You are on page 1of 10

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang maha esa. Karena dengan rahmatnya kita bisa membuat makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini bermanfaat dan bisa dipelajari dengan baik, makalah ini mengarahkan pada pembelajaran bahasa indonesia yang baik. Kegiatan kreatif semacam ini akan meningkatkan kemampuan berbahasa dan apresiasi sastra kalian. Terakhir penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh kerabat yang terlibat. Selamat belajar semoga sukses. Wassalamualaikum wr. wb

Bayah, Oktober 2010 Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................... DAFTAR ISI............................................................ BAB I PENDAHULUAN............................................... 1.1. 1.2. Latar Belakang Masalah............................. Tujuan................................................... 1 1

i ii 1

BAB II ISI............................................................... 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. Pengertian Drama..................................... Unsur Intrinsik Drama................................ Menulis Drama........................................ Langkah-langkah menulis Drama.................. Contoh Naskah Drama............................... 3 4 5 2 2

BAB III Penutup...................................................... 3.1. 3.2. Kesimpulan............................................. Saran.................................................... 7 7

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Dibuatnya makalah yang berisi tentang drama ini, karena untuk memenuhi

tugas bahasa indonesia. Selain itu mudah-mudahan isi dari makalah ini bermanfaat bagi kita yang membaca dan mempelajarinya. Serta mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang drama.

1.2.

Tujuan Untuk meningkatkan pembelajaran tentang drama, meningkatkan kemampuan

kalian dalam berbahasa indonesia, secara baik dan benar. Baik secara lisan maupun tertulis. Dan supaya menambah keterampilan kalian dalam mengapresiasikan sastra.

BAB II ISI

2.1.

Pengertian Drama Drama adalah karya yang ditulis dalam bentuk percakapan (dialog) yang

dipertunjukan oleh tokoh-tokoh dia atas pentas. Drama digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu drama dalam bentuk tertulis dan drama yang dipentaskan. Drama berasal dari bahasa Yunani dari kata Draomai yang berarti berbuat, bertindak, atau beraksi. Drama berpijak pada 2 (dua) cabang kesenian yaitu seni sastra dan seni pentas.

2.2. Unsur-unsur intrinsik cerpen Drama merupakan jenis kerja sastra yang berbentuk percakapan. Unsur-unsur drama antara lain : 1. Tema (inti cerita) Tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama. 2. Amanat Amanat pesan moral yang ingin di sampaikan penulis kepada pembaca naskah / penonton drama dalam pentas 3. Alur Alur adalah rangkaian peristiwa dalam drama 4. Tokoh Adalah orang yang bermain dalam drama 5. Perwatakan

Adalah watak setiap tokoh / keseluruhan ciri-ciri jiwa seseorang tokoh dalam lakon drama. Watak dibagi menjadi 3 bagian yaitu pratogin (baik), antagonis (jahat), dan trigagonis (tokoh pembantu prata dan anta) 6. Konflik Merupakan masalah dalam drama 7. Percakapan Merupakan dialog para pemain 8. Tata artisitik Merupakan seting panggung 9. Casting Yaitu pemilihan peran yang tepat 10. Akting Yaitu perilaku para pemain di panggung 11. Latar Adalah tempat, waktu dan suasana terjadinya suatu adegan.

2.3. Menulis Drama Naskah drama adalah karangan yang berisi cerita, dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan juga sikap pelaku saat pentas. Naskah drama ditulis dengan selengkap-lengkapnya, bukan saja berisi keterangan atau petunjuk. Selain itu, naskah drama merupakan jalinan cerita (plot) drama, plot merupakan kerangka cerita dari awal hingga akhir. Yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan. Selain itu, naskah drama juga memasukan unsur intrinsik drama, naskah drama disampaikan dengan kalimat

langsung dan diberi informasi mengenai latar, ekspresi, dan keterangan bagi pelaku. Terkait dengan bahasa drama, berikut ini ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan : 1. Kalimat yang digunakan harus komunikatid dan efektif 2. Dialog harus ditulis dengan ragam bahasa yang tepat sesuai dengan siapa yang berbiacara, tepat pembicaraan itu berlangsung dan masalah yang dibicarakan. 3. Harus dibedakan dengan hjelas antara prolog, epilog, dialog, dan monolog. a. Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama b. Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan c. Dialog adalah percakapan para pemain d. Monolog adalah percakapan seseorang pemain dengan dirinya sendiri Apa yang diucapkan itu tidak ditunjukkan kepada orang lain. Selain ketiga hal di atas, kalian juga perlu memperhatikan petunjuk teknis pementasan drama. Petunjuk teknis ini berisi keterangan geerak pelaku, ekspresi pelaku, nada pengucapan dialog, ataupun keterangan keadaan panggung.

2.4. 1.

Langkah-langkah menulis naskah drama Melihat gambar / perisitiwa yang menyentuh perasaan, atau menggali sesuatu

dalam diri dan lingkungan sekitar. 2. Membayangkan peristiwa yang dapat terjadi melalui gambaran itu 3. Membuat rangkaian cerita 4. Memilih peristiwa yang dapat digambarkan dalam naskah 5. Menulis dialog sehingga membentuk naskah drama

6. Memberi nama tokoh / pelaku dalam setiap dialog 7. Menambahkan narasi, berupa latar suasana, dan lakuan tokoh.

2.5. Contoh Naskah drama Suatu hari amalia mendengarkan keluh kesah Bapak dan ibunya yang sedang berdiskusi tentang tanaman yang cocok ditanam dimusim kemarau. Lia yang mendengar diskusi tersebut memberikan saran untuk mengembangkan budidaya melon. Kebutuhan salah satu seorang guru Lia ada yang menjadi petani melon yang sukses (diberanda rumah duduk bapak dan ibu di sebuah kursi bambu) Bapak : (termenung) Bu bagaimana menurutmu jika sawah kita itu ditanami

tanaman lain. Ibu Bapak : Maksud bapak? (bingung) : Ya kita ubah dari tanaman padi menjadi tanaman yang lebih

menghasilkan Bu ! Jika dimusim kemarau berkepanjangan seperti ini, Bapak tidak mampu melanjutkan menanam padi lagi ? Ibu : (Bingung) Lha kita mau menanam apa pak ? selain itu benihnya kita

peroleh dari mana ? Bapak : (Menghela nafas) itulah bu yang Bapak bingungkan (Amalia muncul

dan duduk disamping bapak) Amalia Ibu : Ada masalah apa, pak ? : Ini lho lia bapakmu ingin mengganti tanaman padi dengan tanaman

lainnya. Tapi bapak mu ini belum tahun mau menanam apa Amalia : Bagaimana kalau bapak menanam melon saja ?

Bapak Amalia

: Bagus sekali usulanmu Lia ! Tapi ... benihnya dari mana? : (tersenyum) Bapak tidak usah bingung. Disekolah lia ada seorang

guru yang juga petani melon sukses. Bapak kenal dengan Pak Ali, Bapak bukan ? Amalia : Ya, bapak benar. Beliau juga sering mengakan penyuluhan tentang : Tentu kenal dong lia, beliau yang punya sawah di desa sebelah,

budidaya melon lho. Pak ! bagaimana kalau beliau kita undang ke desa kita ? Ibu Amalia : (Antusias) O... boleh.... boleh sekali lia ! kapan dan dimana ? : Ibu atur saja waktu dan tempatnya. Jangan lupa mengajar warga

desa kita agar pengetahuan mereka tentang budidaya melon ini menajdi lebih jelas. Ibu : Beres....

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan Drama adalah karya yang ditulis dalam bentuk percakapan (dialog) yang dipertunjukan oleh tokoh-tokoh di atas pentas. Naskah drama ditulis dengan selengkap-lengkapnya dalam naskah drama termuat nama-nama tokoh dalam cerita, dialog yang diucapkan pada tokoh, keadaan anggung yang diperlukan dan kadang-kadang dilengkapi, penjelasan, tentang tata busana, tata lampu dan tata suara.

3.2.

Saran Semoga makalah ini bermanfaat. Dan sering diadakan latihan pembuatan

makalah supaya dapat menambah kreatifitas siswa dan seringkali diadakan berdiskusi supaya siswa lebih bisa memahami pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Chaer. 2000. Pengantar Semantik. Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta _________. 2002. Terampil Bermain drama. Jakarta : Grasindo _________. 2005. Kesusastraan Sekolah. Jakarta : Grasindo Herman J. Waluyo. 1987. Drama I. Surakarta : Universitas sebelas maret _________. 1987. Drama II. Surakarta : Universitas Sebelas maret Pamusuk Eneste. 1995. Buku Pintar Penyiunting Naskah. Jakarta : Obor _________. 2001. Buku pintar sastra indonesia. Jakarta : penerbit buku kompas Anindyarini, A. 2008. Bahasa Indoensia. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Tahun 2008.

You might also like