Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi

dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya
Home › Sains › IPA on 13 Juni 2012 | 9 Comments

(Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya) – Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan. Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi. Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum. Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

    

Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas. Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun. Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi. Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju. Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

1svhfz0y.Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis. kemudian terbentuk awan. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut.diwarta. yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan. Siklus panjang.com/pengertian-siklus-hidrologi-dan-penyebabterjadinya/839/#sthash. . Siklus sedang.dpuf . yaitu sebagai berikut:    Siklus pedek.See more at: http://www.

Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. . selokan. tetapi kemudian menguap atau sebaliknya. ke daratan atau langsung ke laut.Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. air mengalami banyak interupsi. Curahan (precipitation) turun ke bawah. Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang. sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer. sungai. ada juga yang sementara tersimpan di danau. Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam.11 Blogger Bodoh . dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. dan sebagainya (surface detention). Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi. namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 1. dari atmosfer ke tanah. hingga menuju ke laut ( surface run off ). Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuhtumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] Written By M Mustafa on Rabu. terus kembali ke laut melengkapi siklus air.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] . Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. 30 Januari 2013 | 19. terus kembali ke laut.

Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah.2. mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut. Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : * Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsung * Transpirasi: penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan * Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusia * Evapotranspirasi: perpaduan evaporasi dan transpirasi . Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air. Siklus Panjang : Air laut menguap. 3. setelah menjadi awan melalui proses kondensasi. lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegununganpegunungan yang tinggi.

* Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan * Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air. hingga menuju ke laut. hujan es. sungai. Siklus hidrologi digambarkan secara leng . hujan salju * Infiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah * Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater * Run off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit.

siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: . evaporasi dan transpirasi. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. hujan es dan salju (sleet). Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi. Setelah mencapai tanah. salju. hujan batu. presipitasi.Siklus Hidrologi Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. hujan gerimis atau kabut.

hujan. di daratan. jatuh ke atas vegetasi. Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. rawa). makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. dsb. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.  Air permukaan. presipitasi. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. batuan gundul. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. di tanaman. es. permukaan tanah. permukaan air dan saluransaluran sungai (presipitasi saluran). kondensasi untuk membentuk awan.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. dan evaporasi-kembali. yang berubah adalah wujud dan tempatnya. hujan batu es. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat .Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. di sungai.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. maka aliran permukaan semakin besar. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. salju.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. dan lain-lain). waduk. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban.

misalnya hujan yang jatuh di laut. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Akhirnya. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. daur hidrologi dapat berupa daur pendek. Siklus Hidrologi Karakteristik siklus Hidrologi : Pertama. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. formasi-formasi geologi. Kemudian. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer.(zone) jenuh di bawah muka air tanah. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. aliran air menjadi turbulen (deras). Dengan bertambahnya kecepatan aliran. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. Selanjutnya. . suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air).

Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”. sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai“soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah. penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut. Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”. sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman(transpirasi). intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. Penjelasan gambar siklus Hidrologi : Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari. tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. air sungai. Ketiga. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasibaik itu berupa hujan. . sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan. Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas. berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks. Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. hujan salju dan sebagainya.Kedua. Keempat. namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi.

karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. danau dan sungai yang disebut evaporasi. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut. Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air.PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI Posted on 07. uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. terjadi kondensasi. Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi. Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap. yaitu air laut menguap. yaitu perairan daratan dan perairan laut. Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah. hujan jatuh di daratan menjadi air darat.tetapi dapat mengalami perubahan. 2. terjadi kondensasi. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat. danau dan rawa. misalnya air danau. Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air). Siklus sedang. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. selanjutnya kembali ke laut. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu. yaitu : 1. karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi. rawa-rawa. . yaitu air laut menguap. Jenis siklus hidrologi ada tiga macam. Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua. gletser. gletser. Air yang ada di permukaan Bumi. air sungai. selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi. lautan dan waduk. serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan.57 by Muhammad Rizal Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. Siklus pendek. sungai.

winapedia.3. terbentuk gletser. mengalir ke sungai. jatuh sebagai salju. yaitu air laut menguap. terjadi kondensasi. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi. Sumber : http://www. Siklus panjang. selanjutnya kembali ke laut.html#ixzz2XzRR6gFA .org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi.

Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. hujan gerimis atau kabut.SIKLUS HIDROLOGI Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. salju. evaporasi dan transpirasi. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. di tanaman. Setelah mencapai tanah. Air permukaan. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir . rawa). waduk. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. hujan batu.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. maka aliran permukaan semakin besar. salju. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Air berevaporasi. di sungai. hujan es dan salju (sleet). es. presipitasi. dsb. di daratan. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.

aliran air menjadi turbulen (deras). Kemudian. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi.id/Hidro/Siklus/air-siklus. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Sumber: http://www.or. Akhirnya. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. . Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. jatuh ke atas vegetasi. formasi-formasi geologi. batuan gundul. hujan. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini.lablink. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. kondensasi untuk membentuk awan. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. hujan batu es. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah. presipitasi. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). permukaan tanah. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. Selanjutnya. dan evaporasi-kembali. dan lain-lain).htm SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman.ke laut.

tetapi pada musim kemarau debit aliran air sungai sangat kecil bahkan kering sama sekali.‖ katanya.‖ katanya.‖ . Ia menjelaskan pada musim hujan debit aliran air sungai sangat besar bahkan terlalu besar. karena sebagian besar air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dialirkan sebagai ―air larian‖ yang akan terbuang percuma ke laut. ―Beban yang harus diterima saluran atau sungai di hilir menjadi lebih besar. Idealnya fluktuasi aliran sungai tidak terlalu besar atau hampir seragam. 1987) Gangguan Siklus Hidrologi Picu Banjir dan Kekeringan Kapanlagi.SIKLUS HIDROLOGI (SUMBER : SOEMARTO. kata pakar air Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Budi Santosa. ―Ekses yang ditimbulkan adalah berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah yang berarti bahwa simpanan air di dalam tanah juga akan berkurang. Banjir yang terjadi di musim penghujan. karena air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah menjadi ―air larian‖. ―Kontribusi terbesar aliran sungai pada musim kemarau sebenarnya dari mata air. buangan sampah atau bangunan air yang menghambat aliran.com – Gangguan siklus hidrologi mengakibatkan banjir dan kekeringan. Gangguan seperti ini bisa dilihat pada karakteristik sungai yang memiliki fluktuasi aliran cukup besar. Ia menduga banjir disebabkan menurunnya kapasitas saluran atau sungai akibat proses sedimentasi. Aliran air sungai pada musim kemarau berasal dari air di dalam tanah yang keluar dari mata air.

Usaha mengatasi masalah banjir dan kekeringan adalah meningkatkan besaran resapan air ke dalam tanah yang antara lain bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian hutan dan menghambat laju ―air larian‖ melalui pembuatan sumur resapan. (*/tut) Sumber: Kapanlagi.‖ katanya. telah menunjukan adanya kerusakan lingkungan dalam skala yang cukup luas.Pd di 19:54 .‖ kata Budi Santosa. Banjir dan kekeringan yang sering terjadi hampir setiap tahun khususnya di Jawa Tengah. Banjir dan kekerangan disertai pencemaran di beberapa bagian sungai merupakan gambaran suatu krisis air yang sedang dan akan dihadapi pada masa mendatang.―Padahal simpanan air tersebutlah yang memberikan kontribusi terhadap aliran air pada mata air dan sungai pada musim kemarau. 17 Februari 2005 09:29 Diposkan oleh RUDI HARTONO. S. Kamis.com. ―Air hujan sebelum masuk ke saluran dibelokan terlabih dahulu ke sumur resapan sehingga kesempatan air meresap ke dalam tanah menjadi lebih besar.

di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi melalui tanah.Pengertian dan Faktor Infiltrasi Oleh Duwi Santosa Rabu. Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu.edu) Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral. yang merupakan fungsi waktu. Infiltrasi (sumber : valdosta. Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva kapasitas infiltrasi (fp). sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah. danau. kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. yang dinyatakan dalam mm/jam. Dengan terisinya pori-pori tanah. gaya kapiler . 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN INFILTRASI Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. atau secara vertikal. Setelah tanah menjadi basah. Sementara aliran kapiler pada lapis permukaan berkurang. Selain itu. Apabila tanah kering. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering. Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air. Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah. Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah. air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan. gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler. Ketika tanah menjadi basah. Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai kondisi konstan. dan sungai. gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. sedang laju infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. aliran karena pengaruh gravitasi berlanjut mengisi pori-pori tanah. yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah.

Kedalaman genangan di atas permukaan .berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. Apabila tebal dari lapisan jenuh air adalah L. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan. Kurva Kapasitas Infiltrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan sifat-sifat fisik tanah. yang menyebabkan suatu lapisan di bawah permukaan tanah menjadi jenuh air. intensitas hujan. pemadatan oleh hujan. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan aliran melalui pipa. yaitu kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh. Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh Perhatikan skema gambar di bawah ini ! Genangan Pada Permukaan Tanah Dalam gambar di atas. dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui sejumlah tabung kecil. tanaman penutup. air yang tergenang di atas permukaan tanah terinfiltrasi ke dalam tanah. kelembaban tanah. yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi.

permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah. Dengan demikian terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan yang ada di bawahnya. L bertambah panjang sampai melebihi D. Karena adanya perbedaan tersebut. permukaannya sering terdapat butiran halus. sehingga air bergerak ke bawah (infiltrasi) dengan cepat. butir tanah mengalami pemadatan oleh butiran air hujan. sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. Dengan bertambahnya waktu. maka terjadi gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat. Untuk tanah pasir. Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi. tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran. Pada awal hujan. dan mengisi pori-pori tanah. Apabila L sangat lebih besar daripada D. Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. sehingga infiltrasi berkurang. sehingga laju infiltrasi hampir konstan.tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi. sehingga perbedaan daya kapiler berkurang. Ketika air jatuh pada tanah kering. pengaruh tersebut sangat kecil. ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan mengembang dan menutupi pori-pori tanah. sehingga air masuk ke dalam tanah dengan cepat. sehingga dapat mengurangi kapasitas infiltrasi. Pemampatan oleh hujan Ketika hujan jatuh di atas tanah. butiran halus tersebut terbawa masuk ke dalam tanah. sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. permukaan bawah tanah menjadi basah. Kelembaban tanah Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi. perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan. Selain itu. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi pada periode awal hujan. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang berbutir halus (seperti lempung). Tanaman penutup . dimana L adalah kecil dibanding D. sedang bagian bawahnya relatif masih kering. Penyumbatan oleh butir halus Ketika tanah sangat kering. Sejalan dengan waktu.

Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah. seperti rumput atau hutan. dan juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup serangga. pada lahan yang datar air menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi. maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas infiltrasi. Dengan adanya tanaman penutup.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi. aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga air kekurangan waktu infiltrasi. Jika intensitas hujan I lebih kecil dari kapasitas infiltrasi. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat permeabel. Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah yang tanpa penutup tanaman. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. Topografi Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi.html#ixzz2XzSn5aZa . Sebaliknya.galeripustaka. 2010. Hidrologi Terapan. Intensitas hujan Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi. Akibatnya sebagian besar air hujan menjadi aliran permukaan. Apabila intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi. Yogyakarta : Beta Offset advertisement Sumber : http://www. maka laju infiltrasi aktual adalah sama dengan intensitas hujan. Pada lahan dengan kemiringan besar. air hujan tidak dapat memampatkan tanah.

jalan. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. Makin besar daya infiltrasi. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. Kondisi-kondisi penutup permukaan • Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori -pori tanah dari penyumbatan. Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar. • Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. Karakteristik –karakteristik hujan 2. Kondisi-kondisi permukaan tanah • Tetesan hujan. • Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi • Suhu air mempunyai banyak pengaruh. merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui poripori tanah. hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi. 4. • Penggolongan tanah (dengan terasering. • Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari. tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap : a. seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi • Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah. Transmibilitas tanah • Banyaknya pori yang besar. pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. Dari siklus hidrologi. • Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi. maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil. • Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori -pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil. pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Aliran air tanah sangat lambat. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali atau mengalir sebagai air tanah. 3. Proses Limpasan Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. • Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan. 5. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain : . yang menentukan sebagian dari setruktur tanah. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi. • Urbanisasi (bangunan.

Pemampatan oleh curah hujan d. Sifat dan jenis tanaman. Kadar air dalam tanah c. Jenis permukaan tanah b Cara pengolahan lahan c.a. Tumbuh-tumbuhan e. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh b. Kepadatan tanah d. . Karakteristik hujan f Kondisi-kondisi permukaan tanah Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain : a.

yaitu kapasitas infiltrasi (infiltration Capaciti) dan laju infiltrasi (Infiltration rate).Infiltrasi dimaksudkan sebagai proses masuknya air kepermukaan tanah. Gambar : "Proses Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung . Dalam kaitan ini terdapat dua pengertian tentang kuantitas infiltrasi. air tersebut akan mengalami suatu proses hidrologi yang disebut Infiltrasi. yang terletak diantara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah (zona jenuh). Karena air yang jatuh ketanah akan menyerap kedalam pori-pori tanah dengan bantuan gaya gravitasi dan gaya kapiler. Pengertian infiltrasi (infiltration) sering dicampur-adukkan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi (percolation) yaitu gerakan air kebawah dari zona tidak jenuh. Proses ini merupakan bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran disungai. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. Infiltrasi ini pada umumnya dan yang lebih jelasnya terjadi pada saat hujan Gambar : "Hujan di FPIPS UPI" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : Ketika hujan turun ke tanah. sedangkan laju infiltrasi adalah laju infiltrasi nyata suatu jenis tanah tertentu.

Deskripsi : Dengan gambar di atas kita dapat membuktikan bahwa air tersebut lama kelamaan akan menghilang dan tersedot kedalam tanah dikarenakan telah terjadi proses infiltrasi. Infiltrasi (peresapan) merupakan perjalanan air melalui permukaan tanah dan menembus masuk kedalamnya. samping. 3. dengan mengikuti suatu jalan berhambatan paling lemah. Media itu berupa sebuah wadah kosong yang diberi tanah sebagai replika di alam. Air hujan yang jatuh ketanah akan masuk kedalam tanah dengan adanya gaya grafitasi. Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah 2. Proses infiltrasi yang demikian. Laju infiltrasi aktrual tergantung dari karakteristik tanah dan jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah untuk membuat tanah lembab. sehingga jumlah air grafitas yang melalui horizon-horizon yang lebih rendah secara berangsur-angsur berkurang. viskositas dan gaya kapilar dan disebut juga sebagai proses infiltrasi. Hal ini menyebabkan bertambahnya tahanan pada aliran grafitas di lapisan permukaan dan berkurangnya laju infiltrasi pada saat hujan meningkat. Gaya-gaya kapilar mengalihkan air grafitas secara terus menerus kedalam rongga-rongga pori kapilar. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : . Tanah dapat ditembusi air karena adanya celah yang tak kapilar melalui mana aliran air grafitas mengalir kebawah menuju air tanah. tertampungnya air hujan rtersebut di dalam tanah proses mengalirnya air tersebut ketempat lain (bawah. Gambar : "Media Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : proses infiltrasi ini dapat di buktikan dengan suatu media. dan atas). melibatkan tiga proses yang tidak saling tergantung : 1. Dengan media itu kita dapat membuktikan terjadinya infiltrasi dengan cara menyiramkan air kedalam wadah tersebut. Maka kita akan melihat sebuat fenomena infiltrasi yang ditandai dengan menyerapnya air tersebut kedalam poripori tanah.

. Kegiatan biologi dan unsur organik. Penghantar hidrolik 6. Sifat-sifat yang menentukan dan membatasi kapasitas infiltrasi adalah struktur tanah yang sebagian ditentukan oleh tekstur dan kandungan air. porositas tanah. Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap daya serap sukar ditentukan. jumlah tumbuh-tumbuhan serta lapisan yang tidak dapat ditembusi oleh air. yaitu : jumlah air hujan. tumbuh-tumbuhan penutup menungkatkan infiltrasi jika dibandingkan dengan tanah terbuka. Tekstur dan stuktur tanah 3. Meskipun demikian. sehingga memberikan waktu tambahan pada air untuk memasuki tanah  Sistem akarnya membuat tanah lebih mudah dimasuki  Daun-daunnya melindungi tanah dari tumbukan oleh tetes air hujan yang jatuh dan mengurangi muatan air hujan dipermukaan tanah. Persediaan air awal (kelembaban awal) atau jumlah air yang tersedia di permukaan tanah. Unsur struktur tanah yang terpenting adalah ukuran pori dan kemantapan pori.Waktu dari saat hujan atau irigasi 2. jenis dan kedalaman seresah 7. sebab :  Tumbuhan penutup menghambat aliran permukaan. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air diatas permukaan tanah 5. Tumbuhan bawah atau tajuk penutup tanah lainnya Kedalaman air yang masuk ketanah tergantung dari beberapa faktor. karena tumbuh-tumbuhan juga mempengaruhi intersepsi.1. Air yang tertahan oleh lapisan kedap air (misalnya batu) membentuk air tanah. 4.

permukaan air . Jika tingkat curah hujan melebihi laju infiltrasi. . pinggiran kapiler . Tingkat infiltrasi dapat diukur menggunakan infiltrometer . ensiklopedia bebas Penampang lereng bukit yang menggambarkan zona tak jenuh . dan freatik zona atau jenuh (Sumber:.) Infiltrasi adalah proses di mana air di permukaan tanah memasuki tanah tingkat Infiltrasi. Hal ini diukur dalam inci per jam atau milimeter per jam.Infiltrasi (hidrologi) Dari Wikipedia. limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada beberapa penghalang fisik. Tingkat menurun sebagai tanah menjadi jenuh.dalam ilmu tanah adalah ukuran tingkat di mana tanah mampu menyerap curah hujan atauirigasi . Hal ini terkait dengan jenuh konduktivitas hidrolik tanah dekat permukaan. United States Geological Survey .

kasar berpasir tanah memiliki ruang besar antara masing-masing biji-bijian dan memungkinkan air untuk menyusup cepat. tanah suhu .3 persamaan Horton 4. termasuk kemudahan masuk.5 Hukum Darcy 5 Lihat juga 6 Pranala luar 7 Referensi Pendahuluan [ sunting ] Infiltrasi diatur oleh dua kekuatan: gravitasi dan kapiler .4 Persamaan Kostiakov 4. yang dapat menutup kesenjangan alami antara partikel tanah. Dalam Chapparal daerah bervegetasi. kadar air tanah . atau es . Tingkat infiltrasi adalah dengan karakteristik tanah. tanah bisa menjadi embun beku . jenis vegetasi dan penutup.1 Umum anggaran hidrologi 4. dan laju transmisi melalui tanah. dan melonggarkan tanah melalui tindakan root. Jika tanah jenuh pada saat periode pembekuan intens. Inilah sebabnya mengapa hutan daerah memiliki tingkat infiltrasi tertinggi dari setiap jenis vegetatif. The tekstur tanah dan struktur. Kondisi lain yang dapat menurunkan laju infiltrasi atau memblokir mereka termasuk keringsampah tanaman yang tahan kembali mengompol. Vegetasi menciptakan tanah lebih berpori oleh keduamelindungi tanah dari berdebar hujan . kapasitas penyimpanan. minyak hidrofobik pada daun sukulen dapat tersebar di permukaan tanah dengan api. menciptakan daerah besar tanah hidrofobik . Sementara pori-pori yang lebih kecil memberikan perlawanan yang lebih besar untuk gravitasi. Lapisan atas serasah daun yang tidak terurai melindungi tanah dari aksi berdebar hujan. Misalnya. dan curah hujan intensitas semuanya memainkan peran dalam mengendalikan laju infiltrasi dan kapasitas. pori-pori sangat kecil menarik air melalui aksi kapiler di samping dan bahkan melawan gaya gravitasi. tanpa ini tanah dapat menjadi jauh lebih permeabel.2 Green-Ampt 4.Isi [hide]  1 Pendahuluan o    1.1 Proses 2 Temuan Penelitian 3 Infiltrasi dalam pengumpulan air limbah 4 metode perhitungan Infiltrasi o o o o o    4.

Sebelumnya air menyusup mengisi ruang penyimpanan yang tersedia dan mengurangi gaya kapiler mengambil air ke dalam pori-pori. Tingkat maksimum bahwa air dapat memasuki tanah dalam kondisi tertentu adalah kapasitas infiltrasi. infiltrasi / inflow dari stormwater sering terjadi. Metode perhitungan Infiltrasi [ sunting ] Infiltrasi adalah komponen dari saldo anggaran massa umum hidrologi. Infiltrasi dalam koleksi air limbah [ sunting ] Air limbah sistem pengumpulan terdiri dari satu set garis. kadang-kadang dianalisis menggunakanmodel transportasi hidrologi .beton yang hampir tidak ada infiltrasi akan terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan selokan meluap sanitasi . . Tanah Liat partikel dalam tanah bisa membengkak karena mereka menjadi basah dan dengan demikian mengurangi ukuran pori-pori. ada kemungkinan ada kesenjangan dalam es beton atau tanah hidrofobik mana air dapat menyusup. limpasan dan aliran saluran untuk memprediksi laju aliran sungai dan sungai kualitas air . atau pembuangan limbah yang tidak diobati ke lingkungan. Tiga metode estimasi yang sangat baik adalah metode Green-Ampt. Horton (1933) [2] menyarankan bahwa kapasitas infiltrasi cepat menurun selama bagian awal dari badai dan kemudian cenderung ke arah nilai mendekati konstan setelah beberapa jam untuk sisa acara. The volume yang tersedia untuk tambahan air dalam tanah tergantung pada porositas tanah [1] dan tingkat di mana sebelumnya disusupi air dapat bergerak jauh dari permukaan melalui tanah. Temuan penelitian [ sunting ] Robert E. metode SCS. retak atau pohon invasi akar . dan hukum Darcy. Di daerah di mana tanah tidak dilindungi oleh lapisan serasah hutan. persimpangan dan stasiun angkat untuk menyampaikan limbah ke instalasi pengolahan air limbah. metode Horton. Setelah air telah menyusup tanah tetap di dalam tanah. atau menjadi bagian dari proses limpasan permukaan. Ada beberapa cara untuk memperkirakan volume dan / atau laju infiltrasi air ke dalam tanah a. Proses [ sunting ] Proses infiltrasi hanya dapat dilanjutkan jika ada ruang yang tersedia untuk tambahan air di permukaan tanah. Ketika garis Herr terganggu dengan pecah. hujan dapat melepaskan partikel tanah dari permukaan dan mencuci partikel halus ke dalam pori-pori permukaan di mana mereka dapat menghambat proses infiltrasi. model matematika yang menganggap infiltrasi. merembes ke air tanah tabel. Selama seluruh DAS . Jika kedatangan air di permukaan tanah kurang dari kapasitas infiltrasi.

E adalah penguapan . T adalah transpirasi . Mengingat semua variabel lain dan infiltrasi adalah satu-satunya diketahui. adalah input batas. adalah abstraksi awal. The Green-Ampt [3] metode rekening estimasi infiltrasi untuk banyak variabel yang metode lain. ET adalah evapotranspirasi . P adalah curah hujan . E. Green-Ampt [ sunting ] Dinamakan untuk dua orang. Intersepsi juga perlu dipertanggungjawabkan. Ini adalah fungsi dari kepala hisap tanah. yaitu penyimpanan permukaan jangka pendek seperti genangan air atau bahkan mungkin kolam penahanan tergantung pada ukuran. dengan semua komponen. sehubungan dengan infiltrasi F. tidak. ET. bukan hanya curah hujan mentah. S adalah penyimpanan baik melalui retensi atau daerah penahanan . adalah output batas. tergantung di mana seseorang memilih untuk menentukan titik keluar atau poin untuk output batas. dimana F adalah infiltrasi. yang juga terkait dengan aliran permukaan. ditempatkan dalam persamaan serta evapotranspirasi. Contoh mudah variabel penghitungan ganda adalah ketika penguapan. untuk ganda dapat dengan mudah ditemui. Hijau dan Ampt. seperti hukum Darcy. . yang dapat diukur sebagai volume atau panjang. dimana yang membasahi tanah depan kepala hisap.dan transpirasi itu. ET telah termasuk di dalamnya T serta sebagian dariE. R adalah limpasan permukaan . yang pada dasarnya adalah DAS keluaran dari berdekatan. aljabar sederhana memecahkan pertanyaan infiltrasi. konduktivitas hidrolik dan waktu. Satu-satunya catatan pada metode ini adalah salah satu harus bijaksana tentang yang variabel yang digunakan dan untuk menghilangkan. porositas. langsung terhubung daerah tahan. T. R.General hidrologi anggaran [ sunting ] Umum anggaran hidrologi.

adalah laju infiltrasi konstan atau keseimbangan setelah tanah telah jenuh atau laju infiltrasi minimum. . infiltrasi sesaat pada saat itu. Horton persamaan [3] adalah pilihan lain yang layak ketika mengukur laju infiltrasi tanah atau volume. orang dapat dengan mudah memilih untuk memecahkan baik volume infiltrasi atau laju infiltrasi sesaat: Dengan model ini kita dapat menemukan volume dengan mudah dengan memecahkan untuk . atau lain yang sesuai konstan. adalah laju infiltrasi awal atau laju infiltrasi maksimum. diukur. Kepala air atau catatan pada menggunakan rumus ini adalah bahwa seseorang harus berasumsi bahwa kedalaman genangan air di atas permukaan. Dimana adalah laju infiltrasi pada waktu t. adalah konstanta peluruhan tertentu ke dalam tanah. . diabaikan. adalah total volume yang sudah disusupi. Metode lain menggunakan persamaan Horton adalah sebagai berikut.setelah waktu t. Setelah beberapa saat ketika tingkat kejenuhan tanah mencapai nilai tertentu. Hal ini dapat digunakan untuk mencari total volume infiltrasi. Namun variabel yang dipecahkan adalah dalam persamaan itu sendiri sehingga ketika memecahkan untuk yang satu ini harus mengatur variabel yang bersangkutan untuk berkumpul di nol. laju infiltrasi akan tingkat off untuk menilai . Satu-satunya . Setelah terintegrasi. .adalah kadar air . F. Horton disebutkan di atas. adalah konduktivitas hidrolik . Menggunakan volume infiltrasi dari persamaan ini satu maka dapat mengganti ke dalam persamaan laju infiltrasi yang sesuai di bawah ini untuk menemukan laju . A good first menebak untuk adalah nilai yang lebih besar dari kedua atau . Persamaan Horton [ sunting ] Dinamakan sama Robert E. Ini adalah rumus empiris yang mengatakan infiltrasi yang dimulai pada tingkat yang konstan. Dan menurun secara eksponensial dengan waktu.

juga dikenal sebagai "Modifikasi Kostiakov" persamaan mengoreksi ini dengan menambahkan istilah asupan mantap untuk persamaan asli. Dalam kebanyakan kasus tingkat infilration bukan mendekati nilai yang tetap terbatas. [5] .Kostiakov persamaan [ sunting ] Dinamai setelah pendirinya Kostiakov [4] adalah persamaan empiris yang mengasumsikan bahwa penurunan tingkat asupan dari waktu ke waktu sesuai dengan fungsi kekuasaan. Dimana dan adalah parameter empiris. yang dalam beberapa kasus dapat terjadi setelah periode waktu yang singkat.Varian Kostiakov-Lewis. Keterbatasan utama dari ungkapan ini adalah ketergantungan pada tingkat asupan akhir nol.

Karena pengaruh suhu. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. . Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. . Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi [1] butiran air dan turun hujan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah.energi panas . embun dan sumber air lainnya. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. danau. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Siklus air terjadi terus menerus. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan.

kecepatan angina 6. biologi dan fisika. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya) 2. Sinar matahari 8. 5. semakin luas semakin besar penguapannya 4. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan. semakin banyak unsur kimia.  Besar kecilnya penguapan dari muka air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. Topografi. yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas). semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil 7. Kualitas air. yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah.Interface evaporation. 2. Penguapan terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh dengan uap air.Pengertian Evaporasi PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi Adalah proses pertukaran melalui molekul air di atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara.  Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 1. penguapan semakin kecil.Vertikal vapour transfers. Kedalaman dan luas permukaan. Temparatur . Tekanan udara 3.

apa bila tersedia cukup air. 4. 5. Transpirasi.tubuh air. Actual evaporation. Ada beberapa konsep penting : 1. . yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun. Potential evaporation. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu. tanah. permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan). 6. maupun tumbuhan air pada suatu DAS 3.Actual evapotranspiration. tubuh air. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benarbenar terjadi pada saat itu.Potential evapotranspiration. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benar-benar terjadi pada saat itu. yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air. 2. Evapotranspirasi. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan.

sulit membedakan antara penguapan dari badan air. dan batang tanaman. TRANSPIRASI. danau. Dalam hidrologi.Pengertian dan Faktor Evaporasi Oleh Duwi Santosa Rabu. ranting. permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah). penguapan dapat dibedakan menjadi dua macam. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN EVAPORASI . tanah dan tanaman. yaitu evaporasi dan transpirasi.id) Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun. yang biasanya diberikan . Sedangkan Transpirasi (diberi notasi Et) adalah penguapan melalui tanaman.unsri. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi (sumber : elearning.ac. biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yang disebut evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan. dan sungai). Laju evaporasi. transpirasi dan evapotranspirasi dinyatakan dengan volume air yang hilang oleh proses tersebut tiap satuan luas dalam satu satuan waktu. yang meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut. dimana air tanah diserap oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan menguap menuju atmosfer. evaporasi dari air tanah adalah kecil dan dapat diabaikan. yang kemudian akan menguap. dan permukaan tanaman (intersepsi). DAN EVAPOTRANSPIRASI Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke atmosfer. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan menempel pada daun dan cabang. Dilapangan. Oleh karena itu. Apabila permukaan air tanah cukup dalam. Evaporasi (diberi notasi E0) adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut.

temperatur udara. dan Dinas Pertanian secara rutin melakukan pengukuran data klimatologi. Semakin tinggi temperatur semakin besar kemampuan udara untuk menyerap uap air. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga dipengaruhi oleh penutupan awan. Selain itu semakin tinggi temperatur. Beberapa instansi seperti BMKG. begitu pula sebaliknya. sehingga evapotranspirasi terjadi dengan laju lebih kecil dari evapotranspirasi potensial. yang tergantung pada letak lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVAPORASI Proses perubahan bentuk dari air menjadi uap air terjadi baik pada evaporasi maupun evapotranspirasi. Pada umumnya ketersediaan air di permukaan tidak tak terbatas. kelembaban udara. energi kinetik molekul air meningkat sehingga molekul air semakin banyak yang berpindah ke lapis udara di atasnya dalam bentuk uap air. Oleh karena itu di daerah beriklim tropis jumlah evaorasi lebih tinggi. sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada palng jauh di utara. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah evaporasi di atas permukaan bumi. Untuk memperkirakan besarnya penguapan yang terjadi diperlukan data-data tersebut. Radiasi Matahari Pada setiap perubahan bentuk zat. sementara radiasi terkecil pada bulan Juni. Laju evapotranspirasi tergantung pada ketersediaan air dan kemampuan atmosfer mengevapotranspirasikan air dari permukaan. . Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin terjadi. Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi maksimum matahari pada bulan Desember. Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan tanah. Untuk variasi harian dan bulanan temperatur udara di Indonesia relatif kecil. dari es menjadi air (pencairan). Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi di suatu daerah disebut evapotranspirasi nyata. Penguapan dipengaruhi oleh kondisi klimatologi. yang meliputi : radiasi matahari. Apabila ketersediaan air (lengas tanah) tak terbatas maka evapotranspirasi yang terjadi disebut evapotranspirasi potensial (ETP). Dinas Pengairan. Pada bulan Desember kedudukan matahari berada paling jauh di selatan. yang tergantung letak pada garis lintang dan musim. di banding dengan daerah di kutub (daerah beriklim dingin). dan kecepatan angin. Temperatur Temperatur udara pada permukaan evaporasi sangat berpengaruh terhadap evaporasi. dari zat cair menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan panas laten (laten heat).dalam mm/hari atau mm/bulan.

di mana nilainya tinggi pada musim penghujan dan berkurang pada musim kemarau. kecepatan angin relatif rendah. Pada musim penghujan angin dominan berasal dari barat laut yang membawa banyak uap air. tekanan uapnya juga semakin tinggi. di mana pada saat itu penguapan terhenti. Agar proses penguapan dapat berjalan terus lapisan udara yang telah jenuh tersebut harus diganti dengan udara kering. Penggantian tersebut dapat terjadi apabila ada angin. yang menyebabkan berkurangnya laju penguapan. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan terjadinya penguapan. Di daerah pesisir kelembaban udara akan lebih tinggi daripada di daerah pedalaman. Kecepatan Angin Penguapan yang terjadi menyebabkan udara di atas permukaan evaporasi menjadi lebih lembab. Apabila jumlah uap air yang masuk ke udara semakin banyak. Hidrologi Terapan. Oleh karena itu kecepatan angin merupakan faktor penting dalam evaporasi. Kelembaban udara dinyatakan dengan kelembaban relatif. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan perairan laut cukup luas. 2010. Di daerah terbuka dan banyak angin.Kelembaban Udara Pada saat terjadi penguapan. sampai akhirnya udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi terhenti. mempunyai kelembaban udara tinggi. Udara lembab merupakan campuran dari udara kering dan uap air. Apabila udara di atas permukaan air sudah jenuh uap air tekanan udara telah mencapai tekanan uap jenuh. Untuk di negara Indonesia. Kelembaban udara tergantung pada musim. tekanan udara pada lapisan udara tepat di atas permukaan air lebih rendah di banding tekanan pada permukaan air. uap air bergabung dengan udara di atas permukaan air. Yogyakarta : Beta Offset advertisement . Akibatnya perbedaan tekanan uap semakin kecil. penguapan akan lebih besar daripada di daerah yang terlindung dan udara diam. sehingga udara mengandung uap air. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. sementara pada musim kemarau angin berasal dari tenggara yang kering. Pada waktu penguapan terjadi.

com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.galeripustaka.Sumber : http://www.html#ixzz2XzX9kjCz .

Evaporasi vs distilasi Evaporasi berbeda pula dari distilasi.Sharing Knowledge  Halaman Muka SENIN. Titk didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. Perbedaan lainnya adalah. Mc Cabe. Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadangkadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. 1999). Selain itu. maka evaporator . Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). diantaranya secara alami dan penambahan steam. Panas dapat disuplai dengan berbagai cara. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. (3) pemisahan uap dari cairan. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal. Evaporasi vs kristalisasi Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. dan (4) mengkondensasikan uapnya. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil. jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan. seperti air. dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan. Long. 1995). sedangkan pada pengeringan sedikit. dari pengotor nonvolatil. pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak. yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. karena uapnya biasa dalam komponen tunggal. evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil. 22 FEBRUARI 2010 PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi. Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran. Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. Evaporasi vs pengeringan Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Artinya.

Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur. nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat.pendidihan secara konveksi alami . Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas. Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas. Namun. Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula. Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas. Pada tipe ini. perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan. tetapi relatif lambat. Tipe-tipe tersebut adalah (Bell.34 LABEL: EDUCATION 3 KOMENTAR: . DIPOSKAN OLEH NUR "EDU" DI 18.dioperasikan pada tekanan tinggi pula. Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar. koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur.pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya.pendidihan nukleat . Pada proses pendidihan secara alami. 1984) : .

Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Energi panas tersebut akan menghangatkan udara di sekitarnya. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat. Tidak hanya melibatkan jumlah air yang ada. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Keadaan ini akan menyebabkan udara di atas permukaan tanah jenuh dan dengan demikian. Permukaan bidang evaporasi yang kasar akan memberikan laju evaporasi lebih tinggi daripada bidang permukaan rata . Sebagian dari energi matahari akan diubah menjadi tenaga mekanik. Sebagian gelombang pendek (shortwave radiation) matahari akan diubah menjadi energi panas di dalam tanaman. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap.PENGUAPAN a. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas . mempertahankan tekanan uap air yang tinggi pada permukaan bidang evaporasi. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. danau.Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). tapi juga persediaan air yang siap untuk terjadinya evaporasi. embun dan sumber air lainnya. Tenaga mekanik ini akan menyebabkan perputaran udara dan uap air di atas permukaan tanah. Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Definisi Penguapan Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. air dan tanah. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi.

2) Suhu udara.karena pada bidang permukaan yang lebih kasar besarnya turbulent meningkat. Besarnya kadar air dalam udara di suatu tempat ditentukan oleh tekanan uap air yang ada di tempat tersebut. udara diatas bidang pengupan secara bertahap menjadi lebih lembab sampai pada tahap ketika udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi. Hal ini terjadi karena adanya pergantian udara lembab oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari tempat dengan tekanna udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara lebih rendah. vegetasi dan tanah) dan energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi. 3) Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh tinggi rendahnya suhu di tempat tersebut. dan dengan demikian proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut akan berlangsung secara terus menerus. Pada tahap ini. . b. 4) Ketika proses penguapan berlangsung. Faktor-faktor Penentu Evaporasi Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi. udara jenuh di atas bidang penguapan tersebut akan berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara. 5) Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi antara lain: 1) Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. permukaan bidang penguapan (air.

Radiasi matahari (solar radiation).EVAPORASI DAN EVAPOTRANSPIRASI Evaporasi : Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap. kemampuannya untuk menyerap uap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya munurun. Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan input energi yang berupa panas latent atau evaporasi. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. 3. 3. 2. jadi kecepatan angin memegang peranan dalam proses evaporasi. 4. Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan akan mengurangi input energi. lapisan jenuh itu harus diganti dengan udara kering. atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara. Pergantian itu dapat dimungkinkan hanya kalau ada angin. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. Kelembaman Relatif (relative humidity) Jika kelembaman relatif ini naik. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara yang lebih kering. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. Agar proses tersebut berjalan terus. Angin (wind) Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses evaporasi terhenti. Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah : 1. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara dengan udara yang sama kelembaman relatifnya tidak akan menolong untuk memperbesar laju evaporasi. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. 2. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. . Proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran langsung dari matahari. jadi akan menghambat proses evaporasi.

proses evaporasi akan berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan suhu udara dan tanah rendah. . tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering. air tanah turun jika lengas tanah turun. Evapotranspirasi: Gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi disebut evapotranpirasi. Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata. pengaturan bukaan stomata. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. membuang kelebihan air. mempertahankan suhu daun. karena adanya energi panas yang tersedia. 2. Suhu (temperature) Jika suhu udara dan tanah cukupp tinggi. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin. dan apabila kondisi suhu disekitar daun sangat rendah maka uap air yang dilepaskan dari proses transpirasi ini akan mengembun dipermukaan daun yang disebut dengan gutasi. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim.4. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat tumbuhnya. Transpirasi: Proses penguapan dari tanaman disebut transpirasi yaitu terlepasnya air dari dalam jaringan tanaman. 3. 4. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau. penyerapan dan pengangkutan air dan hara . Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah. terutama sekali pada daundaun tanaman. temperature. pengangkutan asimilat .

1977) : 1. Faktor-faktor lainnya a. Kelembaban d. Radiasi Matahari b. salinitas dan lain-lain) b. Tipe. Kandungan lengas tanah b. Faktor-faktor meteorologi a. Kualitas air (warna. Suhu udara dan permukaan c. Jeluk tubuh air c.Faktor-faktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan. irigasi dan lain-lain (pustaka : dikumpulkan dari berbagai sumber) . Angin e. Ukuran dan bentuk permukaan air 3. Faktor-faktor Geografi a. Tekanan Barometer 2. Jeluk muka air tanah d. Warna tanah e. kerapatan dan tingginya vegetasi f. Ketersediaan air (hujan. Karakteristik kapiler tanah c.

Presipitasi (meteorologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia.02 .Diperkirakan sekitar 505. sedangkan intensitas curah hujan biasanya dinyatakan dengan jumlah presipitasi dalam satuan waktu tertentu.05 Tanah menjadi basah semuanya. presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor. 398. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air.000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. termasuk diantaranya hujan. Intensitas Curah Hujan[sunting] Jumlah presipitasi (misal hujan) dinyatakan dalam mm. hujan beku.0. Berikut adalah tabel derajat curah hujan dan intensitas curah hujan [3]: Derajat hujan Intensitas curah hujan (mm/min) Kondisi Hujan sangat lemah < 0. namun sulit membuat puddle . and hujan es. Derajat curah hujan merupakan unsur kualitatif dari intensitas curah hujan. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk. Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. sleet. yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer.02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit Hujan lemah 0. dam.1 m. presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). pendinginan atau penambahan uap air. hujan rintik. dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1.[2] Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Dalam meteorologi. dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. semisal perencanaan pembangunan bendung.[1] Udara menjadi jenuh melalui dua proses. dan sebagainya.salju. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis.000 km³ diantaranya jatuh di lautan.

saluran drainase meluap Semua jenis presipitasi yang jatuh ke permukaan bumi juga diukur dengan satuan mm. Terima kasih. mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. freezing rain. 2. ^ a b Sosrodarsono S. Takeda K. sleet and snow . Artikel ini adalah sebuah rintisan. Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita.1 Air tergenang di seluruh permukaan tanah. bunyi curah hujan terdengar Hujan deras 0.0. 1976. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.05 . Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini.25 . bunyi hujan terdengar dari genangan Hujan sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan. Kategori:  Rintisan umum Juni 2013 .25 Dapat dibuat puddle. Referensi[sunting] 1.Hujan normal 0.University of Illinois ^ Dr. Chowdhury's Guide to Planet Earth. maka presipitasi diukur setelah mencair [3] . 3. Jika yang jatuh adalah salju dan hujan es. rain. The Water Cycle. ^ Precipitation: hail.

graupel.blogspot. radio dan televisi dan dari penjelasanpenjelasan para ahli.F512Nden.000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. tulisan di media cetak.000 km3 (121. hujan es (hail). Di Internet telah ada banyak sekali artikel tentang pengertian dan definisi Presipitasi (Meteorologi) yang mungkin akan sangat berbeda dengan definisi dan arti kata di Definisi dan Arti kata.com/2013/05/presipitasimeteorologi. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air. media elektronik. kabut menetes (fog drip).Presipitasi (Meteorologi) Definisi dan arti kata Presipitasi (Meteorologi). referensi-referensi online yang berupa artikel.dpuf . Karena itu Admin Definisi dan Arti kata menyarankan anda untuk mencari tahu arti dan definisi kata yang tersebut diatas dari berbagai referensi sehingga dari hasil pencarian yang anda dapatkan bisa di ambil kesimpulan yang tepat tentang apa itu Presipitasi (Meteorologi) . Sebagian besar definisi dan arti kata dalam Definisi dan Arti kata ini di ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. kamus online. Dalam ilmu meteorologi. Sekitar 505. serta dari Kamus Ilmu pengetahuan dalam bidang yang berhubungan dengan artikel diatas. Artikel tentang Presipitasi (Meteorologi) merupakan ringkasan dari berbagai tulisan yang DJ temukan di dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan baik dalam bentuk buku. namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju. dan lain-lain.See more at: http://ipdia. Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air baik dalam berbentuk cair atau beku dari atmosfer ke permukaan bumi. e-book. Presipitasi dapat diartikan sebagai segala segala bentuk produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian akan jatuh sebagai curahan air atau hujan. 398.html#sthash. dan hujan es (sleet).000 cu mi) dari terjadi di atas lautan.000 km3 (95.

hujan dan lainlain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan.Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. makin banyak uap yang dapat di tampung. Mengingat makin tinggi suhu. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Besar kecilnya presipitasi. Sebaliknya. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang.98 kali tekanan atmosfer pada prmukaan laut. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). Factor. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak ( absolute). meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm).factor yang mempengaruhi presipitasi 1. salju. proses resapan air tanah dan debit aliran ). Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. Tekanan uap air udara jenuh adalah tekanan . Tekanan udara di wujudkan dalam satuan barometer (b) atau milibarometer (mb) 1 b = 1000 mb = 0. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. Bola yang mengandung air raksa daritermometer bola basah di bungkus dengan selapis kain tipis yang dibasahi terus – menerus dengan air yang didistalisasi melalui benang – benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. es. ketika udara bertambah dingin.

3. permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista. Pada suhu normal. besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. 2.82 Tampak bahwa daya tampung uap air di udara meningkat dengan meningkatnya suhu udara. Ia juga bersifat mempengaruhi terjadinya perubaha iklim.5 langley/menit. Energi Matahari Seperti telah di sebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah ― mesin ― yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat. Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Untuk terjadinya hujan. sebagai contoh. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakanmassa udara atau air dengan arah gerakan vertical. nilai es di pengaruhi oleh besar kecilnya suhu udara : Suhu udara ( oC ) Tekanan uap air jenuh (mb) 10 9. 1990). Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. diperlukan adanya gerakan . dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran ener gi matahari. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Namun demikian. Mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan masaudara di atmosfer dan diatas lautan. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Sementara. yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi.21 20 17. Angin Angin adalah gerakan massa udara. Pada umunya.54 30 31. Besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.uap air di udara pada keadaan udara jenuh. mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Pemukaan bumi bersalju. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer.

50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut. 4. dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angina. Angina akan bertiup kea rah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin. adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda. daerah beraspal.20-1.udara lembab yang berlangsung terus menerus. Dengan demikian. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya. maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari. besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat. Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin. basah dan panas. Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakananemometer. suhu berdasarkan letak geografis. Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman. Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. laju evaporasi dan transpirasi. pola angina yang terjadi semata-mata ditentukan oleh sirkulasi termal. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Hujan konvektif ( convectional storms ). Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Oleh karnanya. Yang disebut arah angina adalah arah dari mana angina bertiup. dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda. Klasifikasi Presipitasi Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1. Adanyz beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentukbentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut. maka suhu ydara makin rendah. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir. ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu. tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima permukaan tanah dengan .

hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan. 2. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari.massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnyadua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban.panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. danau. dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Tergatung pada tipe hujan yang dihasilkanya. Pada tipe hujan ini. yaitu ketika massaudara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ). Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ). Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah. bendungan. 3. .

— Pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami penjenuhan. Presipitasi cair dapat berupa hujan dan embun b. Udara di atmosfer akan mengalami proses pendinginan melalui beberapa cara umumnya adalah akibat pertemuan antara dua massa udara dengan suhu yang berbeda atau oleh sentuhan udara dengan obyek dingin. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya presipitasi diantara lain berupa : • Adanya uap air di atmosphere • Faktor-faktor meteorologis • Lokasi daerah • Adanya rintangan misal adanya gunung.Presipitasi 23 Maret 2009 — Syaiful Imran Presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi. hujan batu (hail)). — Uap air bergerak dari tekanan uap air besar ke kecil. salju. a. Proses terjadinya : — Penguapan air dari tubuh air permukaan maupun vegetasi akibat sinar matahari atau suhu yang tinggi. mendingin dan kemudian berkondensasi. — Pergerakan uap air di atmosfer akibat perbedaan tekanan uap air. jika diikuti dengan kondensasi maka uap air akan berubah menjadi butiran-butiran hujan. — Kondensasi Ketika uap air mengembang. Ketika kondensasi terjadi uap air dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es. — Semua bentuk hasil kondensasi uap air yang terkandung di atmosfer. biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. Presipitasi beku dapat berupa salju dan hujan es. Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan. .

selanjutnya jatuh ke bumi dan permukaan laut (sebagai hujan) karena faktor gravitasi. — Partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu.Awan merupakan indikasi awal terjadinya presipitasi tetapi awan tidak otomatis menandakan akan adanya hujan. Gambar Siklus Hidrologi . Mekanisme berlangsungnya hujan melibatkan tiga faktor utama : — Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh. — Terjadinya kondensasi atas partikel-partikel uap air di atmosfer.

maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. makin banyak uap yang dapat di tampung. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air.salju. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban.faktor yang mempengaruhi presipitasi 1. Sebaliknya. Definisi Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. Ia juga bersifat 2. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak (absolute). gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. Besar kecilnya presipitasi. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Mengingat makin tinggi suhu. . Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. proses resapan air tanah dan debit aliran ).Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. ketika udara bertambah dingin. Faktor. es. b. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Energi Matahari Seperti telah disebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah “ mesin “ yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari.PRESIPITASI a.

mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Pada umumnya, besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0,5 langley/menit. Namun demikian, besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.Pemukaan bumi bersalju, sebagai contoh, mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Sementara, permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista, 1990). Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer, dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran energi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan massa udara di atmosfer dan diatas lautan. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakan massa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.
3.

Angin Angin adalah gerakan massa udara, yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Untuk terjadinya hujan, diperlukan adanya gerakan udara lembab yang berlangsung terus menerus.Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakan anemometer. Yang disebut arah angin adalah arah dari mana angina bertiup.Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin.Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah.Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya, pola angin yang terjadi sematamata ditentukan oleh sirkulasi termal. Angin akan bertiup ke arah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.

Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu, maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari, kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Adanya beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir, daerah beraspal, dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda, ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah.
4.

Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan, laju evaporasi dan transpirasi.Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Dengan demikian, adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1,20-1,50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut, maka suhu ydara makin rendah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentuk-bentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut.Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman, suhu berdasarkan letak geografis, dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.Oleh karnanya, besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.

c. Klasifikasi Presipitasi
Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air, basah dan panas. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Hujan konvektif ( convectional storms ), tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. 2. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ), tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnya dua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Pada tipe hujan ini, massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tergatung pada tipe hujan yang

3.

dihasilkanya, hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ), jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan, yaitu ketika massa udara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan, dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Presipitasi berdasarkan mekanisme dominan dari gerak vertikal : 1. Presipitasi stratiform. Yaitu presipitasi dari awan stratifom yang terbentuk karena gerak vertikal yang kontinu dan menyebar luas.Hal ini terjadi karena kenaikan frontal atau orografik atau konvergensi dalam skala besar. Presipitasi dari awan stratiform tumbuh dari proses kristal es. Awan ini mempunyai kadar air lebih rendah sehingga koalisensi tidak efektif. Masa hidup awan relatif lama. Jika suhu lingkungan awan mencapai -15 0C, maka proses kristal es dapat menyebabkan presipitasi. 2. Presipitasi konvektif. Yaitu presipitasi dari awan konvektif karena kondisi udara yang tidak stabil yang menyebabkan gerak vertikal tetapi terlokalisir dalam skala yang tidak luas. Hujan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan sangat lebat (heavy shower) tetapi terjadi dalam waktu yang singkat. Dalam awan konvektif waktu presipitasi lebih pendek tetapi kadar air lebih tinggi dari stratiform sehingga koalisensi sangat berperan menghasilkan hujan. Jadi mekanisme presipitasi antara awan stratiform dan awan konvektif sangat berbeda.Sebagai pendekatan, hujan kontinu dapat dipandang sebagai keadaan mantap (steady-state process) dimana besaran awan dapat berubah dengan ketinggian tetapi konstan terhadap waktu pada ketinggian tertentu.Sebaliknya, hujan shower dapat didekati sebagai sistem dimana sifatsifat awan berubah dengan waktu tetapi konstan terhadap ketinggian pada waktu tertentu.

d.

Pembentukan Presipitasi
Ada dua teori pembentukan hujan yaitu teori bergeron dan teori tumbukan dan penyatuan.

putih. Hujan terjadi berdasarkan perbedaan kecepatan jatuh antara butir-butir curah hujan yang berbeda ukurannya.1. Terbentuk karena adanya lapisan udara hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin di dekat permukaan (profil suhu inversi). Kondisinya hampir menyerupai kondisi pembentukan sleet. Teori Bergeron Teori ini berlaku untuk awan dingin (di bawah 00C) yang terdiri dari kristal es dan air lewat dingin (air yang suhunya di bawah 0 0C tapi belum membeku). Drizzle berukuran diameter < 0. butiran itu membeku dan jatuh dalam bentuk butiran es kecil yang tidak lebih besar dari butir hujan sebelumnya. e. ukurannya sangat kecil < 1 mm.  Snow grain.  Sleet atau ice pellets. Teori Tumbukan dan Penyatuan Menurut teori ini. bulat tipis. Butir air yang lebih besar akan memiliki kecepatan jatuh lebih cepat daripada butir-butir kecil.  Glaze (freezeng rain). Peristiwa ini sering terjadi pada awan cumulus yang tumbuh menjadi cumulonimbus dengan puncak awan berada dibawah titik beku. 2. Namun ketika menumbuk benda padat akan membeku.fenomena khas musim dingin berupa partikel es kecil dengan diameter < 5 mm dan transparan.bentuk hujan yang membeku ketika tiba di permukaan. yang dibedakan hanya dari ukuran butir airnya saja.  Snow pelletsatau graupel.5 mm.kristal es yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan awan. saat jatuh terjadi tumbukan dan penggabungan dengan butir air yang ada di sepanjang lintasan yang dilalui . . Jenis-Jenis Presipitasi  Presipitasi dalam bentuk cair adalah hujan (rain) dan drizzle. Pada suhu > -5 oC. Banyak terjadi di daerah tropis yang berawan panas dengan perkembangan yang cepat. Ketika butir air terbentuk dan jatuh memasuki lapisan di bawahnya. butir air berjari-jari lebih besar dan jatuh dengan kecepatan terminal lebih besar dengan yang berjari-jari lebih kecil. konikal maupun bulat tipis berwarna putih dengan diameter 2 – 5 mm. kristal es biasanya berkelompok membentuk snowflake. serta butir awan bertambah besar dan dapat melawan daya angkat udra dan butir air tersebut jatuh sebagai hujan. Biasanya terjadi dalam hujan ringan ketika suhu di dekat permukaan mendekati 0 oC. butiran es berbentuk bundar. butir-butir awan hanya terjadi dari air.  Presipitasi dalam bentuk padat yaitu :  Snow . tetapi lapisan dingin di dekat permukaan tidak terlalu tebal sehingga butiran air yang jatuh dapat melaluinya tanpa membeku hanya menjadisupercooled. Teori pembentukam dan penggabungan (collison dan coalescene) ini terjadi di awan hangat.

 sehingga menjadi lapisan es tebal yang membungkus benda-benda padat yang ditumbuknya. Hail. yang cukup berat untuk mematahkan batang-batang pohon. Hail dihasilkan hanya oleh awan cumulonimbus yang ketika terangkat sangat kuat dan mengandung air superdingin yang berlimpah.presipitasi dalam bentuk butir-butir es yang tidak beraturan. dengan diameter sekitar 1 cm dengan variasi dari 5 hingga 75 mm. .

Berdasarkan proses kejadiannya. Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. kelembapan relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. kita mengenal tiga macam hujan. 3) Hujan Frontal. Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS). Sampai pada ketinggian tertentu. 1) Hujan Orografis. Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS). sampai pada ketinggian tertentu kelembapan relatifnya mencapai 100%. daerah-daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis isohiet. awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal. Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini. 2) Hujan Zenithal (konveksi). . Pada daerah ini. kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis. terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn.Pengertian Jenis Presipitasi (Curah Hujan) – Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). Pada peta cuaca. di mana massa angin passat naik secara vertikal. sebagai berikut.

Hidrometri Pendahuluan Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Pengukuran di lapangan Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya Berdasarkan data hujan Berdasarkan pembangkitan data debit

Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendungan dan peluap. Sering di suatu lokasi yang akan dibangun bangunan air tidak terdapat pencatatan debit sungai dalam waktu panjang. Dalam keadaan tersebut terpaksa debit diperkirakan berdasar : 1. Debit di lokasi lain pada sungai yang sama 2. Debit di lokasi lain pada sungai di sekitarnya 3. Debit pada sungai lain yang berjauhan tetapi memiliki karakteristik yang sama. Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan –limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran. Teori pengukuran debit Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lain. Bentuk tampang memanjang dan melintang sungai adalah tidak teratur. Selain itu karena pengaruh kekentalan air dan kekerasan dinding, distribusi kecepatan pada vertikal dan lebar sungai adalah tidak seragam. Distribusi kecepatan pada vertikal mempunyai bentuk parabolis dengan kecepatan mol di dasar dan bertambah besar dengan jarak menuju permukaan. Dalam arah lebar sungai, kecepatan aliran di kedua tebing adalah nol, dan semakin ketengah kecepatan semakin bertambah besar. Mengingat bahwa sungai mempunyai bentuk tampang lintang yang tidak teratur dan kecepatan aliran juga tidak seragam pada seluruh tampang, maka pengukuran debit sungai dilakukan dengan membagi tampang sungai menjadi sejumlah pias. Di setiap ruas diukur luas tampang dan kecepatan reratanya. Debit aliran diberikan oleh bentuk berikut :

Dengan

A = luasan dari setiap pias V = kecepatan rerata di setiap pias Pengukuran debit Pengukuran debit sungai dilakukan dengan pemasangan alat di suatu lokasi di sungai yang ditetapkan, yang memungkinkan pengamatan secara kontinyu dan teratur elevasi muka air dan debit serta data lainnya, seperti angkutan sedimen dan salinitas. Pengukuran debit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Langkah pertama adalah memilih lokasi stasiun pengukuran. Pemilihan lokasi tersebut dengan memperhatikan beberapa persyaratan berikut ini : a. b. c. d. e. f. g. Mudah dicapai oleh pengamat Di bagian sungai yang lurus dengan penampang sungai yang teratur dan stabil Di sebelah hilir pertemuan dengan anak sungai Di mulut sungai menuju ke laut atau danau Di lokasi bangunan air Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan Aliran berada dalam alur utama

2. Pengukuran kedalaman sungai a. Bak ukur Untuk sungai yang dangkal, bak ukur yang telah diberi sekala dan pelat di bagian bawahnya dimasukkan ke dalam sungai sampai pelat dasar mencapai dasar sungai. Kedalaman air pada skala di bak ukur tersebut. b. Tali dengan pemberat Apabila sungai dalam atau kecepaan arus besar, kedalaman air diukur dengan menggunakan tali yang diberi pemberat. Pengukuran ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pengukuran kecepatan dengan menggunakan current meter. Pemakaian tali untuk mengukur kedalaman perlu diperhitungkan koreksi, karena pengaruh arus dapat menyebabkan posisi tali tidak vertikal. c. Echosounder Pada sungai yang lebar dan dalam, pengukuran tampang lintang dapat dilakukan dengan menggunakan Echosounder. Selain itu alat ini juga biasa untuk mengukur kedalaman laut cara kerjanya alat ini dipasang pada dasar kapal. Alat tersebut akan memancarkan getaran suara akan yang akan merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali

3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian a. Papan duga Papan duga merupakan alat paling sederhana untuk mengukur elevasi muka air. Terbuat dari kayu atau pelat baja yang diberi ukuran skala dalam centimeter, dapat dipasang di tepi sungai atau suatu bangunan. Pengamatan ini biasanya dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki kekurangan yaitu tidak tercatatnya muka air pada jam-jam tertentu yang mungkin mempunyai informasi penting, misalnya puncak banjir. b. Alat pengukur elevasi muka air maksimum Alat ini digunakan untuk mengukur elevasi muka air maksimum yang terjadi pada waktu banjir. Alat ini terbuat dari tabung yang berdiameter 50 mm dengan lubang yang terdapat di dekat dasar dan tertutup di bagian atasnya dengan satu atau dua lubang untuk keluarnya udara. Di dalam tabung terdapat gabus dan papan duga. c. Pencatat muka air otomatis (AWLR) Dengan alat ini elevasi muka air sungai dapat tercatat secara kontinyu sepanjang waktu. Alat ukur yang banyak digunakan di Indonesia adalah pelampung. Pelampung tersebut mengikuti gerak muka air, dan gerak tersebut di transfer ke roda gigi yang mereduksi fluktuasi muka air. 4. Pengukuran kecepatan aliran a. Pelampung Menggunakan pelampung yaitu dengan mengukur selang waktu yang diperlukan oleh pelampung untuk menempuh suatu jarak tertentu. Ada tiga macam pelampung, pelampung permukaan, pelampung dengan kaleng, dan pelampung batang. b. Current meter Pengukuran kecepatan dengan alat ini banyak dilakukan. Ada dua tipe alat ukur yaitu tipe mangkok dan baling-baling. Karena ada partikel air yang melintasinya maka mangkok dan baling-baling akan berputar. Jumlah putaran persatuan waktu dapat dikonfersikan menjadi kecepatan arus. 5. Hitungan debit a. Metode tampang tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan di setiap vertikal merupakan kecepatan rerata dari pias selebar setengah jarak antar pias sebelah kiri dan kanannya. Debit di suatu pias adalah perkalian

6. Metode tampang rerata Tampang lintang sungai dianggap tersusun dari sejumlah pias yang masing-masing dibatasi oleh dua vertikal yang berdampingan. Dari rating curve yang telah dibuat pada langkah ke 6. yaitu perkalian antara kecepatan rerata dan kedalaman pada vertikal. Debit total adalah jumlah debit di seluruh pias. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung . Debit sungai diperoleh dengan menghitung luasan yang dibatasi oleh kurva tersebut dan garis muka air. c. Metode integrasi kedalaman kecepatan Dalam metode ini dihitung debit tiap satuan lebar. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dan debit 7. Di kedua tebing kiri dan kanan sungai kecepatan dianggap nol. dicari debit aliran berdasarkan pencatatan elevasi muka air 8.antara kecepatan rerata vertikal dan lebar tersebut. b.

pelampung dan prltan lain . pada pembuatan stasiun pengamatan debit. debit aliran juga dapat diperkirakan derdasarkan data debit dari pencatatan yg telah lalu. dgn mggnkn ―model deret berkala‖. Teori pengukuran debit Kecepatan aliran dapat diukur dgn current meter. atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap. berdsarkan rumus peluapan yg berlaku untuk bangunan tsb. mis bending. untuk mendapatkan hasil yang teliti. dan di ukur kecepatan aliran pada vertical di setiap pias. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan : membuat stasiun pengamatan. (m3/d) Debit di suatu sungai dapat diperkirakan dengan cara brkt: Pengukuran di lapangan (di lokasi yang di tetapkan) Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya. lebar sungai dibagi menjadi sejumlah pias. Apabila di sungai terdapat bangunan air. Berdasarkan data hujan. Berdasarkan pembangkitan data debit. parameter yang di ukur adalah: Tampang lintang sungai Elevasi muka air Kecepatan aliran air Selanjutnya.HIDROMETRI Pendahuluan debit aliran sungai = Q = jumlh air yg mengalir melalui tampang melintang sungai tiap satu satuan waktu. debit aliran dihitung dengan mengalikan luas tampang (A) dan kecepatan aliran (V). debit sungai dapat dihitung dgn mengukur tinggi muka air di ats puncak bending.

Pengukuran kedalaman sungai 3. 8. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran. · Di mulut sungai menuju laut ke danau · Dilokasi bangunan air seperti bendungan. Hitungan debit 6. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Pemilihan lokasi tsb harus mmperhatikan syarat2 sbb: · Mudah dicapai oleh pengamat. tali yg diberi pemberat / echosounder.Pengukuran debit Dpt dilakukan dengan cara : 1.mis di jembatan · Di bagian sungai yg lurus dgn penampang sungai yg teratur dan stabil (tdk terjadi erosi maupun sedimentasi) · Disebelah hilir pertemuan dgn anak sungai. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dengan debit. bending. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung. dsb · Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan (back water) · Aliran berada didalam alur utama (tdk ada aliran di bantaran) 2. 4. Dan akan dijelaskan secara rinci sbb: 1. dicari debit aliran berdasar pencatatan elevasi muka air. 2. . Dari rating curve yg telah dibuat pada langkah 6. Pengukuran kedalaman sungai. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian. Pengukuran kecepatan aliran. 7. 5. Pengukuran kedalaman sungai dilakukan dngan menggunakan bak ukur.

Pengukuran dilakukan bersamaan dgn pgkuran kec dgn mggnkan current meter. Biasanya hasil pengukuran diberikan dlam bentuk elevasi. Kdlaman air di ukur dgn tali yg diberi pemberat. pasir shg dpt memperkirakan tebal lapis lumpur. Eschounder elac 30 kc 2. Alat tsb memancarkan getaran suara yg merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali. Ada beberapa jenis eschounder. · Echosounder Alat ini digunakan pada sungai yg lebar dan dalam.diantarnya adl: 1.bak ukur yg telah diberi skala n plat di bag bwh a dimasukkan ked lm sungai smpai plat dsar mncpai dsar sungai. Dengan alat ini dapat diperoleh hasil profil dasar sungai secara kontinyu. Papan tsb dpt ditegakkan dgn bantuan perahu/orang jika sungai dangkal. Gelombang suara dapat dipantulkan dengan baik dari dasar sungai. Cara kerja alat ini memiliki prinsip sbb: 1. Alat eschounder dipasang pd dasar kapal/digantung pd sisi kapal.shgga sambil mengukur kdalaman dpt dik kec aliran di bbrp ttik yg ditntkan.· Bak ukur Untuk sungai yg dangkal. atau kabel yg digantungkan melintasi sungai. Pengukuran dilakukan dgn mggnkn perahu. Air merupakan media yg baik utk perambatan gelombang suara dgn kec 2. fungsinya untuk membedakan jenis bahan dasr sungai seperti lumpur. · Tali dgn pemberat Pengukuran ini dilakukan apabila sungainya dalam atau kec arus besar.pengukuran tampang lintang dan kedalaman(bathrimetri) laut. Gelombang pantulan tsb diterima dan dicatat oleh alat. lempng. . Furuno 200 Mark III · Eschounder elac 30 kc.oleh krn itu pembacaan tsb harus di ikatkan dgn elevasi tebing/tanggul sungai atau lahan dgn menggunakan theodolit. Kedalamn air dibaca pada skala di bak ukur tsb. Di atas pemberat dipasang current meter. Raytheon DE 719 B 3.pd jmbatan. Selang waktu antara pemancaran dan penerimaan getaran dapat memberikan kedalaman air yang kemudian direkam pada kertas pencatat.

papan praduga dengan meteran (staff gauge) alat ini berskala cm. . .pencatat muka air otomatis (AWLR) Diposkan oleh BLUEGHOST di 07.· Ray Pengukuran elevasi muka air Alat pencatat elevasi muka air dapat berupa : .alat pengukur elevasi muka air maksimum mengukur elevasi maksimum pada saat banjir. dapat dipasang di tepi sungai atau pada bangunan.12 .

Winch Cable Way Pengukuran debit dengan menggunakan winch cable way dilakukan dari pinggir sungai dengan menggunakan peralatan winch cable way. ALAT UKUR KECEPATAN AIR PowerPoint Presentation: A. dll . zat warna .ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS Dengan alat ini hasil pengukuran yang didapat juga tidak begitu teliti dan yang terukur adalah kecepatan aliran permukaan . Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara PowerPoint Presentation: Contoh alat ukur AWRL Perekam pada drum horizontal(a) dan vertikal (b) Pelampung dan pemberat Contoh alat ukur MWRL: Contoh alat ukur MWRL 1. 1 orang petugasmengoperasikan peralatan dan 1 orang petugas mencatat data pengukuran .PAPAN DUGA MUKA AIR PowerPoint Presentation: Pengukuran debit dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung . Debit hasil pengukuran dapat dihitung segera setelah pengukuran selesai dilakukan . aliran laminar dan merata . Pengukuran debit secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan berupa alat pengukur arus (current meter).ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS: B. Pengukuran tinggi muka air otomatis (AWLR) Pengukuran Automatic Water Level Recorder (AWLR) – Analog. Pengukuran tinggi muka air manual (MWLR) Menggunakan papan duga muka air . hanya saja kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung PowerPoint Presentation: 2. Sebaiknya digunakan pada pengukuran yang dikehendaki secara cepat pada . B. pelampung . Petugas pengukur minimal terdiri dari 2 orang . 2.Presentation Transcript HIDROMETRI: HIDROMETRI DESI IDA SAPUTRI Yustin nurhasanah HIDROMETRI: HIDROMETRI HIDROMETRI adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi. Lokasi penempatan winch cable way harus memenuhi persyaratan teknis seperti halnya tempat pengukuran dengan metode lainnya .atau ilmu tentang pengumpulan data dan pemroses data dasar untuk analisa hidrologi Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara: 1.ALAT UKUR KECEPATAN AIR MANUAL Pelampung Pengukuran debit menggunakan alat pelampung pada prinsipnya sama dengan metode konvensional . Persyaratan tersebut antara lain pada bagian alur sungai yang lurus . dll .

Current meter TERIMA KASIH: TERIMA KASIH .81 m/s 2 V = (2gH0)^1/2 H 1 H 2 1. H2-H1 = H0 H0 = V 2 /2g besar percepatan gravitasi g= 9.kecepatan aliran yang lebih besar dari 1m/ detik a.B = konstanta yang ditentukan oleh pabrikan atau kalibrasi 2.dengan persamaan : V = A . N + B D imana : V = kecepatan aliran (m/dt) N = jumlah putaran A. Velocity Head Rod PowerPoint Presentation: Kecepatan aliran dengan menggunakan metode current meter.

hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan.Hujan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Pergerakan truf monsun. hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju. membawa musim hujan ke iklim sabana. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan. Untuk kegunaan lain. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat. iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringanmassa udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan. hingga bola kecil (butir kecil). Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di kawasan pegunungan. Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. Corong hujan di bawah badai petir. batu es dan slit. yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Hujan adalah sumber utama air tawar di . Di sisi bawah angin pegunungan. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup. lihat Hujan (disambiguasi). inilah satu cara penjenuhan udara. Di Bumi. Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. ensiklopedia bebas Artikel ini berisi tentang presipitasi. mirip panekuk (butir besar). hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. atau zona konvergensi intertropis.

Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppenmenggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim.sebagian besar daerah di dunia. neon. besi. termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis. Antarktika adalah benua terkering di Bumi. dan asam sulfur.Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia. hujan juga pernah turun dengan kandungan metana. juga air untukpembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). Bagian dari seri Alam tentang Cuaca Musim kalender Semi · Panas Gugur · Dingin Musim tropis Kemarau · Hujan Badai Badai petir · Supersel Downburst · Petir Tornado · Waterspout Siklon tropis (Hurikan) Siklon ekstratropis Badai musim dingin · Blizzard Badai es · Badai debu Badai api · Awan . Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini. menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem. Di daerah lain.

Presipitasi Gerimis · Hujan · Salju · Graupel Hujan beku · Butir es · Hujan es Topik Meteorologi · Iklim Prakiraan cuaca Gelombang panas · Polusi udara Portal cuaca  L  B  S .

2 Wilayah basah 7.1 Alat ukur 4.1 Pertanian 6.3 Intensitas 4.3 Dampak Westerlies 7.1 Gurun 7.3 Pengelompokan iklim Köppen 4 Pengukuran o o o o   4.4 Daerah terlembap 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Catatan kaki .2 Konveksi 2.1 Udara lembap 1.1 Pola 3.4 Periode kembali 5 Prakiraan hujan 6 Dampak o o  6.2 Keasaman 3.5 Pengaruh manusia 3 Karakteristik o o o  3.Daftar isi [sembunyikan]  1 Pembentukan o o  1.2 Sensor jarak jauh 4.2 Budaya 7 Klimatologi global o o o o    7.1 Aktivitas frontal 2.2 Koalesensi 2 Sebab o o o o o  2.4 Wilayah tropis 2.3 Efek orografis 2.

[10] presipitasi atau virga yang jatuh dari atas. pendinginan radiasional. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut. disebut Rasio Pencampuran. sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah. Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin. 11 Pranala luar Pembentukan[sunting] Udara lembap[sunting] Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering. diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg).[9] Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas.[14] dan udara yang naik di pegunungan.[15] Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu. badan air atau tanah basah. dan pendinginan evaporatif. yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu.[11] pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut. pendinginan konduktif. Karena itu.[7] biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain.[3] Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi)[4]bergantung pada suhunya.[1][2] Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif.[6] Udara dapat naik karena konveksi. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar. gerakan atmosfer berskala besar. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi)[16] memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus. Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap. satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya. atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis).[12]transpirasi tumbuhan. Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksiketika kondisi berangin. es. dan garam untuk membentuk awan. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya.[8] Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan.[13] udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water.[5] Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik. atau mencapai titik kelembapan. misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin.[17] Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas.[18] .

[19] Di awan bawah titik beku.Koalesensi[sunting] Bentuk butir hujan menurut ukurannya Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar. Ketika turbulensi udara terjadi. bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata.39 in). Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup.35 in). Selain itu. karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan. karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku. kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan. butiran terbesar berbentuk mirip parasut. Umumnya. atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron.[21] Berbeda dengan kepercayaan masyarakat. di atas itu butiran akan terpisah-pisah. butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat. sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan.[22] Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0.[23] .[20] Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0. Proses ini bergantung kepada suhu. Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.039 in) hingga 9 millimetre (0. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut.

[30] Sebab[sunting] Aktivitas frontal[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Front cuaca Hujan stratiform (perintang hujan besar dengan intensitas yang relatif sama) dan dinamis (hujan konvektif yang alaminya deras dengan perubahan intensitas besar dalam jarak pendek) terjadi sebagai akibat dari naiknya udara secara perlahan dalam sistem sinoptis(satuan cm/detik). dan di pola hujan sekitar siklon lintang tengah. lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan. gerimis 05 millimetre (0. Di permukaan laut tanpa angin.[28][29] Kode METAR untuk hujan adalah RA.[33] Konveksi[sunting] .5 mph).[24][25] Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain. Kenaikan sejenis juga terjadi di sekitar siklon tropis di luar dinding mata.[32] Hujan es semakin jarang terjadi ketika titik beku di atas atmosfer melebihi ketinggian 11.20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). hujan beku (hujan yang membeku setelah bersentuhan dengan permukaan di lingkungan sub-beku) akan terjadi. Jika ada lapisan dangkal dekat permmukaan yang suhunya di bawah titik beku. sepertibutir es dan salju. adalah adanya lapisan tebal udara yang tinggi dengan suhu di atas titik cair es. sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA.[17] Hal yang memisahkan curah hujan dari presipitasi lainnya. sementara butiran besar 5 millimetre (0.000 kaki (3.400 m) di atas permukaan laut.20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4.Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang. namun biasanya jalur mereka dikaitkan dengan penguapan massa air.[27] Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air. Front tutupan biasanya terbentuk di sekitar daerah bertekanan rendah. seperti di sekitar daerah front dingin dan dekat front panas permukaan.[31] Berbagai jenis cuaca dapat ditemukan di sepanjang front tutupan dengan kemungkinan terjadinya badai petir. yang mencairkan hujan beku sebelum mencapai tanah.[26] Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya.

460 inci (12. di pulau Kauai. mengakibatkan pendinginan dan kondensasi adiabatik. Sisi atas angin memaparkan wilayah timur . selain hujan konvektif. dan Klimatologi hujan Amerika Serikat Hujan orografis Hujan orografis terjadi di sisi atas angin pegunungan dan disebabkan oleh gerakan udara lembap berskala besar ke atas melintasi pegunungan.000 mm).garis squall. hujan stratiform juga diduga terjadi.Hujan konvektif Hujan konvektif. karena awan konvektif memiliki bentangan horizontal terbatas. Di daerah berpegunungan dunia yang mengalami angin relatif tetap (misalnya angin dagang). terbagi menjadi kawasan atas angin (Koʻolau) dan bawah angin (Kona) berdasarkan lokasi relatif terhadap pegunungan tinggi. hujan konvektif berselang-seling dan sering dikaitkan dengan batasan baroklinis seperti front dingin.[37] Sistem badai Kona membasahi negara bagian ini dengan hujan deras antara Oktober dan April. Kelembapan tidak ada karena pengangkatan orografis. Sebagian besar hujan di daerah tropisbersifat konvektif. Jenis hujan (meteorologi). Hujan konvektif jatuh di suatu daerah dalam waktu yang relatif singkat. berasal dari awan konvektif seperti kumulonimbusatau kumulus kongestus.[31][34] Graupel dan hujan es menandakan konveksi.[36] Efek orografis[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengangkatan orografis. Gunung Wai'ale'ale. atau hujan deras.[38] Iklim setempat bervariasi di masing-masing pulau karena topografinya. dan front panas. iklim yang lebih lembap biasanya lebih menonjol di sisi atas angin gunung daripada sisi bawah angin gunung. terkenal karena curah hujannya yang ekstrem dan memiliki curah hujan rata-rata tahunan tertinggi kedua di dunia.[35] Di lintang tengah. meninggalkan udara yang lebih kering (lihat angin katabatik) di sisi bawah angin yang menurun dan menghangatkan serta menjadi tempat pengamatan bayangan hujan. namun. Hujan ini jatuh deras dengan intensitas yang cepat berubah.[15] Di Hawaii.

[40] Pegunungan Sierra Nevada menciptakan efek yang sama di Amerika Utara denngan membentuk Great Basin dan Gurun Mojave.[50] Meskisiklon dapat mengakibatkan kematian dan .[48][49] dan tanaman tumbuh subur. Hutan hujan tropis teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan. karena hujan tersebar merata sepanjang tahu. dengan sedikit hujan dan cakupan awan. hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam. terdiri dari massa udara besar beberapa ratus mil dengan tekanan rendah di pusatnya dan angin bertiup ke pusat searah jarum jam (belahan Bumi selatan) atau berlawanan arah jarum jam (belahan Bumi utara). sumber curah hujan sangat deras.[46] Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas. Siklon tropis.[44] Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dansubtropis.[24] Ketika musim hujan terjadi selama musim panas.[41][42] Wilayah tropis[sunting] Penyebaran hujan bulanan di Cairnsmemperlihatkan batas musim hujan di daerah tersebut Lihat pula: Monsun dan Siklon tropis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Musim hujan Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut.[39] Di Amerika Selatan. untaian pegunungan Andes menghalangi kelembapan Pasifik yang datang ke benua ini. sisi bawah angin lebih kering dan cerah.[45] Iklim dan wilayah sabana dengan cuaca monsun memiliki musim panas hujan dan musim dingin kemarau. mengakibatkan iklim gurun di bawah angin melintasi Argentina Barat.[43] Istilah musim hijau juga kadang digunakan sebagai eufemisme oleh pihak pariwisata. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara[47] dan air segar membaik.terhadap angin dagang timur laut dan menerima lebih banyak hujan.

warna biru berarti suhu dingin. Panas tambahan ini mendorong gerakan yang lebih besar ke atas dan menyebabkan aktivitas hujan deras dan badai petir tambahan.8 °F) hingga 56 °C (100. karena siklon dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan di wilayah kering. curah hujan bulanan 28% lebih besar antara 20 mil (32 km) hingga 40 mil (64 km) di bawah angin kota.kerusakan properti yang besar. merah hangat. Tingkat curah hujan di bawah angin kota meningkat antara 48% dan 116%.[51] Wilayah di sepanjang jalurnya dapat menerima jatah hujan setahun penuh melalui satu kali peristiwa siklon tropis. Lihat pula: Pemanasan global dan Pulau panas perkotaan Zat partikulat yang dihasilkan oleh gas buang mobil dan sumber-sumber polusi lain membentuk nuklei kondensasi awan.[52] Pengaruh manusia[sunting] Citra Atlanta. Di daerah padat penduduk dekat pesisir. inilah faktor penting dalam penguasaan hujan atas suatu daerah. seperti Pesisir Timur Amerika Serikat. jika dibandingkan dengan atas angin. Sebagai akibat pemanasan ini. Akibat polusi lalu lintas penglaju dan komersial menumpuk sepanjang minggu.[55] .[54] Sejumlah kota mengakibatkan curah hujan total meningkat sebesar 51%. Georgia memperlihatkan penyebaran suhu. yang mendorong pembentukan awan dan meningkatnya kemungkinan hujan. dan putih panas.[53] Dampak pulau panas perkotaan memanaskan kota sebesar 06 °C (10.8 °F) di atas kawasan pinggiran kota dan pedesaan sekitarnya. dampaknya bisa dramatis: ada kemungkinan hujan 22% lebih tinggi pada hari Sabtu daripada Senin. kemungkinan hujan meningkat: hujan memuncak pada Sabtu setelah lima hari penumpukan polusi.

Di daratan Amerika Serikat. termasuk peningkatan sejak 1970an akibat banyaknya kekeringan—khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Perubahan curah hujan dan penguapan di samudra diakibatkan oleh berkurangnya salinitas di perairan lintang tengah dan tinggi (berarti lebih banyak hujan) dan meningkatnya salinitas di lintang rendah (berarti sedikit hujan dan/atau banyak penguapan).[56] Upaya mempengaruhi cuaca yang paling sukses adalah penyemaian awan yang melibatkan teknik peningkatan presipitasi musim dingin di atas pegunungan dan mengurangi hujan es.25 persen). namun mulai menurun di kawasan tropis sejak 1970-an. Jumlah peristiwa hujan meningkat di daratan sebelah utara 30°N sejak 1900 hingga 2005.1 persen per abad sejak 1900. dengan peningkatan tertinggi terjadi di wilayah iklim Tengah Utara Timur (11. dan beberapa bagian Asia Selatan semakin kering. Sahel. total curah hujan tahunan meningkat dengan tingkat rata-rata 6. Hawaii adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan (-9. tidak ada kecenderungan presipitasi keseluruhan secara statistik dalam satu abad terakhir. dan Asia Tengah semakin basah. meski kecenderungan hujan bervariasi menurut daerah dan waktunya.6 persen per abad) dan Selatan (11.Anomali suhu permukaan rata-rata pada periode 1999 hingga 2008 dibandingkan dengan suhu rata-rata dari 1940 hingga 1980 Suhu yang meningkat cenderung meningkatkan penguapan yang dapat mendorong lebih banyak hujan. Afrika bagian Selatan. Di seluruh dunia.1 persen). Wilayah timur Amerika Utara dan Selatan.[57] . Mediterania. Terjadi peningkatan jumlah peristiwa hujan deras di berbagai daerah dalam satu abad terakhir. Eropa Utara.

mereka mampu menutupi lokasi front dingin tersebut. Gelombang hujan dapat bersifat stratiform atau konvektif. perpanjangan presipitasi ini disebut sebagai struktur terikat. Trowal menciptakan bagian dari siklon tutupan yang disebut sebagai kepala koma. memaksa truf permukaan berlanjut ke sektor dingin lengkungan yang sama menuju front tutupan.[63] Ikatan badai petir dapat terbentuk bersama angin laut dan angin darat jika kelembapan yang diperlukan untuk membentuknya ada pada saat itu. karena bentuk awan pertengahan troposfer sepertikoma yang menyertai fenomena ini.[62] Ikatan hujan yang dikaitkan dengan front dingin dapat dibelokkan oleh pegunungan lurus terhadap orientasi front karena pembentukan jet penghalang tingkat rendah.[60] dan cenderung lebar serta bersifat stratiform.[58] dan terbentuk akibat perbedaan suhu. atau "trowal". sebuah truf udara panas tinggi (trough of warm air aloft). Ini juga bisa menjadi fokus atas presipitasi lokal yang deras. dan mengarah ke periferi (juga disebut sabuk pengangkut panas) barat lautor.[65] Pengikatan di dalam pola presipitasi kepala koma suatusiklon ekstratropis dapat menandakan .[61] Ikatan hujan yang muncul dekat dan mendahului front dingin bisa jadi merupakan garis squall yang mampu menghasilkan tornado. Jika dilihat melalui pencitraan radar cuaca.[64] Ketika siklon menutupi langit.Karakteristik[sunting] Pola[sunting] Ikatan badai petir terlihat di tampilan radar cuaca Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan hujan Ikatan hujan adalah wilayah awan dan presipitasi yang panjang.[59] Ikatan hujan mendahului front tutupan panas dan front panasdikaitkan dengan gerakan lemah ke atas. akan terjadi akibat angin selatan yang kuat di perbatasan timurnya berputar-putar tinggi mengitari kawasan timur lautnya. dengan kemungkinan badai petir jika atmosfer di sepanjang trowal cukup stabil untuk menciptakan konveksi. Jika ikatan hujan angin laut cukup aktif mendahului front dingin.

0. konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya. bakteri tanah. hal ini terjadi ketika adanya peningkatan front dingin.[70] . ikatan hujan dapat terbentuk di bawah angin permukaan air panas seperti Danau-Danau Besar. hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3. selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik.hujan deras. Di lepas pantai California. yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Batas ikatan hujan di sekitar siklon tropis dapat membantu menentukan intensitas siklon tersebut. dan badai petir lokal memiliki pH serendah 2.[68] Keasaman[sunting] Siklus hujan asam Lihat pula: Hujan asam pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut. Di bawah angin kepulauan. Siklon tropis berisikan hujan deras dan badai petir yang. Dalam 20 tahun terakhir.[67] Ikatan hujan dengan siklon tropis memiliki orientasi melengkung. Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir. Di pesisir timur Amerika. ikatan hujan deras dan badai petir dapat terbentuk karena konvergensi angin tingkat rendah di bawah angin batas pulau.0-5. membentuk hurikan atau badai tropis.8-4. hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5. Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat). dan kebakaran alami.[66] Di balik siklon ekstratropis pada musim gugur dan dingin.[69] Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat.8. bersama dinding mata dan mata.6. dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S.

Lima klasifikasi utama ini dapat dibagi lagi menjadi klasifikasi sekunder seperti hutan hujan.[73] Zona iklim subtropis lembap adalah daerah yang hujan musim dinginnya dikaitkan dengan badai besar yang diarahkan angin westerlies dari barat ke timur. iklim lautan.[72] Sebuah sabana tropis adalahbioma daratan rumput yang terletak di kawasan iklim semi-gersang hingga semi-lembap di lintang subtropis dan tropisdengan curah hujan antara 750 millimetre (30 in) dan 1.Pengelompokan iklim Köppen[sunting] Peta iklim Köppen-Geiger terbaru[71] ██ Af██ A m██ Aw ██ BWh██ BWk█ █ BSh██ BSk ██ Csa█ ██ Cwa█ █ Csb █ Cwb ██ Cfa██ Cf b██ Cfc ██ Dsa██ Dsb██ Dsc██ Dsd ██ Dwa██ Dwb██ Dwc██ Dwd ██ Dfa██ Dfb██ Dfc██ Dfd ██ ET ██ EF Artikel utama untuk bagian ini adalah:Pengelompokan iklim Köppen Klasifikasi Köppen bergantung pada nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan. wilayah utara Amerika Selatan. Jenis utama tersebut adalah A. D. danAustralia. kering. iklim mediterania. kutub. B. Bentuk klasifikasi Köppen yang umum digunakan memiliki lima jenis utama mulai dari A hingga E. antara lintang 20° dan 40° derajat dari khatulistiwa. sabana tropis.[75] Iklim lautan (atau oseanik/maritim) dapat dijumpai di sepanjang pesisir barat di lintang tengah seluruh benua di dunia. dan gurun. dan E. Malaysia. dan memiliki presipitasi besar . sejuk lintang menengah. C. stepa. iklim subarktik. Kebanyakan hujan musim panas terjadi selama badai petir dan siklon tropis. monsun.750 millimetre (69 in) dan 2. India.270 millimetre (50 in) per tahun. tundra. daratan lembap. dingin lintang menengah. Sabana tropis tersebar diAfrika. Hutan hujan ditandai dengan curah hujan tinggi yang minimum normal tahunnya antara 1. tropis.subtropis lembap. berbatasan dengan lautan dingin dan wilayah tenggara Australia. daratan es kutub.[74] Iklim subtropis lembap terletak di daratan sebelah timur.000 millimetre (79 in).

Disdrometer. Iklim ini ditandai oleh musim panas yang panas dan kering dan musim dingin yang dingin dan basah. Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0.98 in). sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0. isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar .98 in) hujan.[80] Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0.sepanjang tahun.[78] Iklim subarktik bersifat dingin dengan permafrost abadi dan presipitasi kecil. wilayah barat dayaAfrika Selatan dan sebagian wilayah tengah Chili. Setelah tabung dalam penuh.[79] Pengukuran[sunting] Alat ukur[sunting] Pengukur hujan standar Lihat pula: Pengukur hujan. dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in). limpahannya mengalir ke tabung luar. sebagian wilayah barat Amerika Utara.[76] Iklim mediterania membentuk iklim benua di Cekungan Mediterania.[77] Stepa adalah daratan rumput kering. sebagian Australia Barat dan Selatan. dan Pengukur salju Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar.98 in).

[84][85] Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal.[88] Misalnya. seperti CoCoRAHS atau GLOBE. Zona tanpa data di timur dan barat daya disebabkan adanya sorotan sinar dari pegunungan. Kanada Timur. tingkat hujan di satu titik dihitung menggunakan nilai data reflektivitas pada satu titik jaringan. [81] Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan). dan beban. Untuk menghasilkan akumulasi radar.[82] Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah. pengendalian banjir sungai.sampai tabung luar kosong. . berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet. pengelolaan selokan bawah tanah. Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai. Persamaan radar kemudian dipakai. namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan. Perhitungan curah hujan radar melengkapi data stasiun darat yang dapat digunakan untuk kalibrasi. sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong. dan pembangunan bendungan adalah semua bidang yang memerlukan data akumulasi curah hujan. kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka.[86] Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi. Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian.[87] Sensor jarak jauh[sunting] Lihat pula: Radar cuaca Akumulasi curah hujan 24 jam di radar Val d'Irène.[83] Ketika penghitungan curah hujan dilakukan. ember miring. yaitu . (Sumber: Environment Canada) Salah satu kegunaan utama radar cuaca adalah mampu menilai jumlah curah hujan yang jatuh di cekungan besar untuk keperluan hidrologis.

39 in) dan 50 millimetre (2. Intensitas curah hujan dikelompokkan menurut tingkat presipitasi:   Gerimis — ketika tingkat presipitasinya < 25 millimetre (0.[89] Perhitungan curah hujan satelit memakai instrumen gelombang mikro pasif di atasorbit kutub serta satelit cuaca geostasioner untuk mengukur tingkat curah hujan secara tidak langsung.0 in) per jam[92]  Hujan badai — ketika tingkat presipitasinya > 50 millimetre (2.98 in) per jam Hujan sedang — ketika tingkat presipitasinya antara 25 millimetre (0. .[93] Intensitas badai dapat diperkirakan untuk periode kembali dan durasi badai apapun dengan melihat grafik yang didasarkan pada data historis lokasi hujan.0 in) per jam[92] Periode kembali[sunting] Lihat pula: Banjir 100 tahun Kemungkinan suatu peristiwa dengan intensitas dan durasi tertentu disebut frekuensi atau periode kembali.98 in) .[90] Untuk menghasilkan akumulasi curah hujan pada satu periode waktu tertentu. semua akumulasi dari masing-masing kotak jaringan di dalam gambar pada waktu itu harus dijumlahkan.39 in) per jam[91][92]  Hujan deras — ketika tingkat presipitasinya > 76 millimetre (3. dan A dan b adalah konstanta.76 millimetre (3. Intensitas[sunting] Heavy rain in Glenshaw.Z berarti reflektivitas radar.0 in) atau 10 millimetre (0. R berarti tingkat curah hujan.[94]Istilah badai 1 dalam 10 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang jarang dan hanya mungkin terjadi sekali setiap 10 tahun. PA MENU 0:00 Suara hujan deras di permukiman pinggiran kota Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.0 in) per jam.[91]atau antara 10 millimetre (0.

QPF dalam bahasa Inggris) adalah perkiraan jumlah presipitasi cair yang terkumpul dalam periode tertentu di suatu daerah. PPK digunakan dalam model prakiraan hidrologi untuk mensimulasikan dampak terhadap sungai di seluruh Amerika Serikat.[101] . Prakiraan dapat diverifikasi melalui pemakaian pengukur hujan. Hujan akan lebih deras dan banjir akan lebih buruk daripada badai terburuk yang terjadi dalam satu tahun. Berbagai skor kemampuan dapat ditentukan untuk mengukur nilai prakiraan curah hujan. Hujan akan menjadi ekstrem dan banjir lebih parah daripada peristiwa 1 dalam 10 tahun tersebut. Prakiraan presipitasi cenderung dibatasi oleh jam sinoptis seperti 0000.[100] Teknik prakiraan citra radar memperlihatkan kemampuan yang lebih tinggi daripada prakiraan model dalam 6 hingga 7 jam waktu citra radar. Seperti semua peristiwa kemungkinan.[95] Prakiraan hujan[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prakiraan presipitasi kuantitatif Contoh prakiraan hujan lima hari dariHydrometeorological Prediction Center Prakiraan Presipitasi Kuantitatif (disingkat PPK. 1200 dan 1800 GMT.sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 10 persen setiap tahun. atau keduanya. prakiraan radar cuaca.[97] Dimulai pada pertengahan hingga akhir 1990an.[98] Model prakiraan memperlihatkan sensitivitas tertentu terhadap tingkat kelembapan di lapisan pelindung planet. sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 1 persen setiap tahun. Istilah badai 1 dalam 100 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang sangat jarang dan akan terjadi dengan kemungkinan sekali dalam satu abad. "badai 1 dalam 100 tahun" bisa saja terjadi berkali-kali dalam satu tahun saja. 0600.[96] PPK akan diperinci ketika jenis presipitasi terukurkan yang mencapai batas minimal merupakan prakiraan untuk setiap am selama periode sah PPK.[99] PPK dapat dibuat dengan dasar prakiraan jumlah kuantitatif atau kemungkinan prakiraan jumlah kualitatif. atau di tingkat terendah atmosfer yang menurun seiring ketinggiannya. Relief daratan juga termasuk dalam PPK melalui pemakaian topografi atau berdasarkan pola presipitasi iklim dari hasil observasi dengan rincian jelas.

[109] Hujan juga dapat membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat. Di daerah beriklim sedang. bahkan merusak panen. terlalu banyak atau terlalu sedikit hujan dapat membahayakan. nutrien tanah tersapu dan erosi meningkat selama musim hujan.[102]sementara terlalu basah dapat mendorong pertumbuhan jamur berbahaya. cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan.[105]Negara-negara berkembang mencatat bahwa penduduknya memiliki fluktuasi berat badan musiman karena kelangkaan makanan sebelum panen pertama yang terjadi pada akhir musim hujan.[108] Budaya[sunting] Tanggapan budaya terhadap hujan berbeda-beda di seluruh dunia.Dampak[sunting] Pertanian[sunting] Prakiraan hujan untuk Jepang Selatan dan sekitarnya pada 20–27 Juli 2009.[24] Hewan memiliki strategi adaptasi dan bertahan hidup di wilayah basah. Di daerah musim hujan dan kemarau. Misalnya.[107] Hujan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang. sehingga hujan (cara mengairi paling efektif) sangat penting bagi pertanian. karena tanaman panen harus tumbuh terlebih dahulu.[104] sementara tanaman tropis memerlukan ratusan inci hujan per tahun untuk hidup. kaktustertentu memerlukan sedikit air. terutama pria. diolah agar dapat dikonsumsi. . Pola hujan biasa bersifat vital untuk kesehatantumbuhan.[103]Tumbuhan memerlukan beragam jumlah air hujan untuk hidup.[106] Hujan dapatditampung menggunakan tangki air hujan. non-konsumsi dalam ruang atau irigasi. Kekeringan dapat mematikan panen dan menambah erosi. Presipitasi. khususnya hujan. Semuatumbuhan memerlukan air untuk hidup. Musim kemarau sebelumnya mengakibatkan kelangkaan makanan menjelang musim hujan. masyarakat. memiliki dampak dramatis terhadap pertanian.

[116][117] atau sebagai wilayah ketika air lebih banyak yang menguap akibat evapotranspirasi daripada yang jatuh sebagai presipitasi.[119] sehingga menjadikannya benuaberpenghuni terkering di dunia.[111] hujan memperbaiki suasana hati masyarakat.[114] Klimatologi global[sunting] Lihat pula: Klimatologi curah hujan Bumi Air sebanyak 505.000 kubik kilometer (121. untaian pegununganAndes menahan kelembapan Samudra Pasifik yang tiba di benua ini. Sumber bau ini adalah petrikor. digunakan sebagai nama mata uang nasional karena pentingnya hujan terhadap ekonomi negara gurun ini. Di Amerika Selatan.[115] Jika dibandingkan dengan luas permukaan Bumi. Padang pasir ditetapkan sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 250 millimetre (10 in) per tahun. wilayah yang curah hujan minimum tahunannya besar. sebagian besar terdiri dari gurun pasir mulai dari Gurun Gobi di barat-baratdaya Mongolia melintasi barat Pakistan (Balochistan) dan Iran hingga Gurun Arab di Saudi Arabia.000 kubik kilometer (95. 398. Sebagian besar Australia semi-gersang atau terdiri dari gurun pasir. termasuk Gurun Sahara.[118] Gurun[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gurun Gurun-gurun terbesar Setengah benua Afrika di bagian utara didominasi gurun pasir atau wilayahgersang.000 cu mi) jatuh sebagai hujan setiap tahunnya di seluruh dunia. "pula".000 cu mi) jatuh ke lautan. sehingga memunculkan . minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan.[113] Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan. kata 'hujan' dalam bahasa Setswana. Di Botswana. serta alat pengalihan seperti talang air dan drainase badai yang mengalirkan air hujan ke selokan. kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung.Di daerah kering seperti India. curah hujan rata-rata tahunan secara global mencapai 990 millimetre (39 in). Di Asia.[112] Beberapa budaya mengembangkan cara menghadapi hujan dengan berbagai alat lindung seperti payung dan jas hujan.[110] atau ketika terjadi kekeringan di daerah lain.

[123][124] Sirkulasi monsun sejenis. kemudian bergerak kembali ke selatan menuju Belahan Bumi Selatan pada bulan Februari dan Maret.[125][126] Pada musim panas. terjadi di Amerika Utara danAustralia.[120] Wilayah basah[sunting] Lihat pula: Monsun dan Truf monsun Wilayah khatulistiwa dekat Zona Konvergensi Intertropis (ITCZ). namun lebih lemah.[122] Truf monsun dapat memanjang ke utara hingga garis paralel ke40 di Asia Timur pada bulan Agustus sebelum bergerak ke selatan. pegunungan Barat Laut Pasifik.[130] Guam.iklim mirip gurun di wilayah barat Argentina. dengan curah hujan rata-rata melebihi 30 inci (760 mm) per tahun. Pergerakannya ke kutub ini didorong oleh monsun musim panas yang ditandai dengan munculnya tekanan udara rendah (tekanan rendah panas) di kawasan terpanas Asia. dan Samoa Amerika. monsun Barat Laut bersama kelembapan Teluk California dan Teluk Meksiko bergerak mengitaripegunungan subtropis di Samudera Atlantik.[121] Di Asia. dan Wyoming bagian tengah. adalah wilayah terbasah di dunia. Dampak Westerlies[sunting] Hujan rata-rata jangka panjang menurut bulan . Setiap tahun.[127] Daratan Amerika Serikat di sebelah timur meridian ke-98. mengangkut badai petir sore dan malam di wilayah selatan Amerika Serikat dan Dataran Besar.[120] Siklon tropis mendorong terjadinya hujan di seluruh wilayah selatan Amerika Serikat. sabuk hujan di wilayah tropis bergerak ke utara pada bulan Agustus. Kepulauan Virgin Amerika Serikat.[128] serta Puerto Riko. atau truf monsun. Great Basin.[129] Kepulauan Mariana Utara. hujan tersebar di seluruh wilayah selatan benua ini dari kawasan timur dan timur laut India hingga Filipina dan Cina selatan sampai Jepang karena monsun mengadveksikan kelembapan dari Samudera Hindia ke wilayah ini. dan Sierra Nevada adalah wilayah terbasah di negara ini.[40] Wilayah kering di Amerika Serikat adalah wilayah tempat gurun Sonora menyapu Desert Southwest.

250 mm (89 in).000 jiwa. dengan rekor 17. Puncaknya dianggap sebagai salah satu daerah terbasah di Bumi. Tutunendo.[139] Departemen Chocósangat lembap. dingin.[131] Osilasi Selatan-El Niño mempengaruhi persebaran hujan dengan mengacaukan pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Barat. Rata-rata 38 tahun di Mawsynram. Barat Tengah. Pada 2000.430 mm (450 in).394 mm (448.[137] Mount Waialeale di pulauKaua'i di Kepulauan Hawaii memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 11.[133][134] Tenggara.Lihat pula: Westerlies Westerly bergerak dari garis depan sejuk Atlantik Utara ke daerah lembap di Eropa Barat. Curah hujan tertinggi yang tercatat dalam satu tahun adalah 22. rata-rata tahunannya mencapai 11.6 in). mengalami hujan paling banyak di Bumi di antara kota-kota lebih dari 100.4 in). Tutunendo mengalami hujan tersebar merata sepanjang tahun.500 mm (98 in) di pegunungan setiap tahunnya.303 mm (3. yaitu 9. Bergen. sebuah kota di Chocó.[127] Di puncak pegunungan.340 millimetre (683 in) tahun 1982.[136] Daerah terlembap di Australia adalah Mount Bellenden Ker di timur laut negara ini yang memiliki curah hujan rata-rata 8.300 mm (520 in) per tahun. Meghalaya. curah hujan tahunan terbesar yang pernah diukur di Kolombia.[140] Quibdó.3 in). India adalah salah satu kawasan terlembap atau terbasah di Bumi. dianggap seabgai daerah dengan curah hujan terukur terbesar di dunia. Kawasan badai petir besar bernama kompleks konvektif skala meso bergerak ke Dataran Besar.200 mm (480. sementara kekeringan semakin sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis. kota ini memiliki curah hujan 26. ibu kota Chocó. terutama Britania Raya. Daerah ini telah dipromosikan dalam literatur wisata selama beberapa tahun sebagai tempat terbasah di Bumi. dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 11. dan Danau-Danau Besar selama musim panas.[139] Badai di Chocó dapat menghasilkan curah .[138] Lloró.000 mm (39 in) di permukaan laut dan 2. India adalah 11.[135] dan wilayah tropis. curah hujan di daerah ini mencetak rekor tertinggi yaitu 12.680 millimetre (460 in) dalam 32 tahun terakhir. terletak di lereng selatan Himlaya Timur di Shillong.0 in) pada 1861.000 millimetre (350 in) per tahun.873 mm (467.987 mm (905. Tidak seperti Cherrapunji yang hujan antara April dan September. Norwegia adalah salah satu kota hujan terkenal di Eropa dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2. rata-rata mencapai 13. dan semi. Daerah terlembap[sunting] Cherrapunji. pada tahun 1974. sehingga menyumbang 10% hujan tahunan di wilayah ini. sebuah kota di departemen ini merupakan salah satu tempat yang diperkirakan terlembap di Bumi.000 millimetre (310 in) per tahun.6 in). yang pesisir baratnya menerima curah hujan antara 1. Selama musim gugur. Ada pula bukti bahwa pemanasan global mendorong peningkatan hujan di Amerika Utara bagian timur.[132]Barat Tengah. arus jet membawa hujan maksimum musim panas keDanau-Danau Besar. Kolombia. sistem badai Pasifik mengangkut sebagian besar hujan untuk Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat.

1 m 32 3. India 4.540 in/89.555 m 9 Amerika Utara Eropa 2.720 mm Mawsynram.569 m 30 Afrika Amerika Selatan 4.560 in/65.482 mm 3.600 in/116. Kolombia 520 kaki/158 m 29 4. Hawaii [a] (AS) Debundscha.720 mm [142] Tertinggi dalam satu tahun Asia Cherrapunji. Montenegro 5. Kolombia 120 kaki/36.66 m 14 1. 2004.337 kaki/1.hujan 500 mm (20 in) dalam satu hari.674 in/118.6 m 16 Australia 3.148 kaki/1.017 m 22 Sumber (tanpa konversi): Global Measured Extremes of Temperature and Precipitation .870 mm 30 kaki/9. Kamerun 5.830 in/46.994 mm Lloró. India 1. Jumlah ini lebih banyak daripada curah hujan di berbagai kota di dunia dalam satu tahun. British Columbia Crkvice.236 in/132.024 mm 12 kaki/3.050 in/102.296 mm [143] .597 kaki/1.916 mm Quibdo. India 366 in/9. India [a][d] 4.042 in/26 mm [143] Tertinggi dalam satu bulan Asia Cherrapunji.102 kaki/1.674 in/118. Queensland Henderson Lake. August 9.401 m 39 Oseania 4. Benua Rata-rata tertinggi (inci/mm) Daerah Ketinggian (kaki/m) [a][b] [c] Tahun Pencatatan Amerika Selatan Asia 5. National Climatic Data [141] Center.400 in/86. Benua Daerah Curah hujan tertinggi Referensi Curah hujan rata-rata tahunan tertinggi Asia Mawsynram.360 mm Mount Bellenden Ker. Kauai.840 mm Mount Waiʻaleʻale.

Kepulauan Karibia 15 in/381 mm [144] Lihat pula .Tertinggi dalam 24 jam Samudra Hindia Fac Fac. Pulau La Reunion 73 in/1.346 mm [143] Tertinggi dalam satu menit Amerika Utara Guadeloupe.854 mm [144] Tertinggi dalam 12 jam Samudra Hindia Belouve. Pulau La Reunion 53 in/1.

♠Curah hujan bulanan adalah jumlah curah hujan harian dalam satu bulan tertentu. Jumlah curah hujan 1 mm (milimeter) berarti air hujan yang menutupi permukaan tanah setinggi 1 mm. Di stasiun pengamat.♠Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan tahunan dibagi 12 (jumlah bulan). endapan berupa air hujan atau curah hujan.♠Curah hujan harian rata-rata jumlah curah hujan bulanan di bagi jumlah hari dalam bulan tersebut. Curah hujan diukur dalam satuan inchi atau milimeter. . Namun. curah hujan dicatat setiap hari.Subscribe to comments Post Comment Curah hujanPresentation Transcript  1. ♠Curah hujan harian adalah jumlah curah hujan yang terjadi dalam satu hari tertentu.♠Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan bulanan dalam satu tahun tertentu. hinggasebagian uap air itu mengembun pada butirdebu dalam atmosfer dan membentuk titik-titik air. Di Indonesia. HUJAN Endapan atau presipitasi didefinisikan sebagai air yang jatuh ke permukaan bumi. Jumlah curah hujan yang diukur tidak boleh menguapboleh menguap atau meresap ke dalam tanah. udara itu taksanggup lagi menahan uap air nya. Air yang jatuh ke permukaan bumi tersebut dapat berbentuk padat seperti batu es dan salju maupun berbentuk cair seperti air hujan.  3. PROSES TERJADINYA AWAN Udara yang hangat yang terdiri ataspenguapan air. A. dan asap naik ke atasatmosfer dan kemudian ber ubah menjadiudara dingin. Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar curah hujan (rain gauge). Jutaan titik air itu melayangbersama dan membentuk awan.  2. debu.

♥ . Awan ini biasanya berupa kabut saat di permukaan bumi.kapas yang bewarna putih atau abu-abu. AWAN ALTOKUMULUS 7. o awan rendah    9. Biasanya awan ini muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam. Menurut komisi cuaca internasional. matahari itu pun tak terlihat.5. berpotensi salju Awan tinggi4. suhu mencapai -24 derajat celcius. Awan stratus 11. lembut dan berserat . Awan stratokumulus 10. Biasanya awan ini muncul bersamaan sirus dan sirostratus.000 KAKI♪ Altokumulus Lapisan awan yang cukup luas seperti kumpulan kapas. ☺ nimbostratus Awan tebal bewarna abu-abu gelap tanpa bentuk tertentu dan terlihat basah. maka tidak akan menimbulkan bayangan. Tidak menimbulkan hujan.bentuk awan dibagi atas 4 kelompok. Lapisan ini terdiri atas tetes air yang suatu saat bisa berubah menjadi kristal es. o AWAN SEDANG    6. Jika awan ini terkena sinar matahari atau bulan. sirus Awan yang mengkilat. Terdiri atas tetes awan dan tetes hujan ☺ stratus Awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata. yaitu:  2-6 KM ATAU 20.8.♪ Altostratus Awan berlapis-lapis yang tembus cahaya hingga mtahari masih tetap tampak. o awan dengan perkembanganvertikal ♥ kumulus Awan yang bergumpal bewarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari. sikromulus Awan yang kelihatan berkeping-keping atau bersekat-sekat.8 .000 kaki ☺ stratokumulus Awan yang bewarna abu-abu yang bergumpal-gumpal lembut dan nampak berbaris teratur. Biasanya muncul saat matahari terbit atau matahari terbenam. dan mirip es. Ketika awan ini menutupi matahari. 6-12 km. Jika terkena sinar matahari akan menimbulkan bayangan di tanah. Awan altostratus 0.  sirostratus Awan yang bewarna putih tipis dan tampak seperti terlihat sangat halus.2 km atau 7.

  12.delapan-an dari langit yang tertutupi awan. Per-awananPerawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan dapat dinyatakan dalam persen. namun secara umum dinyatakan dalam per. Sebagai contoh: .13. Perawanan = 0 (= 0/8) berarti tidak ada awan yang menutupi langit atau cerah. Perawanan = 4/8 (=1/2) berarti separuh langit tertutup oleh awan.Kumulonimbus Awan besar yang berpotensi hujan tiba-tiba karena mengandung tetes hujan yang besar. Awan kumulus Perawanan = 8/8 (= 1) berarti langit seluruhnya tertutupi oleh awan.

aliran permukaan. evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai. 1995). dan gejolak aliran permukaan menentukan kemampuannya dalam menimbulkan erosi. 18 Desember 2012 Aliran Permukaan. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume. evaporasi dan infiltrasi. 1991). aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. dalam hal ini tanah telah jenuh air. evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Pengertian aliran permukaan. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling . Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. Evaporasi dan Infiltrasi Pada artikel sebelumnya. Menurut Arsyad (2010). yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan. laju atau kecepatan. Beranda Selasa. Secara sederhana. Besaran aliran permukaan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) (Hridjaja dkk. proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. Evaporasi Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). danau dan lautan (Asdak. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan.

Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Siklus air terjadi terus menerus. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.energi panas . Karena pengaruh suhu. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan. Dari siklus hidrologi. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera.03 . hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . (wikipedia) Infiltrasi Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. danau. embun dan sumber air lainnya.bertukar energi dalam berbagai derajat.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Diposkan oleh APRAK di 17. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah.

Aliran air tanah Aliran Permukaan (surface flow) adalah bagian dari air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas permukaan tanah.aliran sungai perennika adalah aliran dasar yang beraal datri aliran air tanah.sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik yang masih mempunyai hutan lebat.Aliran antara terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi di bawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akhirnya menuju sungai atau langsung ke laut. Komponen-komponen Limpasan: Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber : 1. 2011 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Limpasan adalah apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas infiltrasi. JANUARI 15.Limpasan Permukaan (Runoff) SABTU.Sungai Intermitten : sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe di atas.Sungai Ephemeral adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi.debit puncak.selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah Beberapa variable yang ditinjau dalam analisis banjir adalah volme banjir. Dalam analisis hidrologi aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan menjadi satu yang disebut aliran langsung. Sungai Perennial : sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun.sedangkan aliran tanah disebut aliran tak langsung. Aliran antara (interflow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi di bawah permukaan tanah. 2.Permukaan air tanah selalu berada di bawah dasar sungai. Aliran permukaan disebut juga aliran langsung (direct runoff).setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan mengisi cekungan-cekungan pada permukaan tanah. Tipe Sungai: 1.sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir.Pada suatu periode tertentu bersifat sungai perennial dan pada waktu tertentu bersifat sebgai sungai ephemal.Setelah cekungancekungan tersebut penuh. Aliran permukaan 2.lama genangan dan kecepatan aliran. Bentuk umum dari hubungan antara hujan dan limpasan adalah : Q = b (P-Pa) Dimana: .tinggi genangan.Aliran permukaan dapat terkonsentrasi menuju sungai dalam waktu singkat. aliran antara 3.sehingga sungai tidak menerima aliran iar tanah yang berarti tidak mempunyai aliran dasar (base flow) contoh di : nusa tenggara 3.

. Apabila durasi hujan lebih kecil dari waktu konsentrasi.sehingga debit aliran berkurang secara berangsur-angsur sampai akhirnya kembali nol.intensitas hujan akan lebih tinggi. Waktu monsentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan.Semua air hujan yang jatuh di DAS telah terkonsentrasi di titik control. Konsentrasi aliran di suatu DAS dapat dibedakan menjadi 3 tipe tanggapan DAS · Tipe Pertama terjadi apabila durasi hujan efektif sama dengan waktu konsentrasi.dan debit maksimum tercapai setelah waktu aliran sama dengan waktu konsentrasi.Tipe tanggapan seperti ini disebut aliran subkonsentrasi.Setelah hjan berhenti.tataguna lahan. Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh didalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau.Q : kedalaman limpasan P : kedalaman hujan Pa: kedalaman hujan dibawah nilai tersebut tidak terjadi limpasan b : Kemiringan garis Konsentrasi Aliran Air hujan yang jatuh diseluruh daerah tangkapan akan terkonsentrasi (mengalir menuju) suatu titik kontrol.sehingga debit aliran menvapai maksimum.Waktu resesi sama dengan waktu konsentrasi.Pada keadaan ini debit aliran di titik control tidak mencapai nilai maksimum. Pada keadaan ini aliran terkonsentrasi pada titik control. Dan hidrograf berbentuk segitiga. Tipe tanggapan DAS seperti ini diesebut aliran terkonsentrasi. · Tipe kedua terjadi apabila durasi hujan efektif lebih lama daripada waktu konsentrasi..aliran berkurang sampai akhirnya menjadi nol.Pada saat itu hujan berhenti dan aliran berikutnya di titik control tidak lagi aliran dari seluruh DAS.Tipa anggapan DAS seperi ini disebut aliran superkonsentrasi. · Tipe ketiga terjadi apabila durasi hujan efektif lebih pendek daripada waktu konsentrasi.jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau.

sungai adalah merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah. tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. Pada intinya bahwa sungai tersebut mengalir pada lembah yang terbentuk secara alami. Curah hujan yang tinggi. Lembah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk permukaan bumi yang negative. Disamping itu. terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir sebagai aliran permukaan menuju daerah-daerah yang lebih rendah yang dinamakan sungai. Air yangbisa berasal dari air hujan mata air. kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan. tetapi merupakan akumulasi air. pelarutan dan sebagainya. Morfologi hasil pengikisan ataupun pengendapan sungai pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan yang terjadi berkaitan dengan air mengalir. Sebagai contoh.pada umumnya menjadi sumber dari air sungai. Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai. dan pencairan es dan salju.. Kegiatan Aliran Air Permukaan dan Air Tanah Air hujan yang jatuh kepermukaan bumi sebagian mengalami transpirasi dan ada yang mengalir sebagai aliran air permukaan (run off). Jadi. erosi. sehingga aliran air yang terdapat pada saluran buatan seperti saluran irigasi tidak bisa dinamakan sungai. akibatnya aliran air tersebut membawa muatan sedimen serta membentuk bentuk n lahan (landform) baik berupa hasil pengikisan maupun hasil pengendapan. juga hasil dari es yang mencair didaerah lingtang menengah-tinggi ataupun pada daerah pegunungan tinggi didaerah tropis. hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat. Air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir menuju daerah yang lebih rendah. air tanah. Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakanretakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal. dan hasil mencairnya es terkadang melakukan erosi. Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi. serta ada pula yang meresap kedalam tanah. b. 1939: 158) adalah sebagai berikut : a. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai. sungaisungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat. Air sungai dapat bersumber dari air hujan. merupakan hasil pengikisan oleh air proses mengalir ataupun terjadi karena faktor dan proses endogen seperti adanya patahann. Proses tersebut berjalan terus. Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . Bentuklahan-bentuklahan yang terjadi akibat dari proses ini khususnya pada daerah aliraan air/sungai. . Air hujan yang tersimpan dalam tanah-tanah yang porius kemudian muncul kepermukaan dan ada yang meresap kemudian muncul sebagai mata air. walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya. Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck.

kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat. laut. Mengangkut material. baik volume. Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut : a. system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu. erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah). mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. Perubahan ini di sebabkan karena : 1. jumlah air . Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai. Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam. Pengalirannya tidak tetap. lebar atau dalamnya lembah. Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis. erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kea rah ulu). sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. sungai mempunyai ciri yang tersendiri dan berbeda dengan massa air lain seperti danau. Erosi. Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul. pasir. Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai. dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya. dari mulai Lumpur yang halus. d. walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa. dan sebagainya. Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap. Oleh karena itu. sehingga mempercepat pengerjaan erosi. penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. mengambil bahan lepas. dan mengendapkan. bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat. maupun keadan permanen aliran yang minimum. Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. mengangkut. e. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir).c. b. daerah aliran tengah. . dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). mengangkut dan mengendapkan. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah. kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya. daerah aliran hilir. Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial. c.Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua.Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik(mengalami perubahan-perubahan). Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal.

Berdasarkan kekuatan mengerosi kea rah . General base level batas umum erosi. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang. 2. yaitu: 1. sehingga terjadi pegikisan ke arah luar dan dinding terlihat lebih tegak. Kelokan bagian luar di sebut dengan Undercut slope ( bagian dinding yang terkikis ). Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut. Bandingkan dengan sisi bagian dalam nampak lebih landai. Batas erosi ada dua jenis. Untuk itu. local base level atau batas erosi local berupa danau atau penghalang berupa batuan keras yang terdapat pada bagian aliran tengah atau bagian hulu. struktur pelapisan ( kedudukan lapisan yang hamper tegak.2. Erosi vertical mulai melembah bahkan terhenti bila mendekati batas erosi umum. namun sebenarnya bentuk ini tidak lah tepat benar. namun erosi secara vertikal pada suatu lembah tidak terjadi secara terus menerus. sehingga makin ke arah pinggir makin dangkal. Hal ini disebabkan karena sudah mencapai batas vertikal atau base level. terutama paa sisi luar merupakan aliran dengan tekanan yang paling besar.Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral.Penampang Melintang Penampang melintang suatu lembanh aliran sungai ada yang berbentuk V dan ada pula uang berbentuk U. Timur Keterangan A= Undercut slope = arah kekuatan erosi dan B= Slip of slope tebing/dinding lembah lebih tejal Gambar 3-2.Penampang lembah Dalam membicarakan penampang dalam suatu lembah. 2.2. 2. Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara. akan di sajikan secara satu persatu.1. karena setiaplembah jarang sekali memiliki menpunyai sisi lereng yang simetris. Hal ini di sebabkan karena air yang menglir pada lekukan meander tersebut. muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar. 2. Berikut ini di kemukakan mengenai beberapa contoh penampang melintang suatu lembah dengan berbagai bentuk di sajikan dalam Gambar 3-2 dan Gambar 3-3. Hal ini tergantung pada material batunya seperti resisten tidaknya batuan.yang di sajikan adalah penampang melintang dan penampang melintang. sedangkan sisi bagian dalam kelokan merupakan slip of slope (bagian sisi yang terendapi material). Penampang Melintang pada lekuknan meander Pada sisi luar lekukan meander lebih curam di bandingkan dengan pada lereng di bagian dalam. Berkaitan dengan adanya erosi yang terjadi pada suatu lembah. batas ini berupa permukana laut yang berlaku untuk umum untuk setiap aliran sungai. sebab pada stadium tertentu akan terhenti.

Penampang melintang pada struktur berlpis miring Dari gambar di atas dapat di jelaskan bahwa lereng yang lapisannya miring pada tepi lembah bagian barat tamapak lebih curam di bandingkan dengan lereng pada sisi sebelah timur. Faktor suhu menjadi pemicu untuk mempercepat pelapukan. Untuk mengatasi pelebaran dan perubahan aliran.dinding kelikan. d. Hal ini di sebabkan karena pengikisan terjadi pada lapisan yang memng sudah miring dan lapisan tersebut kurang resisten dibandingkan dengan lapisan yang ada pada tebing disebelah barat. penutupan lahan berupa vegetasi dapat berfungsi menahan aliran permukaan. Faktor aliran sungai juga mempengaruhi terhadap bentuk penampang melintang suatu lembah. Perbedaan kecepatan aliran dipengaruhi oleh : Kelurusan sungai. akhirnya air yang dialirkan juga lebih sedikit.2. Hal lain yang menyebabkan tidak semetrisnya penampang melintang pada suatu lembah adalah disebabkan adanya penyinaran yang tidak sama intensifnya. Adapun gambarnya seperti berikut : Timur Gambar 3-3. karena aliran sungai tidak sama kecepatannya disemua tempat pada penampang melintang suatu lembah. dimana setelah terjadi hujan air dialirkan secara keseluruhan tau terhenti pada sebuah ledok atau cekungan. Relief dan kemiringan lereng menentukan kecepatan aliran. sebaliknya lahan di bagian timur aliran luasnya bisa bertambah kea rah barat. maka pada sisi bagian barat sebaliknya di buat pengaman misalnya di pasang batu bronjong (batu yang di taruh dlam kawat teranyam dan tersusun) untuk menahan kuat arus. c. 2. Hanya saja pada penampang memanjang menunujukan profil suatu lembah atau sungai dari hulu ke hilir dengan memperhatikan tempat-tempet yang mempunyai ketinggian yang sama. Faktor geologis juga berpengaruh terhadap lereng yang memiliki penampang melintang yang tidak simetris. Oleh a. Vegetasi. menyangkut pada material batuan apakah material batuan porius atau tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap kedalam tanah atau batuan. Faktor geologis. maka jelas lahan yang ada di bagian barat aliran makin lama makin terkkikis habis. . b.pada sungai yang lurus cenderung memiliki aliran yang lebih cepat. sehinnga jumlah air yang tertampung dan terakumulasi pada sebuah sungai menjadi lebih sedikit dan terakumulasi lebih lama. Penampang Memanjang Lembah Penampang memanjang lembah pada dasarnya sama dengan penampang melintang. Selanjutnya disajikan pula penampang melintang yang terdapat pada daerah dengan struktur berlapis miring.2.

.karena itu penampang memanjang merupakan grafik tentang ketinggian suatu tempat sepanjang alur lembah kesungai dari hulu kehilir.

Limpasan permukaan (surface run off) merupakana air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan lahan akan masuk kepatir – parit dan selokan – selokan yang kemudian bergabung menjadi anak sungai dan akirnya menjadi aliran sungai. Untuk debit rendah dapat dilakukan dengan metode regresi. Didaerah pegunungan( bagian hulu DAS) limpasan permukaan dapat masuk kesungai dengan cepat. atau di DAS kecil kenaikan debit banjir dapat terjadi dengan cepat. Limpasan dinyatakan dalam volume atau debit. Limpasan permukaan (surface run off) merupakan komponen aliran yang besarannya adalah hujan dikurangi besaran infiltrasi. Besaran hujan yang jatuh kepermukaan tanah. dsb). pada sungai – sungai besar kenaikan debit terjadi lambat untuk mencapai debit puncak. Mock. Gmana I. 2. Satuan volume limpasan adalah meter kubik. yang dapat menyebabkan debit sungai meningkat. debit satuannya volume ersatuan waktu yang melalui suatu luasan tertentu (m3/detik) Komponen – komponen limpasan Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber yaitu : 1. merupakan besaran hujan yang juga bervariasi. Aliran permukaaan Aliran antara Aliran air tanah Aliran permukaan (surface flow) adalah air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan tanah.Limpasan Hidrograf Acep Suhendra. karena dipengaruhi juga oleh besar kehilangan air hujan akibat pepohonan (vegetal cover). Nakayasu. Dengan mengetahui data debit dan data hujan distasiun – stasiun penakar hujan yang berpengaruh pada DAS yang ditinjau. 3. Interception. hidrograf. Pengalih ragaman dari data hujan menjadi debit aliran dapat dibedakan untuk debit banjir dan debit rendah (kekeringan). yang disebut juga aliran langsung ( direct flow). aliran permukaan . hidrograf satuan sintetis ( Snyder. Variabiltas limpasan sangat tergantung dari variabilitas komponen aliran dasar (baseflow/ groundwater flow). Apabila debit sungai lebih besar dari kapasitas sungai maka akan terjadi luapan pada tebing sungai sehingga terjadi banjir. ditambah dengan stemflow dan troughtfall. DiDAS bagian hulu dimana kemiringan lahan dan kemiringan sungai besar. Untuk debit banjir pengalih ragaman dapat dilakukan dengan menggunakan metode rasional. maka dapat dicari hubungan antar hujan yang jatuh dan debit aliran yang terjadi. Tangki dsb.

Dengan demikian di sungai hanya terdapat aliran pada saat terjadi hujan saja dan aliran hanya terdiri dari komponen saja yaitu lipasan permukaan dan mungkin aliran antara. Permukaan air tanah selalu berada dibawah dasar sungai. Perkiraan Limpasan Perkiraan limpasan tergantung dari beberapa hal 1. 1. yang menyangkut tentang ketelitian rincian. Yaitu sungai yang keadaan akifer lebih buruk. 4. struktur dari cara – cara penyelesaiaan. Sungai EPHEMERAL adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi.dapat terkonsentrsi menuju sungai dengan cepat. ketelitian. Sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik. sehingga memilki laju infiltrasi yang berbeda. b. sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. Meskipun teori Horton sangat sederhana . Kemampuan. 2. masih dapat mem berikan sumbangan aliran dasar kesungai( sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun). misalnya masih berhutan lebat. dalam proses alami yang terjadi dapat menjadi sangat komplek yang disebabakan karena : a. dan apabila laju intensitas hujan lebih kecil dibandingkan laju infiltasi. sehingga sungai tidak menerima aliran air tanah. . Sungai INTERMITTEN adalah sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe diatas. Pada saat musim penghujan muka air tanah naik sampai diatas dasar sungai sehingga pada saat tidak ada hujan masih terdapat aliran yang berasal dari dari aliran dasar.1988) limpasan permukaan merupakan bagian dari hujan yang tidak terserap tanah oleh infiltrasi. Maka limpasan langsung dapat apabila intensitas hujan lebih tinggi dari laju infiltrasi. sungai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. 2. yang berarti tidak mempunyai aliran dasar. Sungai ‘PARENNIAL’ yaitu sungai – sungai yan kondisi akifernya sedemikian sehingga baik selama musim hujan ataupun musim kemarau. Sifat dan tujuan perancangan secara umum. Aliran antra (inter flow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi dibawah permukaan tanah. maka tidak terjadi limpasan langsung. atau model yang tersedia Kualitas dan kuantitas yang tersedia Ketersedaan tenaga ahli yang terkait informasi yang diperlukan Menurut teori Horton (Hortonian Overland Flow) (Chow et al. 3. Memperhatikan berbagai jenis fluktuasi debit di sungai.elevasi muka air tanah berubah dengan musim. yang terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah yang akirnya masuk kesungai Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi dibawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akirnya menuju kesungai atau langsung kelaut. 3. Pada musim kemarau muka air tanah turun sampai dibawah dasar sungai sehingga disungai tidak ada aliran. sehingga pada saat musim kemarau tidak dapat memberikan sumbangan aliran dasar kedalam aliran sungai. Hujan tidak merata diseluruh DAS Permukaan DAS memiliki tata guna lahan yang berbeda – beda .

Cara ini dapat dilakukan bila terdapat data hujan (jamjaman/hyterograph) dan data aliran (hydrograph). Andaikan kehilangan air mengikuti lengkung infiltrasi teoritik dengan persamaan . DAS disebut kecil apabila distribusi hujan dapat dianggap seragam dalam ruang dan waktu. Waktu kosentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan. jika luas DAS kurang dari 2. 1. cara ini digunakan dalam rumus rasional.Dalam analisa. Metode/ Cara Rasional Banyak digunakan untuk memperkirakan debit puncak yang ditimbulkan hujan deras pada daerah tangkapan (DAS) kecil. Cara Rasional bertujuan untuk memperkirakan debit puncak dengan persamaan : Dimana: Q C I A = debit puncak (m3/det) = koefisien limpasan (runoff coefficient) (tabel) = intensitas hujan (mm/jam) = luas DAS (km2) Tabel 1. 7% C 0.20 0. cara ini dilakukan dengan andaian kehilangan tetap sebagai indek  (phi indek). koefisien limpasan berlaku pada periode tertentu. 3.13 – 0. biasanya durasi hujan melebihi waktu kosentrasi.10 0.2% Tanah pasir. 4.10 – 0. Biasanya prosedur ini diikuti dengan andaikan kehilangan air tetap seperti yang disebutkan pada no. sedang. perlakuan terhadap kehilangan air akibat infiltrasi untuk memperkiraakan limpasan permukaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda – beda.15 – 0. jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. Andaikan bahwa kehilangan air akibat infiltrasi sebagai kehilangan tetap( constanloss). Koefisien limpasan ( C ) Tipe daerah aliran Rerumputan Tanah pasir. tataguna lahan. Koefisien limpasan ditakrifkan sebagai perbandingan antara limpasan total dengan hujan penyebabnya.17 . 2.jaman yang menimbulkan hidrograp yang bersangkutan. kehilangan awal bervariasi dan didekati dengan berbagai besaran dan alasan tertentu. datar. Waktu kosentrasi ( tc/ time of concentration ) adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh dalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau. 2.15 0. Kehilangan air akibat infiltrasi ini dilakukan dengan cara coba – coba untuk dikuraangkan dari data hujan jam. 2 – 7% Tanah pasir curam.5 km2 dianggap sebagai DAS kecil. Andaikan adanya sejumlah kehilangan awal (initial loss) sebelum terjadinya limpasan.05 – 0. Andaikan bila kehilangan air merupakan presentasi (%) tetap dari hujan yang bersangkutan.

95 Debit maksimum suatu DAS dapat dicapai pada saat seluruh bagian DAS telah memberikan konstribusinya.90 0.95 0.02 .75 0.10 – 0.35 0. Hali ini berarti air hujan yang jatuh ditempat dalam DAS yang terjauh dari titik control(titik yang ditinjau/stasiun hidrometri) telah sampai dititik tersebut. 7% Perdagangan Daerah kota lama Daerah pinggiran Perumahan Daerah single family Multi unit terpisah Multi unit tertutup Suburban Daerah apartemen Industry Daerah ringan Daerah berat Taman.50 – 0.16 – 0.25 – 0. datar.30 – 0.85 0.35 0. kuburan Tempat bermain Halaman kereta api Daerah tidak dikerjakan Jalan : beraspal Beton Batu atap 0.70 0.60 0.80 0.20 – 0. sedang 2-7% Tanah gemuk curam.50 0.22 0.80 -0.75 – 0.70 – 0.10 -0.70 0. 2% Tanah gemuk.40 – 0.40 0.50 – 0.20 – 0.75 – 0.50 – 0.60 – 0.40 0.95 0.30 0.70 – 0.95 0.25 0.25 – 0.tetapi pada dasarnya dapat ditetapkan dengan persamaan KIRPICCH . Penetapan waktu kosentrasi tidak terlalu mudah.Tanah gemuk.60 – 0.Waktu kosentrasi untuk lahan pertanian kecil dengan luas daerah tangkapan kurang 80 hektar (Kirpicch) Tabel 2. Nilai koefisien kekasaran Tata guna lahan Kedap air n 0.

lama. Ada 2 cara memisahkan kedua tipe aliran tersebut . tampungan permukaan tergantung dari intensitas.6 0. dan debit aliran.2 0. dan frekuensi hujan tergantung dari tungkat difusi limpasan (cekungan). infiltrasi. Koefisien limpasan secara umum ditakrifkan sebagai perbandingan antara debit puncak dengan intensitas hujan atau perbandingan antara debit puncak terhitung (calculated peak) dengan debit puncak maksimum yang dapat terjadi (maksimum possible runoff). sampai dimana waktu sisi turun berakhir Akhir dari sisi turun ditentukan dengan perkiraan Volume hidrograf diperoleh dengan mengintegralkan debit alitran dari waktu nol sampai waktu dasar Pemisahan Hidrograf Hitungan hidrograf satuan hanya dilakukkan terhadap komponen limpasan permukaan. karena: a.Timbunan tanah Tanaman pangan/tegalan dengan sedikit rerumputan pada tanah gundul yang kasar dan lunak Padang rumput Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan dedaunan Hutan dan sejumlah semak belukar 0. puncak hidrograf menggambarkan debit maksimum.oleh karena itu perlu memisahkan hidrograf terukur menjadi limpasan langsung dan aliran dasar.4 0. penguapan(catchment loss/catchment abstraction) HIDROGRAF Adalah kurva yang member hubungan antara parameter aliran dan waktu. aliran permukaan aliran antara aliran air tanah bentuk hidrograf waktu nol (zero time) menunjukkan awal hidrograf. terkait dengan kehilangan air akibat intersepsi. kedalaman aliran (elevas). c. b. c. b. Parameternya antara lain .1 0. kerenaa penetapan besaran koefisien ini menentukan tepat atau tidaknya persamaan ini digunakan dalam suatu DAS tertentu. Pemilihan koesfisien ini sangat sulit.8 Koefisien limpasan merupakan koefisien yang menentukan dalam persamaan rasional. Komponen hidrograf a. Waktu capai puncak (time to peak) adalah waktu yang diukur dari nol sampai waktu tejadinya debit puncak Sisi naik (rising limb) adalah antara waktu nol dan waktu capai puncak Sisi turun ( recession limb) adalah bagian hidrograf yang menurun antara waktu capai puncak dan waktu dasar Waktu dasar (time base) adalah waktu yang diukur dari waktu no.

52 32.00 15 feb 03 13. phi() indek dan histogram hujan efektif Hari/tanggal – jam 8.43 32.094 0. maka tarik garis horizontal dari titik A 2.00 10.54 19. 3.153 6.59 35. cara paling sederhana dengan menarik garis lurus dari titik dimana aliran langsung mulai terjadi (A) sampai akir dari aliran langsung (B).00 12. Histogram hujan efektif diperoleh dengan mengurangkan kehilangan air terhadap histogram hujan total.48 km2 mempunyai data hujan dan debit yang terjadi pada tanggal 15 -16 februari 2003 seperti pada tabel 1 Hitung hidrograf aliran langsung. Contoh soal Das cemoro dengan luas 13. Salah satu cara dengan menggunakan phi indeks.161 11.1. apabila titik B tidak diketahui. Hujan efektif = hujan total yang jatuh dipermukaan tanah dikurangi kehilangan air.40 Debit (m3/det) 0.094 0.73 35.31 17.559 25. tampungan permukaan dan penguapan. hubungkan titik A dengan garis lurus atau kurva sembarang Hujan efaktif dan Aliran Langsung hujan efaktif (effective rainfall) atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari hujan yang menjadi aliran langsung disungai.247 8. Nilai phi()index adalah laju kehilangan air rerata yang disebabkan oleh infiltrasi. dari titik C ditarik garis lurus kettik D yang berada pada sisi turun yang berjarak N hari sesudah puncak.061 17.00 16.00 14. Hujan yang jatuh dipermukaan tanah merupakan fungsi waktu yang dinyatakan dalam bentuk histogram.00 9.00 15.203 . Untuk mendapatkan hujan efektif perlu dicari besarnya kehilangan air. membuat garis yang merupakan perpanjangan /kelanjutan dari aliran dasar sampai titk C yang berada dibawah puncak hidrograf. menarik kurva resesi kebelakang yang berawal dari titk akhir aliran langsung (B) sampai titik E dibawah titik balik.00 17.00 36.094 0.523 Hujan (mm) 4.00 11.

90 5.841 1.73 .59 .43 mm adalah salah.215 0.066 2.9<< 17.841 0.08 Karena hasilnya labih besar dari perkiraan awal. berarti anggapan  < 4.251 0.094 m3/det.43< < 4.00 23. maka diperoleh : Permisalah masih salah .89 Permisalahan masih salah.) + (19.18. maka diperoleh .00 20.00 22. ) + ( 4.43 .52 . 3.00 04.) + (32.00 19.232 0.9 mm.76  = 19. maka diperoleh  = 23.00 02. dilakukan anggapan baru yaitu 4.251 0.232 0.00 21.93.) + ( 17. dimisalkan 17.31 . 4.9 .251 0.00 Penyelesaian : 1.441 1.215 Perkiraan aliran dasar.54 . 2.) + (36.4 .73.232 0.00 16 feb 03 03. dengam memperhatikan kolom 3 dapat diketahui aliran dasar Qbf = Hitng hidrograf limpasan langsung yang diperoleh dengan mengurangkan aliran dasar Hitung volume dan kedalaman limpasan langsung .volume limpasan langsung adalah 0.680. Memperkirakan kehilangan air (phi indek) dengan cara berikut Dianggap phi indeks < 4.4 m3 Kedalaman limpasan adalah = volume limps dibagi luas DAS 4. dimisalkan 4.00 05.189 x 3600 = 414.00 24.) + (35.73< < 19.) + (32.00 01. ) = 30. dianggap aliran dasar adalah konstan terhadap hidrograf kolom 3 dan hasilnya pada kolom 4) jumlah dari limpasan langsung (kolom 4) dikalikan dengan interval waktu yaitu 1 jam (3600 detik) V limp = 115.43 mm (hujan terkecil) maka : (4.

lebihan dengan kedalaman limpasan langsung yaitu sebesar 30.93<< 32. = 25.57 mm 5.76 mm….4 maka  = 26.. dimisalkan 19.57 mm terhadap Untuk mengecek hitungan benar dilakukan dengan membandingkan nilai jumlah hujan kolom 2 dan haslnya pada kolom 5 . Menghitung histogram hujan efektif yaitu dengan mengurangkan  = 26. Thanks’…. .57 Dengan anggapan 19.93<< 32.12 Permisalahan masih salah.4 mm adalah benar maka  = 26. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful