Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi

dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya
Home › Sains › IPA on 13 Juni 2012 | 9 Comments

(Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya) – Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan. Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi. Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum. Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

    

Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas. Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun. Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi. Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju. Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut.dpuf . .1svhfz0y. kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah. yaitu sebagai berikut:    Siklus pedek. kemudian terbentuk awan. Siklus sedang.diwarta. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan. kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan.com/pengertian-siklus-hidrologi-dan-penyebabterjadinya/839/#sthash. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. Siklus panjang.See more at: http://www. kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan.

dari atmosfer ke tanah. sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi.11 Blogger Bodoh . dan sebagainya (surface detention). dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. sungai. Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi. . ada juga yang sementara tersimpan di danau. hingga menuju ke laut ( surface run off ). Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). selokan.Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. Curahan (precipitation) turun ke bawah. Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] . Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuhtumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 1. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut. tetapi kemudian menguap atau sebaliknya. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. 30 Januari 2013 | 19. terus kembali ke laut melengkapi siklus air.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] Written By M Mustafa on Rabu. terus kembali ke laut. namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. air mengalami banyak interupsi. ke daratan atau langsung ke laut. Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam.

setelah menjadi awan melalui proses kondensasi. 3.2. Siklus Panjang : Air laut menguap. lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegununganpegunungan yang tinggi. mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut. Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : * Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsung * Transpirasi: penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan * Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusia * Evapotranspirasi: perpaduan evaporasi dan transpirasi . Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah. Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.

Siklus hidrologi digambarkan secara leng .* Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan * Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air. hingga menuju ke laut. hujan salju * Infiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah * Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater * Run off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. sungai. hujan es.

Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. evaporasi dan transpirasi. hujan es dan salju (sleet). Air berevaporasi. salju. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. hujan batu. Setelah mencapai tanah. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: .Siklus Hidrologi Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. presipitasi. hujan gerimis atau kabut.

maka aliran permukaan semakin besar. es. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. di daratan. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. presipitasi. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. di tanaman. kondensasi untuk membentuk awan. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. dan lain-lain). jatuh ke atas vegetasi.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. hujan batu es. waduk. batuan gundul. permukaan air dan saluransaluran sungai (presipitasi saluran). dsb. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. permukaan tanah. dan evaporasi-kembali.Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut.  Air permukaan. rawa). yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat .  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). salju. di sungai. hujan.

Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. . kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. formasi-formasi geologi. danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. Akhirnya. Selanjutnya. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. Kemudian. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai.(zone) jenuh di bawah muka air tanah. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. aliran air menjadi turbulen (deras). daur hidrologi dapat berupa daur pendek. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. misalnya hujan yang jatuh di laut. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. Siklus Hidrologi Karakteristik siklus Hidrologi : Pertama.

Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi. Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”. tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasibaik itu berupa hujan. sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai“soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah. sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti. hujan salju dan sebagainya. permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman(transpirasi). air sungai. intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. Keempat. sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap.Kedua. Penjelasan gambar siklus Hidrologi : Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari. penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut. Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”. berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks. . Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. Ketiga.

Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. Siklus sedang. yaitu : 1. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu. selanjutnya kembali ke laut. yaitu air laut menguap. danau dan sungai yang disebut evaporasi. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. misalnya air danau. karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. danau dan rawa. serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut. Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi. gletser. Air yang ada di permukaan Bumi. sungai. karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. lautan dan waduk. uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat. rawa-rawa. terjadi kondensasi. gletser. terjadi kondensasi. Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut. selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi. 2. Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. yaitu perairan daratan dan perairan laut.PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI Posted on 07. . Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air). yaitu air laut menguap. Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap.tetapi dapat mengalami perubahan. air sungai. Jenis siklus hidrologi ada tiga macam. hujan jatuh di daratan menjadi air darat. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah.57 by Muhammad Rizal Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air. Siklus pendek. Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua.

org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi. Sumber : http://www.3.winapedia. jatuh sebagai salju. yaitu air laut menguap. Siklus panjang. mengalir ke sungai. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi.html#ixzz2XzRR6gFA . selanjutnya kembali ke laut. terjadi kondensasi. terbentuk gletser.

 Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. es. di sungai. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. presipitasi. rawa). dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir . hujan es dan salju (sleet). dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. di tanaman.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. maka aliran permukaan semakin besar. Air permukaan. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. Air berevaporasi. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. evaporasi dan transpirasi. Setelah mencapai tanah.SIKLUS HIDROLOGI Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. hujan batu. salju. waduk. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. salju. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. di daratan. hujan gerimis atau kabut. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu.

Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. jatuh ke atas vegetasi. dan evaporasi-kembali. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. kondensasi untuk membentuk awan. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Sumber: http://www. . batuan gundul. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah.or. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). permukaan tanah. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. Kemudian. hujan. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).htm SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman.id/Hidro/Siklus/air-siklus. presipitasi. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah. permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). Selama perjalanannya menuju dasar sungai. aliran air menjadi turbulen (deras). Akhirnya. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. yang berubah adalah wujud dan tempatnya. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. dan lain-lain). Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. hujan batu es. Selanjutnya. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. formasi-formasi geologi.ke laut. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi.lablink.

‖ . ―Kontribusi terbesar aliran sungai pada musim kemarau sebenarnya dari mata air. karena sebagian besar air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dialirkan sebagai ―air larian‖ yang akan terbuang percuma ke laut. Aliran air sungai pada musim kemarau berasal dari air di dalam tanah yang keluar dari mata air. buangan sampah atau bangunan air yang menghambat aliran. kata pakar air Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Budi Santosa. Gangguan seperti ini bisa dilihat pada karakteristik sungai yang memiliki fluktuasi aliran cukup besar. Idealnya fluktuasi aliran sungai tidak terlalu besar atau hampir seragam.‖ katanya.SIKLUS HIDROLOGI (SUMBER : SOEMARTO. ―Beban yang harus diterima saluran atau sungai di hilir menjadi lebih besar.‖ katanya. karena air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah menjadi ―air larian‖. tetapi pada musim kemarau debit aliran air sungai sangat kecil bahkan kering sama sekali. Banjir yang terjadi di musim penghujan. ―Ekses yang ditimbulkan adalah berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah yang berarti bahwa simpanan air di dalam tanah juga akan berkurang. Ia menjelaskan pada musim hujan debit aliran air sungai sangat besar bahkan terlalu besar. Ia menduga banjir disebabkan menurunnya kapasitas saluran atau sungai akibat proses sedimentasi.com – Gangguan siklus hidrologi mengakibatkan banjir dan kekeringan. 1987) Gangguan Siklus Hidrologi Picu Banjir dan Kekeringan Kapanlagi.

Banjir dan kekeringan yang sering terjadi hampir setiap tahun khususnya di Jawa Tengah. Usaha mengatasi masalah banjir dan kekeringan adalah meningkatkan besaran resapan air ke dalam tanah yang antara lain bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian hutan dan menghambat laju ―air larian‖ melalui pembuatan sumur resapan.‖ kata Budi Santosa.Pd di 19:54 . S.‖ katanya. telah menunjukan adanya kerusakan lingkungan dalam skala yang cukup luas. (*/tut) Sumber: Kapanlagi. ―Air hujan sebelum masuk ke saluran dibelokan terlabih dahulu ke sumur resapan sehingga kesempatan air meresap ke dalam tanah menjadi lebih besar. 17 Februari 2005 09:29 Diposkan oleh RUDI HARTONO.―Padahal simpanan air tersebutlah yang memberikan kontribusi terhadap aliran air pada mata air dan sungai pada musim kemarau.com. Banjir dan kekerangan disertai pencemaran di beberapa bagian sungai merupakan gambaran suatu krisis air yang sedang dan akan dihadapi pada masa mendatang. Kamis.

27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN INFILTRASI Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi melalui tanah. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah.Pengertian dan Faktor Infiltrasi Oleh Duwi Santosa Rabu. Setelah tanah menjadi basah. sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral. atau secara vertikal. aliran karena pengaruh gravitasi berlanjut mengisi pori-pori tanah. gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. Ketika tanah menjadi basah. sedang laju infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. Sementara aliran kapiler pada lapis permukaan berkurang.edu) Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah. Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi. gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler. Selain itu. Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. yang merupakan fungsi waktu. gaya kapiler . Infiltrasi (sumber : valdosta. Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah. dan sungai. sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah. yang dinyatakan dalam mm/jam. laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai kondisi konstan. air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan. Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva kapasitas infiltrasi (fp). Apabila tanah kering. danau. Dengan terisinya pori-pori tanah. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering.

Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh Perhatikan skema gambar di bawah ini ! Genangan Pada Permukaan Tanah Dalam gambar di atas. pemadatan oleh hujan. yang menyebabkan suatu lapisan di bawah permukaan tanah menjadi jenuh air.berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. air yang tergenang di atas permukaan tanah terinfiltrasi ke dalam tanah. kelembaban tanah. yaitu kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh. dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui sejumlah tabung kecil. tanaman penutup. yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi. Kedalaman genangan di atas permukaan . intensitas hujan. dan sifat-sifat fisik tanah. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan. Apabila tebal dari lapisan jenuh air adalah L. Kurva Kapasitas Infiltrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan aliran melalui pipa.

Karena adanya perbedaan tersebut. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang berbutir halus (seperti lempung). permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah. permukaannya sering terdapat butiran halus. tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran. sehingga infiltrasi berkurang. sedang bagian bawahnya relatif masih kering. sehingga laju infiltrasi hampir konstan. Ketika air jatuh pada tanah kering. maka terjadi gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi pada periode awal hujan. permukaan bawah tanah menjadi basah. Dengan demikian terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan yang ada di bawahnya. sehingga air bergerak ke bawah (infiltrasi) dengan cepat. ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan mengembang dan menutupi pori-pori tanah. sehingga perbedaan daya kapiler berkurang. Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. pengaruh tersebut sangat kecil. Penyumbatan oleh butir halus Ketika tanah sangat kering. Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi. butir tanah mengalami pemadatan oleh butiran air hujan. Untuk tanah pasir. sehingga dapat mengurangi kapasitas infiltrasi.tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung. sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. Selain itu. Apabila L sangat lebih besar daripada D. Dengan bertambahnya waktu. butiran halus tersebut terbawa masuk ke dalam tanah. sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L. dan mengisi pori-pori tanah. Pada awal hujan. Kelembaban tanah Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi. Sejalan dengan waktu. Tanaman penutup . L bertambah panjang sampai melebihi D. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan. sehingga air masuk ke dalam tanah dengan cepat. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi. Pemampatan oleh hujan Ketika hujan jatuh di atas tanah. dimana L adalah kecil dibanding D.

galeripustaka. Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah yang tanpa penutup tanaman. Yogyakarta : Beta Offset advertisement Sumber : http://www. pada lahan yang datar air menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi. Intensitas hujan Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi.html#ixzz2XzSn5aZa . aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga air kekurangan waktu infiltrasi. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. Jika intensitas hujan I lebih kecil dari kapasitas infiltrasi. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat permeabel. Akibatnya sebagian besar air hujan menjadi aliran permukaan. dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. Pada lahan dengan kemiringan besar.Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah. Sebaliknya. Apabila intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi. seperti rumput atau hutan. dan juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup serangga. maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas infiltrasi. air hujan tidak dapat memampatkan tanah. 2010. maka laju infiltrasi aktual adalah sama dengan intensitas hujan. Topografi Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi. Dengan adanya tanaman penutup. Hidrologi Terapan.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi.

seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi • Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah. tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti. Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan. • Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari. Makin besar daya infiltrasi. Kondisi-kondisi permukaan tanah • Tetesan hujan.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui poripori tanah. hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi. merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah. • Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan. Aliran air tanah sangat lambat. • Penggolongan tanah (dengan terasering. Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap : a. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah: 1. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). yang menentukan sebagian dari setruktur tanah. • Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. b. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil. 3. pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah. maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil. Dari siklus hidrologi. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali atau mengalir sebagai air tanah. Karakteristik –karakteristik hujan 2. • Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya. sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi. Kondisi-kondisi penutup permukaan • Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori -pori tanah dari penyumbatan. 4. Transmibilitas tanah • Banyaknya pori yang besar. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi • Suhu air mempunyai banyak pengaruh. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. • Urbanisasi (bangunan. Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain : . sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. jalan. • Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori -pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. Proses Limpasan Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. • Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi. 5. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan.

Karakteristik hujan f Kondisi-kondisi permukaan tanah Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain : a. Jenis permukaan tanah b Cara pengolahan lahan c. Tumbuh-tumbuhan e. Kepadatan tanah d. . Pemampatan oleh curah hujan d.a. Kadar air dalam tanah c. Sifat dan jenis tanaman. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh b.

yang terletak diantara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah (zona jenuh). air tersebut akan mengalami suatu proses hidrologi yang disebut Infiltrasi. Karena air yang jatuh ketanah akan menyerap kedalam pori-pori tanah dengan bantuan gaya gravitasi dan gaya kapiler. sedangkan laju infiltrasi adalah laju infiltrasi nyata suatu jenis tanah tertentu. Infiltrasi ini pada umumnya dan yang lebih jelasnya terjadi pada saat hujan Gambar : "Hujan di FPIPS UPI" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : Ketika hujan turun ke tanah. Pengertian infiltrasi (infiltration) sering dicampur-adukkan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi (percolation) yaitu gerakan air kebawah dari zona tidak jenuh. Dalam kaitan ini terdapat dua pengertian tentang kuantitas infiltrasi.Infiltrasi dimaksudkan sebagai proses masuknya air kepermukaan tanah. Proses ini merupakan bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran disungai. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. yaitu kapasitas infiltrasi (infiltration Capaciti) dan laju infiltrasi (Infiltration rate). Gambar : "Proses Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung .

Dengan media itu kita dapat membuktikan terjadinya infiltrasi dengan cara menyiramkan air kedalam wadah tersebut. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : . Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah 2. Laju infiltrasi aktrual tergantung dari karakteristik tanah dan jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah untuk membuat tanah lembab. Hal ini menyebabkan bertambahnya tahanan pada aliran grafitas di lapisan permukaan dan berkurangnya laju infiltrasi pada saat hujan meningkat. 3. Maka kita akan melihat sebuat fenomena infiltrasi yang ditandai dengan menyerapnya air tersebut kedalam poripori tanah. melibatkan tiga proses yang tidak saling tergantung : 1. tertampungnya air hujan rtersebut di dalam tanah proses mengalirnya air tersebut ketempat lain (bawah. dengan mengikuti suatu jalan berhambatan paling lemah. viskositas dan gaya kapilar dan disebut juga sebagai proses infiltrasi. Media itu berupa sebuah wadah kosong yang diberi tanah sebagai replika di alam. samping. Gaya-gaya kapilar mengalihkan air grafitas secara terus menerus kedalam rongga-rongga pori kapilar. Air hujan yang jatuh ketanah akan masuk kedalam tanah dengan adanya gaya grafitasi. Proses infiltrasi yang demikian. dan atas). Gambar : "Media Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : proses infiltrasi ini dapat di buktikan dengan suatu media. Tanah dapat ditembusi air karena adanya celah yang tak kapilar melalui mana aliran air grafitas mengalir kebawah menuju air tanah. sehingga jumlah air grafitas yang melalui horizon-horizon yang lebih rendah secara berangsur-angsur berkurang.Deskripsi : Dengan gambar di atas kita dapat membuktikan bahwa air tersebut lama kelamaan akan menghilang dan tersedot kedalam tanah dikarenakan telah terjadi proses infiltrasi. Infiltrasi (peresapan) merupakan perjalanan air melalui permukaan tanah dan menembus masuk kedalamnya.

Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap daya serap sukar ditentukan. . Unsur struktur tanah yang terpenting adalah ukuran pori dan kemantapan pori.1. Meskipun demikian. 4. sehingga memberikan waktu tambahan pada air untuk memasuki tanah  Sistem akarnya membuat tanah lebih mudah dimasuki  Daun-daunnya melindungi tanah dari tumbukan oleh tetes air hujan yang jatuh dan mengurangi muatan air hujan dipermukaan tanah. Tumbuhan bawah atau tajuk penutup tanah lainnya Kedalaman air yang masuk ketanah tergantung dari beberapa faktor. Penghantar hidrolik 6. Air yang tertahan oleh lapisan kedap air (misalnya batu) membentuk air tanah. porositas tanah. karena tumbuh-tumbuhan juga mempengaruhi intersepsi. jumlah tumbuh-tumbuhan serta lapisan yang tidak dapat ditembusi oleh air.Waktu dari saat hujan atau irigasi 2. Persediaan air awal (kelembaban awal) atau jumlah air yang tersedia di permukaan tanah. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air diatas permukaan tanah 5. Sifat-sifat yang menentukan dan membatasi kapasitas infiltrasi adalah struktur tanah yang sebagian ditentukan oleh tekstur dan kandungan air. sebab :  Tumbuhan penutup menghambat aliran permukaan. yaitu : jumlah air hujan. Kegiatan biologi dan unsur organik. jenis dan kedalaman seresah 7. Tekstur dan stuktur tanah 3. tumbuh-tumbuhan penutup menungkatkan infiltrasi jika dibandingkan dengan tanah terbuka.

Tingkat menurun sebagai tanah menjadi jenuh. Hal ini diukur dalam inci per jam atau milimeter per jam. pinggiran kapiler .dalam ilmu tanah adalah ukuran tingkat di mana tanah mampu menyerap curah hujan atauirigasi . limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada beberapa penghalang fisik. United States Geological Survey .) Infiltrasi adalah proses di mana air di permukaan tanah memasuki tanah tingkat Infiltrasi. Jika tingkat curah hujan melebihi laju infiltrasi. permukaan air . Tingkat infiltrasi dapat diukur menggunakan infiltrometer . ensiklopedia bebas Penampang lereng bukit yang menggambarkan zona tak jenuh . dan freatik zona atau jenuh (Sumber:. . Hal ini terkait dengan jenuh konduktivitas hidrolik tanah dekat permukaan.Infiltrasi (hidrologi) Dari Wikipedia.

4 Persamaan Kostiakov 4. kapasitas penyimpanan.3 persamaan Horton 4. Inilah sebabnya mengapa hutan daerah memiliki tingkat infiltrasi tertinggi dari setiap jenis vegetatif. jenis vegetasi dan penutup. Tingkat infiltrasi adalah dengan karakteristik tanah. Sementara pori-pori yang lebih kecil memberikan perlawanan yang lebih besar untuk gravitasi. dan laju transmisi melalui tanah. kadar air tanah .1 Umum anggaran hidrologi 4. yang dapat menutup kesenjangan alami antara partikel tanah. pori-pori sangat kecil menarik air melalui aksi kapiler di samping dan bahkan melawan gaya gravitasi. The tekstur tanah dan struktur. Jika tanah jenuh pada saat periode pembekuan intens. tanah suhu . Lapisan atas serasah daun yang tidak terurai melindungi tanah dari aksi berdebar hujan. Vegetasi menciptakan tanah lebih berpori oleh keduamelindungi tanah dari berdebar hujan . tanah bisa menjadi embun beku . dan melonggarkan tanah melalui tindakan root. Dalam Chapparal daerah bervegetasi. atau es . menciptakan daerah besar tanah hidrofobik . minyak hidrofobik pada daun sukulen dapat tersebar di permukaan tanah dengan api.1 Proses 2 Temuan Penelitian 3 Infiltrasi dalam pengumpulan air limbah 4 metode perhitungan Infiltrasi o o o o o    4. Misalnya.2 Green-Ampt 4. tanpa ini tanah dapat menjadi jauh lebih permeabel. Kondisi lain yang dapat menurunkan laju infiltrasi atau memblokir mereka termasuk keringsampah tanaman yang tahan kembali mengompol.5 Hukum Darcy 5 Lihat juga 6 Pranala luar 7 Referensi Pendahuluan [ sunting ] Infiltrasi diatur oleh dua kekuatan: gravitasi dan kapiler .Isi [hide]  1 Pendahuluan o    1. termasuk kemudahan masuk. dan curah hujan intensitas semuanya memainkan peran dalam mengendalikan laju infiltrasi dan kapasitas. kasar berpasir tanah memiliki ruang besar antara masing-masing biji-bijian dan memungkinkan air untuk menyusup cepat.

Jika kedatangan air di permukaan tanah kurang dari kapasitas infiltrasi. dan hukum Darcy. Ada beberapa cara untuk memperkirakan volume dan / atau laju infiltrasi air ke dalam tanah a. Temuan penelitian [ sunting ] Robert E. merembes ke air tanah tabel. .beton yang hampir tidak ada infiltrasi akan terjadi. Selama seluruh DAS . model matematika yang menganggap infiltrasi. Di daerah di mana tanah tidak dilindungi oleh lapisan serasah hutan. metode Horton. limpasan dan aliran saluran untuk memprediksi laju aliran sungai dan sungai kualitas air . Sebelumnya air menyusup mengisi ruang penyimpanan yang tersedia dan mengurangi gaya kapiler mengambil air ke dalam pori-pori. atau pembuangan limbah yang tidak diobati ke lingkungan. hujan dapat melepaskan partikel tanah dari permukaan dan mencuci partikel halus ke dalam pori-pori permukaan di mana mereka dapat menghambat proses infiltrasi. Setelah air telah menyusup tanah tetap di dalam tanah. Infiltrasi dalam koleksi air limbah [ sunting ] Air limbah sistem pengumpulan terdiri dari satu set garis. Tiga metode estimasi yang sangat baik adalah metode Green-Ampt. kadang-kadang dianalisis menggunakanmodel transportasi hidrologi . Metode perhitungan Infiltrasi [ sunting ] Infiltrasi adalah komponen dari saldo anggaran massa umum hidrologi. retak atau pohon invasi akar . infiltrasi / inflow dari stormwater sering terjadi. ada kemungkinan ada kesenjangan dalam es beton atau tanah hidrofobik mana air dapat menyusup. Horton (1933) [2] menyarankan bahwa kapasitas infiltrasi cepat menurun selama bagian awal dari badai dan kemudian cenderung ke arah nilai mendekati konstan setelah beberapa jam untuk sisa acara. Tanah Liat partikel dalam tanah bisa membengkak karena mereka menjadi basah dan dengan demikian mengurangi ukuran pori-pori. Ketika garis Herr terganggu dengan pecah. atau menjadi bagian dari proses limpasan permukaan. metode SCS. Kondisi ini dapat menyebabkan selokan meluap sanitasi . Proses [ sunting ] Proses infiltrasi hanya dapat dilanjutkan jika ada ruang yang tersedia untuk tambahan air di permukaan tanah. The volume yang tersedia untuk tambahan air dalam tanah tergantung pada porositas tanah [1] dan tingkat di mana sebelumnya disusupi air dapat bergerak jauh dari permukaan melalui tanah. persimpangan dan stasiun angkat untuk menyampaikan limbah ke instalasi pengolahan air limbah. Tingkat maksimum bahwa air dapat memasuki tanah dalam kondisi tertentu adalah kapasitas infiltrasi.

P adalah curah hujan .General hidrologi anggaran [ sunting ] Umum anggaran hidrologi. aljabar sederhana memecahkan pertanyaan infiltrasi. T. Hijau dan Ampt. Intersepsi juga perlu dipertanggungjawabkan. R adalah limpasan permukaan . konduktivitas hidrolik dan waktu. Ini adalah fungsi dari kepala hisap tanah. ET adalah evapotranspirasi . R. S adalah penyimpanan baik melalui retensi atau daerah penahanan . ditempatkan dalam persamaan serta evapotranspirasi. Satu-satunya catatan pada metode ini adalah salah satu harus bijaksana tentang yang variabel yang digunakan dan untuk menghilangkan. adalah input batas. tergantung di mana seseorang memilih untuk menentukan titik keluar atau poin untuk output batas. E. The Green-Ampt [3] metode rekening estimasi infiltrasi untuk banyak variabel yang metode lain. T adalah transpirasi . porositas. bukan hanya curah hujan mentah. ET. dengan semua komponen. tidak. yang pada dasarnya adalah DAS keluaran dari berdekatan. yang juga terkait dengan aliran permukaan. Green-Ampt [ sunting ] Dinamakan untuk dua orang. . untuk ganda dapat dengan mudah ditemui.dan transpirasi itu. seperti hukum Darcy. ET telah termasuk di dalamnya T serta sebagian dariE. langsung terhubung daerah tahan. adalah abstraksi awal. yaitu penyimpanan permukaan jangka pendek seperti genangan air atau bahkan mungkin kolam penahanan tergantung pada ukuran. yang dapat diukur sebagai volume atau panjang. dimana yang membasahi tanah depan kepala hisap. E adalah penguapan . dimana F adalah infiltrasi. adalah output batas. sehubungan dengan infiltrasi F. Mengingat semua variabel lain dan infiltrasi adalah satu-satunya diketahui. Contoh mudah variabel penghitungan ganda adalah ketika penguapan.

diabaikan.setelah waktu t. Ini adalah rumus empiris yang mengatakan infiltrasi yang dimulai pada tingkat yang konstan. Persamaan Horton [ sunting ] Dinamakan sama Robert E. A good first menebak untuk adalah nilai yang lebih besar dari kedua atau . adalah laju infiltrasi konstan atau keseimbangan setelah tanah telah jenuh atau laju infiltrasi minimum. adalah laju infiltrasi awal atau laju infiltrasi maksimum. adalah konduktivitas hidrolik . Menggunakan volume infiltrasi dari persamaan ini satu maka dapat mengganti ke dalam persamaan laju infiltrasi yang sesuai di bawah ini untuk menemukan laju . Horton disebutkan di atas. Dimana adalah laju infiltrasi pada waktu t. Dan menurun secara eksponensial dengan waktu. F. . Hal ini dapat digunakan untuk mencari total volume infiltrasi. . infiltrasi sesaat pada saat itu. Setelah terintegrasi. laju infiltrasi akan tingkat off untuk menilai . orang dapat dengan mudah memilih untuk memecahkan baik volume infiltrasi atau laju infiltrasi sesaat: Dengan model ini kita dapat menemukan volume dengan mudah dengan memecahkan untuk . atau lain yang sesuai konstan. adalah total volume yang sudah disusupi. diukur. Setelah beberapa saat ketika tingkat kejenuhan tanah mencapai nilai tertentu. . Horton persamaan [3] adalah pilihan lain yang layak ketika mengukur laju infiltrasi tanah atau volume. Kepala air atau catatan pada menggunakan rumus ini adalah bahwa seseorang harus berasumsi bahwa kedalaman genangan air di atas permukaan.adalah kadar air . Satu-satunya . Metode lain menggunakan persamaan Horton adalah sebagai berikut. adalah konstanta peluruhan tertentu ke dalam tanah. Namun variabel yang dipecahkan adalah dalam persamaan itu sendiri sehingga ketika memecahkan untuk yang satu ini harus mengatur variabel yang bersangkutan untuk berkumpul di nol.

Keterbatasan utama dari ungkapan ini adalah ketergantungan pada tingkat asupan akhir nol.Varian Kostiakov-Lewis.Kostiakov persamaan [ sunting ] Dinamai setelah pendirinya Kostiakov [4] adalah persamaan empiris yang mengasumsikan bahwa penurunan tingkat asupan dari waktu ke waktu sesuai dengan fungsi kekuasaan. Dalam kebanyakan kasus tingkat infilration bukan mendekati nilai yang tetap terbatas. juga dikenal sebagai "Modifikasi Kostiakov" persamaan mengoreksi ini dengan menambahkan istilah asupan mantap untuk persamaan asli. [5] . Dimana dan adalah parameter empiris. yang dalam beberapa kasus dapat terjadi setelah periode waktu yang singkat.

Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi [1] butiran air dan turun hujan. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Siklus air terjadi terus menerus. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. . danau. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. embun dan sumber air lainnya. .Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Karena pengaruh suhu. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). tergantung bagaimana mereka bertumbukan.energi panas .

Penguapan terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh dengan uap air.Pengertian Evaporasi PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi Adalah proses pertukaran melalui molekul air di atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara. Kualitas air. Kedalaman dan luas permukaan.Vertikal vapour transfers. biologi dan fisika. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan. Temparatur . yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas).  Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 1. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya) 2. semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil 7. Topografi. Sinar matahari 8. 5. yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah.Interface evaporation.  Besar kecilnya penguapan dari muka air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. kecepatan angina 6. penguapan semakin kecil. semakin luas semakin besar penguapannya 4. 2. semakin banyak unsur kimia. Tekanan udara 3.

Actual evaporation. . 6. permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benar-benar terjadi pada saat itu.tubuh air. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. tubuh air. 5. Evapotranspirasi. tanah. maupun tumbuhan air pada suatu DAS 3. Ada beberapa konsep penting : 1. 4. apa bila tersedia cukup air. yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benarbenar terjadi pada saat itu. 2. permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan).Actual evapotranspiration. Transpirasi. yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air. Potential evaporation. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu.Potential evapotranspiration.

DAN EVAPOTRANSPIRASI Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke atmosfer. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN EVAPORASI . Laju evaporasi. yaitu evaporasi dan transpirasi. permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah). yang biasanya diberikan . Apabila permukaan air tanah cukup dalam. TRANSPIRASI. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi (sumber : elearning. dimana air tanah diserap oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan menguap menuju atmosfer. yang kemudian akan menguap. transpirasi dan evapotranspirasi dinyatakan dengan volume air yang hilang oleh proses tersebut tiap satuan luas dalam satu satuan waktu.id) Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun. Dilapangan. Evaporasi (diberi notasi E0) adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut. penguapan dapat dibedakan menjadi dua macam.Pengertian dan Faktor Evaporasi Oleh Duwi Santosa Rabu. sulit membedakan antara penguapan dari badan air. biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yang disebut evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan menempel pada daun dan cabang. ranting. evaporasi dari air tanah adalah kecil dan dapat diabaikan. Dalam hidrologi. dan batang tanaman.unsri. Sedangkan Transpirasi (diberi notasi Et) adalah penguapan melalui tanaman. danau. yang meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut.ac. dan permukaan tanaman (intersepsi). dan sungai). tanah dan tanaman. Oleh karena itu.

Semakin tinggi temperatur semakin besar kemampuan udara untuk menyerap uap air. Pada umumnya ketersediaan air di permukaan tidak tak terbatas. dari zat cair menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan panas laten (laten heat). Untuk memperkirakan besarnya penguapan yang terjadi diperlukan data-data tersebut. yang tergantung pada letak lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga dipengaruhi oleh penutupan awan. Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan tanah. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah evaporasi di atas permukaan bumi. Dinas Pengairan. sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada palng jauh di utara. begitu pula sebaliknya. di banding dengan daerah di kutub (daerah beriklim dingin). Selain itu semakin tinggi temperatur.dalam mm/hari atau mm/bulan. Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi di suatu daerah disebut evapotranspirasi nyata. sehingga evapotranspirasi terjadi dengan laju lebih kecil dari evapotranspirasi potensial. Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun. Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin terjadi. dan kecepatan angin. Beberapa instansi seperti BMKG. Radiasi Matahari Pada setiap perubahan bentuk zat. temperatur udara. Laju evapotranspirasi tergantung pada ketersediaan air dan kemampuan atmosfer mengevapotranspirasikan air dari permukaan. Pada bulan Desember kedudukan matahari berada paling jauh di selatan. Apabila ketersediaan air (lengas tanah) tak terbatas maka evapotranspirasi yang terjadi disebut evapotranspirasi potensial (ETP). . Penguapan dipengaruhi oleh kondisi klimatologi. sementara radiasi terkecil pada bulan Juni. Temperatur Temperatur udara pada permukaan evaporasi sangat berpengaruh terhadap evaporasi. kelembaban udara. energi kinetik molekul air meningkat sehingga molekul air semakin banyak yang berpindah ke lapis udara di atasnya dalam bentuk uap air. dan Dinas Pertanian secara rutin melakukan pengukuran data klimatologi. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi maksimum matahari pada bulan Desember. yang tergantung letak pada garis lintang dan musim. Oleh karena itu di daerah beriklim tropis jumlah evaorasi lebih tinggi. dari es menjadi air (pencairan). BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVAPORASI Proses perubahan bentuk dari air menjadi uap air terjadi baik pada evaporasi maupun evapotranspirasi. yang meliputi : radiasi matahari. Untuk variasi harian dan bulanan temperatur udara di Indonesia relatif kecil.

2010. tekanan udara pada lapisan udara tepat di atas permukaan air lebih rendah di banding tekanan pada permukaan air. Kecepatan Angin Penguapan yang terjadi menyebabkan udara di atas permukaan evaporasi menjadi lebih lembab. sementara pada musim kemarau angin berasal dari tenggara yang kering. Oleh karena itu kecepatan angin merupakan faktor penting dalam evaporasi. mempunyai kelembaban udara tinggi. Untuk di negara Indonesia. Pada musim penghujan angin dominan berasal dari barat laut yang membawa banyak uap air. Pada waktu penguapan terjadi. Apabila jumlah uap air yang masuk ke udara semakin banyak.Kelembaban Udara Pada saat terjadi penguapan. Di daerah terbuka dan banyak angin. di mana nilainya tinggi pada musim penghujan dan berkurang pada musim kemarau. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. uap air bergabung dengan udara di atas permukaan air. Penggantian tersebut dapat terjadi apabila ada angin. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan perairan laut cukup luas. Yogyakarta : Beta Offset advertisement . yang menyebabkan berkurangnya laju penguapan. Kelembaban udara tergantung pada musim. tekanan uapnya juga semakin tinggi. Kelembaban udara dinyatakan dengan kelembaban relatif. Agar proses penguapan dapat berjalan terus lapisan udara yang telah jenuh tersebut harus diganti dengan udara kering. Di daerah pesisir kelembaban udara akan lebih tinggi daripada di daerah pedalaman. sampai akhirnya udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi terhenti. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan terjadinya penguapan. Akibatnya perbedaan tekanan uap semakin kecil. Hidrologi Terapan. sehingga udara mengandung uap air. di mana pada saat itu penguapan terhenti. penguapan akan lebih besar daripada di daerah yang terlindung dan udara diam. Apabila udara di atas permukaan air sudah jenuh uap air tekanan udara telah mencapai tekanan uap jenuh. Udara lembab merupakan campuran dari udara kering dan uap air. kecepatan angin relatif rendah.

html#ixzz2XzX9kjCz .com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.Sumber : http://www.galeripustaka.

Panas dapat disuplai dengan berbagai cara. Evaporasi vs kristalisasi Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Selain itu. Artinya. sedangkan pada pengeringan sedikit. Mc Cabe. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami. dari pengotor nonvolatil. 1999). Evaporasi vs distilasi Evaporasi berbeda pula dari distilasi. Perbedaan lainnya adalah. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadangkadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Evaporasi vs pengeringan Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil. karena uapnya biasa dalam komponen tunggal. dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan. maka evaporator . (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. Titk didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. 22 FEBRUARI 2010 PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi. dan (4) mengkondensasikan uapnya. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil. dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran. jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi. seperti air. 1995). Long. (3) pemisahan uap dari cairan. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan.Sharing Knowledge  Halaman Muka SENIN. diantaranya secara alami dan penambahan steam. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal.

tetapi relatif lambat. Pada proses pendidihan secara alami. 1984) : . koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur. nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat. Tipe-tipe tersebut adalah (Bell. Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar. Pada tipe ini. DIPOSKAN OLEH NUR "EDU" DI 18. Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula.pendidihan secara konveksi alami . Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas.dioperasikan pada tekanan tinggi pula.34 LABEL: EDUCATION 3 KOMENTAR: . perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan. Namun.pendidihan nukleat . Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur. Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas.pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya.

Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Sebagian gelombang pendek (shortwave radiation) matahari akan diubah menjadi energi panas di dalam tanaman. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas . Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Sebagian dari energi matahari akan diubah menjadi tenaga mekanik. Tenaga mekanik ini akan menyebabkan perputaran udara dan uap air di atas permukaan tanah. Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. embun dan sumber air lainnya. tapi juga persediaan air yang siap untuk terjadinya evaporasi. Definisi Penguapan Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Keadaan ini akan menyebabkan udara di atas permukaan tanah jenuh dan dengan demikian. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. air dan tanah.Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat. Energi panas tersebut akan menghangatkan udara di sekitarnya. Permukaan bidang evaporasi yang kasar akan memberikan laju evaporasi lebih tinggi daripada bidang permukaan rata . sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.PENGUAPAN a. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan.Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Tidak hanya melibatkan jumlah air yang ada. Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. mempertahankan tekanan uap air yang tinggi pada permukaan bidang evaporasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. tergantung bagaimana mereka bertumbukan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. danau.

Pada tahap ini. vegetasi dan tanah) dan energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi. b. permukaan bidang penguapan (air. 4) Ketika proses penguapan berlangsung. 2) Suhu udara. Besarnya kadar air dalam udara di suatu tempat ditentukan oleh tekanan uap air yang ada di tempat tersebut. udara jenuh di atas bidang penguapan tersebut akan berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara. udara diatas bidang pengupan secara bertahap menjadi lebih lembab sampai pada tahap ketika udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi antara lain: 1) Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. Faktor-faktor Penentu Evaporasi Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi. dan dengan demikian proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut akan berlangsung secara terus menerus.karena pada bidang permukaan yang lebih kasar besarnya turbulent meningkat. . Hal ini terjadi karena adanya pergantian udara lembab oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari tempat dengan tekanna udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara lebih rendah. 5) Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin. 3) Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh tinggi rendahnya suhu di tempat tersebut.

Radiasi matahari (solar radiation). Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan input energi yang berupa panas latent atau evaporasi. atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara. Proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran langsung dari matahari. 3. 2. 4. kemampuannya untuk menyerap uap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya munurun. . Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah : 1. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara dengan udara yang sama kelembaman relatifnya tidak akan menolong untuk memperbesar laju evaporasi. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. jadi kecepatan angin memegang peranan dalam proses evaporasi. jadi akan menghambat proses evaporasi. Kelembaman Relatif (relative humidity) Jika kelembaman relatif ini naik. Agar proses tersebut berjalan terus. Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan akan mengurangi input energi. 2. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman.EVAPORASI DAN EVAPOTRANSPIRASI Evaporasi : Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Angin (wind) Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses evaporasi terhenti. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. Pergantian itu dapat dimungkinkan hanya kalau ada angin. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara yang lebih kering. lapisan jenuh itu harus diganti dengan udara kering. 3.

4. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. pengangkutan asimilat . angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. karena adanya energi panas yang tersedia. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. terutama sekali pada daundaun tanaman. dan apabila kondisi suhu disekitar daun sangat rendah maka uap air yang dilepaskan dari proses transpirasi ini akan mengembun dipermukaan daun yang disebut dengan gutasi. pengaturan bukaan stomata. Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah. proses evaporasi akan berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan suhu udara dan tanah rendah. yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat tumbuhnya. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. Suhu (temperature) Jika suhu udara dan tanah cukupp tinggi. Evapotranspirasi: Gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi disebut evapotranpirasi. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. membuang kelebihan air.4. kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering. penyerapan dan pengangkutan air dan hara . Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. 3. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel. Transpirasi: Proses penguapan dari tanaman disebut transpirasi yaitu terlepasnya air dari dalam jaringan tanaman. 2. Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. air tanah turun jika lengas tanah turun. stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau. temperature. mempertahankan suhu daun. .

Tekanan Barometer 2. kerapatan dan tingginya vegetasi f. Jeluk muka air tanah d. 1977) : 1. Ketersediaan air (hujan. Kualitas air (warna. Faktor-faktor lainnya a. Suhu udara dan permukaan c. Ukuran dan bentuk permukaan air 3. Radiasi Matahari b. Angin e.Faktor-faktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan. Karakteristik kapiler tanah c. Kelembaban d. Kandungan lengas tanah b. irigasi dan lain-lain (pustaka : dikumpulkan dari berbagai sumber) . Faktor-faktor meteorologi a. Jeluk tubuh air c. Faktor-faktor Geografi a. Warna tanah e. salinitas dan lain-lain) b. Tipe.

Diperkirakan sekitar 505. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Dalam meteorologi. sedangkan intensitas curah hujan biasanya dinyatakan dengan jumlah presipitasi dalam satuan waktu tertentu. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis.000 km³ diantaranya jatuh di lautan. yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. hujan rintik. termasuk diantaranya hujan. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). dan sebagainya. Derajat curah hujan merupakan unsur kualitatif dari intensitas curah hujan.000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. pendinginan atau penambahan uap air.1 m.05 Tanah menjadi basah semuanya.02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit Hujan lemah 0. presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk. dam.salju. dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. Berikut adalah tabel derajat curah hujan dan intensitas curah hujan [3]: Derajat hujan Intensitas curah hujan (mm/min) Kondisi Hujan sangat lemah < 0. semisal perencanaan pembangunan bendung. namun sulit membuat puddle . presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor.[2] Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi.02 . sleet. Intensitas Curah Hujan[sunting] Jumlah presipitasi (misal hujan) dinyatakan dalam mm. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air.[1] Udara menjadi jenuh melalui dua proses. 398. and hujan es. dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1.0.Presipitasi (meteorologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. hujan beku. Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya.

bunyi curah hujan terdengar Hujan deras 0. Jakarta: Pradnya Paramita. Hidrologi Untuk Pengairan. Terima kasih. Referensi[sunting] 1. Kategori:  Rintisan umum Juni 2013 . Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.25 Dapat dibuat puddle.0.1 Air tergenang di seluruh permukaan tanah. rain. ^ a b Sosrodarsono S. ^ Precipitation: hail. 2. Jika yang jatuh adalah salju dan hujan es. saluran drainase meluap Semua jenis presipitasi yang jatuh ke permukaan bumi juga diukur dengan satuan mm.05 . Artikel ini adalah sebuah rintisan. mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. 3. freezing rain. The Water Cycle. Takeda K. 1976. Chowdhury's Guide to Planet Earth. bunyi hujan terdengar dari genangan Hujan sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan.Hujan normal 0. Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini.25 .University of Illinois ^ Dr. sleet and snow . maka presipitasi diukur setelah mencair [3] .

referensi-referensi online yang berupa artikel. Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air baik dalam berbentuk cair atau beku dari atmosfer ke permukaan bumi.blogspot. serta dari Kamus Ilmu pengetahuan dalam bidang yang berhubungan dengan artikel diatas.html#sthash.000 km3 (121. Sekitar 505. kabut menetes (fog drip).See more at: http://ipdia. radio dan televisi dan dari penjelasanpenjelasan para ahli. Presipitasi dapat diartikan sebagai segala segala bentuk produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian akan jatuh sebagai curahan air atau hujan. dan hujan es (sleet). e-book. Artikel tentang Presipitasi (Meteorologi) merupakan ringkasan dari berbagai tulisan yang DJ temukan di dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan baik dalam bentuk buku.000 km3 (95. 398. Karena itu Admin Definisi dan Arti kata menyarankan anda untuk mencari tahu arti dan definisi kata yang tersebut diatas dari berbagai referensi sehingga dari hasil pencarian yang anda dapatkan bisa di ambil kesimpulan yang tepat tentang apa itu Presipitasi (Meteorologi) . namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air.000 cu mi) dari terjadi di atas lautan. tulisan di media cetak. Sebagian besar definisi dan arti kata dalam Definisi dan Arti kata ini di ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya.Presipitasi (Meteorologi) Definisi dan arti kata Presipitasi (Meteorologi). hujan es (hail). media elektronik. Dalam ilmu meteorologi. Di Internet telah ada banyak sekali artikel tentang pengertian dan definisi Presipitasi (Meteorologi) yang mungkin akan sangat berbeda dengan definisi dan arti kata di Definisi dan Arti kata.com/2013/05/presipitasimeteorologi. kamus online.dpuf . dan lain-lain. graupel.F512Nden.

Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. ketika udara bertambah dingin. Bola yang mengandung air raksa daritermometer bola basah di bungkus dengan selapis kain tipis yang dibasahi terus – menerus dengan air yang didistalisasi melalui benang – benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. makin banyak uap yang dapat di tampung. hujan dan lainlain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak ( absolute). Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Tekanan uap air udara jenuh adalah tekanan . Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm).98 kali tekanan atmosfer pada prmukaan laut. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. es. salju. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. Tekanan udara di wujudkan dalam satuan barometer (b) atau milibarometer (mb) 1 b = 1000 mb = 0. Sebaliknya.Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. proses resapan air tanah dan debit aliran ). Factor. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Besar kecilnya presipitasi. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Mengingat makin tinggi suhu.factor yang mempengaruhi presipitasi 1.

21 20 17. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan masaudara di atmosfer dan diatas lautan. 2. mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). 3. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Pada umunya. Mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. sebagai contoh. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi.uap air di udara pada keadaan udara jenuh.54 30 31. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Pada suhu normal. Angin Angin adalah gerakan massa udara.5 langley/menit. Untuk terjadinya hujan. Energi Matahari Seperti telah di sebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah ― mesin ― yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Ia juga bersifat mempengaruhi terjadinya perubaha iklim. permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista. besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0. Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut. Sementara. Pemukaan bumi bersalju. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakanmassa udara atau air dengan arah gerakan vertical. nilai es di pengaruhi oleh besar kecilnya suhu udara : Suhu udara ( oC ) Tekanan uap air jenuh (mb) 10 9.82 Tampak bahwa daya tampung uap air di udara meningkat dengan meningkatnya suhu udara. 1990). Besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi. Namun demikian. dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran ener gi matahari. diperlukan adanya gerakan . Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi.

Yang disebut arah angina adalah arah dari mana angina bertiup. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1. dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angina. pola angina yang terjadi semata-mata ditentukan oleh sirkulasi termal. Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah. Hujan konvektif ( convectional storms ). Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu. maka suhu ydara makin rendah.50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut. suhu berdasarkan letak geografis. Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakananemometer. tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima permukaan tanah dengan . Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman. Adanyz beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. basah dan panas. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir. ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda. Klasifikasi Presipitasi Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air.udara lembab yang berlangsung terus menerus. Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin. adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya. kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentukbentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut. Dengan demikian. maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. laju evaporasi dan transpirasi. Dalam suatu hari. Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Angina akan bertiup kea rah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin. Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan. daerah beraspal. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1.20-1. 4. besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Oleh karnanya. dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.

Pada tipe hujan ini.massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. 3.panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnyadua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. bendungan. 2. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. . Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ). Tergatung pada tipe hujan yang dihasilkanya. hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan Orografik ( Orographic storms ). danau. yaitu ketika massaudara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km.

jika diikuti dengan kondensasi maka uap air akan berubah menjadi butiran-butiran hujan. — Pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami penjenuhan. Udara di atmosfer akan mengalami proses pendinginan melalui beberapa cara umumnya adalah akibat pertemuan antara dua massa udara dengan suhu yang berbeda atau oleh sentuhan udara dengan obyek dingin. — Kondensasi Ketika uap air mengembang. — Pergerakan uap air di atmosfer akibat perbedaan tekanan uap air. Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan. salju. Presipitasi beku dapat berupa salju dan hujan es. hujan batu (hail)). Presipitasi cair dapat berupa hujan dan embun b. biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. Ketika kondensasi terjadi uap air dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es. — Semua bentuk hasil kondensasi uap air yang terkandung di atmosfer. a. — Uap air bergerak dari tekanan uap air besar ke kecil. Proses terjadinya : — Penguapan air dari tubuh air permukaan maupun vegetasi akibat sinar matahari atau suhu yang tinggi. mendingin dan kemudian berkondensasi. . Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya presipitasi diantara lain berupa : • Adanya uap air di atmosphere • Faktor-faktor meteorologis • Lokasi daerah • Adanya rintangan misal adanya gunung.Presipitasi 23 Maret 2009 — Syaiful Imran Presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi.

selanjutnya jatuh ke bumi dan permukaan laut (sebagai hujan) karena faktor gravitasi. — Terjadinya kondensasi atas partikel-partikel uap air di atmosfer. — Partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu. Mekanisme berlangsungnya hujan melibatkan tiga faktor utama : — Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh. Gambar Siklus Hidrologi .Awan merupakan indikasi awal terjadinya presipitasi tetapi awan tidak otomatis menandakan akan adanya hujan.

Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Besar kecilnya presipitasi.faktor yang mempengaruhi presipitasi 1. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari.Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak (absolute).salju. Definisi Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). . Energi Matahari Seperti telah disebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah “ mesin “ yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). Sebaliknya. b. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang.PRESIPITASI a. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Ia juga bersifat 2. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. makin banyak uap yang dapat di tampung. ketika udara bertambah dingin. Mengingat makin tinggi suhu. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Faktor. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. es. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. proses resapan air tanah dan debit aliran ).

mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Pada umumnya, besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0,5 langley/menit. Namun demikian, besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.Pemukaan bumi bersalju, sebagai contoh, mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Sementara, permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista, 1990). Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer, dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran energi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan massa udara di atmosfer dan diatas lautan. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakan massa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.
3.

Angin Angin adalah gerakan massa udara, yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Untuk terjadinya hujan, diperlukan adanya gerakan udara lembab yang berlangsung terus menerus.Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakan anemometer. Yang disebut arah angin adalah arah dari mana angina bertiup.Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin.Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah.Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya, pola angin yang terjadi sematamata ditentukan oleh sirkulasi termal. Angin akan bertiup ke arah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.

Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu, maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari, kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Adanya beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir, daerah beraspal, dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda, ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah.
4.

Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan, laju evaporasi dan transpirasi.Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Dengan demikian, adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1,20-1,50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut, maka suhu ydara makin rendah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentuk-bentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut.Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman, suhu berdasarkan letak geografis, dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.Oleh karnanya, besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.

c. Klasifikasi Presipitasi
Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air, basah dan panas. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Hujan konvektif ( convectional storms ), tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. 2. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ), tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnya dua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Pada tipe hujan ini, massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tergatung pada tipe hujan yang

3.

dihasilkanya, hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ), jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan, yaitu ketika massa udara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan, dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Presipitasi berdasarkan mekanisme dominan dari gerak vertikal : 1. Presipitasi stratiform. Yaitu presipitasi dari awan stratifom yang terbentuk karena gerak vertikal yang kontinu dan menyebar luas.Hal ini terjadi karena kenaikan frontal atau orografik atau konvergensi dalam skala besar. Presipitasi dari awan stratiform tumbuh dari proses kristal es. Awan ini mempunyai kadar air lebih rendah sehingga koalisensi tidak efektif. Masa hidup awan relatif lama. Jika suhu lingkungan awan mencapai -15 0C, maka proses kristal es dapat menyebabkan presipitasi. 2. Presipitasi konvektif. Yaitu presipitasi dari awan konvektif karena kondisi udara yang tidak stabil yang menyebabkan gerak vertikal tetapi terlokalisir dalam skala yang tidak luas. Hujan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan sangat lebat (heavy shower) tetapi terjadi dalam waktu yang singkat. Dalam awan konvektif waktu presipitasi lebih pendek tetapi kadar air lebih tinggi dari stratiform sehingga koalisensi sangat berperan menghasilkan hujan. Jadi mekanisme presipitasi antara awan stratiform dan awan konvektif sangat berbeda.Sebagai pendekatan, hujan kontinu dapat dipandang sebagai keadaan mantap (steady-state process) dimana besaran awan dapat berubah dengan ketinggian tetapi konstan terhadap waktu pada ketinggian tertentu.Sebaliknya, hujan shower dapat didekati sebagai sistem dimana sifatsifat awan berubah dengan waktu tetapi konstan terhadap ketinggian pada waktu tertentu.

d.

Pembentukan Presipitasi
Ada dua teori pembentukan hujan yaitu teori bergeron dan teori tumbukan dan penyatuan.

Pada suhu > -5 oC. Biasanya terjadi dalam hujan ringan ketika suhu di dekat permukaan mendekati 0 oC. Terbentuk karena adanya lapisan udara hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin di dekat permukaan (profil suhu inversi). Peristiwa ini sering terjadi pada awan cumulus yang tumbuh menjadi cumulonimbus dengan puncak awan berada dibawah titik beku. Teori Tumbukan dan Penyatuan Menurut teori ini.  Snow grain.5 mm. Teori pembentukam dan penggabungan (collison dan coalescene) ini terjadi di awan hangat. butir air berjari-jari lebih besar dan jatuh dengan kecepatan terminal lebih besar dengan yang berjari-jari lebih kecil. 2. Banyak terjadi di daerah tropis yang berawan panas dengan perkembangan yang cepat. Namun ketika menumbuk benda padat akan membeku.kristal es yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan awan. bulat tipis. butir-butir awan hanya terjadi dari air. e.  Presipitasi dalam bentuk padat yaitu :  Snow . konikal maupun bulat tipis berwarna putih dengan diameter 2 – 5 mm.  Snow pelletsatau graupel. Kondisinya hampir menyerupai kondisi pembentukan sleet.bentuk hujan yang membeku ketika tiba di permukaan. Jenis-Jenis Presipitasi  Presipitasi dalam bentuk cair adalah hujan (rain) dan drizzle.1. ukurannya sangat kecil < 1 mm. butiran es berbentuk bundar. Hujan terjadi berdasarkan perbedaan kecepatan jatuh antara butir-butir curah hujan yang berbeda ukurannya. serta butir awan bertambah besar dan dapat melawan daya angkat udra dan butir air tersebut jatuh sebagai hujan.fenomena khas musim dingin berupa partikel es kecil dengan diameter < 5 mm dan transparan. butiran itu membeku dan jatuh dalam bentuk butiran es kecil yang tidak lebih besar dari butir hujan sebelumnya. saat jatuh terjadi tumbukan dan penggabungan dengan butir air yang ada di sepanjang lintasan yang dilalui .  Glaze (freezeng rain). kristal es biasanya berkelompok membentuk snowflake. yang dibedakan hanya dari ukuran butir airnya saja. Drizzle berukuran diameter < 0. Butir air yang lebih besar akan memiliki kecepatan jatuh lebih cepat daripada butir-butir kecil. putih. Ketika butir air terbentuk dan jatuh memasuki lapisan di bawahnya. Teori Bergeron Teori ini berlaku untuk awan dingin (di bawah 00C) yang terdiri dari kristal es dan air lewat dingin (air yang suhunya di bawah 0 0C tapi belum membeku). tetapi lapisan dingin di dekat permukaan tidak terlalu tebal sehingga butiran air yang jatuh dapat melaluinya tanpa membeku hanya menjadisupercooled. .  Sleet atau ice pellets.

Hail dihasilkan hanya oleh awan cumulonimbus yang ketika terangkat sangat kuat dan mengandung air superdingin yang berlimpah. Hail. .presipitasi dalam bentuk butir-butir es yang tidak beraturan. dengan diameter sekitar 1 cm dengan variasi dari 5 hingga 75 mm. yang cukup berat untuk mematahkan batang-batang pohon. sehingga menjadi lapisan es tebal yang membungkus benda-benda padat yang ditumbuknya.

kita mengenal tiga macam hujan. sampai pada ketinggian tertentu kelembapan relatifnya mencapai 100%. Pada peta cuaca. Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal. kelembapan relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. . Sampai pada ketinggian tertentu. 1) Hujan Orografis.Pengertian Jenis Presipitasi (Curah Hujan) – Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. Pada daerah ini. Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS). Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. daerah-daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis isohiet. terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini. di mana massa angin passat naik secara vertikal. 2) Hujan Zenithal (konveksi). 3) Hujan Frontal. sebagai berikut. Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS). kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. Berdasarkan proses kejadiannya. Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon. awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi.

Hidrometri Pendahuluan Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Pengukuran di lapangan Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya Berdasarkan data hujan Berdasarkan pembangkitan data debit

Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendungan dan peluap. Sering di suatu lokasi yang akan dibangun bangunan air tidak terdapat pencatatan debit sungai dalam waktu panjang. Dalam keadaan tersebut terpaksa debit diperkirakan berdasar : 1. Debit di lokasi lain pada sungai yang sama 2. Debit di lokasi lain pada sungai di sekitarnya 3. Debit pada sungai lain yang berjauhan tetapi memiliki karakteristik yang sama. Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan –limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran. Teori pengukuran debit Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lain. Bentuk tampang memanjang dan melintang sungai adalah tidak teratur. Selain itu karena pengaruh kekentalan air dan kekerasan dinding, distribusi kecepatan pada vertikal dan lebar sungai adalah tidak seragam. Distribusi kecepatan pada vertikal mempunyai bentuk parabolis dengan kecepatan mol di dasar dan bertambah besar dengan jarak menuju permukaan. Dalam arah lebar sungai, kecepatan aliran di kedua tebing adalah nol, dan semakin ketengah kecepatan semakin bertambah besar. Mengingat bahwa sungai mempunyai bentuk tampang lintang yang tidak teratur dan kecepatan aliran juga tidak seragam pada seluruh tampang, maka pengukuran debit sungai dilakukan dengan membagi tampang sungai menjadi sejumlah pias. Di setiap ruas diukur luas tampang dan kecepatan reratanya. Debit aliran diberikan oleh bentuk berikut :

Dengan

A = luasan dari setiap pias V = kecepatan rerata di setiap pias Pengukuran debit Pengukuran debit sungai dilakukan dengan pemasangan alat di suatu lokasi di sungai yang ditetapkan, yang memungkinkan pengamatan secara kontinyu dan teratur elevasi muka air dan debit serta data lainnya, seperti angkutan sedimen dan salinitas. Pengukuran debit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Langkah pertama adalah memilih lokasi stasiun pengukuran. Pemilihan lokasi tersebut dengan memperhatikan beberapa persyaratan berikut ini : a. b. c. d. e. f. g. Mudah dicapai oleh pengamat Di bagian sungai yang lurus dengan penampang sungai yang teratur dan stabil Di sebelah hilir pertemuan dengan anak sungai Di mulut sungai menuju ke laut atau danau Di lokasi bangunan air Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan Aliran berada dalam alur utama

2. Pengukuran kedalaman sungai a. Bak ukur Untuk sungai yang dangkal, bak ukur yang telah diberi sekala dan pelat di bagian bawahnya dimasukkan ke dalam sungai sampai pelat dasar mencapai dasar sungai. Kedalaman air pada skala di bak ukur tersebut. b. Tali dengan pemberat Apabila sungai dalam atau kecepaan arus besar, kedalaman air diukur dengan menggunakan tali yang diberi pemberat. Pengukuran ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pengukuran kecepatan dengan menggunakan current meter. Pemakaian tali untuk mengukur kedalaman perlu diperhitungkan koreksi, karena pengaruh arus dapat menyebabkan posisi tali tidak vertikal. c. Echosounder Pada sungai yang lebar dan dalam, pengukuran tampang lintang dapat dilakukan dengan menggunakan Echosounder. Selain itu alat ini juga biasa untuk mengukur kedalaman laut cara kerjanya alat ini dipasang pada dasar kapal. Alat tersebut akan memancarkan getaran suara akan yang akan merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali

3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian a. Papan duga Papan duga merupakan alat paling sederhana untuk mengukur elevasi muka air. Terbuat dari kayu atau pelat baja yang diberi ukuran skala dalam centimeter, dapat dipasang di tepi sungai atau suatu bangunan. Pengamatan ini biasanya dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki kekurangan yaitu tidak tercatatnya muka air pada jam-jam tertentu yang mungkin mempunyai informasi penting, misalnya puncak banjir. b. Alat pengukur elevasi muka air maksimum Alat ini digunakan untuk mengukur elevasi muka air maksimum yang terjadi pada waktu banjir. Alat ini terbuat dari tabung yang berdiameter 50 mm dengan lubang yang terdapat di dekat dasar dan tertutup di bagian atasnya dengan satu atau dua lubang untuk keluarnya udara. Di dalam tabung terdapat gabus dan papan duga. c. Pencatat muka air otomatis (AWLR) Dengan alat ini elevasi muka air sungai dapat tercatat secara kontinyu sepanjang waktu. Alat ukur yang banyak digunakan di Indonesia adalah pelampung. Pelampung tersebut mengikuti gerak muka air, dan gerak tersebut di transfer ke roda gigi yang mereduksi fluktuasi muka air. 4. Pengukuran kecepatan aliran a. Pelampung Menggunakan pelampung yaitu dengan mengukur selang waktu yang diperlukan oleh pelampung untuk menempuh suatu jarak tertentu. Ada tiga macam pelampung, pelampung permukaan, pelampung dengan kaleng, dan pelampung batang. b. Current meter Pengukuran kecepatan dengan alat ini banyak dilakukan. Ada dua tipe alat ukur yaitu tipe mangkok dan baling-baling. Karena ada partikel air yang melintasinya maka mangkok dan baling-baling akan berputar. Jumlah putaran persatuan waktu dapat dikonfersikan menjadi kecepatan arus. 5. Hitungan debit a. Metode tampang tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan di setiap vertikal merupakan kecepatan rerata dari pias selebar setengah jarak antar pias sebelah kiri dan kanannya. Debit di suatu pias adalah perkalian

Debit sungai diperoleh dengan menghitung luasan yang dibatasi oleh kurva tersebut dan garis muka air. c.antara kecepatan rerata vertikal dan lebar tersebut. b. Metode integrasi kedalaman kecepatan Dalam metode ini dihitung debit tiap satuan lebar. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dan debit 7. dicari debit aliran berdasarkan pencatatan elevasi muka air 8. Metode tampang rerata Tampang lintang sungai dianggap tersusun dari sejumlah pias yang masing-masing dibatasi oleh dua vertikal yang berdampingan. Di kedua tebing kiri dan kanan sungai kecepatan dianggap nol. Dari rating curve yang telah dibuat pada langkah ke 6. Debit total adalah jumlah debit di seluruh pias. yaitu perkalian antara kecepatan rerata dan kedalaman pada vertikal. 6. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung .

Teori pengukuran debit Kecepatan aliran dapat diukur dgn current meter. lebar sungai dibagi menjadi sejumlah pias. Berdasarkan data hujan. dgn mggnkn ―model deret berkala‖. dan di ukur kecepatan aliran pada vertical di setiap pias.HIDROMETRI Pendahuluan debit aliran sungai = Q = jumlh air yg mengalir melalui tampang melintang sungai tiap satu satuan waktu. (m3/d) Debit di suatu sungai dapat diperkirakan dengan cara brkt: Pengukuran di lapangan (di lokasi yang di tetapkan) Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya. berdsarkan rumus peluapan yg berlaku untuk bangunan tsb.pelampung dan prltan lain . parameter yang di ukur adalah: Tampang lintang sungai Elevasi muka air Kecepatan aliran air Selanjutnya. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan : membuat stasiun pengamatan. pada pembuatan stasiun pengamatan debit. mis bending. debit aliran juga dapat diperkirakan derdasarkan data debit dari pencatatan yg telah lalu. debit sungai dapat dihitung dgn mengukur tinggi muka air di ats puncak bending. untuk mendapatkan hasil yang teliti. atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap. Apabila di sungai terdapat bangunan air. debit aliran dihitung dengan mengalikan luas tampang (A) dan kecepatan aliran (V). Berdasarkan pembangkitan data debit.

dsb · Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan (back water) · Aliran berada didalam alur utama (tdk ada aliran di bantaran) 2. 8. Pengukuran kecepatan aliran.Pengukuran debit Dpt dilakukan dengan cara : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Pemilihan lokasi tsb harus mmperhatikan syarat2 sbb: · Mudah dicapai oleh pengamat. tali yg diberi pemberat / echosounder. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dengan debit. dicari debit aliran berdasar pencatatan elevasi muka air. 7. Pengukuran kedalaman sungai 3. Pengukuran kedalaman sungai dilakukan dngan menggunakan bak ukur. Hitungan debit 6. · Di mulut sungai menuju laut ke danau · Dilokasi bangunan air seperti bendungan.mis di jembatan · Di bagian sungai yg lurus dgn penampang sungai yg teratur dan stabil (tdk terjadi erosi maupun sedimentasi) · Disebelah hilir pertemuan dgn anak sungai. Dan akan dijelaskan secara rinci sbb: 1. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung. Pengukuran kedalaman sungai. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran. 4. Dari rating curve yg telah dibuat pada langkah 6. 5. . bending. 2.

Furuno 200 Mark III · Eschounder elac 30 kc. lempng. · Tali dgn pemberat Pengukuran ini dilakukan apabila sungainya dalam atau kec arus besar.pd jmbatan. Kedalamn air dibaca pada skala di bak ukur tsb. Pengukuran dilakukan dgn mggnkn perahu. Di atas pemberat dipasang current meter. Gelombang pantulan tsb diterima dan dicatat oleh alat. Cara kerja alat ini memiliki prinsip sbb: 1. atau kabel yg digantungkan melintasi sungai.· Bak ukur Untuk sungai yg dangkal. Alat eschounder dipasang pd dasar kapal/digantung pd sisi kapal. Air merupakan media yg baik utk perambatan gelombang suara dgn kec 2. Dengan alat ini dapat diperoleh hasil profil dasar sungai secara kontinyu. · Echosounder Alat ini digunakan pada sungai yg lebar dan dalam.bak ukur yg telah diberi skala n plat di bag bwh a dimasukkan ked lm sungai smpai plat dsar mncpai dsar sungai. Selang waktu antara pemancaran dan penerimaan getaran dapat memberikan kedalaman air yang kemudian direkam pada kertas pencatat.pengukuran tampang lintang dan kedalaman(bathrimetri) laut. Kdlaman air di ukur dgn tali yg diberi pemberat. Eschounder elac 30 kc 2. Gelombang suara dapat dipantulkan dengan baik dari dasar sungai.diantarnya adl: 1. Biasanya hasil pengukuran diberikan dlam bentuk elevasi. fungsinya untuk membedakan jenis bahan dasr sungai seperti lumpur. pasir shg dpt memperkirakan tebal lapis lumpur. Raytheon DE 719 B 3. Papan tsb dpt ditegakkan dgn bantuan perahu/orang jika sungai dangkal. Alat tsb memancarkan getaran suara yg merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali.shgga sambil mengukur kdalaman dpt dik kec aliran di bbrp ttik yg ditntkan. .oleh krn itu pembacaan tsb harus di ikatkan dgn elevasi tebing/tanggul sungai atau lahan dgn menggunakan theodolit. Pengukuran dilakukan bersamaan dgn pgkuran kec dgn mggnkan current meter. Ada beberapa jenis eschounder.

papan praduga dengan meteran (staff gauge) alat ini berskala cm.pencatat muka air otomatis (AWLR) Diposkan oleh BLUEGHOST di 07.alat pengukur elevasi muka air maksimum mengukur elevasi maksimum pada saat banjir. dapat dipasang di tepi sungai atau pada bangunan. .· Ray Pengukuran elevasi muka air Alat pencatat elevasi muka air dapat berupa : . .12 .

Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara PowerPoint Presentation: Contoh alat ukur AWRL Perekam pada drum horizontal(a) dan vertikal (b) Pelampung dan pemberat Contoh alat ukur MWRL: Contoh alat ukur MWRL 1. Petugas pengukur minimal terdiri dari 2 orang .Presentation Transcript HIDROMETRI: HIDROMETRI DESI IDA SAPUTRI Yustin nurhasanah HIDROMETRI: HIDROMETRI HIDROMETRI adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi.ALAT UKUR KECEPATAN AIR MANUAL Pelampung Pengukuran debit menggunakan alat pelampung pada prinsipnya sama dengan metode konvensional . dll .Winch Cable Way Pengukuran debit dengan menggunakan winch cable way dilakukan dari pinggir sungai dengan menggunakan peralatan winch cable way. Lokasi penempatan winch cable way harus memenuhi persyaratan teknis seperti halnya tempat pengukuran dengan metode lainnya . ALAT UKUR KECEPATAN AIR PowerPoint Presentation: A. Pengukuran tinggi muka air otomatis (AWLR) Pengukuran Automatic Water Level Recorder (AWLR) – Analog. dll . 2. 1 orang petugasmengoperasikan peralatan dan 1 orang petugas mencatat data pengukuran . zat warna . Pengukuran tinggi muka air manual (MWLR) Menggunakan papan duga muka air . Sebaiknya digunakan pada pengukuran yang dikehendaki secara cepat pada . pelampung . Pengukuran debit secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan berupa alat pengukur arus (current meter).PAPAN DUGA MUKA AIR PowerPoint Presentation: Pengukuran debit dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung .ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS Dengan alat ini hasil pengukuran yang didapat juga tidak begitu teliti dan yang terukur adalah kecepatan aliran permukaan . aliran laminar dan merata .ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS: B.atau ilmu tentang pengumpulan data dan pemroses data dasar untuk analisa hidrologi Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara: 1. B. Persyaratan tersebut antara lain pada bagian alur sungai yang lurus . Debit hasil pengukuran dapat dihitung segera setelah pengukuran selesai dilakukan . hanya saja kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung PowerPoint Presentation: 2.

B = konstanta yang ditentukan oleh pabrikan atau kalibrasi 2. Velocity Head Rod PowerPoint Presentation: Kecepatan aliran dengan menggunakan metode current meter.kecepatan aliran yang lebih besar dari 1m/ detik a. H2-H1 = H0 H0 = V 2 /2g besar percepatan gravitasi g= 9.81 m/s 2 V = (2gH0)^1/2 H 1 H 2 1.dengan persamaan : V = A .Current meter TERIMA KASIH: TERIMA KASIH . N + B D imana : V = kecepatan aliran (m/dt) N = jumlah putaran A.

Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan. Corong hujan di bawah badai petir. yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringanmassa udara. lihat Hujan (disambiguasi). hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. membawa musim hujan ke iklim sabana. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. hingga bola kecil (butir kecil). Di sisi bawah angin pegunungan. Pergerakan truf monsun. Di Bumi. inilah satu cara penjenuhan udara. Di kawasan pegunungan. atau zona konvergensi intertropis. ensiklopedia bebas Artikel ini berisi tentang presipitasi.Hujan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju. hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Hujan adalah sumber utama air tawar di . Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat. mirip panekuk (butir besar). batu es dan slit. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan. Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup. Untuk kegunaan lain.

Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. neon. Antarktika adalah benua terkering di Bumi. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. juga air untukpembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. hujan juga pernah turun dengan kandungan metana. Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan. termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis. Bagian dari seri Alam tentang Cuaca Musim kalender Semi · Panas Gugur · Dingin Musim tropis Kemarau · Hujan Badai Badai petir · Supersel Downburst · Petir Tornado · Waterspout Siklon tropis (Hurikan) Siklon ekstratropis Badai musim dingin · Blizzard Badai es · Badai debu Badai api · Awan . besi. Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppenmenggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim.sebagian besar daerah di dunia. Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini.Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia. dan asam sulfur. menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem. Di daerah lain.

Presipitasi Gerimis · Hujan · Salju · Graupel Hujan beku · Butir es · Hujan es Topik Meteorologi · Iklim Prakiraan cuaca Gelombang panas · Polusi udara Portal cuaca  L  B  S .

3 Pengelompokan iklim Köppen 4 Pengukuran o o o o   4.2 Koalesensi 2 Sebab o o o o o  2.2 Keasaman 3.4 Daerah terlembap 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Catatan kaki .2 Wilayah basah 7.3 Intensitas 4.5 Pengaruh manusia 3 Karakteristik o o o  3.2 Konveksi 2.4 Wilayah tropis 2.2 Sensor jarak jauh 4.2 Budaya 7 Klimatologi global o o o o    7.3 Efek orografis 2.1 Aktivitas frontal 2.4 Periode kembali 5 Prakiraan hujan 6 Dampak o o  6.1 Alat ukur 4.1 Pola 3.1 Udara lembap 1.3 Dampak Westerlies 7.1 Pertanian 6.Daftar isi [sembunyikan]  1 Pembentukan o o  1.1 Gurun 7.

Karena itu. dan pendinginan evaporatif. 11 Pranala luar Pembentukan[sunting] Udara lembap[sunting] Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering. atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis).[11] pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut. disebut Rasio Pencampuran. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya.[6] Udara dapat naik karena konveksi. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi)[16] memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus.[10] presipitasi atau virga yang jatuh dari atas. diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg). pendinginan konduktif.[17] Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas. dan garam untuk membentuk awan.[7] biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain.[1][2] Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif. atau mencapai titik kelembapan.[8] Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan.[13] udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water.[14] dan udara yang naik di pegunungan. satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya.[5] Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik. es.[12]transpirasi tumbuhan. yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu. sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar.[15] Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut.[18] . Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksiketika kondisi berangin. pendinginan radiasional. misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin.[3] Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi)[4]bergantung pada suhunya. Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap.[9] Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas. gerakan atmosfer berskala besar. badan air atau tanah basah. Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin.

Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat. karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak. atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. Ketika turbulensi udara terjadi.[22] Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0. Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan.Koalesensi[sunting] Bentuk butir hujan menurut ukurannya Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar.35 in).39 in). butiran terbesar berbentuk mirip parasut. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut. bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata. Umumnya.[21] Berbeda dengan kepercayaan masyarakat. sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan.[20] Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0.[23] .039 in) hingga 9 millimetre (0. Proses ini bergantung kepada suhu. butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. Selain itu. di atas itu butiran akan terpisah-pisah. kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan.[19] Di awan bawah titik beku.

sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA. sementara butiran besar 5 millimetre (0. hujan beku (hujan yang membeku setelah bersentuhan dengan permukaan di lingkungan sub-beku) akan terjadi. yang mencairkan hujan beku sebelum mencapai tanah.5 mph).Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang.[26] Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya. adalah adanya lapisan tebal udara yang tinggi dengan suhu di atas titik cair es.[32] Hujan es semakin jarang terjadi ketika titik beku di atas atmosfer melebihi ketinggian 11.[33] Konveksi[sunting] .[30] Sebab[sunting] Aktivitas frontal[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Front cuaca Hujan stratiform (perintang hujan besar dengan intensitas yang relatif sama) dan dinamis (hujan konvektif yang alaminya deras dengan perubahan intensitas besar dalam jarak pendek) terjadi sebagai akibat dari naiknya udara secara perlahan dalam sistem sinoptis(satuan cm/detik). Kenaikan sejenis juga terjadi di sekitar siklon tropis di luar dinding mata. Di permukaan laut tanpa angin. dan di pola hujan sekitar siklon lintang tengah.[27] Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air. sepertibutir es dan salju.20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). Jika ada lapisan dangkal dekat permmukaan yang suhunya di bawah titik beku.[28][29] Kode METAR untuk hujan adalah RA.400 m) di atas permukaan laut. seperti di sekitar daerah front dingin dan dekat front panas permukaan.[24][25] Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain.[17] Hal yang memisahkan curah hujan dari presipitasi lainnya.20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4. namun biasanya jalur mereka dikaitkan dengan penguapan massa air. Front tutupan biasanya terbentuk di sekitar daerah bertekanan rendah.000 kaki (3. gerimis 05 millimetre (0. lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan.[31] Berbagai jenis cuaca dapat ditemukan di sepanjang front tutupan dengan kemungkinan terjadinya badai petir.

garis squall. terkenal karena curah hujannya yang ekstrem dan memiliki curah hujan rata-rata tahunan tertinggi kedua di dunia. Di daerah berpegunungan dunia yang mengalami angin relatif tetap (misalnya angin dagang). namun. Sebagian besar hujan di daerah tropisbersifat konvektif. dan front panas. Sisi atas angin memaparkan wilayah timur . iklim yang lebih lembap biasanya lebih menonjol di sisi atas angin gunung daripada sisi bawah angin gunung.000 mm). Jenis hujan (meteorologi). Hujan ini jatuh deras dengan intensitas yang cepat berubah. dan Klimatologi hujan Amerika Serikat Hujan orografis Hujan orografis terjadi di sisi atas angin pegunungan dan disebabkan oleh gerakan udara lembap berskala besar ke atas melintasi pegunungan.[38] Iklim setempat bervariasi di masing-masing pulau karena topografinya. hujan konvektif berselang-seling dan sering dikaitkan dengan batasan baroklinis seperti front dingin.[37] Sistem badai Kona membasahi negara bagian ini dengan hujan deras antara Oktober dan April. 460 inci (12.[15] Di Hawaii. Kelembapan tidak ada karena pengangkatan orografis.Hujan konvektif Hujan konvektif. mengakibatkan pendinginan dan kondensasi adiabatik. berasal dari awan konvektif seperti kumulonimbusatau kumulus kongestus. terbagi menjadi kawasan atas angin (Koʻolau) dan bawah angin (Kona) berdasarkan lokasi relatif terhadap pegunungan tinggi.[35] Di lintang tengah. atau hujan deras. hujan stratiform juga diduga terjadi. di pulau Kauai. selain hujan konvektif. karena awan konvektif memiliki bentangan horizontal terbatas.[31][34] Graupel dan hujan es menandakan konveksi.[36] Efek orografis[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengangkatan orografis. Gunung Wai'ale'ale. Hujan konvektif jatuh di suatu daerah dalam waktu yang relatif singkat. meninggalkan udara yang lebih kering (lihat angin katabatik) di sisi bawah angin yang menurun dan menghangatkan serta menjadi tempat pengamatan bayangan hujan.

[46] Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas. karena hujan tersebar merata sepanjang tahu.[44] Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dansubtropis. Siklon tropis.terhadap angin dagang timur laut dan menerima lebih banyak hujan.[43] Istilah musim hijau juga kadang digunakan sebagai eufemisme oleh pihak pariwisata. terdiri dari massa udara besar beberapa ratus mil dengan tekanan rendah di pusatnya dan angin bertiup ke pusat searah jarum jam (belahan Bumi selatan) atau berlawanan arah jarum jam (belahan Bumi utara). hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam. untaian pegunungan Andes menghalangi kelembapan Pasifik yang datang ke benua ini. sumber curah hujan sangat deras.[48][49] dan tanaman tumbuh subur. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara[47] dan air segar membaik.[45] Iklim dan wilayah sabana dengan cuaca monsun memiliki musim panas hujan dan musim dingin kemarau.[50] Meskisiklon dapat mengakibatkan kematian dan .[39] Di Amerika Selatan. mengakibatkan iklim gurun di bawah angin melintasi Argentina Barat. dengan sedikit hujan dan cakupan awan.[24] Ketika musim hujan terjadi selama musim panas. Hutan hujan tropis teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan. sisi bawah angin lebih kering dan cerah.[41][42] Wilayah tropis[sunting] Penyebaran hujan bulanan di Cairnsmemperlihatkan batas musim hujan di daerah tersebut Lihat pula: Monsun dan Siklon tropis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Musim hujan Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut.[40] Pegunungan Sierra Nevada menciptakan efek yang sama di Amerika Utara denngan membentuk Great Basin dan Gurun Mojave.

Tingkat curah hujan di bawah angin kota meningkat antara 48% dan 116%. seperti Pesisir Timur Amerika Serikat.8 °F) hingga 56 °C (100. merah hangat.[52] Pengaruh manusia[sunting] Citra Atlanta. dampaknya bisa dramatis: ada kemungkinan hujan 22% lebih tinggi pada hari Sabtu daripada Senin. Lihat pula: Pemanasan global dan Pulau panas perkotaan Zat partikulat yang dihasilkan oleh gas buang mobil dan sumber-sumber polusi lain membentuk nuklei kondensasi awan. Panas tambahan ini mendorong gerakan yang lebih besar ke atas dan menyebabkan aktivitas hujan deras dan badai petir tambahan.[55] . Georgia memperlihatkan penyebaran suhu. dan putih panas. Di daerah padat penduduk dekat pesisir. karena siklon dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan di wilayah kering.8 °F) di atas kawasan pinggiran kota dan pedesaan sekitarnya.[51] Wilayah di sepanjang jalurnya dapat menerima jatah hujan setahun penuh melalui satu kali peristiwa siklon tropis. jika dibandingkan dengan atas angin. Sebagai akibat pemanasan ini. warna biru berarti suhu dingin.[53] Dampak pulau panas perkotaan memanaskan kota sebesar 06 °C (10. Akibat polusi lalu lintas penglaju dan komersial menumpuk sepanjang minggu. kemungkinan hujan meningkat: hujan memuncak pada Sabtu setelah lima hari penumpukan polusi. yang mendorong pembentukan awan dan meningkatnya kemungkinan hujan.[54] Sejumlah kota mengakibatkan curah hujan total meningkat sebesar 51%. inilah faktor penting dalam penguasaan hujan atas suatu daerah. curah hujan bulanan 28% lebih besar antara 20 mil (32 km) hingga 40 mil (64 km) di bawah angin kota.kerusakan properti yang besar.

Sahel.[56] Upaya mempengaruhi cuaca yang paling sukses adalah penyemaian awan yang melibatkan teknik peningkatan presipitasi musim dingin di atas pegunungan dan mengurangi hujan es. Jumlah peristiwa hujan meningkat di daratan sebelah utara 30°N sejak 1900 hingga 2005. dan beberapa bagian Asia Selatan semakin kering.25 persen). termasuk peningkatan sejak 1970an akibat banyaknya kekeringan—khususnya di wilayah tropis dan subtropis.6 persen per abad) dan Selatan (11.1 persen).[57] . Eropa Utara. Wilayah timur Amerika Utara dan Selatan. Afrika bagian Selatan. namun mulai menurun di kawasan tropis sejak 1970-an. dengan peningkatan tertinggi terjadi di wilayah iklim Tengah Utara Timur (11. Hawaii adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan (-9. dan Asia Tengah semakin basah. Perubahan curah hujan dan penguapan di samudra diakibatkan oleh berkurangnya salinitas di perairan lintang tengah dan tinggi (berarti lebih banyak hujan) dan meningkatnya salinitas di lintang rendah (berarti sedikit hujan dan/atau banyak penguapan).1 persen per abad sejak 1900. tidak ada kecenderungan presipitasi keseluruhan secara statistik dalam satu abad terakhir. total curah hujan tahunan meningkat dengan tingkat rata-rata 6. Di daratan Amerika Serikat. Di seluruh dunia.Anomali suhu permukaan rata-rata pada periode 1999 hingga 2008 dibandingkan dengan suhu rata-rata dari 1940 hingga 1980 Suhu yang meningkat cenderung meningkatkan penguapan yang dapat mendorong lebih banyak hujan. meski kecenderungan hujan bervariasi menurut daerah dan waktunya. Terjadi peningkatan jumlah peristiwa hujan deras di berbagai daerah dalam satu abad terakhir. Mediterania.

[62] Ikatan hujan yang dikaitkan dengan front dingin dapat dibelokkan oleh pegunungan lurus terhadap orientasi front karena pembentukan jet penghalang tingkat rendah. Jika dilihat melalui pencitraan radar cuaca. Gelombang hujan dapat bersifat stratiform atau konvektif. Trowal menciptakan bagian dari siklon tutupan yang disebut sebagai kepala koma.[65] Pengikatan di dalam pola presipitasi kepala koma suatusiklon ekstratropis dapat menandakan . Ini juga bisa menjadi fokus atas presipitasi lokal yang deras.[59] Ikatan hujan mendahului front tutupan panas dan front panasdikaitkan dengan gerakan lemah ke atas.[64] Ketika siklon menutupi langit. dan mengarah ke periferi (juga disebut sabuk pengangkut panas) barat lautor.[58] dan terbentuk akibat perbedaan suhu.[61] Ikatan hujan yang muncul dekat dan mendahului front dingin bisa jadi merupakan garis squall yang mampu menghasilkan tornado. memaksa truf permukaan berlanjut ke sektor dingin lengkungan yang sama menuju front tutupan. atau "trowal".Karakteristik[sunting] Pola[sunting] Ikatan badai petir terlihat di tampilan radar cuaca Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan hujan Ikatan hujan adalah wilayah awan dan presipitasi yang panjang.[63] Ikatan badai petir dapat terbentuk bersama angin laut dan angin darat jika kelembapan yang diperlukan untuk membentuknya ada pada saat itu. mereka mampu menutupi lokasi front dingin tersebut. sebuah truf udara panas tinggi (trough of warm air aloft).[60] dan cenderung lebar serta bersifat stratiform. perpanjangan presipitasi ini disebut sebagai struktur terikat. Jika ikatan hujan angin laut cukup aktif mendahului front dingin. karena bentuk awan pertengahan troposfer sepertikoma yang menyertai fenomena ini. dengan kemungkinan badai petir jika atmosfer di sepanjang trowal cukup stabil untuk menciptakan konveksi. akan terjadi akibat angin selatan yang kuat di perbatasan timurnya berputar-putar tinggi mengitari kawasan timur lautnya.

[68] Keasaman[sunting] Siklus hujan asam Lihat pula: Hujan asam pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut.[70] .0-5. Di lepas pantai California. hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5.8-4. dan kebakaran alami. dan badai petir lokal memiliki pH serendah 2.8.6. Siklon tropis berisikan hujan deras dan badai petir yang. Di pesisir timur Amerika.0. Batas ikatan hujan di sekitar siklon tropis dapat membantu menentukan intensitas siklon tersebut. Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir. Di bawah angin kepulauan. konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya. hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3.[69] Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat. selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik. bakteri tanah.[67] Ikatan hujan dengan siklon tropis memiliki orientasi melengkung. Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat). hal ini terjadi ketika adanya peningkatan front dingin. bersama dinding mata dan mata.[66] Di balik siklon ekstratropis pada musim gugur dan dingin. dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S. membentuk hurikan atau badai tropis. yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3).hujan deras. ikatan hujan deras dan badai petir dapat terbentuk karena konvergensi angin tingkat rendah di bawah angin batas pulau. Dalam 20 tahun terakhir. ikatan hujan dapat terbentuk di bawah angin permukaan air panas seperti Danau-Danau Besar.

Sabana tropis tersebar diAfrika. Bentuk klasifikasi Köppen yang umum digunakan memiliki lima jenis utama mulai dari A hingga E. D.[74] Iklim subtropis lembap terletak di daratan sebelah timur. Jenis utama tersebut adalah A. stepa.[73] Zona iklim subtropis lembap adalah daerah yang hujan musim dinginnya dikaitkan dengan badai besar yang diarahkan angin westerlies dari barat ke timur. dingin lintang menengah. India. iklim lautan. berbatasan dengan lautan dingin dan wilayah tenggara Australia.750 millimetre (69 in) dan 2.[75] Iklim lautan (atau oseanik/maritim) dapat dijumpai di sepanjang pesisir barat di lintang tengah seluruh benua di dunia. monsun.[72] Sebuah sabana tropis adalahbioma daratan rumput yang terletak di kawasan iklim semi-gersang hingga semi-lembap di lintang subtropis dan tropisdengan curah hujan antara 750 millimetre (30 in) dan 1. sejuk lintang menengah. sabana tropis. B. kering. iklim mediterania. Kebanyakan hujan musim panas terjadi selama badai petir dan siklon tropis. tropis. antara lintang 20° dan 40° derajat dari khatulistiwa. C.Pengelompokan iklim Köppen[sunting] Peta iklim Köppen-Geiger terbaru[71] ██ Af██ A m██ Aw ██ BWh██ BWk█ █ BSh██ BSk ██ Csa█ ██ Cwa█ █ Csb █ Cwb ██ Cfa██ Cf b██ Cfc ██ Dsa██ Dsb██ Dsc██ Dsd ██ Dwa██ Dwb██ Dwc██ Dwd ██ Dfa██ Dfb██ Dfc██ Dfd ██ ET ██ EF Artikel utama untuk bagian ini adalah:Pengelompokan iklim Köppen Klasifikasi Köppen bergantung pada nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan. Hutan hujan ditandai dengan curah hujan tinggi yang minimum normal tahunnya antara 1.270 millimetre (50 in) per tahun. Lima klasifikasi utama ini dapat dibagi lagi menjadi klasifikasi sekunder seperti hutan hujan. iklim subarktik. tundra. dan memiliki presipitasi besar .000 millimetre (79 in). daratan es kutub. danAustralia. wilayah utara Amerika Selatan. dan E. daratan lembap. kutub. dan gurun.subtropis lembap. Malaysia.

isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar . Setelah tabung dalam penuh.[77] Stepa adalah daratan rumput kering.98 in).98 in). Disdrometer. sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0.98 in) hujan.sepanjang tahun. sebagian Australia Barat dan Selatan.[78] Iklim subarktik bersifat dingin dengan permafrost abadi dan presipitasi kecil. limpahannya mengalir ke tabung luar. dan Pengukur salju Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar. sebagian wilayah barat Amerika Utara.[76] Iklim mediterania membentuk iklim benua di Cekungan Mediterania. Iklim ini ditandai oleh musim panas yang panas dan kering dan musim dingin yang dingin dan basah.[79] Pengukuran[sunting] Alat ukur[sunting] Pengukur hujan standar Lihat pula: Pengukur hujan. Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0. dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in).[80] Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0. wilayah barat dayaAfrika Selatan dan sebagian wilayah tengah Chili.

[83] Ketika penghitungan curah hujan dilakukan.sampai tabung luar kosong. kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka. ember miring. yaitu . Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian. Untuk menghasilkan akumulasi radar.[82] Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah. Perhitungan curah hujan radar melengkapi data stasiun darat yang dapat digunakan untuk kalibrasi. berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet. tingkat hujan di satu titik dihitung menggunakan nilai data reflektivitas pada satu titik jaringan. Zona tanpa data di timur dan barat daya disebabkan adanya sorotan sinar dari pegunungan. Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai. Kanada Timur. Persamaan radar kemudian dipakai. dan beban. dan pembangunan bendungan adalah semua bidang yang memerlukan data akumulasi curah hujan.[88] Misalnya. pengendalian banjir sungai. stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan.[84][85] Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal. pengelolaan selokan bawah tanah. sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong. seperti CoCoRAHS atau GLOBE. . namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. (Sumber: Environment Canada) Salah satu kegunaan utama radar cuaca adalah mampu menilai jumlah curah hujan yang jatuh di cekungan besar untuk keperluan hidrologis. [81] Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan).[87] Sensor jarak jauh[sunting] Lihat pula: Radar cuaca Akumulasi curah hujan 24 jam di radar Val d'Irène.[86] Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi.

98 in) per jam Hujan sedang — ketika tingkat presipitasinya antara 25 millimetre (0.[94]Istilah badai 1 dalam 10 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang jarang dan hanya mungkin terjadi sekali setiap 10 tahun.0 in) per jam[92] Periode kembali[sunting] Lihat pula: Banjir 100 tahun Kemungkinan suatu peristiwa dengan intensitas dan durasi tertentu disebut frekuensi atau periode kembali.[89] Perhitungan curah hujan satelit memakai instrumen gelombang mikro pasif di atasorbit kutub serta satelit cuaca geostasioner untuk mengukur tingkat curah hujan secara tidak langsung. Intensitas curah hujan dikelompokkan menurut tingkat presipitasi:   Gerimis — ketika tingkat presipitasinya < 25 millimetre (0.[90] Untuk menghasilkan akumulasi curah hujan pada satu periode waktu tertentu.76 millimetre (3. PA MENU 0:00 Suara hujan deras di permukiman pinggiran kota Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.[91]atau antara 10 millimetre (0.Z berarti reflektivitas radar.39 in) per jam[91][92]  Hujan deras — ketika tingkat presipitasinya > 76 millimetre (3. dan A dan b adalah konstanta. Intensitas[sunting] Heavy rain in Glenshaw.98 in) . semua akumulasi dari masing-masing kotak jaringan di dalam gambar pada waktu itu harus dijumlahkan. .[93] Intensitas badai dapat diperkirakan untuk periode kembali dan durasi badai apapun dengan melihat grafik yang didasarkan pada data historis lokasi hujan.0 in) per jam[92]  Hujan badai — ketika tingkat presipitasinya > 50 millimetre (2.0 in) per jam.39 in) dan 50 millimetre (2. R berarti tingkat curah hujan.0 in) atau 10 millimetre (0.

[101] . Seperti semua peristiwa kemungkinan. Hujan akan menjadi ekstrem dan banjir lebih parah daripada peristiwa 1 dalam 10 tahun tersebut. atau di tingkat terendah atmosfer yang menurun seiring ketinggiannya. Prakiraan presipitasi cenderung dibatasi oleh jam sinoptis seperti 0000. atau keduanya.[99] PPK dapat dibuat dengan dasar prakiraan jumlah kuantitatif atau kemungkinan prakiraan jumlah kualitatif. prakiraan radar cuaca.[96] PPK akan diperinci ketika jenis presipitasi terukurkan yang mencapai batas minimal merupakan prakiraan untuk setiap am selama periode sah PPK. Hujan akan lebih deras dan banjir akan lebih buruk daripada badai terburuk yang terjadi dalam satu tahun. 1200 dan 1800 GMT.[95] Prakiraan hujan[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prakiraan presipitasi kuantitatif Contoh prakiraan hujan lima hari dariHydrometeorological Prediction Center Prakiraan Presipitasi Kuantitatif (disingkat PPK. QPF dalam bahasa Inggris) adalah perkiraan jumlah presipitasi cair yang terkumpul dalam periode tertentu di suatu daerah. Relief daratan juga termasuk dalam PPK melalui pemakaian topografi atau berdasarkan pola presipitasi iklim dari hasil observasi dengan rincian jelas. 0600.[100] Teknik prakiraan citra radar memperlihatkan kemampuan yang lebih tinggi daripada prakiraan model dalam 6 hingga 7 jam waktu citra radar.[97] Dimulai pada pertengahan hingga akhir 1990an. "badai 1 dalam 100 tahun" bisa saja terjadi berkali-kali dalam satu tahun saja. Istilah badai 1 dalam 100 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang sangat jarang dan akan terjadi dengan kemungkinan sekali dalam satu abad.[98] Model prakiraan memperlihatkan sensitivitas tertentu terhadap tingkat kelembapan di lapisan pelindung planet.sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 10 persen setiap tahun. sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 1 persen setiap tahun. PPK digunakan dalam model prakiraan hidrologi untuk mensimulasikan dampak terhadap sungai di seluruh Amerika Serikat. Berbagai skor kemampuan dapat ditentukan untuk mengukur nilai prakiraan curah hujan. Prakiraan dapat diverifikasi melalui pemakaian pengukur hujan.

diolah agar dapat dikonsumsi. sehingga hujan (cara mengairi paling efektif) sangat penting bagi pertanian. non-konsumsi dalam ruang atau irigasi. Pola hujan biasa bersifat vital untuk kesehatantumbuhan. cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan. Semuatumbuhan memerlukan air untuk hidup. terutama pria. Misalnya.[104] sementara tanaman tropis memerlukan ratusan inci hujan per tahun untuk hidup.[106] Hujan dapatditampung menggunakan tangki air hujan. Presipitasi. khususnya hujan. nutrien tanah tersapu dan erosi meningkat selama musim hujan.Dampak[sunting] Pertanian[sunting] Prakiraan hujan untuk Jepang Selatan dan sekitarnya pada 20–27 Juli 2009. Di daerah musim hujan dan kemarau. Kekeringan dapat mematikan panen dan menambah erosi. Musim kemarau sebelumnya mengakibatkan kelangkaan makanan menjelang musim hujan. Di daerah beriklim sedang.[105]Negara-negara berkembang mencatat bahwa penduduknya memiliki fluktuasi berat badan musiman karena kelangkaan makanan sebelum panen pertama yang terjadi pada akhir musim hujan.[103]Tumbuhan memerlukan beragam jumlah air hujan untuk hidup. memiliki dampak dramatis terhadap pertanian. masyarakat. bahkan merusak panen. karena tanaman panen harus tumbuh terlebih dahulu.[108] Budaya[sunting] Tanggapan budaya terhadap hujan berbeda-beda di seluruh dunia.[24] Hewan memiliki strategi adaptasi dan bertahan hidup di wilayah basah.[107] Hujan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang. .[102]sementara terlalu basah dapat mendorong pertumbuhan jamur berbahaya. kaktustertentu memerlukan sedikit air.[109] Hujan juga dapat membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat. terlalu banyak atau terlalu sedikit hujan dapat membahayakan.

kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung.[114] Klimatologi global[sunting] Lihat pula: Klimatologi curah hujan Bumi Air sebanyak 505. termasuk Gurun Sahara.[118] Gurun[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gurun Gurun-gurun terbesar Setengah benua Afrika di bagian utara didominasi gurun pasir atau wilayahgersang. Sumber bau ini adalah petrikor. Di Asia. wilayah yang curah hujan minimum tahunannya besar.[119] sehingga menjadikannya benuaberpenghuni terkering di dunia.000 kubik kilometer (95. digunakan sebagai nama mata uang nasional karena pentingnya hujan terhadap ekonomi negara gurun ini. Di Botswana.[116][117] atau sebagai wilayah ketika air lebih banyak yang menguap akibat evapotranspirasi daripada yang jatuh sebagai presipitasi. serta alat pengalihan seperti talang air dan drainase badai yang mengalirkan air hujan ke selokan.000 kubik kilometer (121. kata 'hujan' dalam bahasa Setswana. sebagian besar terdiri dari gurun pasir mulai dari Gurun Gobi di barat-baratdaya Mongolia melintasi barat Pakistan (Balochistan) dan Iran hingga Gurun Arab di Saudi Arabia. untaian pegununganAndes menahan kelembapan Samudra Pasifik yang tiba di benua ini.[115] Jika dibandingkan dengan luas permukaan Bumi. sehingga memunculkan .000 cu mi) jatuh ke lautan. Di Amerika Selatan. curah hujan rata-rata tahunan secara global mencapai 990 millimetre (39 in). "pula".[113] Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan.[112] Beberapa budaya mengembangkan cara menghadapi hujan dengan berbagai alat lindung seperti payung dan jas hujan.000 cu mi) jatuh sebagai hujan setiap tahunnya di seluruh dunia. Padang pasir ditetapkan sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 250 millimetre (10 in) per tahun.[110] atau ketika terjadi kekeringan di daerah lain.Di daerah kering seperti India. Sebagian besar Australia semi-gersang atau terdiri dari gurun pasir. 398. minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan.[111] hujan memperbaiki suasana hati masyarakat.

adalah wilayah terbasah di dunia. dan Samoa Amerika. Pergerakannya ke kutub ini didorong oleh monsun musim panas yang ditandai dengan munculnya tekanan udara rendah (tekanan rendah panas) di kawasan terpanas Asia.[121] Di Asia.[130] Guam. atau truf monsun. pegunungan Barat Laut Pasifik. dan Wyoming bagian tengah. Dampak Westerlies[sunting] Hujan rata-rata jangka panjang menurut bulan . dengan curah hujan rata-rata melebihi 30 inci (760 mm) per tahun. Great Basin. terjadi di Amerika Utara danAustralia.[127] Daratan Amerika Serikat di sebelah timur meridian ke-98.iklim mirip gurun di wilayah barat Argentina.[125][126] Pada musim panas.[40] Wilayah kering di Amerika Serikat adalah wilayah tempat gurun Sonora menyapu Desert Southwest.[129] Kepulauan Mariana Utara.[123][124] Sirkulasi monsun sejenis. dan Sierra Nevada adalah wilayah terbasah di negara ini.[120] Siklon tropis mendorong terjadinya hujan di seluruh wilayah selatan Amerika Serikat.[128] serta Puerto Riko. namun lebih lemah. sabuk hujan di wilayah tropis bergerak ke utara pada bulan Agustus. hujan tersebar di seluruh wilayah selatan benua ini dari kawasan timur dan timur laut India hingga Filipina dan Cina selatan sampai Jepang karena monsun mengadveksikan kelembapan dari Samudera Hindia ke wilayah ini. monsun Barat Laut bersama kelembapan Teluk California dan Teluk Meksiko bergerak mengitaripegunungan subtropis di Samudera Atlantik. Setiap tahun. kemudian bergerak kembali ke selatan menuju Belahan Bumi Selatan pada bulan Februari dan Maret.[120] Wilayah basah[sunting] Lihat pula: Monsun dan Truf monsun Wilayah khatulistiwa dekat Zona Konvergensi Intertropis (ITCZ).[122] Truf monsun dapat memanjang ke utara hingga garis paralel ke40 di Asia Timur pada bulan Agustus sebelum bergerak ke selatan. mengangkut badai petir sore dan malam di wilayah selatan Amerika Serikat dan Dataran Besar. Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

arus jet membawa hujan maksimum musim panas keDanau-Danau Besar. yang pesisir baratnya menerima curah hujan antara 1. Tutunendo mengalami hujan tersebar merata sepanjang tahun. Rata-rata 38 tahun di Mawsynram. Kawasan badai petir besar bernama kompleks konvektif skala meso bergerak ke Dataran Besar. India adalah 11.300 mm (520 in) per tahun. Puncaknya dianggap sebagai salah satu daerah terbasah di Bumi.500 mm (98 in) di pegunungan setiap tahunnya. dan semi. Tutunendo.430 mm (450 in). pada tahun 1974. terutama Britania Raya. dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 11. dingin. Pada 2000. Selama musim gugur.[136] Daerah terlembap di Australia adalah Mount Bellenden Ker di timur laut negara ini yang memiliki curah hujan rata-rata 8. yaitu 9.Lihat pula: Westerlies Westerly bergerak dari garis depan sejuk Atlantik Utara ke daerah lembap di Eropa Barat.303 mm (3. curah hujan tahunan terbesar yang pernah diukur di Kolombia.[138] Lloró.000 mm (39 in) di permukaan laut dan 2.[132]Barat Tengah.[139] Departemen Chocósangat lembap.250 mm (89 in). sebuah kota di departemen ini merupakan salah satu tempat yang diperkirakan terlembap di Bumi.000 jiwa.000 millimetre (350 in) per tahun. India adalah salah satu kawasan terlembap atau terbasah di Bumi.873 mm (467.394 mm (448. Barat Tengah.[135] dan wilayah tropis. dan Danau-Danau Besar selama musim panas. dianggap seabgai daerah dengan curah hujan terukur terbesar di dunia. Daerah terlembap[sunting] Cherrapunji.987 mm (905.000 millimetre (310 in) per tahun. sehingga menyumbang 10% hujan tahunan di wilayah ini. Meghalaya. sistem badai Pasifik mengangkut sebagian besar hujan untuk Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat. Norwegia adalah salah satu kota hujan terkenal di Eropa dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2. rata-rata mencapai 13. curah hujan di daerah ini mencetak rekor tertinggi yaitu 12. rata-rata tahunannya mencapai 11.4 in). sebuah kota di Chocó.0 in) pada 1861. Daerah ini telah dipromosikan dalam literatur wisata selama beberapa tahun sebagai tempat terbasah di Bumi.6 in).200 mm (480. ibu kota Chocó. Curah hujan tertinggi yang tercatat dalam satu tahun adalah 22. mengalami hujan paling banyak di Bumi di antara kota-kota lebih dari 100.[140] Quibdó. Tidak seperti Cherrapunji yang hujan antara April dan September. dengan rekor 17.340 millimetre (683 in) tahun 1982.680 millimetre (460 in) dalam 32 tahun terakhir.[137] Mount Waialeale di pulauKaua'i di Kepulauan Hawaii memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 11.[131] Osilasi Selatan-El Niño mempengaruhi persebaran hujan dengan mengacaukan pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Barat. Kolombia.[133][134] Tenggara. Ada pula bukti bahwa pemanasan global mendorong peningkatan hujan di Amerika Utara bagian timur.6 in).[127] Di puncak pegunungan.3 in).[139] Badai di Chocó dapat menghasilkan curah . kota ini memiliki curah hujan 26. terletak di lereng selatan Himlaya Timur di Shillong. sementara kekeringan semakin sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis. Bergen.

401 m 39 Oseania 4.024 mm 12 kaki/3. Jumlah ini lebih banyak daripada curah hujan di berbagai kota di dunia dalam satu tahun. Kamerun 5.017 m 22 Sumber (tanpa konversi): Global Measured Extremes of Temperature and Precipitation .042 in/26 mm [143] Tertinggi dalam satu bulan Asia Cherrapunji. Kolombia 120 kaki/36. 2004. British Columbia Crkvice.337 kaki/1. Kolombia 520 kaki/158 m 29 4.102 kaki/1.916 mm Quibdo. Benua Rata-rata tertinggi (inci/mm) Daerah Ketinggian (kaki/m) [a][b] [c] Tahun Pencatatan Amerika Selatan Asia 5. India [a][d] 4.560 in/65.400 in/86.994 mm Lloró.720 mm [142] Tertinggi dalam satu tahun Asia Cherrapunji.66 m 14 1. India 4.6 m 16 Australia 3.840 mm Mount Waiʻaleʻale.674 in/118.600 in/116.148 kaki/1.555 m 9 Amerika Utara Eropa 2.296 mm [143] .1 m 32 3.830 in/46. India 1. India 366 in/9.hujan 500 mm (20 in) dalam satu hari. Kauai.360 mm Mount Bellenden Ker. Benua Daerah Curah hujan tertinggi Referensi Curah hujan rata-rata tahunan tertinggi Asia Mawsynram.482 mm 3. Montenegro 5. Queensland Henderson Lake.540 in/89.870 mm 30 kaki/9.050 in/102. Hawaii [a] (AS) Debundscha.720 mm Mawsynram.597 kaki/1.674 in/118.569 m 30 Afrika Amerika Selatan 4. August 9. National Climatic Data [141] Center.236 in/132.

Kepulauan Karibia 15 in/381 mm [144] Lihat pula . Pulau La Reunion 53 in/1. Pulau La Reunion 73 in/1.Tertinggi dalam 24 jam Samudra Hindia Fac Fac.854 mm [144] Tertinggi dalam 12 jam Samudra Hindia Belouve.346 mm [143] Tertinggi dalam satu menit Amerika Utara Guadeloupe.

Namun. . Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar curah hujan (rain gauge).Subscribe to comments Post Comment Curah hujanPresentation Transcript  1. Di stasiun pengamat. Jumlah curah hujan yang diukur tidak boleh menguapboleh menguap atau meresap ke dalam tanah. endapan berupa air hujan atau curah hujan. hinggasebagian uap air itu mengembun pada butirdebu dalam atmosfer dan membentuk titik-titik air. A. HUJAN Endapan atau presipitasi didefinisikan sebagai air yang jatuh ke permukaan bumi. Jumlah curah hujan 1 mm (milimeter) berarti air hujan yang menutupi permukaan tanah setinggi 1 mm. curah hujan dicatat setiap hari.♠Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan tahunan dibagi 12 (jumlah bulan). Di Indonesia.♠Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan bulanan dalam satu tahun tertentu.♠Curah hujan bulanan adalah jumlah curah hujan harian dalam satu bulan tertentu. PROSES TERJADINYA AWAN Udara yang hangat yang terdiri ataspenguapan air. Air yang jatuh ke permukaan bumi tersebut dapat berbentuk padat seperti batu es dan salju maupun berbentuk cair seperti air hujan.  2. ♠Curah hujan harian adalah jumlah curah hujan yang terjadi dalam satu hari tertentu.  3. Jutaan titik air itu melayangbersama dan membentuk awan.♠Curah hujan harian rata-rata jumlah curah hujan bulanan di bagi jumlah hari dalam bulan tersebut. debu. Curah hujan diukur dalam satuan inchi atau milimeter. udara itu taksanggup lagi menahan uap air nya. dan asap naik ke atasatmosfer dan kemudian ber ubah menjadiudara dingin.

AWAN ALTOKUMULUS 7. yaitu:  2-6 KM ATAU 20. Lapisan ini terdiri atas tetes air yang suatu saat bisa berubah menjadi kristal es. Ketika awan ini menutupi matahari. ♥ . Jika terkena sinar matahari akan menimbulkan bayangan di tanah.♪ Altostratus Awan berlapis-lapis yang tembus cahaya hingga mtahari masih tetap tampak. sikromulus Awan yang kelihatan berkeping-keping atau bersekat-sekat. Biasanya awan ini muncul bersamaan sirus dan sirostratus. o awan dengan perkembanganvertikal ♥ kumulus Awan yang bergumpal bewarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari. ☺ nimbostratus Awan tebal bewarna abu-abu gelap tanpa bentuk tertentu dan terlihat basah. sirus Awan yang mengkilat. Biasanya muncul saat matahari terbit atau matahari terbenam. o AWAN SEDANG    6. 6-12 km. maka tidak akan menimbulkan bayangan. Biasanya awan ini muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam. Terdiri atas tetes awan dan tetes hujan ☺ stratus Awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata.2 km atau 7. dan mirip es. Awan ini biasanya berupa kabut saat di permukaan bumi. Tidak menimbulkan hujan. Awan stratus 11. Menurut komisi cuaca internasional. o awan rendah    9.000 KAKI♪ Altokumulus Lapisan awan yang cukup luas seperti kumpulan kapas. Awan altostratus 0.8.000 kaki ☺ stratokumulus Awan yang bewarna abu-abu yang bergumpal-gumpal lembut dan nampak berbaris teratur.5.8 . Jika awan ini terkena sinar matahari atau bulan. lembut dan berserat . matahari itu pun tak terlihat. suhu mencapai -24 derajat celcius.kapas yang bewarna putih atau abu-abu. Awan stratokumulus 10. berpotensi salju Awan tinggi4.bentuk awan dibagi atas 4 kelompok.  sirostratus Awan yang bewarna putih tipis dan tampak seperti terlihat sangat halus.

namun secara umum dinyatakan dalam per.delapan-an dari langit yang tertutupi awan.Kumulonimbus Awan besar yang berpotensi hujan tiba-tiba karena mengandung tetes hujan yang besar.   12. Perawanan dapat dinyatakan dalam persen. Sebagai contoh: . Awan kumulus Perawanan = 8/8 (= 1) berarti langit seluruhnya tertutupi oleh awan.13. Perawanan = 4/8 (=1/2) berarti separuh langit tertutup oleh awan. Per-awananPerawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan = 0 (= 0/8) berarti tidak ada awan yang menutupi langit atau cerah.

Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Besaran aliran permukaan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) (Hridjaja dkk. aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. laju atau kecepatan. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume. aliran permukaan. danau dan lautan (Asdak. Pengertian aliran permukaan. evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah. Beranda Selasa. Evaporasi dan Infiltrasi Pada artikel sebelumnya. 1991). yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan. Menurut Arsyad (2010). evaporasi dan infiltrasi. 18 Desember 2012 Aliran Permukaan. 1995). Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Secara sederhana. evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. dalam hal ini tanah telah jenuh air. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling . Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Evaporasi Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). dan gejolak aliran permukaan menentukan kemampuannya dalam menimbulkan erosi.

embun dan sumber air lainnya.energi panas . partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan.bertukar energi dalam berbagai derajat. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Karena pengaruh suhu. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. Siklus air terjadi terus menerus. danau. Dari siklus hidrologi. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. (wikipedia) Infiltrasi Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Diposkan oleh APRAK di 17. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.03 . ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.

sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik yang masih mempunyai hutan lebat.Sungai Ephemeral adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. Dalam analisis hidrologi aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan menjadi satu yang disebut aliran langsung. aliran antara 3.tinggi genangan. Sungai Perennial : sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun.Setelah cekungancekungan tersebut penuh. Bentuk umum dari hubungan antara hujan dan limpasan adalah : Q = b (P-Pa) Dimana: .lama genangan dan kecepatan aliran. Aliran permukaan disebut juga aliran langsung (direct runoff).Aliran air tanah Aliran Permukaan (surface flow) adalah bagian dari air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas permukaan tanah.setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan mengisi cekungan-cekungan pada permukaan tanah. Tipe Sungai: 1.sedangkan aliran tanah disebut aliran tak langsung.Sungai Intermitten : sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe di atas. Aliran antara (interflow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi di bawah permukaan tanah.aliran sungai perennika adalah aliran dasar yang beraal datri aliran air tanah.Permukaan air tanah selalu berada di bawah dasar sungai. JANUARI 15. 2011 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Limpasan adalah apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas infiltrasi. Aliran permukaan 2.Limpasan Permukaan (Runoff) SABTU.selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah Beberapa variable yang ditinjau dalam analisis banjir adalah volme banjir.Pada suatu periode tertentu bersifat sungai perennial dan pada waktu tertentu bersifat sebgai sungai ephemal. 2.sehingga sungai tidak menerima aliran iar tanah yang berarti tidak mempunyai aliran dasar (base flow) contoh di : nusa tenggara 3. Komponen-komponen Limpasan: Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber : 1.Aliran permukaan dapat terkonsentrasi menuju sungai dalam waktu singkat.Aliran antara terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi di bawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akhirnya menuju sungai atau langsung ke laut.debit puncak.sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir.

Semua air hujan yang jatuh di DAS telah terkonsentrasi di titik control.Pada keadaan ini debit aliran di titik control tidak mencapai nilai maksimum.Setelah hjan berhenti.dan debit maksimum tercapai setelah waktu aliran sama dengan waktu konsentrasi.sehingga debit aliran berkurang secara berangsur-angsur sampai akhirnya kembali nol. Waktu monsentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan..Tipe tanggapan seperti ini disebut aliran subkonsentrasi. Dan hidrograf berbentuk segitiga. . Apabila durasi hujan lebih kecil dari waktu konsentrasi. Tipe tanggapan DAS seperti ini diesebut aliran terkonsentrasi. Pada keadaan ini aliran terkonsentrasi pada titik control.aliran berkurang sampai akhirnya menjadi nol. · Tipe kedua terjadi apabila durasi hujan efektif lebih lama daripada waktu konsentrasi.tataguna lahan. · Tipe ketiga terjadi apabila durasi hujan efektif lebih pendek daripada waktu konsentrasi. Konsentrasi aliran di suatu DAS dapat dibedakan menjadi 3 tipe tanggapan DAS · Tipe Pertama terjadi apabila durasi hujan efektif sama dengan waktu konsentrasi.intensitas hujan akan lebih tinggi.sehingga debit aliran menvapai maksimum.jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau.Waktu resesi sama dengan waktu konsentrasi.Pada saat itu hujan berhenti dan aliran berikutnya di titik control tidak lagi aliran dari seluruh DAS. Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh didalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau.Tipa anggapan DAS seperi ini disebut aliran superkonsentrasi.Q : kedalaman limpasan P : kedalaman hujan Pa: kedalaman hujan dibawah nilai tersebut tidak terjadi limpasan b : Kemiringan garis Konsentrasi Aliran Air hujan yang jatuh diseluruh daerah tangkapan akan terkonsentrasi (mengalir menuju) suatu titik kontrol.

hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat. kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan. dan pencairan es dan salju. pelarutan dan sebagainya. air tanah. Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck. walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya.. terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir sebagai aliran permukaan menuju daerah-daerah yang lebih rendah yang dinamakan sungai. tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. Bentuklahan-bentuklahan yang terjadi akibat dari proses ini khususnya pada daerah aliraan air/sungai. dan hasil mencairnya es terkadang melakukan erosi. Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . tetapi merupakan akumulasi air. sungai adalah merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah. Morfologi hasil pengikisan ataupun pengendapan sungai pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan yang terjadi berkaitan dengan air mengalir. 1939: 158) adalah sebagai berikut : a. Curah hujan yang tinggi. Lembah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk permukaan bumi yang negative. Air yangbisa berasal dari air hujan mata air. serta ada pula yang meresap kedalam tanah. Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai. erosi. Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakanretakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. Pada intinya bahwa sungai tersebut mengalir pada lembah yang terbentuk secara alami. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai.pada umumnya menjadi sumber dari air sungai. sehingga aliran air yang terdapat pada saluran buatan seperti saluran irigasi tidak bisa dinamakan sungai. . Jadi. akibatnya aliran air tersebut membawa muatan sedimen serta membentuk bentuk n lahan (landform) baik berupa hasil pengikisan maupun hasil pengendapan. sungaisungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat. Air sungai dapat bersumber dari air hujan. b. sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal. Disamping itu. Kegiatan Aliran Air Permukaan dan Air Tanah Air hujan yang jatuh kepermukaan bumi sebagian mengalami transpirasi dan ada yang mengalir sebagai aliran air permukaan (run off). Air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir menuju daerah yang lebih rendah. Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi. Sebagai contoh. merupakan hasil pengikisan oleh air proses mengalir ataupun terjadi karena faktor dan proses endogen seperti adanya patahann. Proses tersebut berjalan terus. Air hujan yang tersimpan dalam tanah-tanah yang porius kemudian muncul kepermukaan dan ada yang meresap kemudian muncul sebagai mata air. juga hasil dari es yang mencair didaerah lingtang menengah-tinggi ataupun pada daerah pegunungan tinggi didaerah tropis.

sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang. jumlah air . mengangkut. system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu. Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul. Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam. menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya. erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah). Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. dan sebagainya. Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut : a. Mengangkut material. penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. b. mengambil bahan lepas. Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal.Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua. lebar atau dalamnya lembah. daerah aliran tengah. sungai mempunyai ciri yang tersendiri dan berbeda dengan massa air lain seperti danau. d. . kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat. dan mengendapkan. Erosi. dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. mengangkut dan mengendapkan. e. dari mulai Lumpur yang halus. baik volume. menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah. daerah aliran hilir. Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. Perubahan ini di sebabkan karena : 1. pasir. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical. Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap. bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat.Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik(mengalami perubahan-perubahan). Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis. kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya. mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. c. Pengalirannya tidak tetap.c. Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial. erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kea rah ulu). Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. maupun keadan permanen aliran yang minimum. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir). Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai. Oleh karena itu. dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. laut. sehingga mempercepat pengerjaan erosi.

terutama paa sisi luar merupakan aliran dengan tekanan yang paling besar. karena setiaplembah jarang sekali memiliki menpunyai sisi lereng yang simetris. 2. Hal ini disebabkan karena sudah mencapai batas vertikal atau base level. Hal ini di sebabkan karena air yang menglir pada lekukan meander tersebut. Kelokan bagian luar di sebut dengan Undercut slope ( bagian dinding yang terkikis ).1.2. Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut. Berkaitan dengan adanya erosi yang terjadi pada suatu lembah. General base level batas umum erosi. batas ini berupa permukana laut yang berlaku untuk umum untuk setiap aliran sungai. 2.Penampang lembah Dalam membicarakan penampang dalam suatu lembah. 2. Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara. namun erosi secara vertikal pada suatu lembah tidak terjadi secara terus menerus. sebab pada stadium tertentu akan terhenti. sehingga makin ke arah pinggir makin dangkal. sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang. Hal ini tergantung pada material batunya seperti resisten tidaknya batuan. Batas erosi ada dua jenis.Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral. local base level atau batas erosi local berupa danau atau penghalang berupa batuan keras yang terdapat pada bagian aliran tengah atau bagian hulu. Bandingkan dengan sisi bagian dalam nampak lebih landai. sehingga terjadi pegikisan ke arah luar dan dinding terlihat lebih tegak. yaitu: 1.Penampang Melintang Penampang melintang suatu lembanh aliran sungai ada yang berbentuk V dan ada pula uang berbentuk U. akan di sajikan secara satu persatu. struktur pelapisan ( kedudukan lapisan yang hamper tegak. sedangkan sisi bagian dalam kelokan merupakan slip of slope (bagian sisi yang terendapi material). namun sebenarnya bentuk ini tidak lah tepat benar.2.yang di sajikan adalah penampang melintang dan penampang melintang. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. Berikut ini di kemukakan mengenai beberapa contoh penampang melintang suatu lembah dengan berbagai bentuk di sajikan dalam Gambar 3-2 dan Gambar 3-3. Penampang Melintang pada lekuknan meander Pada sisi luar lekukan meander lebih curam di bandingkan dengan pada lereng di bagian dalam. muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar. Untuk itu. 2. Timur Keterangan A= Undercut slope = arah kekuatan erosi dan B= Slip of slope tebing/dinding lembah lebih tejal Gambar 3-2. Erosi vertical mulai melembah bahkan terhenti bila mendekati batas erosi umum. Berdasarkan kekuatan mengerosi kea rah .

akhirnya air yang dialirkan juga lebih sedikit. Hanya saja pada penampang memanjang menunujukan profil suatu lembah atau sungai dari hulu ke hilir dengan memperhatikan tempat-tempet yang mempunyai ketinggian yang sama.2. Relief dan kemiringan lereng menentukan kecepatan aliran.pada sungai yang lurus cenderung memiliki aliran yang lebih cepat. Untuk mengatasi pelebaran dan perubahan aliran. b. menyangkut pada material batuan apakah material batuan porius atau tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap kedalam tanah atau batuan. Penampang Memanjang Lembah Penampang memanjang lembah pada dasarnya sama dengan penampang melintang. Selanjutnya disajikan pula penampang melintang yang terdapat pada daerah dengan struktur berlapis miring. Perbedaan kecepatan aliran dipengaruhi oleh : Kelurusan sungai.dinding kelikan. Adapun gambarnya seperti berikut : Timur Gambar 3-3. Hal ini di sebabkan karena pengikisan terjadi pada lapisan yang memng sudah miring dan lapisan tersebut kurang resisten dibandingkan dengan lapisan yang ada pada tebing disebelah barat. sebaliknya lahan di bagian timur aliran luasnya bisa bertambah kea rah barat. Faktor geologis. sehinnga jumlah air yang tertampung dan terakumulasi pada sebuah sungai menjadi lebih sedikit dan terakumulasi lebih lama. Faktor suhu menjadi pemicu untuk mempercepat pelapukan. Oleh a. . Hal lain yang menyebabkan tidak semetrisnya penampang melintang pada suatu lembah adalah disebabkan adanya penyinaran yang tidak sama intensifnya. d. maka jelas lahan yang ada di bagian barat aliran makin lama makin terkkikis habis. Faktor aliran sungai juga mempengaruhi terhadap bentuk penampang melintang suatu lembah. penutupan lahan berupa vegetasi dapat berfungsi menahan aliran permukaan. c. Penampang melintang pada struktur berlpis miring Dari gambar di atas dapat di jelaskan bahwa lereng yang lapisannya miring pada tepi lembah bagian barat tamapak lebih curam di bandingkan dengan lereng pada sisi sebelah timur. Faktor geologis juga berpengaruh terhadap lereng yang memiliki penampang melintang yang tidak simetris. karena aliran sungai tidak sama kecepatannya disemua tempat pada penampang melintang suatu lembah. maka pada sisi bagian barat sebaliknya di buat pengaman misalnya di pasang batu bronjong (batu yang di taruh dlam kawat teranyam dan tersusun) untuk menahan kuat arus.2. dimana setelah terjadi hujan air dialirkan secara keseluruhan tau terhenti pada sebuah ledok atau cekungan. 2. Vegetasi.

karena itu penampang memanjang merupakan grafik tentang ketinggian suatu tempat sepanjang alur lembah kesungai dari hulu kehilir. .

DiDAS bagian hulu dimana kemiringan lahan dan kemiringan sungai besar. pada sungai – sungai besar kenaikan debit terjadi lambat untuk mencapai debit puncak. yang dapat menyebabkan debit sungai meningkat. Aliran permukaaan Aliran antara Aliran air tanah Aliran permukaan (surface flow) adalah air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan tanah. Limpasan dinyatakan dalam volume atau debit. Dengan mengetahui data debit dan data hujan distasiun – stasiun penakar hujan yang berpengaruh pada DAS yang ditinjau. hidrograf satuan sintetis ( Snyder. Tangki dsb. hidrograf. Pengalih ragaman dari data hujan menjadi debit aliran dapat dibedakan untuk debit banjir dan debit rendah (kekeringan). Nakayasu. Apabila debit sungai lebih besar dari kapasitas sungai maka akan terjadi luapan pada tebing sungai sehingga terjadi banjir.Limpasan Hidrograf Acep Suhendra. atau di DAS kecil kenaikan debit banjir dapat terjadi dengan cepat. Satuan volume limpasan adalah meter kubik. aliran permukaan . ditambah dengan stemflow dan troughtfall. maka dapat dicari hubungan antar hujan yang jatuh dan debit aliran yang terjadi. yang disebut juga aliran langsung ( direct flow). Untuk debit banjir pengalih ragaman dapat dilakukan dengan menggunakan metode rasional. karena dipengaruhi juga oleh besar kehilangan air hujan akibat pepohonan (vegetal cover). Limpasan permukaan (surface run off) merupakan komponen aliran yang besarannya adalah hujan dikurangi besaran infiltrasi. dsb). debit satuannya volume ersatuan waktu yang melalui suatu luasan tertentu (m3/detik) Komponen – komponen limpasan Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber yaitu : 1. 2. 3. Untuk debit rendah dapat dilakukan dengan metode regresi. Didaerah pegunungan( bagian hulu DAS) limpasan permukaan dapat masuk kesungai dengan cepat.Limpasan permukaan (surface run off) merupakana air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan lahan akan masuk kepatir – parit dan selokan – selokan yang kemudian bergabung menjadi anak sungai dan akirnya menjadi aliran sungai. Besaran hujan yang jatuh kepermukaan tanah. Interception. Mock. merupakan besaran hujan yang juga bervariasi. Gmana I. Variabiltas limpasan sangat tergantung dari variabilitas komponen aliran dasar (baseflow/ groundwater flow).

Sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik. 4. Sungai INTERMITTEN adalah sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe diatas. Dengan demikian di sungai hanya terdapat aliran pada saat terjadi hujan saja dan aliran hanya terdiri dari komponen saja yaitu lipasan permukaan dan mungkin aliran antara. Kemampuan. 3. b. sehingga pada saat musim kemarau tidak dapat memberikan sumbangan aliran dasar kedalam aliran sungai. Yaitu sungai yang keadaan akifer lebih buruk. 2. ketelitian. Maka limpasan langsung dapat apabila intensitas hujan lebih tinggi dari laju infiltrasi. sehingga memilki laju infiltrasi yang berbeda. Aliran antra (inter flow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi dibawah permukaan tanah. 3.elevasi muka air tanah berubah dengan musim. 1. atau model yang tersedia Kualitas dan kuantitas yang tersedia Ketersedaan tenaga ahli yang terkait informasi yang diperlukan Menurut teori Horton (Hortonian Overland Flow) (Chow et al. sungai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. yang terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah yang akirnya masuk kesungai Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi dibawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akirnya menuju kesungai atau langsung kelaut. yang menyangkut tentang ketelitian rincian. Sungai ‘PARENNIAL’ yaitu sungai – sungai yan kondisi akifernya sedemikian sehingga baik selama musim hujan ataupun musim kemarau. struktur dari cara – cara penyelesaiaan. Pada saat musim penghujan muka air tanah naik sampai diatas dasar sungai sehingga pada saat tidak ada hujan masih terdapat aliran yang berasal dari dari aliran dasar.1988) limpasan permukaan merupakan bagian dari hujan yang tidak terserap tanah oleh infiltrasi. Sifat dan tujuan perancangan secara umum. masih dapat mem berikan sumbangan aliran dasar kesungai( sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun). Sungai EPHEMERAL adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi.dapat terkonsentrsi menuju sungai dengan cepat. sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. Meskipun teori Horton sangat sederhana . 2. misalnya masih berhutan lebat. dalam proses alami yang terjadi dapat menjadi sangat komplek yang disebabakan karena : a. Memperhatikan berbagai jenis fluktuasi debit di sungai. Permukaan air tanah selalu berada dibawah dasar sungai. Hujan tidak merata diseluruh DAS Permukaan DAS memiliki tata guna lahan yang berbeda – beda . dan apabila laju intensitas hujan lebih kecil dibandingkan laju infiltasi. Perkiraan Limpasan Perkiraan limpasan tergantung dari beberapa hal 1. maka tidak terjadi limpasan langsung. sehingga sungai tidak menerima aliran air tanah. yang berarti tidak mempunyai aliran dasar. Pada musim kemarau muka air tanah turun sampai dibawah dasar sungai sehingga disungai tidak ada aliran. .

5 km2 dianggap sebagai DAS kecil. Waktu kosentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan.10 – 0.Dalam analisa. Koefisien limpasan ( C ) Tipe daerah aliran Rerumputan Tanah pasir.jaman yang menimbulkan hidrograp yang bersangkutan. biasanya durasi hujan melebihi waktu kosentrasi. 1. Metode/ Cara Rasional Banyak digunakan untuk memperkirakan debit puncak yang ditimbulkan hujan deras pada daerah tangkapan (DAS) kecil. Cara Rasional bertujuan untuk memperkirakan debit puncak dengan persamaan : Dimana: Q C I A = debit puncak (m3/det) = koefisien limpasan (runoff coefficient) (tabel) = intensitas hujan (mm/jam) = luas DAS (km2) Tabel 1.2% Tanah pasir.15 – 0. Kehilangan air akibat infiltrasi ini dilakukan dengan cara coba – coba untuk dikuraangkan dari data hujan jam. kehilangan awal bervariasi dan didekati dengan berbagai besaran dan alasan tertentu. perlakuan terhadap kehilangan air akibat infiltrasi untuk memperkiraakan limpasan permukaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda – beda. 4. koefisien limpasan berlaku pada periode tertentu. Andaikan bahwa kehilangan air akibat infiltrasi sebagai kehilangan tetap( constanloss). Waktu kosentrasi ( tc/ time of concentration ) adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh dalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau. 3. cara ini digunakan dalam rumus rasional. 2. Andaikan kehilangan air mengikuti lengkung infiltrasi teoritik dengan persamaan . tataguna lahan. 7% C 0. Cara ini dapat dilakukan bila terdapat data hujan (jamjaman/hyterograph) dan data aliran (hydrograph). datar. Koefisien limpasan ditakrifkan sebagai perbandingan antara limpasan total dengan hujan penyebabnya.05 – 0. sedang.13 – 0. Biasanya prosedur ini diikuti dengan andaikan kehilangan air tetap seperti yang disebutkan pada no. 2.20 0. Andaikan bila kehilangan air merupakan presentasi (%) tetap dari hujan yang bersangkutan. jika luas DAS kurang dari 2. DAS disebut kecil apabila distribusi hujan dapat dianggap seragam dalam ruang dan waktu. jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. Andaikan adanya sejumlah kehilangan awal (initial loss) sebelum terjadinya limpasan. 2 – 7% Tanah pasir curam.17 .15 0. cara ini dilakukan dengan andaian kehilangan tetap sebagai indek  (phi indek).10 0.

60 – 0.50 0. 2% Tanah gemuk. kuburan Tempat bermain Halaman kereta api Daerah tidak dikerjakan Jalan : beraspal Beton Batu atap 0.80 0.70 0.95 0.35 0.80 -0.02 .35 0.75 – 0.90 0.tetapi pada dasarnya dapat ditetapkan dengan persamaan KIRPICCH .20 – 0.25 – 0.Tanah gemuk. datar. Hali ini berarti air hujan yang jatuh ditempat dalam DAS yang terjauh dari titik control(titik yang ditinjau/stasiun hidrometri) telah sampai dititik tersebut.25 0.10 – 0.60 – 0.50 – 0. Penetapan waktu kosentrasi tidak terlalu mudah.95 Debit maksimum suatu DAS dapat dicapai pada saat seluruh bagian DAS telah memberikan konstribusinya.50 – 0.16 – 0.75 – 0. sedang 2-7% Tanah gemuk curam.20 – 0. Nilai koefisien kekasaran Tata guna lahan Kedap air n 0.60 0.30 – 0.95 0.40 0.50 – 0.95 0.85 0. 7% Perdagangan Daerah kota lama Daerah pinggiran Perumahan Daerah single family Multi unit terpisah Multi unit tertutup Suburban Daerah apartemen Industry Daerah ringan Daerah berat Taman.25 – 0.75 0.70 – 0.40 0.10 -0.70 0.30 0.40 – 0.70 – 0.Waktu kosentrasi untuk lahan pertanian kecil dengan luas daerah tangkapan kurang 80 hektar (Kirpicch) Tabel 2.22 0.

Waktu capai puncak (time to peak) adalah waktu yang diukur dari nol sampai waktu tejadinya debit puncak Sisi naik (rising limb) adalah antara waktu nol dan waktu capai puncak Sisi turun ( recession limb) adalah bagian hidrograf yang menurun antara waktu capai puncak dan waktu dasar Waktu dasar (time base) adalah waktu yang diukur dari waktu no. kerenaa penetapan besaran koefisien ini menentukan tepat atau tidaknya persamaan ini digunakan dalam suatu DAS tertentu.8 Koefisien limpasan merupakan koefisien yang menentukan dalam persamaan rasional. sampai dimana waktu sisi turun berakhir Akhir dari sisi turun ditentukan dengan perkiraan Volume hidrograf diperoleh dengan mengintegralkan debit alitran dari waktu nol sampai waktu dasar Pemisahan Hidrograf Hitungan hidrograf satuan hanya dilakukkan terhadap komponen limpasan permukaan. Komponen hidrograf a. karena: a.2 0. Ada 2 cara memisahkan kedua tipe aliran tersebut .Timbunan tanah Tanaman pangan/tegalan dengan sedikit rerumputan pada tanah gundul yang kasar dan lunak Padang rumput Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan dedaunan Hutan dan sejumlah semak belukar 0. terkait dengan kehilangan air akibat intersepsi. dan frekuensi hujan tergantung dari tungkat difusi limpasan (cekungan). lama. tampungan permukaan tergantung dari intensitas. b. Koefisien limpasan secara umum ditakrifkan sebagai perbandingan antara debit puncak dengan intensitas hujan atau perbandingan antara debit puncak terhitung (calculated peak) dengan debit puncak maksimum yang dapat terjadi (maksimum possible runoff). penguapan(catchment loss/catchment abstraction) HIDROGRAF Adalah kurva yang member hubungan antara parameter aliran dan waktu. infiltrasi.oleh karena itu perlu memisahkan hidrograf terukur menjadi limpasan langsung dan aliran dasar. b. aliran permukaan aliran antara aliran air tanah bentuk hidrograf waktu nol (zero time) menunjukkan awal hidrograf. Parameternya antara lain . kedalaman aliran (elevas).6 0. c.1 0. Pemilihan koesfisien ini sangat sulit. dan debit aliran. puncak hidrograf menggambarkan debit maksimum.4 0. c.

Contoh soal Das cemoro dengan luas 13. Salah satu cara dengan menggunakan phi indeks.00 11.59 35.00 10.00 14.00 15.203 .31 17. apabila titik B tidak diketahui. maka tarik garis horizontal dari titik A 2. Nilai phi()index adalah laju kehilangan air rerata yang disebabkan oleh infiltrasi.43 32.094 0.48 km2 mempunyai data hujan dan debit yang terjadi pada tanggal 15 -16 februari 2003 seperti pada tabel 1 Hitung hidrograf aliran langsung.1.247 8. 3. Untuk mendapatkan hujan efektif perlu dicari besarnya kehilangan air.00 15 feb 03 13.153 6.00 9. phi() indek dan histogram hujan efektif Hari/tanggal – jam 8. hubungkan titik A dengan garis lurus atau kurva sembarang Hujan efaktif dan Aliran Langsung hujan efaktif (effective rainfall) atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari hujan yang menjadi aliran langsung disungai.00 17.40 Debit (m3/det) 0. cara paling sederhana dengan menarik garis lurus dari titik dimana aliran langsung mulai terjadi (A) sampai akir dari aliran langsung (B). Hujan efektif = hujan total yang jatuh dipermukaan tanah dikurangi kehilangan air.54 19.559 25. tampungan permukaan dan penguapan.00 12.161 11.094 0. menarik kurva resesi kebelakang yang berawal dari titk akhir aliran langsung (B) sampai titik E dibawah titik balik. Histogram hujan efektif diperoleh dengan mengurangkan kehilangan air terhadap histogram hujan total.094 0. membuat garis yang merupakan perpanjangan /kelanjutan dari aliran dasar sampai titk C yang berada dibawah puncak hidrograf.00 36.061 17.73 35.523 Hujan (mm) 4. Hujan yang jatuh dipermukaan tanah merupakan fungsi waktu yang dinyatakan dalam bentuk histogram.52 32.00 16. dari titik C ditarik garis lurus kettik D yang berada pada sisi turun yang berjarak N hari sesudah puncak.

 ) = 30. dimisalkan 4.) + (32.00 16 feb 03 03.00 19.) + (19.189 x 3600 = 414.43 mm (hujan terkecil) maka : (4.) + (32.00 01.31 .73 .90 5.59 .00 23.00 24.) + (36.73.232 0.) + (35.54 .08 Karena hasilnya labih besar dari perkiraan awal. 2.9<< 17. ) + ( 4.215 0.841 1. dengam memperhatikan kolom 3 dapat diketahui aliran dasar Qbf = Hitng hidrograf limpasan langsung yang diperoleh dengan mengurangkan aliran dasar Hitung volume dan kedalaman limpasan langsung .volume limpasan langsung adalah 0.93. Memperkirakan kehilangan air (phi indek) dengan cara berikut Dianggap phi indeks < 4.441 1. dilakukan anggapan baru yaitu 4.00 22. 3.43 mm adalah salah.680.215 Perkiraan aliran dasar.76  = 19.89 Permisalahan masih salah.18. dianggap aliran dasar adalah konstan terhadap hidrograf kolom 3 dan hasilnya pada kolom 4) jumlah dari limpasan langsung (kolom 4) dikalikan dengan interval waktu yaitu 1 jam (3600 detik) V limp = 115.251 0.066 2.00 20.232 0.9 .00 05.232 0.00 02. maka diperoleh : Permisalah masih salah .73< < 19.00 04. maka diperoleh  = 23.4 m3 Kedalaman limpasan adalah = volume limps dibagi luas DAS 4.251 0.4 .52 .00 21.9 mm.43 .841 0.) + ( 17. berarti anggapan  < 4. maka diperoleh . dimisalkan 17. 4.00 Penyelesaian : 1.43< < 4.094 m3/det.251 0.

57 mm terhadap Untuk mengecek hitungan benar dilakukan dengan membandingkan nilai jumlah hujan kolom 2 dan haslnya pada kolom 5 ..57 Dengan anggapan 19. Thanks’….4 mm adalah benar maka  = 26. lebihan dengan kedalaman limpasan langsung yaitu sebesar 30.93<< 32.57 mm 5.12 Permisalahan masih salah. Menghitung histogram hujan efektif yaitu dengan mengurangkan  = 26.76 mm…. 6. . dimisalkan 19. = 25.4 maka  = 26.93<< 32.