P. 1
10. Spesifikasi Teknis

10. Spesifikasi Teknis

|Views: 26|Likes:
Published by garissama_851224374

More info:

Published by: garissama_851224374 on Jul 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2014

pdf

text

original

SPESIFIKASI TEKNIS

MOBILISASI DAN DEMOBILISASI Penyedia Jasa diharuskan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan tiap tahap dari pekerjaan sebelum pekerjaan tersebut dimulai. Kerusakan pada alat-alat sebelum digunakan yang akan mengganggu pelaksanaan kerja harus segera diperbaiki atau diganti. Penyedia Jasa wajib mendatangkan alat-alat tersebut tepat pada waktunya. yang perlu diperhatikan adalah: Mobilisasi dan demobilisasi harus dipersiapkan dan dilaksanakan tepat waktu oleh Penyedia Jasa seperti kebutuhan personil dan peralatan. Penyedia Jasa harus menyediakan barak kerja, bangunan dan fasilitas lainnya di lapangan serta biaya operasi yang harus dikeluarkan secara insidentil atau untuk pembayaran persiapan lainnya. Penyedia Jasa harus menyiapkan surat jalan bagi personil yang akan bekerja serta dilaporkan dan disetujui oleh Pengawas Lapangan dan atau Direksi. Penyedia Jasa bersama Pengawas Lapangan wajib melapor kepada camat dan lurah setempat. Apabila pekerjaan-pekerjaan dalam kontrak sudah diselesaikan, Penyedia Jasa harus memindahkan dari lapangan semua fasilitas, peralatan dan perlengkapan yang bukan merupakan bagian dari pekerjaan permanen. Lapangan harus bersih dari bahan-bahan yang tidak digunakan lagi dan bangunan-bangunan sementara harus dibongkar seluruhnya sesuai dengan petunjuk Pengawas Lapangan dan/atau Direksi.

PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
   Galian Tanah Untuk Pondasi ukuran dan posisi galian tanahnya disesuaikan dengan gambar kerja. Setelah pasangan Pondasi dan Canstin terpasang, sisi bagian tepinya diurug kembali dengan tanah bekas galian, tanah urugan harus bebas dari segala kotoran. Lantai dasar Pondasi dan Canstin diurug dengan pasir urug dengan ketebalan 5 cm, pasir harus bebas dari kotoran.

PEKERJAAN TIMBUNAN
 Timbunan pilihan harus digunakan untuk meningkatkan kapasitas daya dukung tanah dasar pada lapisan penopang (capping layer) dan jika diperlukan di daerah galian. Timbunan pilihan dapat juga digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng yang lebih curam karena keterbatasan

Jika terpaksa menggunakan semen dengan merek berbeda. Jika pasir dan krikil yang akan dipakai ternyata terlalu kering. Semen harus sampai ditempat kerja dalam kondisi baik serta dalam kantong-kantong semen asli dari pabrik artinya tidak ada yang mengeras dan berat per zak sama. Agregat harus memenuhi syarat : Tidak mengandung bahan yang dapat merusak beton dan ketahanan tulang terhadap karat. maka penggunaannya harus diatur menurut jenis satuan pekerjaan. diatas lantai setinggi 30 cm. 3. maka sebelum digunakan harus dibasahi dengan siraman air sehingga mencapai kondisi SSD (saturated surface dry)    2. Agregat Kasar (kerikil atau batu pecah) Agregat yang digunakan adalah agregat alami atau buatan yang memenui syarat menurut PBI 1971 (NI-2). Baik Timbunan Pilihan maupun Timbunan Pilihan Berbutir harus digunakan untuk penimbunan kembali pada abutmen dan dinding penahan tanah serta daerah kritis lainnya yang memiliki jangkauan terbatas untuk pemadatan dengan alat sebagaimana ditunjukkan dalam gambar atau bilamana diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. berventilasi baik. PEKERJAAN BETON 1.ruangan. Kantong-kantong semen tidak boleh ditumpuk lebih dari sepuluh lapis. Merk PC dianjurkan Produk dalam negeri satu macam dan dengan persetujuan Konsultan Pengawas.5 atau SNI’ atau Peraturan Beton 1989. artinya dalam satu satuan pekerjaan tidak digunakan semen dengan merek yang berbeda. Penyimpanan selalu terpisah untuk setiap pengiriman dan penggunaan harus sesuai dengan urutan pengiriman. pasir laut tidak dapat digunakan Bersih dari kotoran yang dapat menghalangi ikatan dengan semen. Semen harus disimpan dalam gudang yang kedap air. pengaturannya mengikuti petunjk tim MK / pengawas . maka sebelum dipakai harus dicuci terlebih dahulu. jika agregat yang datang ternyata kotor.  Semen Semen portland yang dipakai harus dari jenis I menurut Peraturan Semen Portland Indonesia 1972 (NI-8) atau Britis Standard No. pasal 3. daerah berair dan lokasi-lokasi serupa dimana bahan Timbunan Pilihan dan Biasa tidak dapat dipadatkan dengan memuaskan.  Timbunan Pilihan Berbutir harus digunakan sebagai lapisan penopang ( capping layer) pada tanah lunak yang mempunyai CBR lapangan kurang 2% yang tidak dapat ditingkatkan dengan pemadatan atau stabilisasi. 12 1965.    .3. dan untuk pekerjaan timbunan lainnya dimana kekuatan timbunan adalah faktor yang kritis.4 dan 3. dan diatas tanah rawa.

5cm. bahan alkali dan organik yang dapat mengurangi mutu beton.38 mm 1. A. 200 Ukuran 9.    4. Bekisting/acuan .297 mm 0. 16 No. air tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai adukan beton. Agregat Halus Dapat menggunakan pasir alam atau pasir yang dihasilkan dari mesin pemecah batu dan harus bersih dari bahan organic. air yang dipakai harus bebas dari asam. maka MK atau pengawas dapat minta kepada pelaksana untuk mengadakan penyelidikan tersebut atas tanggungan pelaksana. dalam hal ini sebaiknya digunakan air bersih yang dapat diminum.19 mm 0. bila ada butir yang pipih maka jumlahnya tidak boleh melebihi 20% dari Value dan tidak boleh mengalami pembubukan sehingga melabihi 50.149 mm 0. sedangkan ukuran kerikil mengikuti persyaratan dalam PBI (Peraturan Beton Indonesia).     Air Air yang digunakan harus bersih dan jernih tidak mengandung minyak atau garam serta zat-zat yan g dapat merusak beton atau baja tulangan. 8 No. Untuk adukan dan pemeliharan beton.074 mm % Lewat Saringan 100 91 – 100 80 – 100 50 – 85 25 – 65 10 – 30 5 – 10 0 -. 50 No. Bila akan digunakan air kerja yang bukan air minum dan mutunya meragukan. Bahan harus bersih dari zat-zat organic. Pasir yang digunakan harus berbutir kasar. Penggunaan air untuk kerja harus mendapat persetuuan MK / pengawas.19 mm 0. zat-zat alkali adan tidak mengandung lebih dari 150% substansi-substansi yang merusak beton.50 mm 4. 100 No.   Agregat dapat dipakai agregat alami atau buatan berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batudengan spesifikasi sesuai menurut ASTM C – 33 dan mempunyai ukuran terbesar 2. Pasir laut tidak diperkenankan digunakan dan pasir harus terdiri dari partikel-partikel yang tajam dan keras serta mempunyai gradasi seperti tabel berikut : Saringan 3/8” No. 30 No. Lumpur.76 mm 2. keras tidak berpori dan berbentuk kubus . zat.zat reaktif alkali atau substansi yang merusak beton dan ketahanan tulangan terhadap karat.5 kehilangan berat menurut tes mesin los angeles. garam. Agregat kasar terdiri dari butir-butir yang kasar.5 3. 4 No.

CV. lurus tanpa ada bagian-bagian yang keropos.       Bekisting harus dibuat berdasarkan dimensi yang tertera dalam gambar rencana. bila diperlukan dihaluskan menggunakan ampelas. pemasangan bekisting dapat dinaikan 1-2 cm. tidak dibenarkan untuk menabur semen kering pada permukaan beton dengan maksud menyerap kelebihan air.ujung-ujung atau sudut-sudut harus berbentuk penuh dan tajam. selalu diperiksa horisontal dan vertikalnya. Tidak boleh dilakukan sebelum tercapainya pengerasan beton dipenuhi dan pembongkarannya dilakukan dengan hati-hati tidak boleh merusak beton yang sudah mrngeras. bagian dalam bekisting harus dilapisi dengan ”solar”. berlubangdan tidak memenuhi syarat harusa segera diperbaiki dengan cara memahatnya dan mengisinya kembali dengan adukan beton yang sesuai baik kekuatan maupun warnanya untuk kemudian diratakan. Bagian-bagian yang rapuh. untuk mencegah/mengurangi lendutan beton setelah dibekisting dibongkar. bagian dalam dari bekisting harus bersih dari semua kotoran maupun sepih kayu. pembongkaran bekisting dapat dilakukan setelah umur beton 14 hari. LEVI KONTRAKTOR ISKANDAR MIRZA Direktur . PENYELESAIAN BETON Semua permukaan jadi hasil pekerjaan beton harus rata. Rangka/penguat bekisting harus dipasang sedemikan rupa sehingga dapat menjamin kokohnya bekisting. Caborandum atau gerinda.dengan terlebih dulu mendapat persetujuan tim manajemen konstruksi/pengawas. melendut atau bagian-bagian yang membekas pada permukaan. Pemasangan bekisting dilaksanakan setelah steiger/perancah scaffolding terpasang dengan baik dengan ijin MK/pengawas. Untuk mempermudah dan mengurangi kerusakan pembongkaran bekisting. Sebelum pengecoran dimulai. toleransi kerataan pada lantai tidak lebih 1cm pada jarak 10m. Sambungan bekisting harus dibuat benar-benar rapat sehingga air adukan beton tidak banyak keluar. Permukaan lantai beton harus mempunyai bentuk jadi yang rata. karena ukuran/dimensi yang tertera adalah ukuran cetak beton. kasar. Pembongkaran bekisting untuk mencegah lendutan yang cukup besar. Pemasangan bekisting harus benar-benar rata.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->