1.

Topik.

Studi Kasus Pertempuran Laut di Guadalcanal antara Kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan Kekuatan Angkatan Laut Jepang Pada Tanggal 12-15 Nopember 1942 Dari Aspek Pemutusan Garis Perhubungan Laut Lawan (PGPLL)

2.

Latar Belakang.

a.

Umum. 1) Guadalcanal merupakan salah satu pulau di Kepulauan Solomon

yang terletak di Samudera Pasifik dan menjadi pulau yang sangat diperebutkan oleh Jepang dan Amerika Serikat. Pulau Guadalcanal merupakan center of gravity dari baik Jepang maupun Amerika Serikat dalam melaksanakan proyeksi kekuatan (power projection) laut dan udara, sea line of communication serta kepentingan logistik.1 Alan Gropman (1997) menyatakan dalam bukunya: The Big L: American Logistics in World War II Guadalcanal was the crucible. For both the United States and Japan, logistics was the critical element and the outcome came down to our ability to keep Guadalcanal resupplied and Japan’s inability to do so. Pulau ini menjadi ajang pertempuran dengan sandi Operasi Watchtower paling menentukan dalam sejarah Perang Pasifik. Hal tersebut

menyebabkan pertempuran berlangsung berlarut-larut mulai dari 7 Agustus 1942 hingga 9 Februari 1943 dan merupakan salah satu pertempuran terpanjang dalam sejarah Perang Pasifik. Pertempuran Guadalcanal menjadi titik balik kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik, Jepang mengalami banyak penurunan dalam beberapa pertempuran dan sulit memperoleh kemenangan. Jepang yang semula ofensif dalam menguasai wilayah-wilayah yang menjadi tujuannya menjadi seakan kehilangan sifat ofensifnya serta cenderung bertahan terhadap serangan Amerika Serikat. 2) Pada tanggal 7 Agustus 1942, pasukan Sekutu yang didominasi oleh

Amerika Serikat mendarat di Pulau Guadalkanal, Pulau Tulagi, dan Pulau Florida yang berada di selatan Kepulauan Solomon. Pendaratan ini

1

Strange, Joe. (1996). Perspectives on Warfighting, Centers of Gravity & Critical Vulnerabilities: Building on the Building on Clausewitzian Foundation So That We Can All Speak the Same Language . Virginia: Marine Corps University Foundation, p. 43.

2

bertujuan merebut pulau-pulau tersebut yang akan digunakan Jepang sebagai pangkalan untuk mengancam rute logistik antara Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Sekutu juga bermaksud menggunakan Guadalkanal dan Tulagi sebagai pangkalan Sekutu untuk mendukung kampanye militer yang bertujuan akhir merebut atau menetralisir pangkalan militer utama Jepang di Rabaul, Britania Baru. Kekuatan tentara Amerika Serikat berada jauh di atas kekuatan Jepang yang menduduki Guadalcanal, Tulagi, dan Florida sejak Mei 1942. Amerika Serikat berhasil merebut Tulagi dan Florida, serta sebuah lapangan terbang yang sedang dibangun Jepang di Guadalcanal yang kemudian diberi nama Lapangan Udara Henderson. 3) Operasi WATCHTOWER adalah representasi hubungan komando

Amerika Serikat di barat daya Pasifik yang mengerahkan kekuatannya: Expeditionary Force, Amphibious Force, Carrier Forces, expedisi dan 1st Marine Division.2

komandan pasukan, Shore-Based Aircraft

Sedangkan Jepang mengerahkan semua angkatan perangnya, yakni angkatan laut, angkatan udara, dan angkatan darat. Pertempuran berakhir dengan kerugian besar bagi kedua belah pihak. Sejumlah kapal perang tenggelam dalam dua kali pertempuran laut di malam hari. Amerika Serikat menderita kerugian dan kerusakan lebih parah daripada Jepang. Namun Amerika Serikat berhasil menghalau bombardemen kapal-kapal perang Jepang terhadap Lapangan Udara Henderson. Serangan udara pesawat tempur Amerika Serikat juga menenggelamkan sebagian besar dari kapal angkut pasukan dan menghalangi usaha Jepang mendaratkan sebagian besar pasukan dan peralatan di Guadalcanal. Pertempuran ini

mengandaskan usaha terakhir Jepang mengusir tentara Amerika Serikat dari Pulau Guadalkanal dan Pulau Tulagi yang berdekatan, dan berakibat pada kemenangan strategis bagi militer Amerika Serikat, serta menentukan hasil akhir kampanye militer Guadalcanal sebagai kemenangan Amerika Serikat. b. Kronologis. 1) Pertempuran laut Guadalcanal I, 13 November 1942. a) Tahap persiapan, 12 November 1942.

2

Miller Jr, John. (1989). Guadalcanal: The First Offensive. Washington D.C.: Center of Military History, p.29.

Portland.3 Pada malam hari. Atlanta. Pada grup lainnya yang terdiri dari lima kapal perusak setidaknya 200 NM dari NNW. dan Aaron Ward) terlihat secara visual di dekat Kepulauan Savo. 14-15 November 1942. siap memulai bombardemen ke Lanud Henderson. pesawat intelijen Amerika Serikat mengindikasikan adanya kekuatan laut yang besar di utara Guadalcanal. (3) 02.Yudachi. (1) 01.48. c) Tahap penyelesaian. 2) Pertempuran laut Guadalcanal II. Kekuatan Jepang terdiri dari 2 Battleships. (2) dekat. San Francisco. b) Tahap pelaksanaan.00.25. Tiga kapal Jepang yang rusak (Hiei. 14 November 1942. Kedua belah pihak menghentikan 01. a) Tahap persiapan. 1 penjelajah ringan dan 11 perusak berada di 08º 09’ LS -157º 55’ BT serta 1 gugus yang teridentifikasi sebagai 1 kapal . Radar di beberapa kapal Amerika tersebut. 03. dan enam kapal perusak berada 335 NM arah utara. (1) Dini hari. Di tengah hari dua kapal induk dan dua kapal perusak dilaporkan 265 NM arah barat. rencana Laksamana Isoroku angkut Yamamoto dan menunda ke pendaratan kapal-kapal dipulangkan Kepulauan Shortlands untuk menunggu perintah selanjutnya. Sterett. Observasi pagi hari menyatakan dua battleship atau Kapal penjelajah berat. 13 November 1942. satu kapal penjelajah. Terjadi pertempuran brutal dalam jarak Serikat mendeteksi kedatangan kapal Jepang pertempuran. dan Amatsukaze) dan tiga kapal Amerika Serikat yang rusak (Portland. Kapal-kapal armada Jepang memasuki selat antara Kepulauan Savo dan Guadalkanal. dan O'Bannon akhirnya selamat kembali ke pelabuhan di garis belakang untuk direparasi. Laksamana Hiroaki Abe memutuskan untuk membatalkan misi dan meninggalkan arena pertempuran.26. Aaron Ward.

(2) 23. Transmisi suara Jepang tertangkap radio Amerika Serikat. b) Tahap pelaksanaan. (3) sasarannya. Pertama kali tembakan kapal Jepang kapal perusak Amerika Serikat. dan Walke berada pada posisi sekitar 50 NM Barat Laut Guadalcanal dan dikonsentrasikan di wilayah ini untuk menghindari kontak dengan pesawat Jepang. Disamping itu pula. (2) 12. 14-15 November 1942. Preston. mengenai Benham.12. namun satu pesud Jepang telah melihat keberadaannya. Benham. Gwin.00. (1) 23. (4) 01. . (4) 21. 15 November 1942.38. Pihak Jepang yakin keadaan sudah aman bagi konvoi kapal angkut untuk melanjutkan pelayaran ke Guadalcanal. Laksamana Nobutake Kondo memerintahkan semua kapal-kapalnya untuk berkumpul dan menghancurkan kapal-kapal Amerika Serikat yang tersisa. Kapal-kapal perusak Amerika Serikat mulai menyerang kekuatan Jepang. South Dakota.30. Sebagian besar kapal-kapal Kondo Jepang untuk mematuhi perintah Laksamana Nobutake memutuskan kontak dan mundur dari arena pertempuran. sebuah Kapal Amerika Serikat menangkap berita kapal penjelajah dan perusak Jepang bersembunyi di sebuah teluk di Pulau Savo. Task Force 64 Amerika Serikat terdiri dari Washington (F).4 induk. (3) bahwa 21. 1 Perusak berat dan 10 perusak terlihat sekitar 130 NM Utara Kepulauan Florida. 00.25.22. 1 lse Battleship dan 3 perusak (atau 3 penjelajah berat dan 2 perusak) berada di sekitar 170 NM Utara Kepulauan Florida. Baterai utama Amerika Serikat yang berada di Tulagi memastikan keberadaan kekuatan Jepang. 4 penjelajah berat. c) Tahap penyelesaian.20.30. (5) 23.

Tujuan operasi.00 Pendaratan pasukan Angkatan Darat Jepang di pantai Tassafaronga. 231-235.55.3 1) Jepang.5 (1) 04. Boston: Little Brown Company. p. The Struggle For Guadalcanal: August 1942-February 1943. COMBINED FLEET Admiral Isoroku Yamamoto KEKUATAN KOMANDAN ADVANCED FORCE Vice Admiral Nobutake Kondo CAMBATDIV 11 RAIDING GROUP Vice Admiral Hiroaki Abe Battleships 3 Morison. Mengamankan supremasinya di Kepulauan Solomon. 1) Jepang. a. Sasaran pokok operasi. Pasukan dan kapal-kapal angkut Jepang mulai diserang dengan gencar oleh pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat yang diimbangi oleh unit-unit arteleri di Guadalcanal. 1) 2) Jepang. c. Komposisi kekuatan. Amerika Serikat. 2) Amerika Serikat. Samuel Eliot. Analisa Kejadian. (2) 05. b. Menguasai Pulau Guadalcanal untuk memutus garis perhubungan laut lawan (enemy access) dan memastikan keamanan perbekalan maupun perkuatan sendiri. (1969). 3. Mengisolasi pusat pertahanan Jepang di Rabaul. Menguasai Pulau Guadalcanal untuk menjepit Australia sekaligus sebagai pangkalan aju (advance base) bagi angkatan udara dan angkatan laut guna menghadang bantuan logistic maupun militer dari Amerika Serikat ke Australia. .

Teruzuki. Arashio Bombardment Unit Suzuya. Transport Unit Arizona Maru. 23 VB. Brisbane M. Kagero COMBATDIV 3 CARRIER SUPPORT GROUP Supporting Unit Kongo.. Yamatsuki M. Sado M. Amagiri.6 Hiei. Tone Comcardiv 2 Air Striking Unit. Kinugawa M. Teruzuki Comdesron 4 Sweeping Unit Asagumo. Shirayuki. Tenryu. Mochizuki.... Shikinami. Hirikawa M. Inazuma. Oyashio. LAND-BASED AIR FORCE Rear Admiral Susumu Kimura Rear Admiral Tamotsu Takama Capt. Yugumo. Yamaura M. Takanami. Asashio. Akatsuki. Takao. Samidare. Yukikaze. Ikazuchi. Haruna.. Isuzu. Canberra M.. Inazuma. Suzukaze. Murasame. Yasuhide Setoyama Vice Admiral Nobutake Kondo Rear Admiral Susumu Kimura Rear Admiral Hashimoto Shintaro Vice Admiral Takeo Kurita Rear Admiral Kakuji Kakuta Vice Admiral Gunichi Mikawa Vice Admiral Gunichi Mikawa Rear Admiral Shoji Nishimura Rear Admiral Raizo Tanaka Vice Admiral Junichi Kusaka . Harusame Comdesdiv 27 Shigure. Nagara M. Maya. Kirishima Desron 10 Nagara. Uranami. Makinami. Kagero. Samidare. Kirishima Creening Unit Nagara. Yugure ATTACK GROUP Bombardment Unit Atago. Kumagawa M.. Shiratsuyu. Naganami. Ayanami Late Reinforcement Unit Oyashio. 9 VT) Hiyo (15 VF. Nako M.. Kazagumo. 9 VT) 6-8 Destroyer OUTER SOUTH SEAS FORCE SUPPORT GROUP Main Unit Chokai. Kawakaze. Umikaze. Junyo (12 VB. Amatsukaze. Asagumo. Comdesron 3 Sweeping Unit Sendai. Kinugasa. Michishio COMDESRON 2 REINFORCEMENT GROUP Escort Unit Hayashio. Yudachi. Hatsuyuki. Makigumo..

William M. Wilkinson Shaw Cdr.7 25th AIR FLOTILLAS 26th AIR FLOTILLAS ADVANCE EXPEDITIONARY FORCE (SUBMARINE) Vice Admiral Teruhisa Komatsu PATROL GROUP A. Stokes Cushing Lt. D I-16. Charles W. Power Libra Cdr. B. I172. Gilbert C. Jenkins Comdesron 12 Capt. Ingolf N. William B. Frank H.1 TRANSPORT GROUP Capt. Fletcher Jr. Tobin Aaron Ward Cdr. 2) Amerika Serikat SOUTH PACIFIC FORCE Vice Admiral William F. Frank L. Cdr. Jesse G. I-122. I-175. Lowe Portland Capt. Max C. Stormes Buchanan Cdr. Thomas M. I-15. I-31. I-20. Jones Gwin Lt. DuBose Helena Capt. I-24. Halsey KEKUATAN KOMANDAN TASK FORCE 67 Rear Admiral Richmond K. I-26. Lyman K. William E. Edward N. Hank Sterett Cdr. Cdr. Cdr. I-9. Fox Monssen Lt. Turner TG 67. I-17. Harry D. Sullivan President Adams Cdr. Cdr. Wilbur G. Parker Laffey Lt. Laurance T. Cassin Young Pensacola Capt. Hoover Juneau Capt. Coward O’Bannon Cdr. Edwin R. San Cristobal. Orville F. Kiland McCawley Capt. Cooper Attack Cargo Ships Betelgeuse Cdr. Tisdale San Francisco Capt. McCombs Comdesdiv 10 Cdr. Charles E. Dean President Jackson Cdr. Willard M. Gregor Fletcher Cdr. Robert G. Wilson TG 62. Noumea. Callghan Comcrudiv 4 Rear Admiral Mahlon S. Fellows Jr.4 Rear Admiral Norman Scott Atlanta Capt. weitzel TG 67. William G.4 SUPPORT GROUP Rear Asdmiral Daniel J. Zeilin Capt. Sweetser McCalla Lt. Cdr. RO-34 SCOUTING UNITS I-7. Preston Cdr. John R. John B. Charlie P. Samuel P. Swenson Barton Lt. Cdr. I-21. Pat Buchanan TASK FORCE 63 . Suva. Ralph E. Douglas H. McFeaters Crescent City Capt. Cole Lardner Cdr.

Cdr. Wailard A. Sebagai akibatnya. Guthrie Cdr. Fraser Lt. 37 B-17. Thomas Lt. Walis F. Glenn B. Glenn R. Roosevelt. Guadalcanal dan Pulau . 18 P-38. 9 TBF. Holcomb Lt. Arnold E. Lt. Davis Capt. Espirintu Santo 8 F4F-4. strategi militer mengandalkan pada defensif strategis di kampanye taktis ofensif. 2 PB4Y. Thomas L. Winston Churchill. John B. 13 F4F-3P. Kitts III Capt. TASK FORCE16 TG 67. Cdr. Hartwig Cdr. Petersen Cdr. Martin Lt. Cdr. James H.4 Enterprise Air Group 10 38 F4F-4 (Wildcat) 15 SBD-3 (Dauntless) 16 SBD-3 9 TBF-1 Comcrudiv 5 Northampton San Diego Comdesron 2 Clark Anderson Hughes Desdiv 4 Morris Mustin Russell TASK FORCE 64 Washington South Dakota Walke Benham Rear Admiral Aubrey W. Gaines Lt. Richard K. serta merebut benteng Jepang di Rabaul yang berdekatan dengan pangkalan di New Britain dan New Ireland termasuk Tulagi. Randolph B. Osborne B. 1 P-39. 24 PBY. Lawrence H. Perry Capt. Gatch Cdr. faktor-faktor politik dan militer.8 LAND-BASED AIRCRAFT Henderson Field 27 F4F-4. Fitch Rear Admiral Thomas C. Perdana Menteri S. Konteks sejarah. 1 PBY-5A. 16 TBF. Coffin Rear Admiral Howard H. Boyer Cdr. Flatley Jr. Albert P. Lee Lt. Strategi Amerika Serikat di Pasifik berdasarkan keputusan mendasar dari Presiden Franklin D. Good Capt. Cdr. True Lt. dan staf militer senior mereka untuk melakukan kampanye "Germany First". Kinkaid Capt. Taylor d. 37 SBD. Benjamin F. Hartwig Rear Admiral Willis Augustus Lee Capt. Harold R. Richard A. Cdr. Sebagai pelaksanaannya dengan merebut pulau Santa Cruz dan Tulagi. 5 Hudson. Kemudian dilaksanakan kampanye ofensif terbatas yang dirancang untuk mencegah Jepang mengambil langkah lebih lanjut terhadap Amerika serikat pada jalur komunikasi (sea line of communication/ SLOC) antara Amerika Serikat dan Australia. 5 B-26. Cdr. 1 F4F-7. serta strategis maupun tujuan operasional didefinisikan pada lingkungan strategis di Pasifik Barat Daya selama Perang Dunia II. James A. James R. Donald J. merebut Kepulauan Solomon ditambah posisi di Papua Nugini. Hardison Cdr. 1 P-400. Cdr. Thomas E. Strategi.

237.S. Operasi WATCHTOWER akan menjadi langkah pertama serangan masa depan Amerika Serikat terhadap benteng Jepang Rabaul. V. Pearl Harbor to Guadalcanal: History of U. dan Ludwig. Washington: Historical Branch.6 Kemampuan pasukan Amerika Serikat untuk menggelar dan menyerang Guadalkanal sebelum Jepang memiliki waktu dalam menyelesaikan pangkalan udara di Lunga merupakan titik balik 4 5 Strange. Sebaliknya. Dengan demikian. p.S. p. Marine Corps. keduanya mempunyai kemampuan (capabilities). center of gravity operasi Amerika Serikat dan Jepang serta kerentanan kritis. F.O.59 . Responsif berarti menyediakan dukungan yang tepat di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.cit.5 1) Responsif.9 Florida guna mempertahankan kesatuan komando angkatan laut ( unity of command for the navy).E. U. (1958). pemimpin militer Amerika Serikat menentukan tujuan operasional kampanye adalah Pulau Tulagi karena Jepang telah memiliki pangkalan udara dan fasilitas angkatan laut yang sangat baik di sana serta berdasarkan informasi intelijen bahwa Jepang sedang dalam proses membangun pangkalan udara di Guadalcanal. tujuan operasi. Konsep Operasi. Konsep operasi WATCHTOWER merupakan representasi dari hubungan komando Amerika Serikat di Pasifik Barat Daya. e. Loc. dan kerentanan (vulnerabilities) penting yang identik. Dimana proyeksi kekuatan udara dan laut Amerika Serikat maupun Jepang merupakan kemampuan kritis dan jalur komunikasi laut (sea line of communication/ SLOC) serta logistik merupakan kerentanan kritisnya. Marine Corps Operations in World War II. center of gravity operasi baik Amerika Serikat maupun Jepang adalah identik. Joe. Center of gravity operasi keduanya adalah angkatan bersenjata masing-masing. Respon didefinisikan sebagai tempo operasional untuk seluruh kampanye. maupun layanan kontribusi. Headquarters. Sepanjang Kampanye Guadalkanal.4 Konsekuensinya. tujuan Jepang adalah untuk merebut Kepulauan Solomon untuk mencegah direbutnya New Guinea dan pelabuhan strategis Port Moresby selama pertempuran laut karang (battle of coral sea). 6 Miller. Hough. G-3 Division. Amerika Serikat mampu memobilisasi dan mengerahkan kekuatan amfibi yang besar dan 82 kapalkapal dalam kurang dari 2 months. Loc. pelaksanaan operasi.cit. persyaratan (requirements).

8 Pelaksanaan penentuan dalam proses pergeseran kekuatan dalam perang laut menggunakan strategi serangan udara sehingga dapat dikendalikan dimana ruang udara yang akan digunakan. dengan demikian tersedia bahan bakar yang cukup untuk operasi udara dua hari. gergaji dan parang karena memiliki peralatan. Marinir menemukan lebih dari 400 drum bensin. Kesederhanaan Amerika Serikat hampir tidak ada. Unaided. Jepang benar-benar terkejut oleh kecepatan ini. . p. Jepang membangun jalan melalui hutan lebat dengan kapak. Berdasarkan teori Julian S.7 2) Kesederhanaan. meninggalkan perlengkapan dan peralatan berharga di pangkalan udara Lunga yang secara signifikan mempengaruhi kampanye. Amerika Serikat menggunakan 7 8 Ibid. Some Principles of Maritime Strategy. naval pressure can only work by a process of exhaustion. J. Corbertt.S. Ekonomis dan fleksibilitas Amerika Serikat ditampilkan setelah Laksamana Fletcher dan Laksamana Turner memundurkan armada angkatan laut dari Guadalcanal dan segera menghentikan bongkar muat perlengkapan dan peralatan untuk Marinir. Jepang lebih berhasil mencapai kesederhanaan dari Amerika Serikat selama kampanye.15. Jelas. Jepang terpaksa melaksanakan kesederhanaan dari yang seharusnya.274 Corbett. Kedua prinsip-prinsip ekonomis dan fleksibilitas secara signifikan mempengaruhi hasil Operasi WATCHTOWER. satu-satunya bukti kesederhanaan Amerika Serikat terjadi ketika bahan bakar untuk penerbangan pada kondisi kritis atau kehabisan selama pertengahan Oktober. Jepang memindahkan hampir 800 ton persediaan dan artileri berat secara manual. and so galling both to our own commercial community and to neutrals. 3) Ekonomis dan fleksibilitas. p. (2005). for it scarcely needs saying that it is almost impossible that a war can be decided by naval action alone. karena tidak memilikinya transportasi motor. that the tendency is always to accept terms of peace that are far from conclusive”.10 dalam kampanye karena Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara penting strategis tersebut untuk memberikan perlindungan udara dan dan menjaga jalur pasokan (supply lines) terbuka. “Naval strategy is but that part of it which determines the movements of the fleet when maritime strategy has determined what part the fleet must play in relation to the action of the land forces. Namun. Its effects must always be slow.

Jepang memulai "Tokyo Express" menggunakan kapal penjelajah dan kapal perusak untuk mengangkut pasokan dan bala bantuan untuk Guadalcanal setiap malam dalam kegelapan. Pada awalnya Amerika Serikat tidak memperhitungkan tentang ketahanlamaan.cit. F4F Wildcat serta menguasai lapangan udara Henderson yang menjadi sarana pertahanan di wilayah Guadalkanal. untuk total beban 150 sebulan.11 pengendalian udara dengan mengirimkan pesawat-pesawat TBF Avenger. adalah prinsip yang paling penting karena peperangan antara dua kekuatan yang seimbang biasanya ditentukan oleh ketahanlamaan. rencana ketahanlamaan Jepang yang awalnya efektif. Sebelum serangan pada Guadalcanal dan Tulagi.408 . kampanye. secara signifikan kebutuhan performa statistik adalah jumlah kapal angkut yang hilang oleh kedua belah pihak. kekuatan Jepang memerlukan provisi setidaknya 200 ton sehari atau 5 destroyer-load per malam. "Tokyo Express" hanya bisa mempertahankan beban 60 per month. Amerika Serikat hilang 1 kapal transportasi. 9 Hough. tapi memburuk selama kampanye. SBD Duntless. sementara Jepang kehilangan 13 kapal transportasi. 4) Ketahanlamaan. Sebaliknya. Namun. tetapi meningkat sejalan dengan berlangsungnya untuk Ketahanlamaan merupakan kemampuan mempertahankan dukungan logistik untuk semua pengguna di seluruh mandala selama operasi (the ability to maintain logistics support to all users throughout the theater for the duration of the operation). Selama sebulan.9 Jelas. p. perencana angkatan laut tidak menghitung jumlah perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk kampanye yang berkepanjangan. Op.

Pertempuran Laut Guadalcana 14-15 November 1942 Gambar 2. Pergerakan Armada Jepang .12 Gambar 1.

dan bertindak (Observe. memutuskan. mengindikasikan adanya kekuatan laut yang besar di utara Guadalcanal maupun pada tahap perencanaan serangan amfibi. Jepang telah hampir tidak berkesempatan untuk mengalahkan Amerika Serikat di Guadalkanal karena pasukan Jepang tidak dapat bertahan tanpa perlengkapan. Setelah "Tokyo Express" hancur. intelijen di pulau-pulau adalah tanggung jawab Kolonel Frank B. Jepang juga gagal di survivability ketika Laksamana Halsey berhasil menghalangi "Tokyo Express" pada bulan November dengan armada kapal selamnya. Kemudian. Act/ OODA). mengorientasikan. 6) Intelijen. perwira intelijen Divisi Marinir 1 Kolonel Goettge dan seksi intelijennya mewawancarai mantan penduduk Solomon.13 5) Kelangsungan hidup (survivability). pegawai negeri sipil. Reaksi lambat Jepang untuk merebut Guadalancal dan pangkalan udara. Admiral Mikawa berhasil menghancurkan empat kapal penjelajah Amerika Serikat yang merupakan kekalahan terburuk. Decide. Selama Pertempuran Guadalcanal. Amerika serikat gagal untuk melindungi perbekalannya di pantai. Goettge. Admiral Mikawa memutuskan untuk mempertahankan kekuatan sendiri dan meninggalkan pertempuran untuk mengejar kapal induk Amerika Serikat. Namun. dan petugas kapal dagang untuk menentukan daerah-daerah yang sesuai untuk serangan amfibi dan jalan layak untuk mengangkut supplies. Loc. Intelijen Amerika Serikan terintegrasi dengan baik selama tahap persiapan penyerangan. Selama tahap awal dari serangan amfibi pada Guadalcanal. menunjukkan ketidakmampuan Jepang untuk observasi. pada penyerangan perlengkapan dan peralatan Amerika Serikat. Amerika Serikat dan Jepang mengabaikan prinsip survivability selama perencanaan dan pelaksanaan kampanye. Amerika Serikat tidak memiliki kesempatan untuk survei Kepulauan sebelum invasi dan ada tidak ada peta Guadalcanal yang berguna. Jepang tidak menghancurkan perbekalan Amerika Serikat ketika memiliki kesempatan untuk melakukannya.10 Kegagalan Jepang untuk menghancurkan kesalahan kerentanan kritis Amerika dan Serikat ini menunjukkan kerentanan kritis dalam mendefinisikan penargetan operasional lawan. Selain itu. Orient. Keputusan Amerika Serikat untuk menyerang Guadalcanal dan Tulagi pada Agustus 1942 membuat Jepang terkejut.65. 10 Strange. 7) Manuver. .cit. p.

a. Dengan demikian bantuan perbekalan tersebut dapat memberikan dukungan logistik yang sangat dibutuhkan dalam pertempuran. Kemampuan memprediksi Jenderal Vandegrift untuk mendarat 6. Pengiriman yang sangat penting dilakukan dengan memadukan kekuatan armada laut dan udara yang digunakan sebagai pengawal maupun melaksanakan operasi pengiriman perbekalan dan bantuan pasukannya di Guadalcanal. Kekuatan perlindungan yang efektif ketika Jenderal Vandegrift memutuskan untuk mendarat antara Sungai Tenaru dan Tenavatu timur Pangkalan Udara Lunga. 1) Jepang. p. 4. Melembagakan kekuatan perlindungan adalah penting karena biasanya merupakan kerentanan kritis pada model center of gravity.11 Perlindungan kekuatan akan lebih mudah jika Marinir telah membangun pangkalan udara baru di lokasi defensif yang baik daripada merebut pangkalan udara Jepang yang ada di lokasi yang tidak baik. keuntungan operasional merebut dan mempertahankan pangkalan udara pada keseluruhan kampanye adalah lebih besar daripada kekurangan logistik operasional. Loc. a) Berhasil melaksanakan pengiriman pasukan dan material angkatan darat ke Guadalcanal dengan rahasia serta mengerahkan kapal-kapal perusak dan penjelajah yang mampu bergerak cepat. serta secara tidak 11 Miller.cit. Hal-hal Positif dan Negatif.000 meter timur pangkalan udara ini luar biasa karena dimaksudkan untuk menggunakan sungai untuk melindungi masing-masing sisi-sisinya terhadap serangan Jepang sementara pasukan dan persediaan datang mendarat. Positif.14 Meskipun Angkatan Laut dan Marinir Amerika Serikat tidak cukup siap untuk serangan amfibi yang besar pada bulan Agustus.43-45 . b) Armada Mikawa mampu mendaratkan bantuan besar-besaran perbekalan untuk pasukannya di Guadalcanal. 8) Kekuatan perlindungan.

Sesuai dengan motto logistik bahwa logistik tidak akan memenangkan pertempuran. namun tanpa logistik pertempuran mustahil akan memperoleh kemenangan. dua Gugus Tugas Jepang melaksanakan konsolidasi di pangkalan Aju Kepulauan Shortland untuk melaksanakan bekul dan koordinasi. walaupun kekuatan tidak berimbang. f) Semangat tempur dan mental daya juang prajurit Jepang sangat tinggi. g) Unsur-unsur Jepang memiliki keunggulan dalam pengembangan taktik pertempuran menggunakan torpedo. e) Kemampuan manuver dan pengembangan taktis unsur-unsur Gugus Tugas Jepang sangat baik. sehingga saat terjadi kontak pertempuran dengan pihak Amerika Serikat secara spontan melakukan serangan balik dan tidak mundur sampai kondisi memaksa. serta mampu mengadakan serangan kejutan terhadap Armada Jepang. 2) Amerika Serikat. terbukti saat Gugus Tugas Jepang didadak serangan dari Gugus tugas Amerika Serikat mampu memberikan perlawanan dan bermanuver. d) Gugus Tugas Jepang sebelum melaksanakan tugas bombardemen terhadap pangkalan udara Henderson melaksanakan latihan pertempuran malam guna melatih keterampilan prajurit dan adaptasi medan di laut Solomon. Hal tersebut merupakan keuntungan bagi Jepang masih mampu untuk bertahan dengan keterbatasan kekuatan unsur tempur laut. c) Beberapa kapal mampu menyelamatkan diri dari serangan Armada Amerika Serikat dan mengadakan serangan balasan dan menenggelamkan USS Duncan. b) Unsur-unsur Amerika Serikat dilengkapi dengan sistem penginderaan berupa radar yang lebih canggih sehingga sejak dini . sehingga banyak kapal Amerika yang terkena serangan torpedo dari unsurunsur Jepang.15 langsung dapat meningkatkan moril pasukan. Sebelum bergerak menuju sasaran. a) Amerika Serikat mampu menerapkan taktik kekuatan armada laut dan udara secara tepat.

e) Konvoi Amerika Serikat bergerak dalam formasi yang menguntungkan saat berhadapan dengan konvoi Jepang. Kelebihan pada kelengkapan Alutsista Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang menguntungkan dalam taktik pertempuran. sehingga memberikan keunggulan secara taktis dari pihak Amerika Serikat untuk dapat memenangkan pertempuran. Kekuatan-kekuatan angkatan perangnya dibagi-bagi semata-mata untuk mencapai . c) Amerika Serikat mampu memanfaatkan kondisi cuaca buruk untuk menyerang Armada Jepang sehingga dapat memperoleh kemenangan dalam pertempuran laut. f) Setelah selesai pertempuran kapal-kapal Amerika Serikat yang mengalami kerusakan segera melaksanakan konsolidasi dan ditarik mundur untuk melaksanakan perbaikan untuk mendukung tugas berikutnya. Armada Jepang banyak menjadi korban dan mengalami kekalahan. sehingga saat pertempuran terjadi unsur Amerika Serikat mampu menyerang armada Jepang sesuai dengan jarak tembak dan kemampuan persenjataan yang dimiliki. tidak terfokus pada satu titik tujuan utama. a) Taktik terlalu rumit dan tidak sederhana. namun serangan-serangan Jepang tidak didukung oleh keunggulan strategis. b. Meskipun menggunakan taktik cepat dalam setiap pertempuran. d) Satuan Udara Kaktus mampu melaksanakan pengintaian terhadap gerakan Gugus Tugas Jepang sehingga dapat menjadi informasi bagi satuan laut dan melaksanakan persiapan untuk aksi pencegatan gugus Tugas Jepang. Armada Jepang terlebih dahulu dapat dideteksi dengan adanya radar tersebut.16 dapat mengidentifikasi gerakan konvoi lawan. Negatif. 1) Jepang. Gugus Tugas telah siap bertempur dalam taktik penyerangan terhadap pihak Jepang karena adanya informasi-informasi yang akurat.

Kemampuan intelijen yang buruk menyebabkan Jepang tidak mampu melihat kekuatan lawan secara utuh. sehingga menyebabkan banyak pasukan tewas akibat dari penyakit malaria. e) Kemampuan intelijen yang buruk. padahal pada awal pendaratannya saja Amerika Serikat telah menadaratkan 11. Sejak awal Jepang memandang rendah kekuatan Amerika Serikat di Guadalcanal.000 Marinir. Oleh karena kesalahan tersebut. tetapi sedikit hanya memilki variasi. b) Strategi Jepang kaku. tidak fleksibel. Ketika Jepang mengetahui kesalahannya dan hendak mengirimkan lebih banyak bantuan ke Guadalcanal. Posisi-posisi strategis telah dikuasai oleh Amerika Serikat sehingga Jepang mengalami kesulitan menambah pasukan di Guadalcanal. Cuaca yang lembab juga mengakibatkan banyaknya nyamuk malaria. sehingga banyak pasukan yang dehidrasi dan sakit. sehingga pada Pertempuran Guadalcanal Jepang hanya mengandalkan persediaan yang masih tersisa. sehingga dengan mudah pergerakannya dibaca oleh lawan. Tetapi justru taktik tersebut melemahkan diri sendiri sehingga Jepang banyak menjadi korban serangan mendadak musuhnya. itu sudah terlambat. Pasukan Jepang terbiasa dengan cuaca dan iklim yang dingin.17 unsure serangan mendadak bagi pihak lawan. . yang pada akhirnya mengakibatkan taktik Jepang tidak berjalan sebagaimana mestinya. c) Pasukan tidak mampu berdaptasi dengan lingkungan. Hal ini mengakibatkan persediaan bahan makanan dan amonisi tidak mencukupi. Pulau Guadalcanal memiliki cuaca dan iklim yang panas dan lembab ditambah dengan sedikitnya persediaan air tawar. Jepang mengutamakan pendaratan di Buna dibandingkan dengan mendaratkan pasukan di Guadalcanal. Jepang mengira ada sedikit pasukan Amerika Serikat di pulau tersebut. Intelijen merupakan sesuatu kegiatan yang sangat diperlukan untuk memudahkan dalam menjalankan proses penyerangan. f) Tersendatnya pasokan logistik. Beberapa kali Jepang berusaha merebut Guadalcanal. d) Memandang rendah kekuatan Amerika Serikat.

pelabuhan. Laksamana Scott di San Fransisco dengan armadanya terjadi kesalahan koordinasi dan komunikasi pada saat mulainya penembakan terhadap armada Jepang. Operasi di masa mendatang juga mungkin akan terjadi jauh dari rantai logistik dan suplai ulang kekuatan ketika pangkalan. Kekuatan Amerika Serikat di Guadalcanal berada pada rantai logistik yang ekstrim dan kemantapan dukungan pasukan serta material terbukti bermasalah. Hal ini memerlukan pendekatan segar dan penilaian jujur terhadap basis industri pertahanan Indonesia. 5. Hal-hal yang Bermanfaat. Aspek Edukatif. Aspek Inspiratif. Untuk melaksanakan pendaratan di Guadalcanal. b) Kurang optimalnya intelijen. b. Amerika Serikat tidak mengetahui kemampuan senjata torpedo Jepang sehingga berakibat banyak kapal Amerika Serikat hancur terkena serangan torpedo Jepang. Ditinjau dari segi taktis hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi bila dalam perencanaan operasi disusun dengan baik. a. Hal ini memberikan pembelajaran penting bagi TNI Angkatan Laut untuk memastikan berjalannya rantai logistik dan memastikan terlaksananya suplai pasukan dan material. a) Kesalahan koordinasi dan komunikasi. Ketidak yakinan Scott terhadap penembakan Armada Jepang sehingga sempat menghentikan tembakan mengakibatkan kerugian di pihak sendiri. sehingga tidak terjadi miss communication atau miss coordination antar unsur.18 2) Amerika Serikat. Logistik. 1) Anti-access/ area-denial. Hal tersebut sebagai akibat kelemahan Amerika Serikat khususnya dalam memperoleh data-data kekuatan persenjataan lawan. angkatan laut dan marinir harus mampu beroperasi dengan baik dalam zona kepulauan yang dikuasai Jepang dan kekuatan kapal-kapal . dan kapal logistik berada di bawah serangan.

Hal ini menginspirasi tentang Air-Sea Battle yang memastikan kemampuan yang bertautan. c. Aspek Instruktif. Kesimpulan. Pahami musuhmu. Konsep pertempuran laut mandiri muncul di dalam Angkatan Laut/ Korps Marinir yang merupakan pandangan holistik usaha baru untuk mengatasi tantangan anti-access/ area-denial. semua tentang Pada persenjataan saat Pertempuran gabungan: penyatuan kemampuan laut. serangan torpedo dan taktik yang mengakibatkan tenggelamnya 24 kapal perang selama tujuh bulan kampanye. Untuk berhasil. doktrin dan pemikiran yang paling efektif untuk mengatasi strategi anti-access/ areadenial musuh. Pasukan Amerika Serikat secara konsisten diperlemah oleh keterampilan Angkatan Laut Jepang dalam operasi di malam hari. meskipun menggunakan senjata modern. yang mengakibatkan kekalahan. 2) Pertempuran udara-laut (Air-Sea Battle).19 Amerika Serikat pada awalnya kalah jumlah. Sehingga kekuatan sendiri tidak secara konsisten diperlemah oleh keterampilan dan taktik lawan. rencana dan perlawanan musuh. Penutup. a. Hal tersebut menginspirasi dalam melaksanakan operasi pendaratan amfibi. angkatan laut dan Marinir harus mampu beroperasi secara baik dalam daerah yang dibentengi oleh lawan dan memiliki kekuatan serta kapal-kapal yang memadai. Perubahan paradigm postur kekuatan untuk "rebalances" dari struktur kekuatan di kawasan regional. pelatihan. Guadalcanal. Hal ini memberikan aspek instruktif bagi TNI Angkatan Laut dalam melipat gandakan upaya untuk memahami bagaimana potensi berpikir. . udara. 5. Waktu dan jarak merupakan masih penting dan karakteristik abadi beroperasi di seluruh wilayah yang luas serta masalah konstan dalam Perang Dunia II juga masalah dalam operasi di masa depan. pasukan AS harus melipat gandakan upaya untuk memahami bagaimana potensi berpikir. dan darat serta kemudian sinkronisasi penggunaannya dalam pertempuran. rencana dan perlawanan negara-negara kawasan yang dimungkinkan menjadi calon lawan di masa mendatang.

b. Pulau Guadalcanal merupakan pulau yang letaknya cukup dekat dengan jalur lalu lintas Amerika Serikat dan Australia. namun pada akhirnya Jepang memutuskan untuk mundur. Taktik dan strategi Jepang dipersiapkan hanya untuk pertempuran cepat. Oleh karena itu. Amerika Serikat berusaha untuk menguasai Pulau Guadalcanal dari pihak Jepang sehingga terjadilah Pertempuran Guadalcanal yang mengakibatkan kekalahan Jepang dalam ekspansinya di Pasifik. meroketnya ekonomi Cina dan peningkatan dalam modernisasi militer maupun angkatan laut kawasan. rencana Jepang selanjutnya adalah menguasai Samoa.20 1) Setelah Jepang kalah dalam Pertempuran Midway. taktik Jepang di Guadalcanal tidak berhasil mengingat Pertempuran Guadalcanal berlangsung cukup lama. Dengan demikian beradaptasi dengan jenis . Menyadari ancaman. Akibat lainnya. Fiji. Taktik serangan cepat yang dilakukan Jepang sulit berhasil. Tujuannya pemutusan garis perhubungan laut lawan (PGPLL) antara Amerika Serikat dengan Australia. serta dimulainya operasi-operasi ofensif terhadap Jepang yang berakhir dengan kapitulasi Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II. Letak Guadalcanal dianggap strategis bila dihadapkan dengan kepentingan Jepang untuk mewujudkan tujuannya. 2) Jepang kalah dalam strategi dan taktik untuk menghadapi Amerika Serikat. Jepang telah mencapai titik balik dalam ekspansi wilayah di Pasifik. 3) Dampak dari Pertempuran Guadalcanal terhadap Jepang yakni. rencana Jepang menjadi berantakan bahkan kekalahan demi kekalahan terus dialami dalam pertempuran selanjutnya sampai akhirnya Jepang menyerah dalam Perang Dunia II pada tahun 1945. tidak dipersiapkan dalam pertempuran yang berlangsung lama. 1) Perlu untuk mempertimbangkan kembali perubahan politik dan militer di kawasan Asia-Pasifik dalam memastikan keamanan jangka panjang dan kepentingan ekonomi yang terkait erat dengan peristiwa di Pasifik. dan New Caledonia. Saran. Meskipun pada awalnya memperoleh kemenangan. Kekalahan dalam Pertempuran Guadalcanal menandai transisi strategi Amerika Serikat dalam Perang Pasifik dari operasi-operasi defensive menjadi ofensif. sehingga Jepang berusaha untuk menguasai dan membuat lapangan terbang di sana.

D. (2011). Navy at Guadalcanal . seperti pertempuran udaralaut (Air-Sea Battle).S. 2) Perlunya mempertimbangkan adanya wacana strategis munculnya tantangan operasional yang ditimbulkan oleh proliferasi anti-access/ daerahpenyangkalan (the proliferation of anti-access/ area-denial) strategi yang dikejar oleh banyak negara dan counterstrategy. Neptunes’s Inferno: The U. seperti radar dan sistem kendali senjata. Hal tersebut tentunya juga didukung oleh teknologi yang kuat.21 perang baru merupakan keniscayaan. J. 12 Hornfischer. dimana TNI Angkatan Laut mungkin menggunakannya untuk mengatasi ancaman ini. termasuk cara untuk melakukan serangan amfibi. melaksanakan operasi gabungan dan komando yang efektif serta pengendalian kekuatan dan gelar operasi ratusan mil lautdi luar ZEEI. 3) Perlu kiranya untuk memberikan kepada seluruh anggota pembekalan dan pelatihan mengatasi “kelesuan fatal pikiran" ( a fatal lethargy of mind)12 untuk beradaptasi dengan kecepatan yang luar biasa dan menyerap pelajaran dengan susah payah di saat perang berlarut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful