MAKALAH PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

Mengenal contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial. melainkan merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam hubungan tersebut. 4. B. Mengetahui apa-apa saja faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial. Dapat mengenal ciri-ciri dan tujuan dari interaksi sosial. bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah. Untuk mengetahui apa pengertian/definisi dari proses sosial dan interaksi sosial. 3. dapat dikatakan bahwa proses sosial itu adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat. yaitu antara individu satu dengan individu atau kelompok lainnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Kemudian meningkat menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan secara fisik. Mengenal bentuk-bentuk proses/interaksi sosial. 5. 2. 6. Latar Belakang Proses sosial merupakan aspek dinamis dari kehidupan masyarakat. Proses hubungan tersebut berupa antar aksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus. Antar aksi (interaksi) sosial. yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial. Secara singkat. Misalnya saling berbicara (komunikasi). Hubungan-hubungan sosial itu pada awalnya merupakan proses penyesuaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Dapat mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan masyarakat. Dimana di dalamnya terdapat suatu proses hubungan antara manusia dengan yang lainnya. dimaksudkan sebagai pengaruh timbal balik antara dua belah pihak. Mampu menganalisis contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. .BAB I PENDAHULUAN A. 7. Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola-pola perilaku manusia yang berbeda menurut situasi dan kepentingannya masing-masing. atau mungkin pertemuan dalam suatu pertikaian dan lain sebagainya.

Kemudian ditegaskan lagi. Robert M. Gillin dan Gillin. yang merupakan bentuk antara aksi sosial. mengemukakan Definisi perubahan sosial yaitu proses dimana dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu. Interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial timbal balik yang dinamis.BAB II PEMBAHASAN A. sebelumnya perlu diketahui apa itu pengertiannya. Adham Nasution. yang menyangkut hubungan antara orang-orang secara perorangan. ialah bentuk-bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang perorangan mengadakan hubungan satu sama lain.Z. ekonomi. Ia kemudian memperinci pengertian rumusan ini sebagai berikut : 1) Pengaruh timbal balik sebagai akibat hubungan timbal balik antara individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok mengenai berbagai aspek kehidupan manusia seperti politik. yang mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku orang lain. sosial budaya dan keamanan. f. . Dengan proses sosial dimaksudkan cara-cara interaksi (aksi dan reaksi) yang dapat diamati apabila perubahan-perubahan mengganggu cara hidup yang telah ada. e. b. Interaksi adalah suatu proses melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut menjadi unsur penggerak bagi tindak balas dari kelompok yang lain. Roucek dan Warren. ia memberikan batasan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara individu dan golongan di dalam usaha mereka untuk memecahkan persoalan yang dihadapi dan di dalam usaha mereka untuk mencapai tujuannya. proses sosial adalah proses kelompok-kelompok dan individu-individu saling berhubungan. antara kelompok-kelompok manusia. bahwa proses sosial adalah rangkaian sikap/tindakan manusia (human actions) yang merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain. mengartikan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. c. Abu Ahmadi. d. Dengan konsep interaksi sosial. proses-proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. 2) Berbagai segi kehidupan tersebut adalah penerapan aspek-aspek utama dalam kehidupan sosial yang mewarnai bahkan menentukan perkembangan dalam kehidupan bersama.. Ia adalah suatu proses timbal balik. Konsep Teori 1. Definisi Proses Sosial dan Interaksi Sosial Dalam membahas mengenai proses sosial dan interaksi sosial. maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia. Soerdjono Dirdjosisworo. Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian proses sosial dan interaksi sosial : a.

Tercapainya tujuan hubungan dan kepentingan c. wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. Faktor Internal Adapun yang menjadi dorongan dari dalam diri seseorang untuk berinteraksi sosial meliputi halhal berikut : 1) Dorongan untuk meneruskan keturunan 2) Dorongan untuk memenuhi kebutuhan 3) Dorongan untuk mempertahankan kehidupan 4) Dorongan untuk berkomunikasi b. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu. 4) Faktor Simpati Yaitu proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang dikarenakan sikapnya. pengaruh. Loomis. Ciri-Ciri dan Tujuan Interaksi Sosial Menurut Charles P. stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain. Adanya tujuan yang hendak dicapai Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dari interaksi sosial itu adalah sebagai berikut : a. bahkan apa-apa yang dimilikinya. 5) Faktor Motivasi Yaitu rangsangan. 3) Faktor Identifikasi Adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Imitasi pertama kali muncul di lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang c. sebuah hubungan itu bisa dikatakan interaksi sosial jika memiliki ciri-ciri hubungan sebagai berikut : a.2. gaya hidupnya. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang . stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional. Sebagai sarana dalam mewujudkan keteraturan hidup (kehidupan sosial masyarakat) 3. tetapi juga melalui proses kejiawaan yang sangat mendalam. Faktor-Faktor yang Mendasari Proses Terbentuknya Interaksi Sosial a. Terciptanya hubungan yang harmonis b. 2) Faktor Sugesti Adalah rangsangan. Faktor Eksternal Terdiri dari : 1) Faktor Imitasi Yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain. rasional dan penuh rasa tanggung jawab. pengaruh. baik sikap penampilan. Jumlah pelakunya adalah dua orang atau lebih b. masa kini dan masa yang akan datang d. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkaian proses peniruan pola perilaku saja. penampilannya.

karena adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam suatu hubungan sosial. berubah menjadi persaingan dan apabila persaingan ini memuncak maka dapat terjadi pertikaian. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung antara pihak satu dengan pihak lainnya. 4. gerak-gerak badaniah atau sikap) perasaanperasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Terjadinya interaksi sosial sebagaimana dimaksud. kemudian dapat bekerja sama. Misalnya suatu pertikaian untuk sementara waktu dapat diselesaikan (akomodasi). kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingankepentingan tersebut melalui kerja sama. Dengan adanya komunikasi. Contohnya : motivasi dari seorang ayah kepada anaknya dan dari seorang guru kepada siswa. Proses-proses yang Asosiatif a. Dalam proses sosial baru dapat dikatakan terjadi interaksi sosial. akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. . Bentuk-bentuk tersebut dapat terjadi secara berantai terus-menerus. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk. 5. yaitu kerja sama. Kerja Sama (Cooperation) Kerja sama adalah suatu bentuk proses sosial. Menurut Charles Horton Cooley. b. Misalnya : melalui telepon. Kontak sosial tidak langsung adalah kontak sosial yang menggunakan alat sebagai perantaranya. maka sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang dapat diketahui dan dipahami. apabila telah memenuhi persyaratan sebagai aspek kehidupan bersama. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam (intens). komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan. surat. persaingan. 6) Faktor Empati Faktor empati mirip dengan simpati. dan lain-lain. pertikaian atau pertentangan dan akomodasi. bahkan dapat berlangsung seperti lingkaran tanpa berujung. Prosesproses interaksi yang pokok adalah sebagai berikut : 1.memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. Komunikasi (Communication) Menurut Soerjono Soekanto. radio. dimana di dalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami terhadap aktivitas masing-masing. Roucek dan Warren mengatakan bahwa kerja sama berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. melalui percakapan dengan saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat. Kontak Sosial (Social Contact) Kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih. a.

misalnya melalui perkawinan campuran. 2) Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan. 4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah. sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. seperti misalnya yang dijumpai pada masyarakat-masyarakat dengan sistem berkasta. Misalnya pengeboran minyak. b. yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. baik sementara waktu maupun secara temporer. ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. 3) Kooptasi (Cooptation). yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. 5) Joint Venture. Tujuan akomodasi (menurut Soerjono Soekanto) dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapi yaitu : 1) Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.Menurut James D. 3) Bersifat langsung dan primer . c. perhotelan perfilman. 2) Bargaining. 2) Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan insentif untuk waktu yang lama. akomodasi adalah suatu keadaan dimana suatu pertikaian atau konflik mendapat penyelesaian sehingga terjalin kerja sama yang baik kembali. 3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan aling menyeseuaikan diri. Menurut Soedjono. hidupnya terpisah. Thompson dan William J. yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. Mc Ewen ada 5 (lima) bentuk kerja sama yaitu : 1) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong. Asimilasi (Assimilation) Menurut Gillin & Gillin. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. 2) Tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan. pengelolaan pelabuhan dan lain sebagainya. dimana pihak yang lain tersebut juga berlaku sama. Akomodasi (Accomodation) Akomodasi adalah suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang menunjukkan keseimbangan yang berhubungan dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. 3) Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. 4) Koalisi (Coalition). Proses asimilasi bila memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 1) Bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain. Koentjaraningrat berpendapat bahwa proses asimilasi timbul bila ada : 1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.

4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. antara lain adalah : 1) Toleransi. perlawanan. 4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. 6) In-group feeling. Proses-proses yang Disosiatif a. karena perbedaan agama dan lain-lain.4) Berfrekuensi tinggi dan tetap serta ada keseimbangan Ada beberapa faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi. 5) Mengejutkan lawan. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah. 2) Persaingan Kelompok. 5) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. 3) Melakukan penghasutan. 2. 2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi. b. 7) Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas. Persaingan (Competition) Persaingan merupakan suatu usaha dari seseorang untuk mencapai sesuatu yang lebih daripada yang lain. mendapatkan kekayaan. adalah persaingan yang berlangsung antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok secara langsung. mendapatkan nama baik. 3) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. 4) Berkhianat. 5) Dalam batas-batas tertentu. adalah persaingan yang berlangsung antara kelompok dengan kelompok. mendapatkan kekuasaan. memperoleh jodoh. yaitu sebagai berikut : 1) Toleransinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat 2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu sering kali menimbulkan faktor ketiga. Persaingan ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : 1) Persaingan Pribadi. 2) Menyangkal pernyataan orang lain dimuka umum. 8) Perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi. Persaingan biasanya didorong oleh hal-hal seperti mendapatkan status sosial. 6) Perkawinan campuran (amalgamation) 7) Adanya musuh bersama dari luar. Bentuk-bentuk kontraversi antara lain adalah sebagai berikut : 1) Perbuatan penolakan. Kontraversi (Competition) Kontraversi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan antara pertikaian dan juga merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. dan lain-lain. . Ada juga beberapa hal yang dapat menghalangi terjadinya proses asimilasi. dan lain-lain. 3) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.

dimana perbedaan pendapat bisa diselesaikan secara ilmiah. pertikaian tidak selamanya disertai kekerasan. 25 November 2010. Berikut ini adalah pemaparannya: Gara-gara Ayam.c. pertikaian adalah suatu bentuk dalam interelasi sosial dimana terjadi usahausaha pihak yang satu berusaha menjatuhkan pihak yang lain. Meskipun demikian.com Jum’at. Kecamatan Simpang Pematang. Konflik yang melibatkan warga Kampung Wirabangun. Adapun sebab-sebab yang menimbulkan pertentangan adalah sebagai berikut : 1) Perbedaan antara individu-individu 2) Perbedaan kebudayaan 3) Perbedaan kepentingan 4) Perubahan sosial Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk antara lain seperti berikut : 1) Pertentangan pribadi 2) Pertentangan Rasial 3) Pertentangan antara kelas-kelas sosial 4) Pertentangan politik 5) Pertentangan yang bersifat internasional Dari bentuk-bentuk pertentangan tersebut akan mengakibatkan dampak-dampak seperti berikut : 1) Bertambahnya solidaritas in-group 2) Akan goyah dan retaknya persatuan apabila terjadi pertentangan antara golongan-golongan dalam satu kelompok 3) Perubahan kepribadian para individu 4) Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia 5) Akomodasi. Menurut Soedjono. Pertikaian atau Pertentangan (Conflict) Pertikaian adalah bentuk persaingan yang berkembang secara negatif. 26 November 2010 pukul 17. bahkan ada pertikaian yang berbentuk lunak dan mudah untuk dikendalikan. Sumatera Selatan itu dilatar belakangi pencurian ayam.18 WIB. 1. atau sekurangkurangnya tidak emosional. Kabupaten Oki. 4 Tewas di Lampung Empat warga tewas dalam bentrok antar warga di Lampung yang terjadi pada Kamis.vivanews. Lampung dengan Kampung Pematang Panggang. Contoh Kasus Contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial yang akan disajikan ini dikutip dari wap. selanjutnya dapat kami paparkan sebuah contoh kasus yang berhubungan dengan interaksi sosial dan mencoba untuk menganalisis kasus tersebut. atau berusaha mengenyahkan yang lain menjadi rivalnya. dan takluknya salah satu pihak B. artinya di satu pihak bermaksud untuk mencelakakan atau paling tidak berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya. . misalnya pertentangan antara orang-orang dalam seminar. Kabupaten Mesuji. Pemaparan Setelah mengemukakan konsep-konsep teori yang dijelaskan sebelumnya. dominasi.

Faktor Penyebab Terjadinya Interaksi Sosial Faktor yang menyebabkan terjadinya interaksi sosial dalam contoh kasus tersebut dapat dianalisa sesuai dengan konsep teori yang telah dijelaskan sebelumnya. c. Analisis Contoh Kasus Dari contoh kasus yang telah dipaparkan sebelumnya. Karena ketahuan. Salah satu pelaku berinisial H dibacok warga.Pelaku yang dibacok oleh warga saat tertangkap melakukan pencurian . “Tokoh masyarakat juga diberdayakan agar masyarakat saling menahan diri. sehingga masyarakat Pematang Panggang langsung menyerang balik warga Wirabangun. dan Tumijan warga Wirabangun. “Sehingga masyarakat Pematang Panggang Kabupaten Oki langsung menyerang balik warga Wirabangun. “Oleh warga. dapat dilakukan berupa analisa-analisa sebagai berikut : a. Brigadir Jenderal Sulistyo Ishaq. satu peleton Brimob diturunkan ke lokasi kejadian. b.Keempat warga yang tewas adalah Sulisanto dan Hasan bin Bagus Ise yang merupakan warga Rejobinangun. pelaku dibacok dan ditemukan terkapar di kebun sawit.” kata dia.” kata kata Sulistyo Ishaq. dan 2 sepeda motor hangus. Suwarno alias Gano. Sementara itu.” kata Sulis. Pola Hubungan Dapat dengan jelas diketahui bahwa interaksi sosial yang terdapat pada contoh kasus tersebut memiliki pola hubungan antara kelompok dengan kelompok.00 WIB. Kapolda Lampung. Jumat. Setidaknya dua warga lain harus dirawat karena terluka. Mereka dipergoki warga Wirabangun. bentrokan itu setidaknya mengakibatkan 10 rumah rusak. diantaranya seperti berikut : . 1 rumah dibakar. Tak hanya memakan korban jiwa dan luka. antara lain adalah sebagai berikut : 1) Proses Disosiatif Adanya bentuk interaksi sosial yang berupa kontravensi (Contravention) dan Pertikaian (Conflict). yaitu pada saat pelaku yang berhasil melarikan diri ke Kampung Pematang Panggang lalu memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga pelaku berinisial H yang tewas.Perbuatan mencuri yang dilakukan oleh si pelaku . para pelaku melarikan diri ke arah PT SIP. 2. Dia lalu memberitahukan kejadian itu kepada keluarga H. faktor tersebut adalah berupa Faktor Sugesti (Suggestion). 26 November 2010. Tak kurang. mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 16. namun ada juga bagian proses sosial yang sifatnya asosiasi. pelaku lain berhasil melarikan diri ke Kampung Pematang Panggang. yaitu antara warga Kampung Wirabangun dengan warga Kampung Pematang Panggang. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial yang Terjadi Bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi yang terdapat dalam contoh kasus tersebut bila dianalisa sebagian besar merupakan proses sosial yang disosiatif. Sulistyo mengatakan polisi telah berhasil mengendalikan keadaan. Bentrok berawal saat dua orang hendak mencuri ayam di Kampung Wirabangun untuk diadu. Dari hal tersebut dapat dilihat adanya pengaruh yang diberikan si pelaku terhadap warga Pematang Panggang sehingga warga menuruti begitu saja penyampaian si pelaku dan langsung menyerang balik warga Wirabangun tanpa berpikir secara kritis dan rasional terlebih dahulu.

Puncak dari kontravensi tersebut adalah bentrokan antara warga Pematang Panggang dengan warga Wirabangun 2) Proses Asosiatif Dalam contoh kasus tersebut juga timbul proses sosial yang bersifat asosiasi.Pengendalian keadaan oleh polisi . yang tewas maupun luka-luka 2) Hancurnya harta benda berupa rumah-rumah dan sepeda motor yang rusak . diantaranya sebagai berikut : ..Penyampaian kabar yang tak sedap dari si pelaku yang berhasil melarikan diri tentang pembunuhan terhadap pelaku yang berinisial H kepada keluarganya .Berperannya tokoh masyarakat agar masyarakat dapat saling menahan diri Dari bentuk-bentuk interaksi sosial tersebut timbul akibat-akibat buruk antara lain : 1) Jatuhnya korban manusia.

apabila interaksi sosial tidak dilakukan sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat maka interaksi sosial akan berlangsung kurang baik bahkan bisa saja sangat buruk. Maka dari itu.BAB III PENUTUP A. B. interaksi sosial akan berlangsung secara baik. terapkanlah interaksi sosial yang sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat agar hubungan-hubungan sesama makhluk sosial dapat berlangsung dengan baik. . sebagai makhluk sosial tidak dapat untuk berdiri sendiri dalam artian perlu berhubungan dengan individu atau pun kelompok lain yang dalam ilmu sosiologi disebut proses sosial dan bentuk umum dari proses sosial itu adalah interaksi sosial. Sebaliknya. Kesimpulan Dari penjelasan-penjelasan dan pemaparan yang telah disebutkan sebelumnya dapat diamati apabila sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Saran Hendaknya masyarakat (manusia) dapat menyadari.