JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI

PENGARUH PENERAPAN QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

FAISAL IMAM PRASETYO K4308035

Pembimbing 1 : Drs. Slamet Santosa, M.Si. Pembimbing 2 : Puguh Karyanto, S.Si, M.Si, Ph.D

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA JUNI 2012

0

tercapai Tujuan pendidikan dapat dengan adanya suasana besar membaginya menjadi 3 ranah yaitu kognitif. Control group applied discussion. multiple choice test. Experimental group applied Quantum Learning. Hasil belajar dalam pendidikan nasional menggunakan klasifikasi hasil belajar Bloom yang secara garis . sikap. dapat utuh Wenno. PENDAHULUAN Manusia dan pendidikan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. The research concluded that application of Quantum Learning had significant effect toward biology learning achievement in cognitive. Slamet Santosa. Indonesia. Biology Learning Achievement. yang psikomotorik Pembelajaran (Sudjana. belajar dan proses pembelajaran yang terencana dengan baik. 2008). The research was quasi experiment research using quantitative approach. dan teknologi memahami (Rustaman. and document. The hypotheses analyzed by t-test. Sebelas Maret University. Central Java. Pencapaian hasil belajar biologi maupun pembelajaran secara umum dapat dipengaruhi oleh dua faktor 1 agar sains dkk. Puguh Karyanto. affective. The research was designed using posttest only control design. 2010). Salah satu ciri pembelajaran adalah harus dapat membuat siswa belajar sehingga terdapat perubahan pada diri siswa tersebut yang disebut sebagai hasil belajar (Siregar dan Nara. dan 2010).. observation form. afektif. siswa secara 2005. Faisal Imam Prasetyo. Biology Study Program of Teacher Training and Education Faculty.THE INFLUENCE OF QUANTUM LEARNING TOWARD BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF 10th GRADE STUDENTS AT SMA NEGERI 4 SURAKARTA IN ACADEMIC YEAR 2011/2012. and psychomotor of 10th grade students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012. The populations of this research were all of 10th degree students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012. biologi merupakan bagian dari sains tidak hanya menekankan pada pencapaian suatu produk. namun juga harus mempelajari aspek proses. The samples of this research were the students of 10thK as experiment group and 10thJ as control group. The data was collected using questionnaire. The purpose of this research is to ascertain the influence of Quantum Learning approach toward biology learning achievement of 10th grade students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012. Keywords: Quantum Learning. The sample of this research was established by cluster random sampling. classical course and questionanswer method. Surakarta.

Faktor eksternal berupa metode mengajar guru atau pendekatan pembelajaran juga mempengaruhi Contextual Teaching belajar siswa (Syah. Active Learning. Slameto. misalnya Learning. Reeves (2006) 2 . minat belajar dan gaya belajar siswa yang beragam menjadi salah satu masalah umum dalam pembelajaran.yaitu faktor internal dan faktor eksternal 2010). Permasalahan diungkapkan oleh lain yang penyajian musik dan pemanfaatan suasana lingkungan dengan baik. 2010). Slameto. Salah satu permasalahan yang ditemui berkaitan faktor eksternal tersebut adalah pembelajaran di kelas yang kurang mampu mengelola terjadi di kelas X SMA Negeri 4 Surakarta juga mengalami beberapa permasalahan dipaparkan seperti yang telah sebelumnya. Quantum Learning berusaha menyingkirkan hambatan dalam proses belajar melalui menunjukan hasil kerjanya sehingga hasil belajar yang dicapai kurang maksimal. Faktor eksternal khususnya Kebanyakan siswa mulai memiliki paradigma bahwa biologi merupakan mata pelajaran yang banyak menghafal. 2010. Berbagai macam pendekatan pembelajaran ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang faktor sekolah tentunya berpengaruh secara langsung pada pembelajaran siswa. E- lingkungan kelas agar lebih nyaman dan menyenangkan bagi siswa. sehingga hasil belajar yang dicapai siswa belum maksimal. Permasalahan yang sering Learning. psikomotorik dan mengakomodasi faktor internal khususnya psikologis berupa karakter. adalah kebanyakan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi hanya mengedepankan hasil kognitif dibandingkan afektif. faktor (Syah. dan Quantum Learning. Kesulitan 2010. Quantum Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan proses orkestrasi muncul adalah penerapan pendekatan pembelajaran di ruang kelas yang kurang menumbuhkan peran aktif serta kesempatan siswa untuk dalam pembelajaran sehingga situasi dalam pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

2002) Quantum Learning tidak menghilangkan pola pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas namun mengkondisikan suasana lingkungan dengan baik dan menyenangkan serta menambahkan pengembangan potensi siswa beberapa peran langkah dan SMA Negeri 4 Surakarta pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. afektif dan psikomotorik. Penelitian ini termasuk kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif.Quantum Learning mencakup unsur belajar efektif yang mampu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Quantum Learning terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Berdasar pada pemaparan yang telah dijelaskan sebelumnya maka Learning.. Setiap kelompok masing-masing memiliki 32 orang siswa. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi kesuksesan dalam hasil belajar yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan (DePorter. Beberapa dilakukan pengaruh penelitian telah Control Design. Desain penelitian adalah Posttest Only aktif sehingga masalah internal dan eksternal siswa dapat dikurangi dan hasil belajar dapat ditingkatkan. kualitas pembelajaran. ceramah dan tanya jawab. et al. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta. Variabel penelitian ini bebas adalah dalam Quantum untuk Quantum mengatahui Learning terhadap prestasi belajar. Hasil pemilihan sampel secara acak menetapkan kelas X-K sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan Quantum Learning dan kelas X-J sebagai kelompok kontrol yang menerapkan metode diskusi. dan hasil belajar pada beberapa mata pelajaran. namun belum ditemukan penelitian yang meneliti Learning pengaruh terhadap hasil Quantum belajar biologi pada ranah kognitif. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar 3 .

299 Afektif 4. < 0. afektif. dan psikomotorik. Hasil Analisis Pengaruh Pendekatan Quantum Learning terhadap Hasil Belajar Biologi.000 1.999 0. Hal tersebut menginformasikan bahwa penerapan QL berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi pada ranah kognitif. daya beda.62) 0. angket digunakan untuk mengambil data hasil belajar biologi pada ranah afektif siswa dan respon siswa terhadap penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran.biologi siswa pada ranah kognitif. 4 .935 Psikomotorik 2. Selain validasi produkmoment. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian angket. afektif dan psikomotorik.999 Tabel 1 menunjukan bahwa semua thitung > t(α. Pengaruh positif ini disebabkan digunakan untuk mengukur hasil belajar biologi dan pada ranah psikomotorik rancangan keterlaksanaan Metode pembelajaran. Metode dokumentasi berupa penggunaan dokumen hasil belajar yang diolah selama satu semester dengan nilai asli sebagai bahan acuan untuk awal mengetahui siswa Metode pada tes Learning (QL) terhadap hasil belajar biologi disajikan pada Tabel 1.025 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data pengaruh penerapan pendekatan Quantum dokumentasi. observasi. Tes uji coba (try out) pada instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas produkmoment. dan taraf kesukaran butir soal.000 1. digunakan untuk mengambil data hasil belajar biologi pada ranah kognitif..050 sehingga H0 ditolak pada semua ranah hasil belajar.804 Ranah Kognitif kemampuan populasi penelitian. t 2. Pengaruh QL bersifat positif karena nilai ratarata hasil belajar siswa di kelompok eksperimen yang menggunakan QL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang menerapkan metode ceramah. reliabilitas. diskusi dan tanya jawab. Tabel 1. ini tes adalah dan Uji hipotesis menggunakan ujit yang didahului uji Lilliefors untuk menguji normalitas dan uji Levene’s untuk menguji homogenitas.df) dan sig. Metode observasi df 62 62 62 Sig t(0. instrumen juga karena kelompok eksperimen yang divalidasi isi dan konstruk oleh ahli.025.999 0.

Keadaan berbagai gambaran interaksi mahluk hidup dalam kehidupan nyata. Selain itu. Pembelajaran biologi yang baik. untuk mikro pembelajaran biologi.menerapkan Ekosistem QL pada materi beberapa ketiga diawali dengan pemutaran video musikal siklus air agar siswa merasakan suasana yang lain dari pertemuan sebelumnya sehingga memberikan aspek yang tidak terdapat pada kelompok kontrol. Siswa kelompok eksperimen diarahkan untuk membangun konsep satuan mahluk hidup. Aspek – aspek tersebut diimplementasikan dalam rangcangan pembelajaran TANDUR sebagai salah satu ciri khas QL pada pembelajaran biologi. harus mampu menyajikan konsep yang dipelajari sebagai contoh yang nyata tentang keadaan dan fenomena di lingkungan sekitar (Chamany. DePorter dan Hernacki (2011) menyatakan bahwa penciptaan langsung motivasi minat dapat siswa secara tidak menumbuhkan untuk belajar merupakan salah satu aspek yang cukup menentukan keberhasilan sehingga pembelajaran lebih mudah diterima dan informasi lebih cepat diserap oleh siswa sehingga hasil belajarpun dapat ditingkatkan Aspek kedua dalam QL adalah pengelolaan Penelitian memperbaiki lingkungan menfokuskan lingkungan belajar. Instrumental tersebut juga membuat suasana menjadi lebih santai dan kondusif. ekosistem. tipe ekosistem. interaksi mahluk hidup dan aliran energi dengan memberiakan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan kelas dan menempatkan sistem musik dengan instrumental suara alam (natural sound) sebagai musik latar selama pembelajaran. pembahasan sub pokok bahasan daur biogeokimia pada pertemuan tersebut dibuktikan oleh hasil angket respon siswa yang menunjukan 5 .. et al. Pemilihan musik instrumental pertanyaan-pertanyaan singkat dari guru serta dibantu dengan tayangan PowerPoint yang menyajikan contohcontoh energi. 2008). Aspek penciptaan minat minat belajar dapat ditumbuhkan secara maksimal. piramida proses ekologi aliran dan tersebut disesuaikan dengan materi ekosistem yang berkaitan erat dengan suasana alam.

Aspek berfikir kreatif cukup memegang peranan penting dalam peningkatan hasil belajar pada oleh guru maupun melalui poster menyebabkan lebih dari 90% siswa merasa lebih bersemangat dan mulai mampu bersikap positif untuk kelompok eksperimen. Tahap-tahap dalam QL pada pokok bahasan ekosistem menuntut siswa untuk lebih aktif membaca. Aspek tersebut dimplementasikn menyatakan bahwa semakin intensif motivasi yang diberikan oleh guru akan menyebabkan motivasi belajar siswa semakin tinggi. sehingga hasil belajarnya juga dapat ditingkatkan. Pemberian motivasi pengaruh posistif yang signifikan antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa. selain itu motivasi juga diberikan oleh guru secara langsung disetiap akhir pembelajaran agar siswa lebih bersemangat. mendiskusikan masalah. Aspek ketiga dalam QL adalah sikap positif terhadap kegagalan.bahwa 96. mengembangkan pengetahuan yang dilakukan intensif saat pembelajaran yang diimplementasikan pada fase Rayakan dengan memberikan tepuk 6 . memahami. Nilsen (2009) menyatakan bahwa seorang siswa yang percaya bahwa dirinya untuk memiliki kemampuan menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya akan menunjukan potensi secara maksimal agar tugas tersebut terselesaikan dengan sukses. hadiah bagi kelompok terbaik atau acungan jempol bagi jawaban yang tepat. Pernyataan tersebut didukung oleh Hamdu dan Agustina (2011) yang menyatakan bahwa terdapat pada kelompok eksperimen dengan menempatkan poster-poster motivasi yang mensugesti siswa untuk bersikap positif terhadap kegagalan.9% siswa kelompok tangan. Pemberian motivasi juga tersebut dikarenakan siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dirinya. Hal menyikapi kegagalan. Sukirman (2011) eksperimen merasa lebih lebih santai selama pembelajaran sehingga siswa bisa lebih menikmati pembelajaran. QL menuntut guru dan siswa untuk aktif berkreasi dalam proses pembelajaran. Hasil pengamatan kelompok eksperimen yang menerapkan QL menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif di dalam proses pembelajaran.

7 . LKS yang disertai gambar-gambar yang berwarna.temannya. Siswa kinestetik diakomodasi dengan mereka diskusi bisa kelompok agar selalu berinteraksi Penelitian ini memang tidak menguji gaya belajar satu persatu.didapat. piramida energi dan daur biogeo kimia serta dengan penggunaan penyampaian konsep dengan intonasi yang jelas dan irama suara yang diatur dengan lebih menarik. Kreatifitas guru pada kelompok eksperimen ditunjukan dengan eksperimen mengakomodasi siswa dengan gaya belajar visual melalui tulisan dan tayangan PowerPoint yang tersusun jelas serta dilengkapi gambar-gambar yang menarik. interaksi mahluk hidup. informasi dan memperkuat kesan pada siswa tersebut. gaya dengan teman . serta penggunaan beberapa efek suara untuk mempermudah penyerapan bahasa tubuh yang sesuai untuk mengendalikan kelas. namun mengatur proses pembelajaran agar mampu mengakomodasi gaya belajar secara (2010) maksimal menyatakan karena bahwa Tanta. Kolaborasi dari kreatifitas siswa dan guru inilah yang menyebabkan kondisi pada kelompok eksperimen menjadi lebih interaktif bila dibandingkan dengan kondisi pada kelompok kontrol. aliran energi. QL pada kelompok dengan konsep yang dimilikinya. serta dengan pembuatan mind map sebagai tugas rumah di akhir pertemuan. Siswa dengan gaya auditori diakomodasi belajar melalui pembuatan media presentasi yang dilengkapi efek musik. melakukan percobaan serta mempresentasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh di depan kelas. Guru juga memberikan penekanan suara pada beberapa kalimat penting. pembuatan LKS yang dipenuhi dengan gambargambar tentang tipe ekosistem. Aspek mengenali keempat gaya belajar adalah siswa. Siswa kinestetik juga diakomodasi dengan melakukan percobaan tentang kompetisi mahluk hidup agar siswa tersebut mampu melakukan suatu kerja nyata yang berhubungan belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif.

Diskusi pada kelompok siswa kontrol untuk mengkondisikan yang tidak disukai membuat siswa merasa stress dan kurang menikmati pembelajaran yang mereka ikuti. Aspek ingatan yang melatih kekuatan pendapatnya setiap pertemuan. kognitif siswa kelompok mengkomunikasikan hasil yang telah mereka peroleh. yang berani eksperimen menunjukan hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan mengkomunikasikan hampir sama pada dengan kelompok kontrol. Hasil Belajar Biologi pada Ranah Kognitif Hasil belajar biologi pada ranah kognitif diperoleh melalui tes pilihan ganda yang diberikan Rerata pada di hasil akhir tes mengerjakan LKS bersama dengan kelompoknya dan mempresentasikan hasil diskusi tersebut. dan mengakibatkan hasil belajar yang didapatkan mengalami penurunan. Keadaan tersebut menunjukan pada bahwa pembelajaran kurang kepada diimplementasikan dengan memberikan trik mengingat bagi siswa pada kelompok kelompok kontrol memberikan kemudahan eksperimen memungkinkan untuk siswa untuk belajar dan membangun konsep pada pokok bahasan meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif. diskusi.Keadaan dan suasana belajar yang berbeda ditunjukan pada ekosistem. Masalah lain yang timbul adalah siswa enggan untuk diskusi Siswa pembelajaran. menyatakan Kertamuda (2008) bahwa pembelajaran kurang aktif untuk mencari informasi dari sumber lain dalam pembelajaran. Pembelajaran pada kelompok kontrol lebih didominasi oleh guru sebagai sentra informasi sehingga siswa mengkomunikasikan diskusinya. Pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kontrol menyebabkan 50% siswa tidak menyukai proses pembelajaran. 1. Masalah yang dihadapi dalam pembelajaran adalah siswa sedikit kesulitan kurang dalam diberikan diskusi karena gambar-gambar sebagai petunjuk menjawab LKS tersebut. selain itu pembelajaran pada kelompok kontrol juga kurang menumbuhkan untuk keberanian siswa hasil kelompok kontrol yang menerapkan ceramah. dan tanya jawab. Hasil 8 .

selain itu Kusno dan Purwanto (2011) menyatakan bahwa pengulangan memberikan penekanan pada kata kunci atau hal-hal penting dalam pembelajaran yang disertai dengan bahasa tubuh atau pengubahan mampu memperkuat koneksi saraf dan memperkuat retensi. Aspek membiasakan mencatat diimplementasikan eksperimen dengan pada kelas intonasi suara agar menimbulkan asosiasi indrawi pada diri siswa sehingga informasi benar-benar mampu diingat oleh siswa. memiliki konteks emosinal. Hal tersebut disebabkan makna bagi siswa. DePorter dan Hernacki (2011) menyatakan bahwa pada ummnya informasi yang paling informasi mengandung mudah yang asosiasi diingat adalah memberikan metode mencatat baru bagi siswa yaitu mind map.88% siswa kelompok eksperimen merasa lebih mudah untuk belajar setelah terbiasa untuk menemukan kata kunci yang mengingatkan mereka pada materi yang mereka pelajari. namun juga dilakukan dengan pertanyaan pada saat fase Ulangi sebagai bentuk pengulangan materi.perhitungan angket respon siswa menyatakan bahwa 96. Aktivitas tersebut dilakukan agar siswa awal yang telah dimiliki dengan 9 . Pengulangan materi perlu dilakukan sebagai evaluasi singkat sejauhmana siswa mendapat pengetahuan. sehingga daya ingat siswa menjadi lebih baik.91% siswa merasa lebih cepat memahami konsep pada pokok bahasan ekosistem dengan membuat mind map. Pemberian trik mengingat tidak hanya dilakukan dengan menuliskan kata-kata penting pada papan tulis atau pada tayangan Power Point. Siswa juga dilatih untuk mind map membantu mendeterminasi pengetahuan siswa serta mengingat kembali ( recalling) pengetahuan membuat kata kunci selama proses diskusi pada fase Namai. sehingga lebih memberi 96. Metode ini didalamnya inderawi mendukung penguasaan kognitif bagi siswa yang ditunjukan dengan terutama visual. dan adanya asosiasi yang intens. Langkah lain yang digunakan untuk melatih kekuatan ingatan adalah dengan memberikan pertanyaan- mendapatkan trik mengingat dari guru.

2009). 2005)..konsep baru yang didapatkan pada pembelajaran (Evrekli. Hasil memperluas wawasan menanggapi permasalahan. Hasil tersebut dimungkinkan karena QL menyajikan pembelajaran yang penuh dengan motivasi dan penghargaan dari awal sampai akhir pembelajaran belajar lebih sehingga motivatif suasana dan pengetahuan siswa Siswandi (2006) menyatakan bahwa kemampuan berkomunikasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar. keadaan tersebut sejalan dengan penelitian Indriani (2008) yang menyatakan bahwa mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2002). Pembelajaran pada kelompok kontrol juga kurang memberikan kemampuan otak yang cenderung mengenal visual untuk mendapat hasil yang maksimal (Buzan. 2. QL mengharuskan guru untuk membangun hubungan baik dengan siswa sehingga guru mendapatkan ijin untuk melakukan pembelajaran bersama dengan siswa (DePorter. et al. Keadaan membuat hasil belajar kognitif pada kelompok kontrol kurang mampu dicapai secara maksimal. Hasil Belajar Biologi pada Ranah Afektif Hasil belajar ranah afektif diukur menggunakan angket yang menunjukan nilai rata-rata hasil meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif.. belajar biologi siswa pada ranah afektif pada kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Diskusi dan presentasi pada QL mampu meningkatkan komunikasi siswa. Kecepatan untuk memahami konsep sebagai produk dari mind map pada kelompok eksperimen mampu pengulangan materi kepada siswa sehingga informasi dan pemahaman yang didapatkan siswa kurang tersebut maksimal. serta kemampuan dan menyenangkan. et al. sehingga siswa tidak hanya mencatat namun dengan juga berbagi lain. Kecepatan recalling dapat dilakukan karena mind map menggunakan otak visual yang cenderung mengenal kurang terakomodasi. Pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kontrol masih mencatat kemampuan menggunakan tradisional metode sehingga perhitungan angket afektif siswa 10 .

Hasil perhitungan angket melalui hasil perhitungan angket afektif siswa yang menyebutkan afektif siswa pada kelompok kontrol menunjukan bahwa 53. Keadaan yang terjadi pada kelompok kontrol bahwa tersebut karakter menunjukan 11 . jenuh dan masa bodoh (Santoso. Hal tersebut menunjukan bahwa pada kelompok menerapkan eksperimen QL lebih yang mampu tidak bersemangat pembelajaran. Keadaan tersebut menjadikan pembelajaran pada kelas kontrol kurang menyenangkan bagi siswa. Kejenuhan siswa pada kelas kontrol ditunjukan dengan hasil perhitungan angket 53. 2006). sehingga karakter siswa untuk menghargai mampu pembelajaran belum dengan bahwa 71% siswa pada kelompok eksperimen dan 21.13% siswa tidak menyukai cara mengajar guru pada kelas kontrol. Kondisi dalam lain yang ditemui menerapkan QL sehingga siswa lebih sehingga karakter menghargai dan menyenangi pembelajaran dapat pembelajaran ditunjukan ditumbuhkan dengan optimal.menunjukan bahwa seluruh siswa menyenangi cara mengajar guru pada kelompok eksperimen yang menghargai pembelajaran dan sulit menyenangi dikembangkan karena siswa kurang tertarik pada pembelajaran.88% siswa pada kelompok kontrol tidak suka berbicara dengan teman tentang hal lain di luar pokok bahasan ekosistem saat diskusi. Keadaan tersebut menunjukan bahwa penerapan QL pada kelompok eksperimen lebih mampu mengembangkan karakter dikembangkan maksimal. Hasil afektif bahwa perhitungan juga siswa angket cenderung lebih pasif.25% siswa saat sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 37.13% afektif yang siswa menunjukan merasa siswa 68. mengantuk saat proses pembelajaran berlangsung merasa dan 56. Pembelajaran yang kurang menyenangkan membuat siswa patuh pada siswa bila dibandingkan dengan pembelajaran pada kelompok kontrol.5% siswa yang senang mempresentasikan hasil diskusi.75% menunjukan kelompok senang eksperimen mempresentasikan hasil sering diskusi.

sehingga siswa tidak mendapat pengalaman belajar secara langsung dan ekpsperimen yang menerapkan QL pada pokok bahasan ekosistem menyediakan media belajar yang dapat mengasosiasikan beberapa indera sehingga lebih menarik dan mudah diamati oleh siswa. mengamati Siswa kelompok hasil eksperimen mendapatkan skor total sebesar 160 poin.31 sedangkan kelompok kontrol didapatkan rerata hasil sebesar 63. Hal tersebut salah satunya disebabkan karena pada kelas kontrol tidak banyak dilakukan percobaan dan guru hanya mengembangkan keterampilan pada ranah psikomotorik melalui aktivitas diskusi dan tanya jawab. tersebut dikarenakan Keadaan kelompok 91. yang mengukur keterampilan siswa dalam memilah alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan percobaan. sedangkan siswa kelompok kontrol mendapatkan skor total sebesar 128 poin. Indikator lain yang membuat kelompok eksperimen lebih baik bila dibandingkan dengan pembelajaran pada kelompok kontrol dapat dilihat pada pencapaian keterampilan mengakibatkan keterampilan siswa dalam memilah alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan percobaan dan keterampilan membentuk 12 . membentuk keterampilan dikembangkan dengan maksimal. mengamati media pembelajaran serta mempresentasikan kelompok. Hasil Belajar Biologi pada Ranah Psikomotorik Penilaian hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh melalui eksperimen memberikan aktivitas belajar berupa percobaan sederhana pada sub pokok bahasan interaksi antar mahluk hidup tersebut sehingga dapat lembar observasi. Pada didapatkan sebesar kelompok rerata eksperimen belajar pada hasil diskusi menerapkan QL menunjukan hasil skor total yang lebih tinggi dari pada kelompok kontrol ditinjau dari media keterampilan pembelajaran. Sebaliknya pada kelas keterampilan berkomunikasi siswa dari pada kelompok kontrol.50. 3. Kelompok eksperimen yang rangkaian alat dan bahan percobaan.menumbuhkan keberanian dan rangkaian alat dan bahan percobaan tidak dapat dikembangkan secara optimal.

and Didem. M. 2009. A. KESIMPULAN Berdasar pada analisis dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan Quantum Learning berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta pada ranah kognitif. Balim. ELSILVERProcedia Social and Behavioral Sciences 1 2274– 2279. 2007. Bandung: Kaifa. E.... Hamdu. dan Nourie. 12 (1). T. and Tanner.mempresentasikan hasil diskusi. Meningkatkan Keterampilan Kreativitas . Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. K. 2011. Hernowo.. Bandung: Mizan Media Utama. Keterampilan tersebut dinilai melalui tampilan siswa saat presentasi di depan kelas. Quantum Teaching: Mempraktekan Quantum Learning di RuangRuang Kelas. afektif dan psikomotorik.G. Kelompok eksperimen menunjukan skor total sebesar 124 poin. Bandung: Kaifa.. Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Kreatif. S. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa kelompok eksperimen memiliki keterampilan mempresentasikan hasil diskusi yang lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol. Jurnal penelitian Pendidikan. sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan skor total sebesar 72 poin. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Chamany. G dan Agustina. History. 2008. Tanner. and Context into College Biology Teaching. 13 DAFTAR PUSTAKA Buzan. L. M. DePorter. 2011. Making Biology Learning Relevant to Students: Integrating People. DePorter. 2007. Allen. N. Evrekli. Quantum Learning. 2008. Keterampilan berkomunikasi pada penelitian ini ditunjukan melalui keterampilan mempresentasikan hasil diskusi. Reardon. D.K. B. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar. 2002. CBE Life Sciences Education 7: 267–278. Buku Pintar Mind Map. Mind Mapping Applications in Special Teaching Methods Courses for Science Teacher Candidates and Teacher Candidates’ Opinions Concerning the applications. B and Hernacki. siswa (2009) harus menyatakan bahwa dilatih berbicara di depan kelas untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa sekaligus untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa. 90-96. Indriani.

Dirdjosoemarto. Y. Strategi Belajar Mengajar Sains Berbasis Kontekstual. R. Jurnal Pendidikan 12(1): 46-60. Slameto. Teori Belajar dan Pembelajaran. N. Bandung: Remaja Rosdakarya. How Do You Know They are Learning?The Importance of Alignment in Higher Education. Bandung: UPI & JICA IMSTEP. Syah. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. I. Peranan Bimbingan Guru dan Motivasi Belajar dalam Rangka Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik SMA Negeri 1 Metro Tahun 2010. Jakarta: Rineka Cipta. Ahmad. Effectiveness of Quantum Learning for Teaching Linear Program. Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. 2006. A. Kusno and Purwanto. 2009. 2010. Nurjhani. H. Tanta. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Sudjana.. 2009. Strategi Belajar Mengajar Biologi.Talking to Learn: Why Biology Students Should Be Talking in Classrooms and How to Make It Happen. SelfEfficacy and Value Expectation: An Action Research Project to Improve Learning. dan Nara. 2011. Bogor: Gahlia Indonesia.J. T.Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPS dengan Menggunakan Mind Mapping pada Kelas IX-1 SMPN 5 Padang Panjang. International Journal of Learning Technology 2(4): 204-307. Issues in Informing Science and Information Technology 6: 545-556 Reeves. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jurnal Psikologi 21(1):25-38. 2006. J. M.. CBE Life Sciences Education 8: 89–94 Wenno. Jurnal Pendidikan Penabur 7: 24-35. H. Sukirman. 2008. E. 2011. Rustaman. Siregar. Santoso. 2010. Yudianto.. 2005.H. C. H. 2006. 2010. 2010. GUIDENA 1(1): 23-35. Jurnal Guru 5(1): 7-16 Kertamuda.KREATIF Jurnal Kependidikan Dasar 1(1): 7-21. 14 . Rochintaniawati D. Influence on Student Academic Behaviour through Motivation. Suroso A. Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Biologi Umum Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Cenderawasih. F. International Journal for Educational Studies 4(1): 83-92. 2010. Nilsen. Y.. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Melalui Metode Diskusi Panel dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. N. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar. Implementasi Model Pakem dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia Siswa di Sekolah Dasar.B.. dan Subekti. 2008.. Feature Approaches to Biology Teaching and Learning. D. Siswandi.. Yogyakarta: Inti Media. S. Tanner K. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful