Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi

dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya
Home › Sains › IPA on 13 Juni 2012 | 9 Comments

(Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya) – Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan. Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi. Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum. Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

    

Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas. Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun. Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi. Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju. Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan.dpuf . yaitu sebagai berikut:    Siklus pedek.See more at: http://www. kemudian terbentuk awan. Siklus sedang.diwarta.1svhfz0y. kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan. yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut. . Siklus panjang. kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut.com/pengertian-siklus-hidrologi-dan-penyebabterjadinya/839/#sthash.Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut.

sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuhtumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. 30 Januari 2013 | 19. hingga menuju ke laut ( surface run off ). Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut. Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] Written By M Mustafa on Rabu. Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. air mengalami banyak interupsi. selokan. dari atmosfer ke tanah. terus kembali ke laut. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 1. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar.Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi. tetapi kemudian menguap atau sebaliknya. Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. ada juga yang sementara tersimpan di danau. sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang. . terus kembali ke laut melengkapi siklus air. ke daratan atau langsung ke laut. dan sebagainya (surface detention). Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] . sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai.11 Blogger Bodoh . Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam. Curahan (precipitation) turun ke bawah. sungai.

lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegununganpegunungan yang tinggi. Siklus Panjang : Air laut menguap. 3. setelah menjadi awan melalui proses kondensasi. Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : * Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsung * Transpirasi: penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan * Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusia * Evapotranspirasi: perpaduan evaporasi dan transpirasi . Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air. mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut.2. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah.

* Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan * Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air. hujan es. sungai. hingga menuju ke laut. hujan salju * Infiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah * Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater * Run off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. Siklus hidrologi digambarkan secara leng .

Air berevaporasi. evaporasi dan transpirasi. presipitasi. salju. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. hujan gerimis atau kabut. hujan es dan salju (sleet).Siklus Hidrologi Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. hujan batu. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: . Setelah mencapai tanah.

dan evaporasi-kembali. di tanaman. Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau.Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. maka aliran permukaan semakin besar. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. yang berubah adalah wujud dan tempatnya.  Air permukaan. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. salju. presipitasi. hujan. di daratan. di sungai. rawa). Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. dan lain-lain). Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. batuan gundul. permukaan tanah. permukaan air dan saluransaluran sungai (presipitasi saluran).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. dsb. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat . dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. es. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. waduk. jatuh ke atas vegetasi. kondensasi untuk membentuk awan. hujan batu es. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).

suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. daur hidrologi dapat berupa daur pendek. aliran air menjadi turbulen (deras). Kemudian. danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. misalnya hujan yang jatuh di laut. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. Selanjutnya. . formasi-formasi geologi. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer.(zone) jenuh di bawah muka air tanah. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Akhirnya. Siklus Hidrologi Karakteristik siklus Hidrologi : Pertama. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi.

Penjelasan gambar siklus Hidrologi : Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari. sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap. Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”. Keempat. Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan. namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi. Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas. tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. hujan salju dan sebagainya. sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. air sungai. Ketiga. . Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”.Kedua. berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks. Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman(transpirasi). penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai“soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah. intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasibaik itu berupa hujan. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti.

Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua. hujan jatuh di daratan menjadi air darat. danau dan sungai yang disebut evaporasi. Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. Jenis siklus hidrologi ada tiga macam. selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi. karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi. Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah. gletser. Siklus sedang. terjadi kondensasi. Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi. Air yang ada di permukaan Bumi. sungai. yaitu air laut menguap. yaitu perairan daratan dan perairan laut. Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat. Siklus pendek. 2. Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air). Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut. gletser. air sungai. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. lautan dan waduk. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut. serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan. misalnya air danau. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air. terjadi kondensasi. uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. rawa-rawa.tetapi dapat mengalami perubahan. selanjutnya kembali ke laut. danau dan rawa. yaitu : 1.PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI Posted on 07. .57 by Muhammad Rizal Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. yaitu air laut menguap.

mengalir ke sungai. selanjutnya kembali ke laut. terbentuk gletser.html#ixzz2XzRR6gFA . jatuh sebagai salju. Sumber : http://www. terjadi kondensasi. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi.org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi. Siklus panjang.3.winapedia. yaitu air laut menguap.

SIKLUS HIDROLOGI Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. dsb. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. Air permukaan. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir . Setelah mencapai tanah. di sungai. salju.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. maka aliran permukaan semakin besar. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. waduk. es. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. hujan es dan salju (sleet).  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. di daratan. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. hujan gerimis atau kabut. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. hujan batu. salju. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Air berevaporasi. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. di tanaman. presipitasi. evaporasi dan transpirasi. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. rawa).

Presipitasi dalam segala bentuk (salju. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer.htm SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. Akhirnya.lablink. Kemudian. hujan. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. Sumber: http://www. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi.id/Hidro/Siklus/air-siklus. dan evaporasi-kembali. formasi-formasi geologi. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. dan lain-lain). jatuh ke atas vegetasi.or. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. presipitasi. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. aliran air menjadi turbulen (deras). Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. permukaan tanah. . batuan gundul. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi.ke laut. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah. kondensasi untuk membentuk awan. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. hujan batu es.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. Selanjutnya.

―Ekses yang ditimbulkan adalah berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah yang berarti bahwa simpanan air di dalam tanah juga akan berkurang. 1987) Gangguan Siklus Hidrologi Picu Banjir dan Kekeringan Kapanlagi. ―Kontribusi terbesar aliran sungai pada musim kemarau sebenarnya dari mata air. karena sebagian besar air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dialirkan sebagai ―air larian‖ yang akan terbuang percuma ke laut.‖ . Ia menduga banjir disebabkan menurunnya kapasitas saluran atau sungai akibat proses sedimentasi. kata pakar air Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Budi Santosa.‖ katanya.com – Gangguan siklus hidrologi mengakibatkan banjir dan kekeringan. tetapi pada musim kemarau debit aliran air sungai sangat kecil bahkan kering sama sekali. Ia menjelaskan pada musim hujan debit aliran air sungai sangat besar bahkan terlalu besar. Idealnya fluktuasi aliran sungai tidak terlalu besar atau hampir seragam. Gangguan seperti ini bisa dilihat pada karakteristik sungai yang memiliki fluktuasi aliran cukup besar.SIKLUS HIDROLOGI (SUMBER : SOEMARTO. Aliran air sungai pada musim kemarau berasal dari air di dalam tanah yang keluar dari mata air. karena air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah menjadi ―air larian‖. ―Beban yang harus diterima saluran atau sungai di hilir menjadi lebih besar. buangan sampah atau bangunan air yang menghambat aliran. Banjir yang terjadi di musim penghujan.‖ katanya.

Banjir dan kekerangan disertai pencemaran di beberapa bagian sungai merupakan gambaran suatu krisis air yang sedang dan akan dihadapi pada masa mendatang.com. Usaha mengatasi masalah banjir dan kekeringan adalah meningkatkan besaran resapan air ke dalam tanah yang antara lain bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian hutan dan menghambat laju ―air larian‖ melalui pembuatan sumur resapan. ―Air hujan sebelum masuk ke saluran dibelokan terlabih dahulu ke sumur resapan sehingga kesempatan air meresap ke dalam tanah menjadi lebih besar. S. Kamis.‖ katanya.Pd di 19:54 .‖ kata Budi Santosa. telah menunjukan adanya kerusakan lingkungan dalam skala yang cukup luas. Banjir dan kekeringan yang sering terjadi hampir setiap tahun khususnya di Jawa Tengah. (*/tut) Sumber: Kapanlagi. 17 Februari 2005 09:29 Diposkan oleh RUDI HARTONO.―Padahal simpanan air tersebutlah yang memberikan kontribusi terhadap aliran air pada mata air dan sungai pada musim kemarau.

Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. Setelah tanah menjadi basah. yang merupakan fungsi waktu. dan sungai. Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi. Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva kapasitas infiltrasi (fp). sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air. gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah.edu) Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah. Apabila tanah kering. Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering. Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. Ketika tanah menjadi basah. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN INFILTRASI Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Sementara aliran kapiler pada lapis permukaan berkurang. yang dinyatakan dalam mm/jam. yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah. gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler.Pengertian dan Faktor Infiltrasi Oleh Duwi Santosa Rabu. gaya kapiler . laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai kondisi konstan. aliran karena pengaruh gravitasi berlanjut mengisi pori-pori tanah. Dengan terisinya pori-pori tanah. Infiltrasi (sumber : valdosta. atau secara vertikal. Selain itu. sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral. sedang laju infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan. Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. danau. di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi melalui tanah.

intensitas hujan. yang menyebabkan suatu lapisan di bawah permukaan tanah menjadi jenuh air. Apabila tebal dari lapisan jenuh air adalah L.berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi. pemadatan oleh hujan. Kurva Kapasitas Infiltrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan. kelembaban tanah. dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui sejumlah tabung kecil. tanaman penutup. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan aliran melalui pipa. yaitu kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh. Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh Perhatikan skema gambar di bawah ini ! Genangan Pada Permukaan Tanah Dalam gambar di atas. air yang tergenang di atas permukaan tanah terinfiltrasi ke dalam tanah. Kedalaman genangan di atas permukaan . dan sifat-sifat fisik tanah.

Selain itu. maka terjadi gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat. sehingga air bergerak ke bawah (infiltrasi) dengan cepat. sehingga infiltrasi berkurang. Pada awal hujan. dan mengisi pori-pori tanah. pengaruh tersebut sangat kecil. tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi pada periode awal hujan. sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. sehingga perbedaan daya kapiler berkurang. Dengan demikian terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan yang ada di bawahnya. Apabila L sangat lebih besar daripada D. sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L. dimana L adalah kecil dibanding D. Kelembaban tanah Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi. permukaannya sering terdapat butiran halus. Sejalan dengan waktu. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang berbutir halus (seperti lempung). sedang bagian bawahnya relatif masih kering. sehingga laju infiltrasi hampir konstan.tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung. Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. butiran halus tersebut terbawa masuk ke dalam tanah. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. Dengan bertambahnya waktu. permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah. Untuk tanah pasir. permukaan bawah tanah menjadi basah. Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi. perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan. Pemampatan oleh hujan Ketika hujan jatuh di atas tanah. sehingga dapat mengurangi kapasitas infiltrasi. L bertambah panjang sampai melebihi D. Ketika air jatuh pada tanah kering. sehingga air masuk ke dalam tanah dengan cepat. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi. ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan mengembang dan menutupi pori-pori tanah. Penyumbatan oleh butir halus Ketika tanah sangat kering. Tanaman penutup . butir tanah mengalami pemadatan oleh butiran air hujan. Karena adanya perbedaan tersebut.

Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah yang tanpa penutup tanaman.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi. Hidrologi Terapan. Pada lahan dengan kemiringan besar. dan juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup serangga. maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas infiltrasi. 2010. Dengan adanya tanaman penutup. Intensitas hujan Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi. Apabila intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo.galeripustaka. Topografi Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi.Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah. seperti rumput atau hutan. dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. pada lahan yang datar air menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi. aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga air kekurangan waktu infiltrasi. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat permeabel. Jika intensitas hujan I lebih kecil dari kapasitas infiltrasi. maka laju infiltrasi aktual adalah sama dengan intensitas hujan. Sebaliknya. Yogyakarta : Beta Offset advertisement Sumber : http://www. Akibatnya sebagian besar air hujan menjadi aliran permukaan.html#ixzz2XzSn5aZa . air hujan tidak dapat memampatkan tanah.

Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil. • Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. • Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari. pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan. 5. maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil. Makin besar daya infiltrasi. jalan. tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti. • Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi. Karakteristik –karakteristik hujan 2. pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain : . Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. b. Transmibilitas tanah • Banyaknya pori yang besar. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Kondisi-kondisi permukaan tanah • Tetesan hujan. • Penggolongan tanah (dengan terasering. Kondisi-kondisi penutup permukaan • Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori -pori tanah dari penyumbatan. 4. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali atau mengalir sebagai air tanah. hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi. • Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya. Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah. Aliran air tanah sangat lambat. Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap : a. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi • Suhu air mempunyai banyak pengaruh. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Dari siklus hidrologi. 3. • Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori -pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi. seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi • Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. • Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan. yang menentukan sebagian dari setruktur tanah.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui poripori tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). Proses Limpasan Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. • Urbanisasi (bangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah: 1.

a. Kadar air dalam tanah c. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh b. Tumbuh-tumbuhan e. Sifat dan jenis tanaman. Jenis permukaan tanah b Cara pengolahan lahan c. Karakteristik hujan f Kondisi-kondisi permukaan tanah Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain : a. . Kepadatan tanah d. Pemampatan oleh curah hujan d.

Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. sedangkan laju infiltrasi adalah laju infiltrasi nyata suatu jenis tanah tertentu. Infiltrasi ini pada umumnya dan yang lebih jelasnya terjadi pada saat hujan Gambar : "Hujan di FPIPS UPI" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : Ketika hujan turun ke tanah. Pengertian infiltrasi (infiltration) sering dicampur-adukkan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi (percolation) yaitu gerakan air kebawah dari zona tidak jenuh. Proses ini merupakan bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran disungai. yaitu kapasitas infiltrasi (infiltration Capaciti) dan laju infiltrasi (Infiltration rate). Gambar : "Proses Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung . Dalam kaitan ini terdapat dua pengertian tentang kuantitas infiltrasi. Karena air yang jatuh ketanah akan menyerap kedalam pori-pori tanah dengan bantuan gaya gravitasi dan gaya kapiler. yang terletak diantara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah (zona jenuh).Infiltrasi dimaksudkan sebagai proses masuknya air kepermukaan tanah. air tersebut akan mengalami suatu proses hidrologi yang disebut Infiltrasi.

dan atas). Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah 2. Media itu berupa sebuah wadah kosong yang diberi tanah sebagai replika di alam. Infiltrasi (peresapan) merupakan perjalanan air melalui permukaan tanah dan menembus masuk kedalamnya. melibatkan tiga proses yang tidak saling tergantung : 1. samping. Air hujan yang jatuh ketanah akan masuk kedalam tanah dengan adanya gaya grafitasi. tertampungnya air hujan rtersebut di dalam tanah proses mengalirnya air tersebut ketempat lain (bawah. Tanah dapat ditembusi air karena adanya celah yang tak kapilar melalui mana aliran air grafitas mengalir kebawah menuju air tanah. Proses infiltrasi yang demikian. Hal ini menyebabkan bertambahnya tahanan pada aliran grafitas di lapisan permukaan dan berkurangnya laju infiltrasi pada saat hujan meningkat. viskositas dan gaya kapilar dan disebut juga sebagai proses infiltrasi. Gambar : "Media Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : proses infiltrasi ini dapat di buktikan dengan suatu media. Dengan media itu kita dapat membuktikan terjadinya infiltrasi dengan cara menyiramkan air kedalam wadah tersebut. 3. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : .Deskripsi : Dengan gambar di atas kita dapat membuktikan bahwa air tersebut lama kelamaan akan menghilang dan tersedot kedalam tanah dikarenakan telah terjadi proses infiltrasi. dengan mengikuti suatu jalan berhambatan paling lemah. Laju infiltrasi aktrual tergantung dari karakteristik tanah dan jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah untuk membuat tanah lembab. Maka kita akan melihat sebuat fenomena infiltrasi yang ditandai dengan menyerapnya air tersebut kedalam poripori tanah. Gaya-gaya kapilar mengalihkan air grafitas secara terus menerus kedalam rongga-rongga pori kapilar. sehingga jumlah air grafitas yang melalui horizon-horizon yang lebih rendah secara berangsur-angsur berkurang.

jumlah tumbuh-tumbuhan serta lapisan yang tidak dapat ditembusi oleh air.1. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air diatas permukaan tanah 5. Air yang tertahan oleh lapisan kedap air (misalnya batu) membentuk air tanah. Tekstur dan stuktur tanah 3.Waktu dari saat hujan atau irigasi 2. Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap daya serap sukar ditentukan. yaitu : jumlah air hujan. tumbuh-tumbuhan penutup menungkatkan infiltrasi jika dibandingkan dengan tanah terbuka. Kegiatan biologi dan unsur organik. Sifat-sifat yang menentukan dan membatasi kapasitas infiltrasi adalah struktur tanah yang sebagian ditentukan oleh tekstur dan kandungan air. Meskipun demikian. jenis dan kedalaman seresah 7. . sebab :  Tumbuhan penutup menghambat aliran permukaan. 4. sehingga memberikan waktu tambahan pada air untuk memasuki tanah  Sistem akarnya membuat tanah lebih mudah dimasuki  Daun-daunnya melindungi tanah dari tumbukan oleh tetes air hujan yang jatuh dan mengurangi muatan air hujan dipermukaan tanah. porositas tanah. Persediaan air awal (kelembaban awal) atau jumlah air yang tersedia di permukaan tanah. Unsur struktur tanah yang terpenting adalah ukuran pori dan kemantapan pori. karena tumbuh-tumbuhan juga mempengaruhi intersepsi. Penghantar hidrolik 6. Tumbuhan bawah atau tajuk penutup tanah lainnya Kedalaman air yang masuk ketanah tergantung dari beberapa faktor.

permukaan air . . Tingkat infiltrasi dapat diukur menggunakan infiltrometer . Jika tingkat curah hujan melebihi laju infiltrasi. Tingkat menurun sebagai tanah menjadi jenuh. limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada beberapa penghalang fisik. United States Geological Survey .dalam ilmu tanah adalah ukuran tingkat di mana tanah mampu menyerap curah hujan atauirigasi .Infiltrasi (hidrologi) Dari Wikipedia. pinggiran kapiler . Hal ini diukur dalam inci per jam atau milimeter per jam.) Infiltrasi adalah proses di mana air di permukaan tanah memasuki tanah tingkat Infiltrasi. ensiklopedia bebas Penampang lereng bukit yang menggambarkan zona tak jenuh . Hal ini terkait dengan jenuh konduktivitas hidrolik tanah dekat permukaan. dan freatik zona atau jenuh (Sumber:.

4 Persamaan Kostiakov 4. termasuk kemudahan masuk. jenis vegetasi dan penutup. kadar air tanah . kasar berpasir tanah memiliki ruang besar antara masing-masing biji-bijian dan memungkinkan air untuk menyusup cepat. Dalam Chapparal daerah bervegetasi.5 Hukum Darcy 5 Lihat juga 6 Pranala luar 7 Referensi Pendahuluan [ sunting ] Infiltrasi diatur oleh dua kekuatan: gravitasi dan kapiler . The tekstur tanah dan struktur. Jika tanah jenuh pada saat periode pembekuan intens. dan curah hujan intensitas semuanya memainkan peran dalam mengendalikan laju infiltrasi dan kapasitas. tanah suhu . atau es . tanah bisa menjadi embun beku . Kondisi lain yang dapat menurunkan laju infiltrasi atau memblokir mereka termasuk keringsampah tanaman yang tahan kembali mengompol.1 Umum anggaran hidrologi 4. dan melonggarkan tanah melalui tindakan root.1 Proses 2 Temuan Penelitian 3 Infiltrasi dalam pengumpulan air limbah 4 metode perhitungan Infiltrasi o o o o o    4. pori-pori sangat kecil menarik air melalui aksi kapiler di samping dan bahkan melawan gaya gravitasi. Inilah sebabnya mengapa hutan daerah memiliki tingkat infiltrasi tertinggi dari setiap jenis vegetatif. dan laju transmisi melalui tanah. kapasitas penyimpanan.2 Green-Ampt 4. Sementara pori-pori yang lebih kecil memberikan perlawanan yang lebih besar untuk gravitasi. menciptakan daerah besar tanah hidrofobik . minyak hidrofobik pada daun sukulen dapat tersebar di permukaan tanah dengan api.3 persamaan Horton 4.Isi [hide]  1 Pendahuluan o    1. yang dapat menutup kesenjangan alami antara partikel tanah. Misalnya. Tingkat infiltrasi adalah dengan karakteristik tanah. Vegetasi menciptakan tanah lebih berpori oleh keduamelindungi tanah dari berdebar hujan . Lapisan atas serasah daun yang tidak terurai melindungi tanah dari aksi berdebar hujan. tanpa ini tanah dapat menjadi jauh lebih permeabel.

atau menjadi bagian dari proses limpasan permukaan. merembes ke air tanah tabel. dan hukum Darcy. Temuan penelitian [ sunting ] Robert E. Selama seluruh DAS . metode SCS. Setelah air telah menyusup tanah tetap di dalam tanah. limpasan dan aliran saluran untuk memprediksi laju aliran sungai dan sungai kualitas air .beton yang hampir tidak ada infiltrasi akan terjadi. retak atau pohon invasi akar . Tingkat maksimum bahwa air dapat memasuki tanah dalam kondisi tertentu adalah kapasitas infiltrasi. Infiltrasi dalam koleksi air limbah [ sunting ] Air limbah sistem pengumpulan terdiri dari satu set garis. Tanah Liat partikel dalam tanah bisa membengkak karena mereka menjadi basah dan dengan demikian mengurangi ukuran pori-pori. metode Horton. Jika kedatangan air di permukaan tanah kurang dari kapasitas infiltrasi. hujan dapat melepaskan partikel tanah dari permukaan dan mencuci partikel halus ke dalam pori-pori permukaan di mana mereka dapat menghambat proses infiltrasi. Sebelumnya air menyusup mengisi ruang penyimpanan yang tersedia dan mengurangi gaya kapiler mengambil air ke dalam pori-pori. Proses [ sunting ] Proses infiltrasi hanya dapat dilanjutkan jika ada ruang yang tersedia untuk tambahan air di permukaan tanah. The volume yang tersedia untuk tambahan air dalam tanah tergantung pada porositas tanah [1] dan tingkat di mana sebelumnya disusupi air dapat bergerak jauh dari permukaan melalui tanah. atau pembuangan limbah yang tidak diobati ke lingkungan. . infiltrasi / inflow dari stormwater sering terjadi. Horton (1933) [2] menyarankan bahwa kapasitas infiltrasi cepat menurun selama bagian awal dari badai dan kemudian cenderung ke arah nilai mendekati konstan setelah beberapa jam untuk sisa acara. Metode perhitungan Infiltrasi [ sunting ] Infiltrasi adalah komponen dari saldo anggaran massa umum hidrologi. kadang-kadang dianalisis menggunakanmodel transportasi hidrologi . Ada beberapa cara untuk memperkirakan volume dan / atau laju infiltrasi air ke dalam tanah a. ada kemungkinan ada kesenjangan dalam es beton atau tanah hidrofobik mana air dapat menyusup. persimpangan dan stasiun angkat untuk menyampaikan limbah ke instalasi pengolahan air limbah. model matematika yang menganggap infiltrasi. Kondisi ini dapat menyebabkan selokan meluap sanitasi . Ketika garis Herr terganggu dengan pecah. Tiga metode estimasi yang sangat baik adalah metode Green-Ampt. Di daerah di mana tanah tidak dilindungi oleh lapisan serasah hutan.

R adalah limpasan permukaan . porositas. adalah abstraksi awal. Satu-satunya catatan pada metode ini adalah salah satu harus bijaksana tentang yang variabel yang digunakan dan untuk menghilangkan. untuk ganda dapat dengan mudah ditemui. dimana yang membasahi tanah depan kepala hisap. adalah output batas. S adalah penyimpanan baik melalui retensi atau daerah penahanan . tergantung di mana seseorang memilih untuk menentukan titik keluar atau poin untuk output batas.General hidrologi anggaran [ sunting ] Umum anggaran hidrologi. R. konduktivitas hidrolik dan waktu. ET. The Green-Ampt [3] metode rekening estimasi infiltrasi untuk banyak variabel yang metode lain. E. tidak. Contoh mudah variabel penghitungan ganda adalah ketika penguapan. E adalah penguapan . ET telah termasuk di dalamnya T serta sebagian dariE. Hijau dan Ampt. bukan hanya curah hujan mentah. Ini adalah fungsi dari kepala hisap tanah. yang juga terkait dengan aliran permukaan. dimana F adalah infiltrasi. aljabar sederhana memecahkan pertanyaan infiltrasi. seperti hukum Darcy. Mengingat semua variabel lain dan infiltrasi adalah satu-satunya diketahui. Intersepsi juga perlu dipertanggungjawabkan. yang dapat diukur sebagai volume atau panjang. yang pada dasarnya adalah DAS keluaran dari berdekatan.dan transpirasi itu. ditempatkan dalam persamaan serta evapotranspirasi. T. sehubungan dengan infiltrasi F. P adalah curah hujan . ET adalah evapotranspirasi . langsung terhubung daerah tahan. dengan semua komponen. yaitu penyimpanan permukaan jangka pendek seperti genangan air atau bahkan mungkin kolam penahanan tergantung pada ukuran. adalah input batas. T adalah transpirasi . Green-Ampt [ sunting ] Dinamakan untuk dua orang. .

laju infiltrasi akan tingkat off untuk menilai . Metode lain menggunakan persamaan Horton adalah sebagai berikut. adalah konduktivitas hidrolik . Horton persamaan [3] adalah pilihan lain yang layak ketika mengukur laju infiltrasi tanah atau volume. atau lain yang sesuai konstan. Ini adalah rumus empiris yang mengatakan infiltrasi yang dimulai pada tingkat yang konstan. infiltrasi sesaat pada saat itu. F. Kepala air atau catatan pada menggunakan rumus ini adalah bahwa seseorang harus berasumsi bahwa kedalaman genangan air di atas permukaan. Persamaan Horton [ sunting ] Dinamakan sama Robert E. Setelah terintegrasi. diabaikan. . adalah laju infiltrasi awal atau laju infiltrasi maksimum. orang dapat dengan mudah memilih untuk memecahkan baik volume infiltrasi atau laju infiltrasi sesaat: Dengan model ini kita dapat menemukan volume dengan mudah dengan memecahkan untuk . Dimana adalah laju infiltrasi pada waktu t.adalah kadar air . adalah konstanta peluruhan tertentu ke dalam tanah.setelah waktu t. adalah total volume yang sudah disusupi. Hal ini dapat digunakan untuk mencari total volume infiltrasi. Setelah beberapa saat ketika tingkat kejenuhan tanah mencapai nilai tertentu. Horton disebutkan di atas. A good first menebak untuk adalah nilai yang lebih besar dari kedua atau . diukur. Namun variabel yang dipecahkan adalah dalam persamaan itu sendiri sehingga ketika memecahkan untuk yang satu ini harus mengatur variabel yang bersangkutan untuk berkumpul di nol. . adalah laju infiltrasi konstan atau keseimbangan setelah tanah telah jenuh atau laju infiltrasi minimum. . Satu-satunya . Menggunakan volume infiltrasi dari persamaan ini satu maka dapat mengganti ke dalam persamaan laju infiltrasi yang sesuai di bawah ini untuk menemukan laju . Dan menurun secara eksponensial dengan waktu.

Kostiakov persamaan [ sunting ] Dinamai setelah pendirinya Kostiakov [4] adalah persamaan empiris yang mengasumsikan bahwa penurunan tingkat asupan dari waktu ke waktu sesuai dengan fungsi kekuasaan. yang dalam beberapa kasus dapat terjadi setelah periode waktu yang singkat. [5] . Dimana dan adalah parameter empiris. Dalam kebanyakan kasus tingkat infilration bukan mendekati nilai yang tetap terbatas.Varian Kostiakov-Lewis. Keterbatasan utama dari ungkapan ini adalah ketergantungan pada tingkat asupan akhir nol. juga dikenal sebagai "Modifikasi Kostiakov" persamaan mengoreksi ini dengan menambahkan istilah asupan mantap untuk persamaan asli.

Karena pengaruh suhu. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat.energi panas . Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi [1] butiran air dan turun hujan. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . embun dan sumber air lainnya.Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Siklus air terjadi terus menerus. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. . . danau. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air.

Penguapan terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh dengan uap air. biologi dan fisika. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya) 2.  Besar kecilnya penguapan dari muka air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. penguapan semakin kecil. Temparatur . semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil 7. 5. Topografi. semakin luas semakin besar penguapannya 4.Pengertian Evaporasi PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi Adalah proses pertukaran melalui molekul air di atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara. yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah. 2. Kedalaman dan luas permukaan.  Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 1. Tekanan udara 3.Vertikal vapour transfers. kecepatan angina 6. semakin banyak unsur kimia. yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas). Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan. Sinar matahari 8.Interface evaporation. Kualitas air.

yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air. Ada beberapa konsep penting : 1. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. Potential evaporation. Transpirasi. yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun. permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benar-benar terjadi pada saat itu. tubuh air. Actual evaporation. maupun tumbuhan air pada suatu DAS 3. 6. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benarbenar terjadi pada saat itu. . 5.tubuh air. apa bila tersedia cukup air. tanah.Potential evapotranspiration.Actual evapotranspiration. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu. 2. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. Evapotranspirasi. 4. permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan).

dan sungai).unsri. permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah). Dilapangan. dan batang tanaman. yang meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut. danau. ranting. yaitu evaporasi dan transpirasi. biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yang disebut evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan. Laju evaporasi. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi (sumber : elearning. penguapan dapat dibedakan menjadi dua macam. dan permukaan tanaman (intersepsi). yang biasanya diberikan .id) Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun. dimana air tanah diserap oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan menguap menuju atmosfer.ac. Dalam hidrologi. evaporasi dari air tanah adalah kecil dan dapat diabaikan.Pengertian dan Faktor Evaporasi Oleh Duwi Santosa Rabu. sulit membedakan antara penguapan dari badan air. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan menempel pada daun dan cabang. Apabila permukaan air tanah cukup dalam. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN EVAPORASI . TRANSPIRASI. Sedangkan Transpirasi (diberi notasi Et) adalah penguapan melalui tanaman. DAN EVAPOTRANSPIRASI Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke atmosfer. transpirasi dan evapotranspirasi dinyatakan dengan volume air yang hilang oleh proses tersebut tiap satuan luas dalam satu satuan waktu. yang kemudian akan menguap. Oleh karena itu. Evaporasi (diberi notasi E0) adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut. tanah dan tanaman.

dan Dinas Pertanian secara rutin melakukan pengukuran data klimatologi. Untuk memperkirakan besarnya penguapan yang terjadi diperlukan data-data tersebut. sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada palng jauh di utara. sementara radiasi terkecil pada bulan Juni. begitu pula sebaliknya. di banding dengan daerah di kutub (daerah beriklim dingin). Apabila ketersediaan air (lengas tanah) tak terbatas maka evapotranspirasi yang terjadi disebut evapotranspirasi potensial (ETP). yang tergantung pada letak lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. Pada bulan Desember kedudukan matahari berada paling jauh di selatan. energi kinetik molekul air meningkat sehingga molekul air semakin banyak yang berpindah ke lapis udara di atasnya dalam bentuk uap air. Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi di suatu daerah disebut evapotranspirasi nyata. . Selain itu semakin tinggi temperatur. kelembaban udara. dari zat cair menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan panas laten (laten heat). Semakin tinggi temperatur semakin besar kemampuan udara untuk menyerap uap air. dari es menjadi air (pencairan). dan kecepatan angin. Laju evapotranspirasi tergantung pada ketersediaan air dan kemampuan atmosfer mengevapotranspirasikan air dari permukaan. Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun. Oleh karena itu di daerah beriklim tropis jumlah evaorasi lebih tinggi. Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan tanah. Pada umumnya ketersediaan air di permukaan tidak tak terbatas. sehingga evapotranspirasi terjadi dengan laju lebih kecil dari evapotranspirasi potensial. Untuk variasi harian dan bulanan temperatur udara di Indonesia relatif kecil. Beberapa instansi seperti BMKG. yang meliputi : radiasi matahari. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga dipengaruhi oleh penutupan awan.dalam mm/hari atau mm/bulan. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah evaporasi di atas permukaan bumi. yang tergantung letak pada garis lintang dan musim. Dinas Pengairan. temperatur udara. Radiasi Matahari Pada setiap perubahan bentuk zat. Temperatur Temperatur udara pada permukaan evaporasi sangat berpengaruh terhadap evaporasi. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVAPORASI Proses perubahan bentuk dari air menjadi uap air terjadi baik pada evaporasi maupun evapotranspirasi. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi maksimum matahari pada bulan Desember. Penguapan dipengaruhi oleh kondisi klimatologi. Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin terjadi.

Kelembaban udara dinyatakan dengan kelembaban relatif. yang menyebabkan berkurangnya laju penguapan. Akibatnya perbedaan tekanan uap semakin kecil. Oleh karena itu kecepatan angin merupakan faktor penting dalam evaporasi. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan terjadinya penguapan. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan perairan laut cukup luas. sampai akhirnya udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi terhenti. Di daerah pesisir kelembaban udara akan lebih tinggi daripada di daerah pedalaman. Kecepatan Angin Penguapan yang terjadi menyebabkan udara di atas permukaan evaporasi menjadi lebih lembab. Kelembaban udara tergantung pada musim. di mana nilainya tinggi pada musim penghujan dan berkurang pada musim kemarau. tekanan udara pada lapisan udara tepat di atas permukaan air lebih rendah di banding tekanan pada permukaan air. Hidrologi Terapan. mempunyai kelembaban udara tinggi. Udara lembab merupakan campuran dari udara kering dan uap air. Agar proses penguapan dapat berjalan terus lapisan udara yang telah jenuh tersebut harus diganti dengan udara kering. Apabila udara di atas permukaan air sudah jenuh uap air tekanan udara telah mencapai tekanan uap jenuh. 2010. uap air bergabung dengan udara di atas permukaan air. kecepatan angin relatif rendah. sementara pada musim kemarau angin berasal dari tenggara yang kering. Yogyakarta : Beta Offset advertisement . Penggantian tersebut dapat terjadi apabila ada angin. Untuk di negara Indonesia. di mana pada saat itu penguapan terhenti. Pada waktu penguapan terjadi. penguapan akan lebih besar daripada di daerah yang terlindung dan udara diam. Di daerah terbuka dan banyak angin. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo.Kelembaban Udara Pada saat terjadi penguapan. tekanan uapnya juga semakin tinggi. sehingga udara mengandung uap air. Apabila jumlah uap air yang masuk ke udara semakin banyak. Pada musim penghujan angin dominan berasal dari barat laut yang membawa banyak uap air.

html#ixzz2XzX9kjCz .galeripustaka.Sumber : http://www.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.

dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil. pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak. Artinya. karena uapnya biasa dalam komponen tunggal. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil. Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. seperti air. dari pengotor nonvolatil. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal. jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi. 1999). Evaporasi vs kristalisasi Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. 22 FEBRUARI 2010 PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi. Panas dapat disuplai dengan berbagai cara. dan (4) mengkondensasikan uapnya. Evaporasi vs distilasi Evaporasi berbeda pula dari distilasi. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. Selain itu. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan. dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan. 1995). (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. sedangkan pada pengeringan sedikit. (3) pemisahan uap dari cairan. Mc Cabe. Perbedaan lainnya adalah. Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle.Sharing Knowledge  Halaman Muka SENIN. Long. dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. diantaranya secara alami dan penambahan steam. maka evaporator . dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadangkadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Titk didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. Evaporasi vs pengeringan Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami.

DIPOSKAN OLEH NUR "EDU" DI 18. Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar. tetapi relatif lambat. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas. Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas.dioperasikan pada tekanan tinggi pula. 1984) : . Tipe-tipe tersebut adalah (Bell. Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur. Pada proses pendidihan secara alami. Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas. Pada tipe ini. Namun. Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur. nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat.pendidihan nukleat .34 LABEL: EDUCATION 3 KOMENTAR: . Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula. perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan.pendidihan secara konveksi alami .pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya.

Energi panas tersebut akan menghangatkan udara di sekitarnya. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat. Definisi Penguapan Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. danau. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas . Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Permukaan bidang evaporasi yang kasar akan memberikan laju evaporasi lebih tinggi daripada bidang permukaan rata . air dan tanah.Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Keadaan ini akan menyebabkan udara di atas permukaan tanah jenuh dan dengan demikian. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar).PENGUAPAN a. embun dan sumber air lainnya. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Sebagian dari energi matahari akan diubah menjadi tenaga mekanik. mempertahankan tekanan uap air yang tinggi pada permukaan bidang evaporasi. Sebagian gelombang pendek (shortwave radiation) matahari akan diubah menjadi energi panas di dalam tanaman. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. tapi juga persediaan air yang siap untuk terjadinya evaporasi. Tenaga mekanik ini akan menyebabkan perputaran udara dan uap air di atas permukaan tanah. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Tidak hanya melibatkan jumlah air yang ada.

4) Ketika proses penguapan berlangsung. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi antara lain: 1) Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. permukaan bidang penguapan (air. udara jenuh di atas bidang penguapan tersebut akan berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara. Pada tahap ini. udara diatas bidang pengupan secara bertahap menjadi lebih lembab sampai pada tahap ketika udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi. dan dengan demikian proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut akan berlangsung secara terus menerus. 3) Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh tinggi rendahnya suhu di tempat tersebut. Faktor-faktor Penentu Evaporasi Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi. 2) Suhu udara. 5) Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin. b. Hal ini terjadi karena adanya pergantian udara lembab oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari tempat dengan tekanna udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara lebih rendah.karena pada bidang permukaan yang lebih kasar besarnya turbulent meningkat. vegetasi dan tanah) dan energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi. Besarnya kadar air dalam udara di suatu tempat ditentukan oleh tekanan uap air yang ada di tempat tersebut. .

3. Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara yang lebih kering. 2. Pergantian itu dapat dimungkinkan hanya kalau ada angin. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. kemampuannya untuk menyerap uap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya munurun. jadi akan menghambat proses evaporasi. Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan akan mengurangi input energi. Angin (wind) Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses evaporasi terhenti. Kelembaman Relatif (relative humidity) Jika kelembaman relatif ini naik. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. 2. jadi kecepatan angin memegang peranan dalam proses evaporasi. Agar proses tersebut berjalan terus. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. Radiasi matahari (solar radiation).EVAPORASI DAN EVAPOTRANSPIRASI Evaporasi : Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. 4. 3. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara dengan udara yang sama kelembaman relatifnya tidak akan menolong untuk memperbesar laju evaporasi. lapisan jenuh itu harus diganti dengan udara kering. Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan input energi yang berupa panas latent atau evaporasi. Proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran langsung dari matahari. . Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah : 1.

4. Transpirasi: Proses penguapan dari tanaman disebut transpirasi yaitu terlepasnya air dari dalam jaringan tanaman. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. pengangkutan asimilat . angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin. 3. Evapotranspirasi: Gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi disebut evapotranpirasi. proses evaporasi akan berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan suhu udara dan tanah rendah. 2. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering.4. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau. temperature. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. air tanah turun jika lengas tanah turun. Suhu (temperature) Jika suhu udara dan tanah cukupp tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah. dan apabila kondisi suhu disekitar daun sangat rendah maka uap air yang dilepaskan dari proses transpirasi ini akan mengembun dipermukaan daun yang disebut dengan gutasi. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata. terutama sekali pada daundaun tanaman. membuang kelebihan air. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel. pengaturan bukaan stomata. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat tumbuhnya. penyerapan dan pengangkutan air dan hara . Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. . karena adanya energi panas yang tersedia. mempertahankan suhu daun.

Faktor-faktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan. Jeluk tubuh air c. Kandungan lengas tanah b. Radiasi Matahari b. Jeluk muka air tanah d. Faktor-faktor lainnya a. Ukuran dan bentuk permukaan air 3. Faktor-faktor Geografi a. Tekanan Barometer 2. Tipe. kerapatan dan tingginya vegetasi f. irigasi dan lain-lain (pustaka : dikumpulkan dari berbagai sumber) . Kualitas air (warna. Angin e. 1977) : 1. Suhu udara dan permukaan c. Faktor-faktor meteorologi a. Ketersediaan air (hujan. Kelembaban d. salinitas dan lain-lain) b. Warna tanah e. Karakteristik kapiler tanah c.

semisal perencanaan pembangunan bendung. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). Berikut adalah tabel derajat curah hujan dan intensitas curah hujan [3]: Derajat hujan Intensitas curah hujan (mm/min) Kondisi Hujan sangat lemah < 0.[1] Udara menjadi jenuh melalui dua proses. presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m.000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya.Diperkirakan sekitar 505.05 Tanah menjadi basah semuanya. Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. Intensitas Curah Hujan[sunting] Jumlah presipitasi (misal hujan) dinyatakan dalam mm. and hujan es. dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Dalam meteorologi. Derajat curah hujan merupakan unsur kualitatif dari intensitas curah hujan. hujan rintik.[2] Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi. namun sulit membuat puddle . yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk.02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit Hujan lemah 0. dan sebagainya.000 km³ diantaranya jatuh di lautan. sedangkan intensitas curah hujan biasanya dinyatakan dengan jumlah presipitasi dalam satuan waktu tertentu. presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor.Presipitasi (meteorologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. pendinginan atau penambahan uap air. 398. dam.salju. termasuk diantaranya hujan.02 . sleet. hujan beku. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis.0.1 m.

0. rain. ^ a b Sosrodarsono S. Hidrologi Untuk Pengairan. bunyi curah hujan terdengar Hujan deras 0. 2. The Water Cycle. Jakarta: Pradnya Paramita. Artikel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.25 . Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini. freezing rain. Referensi[sunting] 1.University of Illinois ^ Dr. 3. Terima kasih. Kategori:  Rintisan umum Juni 2013 .Hujan normal 0. mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.1 Air tergenang di seluruh permukaan tanah. Jika yang jatuh adalah salju dan hujan es. 1976. sleet and snow .05 . bunyi hujan terdengar dari genangan Hujan sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan. Chowdhury's Guide to Planet Earth. maka presipitasi diukur setelah mencair [3] . Takeda K.25 Dapat dibuat puddle. ^ Precipitation: hail. saluran drainase meluap Semua jenis presipitasi yang jatuh ke permukaan bumi juga diukur dengan satuan mm.

Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air baik dalam berbentuk cair atau beku dari atmosfer ke permukaan bumi. serta dari Kamus Ilmu pengetahuan dalam bidang yang berhubungan dengan artikel diatas.000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya.See more at: http://ipdia.000 cu mi) dari terjadi di atas lautan. namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air.blogspot. Presipitasi dapat diartikan sebagai segala segala bentuk produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian akan jatuh sebagai curahan air atau hujan. kabut menetes (fog drip). kamus online.000 km3 (121. dan lain-lain. tulisan di media cetak. Sekitar 505. media elektronik. Dalam ilmu meteorologi. Sebagian besar definisi dan arti kata dalam Definisi dan Arti kata ini di ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan hujan es (sleet).F512Nden. graupel.com/2013/05/presipitasimeteorologi.000 km3 (95. Karena itu Admin Definisi dan Arti kata menyarankan anda untuk mencari tahu arti dan definisi kata yang tersebut diatas dari berbagai referensi sehingga dari hasil pencarian yang anda dapatkan bisa di ambil kesimpulan yang tepat tentang apa itu Presipitasi (Meteorologi) . hujan es (hail).Presipitasi (Meteorologi) Definisi dan arti kata Presipitasi (Meteorologi). 398. e-book. referensi-referensi online yang berupa artikel.dpuf . Di Internet telah ada banyak sekali artikel tentang pengertian dan definisi Presipitasi (Meteorologi) yang mungkin akan sangat berbeda dengan definisi dan arti kata di Definisi dan Arti kata. Artikel tentang Presipitasi (Meteorologi) merupakan ringkasan dari berbagai tulisan yang DJ temukan di dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan baik dalam bentuk buku.html#sthash. radio dan televisi dan dari penjelasanpenjelasan para ahli.

maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. Factor. Sebaliknya. Tekanan udara di wujudkan dalam satuan barometer (b) atau milibarometer (mb) 1 b = 1000 mb = 0. es. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Mengingat makin tinggi suhu. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Tekanan uap air udara jenuh adalah tekanan . hujan dan lainlain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan.98 kali tekanan atmosfer pada prmukaan laut.factor yang mempengaruhi presipitasi 1. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. ketika udara bertambah dingin. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. makin banyak uap yang dapat di tampung.Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. proses resapan air tanah dan debit aliran ). Besar kecilnya presipitasi. Bola yang mengandung air raksa daritermometer bola basah di bungkus dengan selapis kain tipis yang dibasahi terus – menerus dengan air yang didistalisasi melalui benang – benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. salju. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak ( absolute).

1990). nilai es di pengaruhi oleh besar kecilnya suhu udara : Suhu udara ( oC ) Tekanan uap air jenuh (mb) 10 9. 3. diperlukan adanya gerakan . Sementara. dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran ener gi matahari. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut.21 20 17. permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi.82 Tampak bahwa daya tampung uap air di udara meningkat dengan meningkatnya suhu udara. Angin Angin adalah gerakan massa udara. Ia juga bersifat mempengaruhi terjadinya perubaha iklim. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi. 2.5 langley/menit. Energi Matahari Seperti telah di sebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah ― mesin ― yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Pada umunya. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Untuk terjadinya hujan. mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan masaudara di atmosfer dan diatas lautan. besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0.54 30 31. Pada suhu normal. sebagai contoh. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakanmassa udara atau air dengan arah gerakan vertical.uap air di udara pada keadaan udara jenuh. yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Namun demikian. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Pemukaan bumi bersalju.

tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima permukaan tanah dengan . kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah. pola angina yang terjadi semata-mata ditentukan oleh sirkulasi termal. basah dan panas. Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin. ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu. dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angina. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentukbentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut. adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Hujan konvektif ( convectional storms ). Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1. Oleh karnanya.50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut. Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan. Yang disebut arah angina adalah arah dari mana angina bertiup. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda. Adanyz beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Dengan demikian. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat. maka suhu ydara makin rendah. Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakananemometer. Angina akan bertiup kea rah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.udara lembab yang berlangsung terus menerus. maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Dalam suatu hari. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda. suhu berdasarkan letak geografis. Klasifikasi Presipitasi Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir. laju evaporasi dan transpirasi. daerah beraspal. Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman. 4.20-1.

Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ). yaitu ketika massaudara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. . jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnyadua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban.panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. 2. Pada tipe hujan ini. bendungan. danau. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Tergatung pada tipe hujan yang dihasilkanya. 3.massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Hujan Orografik ( Orographic storms ). Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah.

Presipitasi cair dapat berupa hujan dan embun b.Presipitasi 23 Maret 2009 — Syaiful Imran Presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi. . Presipitasi beku dapat berupa salju dan hujan es. Ketika kondensasi terjadi uap air dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es. salju. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya presipitasi diantara lain berupa : • Adanya uap air di atmosphere • Faktor-faktor meteorologis • Lokasi daerah • Adanya rintangan misal adanya gunung. Udara di atmosfer akan mengalami proses pendinginan melalui beberapa cara umumnya adalah akibat pertemuan antara dua massa udara dengan suhu yang berbeda atau oleh sentuhan udara dengan obyek dingin. — Uap air bergerak dari tekanan uap air besar ke kecil. — Semua bentuk hasil kondensasi uap air yang terkandung di atmosfer. hujan batu (hail)). — Kondensasi Ketika uap air mengembang. — Pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami penjenuhan. mendingin dan kemudian berkondensasi. jika diikuti dengan kondensasi maka uap air akan berubah menjadi butiran-butiran hujan. biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. a. — Pergerakan uap air di atmosfer akibat perbedaan tekanan uap air. Proses terjadinya : — Penguapan air dari tubuh air permukaan maupun vegetasi akibat sinar matahari atau suhu yang tinggi. Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan.

selanjutnya jatuh ke bumi dan permukaan laut (sebagai hujan) karena faktor gravitasi. Mekanisme berlangsungnya hujan melibatkan tiga faktor utama : — Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh.Awan merupakan indikasi awal terjadinya presipitasi tetapi awan tidak otomatis menandakan akan adanya hujan. Gambar Siklus Hidrologi . — Partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu. — Terjadinya kondensasi atas partikel-partikel uap air di atmosfer.

Mengingat makin tinggi suhu. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. b. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Energi Matahari Seperti telah disebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah “ mesin “ yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara.faktor yang mempengaruhi presipitasi 1.Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. es. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. makin banyak uap yang dapat di tampung. Ia juga bersifat 2. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak (absolute). meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. Besar kecilnya presipitasi. Definisi Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda.salju. ketika udara bertambah dingin. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. .PRESIPITASI a. Sebaliknya. proses resapan air tanah dan debit aliran ). waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). Faktor.

mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Pada umumnya, besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0,5 langley/menit. Namun demikian, besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.Pemukaan bumi bersalju, sebagai contoh, mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Sementara, permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista, 1990). Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer, dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran energi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan massa udara di atmosfer dan diatas lautan. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakan massa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.
3.

Angin Angin adalah gerakan massa udara, yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Untuk terjadinya hujan, diperlukan adanya gerakan udara lembab yang berlangsung terus menerus.Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakan anemometer. Yang disebut arah angin adalah arah dari mana angina bertiup.Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin.Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah.Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya, pola angin yang terjadi sematamata ditentukan oleh sirkulasi termal. Angin akan bertiup ke arah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.

Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu, maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari, kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Adanya beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir, daerah beraspal, dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda, ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah.
4.

Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan, laju evaporasi dan transpirasi.Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Dengan demikian, adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1,20-1,50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut, maka suhu ydara makin rendah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentuk-bentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut.Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman, suhu berdasarkan letak geografis, dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.Oleh karnanya, besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.

c. Klasifikasi Presipitasi
Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air, basah dan panas. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Hujan konvektif ( convectional storms ), tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. 2. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ), tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnya dua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Pada tipe hujan ini, massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tergatung pada tipe hujan yang

3.

dihasilkanya, hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ), jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan, yaitu ketika massa udara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan, dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Presipitasi berdasarkan mekanisme dominan dari gerak vertikal : 1. Presipitasi stratiform. Yaitu presipitasi dari awan stratifom yang terbentuk karena gerak vertikal yang kontinu dan menyebar luas.Hal ini terjadi karena kenaikan frontal atau orografik atau konvergensi dalam skala besar. Presipitasi dari awan stratiform tumbuh dari proses kristal es. Awan ini mempunyai kadar air lebih rendah sehingga koalisensi tidak efektif. Masa hidup awan relatif lama. Jika suhu lingkungan awan mencapai -15 0C, maka proses kristal es dapat menyebabkan presipitasi. 2. Presipitasi konvektif. Yaitu presipitasi dari awan konvektif karena kondisi udara yang tidak stabil yang menyebabkan gerak vertikal tetapi terlokalisir dalam skala yang tidak luas. Hujan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan sangat lebat (heavy shower) tetapi terjadi dalam waktu yang singkat. Dalam awan konvektif waktu presipitasi lebih pendek tetapi kadar air lebih tinggi dari stratiform sehingga koalisensi sangat berperan menghasilkan hujan. Jadi mekanisme presipitasi antara awan stratiform dan awan konvektif sangat berbeda.Sebagai pendekatan, hujan kontinu dapat dipandang sebagai keadaan mantap (steady-state process) dimana besaran awan dapat berubah dengan ketinggian tetapi konstan terhadap waktu pada ketinggian tertentu.Sebaliknya, hujan shower dapat didekati sebagai sistem dimana sifatsifat awan berubah dengan waktu tetapi konstan terhadap ketinggian pada waktu tertentu.

d.

Pembentukan Presipitasi
Ada dua teori pembentukan hujan yaitu teori bergeron dan teori tumbukan dan penyatuan.

butiran es berbentuk bundar. Jenis-Jenis Presipitasi  Presipitasi dalam bentuk cair adalah hujan (rain) dan drizzle. ukurannya sangat kecil < 1 mm. butir air berjari-jari lebih besar dan jatuh dengan kecepatan terminal lebih besar dengan yang berjari-jari lebih kecil.fenomena khas musim dingin berupa partikel es kecil dengan diameter < 5 mm dan transparan. Biasanya terjadi dalam hujan ringan ketika suhu di dekat permukaan mendekati 0 oC. Kondisinya hampir menyerupai kondisi pembentukan sleet.bentuk hujan yang membeku ketika tiba di permukaan. Teori pembentukam dan penggabungan (collison dan coalescene) ini terjadi di awan hangat.  Glaze (freezeng rain). Teori Tumbukan dan Penyatuan Menurut teori ini. putih.5 mm. Pada suhu > -5 oC. yang dibedakan hanya dari ukuran butir airnya saja. konikal maupun bulat tipis berwarna putih dengan diameter 2 – 5 mm. Ketika butir air terbentuk dan jatuh memasuki lapisan di bawahnya. Peristiwa ini sering terjadi pada awan cumulus yang tumbuh menjadi cumulonimbus dengan puncak awan berada dibawah titik beku.  Snow pelletsatau graupel.  Sleet atau ice pellets. Butir air yang lebih besar akan memiliki kecepatan jatuh lebih cepat daripada butir-butir kecil. butiran itu membeku dan jatuh dalam bentuk butiran es kecil yang tidak lebih besar dari butir hujan sebelumnya. saat jatuh terjadi tumbukan dan penggabungan dengan butir air yang ada di sepanjang lintasan yang dilalui . butir-butir awan hanya terjadi dari air. Terbentuk karena adanya lapisan udara hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin di dekat permukaan (profil suhu inversi). tetapi lapisan dingin di dekat permukaan tidak terlalu tebal sehingga butiran air yang jatuh dapat melaluinya tanpa membeku hanya menjadisupercooled.kristal es yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan awan.1. kristal es biasanya berkelompok membentuk snowflake. Banyak terjadi di daerah tropis yang berawan panas dengan perkembangan yang cepat. e. 2. Teori Bergeron Teori ini berlaku untuk awan dingin (di bawah 00C) yang terdiri dari kristal es dan air lewat dingin (air yang suhunya di bawah 0 0C tapi belum membeku). Drizzle berukuran diameter < 0. serta butir awan bertambah besar dan dapat melawan daya angkat udra dan butir air tersebut jatuh sebagai hujan. Namun ketika menumbuk benda padat akan membeku. bulat tipis. Hujan terjadi berdasarkan perbedaan kecepatan jatuh antara butir-butir curah hujan yang berbeda ukurannya.  Snow grain.  Presipitasi dalam bentuk padat yaitu :  Snow . .

dengan diameter sekitar 1 cm dengan variasi dari 5 hingga 75 mm. . Hail. sehingga menjadi lapisan es tebal yang membungkus benda-benda padat yang ditumbuknya. Hail dihasilkan hanya oleh awan cumulonimbus yang ketika terangkat sangat kuat dan mengandung air superdingin yang berlimpah.presipitasi dalam bentuk butir-butir es yang tidak beraturan. yang cukup berat untuk mematahkan batang-batang pohon.

Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal.Pengertian Jenis Presipitasi (Curah Hujan) – Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. . Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. Berdasarkan proses kejadiannya. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini. Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS). sampai pada ketinggian tertentu kelembapan relatifnya mencapai 100%. daerah-daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis isohiet. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. Pada peta cuaca. kelembapan relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal. 3) Hujan Frontal. 1) Hujan Orografis. Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. kita mengenal tiga macam hujan. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis. kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. 2) Hujan Zenithal (konveksi). Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS). terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn. sebagai berikut. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi. akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). Pada daerah ini. Sampai pada ketinggian tertentu. di mana massa angin passat naik secara vertikal.

Hidrometri Pendahuluan Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Pengukuran di lapangan Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya Berdasarkan data hujan Berdasarkan pembangkitan data debit

Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendungan dan peluap. Sering di suatu lokasi yang akan dibangun bangunan air tidak terdapat pencatatan debit sungai dalam waktu panjang. Dalam keadaan tersebut terpaksa debit diperkirakan berdasar : 1. Debit di lokasi lain pada sungai yang sama 2. Debit di lokasi lain pada sungai di sekitarnya 3. Debit pada sungai lain yang berjauhan tetapi memiliki karakteristik yang sama. Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan –limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran. Teori pengukuran debit Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lain. Bentuk tampang memanjang dan melintang sungai adalah tidak teratur. Selain itu karena pengaruh kekentalan air dan kekerasan dinding, distribusi kecepatan pada vertikal dan lebar sungai adalah tidak seragam. Distribusi kecepatan pada vertikal mempunyai bentuk parabolis dengan kecepatan mol di dasar dan bertambah besar dengan jarak menuju permukaan. Dalam arah lebar sungai, kecepatan aliran di kedua tebing adalah nol, dan semakin ketengah kecepatan semakin bertambah besar. Mengingat bahwa sungai mempunyai bentuk tampang lintang yang tidak teratur dan kecepatan aliran juga tidak seragam pada seluruh tampang, maka pengukuran debit sungai dilakukan dengan membagi tampang sungai menjadi sejumlah pias. Di setiap ruas diukur luas tampang dan kecepatan reratanya. Debit aliran diberikan oleh bentuk berikut :

Dengan

A = luasan dari setiap pias V = kecepatan rerata di setiap pias Pengukuran debit Pengukuran debit sungai dilakukan dengan pemasangan alat di suatu lokasi di sungai yang ditetapkan, yang memungkinkan pengamatan secara kontinyu dan teratur elevasi muka air dan debit serta data lainnya, seperti angkutan sedimen dan salinitas. Pengukuran debit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Langkah pertama adalah memilih lokasi stasiun pengukuran. Pemilihan lokasi tersebut dengan memperhatikan beberapa persyaratan berikut ini : a. b. c. d. e. f. g. Mudah dicapai oleh pengamat Di bagian sungai yang lurus dengan penampang sungai yang teratur dan stabil Di sebelah hilir pertemuan dengan anak sungai Di mulut sungai menuju ke laut atau danau Di lokasi bangunan air Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan Aliran berada dalam alur utama

2. Pengukuran kedalaman sungai a. Bak ukur Untuk sungai yang dangkal, bak ukur yang telah diberi sekala dan pelat di bagian bawahnya dimasukkan ke dalam sungai sampai pelat dasar mencapai dasar sungai. Kedalaman air pada skala di bak ukur tersebut. b. Tali dengan pemberat Apabila sungai dalam atau kecepaan arus besar, kedalaman air diukur dengan menggunakan tali yang diberi pemberat. Pengukuran ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pengukuran kecepatan dengan menggunakan current meter. Pemakaian tali untuk mengukur kedalaman perlu diperhitungkan koreksi, karena pengaruh arus dapat menyebabkan posisi tali tidak vertikal. c. Echosounder Pada sungai yang lebar dan dalam, pengukuran tampang lintang dapat dilakukan dengan menggunakan Echosounder. Selain itu alat ini juga biasa untuk mengukur kedalaman laut cara kerjanya alat ini dipasang pada dasar kapal. Alat tersebut akan memancarkan getaran suara akan yang akan merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali

3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian a. Papan duga Papan duga merupakan alat paling sederhana untuk mengukur elevasi muka air. Terbuat dari kayu atau pelat baja yang diberi ukuran skala dalam centimeter, dapat dipasang di tepi sungai atau suatu bangunan. Pengamatan ini biasanya dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki kekurangan yaitu tidak tercatatnya muka air pada jam-jam tertentu yang mungkin mempunyai informasi penting, misalnya puncak banjir. b. Alat pengukur elevasi muka air maksimum Alat ini digunakan untuk mengukur elevasi muka air maksimum yang terjadi pada waktu banjir. Alat ini terbuat dari tabung yang berdiameter 50 mm dengan lubang yang terdapat di dekat dasar dan tertutup di bagian atasnya dengan satu atau dua lubang untuk keluarnya udara. Di dalam tabung terdapat gabus dan papan duga. c. Pencatat muka air otomatis (AWLR) Dengan alat ini elevasi muka air sungai dapat tercatat secara kontinyu sepanjang waktu. Alat ukur yang banyak digunakan di Indonesia adalah pelampung. Pelampung tersebut mengikuti gerak muka air, dan gerak tersebut di transfer ke roda gigi yang mereduksi fluktuasi muka air. 4. Pengukuran kecepatan aliran a. Pelampung Menggunakan pelampung yaitu dengan mengukur selang waktu yang diperlukan oleh pelampung untuk menempuh suatu jarak tertentu. Ada tiga macam pelampung, pelampung permukaan, pelampung dengan kaleng, dan pelampung batang. b. Current meter Pengukuran kecepatan dengan alat ini banyak dilakukan. Ada dua tipe alat ukur yaitu tipe mangkok dan baling-baling. Karena ada partikel air yang melintasinya maka mangkok dan baling-baling akan berputar. Jumlah putaran persatuan waktu dapat dikonfersikan menjadi kecepatan arus. 5. Hitungan debit a. Metode tampang tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan di setiap vertikal merupakan kecepatan rerata dari pias selebar setengah jarak antar pias sebelah kiri dan kanannya. Debit di suatu pias adalah perkalian

yaitu perkalian antara kecepatan rerata dan kedalaman pada vertikal. 6.antara kecepatan rerata vertikal dan lebar tersebut. c. Debit sungai diperoleh dengan menghitung luasan yang dibatasi oleh kurva tersebut dan garis muka air. b. Dari rating curve yang telah dibuat pada langkah ke 6. dicari debit aliran berdasarkan pencatatan elevasi muka air 8. Metode integrasi kedalaman kecepatan Dalam metode ini dihitung debit tiap satuan lebar. Metode tampang rerata Tampang lintang sungai dianggap tersusun dari sejumlah pias yang masing-masing dibatasi oleh dua vertikal yang berdampingan. Di kedua tebing kiri dan kanan sungai kecepatan dianggap nol. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dan debit 7. Debit total adalah jumlah debit di seluruh pias. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung .

debit aliran juga dapat diperkirakan derdasarkan data debit dari pencatatan yg telah lalu. mis bending. debit sungai dapat dihitung dgn mengukur tinggi muka air di ats puncak bending. debit aliran dihitung dengan mengalikan luas tampang (A) dan kecepatan aliran (V). Berdasarkan pembangkitan data debit. Teori pengukuran debit Kecepatan aliran dapat diukur dgn current meter. pada pembuatan stasiun pengamatan debit. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan : membuat stasiun pengamatan.pelampung dan prltan lain . (m3/d) Debit di suatu sungai dapat diperkirakan dengan cara brkt: Pengukuran di lapangan (di lokasi yang di tetapkan) Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya. dgn mggnkn ―model deret berkala‖. lebar sungai dibagi menjadi sejumlah pias.HIDROMETRI Pendahuluan debit aliran sungai = Q = jumlh air yg mengalir melalui tampang melintang sungai tiap satu satuan waktu. Apabila di sungai terdapat bangunan air. atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap. parameter yang di ukur adalah: Tampang lintang sungai Elevasi muka air Kecepatan aliran air Selanjutnya. berdsarkan rumus peluapan yg berlaku untuk bangunan tsb. Berdasarkan data hujan. untuk mendapatkan hasil yang teliti. dan di ukur kecepatan aliran pada vertical di setiap pias.

8. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran.Pengukuran debit Dpt dilakukan dengan cara : 1. 7. 4. Dan akan dijelaskan secara rinci sbb: 1. tali yg diberi pemberat / echosounder. 2. Pengukuran kedalaman sungai dilakukan dngan menggunakan bak ukur. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian. Dari rating curve yg telah dibuat pada langkah 6. Hitungan debit 6. · Di mulut sungai menuju laut ke danau · Dilokasi bangunan air seperti bendungan. Pengukuran kecepatan aliran. Pengukuran kedalaman sungai 3. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dengan debit. Pengukuran kedalaman sungai. dsb · Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan (back water) · Aliran berada didalam alur utama (tdk ada aliran di bantaran) 2. . Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Pemilihan lokasi tsb harus mmperhatikan syarat2 sbb: · Mudah dicapai oleh pengamat. bending. dicari debit aliran berdasar pencatatan elevasi muka air. 5.mis di jembatan · Di bagian sungai yg lurus dgn penampang sungai yg teratur dan stabil (tdk terjadi erosi maupun sedimentasi) · Disebelah hilir pertemuan dgn anak sungai.

Di atas pemberat dipasang current meter. Selang waktu antara pemancaran dan penerimaan getaran dapat memberikan kedalaman air yang kemudian direkam pada kertas pencatat. Alat tsb memancarkan getaran suara yg merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali. Gelombang pantulan tsb diterima dan dicatat oleh alat.· Bak ukur Untuk sungai yg dangkal.diantarnya adl: 1. pasir shg dpt memperkirakan tebal lapis lumpur. · Echosounder Alat ini digunakan pada sungai yg lebar dan dalam. Cara kerja alat ini memiliki prinsip sbb: 1. Kdlaman air di ukur dgn tali yg diberi pemberat. Alat eschounder dipasang pd dasar kapal/digantung pd sisi kapal. atau kabel yg digantungkan melintasi sungai. Papan tsb dpt ditegakkan dgn bantuan perahu/orang jika sungai dangkal. Pengukuran dilakukan dgn mggnkn perahu.pengukuran tampang lintang dan kedalaman(bathrimetri) laut. Pengukuran dilakukan bersamaan dgn pgkuran kec dgn mggnkan current meter. Dengan alat ini dapat diperoleh hasil profil dasar sungai secara kontinyu.oleh krn itu pembacaan tsb harus di ikatkan dgn elevasi tebing/tanggul sungai atau lahan dgn menggunakan theodolit. Furuno 200 Mark III · Eschounder elac 30 kc.shgga sambil mengukur kdalaman dpt dik kec aliran di bbrp ttik yg ditntkan. Air merupakan media yg baik utk perambatan gelombang suara dgn kec 2.bak ukur yg telah diberi skala n plat di bag bwh a dimasukkan ked lm sungai smpai plat dsar mncpai dsar sungai. Kedalamn air dibaca pada skala di bak ukur tsb. Raytheon DE 719 B 3. Eschounder elac 30 kc 2. Ada beberapa jenis eschounder. Biasanya hasil pengukuran diberikan dlam bentuk elevasi. · Tali dgn pemberat Pengukuran ini dilakukan apabila sungainya dalam atau kec arus besar. fungsinya untuk membedakan jenis bahan dasr sungai seperti lumpur. lempng.pd jmbatan. . Gelombang suara dapat dipantulkan dengan baik dari dasar sungai.

· Ray Pengukuran elevasi muka air Alat pencatat elevasi muka air dapat berupa : . dapat dipasang di tepi sungai atau pada bangunan. .papan praduga dengan meteran (staff gauge) alat ini berskala cm. .pencatat muka air otomatis (AWLR) Diposkan oleh BLUEGHOST di 07.12 .alat pengukur elevasi muka air maksimum mengukur elevasi maksimum pada saat banjir.

atau ilmu tentang pengumpulan data dan pemroses data dasar untuk analisa hidrologi Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara: 1. Persyaratan tersebut antara lain pada bagian alur sungai yang lurus .ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS Dengan alat ini hasil pengukuran yang didapat juga tidak begitu teliti dan yang terukur adalah kecepatan aliran permukaan . Pengukuran tinggi muka air otomatis (AWLR) Pengukuran Automatic Water Level Recorder (AWLR) – Analog.ALAT UKUR KECEPATAN AIR MANUAL Pelampung Pengukuran debit menggunakan alat pelampung pada prinsipnya sama dengan metode konvensional . pelampung .Winch Cable Way Pengukuran debit dengan menggunakan winch cable way dilakukan dari pinggir sungai dengan menggunakan peralatan winch cable way. Debit hasil pengukuran dapat dihitung segera setelah pengukuran selesai dilakukan . ALAT UKUR KECEPATAN AIR PowerPoint Presentation: A. Pengukuran debit secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan berupa alat pengukur arus (current meter). zat warna . Sebaiknya digunakan pada pengukuran yang dikehendaki secara cepat pada . Pengukuran tinggi muka air manual (MWLR) Menggunakan papan duga muka air . Petugas pengukur minimal terdiri dari 2 orang . dll . hanya saja kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung PowerPoint Presentation: 2.ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS: B.PAPAN DUGA MUKA AIR PowerPoint Presentation: Pengukuran debit dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung .Presentation Transcript HIDROMETRI: HIDROMETRI DESI IDA SAPUTRI Yustin nurhasanah HIDROMETRI: HIDROMETRI HIDROMETRI adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi. dll . 2. aliran laminar dan merata . B. Lokasi penempatan winch cable way harus memenuhi persyaratan teknis seperti halnya tempat pengukuran dengan metode lainnya . 1 orang petugasmengoperasikan peralatan dan 1 orang petugas mencatat data pengukuran . Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara PowerPoint Presentation: Contoh alat ukur AWRL Perekam pada drum horizontal(a) dan vertikal (b) Pelampung dan pemberat Contoh alat ukur MWRL: Contoh alat ukur MWRL 1.

B = konstanta yang ditentukan oleh pabrikan atau kalibrasi 2. Velocity Head Rod PowerPoint Presentation: Kecepatan aliran dengan menggunakan metode current meter.Current meter TERIMA KASIH: TERIMA KASIH .kecepatan aliran yang lebih besar dari 1m/ detik a. N + B D imana : V = kecepatan aliran (m/dt) N = jumlah putaran A.dengan persamaan : V = A . H2-H1 = H0 H0 = V 2 /2g besar percepatan gravitasi g= 9.81 m/s 2 V = (2gH0)^1/2 H 1 H 2 1.

Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Corong hujan di bawah badai petir. yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan. ensiklopedia bebas Artikel ini berisi tentang presipitasi. Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. lihat Hujan (disambiguasi). Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. Pergerakan truf monsun.Hujan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Di kawasan pegunungan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan. Di sisi bawah angin pegunungan. Di Bumi. Hujan adalah sumber utama air tawar di . atau zona konvergensi intertropis. hingga bola kecil (butir kecil). berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju. iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringanmassa udara. Untuk kegunaan lain. mirip panekuk (butir besar). hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. inilah satu cara penjenuhan udara. batu es dan slit. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup. hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. membawa musim hujan ke iklim sabana.

Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan.Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia. neon. juga air untukpembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Bagian dari seri Alam tentang Cuaca Musim kalender Semi · Panas Gugur · Dingin Musim tropis Kemarau · Hujan Badai Badai petir · Supersel Downburst · Petir Tornado · Waterspout Siklon tropis (Hurikan) Siklon ekstratropis Badai musim dingin · Blizzard Badai es · Badai debu Badai api · Awan . hujan juga pernah turun dengan kandungan metana. Di daerah lain. Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan. Antarktika adalah benua terkering di Bumi. besi. dan asam sulfur. menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem.sebagian besar daerah di dunia. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis. Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini. Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppenmenggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim.

Presipitasi Gerimis · Hujan · Salju · Graupel Hujan beku · Butir es · Hujan es Topik Meteorologi · Iklim Prakiraan cuaca Gelombang panas · Polusi udara Portal cuaca  L  B  S .

2 Budaya 7 Klimatologi global o o o o    7.2 Sensor jarak jauh 4.3 Intensitas 4.2 Keasaman 3.5 Pengaruh manusia 3 Karakteristik o o o  3.1 Alat ukur 4.1 Gurun 7.1 Udara lembap 1.3 Efek orografis 2.1 Aktivitas frontal 2.3 Pengelompokan iklim Köppen 4 Pengukuran o o o o   4.2 Wilayah basah 7.2 Konveksi 2.4 Daerah terlembap 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Catatan kaki .Daftar isi [sembunyikan]  1 Pembentukan o o  1.1 Pola 3.3 Dampak Westerlies 7.1 Pertanian 6.4 Wilayah tropis 2.4 Periode kembali 5 Prakiraan hujan 6 Dampak o o  6.2 Koalesensi 2 Sebab o o o o o  2.

es.[3] Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi)[4]bergantung pada suhunya. badan air atau tanah basah. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya. dan garam untuk membentuk awan.[15] Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu. diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg).[18] . Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap.[7] biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain.[10] presipitasi atau virga yang jatuh dari atas. Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin.[5] Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi)[16] memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus.[13] udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water. dan pendinginan evaporatif. 11 Pranala luar Pembentukan[sunting] Udara lembap[sunting] Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering.[14] dan udara yang naik di pegunungan.[17] Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas. disebut Rasio Pencampuran. satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya.[1][2] Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif. pendinginan radiasional.[12]transpirasi tumbuhan. Karena itu. pendinginan konduktif. Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksiketika kondisi berangin.[8] Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan. atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis).[6] Udara dapat naik karena konveksi. sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut.[11] pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut. atau mencapai titik kelembapan. yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu. gerakan atmosfer berskala besar. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar. misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin.[9] Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas.

karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku.35 in). Umumnya. kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan.[20] Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0. Selain itu. atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron.[22] Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0. kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut. bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata. kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya.Koalesensi[sunting] Bentuk butir hujan menurut ukurannya Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar. Proses ini bergantung kepada suhu. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger.[19] Di awan bawah titik beku. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak. di atas itu butiran akan terpisah-pisah. butiran terbesar berbentuk mirip parasut. sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan.[23] . Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat.39 in). butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Ketika turbulensi udara terjadi. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola.[21] Berbeda dengan kepercayaan masyarakat. karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan.039 in) hingga 9 millimetre (0.

20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4.20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). sepertibutir es dan salju.400 m) di atas permukaan laut.5 mph). gerimis 05 millimetre (0. Front tutupan biasanya terbentuk di sekitar daerah bertekanan rendah. hujan beku (hujan yang membeku setelah bersentuhan dengan permukaan di lingkungan sub-beku) akan terjadi. sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA.[31] Berbagai jenis cuaca dapat ditemukan di sepanjang front tutupan dengan kemungkinan terjadinya badai petir.[17] Hal yang memisahkan curah hujan dari presipitasi lainnya.[26] Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya. lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan.[30] Sebab[sunting] Aktivitas frontal[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Front cuaca Hujan stratiform (perintang hujan besar dengan intensitas yang relatif sama) dan dinamis (hujan konvektif yang alaminya deras dengan perubahan intensitas besar dalam jarak pendek) terjadi sebagai akibat dari naiknya udara secara perlahan dalam sistem sinoptis(satuan cm/detik). adalah adanya lapisan tebal udara yang tinggi dengan suhu di atas titik cair es. Di permukaan laut tanpa angin.Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang.000 kaki (3. dan di pola hujan sekitar siklon lintang tengah. Kenaikan sejenis juga terjadi di sekitar siklon tropis di luar dinding mata.[27] Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air. Jika ada lapisan dangkal dekat permmukaan yang suhunya di bawah titik beku. namun biasanya jalur mereka dikaitkan dengan penguapan massa air. seperti di sekitar daerah front dingin dan dekat front panas permukaan. sementara butiran besar 5 millimetre (0.[24][25] Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain.[28][29] Kode METAR untuk hujan adalah RA.[33] Konveksi[sunting] . yang mencairkan hujan beku sebelum mencapai tanah.[32] Hujan es semakin jarang terjadi ketika titik beku di atas atmosfer melebihi ketinggian 11.

000 mm). berasal dari awan konvektif seperti kumulonimbusatau kumulus kongestus. atau hujan deras. Jenis hujan (meteorologi).[36] Efek orografis[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengangkatan orografis.[38] Iklim setempat bervariasi di masing-masing pulau karena topografinya.[35] Di lintang tengah. hujan konvektif berselang-seling dan sering dikaitkan dengan batasan baroklinis seperti front dingin. terkenal karena curah hujannya yang ekstrem dan memiliki curah hujan rata-rata tahunan tertinggi kedua di dunia. meninggalkan udara yang lebih kering (lihat angin katabatik) di sisi bawah angin yang menurun dan menghangatkan serta menjadi tempat pengamatan bayangan hujan. Kelembapan tidak ada karena pengangkatan orografis. selain hujan konvektif. namun. dan front panas.Hujan konvektif Hujan konvektif. Hujan konvektif jatuh di suatu daerah dalam waktu yang relatif singkat. Sebagian besar hujan di daerah tropisbersifat konvektif.[31][34] Graupel dan hujan es menandakan konveksi.[15] Di Hawaii.[37] Sistem badai Kona membasahi negara bagian ini dengan hujan deras antara Oktober dan April. Hujan ini jatuh deras dengan intensitas yang cepat berubah. karena awan konvektif memiliki bentangan horizontal terbatas. Gunung Wai'ale'ale.garis squall. 460 inci (12. di pulau Kauai. Sisi atas angin memaparkan wilayah timur . hujan stratiform juga diduga terjadi. terbagi menjadi kawasan atas angin (Koʻolau) dan bawah angin (Kona) berdasarkan lokasi relatif terhadap pegunungan tinggi. Di daerah berpegunungan dunia yang mengalami angin relatif tetap (misalnya angin dagang). iklim yang lebih lembap biasanya lebih menonjol di sisi atas angin gunung daripada sisi bawah angin gunung. mengakibatkan pendinginan dan kondensasi adiabatik. dan Klimatologi hujan Amerika Serikat Hujan orografis Hujan orografis terjadi di sisi atas angin pegunungan dan disebabkan oleh gerakan udara lembap berskala besar ke atas melintasi pegunungan.

[48][49] dan tanaman tumbuh subur. untaian pegunungan Andes menghalangi kelembapan Pasifik yang datang ke benua ini. dengan sedikit hujan dan cakupan awan.[45] Iklim dan wilayah sabana dengan cuaca monsun memiliki musim panas hujan dan musim dingin kemarau. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara[47] dan air segar membaik. Siklon tropis. sisi bawah angin lebih kering dan cerah.[24] Ketika musim hujan terjadi selama musim panas. terdiri dari massa udara besar beberapa ratus mil dengan tekanan rendah di pusatnya dan angin bertiup ke pusat searah jarum jam (belahan Bumi selatan) atau berlawanan arah jarum jam (belahan Bumi utara).terhadap angin dagang timur laut dan menerima lebih banyak hujan. Hutan hujan tropis teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan.[41][42] Wilayah tropis[sunting] Penyebaran hujan bulanan di Cairnsmemperlihatkan batas musim hujan di daerah tersebut Lihat pula: Monsun dan Siklon tropis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Musim hujan Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut. mengakibatkan iklim gurun di bawah angin melintasi Argentina Barat.[50] Meskisiklon dapat mengakibatkan kematian dan . hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam.[40] Pegunungan Sierra Nevada menciptakan efek yang sama di Amerika Utara denngan membentuk Great Basin dan Gurun Mojave. karena hujan tersebar merata sepanjang tahu.[43] Istilah musim hijau juga kadang digunakan sebagai eufemisme oleh pihak pariwisata.[46] Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas. sumber curah hujan sangat deras.[39] Di Amerika Selatan.[44] Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dansubtropis.

jika dibandingkan dengan atas angin. warna biru berarti suhu dingin. Akibat polusi lalu lintas penglaju dan komersial menumpuk sepanjang minggu. merah hangat.8 °F) di atas kawasan pinggiran kota dan pedesaan sekitarnya. seperti Pesisir Timur Amerika Serikat. kemungkinan hujan meningkat: hujan memuncak pada Sabtu setelah lima hari penumpukan polusi. dan putih panas.8 °F) hingga 56 °C (100.[53] Dampak pulau panas perkotaan memanaskan kota sebesar 06 °C (10. Sebagai akibat pemanasan ini. Georgia memperlihatkan penyebaran suhu.[54] Sejumlah kota mengakibatkan curah hujan total meningkat sebesar 51%.[51] Wilayah di sepanjang jalurnya dapat menerima jatah hujan setahun penuh melalui satu kali peristiwa siklon tropis.[52] Pengaruh manusia[sunting] Citra Atlanta. Lihat pula: Pemanasan global dan Pulau panas perkotaan Zat partikulat yang dihasilkan oleh gas buang mobil dan sumber-sumber polusi lain membentuk nuklei kondensasi awan. yang mendorong pembentukan awan dan meningkatnya kemungkinan hujan.[55] .kerusakan properti yang besar. curah hujan bulanan 28% lebih besar antara 20 mil (32 km) hingga 40 mil (64 km) di bawah angin kota. Tingkat curah hujan di bawah angin kota meningkat antara 48% dan 116%. dampaknya bisa dramatis: ada kemungkinan hujan 22% lebih tinggi pada hari Sabtu daripada Senin. Panas tambahan ini mendorong gerakan yang lebih besar ke atas dan menyebabkan aktivitas hujan deras dan badai petir tambahan. inilah faktor penting dalam penguasaan hujan atas suatu daerah. karena siklon dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan di wilayah kering. Di daerah padat penduduk dekat pesisir.

1 persen). Sahel. dan beberapa bagian Asia Selatan semakin kering.[57] .25 persen). namun mulai menurun di kawasan tropis sejak 1970-an. meski kecenderungan hujan bervariasi menurut daerah dan waktunya. dan Asia Tengah semakin basah.[56] Upaya mempengaruhi cuaca yang paling sukses adalah penyemaian awan yang melibatkan teknik peningkatan presipitasi musim dingin di atas pegunungan dan mengurangi hujan es. dengan peningkatan tertinggi terjadi di wilayah iklim Tengah Utara Timur (11. tidak ada kecenderungan presipitasi keseluruhan secara statistik dalam satu abad terakhir. Terjadi peningkatan jumlah peristiwa hujan deras di berbagai daerah dalam satu abad terakhir. Di seluruh dunia.6 persen per abad) dan Selatan (11. Jumlah peristiwa hujan meningkat di daratan sebelah utara 30°N sejak 1900 hingga 2005. Mediterania. termasuk peningkatan sejak 1970an akibat banyaknya kekeringan—khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Perubahan curah hujan dan penguapan di samudra diakibatkan oleh berkurangnya salinitas di perairan lintang tengah dan tinggi (berarti lebih banyak hujan) dan meningkatnya salinitas di lintang rendah (berarti sedikit hujan dan/atau banyak penguapan). Hawaii adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan (-9.1 persen per abad sejak 1900. Wilayah timur Amerika Utara dan Selatan.Anomali suhu permukaan rata-rata pada periode 1999 hingga 2008 dibandingkan dengan suhu rata-rata dari 1940 hingga 1980 Suhu yang meningkat cenderung meningkatkan penguapan yang dapat mendorong lebih banyak hujan. Afrika bagian Selatan. total curah hujan tahunan meningkat dengan tingkat rata-rata 6. Di daratan Amerika Serikat. Eropa Utara.

Karakteristik[sunting] Pola[sunting] Ikatan badai petir terlihat di tampilan radar cuaca Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan hujan Ikatan hujan adalah wilayah awan dan presipitasi yang panjang. Gelombang hujan dapat bersifat stratiform atau konvektif.[65] Pengikatan di dalam pola presipitasi kepala koma suatusiklon ekstratropis dapat menandakan .[59] Ikatan hujan mendahului front tutupan panas dan front panasdikaitkan dengan gerakan lemah ke atas.[61] Ikatan hujan yang muncul dekat dan mendahului front dingin bisa jadi merupakan garis squall yang mampu menghasilkan tornado.[58] dan terbentuk akibat perbedaan suhu. memaksa truf permukaan berlanjut ke sektor dingin lengkungan yang sama menuju front tutupan. mereka mampu menutupi lokasi front dingin tersebut.[60] dan cenderung lebar serta bersifat stratiform. dengan kemungkinan badai petir jika atmosfer di sepanjang trowal cukup stabil untuk menciptakan konveksi. perpanjangan presipitasi ini disebut sebagai struktur terikat.[64] Ketika siklon menutupi langit. Ini juga bisa menjadi fokus atas presipitasi lokal yang deras. Trowal menciptakan bagian dari siklon tutupan yang disebut sebagai kepala koma. dan mengarah ke periferi (juga disebut sabuk pengangkut panas) barat lautor.[62] Ikatan hujan yang dikaitkan dengan front dingin dapat dibelokkan oleh pegunungan lurus terhadap orientasi front karena pembentukan jet penghalang tingkat rendah. sebuah truf udara panas tinggi (trough of warm air aloft). akan terjadi akibat angin selatan yang kuat di perbatasan timurnya berputar-putar tinggi mengitari kawasan timur lautnya. Jika ikatan hujan angin laut cukup aktif mendahului front dingin.[63] Ikatan badai petir dapat terbentuk bersama angin laut dan angin darat jika kelembapan yang diperlukan untuk membentuknya ada pada saat itu. atau "trowal". Jika dilihat melalui pencitraan radar cuaca. karena bentuk awan pertengahan troposfer sepertikoma yang menyertai fenomena ini.

membentuk hurikan atau badai tropis.8-4. Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat). ikatan hujan dapat terbentuk di bawah angin permukaan air panas seperti Danau-Danau Besar.0. Batas ikatan hujan di sekitar siklon tropis dapat membantu menentukan intensitas siklon tersebut. dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S. hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5. dan kebakaran alami. Di pesisir timur Amerika. hal ini terjadi ketika adanya peningkatan front dingin.0-5.[66] Di balik siklon ekstratropis pada musim gugur dan dingin. Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir.[70] . hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3.[68] Keasaman[sunting] Siklus hujan asam Lihat pula: Hujan asam pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut. Di lepas pantai California.[67] Ikatan hujan dengan siklon tropis memiliki orientasi melengkung. Siklon tropis berisikan hujan deras dan badai petir yang. dan badai petir lokal memiliki pH serendah 2.8.hujan deras. selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik. Di bawah angin kepulauan. bakteri tanah. Dalam 20 tahun terakhir. ikatan hujan deras dan badai petir dapat terbentuk karena konvergensi angin tingkat rendah di bawah angin batas pulau.6. bersama dinding mata dan mata. yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya.[69] Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat.

sabana tropis. C. D. stepa. Bentuk klasifikasi Köppen yang umum digunakan memiliki lima jenis utama mulai dari A hingga E. dan gurun.subtropis lembap. Hutan hujan ditandai dengan curah hujan tinggi yang minimum normal tahunnya antara 1. Kebanyakan hujan musim panas terjadi selama badai petir dan siklon tropis. dan memiliki presipitasi besar . B. Jenis utama tersebut adalah A. kering.[72] Sebuah sabana tropis adalahbioma daratan rumput yang terletak di kawasan iklim semi-gersang hingga semi-lembap di lintang subtropis dan tropisdengan curah hujan antara 750 millimetre (30 in) dan 1.[74] Iklim subtropis lembap terletak di daratan sebelah timur. danAustralia. monsun. Malaysia.[73] Zona iklim subtropis lembap adalah daerah yang hujan musim dinginnya dikaitkan dengan badai besar yang diarahkan angin westerlies dari barat ke timur.000 millimetre (79 in). daratan es kutub. Sabana tropis tersebar diAfrika. dan E. berbatasan dengan lautan dingin dan wilayah tenggara Australia.Pengelompokan iklim Köppen[sunting] Peta iklim Köppen-Geiger terbaru[71] ██ Af██ A m██ Aw ██ BWh██ BWk█ █ BSh██ BSk ██ Csa█ ██ Cwa█ █ Csb █ Cwb ██ Cfa██ Cf b██ Cfc ██ Dsa██ Dsb██ Dsc██ Dsd ██ Dwa██ Dwb██ Dwc██ Dwd ██ Dfa██ Dfb██ Dfc██ Dfd ██ ET ██ EF Artikel utama untuk bagian ini adalah:Pengelompokan iklim Köppen Klasifikasi Köppen bergantung pada nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan.270 millimetre (50 in) per tahun. iklim mediterania.750 millimetre (69 in) dan 2. antara lintang 20° dan 40° derajat dari khatulistiwa. iklim subarktik. wilayah utara Amerika Selatan. iklim lautan.[75] Iklim lautan (atau oseanik/maritim) dapat dijumpai di sepanjang pesisir barat di lintang tengah seluruh benua di dunia. Lima klasifikasi utama ini dapat dibagi lagi menjadi klasifikasi sekunder seperti hutan hujan. kutub. India. tropis. dingin lintang menengah. sejuk lintang menengah. tundra. daratan lembap.

isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar . wilayah barat dayaAfrika Selatan dan sebagian wilayah tengah Chili.[77] Stepa adalah daratan rumput kering. dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in).[76] Iklim mediterania membentuk iklim benua di Cekungan Mediterania.98 in) hujan. Disdrometer. Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0. sebagian Australia Barat dan Selatan. dan Pengukur salju Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar. Setelah tabung dalam penuh.sepanjang tahun. sebagian wilayah barat Amerika Utara.98 in). sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0. limpahannya mengalir ke tabung luar.[78] Iklim subarktik bersifat dingin dengan permafrost abadi dan presipitasi kecil. Iklim ini ditandai oleh musim panas yang panas dan kering dan musim dingin yang dingin dan basah.[79] Pengukuran[sunting] Alat ukur[sunting] Pengukur hujan standar Lihat pula: Pengukur hujan.[80] Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0.98 in).

Perhitungan curah hujan radar melengkapi data stasiun darat yang dapat digunakan untuk kalibrasi. namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. Zona tanpa data di timur dan barat daya disebabkan adanya sorotan sinar dari pegunungan. Untuk menghasilkan akumulasi radar. .sampai tabung luar kosong. ember miring. Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai.[88] Misalnya. dan pembangunan bendungan adalah semua bidang yang memerlukan data akumulasi curah hujan. [81] Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan). (Sumber: Environment Canada) Salah satu kegunaan utama radar cuaca adalah mampu menilai jumlah curah hujan yang jatuh di cekungan besar untuk keperluan hidrologis. Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian. dan beban.[84][85] Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal. seperti CoCoRAHS atau GLOBE. stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan. tingkat hujan di satu titik dihitung menggunakan nilai data reflektivitas pada satu titik jaringan. yaitu . kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka.[83] Ketika penghitungan curah hujan dilakukan. pengelolaan selokan bawah tanah. berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet.[82] Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah.[86] Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi. Kanada Timur.[87] Sensor jarak jauh[sunting] Lihat pula: Radar cuaca Akumulasi curah hujan 24 jam di radar Val d'Irène. pengendalian banjir sungai. sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong. Persamaan radar kemudian dipakai.

98 in) .[94]Istilah badai 1 dalam 10 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang jarang dan hanya mungkin terjadi sekali setiap 10 tahun.[89] Perhitungan curah hujan satelit memakai instrumen gelombang mikro pasif di atasorbit kutub serta satelit cuaca geostasioner untuk mengukur tingkat curah hujan secara tidak langsung. PA MENU 0:00 Suara hujan deras di permukiman pinggiran kota Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.0 in) atau 10 millimetre (0.[93] Intensitas badai dapat diperkirakan untuk periode kembali dan durasi badai apapun dengan melihat grafik yang didasarkan pada data historis lokasi hujan. .[90] Untuk menghasilkan akumulasi curah hujan pada satu periode waktu tertentu.76 millimetre (3.39 in) dan 50 millimetre (2.98 in) per jam Hujan sedang — ketika tingkat presipitasinya antara 25 millimetre (0.39 in) per jam[91][92]  Hujan deras — ketika tingkat presipitasinya > 76 millimetre (3. dan A dan b adalah konstanta. semua akumulasi dari masing-masing kotak jaringan di dalam gambar pada waktu itu harus dijumlahkan.Z berarti reflektivitas radar.0 in) per jam.0 in) per jam[92] Periode kembali[sunting] Lihat pula: Banjir 100 tahun Kemungkinan suatu peristiwa dengan intensitas dan durasi tertentu disebut frekuensi atau periode kembali. Intensitas[sunting] Heavy rain in Glenshaw.[91]atau antara 10 millimetre (0.0 in) per jam[92]  Hujan badai — ketika tingkat presipitasinya > 50 millimetre (2. Intensitas curah hujan dikelompokkan menurut tingkat presipitasi:   Gerimis — ketika tingkat presipitasinya < 25 millimetre (0. R berarti tingkat curah hujan.

[97] Dimulai pada pertengahan hingga akhir 1990an. Hujan akan lebih deras dan banjir akan lebih buruk daripada badai terburuk yang terjadi dalam satu tahun.[101] . Relief daratan juga termasuk dalam PPK melalui pemakaian topografi atau berdasarkan pola presipitasi iklim dari hasil observasi dengan rincian jelas. QPF dalam bahasa Inggris) adalah perkiraan jumlah presipitasi cair yang terkumpul dalam periode tertentu di suatu daerah. PPK digunakan dalam model prakiraan hidrologi untuk mensimulasikan dampak terhadap sungai di seluruh Amerika Serikat.[95] Prakiraan hujan[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prakiraan presipitasi kuantitatif Contoh prakiraan hujan lima hari dariHydrometeorological Prediction Center Prakiraan Presipitasi Kuantitatif (disingkat PPK. 0600.[99] PPK dapat dibuat dengan dasar prakiraan jumlah kuantitatif atau kemungkinan prakiraan jumlah kualitatif.[100] Teknik prakiraan citra radar memperlihatkan kemampuan yang lebih tinggi daripada prakiraan model dalam 6 hingga 7 jam waktu citra radar. Prakiraan presipitasi cenderung dibatasi oleh jam sinoptis seperti 0000. atau keduanya. 1200 dan 1800 GMT.[98] Model prakiraan memperlihatkan sensitivitas tertentu terhadap tingkat kelembapan di lapisan pelindung planet. Berbagai skor kemampuan dapat ditentukan untuk mengukur nilai prakiraan curah hujan. sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 1 persen setiap tahun.sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 10 persen setiap tahun. atau di tingkat terendah atmosfer yang menurun seiring ketinggiannya. Prakiraan dapat diverifikasi melalui pemakaian pengukur hujan. prakiraan radar cuaca. Hujan akan menjadi ekstrem dan banjir lebih parah daripada peristiwa 1 dalam 10 tahun tersebut. "badai 1 dalam 100 tahun" bisa saja terjadi berkali-kali dalam satu tahun saja. Seperti semua peristiwa kemungkinan.[96] PPK akan diperinci ketika jenis presipitasi terukurkan yang mencapai batas minimal merupakan prakiraan untuk setiap am selama periode sah PPK. Istilah badai 1 dalam 100 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang sangat jarang dan akan terjadi dengan kemungkinan sekali dalam satu abad.

khususnya hujan. bahkan merusak panen. Pola hujan biasa bersifat vital untuk kesehatantumbuhan. nutrien tanah tersapu dan erosi meningkat selama musim hujan. Musim kemarau sebelumnya mengakibatkan kelangkaan makanan menjelang musim hujan. memiliki dampak dramatis terhadap pertanian.[106] Hujan dapatditampung menggunakan tangki air hujan. Kekeringan dapat mematikan panen dan menambah erosi. non-konsumsi dalam ruang atau irigasi. Semuatumbuhan memerlukan air untuk hidup. Presipitasi. Misalnya.[104] sementara tanaman tropis memerlukan ratusan inci hujan per tahun untuk hidup. masyarakat.[105]Negara-negara berkembang mencatat bahwa penduduknya memiliki fluktuasi berat badan musiman karena kelangkaan makanan sebelum panen pertama yang terjadi pada akhir musim hujan. . sehingga hujan (cara mengairi paling efektif) sangat penting bagi pertanian. terutama pria.[103]Tumbuhan memerlukan beragam jumlah air hujan untuk hidup.[107] Hujan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang.[109] Hujan juga dapat membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat. karena tanaman panen harus tumbuh terlebih dahulu. kaktustertentu memerlukan sedikit air. diolah agar dapat dikonsumsi.[24] Hewan memiliki strategi adaptasi dan bertahan hidup di wilayah basah. terlalu banyak atau terlalu sedikit hujan dapat membahayakan. Di daerah beriklim sedang. Di daerah musim hujan dan kemarau.[108] Budaya[sunting] Tanggapan budaya terhadap hujan berbeda-beda di seluruh dunia.[102]sementara terlalu basah dapat mendorong pertumbuhan jamur berbahaya. cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan.Dampak[sunting] Pertanian[sunting] Prakiraan hujan untuk Jepang Selatan dan sekitarnya pada 20–27 Juli 2009.

000 cu mi) jatuh sebagai hujan setiap tahunnya di seluruh dunia. kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung.[116][117] atau sebagai wilayah ketika air lebih banyak yang menguap akibat evapotranspirasi daripada yang jatuh sebagai presipitasi. wilayah yang curah hujan minimum tahunannya besar. digunakan sebagai nama mata uang nasional karena pentingnya hujan terhadap ekonomi negara gurun ini. curah hujan rata-rata tahunan secara global mencapai 990 millimetre (39 in).Di daerah kering seperti India. untaian pegununganAndes menahan kelembapan Samudra Pasifik yang tiba di benua ini. Sebagian besar Australia semi-gersang atau terdiri dari gurun pasir. Di Amerika Selatan. sebagian besar terdiri dari gurun pasir mulai dari Gurun Gobi di barat-baratdaya Mongolia melintasi barat Pakistan (Balochistan) dan Iran hingga Gurun Arab di Saudi Arabia.000 kubik kilometer (95. Sumber bau ini adalah petrikor.[110] atau ketika terjadi kekeringan di daerah lain.000 kubik kilometer (121. Di Botswana. serta alat pengalihan seperti talang air dan drainase badai yang mengalirkan air hujan ke selokan. 398.[115] Jika dibandingkan dengan luas permukaan Bumi.[113] Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan.000 cu mi) jatuh ke lautan. "pula". Di Asia. minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan.[119] sehingga menjadikannya benuaberpenghuni terkering di dunia. kata 'hujan' dalam bahasa Setswana. Padang pasir ditetapkan sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 250 millimetre (10 in) per tahun.[112] Beberapa budaya mengembangkan cara menghadapi hujan dengan berbagai alat lindung seperti payung dan jas hujan. sehingga memunculkan .[118] Gurun[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gurun Gurun-gurun terbesar Setengah benua Afrika di bagian utara didominasi gurun pasir atau wilayahgersang.[114] Klimatologi global[sunting] Lihat pula: Klimatologi curah hujan Bumi Air sebanyak 505.[111] hujan memperbaiki suasana hati masyarakat. termasuk Gurun Sahara.

adalah wilayah terbasah di dunia. terjadi di Amerika Utara danAustralia. hujan tersebar di seluruh wilayah selatan benua ini dari kawasan timur dan timur laut India hingga Filipina dan Cina selatan sampai Jepang karena monsun mengadveksikan kelembapan dari Samudera Hindia ke wilayah ini. Dampak Westerlies[sunting] Hujan rata-rata jangka panjang menurut bulan . namun lebih lemah. Kepulauan Virgin Amerika Serikat.[129] Kepulauan Mariana Utara.[130] Guam.[122] Truf monsun dapat memanjang ke utara hingga garis paralel ke40 di Asia Timur pada bulan Agustus sebelum bergerak ke selatan. sabuk hujan di wilayah tropis bergerak ke utara pada bulan Agustus. dengan curah hujan rata-rata melebihi 30 inci (760 mm) per tahun.[120] Wilayah basah[sunting] Lihat pula: Monsun dan Truf monsun Wilayah khatulistiwa dekat Zona Konvergensi Intertropis (ITCZ). Pergerakannya ke kutub ini didorong oleh monsun musim panas yang ditandai dengan munculnya tekanan udara rendah (tekanan rendah panas) di kawasan terpanas Asia.[121] Di Asia.[120] Siklon tropis mendorong terjadinya hujan di seluruh wilayah selatan Amerika Serikat. dan Samoa Amerika. atau truf monsun. kemudian bergerak kembali ke selatan menuju Belahan Bumi Selatan pada bulan Februari dan Maret.[125][126] Pada musim panas.[123][124] Sirkulasi monsun sejenis.[128] serta Puerto Riko. pegunungan Barat Laut Pasifik. Great Basin. monsun Barat Laut bersama kelembapan Teluk California dan Teluk Meksiko bergerak mengitaripegunungan subtropis di Samudera Atlantik. Setiap tahun.iklim mirip gurun di wilayah barat Argentina.[40] Wilayah kering di Amerika Serikat adalah wilayah tempat gurun Sonora menyapu Desert Southwest.[127] Daratan Amerika Serikat di sebelah timur meridian ke-98. mengangkut badai petir sore dan malam di wilayah selatan Amerika Serikat dan Dataran Besar. dan Sierra Nevada adalah wilayah terbasah di negara ini. dan Wyoming bagian tengah.

250 mm (89 in).000 mm (39 in) di permukaan laut dan 2.[131] Osilasi Selatan-El Niño mempengaruhi persebaran hujan dengan mengacaukan pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Barat. dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 11. sehingga menyumbang 10% hujan tahunan di wilayah ini.394 mm (448. Daerah ini telah dipromosikan dalam literatur wisata selama beberapa tahun sebagai tempat terbasah di Bumi. yang pesisir baratnya menerima curah hujan antara 1. dan semi. Kawasan badai petir besar bernama kompleks konvektif skala meso bergerak ke Dataran Besar. Tutunendo mengalami hujan tersebar merata sepanjang tahun. yaitu 9. rata-rata mencapai 13.[140] Quibdó. Rata-rata 38 tahun di Mawsynram. Norwegia adalah salah satu kota hujan terkenal di Eropa dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2. Meghalaya. dianggap seabgai daerah dengan curah hujan terukur terbesar di dunia.[132]Barat Tengah. terutama Britania Raya.430 mm (450 in).[127] Di puncak pegunungan.[138] Lloró. pada tahun 1974. Ada pula bukti bahwa pemanasan global mendorong peningkatan hujan di Amerika Utara bagian timur. sistem badai Pasifik mengangkut sebagian besar hujan untuk Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat.Lihat pula: Westerlies Westerly bergerak dari garis depan sejuk Atlantik Utara ke daerah lembap di Eropa Barat. Pada 2000.[135] dan wilayah tropis.3 in). India adalah 11.300 mm (520 in) per tahun.200 mm (480. Daerah terlembap[sunting] Cherrapunji. Selama musim gugur. rata-rata tahunannya mencapai 11.[136] Daerah terlembap di Australia adalah Mount Bellenden Ker di timur laut negara ini yang memiliki curah hujan rata-rata 8.[139] Departemen Chocósangat lembap. Curah hujan tertinggi yang tercatat dalam satu tahun adalah 22.[139] Badai di Chocó dapat menghasilkan curah .6 in).0 in) pada 1861.[133][134] Tenggara.[137] Mount Waialeale di pulauKaua'i di Kepulauan Hawaii memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 11. ibu kota Chocó. dengan rekor 17. curah hujan tahunan terbesar yang pernah diukur di Kolombia. Tidak seperti Cherrapunji yang hujan antara April dan September. kota ini memiliki curah hujan 26.873 mm (467.340 millimetre (683 in) tahun 1982.000 jiwa. Puncaknya dianggap sebagai salah satu daerah terbasah di Bumi. India adalah salah satu kawasan terlembap atau terbasah di Bumi.987 mm (905.303 mm (3. sebuah kota di departemen ini merupakan salah satu tempat yang diperkirakan terlembap di Bumi.680 millimetre (460 in) dalam 32 tahun terakhir. mengalami hujan paling banyak di Bumi di antara kota-kota lebih dari 100. Kolombia. Bergen. sementara kekeringan semakin sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis. Barat Tengah. curah hujan di daerah ini mencetak rekor tertinggi yaitu 12. dan Danau-Danau Besar selama musim panas. Tutunendo.500 mm (98 in) di pegunungan setiap tahunnya. dingin. sebuah kota di Chocó.000 millimetre (310 in) per tahun. arus jet membawa hujan maksimum musim panas keDanau-Danau Besar.000 millimetre (350 in) per tahun.4 in).6 in). terletak di lereng selatan Himlaya Timur di Shillong.

597 kaki/1.720 mm Mawsynram.296 mm [143] .102 kaki/1. Jumlah ini lebih banyak daripada curah hujan di berbagai kota di dunia dalam satu tahun.148 kaki/1. August 9. Kolombia 520 kaki/158 m 29 4.042 in/26 mm [143] Tertinggi dalam satu bulan Asia Cherrapunji.916 mm Quibdo.66 m 14 1.024 mm 12 kaki/3. Benua Daerah Curah hujan tertinggi Referensi Curah hujan rata-rata tahunan tertinggi Asia Mawsynram.400 in/86. Kolombia 120 kaki/36.360 mm Mount Bellenden Ker. 2004.hujan 500 mm (20 in) dalam satu hari. British Columbia Crkvice. Hawaii [a] (AS) Debundscha. India 366 in/9.1 m 32 3.569 m 30 Afrika Amerika Selatan 4.870 mm 30 kaki/9.840 mm Mount Waiʻaleʻale. Montenegro 5. Kamerun 5.830 in/46.050 in/102. Kauai. Queensland Henderson Lake.674 in/118.401 m 39 Oseania 4.560 in/65.994 mm Lloró. India 4.674 in/118.600 in/116. National Climatic Data [141] Center. India [a][d] 4.540 in/89.482 mm 3. India 1. Benua Rata-rata tertinggi (inci/mm) Daerah Ketinggian (kaki/m) [a][b] [c] Tahun Pencatatan Amerika Selatan Asia 5.337 kaki/1.720 mm [142] Tertinggi dalam satu tahun Asia Cherrapunji.017 m 22 Sumber (tanpa konversi): Global Measured Extremes of Temperature and Precipitation .555 m 9 Amerika Utara Eropa 2.6 m 16 Australia 3.236 in/132.

Pulau La Reunion 73 in/1. Pulau La Reunion 53 in/1. Kepulauan Karibia 15 in/381 mm [144] Lihat pula .Tertinggi dalam 24 jam Samudra Hindia Fac Fac.854 mm [144] Tertinggi dalam 12 jam Samudra Hindia Belouve.346 mm [143] Tertinggi dalam satu menit Amerika Utara Guadeloupe.

Air yang jatuh ke permukaan bumi tersebut dapat berbentuk padat seperti batu es dan salju maupun berbentuk cair seperti air hujan.♠Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan bulanan dalam satu tahun tertentu. curah hujan dicatat setiap hari. PROSES TERJADINYA AWAN Udara yang hangat yang terdiri ataspenguapan air.♠Curah hujan harian rata-rata jumlah curah hujan bulanan di bagi jumlah hari dalam bulan tersebut. Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar curah hujan (rain gauge). Jumlah curah hujan yang diukur tidak boleh menguapboleh menguap atau meresap ke dalam tanah. debu. ♠Curah hujan harian adalah jumlah curah hujan yang terjadi dalam satu hari tertentu.Subscribe to comments Post Comment Curah hujanPresentation Transcript  1. Di stasiun pengamat. endapan berupa air hujan atau curah hujan. udara itu taksanggup lagi menahan uap air nya. HUJAN Endapan atau presipitasi didefinisikan sebagai air yang jatuh ke permukaan bumi. Jumlah curah hujan 1 mm (milimeter) berarti air hujan yang menutupi permukaan tanah setinggi 1 mm. Namun.♠Curah hujan bulanan adalah jumlah curah hujan harian dalam satu bulan tertentu. A. Curah hujan diukur dalam satuan inchi atau milimeter.♠Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan tahunan dibagi 12 (jumlah bulan). Jutaan titik air itu melayangbersama dan membentuk awan. Di Indonesia. dan asap naik ke atasatmosfer dan kemudian ber ubah menjadiudara dingin. .  3.  2. hinggasebagian uap air itu mengembun pada butirdebu dalam atmosfer dan membentuk titik-titik air.

Tidak menimbulkan hujan. berpotensi salju Awan tinggi4. Awan ini biasanya berupa kabut saat di permukaan bumi. Menurut komisi cuaca internasional. AWAN ALTOKUMULUS 7. 6-12 km.♪ Altostratus Awan berlapis-lapis yang tembus cahaya hingga mtahari masih tetap tampak. sikromulus Awan yang kelihatan berkeping-keping atau bersekat-sekat. o AWAN SEDANG    6. Ketika awan ini menutupi matahari.8.bentuk awan dibagi atas 4 kelompok. o awan dengan perkembanganvertikal ♥ kumulus Awan yang bergumpal bewarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari.2 km atau 7. dan mirip es.kapas yang bewarna putih atau abu-abu. yaitu:  2-6 KM ATAU 20. Biasanya awan ini muncul bersamaan sirus dan sirostratus. Jika terkena sinar matahari akan menimbulkan bayangan di tanah. sirus Awan yang mengkilat.000 KAKI♪ Altokumulus Lapisan awan yang cukup luas seperti kumpulan kapas. Lapisan ini terdiri atas tetes air yang suatu saat bisa berubah menjadi kristal es.000 kaki ☺ stratokumulus Awan yang bewarna abu-abu yang bergumpal-gumpal lembut dan nampak berbaris teratur.  sirostratus Awan yang bewarna putih tipis dan tampak seperti terlihat sangat halus.5. Biasanya muncul saat matahari terbit atau matahari terbenam. o awan rendah    9. Awan stratus 11. Awan altostratus 0. ♥ . maka tidak akan menimbulkan bayangan. Terdiri atas tetes awan dan tetes hujan ☺ stratus Awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata. Biasanya awan ini muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam. Jika awan ini terkena sinar matahari atau bulan. ☺ nimbostratus Awan tebal bewarna abu-abu gelap tanpa bentuk tertentu dan terlihat basah. Awan stratokumulus 10. suhu mencapai -24 derajat celcius. matahari itu pun tak terlihat. lembut dan berserat .8 .

Per-awananPerawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat.delapan-an dari langit yang tertutupi awan. Awan kumulus Perawanan = 8/8 (= 1) berarti langit seluruhnya tertutupi oleh awan. Sebagai contoh: . Perawanan dapat dinyatakan dalam persen.13.Kumulonimbus Awan besar yang berpotensi hujan tiba-tiba karena mengandung tetes hujan yang besar. Perawanan = 0 (= 0/8) berarti tidak ada awan yang menutupi langit atau cerah. Perawanan = 4/8 (=1/2) berarti separuh langit tertutup oleh awan.   12. namun secara umum dinyatakan dalam per.

Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume. yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan. Evaporasi Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). dan gejolak aliran permukaan menentukan kemampuannya dalam menimbulkan erosi. Pengertian aliran permukaan. aliran permukaan. Evaporasi dan Infiltrasi Pada artikel sebelumnya. danau dan lautan (Asdak. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling . 1995). evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah. Secara sederhana. Beranda Selasa. Besaran aliran permukaan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) (Hridjaja dkk. Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. evaporasi dan infiltrasi. dalam hal ini tanah telah jenuh air. 1991). 18 Desember 2012 Aliran Permukaan. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. laju atau kecepatan. Menurut Arsyad (2010). evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai.

Dari siklus hidrologi. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Karena pengaruh suhu. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). embun dan sumber air lainnya. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. (wikipedia) Infiltrasi Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah.03 . Siklus air terjadi terus menerus. tergantung bagaimana mereka bertumbukan.energi panas .bertukar energi dalam berbagai derajat. danau. Diposkan oleh APRAK di 17.

Tipe Sungai: 1.Permukaan air tanah selalu berada di bawah dasar sungai. Komponen-komponen Limpasan: Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber : 1. Dalam analisis hidrologi aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan menjadi satu yang disebut aliran langsung.Sungai Ephemeral adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. Sungai Perennial : sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun.sedangkan aliran tanah disebut aliran tak langsung.debit puncak.sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. JANUARI 15. Aliran antara (interflow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi di bawah permukaan tanah.sehingga sungai tidak menerima aliran iar tanah yang berarti tidak mempunyai aliran dasar (base flow) contoh di : nusa tenggara 3. aliran antara 3.setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan mengisi cekungan-cekungan pada permukaan tanah.Aliran permukaan dapat terkonsentrasi menuju sungai dalam waktu singkat. 2011 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Limpasan adalah apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas infiltrasi. Aliran permukaan 2. 2.aliran sungai perennika adalah aliran dasar yang beraal datri aliran air tanah.selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah Beberapa variable yang ditinjau dalam analisis banjir adalah volme banjir.lama genangan dan kecepatan aliran.Aliran air tanah Aliran Permukaan (surface flow) adalah bagian dari air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas permukaan tanah.Pada suatu periode tertentu bersifat sungai perennial dan pada waktu tertentu bersifat sebgai sungai ephemal. Bentuk umum dari hubungan antara hujan dan limpasan adalah : Q = b (P-Pa) Dimana: .Aliran antara terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi di bawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akhirnya menuju sungai atau langsung ke laut. Aliran permukaan disebut juga aliran langsung (direct runoff).Setelah cekungancekungan tersebut penuh.sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik yang masih mempunyai hutan lebat.Limpasan Permukaan (Runoff) SABTU.Sungai Intermitten : sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe di atas.tinggi genangan.

Semua air hujan yang jatuh di DAS telah terkonsentrasi di titik control. · Tipe ketiga terjadi apabila durasi hujan efektif lebih pendek daripada waktu konsentrasi.jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. Konsentrasi aliran di suatu DAS dapat dibedakan menjadi 3 tipe tanggapan DAS · Tipe Pertama terjadi apabila durasi hujan efektif sama dengan waktu konsentrasi.Pada saat itu hujan berhenti dan aliran berikutnya di titik control tidak lagi aliran dari seluruh DAS.Tipe tanggapan seperti ini disebut aliran subkonsentrasi. Dan hidrograf berbentuk segitiga.tataguna lahan. Apabila durasi hujan lebih kecil dari waktu konsentrasi. .. Pada keadaan ini aliran terkonsentrasi pada titik control.Pada keadaan ini debit aliran di titik control tidak mencapai nilai maksimum.Tipa anggapan DAS seperi ini disebut aliran superkonsentrasi.Q : kedalaman limpasan P : kedalaman hujan Pa: kedalaman hujan dibawah nilai tersebut tidak terjadi limpasan b : Kemiringan garis Konsentrasi Aliran Air hujan yang jatuh diseluruh daerah tangkapan akan terkonsentrasi (mengalir menuju) suatu titik kontrol.Setelah hjan berhenti.intensitas hujan akan lebih tinggi.sehingga debit aliran berkurang secara berangsur-angsur sampai akhirnya kembali nol. · Tipe kedua terjadi apabila durasi hujan efektif lebih lama daripada waktu konsentrasi.Waktu resesi sama dengan waktu konsentrasi.sehingga debit aliran menvapai maksimum.aliran berkurang sampai akhirnya menjadi nol. Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh didalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau. Tipe tanggapan DAS seperti ini diesebut aliran terkonsentrasi.dan debit maksimum tercapai setelah waktu aliran sama dengan waktu konsentrasi. Waktu monsentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan.

tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. dan pencairan es dan salju. Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakanretakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai. Proses tersebut berjalan terus. Morfologi hasil pengikisan ataupun pengendapan sungai pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan yang terjadi berkaitan dengan air mengalir. akibatnya aliran air tersebut membawa muatan sedimen serta membentuk bentuk n lahan (landform) baik berupa hasil pengikisan maupun hasil pengendapan. sungaisungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat.pada umumnya menjadi sumber dari air sungai. Pada intinya bahwa sungai tersebut mengalir pada lembah yang terbentuk secara alami. kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan. Disamping itu. . b. juga hasil dari es yang mencair didaerah lingtang menengah-tinggi ataupun pada daerah pegunungan tinggi didaerah tropis. Sebagai contoh. sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal. dan hasil mencairnya es terkadang melakukan erosi. Kegiatan Aliran Air Permukaan dan Air Tanah Air hujan yang jatuh kepermukaan bumi sebagian mengalami transpirasi dan ada yang mengalir sebagai aliran air permukaan (run off). air tanah. merupakan hasil pengikisan oleh air proses mengalir ataupun terjadi karena faktor dan proses endogen seperti adanya patahann. serta ada pula yang meresap kedalam tanah. pelarutan dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck. Air yangbisa berasal dari air hujan mata air. Bentuklahan-bentuklahan yang terjadi akibat dari proses ini khususnya pada daerah aliraan air/sungai. walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya.. Lembah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk permukaan bumi yang negative. 1939: 158) adalah sebagai berikut : a. sungai adalah merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah. Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat. Air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir menuju daerah yang lebih rendah. Jadi. sehingga aliran air yang terdapat pada saluran buatan seperti saluran irigasi tidak bisa dinamakan sungai. erosi. tetapi merupakan akumulasi air. Air hujan yang tersimpan dalam tanah-tanah yang porius kemudian muncul kepermukaan dan ada yang meresap kemudian muncul sebagai mata air. Air sungai dapat bersumber dari air hujan. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai. Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi. Curah hujan yang tinggi. terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir sebagai aliran permukaan menuju daerah-daerah yang lebih rendah yang dinamakan sungai.

bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical. e. laut. Perubahan ini di sebabkan karena : 1. lebar atau dalamnya lembah. system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu. kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya. Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir). Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. Mengangkut material. mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap. . dan sebagainya. dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). daerah aliran tengah.c. Oleh karena itu. daerah aliran hilir. dan mengendapkan. dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat. c. maupun keadan permanen aliran yang minimum. Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai. sehingga mempercepat pengerjaan erosi. d. walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. sungai mempunyai ciri yang tersendiri dan berbeda dengan massa air lain seperti danau. baik volume. menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya.Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik(mengalami perubahan-perubahan). menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah. Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. jumlah air . Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial. mengangkut dan mengendapkan. mengambil bahan lepas. penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kea rah ulu). Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul. Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal. sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang. Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut : a. mengangkut. Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis. Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam. dari mulai Lumpur yang halus.Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua. erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah). Pengalirannya tidak tetap. pasir. Erosi. b.

2. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. akan di sajikan secara satu persatu. Berikut ini di kemukakan mengenai beberapa contoh penampang melintang suatu lembah dengan berbagai bentuk di sajikan dalam Gambar 3-2 dan Gambar 3-3. sehingga terjadi pegikisan ke arah luar dan dinding terlihat lebih tegak. karena setiaplembah jarang sekali memiliki menpunyai sisi lereng yang simetris. namun sebenarnya bentuk ini tidak lah tepat benar. 2.Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral.2. Hal ini disebabkan karena sudah mencapai batas vertikal atau base level. Hal ini tergantung pada material batunya seperti resisten tidaknya batuan. Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut. Kelokan bagian luar di sebut dengan Undercut slope ( bagian dinding yang terkikis ). Timur Keterangan A= Undercut slope = arah kekuatan erosi dan B= Slip of slope tebing/dinding lembah lebih tejal Gambar 3-2.Penampang lembah Dalam membicarakan penampang dalam suatu lembah. 2. sehingga makin ke arah pinggir makin dangkal. Penampang Melintang pada lekuknan meander Pada sisi luar lekukan meander lebih curam di bandingkan dengan pada lereng di bagian dalam. Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara. sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang. General base level batas umum erosi. struktur pelapisan ( kedudukan lapisan yang hamper tegak. 2. Berkaitan dengan adanya erosi yang terjadi pada suatu lembah. yaitu: 1. local base level atau batas erosi local berupa danau atau penghalang berupa batuan keras yang terdapat pada bagian aliran tengah atau bagian hulu. batas ini berupa permukana laut yang berlaku untuk umum untuk setiap aliran sungai. sedangkan sisi bagian dalam kelokan merupakan slip of slope (bagian sisi yang terendapi material).yang di sajikan adalah penampang melintang dan penampang melintang. Berdasarkan kekuatan mengerosi kea rah .1. Hal ini di sebabkan karena air yang menglir pada lekukan meander tersebut. Batas erosi ada dua jenis.Penampang Melintang Penampang melintang suatu lembanh aliran sungai ada yang berbentuk V dan ada pula uang berbentuk U. namun erosi secara vertikal pada suatu lembah tidak terjadi secara terus menerus. terutama paa sisi luar merupakan aliran dengan tekanan yang paling besar. Bandingkan dengan sisi bagian dalam nampak lebih landai. Untuk itu.2. sebab pada stadium tertentu akan terhenti. muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar. Erosi vertical mulai melembah bahkan terhenti bila mendekati batas erosi umum.

Penampang Memanjang Lembah Penampang memanjang lembah pada dasarnya sama dengan penampang melintang. d. Oleh a. Faktor geologis juga berpengaruh terhadap lereng yang memiliki penampang melintang yang tidak simetris.2. Untuk mengatasi pelebaran dan perubahan aliran. penutupan lahan berupa vegetasi dapat berfungsi menahan aliran permukaan.dinding kelikan. Faktor suhu menjadi pemicu untuk mempercepat pelapukan. Vegetasi. Penampang melintang pada struktur berlpis miring Dari gambar di atas dapat di jelaskan bahwa lereng yang lapisannya miring pada tepi lembah bagian barat tamapak lebih curam di bandingkan dengan lereng pada sisi sebelah timur.2. c. Adapun gambarnya seperti berikut : Timur Gambar 3-3. Faktor aliran sungai juga mempengaruhi terhadap bentuk penampang melintang suatu lembah. maka jelas lahan yang ada di bagian barat aliran makin lama makin terkkikis habis. 2. sehinnga jumlah air yang tertampung dan terakumulasi pada sebuah sungai menjadi lebih sedikit dan terakumulasi lebih lama. Perbedaan kecepatan aliran dipengaruhi oleh : Kelurusan sungai. karena aliran sungai tidak sama kecepatannya disemua tempat pada penampang melintang suatu lembah. Hal ini di sebabkan karena pengikisan terjadi pada lapisan yang memng sudah miring dan lapisan tersebut kurang resisten dibandingkan dengan lapisan yang ada pada tebing disebelah barat. Hanya saja pada penampang memanjang menunujukan profil suatu lembah atau sungai dari hulu ke hilir dengan memperhatikan tempat-tempet yang mempunyai ketinggian yang sama. menyangkut pada material batuan apakah material batuan porius atau tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap kedalam tanah atau batuan. akhirnya air yang dialirkan juga lebih sedikit. Hal lain yang menyebabkan tidak semetrisnya penampang melintang pada suatu lembah adalah disebabkan adanya penyinaran yang tidak sama intensifnya. Selanjutnya disajikan pula penampang melintang yang terdapat pada daerah dengan struktur berlapis miring. sebaliknya lahan di bagian timur aliran luasnya bisa bertambah kea rah barat. Faktor geologis.pada sungai yang lurus cenderung memiliki aliran yang lebih cepat. maka pada sisi bagian barat sebaliknya di buat pengaman misalnya di pasang batu bronjong (batu yang di taruh dlam kawat teranyam dan tersusun) untuk menahan kuat arus. . Relief dan kemiringan lereng menentukan kecepatan aliran. dimana setelah terjadi hujan air dialirkan secara keseluruhan tau terhenti pada sebuah ledok atau cekungan. b.

.karena itu penampang memanjang merupakan grafik tentang ketinggian suatu tempat sepanjang alur lembah kesungai dari hulu kehilir.

Limpasan permukaan (surface run off) merupakana air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan lahan akan masuk kepatir – parit dan selokan – selokan yang kemudian bergabung menjadi anak sungai dan akirnya menjadi aliran sungai. karena dipengaruhi juga oleh besar kehilangan air hujan akibat pepohonan (vegetal cover). dsb). Satuan volume limpasan adalah meter kubik. Pengalih ragaman dari data hujan menjadi debit aliran dapat dibedakan untuk debit banjir dan debit rendah (kekeringan). merupakan besaran hujan yang juga bervariasi. Gmana I. Limpasan permukaan (surface run off) merupakan komponen aliran yang besarannya adalah hujan dikurangi besaran infiltrasi. pada sungai – sungai besar kenaikan debit terjadi lambat untuk mencapai debit puncak. Besaran hujan yang jatuh kepermukaan tanah. Variabiltas limpasan sangat tergantung dari variabilitas komponen aliran dasar (baseflow/ groundwater flow). atau di DAS kecil kenaikan debit banjir dapat terjadi dengan cepat. ditambah dengan stemflow dan troughtfall. aliran permukaan . Untuk debit rendah dapat dilakukan dengan metode regresi. yang dapat menyebabkan debit sungai meningkat. Aliran permukaaan Aliran antara Aliran air tanah Aliran permukaan (surface flow) adalah air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan tanah. Limpasan dinyatakan dalam volume atau debit. Nakayasu. Untuk debit banjir pengalih ragaman dapat dilakukan dengan menggunakan metode rasional. Tangki dsb. 2. Mock. debit satuannya volume ersatuan waktu yang melalui suatu luasan tertentu (m3/detik) Komponen – komponen limpasan Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber yaitu : 1. hidrograf satuan sintetis ( Snyder. Dengan mengetahui data debit dan data hujan distasiun – stasiun penakar hujan yang berpengaruh pada DAS yang ditinjau. hidrograf. Didaerah pegunungan( bagian hulu DAS) limpasan permukaan dapat masuk kesungai dengan cepat. 3. Apabila debit sungai lebih besar dari kapasitas sungai maka akan terjadi luapan pada tebing sungai sehingga terjadi banjir.Limpasan Hidrograf Acep Suhendra. Interception. DiDAS bagian hulu dimana kemiringan lahan dan kemiringan sungai besar. maka dapat dicari hubungan antar hujan yang jatuh dan debit aliran yang terjadi. yang disebut juga aliran langsung ( direct flow).

Hujan tidak merata diseluruh DAS Permukaan DAS memiliki tata guna lahan yang berbeda – beda . sehingga sungai tidak menerima aliran air tanah. yang terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah yang akirnya masuk kesungai Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi dibawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akirnya menuju kesungai atau langsung kelaut. atau model yang tersedia Kualitas dan kuantitas yang tersedia Ketersedaan tenaga ahli yang terkait informasi yang diperlukan Menurut teori Horton (Hortonian Overland Flow) (Chow et al. Aliran antra (inter flow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi dibawah permukaan tanah. Sifat dan tujuan perancangan secara umum. Sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik. sehingga memilki laju infiltrasi yang berbeda. yang berarti tidak mempunyai aliran dasar. Pada saat musim penghujan muka air tanah naik sampai diatas dasar sungai sehingga pada saat tidak ada hujan masih terdapat aliran yang berasal dari dari aliran dasar. 3. misalnya masih berhutan lebat. . Permukaan air tanah selalu berada dibawah dasar sungai. 2. Yaitu sungai yang keadaan akifer lebih buruk. Dengan demikian di sungai hanya terdapat aliran pada saat terjadi hujan saja dan aliran hanya terdiri dari komponen saja yaitu lipasan permukaan dan mungkin aliran antara. struktur dari cara – cara penyelesaiaan. dalam proses alami yang terjadi dapat menjadi sangat komplek yang disebabakan karena : a. Meskipun teori Horton sangat sederhana . ketelitian. 4. masih dapat mem berikan sumbangan aliran dasar kesungai( sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun). Pada musim kemarau muka air tanah turun sampai dibawah dasar sungai sehingga disungai tidak ada aliran. Maka limpasan langsung dapat apabila intensitas hujan lebih tinggi dari laju infiltrasi. Sungai INTERMITTEN adalah sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe diatas. 2. 1. sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. sungai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam.dapat terkonsentrsi menuju sungai dengan cepat. dan apabila laju intensitas hujan lebih kecil dibandingkan laju infiltasi.1988) limpasan permukaan merupakan bagian dari hujan yang tidak terserap tanah oleh infiltrasi. Memperhatikan berbagai jenis fluktuasi debit di sungai. Sungai ‘PARENNIAL’ yaitu sungai – sungai yan kondisi akifernya sedemikian sehingga baik selama musim hujan ataupun musim kemarau. Perkiraan Limpasan Perkiraan limpasan tergantung dari beberapa hal 1. Kemampuan. Sungai EPHEMERAL adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. maka tidak terjadi limpasan langsung. 3. sehingga pada saat musim kemarau tidak dapat memberikan sumbangan aliran dasar kedalam aliran sungai. b. yang menyangkut tentang ketelitian rincian.elevasi muka air tanah berubah dengan musim.

2. Koefisien limpasan ( C ) Tipe daerah aliran Rerumputan Tanah pasir. Cara ini dapat dilakukan bila terdapat data hujan (jamjaman/hyterograph) dan data aliran (hydrograph). tataguna lahan. datar.05 – 0. Waktu kosentrasi ( tc/ time of concentration ) adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh dalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau. biasanya durasi hujan melebihi waktu kosentrasi. sedang.jaman yang menimbulkan hidrograp yang bersangkutan. 4. kehilangan awal bervariasi dan didekati dengan berbagai besaran dan alasan tertentu.15 0. jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. Andaikan bila kehilangan air merupakan presentasi (%) tetap dari hujan yang bersangkutan. DAS disebut kecil apabila distribusi hujan dapat dianggap seragam dalam ruang dan waktu. 2 – 7% Tanah pasir curam. 1. 2. jika luas DAS kurang dari 2. perlakuan terhadap kehilangan air akibat infiltrasi untuk memperkiraakan limpasan permukaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda – beda.10 – 0. cara ini dilakukan dengan andaian kehilangan tetap sebagai indek  (phi indek).20 0. Metode/ Cara Rasional Banyak digunakan untuk memperkirakan debit puncak yang ditimbulkan hujan deras pada daerah tangkapan (DAS) kecil. Kehilangan air akibat infiltrasi ini dilakukan dengan cara coba – coba untuk dikuraangkan dari data hujan jam.10 0.2% Tanah pasir. Biasanya prosedur ini diikuti dengan andaikan kehilangan air tetap seperti yang disebutkan pada no. Waktu kosentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan.17 . cara ini digunakan dalam rumus rasional. Cara Rasional bertujuan untuk memperkirakan debit puncak dengan persamaan : Dimana: Q C I A = debit puncak (m3/det) = koefisien limpasan (runoff coefficient) (tabel) = intensitas hujan (mm/jam) = luas DAS (km2) Tabel 1. Andaikan kehilangan air mengikuti lengkung infiltrasi teoritik dengan persamaan .Dalam analisa. koefisien limpasan berlaku pada periode tertentu. Koefisien limpasan ditakrifkan sebagai perbandingan antara limpasan total dengan hujan penyebabnya.13 – 0. Andaikan bahwa kehilangan air akibat infiltrasi sebagai kehilangan tetap( constanloss).15 – 0. 7% C 0.5 km2 dianggap sebagai DAS kecil. 3. Andaikan adanya sejumlah kehilangan awal (initial loss) sebelum terjadinya limpasan.

60 0.75 – 0.40 0.10 – 0.50 0.95 0.02 .85 0.95 0.40 – 0. Penetapan waktu kosentrasi tidak terlalu mudah.80 -0.95 0.70 – 0. sedang 2-7% Tanah gemuk curam.25 0.25 – 0.70 0.Tanah gemuk.50 – 0.40 0. Hali ini berarti air hujan yang jatuh ditempat dalam DAS yang terjauh dari titik control(titik yang ditinjau/stasiun hidrometri) telah sampai dititik tersebut.30 0.75 0.16 – 0.80 0.60 – 0.35 0. kuburan Tempat bermain Halaman kereta api Daerah tidak dikerjakan Jalan : beraspal Beton Batu atap 0.30 – 0.95 Debit maksimum suatu DAS dapat dicapai pada saat seluruh bagian DAS telah memberikan konstribusinya.75 – 0.20 – 0.35 0.50 – 0.60 – 0. 7% Perdagangan Daerah kota lama Daerah pinggiran Perumahan Daerah single family Multi unit terpisah Multi unit tertutup Suburban Daerah apartemen Industry Daerah ringan Daerah berat Taman.10 -0.70 – 0.25 – 0.tetapi pada dasarnya dapat ditetapkan dengan persamaan KIRPICCH . 2% Tanah gemuk.Waktu kosentrasi untuk lahan pertanian kecil dengan luas daerah tangkapan kurang 80 hektar (Kirpicch) Tabel 2.90 0. Nilai koefisien kekasaran Tata guna lahan Kedap air n 0.70 0.20 – 0. datar.50 – 0.22 0.

sampai dimana waktu sisi turun berakhir Akhir dari sisi turun ditentukan dengan perkiraan Volume hidrograf diperoleh dengan mengintegralkan debit alitran dari waktu nol sampai waktu dasar Pemisahan Hidrograf Hitungan hidrograf satuan hanya dilakukkan terhadap komponen limpasan permukaan. kedalaman aliran (elevas). b. Waktu capai puncak (time to peak) adalah waktu yang diukur dari nol sampai waktu tejadinya debit puncak Sisi naik (rising limb) adalah antara waktu nol dan waktu capai puncak Sisi turun ( recession limb) adalah bagian hidrograf yang menurun antara waktu capai puncak dan waktu dasar Waktu dasar (time base) adalah waktu yang diukur dari waktu no. infiltrasi. b. Koefisien limpasan secara umum ditakrifkan sebagai perbandingan antara debit puncak dengan intensitas hujan atau perbandingan antara debit puncak terhitung (calculated peak) dengan debit puncak maksimum yang dapat terjadi (maksimum possible runoff).8 Koefisien limpasan merupakan koefisien yang menentukan dalam persamaan rasional. karena: a. c. dan frekuensi hujan tergantung dari tungkat difusi limpasan (cekungan).6 0. Parameternya antara lain . lama. terkait dengan kehilangan air akibat intersepsi. kerenaa penetapan besaran koefisien ini menentukan tepat atau tidaknya persamaan ini digunakan dalam suatu DAS tertentu. tampungan permukaan tergantung dari intensitas. Pemilihan koesfisien ini sangat sulit. Komponen hidrograf a. Ada 2 cara memisahkan kedua tipe aliran tersebut . penguapan(catchment loss/catchment abstraction) HIDROGRAF Adalah kurva yang member hubungan antara parameter aliran dan waktu.oleh karena itu perlu memisahkan hidrograf terukur menjadi limpasan langsung dan aliran dasar.2 0.Timbunan tanah Tanaman pangan/tegalan dengan sedikit rerumputan pada tanah gundul yang kasar dan lunak Padang rumput Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan dedaunan Hutan dan sejumlah semak belukar 0. puncak hidrograf menggambarkan debit maksimum. dan debit aliran.1 0. c.4 0. aliran permukaan aliran antara aliran air tanah bentuk hidrograf waktu nol (zero time) menunjukkan awal hidrograf.

00 15.00 10. tampungan permukaan dan penguapan.203 .40 Debit (m3/det) 0. phi() indek dan histogram hujan efektif Hari/tanggal – jam 8.00 12. Histogram hujan efektif diperoleh dengan mengurangkan kehilangan air terhadap histogram hujan total. 3.523 Hujan (mm) 4.48 km2 mempunyai data hujan dan debit yang terjadi pada tanggal 15 -16 februari 2003 seperti pada tabel 1 Hitung hidrograf aliran langsung.31 17.1. apabila titik B tidak diketahui.52 32.00 16.00 11. Hujan yang jatuh dipermukaan tanah merupakan fungsi waktu yang dinyatakan dalam bentuk histogram.59 35.73 35. dari titik C ditarik garis lurus kettik D yang berada pada sisi turun yang berjarak N hari sesudah puncak.54 19.00 15 feb 03 13.153 6.247 8.094 0. cara paling sederhana dengan menarik garis lurus dari titik dimana aliran langsung mulai terjadi (A) sampai akir dari aliran langsung (B).559 25. maka tarik garis horizontal dari titik A 2.00 36.061 17. hubungkan titik A dengan garis lurus atau kurva sembarang Hujan efaktif dan Aliran Langsung hujan efaktif (effective rainfall) atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari hujan yang menjadi aliran langsung disungai.43 32. membuat garis yang merupakan perpanjangan /kelanjutan dari aliran dasar sampai titk C yang berada dibawah puncak hidrograf.00 9. menarik kurva resesi kebelakang yang berawal dari titk akhir aliran langsung (B) sampai titik E dibawah titik balik.00 17.094 0. Contoh soal Das cemoro dengan luas 13. Hujan efektif = hujan total yang jatuh dipermukaan tanah dikurangi kehilangan air. Untuk mendapatkan hujan efektif perlu dicari besarnya kehilangan air. Salah satu cara dengan menggunakan phi indeks. Nilai phi()index adalah laju kehilangan air rerata yang disebabkan oleh infiltrasi.161 11.00 14.094 0.

dianggap aliran dasar adalah konstan terhadap hidrograf kolom 3 dan hasilnya pada kolom 4) jumlah dari limpasan langsung (kolom 4) dikalikan dengan interval waktu yaitu 1 jam (3600 detik) V limp = 115. berarti anggapan  < 4.43 mm adalah salah.9 mm.9<< 17.215 Perkiraan aliran dasar.76  = 19.232 0.59 .52 .232 0.441 1.00 20.) + (32.) + (36. dimisalkan 4. 4.00 16 feb 03 03.215 0. maka diperoleh .841 1.18.00 24.73 .) + (32.54 .43 mm (hujan terkecil) maka : (4.094 m3/det.841 0.00 19. dimisalkan 17.73. maka diperoleh : Permisalah masih salah .volume limpasan langsung adalah 0.93.43< < 4.) + (35.43 .00 01.00 21.) + (19.066 2. Memperkirakan kehilangan air (phi indek) dengan cara berikut Dianggap phi indeks < 4.189 x 3600 = 414.00 22. maka diperoleh  = 23.251 0.) + ( 17. 3.31 .90 5.4 m3 Kedalaman limpasan adalah = volume limps dibagi luas DAS 4. dilakukan anggapan baru yaitu 4. ) = 30.00 23.08 Karena hasilnya labih besar dari perkiraan awal. dengam memperhatikan kolom 3 dapat diketahui aliran dasar Qbf = Hitng hidrograf limpasan langsung yang diperoleh dengan mengurangkan aliran dasar Hitung volume dan kedalaman limpasan langsung .00 Penyelesaian : 1. ) + ( 4.4 .680. 2.251 0.73< < 19.9 .251 0.232 0.89 Permisalahan masih salah.00 04.00 02.00 05.

12 Permisalahan masih salah. = 25. 6. dimisalkan 19. .4 mm adalah benar maka  = 26.4 maka  = 26.93<< 32.57 mm terhadap Untuk mengecek hitungan benar dilakukan dengan membandingkan nilai jumlah hujan kolom 2 dan haslnya pada kolom 5 . Thanks’….57 Dengan anggapan 19..57 mm 5.76 mm…. Menghitung histogram hujan efektif yaitu dengan mengurangkan  = 26. lebihan dengan kedalaman limpasan langsung yaitu sebesar 30.93<< 32.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful