Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi

dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya
Home › Sains › IPA on 13 Juni 2012 | 9 Comments

(Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya) – Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan. Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi. Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum. Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

    

Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas. Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun. Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi. Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju. Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

yaitu sebagai berikut:    Siklus pedek.See more at: http://www. yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan.com/pengertian-siklus-hidrologi-dan-penyebabterjadinya/839/#sthash. kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan. Siklus sedang. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut.diwarta.dpuf . kemudian terbentuk awan. . Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah. Siklus panjang. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan.1svhfz0y. kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut.Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis.

ke daratan atau langsung ke laut. terus kembali ke laut melengkapi siklus air. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut. dari atmosfer ke tanah. Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] Written By M Mustafa on Rabu. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi. sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuhtumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang. . ada juga yang sementara tersimpan di danau. sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. hingga menuju ke laut ( surface run off ). sungai. namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. 30 Januari 2013 | 19. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar. tetapi kemudian menguap atau sebaliknya. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 1.Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] . Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. dan sebagainya (surface detention).11 Blogger Bodoh . air mengalami banyak interupsi. dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam. terus kembali ke laut. Curahan (precipitation) turun ke bawah. selokan.

Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air. 3. Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : * Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsung * Transpirasi: penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan * Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusia * Evapotranspirasi: perpaduan evaporasi dan transpirasi . lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegununganpegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah. setelah menjadi awan melalui proses kondensasi. mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut.2. Siklus Panjang : Air laut menguap.

hingga menuju ke laut. sungai.* Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan * Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air. Siklus hidrologi digambarkan secara leng . hujan es. hujan salju * Infiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah * Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater * Run off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit.

kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. Air berevaporasi. evaporasi dan transpirasi. Setelah mencapai tanah. hujan gerimis atau kabut. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: . hujan es dan salju (sleet). salju. hujan batu. presipitasi.Siklus Hidrologi Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.

dsb. permukaan tanah. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. di sungai. di daratan. di tanaman. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. salju. es. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. jatuh ke atas vegetasi. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman.  Air permukaan. rawa). hujan.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. dan lain-lain). akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat . kondensasi untuk membentuk awan. presipitasi. batuan gundul.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. permukaan air dan saluransaluran sungai (presipitasi saluran). Presipitasi dalam segala bentuk (salju. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. yang berubah adalah wujud dan tempatnya. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). waduk.Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. dan evaporasi-kembali. hujan batu es.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. maka aliran permukaan semakin besar. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama.

Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Kemudian. daur hidrologi dapat berupa daur pendek. formasi-formasi geologi. Siklus Hidrologi Karakteristik siklus Hidrologi : Pertama. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Selanjutnya.(zone) jenuh di bawah muka air tanah. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. Akhirnya. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. aliran air menjadi turbulen (deras). Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. misalnya hujan yang jatuh di laut. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. . Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer.

Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi. Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”. Keempat. sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai“soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. Penjelasan gambar siklus Hidrologi : Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari. hujan salju dan sebagainya. Ketiga.Kedua. sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap. berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks. sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. air sungai. Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas. penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasibaik itu berupa hujan. Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman(transpirasi). . Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti. Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”.

selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi. terjadi kondensasi. yaitu perairan daratan dan perairan laut. Jenis siklus hidrologi ada tiga macam. sungai. danau dan sungai yang disebut evaporasi. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan. yaitu air laut menguap. . gletser. air sungai.57 by Muhammad Rizal Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. danau dan rawa. gletser.PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI Posted on 07. Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap. hujan jatuh di daratan menjadi air darat. yaitu : 1. Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. Air yang ada di permukaan Bumi. karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. lautan dan waduk. karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. misalnya air danau. Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat. Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air). selanjutnya kembali ke laut. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut. Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu. Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi. yaitu air laut menguap. rawa-rawa. terjadi kondensasi. Siklus pendek. Siklus sedang. uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi.tetapi dapat mengalami perubahan. 2.

3. Siklus panjang. jatuh sebagai salju.html#ixzz2XzRR6gFA . yaitu air laut menguap.org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi.winapedia. terjadi kondensasi. mengalir ke sungai. Sumber : http://www. selanjutnya kembali ke laut. terbentuk gletser.

Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. evaporasi dan transpirasi.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. salju. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.SIKLUS HIDROLOGI Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. maka aliran permukaan semakin besar. Setelah mencapai tanah. di sungai. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. hujan batu. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. di daratan. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir . kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. salju. hujan es dan salju (sleet). dsb. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. Air berevaporasi. es. presipitasi.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. rawa). Air permukaan. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. di tanaman. waduk. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. hujan gerimis atau kabut.

aliran air menjadi turbulen (deras). Kemudian. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). permukaan tanah. hujan. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). presipitasi. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. formasi-formasi geologi. batuan gundul. Selanjutnya. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. yang berubah adalah wujud dan tempatnya. . kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi.ke laut. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah.id/Hidro/Siklus/air-siklus. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun.htm SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. Akhirnya.lablink.or. Sumber: http://www. jatuh ke atas vegetasi. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. kondensasi untuk membentuk awan. hujan batu es. dan lain-lain). dan evaporasi-kembali. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah.

buangan sampah atau bangunan air yang menghambat aliran. ―Kontribusi terbesar aliran sungai pada musim kemarau sebenarnya dari mata air. Ia menduga banjir disebabkan menurunnya kapasitas saluran atau sungai akibat proses sedimentasi. ―Ekses yang ditimbulkan adalah berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah yang berarti bahwa simpanan air di dalam tanah juga akan berkurang. kata pakar air Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Budi Santosa. 1987) Gangguan Siklus Hidrologi Picu Banjir dan Kekeringan Kapanlagi.‖ katanya. tetapi pada musim kemarau debit aliran air sungai sangat kecil bahkan kering sama sekali. karena air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah menjadi ―air larian‖.‖ katanya. Ia menjelaskan pada musim hujan debit aliran air sungai sangat besar bahkan terlalu besar. Aliran air sungai pada musim kemarau berasal dari air di dalam tanah yang keluar dari mata air. Banjir yang terjadi di musim penghujan.SIKLUS HIDROLOGI (SUMBER : SOEMARTO. ―Beban yang harus diterima saluran atau sungai di hilir menjadi lebih besar. karena sebagian besar air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dialirkan sebagai ―air larian‖ yang akan terbuang percuma ke laut. Gangguan seperti ini bisa dilihat pada karakteristik sungai yang memiliki fluktuasi aliran cukup besar.com – Gangguan siklus hidrologi mengakibatkan banjir dan kekeringan.‖ . Idealnya fluktuasi aliran sungai tidak terlalu besar atau hampir seragam.

Pd di 19:54 . telah menunjukan adanya kerusakan lingkungan dalam skala yang cukup luas. (*/tut) Sumber: Kapanlagi. Banjir dan kekerangan disertai pencemaran di beberapa bagian sungai merupakan gambaran suatu krisis air yang sedang dan akan dihadapi pada masa mendatang. 17 Februari 2005 09:29 Diposkan oleh RUDI HARTONO.―Padahal simpanan air tersebutlah yang memberikan kontribusi terhadap aliran air pada mata air dan sungai pada musim kemarau. S. ―Air hujan sebelum masuk ke saluran dibelokan terlabih dahulu ke sumur resapan sehingga kesempatan air meresap ke dalam tanah menjadi lebih besar.‖ katanya. Usaha mengatasi masalah banjir dan kekeringan adalah meningkatkan besaran resapan air ke dalam tanah yang antara lain bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian hutan dan menghambat laju ―air larian‖ melalui pembuatan sumur resapan.com.‖ kata Budi Santosa. Banjir dan kekeringan yang sering terjadi hampir setiap tahun khususnya di Jawa Tengah. Kamis.

yang dinyatakan dalam mm/jam. sedang laju infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai kondisi konstan. Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah.Pengertian dan Faktor Infiltrasi Oleh Duwi Santosa Rabu. gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN INFILTRASI Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan. di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi melalui tanah. dan sungai. Setelah tanah menjadi basah. gaya kapiler . yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah. gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler. Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral. Infiltrasi (sumber : valdosta. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah. Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva kapasitas infiltrasi (fp).edu) Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah. Dengan terisinya pori-pori tanah. Ketika tanah menjadi basah. sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi. danau. Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. aliran karena pengaruh gravitasi berlanjut mengisi pori-pori tanah. Apabila tanah kering. atau secara vertikal. Selain itu. yang merupakan fungsi waktu. Sementara aliran kapiler pada lapis permukaan berkurang.

kelembaban tanah. intensitas hujan. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan. dan sifat-sifat fisik tanah.berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui sejumlah tabung kecil. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan aliran melalui pipa. pemadatan oleh hujan. yang menyebabkan suatu lapisan di bawah permukaan tanah menjadi jenuh air. Apabila tebal dari lapisan jenuh air adalah L. tanaman penutup. air yang tergenang di atas permukaan tanah terinfiltrasi ke dalam tanah. Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh Perhatikan skema gambar di bawah ini ! Genangan Pada Permukaan Tanah Dalam gambar di atas. yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi. yaitu kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh. Kedalaman genangan di atas permukaan . Kurva Kapasitas Infiltrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Apabila L sangat lebih besar daripada D. Kelembaban tanah Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi. sehingga perbedaan daya kapiler berkurang. dan mengisi pori-pori tanah. ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan mengembang dan menutupi pori-pori tanah. Penyumbatan oleh butir halus Ketika tanah sangat kering. Tanaman penutup . permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah. sehingga dapat mengurangi kapasitas infiltrasi. Untuk tanah pasir. Dengan demikian terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan yang ada di bawahnya. Karena adanya perbedaan tersebut. Sejalan dengan waktu. sehingga laju infiltrasi hampir konstan. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi pada periode awal hujan. dimana L adalah kecil dibanding D. sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L. Selain itu. L bertambah panjang sampai melebihi D. Pemampatan oleh hujan Ketika hujan jatuh di atas tanah. Pada awal hujan. Ketika air jatuh pada tanah kering. Dengan bertambahnya waktu. maka terjadi gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat. tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. permukaan bawah tanah menjadi basah. permukaannya sering terdapat butiran halus. sehingga infiltrasi berkurang. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi. Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. sehingga air bergerak ke bawah (infiltrasi) dengan cepat. perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan. sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. pengaruh tersebut sangat kecil. butiran halus tersebut terbawa masuk ke dalam tanah. sehingga air masuk ke dalam tanah dengan cepat. butir tanah mengalami pemadatan oleh butiran air hujan. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang berbutir halus (seperti lempung).tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung. Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi. sedang bagian bawahnya relatif masih kering.

com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi. Intensitas hujan Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi. Yogyakarta : Beta Offset advertisement Sumber : http://www. Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah yang tanpa penutup tanaman. aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga air kekurangan waktu infiltrasi. dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. Sebaliknya. Dengan adanya tanaman penutup. air hujan tidak dapat memampatkan tanah. 2010. Jika intensitas hujan I lebih kecil dari kapasitas infiltrasi.galeripustaka. maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas infiltrasi. Apabila intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. Akibatnya sebagian besar air hujan menjadi aliran permukaan. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat permeabel. maka laju infiltrasi aktual adalah sama dengan intensitas hujan. Topografi Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi. Pada lahan dengan kemiringan besar. pada lahan yang datar air menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi. seperti rumput atau hutan.Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah. dan juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup serangga. Hidrologi Terapan.html#ixzz2XzSn5aZa .

Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain : . Kondisi-kondisi penutup permukaan • Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori -pori tanah dari penyumbatan. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil. seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi • Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah. Karakteristik –karakteristik hujan 2. pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui poripori tanah. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali atau mengalir sebagai air tanah. 4. • Urbanisasi (bangunan. Proses Limpasan Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi • Suhu air mempunyai banyak pengaruh. Aliran air tanah sangat lambat. • Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya. tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti. Kondisi-kondisi permukaan tanah • Tetesan hujan. Makin besar daya infiltrasi. Dari siklus hidrologi. • Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori -pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi. maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil. 3. jalan. yang menentukan sebagian dari setruktur tanah. • Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari. Transmibilitas tanah • Banyaknya pori yang besar. • Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi. • Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah: 1. • Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi. • Penggolongan tanah (dengan terasering. Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap : a. 5. Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar. b. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah. sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi.

Sifat dan jenis tanaman. .a. Kepadatan tanah d. Tumbuh-tumbuhan e. Karakteristik hujan f Kondisi-kondisi permukaan tanah Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain : a. Jenis permukaan tanah b Cara pengolahan lahan c. Kadar air dalam tanah c. Pemampatan oleh curah hujan d. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh b.

Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. Infiltrasi ini pada umumnya dan yang lebih jelasnya terjadi pada saat hujan Gambar : "Hujan di FPIPS UPI" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : Ketika hujan turun ke tanah. Gambar : "Proses Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung . sedangkan laju infiltrasi adalah laju infiltrasi nyata suatu jenis tanah tertentu. Karena air yang jatuh ketanah akan menyerap kedalam pori-pori tanah dengan bantuan gaya gravitasi dan gaya kapiler. Pengertian infiltrasi (infiltration) sering dicampur-adukkan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi (percolation) yaitu gerakan air kebawah dari zona tidak jenuh. yaitu kapasitas infiltrasi (infiltration Capaciti) dan laju infiltrasi (Infiltration rate). Proses ini merupakan bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran disungai.Infiltrasi dimaksudkan sebagai proses masuknya air kepermukaan tanah. Dalam kaitan ini terdapat dua pengertian tentang kuantitas infiltrasi. air tersebut akan mengalami suatu proses hidrologi yang disebut Infiltrasi. yang terletak diantara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah (zona jenuh).

Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : . Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah 2. 3. tertampungnya air hujan rtersebut di dalam tanah proses mengalirnya air tersebut ketempat lain (bawah. Tanah dapat ditembusi air karena adanya celah yang tak kapilar melalui mana aliran air grafitas mengalir kebawah menuju air tanah. Gaya-gaya kapilar mengalihkan air grafitas secara terus menerus kedalam rongga-rongga pori kapilar. melibatkan tiga proses yang tidak saling tergantung : 1. dengan mengikuti suatu jalan berhambatan paling lemah. Dengan media itu kita dapat membuktikan terjadinya infiltrasi dengan cara menyiramkan air kedalam wadah tersebut. Infiltrasi (peresapan) merupakan perjalanan air melalui permukaan tanah dan menembus masuk kedalamnya. Proses infiltrasi yang demikian. dan atas). sehingga jumlah air grafitas yang melalui horizon-horizon yang lebih rendah secara berangsur-angsur berkurang.Deskripsi : Dengan gambar di atas kita dapat membuktikan bahwa air tersebut lama kelamaan akan menghilang dan tersedot kedalam tanah dikarenakan telah terjadi proses infiltrasi. samping. Gambar : "Media Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : proses infiltrasi ini dapat di buktikan dengan suatu media. viskositas dan gaya kapilar dan disebut juga sebagai proses infiltrasi. Maka kita akan melihat sebuat fenomena infiltrasi yang ditandai dengan menyerapnya air tersebut kedalam poripori tanah. Hal ini menyebabkan bertambahnya tahanan pada aliran grafitas di lapisan permukaan dan berkurangnya laju infiltrasi pada saat hujan meningkat. Media itu berupa sebuah wadah kosong yang diberi tanah sebagai replika di alam. Air hujan yang jatuh ketanah akan masuk kedalam tanah dengan adanya gaya grafitasi. Laju infiltrasi aktrual tergantung dari karakteristik tanah dan jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah untuk membuat tanah lembab.

4. yaitu : jumlah air hujan. jumlah tumbuh-tumbuhan serta lapisan yang tidak dapat ditembusi oleh air. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air diatas permukaan tanah 5.1. Unsur struktur tanah yang terpenting adalah ukuran pori dan kemantapan pori. tumbuh-tumbuhan penutup menungkatkan infiltrasi jika dibandingkan dengan tanah terbuka. . sehingga memberikan waktu tambahan pada air untuk memasuki tanah  Sistem akarnya membuat tanah lebih mudah dimasuki  Daun-daunnya melindungi tanah dari tumbukan oleh tetes air hujan yang jatuh dan mengurangi muatan air hujan dipermukaan tanah. karena tumbuh-tumbuhan juga mempengaruhi intersepsi. Tumbuhan bawah atau tajuk penutup tanah lainnya Kedalaman air yang masuk ketanah tergantung dari beberapa faktor. jenis dan kedalaman seresah 7. Kegiatan biologi dan unsur organik. Tekstur dan stuktur tanah 3. Penghantar hidrolik 6. Meskipun demikian. porositas tanah. sebab :  Tumbuhan penutup menghambat aliran permukaan. Persediaan air awal (kelembaban awal) atau jumlah air yang tersedia di permukaan tanah. Air yang tertahan oleh lapisan kedap air (misalnya batu) membentuk air tanah. Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap daya serap sukar ditentukan.Waktu dari saat hujan atau irigasi 2. Sifat-sifat yang menentukan dan membatasi kapasitas infiltrasi adalah struktur tanah yang sebagian ditentukan oleh tekstur dan kandungan air.

Infiltrasi (hidrologi) Dari Wikipedia. Tingkat infiltrasi dapat diukur menggunakan infiltrometer . limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada beberapa penghalang fisik.) Infiltrasi adalah proses di mana air di permukaan tanah memasuki tanah tingkat Infiltrasi. . Hal ini terkait dengan jenuh konduktivitas hidrolik tanah dekat permukaan. ensiklopedia bebas Penampang lereng bukit yang menggambarkan zona tak jenuh .dalam ilmu tanah adalah ukuran tingkat di mana tanah mampu menyerap curah hujan atauirigasi . permukaan air . Hal ini diukur dalam inci per jam atau milimeter per jam. Tingkat menurun sebagai tanah menjadi jenuh. United States Geological Survey . dan freatik zona atau jenuh (Sumber:. Jika tingkat curah hujan melebihi laju infiltrasi. pinggiran kapiler .

jenis vegetasi dan penutup. Tingkat infiltrasi adalah dengan karakteristik tanah. yang dapat menutup kesenjangan alami antara partikel tanah. Lapisan atas serasah daun yang tidak terurai melindungi tanah dari aksi berdebar hujan. dan melonggarkan tanah melalui tindakan root. Inilah sebabnya mengapa hutan daerah memiliki tingkat infiltrasi tertinggi dari setiap jenis vegetatif.5 Hukum Darcy 5 Lihat juga 6 Pranala luar 7 Referensi Pendahuluan [ sunting ] Infiltrasi diatur oleh dua kekuatan: gravitasi dan kapiler . kadar air tanah . Misalnya.1 Umum anggaran hidrologi 4.4 Persamaan Kostiakov 4. Vegetasi menciptakan tanah lebih berpori oleh keduamelindungi tanah dari berdebar hujan . tanpa ini tanah dapat menjadi jauh lebih permeabel. tanah bisa menjadi embun beku . Sementara pori-pori yang lebih kecil memberikan perlawanan yang lebih besar untuk gravitasi. Dalam Chapparal daerah bervegetasi. Kondisi lain yang dapat menurunkan laju infiltrasi atau memblokir mereka termasuk keringsampah tanaman yang tahan kembali mengompol. dan curah hujan intensitas semuanya memainkan peran dalam mengendalikan laju infiltrasi dan kapasitas. kasar berpasir tanah memiliki ruang besar antara masing-masing biji-bijian dan memungkinkan air untuk menyusup cepat.1 Proses 2 Temuan Penelitian 3 Infiltrasi dalam pengumpulan air limbah 4 metode perhitungan Infiltrasi o o o o o    4. kapasitas penyimpanan. Jika tanah jenuh pada saat periode pembekuan intens. pori-pori sangat kecil menarik air melalui aksi kapiler di samping dan bahkan melawan gaya gravitasi. dan laju transmisi melalui tanah. tanah suhu . atau es . minyak hidrofobik pada daun sukulen dapat tersebar di permukaan tanah dengan api. The tekstur tanah dan struktur.2 Green-Ampt 4. termasuk kemudahan masuk. menciptakan daerah besar tanah hidrofobik .3 persamaan Horton 4.Isi [hide]  1 Pendahuluan o    1.

Ada beberapa cara untuk memperkirakan volume dan / atau laju infiltrasi air ke dalam tanah a. persimpangan dan stasiun angkat untuk menyampaikan limbah ke instalasi pengolahan air limbah. model matematika yang menganggap infiltrasi. Selama seluruh DAS . Horton (1933) [2] menyarankan bahwa kapasitas infiltrasi cepat menurun selama bagian awal dari badai dan kemudian cenderung ke arah nilai mendekati konstan setelah beberapa jam untuk sisa acara. Infiltrasi dalam koleksi air limbah [ sunting ] Air limbah sistem pengumpulan terdiri dari satu set garis. limpasan dan aliran saluran untuk memprediksi laju aliran sungai dan sungai kualitas air . atau pembuangan limbah yang tidak diobati ke lingkungan. Proses [ sunting ] Proses infiltrasi hanya dapat dilanjutkan jika ada ruang yang tersedia untuk tambahan air di permukaan tanah. Jika kedatangan air di permukaan tanah kurang dari kapasitas infiltrasi. infiltrasi / inflow dari stormwater sering terjadi. Temuan penelitian [ sunting ] Robert E. . Sebelumnya air menyusup mengisi ruang penyimpanan yang tersedia dan mengurangi gaya kapiler mengambil air ke dalam pori-pori. dan hukum Darcy. Tanah Liat partikel dalam tanah bisa membengkak karena mereka menjadi basah dan dengan demikian mengurangi ukuran pori-pori. Ketika garis Herr terganggu dengan pecah. The volume yang tersedia untuk tambahan air dalam tanah tergantung pada porositas tanah [1] dan tingkat di mana sebelumnya disusupi air dapat bergerak jauh dari permukaan melalui tanah. atau menjadi bagian dari proses limpasan permukaan. Di daerah di mana tanah tidak dilindungi oleh lapisan serasah hutan. Kondisi ini dapat menyebabkan selokan meluap sanitasi . Setelah air telah menyusup tanah tetap di dalam tanah. ada kemungkinan ada kesenjangan dalam es beton atau tanah hidrofobik mana air dapat menyusup. Tiga metode estimasi yang sangat baik adalah metode Green-Ampt. metode SCS. Metode perhitungan Infiltrasi [ sunting ] Infiltrasi adalah komponen dari saldo anggaran massa umum hidrologi. merembes ke air tanah tabel. Tingkat maksimum bahwa air dapat memasuki tanah dalam kondisi tertentu adalah kapasitas infiltrasi. metode Horton. hujan dapat melepaskan partikel tanah dari permukaan dan mencuci partikel halus ke dalam pori-pori permukaan di mana mereka dapat menghambat proses infiltrasi.beton yang hampir tidak ada infiltrasi akan terjadi. retak atau pohon invasi akar . kadang-kadang dianalisis menggunakanmodel transportasi hidrologi .

dimana F adalah infiltrasi. S adalah penyimpanan baik melalui retensi atau daerah penahanan . Ini adalah fungsi dari kepala hisap tanah.dan transpirasi itu. Contoh mudah variabel penghitungan ganda adalah ketika penguapan. tergantung di mana seseorang memilih untuk menentukan titik keluar atau poin untuk output batas.General hidrologi anggaran [ sunting ] Umum anggaran hidrologi. sehubungan dengan infiltrasi F. bukan hanya curah hujan mentah. langsung terhubung daerah tahan. yang juga terkait dengan aliran permukaan. Green-Ampt [ sunting ] Dinamakan untuk dua orang. dimana yang membasahi tanah depan kepala hisap. seperti hukum Darcy. ditempatkan dalam persamaan serta evapotranspirasi. tidak. The Green-Ampt [3] metode rekening estimasi infiltrasi untuk banyak variabel yang metode lain. ET telah termasuk di dalamnya T serta sebagian dariE. dengan semua komponen. konduktivitas hidrolik dan waktu. aljabar sederhana memecahkan pertanyaan infiltrasi. yaitu penyimpanan permukaan jangka pendek seperti genangan air atau bahkan mungkin kolam penahanan tergantung pada ukuran. adalah output batas. T adalah transpirasi . adalah input batas. ET adalah evapotranspirasi . Mengingat semua variabel lain dan infiltrasi adalah satu-satunya diketahui. yang pada dasarnya adalah DAS keluaran dari berdekatan. porositas. P adalah curah hujan . R. E adalah penguapan . E. T. Hijau dan Ampt. Intersepsi juga perlu dipertanggungjawabkan. yang dapat diukur sebagai volume atau panjang. Satu-satunya catatan pada metode ini adalah salah satu harus bijaksana tentang yang variabel yang digunakan dan untuk menghilangkan. . R adalah limpasan permukaan . ET. untuk ganda dapat dengan mudah ditemui. adalah abstraksi awal.

A good first menebak untuk adalah nilai yang lebih besar dari kedua atau . Dimana adalah laju infiltrasi pada waktu t. adalah laju infiltrasi awal atau laju infiltrasi maksimum. . Horton disebutkan di atas. laju infiltrasi akan tingkat off untuk menilai . adalah laju infiltrasi konstan atau keseimbangan setelah tanah telah jenuh atau laju infiltrasi minimum. Setelah beberapa saat ketika tingkat kejenuhan tanah mencapai nilai tertentu. adalah total volume yang sudah disusupi. Dan menurun secara eksponensial dengan waktu. adalah konduktivitas hidrolik . orang dapat dengan mudah memilih untuk memecahkan baik volume infiltrasi atau laju infiltrasi sesaat: Dengan model ini kita dapat menemukan volume dengan mudah dengan memecahkan untuk . diukur. atau lain yang sesuai konstan. adalah konstanta peluruhan tertentu ke dalam tanah. Ini adalah rumus empiris yang mengatakan infiltrasi yang dimulai pada tingkat yang konstan. diabaikan.setelah waktu t. Metode lain menggunakan persamaan Horton adalah sebagai berikut.adalah kadar air . F. Horton persamaan [3] adalah pilihan lain yang layak ketika mengukur laju infiltrasi tanah atau volume. Menggunakan volume infiltrasi dari persamaan ini satu maka dapat mengganti ke dalam persamaan laju infiltrasi yang sesuai di bawah ini untuk menemukan laju . . Namun variabel yang dipecahkan adalah dalam persamaan itu sendiri sehingga ketika memecahkan untuk yang satu ini harus mengatur variabel yang bersangkutan untuk berkumpul di nol. . Hal ini dapat digunakan untuk mencari total volume infiltrasi. Setelah terintegrasi. infiltrasi sesaat pada saat itu. Kepala air atau catatan pada menggunakan rumus ini adalah bahwa seseorang harus berasumsi bahwa kedalaman genangan air di atas permukaan. Satu-satunya . Persamaan Horton [ sunting ] Dinamakan sama Robert E.

yang dalam beberapa kasus dapat terjadi setelah periode waktu yang singkat.Varian Kostiakov-Lewis. [5] . Dalam kebanyakan kasus tingkat infilration bukan mendekati nilai yang tetap terbatas. juga dikenal sebagai "Modifikasi Kostiakov" persamaan mengoreksi ini dengan menambahkan istilah asupan mantap untuk persamaan asli. Dimana dan adalah parameter empiris.Kostiakov persamaan [ sunting ] Dinamai setelah pendirinya Kostiakov [4] adalah persamaan empiris yang mengasumsikan bahwa penurunan tingkat asupan dari waktu ke waktu sesuai dengan fungsi kekuasaan. Keterbatasan utama dari ungkapan ini adalah ketergantungan pada tingkat asupan akhir nol.

danau. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. embun dan sumber air lainnya. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Siklus air terjadi terus menerus. . Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Karena pengaruh suhu. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. . Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan.Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air).energi panas . tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi [1] butiran air dan turun hujan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

5. yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya) 2. Topografi. Penguapan terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh dengan uap air. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan.  Besar kecilnya penguapan dari muka air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1.Interface evaporation. Kualitas air.Vertikal vapour transfers. Tekanan udara 3. semakin luas semakin besar penguapannya 4. Sinar matahari 8. yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas). Kedalaman dan luas permukaan. semakin banyak unsur kimia.Pengertian Evaporasi PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi Adalah proses pertukaran melalui molekul air di atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara. penguapan semakin kecil. semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil 7. Temparatur .  Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 1. kecepatan angina 6. biologi dan fisika. 2.

yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benarbenar terjadi pada saat itu. tubuh air. maupun tumbuhan air pada suatu DAS 3. Actual evaporation. permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan).Actual evapotranspiration. 6. Evapotranspirasi. Transpirasi.Potential evapotranspiration. 5. Ada beberapa konsep penting : 1. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. tanah. Potential evaporation. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air. apa bila tersedia cukup air. permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benar-benar terjadi pada saat itu. 4. 2. . yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun.tubuh air.

Dalam hidrologi. yang meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut.id) Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan menempel pada daun dan cabang. Dilapangan. transpirasi dan evapotranspirasi dinyatakan dengan volume air yang hilang oleh proses tersebut tiap satuan luas dalam satu satuan waktu. yang kemudian akan menguap. dan permukaan tanaman (intersepsi). ranting. Laju evaporasi. Sedangkan Transpirasi (diberi notasi Et) adalah penguapan melalui tanaman. DAN EVAPOTRANSPIRASI Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke atmosfer. permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah). danau. yaitu evaporasi dan transpirasi. biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yang disebut evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan. sulit membedakan antara penguapan dari badan air. TRANSPIRASI. tanah dan tanaman. Evaporasi (diberi notasi E0) adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi (sumber : elearning. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN EVAPORASI . yang biasanya diberikan . Apabila permukaan air tanah cukup dalam. Oleh karena itu. dimana air tanah diserap oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan menguap menuju atmosfer.Pengertian dan Faktor Evaporasi Oleh Duwi Santosa Rabu. penguapan dapat dibedakan menjadi dua macam. evaporasi dari air tanah adalah kecil dan dapat diabaikan.unsri.ac. dan batang tanaman. dan sungai).

dalam mm/hari atau mm/bulan. Oleh karena itu di daerah beriklim tropis jumlah evaorasi lebih tinggi. Semakin tinggi temperatur semakin besar kemampuan udara untuk menyerap uap air. Apabila ketersediaan air (lengas tanah) tak terbatas maka evapotranspirasi yang terjadi disebut evapotranspirasi potensial (ETP). Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga dipengaruhi oleh penutupan awan. Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan tanah. kelembaban udara. Dinas Pengairan. Untuk variasi harian dan bulanan temperatur udara di Indonesia relatif kecil. Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun. . Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi di suatu daerah disebut evapotranspirasi nyata. Laju evapotranspirasi tergantung pada ketersediaan air dan kemampuan atmosfer mengevapotranspirasikan air dari permukaan. Radiasi Matahari Pada setiap perubahan bentuk zat. sehingga evapotranspirasi terjadi dengan laju lebih kecil dari evapotranspirasi potensial. energi kinetik molekul air meningkat sehingga molekul air semakin banyak yang berpindah ke lapis udara di atasnya dalam bentuk uap air. Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin terjadi. Pada umumnya ketersediaan air di permukaan tidak tak terbatas. Temperatur Temperatur udara pada permukaan evaporasi sangat berpengaruh terhadap evaporasi. di banding dengan daerah di kutub (daerah beriklim dingin). Pada bulan Desember kedudukan matahari berada paling jauh di selatan. Untuk memperkirakan besarnya penguapan yang terjadi diperlukan data-data tersebut. Selain itu semakin tinggi temperatur. sementara radiasi terkecil pada bulan Juni. yang tergantung letak pada garis lintang dan musim. sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada palng jauh di utara. begitu pula sebaliknya. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVAPORASI Proses perubahan bentuk dari air menjadi uap air terjadi baik pada evaporasi maupun evapotranspirasi. dan kecepatan angin. yang meliputi : radiasi matahari. Penguapan dipengaruhi oleh kondisi klimatologi. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi maksimum matahari pada bulan Desember. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah evaporasi di atas permukaan bumi. temperatur udara. yang tergantung pada letak lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. dan Dinas Pertanian secara rutin melakukan pengukuran data klimatologi. dari es menjadi air (pencairan). dari zat cair menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan panas laten (laten heat). Beberapa instansi seperti BMKG.

Kelembaban Udara Pada saat terjadi penguapan. Kelembaban udara dinyatakan dengan kelembaban relatif. Agar proses penguapan dapat berjalan terus lapisan udara yang telah jenuh tersebut harus diganti dengan udara kering. Apabila jumlah uap air yang masuk ke udara semakin banyak. Di daerah terbuka dan banyak angin. Kecepatan Angin Penguapan yang terjadi menyebabkan udara di atas permukaan evaporasi menjadi lebih lembab. Untuk di negara Indonesia. Apabila udara di atas permukaan air sudah jenuh uap air tekanan udara telah mencapai tekanan uap jenuh. Pada musim penghujan angin dominan berasal dari barat laut yang membawa banyak uap air. Yogyakarta : Beta Offset advertisement . sampai akhirnya udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi terhenti. Pada waktu penguapan terjadi. Kelembaban udara tergantung pada musim. di mana nilainya tinggi pada musim penghujan dan berkurang pada musim kemarau. Penggantian tersebut dapat terjadi apabila ada angin. kecepatan angin relatif rendah. 2010. penguapan akan lebih besar daripada di daerah yang terlindung dan udara diam. sehingga udara mengandung uap air. sementara pada musim kemarau angin berasal dari tenggara yang kering. Hidrologi Terapan. Akibatnya perbedaan tekanan uap semakin kecil. mempunyai kelembaban udara tinggi. yang menyebabkan berkurangnya laju penguapan. uap air bergabung dengan udara di atas permukaan air. Oleh karena itu kecepatan angin merupakan faktor penting dalam evaporasi. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan terjadinya penguapan. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan perairan laut cukup luas. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. di mana pada saat itu penguapan terhenti. tekanan uapnya juga semakin tinggi. Di daerah pesisir kelembaban udara akan lebih tinggi daripada di daerah pedalaman. Udara lembab merupakan campuran dari udara kering dan uap air. tekanan udara pada lapisan udara tepat di atas permukaan air lebih rendah di banding tekanan pada permukaan air.

html#ixzz2XzX9kjCz .galeripustaka.Sumber : http://www.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.

Long. Evaporasi vs distilasi Evaporasi berbeda pula dari distilasi. Perbedaan lainnya adalah. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi. diantaranya secara alami dan penambahan steam. evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil. (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan. (3) pemisahan uap dari cairan. sedangkan pada pengeringan sedikit. Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran. 1995). Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal.Sharing Knowledge  Halaman Muka SENIN. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). Panas dapat disuplai dengan berbagai cara. Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. Evaporasi vs kristalisasi Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi vs pengeringan Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. dari pengotor nonvolatil. dan (4) mengkondensasikan uapnya. pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak. Titk didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadangkadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Selain itu. Artinya. 1999). yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami. seperti air. maka evaporator . 22 FEBRUARI 2010 PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi. karena uapnya biasa dalam komponen tunggal. Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan. Mc Cabe. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil.

Namun. perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan. Pada proses pendidihan secara alami.pendidihan nukleat . DIPOSKAN OLEH NUR "EDU" DI 18.dioperasikan pada tekanan tinggi pula. Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar. Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur.34 LABEL: EDUCATION 3 KOMENTAR: . tetapi relatif lambat. koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur. Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas. nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat. Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula. Pada tipe ini. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas. Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas. Tipe-tipe tersebut adalah (Bell. Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. 1984) : .pendidihan secara konveksi alami .pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya.

tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas . hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat. Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Permukaan bidang evaporasi yang kasar akan memberikan laju evaporasi lebih tinggi daripada bidang permukaan rata . Sebagian gelombang pendek (shortwave radiation) matahari akan diubah menjadi energi panas di dalam tanaman. Definisi Penguapan Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Keadaan ini akan menyebabkan udara di atas permukaan tanah jenuh dan dengan demikian. Sebagian dari energi matahari akan diubah menjadi tenaga mekanik. Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat.PENGUAPAN a. Tidak hanya melibatkan jumlah air yang ada. air dan tanah. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Energi panas tersebut akan menghangatkan udara di sekitarnya.Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. tapi juga persediaan air yang siap untuk terjadinya evaporasi. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. danau. embun dan sumber air lainnya. mempertahankan tekanan uap air yang tinggi pada permukaan bidang evaporasi. Tenaga mekanik ini akan menyebabkan perputaran udara dan uap air di atas permukaan tanah.

. 5) Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi antara lain: 1) Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. 2) Suhu udara. Besarnya kadar air dalam udara di suatu tempat ditentukan oleh tekanan uap air yang ada di tempat tersebut. Hal ini terjadi karena adanya pergantian udara lembab oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari tempat dengan tekanna udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara lebih rendah. 4) Ketika proses penguapan berlangsung. Pada tahap ini. permukaan bidang penguapan (air. dan dengan demikian proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut akan berlangsung secara terus menerus. vegetasi dan tanah) dan energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi. Faktor-faktor Penentu Evaporasi Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi.karena pada bidang permukaan yang lebih kasar besarnya turbulent meningkat. b. udara jenuh di atas bidang penguapan tersebut akan berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara. 3) Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh tinggi rendahnya suhu di tempat tersebut. udara diatas bidang pengupan secara bertahap menjadi lebih lembab sampai pada tahap ketika udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi.

Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. jadi akan menghambat proses evaporasi. 2. lapisan jenuh itu harus diganti dengan udara kering. 3. Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan akan mengurangi input energi. jadi kecepatan angin memegang peranan dalam proses evaporasi. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. Agar proses tersebut berjalan terus. Kelembaman Relatif (relative humidity) Jika kelembaman relatif ini naik. 4. Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara yang lebih kering. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. 2. atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara. . Angin (wind) Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses evaporasi terhenti. Pergantian itu dapat dimungkinkan hanya kalau ada angin. Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan input energi yang berupa panas latent atau evaporasi. Radiasi matahari (solar radiation). Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah : 1. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara dengan udara yang sama kelembaman relatifnya tidak akan menolong untuk memperbesar laju evaporasi. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu.EVAPORASI DAN EVAPOTRANSPIRASI Evaporasi : Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap. kemampuannya untuk menyerap uap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya munurun. Proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran langsung dari matahari. 3. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan.

karena adanya energi panas yang tersedia. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. penyerapan dan pengangkutan air dan hara . Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata. dan apabila kondisi suhu disekitar daun sangat rendah maka uap air yang dilepaskan dari proses transpirasi ini akan mengembun dipermukaan daun yang disebut dengan gutasi. temperature. terutama sekali pada daundaun tanaman. air tanah turun jika lengas tanah turun. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. 2. 3. kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering.4. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat tumbuhnya. mempertahankan suhu daun. membuang kelebihan air. Suhu (temperature) Jika suhu udara dan tanah cukupp tinggi. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Transpirasi: Proses penguapan dari tanaman disebut transpirasi yaitu terlepasnya air dari dalam jaringan tanaman. pengangkutan asimilat . angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel. stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau. pengaturan bukaan stomata. Evapotranspirasi: Gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi disebut evapotranpirasi. . tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. proses evaporasi akan berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan suhu udara dan tanah rendah. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim.

Tipe. Kelembaban d. Karakteristik kapiler tanah c. Radiasi Matahari b. Faktor-faktor lainnya a. Faktor-faktor meteorologi a. Suhu udara dan permukaan c. Kandungan lengas tanah b. salinitas dan lain-lain) b. Faktor-faktor Geografi a.Faktor-faktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan. Warna tanah e. Jeluk tubuh air c. Tekanan Barometer 2. kerapatan dan tingginya vegetasi f. Ketersediaan air (hujan. Kualitas air (warna. irigasi dan lain-lain (pustaka : dikumpulkan dari berbagai sumber) . Jeluk muka air tanah d. Ukuran dan bentuk permukaan air 3. 1977) : 1. Angin e.

1 m. pendinginan atau penambahan uap air. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Dalam meteorologi.02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit Hujan lemah 0.Presipitasi (meteorologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Derajat curah hujan merupakan unsur kualitatif dari intensitas curah hujan. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk. sedangkan intensitas curah hujan biasanya dinyatakan dengan jumlah presipitasi dalam satuan waktu tertentu. dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. and hujan es. termasuk diantaranya hujan. dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1. dam. sleet. presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m. namun sulit membuat puddle . Berikut adalah tabel derajat curah hujan dan intensitas curah hujan [3]: Derajat hujan Intensitas curah hujan (mm/min) Kondisi Hujan sangat lemah < 0.salju.Diperkirakan sekitar 505. semisal perencanaan pembangunan bendung. hujan beku. presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor.[1] Udara menjadi jenuh melalui dua proses. yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis.02 . dan sebagainya. Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. hujan rintik.0.[2] Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi).000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air. Intensitas Curah Hujan[sunting] Jumlah presipitasi (misal hujan) dinyatakan dalam mm. 398.05 Tanah menjadi basah semuanya.000 km³ diantaranya jatuh di lautan.

Chowdhury's Guide to Planet Earth. 3. The Water Cycle. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. Jakarta: Pradnya Paramita. Kategori:  Rintisan umum Juni 2013 . sleet and snow .Hujan normal 0. Takeda K.05 .25 . bunyi hujan terdengar dari genangan Hujan sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan. freezing rain. Referensi[sunting] 1. 2. Jika yang jatuh adalah salju dan hujan es. Terima kasih.0. saluran drainase meluap Semua jenis presipitasi yang jatuh ke permukaan bumi juga diukur dengan satuan mm.1 Air tergenang di seluruh permukaan tanah. ^ a b Sosrodarsono S.25 Dapat dibuat puddle. bunyi curah hujan terdengar Hujan deras 0. 1976. ^ Precipitation: hail. Artikel ini adalah sebuah rintisan. Hidrologi Untuk Pengairan. mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. rain. maka presipitasi diukur setelah mencair [3] . Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini.University of Illinois ^ Dr.

Dalam ilmu meteorologi.dpuf . Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air baik dalam berbentuk cair atau beku dari atmosfer ke permukaan bumi. namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju.html#sthash.blogspot. dan hujan es (sleet). Di Internet telah ada banyak sekali artikel tentang pengertian dan definisi Presipitasi (Meteorologi) yang mungkin akan sangat berbeda dengan definisi dan arti kata di Definisi dan Arti kata. graupel.com/2013/05/presipitasimeteorologi. radio dan televisi dan dari penjelasanpenjelasan para ahli.000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air.See more at: http://ipdia. referensi-referensi online yang berupa artikel.000 km3 (121. Karena itu Admin Definisi dan Arti kata menyarankan anda untuk mencari tahu arti dan definisi kata yang tersebut diatas dari berbagai referensi sehingga dari hasil pencarian yang anda dapatkan bisa di ambil kesimpulan yang tepat tentang apa itu Presipitasi (Meteorologi) .000 cu mi) dari terjadi di atas lautan. kabut menetes (fog drip). dan lain-lain. hujan es (hail).F512Nden. 398. kamus online. media elektronik.Presipitasi (Meteorologi) Definisi dan arti kata Presipitasi (Meteorologi). Presipitasi dapat diartikan sebagai segala segala bentuk produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian akan jatuh sebagai curahan air atau hujan. e-book. Sebagian besar definisi dan arti kata dalam Definisi dan Arti kata ini di ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sekitar 505. serta dari Kamus Ilmu pengetahuan dalam bidang yang berhubungan dengan artikel diatas. tulisan di media cetak. Artikel tentang Presipitasi (Meteorologi) merupakan ringkasan dari berbagai tulisan yang DJ temukan di dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan baik dalam bentuk buku.000 km3 (95.

waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air.Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Besar kecilnya presipitasi.98 kali tekanan atmosfer pada prmukaan laut.factor yang mempengaruhi presipitasi 1. Mengingat makin tinggi suhu. Sebaliknya. hujan dan lainlain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Tekanan udara di wujudkan dalam satuan barometer (b) atau milibarometer (mb) 1 b = 1000 mb = 0. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak ( absolute). salju. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. proses resapan air tanah dan debit aliran ). ketika udara bertambah dingin. makin banyak uap yang dapat di tampung. Bola yang mengandung air raksa daritermometer bola basah di bungkus dengan selapis kain tipis yang dibasahi terus – menerus dengan air yang didistalisasi melalui benang – benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. Factor. Tekanan uap air udara jenuh adalah tekanan . yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. es. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS.

Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakanmassa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). nilai es di pengaruhi oleh besar kecilnya suhu udara : Suhu udara ( oC ) Tekanan uap air jenuh (mb) 10 9. dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran ener gi matahari. mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0. sebagai contoh. Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat. Ia juga bersifat mempengaruhi terjadinya perubaha iklim.5 langley/menit. Sementara. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. 2. Pada umunya.54 30 31. diperlukan adanya gerakan . Besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi. Pemukaan bumi bersalju. Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut. 1990). Energi Matahari Seperti telah di sebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah ― mesin ― yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Untuk terjadinya hujan. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista.82 Tampak bahwa daya tampung uap air di udara meningkat dengan meningkatnya suhu udara. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi.uap air di udara pada keadaan udara jenuh. 3. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Pada suhu normal. Angin Angin adalah gerakan massa udara. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer.21 20 17. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan masaudara di atmosfer dan diatas lautan. Namun demikian. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi.

4. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir. daerah beraspal. suhu berdasarkan letak geografis. Hujan konvektif ( convectional storms ). Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakananemometer. maka suhu ydara makin rendah. Angina akan bertiup kea rah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut. Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman. dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angina. Oleh karnanya. besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat. dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1. Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu. tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima permukaan tanah dengan . Yang disebut arah angina adalah arah dari mana angina bertiup. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. basah dan panas. pola angina yang terjadi semata-mata ditentukan oleh sirkulasi termal. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1.udara lembab yang berlangsung terus menerus. Dengan demikian. Dalam suatu hari. adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Adanyz beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda. Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin. Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan. Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Klasifikasi Presipitasi Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air. kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. laju evaporasi dan transpirasi. Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentukbentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut. ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya.20-1.

danau.panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. yaitu ketika massaudara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnyadua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. 2. Pada tipe hujan ini. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah. Tergatung pada tipe hujan yang dihasilkanya. Hujan Orografik ( Orographic storms ). Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. bendungan. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari.massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. . Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ). jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan. dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. 3. hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat.

jika diikuti dengan kondensasi maka uap air akan berubah menjadi butiran-butiran hujan. — Uap air bergerak dari tekanan uap air besar ke kecil. — Pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami penjenuhan. — Kondensasi Ketika uap air mengembang. biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. hujan batu (hail)). Ketika kondensasi terjadi uap air dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es. salju.Presipitasi 23 Maret 2009 — Syaiful Imran Presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi. Presipitasi beku dapat berupa salju dan hujan es. mendingin dan kemudian berkondensasi. — Pergerakan uap air di atmosfer akibat perbedaan tekanan uap air. Presipitasi cair dapat berupa hujan dan embun b. Udara di atmosfer akan mengalami proses pendinginan melalui beberapa cara umumnya adalah akibat pertemuan antara dua massa udara dengan suhu yang berbeda atau oleh sentuhan udara dengan obyek dingin. . Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan. a. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya presipitasi diantara lain berupa : • Adanya uap air di atmosphere • Faktor-faktor meteorologis • Lokasi daerah • Adanya rintangan misal adanya gunung. — Semua bentuk hasil kondensasi uap air yang terkandung di atmosfer. Proses terjadinya : — Penguapan air dari tubuh air permukaan maupun vegetasi akibat sinar matahari atau suhu yang tinggi.

Gambar Siklus Hidrologi . — Partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu. Mekanisme berlangsungnya hujan melibatkan tiga faktor utama : — Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh. — Terjadinya kondensasi atas partikel-partikel uap air di atmosfer.Awan merupakan indikasi awal terjadinya presipitasi tetapi awan tidak otomatis menandakan akan adanya hujan. selanjutnya jatuh ke bumi dan permukaan laut (sebagai hujan) karena faktor gravitasi.

Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. es.salju. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. Sebaliknya. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari.faktor yang mempengaruhi presipitasi 1. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Ia juga bersifat 2. Faktor. ketika udara bertambah dingin. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang.PRESIPITASI a. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. Mengingat makin tinggi suhu. makin banyak uap yang dapat di tampung. Definisi Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. . waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak (absolute). Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. proses resapan air tanah dan debit aliran ). b. Besar kecilnya presipitasi. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Energi Matahari Seperti telah disebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah “ mesin “ yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi.

mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Pada umumnya, besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0,5 langley/menit. Namun demikian, besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.Pemukaan bumi bersalju, sebagai contoh, mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Sementara, permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista, 1990). Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer, dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran energi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan massa udara di atmosfer dan diatas lautan. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakan massa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.
3.

Angin Angin adalah gerakan massa udara, yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Untuk terjadinya hujan, diperlukan adanya gerakan udara lembab yang berlangsung terus menerus.Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakan anemometer. Yang disebut arah angin adalah arah dari mana angina bertiup.Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin.Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah.Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya, pola angin yang terjadi sematamata ditentukan oleh sirkulasi termal. Angin akan bertiup ke arah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.

Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu, maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari, kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Adanya beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir, daerah beraspal, dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda, ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah.
4.

Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan, laju evaporasi dan transpirasi.Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Dengan demikian, adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1,20-1,50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut, maka suhu ydara makin rendah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentuk-bentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut.Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman, suhu berdasarkan letak geografis, dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.Oleh karnanya, besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.

c. Klasifikasi Presipitasi
Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air, basah dan panas. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Hujan konvektif ( convectional storms ), tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. 2. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ), tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnya dua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Pada tipe hujan ini, massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tergatung pada tipe hujan yang

3.

dihasilkanya, hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ), jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan, yaitu ketika massa udara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan, dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Presipitasi berdasarkan mekanisme dominan dari gerak vertikal : 1. Presipitasi stratiform. Yaitu presipitasi dari awan stratifom yang terbentuk karena gerak vertikal yang kontinu dan menyebar luas.Hal ini terjadi karena kenaikan frontal atau orografik atau konvergensi dalam skala besar. Presipitasi dari awan stratiform tumbuh dari proses kristal es. Awan ini mempunyai kadar air lebih rendah sehingga koalisensi tidak efektif. Masa hidup awan relatif lama. Jika suhu lingkungan awan mencapai -15 0C, maka proses kristal es dapat menyebabkan presipitasi. 2. Presipitasi konvektif. Yaitu presipitasi dari awan konvektif karena kondisi udara yang tidak stabil yang menyebabkan gerak vertikal tetapi terlokalisir dalam skala yang tidak luas. Hujan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan sangat lebat (heavy shower) tetapi terjadi dalam waktu yang singkat. Dalam awan konvektif waktu presipitasi lebih pendek tetapi kadar air lebih tinggi dari stratiform sehingga koalisensi sangat berperan menghasilkan hujan. Jadi mekanisme presipitasi antara awan stratiform dan awan konvektif sangat berbeda.Sebagai pendekatan, hujan kontinu dapat dipandang sebagai keadaan mantap (steady-state process) dimana besaran awan dapat berubah dengan ketinggian tetapi konstan terhadap waktu pada ketinggian tertentu.Sebaliknya, hujan shower dapat didekati sebagai sistem dimana sifatsifat awan berubah dengan waktu tetapi konstan terhadap ketinggian pada waktu tertentu.

d.

Pembentukan Presipitasi
Ada dua teori pembentukan hujan yaitu teori bergeron dan teori tumbukan dan penyatuan.

Teori Tumbukan dan Penyatuan Menurut teori ini. butir-butir awan hanya terjadi dari air.bentuk hujan yang membeku ketika tiba di permukaan.  Snow grain. putih. . Drizzle berukuran diameter < 0. konikal maupun bulat tipis berwarna putih dengan diameter 2 – 5 mm. Peristiwa ini sering terjadi pada awan cumulus yang tumbuh menjadi cumulonimbus dengan puncak awan berada dibawah titik beku.kristal es yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan awan. Namun ketika menumbuk benda padat akan membeku. tetapi lapisan dingin di dekat permukaan tidak terlalu tebal sehingga butiran air yang jatuh dapat melaluinya tanpa membeku hanya menjadisupercooled. Jenis-Jenis Presipitasi  Presipitasi dalam bentuk cair adalah hujan (rain) dan drizzle. Ketika butir air terbentuk dan jatuh memasuki lapisan di bawahnya. Biasanya terjadi dalam hujan ringan ketika suhu di dekat permukaan mendekati 0 oC. Hujan terjadi berdasarkan perbedaan kecepatan jatuh antara butir-butir curah hujan yang berbeda ukurannya. bulat tipis. Teori Bergeron Teori ini berlaku untuk awan dingin (di bawah 00C) yang terdiri dari kristal es dan air lewat dingin (air yang suhunya di bawah 0 0C tapi belum membeku). 2. Kondisinya hampir menyerupai kondisi pembentukan sleet. ukurannya sangat kecil < 1 mm. saat jatuh terjadi tumbukan dan penggabungan dengan butir air yang ada di sepanjang lintasan yang dilalui .1. serta butir awan bertambah besar dan dapat melawan daya angkat udra dan butir air tersebut jatuh sebagai hujan.  Snow pelletsatau graupel. butir air berjari-jari lebih besar dan jatuh dengan kecepatan terminal lebih besar dengan yang berjari-jari lebih kecil.5 mm.fenomena khas musim dingin berupa partikel es kecil dengan diameter < 5 mm dan transparan.  Sleet atau ice pellets. butiran itu membeku dan jatuh dalam bentuk butiran es kecil yang tidak lebih besar dari butir hujan sebelumnya. Butir air yang lebih besar akan memiliki kecepatan jatuh lebih cepat daripada butir-butir kecil. yang dibedakan hanya dari ukuran butir airnya saja. Banyak terjadi di daerah tropis yang berawan panas dengan perkembangan yang cepat. Terbentuk karena adanya lapisan udara hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin di dekat permukaan (profil suhu inversi). Teori pembentukam dan penggabungan (collison dan coalescene) ini terjadi di awan hangat. e.  Presipitasi dalam bentuk padat yaitu :  Snow .  Glaze (freezeng rain). kristal es biasanya berkelompok membentuk snowflake. butiran es berbentuk bundar. Pada suhu > -5 oC.

Hail dihasilkan hanya oleh awan cumulonimbus yang ketika terangkat sangat kuat dan mengandung air superdingin yang berlimpah. dengan diameter sekitar 1 cm dengan variasi dari 5 hingga 75 mm. sehingga menjadi lapisan es tebal yang membungkus benda-benda padat yang ditumbuknya. yang cukup berat untuk mematahkan batang-batang pohon.presipitasi dalam bentuk butir-butir es yang tidak beraturan. . Hail.

awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal. terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn. Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal. 3) Hujan Frontal. daerah-daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis isohiet. . Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon. kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. Pada peta cuaca. di mana massa angin passat naik secara vertikal. kelembapan relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi.Pengertian Jenis Presipitasi (Curah Hujan) – Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. 2) Hujan Zenithal (konveksi). sampai pada ketinggian tertentu kelembapan relatifnya mencapai 100%. 1) Hujan Orografis. Pada daerah ini. Berdasarkan proses kejadiannya. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. sebagai berikut. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi. akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS). Sampai pada ketinggian tertentu. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini. kita mengenal tiga macam hujan. Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS).

Hidrometri Pendahuluan Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Pengukuran di lapangan Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya Berdasarkan data hujan Berdasarkan pembangkitan data debit

Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendungan dan peluap. Sering di suatu lokasi yang akan dibangun bangunan air tidak terdapat pencatatan debit sungai dalam waktu panjang. Dalam keadaan tersebut terpaksa debit diperkirakan berdasar : 1. Debit di lokasi lain pada sungai yang sama 2. Debit di lokasi lain pada sungai di sekitarnya 3. Debit pada sungai lain yang berjauhan tetapi memiliki karakteristik yang sama. Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan –limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran. Teori pengukuran debit Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lain. Bentuk tampang memanjang dan melintang sungai adalah tidak teratur. Selain itu karena pengaruh kekentalan air dan kekerasan dinding, distribusi kecepatan pada vertikal dan lebar sungai adalah tidak seragam. Distribusi kecepatan pada vertikal mempunyai bentuk parabolis dengan kecepatan mol di dasar dan bertambah besar dengan jarak menuju permukaan. Dalam arah lebar sungai, kecepatan aliran di kedua tebing adalah nol, dan semakin ketengah kecepatan semakin bertambah besar. Mengingat bahwa sungai mempunyai bentuk tampang lintang yang tidak teratur dan kecepatan aliran juga tidak seragam pada seluruh tampang, maka pengukuran debit sungai dilakukan dengan membagi tampang sungai menjadi sejumlah pias. Di setiap ruas diukur luas tampang dan kecepatan reratanya. Debit aliran diberikan oleh bentuk berikut :

Dengan

A = luasan dari setiap pias V = kecepatan rerata di setiap pias Pengukuran debit Pengukuran debit sungai dilakukan dengan pemasangan alat di suatu lokasi di sungai yang ditetapkan, yang memungkinkan pengamatan secara kontinyu dan teratur elevasi muka air dan debit serta data lainnya, seperti angkutan sedimen dan salinitas. Pengukuran debit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Langkah pertama adalah memilih lokasi stasiun pengukuran. Pemilihan lokasi tersebut dengan memperhatikan beberapa persyaratan berikut ini : a. b. c. d. e. f. g. Mudah dicapai oleh pengamat Di bagian sungai yang lurus dengan penampang sungai yang teratur dan stabil Di sebelah hilir pertemuan dengan anak sungai Di mulut sungai menuju ke laut atau danau Di lokasi bangunan air Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan Aliran berada dalam alur utama

2. Pengukuran kedalaman sungai a. Bak ukur Untuk sungai yang dangkal, bak ukur yang telah diberi sekala dan pelat di bagian bawahnya dimasukkan ke dalam sungai sampai pelat dasar mencapai dasar sungai. Kedalaman air pada skala di bak ukur tersebut. b. Tali dengan pemberat Apabila sungai dalam atau kecepaan arus besar, kedalaman air diukur dengan menggunakan tali yang diberi pemberat. Pengukuran ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pengukuran kecepatan dengan menggunakan current meter. Pemakaian tali untuk mengukur kedalaman perlu diperhitungkan koreksi, karena pengaruh arus dapat menyebabkan posisi tali tidak vertikal. c. Echosounder Pada sungai yang lebar dan dalam, pengukuran tampang lintang dapat dilakukan dengan menggunakan Echosounder. Selain itu alat ini juga biasa untuk mengukur kedalaman laut cara kerjanya alat ini dipasang pada dasar kapal. Alat tersebut akan memancarkan getaran suara akan yang akan merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali

3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian a. Papan duga Papan duga merupakan alat paling sederhana untuk mengukur elevasi muka air. Terbuat dari kayu atau pelat baja yang diberi ukuran skala dalam centimeter, dapat dipasang di tepi sungai atau suatu bangunan. Pengamatan ini biasanya dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki kekurangan yaitu tidak tercatatnya muka air pada jam-jam tertentu yang mungkin mempunyai informasi penting, misalnya puncak banjir. b. Alat pengukur elevasi muka air maksimum Alat ini digunakan untuk mengukur elevasi muka air maksimum yang terjadi pada waktu banjir. Alat ini terbuat dari tabung yang berdiameter 50 mm dengan lubang yang terdapat di dekat dasar dan tertutup di bagian atasnya dengan satu atau dua lubang untuk keluarnya udara. Di dalam tabung terdapat gabus dan papan duga. c. Pencatat muka air otomatis (AWLR) Dengan alat ini elevasi muka air sungai dapat tercatat secara kontinyu sepanjang waktu. Alat ukur yang banyak digunakan di Indonesia adalah pelampung. Pelampung tersebut mengikuti gerak muka air, dan gerak tersebut di transfer ke roda gigi yang mereduksi fluktuasi muka air. 4. Pengukuran kecepatan aliran a. Pelampung Menggunakan pelampung yaitu dengan mengukur selang waktu yang diperlukan oleh pelampung untuk menempuh suatu jarak tertentu. Ada tiga macam pelampung, pelampung permukaan, pelampung dengan kaleng, dan pelampung batang. b. Current meter Pengukuran kecepatan dengan alat ini banyak dilakukan. Ada dua tipe alat ukur yaitu tipe mangkok dan baling-baling. Karena ada partikel air yang melintasinya maka mangkok dan baling-baling akan berputar. Jumlah putaran persatuan waktu dapat dikonfersikan menjadi kecepatan arus. 5. Hitungan debit a. Metode tampang tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan di setiap vertikal merupakan kecepatan rerata dari pias selebar setengah jarak antar pias sebelah kiri dan kanannya. Debit di suatu pias adalah perkalian

dicari debit aliran berdasarkan pencatatan elevasi muka air 8. 6. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dan debit 7. Debit sungai diperoleh dengan menghitung luasan yang dibatasi oleh kurva tersebut dan garis muka air. Metode tampang rerata Tampang lintang sungai dianggap tersusun dari sejumlah pias yang masing-masing dibatasi oleh dua vertikal yang berdampingan. yaitu perkalian antara kecepatan rerata dan kedalaman pada vertikal.antara kecepatan rerata vertikal dan lebar tersebut. Dari rating curve yang telah dibuat pada langkah ke 6. b. c. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung . Debit total adalah jumlah debit di seluruh pias. Di kedua tebing kiri dan kanan sungai kecepatan dianggap nol. Metode integrasi kedalaman kecepatan Dalam metode ini dihitung debit tiap satuan lebar.

Berdasarkan data hujan. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan : membuat stasiun pengamatan. debit aliran dihitung dengan mengalikan luas tampang (A) dan kecepatan aliran (V).HIDROMETRI Pendahuluan debit aliran sungai = Q = jumlh air yg mengalir melalui tampang melintang sungai tiap satu satuan waktu. Berdasarkan pembangkitan data debit. dan di ukur kecepatan aliran pada vertical di setiap pias. (m3/d) Debit di suatu sungai dapat diperkirakan dengan cara brkt: Pengukuran di lapangan (di lokasi yang di tetapkan) Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya. debit aliran juga dapat diperkirakan derdasarkan data debit dari pencatatan yg telah lalu. debit sungai dapat dihitung dgn mengukur tinggi muka air di ats puncak bending. berdsarkan rumus peluapan yg berlaku untuk bangunan tsb. untuk mendapatkan hasil yang teliti. parameter yang di ukur adalah: Tampang lintang sungai Elevasi muka air Kecepatan aliran air Selanjutnya. atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap. Teori pengukuran debit Kecepatan aliran dapat diukur dgn current meter. dgn mggnkn ―model deret berkala‖. pada pembuatan stasiun pengamatan debit. Apabila di sungai terdapat bangunan air. lebar sungai dibagi menjadi sejumlah pias.pelampung dan prltan lain . mis bending.

2. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian. 4. Dan akan dijelaskan secara rinci sbb: 1.Pengukuran debit Dpt dilakukan dengan cara : 1. dicari debit aliran berdasar pencatatan elevasi muka air. Hitungan debit 6. 7. · Di mulut sungai menuju laut ke danau · Dilokasi bangunan air seperti bendungan. Pengukuran kedalaman sungai 3. Pengukuran kedalaman sungai.mis di jembatan · Di bagian sungai yg lurus dgn penampang sungai yg teratur dan stabil (tdk terjadi erosi maupun sedimentasi) · Disebelah hilir pertemuan dgn anak sungai. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Pemilihan lokasi tsb harus mmperhatikan syarat2 sbb: · Mudah dicapai oleh pengamat. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung. . dsb · Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan (back water) · Aliran berada didalam alur utama (tdk ada aliran di bantaran) 2. Pengukuran kecepatan aliran. Dari rating curve yg telah dibuat pada langkah 6. 5. bending. tali yg diberi pemberat / echosounder. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran. Pengukuran kedalaman sungai dilakukan dngan menggunakan bak ukur. 8. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dengan debit.

Pengukuran dilakukan bersamaan dgn pgkuran kec dgn mggnkan current meter. Eschounder elac 30 kc 2. Di atas pemberat dipasang current meter. Air merupakan media yg baik utk perambatan gelombang suara dgn kec 2. Pengukuran dilakukan dgn mggnkn perahu.pengukuran tampang lintang dan kedalaman(bathrimetri) laut. Alat tsb memancarkan getaran suara yg merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali. lempng. Kdlaman air di ukur dgn tali yg diberi pemberat.bak ukur yg telah diberi skala n plat di bag bwh a dimasukkan ked lm sungai smpai plat dsar mncpai dsar sungai. Raytheon DE 719 B 3. Ada beberapa jenis eschounder. .diantarnya adl: 1. Selang waktu antara pemancaran dan penerimaan getaran dapat memberikan kedalaman air yang kemudian direkam pada kertas pencatat. atau kabel yg digantungkan melintasi sungai.pd jmbatan. Dengan alat ini dapat diperoleh hasil profil dasar sungai secara kontinyu. Biasanya hasil pengukuran diberikan dlam bentuk elevasi.oleh krn itu pembacaan tsb harus di ikatkan dgn elevasi tebing/tanggul sungai atau lahan dgn menggunakan theodolit. Gelombang pantulan tsb diterima dan dicatat oleh alat. Papan tsb dpt ditegakkan dgn bantuan perahu/orang jika sungai dangkal. Cara kerja alat ini memiliki prinsip sbb: 1. Kedalamn air dibaca pada skala di bak ukur tsb. fungsinya untuk membedakan jenis bahan dasr sungai seperti lumpur.· Bak ukur Untuk sungai yg dangkal. Alat eschounder dipasang pd dasar kapal/digantung pd sisi kapal. · Echosounder Alat ini digunakan pada sungai yg lebar dan dalam. pasir shg dpt memperkirakan tebal lapis lumpur. Gelombang suara dapat dipantulkan dengan baik dari dasar sungai.shgga sambil mengukur kdalaman dpt dik kec aliran di bbrp ttik yg ditntkan. Furuno 200 Mark III · Eschounder elac 30 kc. · Tali dgn pemberat Pengukuran ini dilakukan apabila sungainya dalam atau kec arus besar.

12 .pencatat muka air otomatis (AWLR) Diposkan oleh BLUEGHOST di 07.papan praduga dengan meteran (staff gauge) alat ini berskala cm.alat pengukur elevasi muka air maksimum mengukur elevasi maksimum pada saat banjir. . dapat dipasang di tepi sungai atau pada bangunan.· Ray Pengukuran elevasi muka air Alat pencatat elevasi muka air dapat berupa : . .

ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS Dengan alat ini hasil pengukuran yang didapat juga tidak begitu teliti dan yang terukur adalah kecepatan aliran permukaan . Lokasi penempatan winch cable way harus memenuhi persyaratan teknis seperti halnya tempat pengukuran dengan metode lainnya . aliran laminar dan merata . hanya saja kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung PowerPoint Presentation: 2.ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS: B. Pengukuran debit secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan berupa alat pengukur arus (current meter).atau ilmu tentang pengumpulan data dan pemroses data dasar untuk analisa hidrologi Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara: 1. Pengukuran tinggi muka air otomatis (AWLR) Pengukuran Automatic Water Level Recorder (AWLR) – Analog. B. Sebaiknya digunakan pada pengukuran yang dikehendaki secara cepat pada . dll .PAPAN DUGA MUKA AIR PowerPoint Presentation: Pengukuran debit dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung . ALAT UKUR KECEPATAN AIR PowerPoint Presentation: A. Pengukuran tinggi muka air manual (MWLR) Menggunakan papan duga muka air .ALAT UKUR KECEPATAN AIR MANUAL Pelampung Pengukuran debit menggunakan alat pelampung pada prinsipnya sama dengan metode konvensional .Winch Cable Way Pengukuran debit dengan menggunakan winch cable way dilakukan dari pinggir sungai dengan menggunakan peralatan winch cable way. pelampung . Petugas pengukur minimal terdiri dari 2 orang . zat warna . Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara PowerPoint Presentation: Contoh alat ukur AWRL Perekam pada drum horizontal(a) dan vertikal (b) Pelampung dan pemberat Contoh alat ukur MWRL: Contoh alat ukur MWRL 1. Debit hasil pengukuran dapat dihitung segera setelah pengukuran selesai dilakukan . dll . Persyaratan tersebut antara lain pada bagian alur sungai yang lurus . 2.Presentation Transcript HIDROMETRI: HIDROMETRI DESI IDA SAPUTRI Yustin nurhasanah HIDROMETRI: HIDROMETRI HIDROMETRI adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi. 1 orang petugasmengoperasikan peralatan dan 1 orang petugas mencatat data pengukuran .

kecepatan aliran yang lebih besar dari 1m/ detik a.B = konstanta yang ditentukan oleh pabrikan atau kalibrasi 2.dengan persamaan : V = A .Current meter TERIMA KASIH: TERIMA KASIH .81 m/s 2 V = (2gH0)^1/2 H 1 H 2 1. N + B D imana : V = kecepatan aliran (m/dt) N = jumlah putaran A. H2-H1 = H0 H0 = V 2 /2g besar percepatan gravitasi g= 9. Velocity Head Rod PowerPoint Presentation: Kecepatan aliran dengan menggunakan metode current meter.

mirip panekuk (butir besar). Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat. membawa musim hujan ke iklim sabana. hingga bola kecil (butir kecil). Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Pergerakan truf monsun.Hujan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Di kawasan pegunungan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan. Corong hujan di bawah badai petir. Untuk kegunaan lain. atau zona konvergensi intertropis. berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju. hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Hujan adalah sumber utama air tawar di . Di sisi bawah angin pegunungan. hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. inilah satu cara penjenuhan udara. ensiklopedia bebas Artikel ini berisi tentang presipitasi. Di Bumi. hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. lihat Hujan (disambiguasi). iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringanmassa udara. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan. Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. batu es dan slit.

Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Bagian dari seri Alam tentang Cuaca Musim kalender Semi · Panas Gugur · Dingin Musim tropis Kemarau · Hujan Badai Badai petir · Supersel Downburst · Petir Tornado · Waterspout Siklon tropis (Hurikan) Siklon ekstratropis Badai musim dingin · Blizzard Badai es · Badai debu Badai api · Awan . menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem. hujan juga pernah turun dengan kandungan metana. juga air untukpembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. besi. Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini. termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis.Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia. Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). Antarktika adalah benua terkering di Bumi.sebagian besar daerah di dunia. dan asam sulfur. neon. Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppenmenggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim. Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. Di daerah lain.

Presipitasi Gerimis · Hujan · Salju · Graupel Hujan beku · Butir es · Hujan es Topik Meteorologi · Iklim Prakiraan cuaca Gelombang panas · Polusi udara Portal cuaca  L  B  S .

2 Wilayah basah 7.1 Alat ukur 4.5 Pengaruh manusia 3 Karakteristik o o o  3.3 Pengelompokan iklim Köppen 4 Pengukuran o o o o   4.1 Aktivitas frontal 2.1 Gurun 7.2 Koalesensi 2 Sebab o o o o o  2.1 Pola 3.4 Daerah terlembap 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Catatan kaki .3 Intensitas 4.2 Keasaman 3.1 Pertanian 6.3 Dampak Westerlies 7.4 Wilayah tropis 2.1 Udara lembap 1.Daftar isi [sembunyikan]  1 Pembentukan o o  1.4 Periode kembali 5 Prakiraan hujan 6 Dampak o o  6.3 Efek orografis 2.2 Budaya 7 Klimatologi global o o o o    7.2 Konveksi 2.2 Sensor jarak jauh 4.

[3] Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi)[4]bergantung pada suhunya. pendinginan radiasional. gerakan atmosfer berskala besar. atau mencapai titik kelembapan. Karena itu.[15] Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu. badan air atau tanah basah. 11 Pranala luar Pembentukan[sunting] Udara lembap[sunting] Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering.[11] pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut.[13] udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water. atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis). satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya. es.[17] Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas.[8] Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan. Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksiketika kondisi berangin.[7] biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut. yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu. misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi)[16] memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus.[5] Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik. pendinginan konduktif.[12]transpirasi tumbuhan.[14] dan udara yang naik di pegunungan. dan pendinginan evaporatif. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya.[1][2] Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif.[10] presipitasi atau virga yang jatuh dari atas. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar.[9] Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas. sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah. Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap. diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg). dan garam untuk membentuk awan. Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin.[18] . disebut Rasio Pencampuran.[6] Udara dapat naik karena konveksi.

[21] Berbeda dengan kepercayaan masyarakat. di atas itu butiran akan terpisah-pisah. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger. butiran terbesar berbentuk mirip parasut. karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku. kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.35 in).39 in). Umumnya. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan. karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan. kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. Proses ini bergantung kepada suhu. Ketika turbulensi udara terjadi.[22] Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut. atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron.039 in) hingga 9 millimetre (0.[19] Di awan bawah titik beku. Selain itu.[20] Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0. butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan.[23] . bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata.Koalesensi[sunting] Bentuk butir hujan menurut ukurannya Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar.

[28][29] Kode METAR untuk hujan adalah RA.400 m) di atas permukaan laut. sepertibutir es dan salju.Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang.[32] Hujan es semakin jarang terjadi ketika titik beku di atas atmosfer melebihi ketinggian 11. lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan. Kenaikan sejenis juga terjadi di sekitar siklon tropis di luar dinding mata. dan di pola hujan sekitar siklon lintang tengah.[17] Hal yang memisahkan curah hujan dari presipitasi lainnya.[27] Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air.[24][25] Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain. yang mencairkan hujan beku sebelum mencapai tanah.20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). namun biasanya jalur mereka dikaitkan dengan penguapan massa air. adalah adanya lapisan tebal udara yang tinggi dengan suhu di atas titik cair es. Front tutupan biasanya terbentuk di sekitar daerah bertekanan rendah.[26] Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya.[30] Sebab[sunting] Aktivitas frontal[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Front cuaca Hujan stratiform (perintang hujan besar dengan intensitas yang relatif sama) dan dinamis (hujan konvektif yang alaminya deras dengan perubahan intensitas besar dalam jarak pendek) terjadi sebagai akibat dari naiknya udara secara perlahan dalam sistem sinoptis(satuan cm/detik). sementara butiran besar 5 millimetre (0. sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA. seperti di sekitar daerah front dingin dan dekat front panas permukaan. hujan beku (hujan yang membeku setelah bersentuhan dengan permukaan di lingkungan sub-beku) akan terjadi.[31] Berbagai jenis cuaca dapat ditemukan di sepanjang front tutupan dengan kemungkinan terjadinya badai petir. gerimis 05 millimetre (0. Di permukaan laut tanpa angin.20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4.5 mph).[33] Konveksi[sunting] . Jika ada lapisan dangkal dekat permmukaan yang suhunya di bawah titik beku.000 kaki (3.

[38] Iklim setempat bervariasi di masing-masing pulau karena topografinya. Jenis hujan (meteorologi).[36] Efek orografis[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengangkatan orografis. dan front panas. meninggalkan udara yang lebih kering (lihat angin katabatik) di sisi bawah angin yang menurun dan menghangatkan serta menjadi tempat pengamatan bayangan hujan.[37] Sistem badai Kona membasahi negara bagian ini dengan hujan deras antara Oktober dan April. Gunung Wai'ale'ale. berasal dari awan konvektif seperti kumulonimbusatau kumulus kongestus. Hujan ini jatuh deras dengan intensitas yang cepat berubah.000 mm). terbagi menjadi kawasan atas angin (Koʻolau) dan bawah angin (Kona) berdasarkan lokasi relatif terhadap pegunungan tinggi. 460 inci (12.[15] Di Hawaii. namun. Sisi atas angin memaparkan wilayah timur . karena awan konvektif memiliki bentangan horizontal terbatas.[31][34] Graupel dan hujan es menandakan konveksi. terkenal karena curah hujannya yang ekstrem dan memiliki curah hujan rata-rata tahunan tertinggi kedua di dunia. Sebagian besar hujan di daerah tropisbersifat konvektif. dan Klimatologi hujan Amerika Serikat Hujan orografis Hujan orografis terjadi di sisi atas angin pegunungan dan disebabkan oleh gerakan udara lembap berskala besar ke atas melintasi pegunungan. di pulau Kauai. Hujan konvektif jatuh di suatu daerah dalam waktu yang relatif singkat. Di daerah berpegunungan dunia yang mengalami angin relatif tetap (misalnya angin dagang). Kelembapan tidak ada karena pengangkatan orografis. selain hujan konvektif.[35] Di lintang tengah. hujan konvektif berselang-seling dan sering dikaitkan dengan batasan baroklinis seperti front dingin. atau hujan deras. hujan stratiform juga diduga terjadi.Hujan konvektif Hujan konvektif.garis squall. mengakibatkan pendinginan dan kondensasi adiabatik. iklim yang lebih lembap biasanya lebih menonjol di sisi atas angin gunung daripada sisi bawah angin gunung.

Siklon tropis.[43] Istilah musim hijau juga kadang digunakan sebagai eufemisme oleh pihak pariwisata.[24] Ketika musim hujan terjadi selama musim panas. hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam.terhadap angin dagang timur laut dan menerima lebih banyak hujan.[46] Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas.[48][49] dan tanaman tumbuh subur. karena hujan tersebar merata sepanjang tahu.[39] Di Amerika Selatan. sumber curah hujan sangat deras.[41][42] Wilayah tropis[sunting] Penyebaran hujan bulanan di Cairnsmemperlihatkan batas musim hujan di daerah tersebut Lihat pula: Monsun dan Siklon tropis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Musim hujan Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut.[44] Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dansubtropis. dengan sedikit hujan dan cakupan awan.[40] Pegunungan Sierra Nevada menciptakan efek yang sama di Amerika Utara denngan membentuk Great Basin dan Gurun Mojave. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara[47] dan air segar membaik.[50] Meskisiklon dapat mengakibatkan kematian dan . terdiri dari massa udara besar beberapa ratus mil dengan tekanan rendah di pusatnya dan angin bertiup ke pusat searah jarum jam (belahan Bumi selatan) atau berlawanan arah jarum jam (belahan Bumi utara). Hutan hujan tropis teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan. untaian pegunungan Andes menghalangi kelembapan Pasifik yang datang ke benua ini.[45] Iklim dan wilayah sabana dengan cuaca monsun memiliki musim panas hujan dan musim dingin kemarau. sisi bawah angin lebih kering dan cerah. mengakibatkan iklim gurun di bawah angin melintasi Argentina Barat.

jika dibandingkan dengan atas angin.[53] Dampak pulau panas perkotaan memanaskan kota sebesar 06 °C (10. inilah faktor penting dalam penguasaan hujan atas suatu daerah. Lihat pula: Pemanasan global dan Pulau panas perkotaan Zat partikulat yang dihasilkan oleh gas buang mobil dan sumber-sumber polusi lain membentuk nuklei kondensasi awan.8 °F) hingga 56 °C (100.kerusakan properti yang besar. warna biru berarti suhu dingin.[54] Sejumlah kota mengakibatkan curah hujan total meningkat sebesar 51%. seperti Pesisir Timur Amerika Serikat.8 °F) di atas kawasan pinggiran kota dan pedesaan sekitarnya. Akibat polusi lalu lintas penglaju dan komersial menumpuk sepanjang minggu. kemungkinan hujan meningkat: hujan memuncak pada Sabtu setelah lima hari penumpukan polusi.[55] . merah hangat. yang mendorong pembentukan awan dan meningkatnya kemungkinan hujan. Sebagai akibat pemanasan ini. karena siklon dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan di wilayah kering. Georgia memperlihatkan penyebaran suhu.[52] Pengaruh manusia[sunting] Citra Atlanta. curah hujan bulanan 28% lebih besar antara 20 mil (32 km) hingga 40 mil (64 km) di bawah angin kota.[51] Wilayah di sepanjang jalurnya dapat menerima jatah hujan setahun penuh melalui satu kali peristiwa siklon tropis. Panas tambahan ini mendorong gerakan yang lebih besar ke atas dan menyebabkan aktivitas hujan deras dan badai petir tambahan. Di daerah padat penduduk dekat pesisir. dan putih panas. Tingkat curah hujan di bawah angin kota meningkat antara 48% dan 116%. dampaknya bisa dramatis: ada kemungkinan hujan 22% lebih tinggi pada hari Sabtu daripada Senin.

tidak ada kecenderungan presipitasi keseluruhan secara statistik dalam satu abad terakhir. Hawaii adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan (-9. Di seluruh dunia. termasuk peningkatan sejak 1970an akibat banyaknya kekeringan—khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Di daratan Amerika Serikat.1 persen per abad sejak 1900. Wilayah timur Amerika Utara dan Selatan. total curah hujan tahunan meningkat dengan tingkat rata-rata 6. Mediterania.6 persen per abad) dan Selatan (11.[56] Upaya mempengaruhi cuaca yang paling sukses adalah penyemaian awan yang melibatkan teknik peningkatan presipitasi musim dingin di atas pegunungan dan mengurangi hujan es. dengan peningkatan tertinggi terjadi di wilayah iklim Tengah Utara Timur (11. Terjadi peningkatan jumlah peristiwa hujan deras di berbagai daerah dalam satu abad terakhir. meski kecenderungan hujan bervariasi menurut daerah dan waktunya. namun mulai menurun di kawasan tropis sejak 1970-an. dan Asia Tengah semakin basah.[57] . Jumlah peristiwa hujan meningkat di daratan sebelah utara 30°N sejak 1900 hingga 2005.25 persen).Anomali suhu permukaan rata-rata pada periode 1999 hingga 2008 dibandingkan dengan suhu rata-rata dari 1940 hingga 1980 Suhu yang meningkat cenderung meningkatkan penguapan yang dapat mendorong lebih banyak hujan. Sahel. Eropa Utara.1 persen). Afrika bagian Selatan. Perubahan curah hujan dan penguapan di samudra diakibatkan oleh berkurangnya salinitas di perairan lintang tengah dan tinggi (berarti lebih banyak hujan) dan meningkatnya salinitas di lintang rendah (berarti sedikit hujan dan/atau banyak penguapan). dan beberapa bagian Asia Selatan semakin kering.

perpanjangan presipitasi ini disebut sebagai struktur terikat. Ini juga bisa menjadi fokus atas presipitasi lokal yang deras.[61] Ikatan hujan yang muncul dekat dan mendahului front dingin bisa jadi merupakan garis squall yang mampu menghasilkan tornado. dengan kemungkinan badai petir jika atmosfer di sepanjang trowal cukup stabil untuk menciptakan konveksi. Jika dilihat melalui pencitraan radar cuaca. karena bentuk awan pertengahan troposfer sepertikoma yang menyertai fenomena ini.[62] Ikatan hujan yang dikaitkan dengan front dingin dapat dibelokkan oleh pegunungan lurus terhadap orientasi front karena pembentukan jet penghalang tingkat rendah. Gelombang hujan dapat bersifat stratiform atau konvektif. akan terjadi akibat angin selatan yang kuat di perbatasan timurnya berputar-putar tinggi mengitari kawasan timur lautnya.[59] Ikatan hujan mendahului front tutupan panas dan front panasdikaitkan dengan gerakan lemah ke atas.[60] dan cenderung lebar serta bersifat stratiform. Trowal menciptakan bagian dari siklon tutupan yang disebut sebagai kepala koma.[65] Pengikatan di dalam pola presipitasi kepala koma suatusiklon ekstratropis dapat menandakan .[64] Ketika siklon menutupi langit. dan mengarah ke periferi (juga disebut sabuk pengangkut panas) barat lautor.[63] Ikatan badai petir dapat terbentuk bersama angin laut dan angin darat jika kelembapan yang diperlukan untuk membentuknya ada pada saat itu. sebuah truf udara panas tinggi (trough of warm air aloft).Karakteristik[sunting] Pola[sunting] Ikatan badai petir terlihat di tampilan radar cuaca Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan hujan Ikatan hujan adalah wilayah awan dan presipitasi yang panjang. memaksa truf permukaan berlanjut ke sektor dingin lengkungan yang sama menuju front tutupan. mereka mampu menutupi lokasi front dingin tersebut. atau "trowal".[58] dan terbentuk akibat perbedaan suhu. Jika ikatan hujan angin laut cukup aktif mendahului front dingin.

hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3.[67] Ikatan hujan dengan siklon tropis memiliki orientasi melengkung. bersama dinding mata dan mata. Batas ikatan hujan di sekitar siklon tropis dapat membantu menentukan intensitas siklon tersebut. dan kebakaran alami.[70] . hal ini terjadi ketika adanya peningkatan front dingin.hujan deras. dan badai petir lokal memiliki pH serendah 2.6. yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Dalam 20 tahun terakhir. hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5. konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya. ikatan hujan dapat terbentuk di bawah angin permukaan air panas seperti Danau-Danau Besar.[68] Keasaman[sunting] Siklus hujan asam Lihat pula: Hujan asam pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut.[66] Di balik siklon ekstratropis pada musim gugur dan dingin. Siklon tropis berisikan hujan deras dan badai petir yang. bakteri tanah. Di bawah angin kepulauan.0-5. ikatan hujan deras dan badai petir dapat terbentuk karena konvergensi angin tingkat rendah di bawah angin batas pulau. Di pesisir timur Amerika.0. selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik.8-4.[69] Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat. Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat). Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir. Di lepas pantai California. membentuk hurikan atau badai tropis.8. dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S.

iklim lautan. D. dingin lintang menengah. iklim subarktik.[75] Iklim lautan (atau oseanik/maritim) dapat dijumpai di sepanjang pesisir barat di lintang tengah seluruh benua di dunia.[74] Iklim subtropis lembap terletak di daratan sebelah timur. Lima klasifikasi utama ini dapat dibagi lagi menjadi klasifikasi sekunder seperti hutan hujan. B.270 millimetre (50 in) per tahun. stepa. Malaysia. Bentuk klasifikasi Köppen yang umum digunakan memiliki lima jenis utama mulai dari A hingga E. sabana tropis. Kebanyakan hujan musim panas terjadi selama badai petir dan siklon tropis. Sabana tropis tersebar diAfrika. tropis. sejuk lintang menengah. tundra. dan gurun.subtropis lembap.Pengelompokan iklim Köppen[sunting] Peta iklim Köppen-Geiger terbaru[71] ██ Af██ A m██ Aw ██ BWh██ BWk█ █ BSh██ BSk ██ Csa█ ██ Cwa█ █ Csb █ Cwb ██ Cfa██ Cf b██ Cfc ██ Dsa██ Dsb██ Dsc██ Dsd ██ Dwa██ Dwb██ Dwc██ Dwd ██ Dfa██ Dfb██ Dfc██ Dfd ██ ET ██ EF Artikel utama untuk bagian ini adalah:Pengelompokan iklim Köppen Klasifikasi Köppen bergantung pada nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan. monsun. wilayah utara Amerika Selatan. Jenis utama tersebut adalah A.000 millimetre (79 in). dan E. daratan lembap. iklim mediterania.750 millimetre (69 in) dan 2. danAustralia.[72] Sebuah sabana tropis adalahbioma daratan rumput yang terletak di kawasan iklim semi-gersang hingga semi-lembap di lintang subtropis dan tropisdengan curah hujan antara 750 millimetre (30 in) dan 1.[73] Zona iklim subtropis lembap adalah daerah yang hujan musim dinginnya dikaitkan dengan badai besar yang diarahkan angin westerlies dari barat ke timur. Hutan hujan ditandai dengan curah hujan tinggi yang minimum normal tahunnya antara 1. kutub. berbatasan dengan lautan dingin dan wilayah tenggara Australia. India. daratan es kutub. dan memiliki presipitasi besar . antara lintang 20° dan 40° derajat dari khatulistiwa. kering. C.

[78] Iklim subarktik bersifat dingin dengan permafrost abadi dan presipitasi kecil.[80] Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0. dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in). sebagian wilayah barat Amerika Utara. limpahannya mengalir ke tabung luar. sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0. Setelah tabung dalam penuh. Iklim ini ditandai oleh musim panas yang panas dan kering dan musim dingin yang dingin dan basah.sepanjang tahun. sebagian Australia Barat dan Selatan. Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0.[76] Iklim mediterania membentuk iklim benua di Cekungan Mediterania. dan Pengukur salju Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar.[77] Stepa adalah daratan rumput kering. isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar .[79] Pengukuran[sunting] Alat ukur[sunting] Pengukur hujan standar Lihat pula: Pengukur hujan. wilayah barat dayaAfrika Selatan dan sebagian wilayah tengah Chili.98 in). Disdrometer.98 in) hujan.98 in).

(Sumber: Environment Canada) Salah satu kegunaan utama radar cuaca adalah mampu menilai jumlah curah hujan yang jatuh di cekungan besar untuk keperluan hidrologis.[84][85] Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal. Persamaan radar kemudian dipakai. berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet. Untuk menghasilkan akumulasi radar. dan beban. namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai. . Kanada Timur.[86] Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi. kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka. Zona tanpa data di timur dan barat daya disebabkan adanya sorotan sinar dari pegunungan. seperti CoCoRAHS atau GLOBE. dan pembangunan bendungan adalah semua bidang yang memerlukan data akumulasi curah hujan.sampai tabung luar kosong. tingkat hujan di satu titik dihitung menggunakan nilai data reflektivitas pada satu titik jaringan. pengelolaan selokan bawah tanah.[88] Misalnya. yaitu . sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong. stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan.[87] Sensor jarak jauh[sunting] Lihat pula: Radar cuaca Akumulasi curah hujan 24 jam di radar Val d'Irène.[83] Ketika penghitungan curah hujan dilakukan. ember miring.[82] Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah. Perhitungan curah hujan radar melengkapi data stasiun darat yang dapat digunakan untuk kalibrasi. [81] Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan). Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian. pengendalian banjir sungai.

semua akumulasi dari masing-masing kotak jaringan di dalam gambar pada waktu itu harus dijumlahkan.39 in) per jam[91][92]  Hujan deras — ketika tingkat presipitasinya > 76 millimetre (3.[94]Istilah badai 1 dalam 10 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang jarang dan hanya mungkin terjadi sekali setiap 10 tahun.[89] Perhitungan curah hujan satelit memakai instrumen gelombang mikro pasif di atasorbit kutub serta satelit cuaca geostasioner untuk mengukur tingkat curah hujan secara tidak langsung. Intensitas[sunting] Heavy rain in Glenshaw. PA MENU 0:00 Suara hujan deras di permukiman pinggiran kota Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.0 in) per jam[92] Periode kembali[sunting] Lihat pula: Banjir 100 tahun Kemungkinan suatu peristiwa dengan intensitas dan durasi tertentu disebut frekuensi atau periode kembali.0 in) atau 10 millimetre (0.98 in) .[91]atau antara 10 millimetre (0.0 in) per jam[92]  Hujan badai — ketika tingkat presipitasinya > 50 millimetre (2. Intensitas curah hujan dikelompokkan menurut tingkat presipitasi:   Gerimis — ketika tingkat presipitasinya < 25 millimetre (0.Z berarti reflektivitas radar. R berarti tingkat curah hujan.39 in) dan 50 millimetre (2.[90] Untuk menghasilkan akumulasi curah hujan pada satu periode waktu tertentu.76 millimetre (3. .98 in) per jam Hujan sedang — ketika tingkat presipitasinya antara 25 millimetre (0. dan A dan b adalah konstanta.0 in) per jam.[93] Intensitas badai dapat diperkirakan untuk periode kembali dan durasi badai apapun dengan melihat grafik yang didasarkan pada data historis lokasi hujan.

prakiraan radar cuaca. atau keduanya. atau di tingkat terendah atmosfer yang menurun seiring ketinggiannya. Relief daratan juga termasuk dalam PPK melalui pemakaian topografi atau berdasarkan pola presipitasi iklim dari hasil observasi dengan rincian jelas.[96] PPK akan diperinci ketika jenis presipitasi terukurkan yang mencapai batas minimal merupakan prakiraan untuk setiap am selama periode sah PPK. Seperti semua peristiwa kemungkinan. 0600. 1200 dan 1800 GMT.[99] PPK dapat dibuat dengan dasar prakiraan jumlah kuantitatif atau kemungkinan prakiraan jumlah kualitatif.[100] Teknik prakiraan citra radar memperlihatkan kemampuan yang lebih tinggi daripada prakiraan model dalam 6 hingga 7 jam waktu citra radar. "badai 1 dalam 100 tahun" bisa saja terjadi berkali-kali dalam satu tahun saja. Prakiraan dapat diverifikasi melalui pemakaian pengukur hujan.[97] Dimulai pada pertengahan hingga akhir 1990an.[98] Model prakiraan memperlihatkan sensitivitas tertentu terhadap tingkat kelembapan di lapisan pelindung planet.[101] .sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 10 persen setiap tahun. Hujan akan menjadi ekstrem dan banjir lebih parah daripada peristiwa 1 dalam 10 tahun tersebut. QPF dalam bahasa Inggris) adalah perkiraan jumlah presipitasi cair yang terkumpul dalam periode tertentu di suatu daerah. PPK digunakan dalam model prakiraan hidrologi untuk mensimulasikan dampak terhadap sungai di seluruh Amerika Serikat. sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 1 persen setiap tahun. Hujan akan lebih deras dan banjir akan lebih buruk daripada badai terburuk yang terjadi dalam satu tahun. Istilah badai 1 dalam 100 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang sangat jarang dan akan terjadi dengan kemungkinan sekali dalam satu abad. Prakiraan presipitasi cenderung dibatasi oleh jam sinoptis seperti 0000. Berbagai skor kemampuan dapat ditentukan untuk mengukur nilai prakiraan curah hujan.[95] Prakiraan hujan[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prakiraan presipitasi kuantitatif Contoh prakiraan hujan lima hari dariHydrometeorological Prediction Center Prakiraan Presipitasi Kuantitatif (disingkat PPK.

[106] Hujan dapatditampung menggunakan tangki air hujan.[107] Hujan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang. khususnya hujan. non-konsumsi dalam ruang atau irigasi. Kekeringan dapat mematikan panen dan menambah erosi. diolah agar dapat dikonsumsi. Musim kemarau sebelumnya mengakibatkan kelangkaan makanan menjelang musim hujan.[103]Tumbuhan memerlukan beragam jumlah air hujan untuk hidup. Di daerah musim hujan dan kemarau.Dampak[sunting] Pertanian[sunting] Prakiraan hujan untuk Jepang Selatan dan sekitarnya pada 20–27 Juli 2009. Di daerah beriklim sedang. Presipitasi.[104] sementara tanaman tropis memerlukan ratusan inci hujan per tahun untuk hidup. memiliki dampak dramatis terhadap pertanian. terlalu banyak atau terlalu sedikit hujan dapat membahayakan. Semuatumbuhan memerlukan air untuk hidup. bahkan merusak panen.[102]sementara terlalu basah dapat mendorong pertumbuhan jamur berbahaya. terutama pria.[108] Budaya[sunting] Tanggapan budaya terhadap hujan berbeda-beda di seluruh dunia. . Pola hujan biasa bersifat vital untuk kesehatantumbuhan.[24] Hewan memiliki strategi adaptasi dan bertahan hidup di wilayah basah. masyarakat. Misalnya. kaktustertentu memerlukan sedikit air. cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan. nutrien tanah tersapu dan erosi meningkat selama musim hujan. karena tanaman panen harus tumbuh terlebih dahulu.[109] Hujan juga dapat membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat.[105]Negara-negara berkembang mencatat bahwa penduduknya memiliki fluktuasi berat badan musiman karena kelangkaan makanan sebelum panen pertama yang terjadi pada akhir musim hujan. sehingga hujan (cara mengairi paling efektif) sangat penting bagi pertanian.

wilayah yang curah hujan minimum tahunannya besar.000 kubik kilometer (95. "pula".[110] atau ketika terjadi kekeringan di daerah lain. termasuk Gurun Sahara.[118] Gurun[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gurun Gurun-gurun terbesar Setengah benua Afrika di bagian utara didominasi gurun pasir atau wilayahgersang.000 cu mi) jatuh sebagai hujan setiap tahunnya di seluruh dunia.[113] Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan. 398. Sumber bau ini adalah petrikor. Di Amerika Selatan. Sebagian besar Australia semi-gersang atau terdiri dari gurun pasir.[114] Klimatologi global[sunting] Lihat pula: Klimatologi curah hujan Bumi Air sebanyak 505. Padang pasir ditetapkan sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 250 millimetre (10 in) per tahun.[115] Jika dibandingkan dengan luas permukaan Bumi.000 kubik kilometer (121.[112] Beberapa budaya mengembangkan cara menghadapi hujan dengan berbagai alat lindung seperti payung dan jas hujan.[119] sehingga menjadikannya benuaberpenghuni terkering di dunia. kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung.[116][117] atau sebagai wilayah ketika air lebih banyak yang menguap akibat evapotranspirasi daripada yang jatuh sebagai presipitasi. sehingga memunculkan . Di Botswana.Di daerah kering seperti India. curah hujan rata-rata tahunan secara global mencapai 990 millimetre (39 in).000 cu mi) jatuh ke lautan. digunakan sebagai nama mata uang nasional karena pentingnya hujan terhadap ekonomi negara gurun ini. untaian pegununganAndes menahan kelembapan Samudra Pasifik yang tiba di benua ini. serta alat pengalihan seperti talang air dan drainase badai yang mengalirkan air hujan ke selokan. sebagian besar terdiri dari gurun pasir mulai dari Gurun Gobi di barat-baratdaya Mongolia melintasi barat Pakistan (Balochistan) dan Iran hingga Gurun Arab di Saudi Arabia. kata 'hujan' dalam bahasa Setswana. Di Asia. minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan.[111] hujan memperbaiki suasana hati masyarakat.

monsun Barat Laut bersama kelembapan Teluk California dan Teluk Meksiko bergerak mengitaripegunungan subtropis di Samudera Atlantik. Setiap tahun. namun lebih lemah. adalah wilayah terbasah di dunia. Dampak Westerlies[sunting] Hujan rata-rata jangka panjang menurut bulan . Pergerakannya ke kutub ini didorong oleh monsun musim panas yang ditandai dengan munculnya tekanan udara rendah (tekanan rendah panas) di kawasan terpanas Asia. terjadi di Amerika Utara danAustralia. Kepulauan Virgin Amerika Serikat. dan Sierra Nevada adalah wilayah terbasah di negara ini. dan Samoa Amerika. mengangkut badai petir sore dan malam di wilayah selatan Amerika Serikat dan Dataran Besar.[121] Di Asia.[125][126] Pada musim panas. Great Basin.[120] Siklon tropis mendorong terjadinya hujan di seluruh wilayah selatan Amerika Serikat.iklim mirip gurun di wilayah barat Argentina.[128] serta Puerto Riko. dengan curah hujan rata-rata melebihi 30 inci (760 mm) per tahun. dan Wyoming bagian tengah.[120] Wilayah basah[sunting] Lihat pula: Monsun dan Truf monsun Wilayah khatulistiwa dekat Zona Konvergensi Intertropis (ITCZ). sabuk hujan di wilayah tropis bergerak ke utara pada bulan Agustus.[122] Truf monsun dapat memanjang ke utara hingga garis paralel ke40 di Asia Timur pada bulan Agustus sebelum bergerak ke selatan. kemudian bergerak kembali ke selatan menuju Belahan Bumi Selatan pada bulan Februari dan Maret. pegunungan Barat Laut Pasifik.[130] Guam.[129] Kepulauan Mariana Utara.[127] Daratan Amerika Serikat di sebelah timur meridian ke-98. hujan tersebar di seluruh wilayah selatan benua ini dari kawasan timur dan timur laut India hingga Filipina dan Cina selatan sampai Jepang karena monsun mengadveksikan kelembapan dari Samudera Hindia ke wilayah ini. atau truf monsun.[40] Wilayah kering di Amerika Serikat adalah wilayah tempat gurun Sonora menyapu Desert Southwest.[123][124] Sirkulasi monsun sejenis.

000 mm (39 in) di permukaan laut dan 2. Kawasan badai petir besar bernama kompleks konvektif skala meso bergerak ke Dataran Besar. Rata-rata 38 tahun di Mawsynram.[138] Lloró. curah hujan di daerah ini mencetak rekor tertinggi yaitu 12. dan Danau-Danau Besar selama musim panas.394 mm (448.680 millimetre (460 in) dalam 32 tahun terakhir.303 mm (3. ibu kota Chocó.300 mm (520 in) per tahun.[133][134] Tenggara.3 in).0 in) pada 1861. dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 11. India adalah 11. dingin. sehingga menyumbang 10% hujan tahunan di wilayah ini. yang pesisir baratnya menerima curah hujan antara 1.250 mm (89 in). Tutunendo. Tidak seperti Cherrapunji yang hujan antara April dan September.000 jiwa. Kolombia. Tutunendo mengalami hujan tersebar merata sepanjang tahun.430 mm (450 in). terletak di lereng selatan Himlaya Timur di Shillong.873 mm (467. mengalami hujan paling banyak di Bumi di antara kota-kota lebih dari 100.[135] dan wilayah tropis. Daerah terlembap[sunting] Cherrapunji. dan semi. curah hujan tahunan terbesar yang pernah diukur di Kolombia. arus jet membawa hujan maksimum musim panas keDanau-Danau Besar.[139] Departemen Chocósangat lembap.340 millimetre (683 in) tahun 1982. yaitu 9.[127] Di puncak pegunungan. sebuah kota di Chocó.[132]Barat Tengah.[136] Daerah terlembap di Australia adalah Mount Bellenden Ker di timur laut negara ini yang memiliki curah hujan rata-rata 8. terutama Britania Raya. sementara kekeringan semakin sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis. kota ini memiliki curah hujan 26. dianggap seabgai daerah dengan curah hujan terukur terbesar di dunia.[139] Badai di Chocó dapat menghasilkan curah . sebuah kota di departemen ini merupakan salah satu tempat yang diperkirakan terlembap di Bumi. Curah hujan tertinggi yang tercatat dalam satu tahun adalah 22. Selama musim gugur.200 mm (480. pada tahun 1974.500 mm (98 in) di pegunungan setiap tahunnya. Ada pula bukti bahwa pemanasan global mendorong peningkatan hujan di Amerika Utara bagian timur. sistem badai Pasifik mengangkut sebagian besar hujan untuk Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat.6 in). rata-rata mencapai 13.987 mm (905.Lihat pula: Westerlies Westerly bergerak dari garis depan sejuk Atlantik Utara ke daerah lembap di Eropa Barat.[137] Mount Waialeale di pulauKaua'i di Kepulauan Hawaii memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 11.000 millimetre (310 in) per tahun. Barat Tengah.[140] Quibdó. Puncaknya dianggap sebagai salah satu daerah terbasah di Bumi.6 in). dengan rekor 17.4 in).000 millimetre (350 in) per tahun.[131] Osilasi Selatan-El Niño mempengaruhi persebaran hujan dengan mengacaukan pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Barat. Daerah ini telah dipromosikan dalam literatur wisata selama beberapa tahun sebagai tempat terbasah di Bumi. Meghalaya. Norwegia adalah salah satu kota hujan terkenal di Eropa dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2. Bergen. India adalah salah satu kawasan terlembap atau terbasah di Bumi. Pada 2000. rata-rata tahunannya mencapai 11.

India 1.560 in/65. Benua Rata-rata tertinggi (inci/mm) Daerah Ketinggian (kaki/m) [a][b] [c] Tahun Pencatatan Amerika Selatan Asia 5.6 m 16 Australia 3.017 m 22 Sumber (tanpa konversi): Global Measured Extremes of Temperature and Precipitation . Kolombia 520 kaki/158 m 29 4.148 kaki/1.042 in/26 mm [143] Tertinggi dalam satu bulan Asia Cherrapunji. Kolombia 120 kaki/36.236 in/132.994 mm Lloró.66 m 14 1. Hawaii [a] (AS) Debundscha.674 in/118.401 m 39 Oseania 4. India 366 in/9.360 mm Mount Bellenden Ker.555 m 9 Amerika Utara Eropa 2. India 4. Kauai.482 mm 3. Montenegro 5.597 kaki/1. India [a][d] 4.337 kaki/1.720 mm Mawsynram.102 kaki/1. August 9. Benua Daerah Curah hujan tertinggi Referensi Curah hujan rata-rata tahunan tertinggi Asia Mawsynram. 2004. Jumlah ini lebih banyak daripada curah hujan di berbagai kota di dunia dalam satu tahun.674 in/118.1 m 32 3. Kamerun 5.540 in/89.830 in/46.296 mm [143] .400 in/86. British Columbia Crkvice.600 in/116. Queensland Henderson Lake.916 mm Quibdo. National Climatic Data [141] Center.hujan 500 mm (20 in) dalam satu hari.050 in/102.024 mm 12 kaki/3.840 mm Mount Waiʻaleʻale.870 mm 30 kaki/9.569 m 30 Afrika Amerika Selatan 4.720 mm [142] Tertinggi dalam satu tahun Asia Cherrapunji.

346 mm [143] Tertinggi dalam satu menit Amerika Utara Guadeloupe.Tertinggi dalam 24 jam Samudra Hindia Fac Fac. Kepulauan Karibia 15 in/381 mm [144] Lihat pula . Pulau La Reunion 53 in/1.854 mm [144] Tertinggi dalam 12 jam Samudra Hindia Belouve. Pulau La Reunion 73 in/1.

A. curah hujan dicatat setiap hari. HUJAN Endapan atau presipitasi didefinisikan sebagai air yang jatuh ke permukaan bumi.Subscribe to comments Post Comment Curah hujanPresentation Transcript  1.♠Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan tahunan dibagi 12 (jumlah bulan). Di Indonesia.♠Curah hujan bulanan adalah jumlah curah hujan harian dalam satu bulan tertentu. Di stasiun pengamat. PROSES TERJADINYA AWAN Udara yang hangat yang terdiri ataspenguapan air. Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar curah hujan (rain gauge). Namun.  2. . udara itu taksanggup lagi menahan uap air nya.♠Curah hujan harian rata-rata jumlah curah hujan bulanan di bagi jumlah hari dalam bulan tersebut.♠Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan bulanan dalam satu tahun tertentu. endapan berupa air hujan atau curah hujan.  3. debu. Air yang jatuh ke permukaan bumi tersebut dapat berbentuk padat seperti batu es dan salju maupun berbentuk cair seperti air hujan. ♠Curah hujan harian adalah jumlah curah hujan yang terjadi dalam satu hari tertentu. Jutaan titik air itu melayangbersama dan membentuk awan. Jumlah curah hujan 1 mm (milimeter) berarti air hujan yang menutupi permukaan tanah setinggi 1 mm. Jumlah curah hujan yang diukur tidak boleh menguapboleh menguap atau meresap ke dalam tanah. dan asap naik ke atasatmosfer dan kemudian ber ubah menjadiudara dingin. hinggasebagian uap air itu mengembun pada butirdebu dalam atmosfer dan membentuk titik-titik air. Curah hujan diukur dalam satuan inchi atau milimeter.

Jika terkena sinar matahari akan menimbulkan bayangan di tanah. sirus Awan yang mengkilat.  sirostratus Awan yang bewarna putih tipis dan tampak seperti terlihat sangat halus. lembut dan berserat . dan mirip es. Awan stratus 11. o AWAN SEDANG    6.bentuk awan dibagi atas 4 kelompok.000 kaki ☺ stratokumulus Awan yang bewarna abu-abu yang bergumpal-gumpal lembut dan nampak berbaris teratur.5.000 KAKI♪ Altokumulus Lapisan awan yang cukup luas seperti kumpulan kapas. o awan rendah    9. AWAN ALTOKUMULUS 7. Biasanya muncul saat matahari terbit atau matahari terbenam. 6-12 km. Lapisan ini terdiri atas tetes air yang suatu saat bisa berubah menjadi kristal es. berpotensi salju Awan tinggi4. ☺ nimbostratus Awan tebal bewarna abu-abu gelap tanpa bentuk tertentu dan terlihat basah. Awan altostratus 0.8. Biasanya awan ini muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam.♪ Altostratus Awan berlapis-lapis yang tembus cahaya hingga mtahari masih tetap tampak.kapas yang bewarna putih atau abu-abu. Terdiri atas tetes awan dan tetes hujan ☺ stratus Awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata. suhu mencapai -24 derajat celcius. yaitu:  2-6 KM ATAU 20. Jika awan ini terkena sinar matahari atau bulan. sikromulus Awan yang kelihatan berkeping-keping atau bersekat-sekat. Biasanya awan ini muncul bersamaan sirus dan sirostratus.8 . Awan stratokumulus 10.2 km atau 7. matahari itu pun tak terlihat. ♥ . o awan dengan perkembanganvertikal ♥ kumulus Awan yang bergumpal bewarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari. maka tidak akan menimbulkan bayangan. Ketika awan ini menutupi matahari. Awan ini biasanya berupa kabut saat di permukaan bumi. Menurut komisi cuaca internasional. Tidak menimbulkan hujan.

Per-awananPerawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan = 0 (= 0/8) berarti tidak ada awan yang menutupi langit atau cerah. Perawanan = 4/8 (=1/2) berarti separuh langit tertutup oleh awan. Awan kumulus Perawanan = 8/8 (= 1) berarti langit seluruhnya tertutupi oleh awan. Sebagai contoh: .   12. namun secara umum dinyatakan dalam per.Kumulonimbus Awan besar yang berpotensi hujan tiba-tiba karena mengandung tetes hujan yang besar.delapan-an dari langit yang tertutupi awan. Perawanan dapat dinyatakan dalam persen.13.

 Beranda Selasa. evaporasi dan infiltrasi. 1991). dan gejolak aliran permukaan menentukan kemampuannya dalam menimbulkan erosi. evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah. yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan. 18 Desember 2012 Aliran Permukaan. Secara sederhana. 1995). proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Evaporasi dan Infiltrasi Pada artikel sebelumnya. dalam hal ini tanah telah jenuh air. Pengertian aliran permukaan. danau dan lautan (Asdak. Besaran aliran permukaan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) (Hridjaja dkk. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. laju atau kecepatan. Menurut Arsyad (2010). Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume. Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. aliran permukaan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Evaporasi Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling .

jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Diposkan oleh APRAK di 17.energi panas . Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Siklus air terjadi terus menerus. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Karena pengaruh suhu.03 . sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Dari siklus hidrologi.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). danau. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . embun dan sumber air lainnya. (wikipedia) Infiltrasi Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. tergantung bagaimana mereka bertumbukan.bertukar energi dalam berbagai derajat.

selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah Beberapa variable yang ditinjau dalam analisis banjir adalah volme banjir.sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik yang masih mempunyai hutan lebat. 2011 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Limpasan adalah apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas infiltrasi.debit puncak.Sungai Ephemeral adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. Aliran permukaan disebut juga aliran langsung (direct runoff). Sungai Perennial : sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun.Setelah cekungancekungan tersebut penuh. JANUARI 15.Pada suatu periode tertentu bersifat sungai perennial dan pada waktu tertentu bersifat sebgai sungai ephemal. aliran antara 3.lama genangan dan kecepatan aliran.Limpasan Permukaan (Runoff) SABTU. Komponen-komponen Limpasan: Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber : 1.aliran sungai perennika adalah aliran dasar yang beraal datri aliran air tanah.sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir.tinggi genangan.sedangkan aliran tanah disebut aliran tak langsung. Dalam analisis hidrologi aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan menjadi satu yang disebut aliran langsung.setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan mengisi cekungan-cekungan pada permukaan tanah. Tipe Sungai: 1.Sungai Intermitten : sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe di atas.Aliran air tanah Aliran Permukaan (surface flow) adalah bagian dari air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas permukaan tanah.Aliran permukaan dapat terkonsentrasi menuju sungai dalam waktu singkat. Bentuk umum dari hubungan antara hujan dan limpasan adalah : Q = b (P-Pa) Dimana: . 2.sehingga sungai tidak menerima aliran iar tanah yang berarti tidak mempunyai aliran dasar (base flow) contoh di : nusa tenggara 3. Aliran antara (interflow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi di bawah permukaan tanah.Permukaan air tanah selalu berada di bawah dasar sungai.Aliran antara terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi di bawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akhirnya menuju sungai atau langsung ke laut. Aliran permukaan 2.

Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh didalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau.Tipe tanggapan seperti ini disebut aliran subkonsentrasi.sehingga debit aliran berkurang secara berangsur-angsur sampai akhirnya kembali nol.Waktu resesi sama dengan waktu konsentrasi. Pada keadaan ini aliran terkonsentrasi pada titik control. Apabila durasi hujan lebih kecil dari waktu konsentrasi.sehingga debit aliran menvapai maksimum. Konsentrasi aliran di suatu DAS dapat dibedakan menjadi 3 tipe tanggapan DAS · Tipe Pertama terjadi apabila durasi hujan efektif sama dengan waktu konsentrasi.Tipa anggapan DAS seperi ini disebut aliran superkonsentrasi. Dan hidrograf berbentuk segitiga.Q : kedalaman limpasan P : kedalaman hujan Pa: kedalaman hujan dibawah nilai tersebut tidak terjadi limpasan b : Kemiringan garis Konsentrasi Aliran Air hujan yang jatuh diseluruh daerah tangkapan akan terkonsentrasi (mengalir menuju) suatu titik kontrol. Waktu monsentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan. · Tipe kedua terjadi apabila durasi hujan efektif lebih lama daripada waktu konsentrasi.Pada saat itu hujan berhenti dan aliran berikutnya di titik control tidak lagi aliran dari seluruh DAS.tataguna lahan.. . · Tipe ketiga terjadi apabila durasi hujan efektif lebih pendek daripada waktu konsentrasi.Semua air hujan yang jatuh di DAS telah terkonsentrasi di titik control.Setelah hjan berhenti.dan debit maksimum tercapai setelah waktu aliran sama dengan waktu konsentrasi.intensitas hujan akan lebih tinggi.aliran berkurang sampai akhirnya menjadi nol. Tipe tanggapan DAS seperti ini diesebut aliran terkonsentrasi.jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau.Pada keadaan ini debit aliran di titik control tidak mencapai nilai maksimum.

. dan hasil mencairnya es terkadang melakukan erosi. erosi. Jadi. tetapi merupakan akumulasi air. Air yangbisa berasal dari air hujan mata air. pelarutan dan sebagainya. kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan. b. Morfologi hasil pengikisan ataupun pengendapan sungai pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan yang terjadi berkaitan dengan air mengalir. Air sungai dapat bersumber dari air hujan. sungaisungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat. 1939: 158) adalah sebagai berikut : a. Sebagai contoh. akibatnya aliran air tersebut membawa muatan sedimen serta membentuk bentuk n lahan (landform) baik berupa hasil pengikisan maupun hasil pengendapan. juga hasil dari es yang mencair didaerah lingtang menengah-tinggi ataupun pada daerah pegunungan tinggi didaerah tropis. terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir sebagai aliran permukaan menuju daerah-daerah yang lebih rendah yang dinamakan sungai. Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakanretakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi. Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . Lembah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk permukaan bumi yang negative. merupakan hasil pengikisan oleh air proses mengalir ataupun terjadi karena faktor dan proses endogen seperti adanya patahann. sungai adalah merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah. dan pencairan es dan salju. sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal. Proses tersebut berjalan terus. Air hujan yang tersimpan dalam tanah-tanah yang porius kemudian muncul kepermukaan dan ada yang meresap kemudian muncul sebagai mata air.pada umumnya menjadi sumber dari air sungai. Air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir menuju daerah yang lebih rendah. sehingga aliran air yang terdapat pada saluran buatan seperti saluran irigasi tidak bisa dinamakan sungai. tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. Curah hujan yang tinggi. walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya. Bentuklahan-bentuklahan yang terjadi akibat dari proses ini khususnya pada daerah aliraan air/sungai. serta ada pula yang meresap kedalam tanah. hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat. Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck. Kegiatan Aliran Air Permukaan dan Air Tanah Air hujan yang jatuh kepermukaan bumi sebagian mengalami transpirasi dan ada yang mengalir sebagai aliran air permukaan (run off). Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai. air tanah. Pada intinya bahwa sungai tersebut mengalir pada lembah yang terbentuk secara alami. Disamping itu. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai..

Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut : a. c. lebar atau dalamnya lembah. Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah.Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua. sungai mempunyai ciri yang tersendiri dan berbeda dengan massa air lain seperti danau. d. Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis. kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat. erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah). sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang. menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya. penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kea rah ulu). sehingga mempercepat pengerjaan erosi. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir). jumlah air . Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap. dan mengendapkan. b. e. Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai. daerah aliran hilir. dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai. laut. Erosi. baik volume. maupun keadan permanen aliran yang minimum. mengangkut. .Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik(mengalami perubahan-perubahan). mengangkut dan mengendapkan. Oleh karena itu. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical. walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa. Perubahan ini di sebabkan karena : 1. Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. pasir. Mengangkut material. system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu. daerah aliran tengah. dari mulai Lumpur yang halus. mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. dan sebagainya. Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul. bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat. Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial. Pengalirannya tidak tetap. kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya. Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam. Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal.c. dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). mengambil bahan lepas.

Berdasarkan kekuatan mengerosi kea rah . Hal ini disebabkan karena sudah mencapai batas vertikal atau base level.2. karena setiaplembah jarang sekali memiliki menpunyai sisi lereng yang simetris. Untuk itu. namun erosi secara vertikal pada suatu lembah tidak terjadi secara terus menerus. Timur Keterangan A= Undercut slope = arah kekuatan erosi dan B= Slip of slope tebing/dinding lembah lebih tejal Gambar 3-2. local base level atau batas erosi local berupa danau atau penghalang berupa batuan keras yang terdapat pada bagian aliran tengah atau bagian hulu. sehingga makin ke arah pinggir makin dangkal. Bandingkan dengan sisi bagian dalam nampak lebih landai. 2.Penampang lembah Dalam membicarakan penampang dalam suatu lembah. sehingga terjadi pegikisan ke arah luar dan dinding terlihat lebih tegak. Hal ini tergantung pada material batunya seperti resisten tidaknya batuan.1. 2. sedangkan sisi bagian dalam kelokan merupakan slip of slope (bagian sisi yang terendapi material). sebab pada stadium tertentu akan terhenti.yang di sajikan adalah penampang melintang dan penampang melintang. muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. namun sebenarnya bentuk ini tidak lah tepat benar. Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut. 2. General base level batas umum erosi. Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara. Berkaitan dengan adanya erosi yang terjadi pada suatu lembah. Batas erosi ada dua jenis. akan di sajikan secara satu persatu.2. 2. yaitu: 1.Penampang Melintang Penampang melintang suatu lembanh aliran sungai ada yang berbentuk V dan ada pula uang berbentuk U. batas ini berupa permukana laut yang berlaku untuk umum untuk setiap aliran sungai. sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang. Berikut ini di kemukakan mengenai beberapa contoh penampang melintang suatu lembah dengan berbagai bentuk di sajikan dalam Gambar 3-2 dan Gambar 3-3. Penampang Melintang pada lekuknan meander Pada sisi luar lekukan meander lebih curam di bandingkan dengan pada lereng di bagian dalam. struktur pelapisan ( kedudukan lapisan yang hamper tegak.Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral. Hal ini di sebabkan karena air yang menglir pada lekukan meander tersebut. Erosi vertical mulai melembah bahkan terhenti bila mendekati batas erosi umum. terutama paa sisi luar merupakan aliran dengan tekanan yang paling besar. Kelokan bagian luar di sebut dengan Undercut slope ( bagian dinding yang terkikis ).

Oleh a. Penampang Memanjang Lembah Penampang memanjang lembah pada dasarnya sama dengan penampang melintang. Faktor geologis. Adapun gambarnya seperti berikut : Timur Gambar 3-3. penutupan lahan berupa vegetasi dapat berfungsi menahan aliran permukaan. maka jelas lahan yang ada di bagian barat aliran makin lama makin terkkikis habis. Hal ini di sebabkan karena pengikisan terjadi pada lapisan yang memng sudah miring dan lapisan tersebut kurang resisten dibandingkan dengan lapisan yang ada pada tebing disebelah barat. Hal lain yang menyebabkan tidak semetrisnya penampang melintang pada suatu lembah adalah disebabkan adanya penyinaran yang tidak sama intensifnya. Untuk mengatasi pelebaran dan perubahan aliran. sebaliknya lahan di bagian timur aliran luasnya bisa bertambah kea rah barat. Faktor geologis juga berpengaruh terhadap lereng yang memiliki penampang melintang yang tidak simetris. Vegetasi. d. karena aliran sungai tidak sama kecepatannya disemua tempat pada penampang melintang suatu lembah. c. b. Faktor suhu menjadi pemicu untuk mempercepat pelapukan. sehinnga jumlah air yang tertampung dan terakumulasi pada sebuah sungai menjadi lebih sedikit dan terakumulasi lebih lama. Perbedaan kecepatan aliran dipengaruhi oleh : Kelurusan sungai. menyangkut pada material batuan apakah material batuan porius atau tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap kedalam tanah atau batuan. Faktor aliran sungai juga mempengaruhi terhadap bentuk penampang melintang suatu lembah. maka pada sisi bagian barat sebaliknya di buat pengaman misalnya di pasang batu bronjong (batu yang di taruh dlam kawat teranyam dan tersusun) untuk menahan kuat arus. Penampang melintang pada struktur berlpis miring Dari gambar di atas dapat di jelaskan bahwa lereng yang lapisannya miring pada tepi lembah bagian barat tamapak lebih curam di bandingkan dengan lereng pada sisi sebelah timur.pada sungai yang lurus cenderung memiliki aliran yang lebih cepat.dinding kelikan.2. akhirnya air yang dialirkan juga lebih sedikit. Hanya saja pada penampang memanjang menunujukan profil suatu lembah atau sungai dari hulu ke hilir dengan memperhatikan tempat-tempet yang mempunyai ketinggian yang sama. . Selanjutnya disajikan pula penampang melintang yang terdapat pada daerah dengan struktur berlapis miring. dimana setelah terjadi hujan air dialirkan secara keseluruhan tau terhenti pada sebuah ledok atau cekungan. 2. Relief dan kemiringan lereng menentukan kecepatan aliran.2.

karena itu penampang memanjang merupakan grafik tentang ketinggian suatu tempat sepanjang alur lembah kesungai dari hulu kehilir. .

aliran permukaan . Variabiltas limpasan sangat tergantung dari variabilitas komponen aliran dasar (baseflow/ groundwater flow). Untuk debit rendah dapat dilakukan dengan metode regresi. DiDAS bagian hulu dimana kemiringan lahan dan kemiringan sungai besar. pada sungai – sungai besar kenaikan debit terjadi lambat untuk mencapai debit puncak. Mock. maka dapat dicari hubungan antar hujan yang jatuh dan debit aliran yang terjadi. 3. atau di DAS kecil kenaikan debit banjir dapat terjadi dengan cepat. Didaerah pegunungan( bagian hulu DAS) limpasan permukaan dapat masuk kesungai dengan cepat. Dengan mengetahui data debit dan data hujan distasiun – stasiun penakar hujan yang berpengaruh pada DAS yang ditinjau. dsb). Besaran hujan yang jatuh kepermukaan tanah. karena dipengaruhi juga oleh besar kehilangan air hujan akibat pepohonan (vegetal cover). Satuan volume limpasan adalah meter kubik. ditambah dengan stemflow dan troughtfall. Aliran permukaaan Aliran antara Aliran air tanah Aliran permukaan (surface flow) adalah air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan tanah. hidrograf. Gmana I. yang dapat menyebabkan debit sungai meningkat. Tangki dsb. Interception. Limpasan dinyatakan dalam volume atau debit. hidrograf satuan sintetis ( Snyder. merupakan besaran hujan yang juga bervariasi. Pengalih ragaman dari data hujan menjadi debit aliran dapat dibedakan untuk debit banjir dan debit rendah (kekeringan). 2. debit satuannya volume ersatuan waktu yang melalui suatu luasan tertentu (m3/detik) Komponen – komponen limpasan Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber yaitu : 1.Limpasan permukaan (surface run off) merupakana air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan lahan akan masuk kepatir – parit dan selokan – selokan yang kemudian bergabung menjadi anak sungai dan akirnya menjadi aliran sungai. yang disebut juga aliran langsung ( direct flow). Untuk debit banjir pengalih ragaman dapat dilakukan dengan menggunakan metode rasional. Limpasan permukaan (surface run off) merupakan komponen aliran yang besarannya adalah hujan dikurangi besaran infiltrasi. Apabila debit sungai lebih besar dari kapasitas sungai maka akan terjadi luapan pada tebing sungai sehingga terjadi banjir. Nakayasu.Limpasan Hidrograf Acep Suhendra.

Permukaan air tanah selalu berada dibawah dasar sungai. misalnya masih berhutan lebat. dan apabila laju intensitas hujan lebih kecil dibandingkan laju infiltasi. Pada musim kemarau muka air tanah turun sampai dibawah dasar sungai sehingga disungai tidak ada aliran. atau model yang tersedia Kualitas dan kuantitas yang tersedia Ketersedaan tenaga ahli yang terkait informasi yang diperlukan Menurut teori Horton (Hortonian Overland Flow) (Chow et al. maka tidak terjadi limpasan langsung. sehingga memilki laju infiltrasi yang berbeda. Pada saat musim penghujan muka air tanah naik sampai diatas dasar sungai sehingga pada saat tidak ada hujan masih terdapat aliran yang berasal dari dari aliran dasar. masih dapat mem berikan sumbangan aliran dasar kesungai( sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun). dalam proses alami yang terjadi dapat menjadi sangat komplek yang disebabakan karena : a. struktur dari cara – cara penyelesaiaan. 3. Memperhatikan berbagai jenis fluktuasi debit di sungai. yang menyangkut tentang ketelitian rincian. Sungai INTERMITTEN adalah sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe diatas. sehingga pada saat musim kemarau tidak dapat memberikan sumbangan aliran dasar kedalam aliran sungai. Meskipun teori Horton sangat sederhana .dapat terkonsentrsi menuju sungai dengan cepat. Perkiraan Limpasan Perkiraan limpasan tergantung dari beberapa hal 1. Yaitu sungai yang keadaan akifer lebih buruk. Sifat dan tujuan perancangan secara umum. sungai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. b. Maka limpasan langsung dapat apabila intensitas hujan lebih tinggi dari laju infiltrasi. . sehingga sungai tidak menerima aliran air tanah. 2. Dengan demikian di sungai hanya terdapat aliran pada saat terjadi hujan saja dan aliran hanya terdiri dari komponen saja yaitu lipasan permukaan dan mungkin aliran antara. 1. Aliran antra (inter flow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi dibawah permukaan tanah.1988) limpasan permukaan merupakan bagian dari hujan yang tidak terserap tanah oleh infiltrasi. yang berarti tidak mempunyai aliran dasar. Hujan tidak merata diseluruh DAS Permukaan DAS memiliki tata guna lahan yang berbeda – beda . ketelitian.elevasi muka air tanah berubah dengan musim. yang terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah yang akirnya masuk kesungai Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi dibawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akirnya menuju kesungai atau langsung kelaut. Sungai EPHEMERAL adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. Sungai ‘PARENNIAL’ yaitu sungai – sungai yan kondisi akifernya sedemikian sehingga baik selama musim hujan ataupun musim kemarau. 3. 2. sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. Sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik. Kemampuan. 4.

10 0. DAS disebut kecil apabila distribusi hujan dapat dianggap seragam dalam ruang dan waktu.15 0.5 km2 dianggap sebagai DAS kecil. biasanya durasi hujan melebihi waktu kosentrasi. sedang. cara ini dilakukan dengan andaian kehilangan tetap sebagai indek  (phi indek). kehilangan awal bervariasi dan didekati dengan berbagai besaran dan alasan tertentu. Biasanya prosedur ini diikuti dengan andaikan kehilangan air tetap seperti yang disebutkan pada no.05 – 0.17 . koefisien limpasan berlaku pada periode tertentu. 2 – 7% Tanah pasir curam.Dalam analisa. perlakuan terhadap kehilangan air akibat infiltrasi untuk memperkiraakan limpasan permukaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda – beda.20 0. Andaikan adanya sejumlah kehilangan awal (initial loss) sebelum terjadinya limpasan.15 – 0. 3.10 – 0. Cara ini dapat dilakukan bila terdapat data hujan (jamjaman/hyterograph) dan data aliran (hydrograph). jika luas DAS kurang dari 2. Andaikan bahwa kehilangan air akibat infiltrasi sebagai kehilangan tetap( constanloss). Waktu kosentrasi ( tc/ time of concentration ) adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh dalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau. Andaikan bila kehilangan air merupakan presentasi (%) tetap dari hujan yang bersangkutan. Koefisien limpasan ( C ) Tipe daerah aliran Rerumputan Tanah pasir. cara ini digunakan dalam rumus rasional.jaman yang menimbulkan hidrograp yang bersangkutan. 7% C 0. jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. Waktu kosentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan. 1. 2. 4. Koefisien limpasan ditakrifkan sebagai perbandingan antara limpasan total dengan hujan penyebabnya. Andaikan kehilangan air mengikuti lengkung infiltrasi teoritik dengan persamaan . 2. Cara Rasional bertujuan untuk memperkirakan debit puncak dengan persamaan : Dimana: Q C I A = debit puncak (m3/det) = koefisien limpasan (runoff coefficient) (tabel) = intensitas hujan (mm/jam) = luas DAS (km2) Tabel 1.2% Tanah pasir. Metode/ Cara Rasional Banyak digunakan untuk memperkirakan debit puncak yang ditimbulkan hujan deras pada daerah tangkapan (DAS) kecil. Kehilangan air akibat infiltrasi ini dilakukan dengan cara coba – coba untuk dikuraangkan dari data hujan jam.13 – 0. tataguna lahan. datar.

35 0.tetapi pada dasarnya dapat ditetapkan dengan persamaan KIRPICCH .70 – 0.30 – 0. Penetapan waktu kosentrasi tidak terlalu mudah. kuburan Tempat bermain Halaman kereta api Daerah tidak dikerjakan Jalan : beraspal Beton Batu atap 0.75 – 0.20 – 0. Nilai koefisien kekasaran Tata guna lahan Kedap air n 0.50 – 0.40 0.10 – 0.95 0.50 0.60 – 0.70 0.95 0. 2% Tanah gemuk.30 0.40 0.25 0.40 – 0.80 0.25 – 0.22 0.75 – 0. 7% Perdagangan Daerah kota lama Daerah pinggiran Perumahan Daerah single family Multi unit terpisah Multi unit tertutup Suburban Daerah apartemen Industry Daerah ringan Daerah berat Taman.60 0.Waktu kosentrasi untuk lahan pertanian kecil dengan luas daerah tangkapan kurang 80 hektar (Kirpicch) Tabel 2.95 0.80 -0.85 0.35 0.75 0. sedang 2-7% Tanah gemuk curam.95 Debit maksimum suatu DAS dapat dicapai pada saat seluruh bagian DAS telah memberikan konstribusinya.50 – 0.Tanah gemuk.16 – 0.02 . Hali ini berarti air hujan yang jatuh ditempat dalam DAS yang terjauh dari titik control(titik yang ditinjau/stasiun hidrometri) telah sampai dititik tersebut.10 -0.20 – 0.70 0. datar.60 – 0.90 0.50 – 0.70 – 0.25 – 0.

c. karena: a. kerenaa penetapan besaran koefisien ini menentukan tepat atau tidaknya persamaan ini digunakan dalam suatu DAS tertentu. puncak hidrograf menggambarkan debit maksimum.1 0. c. Parameternya antara lain . aliran permukaan aliran antara aliran air tanah bentuk hidrograf waktu nol (zero time) menunjukkan awal hidrograf. b.8 Koefisien limpasan merupakan koefisien yang menentukan dalam persamaan rasional. dan frekuensi hujan tergantung dari tungkat difusi limpasan (cekungan).2 0. kedalaman aliran (elevas).4 0. tampungan permukaan tergantung dari intensitas.6 0. Waktu capai puncak (time to peak) adalah waktu yang diukur dari nol sampai waktu tejadinya debit puncak Sisi naik (rising limb) adalah antara waktu nol dan waktu capai puncak Sisi turun ( recession limb) adalah bagian hidrograf yang menurun antara waktu capai puncak dan waktu dasar Waktu dasar (time base) adalah waktu yang diukur dari waktu no.Timbunan tanah Tanaman pangan/tegalan dengan sedikit rerumputan pada tanah gundul yang kasar dan lunak Padang rumput Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan dedaunan Hutan dan sejumlah semak belukar 0. infiltrasi. Ada 2 cara memisahkan kedua tipe aliran tersebut . Pemilihan koesfisien ini sangat sulit. Koefisien limpasan secara umum ditakrifkan sebagai perbandingan antara debit puncak dengan intensitas hujan atau perbandingan antara debit puncak terhitung (calculated peak) dengan debit puncak maksimum yang dapat terjadi (maksimum possible runoff). penguapan(catchment loss/catchment abstraction) HIDROGRAF Adalah kurva yang member hubungan antara parameter aliran dan waktu. lama. dan debit aliran. Komponen hidrograf a.oleh karena itu perlu memisahkan hidrograf terukur menjadi limpasan langsung dan aliran dasar. b. terkait dengan kehilangan air akibat intersepsi. sampai dimana waktu sisi turun berakhir Akhir dari sisi turun ditentukan dengan perkiraan Volume hidrograf diperoleh dengan mengintegralkan debit alitran dari waktu nol sampai waktu dasar Pemisahan Hidrograf Hitungan hidrograf satuan hanya dilakukkan terhadap komponen limpasan permukaan.

membuat garis yang merupakan perpanjangan /kelanjutan dari aliran dasar sampai titk C yang berada dibawah puncak hidrograf.094 0.1. apabila titik B tidak diketahui.31 17.203 . Nilai phi()index adalah laju kehilangan air rerata yang disebabkan oleh infiltrasi. maka tarik garis horizontal dari titik A 2.52 32. menarik kurva resesi kebelakang yang berawal dari titk akhir aliran langsung (B) sampai titik E dibawah titik balik.40 Debit (m3/det) 0. tampungan permukaan dan penguapan.43 32.00 15 feb 03 13.00 9.48 km2 mempunyai data hujan dan debit yang terjadi pada tanggal 15 -16 februari 2003 seperti pada tabel 1 Hitung hidrograf aliran langsung. Contoh soal Das cemoro dengan luas 13.00 10. dari titik C ditarik garis lurus kettik D yang berada pada sisi turun yang berjarak N hari sesudah puncak. Histogram hujan efektif diperoleh dengan mengurangkan kehilangan air terhadap histogram hujan total.094 0. 3. Salah satu cara dengan menggunakan phi indeks.247 8.153 6.061 17.00 15. Hujan yang jatuh dipermukaan tanah merupakan fungsi waktu yang dinyatakan dalam bentuk histogram.523 Hujan (mm) 4. cara paling sederhana dengan menarik garis lurus dari titik dimana aliran langsung mulai terjadi (A) sampai akir dari aliran langsung (B). Hujan efektif = hujan total yang jatuh dipermukaan tanah dikurangi kehilangan air.00 16.00 12.559 25. Untuk mendapatkan hujan efektif perlu dicari besarnya kehilangan air.094 0.54 19.161 11.00 11. phi() indek dan histogram hujan efektif Hari/tanggal – jam 8. hubungkan titik A dengan garis lurus atau kurva sembarang Hujan efaktif dan Aliran Langsung hujan efaktif (effective rainfall) atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari hujan yang menjadi aliran langsung disungai.00 17.00 14.73 35.00 36.59 35.

251 0.) + (35.18.43 mm adalah salah.4 m3 Kedalaman limpasan adalah = volume limps dibagi luas DAS 4.73< < 19.841 1.08 Karena hasilnya labih besar dari perkiraan awal.73.232 0.9 mm. dimisalkan 4.) + (19.52 .00 01.73 .9 .215 0.00 22.251 0.43 mm (hujan terkecil) maka : (4.00 04.) + (32.00 23.094 m3/det.00 20.00 24.90 5.) + ( 17.232 0.54 . 4. 2. dengam memperhatikan kolom 3 dapat diketahui aliran dasar Qbf = Hitng hidrograf limpasan langsung yang diperoleh dengan mengurangkan aliran dasar Hitung volume dan kedalaman limpasan langsung .) + (36.9<< 17. berarti anggapan  < 4.59 .189 x 3600 = 414.00 21.93. ) + ( 4.215 Perkiraan aliran dasar. dianggap aliran dasar adalah konstan terhadap hidrograf kolom 3 dan hasilnya pada kolom 4) jumlah dari limpasan langsung (kolom 4) dikalikan dengan interval waktu yaitu 1 jam (3600 detik) V limp = 115. dilakukan anggapan baru yaitu 4.89 Permisalahan masih salah.) + (32.251 0.841 0.00 02. maka diperoleh .00 05. maka diperoleh  = 23. dimisalkan 17.00 19.76  = 19. 3.680.4 .441 1.43 .00 Penyelesaian : 1. Memperkirakan kehilangan air (phi indek) dengan cara berikut Dianggap phi indeks < 4.43< < 4.232 0.00 16 feb 03 03.066 2.31 . maka diperoleh : Permisalah masih salah .volume limpasan langsung adalah 0. ) = 30.

76 mm….57 mm 5.12 Permisalahan masih salah. = 25.93<< 32.4 mm adalah benar maka  = 26. Thanks’….57 Dengan anggapan 19. . Menghitung histogram hujan efektif yaitu dengan mengurangkan  = 26. 6. dimisalkan 19.4 maka  = 26. lebihan dengan kedalaman limpasan langsung yaitu sebesar 30.57 mm terhadap Untuk mengecek hitungan benar dilakukan dengan membandingkan nilai jumlah hujan kolom 2 dan haslnya pada kolom 5 ..93<< 32.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful