P. 1
PEngertian IMB

PEngertian IMB

|Views: 18|Likes:
Published by lutfiandrian

More info:

Published by: lutfiandrian on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

Perizinan Bangunan Pengertian dan Definisi

Pengertian-pengertian :
Untuk memudahkan pemahaman terhadap ketentuan dalam peraturan bangunan dan rencana kota, maka saya berusaha untuk memberikan pengertian / definisi berdasar kepada pasal pengertian yang terdapat dalam peraturan terkait maupun dalam bahasa bebas agar mudah dimengerti/ difahami. 1. Izin Mendirikan Bangunan gedung yang selanjutnya disingkat IMB dalah perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada Pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah,memperluas, dan/atau mengurangi bangunan gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan teknis yang berlaku. 2. IPB (Izin Penggunaan Bangunan) adalah izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah bangunan selesai dilaksanakan sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan fungsi perlengkapan bangunan. 3. KMB (Kelayakan Menggunakan Bangunan) adalah izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah habis masa berlakunya IPB ( yaitu 5 tahun untuk bangunan Non Rumah Tinggal dan 10 tahun untuk bangunan Rumah Tinggal ) dan telah dilakukan pengkajian bangunan oleh konsultan pengkaji bangunan serta dinilai memenuhi persyaratan kelayakan untuk berfungsinya bangunan. Catatan : IPB dan KMB saat ini telah digantikan dengan Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Hal ini sesuai amanat dalam UU No.28 Tahun 2002 dan Perda No.7 Tahun 2010, serta Pergub No. .... tahun 2011. 4. Sertifikat Layak Fungs (SLF) adalah sertifikat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah terhadap Bangunan Gedung yang telah dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapatdimanfaatkan. 5. Membangun adalah setiap kegiatan mendirikan, membongkar, memperbaharui, merubah, mengganti seluruh atau sebagian, memperluas bangunan atau bangunbangunan. 6. Bangunan Gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya maupun kegiatan khusus.

7. kegiatan sosial dan budaya. Bangunan Deret/ Rapat adalah bangunan yang diperbolehkan rapat dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping. serta pemeliharaan bangunan gedung dan lingkungannya untuk mengembalikan keandalan bangunan gedung dan lingkungannya tersebut sesuai dengan aslinya atau sesuai dengan keadaan menurut periode yang dikehendaki. 19. Jarak Bebas Samping adalah ruang terbuka minimal pada sisi samping bangunan terhadap GSB dan batas perpetakan/ pekaranga. 9. Pemeliharaan adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung tetap laik fungsi. 10. Peruntukan adalah ketetapan guna fungsi ruang dalam lahan/lingkungan tertentu yang ditetapkan dalam rencana kota. kegiatan keagamaan. 17. Perawatan adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung. 13. . Pelestarian adalah kegiatan perawatan. Peruntukan lokasi ini menentukan jenis-jenis bangunan yang dapat didirikan pada lokasi tersebut. Klasifikasi bangunan gedung adalah klasifikasi dari fungsi bangunan gedung berdasarkan pemenuhan tingkat persyaratan administratif dan persyaratan teknisnya. kegiatan usaha. yang harus dipenuhi sesuai jenis peruntukan dalam rencana kota. pemugaran. Pembongkaran adalah kegiatan membongkar atau merobohkan seluruh atau sebagian bangunan gedung. komponen. bahan bangunan dan/atau prasarana dan sarananya. dan pengkaji teknis bangunan gedung. komponen. Bangunan Tunggal adalah bangunan yang harus memiliki jarak bebas dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping dan belakang. 14. 18. 16. 15. 8. GSJ (Garis Sempadan Jalan) adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota. pengawas pelaksanaan. pemelihara. maupun kegiatan khusus. Izin Pelaku Teknis Bangunan yang selanjutnya disingkat IPTB adalah izin yang diberikan oleh Dinas kepada pelaku teknis bangunan gedung yang terdiri dari perencana. Fungsi bangunan gedung adalah bentuk kegiatan manusia dalam bangunan gedung. GSB (Garis Sempadan Bangunan) adalah garis batas yang tidak boleh dilampaui oleh bangunan kearah GSJ yang ditetapkan dalam rencana kota. baik kegiatan hunian atau tempat tinggal. 11. 12. bahan bangunan. dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap laik fungsi.

WFL (Wisma Flat). yang dapat didirikan Rumah Susun Murah. atau .WSD (Wisma Sedang).WTm (Wisma Taman).WSN (Wisma Susun).WBS (Wisma Besar. 26. Daerah Perencanaan adalah bagian lahan/ pekarangan yang terletak dalam satuan perpetakan atau terletak didalam batas-batas perpetakan dan atau dibelakang GSJ. Perpetakan atau Kapling adalah bidang tanah yang ditetapkan ukuran dan batasbatasnya sebagai satuan-satuan yang sesuai dengan rencana kota. Jarak Bebas Belakang adalah ruang terbuka minimal pada sisi belakang bangunan terhadap batas pekarangan dengan panjang ruang tertentu. Bangunan Tinggi adalah bangunan dengan ketinggian bangunan diatas 8 lapis. yang harus dipenuhi sesuai jenis peruntukan dalam rencana kota. KDB (Koefisien Dasar Bangunan) adalah angka prosentase perbandingan jumlah luas lantai dasar bangunan terhadap luas perpetakan atau luas daerah perencanaan.20. Peruntukan Wisma adalah jenis peruntukan lokasi tanah/ lahan yang dapat didirikan bangunan untuk penggunaan rumah/ tempat tinggal. atau . 23. Bangunan Rendah adalah bangunan dengan ketinggian bangunan sampai dengan 4 lapis. . . atau . 24. 22. 28. atau Apartemen. Bangunan Sedang adalah bangunan dengan ketinggian bangunan 5 sampai dengan 8 lapis. Condominium dengan ketinggian 4 lantai atau lebih sesuai batasan yang ditetapkan dan rencana kota. KLB (Koefisien Lantai Bangunan) adalah angka perbandingan jumlah luas seluruh lantai bangunan terhadap luas perpetakan atau luas daerah perencanaan. Jenis peruntukan Wisma dapat berupa jenis peruntukan : . 27. 25. atau . Ketinggian Bangunan adalah jumlah lapis bangunan yang dihitung dari dari permukaan tanah atau dari lantai dasar bangunan. 21.WKC (Wisma Kecil). 29.

. 32. Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt) adalah jenis peruntukan tanah/ lokasi yang dapat didirikan bangunan Kantor/ Perkantoran atau sejenisnya.30. 31. SPD (Suka Sarana Pendidikan). seperti WKT (Wisma Kantor). KIN (Karya Industri). WDG (Wisma Dagang).000 M2 atau lebih. Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd) adalah jenis peruntukan tanah/ lokasi yang dapat didirikan bangunan Toko/ Pertokoan atau sejenisnya. dsb.PHT (Penyempurna Hijau Taman). Banyak jenis-jenis peruntukan lain. SRO (Suka Rekreasi dan Olah Raga). SSK (Suka Sarana Kesehatan). SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) adalah Surat Izin dari Gubernur untuk penggunaan tanah bagi bangunan bila kepemilikan tanah yang luasnya 5. 33. KPG (Karya Pergudangan).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->