P. 1
Jurnal Pendidikan Biologi - Quantum Learning

Jurnal Pendidikan Biologi - Quantum Learning

|Views: 771|Likes:
Reverensi untuk QL
Reverensi untuk QL

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Faisal Imam Prasetyo on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI

PENGARUH PENERAPAN QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

FAISAL IMAM PRASETYO K4308035

Pembimbing 1 : Drs. Slamet Santosa, M.Si. Pembimbing 2 : Puguh Karyanto, S.Si, M.Si, Ph.D

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA JUNI 2012

0

and psychomotor of 10th grade students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012. Control group applied discussion. The research concluded that application of Quantum Learning had significant effect toward biology learning achievement in cognitive. The purpose of this research is to ascertain the influence of Quantum Learning approach toward biology learning achievement of 10th grade students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012. 2008). classical course and questionanswer method. belajar dan proses pembelajaran yang terencana dengan baik. The research was designed using posttest only control design. Biology Learning Achievement. The sample of this research was established by cluster random sampling. tercapai Tujuan pendidikan dapat dengan adanya suasana besar membaginya menjadi 3 ranah yaitu kognitif. afektif. dan 2010). Salah satu ciri pembelajaran adalah harus dapat membuat siswa belajar sehingga terdapat perubahan pada diri siswa tersebut yang disebut sebagai hasil belajar (Siregar dan Nara. Slamet Santosa. namun juga harus mempelajari aspek proses. Pencapaian hasil belajar biologi maupun pembelajaran secara umum dapat dipengaruhi oleh dua faktor 1 agar sains dkk. Faisal Imam Prasetyo. Puguh Karyanto. Indonesia. Keywords: Quantum Learning. Surakarta. Experimental group applied Quantum Learning. siswa secara 2005. observation form. The samples of this research were the students of 10thK as experiment group and 10thJ as control group. dan teknologi memahami (Rustaman. The data was collected using questionnaire. sikap. Hasil belajar dalam pendidikan nasional menggunakan klasifikasi hasil belajar Bloom yang secara garis . Sebelas Maret University.. 2010). Central Java. PENDAHULUAN Manusia dan pendidikan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. The populations of this research were all of 10th degree students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012.THE INFLUENCE OF QUANTUM LEARNING TOWARD BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF 10th GRADE STUDENTS AT SMA NEGERI 4 SURAKARTA IN ACADEMIC YEAR 2011/2012. and document. The research was quasi experiment research using quantitative approach. dapat utuh Wenno. biologi merupakan bagian dari sains tidak hanya menekankan pada pencapaian suatu produk. yang psikomotorik Pembelajaran (Sudjana. multiple choice test. The hypotheses analyzed by t-test. Biology Study Program of Teacher Training and Education Faculty. affective.

Active Learning. Proses pembelajaran yang faktor sekolah tentunya berpengaruh secara langsung pada pembelajaran siswa. Faktor eksternal berupa metode mengajar guru atau pendekatan pembelajaran juga mempengaruhi Contextual Teaching belajar siswa (Syah. 2010). Berbagai macam pendekatan pembelajaran ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. dan Quantum Learning.yaitu faktor internal dan faktor eksternal 2010). faktor (Syah. minat belajar dan gaya belajar siswa yang beragam menjadi salah satu masalah umum dalam pembelajaran. Slameto. Quantum Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan proses orkestrasi muncul adalah penerapan pendekatan pembelajaran di ruang kelas yang kurang menumbuhkan peran aktif serta kesempatan siswa untuk dalam pembelajaran sehingga situasi dalam pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. sehingga hasil belajar yang dicapai siswa belum maksimal. psikomotorik dan mengakomodasi faktor internal khususnya psikologis berupa karakter. 2010. Reeves (2006) 2 . Permasalahan yang sering Learning. Permasalahan diungkapkan oleh lain yang penyajian musik dan pemanfaatan suasana lingkungan dengan baik. Salah satu permasalahan yang ditemui berkaitan faktor eksternal tersebut adalah pembelajaran di kelas yang kurang mampu mengelola terjadi di kelas X SMA Negeri 4 Surakarta juga mengalami beberapa permasalahan dipaparkan seperti yang telah sebelumnya. misalnya Learning. adalah kebanyakan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi hanya mengedepankan hasil kognitif dibandingkan afektif. Slameto. E- lingkungan kelas agar lebih nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Faktor eksternal khususnya Kebanyakan siswa mulai memiliki paradigma bahwa biologi merupakan mata pelajaran yang banyak menghafal. Kesulitan 2010. Quantum Learning berusaha menyingkirkan hambatan dalam proses belajar melalui menunjukan hasil kerjanya sehingga hasil belajar yang dicapai kurang maksimal.

Setiap kelompok masing-masing memiliki 32 orang siswa. Variabel penelitian ini bebas adalah dalam Quantum untuk Quantum mengatahui Learning terhadap prestasi belajar. 2002) Quantum Learning tidak menghilangkan pola pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas namun mengkondisikan suasana lingkungan dengan baik dan menyenangkan serta menambahkan pengembangan potensi siswa beberapa peran langkah dan SMA Negeri 4 Surakarta pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. ceramah dan tanya jawab.Quantum Learning mencakup unsur belajar efektif yang mampu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Quantum Learning terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Hasil pemilihan sampel secara acak menetapkan kelas X-K sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan Quantum Learning dan kelas X-J sebagai kelompok kontrol yang menerapkan metode diskusi. Desain penelitian adalah Posttest Only aktif sehingga masalah internal dan eksternal siswa dapat dikurangi dan hasil belajar dapat ditingkatkan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar 3 . Berdasar pada pemaparan yang telah dijelaskan sebelumnya maka Learning.. Beberapa dilakukan pengaruh penelitian telah Control Design. afektif dan psikomotorik. dan hasil belajar pada beberapa mata pelajaran. Penelitian ini termasuk kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. kualitas pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta. namun belum ditemukan penelitian yang meneliti Learning pengaruh terhadap hasil Quantum belajar biologi pada ranah kognitif. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi kesuksesan dalam hasil belajar yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan (DePorter. et al.

Metode dokumentasi berupa penggunaan dokumen hasil belajar yang diolah selama satu semester dengan nilai asli sebagai bahan acuan untuk awal mengetahui siswa Metode pada tes Learning (QL) terhadap hasil belajar biologi disajikan pada Tabel 1. reliabilitas.050 sehingga H0 ditolak pada semua ranah hasil belajar. Pengaruh QL bersifat positif karena nilai ratarata hasil belajar siswa di kelompok eksperimen yang menggunakan QL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang menerapkan metode ceramah.025 1. daya beda. dan taraf kesukaran butir soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data pengaruh penerapan pendekatan Quantum dokumentasi..000 1. Pengaruh positif ini disebabkan digunakan untuk mengukur hasil belajar biologi dan pada ranah psikomotorik rancangan keterlaksanaan Metode pembelajaran.999 0.biologi siswa pada ranah kognitif. < 0. digunakan untuk mengambil data hasil belajar biologi pada ranah kognitif. Selain validasi produkmoment. Tabel 1.62) 0. 4 . ini tes adalah dan Uji hipotesis menggunakan ujit yang didahului uji Lilliefors untuk menguji normalitas dan uji Levene’s untuk menguji homogenitas.df) dan sig. observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian angket. angket digunakan untuk mengambil data hasil belajar biologi pada ranah afektif siswa dan respon siswa terhadap penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran. afektif dan psikomotorik. dan psikomotorik. Hal tersebut menginformasikan bahwa penerapan QL berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi pada ranah kognitif.999 0. afektif. Tes uji coba (try out) pada instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas produkmoment.025. Hasil Analisis Pengaruh Pendekatan Quantum Learning terhadap Hasil Belajar Biologi.935 Psikomotorik 2.804 Ranah Kognitif kemampuan populasi penelitian.999 Tabel 1 menunjukan bahwa semua thitung > t(α. instrumen juga karena kelompok eksperimen yang divalidasi isi dan konstruk oleh ahli. Metode observasi df 62 62 62 Sig t(0. diskusi dan tanya jawab.000 1.299 Afektif 4. t 2.

tipe ekosistem. Siswa kelompok eksperimen diarahkan untuk membangun konsep satuan mahluk hidup. Pembelajaran biologi yang baik. piramida proses ekologi aliran dan tersebut disesuaikan dengan materi ekosistem yang berkaitan erat dengan suasana alam. DePorter dan Hernacki (2011) menyatakan bahwa penciptaan langsung motivasi minat dapat siswa secara tidak menumbuhkan untuk belajar merupakan salah satu aspek yang cukup menentukan keberhasilan sehingga pembelajaran lebih mudah diterima dan informasi lebih cepat diserap oleh siswa sehingga hasil belajarpun dapat ditingkatkan Aspek kedua dalam QL adalah pengelolaan Penelitian memperbaiki lingkungan menfokuskan lingkungan belajar. untuk mikro pembelajaran biologi. Instrumental tersebut juga membuat suasana menjadi lebih santai dan kondusif.menerapkan Ekosistem QL pada materi beberapa ketiga diawali dengan pemutaran video musikal siklus air agar siswa merasakan suasana yang lain dari pertemuan sebelumnya sehingga memberikan aspek yang tidak terdapat pada kelompok kontrol. et al. interaksi mahluk hidup dan aliran energi dengan memberiakan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan kelas dan menempatkan sistem musik dengan instrumental suara alam (natural sound) sebagai musik latar selama pembelajaran. ekosistem. Aspek penciptaan minat minat belajar dapat ditumbuhkan secara maksimal. Aspek – aspek tersebut diimplementasikan dalam rangcangan pembelajaran TANDUR sebagai salah satu ciri khas QL pada pembelajaran biologi. 2008). Selain itu. harus mampu menyajikan konsep yang dipelajari sebagai contoh yang nyata tentang keadaan dan fenomena di lingkungan sekitar (Chamany. Keadaan berbagai gambaran interaksi mahluk hidup dalam kehidupan nyata. Pemilihan musik instrumental pertanyaan-pertanyaan singkat dari guru serta dibantu dengan tayangan PowerPoint yang menyajikan contohcontoh energi.. pembahasan sub pokok bahasan daur biogeokimia pada pertemuan tersebut dibuktikan oleh hasil angket respon siswa yang menunjukan 5 .

mendiskusikan masalah. QL menuntut guru dan siswa untuk aktif berkreasi dalam proses pembelajaran. sehingga hasil belajarnya juga dapat ditingkatkan. Hal menyikapi kegagalan. Nilsen (2009) menyatakan bahwa seorang siswa yang percaya bahwa dirinya untuk memiliki kemampuan menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya akan menunjukan potensi secara maksimal agar tugas tersebut terselesaikan dengan sukses. Tahap-tahap dalam QL pada pokok bahasan ekosistem menuntut siswa untuk lebih aktif membaca. selain itu motivasi juga diberikan oleh guru secara langsung disetiap akhir pembelajaran agar siswa lebih bersemangat. Pernyataan tersebut didukung oleh Hamdu dan Agustina (2011) yang menyatakan bahwa terdapat pada kelompok eksperimen dengan menempatkan poster-poster motivasi yang mensugesti siswa untuk bersikap positif terhadap kegagalan. memahami. Pemberian motivasi pengaruh posistif yang signifikan antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa.9% siswa kelompok tangan. Aspek ketiga dalam QL adalah sikap positif terhadap kegagalan. Aspek berfikir kreatif cukup memegang peranan penting dalam peningkatan hasil belajar pada oleh guru maupun melalui poster menyebabkan lebih dari 90% siswa merasa lebih bersemangat dan mulai mampu bersikap positif untuk kelompok eksperimen. mengembangkan pengetahuan yang dilakukan intensif saat pembelajaran yang diimplementasikan pada fase Rayakan dengan memberikan tepuk 6 . hadiah bagi kelompok terbaik atau acungan jempol bagi jawaban yang tepat. Pemberian motivasi juga tersebut dikarenakan siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dirinya. Hasil pengamatan kelompok eksperimen yang menerapkan QL menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif di dalam proses pembelajaran.bahwa 96. Sukirman (2011) eksperimen merasa lebih lebih santai selama pembelajaran sehingga siswa bisa lebih menikmati pembelajaran. Aspek tersebut dimplementasikn menyatakan bahwa semakin intensif motivasi yang diberikan oleh guru akan menyebabkan motivasi belajar siswa semakin tinggi.

QL pada kelompok dengan konsep yang dimilikinya. Siswa kinestetik juga diakomodasi dengan melakukan percobaan tentang kompetisi mahluk hidup agar siswa tersebut mampu melakukan suatu kerja nyata yang berhubungan belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Aspek mengenali keempat gaya belajar adalah siswa.didapat. informasi dan memperkuat kesan pada siswa tersebut. sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif.temannya. interaksi mahluk hidup. piramida energi dan daur biogeo kimia serta dengan penggunaan penyampaian konsep dengan intonasi yang jelas dan irama suara yang diatur dengan lebih menarik. 7 . serta dengan pembuatan mind map sebagai tugas rumah di akhir pertemuan. Siswa kinestetik diakomodasi dengan mereka diskusi bisa kelompok agar selalu berinteraksi Penelitian ini memang tidak menguji gaya belajar satu persatu. namun mengatur proses pembelajaran agar mampu mengakomodasi gaya belajar secara (2010) maksimal menyatakan karena bahwa Tanta. Kreatifitas guru pada kelompok eksperimen ditunjukan dengan eksperimen mengakomodasi siswa dengan gaya belajar visual melalui tulisan dan tayangan PowerPoint yang tersusun jelas serta dilengkapi gambar-gambar yang menarik. melakukan percobaan serta mempresentasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh di depan kelas. aliran energi. Kolaborasi dari kreatifitas siswa dan guru inilah yang menyebabkan kondisi pada kelompok eksperimen menjadi lebih interaktif bila dibandingkan dengan kondisi pada kelompok kontrol. pembuatan LKS yang dipenuhi dengan gambargambar tentang tipe ekosistem. Guru juga memberikan penekanan suara pada beberapa kalimat penting. LKS yang disertai gambar-gambar yang berwarna. gaya dengan teman . serta penggunaan beberapa efek suara untuk mempermudah penyerapan bahasa tubuh yang sesuai untuk mengendalikan kelas. Siswa dengan gaya auditori diakomodasi belajar melalui pembuatan media presentasi yang dilengkapi efek musik.

Keadaan dan suasana belajar yang berbeda ditunjukan pada ekosistem. Hasil 8 . Aspek ingatan yang melatih kekuatan pendapatnya setiap pertemuan. Diskusi pada kelompok siswa kontrol untuk mengkondisikan yang tidak disukai membuat siswa merasa stress dan kurang menikmati pembelajaran yang mereka ikuti. selain itu pembelajaran pada kelompok kontrol juga kurang menumbuhkan untuk keberanian siswa hasil kelompok kontrol yang menerapkan ceramah. Keadaan tersebut menunjukan pada bahwa pembelajaran kurang kepada diimplementasikan dengan memberikan trik mengingat bagi siswa pada kelompok kelompok kontrol memberikan kemudahan eksperimen memungkinkan untuk siswa untuk belajar dan membangun konsep pada pokok bahasan meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif. dan mengakibatkan hasil belajar yang didapatkan mengalami penurunan. Pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kontrol menyebabkan 50% siswa tidak menyukai proses pembelajaran. kognitif siswa kelompok mengkomunikasikan hasil yang telah mereka peroleh. Masalah lain yang timbul adalah siswa enggan untuk diskusi Siswa pembelajaran. Masalah yang dihadapi dalam pembelajaran adalah siswa sedikit kesulitan kurang dalam diberikan diskusi karena gambar-gambar sebagai petunjuk menjawab LKS tersebut. Hasil Belajar Biologi pada Ranah Kognitif Hasil belajar biologi pada ranah kognitif diperoleh melalui tes pilihan ganda yang diberikan Rerata pada di hasil akhir tes mengerjakan LKS bersama dengan kelompoknya dan mempresentasikan hasil diskusi tersebut. menyatakan Kertamuda (2008) bahwa pembelajaran kurang aktif untuk mencari informasi dari sumber lain dalam pembelajaran. dan tanya jawab. 1. diskusi. yang berani eksperimen menunjukan hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan mengkomunikasikan hampir sama pada dengan kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelompok kontrol lebih didominasi oleh guru sebagai sentra informasi sehingga siswa mengkomunikasikan diskusinya.

memiliki konteks emosinal.88% siswa kelompok eksperimen merasa lebih mudah untuk belajar setelah terbiasa untuk menemukan kata kunci yang mengingatkan mereka pada materi yang mereka pelajari.perhitungan angket respon siswa menyatakan bahwa 96. Metode ini didalamnya inderawi mendukung penguasaan kognitif bagi siswa yang ditunjukan dengan terutama visual. Aktivitas tersebut dilakukan agar siswa awal yang telah dimiliki dengan 9 . Aspek membiasakan mencatat diimplementasikan eksperimen dengan pada kelas intonasi suara agar menimbulkan asosiasi indrawi pada diri siswa sehingga informasi benar-benar mampu diingat oleh siswa. Pengulangan materi perlu dilakukan sebagai evaluasi singkat sejauhmana siswa mendapat pengetahuan.91% siswa merasa lebih cepat memahami konsep pada pokok bahasan ekosistem dengan membuat mind map. Hal tersebut disebabkan makna bagi siswa. DePorter dan Hernacki (2011) menyatakan bahwa pada ummnya informasi yang paling informasi mengandung mudah yang asosiasi diingat adalah memberikan metode mencatat baru bagi siswa yaitu mind map. selain itu Kusno dan Purwanto (2011) menyatakan bahwa pengulangan memberikan penekanan pada kata kunci atau hal-hal penting dalam pembelajaran yang disertai dengan bahasa tubuh atau pengubahan mampu memperkuat koneksi saraf dan memperkuat retensi. dan adanya asosiasi yang intens. sehingga lebih memberi 96. Langkah lain yang digunakan untuk melatih kekuatan ingatan adalah dengan memberikan pertanyaan- mendapatkan trik mengingat dari guru. sehingga daya ingat siswa menjadi lebih baik. namun juga dilakukan dengan pertanyaan pada saat fase Ulangi sebagai bentuk pengulangan materi. Pemberian trik mengingat tidak hanya dilakukan dengan menuliskan kata-kata penting pada papan tulis atau pada tayangan Power Point. Siswa juga dilatih untuk mind map membantu mendeterminasi pengetahuan siswa serta mengingat kembali ( recalling) pengetahuan membuat kata kunci selama proses diskusi pada fase Namai.

et al.. keadaan tersebut sejalan dengan penelitian Indriani (2008) yang menyatakan bahwa mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2009). belajar biologi siswa pada ranah afektif pada kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. serta kemampuan dan menyenangkan. Kecepatan untuk memahami konsep sebagai produk dari mind map pada kelompok eksperimen mampu pengulangan materi kepada siswa sehingga informasi dan pemahaman yang didapatkan siswa kurang tersebut maksimal. sehingga siswa tidak hanya mencatat namun dengan juga berbagi lain. Pembelajaran pada kelompok kontrol juga kurang memberikan kemampuan otak yang cenderung mengenal visual untuk mendapat hasil yang maksimal (Buzan.. Kecepatan recalling dapat dilakukan karena mind map menggunakan otak visual yang cenderung mengenal kurang terakomodasi.konsep baru yang didapatkan pada pembelajaran (Evrekli. QL mengharuskan guru untuk membangun hubungan baik dengan siswa sehingga guru mendapatkan ijin untuk melakukan pembelajaran bersama dengan siswa (DePorter. 2005). Hasil memperluas wawasan menanggapi permasalahan. 2. Pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kontrol masih mencatat kemampuan menggunakan tradisional metode sehingga perhitungan angket afektif siswa 10 . Keadaan membuat hasil belajar kognitif pada kelompok kontrol kurang mampu dicapai secara maksimal. Diskusi dan presentasi pada QL mampu meningkatkan komunikasi siswa. et al. Hasil tersebut dimungkinkan karena QL menyajikan pembelajaran yang penuh dengan motivasi dan penghargaan dari awal sampai akhir pembelajaran belajar lebih sehingga motivatif suasana dan pengetahuan siswa Siswandi (2006) menyatakan bahwa kemampuan berkomunikasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar. Hasil Belajar Biologi pada Ranah Afektif Hasil belajar ranah afektif diukur menggunakan angket yang menunjukan nilai rata-rata hasil meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif. 2002).

Keadaan tersebut menjadikan pembelajaran pada kelas kontrol kurang menyenangkan bagi siswa. Hal tersebut menunjukan bahwa pada kelompok menerapkan eksperimen QL lebih yang mampu tidak bersemangat pembelajaran.75% menunjukan kelompok senang eksperimen mempresentasikan hasil sering diskusi.25% siswa saat sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 37. Hasil afektif bahwa perhitungan juga siswa angket cenderung lebih pasif. Keadaan tersebut menunjukan bahwa penerapan QL pada kelompok eksperimen lebih mampu mengembangkan karakter dikembangkan maksimal. jenuh dan masa bodoh (Santoso.13% siswa tidak menyukai cara mengajar guru pada kelas kontrol. mengantuk saat proses pembelajaran berlangsung merasa dan 56. Pembelajaran yang kurang menyenangkan membuat siswa patuh pada siswa bila dibandingkan dengan pembelajaran pada kelompok kontrol. Hasil perhitungan angket melalui hasil perhitungan angket afektif siswa yang menyebutkan afektif siswa pada kelompok kontrol menunjukan bahwa 53. Kejenuhan siswa pada kelas kontrol ditunjukan dengan hasil perhitungan angket 53.13% afektif yang siswa menunjukan merasa siswa 68. 2006). Kondisi dalam lain yang ditemui menerapkan QL sehingga siswa lebih sehingga karakter menghargai dan menyenangi pembelajaran dapat pembelajaran ditunjukan ditumbuhkan dengan optimal. sehingga karakter siswa untuk menghargai mampu pembelajaran belum dengan bahwa 71% siswa pada kelompok eksperimen dan 21.88% siswa pada kelompok kontrol tidak suka berbicara dengan teman tentang hal lain di luar pokok bahasan ekosistem saat diskusi.menunjukan bahwa seluruh siswa menyenangi cara mengajar guru pada kelompok eksperimen yang menghargai pembelajaran dan sulit menyenangi dikembangkan karena siswa kurang tertarik pada pembelajaran.5% siswa yang senang mempresentasikan hasil diskusi. Keadaan yang terjadi pada kelompok kontrol bahwa tersebut karakter menunjukan 11 .

mengamati media pembelajaran serta mempresentasikan kelompok. sehingga siswa tidak mendapat pengalaman belajar secara langsung dan ekpsperimen yang menerapkan QL pada pokok bahasan ekosistem menyediakan media belajar yang dapat mengasosiasikan beberapa indera sehingga lebih menarik dan mudah diamati oleh siswa. yang mengukur keterampilan siswa dalam memilah alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan percobaan. sedangkan siswa kelompok kontrol mendapatkan skor total sebesar 128 poin. Hasil Belajar Biologi pada Ranah Psikomotorik Penilaian hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh melalui eksperimen memberikan aktivitas belajar berupa percobaan sederhana pada sub pokok bahasan interaksi antar mahluk hidup tersebut sehingga dapat lembar observasi. Sebaliknya pada kelas keterampilan berkomunikasi siswa dari pada kelompok kontrol. Pada didapatkan sebesar kelompok rerata eksperimen belajar pada hasil diskusi menerapkan QL menunjukan hasil skor total yang lebih tinggi dari pada kelompok kontrol ditinjau dari media keterampilan pembelajaran. Kelompok eksperimen yang rangkaian alat dan bahan percobaan.50. membentuk keterampilan dikembangkan dengan maksimal. tersebut dikarenakan Keadaan kelompok 91.menumbuhkan keberanian dan rangkaian alat dan bahan percobaan tidak dapat dikembangkan secara optimal.31 sedangkan kelompok kontrol didapatkan rerata hasil sebesar 63. Indikator lain yang membuat kelompok eksperimen lebih baik bila dibandingkan dengan pembelajaran pada kelompok kontrol dapat dilihat pada pencapaian keterampilan mengakibatkan keterampilan siswa dalam memilah alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan percobaan dan keterampilan membentuk 12 . Hal tersebut salah satunya disebabkan karena pada kelas kontrol tidak banyak dilakukan percobaan dan guru hanya mengembangkan keterampilan pada ranah psikomotorik melalui aktivitas diskusi dan tanya jawab. mengamati Siswa kelompok hasil eksperimen mendapatkan skor total sebesar 160 poin. 3.

Bandung: Kaifa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Chamany. 90-96. CBE Life Sciences Education 7: 267–278. sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan skor total sebesar 72 poin. and Tanner. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa kelompok eksperimen memiliki keterampilan mempresentasikan hasil diskusi yang lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol. 2011. Balim. L.K. Mind Mapping Applications in Special Teaching Methods Courses for Science Teacher Candidates and Teacher Candidates’ Opinions Concerning the applications. Allen. Meningkatkan Keterampilan Kreativitas . Evrekli. 2011. B. DePorter. Buku Pintar Mind Map.. B and Hernacki. afektif dan psikomotorik. Bandung: Mizan Media Utama. Reardon. siswa (2009) harus menyatakan bahwa dilatih berbicara di depan kelas untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa sekaligus untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa.mempresentasikan hasil diskusi. Hernowo.. 2002. Quantum Learning. Quantum Teaching: Mempraktekan Quantum Learning di RuangRuang Kelas. DePorter. Hamdu. M. dan Nourie. 2007. Making Biology Learning Relevant to Students: Integrating People. M. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. G dan Agustina. Tanner. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar. A.G. Kelompok eksperimen menunjukan skor total sebesar 124 poin. and Context into College Biology Teaching. N. 13 DAFTAR PUSTAKA Buzan. 2008. 2009.. Keterampilan berkomunikasi pada penelitian ini ditunjukan melalui keterampilan mempresentasikan hasil diskusi. and Didem. Jurnal penelitian Pendidikan. ELSILVERProcedia Social and Behavioral Sciences 1 2274– 2279. History. Keterampilan tersebut dinilai melalui tampilan siswa saat presentasi di depan kelas. Bandung: Kaifa. Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Kreatif. KESIMPULAN Berdasar pada analisis dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan Quantum Learning berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta pada ranah kognitif. 12 (1).. 2007. S. E. T. K. 2008. Indriani. D..

. Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Biologi Umum Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Cenderawasih. E. 2008. N. Rochintaniawati D. Feature Approaches to Biology Teaching and Learning.Talking to Learn: Why Biology Students Should Be Talking in Classrooms and How to Make It Happen. M. 2006. How Do You Know They are Learning?The Importance of Alignment in Higher Education. 2005. SelfEfficacy and Value Expectation: An Action Research Project to Improve Learning. Sudjana. J. Jurnal Pendidikan 12(1): 46-60. I. GUIDENA 1(1): 23-35. Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya.KREATIF Jurnal Kependidikan Dasar 1(1): 7-21. M. 14 . Issues in Informing Science and Information Technology 6: 545-556 Reeves. Jurnal Psikologi 21(1):25-38. Nilsen. Siregar.H. 2009. 2006.. Jurnal Guru 5(1): 7-16 Kertamuda. Santoso. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Rustaman. Nurjhani. Bandung: Remaja Rosdakarya.J.. 2006. Tanta. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.. 2009. Syah. 2011. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Tanner K. 2011.B.Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPS dengan Menggunakan Mind Mapping pada Kelas IX-1 SMPN 5 Padang Panjang.. C. Kusno and Purwanto. F. Slameto. Yudianto. dan Nara. Sukirman. Y. Bogor: Gahlia Indonesia. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Melalui Metode Diskusi Panel dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.. 2010. Y. H. International Journal for Educational Studies 4(1): 83-92.. S. Strategi Belajar Mengajar Sains Berbasis Kontekstual. H. Suroso A. 2010. International Journal of Learning Technology 2(4): 204-307. Influence on Student Academic Behaviour through Motivation. Dirdjosoemarto. CBE Life Sciences Education 8: 89–94 Wenno. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Effectiveness of Quantum Learning for Teaching Linear Program. R. Bandung: Remaja Rosdakarya. D. Peranan Bimbingan Guru dan Motivasi Belajar dalam Rangka Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik SMA Negeri 1 Metro Tahun 2010. 2010. Implementasi Model Pakem dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia Siswa di Sekolah Dasar. 2010. A. H. dan Subekti. Yogyakarta: Inti Media. Jurnal Pendidikan Penabur 7: 24-35. Ahmad. Siswandi. 2008. 2010. T. Bandung: UPI & JICA IMSTEP. N.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->