Teknik Pengambilan Sampling

Pemilihan teknik pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk mendapat sampel yang representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu : 1. Probability Sampling (Random Sample) 2. Non Probability Sampling (Non Random Sample

1. Probability Sampling Pada pengam bilan sampel secara random, setiap unit populasi, mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Faktor pemilihan atau penunjukan sampel yang mana akan diambil, yang semata-mata atas pertimbangan peneliti, disini dihindarkan. Bila tidak, akan terjadi bias. Dengan cara random, bias pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Ini merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif. Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai berikut: - Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan. - Beda penaksiran parameter populasi dengan statistik sampel, dapat diperkirakan. - Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.

Ada 5 cara pengambilan sampel yang termasuk secara random, yaitu sebagai berikut:

1.1 Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling). Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Jadi disini proses memilih sejumlah sampel n dari populasi N yang dilakukan secara random. Ada 2 cara yang dikenal yaitu: a. Bila jumlah populasi sedikit, bisa dilakukan dengan cara mengundi "Cointoss". b. Tetapi bila populasinya besar, perlu digunakan label "Random Numbers" yang prosedurnya adalah sebagai berikut: - Misalnya populasi berjumlah 300 (N=300). - tentukan nomor setiap unit populasi (dari 1 s/d 300 = 3 digit/kolom). - tentukan besar sampel yang akan diambil. (Misalnya 75 atau 25 %)

Membutuhkan daftar seluruh anggota populasi. tentukan unit mana yang terpilih.sehingga biaya transportasi besar. 3. 175. Cara ini dipergunakan : . (misalnya dimulai dari 3 kolom pertama dan baris pertama) dengan menggunakan tabel random numbers. 1. karena setiap orang hanya mempunyai 1 nomor identifikasi.15) dan seterusnya. 243.6. .tentukan skema penggunaan label random numbers.. yaitu dengan mengurutkan angka-angka dalam 3 kolom pertama. setiap nomor ≤300. dari atas ke bawah. Jika ada nomor yang serupa dijumpai. lanjutkan kelembaran berikutnya. setiap pasien yang ke tiga yang berobat ke suatu Rumah Sakit. -Sampel tersebar di daerah populasi.Bila ada sedikit Stratifikasi Pada populasi. kemudian pengambilan sampel dilakukan dalam setiap strata baik secara simple random sampling. setiap urutan ke ìK" dari titik awal yang dipilih secara random.2 Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling) Proses pengambilan sampel. Keuntungan: . . merupakan nomor sampel yang diambil (100. Kerugian : -Membutuhkan daftar populasi. 1. diambil sebagai sampel (pasien No. di ambil hanya satu.Sampel mungkin tersebar pada daerah yang luas.3 Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling) Populasi dibagi strata-strata. dan seterusnya. bila ada nomor ≥300. Jika pada lembar pertama jumlah sampel belum mencukupi. maupun secara systematic random sampling.Prosedur estimasi m udah dan sederhana Kerugian : . dimana: N (Jumlah anggota populasi) K= n (jumlah anggota sampel) Misalnya. (sub populasi).9. tidak diambil sebagai sampel (N = 300). 101). Keuntungan : -Perencanan dan penggunaanya mudah. sebesar sampel yang dibutuhkan.

Tidak memerlukan daftar populasi. biaya transportasi tinggi. Tiap item (individu) di dalam kelompok yang terpilih akan diambil sebagai sampel. Misalnya ingin meneliti gambaran karakteristik (umur.Jika daerah geografisnya luas. C = kurang). baik bertingkat dua maupun lebih. Jika berdasarkan perhitungan besar sampel.Prosudur estimasi sulit. Kelompok C adalah secara random karena sub populasi sudah homogen.5 Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling) Proses pengambilan sampel dilakukan bertingkat. . Kerugian: .Misalnya kita meneliti keadaan gizi anak sekolah Taman Kanak-kanak di Kota Madya Medan (≥4-6 tahun). pendidikan dan pekerjaan) orang tua mahasiswa FKUSU. Misalnya untuk Taman Kanak-Kanak dengan kondisi A ada : 20 buah dari 100 Taman Kanak-Kanak yang ada di Kota Madya Medan. B = sedang. 12-13 Kelompok B. Maka orang tua sem ua mahasiswa yang berada pada tingkat II diambil sebagai sampel (Cluster). dan 7 ñ 8. 1. suku.4 Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling) Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit.Biaya transportasi kurang Kerugian : .Daftar populasi setiap strata diperlukan . Keuntungan: -Taksiran mengenai karakteristik populasi lebih tepat. dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster). Pilih secara random salah satu tingkat (misal tingkat II). Mahasiswa FK dibagi dalam 6 tingkat (I s/d VI). 1. Karena kondisi Taman Kanak-kanak di Medan sangat berbeda (heterogen) maka buatlah kriteria yang tertentu yang dapat mengelompokkan sekolah TamanKanak-kanak ke dalam 3 kelompok (A = baik. Cara ini dipakai : bila populasi dapat dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang dipelajari ada dalam setiap kelompok. kondisi B = 50 buah C = 30 buah. Keuntungan : . . kita ingin mengambil sebanyak 25 buah (25%). maka ambilah 25% dari masing-masing sub populasi tersebut di atas. Cara pengambilan sampel 5 Kelompok A.

tidak memerlukan ketepatan yanq tingqi. hasilnya diminta segera. Misalnya kita ingin meneliti Berat badan dan Tinggi badan murid SMA. Sampel diambil atas dasar seandainya saja. Kesimpulan yang diperoleh bersifat kasar dan sementara saja. asal memenuhi keperluan saja.Prosedur pengambilan sampel memerlukan perencanaan yang lebih cermat 2. Cara-cara yang dikenal adalah sebagai berikut : 2. 2. Hasil yang diharapkan hanya merupakan gambaran kasar tentana suatu keadaan. maka jumlah sampel yang akan diambil ± 2000. Pengambilan sampel dilakukan hanya atas dasar pertimbangan penelitinya saja yang menganggap unsur-unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota sampel yang diambil.Prosedur estimasi sulit .Biaya penelitian kecil Keuntungan: . Cara ini dipergunakan bila: .3 Sampel Berjatah (Quota Sampling). karena hanya sekedar gambaran umum saja. Juga jumlah sampel yang dikehenadaki tidak berdasrkan pertimbangan yang dapat dipertanggung jawabkan.Populasinya cukup homogen . tanpa direncanakan lebih dahulu. Sesuai kondisi dan perhitungan.Biaya transportasi kurang Kerugian: . . Pemilihan sampel tidak secara random.2 Sampel Tanpa Sengaja (Accidental Sampling). 2. Non Probability Sample (Selected Sample) Pemilihan sampel dengan cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip probability.Jumlah populasi sangat besar . Cara ini dipergunakan : Bila biaya sangat sedikit .Misalnya: provinsi kabupaten Kecamatan desa Lingkungan KK.1 Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping).Populasi menempati daerah yang sangat luas .

dengan pertimbangan bahwa kalau karyawan sendiri tidak puas terhadap produk baru yang akan dipasarkan.6 Snowball Sampling – Sampel Bola Salju Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Misalnya Sampel yang akan di ambil berjumlah 100 orang dengan perincian 50 laki dan 50 perempuan yang berumur 15-40 tahun. hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. Peneliti mengambil setiap kedatangan pasien TB dengan no urut ganjil (atau urutan dari urut pertama) sebagai sampel sampai dipenuhi sejumlah sampel. judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai “information rich”. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan. Kedatangan pasien dan nomor urut ganjil. Dalam program pengembangan produk (product development). Consecutive sampling menjadi pilihan peneliti yang tidak mendapatkan kerangka sampel. maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi. Misalnya. dianggap mendekati prosedur acak (diacak oleh alam).4 Consecutive Sampling Merupakan non probability sampling yang paling mendekati probability sampling.5 Judgment Sampling Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya. 2. Jadi. Caranya adalah dengan mengambil sampel yang memenuhi kriteria tertentu sampai diperoleh sejumlah sampel. biasanya yang dijadikan sampel adalah karyawannya sendiri. lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel.. 1992). seorang peneliti ingin . Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel.Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja. Contoh seorang peneliti ingin meneliti kasus TB di poli TB RS ABC. maka jangan terlalu berharap pasar akan menerima produk itu dengan baik. 2. (Cooper dan Emory. Misalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan. 2. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi.

Setelah jumlah wanita lesbian yang berhasil diwawancarainya dirasa cukup. atau kelompok-kelompok sosial lain yang eksklusif (tertutup) . peneliti bisa mengentikan pencarian wanita lesbian lainnya. Setelah selesai. Peneliti cukup mencari satu orang wanita lesbian dan kemudian melakukan wawancara. Hal ini bisa juga dilakukan pada pencandu narkotik.mengetahui pandangan kaum lesbian terhadap lembaga perkawinan. peneliti tadi minta kepada wanita lesbian tersebut untuk bisa mewawancarai teman lesbian lainnya. para gay. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful