P. 1
tromboplebitis

tromboplebitis

|Views: 114|Likes:
Published by Shanti Mc Ndhoet

More info:

Published by: Shanti Mc Ndhoet on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Plebitis merupakan inflamasi yang disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik yang sering disebabkan oleh komplikasi dari terapi intravena. Plebitis merupakan suatu peradangan pembuluh darah (vena) yang dapat terjadi karena adanya injury misalnya oleh faktor (trauma) mekanik dan faktor kimiawi, yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada endotelium dinding pembuluh darah khususnya vena. Plebitis dapat menyebabkan trombus yang selanjutnya menjadi tromboplebitis, perjalanan penyakit ini biasanya jinak, tapi walaupun demikian jika trombus terlepas dan kemudian diangkut ke aliran darah dan masuk jantung maka dapat menimbulkan seperti katup bolayang menyumbat atrioventrikuler secara mendadak dan menimbulkan kematian. Tromboplebitis merupakan inflamasi atau perluasan mikroorganisme patogen yang mengikuti aliran darah di sepanjang vena dan cabang-cabangnya. Tromboplebitis didahului degan trombosis, dapat terjadi pada kehamilan tetapi lebih sering ditemukan pada masa nifas. (Wiknjosastro:2002) Istilah tromboplebitis superficial adalah istilah yang lebih disukai untuk menunjukkan peradangan vena-vena superficial. Tromboplebitis superficialis menyerang pembuluh darah subkutan di ekstremitas atas dan bawah. Penyebab tersering tromboplebitis pada ekstremitas biasanya disebabkan oleh varises vena atau trauma. Jika tidak diketahui penyebab pasti tromboplebitis superficialis, harus dipertimbangakn kemungkinan proses penyakit lain yang mendasari, seperti penyakit bueger atau keganasan. (patofisiologi Sylvia) Superficial vein trombplebitis (SVT) dianggap suatu kondisi yang relatif umum, akan tetapi kejadian pastinya masih harus ditetapkan, sebagian karena kurangnya penelitian pada penyakit yang dianggap relatif jinak dan self-timing. Meskipun demikian, insiden umumnya dianggap lebih tinggi dari DVT, yang memiliki frekuensi diperkirakan 1 dari 1000 orang per tahun. Beberapa laporan memperkirakan kejadian manapun antara 3%-11% dari populasi umum. Kebanyakan penelitian melaporkan 4-6 kali lipat peningkatan dominasi kondisi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki, mungkin karena peningkatan prevalensi varises pada wanita. Insiden SVT meningkat dengan usia dan dilaporkan 0,05-0,31 per 1000 orang

2

pertahun selama dekade ketiga 1,8-2,2 per 1000 orang pertahun dalam delapan dekade (BMJ Journal 2012) Kemudian ada juga insiden Superficial Vein Tromboplebitis berkisar antara 125.000 kasus per tahun di Amerika Serikat dan 253.000 kasus per tahun di Perancis, dan lebih sering ketika metode diagnostik yang lebih akurat digunakan, seperti scan duplex (DS). Di Brazil, Von Ristow et al.,. dalam survey retrospektif pasien diajukan untuk operasi varises, ditemukan untuk operasi varises, ditemukan tanda-tanda troboplebitis sebelumnya dalam 16% kasus. (Journal Vascular Brazil, 2008). Oleh karena itu maka dalam makalah ini kami akan membahas tentang tromboplebitis. 1.2 RumusanMasalah 1. Apakah definisi dari Thrombophlebitis ? 2. Apakah penyebab dari Trombophlebitis ? 3. Bagaimana epidemiologi Trombophlebitis ? 4. Bagaimanakah klasifikasi Tromboplebitis? 5. Bagaimana Patofisiologi dari Trombophlebitis ? 6. Apasajakah manifestasi klinis dari Trombophlebitis ? 7. Apa diagnose dari Trombophlebitis ? 8. Apa sajakah komplikasi dari Trombophlebitis ? 9. Bagaimana penatalaksanaan dan prognosis dari tromblophlebitis ? 10. Bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari Thromboplebitis? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui definisi dari Thrombophlebitis 2. Untuk mengetahui penyebab dariTrombophlebitis 3. Untuk mengetahui epidemiologi Trombophlebitis

Patofisiologi dari Trombophlebitis 6. Klasifikasi Trombophlebitis 5. Untuk mengetahui komplikasi dari Trombophlebitis 9. Untuk mengetahui Patofisiologi dari Trombophlebitis 6. Untuk mengetahui manifestasi klinis dari Trombophlebitis 7. Penatalaksanaan dan prognosis dari Tromblophlebitis 10. Untuk mengetahui pencegahan dari Thromboplebitis 1. Untuk mengetahui klasifikasi Tromboplebitis 5. Pencegahan Trombophlebitis . Komplikasi dari Trombophlebitis 9. Definisi dari Thrombophlebitis 2.4 Manfaat Dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi atau menambah wawasan tentang : 1. Penyebab dari Trombophlebitis 3. Manifestasi klinis dari Trombophlebitis 7. Untuk mengetahui penatalaksanaan dan prognosis dari tromblophlebitis 10. Epidemiologi Trombophlebitis 4. Untuk mengetahui diagnose dari Trombophlebitis 8.3 4. Diagnose dari Trombophlebitis 8.

b. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung. organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Sistem Pengaturan Jantung Serabut purkinje adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung. namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium. cor) adalah sebuah rongga. a. Secara internal. jantung terbagi atas 4 ruangan. disebut dengan perikardium viseral. dari Yunani cardia untuk jantung. . terkait dengan fungsinya dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Siklus Jantung Siklus jantung mencakup periode dari akhir kontraksi (sistole) dan relaksasi (diastole) jantung sampai akhir sistole dan diastole berikutnya. 2003: 231-232).1 Fisiologi Jantung Jantung (bahasa latin. yang dipersarafi oleh saraf otonom. tetapi tekanan atrium lebih besar dari tekanan ventrikel. Dinding otot ventrikel lebih tebal dibandingkan atrium. Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah dalam jantung dan pembuluh utama yang mengatur pembukaan dan penutupan katup jantung serta aliran darah yang melalui ruang-ruang dan masuk ke arteri. Berkas A-V berfungsi membawa impuls di sepanjang septum interventrikular menuju ventrikel (Ethel. sampai ejeksi darah atrium selesai sebelum terjadi kontraksi ventrikular. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru. Sedangkan lapisan luarnya lebih longgar yang dinamakan dengan perikardium parietal. tekanan dalam atrium dan ventrikel sama-sama rendah. Nodus sinoatrial (nodus S-A) adalah suatu masa jaringan otot jantung khusus yang terletak di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah pembukaan vena cava superior. 2 atrium (serambi) dan 2 ventrikel (bilik). Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung. Nodus S-A mengatur frekuensi kontraksi irama. Peristiwa mekanik dalam siklus jantung : • Selama masa diastole (relaksasi).4 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Nodus atrioventrikular (nodus A-V) berfungsi untuk menunda impuls seperatusan detik. sehingga disebut pemacu jantung.

Ventrikel kembali menjadi rongga tertutup dalam periode relaksasi isovolumetrik karena katup masuk dan katup keluar menutup. sehingga katup semilunar menutup (bunyi jantung kedua). Jika tekanan dalam ventrikel . nodus S-A melepas impuls. vena pulmonar). dan trunkus • Adanya peningkatan tekanan aorta singkat akibat penutupan katup semilunar aorta. Tekanan dalam ventrikel meningkat dengan cepat dan mendorong katup A-V untuk segera menutup • • • • Ejeksi darah ventrikular ke dalam arteri Tidak semua darah ventrikular dikeluarkan saat kontraksi.ventrikel berepolarisasi dan berhenti berkontraksi. • Sistole ventrikular. Tekanan dalam ventrikel menurun tiba-tiba sampai di bawah tekanan aorta pulmonary. Volume sistolik akhir darah yang tersisa pada akhir sistole adalah sekitar 50 ml Isi sekuncup (70 ml) adalah perbedaan volume diastole akhir (120 ml) dan volume sistole akhir (50 ml) • Diastole ventricular. • • Sekitar 70% pengisian ventrikular berlangsung sebelum sistole atrial.5 • Atrium secara pasif terus – menerus menerima darah dari vena (vena cava superior dan inferior. Aktivitas listrik menjalar ke ventrikel yang mulai berkontraksi. • Katup semilunar aorta dan pulmonar menutup karena tekanan dalam pembuluhpembuluh lebih besar daripada tekanan dalam ventrikel. atrium berkontraksi dan peningkatan tekanan dalam atrium mendorong tambahan darah sebanyak 30% ke dalam ventrikel. • • Darah mengalir dari atrium menuju ventrikel melalui katup A-V yang terbuka Tekanan ventrikular mulai meningkat saat ventrikel mengembang untuk menerima darah yang masuk. Akhir diastole ventrikular.

dan dapat didengar jika bunyi jantung diperkuat melalui mikrofon • Murmur adalah kelainan bunyi jantung atau bunyi jantung tidak wajar yang berkaitan dengan turbulensi aliran darah. Bunyi Jantung • Bunyi jantung secara tradisional digambarkan sebagai lup-dup dan dapat didengar melalui stetoskop. jauh di bawah tekanan atrium. katup A-V membuka dan siklus jantung dimulai kembali (Ethel. • Bunyi ketiga atau keempat disebabkan vibrasi yang terjadi pada dinding jantung saat darah mengalir dengan cepat ke dalam ventrikel. Ujung serabut saraf mensekresi asetilkolin. Impuls ini menjalar melalui serabut simpatis dalam saraf jantung menuju jantung. c. Ujung serabut saraf mensekresi neropineprin.6 menurun tajam dari 100 mmHg sampai mendekati nol. mengurangi waktu hantaran melalui nodus A-V dan sistem Purkinje. Impuls ini menjalar melalui serabut parasimpatis dalam saraf vagus. atau katup yang tidak sesuai yang memungkinkan aliran balik darah. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medulla oblongata. Pengaturan Frekuensi Jantung Impuls eferen menjalar ke jantung melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. 2003: 234-235). yang meningkatkan frekuensi pengeluaran impuls dari nodus S-A. Pusat refleks kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata. “Lup” mengacu pada saat katup A-V menutup dan “dup” mengacu pada saat katup semilunar menutup. dan meningkatkan eksitabilitas keseluruhan jantung. (Ethel. 2003: 235). yang mengurangi frekuensi pengeluaran impuls dari nodus S-A dan . Bunyi ini muncul karena defek pada katup seperti penyempitan (stenosis) yang menghambat aliran darah ke depan. Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Efek impuls neuron ini adalah untuk meningkatkan frekuensi jantung. d.

Kedua serambi mengendur dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. akan terjadi suatu refleks peningkatan frekuensi jantung untuk mempertahankan tekanan darah. (Ethel. e. Jika tekanan darah menurun. Frekuensi jantung dalam kurun waktu tertentu ditentukan melalui keseimbangan impuls akselerator dan inhibitor dari saraf simpatis dan parasimpatis. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. dan natrium yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya meningkat atau berkurang. seperti reseptor untuk nyeri. Volumenya kurang lebih 5 L per menit pada laki-laki berukuran rata-rata dan kurang 20 % pada perempuan. Impuls aferen (sensorik) yang menuju pusat kendali jantung berasal dari reseptor. Pengaruh lain pada frekuensi jantung : Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan.7 memperpanjang waktu hantaran melalui nodus V-A. Perhitungan curah jantung Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup Cara Kerja Pada saat berdenyut. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang memperlambat frekuensi jantung. kalium. Proreseptor dalam vena cava sensitif terhadap penurunan tekanan darah. panas. Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang menstimulasi frekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular. Curah Jantung Curah jantung adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan. Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri . dan sentuhan. Fungsi jantung normal bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). yang terletak di berbagai bagian dalam sistem kardiovaskular. Presoreseptor dalam arteri karotis dan aorta sensitive terhadap perubahan tekanan darah. dingin. 2003: 235-236). Setelah atrium kanan terisi darah.

arteriole.8 pulmonalis. menuju ke paru-paru. Kapiler hanya 1 lapisan) Terdiri dari: arteri. Darah akan mengalir melalu pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru. tunika media & tunika adventisia (kec. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung. Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam venapulmonalis menuju ke serambi kiri. kapiler. menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. 2. & vena Arteriol . paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. & membuang zat sisa metabolisme Sebagai tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh jaringan tubuh & sebaliknya Merupakan sistem tertutup Setiap pembuluh darah terdiri 3 lapisan : tunika intima. Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri.2 Fisiologi Pembuluh Darah Overview Struktur & Fungsi Pembuluh Darah • • • • • Arteri • Berfungsi sbg jalur cepat (diameter besar & resistensi rendah) aliran darah dr jantung ke jaringan & sebagai reservoir tekanan (menghasilkan gaya pendorong saat jantung relaksasi). arteri. kecuali paru-paru. yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). mendistribusikannya. Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh. • • • Terdiri dari : aorta. metarteriol Dinding aorta & arteri tebal & banyak Mengandung jaringan elastin → elastic recoil Menjamin keadekuatan suplay materi yg dibutuhkan jaringan tubuh.

Dinding kapiler yg hanya selapis endotel memungkinkan terjadinya pertukaran zat. Perubahan tekanan hidrostatik kapiler & interstisial. Pertukaran zat di kapiler terjadi secara difusi. Contoh : otot Perbandingan Jumlah dan Kecepatan Aliran Darah di Pembuluh Darah Pertukaran Zat di Kapiler • • Vena Di kapiler terjadi filtrasi & absorpsi. kepadatan/ jumlah kapilernya lebih besar. Rangkaian arteriol-kapiler-venula: mikrosirkulasi/terminal vascular bed Aliran darah di kapiler paling lambat karena total luas penampang kapiler paling besar Sfingter prakapiler : sel otot polos berbentuk spiral yg mengelilingi metarteriol → tdk diinervasi saraf.9 • • • Merupakan pembuluh resistensi utama Resistensi arteriol yg tinggi . tekanan osmotik koloid kapiler & interstisial.mengubah pergeseran tekanan sistolik ke diastolik yang fluktuatif menjadi nonfluktuatif di kapiler • • Diameter arteriol dapat disesuaikan untuk menentukan distribusi darah ke berbagai organ & menentukan tekanan darah arteri. Lapisan otot polos dinding arteriol yg besar banyak dipersarafi saraf simpatis & peka terhadap rangsang kimia lokal & hormon Kapiler • • • • • • Tempat pertukaran zat antara darah dan jaringan.menyebabkan penurunan TD yang mendorong aliran darah ke berbagai organ . tetapi memiliki tingkat tonus miogenik yg tinggi & peka terhadap perubahan metabolik lokal ⇒ f(x) mengontrol aliran darah mll kapiler tertentu • • Jaringan yang aktivitas metaboliknya lebih tinggi. serta adanya pembuluh limfe mempengaruhi proses pertukaran zat .

namun kebanyakan orang dengan varises tidak mengembangkan tromboflebitis. Tromboflebitis paling sering mempengaruhi vena superfisial di kaki.10 • • • • • • Berfungsi sbg reservoir darah (pembuluh kapasitans) & jalan untuk kembali ke jantung. tetapi dapat juga mempengaruhi vena superfisial di paha. dapat terjadi pada kehamilan tetapi lebih sering ditemukan pada masa nifas.1 Definisi Tromboplebitis Tromboflebitis berarti bahwa gumpalan darah telah terbentuk dalam vena dekat dengan kulit. Mungkin juga ada infeksi pada pembuluh darah. Tromboplebitis merupakan inflamasi atau perluasan mikroorganisme patogen yang mengikuti aliran darah di sepanjang vena dan cabang-cabangnya. Dengan hati-hati. Aliran balik vena (venous return): volume darah yang masuk ke tiap atrium per menit dari vena. sedangkan di vena sedang & besar terjadi fluktuasi aliran darah kembali. Tromboplebitis didahului degan trombosis. (Wiknjosastro:2002) . masalah ini harus diselesaikan sampai dalam waktu 2 sampai 3 minggu. Sering kali. Kapasitas vena bergantung pd distensibilitas dinding vena & semua pengaruh tekanan eksternal yg memeras vena. di vena cava hanya 4-5 mmHg Kecepatan aliran: di venula & vena kecil kontinyu. dipengaruhi beberapa faktor eksternal Vena memiliki katup yg memungkinkan aliran darah hanya 1 arah menuju jantung BAB III PEMBAHASAN 3. tromboflebitis terjadi pada orang dengan varises. Tromboflebitis biasanya terdapat di vena kaki atau lengan. Tekanan vena : biasanya sangat rendah.

mempercepat proses keradangan. perluasan infeksi endometrium. Dalam keadaan ini. Menipisnya dinding vena karena adanya varises sebelumnya. Faktor penyebab terjadinya infeksi tromboflebitis antara lain : a. 2007) Istilah tromboplebitis superficial adalah istilah yang lebih disukai untuk menunjukkan peradangan vena-vena superficial. harus dipertimbangakn kemungkinan proses penyakit lain yang mendasari. yang kemudian karena faktor lokal. Pasca bedah. seperti penyakit bueger atau keganasan. daerah yang ada trombusnya tersebut mendapat radang.2 Penyebab Tromboplebitis Faktor Predisposisi Riwayat bedah kebidanan Usia lanjut Multiparitas Varises Infeksi nifas. dan pembekuan darah pada ekstremitas bagian bawah. Tromboplebitis superficialis menyerang pembuluh darah subkutan di ekstremitas atas dan bawah.11 Tromboplebitis merupakan inflamasi permukaan pembuluh darah disertai pembentukan pembekuan darah. maka terdapatnya turbulensi darah pada kantong-kantong vena di sekitar klep (katup) vena merangsang terjadinya thrombosis primer tanpa disertai reaksi radang primer. dilatasi vena ekstremitas bagian bawah disebabkan oleh tekanan kepala janin dan aktifitas pada periode tersebut yang menyebabkan penimbunan. Jika tidak diketahui penyebab pasti tromboplebitis superficialis. maka dua factor utama : . Mempunyai varises pada vena Pada vena yang sebelumnya terdapat venaektasia atau varises. (patofisiologi Sylvia) 3. Penyebab tersering tromboplebitis pada ekstremitas biasanya disebabkan oleh varises vena atau trauma. (Adele Pilliteri. b. Tromboplebitis cenderung terjadi pada periode pasca partum pada saat kemampuan penggumpalan darah meningkat akibat peningkatan fibrinogen. statis.

seperti scan duplex (DS). d. dan lebih sering ketika metode diagnostik yang lebih akurat digunakan. e. Umumnya pemberian infus (di lengan atau di tungkai) dalam jangka waktu lebih dari 2 hari pada tempat yang sama atau pemberian obat yang iritan secara intra vena.3Epidemologi Tromoplebitis Kebanyakan penelitian melaporkan 4-6 kali lipat peningkatan dominasi kondisi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.8-2. (Journal Vascular Brazil. Memiliki insidens tinggi untuk mengalami tromboflebitis dalam keluarga..05-0.000 kasus per tahun di Amerika Serikat dan 253. ditemukan tanda-tanda troboplebitis sebelumnya dalam 16% kasus.4 Klasifikasi Trombophlebitis . c. ditemukan untuk operasi varises. menjadi sebab penting dari terjadinya tromboplebitis.000 kasus per tahun di Perancis.. 3. hingga terjadi rangsangan pada segmen vena tungkai. Di Brazil.2 per 1000 orang pertahun dalam delapan dekade (BMJ Journal 2012) Kemudian ada juga insiden Superficial Vein Tromboplebitis berkisar antara 125. Obesitas Bila keadaan dehidrasi berat. 2008). g. yang terjadi pada salah satu segmen vena. Adanya malignitas (karsinoma). f. 3. Insiden SVT meningkat dengan usia dan dilaporkan 0. Kelainan jantung yang secara hemodinamik menyebabkan kelainan pula pada system aliran vena. Von Ristow et al. mungkin karena peningkatan prevalensi varises pada wanita. Pernah mengalami tromboflebitis Berusia 30 tahun lebih dan pada saat persalinan berada pada posisi stir up untuk waktu yang lama Trauma Beberapa sebab khusus karena rangsangan langsung pada vena dapat menimbulkan keadaan ini.12 kelainan dinding vena dan melambatnya aliran darah.31 per 1000 orang pertahun selama dekade ketiga 1. koagulasi intravascular yang meluas ataupun infeksi sistemik dapat menimbulkan rangsangan untuk pathogenesis ini. Tumor-tumor intra abdominal. umumnya yang memberikan hambatan aliran vena dari ekstremitas bawah. h. dalam survey retrospektif pasien diajukan untuk operasi varises.

Sering terjadi sekitar hari ke-10 pasca partum. dapat berlanjut menjadi emboli paru-paru yang berkemampuan menjadi komplikasi fatal. misalnya vena femarolis. Gangguan ini berjalan secara cepat. ini adalah emboli paru-paru dan sangat mengancam nyawa. b. tapi ketika mereka terjadi mereka bisa serius. duduk dengan lutut dan paha ditekuk. Komplikasi jarang terjadi. Biasanya terjadi sekitar hari ke-14 atau ke-15 pasca partum b. Abnormalitas dinding pembuluh darah Formasi trombus merupakan akibat dari statis vena. vena uterina dan vena hipograstika. 3. Perubahan komposisi darah (hyperkoagulabilitas) . Pelvio tromboflebitis Pelvio tromboflebitis mengenai vena-vena dinding uterus dan ligamentum latum. gangguan koagubilitas darah atau kerusakan pembuluh maupun endotelial. Tromboflebitis Femoralis Tromboflebitis femoralis mengenai vena-vena pada tungkai. yaitu vena ovarika. sedangkan perluasan infeksi dari vena ovarika dekstra ialah ke vena kava inferior. vena poplitea dan vena safena. Perluasan infeksi dari vena uterina ialah ke vena iliaka komunis. berpakaian ketat. yaitu: a. Peritonium selaput yang menutupi vena ovarika dekstra dapat mengalami inflamasi dan dapat menyebabkan perisalpingo-ooforitis dan periapendistits. Vena yang paling sering terkena ialah vena ovarika dekstra karena infeksi pada tempat implantasi plasenta yang terletak dibagian atas uterus. obesitas. Stasis vena juga mudah terjadi pada orang yang berdiri terlalu lama. tumor maupun wanita hamil. proses biasanya unilateral. Stasis vena lazim dialami oleh orang-orang yang imobilisasi maupun yang istirahat di tempat tidur dengan gerakan otot yang tidak memadai untuk mendorong aliran darah. Komplikasi yang paling serius terjadi ketika bekuan darah dislodges.13 Tromboflebitis dibagi menjadi 2. Perluasan infeksi dari vena ovarika sinistra ialah ke vena renalis. bepergian melalui hati dan occluding lebat jaringan kapiler paru-paru.5 Patofisiologi Tromboplebitis Terjadinya thrombus : a.

Infus intravena. banyak faktor telah dianggap terlibat dalam patogenesis flebitis karena infus intravena. lebih thermoplastik dan lentur. Penderita tampak sakit berat dengan gambaran karakteristik sebagai berikut: . amphotrecin B. pada tempat-tempat dimana terdapat katup vena. nyeri bila terjadi atau menggerakkan lengan. Pelvio tromboflebitis Nyeri yang terdapat pada perut bagian bawah dan atau perut bagian samping. Obat suntik yang bisa menyebabkan peradangan vena yang hebat. cephalosporins. 3. Mikropartikel yang terbentuk bila partikel obat tidak larut sempurna selama pencampuran. Hindarkan vena pada punggung tangan jika mungkin. midazolam dan banyak obat khemoterapi. 2. kadang-kadang diraba fluktuasi. diazepam. d. antara lain: (1) Faktor-faktor kimia seperti obat atau cairan yang iritan (flebitis kimia) a. Febris dapat terjadi pada penderita-penderita ini. terutama pada pasien usia lanjut Kateter yang terbuat dari silikon dan poliuretan kurang bersifat iritasi dibanding politetrafluoroetilen (teflon) karena permukaan lebih halus. tetapi biasanya pada orang dewasa hanya dirasakan sebagai malaise. antara lain kalium klorida. c. 1. pH dan osmolaritas cairan infus yang ekstrem selalu diikuti risiko flebitis tinggi. kulit di sekitarnya kemerahan (timbul dengan cepat diatas vena) dan terasa hangat sampai panas. yang nyeri tekan. sebagai tanda adanya hambatan aliran vena dan menggembungnya vena di daerah katup. timbul pada hari ke-2-3 masa nifas dengan atau tanpa panas. Penempatan kanula pada vena proksimal (kubiti atau lengan bawah) sangat dianjurkan untuk larutan infus dengan osmolaritas > 500 mOsm/L. selain nyeri tekan. vancomycin. Risiko tertinggi untuk flebitis dimiliki kateter yang terbuat dari polivinil klorida atau polietilen. kelahiran dan IMA juga mempermudah terjadinya trombosis. b. Pada perabaan.6 Manifestasi Klinis Tromboplebitis Penderita-penderita umumnya mengeluh spontan terjadinya nyeri di daerah vena (nyeri yang terlokalisasi). diraba pula pengerasan dari jalur vena tersebut. a. juga pada gerakangerakan otot tertentu. Juga dinyatakan adanya oedema atau pembengkakan agak luas. Fluktuasi ini dapat pula terjadi karena pembentukan abses.14 Hyperkoagulabilitas darah yang menyertai trauma.

4. Suhu badan naik turun secara tajam (36oC menjadi 40oC) yang diikuti penurunan suhu dalam 1 jam (biasanya subfebris seperti pada endometritis). dapat segera terjadi leukopenia). 5.Seluruh bagian dari salah satu vena pada kaki terasa tegang dan keras pada paha bagian atas. pneumonia). kultur darah sangat sukar dibuat karena bakterinya adalah anaerob. suhu badan subfebris selama 7-10 hari. nyeri. Abses pada pelvis Gambaran darah Terdapat leukositosis (meskipun setelah endotoksin menyebar ke sirkulasi. pada ginjal sinistra yang diiikuti proteinurina. . tegang. Penyakit dapat langsung selama 1-3 bulan. Pada periksa dalam hampir tidak diketemukan apa-apa karena yang paling banyak terkena adalah vena ovarika. lebih panas dibandingkan dengan kaki lainnya. yang sukar dicapai dalam pemeriksaan dalam. kemudian suhu mendadak naik kira-kira pada hari ke-10-20 yang disertai dengan menggigil dan nyeri sekali. abses. . 6.Nyeri hebat pada lipat paha dan daerah paha. Tromboflebitis femoralis Keadaan umum tetap baik. darah diambil pada saat tepat sebelum mulainya menggigil. hematuria. . 2. biasanya kaki kiri akan memberikan tanda-tanda sebagai berikut: . menggil inisial terjadi sangat berat (30-40 menit) dengan interval hanya beberapa jam saja dan kadang-kadang 3 hari pada waktu menggigil penderita hampir tidak panas. . . Untuk membuat kultur darah. 1.paru (infark. Pada salah satu kaki yang terkena.Reflektorik akan terjadi spasmus arteria sehingga kaki menjadi bengkak. b. dan dingin dan pulsasi menurun. 3. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pada paru. pada persedian. teatapi lebih sering dimulai dari jari-jari kaki dan pergelangan kaki kemudian melus dari bawah ke atas.Edema kadang-kadang terjadi sebelum atau sesudah nyeri dan pada umumnya terdapat pada paha bagian atas. putih.Kaki sedikit dalam keadaan fleksi dan rotasi keluar serta sukar bergerak.15 - Menggigil berulang kali.

Sebuah tes negatif secara signifikan menurunkan kemungkinan bekuan.7 Diagnosa Tromboplebitis Ketidaknyamanan dan penampilan kaki pada tromboflebitis biasanya cukup bagi seorang dokter untuk mendiagnosa kondisi ini. yang terjadi spontan atau dengan memijat betis atau dengan meregangkan tendo akhiles (tanda homan positif). Vena dengan sirkulasi yang sehat terlihat berbeda dari Vena dengan tromboflebitis. Tes darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa untuk melarutkan zat gumpalan yang disebut D-dimer. USG menggunakan gelombang suara dan komputer untuk membuat gambar dari daerah yang terkena untuk membantu dokter menentukan apakah bekuan hadir dan menghalangi aliran darah. Memeriksa denyut dan tekanan darah juga dapat membantu. memberikan gambaran bagian dalam pembuluh darah. Gumpalan sendiri tidak muncul. Jika penyebabnya tidak mudah diidentifikasi. Tapi tergantung pada pembuluh darah yang terlibat. Dokter mungkin melakukan tes venogram. tes yang dapat dilakukan untuk menentukan penyebabnya. Tapi ada beberapa pembuluh darah di kaki yang tidak muncul dengan baik pada USG. tetapi juga dapat menunjukkan penyebab lain.Nyeri pada betis.16 . Cairan akan muncul di X-ray. tapi dokter dapat mengetahui berapa banyak pewarna yang melalui kaki dan catatan di mana aliran darah berhenti karena bekuan darah. dan dokter harus melakukan tes untuk menentukan apakah kondisi ini menyebabkan masalah. sebagai berikut: . Sebuah tes positif dapat menunjukkan bekuan. 3. Ini sulit atau tidak mungkin untuk mengetahui apakah penderita mengalami masalah sirkulasi atau tidak. terutama pembuluh darah dalam dekat dengan lutut. gejala mungkin ter lihat jelas atau mungkin tidak jelas. di mana Cairan disuntikkan ke kaki dan diarahkan ke dalam pembuluh darah yang terkena untuk membuat jalan kembali ke jantung.

B. Tromboflebitis femoralis Terapi Medik : . siapkan untuk menjalani pembedahan. 3. nonsteroid obat anti inflamasi (OAINS). pengobatan berupa Obat analgesik (Anti nyeri). heparin jika terdapat tanda-tanda atau dugaan adanya emboli pulmonum. bisa disuntikkan anestesi (obat bius) lokal. seperti ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.8 Komplikasi Trombophlebitis Komplikai pada paru-paru : infark. dan dilakukan pengangkatan trombus dan kemudian pemakaian perban kompresi selama beberapa hari. Dan untuk mempercepat penyembuhan. Pelvio Tromboflebitis 1. Komplikasi pada mata. Secara umum. Terapi operatif : pengikatan vena kava inferior dan vena ovarika jika emboli septik terus berlangsung sampai mencapai paru-paru. antikoagulan atau pengencer darah untuk mencegah pembentukan gumpalan baru. meskipun sedang dilakukan hipernisasi. Trombolitik untuk melarutkan bekuan yang sudah ada. antibiotik (jika terdapat infeksi).9 Penatalaksanaan dan Prognosis Thrombophlebitis Pola Pengobatan Tromboflebitis Flebitis superfisialis sering menghilang dengan sendirinya.17 USG Doppler Ekstremitas arteriografi Studi pembekuan darah (tes pembekuan darah) 3. 2. pneumonia Komplikasi pada ginjal sinistra : nyeri mendadak yang diikuti dengan proteinuria dan hematuria. Penatalaksanaan Tromboflebitis A. persendian dan jaringan subkutan. Terapi medik: pemberian antibiotika. abses.

Prognosa dari penyakit ini sangat baik apabila dilakukan pencegahan dini dan penanganan yang tepat. pembuluh darah atau jantung) selama masih hidup.18 1. Berikan anti koagulan. Anjurkan ambulasi dini untuk meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah dan menurunkan kemungkinan pembentukan pembekuan darah. 3. analgesik. Jauhkan tekanan dari daerah untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut. dan pastikan untuk memberikan alas pada penyokong kaki guna mencegah adanya tekanan yaang kuat pada betis. Pastikan Pasien untuk tidak berada pada posisi litotomi dan menggantung kaki lebih dari 1 jam. 3. 4. Sediakan stocking pendukung kepada Pasien pasca partum yang memiliki varises vena untuk meningkatkan sirkulasi vena dan membantu mencegah kondisi stasis BAB IV PENUTUP 4. 2. 2. Siapkan pemberian protamin sulfat sebagai antagonis heparin.1 KESIMPULAN • Trombosis ialah proses pembentukan bekuan darah atau koagulan dal sistem vaskular (yaitu. dan anti biotik sesuai dengan resep. Pemberian analgesik dan antibiotik. • Menurut vircow terdapat tiga kelompok faktor yang dapat mencegah pembentukan trombus yang tidak normal antara lain : # perubahan pada permukaan endotel pembuluh # perubahan pada aliran darah # perubahan pada konstitensi darah .10 Pencegahan Trombophlebitis 1. 3.

sehingga bagi siapapun yang mengalami gejalayang serupa dengan trombophlebitis atau melihat orang lain dengan gejala serupa segera konsultasikan dengan dokter setempat. • Penyebab dari tromboflebitis antara lain : # perubahan susunan darah # perubahan laju peredaran darah # perubahan lapisan interna pembuluh darah • Faktor predisposisi tromboflebitis. Loraine M Wilson. 2008. endapan fibrin. John E Hall. Ethel. Jakarta: EGC Sylvia A Price.19 • Trombus terdiri dari berbagai kombinasi agregasi trombosit. 2003. 2003. yaitu usia lanjut. 4. Arthur C. Fisiologi Kedokteran. kebiasaan menekuk kaki. serta eritrosit dan leukosit yang terjaring. • Efek dari trombus bergantung kepada besar dan jenis trombus.. Loraine M Wilson.2 Saran Setelah membaca makalah ini penulis berharap pembaca bisa menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan trombophlebitis seperti faktor penyebab dan faktor predisposisi. Jakarta: EGC . pembuluh darah yang terkena. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 volume 2. 2003. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Selain itu trombophlebitis ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 volume 1. DAFTAR PUSTAKA Guyton. • Tromboflebitis adalah kondisi dimana terbentuk bekuan dalam vena sekunder akibat inflamasi/trauma dinding vena atau karena obstruksi vena sebagian. Jakarta :EGC Sylvia A Price. Jakarta:EGC Sloane. varises.

20 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->