Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi

dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi,presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat

4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar

1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya
Home › Sains › IPA on 13 Juni 2012 | 9 Comments

(Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya) – Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan. Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi. Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum. Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

    

Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas. Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun. Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi. Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju. Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

1svhfz0y. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut. kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan. .Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis.diwarta.dpuf . Siklus panjang. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan.See more at: http://www. kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut. kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah.com/pengertian-siklus-hidrologi-dan-penyebabterjadinya/839/#sthash. Siklus sedang. kemudian terbentuk awan. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan. yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. yaitu sebagai berikut:    Siklus pedek. yaitu penguapan terjadi di permukaan laut.

Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. ke daratan atau langsung ke laut. selokan. ada juga yang sementara tersimpan di danau. Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer. Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar. sungai. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. air mengalami banyak interupsi. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi. Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam. dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. terus kembali ke laut melengkapi siklus air.11 Blogger Bodoh . hingga menuju ke laut ( surface run off ). 30 Januari 2013 | 19. Curahan (precipitation) turun ke bawah. Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi.Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] . dari atmosfer ke tanah. Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: 1. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi. tetapi kemudian menguap atau sebaliknya. terus kembali ke laut. sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuhtumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. dan sebagainya (surface detention).Siklus Air Dibumi [Siklus Hidrologi] Written By M Mustafa on Rabu. sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air.Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. .

Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah. Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi : * Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsung * Transpirasi: penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan * Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusia * Evapotranspirasi: perpaduan evaporasi dan transpirasi .2. setelah menjadi awan melalui proses kondensasi. Siklus Panjang : Air laut menguap. 3. lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegununganpegunungan yang tinggi. mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut. Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.

Siklus hidrologi digambarkan secara leng . sungai. hujan salju * Infiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah * Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater * Run off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit. hujan es. hingga menuju ke laut.* Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan * Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air.

Siklus Hidrologi Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: . salju. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. hujan batu. Setelah mencapai tanah. presipitasi. hujan es dan salju (sleet). Air berevaporasi. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. hujan gerimis atau kabut. evaporasi dan transpirasi. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.

batuan gundul. es. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). permukaan air dan saluransaluran sungai (presipitasi saluran). waduk.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. kondensasi untuk membentuk awan. dsb. dan evaporasi-kembali. maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. dan lain-lain).  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. presipitasi.Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat . Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. di sungai. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. rawa). akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. hujan batu es. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. hujan.  Air permukaan. jatuh ke atas vegetasi.Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. salju. di daratan. yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. permukaan tanah. di tanaman.

Kemudian. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. misalnya hujan yang jatuh di laut. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. aliran air menjadi turbulen (deras). danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. Siklus Hidrologi Karakteristik siklus Hidrologi : Pertama. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. Selanjutnya. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi.(zone) jenuh di bawah muka air tanah. . daur hidrologi dapat berupa daur pendek. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. formasi-formasi geologi. Akhirnya. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah.

berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks. . Ketiga. sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai“soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah. penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut. air sungai. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti. Penjelasan gambar siklus Hidrologi : Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari. namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi. Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan. sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap. Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”. Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman(transpirasi). Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). hujan salju dan sebagainya. tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur.Kedua. sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasibaik itu berupa hujan. Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas. Keempat.

serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan.57 by Muhammad Rizal Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. yaitu : 1. hujan jatuh di daratan menjadi air darat. yaitu air laut menguap. Siklus pendek. yaitu air laut menguap. Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua. Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap. Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. danau dan sungai yang disebut evaporasi. terjadi kondensasi. 2. sungai. karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air). selanjutnya kembali ke laut. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu. Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi.PENGERTIAN SIKLUS HIDROLOGI Posted on 07. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. lautan dan waduk. Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut. gletser. . danau dan rawa. gletser. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi.tetapi dapat mengalami perubahan. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat. yaitu perairan daratan dan perairan laut. air sungai. karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut. Siklus sedang. uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. rawa-rawa. terjadi kondensasi. Air yang ada di permukaan Bumi. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah. misalnya air danau. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air. Jenis siklus hidrologi ada tiga macam.

3.winapedia. Sumber : http://www. Siklus panjang. selanjutnya kembali ke laut.html#ixzz2XzRR6gFA . jatuh sebagai salju. mengalir ke sungai.org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi. uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi. terbentuk gletser. terjadi kondensasi. yaitu air laut menguap.

evaporasi dan transpirasi. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. salju. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir . di sungai. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. hujan es dan salju (sleet). maka aliran permukaan semakin besar. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. waduk. hujan batu. Air permukaan. hujan gerimis atau kabut. presipitasi. di daratan. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. di tanaman. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban.  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. Setelah mencapai tanah. es. rawa). salju.  Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. dsb. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:  Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan.SIKLUS HIDROLOGI Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi.

Sebagian dari presipitasi yang membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah. jatuh ke atas vegetasi. dan lain-lain).ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).id/Hidro/Siklus/air-siklus. Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi. kondensasi untuk membentuk awan.lablink. Akhirnya. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan.or. permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). yang berubah adalah wujud dan tempatnya. tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. permukaan tanah. Presipitasi dalam segala bentuk (salju. aliran air menjadi turbulen (deras). hujan. Selanjutnya. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. formasi-formasi geologi. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun. air ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air. kondisi tanah dan di samping ini juga keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim. . Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi. dan evaporasi-kembali. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam bentuk laminer. Air yang berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Sumber: http://www. batuan gundul. suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap.htm SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman. Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Selama perjalanannya menuju dasar sungai. presipitasi. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas. hujan batu es. Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. Dengan bertambahnya kecepatan aliran. Kemudian. bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi.

Gangguan seperti ini bisa dilihat pada karakteristik sungai yang memiliki fluktuasi aliran cukup besar. ―Ekses yang ditimbulkan adalah berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah yang berarti bahwa simpanan air di dalam tanah juga akan berkurang.com – Gangguan siklus hidrologi mengakibatkan banjir dan kekeringan. ―Beban yang harus diterima saluran atau sungai di hilir menjadi lebih besar. buangan sampah atau bangunan air yang menghambat aliran. Ia menjelaskan pada musim hujan debit aliran air sungai sangat besar bahkan terlalu besar.‖ katanya. Ia menduga banjir disebabkan menurunnya kapasitas saluran atau sungai akibat proses sedimentasi. Aliran air sungai pada musim kemarau berasal dari air di dalam tanah yang keluar dari mata air.SIKLUS HIDROLOGI (SUMBER : SOEMARTO.‖ . karena air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah menjadi ―air larian‖. tetapi pada musim kemarau debit aliran air sungai sangat kecil bahkan kering sama sekali.‖ katanya. 1987) Gangguan Siklus Hidrologi Picu Banjir dan Kekeringan Kapanlagi. Idealnya fluktuasi aliran sungai tidak terlalu besar atau hampir seragam. ―Kontribusi terbesar aliran sungai pada musim kemarau sebenarnya dari mata air. Banjir yang terjadi di musim penghujan. karena sebagian besar air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dialirkan sebagai ―air larian‖ yang akan terbuang percuma ke laut. kata pakar air Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Budi Santosa.

telah menunjukan adanya kerusakan lingkungan dalam skala yang cukup luas.Pd di 19:54 . Kamis. ―Air hujan sebelum masuk ke saluran dibelokan terlabih dahulu ke sumur resapan sehingga kesempatan air meresap ke dalam tanah menjadi lebih besar.‖ kata Budi Santosa.com.―Padahal simpanan air tersebutlah yang memberikan kontribusi terhadap aliran air pada mata air dan sungai pada musim kemarau. Banjir dan kekerangan disertai pencemaran di beberapa bagian sungai merupakan gambaran suatu krisis air yang sedang dan akan dihadapi pada masa mendatang.‖ katanya. 17 Februari 2005 09:29 Diposkan oleh RUDI HARTONO. Banjir dan kekeringan yang sering terjadi hampir setiap tahun khususnya di Jawa Tengah. (*/tut) Sumber: Kapanlagi. S. Usaha mengatasi masalah banjir dan kekeringan adalah meningkatkan besaran resapan air ke dalam tanah yang antara lain bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian hutan dan menghambat laju ―air larian‖ melalui pembuatan sumur resapan.

dan sungai. Infiltrasi (sumber : valdosta. Dengan terisinya pori-pori tanah.Pengertian dan Faktor Infiltrasi Oleh Duwi Santosa Rabu. Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler.edu) Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah. Apabila tanah kering. Ketika tanah menjadi basah. sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air. aliran karena pengaruh gravitasi berlanjut mengisi pori-pori tanah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral. Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva kapasitas infiltrasi (fp). Selain itu. Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah. Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah. atau secara vertikal. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan. Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi. yang dinyatakan dalam mm/jam. Setelah tanah menjadi basah. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering. sedang laju infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan intensitas hujan. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah. gaya kapiler . 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN INFILTRASI Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. yang merupakan fungsi waktu. Sementara aliran kapiler pada lapis permukaan berkurang. Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai kondisi konstan. danau. sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah. kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler. di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi melalui tanah.

Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh Perhatikan skema gambar di bawah ini ! Genangan Pada Permukaan Tanah Dalam gambar di atas. dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui sejumlah tabung kecil. yang menyebabkan suatu lapisan di bawah permukaan tanah menjadi jenuh air. Kedalaman genangan di atas permukaan . yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi. intensitas hujan. Kurva Kapasitas Infiltrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. pemadatan oleh hujan. Apabila tebal dari lapisan jenuh air adalah L. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan aliran melalui pipa.berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan. dan sifat-sifat fisik tanah. kelembaban tanah. air yang tergenang di atas permukaan tanah terinfiltrasi ke dalam tanah. tanaman penutup. yaitu kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh.

butir tanah mengalami pemadatan oleh butiran air hujan. sehingga dapat mengurangi kapasitas infiltrasi. Pada awal hujan. Untuk tanah pasir. permukaannya sering terdapat butiran halus. maka terjadi gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat. Dengan bertambahnya waktu. Sejalan dengan waktu. Kelembaban tanah Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi. Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi. sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. Penyumbatan oleh butir halus Ketika tanah sangat kering. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi. tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran. sehingga laju infiltrasi hampir konstan. sehingga perbedaan daya kapiler berkurang. Dengan demikian terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan yang ada di bawahnya. Apabila L sangat lebih besar daripada D.tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung. sehingga mengurangi kapasitas infiltrasi pada periode awal hujan. L bertambah panjang sampai melebihi D. butiran halus tersebut terbawa masuk ke dalam tanah. permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah. Karena adanya perbedaan tersebut. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. sehingga infiltrasi berkurang. sedang bagian bawahnya relatif masih kering. Selain itu. Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan mengembang dan menutupi pori-pori tanah. Tanaman penutup . sehingga air bergerak ke bawah (infiltrasi) dengan cepat. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang berbutir halus (seperti lempung). sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L. Ketika air jatuh pada tanah kering. sehingga air masuk ke dalam tanah dengan cepat. dimana L adalah kecil dibanding D. Pemampatan oleh hujan Ketika hujan jatuh di atas tanah. permukaan bawah tanah menjadi basah. perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan. dan mengisi pori-pori tanah. pengaruh tersebut sangat kecil.

pada lahan yang datar air menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. Intensitas hujan Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi. dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. air hujan tidak dapat memampatkan tanah.Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah. maka laju infiltrasi aktual adalah sama dengan intensitas hujan. Apabila intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi. 2010. Dengan adanya tanaman penutup. dan juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup serangga. Yogyakarta : Beta Offset advertisement Sumber : http://www. maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas infiltrasi. Hidrologi Terapan. Topografi Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi. aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga air kekurangan waktu infiltrasi. Akibatnya sebagian besar air hujan menjadi aliran permukaan. Pada lahan dengan kemiringan besar. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat permeabel.html#ixzz2XzSn5aZa . Sebaliknya.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi. seperti rumput atau hutan. Jika intensitas hujan I lebih kecil dari kapasitas infiltrasi.galeripustaka. Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah yang tanpa penutup tanaman.

jalan. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. • Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah. Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah: 1. yang menentukan sebagian dari setruktur tanah. merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah. maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil.Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui poripori tanah. tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). • Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari. pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan. 4. 3. • Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. Proses Limpasan Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. Kondisi-kondisi penutup permukaan • Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori -pori tanah dari penyumbatan. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar. Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap : a. Aliran air tanah sangat lambat. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil. Makin besar daya infiltrasi. Dari siklus hidrologi. 5. seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi • Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. • Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan. • Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori -pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi. hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi. • Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali atau mengalir sebagai air tanah. • Urbanisasi (bangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain : . jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. • Penggolongan tanah (dengan terasering. Transmibilitas tanah • Banyaknya pori yang besar. Kondisi-kondisi permukaan tanah • Tetesan hujan. b. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi • Suhu air mempunyai banyak pengaruh. sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi. Karakteristik –karakteristik hujan 2.

Jenis permukaan tanah b Cara pengolahan lahan c. Kadar air dalam tanah c. . Karakteristik hujan f Kondisi-kondisi permukaan tanah Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain : a. Pemampatan oleh curah hujan d. Sifat dan jenis tanaman.a. Kepadatan tanah d. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh b. Tumbuh-tumbuhan e.

Dalam kaitan ini terdapat dua pengertian tentang kuantitas infiltrasi. Gambar : "Proses Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung . yang terletak diantara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah (zona jenuh).Infiltrasi dimaksudkan sebagai proses masuknya air kepermukaan tanah. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu. Proses ini merupakan bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran disungai. Pengertian infiltrasi (infiltration) sering dicampur-adukkan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi (percolation) yaitu gerakan air kebawah dari zona tidak jenuh. sedangkan laju infiltrasi adalah laju infiltrasi nyata suatu jenis tanah tertentu. yaitu kapasitas infiltrasi (infiltration Capaciti) dan laju infiltrasi (Infiltration rate). air tersebut akan mengalami suatu proses hidrologi yang disebut Infiltrasi. Infiltrasi ini pada umumnya dan yang lebih jelasnya terjadi pada saat hujan Gambar : "Hujan di FPIPS UPI" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : Ketika hujan turun ke tanah. Karena air yang jatuh ketanah akan menyerap kedalam pori-pori tanah dengan bantuan gaya gravitasi dan gaya kapiler.

Deskripsi : Dengan gambar di atas kita dapat membuktikan bahwa air tersebut lama kelamaan akan menghilang dan tersedot kedalam tanah dikarenakan telah terjadi proses infiltrasi. Air hujan yang jatuh ketanah akan masuk kedalam tanah dengan adanya gaya grafitasi. dengan mengikuti suatu jalan berhambatan paling lemah. Hal ini menyebabkan bertambahnya tahanan pada aliran grafitas di lapisan permukaan dan berkurangnya laju infiltrasi pada saat hujan meningkat. Dengan media itu kita dapat membuktikan terjadinya infiltrasi dengan cara menyiramkan air kedalam wadah tersebut. Laju infiltrasi aktrual tergantung dari karakteristik tanah dan jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah untuk membuat tanah lembab. viskositas dan gaya kapilar dan disebut juga sebagai proses infiltrasi. Gambar : "Media Infiltrasi" Tanggal : 14 Oktober 2012 Lokasi : Halaman FPIPS UPI Bandung Deskripsi : proses infiltrasi ini dapat di buktikan dengan suatu media. melibatkan tiga proses yang tidak saling tergantung : 1. Proses infiltrasi yang demikian. 3. Tanah dapat ditembusi air karena adanya celah yang tak kapilar melalui mana aliran air grafitas mengalir kebawah menuju air tanah. dan atas). Gaya-gaya kapilar mengalihkan air grafitas secara terus menerus kedalam rongga-rongga pori kapilar. sehingga jumlah air grafitas yang melalui horizon-horizon yang lebih rendah secara berangsur-angsur berkurang. samping. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : . Media itu berupa sebuah wadah kosong yang diberi tanah sebagai replika di alam. Maka kita akan melihat sebuat fenomena infiltrasi yang ditandai dengan menyerapnya air tersebut kedalam poripori tanah. tertampungnya air hujan rtersebut di dalam tanah proses mengalirnya air tersebut ketempat lain (bawah. Infiltrasi (peresapan) merupakan perjalanan air melalui permukaan tanah dan menembus masuk kedalamnya. Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah 2.

Penghantar hidrolik 6. Air yang tertahan oleh lapisan kedap air (misalnya batu) membentuk air tanah. yaitu : jumlah air hujan. Persediaan air awal (kelembaban awal) atau jumlah air yang tersedia di permukaan tanah. karena tumbuh-tumbuhan juga mempengaruhi intersepsi. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air diatas permukaan tanah 5. Meskipun demikian. 4. Unsur struktur tanah yang terpenting adalah ukuran pori dan kemantapan pori. jumlah tumbuh-tumbuhan serta lapisan yang tidak dapat ditembusi oleh air. tumbuh-tumbuhan penutup menungkatkan infiltrasi jika dibandingkan dengan tanah terbuka. Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap daya serap sukar ditentukan. Kegiatan biologi dan unsur organik. sehingga memberikan waktu tambahan pada air untuk memasuki tanah  Sistem akarnya membuat tanah lebih mudah dimasuki  Daun-daunnya melindungi tanah dari tumbukan oleh tetes air hujan yang jatuh dan mengurangi muatan air hujan dipermukaan tanah. . jenis dan kedalaman seresah 7. sebab :  Tumbuhan penutup menghambat aliran permukaan. porositas tanah. Tumbuhan bawah atau tajuk penutup tanah lainnya Kedalaman air yang masuk ketanah tergantung dari beberapa faktor.Waktu dari saat hujan atau irigasi 2.1. Tekstur dan stuktur tanah 3. Sifat-sifat yang menentukan dan membatasi kapasitas infiltrasi adalah struktur tanah yang sebagian ditentukan oleh tekstur dan kandungan air.

Hal ini diukur dalam inci per jam atau milimeter per jam. Tingkat infiltrasi dapat diukur menggunakan infiltrometer .Infiltrasi (hidrologi) Dari Wikipedia. . United States Geological Survey . limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada beberapa penghalang fisik.) Infiltrasi adalah proses di mana air di permukaan tanah memasuki tanah tingkat Infiltrasi. pinggiran kapiler . dan freatik zona atau jenuh (Sumber:. Jika tingkat curah hujan melebihi laju infiltrasi. permukaan air . Hal ini terkait dengan jenuh konduktivitas hidrolik tanah dekat permukaan. Tingkat menurun sebagai tanah menjadi jenuh.dalam ilmu tanah adalah ukuran tingkat di mana tanah mampu menyerap curah hujan atauirigasi . ensiklopedia bebas Penampang lereng bukit yang menggambarkan zona tak jenuh .

1 Umum anggaran hidrologi 4. Vegetasi menciptakan tanah lebih berpori oleh keduamelindungi tanah dari berdebar hujan . Misalnya. dan laju transmisi melalui tanah. termasuk kemudahan masuk. menciptakan daerah besar tanah hidrofobik . pori-pori sangat kecil menarik air melalui aksi kapiler di samping dan bahkan melawan gaya gravitasi. tanpa ini tanah dapat menjadi jauh lebih permeabel. Sementara pori-pori yang lebih kecil memberikan perlawanan yang lebih besar untuk gravitasi. minyak hidrofobik pada daun sukulen dapat tersebar di permukaan tanah dengan api. Kondisi lain yang dapat menurunkan laju infiltrasi atau memblokir mereka termasuk keringsampah tanaman yang tahan kembali mengompol. atau es . kadar air tanah .5 Hukum Darcy 5 Lihat juga 6 Pranala luar 7 Referensi Pendahuluan [ sunting ] Infiltrasi diatur oleh dua kekuatan: gravitasi dan kapiler . yang dapat menutup kesenjangan alami antara partikel tanah. Inilah sebabnya mengapa hutan daerah memiliki tingkat infiltrasi tertinggi dari setiap jenis vegetatif. dan curah hujan intensitas semuanya memainkan peran dalam mengendalikan laju infiltrasi dan kapasitas. kasar berpasir tanah memiliki ruang besar antara masing-masing biji-bijian dan memungkinkan air untuk menyusup cepat. Jika tanah jenuh pada saat periode pembekuan intens. kapasitas penyimpanan. The tekstur tanah dan struktur. dan melonggarkan tanah melalui tindakan root.3 persamaan Horton 4. Tingkat infiltrasi adalah dengan karakteristik tanah. Lapisan atas serasah daun yang tidak terurai melindungi tanah dari aksi berdebar hujan.2 Green-Ampt 4. tanah bisa menjadi embun beku .4 Persamaan Kostiakov 4. jenis vegetasi dan penutup. tanah suhu .Isi [hide]  1 Pendahuluan o    1.1 Proses 2 Temuan Penelitian 3 Infiltrasi dalam pengumpulan air limbah 4 metode perhitungan Infiltrasi o o o o o    4. Dalam Chapparal daerah bervegetasi.

Infiltrasi dalam koleksi air limbah [ sunting ] Air limbah sistem pengumpulan terdiri dari satu set garis. metode SCS. Metode perhitungan Infiltrasi [ sunting ] Infiltrasi adalah komponen dari saldo anggaran massa umum hidrologi. model matematika yang menganggap infiltrasi. retak atau pohon invasi akar . ada kemungkinan ada kesenjangan dalam es beton atau tanah hidrofobik mana air dapat menyusup. dan hukum Darcy. Proses [ sunting ] Proses infiltrasi hanya dapat dilanjutkan jika ada ruang yang tersedia untuk tambahan air di permukaan tanah. The volume yang tersedia untuk tambahan air dalam tanah tergantung pada porositas tanah [1] dan tingkat di mana sebelumnya disusupi air dapat bergerak jauh dari permukaan melalui tanah. atau menjadi bagian dari proses limpasan permukaan. atau pembuangan limbah yang tidak diobati ke lingkungan. Tiga metode estimasi yang sangat baik adalah metode Green-Ampt. merembes ke air tanah tabel. Jika kedatangan air di permukaan tanah kurang dari kapasitas infiltrasi. Tanah Liat partikel dalam tanah bisa membengkak karena mereka menjadi basah dan dengan demikian mengurangi ukuran pori-pori. kadang-kadang dianalisis menggunakanmodel transportasi hidrologi . persimpangan dan stasiun angkat untuk menyampaikan limbah ke instalasi pengolahan air limbah. limpasan dan aliran saluran untuk memprediksi laju aliran sungai dan sungai kualitas air . hujan dapat melepaskan partikel tanah dari permukaan dan mencuci partikel halus ke dalam pori-pori permukaan di mana mereka dapat menghambat proses infiltrasi. metode Horton. Horton (1933) [2] menyarankan bahwa kapasitas infiltrasi cepat menurun selama bagian awal dari badai dan kemudian cenderung ke arah nilai mendekati konstan setelah beberapa jam untuk sisa acara. Selama seluruh DAS . Kondisi ini dapat menyebabkan selokan meluap sanitasi . . Setelah air telah menyusup tanah tetap di dalam tanah. Di daerah di mana tanah tidak dilindungi oleh lapisan serasah hutan. Ada beberapa cara untuk memperkirakan volume dan / atau laju infiltrasi air ke dalam tanah a. Temuan penelitian [ sunting ] Robert E. Tingkat maksimum bahwa air dapat memasuki tanah dalam kondisi tertentu adalah kapasitas infiltrasi. Ketika garis Herr terganggu dengan pecah. infiltrasi / inflow dari stormwater sering terjadi. Sebelumnya air menyusup mengisi ruang penyimpanan yang tersedia dan mengurangi gaya kapiler mengambil air ke dalam pori-pori.beton yang hampir tidak ada infiltrasi akan terjadi.

P adalah curah hujan . E. adalah output batas. Satu-satunya catatan pada metode ini adalah salah satu harus bijaksana tentang yang variabel yang digunakan dan untuk menghilangkan. adalah abstraksi awal. Green-Ampt [ sunting ] Dinamakan untuk dua orang. ditempatkan dalam persamaan serta evapotranspirasi. T. yang dapat diukur sebagai volume atau panjang. R adalah limpasan permukaan . tergantung di mana seseorang memilih untuk menentukan titik keluar atau poin untuk output batas. . yaitu penyimpanan permukaan jangka pendek seperti genangan air atau bahkan mungkin kolam penahanan tergantung pada ukuran. konduktivitas hidrolik dan waktu. untuk ganda dapat dengan mudah ditemui. Contoh mudah variabel penghitungan ganda adalah ketika penguapan. ET telah termasuk di dalamnya T serta sebagian dariE. Intersepsi juga perlu dipertanggungjawabkan. dengan semua komponen. yang juga terkait dengan aliran permukaan. Ini adalah fungsi dari kepala hisap tanah. bukan hanya curah hujan mentah. The Green-Ampt [3] metode rekening estimasi infiltrasi untuk banyak variabel yang metode lain.General hidrologi anggaran [ sunting ] Umum anggaran hidrologi.dan transpirasi itu. seperti hukum Darcy. aljabar sederhana memecahkan pertanyaan infiltrasi. Hijau dan Ampt. Mengingat semua variabel lain dan infiltrasi adalah satu-satunya diketahui. porositas. S adalah penyimpanan baik melalui retensi atau daerah penahanan . dimana yang membasahi tanah depan kepala hisap. sehubungan dengan infiltrasi F. yang pada dasarnya adalah DAS keluaran dari berdekatan. dimana F adalah infiltrasi. adalah input batas. langsung terhubung daerah tahan. E adalah penguapan . tidak. ET. T adalah transpirasi . R. ET adalah evapotranspirasi .

. infiltrasi sesaat pada saat itu.adalah kadar air . Dan menurun secara eksponensial dengan waktu. diabaikan. adalah laju infiltrasi awal atau laju infiltrasi maksimum. Kepala air atau catatan pada menggunakan rumus ini adalah bahwa seseorang harus berasumsi bahwa kedalaman genangan air di atas permukaan. Menggunakan volume infiltrasi dari persamaan ini satu maka dapat mengganti ke dalam persamaan laju infiltrasi yang sesuai di bawah ini untuk menemukan laju . Horton persamaan [3] adalah pilihan lain yang layak ketika mengukur laju infiltrasi tanah atau volume. Persamaan Horton [ sunting ] Dinamakan sama Robert E. adalah konduktivitas hidrolik .setelah waktu t. orang dapat dengan mudah memilih untuk memecahkan baik volume infiltrasi atau laju infiltrasi sesaat: Dengan model ini kita dapat menemukan volume dengan mudah dengan memecahkan untuk . adalah konstanta peluruhan tertentu ke dalam tanah. diukur. Satu-satunya . F. Horton disebutkan di atas. Setelah terintegrasi. Metode lain menggunakan persamaan Horton adalah sebagai berikut. adalah laju infiltrasi konstan atau keseimbangan setelah tanah telah jenuh atau laju infiltrasi minimum. . Ini adalah rumus empiris yang mengatakan infiltrasi yang dimulai pada tingkat yang konstan. A good first menebak untuk adalah nilai yang lebih besar dari kedua atau . adalah total volume yang sudah disusupi. . Namun variabel yang dipecahkan adalah dalam persamaan itu sendiri sehingga ketika memecahkan untuk yang satu ini harus mengatur variabel yang bersangkutan untuk berkumpul di nol. laju infiltrasi akan tingkat off untuk menilai . Setelah beberapa saat ketika tingkat kejenuhan tanah mencapai nilai tertentu. Dimana adalah laju infiltrasi pada waktu t. Hal ini dapat digunakan untuk mencari total volume infiltrasi. atau lain yang sesuai konstan.

Varian Kostiakov-Lewis. Dimana dan adalah parameter empiris.Kostiakov persamaan [ sunting ] Dinamai setelah pendirinya Kostiakov [4] adalah persamaan empiris yang mengasumsikan bahwa penurunan tingkat asupan dari waktu ke waktu sesuai dengan fungsi kekuasaan. yang dalam beberapa kasus dapat terjadi setelah periode waktu yang singkat. Dalam kebanyakan kasus tingkat infilration bukan mendekati nilai yang tetap terbatas. juga dikenal sebagai "Modifikasi Kostiakov" persamaan mengoreksi ini dengan menambahkan istilah asupan mantap untuk persamaan asli. [5] . Keterbatasan utama dari ungkapan ini adalah ketergantungan pada tingkat asupan akhir nol.

sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan.Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). .energi panas . Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi [1] butiran air dan turun hujan. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Karena pengaruh suhu. . Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. embun dan sumber air lainnya. danau. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Siklus air terjadi terus menerus. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. tergantung bagaimana mereka bertumbukan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan.

2. semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil 7. Topografi. Tekanan udara 3. yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah. kecepatan angina 6. 5. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan. penguapan semakin kecil.  Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 1. semakin luas semakin besar penguapannya 4.  Besar kecilnya penguapan dari muka air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. biologi dan fisika. semakin banyak unsur kimia.Vertikal vapour transfers. Kedalaman dan luas permukaan. Penguapan terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh dengan uap air. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya) 2. Temparatur .Interface evaporation.Pengertian Evaporasi PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi Adalah proses pertukaran melalui molekul air di atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara. yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas). Kualitas air. Sinar matahari 8.

Potential evapotranspiration. 6. Transpirasi. Ada beberapa konsep penting : 1. Actual evaporation. 5. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu. tubuh air. 2. apa bila tersedia cukup air.Actual evapotranspiration. maupun tumbuhan air pada suatu DAS 3. yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benarbenar terjadi pada saat itu. 4. .tubuh air. yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air. tanah. permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan). yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. Evapotranspirasi. yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan. permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benar-benar terjadi pada saat itu. Potential evaporation. yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun.

yang biasanya diberikan . Evaporasi (diberi notasi E0) adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut. danau. dan batang tanaman. Laju evaporasi. Dilapangan. Dalam hidrologi. 27 Maret 2013 0 komentar PENGERTIAN EVAPORASI . evaporasi dari air tanah adalah kecil dan dapat diabaikan. penguapan dapat dibedakan menjadi dua macam. dan sungai).Pengertian dan Faktor Evaporasi Oleh Duwi Santosa Rabu. tanah dan tanaman. dan permukaan tanaman (intersepsi). Sedangkan Transpirasi (diberi notasi Et) adalah penguapan melalui tanaman.id) Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun. yang meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut.ac. ranting. transpirasi dan evapotranspirasi dinyatakan dengan volume air yang hilang oleh proses tersebut tiap satuan luas dalam satu satuan waktu. sulit membedakan antara penguapan dari badan air.unsri. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan menempel pada daun dan cabang. permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah). TRANSPIRASI. Apabila permukaan air tanah cukup dalam. Oleh karena itu. DAN EVAPOTRANSPIRASI Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke atmosfer. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi (sumber : elearning. dimana air tanah diserap oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan menguap menuju atmosfer. yaitu evaporasi dan transpirasi. biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yang disebut evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan. yang kemudian akan menguap.

Apabila ketersediaan air (lengas tanah) tak terbatas maka evapotranspirasi yang terjadi disebut evapotranspirasi potensial (ETP). temperatur udara. Penguapan dipengaruhi oleh kondisi klimatologi. Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi maksimum matahari pada bulan Desember. Radiasi Matahari Pada setiap perubahan bentuk zat. Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin terjadi. kelembaban udara. dan kecepatan angin. dari es menjadi air (pencairan). Semakin tinggi temperatur semakin besar kemampuan udara untuk menyerap uap air. Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan tanah. Untuk memperkirakan besarnya penguapan yang terjadi diperlukan data-data tersebut. dan Dinas Pertanian secara rutin melakukan pengukuran data klimatologi. Pada umumnya ketersediaan air di permukaan tidak tak terbatas. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah evaporasi di atas permukaan bumi. Oleh karena itu di daerah beriklim tropis jumlah evaorasi lebih tinggi.dalam mm/hari atau mm/bulan. Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi di suatu daerah disebut evapotranspirasi nyata. yang tergantung letak pada garis lintang dan musim. sementara radiasi terkecil pada bulan Juni. Selain itu semakin tinggi temperatur. Temperatur Temperatur udara pada permukaan evaporasi sangat berpengaruh terhadap evaporasi. . begitu pula sebaliknya. Dinas Pengairan. dari zat cair menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan panas laten (laten heat). Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga dipengaruhi oleh penutupan awan. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVAPORASI Proses perubahan bentuk dari air menjadi uap air terjadi baik pada evaporasi maupun evapotranspirasi. energi kinetik molekul air meningkat sehingga molekul air semakin banyak yang berpindah ke lapis udara di atasnya dalam bentuk uap air. Beberapa instansi seperti BMKG. yang meliputi : radiasi matahari. sehingga evapotranspirasi terjadi dengan laju lebih kecil dari evapotranspirasi potensial. Pada bulan Desember kedudukan matahari berada paling jauh di selatan. Laju evapotranspirasi tergantung pada ketersediaan air dan kemampuan atmosfer mengevapotranspirasikan air dari permukaan. Untuk variasi harian dan bulanan temperatur udara di Indonesia relatif kecil. di banding dengan daerah di kutub (daerah beriklim dingin). yang tergantung pada letak lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada palng jauh di utara.

di mana nilainya tinggi pada musim penghujan dan berkurang pada musim kemarau. Untuk di negara Indonesia. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan perairan laut cukup luas. Agar proses penguapan dapat berjalan terus lapisan udara yang telah jenuh tersebut harus diganti dengan udara kering. sementara pada musim kemarau angin berasal dari tenggara yang kering. Kecepatan Angin Penguapan yang terjadi menyebabkan udara di atas permukaan evaporasi menjadi lebih lembab. Penggantian tersebut dapat terjadi apabila ada angin. Pada musim penghujan angin dominan berasal dari barat laut yang membawa banyak uap air. mempunyai kelembaban udara tinggi. uap air bergabung dengan udara di atas permukaan air. Kelembaban udara tergantung pada musim. Kelembaban udara dinyatakan dengan kelembaban relatif. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan terjadinya penguapan. Yogyakarta : Beta Offset advertisement . Hidrologi Terapan. Di daerah terbuka dan banyak angin. Di daerah pesisir kelembaban udara akan lebih tinggi daripada di daerah pedalaman. Udara lembab merupakan campuran dari udara kering dan uap air. kecepatan angin relatif rendah. yang menyebabkan berkurangnya laju penguapan. 2010. SUMBER REFERENSI : Bambang Triatmodjo. di mana pada saat itu penguapan terhenti. penguapan akan lebih besar daripada di daerah yang terlindung dan udara diam. Apabila jumlah uap air yang masuk ke udara semakin banyak. Pada waktu penguapan terjadi. tekanan uapnya juga semakin tinggi.Kelembaban Udara Pada saat terjadi penguapan. sehingga udara mengandung uap air. Oleh karena itu kecepatan angin merupakan faktor penting dalam evaporasi. Apabila udara di atas permukaan air sudah jenuh uap air tekanan udara telah mencapai tekanan uap jenuh. sampai akhirnya udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi terhenti. Akibatnya perbedaan tekanan uap semakin kecil. tekanan udara pada lapisan udara tepat di atas permukaan air lebih rendah di banding tekanan pada permukaan air.

html#ixzz2XzX9kjCz .Sumber : http://www.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.galeripustaka.

evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil. Titk didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. 22 FEBRUARI 2010 PENGERTIAN EVAPORASI Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi. Evaporasi vs pengeringan Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. dan (4) mengkondensasikan uapnya. Panas dapat disuplai dengan berbagai cara. (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadangkadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan. Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami. Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. Artinya.Sharing Knowledge  Halaman Muka SENIN. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. diantaranya secara alami dan penambahan steam. karena uapnya biasa dalam komponen tunggal. Long. jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi. Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. Perbedaan lainnya adalah. Mc Cabe. Evaporasi vs distilasi Evaporasi berbeda pula dari distilasi. 1995). pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak. 1999). maka evaporator . dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan. seperti air. (3) pemisahan uap dari cairan. sedangkan pada pengeringan sedikit. dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran. Evaporasi vs kristalisasi Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Selain itu. dari pengotor nonvolatil. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal.

Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar. Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur. nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat.34 LABEL: EDUCATION 3 KOMENTAR: . perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan. Tipe-tipe tersebut adalah (Bell. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas.pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya.pendidihan nukleat .pendidihan secara konveksi alami . Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas. DIPOSKAN OLEH NUR "EDU" DI 18. 1984) : . Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. Pada tipe ini. tetapi relatif lambat.dioperasikan pada tekanan tinggi pula. Pada proses pendidihan secara alami. Namun. koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur. Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula. Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas.

Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. mempertahankan tekanan uap air yang tinggi pada permukaan bidang evaporasi. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. tapi juga persediaan air yang siap untuk terjadinya evaporasi. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Keadaan ini akan menyebabkan udara di atas permukaan tanah jenuh dan dengan demikian. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas . Definisi Penguapan Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air).PENGUAPAN a. Permukaan bidang evaporasi yang kasar akan memberikan laju evaporasi lebih tinggi daripada bidang permukaan rata . Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat. Tidak hanya melibatkan jumlah air yang ada. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar).yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. embun dan sumber air lainnya. tergantung bagaimana mereka bertumbukan. air dan tanah. hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat.Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Sebagian dari energi matahari akan diubah menjadi tenaga mekanik. danau. Energi panas tersebut akan menghangatkan udara di sekitarnya. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Tenaga mekanik ini akan menyebabkan perputaran udara dan uap air di atas permukaan tanah. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Sebagian gelombang pendek (shortwave radiation) matahari akan diubah menjadi energi panas di dalam tanaman.

Faktor-faktor Penentu Evaporasi Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi. 4) Ketika proses penguapan berlangsung. b. permukaan bidang penguapan (air. dan dengan demikian proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut akan berlangsung secara terus menerus. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi antara lain: 1) Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. udara diatas bidang pengupan secara bertahap menjadi lebih lembab sampai pada tahap ketika udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi. Besarnya kadar air dalam udara di suatu tempat ditentukan oleh tekanan uap air yang ada di tempat tersebut. Pada tahap ini. udara jenuh di atas bidang penguapan tersebut akan berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara. vegetasi dan tanah) dan energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi.karena pada bidang permukaan yang lebih kasar besarnya turbulent meningkat. Hal ini terjadi karena adanya pergantian udara lembab oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari tempat dengan tekanna udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara lebih rendah. . 3) Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh tinggi rendahnya suhu di tempat tersebut. 2) Suhu udara. 5) Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin.

Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. 2. Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah : 1. 3. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. . jadi kecepatan angin memegang peranan dalam proses evaporasi. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. Kelembaman Relatif (relative humidity) Jika kelembaman relatif ini naik. jadi akan menghambat proses evaporasi. 4. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara dengan udara yang sama kelembaman relatifnya tidak akan menolong untuk memperbesar laju evaporasi. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. kemampuannya untuk menyerap uap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya munurun. 3. Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan input energi yang berupa panas latent atau evaporasi.EVAPORASI DAN EVAPOTRANSPIRASI Evaporasi : Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap. Agar proses tersebut berjalan terus. 2. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. lapisan jenuh itu harus diganti dengan udara kering. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman. Proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran langsung dari matahari. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara. Angin (wind) Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses evaporasi terhenti. Pergantian itu dapat dimungkinkan hanya kalau ada angin. Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara yang lebih kering. Radiasi matahari (solar radiation). Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan akan mengurangi input energi. yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu.

yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. 3. pengaturan bukaan stomata. Beberapa jenis evaporasi yaitu 1. .4. karena adanya energi panas yang tersedia. stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau. temperature. Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah. membuang kelebihan air. 4. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit. Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata. air tanah turun jika lengas tanah turun. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter iklim. mempertahankan suhu daun. yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat tumbuhnya. pengangkutan asimilat . Evapotranspirasi: Gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi disebut evapotranpirasi. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim. Transpirasi: Proses penguapan dari tanaman disebut transpirasi yaitu terlepasnya air dari dalam jaringan tanaman. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel. angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin. terutama sekali pada daundaun tanaman. 2. proses evaporasi akan berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan suhu udara dan tanah rendah. kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering. penyerapan dan pengangkutan air dan hara . dan apabila kondisi suhu disekitar daun sangat rendah maka uap air yang dilepaskan dari proses transpirasi ini akan mengembun dipermukaan daun yang disebut dengan gutasi. Suhu (temperature) Jika suhu udara dan tanah cukupp tinggi. tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman.

Warna tanah e. Tipe. Radiasi Matahari b. Faktor-faktor meteorologi a. Ukuran dan bentuk permukaan air 3. irigasi dan lain-lain (pustaka : dikumpulkan dari berbagai sumber) . Kelembaban d. salinitas dan lain-lain) b. Jeluk tubuh air c. Kandungan lengas tanah b.Faktor-faktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan. Karakteristik kapiler tanah c. Faktor-faktor lainnya a. Angin e. Kualitas air (warna. Ketersediaan air (hujan. Tekanan Barometer 2. Suhu udara dan permukaan c. kerapatan dan tingginya vegetasi f. 1977) : 1. Jeluk muka air tanah d. Faktor-faktor Geografi a.

Diperkirakan sekitar 505. dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1.Presipitasi (meteorologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia.000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. namun sulit membuat puddle . hujan rintik. hujan beku. Berikut adalah tabel derajat curah hujan dan intensitas curah hujan [3]: Derajat hujan Intensitas curah hujan (mm/min) Kondisi Hujan sangat lemah < 0. semisal perencanaan pembangunan bendung. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air. and hujan es.02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit Hujan lemah 0. sedangkan intensitas curah hujan biasanya dinyatakan dengan jumlah presipitasi dalam satuan waktu tertentu.000 km³ diantaranya jatuh di lautan.0.salju.[1] Udara menjadi jenuh melalui dua proses. dan sebagainya. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). dam. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk. 398.1 m. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Dalam meteorologi.05 Tanah menjadi basah semuanya. Intensitas Curah Hujan[sunting] Jumlah presipitasi (misal hujan) dinyatakan dalam mm.02 . Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. Derajat curah hujan merupakan unsur kualitatif dari intensitas curah hujan. sleet. dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. pendinginan atau penambahan uap air. yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m. presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor. termasuk diantaranya hujan. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis.[2] Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi.

0. Kategori:  Rintisan umum Juni 2013 . ^ Precipitation: hail. saluran drainase meluap Semua jenis presipitasi yang jatuh ke permukaan bumi juga diukur dengan satuan mm. rain.05 . Takeda K. The Water Cycle. mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.25 . ^ a b Sosrodarsono S. bunyi curah hujan terdengar Hujan deras 0. bunyi hujan terdengar dari genangan Hujan sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan. Jakarta: Pradnya Paramita. Referensi[sunting] 1. maka presipitasi diukur setelah mencair [3] . Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. Chowdhury's Guide to Planet Earth. sleet and snow . Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini. 3. 1976. 2.1 Air tergenang di seluruh permukaan tanah. Hidrologi Untuk Pengairan. Artikel ini adalah sebuah rintisan.Hujan normal 0.University of Illinois ^ Dr. Terima kasih.25 Dapat dibuat puddle. Jika yang jatuh adalah salju dan hujan es. freezing rain.

Presipitasi (Meteorologi) Definisi dan arti kata Presipitasi (Meteorologi).000 km3 (95. hujan es (hail). e-book. graupel. Di Internet telah ada banyak sekali artikel tentang pengertian dan definisi Presipitasi (Meteorologi) yang mungkin akan sangat berbeda dengan definisi dan arti kata di Definisi dan Arti kata.F512Nden. serta dari Kamus Ilmu pengetahuan dalam bidang yang berhubungan dengan artikel diatas. media elektronik.See more at: http://ipdia. Artikel tentang Presipitasi (Meteorologi) merupakan ringkasan dari berbagai tulisan yang DJ temukan di dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan baik dalam bentuk buku.com/2013/05/presipitasimeteorologi. Dalam ilmu meteorologi.dpuf . 398.blogspot.html#sthash. tulisan di media cetak. kabut menetes (fog drip).000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya. Presipitasi dapat diartikan sebagai segala segala bentuk produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian akan jatuh sebagai curahan air atau hujan. Sebagian besar definisi dan arti kata dalam Definisi dan Arti kata ini di ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. referensi-referensi online yang berupa artikel. dan hujan es (sleet). Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air. Karena itu Admin Definisi dan Arti kata menyarankan anda untuk mencari tahu arti dan definisi kata yang tersebut diatas dari berbagai referensi sehingga dari hasil pencarian yang anda dapatkan bisa di ambil kesimpulan yang tepat tentang apa itu Presipitasi (Meteorologi) . Sekitar 505. dan lain-lain. radio dan televisi dan dari penjelasanpenjelasan para ahli. Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya air baik dalam berbentuk cair atau beku dari atmosfer ke permukaan bumi. namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju.000 km3 (121. kamus online.000 cu mi) dari terjadi di atas lautan.

proses resapan air tanah dan debit aliran ). ketika udara bertambah dingin. makin banyak uap yang dapat di tampung. Tekanan uap air udara jenuh adalah tekanan . Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak ( absolute). Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi.98 kali tekanan atmosfer pada prmukaan laut. Factor.factor yang mempengaruhi presipitasi 1. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama. Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. es. Bola yang mengandung air raksa daritermometer bola basah di bungkus dengan selapis kain tipis yang dibasahi terus – menerus dengan air yang didistalisasi melalui benang – benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah.Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. hujan dan lainlain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. salju. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Besar kecilnya presipitasi. yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara. Sebaliknya. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. Tekanan udara di wujudkan dalam satuan barometer (b) atau milibarometer (mb) 1 b = 1000 mb = 0. Mengingat makin tinggi suhu.

Mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer.21 20 17. Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut. Pemukaan bumi bersalju.82 Tampak bahwa daya tampung uap air di udara meningkat dengan meningkatnya suhu udara. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. 3. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan masaudara di atmosfer dan diatas lautan.5 langley/menit. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista. Pada suhu normal. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. 2. yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Ia juga bersifat mempengaruhi terjadinya perubaha iklim. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi.54 30 31. Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat. mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Pada umunya. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakanmassa udara atau air dengan arah gerakan vertical. 1990). dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran ener gi matahari. sebagai contoh. Sementara. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. nilai es di pengaruhi oleh besar kecilnya suhu udara : Suhu udara ( oC ) Tekanan uap air jenuh (mb) 10 9. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0. Besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.uap air di udara pada keadaan udara jenuh. Untuk terjadinya hujan. Energi Matahari Seperti telah di sebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah ― mesin ― yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. Angin Angin adalah gerakan massa udara. diperlukan adanya gerakan . Namun demikian.

Dengan demikian. kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir. suhu berdasarkan letak geografis. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentukbentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut. laju evaporasi dan transpirasi. Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu. maka suhu ydara makin rendah. Angina akan bertiup kea rah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda. daerah beraspal. Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Oleh karnanya. besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut. pola angina yang terjadi semata-mata ditentukan oleh sirkulasi termal. Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah. Dalam suatu hari. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya. Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman. dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angina. Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin. Klasifikasi Presipitasi Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air. maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda. Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan.20-1. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1. Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan. basah dan panas.udara lembab yang berlangsung terus menerus. Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakananemometer. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima permukaan tanah dengan . Hujan konvektif ( convectional storms ). adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Adanyz beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. Yang disebut arah angina adalah arah dari mana angina bertiup. 4.

Hujan Orografik ( Orographic storms ). 2.massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah. 3. hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat.panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. danau. Tergatung pada tipe hujan yang dihasilkanya. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. . Pada tipe hujan ini. bendungan. yaitu ketika massaudara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnyadua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ). dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai.

salju. Presipitasi cair dapat berupa hujan dan embun b. mendingin dan kemudian berkondensasi. biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. — Pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami penjenuhan. Proses terjadinya : — Penguapan air dari tubuh air permukaan maupun vegetasi akibat sinar matahari atau suhu yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya presipitasi diantara lain berupa : • Adanya uap air di atmosphere • Faktor-faktor meteorologis • Lokasi daerah • Adanya rintangan misal adanya gunung. — Uap air bergerak dari tekanan uap air besar ke kecil. Ketika kondensasi terjadi uap air dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es. — Semua bentuk hasil kondensasi uap air yang terkandung di atmosfer. Udara di atmosfer akan mengalami proses pendinginan melalui beberapa cara umumnya adalah akibat pertemuan antara dua massa udara dengan suhu yang berbeda atau oleh sentuhan udara dengan obyek dingin. hujan batu (hail)). Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan. a. — Pergerakan uap air di atmosfer akibat perbedaan tekanan uap air. — Kondensasi Ketika uap air mengembang. jika diikuti dengan kondensasi maka uap air akan berubah menjadi butiran-butiran hujan.Presipitasi 23 Maret 2009 — Syaiful Imran Presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi. . Presipitasi beku dapat berupa salju dan hujan es.

— Partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu. — Terjadinya kondensasi atas partikel-partikel uap air di atmosfer. Mekanisme berlangsungnya hujan melibatkan tiga faktor utama : — Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh. Gambar Siklus Hidrologi . selanjutnya jatuh ke bumi dan permukaan laut (sebagai hujan) karena faktor gravitasi.Awan merupakan indikasi awal terjadinya presipitasi tetapi awan tidak otomatis menandakan akan adanya hujan.

salju. maka kekeringan dan kebasahan udara tidak dapat ditentukan oleh kelembaban mutlak saja. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS. Energi Matahari Seperti telah disebutkan dimuka bahwa energi matahari adalah “ mesin “ yang mempertahankan berlangsungnya daur hidrologi. . yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang.PRESIPITASI a. proses resapan air tanah dan debit aliran ). Sebaliknya. gumpalan awan menjadi bertambah besar dan pada gilirannya akan jatuh sebagai air hujan. Mengingat makin tinggi suhu. Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Kelembaban relative ini biasanya disebut kelembaban. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan sekurang-kurangnya setengah radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam hari. Ia juga bersifat 2. ketika udara bertambah dingin. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Kemampuan udara untuk menampung uap adalah berbeda – beda menurut suhu. makin banyak uap yang dapat di tampung. b. meningkat pula kapasitas udara dalam menampung uap air. Definisi Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. Kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap dalam suatu satuan volume dan massa uap yang jenuh dalam satuan volume itu pada suhu yang sama.Salah satu fungsi utama kelembaban udara adalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Sejalan dengan meningkatnya suhu udara.faktor yang mempengaruhi presipitasi 1. Besar kecilnya presipitasi. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan. Pengukuran kelembaban biasanya di ukur dengan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. es. kelembaban udara massa uap yang terdapat dalam 1 m3 udara (g) atau kerapatan uap disebut kelembaban mutlak (absolute). Faktor. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ).

mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Pada umumnya, besarnya energi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 0,5 langley/menit. Namun demikian, besarnya energi matahari bersih yang diterima permukaan bumi bervariasi tergatung pada letak geografis dan kondisi permukaan bumi.Pemukaan bumi bersalju, sebagai contoh, mampu merefleksikan 80% dari radiasi matahari yang datang. Sementara, permukaan bumi dengan jenis tanah berwarna gelap dapat menyerap 90% ( wanielista, 1990). Adanya perbedaan keadaan geografis tersebut mendorong terjadinya gerakan udara di atmosfer, dan demikian juga berfungsi dalam penyebaran energi matahari. Energi matahari bersifat memproduksi gerakan massa udara di atmosfer dan diatas lautan. Energi ini merupakan sumber tenaga untuk terjadinya proses evaporasi dan transpirasi. Evaporasi berlangsung pada permukaan badan perairan sedangkan transpirasi adalah kehilangan air dalam vegetasi. Energi matahari mendorong terjadinya daur hidrologi melalui proses radiasi. Sementara penyebaran kembali energi matahari dilakukan melalui proses konduksi dari daratan dan konveksi yang berlangsung di dalam badan air dan atmosfer. Konduksi adalah suatu proses transportasi udara antara dua lapisan ( udara ) yang berdekatan apabila suhu kedua lapisan tersebut berbeda. Konveksi adalah pindah panas yang timbul oleh adanya gerakan massa udara atau air dengan arah gerakan vertical. Dapat juga dikatakan bahwa konveksi merupakan hasil ketidakmantapan masa udara atau air. Seringkali dikarenakan oleh energi potensial dalam panas tak tampak ( latent heat ) yang sedang dikonversikan kedalam gulungan massa udara. Besarnya laju konversi ketika energi terlepaskan akan menentukan keadaan meteorology (hujan dan angina). Umumnya gulungan massa udara yang lebih besar akan menghasilkan curah hujan yang lebih singkat.
3.

Angin Angin adalah gerakan massa udara, yaitu gerakan atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Parameter tentang angin yang biasanya dikaji adalah arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin penting karena dapat menentukan besarnya kehilangan air melalui proses evapotranspirasi dan mempengaruhi kejadian-kejadian hujan. Untuk terjadinya hujan, diperlukan adanya gerakan udara lembab yang berlangsung terus menerus.Peralatan yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin dinamakan anemometer. Yang disebut arah angin adalah arah dari mana angina bertiup.Untuk penentuan arah angin ini digunakan lingkaran arah angina dan pencatat angin.Untuk penunjuk angina biasanya digunakan sebuah panah dengan pelat pengarah.Pengukuran angin diadakan di puncak menara stasiun cuaca yang tingginya 10 m dan lain-lain. Apabila dunia tidak berputar pada porosnya, pola angin yang terjadi sematamata ditentukan oleh sirkulasi termal. Angin akan bertiup ke arah khatulistiwa sebagai udara hangat dan udara yang mempunyai berat lebih ringan kan naik ke atas di gantikan oleh udara padat yang lebih dingin.

Apabila ada dua massa udara dengan dua suhu yang berbeda bertemu, maka akan terjadi hujan dibatas antara dua massa udara tersebut. Dalam suatu hari, kecepatan dan arah angin dapat berubah-rubah. Perubahan ini sering sekali disebabkan oleh adanya beda suhu antara daratan dan lautan. Adanya beda suhu tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Proses kehilangan panas oleh adanya padang pasir, daerah beraspal, dan daerah dengan banyak bangunan juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan arah angin. Antara dua tempat yang tekanan etmosfernya berbeda, ada gaya yang arahnya dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah.
4.

Suhu udara Suhu mempengaruhi besarnya curah hujan, laju evaporasi dan transpirasi.Suhu juga di anggap sebagai salah satu factor yang dapat memprakirakan dan menjelaskan kejadian dan penyebaran air dimuka bumi. Dengan demikian, adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan besarnya suhu udara. Yang biasa disebut suhu udara adalah suhu yang di ukur dengan thermometer dalam sangkar meteorology (1,20-1,50 m di atas permukaan tanah) makin tinggi elevasi pengamatan di atas permukaan laut, maka suhu ydara makin rendah. Peristiwa ini disebut pengurangan suhu bertahap yang besarnya disebut laju pengurangan suhu bertahap. Pengukuran besarnya suhu memerlukan pertimbangan-pertimbangan sirkulasi udara dan bentuk-bentuk permukaan alat ukur suhu udara tersebut.Suhu udara yang banyak dijumpai didalam laporan-laporan tentang meteorologi umumnya menunjukkan data suhu musiman, suhu berdasarkan letak geografis, dan suhu untuk ketinggian tempat yang berbeda.Oleh karnanya, besarnya suhu rata-rata harus ditentukan menurut waktu dan tempat.

c. Klasifikasi Presipitasi
Hujan juga dapat terjadi oleh pertemuan antara dua massa air, basah dan panas. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai didaerah tropis dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Hujan konvektif ( convectional storms ), tipe hujan ini disebabkan oleh adanya beda panas yang diterima permukaan tanah dengan panas yang diterima oleh lapisan udara diatas permukaan tanah tersebut. Sumber utama panas di daerah tropis adalah berasal dari matahari. Beda panas ini biasanya terjadi pada akhir musim kering yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sebagai hasil proses kondensasi massa air basah pada ketinggian di atas 15 km. 2. Hujan Frontal ( frontal/ cyclonic storms ), tipe hujan yang umumnya disebabkan oleh bergulungnya dua massa udara yang berbeda suhu dan kelembaban. Pada tipe hujan ini, massa udara lembab yang hangat dipaksa bergerak ketempat yang lebih tinggi. Tergatung pada tipe hujan yang

3.

dihasilkanya, hujan frontal dapat dibedakan menjadi hujan frontal dingin dan hangat. Hujan badai dan hujan monsoon adalah tipe hujan frontal yang lazim dijumpai. Hujan Orografik ( Orographic storms ), jenis hujan yang umum terjadi didaerah pegunungan, yaitu ketika massa udara bergerak ketempat yang lebuh tinggi mengikuti bentang lahan pegunungan sampai saatnya terjadi proses kondensasi. Tipe hujan orografik di anggap sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan, dan sungai karma berlangsung di daerah hulu DAS. Presipitasi berdasarkan mekanisme dominan dari gerak vertikal : 1. Presipitasi stratiform. Yaitu presipitasi dari awan stratifom yang terbentuk karena gerak vertikal yang kontinu dan menyebar luas.Hal ini terjadi karena kenaikan frontal atau orografik atau konvergensi dalam skala besar. Presipitasi dari awan stratiform tumbuh dari proses kristal es. Awan ini mempunyai kadar air lebih rendah sehingga koalisensi tidak efektif. Masa hidup awan relatif lama. Jika suhu lingkungan awan mencapai -15 0C, maka proses kristal es dapat menyebabkan presipitasi. 2. Presipitasi konvektif. Yaitu presipitasi dari awan konvektif karena kondisi udara yang tidak stabil yang menyebabkan gerak vertikal tetapi terlokalisir dalam skala yang tidak luas. Hujan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan sangat lebat (heavy shower) tetapi terjadi dalam waktu yang singkat. Dalam awan konvektif waktu presipitasi lebih pendek tetapi kadar air lebih tinggi dari stratiform sehingga koalisensi sangat berperan menghasilkan hujan. Jadi mekanisme presipitasi antara awan stratiform dan awan konvektif sangat berbeda.Sebagai pendekatan, hujan kontinu dapat dipandang sebagai keadaan mantap (steady-state process) dimana besaran awan dapat berubah dengan ketinggian tetapi konstan terhadap waktu pada ketinggian tertentu.Sebaliknya, hujan shower dapat didekati sebagai sistem dimana sifatsifat awan berubah dengan waktu tetapi konstan terhadap ketinggian pada waktu tertentu.

d.

Pembentukan Presipitasi
Ada dua teori pembentukan hujan yaitu teori bergeron dan teori tumbukan dan penyatuan.

 Glaze (freezeng rain). butir air berjari-jari lebih besar dan jatuh dengan kecepatan terminal lebih besar dengan yang berjari-jari lebih kecil. kristal es biasanya berkelompok membentuk snowflake. e. tetapi lapisan dingin di dekat permukaan tidak terlalu tebal sehingga butiran air yang jatuh dapat melaluinya tanpa membeku hanya menjadisupercooled. Peristiwa ini sering terjadi pada awan cumulus yang tumbuh menjadi cumulonimbus dengan puncak awan berada dibawah titik beku. Terbentuk karena adanya lapisan udara hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin di dekat permukaan (profil suhu inversi). bulat tipis. saat jatuh terjadi tumbukan dan penggabungan dengan butir air yang ada di sepanjang lintasan yang dilalui . Teori pembentukam dan penggabungan (collison dan coalescene) ini terjadi di awan hangat. Ketika butir air terbentuk dan jatuh memasuki lapisan di bawahnya.kristal es yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan awan. Teori Tumbukan dan Penyatuan Menurut teori ini. Drizzle berukuran diameter < 0. ukurannya sangat kecil < 1 mm. serta butir awan bertambah besar dan dapat melawan daya angkat udra dan butir air tersebut jatuh sebagai hujan. butiran es berbentuk bundar. Butir air yang lebih besar akan memiliki kecepatan jatuh lebih cepat daripada butir-butir kecil.  Presipitasi dalam bentuk padat yaitu :  Snow .fenomena khas musim dingin berupa partikel es kecil dengan diameter < 5 mm dan transparan. Kondisinya hampir menyerupai kondisi pembentukan sleet. Namun ketika menumbuk benda padat akan membeku. . butir-butir awan hanya terjadi dari air.  Snow pelletsatau graupel. Jenis-Jenis Presipitasi  Presipitasi dalam bentuk cair adalah hujan (rain) dan drizzle.  Snow grain. Pada suhu > -5 oC. yang dibedakan hanya dari ukuran butir airnya saja.  Sleet atau ice pellets. Teori Bergeron Teori ini berlaku untuk awan dingin (di bawah 00C) yang terdiri dari kristal es dan air lewat dingin (air yang suhunya di bawah 0 0C tapi belum membeku). konikal maupun bulat tipis berwarna putih dengan diameter 2 – 5 mm. putih. butiran itu membeku dan jatuh dalam bentuk butiran es kecil yang tidak lebih besar dari butir hujan sebelumnya. Banyak terjadi di daerah tropis yang berawan panas dengan perkembangan yang cepat.1. Biasanya terjadi dalam hujan ringan ketika suhu di dekat permukaan mendekati 0 oC.5 mm. 2. Hujan terjadi berdasarkan perbedaan kecepatan jatuh antara butir-butir curah hujan yang berbeda ukurannya.bentuk hujan yang membeku ketika tiba di permukaan.

Hail. Hail dihasilkan hanya oleh awan cumulonimbus yang ketika terangkat sangat kuat dan mengandung air superdingin yang berlimpah. sehingga menjadi lapisan es tebal yang membungkus benda-benda padat yang ditumbuknya. dengan diameter sekitar 1 cm dengan variasi dari 5 hingga 75 mm. . yang cukup berat untuk mematahkan batang-batang pohon.presipitasi dalam bentuk butir-butir es yang tidak beraturan.

akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). di mana massa angin passat naik secara vertikal. terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn. daerah-daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis isohiet. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. 2) Hujan Zenithal (konveksi). Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. Sampai pada ketinggian tertentu. Pada daerah ini. Pada peta cuaca. Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS). kita mengenal tiga macam hujan. sebagai berikut. kelembapan relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi. awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini. Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon. Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. 3) Hujan Frontal. sampai pada ketinggian tertentu kelembapan relatifnya mencapai 100%. 1) Hujan Orografis. . Berdasarkan proses kejadiannya.Pengertian Jenis Presipitasi (Curah Hujan) – Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal. Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS).

Hidrometri Pendahuluan Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Pengukuran di lapangan Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya Berdasarkan data hujan Berdasarkan pembangkitan data debit

Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan membuat stasiun pengamatan atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendungan dan peluap. Sering di suatu lokasi yang akan dibangun bangunan air tidak terdapat pencatatan debit sungai dalam waktu panjang. Dalam keadaan tersebut terpaksa debit diperkirakan berdasar : 1. Debit di lokasi lain pada sungai yang sama 2. Debit di lokasi lain pada sungai di sekitarnya 3. Debit pada sungai lain yang berjauhan tetapi memiliki karakteristik yang sama. Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan –limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran. Teori pengukuran debit Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lain. Bentuk tampang memanjang dan melintang sungai adalah tidak teratur. Selain itu karena pengaruh kekentalan air dan kekerasan dinding, distribusi kecepatan pada vertikal dan lebar sungai adalah tidak seragam. Distribusi kecepatan pada vertikal mempunyai bentuk parabolis dengan kecepatan mol di dasar dan bertambah besar dengan jarak menuju permukaan. Dalam arah lebar sungai, kecepatan aliran di kedua tebing adalah nol, dan semakin ketengah kecepatan semakin bertambah besar. Mengingat bahwa sungai mempunyai bentuk tampang lintang yang tidak teratur dan kecepatan aliran juga tidak seragam pada seluruh tampang, maka pengukuran debit sungai dilakukan dengan membagi tampang sungai menjadi sejumlah pias. Di setiap ruas diukur luas tampang dan kecepatan reratanya. Debit aliran diberikan oleh bentuk berikut :

Dengan

A = luasan dari setiap pias V = kecepatan rerata di setiap pias Pengukuran debit Pengukuran debit sungai dilakukan dengan pemasangan alat di suatu lokasi di sungai yang ditetapkan, yang memungkinkan pengamatan secara kontinyu dan teratur elevasi muka air dan debit serta data lainnya, seperti angkutan sedimen dan salinitas. Pengukuran debit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Langkah pertama adalah memilih lokasi stasiun pengukuran. Pemilihan lokasi tersebut dengan memperhatikan beberapa persyaratan berikut ini : a. b. c. d. e. f. g. Mudah dicapai oleh pengamat Di bagian sungai yang lurus dengan penampang sungai yang teratur dan stabil Di sebelah hilir pertemuan dengan anak sungai Di mulut sungai menuju ke laut atau danau Di lokasi bangunan air Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan Aliran berada dalam alur utama

2. Pengukuran kedalaman sungai a. Bak ukur Untuk sungai yang dangkal, bak ukur yang telah diberi sekala dan pelat di bagian bawahnya dimasukkan ke dalam sungai sampai pelat dasar mencapai dasar sungai. Kedalaman air pada skala di bak ukur tersebut. b. Tali dengan pemberat Apabila sungai dalam atau kecepaan arus besar, kedalaman air diukur dengan menggunakan tali yang diberi pemberat. Pengukuran ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pengukuran kecepatan dengan menggunakan current meter. Pemakaian tali untuk mengukur kedalaman perlu diperhitungkan koreksi, karena pengaruh arus dapat menyebabkan posisi tali tidak vertikal. c. Echosounder Pada sungai yang lebar dan dalam, pengukuran tampang lintang dapat dilakukan dengan menggunakan Echosounder. Selain itu alat ini juga biasa untuk mengukur kedalaman laut cara kerjanya alat ini dipasang pada dasar kapal. Alat tersebut akan memancarkan getaran suara akan yang akan merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali

3. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian a. Papan duga Papan duga merupakan alat paling sederhana untuk mengukur elevasi muka air. Terbuat dari kayu atau pelat baja yang diberi ukuran skala dalam centimeter, dapat dipasang di tepi sungai atau suatu bangunan. Pengamatan ini biasanya dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki kekurangan yaitu tidak tercatatnya muka air pada jam-jam tertentu yang mungkin mempunyai informasi penting, misalnya puncak banjir. b. Alat pengukur elevasi muka air maksimum Alat ini digunakan untuk mengukur elevasi muka air maksimum yang terjadi pada waktu banjir. Alat ini terbuat dari tabung yang berdiameter 50 mm dengan lubang yang terdapat di dekat dasar dan tertutup di bagian atasnya dengan satu atau dua lubang untuk keluarnya udara. Di dalam tabung terdapat gabus dan papan duga. c. Pencatat muka air otomatis (AWLR) Dengan alat ini elevasi muka air sungai dapat tercatat secara kontinyu sepanjang waktu. Alat ukur yang banyak digunakan di Indonesia adalah pelampung. Pelampung tersebut mengikuti gerak muka air, dan gerak tersebut di transfer ke roda gigi yang mereduksi fluktuasi muka air. 4. Pengukuran kecepatan aliran a. Pelampung Menggunakan pelampung yaitu dengan mengukur selang waktu yang diperlukan oleh pelampung untuk menempuh suatu jarak tertentu. Ada tiga macam pelampung, pelampung permukaan, pelampung dengan kaleng, dan pelampung batang. b. Current meter Pengukuran kecepatan dengan alat ini banyak dilakukan. Ada dua tipe alat ukur yaitu tipe mangkok dan baling-baling. Karena ada partikel air yang melintasinya maka mangkok dan baling-baling akan berputar. Jumlah putaran persatuan waktu dapat dikonfersikan menjadi kecepatan arus. 5. Hitungan debit a. Metode tampang tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan di setiap vertikal merupakan kecepatan rerata dari pias selebar setengah jarak antar pias sebelah kiri dan kanannya. Debit di suatu pias adalah perkalian

Debit total adalah jumlah debit di seluruh pias. b. 6. Di kedua tebing kiri dan kanan sungai kecepatan dianggap nol. c. Debit sungai diperoleh dengan menghitung luasan yang dibatasi oleh kurva tersebut dan garis muka air. Metode tampang rerata Tampang lintang sungai dianggap tersusun dari sejumlah pias yang masing-masing dibatasi oleh dua vertikal yang berdampingan. dicari debit aliran berdasarkan pencatatan elevasi muka air 8. Metode integrasi kedalaman kecepatan Dalam metode ini dihitung debit tiap satuan lebar. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung . yaitu perkalian antara kecepatan rerata dan kedalaman pada vertikal.antara kecepatan rerata vertikal dan lebar tersebut. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dan debit 7. Dari rating curve yang telah dibuat pada langkah ke 6.

pada pembuatan stasiun pengamatan debit. Teori pengukuran debit Kecepatan aliran dapat diukur dgn current meter. atau dengan mengukur debit di bangunan air seperti bendung dan peluap. parameter yang di ukur adalah: Tampang lintang sungai Elevasi muka air Kecepatan aliran air Selanjutnya. Pengukuran debit di lapangan dapat dilakukan dengan : membuat stasiun pengamatan. debit aliran juga dapat diperkirakan derdasarkan data debit dari pencatatan yg telah lalu. dan di ukur kecepatan aliran pada vertical di setiap pias. berdsarkan rumus peluapan yg berlaku untuk bangunan tsb.HIDROMETRI Pendahuluan debit aliran sungai = Q = jumlh air yg mengalir melalui tampang melintang sungai tiap satu satuan waktu. debit sungai dapat dihitung dgn mengukur tinggi muka air di ats puncak bending.pelampung dan prltan lain . untuk mendapatkan hasil yang teliti. debit aliran dihitung dengan mengalikan luas tampang (A) dan kecepatan aliran (V). dgn mggnkn ―model deret berkala‖. Berdasarkan data hujan. (m3/d) Debit di suatu sungai dapat diperkirakan dengan cara brkt: Pengukuran di lapangan (di lokasi yang di tetapkan) Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya. mis bending. lebar sungai dibagi menjadi sejumlah pias. Berdasarkan pembangkitan data debit. Apabila di sungai terdapat bangunan air.

4. Pengukuran kecepatan aliran. Presentasi dan publikasi data terukur dan terhitung. . 7. Pengukuran kedalaman sungai dilakukan dngan menggunakan bak ukur. Dan akan dijelaskan secara rinci sbb: 1. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran. Membuat rating curve yaitu hubungan antara elevasi muka air dengan debit.mis di jembatan · Di bagian sungai yg lurus dgn penampang sungai yg teratur dan stabil (tdk terjadi erosi maupun sedimentasi) · Disebelah hilir pertemuan dgn anak sungai. tali yg diberi pemberat / echosounder. Pengukuran elevasi muka air secara kontinyu atau harian. 2. bending. dsb · Tidak dipengaruhi oleh garis pembendungan (back water) · Aliran berada didalam alur utama (tdk ada aliran di bantaran) 2. Pengukuran kedalaman sungai. Hitungan debit 6. Pemilihan lokasi stasiun pengukuran Pemilihan lokasi tsb harus mmperhatikan syarat2 sbb: · Mudah dicapai oleh pengamat. dicari debit aliran berdasar pencatatan elevasi muka air. Pengukuran kedalaman sungai 3. · Di mulut sungai menuju laut ke danau · Dilokasi bangunan air seperti bendungan. Dari rating curve yg telah dibuat pada langkah 6.Pengukuran debit Dpt dilakukan dengan cara : 1. 8. 5.

Gelombang suara dapat dipantulkan dengan baik dari dasar sungai. · Tali dgn pemberat Pengukuran ini dilakukan apabila sungainya dalam atau kec arus besar. Cara kerja alat ini memiliki prinsip sbb: 1. atau kabel yg digantungkan melintasi sungai. Alat tsb memancarkan getaran suara yg merambat ke dasar sungai dan kemudian dipantulkan kembali.pd jmbatan.shgga sambil mengukur kdalaman dpt dik kec aliran di bbrp ttik yg ditntkan. Alat eschounder dipasang pd dasar kapal/digantung pd sisi kapal. Papan tsb dpt ditegakkan dgn bantuan perahu/orang jika sungai dangkal. Furuno 200 Mark III · Eschounder elac 30 kc. Gelombang pantulan tsb diterima dan dicatat oleh alat. Biasanya hasil pengukuran diberikan dlam bentuk elevasi. pasir shg dpt memperkirakan tebal lapis lumpur.· Bak ukur Untuk sungai yg dangkal. lempng. Dengan alat ini dapat diperoleh hasil profil dasar sungai secara kontinyu. Kedalamn air dibaca pada skala di bak ukur tsb.oleh krn itu pembacaan tsb harus di ikatkan dgn elevasi tebing/tanggul sungai atau lahan dgn menggunakan theodolit. Kdlaman air di ukur dgn tali yg diberi pemberat. Pengukuran dilakukan bersamaan dgn pgkuran kec dgn mggnkan current meter. Raytheon DE 719 B 3. Air merupakan media yg baik utk perambatan gelombang suara dgn kec 2.bak ukur yg telah diberi skala n plat di bag bwh a dimasukkan ked lm sungai smpai plat dsar mncpai dsar sungai. · Echosounder Alat ini digunakan pada sungai yg lebar dan dalam. Eschounder elac 30 kc 2. Selang waktu antara pemancaran dan penerimaan getaran dapat memberikan kedalaman air yang kemudian direkam pada kertas pencatat. .diantarnya adl: 1.pengukuran tampang lintang dan kedalaman(bathrimetri) laut. Di atas pemberat dipasang current meter. Ada beberapa jenis eschounder. Pengukuran dilakukan dgn mggnkn perahu. fungsinya untuk membedakan jenis bahan dasr sungai seperti lumpur.

pencatat muka air otomatis (AWLR) Diposkan oleh BLUEGHOST di 07.papan praduga dengan meteran (staff gauge) alat ini berskala cm.alat pengukur elevasi muka air maksimum mengukur elevasi maksimum pada saat banjir.12 . . .· Ray Pengukuran elevasi muka air Alat pencatat elevasi muka air dapat berupa : . dapat dipasang di tepi sungai atau pada bangunan.

aliran laminar dan merata . pelampung . hanya saja kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung PowerPoint Presentation: 2. Lokasi penempatan winch cable way harus memenuhi persyaratan teknis seperti halnya tempat pengukuran dengan metode lainnya . Sebaiknya digunakan pada pengukuran yang dikehendaki secara cepat pada .PAPAN DUGA MUKA AIR PowerPoint Presentation: Pengukuran debit dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung . ALAT UKUR KECEPATAN AIR PowerPoint Presentation: A. Persyaratan tersebut antara lain pada bagian alur sungai yang lurus . B.ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS: B. Pengukuran tinggi muka air otomatis (AWLR) Pengukuran Automatic Water Level Recorder (AWLR) – Analog. zat warna .Winch Cable Way Pengukuran debit dengan menggunakan winch cable way dilakukan dari pinggir sungai dengan menggunakan peralatan winch cable way. Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara PowerPoint Presentation: Contoh alat ukur AWRL Perekam pada drum horizontal(a) dan vertikal (b) Pelampung dan pemberat Contoh alat ukur MWRL: Contoh alat ukur MWRL 1.atau ilmu tentang pengumpulan data dan pemroses data dasar untuk analisa hidrologi Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara: 1. 1 orang petugasmengoperasikan peralatan dan 1 orang petugas mencatat data pengukuran . Pengukuran debit secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan berupa alat pengukur arus (current meter). 2. dll . Debit hasil pengukuran dapat dihitung segera setelah pengukuran selesai dilakukan . dll .ALAT UKUR KECEPATAN AIR MANUAL Pelampung Pengukuran debit menggunakan alat pelampung pada prinsipnya sama dengan metode konvensional . Petugas pengukur minimal terdiri dari 2 orang . Pengukuran tinggi muka air manual (MWLR) Menggunakan papan duga muka air .Presentation Transcript HIDROMETRI: HIDROMETRI DESI IDA SAPUTRI Yustin nurhasanah HIDROMETRI: HIDROMETRI HIDROMETRI adalah suatu ilmu yang mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi.ALAT UKUR KECEPATAN AIR OTOMATIS Dengan alat ini hasil pengukuran yang didapat juga tidak begitu teliti dan yang terukur adalah kecepatan aliran permukaan .

dengan persamaan : V = A . Velocity Head Rod PowerPoint Presentation: Kecepatan aliran dengan menggunakan metode current meter.81 m/s 2 V = (2gH0)^1/2 H 1 H 2 1. N + B D imana : V = kecepatan aliran (m/dt) N = jumlah putaran A.B = konstanta yang ditentukan oleh pabrikan atau kalibrasi 2. H2-H1 = H0 H0 = V 2 /2g besar percepatan gravitasi g= 9.kecepatan aliran yang lebih besar dari 1m/ detik a.Current meter TERIMA KASIH: TERIMA KASIH .

Di Bumi. Jika pada saat itu ada kelembapan dan gerakan ke atas yang cukup. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan. hujan deras bisa terjadi jika aliran atas lembah meningkat di sisi atas angin permukaan pada ketinggian yang memaksa udara lembap mengembun dan jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan. Kelembapan yang bergerak di sepanjang zona perbedaan suhu dan kelembapan tiga dimensi yang disebut front cuaca adalah metode utama dalam pembuatan hujan. hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Hujan adalah sumber utama air tawar di . Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. hujan akan jatuh dari awan konvektif (awan dengan gerakan kuat ke atas) seperti kumulonimbus (badai petir) yang dapat terkumpul menjadi ikatan hujan sempit. Pergerakan truf monsun. Di sisi bawah angin pegunungan. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di kawasan pegunungan. berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju. mirip panekuk (butir besar). Untuk kegunaan lain. batu es dan slit.Hujan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. membawa musim hujan ke iklim sabana. yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. ensiklopedia bebas Artikel ini berisi tentang presipitasi. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. inilah satu cara penjenuhan udara. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat. hingga bola kecil (butir kecil). Corong hujan di bawah badai petir. atau zona konvergensi intertropis. iklim gurun dapat terjadi karena udara kering yang diakibatkan aliran bawah lembah yang mengakibatkan pemanasan dan pengeringanmassa udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan. lihat Hujan (disambiguasi).

Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Antarktika adalah benua terkering di Bumi. Curah hujan rata-rata tahunan global adalah 990 millimetre (39 in). neon. besi. Di daerah lain.sebagian besar daerah di dunia. menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem. Sistem pengelompokan iklim seperti sistem pengelompokan iklim Köppenmenggunakan curah hujan rata-rata tahunan untuk membantu membedakan kawasan-kawasan iklim. hujan juga pernah turun dengan kandungan metana. Hujan adalah komponen utama dalam siklus air dan penyedia utama air tawar di planet ini. termasuk suasana hujan di timur Amerika Utara dan suasana kering di wilayah tropis. dan asam sulfur.Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca. juga air untukpembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Bagian dari seri Alam tentang Cuaca Musim kalender Semi · Panas Gugur · Dingin Musim tropis Kemarau · Hujan Badai Badai petir · Supersel Downburst · Petir Tornado · Waterspout Siklon tropis (Hurikan) Siklon ekstratropis Badai musim dingin · Blizzard Badai es · Badai debu Badai api · Awan . Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan.

Presipitasi Gerimis · Hujan · Salju · Graupel Hujan beku · Butir es · Hujan es Topik Meteorologi · Iklim Prakiraan cuaca Gelombang panas · Polusi udara Portal cuaca  L  B  S .

3 Dampak Westerlies 7.2 Konveksi 2.1 Pertanian 6.2 Budaya 7 Klimatologi global o o o o    7.2 Wilayah basah 7.1 Gurun 7.2 Koalesensi 2 Sebab o o o o o  2.1 Pola 3.Daftar isi [sembunyikan]  1 Pembentukan o o  1.3 Pengelompokan iklim Köppen 4 Pengukuran o o o o   4.2 Keasaman 3.4 Daerah terlembap 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Catatan kaki .1 Alat ukur 4.3 Intensitas 4.1 Udara lembap 1.5 Pengaruh manusia 3 Karakteristik o o o  3.1 Aktivitas frontal 2.3 Efek orografis 2.4 Wilayah tropis 2.2 Sensor jarak jauh 4.4 Periode kembali 5 Prakiraan hujan 6 Dampak o o  6.

[7] biasanya tertiup dari satu permukaan ke permukaan lain. Pendinginan adiabatik terjadi ketika udara naik dan menyebar. disebut Rasio Pencampuran.[17] Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan stabil terperangkap di bawah massa udara panas. Pendinginan radiasional terjadi karena emisi radiasi inframerah yang muncul akibat udara ataupun permukaan di bawahnya. Udara yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air daripada udara dingin sebelum melembap.[18] .[14] dan udara yang naik di pegunungan.[15] Uap air biasanya mulai mengembun di nuklei kondensasi seperti debu. dan garam untuk membentuk awan. atau mencapai titik kelembapan. pendinginan konduktif. yaitu persentase total udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu.[12]transpirasi tumbuhan. Pendinginan konduktif terjadi ketika udara bertemu permukaan yang lebih dingin. misalnya dari permukaan air ke daratan yang lebih dingin. Bagian-bagian tinggi front cuaca (tiga dimensi)[16] memaksa wilayah luas melakukan gerakan ke atas di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus.[8] Pendinginan evaporatif terjdai ketika kelembapan masuk dalam udara melalui penguapan.[9] Cara utama uap air dapat bergabung dengan udara adalah ketika angin berkonvergensi ke wilayah gerakan ke atas.[5] Ada empat mekanisme utama dalam pendinginan udara hingga titik embunnya: pendinginan adiabatik. pendinginan radiasional. diukur dalam satuan gram air per kilogram udara kering (g/kg). dan pendinginan evaporatif.[13] udara dingin atau kering yang bergerak di perairan panascool or dry air moving over warmer water. satu-satunya cara untuk melembapkan udara adalah dengan mendinginkannya. Awan ini juga dapat terbentuk akibat pengangkatan kabut adveksiketika kondisi berangin. es.[3] Jumlah uap air yang dapat ditahan udara sebelum melembap (100% kelembapan relatif) dan membentuk awan (sekumpulan air kecil dan tampak dan partikel es yang tertahan di atas permukaan Bumi)[4]bergantung pada suhunya. Karena itu. atau perintang fisik seperti pegunungan (pengangkatan orografis).[1][2] Jumlah kelembapan di udara juga disebut sebagai kelembapan relatif. badan air atau tanah basah. 11 Pranala luar Pembentukan[sunting] Udara lembap[sunting] Udara berisikan uap air dan sejumlah air dalam massa udara kering. Titik embun adalah suhu yang dicapai dalam pendinginan udara untuk melembapkan udara tersebut.[6] Udara dapat naik karena konveksi.[11] pemanasan siang hari yang menguapkan air dari permukaan laut.[10] presipitasi atau virga yang jatuh dari atas. gerakan atmosfer berskala besar. sehingga memaksa suhu udara mendingin hingga suhu bulb basah.

[21] Berbeda dengan kepercayaan masyarakat. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat.39 in). butiran terbesar berbentuk mirip parasut.[19] Di awan bawah titik beku. atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron.Koalesensi[sunting] Bentuk butir hujan menurut ukurannya Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger. Ketika turbulensi udara terjadi. butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Proses ini bergantung kepada suhu. bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata.[23] . kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan. karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan. kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut. Umumnya. Resistensi udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku. Selain itu.[20] Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0.[22] Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak. kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. di atas itu butiran akan terpisah-pisah.039 in) hingga 9 millimetre (0.35 in). sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan.

[30] Sebab[sunting] Aktivitas frontal[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Front cuaca Hujan stratiform (perintang hujan besar dengan intensitas yang relatif sama) dan dinamis (hujan konvektif yang alaminya deras dengan perubahan intensitas besar dalam jarak pendek) terjadi sebagai akibat dari naiknya udara secara perlahan dalam sistem sinoptis(satuan cm/detik). sementara kode untuk hujan deras adalah SHRA.Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang. namun biasanya jalur mereka dikaitkan dengan penguapan massa air.[17] Hal yang memisahkan curah hujan dari presipitasi lainnya.20 in) jatuh pada kecepatan 9 metre per detik (20 mph). seperti di sekitar daerah front dingin dan dekat front panas permukaan.[32] Hujan es semakin jarang terjadi ketika titik beku di atas atmosfer melebihi ketinggian 11.400 m) di atas permukaan laut.[28][29] Kode METAR untuk hujan adalah RA.20 in) jatuh dengan kecepatan 2 metre per detik (4. sementara butiran besar 5 millimetre (0.000 kaki (3.[31] Berbagai jenis cuaca dapat ditemukan di sepanjang front tutupan dengan kemungkinan terjadinya badai petir.[27] Suara butir hujan menabrak air disebabkan oleh gelembung air berosilasi di bawah air. Jika ada lapisan dangkal dekat permmukaan yang suhunya di bawah titik beku. Front tutupan biasanya terbentuk di sekitar daerah bertekanan rendah. Di permukaan laut tanpa angin. yang mencairkan hujan beku sebelum mencapai tanah. Kenaikan sejenis juga terjadi di sekitar siklon tropis di luar dinding mata.[24][25] Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain. gerimis 05 millimetre (0. sepertibutir es dan salju. adalah adanya lapisan tebal udara yang tinggi dengan suhu di atas titik cair es.5 mph). dan di pola hujan sekitar siklon lintang tengah.[33] Konveksi[sunting] . hujan beku (hujan yang membeku setelah bersentuhan dengan permukaan di lingkungan sub-beku) akan terjadi. lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan.[26] Butir hujan jatuh pada kecepatan terminalnya.

Gunung Wai'ale'ale. atau hujan deras. Di daerah berpegunungan dunia yang mengalami angin relatif tetap (misalnya angin dagang). Sisi atas angin memaparkan wilayah timur . dan front panas. hujan konvektif berselang-seling dan sering dikaitkan dengan batasan baroklinis seperti front dingin.000 mm). Hujan ini jatuh deras dengan intensitas yang cepat berubah. Jenis hujan (meteorologi). hujan stratiform juga diduga terjadi. selain hujan konvektif. iklim yang lebih lembap biasanya lebih menonjol di sisi atas angin gunung daripada sisi bawah angin gunung. terbagi menjadi kawasan atas angin (Koʻolau) dan bawah angin (Kona) berdasarkan lokasi relatif terhadap pegunungan tinggi.[15] Di Hawaii.[38] Iklim setempat bervariasi di masing-masing pulau karena topografinya.[35] Di lintang tengah. terkenal karena curah hujannya yang ekstrem dan memiliki curah hujan rata-rata tahunan tertinggi kedua di dunia. meninggalkan udara yang lebih kering (lihat angin katabatik) di sisi bawah angin yang menurun dan menghangatkan serta menjadi tempat pengamatan bayangan hujan. 460 inci (12. namun.garis squall.[37] Sistem badai Kona membasahi negara bagian ini dengan hujan deras antara Oktober dan April.[31][34] Graupel dan hujan es menandakan konveksi. karena awan konvektif memiliki bentangan horizontal terbatas. Sebagian besar hujan di daerah tropisbersifat konvektif. dan Klimatologi hujan Amerika Serikat Hujan orografis Hujan orografis terjadi di sisi atas angin pegunungan dan disebabkan oleh gerakan udara lembap berskala besar ke atas melintasi pegunungan. mengakibatkan pendinginan dan kondensasi adiabatik. berasal dari awan konvektif seperti kumulonimbusatau kumulus kongestus. Hujan konvektif jatuh di suatu daerah dalam waktu yang relatif singkat.[36] Efek orografis[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengangkatan orografis. Kelembapan tidak ada karena pengangkatan orografis. di pulau Kauai.Hujan konvektif Hujan konvektif.

dengan sedikit hujan dan cakupan awan. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara[47] dan air segar membaik.[24] Ketika musim hujan terjadi selama musim panas. sisi bawah angin lebih kering dan cerah.terhadap angin dagang timur laut dan menerima lebih banyak hujan. untaian pegunungan Andes menghalangi kelembapan Pasifik yang datang ke benua ini. Hutan hujan tropis teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan. hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam.[41][42] Wilayah tropis[sunting] Penyebaran hujan bulanan di Cairnsmemperlihatkan batas musim hujan di daerah tersebut Lihat pula: Monsun dan Siklon tropis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Musim hujan Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut. karena hujan tersebar merata sepanjang tahu. sumber curah hujan sangat deras.[40] Pegunungan Sierra Nevada menciptakan efek yang sama di Amerika Utara denngan membentuk Great Basin dan Gurun Mojave.[43] Istilah musim hijau juga kadang digunakan sebagai eufemisme oleh pihak pariwisata.[46] Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas.[48][49] dan tanaman tumbuh subur.[39] Di Amerika Selatan. Siklon tropis.[45] Iklim dan wilayah sabana dengan cuaca monsun memiliki musim panas hujan dan musim dingin kemarau.[44] Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dansubtropis.[50] Meskisiklon dapat mengakibatkan kematian dan . mengakibatkan iklim gurun di bawah angin melintasi Argentina Barat. terdiri dari massa udara besar beberapa ratus mil dengan tekanan rendah di pusatnya dan angin bertiup ke pusat searah jarum jam (belahan Bumi selatan) atau berlawanan arah jarum jam (belahan Bumi utara).

curah hujan bulanan 28% lebih besar antara 20 mil (32 km) hingga 40 mil (64 km) di bawah angin kota.8 °F) di atas kawasan pinggiran kota dan pedesaan sekitarnya. Lihat pula: Pemanasan global dan Pulau panas perkotaan Zat partikulat yang dihasilkan oleh gas buang mobil dan sumber-sumber polusi lain membentuk nuklei kondensasi awan. Akibat polusi lalu lintas penglaju dan komersial menumpuk sepanjang minggu. Sebagai akibat pemanasan ini. Di daerah padat penduduk dekat pesisir. kemungkinan hujan meningkat: hujan memuncak pada Sabtu setelah lima hari penumpukan polusi.[54] Sejumlah kota mengakibatkan curah hujan total meningkat sebesar 51%. warna biru berarti suhu dingin. Panas tambahan ini mendorong gerakan yang lebih besar ke atas dan menyebabkan aktivitas hujan deras dan badai petir tambahan. yang mendorong pembentukan awan dan meningkatnya kemungkinan hujan.8 °F) hingga 56 °C (100. dampaknya bisa dramatis: ada kemungkinan hujan 22% lebih tinggi pada hari Sabtu daripada Senin.[52] Pengaruh manusia[sunting] Citra Atlanta. Tingkat curah hujan di bawah angin kota meningkat antara 48% dan 116%. dan putih panas.[53] Dampak pulau panas perkotaan memanaskan kota sebesar 06 °C (10. merah hangat. seperti Pesisir Timur Amerika Serikat. inilah faktor penting dalam penguasaan hujan atas suatu daerah.kerusakan properti yang besar.[51] Wilayah di sepanjang jalurnya dapat menerima jatah hujan setahun penuh melalui satu kali peristiwa siklon tropis. karena siklon dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan di wilayah kering. Georgia memperlihatkan penyebaran suhu.[55] . jika dibandingkan dengan atas angin.

Jumlah peristiwa hujan meningkat di daratan sebelah utara 30°N sejak 1900 hingga 2005. Eropa Utara.25 persen). Afrika bagian Selatan. namun mulai menurun di kawasan tropis sejak 1970-an. dan beberapa bagian Asia Selatan semakin kering. Di seluruh dunia.[56] Upaya mempengaruhi cuaca yang paling sukses adalah penyemaian awan yang melibatkan teknik peningkatan presipitasi musim dingin di atas pegunungan dan mengurangi hujan es. dan Asia Tengah semakin basah. tidak ada kecenderungan presipitasi keseluruhan secara statistik dalam satu abad terakhir. Di daratan Amerika Serikat. termasuk peningkatan sejak 1970an akibat banyaknya kekeringan—khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Terjadi peningkatan jumlah peristiwa hujan deras di berbagai daerah dalam satu abad terakhir.Anomali suhu permukaan rata-rata pada periode 1999 hingga 2008 dibandingkan dengan suhu rata-rata dari 1940 hingga 1980 Suhu yang meningkat cenderung meningkatkan penguapan yang dapat mendorong lebih banyak hujan. Sahel. dengan peningkatan tertinggi terjadi di wilayah iklim Tengah Utara Timur (11.6 persen per abad) dan Selatan (11. Wilayah timur Amerika Utara dan Selatan.1 persen per abad sejak 1900. Perubahan curah hujan dan penguapan di samudra diakibatkan oleh berkurangnya salinitas di perairan lintang tengah dan tinggi (berarti lebih banyak hujan) dan meningkatnya salinitas di lintang rendah (berarti sedikit hujan dan/atau banyak penguapan). meski kecenderungan hujan bervariasi menurut daerah dan waktunya. total curah hujan tahunan meningkat dengan tingkat rata-rata 6.[57] .1 persen). Mediterania. Hawaii adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan (-9.

karena bentuk awan pertengahan troposfer sepertikoma yang menyertai fenomena ini. atau "trowal".[60] dan cenderung lebar serta bersifat stratiform. perpanjangan presipitasi ini disebut sebagai struktur terikat. dan mengarah ke periferi (juga disebut sabuk pengangkut panas) barat lautor. mereka mampu menutupi lokasi front dingin tersebut. dengan kemungkinan badai petir jika atmosfer di sepanjang trowal cukup stabil untuk menciptakan konveksi.[61] Ikatan hujan yang muncul dekat dan mendahului front dingin bisa jadi merupakan garis squall yang mampu menghasilkan tornado. Jika ikatan hujan angin laut cukup aktif mendahului front dingin.[62] Ikatan hujan yang dikaitkan dengan front dingin dapat dibelokkan oleh pegunungan lurus terhadap orientasi front karena pembentukan jet penghalang tingkat rendah.[64] Ketika siklon menutupi langit. akan terjadi akibat angin selatan yang kuat di perbatasan timurnya berputar-putar tinggi mengitari kawasan timur lautnya. sebuah truf udara panas tinggi (trough of warm air aloft). Jika dilihat melalui pencitraan radar cuaca.[63] Ikatan badai petir dapat terbentuk bersama angin laut dan angin darat jika kelembapan yang diperlukan untuk membentuknya ada pada saat itu. Ini juga bisa menjadi fokus atas presipitasi lokal yang deras.[65] Pengikatan di dalam pola presipitasi kepala koma suatusiklon ekstratropis dapat menandakan .Karakteristik[sunting] Pola[sunting] Ikatan badai petir terlihat di tampilan radar cuaca Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan hujan Ikatan hujan adalah wilayah awan dan presipitasi yang panjang. Trowal menciptakan bagian dari siklon tutupan yang disebut sebagai kepala koma.[58] dan terbentuk akibat perbedaan suhu. memaksa truf permukaan berlanjut ke sektor dingin lengkungan yang sama menuju front tutupan.[59] Ikatan hujan mendahului front tutupan panas dan front panasdikaitkan dengan gerakan lemah ke atas. Gelombang hujan dapat bersifat stratiform atau konvektif.

ikatan hujan deras dan badai petir dapat terbentuk karena konvergensi angin tingkat rendah di bawah angin batas pulau. Siklon tropis berisikan hujan deras dan badai petir yang. yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). dan badai petir lokal memiliki pH serendah 2. selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik.0-5. bakteri tanah. membentuk hurikan atau badai tropis. bersama dinding mata dan mata.[70] . hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5. hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3. hal ini terjadi ketika adanya peningkatan front dingin. Di pesisir timur Amerika.0.[66] Di balik siklon ekstratropis pada musim gugur dan dingin. Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir.[68] Keasaman[sunting] Siklus hujan asam Lihat pula: Hujan asam pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut. dan kebakaran alami.8-4. Dalam 20 tahun terakhir. Di lepas pantai California.[67] Ikatan hujan dengan siklon tropis memiliki orientasi melengkung. Batas ikatan hujan di sekitar siklon tropis dapat membantu menentukan intensitas siklon tersebut.[69] Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat.8.hujan deras. dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S. Di bawah angin kepulauan. konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya.6. ikatan hujan dapat terbentuk di bawah angin permukaan air panas seperti Danau-Danau Besar. Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat).

[75] Iklim lautan (atau oseanik/maritim) dapat dijumpai di sepanjang pesisir barat di lintang tengah seluruh benua di dunia. Hutan hujan ditandai dengan curah hujan tinggi yang minimum normal tahunnya antara 1. antara lintang 20° dan 40° derajat dari khatulistiwa. iklim mediterania.[74] Iklim subtropis lembap terletak di daratan sebelah timur. kering. kutub.[73] Zona iklim subtropis lembap adalah daerah yang hujan musim dinginnya dikaitkan dengan badai besar yang diarahkan angin westerlies dari barat ke timur. danAustralia. iklim lautan. dan gurun. daratan es kutub.Pengelompokan iklim Köppen[sunting] Peta iklim Köppen-Geiger terbaru[71] ██ Af██ A m██ Aw ██ BWh██ BWk█ █ BSh██ BSk ██ Csa█ ██ Cwa█ █ Csb █ Cwb ██ Cfa██ Cf b██ Cfc ██ Dsa██ Dsb██ Dsc██ Dsd ██ Dwa██ Dwb██ Dwc██ Dwd ██ Dfa██ Dfb██ Dfc██ Dfd ██ ET ██ EF Artikel utama untuk bagian ini adalah:Pengelompokan iklim Köppen Klasifikasi Köppen bergantung pada nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan. wilayah utara Amerika Selatan. sabana tropis.subtropis lembap.[72] Sebuah sabana tropis adalahbioma daratan rumput yang terletak di kawasan iklim semi-gersang hingga semi-lembap di lintang subtropis dan tropisdengan curah hujan antara 750 millimetre (30 in) dan 1. Malaysia. iklim subarktik. Kebanyakan hujan musim panas terjadi selama badai petir dan siklon tropis. dan memiliki presipitasi besar . Lima klasifikasi utama ini dapat dibagi lagi menjadi klasifikasi sekunder seperti hutan hujan.750 millimetre (69 in) dan 2. Sabana tropis tersebar diAfrika. dan E. D.000 millimetre (79 in). India. daratan lembap.270 millimetre (50 in) per tahun. stepa. monsun. tropis. sejuk lintang menengah. C. berbatasan dengan lautan dingin dan wilayah tenggara Australia. Jenis utama tersebut adalah A. dingin lintang menengah. Bentuk klasifikasi Köppen yang umum digunakan memiliki lima jenis utama mulai dari A hingga E. tundra. B.

[80] Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0. Setelah tabung dalam penuh.sepanjang tahun. dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in). sebagian Australia Barat dan Selatan. Disdrometer. sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0.[78] Iklim subarktik bersifat dingin dengan permafrost abadi dan presipitasi kecil.[76] Iklim mediterania membentuk iklim benua di Cekungan Mediterania. sebagian wilayah barat Amerika Utara. dan Pengukur salju Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar. wilayah barat dayaAfrika Selatan dan sebagian wilayah tengah Chili. Iklim ini ditandai oleh musim panas yang panas dan kering dan musim dingin yang dingin dan basah.98 in) hujan. limpahannya mengalir ke tabung luar. isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar . Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0.98 in).[79] Pengukuran[sunting] Alat ukur[sunting] Pengukur hujan standar Lihat pula: Pengukur hujan.98 in).[77] Stepa adalah daratan rumput kering.

. Zona tanpa data di timur dan barat daya disebabkan adanya sorotan sinar dari pegunungan. Persamaan radar kemudian dipakai. namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. Untuk menghasilkan akumulasi radar. stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan.[88] Misalnya. yaitu . sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong.[82] Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah. Perhitungan curah hujan radar melengkapi data stasiun darat yang dapat digunakan untuk kalibrasi. berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet. ember miring.[84][85] Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal. kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka. Kanada Timur.[87] Sensor jarak jauh[sunting] Lihat pula: Radar cuaca Akumulasi curah hujan 24 jam di radar Val d'Irène. [81] Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan). dan beban. seperti CoCoRAHS atau GLOBE.[83] Ketika penghitungan curah hujan dilakukan. pengendalian banjir sungai.[86] Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi. Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai.sampai tabung luar kosong. tingkat hujan di satu titik dihitung menggunakan nilai data reflektivitas pada satu titik jaringan. dan pembangunan bendungan adalah semua bidang yang memerlukan data akumulasi curah hujan. Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian. (Sumber: Environment Canada) Salah satu kegunaan utama radar cuaca adalah mampu menilai jumlah curah hujan yang jatuh di cekungan besar untuk keperluan hidrologis. pengelolaan selokan bawah tanah.

Intensitas curah hujan dikelompokkan menurut tingkat presipitasi:   Gerimis — ketika tingkat presipitasinya < 25 millimetre (0.[94]Istilah badai 1 dalam 10 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang jarang dan hanya mungkin terjadi sekali setiap 10 tahun.0 in) per jam[92]  Hujan badai — ketika tingkat presipitasinya > 50 millimetre (2.[90] Untuk menghasilkan akumulasi curah hujan pada satu periode waktu tertentu.39 in) dan 50 millimetre (2.[91]atau antara 10 millimetre (0.Z berarti reflektivitas radar.39 in) per jam[91][92]  Hujan deras — ketika tingkat presipitasinya > 76 millimetre (3.98 in) .0 in) atau 10 millimetre (0. .0 in) per jam. R berarti tingkat curah hujan.[93] Intensitas badai dapat diperkirakan untuk periode kembali dan durasi badai apapun dengan melihat grafik yang didasarkan pada data historis lokasi hujan.0 in) per jam[92] Periode kembali[sunting] Lihat pula: Banjir 100 tahun Kemungkinan suatu peristiwa dengan intensitas dan durasi tertentu disebut frekuensi atau periode kembali.76 millimetre (3. Intensitas[sunting] Heavy rain in Glenshaw. PA MENU 0:00 Suara hujan deras di permukiman pinggiran kota Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.98 in) per jam Hujan sedang — ketika tingkat presipitasinya antara 25 millimetre (0. dan A dan b adalah konstanta.[89] Perhitungan curah hujan satelit memakai instrumen gelombang mikro pasif di atasorbit kutub serta satelit cuaca geostasioner untuk mengukur tingkat curah hujan secara tidak langsung. semua akumulasi dari masing-masing kotak jaringan di dalam gambar pada waktu itu harus dijumlahkan.

Berbagai skor kemampuan dapat ditentukan untuk mengukur nilai prakiraan curah hujan. PPK digunakan dalam model prakiraan hidrologi untuk mensimulasikan dampak terhadap sungai di seluruh Amerika Serikat. Relief daratan juga termasuk dalam PPK melalui pemakaian topografi atau berdasarkan pola presipitasi iklim dari hasil observasi dengan rincian jelas. sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 1 persen setiap tahun. Hujan akan menjadi ekstrem dan banjir lebih parah daripada peristiwa 1 dalam 10 tahun tersebut. 1200 dan 1800 GMT. Prakiraan dapat diverifikasi melalui pemakaian pengukur hujan. Hujan akan lebih deras dan banjir akan lebih buruk daripada badai terburuk yang terjadi dalam satu tahun. "badai 1 dalam 100 tahun" bisa saja terjadi berkali-kali dalam satu tahun saja.[96] PPK akan diperinci ketika jenis presipitasi terukurkan yang mencapai batas minimal merupakan prakiraan untuk setiap am selama periode sah PPK.[95] Prakiraan hujan[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prakiraan presipitasi kuantitatif Contoh prakiraan hujan lima hari dariHydrometeorological Prediction Center Prakiraan Presipitasi Kuantitatif (disingkat PPK. QPF dalam bahasa Inggris) adalah perkiraan jumlah presipitasi cair yang terkumpul dalam periode tertentu di suatu daerah. Istilah badai 1 dalam 100 tahun menjelaskan peristiwa hujan yang sangat jarang dan akan terjadi dengan kemungkinan sekali dalam satu abad.[97] Dimulai pada pertengahan hingga akhir 1990an. atau di tingkat terendah atmosfer yang menurun seiring ketinggiannya. atau keduanya. prakiraan radar cuaca.[98] Model prakiraan memperlihatkan sensitivitas tertentu terhadap tingkat kelembapan di lapisan pelindung planet.[101] . Prakiraan presipitasi cenderung dibatasi oleh jam sinoptis seperti 0000.[99] PPK dapat dibuat dengan dasar prakiraan jumlah kuantitatif atau kemungkinan prakiraan jumlah kualitatif. Seperti semua peristiwa kemungkinan. 0600.sehingga hujan ini memiliki kemungkinan 10 persen setiap tahun.[100] Teknik prakiraan citra radar memperlihatkan kemampuan yang lebih tinggi daripada prakiraan model dalam 6 hingga 7 jam waktu citra radar.

[24] Hewan memiliki strategi adaptasi dan bertahan hidup di wilayah basah.[103]Tumbuhan memerlukan beragam jumlah air hujan untuk hidup. terlalu banyak atau terlalu sedikit hujan dapat membahayakan.[108] Budaya[sunting] Tanggapan budaya terhadap hujan berbeda-beda di seluruh dunia.[104] sementara tanaman tropis memerlukan ratusan inci hujan per tahun untuk hidup. diolah agar dapat dikonsumsi. sehingga hujan (cara mengairi paling efektif) sangat penting bagi pertanian. masyarakat. Kekeringan dapat mematikan panen dan menambah erosi. Di daerah beriklim sedang.[109] Hujan juga dapat membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat. cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan.Dampak[sunting] Pertanian[sunting] Prakiraan hujan untuk Jepang Selatan dan sekitarnya pada 20–27 Juli 2009. memiliki dampak dramatis terhadap pertanian. kaktustertentu memerlukan sedikit air. Musim kemarau sebelumnya mengakibatkan kelangkaan makanan menjelang musim hujan. Pola hujan biasa bersifat vital untuk kesehatantumbuhan. terutama pria.[102]sementara terlalu basah dapat mendorong pertumbuhan jamur berbahaya. Presipitasi. Semuatumbuhan memerlukan air untuk hidup.[107] Hujan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang.[106] Hujan dapatditampung menggunakan tangki air hujan. bahkan merusak panen. karena tanaman panen harus tumbuh terlebih dahulu. nutrien tanah tersapu dan erosi meningkat selama musim hujan. non-konsumsi dalam ruang atau irigasi.[105]Negara-negara berkembang mencatat bahwa penduduknya memiliki fluktuasi berat badan musiman karena kelangkaan makanan sebelum panen pertama yang terjadi pada akhir musim hujan. khususnya hujan. Misalnya. Di daerah musim hujan dan kemarau. .

Sumber bau ini adalah petrikor. curah hujan rata-rata tahunan secara global mencapai 990 millimetre (39 in).[112] Beberapa budaya mengembangkan cara menghadapi hujan dengan berbagai alat lindung seperti payung dan jas hujan.Di daerah kering seperti India.000 cu mi) jatuh ke lautan. kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung. sebagian besar terdiri dari gurun pasir mulai dari Gurun Gobi di barat-baratdaya Mongolia melintasi barat Pakistan (Balochistan) dan Iran hingga Gurun Arab di Saudi Arabia. Di Amerika Selatan.[118] Gurun[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gurun Gurun-gurun terbesar Setengah benua Afrika di bagian utara didominasi gurun pasir atau wilayahgersang.000 kubik kilometer (121.[110] atau ketika terjadi kekeringan di daerah lain. untaian pegununganAndes menahan kelembapan Samudra Pasifik yang tiba di benua ini.[119] sehingga menjadikannya benuaberpenghuni terkering di dunia. Di Botswana.[114] Klimatologi global[sunting] Lihat pula: Klimatologi curah hujan Bumi Air sebanyak 505. Sebagian besar Australia semi-gersang atau terdiri dari gurun pasir. digunakan sebagai nama mata uang nasional karena pentingnya hujan terhadap ekonomi negara gurun ini. Di Asia.000 cu mi) jatuh sebagai hujan setiap tahunnya di seluruh dunia.000 kubik kilometer (95.[116][117] atau sebagai wilayah ketika air lebih banyak yang menguap akibat evapotranspirasi daripada yang jatuh sebagai presipitasi. wilayah yang curah hujan minimum tahunannya besar. Padang pasir ditetapkan sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 250 millimetre (10 in) per tahun.[115] Jika dibandingkan dengan luas permukaan Bumi. minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan.[111] hujan memperbaiki suasana hati masyarakat. serta alat pengalihan seperti talang air dan drainase badai yang mengalirkan air hujan ke selokan. kata 'hujan' dalam bahasa Setswana. sehingga memunculkan .[113] Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan. termasuk Gurun Sahara. "pula". 398.

[129] Kepulauan Mariana Utara. Great Basin.[120] Wilayah basah[sunting] Lihat pula: Monsun dan Truf monsun Wilayah khatulistiwa dekat Zona Konvergensi Intertropis (ITCZ). Pergerakannya ke kutub ini didorong oleh monsun musim panas yang ditandai dengan munculnya tekanan udara rendah (tekanan rendah panas) di kawasan terpanas Asia. dan Sierra Nevada adalah wilayah terbasah di negara ini. Setiap tahun.[40] Wilayah kering di Amerika Serikat adalah wilayah tempat gurun Sonora menyapu Desert Southwest. hujan tersebar di seluruh wilayah selatan benua ini dari kawasan timur dan timur laut India hingga Filipina dan Cina selatan sampai Jepang karena monsun mengadveksikan kelembapan dari Samudera Hindia ke wilayah ini. Kepulauan Virgin Amerika Serikat. mengangkut badai petir sore dan malam di wilayah selatan Amerika Serikat dan Dataran Besar.[123][124] Sirkulasi monsun sejenis. dengan curah hujan rata-rata melebihi 30 inci (760 mm) per tahun.iklim mirip gurun di wilayah barat Argentina.[120] Siklon tropis mendorong terjadinya hujan di seluruh wilayah selatan Amerika Serikat. adalah wilayah terbasah di dunia. dan Wyoming bagian tengah. terjadi di Amerika Utara danAustralia. atau truf monsun.[121] Di Asia. namun lebih lemah.[122] Truf monsun dapat memanjang ke utara hingga garis paralel ke40 di Asia Timur pada bulan Agustus sebelum bergerak ke selatan. Dampak Westerlies[sunting] Hujan rata-rata jangka panjang menurut bulan . sabuk hujan di wilayah tropis bergerak ke utara pada bulan Agustus. kemudian bergerak kembali ke selatan menuju Belahan Bumi Selatan pada bulan Februari dan Maret. pegunungan Barat Laut Pasifik. dan Samoa Amerika.[127] Daratan Amerika Serikat di sebelah timur meridian ke-98.[128] serta Puerto Riko.[125][126] Pada musim panas. monsun Barat Laut bersama kelembapan Teluk California dan Teluk Meksiko bergerak mengitaripegunungan subtropis di Samudera Atlantik.[130] Guam.

6 in).Lihat pula: Westerlies Westerly bergerak dari garis depan sejuk Atlantik Utara ke daerah lembap di Eropa Barat. rata-rata tahunannya mencapai 11. ibu kota Chocó. kota ini memiliki curah hujan 26. terutama Britania Raya. Curah hujan tertinggi yang tercatat dalam satu tahun adalah 22. India adalah salah satu kawasan terlembap atau terbasah di Bumi. Norwegia adalah salah satu kota hujan terkenal di Eropa dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2. Tidak seperti Cherrapunji yang hujan antara April dan September.250 mm (89 in). dan Danau-Danau Besar selama musim panas. dianggap seabgai daerah dengan curah hujan terukur terbesar di dunia. Tutunendo. Tutunendo mengalami hujan tersebar merata sepanjang tahun.[140] Quibdó.500 mm (98 in) di pegunungan setiap tahunnya.200 mm (480. yang pesisir baratnya menerima curah hujan antara 1.000 mm (39 in) di permukaan laut dan 2. Barat Tengah. dengan curah hujan rata-rata tahunan mencapai 11. Daerah ini telah dipromosikan dalam literatur wisata selama beberapa tahun sebagai tempat terbasah di Bumi. Daerah terlembap[sunting] Cherrapunji. rata-rata mencapai 13. sementara kekeringan semakin sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis. sebuah kota di departemen ini merupakan salah satu tempat yang diperkirakan terlembap di Bumi.[133][134] Tenggara. sebuah kota di Chocó. dengan rekor 17. Selama musim gugur. curah hujan tahunan terbesar yang pernah diukur di Kolombia. Kawasan badai petir besar bernama kompleks konvektif skala meso bergerak ke Dataran Besar.[136] Daerah terlembap di Australia adalah Mount Bellenden Ker di timur laut negara ini yang memiliki curah hujan rata-rata 8.0 in) pada 1861.4 in).[137] Mount Waialeale di pulauKaua'i di Kepulauan Hawaii memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 11.873 mm (467. dingin.000 millimetre (350 in) per tahun. dan semi. Meghalaya. Ada pula bukti bahwa pemanasan global mendorong peningkatan hujan di Amerika Utara bagian timur.3 in). arus jet membawa hujan maksimum musim panas keDanau-Danau Besar. yaitu 9.[138] Lloró.[127] Di puncak pegunungan.300 mm (520 in) per tahun. sistem badai Pasifik mengangkut sebagian besar hujan untuk Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat.[131] Osilasi Selatan-El Niño mempengaruhi persebaran hujan dengan mengacaukan pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Barat.680 millimetre (460 in) dalam 32 tahun terakhir.000 jiwa.394 mm (448.[135] dan wilayah tropis. Rata-rata 38 tahun di Mawsynram.987 mm (905.[132]Barat Tengah. Kolombia.[139] Departemen Chocósangat lembap. Bergen. mengalami hujan paling banyak di Bumi di antara kota-kota lebih dari 100. sehingga menyumbang 10% hujan tahunan di wilayah ini.000 millimetre (310 in) per tahun.[139] Badai di Chocó dapat menghasilkan curah .340 millimetre (683 in) tahun 1982.6 in). India adalah 11.303 mm (3. terletak di lereng selatan Himlaya Timur di Shillong. pada tahun 1974.430 mm (450 in). curah hujan di daerah ini mencetak rekor tertinggi yaitu 12. Puncaknya dianggap sebagai salah satu daerah terbasah di Bumi. Pada 2000.

597 kaki/1.401 m 39 Oseania 4.042 in/26 mm [143] Tertinggi dalam satu bulan Asia Cherrapunji. India 4.6 m 16 Australia 3. Jumlah ini lebih banyak daripada curah hujan di berbagai kota di dunia dalam satu tahun. Queensland Henderson Lake.555 m 9 Amerika Utara Eropa 2.916 mm Quibdo.720 mm Mawsynram. 2004. Kolombia 120 kaki/36.830 in/46.360 mm Mount Bellenden Ker. British Columbia Crkvice.840 mm Mount Waiʻaleʻale. India [a][d] 4.337 kaki/1.024 mm 12 kaki/3. Hawaii [a] (AS) Debundscha. Kamerun 5.482 mm 3.674 in/118.400 in/86.569 m 30 Afrika Amerika Selatan 4.994 mm Lloró.66 m 14 1.148 kaki/1. Montenegro 5. Kolombia 520 kaki/158 m 29 4.600 in/116.050 in/102.hujan 500 mm (20 in) dalam satu hari.720 mm [142] Tertinggi dalam satu tahun Asia Cherrapunji.017 m 22 Sumber (tanpa konversi): Global Measured Extremes of Temperature and Precipitation . Benua Daerah Curah hujan tertinggi Referensi Curah hujan rata-rata tahunan tertinggi Asia Mawsynram. Benua Rata-rata tertinggi (inci/mm) Daerah Ketinggian (kaki/m) [a][b] [c] Tahun Pencatatan Amerika Selatan Asia 5.674 in/118. India 1.870 mm 30 kaki/9. India 366 in/9.102 kaki/1.540 in/89. National Climatic Data [141] Center.236 in/132. Kauai.1 m 32 3. August 9.296 mm [143] .560 in/65.

346 mm [143] Tertinggi dalam satu menit Amerika Utara Guadeloupe. Pulau La Reunion 73 in/1.854 mm [144] Tertinggi dalam 12 jam Samudra Hindia Belouve. Pulau La Reunion 53 in/1.Tertinggi dalam 24 jam Samudra Hindia Fac Fac. Kepulauan Karibia 15 in/381 mm [144] Lihat pula .

Jumlah curah hujan yang diukur tidak boleh menguapboleh menguap atau meresap ke dalam tanah. Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar curah hujan (rain gauge). A. udara itu taksanggup lagi menahan uap air nya. Di stasiun pengamat.  2. dan asap naik ke atasatmosfer dan kemudian ber ubah menjadiudara dingin. PROSES TERJADINYA AWAN Udara yang hangat yang terdiri ataspenguapan air.  3.♠Curah hujan harian rata-rata jumlah curah hujan bulanan di bagi jumlah hari dalam bulan tersebut. . Jutaan titik air itu melayangbersama dan membentuk awan. Jumlah curah hujan 1 mm (milimeter) berarti air hujan yang menutupi permukaan tanah setinggi 1 mm. HUJAN Endapan atau presipitasi didefinisikan sebagai air yang jatuh ke permukaan bumi. Di Indonesia. endapan berupa air hujan atau curah hujan. curah hujan dicatat setiap hari.Subscribe to comments Post Comment Curah hujanPresentation Transcript  1. ♠Curah hujan harian adalah jumlah curah hujan yang terjadi dalam satu hari tertentu.♠Curah hujan bulanan adalah jumlah curah hujan harian dalam satu bulan tertentu. debu. Air yang jatuh ke permukaan bumi tersebut dapat berbentuk padat seperti batu es dan salju maupun berbentuk cair seperti air hujan. Curah hujan diukur dalam satuan inchi atau milimeter. hinggasebagian uap air itu mengembun pada butirdebu dalam atmosfer dan membentuk titik-titik air. Namun.♠Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan bulanan dalam satu tahun tertentu.♠Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan tahunan dibagi 12 (jumlah bulan).

 sirus Awan yang mengkilat.kapas yang bewarna putih atau abu-abu.bentuk awan dibagi atas 4 kelompok. Awan ini biasanya berupa kabut saat di permukaan bumi. AWAN ALTOKUMULUS 7. berpotensi salju Awan tinggi4. sikromulus Awan yang kelihatan berkeping-keping atau bersekat-sekat.8 . o AWAN SEDANG    6. o awan dengan perkembanganvertikal ♥ kumulus Awan yang bergumpal bewarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari. ♥ . maka tidak akan menimbulkan bayangan. suhu mencapai -24 derajat celcius. Tidak menimbulkan hujan. Biasanya awan ini muncul bersamaan sirus dan sirostratus. lembut dan berserat . yaitu:  2-6 KM ATAU 20. Menurut komisi cuaca internasional.8. Awan stratokumulus 10. matahari itu pun tak terlihat. Biasanya awan ini muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam. 6-12 km. Jika terkena sinar matahari akan menimbulkan bayangan di tanah. Terdiri atas tetes awan dan tetes hujan ☺ stratus Awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata. o awan rendah    9. Awan altostratus 0. Jika awan ini terkena sinar matahari atau bulan. Biasanya muncul saat matahari terbit atau matahari terbenam.5.  sirostratus Awan yang bewarna putih tipis dan tampak seperti terlihat sangat halus.000 KAKI♪ Altokumulus Lapisan awan yang cukup luas seperti kumpulan kapas. Awan stratus 11. ☺ nimbostratus Awan tebal bewarna abu-abu gelap tanpa bentuk tertentu dan terlihat basah. Lapisan ini terdiri atas tetes air yang suatu saat bisa berubah menjadi kristal es.2 km atau 7. dan mirip es.♪ Altostratus Awan berlapis-lapis yang tembus cahaya hingga mtahari masih tetap tampak.000 kaki ☺ stratokumulus Awan yang bewarna abu-abu yang bergumpal-gumpal lembut dan nampak berbaris teratur. Ketika awan ini menutupi matahari.

13. Per-awananPerawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan = 4/8 (=1/2) berarti separuh langit tertutup oleh awan. namun secara umum dinyatakan dalam per.   12. Awan kumulus Perawanan = 8/8 (= 1) berarti langit seluruhnya tertutupi oleh awan. Perawanan dapat dinyatakan dalam persen.Kumulonimbus Awan besar yang berpotensi hujan tiba-tiba karena mengandung tetes hujan yang besar. Sebagai contoh: . Perawanan = 0 (= 0/8) berarti tidak ada awan yang menutupi langit atau cerah.delapan-an dari langit yang tertutupi awan.

18 Desember 2012 Aliran Permukaan. danau dan lautan (Asdak. aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. dalam hal ini tanah telah jenuh air. evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah. 1991). Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume. Secara sederhana. Beranda Selasa. dan gejolak aliran permukaan menentukan kemampuannya dalam menimbulkan erosi. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai. Besaran aliran permukaan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) (Hridjaja dkk. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Menurut Arsyad (2010). Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Evaporasi dan Infiltrasi Pada artikel sebelumnya. 1995). proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. laju atau kecepatan. Evaporasi Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. evaporasi dan infiltrasi. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling . aliran permukaan. yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan. Pengertian aliran permukaan.

hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan.yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap" Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah. Siklus air terjadi terus menerus. danau. Diposkan oleh APRAK di 17. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah. Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" . ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Dari siklus hidrologi.energi panas . tergantung bagaimana mereka bertumbukan. (wikipedia) Infiltrasi Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Karena pengaruh suhu. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap.bertukar energi dalam berbagai derajat. sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. embun dan sumber air lainnya.03 .

Tipe Sungai: 1.sedangkan aliran tanah disebut aliran tak langsung. 2011 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Limpasan adalah apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas infiltrasi.lama genangan dan kecepatan aliran. Aliran permukaan disebut juga aliran langsung (direct runoff). Komponen-komponen Limpasan: Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber : 1.aliran sungai perennika adalah aliran dasar yang beraal datri aliran air tanah. Aliran antara (interflow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi di bawah permukaan tanah.sehingga sungai tidak menerima aliran iar tanah yang berarti tidak mempunyai aliran dasar (base flow) contoh di : nusa tenggara 3.sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir.Aliran antara terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi di bawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akhirnya menuju sungai atau langsung ke laut. Bentuk umum dari hubungan antara hujan dan limpasan adalah : Q = b (P-Pa) Dimana: . aliran antara 3.Aliran permukaan dapat terkonsentrasi menuju sungai dalam waktu singkat.selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah Beberapa variable yang ditinjau dalam analisis banjir adalah volme banjir. 2. Aliran permukaan 2.Sungai Ephemeral adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi.Aliran air tanah Aliran Permukaan (surface flow) adalah bagian dari air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas permukaan tanah.Pada suatu periode tertentu bersifat sungai perennial dan pada waktu tertentu bersifat sebgai sungai ephemal. Sungai Perennial : sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun.Setelah cekungancekungan tersebut penuh. JANUARI 15.setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan mengisi cekungan-cekungan pada permukaan tanah.Sungai Intermitten : sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe di atas. Dalam analisis hidrologi aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan menjadi satu yang disebut aliran langsung.debit puncak.sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik yang masih mempunyai hutan lebat.tinggi genangan.Limpasan Permukaan (Runoff) SABTU.Permukaan air tanah selalu berada di bawah dasar sungai.

jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau.Tipe tanggapan seperti ini disebut aliran subkonsentrasi. · Tipe kedua terjadi apabila durasi hujan efektif lebih lama daripada waktu konsentrasi. Waktu monsentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan.Waktu resesi sama dengan waktu konsentrasi.sehingga debit aliran menvapai maksimum. Apabila durasi hujan lebih kecil dari waktu konsentrasi.sehingga debit aliran berkurang secara berangsur-angsur sampai akhirnya kembali nol. Konsentrasi aliran di suatu DAS dapat dibedakan menjadi 3 tipe tanggapan DAS · Tipe Pertama terjadi apabila durasi hujan efektif sama dengan waktu konsentrasi. Dan hidrograf berbentuk segitiga..Tipa anggapan DAS seperi ini disebut aliran superkonsentrasi.Q : kedalaman limpasan P : kedalaman hujan Pa: kedalaman hujan dibawah nilai tersebut tidak terjadi limpasan b : Kemiringan garis Konsentrasi Aliran Air hujan yang jatuh diseluruh daerah tangkapan akan terkonsentrasi (mengalir menuju) suatu titik kontrol.Pada keadaan ini debit aliran di titik control tidak mencapai nilai maksimum.aliran berkurang sampai akhirnya menjadi nol. Tipe tanggapan DAS seperti ini diesebut aliran terkonsentrasi.Pada saat itu hujan berhenti dan aliran berikutnya di titik control tidak lagi aliran dari seluruh DAS. · Tipe ketiga terjadi apabila durasi hujan efektif lebih pendek daripada waktu konsentrasi.Setelah hjan berhenti.dan debit maksimum tercapai setelah waktu aliran sama dengan waktu konsentrasi. Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh didalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau.Semua air hujan yang jatuh di DAS telah terkonsentrasi di titik control.intensitas hujan akan lebih tinggi. Pada keadaan ini aliran terkonsentrasi pada titik control. .tataguna lahan.

Air hujan yang tersimpan dalam tanah-tanah yang porius kemudian muncul kepermukaan dan ada yang meresap kemudian muncul sebagai mata air. terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir sebagai aliran permukaan menuju daerah-daerah yang lebih rendah yang dinamakan sungai. Air yangbisa berasal dari air hujan mata air. erosi. dan hasil mencairnya es terkadang melakukan erosi. Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck. Morfologi hasil pengikisan ataupun pengendapan sungai pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan yang terjadi berkaitan dengan air mengalir. Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakanretakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . Air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan terakumulasi pada suatu lembah dan mengalir menuju daerah yang lebih rendah. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai. tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat. tetapi merupakan akumulasi air. Bentuklahan-bentuklahan yang terjadi akibat dari proses ini khususnya pada daerah aliraan air/sungai. b. pelarutan dan sebagainya. air tanah. 1939: 158) adalah sebagai berikut : a. kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan. merupakan hasil pengikisan oleh air proses mengalir ataupun terjadi karena faktor dan proses endogen seperti adanya patahann. Jadi. serta ada pula yang meresap kedalam tanah. Curah hujan yang tinggi. Lembah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk permukaan bumi yang negative. Pada intinya bahwa sungai tersebut mengalir pada lembah yang terbentuk secara alami. walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya. Disamping itu. . sehingga aliran air yang terdapat pada saluran buatan seperti saluran irigasi tidak bisa dinamakan sungai.pada umumnya menjadi sumber dari air sungai. sungai adalah merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah. akibatnya aliran air tersebut membawa muatan sedimen serta membentuk bentuk n lahan (landform) baik berupa hasil pengikisan maupun hasil pengendapan.. juga hasil dari es yang mencair didaerah lingtang menengah-tinggi ataupun pada daerah pegunungan tinggi didaerah tropis. sungaisungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat. Proses tersebut berjalan terus. Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi. Sebagai contoh. Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai. Kegiatan Aliran Air Permukaan dan Air Tanah Air hujan yang jatuh kepermukaan bumi sebagian mengalami transpirasi dan ada yang mengalir sebagai aliran air permukaan (run off). Air sungai dapat bersumber dari air hujan. dan pencairan es dan salju. sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal.

Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik(mengalami perubahan-perubahan). dari mulai Lumpur yang halus.c. Perubahan ini di sebabkan karena : 1. Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut : a. b. e. Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai. Oleh karena itu. Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis. kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat. laut. sungai mempunyai ciri yang tersendiri dan berbeda dengan massa air lain seperti danau. maupun keadan permanen aliran yang minimum. dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. c. mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. sehingga mempercepat pengerjaan erosi. dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). mengangkut dan mengendapkan. Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul. . erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah). Erosi. dan mengendapkan. Mengangkut material. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir). kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya. penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial. Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. mengambil bahan lepas. sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang. bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat. daerah aliran hilir. pasir. d. Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal. Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam. lebar atau dalamnya lembah. menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya. menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah.Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua. baik volume. daerah aliran tengah. system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical. dan sebagainya. Pengalirannya tidak tetap. jumlah air . mengangkut. Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai. erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kea rah ulu).

sehingga terjadi pegikisan ke arah luar dan dinding terlihat lebih tegak. Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara.Penampang lembah Dalam membicarakan penampang dalam suatu lembah. Penampang Melintang pada lekuknan meander Pada sisi luar lekukan meander lebih curam di bandingkan dengan pada lereng di bagian dalam. local base level atau batas erosi local berupa danau atau penghalang berupa batuan keras yang terdapat pada bagian aliran tengah atau bagian hulu. terutama paa sisi luar merupakan aliran dengan tekanan yang paling besar. struktur pelapisan ( kedudukan lapisan yang hamper tegak. namun erosi secara vertikal pada suatu lembah tidak terjadi secara terus menerus. akan di sajikan secara satu persatu. yaitu: 1. Hal ini disebabkan karena sudah mencapai batas vertikal atau base level.Penampang Melintang Penampang melintang suatu lembanh aliran sungai ada yang berbentuk V dan ada pula uang berbentuk U. General base level batas umum erosi.Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral. 2. Untuk itu. sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang. muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar. 2. Timur Keterangan A= Undercut slope = arah kekuatan erosi dan B= Slip of slope tebing/dinding lembah lebih tejal Gambar 3-2. Hal ini tergantung pada material batunya seperti resisten tidaknya batuan. namun sebenarnya bentuk ini tidak lah tepat benar. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. 2. Hal ini di sebabkan karena air yang menglir pada lekukan meander tersebut. Berikut ini di kemukakan mengenai beberapa contoh penampang melintang suatu lembah dengan berbagai bentuk di sajikan dalam Gambar 3-2 dan Gambar 3-3. Berdasarkan kekuatan mengerosi kea rah . Berkaitan dengan adanya erosi yang terjadi pada suatu lembah.yang di sajikan adalah penampang melintang dan penampang melintang.2. sedangkan sisi bagian dalam kelokan merupakan slip of slope (bagian sisi yang terendapi material). 2. Bandingkan dengan sisi bagian dalam nampak lebih landai. Erosi vertical mulai melembah bahkan terhenti bila mendekati batas erosi umum. karena setiaplembah jarang sekali memiliki menpunyai sisi lereng yang simetris. sehingga makin ke arah pinggir makin dangkal. batas ini berupa permukana laut yang berlaku untuk umum untuk setiap aliran sungai. Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut.1. sebab pada stadium tertentu akan terhenti.2. Kelokan bagian luar di sebut dengan Undercut slope ( bagian dinding yang terkikis ). Batas erosi ada dua jenis.

maka pada sisi bagian barat sebaliknya di buat pengaman misalnya di pasang batu bronjong (batu yang di taruh dlam kawat teranyam dan tersusun) untuk menahan kuat arus. Penampang Memanjang Lembah Penampang memanjang lembah pada dasarnya sama dengan penampang melintang. maka jelas lahan yang ada di bagian barat aliran makin lama makin terkkikis habis. Perbedaan kecepatan aliran dipengaruhi oleh : Kelurusan sungai. Hal ini di sebabkan karena pengikisan terjadi pada lapisan yang memng sudah miring dan lapisan tersebut kurang resisten dibandingkan dengan lapisan yang ada pada tebing disebelah barat. Faktor geologis juga berpengaruh terhadap lereng yang memiliki penampang melintang yang tidak simetris. Relief dan kemiringan lereng menentukan kecepatan aliran. Selanjutnya disajikan pula penampang melintang yang terdapat pada daerah dengan struktur berlapis miring. Hal lain yang menyebabkan tidak semetrisnya penampang melintang pada suatu lembah adalah disebabkan adanya penyinaran yang tidak sama intensifnya. Penampang melintang pada struktur berlpis miring Dari gambar di atas dapat di jelaskan bahwa lereng yang lapisannya miring pada tepi lembah bagian barat tamapak lebih curam di bandingkan dengan lereng pada sisi sebelah timur. c. b. Faktor suhu menjadi pemicu untuk mempercepat pelapukan. d. Oleh a.pada sungai yang lurus cenderung memiliki aliran yang lebih cepat. Faktor geologis. sehinnga jumlah air yang tertampung dan terakumulasi pada sebuah sungai menjadi lebih sedikit dan terakumulasi lebih lama. 2. . Untuk mengatasi pelebaran dan perubahan aliran. Adapun gambarnya seperti berikut : Timur Gambar 3-3.2. akhirnya air yang dialirkan juga lebih sedikit. menyangkut pada material batuan apakah material batuan porius atau tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap kedalam tanah atau batuan. karena aliran sungai tidak sama kecepatannya disemua tempat pada penampang melintang suatu lembah. dimana setelah terjadi hujan air dialirkan secara keseluruhan tau terhenti pada sebuah ledok atau cekungan. Hanya saja pada penampang memanjang menunujukan profil suatu lembah atau sungai dari hulu ke hilir dengan memperhatikan tempat-tempet yang mempunyai ketinggian yang sama. Faktor aliran sungai juga mempengaruhi terhadap bentuk penampang melintang suatu lembah.dinding kelikan.2. penutupan lahan berupa vegetasi dapat berfungsi menahan aliran permukaan. sebaliknya lahan di bagian timur aliran luasnya bisa bertambah kea rah barat. Vegetasi.

.karena itu penampang memanjang merupakan grafik tentang ketinggian suatu tempat sepanjang alur lembah kesungai dari hulu kehilir.

Mock. Gmana I. Apabila debit sungai lebih besar dari kapasitas sungai maka akan terjadi luapan pada tebing sungai sehingga terjadi banjir. Limpasan permukaan (surface run off) merupakan komponen aliran yang besarannya adalah hujan dikurangi besaran infiltrasi. Dengan mengetahui data debit dan data hujan distasiun – stasiun penakar hujan yang berpengaruh pada DAS yang ditinjau. Untuk debit banjir pengalih ragaman dapat dilakukan dengan menggunakan metode rasional. Untuk debit rendah dapat dilakukan dengan metode regresi. merupakan besaran hujan yang juga bervariasi. Didaerah pegunungan( bagian hulu DAS) limpasan permukaan dapat masuk kesungai dengan cepat. Limpasan dinyatakan dalam volume atau debit. Nakayasu. karena dipengaruhi juga oleh besar kehilangan air hujan akibat pepohonan (vegetal cover). dsb). yang disebut juga aliran langsung ( direct flow). aliran permukaan . pada sungai – sungai besar kenaikan debit terjadi lambat untuk mencapai debit puncak. Interception. 3. Variabiltas limpasan sangat tergantung dari variabilitas komponen aliran dasar (baseflow/ groundwater flow). Tangki dsb. 2. atau di DAS kecil kenaikan debit banjir dapat terjadi dengan cepat.Limpasan Hidrograf Acep Suhendra. debit satuannya volume ersatuan waktu yang melalui suatu luasan tertentu (m3/detik) Komponen – komponen limpasan Limpasan terdiri dari air yang berasal dari tiga sumber yaitu : 1. Aliran permukaaan Aliran antara Aliran air tanah Aliran permukaan (surface flow) adalah air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan tanah. hidrograf. Satuan volume limpasan adalah meter kubik. ditambah dengan stemflow dan troughtfall. Pengalih ragaman dari data hujan menjadi debit aliran dapat dibedakan untuk debit banjir dan debit rendah (kekeringan). maka dapat dicari hubungan antar hujan yang jatuh dan debit aliran yang terjadi.Limpasan permukaan (surface run off) merupakana air hujan yang mengalir dalam bentuk lapisan tipis diatas permukaan lahan akan masuk kepatir – parit dan selokan – selokan yang kemudian bergabung menjadi anak sungai dan akirnya menjadi aliran sungai. DiDAS bagian hulu dimana kemiringan lahan dan kemiringan sungai besar. hidrograf satuan sintetis ( Snyder. Besaran hujan yang jatuh kepermukaan tanah. yang dapat menyebabkan debit sungai meningkat.

sehingga pada saat musim kemarau tidak dapat memberikan sumbangan aliran dasar kedalam aliran sungai. Dengan demikian di sungai hanya terdapat aliran pada saat terjadi hujan saja dan aliran hanya terdiri dari komponen saja yaitu lipasan permukaan dan mungkin aliran antara. Sungai ‘PARENNIAL’ yaitu sungai – sungai yan kondisi akifernya sedemikian sehingga baik selama musim hujan ataupun musim kemarau. Permukaan air tanah selalu berada dibawah dasar sungai. 2. sungai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. struktur dari cara – cara penyelesaiaan. yang terdiri dari gerakan air dan lengas tanah secara lateral menuju elevasi yang lebih rendah yang akirnya masuk kesungai Aliran air tanah adalah aliran yang terjadi dibawah permukaan air tanah ke elevasi yang lebih rendah yang akirnya menuju kesungai atau langsung kelaut. Hujan tidak merata diseluruh DAS Permukaan DAS memiliki tata guna lahan yang berbeda – beda . Sungai EPHEMERAL adalah sungai yang mempunyai debit hanya apabila terjadi hujan yang melebihi laju infiltrasi. Pada saat musim penghujan muka air tanah naik sampai diatas dasar sungai sehingga pada saat tidak ada hujan masih terdapat aliran yang berasal dari dari aliran dasar.dapat terkonsentrsi menuju sungai dengan cepat. Sungai INTERMITTEN adalah sungai yang mempunyai karakteristik campuran antara kedua tipe diatas. 1. Sungai tipe ini terjadi pada DAS yang sangat baik. Aliran antra (inter flow) adalah aliran dalam arah lateral yang terjadi dibawah permukaan tanah. atau model yang tersedia Kualitas dan kuantitas yang tersedia Ketersedaan tenaga ahli yang terkait informasi yang diperlukan Menurut teori Horton (Hortonian Overland Flow) (Chow et al.elevasi muka air tanah berubah dengan musim. Meskipun teori Horton sangat sederhana . masih dapat mem berikan sumbangan aliran dasar kesungai( sungai yang mempunyai aliran sepanjang tahun). dan apabila laju intensitas hujan lebih kecil dibandingkan laju infiltasi. Sifat dan tujuan perancangan secara umum. b. Perkiraan Limpasan Perkiraan limpasan tergantung dari beberapa hal 1. Pada musim kemarau muka air tanah turun sampai dibawah dasar sungai sehingga disungai tidak ada aliran. 3. maka tidak terjadi limpasan langsung. yang menyangkut tentang ketelitian rincian. Yaitu sungai yang keadaan akifer lebih buruk. dalam proses alami yang terjadi dapat menjadi sangat komplek yang disebabakan karena : a. misalnya masih berhutan lebat. 2. sehingga memilki laju infiltrasi yang berbeda. sehingga aliran permukaan merupakan penyebab utama terjadinya banjir. . ketelitian. 3. Memperhatikan berbagai jenis fluktuasi debit di sungai. Maka limpasan langsung dapat apabila intensitas hujan lebih tinggi dari laju infiltrasi. 4. Kemampuan. yang berarti tidak mempunyai aliran dasar.1988) limpasan permukaan merupakan bagian dari hujan yang tidak terserap tanah oleh infiltrasi. sehingga sungai tidak menerima aliran air tanah.

Biasanya prosedur ini diikuti dengan andaikan kehilangan air tetap seperti yang disebutkan pada no.jaman yang menimbulkan hidrograp yang bersangkutan. jika luas DAS kurang dari 2. sedang. kehilangan awal bervariasi dan didekati dengan berbagai besaran dan alasan tertentu. 7% C 0.Dalam analisa. Andaikan bahwa kehilangan air akibat infiltrasi sebagai kehilangan tetap( constanloss). Metode/ Cara Rasional Banyak digunakan untuk memperkirakan debit puncak yang ditimbulkan hujan deras pada daerah tangkapan (DAS) kecil. Andaikan bila kehilangan air merupakan presentasi (%) tetap dari hujan yang bersangkutan. cara ini digunakan dalam rumus rasional.10 0.10 – 0.5 km2 dianggap sebagai DAS kecil. cara ini dilakukan dengan andaian kehilangan tetap sebagai indek  (phi indek). Cara Rasional bertujuan untuk memperkirakan debit puncak dengan persamaan : Dimana: Q C I A = debit puncak (m3/det) = koefisien limpasan (runoff coefficient) (tabel) = intensitas hujan (mm/jam) = luas DAS (km2) Tabel 1.20 0. Koefisien limpasan ditakrifkan sebagai perbandingan antara limpasan total dengan hujan penyebabnya. 1. Waktu kosentrasi ( tc/ time of concentration ) adalah waktu yang diperlukan oleh partikel air untuk mengalir dari titik terjauh dalam daerah tangkapan sampai titik yang ditinjau. perlakuan terhadap kehilangan air akibat infiltrasi untuk memperkiraakan limpasan permukaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda – beda. 2 – 7% Tanah pasir curam.13 – 0. Kehilangan air akibat infiltrasi ini dilakukan dengan cara coba – coba untuk dikuraangkan dari data hujan jam. jarak lintasan air dari titik terjauh sampai stasiun yang ditinjau. 3.05 – 0. Koefisien limpasan ( C ) Tipe daerah aliran Rerumputan Tanah pasir. Andaikan kehilangan air mengikuti lengkung infiltrasi teoritik dengan persamaan .17 .15 0. 2. 2. 4. Waktu kosentrasi tergantung pada karakteristik daerah tangkapan. koefisien limpasan berlaku pada periode tertentu.15 – 0. Cara ini dapat dilakukan bila terdapat data hujan (jamjaman/hyterograph) dan data aliran (hydrograph). DAS disebut kecil apabila distribusi hujan dapat dianggap seragam dalam ruang dan waktu. datar. tataguna lahan. Andaikan adanya sejumlah kehilangan awal (initial loss) sebelum terjadinya limpasan.2% Tanah pasir. biasanya durasi hujan melebihi waktu kosentrasi.

70 0.40 0.60 – 0.25 – 0.70 – 0. 7% Perdagangan Daerah kota lama Daerah pinggiran Perumahan Daerah single family Multi unit terpisah Multi unit tertutup Suburban Daerah apartemen Industry Daerah ringan Daerah berat Taman. datar. sedang 2-7% Tanah gemuk curam.40 0.70 0.22 0.80 -0. kuburan Tempat bermain Halaman kereta api Daerah tidak dikerjakan Jalan : beraspal Beton Batu atap 0. Nilai koefisien kekasaran Tata guna lahan Kedap air n 0.50 – 0.50 – 0.Tanah gemuk.75 0.75 – 0.70 – 0.Waktu kosentrasi untuk lahan pertanian kecil dengan luas daerah tangkapan kurang 80 hektar (Kirpicch) Tabel 2.30 – 0.tetapi pada dasarnya dapat ditetapkan dengan persamaan KIRPICCH .85 0.80 0.20 – 0.50 0.16 – 0.25 – 0.35 0. 2% Tanah gemuk.10 -0.20 – 0. Hali ini berarti air hujan yang jatuh ditempat dalam DAS yang terjauh dari titik control(titik yang ditinjau/stasiun hidrometri) telah sampai dititik tersebut.60 0.30 0.02 .95 0.50 – 0. Penetapan waktu kosentrasi tidak terlalu mudah.90 0.10 – 0.40 – 0.95 0.95 0.35 0.95 Debit maksimum suatu DAS dapat dicapai pada saat seluruh bagian DAS telah memberikan konstribusinya.75 – 0.25 0.60 – 0.

b. dan debit aliran. tampungan permukaan tergantung dari intensitas. Ada 2 cara memisahkan kedua tipe aliran tersebut . Waktu capai puncak (time to peak) adalah waktu yang diukur dari nol sampai waktu tejadinya debit puncak Sisi naik (rising limb) adalah antara waktu nol dan waktu capai puncak Sisi turun ( recession limb) adalah bagian hidrograf yang menurun antara waktu capai puncak dan waktu dasar Waktu dasar (time base) adalah waktu yang diukur dari waktu no.2 0. Parameternya antara lain . Koefisien limpasan secara umum ditakrifkan sebagai perbandingan antara debit puncak dengan intensitas hujan atau perbandingan antara debit puncak terhitung (calculated peak) dengan debit puncak maksimum yang dapat terjadi (maksimum possible runoff).6 0.1 0. kerenaa penetapan besaran koefisien ini menentukan tepat atau tidaknya persamaan ini digunakan dalam suatu DAS tertentu. infiltrasi. b. Pemilihan koesfisien ini sangat sulit. sampai dimana waktu sisi turun berakhir Akhir dari sisi turun ditentukan dengan perkiraan Volume hidrograf diperoleh dengan mengintegralkan debit alitran dari waktu nol sampai waktu dasar Pemisahan Hidrograf Hitungan hidrograf satuan hanya dilakukkan terhadap komponen limpasan permukaan. terkait dengan kehilangan air akibat intersepsi. penguapan(catchment loss/catchment abstraction) HIDROGRAF Adalah kurva yang member hubungan antara parameter aliran dan waktu. aliran permukaan aliran antara aliran air tanah bentuk hidrograf waktu nol (zero time) menunjukkan awal hidrograf. karena: a. puncak hidrograf menggambarkan debit maksimum. kedalaman aliran (elevas). c.4 0.Timbunan tanah Tanaman pangan/tegalan dengan sedikit rerumputan pada tanah gundul yang kasar dan lunak Padang rumput Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan dedaunan Hutan dan sejumlah semak belukar 0.oleh karena itu perlu memisahkan hidrograf terukur menjadi limpasan langsung dan aliran dasar. lama. Komponen hidrograf a. c. dan frekuensi hujan tergantung dari tungkat difusi limpasan (cekungan).8 Koefisien limpasan merupakan koefisien yang menentukan dalam persamaan rasional.

559 25.52 32. menarik kurva resesi kebelakang yang berawal dari titk akhir aliran langsung (B) sampai titik E dibawah titik balik. 3.48 km2 mempunyai data hujan dan debit yang terjadi pada tanggal 15 -16 februari 2003 seperti pada tabel 1 Hitung hidrograf aliran langsung. Histogram hujan efektif diperoleh dengan mengurangkan kehilangan air terhadap histogram hujan total.247 8.094 0. hubungkan titik A dengan garis lurus atau kurva sembarang Hujan efaktif dan Aliran Langsung hujan efaktif (effective rainfall) atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari hujan yang menjadi aliran langsung disungai.54 19. phi() indek dan histogram hujan efektif Hari/tanggal – jam 8.73 35.203 . Nilai phi()index adalah laju kehilangan air rerata yang disebabkan oleh infiltrasi.00 12.00 9.523 Hujan (mm) 4.161 11. membuat garis yang merupakan perpanjangan /kelanjutan dari aliran dasar sampai titk C yang berada dibawah puncak hidrograf.00 15 feb 03 13.00 11.59 35. Hujan yang jatuh dipermukaan tanah merupakan fungsi waktu yang dinyatakan dalam bentuk histogram.094 0. apabila titik B tidak diketahui.094 0. maka tarik garis horizontal dari titik A 2. Untuk mendapatkan hujan efektif perlu dicari besarnya kehilangan air.31 17.00 15. Salah satu cara dengan menggunakan phi indeks.00 16.00 14.00 10.00 17.061 17. Hujan efektif = hujan total yang jatuh dipermukaan tanah dikurangi kehilangan air. Contoh soal Das cemoro dengan luas 13. dari titik C ditarik garis lurus kettik D yang berada pada sisi turun yang berjarak N hari sesudah puncak.1.43 32.00 36.153 6. tampungan permukaan dan penguapan. cara paling sederhana dengan menarik garis lurus dari titik dimana aliran langsung mulai terjadi (A) sampai akir dari aliran langsung (B).40 Debit (m3/det) 0.

00 20.43 .066 2.00 21.76  = 19.00 02.73.00 23.094 m3/det. maka diperoleh .43 mm (hujan terkecil) maka : (4.189 x 3600 = 414.90 5.) + ( 17.52 .43< < 4.4 . maka diperoleh  = 23.) + (35. 2.441 1.00 05.) + (36. dengam memperhatikan kolom 3 dapat diketahui aliran dasar Qbf = Hitng hidrograf limpasan langsung yang diperoleh dengan mengurangkan aliran dasar Hitung volume dan kedalaman limpasan langsung .volume limpasan langsung adalah 0.73 . ) + ( 4. Memperkirakan kehilangan air (phi indek) dengan cara berikut Dianggap phi indeks < 4.9<< 17. dilakukan anggapan baru yaitu 4. 4.232 0. berarti anggapan  < 4.9 .18.) + (32.00 24.680.89 Permisalahan masih salah. 3.73< < 19.00 Penyelesaian : 1.00 16 feb 03 03.232 0.841 0.31 .841 1.) + (19. maka diperoleh : Permisalah masih salah .251 0.08 Karena hasilnya labih besar dari perkiraan awal.4 m3 Kedalaman limpasan adalah = volume limps dibagi luas DAS 4.215 0.215 Perkiraan aliran dasar. dimisalkan 17.) + (32. dianggap aliran dasar adalah konstan terhadap hidrograf kolom 3 dan hasilnya pada kolom 4) jumlah dari limpasan langsung (kolom 4) dikalikan dengan interval waktu yaitu 1 jam (3600 detik) V limp = 115.54 . dimisalkan 4. ) = 30.59 .9 mm.93.251 0.00 19.00 04.43 mm adalah salah.00 22.00 01.232 0.251 0.

Menghitung histogram hujan efektif yaitu dengan mengurangkan  = 26. lebihan dengan kedalaman limpasan langsung yaitu sebesar 30.4 mm adalah benar maka  = 26.93<< 32.57 mm terhadap Untuk mengecek hitungan benar dilakukan dengan membandingkan nilai jumlah hujan kolom 2 dan haslnya pada kolom 5 . = 25.12 Permisalahan masih salah. .76 mm….57 Dengan anggapan 19.57 mm 5.93<< 32. dimisalkan 19. Thanks’…. 6.4 maka  = 26..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful