P. 1
Resume Jurnal Biotek

Resume Jurnal Biotek

|Views: 41|Likes:
Published by Akhmad Faisal
Untuk tugas
Untuk tugas

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Akhmad Faisal on Jul 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

TUGAS MATA KULIAH BIOTEKNOLOGI RESUME JURNAL “Polyunsaturated Fatty Acids of Marine Macroalgae: Potential for

Nutritional and Pharmaceutical Applications oleh:
Hugo Pereira, Luísa Barreira, dkk. *Marine Drugs. ISSN 1660-3397

Disusun Oleh:
AKHMAD FAISAL SITI MARINI AGUSTA DODDY YANUAR ULIN DEWI ANGGARA 26020110130089 26020110130 26020110130 26020110130 26020110130101

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

Singkatan:
AA: arachidonic acid; ALA: α-linolenic acid; DHA: docosahexaenoic acid; DW: dry weight; EPA: eicosapentaenoic acid; FA: fatty acid; FAME: fatty acid methyl ester; GC-MS: gas chromatography-mass spectrometry; GLA: γlinolenic acid; LA: linoleic acid; MUFA: monounsaturated fatty acid; PCA: principal component analysis; PUFA: polyunsaturated fatty acid; SFA: saturated fatty acid; VLCPUFA: very long chain polyunsaturated fatty acid.

Sampel Makroalgae
Secara keseluruhan, tujuh belas spesies yang termasuk filum Chlorophyta (Codium sp., C. fragile, Cladophora albida, Enteromorpha sp., Chaetomorpha sp. dan Ulva sp.), Phaeophyta (Halopteris scoparia, Dictyota dichotoma, D. spiralis, Taonia atomaria, Sargassum vulgare dan Cladostephus spongiosus) dan Rhodophyta (Jania sp., Pterocladiella capillacea, Asparagopsis armata, Peyssonnelia sp. dan Bornetia secundiflora) dikumpulkan. Jaringan yang dipilih dipisahkan untuk menghindari kontaminasi silang, dibilas dengan air tawar, dihomogenkan menjadi bubuk dan disimpan pada suhu -20 ° C sampai analisis lebih lanjut.

Perkenalan
PUFA (polyunsaturated fatty acid) adalah jenis lemak yang molekulnya tersusun atas rangkaian atom-atom karbon yang memiliki lebih dari satu ikatan ganda. Ikatan ganda ini menyebabkan molekul lemak ini tidak jenuh dengan atom hidrogen (masih bisa menambah atom hidrogen). PUFA biasanya dalam fasa cair pada temperatur kamar dan tetap cair saat didinginkan. Pada dasarnya tubuh kita memerlukan lemak dalam jumlah tertentu. Selagi dalam batas wajar, mengkonsumsi lemak tidak berbahaya bagi kesehatan. PUFA dianggap lebih bermanfaat daripada lemak jenuh dan lemak trans. PUFA bisa membantu menurunkan angka kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan mengurangi resiko penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung dan stroke. PUFA juga mengandung lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 yang sangat penting bagi tubuh tetapi tidak bisa dibuat oleh tubuh. Lemak omega-3 dan omega-6 bermanfaat bagi metabolisma, pertumbuhan, fungsi otak, dsb. PUFA lebih baik bagi kesehatan dibanding lemak jenuh atau lemak trans. PUFA bisa mencukupi kebutuhan lemak bagi tubuh dan mengurangi efek negatif terhadap kelebihan konsumsi lemak jenuh dan lemak trans. Kelebihan lemak jenuh dan lemak trans bisa menaikkan kolesterol LDL, sedangkan PUFA bisa membantu menurunkan kolesterol LDL.

Konsentrasi FAME (Fatty Acid Methyl Ester)
Dalam alga Chlorophyta, jumlah konsentrasi FAME bervariasi antara 5,2 dan 7,5 mg/g, kecuali untuk Cladophora albida (9,5 mg/g). Konsentrasi dalam filum Phaeophyta lebih tinggi dari jumlah FAME filum lain (5,6-13,0 mg/g),

seperti Dictyota dichotoma, D. spiralis, Taonia atomaria dan Cladostephus spongiosus. Konsentrasi terendah dari jumlah FAME tercatat dalam filum Rhodophyta (p <0,05) dimana semua spesies menghasilkan kurang dari 5,5 mg/g.

Gambar 1. Jumlah konsentrasi FAME dari tiga makroalgae berbeda (Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta).

Analisis Multivariat
Analisis Komponen dilakukan pada 21 asam lemak terdeteksi sebagai proporsi dari total kandungan asam lemak, untuk menilai hubungan antara 17 strain milik tiga filum. Dalam skor petak, spesies berkerumun menurut filum mereka, menunjukkan bahwa setiap filum memiliki profil asam lemak yang berbeda dan mendukung bukti awal bahwa komposisi lemak dapat menjadi penanda biokimia untuk setiap kelompok taksonomi. Selain aplikasi nyata dalam studi kekerabatan, fitur ini dapat membantu untuk menetapkan ganggang yang berbeda untuk diet yang berbeda. Dalam pengertian ini, penempatan Rhodophyta dan Phaeophyta di kiri kuadran, dan semua Chlorophyta di kuadran kanan,

menunjukkan bahwa dua layar filum profil lipid jelas diperkaya pentadecylic, stearat, EPA, DHA, AA dan asam eicosenoic.

Aplikasi Nutrisi dan Farmasi
PUFA merupakan komponen penting sebagai nutrisi pada manusia dan dikenal memiliki beberapa keuntungan bagi kesehatan manusia. Walaupun penelitian Pereira et al (2012) menunujukkan bahwa banyak spesies mikroalga yang menghasilkan lemak jenuh dalam jumlah banyak, namun Spesies dari filum Phaeophyta dan Rhodophyta lah yang memperlihatkan konsentrasi PUFA tertinggi dengan rasio PUFA/SFA (saturated fatty acid) lebih dari 1 (H.

Scoparia, T. Atomaria, C. Spongiosus, Peyssonnelia sp). Rasio PUFA/SFA rasio terendah ditemukan pada alga dari filum Chlorophyta. Ini menunjukan bahwa filum ini memiliki potensi yang kecil disbanding dua filum lainnya sebagai sumber nutrisi asam lemak tak jenuh (PUFA) untuk dikonsumsi manusia. Tidak semua PUFA berhubungan dengan kesehatan. Misalnya, dalam proses peradangan, eicosanoid yang berasal dari n-6 PUFA umunya dianggap sebagai pro-inflamasi atau sebagai promotor efek berbahaya sel lain, sedangkan n3 PUFA derivatif dianggap kurang meradang atau bahkan anti-peradangan. Selain profil nutrisi yang tepat, makroalga juga dapt dimanfaatkan untuk keperluan farmasi. Banyak PUFA yang terdeteksi pada aktivitasnya dianggap sebagai molekul yang kuat terhadap penyakit dan sudah digunakan dalam aplikasi biomedis yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa n-3 asam lemak, terutama EPA dan DHA, dimungkinkan memiliki potensi signifikan dalam pengobatan penyakit autoimun dan peradangan. Berbagai

aplikasi potensial menjelaskan bahwa EPA dan DHA memiliki potensi signifikan untuk tujuan farmasi, yaitu pengobatan kanker, asma, psoriasis, rheumatoid arthritis, antibiotik, penyakit peradangan usus, depresi, alergi, penyakit jantung, dan lain-lain. Baru-baru ini PUFA ternyata memiliki potensi yang kuat untuk penetrasi yang lebih efisien pada molekul membran sel tumor tertentu. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa sel-sel tumor menyerap PUFA lebih cepat daripada sel normal. Manfaat nutrisi dan farmasi dari PUFA kontras dengan meningkatnya kesulitan dalam mencari sumber daya berkelanjutan dari n-3 VLCPUFA (very long chain polyunsaturated fatty acid), yang secara tradisional diperoleh dari ikan dan minyak ikan. Penurunan stok ikan karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan menyebakan semakin mendesaknya untuk menemukan alternatif sumber non tradisional. VLCPUFA biasanya tidak ditemukan pada tumbuhan darat tingkat tinggi. Kesulitan ini bisa diatasi dengan menerapkan rekayasa genetika, namun, makanan transgenik tidak selalu diterima dengan baik oleh masyarakat umum. Oleh karena itu, n-3 VLCPUFA dikaitkan dengan organisme laut dan alga sebagai dasar dari rantai trofik di laut, sebagai sumber VLCPUFA yang sangat menjanjikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->