P. 1
llll

llll

|Views: 125|Likes:

More info:

Published by: Lunny Charinda Wijaya on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi

dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya
Home › Sains › IPA on 13 Juni 2012 | 9 Comments

(Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya) – Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan. Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi. Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum. Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

    

Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas. Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun. Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi. Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju. Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan. yaitu sebagai berikut:    Siklus pedek. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut.dpuf .1svhfz0y. Siklus panjang. yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah.com/pengertian-siklus-hidrologi-dan-penyebabterjadinya/839/#sthash.diwarta. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan. . kemudian terbentuk awan. kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan.See more at: http://www.Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis. Siklus sedang.

Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai.11 Blogger Bodoh . terus kembali ke laut. 30 Januari 2013 | 19. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi. Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 1. ada juga yang sementara tersimpan di danau. Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. terus kembali ke laut melengkapi siklus air. Curahan (precipitation) turun ke bawah. .Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. tetapi kemudian menguap atau sebaliknya. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar. sungai. dari atmosfer ke tanah. dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang. hingga menuju ke laut ( surface run off ).Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] Written By M Mustafa on Rabu. air mengalami banyak interupsi. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] . Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi. ke daratan atau langsung ke laut. selokan. namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air. Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuhtumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. dan sebagainya (surface detention).

Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : * Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsung * Transpirasi: penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan * Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusia * Evapotranspirasi: perpaduan evaporasi dan transpirasi . Siklus Panjang : Air laut menguap. 3. setelah menjadi awan melalui proses kondensasi.2. mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut. Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air. lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegununganpegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah.

hujan salju * Infiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah * Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater * Run off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. sungai. hingga menuju ke laut.* Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan * Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air. hujan es. Siklus hidrologi digambarkan secara leng .

salju. Setelah mencapai tanah. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: . hujan gerimis atau kabut. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. hujan es dan salju (sleet). presipitasi. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan.Siklus Hidrologi Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. Air berevaporasi. hujan batu. evaporasi dan transpirasi.

Presipitasi dalam segala bentuk (salju. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. hujan batu es. batuan gundul. jatuh ke atas vegetasi. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). permukaan tanah. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. rawa). di daratan. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. yang berubah adalah wujud dan tempatnya.Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut.  Air permukaan. hujan. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. dsb. dan lain-lain). Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. dan evaporasi-kembali. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. salju.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. kondensasi untuk membentuk awan. di sungai. Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. permukaan air dan saluransaluran sungai (presipitasi saluran). presipitasi.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat . maka aliran permukaan semakin besar. es. di tanaman. waduk.

Akhirnya. Selanjutnya. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. formasi-formasi geologi. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. Siklus Hidrologi Karakteristik siklus Hidrologi : Pertama.(zone) jenuh di bawah muka air tanah. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. aliran air menjadi turbulen (deras). daur hidrologi dapat berupa daur pendek. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. Kemudian. . misalnya hujan yang jatuh di laut. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas.

air sungai. Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasibaik itu berupa hujan. Ketiga. tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”. berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks. sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman(transpirasi). Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas. hujan salju dan sebagainya. Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. Keempat. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi. .Kedua. penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). Penjelasan gambar siklus Hidrologi : Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari. Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan. sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap. Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”. sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai“soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah.

Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap. uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. danau dan rawa. yaitu : 1. misalnya air danau. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air.57 by Muhammad Rizal Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. gletser. Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. selanjutnya kembali ke laut. terjadi kondensasi. karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat. Jenis siklus hidrologi ada tiga macam. Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi. Air yang ada di permukaan Bumi. danau dan sungai yang disebut evaporasi. Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. 2. Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut. yaitu air laut menguap. air sungai. yaitu perairan daratan dan perairan laut.PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI Posted on 07. Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua. rawa-rawa. terjadi kondensasi. Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air). Siklus sedang. selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi. Siklus pendek. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah. gletser. hujan jatuh di daratan menjadi air darat. .tetapi dapat mengalami perubahan. karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi. serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan. yaitu air laut menguap. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut. lautan dan waduk. sungai.

html#ixzz2XzRR6gFA . selanjutnya kembali ke laut. terbentuk gletser. Siklus panjang. mengalir ke sungai. Sumber : http://www. jatuh sebagai salju. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi.3.winapedia. yaitu air laut menguap.org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi. terjadi kondensasi.

maka aliran permukaan semakin besar. hujan es dan salju (sleet). evaporasi dan transpirasi. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. di sungai. di tanaman. salju. rawa). Setelah mencapai tanah. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan.SIKLUS HIDROLOGI Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. di daratan. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir .  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. waduk.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Air permukaan. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. Air berevaporasi. hujan batu. salju. presipitasi. es. dsb. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. hujan gerimis atau kabut.

lablink.or. Selanjutnya. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. aliran air menjadi turbulen (deras). akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. permukaan tanah.htm SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. batuan gundul. kondensasi untuk membentuk awan. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).ke laut. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. presipitasi. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Akhirnya. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. . jatuh ke atas vegetasi. formasi-formasi geologi. Sumber: http://www. hujan batu es. permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. dan lain-lain). yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim.id/Hidro/Siklus/air-siklus. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. Kemudian. Selama perjalanannya menuju dasar sungai.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. dan evaporasi-kembali. hujan.

―Kontribusi terbesar aliran sungai pada musim kemarau sebenarnya dari mata air.‖ . tetapi pada musim kemarau debit aliran air sungai sangat kecil bahkan kering sama sekali.‖ katanya. kata pakar air Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Budi Santosa. buangan sampah atau bangunan air yang menghambat aliran. Ia menduga banjir disebabkan menurunnya kapasitas saluran atau sungai akibat proses sedimentasi. Idealnya fluktuasi aliran sungai tidak terlalu besar atau hampir seragam.SIKLUS HIDROLOGI (SUMBER : SOEMARTO. ―Beban yang harus diterima saluran atau sungai di hilir menjadi lebih besar. karena sebagian besar air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dialirkan sebagai ―air larian‖ yang akan terbuang percuma ke laut. Ia menjelaskan pada musim hujan debit aliran air sungai sangat besar bahkan terlalu besar. Banjir yang terjadi di musim penghujan. 1987) Gangguan Siklus Hidrologi Picu Banjir dan Kekeringan Kapanlagi. karena air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah menjadi ―air larian‖. ―Ekses yang ditimbulkan adalah berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah yang berarti bahwa simpanan air di dalam tanah juga akan berkurang.‖ katanya. Aliran air sungai pada musim kemarau berasal dari air di dalam tanah yang keluar dari mata air.com – Gangguan siklus hidrologi mengakibatkan banjir dan kekeringan. Gangguan seperti ini bisa dilihat pada karakteristik sungai yang memiliki fluktuasi aliran cukup besar.

S. (*/tut) Sumber: Kapanlagi. telah menunjukan adanya kerusakan lingkungan dalam skala yang cukup luas.Pd di 19:54 . 17 Februari 2005 09:29 Diposkan oleh RUDI HARTONO.―Padahal simpanan air tersebutlah yang memberikan kontribusi terhadap aliran air pada mata air dan sungai pada musim kemarau.‖ kata Budi Santosa. Banjir dan kekeringan yang sering terjadi hampir setiap tahun khususnya di Jawa Tengah. Usaha mengatasi masalah banjir dan kekeringan adalah meningkatkan besaran resapan air ke dalam tanah yang antara lain bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian hutan dan menghambat laju ―air larian‖ melalui pembuatan sumur resapan. ―Air hujan sebelum masuk ke saluran dibelokan terlabih dahulu ke sumur resapan sehingga kesempatan air meresap ke dalam tanah menjadi lebih besar.‖ katanya. Kamis. Banjir dan kekerangan disertai pencemaran di beberapa bagian sungai merupakan gambaran suatu krisis air yang sedang dan akan dihadapi pada masa mendatang.com.

di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi melalui tanah. atau secara vertikal. gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler. Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. sedang laju infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. Sementara aliran kapiler pada lapis permukaan berkurang. sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah.edu) Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah. danau. Dengan terisinya pori-pori tanah. Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi. gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. Selain itu. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. dan sungai. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah. yang dinyatakan dalam mm/jam. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN INFILTRASI Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Apabila tanah kering. yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah. aliran karena pengaruh gravitasi berlanjut mengisi pori-pori tanah. gaya kapiler . Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva kapasitas infiltrasi (fp). laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai kondisi konstan. Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. Infiltrasi (sumber : valdosta. Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah.Pengertian dan Faktor Infiltrasi Oleh Duwi Santosa Rabu. yang merupakan fungsi waktu. kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. Setelah tanah menjadi basah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral. Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering. Ketika tanah menjadi basah. sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air. air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan.

Apabila tebal dari lapisan jenuh air adalah L. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan aliran melalui pipa. yaitu kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan. yang menyebabkan suatu lapisan di bawah permukaan tanah menjadi jenuh air.berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. dan sifat-sifat fisik tanah. intensitas hujan. yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi. tanaman penutup. air yang tergenang di atas permukaan tanah terinfiltrasi ke dalam tanah. Kedalaman genangan di atas permukaan . kelembaban tanah. Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh Perhatikan skema gambar di bawah ini ! Genangan Pada Permukaan Tanah Dalam gambar di atas. pemadatan oleh hujan. dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui sejumlah tabung kecil. Kurva Kapasitas Infiltrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.

perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan. sehingga infiltrasi berkurang. dan mengisi pori-pori tanah. L bertambah panjang sampai melebihi D. pengaruh tersebut sangat kecil. Tanaman penutup . sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L. Ketika air jatuh pada tanah kering. sedang bagian bawahnya relatif masih kering. Dengan bertambahnya waktu. butiran halus tersebut terbawa masuk ke dalam tanah. sehingga dapat mengurangi kapasitas infiltrasi. dimana L adalah kecil dibanding D. Karena adanya perbedaan tersebut. sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. Selain itu. sehingga laju infiltrasi hampir konstan. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi pada periode awal hujan. tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran. sehingga air bergerak ke bawah (infiltrasi) dengan cepat. sehingga perbedaan daya kapiler berkurang. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi. Apabila L sangat lebih besar daripada D. sehingga air masuk ke dalam tanah dengan cepat. Sejalan dengan waktu. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah. Dengan demikian terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan yang ada di bawahnya. Penyumbatan oleh butir halus Ketika tanah sangat kering.tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung. ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan mengembang dan menutupi pori-pori tanah. maka terjadi gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat. Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi. Pada awal hujan. Untuk tanah pasir. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang berbutir halus (seperti lempung). permukaannya sering terdapat butiran halus. Pemampatan oleh hujan Ketika hujan jatuh di atas tanah. permukaan bawah tanah menjadi basah. butir tanah mengalami pemadatan oleh butiran air hujan. Kelembaban tanah Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi.

Dengan adanya tanaman penutup. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. Hidrologi Terapan. Apabila intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi. Akibatnya sebagian besar air hujan menjadi aliran permukaan. air hujan tidak dapat memampatkan tanah. Jika intensitas hujan I lebih kecil dari kapasitas infiltrasi.Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi. dan juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup serangga. maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas infiltrasi. Sebaliknya. dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. pada lahan yang datar air menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi. Pada lahan dengan kemiringan besar.html#ixzz2XzSn5aZa . aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga air kekurangan waktu infiltrasi. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat permeabel. 2010. seperti rumput atau hutan. Topografi Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi. Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah yang tanpa penutup tanaman. maka laju infiltrasi aktual adalah sama dengan intensitas hujan.galeripustaka. Yogyakarta : Beta Offset advertisement Sumber : http://www. Intensitas hujan Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi.

Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar. Dari siklus hidrologi. pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah. Kondisi-kondisi penutup permukaan • Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori -pori tanah dari penyumbatan. • Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi • Suhu air mempunyai banyak pengaruh. • Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari. seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi • Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. 4. Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap : a. b.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui poripori tanah. • Urbanisasi (bangunan. Kondisi-kondisi permukaan tanah • Tetesan hujan. yang menentukan sebagian dari setruktur tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain : . jalan. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah: 1. • Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya. • Penggolongan tanah (dengan terasering. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah. • Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. • Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi. Aliran air tanah sangat lambat. Transmibilitas tanah • Banyaknya pori yang besar. Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. 3. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan. Karakteristik –karakteristik hujan 2. Makin besar daya infiltrasi. • Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori -pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi. hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi. Proses Limpasan Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil. sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi. 5. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali atau mengalir sebagai air tanah. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti.

Pemampatan oleh curah hujan d. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh b. Sifat dan jenis tanaman. Kepadatan tanah d.a. Tumbuh-tumbuhan e. Karakteristik hujan f Kondisi-kondisi permukaan tanah Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain : a. . Jenis permukaan tanah b Cara pengolahan lahan c. Kadar air dalam tanah c.

Infiltrasi dimaksudkan sebagai proses masuknya air kepermukaan tanah. Pengertian infiltrasi (infiltration) sering dicampur-adukkan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi (percolation) yaitu gerakan air kebawah dari zona tidak jenuh. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. Dalam kaitan ini terdapat dua pengertian tentang kuantitas infiltrasi. yang terletak diantara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah (zona jenuh). sedangkan laju infiltrasi adalah laju infiltrasi nyata suatu jenis tanah tertentu. Proses ini merupakan bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran disungai. Gambar : "Proses Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung . Karena air yang jatuh ketanah akan menyerap kedalam pori-pori tanah dengan bantuan gaya gravitasi dan gaya kapiler. Infiltrasi ini pada umumnya dan yang lebih jelasnya terjadi pada saat hujan Gambar : "Hujan di FPIPS UPI" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : Ketika hujan turun ke tanah. air tersebut akan mengalami suatu proses hidrologi yang disebut Infiltrasi. yaitu kapasitas infiltrasi (infiltration Capaciti) dan laju infiltrasi (Infiltration rate).

melibatkan tiga proses yang tidak saling tergantung : 1. dan atas). Infiltrasi (peresapan) merupakan perjalanan air melalui permukaan tanah dan menembus masuk kedalamnya. Air hujan yang jatuh ketanah akan masuk kedalam tanah dengan adanya gaya grafitasi. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : . Proses infiltrasi yang demikian. Gambar : "Media Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : proses infiltrasi ini dapat di buktikan dengan suatu media. Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah 2. sehingga jumlah air grafitas yang melalui horizon-horizon yang lebih rendah secara berangsur-angsur berkurang. tertampungnya air hujan rtersebut di dalam tanah proses mengalirnya air tersebut ketempat lain (bawah. 3. Maka kita akan melihat sebuat fenomena infiltrasi yang ditandai dengan menyerapnya air tersebut kedalam poripori tanah. Laju infiltrasi aktrual tergantung dari karakteristik tanah dan jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah untuk membuat tanah lembab. Gaya-gaya kapilar mengalihkan air grafitas secara terus menerus kedalam rongga-rongga pori kapilar.Deskripsi : Dengan gambar di atas kita dapat membuktikan bahwa air tersebut lama kelamaan akan menghilang dan tersedot kedalam tanah dikarenakan telah terjadi proses infiltrasi. Dengan media itu kita dapat membuktikan terjadinya infiltrasi dengan cara menyiramkan air kedalam wadah tersebut. Tanah dapat ditembusi air karena adanya celah yang tak kapilar melalui mana aliran air grafitas mengalir kebawah menuju air tanah. samping. viskositas dan gaya kapilar dan disebut juga sebagai proses infiltrasi. Media itu berupa sebuah wadah kosong yang diberi tanah sebagai replika di alam. Hal ini menyebabkan bertambahnya tahanan pada aliran grafitas di lapisan permukaan dan berkurangnya laju infiltrasi pada saat hujan meningkat. dengan mengikuti suatu jalan berhambatan paling lemah.

tumbuh-tumbuhan penutup menungkatkan infiltrasi jika dibandingkan dengan tanah terbuka. Tekstur dan stuktur tanah 3. yaitu : jumlah air hujan. Meskipun demikian. jenis dan kedalaman seresah 7. Sifat-sifat yang menentukan dan membatasi kapasitas infiltrasi adalah struktur tanah yang sebagian ditentukan oleh tekstur dan kandungan air. sehingga memberikan waktu tambahan pada air untuk memasuki tanah  Sistem akarnya membuat tanah lebih mudah dimasuki  Daun-daunnya melindungi tanah dari tumbukan oleh tetes air hujan yang jatuh dan mengurangi muatan air hujan dipermukaan tanah. jumlah tumbuh-tumbuhan serta lapisan yang tidak dapat ditembusi oleh air. Kegiatan biologi dan unsur organik. Penghantar hidrolik 6.1. . Tumbuhan bawah atau tajuk penutup tanah lainnya Kedalaman air yang masuk ketanah tergantung dari beberapa faktor. Persediaan air awal (kelembaban awal) atau jumlah air yang tersedia di permukaan tanah. 4. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air diatas permukaan tanah 5. porositas tanah. karena tumbuh-tumbuhan juga mempengaruhi intersepsi. sebab :  Tumbuhan penutup menghambat aliran permukaan. Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap daya serap sukar ditentukan. Air yang tertahan oleh lapisan kedap air (misalnya batu) membentuk air tanah. Unsur struktur tanah yang terpenting adalah ukuran pori dan kemantapan pori.Waktu dari saat hujan atau irigasi 2.

.dalam ilmu tanah adalah ukuran tingkat di mana tanah mampu menyerap curah hujan atauirigasi .) Infiltrasi adalah proses di mana air di permukaan tanah memasuki tanah tingkat Infiltrasi. ensiklopedia bebas Penampang lereng bukit yang menggambarkan zona tak jenuh . pinggiran kapiler . United States Geological Survey . Tingkat menurun sebagai tanah menjadi jenuh. Hal ini diukur dalam inci per jam atau milimeter per jam. permukaan air . limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada beberapa penghalang fisik. Hal ini terkait dengan jenuh konduktivitas hidrolik tanah dekat permukaan. dan freatik zona atau jenuh (Sumber:. Tingkat infiltrasi dapat diukur menggunakan infiltrometer .Infiltrasi (hidrologi) Dari Wikipedia. Jika tingkat curah hujan melebihi laju infiltrasi.

Kondisi lain yang dapat menurunkan laju infiltrasi atau memblokir mereka termasuk keringsampah tanaman yang tahan kembali mengompol. jenis vegetasi dan penutup.3 persamaan Horton 4.4 Persamaan Kostiakov 4. Lapisan atas serasah daun yang tidak terurai melindungi tanah dari aksi berdebar hujan. minyak hidrofobik pada daun sukulen dapat tersebar di permukaan tanah dengan api.1 Proses 2 Temuan Penelitian 3 Infiltrasi dalam pengumpulan air limbah 4 metode perhitungan Infiltrasi o o o o o    4. The tekstur tanah dan struktur.1 Umum anggaran hidrologi 4. Jika tanah jenuh pada saat periode pembekuan intens.5 Hukum Darcy 5 Lihat juga 6 Pranala luar 7 Referensi Pendahuluan [ sunting ] Infiltrasi diatur oleh dua kekuatan: gravitasi dan kapiler . tanah bisa menjadi embun beku . Misalnya. dan laju transmisi melalui tanah. tanah suhu . pori-pori sangat kecil menarik air melalui aksi kapiler di samping dan bahkan melawan gaya gravitasi. Sementara pori-pori yang lebih kecil memberikan perlawanan yang lebih besar untuk gravitasi. menciptakan daerah besar tanah hidrofobik . atau es . termasuk kemudahan masuk. dan melonggarkan tanah melalui tindakan root. Dalam Chapparal daerah bervegetasi. yang dapat menutup kesenjangan alami antara partikel tanah. Inilah sebabnya mengapa hutan daerah memiliki tingkat infiltrasi tertinggi dari setiap jenis vegetatif. tanpa ini tanah dapat menjadi jauh lebih permeabel.2 Green-Ampt 4. kapasitas penyimpanan. Tingkat infiltrasi adalah dengan karakteristik tanah.Isi [hide]  1 Pendahuluan o    1. kadar air tanah . kasar berpasir tanah memiliki ruang besar antara masing-masing biji-bijian dan memungkinkan air untuk menyusup cepat. dan curah hujan intensitas semuanya memainkan peran dalam mengendalikan laju infiltrasi dan kapasitas. Vegetasi menciptakan tanah lebih berpori oleh keduamelindungi tanah dari berdebar hujan .

infiltrasi / inflow dari stormwater sering terjadi. limpasan dan aliran saluran untuk memprediksi laju aliran sungai dan sungai kualitas air . Setelah air telah menyusup tanah tetap di dalam tanah. retak atau pohon invasi akar . . Proses [ sunting ] Proses infiltrasi hanya dapat dilanjutkan jika ada ruang yang tersedia untuk tambahan air di permukaan tanah. Horton (1933) [2] menyarankan bahwa kapasitas infiltrasi cepat menurun selama bagian awal dari badai dan kemudian cenderung ke arah nilai mendekati konstan setelah beberapa jam untuk sisa acara. kadang-kadang dianalisis menggunakanmodel transportasi hidrologi . model matematika yang menganggap infiltrasi. dan hukum Darcy. persimpangan dan stasiun angkat untuk menyampaikan limbah ke instalasi pengolahan air limbah. The volume yang tersedia untuk tambahan air dalam tanah tergantung pada porositas tanah [1] dan tingkat di mana sebelumnya disusupi air dapat bergerak jauh dari permukaan melalui tanah. Sebelumnya air menyusup mengisi ruang penyimpanan yang tersedia dan mengurangi gaya kapiler mengambil air ke dalam pori-pori. Kondisi ini dapat menyebabkan selokan meluap sanitasi . Tiga metode estimasi yang sangat baik adalah metode Green-Ampt. Ketika garis Herr terganggu dengan pecah. metode Horton. Jika kedatangan air di permukaan tanah kurang dari kapasitas infiltrasi. atau pembuangan limbah yang tidak diobati ke lingkungan. metode SCS. Tanah Liat partikel dalam tanah bisa membengkak karena mereka menjadi basah dan dengan demikian mengurangi ukuran pori-pori. Ada beberapa cara untuk memperkirakan volume dan / atau laju infiltrasi air ke dalam tanah a. Infiltrasi dalam koleksi air limbah [ sunting ] Air limbah sistem pengumpulan terdiri dari satu set garis. atau menjadi bagian dari proses limpasan permukaan. Temuan penelitian [ sunting ] Robert E. Selama seluruh DAS . Tingkat maksimum bahwa air dapat memasuki tanah dalam kondisi tertentu adalah kapasitas infiltrasi. Di daerah di mana tanah tidak dilindungi oleh lapisan serasah hutan. merembes ke air tanah tabel. hujan dapat melepaskan partikel tanah dari permukaan dan mencuci partikel halus ke dalam pori-pori permukaan di mana mereka dapat menghambat proses infiltrasi. ada kemungkinan ada kesenjangan dalam es beton atau tanah hidrofobik mana air dapat menyusup.beton yang hampir tidak ada infiltrasi akan terjadi. Metode perhitungan Infiltrasi [ sunting ] Infiltrasi adalah komponen dari saldo anggaran massa umum hidrologi.

yang dapat diukur sebagai volume atau panjang. adalah output batas. The Green-Ampt [3] metode rekening estimasi infiltrasi untuk banyak variabel yang metode lain. ET. ET adalah evapotranspirasi . T. seperti hukum Darcy. sehubungan dengan infiltrasi F. Ini adalah fungsi dari kepala hisap tanah. yang pada dasarnya adalah DAS keluaran dari berdekatan. . porositas. R. tidak. ET telah termasuk di dalamnya T serta sebagian dariE. adalah input batas. dimana F adalah infiltrasi. Green-Ampt [ sunting ] Dinamakan untuk dua orang. bukan hanya curah hujan mentah. dimana yang membasahi tanah depan kepala hisap. konduktivitas hidrolik dan waktu. Intersepsi juga perlu dipertanggungjawabkan. ditempatkan dalam persamaan serta evapotranspirasi.dan transpirasi itu. R adalah limpasan permukaan . E. yaitu penyimpanan permukaan jangka pendek seperti genangan air atau bahkan mungkin kolam penahanan tergantung pada ukuran. yang juga terkait dengan aliran permukaan. aljabar sederhana memecahkan pertanyaan infiltrasi. P adalah curah hujan . S adalah penyimpanan baik melalui retensi atau daerah penahanan . Satu-satunya catatan pada metode ini adalah salah satu harus bijaksana tentang yang variabel yang digunakan dan untuk menghilangkan. untuk ganda dapat dengan mudah ditemui. tergantung di mana seseorang memilih untuk menentukan titik keluar atau poin untuk output batas. T adalah transpirasi . E adalah penguapan . Mengingat semua variabel lain dan infiltrasi adalah satu-satunya diketahui. Contoh mudah variabel penghitungan ganda adalah ketika penguapan. dengan semua komponen.General hidrologi anggaran [ sunting ] Umum anggaran hidrologi. adalah abstraksi awal. Hijau dan Ampt. langsung terhubung daerah tahan.

F.setelah waktu t. Horton persamaan [3] adalah pilihan lain yang layak ketika mengukur laju infiltrasi tanah atau volume. Setelah terintegrasi. adalah laju infiltrasi awal atau laju infiltrasi maksimum. Metode lain menggunakan persamaan Horton adalah sebagai berikut. Ini adalah rumus empiris yang mengatakan infiltrasi yang dimulai pada tingkat yang konstan. Kepala air atau catatan pada menggunakan rumus ini adalah bahwa seseorang harus berasumsi bahwa kedalaman genangan air di atas permukaan. Dan menurun secara eksponensial dengan waktu. orang dapat dengan mudah memilih untuk memecahkan baik volume infiltrasi atau laju infiltrasi sesaat: Dengan model ini kita dapat menemukan volume dengan mudah dengan memecahkan untuk .adalah kadar air . . adalah laju infiltrasi konstan atau keseimbangan setelah tanah telah jenuh atau laju infiltrasi minimum. adalah konduktivitas hidrolik . . Setelah beberapa saat ketika tingkat kejenuhan tanah mencapai nilai tertentu. adalah total volume yang sudah disusupi. atau lain yang sesuai konstan. Satu-satunya . Namun variabel yang dipecahkan adalah dalam persamaan itu sendiri sehingga ketika memecahkan untuk yang satu ini harus mengatur variabel yang bersangkutan untuk berkumpul di nol. laju infiltrasi akan tingkat off untuk menilai . A good first menebak untuk adalah nilai yang lebih besar dari kedua atau . Dimana adalah laju infiltrasi pada waktu t. infiltrasi sesaat pada saat itu. diukur. adalah konstanta peluruhan tertentu ke dalam tanah. diabaikan. . Menggunakan volume infiltrasi dari persamaan ini satu maka dapat mengganti ke dalam persamaan laju infiltrasi yang sesuai di bawah ini untuk menemukan laju . Persamaan Horton [ sunting ] Dinamakan sama Robert E. Hal ini dapat digunakan untuk mencari total volume infiltrasi. Horton disebutkan di atas.

[5] . yang dalam beberapa kasus dapat terjadi setelah periode waktu yang singkat.Kostiakov persamaan [ sunting ] Dinamai setelah pendirinya Kostiakov [4] adalah persamaan empiris yang mengasumsikan bahwa penurunan tingkat asupan dari waktu ke waktu sesuai dengan fungsi kekuasaan. Dalam kebanyakan kasus tingkat infilration bukan mendekati nilai yang tetap terbatas. juga dikenal sebagai "Modifikasi Kostiakov" persamaan mengoreksi ini dengan menambahkan istilah asupan mantap untuk persamaan asli. Keterbatasan utama dari ungkapan ini adalah ketergantungan pada tingkat asupan akhir nol. Dimana dan adalah parameter empiris.Varian Kostiakov-Lewis.

Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. embun dan sumber air lainnya. danau. Karena pengaruh suhu. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi [1] butiran air dan turun hujan. . sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Siklus air terjadi terus menerus.energi panas . . Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi.

 Besar kecilnya penguapan dari muka air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. Kedalaman dan luas permukaan. 5.Pengertian Evaporasi PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi Adalah proses pertukaran melalui molekul air di atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara.Vertikal vapour transfers. semakin banyak unsur kimia. penguapan semakin kecil. semakin luas semakin besar penguapannya 4. Sinar matahari 8. Penguapan terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh dengan uap air. Kualitas air. biologi dan fisika. 2. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya) 2. Tekanan udara 3. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan.  Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 1. Topografi. Temparatur . yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas).Interface evaporation. kecepatan angina 6. yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah. semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil 7.

 Ada beberapa konsep penting : 1. yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air. tanah. tubuh air. 2. maupun tumbuhan air pada suatu DAS 3.Actual evapotranspiration. permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benar-benar terjadi pada saat itu. permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan). yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benarbenar terjadi pada saat itu. Potential evaporation. 6. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. Actual evaporation. 5. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. 4. Evapotranspirasi. yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu.Potential evapotranspiration. apa bila tersedia cukup air.tubuh air. . Transpirasi.

yang meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut. Sedangkan Transpirasi (diberi notasi Et) adalah penguapan melalui tanaman. DAN EVAPOTRANSPIRASI Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke atmosfer. transpirasi dan evapotranspirasi dinyatakan dengan volume air yang hilang oleh proses tersebut tiap satuan luas dalam satu satuan waktu. yang kemudian akan menguap. Evaporasi (diberi notasi E0) adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut. Laju evaporasi. Dalam hidrologi. dan batang tanaman. evaporasi dari air tanah adalah kecil dan dapat diabaikan. penguapan dapat dibedakan menjadi dua macam. sulit membedakan antara penguapan dari badan air. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan menempel pada daun dan cabang. Oleh karena itu. Dilapangan. dimana air tanah diserap oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan menguap menuju atmosfer. danau. TRANSPIRASI. dan sungai). permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah). ranting.ac. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN EVAPORASI . biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yang disebut evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan. yang biasanya diberikan . dan permukaan tanaman (intersepsi).id) Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi (sumber : elearning. Apabila permukaan air tanah cukup dalam. tanah dan tanaman.unsri. yaitu evaporasi dan transpirasi.Pengertian dan Faktor Evaporasi Oleh Duwi Santosa Rabu.

Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin terjadi. yang meliputi : radiasi matahari. Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan tanah. sehingga evapotranspirasi terjadi dengan laju lebih kecil dari evapotranspirasi potensial. dari zat cair menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan panas laten (laten heat). Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi di suatu daerah disebut evapotranspirasi nyata. Untuk memperkirakan besarnya penguapan yang terjadi diperlukan data-data tersebut. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi maksimum matahari pada bulan Desember. sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada palng jauh di utara. Laju evapotranspirasi tergantung pada ketersediaan air dan kemampuan atmosfer mengevapotranspirasikan air dari permukaan. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah evaporasi di atas permukaan bumi. Pada bulan Desember kedudukan matahari berada paling jauh di selatan. kelembaban udara. Dinas Pengairan. yang tergantung pada letak lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. Pada umumnya ketersediaan air di permukaan tidak tak terbatas. .dalam mm/hari atau mm/bulan. temperatur udara. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga dipengaruhi oleh penutupan awan. Radiasi Matahari Pada setiap perubahan bentuk zat. sementara radiasi terkecil pada bulan Juni. Beberapa instansi seperti BMKG. energi kinetik molekul air meningkat sehingga molekul air semakin banyak yang berpindah ke lapis udara di atasnya dalam bentuk uap air. Oleh karena itu di daerah beriklim tropis jumlah evaorasi lebih tinggi. di banding dengan daerah di kutub (daerah beriklim dingin). Apabila ketersediaan air (lengas tanah) tak terbatas maka evapotranspirasi yang terjadi disebut evapotranspirasi potensial (ETP). Untuk variasi harian dan bulanan temperatur udara di Indonesia relatif kecil. Semakin tinggi temperatur semakin besar kemampuan udara untuk menyerap uap air. Selain itu semakin tinggi temperatur. Penguapan dipengaruhi oleh kondisi klimatologi. yang tergantung letak pada garis lintang dan musim. dari es menjadi air (pencairan). dan Dinas Pertanian secara rutin melakukan pengukuran data klimatologi. Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun. dan kecepatan angin. begitu pula sebaliknya. Temperatur Temperatur udara pada permukaan evaporasi sangat berpengaruh terhadap evaporasi. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVAPORASI Proses perubahan bentuk dari air menjadi uap air terjadi baik pada evaporasi maupun evapotranspirasi.

Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan terjadinya penguapan. Oleh karena itu kecepatan angin merupakan faktor penting dalam evaporasi. Pada musim penghujan angin dominan berasal dari barat laut yang membawa banyak uap air. sementara pada musim kemarau angin berasal dari tenggara yang kering. sampai akhirnya udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi terhenti. yang menyebabkan berkurangnya laju penguapan. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo.Kelembaban Udara Pada saat terjadi penguapan. uap air bergabung dengan udara di atas permukaan air. Penggantian tersebut dapat terjadi apabila ada angin. di mana nilainya tinggi pada musim penghujan dan berkurang pada musim kemarau. Di daerah terbuka dan banyak angin. 2010. Apabila udara di atas permukaan air sudah jenuh uap air tekanan udara telah mencapai tekanan uap jenuh. di mana pada saat itu penguapan terhenti. sehingga udara mengandung uap air. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan perairan laut cukup luas. Apabila jumlah uap air yang masuk ke udara semakin banyak. Pada waktu penguapan terjadi. penguapan akan lebih besar daripada di daerah yang terlindung dan udara diam. Kecepatan Angin Penguapan yang terjadi menyebabkan udara di atas permukaan evaporasi menjadi lebih lembab. Agar proses penguapan dapat berjalan terus lapisan udara yang telah jenuh tersebut harus diganti dengan udara kering. Di daerah pesisir kelembaban udara akan lebih tinggi daripada di daerah pedalaman. Kelembaban udara dinyatakan dengan kelembaban relatif. Hidrologi Terapan. tekanan udara pada lapisan udara tepat di atas permukaan air lebih rendah di banding tekanan pada permukaan air. mempunyai kelembaban udara tinggi. Udara lembab merupakan campuran dari udara kering dan uap air. tekanan uapnya juga semakin tinggi. Kelembaban udara tergantung pada musim. Untuk di negara Indonesia. kecepatan angin relatif rendah. Yogyakarta : Beta Offset advertisement . Akibatnya perbedaan tekanan uap semakin kecil.

galeripustaka.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.Sumber : http://www.html#ixzz2XzX9kjCz .

Selain itu. seperti air. Perbedaan lainnya adalah. Evaporasi vs distilasi Evaporasi berbeda pula dari distilasi. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadangkadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Long. Titk didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. Panas dapat disuplai dengan berbagai cara. (3) pemisahan uap dari cairan. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal. Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. karena uapnya biasa dalam komponen tunggal. Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. Artinya. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. sedangkan pada pengeringan sedikit. dan (4) mengkondensasikan uapnya. dari pengotor nonvolatil. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan. Evaporasi vs pengeringan Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi. maka evaporator . Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan. yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami. dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran.Sharing Knowledge  Halaman Muka SENIN. evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Mc Cabe. 22 FEBRUARI 2010 PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil. pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak. 1995). 1999). (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi vs kristalisasi Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L.

pendidihan secara konveksi alami . Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas. perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan. Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. Pada proses pendidihan secara alami. DIPOSKAN OLEH NUR "EDU" DI 18. Tipe-tipe tersebut adalah (Bell. tetapi relatif lambat. Pada tipe ini.34 LABEL: EDUCATION 3 KOMENTAR: .dioperasikan pada tekanan tinggi pula. 1984) : . koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur. Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas.pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya.pendidihan nukleat . Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas. nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat. Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula. Namun. Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar.

hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat. Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air.Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Keadaan ini akan menyebabkan udara di atas permukaan tanah jenuh dan dengan demikian. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi.Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Tidak hanya melibatkan jumlah air yang ada. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Definisi Penguapan Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar).PENGUAPAN a. embun dan sumber air lainnya. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. mempertahankan tekanan uap air yang tinggi pada permukaan bidang evaporasi. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. air dan tanah. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas . Energi panas tersebut akan menghangatkan udara di sekitarnya. danau. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Tenaga mekanik ini akan menyebabkan perputaran udara dan uap air di atas permukaan tanah. Sebagian gelombang pendek (shortwave radiation) matahari akan diubah menjadi energi panas di dalam tanaman. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Sebagian dari energi matahari akan diubah menjadi tenaga mekanik. tapi juga persediaan air yang siap untuk terjadinya evaporasi. Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Permukaan bidang evaporasi yang kasar akan memberikan laju evaporasi lebih tinggi daripada bidang permukaan rata .

vegetasi dan tanah) dan energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi. 4) Ketika proses penguapan berlangsung. 5) Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin. b.karena pada bidang permukaan yang lebih kasar besarnya turbulent meningkat. Besarnya kadar air dalam udara di suatu tempat ditentukan oleh tekanan uap air yang ada di tempat tersebut. Pada tahap ini. . Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi antara lain: 1) Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. udara diatas bidang pengupan secara bertahap menjadi lebih lembab sampai pada tahap ketika udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi. permukaan bidang penguapan (air. udara jenuh di atas bidang penguapan tersebut akan berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara. Faktor-faktor Penentu Evaporasi Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi. Hal ini terjadi karena adanya pergantian udara lembab oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari tempat dengan tekanna udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara lebih rendah. dan dengan demikian proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut akan berlangsung secara terus menerus. 3) Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh tinggi rendahnya suhu di tempat tersebut. 2) Suhu udara.

Agar proses tersebut berjalan terus. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara dengan udara yang sama kelembaman relatifnya tidak akan menolong untuk memperbesar laju evaporasi. Proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran langsung dari matahari. 2. . Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. Kelembaman Relatif (relative humidity) Jika kelembaman relatif ini naik. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. 2. 3. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Radiasi matahari (solar radiation). 4. Pergantian itu dapat dimungkinkan hanya kalau ada angin. Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara yang lebih kering. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan input energi yang berupa panas latent atau evaporasi. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm.EVAPORASI DAN EVAPOTRANSPIRASI Evaporasi : Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. kemampuannya untuk menyerap uap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya munurun. Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan akan mengurangi input energi. Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah : 1. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. jadi kecepatan angin memegang peranan dalam proses evaporasi. 3. Angin (wind) Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses evaporasi terhenti. atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara. jadi akan menghambat proses evaporasi. lapisan jenuh itu harus diganti dengan udara kering.

penyerapan dan pengangkutan air dan hara . air tanah turun jika lengas tanah turun. kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. . membuang kelebihan air. Evapotranspirasi: Gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi disebut evapotranpirasi. Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. 4. mempertahankan suhu daun. yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat tumbuhnya. terutama sekali pada daundaun tanaman. angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin. Suhu (temperature) Jika suhu udara dan tanah cukupp tinggi. temperature.4. 2. pengaturan bukaan stomata. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel. dan apabila kondisi suhu disekitar daun sangat rendah maka uap air yang dilepaskan dari proses transpirasi ini akan mengembun dipermukaan daun yang disebut dengan gutasi. stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. pengangkutan asimilat . Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah. karena adanya energi panas yang tersedia. proses evaporasi akan berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan suhu udara dan tanah rendah. 3. Transpirasi: Proses penguapan dari tanaman disebut transpirasi yaitu terlepasnya air dari dalam jaringan tanaman.

kerapatan dan tingginya vegetasi f. Kualitas air (warna. irigasi dan lain-lain (pustaka : dikumpulkan dari berbagai sumber) . Radiasi Matahari b. Jeluk muka air tanah d. Tipe. Angin e. Faktor-faktor lainnya a. Faktor-faktor Geografi a. Karakteristik kapiler tanah c. Ketersediaan air (hujan. salinitas dan lain-lain) b. Ukuran dan bentuk permukaan air 3. 1977) : 1. Jeluk tubuh air c. Kandungan lengas tanah b. Tekanan Barometer 2. Kelembaban d.Faktor-faktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan. Faktor-faktor meteorologi a. Suhu udara dan permukaan c. Warna tanah e.

05 Tanah menjadi basah semuanya. pendinginan atau penambahan uap air. hujan beku.salju. dan sebagainya. presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m. hujan rintik. dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini.[1] Udara menjadi jenuh melalui dua proses.000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. termasuk diantaranya hujan. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air.[2] Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). Intensitas Curah Hujan[sunting] Jumlah presipitasi (misal hujan) dinyatakan dalam mm. presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor.0.02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit Hujan lemah 0. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis.Presipitasi (meteorologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. namun sulit membuat puddle . Derajat curah hujan merupakan unsur kualitatif dari intensitas curah hujan. Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Dalam meteorologi. sleet. 398. dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk.Diperkirakan sekitar 505. dam. Berikut adalah tabel derajat curah hujan dan intensitas curah hujan [3]: Derajat hujan Intensitas curah hujan (mm/min) Kondisi Hujan sangat lemah < 0. semisal perencanaan pembangunan bendung.1 m.000 km³ diantaranya jatuh di lautan. and hujan es.02 . sedangkan intensitas curah hujan biasanya dinyatakan dengan jumlah presipitasi dalam satuan waktu tertentu.

mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. Takeda K. Kategori:  Rintisan umum Juni 2013 . The Water Cycle. ^ a b Sosrodarsono S. ^ Precipitation: hail. Chowdhury's Guide to Planet Earth.0. Referensi[sunting] 1. 2. 1976. rain. Hidrologi Untuk Pengairan. Jika yang jatuh adalah salju dan hujan es. Jakarta: Pradnya Paramita. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. Artikel ini adalah sebuah rintisan. saluran drainase meluap Semua jenis presipitasi yang jatuh ke permukaan bumi juga diukur dengan satuan mm. bunyi curah hujan terdengar Hujan deras 0. maka presipitasi diukur setelah mencair [3] . Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini. freezing rain.25 Dapat dibuat puddle. 3.05 . sleet and snow .1 Air tergenang di seluruh permukaan tanah.Hujan normal 0.25 .University of Illinois ^ Dr. bunyi hujan terdengar dari genangan Hujan sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan. Terima kasih.

000 km3 (121. media elektronik.000 cu mi) dari terjadi di atas lautan. hujan es (hail). Presipitasi dapat diartikan sebagai segala segala bentuk produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian akan jatuh sebagai curahan air atau hujan. dan hujan es (sleet). 398. dan lain-lain. kamus online. Artikel tentang Presipitasi (Meteorologi) merupakan ringkasan dari berbagai tulisan yang DJ temukan di dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan baik dalam bentuk buku. Sekitar 505. Karena itu Admin Definisi dan Arti kata menyarankan anda untuk mencari tahu arti dan definisi kata yang tersebut diatas dari berbagai referensi sehingga dari hasil pencarian yang anda dapatkan bisa di ambil kesimpulan yang tepat tentang apa itu Presipitasi (Meteorologi) . Di Internet telah ada banyak sekali artikel tentang pengertian dan definisi Presipitasi (Meteorologi) yang mungkin akan sangat berbeda dengan definisi dan arti kata di Definisi dan Arti kata. kabut menetes (fog drip).000 km3 (95.com/2013/05/presipitasimeteorologi. tulisan di media cetak. e-book. Dalam ilmu meteorologi. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air. referensi-referensi online yang berupa artikel.html#sthash.See more at: http://ipdia. namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju. Sebagian besar definisi dan arti kata dalam Definisi dan Arti kata ini di ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.Presipitasi (Meteorologi) Definisi dan arti kata Presipitasi (Meteorologi). graupel. serta dari Kamus Ilmu pengetahuan dalam bidang yang berhubungan dengan artikel diatas.blogspot.F512Nden. radio dan televisi dan dari penjelasanpenjelasan para ahli.dpuf . Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air baik dalam berbentuk cair atau beku dari atmosfer ke permukaan bumi.000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya.

maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. proses resapan air tanah dan debit aliran ).factor yang mempengaruhi presipitasi 1. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Factor. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. es. meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. salju. ketika udara bertambah dingin. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Tekanan udara di wujudkan dalam satuan barometer (b) atau milibarometer (mb) 1 b = 1000 mb = 0. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari.Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. Bola yang mengandung air raksa daritermometer bola basah di bungkus dengan selapis kain tipis yang dibasahi terus – menerus dengan air yang didistalisasi melalui benang – benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Tekanan uap air udara jenuh adalah tekanan . makin banyak uap yang dapat di tampung. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. hujan dan lainlain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Besar kecilnya presipitasi.98 kali tekanan atmosfer pada prmukaan laut. Sebaliknya. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Mengingat makin tinggi suhu. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak ( absolute).

1990). Pada umunya. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer. permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista.21 20 17. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. nilai es di pengaruhi oleh besar kecilnya suhu udara : Suhu udara ( oC ) Tekanan uap air jenuh (mb) 10 9. diperlukan adanya gerakan . Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakanmassa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin.uap air di udara pada keadaan udara jenuh. sebagai contoh. yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. 3.5 langley/menit.54 30 31. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.82 Tampak bahwa daya tampung uap air di udara meningkat dengan meningkatnya suhu udara. Pada suhu normal. Energi Matahari Seperti telah di sebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah ― mesin ― yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Ia juga bersifat mempengaruhi terjadinya perubaha iklim. Namun demikian. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0. Angin Angin adalah gerakan massa udara. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Sementara. Besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi. Pemukaan bumi bersalju. Untuk terjadinya hujan. 2. Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut. mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran ener gi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan masaudara di atmosfer dan diatas lautan. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air.

adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan. daerah beraspal. Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin. Hujan konvektif ( convectional storms ). Angina akan bertiup kea rah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angina. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir. dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda. suhu berdasarkan letak geografis. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Dalam suatu hari. Yang disebut arah angina adalah arah dari mana angina bertiup. Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima permukaan tanah dengan . Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentukbentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut. maka suhu ydara makin rendah. Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi.udara lembab yang berlangsung terus menerus. Dengan demikian. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya. 4. basah dan panas. Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain.50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut. Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman. laju evaporasi dan transpirasi.20-1. Adanyz beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakananemometer. Klasifikasi Presipitasi Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air. maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda. Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu. besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat. kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. pola angina yang terjadi semata-mata ditentukan oleh sirkulasi termal. Oleh karnanya.

hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan. Hujan Orografik ( Orographic storms ). danau. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ). yaitu ketika massaudara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Pada tipe hujan ini. Tergatung pada tipe hujan yang dihasilkanya. dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. 2. 3. tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnyadua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. . Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah.massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi.panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. bendungan.

— Pergerakan uap air di atmosfer akibat perbedaan tekanan uap air. Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan.Presipitasi 23 Maret 2009 — Syaiful Imran Presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi. Ketika kondensasi terjadi uap air dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es. — Semua bentuk hasil kondensasi uap air yang terkandung di atmosfer. Udara di atmosfer akan mengalami proses pendinginan melalui beberapa cara umumnya adalah akibat pertemuan antara dua massa udara dengan suhu yang berbeda atau oleh sentuhan udara dengan obyek dingin. salju. Presipitasi beku dapat berupa salju dan hujan es. a. Presipitasi cair dapat berupa hujan dan embun b. jika diikuti dengan kondensasi maka uap air akan berubah menjadi butiran-butiran hujan. hujan batu (hail)). — Pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami penjenuhan. — Uap air bergerak dari tekanan uap air besar ke kecil. mendingin dan kemudian berkondensasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya presipitasi diantara lain berupa : • Adanya uap air di atmosphere • Faktor-faktor meteorologis • Lokasi daerah • Adanya rintangan misal adanya gunung. Proses terjadinya : — Penguapan air dari tubuh air permukaan maupun vegetasi akibat sinar matahari atau suhu yang tinggi. biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. — Kondensasi Ketika uap air mengembang. .

— Partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu.Awan merupakan indikasi awal terjadinya presipitasi tetapi awan tidak otomatis menandakan akan adanya hujan. selanjutnya jatuh ke bumi dan permukaan laut (sebagai hujan) karena faktor gravitasi. Gambar Siklus Hidrologi . Mekanisme berlangsungnya hujan melibatkan tiga faktor utama : — Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh. — Terjadinya kondensasi atas partikel-partikel uap air di atmosfer.

makin banyak uap yang dapat di tampung. b. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. ketika udara bertambah dingin. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. . Faktor.PRESIPITASI a. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Energi Matahari Seperti telah disebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah “ mesin “ yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Definisi Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak (absolute). Ia juga bersifat 2. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. es.faktor yang mempengaruhi presipitasi 1. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. Besar kecilnya presipitasi.Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. Mengingat makin tinggi suhu. Sebaliknya. meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. proses resapan air tanah dan debit aliran ).salju. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ).

mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Pada umumnya, besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0,5 langley/menit. Namun demikian, besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.Pemukaan bumi bersalju, sebagai contoh, mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Sementara, permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista, 1990). Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer, dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran energi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan massa udara di atmosfer dan diatas lautan. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakan massa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.
3.

Angin Angin adalah gerakan massa udara, yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Untuk terjadinya hujan, diperlukan adanya gerakan udara lembab yang berlangsung terus menerus.Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakan anemometer. Yang disebut arah angin adalah arah dari mana angina bertiup.Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin.Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah.Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya, pola angin yang terjadi sematamata ditentukan oleh sirkulasi termal. Angin akan bertiup ke arah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.

Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu, maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari, kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Adanya beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir, daerah beraspal, dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda, ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah.
4.

Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan, laju evaporasi dan transpirasi.Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Dengan demikian, adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1,20-1,50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut, maka suhu ydara makin rendah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentuk-bentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut.Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman, suhu berdasarkan letak geografis, dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.Oleh karnanya, besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.

c. Klasifikasi Presipitasi
Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air, basah dan panas. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Hujan konvektif ( convectional storms ), tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. 2. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ), tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnya dua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Pada tipe hujan ini, massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tergatung pada tipe hujan yang

3.

dihasilkanya, hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ), jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan, yaitu ketika massa udara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan, dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Presipitasi berdasarkan mekanisme dominan dari gerak vertikal : 1. Presipitasi stratiform. Yaitu presipitasi dari awan stratifom yang terbentuk karena gerak vertikal yang kontinu dan menyebar luas.Hal ini terjadi karena kenaikan frontal atau orografik atau konvergensi dalam skala besar. Presipitasi dari awan stratiform tumbuh dari proses kristal es. Awan ini mempunyai kadar air lebih rendah sehingga koalisensi tidak efektif. Masa hidup awan relatif lama. Jika suhu lingkungan awan mencapai -15 0C, maka proses kristal es dapat menyebabkan presipitasi. 2. Presipitasi konvektif. Yaitu presipitasi dari awan konvektif karena kondisi udara yang tidak stabil yang menyebabkan gerak vertikal tetapi terlokalisir dalam skala yang tidak luas. Hujan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan sangat lebat (heavy shower) tetapi terjadi dalam waktu yang singkat. Dalam awan konvektif waktu presipitasi lebih pendek tetapi kadar air lebih tinggi dari stratiform sehingga koalisensi sangat berperan menghasilkan hujan. Jadi mekanisme presipitasi antara awan stratiform dan awan konvektif sangat berbeda.Sebagai pendekatan, hujan kontinu dapat dipandang sebagai keadaan mantap (steady-state process) dimana besaran awan dapat berubah dengan ketinggian tetapi konstan terhadap waktu pada ketinggian tertentu.Sebaliknya, hujan shower dapat didekati sebagai sistem dimana sifatsifat awan berubah dengan waktu tetapi konstan terhadap ketinggian pada waktu tertentu.

d.

Pembentukan Presipitasi
Ada dua teori pembentukan hujan yaitu teori bergeron dan teori tumbukan dan penyatuan.

 Snow grain. saat jatuh terjadi tumbukan dan penggabungan dengan butir air yang ada di sepanjang lintasan yang dilalui . Hujan terjadi berdasarkan perbedaan kecepatan jatuh antara butir-butir curah hujan yang berbeda ukurannya.  Snow pelletsatau graupel. kristal es biasanya berkelompok membentuk snowflake. Terbentuk karena adanya lapisan udara hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin di dekat permukaan (profil suhu inversi).5 mm.bentuk hujan yang membeku ketika tiba di permukaan. Namun ketika menumbuk benda padat akan membeku. Teori pembentukam dan penggabungan (collison dan coalescene) ini terjadi di awan hangat. Pada suhu > -5 oC. Butir air yang lebih besar akan memiliki kecepatan jatuh lebih cepat daripada butir-butir kecil. butiran es berbentuk bundar. Peristiwa ini sering terjadi pada awan cumulus yang tumbuh menjadi cumulonimbus dengan puncak awan berada dibawah titik beku. 2. konikal maupun bulat tipis berwarna putih dengan diameter 2 – 5 mm. Drizzle berukuran diameter < 0. Jenis-Jenis Presipitasi  Presipitasi dalam bentuk cair adalah hujan (rain) dan drizzle. Teori Tumbukan dan Penyatuan Menurut teori ini. bulat tipis.  Sleet atau ice pellets.1. Kondisinya hampir menyerupai kondisi pembentukan sleet. Banyak terjadi di daerah tropis yang berawan panas dengan perkembangan yang cepat. e. Ketika butir air terbentuk dan jatuh memasuki lapisan di bawahnya.kristal es yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan awan. Teori Bergeron Teori ini berlaku untuk awan dingin (di bawah 00C) yang terdiri dari kristal es dan air lewat dingin (air yang suhunya di bawah 0 0C tapi belum membeku).  Presipitasi dalam bentuk padat yaitu :  Snow . putih. serta butir awan bertambah besar dan dapat melawan daya angkat udra dan butir air tersebut jatuh sebagai hujan.  Glaze (freezeng rain). . butir air berjari-jari lebih besar dan jatuh dengan kecepatan terminal lebih besar dengan yang berjari-jari lebih kecil.fenomena khas musim dingin berupa partikel es kecil dengan diameter < 5 mm dan transparan. butiran itu membeku dan jatuh dalam bentuk butiran es kecil yang tidak lebih besar dari butir hujan sebelumnya. ukurannya sangat kecil < 1 mm. butir-butir awan hanya terjadi dari air. yang dibedakan hanya dari ukuran butir airnya saja. Biasanya terjadi dalam hujan ringan ketika suhu di dekat permukaan mendekati 0 oC. tetapi lapisan dingin di dekat permukaan tidak terlalu tebal sehingga butiran air yang jatuh dapat melaluinya tanpa membeku hanya menjadisupercooled.

presipitasi dalam bentuk butir-butir es yang tidak beraturan. Hail dihasilkan hanya oleh awan cumulonimbus yang ketika terangkat sangat kuat dan mengandung air superdingin yang berlimpah. sehingga menjadi lapisan es tebal yang membungkus benda-benda padat yang ditumbuknya. Hail. yang cukup berat untuk mematahkan batang-batang pohon. dengan diameter sekitar 1 cm dengan variasi dari 5 hingga 75 mm. .

Pada daerah ini. Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal. sebagai berikut. Sampai pada ketinggian tertentu. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini. sampai pada ketinggian tertentu kelembapan relatifnya mencapai 100%. kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. di mana massa angin passat naik secara vertikal. Berdasarkan proses kejadiannya. awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal. Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS). Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis.Pengertian Jenis Presipitasi (Curah Hujan) – Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. kita mengenal tiga macam hujan. 3) Hujan Frontal. 1) Hujan Orografis. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. . Pada peta cuaca. Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon. terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn. kelembapan relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi. daerah-daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis isohiet. Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS). 2) Hujan Zenithal (konveksi).

Hidrometri Pendahuluan Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Pengukuran di lapangan Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya Berdasarkan data hujan Berdasarkan pembangkitan data debit

Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendungan dan peluap. Sering di suatu lokasi yang akan dibangun bangunan air tidak terdapat pencatatan debit sungai dalam waktu panjang. Dalam keadaan tersebut terpaksa debit diperkirakan berdasar : 1. Debit di lokasi lain pada sungai yang sama 2. Debit di lokasi lain pada sungai di sekitarnya 3. Debit pada sungai lain yang berjauhan tetapi memiliki karakteristik yang sama. Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan –limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran. Teori pengukuran debit Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lain. Bentuk tampang memanjang dan melintang sungai adalah tidak teratur. Selain itu karena pengaruh kekentalan air dan kekerasan dinding, distribusi kecepatan pada vertikal dan lebar sungai adalah tidak seragam. Distribusi kecepatan pada vertikal mempunyai bentuk parabolis dengan kecepatan mol di dasar dan bertambah besar dengan jarak menuju permukaan. Dalam arah lebar sungai, kecepatan aliran di kedua tebing adalah nol, dan semakin ketengah kecepatan semakin bertambah besar. Mengingat bahwa sungai mempunyai bentuk tampang lintang yang tidak teratur dan kecepatan aliran juga tidak seragam pada seluruh tampang, maka pengukuran debit sungai dilakukan dengan membagi tampang sungai menjadi sejumlah pias. Di setiap ruas diukur luas tampang dan kecepatan reratanya. Debit aliran diberikan oleh bentuk berikut :

Dengan

A = luasan dari setiap pias V = kecepatan rerata di setiap pias Pengukuran debit Pengukuran debit sungai dilakukan dengan pemasangan alat di suatu lokasi di sungai yang ditetapkan, yang memungkinkan pengamatan secara kontinyu dan teratur elevasi muka air dan debit serta data lainnya, seperti angkutan sedimen dan salinitas. Pengukuran debit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Langkah pertama adalah memilih lokasi stasiun pengukuran. Pemilihan lokasi tersebut dengan memperhatikan beberapa persyaratan berikut ini : a. b. c. d. e. f. g. Mudah dicapai oleh pengamat Di bagian sungai yang lurus dengan penampang sungai yang teratur dan stabil Di sebelah hilir pertemuan dengan anak sungai Di mulut sungai menuju ke laut atau danau Di lokasi bangunan air Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan Aliran berada dalam alur utama

2. Pengukuran kedalaman sungai a. Bak ukur Untuk sungai yang dangkal, bak ukur yang telah diberi sekala dan pelat di bagian bawahnya dimasukkan ke dalam sungai sampai pelat dasar mencapai dasar sungai. Kedalaman air pada skala di bak ukur tersebut. b. Tali dengan pemberat Apabila sungai dalam atau kecepaan arus besar, kedalaman air diukur dengan menggunakan tali yang diberi pemberat. Pengukuran ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pengukuran kecepatan dengan menggunakan current meter. Pemakaian tali untuk mengukur kedalaman perlu diperhitungkan koreksi, karena pengaruh arus dapat menyebabkan posisi tali tidak vertikal. c. Echosounder Pada sungai yang lebar dan dalam, pengukuran tampang lintang dapat dilakukan dengan menggunakan Echosounder. Selain itu alat ini juga biasa untuk mengukur kedalaman laut cara kerjanya alat ini dipasang pada dasar kapal. Alat tersebut akan memancarkan getaran suara akan yang akan merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali

3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian a. Papan duga Papan duga merupakan alat paling sederhana untuk mengukur elevasi muka air. Terbuat dari kayu atau pelat baja yang diberi ukuran skala dalam centimeter, dapat dipasang di tepi sungai atau suatu bangunan. Pengamatan ini biasanya dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki kekurangan yaitu tidak tercatatnya muka air pada jam-jam tertentu yang mungkin mempunyai informasi penting, misalnya puncak banjir. b. Alat pengukur elevasi muka air maksimum Alat ini digunakan untuk mengukur elevasi muka air maksimum yang terjadi pada waktu banjir. Alat ini terbuat dari tabung yang berdiameter 50 mm dengan lubang yang terdapat di dekat dasar dan tertutup di bagian atasnya dengan satu atau dua lubang untuk keluarnya udara. Di dalam tabung terdapat gabus dan papan duga. c. Pencatat muka air otomatis (AWLR) Dengan alat ini elevasi muka air sungai dapat tercatat secara kontinyu sepanjang waktu. Alat ukur yang banyak digunakan di Indonesia adalah pelampung. Pelampung tersebut mengikuti gerak muka air, dan gerak tersebut di transfer ke roda gigi yang mereduksi fluktuasi muka air. 4. Pengukuran kecepatan aliran a. Pelampung Menggunakan pelampung yaitu dengan mengukur selang waktu yang diperlukan oleh pelampung untuk menempuh suatu jarak tertentu. Ada tiga macam pelampung, pelampung permukaan, pelampung dengan kaleng, dan pelampung batang. b. Current meter Pengukuran kecepatan dengan alat ini banyak dilakukan. Ada dua tipe alat ukur yaitu tipe mangkok dan baling-baling. Karena ada partikel air yang melintasinya maka mangkok dan baling-baling akan berputar. Jumlah putaran persatuan waktu dapat dikonfersikan menjadi kecepatan arus. 5. Hitungan debit a. Metode tampang tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan di setiap vertikal merupakan kecepatan rerata dari pias selebar setengah jarak antar pias sebelah kiri dan kanannya. Debit di suatu pias adalah perkalian

dicari debit aliran berdasarkan pencatatan elevasi muka air 8. 6. Metode integrasi kedalaman kecepatan Dalam metode ini dihitung debit tiap satuan lebar. Di kedua tebing kiri dan kanan sungai kecepatan dianggap nol. yaitu perkalian antara kecepatan rerata dan kedalaman pada vertikal. Metode tampang rerata Tampang lintang sungai dianggap tersusun dari sejumlah pias yang masing-masing dibatasi oleh dua vertikal yang berdampingan.antara kecepatan rerata vertikal dan lebar tersebut. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dan debit 7. Debit total adalah jumlah debit di seluruh pias. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung . c. b. Dari rating curve yang telah dibuat pada langkah ke 6. Debit sungai diperoleh dengan menghitung luasan yang dibatasi oleh kurva tersebut dan garis muka air.

(m3/d) Debit di suatu sungai dapat diperkirakan dengan cara brkt: Pengukuran di lapangan (di lokasi yang di tetapkan) Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya. pada pembuatan stasiun pengamatan debit. debit aliran dihitung dengan mengalikan luas tampang (A) dan kecepatan aliran (V). Apabila di sungai terdapat bangunan air. Teori pengukuran debit Kecepatan aliran dapat diukur dgn current meter. untuk mendapatkan hasil yang teliti. parameter yang di ukur adalah: Tampang lintang sungai Elevasi muka air Kecepatan aliran air Selanjutnya. dgn mggnkn ―model deret berkala‖. lebar sungai dibagi menjadi sejumlah pias. Berdasarkan pembangkitan data debit. debit sungai dapat dihitung dgn mengukur tinggi muka air di ats puncak bending.pelampung dan prltan lain . atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap. Berdasarkan data hujan. debit aliran juga dapat diperkirakan derdasarkan data debit dari pencatatan yg telah lalu.HIDROMETRI Pendahuluan debit aliran sungai = Q = jumlh air yg mengalir melalui tampang melintang sungai tiap satu satuan waktu. berdsarkan rumus peluapan yg berlaku untuk bangunan tsb. dan di ukur kecepatan aliran pada vertical di setiap pias. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan : membuat stasiun pengamatan. mis bending.

Pengukuran kedalaman sungai dilakukan dngan menggunakan bak ukur. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran. · Di mulut sungai menuju laut ke danau · Dilokasi bangunan air seperti bendungan. Pengukuran kedalaman sungai. 8. Dan akan dijelaskan secara rinci sbb: 1.Pengukuran debit Dpt dilakukan dengan cara : 1. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung. bending. 5. dicari debit aliran berdasar pencatatan elevasi muka air. Pengukuran kedalaman sungai 3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian. dsb · Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan (back water) · Aliran berada didalam alur utama (tdk ada aliran di bantaran) 2. 7. Pengukuran kecepatan aliran. Hitungan debit 6. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Pemilihan lokasi tsb harus mmperhatikan syarat2 sbb: · Mudah dicapai oleh pengamat.mis di jembatan · Di bagian sungai yg lurus dgn penampang sungai yg teratur dan stabil (tdk terjadi erosi maupun sedimentasi) · Disebelah hilir pertemuan dgn anak sungai. 4. 2. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dengan debit. Dari rating curve yg telah dibuat pada langkah 6. . tali yg diberi pemberat / echosounder.

Cara kerja alat ini memiliki prinsip sbb: 1. Air merupakan media yg baik utk perambatan gelombang suara dgn kec 2. Kedalamn air dibaca pada skala di bak ukur tsb.bak ukur yg telah diberi skala n plat di bag bwh a dimasukkan ked lm sungai smpai plat dsar mncpai dsar sungai. Gelombang suara dapat dipantulkan dengan baik dari dasar sungai. Biasanya hasil pengukuran diberikan dlam bentuk elevasi. Raytheon DE 719 B 3.shgga sambil mengukur kdalaman dpt dik kec aliran di bbrp ttik yg ditntkan. Gelombang pantulan tsb diterima dan dicatat oleh alat. atau kabel yg digantungkan melintasi sungai. Pengukuran dilakukan dgn mggnkn perahu.pd jmbatan. Ada beberapa jenis eschounder. · Echosounder Alat ini digunakan pada sungai yg lebar dan dalam. . Furuno 200 Mark III · Eschounder elac 30 kc. Alat eschounder dipasang pd dasar kapal/digantung pd sisi kapal.oleh krn itu pembacaan tsb harus di ikatkan dgn elevasi tebing/tanggul sungai atau lahan dgn menggunakan theodolit. Dengan alat ini dapat diperoleh hasil profil dasar sungai secara kontinyu.· Bak ukur Untuk sungai yg dangkal. Kdlaman air di ukur dgn tali yg diberi pemberat.pengukuran tampang lintang dan kedalaman(bathrimetri) laut. Selang waktu antara pemancaran dan penerimaan getaran dapat memberikan kedalaman air yang kemudian direkam pada kertas pencatat. Papan tsb dpt ditegakkan dgn bantuan perahu/orang jika sungai dangkal. Di atas pemberat dipasang current meter. Pengukuran dilakukan bersamaan dgn pgkuran kec dgn mggnkan current meter. Alat tsb memancarkan getaran suara yg merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali. pasir shg dpt memperkirakan tebal lapis lumpur.diantarnya adl: 1. lempng. fungsinya untuk membedakan jenis bahan dasr sungai seperti lumpur. Eschounder elac 30 kc 2. · Tali dgn pemberat Pengukuran ini dilakukan apabila sungainya dalam atau kec arus besar.

. dapat dipasang di tepi sungai atau pada bangunan.alat pengukur elevasi muka air maksimum mengukur elevasi maksimum pada saat banjir.· Ray Pengukuran elevasi muka air Alat pencatat elevasi muka air dapat berupa : .pencatat muka air otomatis (AWLR) Diposkan oleh BLUEGHOST di 07.12 . .papan praduga dengan meteran (staff gauge) alat ini berskala cm.

ALAT UKUR KECEPATAN AIR PowerPoint Presentation: A.Presentation Transcript HIDROMETRI: HIDROMETRI DESI IDA SAPUTRI Yustin nurhasanah HIDROMETRI: HIDROMETRI HIDROMETRI adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi.atau ilmu tentang pengumpulan data dan pemroses data dasar untuk analisa hidrologi Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara: 1. aliran laminar dan merata . hanya saja kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung PowerPoint Presentation: 2. Sebaiknya digunakan pada pengukuran yang dikehendaki secara cepat pada . 1 orang petugasmengoperasikan peralatan dan 1 orang petugas mencatat data pengukuran .ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS: B.ALAT UKUR KECEPATAN AIR MANUAL Pelampung Pengukuran debit menggunakan alat pelampung pada prinsipnya sama dengan metode konvensional . Petugas pengukur minimal terdiri dari 2 orang . pelampung . dll .Winch Cable Way Pengukuran debit dengan menggunakan winch cable way dilakukan dari pinggir sungai dengan menggunakan peralatan winch cable way.ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS Dengan alat ini hasil pengukuran yang didapat juga tidak begitu teliti dan yang terukur adalah kecepatan aliran permukaan . B. dll . Pengukuran tinggi muka air manual (MWLR) Menggunakan papan duga muka air . Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara PowerPoint Presentation: Contoh alat ukur AWRL Perekam pada drum horizontal(a) dan vertikal (b) Pelampung dan pemberat Contoh alat ukur MWRL: Contoh alat ukur MWRL 1. Pengukuran tinggi muka air otomatis (AWLR) Pengukuran Automatic Water Level Recorder (AWLR) – Analog.PAPAN DUGA MUKA AIR PowerPoint Presentation: Pengukuran debit dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung . Debit hasil pengukuran dapat dihitung segera setelah pengukuran selesai dilakukan . Persyaratan tersebut antara lain pada bagian alur sungai yang lurus . Pengukuran debit secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan berupa alat pengukur arus (current meter). zat warna . Lokasi penempatan winch cable way harus memenuhi persyaratan teknis seperti halnya tempat pengukuran dengan metode lainnya . 2.

H2-H1 = H0 H0 = V 2 /2g besar percepatan gravitasi g= 9.dengan persamaan : V = A .kecepatan aliran yang lebih besar dari 1m/ detik a.Current meter TERIMA KASIH: TERIMA KASIH .B = konstanta yang ditentukan oleh pabrikan atau kalibrasi 2.81 m/s 2 V = (2gH0)^1/2 H 1 H 2 1. Velocity Head Rod PowerPoint Presentation: Kecepatan aliran dengan menggunakan metode current meter. N + B D imana : V = kecepatan aliran (m/dt) N = jumlah putaran A.

Hujan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup. hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Di sisi bawah angin pegunungan. batu es dan slit. hingga bola kecil (butir kecil). hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan. Corong hujan di bawah badai petir. Hujan adalah sumber utama air tawar di . Di kawasan pegunungan. Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat. hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. inilah satu cara penjenuhan udara. ensiklopedia bebas Artikel ini berisi tentang presipitasi. Untuk kegunaan lain. Pergerakan truf monsun. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan. yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringanmassa udara. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. Di Bumi. membawa musim hujan ke iklim sabana. mirip panekuk (butir besar). atau zona konvergensi intertropis. lihat Hujan (disambiguasi). berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan.

Antarktika adalah benua terkering di Bumi. Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppenmenggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim. besi. Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini. Bagian dari seri Alam tentang Cuaca Musim kalender Semi · Panas Gugur · Dingin Musim tropis Kemarau · Hujan Badai Badai petir · Supersel Downburst · Petir Tornado · Waterspout Siklon tropis (Hurikan) Siklon ekstratropis Badai musim dingin · Blizzard Badai es · Badai debu Badai api · Awan .Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia. juga air untukpembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). dan asam sulfur. neon. hujan juga pernah turun dengan kandungan metana. Di daerah lain. menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis. Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan.sebagian besar daerah di dunia.

Presipitasi Gerimis · Hujan · Salju · Graupel Hujan beku · Butir es · Hujan es Topik Meteorologi · Iklim Prakiraan cuaca Gelombang panas · Polusi udara Portal cuaca  L  B  S .

2 Sensor jarak jauh 4.2 Budaya 7 Klimatologi global o o o o    7.2 Keasaman 3.4 Wilayah tropis 2.1 Aktivitas frontal 2.3 Efek orografis 2.1 Pola 3.1 Udara lembap 1.4 Periode kembali 5 Prakiraan hujan 6 Dampak o o  6.1 Alat ukur 4.2 Koalesensi 2 Sebab o o o o o  2.5 Pengaruh manusia 3 Karakteristik o o o  3.3 Pengelompokan iklim Köppen 4 Pengukuran o o o o   4.1 Gurun 7.3 Dampak Westerlies 7.Daftar isi [sembunyikan]  1 Pembentukan o o  1.2 Wilayah basah 7.1 Pertanian 6.4 Daerah terlembap 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Catatan kaki .2 Konveksi 2.3 Intensitas 4.

Karena itu.[13] udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water. diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg).[8] Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan. satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya.[3] Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi)[4]bergantung pada suhunya.[12]transpirasi tumbuhan.[11] pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut.[1][2] Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif. dan pendinginan evaporatif. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya. Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin. Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksiketika kondisi berangin.[7] biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain. badan air atau tanah basah.[18] . misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin. 11 Pranala luar Pembentukan[sunting] Udara lembap[sunting] Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering. dan garam untuk membentuk awan. atau mencapai titik kelembapan. gerakan atmosfer berskala besar. pendinginan konduktif. Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap. pendinginan radiasional.[6] Udara dapat naik karena konveksi. atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis).[10] presipitasi atau virga yang jatuh dari atas. es. disebut Rasio Pencampuran. sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah.[14] dan udara yang naik di pegunungan.[9] Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas. yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu.[17] Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar.[5] Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik.[15] Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi)[16] memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus.

Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger.[19] Di awan bawah titik beku. Proses ini bergantung kepada suhu. karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan. karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku.Koalesensi[sunting] Bentuk butir hujan menurut ukurannya Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar.[22] Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0. Ketika turbulensi udara terjadi. kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan.39 in). atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron. butiran terbesar berbentuk mirip parasut. Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. Selain itu. butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar.[21] Berbeda dengan kepercayaan masyarakat. sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan. Umumnya.039 in) hingga 9 millimetre (0. bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.[23] . kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. di atas itu butiran akan terpisah-pisah.[20] Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0.35 in).

lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan. dan di pola hujan sekitar siklon lintang tengah. namun biasanya jalur mereka dikaitkan dengan penguapan massa air.[32] Hujan es semakin jarang terjadi ketika titik beku di atas atmosfer melebihi ketinggian 11. adalah adanya lapisan tebal udara yang tinggi dengan suhu di atas titik cair es. sepertibutir es dan salju.000 kaki (3.[33] Konveksi[sunting] .20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). seperti di sekitar daerah front dingin dan dekat front panas permukaan. Kenaikan sejenis juga terjadi di sekitar siklon tropis di luar dinding mata.[17] Hal yang memisahkan curah hujan dari presipitasi lainnya.5 mph). Jika ada lapisan dangkal dekat permmukaan yang suhunya di bawah titik beku. Di permukaan laut tanpa angin.[26] Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya.[31] Berbagai jenis cuaca dapat ditemukan di sepanjang front tutupan dengan kemungkinan terjadinya badai petir. Front tutupan biasanya terbentuk di sekitar daerah bertekanan rendah. hujan beku (hujan yang membeku setelah bersentuhan dengan permukaan di lingkungan sub-beku) akan terjadi.[30] Sebab[sunting] Aktivitas frontal[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Front cuaca Hujan stratiform (perintang hujan besar dengan intensitas yang relatif sama) dan dinamis (hujan konvektif yang alaminya deras dengan perubahan intensitas besar dalam jarak pendek) terjadi sebagai akibat dari naiknya udara secara perlahan dalam sistem sinoptis(satuan cm/detik).20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4. yang mencairkan hujan beku sebelum mencapai tanah.Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang.400 m) di atas permukaan laut.[27] Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air.[28][29] Kode METAR untuk hujan adalah RA. sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA. sementara butiran besar 5 millimetre (0.[24][25] Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain. gerimis 05 millimetre (0.

Sebagian besar hujan di daerah tropisbersifat konvektif. karena awan konvektif memiliki bentangan horizontal terbatas. terbagi menjadi kawasan atas angin (Koʻolau) dan bawah angin (Kona) berdasarkan lokasi relatif terhadap pegunungan tinggi. Jenis hujan (meteorologi).garis squall. hujan konvektif berselang-seling dan sering dikaitkan dengan batasan baroklinis seperti front dingin. hujan stratiform juga diduga terjadi.[36] Efek orografis[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengangkatan orografis. Di daerah berpegunungan dunia yang mengalami angin relatif tetap (misalnya angin dagang). dan front panas. Sisi atas angin memaparkan wilayah timur .000 mm). selain hujan konvektif. dan Klimatologi hujan Amerika Serikat Hujan orografis Hujan orografis terjadi di sisi atas angin pegunungan dan disebabkan oleh gerakan udara lembap berskala besar ke atas melintasi pegunungan. namun. 460 inci (12. meninggalkan udara yang lebih kering (lihat angin katabatik) di sisi bawah angin yang menurun dan menghangatkan serta menjadi tempat pengamatan bayangan hujan.Hujan konvektif Hujan konvektif. Hujan konvektif jatuh di suatu daerah dalam waktu yang relatif singkat. Gunung Wai'ale'ale. mengakibatkan pendinginan dan kondensasi adiabatik. atau hujan deras. di pulau Kauai. Kelembapan tidak ada karena pengangkatan orografis. Hujan ini jatuh deras dengan intensitas yang cepat berubah.[31][34] Graupel dan hujan es menandakan konveksi.[35] Di lintang tengah.[38] Iklim setempat bervariasi di masing-masing pulau karena topografinya.[37] Sistem badai Kona membasahi negara bagian ini dengan hujan deras antara Oktober dan April. terkenal karena curah hujannya yang ekstrem dan memiliki curah hujan rata-rata tahunan tertinggi kedua di dunia. berasal dari awan konvektif seperti kumulonimbusatau kumulus kongestus. iklim yang lebih lembap biasanya lebih menonjol di sisi atas angin gunung daripada sisi bawah angin gunung.[15] Di Hawaii.

dengan sedikit hujan dan cakupan awan. Siklon tropis. untaian pegunungan Andes menghalangi kelembapan Pasifik yang datang ke benua ini. hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam.[50] Meskisiklon dapat mengakibatkan kematian dan . Hutan hujan tropis teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan. mengakibatkan iklim gurun di bawah angin melintasi Argentina Barat.terhadap angin dagang timur laut dan menerima lebih banyak hujan. sisi bawah angin lebih kering dan cerah. terdiri dari massa udara besar beberapa ratus mil dengan tekanan rendah di pusatnya dan angin bertiup ke pusat searah jarum jam (belahan Bumi selatan) atau berlawanan arah jarum jam (belahan Bumi utara).[39] Di Amerika Selatan. sumber curah hujan sangat deras. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara[47] dan air segar membaik.[40] Pegunungan Sierra Nevada menciptakan efek yang sama di Amerika Utara denngan membentuk Great Basin dan Gurun Mojave.[24] Ketika musim hujan terjadi selama musim panas. karena hujan tersebar merata sepanjang tahu.[46] Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas.[43] Istilah musim hijau juga kadang digunakan sebagai eufemisme oleh pihak pariwisata.[48][49] dan tanaman tumbuh subur.[44] Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dansubtropis.[45] Iklim dan wilayah sabana dengan cuaca monsun memiliki musim panas hujan dan musim dingin kemarau.[41][42] Wilayah tropis[sunting] Penyebaran hujan bulanan di Cairnsmemperlihatkan batas musim hujan di daerah tersebut Lihat pula: Monsun dan Siklon tropis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Musim hujan Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut.

[55] .[52] Pengaruh manusia[sunting] Citra Atlanta. curah hujan bulanan 28% lebih besar antara 20 mil (32 km) hingga 40 mil (64 km) di bawah angin kota. Georgia memperlihatkan penyebaran suhu. seperti Pesisir Timur Amerika Serikat. Sebagai akibat pemanasan ini. dan putih panas. Tingkat curah hujan di bawah angin kota meningkat antara 48% dan 116%. inilah faktor penting dalam penguasaan hujan atas suatu daerah. dampaknya bisa dramatis: ada kemungkinan hujan 22% lebih tinggi pada hari Sabtu daripada Senin. warna biru berarti suhu dingin. Panas tambahan ini mendorong gerakan yang lebih besar ke atas dan menyebabkan aktivitas hujan deras dan badai petir tambahan.8 °F) di atas kawasan pinggiran kota dan pedesaan sekitarnya. Akibat polusi lalu lintas penglaju dan komersial menumpuk sepanjang minggu. yang mendorong pembentukan awan dan meningkatnya kemungkinan hujan.[51] Wilayah di sepanjang jalurnya dapat menerima jatah hujan setahun penuh melalui satu kali peristiwa siklon tropis. Di daerah padat penduduk dekat pesisir. kemungkinan hujan meningkat: hujan memuncak pada Sabtu setelah lima hari penumpukan polusi. Lihat pula: Pemanasan global dan Pulau panas perkotaan Zat partikulat yang dihasilkan oleh gas buang mobil dan sumber-sumber polusi lain membentuk nuklei kondensasi awan. jika dibandingkan dengan atas angin.[53] Dampak pulau panas perkotaan memanaskan kota sebesar 06 °C (10. merah hangat.kerusakan properti yang besar.[54] Sejumlah kota mengakibatkan curah hujan total meningkat sebesar 51%.8 °F) hingga 56 °C (100. karena siklon dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan di wilayah kering.

Eropa Utara. dengan peningkatan tertinggi terjadi di wilayah iklim Tengah Utara Timur (11.1 persen).6 persen per abad) dan Selatan (11. dan beberapa bagian Asia Selatan semakin kering. termasuk peningkatan sejak 1970an akibat banyaknya kekeringan—khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Hawaii adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan (-9. namun mulai menurun di kawasan tropis sejak 1970-an. dan Asia Tengah semakin basah. Jumlah peristiwa hujan meningkat di daratan sebelah utara 30°N sejak 1900 hingga 2005. Mediterania.25 persen). total curah hujan tahunan meningkat dengan tingkat rata-rata 6. meski kecenderungan hujan bervariasi menurut daerah dan waktunya. Afrika bagian Selatan.[56] Upaya mempengaruhi cuaca yang paling sukses adalah penyemaian awan yang melibatkan teknik peningkatan presipitasi musim dingin di atas pegunungan dan mengurangi hujan es. Terjadi peningkatan jumlah peristiwa hujan deras di berbagai daerah dalam satu abad terakhir. Perubahan curah hujan dan penguapan di samudra diakibatkan oleh berkurangnya salinitas di perairan lintang tengah dan tinggi (berarti lebih banyak hujan) dan meningkatnya salinitas di lintang rendah (berarti sedikit hujan dan/atau banyak penguapan).[57] . tidak ada kecenderungan presipitasi keseluruhan secara statistik dalam satu abad terakhir.Anomali suhu permukaan rata-rata pada periode 1999 hingga 2008 dibandingkan dengan suhu rata-rata dari 1940 hingga 1980 Suhu yang meningkat cenderung meningkatkan penguapan yang dapat mendorong lebih banyak hujan. Sahel. Di daratan Amerika Serikat. Wilayah timur Amerika Utara dan Selatan.1 persen per abad sejak 1900. Di seluruh dunia.

Jika ikatan hujan angin laut cukup aktif mendahului front dingin.[59] Ikatan hujan mendahului front tutupan panas dan front panasdikaitkan dengan gerakan lemah ke atas. sebuah truf udara panas tinggi (trough of warm air aloft).[61] Ikatan hujan yang muncul dekat dan mendahului front dingin bisa jadi merupakan garis squall yang mampu menghasilkan tornado. memaksa truf permukaan berlanjut ke sektor dingin lengkungan yang sama menuju front tutupan.[65] Pengikatan di dalam pola presipitasi kepala koma suatusiklon ekstratropis dapat menandakan . karena bentuk awan pertengahan troposfer sepertikoma yang menyertai fenomena ini. dengan kemungkinan badai petir jika atmosfer di sepanjang trowal cukup stabil untuk menciptakan konveksi.[60] dan cenderung lebar serta bersifat stratiform.[62] Ikatan hujan yang dikaitkan dengan front dingin dapat dibelokkan oleh pegunungan lurus terhadap orientasi front karena pembentukan jet penghalang tingkat rendah. Trowal menciptakan bagian dari siklon tutupan yang disebut sebagai kepala koma.[64] Ketika siklon menutupi langit. dan mengarah ke periferi (juga disebut sabuk pengangkut panas) barat lautor. akan terjadi akibat angin selatan yang kuat di perbatasan timurnya berputar-putar tinggi mengitari kawasan timur lautnya.Karakteristik[sunting] Pola[sunting] Ikatan badai petir terlihat di tampilan radar cuaca Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan hujan Ikatan hujan adalah wilayah awan dan presipitasi yang panjang. mereka mampu menutupi lokasi front dingin tersebut.[58] dan terbentuk akibat perbedaan suhu. Ini juga bisa menjadi fokus atas presipitasi lokal yang deras. perpanjangan presipitasi ini disebut sebagai struktur terikat. Jika dilihat melalui pencitraan radar cuaca. Gelombang hujan dapat bersifat stratiform atau konvektif. atau "trowal".[63] Ikatan badai petir dapat terbentuk bersama angin laut dan angin darat jika kelembapan yang diperlukan untuk membentuknya ada pada saat itu.

Di lepas pantai California.[66] Di balik siklon ekstratropis pada musim gugur dan dingin.hujan deras. Dalam 20 tahun terakhir. hal ini terjadi ketika adanya peningkatan front dingin. yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). membentuk hurikan atau badai tropis.6. Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir.[68] Keasaman[sunting] Siklus hujan asam Lihat pula: Hujan asam pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut.8.0. hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5. dan kebakaran alami.[69] Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat. Batas ikatan hujan di sekitar siklon tropis dapat membantu menentukan intensitas siklon tersebut. Siklon tropis berisikan hujan deras dan badai petir yang. ikatan hujan deras dan badai petir dapat terbentuk karena konvergensi angin tingkat rendah di bawah angin batas pulau.[67] Ikatan hujan dengan siklon tropis memiliki orientasi melengkung. Di bawah angin kepulauan. dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S. dan badai petir lokal memiliki pH serendah 2.0-5. selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik. bakteri tanah. hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3.[70] .8-4. ikatan hujan dapat terbentuk di bawah angin permukaan air panas seperti Danau-Danau Besar. bersama dinding mata dan mata. Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat). Di pesisir timur Amerika. konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya.

stepa. dan E.000 millimetre (79 in). Jenis utama tersebut adalah A. daratan lembap. Lima klasifikasi utama ini dapat dibagi lagi menjadi klasifikasi sekunder seperti hutan hujan. wilayah utara Amerika Selatan. Hutan hujan ditandai dengan curah hujan tinggi yang minimum normal tahunnya antara 1. India.[73] Zona iklim subtropis lembap adalah daerah yang hujan musim dinginnya dikaitkan dengan badai besar yang diarahkan angin westerlies dari barat ke timur. antara lintang 20° dan 40° derajat dari khatulistiwa. Sabana tropis tersebar diAfrika. kutub.[74] Iklim subtropis lembap terletak di daratan sebelah timur.subtropis lembap. dingin lintang menengah.270 millimetre (50 in) per tahun. iklim lautan. dan memiliki presipitasi besar . Malaysia.Pengelompokan iklim Köppen[sunting] Peta iklim Köppen-Geiger terbaru[71] ██ Af██ A m██ Aw ██ BWh██ BWk█ █ BSh██ BSk ██ Csa█ ██ Cwa█ █ Csb █ Cwb ██ Cfa██ Cf b██ Cfc ██ Dsa██ Dsb██ Dsc██ Dsd ██ Dwa██ Dwb██ Dwc██ Dwd ██ Dfa██ Dfb██ Dfc██ Dfd ██ ET ██ EF Artikel utama untuk bagian ini adalah:Pengelompokan iklim Köppen Klasifikasi Köppen bergantung pada nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan. sabana tropis. daratan es kutub. tundra.750 millimetre (69 in) dan 2.[75] Iklim lautan (atau oseanik/maritim) dapat dijumpai di sepanjang pesisir barat di lintang tengah seluruh benua di dunia. Bentuk klasifikasi Köppen yang umum digunakan memiliki lima jenis utama mulai dari A hingga E.[72] Sebuah sabana tropis adalahbioma daratan rumput yang terletak di kawasan iklim semi-gersang hingga semi-lembap di lintang subtropis dan tropisdengan curah hujan antara 750 millimetre (30 in) dan 1. dan gurun. iklim mediterania. B. C. sejuk lintang menengah. Kebanyakan hujan musim panas terjadi selama badai petir dan siklon tropis. danAustralia. kering. D. berbatasan dengan lautan dingin dan wilayah tenggara Australia. tropis. iklim subarktik. monsun.

Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0. dan Pengukur salju Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar. Disdrometer.[78] Iklim subarktik bersifat dingin dengan permafrost abadi dan presipitasi kecil. sebagian wilayah barat Amerika Utara. Iklim ini ditandai oleh musim panas yang panas dan kering dan musim dingin yang dingin dan basah.98 in) hujan.sepanjang tahun. limpahannya mengalir ke tabung luar.[79] Pengukuran[sunting] Alat ukur[sunting] Pengukur hujan standar Lihat pula: Pengukur hujan. sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0.98 in). wilayah barat dayaAfrika Selatan dan sebagian wilayah tengah Chili. dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in). isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar .[77] Stepa adalah daratan rumput kering.[76] Iklim mediterania membentuk iklim benua di Cekungan Mediterania.[80] Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0. Setelah tabung dalam penuh.98 in). sebagian Australia Barat dan Selatan.

sampai tabung luar kosong. sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong. [81] Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan).[86] Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi. (Sumber: Environment Canada) Salah satu kegunaan utama radar cuaca adalah mampu menilai jumlah curah hujan yang jatuh di cekungan besar untuk keperluan hidrologis. kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka.[83] Ketika penghitungan curah hujan dilakukan. Kanada Timur. tingkat hujan di satu titik dihitung menggunakan nilai data reflektivitas pada satu titik jaringan. Perhitungan curah hujan radar melengkapi data stasiun darat yang dapat digunakan untuk kalibrasi. pengelolaan selokan bawah tanah. Persamaan radar kemudian dipakai. ember miring. Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian. namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. pengendalian banjir sungai.[84][85] Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal.[82] Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah.[87] Sensor jarak jauh[sunting] Lihat pula: Radar cuaca Akumulasi curah hujan 24 jam di radar Val d'Irène.[88] Misalnya. dan pembangunan bendungan adalah semua bidang yang memerlukan data akumulasi curah hujan. dan beban. . Untuk menghasilkan akumulasi radar. seperti CoCoRAHS atau GLOBE. berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet. Zona tanpa data di timur dan barat daya disebabkan adanya sorotan sinar dari pegunungan. stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan. yaitu . Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai.

98 in) per jam Hujan sedang — ketika tingkat presipitasinya antara 25 millimetre (0.39 in) per jam[91][92]  Hujan deras — ketika tingkat presipitasinya > 76 millimetre (3.76 millimetre (3.39 in) dan 50 millimetre (2.[90] Untuk menghasilkan akumulasi curah hujan pada satu periode waktu tertentu.[89] Perhitungan curah hujan satelit memakai instrumen gelombang mikro pasif di atasorbit kutub serta satelit cuaca geostasioner untuk mengukur tingkat curah hujan secara tidak langsung.0 in) per jam[92]  Hujan badai — ketika tingkat presipitasinya > 50 millimetre (2.[91]atau antara 10 millimetre (0.0 in) per jam. semua akumulasi dari masing-masing kotak jaringan di dalam gambar pada waktu itu harus dijumlahkan.[94]Istilah badai 1 dalam 10 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang jarang dan hanya mungkin terjadi sekali setiap 10 tahun.0 in) per jam[92] Periode kembali[sunting] Lihat pula: Banjir 100 tahun Kemungkinan suatu peristiwa dengan intensitas dan durasi tertentu disebut frekuensi atau periode kembali. R berarti tingkat curah hujan. Intensitas curah hujan dikelompokkan menurut tingkat presipitasi:   Gerimis — ketika tingkat presipitasinya < 25 millimetre (0. .0 in) atau 10 millimetre (0.Z berarti reflektivitas radar.98 in) . dan A dan b adalah konstanta. Intensitas[sunting] Heavy rain in Glenshaw. PA MENU 0:00 Suara hujan deras di permukiman pinggiran kota Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.[93] Intensitas badai dapat diperkirakan untuk periode kembali dan durasi badai apapun dengan melihat grafik yang didasarkan pada data historis lokasi hujan.

[98] Model prakiraan memperlihatkan sensitivitas tertentu terhadap tingkat kelembapan di lapisan pelindung planet. Relief daratan juga termasuk dalam PPK melalui pemakaian topografi atau berdasarkan pola presipitasi iklim dari hasil observasi dengan rincian jelas.[95] Prakiraan hujan[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prakiraan presipitasi kuantitatif Contoh prakiraan hujan lima hari dariHydrometeorological Prediction Center Prakiraan Presipitasi Kuantitatif (disingkat PPK. 1200 dan 1800 GMT. Prakiraan dapat diverifikasi melalui pemakaian pengukur hujan. 0600.sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 10 persen setiap tahun. "badai 1 dalam 100 tahun" bisa saja terjadi berkali-kali dalam satu tahun saja. Seperti semua peristiwa kemungkinan. Hujan akan lebih deras dan banjir akan lebih buruk daripada badai terburuk yang terjadi dalam satu tahun. PPK digunakan dalam model prakiraan hidrologi untuk mensimulasikan dampak terhadap sungai di seluruh Amerika Serikat.[96] PPK akan diperinci ketika jenis presipitasi terukurkan yang mencapai batas minimal merupakan prakiraan untuk setiap am selama periode sah PPK. Hujan akan menjadi ekstrem dan banjir lebih parah daripada peristiwa 1 dalam 10 tahun tersebut. atau di tingkat terendah atmosfer yang menurun seiring ketinggiannya.[97] Dimulai pada pertengahan hingga akhir 1990an.[101] . QPF dalam bahasa Inggris) adalah perkiraan jumlah presipitasi cair yang terkumpul dalam periode tertentu di suatu daerah.[99] PPK dapat dibuat dengan dasar prakiraan jumlah kuantitatif atau kemungkinan prakiraan jumlah kualitatif.[100] Teknik prakiraan citra radar memperlihatkan kemampuan yang lebih tinggi daripada prakiraan model dalam 6 hingga 7 jam waktu citra radar. Berbagai skor kemampuan dapat ditentukan untuk mengukur nilai prakiraan curah hujan. Prakiraan presipitasi cenderung dibatasi oleh jam sinoptis seperti 0000. prakiraan radar cuaca. atau keduanya. sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 1 persen setiap tahun. Istilah badai 1 dalam 100 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang sangat jarang dan akan terjadi dengan kemungkinan sekali dalam satu abad.

Presipitasi. cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan. Di daerah musim hujan dan kemarau.[104] sementara tanaman tropis memerlukan ratusan inci hujan per tahun untuk hidup. masyarakat. memiliki dampak dramatis terhadap pertanian.[107] Hujan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang.[108] Budaya[sunting] Tanggapan budaya terhadap hujan berbeda-beda di seluruh dunia.Dampak[sunting] Pertanian[sunting] Prakiraan hujan untuk Jepang Selatan dan sekitarnya pada 20–27 Juli 2009. khususnya hujan. nutrien tanah tersapu dan erosi meningkat selama musim hujan. Misalnya.[24] Hewan memiliki strategi adaptasi dan bertahan hidup di wilayah basah. bahkan merusak panen. terlalu banyak atau terlalu sedikit hujan dapat membahayakan. Semuatumbuhan memerlukan air untuk hidup. terutama pria.[102]sementara terlalu basah dapat mendorong pertumbuhan jamur berbahaya. Pola hujan biasa bersifat vital untuk kesehatantumbuhan.[109] Hujan juga dapat membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat. sehingga hujan (cara mengairi paling efektif) sangat penting bagi pertanian. Musim kemarau sebelumnya mengakibatkan kelangkaan makanan menjelang musim hujan. . Di daerah beriklim sedang.[105]Negara-negara berkembang mencatat bahwa penduduknya memiliki fluktuasi berat badan musiman karena kelangkaan makanan sebelum panen pertama yang terjadi pada akhir musim hujan. diolah agar dapat dikonsumsi. karena tanaman panen harus tumbuh terlebih dahulu.[106] Hujan dapatditampung menggunakan tangki air hujan. Kekeringan dapat mematikan panen dan menambah erosi. kaktustertentu memerlukan sedikit air.[103]Tumbuhan memerlukan beragam jumlah air hujan untuk hidup. non-konsumsi dalam ruang atau irigasi.

[110] atau ketika terjadi kekeringan di daerah lain.[111] hujan memperbaiki suasana hati masyarakat. untaian pegununganAndes menahan kelembapan Samudra Pasifik yang tiba di benua ini.000 kubik kilometer (95. sebagian besar terdiri dari gurun pasir mulai dari Gurun Gobi di barat-baratdaya Mongolia melintasi barat Pakistan (Balochistan) dan Iran hingga Gurun Arab di Saudi Arabia. minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan.[114] Klimatologi global[sunting] Lihat pula: Klimatologi curah hujan Bumi Air sebanyak 505.000 kubik kilometer (121. digunakan sebagai nama mata uang nasional karena pentingnya hujan terhadap ekonomi negara gurun ini. kata 'hujan' dalam bahasa Setswana. termasuk Gurun Sahara. Di Amerika Selatan.[113] Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan.000 cu mi) jatuh sebagai hujan setiap tahunnya di seluruh dunia. Sumber bau ini adalah petrikor. "pula".Di daerah kering seperti India.[115] Jika dibandingkan dengan luas permukaan Bumi.000 cu mi) jatuh ke lautan.[118] Gurun[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gurun Gurun-gurun terbesar Setengah benua Afrika di bagian utara didominasi gurun pasir atau wilayahgersang.[112] Beberapa budaya mengembangkan cara menghadapi hujan dengan berbagai alat lindung seperti payung dan jas hujan. wilayah yang curah hujan minimum tahunannya besar. kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung. serta alat pengalihan seperti talang air dan drainase badai yang mengalirkan air hujan ke selokan. Di Botswana. sehingga memunculkan . Sebagian besar Australia semi-gersang atau terdiri dari gurun pasir. 398.[116][117] atau sebagai wilayah ketika air lebih banyak yang menguap akibat evapotranspirasi daripada yang jatuh sebagai presipitasi. Padang pasir ditetapkan sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 250 millimetre (10 in) per tahun. Di Asia.[119] sehingga menjadikannya benuaberpenghuni terkering di dunia. curah hujan rata-rata tahunan secara global mencapai 990 millimetre (39 in).

kemudian bergerak kembali ke selatan menuju Belahan Bumi Selatan pada bulan Februari dan Maret. dan Samoa Amerika. dengan curah hujan rata-rata melebihi 30 inci (760 mm) per tahun. atau truf monsun. Kepulauan Virgin Amerika Serikat. dan Sierra Nevada adalah wilayah terbasah di negara ini. dan Wyoming bagian tengah.[120] Siklon tropis mendorong terjadinya hujan di seluruh wilayah selatan Amerika Serikat.[130] Guam.[129] Kepulauan Mariana Utara. terjadi di Amerika Utara danAustralia.[40] Wilayah kering di Amerika Serikat adalah wilayah tempat gurun Sonora menyapu Desert Southwest. Setiap tahun.[121] Di Asia.[128] serta Puerto Riko.[127] Daratan Amerika Serikat di sebelah timur meridian ke-98. Pergerakannya ke kutub ini didorong oleh monsun musim panas yang ditandai dengan munculnya tekanan udara rendah (tekanan rendah panas) di kawasan terpanas Asia.iklim mirip gurun di wilayah barat Argentina.[122] Truf monsun dapat memanjang ke utara hingga garis paralel ke40 di Asia Timur pada bulan Agustus sebelum bergerak ke selatan. monsun Barat Laut bersama kelembapan Teluk California dan Teluk Meksiko bergerak mengitaripegunungan subtropis di Samudera Atlantik. sabuk hujan di wilayah tropis bergerak ke utara pada bulan Agustus. namun lebih lemah. pegunungan Barat Laut Pasifik. hujan tersebar di seluruh wilayah selatan benua ini dari kawasan timur dan timur laut India hingga Filipina dan Cina selatan sampai Jepang karena monsun mengadveksikan kelembapan dari Samudera Hindia ke wilayah ini. mengangkut badai petir sore dan malam di wilayah selatan Amerika Serikat dan Dataran Besar. Dampak Westerlies[sunting] Hujan rata-rata jangka panjang menurut bulan .[123][124] Sirkulasi monsun sejenis.[120] Wilayah basah[sunting] Lihat pula: Monsun dan Truf monsun Wilayah khatulistiwa dekat Zona Konvergensi Intertropis (ITCZ). Great Basin.[125][126] Pada musim panas. adalah wilayah terbasah di dunia.

0 in) pada 1861.[133][134] Tenggara. Tutunendo mengalami hujan tersebar merata sepanjang tahun. Pada 2000. mengalami hujan paling banyak di Bumi di antara kota-kota lebih dari 100. Tutunendo.200 mm (480.430 mm (450 in). sementara kekeringan semakin sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis.[139] Badai di Chocó dapat menghasilkan curah .[138] Lloró. Ada pula bukti bahwa pemanasan global mendorong peningkatan hujan di Amerika Utara bagian timur.[131] Osilasi Selatan-El Niño mempengaruhi persebaran hujan dengan mengacaukan pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Barat. curah hujan di daerah ini mencetak rekor tertinggi yaitu 12. Rata-rata 38 tahun di Mawsynram. Bergen. kota ini memiliki curah hujan 26.000 millimetre (310 in) per tahun. Kolombia.[137] Mount Waialeale di pulauKaua'i di Kepulauan Hawaii memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 11. Tidak seperti Cherrapunji yang hujan antara April dan September. ibu kota Chocó.[139] Departemen Chocósangat lembap. Daerah terlembap[sunting] Cherrapunji. rata-rata mencapai 13. Norwegia adalah salah satu kota hujan terkenal di Eropa dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2. terutama Britania Raya. Daerah ini telah dipromosikan dalam literatur wisata selama beberapa tahun sebagai tempat terbasah di Bumi.6 in).394 mm (448. sehingga menyumbang 10% hujan tahunan di wilayah ini.6 in). Barat Tengah.[136] Daerah terlembap di Australia adalah Mount Bellenden Ker di timur laut negara ini yang memiliki curah hujan rata-rata 8. curah hujan tahunan terbesar yang pernah diukur di Kolombia.000 jiwa. Curah hujan tertinggi yang tercatat dalam satu tahun adalah 22. arus jet membawa hujan maksimum musim panas keDanau-Danau Besar.000 millimetre (350 in) per tahun. terletak di lereng selatan Himlaya Timur di Shillong.303 mm (3.300 mm (520 in) per tahun. yaitu 9. dan semi.3 in). Puncaknya dianggap sebagai salah satu daerah terbasah di Bumi.340 millimetre (683 in) tahun 1982. Kawasan badai petir besar bernama kompleks konvektif skala meso bergerak ke Dataran Besar.250 mm (89 in). sebuah kota di departemen ini merupakan salah satu tempat yang diperkirakan terlembap di Bumi.4 in). dingin. Meghalaya. dan Danau-Danau Besar selama musim panas.500 mm (98 in) di pegunungan setiap tahunnya.000 mm (39 in) di permukaan laut dan 2.987 mm (905. dengan rekor 17. sistem badai Pasifik mengangkut sebagian besar hujan untuk Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat. sebuah kota di Chocó. pada tahun 1974. India adalah 11.Lihat pula: Westerlies Westerly bergerak dari garis depan sejuk Atlantik Utara ke daerah lembap di Eropa Barat. Selama musim gugur.680 millimetre (460 in) dalam 32 tahun terakhir. rata-rata tahunannya mencapai 11. dianggap seabgai daerah dengan curah hujan terukur terbesar di dunia.[127] Di puncak pegunungan. dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 11.[135] dan wilayah tropis.873 mm (467. India adalah salah satu kawasan terlembap atau terbasah di Bumi.[132]Barat Tengah. yang pesisir baratnya menerima curah hujan antara 1.[140] Quibdó.

August 9.840 mm Mount Waiʻaleʻale. Kolombia 120 kaki/36.102 kaki/1. 2004.042 in/26 mm [143] Tertinggi dalam satu bulan Asia Cherrapunji.296 mm [143] .830 in/46. Kolombia 520 kaki/158 m 29 4.720 mm Mawsynram.569 m 30 Afrika Amerika Selatan 4.597 kaki/1.017 m 22 Sumber (tanpa konversi): Global Measured Extremes of Temperature and Precipitation .560 in/65. India [a][d] 4.400 in/86. India 366 in/9.050 in/102.360 mm Mount Bellenden Ker.hujan 500 mm (20 in) dalam satu hari. India 4. Jumlah ini lebih banyak daripada curah hujan di berbagai kota di dunia dalam satu tahun.994 mm Lloró.600 in/116.870 mm 30 kaki/9.674 in/118.540 in/89.1 m 32 3. British Columbia Crkvice.024 mm 12 kaki/3.555 m 9 Amerika Utara Eropa 2. Hawaii [a] (AS) Debundscha.66 m 14 1. Montenegro 5.401 m 39 Oseania 4.916 mm Quibdo.337 kaki/1. National Climatic Data [141] Center.236 in/132. Benua Rata-rata tertinggi (inci/mm) Daerah Ketinggian (kaki/m) [a][b] [c] Tahun Pencatatan Amerika Selatan Asia 5. Kauai. Queensland Henderson Lake.482 mm 3.720 mm [142] Tertinggi dalam satu tahun Asia Cherrapunji. India 1. Benua Daerah Curah hujan tertinggi Referensi Curah hujan rata-rata tahunan tertinggi Asia Mawsynram. Kamerun 5.148 kaki/1.674 in/118.6 m 16 Australia 3.

854 mm [144] Tertinggi dalam 12 jam Samudra Hindia Belouve. Pulau La Reunion 73 in/1. Pulau La Reunion 53 in/1.Tertinggi dalam 24 jam Samudra Hindia Fac Fac. Kepulauan Karibia 15 in/381 mm [144] Lihat pula .346 mm [143] Tertinggi dalam satu menit Amerika Utara Guadeloupe.

dan asap naik ke atasatmosfer dan kemudian ber ubah menjadiudara dingin. Jumlah curah hujan yang diukur tidak boleh menguapboleh menguap atau meresap ke dalam tanah. Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar curah hujan (rain gauge). Jutaan titik air itu melayangbersama dan membentuk awan. debu.♠Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan tahunan dibagi 12 (jumlah bulan). Curah hujan diukur dalam satuan inchi atau milimeter.♠Curah hujan harian rata-rata jumlah curah hujan bulanan di bagi jumlah hari dalam bulan tersebut. endapan berupa air hujan atau curah hujan. hinggasebagian uap air itu mengembun pada butirdebu dalam atmosfer dan membentuk titik-titik air. Di stasiun pengamat. HUJAN Endapan atau presipitasi didefinisikan sebagai air yang jatuh ke permukaan bumi.♠Curah hujan bulanan adalah jumlah curah hujan harian dalam satu bulan tertentu. curah hujan dicatat setiap hari. . Air yang jatuh ke permukaan bumi tersebut dapat berbentuk padat seperti batu es dan salju maupun berbentuk cair seperti air hujan. udara itu taksanggup lagi menahan uap air nya. Jumlah curah hujan 1 mm (milimeter) berarti air hujan yang menutupi permukaan tanah setinggi 1 mm. Namun. PROSES TERJADINYA AWAN Udara yang hangat yang terdiri ataspenguapan air.  2. A. ♠Curah hujan harian adalah jumlah curah hujan yang terjadi dalam satu hari tertentu.  3.♠Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan bulanan dalam satu tahun tertentu. Di Indonesia.Subscribe to comments Post Comment Curah hujanPresentation Transcript  1.

bentuk awan dibagi atas 4 kelompok. Biasanya muncul saat matahari terbit atau matahari terbenam. Jika awan ini terkena sinar matahari atau bulan.8. sikromulus Awan yang kelihatan berkeping-keping atau bersekat-sekat. Biasanya awan ini muncul bersamaan sirus dan sirostratus.♪ Altostratus Awan berlapis-lapis yang tembus cahaya hingga mtahari masih tetap tampak. Awan stratokumulus 10. suhu mencapai -24 derajat celcius.000 kaki ☺ stratokumulus Awan yang bewarna abu-abu yang bergumpal-gumpal lembut dan nampak berbaris teratur. o awan dengan perkembanganvertikal ♥ kumulus Awan yang bergumpal bewarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari. Menurut komisi cuaca internasional. Ketika awan ini menutupi matahari.kapas yang bewarna putih atau abu-abu. sirus Awan yang mengkilat. AWAN ALTOKUMULUS 7. o awan rendah    9. dan mirip es. ☺ nimbostratus Awan tebal bewarna abu-abu gelap tanpa bentuk tertentu dan terlihat basah.2 km atau 7.  sirostratus Awan yang bewarna putih tipis dan tampak seperti terlihat sangat halus. Biasanya awan ini muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam. ♥ . Awan ini biasanya berupa kabut saat di permukaan bumi. Awan altostratus 0. berpotensi salju Awan tinggi4.8 . Terdiri atas tetes awan dan tetes hujan ☺ stratus Awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata. o AWAN SEDANG    6. 6-12 km. Jika terkena sinar matahari akan menimbulkan bayangan di tanah. maka tidak akan menimbulkan bayangan.5. matahari itu pun tak terlihat. yaitu:  2-6 KM ATAU 20. lembut dan berserat . Tidak menimbulkan hujan. Awan stratus 11. Lapisan ini terdiri atas tetes air yang suatu saat bisa berubah menjadi kristal es.000 KAKI♪ Altokumulus Lapisan awan yang cukup luas seperti kumpulan kapas.

13.delapan-an dari langit yang tertutupi awan.Kumulonimbus Awan besar yang berpotensi hujan tiba-tiba karena mengandung tetes hujan yang besar. Per-awananPerawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. namun secara umum dinyatakan dalam per.   12. Awan kumulus Perawanan = 8/8 (= 1) berarti langit seluruhnya tertutupi oleh awan. Sebagai contoh: . Perawanan = 0 (= 0/8) berarti tidak ada awan yang menutupi langit atau cerah. Perawanan = 4/8 (=1/2) berarti separuh langit tertutup oleh awan. Perawanan dapat dinyatakan dalam persen.

Secara sederhana. laju atau kecepatan. Besaran aliran permukaan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) (Hridjaja dkk. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Pengertian aliran permukaan. evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah. dan gejolak aliran permukaan menentukan kemampuannya dalam menimbulkan erosi. danau dan lautan (Asdak. 18 Desember 2012 Aliran Permukaan. evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai. yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Evaporasi Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). aliran permukaan. proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Menurut Arsyad (2010). Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. dalam hal ini tanah telah jenuh air. Beranda Selasa. evaporasi dan infiltrasi. 1991). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Evaporasi dan Infiltrasi Pada artikel sebelumnya. 1995). Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling .

Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Diposkan oleh APRAK di 17. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow.bertukar energi dalam berbagai derajat. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. (wikipedia) Infiltrasi Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah.energi panas . Dari siklus hidrologi. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. Siklus air terjadi terus menerus. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan.03 . Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). embun dan sumber air lainnya. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Karena pengaruh suhu. danau. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. tergantung bagaimana mereka bertumbukan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.

setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan mengisi cekungan-cekungan pada permukaan tanah.debit puncak. Bentuk umum dari hubungan antara hujan dan limpasan adalah : Q = b (P-Pa) Dimana: .sedangkan aliran tanah disebut aliran tak langsung.Limpasan Permukaan (Runoff) SABTU.Aliran air tanah Aliran Permukaan (surface flow) adalah bagian dari air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas permukaan tanah. JANUARI 15. Aliran antara (interflow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi di bawah permukaan tanah.aliran sungai perennika adalah aliran dasar yang beraal datri aliran air tanah.tinggi genangan. Aliran permukaan disebut juga aliran langsung (direct runoff). Tipe Sungai: 1. Sungai Perennial : sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun.Aliran permukaan dapat terkonsentrasi menuju sungai dalam waktu singkat.Pada suatu periode tertentu bersifat sungai perennial dan pada waktu tertentu bersifat sebgai sungai ephemal. Komponen-komponen Limpasan: Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber : 1. aliran antara 3. 2.sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik yang masih mempunyai hutan lebat. Aliran permukaan 2.Permukaan air tanah selalu berada di bawah dasar sungai.lama genangan dan kecepatan aliran.sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir.Setelah cekungancekungan tersebut penuh.selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah Beberapa variable yang ditinjau dalam analisis banjir adalah volme banjir.sehingga sungai tidak menerima aliran iar tanah yang berarti tidak mempunyai aliran dasar (base flow) contoh di : nusa tenggara 3.Sungai Intermitten : sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe di atas.Sungai Ephemeral adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. 2011 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Limpasan adalah apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas infiltrasi.Aliran antara terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi di bawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akhirnya menuju sungai atau langsung ke laut. Dalam analisis hidrologi aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan menjadi satu yang disebut aliran langsung.

Pada saat itu hujan berhenti dan aliran berikutnya di titik control tidak lagi aliran dari seluruh DAS. · Tipe ketiga terjadi apabila durasi hujan efektif lebih pendek daripada waktu konsentrasi.intensitas hujan akan lebih tinggi.Q : kedalaman limpasan P : kedalaman hujan Pa: kedalaman hujan dibawah nilai tersebut tidak terjadi limpasan b : Kemiringan garis Konsentrasi Aliran Air hujan yang jatuh diseluruh daerah tangkapan akan terkonsentrasi (mengalir menuju) suatu titik kontrol.Setelah hjan berhenti.sehingga debit aliran menvapai maksimum. · Tipe kedua terjadi apabila durasi hujan efektif lebih lama daripada waktu konsentrasi.aliran berkurang sampai akhirnya menjadi nol. . Konsentrasi aliran di suatu DAS dapat dibedakan menjadi 3 tipe tanggapan DAS · Tipe Pertama terjadi apabila durasi hujan efektif sama dengan waktu konsentrasi. Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh didalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau.Tipa anggapan DAS seperi ini disebut aliran superkonsentrasi.sehingga debit aliran berkurang secara berangsur-angsur sampai akhirnya kembali nol.Semua air hujan yang jatuh di DAS telah terkonsentrasi di titik control. Waktu monsentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan. Apabila durasi hujan lebih kecil dari waktu konsentrasi.Tipe tanggapan seperti ini disebut aliran subkonsentrasi. Tipe tanggapan DAS seperti ini diesebut aliran terkonsentrasi. Pada keadaan ini aliran terkonsentrasi pada titik control. Dan hidrograf berbentuk segitiga.tataguna lahan.jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau.Waktu resesi sama dengan waktu konsentrasi.Pada keadaan ini debit aliran di titik control tidak mencapai nilai maksimum..dan debit maksimum tercapai setelah waktu aliran sama dengan waktu konsentrasi.

sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal. sehingga aliran air yang terdapat pada saluran buatan seperti saluran irigasi tidak bisa dinamakan sungai. erosi. Air yangbisa berasal dari air hujan mata air. Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck. Bentuklahan-bentuklahan yang terjadi akibat dari proses ini khususnya pada daerah aliraan air/sungai. . terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir sebagai aliran permukaan menuju daerah-daerah yang lebih rendah yang dinamakan sungai. Air sungai dapat bersumber dari air hujan. Kegiatan Aliran Air Permukaan dan Air Tanah Air hujan yang jatuh kepermukaan bumi sebagian mengalami transpirasi dan ada yang mengalir sebagai aliran air permukaan (run off). walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya.. sungai adalah merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah. juga hasil dari es yang mencair didaerah lingtang menengah-tinggi ataupun pada daerah pegunungan tinggi didaerah tropis. Curah hujan yang tinggi. merupakan hasil pengikisan oleh air proses mengalir ataupun terjadi karena faktor dan proses endogen seperti adanya patahann. sungaisungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat. air tanah. dan hasil mencairnya es terkadang melakukan erosi. Proses tersebut berjalan terus. Lembah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk permukaan bumi yang negative. Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakanretakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . tetapi merupakan akumulasi air. Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai. kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan. 1939: 158) adalah sebagai berikut : a. Morfologi hasil pengikisan ataupun pengendapan sungai pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan yang terjadi berkaitan dengan air mengalir. Air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir menuju daerah yang lebih rendah. Disamping itu.pada umumnya menjadi sumber dari air sungai. Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi. Sebagai contoh. dan pencairan es dan salju. b. Air hujan yang tersimpan dalam tanah-tanah yang porius kemudian muncul kepermukaan dan ada yang meresap kemudian muncul sebagai mata air. serta ada pula yang meresap kedalam tanah. Jadi. Pada intinya bahwa sungai tersebut mengalir pada lembah yang terbentuk secara alami. hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai. akibatnya aliran air tersebut membawa muatan sedimen serta membentuk bentuk n lahan (landform) baik berupa hasil pengikisan maupun hasil pengendapan. tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. pelarutan dan sebagainya.

. Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai. dan mengendapkan. Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap. daerah aliran tengah. Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. jumlah air . dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. e. dan sebagainya. kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat. lebar atau dalamnya lembah. Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis.c. sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang. c. Oleh karena itu. Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam. baik volume. bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat. mengambil bahan lepas. Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul. daerah aliran hilir. menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya. Erosi. maupun keadan permanen aliran yang minimum. system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir). dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah. sungai mempunyai ciri yang tersendiri dan berbeda dengan massa air lain seperti danau. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. mengangkut dan mengendapkan. mengangkut. laut. Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical. kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya. Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai.Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik(mengalami perubahan-perubahan). pasir. Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial. penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. d. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah). sehingga mempercepat pengerjaan erosi. Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut : a. b. erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kea rah ulu). Perubahan ini di sebabkan karena : 1. walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa. Pengalirannya tidak tetap. Mengangkut material.Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua. dari mulai Lumpur yang halus.

2.1.2. Bandingkan dengan sisi bagian dalam nampak lebih landai. sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang. muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar.Penampang lembah Dalam membicarakan penampang dalam suatu lembah. batas ini berupa permukana laut yang berlaku untuk umum untuk setiap aliran sungai.Penampang Melintang Penampang melintang suatu lembanh aliran sungai ada yang berbentuk V dan ada pula uang berbentuk U. 2. Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara. Untuk itu. 2. sedangkan sisi bagian dalam kelokan merupakan slip of slope (bagian sisi yang terendapi material). terutama paa sisi luar merupakan aliran dengan tekanan yang paling besar. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. sebab pada stadium tertentu akan terhenti.yang di sajikan adalah penampang melintang dan penampang melintang. sehingga terjadi pegikisan ke arah luar dan dinding terlihat lebih tegak. yaitu: 1. Berikut ini di kemukakan mengenai beberapa contoh penampang melintang suatu lembah dengan berbagai bentuk di sajikan dalam Gambar 3-2 dan Gambar 3-3. 2. Berdasarkan kekuatan mengerosi kea rah . karena setiaplembah jarang sekali memiliki menpunyai sisi lereng yang simetris.2. local base level atau batas erosi local berupa danau atau penghalang berupa batuan keras yang terdapat pada bagian aliran tengah atau bagian hulu. Penampang Melintang pada lekuknan meander Pada sisi luar lekukan meander lebih curam di bandingkan dengan pada lereng di bagian dalam. Batas erosi ada dua jenis. Hal ini tergantung pada material batunya seperti resisten tidaknya batuan. sehingga makin ke arah pinggir makin dangkal. Timur Keterangan A= Undercut slope = arah kekuatan erosi dan B= Slip of slope tebing/dinding lembah lebih tejal Gambar 3-2. General base level batas umum erosi. akan di sajikan secara satu persatu. Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut. namun sebenarnya bentuk ini tidak lah tepat benar. Berkaitan dengan adanya erosi yang terjadi pada suatu lembah. Erosi vertical mulai melembah bahkan terhenti bila mendekati batas erosi umum. namun erosi secara vertikal pada suatu lembah tidak terjadi secara terus menerus.Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral. Hal ini di sebabkan karena air yang menglir pada lekukan meander tersebut. Hal ini disebabkan karena sudah mencapai batas vertikal atau base level. Kelokan bagian luar di sebut dengan Undercut slope ( bagian dinding yang terkikis ). struktur pelapisan ( kedudukan lapisan yang hamper tegak.

2. penutupan lahan berupa vegetasi dapat berfungsi menahan aliran permukaan. sebaliknya lahan di bagian timur aliran luasnya bisa bertambah kea rah barat. . Relief dan kemiringan lereng menentukan kecepatan aliran. Vegetasi. Penampang Memanjang Lembah Penampang memanjang lembah pada dasarnya sama dengan penampang melintang. d. c. karena aliran sungai tidak sama kecepatannya disemua tempat pada penampang melintang suatu lembah.dinding kelikan. Hal ini di sebabkan karena pengikisan terjadi pada lapisan yang memng sudah miring dan lapisan tersebut kurang resisten dibandingkan dengan lapisan yang ada pada tebing disebelah barat. Untuk mengatasi pelebaran dan perubahan aliran. Faktor geologis. Hanya saja pada penampang memanjang menunujukan profil suatu lembah atau sungai dari hulu ke hilir dengan memperhatikan tempat-tempet yang mempunyai ketinggian yang sama. Faktor suhu menjadi pemicu untuk mempercepat pelapukan. Hal lain yang menyebabkan tidak semetrisnya penampang melintang pada suatu lembah adalah disebabkan adanya penyinaran yang tidak sama intensifnya. b.pada sungai yang lurus cenderung memiliki aliran yang lebih cepat.2. maka jelas lahan yang ada di bagian barat aliran makin lama makin terkkikis habis. akhirnya air yang dialirkan juga lebih sedikit. menyangkut pada material batuan apakah material batuan porius atau tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap kedalam tanah atau batuan. Adapun gambarnya seperti berikut : Timur Gambar 3-3. Penampang melintang pada struktur berlpis miring Dari gambar di atas dapat di jelaskan bahwa lereng yang lapisannya miring pada tepi lembah bagian barat tamapak lebih curam di bandingkan dengan lereng pada sisi sebelah timur. sehinnga jumlah air yang tertampung dan terakumulasi pada sebuah sungai menjadi lebih sedikit dan terakumulasi lebih lama. Selanjutnya disajikan pula penampang melintang yang terdapat pada daerah dengan struktur berlapis miring. dimana setelah terjadi hujan air dialirkan secara keseluruhan tau terhenti pada sebuah ledok atau cekungan.2. Faktor aliran sungai juga mempengaruhi terhadap bentuk penampang melintang suatu lembah. Perbedaan kecepatan aliran dipengaruhi oleh : Kelurusan sungai. Faktor geologis juga berpengaruh terhadap lereng yang memiliki penampang melintang yang tidak simetris. Oleh a. maka pada sisi bagian barat sebaliknya di buat pengaman misalnya di pasang batu bronjong (batu yang di taruh dlam kawat teranyam dan tersusun) untuk menahan kuat arus.

karena itu penampang memanjang merupakan grafik tentang ketinggian suatu tempat sepanjang alur lembah kesungai dari hulu kehilir. .

Apabila debit sungai lebih besar dari kapasitas sungai maka akan terjadi luapan pada tebing sungai sehingga terjadi banjir. Limpasan permukaan (surface run off) merupakan komponen aliran yang besarannya adalah hujan dikurangi besaran infiltrasi. Interception. Besaran hujan yang jatuh kepermukaan tanah. Satuan volume limpasan adalah meter kubik. Mock. Nakayasu. Gmana I. Untuk debit banjir pengalih ragaman dapat dilakukan dengan menggunakan metode rasional. debit satuannya volume ersatuan waktu yang melalui suatu luasan tertentu (m3/detik) Komponen – komponen limpasan Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber yaitu : 1. yang disebut juga aliran langsung ( direct flow). atau di DAS kecil kenaikan debit banjir dapat terjadi dengan cepat. dsb). ditambah dengan stemflow dan troughtfall. merupakan besaran hujan yang juga bervariasi.Limpasan Hidrograf Acep Suhendra. aliran permukaan . karena dipengaruhi juga oleh besar kehilangan air hujan akibat pepohonan (vegetal cover). hidrograf satuan sintetis ( Snyder. hidrograf. Aliran permukaaan Aliran antara Aliran air tanah Aliran permukaan (surface flow) adalah air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan tanah. 3. Dengan mengetahui data debit dan data hujan distasiun – stasiun penakar hujan yang berpengaruh pada DAS yang ditinjau. yang dapat menyebabkan debit sungai meningkat. Didaerah pegunungan( bagian hulu DAS) limpasan permukaan dapat masuk kesungai dengan cepat. maka dapat dicari hubungan antar hujan yang jatuh dan debit aliran yang terjadi. Tangki dsb. Pengalih ragaman dari data hujan menjadi debit aliran dapat dibedakan untuk debit banjir dan debit rendah (kekeringan). DiDAS bagian hulu dimana kemiringan lahan dan kemiringan sungai besar.Limpasan permukaan (surface run off) merupakana air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan lahan akan masuk kepatir – parit dan selokan – selokan yang kemudian bergabung menjadi anak sungai dan akirnya menjadi aliran sungai. 2. Untuk debit rendah dapat dilakukan dengan metode regresi. Limpasan dinyatakan dalam volume atau debit. pada sungai – sungai besar kenaikan debit terjadi lambat untuk mencapai debit puncak. Variabiltas limpasan sangat tergantung dari variabilitas komponen aliran dasar (baseflow/ groundwater flow).

1988) limpasan permukaan merupakan bagian dari hujan yang tidak terserap tanah oleh infiltrasi. b. 1. Sifat dan tujuan perancangan secara umum. Pada saat musim penghujan muka air tanah naik sampai diatas dasar sungai sehingga pada saat tidak ada hujan masih terdapat aliran yang berasal dari dari aliran dasar.dapat terkonsentrsi menuju sungai dengan cepat. Yaitu sungai yang keadaan akifer lebih buruk. Aliran antra (inter flow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi dibawah permukaan tanah. Meskipun teori Horton sangat sederhana . atau model yang tersedia Kualitas dan kuantitas yang tersedia Ketersedaan tenaga ahli yang terkait informasi yang diperlukan Menurut teori Horton (Hortonian Overland Flow) (Chow et al. Memperhatikan berbagai jenis fluktuasi debit di sungai. . Perkiraan Limpasan Perkiraan limpasan tergantung dari beberapa hal 1. Sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik. Sungai INTERMITTEN adalah sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe diatas. sungai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. Maka limpasan langsung dapat apabila intensitas hujan lebih tinggi dari laju infiltrasi. 2. dan apabila laju intensitas hujan lebih kecil dibandingkan laju infiltasi. masih dapat mem berikan sumbangan aliran dasar kesungai( sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun). dalam proses alami yang terjadi dapat menjadi sangat komplek yang disebabakan karena : a. Sungai EPHEMERAL adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. Sungai ‘PARENNIAL’ yaitu sungai – sungai yan kondisi akifernya sedemikian sehingga baik selama musim hujan ataupun musim kemarau. maka tidak terjadi limpasan langsung. struktur dari cara – cara penyelesaiaan. yang menyangkut tentang ketelitian rincian. 3. Dengan demikian di sungai hanya terdapat aliran pada saat terjadi hujan saja dan aliran hanya terdiri dari komponen saja yaitu lipasan permukaan dan mungkin aliran antara. sehingga memilki laju infiltrasi yang berbeda. 2. sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. 3. Pada musim kemarau muka air tanah turun sampai dibawah dasar sungai sehingga disungai tidak ada aliran. yang berarti tidak mempunyai aliran dasar. sehingga sungai tidak menerima aliran air tanah. ketelitian. Kemampuan.elevasi muka air tanah berubah dengan musim. Permukaan air tanah selalu berada dibawah dasar sungai. sehingga pada saat musim kemarau tidak dapat memberikan sumbangan aliran dasar kedalam aliran sungai. yang terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah yang akirnya masuk kesungai Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi dibawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akirnya menuju kesungai atau langsung kelaut. Hujan tidak merata diseluruh DAS Permukaan DAS memiliki tata guna lahan yang berbeda – beda . 4. misalnya masih berhutan lebat.

Metode/ Cara Rasional Banyak digunakan untuk memperkirakan debit puncak yang ditimbulkan hujan deras pada daerah tangkapan (DAS) kecil. Biasanya prosedur ini diikuti dengan andaikan kehilangan air tetap seperti yang disebutkan pada no. datar. Cara Rasional bertujuan untuk memperkirakan debit puncak dengan persamaan : Dimana: Q C I A = debit puncak (m3/det) = koefisien limpasan (runoff coefficient) (tabel) = intensitas hujan (mm/jam) = luas DAS (km2) Tabel 1. biasanya durasi hujan melebihi waktu kosentrasi.5 km2 dianggap sebagai DAS kecil. 2 – 7% Tanah pasir curam. perlakuan terhadap kehilangan air akibat infiltrasi untuk memperkiraakan limpasan permukaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda – beda. Andaikan bahwa kehilangan air akibat infiltrasi sebagai kehilangan tetap( constanloss). sedang.13 – 0. jika luas DAS kurang dari 2. 1. Waktu kosentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan. Andaikan adanya sejumlah kehilangan awal (initial loss) sebelum terjadinya limpasan.17 .Dalam analisa. tataguna lahan. Koefisien limpasan ( C ) Tipe daerah aliran Rerumputan Tanah pasir. cara ini dilakukan dengan andaian kehilangan tetap sebagai indek  (phi indek). 4.15 0. 2.15 – 0. 3. 7% C 0. 2.20 0. cara ini digunakan dalam rumus rasional.10 0. Andaikan bila kehilangan air merupakan presentasi (%) tetap dari hujan yang bersangkutan. Kehilangan air akibat infiltrasi ini dilakukan dengan cara coba – coba untuk dikuraangkan dari data hujan jam.jaman yang menimbulkan hidrograp yang bersangkutan.2% Tanah pasir. DAS disebut kecil apabila distribusi hujan dapat dianggap seragam dalam ruang dan waktu.05 – 0. koefisien limpasan berlaku pada periode tertentu.10 – 0. Koefisien limpasan ditakrifkan sebagai perbandingan antara limpasan total dengan hujan penyebabnya. kehilangan awal bervariasi dan didekati dengan berbagai besaran dan alasan tertentu. Andaikan kehilangan air mengikuti lengkung infiltrasi teoritik dengan persamaan . Cara ini dapat dilakukan bila terdapat data hujan (jamjaman/hyterograph) dan data aliran (hydrograph). jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. Waktu kosentrasi ( tc/ time of concentration ) adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh dalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau.

60 – 0.40 – 0.40 0.90 0.22 0.70 – 0.20 – 0.80 0.95 Debit maksimum suatu DAS dapat dicapai pada saat seluruh bagian DAS telah memberikan konstribusinya.75 0.16 – 0.50 – 0.10 -0. datar.35 0.35 0. Penetapan waktu kosentrasi tidak terlalu mudah.85 0.70 0.Tanah gemuk.20 – 0.50 – 0.Waktu kosentrasi untuk lahan pertanian kecil dengan luas daerah tangkapan kurang 80 hektar (Kirpicch) Tabel 2.70 – 0.10 – 0.75 – 0.95 0.50 0. 2% Tanah gemuk.02 .25 – 0. kuburan Tempat bermain Halaman kereta api Daerah tidak dikerjakan Jalan : beraspal Beton Batu atap 0.30 0.tetapi pada dasarnya dapat ditetapkan dengan persamaan KIRPICCH . Hali ini berarti air hujan yang jatuh ditempat dalam DAS yang terjauh dari titik control(titik yang ditinjau/stasiun hidrometri) telah sampai dititik tersebut.60 – 0.50 – 0. 7% Perdagangan Daerah kota lama Daerah pinggiran Perumahan Daerah single family Multi unit terpisah Multi unit tertutup Suburban Daerah apartemen Industry Daerah ringan Daerah berat Taman.60 0.95 0.30 – 0.25 0. sedang 2-7% Tanah gemuk curam.75 – 0.95 0.70 0.80 -0. Nilai koefisien kekasaran Tata guna lahan Kedap air n 0.25 – 0.40 0.

4 0. puncak hidrograf menggambarkan debit maksimum. infiltrasi.2 0. dan frekuensi hujan tergantung dari tungkat difusi limpasan (cekungan). b. Ada 2 cara memisahkan kedua tipe aliran tersebut .6 0. karena: a. penguapan(catchment loss/catchment abstraction) HIDROGRAF Adalah kurva yang member hubungan antara parameter aliran dan waktu. c. Parameternya antara lain . Komponen hidrograf a. lama.Timbunan tanah Tanaman pangan/tegalan dengan sedikit rerumputan pada tanah gundul yang kasar dan lunak Padang rumput Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan dedaunan Hutan dan sejumlah semak belukar 0.1 0.oleh karena itu perlu memisahkan hidrograf terukur menjadi limpasan langsung dan aliran dasar.8 Koefisien limpasan merupakan koefisien yang menentukan dalam persamaan rasional. Pemilihan koesfisien ini sangat sulit. terkait dengan kehilangan air akibat intersepsi. dan debit aliran. Waktu capai puncak (time to peak) adalah waktu yang diukur dari nol sampai waktu tejadinya debit puncak Sisi naik (rising limb) adalah antara waktu nol dan waktu capai puncak Sisi turun ( recession limb) adalah bagian hidrograf yang menurun antara waktu capai puncak dan waktu dasar Waktu dasar (time base) adalah waktu yang diukur dari waktu no. c. aliran permukaan aliran antara aliran air tanah bentuk hidrograf waktu nol (zero time) menunjukkan awal hidrograf. kedalaman aliran (elevas). kerenaa penetapan besaran koefisien ini menentukan tepat atau tidaknya persamaan ini digunakan dalam suatu DAS tertentu. tampungan permukaan tergantung dari intensitas. sampai dimana waktu sisi turun berakhir Akhir dari sisi turun ditentukan dengan perkiraan Volume hidrograf diperoleh dengan mengintegralkan debit alitran dari waktu nol sampai waktu dasar Pemisahan Hidrograf Hitungan hidrograf satuan hanya dilakukkan terhadap komponen limpasan permukaan. Koefisien limpasan secara umum ditakrifkan sebagai perbandingan antara debit puncak dengan intensitas hujan atau perbandingan antara debit puncak terhitung (calculated peak) dengan debit puncak maksimum yang dapat terjadi (maksimum possible runoff). b.

menarik kurva resesi kebelakang yang berawal dari titk akhir aliran langsung (B) sampai titik E dibawah titik balik.54 19.061 17.00 17.73 35. Nilai phi()index adalah laju kehilangan air rerata yang disebabkan oleh infiltrasi.00 9.43 32.094 0. Hujan yang jatuh dipermukaan tanah merupakan fungsi waktu yang dinyatakan dalam bentuk histogram.00 12. Salah satu cara dengan menggunakan phi indeks.00 15 feb 03 13. phi() indek dan histogram hujan efektif Hari/tanggal – jam 8.52 32.094 0. Contoh soal Das cemoro dengan luas 13. dari titik C ditarik garis lurus kettik D yang berada pada sisi turun yang berjarak N hari sesudah puncak.161 11. Histogram hujan efektif diperoleh dengan mengurangkan kehilangan air terhadap histogram hujan total.48 km2 mempunyai data hujan dan debit yang terjadi pada tanggal 15 -16 februari 2003 seperti pada tabel 1 Hitung hidrograf aliran langsung. membuat garis yang merupakan perpanjangan /kelanjutan dari aliran dasar sampai titk C yang berada dibawah puncak hidrograf.523 Hujan (mm) 4. Hujan efektif = hujan total yang jatuh dipermukaan tanah dikurangi kehilangan air.59 35.203 .00 36.094 0. hubungkan titik A dengan garis lurus atau kurva sembarang Hujan efaktif dan Aliran Langsung hujan efaktif (effective rainfall) atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari hujan yang menjadi aliran langsung disungai.247 8. 3.153 6.40 Debit (m3/det) 0. Untuk mendapatkan hujan efektif perlu dicari besarnya kehilangan air.559 25.00 10. cara paling sederhana dengan menarik garis lurus dari titik dimana aliran langsung mulai terjadi (A) sampai akir dari aliran langsung (B).00 11.1.00 14.31 17.00 15. tampungan permukaan dan penguapan.00 16. apabila titik B tidak diketahui. maka tarik garis horizontal dari titik A 2.

251 0. maka diperoleh  = 23.89 Permisalahan masih salah.00 02.) + ( 17.) + (36.00 21.841 1.00 01. dengam memperhatikan kolom 3 dapat diketahui aliran dasar Qbf = Hitng hidrograf limpasan langsung yang diperoleh dengan mengurangkan aliran dasar Hitung volume dan kedalaman limpasan langsung .00 19.00 22.) + (32.232 0.841 0.251 0. maka diperoleh .232 0.9<< 17.73< < 19.90 5.189 x 3600 = 414.18. dimisalkan 4.215 Perkiraan aliran dasar.215 0.volume limpasan langsung adalah 0. berarti anggapan  < 4.43 .31 .00 23.00 05. ) = 30. ) + ( 4.73 .251 0.00 24.) + (35.08 Karena hasilnya labih besar dari perkiraan awal.00 04.9 mm.) + (32.59 .43 mm (hujan terkecil) maka : (4. 4.680.4 m3 Kedalaman limpasan adalah = volume limps dibagi luas DAS 4. Memperkirakan kehilangan air (phi indek) dengan cara berikut Dianggap phi indeks < 4.4 .76  = 19.43 mm adalah salah. 2. dilakukan anggapan baru yaitu 4.93.54 .9 . maka diperoleh : Permisalah masih salah .066 2.) + (19.00 16 feb 03 03. dianggap aliran dasar adalah konstan terhadap hidrograf kolom 3 dan hasilnya pada kolom 4) jumlah dari limpasan langsung (kolom 4) dikalikan dengan interval waktu yaitu 1 jam (3600 detik) V limp = 115.094 m3/det.52 .441 1. 3.00 20.73.232 0.00 Penyelesaian : 1. dimisalkan 17.43< < 4.

 = 25.12 Permisalahan masih salah. 6. .57 mm 5. Menghitung histogram hujan efektif yaitu dengan mengurangkan  = 26.4 mm adalah benar maka  = 26. Thanks’….76 mm…..93<< 32. dimisalkan 19.4 maka  = 26.57 mm terhadap Untuk mengecek hitungan benar dilakukan dengan membandingkan nilai jumlah hujan kolom 2 dan haslnya pada kolom 5 . lebihan dengan kedalaman limpasan langsung yaitu sebesar 30.57 Dengan anggapan 19.93<< 32.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->