P. 1
ktsp_sma.pdf

ktsp_sma.pdf

|Views: 10|Likes:
Published by anita

More info:

Published by: anita on Jul 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2014

pdf

text

original

Sections

  • I. KEBIJAKAN
  • STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
  • IV. Pengembangan Bahan Ajar
  • 11. Pengembangan bahan Ajar
  • V. Model-Model Kurikulum
  • VI. Pembelajaran Efektif
  • VII. Penilaian hasil Belajar
  • IX. Laporan Hasil Belajar (LHB)

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMA

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 3. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

Kebijakan .................................................................... 1

II. S tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ...................................................

55 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 75 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 83

III. K urikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)........................................................................ 89

7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 91 8. Penyusunan KTSP...................................................... 99 9. Pengembangan Silabus.............................................. 125 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 143

IV. Pengembangan Bahan Ajar.................................... 149
11. Pengembangan Bahan Ajar......................................... 151

V.

12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 181 13. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 191

Model-Model Kurikulum.......................................... 179

VI. Pembelajaran Efektif................................................ 205
14. Model-Model Pembelajaran yang Efektif....................... 207

v

VIII.Penilaian Hasil Belajar............................................ 231
15. Rancangan Penilaian Hasil Belajar............................... 233 16. Sistem Penilaian KTSP (SMA)..................................... 259

IX. Pengembangan Bahan Ujian................................... 277 X.

17. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 279

18. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMA..................................................... 325 19. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 355

Laporan Hasil Belajar (LHB).................................. 323

vi

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

I. KEBIJAKAN
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. 2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.

1

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi Sosialisasi KTSP KTSP DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. mandiri. dan kemajemukan bangsa. nilai keagamaan. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. cakap. pembentukan watak dan kepribadian. berilmu. nilai kultural. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. pemberdayaan. sehat. – berakhlak mulia. kreatif.

e. Sosialisasi KTSP 5 . minat. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. c. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. f. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. d. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. dan kemampuannya. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. menulis. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. membangun kemauan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca.

nonformal. a. dan/atau informal. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 6 . Raudhatul Athfal (RA). ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. b.

Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. sekolah menengah kejuruan (SMK). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK).PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). madrasah aliyah (MA).

proses. Sosialisasi KTSP 8 . pembiayaan. dan pengendalian mutu pendidikan. sosial. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. pengelolaan. dan pembiayaan. pengelolaan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. sarana dan prasarana. kompetensi lulusan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. dan tidak mampu dari segi ekonomi. mental. emosional. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. masyarakat adat yang terpencil. bencana sosial. sarana dan prasarana. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. penjaminan. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. dan/atau mengalami bencana alam.

KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. potensi daerah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. isi. 2. dan peserta didik.

Sosialisasi KTSP 10 . peningkatan potensi. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. d. g. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. dan j. tuntutan dunia kerja. agama. teknologi. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. keragaman potensi daerah dan lingkungan. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. f. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. peningkatan iman dan takwa. e. b. c. dan seni. dinamika perkembangan global.KURIKULUM 3. kecerdasan. perkembangan ilmu pengetahuan. peningkatan akhlak mulia. h. dan minat peserta didik. i.

bahasa.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. i. pendidikan jasmani dan olahraga. h. pengawasan. komunitas sekolah. j. pendidikan kewarganegaraan. e. Sosialisasi KTSP 11 . Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. keterampilan/kejuruan. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. d. c. pendidikan agama. dan muatan lokal. ilmu pengetahuan alam. seni dan budaya. matematika. b. ilmu pengetahuan sosial. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. g. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. f.

provinsi. Sosialisasi KTSP 12 . Komite sekolah/madrasah. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. arahan dan dukungan tenaga. sebagai lembaga mandiri. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. lembaga. sarana dan prasarana. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. sarana dan prasarana. satuan. kemajuan. arahan dan dukungan tenaga. dan jenis pendidikan.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . menyeluruh. satuan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.EVALUASI Evaluasi peserta didik. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. jalur. dan jenis pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. jenjang. satuan pendidikan. transparan.

14 .

standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . kompetensi mata pelajaran. b. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. dan keterampilan. c. 2. d. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. serta pendidikan dalam jabatan.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi Sosialisasi KTSP KTSP LINGKUP SNP 1. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. kompetensi bahan kajian. pengetahuan. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. a.

tempat beribadah. tempat berolahraga. dan global. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. provinsi.LINGKUP SNP Lanjutan e. pelaksanaan. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. tempat berkreasi dan berekreasi. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. dan h. laboratorium. g. nasional. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. 4. kabupaten/kota. dan sertifikasi. serta sumber belajar lain. f. prosedur. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. terarah. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. akreditasi. Sosialisasi KTSP 16 . perpustakaan. bengkel kerja. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. tempat bermain.

dan kesehatan. 3.STANDAR ISI 1. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran estetika. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 17 . Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. beban belajar. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan kalender pendidikan/akademik. kejuruan. c. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. 2. 2. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. olah raga. e. b. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. d.

ilmu pengetahuan dan teknologi. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. SMA/MA/SMALB/ Paket C. seni dan budaya. jasmani. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP 18 . SMA/MA/ SMALB/ Paket C. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. estetika. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. 8. kecakapan berhitung. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. SMK/MAK. kepribadian. olah raga. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. kewarganegaraan. 6. akhlak mulia. serta kemampuan berkomunikasi. SMK/MAK. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. bahasa. dan pendidikan jasmani. 5. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. dan kesehatan.

Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. keterampilan. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. olah raga. SMA/MA/SMALB/Paket C. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. keterampilan. ilmu pengetahuan sosial. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMA/MA/SMALB/Paket C. serta muatan lokal yang relevan. SMK/MAK. 13. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan muatan lokal yang relevan. matematika. matematika. ilmu pengetahuan sosial. b. keterampilan/kejuruan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. seni dan budaya. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. pendidikan kesehatan. SD/MI/ SDLB/Paket A. 11. matematika. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. 12. dan muatan lokal yang relevan. d. SMK/ MAK. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. keterampilan/kejuruan. kejuruan. Kelompok mata pelajaran jasmani. serta muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan sosial. olahraga. teknologi informasi dan komunikasi. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP 19 .KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. keterampilan/kejuruan. teknologi informasi dan komunikasi. c. serta muatan lokal yang relevan. matematika. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan alam. SMK/MAK. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial.

SMP/MTs/SMPLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. penugasan terstruktur. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. Sosialisasi KTSP 20 . SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. praktek keterampilan. SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. 3. 5. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. 2. 6. praktek keterampilan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS).BEBAN BELAJAR 1. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya.

Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. dan kesehatan.BEBAN BELAJAR 7. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kecakapan vokasional. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 8. olah raga. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Sosialisasi KTSP 21 . SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. kecakapan akademik. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. 12. 9. kecakapan sosial. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

b. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. 14. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. 2. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. olah raga. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.BEBAN BELAJAR 13. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 22 . Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

SMK/MAK. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. MA. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. SMA. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. Sosialisasi KTSP 23 . B. SMP/MTs/SMPLB. atau madrasah dan komite madrasah. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Sekolah dan komite sekolah. 6. dan peserta didik. SMP. potensi daerah/karakteristik daerah. SMA/MA/SMALB. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. MTs. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. dan MAK. 4.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. sosial budaya masyarakat setempat. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan SMK.

pengetahuan. Sosialisasi KTSP 24 . minggu efektif belajar. dan hari libur. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.KALENDER PENDIDIKAN 1. dan keterampilan. waktu pembelajaran efektif. 2. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan.

Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. ahklak mulia. pengetahuan. ahklak mulia. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. kepribadian. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. kepribadian. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pengetahuan. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP 25 . ahklak mulia.

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK
1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik; – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan – memperbaiki proses pembelajaran. 2. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; serta b. ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.
Sosialisasi KTSP

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK
3. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. 5. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan dilakukan melalui: a. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; dan b. ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.
Sosialisasi KTSP

26

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK
6. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; dan e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Sosialisasi KTSP

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN
1. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. 2. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 3. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik
Sosialisasi KTSP

27

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN
4. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 5. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah, peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP, pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan.

Sosialisasi KTSP

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH
1. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Ujian nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan, dan akuntabel. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.

2. 3.

Sosialisasi KTSP

28

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH
4. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; b. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; c. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. 5. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.
Sosialisasi KTSP

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH
6. 7. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional.

8.

Sosialisasi KTSP

29

UJIAN NASIONAL
Mata pelajaran yang diujikan: 1. Pada jenjang SD/MI/SDLB, atau bentuk lain yang sederajat, Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 2. Pada program paket A, Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. 3. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB, atau bentuk lain yang sederajat, Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 4. Pada program paket B, Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Sosialisasi KTSP

UJIAN NASIONAL
5. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat, Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. 6. Pada program paket C, Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. 7. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat, Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan.

Sosialisasi KTSP

30

KELULUSAN
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan d. lulus Ujian Nasional.
Sosialisasi KTSP

PENJAMINAN MUTU
1. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. 2. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. 3. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.

Sosialisasi KTSP

31

PENJAMINAN MUTU
4. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu.

5.

6.

Sosialisasi KTSP

PENJAMINAN MUTU
7. BAN-S/M, BAN-PNF, dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi, dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6), LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi.

8.

9.

10. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan.
Sosialisasi KTSP

32

12. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.PENJAMINAN MUTU 11. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .

34 .

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Amanat Undang-Undang No. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. mencerdaskan kehidupan bangsa. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. 2 • • 35 . yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

23. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Peningkatan pencitraan publik 34. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. 2. 7. KB. 3. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. 24.utamaan Gender dan Anak 4. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Pendidikan Non Formal 5. Kepegawaian. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. SMP. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. MI. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. MTs 8. Pelaksanaan Inpres No. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. vokasi. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. dan data lainnya) 8. dan BPK 38. SLB. 3. 6. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. 2.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Pendidikan Tinggi 5. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. dan PT 14. dan BPK 39. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. RA. BPKP. 4. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. BPKP. 25. 1. Pendidikan Menengah 10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Aset. Perbaikan sarana dan prasarana 28. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7.

Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Misi Pendidikan Nasional D. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. 6 37 . dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membantu.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. membimbing. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi Pendidikan Nasional C.

3. tidak diskriminatif. 5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. jenis. agama.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. Meningkatkan kualitas jasmani. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. 4. 4. kelompok etnis. takwa. nilai kultural. dan kelainan fisik. 8 38 . dan akhlak mulia. emosi. 6. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. jenis kelamin. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. status sosial-ekonomi. 3. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. mental serta intelektual. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. membangun kemauan. nilai keagamaan. menulis. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. 5. 7 2. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. dan kemajemukan bangsa. 2. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Meningkatkan iman.

Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. terampil. 11. mampu belajar sepanjang hayat. 8. kemampuan. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. 7. ahli dan profesional. dan keterampilan. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. 9 9. tidak pernah sekolah. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri.6. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 10 39 . 10. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. bermutu. bermutu. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. buta aksara.

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. 13. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Mempercepat pemberantasan korupsi. kolusi. 14. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel.12. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. produktif. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan.

serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. sigap. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. 4. –empatik dan simpatik. pengalaman. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. dan 5. keterampilan. –demokratis. kreatif dan imajinatif.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. •Aktualisasi insan adiraga. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. –ceria dan percaya diri. dan trengginas. bugar. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. sikap. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. berdaya-tahan. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. 3. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. 14 41 . 2. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. terampil. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya.

Mengilhami (Inspiring) 5. Profesional 3. Antisipatif dan Inovatif 6. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. akuntabilitas. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Menjadi Teladan 3. Peningkatan mutu. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Demokratis. 16 42 . Memotivasi (Motivating) 4. Berkeadilan. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Akuntabel 1. Disiplin 7. Memberdayakan (Em powering) 6. Kreatif 6. dan citra publik pendidikan. Dapat Dipercaya (Andal) 4. relevansi. Visioner dan Berwawasan 2. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Amanah 2. 2. Taat Azas 8. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. 3. Responsif dan Aspiratif 5. Membudayakan (Cultureforming) 7. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. dan daya saing keluaran pendidikan.TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Penguatan tata kelola. Belajar Sepanjang Hayat 1.

2 th Yang berpendidikan SLTP 36.5 69.8 72.2 35.38 % APK 14.5 29.48 % APM 93.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.8 29.9 60. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.5 70.24 % APK 54.1 18 43 .55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.2% Yang buta aksara 9.04 % APM 65.2 27.2 70.8 % APS 83.5 % APS 53.8 64.

00 96. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 98. serta 4.50 97. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif. 3. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. 2.00 97.50 P ersen tase 98. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99.50 96. 20 44 .

33 43.89 1.88 46.79 D3 (%) 5. 2004 22 45 .17 25.35 8.10 26.54 D2 (%) 5.37 23.304 1.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.33 0.58 49.23 2.75 64.45 0.54 S2/S3 (%) 0.16 56.114 147.55 40.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.748 452.03 69.31 0.234.06 1.18 Sarjana (%) 3.10 3.05 0.33 0.92 30.14 21.927 466.57 47.33 1.30 42.62 2.255 230.86 1.39 72.559 236.33 11.069 8.

416 4.29 92.5 67.0 37.599 1. Tidak Layak SMA 3 a.283 % 7.234.1 33.581 23.12 2.7 43.430 75.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.070 584. SD 1 a.0 15.3 100.598 63.2 66.0 19.9 100. 2004 Kelayakan Negeri 1.3 53.631 43.710 609.720 108. Layak b.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.559 83.63 5.0 64.531 202.832 107. Tidak Layak SMP 2 a.7 12.105 167.6 47. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 . Layak b.7 29.4 33.424 48.4 23.217 466.811 122.385 58.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.675 311.1 32.315 50.7 43.260 98. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.9 100.919 % 23.311 67.34 92.7 49.412 97.0 56.143.598 4.051 40.967 20.59 5.857 41.480 78.3 Jumlah 1.927 625.1 35.0 50.283 72. Layak b.914 55.00 Rusak Ringan 299.395 558.0 67.26 5.803 87. Tidak Layak SMK 4 a.588 2.3 4.408 89.4 38.748 299.440 155.258 187.00 Rusak Berat 201.3 45.643 230.4 3.1 17.217 96.03 3.961 % 100.00 865. Layak b.6 29.678 % 92.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.645 27.0 14.12 82.114 154.6 46.864 % 34.684 147.62 12.3 20.379 35.237 9.0 Swasta 91.542 155.

26 ta 1 2 3 4 5 6 3.92 4.68 4.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .93 0.96 1.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.07 2. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.

Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.0 0 7 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 3 . 3. 2.0 0 4 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 1 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 6 .0 0 2 .0 0 0 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 . 28 48 .0 0 5 .

1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Akuntabilitas. dan PT 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Penguatan Tata Kelola. Pemerataan dan Perluasan Akses B.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1. Peningkatan Mutu Pendidikan.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. dan Daya Saing C.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. 29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. SMK/SM Terpadu. Relevansi. SLB.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 . dan Citra Publik.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1.

dan BPK 3. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2. BPKP.2.4 3.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.undangan 3.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. DAN DAYA SAING 2. DAN PENCITRAAN PUBLIK 3.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. AKUNTABILITAS.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.7a PENINGKATAN MUTU.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. BPKP. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 . BAN -PNf dan BAN-PT 2.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2. vokasi.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. RELEVANSI.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. dan Profesi 2.7b Peningkatan Kreativitas. Kepegawaian.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.7 Peningkatan Citra Publik 3. dan Data Lainnya) 3. dan BPK 3. Entrepreneurship.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. Aset.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.

Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. relevansi. (3) Penguatan tata kelola.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. dan citra publik.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D. 34 51 . (2) Peningkatan mutu. akuntabilitas. dan daya saing.

240. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.141.088.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.Program Pendidikan Tinggi 5.1 12. wilayah.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.440.0 27.7 12.000 orang(2005) •8.1 155.0 226.859.065.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.1 3.238.Usia .6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.076.828.800.8 10.707.9 4.910.62% (2004) 4.SMA/SMK/MA & yang .366.9 12.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.6 25.6 11. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.9 24.7 12.8 4.1 12.7 25.9 164.363.3 25.8 28.7 9. 5.7 28.0 13. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.6 13.769.3 23.2 16.1 10.Program Pendidikan Nonformal 6.725.508.717.934.2% untuk usia 7-12 dan 16.4 25.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.311.697.112.SMP / MTs .605.631.Program Pendidikan Menengah 4.940.2 11.845.Usia .3 3. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.528.4 23.APK SMP/MTs = 81.6 12.3 6.9 3.5% untuk usia13-15 3.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.556.603.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.3 12.0 24.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.Usia .5 158.Usia .3 11.5 161.306.9 11.0 11. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.4 24.196.816.Usia .Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.638.796.350.766.21%.813.1 219.1 25.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.2 12.218.121.6 6.671.8 221.654.318.3 4.2 16.3 224.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.Usia .202.324.033.7 12.0 11. sosial.100.0 25.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.8 12.3% ruang belajar SD rusak berat.1 7. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.561.6 229.374.2 11.604.0 12.533.0 216.370.335.476.845.073.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.3 7.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.308.4 16.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.6 12.961. 34.858. APK PerguruanTinggi 14.413.835.Total Jumlah .415.601.4 16.075.144.827.6 8.4 juta atau 10.22%.961.678.6 25.SD / MI & yang . gender. 82.3 16.0 28.955.5 36 52 .2 13.Usia .3 149.322.256.Anak tidak bersekolah 3.4 27.279.956.6 152.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.

5% 32:68 1.66% 94.72 6.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .00% 60.00 7.0% 30:70 1.8% 20 50 155 1. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia. 500 besar Dunia.32 9.5% 65% 20% 5 2009 5.12% 94.22% 85.000 30% 38:62 1.31 30% 50% 2005 6. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.00 29.90% 20% 12.Akses Pendidikan -NO 1.50% 56.05 5.13 6.14 33.MUTU.333 40% 40:60 2.30% 81.00 7. RELEVANSI.04 2.40 23.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.00% 91.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.00% 10.04 2.40 5.22% 48.20% 14.48% 88.89 9.94 2.19% 18.16 9.54 2.76 4.62 6.13 6.84 34% 60% 5% 4 2008 5.47% 53.09% 42.98 9.94 2.20% 16.00 25.68 32% 55% 3 2007 6.28 6.59 48.49 25.48 3.52 30% 50% 1 2006 6.75% 95.86 2007 2008 2009 39.80% 17.19% 94.7% 20 40 120 1.20% 64.54 6.70% 15% 8.00 37.00 5.13 6.22% 12.20% 68.14 33.07 9.57% 8. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.33% 14.34% 94.71 8.00 31.15 16.33 5.21% 16.26 5.00 5.80 8.00 5.00% 11.00 5.49 25.44% 15.30 19.00 13.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.38% 17.50 7.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.90 7.90% 94.25% 52. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.50% 10% 6.20% 15. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.54 2.62% 15.81% 95. DAN DAYA SAING -NO.47% 10% 5.00% 98.0% 15 10 100 7.00 27. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.5% 10. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.55% 16.00% 7.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.00% 20% 15.07% 50.00 7.

5% 1~0. Akuntabilitas.5% <0.5% <0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .TATA KELOLA.5% • 1~0.5% <0.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% <0.5% 1~0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% 1~0.

Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55 . Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5.

56 .

Materi 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal. untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Sosialisasi KTSP 57 .

budi pekerti.Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP Kerangka Dasar 5 Kelompok mapel : Agama dan ƒ membentuk siswa menjadi Ahlak Mulia manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia ƒ Mencakup etika. 2. 3. 4. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Sosialisasi KTSP 58 . 5.

5. disiplin. 6. kerja sama dan hidup sehat Estetika Jasmani Olahraga Kesehatan Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. 3. kebutuhan. Berpusat pada potensi. hak dan kewajibannya dalam kehidupannya ƒ untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis.Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek ƒ penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. kreatif dan mandiri ƒ untuk meningkatkan sensitivitas. 7. perkembangan. 2. 4. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sosialisasi KTSP 59 . kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni ƒ meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif.

dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. 3. Sosialisasi KTSP 5. akrab. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan Sosialisasi KTSP 60 . keterkaitan. pengayaan dan percepatan. sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7.Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. terbuka dan hangat. Diselenggarakan dalam keseimbangan. Mendayagunakan kondisi alam. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. 2. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. Menegakkan 5 pilar belajar. 4. dinamis dan menyenangkan.

6. Pend. 3.2 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2* 38 Struktur Kurikulum SMA 10. Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 61 . 7. PenJasOrKes 15.Agama 2. Muatan Lokal C. 4. Sosiologi 13. TIK 16. 9.Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah X-1 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2* 38 X.Struktur Kurikulum 1. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Ketrampilan/Bhs. Sosialisasi KTSP Komponen A. Seni Budaya 14.Indonesia Bhs. Mata Pelajaran 1. Geografi 11. 8. Ekonomi 12. 3. 4.Asing B. 5. PKn Bhs.

PKn Bhs. Ketrpl/Bhs. Pengemb. Seni Budaya 11. PenJasOrKes 12. 8. TIK 13.Diri Jumlah Sosialisasi KTSP 62 . 4. 5. 4.Agama 2.Program IPA Komponen/Kelas-Semester A. Pend.Asg B. PKn Bhs.Agama 2.Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Progam IPS Komponen/Kelas/Semester A. Pengemb.Indonesia Bhs. Ketrpl/Bhs.Asg B. 8. 9. Pend.Indonesia Bhs.Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi XI-1 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 XI-2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 XII-1 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 XII-2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 10. 3. Muatan Lokal C. TIK 13. PenJasOrKes 12. 5. 6. 9. Mata Pelajaran 1. 6. 3. Muatan Lokal C. Seni Budaya 11. 7. 7. Mata Pelajaran 1.Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah XI-1 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2* 39 XI-2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2* 39 XII-1 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2* 39 XII-2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2* 39 10.

7. TIK 13. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal C. Seni Budaya 11.Asg B. Pengembangan Diri Jumlah 2 2* 38 2 2* 38 Sosialisasi KTSP 63 . ….2 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 Struktur Kurikulum MA 6. Geografi 11. B. Pend. Seni Budaya 14. PKn Bhs. 10. 5.Asing 17.Indonesia Bhs. 9. 5.Diri Sosialisasi KTSP Jumlah Komponen A.Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah X-1 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 X.Indonesia Bhs.Agama 2. 8.Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah XI-1 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2* 39 XI-2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2* 39 XII-1 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2* 39 XII-2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2* 39 10. 6. 7. Pengemb. 4. Ketrpl/Bhs. Muatan Lokal C.. 8. TIK 16. PenJasOrKes 12. Ekonomi 12. Sosiologi 13.Progam Bahasa Komponen/Kelas/Semester A. Pend. Ketrampilan/Bhs. 4.Agama 2. 3. 9. PenJasOrKes 15. PKn Bhs. Mata Pelajaran 1. 3.

4. 7.Agama 2.Program IPA Komponen/Kelas-Semester A. Ketrpl/Bhs. PKn Bhs. Pengemb.Diri SosialisasiJ KTSP um lah 64 . Muatan Lokal C. Mata Pelajaran 1. 8.Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi XI-1 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 XI-2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 XII-1 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 XII-2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2* 39 10.Diri Sosialisasi J KTSP um 2 2* 39 2 2* 39 2 2* 39 2 2* 39 lah Progam IPS Komponen/Kelas/Semester A. TIK 13. B.Asg 14. …. Pengemb. Mata Pelajaran 1. Pend. PKn Bhs. Seni Budaya 11. TIK 13. Ketrpl/Bhs. 6.Indonesia Bhs. 7. Muatan Lokal C. 6. 5.Agama 2. 8.Indonesia Bhs.Asg 14.. PenJasOrKes 12. PenJasOrKes 12. B. Seni Budaya 11. Pend. 9. 4.. 3. 9.Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah XI-1 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 XI-2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 XII-1 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 XII-2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 10. …. 5. 3.

PenJasOrKes 12.Progam Bahasa Komponen/Kelas/Semester A. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) b. 5. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 65 . Pendidikan Jasmani.Diri Sosialisasi J KTSP um 2 2* 39 2 2* 39 2 2* 39 2 2* 39 lah STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunanetra (SMALB/A) Komponen a. Seni Budaya 11. 4. Pendidikan Kewarganegaraan 3. dan Kesehatan 10. Pendidikan Agama 2. B. Program Khusus Orientasi dan Mobilitas d. Mata Pelajaran 1. 7.Asg 14. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Bahasa Indonesia 4.. 3.Agama 2. Muatan Lokal c. Pengemb. ….Indonesia Bhs.Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah XI-1 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 XI-2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 XII-1 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 XII-2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 10. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Pengembangan Diri Jumlah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Kelas dan Alokasi Waktu X XI XII Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 8. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Seni dan Budaya 9. Olahraga. Ketrpl/Bhs. Matematika 6. Pend. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. 9. TIK 13. 6. Bahasa Inggris 5. Muatan Lokal C. PKn Bhs. Mata Pelajaran 1.

Program Khusus Orientasi dan Mobilitas d. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Bahasa Inggris 5. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Bahasa Inggris 5. Seni dan Budaya 9. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) b. Matematika 6. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Pendidikan Agama 2. Matematika 6. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) b. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 66 . Bahasa Indonesia 4. Program Khusus Orientasi dan Mobilitas d. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Olahraga. Olahraga. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Seni dan Budaya 9. Pengembangan Diri Jumlah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Kelas dan Alokasi Waktu X XI XII Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Pendidikan Jasmani. dan Kesehatan 10. Pengembangan Diri Jumlah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Kelas dan Alokasi Waktu X XI XII Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Muatan Lokal c. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Bahasa Indonesia 4. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB/D) Komponen a. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunarungu (SMALB/B) Komponen a. Mata Pelajaran 1. dan Kesehatan 10. Pendidikan Kewarganegaraan 3. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Muatan Lokal c. Pendidikan Jasmani.

Pengembangan Diri Jumlah 24 2 2***) 36 24 2 2***) 36 24 2 2***) 36 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) X XI XII Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Muatan Lokal c. Pendidikan Jasmani. Olahraga. Pendidikan Agama 2. Olahraga. Matematika 6. dan Kesehatan 10. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Matematika 6. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Bahasa Inggris 5. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Bahasa Inggris 5. Program Khusus **) d. Pengembangan Diri Jumlah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Kelas dan Alokasi Waktu X XI XII Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Tunadaksa Sedang (SMALB/D1). Pendidikan Agama 2. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMALB/C). Pendidikan Kewarganegaraan 3. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) b. Tunagrahita Sedang (SMALB/C1). Mata Pelajaran 1. dan Kesehatan 10. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 67 . Tunaganda (SMALB/G) Komponen a. Seni dan Budaya 9. Pendidikan Jasmani. Program Khusus Orientasi dan Mobilitas d. Bahasa Indonesia 4. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) b. Seni dan Budaya 9. Bahasa Indonesia 4.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB/E) Komponen a. Mata Pelajaran 1. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Muatan Lokal c.

dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP • TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Tatap Muka (TM) .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP 68 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Penugasan Terstruktur (PT) .

Sosialisasi KTSP 69 .Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.

SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester. Sosialisasi KTSP Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP 70 .

(dua) jam pelajaran. 2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP 71 .• Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. dan bakat. minat. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

XII 45 38 -39 34 .SMPLB.d. Sosialisasi KTSP 72 .38 pembelajaran (58140 .tatap muka (Menit jumlah jam pemb. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit 969 .1111.66690 menit) *) Untuk SDLB. dan ¾ Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran waktu pembelajaran per tahun 1292 -1482 jam SMA/MA/SMALB*) X s.BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) satu jam pemb.5 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : ¾ Kerangka dasar kurikulum.

Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. dan hari libur. minggu efektif belajar. ƒ Sosialisasi KTSP Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP 73 .KALENDER PENDIDIKAN ƒ Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.

NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. Sosialisasi KTSP Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 74 .

sikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. berpikir.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian z Kompetensi adalah kemampuan bersikap. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. sikap. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. z z Sosialisasi KTSP 75 . dan keterampilan. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu.

perbuatan. 3. ahklak mulia. suku. pengetahuan. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. pengetahuan. 5. Sosialisasi KTSP SKL SMA/MA/SMALB 1. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. kepribadian.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) z z z z Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. 2. kepribadian. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ras. bangsa. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengetahuan. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP 76 . dan pekerjaannya Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial Menghargai keberagaman agama. 4.

11. 7. 13. dan inovatif Menunjukkan kemampuan berpikir logis. kritis. 8. 9. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. berbangsa. dan inovatif dalam pengambilan keputusan Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial Sosialisasi KTSP SKL SMA/MA/SMALB 12. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya Mengapresiasi karya seni dan budaya Menghasilkan karya kreatif. 16. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. kreatif. 15. 10.SKL SMA/MA/SMALB 6. kritis. Sosialisasi KTSP 77 . baik individual maupun kelompok 14. kreatif.

menulis. membaca. Sosialisasi KTSP 78 . 19.SKL SMA/MA/SMALB 17. serta kebersihan lingkungan Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain Sosialisasi KTSP SKL SMA/MA/SMALB 21. 20. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi 23. 18. kebugaran jasmani. 22. Menjaga kesehatan dan keamanan diri. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis Menunjukkan keterampilan menyimak.

estetika. seni dan budaya. dan kesehatan. bahasa. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. kewarganegaraan. dan pendidikan jasmani. olahraga. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 2. ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosialisasi KTSP 79 . Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. jasmani.SKL Kelompok Mata Pelajaran 1. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. kepribadian. akhlak mulia.

seni dan budaya. dan muatan lokal yang relevan. matematika.SKL Kelompok Mata Pelajaran 3. Pada satuan pendidikan SMA/MA/SMALB/Paket C. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan/kejuruan. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. serta muatan lokal yang relevan. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan sosial. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. keterampilan. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Sosialisasi KTSP 80 .

dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan alam. pendidikan kesehatan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 81 . Olah Raga. dan muatan lokal yang relevan. olahraga.SKL Kelompok Mata Pelajaran 5. Kelompok mata pelajaran Jasmani.

82 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 83 .

22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 ƒ Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 84 . 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 ƒ Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum ƒ Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 ƒ Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No.

MTs. Sosialisasi KTSP 85 . ƒ Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum ƒ Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota. ƒ Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI.

kabupaten/kota.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan ƒ Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. dan dewan pendidikan ƒ Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 86 . dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG ƒ Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. 22 dan 23 ke guru. pengawas. kepala sekolah.

dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri ƒ Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi ƒ Sosialisasi Permen No.Badan Penelitian dan Pengembangan ƒ Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP ƒ Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif ƒ Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus ƒ Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan ƒ Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 . mengevaluasinya. 22 dan 23 di LPTK ƒ Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 87 .

22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 88 .Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 10.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 8. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 89 . 9. Penyusunan KTSP. Pengembangan Silabus.

90 .

Materi 7 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Sosialisasi KTSP ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR z PENILAIAN z PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH z Sosialisasi KTSP 91 .

dilakukan melalui berbagai cara. bersifat internal.Kegiatan Belajar Mengajar ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Sosialisasi KTSP Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi. al … Sosialisasi KTSP 92 . bagian dari pembelajaran. mengacu pada patokan. ketuntasan belajar.

l.Dilakukan a. Products (Hasil karya). Performances (Unjuk kerja). dan Paper & Pen (tes tulis) Sosialisasi KTSP Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah ¾ ¾ ¾ Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar ¾ Pemantauan dan … Sosialisasi KTSP (a. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa). silabus) 93 . Projects (Penugasan).l.

& ¾ PESERTA DIDIK Sosialisasi KTSP 94 . dengan: • Dewan.Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi. dengan: ƒ Sekolah lain. ¾ POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik ¾ Berkolaborasi secara horizontal. ¾ SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT. ƒ Organisasi Profesi ¾ Berkolaborasi secara vertikal. DISESUAIKAN DENGAN: ¾ SATUAN PENDIDIKAN. dan • Dinas Pendidikan ¾ Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM. ƒ Komite Sekolah.

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER Sosialisasi KTSP BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI: • • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN Sosialisasi KTSP 95 .

Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga. terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. ¾ Upacara ¾ Senam ¾ Sholat berjamaah ¾ Pemeriksaan kesehatan ¾ Pergi ke perpustakaan ¾ Dll Sosialisasi KTSP B. KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler.A. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja. tanpa dibatasi oleh ruang. baik di kelas maupun di sekolah. dimana saja. • • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll Sosialisasi KTSP 96 .

Kunjungan: panti asuhan. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids.C. tempat/orang yang terkena musibah. HAM/hak anak. hemat energi. ¾ Memberi contoh berpakaian rapi ¾ Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik ¾ Memberi contoh datang tepat waktu ¾ Memberi contoh hidup sederhana ¾ Memberi contoh tidak merokok Dll. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. D. Proyek: lomba. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. bazaar dll. tempat-tempat penting dll. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Sosialisasi KTSP 97 .dll. pentas.

selesai Sosialisasi KTSP 98 .

24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 99 . 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No.

kecerdasan. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 100 .PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. teknologi. Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi.

PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sosialisasi KTSP 6 101 . Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. spritual. minat. kecerdasan intelektual. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. tantangan. kecerdasan. dan keragaman karakteristik lingkungan. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. 8 Sosialisasi KTSP 102 . Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. emosional. kebutuhan.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 10 103 .

dan seni. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 104 . teknologi. teknologi. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi KTSP 14 105 .

Sosialisasi KTSP 16 106 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

Penjurusan. Muatan lokal. Ketuntasan Belajar. kondisi. dan ciri khas satuan pendidikan. misi. Kenaikan Kelas dan kelulusan. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 107 . tujuan. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Pengembangan Diri. Pendidikan Kecakapan Hidup. Beban Belajar.

Pendahuluan ƒ BAB II . Kalender Pendidikan Sosialisasi KTSP 20 108 .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 ƒ BAB I . Tujuan Pendidikan ƒ BAB III. Struktur dan Muatan Kurikulum ƒ BAB IV.

Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. B. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat.KTSP DOKUMEN II A. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 109 .

Bab I. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Visi Sekolah 3. Misi Sekolah 4. TUJUAN 1. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 110 . PENDAHULUAN z Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) z Tujuan Pengembangan KTSP z Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.

Kenaikan Kelas. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 111 . Ketuntasan Belajar 6. Penjurusan 8. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Mata pelajaran 2. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Muatan lokal 3. Kegiatan Pengembangan diri 4.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Pengaturan beban belajar 5. dan kelulusan 7. Pendidikan kecakapan Hidup 9. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. MISI. keterampilan.

Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum.1. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). Sosialisasi KTSP 28 112 . Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: ƒ Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. termasuk keunggulan daerah. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Sosialisasi KTSP 27 2.

materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain.ƒ Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. ƒ Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. ƒ Substansi yang akan dikembangkan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah mulok pada setiap tahun pelajaran. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. ƒ Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. ƒ Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis Sosialisasi KTSP 30 113 . Sosialisasi KTSP 29 ƒ Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).

Kewirausahaan dll. Ikan Asin. ƒ Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Contoh: ƒ Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Sosialisasi KTSP 31 ƒ Sekolah harus menyusun SK. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sayur. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Tanaman Obat. ƒ Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Baso dll. akuntansi komputer. ƒ Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain.ƒ Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Kerupuk. Sosialisasi KTSP 32 114 . dll. Berkomunkasi sebagai Guide.

spontan dan keteladanan. Kepemimpinan. Sosialisasi KTSP 33 ‰ ‰ Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. ‰ Sosialisasi KTSP 34 115 .Ekstra kurikuler. (kehidupan pribadi. seperti: Kepramukaan. Pengembangan Diri ‰ Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. KD dan silabus. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . rutin. Pengembangan kreativitas. minat peserta didik. kemampuan. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”. kepribadian siswa. sosial. karir ).3. bakat.Bimbingan konseling. ‰ Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . Dilaksanakan secara terprogram. dan kondisi sekolah. dan atau . Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). kesulitan belajar.

diserahkan kepada masing. jam pembelajaran per minggu . Kerjasama.masing pembimbing dan sekolah. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. dll.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. kerjasama. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. Keolahragaan. Kompetetitif. Sosialisasi KTSP 36 116 . mencakup penilaian: sikap kompetitif. • Keg. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. KIR. Sikap Sportif. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. dll.

dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. 38 Sosialisasi KTSP 117 . per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah.4. • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. sebanyak 0–60% untuk SMA/MA/SMALB/SMK/MAK waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. 37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. minggu • Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur.

– Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 39 6. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal. Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. Sosialisasi KTSP 40 118 . Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. kompleksitas dan SDM.5.

– Untuk kecakapan vokasional. Sosialisasi KTSP 42 119 . akademik dan atau vokasional.7. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat. sosial. Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran.Kecakapan personal. • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 41 8. • Substansi kecakapan hidup meliputi: . dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs.

dan lain-lain. atau menjadi mapel Mulok. ƒ Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Budaya. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Bahasa. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9. Ekologi. ƒ Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran ƒ Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global ƒ Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. maka sekolah dapat mengembangkan SK.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. TIK. silabus. Sosialisasi KTSP 44 120 . • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK.KD. yang terintegrasi.

Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 121 .BAB. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.

D.B. V dan VI : SDLB-A.E dan SMPLB dan SMALB : A. D. Semua Kelas SDLB.SMA/MA A. XII – BAHASA – 13 MAPEL B.KELAS XI. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MA) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 122 .D. C1. E) C.E. Silabus dan RPP Mulok C. Silabus dan RPP Mata Pelajaran Wajib .KELAS XI. B. II dan III : SDLB-A.KELAS XI. XII – IPS – 13 MAPEL .D1.B. dan G) B. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV.KELAS X – 16 MAPEL . XII – IPA – 13 MAPEL . SMPLB dan SMALB : C.

serta finalisasi. ƒ Sosialisasi KTSP 50 123 . Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. SKL. Panduan KTSP • Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi Naskah KTSP Diberlakukan Sosialisasi KTSP 49 ƒ Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. review dan revisi.Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft.

Selesai Sosialisasi KTSP 51 124 .

Materi 9 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Sosialisasi KTSP Pengertian Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model Sosialisasi KTSP 125 .

materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. kompetensi dasar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Sosialisasi KTSP 126 . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. dan sumber belajar. penilaian. Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan SILABUS? 1. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. alokasi waktu.

di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. SMA. dan SMK. sumber belajar. metode pengajaran.PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) Sekolah dan komite sekolah. dan penilaian hasil belajar Sosialisasi KTSP 127 . dan MAK. SMP. Sosialisasi KTSP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. MA. atau madrasah dan komite madrasah. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. MTs. materi ajar. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.

2. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya? Sosialisasi KTSP Prinsip Pengembangan • • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh Sosialisasi KTSP 128 .SILABUS menjawab pertanyaan 1. 3.

dan spritual peserta didik. kegiatan pembelajaran. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. indikator.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. intelektual. materi pokok/ pembelajaran. dan sistem penilaian. taat asas) antara kompetensi dasar. sosial. emosional. Relevan Cakupan. sumber belajar. Sosialisasi KTSP 129 . Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. kedalaman. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg.

teknologi. pendidik. afektif. Sosialisasi KTSP 130 . dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. psikomotor). dan peristiwa yang terjadi. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. kegiatan pembelajaran. sumber belajar.Memadai Cakupan indikator. materi pokok/ pembelajaran. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif.

3. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. 2. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. atau 3. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. atau 2. per tahun.UNIT WAKTU 1. Guru kelas/mata pelajaran. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 131 . Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

Kompetensi Dasar 3. Indikator 6. Standar Kompetensi 2. Penilaian 7. Kegiatan Pembelajaran 5.KOMPONEN SILABUS 1. Alokasi Waktu 8. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 132 . Materi Pokok/Pembelajaran 4.

Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Sosialisasi KTSP 133 . Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Menentukan Jenis Penilaian 7. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. b. Menentukan Alokasi Waktu 8.

6.2. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. relevansi dengan karakteristik daerah. 4. tingkat perkembangan fisik. Aktualitas. c. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. 2. dan spritual peserta didik. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. kedalaman. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. alokasi waktu . Sosialisasi KTSP 134 . kebermanfaatan bagi peserta didik. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. dan keluasan materi pembelajaran. b. 5. potensi peserta didik. 8. Sosialisasi KTSP 3. struktur keilmuan. intelektual. 7. emosional. sosial. 3.

dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. peserta didik dengan guru. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. lingkungan. Sosialisasi KTSP 135 . Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3.4. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik.

satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 136 . dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.5. pengetahuan.

perilaku.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). dan bertindak secara konsisten. sikap. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. Sosialisasi KTSP 137 . dan penilaian diri. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. penggunaan portofolio. menganalisis. kesinambungan (Kontinuitas). penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. berpikir. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Sosialisasi KTSP 6. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. pengamatan kinerja.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 138 . Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Menggunakan acuan kriteria c. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. tingkat kesulitan. keluasan.

alam. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. serta lingkungan fisik. MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi. nara sumber.8. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 139 . Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan budaya. sosial.

dievaluasi. Sosialisasi KTSP 140 .dan evaluasi rencana pembelajaran. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan.

Selesai Sosialisasi KTSP 141 .

142 .

materi pembelajaran. sumber belajar. metode pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 143 1 .Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran.

3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 144 2 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

A. V. Tujuan Pembelajaran II.KOMPONEN RPP (minimal) ™ Tujuan Pembelajaran ™ Materi Pembelajaran ™ Metode Pembelajaran ™ Sumber Belajar ™ Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Kegiatan Awal: … B. Kegiatan Inti: … C. Metode Pembelajaran: … IV. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Materi Ajar :… :… III. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 145 3 . dst. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua.

Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. inti. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. KD. dan Indikator yang telah ditentukan. KD.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Menentukan SK. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. 8 Sosialisasi KTSP 146 4 . Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. dan akhir. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. Mengisi kolom identitas 2.

Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. lembar pengamatan. contoh soal. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 147 5 .Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menyusun kriteria penilaian. teknik penskoran.

148 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. 149 . Pengembangan bahan Ajar. Pengembangan Bahan Ajar 11.

150 .

Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Sosialisasi KTSP 151 .Materi 11 Sosialisasi KTSP Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. kaset. wallchart. • Multi Media: CD interaktif. Sosialisasi KTSP Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out. • Audio Visual seperti: video/film. computer Based. brosur. lembar kerja siswa. model/maket. modul. Internet Sosialisasi KTSP 152 .VCD • Audio seperti: radio. leaflet. gambar. PH • Visual: foto. buku. CD audio.

SK. menemukan obyek dan ragam persoalannya dari. manfaat dan bahayanya 2.. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan Sosialisasi KTSP 153 .Cakupan Bahan Ajar • Judul... Persoalan Biologi 3. Indikator. Permasalahan biologi 5. KD.. Obyek Biologi SK Siswa mampu memahami hakekat biologi Sebagai ilmu. Tingkat organisasi kehidupan 4. Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Biologi) Materi Pembelajaran/Judul bahan Ajar 1. MP.. KD Mempelajari ruang lingkup biologi.

Materi Pembelajaran 1. Teks berbentuk report. Adjective phrase. Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. report. Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report. Mendiskusikan teks report yang didengar. dan news item. Mengidentifikasi adjective phrase.. Kaset 4. spoof/recount.1.Mengidentifikasi kelompok kata sifat 2. 2. 2. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pembelajaran 1. Indikator 1. …. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas.ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. Kompetensi Dasar 1.Lainnya BAHAN AJAR 1. dll. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif. prosedur. • Lembar kegiatan berisi petunjuk. LKS 2. Sosialisasi KTSP 154 . Modul 3.

KD.Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum. SK. Sosialisasi KTSP 155 . semester. indikator dan materi pembelajaran. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu. tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian Sosialisasi KTSP Bahan Ajar vs. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul. mata pelajaran. Buku Teks Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM.

Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih Mengakomodasi kesulitan siswa Memberikan rangkuman Gaya penulisan komunikatif dan semi formal Kepadatan berdasar kebutuhan siswa Dikemas untuk proses instruksional Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. Sosialisasi KTSP Buku teks : Mengasumsikan minat dari pembaca Ditulis untuk pembaca (guru. dosen) Dirancang untuk dipasarkan secara luas Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional Disusun secara linear Stuktur berdasar logika bidang ilmu Belum tentu memberikan latihan Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa Belum tentu memberikan rangkuman Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif Sangat padat Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca. Sosialisasi KTSP 156 .Bahan ajar : Menimbulkan minat baca Ditulis dan dirancang untuk siswa Menjelaskan tujuan instruksional Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.

Jenis Bahan Ajar •Lembar informasi (information sheet) •Operation sheet •Jobsheet •Worksheet •Handout •Modul Sosialisasi KTSP Sosialisasi KTSP 157 .

Pengertian Modul Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi. metoda. metode. • kebahasaannya dibuat sederhana sesuai dengan level berfikir anak SMK atau input SMK Sosialisasi KTSP 158 . Sosialisasi KTSP F MODUL G • Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi. dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri. dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. batasan-batasan.

• terdapat rangkuman materi pembelajaran. • bahasa sederhana lugas komunikatif. tersedia contoh-contoh. tugas. Sosialisasi KTSP F MODUL G • mampu membelajarkan diri sendiri. Sosialisasi KTSP 159 . • materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas.F MODUL G • digunakan secara mandiri. membantu kemudahan pemakai untuk direspon atau diakses. • memiliki karakteristik stand alone yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain • bersahabat dengan user atau pemakai. dan sejenisnya • materinya up to date dan kontekstual. • tersedia instrument penilaian yang memungkinkan peserta diklat melakukan self assessment. • Tujuan antara dan tujuan akhir modul harus dirumuskan secara jelas dan terukur. belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing individu secara efektif dan efesien. ilustrasi yang jelas • tersedia soal-soal latihan.

F MODUL G • mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri. • terdapat umpan balik atas penilaian peserta diklat. • terdapat informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung materi Sosialisasi KTSP F MODUL G • Dipergunakan untuk ORANG LAIN • Bukan untuk PENULIS !!! Sosialisasi KTSP 160 .

memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya. Memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal. seperti : Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat. dan daya indera.Tujuan Penulisan Modul 1. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi. 3. baik siswa atau peserta diklat maupun guru/instruktur. 2. Sosialisasi KTSP MODUL Kerangka Penulisan Modul Cetakan Pedoman Penulisan Modul Modul Kerangka pengembangan Modul Pedoman Pengembangan Modul Multimedia Interaktif Multimedia Interaktif Sosialisasi KTSP 161 . Mengatasi keterbatasan waktu. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya. ruang.

2. Self instructional Peserta diklat mampu membelajarkan diri sendiri. tidak tergantung pada pihak lain. Self Contained Seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh Sosialisasi KTSP 162 .Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK MODUL 1.

Stand alone Modul manual/multimedia yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersamasama dengan media lain 4. User friendly Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya 6. Konsistensi Dalam penggunaan : ¾ FONT ¾ SPASI ¾ TATA LETAK (LAYOUT) Sosialisasi KTSP 163 .KARAKTERISTIK MODUL 3. Adaptif Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK MODUL 5.

KARAKTERISTIK MODUL 7. sub judul (kegiatan belajar). antar unit dan antar paragraph dengan susunan dan alur yang mudah dipahami 9 Judul. dan uraian yang mudah diikuti Sosialisasi KTSP 164 . Format ¾ Format kolom tunggal atau multi ¾ Format kertas vertikal atau horisontal ¾ Icon yang mudah ditangkap Sosialisasi KTSP Organisasi 9 Tampilkan peta/bagan 9 Urutan dan susunan yang sistematis 9 Tempatkan naskah. gambar dan ilustrasi yang menarik 9 Antar bab.

pencetakan huruf tebal. miring. bentuk dan ukuran huruf yang serasi • Menempatkan rangsangan-rangsangan berupa gambar atau ilustrasi. gambar (ilustrasi). • Tugas dan latihan yang dikemas sedemikian rupa. garis bawah atau warna.Daya Tarik • Mengkombinasikan warna. Sosialisasi KTSP Bentuk dan Ukuran Huruf Bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca Perbandingan huruf yang proporsional Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks Sosialisasi KTSP 165 .

Ruang (spasi kosong) Gunakan spasi atau ruang kosong tanpa naskah atau gambar untuk menambah kontras penampilan modul Sosialisasi KTSP KERANGKA MODUL Sosialisasi KTSP 166 .

Penjelasan Bagi Peserta diklat 2. Kompetensi F. Peran Guru Antara Lain D. Cek Kemampuan Sosialisasi KTSP 167 .• • • • • • Halaman Sampul Halaman Francis Kata Pengantar Daftar Isi Peta Kedudukan Modul Glosarium Sosialisasi KTSP I. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Deskripsi B. Prasarat C. Tujuan Akhir E. PENDAHULUAN A.

Rencana Belajar Peserta diklat B. Kegiatan Belajar 2 3. Uraian Materi c. Lembar Kerja 2.II. Rangkuman d. Tes Formatif f. Tujuan Kegiatan Pembelajaran b. Attitude Skill D. Kegiatan Belajar n Sosialisasi KTSP III.Produk/Benda Kerja Sesuai Kriteria Standart E. Tugas e. PEMBELAJARAN A. Kegiatan Belajar 1. Batasan Waktu Yang Telah Ditetapkan F. Kunci Jawaban Sosialisasi KTSP 168 . Kognitif Skill B. Kunci Jawaban Formatif g. Psikomotor Skill C. Kegiatan Belajar a. EVALUASI A.

IV. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA Sosialisasi KTSP Sosialisasi KTSP 169 .

Identifikasi Indikator dan Penilaian Format Penulisan MODUL Penyusunan Draft MODUL Sosialisasi KTSP 170 .Kajian KTSP Profil Kompetensi Lulusan Kompetensi SILABUS •Kompetensi Dasar •Indikator •Materi Pembelajaran •Kegiatan Pembelajaran •Acuan Penilaian Perumusan Judul-Judul Modul Pengumpulan Buku-Buku & Sumber Bahan Rambu-Rambu Pemilihan Judul Pemilihan Judul MODUL yang akan Dibuat Sosialisasi KTSP Judul Modul Buku-Buku & Sumber Bahan Identifikasi Kompetensi Dasar Aspek Materi Pembelajaran Kegiatan Pemb.

INSTRUMEN VALIDASI Draft MODUL VALIDATOR REVISI/Penyempurnaan FILE ELEKTRONIK MODUL Sosialisasi KTSP Sosialisasi KTSP 171 .

Sosialisasi KTSP 172 . Sosialisasi KTSP Struktur kalimat ¾ Aktif ¾ Pasif Kesalahan struktur: Saya sudah katakan bahwa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar itu tidak mudah. (kalimat majemuk dan kalimat bersusun).1. kata sifat. frase preposisi) Contoh kalimat dengan kata kerja : Tugas itu dikerjakan oleh peserta TOT Kurikulum KTSP Bagaimanakah dengan kalimat di bawah ini ? Dalam kamar ini memerlukan empat buah kursi. (aktif-pasif). tetapi kita harus selalu waspada. Dalam konferensi tingkat tinggi negara-negara nonblok tidak memutuskan tempat penyelenggaraan konferensi berikutnya. kata bilangan. Syarat Kalimat Kalimat sekurang-kurangnya memiliki subyek dan predikat Jenis predikat: • Kata kerja • Bukan kata kerja (kata benda. (subyek-keterangan). Meskipun kita tidak menghadapi musuh.

yang memiliki fungsi : •Fungsi Ilustrasi •Fungsi deskriptif •Fungsi ekspresif •Fungsi Analitis •Fungsi kuantitatif Sosialisasi KTSP 173 . Menggunaan Ilustrasi dalam Modul Ilustrasi dapat berupa: foto. gambar. dsb. grafik. tabel.Alinea/ Paragraf • Gagasan utama • Kalimat topik • Koherensi • Kata-kata transisi Sosialisasi KTSP 2. kartun.

016 EI.3.00 1.RKT.023 EI.022 EI.020 EI.001 EI.PEM.021 Sosialisasi KTSP 174 .013 EI.025 EI.019 EI.005 EI.002 EI.007 EI. Pahami Diagram Pencapaian Kompetensi TINGKAT I SMP & yang sederajad TINGKAT II TINGKAT III LULUS SMK EI.024 EI.PBE.003 EI.A 1 EI.011 EI.OPS.017 EI.018 EI. Pahami Peta Kedudukan Modul EI.00 1.012 EI.006 EI.001.00 1.PROG.014 EI. A 2 EI.015 EI.026 EI. 001.027 1 EI.A 5 EI.A 3 EI.A 4 EI.004 EI.A 6 Sosialisasi KTSP 4.0 01.INST.

Sosialisasi KTSP 175 . Tujuan Akhir Perumusan tujuan akhir berisi pernyataan pencapaian kompetensi sesuai persyaratan dunia usaha/industri (entry level).5. Rumusan tujuan tersebut harus memuat : 9 Kinerja yang diharapkan 9 Kriteria keberhasilan 9 Kondisi atau variable yang diberikan Sosialisasi KTSP Contoh Tujuan Akhir Modul Peserta diklat dapat menggambar rangkaian elektronika (kinerja) berdasarkan standar gambar teknik (kriteria) dan dapat mengimplementasikannya menjadi gambar layout pada PCB (kondisi).

6. Tujuan kegiatan pembelajaran Memuat kemampuan yang harus dikuasai untuk mencapai satu indikator kompetensi pada KUK setelah mengikuti satu satuan kegiatan belajar berisikan komponen: kemampuan. dan kriteria. Sosialisasi KTSP 176 . kondisi. Sosialisasi KTSP Contoh tujuan kegiatan belajar peserta diklat dapat mengimplementasikan gambar rangkaian elektronika menjadi gambar layout pada PCB.

Menyusun Tes Formatif Berisi tes tertulis sebagai bahan pertimbangan bagi peserta dan guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan kegiatan belajar yang telah dicapai sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan berikut (lembar kerja). Sosialisasi KTSP 8. MenyusunTugas Berisi instruksi untuk peserta diklat meliputi ¾ Tugas-tugas yang harus diketahui dan dikerjakan sesuai kriteria unjuk kerja ¾ Kegiatan observasi untuk mengenal fakta. HINDARI MENGGUNAKAN TES PILIHAN GANDA !!! Sosialisasi KTSP 177 . ¾ Tutorial dengan guru.7. ¾ Menyusun learning evidence indicator (indikator bukti belajar). ¾ Melakukan kajian materi pada kegiatan belajar.

Selesai Sosialisasi KTSP 178 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah. 179 . Model-Model Kurikulum 12. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. 13.

180 .

Latar Belakang Otonomi daerah. multikultural.Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. mulok B. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 181 . Landasan • UU No. sentralisasi ke desentralisasi. PENDAHULUAN A.

PENDAHULUAN (Lanjutan) C. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.I. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. ¾ Memiliki pengetahuan. dan budayanya. ¾ Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya. SMP/MTs/SMPLB. 4 Sosialisasi KTSP 182 . serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: ¾ Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. SMA/MA/SMALB. PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. sosial. Sosialisasi KTSP 3 I. keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa.

PENDAHULUAN (Lanjutan) ™ Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Sosialisasi KTSP 6 183 . KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. ™ KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. isi. kalender pendidikan. termasuk keunggulan daerah. dan silabus.I. 5 Sosialisasi KTSP I. Pengertian (Lanjutan) ™ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. PENDAHULUAN D. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan.

Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. PENDAHULUAN (Lanjutan) E. kesenian daerah. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. adat istiadat. Analisis Mulok yang ada di sekolah. Ruang Lingkup 1.I. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. Sosialisasi KTSP 8 184 . Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. lingkungan sosial ekonomi. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. 2. dapat berupa: bahasa daerah. 7 Sosialisasi KTSP 2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. bahasa Inggris. keterampilan dan kerajinan daerah. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. dan lingkungan sosial budaya. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam.

Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah.2. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok. Sosialisasi KTSP 10 185 . Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat. Pengembangan dan Penetapan SK . dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B. Bila belum mampu.KD 1. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2.

4.dunia usaha/industri.pemerintah Daerah/Bapeda. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). Sosialisasi KTSP 11 5.Dinas Departemen lain terkait. . Sosialisasi KTSP 12 186 . misalnya: . LPMP. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Instansi/lembaga di luar Depdiknas. dan sosial). PT. . emosional. .dan tokoh masyarakat.

(3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. baik secara mental. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP 13 5.5. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. Rambu-Rambu (Lanjutan) • Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Untuk itu. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. fisik. Dekat secara fisik. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Sosialisasi KTSP 14 187 . maupun sosial. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Dalam kaitan dengan sumber belajar. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah.

dua semester atau satu tahun ajaran. proyek dan/atau produk. Sosialisasi KTSP 16 188 . penggunaan portofolio. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. Penilaian ¾ Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.d VI atau dari kelas VII s. ¾ Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pengamatan kinerja.d IX. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d XII. menganalisis. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. dan penilaian diri.5. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. dan X s. penilaian hasil karya berupa tugas. pengukuran sikap. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 189 .

190 .

minat.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. Sosialisasi KTSP 191 . 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. Permendiknas No. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. dibimbing oleh konselor. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.

minat. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. kondisi dan perkembangan peserta didik. potensi. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. Untuk satuan pendidikan kejuruan. dan pengembangan karir. kegiatan belajar. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 192 . Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kegiatan pengembangan diri.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. serta kegiatan ekstra kurikuler. bakat.

Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Kemampuan sosial g. Minat c. berbahasa yang baik. Kemampuan kehidupan keagamaan f. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 193 . rajin membaca. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. • Spontan. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : ƒ Layanan dan kegiatan pendukung Konseling ƒ Kegiatan Ekstra Kurikuler ƒ Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Kreativitas d. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. membuang sampah pada tempatnya. ibadah khusus keagamaan bersama. senam. antri. Wawasan dan perencanaan karir i. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. seperti : upacara bendera. Bakat b. Kemampuan pemecahan masalah j. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). • Keteladanan. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Kemampuan belajar h. keberaturan.

yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. baik secara perorangan maupun kelompok. Sosialisasi KTSP 194 . c. dan perencanaan karir. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. kemampuan belajar. b. Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. anggota keluarga. berdasarkan normanorma yang berlaku.Konseling peserta didik. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. d. serta memilih dan mengambil keputusan karir. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. menilai. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. Pengembangan kehidupan pribadi. Pengembangan kemampuan belajar. kehidupan sosial. bakat dan minat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. Pengembangan karir.

keluarga. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. belajar.Fungsi Bimbingan Konseling ¾ Fungsi Pemahaman. ¾ Fungsi Pengentasan. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. sosial. program latihan. dan pendidikan lanjutan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. ¾ Fungsi Pencegahan. ¾ Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. Informasi. jurusan/program studi. karir/jabatan. ¾ Fungsi Advokasi. magang. Penguasaan Konten. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. Sosialisasi KTSP 195 . yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Penempatan dan Penyaluran. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. dan masyarakat. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. kelompok belajar. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. dan kegiatan ekstra kurikuler.

melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. karir/jabatan. Sosialisasi KTSP 196 . • Konseling Kelompok. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Alih Tangan Kasus. kegiatan belajar. • Mediasi. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. Himpunan Data. Kunjungan Rumah. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. dan bersifat rahasia. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. terpadu. Konferensi Kasus. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. dan karir/jabatan. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. • Konsultasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Tampilan Kepustakaan.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. sistematis. dan pengambilan keputusan. kemampuan sosial. pemahaman. yang bersifat terbatas dan tertutup. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. komprehensif. kegiatan belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. baik tes maupun non-tes. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. • Bimbingan Kelompok.

yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Lapangan. • Program Semesteran. • Program Bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.Format Kegiatan • Individual. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Sosialisasi KTSP 197 . • Program Mingguan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Klasikal. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Kelompok. • Pendekatan Khusus. • Program Harian. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan.

Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. dan alih tangan kasus. penguasaan konten. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. kegiatan instrumentasi. Sosialisasi KTSP 198 . format kegiatan. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. kegiatan konferensi kasus. sasaran pelayanan. pemanfaatan kepustakaan. himpunan data. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. penempatan dan penyaluran. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. kunjungan rumah.

Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 199 .Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. konseling perorangan. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. bimbingan kelompok. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. konseling kelompok dan mediasi. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. potensi.

Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Rekreatif. Etos kerja. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. Sosial. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. Sosialisasi KTSP 200 . yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. Pilihan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Persiapan karir. Keterlibatan aktif. bakat dan minat mereka.

Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. keagamaan. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Gabungan. Klasikal. Seminar. meliputi pengembangan bakat olah raga.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. Sosialisasi KTSP 201 . seni budaya. jurnaistik. pendidikan. teater. Palang Merah Remaja (PMR). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. lokakarya. penelitian. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). meliputi Kepramukaan. dan pameran/bazar. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). Kelompok. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. perlindungan HAM. cinta alam. seni dan budaya. kesehatan. dengan substansi antara lain karir. keagamaan. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Karya Ilmiah.

Sosialisasi KTSP Penilaian 1. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. b. waktu. Sosialisasi KTSP 202 . c. jenis kegiatan. substansi. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Penilaian segera (LAISEG). yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG).

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.Penilaian ( lanjutan ) 2. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. 3. Sosialisasi KTSP 203 .

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 204 .

Pembelajaran Efektif 14. Model-Model Pembelajaran yang Efektif.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VI. 205 .

206 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 14 MODEL-MODEL PEMBELAJARAN yang EFEKTIF CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar Sosialisasi KTSP 207 . Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2.

CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.Kesimpulan/rangkuman Sosialisasi KTSP 208 . guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7.Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6.Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa.Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Kesimpulan Sosialisasi KTSP Langkah-langkah : 1.

Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar Sosialisasi KTSP 209 . Guru membagi siswa untuk berpasangan 2.Siswa dibagi dalam kelompok..Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.Kesimpulan Sosialisasi KTSP (DANSEREAU CS. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Tanggapan dari teman yang lain.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.(KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. 1992) Langkah-langkah : 1. 1985) Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan.

guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Jika perlu. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.4. Siswa dibagi dalam kelompok. Kesimpulan Sosialisasi KTSP 210 . dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : • Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap • Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. 6. 3. Penutup Sosialisasi KTSP (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 7. Bertukar peran. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain.

Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. 4.Memberi evaluasi 6.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguhsungguh 6.Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3.Guru memberi evaluasi 8.Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa.Kesimpulan Sosialisasi KTSP (ARONSON. 1978) Langkah-langkah : 1. BLANEY. dll) 2.Guru menyajikan pelajaran 3.TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN. SIKES.Penutup Sosialisasi KTSP 211 . jenis kelamin.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. suku.Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim 2. STEPHEN. 1995) Langkah-langkah : 1. AND SNAPP.

pemecahan masalah. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 5. dll. 2.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai.) 3. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan Sosialisasi KTSP 212 .(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah : 1. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. hipotesis. pengumpulan data. Sosialisasi KTSP (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah : 4.Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. jadwal. tugas.

Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. kemudian berganti peran. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6.Langkah-langkah : 1. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Begitu juga kelompok lainnya 5. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru Sosialisasi KTSP 213 . Untuk mengetahui daya serap siswa. Kesimpulan/penutup Sosialisasi KTSP Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4.

Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa 6.Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4.Berawal dari kegiatan tersebut.Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 2.Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. 1985) Langkah-langkah : 1.Penutup Sosialisasi KTSP 214 . sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Demikian seterusnya 8. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.Guru memimpin pleno kecil diskusi. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4.(MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Kesimpulan/penutup Sosialisasi KTSP (FRANK LYMAN. 1994) Langkah-langkah : 1.Guru memberi kesimpulan 7.

5. 8. Sosialisasi KTSP Langkah-langkah : 1. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya 9. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra 2. Dari data-data yang diungkapkan tersebut. Guru memberikan kesimpulan secara umum 10. Penutup Sosialisasi KTSP 215 . Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang 4. Setelah selesai membaca materi. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM 3. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. Sementara siswa menyampaikan gagasannya. guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai 5. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan 2. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan 6. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. 4. Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan 7. Setelah selesai ditampilkan. Evaluasi 11.Langkah-langkah : 1. masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok. kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra.

Guru memberikan kesimpulan 6. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan 5. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan 7. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen 2. juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok 6. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. 3. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain 4. Evaluasi 8. Guru menyiapkan sebuah tongkat 2.(SHARAN. Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya. Penutup Sosialisasi KTSP Langkah-langkah : 1. Penutup Sosialisasi KTSP 216 . Evaluasi 7. siswa menutup bukunya. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok 3. 1992) Langkah-langkah : 1. 4. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. Setelah selesai diskusi.

untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. Penutup Sosialisasi KTSP 217 . kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka. Evaluasi 8. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya). 5. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit 6. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Sosialisasi KTSP Langkah-langkah : 1. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi 3. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan 2.Langkah-langkah : 1. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing. 2. 3. 4. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 4. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.

6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. 8. 5. 4. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. kalau benar diisi tanda benar (√) dan salan diisi tanda silang (x) Siswa yang sudah mendapat tanda √ vertikal atau horisontal. 3.Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya Langkah-langkah : 1. 2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3. 4. 6. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep. 7. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi Memberikan kesempatan siswa tanya jawab Untuk menguji pemahaman. 5. siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Penutup Sosialisasi KTSP Langkah-langkah : 1. atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh Penutup Sosialisasi KTSP 218 . Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.

4. 1986) (PENGAJARAN LANGSUNG) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah Langkah-langkah : 1. 3. Guru membuat kesimpulan. 6. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan Membimbing pelatihan Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan Sosialisasi KTSP 219 . 4. Sosialisasi KTSP (ROSENSHINA & STEVENS. 2. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan. 5. 7. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. 2. 5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya. 3.(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen) Langkah-langkah : 1.

Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Penutup Sosialisasi KTSP OLEH SPENCER KAGAN “Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan.KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS (STEVEN & SLAVIN. Guru membuat kesimpulan bersama 6. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas 4. menghadap ke dalam 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen 2. 1995) Langkah-langkah : 1. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur” Langkah-langkah : 1. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar 2. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. 5. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok 5. Demikian seterusnya Sosialisasi KTSP 220 . Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan 4. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran 3.

Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. 2. 5. Sementara siswa membawa kartu 10x10 cm membacakan katakata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10x10 cm. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk.MEDIA : Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga. Langkah-langkah : 1. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5x2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi ± 45 menit. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi ataudiselipkan di telinga. Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas 3. Dan seterusnya CONTOH KARTU Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas Dimiliki oleh 1 orang Struktur organisasinya tidak resmi Bila untung dimiliki. 6.diambil sendiri NAH … SIAPA … AKU ? JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN Sosialisasi KTSP 221 . Sosialisasi KTSP 4.

Hasil diskusi kelompok. Secara ringkas harus mencangkup paling sedikit 4 kata dari daftar diatas dan setiap kata dapat dipakai berulang-ulang b. Buatlah sekurang-kurangnya lima kalimat menurut pendapatmu sendiri. Didiskusikan kembali untuk mendapatkan Kesimpulan Sosialisasi KTSP 222 . Kerja kelompok Diskusikanlah kalimat-kalimat anda apabila kalimat anda sudah benar c.KATA KONSEP Penjajahan Penderitaan Kemiskinan Solidaritas Organisasi Koperasi Aria Wirya Atmaja Bank Penolong & tabungan Koperasi Simpan Pinjam Budi Utomo Serikat Dagang Islam Sosialisasi KTSP UU Kep/stb NO 91 Tahun 1992 Asas Demokrasi Ekonomi Rakyat Alat Distribusi Asas Pancasila UUD 1995 Pasal 23 UU No 12 Tahun 1997 UU No 25 Tahun 1992 Koperasi Konsumsi Lanjutan Tugas : a.

Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai.MEDIA : * Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai TPK Langkah-langkah : 1. 2. Guru membagikan lembaran kegiatan sesuai contoh 3. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Sosialisasi KTSP Lanjutan CONTOH : T R A N S A K S I Y A B A D O L A R E U A N G N A C I N A R I I L A E N I N T R I S I K G O K E R T A S B G K U R S G I R O I N O M I N A L S T Sosialisasi KTSP 223 . Siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban 4.

Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. 6. Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 2. Sosialisasi KTSP MEDIA : 1. Membagikan lembar kerja sesuai contoh Sosialisasi KTSP 224 . Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. 5. Buat jawaban yang diacak hurufnya Langkah-langkah : 1. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara ……. 2. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah 3. ……. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif ……. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut ……. Nilai bahan pembuatan uang disebut ……. 9.CONTOH SOAL 1. 7. Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai 2. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut ……. Saat ini banyak di palsukan 4. 8. Uang …….

..... dst. GANU ... 8.... 4.... 5.... dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut ............ 8....... 7. MINALON .................................... Nilai bahan pembuatan uang disebut nilai . Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai . 2 3.......... TRASEK ........ Uang ........... 4.......................... Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai .... TARREB ....... Sosialisasi KTSP 225 ............ A 1...................... SAKSITRAN ... 9........ 3......... 7.... digunakan sebagai alat pembayaran yang sah 3........ SRUK ...... 6.. MEDIA : 1.... Kartu contoh sejumlah siswa NAMA SISWA : SUB MATERI : 3. perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening di bank untuk membayar sejumlah uang disebut ......... saat ini banyak dipalsukan 4................................... 5........Susunlah huruf-huruf pada kolom B sehingga merupakan kata kunci (jawaban) dari pertanyaan kolom A....... 9. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara … 2...... CONTOH Kartu : NAMA YANG DIBERI 1....... Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan mata uang asing disebut .... materi sesuai dengan TPK 2..... KEC .................... 6. 2......................................... KISTRINI ... Kartu ukuran ± 10x15 cm sejumlah peserta tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu yang lainnya.. LIRI ..... Sosialisasi KTSP B 1. .....

Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen. Guru Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan berikan siswa pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). Siapkan kelas sebagaimana mestinya 2. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh.Lanjutan Langkah-langkah : 1. Kesimpulan. 7. Jelaskan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai 3. Sosialisasi KTSP 226 . Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan 8. 5. Guru menyajikan materi secukupnya. Untuk memantapkan penguasaan peserta tiap siswa diberi masingmasing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) lebih kurang 5 menit 4. Kesimpulan Sosialisasi KTSP Langkah-langkah : ● z z z z z z Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give). Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. 6.

Dan seterusnya Sosialisasi KTSP 227 . untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali Langkah-langkah : 1. 4. jawaban yang salah diperbaiki. Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. 3. Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) 2. Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh). Kesimpulan Sosialisasi KTSP Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. Setelah jawaban didiskusikan. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan. 5. Guru Menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya 3. Tiap peserta membaca sampai mengerti atau hapal 8. 6. Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen 4. Siswa berdiskusi secara berkelompok 7.Media : Siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap Langkah-langkah : 1. 5. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Setiap bebicara satu kupon. Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis.

Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih PELATIH MENGECEK Apabila patner benar pelatih memberi kupon BERTUKAR PERAN Seluruh patner bertukar peran dan mengurangi langkah 1 – 3 PASANGAN MENGECEK Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban PENEGASAN GURU Guru mengarahkan jawaban /ide sesuai konsep Sosialisasi KTSP z z z z Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya Caranya…………. Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan 2.? 1.APA YANG DILAKUKAN? z BEKERJA BERPASANGAN Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 (dua) siswa. Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya 3. Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan Sosialisasi KTSP 228 .

Caranya : 1. Pergeseran bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan Sosialisasi KTSP MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK UNTUK MEMBAGIKAN HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA. Setelah selesai. Kemudian satu atau dua siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Dengan cara ini masing-masing siswa mendapat pasangan yang baru untuk berbagi. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka Sosialisasi KTSP 229 . Separuh kelas atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak berdiri berjajar . Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain 5. 2. Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama 3. 4. Kemungkinan lain adalah siswa berjajar di sela-sela deretan bangku. Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi sinformasi. Jajaran ini kemudian bergeser. Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas. dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok yang lain 3.Caranya? Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu singkat secara teratur strategi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar siswa 1. Siswa bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) orang 2. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka 4. Cara yang kedua ini akan memudahkan pembentukan kelompok karena diperlukan waktu relatif singkat.

Selesai Sosialisasi KTSP 230 .

Penilaian hasil Belajar 15.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 16. Sistem Penilaian KTSP (SMA) 231 .

232 .

Materi 15 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 233 .

Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa.PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. ANALISIS. DESKRIPSI VERBAL). Sosialisasi KTSP 234 .

Carrol. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 235 . BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. dan hasil yang baik. 4. 2. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. (John B. 3. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”.CIRI PENILAIAN KELAS 1.

Bloom) Sosialisasi KTSP 2. dan sikap. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. B. keterampilan. Block.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B.) Sosialisasi KTSP 236 . mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.

Ulangan Tengah Semester. Berkesinambungan Memantau proses. penugasan. dan Ulangan Kenaikan Kelas. kemajuan. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. Ulangan Akhir Semester. (tertulis. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 237 .3. observasi. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap.

Portofolio. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Produk. Pengamatan. Proyek.4. Lisan. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Unjuk Kerja. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 238 .

• Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 239 .TEKNIK /CARA PENILAIAN ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. baca puisis. tingkah laku. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. berpidato. berdiskusi.

A. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.C. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 240 .B. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Ekspresi fisik (physical expression) A. Ekspresi fisik (physical expression) ----.

II.C. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. ¾ Penyajian data Sosialisasi KTSP 241 .C. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.A.D.A.B.B. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Ekspresi suara (vocal expression) ---. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: ¾ Perencanaan ¾ Pengumpulan data ¾ Pengolahan data.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SMA : XI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 242 .

dan tradisi) . pilihan makanan dan minuman. komunikasi. pariwisata.• Indikator : .Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. nilai-nilai. migrasi. pakaian. gaya hidup. perilaku. perjalanan.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SMA (cara berpakaian. perilaku) Sosialisasi KTSP 243 . telekomunikasi) .

makanan . kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: . bahasa kurang komunikatif.CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan. lukisan. memuat saran. topik. Jika penulisan kurang sistimatis. Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar. tempat penelitian.menggunakan peralatan dengan aman . alasan.hasil karya seni: gambar. namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. daftar pertanyaan dengan lengkap.menggunakan teknik menggambar . Jika memuat tujuan. plastik. pahatan . Jika memuat tujuan. responden. alasan. dan logam . topik. memuat saran. bahasa komunikatif. responden. alasan.barang-barang terbuat dari kayu. keramik. daftar pertanyaan kurang lengkap.pakaian . tempat penelitian. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua. daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 244 . tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. tempat penelitian. responden. topik.

Gambar rancangan model . kembangkan gagasan .kmp: .desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan.Bahan untuk model tertulis dalam rancangan .Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 245 . gali. teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: .rencanakan.PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN. alat.

Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. 4.. bahan tertulis kurang lengkap. 3. bahan tertulis tidak lengkap. skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional. spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 246 . bahan tertulis lengkap. 2. ukuran: ……………………. dst. spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional. Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ……….

Pilihan ganda .S. MEMILIH JAWABAN .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1.uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 247 .tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN . ya .Dua pilihan (B .Isian atau melengkapi .Jawaban singkat .

tentukan jangka waktunya • Bila perlu.PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang. jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 248 . beri kesempatan perbaiki karyanya.

Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Sosialisasi KTSP 249 . 2.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1.

Nama Bekerja sama 1.. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No.. inisiatif.. Sosialisasi KTSP 250 . Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2.PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. . Tono 3. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”.

Selama kerja kelompok.1996.d.melamun 6. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.B.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. proses. SUMBER: Forster & Masters. 5.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------.mengajukan pertanyaan --------.mengorganisasi kelompok -------. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1. Untuk No. 251 . 3.Ketika kami berdiskusi. --------. 1 s. 5.mengacaukan kegiatan -------.mengorganisasi ide-ide saya -------. saya…. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. tulislah huruf A.mendengarkan orang lain --------. 4.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------. 2.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------.

KD. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 252 .ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

TS= Nilai Tengah Semester.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 253 .

KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. DAYA DUKUNG : GURU. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 254 .

7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 255 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

MENGUMPULKAN DATA.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MEMBUAT RANGKUMAN. MENGERJAKAN TUGAS. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 256 .

Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 257 . PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 258 . dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki.

• Finding out. Melacak kemajuan peserta didik • Checking up.Materi 16 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL SISTEM PENILAIAN KTSP ( SMA) Sosialisasi KTSP Assessment Purposes • Keeping track. Menyimpulkan Sosialisasi KTSP PRINSIP PENILAIAN • Valid • Obyektif • Adil • Terbuka • Bermakna • Mendidik • Menyeluruh • Berkesinambungan 259 . Mendeteksi kesalahan • Summing up. Mengecek ketercapaian kemampuan.

pengelolaan & pelaporan hasil ujian. bentuk soal. dan pelaksanaannya. seperti ulangan atau tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.PENGERTIAN-PENGERTIAN ™ Pengukuran adalah kegiatan yang sistematik untuk menentukan angka pada objek atau gejala ™ Pengujian terdiri dari sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah ™ Penilaian adalah penafsiran hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajar ™ Evaluasi adalah penentuan nilai suatu program dan penentuan pencapaian tujuan suatu program SISTEM PENILAIAN • Sistem Penilaian mencakup jenis ujian. • Jenis Ujian adalah berbagai tagihan. Sosialisasi KTSP TUJUAN PENILAIAN • Menilai kemampuan individual melalui tagihan dan tugas tertentu • Menentukan kebutuhan pembelajaran • Membantu dan mendorong peserta didik • Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik • Menentukan strategi pembelajaran • Akuntabilitas lembaga • Meningkatkan kualitas pendidikan Sosialisasi KTSP 260 .

telah mencapai KD tertentu. • Untuk non-tes. • Tiap KD dijabarkan menjadi 3 (tiga) atau lebih indikator oleh guru. tanda-tanda. atau respon yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. • Materi ujian tengah semester dan akhir semester terdiri atas beberapa KD yang memiliki kesamaan karakteristik. yang menjadi acuan/panduan/konstruk bagi guru dalam membuat indikator penilaian. misalnya minat. disiplin. perbuatan.ACUAN PENILAIAN KRITERIA • Prinsipnya semua peserta didik memiliki kemampuan yang sama dan bisa belajar apa saja. dibuat dulu ciri-ciri (indikator) yang dijabarkan dari aspek yang akan diukur. motivasi belajar. ciri-ciri. • Kriteria ketuntasan harus ditentukan terlebih dahulu. bisa dilakukan beberapa jenis ujian sesuai rancangan guru. yang harus diinformasikan kepada peserta didik. untuk menunjukkan bahwa peserta didik ybs. Sosialisasi KTSP 261 . • Hasil penilaian : Lulus dan Tidak Lulus INDIKATOR • Karakteristik. • Menggunakan kata kerja operasional dengan tingkat berpikir menengah dan tinggi. Sosialisasi KTSP PENYUSUNAN INDIKATOR • Dikembangkan dari KD. • Dalam 1 semester. hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda. kerjasama. dsb.

PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN HASIL BELAJAR BERBASIS KOMPETENSI • Belajar tuntas (mastery learning). Sosialisasi KTSP BELAJAR TUNTAS ƒ Prinsip belajar tuntas untuk pencapaian kompetensi sangat efektif untuk meningkatkan kinerja akademik (John B. Carrol. Carrol James Block and Benjamin Bloom) ƒ “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. Carrol) Sosialisasi KTSP 262 . (John B. A Model of School Learning) ƒ Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan (berdasarkan karakteristik peserta didik) dan waktu yang tersedia (di bawah kontrol guru) (John B. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan. A Model of School Learning) Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran. • (John B. dan diajar sesuai dengan karakteristik mereka. peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. dan hasil yang baik. Carrol.

B. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” • Perhatian harus difokuskan pada pengajaran unit-unit terkecil.BELAJAR TUNTAS. Lanjutan …. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. melainkan level minimal yang harus dimiliki dan diperlukan oleh peserta didik. Bloom: • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Block. Sosialisasi KTSP 263 . Lanjutan…. (1996 – P. Sosialisasi KTSP BELAJAR TUNTAS. Nitko. 291) : • Peserta didik harus mencapai skor 80-90% sebelum beralih pada modul/topik berikutnya.. • Tidak ada ukuran penentu 80%. • Guru dapat menentukan skor/batas lulus untuk setiap target belajar. Patokan yang digunakan 80 % atau yang mendekati.. dan tes menggunakan acuan kriteria guna menentukan apakah peserta didik telah memiliki keterampilan yang dipersyaratkan pada setiap tingkatan keberhasilan belajarnya. yang penting bukan nilai pasti skor kelulusan. JH.

• Nilai ketuntasan minimum per-mata pelajaran ditetapkan berdasarkan tingkat kesulitan dan kedalaman kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik (setiap mata pelajaran dapat berbeda batas min. • Penilaian mencakup aspek kognitif. dan afektif. nilai ketuntasannya). psikomotor. idealnya penentuan ketuntasan diberikan untuk setiap indikator.PENENTUAN KETUNTASAN • Nilai Ketuntasan Ideal = 100 • Guru dan sekolah dapat menetapkan nilai Ketuntasan Minimum secara bertahap dan terencana agar memperoleh nilai ideal. Sosialisasi KTSP SISTEM PENILAIAN BERKELANJUTAN • Menilai semua Kompetensi Dasar • Penilaian dapat dilakukan pada satu atau lebih Kompetensi Dasar • Hasil penilaian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial atau program pengayaan. Akan tetapi. • Peserta didik yang belum tuntas harus mengikuti program remedial. • Aspek afektif diukur melalui pengamatan dan kuesioner Sosialisasi KTSP 264 .

Bimbingan Alumni atau tutor sebaya • dan lain-lain.PENILAIAN BERKELANJUTAN • Penilaian dapat dilakukan beberapa kali sampai peserta didik mencapai tingkat ketuntasan yang ditetapkan. yang semuanya diakhiri dengan ujian. Sosialisasi KTSP 265 . • Nilai akhir semester merupakan nilai kumulatif dari keseluruhan nilai perolehan. selama satu semester yang terkait. • Materi penilaian dapat terdiri dari satu atau sejumlah Kompetensi Dasar. Sosialisasi KTSP PROGRAM REMEDIAL • • • • Pemberian Tugas Pembelajaran Ulang Belajar Mandiri Belajar Kelompok dgn.

mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. diskusi. Sosialisasi KTSP ASPEK YANG DIUKUR DALAM PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI A. Afektif C.PROGRAM PENGAYAAN Penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca. Aspek Psikomotor Sosialisasi KTSP 266 . namun tidak mempengaruhi nilai raport namun tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. Aspek Kognitif (6 Tingkat Kognitif Berfikir) B. tutor sebaya.

siapa yang berminat ke jurusan Ilmu Sosial atau Ilmu Alam dll) • Setiap informasi yang diperoleh dikumpulkan dan disimpan sebagai referensi dalam penilaian berikutnya. Kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (Misalnya: menganalisis bentuk. Pada umumnya dilakukan secara non-ujian (misalnya. • Penilaian afektif dibagi atas penilaian afektif secara umum (budi pekerti) dan penilaian afektif per matapelajaran. Pengetahuan (Knowledge). AFEKTIF • Mencakup penilaian a. Emosi dan Motivasi. 3. : Sikap. sesuai dengan indikator yang telah disusun dalam silabus. 5. 6. jenis atau arti suatu puisi). Sosialisasi KTSP 267 . ASPEK KOGNITIF (6 Tingkat Kognitif Berfikir) >>TAXONOMY COGNITIVE BLOOM (Bloom. Untuk penyusunan soal. Krathwohl’ 56) 1. Kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi suatu kesimpulan (misalnya: memformulasikan hasil penelitian di laboratorium). 4. Analisis (Analysis). Sosialisasi KTSP B. Koordinasi dari setiap peserta didik. Kemampuan memahami (misalnya: menyimpulkan suatu paragraf).l. Furst. hendaknya memiliki tingkat berpikir menengah sampai tinggi. Kemampuan mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu. Hill. Kerjasama. 2. Sintesis (Synthesis). Pemahaman (Comprehension). Kemampuan mengingat (misalnya: nama ibu kota. Kemampuan Penerapan (Misalnya: menggunakan suatu informasi/ pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah). Tingkah Laku. untuk mengetahui siapa peserta didik yang bisa dipercaya. • Dilakukan melalui pengamatan dan interaksi langsung secara terus menerus. Evaluasi (Evaluation). Englehart. Aplikasi (Application). rumus). Minat.A. siapa peserta didik yang disiplin.

keinginan untuk menerima stimulus. kontrol dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar – Menanggapi (responding): reaksi yang diberikan: ketepatan reaksi. respon. Sosialisasi KTSP CAKUPAN PENILAIAN • Aspek penilaian afektif terdiri dari: – Menerima (receiving) termasuk kesadaran. Pendidikan Jasmani. Praktik IPA dan Bahasa. • Aspek Psikomotorik terdiri dari: – Meniru (perception) – Menyusun (manipulating) – Melakukan dengan prosedur (precision) – Melakukan dengan baik dan tepat (articulation) – Melakukan tindakan secara alami (naturalization) Sosialisasi KTSP 268 .C. sistem nilai dll – Mengorganisasi (organization): pengembangan norma dan nilai dalam organisasi sistem nilai – Membentuk watak (Characterization): sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku. ASPEK PSIKOMOTOR • Tidak semua mata pelajaran dapat dinilai aspek psikomotornya (disesuaikan dengan tuntutan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik) • Digunakan untuk pembelajaran yang banyak memerlukan praktik: Pendidikan Agama. perasaan kepuasan dll – Menilai (evaluating): kesadaran menerima norma. Pendidikan Seni.

• Penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik harus mencakup aspek-aspek kecakapan hidup (life skill) Sosialisasi KTSP KESADARAN DIRI KECAKAPAN BERPIKIR & BERNALAR Kesadaran diri sebagai hamba Tuhan. makhluk sosial dan makhluk lingkungan Kesadaran akan potensi diri dan dorongan utk mengembangkannya Menggali informasi Mengolah informasi & mengambil keputusan dgn cerdas Memecahkan masalah secara arif dan kreatif Mengidentifikasi variabel & hubungan satu dgn lainnya Merumuskan hipotesis Merancang & melaksanakan penelitian Aspek Kecakapan Hidup (life skill) KECAKAPAN AKADEMIK Sosialisasi KTSP 269 .

• Penilaian dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis.Aspek Kecakapan Hidup (life skill) KECAKAPAN VOKASIONAL Vokasional dasar Vokasional khusus Kecakapan mendengarkan KECAKAPAN KOMUNIKASI KECAKAPAN BEKERJASAMA Kecakapan berbicara Kecakapan membaca Kecakapan menuliskan pendapat/gagasan Kecakapan sebagai teman kerja yang menyenangkan Kecakapan sebagai pimpinan yang berempati Sosialisasi KTSP PENILAIAN • Tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Sosialisasi KTSP 270 .

• PERTANYAAN LISAN. atau teorema. baik pra (untuk mengetahui kesiapan) maupun pasca (untuk mengetahui pencapaian KD tertentu. dilakukan secara periodik pada akhir pembelajaran KD tertentu. dsb. paper. Sosialisasi KTSP Lanjutan jenis penilaian • TUGAS INDIVIDU. isian atau jawaban singkat yg menanyakan hal-hal prinsip. dilakukan dengan menggabungkan beberapa KD dalam satu waktu. • ULANGAN HARIAN.JENIS PENILAIAN • KUIS. mengukur pemahaman terhadap konsep. • LAPORAN KERJA PRAKTIK.) • TUGAS KELOMPOK. prinsip. diberikan dalam waktuwaktu dan kebutuhan tertentu dalam berbagai bentuk (klipping. Sosialisasi KTSP 271 . digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. • RESPONSI atau UJIAN PRAKTIK. digunakan pada MP tertentu yg membutuhkan praktikum. • ULANGAN TENGAH SEMESTER DAN AKHIR SEMESTER. dilakukan pada MP yang membutuhkan praktikum dengan mengamati suatu gejala dan dilaporkan.

PENILAIAN PORTOFOLIO
• Penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik, atas hasil pekerjaan seseorang (Popham,1994). • Salah satu metode penilaian berkesinambungan yang memiliki hasil penilaian dengan akurasi yang tinggi. • Kumpulan hasil belajar / karya peserta didik (hasilhasil tes, tugas perorangan, praktikum) yang dinilai proses kemajuannya baik secara analitik, holistik atau kombinasi keduanya. • Berfungsi sebagai alat untuk mengetahui kemajuan (progress) tentang kompetensi yang telah dicapai dan mendiagnosis kesulitan belajar dll.(bagi guru, peserta didik dan orang tua).
Sosialisasi KTSP

PENILAIAN PORTOFOLIO

lanjutan …

• Sangat efektif untuk proses perbaikan dan penyempurnaan kegiatan pembelajaran dan dapat memberikan umpan balik • Dalam praktiknya guru dapat mengembangkan berbagai cara sesuai dengan kreatifitas masingmasing. • Jenis penilaian portofolio dapat diterapkan di antaranya pada kemampuan menulis (bahasa) dan melukis (seni) • Contoh: portofolio menulis, dipakai untuk mengukur kemampuan khusus menulis yang menilai proses kemajuannya dan mendiagnosis bidang-bidang yang memerlukan peningkatan.

Sosialisasi KTSP

272

PENILAIAN PORTOFOLIO lanjutan …
• Evaluasi produk portofolio berdasarkan penskoran holistik, analitik atau kombinasi keduanya. • Penskoran holistik berdasarkan keseluruhan impresi dari produk bukan hanya sekedar pertimbangan unsur-unsur individu. Keputusan global dibuat dengan menggunakan skor numerik untuk setiap produk. • Penskoran analitik memerlukan keputusan untuk setiap ka-rakteristik yang berbeda dari suatu produk. Sebagai contoh: penilaian kemampuan menulis seperti organisasi, vocabulary, gaya, ideide, dan mekanik dinilai terpisah.

Sosialisasi KTSP

PENYIAPAN PERANGKAT PENILAIAN
• Sebelum masa semester 1, guru/kelompok MGMP sekolah menyusun silabus dan sistem penilaian untuk kurun waktu 1 semester atau 2 semester (1 thn). • Setiap indikator pada masing-masing KD, minimal dibuatkan 3 (tiga) bentuk/jenis soal. >>> 1 soal ujian harian, 1 ujian susulan, dan 1 soal remedial. • Ditentukan jadwal ujian harian, tengah semester, akhir semester dan remedial, minimal untuk 1 semester. • Pada awal semester, guru menjelaskan SK dan KD yang harus dicapai oleh peserta didik, berikut sistem penilaian yang akan diterapkan.

Sosialisasi KTSP

273

Lanjutan penyiapan perangkat penilaian

• Pelaksanaan ujian dilakukan dengan penjadwalan yang matang untuk menghindari beban ujian yang berlebihan pada hari yang sama. >>> Perlu koordinasi antar guru matapelajaran, jadwal ujian diinformasikan kepada orangtua dan peserta didik. • Setiap hasil ujian ditelaah oleh guru melalui MGMP, dan direkam secara berkelanjutan untuk mengetahui tingkat pencapaian SK/KD. • Hasil setiap ujian dilaporkan secara komprehensif kepada orangtua, baik KD yang telah maupun yang belum dicapai.
Sosialisasi KTSP

PENYIAPAN BAHAN PENILAIAN
Penilaian Proses: a. Tes - Tes Tertulis (kognitif) - Tes Lisan (kognitif, psikomotor dan affektif : wawancara, kuis - Tes Perbuatan (Psikomotor, kognitif): Demonstrasi, Eksperimen b. Non Tes Penilaian Produk: - Laporan - Hasil Karya Individu Kelompok

Jenis Penilaian

Sosialisasi KTSP

274

BENTUK PENILAIAN
Tes Tertulis - Obyektif : Pilihan ganda, Menjodohkan, Benar Salah - Non Obyektif : Kuis/Jawaban Singkat, uraian Tes Lisan - Pedoman Wawancara Tes Perbuatan - Daftar Cek, Lembar Pengamatan Non Tes - Angket, Kuesioner, Check-list, Inventori, Skala Sikap, dan pengamatan. Produk - Daftar Cek/Pedoman Penskoran
Sosialisasi KTSP

CONTOH PENILAIAN BERKELANJUTAN
SK : 1. Berkreasi seni rupa

NO

KD

MP

UJI 1 UJI 2 UJI 3
(Remedial) (Remedial)

NA
(Batas Ketuntasan ditetapkan guru)

1.1

Menggam Pengt, bar obyek Unsur, Teknik Benda Latihan Gambar

5

6

7

7

1.2.

Menggam bar Alam

Pengt, Unsur, Teknik Latihan Gambar

7

7

Sosialisasi KTSP

275

Selesai

Sosialisasi KTSP

276

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VIII. Pengembangan Bahan Ujian
17. Pengembangan bahan Ujian & Analisis hasil Ujian.

277

278

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 17

PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN

Sosialisasi KTSP

SKL
TOPIK
Sosialisasi KTSP

KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS

279

APAKAH SAYA LULUS?

Sosialisasi KTSP

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan

Berdasarkan PP No.19/2005 ƒ Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ƒ Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran ƒ Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Sosialisasi KTSP

280

Hubungan antara SKL,MATERI DAN PENILAIAN
SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai.

KOMPETENSI

Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi
Sosialisasi KTSP

Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL

SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ?

Sosialisasi KTSP

281

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Penentuan tujuan tes, Penyusunan KISI-KISI tes, PENULISAN SOAL, PENELAAHAN SOAL (validasi soal), Perakitan soal menjadi perangkat tes, Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya, Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa)

Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN KISI-KISI
Fungsi
Pedm. penulisan soal z Pedm. perakitan soal
z

Syarat kisi-kisi
Mewakili isi kurikulum z Singkat dan jelas z Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal.
z

Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal

Sosialisasi KTSP

282

................ Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt... 2......... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.. SOAL KUNCI Penyusun 1..) NO.......... .....FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ........................................... Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi Jawaban pada Pilihan KETERANGAN SOAL Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 283 .......... dll....... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ....... Kurikulum : .......................... .. Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG.......... Alokasi Waktu : ........... No....... -----------2.... Jumlah soal : . Mata Pelajaran : . Penulis 1.....

hasil karya) NO. penugasan. -----------2. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 284 . ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. SOAL Penyusun 1.

mutlak harus dikuasai oleh siswa.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. 3. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. 4. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi | Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur | Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi | 285 . Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. 2.

DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 286 . Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1. siswa dapat menjelaskan ….TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. 2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….

..... Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . 10. Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ..... Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan . Sosialisasi KTSP 6. 8..... apa yang akan terjadi bila .. -Bandingkan dua cara berikut tentang .... 7.. -Apa akibat ..... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ...... -Apakah hal berikut memiliki . Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan ... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ... 11. 4.. tuliskanlah evaluasi tentang ... Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama .. 2... 3....... dan .......... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data . 12... -Tuliskan . Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. -Tuliskan sebuah laporan .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1. -Apa reaksi A terhadap . tentang apa yang akan terjadi bila .. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .. -Berdasarkan kriteria .. Sosialisasi KTSP 287 .......... -Ringkaslah dengan tepat isi . Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara ...... dengan menggunakan pedoman ..... 5.. -Lengkapilah cerita . Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .. 9.. -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama .

Sosialisasi KTSP 6. 5. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Sosialisasi KTSP 288 . diagram. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. 3. 7. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 8. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. atau grafik. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. 9. 2. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. 10. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. 4.

Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. Sosialisasi KTSP 15. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. 12. (3) menentukan strategi mana yang tepat. beberapa strategi pemecahan masalahnya. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. output. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. dan outcomenya. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. (2) memberikan alasannya. kartun. 13. 14. proses. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. dan prosedurnya. Sosialisasi KTSP 289 . 17. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. (2) mengevaluasinya. 16. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya.11.

Mengukur kompetensi siswa 4. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Sosialisasi KTSP 290 .KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Berhubungan erat antara proses. materi. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.

12. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 291 . 10. 13. peta. 2.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 9. gambar. 8. 6. 11. 4. 3. 5. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. Ada pedoman penskorannya Tabel. grafik.

-----------------------------------2 5. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 292 . Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. . Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. 1. 2. SMP) No. Kunci Jawaban Skor 1. ---------------------------------------------------------2 2 3. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. 4. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2.1. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern.

........... 2.................... 2 c. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a....... 2 .......................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ..... Enzim yang dihasilkan Pankreas: .............Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ....Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ... 4................................................ perkembangan generasi...................... Di manakah letak pankreas? b.............................................. 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4. Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c............ 2 .. 2 ................................................................. 3................... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No....... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan... Kunci Jawaban Skor a............................ dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 293 ..................... 1.... 1 b.3................. Pankreas terletak di rongga perut ....................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus....... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No.................Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung .........................

2. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. 1. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. 4. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. bagaimanapun juga. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. 3. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih).5. No. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. Kusno tak akan putus asa. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 294 . hidup bersama kesengsaraan. tak ada yang akan diceritakan lagi.

.... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No. 2 = 50 .............. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 295 ..... Tabel... Sosialisasi KTSP 9............. Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung........ Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi.... pertokoan... 2 + 200 ............. 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 . vp = mo . Ada pedoman penskorannya 8. Kunci Jawaban mo .. alur...... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air.. 6 + 200 ............ vp 1 = 1 m/s ... kosakata. vo 1 + mp ... 50 .......................... vp 1 ........ grafik..... vo + mp ......... gambar........... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut...................... (Bhs.............. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia.... peta. vp 1 ..... atau di sejumlah pasar..................... vp 1 = 1 200 200 =.. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg ….......... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah.... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman........... Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam................................7....

Sosialisasi KTSP 12. Sosialisasi KTSP 296 . Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. 1. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. 1 3. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban.10. Alasan: BMW adalah merek mobil.10 5. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 1 2. 4.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. 2.

Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA | JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan z Pokok soal (stem) pernyataan z Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. anak cacat. hidup di daerah kumuh. namun kamu adalah warga negara Indonesia. anak miskin. | Komponen soal PG Stem (pokok soal) z Option z Sosialisasi KTSP 297 . Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu.13. atau hidup di desa terpencil.

7777777. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 298 . Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. permintaan b. Baik untuk industri.. 8. 2.. 4. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. a. 3.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 9. 7. Pengumuman d. propaganda c. luas 4 ha. 6. 10. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Hubungi telp. 5. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.

grafik. 12. a. 13. 15. diagram. oviduct c. Gambar. Letakkan kata/frase pada pokok soal. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. kadang-kadang. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. tabel. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. 17. a. 14. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. 16. uterus* d.Lanjutan … 11. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. ovarium b. umumnya. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. vagina Sosialisasi KTSP 299 . sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. mencegah terjadinya haid b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. mencegah pematangan sel telur* d. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator.

a. Penulisan kata berikut yang benar adalah . Senin. Februari. bebas* c. Contoh soal kurang baik. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb).. caught him to eat (B. bela d. November d. to be eating. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . eaten. Contoh soal kurang baik.” a... Sosialisasi KTSP 3. Kemis. Senen.. Sabtu. Pebruari. November* b. beras b. Februari. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 300 . caught him playing truant d. May. Aperil. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. eating*.. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Pengecoh harus berfungsi. misalnya: eat. caught him eating* b.2. a. to eat. Sabtu. Rabo. Sabtu c. Senin... between eating.. was upset c.

4. a.. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Firma c... Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Sosialisasi KTSP 301 . laki-bini d. BUMN d. Sosialisasi KTSP 7. C diperbaiki “turun-temurun”. Contoh soal kurang baik. Perseroan Terbatas b. bolak-balik* b. a. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . tali-temali c.

Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Sosialisasi KTSP 10.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. 3½ hours* b.30. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Now it’s 11. Contoh soal kurang baik. 4½ hours d. How long has he been working so far? a.9. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. 2½ hours c. Adat mapalus dari Sulawesi d. Rumah gadang Minangkabau b. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Contoh soal kurang baik. Sosialisasi KTSP 302 . The gardeners has been working since 8 o’clock. a. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah ….

Idrus b.. a. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. umumnya. Sosialisasi KTSP 303 . Balada Tercinta c.12. kadang-kadang. W. teh c. Tirani d.kadang-kadang. Rendra c. jagung d.. Sosialisasi KTSP 13. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. umumnya. Artinya. Chairil Anwar* d. a.. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. kopi b. Senja di Pelabuhan Kecil* b. a. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan.S.

Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. sporangiospora c. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. a. (2) penulisan kata.” Sosialisasi KTSP 304 . Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. (2) penggunaan tanda baca. askospora d. (3) anak kalimat.14. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. a. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. kata "di dalam" dihilangkan. spora kembara b. Oleh karena itu. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. kita harus mengembangkan …. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". usaha pemerataan kesempatan kerja* d. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. (2) unsur predikat.

Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. realistis d. a. dia tidak datan. idealis (IPS. hukum III Newton d. -Dia tidak datang karena hari ini hujan.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. a.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. simbolis* c. Sosialisasi KTSP 305 . Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. hukum I Newton* b. hukum II Newton c. naturalis b. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. Contoh anak kalimat. -Karena hari ini hujan.

17. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. a. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Letakkan kata/frase pada pokok soal. who is standing under the tree is my uncle* b. where is standing under the tree is my uncle c. Andi! My uncle is over there. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. whose is standing under the tree is my uncle d. Sosialisasi KTSP 306 . Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

A.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (1. 4) X Sosialisasi KTSP 307 . 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. (2. 5) B. (1. 6 cm2 X B. 15 cm2 D. 2) D. (4. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. Berapakah luas segitiga ABC ? A. Koordinat titik C adalah …. 3) C. 12 cm2 C.

| Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. D. A. C. kecuali : A. D. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : | Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. B. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 308 .

1997 C. 1996 B. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn | Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1998 D. Sosialisasi KTSP 309 . 1999 A.| Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah….

D. …. A.PKn | Pemilu 1971 diikuti oleh . B.. C. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 310 . D. C. B. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM | Kata hadis menurut bahasa berarti … A.

B. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA | A. C. D. Nilai dari 4xy jika diketahui 80 60 50 5 x+y=9 3x – y = 7 Sosialisasi KTSP 311 . 13/15 B.15 20 C.MATEMATIKA | 2/3 + 1/5 = … A. 30 D.

A. B. Sosialisasi KTSP 312 . C. D. Pelarutan D. Fermentasi C. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA | Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B.IPS | Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Pembekuan A.

.... ... 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ... 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 313 . 33 34 35 P Q R .ANALISIS BUTIR SOAL | | MANUAL Menggunakan IT Kalkulator z Komputer z • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 ... A A C D D E B E E A E E ..

85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.30 0.00 = soal baik 0.39 = terima & perbaiki 0.40 – 1.70 = sedang 0.30 – 0.1.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 314 .10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.0.20 -0.30 KRITERIA TK: 0.30 0.20 – 0.40 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.31 .0.29 < 0.29 = soal diperbaiki 0.25 DP 0.19 – 0.15 0.3 0.00 – 0.30 = sukar 0.71 – 1.85 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.

40 – 1. Stdv= 3.19 – 0.7692 – 11.63 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.80 0.7647 14.7) : 5 = 0.80 0.00 = soal baik 0.8 : 6 = 0.Means Rpbis = ------------------.39 = terima & perbaiki 0.7647 Rpbis = ----------------------.7):6 = 0.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.56 Sosialisasi KTSP 315 .9706338) (0.5-1.7692 Means = 200:17= 11.29 = soal diperbaiki 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .√ (13:30) (17:30) 3.4955355) = 0. ns=17.4809835 = 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.20 – 0.0954 = (0.8 : 5 = 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2. N=30.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.56 0.63 TK2 = 2.30 – 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.5-2.

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR |Kalkulator Scientifc |Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 316 .

4 32106 ΣY2 Dst. 70 RUN HASIL Mean X INV.1657 A constant R INV. C 54 [(. M+ MODE.9 0. 85 RUN 6.1 17179 ΣX2 K OUT. B 54 RUN 3..3 5 Σ skor K out.497 Mean INV.. INV. A 55 [(.1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3. Siswa X Tekan Y Tekan 1.3 1.0488 Mean Y INV. 80 RUN 5.666 SD sampel Y INV.3 1. A 55 RUN 2.1 53. D 55 RUN 5..4 72. INV. E 53 RUN HASIL SD sampel INV. Fungsi LR [MODE.1515 B regressiion INV..2] No. ..2 1. F 54 [(.PENGGUNAAN KALKULATOR 1...673 SD populasi INV. Pembersihan Data: ON.021 Korelasi XY INV.6 9...2 268 K out. E 53 [(. AC 2. 66 RUN 4. Sosialisasi KTSP 317 . B 52 [(..6 23334 K OUT.7 -5. Siswa Skor Tekan 1.6 Σ data K out..1 53. D 53 [(.. C 51 RUN 4. 75 RUN 2. 60 RUN 3. Fungsi SD [MODE. AC MR. 3] No.4545 ΣXY K OUT.8 1..5 SD sampel X INV.

11 RUN 26.40 – 1.4809835 = 0. 17 RUN 15. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.√ (13:30) (17:30) 3. 3] Siswa Skor Tekan 14.9706338) (0. 12 RUN 22. 16 RUN 16. 3] Siswa Skor Tekan 1.4955355) = 0. 12 RUN 13.30 – 0.00 = soal baik 0. 15 RUN 8. 16 RUN 5.7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE.0954 Meanb .7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE.3 INV. 12 RUN 23. 19 RUN 2.19 – 0. 12 RUN 21. 16 RUN 7. 18 RUN 3. HASIL Σ data K out.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 318 . 18 RUN 4. 14 RUN 19.√ pq Stdv skor total 14. 12 RUN 20. 18 RUN 4. 19 RUN 2. 14. 13 RUN 10. 16 RUN DST. 16 RUN 16.39 = terima & perbaiki 0. 13 RUN 9. 9 RUN 28.1 17 11. 12 RUN 12. 14 RUN 18.29 = soal diperbaiki 0.2 3. 14 RUN DST. 12 RUN 24.3 INV. 16 RUN 6.1 13 14. 15 RUN 17. 10 RUN 27. 17 RUN 15. 15 RUN 17.7692 – 11. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out. 11 RUN 25. 3] Siswa Skor Tekan 1. 18 RUN 3.3 30 SD Populasi INV.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE. 13 RUN 11.7647 Rpbis = ----------------------.Means Rpbis = ------------------.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik. 8 RUN 30. 16 RUN 5.0954 = (0. 8 RUN 29.20 – 0.

Dipergunakan untuk: 1. 2. 1986.. Suite 400. 1993.. 2. Data di atas disimpan pada file: Tes1. 1984.txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 319 .txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982. United States of America. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30. Minesota 55114. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes.00 – 3. Enter the name of the input fele: Tes1. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman.50. 3. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner.000 siswa dan 250 butir soal. Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M. Alamatnya Assessment Systems Corporation. 1988. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN . mulai dari versi 2.. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1. St Paul.txt <Save> 3. 2233 University Avenue.

009 -0. 0-7 0. Point Alt.133 0.100 0.321 -0. Biser.000 -9.140 0.717 * E 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.017 -0.454 C 0.011 -0.167 -0.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.899 0.000 -9.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.500 0. Point No.000 0.70 = sedang 0.29 = soal diperbaiki 0.717 Alternative Statistics Prop.30 – 0.500 0.000 -9.133 -0.900 0.000 -9.40 – 1.265 -9.899 0. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0.348 -0.018 -0.296 D 0.133 -0.000 0.31 .094 -9. 0-9 0. Item correct Biser.500 -0.000 9.000 0.39 = terima & perbaiki 0.033 0.013 -0.082 10.000 -9.170 * 0.000 -9.182 -9.067 -0.133 -0.00 – 0.153 B 0.236 -0. Endorsing Biser Biser Key A 0.19 – 0.000 0.067 0.000 -0.0. Scale Prop.468 -0.269 0.137 -9.00 = soal baik 0.269 -0.200 0.082 * -0. 7.180 Other 0.000 0.067 0.000 -0.140 -0.000 A B C D E Other 0.011 -0.20 – 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 320 .716 -0.225 ? -0.900 0.71 – 1.30 = sukar 0. A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.

655 0.651 0.00 0.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak.987 0.113 0.590 3. Dev.00 50. Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9.464 25.RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std. Negatif value= distribusi lebih mendatar.119 -0. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 321 .

322 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMA. Laporan Hasil Belajar (LHB) 18. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 323 . 19.

324 .

tugas-tugas. • Nilai LHB pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil tagihan (tugas-tugas. ujian akhir semester dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung. profil hasil belajar peserta didik disampaikan kepada peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.) • Tiap akhir semester.Materi 18 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA Departemen Pendidikan Nasional Sosialisasi KTSP LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) • Setiap akhir semester. dsb. Sosialisasi KTSP 325 . ujian tengah semester. guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua nilai ujian. ulangan harian. ulangan harian.

LAPORAN PENILAIAN (Laporan Hasil Belajar) Menjawab keingintahuan orangtua seperti: • Bagaimana peserta didik belajar di sekolah secara akademik. sosial maupun emosional • Sejauhmana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah • Kemampuan apa yang diraih peserta didik selama kurun waktu belajar tertentu • Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut Sosialisasi KTSP MANFAAT LAPORAN HASIL BELAJAR • Diagnosis hasil belajar peserta didik • Prediksi masa depan peserta didik • Seleksi dan sertifikasi • Umpan balik KBM di sekolah Sosialisasi KTSP 326 . fisik.

. dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ... Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : X/1 Tahun Pelajaran: ………... *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….............................… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani.... Muatan Lokal **) ....... : .... kepala sekolah...……………..BENTUK LAPORAN LAPORAN HASIL BELAJAR • Sesuai dengan pembuatan laporan........ Olahraga... – Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik) Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………. 327 ......... : ……………………............. BK dan lainnya. • Laporan penilaian dilakukan oleh: – Guru kepada wali kelas. Wali Kelas ……………………….................. ............ Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah …………………….. ........... bentuknya dapat berbeda (dapat berupa buku atau lembaran).................

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………... ........................... Muatan Lokal **) ...................... Kepala Sekolah ……………………........… Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani... Nama Sekolah : ......................... Kelas/Semester : X/1 Tahun Pelajaran: ……….......… Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP ……………………......... Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik : …………………….......... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/ Bahasa Asing *) ...................... Nomor Induk : ……………………. : ...................... : ……………………. 328 ........ Wali Kelas ………………………..... Olahraga...……………. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : X/1 Tahun Pelajaran: ………...... ....

......... Muatan Lokal **) ... .. Wali Kelas ……………………….......... Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah …………………….…………….... Olahraga............. *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………...... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/ Bahasa Asing *) ....................... : …………………….............................................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : X/2 Tahun Pelajaran: ……….....… Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani.. : .......................... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) . Olahraga........… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani....... ........ Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………................... : ... : …………………….............. Kelas/Semester : X/2 Tahun Pelajaran: ………........................Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………...... Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP 329 ....... Muatan Lokal **) ....................

..... : …………………….......……………................... Kepala Sekolah ……………………. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : X/2 Tahun Pelajaran: ………......................... Nama Sekolah : . Wali Kelas ………………………........ Kepala Sekolah ……………………...Nama Peserta Didik : ……………………................. : ................…………….......... Olahraga..... Nomor Induk : …………………….. Sosialisasi KTSP 330 ...........… Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Keterangan Kenaikan Kelas: Naik/Tidak Naik*) *) Coret yang tidak perlu Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….. *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………....... Wali Kelas ……………………….... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………......... Muatan Lokal **) . ... ...... Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran: ………......................... ........ ........… Program : IPA Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani........ dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ..

……………....................... Muatan Lokal **) ........... 331 .. ... Kepala Sekolah ……………………........ dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………..... Olahraga.. Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik : ……………………......... Nomor Induk : ……………………..… Program : IPA Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP ……………………................................… Program : IPA Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani...... Nama Sekolah : ........ : …………………….. ..... Wali Kelas ………………………...................... Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran : ………......... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran : ………... : ......................

................... Wali Kelas ………………………....... Olahraga.. : .… Program : IPA Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani......................... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .......... .................... Muatan Lokal **) .................................... Olahraga.... Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP 332 ...… Program : IPA Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani.. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran: ………......... Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : ……….............. Muatan Lokal **) ....Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………......... Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………......... *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….................. : …………………….......……………........ : ……………………....... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………............ . dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ........... : .................

...... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : ………................ Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran: ……….........……………..... Muatan Lokal **) ........ Nomor Induk : ……………………..… Program : IPS Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani...……………..... ....... : ..… Program : IPA Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Keterangan Kenaikan Kelas: Naik/Tidak Naik*) *) Coret yang tidak perlu Mengetahui Kepala Sekolah ……………………....... Wali Kelas ………………………. Nama Sekolah : .. .... Kepala Sekolah ……………………................. : ……………………......... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………............. dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .......... *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………... Olahraga. Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….Nama Peserta Didik : ……………………... Wali Kelas ………………………...................................... .................. ......... Sosialisasi KTSP 333 ..............

.. Kepala Sekolah ……………………...... Nomor Induk : ……………………. .......................Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………...............… Program : IPS Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani....... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran : ………........ Nama Sekolah : ........ Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran : ………............. Wali Kelas ……………………….. Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik : …………………….................... 334 ......... Olahraga....................... : …………………….......... ..... Muatan Lokal **) .. : .....……………...… Program : IPS Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP ……………………........ dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .....

.............. . Wali Kelas ………………………....... *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………..... Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP 335 . : .......................……………........... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ........................... Muatan Lokal **) .................................Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : …………………….............................. : . : ……………………............ Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran: ………..... Olahraga........ Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : ………....... Muatan Lokal **) ................ ....… Program : IPS Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani... Kepala Sekolah ……………………............. : ……………………......… Program : IPS Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani.......... Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………............ Olahraga..

............... ......... Nomor Induk : ……………………...................... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………....... .. dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) ................ Olahraga..…………….... Nama Sekolah : ..........… Program : Bahasa Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) ………………….........… Program : IPS Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Keterangan Kenaikan Kelas: Naik/Tidak Naik*) *) Coret yang tidak perlu Mengetahui Kepala Sekolah …………………….............................Nama Peserta Didik : ……………………... : .................. .. Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….... 336 .......……………...... Wali Kelas ………………………........ Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani...... : …………………….... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : ………...... *) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………....... Wali Kelas ……………………….... . Muatan Lokal ***) ........ Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran: ………....

..... Wali Kelas Sosialisasi KTSP ……………………....... Nomor Induk : ……………………........................................... ...... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran : ………. : . Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik : …………………….................... Olahraga..... : ……………………................ 337 .... ……………………….............. Kelas/Semester : XI/1 Tahun Pelajaran : ……….. Nama Sekolah : ......Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………. dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) ..... Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani........................... ……………………..… Program : Bahasa Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) …………………....…………….… Program : Bahasa Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Kepala Sekolah .. Muatan Lokal ***) ....

...... : ……………………............................ : ... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : …………………….……………....................... *) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………..… Program : Bahasa Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) ………………….........Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………............ ..... Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP 338 ... Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : ………. Wali Kelas ……………………….......... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) ..................... : …………………….… Program : Bahasa Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) …………………... Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran: ………... Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani......................... Olahraga........... Muatan Lokal ***) ............................................ .................. Olahraga. Muatan Lokal ***) . dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) ............ Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani......... : .... Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah …………………….

.............. Wali Kelas ………………………. : ............. Muatan Lokal **) ........... Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………......... .................................Nama Peserta Didik : ……………………....... Olahraga. : ……………………...........……………... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : ………................. 339 ............... .. Nomor Induk : …………………….......... Nama Sekolah : ..... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .……………. Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP ……………………...... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : …………………….... ........ *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………..........… Program : IPA Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani....... .… Program : Bahasa Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Keterangan Kenaikan Kelas: Naik/Tidak Naik*) *) Coret yang tidak perlu Mengetahui Kepala Sekolah …………………….................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran: ……….. Wali Kelas ………………………...

... Nomor Induk : …………………….............. Nama Sekolah : ............… Program : IPA Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani. ...... Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP Nama Peserta Didik : ……………………................… Program : IPA Keterangan Keterangan Kepribadian No 1 2 3 4 Kelakuan Aspek Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan Keterangan Catatan Wali Kelas: Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….. 340 . Olahraga..................... Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran : ………................................... Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran : ………....... Kepala Sekolah ……………………..... Wali Kelas ……………………….... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ........... : …………………….. Muatan Lokal **) ............ : ......... ...Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : ……………………...……………........

Olahraga......... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : …………………….... Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………..... .... Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran : ………......................................... : ............……………...... *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik ……………………....… Program : IPA Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani.....Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah : …………………….......... dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ............................. Komponen Ketercapaian Kompetensi *) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik Sosialisasi KTSP 341 ............... : ……………………........ dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) ....... Wali Kelas ………………………...... Muatan Lokal **) ..... ...................... Olahraga.. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran: ………........ : …………………….… Program : IPA Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani........ : ................. Muatan Lokal **) ...........................

Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : ............................. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran : ……….… Program : IPA

Keterangan

Keterangan

Kepribadian

No
1 2 3 4 Kelakuan

Aspek
Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan

Keterangan

Catatan Wali Kelas:

Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di SMA ……………………………………….. sampai kelas XII Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….. Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………... ...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………..

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : ............................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran: ……….… Program : IPS Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat

No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B

Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .................................... Muatan Lokal **) ......................................

*) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….. Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………...

...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………......

342

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : .............................

Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran : ……….… Program : IPS

Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik
No
A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .................................... Muatan Lokal **) ......................................

Komponen

Ketercapaian Kompetensi

*) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Sosialisasi KTSP

Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : ............................. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan

Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran : ……….… Program : IPS

Keterangan

Keterangan

Kepribadian

No
1 2 3 4 Kelakuan

Aspek
Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan

Keterangan

Catatan Wali Kelas:

Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….. Kepala Sekolah ……………………...

...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………..

343

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : ............................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran: ……….… Program : IPS Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat

No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B

Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .................................... Muatan Lokal **) ......................................

*) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….. Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………...

...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………......

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : .............................

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran : ……….… Program : IPS

Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik
No
A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) .................................... Muatan Lokal **) ......................................

Komponen

Ketercapaian Kompetensi

*) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Sosialisasi KTSP

344

Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : ............................. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran : ……….… Program : IPS

Keterangan

Keterangan

Kepribadian

No
1 2 3 4 Kelakuan

Aspek
Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan

Keterangan

Catatan Wali Kelas:

Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di SMA ……………………………………….. Sampai kelas XII Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….. Kepala Sekolah ……………………... ...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………..

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : ............................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran: ……….… Program : Bahasa Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat

No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B

Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) …………………. Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) .................................... Muatan Lokal ***) ......................................

*) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….. Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………...

...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………......

345

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : .............................

Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran : ……….… Program : Bahasa

Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik
No
A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) …………………. Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) .................................... Muatan Lokal ***) ......................................

Komponen

Ketercapaian Kompetensi

*) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Sosialisasi KTSP

Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : ............................. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan

Kelas/Semester : XII/1 Tahun Pelajaran : ……….… Program : Bahasa

Keterangan

Keterangan

Kepribadian

No
1 2 3 4 Kelakuan

Aspek
Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan

Keterangan

Catatan Wali Kelas:

Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Kepala Sekolah

...…………….., ..................... Wali Kelas

Sosialisasi KTSP ……………………..

……………………...

………………………..

346

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : ............................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran: ……….… Program : Bahasa Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka Huruf Praktik Angka Huruf Sikap/Afektif Predikat

No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B

Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) …………………. Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) .................................... Muatan Lokal ***) ......................................

*) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik …………………….. Sosialisasi KTSP Kepala Sekolah ……………………...

...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………......

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : .............................

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran : ……….… Program : Bahasa

Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik
No
A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Antropologi Bahasa Asing *) …………………. Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan **) .................................... Muatan Lokal ***) ......................................

Komponen

Ketercapaian Kompetensi

*) Diisi dengan Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan Keterampilan yang diikuti peserta didik ***) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

Sosialisasi KTSP

347

Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : ............................. Pengembangan Diri (Kegiatan Ekstrakurikuler) No 1 2 3 4 Ketidakhadiran No 1 2 3 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Tanpa Keterangan Jenis Kegiatan

Kelas/Semester : XII/2 Tahun Pelajaran : ……….… Program : Bahasa

Keterangan

Keterangan

Kepribadian

No
1 2 3 4 Kelakuan

Aspek
Kerajinan/Kedisiplinan Kerapihan Kebersihan

Keterangan

Catatan Wali Kelas:

Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di SMA ……………………………………….. Sampai kelas XII Mengetahui Orang Tua/ Wali Peserta Didik Sosialisasi KTSP …………………….. Kepala Sekolah ……………………... ...…………….., ..................... Wali Kelas ………………………..

CARA PENGISIAN FORMAT LAPORAN HASIL BELAJAR
• Nilai ketuntasan belajar untuk aspek pengetahuan dan praktik dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat, dengan rentang 0 – 100. • Ketuntasan belajar setiap indikator ditetapkan berkisar antara 0-100 %. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75 %. • Kolom Pengetahuan diisi dengan nilai kumulatif dari hasil pencapaian SK dan KD setiap mata pelajaran dan muatan lokal per semester. Nilai ini ditulis secara kuantitatif dalam bentuk bilangan bulat dan huruf. • Kolom Praktik diisi dengan nilai kumulatif dari hasil pencapaian SK dan KD untuk aspek praktik pada mata pelajaran dan muatan lokal tertentu per semester. Nilai ini ditulis secara kuantitatif dalam bentuk bilangan bulat dan huruf.
Sosialisasi KTSP

348

Nilai sikap/afektif dicantumkan dalam bentuk predikat. baik.jam atau satuan waktu lainnya) • Tabel Kepribadian pada Kolom keterangan diisi dengan predikat prestasi kepribadian (amat baik. • Tabel Ketidakhadiran pada kolom keterangan diisi dengan lama waktu (hari. dan deskripsi tentang sikap/perilaku peserta didik yang paling dominan baik positif maupun negatif. cukup dan kurang. dengan mempertim-bangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program tersebut. dll). sedang dan rendah (motivasi dan minat belajar. sikap. disiplin. • Tabel pengembangan diri diisi dengan jenis pengembangan diri (kegiatan kreativitas) yang diikuti oleh peserta didik dan dalam kolom keterangan diisi dengan penilaian aspek sikap/afektif yang difokuskan pada perubahan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri.Lanjutan pengisian format LHB • Kolom sikap/afektif diisi dengan hasil penilaian aspek sikap/afektif pada setiap mata pelajaran dan muatan lokal melalui pengamatan pembelajaran selama proses berlangsung per semester. • Pada kolom ketercapaian kompetensi diisi dengan uraian singkat/deskripsi yang menggambarkan tingkat pencapaian kompetensi (baik yang telah tuntas atau yang belum tuntas). atau kurang) peserta didik. kerjasama. untuk nilai yang terkait dengan mata pelajaran dan muatan lokal dapat menggunakan predikat amat baik. baik . apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. dengan klasifikasi tinggi. Sosialisasi KTSP KENAIKAN KELAS • Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran • Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua). Sosialisasi KTSP 349 . • Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII. cukup. • Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI.

IPS. Satuan Pendidikan dapat menambah kriteria kenaikan kelas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap satuan pendidikan. Kimia. • Program IPS. dan Biologi. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Antropologi. kemampuan akademik. dan Bahasa dimulai di semester 1(satu) kelas XI • Penjurusan dilakukan berdasarkan atas pilihan peserta didik (minat).CONTOH Bagi Peserta Didik Kelas XI • Program IPA. Sosialisasi KTSP PENJURUSAN • Penentuan Penjurusan dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Fisika. Ekonomi. dan Sosiologi. Sastra Indonesia. • Pelaksanaan Penjurusan Program IPA. dan Bahasa Asing Lainnya. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Geografi. • Program Bahasa. dan potensi peserta didik Sosialisasi KTSP 350 .

• Satuan pendidikan dapat menambah kriteria penjurusan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap satuan pendidikan. dan Bahasa Indonesia(mencakup seluruh mata pelajaran yang menjadi ciri khas program di SMA). • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi. Ekonomi. dan Fisika (2 mp ciri khas program Bahasa dan 1 ciri khas program IPA). Bahasa Inggris. dan Bahasa Inggris (2 mp ciri khas program IPS dan 1 ciri khas program Bahasa). dan dibandingkan dengan mp ciri khas program Bahasa setelah remidi. Sosialisasi KTSP Lanjutan Penjurusan Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. maka peserta didik tersebut dapat dijuruskan ke program yg nilai prestasinya lebih unggul. maka peserta didik tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Bahasa. Sosiologi. dan Geografi (2 mp ciri khas program IPA dan 1 ciri khas program IPS). maka peserta didik tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPS.perlu diperhatikan mp yang menjadi ciri khas program IPA dibandingkan dengan mp ciri khas program IPS. maka peserta didik tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPA.Perlu diperhatikan minat peserta didik. • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa Indonesia. Batas waktu pindah program ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan. . Apabila nilai dari setiap mp ciri khas program tertentu ada nilai prestasi lebih unggul dari pada program lainnya. maka peserta didik tersebut : . Kimia. diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. • Peserta didik yg memenuhi persyaratan masuk kesemua program. Sosialisasi KTSP • 351 .Contoh Penjurusan di kelas XI • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah FIsika.

... (……………………. KELUAR Tanggal Kelas dan Semester yang ditinggalkan Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : . ...…....... Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orang Tua/Wali ……………. Kepala Sekolah..... ……. Kepala Sekolah. dan atas permintaan (tertulis) dari : Tanda Tangan Kepala Sekolah...... Sekolah harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : – – Antara sekolah pelaksana KTSP Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2..... Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/ kabupaten/kota dikoordinasikan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota....PINDAH SEKOLAH 1..... (……………………... : ... Kepala Sekolah.... Sebab-sebab keluar..... antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : – Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan raport yang digunakan disekolah tujuan – Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan..) Orang Tua/Wali (……………………) …………….…. ...) Orang Tua/Wali (……………………) Sosialisasi KTSP 352 ...……. 3...... Sosialisasi KTSP Contoh Format: Keterangan Pindah Sekolah (Diisi oleh sekolah yang ditinggalkan/lama). (……………………... Nama Sekolah : …………....) Orang Tua/Wali (……………………) ……………. Nama Peserta Didik : …………………….. Nomor Induk : …………………….... : ………./.. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah...

........................................................... Tanggal b.......... 1....................................................... Nama Sekolah : ………….... Nomor Induk : ……………………............. 3.................. Di Kelas c............................ (…………………) ……………..................................... ......................... 2 Ekstrakurikuler 3 Lain ............... ..................Keterangan Pindah Sekolah (Diisi oleh sekolah yang baru) Nama Peserta Didik : …………………….......................................…… Program : ............... …… Kepala Sekolah........................... 2.................... Semester Tahun Pelajaran Identitas Peserta Didik _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ Identitas Peserta Didik _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ Identitas Peserta Didik _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ ……………................................................................... 4....... 3....... 2................ 1................................................................................................... …… Kepala Sekolah............................... ...... ............ 5..................................... .................................................................................................................................. .... 5... Di Kelas c........................................................................ No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan) ................................................................................................ ... .... Kelas/Semester :....... MASUK No......................................................................../......................................................... No..................... …… Kepala Sekolah..................................... Tanggal b..................................................................... Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a........ Tanggal b................................. (…………………) ……………............................................. : ......................... : ………....................................... 4....... No................................... ...... 1... (…………………) Sosialisasi KTSP Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai Nama Peserta Didik : ……………………... 5................................................... ....................................................lain 4 Catatan Khusus Lainnya Sosialisasi KTSP 353 ....................................... ............. ......... Di Kelas c.............................................................................................. Semester Tahun Pelajaran Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a.... 3... Nama Sekolah : ………….. .............................................................................................../................ 2.... 4....................... Semester Tahun Pelajaran Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a................ ..... Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program : ...... Nomor Induk : …………………….........……............ Tahun Pelajaran : ………........................................................... ....................

Selesai Sosialisasi KTSP 354 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 355 1 .

RAMBU-RAMBU ¾ KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran ¾ KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah ¾ Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 ¾ Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 ¾ Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal ¾ Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 356 2 .

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara ƒ ƒ ƒ Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 357 3 .1.KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1.

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Rendah = 50-64 .Tinggi = 50-64 . daya dukung tinggi dan intake sedang Æ nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Daya dukung : 3.Sedang = 2 .Tinggi = 3 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Tinggi = 81-100 .Sedang = 65-80 . Sosialisasi KTSP 358 4 .Rendah = 1 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang Æ nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah = 81-100 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Rendah = 3 .Tinggi = 1 .Sedang = 2 . Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Tinggi = 81-100 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Kompleksitas : 2.Sedang = 2 . Intake : .Tinggi = 3 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Sedang = 65-80 . Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 . Daya dukung : 3. Intake : .

Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM 9 memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa 9 kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.Rendah 2. Kompleksitas : .Rendah 3. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang Æ maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.Sedang .Tinggi . Tingkat Kompleksitas Tinggi. Daya dukung : .Tinggi .Tinggi . Intake : . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. • WAKTU 9 cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.Sedang . Sosialisasi KTSP 359 5 . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang .

NUN. kepedulian stakeholders sekolah. manajemen sekolah.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. Rapor kelas 3 SMP. test seleksi masuk atau psikotes ¾ KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 360 6 . sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : ¾ KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB. BOP.

1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara ƒ Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial ƒ Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa ƒ Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.6 361 7 .3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.1.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Rendah 3 74 ƒ Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial ƒ Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa ƒ Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara tinggi 3 sedang 2 88.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.

3. Sosialisasi KTSP 362 8 . Pendidikan Agama Pendk. 2. 4. 6. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. 5.dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1.

Selesai Sosialisasi KTSP 363 9 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->