MAKALAH PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

3. Mengetahui apa-apa saja faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial. 6. Mampu menganalisis contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial. 7. Mengenal contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial. dapat dikatakan bahwa proses sosial itu adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat. Mengenal bentuk-bentuk proses/interaksi sosial. dimaksudkan sebagai pengaruh timbal balik antara dua belah pihak. . 5. Misalnya saling berbicara (komunikasi). Secara singkat. 2. melainkan merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam hubungan tersebut. Latar Belakang Proses sosial merupakan aspek dinamis dari kehidupan masyarakat. 4. B. Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola-pola perilaku manusia yang berbeda menurut situasi dan kepentingannya masing-masing. Antar aksi (interaksi) sosial. Untuk mengetahui apa pengertian/definisi dari proses sosial dan interaksi sosial. Dapat mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Hubungan-hubungan sosial itu pada awalnya merupakan proses penyesuaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Proses hubungan tersebut berupa antar aksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus. Kemudian meningkat menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan secara fisik. atau mungkin pertemuan dalam suatu pertikaian dan lain sebagainya. Dimana di dalamnya terdapat suatu proses hubungan antara manusia dengan yang lainnya. yaitu antara individu satu dengan individu atau kelompok lainnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Dapat mengenal ciri-ciri dan tujuan dari interaksi sosial. yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan masyarakat. bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah.BAB I PENDAHULUAN A.

Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian proses sosial dan interaksi sosial : a. sosial budaya dan keamanan. e. Dengan konsep interaksi sosial. maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia. Interaksi adalah suatu proses melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut menjadi unsur penggerak bagi tindak balas dari kelompok yang lain. Konsep Teori 1. Ia adalah suatu proses timbal balik. c. ialah bentuk-bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang perorangan mengadakan hubungan satu sama lain. f. Adham Nasution.BAB II PEMBAHASAN A. yang merupakan bentuk antara aksi sosial. Kemudian ditegaskan lagi. Abu Ahmadi. yang menyangkut hubungan antara orang-orang secara perorangan. Roucek dan Warren. sebelumnya perlu diketahui apa itu pengertiannya. mengemukakan Definisi perubahan sosial yaitu proses dimana dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu. yang mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku orang lain. b. mengartikan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. antara kelompok-kelompok manusia. proses sosial adalah proses kelompok-kelompok dan individu-individu saling berhubungan. Interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial timbal balik yang dinamis.. bahwa proses sosial adalah rangkaian sikap/tindakan manusia (human actions) yang merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain. Definisi Proses Sosial dan Interaksi Sosial Dalam membahas mengenai proses sosial dan interaksi sosial. Dengan proses sosial dimaksudkan cara-cara interaksi (aksi dan reaksi) yang dapat diamati apabila perubahan-perubahan mengganggu cara hidup yang telah ada. . d. Gillin dan Gillin. Soerdjono Dirdjosisworo.Z. Robert M. 2) Berbagai segi kehidupan tersebut adalah penerapan aspek-aspek utama dalam kehidupan sosial yang mewarnai bahkan menentukan perkembangan dalam kehidupan bersama. proses-proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. ekonomi. ia memberikan batasan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara individu dan golongan di dalam usaha mereka untuk memecahkan persoalan yang dihadapi dan di dalam usaha mereka untuk mencapai tujuannya. Ia kemudian memperinci pengertian rumusan ini sebagai berikut : 1) Pengaruh timbal balik sebagai akibat hubungan timbal balik antara individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok mengenai berbagai aspek kehidupan manusia seperti politik.

Faktor-Faktor yang Mendasari Proses Terbentuknya Interaksi Sosial a. Adanya tujuan yang hendak dicapai Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dari interaksi sosial itu adalah sebagai berikut : a. Jumlah pelakunya adalah dua orang atau lebih b. Loomis. baik sikap penampilan. Ciri-Ciri dan Tujuan Interaksi Sosial Menurut Charles P. stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu. masa kini dan masa yang akan datang d. 5) Faktor Motivasi Yaitu rangsangan. 3) Faktor Identifikasi Adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Terciptanya hubungan yang harmonis b. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang c. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. pengaruh. Faktor Eksternal Terdiri dari : 1) Faktor Imitasi Yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain. pengaruh. gaya hidupnya. stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional. tetapi juga melalui proses kejiawaan yang sangat mendalam. rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Faktor Internal Adapun yang menjadi dorongan dari dalam diri seseorang untuk berinteraksi sosial meliputi halhal berikut : 1) Dorongan untuk meneruskan keturunan 2) Dorongan untuk memenuhi kebutuhan 3) Dorongan untuk mempertahankan kehidupan 4) Dorongan untuk berkomunikasi b.2. sebuah hubungan itu bisa dikatakan interaksi sosial jika memiliki ciri-ciri hubungan sebagai berikut : a. bahkan apa-apa yang dimilikinya. penampilannya. Sebagai sarana dalam mewujudkan keteraturan hidup (kehidupan sosial masyarakat) 3. Imitasi pertama kali muncul di lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat. 4) Faktor Simpati Yaitu proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang dikarenakan sikapnya. wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa. Tercapainya tujuan hubungan dan kepentingan c. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang . Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkaian proses peniruan pola perilaku saja. 2) Faktor Sugesti Adalah rangsangan.

berubah menjadi persaingan dan apabila persaingan ini memuncak maka dapat terjadi pertikaian. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung antara pihak satu dengan pihak lainnya. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam (intens). akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Kontak sosial tidak langsung adalah kontak sosial yang menggunakan alat sebagai perantaranya. Komunikasi (Communication) Menurut Soerjono Soekanto. . Prosesproses interaksi yang pokok adalah sebagai berikut : 1. Menurut Charles Horton Cooley. a. kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingankepentingan tersebut melalui kerja sama.memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. b. yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Contohnya : motivasi dari seorang ayah kepada anaknya dan dari seorang guru kepada siswa. apabila telah memenuhi persyaratan sebagai aspek kehidupan bersama. Dalam proses sosial baru dapat dikatakan terjadi interaksi sosial. maka sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang dapat diketahui dan dipahami. gerak-gerak badaniah atau sikap) perasaanperasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. yaitu kerja sama. komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan. kemudian dapat bekerja sama. persaingan. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Terjadinya interaksi sosial sebagaimana dimaksud. Kontak Sosial (Social Contact) Kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih. 6) Faktor Empati Faktor empati mirip dengan simpati. radio. Misalnya : melalui telepon. karena adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam suatu hubungan sosial. 5. Proses-proses yang Asosiatif a. dan lain-lain. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk. dimana di dalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami terhadap aktivitas masing-masing. pertikaian atau pertentangan dan akomodasi. surat. 4. Dengan adanya komunikasi. Kerja Sama (Cooperation) Kerja sama adalah suatu bentuk proses sosial. Roucek dan Warren mengatakan bahwa kerja sama berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk-bentuk tersebut dapat terjadi secara berantai terus-menerus. melalui percakapan dengan saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat. Misalnya suatu pertikaian untuk sementara waktu dapat diselesaikan (akomodasi). bahkan dapat berlangsung seperti lingkaran tanpa berujung.

Mc Ewen ada 5 (lima) bentuk kerja sama yaitu : 1) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong. baik sementara waktu maupun secara temporer. hidupnya terpisah. Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. 3) Kooptasi (Cooptation). 3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan aling menyeseuaikan diri. misalnya melalui perkawinan campuran. b. 2) Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. 3) Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. 5) Joint Venture. ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. 4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah. seperti misalnya yang dijumpai pada masyarakat-masyarakat dengan sistem berkasta. Misalnya pengeboran minyak. Tujuan akomodasi (menurut Soerjono Soekanto) dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapi yaitu : 1) Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. 4) Koalisi (Coalition). yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. 3) Bersifat langsung dan primer . akomodasi adalah suatu keadaan dimana suatu pertikaian atau konflik mendapat penyelesaian sehingga terjalin kerja sama yang baik kembali.Menurut James D. Thompson dan William J. dimana pihak yang lain tersebut juga berlaku sama. Asimilasi (Assimilation) Menurut Gillin & Gillin. Akomodasi (Accomodation) Akomodasi adalah suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang menunjukkan keseimbangan yang berhubungan dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Koentjaraningrat berpendapat bahwa proses asimilasi timbul bila ada : 1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya. Proses asimilasi bila memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 1) Bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain. pengelolaan pelabuhan dan lain sebagainya. Menurut Soedjono. 2) Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan insentif untuk waktu yang lama. 2) Tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan. c. perhotelan perfilman. yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. 2) Bargaining.

memperoleh jodoh. Persaingan (Competition) Persaingan merupakan suatu usaha dari seseorang untuk mencapai sesuatu yang lebih daripada yang lain. Persaingan ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : 1) Persaingan Pribadi. Ada juga beberapa hal yang dapat menghalangi terjadinya proses asimilasi. 3) Melakukan penghasutan. Persaingan biasanya didorong oleh hal-hal seperti mendapatkan status sosial. karena perbedaan agama dan lain-lain. adalah persaingan yang berlangsung antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok secara langsung. Bentuk-bentuk kontraversi antara lain adalah sebagai berikut : 1) Perbuatan penolakan. . 2) Menyangkal pernyataan orang lain dimuka umum. mendapatkan kekayaan. 5) Dalam batas-batas tertentu. 6) Perkawinan campuran (amalgamation) 7) Adanya musuh bersama dari luar.4) Berfrekuensi tinggi dan tetap serta ada keseimbangan Ada beberapa faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi. 6) In-group feeling. 2) Persaingan Kelompok. mendapatkan kekuasaan. 7) Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas. 5) Mengejutkan lawan. 3) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi. 5) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. antara lain adalah : 1) Toleransi. 2. 4) Berkhianat. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah. 8) Perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi. adalah persaingan yang berlangsung antara kelompok dengan kelompok. 3) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. yaitu sebagai berikut : 1) Toleransinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat 2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu sering kali menimbulkan faktor ketiga. dan lain-lain. 2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi. 4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. mendapatkan nama baik. Kontraversi (Competition) Kontraversi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan antara pertikaian dan juga merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. dan lain-lain. Proses-proses yang Disosiatif a. 4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. b. perlawanan.

25 November 2010. Berikut ini adalah pemaparannya: Gara-gara Ayam.18 WIB. pertikaian adalah suatu bentuk dalam interelasi sosial dimana terjadi usahausaha pihak yang satu berusaha menjatuhkan pihak yang lain. 26 November 2010 pukul 17. Kabupaten Oki. Lampung dengan Kampung Pematang Panggang. artinya di satu pihak bermaksud untuk mencelakakan atau paling tidak berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya. Kabupaten Mesuji. selanjutnya dapat kami paparkan sebuah contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial dan mencoba untuk menganalisis kasus tersebut. dan takluknya salah satu pihak B. bahkan ada pertikaian yang berbentuk lunak dan mudah untuk dikendalikan. Konflik yang melibatkan warga Kampung Wirabangun.com Jum’at. 4 Tewas di Lampung Empat warga tewas dalam bentrok antar warga di Lampung yang terjadi pada Kamis. dimana perbedaan pendapat bisa diselesaikan secara ilmiah.vivanews. Contoh Kasus Contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial yang akan disajikan ini dikutip dari wap. Adapun sebab-sebab yang menimbulkan pertentangan adalah sebagai berikut : 1) Perbedaan antara individu-individu 2) Perbedaan kebudayaan 3) Perbedaan kepentingan 4) Perubahan sosial Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk antara lain seperti berikut : 1) Pertentangan pribadi 2) Pertentangan Rasial 3) Pertentangan antara kelas-kelas sosial 4) Pertentangan politik 5) Pertentangan yang bersifat internasional Dari bentuk-bentuk pertentangan tersebut akan mengakibatkan dampak-dampak seperti berikut : 1) Bertambahnya solidaritas in-group 2) Akan goyah dan retaknya persatuan apabila terjadi pertentangan antara golongan-golongan dalam satu kelompok 3) Perubahan kepribadian para individu 4) Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia 5) Akomodasi. pertikaian tidak selamanya disertai kekerasan. misalnya pertentangan antara orang-orang dalam seminar. Sumatera Selatan itu dilatar belakangi pencurian ayam. atau sekurangkurangnya tidak emosional. atau berusaha mengenyahkan yang lain menjadi rivalnya. Pertikaian atau Pertentangan (Conflict) Pertikaian adalah bentuk persaingan yang berkembang secara negatif. Menurut Soedjono. Pemaparan Setelah mengemukakan konsep-konsep teori yang dijelaskan sebelumnya. Meskipun demikian. Kecamatan Simpang Pematang. dominasi. .c. 1.

antara lain adalah sebagai berikut : 1) Proses Disosiatif Adanya bentuk interaksi sosial yang berupa kontravensi (Contravention) dan Pertikaian (Conflict).Keempat warga yang tewas adalah Sulisanto dan Hasan bin Bagus Ise yang merupakan warga Rejobinangun. Mereka dipergoki warga Wirabangun. satu peleton Brimob diturunkan ke lokasi kejadian. mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 16. Pola Hubungan Dapat dengan jelas diketahui bahwa interaksi sosial yang terdapat pada contoh kasus tersebut memiliki pola hubungan antara kelompok dengan kelompok. Brigadir Jenderal Sulistyo Ishaq. Analisis Contoh Kasus Dari contoh kasus yang telah dipaparkan sebelumnya. Sulistyo mengatakan polisi telah berhasil mengendalikan keadaan. dapat dilakukan berupa analisa-analisa sebagai berikut : a. sehingga masyarakat Pematang Panggang langsung menyerang balik warga Wirabangun. Tak kurang. “Sehingga masyarakat Pematang Panggang Kabupaten Oki langsung menyerang balik warga Wirabangun. “Tokoh masyarakat juga diberdayakan agar masyarakat saling menahan diri. 26 November 2010.00 WIB. 1 rumah dibakar.Perbuatan mencuri yang dilakukan oleh si pelaku .” kata dia. pelaku dibacok dan ditemukan terkapar di kebun sawit. dan 2 sepeda motor hangus. diantaranya seperti berikut : . Setidaknya dua warga lain harus dirawat karena terluka. c. Faktor Penyebab Terjadinya Interaksi Sosial Faktor yang menyebabkan terjadinya interaksi sosial dalam contoh kasus tersebut dapat dianalisa sesuai dengan konsep teori yang telah dijelaskan sebelumnya. namun ada juga bagian proses sosial yang sifatnya asosiasi.” kata kata Sulistyo Ishaq. Jumat. pelaku lain berhasil melarikan diri ke Kampung Pematang Panggang.” kata Sulis. yaitu pada saat pelaku yang berhasil melarikan diri ke Kampung Pematang Panggang lalu memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga pelaku berinisial H yang tewas. Bentrok berawal saat dua orang hendak mencuri ayam di Kampung Wirabangun untuk diadu. yaitu antara warga Kampung Wirabangun dengan warga Kampung Pematang Panggang. Tak hanya memakan korban jiwa dan luka. Sementara itu. Karena ketahuan. Suwarno alias Gano. para pelaku melarikan diri ke arah PT SIP. 2. bentrokan itu setidaknya mengakibatkan 10 rumah rusak. “Oleh warga.Pelaku yang dibacok oleh warga saat tertangkap melakukan pencurian . Kapolda Lampung. b. faktor tersebut adalah berupa Faktor Sugesti (Suggestion). dan Tumijan warga Wirabangun. Dari hal tersebut dapat dilihat adanya pengaruh yang diberikan si pelaku terhadap warga Pematang Panggang sehingga warga menuruti begitu saja penyampaian si pelaku dan langsung menyerang balik warga Wirabangun tanpa berpikir secara kritis dan rasional terlebih dahulu. Dia lalu memberitahukan kejadian itu kepada keluarga H. Salah satu pelaku berinisial H dibacok warga. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial yang Terjadi Bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi yang terdapat dalam contoh kasus tersebut bila dianalisa sebagian besar merupakan proses sosial yang disosiatif.

Puncak dari kontravensi tersebut adalah bentrokan antara warga Pematang Panggang dengan warga Wirabangun 2) Proses Asosiatif Dalam contoh kasus tersebut juga timbul proses sosial yang bersifat asosiasi. yang tewas maupun luka-luka 2) Hancurnya harta benda berupa rumah-rumah dan sepeda motor yang rusak ..Penyampaian kabar yang tak sedap dari si pelaku yang berhasil melarikan diri tentang pembunuhan terhadap pelaku yang berinisial H kepada keluarganya .Pengendalian keadaan oleh polisi .Berperannya tokoh masyarakat agar masyarakat dapat saling menahan diri Dari bentuk-bentuk interaksi sosial tersebut timbul akibat-akibat buruk antara lain : 1) Jatuhnya korban manusia. diantaranya sebagai berikut : .

Saran Hendaknya masyarakat (manusia) dapat menyadari. apabila interaksi sosial tidak dilakukan sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat maka interaksi sosial akan berlangsung kurang baik bahkan bisa saja sangat buruk. Kesimpulan Dari penjelasan-penjelasan dan pemaparan yang telah disebutkan sebelumnya dapat diamati apabila sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.BAB III PENUTUP A. interaksi sosial akan berlangsung secara baik. B. Sebaliknya. Maka dari itu. . terapkanlah interaksi sosial yang sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat agar hubungan-hubungan sesama makhluk sosial dapat berlangsung dengan baik. sebagai makhluk sosial tidak dapat untuk berdiri sendiri dalam artian perlu berhubungan dengan individu atau pun kelompok lain yang dalam ilmu sosiologi disebut proses sosial dan bentuk umum dari proses sosial itu adalah interaksi sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful