P. 1
Jenis Dan Karakteristik Material BETON

Jenis Dan Karakteristik Material BETON

3.0

|Views: 95|Likes:
Published by Kahar Rizal

More info:

Published by: Kahar Rizal on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2014

pdf

text

original

Jenis dan Karakteristik Material BETON

1.1.Pengertian Beton

Beton adalah hasil pencampuran semen portland, air, dan agregat. Kadang-kadang juga
ditambah bahan tambahan yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan, serat, sampai bahan buangan non kimia dengan perbandingan tertentu.

Pada proses terbentuknya beton, semen dan air akan membentuk pasta semen yang berfungsi sebagai perekat / pengikat dalam proses pengerasan. Pada proses pengerasan, pasta semen dan agregat halus ( pasir ) akan membentuk mortar yang akan menutup rongga-rongga antara agregat kasar ( kerikil atau batu pecah ) sedangkan pori-pori antara agregat halus diisi oleh pasta semen yang merupakan campuran antara semen dengan air sehingga butiran-butiran agregat saling terikat dengan kuat dan terbentuklah suatu massa yang kompak/padat.
1.2 Jenis – Jenis Beton Ada bermacam – macam jenis beton, yaitu : a. Beton Ringan Beton ringan adalah beton yang dibuat dengan beban mati dan kemampuan penghantaran panas yang lebih kecil dengan berat jenis kurang dari 1800 kg/m3. b. Beton Massa Beton massa adalah beton yang dituang dalam volume besar, yaitu perbandingan antara volume dan luas permukaannya besar. Biasanya beton massa dimensinya lebih dari 60 cm. c. Ferrosemen Ferrosemen adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan suatu tulangan berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan daktilitas pada mortar semen. d. Beton Serat (Fibre Concrete) Beton Serat (Fibre Concrete) adalah bagian komposit yang terdiri dari dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Serat dalam beton ini berfungsi mencegah retak – retak sehingga menjadikan beton lebih daktail daripada beton biasa. e. Beton Non Pasir (No-Fines Concrete), Beton Non Pasir (No-Fines Concrete) adalah bentuk sederhana dari jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan bagian halus agregat pada pembuatan beton. Tidak adanya agregat halus

3. Gradasi campuran pasir dan kerikil. diangkut. Beton Hampa Beton Hampa adalah beton yang setelah diaduk. bahan perekat. g. Pemakaian butir maksimum kerikil. h. f. Air yang tertinggal hanya air yang dipakai untuk reaksi dengan semen sehingga beton yang diperoleh sangat kuat. dituang dan dipadatkan. Jumlah air yang dipakai dalam campuran adukan beton. c.1 Beton Segar Hal – hal penting yang berkaitan dengan sifat – sifat beton segar adalah 1. 2. dan air. Pemakaian butir – butir batuan yang bulat. dan mortar semen. Ukuran agregat kasar dapat mencapai 20 cm. Beton Mortar Beton Mortar adalah adukan yang terdiri dari pasir. d. mortar kapur. Pemisahan kerikil. Kecenderungan butir – butir kerikil untuk memisahkan diri dari campuran adukan beton disebut . namun proporsi agregat yang lebih besar ini sebaiknya tidak lebih dari 20 % agregat seluruhnya. f.dalam campuran menghasilkan suatu sistem berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massa beton serta berkurangnya berat jebis beton. Penambahan semen kedalam campuran yang diikuti dengan bertambahnya air pada campuran untuk memperoleh nilai fas tetap. 1. Kemudahan pengerjaan ( workability ) Sifat ini merupakan ukuran dari tingkat kemudahan adukan untuk diaduk. Mortar dapat dibedakan menjadi tiga macam. Makin banyak air yang dipakai makin mudah beton segar dikerjakan. Beton Siklop Beton Siklop adalah beton normal / beton biasa yang menggunakan ukuran agregat yang relatif besar. b. e. dituang. Unsur – unsur yang mempengaruhi sifat kemudahan pengerjaan beton segar : a. dan dipadatkan sebagaimana beton biasa. yaitu: mortar lumpur.3 Sifat – Sifat Beton 1. air sisa reaksi disedot dengan cara khusus yang disebut cara vacuum.

Sifat jangka pendek atau sesaat Sifat jangka pendek terdiri dari : 1. Menggunakan pasir lebih banyak 1. b. Adukan beton jangan dijatuhkan dengan ketinggian terlalu tinggi c. Memberi lebih banyak semen. Memberikan air secukupnya ( sesuai dengan kebutuhan ) b. c. Kekuatan tekan. Mengurang semen pada campuran adukan beton b. 3.segregation.3. Pemisahan air dapat dikurangi dengan cara – cara berikut: a. d. Menambah jumlah air. penuangan maupun pemadatan harus mengikuti cara yang betul. . Pemisahan kerikil dari adukan beton kurang baik setelah beton mengeras Untuk mengurangi kecenderungan pemisahan kerikil tersebut maka diusahakan hal – hal sebagai berikut: a. Cara pengangkutan. enis semen dan kualitasnya . Menggunakan air sesedikit mungkin. c. Jenis dan lekak – lekuk bidang permukaan agregat. Kecenderungan pemisahan kerikil dapat diperbesar dengan cara: a. Pemisahan air Kecenderungan air untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada beton segar yang baru saja dipadatkan disebut bleeding. Memperkasar permukaan kerikil.     Kuat tekan beton dipengaruhi oleh : Perbandingan air semen dan tingkat pemadatannya.2 Beton Keras Sifat – sifat mekanis beton keras adalah : A. Memperbesar butir kerikil.

2. c. Perbandingan campuran Bila fas dan volume pasta semen berkurang maka rangkak berkurang. Umur g. Agregat d. Perawatan f. Kekuatan geser Di dalam praktek.   Umur (pada keadaan normal kekuatan bertambah sesuai dengan umurnya). Efisiensi dan perawatan. Suhu (kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu). kekuatan geser beton selalu diikuti oleh kekuatan desak dan tarik oleh lenturan bahkan di dalam pengujian tidak mungkin menghilangkan elemen lentur. Kekuatan tarik Kekuatan tarik beton berkisar seperdelapanbelas kuat desak beton pada waktu umurnya masih muda dan berkisar seperduapuluh sesudahnya. Sifat jangka panjang Sifat jangka panjang terdiri dari: 1. Kekuatan tarik biasanya tidak diperhitungkan di dalam perencanaan bangunan beton. 3. Kuat tarik merupakan bagian penting di dalam menahan retak – retak akibat perubahan kadar air dan suhu. Kekuatan Rangkak dikurangi bila kenaikan kekuatan semakin besar b. Rangkak bertambah bila agregat makin halus) e. Rangkak Rangkak adalah penambahan terhadap waktu akibat beton yang bekerja. Faktor – faktor yang mempengaruhi rangkak adalah: a. Kecepatan rangkak berkurang sejalan dengan umur beton 2. Susut Susut adalah berkurangnya volume elemen beton karena terjadi kehilangan uap air ketika terjadi . A.

Kondisi lingkungan e. Faktor air semen (semakin besar fas semakin besar pula efek susut) c.4. Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu. Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau pasangan batu. 3. kecuali semen Portland. Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan . Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu diadakan pada beton yang berdimensi besar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton. Beton mempunyai kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak. 1. 2. Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran sehingga biaya perawatannya rendah 3. Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal. Agregat sebagai penahan susut pasta semen b. Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan atau tulangan kasa. 5. Ukuran elemen beton (kelajuan dan besarnya susut akan berkurang bila volume elemen betonnya semakin besar) d. .penguapan. 1. Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi dan mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan / pembusukan oleh kondisi lingkungan.1.4 Kelebihan dan Kekurangan Beton 1. 4. Faktor – faktor yang mempengaruhi besarnya susut adalah : a. Bahan tambahan. Banyaknya penulangan f.1 Kelebihan Beton Kelebihan beton dibanding dengan bahan bangunan lain adalah 1.2 Kekurangan Beton Kekurangan beton dibanding dengan bahan bangunan lain adalah: 1. 2.4.

dan lain-lain. Daya perusak kimiawi. Zat yang mengganggu proses hidrasi semen . 5. seperti air laut (garam). 1. Beton tidak kedap air sehingga air yang membawa kandungan garam dapat masuk dan merusak beton. c. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail terutama pada struktur tahan gempa. Daya tahan terhadap aus (abrasi) yang disebabkan oleh gesekan orang berjalan kaki. Pengaruh cuaca berupa pengembangan dan penyusutan yang diakibatkan oleh pergantian panas dan dingin. lalu lintas. limbah. 1. gerakan ombak. dan lain-lain.4. alkali. b. zat – zat yang berpengaruh buruk pada beton dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: a. asam sulfat.6 Zat – Zat yang Mengurangi Kekuatan Beton Ditinjau dari aksinya.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton Faktor – faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah: a.

misalnya silt atau debu pecahan batu. arang.7 Evaluasi Pekerjaan Beton Kekuatan beton yang diproduksi di lapangan cenderung bervariasi dari adukan ke adukan. Zat yang melapisi agregat sehingga mengganggu terbentuknya lekatan yang baik antara agregat dan pasta semen c. Stabilitas pekerja Pengawasan terhadap mutu beton yang dibuat di lapangan dilakukan dengan cara membuat diagram hasil uji kuat tekan beton dari benda – benda uji yang diambil selama pelaksanaan.b. lempung atau bahan – bahan halus lainnya. Zat – zat pengganggu ini dapat berupa kandungan organik. Khusus jika persyaratan kedua yang tidak terpenuhi maka selain memperbaiki adukan beton berikutnya harus pula diambil langkah – langkah untuk memastikan bahwa daya dukung struktur beton yang sudah dibuat masih tidak membahayakan terhadap beban yang akan ditahan. b. garam. Variasi cara pengadukan c. lempung. maka untuk adukan berikutnya harus diambil langkah – langkah untuk meningkatkan kuat tekan rata – rata betonnya. kayu. pyrites (tanah tambang yang mengandung belerang).85fc’. Butiran – butiran yang tidak tahan cuaca yang bersifat lemah dan menimbulkan reaksi kimia antara agregat dan pastanya. shale. Langkah – langkah itu antara lain: a. 1. Tidak satupun dari hasil uji tekan (rata – rata dari dua silinder) kurang dari 0. Besar variasi tergantung pada berbagai faktor antara lain: a. Jika salah satu dari dua persyaratan tersebut di atas tidak terpenuhi. Analisis ulang struktur berdasarkan kuat tekan beton sesungguhnya (actual) . Variasi mutu bahan (agregat) dari satu adukan dengan adukan berikutnya b. dan lain – lain. Nilai rata – rata dari semua pasangan hasil uji (yang masing – masing pasangan terdiri dari empat hasil uji kuat tekan) tidak kurang dari (fc’+0. Dalam buku “Perencanaan Campuran dan Pengendalian Mutu Beton” (1994) tercantum bahwa beton yang dibuat dapat dinyatakan memenuhi syarat (mutunya tercapai) jika kedua persyaratan berikut terpenuhi: a.82 Sc).

2. Menghitung nilai tambah ( margin. 2012 0 Comment advertisement Perancangan beton (beton normal) yang sesuai dengan bahan dasar dan keinginan pembuat. Ultrasonic Pulse Velocity Test. Menetapkan kuat tekan beton yang disyaratkan fc’ . 4. Kuat tekan sesuai dengan yang diisyaratkan Mudah dikerjakan Awet Murah Cara yang digunakan : 1. misalnya dengan Schmidt Rebound Hammer (Hamer Test). dan sebagainya Perancangan Campuran Beton Normal admin Feb 20th.fc” disesuaikan dengan perencanaan struktur dan RKS . lihat Lampiran II 3. Menghitung nilai deviasi standart (S). 5. 4″ Menurut “American Concrete Institute” Menurut cara Inggris “The British Mix Design Method” Menurut SK SNI 03-xxxx-2002 Menurut cara laboratorium Perancangan menurut SK SNI 03-xxxx-2002 Langkah-langkah pokok menurut standart ini adalah : 1. lihat lampiran I 2.b. Kuat tekan rata-rata perlu fcr dihitung dengan rumus : fcr’ = fc’ + m . Uji tidak merusak (non-destructive test). 4. antara lain : 1.kuat tekan beton langkah a dan b diambil terbesar 4.kuat tekan minimum diperoleh dari Lampiran IV . yaitu uji bor inti. atau semi destructive test. Menurut “road note no. 3. (m)). 2. 3. Pull-out Tet.

5.bjk) . 14. penetapan ini di dasarkan pada Tabel dan Gambar gradasi pasir 13. fas maksimum diperoleh dari lampiran IV c.bjh)+((kk/100). Penetapan jenis agregat Jenis agregat dapat alami atau buatan advertisement 7. Porsi agregat halus terhadap agregat campuran. fas ditetapkan dengan cara seperti lampiran III b. Berat semen yang diperlukan dihitung dengan rumus : Wsmn = Wair / fas 12. perbandingan berat agregat halus dan agregat kasar diperoleh dari Lampiran VII. dihitung dengan rumus : Bjcamp = ((kh/100). untuk lingkungan yang mengandung sulfat perhatikan lampiran IV 6. Penetapan jenis semen portland Pilih semen yang dipakai. Penetapan jenis agregat halus. Jumlah air per meter kubik diperoleh dari Lampiran VI 11. nilai fas dari a dan b diambil terkecil 8. Penetapan besar butir agregat maksimum butir agregat maks ditentukan dengan cara pada Lampiran VI 10. semen biasa atau semen yang cepat mengeras. Penetapan nilai slump penetapan nilai slump dengan cara pada Lampiran V 9. Penetapan nilai fas a. Berat jenis agregat campuran.

h = kh. pengecoran. air. camp 19. Perencanaan campuran beton merupakan kunci dihasilkanya beton yang baik. semen dan zat tambahan jika diperlukan syarat khusus maka kendali proporsi material beton harus kita ketahui. berdasar hasil langkah 13 dan 16. Tulisan ini tidak boleh dijadikan acun utama anda dalam membuat beton………….Penulis tidak bertanggung jawab jika beton anda tidak sesuai dengan yang para ahli syaratkan dan penulis juga tidak bertanggung jawab jika beton anda menjadi jauh lebih baik dibanding dengan beton-beton yang biasa tukang-tukang bangunan kerjakan.15. pemadatan dan perawatan beton paska pengecoran (inilah yang dimaksud dengan gigi-gigi kunci yang lain). akan tetapi yang namanya kunci pastilah memiliki gigi-gigi kunci yang lainya” kira-kira seperti itulah perumpamanya. Wagr. Berawal dari proporsi campuran beton yang baik (inilah yang dimaksud dengan kunci) dan masih didukung oleh faktor yang lainnya yaitu pencampuran. Wagr.h = kh. Dihitung berat agregat campuran. Hitung berat agregat kasar yang diperlukan. Wagr. perkiraan berat beton diperoleh dari Lampiran VIII 16. juga diperlukan laboratorium untuk menganalisa material yang akan kita gunakan dan juga diperlukan lab untuk memguji hasil perencanaan campuran beton. Menurut aturan yang berlaku di Indonesia dan secara teoritis perencanaan campuran beton bukanlah hal yang mudah. berdasar hasil langkah 13 dan 16. Mau tahu bagaimana rumutinya unduh dan baca klik disiniSNI 03-2834-2000 “Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”. Hitung berat agregat halus yang diperlukan. disamping harus menguasai disiplin ilmu teknik sipil terutama tentang teknologi bahan konstruksi. Wagr. berat agregat campuran dihitung dengan rumus: Wagr. Perkiraan berat beton. Untuk mempermudah pelaksanaan hitungan maka dapat dihitung pada formulir isian perancangan campuran beton normal (contoh formulir di lampiran).camp = Wbtn – Wair – Wsmn 17. Sebagaimana definisi yang telah kita ungkapkan bahwa beton merupakan persenyawaan yang terdiri dari agregat. . camp 18.

dan berat jenis semen adalah 3150 kg/m3(disyaratkan ASTM) Berikut ini sedikit acuan dalam merencanakan campuran air dan semen (bukan karya sendiri kok. hanya agar campuran beton anda bisa dikerjakan (bisa diangkut. melainkan harus ditimbang untuk diketahu beratnya). “Kuncinya gunakan air sesedikit mungkin. Kandungan semen Semakin banyak semen yang akan anda gunakan. Untuk meningkatkan mutu beton maka anda harus mengurangi perbandingan air dan semen. maka beton yang anda hasilkan semakin jelek. Kandungan Air Semakin banyak air yang anda gunakan. dan semen kita simbulkan dengan C maka rumusnya adalah sbb” FAS= W / C Dimana berat jenis air adalah 1 kg/liter. koral dan air bukan dengan satuan ember/volume. semen. Campuran Air dan Semen atau Fakor Air Semen (biasa disingkat FAS) Semakin tinggi pernabdingan campuran air dan semen maka beton malah semakin jelek. Cuma menukil) . dicor. dipadatkan dan difinishing)” 3. jadi perbandingan campuran beton hanya dengan ember masih boleh kok.Sebagaimana diungkapakan di bangku perkuliahan dan ini juga pendapat ahli. Walaupun didalam pengerjaan beton jika air yang anda gunakan banyak beton semakin mudah dikerjakan dan pekerjaan menjadi lebih ringan. Tetapi jangan kuatir pembaca untuk pekerjaan yang kecil (rumah anda yang akan dibangun termasuk kecil kok) boleh menggunakan perbandingan volume. 2. Faktor air dan semen adalah perbandingan antara berat air dibandingkan dengan berat semen Jika air kita simbuklan dengan W. Philosofi Pengunaan Material Di Dalam Campuran Beton : 1. maka akan dihasilkan beton yang kuat dan baik. penentuan proporsi campuran yang paling baik adalah dengan perbandingan berat (artinya dalam menentukan berapa jumlah pasir. Penggunaan semen berbanding lurus dengan kekuatan beton.

. bukan berati beton anda tiap kubik butuh 40 kg semen lho.Gambar 18.75 (artinya jika anda mencampur air 30 liter/30 kg maka semennya 40 kg.Rasio air dan semen 0. hanya permisalan saja) Akan menghasilkan beton dengan kuat tekan 20 Mpa. bukan berati beton anda tiap kubik butuh 40 kg semen lho.Rasio air dan semen 0. Kalau boros semen maka juga akan boros uang dong…. hanya permisalan saja) Akan menghasilkan beton dengan kuat tekan 35 Mpa. kalau beton dengan kuat tekan 35 Mpa ini jika digunakan untuk rumah anda bagus lah. Kalau 10 Mpa maaf saja mas.2 tentang pemilihan faktor air semen) mau tahu…lihat gambar 18. tapi boros semen. kalau bisa dinaikan sedikit jadi 22.5 Mpa atau 25 Mpa c.2 . Jangan sekali-kali anda gunakan untuk komponen struktur rumah anda dengan perbandingan ini.2. bukan berarti beton anda tiap kubik butuh 40 kg semen lho hanya permisalan saja) akan menghasilkan beton dengan kekuatan (kuat tekan) 10 Mpa.5 (artinya jika anda mencampur air 20 liter/20 kg maka semennya 40 kg.3.1 : a. Rasio antara air dan semen (1) gambar paling pojok kanan tangan anda (artinya jika anda mencampur air 40 liter/40 kg maka semennya 40 kg. b. belum layak kita gunakan untuk struktur rumah anda. lha kalau beton anda 20 Mpa masih boleh lah digunakan. Dalam merencankan faktor air semen jika tidak tersedia data penelitian boleh kok dengan table yang sudah ada (kira-kira begitulah kata SNI 03-2834-2000 pada pasal 4.1 Keterangan gambar 18.

walapun hasilnya akan menghasilkan beton dengan variasi kekuatan sesuai dengan keadaan . Yang jelas semoga anda faham tulisan-tulisan saya di atas. Persayaratan pencampuran beton yang baik sesuai dengan standart SNI telah ada gambaranya pada paragrap di atas. Skope pembahasan penulis kali ini berdasarkan proporsi campuran yang sudah baku ditetapakan.Agregat (Pasir dan koral) Campuran yang terlalu banyak pasir walapun akan menjadikan beton halus akan tetapi kekuatannya sedikit berkurang. Perencanaan campuran beton sesuai dengan syarat yang telah ditentukan akan menghasilkan beton yang optimal dari sisi kekuatan beton sendiri maupun biaya pembuatan beton. sabar pembaca…………nanti akan kita tulis kok. beton akan menjadi kasar akan tetapi kekuatanya mejadi lebih baik jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan pasirnya lebih banyak. Sebaliknya jika beton terdiri dari koral yang banyak. Pembaca yang budiman tiba saatnya kita membicarakan proporsi campuran beton. Kekuatan akan semakin menurun jika ketika pencampuran menggunakan molen terlalu lama. 4. jika dibandingkan dengan campuran yang normal. Beberapa data dari laboratorium diperlukan dalam membuatnya.2 Grafik Faktor air Semen terhadap kuat tekan Masih binggungkan!! jika anda akan membuat 1 meter kubik berapa zak semen yang harus digunakan. Pada tulisan kali ini penulis dengan rendah hati belum bisa membahasnya semoga dalam kesempatan yang lain.Gambar 18.

unduh disini Dari halaman 3 sampai dengan halaman 5 SNI tersebut akan anda dapati beberapa komposisi beton bervariasi dengan berbagai jenis kekuatan rencana beton. tetapi memang badan yang terkait masalah beton ini sudah mengeluarkan beberapa komposisi campuran beton.3 SNI 03-2834-2000 Halaman 3 .pembuatanya dan asal dari agregatnya. SNI telah Mengeluarkan "Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan” baca dan diunduh dulu ya….. Gambar 18.

4 SNI 03-2834-2000 Halaman4 .Gambar 18.

4 Mpa (K325) SEMEN 448 667 1000 215 439 Kg Kg Kg Liter Kg KOMPOSISI CAMPURAN BETON PERB.5 SNI 03-2834-2000 Halaman5 Gambar 18.1394 m3 m3 m3 m3 m3 .4764 0.7407 0.512 1 NO BERAT JENIS 3150 1400 1350 1000 3150 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 VOLUME 0.7 Keterangan Singkatan SNI 03-2834-2000 Halaman 3 s~d 6 Tabel 18.8 Olah data dari variasi komposisi campuran beton pada SNI 03-2834-2000 Halaman 3 s~d 6 KUAT BETON RENCANA BAHAN SEMEN 1 31.350 5.208 1.Gambar 18.48 PASIR KERIKIL AIR 2 28.1422 0.6 SNI 03-2834-2000 Halaman6 Gambar 18.215 0.2 Mpa (K350) W/C=0. VOL 1 3.

5221 0.215 0.406 3 26.4921 0.5 Mpa (K175) W/C=0.56 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 6 19.87 PASIR KERIKIL AIR Dari olah data SNI ini ternyata dihasilkan beberapa komposisi campuran beton dengan berbagi variasi kekuatan beton.1035 0.4886 0.215 0.215 0.344 1.52 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 4 24 Mpa (K275) W/C=0.53 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 5 21.4786 0.7637 0.365 5.1178 0.215 0.6379 0. adapun material yang lain sesuai dengan perbandingan volume pada table di atas. Dapat juga dengan perbandingan volume (ingat SNI membolehkan jika pekerjaan dalam skup kecil) dengan cara membuat takaran untuk masing-masing material beton.512 1 3.435 5.4 Mpa (K300) W/C=0.61 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 8 14.3 Mpa (K225) W/C=0.370 1.344 1.1311 0.7756 0.073 0.7607 0.W/C=0.512 1 3. Cara pembacaan tabel di atas adalah sebagai berikut : Bbaris nomer 1 untuk menghasilkan beton dengan kuat tekan 31.453 1.435 5.215 0.4 Mpa (K100) W/C=0.7563 0.1117 0.4864 0.420 5.7 Mpa (K250) W/C=0.66 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 9 7.512 1 4.240 1.76 0.76 0.215 0.215 0.1289 0.485 5.512 1 3.9 Mpa (K200) W/C=0.512 1 3.359 1. pasir 667 kg.7452 0. .460 5.48 diperlukan semen 448 kg.349 1.49 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 670 1006 215 413 681 1021 215 406 684 1026 215 406 684 1026 215 371 689 1047 215 352 731 1031 215 326 760 1029 215 230 893 1027 200 Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 0.817 5.318 1.2 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 3.4886 0.58 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 7 16.2 Mpa (K350) W/C=0.1289 0.7622 0.512 1 3. atau juga bisa dengan membuat takaran untuk semen.512 1 3. koral/kerikil 1000kg dan air 215 kg atau liter.5429 0.671 5.

dan bagaiman proses pengerjaan beton.Dan perencanaan campuran beton inilah yang dimaksud penulis pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat ya… . Berarti yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemilihan material. jika dibandingkan dengan olah data dari hasil SNI ini kandungan material betonnya lebih baik. Pada kenyataanya para pelaksana pekerjaan rumah yang ada ditempat kita biasanya mencapur dengan perbandingan 1 semen :2pasir :3 koral.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->