P. 1
Bab 4 - Hak Asasi Manusia Dan Rule of Law

Bab 4 - Hak Asasi Manusia Dan Rule of Law

|Views: 7|Likes:
Published by rajibbussalam
ajiib
ajiib

More info:

Categories:Types, Research
Published by: rajibbussalam on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

Pendidikan Kewarganegaraan

BAB IV
HAK ASASI MANUSIA & RULE OF LAW

PENDAHULUAN

Berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Republik yang telah 63 tahun merdeka ini ternyata masih marak di depan mata. Kasus Trisakti tahun 1998 yang belum tuntas hingga kini, kasus Lumpur Lapindo yang menyengsarakan ribuan rakyat tak berdosa masih berlarut-larut, penyerobotan lahan warga oleh aparat militer, perilaku brutal oknum aparat kepolisian yang memasuki kampus UNAS tahun 2008, dan sederetan kasus lainnya, menandakan masih sangat buruknya penegakkan HAM di Indonesia. Kasus terburuk yaitu pembunuhan terencana Munir, seorang aktivis sejati pejuang HAM di Indonesia yang diakui secara internasional, telah mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Iklim penegakan HAM dan Rule of Law di Indonesia setidaknya semakin baik dalam 10 tahun terakhir (era reformasi). Yang harus diingat bahwa penegakkan HAM dan Rule of Law akan menjadi „PR‟ bagi setiap pemerintahan yang berkuasa, terlebih pemilu 2009 sudah semakin dekat. Apa dan bagaimana makna dan penerapan HAM dan Rule of Law sesungguhnya ?

. .
4-1 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law

Pendidikan Kewarganegaraan

4.1 Hak Asasi Manusia (HAM) Hak Asasi Manusia (HAM) dan permasalahannya merupakan topik tertua dan aktual, yang selalu ada di setiap peradaban manusia. Penegakkan HAM masih terkendala dengan kesadaran dan kesungguhan para penguasa serta pemahaman warga negara akan hakikat HAM di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Untuk mengawal penegakkan HAM di Indonesia, diperlukan partisipasi masyarakat, baik secara pribadi maupun secara institusi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Pendidikan, Media dan Pers, dan lembaga-lembaga lainnya. Hal ini dirasakan sangat efektif dalam membangun opini secara meluas akan pelanggaran HAM yang terjadi di sekitar kita. Transparansi dan perjuangan tanpa henti dalam menegakkan HAM sepatutnya menjadi budaya bangsa. 4.1.1 Konsep Dasar Hak Asasi Manusia (HAM) Konsep Hak Asasi Manusia (HAM) dapat diuraikan dengan pendekatan bahasa (etimologi) maupun pendekatan istilah. Secara etimologi, kata „hak‟ merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman perilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. Sedangkan kata „asasi‟ berarti yang bersifat paling mendasar yang dimiliki oleh manusia sebagai fitrah, sehingga tak satupun makhluk dapat mengintervensinya apalagi mencabutnya. Misalnya hak hidup sebagai hak paling dasar yang dimiliki manusia, sehingga tak satupun manusia ini memiliki kewenangan untuk mencabut kehidupan manusia yang lain. Secara istilah, beberapa tokoh dan praktisi HAM memiliki pemahaman akan makna HAM. Baharudin Lopa, dengan mengutip pernyataan Jan Materson dari Komisi HAM PBB, mengutarakan bahwa hak asasi manusia adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. Sedangkan menurut John Locke, seorang ahli pikir di bidang Ilmu Negara berpendapat bahwa hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan sebagai hak yang kodrati. Ia memperinci hak asasi sebagai berikut: : - hak hidup (the right to life); - hak kemerdekaan (right to liberty); - hak milik (right to property).
4-2 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law

hak-hak yang terdapat di dalam The Universal Declaration of Human Rights dapat dikelompokkan dalam tiga bagian: 1. artinya tidak tergantung pada negara atau undang-undang dasar. Roosevelt menjadi inspirasi dan bagian yang tidak terpisahkan dari Declaration of Human Right 1948. yaitu Tuhan. Hak asasi manusia pada dasarnya bersifat umum atau universal.D. dan . ras. yang menyangkut hak-hak atas martabat dan integritas manusia. yang menyangkut hak-hak politik dan yuridis. . Secara teoritis. F. 3. karena diyakini bahwa beberapa hak yang dimiliki manusia tidak memandang bangsa. di mana seluruh umat manusia melalui wakil-wakilnya dalam organisasi Perserikatan BangsaBangsa (PBB) sepakat dan bertekad memberikan pengakuan dan perlindungan secara yuridis formal terhadap hak-hak asasi dan merealisasikannya. dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. ekonomi dan budaya Pengertian hak asasi manusia menurut Tilaar (2001) adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia.bebas untuk berbicara (freedom of speech). Dasar dari hak asasi manusia adalah bahwa manusia harus memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat dan cita-citanya. Pada tanggal 6 Januari 1941. atau jenis kelamin. hal ini ditegaskan dalam UU No. dan kekuasaan pemerintah. Hak asasi manusia juga bersifat supralegal.Pendidikan Kewarganegaraan Konsep Hak Asasi Manusia terus mengalami transformasi.bebas dalam memeluk agama (freedom of religion). D. 2.bebas terhadap suatu keinginan/kehendak (freedom of from want). yang mendefinisikan hak asasi manusia sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME. . Roosevelt memformulasikan empat macam hak-hak asasi (the four freedoms) di depan Kongres Amerika Serikat.bebas dari rasa takut (freedom of fear). Berdasarkan beberapa rumusan pengertian HAM di atas. yang menyangkut hak-hak sosial. Bahkan HAM memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi. yaitu: . Dimensi yang dirumuskan oleh F. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Di Indonesia. 39/1999 tentang hak asasi manusia. diperoleh kesimpulan bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada diri manusia yang 4-3 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law .

yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan demikian. atau negara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hakikat dari asasi manusia adalah keterpaduan antara hak asasi manusia (HAM). Untuk itu setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berusaha melindungi hak asasinya dari adanya tindakan pelanggaran oleh manusia lain yang dapat merugikan kelangsungan hak asasinya. Upaya menghormati. maka adalah hal yang sangat wajar. 4. dan menjunjung tinggi HAM. Magna Charta (Piagam Agung 1215) Piagam Magna Charta ini adalah piagam penghargaan atas pemikiran dan perjuangan HAM yang dilakukan oleh rakyat Inggris kepada Raja John yang berkuasa pada tahun 1215. serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. kewajiban asasi manusia (KAM). pemerintah (aparatur pemerintah baik sipil maupun militer) bahkan negara.2 Perkembangan Pemikiran Hak Asasi Manusia A. Dalam kaitan hak asasi di atas. menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu. hakikat penghormatan dan perlindungan terhadap HAM ialah menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan. serta perlu mendapat dukungan yang nyata bagi setiap manusia yang berpikir dan berjuang untuk memperoleh pengakuan hak asasinya di manapun dia berada. Sejarah telah mencatat beberapa monumen yang berupa piagam sebagai bentuk penghargaan atas pemikiran/perjuangan dalam memperoleh pengakuan HAM dari pemerintah atau negara.1. dan tanggung jawab asasi manusia (TAM) yang berlangsung secara sinergis dan seimbang. dan dilindungi oleh setiap individu. dijaga. masyarakat. Perkembangan HAM di dunia Setiap manusia yang ada di seluruh dunia memiliki derajat dan martabat yang sama. Isi Piagam Magna Charta ini adalah: 4-4 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . melindungi. dalam memenuhi kebutuhan menuntut hak tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhan kewajiban yang harus dilaksanakan. Piagam mengenai perkembangan pemikiran dan perjuangan HAM adalah sebagai berikut: 1.Pendidikan Kewarganegaraan bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus dihormati. rasional. Jadi.

Para ahli yang mengemukakan teori tersebut adalah J. Bill of Rights (UU Hak Virginia 1789) Undang-undang Hak Virginia tahun 1776.J Rousseau dalam teori Kontrak Sosial. Dikenal juga sebagai The Bill of 4-5 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Montesque dengan teori Trias Politica. Declaration Des Droits de L‟homme et du Citoyen (Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara Perancis tahun 1789) Deklarasi ini menyatakan hak asasi manusia dan hak warga negara Perancis. Implikasi adanya tuntutan ini memberi inspirasi kepada para ahli untuk menciptakan teori yang berkenaan dengan kesamaan hak yang diperjuangkan di atas. yang dimasukkan ke dalam UUD Amerika Serikat tahun 1791.Pendidikan Kewarganegaraan (1) Rakyat Inggris menuntut kepada raja agar berlaku adil kepada rakyat (2) Menuntut raja apabila melanggar harus dihukum (didenda) berdasarkan kesamaan dan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya (3) Menuntut raja menyampaikan pertanggungjawaban kepada rakyat (4) Menuntut raja untuk segera menegakkan hak dan keadilan bagi rakyat 2. Inti dari tuntutan yang diperjuangkannya adalah “rakyat Inggris menuntut agar rakyat diperlakukan sama di muka hukum (equality before the law). John Locke dengan teori Hukum Kodrati. 3. sehingga tercapai kebebasan”. dan F.D Roosevelt dengan teori Lima Kebebasan Dasar Manusia yang dicanangkan. Bill of Rights (UU Hak 1689) Bill of Rights adalah piagam penghargaan atas pemikiran dan perjuangan HAM oleh rakyat kepada penguasa negara atau pemerintah di Inggris pada tahun 1689. Isi deklarasi ini sebagai berikut: (1) Manusia dilahirkan merdeka (2) Hak milik dianggap suci dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun (3) Tidak boleh ada penangkapan dan penahanan dengan semenamena atau tanpa alasan yang sah serta surat izin dari pejabat yang berwenang. 4.

di Jenewa yang merupakan usul serta kesepakatan seluruh anggota PBB. dan tentang persamaan kedudukan antara laki-laki dan perempuan. Piagam Atlantic Charter Piagam ini merupakan kesepakatan antara F. Maksud dan tujuan PBB mendeklarasikan HAM seperti tertuang dalam pembukaannya: (1) Hendak menyelamatkan keturunan manusia yang ada dan yang akan datang dari bencana perang (2) Meneguhkan sikap dan keyakinan tentang HAM yang asasi. Roosevelt dan Churchil pada tanggal 14 Agustus 1941.D. tentang harkat dan derajat manusia. juga antara bangsa yang besar dan yang kecil (3) Menimbulkan suasana di mana keadilan dan penghargaan atas berbagai kewajiban yang muncul dari segala perjanjian dan lainlain hukum internasional menjadi dapat dipelihara. bebas dari kekurangan/kemelaratan (freedom from want). F. meskipun secara prinsip hal mengenai HAM telah termuat dalam deklarasi kemerdekaan (declaration of independence) Amerika Serikat. 5.Pendidikan Kewarganegaraan Rights ini UU HAM Amerika Serikat. merupakan amandemen tambahan terhadap konstitusi Amerika Serikat yang diatur secara tersendiri dalam 10 pasal tambahan. 6. bebas dalam hal pemberitaan (freedom of information).D. bebas memeluk agama (freedom of religion). Declarations of Human Rights PBB Piagam PBB lahir pada tanggal 12 Desember 1948. bebas menyatakan pendapat/perasaan (freedom of expression). 4-6 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Isi pembukaan Piagam Declarations of Human Rights mencakup 20 hak yang diperoleh manusia. yakni: bebas dari rasa takut (freedom from fear). Isinya adalah “bahwa selenyapnya kekuasaan Nazi yang zalim itu akan tercapai suatu keadaan damai yang memungkinkan tiap-tiap negara hidup dan bekerja dengan aman menurut batas-batas wilayahnya masing-masing serta jaminan kepada setiap manusia suatu kehidupan yang bebas dari rasa takut dan kesengsaraan”.Roosevelt menyebutkan lima kebebasan dasar manusia.

c. Periode sebelum kemerdekaan Perkembangan pemikiran HAM dalam periode ini dapat dijumpai dalam organisasi pergerakan sebagai berikut: a. (4) Hak persamaan di muka hukum. membagi pemikiran HAM dalam dua periode. Partai Komunis Indonesia. Dr. f. Sarekat Islam. “hak untuk memperoleh kemerdekaan”. d. pemikirannya.Pendidikan Kewarganegaraan B. 2. (3) Hak untuk berserikat dan berkumpul. Prof. “hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat”. g. Periode 1945-1950. pemikirannya. Perhimpunan Indonesia. pemikirannya meliputi: (1) Hak untuk menentukan nasib sendiri. yaitu periode sebelum kemerdekaan (1908-1956) dan periode setelah kemerdekaan. “hak untuk menentukan nasib sendiri (the right of self determination). “hak sosial dan berkaitan dengan alat-alat produksi”. Budi Oetomo. (2) Hak untuk mengeluarkan pendapat. pemikirannya. pemikirannya. Pemikiran HAM pada periode ini menekankan pada hak-hak mengenai: (1) Hak untuk merdeka (self determination). Bagir Manan dalam bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia (2001). Indische Party. Perkembangan Pemikiran HAM di Indonesia Secara garis besar. “hak untuk mendapatkan kemerdekaan dan perlakuan yang sama”. pemikirannya. (5) Hak untuk turut dalam penyelenggaraan negara Periode sesudah kemerdekaan a. Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia. “hak penghidupan yang layak dan bebas dari penindasan dan diskriminasi rasial” . pemikirannya. e. 1. b. Partai Nasional Indonesia. 4-7 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law .

Pendidikan Kewarganegaraan b. Sikap pemerintah bersifat restriktif (pembatasan yang ketat oleh kekuasaan) terhadap hak sipil dan hak politik warga negara. c. (2) Hak kebebasan untuk berserikat melalui organisasi politik yang didirikan. Implementasi pemikiran HAM pada periode ini lebih memberi ruang hidup bagi tumbuhnya lembaga demokrasi yang antara lain: (1) Partai politik dengan beragam ideologinya (2) Kebebasan pers yang bersifat liberal (3) Pemilu dengan sistem multipartai (4) Parlemen sebagai lembaga kontrol pemerintah (5) Wacana pemikiran HAM yang kondusif karena pemerintah memberi kebebasan Periode 1959-1966 Pada periode ini pemikiran HAM tidak mendapat ruang kebebasan dari pemerintah atau dengan kata lain pemerintah melakukan pemasungan HAM. Sebagai implementasi pemikiran HAM di atas. 4-8 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . (3) Hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat terutama di parlemen. dan mengeluarkan pikrian dengan tulisan. Salah satu penyebabnya adalah karena periode ini sistem pemerintahan parlementer berubah menjadi sistem demokrasi terpimpin. Periode 1950-1959 Pemikiran HAM dalam periode ini lebih menekankan pada semangat kebebasan demokrasi liberal yang berintikan kebebasan individu. seperti hak utnuk berserikat. berkumpul. tentang Partai Politik dengan tujuan untuk mengatur segala aliran yang ada dalam masyarakat dan pemerintah beharap partai tersebut telah terbentuk sebelum pemilu DPR pada bulan Januari 1946. yaitu hak sipil. pemerintah mengeluarkan Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945.

tanggal 7 Juni 1993. Artinya. kurun waktu tahun 1970-1980. represif (kekerasan) yang dicerminkan dengan produk hukum yang bersifat restriktif (membatasi) terhadap HAM.1. keamanan. pemerintah memberi perlindungan yang signifikan terhadap kebebasan HAM dalam semua aspek. sosial. Piagam PBB. budaya. kurun waktu tahun 1990-an. Kasus yang juga mencuat hingga mata dunia terbelalak yaitu 4-9 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Periode 1966-1998 Dalam periode ini. 4. dan Piagam Mukadimah.3 Permasalahan dan Penegakan HAM di Indonesia Indonesia merupakan salah satu negara yang masih buruk dalam upaya penegakkan HAM-nya. Kedua. pemikiran HAM tidak lagi hanya bersifat wacana saja melainkan sudah dibentuk lembaga penegakan HAM. seperti Komnas HAM berdasarkan Keppres No. Kurun waktu yang pertama tahun 1967 (awal pemerintahan Presiden Soeharto). pemerintah memberikan kebebasan yang sangat besar menurut UUD 1945 amandemen. pemikiran HAM dapat dilihat dalam tiga kurun waktu yang berbeda. hukum. e. Selain itu. Ketiga. berusaha melindungi kebebasan dasar manusia yang ditandai dnegan adanya hak uji materiil (judicial review) yang diberikan kepada Mahkamah Agung. pemerintah melakukan pemasungan HAM dengan sikap defensif (bertahan). HAM mendapat perhatian yang resmi dari pemerintah dengan melakukan amandemen UUD 1945 guna menjamin HAM dan menetapkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia. 50 Tahun 1993. dan pemerintahan.Pendidikan Kewarganegaraan d. Beberapa tokoh Indonesia pernah menjadi sorotan Internasional berkaitan pelanggaran HAM di Timor-timor beberapa waktu yang lalu. Periode 1998-sekarang Pada periode ini. yaitu aspek hak politik. Alasan pemerintah adalah bahwa HAM merupakan produk pemikiran Barat dan tidak sesuai dnegan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila. ekonomi.

dan konsisten. UU Nomor 39/1999 tentang HAM dan UU Nomor 26/2000 tentang Pengadilan HAM. hak wanita. walaupun sangat sulit diungkapkan. yaitu Munir. Program penegakan hukum dan HAM (PP Nomor 7 Tahun 2005). dan melanjutkan keturunan. pembunuhan Munir masih dalam proses hukum.Pendidikan Kewarganegaraan pembunuhan aktivis sejati HAM di Indonesia. 3. Sesuai dengan amanat konstitusi. hak atas kesejahteraan. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional yang berlaku. Perlindungan HAM di Indonesia harus didasarkan pada prinsip bahwa hak-hak sipil. meliputi pemberantasan korupsi. Oleh sebab itu. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. Hingga kini. Hak Asasi Manusia di Indonesia didasarkan pada Konstitusi NKRI. sosial budaya. politik. Pasal 55 dan 56 yang berisi bahwa upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. dan pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. 2. hak mengembangkan diri. dan 30). hak atas rasa aman. pemantauan. 2. merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan baik dalam penerapan. dan hak anak. hak berkeluarga. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari tahun 2004-2009 sebagai gerakan nasional. yaitu: 1. karena melibatkan oknum anggota Badan Intelejen di Indonesia. hak memperoleh keadilan. Kegiatan-kegiatan pokok penegakan HAM meliputi: 1. ekonomi. Hak asasi di Indonesia menjamin hak untuk hidup. dan hak pembangunan. 4-10 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . 4. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pembeantasan Korupsi Tahun 2004-2009. hak atas kebebasan. kesederajatan. tidak diskriminatif. Hal ini sesuai dengan isi Piagam PBB yaitu Pasal 1 ayat (3). Pembukaan UUD 1945 (alinea 1). hak turut serta dalam pemerintahan. 29. penegakan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. antiterorisme. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda. 2005). Pancasila sila keempat.

8. 9. 15. Penyelenggaraan audit regular atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat negara.Pendidikan Kewarganegaraan 3. 4-11 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . 4. 14. 6. 7. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum maupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah dan memberantas korupsi. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum maupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. 11. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. 5. Peningkatan berbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka menyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat berjalan sewajarnya. Pembenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara dan pimpinan lainnya untuk mematuhi dan menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten dan konsekuen. 13. cepat. 10. Peningkatan penegakan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. 12. dan dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. Penyelamatan barang bukti akuntabilitas kinerja yang berupa dokumen/arsip lembaga negara dan badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hukum dan HAM. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM Pembaharuan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel. tepat.

dan Bab IX Pasal 104 tentang Pengadilan HAM. KOMNAS HAM Komnas HAM adalah lembaga yang mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian. menghalangi. penyuluhan. serta menghukum para pengedarnya secara maksimal. pemerintah. 4. Oleh sebab itu. hukum. 4-12 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik sengaja ataupun tidak disengaja. meningkatkan penyidikan. penyelidikan. membatasi. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. dijunjung tinggi. penelitian. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. A.Pendidikan Kewarganegaraan 16. penuntutan. negara membentuk Komisi Hak Asasi Manusia atau KOMNAS HAM. maka perlu adanya penegakan dan pendidikan HAM. Penegakan HAM dilakukan terhadap setiap pelanggaran HAM. dan mediasi hak asasi manusia. untuk menjaga agar setiap orang menghormati orang lain. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban.1. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya melalui identifikasi dan memutus jaringan peredarannya. 17.4 Lembaga Penegak HAM Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Peningkatan fungsi intelijen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Untuk mengatasi masalah penegakan HAM. atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang. serta peran serta masyarakat seperti dikemukakan dalam Bab XIII pasal 100-103. maka dalam Bab VII Pasal 75 UU tentang HAM. atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi. pemantauan. dan dilindungi oleh negara.

penegakan dan pemajuan hak asasi manusia. Pengkajian dan penelitian berbagai instrument internasional hak asasi manusia dengan tujuan memberikan saran-saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau ratifikasi. Wewenang dalam bidang pengkajian penelitian a. Studi kepustakaan. studi lapangan. Meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan Wewenang Komnas HAM: 1. Pembahasan berbagai masalah yang berkaitan dengan perlindungan. baik di tingkat nasional. Kerja sama pengkajian dan penelitian dengan organisasi. perubahan. baik tingkat nasional. f. regional. e. Wewenang dalam bidang penyuluhan a. Pengkajian dan penelitian berbagai peraturan perundangundangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan. dan Piagam PBB serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 2. 2. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia. b. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila.Pendidikan Kewarganegaraan Tujuan Komnas HAM antara lain: 1. dan studi banding di negara lain mengenai hak asasi manusia. lembaga atau pihak lainnya. Penyebarluasan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat Indonesia. lembaga. c. UUD 1945. b. atau pihak lainnya. dan pencabutan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia. d. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia. Penerbitan hasil pengkajian dan penelitian. regional. Upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal serta berbagai kalangan lainnya. 4-13 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Kerja sama dengan organisasi. c.

Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan. c. b. Wewenang dalam pemantauan a. Pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil pengamatan tersebut. e. Pemeriksaan setempat terhadap rumah. dan acara pemeriksaan oleh pengadilan yang kemudan pendapat Komnas HAM tersebut wajib diberitahukan oleh hakim kepada para pihak. 4-14 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Pemanggilan saksi untuk diminta dan didengar kesaksiannya. bilamana dalam perkara tersebut terdapat pelanggaran hak asasi manusia dalam masalah publik. Perdamaian kedua belah pihak.Pendidikan Kewarganegaraan 3. g. dan kepada saksi pengadu diminta menyerahkan bukti yang diperlukan. pekarangan. Pemanggilan terhadap pihak terkait untuk memberikan keterangan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya dengan persetujuan ketua pengadilan. f. bangunan. 4. pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang diadukan untuk dimintai dan didengar keterangannya. Penyelesaian perkara melalui cara konsultasi. dan tempat-tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu dengan persetujuan ketua pengadilan. konsiliasi. Wewenang dalam bidang mediasi a. mediasi. Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia. dan penilaian ahli. negosiasi. Peninjauan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu. b. d. Pemberian pendapat berdasarkan persetujuan ketua pengadilan terhadap perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan. c.

berhak berpartisispasi dalam perlindungan. pendidikan. Setiap orang. atau lembaga kemasyarakatan lainnya. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk ditindaklanjuti. Pengadilan HAM Dalam rangka penegakan HAM.Pendidikan Kewarganegaraan d. untuk mengadili pelanggaran hak asasi manusia yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan umum. Menurut Pasal 104 UU HAM. C. 3. organisasi masyarakat. Masyarakat juga berhak menyampaikan laporan atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia kepada Komnas HAM atau lembaga lain yang berwenang dalam rangka perlindungan. B. kelompok. 4. yaitu pengadilan negeri dan pengadilan tinggi. 2. organisasi politik. lembaga swadaya masyarakat (LSM). dan penyebarluasan informasi mengenai hak asasi manusia. Proses pengadilan berjalan sesuai fungsi badan peradilan. maka Komnas HAM melakukan pemanggilan saksi. Partisipasi masyarakat dapat berbentuk sebagai berikut: 1. dan pihak kejaksaan yang melakukan penuntutan di pengadilan HAM. dan pemajuan hak asasi manusia. dan pemajuan hak asasi manusia. Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam penegakan HAM diatur dalam Pasal 100-103 UU tentang HAM. penegakan. Masyarakat dapat bekerja sama dengan Komnas HAM melakukan penelitian. penegakan. e. Masyarakat berhak mengajukan usulan mengenai perumusan dan kebijakan yang berkaitan dengan hak asasi manusia kepada Komnas HAM atau lembaga lain. 4-15 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law .

2. dan otonom. dalam arti perlakuan yang adil dan baik dari sesama warga negaranya. tidak cukup hanya ditentukan oleh adanya hukum saja. maupun dari pemerintahannya. 4-16 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Secara historis. sehingga inti dari rule of law adalah adanya jaminan keadilan yang dirasakan oleh masyarakat/bangsa. bersamaan dengan kelahiran negara berdasar hukum (konsitusi) dan demokrasi. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi dua. akan tetapi ada tidaknya rule of law di dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. tanpa pandang bulu.2 Rule of Law 4. Secara formal. yaitu pengertian secara formal (in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sense). ada tidaknya penegakan hukum ditentukan oleh ada tidaknya keadilan yang dapat dinikmati setiap anggota masyarakat. Ada tidaknya penegakan hukum.1 Pengertian Rule of Law Sebagai negara hukum. tidak personal. Sistem penegakan hukum perlu dibuat agar kekuatan hukum bukan berada pada orang tapi pada institusi. akan tetapi lebih dari itu. penegakan hukum atau rule of law merupakan suatu doktrin dalam hukum yang mulai muncul pada abad ke-19. Sedangkan secara hakiki. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). Indonesia perlu memperjelas upaya-upaya penjaminan hak-hak warga negaranya melalui sistem yang tertata rapi. Berdasarkan pengertiannya. rule of law terkait dengan penegakan hukum yang menyangkut ukuran hukum yaitu baik dan buruk (just and unjust law). Upaya penerapan penegakan hukum di Indonesia perlu dibenahi sehingga dapat menjangkau seluruh kalangan. hal ini dapat diartikan bahwa setiap negara mempunyai aparat penegak hukum. apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan. Rule of law merupakan suatu legalisme yang mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. tidak memihak. Rule of law tidak saja hanya memiliki sistem peradilan yang sempurna di atas kertas belaka. Kehadiran rule of law boleh disebut sebagai reaksi dan koreksi terhadap negara absolut (kekuasaan di tangan penguasa) yang telah berkembang sebelumnya.Pendidikan Kewarganegaraan 4.

Rule of law merupakan konsep tentang common law. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by the man. Prinsip-prinsip rule of law di dalam pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggara negara. Dengan demikian. bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. dan kerajaan. di Amerika diletakkan pada hak-hak asasi manusia. Pembukaan UUD 1945 memuat prinsip-prinsip rule of law. Di indonesia. Dengan kata lain. ningrat.2. yang pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap ”rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia. menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi yang pada gilirannya melahirkan doktrin rule of law.2. karena pembukaan UUD 1945 merupakan pokok kaidah fundamental Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara dan sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya.3 Fungsi Rule of Law Fungsi rule of law pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap ”rasa keadilan” bagi rakyat indonesia dan juga ”keadilan sosial”. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakatnya. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. di mana segenap lapisan masyarakat dna negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun di atas prinsip keadilan dan egalitarian. pembukaan UUD 1945 memberi jaminan adanya rule of law dan sekaligus rule of justice. Paham rule of law di Inggris diletakkan pada hubungan antara hukum dan keadilan. inti dari Rule of Law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat. 4.2 Latar Belakang Rule of Law Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke-19. terutama keadilan sosial. khususnya keadilan sosial. sehingga diatur pada Pembukaan UUD 1945. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelenggara 4-17 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law .Pendidikan Kewarganegaraan 4. dan di Belanda paham rule of law lahir dari paham kedaulatan negara. melalui paham kedaulatan hukum untuk mengawasi pelaksanaan tugas kekuatan pemerintah. Ia lahir mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja.

2. Segenap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 ayat 1). Penjabaran prinsip-prinsip rule of law secara formal termuat di dalam pasalpasal UUD 1945. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa rule of law merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar budayanya yang khas pula. 3. Penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil). 4. perlindungan. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia.2. terutama keadilan sosial. masyarakat. Prinsip-prinsip rule of law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan ”the enforcement of the rules of law ” dalam penyelenggaraan pemerintahan terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. Negara indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 ayat 3). dan negara. yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan ”the enforcement of the rules of law” tergantung kepada kepribadian nasional masing-masing bangsa (Sunarjati Hartono. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan. memuat 10 pasal. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum (Pasal 28D ayat 1). baik di tingkat pusat maupun daerah. gagasan tentang hubungan antarmanusia. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (Pasal 28D ayat 2). yaitu dalam arti ”pelaksanaan dari just law”. yang dengan demikian 4-18 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 ayat 1). suatu aliran pemikiran hukum yang di dalamnya terkandung wawasan sosial. 5. Rule of law ini juga merupakan legalisme. 4. jaminan.4 Dinamika Pelaksanaan Rule of Law Pelaksanaan the rule of law mengandung keinginan untuk terciptanya negara hukum. 1982). yaitu: 1.Pendidikan Kewarganegaraan negara/pemerintahan.

4-19 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . Fungsi kepolisian Fungsi kepolisian adalah memelihara keamanan dalam negeri yang meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. tidak memihak. Walaupun saat ini masih ada oknum-oknum kepolisian yang berperilaku tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya. namun kehadirannya secara institusi sangat dibutuhkan. sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan sebagian besar masyarakat. Proses penegakan hukum di Indonesia dilakukan oleh lembaga penegak hukum yang terdiri dari: 1. Hal-hal yang mengemuka untuk dipertanyakan antara lain adalah bagaimana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 4. Kejaksaan 3. pengayoman. namun implementasi/penegakannya belum mencapai hasil yang optimal. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di negara kita. Mahkamah Agung b.Pendidikan Kewarganegaraan memuat nilai-nilai tertentu dan memiliki struktur sosiologisnya sendiri. Secara kuantitatif. Oleh karena itu. Pengadilan Tinggi 1. Kepolisian Kepolisian menjadi lembaga penegak hukum yang sangat dekat keberadaannya dengan masyarakat. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. dan otonom. tidak personal. Mahkamah Konstitusi c. Badan Peradilan: a. perlindungan. hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian diuraikan dalam penjelasan di bawah ini : a. Kepolisian 2. Polisi diharapkan menjadi sahabat masyarakat guna menjamin keamanan lingkungan sekitarnya. penegakan hukum. Pengadilan Negeri d. dan pelayanan kepada masyarakat.

harta benda. kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundangundangan. c. Tugas pokok kepolisian i. serta kegiatan masyarakat. Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. iii. dan kelancaran lalu lintas di jalan. Memberikan perlindungan. Wewenang kepolisian: i. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat ii. dan pelayanan kepada masyarakat. dan penyitaan.Pendidikan Kewarganegaraan b. masyarakat. Menegakkan hukum iii. Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan. dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Melindungi keselamatan jiwa raga. Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya. pengayoman. Hak Asasi Manusia dan Rule of Law 4-20 . ii. Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. kegiatan instansi lain. 4. 5. penahanan. Melakukan penangkapan. Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. iv. ketertiban. Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. 2. v. Tugas pokok kepolisian tersebut dapat dirinci antara lain sebagai berikut: 1. 3. penggeledahan.

Berbagai kasus pelanggaran hukum (korupsi) yang melibatkan pejabat tinggi negara. Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api. c. dan Kejaksaan Negeri (berkedudukan di ibukota kabupaten). d. Kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut: a. b. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia saat ini diapresiasi sangat positif oleh masyarakat banyak. Melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. KPK ditetapkan dengan UU Nomor 20 Tahun 2002 dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap pemberantasan tindak dana korupsi. Kejaksaan Kejaksaan Republik Indonesia adalah lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan penyidikan pidana khusus berdasar KUHP. 3. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat. bahan peledak.Pendidikan Kewarganegaraan vi. Pelaksanaan kekuasaan negara diselenggarakan oleh Kejaksaan Agung (berkedudukan di ibukota negara). 2. putusan pidana pengawasan. dan keputusan lepas bersyarat. e. kini mampu diajukan ke meja hijau. 4-21 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . yang dulu tidak pernah tersentuh. Kejaksaan Tinggi (berkedudukan di ibukota provinsi). dan senjata tajam. Melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. Melakukan penuntutan. Hal ini sangat positif dalam mempengaruhi atmosfer konstitusi di Indonesia di masa depan. Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang-undang.

v. penelitian. Melakukan penyelidikan. Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan korupsi. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Tugas pokok KPK: i. Wewenang KPK: i. Peradilan tindak pidana korupsi tidak bisa berjalan dengan landasan hukum UU KPK. MK telah memutuskan bahwa undang-undang Tindak Pidana Korupsi harus sudah selesai dalam waktu 3 tahun (2009). Artinya tindakan korupsi baru bisa dinyatakan melawan hukum jika memenuhi kaidah delik formal. ii. Pasal 2 ayat 1 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dinyatakan bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945. maka keberadaan pengadilan tipikor harus dinyatakan bubar serta merta dan kewenangannya dikembalikan pada pengadilan umum.Pendidikan Kewarganegaraan a. Jika tidak selesai. ii. Mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhadap pelaku tindak korupsi yang sedang dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. Hak Asasi Manusia dan Rule of Law 4-22 . Berkoordinasi dengan instansi lain yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi. iii. penyidikan. Hanya menangani perkara korupsi yang terjadi setelah 27 Desember 2002. Melakukan pengawasan. penelaahan terhadap instansi yang menjalankan tugas dan wewenang dengan pemberantasan tindak korupsi. iv. iii. iv. dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. b. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara. v. vi. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.

Pendidikan Kewarganegaraan 4. Mahkamah Agung (MA) merupakan puncak kekuasaan kehakiman di Indonesia. pencucian uang. b. 4 dan No. Pasal 57 UU No. --------------- 4-23 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . iv. Fungsi kedua peradilan tersebut adalah menyelanggarakan peradilan baik pidana dan perdata di tingkat kabupaten. Peradilan Tinggi dan Negeri merupakan peradilan umum di tingkat provinsi dan kabupaten. c. Mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh peradilan. Badan peradilan terdiri atas: a. ii. MA mempunyai kewenangan: i. Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Memutuskan pembubaran partai politik. Memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum. dan tingkat banding di peradilan tinggi. terorisme. Kewenangan lain yang ditentukan undang-undang. dan iii. 8 Tahun 2004 menetapkan agar peradilan memberikan prioritas peradilan terhadap tindak korupsi. narkotika atau psikotropika. Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga peradilan pada tingkat pertama dan terakhir: i. Menguji undang-undang terhadap UUD 1945. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. 5 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Mahkamah Agung. bertindak sebagai lembaga penyelenggara peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan serta membantu pencari keadilan. Badan Peradilan Badan peradilan menurut UU No. ii. iii. dan selanjutnya. tindak pidana.

yaitu periode sebelum kemerdekaan (19081956) dan periode setelah kemerdekaan. 5. 4-24 Hak Asasi Manusia dan Rule of Law . membagi pemikiran HAM dalam dua periode. yang menyangkut hak-hak sosial. 4. Prof. bebas dalam memeluk agama (freedom of religion). dan bebas terhadap suatu keinginan/kehendak (freedom of from want). yang mendefinisikan hak asasi manusia sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME. penyuluhan. 3. Komnas HAM adalah lembaga yang mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian. Hak Asasi Manusia di Indonesia didasarkan pada Konstitusi NKRI. Pancasila sila keempat. hak manusia ditegaskan dalam UU No.bebas dari rasa takut (freedom of fear). UU Nomor 39/1999 tentang HAM dan UU Nomor 26/2000 tentang Pengadilan HAM.Pendidikan Kewarganegaraan Rangkuman 1. di mana segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun di atas prinsip keadilan dan egalitarian. 39/1999 tentang hak asasi manusia. Dr. Secara garis besar. Rule of law merupakan konsep tentang common law. yang menyangkut hak-hak atas martabat dan integritas manusia. dan 30). 29. Sesuai dengan amanat konstitusi. 6. 7. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. Roosevelt memformulasikan empat macam hak-hak asasi (the four freedoms) di depan Kongres Amerika Serikat. dan mediasi hak asasi manusia. 2. penelitian. D. yaitu: Pembukaan UUD 1945 (alinea 1). Secara teoritis. F. hak-hak yang terdapat di dalam The Universal Declaration of Human Rights dapat dikelompokkan dalam tiga bagian: yang menyangkut hak-hak politik dan yuridis. yaitu:bebas untuk berbicara (freedom of speech). ekonomi dan budaya. Bagir Manan dalam bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia (2001). Di Indonesia. pemantauan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->