Makalah Gizi Buruk

Posted on December 23, 2012by dirgaultra

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digestif, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Tanpa adanya gizi yang adekuat, maka kualitas hidup tidak akan optimal dan tentunya akan mempenagruhi proses tumbuh kembang. 1.2 Tujuan Tujuan umum dibuatnya makalah ini adalah mengetahuinya gangguan gizi pada anak. Sedangkan tujuan khusus dari pembuatan makalah ini meliputi : 1. Mengetahui patofisologi dari gangguan gizi. 2. Mengetahui manifestasi klinis dari tiap malnutrisi. 3. Menegtahui masalah yang dialami anak dan penatalaksanaan malnutrisi. 4. Mengetahui dampak malnutrisi. 5. Mengetahui proses tumbuh kembang anak usia sekolah terkait masalah. 6. Menerapkan proses keperawatan dari malnutrisi. 7. Mengetahui promotif dan prefentif dari malnutrisi. 1.3 Batasan Masalah Padamakalah ini penyusun memberikan batasan masalah yaitu hal-hal yang akan dibahas dalam makalah ini terkait dengan gangguan gizi pada anak (malnutrisi atau underweight). Adapun malnutrisi yang akan dibahas disini adalah marasmus dan kwashiorkor beseta dampaknya.

BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengertian Gizi Buruk Malnutrisi (gizi buruk) adalah suatu istilah umum yang merujuk pada kondisi medis yang disebabkan oleh diet yang tak tepat atau tak cukup. Walaupun seringkali disamakan dengan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan besar nutrisi atau gizi, istilah ini sebenarnya juga mencakup kelebihan gizi (overnutrition) yang disebabkan oleh makan berlebihan atau masuknya nutrien spesifik secara berlebihan ke dalam tubuh. Seorang akan mengalami malnutrisi jika tidak mengkonsumsi jumlah atau kualitas nutrien yang mencukupi untuk diet sehat selama suatu jangka waktu yang cukup lama. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi. Tanda-tanda dari banyak kasus malnutrisi yaitu ketika cadanagn nutrisi dihabiskan dan nutrisi serta energi yang masuk tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau tidak memenuhi tanbahan metabolic yang meningkat. Defisiensi gizi dapat terjadi pada anak yang kurang mendapatkan masukan makanan dalam waktu lama. Istilah dan klasifikasi gangguan kekurangan gizi amat bervariasi dan masih merupakan masalah yang pelik. Walaupun demikian, secara klinis digunakan istilah malnutrisi energi dan protein (MEP) sebagai nama umum. Penentuan jenis MEP yang tepat harus dilakukan dengan pengukuran antropometri yang lengkap (tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan tebal lipatan kulit), dibantu dengan pemeriksaan laboratorium Gizi buruk adalah keadaan kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu lama. Itu ditandai dengan status gizi sangat kurus (menurut BB terhadap TB) dan atau hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala marasmus, kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor.

Tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua yang rendah C. batukpilek 7. 4. Kemiskinan keluarga B. Balita menderita sakit dalam waktu lama.campak. TBC. 3. Sanitasi lingkungan yang buruk D. 2.2 Penyebab Gizi Buruk 1. Balita tidakmendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada umur 6 bulan atau lebih 4. Setelah umur 6 bulan balita jarang disusui 6. Balita tidak mendapat makanan pendanping ASI (MP-ASI) pada umur 6 bulan atau lebih 2. Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Selain itu ada beberapa penyebab dari gizi buruk seperti : 1. MP-ASI kurang dan tidak bergizi 5. 2.seperti diare.2. Balita tidakmendapat ASI ekslusif (ASI saja) atau sudah mendapat makanan selain ASI sebelum umur 6 bulan 3.3 Klasifikasi Gizi Buruk Untuk kepentingan praktis di klinik maupun di lapangan klasifikasi MEP ditetapkan dengan patokan perbandingan berat badan terhadap umur anak sebagai berikut: 1. Penyebab tidak langsung A. Penyebab langsung Penyakit infeksi 1. Berat badan 60-80% standar tanpa edema : gizi kurang (MEP ringan) Berat badan 60-80% standar dengan edema : kwashiorkor (MEP berat) Berat badan <60% : marasmus (MEP berat) Berat badan <60% : marasmik kwashiorkor (MEP berat) Gizi Baik(%) Gizi Kurang(%) Gizi Buruk(%) Keterangan BB/U 80-100 60-80 <60 TB/U 95-100 85-95 <85 BB/TB 90-100 70-90 <70 . Kebersihan diri kurang dan lingkungan kotor.

Abdomen dapat kembung dan datar. 1998:649). Marasmus biasa menyerang siapa saja atau bias menyerang semua usia. serta wajah seperti orang tua. tinja berisi mucus dan sedikit. (Arisman.4 Tipe Gizi Buruk 1. Etiologi Penyebab utama marasmus adalah kurang kalori protein yang dapat terjadi karena : diet yang tidak cukup. 1. 1. dengan buang air besar sering. tekanan darah dan frekuensi napas menurun. Dalam keadaan kekurangan makanan. protein. Biasanya terjadi konstipasi. Suhu biasanya normal. Tanda dan Gejala Pada mulanya ada kegagalan menaikkan berat badan. Marasmus Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kulit dan otot. nadi mungkin melambat.dengan kehilangan turgor pada kulit sehingga menjadi berkerut dan longgar karena lemak subkutan hilang dari bantalan pipi. Mempunyai Individu dengan marasmus mempunyai penampilan yang sangat kurus dengan tubuh yang kecil dan tidak terlihatnya lemak. kebiasaan makan yang tidak tepat atau karena kelainan metabolik dan malformasi kongenital. tetapi dapat muncul apa yang disebut diare tipe kelaparan. disertai dengan kehilangan berat badan sampai berakibat kurus. tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. muka bayi dapat tetap tampak relatif normal selama beberaba waktu sebelum menjadi menyusut dan berkeriput. protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk .(Dorland. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat. Terjadi atropi otot dengan akibat hipotoni.LLA/U 85-100 70-85 <70 LLA/TB 85-100 75-85 <75 2. 2004:92). Patofisiologi Kurang kalori protein akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori. 1. kemudian lesu dan nafsu makan hilang. atau keduanya tidak tercukupi oleh diet.

yaitu BB (dalam kilogram) dibagi dengan TB (dalam meter) ü Mengukur ketebalan lipatan kulit dilengan atas sebelah belakang (lipatan trisep) ditarik menjauhi lengan. Walaupun sebab utama penyakit ini adalah defisiensi protein. Lemak dibawah kulit banyaknya adalah 50% dari lemak tubuh. Hb. transferin. Kwashiorkor Kwashiorkor ialah suatu keadaan kekurangan gizi ( protein ) yang merupakan sindrom klinis yang diakibatkan defisiensi protein berat dan kalori yang tidak adekuat. Selama puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak.25 cm pada laki-laki dan sekitar 2. ü Status gizi juga dapat diperoleh dengan mengukur LILA untuk memperkirakan jumlah otot rangka dalam tubuh (lean body massa. biasanya dangan menggunakan jangka lengkung (kaliper). Lipatan lemak normal sekitar 1. Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi seteah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh. kreatinin. sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan ginjal. sehingga lapisan lemak dibawah kulitnya dapat diukur.  Pemeriksaan laboratorium : albumin. massa tubuh yang tidak berlemak). Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit. Ht. tetapi karena bahan makanan yang dimakan kurang mengandung nutrisi lainnya ditambah . nitrogen. Pemeriksaan Penunjang  Pemeriksaan Fisik ü Mengukur TB dan BB ü Menghitung indeks massa tubuh. gliserol dan keton bodies. 1. elektrolit. 1.mempertahankan kehidupan.5 cm pada wanita. karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar.

halus jarang dan berubah warna Hilangnay massa otot Dermatitis dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi Kulit kering dengan menunjukan garis – garis kulit yang mendalam dan lebar. infeksi menahun. terjadi persisikan dan hiperpigmentasi . Perlemakan hati terjadi karena gangguan pembentukan beta. Karena kekurangan protein dalam diet. 1. sehingga transport lemak dari hati terganggu. 1. Kelainan yang mencolok adalah gangguan metabolik dan perubahan sel yang menyebabkan edema dan perlemakan hati. yang kemudian berakibat timbulnya edema. maka akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara. karena persediaan energi dapat dipenuhi oleh jumlah kalori dalam dietnya. Etiologi Selain oleh pengaruh negatif faktor sosial ekonomi. 1. tampak kusam kering. budaya yang berperan terhadap kejadian malnutrisi umumnya. luka bakar dan penyakit hati. Makin berkurangnya asam amino dalam serum ini akan menyebabkan kurangnya produksi albumin oleh hepar.  Gejala gastrointestinal seperti anoreksia dan diare     Rambut mudah dicabut.  Pada sebagian penderita terdapat edema baik ringan dan berat. keseimbangan nitrogen yang negatif dapat pula disebabkan oleh diare kronik. malabsorpsi protein. dengan akibat adanya penimbunan lemak dalam hati. Bila diet cukup mengandung karbohidrat. maka produksi insulin akan meningkat dan sebagian asam amino dalam serum yang jumlahnya sudah kurang tersebut akan disalurkan kejaringan otot. BB dan TB kurang dibandingkan dengan yang sehat. Patofisiologi Pada defisiensi protein murni tidak terjadi katabolisme jaringan yang sangat berlebihan. hilangnya protein melalui air kemih ( sindrom nefrotik ). akan terjadi kekurangan berbagai asam amino esensial dalam serum yang diperlukan untuk sintesis dan metabolisme.lipoprotein. Gejala Kwashiorkor  Pertumbuhan terganggu.dengan konsumsi setempat yang berlainan.

glukosa iv/ glukosa 10% dengan sonde 1. dekatkan pemanas atau lampu /tempatkan anak pada dada/perut telanjang ibu à selimuti.  Anemia ringan selalu ditemukan pada penderita.5 Penatalaksanaan (kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi) 1.6 mg/kgBB iv/im sekali sehari (7 hari) 1. Hipoglikemia (gula darah < 54 mg/dL) Terapi: sukrosa/ glukosa 10% 50 ml per oral/ sonde lambung Berikan makan tiap 2 jam. Nutrisi ü Energi 80-100 kkal/kg/hr. dibagi 2 dosis) selama 5 hari ü Infeksi nyata: ampisilin iv 100 mg/kgBB/hr. Fase inisial (resusitasi) A. kolestrol dan glukosa dalam serum.  Kelainan kimia darah yang selalu ditemukan ialah kadar albumin serum yang rendah. hati yang teraba umumya kenyal. bahkan dapat meningkat. F75 /2 jam/24 jam . Antibiotik ü Infeksi tidak nyata: kotrimoksazol (4 mg/kg/hr trimetropim dan 20 mg/kg/hr sulfametoksazol.Gangguan imunitas seluler khususnya jumlah populasi sel T merupakan kelainan imunologik yang paling sering dijumpai pada malnutrisi berat. 1 hari pertama . 1. Dehidrasi Dehidrasi R-S. tanda dan gejalanya merupakan gabungan dari marasmus dan kwashiorkor. permukaannya licin dan tajam. min. disamping kadar globulin yang normal atau sedikit meninggi. 1. cairan 130 ml/kgBB/hr. 1. lanjut per oral (ampisilin/amoksilin). Kurang kalori dan protein ( marasmus – kwashiorkor ) Etiologi. Jika tidak sadar. dibagi 4 dosis (2 hr). 2. Terjadi pembesaran hati. Meskipun kadar IgA sekretori merendah.5°C rektal) Terapi: beri makan segera. CRO 70-100 ml/kg BB diberikan dlm 8-12 jam 1. Pemeriksaan Labolaturium Hampir semua kasus kwashiorkor memperlihatkan penurunan kadar albumin. Kemudian pada umumnya kadar imunoglobulin serum normal. Hipotermia (S < 35°C aksila / <35. selimuti termasuk kepala. dan gentamisin 7.

1. Fase Transisi Peralihan ke energi lebih tinggi sampai 150 kkal/kgBB/hr berupa F100 secara bertahap Energi 0. 2 ml IM 10 hari ü ZnSO4 2-4 mg/kgBB/hr 2 minggu ü Tembaga (Cuprum): 0.75 kkal/ml 1kkal/ml 25        80 Susu bubuk tanpa lemak Gula Tepung sereal Minyak sayur Campuran mineral Campuran vitamin Air 70 35 50 - .25 ml/kgBB/hr maks. diare kronik. PJB.3 mg/kgBB/hr 2 minggu 1. A hr 1 &2 200.000SI/oral atau 100.ooo SI/IM diulang dosis yang sama hari ke-14 ü Asam folat 5 mg hr I. selanjutnya 1 mg/hr 2 minggu ü MgSO4 40% 0. Pengobatan penyakit lain: TB.ü Vitamin-mineral: vit.

sekolah Latensi Industry vs inferioriti . Atasi penyebab (infeksi. 3x/hr C. Diet tinggi kalori 150-220 kkal/kgBB/hr B. Fase Rehabilitasi A. moral.6 Tumbuh Kembang Table 1. miskin) D.27 20 60 20 140 140 + sampai vol total 1000 ml + sampai vol total 1000 ml 1. Tahap psikoeksu al (Erikcson ) Tahap kognitif (piaget) Tahap / usia Radius hubungan bermakna (sullivan) Tahap psikoseks ual (Freud) Tahap penilaian moral (Kohlberg) Tingkat konvensional Masa anakanak (sekolah) 6-12 tahun Operasi konkrit (berfikir induktif dan mulai logis) (4-7 tahun) Orientasi Orientasi anak laki-laki yang baik. Pendidikan gizi dan kesehatan 2. Suplemen zat besi (FeSO4) 10 mg.kgBB/x. dan kognitif.1 perkembangan kepribadian. perempuan manis Tetangga.

menarik diri dari sekolah dan teman sebaya. 1. merasa cukup. dengan karakteristik sebagai berikut :  Indikator positif : mulai kreatif. Membangun rasa      bersaing dan ketekunan.  Penggunaan koping dan mekanisme pertahanan diri muncul pada waktu ini  Konflik yang tidak diatasi pada masa ini dapat menyebabkan obsesif dan kurang motivasi diri. Teori kognitif Piaget fase konkret operasional (7-11 tahun). dengan karakteristik sebagai berikut :  Memecahkan masalah konkret  Mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya ukuran. ketidaksuksesan dalam perkembangan ketrampilan fisik dan mencari teman. Teori psikososial Sigmund Freud Usia sekolah merupakan tahap latensi (6-12 tahun / masa sekolah). manipulasi. Perasaaan inferior—ketidaksuksesan di sekolah. Teori Erikson Industri vs inferior (industry vs inferiority) — usia sekolah (6-12 tahun).  Anak mungkin terikat dalam aktivitas erogenus (perasaan erotik) dengan teman sebaya yang sama jenis kelaminnya. 1. dimana kegiatan sexual tidak muncul (tidur). dengan karakteristik sebagai berikut :   Energi digunakan untuk aktivitas fisik dan intelektual Ini adalah periode tenang. Indikator negatif : hilang harapan. Anak mendapatkan pengenalan melalui demonstrasi ketrampilan dan produksi benda-benda serta mengembangkan harga diri melalui pencapaian Anak dipengaruhi oleh guru dan sekolah. Pengelompokkan tumbuh kembang berdasarkan teori tumbuh kembang 1. mengerti kanan dan kiri . Perasaan inferior — terjadi pada saat orang dewasa memandang usaha anak untuk belajar bagaimana sesuatu bekerja melalui menipulasi adalah sesuatu yang bodoh atau merupakan masalah. berkembang.hokum dan perintah 1.

Di sini terdapat berkembangnya norma etis (kata hati) untuk menentukan perbuatan moral dengan prinsip universal. Perkembangan fisik. perbuatannya harus diterima oleh masyarakat.  Usia sekolah (6-12 tahun) Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. 3. 1. Teori Moral Kohlberg Selanjutnya manusia juga harus mengalami perkembangan moral dengan baik. Tahap orientasi terhadap perjanjian antara dirinya dengan lingkungan sosial. 2. tapi tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat berpikir mengenai masalah ke depan. 4. Agar menjadi anak yang baik. Tingkat II (Konvensional) – pada tingkat ini ada 2 (dua) tahap: 1. Seorang pakar bernama Lawrence Kohlberg mengemukakan teorinya tentang pemkembangan moral ini dengan menyatakan bahwa pada umumnya manusia mengalami tiga tingkat perkembangan moral. Tingkat III (Post Konvensional) – pada tingkat ini juga ada 2 (dua) tahap: 3. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi. Ia berbuat baik agar diperlakukan dengan baik. sebagai berikut: 2. Di sini seseorang menyadari kewajibannya untuk ikut melaksanakan norma-norma yang ada dan mempertahankan pentingnya ada norma-norma. Di sini terhadap perjanjian antara diri seseorang dengan lingkungan sosialnya. kognitif dan sosial meningkat. Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu. Tahao orientasi mengenai anak yang baik. Anak usia 6-7 tahun : ü Membaca seperti mesin  ü Mengulangi tiga angka mengurut ke belakang ü Membaca waktu untuk seperempat jam ü Anak wanita bermain dengan wanita ü Anak laki-laki bermain dengan laki-laki ü Cemas terhadap kegagalan . Tahap prinsip universal. Tahap mempertahankan norma-norma sosial dan otoritas.

7 Akibat Gizi Buruk 1.ü Kadang malu atau sedih ü Peningkatan minat pada bidang spiritual Kebutuhan nutrisi terkait tumbuh kembang anak usia sekolah ü Kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85kkal/kg BB. Menyebabkan kematian bila tidak segera ditanggulanginoleh tenaga kesehatan  2.8 Komplikasi Gizi Buruk 1. Kurang cerdas 3. Sering sakit infeksi seperti batuk.diare. Genting bocor Dinding berlubang Tidur dekat pintu Selimut dan topi kurang rapat .pilek.TBC. Tidak/kurang/jarang diberi makan 2.  ü Karakteristik : Anak dapat mengatur pola makn sendiri Adanya pengaruh teman atau jajanan Kebiasaan menyukai satu makannan berangsur-angsur hilang Pengaruh aktivitas bermain dapat menyebabkan keinginnanya lebih besar pada aktivitas bermain daripada makan Pemenuhan nutrisi berdasarkan tumbuh kembang anak usia sekolah (6-12 tahun) 2. 2. Hipotermi Penyebab : 1. 2. 4.dan lain-lain. Menderita Infeksi Paparan angin : 1. 3. Berat dan tinggi badan pada umur dewasa lebih rendah dari normal 4.

Penyakit Infeksi Gejala : 1. Jangan gunakan botol panas. sereal dan singkong B. gandum.Menempel benda yang dingin: 1. Lemah 3. bocor dinding . Tidur dekat jendela C. kentang. Popok basah tidak segera diganti(ngompol. pasta. Infeksi 5. Atap . Penurunan kesadaran 4. tahu.9 Tindakan untuk Mencegah Hipoglikemi dan Hipotermi 1. Tubuh anak dihangati i.kerang. Gunakan cara kanguru ii. jagung. ayam telur. berlubang B. cumi. Gunakan selimut. Suhu kamar hangat A. Mandi terlalu lama 3. Obati Infeksi 2. udang . Jangan mandi terlalu lama (<5> iv. Syok 2.Diare) Hipoglikemi Penyebab : 1. Sering diberi makan ( makan yang benar ) vi. Diare dan Dehidrasi 6. Sumber protein Hewan : daging yang gemuk. bubur roti. Tidak dapat/kurang/jarang dapat makan 2. dan sumber laut lainnya Nabati : tempe.Inkubator v. Tidur dilantai 2. Bahan makanan yang dianjurkan A.topi & kaos kaki iii. oncom dan kacang-kacangan   . ikan. Semua sumber hidrat arang : bubur nasi tim. Jangan gunakan kipas angina D. Hipotemi (<35c) 2.10 Diet untuk Anak dengan Berat Badan Kurang 1.

Konsultasi kepada dokter untuk diperiksa kondisi kesehatannya serta mendapatkan suplemen multi vitamin dan mineral bila diperlukan. melon. 4. 3. kacang. sawi. jambu air. formula ikan terutama pada anak yang menderita diare F. karena lemak menyebabkan anak cepat kenyang sehingga susah untuk makan makanan utama Minuman yang dingin seperti es dan makanan / minuman yang manis seperti sirop. Susu penuh full cream . Minuman yang mengandung alcohol atau soda seperti : brem. wortel. 5. keju. Untuk balita dapat diberikan makanan formula seperti formula tempe . Misalnya sambil diajak bermain. belimbing.kembang kol. Bahan makanan yang dihindari : 8. Golongan Umur ( tahun ) Kecukupan Energi Laki-laki ( kkal/kg BB ) Kecukupan Energi Perempuan ( kkal/kg BB ) 0-1 110-120 110-120 . Semua jenis sayuran : yang berwarna hijau dan merah sebagai sumber vitamin A 2. Makanlah cukup sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin dan mineral E. coklat. bayam. konsistensi makanan diberikan secara bertahap. Untuk anak dibawah 1 tahun . soft drink. Makanan jajanan yang tidak bersih karena akan menyebabkan sakit perut 9.1. Diperlukan kesabaran untuk membujuk anak agar mau makan. disamping itu makanan yang manis menyebabkan gigi cepat rusak sehingga anak menjadi susah makan/ sakit kalau makan dan anak cepat kenyang. kripik. permen. daun katuk. dan Fe seperti kangkung. selada Buah-buahan atau sari buah sumber vitamin A dan vitamin C seperti . anak tidak boleh dipaksa C. salak. Table kecukupan energi sehari untuk bayi dan anak menurut umur. semangka. 7. papaya. Makan dalam porsi yang kecil tapi sering dan bervariasi agar menarik minat anak untuk makan B. mayones Bahan makanan yang dibuat : Makanan yang digoreng seperti kerupuk. yoghurt. karena akan menyebabkan anak cepat kenyang dan tidak mau makan makanan utama 10. dimulai dari anak umur 6 bulan D. 6. susu kacang. apel. dodol. jeruk. Cara mengatur diet A.

11 Proses Keperawatan 1. Riwayat Keluhan Utama . Susu 2. Riwayat Keperawatan A.1-3 4-6 6-9 10-14 14-18 100 90 80-90 50-70 40-50 100 90 60-80 40-55 40 Table Contoh menu sehari-hari Pagi Siang Malam Nasi Nasi Nasi goreng Telur dadar Ketimun + tomat Susu Ayam goreng Tempe bacem Sayur bening bayam Jeruk manis Empal daging Tahu pepes Sup sayuran Pisang susu Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 21.00 Bubur kacang hijau Puding coklat Biscuit.

1. ronchi. Fokus pengkajian pada anak dengan Marasmus-Kwashiorkor adalah pengukuran antropometri (berat badan. Riwayat Kesehatan Keluarga Meliputi pengkajian pengkajian komposisi keluarga. bising usus dapat meningkat bila terjadi diare. baik. tinggi badan. tanda-tanda vital. Tanda dan gejala yang mungkin didapatkan adalah:   Penurunan ukuran antropometri Perubahan rambut (defigmentasi. retraksi otot intercostal) Perut tampak buncit. lingkungan rumah dan komunitas.    . kultur dan kepercayaan. Pengkajian secara umum dilakukan dengan metode head to too yang meliputi: keadaan umum dan status kesadaran. kering. psikososial. sering diare dan keluhan lain yang menunjukkan terjadinya gangguan kekurangan gizi. interaksi dan lain-lain. imunisasi. pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga. bengkak pada tungkai. Riwayat Keperawatan Sekarang Meliputi pengkajian riwayat prenatal. area kepala dan wajah. fungsi dan hubungan angota keluarga. fungsi dan hubungan angota keluarga. dada. hospitalisasi dan pembedahan yang pernah dialami. persepsi keluarga tentang penyakit klien dan lain-lain. kultur dan kepercayaan. tumbuh-kembang. Pengkajian Fisik Meliputi pengkajian pengkajian komposisi keluarga. pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga. pola kebiasaan. ekstremitas dan genito-urinaria. perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan. lingkungan rumah dan komunitas. hati teraba membesar. edema palpebra Tanda-tanda gangguan sistem pernapasan (batuk. buruk). lingkaran lengan atas dan tebal lipatan kulit). jarang dan mudah dicabut) Gambaran wajah seperti orang tua (kehilangan lemak pipi). kurang. sesak.Pada umumnya anak masuk rumah sakit dengan keluhan gangguan pertumbuhan (berat badan semakin lama semakin turun). alergi. kusam. 1. natal dan post natal. halus. Data fokus yang perlu dikaji dalam hal ini adalah riwayat pemenuhan kebutuhan nutrisi anak (riwayat kekurangan protein dan kalori dalam waktu relatif lama). psikoseksual. abdomen. status gizi (lebih. persepsi keluarga tentang penyakit klien dan lain-lain. perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan. 1.

S2. lulut. ruas jari kaki.  Berapa besarnya dan apakah ada nyeri tekan ü pada marasmus usus terasa dengan jelas ü limpa : apakah terjadi pembesaran limpa . kering dan mudah dicabut ü Mata cekung dan pucat ü Pada marasmus terlihat pergerakan usus ü Auskultasi ü dengar denyut jantung apakah terdengar bunyi S1. hiperpigmentasi. kenyal. S3 serta S4 ü bagaimana dengan tekanan darahnya ü dengarkan juga bunyi peristaltik usus ü bunyi paru – paru terutama weezing dan ronchi Perkusi ü perut apakah terdengar adanya shitting duilnees  ü bagaimana bunyinya pada waktu melakukan perkusi Palpasi ü hati : bagaimana konsistensinya. bersisik dan adanya crazy pavement dermatosis terutama pada bagian tubuh yang sering tertekan (bokong. ada edema pada muka atau kaki ü Lihat warna rambut. fosa popliteal.  Inspeksi ü Lihat keadaan klien apakah kurus.  Edema tungkai Kulit kering. licin dan tajam pada permukaannya. paha dan lipat paha).

ü tungkai : apakah ada pembesaran pada tungkai 1. tulang 2.  Pemeriksaan Labolatorium Biokimia : ü Hb anemia ü kadar albumin yang rendah ü kadar globulin kadang – kadang rendah dan tinggi ü kadar asam amino biasanya kurang dari satu Biopsi : ditemukan perlemakan pada hati. dan terjadinya nekrosis dan infiltrasi Autopsi : hampir semua organ tubuh mengalami degenerasi seperti jantung. keluarga klien dapat mendemonstrasikan pemberian diet (per sonde/per oral) sesuai program dietetic  Intervensi . kerusakan hati dan gangguan absorbsi. anemia selalu ditemukan terutama jenis normositik normokrom karenaadanya gangguan sistem eritropoesis akibat hipoplasia kronis sum-sum tulang di samping karena asupan zat besi yang kurang dalam makanan. susunan menu dan pengolahan makanan sehat seimbang. Selain itu dapat ditemukan kadar albumin serum yang menurun. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan yang tidak adekuat  Tujuan : Klien akan menunjukkan peningkatan status gizi. Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan laboratorium. kebutuhan nutrisi pemulihan. Pemeriksaan radiologis juga perlu dilakukan untuk menemukan adanya kelainan pada paru. 2.12 Rencana Asuhan Keperawatan 1. Keluarga klien dapat menjelaskan penyebab gangguan nutrisi yang dialami klien. Dengan bantuan perawat.  Kriteria Hasil : 1.

beri kesempatan keluarga untuk melakukannya sendiri. 1.1. mempertegas peran keluarga dalam upaya pemulihan status nutrisi klien. Rasional : Roborans meningkatkan nafsu makan. 1. Rasional : . 1. proses absorbsi dan memenuhi defisit yang menyertai keadaan malnutrisi. Kolaborasi dengan dokter untuk pemasangan NGT. Tunjukkan cara pemberian makanan per sonde. ukur lingkar lengan atas dan tebal lipatan kulit setiap pagi. 1. Timbang berat badan. Laksanakan pemberian roborans sesuai program terapi. Rasional : Meningkatkan pemahaman keluarga tentang penyebab dan kebutuhan nutrisi untuk pemulihan klien sehingga dapat meneruskan upaya terapi dietetik yang telah diberikan selama hospitalisasi. Rasional : Menu dan kalori dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan nutrisi anak. 1. Kolaborasi dengan ahli gizi menyusun menu dan kalori. tunjukkan contoh jenis sumber makanan ekonomis sesuai status sosial ekonomi klien. Rasional : Meningkatkan partisipasi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi klien. Rasional : Menilai perkembangan masalah klien. Jelaskan kepada keluarga tentang penyebab malnutrisi. kebutuhan nutrisi pemulihan. susunan menu dan pengolahan makanan sehat seimbang.

Rasional : Stimulasi diperlukan untuk mengejar keterlambatan perkembangan anak dalam aspek motorik.  Tujuan: Klien akan mencapai pertumbuhan dan perkembangan sesuai standar usia.NGT dapat membantu pemenuhan nutrisi anak walaupun keadaannya tidak memungkinkan untuk makan lewat oral. Lakukan stimulasi tingkat perkembangan sesuai dengan usia klien. Rasional : Menilai perkembangan masalah klien. 1.  Kriteria : Pertumbuhan fisik (ukuran antropometrik) sesuai standar usia. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan asupan kalori dan protein yang tidak adekuat. Rasional : Diet khusus untuk pemulihan malnutrisi diprogramkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan anak dan kemampuan toleransi sistem pencernaan. 1. 1. bahasa dan personal/sosial. Ajarkan kepada orang tua tentang standar pertumbuhan fisik dan tugas-tugas perkembangan sesuai usia anak. Lakukan pemberian makanan/ minuman sesuai program terapi diet pemulihan. Rasional : Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak. 1. Lakukan pengukuran antropo-metrik secara berkala.  Intervensi 1. Lakukan rujukan ke lembaga pendukung stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (Puskesmas / Posyandu) Rasional : . 1.

Mempertahankan kesinambungan program stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan memberdayakan sistem pendukung yang ada.d kurang informasi tentang kondisi. Anjurkan pada keluarga tentang pentingnya merubah posisi sesering mungkin. Tentukan tingkat pengetahuan dan kesiapan untuk belajar Rasional : Agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif . Rasional : Untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien 1. Dapat mengulangi isi penyuluhan 3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan nutrisi. Kurang pengetahuan b. 1. Kulit kembali halus. kenyal dan utuh  Intervensi 1. Gatal hilang / berkurang 2. Rasional : Untuk mencegah terjadinya infeksi dekubitus 1. dehidrasi  Tujuan: Integritas kulit kembali normal  Kriteria hasil 1. Kolaborasi dengan dokter untuk pengobatan lebih lanjut. prognosi dan kebutuhan nutrisi  Tujuan: Pengetahuan keluarga bertambah  Kriteria hasil 1. Mampu menerapkan isi penyuluhan di rumah sakit dan nanti sampai di rumah  Intervensi 1. Keluarga mengerti dan memahami isi penyuluhan 2. Anjurkan keluarga lebih sering mengganti pakaian anak bila basah atau kotor dan kulit anak tetap kering Rasional : Agar kulit anak tetap terjaga kebersihannya dan mencegah terjadinya infeksi pada kulit 1.

1. 2001). Bila ada yang belum tercapai maka dilakukan pengkajian ulang. Jelaskan tentang nama penyakit anak. Anjurkan keluarga untuk membawa anak kontrol di poli gizi setelah pulang dari rumah sakit. Rasional : Membantu memulihkan kondisi anak 1. kemudian disusun rencana. Adapun hasil evaluasi yang diharapkan pada askep gizi buruk adalah : . Evaluasi merupakan pengukuran keberhasilan sejauhmana tujuan tersebut tercapai. Rasional : Dapat membantu mempertahankan status gizi anak dengan pengetahuan yang ada. dan pengobatan yang dilakukan. Beri kesempatan keluarga untuk mengulangi isi penyuluhan. 2. Jelaskan tentang pengertian nutrisi dan pentingnya pola makan yang betul untuk anak sesuai umurnya. kemudian dilaksanakan dalam implementasi keperawatan lalau dievaluasi. Rasional : Mengetahui sampai dimana pemahaman keluarga setelah diberi penyuluhan 1. akibat yang ditimbulkan. Rasional : Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua tentang penyakit anak.14 Evaluasi Evaluasi adalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan (Brooker.13 Implementasi Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan yang telah direncanakan sebelumnya 2. dan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin terutama banyak mengandung protein. 1. penyebab penyakit. bila dalam evaluasi belum teratasi maka dilakukan langkah awal lagi dan seterusnya sampai tujuan tercapai.

1. . Tidak ada gangguan integritas kulit 4. Pemenuhan kebutuhan nutrisi klien terpenuhi dengan baik dan berat badan klien berada dalam batas normal 2. Keluarga dapat benar – benar mengetahui tentang penyakit si anak secara etiologi dan terapi – terapinya. Klien dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan sesuai standar usia.Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful