Pengertian Konsep Diri Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang

terhadap dirinya. Menurut Rogers konsep diri merupakan konseptual yang terorganisasi dan konsisten yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari ‟diri subjek‟ atau ‟diri objek‟ dan persepsi-persepsi tentang hubungan-hubungan antar ‟diri subjek‟ diri objek‟ dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-perseepsi ini (Lindzey & Hall, 1993;201). Jika manusia mempersepsikan dirinya, bereaksi terhadap dirinya, memberi arti dan penilaian serta membentuk abstraksi pada dirinya sendiri, hal ini menunjukan suatu kesadaran diri dan kemampuan untuk keluar dari dirinya untuk melihat dirinya sebaimana ia lakukan terhadap objek-objek lain. Diri yang dilihat, dihayati, dialami ini disebut sebagai konsep diri (Fitts, dalam Agustiani, 2006:139). Menurut Hurlock (1978:237), pemahaman atau gambaran seseorang mengenai dirinya dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik dan aspek psikologis. Gambaran fisik diri menurut Hurlock, terjadi dari konsep yang dimiliki individu tentang penampilannya, kesesuaian dengan seksnya, arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan perilakunya, dan gengsi yang diberikan tubuhnya di mata orang lain. Sedangkan gambaran psikis diri atau psikologis terdiri dari konsep individu tentang kemampuan dan ketidakmampuannya, harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain. Menurut Hurlock (1978:238), konsep diri yang positif akan berkembang jika seseorang mengembangkan sifat-sifat yang berkaitan dengan „good self esteem‟, „good self confidence‟, dan kemampuan melihat diri secara realistik. Sifat-sifat ini memungkinkan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain secara akurat dan mengarah pada penyesuaian diri yang baik. Seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positip terhadap segala sesuatu. Sebaliknya konsep diri yang negatif menurut Hurlock (1978:238) akan muncul jika seseorang mengembangkan perasaan rendah diri, merasa ragu, kurang pasti serta kurang percaya diri. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan tidak memiliki daya tarik terhadap hidup. Jadi konsep diri merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya secara menyeluruh.

Konsep diri penting dalam mengarahkan interaksi seseorang dengan lingkungannya mempengaruhi pembentukan konsep diri orang tersebut.

Pembentukan Konsep Diri Konsep diri tidak dibawa sejak lahir tetapi secara bertahap sedikit demi sedikit timbul sejalan dengan berkembangnya kemampuan persepsi individu. Konsep diri manusia terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seseorang dari kecil hingga dewasa. Bayi yang baru lahir tidak memiliki konsep diri karena mereka tidak dapat membedakan antara dirinya dengan lingkungannya. Menurut Allport (dalam Skripsi Darmayekti, 2006:21) bayi yang baru lahir tidak mengetahuui tentang dirinya. Rahmat (2000: 100), menjelaskan bahwa konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif, tapi juga penilaian diri anda tentang diri anda. Jadi konsep diri meliputi apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan tentang diri anda. Adanya proses perkembangan konsep diri menunjukan bahwa konsep diri seseorang tidak langsung dan menetap, tetapi merupakan suatu keadaan yang mempunyai proses pembentukan dan masih dapat berubah.

Faktor-faktor Pembentukan Konsep Diri Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan konsep diri, antara lain: a. Usia Konsep diri terbentuk seiring dengan bertambahnya usia, dimana perbedaan ini lebih banyak berhubungan dengan tugas-tugas perkembangan. Pada masa kanak-kanak, konsep diri seseorang menyangkut hal-hal disekitar diri dan keluarganya. Pada masa remaja, konsep diri sangat dipengaruhi oleh teman sebaya dan orang yang dipujanya. Sedangkan remaja yang kematangannya terlambat, yang diperlakukan seperti anak-anak, merasa tidak dipahami sehingga cenderung berperilaku kurang dapat menyesuaikan diri. Sedangkan masa dewasa konsep dirinya sangat dipengaruhi oleh status sosial dan pekerjaan, dan pada usia tua konsep dirinya lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan fisik, perubahan mental maupun sosial (Syaiful, 2008). b. Inteligensi Inteligensi mempengaruhi penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungannya, orang lain dan dirinya sendiri. Semakin tinggi taraf intreligensinya semakain baik penyesuaian dirinya dan lebih

daya tarik fisik. Sullivan (dalam Rakhmat. f. kepercayaan diri. maka akan tergolong untuk mengembangkan konsep diri yang layak untuk jenis seksnya. d. ia akan cenderung tidak akan menyenangi dirinya.mampu bereaksi terhadap rangsangan lingkungan atau orang lain dengan cara yang dapat diterima. 2006:21). 2008). demikian pula sebaliknya (Syaiful. Maka dapat dikatakan individu yang status sosialnya tinggi akan mempunyai konsep diri yang lebih positif dibandingkan individu yang status sosialnya rendah. e. akan membentuk konsep diri saya. Sebaliknya. Yang dinilai adalah kecerdasan. c. Status Sosial Ekonomi Status sosial seseorang mempengaruhi bagaimana penerimaan orang lain terhadap dirinya. 2008). individu akan cenderung bersikap menghormati dan menerima dirinya. bila orang lain selalu meremehkan dirinya. Penerimaan lingkungan dapat mempengaruhi konsep diri seseorang. Hasilnya adalah 51 % anak dari ekonomi tinggi mempunyai konsep diri yang tinggi. Pendidikan Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi akan meningkatkan prestisenya. 2005:101) mencoba mengkorelasikan penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri dengan skala lima angka dari yang palin jelek sampai yang paling baik. Bila tokoh ini sesama jenis. Bagaimana anda mengenal diri saya. dan . 2005:101) menjelaskan bahwa individu diterima orang lain. HubunganKeluarga Seseorang yang mempunyai hubungan yang erat dengan seorang anggota keluarga akan mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. menyalahkan dan menolaknya. Hal ini jelas akan meningkatkan konsep dirinya. dihormati dan disenangi karena keadaan dirinya. Dan hanya 38 % anak dari tingkat ekonomi rendah memiliki tingkat konsep diri yang tinggi (dalam Skripsi Darmayekti. Miyamoto dan Dornbusch (dalam Rakhmat. Penerimaan lingkungan terhadap seseorang cenderung didasarkan pada status sosial ekonominya. Jika prestisenya meningkat maka konsep dirinya akan berubah (Syaiful. Hal ini didukung oleh penelitian Rosenberg terhadap anak-anak dari ekonomi sosial tinggi menunjukkan bahwa mereka memiliki konsep diri yang tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari status ekonomi rendah. Orang Lain Kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain terlebih dahulu.

2) Merasa setara dengan orang lain. responsif sekali terhadap pujian. walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu. walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat. keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat. Merasa sama dengan orang lain. atau sikap orang lain . merasa tidak diperhatikan. dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep dirinya. Kelompok Rujukan (Reference Group) Yaitu kelompok yang secara emosional mengikat individu. ciri orang yang memiliki konsep diri negatif ialah peka terhadap kritik. Mampu bertindak berdasarkan penelitian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebih- lebihan. cenderung memberikan skor yang tinggi juga dalam menilai dirinya. 4. Sebaliknya. orang-orang yang dinilai baik oleh orang lain. 2005:105). 4) Menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan. orang yang memilikii konsep diri positif ditandai dengan lima hal: 1) Kemampuan mengatasi masalah. 3. Hamachek (dalam Rahmat. harga diri sesuai dengan penilaian orang lain terhadap dirinya. dan apa yang sedang terjadi waktu sekarang. Meyakini betul nilai-nilai dan prinsip-psinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya. 2.kesukaan orang lain terhadap dirinya. 3) Menerima pujian tanpa rasa malu. sebagai manusia tidak tinggi atau rendah. atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya. Memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalan. Dengan skala yang sama mereka juga menilai orang lain. apa yang telah terjadi waktu yang lalu. Artinya. bahkan ketika ia menghadapi kagagalan atau kemunduran. 5. latar belakang keluarga. Menurut Brooks dan Emmert (dalam Rakhmat. Tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok. 5) Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya. mempunyai sikap hiperkritis. g. Ternyata. 2000: 106) menyebutkan 11 karakteristik orang yang mempunyai konsep diri positif: 1. Tapi ia juga merasa dirinya cukup tangguh untuk mengubah prinsip-prinsip itu bila pengalaman dan bukti-bukti baru menunjukkan ia salah. cenderung merasa tidak disenagi orang lain. dan bersikap pesimis terhadap kompetisi.

dari kekecewaan yang mendalam sampai kepuasan yang mendalam pula. 1998). Potter & Perry (1993). Nu Ka 2. Sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan. dari perasaan marah sampai cinta. 9. interaksi dengan orang lain dan lingkungan. Sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain. ungkapan diri yang kreatif. kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dala??m berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen. baik fisikal. . Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh. 18 Juni 2008 GANGGUAN KONSEP DIRI A. 7. tujuan serta keinginannya. konsep diri dapat didefinisikan sebagai cara kita memandang diri kita secara utuh. 6. Secara umum. intelektual. Sedangkan menurut Beck. Beck William Rowles (1993). 10.. Dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati. spiritual. sosial. dari sedih sampai bahagia. emosi. sensasinya juga didasarkan bagaimana orang lain memandangnya. pada kebiasaan sosial yang telah diterima. PENGERTIAN Konsep diri adalah semua ide. Peka pada kebutuhan orang lain. meliputi: fisik.terhadapnya. konsep diri adalah merefleksikan pengalaman interaksi sosial. Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya. kepercayaan. intelektual. Cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya. perilaku. mendefinisikan konsep diri sebagai cara memandang individu terhadap diri secara utuh baik fisik. sosial dan spiritual. persahabatan. paling tidak bagi orang-orang yang ia pilih sebagai sahabatnya. Mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan. sosial & spiritual. emosional intelektual . pikiran. emosi. Rabu. dan terutama sekali pada gagasan bahwa ia tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain. permainan. 8. nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek. 11. atau sekedar mengisi waktu. dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.

kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. pengalaman atau pengenalan tubuh. Self Perception ( persepsi diri sendiri ) Yaitu persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya. Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Teori perkembangan. 1. pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup. serta persepsi individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu. Gambaran diri ( Body Image ) Gambaran diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. yang terdiri dari : 1. menerima stimulus dari orang lain. kemudian berkembang secara bertahap sejak lahir seperti mulai mengenal dan membedakan dirinya dan orang lain. kemudian mulai memanipulasi lingkungan dan mulai sadar dirinya terpisah dari . 3. Sejak lahir individu mengeksplorasi bagian tubuhnya. Menurut Stuart dan Sundeen Penilaian tentang konsep diri dapat di lihat berdasarkan rentang rentang respon konsep diri yaitu: Respon Adaptif Respon Maladaptif Aktualisasi Konsep diri Harga diri Kekacauan Depersonalisasi diri positif rendah identitas C. Dalam melakukan kegiatannya memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI Menurut Stuart dan Sudeen ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-foktor tersebut terdiri dari teori perkembangan. anak sangat dipengaruhi orang yang dekat. Sehingga konsep merupakan aspek yang kritikal dan dasar dari prilaku individu. kemampuan pada area tertentu yang dinilai oleh diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata. bentuk. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan interpersonal. Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu. belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri merupakan interprestasi diri pandangan orang lain terhadap diri. remaja dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dengan dirinya. nama panggilan. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran. pangalaman budaya dan hubungan interpersonal. 1991). pengaruh budaya dan sosialisasi. Significant Other ( orang yang terpenting atau yang terdekat ) Dimana konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain.dan pendirian B. Significant Other (orang yang terpenting atau yang terdekat) dan Self Perception (persepsi diri sendiri). Konsep diri belum ada waktu lahir. 2. Pembagian Konsep diri tersebut di kemukakan oleh Stuart and Sundeen ( 1991 ). PEMBAGIAN KONSEP DIRI Konsep diri terbagi menjadi beberapa bagian. fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu (Stuart and Sundeen .

Demikian pula tindakan koreksi seperti operasi plastik. Pandangan yang realistis terhadap dirinya manarima dan mengukur bagian tubuhnya akan lebih rasa aman.syok psikologis digunakan sebagai reaksi terhadap ansietas. Syok Psikologis merupakan reaksi emosional terhadap dampak perubahan dan dapat terjadi pada saat pertama tindakan.lingkungan ( Keliat . sering berkaitan dengan fungsi saraf. Perubahan tubuh berkaitan Hal ini berkaitan dengan tumbuh kembang dimana seseorang akan merasakan perubahan pada dirinya seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini berkaitan dengan kultur sosial budaya yang berbeda-setiap pada setiap orang dan keterbatasannya serta keterbelakangan dari budaya tersebut menyebabkan pengaruh pada gambaran diri individu. Waham yang berkaitan dengan bentuk dan fngsi tubuh Seperti sering terjadi pada klie gangguan jiwa . Cara individu memandang dirinya mempunyai dampak yang penting pada aspek psikologinya. Seperti : klien intensif care yang memandang imobilisasi sebagai tantangan. Banyak Faktor dapat yang mempengaruhi gambaran diri seseorang. Standard sosial budaya. Individu yang stabil. Seperti hemiplegi. Kegagalan fungsi tubuh. menolak dan proyeksi untuk mempertahankan keseimbangan diri. munculnya Stresor yang dapat menggangu integrasi gambaran diri. tuli dapat mengakibatkan depersonlisasi yaitu tadak mengkui atau asing dengan bagian tubuh. Stresorstresor tersebut dapat berupa : Operasi. akibatnya sukar mendapatkan informasi umpan balik engan penggunaan lntensif care dipandang sebagai gangguan.luka operasi yang semuanya mengubah gambaran diri. seperti adanya perasaan minder. 1992). protesa dan lain –lain. sehingga terhindar dari rasa cemas dan meningkatkan harga diri (Keliat.1992 ). Menarik diri. Informasi yang terlalu banyak dan kenyataan perubahan tubuh membuat klien menggunakan mekanisme pertahanan diri seperti mengingkari. buta. Tidak jarang seseorang menanggapinya dengan respon negatif dan positif. Gambaran diri ( Body Image ) berhubungan dengan kepribadian. seperti : 1. Tergantung pada mesin. amputsi . klien mempersiapkan penampilan dan pergerakan tubuh sangat berbeda dengan kenyataan. 2. Ketidakpuasan juga dirasakan seseorang jika didapati perubahan tubuh yang tidak ideal. . Beberapa gangguan pada gambaran diri tersebut dapat menunjukan tanda dan gejala. Syok Psikologis. Umpan balik interpersonal yang negatif Umpan balik ini adanya tanggapan yang tidak baik berupa celaan. Seperti : mastektomi. realistis dan konsisten terhadap gambaran dirinya akan memperlihatkan kemampuan yang mantap terhadap realisasi yang akan memacu sukses dalam kehidupan. makian sehingga dapat membuat seseorang menarik diri. seperti.

9. 7.nilai yang ingin di capai . Ideal diri mulai berkembang pada masa kanak–kanak yang di pengaruhi orang yang penting pada dirinya yang memberikan keuntungan dan harapan pada masa remaja ideal diri akan di bentuk melalui proses identifikasi pada orang tua. nilai-nilai yang ingin dicapai. Tidak dapat menerima perubahan struktur dan fungsi tubuh. kebutuhan yang realistis. Standart dapat berhubungan dengan tipe orang yang akan diinginkan atau sejumlah aspirasi. jika tampak gejala dan tanda-tanda berikut secara menetap maka respon klien dianggap maladaptif sehingga terjadi gangguan gambaran diri yaitu : 1. Ambisi dan keinginan untuk melebihi dan berhasil. Menurut Ana Keliat ( 1998 ) ada beberapa faktor yang mempengaruhi ideal diri yaitu : 1. Ideal diri ini hendaknya ditetapkan tidak terlalu tinggi. 3. keinginan untuk mengklaim diri dari kegagalan. 6. Harga diri . Penerimaan atau pengakuan secara bertahap. tetapi karena tidak mungkin maka klien lari atau menghindar secara emosional. Frekuensi pencapaian tujuan akan menghasilkan harga diri yang rendah atau harga diri . ingin lari dari kenyataan .Klien menjadi sadar akan kenyataan. Menolak penjelasan tentang perubahan tubuh. nilai. Perasaan atau pandangan negatif terhadap tubuh. guru dan teman. aspirasi. tidak ada motivasi dan keinginan untuk berperan dalam perawatannya. tujuan atau penilaian personal tertentu (Stuart and Sundeen . 3. Ideal diri akan mewujudkan cita–cita dan harapan pribadi berdasarkan norma sosial (keluarga budaya) dan kepada siapa ingin dilakukan. Keinginan untuk menghindari kegagalan . Setelah klien sadar akan kenyataan maka respon kehilangan atau berduka muncul. 5. Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku berdasarkan standart. tergantung . Ideal Diri. Kebutuhan yang realistis. 4. 1992 ). 4. Faktor budaya akan mempengaruhi individu menetapkan ideal diri. Preokupasi dengan bagian tubuh atau fungsi tubuh yang hilang. Kecenderungan individu menetapkan ideal pada batas kemampuannya.1991). Setelah fase ini klien mulai melakukan reintegrasi dengan gambaran diri yang baru. 2. Mengungkapkan keputusasaan. tetapi masih lebih tinggi dari kemampuan agar tetap menjadi pendorong dan masih dapat dicapai (Keliat. cita-cita. Perasaan cemas dan rendah diri. 1991). 2. Tanda dan gejala dari gangguan gambaran diri di atas adalah proses yang adaptif. Mengungkapkan ketakutan ditolak. 5. Mengurangi kontak sosial sehingga terjadi menarik diri. perasan cemas dan rendah diri. Menolak untuk melihat dan menyentuh bagian yang berubah. 6. 3. Klien menjadi pasif. 8. 3. Agar individu mampu berfungsi dan mendemonstrasikan kecocokan antara persepsi diri dan ideal diri. 2. Ideal diri akan mewujudkan cita-cita. Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri (Stuart and Sundeen. Depersonalisasi.

seperti penolakan orang tua menyebabkan anak merasa tidak dicintai dan mengkibatkan anak gagal mencintai dirinya dan akan gagal untuk mencintai orang lain. emosi dan seksual. Harga diri anak akan terganggu jika kemampuan menyelesaikan masalah tidak adekuat. efektif dalam kelompok dan diterima oleh orang lain. Pada saat anak berkembang lebih besar. Ia membuat standart yang tidak dapatdicapai. Respon atau strategi untuk menghadapi trauma umumnya mengingkari trauma. seperti : Perkembangan individu. Dan dapat di ekspresikan secara langsung atau tidak langsung (nyata atau tidak nyata). Orang tua yang mempunyai harga diri yang rendah tidak mampu membangun harga diri anak dengan baik. Individu yang selalu dituntut untuk berhasil akan merasa tidak punya hak untuk gagal dan berbuat kesalahan. Ia merasa tidak adekuat karena selalu tidak dipercaya untuk mandiri. bencana alam. peperangan. Harga diri rendah dapat terjadi secara situasional ( trauma ) atau kronis ( negatif self evaluasi yang telah berlangsung lama ). maka cenderung harga diri rendah. Orang tua memberi umpan balik yang negatif dan berulang-ulang akan merusak harga diri anak. Harga diri tinggi terkait dengam ansietas yang rendah. Ideal Diri tidak realistis. Individu merasa tidak mampu mengontrol lingkungan. Dari hasil riset ditemukan bahwa masalah kesehatan fisik mengakibatkan harga diri rendah. Sistim keluarga yang tidak berfungsi. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. kecelakan atau perampokan. Sikap orang tua yang terlalu mengatur dan mengontrol. Faktor predisposisi dapat dimulai sejak masih bayi. Peran adalah sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat ( Keliat. Sedangkan harga diri rendah terkait dengan hubungan interpersonal yang buruk dan resiko terjadi depresi dan skizofrenia. 1992). membuat anak merasa tidak berguna. 4. Akhirnya anak memandang negatif terhadap pengalaman dan kemampuan di lingkungannya.mengubah arti trauma. Yang pada kenyataan tidak dapat dicapai membuat individu menghukum diri sendiri dan akhirnya percaya diri akan hilang. Peran yang ditetapkan adalah peran . 1992 ). respon yang biasa efektif terganggu. Menurut beberapa ahli dikemukakan faktor-Fator yang mempengaruhi gangguan harga diri. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Pengalaman traumatik yang berulang. Gangguan fisik dan mental Gangguan ini dapat membuat individu dan keluarga merasa rendah diri. seperti cita –cita yang terlalu tinggi dan tidak realistis. Jika individu sering gagal . Akibatnya koping yang biasa berkembang adalah depresi dan denial pada trauma. Aspek utama adalah di cintai dan menerima penghargaan dari orang lain (Keliat. anak mengalami kurangnya pengakuan dan pujian dari orang tua dan orang yang dekat atau penting baginya. Biasanya harga diri sangat rentan terganggu pada saat remaja dan usia lanjut. emosi.yang tinggi. Peran. memutuskan sendiri akan bertanggung jawab terhadap prilakunya. Penganiayaan yang dialami dapat berupa penganiayaan fisik.misalnya akibat aniaya fisik.

tuntutan serta posisi yang tidak mungkin dilaksanakan ( Keliat. misalnya status sendiri menjadi berdua atau menjadi orang tua. bertambah atau berkurang orang yang berarti melalui kelahiran atau kematian. Hal ini. 5. seperti : ü Transisi Perkembangan. ü Transisi Situasi. Kejelasan prilaku dengan penghargaan yang sesuai dengan peran. 2. Hal ini dapat merupakan stresor bagi konsep diri. Posisi di masyarakat dapat merupakan stresor terhadap peran karena struktur sosial yang menimbulkan kesukaran. Stress peran terdiri dari konflik peran yang tidak jelas dan peran yang tidak sesuai atau peran yang terlalu banyak. Pemisahan situasi yang dapat menciptakan ketidak selarasan Sepanjang kehidupan individu sering menghadapi perubahan-perubahan peran. Transisi situasi terjadi sepanjang daur kehidupan. penyebab atau faktor-faktor ganguan peran tersebut dapat di akibatkan oleh : 1. Menurut Stuart and Sunden Penyesuaian individu terhadap perannya di pengaruhi oleh beberapan faktor. Konsisten respon orang yang berarti terhadap peran yang dilakukan . Kejelasan prilaku yang sesuai dengan perannya serta pengetahuan yang spesifik tentang peran yang diharapkan . sedangkan peran yang diterima adalah peran yang terpilih atau dipilih oleh individu. Kejelasan budaya dan harapannya terhadap prilaku perannya. Transisi peran tersebut dapat di kategorikan menjadi beberapa bagian. Setiap perkembangan harus di lalui individu dengan menjelaskan tugas perkembangan yang berbeda – beda. 4.dimana seseorang tidak punya pilihan. identitas diri peran dan harga diri. 1992 ). Stresor pada tubuh dapat menyebabkan gangguan gambaran diri dan berakibat diri dan berakibat perubahan konsep diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menyesuaikan diri dengan peran yang harus di lakukan menurut Stuart and sundeen. Konflik peran interpersonal . Harga diri yang tinggi merupakan hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri. baik yang sifatnya menetap atau sementara yang sifatnya dapat karena situasional. biasanya disebut dengan transisi peran. yaitu : 1. peran tidak jelas atau peran berlebihan. Pemisahan situasi yang akan menciptakan ketidak sesuain perilaku peran. ü Transisi sehat sakit. Perubahan tubuh dapat mempengaruhi semua kompoen konsep diri yaitu gambaran diri. Kesesuain dan keseimbangan antara peran yang di emban. Konsistensi respon orang yang berarti atau dekat dengan peranannya. Perubahan status menyebabkan perubahan peran yang dapat menimbulkan ketegangan peran yaitu konflik peran. sosiologi atau fisiologi. 3. 1998 adalah : 1. 4. Posisi dibutuhkan oleh individu sebagai aktualisasi diri. Masalah konsep diri dapat di cetuskan oleh faktor psikologis. Keselarasan budaya dan harapan individu terhadap perilaku peran. Setiap perkembangan dapat menimbulkan ancaman pada identitas. namun yang penting adalah persepsi klien terhadap ancaman. Selain itu dapat saja terjadi berbagai gangguan peran. 3.

Ketegangan peran 5.1992). seperti : 1. 2. Perbedaan budaya 11. Mengungkapkan ketidakpuasan perannya atau kemampuan menampilkan peran 2. Identitas diri terus berkembang sejak masa kanak-kanak bersamaan dengan perkembangan konsep diri. Hal yang penting dalam identitas adalah jenis kelamin (Keliat. Identitas jenis kelamin berkembang sejak lahir secara bertahap dimulai dengan konsep laki-laki dan wanita banyak dipengaruhi oleh pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap masing-masing jenis kelamin tersebut. 1991). Harga diri rendah 12. Identitas Identitas adalah kesadarn akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh (Stuart and Sudeen. d. Mengingkari atau menghindari peran 3. Mempunyai persepsi tentang gambaran diri. Individu mengakui atau menyadari jenis seksualnya . Perubahan peran seksual 5. Perubahan kemampuan fisik untuk menampilkan peran sehubungan dengan proses menua 7. Kurangnya kejelasan peran atau pengertian tentang peran 8. Kehilangan hubungan yang penting 4. peran dan konsep diri Karakteristik identitas diri dapat dimunculkan dari prilaku dan perasaan seseorang. mampu diri. Proses berkabung yang tidak berfungsi 7. Kemandirian timbul dari perasaan berharga (aspek diri sendiri). Memandang dirinya secara unik b. Kegagalan trnsisi peran 4. Kemunduran pola tanggungjawab yang biasa dalam peran 6. Merasakan dirinya berbeda dengan orang lain c. Merasakan otonomi : menghargai diri. Konflik antar peran yang sekaligus di perankan Gangguan-gangguan peran yang terjadi tersebut dapat ditandai dengan tanda dan gejala. Individu mengenal dirinya sebagai makhluk yang terpisah dan berbeda dengan orang lain 2. Contoh peran yang tidak adekuat. Kurangnya keterampilan sosial 10. Ketergantungan obat 9. Keragu-raguan peran 6. 3. Perasaan dan prilaku yang kuat akan indentitas diri individu dapat ditandai dengan: a. menerima dirib dan dapat mengontrol diri. percaya diri. Seseorang yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya. Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan yang memandang dirinya berbeda dengan orang lain. seperti : 1. Kejenuhan pekerjaan 5.Individu dan lingkungan tidak mempunyai harapan peran yang selaras. kemampuan dan penyesuaian diri.

Individu mengaku dan menghargai diri sendiri sesuai dengan penghargaan lingkungan sosialnya 5. Pengertian Gangguan konsep diri adalah suatu kondisi dimana individu mengalami kondisi pembahasan perasaan. . struktur. Harga diri tinggi. Pada klien yang dirawat di rumah sakit umum. seperti operasi. saat ini dan masa yang akan datang 6. Ia dapat mempercayai dan terbuka pada orang lain dan membina hubungan interdependen. Identitas jelas.Perubahan struktur. penampilan dan potensi. suntikan daerah pemasangan infus. keterbatasan. Individu merasakan keunikan dirinya. makan. makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh.Gangguan citra tubuh Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran bentuk. KEPRIBADIAN YANG SEHAT Bagaiman individu berhubungan dengan orang lain merupakan inti dari kepribadian Kepribadian tidak cukup di uarikan melalui teori perkembangan dan dinamika diri sendiri. GANGGUAN KONSEP DIRI a. Ia memanding dirinya sangat sama dengan apa yang ia inginkan. perubahan citra tubuh sangat mungkin terjadi. Termasuk persepsi saat ini dan yang lalu. 1991) D. Seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi akan memandang dirinya sebagai seorang yangberarti dan bermanfaat. peran.3. perasaan tentang ukuran. fungsi. Berikut ini adalah pengalaman yang akan dialmi oleh individu yang mempunyai kepribadian yang sehat (stuart dan Sudden. Ideal diri realistis Individu yang mempunyai ideal diri yang realitas akan mempuynai tujuan hidup yang dapat dicapai. sama dengan perubahan bentuk tubuh di sertai degnan pemasangan alat di dalam tubuh. akan diri sendiri. tindakan invasif. Konsep diri positif Konsep diri positif menunjukkan bahwa individu akan sukses dalam hidupnya. nilai dan prilaku secara harmonis 4. Individu mengakui dan menghargai berbagai aspek tentang dirinya. fungsi. 1991 ) Gambaran diri yang positif dan akurat Kesadaran akan diri berdasarkan atas observasi mandiri dan perhatian yang sesuai dengan kesehatan diri.perubahan fungsi berbagaipenyakit yang dapat merubah sistem tubuh Keterbatasan gerak. Individu mempunyai tujuan yang dapat dicapai dan di realisasikan (Meler dikutip Stuart and Sudeen. Kepuasan penampilan peran Indiviu yang mempunyai kepribadian sehat akan mendapat berhubungan dengan orang lain secara intim dan mendapat kepuasan. yang memberi arah kehidupan dan mecapai keadaan E. Individu sadar akan hubungan masa lalu. pikiran atau pandangan dirinya sendiri yang negatif1. Sitesor pada tiap perubahan adalah Perubahan ukuran tubuh berat badan yang turun akibat penyakit Perubahan bentuk tubuh.

Tanda dan gejala yang dapat dikaji 1. Privacy yang kurang diperhatikan. respirator. yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba.Mengungkapkan keputusasaan 7. setelahsehat saya akan sekolah lagi padahal penyakitnya mengakibatkan tidak mungkin lagi sekolah. Kronik yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama.Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara : 1. suntik. Mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi. putus hubungan kerja.Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi 3. berbagai tindakan tanpa persetujuan. Misalnya malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/sakit/penyakit. Misalnya ini tidak akan terjadi jika saya segera kerumah sakit. misalnya pemeriksaan fisik yang sembarangan pemasangan alat yang tidak sopan (pengukuran pubis. misalnya harus operasi. Gangguan Ideal Diri Gangguan ideal diri adalah ideal diri yang terlalu tinggi. Atau ideal diri klien terhadap hasil pengobatan yang terlalu tinggi dan sukar dicapai. dipenjara tiba-tiba ). yaitu sebelum sakit/dirawat klien ini mempunyai cara berpikir yang negatif. 2. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai.kegiatan. 2. Mengungkapkan keputusan akibat penyakitnya. penampilan dan dandan berubah. pemeriksaan tanda vital. hilang kepercayaan diri. sukar dicapai dan tidak realistis ideal diri yang samar dan tidak jelas dan cenderung menuntut. menyalahgunakan/mengejek dan mengkritik diri sendiri. Situasional. 3. perasaan malu karena sesuatu terjadi (korban perkosaan. .Mengungkapkan ketakutan 2. putus sekolah. misalnya : saya tidak bisa ikut ujian karena sakit. pemasangan kateler pemeriksaan perincal) b.Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang 6. 2. Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah 2. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakti dan akibat tindakan terhadap penyakit. Pada klien yang dirawat di rumah sakit karena sakit maka ideal dirinya dapat terganggu. kecelakaan. dituduh KKN. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. pemasangan alat pada tubuh klien (infus. c. fraksi. Tanda dan gejala yang dapat dikaji 1. misalnya saya pasti bisa sembuh pada hal prognosa penyakitnya buruk. merasa gagal mencapai keinginan. Makna dan objek yang sering kotak. kaki saya yang dioperasi membuat saya tidak main bola. dicerai suami. misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan.Menolak penjelasan perubahan tubuh 4. saya tidak bisaa lagi jadi peragawati karena bekas operasi di muka saya.Persepsi negatif pada tubuh 5. dan lain-lain) Tanda dan gejala gangguan citra tubuh : 1. a. Harapan akan struktur.Gangguan Harga Diri Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri.

Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain.Projeksi (menyalahkan orang lain). misalnya tentang memilih alternatif tindakan. Peran klien yang berubah adalah : Ø Peran dalam keluarga Ø Peran dalam pekerjaan/sekolah Ø Peran dalam berbagai kelompok Ø Klien tidak dapat melakukan peran yang biasa dilakukan selama dirawat di rumah sakit atau setelah kembali dari rumah sakit.Kegagalan menjalankan peran yang baru 4. 5.Ketergantungan pada orang lain. Misalnya : untuk “self-care” perlu dibantu orang lain sehingga otonomi/kemandirian terganggu. proses menua. Percaya diri kurang. putus hubungan kerja. Tanda dan gejala yang dapat di kaji 1. Misalnya : Pelaksanaan pemeriksaan dan pelaksanaan tindakan tanpa penjelasan dan persetujuan klien. Misalnya saya tidak bisa. karena.Ketegangan menjalankan peran yang baru 5. saya tidak mampu saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. putus sekolah.Sukar mengambil keputusan 3. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan. Gangguan hubungan sosial.Pada klien yang sedang dirawat di rumah sakit otomatis peran sosialo klien berubah menjadi peran sakit. seperti menarik diri.Mengingkari ketidakmampuan menjalankan peran 2. Faktor resiko penyimpangan konsep diri 1. klien menjalankan peran sakit. Mencederai diri. b).Kurang tanggung jawab 6. Penuh dengan keragu-raguan. 4.Ketergantungan 4. Gangguan Identitas Gangguan identitas adalah kekaburan/ketidakpastian memandang diri sendiri.Apatis/bosan/jenuh dan putus asa 5. lebih suka sendiri. klien sukar mengambil keputusan. Tanda dan gejala yang dapat di kaji 1. Perubahan peran dan fungsi.Personal Identity Disturbance .Ketidakpuasan peran 3. 6. peran sebelumnya tidak dapat di jalankan.Ragu/ tidak yakin terhadap keinginan 6. 4.3. Tubuh klien di kontrol oleh orang lain. Gangguan Peran Gangguan penampilan peran adalah berubah atau berhenti fungsi peran yang disebabkan oleh penyakit. klien tidak mungkin melakukan perannya yang biasa.Tidak ada percaya diri 2. sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil keputusan pada klien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit fisik maka identitas dapat terganggu.Masalah dalam hubungan interpersonal 5. Merendahkan martabat.

meliputi : o Aktifitas olahraga dan aktifitas lain diluar rumah o Hobby dan kerajinan tangan o Seni yang ekspresif o Kesehatan dan perawan diri o Pekerjaan atau posisi o Bakat Tertentu . Pengkajian Konsep Diri a.Faktor predisposisi 1. ada tiga jenis transisi peran : 1). keracuan identitas. Transisi peran situasi 3) Transisi peran sehat /sakit c. Perilaku berhubungan dengan harga diri yang rendah. dan deporsonalisasi. b. Faktor yang mempengaruhi identitas personal meliputi ketidakpercayaan orang tua.Altered Role Peformance o Kehilangan nilai peran o Dua harapan peran o Konflik peran o Ketidakmampuan menemukan peran yang diinginkan F. dan harapan peran kultural. 3. Faktor yang mempengaruhi harga diri meliputi perilaku yang objektif dan teramati serta bersifatsubjektif dan dunia dalam pasien sendiri. tuntutan peran kerja.Body Image Disturbance o Kehilangan salah satu fungsi tubuh o Kecacatan o Perubahan perkembangan 3.o Perubahan perkembangan o Trauma o Ketidaksesuaian Gender o Ketidaksesuaian kebudayaan 2. dan perubahan dalam struktur sosial. 2. Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian mengancam kehidupan b). Faktor yang mempengaruhi peran adalah streotipik peran seks. Stresor Pencetus a).Self Esteem Dusturbance o Hubungan interpersonal yang tidak sehat o Gagal mencapai perkembangan yang penting o Gagal mencpaai tujuan hidup o Gagal dalam kehidupan dengan moral tertentu o Perasaan tidak berdaya o Gagal dalam kehidupan dengan moral tertentu o Perasaan tidak berdaya 4. Transisi peran perkembangan 2). Ketegangan peran hubugnan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalaminya sebagai frustasi. tekanan dari kelompok sebaya. Sumber-sumber koping o Setiap orang mempunyai kelebihan personal sebagai sumber koping.

Body Image ü Dapatkah anda mejnelaskan keadaan tubuh anda kepada saya ü Apa yang paling anda sukai dari tubuh anda ü Apakah ada bagian dari tubuh anda. maka orang tersebut harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. saat anda tidak merasa dicintai dan tidak dihargai ? ü Siapakah yang paling penting bagi anda ü Competence : Apa perasaan anda mengenai kemampuan dalam mengerjakan sesuatu untuk kepentingan hidup anda ? ü Virtue : Pada tingkatan mana anda merasa nyaman terhadap jalan hidup bila dihubungkan dengan standar moral yang dianut. Self esteem ü Dapatkah anda katakan apa yang membuat anda puas ü Ingin jadi siapakh anda ü Siapa dan apa yang menjadi harapan anda ü Apakah harapan itu realistis ? ü Siginifikan : Apa respon anda. Mekanisme Koping o Pertahanan koping dalam jangka pendek o Pertahanan koping jangka panjang o Mekanisme pertahanan ego Untuk mengetahui persepsi seseorang tentang dirinya.o Kecerdasan o Imajinasi dan kreativitas o Hubungan interpersonal d. yang ingin anda rubah 3). Apa yang kamu rasakan ü 4).Persepsi Sosial Ø Bagaimana orang lain memandang saya ? Ø Apakah mereka menghargai saya bahagia atau sedih? Ø Apakah mereka membenci atau menyukai saya ? 3.Persepsi psikologis : Ø Bagaimana watak saya sebenarnya ? Ø Apa yang membuat saya bahagia atau sedih ? Ø Apakah yang sangat mencemaskan saya ? 2. Role Performance ü Apa yang anda rasakan mengenai kemampuan anda untuk melakukan segala sesutu sesuai peran anda ? Apakah peran saat ini membuat anda puas ? Gangguan Konsep Diri . ü Power : Pada tingkatan mana anda perlu harus mengontrol apa yang terjadi dalam hidup anda. Identitas ü Dapatkah anda menjelaskan siapa diri anda pada orang lain : Karakteristik dan kekuatan 2).Persepsi Fisis Ø Bagaimana pandangan saya tentang penampilan saya ? Ø Apakah saya orang yang cantik atau jelek ? Ø Apakah Tubuh saya kuat atau lemah ? Pendekatan dan pertanyaan dalam pengkajian sesuai dengan faktor yang dikaji : 1).

identitas dan keunikan individu Konsep diri yang sehat PROSES KEPERAWATAN PENGKAJIAN Factor prdisposisi factor mempengaruhi harga diri pengalaman masa kanak-kanak dapat merupakan factor kontribusi pada gangguan atau masalah konsep diri. tindkan . factor yang mempengaruhi identitas diri. Orang tua yang kasar. dan dimilki oleh kelompoknya. Factor Presipitasi Masalah khusus tentang konsep diri disebabakan oleh setiap situasi yang dihadapi individu dan individu tidak mampu menyesuaikan. Ia akan tegantung pada lain gagal mengembangkan kemamapuan sendiri. Misalnya wanita yang secara tradisional harus tinggal dirumah saja. jika ia mulai keluar rumah untuk mulai sekolah atau bekerja akan menimbulkan masalah. kurang objektif dan kurang rasional dibandingkan pria. misalnya wanita dianggap kurang mampu. membenci dan tidak menerima akan mempunyai keraguan dan ketidakpsatian diri. Individu yag kurang mengertia akan arti dan tujan kehidupan akan gagal menerima tagungjawab untuk diri sendiri. Peran yanbg berlebihan muncul pada wanita yang mempunyai sejumlah peran. jika tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka timbul rasa bersalah. Teman sebayanya merupkan factor lain yang mempengaruhi identitas. kurang ekpresif disbanding wanita. diingikan. Anak sangat peka terhadap perlakuan dan respon orang tua. kurangbhangat.Mekanisme koping jangka pendek (krisi indentitas). factor yang mepengaruhi penampilan peran peran yang sesua dengan jenis kelamin sejak dulu sudah diterima oleh masyarakat. Remaja ingin diterima. Control orang tua yang tepat pada anak-anak remaja akan menimbulkan perasaan benci anak pada orang tua. dibtuhkan. kurang mandiri . Orang tua yang selalu curiga pada anakmakan menyebakan kurang percaya diri pada anak. jika wanita atau pria berperan tidak siperti lazimnya maka akan men9imbulkan konflik didalam diri mapun hubungan social. Stressor yang dapat mempengaruhi gambaran diri dan hilangnya bagian badan. Anak yang tidak menerima kasih saying maka anak tersebut akan gagal mencinati dirinya dan orang lain. Konflik peran dan peran yang tidak sesuai muncul dari factor biologis dan harapan masyarakat terhadap wanita atau pria. Pria dianggap kurang sensitive. yaitu aktivitas yang memberi: Kesempatan lari sementara dari krisis Kesempatan mengganti identitas Kekuatan atau dukungan sementara terhadap konsep diri (identitas yang kabur) Arti dari kehidupan Gangguan Koping Jangka Panjang Bila koping jangka pendek tidak terselesaikan Penyelesaian positif menghasilkan integritas ego. Ideal diri yang di tetapkan tidak dapa dicapai. Ia mengingkari kebebasan menekspresi sesuatu termasuk ekmungkanan berbuat salah dab menjadi kasar dan banyak menuntut diri sendiri. Situasi atau stresor dapat mempengaruhi konsep diri dan komponennya. Sesuai dengan standar tersebut. Anak akan ragu apakah yang dia pilih tepat.

Setiap tahap perkembangan harus dilalkui inidividu dengan menyelesaikan tugas perkembangan yang berbeda-beda.oiperasi. kesalahan dan kegagalan terulang. Periloaku yang berhubungan dengan harga diri yang rendah (Stuart dan Sundeent. namun yang lebih penting adalah persepsi klien terhadap ancaman. persaingan dengan saudara. atau fisiologis. Ø Produktifitas menurun Ø Destruktif pada orang lain Ø Gangguan berhubungan Ø Perasaan yang berlebihan tentang pentingnya dirinya Ø Perasaan tidak layak Ø Perasaan bersalah Ø Mudah marah dan tersinggung Ø Rasa negative terhadap diri sendiri Ø Pandangan hiduip yang pesimis Ø Keluhan fisik Ø Pandangan hidup terpolarisasi Ø Menolak kemampuan diri sendiri Ø Mengejek diri sendiri Ø Merusak diri . Hal ini dapt merupakan stressor bagi konsep diri. bertambah dan berkurang orang yang berarti malalui kelahiran atau kematian . gagal betangguang jawab terhadap diri sendiri. Perubahan tubuhf dapat mempengaruhi semua komponen konsep diri yaitu gambaran diri. dituntut. dituruti. perubahan struktur dan fungsi tubuh. situasi dan sehat sakit. proses tumbuh kembang. 19991) yaitu yang identitas kacau dan defersonalisasi dapat di lihat pada table berikut: Perilaku dengan Harga Diri yang Rendah Ø kritik diri sendiri atau orang lain. v Transisi sehat sakit. perkembangan. sossiologis. stressor pada tubh dapat menyebabakan gangguan gambaran diri dan brakibat perubbahan konsep diri. pola asuh anak yang tidak tepat. Perubahan tubuh dapat mempengaruhi semua komponen konsep diri. hendaknya data-data perilaku yang objektif dapat di amati. cita-cita yang tidak dapat dicapai. Stressor yang mempengaruhi harga diri dan ideal diri adalah penolakan dan kurang penghargaan diri dari orang tua dan orang yang berate. proses patologi penyakit. prosedur tindakan dan pengobatan. misalanya terlalu dilarang. Masalah konsep diri dapat dicetuskan oleh factor psikologis.. Meleis (Stuart dan sudden 1991) mengidentifikasi 3 kategori transisi peran. Sepanjang kehidupan individu yang serinng menghadapi transisi peran. peran dan harga diri. v Transisi perkembangan setiap perkembangan dapat menimbulkan ancaman pada identitas. v Transisi situasi transisi situasi terjadi sepanjang daur kehidupan. Perilaku Data yang di kumpulkan oleh seorang perawat. misalnya status sendiri menjadi berdua atau menjadi orang tua.

ü Sukar emmbadakan diri dengan orang lain ü Gamabaran diri terganggu. ü Tidak mampu mencapai kepuasan atau perasaan tuntas. ü Halusinasi pendengarandan penglihatan ü Tidak yakin akan jenis kelaminnya. Perilaku dengan Identitas yang kacau Ø Tidak mengindahkan moral Ø Kontradiksi cirri kepribadian Ø Mengurangi hubungan intrapersonal Ø Perasaan kekosongan Ø Perasaan tentang diri yang berubah-ubah Ø Kekacauan identitas seksual Ø Kecemasan yang tinggi Ø Tidak mampu berempati dengan orang lain Ø Kurang keyakinan diri Ø Cinta diri sendiri yang patologi Ø Masalah dalam hubungan intim Ø Kekacauan dan kehilangan identitas sesaat 3. takut malu ü Perasaan tidak relaistis ü Merasa sangat terisolasi ü Kurang perasaan yang berkesinambungan.Ø Isolasi social Ø Gangguan penggunaan zat Ø Menarik diri dari realitas Ø Khawatir Ø Ketegangan peran. Perilaku dengan Depersonalisasi § Afek § Persepsi § Kognitif § Perilaku ü Identitas hilang ü Asing dengan diri sendiri ü Perasaan tidak ama. rendah diri. 2. ü Pengalaman kehidupan bagaikan mimpi ü Kacau ü Disorientasi waktu ü Penyimpangan pikiran ü Daya ingat terganggu ü Daya nilai terganggu ü Afek tumpul ü Pasif dan tidak ada respon emosi ü Komunikasi tidak selaras ü Tidak dapat mengontrol implus ü Tidak ada inisiatif dan tidak mampu mengambil keputusan ü Menarik diri dari lingkungan .

2. apreasiasi atau potensi diri sendiri. Jangka panjang 1. gangguan harga diri: harga diri rendah situasional atau kronik gangguan citra tubuh ideal diri tidak realitas gangguan identitaspersonal perubahan penampilan peran ketidak berdayaan isolasi social:menatik diri resiko prilaku kekerasan tindakam pada gangguan konsep diri focus tindakan adalah peda tingkat penilaian kognitif pada kehidupan. Perthanan diri dapat dibagi 2 yaitu mekanisme koping janka pendek dan mekanisme jangka panjang. tanpa menindahkan hasrat. disosiasi. Mekanisme pertahanan ego yang sering digunakan adalah: Fantasi. (kompetensi olahraga. Setelah mengevaluasi epnilaian kognitif dan kesadaran perasaan . menonton Tv terus menerus) 2. yang terdiri dari persepai. Kegiatan yang mencoba menghilangkan anti identitas semntara: (penyalahgunaan obatobatan). Kesadaran klien akan emosi dan perasaan nya juga hal yang penting. Menutupi identitas: Terlalu cepat mengadopsi identitas yang senangi dari seorang yang berarti. Prinsip asuhan yang diberikan adalah pemecahan masalah yang terlehat daroi keajuan klien meningkat ketingkat berikutnya. kerja keras. 1991) memperluas kesadaran diri (expended self-awareness) Prinsip Rasional . Tindakan kepeearawatan dibagi 5 tingkat (stuart dan Sundeen. proyeksi. kontes populeritas) 4. politik ). Uraian mekanisme dapat dilihat sebagai berikut: Jangka pendek 1. isolasi. Identitas negative Yaitu asumsi yang bertentangan dengan nilai dan harapan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan untuk lari semntara dari krisis identitas: (musik keras. keyakinana dan kepribadian. keagamaan. Kegiatanyang memberi dukungan semnetara. mengalihkan marah berbalik pada diri sendiri dan pada orang lain. Mekanisme Koping Dapat berguna untuk individu dalam mengahapi persepsi diri yang tidak menyenangkan. DIAGNOSA KEPERAWATAN MASALAH KEPERAWATAN Dari pengkajian seluruh komponen konsep diri dapat disimpulkan masalah keperawatan.ü Spontanitas dan semangat berkurang 4. 3.klien menyadari masalah dan kemudian merubah prilaku. Kegiatan mengganti aktifitas sementara: (ikut keompok social. pemakaian obat-obatan. yaitu.

Diagnosa keperawatan : perubahan penampilan peran berhubungan dengan harga diri rendah. Harga Diri Rendah Isolasi Social:Menarik DiriPohon Masalah 3 Diagnosa keperawatan. 1. Harga Diri Rendah Keputusasaan Ideal Diri Tidak RealistisPohon masalah 2 Diagnosa keperawatan keputusasaaan berhubungan dengan harga diri rendah gangguan harga diri . 4. Tujuan khusus: Ø Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat Ø Dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah Gangguan harga diri : harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh. . 2. harga diri rendah berhubungan dengan idel diri tidak realistis Gangguan Citra Tubuh Gangguan Harga Diri. Gangguan harga diri. dengarkan klien 3. Menurunkan ancaman dari sikap perawat terhadap klien dan membantu klien memperluas dan menrima semua aspek kepribadiannya. dorong mendiskusikan pikiran dan perasaan klien. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Pada makalah ini akan diuraikan tindakan keperawatan pada dua diagnosa. harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh. beri respon yang tidak menghakimi 5. Ø Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan. Isolasi social. yaitu: perubahan penampilan peran berhubungan dengan harga diri rendah. tunjukkan bahwa klien adalah individu yang berharga yang bertangguang jawab terhadap dirinya dan dapat membantu dirnya sendiri. Pohon Masalah 1 Perubahan Penampilan Peran Gangguan Harga Diri.Tindakan keperawatan Meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya. Gangguan Harga Diri. tindakan penrimaan yang tidak kaku. 1. Harga Diri Rendah Gangguan Citra Tubuh Masalah utama Diagnosa keperawatan: perubahan penampilan peran berhubungan dengan harga diri rendah gangguan harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh. Tujuan umum: Klien dapat menunjukkan peran sesuai dengan tanggungjawabnya.

Jika klien tidak mampu mengidntifikasi maka dinali oleh perawat memberi “reinforcement” terhadap aspek poasitif klien. Diskusikan kemampuan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selamam sakit. § Klien menyebutkan aspek dan kemampuan dirinya (fisik. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi klien. Katakana pada klien bertambah satu orang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri. Beri pujian atas keberhasilan klien. kegiatan yang membutuhkan bantuan total. 15. Ø Salam terapeutik Ø Perkenalkan diri Ø Jelaskan tujuan interaksi Ø Ciptakan lingkungan yang tenang. 6. intelektual. Setiap bertemu klien. waktu) 2. § Klien berperan serta dalam perawtrn dirinya. Bina hubungan saling percaya. § Percaya diri klien dengan mentpkan keinnginan atau tujuan yang realistis. kemampuan lin yang dimilki oleh klien . 8.utamakan memberikan pujian realistis. Beri kesempatan unutk mengungkapkan perasaan (apa yang dilakukan/bicarakan. Hasil yang diharapkan: § Klien menungkapkan perasaanya terhadap penyakit yang diderita. Dapat di mulai bagian tubuh yang masih berfungsi dengan baik. 14. 13. 10. 1. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawt klien harga diri rendah.Ø Klien dapt menetapkan (merncankan) kegiatan sesuai yang dimilki Ø Klien melakukan tindakan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuan. Rencanakan bersama oleh aktifitas yuang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan:kegiatan mandiri. waktu) 3. aspek positif (keluarga lingkunngan) dimilki klien. Misalnya: penampilan klien dalam “self care” latihan dan ambulasi serta aspek asuhan terkait denga gangguan fisik yang dialami oleh klien. Sediakan waltu untuk mengungkapakan tentang penyakit yang diderita. 9. system pendukung). Diskusikan kemungkinan pelaksanaan dirumah. Ø Buat kontrak yng jelas (apa yang dilakukan /bicarakan. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimilki pasien. 16. 4. 5. Beri kesempatan cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan (sering klien takut melaukannya) 12. kegiatan bantuan sebagian. Diagnosa keperawatan: gangguan harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh . hibdarkjan memberi penilain negative. Diskusikan pada kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanannya setelah pulang sesuai dengan kondisi pasien. 11. Tindakan keperawatan. Ø Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada. 7.

Observasi ekpresi klien pada saat berbicara. 5. Tingkatkan dukungan keluarga terutama pasangan. Bina hubungan perawat yang terpeutik o Salam terapeutik o Komunikasi terbuka. o Lakukan kontrak untuk program arahan keperawtan/pendapatan ksehatan . Ø Klien mengidentifikasi perubahan citra tubuh. 11. 9. Ø Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimilki. keluarga) oleh klien diluar perubahan yang terjadi. Diskusikan cara-cara (booklet. Ø Klien dapat menyusun cara-cara menyelasaikan masalah yang dihadpi. bebntuk atau fungsi tubuh. Bantu klien melakukan cara yang dipilih 12. leaflet) sebagai sumber informasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dapak perubahan struktur. Ø Klien dapat menerima realita perubahan struktur. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yamng dimilki (tubuh. bentuk dan fungsi tubuh. 8. 6. 7. Diskusikan perubahan struktur tubuh dan fungsi tubuh 3. 4. Doroing klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam asuhan keperawatan secara bertahap. Dorong klien memilih cara yang sesuai bagi klien. Tujuan khusus: Ø Klien dapat menigkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya. Rehabilitas bertahap bagi klien Hasil yang harapkan: Klien dapat menerapkan perubahan Klien memiliki beberapa cara mengatsi perubahan yang terjadi. . Klien beradaptasi dengan cara yang dipilh dan digunakan. Tindakan keperawatan 1. jujur dan empati. Bantu klien mengurangi perubahn citra tubuh.Tujuan umum: Klien menunjukkan peningkatan harga diri. Libatkan klien dalam kelompok klien dengan masalah gangguan citra tubuh. 10. intelektual. Beri pujian terhadap aspek yang positif dan kemampuan yang masih dimilki klien. 13. 2. Misalnya protesa untuk bagian tubuh bertemu tongkat. o Sediakan waktu untuk mendengarkan klien. Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaan klien terhadap perubahan tubuh. dukungan dan konseling. Ø Klien dapat melakukan tindakn pengembalian intergritas tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful