlah KK memiliki memiliki akses air akses minum jamban [4] 200 500 1.000 5.5 10.0 17.

0 2.sarana air minum & sanitasi) pd desa bersangkutan dlm 2 tahun terakhir (2 prog = 1.0 13.000 600 1.000 [4] 200 500 1.([5]/[3])*100% [12] = [11]/(% Non-jamban dlm shortlist)*(bobot Non-akses jamban) [13] = [6]/[2]*1000 [14] = [13]/(nilai kasus/1000 maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka diare) [12] 16.000 1.3 [13] 200 267 100 180 80 267 [14] 12.000 1.0 5.7 8.000 900 800 [21] 99.2 1.000 2.6 16.PAMSIMAS CONTOH PERHITUNGAN SKORING DESA LOKASI PAMSIMAS (SHORTLIST) Kabupaten/kota : Desa Bobot: CONTOH Data Jumlah Jumlah Jumlah KK KK Jumlah kepala memiliki memiliki penduduk keluarga akses air akses minum jamban [2] 5.500 10. 0 prog = 5) [17]: Kesanggupan kontribusi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skala 10) [19]: Kesanggupan total sanitasi berdasarkan hasil verifikasi tim kab (skal 10) [16] = [15]/(angka program sejenis maksimum dlm shortlist)*(bobot Angka program sejenis) [18] = [17]/(angka kontribusi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka kontribusi) [20] = [19]/(angka total sanitasi maksimum dlm shortlist)*(Bobot Angka total sanitasi) [21] = [8]+[10]+[12]+[14]+[16]+[18]+[20] Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 82 .500 2.0 8.0 16.8 [1] Desa A Desa B Desa C Desa D Desa E Nilai maks dlm shortlist desa Data: [6] 1.0 16.0 5 [16] 8.0 5.9 71.2 15.000 [3] 1.8 3.1 [19] 4 8 6 7 3 8 [20] 5.3 7.0 5.5 16 % NonAM [9] 80% 67% 50% 40% 25% 80% 16 Angka % Angka Angka Kasus/ progra Skor Non.0 [11] 90% 80% 88% 90% 75% 90% Formula: [8] = [7]/(% miskin maksimum dlm shortlist)*(bobot angka kemiskinan) [9] = 1 .0 6.5 15.000 10.Skor Skor Skor kontribu Skor total Skor 1000 m jamban si sanitasi sejenis [10] 16.8 [15] 5.8 13.0 10.3 [22] 1 2 3 4 5 [2] : Jumlah penduduk pada desa bersangkutan (jiwa) [3] : Jumlah KK pada desa bersangkutan [4] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke air minum pd desa bersangkutan [5] : Jumlah KK yang telah memiliki akses ke jamban pada desa bersangkutan [6] : Jumlah kasus diare dalam setahun pada desa bersangkutan [7] : Angka indeks kemiskinan [15]: Jumlah program CDD (pemb.2 3.0 14.0 3.0 8.6 4.3 10.0 7.0 13.000 7.5 8.0 2.5 97.6 [17] 7 4 6 3 5 7 [18] 10.000 5. 1 prog = 2.500 [5] 100 300 250 100 500 Provinsi : CONTOH Angka diare 16 Program sejenis 8 Kesanggupan Kesanggupan kontribusi total sanitasi 10 10 Total skor Ranking Angka Non-akses air Non-akses kemiskinan minum jamban 24 Kasus diare % Skor miskin [7] 30% 32% 22% 21% 18% 32% [8] 22.0 1.0 75.000 1.([4]/[3])*100% [10] = [9]/(% Non-AM maksimum dlm shortlist)*(Bobot Non-akses air minum) [11] = 1 .8 4.5 24.1 56.0 10.000 2.

dan Direktorat Jenderal PP dan PL. struktur organisasi pelaksana dari tingkat pusat sampai masyarakat yang melibatkan komponen-komponen pelaksana dan institusi terkait lainnya dapat dilihat pada Gambar 3. ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS Executing Agency Executing Agency (EA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). IA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan komponen program yang menjadi tanggung jawabnya. Depdagri untuk komponen 1b. Implementing Agency Implementing Agency (IA) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda).4 dan 5.1 di halaman berikut. 83 Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas . Depdagri untuk komponen 1a. EA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program secara menyeluruh. Depkes untuk komponen 2 dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum untuk komponen 3.PAMSIMAS Lampiran 3 ORGANISASI PELAKSANA PAMSIMAS UMUM Secara umum.

Acc/Audit 13. Bid. DJIKM. Bapedalda Ast. Perencanaan Ast. Subdit PHLN I. DinKes. DJCK : Dpti BSK. DJBAKD./KOTA DPIU 3. DJP2&PL. GUBERNUR PROVINSI TIM KOORD. Dit FPR&LH. Bid. 7. DPU. DPU. DinKes. 6. Bid. Subdit AM&AL. 2. Dit SDA&TTG. DJA. Dit Bina Program. Web Mng 11.4. Bid. BUPATI/WALIKOTA POKJA AMPL PROVINSI PPIU 3.4. DPU. Dll. Bapedalda. Dit KGM. TIM TEKNIS PUSAT CMAC : Kepala Staf CPMU Ast. Financ Spec 10. Keuangan PPMU Bappeda. Keuangan DPMU 8. Puskesmas. Kasi WB. 2. 5. Subdit PelKes. DJPb. Dll. POKJA AMPL Pusat. 4. DJBangda CPMU 1. DikNas. Koordinator Fasilitator Kab/Kota DMAC: Bappeda. M A S Y A R A K A T W A R G A Pedoman Pelaksanaan di Tingkat Masyarakat 84 . TL / PMA PD/CB Spec CD/Gdr Spec WSS Spec HH Spec Monev Spec Comm Spec. Kasi PHLN I. Dit PL.PAMSIMAS Dpti BSP. Procur Spec 9. Bapedalda. Bid. TL PMAC Co Trainer KT HH KT WSS KT CD FM Spec Asmandat PMAC : KAB. 3. IMPLEMENTING AGENCY DJCK. TIM FASILITASI MASYARAKAT: 2. CF HH KADES/LURAH DESA/KEL. Bid. Dit PPLP. BPMD. BPMD. Keuangan LO 3. BPMD. DikNas. Bid. Bid. Dpti BPPL. Subdit KLN&PI. WSS Spec 1. DikNas.4. CF CD 3. 3.5 / Satker DPIU 2 / Satker DPIU 1B / Satker DPIU 1A / Satker KECAMATAN TIM KOORD KECAMATAN TIM TEKNIS KECAMATAN Kasi PMD. DinKes. PROVINSI Bappeda. Pngad Brg/Js Ast. Bid. DJP2&PL. Monev & Evls Ast. Pengad Brg/Js Ast. 5. Bid. CF WSS 4. Dit PAM. 4. Bid. KAB/KOTA Bappeda. Bapedalda Ast.5 / Satker PPIU 2 / Satker PPIU 1B / Satker PPIU 1A / Satker 1. DinKes. Comp Hdl. BPMD./KOTA TIM KOORD. Subdit MDPLNM. Perencanaan Ast. Sanitarian. DJPMD. Perencanaan Ast. Bapekki TIM PENGARAH PUSAT EXECUTING AGENCY DJCK Dit Perkim. Monev&Evls Ast. DPU. Dit PLNM. HH Spec 9. RME 14. 6. 7. DikNas. Bag PABPKLN. DJBPD. Monev & Evlsi Ast.5 CPIU/Satker LO 2 CPIU/Satker LO 1B CPIU/Satker LO 1A CPIU/Satker 8. PS. DJ PMD. DikNas POKJA AMPL KAB. CAMAT SekCam. MIS Spec 12.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapekki). Merumuskan kebijakan. strategi dan program pembangunan air minum dan sanitasi 2.2. Bappenas 2. Departemen Dalam Negeri 5. Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah. Departemen Perindustrian 9. Departemen Keuangan 3. Kementerian Negara Lingkungan Hidup 10. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Direktur Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan.PAMSIMAS 3. yaitu: 1.1 Susunan Komite Pengarah Pusat No 1 Ketua 2 3 Posisi Jabatan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah. pengendalian dan pemantapan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi 3. Susunan Tim pengarah Pusat adalah sebagaimana tabel di bawah ini: Tabel 3. Bappenas (merangkap Direktur Jenderal Cipta Karya.1 Tim Pengarah Pusat Tim Pengarah. Memberikan arahan dalam upaya percepatan pencapaian terget dan sasaran Millenium Development Goal bidang air minum dan sanitasi 4. Direktur Jenderal Perbendaharaan. Departemen Dalam Negeri 7.1 Tingkat Pusat 3. Departemen Keuangan 4.1. Mengembangkan dan mengarahkan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi dengan sumber pembiayaan dalam dan luar negeri 5.2. Departemen Keuangan Sekretaris anggota) Anggota Tugas Tim Pengarah. Melakukan koordinasi. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Departemen Dalam Negeri 6. Departemen Pekerjaan Umum 1. Direktur Jendral Anggaran. Departemen Kesehatan 8. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Membentuk Tim Teknis untuk membantu pelaksanaan tugas Tim Pengarah 85 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . mempergunakan Tim Pengarah yang sama dengan Tim Pengarah AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Bappenas.

beberapa Liaison Officer. Menetapkan kabupaten/kota peserta Pamsimas 3. Menetapkan pedoman-pedoman pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program.3 Central Project Management Unit (CPMU) CPMU ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum. Menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Pamsimas 3.1.2. Menetapkan kebijakan umum terkait Pamsimas 2. 5. Kesehatan pelatihan.PAMSIMAS Selain menjalankan tugas-tugas tersebut. Berkedudukan di Ditjen Cipta yang terdiri dari perwakilan dari berbagai instansi yang terlibat dengan program Pamsimas. terutama Perwakilan Ditjen pelatihan bagi pemerintah daerah. CPMU dibantu oleh kepala staf CPMU.2 Tim Teknis Pusat Tim Teknis Pusat beranggotakan eselon II dari masing-masing Ditjen Pelaksana Kegiatan. Memberi arahan kepada CPMU mengenai kebijakan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana luar negeri. PMD Departemen Dalam trainer. dan penyebarluasan informasi tentang perilaku hidup sehat Perwakilan dari Ditjen Bina Bangda Departeman Dalam Negeri 2 Liaison Officer komponen 1 b 3 Liaison Officer komponen 2 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 86 . Melakukan koordinasi antardepartemen terkait untuk menunjang efektivitas dan kelancaran program. dan Pokja AMPL Pusat. dan supervisi pemerintah daerah dalam pelaksanaan Pamsimas Pemberdayaan masyarakat. Liason Officer terdiri dari beberapa bidang sebagai berikut: 1 Liaison Officer komponen 1a Pengembangan Kelembagaan Lokal. Departemen terutama fasilitasi perubahan perilaku. Merumuskan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program Pamsimas 2. Tim Pengarah AMPL bertugas untuk: 1. baik di tingkat masyarakat maupun di tingkat lain 3.2. fasilitasi. 3. 4. Tim Teknis bertugas membantu Tim Pengarah dalam: 1.1. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas. pengembangan kapasitas. Memberikan masukan-masukan yang diperlukan kepada Tim Pengarah dalam menetapkan kebijakan program. terutama koordinasi. dan beberapa asisten. diangkat melalui SK Bappenas yang diketuai oleh Direktur Permukiman dan Perumahan. dan fasilitator Negeri Perwakilan dari Ditjen Peningkatan Kesehatan dan Perilaku PP & PL Higienis dan Pelayanan Sanitasi.

penyerapan dana dan pengisian kembali rekening khusus. 6. Tugas CPMU termasuk tugas liaison officer dari masing-masing CPIU sebagai berikut: 1. Departemen Pekerjaan Umum Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum.4. Hibah Pengembangan Sosial-Ekonomi Lokal. yang mencakup antara lain: ƒ koordinasi kegiatan administrasi program oleh masing-masing instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. Cipta Karya. CPMU mengkoordinir laporan dari PPMU dan DPMU untuk kelancaran pelaksanaan program. penyaluran. 5. PU dan didampingi oleh tenaga penuh (fulltimer) untuk bekerja di CPMU sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang tertuang dalam struktur organisasi CPMU yang sudah disepakati. terutama dukungan teknis pelaksanaan program dan monitoring pengelolaan program Ketua dan anggota CPMU ditetapkan oleh Executing Agency dan bertanggungjawab kepada Executing Agency mengenai pengelolaan dan administrasi program Pamsimas secara keseluruhan. Memfasilitasi Pertemuan dan Rapat Tim Pengarah Pusat dan Tim Teknis Pusat. Melaksanakan administrasi. Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek . termasuk proses pengadaan dipusat dan di provinsi/kabupaten/kota. keuangan dan penyelenggaraan program serta quality control pelaksanaan di tingkat provinsi. 2. ƒ monitoring dan evaluasi. CPMU sebagai pengelola administrasi program. Melakukan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat pusat dan mengkoordinasikan pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi program di tingkat provinsi. 87 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Mengendalikan jadwal pelaksanaan program secara keseluruhan maupun tahunan.5 Ditjen Cipta Karya. maka CPMU berkantor di Ditjen. mengkoordinasikan CPIU-CPIU di tingkat pusat dalam penyelenggaraaan Pamsimas. juga sebagai pengelola quality program (menjamin kegiatan dapat berjalan dengan baik) Dalam melaksanakan kegiatan program. 3.PAMSIMAS 4 Liaison Officer Perwakilan dari komponen 3. kabupapten/kota. Memberikan masukan kepada Tim Pengarah/Tim Teknis mengenai tindak lanjut yang diperlukan. ƒ audit serta pelaporan pelaksanaan kegiatan . ƒ koordinasi pengelolaan administrasi penganggaran. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik vertikal maupun horizontal. Dep. dan masyarakat. 4.

12. Memastikan pelaksanaan Pamsimas sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Program dan Petunjuk Pelaksanaan Tingkat Desa 18. Meminta kepada Project Implementing Unit/Implementing Agency untuk memperbaiki atau melengkapi dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank.NOL) dari Bank Dunia. 14. 10. 9. 15. termasuk menyiapkan Kerangka Acuan (Terms of Reference). pengendalian dan evaluasi program dengan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (PMM) dan VIM. Menyampaikan laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan secara rutin kepada Tim Koordinasi Pusat dan Bank Dunia. 2. memantau dan mendokumentasikan keluhan yang sudah ditangani UPM-PPMU 21. Memfasilitasi pelaksanaan audit penyelenggaraan program. serta memberikan bantuan teknis kepada PIUs dalam proses pengadaan yang post review. Meminta laporan kepada PIU-PIU mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan dan fotocopy SP2D. 20. 19. 17. Mengkaji mutu dan kelengkapan dokumen yang membutuhkan prior review oleh Bank. 11. 16. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 88 . pelaksanaan. Melaksanakan tugas operasional dalam perencanaan. Identifikasi dan fasilitasi pemecahan masalah baik yang bersifat administratif. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi (keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-PPMU) dengan menurunkan tim Kerja Khusus. Mengkonsolidasikan laporan penyelenggaraan program secara menyeluruh (fisik dan keuangan). Mengajukan permohonan pengisian kembali dana rekening khusus (replenishment). maupun program untuk mengatasi kendala yang timbul dalam pelaksanaan Program. dan perolehan Surat Persetujuan (No Objection Letter . Mengendalikan tugas Konsultan Manajemen Pusat ((Central Management Advisory Consultant (CMAC). pemantauan. 13. Menyusun perencanaan biaya tahunan agar koordinasi kegiatan Program dapat terlaksana dengan baik. dengan memperhatikan laporan konsolidasi dari PIU-PIU. Mencatat. Kewenangan CPMU dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Menyiapkan Interim un-audited Financial Report (IFR) 3 bulanan dan tahunan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk Executing Agency dan Bank Dunia sesuai dengan ketentuan yang ada. 8.PAMSIMAS 7. Mengumpulkan fotocopy SP2D dari seluruh pelaksana anggaran Pamsimas untuk kebutuhan pengajuan withdrawal application (WA). Membantu mempersiapkan proses pengadaan barang dan jasa.

3. Mengeluarkan surat teguran apabila terdapat hal-hal yang perlu ditindak-lanjuti. Kepala Satker akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). maupun mis-procurement. Ditjen Bangda : Satker Setditjen Bangda.PAMSIMAS 3.2. 4. Menurunkan Tim Kerja Khusus dalam upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-PPMU 6. Penyehatan Lingkungan (iii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Dalam Negeri : Ditjen PMD : Satker Setditjen PMD. Peningkatan Sosial-Ekonomi Lokal. Tugas CPIU adalah sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan komponen/sub-komponen program Pamsimas 2. dan Manajemen Program. Meminta kepada CPIU untuk mengirimkan usulan anggaran dan kegiatan.1. Ditjen PMD. Meminta KPKN untuk memangguhkan pembayaran apabila balance dari special account tidak cukup serta tidak terpenuhinya point 1 dan 2 diatas. dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Pamsimas.4 Satuan Kerja Pamsimas Pusat Satuan kerja amsimas di tingkat pusat terdiri dari 3 satuan kerja.1. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar CPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program.3 Central Project Implemention Unit (CPIU) Central Project Implemention Unit (CPIU) dalam Pamsimas untuk tingkat pusat terdiri dari Ditjen Bangda. Dep PU untuk komponen Pembangunan Prasarana dan Sarana Air minum dan Sanitasi. kesalahan prosedur dalam pelaksanaan Program. Depkes sebagai untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. pemantauan. yaitu: (i) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Pekerjaan Umum : Satker Pembinaan Pamsimas (ii) Satuan Kerja Pamsimas di Departemen Kesehatan : Satker Dir. Ditjen PP & PL. Depdagri sebagai PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. Depdagri sebagai PIU subkomponen penguatan kelembagaan. pelaksanaan. pengendalian dan evaluasi program. 3. seperti keterlambatan pelaporan.2. Pembentukan CPIU berdasarkan SK Dirjen dari Instansi Teknis masing-masing. 3. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan. Bendahara 89 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 4. 5. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM). dan PIU Ditjen Cipta Karya. Melaporkan kepada ketua CPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik.

termasuk pengumpulan SP2D k. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. serta mengusulkan pejabat Satuan Kerja pelaksanaan anggaran Pamsimas di tingkat provinsi kepada Departemen teknis terkait.1 Tim Koordinasi Provinsi (TKP) Tim koordinasi dibentuk berdasarkan SK Gubernur. Membuat laporan dengan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) 3. 2. Merekrut Konsultan Manajemen Pusat (CMAC) e. Melaporkan kemajuan penyelenggaraan kepada Tim Pelaksana di tingkat pusat j. dalam hal ini Gubernur.2.2. Secara operasional Gubernur akan dibantu Tim Koordinasi Provinsi (TKP) dan Tim Teknis Provinsi (TTP). PPMU (Provincial Project Management Unit) dan PPIU (Provincial Project Implementing Unit) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur. Mengumpulkan laporan pelaksanaan dan satuan kerja tingkat provinsi dan kabupaten i.2. dan beranggotakan: ƒ Dinas Bidang Cipta Karya provinsi. ƒ Dinas /Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat provinsi ƒ Dinas Kesehatan provinsi ƒ Instansi terkait sesuai dengan kebutuhan Tim Koordinasi Provinsi bertugas: 1. Melakukan Monitoring dan Evaluasi Proyek h. kegiatan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 90 . Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan program di provinsi.2 Tingkat Provinsi Pemerintah Provinsi. Mengkompilasi data dan pelaporan dari tingkat kabupaten dan provinsi. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten f.PAMSIMAS Tugas dan fungsi Satker tingkat pusat mengacu pada SK Menteri PU dan Pedoman Operasional. Membina Satker Tingkat Provinsi dan Satker Tingkat Kabupaten g. Mendukung CPMU di tingkat pusat dan dalam menyelenggarakan program tingkat pusat b. antara lain sbb: Tugas Satker Pusat : a. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program wilayah provinsi yang bersangkutan. 3. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di pusat d. Mensosialisasikan program kepada kabupaten/kota.

2. 3. Memberikan bimbingan kepada TKK dalam membuat laporan kemajuan Program yang dilaksanakan. 6. Memberi masukan kepada PPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin effektivitas dan effisiensi dana bantuan luar negeri.2. 7. Memberikan masukan kepada PPMU.2 Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi (TTP) Pokja AMPL Provinsi sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas beranggotakan inter-intansi dari: • ƒ ƒ ƒ ƒ • Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi. 91 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya/sepadannya.PAMSIMAS 3. Memonitor kemajuan program dan melaporkan kepada Gubernur dan pemerintah Provinsi. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada Tim Koordinasi Provinsi. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/sepadannya.3 Provincial Project Management Unit (PPMU) PPMU berkedudukan di Dinas Pekerjaan Umum/sepadannya di ibukota provinsi. 4. pedoman pemantauan. 3. Menanggulangi berbagai masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan 5.2. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan program. dan lain sebagainya. PPMU diangkat melalui SK Gubernur. 5. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota dalam mengimplementasikan pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis. Dinas Pendidikan dan Instansi terkait lainnya sesuai dengan kebutuhan Pojka AMPL sebagai Tim Teknis Provinsi Pamsimas membantu TKP dalam: 1. Melakukan analisa masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program 4. 3.2. 2. pedoman pelaksanaan. Dinas Kesehatan. Memberikan pembinaan teknis kepada kabupaten/kota terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan program. pedoman pendanaan.

Mempersiapkan dan membantu kelancaran kegiatan misi Bank Dunia yang berkaitan dengan Program. 8. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program melalui kunjungan ke kabupaten/kota. PIU sub-komponen pemberdayaan masyarakat. Mempersiapkan rencana pembiayaan dan kegiatan pendukung/operasional Program (budgeting & programming) untuk kegiatan Program di Tingkat Provinsi. 3. 5. 2. Membantu dan memberikan dukungan sepenuhnya dalam proses pembuatan audit setiap tahun. dan PIU komponen Pembangunan Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 92 . Melakukan upaya tindak-lanjut temuan pengaduan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-DPMU) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada UPM-CPMU. Menindaklanjuti keluhan DPMU dengan menegur FM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan atau menghentikan sementara kegiatan FM di wilayah kerjanya. Membuat laporan IFR setiap triwulan dan tahunan. Mencatat dan memantau temuan pengaduan yang sudah ditangani UPM-DPMU dan meneruskan kepada UPM-CPMU 11.4 PPIU (Provincial Project Implemention Unit) Pembentukan PPIU Pamsimas berdasarkan SK Gubernur. terdiri dari PIU sub-komponen penguatan kelembagaan. 3. 2.2. 4. 9. tembusan kepada TKP dan TKK.2. Kewenangan PPMU: 1. Merekomendasikan kepada Satker Provinsi untuk melakukan pembayaran atau penangguhan pembayaran FM 3. berdasarkan arahan dari CPMU. IFR harus sudah diterima CPMU 1 minggu setelah akhir setiap triwulan. diserahkan kepada CPMU sesuai dengan pedoman FMR PAMSIMAS. 6. 7. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-DPMU dan berfungsi sebagai UPM-PPMU. Memberikan data serta informasi kepada TKP untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan koordinasi pelaksanaan antar kegiatan Program. PIU untuk sub-komponen peningkatan sanitasi dan perilaku higienis. Memonitor kemajuan kerja dan melakukan evaluasi kinerja konsultan manajemen provinsi (PMAC) dan FM 10. Melaporkan kemajuan kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan kegiatan kepada Gubernur dan CPMU.PAMSIMAS Tugas PPMU sebagai berikut : 1. Mengawasi kegiatan serta melakukan penilaian kinerja dari para konsultan tingkat Kabupaten/Kota dan Fasilitator Masyarakat.

Menyelenggarakan komponen/sub-komponen dari Pamsimas di tingkat provinsi. dan diberikan kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan program di provinsi d. Satker Tingkat Provinsi Pamsimasadalah pejabat pengelola anggaran Pamsimas di tingkat provinsi. memantau dan mengevaluasi program f. Melakukan pencairan dan pengelolaan dana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku c. 3. Tugas setiap PPIU adalah: 1.2. Berkoordinasi dengan instansi terkait (terutama antar PPIU) untuk menjamin keselarasan pelaksanaan program. Melaporkan hasil pengendalian kepada pelaksanaan kepada Tim Koordinasi Provinsi dan Tim Pengarah Pusat 93 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 4. Peningkatan SosialEkonomi Lokal. Tugas Satker Provinsi: a. pengendalian dan evaluasi program di tingkat provinsi. sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditunjuk dan diangkat oleh Menteri atas usulan Gubernur. Mendukung PPMU di tingkat provinsi dan dalam menyelenggarakan program tingkat provinsi b. melaksanakan.2.5 Satker Provinsi Satuan kerja Pamsimas di tingkat provinsi berada di Dinas Bidang Cipta Karya. pelaksanaan. 2. Melaporkan hasil pengendalian kepada Tim Koordinasi Provinsi secara berkala j. Mengkoordinasikan dan menghimpun laporan pelaksanaan program di tingkat provinsi h. Dinas Kesehatan Provinsi. pemantauan. monitoring dan pelaporan di tingkat kabupaten g. 3. dan Manajemen Program. i. Mengkoordinasi kegiatan. Melaporkan hasil pelaksanaan fisik dan keuangan kepada atasan langsung Satker yang juga disampaikan kepada Ditjen. Melaksanakan tugas dan operasionalisasi perencanaan. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan prosedur program di tingkat provinsi dan kabupaten e. Merencanakan.PAMSIMAS Prasarana dan Sarana Air Minum dan Sanitasi. Melaporkan kepada ketua PPMU mengenai progres pencairan dan progress pelaksanaan fisik dari masing-masing komponen/subkomponen secara periodik.

dengan anggota terdiri dari staf Bappeda. Menindak lanjuti musyawarah yang dihadiri oleh LKM. dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan. Mengumpulkan dan menyampaikan SP2D dari tingkat provinsi dan kabupaten kepada Tim Koordinasi Pusat l. Pemberdayaan Masyrakat dan Diknas. Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM). Kantor Pemberdayaan Masyarakat /sepadannya. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program di Kabupaten/Kota. yang diketuai oleh Kepala Bappeda Kabupaten/Kota. sehingga dapat dibuat SPPB antara Satker Kabupaten dan LKM. Tim Koordinasi Kecamatan (TKK).3. Secara operasional Bupati akan dibantu Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK). 7. Bendahara 3. dan beranggotakan: Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya. 5. sudin PU.1 Tim Koordinasi Kabupaten Tim koordinasi Kabupaten dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota. membuat rangking desa/kelurahan yang bersangkutan untuk dapat menentukan prioritas desa.2. sebagai penanggung jawab pelaksanaan program Pamsimas di kabupaten/kota.3 Tingkat Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/kota dalam hal ini Bupati. DPMU untuk membahas RKM I sehingga bisa dikirimkan ke Bupati/Walikota. 2. DPMU (District Project Management Unit) dan Satker Kota/Kabupaten yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati/Walikota. 6. 3. Melakukan analisa dalam masalah kebijakan dan memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Membentuk Tim Evaluasi RKM. Kesehatan.PAMSIMAS k. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 94 . Menyetujui Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dengan membuat surat persetujuan. Pokja AMPL sebagai Tim Teknis Kota/Kabupaten (TKK). 4. Menetapkan desa sasaran program. Membuat laporan dengan Sistem Akuntasnsi Instansi (SAI) Kepala Satker Provinsi akan dibantu oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). TFM. Tim Koordinasi Kabupaten/Kota bertugas: 1. Dinas Kesehatan.2. Mensosialisasikan program Pamsimas kepada masyarakat di tingkat kabupaten. 3. Bapedalda. dan membuat SK penetapan lokasi desa proyek Pamsimas.

ƒ Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. 95 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Memberikan pembinaan teknis terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan di desa/kelurahan 2. Memberi masukan kepada DPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana bantuan luar negeri. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijaksanaan umum kepada TKK. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program. 3.2. 5. 10. pedoman pemantauan. Bagi Kabupaten/kota yang belum terbentuk Pokja AMPL. Memberikan masukan kepada DPMU. 9. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertugas membantu TKK dalam: 1. khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan Program.3. pedoman pelaksanaan. Mengevaluasi kelayakan calon desa sasaran sesuai kriteria yang sudah ditetapkan. ƒ Dinas/badan/instansi pemberdayaan masyarakat dan desa /sepadannya. Membantu menyelaraskan kegiatan Pamsimas agar sesuai dengan rencana pembangunan (master plan) kabupaten bersangkutan agar tidak tumpang tindih dengan kegiatan pembangunan lain yang sejenis.2 Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Pamsimas Kabupaten/kota adalah Pokja AMPL (bagi yang sudah terbentuk). Memberikan pembinaan teknis dalam implementasi pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis. 3.PAMSIMAS 8. Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program di wilayahnya. pedoman pendanaan. Memonitor kemajuan Program dan melaporkan kepada Bupati/Walikota dan pemerintah Provinsi. 4. 7. ƒ Dinas kesehatan ƒ Dinas pendidikan ƒ Bapedalda/ Dinas Lingkungan Hidup. Menanggulangi berbagai ragam masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan. 6. Tim Teknis Kabupaten/kota beranggotakan inter-instansi dari: ƒ Badan perencanaan pembangunan kabupaten/kota. dan lain sebagainya. Tim Teknis Kabupaten/kota Pamsimas menjadi embrio terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten/kota. 11.

3. 2. Melakukan kontrak kerja dengan LKM yang difasilitasi oleh DPMU 2. Secara rutin setiap bulan melaporkan daftar penerbitan SPM-LS kepada DPMU sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Pamsimas Kabupaten/Kota Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 96 . Membuat SPP (Surat Perintah Pembayaran) 3.2. • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan.4 Satker Kabupaten/Kota Satuan kerja di tingkat kabupaten/kota adalah Satker PIP / PPK Pamsimas berada di Dinas Bidang Cipta Karya.3 Tim Evaluasi RKM Tim Evaluasi RKM beranggotakan inter-instansi dari Tim Teknis Kabupaten/Kota yang personilnya terdiri dari : • Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan. • Dinas/Badan/Instansi Pemberdayaan Masyarakat Desa.3.2. • Dinas bidang Cipta Karya/sepadannya. dan diberi kewenangan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Secara periodik melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan di lapangan. Mengevaluasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan memberikan rekomendasi kepada DPMU mengenai RKM yang dapat dibiayai program Pamsimas. Ditetapkan berdasarkan SK TKK Tim Evaluasi RKM bertugas membantu TKK dalam: 1.3. 3.PAMSIMAS 8. sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) yang ditunjuk oleh Menteri PU atas usulan Bupati. Tugas Satker Kabupaten/Kota: 1. Organisasi Satuan Kerja PIP / PPK Pamsimas Kabupaten/Kota terdiri dari: • • • • Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PIP Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pamsimas Penguji Pembebanan dan Pejabat Penandatangan SPM (PPP/PSPM) Pamsimas Bendahara 1) Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota Kepala Satuan Kerja Pamsimas Kabupaten/Kota adalah pejabat pengelola anggaran.

2) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Perangkat Daerah ditingkat Kabupaten/Kota yang ditunjuk oleh Menteri Pekerjaan Umum. Menindaklanjuti BA pembentukan LKM ke Notaris untuk dituangkan dalam Akta sehingga LKM mempunyai legitimasi dan kekuatan hukum sebagai representai masyarakat warga. • Bagian Keuangan. dan mengikuti sosialisasi yang dilakukan di desa. Kewenangan Untuk menandatangani kontrak/SPK yang bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari kontrak/SPK tersebut dan bertanggungjawab kepada Kepala Satuan Kerja Sementara/Kuasa Pengguna Anggaran. Mengumumkan daftar desa/kelurahan yang ditetapkan untuk ikut serta proyek Pamsimas. Melakukan sosialisasi Pamsimas di kabupaten dalam rangka mencari desa yang akan terlibat proyek. • Bagian Monitoring dan Evaluasi. 3.5 District Project Management Unit (DPMU) DPMU berkedudukan di Dinas Bidang Cipta Karya/sepadannya. 2. Menjadi narasumber pertemuan pleno desa/kelurahan untuk membahas hasil identifikasi masalah dan analisis situasi.PAMSIMAS 4. 4. Memberikan data keuangan yang diperlukan DPMU dalam menyusun kemajuan bulanan. Organisasi DPMU yang dipimpin oleh Ketua DPMU terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu: • Bagian Perencanaan. 2. Kewenangan: Meminta rekomendasi dari DPMU mengenai penerbitan SPM-LS dan pencairan dana LKM tahap berikutnya. 97 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 3. Tugas DPMU sebagai berikut : 1. Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan evaluasi dalam rangka monitoring dan evaluasi. Tugas PPK : 1.3. Melakukan supervisi terhadap Tim Evaluasi RKM. Ketua DPMU dibantu oleh 3 (tiga) anggota dan dibentuk melalui SK Bupati/Walikota.2.

Kasi PMD Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 98 . Mencatat dan memantau keluhan/pengaduan yang sudah ditangani UPM-LKM dan meneruskan kepada Bagian Monev-PPMU 15. Memonitor dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan operasional teknis dan administrasi Program. Pelaksanaan tugas dibidang teknis dilaksanakan oleh Tim Teknis Kecamatan (TTKc) yang terdiri dari Kaurbang Kecamatan. dan Kepala Cabang Dinas Diknas Kecamatan. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi(keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-LKM/lurah) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada Bagian Monev-PPMU. 10. berfungsi sebagai Bagian Monev-DPMU Kewenangan DPMU: 1. Melakukan koordinasi dan penyebarluasan informasi mengenai kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan lainnya. untuk kemudian dibuatan SPPB I maupun SPPB II antara Satker / PPK dengan LKM. 9. 7. Memfasilitasi Badan pengelola agar memperoleh akses terhadap berbagai pihak untuk mendukung programnya meskipun Pamsimas sudah selesai 8. Menegur LKM dan TFM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur.2.PAMSIMAS 5. Mendorong pembentukan jaring kerja Badan Pengelola dengan pihak-pihak lain di proyek. Memonitor dan mengevaluasi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di kabupaten. 16. Memfasilitasi SPPB antara Satker Kabupaten dengan LKM 3. Melakukan upaya penangan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-LKM.2. Memfasilitasi kelembagaan lintas desa/kelurahan yang dapat berupa aliansi kerja dari beberapa Badang Pengelola di tingkat Kabupaten. Menindak lanjuti pengajuan RKM (I dan II) yang telah dievaluasi Tim Evaluasi RKM untuk dipresentasikan di depan TKK dalam rangka mendapat persetujuan dari TKK. TKKc terdiri dari Camat. 14.4. Melakukan evaluasi kinerja konsultan dan FM 12. 6. 11. Kepala Puskesmas. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pekerjaan Pamsimas yang bersifat lintas desa.4 Kecamatan 3. 3. Meminta kepada LKM untuk memperbaiki RKM bila tidak memenuhi persyaratan setelah dievaluasi oleh tim Evaluasi RKM 2. Mencatat.1 Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) dan Tim Teknis Kecamatan TTKc Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) bertugas melaksanakan sosialisasi. 13. fasilitasi.

2. 99 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . fasilitasi. dalam kapasitas mengetahui. 5. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. 5. Turut memfasilitasi Badan Pengelola untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil infrastruktur terbangun. dan menandatangani hasilnya dalam kapasitas mengetahui. Mencatat. Memfasilitasi sosialisasi Pamsimas di tingkat desa/kelurahan bersama DPMU. Turut memfasilitasi musyawarah desa dan menandatangani BA Hasil Musyawarah Desa/kelurahan. dalam kapasitas mengetahui. Memfasilitasi sosialisasi di desa/kelurahan dan memfasilitasi musyawarah desa/kelurahan dan turut menandatangani daftar hadir sosialisasi di tingkat desa/kelurahan. Sanitarian Puskesmas. 3. Camat menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) berdasarkan BA Acara Pertemuan di desa/kelurahan. Turut memfasilitasi serah terima pengelolaan aset Pamsimas kepada Badan Pengelola.5 Tingkat Desa/Kelurahan Dalam pelaksanaan program Pamsimas di tingkat Desa/Kelurahan. 2. Turut mengetahui hasil perencanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan Pamsimas yang ditetapkan masyarakat di desa. Merupakan mitra kerja TFM sebagai pendamping masyarakat untuk merencanakan. 8. 10. 4. 4. mediasi dan koordinasi untuk memperlancar pelaksanaan program di desa/kelurahan. 9. memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima. Tugas Tim Koordinasi Kecamatan: 1. Turut menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKM) yang ditetapkan Masyarakat. Mencatat. kemudian mengirimkannya kepada TKK dan tembusan ke DPMU. Membantu kelancaran proses persiapan usulan kegiatan sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah desa. 6. Pemerintah desa/kelurahan berperan melakukan sosialisasi. Mengikuti sosialisasi di tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh DPMU dan Tim Koordinasi Kabupaten/kota (TKK) 3. 6. dan Penilik Sekolah Cabang Dinas Diknas Kecamatan. dalam kapasitas mengetahui. dalam kapasitas mengetahui.2.PAMSIMAS Kecamatan. Turut memfasilitasi forum musyawarah masyarakat tingkat desa untuk membentuk LKM dengan menetapkan anggota-anggota yang dipilih masyarakat. Memantau pengelolaan sarana air minum dan sanitasi sebagai bagian tugas pembinaan dari TKK. melaksanakan dan mengelola Pamsimas. dalam hal ini Kepala Desa/Lurah. Turut menandatangani Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Ketua LKM. 7. Pemerintah Desa/kelurahan. bertugas untuk: 1. 3.

2. Proses pemilihan serta pembentukan LKM tersebut akan dilakukan selama proses pemberdayaan masyarakat yang akan difasilitasi oleh TFM.2. Proses Pembentukan LKM sesuai dengan asas representative. berbasis nilai. maka legitimasi LKM adalah pengakuan. partisipatif. Anggota-anggota LKM dipilih secara langsung oleh seluruh masyarakat. akuntabel.6. Peran LKM dalam implementasi program Pamsimas adalah sebagai pengelola. representatif dan pengakaran terhadap masyarakat sedangkan legalisasi LKM melalui pencatatan akta Notaris. LKM diharapkan merupakan institusi masyarakat independen yang sepenuhnya dibentuk. LKM pasca pelaksanaan pekerjaan konstruksi selanjutnya melalui mekanisme program Pamsimas memperluas orientasinya Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 100 .1 Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) adalah kelembagaan masyarakat warga (sipil) yang terdiri dari anggota masyarakat yang dipilih dari desa/kelurahan yang bersangkutan secara demokratis. Di lokasi yang belum terdapat BKM. Oleh karena itu. Untuk memudahkan administrasi program serta sejalan dengan kedudukannya sebagai institusi masyarakat yang otonom.PAMSIMAS 3. LKM merupakan wadah sinergi dan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi embrio dari lembaga keswadayaan masyarakat (civil society organization) di tingkat komunitas akar rumput. keberpihakan kepada kelompok rentan dan terisolasi serta kelompok miskin (indigenous and vulnerable people).6 Tingkat Masyarakat 3. dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. Di desa/kelurahan yang sedang dan telah dilaksanakan program pemberdayaan oleh pemerintah. memperhatikan kesetaraan jender (gender balance). maka dapat dibentuk lembaga baru yakni LKM yang berfungsi sebagai dewan masyarakat. dengan mengutamakan keterlibatan kelompok marjinal (wanita dan warga miskin) dan mereka bertanggungjawab langsung pula kepada masyarakat. dengan kriteria anggota yang lebih mengutamakan track record atau kepercayaan masyarakat dan menjamin keterlibatan perempuan serta warga miskin. seperti P2KP yang telah membentuk BKM dan masih eksis dan sehat. partisipatif. berbasis nilai. akuntabel. dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh masyarakat sendiri. transparan. maka tidak perlu membentuk LKM namun hanya membentuk Unit/Satuan Pelaksana Program Pamsimas yang dalam program WSLIC-2 biasa disebut TKM (Tim Kerja Masyarakat). sebagai pelaksana program dibentuk Satuan Pelaksana Program Pamsimas (Satlak Pamsimas).

Bersama-sama masyarakat dan dibantu FM menyusun RKM I dan II. perhitungan kemajuan pembangunan fisik. administrasi dan keuangan pelaksanaan pembangunan. Meskipun sebagai institusi masyarakat. kegiatan pelatihan masyarakat dan program kesehatan kepada masyarakat. menyelesaikan RKM Iang kemudian dikirim ke DPMU. Mengikuti pelatihan bersama-sama masyarakat seperti: • RRK • RRK Pelatihan • Teknis sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya pembangunan sarana air minum/sanitasi • Rencana biaya O&P • Rencana biaya iuran serta tata cara pengelolaan • Rencana biaya keuangan • Rencana pengadaan barang dan jasa (bila ada) • Termasuk membuat dan membaca gambar teknis. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar pembangunan partisipatif (participatory development) dan Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bahwa pembangunan akan berlangsung efektif. sarana air minum (di masyrakat dan sekolah) serta pelatihan. Pemerintah dan Kelompok Peduli ! Tugas LKM sebagai berikut : a. c. LKM berkedudukan otonom. pengetahuan spesifikasi teknik.PAMSIMAS dengan membentuk Badan Pengelola sebagai unit kerja LKM / BKM untuk pengoperasian dan pemeliharaan. serta memberi penjelasan kepada masyarakat untuk memilih opsi sarana air minum. d. LKM berkewajiban melaksanakan koordinasi. e. f. yakni Masyarakat. 101 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Dengan bimbingan TFM membuat laporan pembangunan fisik. namun dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan kegiatan. Bersama FM dan bekerjasama dengan ”nature leader” yang ada di desa untuk melaksanakan CLTS. konsultasi dan komunikasi intensif dengan Kepala Desa/Lurah dan perangkatnya serta tokoh masyarakat maupun lembaga formal dan informal lainnya. Bersama TFM menyempurnakan jadwal pelaksanaan konstruksi. dan pengelola proyek (DPMU) secara periodik. memeriksa kontribusi swadaya masyarakat minimal 20% (In Kind 16% dan In Cash 4%). Dengan bimbingan TFM membuat laporan pengelolaan keuangan dengan membuat pembukuan dana kepada masyarakat dan pengelolaan proyek kepada (DPMU) secara periodik b. pengawasan pekerjaan. membahas. efesien dan tepat sasaran bila didukung dan mensinergikan potensi 3 pilar pelaku pembangunan.

dan TKK. Tim Teknis Pusat. baik secara swadaya maupun dari sumber pendanaan lainnya. Melakukan survey awal terhadap supplier yang memiliki pengalaman dalam pengadaan barang di desa. Tugas Badan Pengelola: a.2. pemeliharaan dan pengembangan. Mengumpulkan rencana pendanaan terkait dengan operasi dan pemeliharaan. Membuat SP yang ditandatangani koordinator LKM dan ketua DPMU untuk dilaporkan kepada Bupati. PPMU. Melaksanakan kegiatan PHS di masyarakat. Konsultan CMAC akan menjadi Konsultan Advisory untuk CPMU. c. j. serta PMAC. dan kabupaten/kota direkrut tim konsultan CMAC (Central Management Advisory Consultant) di tingkat pusat dan PMAC (Provincial Management Advisory Consultant) di tingkat provinsi. i. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 102 . b. TKP.6.3.2 Badan Pengelola Badan Pengelola dibentuk dari tranformasi dari Satuan Pelaksana program Pamsimas.1 KONSULTAN PENDAMPING Central Management Advisory Consultant/ CMAC Untuk membantu unit-unit pelaksana di tingkat pusat. provinsi. 3. Melaporkan kegiatan operasi dan pemeliharaan serta pendanaan kepada pemerintah desa/kelurahan. h. Badan Pengelola berfungsi sebagai Unit Kerja dari LKM. CMAC bekerja sama dengan CPMU. Steering Committee. DPMU. m. Mempersiapkan LKM membentuk unit pengelola dengan mengikuti pelatihan dengan keberadaan dan kinerja Unit Pengelola menjadi indikator keberhasilan sarana dan program kesehatan pada tahap pasca proyek.3 3. Membuat surat perjanjian resmi dengan supplier setelah masyarakat desa/kelurahan telah memilih pemenang lelang. Monitoring secara terus menerus dengan TFM terhadap pekerjaan kontruksi. administrasi keuangan. Memberikan pertanggungjawaban kegiatan dan penggunaan dana kegiatan Pamsimas ke masyarakat untuk disampaikan ke DPMU dan TKK.PAMSIMAS g. kualitas pekerjaan. PMAC akan direkrut secara terpisah untuk memberikan dukungan kepada PPMU dan DPMU. Menyelengarakan sistem operasi dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi dalam pendanaan untuk kegiatan pemanfaatan. dan Implementing Agency. CMAC akan bertugas membantu CPMU dan CPIU (Central Project Implementing Unit). material/blm. 3. l. k.

3. 8. dan lain sebagainya. Menyiapkan manajemen dan perencanaan untuk capacity building di tingkat kegiatan proyek. manajemen keuangan. Memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat pusat dan provinsi melalui bantuan manajemen dan teknis dalam hal perencanaan. audir. audit internal. Membuat dan mengumpulkan laporan dan data-data pendukung yang dibutuhkan serta membantu CPMU dalam pembuatan Project Monitoring Report. Mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas (Quality Control/Quality Assurance) di tingkat implementasi proyek yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. 6. Hal ini akan tercapai melalui pemberian masukan / advis. dan keberlanjutan program. manajemen. Menjamin keberlangsungan proyek di tingkat masyarakat melalui paritispasi kelompok-kelompok masyarakat. Memberikan bantuan kepada CPMU dan CPIU dalam hal: 4. Mengorganisasikan pendekatan partisipatori untuk keberlanjutan program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. pengarusutamaan gender. sistem informasi manajemen. dan mendukung implementasinya berdasarkan hasil monitoring proyek. akuntasi dan penganggaran. Membantu pelaksanaan roadshow dan workshop. PPMU. 5. materi. pelatihan. peningkatan perilaku sehat. dan monitoring. dan DPMU dalam bidang : monitoring dan evaluasi.PAMSIMAS Tugas CMAC adalah: 1. serta health and hygiene and water and sanitation engineering. Memberikan dukungan dan bantuan teknis kepada CPMU. 3. yang ditentukan oleh CPMU 13.2 Provincial Management Advisory Consultant (PMAC) PMAC berperan dalam memberikan dukungan teknis dan penguatan capacity kepada provinsi dan kabupaten/kota (DC/District Consulant) dalam implemtasi 103 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan laporan reguler yang berhubungan dengan prosedur Bank Dunia dan pemerintah terutama mengenai Implementation and Financial Report (IFR). 12. Membantu CPMU membangun dan melaksanakan pertemuan stakeholder di tingkat pusat sebagai bagian dari monitoring keberlanjutan program. dan monitoring. termasuk pengadaan materi. studi. 7. pengadaan. 10. implemtasi. akuntasi keuangan. Melakukan review manajemen dan teknis. 9. supervisi. dan advokasi kepada masyarakat di bidang sensitivitas gender dan kemiskinan melalui pendekatan MPA/PHAST 2. 11. penelitian. dukungan. Menyiapkan strategi untuk pelaksanaan pendekatan gender/poverty sensitive community dan mengembangkan kemitraan antara desa dan institusi di tahap perencanaan. Membangun sistem informasi manajemen untuk proses monitoring.3.

Bersama dengan fasilitator memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis kepada masyarakat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. 3. PMAC akan memberikan bantuan dan dukungan dalam hal : i) bantuan teknis. serta monitoring dan evaluasi proyek di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Bertanggung jawab terhadap pemberian bantuan teknis dan dukungan kepada PPMU dan DPMU serta tim teknis provinsi dan kabupaten/kota untuk implementasi komponen proyek. Bersama dengan fasilitator memfasilitasi pembuatan RKM 1 dan RKM 2. ii) peningkatan capacity building masyarakat dan institusi.3. melaksanakan manajemen dan monitoring proyek di tingkat provinsi. iv) laporan teknis. dan feedback untuk Fasilitator dan Koordinator Fasilitator.1 Koordinator Fasilitator Koordinator Fasilitator akan direkrut oleh Satker/SNVT PKP Air Minum Provinsi untuk mengkoordinir Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) di setiap Kabupaten/ kota untuk kepentingan DPMU/PPMU. 6. penganggaran. ii) dukungan teknis untuk manajemen. observasi. PMAC akan berkoordinasi dengan dan menerima bantuan teknis dari CMAC Melakukan kunjungan secara periodik ke desa-desa sasaran dalam rangka diseminasi pedoman. pembuatan RRK (Rancangan Rinci Kegiatan). keuangan. monitoring. dan review pelaksanaan proyek.3 Fasilitator Masyarakat 3. iv) monitoring dan evaluasi proyek. survey lokasi. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan institusi di tingkat desa. supervisi. pembentukan LKM. operasi. perkiraan biaya yang sesuai dengan PMM dan VIM.3. dan v) dukungan manajemen kepada PPMU dan DPMU. Bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan proyek. bantuan teknis. capacity building. 5. 7. fasilitasi. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 104 . implementasi proses community-driven./ kota dan di tingkat masyarakat 2. iii) peningkatan kapasitas institusional bagi pemerintah daerah. termasuk evaluasi kinerja kegiatan proyek di tingkat kabupaten/kota dan desa. termasuk penggunaan metode MPA/PHAST dan CLTS. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan capacity building / pelatihan terhadap Tim Fasilitasi Masyarakat dan Stakeholder lainnya Memonitor dan mengevaluasi kegiatan capacity building di tingkat kab. dalam bentuk day-to-day manajemen proyek.3. kabupaten/kota dan desa. dan pemeliharaan berdasarkan RKM. 3. 4.PAMSIMAS program. dan administrasi keuangan. dan v) perencananaan dan pelaksanaan capacity building melalui Tim Trainer Provinsi. Tugas dan Tanggung jawab PMAC: 1. iii) penyediaan dukungan teknis untuk fasilitator dalam pembuatan dan pelaksanaan RKM. perluasan dan pengarusutamaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Menjamin adanya perhatian dari seluruh stakeholder terkait. 3. Menyusun Strategi Pelaksanaan Village Implementation Plan (Rencana Pelaksanaan Kegiatan di tingkat Desa) beserta jadwalnya melalui kesepakatan dengan TFM dan DPMU termasuk rencana kerja fasilitator di tingkat kabupaten/kota dan masyarakat. Bekerja sama dengan TFM dengan memberikan dukungan strategis kepada TFM untuk: pengerahan sumber daya selama proses pelaksanaan kegiatan (termasuk perencaaan. analisis. hingga penyiapan RKM dan membantu masyarakat setempat. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator: Koordinator Fasilitator akan bekerja sama dengan TFM dan PMAC dalam melaksanakan tugasnya. 2. PPMU dan CPMU. 5. Memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan TFM dan LKM dalam penyiapan RKM. dalam pelatihan aspek non teknis seperti operasional dan perawatan dan manajemen keuangan serta menjaga keseimbangan gender dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum dan pelayanan kesehatan. terutama LKM dalam melaksanakan dan monitoring program. Membantu DPMU dalam menyusun laporan yang diperlukan.PAMSIMAS Tugas utama Koordinator Fasilitator: 1. konstruksi. Mendukung manajemen pelaksanaan program di tingkat kabupaten/kota. 6. 4. termasuk aspirasi golongan yang terpinggirkan agar terwakili dalam pembangunan. termasuk Community Lead Total Sanitation (CLTS). dan rencana kegiatan kelompok masyarakat melalui langkah-langkah MPA/PHAST. Membantu DPMU dalam pelaksanaan audit yang diperlukan. Bertindak sebagai koordinator dalam membantu proses kajian. 5. Bidang Tugas Koordinator Fasilitator adalah sebagai berikut : 1. Menjamin kegiatan dan pelaksanaan yang diusulkan dalam RKM sesuai dengan kriteria kegiatan Pamsimas. 2. Membantu DPMU dalam mengendalikan kemajuan dibidang teknis dan keuangan. Mengkaji efektifitas pelaksanaan kegiatan proyek dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan kepada DPMU. Memberikan masukan teknis dan administratif serta bekerjasama dengan TFM dalam pembentukan LKM dan memperkuat kelembagaan desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. 3. operasional dan perawatan). 4. 6. baik perbaikan promosi kesehatan. pencegahan penyakit. public review dan finalisasi RKM. Mengkoordinasikan TFM dengan memberikan dukungan dan bimbingan untuk memfasilitasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). 105 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . dan sanitasi di tingkat masyarakat.

terutama Tim Kerja Masyarakat (LKM) atau organisasi pengelola lainnya dalam perencanaan. pelaksanaan dan monitoring program dalam peningkatan promosi kesehatan. jadwal tentative fasilitator secara tim maupun individu harus disepakati bersama antara TFM. dan Sanitasi (ProAKSi) dengan metode MPA/PHAST (Methodology For Participatory Assessment/ Partipatory Hygiene And Sanitation Trasformation ) dan Visioning. Review dan mengevaluasi laporan fasilitator dan mengkonsolidasikannya di level kabupaten/kota. pencegahan penyakit dan sanitasi masyarakat.2 Tim Fasilitator Masyarakat Fasilitator Masyarakat (FM) merupakan tenaga pendamping yang telah dilatih dalam keterampilan untuk meningkatkan kapasitas/kemampuan masyarakat untuk memutuskan. Kesehatan. analisa dan penyusunan rencana kegiatan kelompok masyarakat sebagai Rencana Strategis Program Air Minum. Bidang Tugas Tim Fasilitator Masyarakat (TFM): ƒ Penyiapan rencana keseluruhan dalam penyediaan layanan fasilitasi kepada desa sasaran baik rencana tim maupun rencana individu. Dari Renstra ProAKSi akan dijabarkan ke dalam rencana tahunan berupa Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) untuk Program Pamsimas. • Fasilitator bidang Pemberdayaan Masyarakat / Community Development Facilitator (CF/CD). Koordinator Fasilitator dan Provincial Management Advisory Consultant (PMAC). 8.3. ƒ Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 106 . Memberikan bantuan teknis kepada masyarakat desa. Prinsip kerja fasilitator merupakan satu kesatuan tim sebagai Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang terdiri dari 3 bidang keahlian. 3. • Fasilitator bidang Penyediaan Sarana Air Minum & Sanitasi / Water & Sanitation Facilitator (CF/WSS). Oleh karena itu. Tugas pokok TFM adalah memfasilitasi kegiatan penilaian. Pengumpulan/updating data primer dan sekunder secara intensif untuk keperluan monitoring yang berhubungan dengan input data indikator kunci pelaksanaan program. Setiap TFM akan memfasilitasi 3-5 desa/tahun di tiap-tiap kabupaten/kota. Fokus terpenting dari pekerjaan TFM adalah membantu masyarakat untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatannya.3.PAMSIMAS 7. yaitu : • Fasilitator bidang Kesehatan / Health and Hygiene Facilitator (CF/HH). merencanakan. Mendukung fasilitator dan masyarakat untuk membuat system operasional dan pemeliharaan sarana air dan sanitasi dan melaksanakan review quality assurance melalui kunjungan periodik. melaksanakan dan mengelola kegiatannya dengan berperan secara aktif dalam setiap keputusan yang diambil.

dan pasca konstruksi). Melakukan kajian kebutuhan pelatihan masyarakat dan menyelenggarakan pelatihan masyarakat secara periodik bersama dengan DPMU dan PMAC. mid-term.PAMSIMAS ƒ ƒ ƒ Membantu penyiapan Laporan Pelaksanaan di Desa (proses.3. dengan sampel tertentu dan indikator tertentu. dan Sanitarian melakukan promosi kesehatan dan penyadaran perubahan prilaku hidup sehat (STBM/Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) kepada masyarakat sasaran. 107 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . 3. Bersama Kasie pembangunan (Staff Kecamatan). konstruksi. dan paska program.4 Independent Monitoring dan Evaluation Consultant Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan oleh Lembaga/konsultan independen saat awal perencanaan tahun pertama.

2. 4. Dep. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 5.undang No. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat. Dep. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. 2. Pendidikan Nasional) untuk dipergunakan dalam Pamsimas. 7. Rencana Pencegahan Korupsi ini telah dipublikasikan di dalam situs www. 6. 30 tahun 2002 tentang Pembentukan Pemberantasan Korupsi (KPK). dan telah disepakati oleh Executing Agency (Direktorat Jenderal Cipta Karya. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Undang. Pencegahan Resiko Kolusi. Penanganan Pengaduan Indonesia yang merupakan landasan dalam Beberapa produk hukum di pemberantasan korupsi. Dep. Undang-Undang No.PAMSIMAS Lampiran 4 RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI 4.go.1 MATRIKS RESIKO DAN TINDAKAN PENCEGAHAN Rencana Tindakan Pencegahan Korupsi dalam proyek Pamsimas dilakukan sesuai dengan 6 (enam) elemen utama yang sudah di-identifikasi oleh tim Bank Dunia untuk Pencegahan Anti Korupsi di Indonesia meliputi: 1. 3. Komite 4. 68 tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara. Instruksi Presiden No. Departemen Pekerjaan Umum) dan para Implemeting Agencies (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Pemukimam. dan 8. Kesehatan. 80 tahun 2003 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. 5. Undang-Undang No. Dalam Negeri. 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang No. 225/KPTS/M/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Tata Cara Penanganan Masukan dari Masyarakat di lingkungan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.pu. Tabel Tindakan Pencegahan Korupsi dapat dilihat dalam tabel berikut: Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 108 . dan Pusat Pembinaan Kesegaran Jasmani. yaitu: 1.id. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. Keputusan Presiden No. Kepmen Kimpraswil No. Kolusi dan Nepotisme. 59 tahun 2004 tentang Pembentukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan. Peraturan Pemerintah No. Keterbukaan Informasi. Keputusan Presiden No. 3.

meskipun untuk paket pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Persiapan kriteria pemilihan Sedang dalam dokumen penawaran Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang /Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.5.1. Kapasitas Panitia Pengadaan Tinggi Barang I. Kriteria dibuat agar cocok dengan konsultan tertentu Tindakan Pencegahan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.3. Persiapan RFP (Permintaan Proposal) I.6. Persiapan Perkiraan Harga Pemilik (Owner Estimate. Kolusi antar pemain untuk memperkaya diri. Pengiklanan Sedang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Iklan yang tidak layak: misalnya pemberian Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah persyaratan yang membatasi kompetisi.2.PAMSIMAS Tabel 4. Petunjuk Pengadaan tidak diikuti dengan benar mengakibatkan pengadaan di bawah standar Pertimbangan terhadap proses evaluasi calon anggota panitia pengadaan yang tidak independen. Pencegahan Resiko Kolusi Peta Risiko Korupsi I. berbagi keuntungan antar pemain.4. OE) Resiko Tinggi Kesempatan adanya Korupsi Me-mark-up perkiraan harga pemilik (OE) dan informasi perkiraan harga pemilik dibocorkan kepada kontraktor/konsultan agar harga “mark-up” dimasukkan ke dalam penawaran/proposal. diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan informasi yang tidak lengkap.diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan lelang. Rapat Pra-Lelang Sedang 109 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . penggunaan Barang/Jasa Pamsimas surat kabar dengan sirkulasi terbatas dlsb Iklan palsu Jika panitia pengadaan mewajibkan Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah peserta lelang untuk menghadiri rapat pra.1 Matriks Risiko Korupsi dan Tindakan Pencegahan I. Keputusan cenderung condong mengikuti kemauan peserta lelang/konsultan atas “perintah” atasan atau pihak lain. Kurangnya standar informasi ‘cost/base’ mempersulit apakah perkiraan harga asli dan perkiraan harga pemilik masuk akal.

Perpanjangan masa berlaku Tinggi pelelangan I. Perpanjangan masa berlaku pelelangan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan proses.13.7.14. Evaluasi Proposal Tinggi I.PAMSIMAS barang yang sederhana dan jenis pekerjaan yang ringan untuk dilaksanakan.9. Penyimpanan proposal teknis dan keuangan ditempat aman untuk menjaga kerahasiaan Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Kolusi antara konsultan dan panitia Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah pengadaan untuk merubah proposal teknis diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang & dan/atau keuangan yang sebelumnya Jasa PAMSIMAS sudah masuk dan dibuka Manipulasi Berita Acara Pembukaan Penawaran Lelang Keterlambatan dalam mengevaluasi Proposal teknis dan/atau proposal keuangan memungkinkan terjadinya praktik “tawar-menawar”. Daftar Pendek (shortlist) Tinggi Manipulasi informasi mengenai perusahaan atau individu yang masuk dalam daftar pendek agar perusahaan atau individu tertentu dimasukkan dalam daftar pendek Desakan/tekanan dari atasan untuk agar perusahaan tertentu dimasukkan dalam daftar pendek seringkali mengakibatkan perusahaan yang tidak masuk kualifikasi masuk dalam daftar pendek Melakukan mark-up untuk mendapatkan kickback Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I.8 Penyerahan proposal biaya Sedang I.12. Reputasi konsultan/peserta Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Peserta Lelang/Konsultan mungkin terlibat Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 110 110 . maka beberapa peserta lelang mungkin tidak diuntungkan. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. I. Penentuan Pemenang Kontrak Tinggi I.10 Pembukaan proposal teknis Tinggi dan keuangan I.11.

dan/atau terlibat dalam praktek korupsi/penipuan pada masa lalu (proyek-proyek sebelumnya) Produk/jasa yang diberikan di bawah kualitas yang disebutkan di dalam TOR.3. penurunan kualitas produk/jasa diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. dan menerima kickback dari konsultan/supplier/kontraktor Risiko kickback. dan pegawai pemerintah dapat mengambil uang pembayaran di belakang (kickback) dari perbedaan tersebut Melakukan supervisi kontrak dengan kualitas rendah secara sengaja.1. pengkajian dilakukan setiap 3 II.15 Kualitas produk/jasa Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas I. Penyaluran Dana Resiko Sedang Kesempatan adanya Korupsi Tindakan Pencegahan Penyuapan terhadap pejabat pemerintah Menetapkan kriteria yang transparan untuk dan desa baik oleh kontraktor maupun oleh pembayaran dan penyaluran hibah (dari DPMU masyarakat penerima manfaat.2 Pelatihan masyarakat Sedang II. masyarakat dalam penyediaan air minum Memastikan transparansi informasi dan dan sanitasi serta minimnya keterlibatan penyebarluasan secara memadai untuk mencegah masyarakat dalam pelaksanaan fisiknya. upaya kolusi dan nepotisme. Pada tingkat desa. Hal ini akan dikaji secara berkala oleh fasilitator dan secara acak oleh tim monitoring dan evaluasi. kepada masyarakat) dalam panduan proyek. Pencegahan Resiko Korupsi di Tingkat Masyarakat Peta Risiko Korupsi II. praktik kolusi berupa pemberian kontrak untuk penawar yang disukai.PAMSIMAS lelang dalam konflik kepentingan. Pemerintah desa Sedang 111 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Meningkatkan penanganan pengaduan. kelompok masyarakat yang berlainan dan menerapkan perimbangan jender untuk mencegah nepotisme. Peserta pelatihan hanya terdiri dari Memastikan pelatihan masyarakat melibatkan kelompok tertentu tanpa melibatkan orang sebanyak mungkin peserta yang berasal dari miskin.16 Keseluruhan Pengadaan Barang Tinggi Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas II. Penyalahgunaan wewenang oleh aparat TKM membuat laporan kemajuan dan penggunaan desa dalam setiap tahap proses dapat uang secara berkala kepada masyarakat menyebabkan resiko tidak/kurangnya Papan pengumuman dipasang di desa untuk terakomodasi aspirasi/kebutuhan menginformasikan kegiatan proyek.

Tekanan/desakan dari pegawai pemerintah Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah untuk membeli barang/peralatan/material diatur dalam Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di kepada supplier tertentu Tingkat Masyarakat.6. dan kelompok perempuan Executing agency melalui fasilitator masyarakat. Pemilihan Tim Kerja Masyarakat (TKM) Sedang II. Forum desa tidak mengikutsertakan Anggota TKM harus bertanggungjawab dalam masyarakat miskin. dan pemeliharaan.4. Pembelian barang/peralatan/material oleh masyarakat Sedang Tinggi Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 112 112 . penduduk terpencil pelaksanaan proyek. Pengembangan organisasi Sedang institusional desa dalam operasi dan pemeliharaan II. dibantu fasilitator bila diperlukan. peningkatan kapasitas dalam operasional dan mengoperasikan dan menjaga sarana dan pemeliharaan juga dalam menetapkan tarif operasional Memastikan adanya mekanisme transparansi.PAMSIMAS bulan oleh masyarakat sendiri. Kemampuan tim operasional dan Konsultan/executing agency memberikan pemeliharaan dalam mengelola. Kickback kepada pegawai pemerintah Lemahnya pendokumentasian di tingkat masyarakat TKM (Tim Kerja Masyarakat) melakukan pengadaan semua material/peralatan tanpa melibatkan masyarakat desa (anggota masyarakat terpilih) sebagai panitia pengadaan Kurangnya kapasitas TKM tentang kualitas material/peralatan TKM membeli material/peralatan dari satu supplier. Resiko adanya praktik kolusi Resiko nepotisme TKM harus dipilih melalui pertemuan masyarakat Kemampuan TKM yang dihadiri oleh semua anggota masyarakat.7. Surat Pernyataan minat mengenai kontribusi tunai sebesar 4% dari total biaya konstruksi II. Audit terhadap pembukuan desa akan dilakukan berdasarkan sampel dan kebutuhan untuk menyelesaikan masalah. II.5. memantau dan menyetujui proses seleksi Resiko kecurangan Surat pernyataan minat harus diketahui dan Resiko pejabat daerah meminjamkan lebih ditandatangani oleh masyarakat termasuk kelompok dahulu kontribusi masyarakat sehingga masyarakat yang terpinggirkan berakibat ybs mempengaruhi jalannya proses selanjutnya. Penunjukan langsung bukannya pemilihan akan memberikan pelatihan TKM . wakil PMC harus mengkaji.

dan/atau terlibat tindakan korupsi/penipuan di masa lalu Kelompok Masyarakat mungkin dalam situasi konflik kepentingan. Kelompok masyarakat tidak mempunyai Konsultan manajemen regional dikontrak untuk kapasitas dan sumber daya yang memadai membantu masyarakat. dan/atau terlibat dalam praktik korupsi/penipuan di masa yang lalu yang jika tidak mereka akan dikeluarkan dari pelelangan dan akan diambil tindakan hukum oleh pemerintah. masyarakat dan pelatihan yang diperlukan. Reputasi dari kelompok masyarakat penerima hibah Tinggi II.9. Supplier mungkin dalam situasi konflik kepentingan. dan/atau terlibat kegiatan korupsi/penipuan pada masa lalu. untuk melaksanakan kegiatan/pekerjaan TFM akan mengkaji kemampuan kelompok yang dibutuhkan untuk hibah masyarakat. Kolusi dan nepotisme dalam penentuan pemenang kontrak.11. Keterlambatan dalam membuat disain Rencana pengadaan barang secara rinci harus 113 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Hal ini dapat berakibat kepada buruknya kinerja memerlukan persetujuan konsultan kabupaten dan dan kualitas produk pengawasan oleh PMC.PAMSIMAS Lemahnya pendokumentasian nota pembelian.10. Semua kelompok masyarakat diminta untuk menginformasikan sejak awal bila anggota dewan komisaris/direksi dan anggota keluarga dekat mereka adalah: (i) anggota panitia lelang dari pelelangan yang akan diikuti dan juga (ii) eselon I – IV dari departemen yang terlibat dalam proyek.8. Perencanaan teknis Sedang Langkah-langkah pencegahan resiko kolusi telah diatur dalam Buku Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa Pamsimas Sebagai bagian dari proposal yang diserahkan. Pernyataan ini akan dipublikasikan di forum desa. Material/peralatan yang dibeli oleh warga akan dikenakan PPN. Pelaksanaan sub proyek sebagai hibah masyarakat Sedang II. kelompok masyarakat diharuskan menandatangani pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam situasi konflik kepentingan. II. Reputasi dari Supplier Tinggi II. Fasilitator/DPMU mengarahkan TKM untuk membeli material dari supplier tertentu dengan potongan harga (tanpa mempertimbangkan kualitas material) Panitia Pengadaan memanggil calon pemenang kuat dan melakukan tawarmenawar besarnya kontrak.

III. Terdapat kemungkinan perkiraan anggaran (RAB) untuk konstruksi menjadi tinggi karena lemahnya kinerja konsultan atau survei yang tak lengkap. bendahara. penanganan keluhan seperti yang dicantumkan dalam Keppres 80/2003 Proyek akan mengadakan pelatihan tentang pengelolaan dan keuangan proyek Evaluasi rutin terhadap kinerja konsultan (perlu dipertimbangkan penghargaan terhadap konsultan dengan kinerja terbaik).2. Kesempatan adanya Korupsi Minimnya kapasitas dan transparansi dapat mengakibatkan tindakan kolusi. Ada dua alasan yang mungkin melandasi penunjukan tersebut: (i) Proyek dianggap kurang prioritas oleh pihak lain. (ii) mensyaratkan adanya penilaian kinerja tahunan sesuai kriteria tersebut. Tinggi PMU dsb. (ii) Pilih kasih (favoritism) II. Tim Teknis Kabupaten/Kota bertanggung jawab untuk mengevaluasi RKM (memeriksa proposal biaya. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 114 114 . Proses Rekruitmen TFM. staf perencanaan. (iii) Persyaratan CPMU untuk melaksanakan pelatihan yang memadai tentang panduan proyek untuk semua staf. sesuai dengan perencanaan Pamsimas). Tindakan Pencegahan Panduan proyek mencakup: (i) kriteria pemilihan dan indikator kinerja manajer proyek. hal ini akan berakibat pada biaya total konstruksi khususnya kontribusi masyarakat Pengawasan teknis yang kurang layak oleh Konsultan Teknis DPMU atau Kajian yang tidak independen oleh Konsultan Pengawas Proses (PMC) dapat menambah biaya total atau disain yang buruk dengan kemungkinan tingkat kegagalan yang tinggi disatukan dalam perjanjian hukum dan akan menjadi dasar bagi setiap kegiatan pengadaan barang. dan staf keuangan.PAMSIMAS sebagai menu dari opsi teknis teknis akan menguntungkan konsultan. Risiko minimnya kapasitas staf PMU. pemegang uang muka.1. pembuat SPM) pada tingkat Kabupaten tidak didasarkan pada wewenang dan kualifikasi fungsional mereka. Meningkatkan keterbukaan. Penunjukan Unit Pelaksana Sedang Proyek (Satker) and stafnya (pembuat komitmen. Konsultan kabupaten juga harus memeriksa perencanaan biaya sebelum evaluasi. bendahara. Pencegahan Resioko Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan Peta Risiko Korupsi Resiko III. Risiko tindakan kolusi untuk merekrut konsultan yang disukai.

Panitia seleksi diharuskan menunjukkan komitmen mereka untuk mewujudkan proses seleksi yang jujur. Publikasi Laporan Audit Rendah Risiko bahwa informasi mengenai kemajuan dan hasil pelaksanaan proyek (termasuk tindakan penyalah-gunaan. Executing Agency dan Implementing Agency harus mengadakan audit tahunan oleh pihak ketiga. obyektif dan transparan dan menghindari penyalahgunaan wewenang dan diskresi dalam pemilihanb untuk memenuhi kepentingan pribadi.5. kolusi dan nepotisme jika ada) tidak tersedia.6. perbandingan harga antara harga kontrak dan harga pasar. Lemahnya transparansi dan proses yang berpihak. III.PAMSIMAS Pemilihan semua personil harus dilaksanakan melalui mekanisme yang sepenuhnya jujur. keluarga.4. Penunjukan calon yang tidak berkualitas. TFM akan diseleksi berdasarkan kinerja mereka setelah melalui pelatihan pra-tugas. Mekanisme Akuntabilitas Sub-projek III. dll) Membuat laporan audit dan semua tanggapan oleh pemerintah tersedia untuk umum segera setelah penerimaan laporan akhir yang disiapkan sesuai dengan persetujuan pinjaman/kredit. kualitas dan kuantitas barang. tetapi pada kedekatan kekeluargaan antara calon dan elit desa. kelompok dan/atau kepentingan lainnya dengan menandatangani ‘Pakta Integritas’ sesuai dengan peraturan pemerintah yang relevan (Keppres 80/2003).3. pekerjaan atau jasa. Pemilihan tidak dilakukan berdasarkan kemampuan dan konsensus masyarakat. Menghindari konflik kepentingan dengan menyediakan pedoman kriteria pemilihan masyarakat penerima manfaat Pamsimas Menetapkan kriteria mekanisme seleksi tim pengelola hibah desa yang disepakati. Nama-nama calon harus diumumkan sekurangkurangnya seminggu sebelum pemilihan III. obyektif dan transparan sesuai petunjuk Bank. Penunjukan Tim yang Rendah mengelola hibah desa di tingkat masyarakat 115 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Pemilihan Desa Sasaran Sedang Rendah Kurangnya pengalaman DPMU dapat mengakibatkan penyalahgunaan dana. Konflik kepentingan. III. Mengumumkan kriteria kepada masyarakat dan mengadakan penilaian kinerja tahunan. Menggunakan pengawasan proyek dan supervisi untuk mengurangi risiko. verifikasi pembayaran. yang mencakup audit terhadap pengadaan dan hasil pelaksanaan (‘end-use check’. Kriteria seleksi dibuat berdasarkan prinsip meritokrasi bahwa hanya yang paling berkualitas yang akan direkrut.

Pembayaran Gaji Konsultan (TFM) Sedang III.8. Pengarsipan Sedang Meningkatkan penanganan keluhan dan sanksi atas keterlambatan pembayaran. Pelatihan Fasilitator & Konsultan Sedang III. Karena keterbatasan kemampuan. termasuk laporan kegiatan. keuangan. tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal Keterlambatan pembayaran gaji konsultan dapat memberikan dampak terhadap kinerja proyek seperti penyalahgunaan dana dan peningkatan harga (mark up). Membandingkan laporan harga di lokasi yang berbeda dan memberikan perhatian atas perbedaan yang diakibatkan masalah dalam akses dan ruang lingkup aktifitas. Pemilihan desa harus benar-benar berdasarkan data kemiskinan dan tingkat kebutuhan masyarakat atas air dan sanitasi Meningkatkan mekanisme oleh Bank Mekanisme monitoring dan evaluasi mencakup penilaian kualitas pelatihan III. termasuk penundaan pengujian kualitas ) sengaja tidak pembayaran dan penggantian personil bila disediakan untuk menutupi praktik korupsi.10. tiket. Pembayaran Tinggi III. dll. relevan. Hal ini berdasarkan kerangka acuan yang disetujui oleh Bank sebelum negosiasi. audit internal oleh Inspektorat Jenderal mensyaratkan adanya bantuan teknis. Pemilihan lokasi proyek (desa) Sedang Negosiasi mungkin dilaksanakan dalam pemilihan desa antara executing agency dan perwakilan dari kabupaten Dilaksanakan dengan tidak layak. sebuah pengkajian atas pengendalian internal terhadap implementing agency proyek dan pernyataan bahwa semua pencairan dana proyek dilakukan merupakan pengeluaran yang layak dibiayai.9. absensi. kontrak. data fisik dan keuangan. antara lain. diperlukan. laporan tentangpengarsipan pengadaan barang dan pelaksanaan. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 116 116 . Laporan/dokumen pendukung fiktif seperti Menyiapkan pedoman untuk mengawasi klaim biaya perjalanan dan pengeluaran untuk pengeluaran yang ditunjang oleh bukti-bukti yang workshop/ pelatihan.11.7. audit.PAMSIMAS III. tanda terima pembayaran. Hasil dari pengkajian ini akan di laporkan kepada Bank dan external auditor. Mekanisme penilaian kinerja konsultan oleh perusahaan dan harus dikaji dan disetujui oleh Bank Executing agency (dengan bantuan Bank) akan menyiapkan prosedur operasional untuk konsultan. pembukuan keuangan dan penanganan lanjut bila surat masuk dan keluar dan dokumen arsip tidak dipelihara. termasuk. Dokumen proyek (seperti pengadaan Menetapkan pedoman yang jelas barang.

Penyaluran dan penggunaan dana Tinggi IV.12. untuk penyaluran dan penggunaan dana Resiko ketidaklengkapan/ ketidaksesuaian Pedoman penyerahan dokumen lengkap yang dokumentasi keuangan menjadi persyaratan surat perintah membayar kepada KPN Depkeu akan tercantum dalam pedoman proyek.PAMSIMAS Pedoman penyebarluasan informasi mengenai kontrak-kontrak yang sudah diputuskan Membuat data proyek yang layak dan sistem pembukuan Resiko keterlambatan pelaksanaan proyek Menyederhanakan proses penyaluran dana. Hal ini merupakan langkah penting karena standar tindakan yang ditetapkan pemerintah perlu diperkuat untuk mengurangi resiko korupsi. Pencairan dana di tingkat desa dilakukan Executing agency harus menyiapkan prosedur tetap secara sekaligus. Membentuk tim yang berfungsi untuk memberikan pelatihan pembukuan dan manajemen proyek Peningkatan dalam penanganan keluhan. dan sanksi untuk mereka yang mencairkan dana tidak sesuai peraturan. Penggunaan dana harus tranparan – ditempelkan di papan pengumuman Pencairan dana di desa dilakukan berdasarkan kebutuhan di setiap tahap pelaksanaan. Keterbukaan Informasi IV. Diseminasi tujuan dan aturan proyek dan peraturanperaturan melalui pertemuan-pertemuan dan rapat kerja di tingkat Kabupaten 117 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . Rendah Informasi terbatas untuk Unit Pelaksana. Pemantauan oleh masyarakat. III. Proyek akan mempekerjakan tim independen sebagai auditor untuk memastikan bahwa pengeluaran bersifat wajar Staf keuangan dan manajemen dalam CPMU dan PPMU akan mengawasi dan mengaudit aspek keuangan.1 Terbatasnya diseminasi informasi yang terkait proyek. setelah FM dan TKM menyerahkan estimasi anggaran. Forum pertanggungjawaban desa akan dilaksanakan dan dihadiri oleh seluruh anggota masyarakat.

Penanganan Pengaduan V. terpencil dan kelompok wanita (dlsb. Termasuk di dalamnya menempelkan pengumuman dan deskripsi singkat mengenai hibah desa di ruang publik seperti balai desa.PAMSIMAS Pastikan bahwa kantor-kantor Pamsimas mengetahui peran dan tanggungjawabnya dan bagaimana masing-masing bertanggung-jawab terhadap agendanya Informasi dipegang oleh kelompok tertentu Setiap informasi terkait proyek harus disebarluaskan secara terbuka kepada masyarakat dan pihak-pihak lain untuk mengendalikan dan memantau kinerja dan dampak program Fasilitator harus memastikan bahwa desa-desa miskin. mesjid. dll.2 Diseminasi informasi Sedang V. Penanganan Pengaduan Sedang Keluhan tidak ditangani secara memadai Membangun mekanisme penanganan keluhan secara rinci. termasuk penelusuran keluhan dan pengukuran efektifitas penerapan sistem ini. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 118 118 .I.) memperoleh informasi yang diterima sebagaimana masyarakat lainnya Penguatan mekanisme penanganan pengaduan dan sanksi untuk mereka yang membatasi informasi IV.

dan dalam kasus prakualifikasi. Masing-masing dokumen tersebut akan disediakan sampai satu tahun setelah penyelesaian kontrak dimasukkan dalam pertanyaan untuk barang. dengan bea yang wajar untuk membayar biaya cetak dan pengiriman. Penguatan Keterbukaan Informasi di Pamsimas. termasuk informasi terbaru. ringkasan evaluasi semua lelang dan proposal untuk kontrak yang diajukan. Berikut adalah contoh bagaimana Pamsimas akan mengurangi risiko korupsi melalui penguatan keterbukaan informasi. Informasi dalam ringkasan tersebut akan dibatasi pada daftar peserta lelang. termasuk laporan audit yang disetujui) yang disiapkan sesuai dengan perjanjian pinjaman dan semua tanggapan resmi dari pemerintah terkait dengan laporan tersebut. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia dapat menyediakan kepada publik segera setelah menerima semua laporan akhir audit (keuangan atau selain itu. Tindakan lain terkait penyebarluasan dokumen Pamsimas kepada publik dijabarkan di dalam matriks berikut. Fotokopi kliping media akan dikirimkan ke CPMU untuk dibahas dan diarsip. dokumen terkait hanya akan disediakan setelah pemberitahuan pemberian kontrak kepada perusahaan pemenang. Apabila diminta. Dalam hal dokumen yang diminta adalah dokumen lelang dan permintaan proposal dari peserta lelang yang menunjukkan ketertarikan. laporan kajian mid-term dan aide memoire yang dipersiapkan untuk tujuan tersebut. semua dokumen lelang dan permintaan proposal yang dikeluarkan sesuai dengan persyaratan pengadaan dalam perjanjian pinjaman. Implementing Agency akan menetapkan mekanisme dalam hal apa media dan kelompok masyarakat madani dapat terlibat untuk mengawasi kemajuan proyek (lihat juga tentang Pengawasan oleh Masyarakat Madani. Dengan berkonsultasi kepada pihak Bank. di bawah). Membuka kepada semua peserta lelang dan semua pihak yang memasukkan proposal untuk kontrak tertentu. pekerjaan atau jasa.2. Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia untuk publik: • • menyediakan segera b c • • Semua rencana dan jadwal pengadaan tahunan. Apabila diminta semua daftar pendek konsultan. Penyebaran dokumen Pamsimas kepada publik antara lain: a Executing dan Implementing Agencies serta Bank Dunia menyediakan kepada publik segera setelah selesainya kajian mid-term proyek dilaksanakan sesuai dengan perjanjian pinjaman.PAMSIMAS 4. Mekanisme ini akan dirinci dalam Panduan Proyek dan mencakup kegiatan berbagi informasi dengan media. daftar-daftar supplier pra-kualifikasi. semua 119 Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas . segera setelah pemberitahuan penghargaan kontrak kepada pemenang lelang.

IFR akan dibuat tahunan dan akan ditempatkan dalam situs proyek. ringkas. termasuk nama penyedia/supplier/konsultan. Setelah diminta oleh perorangan atau perusahaan. segera setelah pemberian kontrak. jumlah peserta lelang/proposal.PAMSIMAS nilai lelang dan proposal keuangan yang dibacakan pada saat pembukaan penawaran lelang dan proposal keuangan. Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas 120 . termasuk masalah dan solusinya. penawaran dan proposal yang dinyatakan tidak-tanggap (bersama dengan alasan untuk penilaian itu). jenis dan status keluhan untuk setiap propinsi dan kabupaten. dalam bentuk standar akan disiapkan untuk memastikan adanya pelaporan kemajuan tahunan untuk lembaga non-pemerintah dan media tingkat nasional dan lokal. kemajuan pelaksanaan. Data dari laporan tersebut akan dipublikasikan setiap bulan dalam website oleh CPMU. Satu ringkasan informasi dan kemajuan proyek. Ringkasan tersebut akan disediakan kepada publik. nama pemenang lelang dan nilai kontrak. nilai kontrak. Panduan pengelolaan proyek Akses yang mudah kepada publik untuk mendapatkan versi Indonesia dari Rencana Anti Korupsi proyek. • • • • • Hampir semua dokumentasi di atas harus ditempatkan secara lengkap dalam situs proyek dan dalam bentuk cetakan (hardcopies). Informasi terpenting mengenai kontrak. dan rapat kerja dan lain-lain kegiatan terkait proyek akan dimuat dalam laporan tersebut. daftar semua kontrak yang diberikan dalam tiga bulan sebelum tanggal permintaan mengenai suatu proyek. metoda pengadaan yang diikuti dan tujuan dari kontrak. Format sederhana. segera setelah diminta. Beberapa dokumen akan diringkas agar memberikan akses yang lebih baik terhadap informasi utama. Mempublikasikan secara luas informasi penghargaan kontrak untuk semua kontrak. Konsolidasi Program Kerja Tahunan dan harus disetujui oleh Bank. Rincian lengkap tentang bagaimana masing-masing dokumen tersebut di atas akan disediakan oleh Executing and Implementing agencies akan dituangkan dalam panduan proyek. akan dimuat dalam IFR (Interin Un-Audited Financial Report) dan dipaparkan kepada forum masyarakat madani (misalnya LSM) dalam bentuk cetakan di tingkat pusat dan propinsi. Situs tersebut juga memuat data dasar mengenai jumlah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->