Program Kesehatan Tidak Tercapai NAMA NIM EMAIL : AHMED HAYKAL HILMAN : 10.2008.160 : airmatrix2003@yahoo.

com

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

SKENARIO

Dokter T sudah bertugas di puskesmas A sekitar 6 bulan. Ia mengadakan lokakarya mini puskesmas dan mendapatkan bahwa beberapa cakupan program seperti imunisasi dasar, ANC dan DHF belum mencapai hasil yhang diharapkan. Ia mempunyai 1 orang dokter gigi, 3 orang perawat, 1 orang sanitarian dan 3 orang administrator. Wilayah kerjanya mencakup 1 kecamatan dengan populasi 29500 jiwa. Sebagian besar transportasi dilakukan dengan motor, perahu dan berjalan kaki. Tingkat pendidikan masyarakat sebagian besar lulus SD dan buta huruf.

1

Teknik Skoring dan Teknik Non Skoring. Metode yang dapat digunakan dalam menetapkan urutan prioritas masalah.1. sebagai berikut : 2 . 1994:151). apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik. Adapun langkah-langkah Problem Solving adalah :  Mengidetifikasi masalah secara tepat Secara konsep. untuk itu digunakan beberapa metode. sehingga dapat dituliskan M = T – A.  Solusi masalah secara efektif dan efisien.2 Menetapkan Prioritas Masalah yang telah diidentifikasi perlu ditentukan menurut urutan atau prioritas masalah.  Menentukan sumber dan akar masalah Suatu solusi masalah yang efektif. suatu masalah (M) didefinisikan sebagai kesenjangan atau gap antara kinerja aktual (A) dan target (T) yang diharapkan.ISI Problem Solving Problem solving adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat. Berdasarkan konsep tersebut maka kita harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja aktual kita sekarang dan kapan waktu pencapain target kinerja itu. kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan masalah-masalah tersebut. pada umumnya dibagi atas.

Teknik Non Skoring Teknik non skoring dapat digunakan apabila tidak tersedia data kuantitatif yang lengkap dan cukup. Kelompok kriteria A = besarnya masalah 2.   Metode Delphi : Penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Teknik Skoring Teknik scoring dapat digunakan apabila tersedia data kuantitatif atau data yang dapat terukur dan dapat dinyatakan dalam angka. merumuskan dan menetapkan kriteria.1. Yang termasuk teknik scoring dalam penetuan prioritas masalah. Metode Delbecq: Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang tidak sama keahliannya. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah 3 . Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta. yang cukup dan lengkap. 2. Dalam metode Hanlon dibagi 4 kelompok kriteria : 1. Teknik non scoring yang sering digunakan adalah Metode delphi dan Metode Delbecq. Sumber informasi yangdipergunakan dapat berasal dari :     Pengetahuan dan pengalaman individual para anggota Saran dan pendapat nara sumber Peraturan pemerintah yang relevan Hasil rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan. yakni:  Metode Hanlon : Proses penetuan kriteria diawali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan. atau dengan kata lain data yang tersedia adalah data kualitatif atau semi kualitatif.

Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan Puskesmas yang efektif dan efisien. Obat. Kelompok kriteria D = PEARL faktor. Kelompok kriteria C = kemudahan penanggulangan masalah 4. Maka secara umum. Perbaikan mutu Material : Sarana Prasarana.10 4 . Alat Kesehatan3. dimana : P = Kesesuaian E = Secara ekonomi murah A = dapat diterima R = Tersedianya sumber L = Legalitas terjamin1.3. Manajemen Puskesman terdiri dari :  Manajemen Operasional     Planning Organizing Actuating Controlling  Manajemen Sumber Daya     Man Money Method : Arsip.2 Manajemen Puskesmas Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.

pengorganisasian berupa penggalangan kerjasama tim secara lintas sektoral. atau upaya inovasi yang dikembangkan sendiri. Ada dua macam pengorganisasian yang harus dilakukan. pengorganisasian berupa penentuan para penanggungjawab dan para pelaksana untuk setiap kegiatan serta untuk setiap satuan wilayah kerja dan seluruh wilayah kerja kepada seluruh petugas puskesmas.Planning Perencanaan adalah proses penyusunan rencana Puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. Rencana Puskesmas dibedakan atas dua macam :  Perencanaan Upaya Kesehatan Wajib Jenis upaya kesehatan wajib adalah sama untuk setiap Puskesmas yakni Promosi Kesehatan. Perbaikan Gizi Masyarakat. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular serta Pengobatan. Menyusun usulan kegiatan c. Mengajukan usulan kegiatan d. Kesehatan Lingkungan. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan Organizing Agar perencanaan dapat terlaksana maka diperlukan pengorganisasian. Langkah-langkah perencanaan yang harus dilakukan Puskesmas adalah : a. Mengajukan usulan kegiatan c. Ada dua 5 . Menyusun usulan kegiatan b. Identifikasi upaya kesehatan pengembangan b. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana. Langkah-langkah perencanaan upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Kedua. Pertama. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan  Perencanaan Upaya Kesehatan Pengembangan Jenis upaya kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan Puskesmas yang telah ada.

5 Unit III : Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut. II. dan jabatan fungsional. Unsur pelaksana : Unit I. kesehatan tenaga kerja dan manula. V. Unsur pembantu pimpinan : Tata usaha 3. misalnya antara puskesmas dengan sektor tenaga kerja pada waktu menyelenggarakan upaya kesehatan kerja dan penggalangan kerjasama bentuk banyak pihak yakni antar berbagai sektor terkait. Tugas pokok : 1 Kepala Puskesmas : Bertugas memimpin. misalnya antara Puskesmas dengan sektor pendidikan. kesehatan jiwa. IV. serta agama. 4 Unit II : Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi. sektor kecamatan pada waktu menyelenggarakan upaya kesehatan sekolah. 3 Unit I : Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak. VII. III. 6 . mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural. kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. 2 Kepala urusan tata usaha : Bertugas dibidang kepegawaian. keluarga berencana dan perbaikan gizi. Unsur pimpinan : Kepala Puskesmas 2. Struktur organisasi dan tata kerja : Struktur organisasi puskesmas 1. 6 Unit IV : Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. kesehatan sekolah dan olahraga.bentuk penggalangan kerjasama yang dapat dilakukan yaitu penggalangan kerjasama bentuk dua pihak yakni antara dua sektor terkait. kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. VI.

dibandingkan dengan rencana dan standar pelayanan. kesehatan remaja dan dana sehat.7 Unit V : Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhankesehatan masyarakat. Kendali mutu dan kendali biaya merupakan 2 hal penting dalam penyelenggaraan Puskesmas. Mengkaji ulang rencana pelaksanan yang telah disusun terutama yang menyangkut jadwal pelaksanaan. Menyusun jadwal kegiatan bulanan untuk tiap petugas sesuai dengan rencana pelaksanaan yang telah disusun. lokasi wilayah kerja dan rincian tugas para penanggungjawab dan pelaksanaan. 7 . Controlling Penilaiaan dilakukan pada akhir tahun. Menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. kegiatan selanjutnya adalah menyelenggarakan rencana kegiatan Puskesmas. serta memantau pelaksanaannya sehingga terjangkau oleh masyarakat. Kegiatan yang dilakukan mencakup hal-hal sebagai berikut : a. c. Untuk dapat diselenggarakannya rencana tersebut perlu dilakukan kegiatan sebagai berikut : a. Actuating Setelah pengorganisasian selesai dilakukan. Menetapkan kebijakan dan tatacara penyelenggaraan upaya kesehatan termasuk pembiayaannya. b. target pencapaian. d. 8 Unit VI : Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap 9 Unit VII : Melaksanakan kegiatan kefarmasian. Melakukan penilaiaan terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai.

keuangan danteknis pelayanan. standar.6.b. Apabila pada pengawasan ditemukan adanya penyimpangan.10 8 . Pengawasan dan pertanggungjawaban adalah proses memperoleh kepastian atas kesesuaian penyelengaraan dan pencapaian tujuan Puskesmas terhadap rencana dan peraturan perundang-undangan serta berbagai kewajiban yang berlaku. Pengawasan internal dilakukan secara melekat oleh atasan langsung. Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan pencapaian serta masalah dan hambatan yang ditemukan untuk rencana tahun berikutnya. b. serta perolehan dan penggunaan berbagai sumberdaya termasuk keuangan. Apabila terjadi penggantian Kepala Puskesmas. peraturan perundangudangan maupun berbagai kewajibanyang berlaku. Pengawasan eksternal dilakukan oleh masyarakat. Pada setiap akhir tahun. baik terhadap rencana. Untuk terselenggaranya pengawasan dan pertanggungjawaban dilakukan kegiatan sebagai berikut : a. Kepala Puskesmas harus membuat laporan pertanggungjawaban tahunan yang mencakup pelaksanaan kegiatan. dinas kesehatan kabupaten/kota serta berbagai institusi pemerintah terkait. maka Kepala Puskesmas yang lama diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban masa jabatannya. Pengawasan dibedakan atas dua macam yakni pengawasan internal dan eksternal.5. Laporan tersebut disampaikan kepada Dinas kesehatan kabupaten/kota serta pihak-pihak terkait lainnya. Pengawasan mencakup aspek adminstratif. perlu dilakukan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. termasuk masyarakat melalui Badan Penyantun Puskesmas.

ibu yang mempunyai bayi dan anak balita serta ibu usia subur) sebelum hari buka Posyandu. Peran serta dibidang kesehatan berarti keikutsertaan seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan mereka sendiri. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat :      Manfaat kegiatan yang dilakukan Adanya kesempatan Memiliki ketrampilan Rasa Memiliki Faktor tokoh masyarakat Berdasarkan tingkatan peranserta/partisipasi. yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. peranserta dibagi menjadi :      Peranserta karena perintah / karena terpaksa Peranserta karena imbalan Peranserta karena identifikasi atau rasa ingin memiliki Peranserta karena kesadaran Peranserta karena tuntutan akan hak dan tanggung jawab Sedangkan. 9 . Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari. oleh dan untuk masyarakat.Peran Serta Masyarakat Menurut Notoatmodjo (2007). Peran Kader dalam penyelenggaraan Posyandu :  Memberitahukan hari dan jam buka Posyandu kepada para ibu pengguna Posyandu (ibu hamil. peran serta atau partisipasi masyarakat adalah ikut sertanya seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan permasalahan-permasalahan masyarakat tersebut.

 Menyiapkan peralatan untuk penyelenggaraan Posyandu sebelum Posyandu dimulai seperti timbangan. balita.     Melakukan penimbangan bayi dan balita.  Melakukan pendaftaran bayi. ibu hamil dan ibu usia subur yang hadir di Posyandu. KMS. oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana. buku catatan. Tujuan diselenggarakannya Posyandu :  Menurunkan angka kematian bayi (AKB). yang dibantu petugas KB-KES (Puskesmas) 10 . angka kematian ibu ( ibu hamil. Mencatat hasil penimbangan Melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu Melakukan kunjungan rumah khususnya pada ibu hamil. alat peraga penyuluhan dll. ibu yang mempunyai bayi dan balita serta pasangan usia subur Posyandu adalah suatu wadah komunikasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari masyarakat. gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera. Pengelola Posyandu :      Penanggungjawab umum : kades/lurah Penggungjawab operasional : tokoh masyarakat Ketua pelaksana : ketua tim penggerak PKK Sekretaris : ketua pokja iv kelurahan/desa Pelaksana: kader Posyandu. melahirkan dan nifas)  Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.  Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera.

tim penggerak desa/kelurahan serta petugas kesehatan dari puskesmas. pemberian vitamin. Penggulangan diare. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh kader. kelompok dan ataupun masyarakat. keluarga.6. 11 . dilakukan dengan sistem pelayanan kesehatan :      Meja 1 : Pendaftaran Meja 2 : Penimbangan Meja 3 : Pengisian KMS Meja 4 : Penyuluhan Meja 5 : Pelayanan kesehatan (imunisasi.7 Sistem Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.Kegiatan / Program Pokok Posyandu :      KIA KB lmunisasi. Gizi. pengobatan ringan) dan konsultasi KB2. Sasaran dari Posyandu sendiri adalah bayi/balita dan ibu hamil/menyusui. mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan.

Dapat menarik perhatian masyarakat. Pada pencegahan penyakit 3. Menjalankan fungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat dukungan UU 12 . Penghasilan diperoleh dari imbalan jasa 8.  Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1. Perhatian utamanya pada penyembuhan penyakit 3. Perbedaan Pelayanan kedokteran dengan pelayanan kesehatan masyarakat Leavel dan Clarck:  menurut Pelayanan Kedokteran 1. Terutama ahli kesmas 2.Pelayanan kesehatan terdiri atas : 1. misalnya penyuluhan. Pelayanan Kesehatan Masyarakat (public health Service) : Tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan sasaran utamanya terutama untuk masyarakat. Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika kedokteran 6. Tenaga pelaksananya terutama dokter 2. Menjalankan fungsi perseorangan dan terikat dengan UU 7. 10. 2. 6. Masalah administrasi amat sederhana. Bertanggung jawab terhadap penderita 9. Selalu berupaya mencari cara yang efisien 5. Masyarakat secara keseluruhan 4. Pelayanan Kedokteran (medical services) : Tujuan utamanya untuk mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan serta sasaran utamanya untuk perorangan. Sasaran utamanya adalah perorangan atau keluarga 4. Tidak dapat memonopoli upaya kesehatan dan bahkan mendapat saingan. Kurang memperhatikan efisiensi 5.

9 5 Star Doctor 1. mental dan sosial) kebutuhan pasien. Syarat pokok upaya kesehatan :    Sesuai dengan upaya pemakai jasa pelayanan Dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan Sesuai dengan prinsip ilmu dan teknologi kedokteran Sistem Rujukan adalah suatu sistem penyelenggarakan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan yang timbul. 10. dokter harus memperhitungkan total (fisik. Dapat memonopoli upaya kesehatan. terintegrasi dan berkesinambungan. baik secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani) maupun secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya). Mereka harus memastikan bahwa berbagai pengobatan akan dibagikan dengan cara yang saling melengkapi. Rujukan Kesehatan Masyarakat. Rujukan ini mencakup pengetahuan dan bahan-bahan pemeriksaan. Secara garis besar sistem rujukan dibedakan menjadi 2.3. Rujukan ini mencakup teknologi.7. yaitu yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan. yaitu yang berkaitan dengan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan. Bertanggung jawab terhadap seluruh masyarakat 9. Care Provider : Mampu menyediakan perawatan. Penghasilan berupa gaji dari pemerintah 8. saran dan operasional. yaitu : Rujukan Medik. Selain memberikan perawatan individu. Menghadapi berbagai persoalan kepemimpinan. Dan mereka harus memastikan bahwa pengobatan adalah kualitas tertinggi. 13 .

 Abiotik (benda mati) : dapat dibedakan menjadi bangunan fisik dan lingkungan fisik. 4. air dan tanah. Community Leader : Mampu menjadi pemimpin dalam satu komunitas. Lingkungan fisik meliputi temperatur. Hewan dapat berperan sebagai hewan kesayangan (pet animal).  Biotik (makhluk hidup) : tanaman dan hewan. sungai. Untuk melaksanakan semua fungsi. Lingkungan Non Fisik (mental dan sosial) : yang meliputi hubungan timbal balik antara individu dengan masyarakat sekitarnya. "Bintang lima dokter" tidak akan hanya menjadi memperlakukan individu-individu yang mencari bantuan tetapi juga akan mengambil bunga positif dalam kegiatan kesehatan masyarakat yang akan bermanfaat bagi banyak orang. tempat bermain. limbah. gedung. Terdiri dari abiotik dan biotik. pagar. 5. Dari semua cara yang mungkin untuk mengobati kondisi kesehatan yang diberikan. lapangan olahraga. kelembaban. Decision Maker : Mampu menjadi penentu keputusan. kebisingan. Lingkungan yang bersih dan sehat perlu selalu diusahakan oleh setiap warga masyarakat karena dapat mempengaruhi kesehatan 14 . 3.2. kebun. kamar mandi.8 Lingkungan Fisik & Non Fisik Lingkungan Fisik : Semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat tinggal yang dapat mempengaruhi individu secara langsung maupun tidak langsung. vektor penyakit. Communicator : Mampu menjadi komunikator yang baik. pencemaran udara. maka akan penting untuk "bintang lima dokter" untuk memperoleh keterampilan manajerial. salah satu yang tampaknya paling sesuai dalam situasi tertentu harus dipilih. tekanan udara. Bangunan fisik meliputi. hewan ternak.5. WC. dan hospes. keluarga dan masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat dalam upaya kesehatan. Manager : Mampu dan memiliki skill manajerial untuk menjalankan fungsi-fungsi diatas. sampah. kantin. halaman. Para dokter harus menjadi komunikator yang sangat baik untuk membujuk individu. dan warung.

3. kebutuhannya. dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik. Leavell dan Clark dalam bukunya “ Preventive Medicine for the Doctor in his Community” . yaitu : 1. maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya.kita bersama.1. Dalam garis besarnya usaha-usaha kesehatan. karena dengan usaha pencegahan akan diperoleh hasil yang lebih baik. 2.3 Promotif Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Lingkungan sehat merupakan kondisi yang mendukung produktivitas secara keseluruhan dan merupakan suatu kondisi yang menunjang tumbuh kembangnya perilaku hidup sehat masyarakat. usaha pencegahan penyakit mendapat tempat yang utama. dapat dibagi dalma 3 golongan. membagi usaha pencegahan penyakit dalam 5 tingkatan yang dapat dilakukan pada masa sebelum sakit dan pada masa sakit. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. dan sosial. sosial budaya dan sebagainya). serta memerlukan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan usaha pengobatan maupun rehabilitasi. baik fisik. Usaha-usaha pencegahan itu adalah :  Masa sebelum sakit o Mempertinggi nilai kesehatan (health promotion) o Memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit (spesific protection) 15 . Usaha pencegahan (usaha preventif) Usaha pengobatan (usaha kuratif) Usaha rehabilitasi Dari ketiga jenis usaha ini. mental.

4 16 . serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera (early diagnosis and prompt treatment) o Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan suatu penyakit (disibility limitation) o Rehabilitasi (rehabilitation)2. Pada masa sakit o Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingakt awal.

PENUTUP Masalah cakupan program kesehatan tidak tercapai bisa terpecahkan dengan manajemen puskesmas yang baik. 17 . dokter yang memiliki kriteria “5 star doctor” dalam masyarakat. tindakan promotif oleh dokter. sistem pelayanan kesehatan yang memadai serta adanya peranserta masyarakat. yang kemudian dicari solusinya. sarana dan prasarana yang memadai di puskesmas dan juga disertai oleh sistem pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Langkah-langkah pemecahan masalah bisa ditinjau dari sudut menetapkan proritas masalah.

Jakarta 3. Entjang.fb. Binarupa. Depkes. 8. 5 star doctor. Cholil.com/sistem-pelayanan-kesehatan. A. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas.Press 2004 4. 2001.infofisioterapi. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sistem Pelayanan Kesehatan.html 10. Reinke A. Diunduh dari http://www. Bandung.id/blogs/3049/277/five-star-doctor 9. 2006. Citra Aditya Bakti 6. Soekidjo Notoatmodjo. Rineka Cipta. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Diunduh dari http://www.co. Puskesmas.com/nnurbayti/d/77337343- manajemen-puskesmas 18 . William. Gadjah Mada University . Jakarta 2. 2004.Jakarta. 2001. Perencanaan Kesehatan Untuk Meningkatkan Efektifitas Manajemen. RI. Azrul Azwar. Notoatmojo Sockidjo Prof. Jakarta 7. 2004.DAFTAR PUSTAKA 1. Rineka Cipta. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2003 5. Jakarta. PT. Diunduh dari http://www. DR.scribd. Yogyakarta. Keterbatasan Mengakses Pelayanan Kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful