P. 1
Makalah Proses Sosial Dan Interaksi Sosial

Makalah Proses Sosial Dan Interaksi Sosial

|Views: 1,255|Likes:
Published by Firman Syah Rian

More info:

Published by: Firman Syah Rian on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2014

pdf

text

original

MAKALAH PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

4. Dapat mengenal ciri-ciri dan tujuan dari interaksi sosial. Untuk mengetahui apa pengertian/definisi dari proses sosial dan interaksi sosial. yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial. bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah. 6. 7. Mampu menganalisis contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial. 3. Dapat mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. atau mungkin pertemuan dalam suatu pertikaian dan lain sebagainya. Antar aksi (interaksi) sosial. 2. Dimana di dalamnya terdapat suatu proses hubungan antara manusia dengan yang lainnya. Hubungan-hubungan sosial itu pada awalnya merupakan proses penyesuaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan masyarakat. dimaksudkan sebagai pengaruh timbal balik antara dua belah pihak. Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola-pola perilaku manusia yang berbeda menurut situasi dan kepentingannya masing-masing. . Proses hubungan tersebut berupa antar aksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus. 5. B. Mengenal bentuk-bentuk proses/interaksi sosial. Mengetahui apa-apa saja faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial.BAB I PENDAHULUAN A. Secara singkat. Misalnya saling berbicara (komunikasi). melainkan merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam hubungan tersebut. Latar Belakang Proses sosial merupakan aspek dinamis dari kehidupan masyarakat. Kemudian meningkat menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan secara fisik. dapat dikatakan bahwa proses sosial itu adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat. yaitu antara individu satu dengan individu atau kelompok lainnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Mengenal contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial.

Soerdjono Dirdjosisworo. Interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial timbal balik yang dinamis. Kemudian ditegaskan lagi. Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian proses sosial dan interaksi sosial : a. ia memberikan batasan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara individu dan golongan di dalam usaha mereka untuk memecahkan persoalan yang dihadapi dan di dalam usaha mereka untuk mencapai tujuannya. proses sosial adalah proses kelompok-kelompok dan individu-individu saling berhubungan. Adham Nasution. Ia kemudian memperinci pengertian rumusan ini sebagai berikut : 1) Pengaruh timbal balik sebagai akibat hubungan timbal balik antara individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok mengenai berbagai aspek kehidupan manusia seperti politik. Dengan proses sosial dimaksudkan cara-cara interaksi (aksi dan reaksi) yang dapat diamati apabila perubahan-perubahan mengganggu cara hidup yang telah ada. Definisi Proses Sosial dan Interaksi Sosial Dalam membahas mengenai proses sosial dan interaksi sosial. antara kelompok-kelompok manusia.Z. e. Abu Ahmadi. ekonomi. Konsep Teori 1. bahwa proses sosial adalah rangkaian sikap/tindakan manusia (human actions) yang merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain. sebelumnya perlu diketahui apa itu pengertiannya. 2) Berbagai segi kehidupan tersebut adalah penerapan aspek-aspek utama dalam kehidupan sosial yang mewarnai bahkan menentukan perkembangan dalam kehidupan bersama.BAB II PEMBAHASAN A. yang merupakan bentuk antara aksi sosial. Ia adalah suatu proses timbal balik. Dengan konsep interaksi sosial. yang mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku orang lain. yang menyangkut hubungan antara orang-orang secara perorangan. c. . Interaksi adalah suatu proses melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut menjadi unsur penggerak bagi tindak balas dari kelompok yang lain. Roucek dan Warren. ialah bentuk-bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang perorangan mengadakan hubungan satu sama lain. Gillin dan Gillin. Robert M. f. d. b. sosial budaya dan keamanan. proses-proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. mengemukakan Definisi perubahan sosial yaitu proses dimana dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu.. mengartikan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia.

sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. Faktor-Faktor yang Mendasari Proses Terbentuknya Interaksi Sosial a. 2) Faktor Sugesti Adalah rangsangan. 5) Faktor Motivasi Yaitu rangsangan. 4) Faktor Simpati Yaitu proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang dikarenakan sikapnya. penampilannya. pengaruh. Loomis. Tercapainya tujuan hubungan dan kepentingan c. Terciptanya hubungan yang harmonis b. wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa. stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain. pengaruh. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang c. sebuah hubungan itu bisa dikatakan interaksi sosial jika memiliki ciri-ciri hubungan sebagai berikut : a. Jumlah pelakunya adalah dua orang atau lebih b. rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Faktor Internal Adapun yang menjadi dorongan dari dalam diri seseorang untuk berinteraksi sosial meliputi halhal berikut : 1) Dorongan untuk meneruskan keturunan 2) Dorongan untuk memenuhi kebutuhan 3) Dorongan untuk mempertahankan kehidupan 4) Dorongan untuk berkomunikasi b. 3) Faktor Identifikasi Adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Adanya tujuan yang hendak dicapai Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dari interaksi sosial itu adalah sebagai berikut : a. bahkan apa-apa yang dimilikinya. Sebagai sarana dalam mewujudkan keteraturan hidup (kehidupan sosial masyarakat) 3. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkaian proses peniruan pola perilaku saja. Faktor Eksternal Terdiri dari : 1) Faktor Imitasi Yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang . tetapi juga melalui proses kejiawaan yang sangat mendalam. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu. baik sikap penampilan. stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional. Imitasi pertama kali muncul di lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat. Ciri-Ciri dan Tujuan Interaksi Sosial Menurut Charles P. gaya hidupnya.2. masa kini dan masa yang akan datang d.

Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung antara pihak satu dengan pihak lainnya. Misalnya : melalui telepon. Proses-proses yang Asosiatif a. dimana di dalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami terhadap aktivitas masing-masing. surat. yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. persaingan. Misalnya suatu pertikaian untuk sementara waktu dapat diselesaikan (akomodasi). b. Menurut Charles Horton Cooley. komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan.memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. . Kontak sosial tidak langsung adalah kontak sosial yang menggunakan alat sebagai perantaranya. a. karena adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam suatu hubungan sosial. gerak-gerak badaniah atau sikap) perasaanperasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Bentuk-bentuk tersebut dapat terjadi secara berantai terus-menerus. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam (intens). akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. 4. dan lain-lain. Kontak Sosial (Social Contact) Kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih. Prosesproses interaksi yang pokok adalah sebagai berikut : 1. Kerja Sama (Cooperation) Kerja sama adalah suatu bentuk proses sosial. Komunikasi (Communication) Menurut Soerjono Soekanto. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk. kemudian dapat bekerja sama. Roucek dan Warren mengatakan bahwa kerja sama berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. apabila telah memenuhi persyaratan sebagai aspek kehidupan bersama. radio. Contohnya : motivasi dari seorang ayah kepada anaknya dan dari seorang guru kepada siswa. Dengan adanya komunikasi. yaitu kerja sama. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Terjadinya interaksi sosial sebagaimana dimaksud. pertikaian atau pertentangan dan akomodasi. melalui percakapan dengan saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat. berubah menjadi persaingan dan apabila persaingan ini memuncak maka dapat terjadi pertikaian. bahkan dapat berlangsung seperti lingkaran tanpa berujung. maka sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang dapat diketahui dan dipahami. 5. Dalam proses sosial baru dapat dikatakan terjadi interaksi sosial. kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingankepentingan tersebut melalui kerja sama. 6) Faktor Empati Faktor empati mirip dengan simpati.

baik sementara waktu maupun secara temporer. 5) Joint Venture. 3) Kooptasi (Cooptation). b. yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. Asimilasi (Assimilation) Menurut Gillin & Gillin. misalnya melalui perkawinan campuran. 3) Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.Menurut James D. 4) Koalisi (Coalition). Thompson dan William J. Menurut Soedjono. 3) Bersifat langsung dan primer . hidupnya terpisah. 4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah. c. Akomodasi (Accomodation) Akomodasi adalah suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang menunjukkan keseimbangan yang berhubungan dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Tujuan akomodasi (menurut Soerjono Soekanto) dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapi yaitu : 1) Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. pengelolaan pelabuhan dan lain sebagainya. dimana pihak yang lain tersebut juga berlaku sama. 3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan aling menyeseuaikan diri. yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. akomodasi adalah suatu keadaan dimana suatu pertikaian atau konflik mendapat penyelesaian sehingga terjalin kerja sama yang baik kembali. 2) Tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan. perhotelan perfilman. sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. 2) Bargaining. 2) Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan insentif untuk waktu yang lama. seperti misalnya yang dijumpai pada masyarakat-masyarakat dengan sistem berkasta. 2) Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan. Proses asimilasi bila memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 1) Bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain. ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. Misalnya pengeboran minyak. Mc Ewen ada 5 (lima) bentuk kerja sama yaitu : 1) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. Koentjaraningrat berpendapat bahwa proses asimilasi timbul bila ada : 1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.

3) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah. 6) In-group feeling. perlawanan. Kontraversi (Competition) Kontraversi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan antara pertikaian dan juga merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. 5) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. 2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi. 2. 5) Dalam batas-batas tertentu. 6) Perkawinan campuran (amalgamation) 7) Adanya musuh bersama dari luar. mendapatkan kekayaan. Proses-proses yang Disosiatif a. 4) Berkhianat. Persaingan (Competition) Persaingan merupakan suatu usaha dari seseorang untuk mencapai sesuatu yang lebih daripada yang lain.4) Berfrekuensi tinggi dan tetap serta ada keseimbangan Ada beberapa faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi. Bentuk-bentuk kontraversi antara lain adalah sebagai berikut : 1) Perbuatan penolakan. mendapatkan kekuasaan. memperoleh jodoh. mendapatkan nama baik. 5) Mengejutkan lawan. b. antara lain adalah : 1) Toleransi. Ada juga beberapa hal yang dapat menghalangi terjadinya proses asimilasi. yaitu sebagai berikut : 1) Toleransinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat 2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu sering kali menimbulkan faktor ketiga. dan lain-lain. . 3) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi. Persaingan biasanya didorong oleh hal-hal seperti mendapatkan status sosial. 2) Persaingan Kelompok. 4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. dan lain-lain. 7) Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas. 3) Melakukan penghasutan. adalah persaingan yang berlangsung antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok secara langsung. 8) Perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi. 4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. Persaingan ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : 1) Persaingan Pribadi. 2) Menyangkal pernyataan orang lain dimuka umum. adalah persaingan yang berlangsung antara kelompok dengan kelompok. karena perbedaan agama dan lain-lain.

Pertikaian atau Pertentangan (Conflict) Pertikaian adalah bentuk persaingan yang berkembang secara negatif. 1. dan takluknya salah satu pihak B. atau berusaha mengenyahkan yang lain menjadi rivalnya. misalnya pertentangan antara orang-orang dalam seminar. artinya di satu pihak bermaksud untuk mencelakakan atau paling tidak berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya. dimana perbedaan pendapat bisa diselesaikan secara ilmiah. Kabupaten Mesuji. Konflik yang melibatkan warga Kampung Wirabangun. Adapun sebab-sebab yang menimbulkan pertentangan adalah sebagai berikut : 1) Perbedaan antara individu-individu 2) Perbedaan kebudayaan 3) Perbedaan kepentingan 4) Perubahan sosial Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk antara lain seperti berikut : 1) Pertentangan pribadi 2) Pertentangan Rasial 3) Pertentangan antara kelas-kelas sosial 4) Pertentangan politik 5) Pertentangan yang bersifat internasional Dari bentuk-bentuk pertentangan tersebut akan mengakibatkan dampak-dampak seperti berikut : 1) Bertambahnya solidaritas in-group 2) Akan goyah dan retaknya persatuan apabila terjadi pertentangan antara golongan-golongan dalam satu kelompok 3) Perubahan kepribadian para individu 4) Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia 5) Akomodasi. Menurut Soedjono.com Jum’at. Berikut ini adalah pemaparannya: Gara-gara Ayam. .18 WIB. dominasi.vivanews. Sumatera Selatan itu dilatar belakangi pencurian ayam. 4 Tewas di Lampung Empat warga tewas dalam bentrok antar warga di Lampung yang terjadi pada Kamis.c. selanjutnya dapat kami paparkan sebuah contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial dan mencoba untuk menganalisis kasus tersebut. pertikaian adalah suatu bentuk dalam interelasi sosial dimana terjadi usahausaha pihak yang satu berusaha menjatuhkan pihak yang lain. Kabupaten Oki. 26 November 2010 pukul 17. pertikaian tidak selamanya disertai kekerasan. Pemaparan Setelah mengemukakan konsep-konsep teori yang dijelaskan sebelumnya. Meskipun demikian. Lampung dengan Kampung Pematang Panggang. Contoh Kasus Contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial yang akan disajikan ini dikutip dari wap. bahkan ada pertikaian yang berbentuk lunak dan mudah untuk dikendalikan. Kecamatan Simpang Pematang. 25 November 2010. atau sekurangkurangnya tidak emosional.

c. diantaranya seperti berikut : . yaitu antara warga Kampung Wirabangun dengan warga Kampung Pematang Panggang. Sementara itu. satu peleton Brimob diturunkan ke lokasi kejadian. Brigadir Jenderal Sulistyo Ishaq. Analisis Contoh Kasus Dari contoh kasus yang telah dipaparkan sebelumnya. Jumat. yaitu pada saat pelaku yang berhasil melarikan diri ke Kampung Pematang Panggang lalu memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga pelaku berinisial H yang tewas. bentrokan itu setidaknya mengakibatkan 10 rumah rusak.” kata Sulis. Tak kurang.Pelaku yang dibacok oleh warga saat tertangkap melakukan pencurian . pelaku dibacok dan ditemukan terkapar di kebun sawit. Dia lalu memberitahukan kejadian itu kepada keluarga H. mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 16.Perbuatan mencuri yang dilakukan oleh si pelaku . pelaku lain berhasil melarikan diri ke Kampung Pematang Panggang. Setidaknya dua warga lain harus dirawat karena terluka. Tak hanya memakan korban jiwa dan luka. Faktor Penyebab Terjadinya Interaksi Sosial Faktor yang menyebabkan terjadinya interaksi sosial dalam contoh kasus tersebut dapat dianalisa sesuai dengan konsep teori yang telah dijelaskan sebelumnya. para pelaku melarikan diri ke arah PT SIP.00 WIB. Mereka dipergoki warga Wirabangun. “Oleh warga.Keempat warga yang tewas adalah Sulisanto dan Hasan bin Bagus Ise yang merupakan warga Rejobinangun. Pola Hubungan Dapat dengan jelas diketahui bahwa interaksi sosial yang terdapat pada contoh kasus tersebut memiliki pola hubungan antara kelompok dengan kelompok. Kapolda Lampung. “Sehingga masyarakat Pematang Panggang Kabupaten Oki langsung menyerang balik warga Wirabangun. dan Tumijan warga Wirabangun. Suwarno alias Gano. dapat dilakukan berupa analisa-analisa sebagai berikut : a. 26 November 2010. dan 2 sepeda motor hangus. Dari hal tersebut dapat dilihat adanya pengaruh yang diberikan si pelaku terhadap warga Pematang Panggang sehingga warga menuruti begitu saja penyampaian si pelaku dan langsung menyerang balik warga Wirabangun tanpa berpikir secara kritis dan rasional terlebih dahulu. Sulistyo mengatakan polisi telah berhasil mengendalikan keadaan. faktor tersebut adalah berupa Faktor Sugesti (Suggestion). Karena ketahuan.” kata kata Sulistyo Ishaq.” kata dia. 1 rumah dibakar. namun ada juga bagian proses sosial yang sifatnya asosiasi. 2. sehingga masyarakat Pematang Panggang langsung menyerang balik warga Wirabangun. b. Salah satu pelaku berinisial H dibacok warga. antara lain adalah sebagai berikut : 1) Proses Disosiatif Adanya bentuk interaksi sosial yang berupa kontravensi (Contravention) dan Pertikaian (Conflict). Bentrok berawal saat dua orang hendak mencuri ayam di Kampung Wirabangun untuk diadu. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial yang Terjadi Bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi yang terdapat dalam contoh kasus tersebut bila dianalisa sebagian besar merupakan proses sosial yang disosiatif. “Tokoh masyarakat juga diberdayakan agar masyarakat saling menahan diri.

yang tewas maupun luka-luka 2) Hancurnya harta benda berupa rumah-rumah dan sepeda motor yang rusak .Penyampaian kabar yang tak sedap dari si pelaku yang berhasil melarikan diri tentang pembunuhan terhadap pelaku yang berinisial H kepada keluarganya . diantaranya sebagai berikut : .Berperannya tokoh masyarakat agar masyarakat dapat saling menahan diri Dari bentuk-bentuk interaksi sosial tersebut timbul akibat-akibat buruk antara lain : 1) Jatuhnya korban manusia.Puncak dari kontravensi tersebut adalah bentrokan antara warga Pematang Panggang dengan warga Wirabangun 2) Proses Asosiatif Dalam contoh kasus tersebut juga timbul proses sosial yang bersifat asosiasi..Pengendalian keadaan oleh polisi .

Sebaliknya.BAB III PENUTUP A. Saran Hendaknya masyarakat (manusia) dapat menyadari. B. Kesimpulan Dari penjelasan-penjelasan dan pemaparan yang telah disebutkan sebelumnya dapat diamati apabila sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. . terapkanlah interaksi sosial yang sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat agar hubungan-hubungan sesama makhluk sosial dapat berlangsung dengan baik. sebagai makhluk sosial tidak dapat untuk berdiri sendiri dalam artian perlu berhubungan dengan individu atau pun kelompok lain yang dalam ilmu sosiologi disebut proses sosial dan bentuk umum dari proses sosial itu adalah interaksi sosial. Maka dari itu. apabila interaksi sosial tidak dilakukan sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat maka interaksi sosial akan berlangsung kurang baik bahkan bisa saja sangat buruk. interaksi sosial akan berlangsung secara baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->