Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim

yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah. Yang berkewajiban membayar Pada prinsipnya seperti definisi di atas, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:

Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.

Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.

Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.

Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

Besar Zakat Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki) Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.

fisabilillah. bersabda : Tangan di atas (memberi dan menolong) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta-minta). maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). hamba sahaya. mulailah orang yang menjadi tanggunganmu (keluarga dll) dan sebaik-baik shadaqah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan (yang di perlukan oleh keluarga) (H. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. orang merdeka dan hamba . R : Al-Bukhary.ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadan satu sha' dari kurma. (H. orang dewasa. Abu Daud dan Nasa'i)  Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. miskin. atau satu sha' dari sya'iir. atas seorang hamba. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin.Penerima Zakat : Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf (fakir. amil. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam. dari Nabi saw. wanita. merdeka. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar di tunaikan / dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk salat 'ied.R : Al-Bukhary dan Ahmad)  Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. laki-laki. Ibnu Majah dan Daaruquthni)  Diriwayatkan dari Hisyam bin urwah dari ayahnya dari Abu Hurairah ra. Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah satu sha' dari kurma atau satu sha' dari sya'iir atas seorang hamba. laki-laki. Sumber Hadits berkenaan dengan Zakat Fitrah :  Diriwayatkan dari Ibnu Umar t. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithrah unutk anak kecil. seorang merdeka. (H. ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. (H. gharimin.R : Abu Daud.R : AlBukhary dan Muslim)  Diriwayatkan dari Umar bin Nafi' dari ayahnya dari Ibnu Umar ia berkata . muallaf. wanita. maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah salat 'ied. ia berkata : Rasulullah sw. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum salat.

baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.R : Daaruquthni. hadits hasan)  Artinya : Diriwayatkan dari Nafi' t. oleh Syaikh Abd. (H.R: Malik) Hikmah disyari'atkannya Zakat Fitrah Di antara hikmah disyari'atkannya zakat fitrah [2] adalah: 1. berkata : Adalah Ibnu Umar menyerahkan (zakat fithrah) kepada mereka yang menerimanya (panitia penerima zakat fithrah / amil) dan mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum 'iedil fitri. 37. 2. Rahman bin Nashir As Sa'di. Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam. . di mana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-l\lya.) 4. 3. Di antara hikmahnya adalah sebagaimana yang terkandung dalam hadits Ibnu Abbas radhiAllahu 'anhuma di atas. demikian pula sebagai salah satu sarana pemberian makan kepada fakir miskin.R. Hikmahnya yang paling agung adalah tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa. (H.sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (tanggunganmu).AlBukhary)  Diriwayatkan dari Nafi' : Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fithrah kepada petugas yang kepadanya zakat fithrah di kumpulkan (amil) dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri. hlm. (Lihat Al Irsyaad Ila Ma'rifatil Ahkaam. yaitu puasa merupakan pembersih bagi yang melakukannya dari kesia-siaan dan perkataan buruk. (H. Zakat fitrah merupakan zakat diri.

bahwa dia berkata: “Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebanyak satu sha‟ kurma atau satu sha‟ gandum. anak-anak atau orang dewasa.Hukum Zakat Fithri Zakat fithri wajib bagi setiap muslim. 1432. Kewajiban itu dibebankan kepada budak. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar radhiyallahu anhu. dan orang tua dari kalangan umat Islam. hal. Al A‟la: 14) dengan zakat fithri. sebagaimana dikatakan Ibnu Al-Mundzir: “Para ulama yang kami menghafal dari mereka telah bersepakat bahwa shadaqah (zakat) fithri itu hukumnya wajib. Namun jika ada yang mau membayarkan zakat fithri untuk janin (yang telah berusia empat bulan atau lebih. (Lihat Shifat Shaum Nabi. (HR Bukhari II/547 no. anak kecil. 986.49. karena dahulu sahabat Utsman bin „Affan radhiyallahu anhu pernah mengeluarkan zakat fithri bagi janin dalam kandungan. . pen) tidaklah mengapa. lakilaki. Hal ini kurang tepat karena janin tidaklah disebut ash-shogir (anak kecil) dalam bahasa Arab maupun secara „urf (anggapan/kebiasaan orang Arab). Demikian pula ijma‟ (konsensus) para ulama menetapkan wajibnya zakat fithri.102). Karena ada sebagian ulama seperti Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa janin juga wajib dikeluarkan zakatnya. wanita.” (QS. dan selainnya) Juga berdasarkan penafsiran Said bin Musayyib dan Umar bin Abdul Aziz terhadap firman Allah Ta‟ala: “Sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya. dengan dinukil dari Shahih Fiqhus Sunnah II/79-80) Catatan: Perlu diperhatikan bahwa ash-shogir (anak kecil) dalam hadits ini tidak termasuk di dalamnya janin. baik laki-laki atau perempuan. merdeka atau pun budak. orang merdeka. Muslim II/679 no. karena telah ditiupkan ruh padanya. Dan beliau memerintahkan agar zakat fithri itu ditunaikan sebelum orang-orang keluar menuju shalat („Ied)”.” (Lihat Al-Ijma‟ karya Ibnu Al-Mundzir hal.

berpuasa Ramadhan dan haji ke Baitullah bagi siapa yang mampu [Muttafaqun „alaihi] 2. menegakkan shalat. Zakat adalah rukun Islam yang ketiga dan salah satu pilar bangunannya yang agung berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu „Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu „alaihi wa sallambersabda: : Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tidak ada Rabb yang haq selain Allâh dan bahwa Muhammad adalah utusan Allâh. Terkadang ketiga-tiganya disandingkan dengan amal shalih adalah urutan yang logis. Oleh karena itu. Allâh Azza wa Jalla menyandingkan perintah menunaikan zakat dengan perintah melaksanakan shalat di dua puluh delapan tempat dalam al-Qur`ân. Kemudian penyebutan kata shalat dalam banyak ayat di al-Qur`ân terkadang disandingkan dengan iman dan terkadang dengan zakat.Jenis Zakat Fithri. beras. Inilah pendapat yang nampak rajih (benar dan kuat) sebagaimana dipegangi oleh para ulama pengikut madzhab imam Malik. II/82). dan juga merupakan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. gandum. dan tidak terbatas pada kurma atau gandum saja (Lihat Shohih Fiqhis Sunnah. sedangkan amal shalih yang merupakan amal perbuatan anggota tubuh menjadi bukti kebenaran iman. menunaikan zakat. keju. Iman yang merupakan perbuatan hati adalah dasar. KEDUDUKAN ZAKAT DALAM ISLAM Kedudukan dan arti penting zakat dapat dilihat dari beberapa hal berikut: 1. kismis. atau selainnya. setelah ajakan kepada iman didahulukan ajakan shalat dan zakat sebelum rukun-rukun Islam lainnya. Amal perbuatan pertama yang dituntut dari seorang mukmin adalah shalat yang merupakan ibadah badaniyah (ibadah dengan gerakan badan) kemudian zakat yang merupakan ibadah harta. Ini berdasarkan hadits . Zakat fithri harus dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok penduduk suatu negeri. jagung. baik itu berupa kurma.[1] Ini menunjukkan betapa urgen dan tinggi kedudukannya dalam Islam. imam Syafi‟i.

Menyucikan orang yang menunaikan zakat dari dosa-dosa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamhanya menyebutkan shalat dan zakat (dalam hadits di atas) karena besarnya perhatian terhadap keduanya dan keduanya didahulukan sbelumnya selainnya dalam berdakwah kepada Islam. Mensyukuri nikmat Allâh dengan menunaikan zakat harta yang telah Allâh Azza wa Jalla limpahkan sebagai karunia kepada manusia. bila mereka mematuhi ajakanmu.Ibnu „Abbâs Radhiyallahu anhuma dari Nabi Shallallahu „alaihi wa sallamsaat beliau Shallallahu „alaihi wa sallam mengutus Mu‟âdz Radhiyallahu anhu ke Yaman. . 3. Dan masih banyak lagi dalil-dalil dari al-Qur’an maupun al-hadits yang menunjukkan kedudukan zakat yang tinggi dalam Islam. bila mereka mematuhi ajakanmu maka katakan kepada mereka bahwa Allâh mewajibkan sedekah yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin dari mereka . 4. Juga dalam rangka mengikuti prinsip at-tadarruj (bertahap fase demi fase) dalam menjelaskan kewajiban-kewajiban Islam. “Sesungguhnya zakat membersihkan jiwa orang yang menunaikannya dari kotoran dosa dan menghiasi akhlaknya dengan sifat dermawan dan pemurah. al-Kâsâni rahimahullah mengatakan. TUJUAN-TUJUAN SYAR‟I DI BALIK KEWAJIBAN ZAKAT 1. Membersihkan harta yang dizakati. 5. maka katakanlah kepada mereka bahwa Allâh mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam. Karena harta yang masih ada keterkaitan dengan hak orang lain berarti masih kotor dan keruh. beliau bersabda kepadanya: Sesungguhnya kamu akan datang kepada suatu kaum dari ahli kitab. Membuktikan penghambaan diri kepada kepada Allâh Azza wa Jalla dengan menjalankan perintah-Nya. 2. Membersihkan orang yang menunaikannya dari sifat bakhil. ajaklah mereka kepada syahadat bahwa tidak ada Rabb yang haq selain Allâh dan bahwa aku adalah utusan Allâh.

Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah. Menghibur dan membantu orang miskin. 8. Mewujudkan solidaritas dan kesetiakawanan sosial. “Pembayaran zakat termasuk bantuan kepada orang lemah dan pertolongan kepada orang yang membutuhkan.6. laki-laki maupun wanita. Pengertian Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Zakat mempunyai pengaruh positif yang sangat signifikan dalam mendorong gerak roda perekonomian Islam dan mengembangkannya. 2. setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya . Telah diketahui bersama bahwa di antara makna zakat dalam bahasa Arab adalah pertumbuhan. 10. keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa. Al-Kâsâni rahimahullah berkata. 7. Kemudian syariat telah menetapkan makna ini dan menetapkannya pada kewajiban zakat. Maal berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti 'harta'. Syarat-syarat untuk Zakat Fitrah Yang berkewajiban membayar Zakat Fitrah Pada prinsipnya seperti definisi di atas. anak kecil. 9. 3. Membersihkan hati orang miskin dari hasad dan iri hati terhadap orang kaya. Zakat adalah bagian utama dari rangkaian solidaritas sosial yang berpijak kepada penyediaan kebutuhan dasar kehidupan. . Pengertian Zakat Maal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum (syara). Pertumbuhan harta yang dizakati. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:  Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya. Menumbuhkan perekonomian Islam.

Hasil pertanian. harta simpanan dan harta perniagaan.   Mencapai nisab. Lebih Dari Kebutuhan Pokok. yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul). aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki) Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadhan. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadhan. yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan. Besar Zakat Fitrah Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud. 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3. dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat.Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadhan dan hidup selepas terbenam matahari.    Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan dan tetap dalam Islamnya. Berkembang.5 liter atau 2. buahbuahan dan rikaz (barang temuan) tidak memiliki syarat haul. bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab. orang yang berzakat hendaklah kebutuhan minimal /pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu   Bebas dari Hutang. gandum. kurma.  Macam-macam Zakat Maal . Syarat-syarat harta untuk zakat Maal Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:  Milik Penuh. kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak. harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah. paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied.7 kg makanan pokok (tepung. 4. yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat.

umbi-umbian. Hasil Tambang (Ma'din). Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian. . domba. tanaman hias. Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya. sayur-mayur. kerbau.  Emas dan Perak. logam. dokter. perhiasan.  Barang Temuan (Rikaz). pakaian.Macam-macam zakat Maal dibedakan atas obyek zakatnya antara lain:  Hewan ternak. notaris. dll. buah-buahan. mutiara dan lain-lain.   Harta Perniagaan. makanan. dll. Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak. konsultan. Meliputi semua jenis & ukuran ternak (misal: sapi. kambing. batu bara. artis.   Zakat Profesi. akuntan. Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi. rumput-rumputan. baik berupa barang seperti alat-alat. Yakni harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun). dedaunan. ayam) Hasil pertanian. dan wiraswasta.