MAKALAH LUKA BAKAR

LUKA BAKAR

DI SUSUN OLEH: WA ODE ANITA RAHAYU.A NIM.NH 011 1444

KSR PMI UNIT 120 STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR 2012

LEMBAR PENGESAHAN Makalah ini telah di setujui untuk di ujikan pada ujian makalah dihadapan tim penguji pada pendidikan lanjutan dan Pengambilan slayer KSR PMI Unit 120 stikes Nani Hasanuddin Makassar.

Makassar,15 Mei 2012

Disetujui,

Sekretaris, Pembimbing,

MAHDIAH FARADILAH

IKA

Mengetahui

Komandan KSR PMI Unit 120 STIKES Nani Hasanuddin Makassar

ABDUL HAKIM HUSEN

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,atas limpahanrahmatdan karunia-Nya kepada kita sehingga penyusunan makalah ini dapat selesai. Telah disusun sebuah makalah tentang “LUKA BAKAR” yang merupakan sebagai salah satu syarat untuk pendidikan lanjutan dan pengambilan slayer KSR PMI Unit 12O STIKES Nani Hasanuddin Makassar.Makalah ini disusun sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat bagi KSR PMI Unit 12O STIKES Nani HAsanuddin Makassar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

B.penyusun sangat mengharapkan masukkan dari pembaca.Patofisiologi ……………………………………………………….Etiologi …………………………………………………………….teman-teman. H.Defenisi……………………………………………………………..maka dari itu dalam rangka penyempurnaan dan perbaikkan.I BAB 2.15 Mei 2012 DAFTAR ISI BAB1.Klasifikasi ………………………………………………………… E. Makassar.. G.Semoga berguna bagi kita semua.Penatalaksanaan ………………………………………………….Makalah ini jauh dari kesempurnaan. D.serta semua pihak yang terlibat dalam penyusunan makalah ini. .II A.TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………….Pemeriksaan penunjang …………………………………………. C. PENDAHULUAN………………………………………………………. Terima kasih kepada pembimbing.Prognosis ………………………………………………………….baik berupa sumbangan pikiran maupun kritik dan saran perbaikkan. F.Komplikasi ……………………………………………………….

Luka bakar karena api atau akibat tidak langsung dari api ( misalnya tersiram panas ) banyak terjadi pada kecelakaan rumah tangga.Kritik …………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN Luka bakar merupakan cedera yang cukup sering dihadapi oleh dokter. PENUTUP…………………………………………………………………III A. mengetahui dan mengobati penyulit. B.Kesimpulan ……………………………………………………………. ( Sjamsuhidajat. ( American College of Surgeon Committee on Trauma. misalnya rabdomiolisis dan disritmia jantung.BAB 3. Biaya yang dibutuhkan juga cukup mahal untuk penanganannnya. juga karena pajanan suhu tinggi dari matahari. 1997) . mempertahankan hemodinamik dalam batas normal dengan resusitasi cairan.angka tersebut diatas. jenis yang berat memperlihatkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibandingkan dengan cedera oleh sebab lain . Mengendalikan suhu tubuh dan menjuhkan / mengeluarkan penderita dari lingkungan trauma panas juga merupakan prinsip utama dari penanganan trauma termal. Prinsip.penyulit yang mungkin terjadi akibat trauma listrik. 2005 ) Dengan memperhatikan prinsip.prinsip dasar tersebut meliputi kewaspadaan akan terjadinya gangguan jalan nafas pada penderita yang mengalami trauma inhalasi.. listrik maupun bahan kimia.prinsip dasar resusitasi pada trauma dan penerapannya pada saat yang tepat diharapkan akan dapat menurunkan sekecil mungkin angka. Penyebab luka bakar selain karena api ( secara langsung ataupun tidak langsung ).

membantu mengontrol suhu tubuh. karena itu pada kulit tersebut banyak energi listrik yang diubah menjadi panas sehingga permukaannya terbakar. bahkan organ dalampun bisa mengalami luka bakar meskipun kulit tidak terbakar. berfungsi sebagai organ eksretori dan sensori. ETIOLOGI Menurut dr Sunarso K. 2000 ) The National Institute of Burn Medicine yang mengumpulkan data. DEFINISI Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api. Luka bakar listrik bisa disebabkan listrik yang dihasilkan oleh suatu arus listrik yang mengalir dari sumber listrik ke dalam tubuh manusia. air panas. Ukuran dan kedalamannya bervariasi dan bisa menyerang bagian tubuh yang jauh lebih luas daripada bagian kulit yang terluka. beberapa jenis bahan kimia dan arus listrik juga bisa menyebabkan terjadinya luka bakar. Biasanya bagian tubuh yang terbakar adalah kulit. listrik. dan mempengaruhi citra tubuh. namun merupakan bentuk cedera kulit yang sebagian besar dapat dicegah. penggunaan obat bius. membantu dalam proses aktivasi vitamin D. Luka bakar listrik juga menyebabkan kerusakan jaringan dibawah kulit yang sangat berat. mencegah kehilangan cairan tubuh. Tersiram air mendidih pada anak. Menghirup asap dan udara panas akibat kebakaran gedung bisa menyebabkan terjadinya luka bakar pada paru-paru. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.main dengan korek api pada usia anak sekolah. B. meminum minuman yang sangat panas atau zat kaustik (misalnya asam) bisa menyebabkan luka bakar pada kerongkongan dan lambung. cedera karena arus listrik pada remaja laki. ( Horne dan Swearingen.anak yang baru belajar berjalan. Sebagai contoh. 2001). dan radiasi ( Moenajat. Kulit melindungi tubuh terhadap infeksi. bahan kimia. tetapi luka bakar juga bisa terjadi pada jaringan di bawah kulit. bermain.Kulit adalah organ kompleks yang memberikan pertahanan tubuh pertama terhadap kemungkinan lingkungan yang merugikan. Sp B (2009) panas bukan merupakan satu-satunya penyebab dari luka bakar.laki. Luka bakar adalah hal yang umum. .data statistik dari berbagai pusat luka bakar di seluruh AS mencatat bahwa sebagian besar pasien (75%) merupakan korban dari perbuatan mereka sendiri. 2001). alkohol serta rokok pada orang dewasa semuanya ini turut memberikan kontribusi pada angka statistik tersebut (Brunner & Suddarth. Resistensi (kemampuan tubuh untuk menghentikan atau memperlambat aliran listrik) yang tinggi terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan sumber listrik.

Kejutan listrik yang luas bisa menyebabkan kelumpuhan pada sistem pernafasan dan gangguan irama jantung sehingga denyut jantung menjadi tidak beraturan.GN. 2. Respon Renalis Dengan menurunnya volume inravaskuler maka aliran ke ginjal dan GFR menurun mengakibatkan keluaran urin menurun dan bisa berakibat gagal ginjal 3. fenol dan kresol (pelarut organik). sepsis dan penguapan cairan tubuh yang disertai panas / energi. Hemokonsentrasi sel darah merah.A. dan deformitas lainnya. dan edema menyeluruh. Menurut A. Luka terbuka akibat kerusakan jaringan (kulit dan jaringan dibawahnya) menimbulkan masalah inflamasi. Fase akut Pada fase ini masalah yang ada berkisar pada gangguan saluran napas karena adanya cedera inhalasi dan gangguan sirkulasi. PATOFISIOLOGI Menurut Iswinarno (2003) luka bakar mengakibatkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga air. Hal ini disebabkan oleh kombinasi efek respon hipovolemik dan neurologik serta respon endokrin terhadap adanya perlukaan yang luas. Fase lanjut Fase ini berlangsung setelah terjadi penutupan luka sampai terjadi maturasi. manisfestasi sistemik tubuh terhadap kondisi ini adalah : 1. muntah dan aspirasi. yaitu : 1. Respon Gastro Intestinal Respon umum pada luka bakassr > 20 % adalah penurunan aktivitas gastrointestinal. Luka bakar kimia bisa disebabkan oleh sejumlah iritan dan racun. C. 2. Respon Imonologi Sebagian basis mekanik. kontraktur. Burn shock ( shock Hipovolemik ) merupakan komplikasi yang sering terjadi. klorida dan protein tubuh akan keluar dari dalam sel dan menyebabkan edema yang dapat berlanjut pada keadaan hipovolemia dan hemokonsentrasi. Pada fase ini terjadi gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termis yang bersifat sistemik. Fase sub akut Fase ini berlangsung setelah syok berakhir. kulit sebgai mekanisme pertahanan dari organisme . Respon kardiovaskuler Perpindahan cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler melalui kebocoran kapiler mengakibatkan kehilangan Na. 3. gas mustard dan fosfat. Asmarajaya (2003). air dan protein plasma serta edema jaringan yang diikuti dengan penurunan curah jantung. Pemasangan NGT mencegah terjadinya distensi abdomen. penurunan perfusi pada organ mayor. berdasarkan perjalanan penyakitnya luka bakar dibagi menjadi 3 fase. Masalah pada fase ini adalah timbulnya penyulit dari luka bakar berupa parut hipertrofik. termasuk asam dan basa yang kuat. 4.

3. dan keseriusan luka.A GN. Zona koagulasi yang merupakan daerah yang langsung mengalami kerusakan ( koagulasi protein ) akibat pengaruh panas. Mayoritas dari luka bakar pada anak-anak terjadi di rumah dan sebagian besar dapat dicegah. menarik taplak dimana di atasnya terdapat air panas. Hal yang perlu diwaspadai pada luka bakar karena api adalah adanya kejadian cedera inhalasi.24 jam pasca cedera. Terutama akibat kompor gas yang meledak. yakni : 1. ( Poengki. percikan api listrik atau juga akibat kelalaian saat menyalakan lilin. Anak yang memegang oven. sehingga komplikasi yang ditimbulkan akan lebih berat. Proses ini berlangsung selama 12. Dalamnya luka bakar tergantung pada suhu agen penyebab luka bakar dan lamanya kontak dengan agen penyebab luka bakar tersebut. sehingga terjadi gangguan perfusi ( no flow phenomena) diikuti perubahan permeabilitas kapiler dan respon inflamasi lokal. Hal tersebut hanya merupakan beberapa contoh dari kejadian luka bakar karena api. luka bakar diklasifikasikan berdasarkan penyebab. . dan banyak laporan menunjukkan luka bakar oleh karena air panas atau cairan panas adalah jenis yang paling sering terjadi pada anak.7% disebabkan oleh air panas atau uap panas (scald). Zona hiperemi yang merupakan daerah di luar zona statis yang ikut mengalami reaksi berupa vasodilatasi tanpa abnyak melibatkan reaksi seluler. dan mungkin berakhir dengan nekrosis jaringan. Asmarajaya SpB (2003) : 1. KLASIFIKASI Untuk membantu mempermudah penilaian dalam memberikan terapi dan perawatan. terutama jika terdapat riwayat terjebak di dalam suatu ruangan. di daerah ini terjadi kerusakan endotel pembuluh darah disertai kerusakan trombosit dan leukosit. Suhu yang kurang dari 400C dapat ditoleransi dalam periode waktu yang lama tanpa menyebabkan luka bakar. D. Dapur dan ruang makan merupakan daerah yang seringkali menjadi lokasi terjadinya luka bakar.yang masuk. 2009) b. minuman panas atau makanan panas. Terjadinya gangguan integritas kulit akan memungkinkan mikroorganisme masuk kedalam luka. kedalaman luka. Luka bakar karena air panas Menurut dr Poengki (2009) Luka bakar merupakan bahaya yang potensial terjadi di setiap rumah tangga. Zona statis yang merupakan daerah yang berada langsung di luar zona koagulasi. Berdasarkan penyebab a. 2. Luka bakar pada anak 65. Pembagian zona kerusakan jaringan menurut A. Luka bakar karena api Luka bakar karena api termasuk angka kejadian yang banyak dalam masyarakat.

kurangnya 100 cc/ jam ( pada dewasa).menerus selama 8 jam pertama setelah luka bakar. Bila bahan kimia merupakan bubuk. Untuk irigasi ini dapat digunakan kanula kecil yang dipasang pada sulcus palpebra. Jangan memberikan bahan.banyaknya. . karena adanya loncatan arus. pertahankan perfusi sebaik mungkin dan berikan natrium bikarbonat untuk membuat urin menjadi alkalis dan meningkatkan kelarutan mioglobin dalam urin. Apabila urin berwarna gelap. alkali dan hasil. Segera lakukan irigasi dengan air sebanyak. sikatlah terlebih dahulu sebelum irigasi.5 gr manitol pada tiap penambahan 1 liter cairan untuk mempertahankan dieresis sejumlah tersebut diatas. Tubuh merupakan penghantar tenaga listrik. memerlukan irigasi terus. Janganlah menunggu konfirmasi laboratorium untuk melakukan terapi terhadap mioglobinuria. dimana anaknya mungkin terlahir dengan kelainan genetik. Perbedaan kecepatan hilangnya panas dari jaringan tubuh superficial dengan jaringan tubuh yang lebih dalam.s e.c. Efek lanjut mungkin baru tampak beberapa minggu. Mutasi (pergeseran) bahan genetik dari sel-sel organ kelamin akan tampak jelas hanya jika korban pemaparan radiasi memiliki anak. Penanganan harus segera dilakukan pada penderita dengan luka bakar listrik meliputi perhatian terhadap jalan nafas. antara lain karena petir. Untuk luka bakar pada mata. konsentrasi bahan kimia dan jumlahnya. Untuk luka bakar alkali. Pemberian cairan harus ditingkatkan sedemikian rupa sehingga tercapai produksi urin sekurang. dan pemasangan kateter. Energi panas akibat tahanan jaringan yang dilalui arus menyebabkan luka bakar pada jaringan tersebut.bahan penetral ( neutralizing agent) sebab reaksi kimiawi yang terjadi akibat pemberian bahan penetral dapat menimbulkan panas dan akan memperberat kerusakan yang terjadi. atau karena ledakan tegangan tinggi. Luka bakar alkali lebih berbahaya dari asam. diperlukan waktu yang lebih lama. Luka bakar karena listrik Dalam ATLS (1997) kecelakaan akibat arus listrik dapat terjadi karena arus listrik mengaliri tubuh.hasil pengolahan minyak. Lakukan tindakan ini dalam waktu 20-30 menit. berikan segera 25 gr manitol dan tambahan 12. bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. menghasilkan keadaan dimana jaringan yang lebih dalam bisa mengalami nekrosis.Rabdomiolisis menghasilkan pelepasan mioglobin yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal. sebab alkali lebih dalam merusak jaringan. dan panas yang ditimbulkannya menyebabkan luka bakar pada tubuh. bila mungkin gunakan penyemprot air. Bila urin belum tampak jernih. Segeralah bersihkan bahan kimia tersebut dari luka bakar. Kerusakan jaringan akibat luka bakar bahan kimia dipengaruhi oleh lamanya kontak. ECG. pernafasan. d. Arus listrik menimbulkan kelainan karena rangsangan terhadap saraf dan otot. mungkin urin mengandung hemokhromogens. sedangkan kulit diatasnya bisa terlihat normal. Bila terjadi asidosis metabolic. Luka bakar karena radiasi Menurut ATLS (1997) efek dini dari radiasi dosis tinggi akan tampak jelas dalam waktu beberapa menit atau beberapa hari. Luka bakar karena bahan kimia Menurut Sjamsuhidajat (2005) luka bakar dapat disebabkan oleh asam. pemasangan infuse.

maka 3-4 kali jumlah tersebut bisa diberikan tanpa menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh Penyebarluasan radiasi di dalam tubuh. maka semakin besar kemungkinan timbulnya resiko. tetapi jika hanya diarahkan kepada sebagian kecil permukaan tubuh (seperti yang terjadi pada terapi kanker). Untuk mengatasi kejang diberikan obat penenang.Efek kerusakan yang terjadi akibat radiasi tergantung kepada jumlah (dosis). tetapi dosis yang sama yang diberikan selama beberapa minggu atau beberapa bulan bisa hanya menimbulkan efek yang ringan. Pemeriksaan mata juga dilakukan secara periodik untuk mengetahui adanya katarak. setiap pemaparan baru akan ditambahkan kepada pemaparan sebelumnya untuk menentukan dosis total dan kemungkinan efeknya pada tubuh. Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis keadaan ini. Banyaknya bagian tubuh yang terkena radiasi Jika disebarluaskan ke seluruh permukaan tubuh. Semakin tinggi kecepatan dosis atau dosis totalnya. Efek radiasi sifatnya kumulatif. Cairan diberikan sesuai dengan kebutuhan. yaitu sekitar 1-2 miligray/tahun (1 miligray sama dengan 1/1. Dimana dosis tunggal yang diberikan dalam waktu singkat bisa berakibat fatal.. bagian tubuh dimana sel-sel membelah dengan cepat (misalnya usus dan sumsum tulang). obat penenang dan makanan lunak. lamanya pemaparan. kecemasan dan gangguan pernafasan. lebih mudah mengalami kerusakan akibat radiasi daripada sel-sel yang membelah secara lebih lambat (misalnya otot dan tendo). Oleh karena itu. harus dirangsang untuk muntah. Gejala sakit radiasi akut akibat terapi radiasi pada perut bisa dikurangi dengan obat anti-mual dan anti-muntah yang diberikan sebelum pasien menjalani terapi radiasi. yang tidak menimbulkan efek pada tubuh. biasanya dicari kemungkinan terjadinya pemaparan di tempat kerja dan dilakukan pemeriksaan kromosom (pembawa bahan genetik di dalam sel) secara periodik meskipun hasilnya mungkin tidak pasti. diusahakan agar bagian tubuh yang lebih peka terhadap radiasi dilindungi sehingga bisa digunakan radiasi dosis tinggi. Kulit yang terkontaminasi oleh bahan radioaktif harus segera dicuci dengan air yang banyak dan (jika ada) dengan larutan yang memang dibuat untuk mencuci bahan radioaktif. Jika diduga telah terjadi suatu cedera akibat radiasi. Kecepatan dosis adalah jumlah radiasi yang diterima seseorang selama periode waktu tertentu. Pemaparan radioaktif yang berlebihan mungkin perlu dipantau dengan pemeriksaan pernafasan dan air kemih untuk radioaktif. Jika seseorang menjadi sakit setelah menjalani terapi radiasi atau setelah terkena radiasi dalam suatu kecelakaan.n Jika bahan radioaktif tertelan. kecepatan pemaparan dan banyaknya bagian tubuh yang terkena radiasi. Jumlah dosis total dan kecepatan pemaparan menentukan efek radiasi terhadap bahan genetik pada sel.000 gray). sulit atau bahkan tidak mungkin terdiagnosis. radiasi yang lebih besar dari 6 gray biasanya menyebabkan kematian. . Sindroma otak akut selalu berakibat fatal. Pemeriksaan darah dan sumsum tulang berulang bisa memberikan informasi tambahan tentang beratnya cedera yang terjadi. Radiasi kronik yang pemaparannya tidak diketahui atau tidak dihiraukan. selama menjalani terapi radiasi untuk kanker. Luka tusuk yang kecil harus benar-benar dibersihkan agar semua partikel radioaktif terbuang meskipun menimbulkan nyeri. maka kemungkinan telah terjadi cedera akibat radiasi. Sindroma saluran pencernaan bisa diatasi dengan antimuntah. karena itu pengobatan dimaksudkan untuk mengurangi nyeri. Kecepatan dosis radiasi dari lingkungan yang tidak dapat dihindari adalah rendah.

terjadi vasokonstriksi arteriol dan terjadi hipoksia sel.mula kemerahan . Kulit mula. yaitu : Frosnip yang merupakan bentuk yang paling ringan. ditandai dengan adanya rasa nyeri. Faktor kelembaban udara yang rendah serta angin kencang memperberat kerusakan pada daerah yang tidak terlindung pakaian. Langkat pertama untuk mengatasi efek lanjut dari pemaparan jangka panjang adalah menghilangkan sumber radiasi.Pengobatan leukemia akibat radiasi adalah dengan kemoterapi. Jenis. telinga. lalu menjadi pucat seperti lilin. dilakukan transfusi darah berulang dan diberikan antibiotik. Beberapa dari kerusakan jaringan terjadi akibat reperfusion injury setelah upaya penghangatan tubuh. Non Freezing Injury ( trauma dingin tidak membekukan ) yaitu terjadi kerusakan endotel mikrovaskuler.Pada waktu suhu jaringan turun. Bahan radioaktif tertentu (misalnya radium.jenis trauma dingin ( dalam ATLS 1997 ) dibagi menjadi 3 bentuk. stasis dan oklusi vaskuler “trench frost” (kaki parit) atau kaki dan tangan tercelup ( immersion foot or hand) menjelaskan satu keadaan nonfreezing . f. Sama halnya seperti pada luka bakar. dan hidung. Untuk mencegah infeksi diberikan antibiotik dan penderita dijauhkan dari orang-orang yang sedang menderita suatu infeksi. akan menyebabkan kehilangan bantalan lemak atau terjadi atrofi. Frosbite yaitu adanya pembekuan jaringan yang terjadi karena pembentukan kristal intraselluler dan oklusi mikrovaskuler sehingga terjadi anoksia jaringan. sampai sel-sel baru mulai tumbuh di dalam saluran pencernaan. frostbite biasanya dibagi menjadi 4 derajat kerusakan. Kadang dilakukan pencangkokkan sumsum tulang. Pada sindroma hematopoietik. Awalnya bagian tubuh yang terpajan terasa dingin. lalu bagian itu kehilangan daya rasa. tampak pucat dan anestesi di daerah yang terkena.Pada 4-6 hari sesudah radiasi. Keadaan tersebut bersifat reversible akan pulih setelah tindakan pemanasan dan tidak terdapat kehilangan jaringan. Kadang rasa nyeri terasa menyengat atau berdenyut. torium dan radiostrontium) dapat dibuang dari dalam tubuh dengan obat-obatan yang menempel pada bahan tersebut dan kemudian dibuang melalui air kemih. Luka bakar karena suhu rendah Cedera akibat suhu tubuh dingin terutama terjadi pada bagian ujung tubuh yang langsung terkena suhu dingin. Obat-obat tersebut akan sangat efektif jika diberikan segera setelah terjadinya pemaparan. tetapi angka keberhasilannya rendah. Tidak ada pengobatan yang dapat mengembalikan kesuburan. Luka terbuka dan kanker diangkat atau diperbaiki melalui pembedahan. untuk menggantikan sel darah yang hilang dilakukan transfusi. kecuali bila keadaan ini berulang dalam beberapa tahun. tetapi kelainan fungsi indung telur dan buah zakar yang menyebabkan rendahnya kadar hormon seksual dapat diatasi dengan terapi sulih hormon. seperti jari kaki dan tangan. Sel darah bisa digantikan melalui transfusi tetapi tindakan ini hanya bersifat sementara karena sumsum tulang yang telah mengalami kerusakan akibat radiasi tidak mungkin tumbuh kembali. kemudian diikuti rasa tebal.

Meskipun kaki tampak hitam. Perasaan gatal pada tangan dan kaki ( Chilblain atau Pernio) merupakan manifestasi kulit sebagai akibat kontak berulang dengan keadaan atau suasana lembab atau dingin. seperti terjadi pada para nelayan. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. atau kontak dengan keadaan dingin dan kering pada pendaki gunung.Organ-organ kulit seperti folikel rambut. .mula dingin dan anestetik berlanjut menjadi hyperemia dalam waktu 24 -48 jam. Berdasarkan kedalaman luka bakar a. kemerahan. Dapat terjadi penyakit infeksi berupa selulitis. suhu dingin diatas titik beku. Luka bakar derajat I 1) Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis 2) Kulit kering.upaya hygiene kaki.injury dari tangan atau kaki. bagian daerah dari tangan dan kaki dan pada daerah. tergantung epitel yang tersisa. Biasanya penyembuhan terjadi lebih dari sebulan. c. 4. 2. Dasar luka berwarna merah atau pucat. Dijumpai bulae. Keadaan ini terutama terjadi pada daerah muka. Dengan selalu memperhatikan upaya. sebagai akibat kontak menahun dengan “keadaan basah”. pelaut dan nelayan. timbulnya vesikel / bula . Terjadi keadaan. terjadi rasa nyeri hebat seperti terbakar dan “disestesi” disertai timbulnya gambaran kerusakan jaringan misalnya edema. Organ-organ kulit seperti folikel rambut. ekimosis dan ulserasi. dapat dicegah terjadinya penyakit tersebut.Penyembuhan terjadi lebih lama.Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua). hiperemi berupa eritema 3) Tidak dijumpai bulae 4) Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi 5) Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari b. limfangitis atau gangrene. Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi. tetapi tidak terjadi kerusakan jaringan dalam. Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari.keadaan vasospasme dan vasodilatasi pembuluh darah dengan akibat bahwa jaringan yang terkena mula. 1. Dengan keadaan hyperemia. 2. kelenjar keringat. yaitu : o Derajat II dangkal (superficial) Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis. tibia anterior. khususnya sering terjadi pada tentara. sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal.daerah yang tidak terlindung dengan baik. 3. kelenjar sebasea masih utuh. kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh. o Derajat II dalam (deep) Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Luka bakar derajat II Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis. kelenjar keringat.

4. Luka bakar mayor Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada anak-anak. Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. 3. bahkan hingga ke tulang. Terdapat luka bakar pada tangan. 5. Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka. dan perineum Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhitungkan derajat dan luasnya luka. 3. Tidak dijumpai bulae. luka bakar fullthickness lebih dari 20%. Kulit tampak putih dan kaku bila digerakan. dan perineum. Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi. d. 2) Luka bakar fullthickness kurang dari 10%. syaraf. a. ginjal dan jantung. 3) Tidak terdapat luka bakar pada tangan. c. Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar. Kulit yang kaku ini bila terdapat melingkar pada anggota gerak harus segera dilakukan insisi(robekan) kulit untuk menghilangkan tekanan pada pembuluh darah Nadi yang ada dibawahnya. 4. mata. mata.c. 5. Organ-organ kulit seperti folikel rambut. 1. tulang dan bila terjadi karena listrik dapat merusak organ-organ tubuh lainnya seperti hati. 3. Luka bakar minor Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino (1991) dan Griglak (1992) adalah :Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan . oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian. 2. Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi. Luka bakar derajat III Luka bakar ini sangat dalam dan merusak organ-organ dibawah kulit seperti otot. kaki. telinga. kelenjar keringat. muka. luka bakar derajat IV Luka bakar derajat IV adalah luka bakar yang mengenai otot. Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam. Karena kering letaknya lebih rendah dibanding kulit sekitar. 2. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. Luka bakar moderat 1) Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak. kaki.Berdasarkan tingkat keseriusan luka American Burn Association menggolongkan luka bakar menjadi tiga kategori. 7. b. telinga. yaitu: 1. muka. Bila tidak bagian anggota gerak bagian distal(bawah) dari lesi akan mengalami kematian. 6.

5 2. Diagram Penentuan luas luka bakar pada anak.5 3.5 2. 3) Luka tidak sirkumfer.5 3.5 3.kurang dari 10 % pada anak-anak.5 3.5 3. Perhitungan luas luka bakar menurut Linch dan Blocker (Rumus 10) untuk bayi: Kepala: 20% Tangan.5 TANGAN KI 2.5 6.5 2.5 2.5 2.5 2.5 TUNGKAI BAWAH KA 5 5 5.5 2.5 6.5 8.5 2.5 6 7 KAKI KANAN 3.5 2.5 PANTAT KANAN 2. 3 3 3 3 3 TANGAN KA 2. 4) Tidak terdapat trauma inhalasi.5 8. 2) Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah.5 8.5 PAHA KA.5 9.5 2.5 KELAMIN 1 1 1 1 1 LENGAN ATAS KA.5 2.Ukuran dan luas luka bakar Dalam menentukan ukuran luas luka bakar kita dapat menggunakan beberapa metod yaitu : a.5 6 7 TUNGKAI BAWAH KI 5 5 5.5 PAHA KI. 4 4 4 4 4 LENGAN ATAS KI.5 KAKI KIRI 3. dan kaki.5 9. Rule of nine dari Wallace Kepala dan leher : 9% Dada depan dan belakang : 18% Abdomen depan dan belakang : 18% Tangan kanan dan kiri : 18% Paha kanan dan kiri : 18% Kaki kanan dan kiri : 18% Genital : 1% b.5 2.5 3. 4 4 4 4 4 LENGAN BAWAH KA 3 3 3 3 3 LENGAN BAWAH KI.5 3.5 2. elektrik. masing-masing 10% Kaki. masing-masing 10% .5 2. 4. tangan.5 c. fraktur.anak dengan diagram Lund dan Browder sebagai berikut: LOKASI USIA (Tahun) 0-1 1-4 5-9 10-15 DEWASA KEPALA 19 17 13 10 7 LEHER 2 2 2 2 2 DADA & PERUT 13 13 13 13 13 PUNGGUNG 13 13 13 13 13 PANTAT KIRI 2.5 8.5 2. 5. 5.5 2. 1) Luka bakar fullthickness kurang dari 2%.5 3.

. 5. Rahabilitasi Penaggulangan terhadap gangguan psikologis. 8. Barkland). Penanggulangan terhadap shock.5 – 4 cc/kg BB/% LB. 4. 6. pembebasan saluran nafas dari produk secret mukosa. Pada Fase Akut / Awal : Cedera inhalasi merupakan factor yang secara nyata memiliki korelasi dengan angka mortalitas. 24 jam II : Cairan Dex 5 % in Water : 24 x (25 + % LLB) X BSA cc. (0. 2. PENATALAKSANAAN Dalam Iswinarno (2003) prinsip penatalaksanaan dibagi menjadi tiga fase. Pemasangan pipa endotrakea dan atau krikotirotomi merupakan suatu tindakan mandatorik pada kasus dengan kecurigaan adanya cedera inhalasi. mengatasi gangguan keseimbangan cairan Protokol pemberian cairan mengunakan rumus Brooke yang sudah dimodifikasi yaitu : 24 jam I : Ciran Ringer Lactat : 2. sebelumnya pasien dipuasakan. kiri 20 % E. sepsis dan SDOM. yang juga memiliki prognosis sangat buruk. yaitu memicu stress metabolism dan memicu SIRS.masing saling berhubungan. Sementara penatalaksanaan lanjutan setelah tindakan penyelamatan tersebut ( terapi inhalasi.24 jam pertama ini. Mengatasi gangguan pernafasan Mengatasi infeksi Eksisi luka scar dan skin graft. Pada fase subakut atau lanjutan: Kerusakan / kehilangan kulit/ jaringan karena cedera termis menimbulkan masalah yang dapat dikelompokan dalam dua golongan. 7.3 – 0. pengaturan posisi penderita dan fisioterapi seawall mungkin). masih dihadapkan pada komplikasi saluran pernafasan yang biasanya terjadi dalam 3-5 hari pasca trauma. 3. Albumin sebanyak yang diperlukan. Pemberian nutrisi dilakukan setelah keadaan umum pasien baik. subakut dan lanjut. yaitu fase akut. Dimana ½ bagian diberikan dalam 8 jam pertama (dihitung mulai dari jam kecelakaan) dan ½ bagian lagi diberikan dalam 16 jam berikutnya. dan masing. Komplikasi dari cedera inhalasi. Kematian akibat cedera inhalasi terjadi dalam waktu singkat. Masing.masing turut berperan dalam keberhasilan terapi awal. dalam 8 sampai 24 jam pertama pasca cedera. dikenal sebagai kondisi ARDS. Penderita yang bertahan hidup setelah ancaman cedera inhalasi dalam waktu 8.5 cc/kg/%).( Baxter. terutama syok hipovolemik yang merupakan suatu proses yang terjadi pada luka bakar sedang sampai berat.Badan kanan 20 %. 1.

Bila penyebab luka bakar berupa bubuk. Dengan kehilangan kulit yuang berperan sebagai barier terhadap infeksi. Kedua hal tersebut diatas dapat menjadi factor yang berperan dalam memicu timbulnya respons inflamasi sistemik. Zat ini menyebabkan inhibisi proses fosforilasi oksidatif yang mengganggu fungsi sel ( Kremer 1978. dalam kondisi gangguan sirkulasi yang belum mencapai level normal ( dalam 3. Bahan pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka dibiarkan untuk sampai pada fase cleaning. terutama pada anak dan orang tua). Clothing singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar. Kondisi pertama yang terjadi adalah hipotermi.Kulit sebagai organ yang memiliki fungsi mencegah penguapan. kondisi stress yang timbul merupakan faktor yang memiliki nilai prognostik. Jaringan yang rusak melepas kompleks lipid.4 hari pasca cedera ). Penatalaksanaan secara sistematik dapat dilakukan : 1. Cara ini efektif samapai dengan 3 jam setelah kejadian luka bakar – Kompres dengan air dingin (air sering diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi – Jangan pergunakan es karena es menyebabkan pembuluh darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan memperberat derajat luka dan risiko hipotermia – Untuk luka bakar karena zat kimia dan luka bakar di daerah mata. Sindrom respons inflamasi sistemik yang berkembang tidak dapat dihentikan melalui suatu system intervensi. termasuk radikal bebas). Reaksi yang mulanya bersifat lokal berkembang menjadi suatu bentuk reaksi sistemik. dengan sendirinya kerusakan kulit menyebabkan penguapamn berlangsung tanpa kendali dan penguapan yang terjadi tidak ahnya sekedar cairan namun juga melibatkan protein dan energy (evaporation heat loss). paru . sepsis dan sindrom disfungsi organ multiple. hindari hipotermia (penurunan suhu di bawah normal. angka kematian berkisar 70. maka singkirkan terlebih dahulu dari kulit baru disiram air yang mengalir. tromboksane. invasi kuman menyebabkan sepsis luka yang yang memperberat keadaan.protein yang dulu dikenal sebagai burntoxin. 1979) dan memicu pelepasan sitokin dan mediator kimia lain yang breperan pada proses inflamasi ( interleukin. meliputi beberapa tahapan (kaskade) yang rumit. 3. proses penyembuhan akan lebih cepat dan risiko infeksi berkurang . Cleaning pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. Bila sudah terjadi kegagalan organ ( jantung. yang disusul dengan menurunnya kadar protein total. sehingga terjadi deteriorisasi system pengaturan. Gangguan keempat system homeostasis yang memicu pelepasan katekolamin dan hormone stress lain. Cooling Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. sindrom disfungsi organ multiple adalah rangkaian akhir dari perjalanan penyakit yang berakhir dengan kematian. Dengan membuang jaringan yang sudah mati. Imbalans protein timbul sebagai akibat. namun segera disusul oleh imbalans karbohidrat dan lemak disamping imbalans cairan yang memang sudah terjadi sebelumnya. memiliki kekuatan ribuan kali dibandingkan endotoksin. ginjal ). 2. siram dengan air mengalir yang banyak selama 15 menit atau lebih. dan berkaitan dengan status gizi dan system imunitas penderita. khususnya albumin. tumor necrotizing factor. prostaglandin.

thickness (dapat dilihat pada tabel 4 jadwal pemberian antitetanus). Luka bakar superfisial tidak perlu ditutup dengan kasa atau bahan lainnya. dapat diberikan pada luka yang lebih dalam dari superficial partial. Penderita perlu dimandikan tiap hari. Hindari pemanasan kering dan jangan lakukan tindakan mengurut. Apabila penderita bisa minum. Pemberian krim silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi. 6. Keadaan luka harus diamati beberapa kali dalam sehari. 1997 )Dikenal dua cara merawat luka : 1. Untuk LB III dengan eksudasi dan pembentukan pus harus dilakukan pembersihan luka berulang-ulang untuk menjaga luka tetap kering. Rendam bagian tubuh yang kedinginan dengan air hangat bersuhu 40oC ( jika mungkin air tersebut berputar ) hingga warna kulit dan perfusi kembali normal. Cara ini baik untuk merawat LB yang dangkal. Tindakan penghangatan akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat sehingga memerlukan pemberian obat. Pembalutan luka (yang dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit akibat luka bakar. menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. tubuh sebagian yang luka dicuci dengan sabun atau antiseptik dan secara bertahap dilakukan eksisi eskar atau debridement. ( American College of Surgeons Committee on Trauma. Perawatan terbuka ini memerlukan ketelatenan dan pengawasan yang ketat dan aktif. misalnya mitras-argenti. perempuan hamil.obat analgesik. . Baju. ibu menyususi dengan bayi kurang dari 2 bulan 5.4. Dilakukan sesuai dengan derajat luka bakar. Dianjurkan untuk melakukan monitoring jantung sewaktu tindakan penghangatan tubuh. dapat diberikan kecuali pada luka bakar superfisial. Kerugiannya bila digunakan obat tertentu. Chemoprophylaxis pemberian anti tetanus. riwayat alergi sulfa. berikan minuman hangat. bayi baru lahir. minyak. Permukaan luka yang selalu terbuka menjadi dingin dan kering sehingga kuman sulit berkembang. Penderita dan keluargapun merasa kurang enak karena melihat luka yang tampak kotor. Comforting Dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri untuk membantu pasien mengatasi kegelisahan karena nyeri yang berat. Covering and penutupan luka bakar dengan kassa. Perawatan tertutup (occlusive dressing method) Keuntungan perawatan terbuka adalah mudah dan murah. Perawatan terbuka (exposure method) 2. oli atau larutan lainnya.naju yang sempit harus dilepaskan dan diganti dengan selimut hangat. Upaya pemanasan hendaknya tidak dilakukan bila penderita beresiko untuk mengalami pembekuan ulang. Prinsip Penanganan Frosbite dan Trauma Dingin Non Beku yaitu penanganan harus sesegera mungkin dilakukan untuk mengurangi waktu pembekuan jaringan. Jangan berikan mentega. alas tidur menjadi kotor. Tidak boleh diberikan pada wajah.

6.Perawatan tertutup dilakukan dengan memberikan balutan yang dimaksudkan untuk menutup luka dari kemungkinan kontaminasi. Hapusan luka. Laboratorium : Hb. Protein. 7. Penderita syok atau terancam syok bila luas luka bakar > 10% pada anak atau > 15% pada orang dewasa. kecuali pada keadaan tertentu. sehingga dilakukan debridement. 4. terlindung dan enak bagi penderita. Kortikosteroid jangan diberikan karena bersifat imunosupresif (menekan daya tahan). tangan. seperti pada wajah. Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun 12. mata. telinga. alat kelamin atau kaki 10. Terjadi luka bakar pada organ dalam. kaki. mata. Terancam edema laring akibat terhirupnya asap atau udara hangat. Urine lengkap. Balutan kompres diganti beberapa kali sehari. eskar yang terkelupas dari dasarnya akan terangkat. 8. dan anogenital. Elektrolit. Berikan antibiotika berspektrum luas. Kreatinin. Thrombosit. bila perlu dalam bentuk kombinasi. Keuntungannya adalah luka tampak rapi. Infeksi. 4. Luka bakar dengan komplikasi pada saluran nafas. 3. Derajat III yang mengenai bagian tubuh yang kritis seperti muka. Rontgen : Foto Thorax EKG CVP : untuk mengetahui tekanan vena sentral. Tetapi untuk LB luas debridement harus lebih aktif dan dicuci yaitu dengan melakukan eksisi eskar. Luka bakar mengenai wajah. Gula darah. F. Derajat III > 10% 3. . Leucosit. trauma jaringan lunak yang hebat. anak > 20 %). fraktur. Infeksi merupakan masalah utama. Ureum. tangan. Untuk menghindari kemungkinan kuman untuk berkembang biak. Bila infeksi berat. 5. KOMPLIKASI 1. Albumin. Indikasi rawat inap pasien luka bakar yaitu : 1. Luka bakar akibat sengatan listrik 5. G. Derajat II (dewasa > 30 %. 2. diperlukan pada luka bakar lebih dari 30 % dewasa dan lebih dari 20 % pada anak. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah 11. 2. tangan. kaki atau perineum 9. Hanya diperlukan tenaga dan biaya yang lebih karena dipakainya banyak pembalut dan antiseptik. misalnya pda edema larings berat demi kepentingan penyelamatan jiwa penderita. sedapat mungkin luka ditutup kasa penyerap (tole) setelah dibubuhi dan dikompres dengan antispetik. Ht. Analisa gas darah (bila diperlukan). maka penderita dapat mengalami sepsis. Letak luka memungkinkan penderita terancam cacat berat. Pada waktu penggantian balut.

produkproduk yang tidak sempurna dari bahan yang terbakar seperti bahan jelaga dan bahan khusus yang menyebabkan kerusakan dari mukosa langsung pada percabangan trakeobronkial. trakeostomi. Gejala yang timbul adalah sesak nafas. Konvulsi. suara serak dan dahak berwarna gelap karena jelaga. Komplikasi yang sering terjadi pada anak-anak adalah konvulsi. Trauma panas langsung adalah terhirupnya sesuatu yang sangat panas. trauma panas langsung pada daerah saluran nafas atau digestive. Gangguan Jalan nafas. aminofilin. difenhidramin) dan 33% oleh sebab yang tak diketahui. termasuk hidung. biasanya muncul pada hari ke 5–10. takipneu. memberikan oksigen. Efek akut dari bahan kimia ini pada saluran nafas adalah iritasi dan bronkokonstriksi. Pada kebakaran dalam ruang tertutup atau bila luka bakar mengenai daerah muka (wajah ). 5. Terjadi karena inhalasi. akreolin. stridor. Ini merupakan komplikasi serius. Riwayat terjebak dalam rumah atau tempat industry yang tertutup ( in door) 2. 3. obat-obatan (penisilin.2. Cedera Inhalasi yang dibahas di dalam alam dr M. Antasida harus diberikan secara rutin pada penderita luka bakar sedang hingga berat. Mekanisme pada cedera inhalasi dibagi menjadi tiga penyebab.tanda berikut : 1. Terjadi ulkus pada duodenum atau lambung. bibir. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit. asap atau uap panas yang terhisap. yaitu karbon monoksida. dan inhalasi dari produk bahan yang terbakar atau terhirup bahan toksik atau korosif. Paling dini muncul dibandingkan komplikasi lainnya. Akibat dari termodegradasi menyebabkan terbentuknya gas toksius seperti hydrogen sianida. cedera inhalasi merupakan terminologi yang digunakan untuk menjelaskan perubahan mukosa saluran nafas akibat adanya paparan terhadap suatu iritan yang dapat menimbulkan manifestasi klinis berupa distress pernafasan. mulut atau tenggorokan. dapat menimbulkan kerusakan mukosa jalan nafas akibat gas.partikel tersuspensi. nitrogen dioksida. hipoksia. kadang-kadang dijumpai hematemesis. muncul pada hari pertama. Penurunan kesadaran termasuk confusion . 4. Kecurigaan adanya cedera inhalasi adalah bila pada penderita luka bakar terdapat 3 atau lebih dari tanda. Sjaifudin Noer (2003). Curling’s ulcer (ulkus Curling). Komplikasi luka bakar yang lain adalah timbulnya kontraktur dan gangguan kosmetik akibat jaringan parut yang dapat berkembang menjadi cacat berat. hydrogen klorida. Kontraktur kulit dapat mengganggu fungsi dan meyebabkan kekakuan sendi sehingga memerlukan program fisioterapi yang intensif dan tindakan bedah. Penanganan dengan jalan membersihkan jalan nafas. Edema yang terjadi dapat menyebabkan gangguan berupa hambatan jalan nafas karena edema laring. Keracunan asap disebabkan oleh termodegradasi material alamiah dan material yang diproduksi. aspirasi. edema paru dan infeksi. pemberian kortikosteroid dosis tinggi dan antibiotika. dan partikel. infeksi. Sputum yang tercampur arang 3. Luka bakar perioral. 4. Pada endoskopi 75% penderita luka bakar menunjukkan ulkus di duodenum.

Akibatnya. sehingga sangat sulit membersihkan jaringan yg rusak. Dalam kasus luka bakar ada dua pilihan perawatan dibalut atau tidak. Gejala distress nafas takipneu atau kelainan pada auskultasi seperti krepitasi atau ronkhi 7. Margarin. itupun tergantung kasusnya. Pasien dengan luka bakar. H. Salep. Dan mitos2 yg beredar di masyarakat turut serta mempersulit proses pengobatan tersebut. Pembalutan yang salah justru akan memperparah keadaan. 2. obat gosok. salep. dll. Memang perban diperlukan untuk kasus2 tertentu. sehingga menyebabkan perubahan pada kulit dan mengganggu fungsinya. pemulihan berlangsung sangat lambat dan bisa terbentuk jaringan parut. Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial). Jangan Diperban. Jangan Menekuk Tubuh . Luka bakar superfisial tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Mungkin ini terdengar konyol. akan berakibat kematian. namun sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis atau paramedis.. Daerah yang terbakar juga cenderung mengalami pengkerutan. PROGNOSIS Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar. menandakan iritasi mukosa 6. apa saja larangan pada penderita luka bakar. jadi tidak langsung setelah terbakar. Yang Tidak Boleh Dilakukan : 1.Jangan Melumuri Dengan Kecap.1. tersedak. atau bahkan minyak tanah Kecap. Penanganan Luka Bakar yang Benar Luka bakar sangat berbahaya. Namun pembalutan dilakukan setelah luka dibersihkan. semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kulit yg terbakar pasti akan dibersihkan oleh dokter. Tanda distress nafas. Luka bakar ringan pada kerongkongan. Lapisan epidermis yang baru dapat tumbuh dengan cepat dari dasar suatu luka bakar superfisial dengan sedikit atau tanpa jaringan parut. Tapi inilah kenyataannya. Jika salah dan terlambat dalam penanganan. Karena itu perlu kita ketahui. Jaringan parut bisa menghalangi jalannya makanan di dalam kerongkongan dan menghalangi pemindahan oksigen yang normal dari udara ke darah di paru-paru. ketika tiba di rumah sakit seringkali sudah dalam keadaan dilumuri kecap atau mentega. lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya. 3. Selain itu justru akan mempersulit proses pembersihan luka. lambung dan paru-paru biasanya akan pulih tanpa menimbulkan masalah. Sesak atau tidak ada suara.5. Luka yang lebih berat bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut dan penyempitan. seperti rasa tercekik. Dan karena kecap dkk menempel sangat kuat pada kulit. Lapisan epidermis yang baru tumbuh secara lambat dari tepian daerah yang terluka dan dari sisa-sisa epidermis di dalam daerah yang terluka. dll justru akan sangat mengganggu proses pengobatan. malas bernafas dan adanya wheezing atau rasa tidak nyaman pada mata atau tenggorokan. Luka bakar dalam menyebabkan cedera pada dermis.

dan tentu bobotnyapun akan berkurang. bisa dipastikan akan menyebabkan kematian. Lepaskan pakaian. jika menunduk. posisi tubuh harus dalam keadaan menjauhi pusat tubuh. Dan juga untuk menurunkan suhu tubuh. bukan berarti harus disiram air lebih lama. perlu mendapatkan perawatan medis yg segera. Jika tangan anda menggepal atau menekuk. namun apa salahnya mengurangi resiko kecacatan yang lebih parah. air dapat berfungsi sebagai penetral dari bahan asam atau basa tersebut. 2. oleh sebab itu memerlukan bantuan cairan infus agar tidak dehidrasi. Jika terbakar akibat bahan kimia. Luka bakar akibat apapun. siram air secukupnya dan usahakan secepat mungkin mendapat perawatan medis. dan ikat pinggang. Kecuali bila pakaian melekat di tempat luka bakar. jam tangan. cincin. Karena seperti yg telah saya jelaskan. Siram dengan Air Bersih Ini bertujuan untuk melokalisir kerusakan jaringan agar tidak meluas. Dan setelah mengkerut. Dan lain2. Posisi tubuh harus tidak boleh dalam keadaan tertekuk. Siram dengan air mengalir atau celupkan langsung ke bak mandi selama kurang lebih 10-15 menit. Kepala jangan menunduk. luka bakar akan mengkerut. terutama jika luka bakar akibat panas lingkungan (heat stroke). hal ini dapat diperbaiki dengan operasi plastik. pasti akan menkerut. Misalnya tangan.Ketika seluruh tubuh atau sebagian tubuh terbakar api. 3. Mungkin dengan kemajuan teknologi. Contohnya ikan asin. maka posisinya akan tetap seperti itu ketika sembuh nanti. Yang Harus dilakukan : 1. kalau bisa diarahkan ke atas (bahasa jawa : ndangak). . Setelah di jemur pasti akan mengkerut. tergantung keadaan. pada kasus2 tertentu luka bakar akan berakibat pada tertutupnya jalan nafas. Hal ini wajar. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah dalam penanganan medis nantinya. Selain itu tubuh juga kekurangan cairan. Justru sebaliknya. Dan seterusnya. Begitu juga dengan kepala. maka ketika sembuh dagu akan dempet dengan dada. tidak mungkin ikan asin dapat kembali menjadi ikan segar. Mendapat Perawatan Medis Secepatnya Pada luka bakar berat. karena setiap makhluk hidup yg dipanaskan. inilah perawatan pertamanya. karena kulit akan mengkerut. Siku tidak boleh ditekuk. tidak boleh menggenggam. Namun pada luka bakar berat. Jika ini terjadi lama. jari2 harus dalam keadaan terbuka. Bukalah Pakaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful