Penelitian Sederhana

Kontribusi Kompetensi Profesional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Dosen. I. A. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sumber-daya manusia yang berkualitas merupakan modal dasar sekaligus menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai negara maju dan negara tetangga seperti Singapura, Thailand dan Korea Selatan. Ketiga negara tersebut, kini telah berkembang menjadi negara industri baru di Asia, bukan karena kekayaan alamnya, tetapi karena mutu tenaga kerjanya. Bila sumber daya manusia Indonesia dalam jumlah besar seperti saat ini dapat ditingkatkan mutu pendayagunaannya, maka diharapkan dalam waktu yang relative singkat perekonomian Indonesia akan dapat bertumbuh secara mantab dan memberikan tingkat pendapatan nasional yang relative tinggi. Oleh karena itu, tantangan utama yang dihadapi sekarang ini dan untuk masa yang akan datang adalah bagaimana mempersiapkan tenaga-tenaga pelaksana pembangunan yang berkualitas, bukan saja yang mempu dan terampil melakukan pekerjaan, tetapi yang juga mempunyai inovasi dan kreativitas tinggi, serta mempunyai daya analisis dan panjangan jauh kedepan. Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan suatu bangsa. Negaranegara yang maju seperti Amerika, Jepang, atau Malaysia telah menjadikan pendidikan sebagai faktor strategis dalam menciptakan kemajuan bangsanya. Pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkan sumber-daya manusia yang berkualitas dan produktif. Hal tersebut mendorong suatu negara menjadi negara yang maju dan pesat dalam perkmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Wuviani, 2005:1). Dunia pendidikan, dalam konteks ini, mempunyai dua fungsi utama. Pertama dunia pendidikan berkewajiban menyediakan lulusan, bukan saja dalam jumlah besar dan banyak, tetapi juga berkualitas dan disiplin yang tinggi, mampu menjadi dinamisator, inovator, motivator, dan penggerak pembangunan. Kedua dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi, berkewajiban menyediakan tenagatenaga sarjana bukan saja yang ahli dan terampil dalam melaksanakan tugasnya, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan tenaga kerja lainnya. Dunia pendidikan berfungsi memproduksi tenaga-tenaga yang berkualitas untuk berbagai jenis dan tingkatan keahlian. Dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi menghasilkan sarjana. Tenaga-tenaga terpilih yang diharapkan menjadi dinamisator pembangunan. Gerak dan laju pembangunan banyak ditentukan oleh jumlah, mutu, kemampuan, dan kecocokan sarjana dan lulusan dunia pendidikan yang dihasilkan denga kebutuhan nyata dalam masyarakat. Dunia pendidikan harus mampu mengeluarkan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan harus direncanakan berdasarkan kebutuhan tenaga yang jelas (educational palnning based on manpower reuirements). Dipihak lain dunia pendidikan, juga dipengaruhi oleh permintaan masyarakat (social demand), walaupun permintaan masyarakat akan pendidikan tidak selalu sesuai dengan kebutuhannya. Dalma dunia pendidikan perlu dikembangkan sikap dan kemampuan profesionalisme. Seorang lulusan lembaga pendidikan harus mampu

bukan saja pengetahuan dan kewirausahaan. Korea Selatan : 8 4. yaitu : ITB. (c) Pendidikan Menengah 11% dan (d) Pendidikan Tinggi 2%. Persoalan mengapa dipilihnya Universitas Alam Raya sebagai dosen ingin berpartisipasi untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah tugas dosen dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran sebagai universitas andalan bagi Pemda setempat. Jepang : 36 2. Partisipasi Remaja Indonesia Usia Pendidikan Tinggi : 13. perlu dikembangkan. UGM dan Unair. Untuk itu. yaitu : 1.tidak bergantung pada pekerjaan yang diberikan oleh orang lain. Dalam suatu fenomena yang lain. Tampubolon (2001:7-8) menyatakan bahwa secara kelembagaan tingkat Asia Pasifik. tetapi juga sikap. inisiatif dan kepercayaan atas kemampuan sendiri. Partisipasi Remaja Korea Selatan Usia Pendidikan Tinggi : 75. A (2005:43) mengungkap sebagai berikut : 1.5% 2. Cina :9 3. Sedangkan untuk tingkat Indonesia. Hasil penelitian Suyanto HD dalam Efendi. Indonesia :0 Suyanto (2004:45) mengatakan bahwa tingkat pertisipasi murni Pendidikan Tinggi antara remaja Indonesia dengan Korea Selatan jauh teringgal. A (2005:43) megungkapkan bahwa angkatan kerja di Indonesia (a) yang tidak berpendidikan 53%. India :3 7. hanya ITB yang masuk peringkat 19 dari 50 perguruan tinggi pada tahun 1997. Suganda (1999) dalam Sumartiningsih (2004:2).5% . (b) Pendidikan SD 34%. Taiwan :5 5. Hongkong :5 6. Sebagimana didapatkan pada hasil survei yang dilakukan terhadap mahasiswa tingkat akhir PTN dan PTS menunjukkan bahwa 36% menyatakan siap pakai. memiliki mahasiswa dari berbagai daerah dan instansi. UI. peringkat 15 dari 104 Perguruan Tinggi pada tahun 1999. permasalahan yang muncul kepermukaan sekarang adalah isu tentang rendahnya mutu pendidikan dalam berbagai jenjang di Indonesia. Singapura :2 8. mempunyai akses dan kerjasama dengan perguruan tinggi bertaraf international. Indonesia tidak kebagian menjadi Perguruan Tinggi terbaik. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. prospek kedepan yang mengutamakan profesional dan kompetensi dosen sebagai ujung tombaknya dan menerapkan prinsip UU No. data dari Bank Dunia dalam Efendi. Hasil survei ini merupakan salah satu indikator tentang rendahnya kualitas pendidikan sehingga para lulusan sebagian belum memadai untuk langsung mengemban tugas yang diberikan. hanya lima Perguruan Tinggi yang memiliki predikat “excellence”. Akhir tahun 2004 dikejutkan oleh terpuruk dan merosot Pendidikan Tinggi kita dari data 500 Perguruan Tinggi di Dunia. IPB. 50% tidak siap pakai dan 15% abstain.

dan terendah Indonesia. Oleh karena itu.Sumber dari Dirjen Dikti yang dikutip dari Efendi. Kinerja dosen dalam suatu instansi pendidikan merupakan faktor yang menarik untuk diteliti karena lima alasan : Pertama. motivasi kerja dosen. yaitu (1) pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik). jika kinerja dosen tidak didukung oleh kompetensi profesional dan motivasi kerjanya. relevensi. Dosen menerapkan jabatan funsional yang harus berlandaskan pada kompetensi profesional dalam menjalankan kewenangan keprofesiannya. Indonesia : 65 Gambaran tentang rendahnya kapasitas dan sistem pendidikan di Indonesia sebagaimana diuraikan diatas. dosen selalu tumbuh dan berubah. Dari kompleksnya permasalahan pendidikan Universitas Alam Raya. pemerataan. sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 8. data jumlah doktor sebagai berikut : 1. dosen merupakan ujung tombak keberhasilan proses belajar mengajar. guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. Kelima. tanpa dosen yang berkualitas dan rela berkorban. Perancis : 5. baik yang menyangkut tentang kompetensi profesional dosen. produktivitas. Ketiga.000 5. pada hekekatnya keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sengat ditentukan oleh kinerja para pelaku pendidikan. mengisyaratkan bahwa masih lemahnya aspek manajemen pendidikan di Indonesia. Kedua. maka proses belajar mengajar tidak bisa lancar sesuai yang diharapkan.500 2. mustahil suatu proses belajar mengajar dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas. sertifikasi pendidik. (2) kepribadian (kemampuan kepribadian yang .500 3. diharapkan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga menghasilkan kenerja yang baik pula. kompetensi. ucapan dan perilaku kepribadian. guu dan dosen harus memiliki empat kompetensi. dosen dapat memperbaiki atau diperbaiki kinerjanya sesuai dengan harapannya sendiri atau institusi. kualitas kinerja dosen bukanlah suatu yang final dan tidak dapat diperbaiki karena sebagai manusia.250 6. UUGD 14/2005). Israel : 16.000 4. dosen tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu kepada mahasiswa tetapi memberikan contoh sikap. kinerja dosen. Dengan kompetensi profesional yang dimiliki oleh dosen dan didukung oleh motivasi kerja. A (2005:44) mengatakan bahwa perbandingan Doktor dari tiap tiga juta penduduk di beberapa negara Israel yang tertinggi.500 7. India : 1. Amerika Serikat : 6. efektivitas dan efisiensi serta mutu pendidikan. Jepang : 6. khususnya dosen selaku ujung tombak pengelola pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu. Meskipun tidak mudah untuk menggeneralisasikan lemahnya manajemen pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. Keempat. namun demikian tidaklah berlebihan untuk menduga bahwa gambaran yang sama akan dijumpai pada lembaga pendidikan seperti di Universitas Alam Raya. Jerman : 4.

Hal ini sejalan denga UU No. Dosen yang mempunyai kualitas keguruan yang cukup memadai. dihayati. Bila menyamakan fungsi dan peran dosen dengan guru di sekolah. (2002:7) bahwa “Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik. kemahiran. Sedangkan dalam proses pembelajaran. berakhlak mulia. menurut Muhibbin S. 14 Tahun 2005 pasal 10 bahwa pengertian kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. karena secara teknis dapat menterjemahkan proses perbaikan dalam sistem pendidikan di dalam satu kegiatan di kelasnya. Alasan tersebut tentunya dapat memberikan harapan dan optimisme baru kepada siapapun yang menaruh perhatian serius kepada dunia pendidikan termasuk penddikan di Alam Raya. sehingga dapat meningkatkan dan memanfaatkan kemampuan . mengembangkan. Megarry & Dean (1999:12-24). pasal 1 ayat 2 dan ayat 4 mengatakan bahwa “Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. setiap peningkatan mutu pendidikan yang diarahkan pada perubahan-perubahan kualitatif harus menempatkan dosen dan guru pada titik sentral.” Dosen tidak cukup hanya memiliki predikat profesional saja dalam menjalankan fungsinya. mengajar dan melatih.mantap. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. mengemukakan bahwa “Dosen wajib mengembangkan dan memanfaatkan kemampuan profesionalnya. guru merupakan pemegang peran utama. Dengan demikian. maka sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Usman M.” Sedangkan pengertian “Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.” Disisi lain. 2002:26). berarti meneruskan dan mengmbangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan perilaku yang harus dimiliki. Dosen harus memiliki juga kompetensi yang melekat pada dirinya. keterampilan. penelitian dan pegabdian kepada masyarakat. sesama gurum orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. kemampuan komunikasi atau kemamuan teknis lainnya sehingga proses belajar mengajar menjadi berkualitas dan memuaskan. U. Guru bertugas mengalihkan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik agar mampu menyerap. (2003:229) adalah “Dosen yang berkompetensi atau yang berkemampuan untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. terutama tentang peningkatan kualitas kinerja dosen. Menurut Undang – Undang No. menilai dan mengembangkan ilmu secara mandiri (Jamal. arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Dalam proses pendidikan termasuk pendidikan Alam Raya. dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. baik dalam hal penguasaan materi. Malatih berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilanketerampilan pada siswa. karena peranannya sangat strategis dan mempunyai tanggung jawab yang besar dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan (4) profesional (kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam). Mengajar. (3) sosial ( kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. dosen merupakan saah satu komponen yang penting. metode mengajar. teknologi dan seni melalui pendidikan.

Banyak dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang studinya. kemampuan dosen. (3) mengelola kelas. dan hubungan antar lembaga Perguruan Tinggi (PT). iklim organisasi. (3) bertanggung jwawb memantau hasil belajar mahasiswa melalui berbagai cara evaluasi. tetapi dia tidak punya buku pengangan yang dikarang sendiri. status ekonomi dosen. Kinerja dosen dalam suatu lembaga. dan (5) ketepatan waktu. jelaslah bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dosen.fungsionalnya. Disamping itu dosen tidak mempunyai materi bahan ajar yang ditulisnya (buku pegangan) sehingga dosen yang bersangkutan merasa risih dan suka gengsi menggunakan literatur lain. Berdasarkan uraian diatas. (4) menggunakan media dan sumber. (4) komunikasi. antara lain : kompetensi. motivasi kerja. Kompetensi profesional tugasnya menimbulkan masalah menguasai bahan pelajaran. (5) menjadi bagian dari masyarakat ilmiah dalam lingkuangan profesinya. Identifikasi Masalah Dari uraian pada latar belakang penelitian diatas.” Demikian juga Sumartiningsih(2004:5) kebih rinci menjelaskan bahwa dosen yang profesional harus memenuhi beberapa kriteria. Dosen tidak menguasai landasan kependidikan. (2) menguasi secara mendalam materi kuliah yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada mahasiswa.. dan Larson (1987:343) mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugasnya sebagai dosen tentunya banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya yaitu (1) penguasaan bahan. dengan konsep yang dikemukakan oleh Mitchel. (2) mengelola program belajar mengajar. (4) mempu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. dan (3) insentif. (3) prakarsa/inisiatif. T. tidak mampu melaksanakan fungsi dan tugas sebagai pendidik dan pengajar. Sedangkan dari sudut pandang organisasi. banyak dosen dalam . Hersey (1995:49) dan Gibson (2000:176-177) ditunjukkan dengan (1) motif. (2) harapan. Kompetensi profesional dosen dinyatakan Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia dari Dirjen Dikti profil kompetensi profesional dosen yang meliputi : (1) kualitas hasil kerja.R. Faktor internal yang memperngaruhi kinerja dosen ialah kompetensi profesional dan motivasinya. Dari beberapa faktor kinerja tersebut yang paling menarik untuk diteliti adah kompetensi profesional dan motivasi kerja. (2) kemampuan. B. akreditasi. dan (5) menggunakan micro teaching dalam program pengalaman lapangan. artinya sebagian besar dosen tidak menguasai bahan yang akan diajarkan sehingga mahasiswa hanya disuruh mencatat atau mengerjakan tugastugas. sedangkan fkator eksternal ialah iklim organisasi. karena pendidikan masa datang menuntut keterampilan profesi pendidikan yang berkualitas tinggi. profesionalisme dosen. Sedangkan motivasi kerja dosen menurut Hasibuan. maka jelas bahwa studi tentang kontribusi kompetensi profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen perlu dilakukan untuk memberikan sumbangan yang relevan dengan variabel yang akan diteliti. (2000:162). menurut pandangan teori perilaku organisasi ditentukan oleh faktor-faktor internal dan eksternal. yaitu : (1) mempunyai komitmen terhadap mahasiswa dan proses belajarnya. Dalam mendukung kinerja dosen perlu dukungan kompetensi profesional dosen yang handal.

Seorang dosen harus mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam satu bulan dengan cara mengajar diberbagai PT dan diluar PT yang menjadi tempat tugasnya. mengutamakan kepuasan mahasiswa dan institusinya. tidak loyal dan bertanggung jawab terhadap atasan. tidak memperhatikan mahasiswa. Dosen yang tidak mempunyai motivasi tinggi adalah dosen yang kurang kreatif dalam mengadakan dan menulis bahan ajar. Memang mengajar diberbagai PT itu tidak salah untuk menambah income. . Dosen yang bermental wirausaha adalah mulia. Dengan keadaan yang demikian. Sangat sedikit dosen yang mempunyai motivasi yang tinggi di perrguruan tinggi. sehingga dosen tersebut dapat dan mampu mendatangkan income baik kepada lembaga PT dan negara dengan dipotong pajak 10%-15% dari setiap hasil mengajarnya. kurang produktif karena tenaganya kurang digunakan untuk mengajar di berbagai tempat lembaga PT. Motivasi kerja yang rendah pada sebagian dosen menyebabkan menurunnya prestasi kerja (kinerja dosen). tetapi jangan sampai berlebihan dan dosen perlu menciptakan mentral wirausaha pada dirinya. memperhatikan layanan kepada mahasiswa.. mengutamakan kepuasan konsumen.” Maka dari itu dosen dalam meningkatkan kinerjanya perlu didukung oleh motivasi yang tinggi baik dari dalam diri maupun dari luar diri. (2005:8) yang mengatakan bahwa “Pemerintah wirausaha dimaksudkan pemerintal bermental wirausaha.mengajar tidak mempersiapkan apa yang akan diajarkan. jarang mengadakan penelitian baik didalam dan diluar lembaga. B. padahal dosen yang bermental usaha itu. Disamping itu dosen dapat menaikkan kompetensi dalam mengajarnya dengan modal yang dimiliki. Dengan demikian motivasi kerja yang dimiliki dosen tersebut merupakan salah satu penyebab kinerja dosen yang rendah. antara lain : kompetensi. Konsep ini sejalan dengan Alma B. tidak memperhatikan rakyat. padahal mereka memberikan layanan yang baik. bagi orang awam konsep ini dianggap negatif. jelaslah bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dosen. tidak bertanggung jawab pada orang miskin. Identifikasi Masalah Dari uraian pada latar belakang penelitian diatas. selalu kreatif dalam membuat buku bahan ajar. bagi orang awam konsep ini dipandang sebelah mata karena dosen dianggap komersial. tidak masuk kuliah atau bolos karena dosennya tidak mempunyai kompetensi profesional sehingga panda gilirannya kinerja dosen lemah dan memprihatinkan. Kita ketahui bersama bahwa gaji dosen dan insentif yang diterima saat ini masih kurang untuk memenuhhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. maka mahasiswa tidak tertarik lagi untuk belajar dengan sungguhsungguh atau banyak ditemukan mahasiswa malas. kurang supel dalam pergaulan dan kurang informatif sehingga tidak dapat mengakses dimana-mana serta jarang memperoleh tugas tambahan lainnya dari atasan. karena pemerintah wirausaha dianggap pemerintah yang komersial. maka sudah barang tentu tidak memikirkan prestasi kerjanya (kinerja) atau sangat seidkit waktunya untuk memikirkan bagaimana cara meningkatkan kualitas mengajar serta konsentrasi terhadap proses belajar mengajar akan berkurang.

Kompetensi profesional tugasnya menimbulkan masalah menguasai bahan pelajaran. jarang mengadakan penelitian baik didalam dan diluar lembaga. tidak memperhatikan mahasiswa. (2005:8) yang mengatakan bahwa . Memang mengajar diberbagai PT itu tidak salah untuk menambah income. tidak loyal dan bertanggung jawab terhadap atasan. Disamping itu dosen dapat menaikkan kompetensi dalam mengajarnya dengan modal yang dimiliki.. Banyak dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang studinya. Dosen yang tidak mempunyai motivasi tinggi adalah dosen yang kurang kreatif dalam mengadakan dan menulis bahan ajar. kurang produktif karena tenaganya kurang digunakan untuk mengajar di berbagai tempat lembaga PT. kemampuan dosen. selalu kreatif dalam membuat buku bahan ajar. banyak dosen dalam mengajar tidak mempersiapkan apa yang akan diajarkan. Seorang dosen harus mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam satu bulan dengan cara mengajar diberbagai PT dan diluar PT yang menjadi tempat tugasnya. mengutamakan kepuasan mahasiswa dan institusinya. Dosen yang bermental wirausaha adalah mulia. memperhatikan layanan kepada mahasiswa. Dengan keadaan yang demikian. motivasi kerja. Dengan demikian motivasi kerja yang dimiliki dosen tersebut merupakan salah satu penyebab kinerja dosen yang rendah. Konsep ini sejalan dengan Alma B.profesionalisme dosen. maka mahasiswa tidak tertarik lagi untuk belajar dengan sungguhsungguh atau banyak ditemukan mahasiswa malas. Disamping itu dosen tidak mempunyai materi bahan ajar yang ditulisnya (buku pegangan) sehingga dosen yang bersangkutan merasa risih dan suka gengsi menggunakan literatur lain. tetapi dia tidak punya buku pengangan yang dikarang sendiri. artinya sebagian besar dosen tidak menguasai bahan yang akan diajarkan sehingga mahasiswa hanya disuruh mencatat atau mengerjakan tugastugas. Dari beberapa faktor kinerja tersebut yang paling menarik untuk diteliti adah kompetensi profesional dan motivasi kerja. iklim organisasi. status ekonomi dosen. tidak mampu melaksanakan fungsi dan tugas sebagai pendidik dan pengajar. padahal dosen yang bermental usaha itu. Dosen tidak menguasai landasan kependidikan. Sangat sedikit dosen yang mempunyai motivasi yang tinggi di perrguruan tinggi. maka sudah barang tentu tidak memikirkan prestasi kerjanya (kinerja) atau sangat seidkit waktunya untuk memikirkan bagaimana cara meningkatkan kualitas mengajar serta konsentrasi terhadap proses belajar mengajar akan berkurang. kurang supel dalam pergaulan dan kurang informatif sehingga tidak dapat mengakses dimana-mana serta jarang memperoleh tugas tambahan lainnya dari atasan.. tetapi jangan sampai berlebihan dan dosen perlu menciptakan mentral wirausaha pada dirinya. bagi orang awam konsep ini dipandang sebelah mata karena dosen dianggap komersial. tidak masuk kuliah atau bolos karena dosennya tidak mempunyai kompetensi profesional sehingga panda gilirannya kinerja dosen lemah dan memprihatinkan. Motivasi kerja yang rendah pada sebagian dosen menyebabkan menurunnya prestasi kerja (kinerja dosen). sehingga dosen tersebut dapat dan mampu mendatangkan income baik kepada lembaga PT dan negara dengan dipotong pajak 10%-15% dari setiap hasil mengajarnya. Kita ketahui bersama bahwa gaji dosen dan insentif yang diterima saat ini masih kurang untuk memenuhhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Seberapa besar kontribusi kompetensi profesional dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja Universitas Alam Raya? D. Pembahasan . karena pemerintah wirausaha dianggap pemerintah yang komersial.“Pemerintah wirausaha dimaksudkan pemerintal bermental wirausaha. Seberapa besar kontribusi kompetensi profesional terhadap kinerja dosen Universitas Alam Raya? 2. serta kultur yang berkembang panda dunia pendidikan dewasa ini.” Maka dari itu dosen dalam meningkatkan kinerjanya perlu didukung oleh motivasi yang tinggi baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Kompetensi profesional dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja dosen Universitas Alam Raya E. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian yaitu “Seberapa besar kompetensi profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen panda Universitas Alam Raya?” Rumusan masalah penelitian tersebut dapat dirinci ke dalam beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. mengutamakan kepuasan konsumen. padahal mereka memberikan layanan yang baik. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi tentang kompetensi profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen panda Universitas Alam Raya. Manfaat penelitian dijelaskan sebagai berikut : 1. tidak bertanggung jawab pada orang miskin. tidak memperhatikan rakyat. Motivasi kerja terhadap kinerja dosen Universitas Alam Raya 3. bagi orang awam konsep ini dianggap negatif. Rumusan Masalah Bertolak dari latar belakang penelitian dan identifikasi masalah diatas. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi : 1. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian terdiri dari manfaat teoritis yang berdasarkan pertimbangan kentekstual dan konseptual dan manfaat praktis digunakan untuk perbaikan bagi lembaga PT yang bersangkutan. Kompetensi profesional terhadap kinerja dosen Universitas Alam Raya 2. C. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan studi lanjutan yang relevan dan bahan kajian ke arah pengembangan konsep-konsep pengembangan dosen yang mendekati pertimbangan-pertimbangan kontekstual dan konseptual. Seberapa besar kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja dosen Universitas Alam Raya? 3.

disamping sebagai konsep daat merumuskan asumsi tentang kultur pengelolaan Universitas Alam Raya dalam melaksanakan sistem pengendalian mutu pendidikan sehingga panda akhirnya dapat memberikan kepuasan (satisfaction). kepercayaan (trust) dan pelayanan (service) kepada masyarakat luas dan pemakai jasa pendidikan (stakeholders) terhadap institusi pendidikan. Masukan bagi Universitas Alam Raya untuk dijadikan pertimbangan secara kontekstual dan konseptual operasional dalam merumuskan pola pengembangan kinerja dosen yang akan datang. (2003:46-47) memberikan pengertian tentang definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel. Masukan bagi pimpinan Universitas Alam Raya mengenai materi pengelolaan kompetensi profesional dosen dan motivasi kerja dosen dalam upayanya meningkatkan mutu pendidikan dan peningkatan kinerja bagi para dosen. F. dengan kata lain definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Bahan perbandingan bagi pimpinan Universitas Alam Raya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kinerja dosen melalui pengembangan kompetensi profesional dosen dan motivasi kerja dosen. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai temuan awal untuk melakukan penelitian lanjut tentang model pengembangan kompetensi profesional dosen dan motivasi kerja dosen panda institusi pendidikan lainnya. mengatakan : “Dari informasi tersebut akan mengetahui bagaimana caranya pengukuran atas variabel itu dilakukan. Lebih lanjut Masri S. adapun definisi operasional adalah sebagai berikut : . Bagi peneliti. maka dapat disimpulkan bahwa definisi operasional itu harus bisa diukur dan spesifik serta bisa dipahami oleh orang lain. Manfaat Praktis Manfaat penelitian secara praktis diharapkan dapat memiliki kemanfaatan sebagai berikut : a. Definisi operasional adalahs uatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel yang sama. b. Dengan demikian peneliti dapat menentukan apakah prosedur pengukuran yang sama akan dilakukan (diperlukan) prosedur pengukuran baru. d. 2. Berdasarkan pendapat diatas. Masri S.tentang kompetensi profesional dosen dan motivasi kerja dosen terhadap kinerja dosen panda level PT sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen pendidikan yang akan pada level PT sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen pendidikan yang akan menjadi suplemen bahasan dalam memperkuat validitas dan reliabilitas pelaksanaan manajemen berbasis kompetensi sebagai sebuah nilai budaya institusi. Definisi Operasional Definisi operasional variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel yang sedang diteliti. c.

pimpian PT diharapkan mampu menjadi manajer yang efektif. seperti memiliki dosen yang profesional dan komitmen yang besar terhadap proses belajar mengajar dan program pendukung peningkatan kualitas PT secara terus menerus. (2) harapan. (3) berguna untuk kepentingan menentukan dan merumuskan hipotesis. (2) mempertegas variabel-variabel yang menjadi fokus penelitian. teori peran. Kompetensi Profesional Dosen (X1) adalah kemampuan dan kewenangan dosen dalam menjalankan profesinya yang mencakup : (1) penguasaan bahan. (4) menggunakan media dan sumber. Keterkaitan antara variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian ini. yang mencakup : (1) motif. Asumsi-asumsi Arikunto (2001:60-61) mengemukakan bahwa asumsi-asumsi atau anggapan dasar penelitian dipandang sebagai landasan teori atau titik tolak pemikiran yang digunakan dalam suatu penelitian. 3. Dengan dukungan wawasan tentang teoridi atas. Idealnya. Perkins dalam Elisabet (2005:56) mengemukakan tiga misi pokok PT. Motivasi kerja (X2) adalah kondisi yang mampu membangkitkan baik dari dalam maupun dari luar diri dosen dan memelihara perilaku tertentu. (4) kualitas hasil kerja. pemindahan (transmission). dan teori kepemimpinan atau multi disiplin teori. dan (3) insentif. (2) mengelola program belajar mengajar. peneliti dipandang perlu merumuskan asumsi-asumsi penelitian dengan maksud : (1) agar terdapat landasan berpijak yang kokoh bagi maslaah yang sedang diteliti. (2) prakarsa/inisiatif. dan berusaha memberikan pelayanan kepada mahasiswa yang berorientasi keprofesionalan panda dosennya yang bermutu dan mempunyai citra yang baik. 2. Kinerja dosen (Y) adalah kualitas hasil kerja dosen yang diperoleh berdasarkan pengajaran (proses belajar mengajar) yang mencakup : (1) kemampuan. Selanjutnya dikemukakan bahwa. dapat dijelaskan pada paradigma penelitian sebagai berikut : G. yaitu mengacu panda aspek perolehan (acquisition). PT dalam proses penyelenggaraannya sangat penting bagi pengembangan sumber-daya manusia. dan penerapan (application). Dalam kondisi demikian seluruh personel secara sadar berusaha melakukan kerja sama yang harmonis. (3) mengelola kelas. yang mana kebenarannya diterima oleh peneliti. Pendidikan yang efektif dan produktif dicirikan oleh figur dosen profesional yang selalu meningkatkan kompetensinya. dan (5) komunikasi. (5) mengggunakan micro teaching dalam program pengalaman lapangan. teori keputusan. Tanggung jawab utama dalam menajemen pendidikan terletak di tangan pimpinan PT tersebut penting digaris bawahi karena peranan pimpinan PT harus memahami landasan-landasan pokok manajemen pendidikan yang mencakup pemahaman terhadap teori organisasi. dan secara bersama-sama menyelesaikan berbagai konflik yang mungkin timbul di antara dosen. karena dosen bertanggung jawab dalam . (3) ketepatan waktu. Dalam merumuskan asumsi-asumsi penelitian ini ditempuh melalui telaah berbagai konsep dan teori yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen.1.

Hipotesis Penelitian Berdasarkan asumsi-asumsi penelitian sebagaimana diuraikan diatas. Oleh karena itu. pementukan opini dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. Motivasi kerja berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja dosen. maka termotivasi juga disen tersebut dalam melaksanakan kinerjanya dengan baik. Semakin baik kompetensi profesional dosen maka semakin baik pula kemampuan yang akan dimilikinya. dalam arti kompeten dalam bidang keilmuannya. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir penelitian adalah dasar pemikiran dari penelitian yang mensistesiskan dari fakta-fakta. 1996:83). (f) memiliki sikap dan tanggung jawab sebagai dosen yang profesional.memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. ia mampu merencanakan. Kompetensi profesional dosen merupakan kemampua seseorang dosen dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Motivasi kerja merupakan kondisi yang menggerakkan dosen agar mampu mencapai tujuan atau kondisi yag mampu membangkitkan dan memelihara perilaku dosen tertentu. dan mengevaluasi proses balajar mengajar serta mampu menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Sebagai bagian integral dari akuntabilitas dan mutu perguruan tinggi. pengembangan intelektual mahasiswa. (e) kepemimpinan mutu. maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : 1. Kompetensi profesional dan motivasi kerja secara simultan berkontribusi yang signifikasn terhadap kinerja dosen. observasi dan telaah kepustakaan. (b) memastikan bahwa pelaksanaan tugas-tugas akademik yang dilakukan diorientasikan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. (Yukl. 3. dimana kuat lemahnya motivasi tersebut ikut menentukan tinggi rendahnya prestasi kinerjanya. I. 2. Kompetensi profesional berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja dosen. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. dan (g) pengembangan dosen dalam perguruan tinggi merupakan proses yang berkesinambungan sekaligus menjadi tanggung jawab dosen itu sendiri serta organisasi dan lembaga dimana dosen berada. kerangka berpikir memuat teori. yaitu dapat memimpin proses belajar mengajar. (c) komitmen terhadap mutu. H. semakin baik kompetensi profesional dosen. Dalam hubungan ini. maka kemampuan dosen tersebut dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya akan menjadi lebih baik. dalil atau konsep-konsep yang akan dijadikan dasar . Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan. kompetensi profesional dosen akan berdampak panda kinerja dosen yang selanjutnya akan memberikan kontribusi terhadap kinerja perguruan tinggi dan mutu lulusannya. G. (d) perbaikan berkelanjutan. yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerjanya. dan kinerja dosen dalam melaksanakan tugas-tugasnya bercirikan antara lain : (a) profesional. Hal ini dikarenakan dosen tersebut akan mampu melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran dengan baik. semakin baik motivasi kerja dosen.

Variabel-variabel penelitian dijelaskan secara mendalam dan relevan dengan permasalahan yang diteliti. maka dalam penelitian ini dapat dibuat kerangka pemikiran yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. dijelaskan secara rinci dan masuk akal. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai dosen tentunyann banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya. 2. 3. Kerangka pemikiran seharusnya digambarkan dalam bentuk diagram skematis. Jika karakteristik atau sifat-sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan penemuan dari penelitian sebelumnya. Prakarsa/inisiatif : a) berppikir positif yang lebih baik b) mewujudkan kreatifitas c) pencapaian prestasi 3. 2005:34-35). R. Hal ini seharusnya dilakukan untuk hubungan yang penting dan secara teoritis ada diantara variabel penelitian. Ketepatan waktu : a) waktu kedatangan b) waktu pulang 4. Seharusnya dinyatakan secara jelas mengapa peneliti berharap behawa hubungan antara variabel itu ada. Uralian dalam kerangka berpikir menjalaskan hubungan dan keterkaitan antar variabel penelitian. 4. dan secara logis mampu menjelaskan keterkaitan antar variabel. Kemampuan : a) penguasaan materi b) penguasaan metode pengajaran 2. dan Larson (1987:343). Kerangka berpikir juga menggambarkan alur pemikiran penelitian dan memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa ia mempunyai anggapan seperti yang dinyatakan dalam hipotesis. sehingga dapat dijadikan dasar untuk menjawab permasalahan penelitian (Riduwan. Berkenaan dengan hal tersebut indikator-indikator atau ukuran-ukuran kinerja dosen sebagai berikut : 1. Berdasarkan uraian diatas. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat (jika ada intervening dan moderating variabel). Argumentasi atas hal itu dapat digambarkan malalui hasil-hasil penelitian sebelumnya. Kerangka berpikir yang baik disusun berdasarkan lima elemen dibawah ini sesuai dengan yang dikemukakakn oleh Sekaran. hal itu seharusnya menjadi dasar dalam uraian kerangka berpikir apakah hubungan itu positif atau negatif. Uralian kerangka berpikir seharusnya menyatakan bagaimana dua atau lebih variabel berhubungan satu dengan lainnya. 5. U (1992:72-75) : 1. T. Kualitas hasil kerja : a) kepuasan mahasiswa b) pemahaman mahasiswa . yang dimaksud dengan kinerja dosen adalah seperangkat perilaku yang ditunjukkan oleh dosen pada saat menjalankan tugas dan kewajibannya dalam bidang pengajaran berdasarkan rumusan sub variabel dan indikator-indikator atau ukuran-ukuran kinerja dosen yang dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikiran Mitchel. Kerangka pemikiran yang baik yaitu apabila mengidentifikasi variabel-variabel penting yang sesuai dengan permasalahan penelitian. Variabel-variabel penelitian seharusnya diidentifikasikan secara jelas dan diberi nama. Kerangka berpikir dapat disajikan dengan bagan yang menunjukkan alur pikir peneliti serta keterkaitan antar variabel yang diteliti.dalam penelitian. Penelitian ini intinya akan memotret variabel kinerja dosen. sehingga pembaca dapat secara jelas melihat hubungan antar variabel.

b. e. mengelola interaksi belajar. yakni menguasai bahan-bahan bidang studi dan metodologi. c. 5. Harapan . kondisi kerja yang baik. Menggunakan media dan sumber yang meliputi. Mengelola program belajar mengajar yang meliputi : a. merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial. c. 1. menguasai landasan-landasan kependidikan. Penguasaan bahan. a. perasaan ikut “terlibat”. d. Mengelola kelas yang meliputi . upah yang adil dan layak. mengatur tata ruang kelas untuk mengajar. mengenal kemampuan mahasiswa. profil kompetensi profesional sebagai berikut : 1.5. membuat alat bantu sederhana. d. penghargaan penuh atas penyelesaian pekerjaan. Motif : a. memilih dan menggunakan media. a. pendisiplinan yang bijaksana. 2. kesempatan untuk maju atau promosi. pengakuan atas prestasi. Menggunakan micro teaching dalam program pengalaman lapangan yang meliputi . memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. melaksanakan program belajar mengajar. b. b. e. memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat. g. d. c. d. mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi. mengenal. c. b. Kompetensi profesional dosen diukur dengan Buku II Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia dari Dirjen Dikti. b. f. f. e. b. mengenal dan menyelenggarakan administrasi. Komunikasi c) prestasi mahasiswa : a) mutu penyampaian materi b) penguasaan keadaan kelas Dalam mendukung kinerja dosen perlu dukungan kompetensi profesional dosen yang handal. f. 3. menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar. keamanan bekerja. mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar. : a. c. h. a. merumuskan tujuan instruksional. pengakuan sebagai individu. perlakuan yang wajar. 2. tempat kerja yang baik. penerimaan oleh kelompok. menilai prestasi belajar mahasiswa. 4.

Mitchel. Energi akan dimanfaatkan oleh dosen karena didorong oleh tiga dimensi atau sub variabel dan indikator-indikator motivasi kerja yang dikembangkan dan dikemukakan oleh (Hasibuan. (4) komunikasi (ommunication). Bagaimana energi dilepaskan dan digunakan tergantung panda kekuatan dorongan motivasi kerja dosen. Hubungan-hubungan antar variabel tersebut diilustrasikan seperti gambar 1. berasal dari akar kata “to perform” dengan beberapa “entries” yaitu : (1) melakukan. target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. menjalankan. b) tunjangan. Hersey (1995:49) dan Gibson (2000:176-177) sebagai beriikut.2. Dengan motivasi ini bahwa dosen mempunyai semangat baik dari dalam diri maupun dari dorongan orang lain untuk menuangkan potensialnya. melaksanakan (to do or carry out. ekstrinsik 1) finansial a) gaji dan upah. 2000:162). KAJIAN PUSTAKA A. tentang aspek-aspek kinerja (performance) meliputi (1) kualitas hasil kerja (quality of work). pemahaman yang simpatik atas persoalan-persoaln pribadi. Kinerja Dosen 1. Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja (Griffin: 1987). Pengertian Kinerja Dosen Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan. . dan (4) melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang atau mesin (to do what is expected of a person machine). yang menurut The ScribnerBantam English Dictianory. b. dan Larson (1987:343) mengemukakan dalam suatu area of performance. (3) prakarsa/inisiatif (initiative). 2) pencapaian/prestasi. f. R. (3) melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab (to execute or complete an understahing). intrinsik 1) penyelesaian. Jika dilihat dari asal katanya. seperti standar hasil kerja. kata kinerja adalah terjemahan dari kata performance. 2) antar pribadi. (2) memenuhi atau melaksanakan kewajiban suatu niat atau nazar (to discharge of fulfill. terbitan Amerika Serikat dan Canada (1979). 3) promosi. situasi dan peluang yang tersedia. execute). : a. Beberapa pengertian berikut ini akan memperkaya wawasan kita tentang kinerja. b. (2) kemampuan (capability).3. as vow). T. loyalitas pimpinan terhadap dosen. Insentif e. sebagai berikut. dan (5) ketepatan waktu (promtness). Salah satu bentuk yang dianggap paling efisien untuk menunjang kinerja dosen adalah melalui motivasi dan kompetensi profesional dosennya. II. a.

Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolok ukur kinerja individu. motivasi dan kesempatan (Robbins : 1996). para pemakai sendiri lebih berorientasi pada persepsinya. l.c. bai yang dilakukan oleh individu. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Dengan demikian. commoonplace. justru inilah keanehannya. Edward dan Sallies (1994:21) mengutip pendapat Pfeffer dan Coote yang menyebut “kualitas (mutu) sebagai konsep yang “licik” (a slippery concept)”. j. Prestasi kerja atau penampilan kerja (performance) menurut Fattag (2000 : 19) adalah sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan. Ada tiga kriteria dalam melakukan penilaian kenerja individu. yaitu kinerja = F (A x M x O). k. Kinerja dipengaruhi oleh tujuan (Mondy and Premeaux : 1993). Saat subjek penghasil berorientasi panda kepentingan pemakai. (b) perilaku individu.… may be beautiful but not neccesary so. Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas darri pencapaian tugas-tugas. Standar absolut beranggapan bahwa kualitas merupakan suatu keindahan. Artinya : kinerja merupakan fungsi dari kemampuan. They do not have to be special They can be ordinary. . seseorang harus memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. motivasi atau Motivation (M) dan kesempatan atau Opportunity (O). berdasarkan pada kenyataan adanya perbedaan anatra kepentingan subjek penghasil barang atau jasa dengan kepentingan pemakai barang atau jasa. 1994:23). and familiar” (Edward and Sallis. yakni : (a) tugas individu. e. Hunt and Osborn :1991). f. h. i. Perbedaan terjadi karena konsep kualitas yang bertolak dari standar absolut (absolut concept) dan standar yang relatif (relative concept). Sementara yang standar relatif bertolak dari pikiran bahwa kualitas merupakan sesuatu yang “not be expansive and exclusive. Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan atau Ability (A). Kesempatan kinerja adallah tingkat-tingkat kenerja yang tinggi yang sebagian merupakan fungsi dari tiadanya rintangan-rintangan yang mengendalalakn karyawan itu. Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk panda tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta (Stolovitch and Keeps : 1992). Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya (Hersey and Blanchard : 1993). kinerja ditentukan oleh faktorfaktor kemampuan. Gibson and Ivancevich : 1994). Kinerja merujuk kepada pencapaian tujuan karyawan atas tugas yang diberikan (Casio : 1992). Kinerja dinyatakan baik dan suukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik (Donnelly. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Namun. kebenaran yang pasti dan tanpa kompromi. Alasan definisi relatif. g. d. kelompok maupun perusahaan (Schermerhorn. sikap dan keterampilan dan motivasi dallam menghasilkan sesuatu. motivasi dan kesempatan. dan (c) ciri individu (Robbin : 1996).

D and Spencer. Berdasarkan makna kompetensi adalah bagian kepribadian yang mendalam dan melekat kepada seseorang serta perilaku yang dapat diprediksi panda berbagai . Kompetensi Profesional 1. Buku II Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia memberikan definisi kompetensi profesional adalah profil kemampuan penampilan mengajar tenaga edukatif dan kewenangan dosen dalam menjalankan profesi dalam bidang pengajaran. Untuk itu kenerja dosen adalah kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas yang dimiliki dosen dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya (Depdiknas. Adapun dimensi kinerja dosen meliputi (a) kemampuan.. Spencer. maupun gagasan. dan (e) komunikasi. Kinerja adalah suatu bentuk hasil kerja atau hasil usaha berupa tampilan fisik. (c) ketepatan waktu. yang dimaksud dengan kinerja dosen adalah seperangkat perilaku yang ditunjukkan oleh dosen pada saat menjalankan tugas dan kewajibannya dalam bidang pengajaran yang dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikiran Mitchel. Pengertian Kompetensi Profesional Istilah kompetensi memiliki banyak makna. T. dan Larson (1987:343). kinerja dosen menurut penulis adalah kualitas hasil kerja yang dilakukan dosen dalam pengajaran (proses belajar mengajar). menggambarkan sebagaimana dikutip oleh Dharma (2002:109). (d) kualitas hasil kerja.m. Broke & Stone (1975) sebagaimana dikutip oleh Gumelar dan Dahyat (2002 :116) mengemukakan bahwa kompetensi sebagai …. Descriptive qualitative nature of teacher behaviour appers to be entirely meaningful : Kompetensi merupakan gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru atau tenaga kependidikan yang nampak sangat berarti. L. 2. S. kompetensi menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu di dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan. Kinerja berasal dari kata “Performance” dan sering diartikan dengan prestasi kerja atau unjuk kerja. McClelland. Kinerja dosen tidak terlepas dari pembahasan kualitas dosen itu sendiri. Kinerja sering juga dihubungkan dengan kompetensi panda diri pelakunya. tetapi meliputi yang lebih jauh dari itu yang tidak tampak. sedangkan performance merupakan perilaku nyata dalam arti tidak hanya dapat diamati saja. kompetensi merupakan karakteristik yang mendasari seseorang dan berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya (an underlying characteristics of an individual which is causally related to criterion-referenced effective and or superior performance in a job or situation). Dengan demikian kompetensi mengacu kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. Berdasarkan pengertian tersebut. Dikatakan rasional karena mempunyai arah atau tujuan. New York. Hay/McBer Research Press. R. (b) prakarsa/inisiatif. B. (1990) dalam buku Competency Assessment Methods. Dimensi Kinerja Dosen Penelitian ini intinya akan memotret kinerja dosen. Kualitas merupakan istilah yang berkaitan dengan sudut pandang dan sudut kepentingan pengguna istilah. 2004).

konsep diri. dan memberikan dorongan untuk mewujudkan cita-citanya atau memenuhi ambisinya ketika ia mendudukin jabatan atau posisi baru. Dimensi kompetensi profesional meliputi : (a) penguasaan bahan ajar. pengetahuan dan keterampilan. Konsep diri merupakan gambaran mengenai nilai luhur yang dijunjung tinggi seseorang serta bayangan diri atau sikap terhadap masa depan ideal yang dicitacitakan. sedangkan tiga kompetensi terakhir cenderung kelihatan karena ada dipermukaan. (b) mengelola program belajar mengajar. (d) menggunakan media dan sumber yang meliputi.” . Keterampilan merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan fisik atau mental. Pengetahuan merupakan informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu. meskipun berperan sebagai sumber kepribadian. tersebut dapat dijelaskan. C. Pengertian Motivasi Kerja Western dan Donoghue (1992:123) mengemukakan bahwa motivasi merupakan serangkaian proses yang memberi semangat bagi perilaku seseorang dan mengarahkannya kepada pencapaian beberapa tujuan atau secara lebih singkat untuk mendorong seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang harus dikerjakan secara sukarela dan dengan baik. (c) mengelola kelas.keadaan dan tugas pekerjaan. Sedangkan kata “criterion-referenced” mengandung makna bahwa kompetensi sebenarnya memprediksi siapa yang berkinerja baik dan kurang baik. Kelima karakteristik pembentuk kompetensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Dari Gambar 2. Berdasarkan pengertian tersebut. Motivasi Kerja 1. Dimensi Kompetensi Profesional Sependapat dengan Uralian diatas. diukur dari kriteria atau standar yang digunakan. Kata “causally related” berarti kompetensi adalah sesuatu yang menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja. dan diharapkan terwujud melalui kerja serta usahanya. Wexley dan Yulk (1996:83) menyatakan bahwa “motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau doronan kerja. dan (e) menggunakan micro teaching dalam program pengalaman lapangan. Dua karakteristik yang disebut terakhir cenderung kelihatan karena ada dipermukaan. bahwa Motif merupakan gambar dari seseorang mengenai sesuatu yang dipikirkannya atau diinginkannya.1. dimana kuat lemahnya motivasi tersebut ikut menentukan tinggi rendahnya prestasi kinerjanya. menurut Buku II Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. yaitu watak. kompetensi profesional dosen menurut penulis adalah kemampuan dan kewenangan seorang dosen dalam menjalankan profesinya dengan baik. motif. Watak merupakan karakteristik mental seseorang dan konsistensi respons terhadap rangsangan situasi atau informasi . 2. Dharma menjelaskan bahwa ada lima karakteristik pembentuk kompetensi. sedangkan tiga kompetensi lainnya lebih tersembunyi dan relatif sulit dikembangkan.

Kenyataan ini menurut Siagian. dan Donnely (2005:94) memberikan batasan motivasi sebagai berikut : “Motivasi adalah suatu kemampuan yang kita gunakan jika kita meguraikan kekuatan-kekuatan yang bekerja terhadap atau di dalam diri individu untuk memulai dan mengarahkan perilaku. bahwa tercapainya tujuan organisasi berarti tercapai pula tujuan pribadi para anggota organisasi yang bersangkutan. mengarahkan dan memelihara perilaku seorang dosen untuk melakukan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar dengan segala kemampuan dan keahliannya guna mewujudkan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. membangkitkan. Dengan demikian motivasi kerja dosen adalah daya dorong yang berpengaruh. terutama yang berkaitan dengan teori tentang penggerakan bawahan. sustain. Ivancevich. berhubungan dan menyokong tingkah laku seseorang). Dimensi Motivasi Kerja Berdasarkan pengertian dari para ahli diatas.” Dari definisi tersebut terlihat bahwa sebuah organisasi hanya akan berhasil mencapai tujuan dan berbagai sasarannya. membangkitkan. Woolfolk (2004:270) mengemukakan bahwa “Motivation is usually defined as something that energized and direct behaviour” atau motivasi selalu didefinisikan sebagai sesuatu yang menggerakkan dan mengarahkan tingkah laku. mengarahkan. Dengan pengertian. dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja. S. bahwa : “Motivasi merupakan daya dorong seseorang untuk memberikan kontribusi yang sebesar mungkin demi keberhasilan organisasi mencapai tujuannya. Sedangkan Stoner (1992:440) mengemukakan pengertian motivasi sebagai berikut : “ Motivation is the factor that cause. teori motivasilah yang banyak dipergunakan. Dari perkembangan berbagai teori.” Gibson. P. yang bersifat internal.” Dari beberapa pengertian tentang motivasi yang dikemukakakn diatas.Razik dan Swanson (1995:275) berpendapat bahwa motivasi adalah “ the effort with ability is applied to a task ”. mengarahkan dan memelihara perilaku berkaitan . Beberapa pendapat tersebut memandang bahwa motivasi merupakan energi yang dapat membangkitkan dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau perilaku tertentu. 2. seperti terlihat dalam definisi motivasi sebagai berikut. channel. (2002:102) dapat dijelaskan dengan mengatakan bahwa manusia mengaitkan kekaryaannya dengan pemuasan berbagai kebutuhan dan keinginannya. dallam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. and individual behaviour” (motivasi adalah faktor-faktor yang menyebabkan. dapat dirumuskan kedalam motivasi kerja seorang dosen dalam melaksanakan tugasnya. yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan presistensi.” Gray (2004:69) mengemukakakn bahwa “Motivasi merupakan hasil sejumlah proses. maka disimpulkan bahwa motivasi sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dari dalam diri pegawai yang berpengaruh. Adapun pengertian motivasi dalam konteks dorongan untuk bekerja (motivasi kerja) dalam sebuah organisasi menurut Amirullah dan Hanafi (2002:146) mengemukakan bahwa “Motivasi kerja dapat didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan. atau eksternal bagi seorang individu. apabila semua komponen organisasi (anggota organisasi) berupaya menampilkan kinerja yang optimal termasuk produktivitas kerja yang meningkat.

Clelland’s). Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai. harapan dan insentif. 3. yaitu teori motivasi dari Mc. Selanjutnya teori motivasi tersebut akan dijadikan sebagai dimensi dalam penelitian ini. Dengan demikian semangat kerja bawahan akan meningkat karena umumnya manusia senang menerima yang baik-baik saja (Hasibuan. (c) insentif (incentive) yaitu memotivasi (merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah (imbalan) kepada mereka yang berprestasi di atas prestasi standar. Dimensi motivasi kerjja meliputi : (a) motif (motif) adalah suatu perangsang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang. Kemudian dia mengemukakan teorinya. Jadi. yaitu : Mc. Sejalan dengan teori dan pendapat para ahli yang dikemukakan tadi. maka dalam penulisan tesis hanya diambil beberapa teori motivasi yang dianggap relevan dengan penelitian. Pendapat dari teori motivasi ini bahwa pegawai mempunyai cadangan energi potensial.dengan lingkungan kerja. (b) harapan (expectancy) adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku untuk tercapainya tujuan. Energi akan dimanfaatkan oleh pegawai karena didorong oleh motif. Clelland’s Achievement Motivation Theory (teori motivasi prestasi Mc. . Bagaimana energi dilepaskan dan digunakan tergantung pada kekuatan dorongan motivasi seseorang dan situasi serta peluang yang tersedia. 2000:149-167). motivasi adalah dorongan dari diri pegai untuk memenuhi kebutuhan yang stimulasi berorientasi kepada orang lain untuk memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Clelland’s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful